Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 85
Page 1
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk & ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
Beserta
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Page 2
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
HALAMAN
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
- LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 1-2
- LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 3
- LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN 4
- LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN 5
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 6 - 72
Lampiran
- LAPORAN KEUANGAN ENTITAS INDUK
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Desember 2024 31 Desember 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 2g, 4 5.722.483.612 11.887.905.520
Piutang Usaha 2h, 5 595.988.398 396.263.229
Piutang Lain-lain
Pihak Ketiga 2h, 6 54.224.551 58.384.387
Persediaan 2i, 7 433.086.354 395.529.763
Perlengkapan 8 1.632.681.211 1.518.124.897
Pajak Dibayar Dimuka 16a 4.805.481.987 4.777.827.539
Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka 2j, 9 832.486.351 661.079.230
Jumlah Aset Lancar 14.076.432.464 19.695.114.565
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Pihak Berelasi 2h, 6, 12b - 2.008.239.877
Biaya Dibayar Dimuka 2j, 9 2.187.903 11.702.952
Aset Tetap 2l, 10 403.844.523.031 409.326.964.514
Aset Pajak Tangguhan 16d 2.019.269.217 1.908.319.772
Aset Lain-lain 11 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 407.065.980.151 414.455.227.115
JUMLAH ASET 421.142.412.615 434.150.341.680
Lihat Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini secara keseluruhan
1
Page 9
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Desember 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha - Pihak Ketiga 2o, 13 483.004.068 492.188.083
Utang Lain-Lain
- Pihak Ketiga 14 158.728.407 157.627.012
- Pihak Berelasi 12d 1.300.031.000 1.740.457.000
Utang Pajak 16b 721.730.974 935.493.435
Beban Akrual 15 2.277.327.155 1.844.386.627
Jaminan Pelanggan 20 256.763.744 702.173.759
Liabilitas Jangka Panjang- Bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
- Utang Bank 17 8.905.873.087 7.698.700.925
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 18 65.940.000 60.445.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 14.169.398.435 13.631.471.841
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi 12c, 14 107.095.747.230 95.277.499.168
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
Bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
- Utang Bank 17 49.681.445.097 58.587.318.184
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 18 21.980.000 93.415.000
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 19 1.559.685.070 1.515.385.440
Liabilitas Pajak Tangguhan 16d 53.626.451.774 53.513.222.438
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 211.985.309.171 208.986.840.230
JUMLAH LIABILITAS 226.154.707.606 222.618.312.071
EKUITAS
Modal Saham
Modal Dasar 2.400.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per saham
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1.000.003.979 lembar saham pada
tahun 2024 dan 2023 21 100.000.397.900 100.000.397.900
Tambahan Modal Disetor 22 14.491.453.870 14.491.453.870
Surplus Revaluasi Aset Tetap 10 183.875.074.658 183.875.074.658
Komponen Ekuitas Lainnya 1.630.418.401 1.561.103.217
Saldo Laba (Rugi) (114.862.484.236) (98.403.115.285)
Jumlah Ekuitas yang Dapat
Diatribusikan kepada Pemilik Induk 185.134.860.593 201.524.914.360
Kepentingan Non-Pengendali 23 9.852.844.416 10.007.115.249
JUMLAH EKUITAS 194.987.705.009 211.532.029.609
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 421.142.412.615 434.150.341.680
Lihat Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini secara keseluruhan
2
Page 10
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2024 2023
PENDAPATAN USAHA 2q, 24 22.552.571.484 22.585.256.898
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2q, 25 (8.204.582.156) (7.774.656.754)
LABA BRUTO 14.347.989.328 14.810.600.144
BEBAN USAHA
Beban Penjualan 2q, 26 (1.091.950.350) (1.012.577.807)
Beban Umum dan Administrasi 2q, 27 (22.011.033.660) (20.059.007.059)
Jumlah Beban Usaha (23.102.984.010) (21.071.584.866)
LABA (RUGI) USAHA (8.754.994.682) (6.260.984.722)
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan Bunga 142.040.718 169.565.409
Beban Keuangan 2q, 28 (6.490.911.929) (7.673.358.860)
Beban Pajak (1.089.019.373) (444.749.923)
Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Usaha -
Pihak Ketiga 1.156.487 206.734.889
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap 10 21.793.694 113.120.000
Lain-lain - Bersih 15.409.928 163.527.017
Jumlah pendapatan (beban) lain-lain (7.399.530.475) (7.465.161.468)
LABA (RUGI) SEBELUM
PAJAK PENGHASILAN (16.154.525.157) (13.726.146.190)
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Pajak Kini 16c (478.471.358) (565.315.181)
Penyesuaian Tahun Lalu 1.963.745 722.446.560
Pajak Tangguhan 17.297.482 (106.718.816)
Jumlah manfaat (beban) pajak penghasilan (459.210.131) 50.412.563
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN (16.613.735.288) (13.675.733.627)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali atas Liabilitas
Imbalan Kerja 88.988.061 (79.144.337)
Surplus Revaluasi Aset Tetap - 38.114.142.058
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Terkait (19.577.373) (8.367.699.499)
Penghasilan komprehensif lain
tahun berjalan 69.410.688 29.667.298.222
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF (16.544.324.600) 15.991.564.595
RUGI TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (16.459.368.951) (13.614.195.939)
Kepentingan Non-Pengendali (154.366.337) (61.537.688)
(16.613.735.288) (13.675.733.627)
RUGI KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (16.390.053.767) 15.343.858.351
Kepentingan Non-Pengendali (154.270.833) 647.706.244
(16.544.324.600) 15.991.564.595
RUGI PER SAHAM DASAR 33 (16,61) (13,68)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian
yang tidak terspisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
3
Page 11
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tambahan modal Surplus Revaluasi Komponen Saldo Kepentingan
Modal saham Jumlah Jumlah Ekuitas
disetor Aset Tetap Ekuitas Lainnya Laba (Rugi) Non-Pengendali
Saldo per 1 Januari 2023 100.000.007.500 14.489.466.870 154.855.264.313 1.622.859.272 (84.788.919.346) 186.178.678.609 9.359.409.005 195.538.087.614
Laba (rugi) tahun berjalan - - - - (13.614.195.939) (13.614.195.939) (61.537.688) (13.675.733.627)
Penyesuaian - - - - - -
Setoran modal 390.400 1.987.000 - - - 2.377.400 - 2.377.400
Surplus Revaluasi Aset Tetap - - 29.019.810.345 - - 29.019.810.345 709.220.460 29.729.030.805
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - - (61.756.055) - (61.756.055) 23.472 (61.732.583)
Saldo per 31 Desember 2023 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.561.103.217 (98.403.115.285) 201.524.914.360 10.007.115.249 211.532.029.609
Laba tahun berjalan - - - - (16.459.368.951) (16.459.368.951) (154.366.337) (16.613.735.288)
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - - 69.315.184 - 69.315.184 95.504 69.410.688
Saldo per 31 Desember 2024 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.630.418.401 (114.862.484.236) 185.134.860.593 9.852.844.416 194.987.705.009
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terspisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan
4
Page 12
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2024 2023
Arus kas dari aktivitas operasi
Kas yang Diperoleh dari Pelanggan 21.907.436.300 22.668.364.458
Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok (10.458.513.357) (7.811.904.847)
Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan (10.607.868.661) (10.814.439.333)
Kas yang dihasilkan dari operasi 841.054.282 4.042.020.278
Penerimaan Bunga 158.194.647 169.565.409
Penerimaan (Pengeluaran) Kas Lainnya (5.234.399.991) (2.326.504.995)
Kas bersih diperoleh dari
aktivitas operasi (4.235.151.062) 1.885.080.692
Arus kas dari aktivitas investasi
Perolehan Aset Hak Guna - (282.600.000)
Perolehan Aset Tetap (984.573.625) (1.108.403.310)
Aset Tetap Dalam Pembangunan (98.000.001) (427.207.136)
Penerimaan Penjualan aset tetap 21.793.694 113.120.000
Kas bersih digunakan
untuk aktivitas investasi (1.060.779.932) (1.705.090.446)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Pembayaran Utang Bank (7.800.000.000) (7.200.000.000)
Peningkatan (Penurunan) Utang Lain-lain - Pihak Berelasi 11.377.822.062 12.716.633.585
(Peningkatan) Penurunan Piutang Lain-lain - Pihak Berelasi 2.008.239.877 2.069.274.936
Pembayaran Bunga (6.389.612.853) (7.667.802.460)
Pembayaran Liabilitas Sewa Pembiayaan (65.940.000) (43.960.000)
Peningkatan Modal Disetor - 2.377.400
Kas bersih diperoleh (digunakan)
dari aktivitas pendanaan (869.490.914) (123.476.539)
Kenaikan (penurunan) bersih
kas dan setara kas (6.165.421.908) 56.513.707
Kas dan setara kas
pada awal tahun 11.887.905.520 11.831.391.813
Kas dan setara kas
pada akhir tahun 5.722.483.612 11.887.905.520
Lihat Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian
tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini secara keseluruhan.
5
Page 13
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Satria Mega Kencana Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Ilmiawan Dekrit
Supatmo, SH No.62 tanggal 16 Juni 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C-
10271HT.01.01.TH.2005 tanggal 14 April 2005.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir
dilakukan berdasarkan Akta Notaris No. 167 tanggal 20 November 2024 oleh Christina Dwi Utami,
S.H., M.Hum., M.Kn., sehubungan dengan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(“RUPSLB”), antara lain tentang persetujuan pengeluaran saham dalam simpanan/portepel
Perseroan dan menawarkan/menjual saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel tersebut
melalui Penawaran Umum kepada masyarakat. Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No.AHU-AH.01.09-
0285089 tertanggal 6 Desember 2024.
Pada tanggal 7 Juni 2023, terdapat perubahan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, di
mana kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang real estate yang di miliki sendiri atau di sewa;
kawasan pariwisata; kawasan industri; real estate atas dasar balas jasa (fee ) atau kontrak; dan
aktivitas perusahaan holding, dan perubahan dalam Pasal 17 ayat 5 Anggaran Dasar Perusahaan
mengenai pengumuman laporan keuangan Perusahaan sebagaimana di muat dalam Akta No.75
tanggal 7 Juni 2023. Perubahan dan penyesuaian tersebut telah mendapat persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.
AHU-0036710.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 27 Juni 2023.
Pada saat ini, Perusahaan melakukan kegiatan berupa real estate dan kawasan pariwisata yang
juga melakukan investasi saham pada Entitas Anak.
Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo, Kecamatan
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.
Pemegang saham pengendali Perusahaan adalah Herman Herry Adranacus.
b. Penawaran Umum
Pada tanggal 23 Agustus 2018, melalui Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No.097/SMK-
DIR/VII/2018 serta perubahan terakhir yang disampaikan melalui Surat No. 160/SMK-DIR/XI/2018
tanggal 28 November 2018, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui
pasar modal sejumlah 400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga
penawaran Rp165 per saham. Pada tanggal 30 November 2018, berdasarkan Surat Otoritas Jasa
Keuangan No.S-171/D.04/2018, Perusahaan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif
Pernyataan Pendaftaran. Selisih lebih jumlah yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai
nominalnya sebesar Rp21.299.134.834 di catat dalam akun “Tambahan Modal Disetor” setelah
dikurangi biaya emisi saham sebesar Rp4.700.865.166 (catatan 22). Pada tanggal 10 Desember
2018, seluruh saham Perseroan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
6
Page 14
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Penawaran Umum (lanjutan)
Pada tanggal 10 Desember 2018, Perusahaan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya
200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membeli saham baru
dalam Penawaran Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah
dari saham baru tersebut. Rincian waran seri I yang sudah dikonversi sejak tahun 2019 sampai
dengan per 31 Desember 2023 dengan mengisi tabel sebagai berikut:
Nilai Nominal Harga Jumlah (Rp) (lembar saham x
Nama Waran Tanggal Konversi Lembar Saham
(Rp) Pelaksanaan (Rp) harga pelaksanaan)
Waran Seri I 11-07-2019 5 100 600 3.000
Waran Seri I 04-11-2020 10 100 600 6.000
Waran Seri I 11-02-2021 50 100 600 30.000
Waran Seri I 05-07-2021 10 100 600 6.000
Waran Seri I 30-11-2023 4 100 600 2.400
Waran Seri I 06-12-2023 800 100 600 480.000
Waran Seri I 07-12-2023 3.100 100 600 1.860.000
Jumlah 3.979 2.387.400
Untuk waran yang belum diterbitkan sampai dengan batas waktu tanggal peralihan (7 Desember
2023) dengan jumlah 199.996.021 lembar waran tidak dilakukan konversi.
c. Entitas Anak
Per tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Perusahaan memiliki kepemilikan pada Entitas Anak
berikut ini:
Persentase Tahun operasi Jumlah aset
Entitas Anak Domisili Jenis Usaha
kepemilikan efektif komersial sebelum eliminasi
2024 2023
PT Tanjung Karoso Permai
("TKP") Jakarta Belum beroperasi 90,00 - 136.628.846 137.405.882
PT Dwimukti Mitra Wisata
("DMW") Jakarta Perhotelan 99,00 2023 13.437.211 92.259.086
i. Pendirian Entitas Anak
Pada tanggal 14 Desember 2012, Perusahaan dan Vonny Kristiani mendirikan PT Tanjung
Karoso Permai ("TKP") dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 90% dan 10%
saham.
ii. Pembelian Saham Entitas Anak
Pada tanggal 31 Januari 2013, Perusahaan membeli saham PT Dwimukti Mitra Wisata ("DMW")
dari Yudi Adranacus dan Herman Herry Adranacus masing-masing sebanyak 50 lembar saham
(atau sebesar 1% kepemilikan dalam DMW) dan 2.450 lembar saham (atau sebesar 49%
kepemilikan dalam DMW) sehingga kepemilikan saham Perusahaan setelah pembelian tersebut
adalah sebesar 50% dan sisanya dimiliki oleh Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani
masing-masing sebesar 25%. Nilai buku aset bersih entitas anak pada saat pembelian adalah
sebesar Rp5.000.000.000 dan tidak ada Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
Sepengendali yang dicatat terkait transaksi pembelian ini.
7
Page 15
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Entitas Anak (lanjutan)
ii. Pembelian Saham Entitas Anak (lanjutan)
Pada tanggal 29 Maret 2018, Perusahaan membeli 49% kepemilikan saham dalam DMW dari
Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar saham
(atau sebesar 25% kepemilikan dalam DMW) dan 1.200 lembar saham (atau sebesar 24%
kepemilikan dalam DMW) dengan harga beli Rp1.000.000 per lembar saham dengan total
sebesar Rp2.450.000.000. Setelah pembelian saham tersebut, kepemilikan saham Perusahaan
adalah 99% dan sisanya dimiliki oleh Vonny Kristiani sebesar 1%. Atas pembelian ini, timbul
selisih antara nilai perolehan investasi dengan proporsi nilai buku aset bersih entitas anak
sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
Sepengendali dalam akun Tambahan Modal Disetor dalam bagian Ekuitas pada Laporan Posisi
Keuangan Konsolidasian per 31 Desember 2024 (catatan 22).
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Stevano Rizki Adranacus Stevano Rizki Adranacus
Komisaris Independen Husni Heron Husni Heron
Direksi
Direktur Utama Floreta Tane Martinelly
Direktur Sorta Delima Rosida Floreta Tane
Elisabeth Cesilia Purba
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 20 November 2024, para pemegang
saham menyetujui pengangkatan kembali Floreta Tane selaku Direktur Utama dan Sorta Delima
Rosida Elisabeth Cesilia selaku Direktur Perusahaan terhitung sejak ditutupnya rapat. Perubahan
ini diaktakan dengan akta notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn. No.167 tanggal 20
November 2024 dan telah dicatatkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat No.AHU-AH.01.09-0285089 tanggal 6 Desember 2024.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai
berikut:
2024 2023
Ketua Husni Heron Husni Heron
Anggota Maskanah Maskanah
Aryo Kusumo Wibowo Aryo Kusumo Wibowo
Sekretaris Perusahaan Margaretha R.W. Tanaji Yovita
Kepala Audit Internal Anne Rahardja Anne Rahardja
8
Page 16
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan (lanjutan)
Pada tanggal 28 Agustus 2024 terdapat perubahan jabatan Sekretaris Perusahaan, berdasarkan
surat keputusan Direksi Perusahaan No.126/SMK-Dir/SK/VIII/2024 tentang pengangkatan
sekretaris Perusahaan, mengangkat Margaretha R.W. Tanaji sebagai Sekretaris Perusahaan
menggantikan Yovita. Pengangkatan Sekretaris Perusahaan tersebut telah disampaikan kepada
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat No.Ref.:126/SMK-Dir/SK/VIII/2024.
Jumlah remunerasi yang diterima oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Entitas Anak
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar
Rp2.255.668.100 dan Rp2.034.354.000.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Perusahaan dan Entitas Anak mempekerjakan masing-
masing 15 dan 14 karyawan tetap.
e. Izin Usaha Kawasan Industri
Pada tanggal 31 Desember 2020 Perusahaan memiliki Izin Usaha Kawasan Industri yang berlokasi
di jalan Panglima Polim Raya No.28 Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan
dengan luas lahan 246 m2. Adapun rencana kegiatan adalah untuk Real Estate atas dasar balas
jasa (fee ) atau kontrak, kawasan pariwisata dan kawasan industri.
f. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
yang telah diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2025.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Dasar Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disusun dan disajikan sesuai Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan No.VIII.G7 Lampiran Keputusan Ketua OJK
No.KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan
(OJK).
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disajikan berdasarkan konsep Biaya Perolehan
(Historical Cost), kecuali beberapa akun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan
dalam masing-masing Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan dan Entitas Anak. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang
lebih tinggi atau area dimana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap Laporan
Keuangan Konsolidasian diungkapkan di Catatan 3.
9
Page 17
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
a. Dasar Penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)
Laporan Keuangan Konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar Akrual (Accrual basis ),
kecuali Laporan Arus Kas Konsolidasian. Laporan Arus Kas Konsolidasian disajikan dengan
menggunakan metode Langsung (Direct method ) dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian adalah
Rupiah yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.
b. Standar dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif Tahun
Berjalan
Standar dan interpretasi standar akuntansi keuangan yang baru serta amendemen dan
penyesuaian terhadap standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan dan berlaku efektif untuk
tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 namun tidak berdampak secara material
terhadap pelaporan kinerja ataupun posisi keuangan Perusahaan adalah sebagai berikut:
• Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1) tentang “Penyajian Laporan Keuangan -
Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang”;
• Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1) tentang “Penyajian Laporan Keuangan -
Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan”;
• Amendemen PSAK (sebelumnya PSAK 73) tentang “Sewa - Liabilitas Sewa dalam Jual dan
Sewa-balik”; dan
• Amendemen PSAK 207 (sebelumnya PSAK 2), “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107
(sebelumnya PSAK 60), “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, tentang “PSAK 207 dan PSAK
107 - Pengaturan Pembiayaan Pemasok”.
c. Standar dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi telah Diterbitkan namun Belum
Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
Pada tanggal penerbitan laporan keuangan ini, terdapat pula beberapa standar dan interpretasi
standar akuntansi keuangan yang baru serta amendemen ataupun penyesuaian terhadap standar
akuntansi keuangan lainnya yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif.
Standar, interpretasi, amendemen ataupun penyesuaian tersebut akan berlaku efektif untuk tahun
buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025, sebagai berikut:
• PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74) tentang “Kontrak Asuransi”;
• Amendemen PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74) tentang “Kontrak Asuransi - Penerapan Awal
PSAK 117 dan PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) - Informasi Komparatif”; dan
• Amendemen PSAK 221 (sebelumnya PSAK 10) tentang “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta
Asing - Kekurangan Ketertukaran”.
10
Page 18
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Standar dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi telah Diterbitkan namun Belum
Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan (lanjutan)
Beberapa PSAK juga diamendemen yang merupakan amendemen konsekuensial karena
berlakunya PSAK 117: Kontrak Asuransi, yaitu:
• PSAK 103: Kombinasi Bisnis (sebelumnya PSAK 22);
• PSAK 105: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan
(sebelumnya PSAK 58);
• PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan (sebelumnya PSAK 60);
• PSAK 109: Instrumen Keuangan (sebelumnya PSAK 71);
• PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan (sebelumnya PSAK 72);
• PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan (sebelumnya PSAK 1);
• PSAK 207: Laporan Arus Kas (sebelumnya PSAK 2);
• PSAK 216: Aset Tetap (sebelumnya PSAK 16);
• PSAK 219: Imbalan Kerja (sebelumnya PSAK 24);
• PSAK 228: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (sebelumnya PSAK 15);
• PSAK 232: Instrumen Keuangan: Penyajian (sebelumnya PSAK 50);
• PSAK 236: Penurunan Nilai Aset (sebelumnya PSAK 48);
• PSAK 237: Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi (sebelumnya PSAK 57);
• PSAK 238: Aset Takberwujud (sebelumnya PSAK 19); dan
• PSAK 240: Properti Investasi (sebelumnya PSAK 13).
Penerapan dini untuk standar, interpretasi, amandemen ataupun penyesuaian terhadap standar
akuntansi keuangan di atas diperkenankan.
Manajemen masih mengevaluasi penerapan dari standar, interpretasi, amendemen ataupun
penyesuaian tersebut, dan belum dapat menentukan dampak yang mungkin timbul terhadap
pelaporan keuangan Perusahaan secara keseluruhan.
d. Prinsip-prinsip konsolidasian
(i) Entitas anak
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana Grup memiliki
pengendalian. Grup mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak
untuk, pengembalian yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki
kemampuan untuk mempengaruhi pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas
tersebut. Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal dimana pengendalian
dialihkan kepada Grup. Entitas anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal dimana Grup
kehilangan pengendalian.
Transaksi, saldo dan keuntungan antar entitas Grup yang belum direalisasi telah dieliminasi.
Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi. Jika diperlukan, nilai yang dilaporkan oleh
entitas anak telah diubah untuk menyesuaikan dengan kebijakan akuntansi yang diadopsi
oleh Grup.
11
Page 19
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
d. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
(i) Entitas anak (lanjutan)
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 38 (Revisi
2012) “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” dimana selisih harga perolehan yang dibayar
dengan nilai tercatat aset neto yang diperoleh dicatat sebagai bagian akun tambahan modal
disetor di ekuitas.
Berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2012) tersebut, unsur-unsur laporan keuangan konsolidasian
dari entitas yang bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali
dan untuk periode komparatif, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan tersebut
telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.
(ii) Entitas asosiasi
Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan namun
bukan pengendalian, biasanya melalui kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%. Investasi
pada entitas asosiasi dicatat dengan metode ekuitas (lihat poin (iii) di bawah), setelah pada
awalnya diakui pada nilai perolehan.
Nilai perolehan diukur pada nilai wajar aset yang dialihkan, kepemilikan ekuitas yang
diterbitkan, atau liabilitas yang diakui pada tanggal transaksi, termasuk biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan. Goodwill pada entitas asosiasi
merupakan selisih lebih dari nilai perolehan entitas asosiasi atas bagian Grup atas nilai wajar
aset neto teridentifikasi entitas asosiasi dan dimasukkan dalam nilai tercatat investasi. Jika
bagian Grup atas nilai wajar aset neto teridentifikasi entitas asosiasi melebihi nilai
perolehannya dalam kasus pembelian diskon, selisih tersebut diakui pada laba rugi.
(iii) Pengaturan bersama
Menurut PSAK 66, pengaturan bersama diklasifikasikan sebagai operasi bersama atau
ventura bersama bergantung pada hak dan kewajiban kontraktual para investor bukan struktur
hukum dari pengaturan bersama. Grup telah menilai sifat dari pengaturan bersama dan
menentukan pengaturan tersebut sebagai ventura bersama. Ventura bersama dicatat
menggunakan metode ekuitas, setelah pada awalnya diakui sebagai biaya pada laporan
posisi keuangan konsolidasian.
(iv) Metode ekuitas
Pada metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat pada biaya perolehan dan selanjutnya
disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba rugi pasca akuisisi dari investee pada
laba rugi dan bagiannya dalam pergerakan penghasilan komprehensif lainnya dari investee
pada penghasilan komprehensif lainnya.
12
Page 20
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
d. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
(iv) Metode ekuitas (lanjutan)
Keuntungan yang belum terealisasi atas transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi atau
ventura bersama dieliminasi sebesar kepentingan Grup dalam entitas-entitas tersebut.
Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti
penurunan nilai atas aset yang dialihkan. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi atau ventura
bersama telah diubah jika diperlukan untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan yang
diterapkan oleh Grup.
Jika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama sama dengan atau
melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk piutang tanpa
agunan, Grup menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban
atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa telah
terjadi penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Jika
demikian, maka nilai tercatat dari investasi yang dicatat dengan akuntansi ekuitas diuji untuk
penurunan nilai sesuai dengan kebijakan yang dijelaskan pada Catatan 2n. Dividen yang
diterima dan yang akan diterima dari entitas asosiasi atau ventura bersama diakui sebagai
pengurang jumlah tercatat investasi.
e. Penjabaran mata uang asing
(i) Mata uang fungsional dan penyajian
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang
fungsional Perusahaan dan mata uang penyajian Grup. Akun-akun yang tercakup dalam
laporan keuangan konsolidasian setiap entitas anak di dalam Grup diukur menggunakan mata
uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi (“mata uang
fungsional”). Untuk tujuan konsolidasi, untuk entitas anak Grup yang memiliki mata uang
fungsional berbeda, maka aset dan liabilitas entitas anak Grup ditranslasikan dengan kurs
tengah Bank Indonesia pada akhir periode pelaporan. Sementara itu, pendapatan dan beban
ditranslasikan dengan kurs rata-rata dari kurs tengah Bank Indonesia selama periode laporan
laba rugi.
Selisih yang timbul dari penjabaran laporan keuangan konsolidasian entitas anak Grup
tersebut ke dalam Rupiah disajikan dalam akun “Penghasilan komprehensif lainnya” pada
ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
(ii) Transaksi dan saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan menjadi mata uang fungsional menggunakan
kurs yang berlaku pada tanggal transaksi.
Pada setiap tanggal pelaporan, setiap aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah disesuaikan untuk mencerminkan kurs penutup.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata
uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
menggunakan kurs yang berlaku pada akhir periode pelaporan diakui di dalam laba rugi.
13
Page 21
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
e. Penjabaran mata uang asing (lanjutan)
(ii) Transaksi dan saldo (lanjutan)
Kurs Dolar Amerika Serikat (Dolar AS atau AS$) terhadap Rupiah berdasarkan kurs tengah
yang diterbitkan oleh bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2024 dalam nilai penuh
adalah Rp16.162 (2023: Rp15.416).
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi sesuai dengan
yang diatur dalam PSAK 224, "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan konsolidasian.
f. Transaksi Pihak-pihak Berelasi
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan
laporan keuangannya (dalam pernyataan ini dirujuk sebagai entitas pelapor).
1) Orang atau anggota keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
a. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor,
b. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor atau,
c. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
2) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas
induk, entitas anak, berikutnya terkait dengan entitas lain).
b. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana
entitas lain tersebut adalah anggotanya).
c. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
d. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga.
e. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah
satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor
adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor.
f. Orang yang diidentifikasi dalam angka 1 butir b memiliki pengaruh signifikan atas entitas
atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
g. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok
tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada
entitas induk dari entitas pelapor.
Semua transaksi dengan pihak-pihak yang berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan
tingkat bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan
pihak ketiga, diungkapan dalam laporan keuangan.
14
Page 22
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
g. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas termasuk kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka
waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau
tidak dibatasi penggunaannya.
Bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya disajikan pada akun “kas yang dibatasi
penggunaannya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
h. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain
Piutang usaha adalah jumlah tagihan dari pelanggan untuk barang yang dijual atau jasa yang
diberikan dalam transaksi bisnis pada umumnya. Piutang lain-lain adalah jumlah tagihan dari pihak
ketiga atau pihak yang berelasi di luar kegiatan usaha. Jika pembayaran piutang diharapkan
selesai dalam satu tahun atau kurang (atau dalam siklus normal operasi dari bisnis jika lebih lama),
piutang tersebut dikelompokkan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang tersebut disajikan sebagai
aset tidak lancar.
Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur
pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi
dengan provisi atas penurunan nilai.
Kolektibilitas piutang usaha dan piutang lain-lain ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui
tidak tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun provisi
digunakan ketika terdapat bukti yang objektif bahwa Perusahaan tidak dapat menagih seluruh atau
sebagian nilai terutang sesuai dengan persyaratan awal piutang.
Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, debitur dinyatakan pailit atau melakukan
reorganisasi keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang
dianggap dapat menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Arus kas terkait dengan piutang
jangka pendek tidak didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.
Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan disajikan sebagai “(beban)/pendapatan
lain-lain, neto” untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Ketika piutang usaha dan piutang lain-
lain, yang rugi penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka
piutang tersebut dihapusbukukan dengan mengurangi akun provisi. Jumlah yang selanjutnya dapat
ditagih kembali atas piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap
“(beban)/pendapatan lain-lain, neto” pada laba rugi.
i. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih
(the lower of cost or net realizable value ). Biaya perolehan persediaan di nilai dengan
menggunakan metode Rata-rata (Average method ). Penyisihan persediaan usang dan penyisihan
penurunan nilai persediaan ditentukan untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi
bersih.
Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi
dengan taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan
penjualan.
15
Page 23
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
j. Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka
Pembayaran dimuka adalah biaya yang dibayar dimuka dan dicatat sebagai aset sebelum
dimanfaatkan. Akun ini terdiri dari uang muka pembelian dan biaya dibayar dimuka. Uang muka
pembelian merupakan pembayaran dimuka atas pembelian perlengkapan keperluan operasional
dan beban lainnya. Pembayaran dimuka dialokasikan selama jangka waktu pembayaran dan
dibebankan ke akun yang sesuai dalam laporan laba rugi saat terjadinya. Pembayaran dimuka
yang diharapkan akan terealisasi dalam waktu tidak lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan,
diklasifikasikan sebagai aset lancar, selebihnya, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
k. Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan diukur pada nilai yang lebih
rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan harus diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual jika jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan
dari pada melalui pemakaian berlanjut.
Kondisi ini dapat terpenuhi hanya ketika investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset
lepasan berada dalam keadaan segera dapat dijual dan penjualannya harus sangat mungkin
terjadi. Manajemen harus berkomitmen terhadap rencana penjualan tersebut, yang diperkirakan
memenuhi ketentuan pengakuan sebagai penjualan dalam waktu satu tahun dari tanggal
klasifikasi.
l. Aset Tetap dan Penyusutan
Pemilikan Langsung
Perusahaan dan Entitas Anak melakukan perubahan kebijakan akuntansi aset tetap untuk
kelompok tanah dan bangunan pada tahun 2017, semula dicatat berdasarkan metode biaya
perolehan, menjadi metode revaluasi, yang dihitung oleh penilai independen. Perubahan kebijakan
akuntansi ini dilakukan dengan tujuan agar Laporan Keuangan Konsolidasian dapat
menggambarkan investasi Perusahaan dan Entitas Anak dalam aset tetap kelompok tanah dan
bangunan dan perubahan dalam investasi tersebut sesuai dengan nilai pasar pada periode
Laporan Keuangan Konsolidasian (Catatan 10).
Aset tetap tanah dan bangunan dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar
pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang
terjadi setelah tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang memadai untuk
memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan
dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal pelaporan.
Kenaikan yang berasal dari revaluasi tanah dan bangunan diakui pada penghasilan komprehensif
lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi, kecuali sebelumnya penurunan
revaluasi atas aset tetap yang sama pernah diakui dalam laporan laba rugi, dalam hal ini kenaikan
revaluasi hingga sebesar penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam laba
rugi. Penurunan jumlah tercatat berasal dari revaluasi dibebankan dalam laba rugi apabila
penurunan tersebut melebihi nilai saldo surplus revaluasi aset yang bersangkutan, jika ada.
16
Page 24
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset Tetap dan Penyusutan (lanjutan)
Pemilikan Langsung (lanjutan)
Surplus revaluasi tanah dan bangunan yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke
saldo laba pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam
menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat
merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang mendasarinya. Jika
hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Grup,
melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan perlakuan
akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 73, “Sewa”. Jika hak atas tanah
secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan PSAK 16, “Aset Tetap”
yaitu hak atas tanah diakui sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan.
Aset tetap pemilikan langsung kecuali tanah disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan rugi penurunan nilai aset, jika ada dan disusutkan dengan menggunakan metode
Garis Lurus (Straight-line ) dengan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan Permanen 20
Bangunan Semi Permanen 10
Kendaraan 4-8
Perabotan dan Peralatan 4-8
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan dalam laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya
tersebut, sedangkan pengeluaran dalam jumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset
secara signifikan dikapitalisasi. Semua pengeluaran setelah perolehan awal aset tetap akan
ditambah (kapitalisasi) pada jumlah tercatat aset yang bersangkutan.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau
rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto
hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada periode/tahun aset
tersebut dihentikan pengakuannya.
Secara berkala, nilai residu, metode penyusutan dan masa manfaat setiap aset ditelaah, dan
disesuaikan jika perlu.
Keuntungan dan kerugian yang timbul dari pelepasan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan
antara penerimaan hasil pelepasan dan jumlah tercatat aset tersebut dan diakui dalam akun
“(Beban)/penghasilan lain-lain, bersih” di laba rugi.
Aset Tetap dalam Pembangunan
Aset tetap dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian
dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset tetap pada
saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan, dan penyusutan mulai dibebankan pada
saat itu.
17
Page 25
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
m. Aset keuangan
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran
Grup menerapkan PSAK 71, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait
klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan dan akuntansi
lindung nilai.
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan ditentukan berdasarkan jenis aset. Untuk aset
keuangan berupa instrumen utang, pengklasifikasiannya harus didasarkan pada model bisnis
dan arus kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
a. Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
b. Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Grup dan persyaratan kontraktual arus kas -
apakah penentuan arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal.
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model
bisnis atas aset keuangan tersebut.
Untuk investasi pada instrumen ekuitas yang bukan termasuk dimiliki untuk diperdagangkan,
tergantung apakah Grup telah melakukan pemilihan yang tidak dapat dibatalkan pada saat
pengakuan awal untuk instrumen ekuitas yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model
bisnis atas aset keuangan tersebut.
Pembelian dan penjualan aset keuangan diakui pada saat tanggal perdagangan dimana, Grup
berkomitmen untuk membeli atau menjual aset keuangan. Aset keuangan dihentikan
pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut telah
kedaluwarsa atau dialihkan dan Grup telah mengalihkan secara substansial risiko dan
manfaat atas kepemilikan.
Saat pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajar ditambah dengan,
dalam hal aset keuangan diukur dengan nilai wajar tidak melalui laba rugi, biaya transaksi
yang dapat diatribusikan secara langsung pada akuisisi aset keuangan. Biaya transaksi atas
aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan pada laba rugi.
18
Page 26
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
m. Aset keuangan (lanjutan)
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (lanjutan)
Instrumen utang
Pengukuran selanjutnya atas instrumen utang bergantung kepada model bisnis Grup dalam
mengelola aset dan karakteristik dari arus kas. Berikut adalah kategori pengukuran dalam
mengklasifikan instrumen utang:
• Biaya perolehan diamortisasi: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas kontraktual,
dimana arus kas tersebut merupakan pembayaran pokok dan bunga, diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi. Penghasilan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam
penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan diakui secara langsung dalam laba rugi dan disajikan
dalam keuntungan/ (kerugian) lainnya bersama dengan keuntungan dan kerugian selisih
kurs. Penurunan nilai aset keuangan disajikan terpisah dalam laba rugi.
• Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan
arus kas kontraktual dan untuk penjualan keuangan aset, dimana arus kas aset
merupakan pembayaran pokok dan bunga diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain. Mutasi dalam jumlah tercatat dilakukan melalui penghasilan
komprehensif lain, kecuali untuk pengakuan keuntungan atau kerugian penurunan nilai,
pendapatan bunga dan keuntungan dan kerugian selisih kurs, yang diakui dalam laba rugi.
Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian
yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas
ke laba rugi pada pendapatan/(beban) lain-lain. Pendapatan bunga dari aset keuangan ini
termasuk dalam penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga efektif.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs disajikan pada pendapatan/(beban) lain-lain, dan
penurunan nilai disajikan pada bagian terpisah dalam laba rugi.
Instrumen ekuitas
Grup selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Dimana manajemen
Grup telah memilih untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari investasi
ekuitas pada penghasilan komprehensif lain. Tidak ada reklasifikasi selanjutnya atas
keuntungan dan kerugian dari nilai wajar ke laba rugi setelah penghentian pengakuan
investasi. Dividen dari investasi tersebut terus diakui dalam laba rugi sebagai penghasilan
lainnya ketika hak Grup untuk menerima pembayaran ditetapkan. Kerugian penurunan nilai
pada investasi ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
tidak dilaporkan secara terpisah dari perubahan nilai wajarnya.
(ii) Penghentian pengakuan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi
tersebut telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset.
Ketika aset keuangan instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dihentikan pengakuannya, akumulasi
penyesuaian nilai wajar yang diakui pada ekuitas tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
19
Page 27
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
m. Aset keuangan (lanjutan)
(iii) Saling hapus antar instrumen
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian jika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan terdapat
maksud untuk menyelesaikan secara bersih atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara
hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa
kepailitan atau kebangkrutan Grup atau pihak lawan.
n. Penurunan nilai dari aset keuangan
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur Kerugian Kredit
Ekspektasian (“KKE”) yang menggunakan cadangan KKE seumur hidup berdasarkan basis forward-
looking untuk seluruh saldo piutang usaha. Selain untuk piutang usaha, Grup menerapkan
pendekatan umum untuk mengukur KKE.
Grup menilai berdasarkan basis forward-looking untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
terhadap instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Metode penurunan nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat
secara signifikan.
o. Utang Usaha
Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diperoleh dari
pemasok dalam kegiatan usaha normal. Utang usaha dikelompokkan sebagai liabilitas jangka
pendek apabila pembayaran jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang
usaha tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka panjang.
p. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode Akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah
akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal
akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak
pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar atau pun pada
proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-
biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung pada tahun berjalan.
Pada tanggal akuisisi, selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang
diakui untuk KNP dengan aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil-alih (aset neto) dicatat
sebagai goodwill. Jika imbalan lebih rendah dari nilai wajar aset neto dari Perusahaan yang
diakuisisi maka selisihnya diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Konsolidasian.
20
Page 28
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
p. Kombinasi Bisnis (lanjutan)
Transaksi yang dilakukan dengan entitas sepengendali diterapkan metode Penyatuan Kepemilikan.
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali berupa pengalihan bisnis yang dilakukan
dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama,
bukan perubahan pemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak
menimbulkan laba rugi bagi seluruh kelompok usaha atau bagi entitas individual dalam kelompok
usaha tersebut. Selisih antara harga pengalihan dengan jumlah tercatat dari setiap transaksi
kombinasi bisnis antara entitas sepengendali pada tanggal pengalihan dicatat sebagai “Tambahan
Modal Disetor”.
q. Pendapatan dan beban
Pendapatan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah penilaian:
a) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam
kontrak untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
c) Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak
entitas sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan.
Jika pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup
memperkirakan jumlah imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan
barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat
layanan yang akan dibayarkan selama masa kontrak.
d) Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini
tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan
biaya ekspektasian ditambah margin.
e) Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau
jasa yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang
atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
a) Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
b) Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan pelayanan pada pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran kemajuan yang
sesuai untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan
dipenuhi.
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama
masa sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa
tambahan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar Garis Lurus selama masa
sewa.
21
Page 29
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
q. Pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan Sewa (lanjutan)
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima
dimuka dan akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang
berlaku.
Pendapatan Hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang
diserahkan.
Pendapatan Spa
Pendapatan dari spa diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadi berdasarkan konsep akrual.
Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain Konsolidasian secara akrual menggunakan metode Suku Bunga Efektif.
r. Pajak penghasilan kini dan tangguhan
Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam
laba rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui
dalam ekuitas atau dalam penghasilan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-
masing diakui dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain.
Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang telah diberlakukan pada
tanggal posisi keuangan.
Pajak penghasilan tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan
pajak atas aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan diukur
menggunakan tarif pajak yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan
dan yang diharapkan akan diterapkan pada saat aset pajak tangguhan yang bersangkutan
direalisasi atau pada saat liabilitas pajak tangguhan diselesaikan.
Aset pajak penghasilan tangguhan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak pada
masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan
aset pajak tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak
kini dan apabila aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan
yang sama, baik atas entitas kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk
melakukan penyelesaian saldo-saldo tersebut secara neto.
22
Page 30
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
s. Sewa
Suatu kontrak mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
penggunaan aset selama jangka waktu tertentu yang dipertukarkan dengan imbalan. Entitas
menyewa aset tetap tertentu dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.
Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai. Aset hak guna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur
manfaat aset hak-guna atau masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar. Setiap pembayaran
sewa dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa, disajikan
sebagai liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau
kurang yang disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya keuangan
dibebankan ke laba rugi selama masa sewa yang menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas
sisa saldo liabilitas.
Grup tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk:
- Sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa dua belas (12) bulan atau kurang; atau
- Sewa yang asetnya bernilai rendah. Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut
dibebankan ke laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
t. Liabilitas manfaat karyawan
Entitas mengakui liabilitas atas imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja
atau Perjanjian Kerja Bersama. Nilai kini liabilitas imbalan pasti, beban jasa kini dan beban jasa lalu
ditentukan dengan menggunakan metode penilaian “Projected Unit Credit” .
Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa
depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir periode
pelaporan dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan
dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang sesuai dengan liabilitas imbalan pensiunan yang
bersangkutan.
Pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial
langsung diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya.
Biaya jasa lalu yang timbul dari amendemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban dalam
laba rugi pada saat terjadinya.
u. Aset dan liabilitas pengampunan pajak
Grup telah menerapkan PSAK 70 mengenai "Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak".
PSAK ini mengatur mengenai perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas pengampunan pajak
sesuai dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.
23
Page 31
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
u. Aset dan liabilitas pengampunan pajak (lanjutan)
Aset pengampunan pajak diukur sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset pengampunan
pajak merupakan deemed cost dan menjadi dasar bagi Grup dalam melakukan pengukuran setelah
pengakuan awal.
Liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau
setara kas untuk menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset
pengampunan pajak.
Selisih antara aset pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak diakui di ekuitas dalam
pos tambahan modal disetor. Grup mengakui uang tebusan yang dibayarkan pada laba rugi pada
periode Surat Keterangan disampaikan.
v. Informasi Segmen
Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang
digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan
alokasi sumber daya yang dimilikinya. Segmen didasarkan pada aktivitas dari setiap kegiatan
operasi entitas legal di dalam Perusahaan dan Entitas Anak.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
- yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari
entitas yang sama);
- yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk
membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya; dan
- yang informasi keuangan yang terpisah miliknya tersedia.
w. Provisi
Provisi diakui ketika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum
maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Perusahaan dan
Entitas Anak diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal mengenai jumlah kewajiban
tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan
untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan
risiko dan ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan
arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai
kini dari arus kas.
24
Page 32
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
x. Laba Per Saham Dasar
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan menyesuaikan laba atau rugi yang
dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat
dilutif.
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Asumsi kelangsungan usaha
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Perusahaan tetap dapat melangsungkan usahanya.
laporan keuangan konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian-penyesuaian yang mungkin timbul
sebagai dampak dari ketidakpastian tersebut.
Estimasi dan asumsi ini memiliki risiko dan ketidakpastian; sehingga ada kemungkinan bahwa
perubahan situasi akan mengubah proyeksi ini, yang selanjutnya dapat mempengaruhi kelangsungan
usaha Perusahaan. Dalam keadaan seperti itu, asumsi kelangsungan usaha Perusahaan dapat
berubah.
Perusahaan telah mengidentifikasi hal-hal berikut dimana diperlukan pertimbangan, estimasi, dan
asumsi dan dimana hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut jika menggunakan asumsi dan
kondisi yang berbeda dan dapat mempengaruhi secara material hasil keuangan atau posisi keuangan
Perusahaan yang dilaporkan dalam periode mendatang.
Rugi penurunan nilai piutang
Perusahaan menilai penurunan nilai piutang pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan
apakah rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah
terdapat bukti objektif bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas
metodologi dan asumsi untuk memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direviu
secara berkala untuk mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya.
Pajak penghasilan dan pajak lainnya
Pertimbangan dan asumsi diperlukan dalam menentukan besaran fasilitas pengurang pajak dan
investasi (capital allowance) dan pengurangan beban tertentu untuk tujuan fiskal selama proses
estimasi atas perhitungan beban pajak penghasilan Perusahaan. Secara khusus, perhitungan beban
pajak penghasilan Perusahaan melibatkan penafsiran terhadap peraturan perpajakan dan peraturan
lainnya. Banyaknya transaksi dan perhitungan yang dapat menyebabkan ketidakpastian di dalam
penentuan kewajiban pajak selama bisnis normal.
25
Page 33
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Pajak penghasilan dan pajak lainnya (lanjutan)
Semua pertimbangan dan estimasi yang dibuat manajemen seperti yang diungkapkan di atas dapat
dipertanyakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) atau Auditor Pemerintah. Sebagai akibatnya,
terjadi ketidakpastian dalam penentuan kewajiban pajak. Resolusi posisi pajak yang diambil oleh
Perusahaan, dapat berlangsung bertahun-tahun dan sangat sulit untuk memprediksi hasil akhirnya.
Apabila terdapat perbedaan perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat, perbedaan tersebut
Aset pajak tangguhan, termasuk yang timbul dari rugi fiskal, besaran capital allowance, dan perbedaan
temporer lainnya, diakui hanya apabila dianggap lebih mungkin daripada tidak bahwa mereka dapat
diterima kembali, dimana hal ini tergantung pada kecukupan pembentukan laba kena pajak di masa
depan. Sama seperti “penurunan nilai aset non-keuangan” asumsi atas laba kena pajak masa depan
yang dapat dihasilkan sangat dipengaruhi oleh estimasi dan asumsi manajemen atas volume
penjualan, harga komoditas, dan lain-lain; yang mana terpapar risiko dan ketidakpastian, sehingga
terdapat kemungkinan perubahan keadaan akan mengubah proyeksi laba kena pajak di masa
mendatang.
Kewajiban imbalan pascakerja
Nilai kini kewajiban imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan
dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan
biaya/(penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji di masa datang.
Adanya perubahan pada asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban imbalan
Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan kenaikan gaji masa datang yang sesuai pada akhir
tahun pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk
menentukan nilai kini atas estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan
kewajiban imbalan pascakerja. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan
mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang
imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu kewajiban imbalan
pascakerja yang terkait.
Untuk tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data historis mengenai
perubahan gaji dasar pekerja dan menyesuaikannya dengan perencanaan bisnis masa datang.
Penurunan nilai aset nonkeuangan dan aset tetap
Jumlah nilai yang dapat dipulihkan kembali dari sebuah aset atau kelompok aset penghasil kas diukur
berdasarkan nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai.
Penentuan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai mewajibkan manajemen untuk
membuat estimasi dan asumsi atas tingkat produksi yang diharapkan dan volume penjualan, harga
komoditas (mempertimbangkan harga saat ini dan harga masa lalu, tren harga dan faktor-faktor
terkait), cadangan (lihat ‘Estimasi Cadangan’), biaya operasi, biaya penutupan dan rehabilitasi serta
belanja modal di masa depan. Estimasi dan asumsi ini terpapar risiko dan ketidakpastian; sehingga
terdapat kemungkinan perubahan situasi yang dapat mengubah proyeksi ini, sehingga dapat
mempengaruhi nilai aset yang dapat dipulihkan kembali. Dalam keadaan seperti itu, sebagian atau
seluruh nilai tercatat aset mungkin akan mengalami penurunan nilai lebih lanjut atau terjadi
pengurangan rugi penurunan nilai yang dampaknya akan dicatat dalam laba rugi.
26
Page 34
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Revaluasi Aset Tetap
Grup mengukur tanah dan bangunan pada nilai revaluasian, dan perubahan nilai wajar aset tersebut
diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Nilai revaluasian aset tersebut pada 31 Desember 2023
berdasarkan laporan penilai independen dari KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan tanggal 28 Juni
2024. Asumsi asumsi utama yang digunakan untuk menentukan nilai wajar tanah dan bangunan
diungkapkan dalam Catatan 10.
Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur secara umum diharapkan dalam industri dimana Grup
menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa
depan mungkin direvisi. Nilai tercatat bersih aset tetap Grup pada tanggal 31 Desember 2024 dan
2023 adalah sebesar Rp403.844.523.031 dan Rp409.326.964.514. Penjelasan lebih rinci diungkapkan
dalam Catatan 10.
4. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari:
2024 2023
Kas - Rupiah 175.165.505 1.191.185.291
Bank
Pihak ketiga - rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 3.082.268.828 3.286.422.236
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.523.542.109 1.345.086.215
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 338.984.430 367.256.876
PT Bank Bukopin Tbk 83.722.479 15.983.088
PT Bank Pan Indonesia Tbk 16.414.836 16.629.744
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - 350.790.134
PT Bank CIMB Niaga Tbk - 105.026.388
Jumlah Bank 5.044.932.682 5.487.194.681
Deposito Berjangka
Pihak ketiga - rupiah
PT Bank Capital 502.385.425 2.079.525.548
PT Bank CIMB Niaga Tbk - 3.130.000.000
Jumlah Deposito Berjangka 502.385.425 5.209.525.548
Jumlah 5.722.483.612 11.887.905.520
27
Page 35
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
Deposito berjangka mempunyai jangka waktu 1 bulan dan memiliki tingkat bunga berkisar antara
5,75% - 7,25% per tahun di 2024.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 tidak terdapat bank yang dibatasi penggunaannya dan
seluruh bank ditempatkan pada pihak ketiga.
5. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang atas jasa penyewaan kamar hotel dan spa, berikut fasilitas dan penunjang
lainnya dengan rincian per 31 Desember 2024 dan 2023 sebagai berikut:
a. Berdasarkan pelanggan
2024 2023
Pelanggan yang telah check out:
MG BedBank 163.030.000 42.350.000
Pelanggan sektor pemerintahan 125.842.900 61.553.945
PT Mitra Global Holiday 44.150.000 43.500.000
Online Travel Agent 37.129.153 4.423.704
Klik N Book 16.250.000 -
Lain-lain (Saldo di bawah Rp 10.000.000) 60.927.400 149.796.986
Subjumlah 447.329.453 301.624.635
Pelanggan yang belum check out 137.368.479 80.305.175
Kartu Kredit 12.105.650 15.801.790
Kartu Debit 3.346.250 3.849.550
600.149.832 401.581.150
Provisi atas penurunan nilai (4.161.434) (5.317.921)
Jumlah 595.988.398 396.263.229
b. Berdasarkan umur
Rincian piutang berdasarkan umur piutang per 31 Desember 2024 dan 2023 sebagai berikut:
2024 2023
1 - 30 hari 487.712.967 323.935.750
31 - 60 hari 72.536.865 62.246.682
61 - 90 hari 39.900.000 15.398.718
> 90 hari - -
Jumlah 600.149.832 401.581.150
28
Page 36
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Kolektibilitas piutang usaha pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Rata-rata Piutang usaha - Bersih 496.125.814 344.609.157
Penjualan 22.552.571.484 22.585.256.898
Kolektibilitas Piutang 8 Hari 6 Hari
Seluruh piutang usaha kepada pihak ketiga merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata
uang Rupiah serta tidak dikenakan jaminan dan bunga serta tidak digunakan sebagai jaminan
kredit.
Mutasi provisi penurunan nilai piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
2024 2023
Saldo awal 5.317.921 212.052.810
Penambahan (pemulihan) Penyisihan (1.156.487) (206.734.889)
Saldo akhir 4.161.434 5.317.921
Manajemen berpendapat bahwa provisi penurunan nilai piutang lain-lain tersebut cukup untuk
menutupi kerugian dari tidak tertagihnya piutang lain-lain.
6. PIUTANG LAIN-LAIN
2024 2023
Pihak ketiga
Karyawan 52.075.000 57.278.243
Piutang Bunga 2.149.551 1.106.144
Sub Jumlah 54.224.551 58.384.387
Pihak berelasi (Catatan 12b) - 2.008.239.877
Provisi atas penurunan nilai - -
Jumlah 54.224.551 2.066.624.264
Bagian lancar 54.224.551 58.384.387
Bagian tidak lancar - 2.008.239.877
Jumlah 54.224.551 2.066.624.264
Seluruh piutang lain-lain merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang Rupiah serta tidak
dikenakan jaminan dan bunga.
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih sehingga tidak perlu dilakukan
cadangan kerugian penurunan nilai.
29
Page 37
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN
2024 2023
Makanan 87.872.488 61.929.424
Minuman 58.220.507 60.102.109
Lain-lain 286.993.359 273.498.230
Jumlah 433.086.354 395.529.763
Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban masing-masing sebesar Rp1.992.671.846 dan
Rp2.089.876.413 untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dari persediaan, Manajemen berkeyakinan bahwa
tidak perlu dilakukan penyisihan atas keusangan persediaan karena Manajemen berkeyakinan bahwa
seluruh persediaan dapat dijual atau digunakan sesuai dengan periode peruntukannya.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, persediaan tidak diasuransikan atas resiko kerugian,
kebakaran dan bencana alam. Manajemen memahami adanya risiko yang terkait sehubungan dengan
persediaan yang tidak diasuransikan.
8. PERLENGKAPAN
2024 2023
Linen 1.223.611.943 1.134.506.918
Perkakas, Alat, Bahan bakar dan supply 157.781.307 144.093.657
Barang Pecah Belah 156.966.162 147.643.147
Perangkat Makan Perak 28.526.704 28.806.704
Seragam 12.049.043 9.350.919
Lain-lain 53.746.052 53.723.552
Jumlah 1.632.681.211 1.518.124.897
9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
2024 2023
Uang Muka:
Uang muka pembelian 184.063.584 186.100.989
Uang muka karyawan 73.000.000 31.000.000
Biaya Dibayar Dimuka:
Asuransi 206.180.688 204.631.658
Perijinan 243.581.620 115.313.596
Sewa 68.128.684 71.362.820
Kontrak Service 45.796.862 48.294.102
Lain-lain 13.922.816 16.079.017
Jumlah 834.674.254 672.782.182
30
Page 38
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA (lanjutan)
2024 2023
Bagian lancar 832.486.351 661.079.230
Bagian tidak lancar 2.187.903 11.702.952
834.674.254 672.782.182
10. ASET TETAP
2024
Saldo Akhir
Revaluasi
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Sebelum Saldo Akhir
(Penurunan Nilai)
Revaluasi
Harga perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 332.483.700.000 - - - 332.483.700.000 332.483.700.000
Bangunan 73.789.700.000 - - - 73.789.700.000 73.789.700.000
Kendaraan 8.373.340.022 - - - 8.373.340.022 8.373.340.022
Perabot dan peralatan 15.056.488.374 782.778.625 114.500.000 525.207.136 16.249.974.135 16.249.974.135
Subjumlah 429.703.228.396 782.778.625 114.500.000 525.207.136 430.896.714.157 - 430.896.714.157
Aset Hak Guna
Bangunan - - - - - - -
Kendaraan 282.600.000 - - - 282.600.000 - 282.600.000
Subjumlah 282.600.000 - - - 282.600.000 - 282.600.000
Aset Tetap dalam
Pembangunan 427.207.136 659.779.075 359.984.075 (525.207.136) 201.795.000 201.795.000
Jumlah harga
perolehan 430.413.035.532 1.442.557.700 474.484.075 - 431.381.109.157 - 431.381.109.157
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan - 5.552.646.923 - - 5.552.646.923 5.552.646.923
Kendaraan 7.842.390.639 238.170.670 - - 8.080.561.309 8.080.561.309
Perabot dan peralatan 13.220.130.379 738.872.515 114.500.000 - 13.844.502.894 13.844.502.894
Subjumlah 21.062.521.018 6.529.690.108 114.500.000 - 27.477.711.126 - 27.477.711.126
Aset Hak Guna
Bangunan - - - - - - -
Kendaraan 23.550.000 35.325.000 - - 58.875.000 58.875.000
Subjumlah 23.550.000 35.325.000 - - 58.875.000 - 58.875.000
Jumlah akumulasi
penyusutan 21.086.071.018 6.565.015.108 114.500.000 - 27.536.586.126 - 27.536.586.126
Nilai buku 409.326.964.514 403.844.523.031
2023
Saldo Akhir
Revaluasi
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Sebelum Saldo Akhir
(Penurunan Nilai)
Revaluasi
Harga perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 307.798.580.933 - - - 307.798.580.933 24.685.119.067 332.483.700.000
Bangunan 84.623.631.725 - - 84.623.631.725 (10.833.931.725) 73.789.700.000
Kendaraan 8.535.840.022 - 162.500.000 - 8.373.340.022 - 8.373.340.022
Perabot dan peralatan 13.666.533.232 1.108.403.308 91.500.000 373.051.834 15.056.488.374 - 15.056.488.374
Subjumlah 414.624.585.912 1.108.403.308 254.000.000 373.051.834 415.852.041.054 13.851.187.342 429.703.228.396
Aset Hak Guna
Bangunan 4.503.363.000 - 4.503.363.000 - - - -
Kendaraan - 282.600.000 - - 282.600.000 - 282.600.000
Subjumlah 4.503.363.000 282.600.000 4.503.363.000 - 282.600.000 - 282.600.000
Aset Tetap dalam
Pembangunan 373.051.834 427.207.136 - - 373.051.834 427.207.136 - 427.207.136
Jumlah harga
perolehan 419.501.000.746 1.818.210.444 4.757.363.000 - 416.561.848.190 13.851.187.342 430.413.035.532
31
Page 39
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
2023
Saldo Akhir
Revaluasi
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Sebelum Saldo Akhir
(Penurunan Nilai)
Revaluasi
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan 19.638.025.717 4.624.929.002 - - 24.262.954.719 (24.262.954.719) -
Kendaraan 7.766.719.969 238.170.670 162.500.000 - 7.842.390.639 - 7.842.390.639
Perabot dan peralatan 12.800.615.025 511.015.354 91.500.000 - 13.220.130.379 - 13.220.130.379
Subjumlah 40.205.360.711 5.374.115.026 254.000.000 - 45.325.475.737 (24.262.954.719) 21.062.521.018
Aset Hak Guna
Bangunan 4.503.363.000 - 4.503.363.000 - - - -
Kendaraan - 23.550.000 - - 23.550.000 - 23.550.000
Subjumlah - 23.550.000 - - 23.550.000 - 23.550.000
Jumlah akumulasi
penyusutan 40.205.360.711 5.397.665.026 254.000.000 - 45.349.025.737 (24.262.954.719) 21.086.071.018
Nilai buku 379.295.640.035 409.326.964.514
Tanah milik Perusahaan dan Entitas Anak merupakan tanah yang berlokasi di Jakarta Pusat
(Pejompongan), Jakarta Selatan (Falatehan dan Pondok Pinang), Kepulauan Seribu, NTT (Tanjung
Karoso) dan Bali (Canggu) dengan total area seluas masing-masing seluas 1.175.063m2 pada 31
Desember 2024 dan 2023.
Atas tanah di Kepulauan Seribu, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)
tertanggal 8 Mei 2015 dengan PT Setia utama Island atas pembelian sebuah villa dengan total area
seluas 1.500 m2 yang berlokasi di Pulau Tengah, Kepulauan Seribu dengan harga beli sebesar
Rp15.800.000.000. Aset tersebut telah diserah terima dengan baik oleh Perusahaan melalui berita
acara serah terima dengan PT Setia utama Island. Sampai saat ini, akta jual beli masih dalam proses
karena harus menunggu proses pemecahan dari sertifikat induk oleh penjual.
Tanah, bangunan dan perabotan dan peralatan yang berlokasi di Jalan Falatehan I No.21-22, Melawai,
Jakarta Selatan (Sotis Falatehan) dan di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu (Sotis Villa Canggu)
digunakan oleh PT Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) untuk menjalankan kegiatan usaha
perhotelan. Pada tahun 2024 dan 2023, tanah dan bangunan di Jalan Falatehan tersebut dijadikan
sebagai jaminan sehubungan dengan pinjaman bank yang diperoleh Entitas Anak dari PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk (Catatan 17).
Aset dalam penyelesaian merupakan proyek pembangunan fasilitas pendukung hotel dan bangunan
pendukung yang masih dalam tahap penyelesaian.
Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Beban umum dan administrasi (Catatan 27) 6.565.015.108 5.397.665.026
Jumlah 6.565.015.108 5.397.665.026
Biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan sebesar
Rp19.051.672.274 dan Rp18.257.669.006 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
32
Page 40
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
Aset tetap tidak termasuk tanah telah diasuransikan terhadap risiko akibat kerusakan, bencana alam,
kebakaran dan risiko lainnya pada PT Asuransi Central Asia dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp119.692.733.894 pada Tahun 2024, dan sebesar Rp75.608.702.676 pada Tahun 2023. Manajemen
akan meningkatkan nilai pertanggungan tersebut untuk menutupi kerugian yang mungkin terjadi.
Analisis laba (rugi) terkait yang timbul dari penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
2024 2023
Harga jual 21.793.694 113.120.000
Nilai buku - -
Jumlah 21.793.694 113.120.000
Perusahaan telah melakukan penilaian kembali aset tetap pada tahun 2023 dengan Laporan No.
00068/2.0004-14/PI/03/0595/1/VI/2024 tanggal 28 Juni 2024 oleh KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan
yang ditandatangani oleh Ir. Aguson Rosano. MAPPI (Cert.) Laporan penilaian tersebut dilakukan
sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditentukan berdasarkan transaksi terkini dalam
ketentuan yang wajar dan Peraturan Bapepam-LK No.VIII.C.4 tentang pedoman penilaian dan
penyajian laporan penilaian properti di pasar modal. Penilaian kembali aset tetap untuk tanah pada
tanggal 31 Desember 2023 hanya untuk tujuan akuntansi sesuai dengan PSAK No.16 tentang “Aset
Tetap” dan tidak ditujukan untuk tujuan pajak. Penentuan nilai wajar dilakukan dengan metode
pendekatan biaya.
31 Desember 2023
No. Lokasi Alamat Aset Jenis Aset Nilai Wajar Metode Pendekatan
1. Jakarta Jl. Falatehan I No. 21-22
Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Tanah (523 m2) 36.262.200.000 Pendekatan Biaya
Bangunan (3.020 m2) 21.744.000.000 dan Pendapatan
2. Jakarta Jl. Penjernihan Bendungan Tanah (501 m2) 29.904.700.000 Pendekatan Biaya
Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat Bangunan (2.974 m2) 19.925.800.000 dan Pendapatan
3. Jakarta Jl. Pinang Kuningan I No.25 Kel. Pondok Tanah (3.027 m2) 60.181.200.000 Pendekatan Pasar
Pinang Kec. Kebayoran Lama Jakarta
Selatan
4. Jakarta Lexington Apartement L : 26-06, Jl. Deplu Bangunan - Apartemen 2.020.600.000 Pendekatan Pasar
Raya No. 12, Bintaro Pesanggrahan Lexington (68 m2)
Jakarta Selatan
Lexington Apartement L : 26-08, Jl. Deplu Bangunan - Apartemen 2.279.400.000 Pendekatan Pasar
Raya No. 12, Bintaro Pesanggrahan Lexington (76 m2)
Jakarta Selatan
5. Jakarta Pulau Tengah Kav. 51, Pulau Pari, Pulau Tanah (1.500 m2) 18.761.600.000 Pendekatan Biaya
Seribu Selatan, Kep. Seribu Bangunan (1.677 m2) 17.608.500.000 dan Pendapatan
6. Sumba Desa Tanjung Karoso, Kec. Kodi, Kab. Tanah (1.162.282 m2) 135.615.700.000 Pendekatan
Barat Daya, Sumba Barat Nusa Tenggara Timur Pendapatan
Nusa
Tenggara
Timur
7. Canggu, Jalan Raya Kayutulang, Tanah (7.230 m2) 51.758.300.000 Pendekatan Biaya
Bali Desa Canggu, Kec. Kuta Utara, Kab. Badung, Bangunan
Bali (1.674 m2) 10.211.400.000 dan Pendapatan
Jumlah 406.273.400.000
33
Page 41
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET LAIN-LAIN
Rincian per 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Kas yang dibatasi penggunaannya 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 1.200.000.000 1.200.000.000
Kas yang di batasi penggunaannya adalah uang jaminan sehubungan dengan pinjaman kredit
investasi BNI, yang dapat digunakan ketika hutang sudah lunas.
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI
a. Sifat hubungan dengan pihak berelasi
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi keuangan
dengan pihak-pihak berelasi.
Sifat Pihak Berelasi
Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
No Pihak Berelasi Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi
1. Herman Herry Adranacus Pemegang Saham dan Utang lain-lain
Komisaris Utama di Entitas
Anak
2. Vonny Kristiani Pemegang Saham Perusahaan Piutang lain-lain
dan Entitas Anak serta
Komisaris Entitas Anak
3. Cindy Angelina Adranacus Pemegang Saham Perusahaan Piutang lain-lain; Utang lain-lain
4. PT Dwimukti Graha Elektrindo Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-lain
sama dengan Perusahaan dan
Entitas Anak
5. PT Dwimukti Inti Boga Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-lain
sama dengan Perusahaan dan
Entitas Anak
6. PT Sotis Hotel Manajemen Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-lain
sama dengan Perusahaan dan
Entitas Anak
7. PT Sungai Mas Propertindo Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain
sama dengan Perusahaan dan
Entitas Anak
8. Stevano Rizki Adranacus Komisaris Utama Perusahaan Utang lain-lain
34
Page 42
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. Piutang lain-lain
2024 2023
PT Sungai Mas Propertindo - 1.595.447.266
PT Dwimukti Inti Boga - 230.046.000
Vonny Kristiani - 182.746.611
Subjumlah - 2.008.239.877
Provisi atas penurunan nilai - -
Jumlah - 2.008.239.877
Bagian lancar - -
Bagian tidak lancar 2.008.239.877 2.008.239.877
Jumlah 2.008.239.877 2.008.239.877
Persentase terhadap jumlah aset 0,48% 0,46%
c. Utang lain-lain
2024 2023
PT Dwimukti Graha Elektrindo 101.468.048.747 88.269.800.685
Herman Herry Adranacus 5.627.698.483 5.627.698.483
PT Sotis Hotel Manajemen 1.300.031.000 935.707.000
Stevano Rizki Adranacus - 1.380.000.000
PT Dwimukti Inti Boga - 804.750.000
Jumlah 108.395.778.230 97.017.956.168
Bagian lancar 1.300.031.000 1.740.457.000
Bagian tidak lancar 107.095.747.230 95.277.499.168
Jumlah 108.395.778.230 97.017.956.168
Persentase terhadap jumlah liabilitas 47,93% 43,58%
35
Page 43
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
Transaksi signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE")
Pada tahun 2024, Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh tambahan dana dari DGE untuk
operasional sehingga saldo utang per 31 Desember 2024 menjadi sebesar Rp101.468.048.747
terdiri dari saldo utang PT SMK sebesar Rp86.436.286.634, PT DMW sebesar Rp11.574.205.810
dan saldo utang PT TKP sebesar Rp 3.457.556.303.
a. SMK
Perusahaan menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan
pembayaran atas pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo
pinjaman Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp10.441.864.479. Atas saldo sisa hutang
tersebut telah dinyatakan dalam Addendum Perjanjian Utang Piutang No.289/PHP/XII/2022
tertanggal 30 Desember 2022. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per
tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara
bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.
Pada tanggal 30 Desember 2024 SMK memiliki utang dan menerima pinjaman dana dari waktu
ke waktu sebagai mana tercantum pada Perjanjian Pengakuan Hutang No. 214A/SMK-
DGE/PH/XII/2024 sebesar Rp9.585.483.185.
Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pembaharuan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024
dengan Nomor: 225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT
Dwimukti Mitra Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk
mengalihkan atau memindahkan seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui
perhitungan utang dengan nilai Utang DMW ke DGE.
Sehingga saldo utang SMK kepada DGE sebesar Rp86.436.286.634
b. DMW
Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No.147/PHP/XII/2016 antara DMW (Entitas Anak)
dengan DGE tanggal 28 Desember 2016, DGE setuju untuk memberikan pinjaman kepada
DMW sebagai tambahan modal/modal kerja dan atau keperluan operasional DMW dengan nilai
sebanyak-banyaknya sebesar Rp11.000.000.000 yang dapat diterima secara sekaligus ataupun
secara bertahap. Atas pinjaman tersebut, tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali
secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW.
Perjanjian ini telah mengalami perubahan melalui Penegasan Perjanjian Utang Piutang
No.149/PPHP/XII/2017 tanggal 27 Desember 2017, dimana DMW mengakui utang kepada DGE
sebesar Rp10.825.825.978.
36
Page 44
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. DMW (lanjutan)
Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No.150/PHP/XII/2017 antara DMW dengan DGE tanggal
28 Desember 2017, DMW setuju untuk memberikan pinjaman kepada DGE sebagai tambahan
modal/modal kerja dan atau keperluan operasional DGE sebesar Rp66.693.458.803. Atas
pinjaman tersebut, tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali secara bertahap setiap
bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan DGE.
Atas kedua Perjanjian Utang Piutang di atas (No.149/PPHP/XII/2017 dan
No.150/PHP/XII/2017), DMW dan DGE membuat Perjanjian Perjumpaan Utang (Kompensasi)
pada tanggal 28 Desember 2017, dimana kedua belah pihak setuju untuk melakukan
perjumpaan utang/kompensasi antara saldo utang DGE kepada DMW sebesar
Rp66.693.458.803 dengan saldo utang DMW kepada DGE sebesar Rp10.825.825.978
sehingga saldo akhir utang DGE kepada DMW menjadi sebesar Rp55.867.632.824.
Sehubungan dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) antara Perusahaan, DMW dan
DGE, dimana DGE bermaksud melunasi sebagian utangnya kepada DMW dengan jalan
Perusahaan menyatakan mengakui utang kepada DMW sejumlah Rp12.527.470.050 maka atas
novasi tersebut, saldo utang DGE kepada DMW yang sebelumnya sebesar Rp55.867.632.824
setelah dikurangi nilai utang di dalam novasi sebesar Rp12.527.470.050 maka akan menjadi
sebesar Rp43.340.162.774.
Berdasarkan Nota Kesepahaman tanggal 29 Desember 2017 antara DMW dengan DGE,
dimana atas nilai sisa utang DGE kepada DMW sebesar Rp43.340.162.774 (“Sisa Utang”) akan
dilunasi oleh DGE dengan cara menjual kepada DMW sebidang tanah yang terletak di daerah
Propinsi DKI Jakarta, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama,
Kelurahan Pondok Pinang yang dikenal sebagai Jalan Pinang Kuningan I sebagaimana
diuraikan dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.09017/Pondok Pinang tertanggal 21
November 2017 seluas 3.239m2 yang terdaftar atas nama DGE. Harga Jual Beli yang
disepakati adalah sebesar Rp54.122.438.057 yang pembayarannya dilakukan secara bertahap
oleh DMW dengan cara sebagai berikut:
1. Sejumlah sisa utang diakui sebagai pembayaran uang muka oleh DMW kepada DGE atas
pembelian tanah pada saat tanggal penandatanganan Nota Kesepahaman.
2. Sebesar Rp10.782.275.282 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 29
Desember 2018 yang akan diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
Atas nota kesepahaman di atas, DMW mencatat saldo masing-masing sebesar
Rp43.340.162.774 sebagai Uang Muka Pembelian Tanah pada Laporan Posisi Keuangan
Pada tahun 2018, DMW memperoleh pinjaman dari DGE dengan total sebesar
Rp11.733.332.653 per 31 Desember 2018 yang tertuang di dalam perubahan kedua Perjanjian
Utang Piutang No. 166/PPHP-II/XII/2018 tanggal 28 Desember 2018.
37
Page 45
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. DMW (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2018, sesuai dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi)
antara DGE, DMW dan Perusahaan, bahwa Perusahaan bermaksud mengalihkan sebagian
utangnya dengan DGE menjadi utang kepada DMW dan DMW ingin melunasi sebagian
utangnya kepada DGE dengan memperhitungkan uang muka pembelian tanah Pondok Pinang
sehingga jumlah pinjaman adalah sebagai berikut:
1. Saldo utang Perusahaan kepada DGE sebesar Rp28.740.395.980 telah dialihkan menjadi
utang kepada DMW. Saldo utang Perusahaan kepada DMW per 31 Desember 2018 adalah
sebesar Rp68.832.147.811 dan saldo utang Perusahaan kepada DGE per 31 Desember
2018 adalah sebesar Rp4.153.781.850.
2. Saldo uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sebesar Rp43.340.162.774
diperhitungkan dengan utang DMW kepada DGE sebesar Rp11.733.332.653 dan
pengalihan atas utang Perusahaan kepada DGE yang diterima oleh DMW yaitu sebesar
Rp28.740.395.980 sehingga saldo uang muka pembelian tanah Pondok Pinang per 31
Desember 2018 yaitu sebesar Rp2.866.434.141.
Pada tanggal 30 Desember 2022 dibuat Penegasan Nota Kesepahaman antara DMW dengan
DGE untuk melakukan Addendum II atas Nota Kesepahaman dimana para pihak sepakat untuk
mengubah ketentuan dan menegaskan kembali pasal 2 pada MOU, sebagai berikut:
1. Sisa utang sebesar Rp2.866.434.141 diakui oleh DGE sebagai pembayaran uang muka oleh
DMW kepada DGE atas pembelian tanah Pondok Pinang.
2. Sisa pembayaran sebesar Rp51.224.865.859 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada
tanggal 30 Desember 2024 yang diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
3. Semua syarat dan ketentuan hutang piutang sebagaimana dinyatakan dan ditetapkan dalam
Perjanjian terdahulu yang telah ada, selama tidak dinyatakan berubah dalam Penegasan
Perjanjian, tetap berlaku sebagaimana adanya.
Pada tahun 2023, uang muka yang diberikan oleh DMW senilai Rp2.866.434.141 sesuai
dengan adendum nota kesepahaman tahun 2022 dikompensasikan menjadi pembayaran utang
DMW kepada DGE. Yang berarti DMW tidak menjadi membeli tanah Pondok Pinang dan tidak
terdapat sisa pembayaran yang harus dibayar oleh DMW.
DMW menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran
atas pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman
Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp75.717.419.658. Atas saldo sisa hutang tersebut
telah dinyatakan dalam Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.284/DGE-
DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29 Desember 2023. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga
0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman
dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash
flow DMW.
Saldo piutang lain-lain DGE per 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp0 dan
Rp6.033.100 merupakan sisa saldo piutang atas transaksi penjualan kendaraan Perusahaan
kepada DGE. Atas saldo sisa piutang tersebut telah dinyatakan dalam 284/DGE-
DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember 2023. Piutang tersebut diberikan dengan bunga 0%
(nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran dilaksanakan
secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow DGE.
38
Page 46
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. DMW (lanjutan)
DMW menerima pinjaman dari DGE pada tanggal 30 Desember 2024 yang telah dinyatakan
pada Addendum III Perjanjian Utang Piutang No.213/DGE-DMW/PHP/XII/2024 sebesar
Rp88.425.009.260. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun
dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pembaharuan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024
dengan Nomor: 225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT
Dwimukti Mitra Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk
mengalihkan atau memindahkan seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui
perhitungan utang dengan nilai Utang DMW ke DGE.
Sehingga saldo hutang DMW kepada DGE sebesar Rp11.574.205.810
c. TKP
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.284/PHP/XII/2022 tertanggal 30
Desember 2022 TKP (Entitas Anak) mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar
Rp2.110.516.548. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun
dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap
setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow TKP.
TKP menerima pinjaman dari DGE pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah dinyatakan
pada Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.217/TKP-DGE/PHP/XII/2024 sebesar
Rp3.457.556.303. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun
dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Vonny Kristiani ("VK")
a. SMK
Saldo piutang lain-lain VK per 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing sebesar
Rp182.746.611 dan Rp424.939.606 merupakan sisa saldo piutang atas transaksi pinjaman
yang diberikan dari waktu ke waktu. Atas saldo sisa pinjaman tersebut telah dinyatakan dalam
Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) No.280/SMK-VK/PHP/XII/2023 tertanggal 29
Desember 2023. Piutang tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan
tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya
dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
Pada tahun berjalan, SMK telah melunasi atas utangnya pada tanggal 5 Agustus 2024.
b. TKP
Berdasarkan Perjanjian Hutang Pemegang Saham No.183A/PHP/XII/2021 tertanggal 31
Desember 2021 TKP mengakui dan menerima pinjaman dari VK sebesar Rp242.192.995.
Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya
tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya
dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam. Berdasarkan Perjanjian
Pembaharuan Utang (Novasi) No.280/SMK-VK/PHP/XII/2023 tertanggal 29 Desember 2023,
saldo utang VK adalah Rp0 (nol rupiah)
39
Page 47
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
Herman Herry Adranacus ("HHA")
a. DMW
Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No. 285/PHP/XII/2022 tanggal 30 Desember 2022,
dimana HHA setuju untuk memberikan pinjaman sebanyak-banyaknya Rp6.627.698.483 yang
dapat diterima sekaligus ataupun secara bertahap kepada DMW. Atas pinjaman tersebut tidak
dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan
dengan keuangan DMW.
Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) No.279/HH-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember
2023, dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo
utang DMW per 31 Desember 2023 sebesar Rp5.627.698.483.
Perjanjian Utang No. 222/HH-DMW/PPH/XII/2024 tanggal 31 Desember 2024, dimana DMW
mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW per 31
Desember 2023 sebesar Rp5.627.698.483
Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW.
b. TKP
Berdasarkan perjanjian utang piutang tertanggal 31 Desember 2018, PT Tanjung Karoso
Permai (Entitas Anak) memberikan pinjaman kepada HHA sebesar Rp1.000.000.000. Pinjaman
tersebut tidak dikenakan bunga dan tanpa jangka waktu pengembalian yang pasti.
Berdasarkan perjanjian, pihak peminjam akan membayar pinjaman tersebut secara bertahap
setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan arus kas pihak peminjam. Sisa
piutang per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp1.000.000.000 yang dicatat sebagai bagian
dari piutang lain-lain dan dinyatakan dalam Penegasan Perjanjian Hutang Piutang
No.184A/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021. Piutang tersebut diberikan dengan
bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran
dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash
flow pihak peminjam. Berdasarkan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) No.279/HH-
DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember 2023, HHA telah melunasi pinjamannya kepada TKP
sehingga saldo Piutang per 31 Desember 2023 adalah Rp0 (nol rupiah)
Cindy Angelina Adranacus ("CAA")
a. SMK
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Kepada Pemegang Saham No.180A/PPPS/XII/2021
tertanggal 31 Desember 2021 CAA mengakui dan menerima pinjaman dari Perusahaan sebesar
Rp50.000.000. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan
tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap
bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
Piutang lain-lain dari CAA per 31 Desember 2022 sebesar Rp50.000.000 merupakan piutang
atas penjualan kelompok aset lepasan dalam PT Satria Mega Perkasa. SMK telah melunasi
atas utangnya pada 27 Desember 2023 sehingga saldo 31 Desember 2024 sebesar Nihil.
40
Page 48
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
Cindy Angelina Adranacus ("CAA") (lanjutan)
b. DMW
Berdasarkan Pernyataan Pengalihan dan Pengelolaan Sotis Villa Canggu tanggal 21 Mei 2018
antara Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata) dengan CAA, bahwa CAA akan menyerahkan
operasional atau pengelolaan Sotis Villa Canggu kepada Entitas Anak selambat-lambatnya
tanggal 31 Mei 2018, termasuk dan tidak terbatas pada penyerahan segala sesuatu yang
berkaitan dengan kas, piutang usaha, jaminan, persediaan dan utang usaha sehingga terhitung
sejak tanggal 1 Juni 2018, segala sesuatu yang timbul atas kegiatan pengelolaan/operasional
baik keuntungan/kerugian menjadi hak dan beban Entitas Anak.
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No.181A/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021
DMW mengakui dan menerima pinjaman dari CAA sebesar Rp71.038.179. Pinjaman tersebut
diberikan dengan bunga 0% (nol persen)per tahun dengan tanpa biaya tambahan
lainnya.Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal
yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam. DMW telah melunasi atas utangnya pada
27 Desember 2023 sehingga saldo 31 Desember 2024 sebesar Nihil.
PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM")
Utang DMW kepada SHM sebesar Rp1.300.031.000 dan Rp935.707.000 pada 31 Desember 2024
dan 2023.
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No.193a/PHP/XII/2012 tertanggal 31 Desember 2021 SHM
mengakui dan menerima pinjaman dari DMW. Pinjaman tersebut diberikan untuk keperluan
operasional SHM dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
Sisa piutang per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp9.017.457 yang dicatat sebagai bagian dari
piutang lain-lain.
Berdasarkan Addendum III Perjanjian Hutang Piutang No.281/SHM-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal
29 Desember 2023 DMW telah menerima pinjaman dari SHM dari waktu ke waktu dan saat
perjanjian pada saat perjanjian ditandatangani total pinjaman adalah sebesar Rp935.707.000.
Adapun perincian jumlah pinjaman tersebut sebagai berikut:
1. Pinjaman untuk dana operasional sebesar Rp 385.707.000.
2. Biaya Jasa Manajemen (Management Fee) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis Hotel
sebesar Rp550.057.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee) ini tidak
dikenakan biaya tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran
yang belum dilakukan oleh DMW.
41
Page 49
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM") (lanjutan)
Berdasarkan Perjanjian Manajemen Hotel No.0012/CTR/SHM/VIII/2018 tanggal 1 Agustus 2018
antara Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata) dengan PT Sotis Hotel Manajemen (SHM), bahwa
Entitas Anak bermaksud menggunakan merk Sotis, sistem manajemen serta jasa pengelolaan hotel
dari SHM. Jangka waktu perjanjian ini adalah selama periode 2 tahun mulai dari tanggal 1 Agustus
2018 sampai dengan 31 Juli 2020. Atas perjanjian ini, Entitas Anak membayar biaya pelaksanaan
pekerjaan yang terdiri dari incentive management fee sebesar Rp70.000.000 setiap bulan untuk
masing-masing hotel. Selain itu, Entitas Anak wajib mencadangkan 3% dari GOP (Gross Operating
Profit) hotel setiap bulannya sebagai cadangan untuk penggantian, penambahan dan
penyempurnaan alat terpasang dan perlengkapan hotel. Di tahun 2023 dan 2022, Entitas Anak
membayar jasa manajemen kepada SHM masing-masing sebesar Rp1.800.000.000 dan
Rp1.800.000.000 yang dicatat sebagai “Jasa Manajemen” sebagai bagian dari Beban Umum dan
Administrasi (Catatan 27).
Berdasarkan Addendum IV Perjanjian Hutang Piutang No.220/SHM-DMW/PHP/XII/2024 tertanggal
31 Desember 2024 DMW telah menerima pinjaman dari SHM sebesar Rp1.306.031.000.
Adapun perincian jumlah pinjaman tersebut sebagai berikut:
1. Pinjaman untuk dana operasional sebesar Rp 538.031.000.
2. Biaya Jasa Manajemen (Management Fee) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis Hotel
sebesar Rp762.000.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee) ini tidak
dikenakan biaya tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran
yang belum dilakukan oleh DMW.
Stevano Rizki Adranacus ("SRA")
Per 31 Desember 2023, saldo piutang Perusahaan dan entitas anak kepada SRA sebesar
Rp1.380.000.000.
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No.194a/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021
DMW mengakui dan menerima pinjaman dari SRA sebesar Rp1.380.000.000. Pinjaman tersebut
diberikan untuk keperluan operasional DMW dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan
tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap
bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
DMW telah melunasi atas utangnya pada tanggal 1 Agustus 2024 sehingga saldo 31 Desember
2024 sebesar Nihil.
PT Dwimukti Inti Boga ("DIB")
Per 31 Desember 2023, saldo piutang Perusahaan dan entitas anak kepada DIB sebesar
Rp804.750.000 terdiri dari saldo utang DMW sebesar Rp186.750.000 dan TKP sebesar
Rp618.000.000.
42
Page 50
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Inti Boga ("DIB") (lanjutan)
a. DMW
Berdasarkan Addendum II Perjanjian Hutang Piutang No.282/DIB-DMW/PHP/XII/2023
tertanggal 29 Desember 2023 DMW mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar
Rp186.750.000. Pinjaman tersebut diberikan untuk keperluan operasional DMW dengan bunga
0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman
dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash
flow pihak peminjam.
DMW telah melunasi atas utangnya pada tanggal 19 November 2024 sehingga saldo 31
Desember 2024 sebesar Nihil.
b. TKP
Berdasarkan Perjanjian Hutang Pemegang Saham No. 291/DIB-TKP/PHP/XII/2023 tertanggal
29 Desember 2023 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar
Rp618.000.000. Pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam. Pinjaman berakhir pada tanggal 31 Desember
2025 dan atau ketika hutang tersebut dilunasi.
TKP telah melunasi atas utangnya pada tanggal 14 November 2024 sehingga saldo 31
Desember 2024 sebesar Nihil.
PT Sungai Mas Propertindo ("SMP")
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.287/PHP/XII/2023 tertanggal 30 Desember
2022 SMP mengakui dan menerima pinjaman dari DMW sebesar Rp1.595.447.266. Pinjaman
tersebut diberikan untuk keperluan operasional SMP dengan bunga 0% (nol persen) per tahun
dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap
bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
DMW telah melunasi atas utangnya pada tanggal 1 Agustus 2024 sehingga saldo 31 Desember
2024 sebesar Nihil.
d. Kompensasi manajemen kunci
2024 2023
Gaji dan imbalan jangka pendek lainnya untuk:
- Dewan Komisaris 422.436.800 686.419.000
- Direksi 1.833.231.300 1.347.935.000
Jumlah 2.255.668.100 2.034.354.000
Persentase terhadap jumlah
beban umum dan administrasi 10,25 10,14
43
Page 51
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
a. Berdasarkan pemasok
2024 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Sari Alam Supplier 83.511.154 115.621.350
PT Rumah Duta Pangan 43.989.255 21.100.195
Pastry The Maleo 20.533.480 20.533.480
PT Yuza Graha Gemilang Raya 18.482.750 -
PT Seiga Plus Energy 17.800.000 -
CV Santi Jaya Lestari 16.825.000 -
PT Paskomnas Niaga Utama 16.161.454 -
PT Fitra Food International 15.192.133 13.140.070
PT Sentral Sari Prima Sentosa 15.186.000 18.130.000
PT Sahih Mitra Sinergi 14.902.350 -
Jeng Rince Kitchen 11.634.000 14.016.500
Pratama Laundry & Dry Cleaning 11.581.500 11.603.300
Makmur Stand Buah 10.649.695 21.442.500
CV Jasa Boga Niaga 10.290.100 13.516.500
PT Sari Tirta Indonesia 3.000.000 13.000.000
CV Maju Bersama Meat Shop - 14.064.450
Lain-lain (Saldo dibawah Rp10.000.000) 173.265.197 216.019.738
483.004.068 492.188.083
b. Berdasarkan umur
Rincian utang usaha dikategorikan berdasarkan tanggal tertagih adalah sebagai berikut :
2024 2023
0 - 30 hari 268.502.172 268.274.983
31 - 60 hari 100.481.677 111.783.123
61 - 90 hari 23.649.541 30.654.100
> 90 hari 90.370.678 81.475.877
Jumlah 483.004.068 492.188.083
Seluruh utang usaha kepada pihak ketiga merupakan utang kepada pemasok dalam mata uang
Rupiah per 31 Desember 2024 dan 2023. Seluruh utang usaha berjangka waktu 30 sampai dengan
120 hari dan tanpa jaminan.
44
Page 52
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. UTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:
a. Berdasarkan pemasok
2024 2023
Pihak ketiga
Rupiah
PT Asuransi Central Asia 39.797.164 155.418.514
Lainnya 118.931.243 2.208.498
158.728.407 157.627.012
Pihak berelasi (catatan 12d) 108.395.778.230 97.017.956.168
Jumlah 108.554.506.637 97.175.583.180
Bagian lancar 1.458.759.407 1.898.084.012
Bagian tidak lancar 107.095.747.230 95.277.499.168
108.554.506.637 97.175.583.180
Seluruh utang lain-lain kepada pihak berelasi dilakukan tanpa dikenakan bunga, tanpa jaminan dan
jatuh tempo sewaktu-waktu.
15. BEBAN AKRUAL
2024 2023
Jasa Pelayanan 600.236.472 561.280.204
Gaji dan Tunjangan 385.109.061 282.652.632
Kerusakan dan Penggantian 348.904.780 281.892.500
Provisi 218.507.172 -
Pembelian aset 118.640.000 -
Jasa Profesional 100.000.000 95.000.000
Listrik 77.548.025 86.743.442
Komisi 71.743.578 88.930.114
Lain-lain dibawah Rp50.000.000 356.638.067 447.887.735
Jumlah 2.277.327.155 1.844.386.627
45
Page 53
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
2024 2023
Perusahaan
Pajak Pertambahan Nilai 4.790.913.030 4.776.330.887
Pasal 21 8.677.320 -
Entitas anak
Pajak penghasilan badan - -
Pasal 23 5.891.637 510.000
Pasal 21 - 986.652
Jumlah 4.805.481.987 4.777.827.539
b. Utang pajak
2024 2023
Perusahaan
Pasal 21 75.842.550 120.757.674
Pasal 23 818.001 823.524
Pasal 4 (2) - 140.024
Denda - 200.000
Entitas anak
Pajak pembangunan 1 289.253.175 237.802.028
Pasal 29 234.667.904 -
Pajak penghasilan badan 40.633.909 551.751.481
Pasal 21 64.411.616 19.386.222
Pasal 23 16.103.819 4.632.482
Jumlah 721.730.974 935.493.435
c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan
2024 2023
Pajak Kini
Anak (478.471.358) 565.315.181
Penyesuaian Tahun Lalu 1.963.745 (722.446.560)
Tangguhan
Perusahaan (96.345.678) 11.344.198
Anak 113.643.160 95.374.618
Jumlah (459.210.131) (50.412.563)
46
Page 54
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan (lanjutan)
Rekonsiliasi antara laba sebelum Pajak Penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif, dengan taksiran laba fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Laba sebelum Pajak Penghasilan konsolidasian (16.154.525.157) (13.726.146.190)
Laba sebelum Pajak Penghasilan - Entitas anak 5.970.027.232 3.802.028.829
Laba sebelum Pajak Penghasilan Perusahaan (10.184.497.925) (9.924.117.361)
Beda waktu:
Selisih Penyusutan Aset Tetap Komersial dan Fiskal 1.716.091.422 558.462.804
Beban Imbalan Kerja (437.934.900) 207.003.038
Realisasi Pembayaran Manfaat - (30.000.000)
Jumlah beda waktu 1.278.156.522 735.465.842
Beda tetap:
Jasa giro (556.062) (2.781.701)
Pendapatan Lain-lain - (30.000.000)
Beban Penyusutan Aset Tetap yang Tidak Diakui oleh Fiskal - 366.770.300
Beban yang tidak dapat dikurangkan lain-lain 625.960.919 686.769.319
Jumlah beda tetap 625.404.857 1.020.757.918
Taksiran Rugi Fiskal (8.280.936.546) (8.167.893.601)
Rugi Fiskal Tahun sebelumnya:
Tahun 2019 - (12.050.577.866)
Tahun 2020 (8.273.978.141) (8.273.978.141)
Tahun 2021 (8.912.287.273) (8.912.287.273)
Tahun 2022 (9.302.166.990) (9.302.166.990)
Tahun 2023 (8.167.893.601) -
Taksiran Akumulasi Rugi Fiskal (42.937.262.551) (46.706.903.871)
Rugi fiskal Perusahaan dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak untuk periode lima tahun
mendatang sejak kerugian fiskal terjadi. Namun, Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan tidak
akan memiliki laba kena pajak yang mengakibatkan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat digunakan
sebelum tanggal kadaluarsanya, sehingga aset pajak tangguhan atas rugi fiskal tersebut tidak
diakui.
Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan konsolidasian dengan taksiran
rugi fiskal Perusahaan diatas menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.
47
Page 55
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Aset Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat
aset dan liabilitas menurut komersial dengan ketentuan pajak, dengan rincian perhitungan sebagai
berikut:
2024
Dikreditkan Dikreditkan
1 Januari 2024 (dibebankan) ke (dibebankan) ke 31 Desember 2024
laporan laba rugi penghasilan
Perusahaan
Liabilitas Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap (26.264.355.311) - - (26.264.355.311)
Imbalan kerja 298.683.673 (113.229.336) - 185.454.337
Jumlah (25.965.671.638) (113.229.336) - (26.078.900.974)
Entitas Anak
Aset Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap 1.963.524.611 10.514.415 - 1.974.039.026
Cadangan penurunan piutang 1.170.163 (254.428) - 915.735
Imbalan kerja 34.700.794 142.552.628 (19.577.373) 157.676.049
Amortisasi (91.075.796) (22.285.797) - (113.361.593)
Jumlah aset
pajak tangguhan 1.908.319.772 130.526.818 (19.577.373) 2.019.269.217
Liabilitas Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Jumlah aset (liabilitas)
pajak tangguhan (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
2024
Dikreditkan Dikreditkan
1 Januari 2024 (dibebankan) ke (dibebankan) ke 31 Desember 2024
laporan laba rugi penghasilan
Konsolidasian
Aset Pajak Tangguhan
Entitas Anak :
PT Dwimukti Mitra Wisata 1.908.319.772 130.526.818 (19.577.373) 2.019.269.217
Liabilitas Pajak Tangguhan
Perusahaan (25.965.671.638) (113.229.336) - (26.078.900.974)
Entitas Anak :
PT Tanjung Karoso Permai (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Liabilitas Pajak Tangguhan (53.513.222.438) (53.626.451.774)
Manfaat (Beban)
Pajak Tangguhan 17.297.482 (19.577.373)
48
Page 56
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Aset Pajak Tangguhan (lanjutan)
2023
Dikreditkan Dikreditkan
1 Januari 2023 (dibebankan) ke (dibebankan) ke 31 Desember 2023
laporan laba rugi penghasilan
Perusahaan
Liabilitas Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap (19.829.324.592) (50.284.866) (6.384.745.853) (26.264.355.311)
Imbalan kerja 241.669.221 38.940.668 18.073.784 298.683.673
Jumlah (19.587.655.371) (11.344.198) (6.366.672.069) (25.965.671.638)
Entitas Anak
Aset Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap 1.952.960.121 10.564.490 - 1.963.524.611
Cadangan penurunan piutang 46.651.660 (45.481.497) - 1.170.163
Imbalan kerja 75.181.379 (39.818.555) (662.030) 34.700.794
Amortisasi (114.235.880) 23.160.084 - (91.075.796)
Cadangan FF&E 43.799.140 (43.799.140) - -
Jumlah aset
pajak tangguhan 2.004.356.420 (95.374.618) (662.030) 1.908.319.772
Liabilitas Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap (25.547.185.400) - (2.000.365.400) (27.547.550.800)
Jumlah aset (liabilitas)
pajak tangguhan (25.547.185.400) - (2.000.365.400) (27.547.550.800)
2023
Dikreditkan Dikreditkan
1 Januari 2023 (dibebankan) ke (dibebankan) ke 31 Desember 2023
laporan laba rugi penghasilan
Konsolidasian
Aset Pajak Tangguhan
Entitas Anak :
PT Dwimukti Mitra Wisata 2.004.356.420 (95.374.618) (662.030) 1.908.319.772
Liabilitas Pajak Tangguhan
Perusahaan (19.587.655.371) (11.344.198) (6.366.672.069) (25.965.671.638)
Entitas Anak :
PT Tanjung Karoso Permai (25.547.185.400) - (2.000.365.400) (27.547.550.800)
Liabilitas Pajak Tangguhan (45.134.840.771) (53.513.222.438)
Manfaat (Beban)
Pajak Tangguhan (106.718.816) (8.367.699.499)
49
Page 57
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pengampunan Pajak
Pada tahun 2017 dan 2016, Perusahaan dan Entitas Anak ikut berpartisipasi dalam program
pengampunan pajak. Perusahaan dan Entitas Anak telah melaporkan Surat Pernyataan Harta
untuk Pengampunan Pajak (SPHPP) kepada Direktorat Jenderal Pajak antara tanggal 28
September 2016 sampai dengan 31 Maret 2017. Aset dan liabilitas pengampunan pajak yang
dideklarasikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
Jenis Aset/Liabilitas Jumlah
Kas 22.205.650.000
Bank 16.857.636
Investasi dalam saham 2.500.000.000
Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan 4.950.000.000
Tanah 41.899.430.000
Bangunan 4.176.000.000
Kendaraan 1.798.600.000
Utang Bank (516.930.801)
Utang Lain-lain (11.850.000.000)
Liabilitas Sewa Pembiayaan (80.846.577)
Jumlah 65.098.760.258
Seluruh aset dan liabilitas terkait dengan pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh
Perusahaan dan Entitas Anak telah diakui, diukur dan dibukukan sesuai dengan kriteria yang
ditentukan dalam UU No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.
Perusahaan dan Entitas Anak membayar uang tebusan sebesar Rp197.500.000 pada tahun 2017
dan dicatat sebagai bagian dari Beban Pajak dalam akun Penghasilan (Beban) Lain-lain.
f. Ketetapan Pajak
Pada 31 Desember 2024, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis
pajak tahun fiskal 2021 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan
sebesar Rp 4.668.579. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat sebagai
beban pajak pada laba atau rugi tahun 2024.
Jenis Pajak Periode Pajak No. SKP Jumlah SKP
PPH Desember 2021 00026/103/21/019/24 1.657.929
PPH Desember 2021 00072/101/21/019/24 3.010.650
4.668.579
50
Page 58
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
f. Ketetapan Pajak (lanjutan)
Pada 31 Desember 2023, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis
pajak tahun fiskal 2019 dan 2020 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan
pelaporan sebesar Rp 3.000.000. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat
sebagai beban pajak pada laba atau rugi tahun 2023.
Jenis Pajak Periode Pajak No. SKP Jumlah SKP
PPH Maret 2020 00056/140/20/054/23 100.000
PPH November 2020 00057/140/20/054/23 100.000
PPH September 2020 00112/103/20/054/23 100.000
PPH November 2020 00113/103/20/054/23 100.000
PPH Desember 2020 00114/103/20/054/23 100.000
PPN April 2020 00195/107/20/054/23 500.000
PPN Desember 2020 00196/107/20/054/23 500.000
PPN Maret 2020 00197/107/20/054/23 500.000
PPN Februari 2020 00198/107/20/054/23 500.000
PPN November 2020 00199/107/20/054/23 500.000
3.000.000
g. Administrasi
Undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa Perusahaan menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu.
Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan atau
mengubah jumlah pajak terutang dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.
Pemerintah mengurangi tarif Pajak Penghasilan Badan menjadi 22% untuk tahun 2020-2021 dan
20% untuk tahun 2022 dan seterusnya, sesuai dengan Pasal 5 bagian 1 dari Perppu No. 1 tahun
2020. Kebijakan ini mulai berlaku sejak 31 Maret 2020, setelah dikeluarkannya Peraturan sebagai
Pengganti Undang-Undang tentang Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Sistem
Keuangan sehubungan dengan Wabah Virus Corona 2019 (“COVID-19”) dan/atau untuk
mengantisipasi ancaman yang akan membahayakan Ekonomi Nasional dan/atau Stabilitas Sistem
Keuangan Negara. Perpu tersebut telah diundangkan dalam Undang-undang No. 2 Tahun 2020
yang berlaku efektif 18 Mei 2020.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No.
7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU HPP”). Aturan tersebut
menetapkan tarif pajak penghasilan badan menjadi sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun
pajak 2022 dan seterusnya.
17. UTANG BANK
2024 2023
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 58.900.000.000 66.700.000.000
Dikurangi:
Biaya Transaksi Utang Bank yang Belum
Diamortisasi (312.681.816) (413.980.891)
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun (8.905.873.087) (7.698.700.925)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 49.681.445.097 58.587.318.184
51
Page 59
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (lanjutan)
Entitas Anak
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan Perjanjian Kredit No.240/JRM/PK-KI/2017 tanggal 15 Desember 2017 antara PT
Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Entitas Anak
mendapatkan Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp100.000.000.000 untuk
keperluan refinancing pembiayaan Hotel Sotis Falatehan dan Sotis Residence Penjernihan berikut
sarana prasarana, mesin dan perlengkapan.
Jangka waktu kredit diberikan selama 144 bulan terhitung sejak tanggal 15 Desember 2017 sampai
dengan 14 Desember 2029. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dan memiliki jadwal
pembayaran atas angsuran pokok setiap bulannya yang berkisar antara Rp300.000.000-
Rp1.300.000.000 per bulan selama jangka waktu kredit. Tingkat suku bunga yang dikenakan atas
pinjaman di tahun 2023 dan 2022 adalah sebesar 12% per tahun.
Jaminan yang diberikan atas fasilitas kredit tersebut adalah:
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1458/melawai seluas 523 m2 di Jalan Falatehan I No.21 dan 22,
Jakarta Selatan yang terdaftar atas nama PT Satria Mega Kencana (Perusahaan).
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1256/bendungan hilir seluas 567 m2 di Jalan Penjernihan I
No.10B, Jakarta Pusat yang terdaftar atas nama PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perusahaan oleh PT Satria Mega Kencana (Perusahaan) dan PT Dwimukti Graha
Elektrindo.
- Jaminan perorangan oleh Vonny Kristiani.
Jumlah pembayaran pokok pinjaman atas fasilitas tersebut sebesar Rp7.800.000.000 dan
Rp7.200.000.000 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
Saldo utang pinjaman per 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp 58.587.318.184
dan Rp 66.286.019.109.
Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh
Entitas Anak yaitu:
a. Mengubah bentuk atau status hukum Entitas Anak, anggaran dasar, memindah tangankan saham
Entitas Anak yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan;
b. Mengubah susunan pengurus, direksi, komisaris dan kepemilikan saham Entitas Anak;
c. Mengadakan merger dan/atau konsolidasi;
d. Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga;
e. Mengijinkan pihak lain menggunakan Entitas Anak untuk kegiatan pihak lain;
f. Melunasi seluruh atau sebagian utang ke pemegang saham atau perusahaan afiliasi;
g. Menjual atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan;
h. Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk, entitas anak tanpa underlying
transaction;
i. Mengalihkan seluruh atau sebagian hak dan kewajiban berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak
lain;
j. Menggunakan dana Entitas Anak untuk tujuan diluar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit;
k. Menerima fasilitas kredit baru dari bank lain;
52
Page 60
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (lanjutan)
Entitas Anak (lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (lanjutan)
Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh
Entitas Anak yaitu: (lanjutan)
l. Mengikatkan diri sebagai penjamin dan menjaminkan harta kekayaan yang telah dijaminkan kepada
pihak lain;
m. Membayar dividen;
n. Melakukan likuidasi;
o. Melakukan investasi yang melebihi proceed Entitas Anak;
p. Membuka usaha baru yang tidak terkait dengan usaha yang telah ada;
q. Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, namun tidak terbatas pada:
- Mengadakan atau membatalkan kontrak yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha.
- Mengadakan kerjasama yang mengancam keberlangsungan usaha.
- Mengadakan transaksi dengan pihak lain dengan cara-cara yang berada di luar kebiasaan yang
wajar.
Disamping itu, terdapat juga rasio-rasio keuangan yang harus dipenuhi oleh Entitas Anak yaitu:
a. Current Ratio (Rasio Lancar) minimal 1 kali;
b. Debt to Equity Ratio maksimal 2,5 kali;
c. Debt Service Coverage minimal 100%.
Per tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, rasio-rasio keuangan DMW (Entitas Anak) sebagai berikut:
2024 2023
Current Ratio 0,64 kali 1,09 kali
Debt to Equity Ratio -1,19 kali -2,45 kali
Debt Service Coverage 15,11% 23,23%
Per tanggal 31 Desember 2024, Perusahaan belum dapat memenuhi batasan atas syarat Rasio
Lancar, Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt Service Coverage (DSCR).
Pada tanggal 17 Juli 2018, Entitas Anak mendapatkan surat tertulis dari BNI No.JRM/1/365/R terkait
batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak, yaitu membayar dividen.
Berdasarkan surat tersebut, Entitas Anak dapat membagi dividen tanpa persetujuan BNI selama
Entitas Anak masih memenuhi financial convenant yang ditetapkan oleh BNI. Pemberitahuan wajib
dilakukan 7 hari kerja sebelum tanggal efektif pembayaran dividen.
53
Page 61
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. LIABILITAS SEWA PEMBIAYAAN
2024 2023
Jumlah utang sewa guna usaha 153.860.000 197.820.000
Pembayaran (65.940.000) (43.960.000)
87.920.000 153.860.000
Dikurangi:
Bagian jangka pendek 65.940.000 60.445.000
Bagian jangka panjang 21.980.000 93.415.000
Liabilitas sewa pembiayaan merupakan sewa pembiayaan kepada Bank Central Asia yang dilakukan
oleh entitas anak DMW pada unit Sotis Falatehan untuk kendaraan operasional. Jangka waktu nya
adalah 3 tahun dengan bunga 2,66% setiap tahunnya
Pembayaran sewa minimum di masa mendatang, serta nilai kini atas pembayaran minimum sewa pada
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Kurang dari 1 tahun 71.203.200 71.203.200
Lebih dari 1 tahun dan kurang dari 5 tahun 23.734.400 94.937.600
94.937.600 166.140.800
Dikurangi:
Bunga pembiayaan masa mendatang (7.017.600) (12.280.800)
Nilai kini liabilitas sewa 87.920.000 153.860.000
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan pasca kerja sesuai UU CIPTAKERJA
No.11/2020 berdasarkan perhitungan aktuaris independen, Kantor Konsultan Aktuaria Arya Bagiastra
yang dalam laporannya tertanggal 29 Februari 2024 dan 14 Maret 2023 untuk perhitungan per 31
Desember 2024 dan 2023 dengan menggunakan metode Proyeksi Kredit Unit, dengan asumsi sebagai
berikut :
2024 2023
Usia pensiun normal 55 tahun 55 tahun
Tingkat bunga diskonto (per tahun) 6,91% - 7,10% 6,47% - 6,73%
Tingkat kenaikan gaji (per tahun) 10,00% 10,00%
Tingkat kematian TMI IV TMI IV
Tingkat cacat dari tingkat kematian 10% dari TMI IV 10% dari TMI IV
54
Page 62
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)
Beban imbalan pasca kerja karyawan untuk tahun 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Biaya jasa kini 196.911.154 171.793.467
Biaya bunga liabilitas manfaat pasti, neto 98.491.004 91.304.607
Biaya terminasi (12.244.159) (88.963.126)
Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested 431.267.281 -
Jumlah 714.425.280 174.134.948
Mutasi liabilitas manfaat karyawan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Saldo awal 1.515.385.440 1.440.231.155
Beban yang diakui di laporan laba rugi 714.425.280 174.134.948
Pembayaran tahun berjalan - (178.125.000)
Kurtailmen (593.381.748) -
Penyesuaian liabilitas atas pengakuan masa kerja lalu (76.743.902) 79.144.337
Jumlah 1.559.685.070 1.515.385.440
Jumlah tercantum pada laporan posisi keuangan yang timbul dari liabilitas Entitas dalam rangka
liabilitas imbalan pasca kerja adalah sebagai berikut:
2024 2023
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 1.559.685.070 1.515.385.440
Jumlah 1.559.685.070 1.515.385.440
Analisa sensitivitas kuantitatif untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:
Pengaruh atas nilai kini
Keterangan Persentase (%)
liabilitas imbalan pasca kerja
Tingkat diskonto
Kenaikan 1,00% 1.466.376.494
Penurunan 1,00% 1.663.970.521
Kenaikan gaji di masa depan
Kenaikan 1,00% 1.653.745.117
Penurunan 1,00% 1.473.561.099
55
Page 63
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. JAMINAN PELANGGAN
2024 2023
Pihak ketiga 256.763.744 702.173.759
Jumlah 256.763.744 702.173.759
Jaminan Pelanggan merupakan uang muka atau deposit yang diberikan terlebih dahulu oleh
pelanggan sebelum menggunakan jasa hotel.
21. MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.12 tertanggal 4 Mei 2018, para
pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk:
- Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 10.000.000.000 menjadi sebesar
Rp 240.000.000.000.
- Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan dari semula sebesar
Rp10.000.000.000 yang terbagi atas 10.000 saham menjadi sebesar Rp60.000.000.000 yang terbagi
atas 60.000 saham. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dilakukan dengan
menerbitkan saham baru dalam simpanan yaitu sebanyak 50.000 saham dengan nilai nominal
sebesar Rp1.000.000, seluruhnya diambil bagian dan disetor oleh Herman Herry Adranacus.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010228.AH.01.02. Tahun 2018
tanggal 8 Mei 2018.
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.27 tertanggal 9 Mei 2018, para
pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk merubah nilai nominal saham Perusahaan dari
semula sebesar Rp 1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 100 per saham.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta
Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.49 tertanggal 25 Juli 2018, para pemegang saham
Perusahaan telah menyetujui untuk:
1. Merubah jumlah saham yang dikeluarkan dalam simpanan/portepel Perusahaan yang akan
ditawarkan/dijual ke masyarakat melalui Penawaran Umum dari semula sebanyak-banyaknya
150.000.000 saham baru menjadi sebanyak-banyaknya 400.000.000 saham baru dengan nilai
nominal masing-masing saham sebesar Rp100, dengan memperhatikan peraturan perundang-
undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia
yang berlaku.
2. Menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma
kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum, dan waran ini dapat
dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut, dengan
memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan
Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku.
3. Mencatatkan Waran Seri I dan saham-saham hasil pelaksanaan Waran Seri I pada Bursa Efek
Indonesia serta mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam Penitipan Kolektif sesuai dengan
Peraturan Kustodian Sentral Efek Indonesia.
56
Page 64
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.59 tanggal 21 September 2018 dan
Akta Hibah Saham No.60 tanggal 22 September 2018 dari Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum,
M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui pengalihan saham dalam Perusahaan yang
dimiliki oleh Herman Herry Adranacus kepada Stevano Rizki Adranacus sebanyak 240.000.000.
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Data Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0245655 tanggal 24 September 2018.
Berdasarkan Laporan dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora, susunan pemegang
saham per 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024 dan 2023
Jumlah saham
Persentase
Pemegang Saham ditempatkan dan Jumlah
kepemilikan (%)
disetor penuh
Herman Herry Adranacus 260.000.000 26,00% 26.000.000.000
Stevano Rizki Adranacus 247.967.600 24,80% 24.796.760.000
Indjun 143.375.700 14,33% 14.337.570.000
Vonny Kristiani 99.000.000 9,90% 9.900.000.000
Cindy Angelina Adranacus 1.000.000 0,10% 100.000.000
Masyarakat 248.660.679 24,87% 24.866.067.900
Jumlah 1.000.003.979 100,00% 100.000.397.900
Sesuai dengan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Desember 2024, jumlah saham yang telah
dikeluarkan oleh Perseroan dalam rangka pelaksanaan Waran sampai dengan tanggal 31 Desember
2024, adalah sebanyak 3.979 (tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham dengan nilai
nominal seluruhnya sebesar Rp397.900 (tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah),
sehingga jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebanyak
1.000.003.979 (satu milyar tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham, dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp100.000.397.900 (seratus milyar tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan
ratus rupiah).
22. TAMBAHAN MODAL DISETOR
2024 2023
Agio Saham - Penawaran Umum Perdana 26.000.000.000 26.000.000.000
Biaya Emisi Saham - Penawaran Umum Perdana (4.700.865.166) (4.700.865.166)
Subjumlah 21.299.134.834 21.299.134.834
Agio Saham - Saham Waran 1.989.500 1.989.500
Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas Sepengendali (6.809.670.464) (6.809.670.464)
Jumlah 14.491.453.870 14.491.453.870
57
Page 65
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. TAMBAHAN MODAL DISETOR (lanjutan)
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan tambahan modal disetor atas
peningkatan modal saham Perusahaan di Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW)).
Peningkatan dilakukan melalui pembelian saham DMW dari Herman Herry Adranacus dan Vonny
Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar saham dan 1.200 lembar saham dengan harga beli
seluruhnya sebesar Rp2.450.000.000. Atas pembelian ini, timbul selisih antara harga pengalihan
dengan proporsi nilai liabilitas bersih entitas anak pada saat pembelian sebesar Rp6.809.670.464 yang
dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali.
23. KEPENTINGAN NON PENGENDALI
Kepentingan non pengendali atas aset bersih entitas anak per 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
sebagai berikut:
2024 2023
Vonny Kristiani 9.852.844.416 10.007.115.249
Jumlah 9.852.844.416 10.007.115.249
Kepentingan non pengendali atas rugi bersih entitas anak:
2024 2023
Vonny Kristiani (154.366.337) (61.537.688)
(154.366.337) (61.537.688)
Mutasi kepentingan non pengendali adalah:
2024 2023
Saldo awal 10.007.115.249 9.359.409.005
Rugi Tahun Berjalan (154.366.337) (61.537.688)
Surplus Revaluasi Aset Tetap - 709.220.460
Penghasilan Komprehensif Lain:
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja, Setelah Pajak 95.504 23.472
9.852.844.416 10.007.115.249
24. PENDAPATAN USAHA
Penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
sebagai berikut:
2024 2023
Pendapatan Hotel
Kamar 15.715.222.329 15.379.468.753
Makanan dan Minuman 6.577.684.000 6.965.966.337
Lain-lain 105.997.138 86.830.486
Subjumlah 22.398.903.467 22.432.265.576
Pendapatan Spa 153.668.017 152.991.322
Jumlah 22.552.571.484 22.585.256.898
58
Page 66
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. PENDAPATAN USAHA (lanjutan)
Pendapatan kamar merupakan pendapatan atas penggunaan kamar hotel Sotis Falatehan, hotel Sotis
Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan makanan dan minuman merupakan pendapatan atas penjualan dari restoran dan bar
hotel Sotis Falatehan, hotel Sotis Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan dari telepon, laundry, business center, listrik dan parkir.
Tidak terdapat pendapatan dari pihak berelasi maupun pelanggan dengan transaksi lebih dari 10%
total nilai pendapatan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
2024 dan 2023.
25. BEBAN POKOK PENDAPATAN
2024 2023
Beban Hotel
Gaji dan Tunjangan 3.683.648.301 3.368.139.660
Makanan dan Minuman 1.992.671.846 2.089.876.413
Reservasi 660.563.204 491.577.364
Perlengkapan Kantor dan Rumah 601.788.465 673.683.342
Pemeliharaan 369.743.858 323.162.700
Internet dan TV Kabel 341.695.268 312.992.219
Bahan Bakar 151.327.362 146.804.200
Penyisihan Perlengkapan dan Alat 104.815.523 69.040.288
Transportasi dan Perjalanan Dinas 6.712.350 26.837.010
Lain-lain 212.207.231 196.247.445
Subjumlah 8.125.173.408 7.698.360.641
Beban Operasional Spa 79.408.748 76.296.113
Jumlah 8.204.582.156 7.774.656.754
Sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, tidak
terdapat transaksi dengan pihak berelasi maupun transaksi dengan pemasok yang berjumlah lebih dari
10% dari jumlah beban konsolidasian.
26. BEBAN PENJUALAN
2024 2023
Gaji dan tunjangan 740.961.229 525.581.178
Komisi 145.832.075 297.500.000
Transportasi dan Perjalanan Dinas 73.974.437 56.853.073
Iklan dan Promosi 45.172.161 41.777.873
Telepon, Teleks dan Telegram 20.827.700 21.543.527
Sumbangan dan Hadiah 19.706.195 57.487.903
Perlengkapan Kantor dan Rumah 12.518.994 6.089.080
Lain-lain dibawah Rp10.000.000 32.957.559 5.745.173
Jumlah 1.091.950.350 1.012.577.807
59
Page 67
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2024 2023
Gaji dan Tunjangan 6.815.132.069 7.113.267.469
Penyusutan dan Amortisasi (catatan 10) 6.565.015.108 5.397.665.026
Jasa Manajemen 1.800.000.000 1.800.000.000
Listrik, Air dan Telekomunikasi 1.658.057.517 1.485.354.064
Perbaikan dan Pemeliharaan 1.165.498.029 2.037.346.857
Perijinan dan Legalitas 877.236.643 511.177.707
Jasa Profesional 673.887.025 317.080.000
Pajak Bumi Bangunan 490.298.608 -
Keamanan 438.785.200 160.494.000
Transportasi dan Perjalanan Dinas 333.768.894 284.729.679
Asuransi 221.485.564 225.797.743
Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel 218.507.172 -
Estimasi Imbalan Kerja 133.287.691 174.134.948
Perlengkapan Kantor dan Rumah 129.661.798 28.352.670
Administrasi Bank 106.698.520 73.567.197
Sumbangan dan Hadiah 34.231.800 55.940.250
Lainnya dibawah Rp50.000.000 349.482.022 394.099.449
Jumlah 22.011.033.660 20.059.007.059
28. BEBAN KEUANGAN
2024 2023
Beban Bunga Pinjaman Bank 6.485.648.729 7.669.849.995
Beban Bunga dari Liabilitas Sewa Pembiayaan 5.263.200 3.508.865
Jumlah 6.490.911.929 7.673.358.860
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
disajikan dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya
atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi
penggunaannya, piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka pembelian, utang usaha, utang lain-lain,
beban yang masih harus dibayar, utang pembelian aset tetap dan liabilitas sewa kurang lebih sebesar
nilai wajarnya karena instrumen keuangan tersebut sebagian besar berjangka pendek.
60
Page 68
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas keuangan Entitas pada tanggal 31 Desember 2024 dan
2023.
2024 2023
Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 5.722.483.612 5.722.483.612 11.887.905.520 11.887.905.520
Piutang usaha 595.988.398 595.988.398 396.263.229 396.263.229
Piutang lain-lain 54.224.551 54.224.551 2.066.624.264 2.066.624.264
Aset lain-lain 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 7.572.696.561 7.572.696.561 15.550.793.013 15.550.793.013
Liabilitas Keuangan
Utang Usaha 483.004.068 483.004.068 492.188.083 492.188.083
Utang lain-lain 108.554.506.637 108.554.506.637 97.175.583.180 97.175.583.180
Beban akrual 2.277.327.155 2.277.327.155 1.844.386.627 1.844.386.627
Jaminan pelanggan 256.763.744 256.763.744 702.173.759 702.173.759
Pinjaman bank 58.587.318.184 58.587.318.184 66.700.000.000 66.700.000.000
Liabilitas sewa 1.625.625.070 1.625.625.070 153.860.000 153.860.000
Jumlah 171.784.544.858 171.784.544.858 167.068.191.649 167.068.191.649
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas terjadi:
a. Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau
b. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam
menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik
aset atau dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan
tertinggi dan terbaik.
Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data
untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan
dan meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
61
Page 69
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
PSAK 60, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai
wajar dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
(i) Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
(tingkat 1);
(ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset
atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya
deviasi dari harga) (tingkat 2), dan;
(iii) Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input
yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan
kuotasi nilai pasar pada tanggal pelaporan. Instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat
diobservasi sepanjang tersedia, dan seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh input
signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi, instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 2.
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka
instrumen tersebut masuk ke dalam tingkat 3.
Entitas tidak mempunyai aset dan liabilitas keuangan yang diukur dan diakui pada nilai wajar (tingkat 1
dan 2). The Entity does not have financial asset and liability which is measured and recognized on fair
value (level 1 and 2). Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai
wajar dari setiap golongan instrumen keuangan Entitas:
1. Kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi pengguaannya, piutang usaha, dan piutang lain-lain.
Untuk aset keuangan yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, nilai tercatat aset keuangan
tersebut dianggap telah mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut.
2. Utang usaha, utang lain-lain dan beban yang masih harus dibayar.
Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas yang akan jatuh tempo dalam waktu 12
bulan sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar.
3. Liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap
Liabilitas keuangan di atas memiliki suku bunga variabel yang disesuaikan dengan pergerakan
suku bunga pasar sehingga jumlah terutang liabilitas keuangan tersebut telah mendekati nilai
62
Page 70
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko keuangan utama yang dihadapi oleh Grup adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang
dan risiko suku bunga. Grup mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko di
atas melalui pendekatan manajemen risiko.
(i) Risiko kredit
Risiko kredit adalah di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi
liabilitasnya dan mengakibatkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara
kas di bank dan piutang usaha. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai
tercatat atas akun-akun tersebut.
Untuk risiko kredit yang berhubungan dengan bank, hanya bank-bank dengan predikat baik yang
dipilih. Selain itu, kebijakan Grup adalah untuk tidak membatasi eksposur hanya kepada satu
institusi tertentu, sehingga Grup memiliki kas dan setara kas di bank dan piutang di berbagai
institusi (catatan 4, 5, 6 dan 12).
2024 2023
Kas dan setara kas 5.722.483.612 11.887.905.520
Piutang usaha 595.988.398 396.263.229
Piutang lain-lain 54.224.551 2.066.624.264
Aset lain-lain 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 7.572.696.561 15.550.793.013
Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Grup terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai
tercatat masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.
Tabel berikut menganalisis aset keuangan berdasarkan jatuh tempo:
2024
Belum jatuh Jatuh Tempo
Jumlah
tempo < 30 hari 30 - 90 hari > 90 hari
Kas dan
Setara Kas - 5.722.483.612 - - 5.722.483.612
Piutang usaha - 487.712.967 112.436.865 - 600.149.832
Piutang lain-lain - 54.224.551 - - 54.224.551
Aset lain-lain - - - 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah - 6.264.421.130 112.436.865 1.200.000.000 7.576.857.995
2023
Belum jatuh Jatuh Tempo
Jumlah
tempo < 30 hari 30 - 90 hari > 90 hari
Kas dan
Setara Kas - 11.887.905.520 - - 11.887.905.520
Piutang usaha - 323.935.750 77.645.400 - 401.581.150
Piutang lain-lain - - - 2.066.624.264 2.066.624.264
Aset lain-lain - - - 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah - 12.211.841.270 77.645.400 3.266.624.264 15.556.110.934
63
Page 71
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
(ii) Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana Grup akan mengalami kesulitan dalam rangka memperoleh
dana untuk memenuhi komitmennya terkait dengan instrumen keuangan.
Liabilitas keuangan terdiri dari:
2024 2023
Utang usaha 483.004.068 492.188.083
Beban akrual 2.277.327.155 1.844.386.627
Liabilitas sewa 87.920.000 153.860.000
Utang lain-lain 108.554.506.637 97.175.583.180
Pinjaman bank 58.587.318.184 66.700.000.000
Jumlah 169.990.076.044 166.366.017.890
Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas yang mencukupi untuk
memungkinkan Grup dalam memenuhi komitmen Grup untuk operasi normal Grup. Selain itu
Grup juga melakukan pengawasan proyeksi dan arus kas aktual secara terus menerus serta
pengawasan tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.
(iii) Risiko nilai tukar mata uang asing
Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan
nilai tukar nilai mata uang asing.
Grup melakukan transaksi-transaksi dengan menggunakan mata uang asing, diantaranya adalah
transaksi penjualan, pembelian dan pinjaman Entitas. Entitas harus mengkonversikan Rupiah ke
mata uang asing, terutama Dolar Amerika Serikat, untuk memenuhi kebutuhan liabilitas dalam
mata uang asing pada saat jatuh tempo. Fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata
uang Dolar Amerika Serikat dapat memberikan dampak pada kondisi keuangan Entitas.
Grup mengelola risiko mata uang dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi nilai tukar
mata uang secara terus-menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat untuk
(iv) Risiko suku bunga
Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan
suku bunga pasar.
Grup memiliki risiko bunga terutama karena melakukan pinjaman. Grup melakukan pengawasan
terhadap dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Grup.
Utang yang berdampak bunga terdiri dari:
2024 2023
Utang bank 58.587.318.184 66.286.019.109
Liabilitas sewa 87.920.000 153.860.000
Jumlah 58.675.238.184 66.439.879.109
64
Page 72
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
(v) Risiko harga
Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga
pasar, terlepas apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen
individual atau penerbitnya atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen yang
diperdagangkan di pasar.
Perusahaan mengelola risiko harga dengan melakukan pengawasan internal oleh manajemen
secara berkelanjutan.
31. PENGELOLAAN MODAL
Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang
sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Grup dipersyaratkan oleh Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, efektif
sejak 2007, untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar
penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal
tersebut telah dipertimbangkan oleh Grup bahwa pembentukan dana cadangan belum bisa dilakukan.
Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, bila diperlukan, berdasarkan
perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat
mengusahakan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun
proses selama tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
Grup mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit, dengan membagi jumlah utang yang
berdampak bunga dengan jumlah ekuitas. Kebijakan Grup adalah menjaga rasio pengungkit dalam
kisaran dari perusahaan terkemuka di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan
pada biaya yang rasional. Termasuk dalam total pinjaman berdampak bunga adalah liabilitas sewa dan
utang pembelian aset tetap.
Rasio pengungkit pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Utang bank 58.587.318.184 66.286.019.109
Liabilitas sewa 87.920.000 153.860.000
Dikurangi: Kas dan setara kas (5.722.483.612) (11.887.905.520)
Utang Bersih 52.952.754.572 54.551.973.589
Jumlah Ekuitas 194.987.705.009 211.532.029.609
Rasio pengungkit 27,16% 25,79%
65
Page 73
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. INFORMASI SEGMEN
Perusahaan dan Entitas Anak menggolongkan segmen usaha dalam dua segmen utama yaitu Hotel
dan Restoran.
2024
Hotel Restoran Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
PENDAPATAN
Kamar 15.715.222.329 - - 15.715.222.329
Makanan dan minuman - 6.577.684.000 - - 6.577.684.000
Pendapatan operasional lainnya 191.442.100 - 191.442.100
Lain-lain 68.223.055 - 68.223.055
Jumlah pendapatan 15.715.222.329 6.577.684.000 259.665.155 - 22.552.571.484
BEBAN POKOK
Kamar (4.172.686.762) - - - (4.172.686.762)
Makanan dan minuman - (3.941.747.146) - - (3.941.747.146)
Pendapatan operasional
lainnya - - (79.408.748) - (79.408.748)
Lain-lain - - (10.739.500) - (10.739.500)
Jumlah beban pokok (4.172.686.762) (3.941.747.146) (90.148.248) - (8.204.582.156)
Laba kotor 11.542.535.567 2.635.936.854 169.516.907 - 14.347.989.328
Beban Penjualan (1.091.950.350) - - - (1.091.950.350)
Beban Umum dan
Administrasi (10.649.076.466) (12.021.957.194) - 660.000.000 (22.011.033.660)
Jasa Giro 556.062 141.484.656 - - 142.040.718
Beban Keuangan (6.490.911.929) - - - (6.490.911.929)
Beban Pajak (1.089.019.373) - - - (1.089.019.373)
Penyisihan Penurunan
Nilai Piutang 1.156.487 - - - 1.156.487
Amortisasi Biaya
Transaksi Utang Bank - - - - -
Laba (Rugi)
Penjualan Aset Tetap 21.793.694 - - 21.793.694
Lain-lain - Bersih - 675.409.928 (660.000.000) 15.409.928
RUGI SEBELUM PAJAK
FINAL DAN PAJAK
PENGHASILAN (7.754.916.308) (9.244.535.684) 844.926.835 - (16.154.525.157)
Penyesuaian
Tahun Lalu 1.963.745 1.963.745
RUGI SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN (7.754.916.308) (9.242.571.939) 844.926.835 - (16.152.561.412)
Manfaat Pajak
Penghasilan (96.345.678) (364.828.198) (461.173.876)
RUGI TAHUN
BERJALAN (7.851.261.986) (9.607.400.137) 844.926.835 - (16.613.735.288)
66
Page 74
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
2024
Hotel Restoran Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan
Direklasifikasi ke
Laba Rugi:
Pengukuran Kembali
Liabilitas Imbalan
Kerja 88.988.061 - - - 88.988.061
Manfaat (Beban) Pajak
Pajak Penghasilan
Terkait (19.577.373) - - - (19.577.373)
Penghasilan
Komprehensif Lain
Tahun Berjalan 69.410.688 - - - 69.410.688
JUMLAH LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (7.781.851.298) (9.607.400.137) 844.926.835 - (16.544.324.600)
RUGI TAHUN BERJALAN
YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (7.851.261.986) (9.553.333.108) 945.226.143 - (16.459.368.951)
Kepentingan
Non-Pengendali - (54.067.029) (100.299.308) (154.366.337)
(7.851.261.986) (9.607.400.137) 844.926.835 - (16.613.735.288)
JUMLAH LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (7.781.851.298) (9.553.428.612) 945.226.143 - (16.390.053.767)
Kepentingan
Non-Pengendali (53.971.525) (100.299.308) (154.270.833)
(7.781.851.298) (9.607.400.137) 844.926.835 - (16.544.324.600)
Jumlah Aset
Konsolidasian 278.393.194.499 13.437.210.673 136.628.845.620 (7.316.838.177) 421.142.412.615
Jumlah Liabilitas
Konsolidasian (113.762.044.492) (82.683.754.188) (31.175.747.106) 1.466.838.180 (226.154.707.606)
67
Page 75
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
2023
Hotel Restoran Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
PENDAPATAN
Kamar 15.379.468.753 - - 15.379.468.753
Makanan dan minuman - 6.965.966.337 - - 6.965.966.337
Pendapatan operasional lainnya - - 178.210.654 - 178.210.654
Lain-lain - - 61.611.154 - 61.611.154
Jumlah pendapatan 15.379.468.753 6.965.966.337 239.821.808 - 22.585.256.898
BEBAN POKOK
Kamar (3.608.997.211) - - (3.608.997.211)
Makanan dan minuman - (4.070.172.235) - - (4.070.172.235)
Pendapatan operasional
lainnya - (82.556.813) - (82.556.813)
Lain-lain - (12.930.495) - (12.930.495)
Jumlah beban pokok (3.608.997.211) (4.070.172.235) (95.487.308) - (7.774.656.754)
Laba kotor 11.770.471.542 2.895.794.102 144.334.500 - 14.810.600.144
Beban Penjualan - (1.012.577.807) - - (1.012.577.807)
Beban Umum dan
Administrasi (10.152.497.468) (10.344.067.428) (222.442.163) 660.000.000 (20.059.007.059)
Jasa Giro 2.781.701 166.783.708 - - 169.565.409
Beban Keuangan (2.047.535) (7.671.311.325) - - (7.673.358.860)
Beban Pajak (444.749.923) - - - (444.749.923)
Penyisihan Penurunan
Nilai Piutang - 206.734.889 - - 206.734.889
Amortisasi Biaya
Transaksi Utang Bank - - - - -
Laba (Rugi)
Penjualan Aset Tetap 113.120.000 - - 113.120.000
Pendapatan Sewa - - - - -
Lain-lain - Bersih 666.045.864 203.205.292 (45.724.139) (660.000.000) 163.527.017
RUGI SEBELUM PAJAK
FINAL DAN PAJAK
PENGHASILAN 1.953.124.181 (15.555.438.569) (123.831.802) - (13.726.146.190)
Penyesuaian
Tahun Lalu - 722.446.560 - - 722.446.560
RUGI SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN 1.953.124.181 (14.832.992.009) (123.831.802) - (13.003.699.630)
Manfaat Pajak
Penghasilan (11.344.198) (660.689.799) - - (672.033.997)
RUGI TAHUN
BERJALAN 1.941.779.983 (15.493.681.808) (123.831.802) - (13.675.733.627)
68
Page 76
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
2023
Hotel Restoran Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan
Direklasifikasi ke
Laba Rugi:
Pengukuran Kembali
Liabilitas Imbalan
Kerja (82.153.563) 3.009.226 - - (79.144.337)
Surplus Revaluasi
Aset Tetap 29.021.572.058 - 9.092.570.000 - 38.114.142.058
Manfaat (Beban) Pajak
Pajak Penghasilan
Terkait (6.366.672.069) (662.030) (2.000.365.400) - (8.367.699.499)
Penghasilan
Komprehensif Lain
Tahun Berjalan 22.572.746.426 2.347.196 7.092.204.600 - 29.667.298.222
JUMLAH LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 24.514.526.409 (15.491.334.612) 6.968.372.798 - 15.991.564.595
RUGI TAHUN BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (9.935.461.559) (3.437.408.180) (241.349.672) - (13.614.219.411)
Kepentingan
Non-Pengendali - (34.697.586) (26.816.630) - (61.514.216)
(9.935.461.559) (3.472.105.766) (268.166.302) - (13.675.733.627)
JUMLAH LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 12.637.284.867 (3.435.060.984) 6.141.634.468 - 15.343.858.351
Kepentingan
Non-Pengendali - (34.697.586) 682.403.830 - 647.706.244
12.637.284.867 (3.469.758.570) 6.824.038.298 - 15.991.564.595
Jumlah Aset
Konsolidasian 285.841.946.028 92.259.086.217 137.405.882.420 (81.356.572.985) 434.150.341.680
Jumlah Liabilitas
Konsolidasian (111.066.616.985) (156.108.477.249) (30.949.790.823) 75.506.572.985 (222.618.312.072)
69
Page 77
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. RUGI PER SAHAM DASAR
2024 2023
Rugi untuk perhitungan Rugi Bersih per saham (16.613.735.288) (13.675.733.627)
Jumlah Lembar Saham
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa yang Beredar
untuk perhitungan Rugi Bersih per saham Dasar 1.000.000.000 1.000.000.000
Pengaruh Efek Berpotensi Saham Biasa yang Dilutif -
Waran 199.996.021 199.996.021
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa untuk
Perhitungan Rugi Bersih per Saham Dilusian 800.003.979 800.003.979
Rugi per saham:
- Dasar (16,61) (13,68)
34. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK ARUS KAS KONSOLIDASIAN
a. Aktivitas Non Kas yang Signifikan
2024 2023
Reklasifikasi Aset Tetap dalam Pembangunan ke Aset
Tetap Pemilikan Langsung 525.207.136 373.051.834
b. Perubahan Liabilitas yang Timbul dari Aktivitas Pendanaan
2024
Perubahan Non
2023 Arus Kas Sewa Guna Usaha 2024
Kas
Utang Lain-lain
Pihak Berelasi 97.017.956.168 11.377.822.062 - - 108.395.778.230
Utang Bank 66.286.019.109 (7.800.000.000) - 101.299.075 58.587.318.184
Liabilitas Sewa
Pembiayaan 153.860.000 (65.940.000) - - 87.920.000
Jumlah Liabilitas
dari Aktivitas
Pendanaan 163.457.835.277 3.511.882.062 - 101.299.075 167.071.016.414
2023
Perubahan Non
2022 Arus Kas Sewa Guna Usaha 2023
Kas
Utang Lain-lain
Pihak Berelasi 84.301.322.583 12.716.633.585 - - 97.017.956.168
Utang Bank 73.380.745.121 (7.200.000.000) - 105.273.988 66.286.019.109
Liabilitas Sewa
Pembiayaan - (43.960.000) - 197.820.000 153.860.000
Jumlah Liabilitas
dari Aktivitas
Pendanaan 157.682.067.704 5.472.673.585 - 303.093.988 163.457.835.277
70
Page 78
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. KELANGSUNGAN USAHA
Pada laporan posisi keuangan konsolidasian dan laporan perubahan ekuitas konsolidasian, tercatat
jumlah akumulasi kerugian sampai dengan 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar
Rp114.862.484.236 dan Rp98.403.115.285.
Perusahaan menjalankan kegiatan usahanya melalui Entitas Anak yaitu DMW dan TKP. DMW
bekerjasama dengan pemilik merk Sotis Hotel, yang merupakan operator dari 3 hotel yang dimiliki oleh
Perusahaanya itu Sotis Hotel Falatehan Jakarta, Sotis Residence Perjernihan Jakarta dan Sotis Villa
Canggu Bali. TKP memiliki aset tanah dan akan mengoperasikan kawasan di Tanjung Karoso, Sumba
Barat Daya.
DMW sebagai pemegang kendali perhotelan akan terus mengembangkan perhotelan dari aset yang
dimiliki oleh Perusahaan di masa yang akan datang. Pencapaian dan rencana manajemen di dalam
upaya mengembangkan perhotelan, sebagai berikut:
1. Mengeksplorasi penawaran produk dan jasa yang inovatif, di luar produk kamar hotel, makanan
dan minuman melalui pengoptimalan lahan dan ruang yang dimiliki di seluruh properti dengan:
• Perluas varian produk dan jasa diluar kamar, makanan, dan minuman;
• Optimalisasi pemanfaatan ruang di seluruh aset;
• Berkolaborasi dengan pihak ketiga untuk formulasi produk dan jasa baru.
2. Mengimplementasikan program peningkatan dan renovasi aset untuk meningkatkan kualitas aset
properti guna memperpanjang masa penggunaannya dengan:
• Renovasi aset (yang sedang berlangsung);
• Implementasi Rencana Pembaharuan dan Perbaikan Properti;
• Standarisasi desain dan interior;
TKP akan berfungsi untuk mewujudkan rencana strategis Perusahaan jangka waktu panjang dalam
meningkatkan zona pariwisata di Tanjung Karoso, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
36. PERISTIWA SIGNIFIKAN
a. Perjanjian sewa
Hotel Sotis
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 212/LGL-PSM/XII/2024 tanggal
30 Desember 2024, Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Falatehan I Nomor 21-22,
Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dipakai untuk Hotel Sotis Falatehan.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan
31 Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat
diperpanjang setiap tahun berikutnya.
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 210/LGL-PSM/XII/2024 tanggal
30 Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Raya Kayu Tulang,
Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, Badung yang dipakai untuk Sotis Villa Canggu.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan
31 Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat
diperpanjang setiap tahun berikutnya.
71
Page 79
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. PERISTIWA SIGNIFIKAN (signifikan)
a. Perjanjian sewa (lanjutan)
Hotel Sotis (lanjutan)
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 211/LGL-PSM/XII/2022 tanggal
30 Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Penjernihan I No. 10B,
Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dipakai untuk Sotis Residence Penjernihan.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan
31 Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat
diperpanjang setiap tahun berikutnya.
b. Peristiwa Kontinjensi
Peristiwa kontinjensi antara lain : karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi; estimasi dari dampak
keuangannya; indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus keluar
sumber daya; dan kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga tidak ada.
72
Page 80
LAMPIRAN
Page 81
PT SATRIA MEGA KENCANA - Entitas Induk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
PER 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2024 31 Desember 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 20.571.498 738.698.434
Piutang Lain-lain
Pihak Ketiga - 23.150.000
Pajak Dibayar Dimuka 4.799.590.350 4.776.330.887
Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka 398.446.103 396.737.748
Jumlah aset lancar 5.218.607.951 5.934.917.069
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Pihak Berelasi 1.429.838.179 2.395.692.965
Biaya Dibayar Dimuka - 2.951.337
Investasi pada Entitas Anak 5.850.000.000 5.850.000.000
Aset Tetap 265.894.748.369 271.658.384.657
Jumlah aset tidak lancar 273.174.586.548 279.907.028.959
JUMLAH ASET 278.393.194.499 285.841.946.028
Catatan laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
Page 82
PT SATRIA MEGA KENCANA - Entitas Induk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
PER 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Lain-Lain:
- Pihak Ketiga 158.728.405 157.627.013
- Pihak Berelasi - 72.764.278.311
Utang Pajak 76.660.551 121.921.222
Beban Akrual 245.296.881 257.600.150
Jumlah utang jangka pendek 480.685.837 73.301.426.696
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi 86.436.286.634 10.441.864.479
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu
Satu Tahun:
- Utang Bank
- Liabilitas Sewa Pembiayaan
Liabilitas Imbalan Pascakerja 842.975.370 1.357.654.172
Liabilitas pajak tangguhan 26.078.900.974 25.965.671.638
Jumlah utang jangka panjang 113.358.162.978 37.765.190.289
JUMLAH UTANG 113.838.848.815 111.066.616.985
EKUITAS
Modal Saham
Modal dasar - 2.400.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 1.000.000.075 lembar saham 100.000.397.900 100.000.397.900
Tambahan Modal Disetor 14.491.453.870 14.491.453.870
Laba (Rugi) Tahun Lalu (35.763.157.700) (25.827.696.141)
Pendapatan Komprehensif Lainnya 133.150.839 73.290.595
Surplus Revaluasi Aset Tetap - Bersih 95.973.344.378 95.973.344.378
Saldo Laba Berjalan (10.280.843.603) (9.935.461.559)
Jumlah Ekuitas yang Dapat
Diatribusikan kepada Pemilik Induk 164.554.345.684 174.775.329.043
Kepentingan Non Pengendali
JUMLAH EKUITAS 164.554.345.684 174.775.329.043
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 278.393.194.499 285.841.946.028
Catatan laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
Page 83
PT SATRIA MEGA KENCANA - Induk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2024 2023
PENDAPATAN USAHA - -
BEBAN POKOK PENDAPATAN - -
LABA BRUTO - -
BEBAN USAHA
Beban Umum dan Administrasi (10.649.076.466) (10.152.497.468)
Jumlah Beban Usaha (10.649.076.466) (10.152.497.468)
LABA (RUGI) USAHA (10.649.076.466) (10.152.497.468)
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Jasa Giro 556.062 2.781.701
Beban Keuangan (935.944) (2.047.535)
Beban Pajak (110.000.000) (444.749.923)
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap 3.693.694 6.350.000
Lain-lain - Bersih 571.264.729 666.045.864
Jumlah pendapatan (beban) lain-lain 464.578.541 228.380.107
LABA (RUGI) SEBELUM
PAJAK PENGHASILAN (10.184.497.925) (9.924.117.361)
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Pajak Tangguhan (96.345.678) (11.344.198)
Jumlah manfaat (beban) pajak penghasilan (96.345.678) (11.344.198)
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN (10.280.843.603) (9.935.461.559)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAINNYA
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja 76.743.902 (82.153.563)
Surplus Revaluasi Aset Tetap - 29.021.572.058
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Terkait (16.883.658) (6.366.672.069)
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF (10.220.983.359) 12.637.284.867
Catatan laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
Page 84
PT SATRIA MEGA KENCANA - Induk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo Laba Surplus Penghasilan
Ditempatkan dan Tambahan modal
Belum Ditentukan Revaluasi Aset Jumlah Ekuitas
Disetor penuh disetor Komprehensif lain
Penggunaannya Tetap - Bersih
Saldo per 1 Januari 2023 100.000.007.500 14.489.466.870 (25.827.696.140) 73.336.518.173 137.370.374 162.135.666.777
Setoran modal 390.400 1.987.000 - - - 2.377.400
Rugi tahun berjalan - - (9.935.461.560) - - (9.935.461.560)
Revaluasi aset - - - 22.636.826.205 - 22.636.826.205
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - - - (64.079.779) (64.079.779)
Saldo per 31 Desember 2023 100.000.397.900 14.491.453.870 (35.763.157.700) 95.973.344.378 73.290.595 174.775.329.043
Laba tahun berjalan - - (10.280.843.603) - - (10.280.843.603)
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - - - 59.860.244 59.860.244
Saldo per 31 Desember 2024 100.000.397.900 14.491.453.870 (46.044.001.303) 95.973.344.378 133.150.839 164.554.345.684
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terspisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan
Page 85
PT SATRIA MEGA KENCANA - Induk
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2024 DAN 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas yang dibayarkan kepada Pemasok - (283.947.277)
Kas yang dibayarkan kepada Karyawan (3.144.053.669) (3.413.243.018)
Pembayaran pajak penghasilan (178.520.134) -
Penerimaan bunga 556.062 2.781.701
Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya (1.498.902.910) (1.076.227.985)
Kas neto diperoleh dari
aktivitas operasi (4.820.920.651) (4.770.636.579)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset hak guna - -
Perolehan aset tetap (98.000.001) (461.067.875)
Hasil penjualan aset tetap 3.693.694 6.350.000
Kas neto diperoleh dari
aktivitas investasi (94.306.307) (454.717.875)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Peningkatan Modal Disetor - 2.377.400
Peningkatan (Penurunan) Utang Lain-lain - Pihak Berelasi 3.231.245.236 3.046.180.500
(Peningkatan) Penurunan Piutang Lain-lain - Pihak Berelasi 965.854.786 441.323.358
Kas neto diperoleh dari
aktivitas pendanaan 4.197.100.022 3.489.881.258
KENAIKAN (PENURUNAN)
NETO KAS DAN BANK (718.126.936) (1.735.473.196)
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 738.698.434 2.474.171.630
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 20.571.498 738.698.434
Catatan laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
Names mentioned 58 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo
p.13
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×5
unresolved
org
PT Tanjung Karoso Permai
p.14 ×5
unresolved
org
PT Dwimukti Mitra Wisata
p.14 ×11
unresolved
person
Floreta Tane
· Direktur Utama
p.15 ×2
unresolved
—
Sorta Delima Rosida Elisabeth Cesilia
· Direktur
p.15 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15
unresolved
person
Maskanah
· Anggota
p.15
unresolved
person
Margaretha
· Sekretaris Perusahaan
p.15 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.20 ×3
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.33 ×2
unresolved
org
KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan
p.34 ×2
unresolved
org
KJPP Pung's Zulkarnain
p.34 ×2
unresolved
org
Bank Bukopin Tbk
p.34 ×2
unresolved
org
PT Mitra Global Holiday
p.35
unresolved
org
PT Setia
p.39 ×2
unresolved
person
Ir. Aguson Rosano. MAPPI
p.40
unresolved
org
Bapepam-LK
p.40 ×2
unresolved
org
PT Dwimukti Graha Elektrindo Di
p.41
unresolved
org
PT Dwimukti Inti Boga
p.41 ×5
unresolved
org
PT Sotis Hotel Manajemen
p.41 ×5
unresolved
org
PT Sungai Mas Propertindo Di
p.41
unresolved
org
PT Sungai Mas Propertindo
p.42 ×2
unresolved
org
PT Dwimukti Graha Elektrindo
p.42 ×6
unresolved
org
PT SMK
p.43
unresolved
org
PT DMW
p.43
unresolved
org
PT TKP
p.43
unresolved
org
PT Satria Mega Kencana. Perjanjian
p.43 ×2
unresolved
org
PT Satria Mega Perkasa. SMK
p.47
unresolved
org
PT Rumah Duta Pangan
p.51
unresolved
org
PT Yuza Graha Gemilang Raya
p.51
unresolved
org
PT Seiga Plus Energy
p.51
unresolved
org
PT Paskomnas Niaga Utama
p.51
unresolved
org
PT Fitra Food International
p.51
unresolved
org
PT Sentral Sari Prima Sentosa
p.51
unresolved
org
PT Sahih Mitra Sinergi
p.51
unresolved
org
PT Sari Tirta Indonesia
p.51
unresolved
person
Akta Notaris Christina Dwi Utami
p.63 ×6
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.63
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.64
unresolved
—
Agio Saham - Penawaran Umum Perdana
p.64
unresolved
—
Subjumlah
p.64
unresolved
—
Agio Saham - Saham Waran
p.64
unresolved
—
Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas Sepengendali
p.64
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.