Skip to content
Back to announcement

LK TIRT 31 Des 2024.pdf

Financial statement Text extracted TIRT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 48

Page 1 OCR 0.955
PT TIRTA MAHAKAM
RESOURCES TBK

Laporan Keuangan
Tanggal 31 Desember 2024
Dan Untuk Tahun yang Berakhir
Pada Tanggal Tersebut
Beserta Laporan Auditor Independen
(Mata Uang Rupiah Indonesia)

PT TIRTA MAHAKAM
RESOURCES TBK

Financial Statements
As of December 31, 2024
And For The Year
Then Ended
With Independent Auditor's Report
(Indonesian Rupiah Currency)
Page 2 OCR 0.943
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

LAPORAN KEUANGAN

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
PADA 31 DESEMBER 2024
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH,
KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

FINANCIAL STATEMENTS

FOR THE YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2024
(EXPRESSED IN RUPIAH,
UNLESS OTHERWISED STATED)

Laporan Auditor Independen
Laporan Posisi Keuangan

Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif Lain

Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan Arus Kas

Catatan atas Laporan Keuangan

DAFTAR ISI/
TABLE OF CONTENTS

Halaman/Pages

enno

Independent Auditor's Report
Statement of Financial Position

Statement of Profit or Loss and
Other Comprehensive Income

Statement of Changes in Eguity
Statement of Cash Flows

Notes to the Financial Statements
Page 3 OCR 0.865
7x PT. Tirta Mahakam Resources Tbk

SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG
TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2024 DAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
DIRECTORS' STATEMENT REGARDING
RESPONSIBILITY FOR THE FINANCIAL STATEMENTS
AAS OF DECEMBER 31, 2024 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

Saya yang bertandatangan dibawah ini: 1, the undersigned:
Nama / Name & Djohan Surja Putra
Alamat kantor / Office address £ Gapura Prima Office Tower (The Bellezza) Lt.20
Jl. LetJend, Soepono No. 34 Arteri Permata Hijau, Jakarta Selatan 12210
Alamat Domisili sesuai KTP £ Jl Tosiga II Blok M12
atau kartu identitas lain/ RTIRW 010/004 Kelurahan Kebon Jeruk
Domicile as stated in ID Card Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Nomor telepon / Phone number 1. 4162-21256 75717
Jabatan / Position 1 Presiden Direktur / President Director

Menyatakan bahwa : State that :

1. Bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian 1, Iam responsible for the preparation and presentation of
laporan keuangan Perusahaan, the Company's financial statements :

2. Laporan keuangan Perusahaan telah disusun dan 2. The Company's financial statements have been
disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan prepared and presented in accordance with the enacted
yang berlaku di Indonesia. Indonesian Financial Accounting Standards,

3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan 3. a All information has been fully and correctly

Perusahaan telah dimuat secara lengkap dan benar, disclosed in the Company's financial statements:
b. Laporan keuangan Perusahaan tidak mengandung b. The Company's financial statements do not contain

informasi atau fakta material yang tidak benar, dan

tidak menghilangkan informasi atau fakta material, Taloe “meterai Iilarmation "Orstaria. io Oia

ommit material informartion or facts,

4. Bertanggungjawab atas sistem pengendalian interen 4. I am responsible for the Company's internal control
dalam Perusahaan. systems.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. This statement letter is made truthfully.

Jakarta, 26 Maret/March 26, 2025

Djohan Surja Putra

Presiden Direktur / President Director
Hoa Ofico : Samarinda Branch : Bukuan Factory
The Bollezza JI. P Antasari No. 61 Kelurahan Bukuan
Permata Hijau Office Tower Lt. 20 Samarinda 75127 Kecamatan Palaran Samarinda,
Jl. Letjen Soepeno No. 34 Kalimantan Timur - Indonesia. Kalimantan Timur - indonesia.
“Kebayoran Lama - Jakarta Selatan 12210 Phone. : 622541-731533, 741374223 Phone. : 62:541-881608-09
Phone. :62-21-25875 717 Fax. :622541-732909 62-541-681619

Fax, 162:21-30485 599 Fax. :62-541-681477
Page 4 OCR 0.904
S. MANNAN, ARDIANSYAH & REKAN

REGISTERED PUBLIC ACCOUNTANTS
SIU KAP Nomor - KEP-93KM, 12012

No, : 00028/2.0890/AU-.1/04/1495-2/1/111/2025
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Kepada Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan
Direksi

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES, Tbk

Member of

INTEGRA & INTERNATIONAL”
No. : 00028/2.0890/: 1495-2/1/111/202.
INDEPENDENT AUDITORS' REPORT

The Shareholder, the Boards of Commissioners and
Directors

Opini

Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Tirta
Mahakam Resources Tbk (“Perusahaan”),.yang terdiri
dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember
2024, serta laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan
laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut, serta catatan atas laporan keuangan,
termasuk ikhtisar kebijakan akuntansi yang signifikan

Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir
menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
material, posisi keuangan Perusahaan tanggal 31
Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus
kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia.

Basis Opini

Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar
Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar
tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan
Keuangan pada laporan kami. Kami independen
terhadap Perusahaan berdasarkan ketentuan etika yang
relevan dalam audit kami atas laporan keuangan di
Indonesia, dan kami telah memenuhi tanggung jawab
etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami
yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah
cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi
opini audit kami.

Ketidakpastian Material yang Terkait dengan
Kelangsungan Usaha

Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 28 atas
laporan keuangan yang mengindikasikan bahwa
Perusahaan telah mengalami kerugian berulang dan
menghasilkan rugi komprehensif sebesar
Rp40.074.620.641 untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 yang menimbulkan
defisiensi modal sebesar Rp 675.659.087.818 pada
tanggal 31 Desember 2024. Kondisi ini beserta hal-hal
lainnya yang diungkapkan dalam Catatan 28 atas
laporan keuangan terlampir, mengindikasikan adanya
suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan
keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk
mempertahankan kelangsungan usahanya. Opini kam
tidak dimodifikasi sehubungan dengan hz

landak Barat

F
ta - Indonesia

Opinion

We have audited the accompanying
Jinancial statements of PT Tirta Mahakam Resoources
Tbk ("the Company”), which comprise the statement of
financial position as of December31, 2024, the
statements of profit or loss and other comprehensive
income, changes in eguity and cash flows for the year
then ended, and notes to the financial statements,
including a summary of significant accounting
policies.

In our opinion, the accompanying financial statements
present fairly, in all material respects, the financial
position of the Company as of December 31, 2024, and
its financial performance and its cash flows for the year
then ended, in accordance with Indonesian Financial
Accounting Standards.

Basis for Opinion

We conducted our audit in accordance with Standards
on Auditing established by the Indonesian Institute of
Certified Public Accountants. Our responsibility under
those standards are further described in the Auditors '
Responsibilities for the Audit of the Financial
Statements section of our report. We are independent
Of ihe Company in accordance with the etchical
reguirements that are relevant to our audit of the
Jinancial statements in Indonesia, and we have fulfilled
Our other ethical responsibilities in accordance with
Ihese reguirements. We believe that the audit evidence
we have obtained is sufficient and appropriate to
provide a basis for our opinion.

Material Uncertainty Related to Going Concern

We draw attenuon to Note 28 in
statements, which indicates that the Ci
recurring losses and resulted a Ce an af
Rp 40,074,620,641 for the year ended December 31,
2024 which resulted a capital deficiency of
Rp 675.659,087,818 as of' 31. 2024. These
conditions, along with other 1 matters disclosed in Note
28 in the accompany! statements, indicate
Ihe existence of ma I uncertanty that may cause
significant doubt al . Company's ability to
continue as a Our opinion is not
modified in res

(021) 7342724, mtr ANK 2006
infow sans.co.id

Yel
Email

Page 5 OCR 0.903
Hal Audit Utama

Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut
pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang
paling signifikan dalam audit kami atas laporan
keuangan periode kini. Hal-hal tersebut disampaikan
dalam konteks audit kami atas laporan keuangan secara
keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas
laporan keuangan terkait, kami tidak menyatakan suatu
opini terpisah atas hal audit utama tersebut.

Hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami
diuraikan sebagai berikut.

Utang pihak berelasi dan utang pemegang Saham
Lihat Catatan 14 dan 15 atas laporan keuangan.

Pada tanggal 31 Desember 2024, nilai tercatat utang
pihak berelasi dan utang pemegang saham oleh
Perusahaan — adalah — masing-masing — sebesar
Rp 55.087.014.600 dan Rp 787.997.636.825. Total
jumlah tersebut adalah setara 469Yo dari total aset
Perusahaan. Kami fokus pada akun-akun ini karena
nilai tercatat utang-utang tersebut material terhadap
laporan keuangan.

Bagaimana audit kami merespons Hal Audit Utama

Kami melakukan prosedur audit atas hal ini, termasuk
sebagai berikut:

- Kami memahami status utang pihak berelasi dan
utang pemegang saham Perusahaan.

- Kami mereviu perjanjian pinjaman Perusahaan
terhadap pihak berelasi dan kepada pemegang
saham dan mempertimbangkan dampaknya
terhadap laporan keungan serta jaminan yang
dimiliki oleh Perusahaan terkait utang-utang
tersebut.

- Kami memeriksa dokumen risalah rapat antara
Perusahaan baik dengan pihak berelasi maupun
pemegang saham terkait dengan pembaharuan
mata uang pinjaman,

- Kami mendiskusikan dengan manajemen atas
perkembangan utang-utang tersebut pada periode
kini, bagaimana manajemen mengkaji dan
mempertimbangkan perkembangan terkini atas
utang-utang tersebut tersebut

- Kami mengirimkan dan mendapatkan jawaban
komfirmasi tertulis dari pihak berelasi dan
pemegang saham atas utang-utang tersebut

- Kami melakukan reviu atas kecukupan
pengungkapan pada catatan atas laporan
keuangan.

Berdasarkan prosedur yang dilakukan dan bukti yang
diperoleh, Perusahaan telah mengakui dan mencatat
utang pihak berelasi dan utang pemegang saham
sesuai nilai nominal.

No.: 00028/2.0890/AU.1/04/1495-2/1/111/2025 (Lanj

Key Audit Matters

Key audit matters are those matters that, in our
professional judgment, were of most significance in our
audit of the financial statements of the current period.
These matters were addressed in the context af our
audit of the financial statements as a whole, and in
Jorming our opinion thereon, and we do not provide ad
separate opinion on these matters.

The key audit matters identified in our audit are
outlined as follows.

Due to a related party and due to a shareholder
Refer to Notes 14 and 15 to the financial statements.

As of December 31, 2024 the carrying value of due to
a related party and due to a shareholder hy the
Company are amounting to Rp 55,087,014,600 and
Rp 787,997,636,825, respectively. These total amounts
were eguivalent to 46916 of the total aset, We focused
on these accounts because the carrying amounts of due
toa related party and due to a shareholder are
material to the financial statements.

How our audit addressed the Key Audit Matter

We performed audit procedures over this including the
Sollowing

-  Weunderstand the status of due to related party and
due to shareholder of the Company.

- We reviewed the Company 's loan agreemenis to ad
related party and a shareholder and consider the
impact on the financial statements and collateral
held by the Company regarding these debts.

- We checked the minutes meetings between the
Company and a related party and a shareholder
regarding the renewal of loan currency.

We discussed with management the development of
Ihese debis in the the current period, how
managemeni reviews and considers the lai
developmenus in these debis

We sent and received written cony
Jrom a related party and a sh:
Ihese dehts.
- We reviewed the adegu

notes to the financial

Based on the procedurs
obtained, the Comp, nized
due to a related K « er at
nominal value.

Page 6 OCR 0.922
Informasi lain

Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain
Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum
dalam Laporan Tahunan, tetapi tidak termasuk laporan
keuangan dan laporan auditor kami. Laporan Tahunan
diharapkan akan tersedia bagi kami setelah tanggal
laporan auditor ini.

Opini audit kami atas laporan keuangan tidak
mencakup informasi lain, dan oleh karena itu, kami
tidak dan tidak akan menyatakan bentuk keyakinan
apapun atas informasi lain tersebut.

Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan,
tanggung jawab kami adalah untuk membaca informasi
lain yang teridentifikasi di atas, jika tersedia dan, dalam
melaksanakannya, — mempertimbangkan — apakah
informasi lain mengandung ketidakkonsistensian
material dengan laporan keuangan atau pemahaman
yang kami peroleh selama audit, atau mengandung
kesalahan penyajian material.

Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami
menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan
penyajian material di dalamnya, kami diharuskan untuk
mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola dan mengambil
tindakan yang tepat berdasarkan Standar Audit yang
ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.

Tanggung jawab manajemen dan pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola terhadap
laporan keuangan

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan
penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan
atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh
manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan
keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian
material, baik yang disebabkan oleh kecurangan
maupun kesalahan.

Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen
bertanggung jawab untuk menilai kemampuan
Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan
usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya,
hal- hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha,
dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha,
kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi
Perusahaan atau menghentikan operasi, atau tidak
memiliki — alternatif” yang — realistis — selain
melaksanakannya.

Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan
keuangan Perusahaan.

No.: 00028/2.0890/AU.1/04/1495-2/1/111/2025 (Lani

Other information

Management is responsible for the other information.
Other information comprises the information included in
Ihe Annual Report, but does not include the financial
statements and our auditors ' report thereon. The Annual
Report is expected to be made available to us after the
date of this auditors' report

Our opinion on the financial statements does not cover
Ihe other information, and accordingly, we do not and
will not express any form df assurance conclusion
thereon.

In connection with our audit of the financial statements,
our responsibility is to read the other information
identifed above when it becomes available and, in doing
s0, consider whether the other information is materially
inconsistent with the financial statements or our
knowledge obtained in the audit, or otherwise appears to
be materially misstated.

When we read the Annual Report, if we conclude that
Ihere is a material misstatement therein, we are
reguired to communicate the matter to those charged
with governance and take appropriate actions in
accordance with Standards on Auditing established by
Ihe Indonesian Institute of Certified — Public
Accountants.

Responsibilities of management and those charged
with governance for the financial statements

Management is responsible for the preparation and
Sair presentation of such financial statements in
accordance with Indonesian Financial Accounting
Standards. “and for such internal control as
management determines is necessary to enable the
preparation of financial statements that are free from
material misstatemeni, whether due to fraud or error.

In preparing the financial statements, management is
responsible for assessing the Company's ability to
continue as a going concern, disclosing, as applical
matters related to going concern, and using the
concern basis of accounting, unless managem

intends to liguidate the Company or
Operations, or has no realistic altern:

Overseeing the Compaj
Page 7 OCR 0.897
Tanggung jawab auditor terhadap audit atas
laporan keuangan

Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan
memadai tentang apakah laporan keuangan secara
keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material,
baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor
independen yang mencakup opini kami. Keyakinan
memadai merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi,
namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit
yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan
selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika
hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan
oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap
material jika, baik secara individual maupun agregat,
dapat diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi
keputusan ekonomi yang dibuat oleh pengguna
berdasarkan laporan keuangan tersebut.

Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar
Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
mempertahankan skeptisisme profesional selama audit.
Kami juga:

#e Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan
penyajian material dalam laporan keuangan, baik
yang disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur
audit yang responsif terhadap risiko tersebut, serta
memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk
menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak
terdeteksinya kesalahan penyajian material yang
disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi daripada
yang disebabkan oleh kesalahan, karena
kecurangan dapat melibatkan kolusi, pemalsuan,
penghilangan — secara — sengaja, — kesalahan
representasi, atau pengabaian pengendalian
internal,

# Memperoleh — suatu — pemahaman — tentang
pengendalian internal yang relevan dengan audit
untuk mendesain prosedur audit yang tepat sesuai
dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan
menyatakan — opini — atas — keefektivitasan
pengendalian internal Perusahaan.

# Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang
digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
pengungkapan terkait yang dibuat oleh
manajemen.

No.: 00028/2.0890/AU.1/04/1495-2/1/11/2025

Auditors' responsibilities for the audit of the financial
statements

Our  objectives are to obtain — reasonable
assurance about whether the financial statemens
taken as a whole are free from material misstatement,
whether due to fraud or error, and to issue an
independent auditors ' report that includes our opinion.
Reasonable assurance is a high level of assurance, but
is not a guarantee that an audit conducted in
accordance with Standards on Auditing will always
detect @ material misstatement when it exists
Misstatemenis can arise from fraud or error and are
considered material if. individually or in the
aggregate, they could reasonably be expected ta
influence the economic decisions of users taken on the
basis of such financial statements.

As part of an audit in accordance with Standards on
Auditing, we exercise professional judgment and
maintain professional skepticism throughout the audit.
We also:

e  Identifv and assess the risks of material
misstatement of the financial statements, whether
due to fraud or error, design and perform audit
procedures responsive to those risks, and obtain
audit evidence that is sufficient and appropriate
to provide a basis for our opinion. The risk af not
detecting a material misstatement resulting from
Fraud is higher than for one resulting from error,
as fraud may involve collusion,  forgerv,
intentional omissions, misrepresentations, or the
override of internal control.

« Obtain an understanding of internal control
relevant to the audit in order to design audit
procedures that are  appropriate in the
circumstances, but not for the purpose of
expressing an opinion on the effectiveness of the
Company's internal control.

#  Evaluate the appropriateness af aci
policies used and the reason
accounting estimates and relat,
made by management.
Page 8 OCR 0.908
Tanggung jawab auditor terhadap audit atas
laporan keuangan (Lanjutan)

e Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis
akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen
dan, berdasarkan bukti audit yang diperoleh,
apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang
terkait dengan peristiwa atau kondisi yang dapat
menyebabkan — keraguan signifikan — atas
kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan
kelangsungan usahanya. Ketika kami
menyimpulkan bahwa terdapat suatu
ketidakpastian material, kami diharuskan untuk
menarik perhatian dalam laporan auditor
independen kami ke pengungkapan terkait dalam
laporan keuangan atau, jika pengungkapan
tersebut tidak memadai, memodifikasi opini kami.
Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit
yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor
independen kami. Namun, peristiwa atau kondisi
masa depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak
dapat mempertahankan kelangsungan usahanya.

# Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan
keuangan — secara — keseluruhan, — termasuk
pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan
mencerminkan transaksi dan peristiwa yang
mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai
penyajian wajar.

Kami mengomunikasikan kepada pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara
lain, ruang lingkup dan saat yang direncanakan atas
audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap
defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang
teridentifikasi oleh kami selama audit.

Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak
yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami
telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai
independensi, serta mengomunikasikan kepada pihak
tersebut seluruh hubungan, serta hal-hal lain yang
dianggap secara wajar berpengaruh terhadap
independensi kami, dan jika relevan, pengamanan
terkait.

No.: 00028/2.0890/AU.1/04/1495-2/1/111/21

Auditors' responsibilities for the audit of the financial
statements (Continued)

@  Conclude on the appropriateness of management
use of the going concern basis of accounting and,
based on the audit evidence obtained, whether d
material uncertainty exists related to events or
conditions that may cast significant doubt on the
Company's ability to continue as a going concern.
If we conclude that a material uncertaintv exists.
we are reguired to draw attention in our
independent auditors' report to the related
disclosures in the financial statements or, if such
disclosures are inadeguate, to modify our opinion.
Our conclusions are based on the audit evidence
obtained up to the date of our independent
duditors' report. However. future events or
conditions may cause the Company to cease to
continue as a going concern.

& Evaluate the overall presentation, structure and
contents of the financial statements, including the
disclosures, and whether the financial statements
represent the underlying transactions and events
ina manner that achieves fair presentation.

We communicate with Ihosecharged with
governance regarding, among other matters, the
planned scope and timing of the audit and significant
audit findings, including any significant deficiencies in
internal control that we identifv during our audit

We also provide those charged with governance with d
statement that we have complied with relevant ethical
reguirements regarding independence, and to
communicate with them all relationships and other
matters that may reasonably be thought to bear on our
Independence, and where applicable, related

safeguards.

Page 9 OCR 0.906
Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan
hal-hal mana saja yang paling signifikan dalam audit
atas laporan keuangan periode kini dan oleh karenanya
merupakan hal audit utama. Kami menguraikan hal
audit utama tersebut dalam laporan auditor independen
kami kecuali peraturan perundang-undangan melarang
pengungkapan publik tentang hal audit utama tersebut
atau ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi,
kami menentukan bahwa suatu hal audit utama tidak
seharusnya dikomunikasikan dalam laporan auditor
independen kami karena konsekuensi yang merugikan
dari mengomunikasikannya akan - diekspektasikan
secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas
komunikasi tersebut.

From the matters communicated with those charged
with governance, we determine those matters that were
of most significance in the audit of the financial
statements of the current period and are therefore the
key audit matters. We describe such key audit matters
in our independent auditors" report unless laws or
regulations preclude public disclosure about such key
audit matters or when, in extremely rare
circumstances, we determine that a key audit matter
should not be communicated in our independen
duditors ' report because the adverse conseguences of
doing s0 would reasonably be expected to outweigh the
public interest benefits of such communication

Kantor Akuntan Publik/Registered Public Accountants
S. MANNAN, ARDIANSYAH & REKAN

Xx M. Baw:

Bi Oa

us..CPA.,CA

Izin Akuntan Publik/Public Accountant Licence No. AP.1495

Jakarta, 26 Maret 2025

No.: 00028/2.0890/AU.1/04/1495-2/1/111/2025 (Lanjutan/Continued)
Laporan ini telah di daftarkan di Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Kementerian Keuangan Res

Tlus report has been registered at the Finance Professton Si

Page 10 OCR 0.919
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH,

KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
AS OF DECEMBER 31, 2024
(EXPRESSED IN RUPIAH,

UNLESS OTHERWISED STATED)

Catatan/
Notes 2024 2023

ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan bank 3b,3r,5 857.056.473 1.184.100.482 Cash and banks
Piutang lain-lain 1.200.000 1.200.000 Other receivables
Persediaan - Neto 3c, 6 12.494.918.913 28.422.217.799 Inventories - Net
Pajak dibayar di muka 3g,12a 1.358.168.465 1.386.179.116 Prepaid taxes
Uang muka dan biaya dibayar di muka 3d. 7 41.250.424 10.495.950 Advance and prepaid expenses
Jumlah Aset Lancar 14.752.594.275 31.004.193.347 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Aset keuangan lainnya 3e, 3g, 8 651.888.000 651.888.000 Other financial assets
'Aset tetap Property, plant and

setelah dikurangi akumulasi eguipment net of

penyusutan sebesar accumulated depreciation

Rp 463.600.495.748 dan of Rp 463,600,495,748 and

Rp 443.994.596.371 masing- Rp 443,994,596,371 as

masing pada tanggal of December 31, 2024 and

31 Desember 2024 dan 2023 3f.9 162.758.244.245 182.796.731.822 2023, respectively
Beban tanaman ditangguhkan 30,10 1.724.622.784 1.729.646.701 Future crop expenditure
Jumlah Aset Tidak Lancar 165.134.755.029 185.178.266.523 Total Non-Current Assets
JUMLAH ASET 179.887.349.304 216.182.459.870 TOTAL ASSETS

(Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

The accompanying Notes to the Financial Statements

form an integral part oj these financial statements taken as a whole.
Page 11 OCR 0.920
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH,

KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
AS OF DECEMBER 31, 2024
(EXPRESSED IN RUPIAH,

UNLESS OTHERWISED STATED)

Catatan/
Notes 2024 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND E@UITY
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang usaha Account payables
Pihak ketiga 3k,11 4.473.035 10.581.324 Third parties
Pihak berelasi 3s, 11,28 39.394.418 74.387.249 Related parties
Utang lain-lain Other payables
Pihak ketiga - 164.000.000 Third parties
Utang pajak 39, 12b 4.983.446 30.235.483 Taxes payables
Biaya yang masih harus dibayar 13 41.568.674 92.404.785 Accrued expenses
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 90.419.573 371.608.841 Total Current Liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES
Utang pihak berelasi 3r, 3s,14,25 55.087.014.600 88.628.050.000 Due to related party
Utang pemegang saham 3r, 38,15,25 787.997.636.825 746.494.133.753 Due to shareholder
Liabilitas pajak tangguhan 12d 10.340.400.405 14.151.023.600 Deffered tax liability
Post employment-
Liabilitas imbalan pasca kerja 3m,16 2.030.965.719 2.122.110.853 benefits obligation
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 855.456.017.549 851.395.318.206 Total Non-current Liabilities
JUMLAH LIABILITAS 855.546.437.122 851.766.927.047 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS Ea@uITY
Capital stock -
Modal saham — Par value of Rp125 per share
Nilai nominal Rp125 per saham Authorized — 4,000,000,000
Modal dasar — 4.000.000.000 saham Shares
Modal ditempatkan dan disetor penuh Issued and fully paid
1.011.774.750 saham 17 126.471.843.750 126.471.843.750 1,011,774,750 shares
Tambahan modal disetor 18 16.238.938.333 16.238.938.833 Additional paid-in capital
Saldo laba (defisit) Retained earnings (deficit)
Telah ditentukan penggunaanya 900.000.000 900.000.000 Appropriated
Belum ditentukan penggunaanya (890.086.345.884) (849.718.072.726) Unappropriated
Penghasilan komprehensif lain Other comprehensive income
Surplus revaluasi aset 19 83.772.507.960 83.772.507.960 Surplus on revalution of assets
Pengukuran kembali Remeasurement of
imbalan kerja 16 (12.956.032.477) (13.249.684.994) employee benefits
JUMLAH EKUITAS (675.659.087.818) (635.584.467.177) TOTAL E@UITY
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 179.887.349.304 216.182.459.870 TOTAL LIABILITIES AND E@UITY

Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

The accompanying Notes to the Financial Statements

form an integral part of these financial statements taken as a whole.
Page 12 OCR 0.927
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
LAPORAN LABA RUGI DAN
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
PADA 31 DESEMBER 2024

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH,

KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
STATEMENT OF PROFIT OR LOSS

AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE YEAR ENDED

DECEMBER 31, 2024

(EXPRESSED IN RUPIAH,

UNLESS OTHERWISED STATED)

Catatan/
Notes

PENJUALAN NETO 3p,20
BEBAN POKOK PENJUALAN

RUGI KOTOR

3p, 21

Beban umum dan administrasi 2
Jumlah

RUGI USAHA

Penghasilan bunga
Beban bunga

Laba (rugi) selisih kurs - neto
Pendapatan (beban) lain-lain

Pendapatan (Beban) Lain-lain - Neto
RUGI SEBELUM PAJAK

BEBAN PAJAK
Manfaat (beban) pajak tangguhan

RUGI TAHUN BERJALAN

3g, 12c

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

Pengukuran kembali
imbalan kerja

JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN

RUGI PER SAHAM 3t, 23

Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

2024
72.657.658

(39.315.604.180)
(39.242.946.522)

(5.446.880.235)
(5.446.880.235)
(44.689.826.757)

6.866.027

(1.082.294)
422.321.603

428.105.336
(44.261.721.421)

3.893.448.263
(40.368.273.158)

293.652.517
(40.074.620.641)

(39,90)

2023
22.360.023 NET SALES
(29.216.316.998) COST OF GOODS SOLD
(29.193.956.975) GROSS LOSS

General and administrative

(6.762.527.030) expenses
(6.762.527.030) Total
(35.956.484.005) OPERATING LOSS
9.469.254 Interest income
(1.067.524.055) Interest expenses
Gain (loss) on foreign
9.469.226.667 exchange - net
(8.095.959.174) Other income (expense)
315.212.692 Other Income (Expense) - Net
(35.641.271.313) LOSS BEFORE TAX
TAX EXPENSE
2.282.608.267 Tax benefit income (expense)
(33.358.663.046) LOSS FOR THE YEAR
OTHER COMPREHENSIVE
INCOME
Remeasurement of
(331.248.957) employee benefits
TOTAL COMPREHENSIVE
(33.689.912.003) LOSS FOR THE YEAR
(32,97) LOSS PER SHARE

The accompanying Notes to the Financial Statements

form an integral part of these financial statements taken as a whole.
Page 13 OCR 0.839
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENT OF CHANGES IN E@UITY
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEAR ENDED
PADA 31 DESEMBER 2024 DECEMBER 31, 2024
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISED STATED)
Saldo laba (defisit Penghasilan komprehensif lain/
(Retained earnings (deficit) Other comprehensive income
Tambahan Telah Belum Surplus Pengukuran
Modal modal disetor/ ditentukan ditentukan revaluasi aset/
saham/ Additional penggunaannya! —— penggunaannya/ Surplus on Jumlah ekuitas/
Capital stock paidrin capital Appropriatod Unappropriated evaluation of assets Total eguity
Balance as of

Saldo 1 Januari 2023 126.471.843.750 16.238.936.833 900.000.000 89.772.507.960 (601.894.555.174) January 1, 2023
Rugi tahun berjalan - - - (93.358.663.046) - - (3.358.663.046) Loss forthe year
Penghasilan komprohensi' lain - - - - - (831.248.957) (331.248.957) Other comprehensive income

Balance as of
Saldo 31 Desember 2023 126.471.843.780 900.000.000 (649.718.072.726) 83.772.507.960 (13.249.684.994) (635.584.467.177) December 31, 2023
Rugi tahun berjalan - - - (40.368.273.158) - - (40.368.273.158) Loss for the year
Penghasilan komprehensif lain - - - - - 293652517 293652517 Other comprehensive income

Balance as of
Saldo 31 Desember 2024 126.471.843.750 16.236.938.833 900.000.000 (890.086.345.884) 83.772.507.960 (12956.032.477) (675.659.087.818) December 31,2024
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari The accompanying Notes to the Financial Statements form an Integral port of
laporan keuangan secara keseluruhan, these financial statements taken as o whole.
Page 14 OCR 0.927
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
LAPORAN ARUS KAS

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
PADA 31 DESEMBER 2024

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH,

KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
STATEMENT OF CASH FLOWS

FOR THE YEAR ENDED

DECEMBER 31, 2024

(EXPRESSED IN RUPIAH,

UNLESS OTHERWISED STATED)

Catatan/
Notes

ARUS KAS DARI
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan
Pembayaran kas kepada :
Pemasok
Karyawan
Beban-beban
Pembayaran pajak penghasilan
Penerimaan lainnya — neto"

Kas Bersih yang Digunakan untuk
/Aktivitas Operasi

ARUS KAS DARI
AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap
Penurunan beban
Tanaman ditangguhkan

Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Investasi

ARUS KAS DARI

AKTIVITAS PENDANAAN

Pembayaran bunga

Penerimaan dari pemegang saham 15
Pembayaran kepada pihak berelasi 14
Pembayaran pinjaman bank

Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Pendanaan

DAMPAK PERUBAHAN SELISIH KURS
TERHADAP KAS DAN BANK

PENURUNAN NETO
KAS DAN BANK

KAS DAN BANK
PADA AWAL TAHUN 5

KAS DAN BANK PADA
AKHIR TAHUN 5

Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

2024

72.657.658

(1.379.115.293)
(5.257.012.670)
(1.734.230.352)
(424.117.073)
281.439.882

(8.440.386.848)
147.747.748
5.023.917
152.771.665

41.503.503.072
(33.541.035.400)

7.962.467.672

(1.896.498)
(327.044.009)
1.184.100.482

857.056.473

2023
CASH FLOWS FROM
OPERATING ACTIVITIES
22.360.023 Cash receipt from customers
Payments for:
(3.072.206.973) Suppliers
(6.637.532.980) Employees
(2.196.514.999) Expenses
(478.496.019) Payments of income taxes
196.357.880 Other receipts - net
Net Cash Used in
(12.166.033.068) Operating Activities
CASH FLOWS FROM
INVESTING ACTIVITIES
1.150.000.000 Sale of fixed assets
Decrease on future
- crop expenditure
Net Cash Provided by
1.150.000.000 Investing Activities
CASH FLOWS FROM
FINANCING ACTIVITIES
(1.067.524.055) Payments of finance costs
144.163.344.800 Received from shareholder
- Payments to related perties
(132.877.000.000) Payment of bank loan
Net Cash Provided by
10.218.820.745 Financing Activities
EFFECT OF EXCHANGE RATE
CHANGES ON CASH AND
(14.576.568) BANKS
NET DECREASE IN CASH
(811.788.891) AND BANKS

CASH AND BANKS

1.995.889.373 AT BEGINNING OF THE YEAR
CASH AND BANKS
1.184.100.482 AT END OF THE YEAR

The accompanying Notes to the Financial Stotements

oem an integral partof these financial statements taken as a whole,
Page 15 OCR 0.934
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

1. UMUM

Pendirian dan Informasi Umum

PT Tirta Mahakam Resources Tbk ("Perusahaan")
didirikan berdasarkan akta No. 245 tanggal 22 April
1981 jo. Akta perubahan No. 14 tanggal 11 Januari
1982, keduanya dibuat dihadapan Notaris Kartini

Muljadi, SH. Akta pendirian Perusahaan dan
perubahannya telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat

Keputusan No. Y.A 5/48/2 tanggal 8 Mei 1982.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No. 68 tanggal
23 September 2021 tentang perubahan Anggaran
Dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan POJK
Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan
Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham
Perusahaan Terbuka jo. POJK Nomor
16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka
secara Elektronik. Perubahan ini telah diaktakan
dengan akta Notaris Leolin Jayayanti, SH.,M.Kn No.
68 tanggal 23 September 2021 dan telah disahkan
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-
AH.01.03-0454306 tanggal 29 September 2021.

Perusahaan memperoleh fasilitas Penanaman
Modal Asing berdasarkan Surat Badan Koordinasi
Penanaman Modal yaitu Pemberitahuan tentang
Persetujuan Presiden No. 081//PMA/1981 tanggal
20 Maret 1981 tentang Pemberitahuan Presiden
Republik Indonesia No. B-13/Pres/3/1981 tanggal
14 Maret 1981.

Sesuai dengan Surat Keputusan dari Badan
Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) No. 63/
1NP/2013 tanggal 5 September 2013, bahwa
Perusahaan telah berubah status dari PMA menjadi
PMDN.

Perusahaan bergerak dalam bidang industri dan
penjualan kayu lapis dan produk-produk kayu
sejenis. Perusahaan memulai produksi komersialnya
dibulan November 1983. Perusahaan berkedudukan
di Jakarta dengan lokasi pabrik di Desa Bukuan,
Samarinda, Kalimantan Timur.

PT Harita Guna Dharma Bhakti adalah entitas induk
dan merupakan entitas induk akhir Perusahaan.

Penawaran Umum Efek Perusahaan

Perusahaan telah menyampaikan Pernyataan
Pendaftaran Emisi Efek kepada Ketua Badan
Pengawasan Pasar Modal (Bapepam) sekarang
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehubungan dengan
penawaran umum 50.000.000 saham kepada
masyarakat dengan nilai nominal Rp500 per saham
pada tahun 1999. Pernyataan ini telah menjadi
efektif berdasarkan Surat Ketua Bapepam No. S-
2280/PM/1999 tertanggal 18 November 1999.
Penawaran dan pencatatan saham dilakukan di
Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek
Indonesia).

1. GENERAL

Establishment and General Information

PT Tirta Mahakam Resources Tbk (“The
Company") was established based on Deed No.
245 dated April 22, 1981 jo. Revision deed No. 14
dated January 11, 1982, both of which were made
in front of Notary Kartini Muljadi, SH. The Deed of
establishment and its Revision were approved by
the Minister of Justice of the Republic of Indonesia
in its Decision Letter No. Y.A. 5/48/2 dated May 8,
1982. The Company's article of association have
been amanded several times, most recenty by
Deed of Minute of Meeting No. 68 dated September
23, 2021 regarding changes in the Company's
Article of Association to be adjusted to POJK
Number 15/POJK.04/2020 regarding Planning and
Organizing of the General Meeting of Shareholders
of a@ Public Company jo. POJK Number
16/POJK.04/2020 regarding Implementation of the
General Meating of Shareholders of a Public
Company Electronically. This change has been
notarized by notary Leolin Jayayanti, SH,M.Kn. No.
68 dated September 23, 2021 and has been
approved by the Minister of Law and Human Rights
Of the Republic of Indonesia with Letter No. AHU-
AH.01.03-0454306 dated September 29, 2021.

The Company obtained its Foreign Direct
Investment facility based on Capital Investment
Coordinating Board's Letter No. 081//PMA/1981
dated March 20, 1981 Concerning President of the
Republic of Indonesia's Approval Letter No. B-
13/Pres/3/1981 dated March 14, 1981

In accordance with the Decree of the Capital
Investment Coordinating Board's (BKPM) No. 63/
MMIP/2013 dated September 5, 2013, that the
Company has changed the status of PMA into
PMDN.

The main business of the Company comprise of
manufacturing and selling of plywood and related
wood products. The Company started its commercial
production in November 1983. The Company's
domicilie is in Jakarta with its factories in Desa
Bukuan, Samarinda, East Kalimantan.

PT Harita Guna Dharma Bhakti is the parent entity
and is the ultimate parent of the Company.

The Company's Public Offering

The Company submitted a Registration Statement of
Public Offering to the Chairman of the Capital Market
Supervisory Agency (Bapepam) now the Financial
Services Authority (FSA) in Connection with the
public offering of 50,000,000 shares at nominal value
of Rp500 per share in 1999. The application became
effective based on the Chairman of the Capital
Market  Supervisory agency Letter  No.S-
2280/PM/1999 dated November 18, 1999. The
sShares were offered and listed in the Jakarta Stock
Exchange (now the Indonesia Stock Exchange).
Page 16 OCR 0.923
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA 31 DESEMBER 2024

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA AND FOR THE YEAR

TANGGAL TERSEBUT THEN ENDED

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
1, UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan (lanjutan)

Pada tahun 2000, Perusahaan melakukan
pemecahan saham di mana satu saham dipecah
menjadi empat saham, sehingga nilai nominalnya
berubah menjadi Rp125 per saham.

Perusahaan memperoleh pemberitahuan efektif
berdasarkan Surat Ketua Badan Pengawasan Pasar
Modal No. S-284/PM/2003 tertanggal 17 Februari
2003 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas
pertama dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
kepada para pemegang saham sejumlah
156.000.000 saham dan sejumlah 234.000.000
Waran Seri | dengan ketentuan 4 saham lama akan
mendapatkan hak membeli 1 saham baru serta 2
saham baru dari Penawaran Umum Terbatas berhak
memperoleh 3 Waran Seri | secara cuma-cuma
dengan harga penawaran sebesar Rp125 per saham.
Waran Seri I ini memberi hak kepada pemegangnya
untuk melakukan pembelian saham dengan harga
Rp125, sesuai dengan nilai nominal per saham.
Jangka waktu pelaksanaan Waran mulai dari tanggal
15 September 2003 sampai dengan 20 Maret 2006.
Pada tanggal 14 Maret 2003, Perusahaan
mencatatkan saham baru yang berasal dari
Penawaran Umum Terbatas pertama tersebut pada
Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia).

C. Struktur Perusahaan c.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Tahunan
tanggal 24 Agustus 2021, yang dituangkan dalam
akta notaris No. 67 tanggal 23 September 2021 dari
Notaris Leolin Jayayanti SH.,M.Kn., para pemegang
saham menyetujui susunan Dewan Komisaris dan
Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024
dan 2023 adalah sebagai berikut:

b. The Company's Public Offering (continued)

In 2000, the Company performed a stock split of one
Share into four shares, which changed the share
nominal value to become Rp125 per share.

The Company obtained an effective notification
based on the Chairman of the Capital Market
Supervisory Agency Letter No. S-284/PM/2003 dated
February 17. 2008 for the first Limited Public Offering
with Preemptive Right to the stockholders for
156,000,000 common share and 234,000,000 Series
I Warrant whereby 4 common share will get the right
to buy 1 new share and 2 new common shares were
entitled to get 3 Series | Warrant at no cost with the
Offering price of Rp125 per share. Series | Warrant
gives the holders the right to purchase shares at the
exercise price of Rp125 or eguivalent to par value
per share. The exercise period of Warrant is from
September 15, 2003 until March 20, 2006. On March
14, 2003 the Company listed the new shares
originated from such first Limitied Public Offering at
the Jakarta Stock Exchange (now the Indonesia
Stock Exchange).

Structure of the Company

Based on Annual General Meeting of Shareholders
dated August 24, 2021 which was notarised by
notarial deed No. 67 dated September 23, 2021 by
notary Leolin Jayayanti, SH.,M.Kn., the shareholders
prescribe composition of Board of Commissioners
and Directors of the Company as of December 31,
2024 and 2023 are as follows:

2024 dan/and 2023
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Presiden Komisaris 5 Lim Gunardi Hariyanto : President Commissioner
Komisaris Independen : Hendra Surya Independent Commissioner
Direksi Board of Directors
Presiden Direktur 8 Djohan Surja Putra : President Director
Direktur : Pohan Wijaya Po Director

Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

The composition of the Company's Audit Committee
as of December 31, 2024 are as follows:

Ketua : Hendra Surya : Chairman
Anggota : Fugiandy Andershen Member
Anggota F Woe Kim Hoy : Member

Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut

The composition of the Company's Audit Committee
as of December 31, 2023 are as follows:

Ketua $ Hendra Surya : Chairman
Anggota f Fugiandy Andershen : Member
Anggota : Aliyanto Latip 3 Member
Page 17 OCR 0.902
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

1. UMUM (lanjutan)
Cc. Struktur Perusahaan (Ianjutan)

Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, jumlah
karyawan masing-masing adalah sebanyak 48 dan 49
orang (tidak diaudit).

2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
BARU

Penerapan dari revisi standar akuntansi berikut yang

berlaku efektif mulai 1 Januari 2024, tidak menimbulkan

perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi

Perusahaan dan pengaruh yang material terhadap

laporan keuangan Perusahaan:

«  Amendemen PSAK 201 “Penyajian Laporan
Keuangan" — Liabilitas Jabgka Panjang dan
Kovenan

#  Amendemen PSAK 116 "Sewa" — Liabilitas Sewa
dan Transaksi Jual dan Sewa Balik

&  Amendemen PSAK 207 "Laporan Arus Kas"

« Amendemen PSAK 107 “Instrumen Keuangan:
Pengungkapan" - Pengaturan Pembiayaan
Pemasok

Standar akuntansi revisian berikut yang telah diterbitkan

dan relevan untuk Perusahaan berlaku efektif sejak

tanggal 1 Januari 2025 namun belum diterapkan secara

dini oleh Perusahaan:

» Amendemen PSAK 117 "Kontrak Asuransi"

. Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Perubahan
Kurs Valuta Asing”

Pada tanggal pengesahan laporan keuangan,
Perusahaan sedang mempertimbangkan implikasi dari
penerapan standar-standar tersebut, pada laporan
keuangan Perusahaan.

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN

Berikut ini adalah informasi kebijakan akuntansi material
yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan
Perusahaan yang disusun dan disajikan berdasarkan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang
mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
("PSAK") dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
(“ISAK") yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia
dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan ("BAPEPAM-LK") No. VII.G.7
tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
keuangan konsolidasian Emiten atau Perusahaan Publik,
yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-
347/BL/2012. Peraturan tersebut sekarang merupakan
regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan ("OJK").

a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan

Laporan keuangan, kecuali laporan arus kas, disusun
berdasarkan konsep akrual dan biaya perolehan
historis, kecuali beberapa akun tertentu yang diukur
dengan cara sebagaimana yang diuraikan dalam
kebijakan akuntansi di akun yang bersangkutan.

1.

2

GENERAL (continued)

c. Structure of the Company (continued)

As of December 31, 2024 dan 2023 the number of
employees are 48 and 49 personnel (unaudited),
respectively.

THE IMPLEMENTATION OF NEW STATEMENTS OF
ACCOUNTING STANDARDS

The adoption of these amended standards that are effective
beginning January 1, 2024 did not result in substantial
changes to the Company's accounting policies and had no
material effect to the Company's financial statements:

«  Amendment to PSAK 201 “Presentation of Financial
Statements” —  Non-Current Liabilities with
Covenants

e Amendment to PSAK 116 '"Leases" — Leases
Liability in Sale and Lease back

#  Amendment to PSAK 207 “Statement of Cash
Flows”

«  Amendment to PSAK 107 “Financial Instrument:
Disclosure” — Supplier Finance Agreements

The following revised accounting standards Issued and
relevant to the Company are effective from January 1,
2025 but have not been adopted early by the Company:

»  Amendment to PSAK 117 “Insurance Contracts”
#  Amendment to PSAK 221 "Lack of Exchange Ability”

As at the authorisation date of these financial statements,
the Company was assessing the implication of the above
standards, on the Company financial statements.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Presented below are the material accounting policy
information applied in the preparation of the financial
statements of ihe Company in accordance with
Indonesian Financial Accounting Standards which
comprise Statements of Financial Accounting Standards
("PSAK") and Interpretation of Financial Accounting
Standards (“SAK”) issued by Institute of Indonesian
Chartered Accountant and the Capital Market and
Financial Institution Supervisory Agency ("BAPEPAM-
LK"'s Regulation No, VII-G.7 regarding the
Presentations and Disclosures of consolidated financial
statements of listed entities, enclosed in the decision
letter No. KEP-347/BL/2012. The regulation is now a
regulation under the Indonesian Financial Services
Authority ("OJK").

a. Basic of Preparation of the Financial Statement

The financial statements, except for the statement of
cash flows, are prepared using the accrual basis and
based on historical costs, except for certain accounts
which are measured on the bases described in the
related accounting policies of those accounts.
Page 18 OCR 0.933
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(lanjutan)

a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan (lanjutan)

Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung
yang mengelompokkan penerimaan dan pengeluaran
kas dan setara kas ke dalam aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan.

Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, disajikan
dalam Rupiah (“Rp”), kecuali dinyatakan lain.

b. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas adalah investasi yang sifatnya
likuid, berjangka pendek dan yang dengan cepat
dapat dijadikan kas.

Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas, bank, dan
deposito berjangka waktu kurang dari tiga bulan dan
tidak dijaminkan serta tidak dibatasi pengunaannya.

Cc. Persediaan

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih
rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi
bersih.

Harga perolehan barang jadi terdiri dari semua biaya
yang terjadi di perkebunan termasuk selisih antara
estimasi nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual
dari aset biologis dengan estimasi biaya yang terjadi
untuk menghasilkan aset biologis, dan alokasi biaya
tidak langsung perkebunan dengan luas hektar
tertanam sebagai dasar alokasi dan biaya
pengolahan.

Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan
dalam kegiatan usaha biasa dikurangi taksiran biaya
penyelesaian dan beban penjualan.

Harga perolehan barang jadi ditentukan dengan
metode rata-rata tertimbang. Harga perolehan bahan
penunjang ditentukan dengan metode rata-rata
bergerak.

Penyisihan untuk penurunan nilai persediaan
ditentukan berdasarkan penelaahan terhadap
keadaan persediaan.

d. Biaya Dibayar di Muka

Biaya dibayar dimuka terdiri dari biaya pengelolaan,
biaya produksi, biaya pengadaan, biaya distribusi,
biaya usaha dan biaya sewa.

Untuk biaya pengelolaan, biaya produksi, biaya
pengadaan, biaya distribusi dan biaya usaha
dibebankan — secara — proporsional — dengan
pendapatan yang diakui pada setiap periode.

Untuk biaya sewa dibayar di muka diamortisasi
selama manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.

3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(continued)

a. Basic of Preparation of The Financial Statement

(lanjutan)

The statement of cash Ilows is presented using the
direct method by classifying the receipts and
disbursements of cash and cash eguivalent into
operating, investing and financing activities.

All figures in the financial statements are expressed
in Rupiah (“Rp”), unless otherwise stated.

Cash and Cash Eguivalents

Cash and cash eguivalents are defined as short-term,
highly liguid investments and readily convertible to
known amounts of cash.

Cash and cash eguivalents consist of cash, bank, and
deposits less than three months and uncollateralized
and are not restricted its use.

Inventories

Inventories are stated at the lower of cost or net
realizable value.

Cost of finished goods comprises all costs incurred in
estates including the difference between the
estimated fair value less costs to sell of the biological
assets and the estimated costs incurred in producing
the biological assets, and allocation of indirect costs
of the plantation using planted hectares as a basis of
allocation and processing costs.

Net realisable value is the estimated selling price in the
ordinary course of business less estimation of the cost
Of completion and selling expenses.

Cost of finished goods is determined using the
weighted-average method. Cost of supplies is
determined using the moving-average method.

Provision for decline in value of inventory is made
based on a review of the condition of the inventories.

Prepaid Expenses

Prepaid expenses consist of management fees,
production costs, procurement costs, distribution
costs, operating expenses and rental costs.

For management  costs, production  costs,
procurement costs, distribution costs and operating
expenses are charged in proportion to revenue
recognized in each period.

For prepaid rent are amortized over the benefit of
each expense using the straight-line method.
Page 19 OCR 0.939
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

(lanjutan)

Investasi Saham

Investasi jangka panjang dalam bentuk saham
dengan kepemilikan di bawah 2046 dinyatakan
berdasarkan metode biaya

Aset Tetap

Aset tetap, kecuali tanah, dimiliki untuk digunakan
dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa.
atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan
biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi kerugian, jika ada.

Tanah dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang
merupakan nilai wajar pada tanggal revaluasi
dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai yang
terjadi setelah tanggal revaluasi.

Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang
memadai untuk memastikan bahwa jumlah tercatat
tidak berbeda secara material dari jumlah yang
ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada
tanggal laporan posisi keuangan.

Kenaikan yang berasal dari tanah diakui pada
pendapatan komprehensif lain dan terakumulasi
dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasian,
kecuali sebelumnya penurunan revaluasi atas aset
yang sama pernah diakui dalam laporan laba rugi,
dalam hal ini kenaikan revaluasi hingga sebesar
penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut,
dikreditkan dalam laporan laba rugi komprehensif.
Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari
revaluasi tanah dibebankan dalam laporan laba rugi
apabila penurunan tersebut melebihi saldo surplus
revaluasi aset yang bersangkutan, jika ada. Surplus
revaluasi tanah yang telah disajikan dalam ekuitas
dipindahkan langsung ke saldo laba pada saat aset
tersebut dihentikan pengakuannya atau dijual.

Keuntungan atau kerugian bersih atas pelepasan
aset tetap ditentukan dengan membandingkan hasil
yang diterima dengan nilai tercatat dan diakui pada
pendapatan/ beban lain-lain - bersih dalam laporan
laba rugi.

Penyusutan diakui sebagai penghapusan biaya
perolehan aset dengan menggunakan metode garis
lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis
aset tetap sebagai berikut:

Tahun/

Years
Jenis Aset
Bangunan dan prasarana 5-20
Mesin dan peralatan 4-15
Kendaraan 4-10
Kendaraan air 5-10
Perlengkapan kantor 4-10
Pendingin udara dan lemari es 5-10

10

3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(continued)

e

Share of Investment

Long-term investment in share of stocks with
ownership interest less than 2094 is recorded using
the cost method.

Property, Plant and Eguipment

Property, plant and eguipment, except land, held for
use in the production or supply of goods or services.
or for administrative purposes, are stated at cost,
less accumulated depreciation and any accumulated
impairment Icsses, if any.

Land is stated at their revalued amounts, being the
fair value at the date of revaluation, less any
subseguent accumulated impairment losses.

Revaluation is made with sufficient regularity to
ensure that the carrying amount does not differ
materially from that which would be determined using
fair value at the statement of financial position date.

Any revaluation increase arising on the revaluation of
land is recognized in other comprehensive income
and accumulated in eguity under the heading of
revaluation surplus, except to the extent that it
reverses a revaluation decrease, for the same asset
which was previously recognized in profit or loss, in
which case the increase is credited to profit and loss
to the extent of the decrease previously charged.
A decrease in carrying amount arising on the
revaluation of land is charged to profit or loss to the
extent that it exceeds the balance, if any. The
revaluation surplus in respect of land is directly
transferred to retained earnings when the asset is
derecognized or sold.

Net gains or losses on disposals are determined by
comparing the proceeds with the carrying amount
and are recognised within other income/ expense -
net in the profit or loss.

Depreciation is recognized so as to write-off the cost
of assets using the straight-line method based on the
estimated useful lives of the assets as follows:

Type of Asset

Building and Infrastructures
Machineries and eguipments
Vehicles
River crafts

Office eguipments

Air conditioners and refrigerators
Page 20 OCR 0.939
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(lanjutan)
f. Aset Tetap (lanjutan)

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada
laba rugi pada saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang
terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah,
mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat
sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika
besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa
depan berkenaan dengan aset tersebut akan
mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat
diukur secara andal. Apabila asel telap tidak
digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat
dikeluarkan dari laporan keuangan dan keuntungan
atau kerugian yang dihasilkan diakui dalam laporan
laba rugi.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya
perolehan. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya
pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan
yang timbul dari utang yang digunakan untuk
pembangunan aset tersebut,

Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke
masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada
saat selesai dan siap digunakan.

Aset dan Liabilitas Keuangan

Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya
dalam kategori: (i) aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi atau melalui
penghasilan komprehensif lain, (ii) aset keuangan
yang diukur dengan biaya diamortisasi. Klasifikasi
dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan
pada model bisnis dan arus kas kontraktual —
apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan
tersebut pada pengakuan awal.

Pada tanggal 31 Desember 2024, Perusahaan
memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan
sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi. Aset keuangan yang diukur dengan
biaya diamortisasi meliputi kas dan setara kas,
piutang usaha, aset kontrak, piutang lain-lain dan
aset lain-lain. Aset keuangan diklasifikasikan
sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu
12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini
diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

Aset keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi pada awalnya diakui sebesar nilai
wajarnya ditambah dengan biaya-biaya transaksi
dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku
bunga efektif.

h 5 |

3.  SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(continued)

f£

Property, Plant and Eguipment (continued)

The cost of maintenance and repairs is charged to to
profit or loss as incurred. Other costs incurred
subseguently to add to, replace part of, or service an
item of property, plant and eguipment, are
recognized as asset if, and only if it is probable that
future economic benefits associated with the item will
flow to the entity and the cost of the item can be
measured reliably. When assets are retired or
otherwise disposed of, their carrying amount is
removed from the financial statement and the
resulting gains or losses are recognized in profit or
loss.

Construction in progress is stated at cost which
includes borrowing costs during construction on
debts incurred to finance the construction.

Cost accumulation is transferred to the respective
property, plant, and eguipment account when
complete and ready to use.

Financial Assets and Laibilities

The Company classifies its financial assets in the
following categories: (i) financial assets at fair value
through statements of profit or loss or other
comprehensive income, (li) financial assets at
amortised cost. Classification and measurement of
financial assets are based on the business model
and contractual cash flows — whether from solely
payment of principal and interest. Management
Getermines the classification Of its financial assets at
initial recognition.

On December 31, 2024, the Company has financial
assets classified as financial assets at amortised
cost. Financial assets at amortised cost consist of
cash and cash eguivalents, trade receivables,
Contract assets, other receivables and other assets.
Financial assets in this category are classified as
current assets if expected to be settled within 12
months, otherwise they are classified as non-current.

Financial assets at amortised cost are recognised
initially at fair value plus transaction costs and
subseguently measured at amortised cost using the
Effective interest rate method.
Page 21 OCR 0.919
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(lanjutan)
9. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan)

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai berikut:
(i) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi, (li) Ilabilitas keuangan yang diukur
dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
penghasilan komprehensif lain. — Perusahaan
menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka
pada saat pengakuan awal

Perusahaan memiliki liabilitas keuangan yang
diklasifikasikan dalam liabilitas keuangan yang
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya
sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan
utang, termasuk biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dan selanjutnya
diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Amortisasi suku bunga efektif termasuk di dalam
biaya keuangan dalam laporan laba rugi.

Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi antara lain utang usaha,
beban yang masih harus dibayar, pinjaman dan
liabilitas sewa. Liabilitas keuangan diklasifikasikan
sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo
melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka
pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12
bulan.

Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika
liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan,
dibatalkan atau kadaluarsa.

Jika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan
dengan liabilitas yang lain dengan persyaratan yang
secara substansial berbeda, atau persyaratan
liabilitas yang ada secara substansial telah diubah,
maka pertukaran atau modifikasi tersebut
diperlakukan sebagai penghentian pengakuan
liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan
perbedaan nilai tercatat masing-masing diakui
dalam laporan laba rugi.

12

3.  SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(continued)

9.

Financial Assets and Liabilities (continued)

Financial liabilities are classified as follows: (i) financial
liabilties measured at amortised cost, (li) financial
Iiabilities measured at fair value through profit and loss
((FVTPL") or other comprehensive income ("FVOCI).
The Company determines the classification of its
financial llabilties at initial recognition.

The Company has financial liabilities classified into the
financial liabilities measured at amortised cost. All
financial liabilities are initially recognised at fair value
and, in the case of loans and borrowings, inclusive of
directly attributable transaction costs and subseguently
measured at amortised cost using the effective interest
rate method. The amortisation of the effective interest
rate is included in finance costs in the statements of
profit or loss.

Financial liabilities measured at amortised cost are
trade payables, accrued expenses, loans, and lease
liabilities. Financial liabilities are classified as non-
current liabilities when the remaining maturity is more
than 12 months, and as current liabilities when the
remaining maturity is less than 12 months.

Derecognition of Financial Liabilities

Financial liabilites are derecognised when the
obligation under the Iiability is discharged, cancelled
or expired.

Where an existing financial liability is replaced by
another liability with substantially different terms, or
the terms of an existing liability are substantially
modified, such an exchange or modification is treated
as a derecognition of the original liability and the
recognition of a new liability, and the difference in the
respective carrying amount is recognised in the
statements of profit or loss.
Page 22 OCR 0.937
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(lanjutan)

h.

Penurunan Nilai Aset Keuangan

Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai
apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal.
Ketika melakukan penilaian, Perusahaan
menggunakan perubahan risiko gagal bayar yang
terjadi sepanjang perkiraan umur instrumen
keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian
kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian,
Perusahaan membandingkan risiko gagal bayar
yang terjadi atas instrumen keuangan pada tanggal
pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi
atas instrumen keuangan pada saat pengakuan
awal dan mempertimbangkan kewajaran serta
ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya
atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait
dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan,
yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak
pengakuan awal,

Perusahaan menggunakan model kerugian kredit
ekspektasian untuk menilai penurunan nilai aset
keuangan. Perusahaan menerapkan metode yang
disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit
ekspektasian yang menggunakan penyisihan
kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya
untuk piutang usaha dan aset kontrak. Oleh karena
itu, Perusahaan tidak mengidentifikasi perubahan
dalam risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan
berdasarkan kerugian kredit — ekspektasian
sepanjang kepemilikan aset pada setiap tanggal
pelaporan.

Untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian,
piutang usaha dan aset kontrak telah
dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko
kredit yang sama dan hari lewat jatuh tempo. Aset
kontrak terkait dengan jasa yang belum tertagih dan
secara substantial memiliki karakteristik risiko yang
sama dengan piutang usaha. Oleh karena itu,
Perusahaan menilai bahwa tingkat kerugian
ekspektasian untuk piutang usaha adalah perkiraan
yang wajar dari tingkat kerugian untuk aset kontrak.

Tingkat kerugian kredit ekspektasian didasarkan
pada profil pembayaran penjualan dan kerugian
kredit historis terkait selama periode penjualan
tersebut. Tingkat kerugian historis disesuaikan
untuk mencerminkan informasi terkini dan informasi

forward-looking mengenai faktor-faktor
makroekonomi yang memengaruhi kemampuan
pelanggan untuk melunasi piutang.

Perusahaan menggunakan model penilaian

individual untuk menilai penurunan nilai kas dan
setara kas, piutang lain-lain dan investasi bersih
dalam sewa pembiayaan. Perusahaan menilai
kerugian kredit ekspektasian yang harus diakui dari
kas dan setara kas, piutang lain-lain dan investasi
bersih dalam sewa pembiayaan yang tidak
signifikan.

13

3.  SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(continued)

h.

Impairment of Financial Assets

At each reporting date, the Company assesses
whether the credit risk on a financial instrument has
increased significantly since initial recognition. When
making the assessment, the Company uses the
change in the risk of a default occurring over the
expected life of the financial instrument instead of the
Change in the amount of expected credit losses. In
making the assessment, the Company compares the
risk of default occurring on the financial instrument as
at the reporting date with the risk of default occurring
on the financial instrument at the initial recognition and
consider reasonable and supportable information
available without undue cost or effort at the reporting
date about past events, current conditions and
forecasts of future economic conditions, that is
indicative of significant increases in credit risk since
initial recognition,

The Company uses the expected credit loss model to
assess the impairment of financial assets. The
Company applies a simplified approach to measure
such expected credit loss which uses a lifetime
expected loss allowance for trade receivables and
contract assets. Therefore, the Company does not
identify changes in credit risk, instead, recognises
allowance based on lifetime expected credit loss at
each reporting date.

To measure the expected credit losses, trade
receivables and contract assets have beengrouped
based on the shared credit risk characteristics and the
days past due. The contract assets relate to unbilled
service and have substantially the same risk
Characteristics as the trade receivables. Therefore. the
Company has concluded that the expected loss rates
for trade receivables are a reasonable approximation
Of the loss rates forthe contract assets.

The expected credit loss is based on the payment
profiles of sales and the corresponding historical credit
loss experienced within this sales period. The historical
loss rates are adjusted to reflect current and forward-
looking information on  macroeconomic factors
affecting the ability of customers to settle the
receivables.

The Company used the individual assessment model
to assess the impairment of cash and cash
eguivalents, other receivables and net investment in
finance leases. The Company assessed expected
credit losses recognised from cash and cash
eguivalents, other receivables and net investment in
finance leases were not significant.
Page 23 OCR 0.922
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(lanjutan)

IL Instrumen Keuangan Disalinghapus

Aset keuangan dan liabilitas — keuangan
disalinghapus dan nilai netonya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika memiliki hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus
atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat
untuk menyelesaikan secara neto atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
secara simultan. Hak saling hapus tidak kontinjen
atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan
secara hukum dalam situasi bisnis yang normal dan
dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa
kepailitan atau kebangkrutan Perusahaan atau
pihak lawan.

j- Segmen Operasi

Perusahaan — menyajikan — segmen — operasi
berdasarkan informasi keuangan yang digunakan
oleh pengambil keputusan operasional dalam
menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi
sumber daya yang dimilikinya. Segmentasi
berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi
entitas legal di dalam Perusahaan.

Segmen operasi adalah suatu komponen dari bisnis

Perusahaan:

« Yang terlihat dalam aktivitas bisnis yang
memperoleh pendapatan dan menimbulkan
beban (termasuk pendapatan dan beban yang
terkait dengan transaksi dengan komponen lain
dari kelompok yang sama),

« Hasil operasinya dikaji ulang secara berkala
oleh kepala operasional untuk pembuatan
keputusan tentang sumber daya yang
dialokasikan pada Segmen tersebut dan menilai
kinerjanya: dan

e Tersedia informasi keuangan yang dapat
dipisahkan.

k. Utang Usaha

Utang usaha adalah kewajiban membayar barang
atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan usaha
normal dari pemasok. Utang usaha diklasifikasikan
sebagai liabilitas jangka pendek jika pembayarannya
jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang.
Jika tidak, utang tersebut disajikan sebagai liabilitas
jangka panjang. Utang usaha pada awalnya diakui
sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan
metode bunga efektif.

L Pinjaman

Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar
nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya transaksi
yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar
biaya perolehan diamortisasi, selisih antara
penerimaan dan nilai pelunasan merupakan biaya
transaksi dan dicatat pada laporan laba rugi selama
periode pinjaman dengan menggunakan metode
bunga efektif.

14

3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

(continued)

Offsetting Financial Instruments

Financial assets and liabilities are offset and the net
amount is reported in the statement of financial
position when there is a legally enforceable right to
offset the recognised amounts and there is an
intention to settle on a net basis, or to realise the
asset and settle the liability simultaneously. The
legally enforceable right must not be contingent on
future events and must be enforceable in the normal
course of business and in the event of default,
insolvency or bankruptey of the Company or the
counterparties.

Operating Segment
The Company present operating segments based on
the financial information used by the chief operating
decision maker in assessing the performance of
segments and in the allocation of resources. The
segments are based on the activities of each of the
operating legal entities within the business Company.

An operating segment is a component of the business
Perusahaan:

» That engages in business activities from which
it may earn revenues and incur expenses
(including revenues and expenses relating to
transactions with other components of the same
company):

«  Whose operating results are regulariy reviewed
by the chief operating decisionmaker to make
decisions about resources to be allocated to the
segment and assess its performance: and

# For which separate financial information is
available.

k. Account Payables

Account payables are obligations to pay for goods or
services that have been acguired in the ordinary
course of business from suppliers. Accounts payabie
are classified as current liabilities if payment is due
within, If not, they are presented as non-current
liabilities. Account payables are recognised initially at
fair value and subseguently measured at amortised
Cost using the effective interest method.

IL  Borrowings

Borrowings are recognized initially at fair value, net of
transaction costs incurred.  Borrowings are
subseguently carried at amortised cost: any difference
between the proceeds and the redemption value
represents transaction costs is recognised in the profit
or loss over the period of the borrowings using the
effective interest method.
Page 24 OCR 0.927
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(lanjutan)
Pinjaman

Setelah reformasi dan penggantian suku bunga
acuan seperti LIBOR dan other inter-bank offered
rates (“IBOR") telah menjadi prioritas. Dimana saat
ini diekspektasikan IndONIA akan menggantikan
JIBOR.

Masih ada perbedaan utama antara JIBOR dan
IndONIA. JIBOR adalah 'term rate', yang berarti
diterbitkan untuk periode pinjaman (seperti: tiga
bulanan atau enam bulanan) dan 'forward looking',
karena diterbitkan pada awal periode pinjaman.
IndONIA merupakan 'backwardlooking' rates,
berdasarkan overnight rates dari transaksi aktual,
dan diterbitkan pada akhir periode overnight
borrowing. Selanjutnya, JIBOR mencakup spread
kredit di atas tingkat bebas risiko, yang saat ini tidak
dimiliki oleh IndONIA. Untuk transisi kontrak dan
perjanjian kini yang merujuk pada JIBOR ke
IndONIA, penyesuaian untuk perbedaan jangka
waktu dan perbedaan kredit mungkin perlu
diterapkan ke IndONIA, untuk memungkinkan kedua
suku bunga acuan menjadi setara secara ekonomi
pada transisi

m. Imbalan Kerja

Program pensiun iuran pasti

Perusahaan menyelenggarakan program pensiun
iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya. luran
yang ditanggung Perusahaan diakui sebagai beban
pada laba rugi.

Imbalan pasca kerja imbalan pasti

Perusahaan diharuskan menyediakan imbalan
pensiun minimum yang diatur dalam UU Cipta Kerja
No. 11/2020 ("UUCK") yang merupakan kewajiban
imbalan kerja,

Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan
menggunakan metode projected unit credit dengan
penilaian aktuaria yang dilakukan pada setiap akhir
periode pelaporan tahunan. Pengukuran kembali,
terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial,
perubahan dampak batas atas aset (jika ada) dan
dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk
bunga), yang tercermin langsung dalam laporan
posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan
dalam penghasilan komprehensif lain periode
terjadinya. Pengukuran kembali diakui dalam
penghasilan komprehensif lain tercermin sebagai pos
terpisah pad a penghasilan komprehensif lain di
ekuitas dan tidak akan direklas ke laba rugi. Biaya
jasa lalu diakui dalam laba rugi pada periode
amandemen program. Bunga neto dihitung dengan
mengalihkan tingkat diskonto pada awal periode
imbalan pasti dengan liabilitas atau aset imbalan
pasti neto,

15

(continued)
I. Borrowings

Reforming and replacing benchmark interest rates
such as LIBOR and other inter-bank offered rates
(IBOR") have become priorities. It is currently
expected that IndONIA will replace JIBOR.

There are still key differences between JIBOR and
IndONIA. JIBOR is a 'term rate', which means it is
published for the loan period (such as: three months
Or six months) and is forward looking', because it is
published at the beginning of the loan period.
IndONIA are 'backward-looking' rates, based on
overnight rates from actual transactions, and are
published at the end of the overnight borrowing
period. Furthermore, JIBOR includes credit spreads
above the risk-free rate, which IndONIA currently
does not. For the transition of current contracts and
agreements referring to JIBOR to IndONIA,
adjustments for term differences and credit
differences may need to be applied to IndONIA, to
allow the two benchmark interest rates to become
economically eguivalent upon transition.

m. Employee Benefits

Defined contribution pesion plan

The Company established a defined contribution
pension plan covering all of their permanent
employees. Contribution funded by the Company
were charged to profit or loss.

Defined post-employment benefits

The Group are reguired to provide a minimum pension
benefit as stipulated in the Job Creation Law No.
11/2020 (“UUCK") which represents an underlying
defined benefit obligation.

The cost of providing benefits is determined using the
projected unit credit method, with actuarial valutions
being carried out at the end of each annual reporting
period. Remeasurement, comprising actuarial gains
and loses, the effect of the changes to the assets
(excluding interest), is reflected immediately in the
statements of financial position with a charge or credit
recognized in other comprehensive income in the
period in which they occur. Remeasurement
recognized in other comprehensive income in eguity
and will not be reciassified to profit or loss. Past
service cost is recognized in profit or loss in the
period of a plan amendment. Net interest is calculated
by applying the discount rate at the begining of the
(period to the net defined benefit liability pr asset.
Page 25 OCR 0.928
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(lanjutan)

m. Imbalan Kerja (lanjutan)

Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut

- Biaya jasa (termasuk biaya jasa Kini, biaya jasa
lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen
dan penyesuaian).

- Beban atau pendapatan bunga neto.
Pengukuran kembali.

Perusahaan menyajikan dua komponen pertama
dari biaya imbalan pasti dilaba rugi, keuntungan dan
kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.

Liabilitas imbalan pensiun yang diakui pada laporan
posisi keuangan merupakan defisit atau surplus
aktual dalam program imbalan pasti Perusahaan

Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas
pada nilai kini manfaat ekonomik yang tersedia
dalam bentuk pengembalian dana program dan
pengurangan iuran masa depan ke program.

n. Biaya Emisi Saham Ditangguhkan

Biaya yang terjadi dalam rangka penawaran umum
dan penjualan sejumlah saham kepada masyarakat
dan penawaran umum terbatas kepada para
pemegang saham dibukukan sebagai pengurang
dari aglo saham.

0. Beban Tanaman Ditangguhkan

Beban-beban atas pengembangan dan
pemeliharaan tanaman ditangguhkan dan akan
dibebankan ke laba rugi saat panen dilakukan yang
disajikan sebagai akun “Beban Tanaman
Ditangguhkan" pada laporan posisi keuangan.

P. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Dalam menentukan pengakuan pendapatan,
Perusahaan melakukan analisa transaksi melalui
lima langkah analisa berikut:

1. Mengidentifikasi — kontrak — dengan
pelanggan, dengan kriteria sebagai
berikut: (a) kontrak telah disetujui oleh
pihak-pihak terkait dalam kontrak: (b)
Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari
pihak-pihak terkait dan jangka waktu
pembayaran dari barang yang akan
dialihkan, (c) kontrak memiliki substansi
komersial: (d) besar kemungkinan
Perusahaan akan menerima imbalan atas
barang yang dialihkan.

2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan
dalam kontrak ke pelanggan.

3. Menentukan harga transaksi, setelah
dikurangi — diskon, retur, — potongan
penjualan, pajak ekspor dan pungutan
ekspor, yang berhak diperoleh suatu
entitas sebagai kompensasi atas
diserahkannya barang yang dijanjikan ke
pelanggan.

16

3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(continued)

m. Employee Benefits (continued)

Defined benefit cost are categorised as follows:

- Service cost (including current service cost, past
service cost, as well as gains and losses on
curtailments and settlements).

- Net interest expense or income.

-  Remeasurement.

The Company presents the first two components of
defined benefit cost in profit or loss. Curtaiment gains
and loses are accounted foras past service costs.

The retirement benefit obligation recognized in the
statements of financial position represents the actual
deficit or surplus in the Company defined benefit
plans.

Any surplus resulting from this calculation is limited
to the present value of any economic benefits
available in the from of refunds from the plans or
reductions in future contributions to the plans.

Deffered Stock Issued Cost

Expenses incurred in connection with the Initial
Public Offering and first Limited Offering with
Preemptive Rights to the stockholders are recorded
as deductions of additional paid-in capital.

Future Crop Expenditure

Expenditures for cultivation and maintenance of the
plantations are deferred and will be charged to profit
or loss when the crops are harvested which are
presented as “Future Crop Expenditure" in the
statement of financial position.

Revenues and Expenses Recognition

In determining revenue recognition, the Company
perform analysis transaction through the following
five steps of assessment:

1. Identify contracts with customers with
certain criteria as follows: (a) the contract
has been agreed by the parties involved in
the contract: (b) the Company can identify
the rights of relevant parties and the term
of payment for the goods to be transferred:
(c) the contract has commercial substance,
(d) it is probable that the Company will
receive benefits for the goods transferred.

2 Identify the performance obligations in the
Contract to the customer.

3. Determine the transaction price, net of
@iscounts, returns, trade allowances,
export tax and export levies, which an
entity expects to be entitled in exchange
for transferring promised goods to a
customer.
Page 26 OCR 0.938
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(lanjutan)
Pp. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)

4. Mengalokasikan harga transaksi kepada
seliap kewajiban pelaksanaan dengan
menggunakan dasar harga jual dari setiap
barang yang dijanjikan di kontrak.

5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban
pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang
waktu atau pada suatu waktu tertentu).

Perpajakan

Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak
penghasilan kini dan pajak penghasilan tangguhan.
Pajak tersebut diakui dalam laporan laba rugi,
kecuali apabila pajak tersebut terkait dengan
transaksi atau kejadian yang langsung diakui ke
ekuitas dan laba komprehensif lainnya.

Pajak penghasilan kini dihitung — dengan
menggunakan tarif pajak yang berlaku pada
tanggal posisi keuangan.

Pajak penghasilan tangguhan diakui dengan
menggunakan balance sheet liability method, untuk
semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan
pajak atas aset dan liabilitas dengan nilai
tercatatnya.

Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif
pajak yang berlaku atau secara substantif berlaku
pada tanggal laporan posisi keuangan dan
diharapkan akan berlaku pada saat aset pajak
tangguhan dipulihkan atau liabilitas pajak tangguhan
diselesaikan.

Aset pajak tangguhan diakui apabila besar
kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak di
masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi
dengan perbedaan temporer dan rugi fiskal yang
masih dapat dimanfaatkan.

Pajak Kini

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena
pajak dalam periode dan tahun yang bersangkutan.
Tarif pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah
tersebut adalah yang telah berlaku atau secara
substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.

Aset dan liabilitas pajak kini untuk periode berjalan
dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang
diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan
kepada otoritas perpajakan.

Koreksi terhadap liabilitas perpajakan dicatat saat
surat ketetapan pajak diterima dan apabila dilakukan
banding, ketika hasil banding sudah diputuskan.
Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak
penghasilan dicatat sebagai bagian dari “Beban
pajak kini" dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.

17

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(continued)

Pp. Revenues and Expenses Recognition (continued)

4. Allocate the transaction price to each
performance obligation on the basis of the
selling prices of each goods promised in
the contract,

5. Recognise revenue when performance
Oobligation is satisfied (over time or at a
point in time)

Taxation

The income tax expense comprises current and
deferred income tax. Tax is recognised in the
statements of profit or loss, except to the extent that
it relates to items recognised directly in eguity and
other comprehensive income.

The current income tax is calculated using tax rates
that have been enacted at the financial position date.

Deferred income tax is recognised using the balance
sheet liability method, for all temporary differences
arising between the tax bases of assets and liabilities
and their canying values.

Deferred income tax is determined using tax rates
that have been enacted or substantially enacted at
the consolidated statements of financial position date
and are expected to be applied when the related
deferred income tax asset is realised or the deferred
income tax liability is settled

Deferred tax assets are recognised only if it is
probable that future taxable amounts will be available
to utilise those temporary differences and the unused
tax losses cerried forward.

Current Tax

Current tax expense is determined based on the
taxable income for the relevant period and year. The
tax rates used to compute the amount are those that
have been enacted or substantively enacted at the
reporting date.

Current tax assets and liabilities for the current and
prior periods are measured at the amounts expected
to be recovered from or paid to the tax

@authorities.

Amendments to taxation obligations are recorded
when an assessment is received and if appealed,
when the result of the appeal is determined. The
underpayment/overpayment of income tax is
recorded as part of “Current tax" in the statements of
profit or loss and other comprehensive income.
Page 27 OCR 0.933
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

(lanjutan)

ad.

Perpajakan (lanjutan)

Pajak Tangguhan

Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan
metode liabilitas atas perbedaan temporer antara
perhitungan akuntansi dan basis perhitungan pajak
atas aset dan kewajiban pada tanggal pelaporan.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas
perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan
liabilitas pada laporan posisi keuangan dengan
dasar pengenaan pajaknya pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh
perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan
akumulasi rugi pajak yang belum dikompensasikan,
bila kemungkinan besar laba kena pajak akan
tersedia sehingga perbedaan temporer dapat
dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasikan
tersebut dapat dimanfaatkan.

Liabilitas dan aset pajak tangguhan (jika memenuhi
kriteria) diakui atas perbedaan temporer kena pajak
terkait dengan investasi pada entitas anak dan
asosiasi, kecuali yang waktu pembalikannya dapat
dikendalikan dan kemungkinan besar perbedaan
temporer tersebut tidak akan dibalik di masa depan
yang dapat diperkirakan.

Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Saldo dalam mata uang asing dijabarkan ke mata
uang Rupiah dengan menggunakan kurs penutup
yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Pada setiap tanggal pelaporan, aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke mata
uang Rupiah menggunakan kurs penutup yang
ditetapkan oleh Bank Indonesia. Kurs dari mata
uang asing utama yang digunakan adalah sebagai
berikut (nilai Rupiah penuh):

2024

Yen Jepang
Dolar Amerika Serikat

Keuntungan atau kerugian dari selisih kurs, yang
sudah maupun yang belum terealisasi, baik yang
berasal dari transaksi dalam mata uang asing
maupun penjabaran aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing diakui pada laba rugi.

102

16.162

18

3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(continued)

9.

Taxation (continued)
Deferred Tax

Deferred tax is recognised using the liability method
on temporary differences between the financial and
the tax bases of assets and liabilities at the financial
reporting date.

Deferred tax assets and liabilities are recognised for
temporary differences between the canying amount
Of assets and liabilities with their tax bases at the
financial reporting date. Deferred tax assets are
recognised for all deductible temporary differences
and accumulated tax losses that have not been
utilised, if taxable income is likely to be available so
that the temporary differences can be deducted and
the unutilised tax losses can be utilised.

Deferred tax liabilities and assets (if they meet the
criteria) are recognised for temporary differences
associated with investments in subsidiaries and
associates, unless the timing of the reversal of
temporary differences can be controlled and it is
probable that the temporary differences will not be
reversed in the foreseeable future.

Transactions
Currencies

and Balances in Foreign

Balances denominated in foreign currencies are
translated into Rupiah at the closing exchange rates
determined by Bank Indonesia.

At each reporting date, monetary assets and
liabilities denominated in foreign currencies are
translated into Rupiah using closing exchange rates
determined by Bank Indonesia. The exchange rates
Of the major foreign currencies used are as follows
(full amount Rupiah).

2023

109
15.416

Japanese Yen
Dollar Amerika Serikat

Realised and unrealised foreign exchange gains or
losses arising from transactions in foreign currency
and from the translation of foreign currency monetary
assets and liabilities are recognised in the profit or
loss.
Page 28 OCR 0.926
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(lanjutan)

s. Transaksi Pihak Berelasi

Perusahaan melakukan transaksi dengan pihakpihak
berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 224
(sebelumnya PSAK 7) “Pengungkapan Pihak-pihak
Berelasi".

Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan
pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan.

a. Orang 'atau anggota keluarga terdekat
mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika
orang tersebut:

i. Memiliki pengendalian atau pengendalian
bersama entitas pelapor, atau

ii. Memiliki pengaruh signifikan entitas pelapor:
atau

ii. Merupakan personil manajemen kunci
entitas pelapor atau entitas induk dari entitas
pelapor.

b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor
jika memenuhi salah satu hal berikut:

I. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota
dari kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak, dan entitas anak
berikutnya saling berelasi dengan entitas
lainnya).

li. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau
ventura bersama dari entitas lain (atau
entitas asosiasi atau ventura bersama yang
merupakan anggota suatu kelompok usaha,
yang mana entitas lain tersebut adalah
anggotanya).

iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura
bersama dari pihak ketiga yang sama.

iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari
entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga.

vV. Entitas tersebut adalah suatu program
imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja
dari salah satu entitas pelapor atau entitas
yang terkait dengan entitas pelapor. Jika
entitas pelapor adalah entitas yang
menyelenggarakan program tersebut, maka
entitas sponsor juga berelasi dengan entitas
pelapor.

vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan
bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam huruf (a).

Seluruh transaksi yang dilakukan dengan pihak-
pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan
persyaratan sama dengan pihak ketiga maupun
tidak, diungkapkan pada laporan keuangan.

19

3.  SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(continued)

s.

Transactions With Related Parties

The Company enters into transactions with related
parties as defined in PSAK 224 (previously PSAK 7)
“Related Party Disclosures”".

All significant transactions and balances with related
parties are disclosed in the notes to the financial
statements.

a

A person or a close member of that person's family
is related to the reporting entity if that person:

I. Has control or join control over the reporting
entity: or

ii. Has significant influence over the reporting
entity: or

Ii. Is a member of the key management
perscnal of the reporting entity or parent
from reporting entity.

/An entity is related to the reporting entity if any of
the following conditions applies:

L The entity, and the reporting entity are
members of the same Company (which
means that each parent, subsidiary and
fellow subsidiary is related to the others).

Ii One entity is an associate or joint venture
of the other entity (oran associate or joint
venture of a member of a Company of
which the other entity is a member).

di, Both entities are joint ventures of the
Same third party.

Iv. One entity is a joint venture of a third
entity and the other entity Is an associate
of the third entity.

v. The entity is a post-employment benefit
pian for the benefit of employees of
either the reporting entity, or an entity
related to the reporting entity. If the
reporting entity is itself such a plan, the
sponsoring employers are also related to
the reporting entity.

Vi. The entity is controlled or jointly
controlled by a person identified in (a).

All transactions with related parties, whether or not

made at similar terms and conditions as those done
with third parties, are disclosed in the financial
statements.
Page 29 OCR 0.935
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

(lanjutan)

t

Laba (Rugi) Per Saham

Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi
laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar pada tahun berjalan.

Laba (rugi) usaha dan laba (rugi) bersih per saham
dihitung dengan membagi laba usaha dan laba
(rugi) bersih dengan jumlah rata-rata saham
sebanyak 1.011.774.750 saham masing-masing
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31
Desember 2024 dan 2023.

Provisi

Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban
kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu, besar
kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang
mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat
dibuat. Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah
hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan
untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir
periode pelaporan, dengan mempertimbangkan
risiko — dan ketidakpastian — yang meliputi
kewajibannya.

Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil
estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode
pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan
ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila
suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang
diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini,
maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.

Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi
untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat
dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai
aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian
akan diterima dan jumlah piutang dapat diukur
secara andal

Sumber Estimasi Ketidakpastian

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan manajemen membuat estimasi dan
asumsi yang mempengaruhi jumlah tercatat aset dan
liabilitas yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan
liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan
serta jumlah pendapatan dan beban selama periode
pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah
yang diestimasi.

Informasi tentang asumsi utama yang dibuat
mengenai masa depan dan sumber utama dari
estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode
pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang
mengakibatkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode
pelaporan berikutnya dijelaskan di bawah ini.

20

3.  SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(continued)

t

Earnings (Loss) Per Share

Earnings (loss) per share are computed by dividing
(profit attributable to eguity holders of the entity by the
weighted average number of shares outstanding
during the year.

Operating earnings (loss) and net earnings (loss) per
share are computed using the average number of
shares subscribed and fully paid during the year. The
total number of average shares amounted to
1,011,774,750 shares for the years ended December
31, 2024 and 2023, respectively.

Provision

Provisions are recognized when the Company has a
present obligation (legal or constructive) where, as a
Tesult of a past event, it is probable that an outflow of
resources embodying economic benefits will be
reguired to settle the obligation and a reliable
estimate can be made of the amount of the
Obligation. The amount recognized as a provision is
the best estimate af the consideration reguired to
settle the present obligation at the end of the
reporting period, taking into account the risks and
uncertainties surrounding the obligation.

The amount recognized as a provision is the best
estimate of the consideration reguired to settle the
present obligation at the end of the reporting period,
taking into account the risks and uncertainties
surrounding the obligation. Where a provision is
measured using the cash flows estimated to settle
the present obligation, its carrying amount is the
present value of those cash fiows.

When some or all of the economic benefits reguired
to settle a provision are expected to be recovered
from a third party, a receivable is recognized as an
asset If it is virtually certain that reimbursement will
be received and the amount of the receivable can
be measured reliably.

Key Sources of Estimation Uncertainty

The preparation of financial statements in
accordance with Indonesian Financial Accounting
Standards reguires management to make estimates
and assumptions that has an effect to the carrying
amount of assets and liabilities and disclosure of
contingent and liabilities at the date of financial
statements and the reported amounts of revenues
and expenses during the reporting period. Actual
results could be different from those estimates.

The key assumptions concerning future and other key
sources of estimation at the end of the reporting
period, that have the significant risk of causing a
material adjustment to the carrying amounts of assets
and liabilities within the next financial year are
discussed below.
Page 30 OCR 0.936
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(lanjutan)

v.

Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan)

Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan

Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan
liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila
definisi yang ditetapkan PSAK No. 50 (Revisi 2010)
dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan
liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan
akuntansi Perusahaan.

Penurunan nilai aset keuangan

Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk
menghitung KKE atas piulang usaha. Tarif provisi
didasarkan pada hari yang lewat jatuh tempo untuk
mengelompokkan pelanggan ke segmen yang
memiliki pola kerugian serupa. Matriks provisi
awalnya berdasarkan tarif default yang diamati
Perusahaan secara historis. Perusahaan akan
mengkalibrasi matriks tersebut untuk menyesuaikan
pengalaman kerugian kredit historis dengan
informasi kedepan. Misalnya, jika prakiraan kondisi
ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun
depan yang dapat menyebabkan peningkatan
jumlah default di sektor usaha Perusahaan, tingkat
default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
pelaporan, tarif default yang diamati secara historis
diperbarui dan perubahan dalam estimasi ke depan
dianalisis kembali.

Penilaian korelasi antara tingkat default yang dapat
diamati secara historis, taksiran kondisi ekonomi
dan KKE adalah estimasi yang signifikan. Jumlah
KKE sensitif terhadap perubahan keadaan dan
taksiran kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian
kredit historis Perusahaan dan perkiraan kondisi
ekonomi mungkin juga tidak mewakili aktual default
pelanggan yang sebenarnya di masa depan.

Imbalan kerja karyawan

Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan
bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan
oleh aktuaria independen dalam menghitung jumlah-
jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan,
tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat
kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah
tercatat imbalan pasca kerja.

21

v. Key

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(continued)

Sources of
(continued)

Estimation  Uncertainty

Classifications of financial assets and financial
liabilities

The Company determine the classifications of certain
assets and liabilities as financial assets and financial
liabilities by judging if they meet the definition set
forth in PSAK No. 50 (Revised 2010). Accordingly,
the financial assets and financial Ilabilites are
accounted for in accordance with the Company's
accounting policy.

Impairment of financial assets

The Company uses a provision matrix to calculate
ECLs for trade receivables. The provision rates are
based on days past due for groupings of various
customer segments that have similar loss patterns.
The provision matrix is initially based on the
Companyhistorical observed default rates. The
Company will calibrate the matrix to adjust the
historical credit loss experience with forward- looking
information. For instance, if forecast economic
conditions are expected to deteriorate over the next
year which can lead to an increased number of
defaults in the Company industry sector, the historical
default rates are agjusted. At every reporting date,
the historical observed default rates are updated and
changes in the forward- looking estimates are
analysed.

The assessment of the correlation between historical
Oobserved default rates, forecast economic conditions
and ECLs is a significant estimate. The amount of
ECLs is sensitive to changes in circumstances and
Of forecast economic conditions. The Company
historical credit loss experience and forecast of
economic conditions may also not be representative
of customer's actual default in the future.

Employee benefits

The determination of the Company's employee
benefits liabilities is dependent on its selection of
certain assumptions used by the independent
actuaries in calculating such amounts. Those
assumptions include among others, discount rates,
annual salary increase, annual employee turn-over
rate, disability rate, retirement age and mortality rate
The changes of assumption might affect carrying
value of post employment benefit.
Page 31 OCR 0.939
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(lanjutan)

v. Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan)

Pajak penghasilan

Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan
Indonesia, Perusahaan melaporkan pajak
berdasarkan sistem self-assessment. Fiskus dapat
menetapkan atau mengubah pajak-pajak tersebut
dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan
peraturan yang berlaku. Perusahaan memiliki
eksposur terhadap pajak penghasilan karena terkait
pertimbangan yang signifikan dalam menetapkan
provisi pajak penghasilan Perusahaan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penetapan
akhir pajaknya tidak pasti selama kegiatan usaha
normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas
masalah pajak yang diharapkan berdasarkan
estimasi tambahan pajak yang jatuh tempo. Bila
hasil final pajak atas masalah-masalah ini berbeda
dengan jumlah yang telah diakui, perbedaan
tersebut akan berpengaruh pada pajak penghasilan
pada periode di mana penetapan tersebut dibuat.

4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI
AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

Estimasi dan pertimbangan terus dievaluasi berdasarkan
pengalaman historis dan faktor-faktor lain, termasuk
ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar
berdasarkan kondisi yang ada,

Perusahaan membuat estimasi dan asumsi mengenai
masa depan. Estimasi akuntansi yang dihasilkan,
menurut definisi, akan jarang sekali sama dengan hasil
aktualnya. Estimasi dan asumsi yang secara signifikan
berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas selama 12 bulan ke
depan.

Masa manfaat dan beban penyusutan atas tanaman
produktif dan aset tetap ditentukan berdasarkan estimasi,
dimana beban penyusutan akan disesuaikan jika masa
manfaatnya berbeda dari estimasi sebelumnya atau jika
aset dihapusbukukan atau dilakukan penurunan nilai
karena usang atau dihentikan penggunaannya.

Perhitungan kewajiban imbalan kerja tergantung pada
sejumlah asumsi aktuaria, seperti: tingkat pengembalian
atas aset program, tingkat diskonto dan asumsi penting
lainnya yang sebagian berdasarkan kondisi pasar saat
ini,

Dalam konteks akuntansi, terdapat kemungkinan
perbedaan hasil yang dapat dipulihkan terhadap jumlah
tagihan restitusi pajak yang disebabkan proses
penyelesaian sengketa pajak dan potensi perbedaan
interpretasi terhadap peraturan perpajakan yang berlaku.
Penentuan provisi perpajakan memerlukan pertimbangan
signifikan, yang mana keputusan final atas provisi
perpajakan tersebut bisa berbeda dari jumlah yang
tercatat.

22

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN

(lanjutan)

v. Key Sources of Estimation  Uncertainty
(continued)

Income taxes

Under the Tax Laws of Indonesia, the Company
submits tax returns on the basis of self-assessment.
The tax authorities may assess or amend taxes within
the statute of limitation under prevailing regulations.
The Company has exposure to income taxes since
significant judgment is involved in determining the
Company's provision for income taxes. There are
certain transactions and computations for which the
Ultimate tax determination is uncertain during the
ordinary course of business. The Company
recognizes liabilities for expected tax issues based on
estimates of whether additional taxes will be due.
Where the final tax outcome of these matters is
different from the amounts that were initially
recognized, such differences will impact the income
tax and deferred tax provisions in the period in which
such determination is made.

CRITICAL ACCOUNTING  JUDGMENTS AND
ESTIMATES

Estimates and judgments are continually evaluated and
are based on historical experience and other factors,
including expectations of future events that are believed
to be reasonable under the circumstances.

The Company makes estimates and assumptions
concerning the future. The resulting accounting estimates
will, by definition, seldom egual the related actual results.
The estimates and assumptions that have a significant
risk of causing a material adjustment to the carrying
amounts of assets and liabilities within the next 12
months.

The useful lives and depreciation expenses of the bearer
plants and fixed assets are determined based on
estimates, whereas the depreciation expenses will be
revised if the useful lives are different from those
previously estimated or in case the assets are written off
Or are impaired due to obsolescence or retirement.

The calculation of employee benefits obligation depends
on the actuarial assumptions used, such as: return rate of
plan assets, discount rate and some other key
assumptions which are based in part on current market
conditions.

In the context of accounting, there is possible different
outcome in respect of the recoverability of claims for tax
refunds due to the tax dispute resolution process and the
potential different interpretations of applicable tax
regulations. Determination of a tax provision needs
significant judgements, in which the final assessment of
the tax provision could differ from the carrying amount.
Page 32 OCR 0.937
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI
AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Adapun pengakuan aset pajak tangguhan tergantung
pada harapan dan estimasi terhadap tersedianya laba
kena pajak masa depan.

Perhitungan perubahan nila wajar aset biologis
tergantung pada asumsi utama, seperti: harga jual dan
jumlah hasil panen yang diestimasi berdasarkan kondisi
terkini.

Perhitungan penyisihan aset nonkeuangan ditentukan
berdasarkan nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar
dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai, yang
dihitung berdasarkan asumsi harga, produksi dan tingkat
diskonto.

Perusahaan menilai dengan dasar perkiraan masa yang
akan datang atas kerugian kredit ekspektasian terkait
dengan instrumen keuangannya yang dicatat pada biaya
perolehan diamortisasi. Metodologi penurunan nilai yang
diterapkan tergantung pada apakah telah terjadi
peningkatan risiko kredit yang signifikan. Perusahaan
menerapkan pendekatan yang disederhanakan yang
diijinkan oleh PSAK 109, yang mensyaratkan kerugian
sepanjang masa yang diharapkan harus diakui dari
pengakuan awal instrumen keuangan.

Dalam menentukan umur sewa, Perusahaan
mempertimbangkan beberapa fakta dan keadaan yang
memberikan insentif ekonomi untuk mengambil opsi
perpanjangan. Opsi perpanjangan hanya dimasukkan
dalam masa sewa jika secara meyakinkan diperpanjang
(atau tidak dibatalkan).

Setiap perubahan dalam asumsi, estimasi dan
pertimbangan tersebut diatas, bisa memiliki risiko
signifikan yang berdampak pada penyesuaian material
terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode
pelaporan berikutnya.

5. KAS DAN BANK

Akun ini terdiri dari:

CRITICAL ACCOUNTING  JUDGMENTS AND
ESTIMATES (continued)

Whilst the recognition of deferred tax assets depends on
the expectation and estimates of availability of future
taxable income.

The calculation of changes in fair value of biological
assets depends on the key assumptions, such as: selling
price and harvest volume which is estimated based on
recent condition.

The calculation of provision of non-financial assets is
determined based on the higher of fair value less cost to
sell and value in-use which calculated based on the basis
assumption of price, production and discount rate.

The Company assesses on a forward-looking basis the
expected credit losses associated with its financial
instruments carried at amortised cost. The impairment
methodology applied depends on whether there has
been a significant increase in credit risk. The Company
applies the simplified approach permitted by PSAK 109,
which reguires expected lifetime losses to be recognised
from initial recognition of the financial instruments

In determining the lease term, Company considers all
facts and circumstances that create an economic
incentive to exercise an extension option. Extension
options are only included in the lease term if the lease is
reasonably certain to be extended (or not terminated).

'AAny changes in assumptions, estimates and judgements
as stated above, may have significant risks which expose
a material adjustment to the carrying amounts of assets
and liabilities within the next reporting period.

2024
Kas - Rupiah 337.903.712
Bank
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 353.679.248
PT Bank DBS Indonesia -
PT Bank Central Asia Tbk -
Jumlah 353.679.248
Dolar Amerika Serikat
PT Bank DBS Indonesia 85.008.522
Jumlah 85.008.522
Yen Jepang
PT Bank DBS Indonesia 80.464.991
Jumlah 80.464.991
Jumlah Bank 519.152.761
Jumlah 857.056.473

23

CASH AND BANKS
This account consists of
2023
315.747.874 Cash on Hand - Rupiah
Cash in Banks
Rupiah
598.887.116 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
48.784.550 PT Bank DBS Indonesia
24.028.575 PT Bank Central Asia Tbk
671.700.241 Total
United States Dollar
83.547.743 PT Bank DBS Indonesia
83.547.743 Total
Japanese Yen
113.104.624 PT Bank DBS Indonesia
113.104.624 Total
863.352.608 Total Bank
1.184.100.482 Total
Page 33 OCR 0.924
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

5. KAS DAN BANK (lanjutan)

Kas di bank dapat ditarik setiap saat. Tingkat suku bunga
kontraktual untuk kas pada bank adalah sebagai berikut:

CASH AND BANKS (continued)

Cash at bank can be withdrawn at anytime, Contractual
interest rates on cash at bank is as follows:

2024
Rupiah 0,25Y4 - 1,0070
Mata Uang Asing 0,014

6. PERSEDIAAN

Akun ini terdiri dari:

2024
Barang jadi 4.846.450.241
Barang dalam proses 1.736.911.944
Bahan baku 256.246.881
Suku cadang dan bahan pembantu 27.629.284.279
Jumlah 34.468.893.345

Cadangan keusangan persediaan (21.973.974.432)

Jumlah 12.494.918.913

2023
0,0770 - 1,25Yo Rupiah
0,010 - 01076 Foreign Currencies
INVENTORIES
This account consist of:
2023
5.400.421.422 Finished goods
1.736.911.944 Work in process
256.246.881 Raw materials
27.781.188.311 Spareparts and supporting materials
35.174.768.558 Total

(6.752.550.759)  Allowance for inventory obsolescence

28.422.217.799 Total

Mutasi cadangan keusangan persediaan adalah sebagai
berikut

2024

6.752.550.759
15.221.423.673

21.973.974.432

Saldo awal tahun
Penyisihan tahun berjalan

Saldo akhir tahun

Manajemen berkeyakinan bahwa mutasi cadangan
keusangan persediaan/ kerugian persediaan diatas
adalah cukup untuk menurunkan nilai tercatat persediaan
ke nilai realisasi netonya.

Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko
kebakaran, pencurian dan risiko lainnya bersamaan
dengan aset tetap.

7. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA

2024
Asuransi 41.185.424
Lain-lain 65.000
Jumlah 41.250.424

24

The movement of allowance for inventory obsolescence
is as follow:

2023
3.319.853.707 Balance at begining of year
3.432.697.052 Allowance during the year
6.752.550.759 Balance at ending of year

Management believes that the above allowance for
inventory obsolescence/ losses is sufficient to reduce the
Carrying amounts of inventories to net realizable values.

All inventories along with property, plant and eguipment
were insured against fire, theft and other possible risks.

'ADVANCE AND PREPAID EXPENSES

2023

10.310.950 Insurance
185.000 Other

10.495.950 Total
Page 34 OCR 0.925
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

8. ASET KEUANGAN LAINNYA
Akun ini terdiri dari:

8. OTHER FINANCIAL ASSETS
This account consists of:

Persentase Nilai Tercatat/
Pemilikan/ Carrying Value
Percentage of
Ownership 2024 2023
Metode Harga Perolehan Cost Method
PT Sarana Kaltim Ventura 11996 651.888.000 651.388.000 PT Sarana Kaltim Ventura
Akun ini merupakan investasi jangka panjang This Account represent the Company's long term

perusahaan kepada PT Sarana Kaltim Ventura dalam
bentuk saham dan dicatat dengan menggunakan metode
biaya sebesar Rp 651.888.000 pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023, dengan persentase
kepemilikan sebesar 1,1946.

Aset keuangan lainnya adalah investasi Perusahaan
dengan kondisi sebagai berikut:

- Investasi ekuitas dibawah 2076

« Tidak untuk diperdagangkan

- Perusahaan tidak mempunyai pengaruh signifikan
dari investasi tersebut

- Tidak tersedia pasar aktif atas aset keuangan lainnya
tersebut.

Maka Perusahaan menyajikan aset tersebut dengan
metode biaya sebagaimana PSAK 55 par 43, 46(e),
PP80, dan PP81.

Posisi laba/rugi PT Sarana Kaltim Ventura untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:

investment in shares of stock of PT Sarana Kaltim
Ventura and is recorded using the cost method,
mounting to Rp 651,888,000 as of December 31, 2024
and 2023, with the percentage of owenership of 1.1994.

Other financial assets are investments of Companies with
the following conditions:

Eguity invesment below 2096

Not to be traded

The Company doesn't have a significant influence on
such investments

There is no active market for these other financial
assets.

Therefore the Company presents these assets by cost
method as PSAK 55 par 43, 46(e), PP80 and PP81.

Profit/loss position of PT Sarana Kaltim Ventura for the
year ended December 31, 2023 are as follows:

2023
Pendapatan operasional 8.740.580.529 Operating income
Beban operasional 7.465.962.346 Operating expenses

Laba operasional
Total pendapatan lain-lain

1.274.618.183
1.105.018.376

Operating profit
Total other income

Laba sebelum pajak 2.379.636.559 Profit before tax
Pajak (275.984.953) Tax
Laba setelah pajak 2.103.651.606 Profit after tax

25
Page 35 OCR 0.713
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
PADA 31 DESEMBER 2024 AS OF DECEMBER 31, 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA AND FOR THE YEAR
TANGGAL TERSEBUT THEN ENDED
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
9. ASET TETAP 9 FIXED ASSETS
Rincian dan mutasi aset tetap adalah sebagai berikut: The details and mutation of fixed assets are as follows:
2024
Saldo awal Penambahan — Pengurangan — Reklasifikas! ”—” Revaluas/ ”— Saldo akh
Beginning Additions IDeductions Reciassifi Revaluation Ending
balance cation balance
Biaya perolehan “Acauisition cost
Tanah 5.916.348.709 - - - 5918348769 Land
Revaluasian tanah 107.400.651.231 - - - -. 107.400651.231 Revaluation land
Bangunan Buildings and
dan prasarana 49443632794 - - - 549443632794 infrastructures
Mesin dan Machineries and
Peralatan 445.241.675.096 - - - -. 445:241675.096 @guipments
Kendaraan 6.786.433.681 (287.588.200) -  6498.845.461 Vehicles
Kendaraan air 203.496.000 - - - - 203.496.000 River cratts
Perlengkapan kantor 1.248.342.492 -. (145.000.000) - 11103342492 Ofice eguipments
Pendingin udara Air conditiners
and lemari es 372.343.687 - - - - 372.343.687 and reftigerators
Sub-Jumlah 626.614.923.130 »——1452.588.200) : -626182335:530 Sub-Totat
Aset tetap dalam
penyelesaian 176.404.463 - - - - 176404463 — Contructions in progress
Jumlah 626.791.328.193 —1432.588.200) - 1626.368.739.993 Total
Akumulasi penyusutar Aocumul 1
Bangunan Bulldings and
dan prasarana 42042673496 1.616.336.706 - - - 43.659.010.202 intrastructures
Mesin dan Machineries and
Peralatan 383.585063403  18.251.267.833 - - «. 401.806,331236 @guipments
Kendaraan 6.600.636.149 160.019.413 (287.588.200) - 6473067662 Vehicles
Kendaraan air 178.693.094 601.125 - - - 188.294.219 River orafts
Perlengkapan kantor 11218342.102 (145000000) -11103312.102 Ofco eguloments
Pendingin udara Air conditioners
and lemari es 369.187.437 1.262.500 - - - 370.449.937 and refngerators
Jumlah 20038.487.577 — (432.588.200) - -463.600.495.748 Total
Nilai Buku 162.758.244.245 Net Book Value
2023
Saldo awal Penambahan) — Pengurangan — Reklasifikas! ”—” Revaluas/ ”— Saldo akhi
Beginning Additions IDeductions Rediassifi Revaluation —— Ending
balance cation balance
Biaya perolehan “Agauisition cost
Tanah 5.918.348.709 - - - -.. 5918.348.769 Land
Revaluasi tanah 107.400.051.231 - - - -107.400651.231 Revaluation land
Bangunan Buildings and
dan prasarana 49.143.632.794 - - - 49443632794 intrastructures
Mesin dan Machineries and
Peralatan 445.672.828.045 H0 431152049) - -. 445.241675.096 @guipments
Kendaraan 6.786.433.681 - - - 6786433661 Vehicles
Kendaraan air 1.605.423.973 - (1401927973) - - 203.496.000 River crafts
Perlengkapan kantor 11.248.342.402 - - - » A1240312402 Omce egupments
Pendingin udara Air conditioners
and lemari es 312.343.687 - - - - 312.349.687 and refrgerators
Sub-Jumlah 620.448.004.652 »— 1.833.080.922) - -626.614.923.730 Sub-Totat
Aset tetap dalam
penyelesaiar 176.404.163 - - - - 176404463 — Contructions in progress
Jumlah 628.624.409.115 -— (1.833.080.922) - -626.791328.193 Total
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
angunan Bulldings and
dan prasarana 40374968678 1.667.704.818 - - » 42042673496 infrastructures
Mesin dan Machineries and
Peralatan 365.422400.703  18.380.087.616— (247.424.916) - -. 383.555.063.403 @guipments
Kendaraan 6.262.835.312 397.801.137 - - 660.636.449 Vehicles
Kendaraan air 1.571.019.942 9601.125 (1401927373) - - 178.693.094 River orafts
Perlengkapan kantor 1.206.085.300 42.257.186 - - 11248312292 Omce egulpments
Pendingin udara Air conditioners
and lemari es 367.924.507 1.262.500 - - - 369.187.437 and refigerators
Jumlah 425:205.234.878 20.438714.382 (1.649.352.889) 2 2 443994.596,371 Total

Nilai Buku 203.419.174.237 192.796.731.822 Not Book Valuo

26
Page 36 OCR 0.938
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
PADA 31 DESEMBER 2024 AS OF DECEMBER 31, 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA AND FOR THE YEAR
TANGGAL TERSEBUT THEN ENDED
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
9. ASET TETAP (lanjutan) 9. FIXED ASSETS (continued)
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Depreciation expenses was allocated to the following:
s 2024 2023
Beban produksi (Catatan 21) 19.874.755.664 20.081.068.559 Production costs (Note 21)
Beban umum dan administrasi General and administrative
(Catatan 22) 163.731.913 357.645.823 expenses (Note 22)
Jumlah 20.038.487.577 20.438.714.382 Total
Sejak tanggal 31 Desember 2013, Perusahaan Since December 31, 2013, the Company has carry out
melakukan revaluasi aset tanah secara continuous revaluation of land assets, the lates for
berkesinambungan, terakhir untuk valuasi penilaian 31 valuation December 31, 2020 with report dated March 8,
Desember 2020 dengan tanggal laporan 8 Maret 2021 2021 by independent appraisal, — Benedictus
oleh penilai independen Benedictus Darmapuspita & Darmapuspita & Rekan, using the market price approach.
Rekan, dengan menggunakan pendekatan harga pasar.
Manajemen berkeyakinan tidak terdapat perubahan Management believe there is no significant change in the
signifikan pada nilai aset tanah pada tanggal 31 Desember value of the land assets as of December 31, 2024,
2024, sehingga tidak ada penilai independen yang ditunjuk. therefore no independent appraisal has been appointed.
Penjualan aset tetap masing-masing pada 31 Desember Sale of fixed assets on December 31, 2024 and 2023,
2024 dan 2023 adalah sebagai berikut: respectively are as follows:
2024 2023
Penerimaan dari penjualan Received from sales
aset tetap 147.747.748 1.150.000.000 Of fixed assets
Jumlah tercatat - (183.728.033) Amount recorded
Keuntungan penjualan
Aset tetap 147.747.748 966.271.967 Gain on sale of fixed assets
Pada tanggal 31 Desember 2023, aset tetap dilindungi As of December 31, 2023, the property, plant and
dengan asuransi terhadap risiko kebakaran dan risiko eguipment are covered by insurance against losses by
lainnya berdasarkan paket polis dengan jumlah fire and other risks under a policy package with insurance
pertanggungan sebesar Rp '33.212.075.000 coverage  totaling Rp  33,212,075,000 (2023:
(2023: Rp 6.424.150.000). Rp 66,424,150,000).
10. BEBAN TANAMAN DITANGGUHKAN 10. FUTURE CROP EXPENDITURES
Beban tanaman ditangguhkan merupakan biaya-biaya Future crop expenditures represents costs incurred in
yang dikeluarkan untuk mengembangkan tanaman yang developing plantations located in the factory with sengon
terletak di lokasi pabrik dengan jenis tanaman sengon plant types for use in the production process of plywood
untuk digunakan dalam proses produksi kayu lapis dan 'and barecore. Sengon tree planting period is about 6-8
barecore. Masa tanam pohon sengon sekitar 6-8 tahun years with a diameter of more than 20 cm. The plantation
dengan diameter lebih dari 20 cm. Perkiraan tanaman is expected to be harvested around 2026.
tersebut akan di panen sekitar tahun 2026.
Biaya tanaman ditangguhkan merupakan biaya-biaya A cost of future crop expenditures represents costs that
yang dapat diatribusikan secara langsung terhadap can be directly attributed to the Company's agriculture, so
produk agrikultur Perseroan, sehingga biaya tersebut that the cost is presented as part of the asset (capitalized)
disajikan sebagai bagian dari aset (dikapitalisasi) as PSAK 202 and PSAK 241.

sebagaimana PSAK 202 dan PSAK 241.

27
Page 37 OCR 0.923
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

11. UTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:

11. TRADE PAYABLES
This account consists of:

2024

Berdasarkan Pemasok
Pihak Ketiga

Pemasok 4.473.035
Jumlah 4.473.035
Pihak Berelasi

PT Roda Mas Timber Kalimantan 29.870.112

PT Kemakmuran Berkah Timber 9.524.306
Jumlah 39.394.418
Berdasarkan Mata Uang
Pihak Ketiga

Rupiah 4.473.035
Jumlah 4.473.035
Pihak Berelasi

Rupiah 39.394.418
Jumlah 39.394.418

Berdasarkan Umur

Sampai dengan 1 bulan bs
» A bulan- 3 bulan 4.473.035
» 8bulan—6 bulan 2
Lebih dari 6 bulan

Jumlah 4.473.035

12. PERPAJAKAN

a. Pajak dibayar di muka

2024
Pajak Pertambahan Nilai | 1.358.168.465
Jumlah 1.358.168.465

Pada tanggal 2 Juli 2018 Perusahaan mengajukan
permohonan kepada Dirjen Pajak untuk dapat
ditetapkan sebagai Pengusaha Kena Pajak
Beresiko Rendah dimana Perusahaan dapat
diberikan pengembalian pendahuluan kelebihan
pembayaran pajak. Pada tanggal 24 Juli 2018
Kementerian Keuangan melalui Dirjen Pajak
memutuskan dan menetapkan bahwa Perusahaan
menjadi Pengusaha Kena Pajak Beresiko Rendah
terhitung mulai masa pajak Juli 2018.

b. Utang pajak

2023
By Suppliers
Third Parties
10.581.324 Suppliers
10.581.324 Total
Related Parties
51.395.777 PT Roda Mas Timber Kalimantan
22.991.472 PT Kemakmuran Berkah Timber
74.387.249 Total
By Currency
Third Parties
10.581.324 Rupiah
10.581.324 Total
Third Parties
74.387.249 Rupiah
74.387.249 Total
By Aging
ta Up to 1 month
10.581.324 Over 1 month — 3 months
- Over 3 month — 6 months
- More than 6 months
10.581.324 Total
12. TAXATION
a. Prepaid taxes
2023
1.386.179.116 Value Added Tax
1.386.179.116 Total

On July 2, 2018 the Company submitted an
application to the Director General of taxes to be
determined as a low risk taxable entrepreneur
where the Company can be given a preliminary
refund of the tax overpayment. On July 24, 2018
the Ministry of Finance through the Director
General of taxes decided and determined that the
Company became aa Law Risk  Taxable
Entrepreneur starting from July 2018 tax period.

2024
Pajak Penghasilan:
Pasal 21/26 4.885.324
Pasal 23 98.122
Jumlah 4.983.446
« Beban Pajak Penghasilan
2024
Pajak Tangguhan 3.893.448.263
Jumlah 3.893.448.263

28

b. Taxes payable
2023
Income Taxes:
30.133.953 Article 21/26
101.530 Article 23
30.235.483 Total
Cc. Income Tax Expense
2023
2.282.608.267 Deferred Tax
2.282.608.267 Total
Page 38 OCR 0.870
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

12. PERPAJAKAN (lanjutan)

Pajak Kini

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut
fiskal)

laporan laba

rugi

dengan laba (rugi

Perusahaan adalah sebagai berikut:

Rugi sebelum pajak
menurut laporan laba rugi:

2024

(44.261.721.421)

12. TAXATION (continued)

Current Tax

AA reconciliation between income before tax per
statements of income and taxable income (fiscal
loss) of the Company is as follows:

2023

Loss before tax per

(35.641.271.313) Statements of income:

Beda tetap : Permanent differences:
Beban Pajak 495.210.051 452.518.150 Tax expenses
Pendapatan bunga (6.866.027) (9.469.254) Interest income
Lain-lain 174.381.941 171.391.209 Other
Jumlah 662.725.965 614.440.105 Total
Beda temporer: Temporary differences:
Allowance for impairment

Penyusutan 2.190.735.983 7.879.632.083 Depreciation
Penyisihan imbalan kerja 285.332.451 (936.837.012) Provision employee benefits
Cadangan penurunan

nilai persediaan 15.221.423.673 3.432.697.052 Allowance for decline of inventory
Jumlah 17.697.492.107 10.375.492.123 Total
Rugi kena pajak (25.901.503.349) (24.651.339.085) Taxable loss
Kompensasi rugi fiskal (711.265.957.568) (720.035.989.767) Carry forward loss compensation
Akumulasi rugi fiskal (737.167.460.917) (744.687.328.852) Accumulated fiscal loss

d. Pajak tangguhan d. Deffered tax
Rincian dari aset dan liabilitas pajak tangguhan Details of deffered tax assets and liabilities are as
adalah sebagai berikut: follows:
2024
Dikreditkan Dicatat di
(dibebankan)ke — pendapatan
laporan laba rugi/ komprehensif
Credited lain/ Recognize
Saldo awal/ (charges) to in other
Beginning statementof — comprehensive — Penyesuaian! — Saldo akhir/

Aset pajak balance income income 'Agjustment — Ending balance
Tangguhan Deffered tax assets
Penyusutan Depreciation of fixed
aset tetap 7.524.694.116 481.961.916 - - 8.006.656.032 assets
Liabilitas imbalan Post-employment
pasca kerja 466.864.387 62773139 (82.825.068) 5.146.812.458 benefits obligation
Cadangan
penurunan nilai Allowance for
Persediaan 1.485.561.168 3.348.713.208 - - 4.834.274.376 decline of inventory
Aset pajak
tangguhan DATTAN9.671 3.893.448.263 — (82.825.068) - 13:287.742.866 — Deffered tax assets
Surplus revaluasi Surplus on
Aset (23.628.143.271) - - (23.628.143.271) Revaluation assets
Liabilitas pajak
tangguhan (23.626.143.271) - - -/23.628.143.271) — Deffored tax liability
Aset  (liabilitas)
pajak tangguhan Deffered tax asset

rsih (14.151.023.600) 3.893.448.263 — (82.825.068) - (10.340.400.405)

29
Page 39 OCR 0.888
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

12. PERPAJAKAN (lanjutan) 12. — TAXATION (continued)
d. Pajak tangguhan (lanjutan) d. Deferred Tax (continued)
2023
Dikreditkan Dicatat di
(dibebankan)ke — pendapatan
laporan laba rugi/ komprehensif
Credited lain/ Recognize
Saldo awal/ (charges) to in other
Beginning statementof — comprehensive — Penyesuaian/ — Saldo akhir/
Aset pajak balance income income 'Adjustment — Ending balance
Tangguhan Deffered tax assets
Penyusutan Depreciation of fixed
aset tetap 5.791.175.058 1.733.519.058 - «7.524.694.116 assets
Liabiltas imbalan Post-employment
pasca kerja 579.539.337 (206.104.143) 93.429.193 466.864.387 benefits obligation
Cadangan
penurunan nilai “Allowance for
persediaan 730.367.816 755.193.352 - - 1.485.561.168 decline of inventory
Aset pajak
tangguhan 1.101.082.211 2.282.608.267 93.429.193 - 9-47719.671 — Deffered tax assets
Surplus revaluasi Surplus on
aset (23.626.143.271) - - (23.628.143.271) Revaluation assets
Liabilitas pajak
tangguhan (23.628.143.271) - - -23.628.143.271) — Deffered tax liability
Aset (liabilitas)
pajak tangguhan Deffered tax asset
bersih (16.527.061.060) — 2.282.608.267 93.429.193 -(14.151.023.600) (Miability) net
13. BIAYA YANG MASIH HARUS DI BAYAR 13. ACCRUED EXPENSES
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
2024 2023
Gaji 13.630.600 13.118.400 Salaries
Lain-lain 27.938.074 79.286.385 Others
Jumlah 41.568.674 92.404.785 Total
14. UTANG PIHAK BERELASI JANGKA PANJANG 14. LONG — TERM DUE TO RELATED PARTY

Pada tanggal 22 Juni 2011, Perusahaan mendapat fasilitas
pinjaman modal kerja tanpa bunga dari PT Long Bagun
Putra, pihak berelasi dengan batas maksimal pinjaman
sebesar USD 5.000.000. Pinjaman ini telah ditingkatkan
dan diperpanjang beberapa kali, terakhir pada tanggal
21 Agustus 2023 dengan batas maksimal pinjaman
USD 6.500.000 dan jangka waktu 3 tahun sampai dengan
tanggal 6 September 2026 serta dapat diperpanjang
kembali. Pada tanggal 2 Januari 2024 pinjaman dalam
dolar amerika serikat dikonversi menjadi rupiah. Pada
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, saldo utang atas
fasilitas pinjaman ini masing-masing adalah Rp
55.087.014.600 dan Rp 88.628.050.000 (USD
4.800.000 dan Rp 14.631.250.000).

30

On June 22, 2011, the Company obtained a non bearing
interest working capital loan facility from PT Long Bagun
Putra, a related party with maximum loan limit of USD
5,000,000. This loan was increased and extended
several times. the latest on August 21. 2023 with
maximum loan limit of USD 6,500,000 and loan term 3
years until September 6, 2026 and can be extended
again. On January 2, 2024 the loan in US dollar was
converted into rupiah. As of December 31, 2024 and
2023, the outstanding balance of this loan facility was
Rp 55,087,014,600 and Rp 88,628,050,000 (USD
4,800,000 and Rp 14,631,250,000), respectively.
Page 40 OCR 0.926
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

15,

16.

UTANG PEMEGANG SAHAM

Pada tanggal 19 Maret 2009, Perusahaan mendapat
fasilitas pinjaman modal kerja tanpa bunga dari PT Harita
Jayaraya, pemegang saham mayoritas dengan batas
maksimal pinjaman sebesar Rp 39.500.000.000.
Pinjaman ini telah ditingkatkan dan diperpanjang
beberapa kali, terakhir pada tanggal 21 Agustus 2023
dengan batas maksimal — pinjaman sebesar
Rp 1.000.000.000.000 dan jangka waktu 3 tahun sampai
dengan tanggal 6 September 2026 serta dapat
diperpanjang kembali.

Pada tanggal 2 Januari 2024 pinjaman dalam dollar
amerika serikat telah dikonversi menjadi rupiah. Pada
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, saldo utang atas
fasilitas pinjaman ini masing-masing — sebesar
Rp 787.997.636.825 dan 746.494.133.753 (USD
25.745.000 dan Rp 349.609.213.753).

LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA

Perusahaan menghitung dan membukukan estimasi
imbalan pasca kerja untuk seluruh karyawannya yang
memenuhi kualifikasi sesuai dengan UU Cipta Kerja No.
11/2020 yang merupakan kewajiban imbalan kerja. Tabel
berikut ini mengikhtisarkan komponen beban imbalan
kerja yang diakui di laba rugi dan liabilitas imbalan kerja
karyawan yang diakui di neraca berdasarkan Kantor
Konsultan Aktuaria (KKA) Tubagus Syafrial & Amran
Nangasan, aktuaris independen, dalam laporannya
bertanggal 04 Februari 2025:

a. Beban Imbalan Kerja:

15. DUE TO SHAREHOLDER

On March 19, 2009, the Company obtained anonbearing
interest working capital loan facility from PT Harita
Jayaraya, majority shareholder with maximum loan limit
of Rp 39,500,000,000. This loan was increased and
extended several times, the latest on August 21, 2023
with maximum loan limit of Rp 1,000,000,000,000 and
loan term 3 years until September 6, 2026 and can be
extended again.

On Januari 2, 2024 the loan in US dollars was converted
into rupiah. As of December 31, 2024 and 2023, the
outstanding balance of this loan facility was Rp
787,997,636,825 and Rp 746,494,133,753 (USD
25,745,000 and Rp 349,609,213, 753), respectively.

16. POST-EMPLOYMENT BENEFITS OBLIGATION

The Company calculates and records post-employment
benefits obligaticn based on the Job Creation Law No.
11/2020 which represents an underlying defined benefit
obligation. The following tables summarize the
components of employee benefits expense recognized
in the profit and loss and employee benefits Ilability
recognized in the balance sheet as determined by
Kantor Konsultan Aktuaria (KKA) Tubagus Syafrial &
'Amran Nangasan an independent actuary, in its reports
dated February 04, 2025:

a. Employee benefit expense:

2023
191.220.508 Current service cost
186.242.869 Interest cost
377.463.377 Total

b. Employee benefit Liability:

2024
Biaya jasa kini 184.855.446
Biaya bunga 141.757.005
Jumlah 326.612.451

b.  Liabilitas Imbalan Kerja:

2024
Nilai kini kewajiban imbalan 2.030.965.719
Jumlah 2.030.965.719

2023
2.122.110.853 Present value of the benefit obligation
2.122.110.853 Total

Perubahan liabilitas imbalan kerja selama tahun
berjalan sebagai berikut:

2024
Saldo awal tahun 2.122.110.853
Penyisihan selama tahun berjalan 326.612.451
Pembayaran selama tahun berjalan (41.280.000)
Penghasilan komprehensif lain
tahun berjalan (376.477.585)
Jumlah

2.030.965.719

Changes in employee benefits liability during the
years are as follows:

2023
2.634.269.715 Beginning balance
377.463.377 Provision during the year
(1.314.300.389) Payment during the year
Other comprehensive income during
424.678.150 the year

2.122.110.853 Total
Page 41 OCR 0.882
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

16. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan) 1

b. Liabilitas Imbalan Kerja: (lanjutan)

Perubahan beban imbalan kerja yang diakui pada
penghasilan komprehensif sebagai berikut:

2024
Penghasilan komprehensif lain
awal tahun 13.249.684.994
Penghasilan komprehensif
tahun berjalan (293.652.517)
Penghasilan komprehensif lain
akhir tahun 12.956.032.477

6. POST-EMPLOYMENT  BENEFITS OBLIGATION
(continued)

b. Employee benefit Liability: (continued)

Changes in employee benefits expenses as other
comprehensive income are as follows:

2023
Other comprehensive income
12.918.436.037 at beginning
Other comprehensive income
331.248.957 during the year
Other comprehensive income
13.249.684.994 at ending of year

Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan
penilaian aktuarial atas Jiabilitas karyawan pada
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
sebagai berikut:

The key assumptions of actuarial valution used in
determining employee benefits liability as of
December 31, 2024 and 2023 are as follows:

2024 2023
Tingkat diskonto 7,020 6,681 Discount rate
Kenaikan gaji (upah) 30bpertahun/year — 596 pertahun/year Salary (wage) increase
Usia pensiun 55tahunyearsold — 55 tahun/years old Pension age
Tingkat kematian TMI —IV (2019) TMI-IV (2019) Mortality rate
17. MODAL SAHAM 17. CAPITAL STOCK

Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

The details of the company's stockholders of December
31, 2024 and 2023 are as follows:

2024

Persentase

Kepemilikan

Jumlah Saham/ Percentage of Jumlah/
Pemogang Saham Number of Shares Ownership Amount Shareholders
PT Harita Jayaraya 790.226.510 781000 98.778.313,750 PT Harita Jayaraya
Koperasi Karyawan PT Tirta Cooperatives Employee PT Tirta
Mahakam Pywood Industry 1.364.012 01396 170.501.500 Mahakam Plywood Industry

KUD Budi Rahayu 909.332 00976 113.666.500 KUD Budi Rahayu
Masyarakat 219.274.896 2116895 27.409.362.000 Public
Jumlah 1.011.774.750 100,004 126.471.843.750 Total

2023

Persentase

Kopemilikan/
Jumlah Saham/ Percentage of Jumlah/
Pemegang Saham Number of Shares Ownership Amount Shareholders
PT Harita Jayaraya 790.226.510 78, 1070 96.778.313.750 PT Harita Jayaraya
Koperasi Karyawan PT Tirta Cooperatives Employee PT Tirta
Mahakam Pywood Industry 1.364.012 0,139 170.501.500 Mahakam Plywood Industry

KUD Budi Rahayu 909.332 0.097 113.666.500 KUD Budi Rahayu
Masyarakat 219.274.896 216895 27.409.362.000 Public
Jumlah 1.011.774.750 100,00”4— 126.471.843.750 Total

32
Page 42 OCR 0.927
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

17. MODAL SAHAM (lanjutan)

Tidak terdapat kepemilikan Saham oleh Anggota Dewan
Komisaris dan Direksi pada tanggal 31 Desember 2024

17. CAPITAL STOCK (continued)

There is no Shars ownership by Members of the Board of
Commissioners and Board of Directors as of December

dan 2023. 31, 2024 and 2023.
Pe ntas
Jumlah Saham/ Kepemilikan/
Jabatan/ Number of Percentage of
Nama/Name Title Shares Ownership
Lim Gunardi Hariyanto Presiden Komisaris/President Commissioner o 00
Hendra Surya Komisaris Independen/Independent Commissioner 0 Oa
Djohan Surja Putra Presiden Direktur/President Director 0 Oo
Pohan Wijaya Po Direktur/Director 0 096

18. TAMBAHAN MODAL DISETOR

Akun ini terdiri dari:

2024
Agio Saham 18.750.000.000
Biaya Emisi Efek (2.511.061.167)
Jumlah 16.238.938.833
Agio Saham

Agio saham berasal dari penawaran perdana yang
dilakukan pada tahun 1999 sebesar Rp 18.750.000.000.

Biaya Emisi Efek

Biaya emisi efek berasal dari penawaran perdana yang
dilakukan pada tahun 1999 sebesar Rp 2.016.067.667
dan dari penawaran umum terbatas pertama yang
dilakukan pada tahun 2003 sebesar Rp 494.993.500.

19. SURPLUS REVALUASI ASET

2024

18. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL

This account consists of:

2023
18.750.000.000 Additional paid-in capital
(2.511.061.167) Stock issuance cost
16.238.938.833 Total

Additional Paid-in Capital

This account resulted from the Initial Public Offering in
1999 amounted to Rp 18,750,000,000.

Stock Issuance cost

The stock issuance costs resulted from the 1999 initial
public offering amounting to Rp 2,016,067,667 and from
the Company's rights issue in 2003 amounting to
Rp 494,993,500.

19. SURPLUS ON REVALUATION OF ASSET

2023

107.400.651.231
(23.628.143.271)

Surplus revaluasi aset
Dampak pajak tangguhan

Bersih 83.772.507.960

Pada tanggal 31 Desember 2024, Perusahaan tidak
melakukan penyesuaian atas revaluasi aset.

20. PENJUALAN NETO

Akun ini terdiri dari:

2024
Polyester 50.804.109
Blackboard 14.192.216
Kayu Lapis 7.661.333
Jumlah 72.657.658

33

107.400.651.231
(23.628.143.271)

Surplus on revaluation of asset
Deferred tax effect

83.772.507.960 Net

As of December 31, 2024, the Company has not made
any adjustments to the asset revaluation.

20. NET SALES

This account consists of

2023
- Polyester
Fs Blackboard
22.360.023 Plywood
22.360.023 Total
Page 43 OCR 0.945
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

20. PENJUALAN NETO (lanjutan) 20. NET SALES (continued)
Seluruh penjualan untuk tahun-tahun yang berakhir pada All sales for the years ended December 31, 2024 dan
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 dilakukan dengan 2023 were made to third parties.
pihak ketiga.
Penjualan yang melebihi 1095 dari jumlah penjualan Sales which individually represent more than 1096 of the
bersih masing-masing pada tahun 2024 dan 2023 adalah total sales in 2024 dan 2023 are as follow:
sebagai berikut:
2024 2023
Santosa 50.804.109 - Santosa
Rusianto 14.192.216 - Rusianto
Agus Riyadi 4.587.243 20.631.005 Agus Riyadi
Jumlah 69.583.568 20.631.005 Total
21. BEBAN POKOK PENJUALAN 21. COST OF GOODS SOLD
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
2024 2023
Pemakaian bahan baku Raw materials used
Persediaan bahan baku Raw materials inventory
Awal 256.246.881 256.246.881 Beginning
Pembelian - - Purchases
Tersedia untuk digunakan 256.246.881 256.246.881 Available for use
Persediaan bahan baku akhir (256.246.881) (256.246.881) Raw materials, ending
Total pemakaian bahan baku - - Total raw materials used
Beban produksi tidak langsung Indirect production cost
Penyusutan 19.874.755.664 20.081.068.559 Depreciation
Penyisihan persediaan 15.221.423.673 3.432.697.052 Provision inventory
Gaji, upah dan tunjangan karyawan 2.012.232.346 2.301.138.401 Salaries wage and employee benefits
Asuransi 363.386.856 876.376.284 Insurance
Perbaikan dan pemeliharaan 62.594.180 964.584.980 Repairs and maintenance
Lain-lain 1.227.240.280 1.553.239.955 Others
Jumlah beban produksi 38.761.632.999 29.209.105.231 Total cost of production
Persediaan barang dalam proses, awal 1.736.911.944 1.736.911.944 Work in process, beginning
Persediaan barang dalam proses, akhir (1.736.911.944) (1.736.911.944) Work in process, ending

Beban pokok produksi
Persediaan barang jadi, awal
Persediaan barang jadi, akhir

5.400.421.422

Beban pokok penjualan 39.315.604.180

(4.846.450.241)

Cost of goods manufactured
Finished goods, beginning
Finished goods, ending

5.407.633.189
(5.400.421.422)

29.216.316.998 Cost of goods sold

34
Page 44 OCR 0.922
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

22,

23.

24.

BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

22. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:
2024 2023

Gaji, upah dan tunjangan 3.549.407.785 3.672.909.188 Salaries, wage and benefit
Pajak 495.210.051 452.518.150 Tax
Penyusutan 163.731.913 357.645.823 Depreciations
Jasa profesional 149.784.615 338.617.949 Professional fees
Pemeliharaan kendaraan 149.188.545 146.729.614 Upkeep of motor vehicle
Internet dan manajemen situs web 62.115.483 71.552.250 Internet and website management
Listrik dan air 42.202.000 76.178.075 Electricity and water
Administrasi bank 5.674.403 629.525.998 Bank changes
Lain-lain 829.565.440 1.016.849.983 Others
Total Umum dan Administrasi 5.446.880.235 6.762.527.030 Total

RUGI PER SAHAM

Rugi per saham dihitung dengan membagi rugi tahun
berjalan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang
beredar pada tahun yang bersangkutan. Perhitungannya
adalah sebagai berikut:

2024
Rugi tahun berjalan (40.368.273.158)

Jumlah rata-rata tertimbang saham

yang beredar 1.011.774.750

Rugi per saham (39,90)

INSTRUMEN KEUANGAN

Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai
wajar dari aset dan liabilitas keuangan:

23. LOSS PER SHARE

Loss per share is calculated by dividing loss for current
year by the weighted average of shares outstanding
during the year. The calculation are as follows:

2023
(33.358.663.046) Loss for current year

Weighted average number of

1.011.774.750 Shares outstanding

(32.97) Loss per share

24. FINANCIAL INSTRUMENTS

The fair values of financial assets and liabilities, together
with the carrying amounts, are as follow:

2024 2023
Nilai Tercatat Nilai Wajar! Nilai Tercatat Nilai Wajar/
Carrying Value Fair Value Carrying Value Fair Value
Aset Keuangan Financial Assots
Kas dan bank 857.056.473 857.056.473 1.184.100.482 1.184.100.482 Cash and banks
Piutang lain-lain 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 Other Receivables
Uang muka dan biaya 'Advance and prepaid
dibayar dimuka 41.250.424 41.250.424 10.495.950 10.495.950 expenses
Jumlah Aset Keuangan 899.506.897 899.506.897 1.195.796.432 1.195.796.432 Total Financial Assets
Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Utang usaha pihak ketiga 4.473.035 4.473.035 10.581.324 10.581.324 Trade payables third parties
Utang lain-lain - - 164.000.000 164.000.000 Other payables
Biaya yang masih
harus dibayar 41.568.674 41.568.674 92.404.785 92.404.785 Acerued expenses
Utang usaha
pihak berelasi 39.394.418 39.394.418 74.387.249 74.387.249 Trade payables related parties
Jumlah Liabilitas Total Financial
Keuangan 35.436.127 85.436.127 341.373.368 341.373.358 Liabilities

35
Page 45 OCR 0.926
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

25,

26.

TRANSAKSI DENGAN PIHAK -PIHAK BERELASI 25.
Rincian saldo dengan pihak berelasi adalah sebagai
berikut:

Jumlah/

Amount

2024 2023
Utang Usaha:
PT Kemakmuran Berkah Timber 9.524.306 22.901.472
PT Roda Mas Timber Kalimantan 29.870.112 51.305.777
ng Pemegang Saham:

PT Harita Jayaraya 787.997.636.825  746.494.133.753
Utang Berelasi:
PT Long Bagun Putra 55.087.014.600  88.628.050.000

Berikut ini adalah rincian sifat hubungan dengan pihak
berelasi adalah sebagai berikut:

Pihak berelasi/
Related party

PT Kemakmuran Berkah Timber
PT Roda Mas Timber Kalimantan
PT Harita Jayaraya

PT Long Bagun Putra

Nilai transaksi yang digunakan Perusahaan dengan pihak
yang berelasi yaitu harga pasar.

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

siko Kres

Perusahaan menghadapi risiko kredit yang timbul dari
kredit yang diberikan kepada nasabah. Untuk
mengurangi risiko ini, ia memiliki kebijakan untuk
memastikan bahwa pelayanan yang dibuat hanya untuk
pelanggan layak kredit dengan track record atau sejarah
kredit yang terbukti baik. Kebijakan Perusahaan bahwa
semua pelanggan yang akan melakukan perdagangan
secara kredit harus membuka Letter of Credit atau
membayar di muka sebelum barang dikirim. Perusahaan
memiliki kebijakan yang membatasi jumlah eksposur
kredit untuk setiap pelanggan tertentu, seperti
membutuhkan deposit dan persetujuan dari manajemen
untuk beberapa pelanggan. Selain itu, saldo piutang
dipantau secara terus-menerus untuk mengurangi
eksposur Perusahaan untuk kredit macet.

Ketika pelanggan gagal melakukan pembayaran dalam
jangka waktu kredit yang diberikan, Perusahaan akan
menghubungi pelanggan untuk bertindak atas piutang
jatuh tempo. Jika pelanggan tidak melunasi piutang jatuh
tempo dalam waktu yang wajar, Perusahaan akan
melanjutkan untuk memulai proses hukum.

Tergantung pada penilaian Perusahaan, ketentuan-
ketentuan khusus dapat dilakukan jika utang tersebut
dianggap tertagih. Untuk memitigasi risiko kredit,
Perusahaan akan menghentikan pengiriman barang dan
jasa kepada pelanggan dalam hal keterlambatan
pembayaran dan/atau default.

36

Hubungan/ Relationship

Perusahaan Afiliasi/Afiliate
Perusahaan Afiliasi/Afiliate
Pemegang Saham/Shareholder

Perusahaan Afiiasi/Afliate

26.

TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES

The details of accounts with related parties are as follows:

Persentase Terhadap
Jumlah Liabilitas (26)

Percentage to
Total Liabilities (96)
2024 2023
Account Payables:
0.001 0,003 PT Kemakmuran Berkah Timber
0,003 0,006 PT Roda MasTimber Kalimantan
hareholder:
92,105 87,614 PT Harita Jayaraya
Due to Related Party:
6.439 10,405 PT Long Bagun Putra

The details of accounts based on the nature of relationship
with the related party mentioned in the foregoing are as
follows:

Sifat transaksi/
Nature of transaction

Utang Usaha/Account Payable
Utang Usaha/Account Payable
Utang Kepada Pemegang
Saham/Due to Shareholder
Utang Lain-lain/Other Payable

Transcation value used by Company with related parties
are fair.

FINANCIAL RISK MANAGEMENT
Credit Risk

The Company is exposed to credit risk arising from the
credit granted to its customers. To mitigate this risk, it has
policies in place to ensure that delivery of services are
made only to credit worthy customers with proven track
record or good credit history. It is the Company's policy that
all customers who wish to trade on credit are subject to
open Letter of Credit (LC) or pay cash on delivery (COD).
In certain case, the Company has policies that limit the
amount of credit exposure to any particular customer, such
as reguiring deposit and approval from management for
several customers. In addition, receivable balances are
monitored on an ongoing basis to reduce the Company's
exposure to bad debts.

When a customer fails to make payment within the credit
term granted, the Company will contact the customer to
act on the overdue receivables. If the customer does not
settle the overdue receivable within a reasonable time,
the Company will proceed to commence legal
proceedings.

Depending on the Company's assessment, specific
provisions may be made if the debt is deemed
uncollectible. To mitigate credit risk, the Company will
cease the delivery of goods and services to the customer in
the event of late payment and/or default.
Page 46 OCR 0.943
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko Mata Uang Asing

Mata uang pelaporan Perusahaan adalah Rupiah.
Perusahaan menghadapi risiko nilai tukar karena
penjualan tertentu dan pembelian dan biaya pengeluaran
tertentu dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dan Yen
Jepang. Sampai-sampai penjualan tertentu dan pembelian
dan biaya pengeluaran tertentu Perusahaan adalah dalam
mata uang selain Rupiah, dan tidak merata cocok dalam
hal kuantum dan/atau waktu, Perusahaan memiliki
eksposur terhadap risiko mata uang asing. Perusahaan
terekspos terhadap perubahan nilai tukar mata uang asing
terutama dalam Dolar Amerika Serikat dan Yen Jepang
pada biaya-biaya tertentu, aset dan liabilitas yang timbul
dari operasi sehari-hari.

Perusahaan tidak memiliki kebijakan lindung nilai formal
untuk eksposur valuta asing. Namun, sehubungan
dengan hal-hal yang dibahas dalam paragraf di atas,
fluktuasi dalam nilai tukar antara, Rupiah, Dolar Amerika

Serikat dan Yen Jepang menyediakan beberapa derajat
lindung nilai alami untuk eksposur valuta asing
Perusahaan.

Risiko Likuiditas

Perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk dapat
membiayai belanja modal, modal kerja, dan melayani
hutang yang jatuh tempo dengan mempertahankan kas
dan setara kas yang memadai.

Perusahaan secara rutin mengevaluasi
proyeksi dan aktual arus kas.

informasi

Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah

Perusahaan yang penjualan produknya 99Y6 untuk
ekspor dan penerimaan hasil penjualan dalam mala uang
asing, yaitu dollar Amerika Serikat dan Yen Jepang,
maka dengan penurunan nilai Rupiah yang terjadi pada
akhir-akhir ini akan menambah pendapatan Perusahaan.

Kebijakan Negara Importir

Perusahaan yang berorientasi ekspor, dimana ekspornya
terutama ke negara Amerika, Jepang and Eropa, harus
memenuhi persyaratan standar produk dan mutu yang
masuk ke negara-negara tersebut.

Risiko Negara dan Politik

Berbagai kebijakan dan tindakan yang dapat dilakukan
oleh Pemerintah akan mempengaruhi usaha Perusahaan.
Termasuk juga ketidakpastian mengenai tarif ekspor
impor, kebijakan perpajakan, pembatasan penggunaan
valuta asing, perubahan kondisi politik dan kontrol
terhadap mata uang.

Risiko Sosial dan Lingkungan

Usaha Perusahaan diatur oleh berbagai undang-undang
dan peraturan yang berkaitan dengan dampak lingkungan
dari industri perkayuan. Pembuangan limbah dan proses
produksi memiliki potensi untuk menjadi polusi bagi udara,
tanah dan air. Perusahaan memastikan bahwa
Perusahaan telah melaksanakan praktek terbaik
internasional untuk standar lingkungan dan fasilitas
pengelolaan limbah, yang sesuai dengan ketentuan dan
peraturan pemerintah.

37

26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

Foreign Currency Risk

The Company's reporting currency is the Rupiah. The
Company faces foreign exchange risk as its certain sales
and purchases and the costs of certain expenses are
denominated in the United Stated Dollar and Japanese
Yen. To the extent that the certain sales and purchases
and the costs of certain expenses of the Company are
denominated in currencies other than Rupiah, and are not
evenly matched in terms of guantum and/or timing, the
Company has exposure to foreign currency risk. The
Company is exposed to foreign currency exchange rate
movements primarily in United States Dollar and
Japanese Yen on certain expenses, assets and liabilities
which arise from daily operations.

The Company does not have any formal heaging policy
for foreign exchange exposure. However, in relation to
the matters discussed in the preceding paragraph, the
fluctuations in the exchange rates between the Rupiah,
United States Doliar and Japanese Yen provide to some
degree of natural hedge for the Company's foreign
exchange exposure.

Liguidity Risk

The Company manages its liguidity profile to be able to
finance its capital expenditure, working capital, and
service its maturing payables by maintaining sufficient
cash and cash eguivalents.
The Company regularly evaluates its projected and
actual cash flow information.

Fluctuation of Rupiah

The Company whose product are 9946 for export and has
revenue in US Dollar and Japan Yen, caused the recent
Rupiah depreciation increase the revenue.

Destination Country's Policy

The Company's main market is for export, where its
destination varies from USA, Japan and Europe and
must have met standard product and guality of the
importer's authority.

Country and Political Risk

Various actions and policies that may be undertaken by
the Government affect the Company. These include
uncertainties regarding the imports and exports tariff
regulations, taxation policies, foreign exchange
restrictions, changing political conditions and currency
control.

Social and Evironmental Risk

The Company's are governed by several laws and
regulations which relate to the social and environmental
impact of the timber industry. Waste disposal and
production process may potentially pollute the air, land and
water. The Company ensures that the operation carry out
international best practice in environmental safety
Standards and waste treatment facilities that comply with or
exceed government reguirements and regulations.
Page 47 OCR 0.934
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

27.

Risiko Operasi

Risiko operasi adalah risiko-risiko yang dapat memberikan
dampak negatif terhadap kegiatan operasi Perusahaan
sehari-hari, keselamatan dan kesehatan pekerjanya, serta
terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Risiko-risiko yang dapat dikategorikan sebagai risiko
operasi adalah risiko kerusakan mesin atau peralatan,
kecelakaan kerja, aksi mogok, ketidak-patuhan atas
standar prosedur operasi, penambangan liar dan
kegagalan dalam tata kelola lingkungan.

Untuk meminimalisasi risiko-risiko ini, Perusahaan secara
konsisten memberikan pelatihan dan pendidikan kepada
karyawannya, — menunjuk — profesional — kontraktor,
menerapkan zero accident policy, membina hubungan
yang baik dengan karyawan dan warga sekitar, serta
menerapkan tata kelola lingkungan yang memenuhi
standar internasional.

Perlindungan Asuransi

Pada tanggal 31 Desember 2024, aset tetap dan
persediaan dilindungi dengan asuransi terhadap risiko
kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan paket polis
dengan jumlah pertanggungan sebesar
Rp 40.176.437.071,

Manajemen Modal

Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah
untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat
untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan
bagi pemegang saham. Selain itu, Perusahaan
dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas
No. 40 Tahun 2007 efektif tanggal 16 Agustus 2007 untuk
mengkontribusikan sampai dengan 2096 dari modal
saham ditempatkan dan disetor penuh ke dalam dana
cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan
permodalan eksternal tersebut dipertimbangkan oleh
Perusahaan pada Rapat Umum Pemegang Saham
("RUPS").

Perusahaan mengelola struktur permodalan dan
melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi
ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur

permodalan. — Perusahaan — dapat — menyesuaikan
pembayaran dividen kepada pemegang saham,
menerbitkan saham baru atau mengusahakan

pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas
tujuan, kebijakan maupun proses pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023.

INFORMASI SEGMEN

Pembuat Keputusan operasional adalah Direksi. Direksi
melakukan penelaahan terhadap pelaporan internal
Perusahaan untuk menilai kinerja dan mengalokasikan
sumber daya. Manajemen menentukan operasi segmen
berdasarkan laporan ini. Direksi mempertimbangkan
bisnis dari sudut pandang imbal hasil dari modal yang
diinvestasikan. Total aset dikelola secara tersentralisasi
dan tidak dialokasikan. Perusahaan mengoperasikan dan
mengelola bisnis dalam satu segmen yang bergerak
dalam bidang industri dan penjualan kayu lapis dan
produk-produk kayu sejenis,

38

26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

27.

Operating Risk

Operational risks are risks that may impact negatively the
Company's daily operations, and the safety and health of
their workers and the environment and local community.

Risks that can be categorized as operational risks are
those that arise from machine or eguipment damages,
work accidents, strikes, non-compliance with standart
operating procedures, illegal mining and failure in
environmental management.

To minimize these risk, the Company consistently provide
training and education to their employees, appoint
professional contractors, implent the zero-accident policy,
develop good relationship with employees and the local
community, and adopt environmental management that
meets international standarts.

Insurance Converage

As of December 31, 2024, the property, plant and
eguipment and inventories are covered by insurance
against losses by fire and other risks under a policy
package — with — insurance — coverage — totaling
Rp 40.176.437.071.

Capital Management

The primary objective of the Company's capital
management is to ensure that it maintains healthy capital
ratios in order to support its business and maximize
sharehoider value. In addition, the Company are also
reguired by the Corporate Law No. 40 Year 2007 effective
August 16, 2007 to contribute to and maintain a non-
distributable reserve fund until the said reserve reaches
2044 of the issued and fully paid share capital, This
externally imposed capital reguirements are considered
by the Company at the General Meeting of Shareholders
("GMS").

The Company manage Its capital structure and makes
adjustments to it, in light of changes in economic
conditions, To maintain or adjust the capital structure, the
Company may adjust the dividend payment to
Shareholders, issue new shares or raise debt financing,
No changes were made in the objectives, policies or
processes for the years ended December 31, 2024 dan
2023.

SEGMENT INFORMATION

The chief operating decision-maker is the Board of
Directors. The Board reviews the Company's internal
reports in order to assess performance and allocate
resources. Management has determined the operating
segments based on these reports. The Board considers
the business from the return on invested capital
perspective. Total assets are managed centrally and are
not allocated. The Company operates and manages the
business as a single segment that comprise of
manufacturing and selling of plywood and related wood
products.
Page 48 OCR 0.933
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA 31 DESEMBER 2024

DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2024

AND FOR THE YEAR

THEN ENDED

(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

28,

30.

KELANGSUNGAN USAHA

Laporan keuangan telah disusun dengan asumsi bahwa
Perusahaan akan melanjutkan usahanya secara
berkelanjutan. Perusahaan mengalami rugi komprehensif
sebesar Rp 40.074.620.641 untuk tahun yang berakhir 31
Desember 2024 yang mengakibatkan defisiensi modal
sebesar Rp 675.659.087.818 pada tanggal tersebut.
Perusahaan juga sudah tidak melakukan proses
produksi. Kondisi tersebut, mengindikasikan adanya
suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan
keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk
mempertahankan kelangsungan usahanya.

Untuk kelangsungan usaha Perusahaan dan kemampuan
Perusahaan menjalankan kegiatan operasinya secara
memadai maka Perusahaan melakukan dan
merencanakan hal-hal sebagai berikut:

- Memperoleh jaminan dari PT Harita Jayaraya
(pemegang saham) untuk tetap memenuhi
kebutuhan operasional Perusahaan,
memperpanjang masa pinjaman hingga tahun 2026
dan mengkonversi pinjaman dalam mata uang dollar
Amerika ke rupiah (Catatan 15).

. Memperpanjang masa pinjaman PT Long Bagun
Putra (pihak berelasi) hingga tahun 2026 dan
mengkonversi pinjaman dalam mata uang dollar
amerika ke rupiah (Catatan 14).

- Mengoptimalkan peluang yang dimiliki Perusahaan
untuk memperoleh penghasilan dari sumber daya
yang dimiliki.

Laporan keuangan tidak memasukkan penyesuaian yang
mungkin timbul dari hasil ketidakpastian tersebut.

PERISTIWA SETELAH TANGGAL PELAPORAN

Penghentian Sementara Perdagangan Efek

Terkait dengan keraguan atas kelangsungan usaha
Perusahaan, pada tanggal 21 Januari 2025 Perusahaan
menerima surat dari Bursa Efek Indonesia (BEI) perihal
penghentian sementara perdagangan efek Perusahaan di
seluruh pasar (pasar regular, tunai dan negosiasi) efektif
Mulai sesi 4 call auction tanggal 21 Januari 2025 hingga
pengumuman BEI lebih lanjut.

PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN

Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan dari
halaman 1 sampai 39 merupakan tanggung jawab
manajemen, dan telah disetujui oleh Direktur untuk
diterbitkan pada tanggal 26 Maret 2025.

39

28. GOING CONCERN

29.

30.

The financial statements have been prepared assuming
that the Company wil continue as a going concern. The
Company incurred total comprehensive loss of
Rp 40,074,620,641 for the year ended December 31,
2024 which resulted in a capital deficiency of
Rp 675,659,087,818 on that date. The Company also
ceased to carry out the production process. These
conditions indicate the existence of material uncertainty
that may cause significant doubt about the Company's
ability to continue as a going concern.

For the Company's going concern and the ability of the
Company to carry out its operational activities adeguately,
the Company's management does and plans are as
follow:

- Obtained a guarantee from PT Harita Jayaraya
(shareholder) to continue to meet the Company's
Operational needs, extend the loan period until 2026
and converting loan denominated in US dollar to
Tupiah (Note 15).

-  Extending the loan period of PT Long Bagun Putra
(a related party) until 2026 and converting due to a
related party denominated in US dollar to rupiah
(Note 14).

Optimizing the Company's opportunities to create
income from its resources

The financial statements do not include any adjustments
that might result from the outcome of this uncertainty.

EVENT AFTER THE REPORTING DATE

Temporary suspension of securities trading

Regarding with doubt about Company's ability to
continue as a going concem on January 21, 2025, the
Company received a letter from the Indonesia Stock
Exchange (BEI) regarding the temporary suspension of
trading in the Company's securities in all markets
(regular, cash and negotiated markets) effective from
session 4 of the call auction on January 21, 2025 until
futher IDX announcements.

COMPLETION OF THE FINANCIAL STATEMENTS

The preparation and fair presentation of the financial
statements on pages 1 to 39 were the responsibilities of
the management, and were approved by the Directors
and authorized for issue on March 26, 2025.

File

File Open PDF
Source IDX
Size9.33 MB
Published27 Mar 2025
Pages48
Characters176,525
Text sourceOCR
OCR confidence0.917

Names mentioned 48 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK p.1 ×262
linked person Djohan Surja Putra · Direktur p.3 ×4
linked person Lim Gunardi Hariyanto · Komisaris p.16 ×2
linked person Pohan Wijaya Po · Direktur p.16 ×3
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.32 ×5
linked org PT Bank DBS Indonesia p.32 ×11
linked org Bank Central Asia Tbk p.32 ×5
linked org PT Harita Jayaraya p.40 ×18
possible org Tirta Mahakam Resoources Tbk p.4 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.15 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.15 ×3
possible person Budi Rahayu p.41 ×4
unresolved org ARDIANSYAH & REKAN p.4 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan Res Tlus p.9
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.15
unresolved person Leolin Jayayanti p.15 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.15
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.15 ×2
unresolved org PT Harita Guna Dharma Bhakti p.15 ×2
unresolved org Pengawasan Pasar Modal p.15
unresolved org Bapepam p.15 ×7
unresolved person Notary Kartini Muljadi p.15 ×2
unresolved org Minister of Justice p.15
unresolved org Minister of Law and Human Rights p.15
unresolved org Financial Services Authority p.15 ×2
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.15 ×3
unresolved org Pengawasan Pasar Modal No. S- p.16
unresolved person Hendra Surya Independent · Komisaris Independen p.16 ×6
unresolved person Fugiandy Andershen · Anggota p.16
unresolved person Aliyanto Latip · Anggota p.16
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.17
unresolved org BAPEPAM-LK p.17 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.27 ×4
unresolved org Bank Indonesia. At p.27
unresolved org PT Sarana Kaltim Ventura p.34 ×5
unresolved org PT Sarana Kaltim Ventura Akun p.34
unresolved org Darmapuspita & Rekan p.36
unresolved org PT Roda Mas Timber Kalimantan p.37 ×4
unresolved org PT Kemakmuran Berkah Timber p.37 ×5
unresolved org Kementerian Keuangan p.37
unresolved org Ministry of Finance p.37
unresolved org PT Long Bagun Putra p.39 ×6
unresolved org PT Harita Jayaraya Koperasi Karyawan p.41 ×2
unresolved org PT Tirta Cooperatives Employee p.41 ×2
unresolved org PT Tirta Mahakam Pywood Industry p.41 ×2
unresolved org PT Long Bagun Putra Nilai p.45
unresolved org PT Roda MasTimber Kalimantan p.45
unresolved org PT Harita Jayaraya Due p.45

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 4

FinancialStatement-2024-Tahunan-TIRT.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result