Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 48
Page 1 OCR 0.955
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK Laporan Keuangan Tanggal 31 Desember 2024 Dan Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut Beserta Laporan Auditor Independen (Mata Uang Rupiah Indonesia) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK Financial Statements As of December 31, 2024 And For The Year Then Ended With Independent Auditor's Report (Indonesian Rupiah Currency)
Page 2 OCR 0.943
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2024 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK FINANCIAL STATEMENTS FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2024 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISED STATED) Laporan Auditor Independen Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Laporan Perubahan Ekuitas Laporan Arus Kas Catatan atas Laporan Keuangan DAFTAR ISI/ TABLE OF CONTENTS Halaman/Pages enno Independent Auditor's Report Statement of Financial Position Statement of Profit or Loss and Other Comprehensive Income Statement of Changes in Eguity Statement of Cash Flows Notes to the Financial Statements
Page 3 OCR 0.865
7x PT. Tirta Mahakam Resources Tbk SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DIRECTORS' STATEMENT REGARDING RESPONSIBILITY FOR THE FINANCIAL STATEMENTS AAS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK Saya yang bertandatangan dibawah ini: 1, the undersigned: Nama / Name & Djohan Surja Putra Alamat kantor / Office address £ Gapura Prima Office Tower (The Bellezza) Lt.20 Jl. LetJend, Soepono No. 34 Arteri Permata Hijau, Jakarta Selatan 12210 Alamat Domisili sesuai KTP £ Jl Tosiga II Blok M12 atau kartu identitas lain/ RTIRW 010/004 Kelurahan Kebon Jeruk Domicile as stated in ID Card Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat Nomor telepon / Phone number 1. 4162-21256 75717 Jabatan / Position 1 Presiden Direktur / President Director Menyatakan bahwa : State that : 1. Bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian 1, Iam responsible for the preparation and presentation of laporan keuangan Perusahaan, the Company's financial statements : 2. Laporan keuangan Perusahaan telah disusun dan 2. The Company's financial statements have been disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan prepared and presented in accordance with the enacted yang berlaku di Indonesia. Indonesian Financial Accounting Standards, 3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan 3. a All information has been fully and correctly Perusahaan telah dimuat secara lengkap dan benar, disclosed in the Company's financial statements: b. Laporan keuangan Perusahaan tidak mengandung b. The Company's financial statements do not contain informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material, Taloe “meterai Iilarmation "Orstaria. io Oia ommit material informartion or facts, 4. Bertanggungjawab atas sistem pengendalian interen 4. I am responsible for the Company's internal control dalam Perusahaan. systems. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. This statement letter is made truthfully. Jakarta, 26 Maret/March 26, 2025 Djohan Surja Putra Presiden Direktur / President Director Hoa Ofico : Samarinda Branch : Bukuan Factory The Bollezza JI. P Antasari No. 61 Kelurahan Bukuan Permata Hijau Office Tower Lt. 20 Samarinda 75127 Kecamatan Palaran Samarinda, Jl. Letjen Soepeno No. 34 Kalimantan Timur - Indonesia. Kalimantan Timur - indonesia. “Kebayoran Lama - Jakarta Selatan 12210 Phone. : 622541-731533, 741374223 Phone. : 62:541-881608-09 Phone. :62-21-25875 717 Fax. :622541-732909 62-541-681619 Fax, 162:21-30485 599 Fax. :62-541-681477
Page 4 OCR 0.904
S. MANNAN, ARDIANSYAH & REKAN
REGISTERED PUBLIC ACCOUNTANTS
SIU KAP Nomor - KEP-93KM, 12012
No, : 00028/2.0890/AU-.1/04/1495-2/1/111/2025
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Kepada Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan
Direksi
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES, Tbk
Member of
INTEGRA & INTERNATIONAL”
No. : 00028/2.0890/: 1495-2/1/111/202.
INDEPENDENT AUDITORS' REPORT
The Shareholder, the Boards of Commissioners and
Directors
Opini
Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Tirta
Mahakam Resources Tbk (“Perusahaan”),.yang terdiri
dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember
2024, serta laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan
laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut, serta catatan atas laporan keuangan,
termasuk ikhtisar kebijakan akuntansi yang signifikan
Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir
menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
material, posisi keuangan Perusahaan tanggal 31
Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus
kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia.
Basis Opini
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar
Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar
tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan
Keuangan pada laporan kami. Kami independen
terhadap Perusahaan berdasarkan ketentuan etika yang
relevan dalam audit kami atas laporan keuangan di
Indonesia, dan kami telah memenuhi tanggung jawab
etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami
yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah
cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi
opini audit kami.
Ketidakpastian Material yang Terkait dengan
Kelangsungan Usaha
Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 28 atas
laporan keuangan yang mengindikasikan bahwa
Perusahaan telah mengalami kerugian berulang dan
menghasilkan rugi komprehensif sebesar
Rp40.074.620.641 untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 yang menimbulkan
defisiensi modal sebesar Rp 675.659.087.818 pada
tanggal 31 Desember 2024. Kondisi ini beserta hal-hal
lainnya yang diungkapkan dalam Catatan 28 atas
laporan keuangan terlampir, mengindikasikan adanya
suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan
keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk
mempertahankan kelangsungan usahanya. Opini kam
tidak dimodifikasi sehubungan dengan hz
landak Barat
F
ta - Indonesia
Opinion
We have audited the accompanying
Jinancial statements of PT Tirta Mahakam Resoources
Tbk ("the Company”), which comprise the statement of
financial position as of December31, 2024, the
statements of profit or loss and other comprehensive
income, changes in eguity and cash flows for the year
then ended, and notes to the financial statements,
including a summary of significant accounting
policies.
In our opinion, the accompanying financial statements
present fairly, in all material respects, the financial
position of the Company as of December 31, 2024, and
its financial performance and its cash flows for the year
then ended, in accordance with Indonesian Financial
Accounting Standards.
Basis for Opinion
We conducted our audit in accordance with Standards
on Auditing established by the Indonesian Institute of
Certified Public Accountants. Our responsibility under
those standards are further described in the Auditors '
Responsibilities for the Audit of the Financial
Statements section of our report. We are independent
Of ihe Company in accordance with the etchical
reguirements that are relevant to our audit of the
Jinancial statements in Indonesia, and we have fulfilled
Our other ethical responsibilities in accordance with
Ihese reguirements. We believe that the audit evidence
we have obtained is sufficient and appropriate to
provide a basis for our opinion.
Material Uncertainty Related to Going Concern
We draw attenuon to Note 28 in
statements, which indicates that the Ci
recurring losses and resulted a Ce an af
Rp 40,074,620,641 for the year ended December 31,
2024 which resulted a capital deficiency of
Rp 675.659,087,818 as of' 31. 2024. These
conditions, along with other 1 matters disclosed in Note
28 in the accompany! statements, indicate
Ihe existence of ma I uncertanty that may cause
significant doubt al . Company's ability to
continue as a Our opinion is not
modified in res
(021) 7342724, mtr ANK 2006
infow sans.co.id
Yel
Email
Page 5 OCR 0.903
Hal Audit Utama Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal-hal tersebut disampaikan dalam konteks audit kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan keuangan terkait, kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut. Hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami diuraikan sebagai berikut. Utang pihak berelasi dan utang pemegang Saham Lihat Catatan 14 dan 15 atas laporan keuangan. Pada tanggal 31 Desember 2024, nilai tercatat utang pihak berelasi dan utang pemegang saham oleh Perusahaan — adalah — masing-masing — sebesar Rp 55.087.014.600 dan Rp 787.997.636.825. Total jumlah tersebut adalah setara 469Yo dari total aset Perusahaan. Kami fokus pada akun-akun ini karena nilai tercatat utang-utang tersebut material terhadap laporan keuangan. Bagaimana audit kami merespons Hal Audit Utama Kami melakukan prosedur audit atas hal ini, termasuk sebagai berikut: - Kami memahami status utang pihak berelasi dan utang pemegang saham Perusahaan. - Kami mereviu perjanjian pinjaman Perusahaan terhadap pihak berelasi dan kepada pemegang saham dan mempertimbangkan dampaknya terhadap laporan keungan serta jaminan yang dimiliki oleh Perusahaan terkait utang-utang tersebut. - Kami memeriksa dokumen risalah rapat antara Perusahaan baik dengan pihak berelasi maupun pemegang saham terkait dengan pembaharuan mata uang pinjaman, - Kami mendiskusikan dengan manajemen atas perkembangan utang-utang tersebut pada periode kini, bagaimana manajemen mengkaji dan mempertimbangkan perkembangan terkini atas utang-utang tersebut tersebut - Kami mengirimkan dan mendapatkan jawaban komfirmasi tertulis dari pihak berelasi dan pemegang saham atas utang-utang tersebut - Kami melakukan reviu atas kecukupan pengungkapan pada catatan atas laporan keuangan. Berdasarkan prosedur yang dilakukan dan bukti yang diperoleh, Perusahaan telah mengakui dan mencatat utang pihak berelasi dan utang pemegang saham sesuai nilai nominal. No.: 00028/2.0890/AU.1/04/1495-2/1/111/2025 (Lanj Key Audit Matters Key audit matters are those matters that, in our professional judgment, were of most significance in our audit of the financial statements of the current period. These matters were addressed in the context af our audit of the financial statements as a whole, and in Jorming our opinion thereon, and we do not provide ad separate opinion on these matters. The key audit matters identified in our audit are outlined as follows. Due to a related party and due to a shareholder Refer to Notes 14 and 15 to the financial statements. As of December 31, 2024 the carrying value of due to a related party and due to a shareholder hy the Company are amounting to Rp 55,087,014,600 and Rp 787,997,636,825, respectively. These total amounts were eguivalent to 46916 of the total aset, We focused on these accounts because the carrying amounts of due toa related party and due to a shareholder are material to the financial statements. How our audit addressed the Key Audit Matter We performed audit procedures over this including the Sollowing - Weunderstand the status of due to related party and due to shareholder of the Company. - We reviewed the Company 's loan agreemenis to ad related party and a shareholder and consider the impact on the financial statements and collateral held by the Company regarding these debts. - We checked the minutes meetings between the Company and a related party and a shareholder regarding the renewal of loan currency. We discussed with management the development of Ihese debis in the the current period, how managemeni reviews and considers the lai developmenus in these debis We sent and received written cony Jrom a related party and a sh: Ihese dehts. - We reviewed the adegu notes to the financial Based on the procedurs obtained, the Comp, nized due to a related K « er at nominal value.
Page 6 OCR 0.922
Informasi lain Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam Laporan Tahunan, tetapi tidak termasuk laporan keuangan dan laporan auditor kami. Laporan Tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan auditor ini. Opini audit kami atas laporan keuangan tidak mencakup informasi lain, dan oleh karena itu, kami tidak dan tidak akan menyatakan bentuk keyakinan apapun atas informasi lain tersebut. Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan, tanggung jawab kami adalah untuk membaca informasi lain yang teridentifikasi di atas, jika tersedia dan, dalam melaksanakannya, — mempertimbangkan — apakah informasi lain mengandung ketidakkonsistensian material dengan laporan keuangan atau pemahaman yang kami peroleh selama audit, atau mengandung kesalahan penyajian material. Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan mengambil tindakan yang tepat berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Tanggung jawab manajemen dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola terhadap laporan keuangan Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya, hal- hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi Perusahaan atau menghentikan operasi, atau tidak memiliki — alternatif” yang — realistis — selain melaksanakannya. Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan keuangan Perusahaan. No.: 00028/2.0890/AU.1/04/1495-2/1/111/2025 (Lani Other information Management is responsible for the other information. Other information comprises the information included in Ihe Annual Report, but does not include the financial statements and our auditors ' report thereon. The Annual Report is expected to be made available to us after the date of this auditors' report Our opinion on the financial statements does not cover Ihe other information, and accordingly, we do not and will not express any form df assurance conclusion thereon. In connection with our audit of the financial statements, our responsibility is to read the other information identifed above when it becomes available and, in doing s0, consider whether the other information is materially inconsistent with the financial statements or our knowledge obtained in the audit, or otherwise appears to be materially misstated. When we read the Annual Report, if we conclude that Ihere is a material misstatement therein, we are reguired to communicate the matter to those charged with governance and take appropriate actions in accordance with Standards on Auditing established by Ihe Indonesian Institute of Certified — Public Accountants. Responsibilities of management and those charged with governance for the financial statements Management is responsible for the preparation and Sair presentation of such financial statements in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards. “and for such internal control as management determines is necessary to enable the preparation of financial statements that are free from material misstatemeni, whether due to fraud or error. In preparing the financial statements, management is responsible for assessing the Company's ability to continue as a going concern, disclosing, as applical matters related to going concern, and using the concern basis of accounting, unless managem intends to liguidate the Company or Operations, or has no realistic altern: Overseeing the Compaj
Page 7 OCR 0.897
Tanggung jawab auditor terhadap audit atas laporan keuangan Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor independen yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara individual maupun agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang dibuat oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut. Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga: #e Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur audit yang responsif terhadap risiko tersebut, serta memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi daripada yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan — secara — sengaja, — kesalahan representasi, atau pengabaian pengendalian internal, # Memperoleh — suatu — pemahaman — tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk mendesain prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan — opini — atas — keefektivitasan pengendalian internal Perusahaan. # Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen. No.: 00028/2.0890/AU.1/04/1495-2/1/11/2025 Auditors' responsibilities for the audit of the financial statements Our objectives are to obtain — reasonable assurance about whether the financial statemens taken as a whole are free from material misstatement, whether due to fraud or error, and to issue an independent auditors ' report that includes our opinion. Reasonable assurance is a high level of assurance, but is not a guarantee that an audit conducted in accordance with Standards on Auditing will always detect @ material misstatement when it exists Misstatemenis can arise from fraud or error and are considered material if. individually or in the aggregate, they could reasonably be expected ta influence the economic decisions of users taken on the basis of such financial statements. As part of an audit in accordance with Standards on Auditing, we exercise professional judgment and maintain professional skepticism throughout the audit. We also: e Identifv and assess the risks of material misstatement of the financial statements, whether due to fraud or error, design and perform audit procedures responsive to those risks, and obtain audit evidence that is sufficient and appropriate to provide a basis for our opinion. The risk af not detecting a material misstatement resulting from Fraud is higher than for one resulting from error, as fraud may involve collusion, forgerv, intentional omissions, misrepresentations, or the override of internal control. « Obtain an understanding of internal control relevant to the audit in order to design audit procedures that are appropriate in the circumstances, but not for the purpose of expressing an opinion on the effectiveness of the Company's internal control. # Evaluate the appropriateness af aci policies used and the reason accounting estimates and relat, made by management.
Page 8 OCR 0.908
Tanggung jawab auditor terhadap audit atas laporan keuangan (Lanjutan) e Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan, berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan — keraguan signifikan — atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor independen kami ke pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor independen kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak dapat mempertahankan kelangsungan usahanya. # Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan — secara — keseluruhan, — termasuk pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar. Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit. Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, serta mengomunikasikan kepada pihak tersebut seluruh hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan jika relevan, pengamanan terkait. No.: 00028/2.0890/AU.1/04/1495-2/1/111/21 Auditors' responsibilities for the audit of the financial statements (Continued) @ Conclude on the appropriateness of management use of the going concern basis of accounting and, based on the audit evidence obtained, whether d material uncertainty exists related to events or conditions that may cast significant doubt on the Company's ability to continue as a going concern. If we conclude that a material uncertaintv exists. we are reguired to draw attention in our independent auditors' report to the related disclosures in the financial statements or, if such disclosures are inadeguate, to modify our opinion. Our conclusions are based on the audit evidence obtained up to the date of our independent duditors' report. However. future events or conditions may cause the Company to cease to continue as a going concern. & Evaluate the overall presentation, structure and contents of the financial statements, including the disclosures, and whether the financial statements represent the underlying transactions and events ina manner that achieves fair presentation. We communicate with Ihosecharged with governance regarding, among other matters, the planned scope and timing of the audit and significant audit findings, including any significant deficiencies in internal control that we identifv during our audit We also provide those charged with governance with d statement that we have complied with relevant ethical reguirements regarding independence, and to communicate with them all relationships and other matters that may reasonably be thought to bear on our Independence, and where applicable, related safeguards.
Page 9 OCR 0.906
Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan hal-hal mana saja yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan oleh karenanya merupakan hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama tersebut dalam laporan auditor independen kami kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal audit utama tersebut atau ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal audit utama tidak seharusnya dikomunikasikan dalam laporan auditor independen kami karena konsekuensi yang merugikan dari mengomunikasikannya akan - diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut. From the matters communicated with those charged with governance, we determine those matters that were of most significance in the audit of the financial statements of the current period and are therefore the key audit matters. We describe such key audit matters in our independent auditors" report unless laws or regulations preclude public disclosure about such key audit matters or when, in extremely rare circumstances, we determine that a key audit matter should not be communicated in our independen duditors ' report because the adverse conseguences of doing s0 would reasonably be expected to outweigh the public interest benefits of such communication Kantor Akuntan Publik/Registered Public Accountants S. MANNAN, ARDIANSYAH & REKAN Xx M. Baw: Bi Oa us..CPA.,CA Izin Akuntan Publik/Public Accountant Licence No. AP.1495 Jakarta, 26 Maret 2025 No.: 00028/2.0890/AU.1/04/1495-2/1/111/2025 (Lanjutan/Continued) Laporan ini telah di daftarkan di Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Kementerian Keuangan Res Tlus report has been registered at the Finance Professton Si
Page 10 OCR 0.919
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK LAPORAN POSISI KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION AS OF DECEMBER 31, 2024 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISED STATED) Catatan/ Notes 2024 2023 ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan bank 3b,3r,5 857.056.473 1.184.100.482 Cash and banks Piutang lain-lain 1.200.000 1.200.000 Other receivables Persediaan - Neto 3c, 6 12.494.918.913 28.422.217.799 Inventories - Net Pajak dibayar di muka 3g,12a 1.358.168.465 1.386.179.116 Prepaid taxes Uang muka dan biaya dibayar di muka 3d. 7 41.250.424 10.495.950 Advance and prepaid expenses Jumlah Aset Lancar 14.752.594.275 31.004.193.347 Total Current Assets ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS Aset keuangan lainnya 3e, 3g, 8 651.888.000 651.888.000 Other financial assets 'Aset tetap Property, plant and setelah dikurangi akumulasi eguipment net of penyusutan sebesar accumulated depreciation Rp 463.600.495.748 dan of Rp 463,600,495,748 and Rp 443.994.596.371 masing- Rp 443,994,596,371 as masing pada tanggal of December 31, 2024 and 31 Desember 2024 dan 2023 3f.9 162.758.244.245 182.796.731.822 2023, respectively Beban tanaman ditangguhkan 30,10 1.724.622.784 1.729.646.701 Future crop expenditure Jumlah Aset Tidak Lancar 165.134.755.029 185.178.266.523 Total Non-Current Assets JUMLAH ASET 179.887.349.304 216.182.459.870 TOTAL ASSETS (Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying Notes to the Financial Statements form an integral part oj these financial statements taken as a whole.
Page 11 OCR 0.920
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK LAPORAN POSISI KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION AS OF DECEMBER 31, 2024 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISED STATED) Catatan/ Notes 2024 2023 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND E@UITY LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES Utang usaha Account payables Pihak ketiga 3k,11 4.473.035 10.581.324 Third parties Pihak berelasi 3s, 11,28 39.394.418 74.387.249 Related parties Utang lain-lain Other payables Pihak ketiga - 164.000.000 Third parties Utang pajak 39, 12b 4.983.446 30.235.483 Taxes payables Biaya yang masih harus dibayar 13 41.568.674 92.404.785 Accrued expenses Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 90.419.573 371.608.841 Total Current Liabilities LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES Utang pihak berelasi 3r, 3s,14,25 55.087.014.600 88.628.050.000 Due to related party Utang pemegang saham 3r, 38,15,25 787.997.636.825 746.494.133.753 Due to shareholder Liabilitas pajak tangguhan 12d 10.340.400.405 14.151.023.600 Deffered tax liability Post employment- Liabilitas imbalan pasca kerja 3m,16 2.030.965.719 2.122.110.853 benefits obligation Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 855.456.017.549 851.395.318.206 Total Non-current Liabilities JUMLAH LIABILITAS 855.546.437.122 851.766.927.047 TOTAL LIABILITIES EKUITAS Ea@uITY Capital stock - Modal saham — Par value of Rp125 per share Nilai nominal Rp125 per saham Authorized — 4,000,000,000 Modal dasar — 4.000.000.000 saham Shares Modal ditempatkan dan disetor penuh Issued and fully paid 1.011.774.750 saham 17 126.471.843.750 126.471.843.750 1,011,774,750 shares Tambahan modal disetor 18 16.238.938.333 16.238.938.833 Additional paid-in capital Saldo laba (defisit) Retained earnings (deficit) Telah ditentukan penggunaanya 900.000.000 900.000.000 Appropriated Belum ditentukan penggunaanya (890.086.345.884) (849.718.072.726) Unappropriated Penghasilan komprehensif lain Other comprehensive income Surplus revaluasi aset 19 83.772.507.960 83.772.507.960 Surplus on revalution of assets Pengukuran kembali Remeasurement of imbalan kerja 16 (12.956.032.477) (13.249.684.994) employee benefits JUMLAH EKUITAS (675.659.087.818) (635.584.467.177) TOTAL E@UITY JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 179.887.349.304 216.182.459.870 TOTAL LIABILITIES AND E@UITY Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying Notes to the Financial Statements form an integral part of these financial statements taken as a whole.
Page 12 OCR 0.927
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2024 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2024 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISED STATED) Catatan/ Notes PENJUALAN NETO 3p,20 BEBAN POKOK PENJUALAN RUGI KOTOR 3p, 21 Beban umum dan administrasi 2 Jumlah RUGI USAHA Penghasilan bunga Beban bunga Laba (rugi) selisih kurs - neto Pendapatan (beban) lain-lain Pendapatan (Beban) Lain-lain - Neto RUGI SEBELUM PAJAK BEBAN PAJAK Manfaat (beban) pajak tangguhan RUGI TAHUN BERJALAN 3g, 12c PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Pengukuran kembali imbalan kerja JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN RUGI PER SAHAM 3t, 23 Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. 2024 72.657.658 (39.315.604.180) (39.242.946.522) (5.446.880.235) (5.446.880.235) (44.689.826.757) 6.866.027 (1.082.294) 422.321.603 428.105.336 (44.261.721.421) 3.893.448.263 (40.368.273.158) 293.652.517 (40.074.620.641) (39,90) 2023 22.360.023 NET SALES (29.216.316.998) COST OF GOODS SOLD (29.193.956.975) GROSS LOSS General and administrative (6.762.527.030) expenses (6.762.527.030) Total (35.956.484.005) OPERATING LOSS 9.469.254 Interest income (1.067.524.055) Interest expenses Gain (loss) on foreign 9.469.226.667 exchange - net (8.095.959.174) Other income (expense) 315.212.692 Other Income (Expense) - Net (35.641.271.313) LOSS BEFORE TAX TAX EXPENSE 2.282.608.267 Tax benefit income (expense) (33.358.663.046) LOSS FOR THE YEAR OTHER COMPREHENSIVE INCOME Remeasurement of (331.248.957) employee benefits TOTAL COMPREHENSIVE (33.689.912.003) LOSS FOR THE YEAR (32,97) LOSS PER SHARE The accompanying Notes to the Financial Statements form an integral part of these financial statements taken as a whole.
Page 13 OCR 0.839
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENT OF CHANGES IN E@UITY UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEAR ENDED PADA 31 DESEMBER 2024 DECEMBER 31, 2024 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISED STATED) Saldo laba (defisit Penghasilan komprehensif lain/ (Retained earnings (deficit) Other comprehensive income Tambahan Telah Belum Surplus Pengukuran Modal modal disetor/ ditentukan ditentukan revaluasi aset/ saham/ Additional penggunaannya! —— penggunaannya/ Surplus on Jumlah ekuitas/ Capital stock paidrin capital Appropriatod Unappropriated evaluation of assets Total eguity Balance as of Saldo 1 Januari 2023 126.471.843.750 16.238.936.833 900.000.000 89.772.507.960 (601.894.555.174) January 1, 2023 Rugi tahun berjalan - - - (93.358.663.046) - - (3.358.663.046) Loss forthe year Penghasilan komprohensi' lain - - - - - (831.248.957) (331.248.957) Other comprehensive income Balance as of Saldo 31 Desember 2023 126.471.843.780 900.000.000 (649.718.072.726) 83.772.507.960 (13.249.684.994) (635.584.467.177) December 31, 2023 Rugi tahun berjalan - - - (40.368.273.158) - - (40.368.273.158) Loss for the year Penghasilan komprehensif lain - - - - - 293652517 293652517 Other comprehensive income Balance as of Saldo 31 Desember 2024 126.471.843.750 16.236.938.833 900.000.000 (890.086.345.884) 83.772.507.960 (12956.032.477) (675.659.087.818) December 31,2024 Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari The accompanying Notes to the Financial Statements form an Integral port of laporan keuangan secara keseluruhan, these financial statements taken as o whole.
Page 14 OCR 0.927
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK LAPORAN ARUS KAS UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2024 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK STATEMENT OF CASH FLOWS FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2024 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISED STATED) Catatan/ Notes ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari pelanggan Pembayaran kas kepada : Pemasok Karyawan Beban-beban Pembayaran pajak penghasilan Penerimaan lainnya — neto" Kas Bersih yang Digunakan untuk /Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan aset tetap Penurunan beban Tanaman ditangguhkan Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pembayaran bunga Penerimaan dari pemegang saham 15 Pembayaran kepada pihak berelasi 14 Pembayaran pinjaman bank Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan DAMPAK PERUBAHAN SELISIH KURS TERHADAP KAS DAN BANK PENURUNAN NETO KAS DAN BANK KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN 5 KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN 5 Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. 2024 72.657.658 (1.379.115.293) (5.257.012.670) (1.734.230.352) (424.117.073) 281.439.882 (8.440.386.848) 147.747.748 5.023.917 152.771.665 41.503.503.072 (33.541.035.400) 7.962.467.672 (1.896.498) (327.044.009) 1.184.100.482 857.056.473 2023 CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES 22.360.023 Cash receipt from customers Payments for: (3.072.206.973) Suppliers (6.637.532.980) Employees (2.196.514.999) Expenses (478.496.019) Payments of income taxes 196.357.880 Other receipts - net Net Cash Used in (12.166.033.068) Operating Activities CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES 1.150.000.000 Sale of fixed assets Decrease on future - crop expenditure Net Cash Provided by 1.150.000.000 Investing Activities CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES (1.067.524.055) Payments of finance costs 144.163.344.800 Received from shareholder - Payments to related perties (132.877.000.000) Payment of bank loan Net Cash Provided by 10.218.820.745 Financing Activities EFFECT OF EXCHANGE RATE CHANGES ON CASH AND (14.576.568) BANKS NET DECREASE IN CASH (811.788.891) AND BANKS CASH AND BANKS 1.995.889.373 AT BEGINNING OF THE YEAR CASH AND BANKS 1.184.100.482 AT END OF THE YEAR The accompanying Notes to the Financial Stotements oem an integral partof these financial statements taken as a whole,
Page 15 OCR 0.934
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024
AND FOR THE YEAR
THEN ENDED
(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
1. UMUM
Pendirian dan Informasi Umum
PT Tirta Mahakam Resources Tbk ("Perusahaan")
didirikan berdasarkan akta No. 245 tanggal 22 April
1981 jo. Akta perubahan No. 14 tanggal 11 Januari
1982, keduanya dibuat dihadapan Notaris Kartini
Muljadi, SH. Akta pendirian Perusahaan dan
perubahannya telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. Y.A 5/48/2 tanggal 8 Mei 1982.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No. 68 tanggal
23 September 2021 tentang perubahan Anggaran
Dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan POJK
Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan
Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham
Perusahaan Terbuka jo. POJK Nomor
16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka
secara Elektronik. Perubahan ini telah diaktakan
dengan akta Notaris Leolin Jayayanti, SH.,M.Kn No.
68 tanggal 23 September 2021 dan telah disahkan
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-
AH.01.03-0454306 tanggal 29 September 2021.
Perusahaan memperoleh fasilitas Penanaman
Modal Asing berdasarkan Surat Badan Koordinasi
Penanaman Modal yaitu Pemberitahuan tentang
Persetujuan Presiden No. 081//PMA/1981 tanggal
20 Maret 1981 tentang Pemberitahuan Presiden
Republik Indonesia No. B-13/Pres/3/1981 tanggal
14 Maret 1981.
Sesuai dengan Surat Keputusan dari Badan
Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) No. 63/
1NP/2013 tanggal 5 September 2013, bahwa
Perusahaan telah berubah status dari PMA menjadi
PMDN.
Perusahaan bergerak dalam bidang industri dan
penjualan kayu lapis dan produk-produk kayu
sejenis. Perusahaan memulai produksi komersialnya
dibulan November 1983. Perusahaan berkedudukan
di Jakarta dengan lokasi pabrik di Desa Bukuan,
Samarinda, Kalimantan Timur.
PT Harita Guna Dharma Bhakti adalah entitas induk
dan merupakan entitas induk akhir Perusahaan.
Penawaran Umum Efek Perusahaan
Perusahaan telah menyampaikan Pernyataan
Pendaftaran Emisi Efek kepada Ketua Badan
Pengawasan Pasar Modal (Bapepam) sekarang
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehubungan dengan
penawaran umum 50.000.000 saham kepada
masyarakat dengan nilai nominal Rp500 per saham
pada tahun 1999. Pernyataan ini telah menjadi
efektif berdasarkan Surat Ketua Bapepam No. S-
2280/PM/1999 tertanggal 18 November 1999.
Penawaran dan pencatatan saham dilakukan di
Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek
Indonesia).
1. GENERAL
Establishment and General Information
PT Tirta Mahakam Resources Tbk (“The
Company") was established based on Deed No.
245 dated April 22, 1981 jo. Revision deed No. 14
dated January 11, 1982, both of which were made
in front of Notary Kartini Muljadi, SH. The Deed of
establishment and its Revision were approved by
the Minister of Justice of the Republic of Indonesia
in its Decision Letter No. Y.A. 5/48/2 dated May 8,
1982. The Company's article of association have
been amanded several times, most recenty by
Deed of Minute of Meeting No. 68 dated September
23, 2021 regarding changes in the Company's
Article of Association to be adjusted to POJK
Number 15/POJK.04/2020 regarding Planning and
Organizing of the General Meeting of Shareholders
of a@ Public Company jo. POJK Number
16/POJK.04/2020 regarding Implementation of the
General Meating of Shareholders of a Public
Company Electronically. This change has been
notarized by notary Leolin Jayayanti, SH,M.Kn. No.
68 dated September 23, 2021 and has been
approved by the Minister of Law and Human Rights
Of the Republic of Indonesia with Letter No. AHU-
AH.01.03-0454306 dated September 29, 2021.
The Company obtained its Foreign Direct
Investment facility based on Capital Investment
Coordinating Board's Letter No. 081//PMA/1981
dated March 20, 1981 Concerning President of the
Republic of Indonesia's Approval Letter No. B-
13/Pres/3/1981 dated March 14, 1981
In accordance with the Decree of the Capital
Investment Coordinating Board's (BKPM) No. 63/
MMIP/2013 dated September 5, 2013, that the
Company has changed the status of PMA into
PMDN.
The main business of the Company comprise of
manufacturing and selling of plywood and related
wood products. The Company started its commercial
production in November 1983. The Company's
domicilie is in Jakarta with its factories in Desa
Bukuan, Samarinda, East Kalimantan.
PT Harita Guna Dharma Bhakti is the parent entity
and is the ultimate parent of the Company.
The Company's Public Offering
The Company submitted a Registration Statement of
Public Offering to the Chairman of the Capital Market
Supervisory Agency (Bapepam) now the Financial
Services Authority (FSA) in Connection with the
public offering of 50,000,000 shares at nominal value
of Rp500 per share in 1999. The application became
effective based on the Chairman of the Capital
Market Supervisory agency Letter No.S-
2280/PM/1999 dated November 18, 1999. The
sShares were offered and listed in the Jakarta Stock
Exchange (now the Indonesia Stock Exchange).
Page 16 OCR 0.923
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA AND FOR THE YEAR TANGGAL TERSEBUT THEN ENDED (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 1, UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) b. Penawaran Umum Efek Perusahaan (lanjutan) Pada tahun 2000, Perusahaan melakukan pemecahan saham di mana satu saham dipecah menjadi empat saham, sehingga nilai nominalnya berubah menjadi Rp125 per saham. Perusahaan memperoleh pemberitahuan efektif berdasarkan Surat Ketua Badan Pengawasan Pasar Modal No. S-284/PM/2003 tertanggal 17 Februari 2003 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas pertama dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada para pemegang saham sejumlah 156.000.000 saham dan sejumlah 234.000.000 Waran Seri | dengan ketentuan 4 saham lama akan mendapatkan hak membeli 1 saham baru serta 2 saham baru dari Penawaran Umum Terbatas berhak memperoleh 3 Waran Seri | secara cuma-cuma dengan harga penawaran sebesar Rp125 per saham. Waran Seri I ini memberi hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham dengan harga Rp125, sesuai dengan nilai nominal per saham. Jangka waktu pelaksanaan Waran mulai dari tanggal 15 September 2003 sampai dengan 20 Maret 2006. Pada tanggal 14 Maret 2003, Perusahaan mencatatkan saham baru yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas pertama tersebut pada Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia). C. Struktur Perusahaan c. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Tahunan tanggal 24 Agustus 2021, yang dituangkan dalam akta notaris No. 67 tanggal 23 September 2021 dari Notaris Leolin Jayayanti SH.,M.Kn., para pemegang saham menyetujui susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut: b. The Company's Public Offering (continued) In 2000, the Company performed a stock split of one Share into four shares, which changed the share nominal value to become Rp125 per share. The Company obtained an effective notification based on the Chairman of the Capital Market Supervisory Agency Letter No. S-284/PM/2003 dated February 17. 2008 for the first Limited Public Offering with Preemptive Right to the stockholders for 156,000,000 common share and 234,000,000 Series I Warrant whereby 4 common share will get the right to buy 1 new share and 2 new common shares were entitled to get 3 Series | Warrant at no cost with the Offering price of Rp125 per share. Series | Warrant gives the holders the right to purchase shares at the exercise price of Rp125 or eguivalent to par value per share. The exercise period of Warrant is from September 15, 2003 until March 20, 2006. On March 14, 2003 the Company listed the new shares originated from such first Limitied Public Offering at the Jakarta Stock Exchange (now the Indonesia Stock Exchange). Structure of the Company Based on Annual General Meeting of Shareholders dated August 24, 2021 which was notarised by notarial deed No. 67 dated September 23, 2021 by notary Leolin Jayayanti, SH.,M.Kn., the shareholders prescribe composition of Board of Commissioners and Directors of the Company as of December 31, 2024 and 2023 are as follows: 2024 dan/and 2023 Dewan Komisaris Board of Commissioners Presiden Komisaris 5 Lim Gunardi Hariyanto : President Commissioner Komisaris Independen : Hendra Surya Independent Commissioner Direksi Board of Directors Presiden Direktur 8 Djohan Surja Putra : President Director Direktur : Pohan Wijaya Po Director Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: The composition of the Company's Audit Committee as of December 31, 2024 are as follows: Ketua : Hendra Surya : Chairman Anggota : Fugiandy Andershen Member Anggota F Woe Kim Hoy : Member Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut The composition of the Company's Audit Committee as of December 31, 2023 are as follows: Ketua $ Hendra Surya : Chairman Anggota f Fugiandy Andershen : Member Anggota : Aliyanto Latip 3 Member
Page 17 OCR 0.902
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024
AND FOR THE YEAR
THEN ENDED
(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
1. UMUM (lanjutan)
Cc. Struktur Perusahaan (Ianjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, jumlah
karyawan masing-masing adalah sebanyak 48 dan 49
orang (tidak diaudit).
2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
BARU
Penerapan dari revisi standar akuntansi berikut yang
berlaku efektif mulai 1 Januari 2024, tidak menimbulkan
perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi
Perusahaan dan pengaruh yang material terhadap
laporan keuangan Perusahaan:
« Amendemen PSAK 201 “Penyajian Laporan
Keuangan" — Liabilitas Jabgka Panjang dan
Kovenan
# Amendemen PSAK 116 "Sewa" — Liabilitas Sewa
dan Transaksi Jual dan Sewa Balik
& Amendemen PSAK 207 "Laporan Arus Kas"
« Amendemen PSAK 107 “Instrumen Keuangan:
Pengungkapan" - Pengaturan Pembiayaan
Pemasok
Standar akuntansi revisian berikut yang telah diterbitkan
dan relevan untuk Perusahaan berlaku efektif sejak
tanggal 1 Januari 2025 namun belum diterapkan secara
dini oleh Perusahaan:
» Amendemen PSAK 117 "Kontrak Asuransi"
. Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Perubahan
Kurs Valuta Asing”
Pada tanggal pengesahan laporan keuangan,
Perusahaan sedang mempertimbangkan implikasi dari
penerapan standar-standar tersebut, pada laporan
keuangan Perusahaan.
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
Berikut ini adalah informasi kebijakan akuntansi material
yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan
Perusahaan yang disusun dan disajikan berdasarkan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang
mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
("PSAK") dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
(“ISAK") yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia
dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan ("BAPEPAM-LK") No. VII.G.7
tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
keuangan konsolidasian Emiten atau Perusahaan Publik,
yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-
347/BL/2012. Peraturan tersebut sekarang merupakan
regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan ("OJK").
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Laporan keuangan, kecuali laporan arus kas, disusun
berdasarkan konsep akrual dan biaya perolehan
historis, kecuali beberapa akun tertentu yang diukur
dengan cara sebagaimana yang diuraikan dalam
kebijakan akuntansi di akun yang bersangkutan.
1.
2
GENERAL (continued)
c. Structure of the Company (continued)
As of December 31, 2024 dan 2023 the number of
employees are 48 and 49 personnel (unaudited),
respectively.
THE IMPLEMENTATION OF NEW STATEMENTS OF
ACCOUNTING STANDARDS
The adoption of these amended standards that are effective
beginning January 1, 2024 did not result in substantial
changes to the Company's accounting policies and had no
material effect to the Company's financial statements:
« Amendment to PSAK 201 “Presentation of Financial
Statements” — Non-Current Liabilities with
Covenants
e Amendment to PSAK 116 '"Leases" — Leases
Liability in Sale and Lease back
# Amendment to PSAK 207 “Statement of Cash
Flows”
« Amendment to PSAK 107 “Financial Instrument:
Disclosure” — Supplier Finance Agreements
The following revised accounting standards Issued and
relevant to the Company are effective from January 1,
2025 but have not been adopted early by the Company:
» Amendment to PSAK 117 “Insurance Contracts”
# Amendment to PSAK 221 "Lack of Exchange Ability”
As at the authorisation date of these financial statements,
the Company was assessing the implication of the above
standards, on the Company financial statements.
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
Presented below are the material accounting policy
information applied in the preparation of the financial
statements of ihe Company in accordance with
Indonesian Financial Accounting Standards which
comprise Statements of Financial Accounting Standards
("PSAK") and Interpretation of Financial Accounting
Standards (“SAK”) issued by Institute of Indonesian
Chartered Accountant and the Capital Market and
Financial Institution Supervisory Agency ("BAPEPAM-
LK"'s Regulation No, VII-G.7 regarding the
Presentations and Disclosures of consolidated financial
statements of listed entities, enclosed in the decision
letter No. KEP-347/BL/2012. The regulation is now a
regulation under the Indonesian Financial Services
Authority ("OJK").
a. Basic of Preparation of the Financial Statement
The financial statements, except for the statement of
cash flows, are prepared using the accrual basis and
based on historical costs, except for certain accounts
which are measured on the bases described in the
related accounting policies of those accounts.
Page 18 OCR 0.933
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan (lanjutan) Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung yang mengelompokkan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, disajikan dalam Rupiah (“Rp”), kecuali dinyatakan lain. b. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas adalah investasi yang sifatnya likuid, berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas. Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas, bank, dan deposito berjangka waktu kurang dari tiga bulan dan tidak dijaminkan serta tidak dibatasi pengunaannya. Cc. Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. Harga perolehan barang jadi terdiri dari semua biaya yang terjadi di perkebunan termasuk selisih antara estimasi nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dari aset biologis dengan estimasi biaya yang terjadi untuk menghasilkan aset biologis, dan alokasi biaya tidak langsung perkebunan dengan luas hektar tertanam sebagai dasar alokasi dan biaya pengolahan. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha biasa dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan beban penjualan. Harga perolehan barang jadi ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Harga perolehan bahan penunjang ditentukan dengan metode rata-rata bergerak. Penyisihan untuk penurunan nilai persediaan ditentukan berdasarkan penelaahan terhadap keadaan persediaan. d. Biaya Dibayar di Muka Biaya dibayar dimuka terdiri dari biaya pengelolaan, biaya produksi, biaya pengadaan, biaya distribusi, biaya usaha dan biaya sewa. Untuk biaya pengelolaan, biaya produksi, biaya pengadaan, biaya distribusi dan biaya usaha dibebankan — secara — proporsional — dengan pendapatan yang diakui pada setiap periode. Untuk biaya sewa dibayar di muka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus. 3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) a. Basic of Preparation of The Financial Statement (lanjutan) The statement of cash Ilows is presented using the direct method by classifying the receipts and disbursements of cash and cash eguivalent into operating, investing and financing activities. All figures in the financial statements are expressed in Rupiah (“Rp”), unless otherwise stated. Cash and Cash Eguivalents Cash and cash eguivalents are defined as short-term, highly liguid investments and readily convertible to known amounts of cash. Cash and cash eguivalents consist of cash, bank, and deposits less than three months and uncollateralized and are not restricted its use. Inventories Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. Cost of finished goods comprises all costs incurred in estates including the difference between the estimated fair value less costs to sell of the biological assets and the estimated costs incurred in producing the biological assets, and allocation of indirect costs of the plantation using planted hectares as a basis of allocation and processing costs. Net realisable value is the estimated selling price in the ordinary course of business less estimation of the cost Of completion and selling expenses. Cost of finished goods is determined using the weighted-average method. Cost of supplies is determined using the moving-average method. Provision for decline in value of inventory is made based on a review of the condition of the inventories. Prepaid Expenses Prepaid expenses consist of management fees, production costs, procurement costs, distribution costs, operating expenses and rental costs. For management costs, production costs, procurement costs, distribution costs and operating expenses are charged in proportion to revenue recognized in each period. For prepaid rent are amortized over the benefit of each expense using the straight-line method.
Page 19 OCR 0.939
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) Investasi Saham Investasi jangka panjang dalam bentuk saham dengan kepemilikan di bawah 2046 dinyatakan berdasarkan metode biaya Aset Tetap Aset tetap, kecuali tanah, dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa. atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian, jika ada. Tanah dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang memadai untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal laporan posisi keuangan. Kenaikan yang berasal dari tanah diakui pada pendapatan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasian, kecuali sebelumnya penurunan revaluasi atas aset yang sama pernah diakui dalam laporan laba rugi, dalam hal ini kenaikan revaluasi hingga sebesar penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam laporan laba rugi komprehensif. Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi tanah dibebankan dalam laporan laba rugi apabila penurunan tersebut melebihi saldo surplus revaluasi aset yang bersangkutan, jika ada. Surplus revaluasi tanah yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya atau dijual. Keuntungan atau kerugian bersih atas pelepasan aset tetap ditentukan dengan membandingkan hasil yang diterima dengan nilai tercatat dan diakui pada pendapatan/ beban lain-lain - bersih dalam laporan laba rugi. Penyusutan diakui sebagai penghapusan biaya perolehan aset dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut: Tahun/ Years Jenis Aset Bangunan dan prasarana 5-20 Mesin dan peralatan 4-15 Kendaraan 4-10 Kendaraan air 5-10 Perlengkapan kantor 4-10 Pendingin udara dan lemari es 5-10 10 3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e Share of Investment Long-term investment in share of stocks with ownership interest less than 2094 is recorded using the cost method. Property, Plant and Eguipment Property, plant and eguipment, except land, held for use in the production or supply of goods or services. or for administrative purposes, are stated at cost, less accumulated depreciation and any accumulated impairment Icsses, if any. Land is stated at their revalued amounts, being the fair value at the date of revaluation, less any subseguent accumulated impairment losses. Revaluation is made with sufficient regularity to ensure that the carrying amount does not differ materially from that which would be determined using fair value at the statement of financial position date. Any revaluation increase arising on the revaluation of land is recognized in other comprehensive income and accumulated in eguity under the heading of revaluation surplus, except to the extent that it reverses a revaluation decrease, for the same asset which was previously recognized in profit or loss, in which case the increase is credited to profit and loss to the extent of the decrease previously charged. A decrease in carrying amount arising on the revaluation of land is charged to profit or loss to the extent that it exceeds the balance, if any. The revaluation surplus in respect of land is directly transferred to retained earnings when the asset is derecognized or sold. Net gains or losses on disposals are determined by comparing the proceeds with the carrying amount and are recognised within other income/ expense - net in the profit or loss. Depreciation is recognized so as to write-off the cost of assets using the straight-line method based on the estimated useful lives of the assets as follows: Type of Asset Building and Infrastructures Machineries and eguipments Vehicles River crafts Office eguipments Air conditioners and refrigerators
Page 20 OCR 0.939
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) f. Aset Tetap (lanjutan) Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Apabila asel telap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dikeluarkan dari laporan keuangan dan keuntungan atau kerugian yang dihasilkan diakui dalam laporan laba rugi. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari utang yang digunakan untuk pembangunan aset tersebut, Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. Aset dan Liabilitas Keuangan Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori: (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain, (ii) aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada model bisnis dan arus kas kontraktual — apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Pada tanggal 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, aset kontrak, piutang lain-lain dan aset lain-lain. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar. Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. h 5 | 3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f£ Property, Plant and Eguipment (continued) The cost of maintenance and repairs is charged to to profit or loss as incurred. Other costs incurred subseguently to add to, replace part of, or service an item of property, plant and eguipment, are recognized as asset if, and only if it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the entity and the cost of the item can be measured reliably. When assets are retired or otherwise disposed of, their carrying amount is removed from the financial statement and the resulting gains or losses are recognized in profit or loss. Construction in progress is stated at cost which includes borrowing costs during construction on debts incurred to finance the construction. Cost accumulation is transferred to the respective property, plant, and eguipment account when complete and ready to use. Financial Assets and Laibilities The Company classifies its financial assets in the following categories: (i) financial assets at fair value through statements of profit or loss or other comprehensive income, (li) financial assets at amortised cost. Classification and measurement of financial assets are based on the business model and contractual cash flows — whether from solely payment of principal and interest. Management Getermines the classification Of its financial assets at initial recognition. On December 31, 2024, the Company has financial assets classified as financial assets at amortised cost. Financial assets at amortised cost consist of cash and cash eguivalents, trade receivables, Contract assets, other receivables and other assets. Financial assets in this category are classified as current assets if expected to be settled within 12 months, otherwise they are classified as non-current. Financial assets at amortised cost are recognised initially at fair value plus transaction costs and subseguently measured at amortised cost using the Effective interest rate method.
Page 21 OCR 0.919
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024
AND FOR THE YEAR
THEN ENDED
(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(lanjutan)
9. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai berikut:
(i) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi, (li) Ilabilitas keuangan yang diukur
dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
penghasilan komprehensif lain. — Perusahaan
menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka
pada saat pengakuan awal
Perusahaan memiliki liabilitas keuangan yang
diklasifikasikan dalam liabilitas keuangan yang
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya
sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan
utang, termasuk biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dan selanjutnya
diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Amortisasi suku bunga efektif termasuk di dalam
biaya keuangan dalam laporan laba rugi.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi antara lain utang usaha,
beban yang masih harus dibayar, pinjaman dan
liabilitas sewa. Liabilitas keuangan diklasifikasikan
sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo
melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka
pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12
bulan.
Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika
liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan,
dibatalkan atau kadaluarsa.
Jika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan
dengan liabilitas yang lain dengan persyaratan yang
secara substansial berbeda, atau persyaratan
liabilitas yang ada secara substansial telah diubah,
maka pertukaran atau modifikasi tersebut
diperlakukan sebagai penghentian pengakuan
liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan
perbedaan nilai tercatat masing-masing diakui
dalam laporan laba rugi.
12
3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(continued)
9.
Financial Assets and Liabilities (continued)
Financial liabilities are classified as follows: (i) financial
liabilties measured at amortised cost, (li) financial
Iiabilities measured at fair value through profit and loss
((FVTPL") or other comprehensive income ("FVOCI).
The Company determines the classification of its
financial llabilties at initial recognition.
The Company has financial liabilities classified into the
financial liabilities measured at amortised cost. All
financial liabilities are initially recognised at fair value
and, in the case of loans and borrowings, inclusive of
directly attributable transaction costs and subseguently
measured at amortised cost using the effective interest
rate method. The amortisation of the effective interest
rate is included in finance costs in the statements of
profit or loss.
Financial liabilities measured at amortised cost are
trade payables, accrued expenses, loans, and lease
liabilities. Financial liabilities are classified as non-
current liabilities when the remaining maturity is more
than 12 months, and as current liabilities when the
remaining maturity is less than 12 months.
Derecognition of Financial Liabilities
Financial liabilites are derecognised when the
obligation under the Iiability is discharged, cancelled
or expired.
Where an existing financial liability is replaced by
another liability with substantially different terms, or
the terms of an existing liability are substantially
modified, such an exchange or modification is treated
as a derecognition of the original liability and the
recognition of a new liability, and the difference in the
respective carrying amount is recognised in the
statements of profit or loss.
Page 22 OCR 0.937
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) h. Penurunan Nilai Aset Keuangan Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Perusahaan menggunakan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan umur instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model kerugian kredit ekspektasian untuk menilai penurunan nilai aset keuangan. Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan penyisihan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya untuk piutang usaha dan aset kontrak. Oleh karena itu, Perusahaan tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan berdasarkan kerugian kredit — ekspektasian sepanjang kepemilikan aset pada setiap tanggal pelaporan. Untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian, piutang usaha dan aset kontrak telah dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit yang sama dan hari lewat jatuh tempo. Aset kontrak terkait dengan jasa yang belum tertagih dan secara substantial memiliki karakteristik risiko yang sama dengan piutang usaha. Oleh karena itu, Perusahaan menilai bahwa tingkat kerugian ekspektasian untuk piutang usaha adalah perkiraan yang wajar dari tingkat kerugian untuk aset kontrak. Tingkat kerugian kredit ekspektasian didasarkan pada profil pembayaran penjualan dan kerugian kredit historis terkait selama periode penjualan tersebut. Tingkat kerugian historis disesuaikan untuk mencerminkan informasi terkini dan informasi forward-looking mengenai faktor-faktor makroekonomi yang memengaruhi kemampuan pelanggan untuk melunasi piutang. Perusahaan menggunakan model penilaian individual untuk menilai penurunan nilai kas dan setara kas, piutang lain-lain dan investasi bersih dalam sewa pembiayaan. Perusahaan menilai kerugian kredit ekspektasian yang harus diakui dari kas dan setara kas, piutang lain-lain dan investasi bersih dalam sewa pembiayaan yang tidak signifikan. 13 3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) h. Impairment of Financial Assets At each reporting date, the Company assesses whether the credit risk on a financial instrument has increased significantly since initial recognition. When making the assessment, the Company uses the change in the risk of a default occurring over the expected life of the financial instrument instead of the Change in the amount of expected credit losses. In making the assessment, the Company compares the risk of default occurring on the financial instrument as at the reporting date with the risk of default occurring on the financial instrument at the initial recognition and consider reasonable and supportable information available without undue cost or effort at the reporting date about past events, current conditions and forecasts of future economic conditions, that is indicative of significant increases in credit risk since initial recognition, The Company uses the expected credit loss model to assess the impairment of financial assets. The Company applies a simplified approach to measure such expected credit loss which uses a lifetime expected loss allowance for trade receivables and contract assets. Therefore, the Company does not identify changes in credit risk, instead, recognises allowance based on lifetime expected credit loss at each reporting date. To measure the expected credit losses, trade receivables and contract assets have beengrouped based on the shared credit risk characteristics and the days past due. The contract assets relate to unbilled service and have substantially the same risk Characteristics as the trade receivables. Therefore. the Company has concluded that the expected loss rates for trade receivables are a reasonable approximation Of the loss rates forthe contract assets. The expected credit loss is based on the payment profiles of sales and the corresponding historical credit loss experienced within this sales period. The historical loss rates are adjusted to reflect current and forward- looking information on macroeconomic factors affecting the ability of customers to settle the receivables. The Company used the individual assessment model to assess the impairment of cash and cash eguivalents, other receivables and net investment in finance leases. The Company assessed expected credit losses recognised from cash and cash eguivalents, other receivables and net investment in finance leases were not significant.
Page 23 OCR 0.922
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) IL Instrumen Keuangan Disalinghapus Aset keuangan dan liabilitas — keuangan disalinghapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau kebangkrutan Perusahaan atau pihak lawan. j- Segmen Operasi Perusahaan — menyajikan — segmen — operasi berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi sumber daya yang dimilikinya. Segmentasi berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal di dalam Perusahaan. Segmen operasi adalah suatu komponen dari bisnis Perusahaan: « Yang terlihat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari kelompok yang sama), « Hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada Segmen tersebut dan menilai kinerjanya: dan e Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. k. Utang Usaha Utang usaha adalah kewajiban membayar barang atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan usaha normal dari pemasok. Utang usaha diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek jika pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka panjang. Utang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif. L Pinjaman Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi, selisih antara penerimaan dan nilai pelunasan merupakan biaya transaksi dan dicatat pada laporan laba rugi selama periode pinjaman dengan menggunakan metode bunga efektif. 14 3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) Offsetting Financial Instruments Financial assets and liabilities are offset and the net amount is reported in the statement of financial position when there is a legally enforceable right to offset the recognised amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realise the asset and settle the liability simultaneously. The legally enforceable right must not be contingent on future events and must be enforceable in the normal course of business and in the event of default, insolvency or bankruptey of the Company or the counterparties. Operating Segment The Company present operating segments based on the financial information used by the chief operating decision maker in assessing the performance of segments and in the allocation of resources. The segments are based on the activities of each of the operating legal entities within the business Company. An operating segment is a component of the business Perusahaan: » That engages in business activities from which it may earn revenues and incur expenses (including revenues and expenses relating to transactions with other components of the same company): « Whose operating results are regulariy reviewed by the chief operating decisionmaker to make decisions about resources to be allocated to the segment and assess its performance: and # For which separate financial information is available. k. Account Payables Account payables are obligations to pay for goods or services that have been acguired in the ordinary course of business from suppliers. Accounts payabie are classified as current liabilities if payment is due within, If not, they are presented as non-current liabilities. Account payables are recognised initially at fair value and subseguently measured at amortised Cost using the effective interest method. IL Borrowings Borrowings are recognized initially at fair value, net of transaction costs incurred. Borrowings are subseguently carried at amortised cost: any difference between the proceeds and the redemption value represents transaction costs is recognised in the profit or loss over the period of the borrowings using the effective interest method.
Page 24 OCR 0.927
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024
AND FOR THE YEAR
THEN ENDED
(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(lanjutan)
Pinjaman
Setelah reformasi dan penggantian suku bunga
acuan seperti LIBOR dan other inter-bank offered
rates (“IBOR") telah menjadi prioritas. Dimana saat
ini diekspektasikan IndONIA akan menggantikan
JIBOR.
Masih ada perbedaan utama antara JIBOR dan
IndONIA. JIBOR adalah 'term rate', yang berarti
diterbitkan untuk periode pinjaman (seperti: tiga
bulanan atau enam bulanan) dan 'forward looking',
karena diterbitkan pada awal periode pinjaman.
IndONIA merupakan 'backwardlooking' rates,
berdasarkan overnight rates dari transaksi aktual,
dan diterbitkan pada akhir periode overnight
borrowing. Selanjutnya, JIBOR mencakup spread
kredit di atas tingkat bebas risiko, yang saat ini tidak
dimiliki oleh IndONIA. Untuk transisi kontrak dan
perjanjian kini yang merujuk pada JIBOR ke
IndONIA, penyesuaian untuk perbedaan jangka
waktu dan perbedaan kredit mungkin perlu
diterapkan ke IndONIA, untuk memungkinkan kedua
suku bunga acuan menjadi setara secara ekonomi
pada transisi
m. Imbalan Kerja
Program pensiun iuran pasti
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun
iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya. luran
yang ditanggung Perusahaan diakui sebagai beban
pada laba rugi.
Imbalan pasca kerja imbalan pasti
Perusahaan diharuskan menyediakan imbalan
pensiun minimum yang diatur dalam UU Cipta Kerja
No. 11/2020 ("UUCK") yang merupakan kewajiban
imbalan kerja,
Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan
menggunakan metode projected unit credit dengan
penilaian aktuaria yang dilakukan pada setiap akhir
periode pelaporan tahunan. Pengukuran kembali,
terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial,
perubahan dampak batas atas aset (jika ada) dan
dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk
bunga), yang tercermin langsung dalam laporan
posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan
dalam penghasilan komprehensif lain periode
terjadinya. Pengukuran kembali diakui dalam
penghasilan komprehensif lain tercermin sebagai pos
terpisah pad a penghasilan komprehensif lain di
ekuitas dan tidak akan direklas ke laba rugi. Biaya
jasa lalu diakui dalam laba rugi pada periode
amandemen program. Bunga neto dihitung dengan
mengalihkan tingkat diskonto pada awal periode
imbalan pasti dengan liabilitas atau aset imbalan
pasti neto,
15
(continued)
I. Borrowings
Reforming and replacing benchmark interest rates
such as LIBOR and other inter-bank offered rates
(IBOR") have become priorities. It is currently
expected that IndONIA will replace JIBOR.
There are still key differences between JIBOR and
IndONIA. JIBOR is a 'term rate', which means it is
published for the loan period (such as: three months
Or six months) and is forward looking', because it is
published at the beginning of the loan period.
IndONIA are 'backward-looking' rates, based on
overnight rates from actual transactions, and are
published at the end of the overnight borrowing
period. Furthermore, JIBOR includes credit spreads
above the risk-free rate, which IndONIA currently
does not. For the transition of current contracts and
agreements referring to JIBOR to IndONIA,
adjustments for term differences and credit
differences may need to be applied to IndONIA, to
allow the two benchmark interest rates to become
economically eguivalent upon transition.
m. Employee Benefits
Defined contribution pesion plan
The Company established a defined contribution
pension plan covering all of their permanent
employees. Contribution funded by the Company
were charged to profit or loss.
Defined post-employment benefits
The Group are reguired to provide a minimum pension
benefit as stipulated in the Job Creation Law No.
11/2020 (“UUCK") which represents an underlying
defined benefit obligation.
The cost of providing benefits is determined using the
projected unit credit method, with actuarial valutions
being carried out at the end of each annual reporting
period. Remeasurement, comprising actuarial gains
and loses, the effect of the changes to the assets
(excluding interest), is reflected immediately in the
statements of financial position with a charge or credit
recognized in other comprehensive income in the
period in which they occur. Remeasurement
recognized in other comprehensive income in eguity
and will not be reciassified to profit or loss. Past
service cost is recognized in profit or loss in the
period of a plan amendment. Net interest is calculated
by applying the discount rate at the begining of the
(period to the net defined benefit liability pr asset.
Page 25 OCR 0.928
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) m. Imbalan Kerja (lanjutan) Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut - Biaya jasa (termasuk biaya jasa Kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyesuaian). - Beban atau pendapatan bunga neto. Pengukuran kembali. Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti dilaba rugi, keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu. Liabilitas imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan merupakan defisit atau surplus aktual dalam program imbalan pasti Perusahaan Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat ekonomik yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan ke program. n. Biaya Emisi Saham Ditangguhkan Biaya yang terjadi dalam rangka penawaran umum dan penjualan sejumlah saham kepada masyarakat dan penawaran umum terbatas kepada para pemegang saham dibukukan sebagai pengurang dari aglo saham. 0. Beban Tanaman Ditangguhkan Beban-beban atas pengembangan dan pemeliharaan tanaman ditangguhkan dan akan dibebankan ke laba rugi saat panen dilakukan yang disajikan sebagai akun “Beban Tanaman Ditangguhkan" pada laporan posisi keuangan. P. Pengakuan Pendapatan dan Beban Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perusahaan melakukan analisa transaksi melalui lima langkah analisa berikut: 1. Mengidentifikasi — kontrak — dengan pelanggan, dengan kriteria sebagai berikut: (a) kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak: (b) Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu pembayaran dari barang yang akan dialihkan, (c) kontrak memiliki substansi komersial: (d) besar kemungkinan Perusahaan akan menerima imbalan atas barang yang dialihkan. 2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak ke pelanggan. 3. Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi — diskon, retur, — potongan penjualan, pajak ekspor dan pungutan ekspor, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang yang dijanjikan ke pelanggan. 16 3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) m. Employee Benefits (continued) Defined benefit cost are categorised as follows: - Service cost (including current service cost, past service cost, as well as gains and losses on curtailments and settlements). - Net interest expense or income. - Remeasurement. The Company presents the first two components of defined benefit cost in profit or loss. Curtaiment gains and loses are accounted foras past service costs. The retirement benefit obligation recognized in the statements of financial position represents the actual deficit or surplus in the Company defined benefit plans. Any surplus resulting from this calculation is limited to the present value of any economic benefits available in the from of refunds from the plans or reductions in future contributions to the plans. Deffered Stock Issued Cost Expenses incurred in connection with the Initial Public Offering and first Limited Offering with Preemptive Rights to the stockholders are recorded as deductions of additional paid-in capital. Future Crop Expenditure Expenditures for cultivation and maintenance of the plantations are deferred and will be charged to profit or loss when the crops are harvested which are presented as “Future Crop Expenditure" in the statement of financial position. Revenues and Expenses Recognition In determining revenue recognition, the Company perform analysis transaction through the following five steps of assessment: 1. Identify contracts with customers with certain criteria as follows: (a) the contract has been agreed by the parties involved in the contract: (b) the Company can identify the rights of relevant parties and the term of payment for the goods to be transferred: (c) the contract has commercial substance, (d) it is probable that the Company will receive benefits for the goods transferred. 2 Identify the performance obligations in the Contract to the customer. 3. Determine the transaction price, net of @iscounts, returns, trade allowances, export tax and export levies, which an entity expects to be entitled in exchange for transferring promised goods to a customer.
Page 26 OCR 0.938
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) Pp. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan) 4. Mengalokasikan harga transaksi kepada seliap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual dari setiap barang yang dijanjikan di kontrak. 5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang waktu atau pada suatu waktu tertentu). Perpajakan Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak penghasilan tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam laporan laba rugi, kecuali apabila pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui ke ekuitas dan laba komprehensif lainnya. Pajak penghasilan kini dihitung — dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal posisi keuangan. Pajak penghasilan tangguhan diakui dengan menggunakan balance sheet liability method, untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak atas aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan dan diharapkan akan berlaku pada saat aset pajak tangguhan dipulihkan atau liabilitas pajak tangguhan diselesaikan. Aset pajak tangguhan diakui apabila besar kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi dengan perbedaan temporer dan rugi fiskal yang masih dapat dimanfaatkan. Pajak Kini Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode dan tahun yang bersangkutan. Tarif pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan. Aset dan liabilitas pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan dicatat saat surat ketetapan pajak diterima dan apabila dilakukan banding, ketika hasil banding sudah diputuskan. Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari “Beban pajak kini" dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. 17 SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) Pp. Revenues and Expenses Recognition (continued) 4. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the selling prices of each goods promised in the contract, 5. Recognise revenue when performance Oobligation is satisfied (over time or at a point in time) Taxation The income tax expense comprises current and deferred income tax. Tax is recognised in the statements of profit or loss, except to the extent that it relates to items recognised directly in eguity and other comprehensive income. The current income tax is calculated using tax rates that have been enacted at the financial position date. Deferred income tax is recognised using the balance sheet liability method, for all temporary differences arising between the tax bases of assets and liabilities and their canying values. Deferred income tax is determined using tax rates that have been enacted or substantially enacted at the consolidated statements of financial position date and are expected to be applied when the related deferred income tax asset is realised or the deferred income tax liability is settled Deferred tax assets are recognised only if it is probable that future taxable amounts will be available to utilise those temporary differences and the unused tax losses cerried forward. Current Tax Current tax expense is determined based on the taxable income for the relevant period and year. The tax rates used to compute the amount are those that have been enacted or substantively enacted at the reporting date. Current tax assets and liabilities for the current and prior periods are measured at the amounts expected to be recovered from or paid to the tax @authorities. Amendments to taxation obligations are recorded when an assessment is received and if appealed, when the result of the appeal is determined. The underpayment/overpayment of income tax is recorded as part of “Current tax" in the statements of profit or loss and other comprehensive income.
Page 27 OCR 0.933
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) ad. Perpajakan (lanjutan) Pajak Tangguhan Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara perhitungan akuntansi dan basis perhitungan pajak atas aset dan kewajiban pada tanggal pelaporan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas pada laporan posisi keuangan dengan dasar pengenaan pajaknya pada tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi pajak yang belum dikompensasikan, bila kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasikan tersebut dapat dimanfaatkan. Liabilitas dan aset pajak tangguhan (jika memenuhi kriteria) diakui atas perbedaan temporer kena pajak terkait dengan investasi pada entitas anak dan asosiasi, kecuali yang waktu pembalikannya dapat dikendalikan dan kemungkinan besar perbedaan temporer tersebut tidak akan dibalik di masa depan yang dapat diperkirakan. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Saldo dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs penutup yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Pada setiap tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah menggunakan kurs penutup yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Kurs dari mata uang asing utama yang digunakan adalah sebagai berikut (nilai Rupiah penuh): 2024 Yen Jepang Dolar Amerika Serikat Keuntungan atau kerugian dari selisih kurs, yang sudah maupun yang belum terealisasi, baik yang berasal dari transaksi dalam mata uang asing maupun penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui pada laba rugi. 102 16.162 18 3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) 9. Taxation (continued) Deferred Tax Deferred tax is recognised using the liability method on temporary differences between the financial and the tax bases of assets and liabilities at the financial reporting date. Deferred tax assets and liabilities are recognised for temporary differences between the canying amount Of assets and liabilities with their tax bases at the financial reporting date. Deferred tax assets are recognised for all deductible temporary differences and accumulated tax losses that have not been utilised, if taxable income is likely to be available so that the temporary differences can be deducted and the unutilised tax losses can be utilised. Deferred tax liabilities and assets (if they meet the criteria) are recognised for temporary differences associated with investments in subsidiaries and associates, unless the timing of the reversal of temporary differences can be controlled and it is probable that the temporary differences will not be reversed in the foreseeable future. Transactions Currencies and Balances in Foreign Balances denominated in foreign currencies are translated into Rupiah at the closing exchange rates determined by Bank Indonesia. At each reporting date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are translated into Rupiah using closing exchange rates determined by Bank Indonesia. The exchange rates Of the major foreign currencies used are as follows (full amount Rupiah). 2023 109 15.416 Japanese Yen Dollar Amerika Serikat Realised and unrealised foreign exchange gains or losses arising from transactions in foreign currency and from the translation of foreign currency monetary assets and liabilities are recognised in the profit or loss.
Page 28 OCR 0.926
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) s. Transaksi Pihak Berelasi Perusahaan melakukan transaksi dengan pihakpihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 224 (sebelumnya PSAK 7) “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi". Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. a. Orang 'atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama entitas pelapor, atau ii. Memiliki pengaruh signifikan entitas pelapor: atau ii. Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor. b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: I. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya). li. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. vV. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor. vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a). Seluruh transaksi yang dilakukan dengan pihak- pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan. 19 3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) s. Transactions With Related Parties The Company enters into transactions with related parties as defined in PSAK 224 (previously PSAK 7) “Related Party Disclosures”". All significant transactions and balances with related parties are disclosed in the notes to the financial statements. a A person or a close member of that person's family is related to the reporting entity if that person: I. Has control or join control over the reporting entity: or ii. Has significant influence over the reporting entity: or Ii. Is a member of the key management perscnal of the reporting entity or parent from reporting entity. /An entity is related to the reporting entity if any of the following conditions applies: L The entity, and the reporting entity are members of the same Company (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others). Ii One entity is an associate or joint venture of the other entity (oran associate or joint venture of a member of a Company of which the other entity is a member). di, Both entities are joint ventures of the Same third party. Iv. One entity is a joint venture of a third entity and the other entity Is an associate of the third entity. v. The entity is a post-employment benefit pian for the benefit of employees of either the reporting entity, or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity is itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the reporting entity. Vi. The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (a). All transactions with related parties, whether or not made at similar terms and conditions as those done with third parties, are disclosed in the financial statements.
Page 29 OCR 0.935
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) t Laba (Rugi) Per Saham Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun berjalan. Laba (rugi) usaha dan laba (rugi) bersih per saham dihitung dengan membagi laba usaha dan laba (rugi) bersih dengan jumlah rata-rata saham sebanyak 1.011.774.750 saham masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023. Provisi Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko — dan ketidakpastian — yang meliputi kewajibannya. Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas. Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian akan diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal Sumber Estimasi Ketidakpastian Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah tercatat aset dan liabilitas yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. Informasi tentang asumsi utama yang dibuat mengenai masa depan dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan di bawah ini. 20 3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) t Earnings (Loss) Per Share Earnings (loss) per share are computed by dividing (profit attributable to eguity holders of the entity by the weighted average number of shares outstanding during the year. Operating earnings (loss) and net earnings (loss) per share are computed using the average number of shares subscribed and fully paid during the year. The total number of average shares amounted to 1,011,774,750 shares for the years ended December 31, 2024 and 2023, respectively. Provision Provisions are recognized when the Company has a present obligation (legal or constructive) where, as a Tesult of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be reguired to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the Obligation. The amount recognized as a provision is the best estimate af the consideration reguired to settle the present obligation at the end of the reporting period, taking into account the risks and uncertainties surrounding the obligation. The amount recognized as a provision is the best estimate of the consideration reguired to settle the present obligation at the end of the reporting period, taking into account the risks and uncertainties surrounding the obligation. Where a provision is measured using the cash flows estimated to settle the present obligation, its carrying amount is the present value of those cash fiows. When some or all of the economic benefits reguired to settle a provision are expected to be recovered from a third party, a receivable is recognized as an asset If it is virtually certain that reimbursement will be received and the amount of the receivable can be measured reliably. Key Sources of Estimation Uncertainty The preparation of financial statements in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards reguires management to make estimates and assumptions that has an effect to the carrying amount of assets and liabilities and disclosure of contingent and liabilities at the date of financial statements and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. Actual results could be different from those estimates. The key assumptions concerning future and other key sources of estimation at the end of the reporting period, that have the significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year are discussed below.
Page 30 OCR 0.936
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) v. Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan) Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 50 (Revisi 2010) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan. Penurunan nilai aset keuangan Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung KKE atas piulang usaha. Tarif provisi didasarkan pada hari yang lewat jatuh tempo untuk mengelompokkan pelanggan ke segmen yang memiliki pola kerugian serupa. Matriks provisi awalnya berdasarkan tarif default yang diamati Perusahaan secara historis. Perusahaan akan mengkalibrasi matriks tersebut untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi kedepan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah default di sektor usaha Perusahaan, tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tarif default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi ke depan dianalisis kembali. Penilaian korelasi antara tingkat default yang dapat diamati secara historis, taksiran kondisi ekonomi dan KKE adalah estimasi yang signifikan. Jumlah KKE sensitif terhadap perubahan keadaan dan taksiran kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan perkiraan kondisi ekonomi mungkin juga tidak mewakili aktual default pelanggan yang sebenarnya di masa depan. Imbalan kerja karyawan Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaria independen dalam menghitung jumlah- jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat imbalan pasca kerja. 21 v. Key SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) Sources of (continued) Estimation Uncertainty Classifications of financial assets and financial liabilities The Company determine the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 50 (Revised 2010). Accordingly, the financial assets and financial Ilabilites are accounted for in accordance with the Company's accounting policy. Impairment of financial assets The Company uses a provision matrix to calculate ECLs for trade receivables. The provision rates are based on days past due for groupings of various customer segments that have similar loss patterns. The provision matrix is initially based on the Companyhistorical observed default rates. The Company will calibrate the matrix to adjust the historical credit loss experience with forward- looking information. For instance, if forecast economic conditions are expected to deteriorate over the next year which can lead to an increased number of defaults in the Company industry sector, the historical default rates are agjusted. At every reporting date, the historical observed default rates are updated and changes in the forward- looking estimates are analysed. The assessment of the correlation between historical Oobserved default rates, forecast economic conditions and ECLs is a significant estimate. The amount of ECLs is sensitive to changes in circumstances and Of forecast economic conditions. The Company historical credit loss experience and forecast of economic conditions may also not be representative of customer's actual default in the future. Employee benefits The determination of the Company's employee benefits liabilities is dependent on its selection of certain assumptions used by the independent actuaries in calculating such amounts. Those assumptions include among others, discount rates, annual salary increase, annual employee turn-over rate, disability rate, retirement age and mortality rate The changes of assumption might affect carrying value of post employment benefit.
Page 31 OCR 0.939
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) v. Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan) Pajak penghasilan Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan Indonesia, Perusahaan melaporkan pajak berdasarkan sistem self-assessment. Fiskus dapat menetapkan atau mengubah pajak-pajak tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perusahaan memiliki eksposur terhadap pajak penghasilan karena terkait pertimbangan yang signifikan dalam menetapkan provisi pajak penghasilan Perusahaan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penetapan akhir pajaknya tidak pasti selama kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas masalah pajak yang diharapkan berdasarkan estimasi tambahan pajak yang jatuh tempo. Bila hasil final pajak atas masalah-masalah ini berbeda dengan jumlah yang telah diakui, perbedaan tersebut akan berpengaruh pada pajak penghasilan pada periode di mana penetapan tersebut dibuat. 4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Estimasi dan pertimbangan terus dievaluasi berdasarkan pengalaman historis dan faktor-faktor lain, termasuk ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar berdasarkan kondisi yang ada, Perusahaan membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi akuntansi yang dihasilkan, menurut definisi, akan jarang sekali sama dengan hasil aktualnya. Estimasi dan asumsi yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas selama 12 bulan ke depan. Masa manfaat dan beban penyusutan atas tanaman produktif dan aset tetap ditentukan berdasarkan estimasi, dimana beban penyusutan akan disesuaikan jika masa manfaatnya berbeda dari estimasi sebelumnya atau jika aset dihapusbukukan atau dilakukan penurunan nilai karena usang atau dihentikan penggunaannya. Perhitungan kewajiban imbalan kerja tergantung pada sejumlah asumsi aktuaria, seperti: tingkat pengembalian atas aset program, tingkat diskonto dan asumsi penting lainnya yang sebagian berdasarkan kondisi pasar saat ini, Dalam konteks akuntansi, terdapat kemungkinan perbedaan hasil yang dapat dipulihkan terhadap jumlah tagihan restitusi pajak yang disebabkan proses penyelesaian sengketa pajak dan potensi perbedaan interpretasi terhadap peraturan perpajakan yang berlaku. Penentuan provisi perpajakan memerlukan pertimbangan signifikan, yang mana keputusan final atas provisi perpajakan tersebut bisa berbeda dari jumlah yang tercatat. 22 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) v. Key Sources of Estimation Uncertainty (continued) Income taxes Under the Tax Laws of Indonesia, the Company submits tax returns on the basis of self-assessment. The tax authorities may assess or amend taxes within the statute of limitation under prevailing regulations. The Company has exposure to income taxes since significant judgment is involved in determining the Company's provision for income taxes. There are certain transactions and computations for which the Ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. The Company recognizes liabilities for expected tax issues based on estimates of whether additional taxes will be due. Where the final tax outcome of these matters is different from the amounts that were initially recognized, such differences will impact the income tax and deferred tax provisions in the period in which such determination is made. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND ESTIMATES Estimates and judgments are continually evaluated and are based on historical experience and other factors, including expectations of future events that are believed to be reasonable under the circumstances. The Company makes estimates and assumptions concerning the future. The resulting accounting estimates will, by definition, seldom egual the related actual results. The estimates and assumptions that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next 12 months. The useful lives and depreciation expenses of the bearer plants and fixed assets are determined based on estimates, whereas the depreciation expenses will be revised if the useful lives are different from those previously estimated or in case the assets are written off Or are impaired due to obsolescence or retirement. The calculation of employee benefits obligation depends on the actuarial assumptions used, such as: return rate of plan assets, discount rate and some other key assumptions which are based in part on current market conditions. In the context of accounting, there is possible different outcome in respect of the recoverability of claims for tax refunds due to the tax dispute resolution process and the potential different interpretations of applicable tax regulations. Determination of a tax provision needs significant judgements, in which the final assessment of the tax provision could differ from the carrying amount.
Page 32 OCR 0.937
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) Adapun pengakuan aset pajak tangguhan tergantung pada harapan dan estimasi terhadap tersedianya laba kena pajak masa depan. Perhitungan perubahan nila wajar aset biologis tergantung pada asumsi utama, seperti: harga jual dan jumlah hasil panen yang diestimasi berdasarkan kondisi terkini. Perhitungan penyisihan aset nonkeuangan ditentukan berdasarkan nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai, yang dihitung berdasarkan asumsi harga, produksi dan tingkat diskonto. Perusahaan menilai dengan dasar perkiraan masa yang akan datang atas kerugian kredit ekspektasian terkait dengan instrumen keuangannya yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Metodologi penurunan nilai yang diterapkan tergantung pada apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan. Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan yang diijinkan oleh PSAK 109, yang mensyaratkan kerugian sepanjang masa yang diharapkan harus diakui dari pengakuan awal instrumen keuangan. Dalam menentukan umur sewa, Perusahaan mempertimbangkan beberapa fakta dan keadaan yang memberikan insentif ekonomi untuk mengambil opsi perpanjangan. Opsi perpanjangan hanya dimasukkan dalam masa sewa jika secara meyakinkan diperpanjang (atau tidak dibatalkan). Setiap perubahan dalam asumsi, estimasi dan pertimbangan tersebut diatas, bisa memiliki risiko signifikan yang berdampak pada penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. 5. KAS DAN BANK Akun ini terdiri dari: CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND ESTIMATES (continued) Whilst the recognition of deferred tax assets depends on the expectation and estimates of availability of future taxable income. The calculation of changes in fair value of biological assets depends on the key assumptions, such as: selling price and harvest volume which is estimated based on recent condition. The calculation of provision of non-financial assets is determined based on the higher of fair value less cost to sell and value in-use which calculated based on the basis assumption of price, production and discount rate. The Company assesses on a forward-looking basis the expected credit losses associated with its financial instruments carried at amortised cost. The impairment methodology applied depends on whether there has been a significant increase in credit risk. The Company applies the simplified approach permitted by PSAK 109, which reguires expected lifetime losses to be recognised from initial recognition of the financial instruments In determining the lease term, Company considers all facts and circumstances that create an economic incentive to exercise an extension option. Extension options are only included in the lease term if the lease is reasonably certain to be extended (or not terminated). 'AAny changes in assumptions, estimates and judgements as stated above, may have significant risks which expose a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next reporting period. 2024 Kas - Rupiah 337.903.712 Bank Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 353.679.248 PT Bank DBS Indonesia - PT Bank Central Asia Tbk - Jumlah 353.679.248 Dolar Amerika Serikat PT Bank DBS Indonesia 85.008.522 Jumlah 85.008.522 Yen Jepang PT Bank DBS Indonesia 80.464.991 Jumlah 80.464.991 Jumlah Bank 519.152.761 Jumlah 857.056.473 23 CASH AND BANKS This account consists of 2023 315.747.874 Cash on Hand - Rupiah Cash in Banks Rupiah 598.887.116 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 48.784.550 PT Bank DBS Indonesia 24.028.575 PT Bank Central Asia Tbk 671.700.241 Total United States Dollar 83.547.743 PT Bank DBS Indonesia 83.547.743 Total Japanese Yen 113.104.624 PT Bank DBS Indonesia 113.104.624 Total 863.352.608 Total Bank 1.184.100.482 Total
Page 33 OCR 0.924
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 5. KAS DAN BANK (lanjutan) Kas di bank dapat ditarik setiap saat. Tingkat suku bunga kontraktual untuk kas pada bank adalah sebagai berikut: CASH AND BANKS (continued) Cash at bank can be withdrawn at anytime, Contractual interest rates on cash at bank is as follows: 2024 Rupiah 0,25Y4 - 1,0070 Mata Uang Asing 0,014 6. PERSEDIAAN Akun ini terdiri dari: 2024 Barang jadi 4.846.450.241 Barang dalam proses 1.736.911.944 Bahan baku 256.246.881 Suku cadang dan bahan pembantu 27.629.284.279 Jumlah 34.468.893.345 Cadangan keusangan persediaan (21.973.974.432) Jumlah 12.494.918.913 2023 0,0770 - 1,25Yo Rupiah 0,010 - 01076 Foreign Currencies INVENTORIES This account consist of: 2023 5.400.421.422 Finished goods 1.736.911.944 Work in process 256.246.881 Raw materials 27.781.188.311 Spareparts and supporting materials 35.174.768.558 Total (6.752.550.759) Allowance for inventory obsolescence 28.422.217.799 Total Mutasi cadangan keusangan persediaan adalah sebagai berikut 2024 6.752.550.759 15.221.423.673 21.973.974.432 Saldo awal tahun Penyisihan tahun berjalan Saldo akhir tahun Manajemen berkeyakinan bahwa mutasi cadangan keusangan persediaan/ kerugian persediaan diatas adalah cukup untuk menurunkan nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi netonya. Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya bersamaan dengan aset tetap. 7. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA 2024 Asuransi 41.185.424 Lain-lain 65.000 Jumlah 41.250.424 24 The movement of allowance for inventory obsolescence is as follow: 2023 3.319.853.707 Balance at begining of year 3.432.697.052 Allowance during the year 6.752.550.759 Balance at ending of year Management believes that the above allowance for inventory obsolescence/ losses is sufficient to reduce the Carrying amounts of inventories to net realizable values. All inventories along with property, plant and eguipment were insured against fire, theft and other possible risks. 'ADVANCE AND PREPAID EXPENSES 2023 10.310.950 Insurance 185.000 Other 10.495.950 Total
Page 34 OCR 0.925
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 8. ASET KEUANGAN LAINNYA Akun ini terdiri dari: 8. OTHER FINANCIAL ASSETS This account consists of: Persentase Nilai Tercatat/ Pemilikan/ Carrying Value Percentage of Ownership 2024 2023 Metode Harga Perolehan Cost Method PT Sarana Kaltim Ventura 11996 651.888.000 651.388.000 PT Sarana Kaltim Ventura Akun ini merupakan investasi jangka panjang This Account represent the Company's long term perusahaan kepada PT Sarana Kaltim Ventura dalam bentuk saham dan dicatat dengan menggunakan metode biaya sebesar Rp 651.888.000 pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, dengan persentase kepemilikan sebesar 1,1946. Aset keuangan lainnya adalah investasi Perusahaan dengan kondisi sebagai berikut: - Investasi ekuitas dibawah 2076 « Tidak untuk diperdagangkan - Perusahaan tidak mempunyai pengaruh signifikan dari investasi tersebut - Tidak tersedia pasar aktif atas aset keuangan lainnya tersebut. Maka Perusahaan menyajikan aset tersebut dengan metode biaya sebagaimana PSAK 55 par 43, 46(e), PP80, dan PP81. Posisi laba/rugi PT Sarana Kaltim Ventura untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut: investment in shares of stock of PT Sarana Kaltim Ventura and is recorded using the cost method, mounting to Rp 651,888,000 as of December 31, 2024 and 2023, with the percentage of owenership of 1.1994. Other financial assets are investments of Companies with the following conditions: Eguity invesment below 2096 Not to be traded The Company doesn't have a significant influence on such investments There is no active market for these other financial assets. Therefore the Company presents these assets by cost method as PSAK 55 par 43, 46(e), PP80 and PP81. Profit/loss position of PT Sarana Kaltim Ventura for the year ended December 31, 2023 are as follows: 2023 Pendapatan operasional 8.740.580.529 Operating income Beban operasional 7.465.962.346 Operating expenses Laba operasional Total pendapatan lain-lain 1.274.618.183 1.105.018.376 Operating profit Total other income Laba sebelum pajak 2.379.636.559 Profit before tax Pajak (275.984.953) Tax Laba setelah pajak 2.103.651.606 Profit after tax 25
Page 35 OCR 0.713
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS PADA 31 DESEMBER 2024 AS OF DECEMBER 31, 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA AND FOR THE YEAR TANGGAL TERSEBUT THEN ENDED (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 9. ASET TETAP 9 FIXED ASSETS Rincian dan mutasi aset tetap adalah sebagai berikut: The details and mutation of fixed assets are as follows: 2024 Saldo awal Penambahan — Pengurangan — Reklasifikas! ”—” Revaluas/ ”— Saldo akh Beginning Additions IDeductions Reciassifi Revaluation Ending balance cation balance Biaya perolehan “Acauisition cost Tanah 5.916.348.709 - - - 5918348769 Land Revaluasian tanah 107.400.651.231 - - - -. 107.400651.231 Revaluation land Bangunan Buildings and dan prasarana 49443632794 - - - 549443632794 infrastructures Mesin dan Machineries and Peralatan 445.241.675.096 - - - -. 445:241675.096 @guipments Kendaraan 6.786.433.681 (287.588.200) - 6498.845.461 Vehicles Kendaraan air 203.496.000 - - - - 203.496.000 River cratts Perlengkapan kantor 1.248.342.492 -. (145.000.000) - 11103342492 Ofice eguipments Pendingin udara Air conditiners and lemari es 372.343.687 - - - - 372.343.687 and reftigerators Sub-Jumlah 626.614.923.130 »——1452.588.200) : -626182335:530 Sub-Totat Aset tetap dalam penyelesaian 176.404.463 - - - - 176404463 — Contructions in progress Jumlah 626.791.328.193 —1432.588.200) - 1626.368.739.993 Total Akumulasi penyusutar Aocumul 1 Bangunan Bulldings and dan prasarana 42042673496 1.616.336.706 - - - 43.659.010.202 intrastructures Mesin dan Machineries and Peralatan 383.585063403 18.251.267.833 - - «. 401.806,331236 @guipments Kendaraan 6.600.636.149 160.019.413 (287.588.200) - 6473067662 Vehicles Kendaraan air 178.693.094 601.125 - - - 188.294.219 River orafts Perlengkapan kantor 11218342.102 (145000000) -11103312.102 Ofco eguloments Pendingin udara Air conditioners and lemari es 369.187.437 1.262.500 - - - 370.449.937 and refngerators Jumlah 20038.487.577 — (432.588.200) - -463.600.495.748 Total Nilai Buku 162.758.244.245 Net Book Value 2023 Saldo awal Penambahan) — Pengurangan — Reklasifikas! ”—” Revaluas/ ”— Saldo akhi Beginning Additions IDeductions Rediassifi Revaluation —— Ending balance cation balance Biaya perolehan “Agauisition cost Tanah 5.918.348.709 - - - -.. 5918.348.769 Land Revaluasi tanah 107.400.051.231 - - - -107.400651.231 Revaluation land Bangunan Buildings and dan prasarana 49.143.632.794 - - - 49443632794 intrastructures Mesin dan Machineries and Peralatan 445.672.828.045 H0 431152049) - -. 445.241675.096 @guipments Kendaraan 6.786.433.681 - - - 6786433661 Vehicles Kendaraan air 1.605.423.973 - (1401927973) - - 203.496.000 River crafts Perlengkapan kantor 11.248.342.402 - - - » A1240312402 Omce egupments Pendingin udara Air conditioners and lemari es 312.343.687 - - - - 312.349.687 and refrgerators Sub-Jumlah 620.448.004.652 »— 1.833.080.922) - -626.614.923.730 Sub-Totat Aset tetap dalam penyelesaiar 176.404.163 - - - - 176404463 — Contructions in progress Jumlah 628.624.409.115 -— (1.833.080.922) - -626.791328.193 Total Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation angunan Bulldings and dan prasarana 40374968678 1.667.704.818 - - » 42042673496 infrastructures Mesin dan Machineries and Peralatan 365.422400.703 18.380.087.616— (247.424.916) - -. 383.555.063.403 @guipments Kendaraan 6.262.835.312 397.801.137 - - 660.636.449 Vehicles Kendaraan air 1.571.019.942 9601.125 (1401927373) - - 178.693.094 River orafts Perlengkapan kantor 1.206.085.300 42.257.186 - - 11248312292 Omce egulpments Pendingin udara Air conditioners and lemari es 367.924.507 1.262.500 - - - 369.187.437 and refigerators Jumlah 425:205.234.878 20.438714.382 (1.649.352.889) 2 2 443994.596,371 Total Nilai Buku 203.419.174.237 192.796.731.822 Not Book Valuo 26
Page 36 OCR 0.938
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS PADA 31 DESEMBER 2024 AS OF DECEMBER 31, 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA AND FOR THE YEAR TANGGAL TERSEBUT THEN ENDED (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 9. ASET TETAP (lanjutan) 9. FIXED ASSETS (continued) Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Depreciation expenses was allocated to the following: s 2024 2023 Beban produksi (Catatan 21) 19.874.755.664 20.081.068.559 Production costs (Note 21) Beban umum dan administrasi General and administrative (Catatan 22) 163.731.913 357.645.823 expenses (Note 22) Jumlah 20.038.487.577 20.438.714.382 Total Sejak tanggal 31 Desember 2013, Perusahaan Since December 31, 2013, the Company has carry out melakukan revaluasi aset tanah secara continuous revaluation of land assets, the lates for berkesinambungan, terakhir untuk valuasi penilaian 31 valuation December 31, 2020 with report dated March 8, Desember 2020 dengan tanggal laporan 8 Maret 2021 2021 by independent appraisal, — Benedictus oleh penilai independen Benedictus Darmapuspita & Darmapuspita & Rekan, using the market price approach. Rekan, dengan menggunakan pendekatan harga pasar. Manajemen berkeyakinan tidak terdapat perubahan Management believe there is no significant change in the signifikan pada nilai aset tanah pada tanggal 31 Desember value of the land assets as of December 31, 2024, 2024, sehingga tidak ada penilai independen yang ditunjuk. therefore no independent appraisal has been appointed. Penjualan aset tetap masing-masing pada 31 Desember Sale of fixed assets on December 31, 2024 and 2023, 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut: respectively are as follows: 2024 2023 Penerimaan dari penjualan Received from sales aset tetap 147.747.748 1.150.000.000 Of fixed assets Jumlah tercatat - (183.728.033) Amount recorded Keuntungan penjualan Aset tetap 147.747.748 966.271.967 Gain on sale of fixed assets Pada tanggal 31 Desember 2023, aset tetap dilindungi As of December 31, 2023, the property, plant and dengan asuransi terhadap risiko kebakaran dan risiko eguipment are covered by insurance against losses by lainnya berdasarkan paket polis dengan jumlah fire and other risks under a policy package with insurance pertanggungan sebesar Rp '33.212.075.000 coverage totaling Rp 33,212,075,000 (2023: (2023: Rp 6.424.150.000). Rp 66,424,150,000). 10. BEBAN TANAMAN DITANGGUHKAN 10. FUTURE CROP EXPENDITURES Beban tanaman ditangguhkan merupakan biaya-biaya Future crop expenditures represents costs incurred in yang dikeluarkan untuk mengembangkan tanaman yang developing plantations located in the factory with sengon terletak di lokasi pabrik dengan jenis tanaman sengon plant types for use in the production process of plywood untuk digunakan dalam proses produksi kayu lapis dan 'and barecore. Sengon tree planting period is about 6-8 barecore. Masa tanam pohon sengon sekitar 6-8 tahun years with a diameter of more than 20 cm. The plantation dengan diameter lebih dari 20 cm. Perkiraan tanaman is expected to be harvested around 2026. tersebut akan di panen sekitar tahun 2026. Biaya tanaman ditangguhkan merupakan biaya-biaya A cost of future crop expenditures represents costs that yang dapat diatribusikan secara langsung terhadap can be directly attributed to the Company's agriculture, so produk agrikultur Perseroan, sehingga biaya tersebut that the cost is presented as part of the asset (capitalized) disajikan sebagai bagian dari aset (dikapitalisasi) as PSAK 202 and PSAK 241. sebagaimana PSAK 202 dan PSAK 241. 27
Page 37 OCR 0.923
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 11. UTANG USAHA Akun ini terdiri dari: 11. TRADE PAYABLES This account consists of: 2024 Berdasarkan Pemasok Pihak Ketiga Pemasok 4.473.035 Jumlah 4.473.035 Pihak Berelasi PT Roda Mas Timber Kalimantan 29.870.112 PT Kemakmuran Berkah Timber 9.524.306 Jumlah 39.394.418 Berdasarkan Mata Uang Pihak Ketiga Rupiah 4.473.035 Jumlah 4.473.035 Pihak Berelasi Rupiah 39.394.418 Jumlah 39.394.418 Berdasarkan Umur Sampai dengan 1 bulan bs » A bulan- 3 bulan 4.473.035 » 8bulan—6 bulan 2 Lebih dari 6 bulan Jumlah 4.473.035 12. PERPAJAKAN a. Pajak dibayar di muka 2024 Pajak Pertambahan Nilai | 1.358.168.465 Jumlah 1.358.168.465 Pada tanggal 2 Juli 2018 Perusahaan mengajukan permohonan kepada Dirjen Pajak untuk dapat ditetapkan sebagai Pengusaha Kena Pajak Beresiko Rendah dimana Perusahaan dapat diberikan pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak. Pada tanggal 24 Juli 2018 Kementerian Keuangan melalui Dirjen Pajak memutuskan dan menetapkan bahwa Perusahaan menjadi Pengusaha Kena Pajak Beresiko Rendah terhitung mulai masa pajak Juli 2018. b. Utang pajak 2023 By Suppliers Third Parties 10.581.324 Suppliers 10.581.324 Total Related Parties 51.395.777 PT Roda Mas Timber Kalimantan 22.991.472 PT Kemakmuran Berkah Timber 74.387.249 Total By Currency Third Parties 10.581.324 Rupiah 10.581.324 Total Third Parties 74.387.249 Rupiah 74.387.249 Total By Aging ta Up to 1 month 10.581.324 Over 1 month — 3 months - Over 3 month — 6 months - More than 6 months 10.581.324 Total 12. TAXATION a. Prepaid taxes 2023 1.386.179.116 Value Added Tax 1.386.179.116 Total On July 2, 2018 the Company submitted an application to the Director General of taxes to be determined as a low risk taxable entrepreneur where the Company can be given a preliminary refund of the tax overpayment. On July 24, 2018 the Ministry of Finance through the Director General of taxes decided and determined that the Company became aa Law Risk Taxable Entrepreneur starting from July 2018 tax period. 2024 Pajak Penghasilan: Pasal 21/26 4.885.324 Pasal 23 98.122 Jumlah 4.983.446 « Beban Pajak Penghasilan 2024 Pajak Tangguhan 3.893.448.263 Jumlah 3.893.448.263 28 b. Taxes payable 2023 Income Taxes: 30.133.953 Article 21/26 101.530 Article 23 30.235.483 Total Cc. Income Tax Expense 2023 2.282.608.267 Deferred Tax 2.282.608.267 Total
Page 38 OCR 0.870
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 12. PERPAJAKAN (lanjutan) Pajak Kini Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut fiskal) laporan laba rugi dengan laba (rugi Perusahaan adalah sebagai berikut: Rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi: 2024 (44.261.721.421) 12. TAXATION (continued) Current Tax AA reconciliation between income before tax per statements of income and taxable income (fiscal loss) of the Company is as follows: 2023 Loss before tax per (35.641.271.313) Statements of income: Beda tetap : Permanent differences: Beban Pajak 495.210.051 452.518.150 Tax expenses Pendapatan bunga (6.866.027) (9.469.254) Interest income Lain-lain 174.381.941 171.391.209 Other Jumlah 662.725.965 614.440.105 Total Beda temporer: Temporary differences: Allowance for impairment Penyusutan 2.190.735.983 7.879.632.083 Depreciation Penyisihan imbalan kerja 285.332.451 (936.837.012) Provision employee benefits Cadangan penurunan nilai persediaan 15.221.423.673 3.432.697.052 Allowance for decline of inventory Jumlah 17.697.492.107 10.375.492.123 Total Rugi kena pajak (25.901.503.349) (24.651.339.085) Taxable loss Kompensasi rugi fiskal (711.265.957.568) (720.035.989.767) Carry forward loss compensation Akumulasi rugi fiskal (737.167.460.917) (744.687.328.852) Accumulated fiscal loss d. Pajak tangguhan d. Deffered tax Rincian dari aset dan liabilitas pajak tangguhan Details of deffered tax assets and liabilities are as adalah sebagai berikut: follows: 2024 Dikreditkan Dicatat di (dibebankan)ke — pendapatan laporan laba rugi/ komprehensif Credited lain/ Recognize Saldo awal/ (charges) to in other Beginning statementof — comprehensive — Penyesuaian! — Saldo akhir/ Aset pajak balance income income 'Agjustment — Ending balance Tangguhan Deffered tax assets Penyusutan Depreciation of fixed aset tetap 7.524.694.116 481.961.916 - - 8.006.656.032 assets Liabilitas imbalan Post-employment pasca kerja 466.864.387 62773139 (82.825.068) 5.146.812.458 benefits obligation Cadangan penurunan nilai Allowance for Persediaan 1.485.561.168 3.348.713.208 - - 4.834.274.376 decline of inventory Aset pajak tangguhan DATTAN9.671 3.893.448.263 — (82.825.068) - 13:287.742.866 — Deffered tax assets Surplus revaluasi Surplus on Aset (23.628.143.271) - - (23.628.143.271) Revaluation assets Liabilitas pajak tangguhan (23.626.143.271) - - -/23.628.143.271) — Deffored tax liability Aset (liabilitas) pajak tangguhan Deffered tax asset rsih (14.151.023.600) 3.893.448.263 — (82.825.068) - (10.340.400.405) 29
Page 39 OCR 0.888
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 12. PERPAJAKAN (lanjutan) 12. — TAXATION (continued) d. Pajak tangguhan (lanjutan) d. Deferred Tax (continued) 2023 Dikreditkan Dicatat di (dibebankan)ke — pendapatan laporan laba rugi/ komprehensif Credited lain/ Recognize Saldo awal/ (charges) to in other Beginning statementof — comprehensive — Penyesuaian/ — Saldo akhir/ Aset pajak balance income income 'Adjustment — Ending balance Tangguhan Deffered tax assets Penyusutan Depreciation of fixed aset tetap 5.791.175.058 1.733.519.058 - «7.524.694.116 assets Liabiltas imbalan Post-employment pasca kerja 579.539.337 (206.104.143) 93.429.193 466.864.387 benefits obligation Cadangan penurunan nilai “Allowance for persediaan 730.367.816 755.193.352 - - 1.485.561.168 decline of inventory Aset pajak tangguhan 1.101.082.211 2.282.608.267 93.429.193 - 9-47719.671 — Deffered tax assets Surplus revaluasi Surplus on aset (23.626.143.271) - - (23.628.143.271) Revaluation assets Liabilitas pajak tangguhan (23.628.143.271) - - -23.628.143.271) — Deffered tax liability Aset (liabilitas) pajak tangguhan Deffered tax asset bersih (16.527.061.060) — 2.282.608.267 93.429.193 -(14.151.023.600) (Miability) net 13. BIAYA YANG MASIH HARUS DI BAYAR 13. ACCRUED EXPENSES Akun ini terdiri dari: This account consists of: 2024 2023 Gaji 13.630.600 13.118.400 Salaries Lain-lain 27.938.074 79.286.385 Others Jumlah 41.568.674 92.404.785 Total 14. UTANG PIHAK BERELASI JANGKA PANJANG 14. LONG — TERM DUE TO RELATED PARTY Pada tanggal 22 Juni 2011, Perusahaan mendapat fasilitas pinjaman modal kerja tanpa bunga dari PT Long Bagun Putra, pihak berelasi dengan batas maksimal pinjaman sebesar USD 5.000.000. Pinjaman ini telah ditingkatkan dan diperpanjang beberapa kali, terakhir pada tanggal 21 Agustus 2023 dengan batas maksimal pinjaman USD 6.500.000 dan jangka waktu 3 tahun sampai dengan tanggal 6 September 2026 serta dapat diperpanjang kembali. Pada tanggal 2 Januari 2024 pinjaman dalam dolar amerika serikat dikonversi menjadi rupiah. Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, saldo utang atas fasilitas pinjaman ini masing-masing adalah Rp 55.087.014.600 dan Rp 88.628.050.000 (USD 4.800.000 dan Rp 14.631.250.000). 30 On June 22, 2011, the Company obtained a non bearing interest working capital loan facility from PT Long Bagun Putra, a related party with maximum loan limit of USD 5,000,000. This loan was increased and extended several times. the latest on August 21. 2023 with maximum loan limit of USD 6,500,000 and loan term 3 years until September 6, 2026 and can be extended again. On January 2, 2024 the loan in US dollar was converted into rupiah. As of December 31, 2024 and 2023, the outstanding balance of this loan facility was Rp 55,087,014,600 and Rp 88,628,050,000 (USD 4,800,000 and Rp 14,631,250,000), respectively.
Page 40 OCR 0.926
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 15, 16. UTANG PEMEGANG SAHAM Pada tanggal 19 Maret 2009, Perusahaan mendapat fasilitas pinjaman modal kerja tanpa bunga dari PT Harita Jayaraya, pemegang saham mayoritas dengan batas maksimal pinjaman sebesar Rp 39.500.000.000. Pinjaman ini telah ditingkatkan dan diperpanjang beberapa kali, terakhir pada tanggal 21 Agustus 2023 dengan batas maksimal — pinjaman sebesar Rp 1.000.000.000.000 dan jangka waktu 3 tahun sampai dengan tanggal 6 September 2026 serta dapat diperpanjang kembali. Pada tanggal 2 Januari 2024 pinjaman dalam dollar amerika serikat telah dikonversi menjadi rupiah. Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, saldo utang atas fasilitas pinjaman ini masing-masing — sebesar Rp 787.997.636.825 dan 746.494.133.753 (USD 25.745.000 dan Rp 349.609.213.753). LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA Perusahaan menghitung dan membukukan estimasi imbalan pasca kerja untuk seluruh karyawannya yang memenuhi kualifikasi sesuai dengan UU Cipta Kerja No. 11/2020 yang merupakan kewajiban imbalan kerja. Tabel berikut ini mengikhtisarkan komponen beban imbalan kerja yang diakui di laba rugi dan liabilitas imbalan kerja karyawan yang diakui di neraca berdasarkan Kantor Konsultan Aktuaria (KKA) Tubagus Syafrial & Amran Nangasan, aktuaris independen, dalam laporannya bertanggal 04 Februari 2025: a. Beban Imbalan Kerja: 15. DUE TO SHAREHOLDER On March 19, 2009, the Company obtained anonbearing interest working capital loan facility from PT Harita Jayaraya, majority shareholder with maximum loan limit of Rp 39,500,000,000. This loan was increased and extended several times, the latest on August 21, 2023 with maximum loan limit of Rp 1,000,000,000,000 and loan term 3 years until September 6, 2026 and can be extended again. On Januari 2, 2024 the loan in US dollars was converted into rupiah. As of December 31, 2024 and 2023, the outstanding balance of this loan facility was Rp 787,997,636,825 and Rp 746,494,133,753 (USD 25,745,000 and Rp 349,609,213, 753), respectively. 16. POST-EMPLOYMENT BENEFITS OBLIGATION The Company calculates and records post-employment benefits obligaticn based on the Job Creation Law No. 11/2020 which represents an underlying defined benefit obligation. The following tables summarize the components of employee benefits expense recognized in the profit and loss and employee benefits Ilability recognized in the balance sheet as determined by Kantor Konsultan Aktuaria (KKA) Tubagus Syafrial & 'Amran Nangasan an independent actuary, in its reports dated February 04, 2025: a. Employee benefit expense: 2023 191.220.508 Current service cost 186.242.869 Interest cost 377.463.377 Total b. Employee benefit Liability: 2024 Biaya jasa kini 184.855.446 Biaya bunga 141.757.005 Jumlah 326.612.451 b. Liabilitas Imbalan Kerja: 2024 Nilai kini kewajiban imbalan 2.030.965.719 Jumlah 2.030.965.719 2023 2.122.110.853 Present value of the benefit obligation 2.122.110.853 Total Perubahan liabilitas imbalan kerja selama tahun berjalan sebagai berikut: 2024 Saldo awal tahun 2.122.110.853 Penyisihan selama tahun berjalan 326.612.451 Pembayaran selama tahun berjalan (41.280.000) Penghasilan komprehensif lain tahun berjalan (376.477.585) Jumlah 2.030.965.719 Changes in employee benefits liability during the years are as follows: 2023 2.634.269.715 Beginning balance 377.463.377 Provision during the year (1.314.300.389) Payment during the year Other comprehensive income during 424.678.150 the year 2.122.110.853 Total
Page 41 OCR 0.882
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 16. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan) 1 b. Liabilitas Imbalan Kerja: (lanjutan) Perubahan beban imbalan kerja yang diakui pada penghasilan komprehensif sebagai berikut: 2024 Penghasilan komprehensif lain awal tahun 13.249.684.994 Penghasilan komprehensif tahun berjalan (293.652.517) Penghasilan komprehensif lain akhir tahun 12.956.032.477 6. POST-EMPLOYMENT BENEFITS OBLIGATION (continued) b. Employee benefit Liability: (continued) Changes in employee benefits expenses as other comprehensive income are as follows: 2023 Other comprehensive income 12.918.436.037 at beginning Other comprehensive income 331.248.957 during the year Other comprehensive income 13.249.684.994 at ending of year Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial atas Jiabilitas karyawan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut: The key assumptions of actuarial valution used in determining employee benefits liability as of December 31, 2024 and 2023 are as follows: 2024 2023 Tingkat diskonto 7,020 6,681 Discount rate Kenaikan gaji (upah) 30bpertahun/year — 596 pertahun/year Salary (wage) increase Usia pensiun 55tahunyearsold — 55 tahun/years old Pension age Tingkat kematian TMI —IV (2019) TMI-IV (2019) Mortality rate 17. MODAL SAHAM 17. CAPITAL STOCK Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut: The details of the company's stockholders of December 31, 2024 and 2023 are as follows: 2024 Persentase Kepemilikan Jumlah Saham/ Percentage of Jumlah/ Pemogang Saham Number of Shares Ownership Amount Shareholders PT Harita Jayaraya 790.226.510 781000 98.778.313,750 PT Harita Jayaraya Koperasi Karyawan PT Tirta Cooperatives Employee PT Tirta Mahakam Pywood Industry 1.364.012 01396 170.501.500 Mahakam Plywood Industry KUD Budi Rahayu 909.332 00976 113.666.500 KUD Budi Rahayu Masyarakat 219.274.896 2116895 27.409.362.000 Public Jumlah 1.011.774.750 100,004 126.471.843.750 Total 2023 Persentase Kopemilikan/ Jumlah Saham/ Percentage of Jumlah/ Pemegang Saham Number of Shares Ownership Amount Shareholders PT Harita Jayaraya 790.226.510 78, 1070 96.778.313.750 PT Harita Jayaraya Koperasi Karyawan PT Tirta Cooperatives Employee PT Tirta Mahakam Pywood Industry 1.364.012 0,139 170.501.500 Mahakam Plywood Industry KUD Budi Rahayu 909.332 0.097 113.666.500 KUD Budi Rahayu Masyarakat 219.274.896 216895 27.409.362.000 Public Jumlah 1.011.774.750 100,00”4— 126.471.843.750 Total 32
Page 42 OCR 0.927
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 17. MODAL SAHAM (lanjutan) Tidak terdapat kepemilikan Saham oleh Anggota Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 31 Desember 2024 17. CAPITAL STOCK (continued) There is no Shars ownership by Members of the Board of Commissioners and Board of Directors as of December dan 2023. 31, 2024 and 2023. Pe ntas Jumlah Saham/ Kepemilikan/ Jabatan/ Number of Percentage of Nama/Name Title Shares Ownership Lim Gunardi Hariyanto Presiden Komisaris/President Commissioner o 00 Hendra Surya Komisaris Independen/Independent Commissioner 0 Oa Djohan Surja Putra Presiden Direktur/President Director 0 Oo Pohan Wijaya Po Direktur/Director 0 096 18. TAMBAHAN MODAL DISETOR Akun ini terdiri dari: 2024 Agio Saham 18.750.000.000 Biaya Emisi Efek (2.511.061.167) Jumlah 16.238.938.833 Agio Saham Agio saham berasal dari penawaran perdana yang dilakukan pada tahun 1999 sebesar Rp 18.750.000.000. Biaya Emisi Efek Biaya emisi efek berasal dari penawaran perdana yang dilakukan pada tahun 1999 sebesar Rp 2.016.067.667 dan dari penawaran umum terbatas pertama yang dilakukan pada tahun 2003 sebesar Rp 494.993.500. 19. SURPLUS REVALUASI ASET 2024 18. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL This account consists of: 2023 18.750.000.000 Additional paid-in capital (2.511.061.167) Stock issuance cost 16.238.938.833 Total Additional Paid-in Capital This account resulted from the Initial Public Offering in 1999 amounted to Rp 18,750,000,000. Stock Issuance cost The stock issuance costs resulted from the 1999 initial public offering amounting to Rp 2,016,067,667 and from the Company's rights issue in 2003 amounting to Rp 494,993,500. 19. SURPLUS ON REVALUATION OF ASSET 2023 107.400.651.231 (23.628.143.271) Surplus revaluasi aset Dampak pajak tangguhan Bersih 83.772.507.960 Pada tanggal 31 Desember 2024, Perusahaan tidak melakukan penyesuaian atas revaluasi aset. 20. PENJUALAN NETO Akun ini terdiri dari: 2024 Polyester 50.804.109 Blackboard 14.192.216 Kayu Lapis 7.661.333 Jumlah 72.657.658 33 107.400.651.231 (23.628.143.271) Surplus on revaluation of asset Deferred tax effect 83.772.507.960 Net As of December 31, 2024, the Company has not made any adjustments to the asset revaluation. 20. NET SALES This account consists of 2023 - Polyester Fs Blackboard 22.360.023 Plywood 22.360.023 Total
Page 43 OCR 0.945
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 20. PENJUALAN NETO (lanjutan) 20. NET SALES (continued) Seluruh penjualan untuk tahun-tahun yang berakhir pada All sales for the years ended December 31, 2024 dan tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 dilakukan dengan 2023 were made to third parties. pihak ketiga. Penjualan yang melebihi 1095 dari jumlah penjualan Sales which individually represent more than 1096 of the bersih masing-masing pada tahun 2024 dan 2023 adalah total sales in 2024 dan 2023 are as follow: sebagai berikut: 2024 2023 Santosa 50.804.109 - Santosa Rusianto 14.192.216 - Rusianto Agus Riyadi 4.587.243 20.631.005 Agus Riyadi Jumlah 69.583.568 20.631.005 Total 21. BEBAN POKOK PENJUALAN 21. COST OF GOODS SOLD Akun ini terdiri dari: This account consists of: 2024 2023 Pemakaian bahan baku Raw materials used Persediaan bahan baku Raw materials inventory Awal 256.246.881 256.246.881 Beginning Pembelian - - Purchases Tersedia untuk digunakan 256.246.881 256.246.881 Available for use Persediaan bahan baku akhir (256.246.881) (256.246.881) Raw materials, ending Total pemakaian bahan baku - - Total raw materials used Beban produksi tidak langsung Indirect production cost Penyusutan 19.874.755.664 20.081.068.559 Depreciation Penyisihan persediaan 15.221.423.673 3.432.697.052 Provision inventory Gaji, upah dan tunjangan karyawan 2.012.232.346 2.301.138.401 Salaries wage and employee benefits Asuransi 363.386.856 876.376.284 Insurance Perbaikan dan pemeliharaan 62.594.180 964.584.980 Repairs and maintenance Lain-lain 1.227.240.280 1.553.239.955 Others Jumlah beban produksi 38.761.632.999 29.209.105.231 Total cost of production Persediaan barang dalam proses, awal 1.736.911.944 1.736.911.944 Work in process, beginning Persediaan barang dalam proses, akhir (1.736.911.944) (1.736.911.944) Work in process, ending Beban pokok produksi Persediaan barang jadi, awal Persediaan barang jadi, akhir 5.400.421.422 Beban pokok penjualan 39.315.604.180 (4.846.450.241) Cost of goods manufactured Finished goods, beginning Finished goods, ending 5.407.633.189 (5.400.421.422) 29.216.316.998 Cost of goods sold 34
Page 44 OCR 0.922
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 22, 23. 24. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 22. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES Akun ini terdiri dari: This account consists of: 2024 2023 Gaji, upah dan tunjangan 3.549.407.785 3.672.909.188 Salaries, wage and benefit Pajak 495.210.051 452.518.150 Tax Penyusutan 163.731.913 357.645.823 Depreciations Jasa profesional 149.784.615 338.617.949 Professional fees Pemeliharaan kendaraan 149.188.545 146.729.614 Upkeep of motor vehicle Internet dan manajemen situs web 62.115.483 71.552.250 Internet and website management Listrik dan air 42.202.000 76.178.075 Electricity and water Administrasi bank 5.674.403 629.525.998 Bank changes Lain-lain 829.565.440 1.016.849.983 Others Total Umum dan Administrasi 5.446.880.235 6.762.527.030 Total RUGI PER SAHAM Rugi per saham dihitung dengan membagi rugi tahun berjalan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Perhitungannya adalah sebagai berikut: 2024 Rugi tahun berjalan (40.368.273.158) Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar 1.011.774.750 Rugi per saham (39,90) INSTRUMEN KEUANGAN Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan: 23. LOSS PER SHARE Loss per share is calculated by dividing loss for current year by the weighted average of shares outstanding during the year. The calculation are as follows: 2023 (33.358.663.046) Loss for current year Weighted average number of 1.011.774.750 Shares outstanding (32.97) Loss per share 24. FINANCIAL INSTRUMENTS The fair values of financial assets and liabilities, together with the carrying amounts, are as follow: 2024 2023 Nilai Tercatat Nilai Wajar! Nilai Tercatat Nilai Wajar/ Carrying Value Fair Value Carrying Value Fair Value Aset Keuangan Financial Assots Kas dan bank 857.056.473 857.056.473 1.184.100.482 1.184.100.482 Cash and banks Piutang lain-lain 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 Other Receivables Uang muka dan biaya 'Advance and prepaid dibayar dimuka 41.250.424 41.250.424 10.495.950 10.495.950 expenses Jumlah Aset Keuangan 899.506.897 899.506.897 1.195.796.432 1.195.796.432 Total Financial Assets Liabilitas Keuangan Financial Liabilities Utang usaha pihak ketiga 4.473.035 4.473.035 10.581.324 10.581.324 Trade payables third parties Utang lain-lain - - 164.000.000 164.000.000 Other payables Biaya yang masih harus dibayar 41.568.674 41.568.674 92.404.785 92.404.785 Acerued expenses Utang usaha pihak berelasi 39.394.418 39.394.418 74.387.249 74.387.249 Trade payables related parties Jumlah Liabilitas Total Financial Keuangan 35.436.127 85.436.127 341.373.368 341.373.358 Liabilities 35
Page 45 OCR 0.926
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 25, 26. TRANSAKSI DENGAN PIHAK -PIHAK BERELASI 25. Rincian saldo dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: Jumlah/ Amount 2024 2023 Utang Usaha: PT Kemakmuran Berkah Timber 9.524.306 22.901.472 PT Roda Mas Timber Kalimantan 29.870.112 51.305.777 ng Pemegang Saham: PT Harita Jayaraya 787.997.636.825 746.494.133.753 Utang Berelasi: PT Long Bagun Putra 55.087.014.600 88.628.050.000 Berikut ini adalah rincian sifat hubungan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: Pihak berelasi/ Related party PT Kemakmuran Berkah Timber PT Roda Mas Timber Kalimantan PT Harita Jayaraya PT Long Bagun Putra Nilai transaksi yang digunakan Perusahaan dengan pihak yang berelasi yaitu harga pasar. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN siko Kres Perusahaan menghadapi risiko kredit yang timbul dari kredit yang diberikan kepada nasabah. Untuk mengurangi risiko ini, ia memiliki kebijakan untuk memastikan bahwa pelayanan yang dibuat hanya untuk pelanggan layak kredit dengan track record atau sejarah kredit yang terbukti baik. Kebijakan Perusahaan bahwa semua pelanggan yang akan melakukan perdagangan secara kredit harus membuka Letter of Credit atau membayar di muka sebelum barang dikirim. Perusahaan memiliki kebijakan yang membatasi jumlah eksposur kredit untuk setiap pelanggan tertentu, seperti membutuhkan deposit dan persetujuan dari manajemen untuk beberapa pelanggan. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus-menerus untuk mengurangi eksposur Perusahaan untuk kredit macet. Ketika pelanggan gagal melakukan pembayaran dalam jangka waktu kredit yang diberikan, Perusahaan akan menghubungi pelanggan untuk bertindak atas piutang jatuh tempo. Jika pelanggan tidak melunasi piutang jatuh tempo dalam waktu yang wajar, Perusahaan akan melanjutkan untuk memulai proses hukum. Tergantung pada penilaian Perusahaan, ketentuan- ketentuan khusus dapat dilakukan jika utang tersebut dianggap tertagih. Untuk memitigasi risiko kredit, Perusahaan akan menghentikan pengiriman barang dan jasa kepada pelanggan dalam hal keterlambatan pembayaran dan/atau default. 36 Hubungan/ Relationship Perusahaan Afiliasi/Afiliate Perusahaan Afiliasi/Afiliate Pemegang Saham/Shareholder Perusahaan Afiiasi/Afliate 26. TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES The details of accounts with related parties are as follows: Persentase Terhadap Jumlah Liabilitas (26) Percentage to Total Liabilities (96) 2024 2023 Account Payables: 0.001 0,003 PT Kemakmuran Berkah Timber 0,003 0,006 PT Roda MasTimber Kalimantan hareholder: 92,105 87,614 PT Harita Jayaraya Due to Related Party: 6.439 10,405 PT Long Bagun Putra The details of accounts based on the nature of relationship with the related party mentioned in the foregoing are as follows: Sifat transaksi/ Nature of transaction Utang Usaha/Account Payable Utang Usaha/Account Payable Utang Kepada Pemegang Saham/Due to Shareholder Utang Lain-lain/Other Payable Transcation value used by Company with related parties are fair. FINANCIAL RISK MANAGEMENT Credit Risk The Company is exposed to credit risk arising from the credit granted to its customers. To mitigate this risk, it has policies in place to ensure that delivery of services are made only to credit worthy customers with proven track record or good credit history. It is the Company's policy that all customers who wish to trade on credit are subject to open Letter of Credit (LC) or pay cash on delivery (COD). In certain case, the Company has policies that limit the amount of credit exposure to any particular customer, such as reguiring deposit and approval from management for several customers. In addition, receivable balances are monitored on an ongoing basis to reduce the Company's exposure to bad debts. When a customer fails to make payment within the credit term granted, the Company will contact the customer to act on the overdue receivables. If the customer does not settle the overdue receivable within a reasonable time, the Company will proceed to commence legal proceedings. Depending on the Company's assessment, specific provisions may be made if the debt is deemed uncollectible. To mitigate credit risk, the Company will cease the delivery of goods and services to the customer in the event of late payment and/or default.
Page 46 OCR 0.943
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) Risiko Mata Uang Asing Mata uang pelaporan Perusahaan adalah Rupiah. Perusahaan menghadapi risiko nilai tukar karena penjualan tertentu dan pembelian dan biaya pengeluaran tertentu dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dan Yen Jepang. Sampai-sampai penjualan tertentu dan pembelian dan biaya pengeluaran tertentu Perusahaan adalah dalam mata uang selain Rupiah, dan tidak merata cocok dalam hal kuantum dan/atau waktu, Perusahaan memiliki eksposur terhadap risiko mata uang asing. Perusahaan terekspos terhadap perubahan nilai tukar mata uang asing terutama dalam Dolar Amerika Serikat dan Yen Jepang pada biaya-biaya tertentu, aset dan liabilitas yang timbul dari operasi sehari-hari. Perusahaan tidak memiliki kebijakan lindung nilai formal untuk eksposur valuta asing. Namun, sehubungan dengan hal-hal yang dibahas dalam paragraf di atas, fluktuasi dalam nilai tukar antara, Rupiah, Dolar Amerika Serikat dan Yen Jepang menyediakan beberapa derajat lindung nilai alami untuk eksposur valuta asing Perusahaan. Risiko Likuiditas Perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk dapat membiayai belanja modal, modal kerja, dan melayani hutang yang jatuh tempo dengan mempertahankan kas dan setara kas yang memadai. Perusahaan secara rutin mengevaluasi proyeksi dan aktual arus kas. informasi Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah Perusahaan yang penjualan produknya 99Y6 untuk ekspor dan penerimaan hasil penjualan dalam mala uang asing, yaitu dollar Amerika Serikat dan Yen Jepang, maka dengan penurunan nilai Rupiah yang terjadi pada akhir-akhir ini akan menambah pendapatan Perusahaan. Kebijakan Negara Importir Perusahaan yang berorientasi ekspor, dimana ekspornya terutama ke negara Amerika, Jepang and Eropa, harus memenuhi persyaratan standar produk dan mutu yang masuk ke negara-negara tersebut. Risiko Negara dan Politik Berbagai kebijakan dan tindakan yang dapat dilakukan oleh Pemerintah akan mempengaruhi usaha Perusahaan. Termasuk juga ketidakpastian mengenai tarif ekspor impor, kebijakan perpajakan, pembatasan penggunaan valuta asing, perubahan kondisi politik dan kontrol terhadap mata uang. Risiko Sosial dan Lingkungan Usaha Perusahaan diatur oleh berbagai undang-undang dan peraturan yang berkaitan dengan dampak lingkungan dari industri perkayuan. Pembuangan limbah dan proses produksi memiliki potensi untuk menjadi polusi bagi udara, tanah dan air. Perusahaan memastikan bahwa Perusahaan telah melaksanakan praktek terbaik internasional untuk standar lingkungan dan fasilitas pengelolaan limbah, yang sesuai dengan ketentuan dan peraturan pemerintah. 37 26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Foreign Currency Risk The Company's reporting currency is the Rupiah. The Company faces foreign exchange risk as its certain sales and purchases and the costs of certain expenses are denominated in the United Stated Dollar and Japanese Yen. To the extent that the certain sales and purchases and the costs of certain expenses of the Company are denominated in currencies other than Rupiah, and are not evenly matched in terms of guantum and/or timing, the Company has exposure to foreign currency risk. The Company is exposed to foreign currency exchange rate movements primarily in United States Dollar and Japanese Yen on certain expenses, assets and liabilities which arise from daily operations. The Company does not have any formal heaging policy for foreign exchange exposure. However, in relation to the matters discussed in the preceding paragraph, the fluctuations in the exchange rates between the Rupiah, United States Doliar and Japanese Yen provide to some degree of natural hedge for the Company's foreign exchange exposure. Liguidity Risk The Company manages its liguidity profile to be able to finance its capital expenditure, working capital, and service its maturing payables by maintaining sufficient cash and cash eguivalents. The Company regularly evaluates its projected and actual cash flow information. Fluctuation of Rupiah The Company whose product are 9946 for export and has revenue in US Dollar and Japan Yen, caused the recent Rupiah depreciation increase the revenue. Destination Country's Policy The Company's main market is for export, where its destination varies from USA, Japan and Europe and must have met standard product and guality of the importer's authority. Country and Political Risk Various actions and policies that may be undertaken by the Government affect the Company. These include uncertainties regarding the imports and exports tariff regulations, taxation policies, foreign exchange restrictions, changing political conditions and currency control. Social and Evironmental Risk The Company's are governed by several laws and regulations which relate to the social and environmental impact of the timber industry. Waste disposal and production process may potentially pollute the air, land and water. The Company ensures that the operation carry out international best practice in environmental safety Standards and waste treatment facilities that comply with or exceed government reguirements and regulations.
Page 47 OCR 0.934
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2024
AND FOR THE YEAR
THEN ENDED
(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
27.
Risiko Operasi
Risiko operasi adalah risiko-risiko yang dapat memberikan
dampak negatif terhadap kegiatan operasi Perusahaan
sehari-hari, keselamatan dan kesehatan pekerjanya, serta
terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Risiko-risiko yang dapat dikategorikan sebagai risiko
operasi adalah risiko kerusakan mesin atau peralatan,
kecelakaan kerja, aksi mogok, ketidak-patuhan atas
standar prosedur operasi, penambangan liar dan
kegagalan dalam tata kelola lingkungan.
Untuk meminimalisasi risiko-risiko ini, Perusahaan secara
konsisten memberikan pelatihan dan pendidikan kepada
karyawannya, — menunjuk — profesional — kontraktor,
menerapkan zero accident policy, membina hubungan
yang baik dengan karyawan dan warga sekitar, serta
menerapkan tata kelola lingkungan yang memenuhi
standar internasional.
Perlindungan Asuransi
Pada tanggal 31 Desember 2024, aset tetap dan
persediaan dilindungi dengan asuransi terhadap risiko
kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan paket polis
dengan jumlah pertanggungan sebesar
Rp 40.176.437.071,
Manajemen Modal
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah
untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat
untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan
bagi pemegang saham. Selain itu, Perusahaan
dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas
No. 40 Tahun 2007 efektif tanggal 16 Agustus 2007 untuk
mengkontribusikan sampai dengan 2096 dari modal
saham ditempatkan dan disetor penuh ke dalam dana
cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan
permodalan eksternal tersebut dipertimbangkan oleh
Perusahaan pada Rapat Umum Pemegang Saham
("RUPS").
Perusahaan mengelola struktur permodalan dan
melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi
ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur
permodalan. — Perusahaan — dapat — menyesuaikan
pembayaran dividen kepada pemegang saham,
menerbitkan saham baru atau mengusahakan
pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas
tujuan, kebijakan maupun proses pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023.
INFORMASI SEGMEN
Pembuat Keputusan operasional adalah Direksi. Direksi
melakukan penelaahan terhadap pelaporan internal
Perusahaan untuk menilai kinerja dan mengalokasikan
sumber daya. Manajemen menentukan operasi segmen
berdasarkan laporan ini. Direksi mempertimbangkan
bisnis dari sudut pandang imbal hasil dari modal yang
diinvestasikan. Total aset dikelola secara tersentralisasi
dan tidak dialokasikan. Perusahaan mengoperasikan dan
mengelola bisnis dalam satu segmen yang bergerak
dalam bidang industri dan penjualan kayu lapis dan
produk-produk kayu sejenis,
38
26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
27.
Operating Risk
Operational risks are risks that may impact negatively the
Company's daily operations, and the safety and health of
their workers and the environment and local community.
Risks that can be categorized as operational risks are
those that arise from machine or eguipment damages,
work accidents, strikes, non-compliance with standart
operating procedures, illegal mining and failure in
environmental management.
To minimize these risk, the Company consistently provide
training and education to their employees, appoint
professional contractors, implent the zero-accident policy,
develop good relationship with employees and the local
community, and adopt environmental management that
meets international standarts.
Insurance Converage
As of December 31, 2024, the property, plant and
eguipment and inventories are covered by insurance
against losses by fire and other risks under a policy
package — with — insurance — coverage — totaling
Rp 40.176.437.071.
Capital Management
The primary objective of the Company's capital
management is to ensure that it maintains healthy capital
ratios in order to support its business and maximize
sharehoider value. In addition, the Company are also
reguired by the Corporate Law No. 40 Year 2007 effective
August 16, 2007 to contribute to and maintain a non-
distributable reserve fund until the said reserve reaches
2044 of the issued and fully paid share capital, This
externally imposed capital reguirements are considered
by the Company at the General Meeting of Shareholders
("GMS").
The Company manage Its capital structure and makes
adjustments to it, in light of changes in economic
conditions, To maintain or adjust the capital structure, the
Company may adjust the dividend payment to
Shareholders, issue new shares or raise debt financing,
No changes were made in the objectives, policies or
processes for the years ended December 31, 2024 dan
2023.
SEGMENT INFORMATION
The chief operating decision-maker is the Board of
Directors. The Board reviews the Company's internal
reports in order to assess performance and allocate
resources. Management has determined the operating
segments based on these reports. The Board considers
the business from the return on invested capital
perspective. Total assets are managed centrally and are
not allocated. The Company operates and manages the
business as a single segment that comprise of
manufacturing and selling of plywood and related wood
products.
Page 48 OCR 0.933
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 28, 30. KELANGSUNGAN USAHA Laporan keuangan telah disusun dengan asumsi bahwa Perusahaan akan melanjutkan usahanya secara berkelanjutan. Perusahaan mengalami rugi komprehensif sebesar Rp 40.074.620.641 untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024 yang mengakibatkan defisiensi modal sebesar Rp 675.659.087.818 pada tanggal tersebut. Perusahaan juga sudah tidak melakukan proses produksi. Kondisi tersebut, mengindikasikan adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Untuk kelangsungan usaha Perusahaan dan kemampuan Perusahaan menjalankan kegiatan operasinya secara memadai maka Perusahaan melakukan dan merencanakan hal-hal sebagai berikut: - Memperoleh jaminan dari PT Harita Jayaraya (pemegang saham) untuk tetap memenuhi kebutuhan operasional Perusahaan, memperpanjang masa pinjaman hingga tahun 2026 dan mengkonversi pinjaman dalam mata uang dollar Amerika ke rupiah (Catatan 15). . Memperpanjang masa pinjaman PT Long Bagun Putra (pihak berelasi) hingga tahun 2026 dan mengkonversi pinjaman dalam mata uang dollar amerika ke rupiah (Catatan 14). - Mengoptimalkan peluang yang dimiliki Perusahaan untuk memperoleh penghasilan dari sumber daya yang dimiliki. Laporan keuangan tidak memasukkan penyesuaian yang mungkin timbul dari hasil ketidakpastian tersebut. PERISTIWA SETELAH TANGGAL PELAPORAN Penghentian Sementara Perdagangan Efek Terkait dengan keraguan atas kelangsungan usaha Perusahaan, pada tanggal 21 Januari 2025 Perusahaan menerima surat dari Bursa Efek Indonesia (BEI) perihal penghentian sementara perdagangan efek Perusahaan di seluruh pasar (pasar regular, tunai dan negosiasi) efektif Mulai sesi 4 call auction tanggal 21 Januari 2025 hingga pengumuman BEI lebih lanjut. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan dari halaman 1 sampai 39 merupakan tanggung jawab manajemen, dan telah disetujui oleh Direktur untuk diterbitkan pada tanggal 26 Maret 2025. 39 28. GOING CONCERN 29. 30. The financial statements have been prepared assuming that the Company wil continue as a going concern. The Company incurred total comprehensive loss of Rp 40,074,620,641 for the year ended December 31, 2024 which resulted in a capital deficiency of Rp 675,659,087,818 on that date. The Company also ceased to carry out the production process. These conditions indicate the existence of material uncertainty that may cause significant doubt about the Company's ability to continue as a going concern. For the Company's going concern and the ability of the Company to carry out its operational activities adeguately, the Company's management does and plans are as follow: - Obtained a guarantee from PT Harita Jayaraya (shareholder) to continue to meet the Company's Operational needs, extend the loan period until 2026 and converting loan denominated in US dollar to Tupiah (Note 15). - Extending the loan period of PT Long Bagun Putra (a related party) until 2026 and converting due to a related party denominated in US dollar to rupiah (Note 14). Optimizing the Company's opportunities to create income from its resources The financial statements do not include any adjustments that might result from the outcome of this uncertainty. EVENT AFTER THE REPORTING DATE Temporary suspension of securities trading Regarding with doubt about Company's ability to continue as a going concem on January 21, 2025, the Company received a letter from the Indonesia Stock Exchange (BEI) regarding the temporary suspension of trading in the Company's securities in all markets (regular, cash and negotiated markets) effective from session 4 of the call auction on January 21, 2025 until futher IDX announcements. COMPLETION OF THE FINANCIAL STATEMENTS The preparation and fair presentation of the financial statements on pages 1 to 39 were the responsibilities of the management, and were approved by the Directors and authorized for issue on March 26, 2025.
Names mentioned 48 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
ARDIANSYAH & REKAN
p.4 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Res Tlus
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.15
unresolved
person
Leolin Jayayanti
p.15 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.15 ×2
unresolved
org
PT Harita Guna Dharma Bhakti
p.15 ×2
unresolved
org
Pengawasan Pasar Modal
p.15
unresolved
org
Bapepam
p.15 ×7
unresolved
person
Notary Kartini Muljadi
p.15 ×2
unresolved
org
Minister of Justice
p.15
unresolved
org
Minister of Law and Human Rights
p.15
unresolved
org
Financial Services Authority
p.15 ×2
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.15 ×3
unresolved
org
Pengawasan Pasar Modal No. S-
p.16
unresolved
person
Hendra Surya Independent
· Komisaris Independen
p.16 ×6
unresolved
person
Fugiandy Andershen
· Anggota
p.16
unresolved
person
Aliyanto Latip
· Anggota
p.16
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.17
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.17 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.27 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia. At
p.27
unresolved
org
PT Sarana Kaltim Ventura
p.34 ×5
unresolved
org
PT Sarana Kaltim Ventura Akun
p.34
unresolved
org
Darmapuspita & Rekan
p.36
unresolved
org
PT Roda Mas Timber Kalimantan
p.37 ×4
unresolved
org
PT Kemakmuran Berkah Timber
p.37 ×5
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.37
unresolved
org
Ministry of Finance
p.37
unresolved
org
PT Long Bagun Putra
p.39 ×6
unresolved
org
PT Harita Jayaraya Koperasi Karyawan
p.41 ×2
unresolved
org
PT Tirta Cooperatives Employee
p.41 ×2
unresolved
org
PT Tirta Mahakam Pywood Industry
p.41 ×2
unresolved
org
PT Long Bagun Putra Nilai
p.45
unresolved
org
PT Roda MasTimber Kalimantan
p.45
unresolved
org
PT Harita Jayaraya Due
p.45
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.