Skip to content
Back to announcement

20260630_INDS_Informasi Transaksi Afiliasi_32106269_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review INDS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 77

Page 1
PT Indospring Tbk

Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi Penyewaan Forklift Listrik


Juni 2026
Page 2
Jakarta, 26 Juni 2026
No. : 00064/2.0095-00/BS/04/0273/1/VI/2026
Kepada Yth.
PT Indospring Tbk
Jl. Mayjend. Sungkono No. 10
Segoromadu, Gresik, 61123


Perihal    : Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Penyewaan Forklift Listrik
Dengan Hormat,
PT Indospring Tbk (“Perseroan”) merupakan produsen suku cadang kendaraan bermotor,
khususnya pegas yang berupa leaf spring (pegas daun) dan coil spring (pegas spiral). Perseroan
merupakan bagian dari Indoprima Group, suatu kelompok usaha yang bergerak di bidang
Automotive Manufacturing, Distribution, and Retail; Metal, Mining, Non-Ferrous, and Recycling;
serta Property Acquisition and Development.
Dalam rangka pengadaan armada forklift listrik, Perseroan berencana melakukan mekanisme sewa
(operating lease) dengan PT Bagaskoro Mega Langgeng (“BML”), yang merupakan pihak terafiliasi
Perseroan, untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Penjelasan spesifik Rencana Transaksi dapat dilihat pada bagian Latar Belakang dalam Laporan ini.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi termasuk transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”) karena
PT Indoprima Gemilang selaku pemegang 88,11% saham Perseroan juga merupakan pemegang
saham tidak langsung BML melalui PT Indoprima Aneka Usaha, sehingga Perseroan dan BML berada
di bawah pengendalian yang sama. Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan
dan BML.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak termasuk
transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
(“POJK 17/2020”).
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan
(“RSR”) sebagai Penilai Independen untuk memberikan pendapat kewajaran.

STATUS PENILAI

RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan pendapat kewajaran adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan analisis kewajaran serta telah memperoleh izin sebagai penilai publik
dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”).
Page 3
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 54/KM.1/2010 tertanggal 25 Januari
2010 mengenai Izin Penilai Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai penilai di
Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.10.00273 dan terdaftar
sebagai profesi penunjang penilai publik dengan surat Keputusan Dewan Komisaris Otoritas Jasa
Keuangan No. KEP-794/KS.13/2026 tanggal 10 Juni 2026.

PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN

Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”:
Nama                     : PT Indospring Tbk
Alamat Kantor Pusat      : Jl. Mayjend. Sungkono No. 10 Segoromadu
                           Gresik, 61123
Telepon                  : (031) 3981135
Email                    : corsec@indospring.co.id
Website                  : www.indospring.co.id
Kegiatan Usaha           : Produsen suku cadang kendaraan roda dua dan roda empat atau lebih

LATAR BELAKANG

PT Indospring Tbk (“Perseroan”) merupakan produsen suku cadang kendaraan bermotor,
khususnya pegas yang berupa leaf spring (pegas daun) dan coil spring (pegas spiral). Perseroan
merupakan bagian dari Indoprima Group, suatu kelompok usaha yang bergerak di bidang
Automotive Manufacturing, Distribution, and Retail; Metal, Mining, Non-Ferrous, and Recycling;
serta Property Acquisition and Development.
Dalam rangka pengadaan armada forklift listrik, Perseroan berencana melakukan mekanisme sewa
(operating lease) dengan PT Bagaskoro Mega Langgeng (“BML”), yang merupakan pihak terafiliasi
Perseroan, untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Rencana Transaksi termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena
PT Indoprima Gemilang selaku pemegang 88,11% saham Perseroan juga merupakan pemegang
saham tidak langsung BML melalui PT Indoprima Aneka Usaha, sehingga Perseroan dan BML berada
di bawah pengendalian yang sama. Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan
dan BML.
Perseroan dan BML akan menandatangani perjanjian sewa forklift (“Perjanjian Sewa”) untuk 39
unit forklift listrik, 3 unit floor sweeper, 1 unit E-palet dan 2 unit reach truck.
Berdasarkan draft Perjanjian, harga sewa yang disepakati adalah sebesar Rp8.101.200.000 per
tahun, termasuk biaya perawatan dan akan naik sebesar 5% (lima persen) setiap 3 (tiga) tahun,
namun belum termasuk pajak (“Harga Transaksi”).
Melalui Rencana Transaksi, Perseroan menerapkan strategi mitigasi risiko dengan mekanisme sewa
(operating lease), antara lain untuk mengantisipasi potensi penurunan performa baterai (battery
degradation) sebagai komponen utama dengan nilai ekonomis tinggi pada kendaraan listrik. Di
samping itu, mekanisme sewa ini bertujuan untuk meminimalkan waktu henti operasional
(downtime) akibat kerusakan, sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya karena seluruh biaya
perawatan rutin menjadi tanggung jawab BML selaku pihak yang menyewakan.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, pemilihan pihak terafiliasi sebagai mitra transaksi
didasarkan pada pertimbangan bahwa perusahaan afiliasi dapat memberikan keunggulan berupa
jalur komunikasi yang lebih cepat, koordinasi yang responsif, serta prioritas layanan. Dengan
demikian, apabila terjadi kendala teknis atau kerusakan pada unit, proses pengadaan suku cadang


                                                                                                ii
Page 4
maupun penyediaan unit pengganti (back-up unit) dapat dilakukan dengan segera tanpa birokrasi
yang rumit, sehingga kelancaran arus transportasi barang di area pabrik dapat senantiasa terjaga.
TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran rencana
Perseroan untuk menyewa forklift listrik dari BML, sebagaimana didefinisikan dalam laporan ini
dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, tidak untuk perpajakan, perbankan serta tidak
untuk bentuk rencana transaksi lainnya.

OBYEK ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN

Obyek analisis kewajaran adalah rencana Perseroan untuk menyewa forklift listrik dari BML.

SIFAT RENCANA TRANSAKSI

Sesuai dengan penjelasan manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena PT Indoprima Gemilang selaku pemegang
88,11% saham Perseroan juga merupakan pemegang saham tidak langsung BML melalui
PT Indoprima Aneka Usaha, sehingga Perseroan dan BML berada di bawah pengendalian yang
sama. Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan dan BML.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK
42/2020.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk RSR sebagai Penilai
Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (”Fairness Opinion”) atas Rencana Transaksi
sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham Perseroan.

RUANG LINGKUP PENDAPAT KEWAJARAN

Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana
Transaksi untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran meliputi: identifikasi permasalahan (termasuk batasan,
maksud, tujuan dan objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis transaksi, analisis
kewajaran harga, serta penyusunan laporan.

PEDOMAN DAN STANDAR PENILAIAN

Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII
Tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada
1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) sebagaimana ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Laporan ini juga telah disusun dengan mengacu pada ketentuan POJK 42/2020, Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal (“POJK 35/2020”) serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (“SEOJK 17”).




                                                                                               iii
Page 5
TANGGAL PENILAIAN

Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini
kewajaran.

PENGGUNAAN MATA UANG

Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah.

KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN

Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini
kewajaran.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini.

INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami telah bertindak secara independen,
tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, BML, maupun para
pemegang sahamnya masing-masing ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan
tersebut. Kami juga tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dimaksudkan untuk memberikan keuntungan atau kerugian
kepada pihak manapun. Imbalan yang kami terima tidak dipengaruhi oleh opini atas kewajaran
Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini, dan kami hanya menerima
imbalan sebagaimana tercantum pada Proposal No. RSR/P-B/FO/240226 tanggal 24 Februari 2026.
Biaya jasa tersebut telah ditetapkan dengan memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan
Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.

SUMBER DATA DAN INFORMASI

Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi,
kami telah menelaah, mengacu dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disediakan
oleh manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
   1. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada 31 Desember 2025, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
      Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
      material dan telah ditandatangani pada 30 Maret 2026 oleh Arrie Oktoberry, CPA, dengan
      Izin Akuntan Publik No. AP. 2031;
   2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada 31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
      Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
      material dan telah ditandatangani pada 26 Maret 2025 oleh Zoelkarnain, S.E, Ak, M.Ak, CA,
      CPA, ASEAN CPA, dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1239;
   3. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
      yang berakhir pada 31 Desember 2023, yang telah diaudit oleh Tanubrata Sutanto Fahmi
      Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah


                                                                                             iv
Page 6
       ditandatangani pada 27 Maret 2024 oleh Zoelkarnain, S.E, Ak, M.Ak, CA, CPA, ASEAN CPA,
       dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1239;
    4. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
       yang berakhir pada 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata Sutanto
       Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
       ditandatangani pada 30 Maret 2023 oleh Zoelkarnain, S.E, Ak, M.Ak, CA, CPA, ASEAN CPA,
       dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1239;
    5. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
       yang berakhir pada 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata Sutanto
       Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
       ditandatangani pada 20 April 2022 oleh Hedy, SE., Ak., CA., CPA., CCPI dengan Izin Akuntan
       Publik No. AP.1130;
    6. Laporan Penilaian Properti per 31 Desember 2025 oleh KJPP Susan Widjojo & Rekan dengan
       No. 00045/2.0068-01/PP/04/0308/1/VI/2026 tanggal 24 Juni 2026, yang ditandatangani
       oleh Gufron Hadi Saputro, MAPPI (Cert.), dengan izin Penilai Publik No. P-1.11.00308 dan
       No. STTD.PP-110/PJ-1/PM.02/2023;
    7. Laporan Keuangan Proforma Perseroan per 31 Desember 2025, yang telah disediakan
       manajemen Perseroan;
    8. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk
       tahun 2026 – 2030 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. RSR telah melakukan review
       atas proyeksi keuangan tersebut untuk memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi
       keuangan.
    9. Draft Perjanjian Sewa, yang telah disediakan oleh manajemen Perseroan;
    10. Draft Keterbukaan Informasi yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan;
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Representation Letter dari
manajemen Perseroan No. 178/ISP-Corsec/VI/2026 tertanggal 26 Juni 2026, sehubungan dengan
penugasan Pendapat Kewajaran.
RSR telah melakukan wawancara melalui video call conference dengan manajemen Perseroan yaitu
Bapak Hendra selaku Accounting Manager Perseroan pada tanggal 12 Mei 2026, dengan agenda
pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek Indonesia serta hasil analisis lain yang kami anggap relevan
dengan penugasan pendapat kewajaran.

ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

Asumsi
Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan
atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan
informasi yang diperoleh berasal baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang
dapat dipercaya keakuratannya.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review untuk mencerminkan kewajaran proyeksi,
namun kami tidak bertanggung jawab atas kemampuan pencapaian proyeksi keuangan tersebut
oleh Perseroan.



                                                                                                  v
Page 7
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Perseroan.

Kondisi Pembatas
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas atas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada sumber data dan
informasi sebagaimana diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data-data
yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber
Data dan Informasi sebagai bahan penelahaan, perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi opini kami secara material.
Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek
lainnya.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah yang berlaku pada tanggal laporan
pendapat kewajaran ini diterbitkan.
Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran
sebagaimana telah diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Penilaian hingga laporan pendapat kewajaran diterbitkan,
tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi maupun
industri, pada saat kini maupun yang akan datang, yang dapat mempengaruhi bisnis Perseroan dan
rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Pendapat Kewajaran yang mungkin tersedia bagi Perseroan, serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran, dan juga bukan merupakan
analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Pendapat Kewajaran.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial atas Rencana Transaksi, kami tidak melakukan kajian atas keabsahan Rencana
Transaksi dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut, karena
hal tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Penggunaan atas sebagian atau keseluruhan dari laporan harus memperoleh persetujuan dari
manajemen Perseroan mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.




                                                                                               vi
Page 8
Mengingat adanya kemungkinan perbedaan waktu dari tanggal laporan ini dengan pelaksanaan
Rencana Transaksi, maka kesimpulan dalam laporan pendapat kewajaran ini hanya berlaku
sepanjang tidak terdapat perubahan signifikan yang akan berdampak material terhadap kewajaran
Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-
masing perusahaan maupun perubahan eksternal, termasuk kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
ini diterbitkan. Apabila setelah tanggal laporan ini diterbitkan terjadi perubahan-perubahan
tersebut, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini dapat berbeda.
Kami juga berpedoman pada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan pendapat kewajaran, yang menyatakan bahwa
seluruh informasi penting dan relevan terkait pendapat kewajaran telah disampaikan dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak terdapat faktor material yang belum
diungkapkan dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi tanggal 12 Mei 2026 dengan perwakilan dari
manajemen Perseroan yaitu Bapak Hendra selaku Accounting Manager Perseroan, sehubungan
dengan penugasan Pendapat Kewajaran.

PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI

Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.

METODOLOGI PENGKAJIAN KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI

Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
berikut:
 1)    Analisis Rencana Transaksi berupa identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
       Transaksi, analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Rencana Transaksi, analisis
       manfaat dan risiko Rencana Transaksi;
 2)    Analisis Kualitatif berupa analisis terhadap alasan dan latar belakang Rencana Transaksi,
       riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
       prospek usaha Perseroan, keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi;
 3)    Analisis Kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis proyeksi dan proforma laporan
       keuangan serta analisis inkremental laporan keuangan;
 4)    Analisis atas faktor lain yang relevan.
 5)    Analisis kewajaran Rencana Transaksi;

ANALISIS KEWAJARAN

1.    Analisis Rencana Transaksi
      a) Pihak-pihak yang terkait Rencana Transaksi adalah Perseroan sebagai pihak penyewa dan
         BML adalah pihak yang menyewakan.
      b) Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi
         afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena PT Indoprima Gemilang selaku


                                                                                                 vii
Page 9
        pemegang 88,11% saham Perseroan juga merupakan pemegang saham tidak langsung BML
        melalui PT Indoprima Aneka Usaha, sehingga Perseroan dan BML berada di bawah
        pengendalian yang sama. Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan
        dan BML. Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana
        Transaksi tidak termasuk transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK
        17/2020.
     c) Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
        Berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan dan analisis terhadap manfaat Rencana
        Transaksi, antara lain:
          • Melalui mekanisme sewa (operating lease), Perseroan terhindar dari risiko battery
            degradation yang merupakan komponen utama dengan nilai ekonomis tinggi pada
            kendaraan listrik.
          • Minimalisasi waktu henti operasional, dengan mekanisme sewa memungkinkan
            penggantian unit yang rusak secara lebih cepat, sehingga downtime operasional di
            area pabrik dapat diminimalkan.
          • Seluruh biaya perawatan rutin menjadi tanggung jawab pemilik aset, sehingga
            Perseroan tidak perlu menanggung biaya pemeliharaan yang bersifat tidak terduga.
          • Kemudahan koordinasi yang lebih cepat, responsif, serta prioritas layanan
            dibandingkan dengan pihak ketiga yang tidak terafiliasi.
          • Apabila terjadi kendala teknis, proses pengadaan suku cadang maupun penyediaan
            back-up unit dapat dilakukan segera tanpa birokrasi yang rumit, sehingga kelancaran
            arus transportasi barang di area pabrik dapat senantiasa terjaga.
        Risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen
        Perseroan antara lain:
          •    BML mengalami gangguan operasional sehingga terhambat dalam menyediakan unit
               pengganti atau suku cadang secara tepat waktu, yang dapat berdampak langsung
               pada kegiatan operasional Perseroan.
          •    Terdapat perubahan kondisi perekonomian global atau Indonesia yang berakibat
               terjadinya kenaikan nilai sewa dari yang telah disepakati dalam Perjanjian, yang
               dapat mempengaruhi efisiensi biaya yang diharapkan Perseroan.

2.   Analisis Kualitatif
     a) Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan
        Perseroan berkedudukan di Gresik dan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 10 tanggal 5
        Mei 1978 yang dibuat di hadapan Stefanus Sindunatha, S.H., notaris di Jakarta, dengan
        status Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Akta pendirian tersebut telah disahkan
        oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. YA.5/324/1
        tanggal 14 Desember 1979 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
        71 tanggal 2 September 1980 Tambahan No. 674.
        Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
        Akta Notaris No. 7 tanggal 13 Juni 2024 yang dibuat di hadapan Siti Nurul Yuliami, S.H.,
        M.Kn., notaris di Jakarta, sehubungan dengan penyesuaian maksud dan tujuan serta
        kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
        tahun 2017 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 mengenai
        rencana dan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. Akta


                                                                                             viii
Page 10
   perubahan tersebut telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
   Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan
   No. AHU-0035521.AH.01.02 Tahun 2024 tanggal 14 Juni 2024 serta diumumkan dalam
   Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 56 tanggal 14 Juni 2024 Tambahan No.
   020515.
   Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, lingkup usaha utama Perseroan bergerak
   di bidang industri suku cadang kendaraan bermotor, khususnya produksi pegas yang
   meliputi pegas daun (leaf spring) dan pegas spiral (coil spring), serta kegiatan perdagangan
   besar suku cadang dan aksesoris kendaraan bermotor. Dalam menjalankan kegiatan
   usahanya, Perseroan memfokuskan pada kegiatan manufaktur komponen otomotif yang
   digunakan oleh produsen kendaraan (OEM) maupun pasar suku cadang (aftermarket).
   Selain itu, Perseroan juga memperoleh pendapatan dari aktivitas distribusi dan penjualan
   produk pegas serta komponen terkait lainnya, termasuk kegiatan pendukung yang
   berkaitan dengan industri otomotif dan perdagangan suku cadang.
   Perseroan berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono No. 10, Segoromadu, Gresik, Jawa Timur,
   dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Januari 1979.
b) Analisis Industri
   Industri komponen otomotif merupakan industri turunan yang aktivitasnya sangat
   bergantung pada kinerja sektor kendaraan bermotor. Permintaan terhadap komponen
   tidak terbentuk secara independen, melainkan berasal dari kebutuhan produksi kendaraan
   oleh Original Equipment Manufacturer (OEM) serta permintaan pasar purna jual
   (aftermarket) untuk perawatan dan penggantian komponen. Oleh karena itu, dinamika
   industri komponen otomotif dipengaruhi oleh volume produksi dan penjualan kendaraan
   bermotor, khususnya roda empat dan roda dua.
   Secara keseluruhan, dinamika industri kendaraan bermotor menunjukkan adanya
   divergensi antara segmen roda empat dan roda dua dalam periode 2021–2025. Penurunan
   produksi kendaraan roda empat sejak 2023 menekan permintaan komponen pada sisi
   perakitan (OEM) roda empat. Sebaliknya, pertumbuhan dan stabilisasi penjualan sepeda
   motor pada level yang lebih tinggi justru meningkatkan permintaan komponen OEM roda
   dua, sekaligus memperbesar populasi kendaraan yang menopang permintaan suku cadang
   pengganti (aftermarket). Dengan demikian, permintaan industri komponen otomotif di
   Indonesia tidak hanya bergantung pada siklus produksi kendaraan roda empat, tetapi juga
   ditopang oleh besarnya volume kendaraan roda dua, baik dari sisi OEM maupun
   aftermarket, sehingga secara keseluruhan permintaan industri relatif tetap terjaga
   meskipun terdapat tekanan pada salah satu segmen utama.
   Industri komponen otomotif di Indonesia terstruktur secara terintegrasi dalam rantai pasok
   industri kendaraan bermotor, dengan pembagian utama antara segmen Original Equipment
   Manufacturer (OEM) dan aftermarket (replacement parts). Permintaan pada segmen OEM
   sangat bergantung pada volume produksi kendaraan oleh pabrikan, sedangkan segmen
   aftermarket ditentukan oleh jumlah kendaraan yang beroperasi serta siklus penggantian
   komponen. Kedua segmen tersebut memiliki karakteristik kompetisi yang berbeda yaitu
   persaingan pada segmen OEM umumnya lebih ketat dan menuntut kualifikasi teknis serta
   sertifikasi mutu dari pabrikan, sehingga jumlah pemasok yang memenuhi syarat relatif
   terbatas; sementara segmen aftermarket cenderung lebih terfragmentasi dengan jumlah
   pemain yang lebih banyak dan persaingan harga yang lebih tinggi.
   Prospek industri komponen otomotif di Indonesia pada periode 2026–2029 diperkirakan
   masih menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 5,59%, meskipun dengan laju yang



                                                                                             ix
Page 11
  moderat. Hal ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan industri komponen otomotif yang
  diperkirakan mengalami peningkatan bertahap, dengan tingkat pertumbuhan 4,92% di
  tahun 2026, hingga pertumbuhan sebesar 6,26% pada 2029 dari tahun 2028. Pemulihan
  bertahap ini diperkirakan ditopang oleh pemulihan daya beli domestik, dukungan kebijakan
  dan insentif pemerintah, agenda industrialisasi dalam RPJMN 2025–2029, ekspansi pasar
  ekspor, serta pertumbuhan populasi kendaraan yang memperbesar basis permintaan suku
  cadang pengganti (aftermarket).
c) Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan
  Perseroan secara konsolidasian menjalankan kegiatan usaha di bidang industri komponen
  otomotif, khususnya dalam produksi dan perdagangan pegas kendaraan bermotor. Dalam
  menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan menawarkan produk-produk yang secara
  umum dikelompokkan ke dalam empat lini utama, yaitu pegas daun (leaf spring), pegas
  spiral (coil spring), stabilizer bar, dan fasteners. Portofolio produk tersebut mencerminkan
  fokus utama Perseroan pada industri komponen kendaraan bermotor, khususnya
  komponen yang berkaitan dengan sistem suspensi dan komponen pendukung kendaraan.
  Kinerja operasional Perseroan selama periode 2021–2025 dipengaruhi oleh dinamika
  industri otomotif, yang tercermin dari tingkat produksi dan penjualan kendaraan bermotor,
  baik di pasar domestik maupun global. Sebagai pemasok komponen, aktivitas usaha
  Perseroan memiliki keterkaitan yang erat dengan permintaan dari produsen kendaraan,
  sehingga perubahan kondisi industri secara langsung berdampak terhadap volume produksi
  dan penjualan Perseroan.
  Segmen industri spare part merupakan kontributor utama pendapatan Perseroan yang
  berasal dari produksi dan penjualan komponen otomotif, khususnya pegas kendaraan
  bermotor seperti leaf spring dan coil spring, dengan rata-rata kontribusi segmen industri
  spare part terhadap jumlah pendapatan bersih selama periode 2021–2025 tercatat sebesar
  99,51%. Sementara itu, segmen industri alat pertanian memberikan kontribusi yang relatif
  kecil terhadap total pendapatan Perseroan. Rata-rata kontribusi segmen ini terhadap
  jumlah pendapatan bersih selama 2021-2025 tercatat hanya sebesar 0,49%.
  Ditinjau berdasarkan segmen geografis, pendapatan Perseroan berasal dari pasar domestik
  dan ekspor, yang masing-masing menunjukkan dinamika pertumbuhan yang berbeda
  selama periode 2021–2025. Pendapatan dari segmen ekspor mencatatkan pertumbuhan
  yang relatif terbatas dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 0,45% selama
  periode 2021–2025, yang mengindikasikan adanya tekanan pada permintaan pasar
  internasional dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, pendapatan dari segmen
  domestik mencatatkan pertumbuhan positif dengan CAGR sebesar 3,55% selama periode
  2021–2025, yang menunjukkan bahwa pasar domestik masih menjadi penopang utama
  kinerja pendapatan Perseroan.
  Wilayah operasional Perseroan dan Anak Perusahaan secara utama terkonsentrasi di
  wilayah Gresik, Jawa Timur, yang menjadi pusat kegiatan operasional, produksi, serta
  pengelolaan bisnis Perseroan. Hingga 31 Desember 2025, Perseroan mengoperasikan 1
  (satu) kantor pusat, 4 (empat) pabrik spring, 1 (satu) pabrik fastener, serta 4 (empat) entitas
  anak yang sebagian besar berlokasi di area Gresik dan sekitarnya.
d) Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi
  Keuntungan yang diharapkan diperoleh Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana
  Transaksi adalah Perseroan berpotensi mendapatkan penghematan biaya pemeliharaan
  atas Forklift Listrik serta terjaminnya kesinambungan kegiatan operasional Perseroan




                                                                                                x
Page 12
        melalui kesiapan BML dalam menyediakan unit pengganti atas forklift yang mengalami
        kerusakan.
        Kerugian yang timbul dari rencana transaksi adalah timbulnya biaya yang harus dikeluarkan
        Perseroan untuk biaya jasa konsultan independen yang timbul sehubungan dengan
        Rencana Transaksi.
3.   Analisis Kuantitatif
     a) Analisis Kinerja Historis
        Ikhtisar data keuangan penting Perseroan disusun berdasarkan laporan keuangan
        konsolidasian Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
        sampai dengan 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto
        Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
        Laba (Rugi)
        Penjualan neto Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami
        peningkatan fluktuatif dengan CAGR sebesar 2,36%. Hingga tahun 2025, penjualan neto
        Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 4,36% dibandingkan tahun
        sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan kembali penjualan kepada pihak
        ketiga, khususnya pada segmen pegas dan komponen rem kendaraan bermotor.
        Beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025
        mengalami peningkatan fluktuatif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 3,34% per tahun.
        Pada tahun 2025, beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami
        peningkatan sebesar 2,89% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh
        peningkatan kembali pemakaian bahan baku dan beban tidak langsung, meskipun sebagian
        diimbangi oleh penurunan persediaan dalam proses dan persediaan barang jadi.
        Rata-rata margin laba bruto Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021-2025
        sebesar 15,8%. Rata-rata margin laba bruto tertinggi tercatat sebesar 17,9% pada tahun
        2021. Sementara itu, margin laba bruto terendah tercatat sebesar 13,5% pada tahun 2024.
        Beban usaha Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami
        peningkatan fluktuatif dengan CAGR sebesar 1,90%. Pada tahun 2025, beban usaha
        Perseroan mengalami peningkatan sebesar 4,68% dibandingkan tahun sebelumnya yang
        terutama didorong oleh peningkatan kembali beban penjualan khususnya pada beban
        pengiriman.
        Rata-rata margin laba usaha Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021-2025
        sebesar 6,9%. Rata-rata margin laba usaha tertinggi tercatat sebesar 8,7% pada tahun 2022
        dan 2023. Sementara itu, margin laba usaha terendah tercatat sebesar 4,1% pada tahun
        2024.
        Laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025
        mengalami penurunan fluktuatif dengan CAGR sebesar 12,45%. Pada tahun 2025, laba neto
        tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 22,83%
        dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan kembali
        penjualan neto, penurunan beban umum dan administrasi, dan penurunan beban operasi
        lainnya serta beban keuangan. Selama tahun 2021–2025, rata-rata margin laba neto tahun
        berjalan Perseroan secara konsolidasian sebesar 4,5%.
        Laporan Posisi Keuangan
        Total aset Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami
        peningkatan dengan rata-rata CAGR sebesar 5,97%. Pada tahun 2025, total aset Perseroan


                                                                                               xi
Page 13
secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 4,84% dibandingkan tahun
sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan aset lancar, khususnya persediaan
dan piutang usaha kepada pihak ketiga, meskipun sebagian diimbangi oleh penurunan pada
beberapa aset tidak lancar.
Total liabilitas Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami
peningkatan fluktuatif dengan CAGR sebesar 7,25%. Pada tahun 2025, total liabilitas
Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 21,04% dibandingkan
tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan liabilitas jangka pendek,
khususnya pinjaman dari lembaga keuangan dan utang usaha kepada pihak ketiga. Selama
tahun 2021-2025, rata-rata rasio total liabilitas terhadap total aset Perseroan secara
konsolidasian sebesar 20,3% dan rata-rata rasio total liabilitas terhadap total ekuitas
Perseroan secara konsolidasian sebesar 25,5%.
Jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami
peningkatan dengan CAGR sebesar 5,65%. Pada tahun 2025, jumlah ekuitas Perseroan
secara konsolidasian kembali mengalami peningkatan sebesar 1,44% dibandingkan tahun
sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan saldo laba serta peningkatan
kepentingan nonpengendali.
Laporan Arus Kas
Arus kas neto dari aktivitas operasi Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–
2025 bergerak fluktuatif. Pada tahun 2021, arus kas operasi tercatat negatif akibat tingginya
pembayaran kepada pemasok, karyawan, dan beban operasional lainnya, namun berbalik
positif pada tahun 2022 yang didorong oleh peningkatan penerimaan dari pelanggan serta
klaim pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai. Tren positif berlanjut pada tahun
2023 dengan arus kas operasi mencapai Rp322,28 miliar, sementara pada tahun 2024
tercatat relatif stabil. Namun demikian, pada tahun 2025 arus kas operasi mengalami
penurunan signifikan, terutama akibat tingginya pembayaran kepada pemasok dan
karyawan yang tidak sepenuhnya diimbangi oleh peningkatan penerimaan dari pelanggan.
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan secara konsolidasian
selama tahun 2021–2025 bergerak fluktuatif, yang seluruhnya mencerminkan arus kas
keluar bersih seiring dengan kegiatan belanja modal Perseroan. Pada tahun 2021, arus kas
investasi tercatat sebesar Rp98,82 miliar, kemudian meningkat signifikan pada tahun 2022
yang terutama didorong oleh tingginya pengeluaran perolehan aset tetap dan pembelian
saham pada entitas anak. Arus kas keluar menurun pada tahun 2023 dan kembali turun
secara signifikan pada tahun 2024 seiring berkurangnya belanja aset tetap. Namun
demikian, pada tahun 2025 arus kas investasi kembali meningkat akibat peningkatan
pengeluaran untuk perolehan aset tetap dan aset tetap dalam pembangunan.
Arus kas dari aktivitas pendanaan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025
bersifat fluktuatif dengan arah yang bervariasi antara arus kas masuk dan keluar. Pada
tahun 2021 dan 2022, aktivitas pendanaan menghasilkan arus kas masuk yang terutama
bersumber dari penerimaan pinjaman jangka pendek dan jangka panjang. Sebaliknya, pada
tahun 2023 dan 2024, arus kas pendanaan berbalik menjadi negatif, terutama disebabkan
oleh pembayaran pinjaman serta pembayaran dividen kepada pemegang saham dan
kepentingan nonpengendali. Pada tahun 2025, arus kas keluar dari aktivitas pendanaan
menurun signifikan terutama disebabkan oleh pembayaran dividen dan pembayaran
pinjaman bank jangka panjang.
Rasio Keuangan
Kinerja keuangan Perseroan selama tahun 2021–2025 dari sisi profitabilitas, mencatatkan


                                                                                          xii
Page 14
  rata-rata ROA, ROE, dan ROIC Perseroan masing-masing sebesar 3,8%, 4,8%, dan 3,6%. Dari
  sisi likuiditas, rata-rata rasio lancar dan rasio cepat masing-masing sebesar 286,9% dan
  128,3%. Sementara itu, dari sisi solvabilitas, rata-rata DAR dan DER masing-masing sebesar
  8,3% dan 10,4%.

b) Analisis Terhadap Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi:
  Proyeksi laporan keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk periode
  2026–2030 telah disiapkan oleh manajemen Perseroan.
  Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah
  disiapkan oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review untuk mencerminkan
  kewajaran proyeksi, namun kami tidak bertanggung jawab atas kemampuan pencapaian
  proyeksi keuangan tersebut oleh Perseroan.
  Laba Rugi
  Penjualan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan akibat dilaksanakannya
  Rencana Transaksi, di mana pada akhir periode proyeksi tahun 2030, baik dengan maupun
  tanpa Rencana Transaksi, penjualan diproyeksikan sebesar Rp4.617,04 miliar.
  Beban pokok penjualan diproyeksikan mengalami peningkatan dengan dilaksanakannya
  Rencana Transaksi, di mana pada tahun 2030 diproyeksikan sebesar Rp4.066,45 miliar
  dibandingkan Rp4.066,32 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari
  peningkatan beban overhead pabrik. Beban umum dan administrasi diproyeksikan
  mengalami penurunan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, di mana pada tahun
  2030 diproyeksikan sebesar Rp173,40 miliar dibandingkan Rp174,08 miliar tanpa Rencana
  Transaksi, yang terutama berasal dari penurunan beban lain-lain.
  Pendapatan lain-lain diproyeksikan mengalami peningkatan dengan dilaksanakannya
  Rencana Transaksi, di mana pada tahun 2030 diproyeksikan sebesar Rp3,87 miliar
  dibandingkan Rp3,79 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang berasal dari penurunan beban
  keuangan.
  Laba bersih Perseroan selama tahun 2026–2030 diproyeksikan mengalami peningkatan
  dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, di mana pada tahun 2030 diproyeksikan
  sebesar Rp101,56 miliar dibandingkan Rp101,07 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang
  terutama berasal dari penurunan beban umum dan administrasi serta beban keuangan.
  Marjin laba bersih Perseroan selama tahun 2026–2030 diproyeksikan mengalami
  peningkatan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, di mana pada tahun 2030
  diproyeksikan sebesar 2,20% dibandingkan 2,19% tanpa Rencana Transaksi.
   Laporan Posisi Keuangan
  Total aset Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan dengan dilaksanakannya
  Rencana Transaksi, di mana pada akhir periode proyeksi tahun 2030 diproyeksikan sebesar
  Rp4.586,33 miliar dibandingkan Rp4.584,13 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang terutama
  berasal dari peningkatan aset tetap.
  Total liabilitas Perseroan pada tahun 2029 secara keseluruhan diproyeksikan mengalami
  peningkatan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, yaitu sebesar Rp752,48 miliar
  dibandingkan Rp751,24 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari
  peningkatan liabilitas lancar lain-lain. Adapun pada tahun 2030, total liabilitas
  diproyeksikan tidak mengalami perubahan baik dengan maupun tanpa dilaksanakannya
  Rencana Transaksi.




                                                                                         xiii
Page 15
   Total ekuitas Perseroan selama tahun 2026–2030 diproyeksikan mengalami peningkatan
   dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, di mana pada akhir periode proyeksi tahun
   2030 diproyeksikan sebesar Rp3.817,84 miliar dibandingkan Rp3.815,63 miliar tanpa
   Rencana Transaksi, yang berasal dari peningkatan saldo laba Perseroan.
c) Analisis terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan per tanggal 31 Desember 2025,
   terhadap Laporan Proforma yang telah disediakan manajemen Perseroan.
   Laba (Rugi)
   Berdasarkan analisis Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan, Proforma
   penjualan Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan dengan Rencana Transaksi.
   Proforma beban pokok penjualan Perseroan mengalami peningkatan sehubungan dengan
   Rencana Transaksi yang berasal dari peningkatan beban overhead pabrik, sementara itu
   proforma beban umum dan administrasi mengalami penurunan yang berasal dari
   penurunan beban lain-lain.
   Secara keseluruhan, proforma Laba Tahun Berjalan Perseroan mengalami peningkatan
   sehubungan dengan Rencana Transaksi yang terutama berasal dari penurunan beban
   umum dan administrasi.
   Laporan Posisi Keuangan
   Aset
   Proforma Aset Lancar Perseroan mengalami penurunan yang berasal dari kas dan setara
   kas. Proforma Aset Tidak Lancar Perseroan mengalami peningkatan yang berasal dari aset
   tidak lancar lainnya. Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Aset Perseroan mengalami
   peningkatan sehubungan dengan Rencana Transaksi.
   Liabilitas
   Proforma Liabilitas Jangka Pendek Perseroan mengalami penurunan yang berasal dari
   penurunan utang bank. Proforma Liabilitas Jangka Panjang Perseroan mengalami
   peningkatan yang berasal dari liabilitas pajak tangguhan sehubungan Rencana Transaksi.
   Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Liabilitas Perseroan mengalami peningkatan
   sehubungan dengan Rencana Transaksi.
   Ekuitas
   Proforma Ekuitas Perseroan mengalami peningkatan yang berasal dari saldo laba
   sehubungan dengan Rencana Transaksi.
   Rasio Keuangan
   Rasio Profitabilitas menunjukkan peningkatan sehubungan dengan Rencana Transaksi, di
   mana ROA Perseroan meningkat dari 2,23% menjadi 2,24%, dan ROE Perseroan meningkat
   dari 2,79% menjadi 2,80%, yang disebabkan oleh peningkatan laba bersih.
   Rasio Solvabilitas mengalami penurunan sehubungan Rencana Transaksi, di mana Debt to
   Equity Ratio (DER) Perseroan menurun dari 7,59% menjadi 6,81%, dan Debt to Assets Ratio
   (DAR) Perseroan menurun dari 6,07% menjadi 5,44%, yang disebabkan oleh penurunan
   utang berbunga.

d) Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengukur nilai tambah dari
   Rencana Transaksi dengan membandingkan laporan keuangan tanpa dan dengan Rencana
   Transaksi.




                                                                                       xiv
Page 16
        Laba (Rugi)
        Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi laporan laba rugi Perseroan untuk
        tahun 2026–2030, penjualan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan dengan
        dilaksanakannya Rencana Transaksi dibandingkan tanpa Rencana Transaksi.
        Inkremental beban pokok penjualan Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan
        melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan
        tanpa melaksanakan Rencana Transaksi. Inkremental beban pokok penjualan Perseroan
        pada 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan
        sebesar Rp129 juta jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
        Sedangkan, inkremental beban umum dan administrasi Perseroan selama tahun 2026 -
        2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami penurunan jika
        dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi. Inkremental beban umum dan
        administrasi Perseroan pada 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan
        mengalami penurunan mencapai sebesar Rp673 juta jika dibandingkan tanpa
        melaksanakan Rencana Transaksi.
        Inkremental laba tahun berjalan Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan
        melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan
        tanpa melaksanakan Rencana Transaksi. Inkremental laba tahun berjalan Perseroan pada
        tahun 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
        peningkatan mencapai sebesar Rp487 juta jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
        Transaksi yang berasal dari penurunan beban umum dan administrasi Perseroan.
        Laporan Posisi Keuangan
        Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan
        untuk tahun 2026–2030, inkremental jumlah aset Perseroan dengan dilaksanakannya
        Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar Rp2,20 miliar pada akhir
        periode proyeksi tahun 2030 dibandingkan tanpa Rencana Transaksi, yang terutama
        berasal dari peningkatan aset tetap.
        Inkremental liabilitas Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi diproyeksikan
        mengalami peningkatan sebesar Rp1,24 miliar pada tahun 2029 dibandingkan tanpa
        Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari peningkatan liabilitas lancar lain-lain.
        Adapun pada tahun 2030, jumlah liabilitas diproyeksikan tidak mengalami perubahan baik
        dengan maupun tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi.
        Inkremental jumlah ekuitas Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi
        diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar Rp2,20 miliar pada akhir periode proyeksi
        tahun 2030 dibandingkan tanpa Rencana Transaksi, yang berasal dari peningkatan saldo
        laba Perseroan.
4.   Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
     Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya atau
     pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan Rencana Transaksi, selain yang telah
     diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
5.   Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi
     Analisis kewajaran terhadap harga Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan
     Harga Rencana Transaksi Draft Perjanjian Sewa antara Perseroan dan BML, dengan Nilai Sewa
     Pasar berdasarkan laporan penilai independen.




                                                                                              xv
Page 17
    a) Harga Rencana Transaksi
         Berdasarkan Draft Perjanjian Sewa antara Perseroan dan BML, harga sewa per tahun adalah
         sebesar Rp8.101.200.000 per tahun, termasuk biaya perawatan dan akan naik sebesar 5%
         (lima persen) setiap 3 (tiga) tahun dan jumlah tersebut belum termasuk Pajak Pertambahan
         Nilai (PPN).
    b) Nilai Sewa Pasar
         Berdasarkan Laporan Penilaian Properti per 31 Desember 2025 oleh KJPP Susan Widjojo &
         Rekan (KJPP SWR) dengan No. 00045/2.0068-01/PP/04/0308/1/VI/2026 tanggal 24 Juni
         2026, yang ditandatangani oleh Gufron Hadi Saputro, MAPPI (Cert.), dengan izin Penilai
         Publik No. P-1.11.00308 dan No. STTD.PP-110/PJ-1/PM.02/2023, dengan mengaplikasikan
         Pendekatan Pasar dengan Metode Perbandingan Data Pasar, Nilai Pasar atas Transaksi
         Sewa dari 45 unit Alat Angkut/Angkat, sudah termasuk biaya maintenance, adalah sebesar
         Rp7.978.000.000 (tujuh miliar sembilan ratus tujuh puluh delapan juta Rupiah) per tahun.
         KJPP SWR dalam laporannya juga menginformasikan kenaikan Nilai Pasar atas Transaksi
         Sewa adalah berkisar 0% - 2,2 % per tahun, berdasarkan kondisi pasar, lama kontrak, indeks
         kenaikan harga suku cadang serta inflasi
    Berikut di bawah ini adalah tabel analisis kewajaran Harga Rencana Transaksi terhadap Nilai
    Sewa Pasar, dengan asumsi Nilai Sewa Pasar tidak mengalami kenaikan:
                                                                                                 Ttotal Harga Rencana     Kewajaran : Harga Rencana
                                                   Harga Rencana
            Objek Transaksi              Tahun                           Nilai Sewa Pasar (Rp) Transaksi terhadap Total   Transaksi Perseroan Berada
                                                   Transaksi (Rp)*
                                                                                                    Nilai Sewa Pasar        Dalam Kisaran +/- 7,5%
                                          1         Rp8.101.200.000,00    Rp7.978.000.000,00
      39 unit forklift listrik, 3 unit    2         Rp8.101.200.000,00    Rp7.978.000.000,00
     floor sweeper, 1 unit E-palet        3         Rp8.101.200.000,00    Rp7.978.000.000,00
         dan 2 unit reach truck           4         Rp8.506.260.000,00    Rp7.978.000.000,00
                                          5         Rp8.506.260.000,00    Rp7.978.000.000,00
                                           Total   Rp41.316.120.000,00 Rp39.890.000.000,00              3,58%                       Wajar

    * kenaikan sebesar 5% pada tahun ke 4

    Dengan hasil perbandingan Harga Rencana Transaksi dengan Nilai Sewa Pasar dari Penilai
    Independen, maka Rencana Transaksi adalah wajar karena Harga Rencana Transaksi Perseroan
    berada dalam kisaran kewajaran dari Nilai Pasar sebesar 7,5% sesuai POJK 35 Pasal 48, b.

KESIMPULAN
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan meliputi
analisis terhadap Rencana Transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis atas
kewajaran harga transaksi serta faktor lain yang relevan, maka, menurut pendapat RSR, Rencana
Transaksi adalah wajar.




                                                                                                                                                  xvi
Page 18
PENUTUP
Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan
dan penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi
dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini.

Jakarta, 26 Juni 2026
Hormat Kami,
KJPP Ruky, Safrudin & Rekan




Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.)
Rekan Senior
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00273
SK DK OJK No. KEP-794/KS.13/2026
MAPPI No. : 06-S-01990




                                                                                        xvii
Page 19
                             PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah
ini menerangkan bahwa:

1.   Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami telah bertindak secara
     independen, tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, BML,
     maupun para pemegang sahamnya masing-masing ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
     dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi
     terkait dengan penugasan ini.

2.   Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dimaksudkan untuk memberikan keuntungan atau
     kerugian kepada pihak manapun. Imbalan yang kami terima tidak dipengaruhi oleh opini atas
     kewajaran Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini, dan kami
     hanya menerima imbalan sebagaimana tercantum pada Proposal No. RSR/P-B/FO/240226
     tanggal 24 Februari 2026. Biaya jasa tersebut telah ditetapkan dengan memperhatikan
     ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.

3.   Penilai bertanggung jawab atas opini Laporan Pendapat Kewajaran;

4.   Pendapat Kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan laporan
     keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2025;

5.   Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Obyek Analisis
     Pendapat Kewajaran pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan
     Pendapat Kewajaran sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;

6.   Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Standar
     Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), POJK 42/2020, POJK
     35 dan SEOJK 17;

7.   Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada Laporan
     Pendapat Kewajaran ini;

8.   Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada ruang lingkup dan data-data yang dianalisis serta
     data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini pada
     Sumber Data diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat dipertanggungjawabkan;

9.   Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
     analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam pendapat kewajaran ini;

10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
    Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik.

11. RSR telah melakukan wawancara dan diskusi melalui video conference dengan manajemen
    Perseroan, yaitu Bapak Hendra selaku Accounting Manager Perseroan pada tanggal 12 Mei
    2026, dengan agenda pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan
    penugasan Pendapat Kewajaran;

12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional
    dalam menyiapkan Laporan Pendapat Kewajaran;




                                                                                                 xviii
Page 20
13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan bantuan
    profesional dalam menyiapkan Laporan Pendapat Kewajaran.

14. Dalam melakukan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Perseroan, RSR menggunakan
    bantuan dari tenaga ahli sebagaimana telah dijelaskan dalam Laporan Ini.


Jakarta, 26 Juni 2026
Signing Partner
Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00273
SK DK OJK No. KEP-794/KS.13/2026
MAPPI No. : 06-S-01990                                    ......................................................


Reviewer
Nursatrio, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.24.00663
SK DK OJK No.: KEP-857/KS.13/2026
MAPPI No. : 12-S-03901                                    ......................................................


Penilai


Ari Kurnia
MAPPI No. : 11-T-03180
Register No. RMK-2017.00649                               ......................................................




Agustya Lisdayanti
MAPPI No. : 18-P-08359
Register No. : RMK-2021.04059                             .....................................................




                                                                                                            xix
Page 21
                                                        DAFTAR ISI
1           PENDAHULUAN ...............................................................................................................1
    1.1      Nomor dan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ......................................................1
    1.2      Status Penilai ..............................................................................................................1
    1.3      Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .........................................................2
    1.4      Tujuan Pendapat Kewajaran .......................................................................................2
    1.5      Obyek Analisis Pendapat Kewajaran............................................................................2
    1.6      Sifat Transaksi .............................................................................................................2
    1.7      Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ...........................................................................2
    1.8      Pedoman dan Standar Penilaian .................................................................................2
    1.9      Tanggal Penilaian ........................................................................................................3
    1.10     Penggunaan Mata Uang ..............................................................................................3
    1.11     Kejadian Setelah Tanggal Penilaian .............................................................................3
    1.12     Independensi Penilai...................................................................................................3
    1.13     Sumber Data dan Informasi ........................................................................................3
    1.14     Asumsi Pokok dan Kondisi Pembatas ..........................................................................5
    1.15     Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi ............................................................6
2         METODOLOGI DAN ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI ..................................7
  2.1        Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi ................................................7
  2.2        Analisis Rencana Transaksi ..........................................................................................7
      2.2.1     Analisis Hubungan Antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi .......................................7
      2.2.2     Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Rencana Transaksi ..........................................9
      2.2.3     Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi .............................................. 10
  2.3        Analisis Kualitatif ...................................................................................................... 11
      2.3.1     Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan .................................................... 11
      2.3.2     Alasan Rencana Transaksi ..................................................................................... 11
      2.3.3     Analisis Industri .................................................................................................... 12
      2.3.4     Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan .............................................. 19
      2.3.5     Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi ....................................................... 25
  2.4        Analisis Kuantitatif .................................................................................................... 25
      2.4.1     Analisis Kinerja Historis ........................................................................................ 25
      2.4.2     Analisis Terhadap Proyeksi Laporan Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan
                Rencana Transaksi ................................................................................................ 38
      2.4.3     Analisis Terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan ................................... 46
      2.4.4     Analisis Inkremental ............................................................................................. 49
  2.5        Analisis Faktor Lain Yang Relevan .............................................................................. 52
  2.6        Analisis Kewajaran Rencana Transaksi....................................................................... 52
3         KESIMPULAN .................................................................................................................54




                                                                                                                                        xx
Page 22
                                                          DAFTAR GAMBAR
Gambar 2-1 : Produksi Mobil Indonesia 2021–2025 .................................................................. 13
Gambar 2-2 : Penjualan Mobil Wholesales 2021–2025 ............................................................. 14
Gambar 2-3 : Penjualan Sepeda Motor Domestik 2021–2025 ................................................... 15
Gambar 2-4 : Proyeksi Pertumbuhan Tahunan Pasar Komponen Otomotif Indonesia 2026-2029
             18
Gambar 2-5 : Perkembangan Pendapatan Bersih Perseroan berdasarkan Segmen Primer 2021-
             2025 .................................................................................................................... 20
Gambar 2-6 : Perkembangan Pendapatan Perseroan Berdasarkan Segmen Geografis Tahun
             2021–2025 .......................................................................................................... 21
Gambar 2-7 : Perkembangan Pendapatan Perseroan Berdasarkan Segmen Jenis Produk Tahun
             2021–2025 .......................................................................................................... 22
Gambar 2-8 : Wilayah Operasional ........................................................................................... 24
Gambar 2-9 : Perkembangan Penjualan Neto, Laba Usaha, Laba Neto Tahun Berjalan dan Laba
              Komprehensif...................................................................................................... 29
Gambar 2-10 : Perkembangan Total Aset, Liabilitas dan Ekuitas Konsolidasian Perseroan ........... 33
Gambar 2-11 : Perkembangan Arus Kas Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi dan Aktivitas
              Pendanaan Perseroan ......................................................................................... 36




                                                                                                                                     xxi
Page 23
                                                     DAFTAR TABEL
Tabel 2-1 : Struktur Kepemilikan Saham Perseroan ......................................................................8
Tabel 2-2 : Struktur Kepemilikan Saham BML...............................................................................9
Tabel 2-3 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan dan
            Anak Perusahaan...................................................................................................... 26
Tabel 2-4 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
             ................................................................................................................................ 30
Tabel 2-5 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan (Lanjutan) 31
Tabel 2-6 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan (Lanjutan) 32
Tabel 2-7 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan ............................................................... 33
Tabel 2-8 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (lanjutan) ............................................... 35
Tabel 2-9 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan ................................................................. 37
Tabel 2-10 : Laporan Rugi Laba Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ........................ 39
Tabel 2-11 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana
             Transaksi .................................................................................................................. 40
Tabel 2-12 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi.... 42
Tabel 2-13 : Rasio Proyeksi Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ........ 44
Tabel 2-14 : Laporan Rugi Laba Proforma .................................................................................... 46
Tabel 2-15 : Laporan Posisi Keuangan Proforma .......................................................................... 47
Tabel 2-16 : Laporan Posisi Keuangan Proforma (Lanjutan) .......................................................... 48
Tabel 2-17 : Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan .................................................. 50
Tabel 2-18 : Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan ........................................ 51




                                                                                                                                           xxii
Page 24
1     PENDAHULUAN

PT Indospring Tbk (“Perseroan”) merupakan produsen suku cadang kendaraan bermotor,
khususnya pegas yang berupa leaf spring (pegas daun) dan coil spring (pegas spiral). Perseroan
merupakan bagian dari Indoprima Group, suatu kelompok usaha yang bergerak di bidang
Automotive Manufacturing, Distribution, and Retail; Metal, Mining, Non-Ferrous, and Recycling;
serta Property Acquisition and Development.
Dalam rangka pengadaan armada forklift listrik, Perseroan berencana melakukan mekanisme sewa
(operating lease) dengan PT Bagaskoro Mega Langgeng, yang merupakan pihak terafiliasi
Perseroan, untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Penjelasan spesifik Rencana Transaksi dapat dilihat pada bagian Latar Belakang dalam Laporan ini.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi termasuk transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”) karena
PT Indoprima Gemilang selaku pemegang 88,11% saham Perseroan juga merupakan pemegang
saham tidak langsung BML melalui PT Indoprima Aneka Usaha, sehingga Perseroan dan BML berada
di bawah pengendalian yang sama. Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan
dan BML.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak termasuk
transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
(“POJK 17/2020”).
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan
(“RSR”) sebagai Penilai Independen untuk memberikan pendapat kewajaran.

1.1    Nomor dan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran

RSR telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Penyewaan Forklift
Listrik, dengan Laporan No. 00064/2.0095-00/BS/04/0273/1/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026

1.2    Status Penilai

RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan pendapat kewajaran adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan analisis kewajaran serta telah memperoleh izin sebagai penilai publik
dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”).
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 54/KM.1/2010 tertanggal 25 Januari
2010 mengenai Izin Penilai Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai penilai di
Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.10.00273 dan terdaftar
sebagai profesi penunjang penilai publik dengan surat Keputusan Dewan Komisaris Otoritas Jasa
Keuangan No. KEP-794/KS.13/2026 tanggal 10 Juni 2026.




                                                                                                1
Page 25
1.3   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”:
Nama                    : PT Indospring Tbk
Alamat Kantor Pusat     : Jl. Mayjend. Sungkono No. 10 Segoromadu
                          Gresik, 61123
Telepon                 : (031) 3981135
Email                   : corsec@indospring.co.id
Website                 : www.indospring.co.id
Kegiatan Usaha          : Produsen suku cadang kendaraan roda dua dan roda empat atau lebih

1.4   Tujuan Pendapat Kewajaran

Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran rencana
Perseroan untuk menyewa forklift listrik dari BML, sebagaimana didefinisikan dalam laporan ini
dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, tidak untuk perpajakan, perbankan serta tidak
untuk bentuk rencana transaksi lainnya.

1.5   Obyek Analisis Pendapat Kewajaran

Obyek analisis kewajaran adalah rencana Perseroan untuk menyewa forklift listrik dari BML.

1.6   Sifat Transaksi

Sesuai dengan penjelasan manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena PT Indoprima Gemilang selaku pemegang
88,11% saham Perseroan juga merupakan pemegang saham tidak langsung BML melalui PT
Indoprima Aneka Usaha, sehingga Perseroan dan BML berada di bawah pengendalian yang sama.
Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan dan BML.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK
42/2020.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk RSR sebagai Penilai
Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (”Fairness Opinion”) atas Rencana Transaksi
sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham Perseroan.

1.7   Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana
Transaksi untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran meliputi: identifikasi permasalahan (termasuk batasan,
maksud, tujuan dan objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis transaksi, analisis
kewajaran harga, serta penyusunan laporan.

1.8   Pedoman dan Standar Penilaian

Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII
Tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada
1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) sebagaimana ditetapkan oleh Masyarakat


                                                                                              2
Page 26
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Laporan ini juga telah disusun dengan mengacu pada ketentuan POJK 42/2020, Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal (“POJK 35/2020”) serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (“SEOJK 17”).

1.9     Tanggal Penilaian

Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini
kewajaran.

1.10 Penggunaan Mata Uang

Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah.

1.11 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian

Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini
kewajaran.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini.

1.12 Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami telah bertindak secara independen,
tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, BML, maupun para
pemegang sahamnya masing-masing ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan
tersebut. Kami juga tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dimaksudkan untuk memberikan keuntungan atau kerugian
kepada pihak manapun. Imbalan yang kami terima tidak dipengaruhi oleh opini atas kewajaran
Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini, dan kami hanya menerima
imbalan sebagaimana tercantum pada Proposal No. RSR/P-B/FO/240226 tanggal 24 Februari 2026.
Biaya jasa tersebut telah ditetapkan dengan memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan
Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.

1.13 Sumber Data dan Informasi

Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi,
kami telah menelaah, mengacu dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disediakan
oleh manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
      1. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
         yang berakhir pada 31 Desember 2025, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
         Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
         material dan telah ditandatangani pada 30 Maret 2026 oleh Arrie Oktoberry, CPA, dengan
         Izin Akuntan Publik No. AP. 2031;
      2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
         yang berakhir pada 31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)


                                                                                               3
Page 27
        Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
        material dan telah ditandatangani pada 26 Maret 2025 oleh Zoelkarnain, S.E, Ak, M.Ak, CA,
        CPA, ASEAN CPA, dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1239;
    3. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
       yang berakhir pada 31 Desember 2023, yang telah diaudit oleh Tanubrata Sutanto Fahmi
       Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
       ditandatangani pada 27 Maret 2024 oleh Zoelkarnain, S.E, Ak, M.Ak, CA, CPA, ASEAN CPA,
       dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1239;
    4. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
       yang berakhir pada 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata Sutanto
       Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
       ditandatangani pada 30 Maret 2023 oleh Zoelkarnain, S.E, Ak, M.Ak, CA, CPA, ASEAN CPA,
       dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1239;
    5. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
       yang berakhir pada 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata Sutanto
       Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
       ditandatangani pada 20 April 2022 oleh Hedy, SE., Ak., CA., CPA., CCPI dengan Izin Akuntan
       Publik No. AP.1130;
    6. Laporan Penilaian Properti oleh KJPP Susan Widjojo & Rekan dengan No. 00045/2.0068-
       01/PP/04/0308/1/VI/2026 tanggal 24 Juni 2026, yang ditandatangani oleh Gufron Hadi
       Saputro, MAPPI (Cert.), No. STTD.PP-110/PJ-1/PM.02/2023;
    7. Laporan Keuangan Proforma Perseroan per 31 Desember 2025, yang telah disediakan
       manajemen Perseroan;
    8. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk
       tahun 2026 – 2030 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. RSR telah melakukan review
       atas proyeksi keuangan tersebut untuk memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi
       keuangan.
    9. Draft Perjanjian Sewa, yang telah disediakan oleh manajemen Perseroan;
    10. Draft Keterbukaan Informasi yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan;
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Representation Letter dari
manajemen Perseroan No. 178/ISP-Corsec/VI/2026 tertanggal 26 Juni 2026, sehubungan dengan
penugasan Pendapat Kewajaran.
RSR juga telah melakukan wawancara melalui video call conference dengan manajemen Perseroan
yaitu Bapak Hendra selaku Accounting Manager Perseroan pada tanggal 12 Mei 2026, dengan
agenda pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek Indonesia serta hasil analisis lain yang kami anggap relevan
dengan penugasan pendapat kewajaran.




                                                                                                 4
Page 28
1.14 Asumsi Pokok dan Kondisi Pembatas

Asumsi
Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan
atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan
informasi yang diperoleh berasal baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang
dapat dipercaya keakuratannya.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review untuk mencerminkan kewajaran proyeksi,
namun kami tidak bertanggung jawab atas kemampuan pencapaian proyeksi keuangan tersebut
oleh Perseroan.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Perseroan.

Kondisi Pembatas
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas atas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada sumber data dan
informasi sebagaimana diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data-data
yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber
Data dan Informasi sebagai bahan penelahaan, perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi opini kami secara material.
Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek
lainnya.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah yang berlaku pada tanggal laporan
pendapat kewajaran ini diterbitkan.
Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran
sebagaimana telah diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Penilaian hingga laporan pendapat kewajaran diterbitkan,
tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi maupun
industri, pada saat kini maupun yang akan datang, yang dapat mempengaruhi bisnis Perseroan dan
rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Pendapat Kewajaran yang mungkin tersedia bagi Perseroan, serta pengaruh


                                                                                               5
Page 29
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran, dan juga bukan merupakan
analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Pendapat Kewajaran.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial atas Rencana Transaksi, kami tidak melakukan kajian atas keabsahan Rencana
Transaksi dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut, karena
hal tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Penggunaan atas sebagian atau keseluruhan dari laporan harus memperoleh persetujuan dari
manajemen Perseroan mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.
Mengingat adanya kemungkinan perbedaan waktu dari tanggal laporan ini dengan pelaksanaan
Rencana Transaksi, maka kesimpulan dalam laporan pendapat kewajaran ini hanya berlaku
sepanjang tidak terdapat perubahan signifikan yang akan berdampak material terhadap kewajaran
Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-
masing perusahaan maupun perubahan eksternal, termasuk kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
ini diterbitkan. Apabila setelah tanggal laporan ini diterbitkan terjadi perubahan-perubahan
tersebut, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini dapat berbeda.
Kami juga berpedoman pada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan pendapat kewajaran, yang menyatakan bahwa
seluruh informasi penting dan relevan terkait pendapat kewajaran telah disampaikan dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak terdapat faktor material yang belum
diungkapkan dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi tanggal 12 Mei 2026 dengan perwakilan dari
manajemen Perseroan yaitu Bapak Hendra selaku Accounting Manager Perseroan , sehubungan
dengan penugasan Pendapat Kewajaran.

1.15 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.




                                                                                              6
Page 30
2     METODOLOGI DAN ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

2.1     Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi

Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi berupa identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
   Transaksi, analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Rencana Transaksi, analisis
   manfaat dan risiko Rencana Transaksi;
2. Analisis Kualitatif berupa analisis terhadap alasan dan latar belakang Rencana Transaksi,
   riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
   prospek usaha Perseroan, keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi;
3. Analisis Kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis proyeksi dan proforma laporan
   keuangan serta analisis inkremental laporan keuangan;
4. Analisis atas faktor lain yang relevan.
5. Analisis kewajaran Rencana Transaksi;

2.2     Analisis Rencana Transaksi
Berdasarkan metodologi pengkajian kewajaran atas Rencana Transaksi yang disebutkan di atas,
analisis kewajaran Rencana Transaksi meliputi identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi, analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Rencana Transaksi, analisis manfaat
dan risiko Rencana Transaksi.

2.2.1    Analisis Hubungan Antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi

Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi adalah Perseroan sebagai pihak penyewa dan
BML adalah pihak yang menyewakan.
1. Perseroan
      a) Riwayat Singkat
         Perseroan berkedudukan di Gresik dan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 10 tanggal 5
         Mei 1978 yang dibuat di hadapan Stefanus Sindunatha, S.H., notaris di Jakarta, dengan
         status Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Akta pendirian tersebut telah disahkan
         oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. YA.5/324/1
         tanggal 14 Desember 1979 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
         71 tanggal 2 September 1980 Tambahan No. 674.
         Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
         Akta Notaris No. 7 tanggal 13 Juni 2024 yang dibuat di hadapan Siti Nurul Yuliami, S.H.,
         M.Kn., notaris di Jakarta, sehubungan dengan penyesuaian maksud dan tujuan serta
         kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
         tahun 2017 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 mengenai
         rencana dan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. Akta
         perubahan tersebut telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
         Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan
         No. AHU-0035521.AH.01.02 Tahun 2024 tanggal 14 Juni 2024 serta diumumkan dalam
         Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 56 tanggal 14 Juni 2024 Tambahan No.
         020515.



                                                                                                 7
Page 31
b) Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
   Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, lingkup usaha utama Perseroan bergerak
   di bidang industri suku cadang kendaraan bermotor, khususnya produksi pegas yang
   meliputi pegas daun (leaf spring) dan pegas spiral (coil spring), serta kegiatan perdagangan
   besar suku cadang dan aksesoris kendaraan bermotor.
   Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memfokuskan pada kegiatan
   manufaktur komponen otomotif yang digunakan oleh produsen kendaraan (OEM) maupun
   pasar suku cadang (aftermarket). Selain itu, Perseroan juga memperoleh pendapatan dari
   aktivitas distribusi dan penjualan produk pegas serta komponen terkait lainnya, termasuk
   kegiatan pendukung yang berkaitan dengan industri otomotif dan perdagangan suku
   cadang.
   Perseroan berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono No. 10, Segoromadu, Gresik, Jawa Timur,
   dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Januari 1979.
c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
   Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan per tanggal 31 Desember
   2025 adalah sebagai berikut:
                            Tabel 2-1 : Struktur Kepemilikan Saham Perseroan
                                                                       Jumlah Nominal         Kepemilikan
                 Keterangan                   Jumlah Lembar Saham
                                                                            (Rp)                  (%)
    Modal Dasar                                       9.000.000.000         900.000.000.000
    Modal ditempatkan dan disetor
     PT Indoprima Gemilang                            5.782.102.070         578.210.207.000         88,11%
     Wiranto Nurhadi (Direktur Utama)                    26.833.320           2.683.332.000          0,41%
     Lioe Cu Ling (Wakil Presiden Direktur)                 164.500              16.450.000          0,00%
     Bob Budiono (Direktur Keuangan)                          2.020                 202.000          0,00%
     Masyarakat dan Koperasi
        (masing-masing kepemilikan
        di bawah 5%)                                    753.395.190          75.339.519.000         11,48%
    Jumlah Modal Saham
     ditempatkan dan disetor penuh                    6.562.497.100         656.249.710.000        100,00%
    Saham dalam Portepel                              2.437.502.900         243.750.290.000
   Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan

d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
   Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per tanggal 31 Desember 2025, susunan dewan
   komisaris dan direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
   Dewan Komisaris
      Komisaris Utama                         : Widjijono Nurhadi
      Komisaris Independen                    : I Gusti Putu Suryawirawan
   Direksi
      Direktur Utama                          : Wiranto Nurhadi
      Wakil Direktur Utama                    : Lioe Cu Ling
      Direktur                                : Bob Budiono
      Direktur                                : Teddy Limyanto
      Direktur                                : Andriyas




                                                                                                            8
Page 32
2.   BML
     a) Riwayat Singkat
        BML, didirikan berdasarkan akta notaris No. 4 tanggal 1 Agustus 2017 dari Sri Ratnaningsih
        Hardjomuljo, S.H., notaris di Semarang. Akta pendirian tersebut telah mendapat
        persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
        Keputusannya No. AHU-0032953.AH.01.01 Tahun 2017 tanggal 2 Agustus 2017.
        Anggaran Dasar BML telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
        Notaris No. 72 tanggal 26 Maret 2024 dari Karin Christiana Basoeki, S.H., notaris di Jakarta
        Pusat, tentang pengangkatan kembali pengurus BML. Perubahan data ini telah diterima dan
        dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
        Manusia Republik Indonesia sesuai dengan surat penerimaan pemberitahuan perubahan
        data No. AHU-AH.01.09-0125348 Tahun 2024 tanggal 28 Maret 2024.
     b) Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
        Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar BML, BML bergerak terutama dalam pembangkitan
        tenaga listrik, perindustrian, dan perdagangan. Saat ini bidang usaha utama BML adalah
        perdagangan dan persewaan kendaraan dan alat berat:
     c) Susunan Pemegang Saham
        Susunan pemegang saham BML per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan informasi
        manajemen Perseroan adalah sebagai berikut:
                                  Tabel 2-2 : Struktur Kepemilikan Saham BML
                                                                      Jumlah Nominal         Kepemilikan
                     Keterangan             Jumlah Lembar Saham
                                                                           (Rp)                  (%)
         Modal Dasar                                         15.280         15.280.000.000
         Modal ditempatkan dan disetor
          PT Indoprima Aneka Usaha                            9.468          9.468.000.000         90,00%
          Kristianto Goenadi                                  1.052          1.052.000.000         10,00%

         Jumlah Modal Saham
          ditempatkan dan disetor penuh                      10.520         10.520.000.000        100,00%
         Saham dalam Portepel                                 4.760          4.760.000.000

     d) Susunan Pengurus
        Susunan Pengurus BML per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan informasi manajemen
        Perseroan adalah sebagai berikut:
        Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris       : Wiranto Nurhadi
           Komisaris                : Widjijono Nurhadi
        Direksi
           Presiden Direktur        : Kristianto Goenadi
           Direktur                 : Lioe Cu Ling
           Direktur                 : Joe(Jo) Wing Wiryadi


2.2.2   Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Rencana Transaksi

Analisis perjanjian dan persyaratan atas Rencana Transaksi dilakukan terhadap Draft Perjanjian
Sewa Forklift antara Perseroan dan BML, yang telah disediakan manajemen Perseroan.


                                                                                                           9
Page 33
Berikut adalah ringkasan pokok dari beberapa ketentuan dalam Draft Perjanjian Sewa Forklift
antara Perseroan, dan BML :
1. Pihak yang Menyewa        : Perseroan
2. Pihak yang Menyewakan : BML
3. Objek Sewa                : 39 unit forklift listrik, 3 unit floor sweeper, 1 unit E-palet dan 2 unit
                               reach truck
4. Biaya Sewa                : Rp8.101.200.000 per tahun dan akan naik sebesar 5% (lima persen)
                               setiap 3 (tiga) tahun, termasuk biaya perawatan namun belum
                               termasuk pajak
5. Jaminan                   : BML wajib melakukan perawatan Objek Sewa dan garansi service
                               sesuai dengan Jadwal Perawatan Berkala Forklift
                              BML wajib memperbaiki setiap kerusakan yang terjadi baik
                              kerusakan berat maupun kerusakan ringan yang diakibatkan oleh
                              ausnya Forklift karena pemakaian normal dan/atau tidak
                              berfungsinya mesin/peralatan setiap Forklift yang disewakan.
                              kecuali jika kerusakan atau tidak berfungsinya itu dikarenakan
                              kelalaian Perseroan
6. Jangka Waktu              : 5 (lima) tahun
7. Penyelesaian Perselisihan : Badan Arbiterase Nasional Indonesia
8. Hukum Yang Berlaku        : Hukum Negara Republik Indonesia



2.2.3   Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi

Berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan dan analisis terhadap manfaat Rencana Transaksi,
antara lain:
 • Melalui mekanisme sewa (operating lease), Perseroan terhindar dari risiko battery
   degradation yang merupakan komponen utama dengan nilai ekonomis tinggi pada kendaraan
   listrik.
 • Minimalisasi waktu henti operasional, dengan mekanisme sewa memungkinkan penggantian
   unit yang rusak secara lebih cepat, sehingga downtime operasional di area pabrik dapat
   diminimalkan.
 • Seluruh biaya perawatan rutin menjadi tanggung jawab pemilik aset, sehingga Perseroan tidak
   perlu menanggung biaya pemeliharaan yang bersifat tidak terduga.
 • Kemudahan koordinasi yang lebih cepat, responsif, serta prioritas layanan dibandingkan
   dengan pihak ketiga yang tidak terafiliasi.
 • Apabila terjadi kendala teknis, proses pengadaan suku cadang maupun penyediaan back-up
   unit dapat dilakukan segera tanpa birokrasi yang rumit, sehingga kelancaran arus transportasi
   barang di area pabrik dapat senantiasa terjaga.
Risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan
antara lain:




                                                                                                     10
Page 34
 • BML mengalami gangguan operasional sehingga terhambat dalam menyediakan unit
      pengganti atau suku cadang secara tepat waktu, yang dapat berdampak langsung pada
      kegiatan operasional Perseroan.
 • Terdapat perubahan kondisi perekonomian global atau Indonesia yang berakibat terjadinya
   kenaikan nilai sewa dari yang telah disepakati dalam Perjanjian, yang dapat mempengaruhi
   efisiensi biaya yang diharapkan Perseroan.

2.3     Analisis Kualitatif
Analisis Kualitatif dilakukan dengan melakukan analisis terhadap alasan dan latar belakang Rencana
Transaksi, riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
prospek usaha Perseroan, keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi.

2.3.1    Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan

Perseroan berkedudukan di Gresik dan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 10 tanggal 5 Mei
1978 yang dibuat di hadapan Stefanus Sindunatha, S.H., notaris di Jakarta, dengan status
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. YA.5/324/1 tanggal 14 Desember 1979
serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 71 tanggal 2 September 1980
Tambahan No. 674.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta
Notaris No. 7 tanggal 13 Juni 2024 yang dibuat di hadapan Siti Nurul Yuliami, S.H., M.Kn., notaris di
Jakarta, sehubungan dengan penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan
sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2017 serta Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 mengenai rencana dan penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. Akta perubahan tersebut telah diterima dan dicatat
dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Penerimaan No. AHU-0035521.AH.01.02 Tahun 2024 tanggal 14 Juni 2024
serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 56 tanggal 14 Juni 2024
Tambahan No. 020515.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, lingkup usaha utama Perseroan bergerak di bidang
industri suku cadang kendaraan bermotor, khususnya produksi pegas yang meliputi pegas daun
(leaf spring) dan pegas spiral (coil spring), serta kegiatan perdagangan besar suku cadang dan
aksesoris kendaraan bermotor. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memfokuskan
pada kegiatan manufaktur komponen otomotif yang digunakan oleh produsen kendaraan (OEM)
maupun pasar suku cadang (aftermarket). Selain itu, Perseroan juga memperoleh pendapatan dari
aktivitas distribusi dan penjualan produk pegas serta komponen terkait lainnya, termasuk kegiatan
pendukung yang berkaitan dengan industri otomotif dan perdagangan suku cadang.
Perseroan berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono No. 10, Segoromadu, Gresik, Jawa Timur, dan mulai
beroperasi secara komersial pada bulan Januari 1979.

2.3.2    Alasan Rencana Transaksi

PT Indospring Tbk (“Perseroan”) merupakan produsen suku cadang kendaraan bermotor,
khususnya pegas yang berupa leaf spring (pegas daun) dan coil spring (pegas spiral). Perseroan
merupakan bagian dari Indoprima Group, suatu kelompok usaha yang bergerak di bidang
Automotive Manufacturing, Distribution, and Retail; Metal, Mining, Non-Ferrous, and Recycling;
serta Property Acquisition and Development.



                                                                                                  11
Page 35
Dalam rangka pengadaan armada forklift listrik, Perseroan berencana melakukan mekanisme sewa
(operating lease) dengan PT Bagaskoro Mega Langgeng, yang merupakan pihak terafiliasi
Perseroan, untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Rencana Transaksi termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena
PT Indoprima Gemilang selaku pemegang 88,11% saham Perseroan juga merupakan pemegang
saham tidak langsung BML melalui PT Indoprima Aneka Usaha, sehingga Perseroan dan BML berada
di bawah pengendalian yang sama. Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan
dan BML.
Perseroan dan BML akan menandatangani perjanjian sewa forklift (“Perjanjian Sewa”) untuk 39
unit forklift listrik, 3 unit floor sweeper, 1 unit E-palet dan 2 unit reach truck.
Berdasarkan draft Perjanjian, harga sewa yang disepakati adalah sebesar Rp8.101.200.000 per
tahun, termasuk biaya perawatan dan akan naik sebesar 5% (lima persen) setiap 3 (tiga) tahun,
namun belum termasuk pajak (“Harga Transaksi”).
Melalui Rencana Transaksi, Perseroan menerapkan strategi mitigasi risiko dengan mekanisme sewa
(operating lease), antara lain untuk mengantisipasi potensi penurunan performa baterai (battery
degradation) sebagai komponen utama dengan nilai ekonomis tinggi pada kendaraan listrik. Di
samping itu, mekanisme sewa ini bertujuan untuk meminimalkan waktu henti operasional
(downtime) akibat kerusakan, sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya karena seluruh biaya
perawatan rutin menjadi tanggung jawab BML selaku pihak yang menyewakan.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, pemilihan pihak terafiliasi sebagai mitra transaksi
didasarkan pada pertimbangan bahwa perusahaan afiliasi dapat memberikan keunggulan berupa
jalur komunikasi yang lebih cepat, koordinasi yang responsif, serta prioritas layanan. Dengan
demikian, apabila terjadi kendala teknis atau kerusakan pada unit, proses pengadaan suku cadang
maupun penyediaan unit pengganti (back-up unit) dapat dilakukan dengan segera tanpa birokrasi
yang rumit, sehingga kelancaran arus transportasi barang di area pabrik dapat senantiasa terjaga.

2.3.3   Analisis Industri

Gambaran Umum Industri
Industri komponen otomotif merupakan industri turunan yang aktivitasnya sangat bergantung
pada kinerja sektor kendaraan bermotor. Permintaan terhadap komponen tidak terbentuk secara
independen, melainkan berasal dari kebutuhan produksi kendaraan oleh Original Equipment
Manufacturer (OEM) serta permintaan pasar aftermarket untuk perawatan dan penggantian
komponen. Oleh karena itu, dinamika industri komponen otomotif dipengaruhi oleh volume
produksi dan penjualan kendaraan bermotor, khususnya roda empat dan roda dua.
Secara struktural, industri komponen otomotif di Indonesia memiliki rantai pasok yang luas dan
terintegrasi, yang terdiri atas pemasok Tier-1, Tier-2, hingga Tier-3 yang mendukung industri
perakitan kendaraan. Pemasok Tier-1 merupakan perusahaan komponen yang memasok langsung
kepada OEM (produsen kendaraan), umumnya dalam bentuk komponen utama atau sistem yang
siap digunakan dalam proses perakitan, seperti sistem suspensi, sistem pengereman, sistem
kelistrikan, kursi, serta komponen mesin. Pemasok Tier-2 berperan sebagai pemasok bagi
perusahaan Tier-1, dengan produk berupa sub-komponen atau bagian pendukung yang digunakan
untuk memproduksi komponen utama, seperti pegas, baut, bracket, komponen plastik, karet, atau
bagian logam tertentu. Sementara itu, pemasok Tier-3 umumnya berada pada lapisan awal rantai
pasok, yaitu penyedia bahan baku atau material dasar seperti baja, aluminium, karet, plastik, dan
bahan kimia yang digunakan oleh pemasok Tier-2 maupun Tier-1 dalam proses produksi komponen
otomotif.



                                                                                              12
Page 36
Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja industri komponen otomotif menunjukkan dinamika yang
mengikuti siklus industri kendaraan bermotor. Periode pemulihan pasca pandemi pada 2021–2022
mendorong peningkatan aktivitas produksi, dengan produksi mobil nasional mencapai sekitar 1,47
juta unit pada 2022, namun sejak 2023 mulai terlihat adanya tekanan permintaan yang berdampak
pada penurunan volume produksi kendaraan. Kondisi ini secara langsung memengaruhi tingkat
utilisasi dan permintaan terhadap komponen otomotif, terutama pada segmen OEM.
                            Gambar 2-1: Produksi Mobil Indonesia 2021–2025
                                                                                (dalam juta unit)


                                    1,47
                                                     1,40
                                                                         1,20         1,15
                     1,12




                     2021           2022            2023             2024             2025

                                           Produksi Mobil di Indonesia

Sumber: Gaikindo, 2026

Produksi mobil di Indonesia pada periode 2021–2025 menunjukkan pola peningkatan di awal
periode yang diikuti penurunan berkelanjutan. Produksi mobil tercatat sebesar 1,12 juta unit pada
2021, kemudian meningkat signifikan sebesar 31,03% menjadi 1,47 juta unit pada 2022. Namun
demikian, pada 2023 produksi menurun secara berkelanjutan menjadi 1,40 juta unit atau turun
sebesar 5,06%, pada 2024 menjadi 1,20 juta unit atau turun sebesar 14,26%, serta kembali
menurun menjadi 1,15 juta unit pada 2025 atau turun sebesar 4,10%.
Secara keseluruhan, produksi mobil selama periode 2021–2025 relatif stagnan, dengan Compound
Annual Growth Rate (CAGR) hanya sebesar 0,57%. Peningkatan signifikan pada 2022 mencerminkan
fase pemulihan industri otomotif pasca pandemi, sementara penurunan pada periode 2023–2025
mengindikasikan adanya pelemahan permintaan kendaraan. Kondisi ini menunjukkan bahwa
permintaan terhadap komponen otomotif, khususnya yang terkait dengan produksi kendaraan
baru, cenderung mengalami tekanan seiring dengan penurunan volume produksi kendaraan roda
empat.




                                                                                                    13
Page 37
                        Gambar 2-2: Penjualan Mobil Wholesales 2021–2025
                                                                                   (dalam unit)



                                  1.048.040
                                                    1.005.802
               887.202                                                   865.723
                                                                                   803.687




                 2021              2022               2023                2024      2025

                                              Penjualan Mobil Whosales

         Sumber: Gaikindo, 2026

Sementara itu, penjualan mobil wholesales di Indonesia pada periode 2021–2025 menunjukkan
tren menurun setelah mencapai puncaknya pada 2022. Penjualan mobil wholesales tercatat
sebesar 887.202 unit pada 2021, kemudian meningkat sebesar 18,13% menjadi 1.048.040 unit pada
2022. Namun setelah itu, penjualan menurun secara berkelanjutan yaitu pada 2023 menjadi
1.005.802 unit atau turun sebesar 4,03%, yang kemudian berlanjut pada 2024 menjadi 865.723 unit
atau turun sebesar 13,93%, serta kembali menurun menjadi 803.687 unit pada 2025 atau turun
sebesar 7,17%.
Secara keseluruhan, penjualan mobil wholesales selama periode 2021–2025 mengalami penurunan
dengan CAGR negatif sebesar 2,44%. Peningkatan pada 2022 mencerminkan fase pemulihan
permintaan kendaraan setelah pandemi, sementara penurunan berturut-turut pada 2023–2025
menunjukkan pelemahan permintaan kendaraan baru di pasar domestik. Penurunan penjualan
domestik yang lebih dalam dibandingkan produksi (yang relatif tertahan oleh ekspor) menegaskan
bahwa tekanan terutama bersumber dari sisi permintaan dalam negeri. Kondisi ini berdampak
terhadap industri komponen otomotif, terutama pada segmen OEM, karena berkurangnya
distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer mengindikasikan menurunnya kebutuhan komponen
untuk produksi dan penjualan kendaraan baru.
Di samping kendaraan roda empat, permintaan industri komponen otomotif juga ditopang oleh
kinerja penjualan kendaraan roda dua, yang volume penjualannya di pasar domestik jauh lebih
besar dibandingkan kendaraan roda empat. Oleh karena itu, selain produksi mobil, penjualan
sepeda motor domestik digunakan sebagai indikator tambahan untuk menggambarkan basis
permintaan industri komponen otomotif secara lebih komprehensif.




                                                                                                  14
Page 38
                    Gambar 2-3: Penjualan Sepeda Motor Domestik 2021–2025
                                                                                   (dalam juta unit)



                                                           6,24             6,33           6,41

                        5,06            5,22




                       2021             2022              2023             2024           2025

                                               Penjualan Sepeda Motor Domestik

         Sumber: Statistik AISI, 2026

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor
domestik pada periode 2021–2025 menunjukkan tren yang meningkat. Penjualan tercatat sebesar
5,06 juta unit pada 2021, kemudian meningkat menjadi 5,22 juta unit pada 2022 atau tumbuh
sebesar 3,24%. Pada 2023, penjualan meningkat signifikan menjadi 6,24 juta unit atau tumbuh
sebesar 19,45%, yang kemudian diikuti pertumbuhan yang lebih moderat menjadi 6,33 juta unit
pada 2024 atau sebesar 1,54%, dan 6,41 juta unit pada 2025 atau meningkat sebesar 1,25%. Secara
keseluruhan, penjualan sepeda motor domestik selama periode 2021–2025 tumbuh dengan CAGR
sebesar 6,12%.
Kenaikan signifikan pada 2023 menunjukkan adanya pemulihan permintaan pasca pandemi,
sementara pertumbuhan yang lebih moderat pada periode 2024–2025 mengindikasikan stabilisasi
permintaan pada level yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini
menunjukkan bahwa, meskipun permintaan kendaraan roda empat mengalami tekanan, segmen
roda dua tetap menjadi penopang utama volume permintaan industri komponen otomotif di
Indonesia, baik dari sisi komponen perakitan (OEM) untuk produksi kendaraan baru, maupun dari
sisi suku cadang pengganti (aftermarket) yang ditopang oleh populasi sepeda motor yang besar dan
terus bertambah.
Secara keseluruhan, dinamika industri kendaraan bermotor menunjukkan adanya divergensi antara
segmen roda empat dan roda dua dalam periode 2021–2025. Penurunan produksi kendaraan roda
empat sejak 2023 menekan permintaan komponen pada sisi perakitan (OEM) roda empat.
Sebaliknya, pertumbuhan dan stabilisasi penjualan sepeda motor pada level yang lebih tinggi justru
meningkatkan permintaan komponen OEM roda dua, sekaligus memperbesar populasi kendaraan
yang menopang permintaan suku cadang pengganti (aftermarket). Dengan demikian, permintaan
industri komponen otomotif di Indonesia tidak hanya bergantung pada siklus produksi kendaraan
roda empat, tetapi juga ditopang oleh besarnya volume kendaraan roda dua, baik dari sisi OEM
maupun aftermarket, sehingga secara keseluruhan permintaan industri relatif tetap terjaga
meskipun terdapat tekanan pada salah satu segmen utama.




                                                                                                       15
Page 39
Kompetisi dan Pangsa Pasar
Industri komponen otomotif di Indonesia terstruktur secara terintegrasi dalam rantai pasok industri
kendaraan bermotor, dengan pembagian utama antara segmen Original Equipment Manufacturer
(OEM) dan aftermarket (replacement parts). Permintaan pada segmen OEM sangat bergantung
pada volume produksi kendaraan oleh pabrikan, sedangkan segmen aftermarket ditentukan oleh
jumlah kendaraan yang beroperasi serta siklus penggantian komponen. Kedua segmen tersebut
memiliki karakteristik kompetisi yang berbeda: persaingan pada segmen OEM umumnya lebih ketat
dan menuntut kualifikasi teknis serta sertifikasi mutu dari pabrikan, sehingga jumlah pemasok yang
memenuhi syarat relatif terbatas; sementara segmen aftermarket cenderung lebih terfragmentasi
dengan jumlah pemain yang lebih banyak dan persaingan harga yang lebih tinggi.
Industri komponen otomotif nasional masih bertumpu pada permintaan domestik, sementara
ekspor berperan semakin penting sebagai penyangga di tengah pelemahan pasar dalam negeri.
Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) mencatat nilai ekspor komponen otomotif
mencapai sekitar US$7,5 miliar (±Rp125,8 triliun) pada 2025, naik dari sekitar US$7 miliar pada
2024, dengan negara tujuan utama Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, dan Korea Selatan. Struktur
ini menunjukkan bahwa industri komponen otomotif Indonesia memiliki ketergantungan yang
cukup tinggi terhadap kinerja industri kendaraan bermotor domestik, meskipun ekspor berperan
sebagai penopang yang semakin krusial dalam menjaga utilisasi produksi ketika permintaan
domestik melemah.
Dari sisi struktur pelaku usaha, industri komponen otomotif memiliki ribuan perusahaan pemasok,
yang mencakup Tier-1, Tier-2, hingga Tier-3. Struktur ini mencerminkan tingkat fragmentasi yang
relatif tinggi, di mana sebagian besar pelaku industri berada pada skala kecil dan menengah serta
memiliki ketergantungan terhadap kontrak dengan pabrikan atau pemasok yang lebih besar.
Namun demikian, pasokan langsung ke OEM pada lapisan Tier-1 cenderung terkonsentrasi pada
sejumlah kelompok besar yang memiliki skala, kemampuan teknis, dan kualifikasi mutu yang
memadai. Dengan struktur berlapis seperti ini, perubahan permintaan dari OEM akan secara
langsung berdampak pada seluruh rantai pasok, terutama menekan pelaku pada lapisan bawah
yang relatif lebih rentan.
Meskipun jumlah pelaku industri relatif besar, pangsa pasar pada segmen OEM cenderung
terkonsentrasi pada perusahaan Tier-1 yang memiliki hubungan langsung dengan pabrikan
kendaraan. Perusahaan-perusahaan seperti PT Astra Otoparts Tbk, PT Denso Indonesia, PT Aisin
Indonesia Automotive, dan PT Kayaba Indonesia merupakan contoh pemasok utama yang memiliki
kapabilitas produksi, teknologi, serta integrasi dengan prinsipal global. Konsentrasi ini
menunjukkan bahwa meskipun industri terlihat terfragmentasi secara jumlah pelaku, kendali
terhadap volume produksi dan kontrak utama berada pada kelompok perusahaan dengan skala dan
teknologi yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, dalam konteks produk, industri komponen otomotif terbagi ke dalam berbagai sub-
segmen seperti sistem pengereman, sistem suspensi, komponen mesin, hingga komponen
kelistrikan. Pada sub-segmen tertentu, khususnya komponen yang bersifat spesifik dan berbasis
logam seperti komponen suspensi, jumlah pelaku industri cenderung lebih terbatas dibandingkan
sub-segmen lainnya. Karakteristik produk yang memerlukan presisi tinggi, standar kualitas OEM,
serta skala produksi yang besar menyebabkan hambatan masuk (barrier to entry) pada sub-segmen
ini relatif lebih tinggi.
Kondisi tersebut menyebabkan tingkat kompetisi pada sub-segmen spesifik menjadi lebih
terkonsentrasi, dengan persaingan yang tidak hanya berasal dari pelaku domestik, tetapi juga dari
produsen global yang memiliki hubungan langsung dengan pabrikan kendaraan. Dalam praktiknya,
pemasok pada sub-segmen ini umumnya beroperasi sebagai bagian dari rantai pasok OEM dan
memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap kontrak jangka panjang, sehingga perubahan


                                                                                                16
Page 40
permintaan kendaraan secara langsung memengaruhi volume produksi dan utilisasi kapasitas.
Pada sub-segmen komponen suspensi berbasis pegas, salah satu pemain yang relevan adalah PT
Chuhatsu Indonesia, yang bergerak di bidang other motor vehicle parts manufacturing dan berbasis
di Bekasi. Berdasarkan data finansial terakhir yang tersedia, PT Chuhatsu Indonesia mencatat
pertumbuhan penjualan bersih sebesar 12,94% pada 2024, disertai kenaikan jumlah aset sebesar
13,52%, yang mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas usaha pada sub-segmen komponen
otomotif berbasis pegas. Selain itu, PT APM Armada Suspension juga menjadi salah satu pemain
pada sub-segmen ini, dengan produk utama berupa automotive coil springs dan distribusi
komponen suspensi otomotif, serta kapasitas produksi sekitar 150.000 unit per bulan.
Hal ini tercermin dari kondisi pada 2025, di mana penurunan permintaan kendaraan roda empat
berdampak pada penurunan pasokan komponen ke pabrikan hingga sebesar 38%, yang kemudian
memengaruhi tingkat utilisasi produksi di berbagai lapisan rantai pasok. Di sisi lain, segmen
aftermarket tetap menunjukkan karakteristik yang lebih stabil karena didorong oleh kebutuhan
penggantian komponen kendaraan yang telah beroperasi.
Secara keseluruhan, industri komponen otomotif di Indonesia menunjukkan karakteristik berupa
pasar domestik yang dominan, struktur pelaku yang terfragmentasi, serta konsentrasi pada pemain
Tier-1 pada segmen OEM, dengan tingkat kompetisi yang semakin mengerucut pada sub-segmen
tertentu yang memiliki hambatan masuk lebih tinggi.
Secara global berdasarkan data Global Market Insight, pasar komponen berbasis pegas global di
tahun 2025 sebesar US$4,1 miliar dengan kontribusi terbesar dari pegas spiral (coil spring) sebesar
40% dengan pendapatan sebesar US$1,7 miliar. Lima perusahaan terbaik dalam industri komponen
pegas otomotif secara global yaitu NHK Spring Co., Ltd., Mubea, Rassini, Sogefi Group dan
Thyssenkrupp AG dengan pangsa pasar global sebesar 58,8% dan NHK Spring Co., Ltd. memiliki
pangsa pasar global tertinggi sebesar 19,4% di tahun 2025.
Prospek Industri
Prospek industri komponen otomotif di Indonesia pada periode 2026–2029 diperkirakan masih
menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 5,59%, meskipun dengan laju yang moderat. Hal ini
sejalan dengan proyeksi pertumbuhan industri komponen otomotif yang diperkirakan mengalami
peningkatan bertahap, dengan tingkat pertumbuhan 4,92% di tahun 2026, hingga pertumbuhan
sebesar 6,26% pada 2029 dari tahun 2028. Pemulihan bertahap ini diperkirakan ditopang oleh
pemulihan daya beli domestik, dukungan kebijakan dan insentif pemerintah, agenda industrialisasi
dalam RPJMN 2025–2029, ekspansi pasar ekspor, serta pertumbuhan populasi kendaraan yang
memperbesar basis permintaan suku cadang pengganti (aftermarket).




                                                                                                17
Page 41
 Gambar 2-4: Proyeksi Pertumbuhan Tahunan Pasar Komponen Otomotif Indonesia 2026-2029




                                                                         6,26%
                                                             5,83%
                                        5,37%
                      4,92%




                      2026              2027                  2028       2029

                                            Proyeksi Pertumbuhan Pasar

                Sumber: 6W Research, 2025

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan kendaraan seiring dengan
pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi, serta meningkatnya kebutuhan terhadap komponen
kendaraan, baik untuk produksi kendaraan baru (OEM) maupun penggantian (aftermarket). Selain
itu, tren peningkatan konsumsi kendaraan roda dua dan kendaraan komersial turut menjadi faktor
pendukung pertumbuhan industri komponen otomotif dalam jangka menengah.
Industri otomotif nasional diproyeksikan mulai mengalami pemulihan pada 2026, dengan target
penjualan kendaraan roda empat sebesar sekitar 850.000 unit, setelah mengalami penurunan pada
2025. Pemulihan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap komponen otomotif, khususnya
pada segmen OEM, berpotensi mengalami peningkatan seiring dengan membaiknya kinerja industri
kendaraan bermotor.
Di sisi lain, prospek industri juga dipengaruhi oleh perubahan struktur industri otomotif global,
khususnya terkait dengan perkembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Pemerintah
Indonesia menargetkan adopsi kendaraan listrik sebesar 2 juta unit mobil listrik dan 12 juta unit
kendaraan roda dua listrik pada 2030, serta mendorong pengembangan ekosistem baterai
domestik, sebagaimana diatur dalam Perpres No. 55/2019 jo. Perpres No. 79/2023. Bagi industri
komponen, transisi ini menekan permintaan komponen spesifik mesin pembakaran, namun relatif
netral bagi komponen yang agnostik terhadap jenis penggerak seperti sistem suspensi dan pegas.
Perkembangan tersebut memberikan peluang sekaligus tantangan bagi industri komponen
otomotif. Di satu sisi, peningkatan produksi kendaraan listrik membuka peluang pengembangan
komponen baru, khususnya pada sistem kelistrikan, baterai, dan komponen ringan.
Analisis SWOT
Strengths and Opportunities (Kekuatan dan Peluang)
 •   Potensi ekspor komponen otomotif dapat menjadi alternatif pertumbuhan di tengah
     perlambatan pasar domestik, sepanjang produsen mampu memenuhi standar kualitas, biaya,
     dan kapasitas pasar global.
 •   Peluang lokalisasi komponen seiring elektrifikasi kendaraan dan dukungan kebijakan
     TKDN/insentif pemerintah.
 •   Peningkatan jumlah populasi kendaraan yang berpotensi memperbesar basis permintaan
     aftermarket dalam jangka menengah.



                                                                                              18
Page 42
Weaknesses and Threats (Kelemahan dan Tantangan)
 •      Penurunan permintaan dan produksi kendaraan roda empat sejak 2023 berdampak terhadap
        industri komponen kendaraan bermotor, khususnya pemasok yang berorientasi pada OEM.
 •      Pelaku industri komponen pada lapisan pemasok Tier 2 dan Tier 3 lebih rentan terhadap
        penurunan volume produksi dan tekanan harga dari OEM maupun pemasok utama.
 •      Penurunan permintaan kendaraan roda empat sejak 2023 berdampak signifikan terhadap
        industri komponen kendaraan bermotor.
 •      Tekanan dari impor (mobil listrik dan truk dari China) menambah beban pemasok domestik.
 •      Peningkatan impor kendaraan listrik dan kendaraan komersial dari China dapat menekan
        pemasok domestik apabila komponen yang digunakan masih berasal dari rantai pasok impor.

2.3.4     Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan

Tinjauan Operasional
Perseroan secara konsolidasian menjalankan kegiatan usaha di bidang industri komponen otomotif,
khususnya dalam produksi dan perdagangan pegas kendaraan bermotor. Dalam menjalankan
kegiatan usahanya, Perseroan menawarkan produk-produk yang secara umum dikelompokkan ke
dalam empat lini utama, yaitu pegas daun (leaf spring), pegas spiral (coil spring), stabilizer bar, dan
fasteners. Portofolio produk tersebut mencerminkan fokus utama Perseroan pada industri
komponen kendaraan bermotor, khususnya komponen yang berkaitan dengan sistem suspensi dan
komponen pendukung kendaraan.
Produk utama Perseroan berupa pegas daun (leaf spring) merupakan komponen suspensi
berbentuk lembaran baja berlapis yang berfungsi untuk menyerap getaran dan beban dari roda
kendaraan agar tidak langsung diteruskan ke bodi kendaraan. Produk ini umumnya digunakan pada
kendaraan niaga dan kendaraan dengan kebutuhan daya angkut tinggi, sehingga menjadi salah satu
lini bisnis utama Perseroan. Selain itu, Perseroan juga memproduksi pegas spiral (coil spring) yaitu
benda elastis yang berbentuk spiral dan terbuat dari kawat atau potongan datar yang dililitkan yang
berfungsi sebagai komponen suspensi elastis pada kendaraan bermotor, khususnya untuk menjaga
kenyamanan, fleksibilitas, dan kestabilan kendaraan selama beroperasi.
Di samping itu, Perseroan memproduksi stabilizer bar, yaitu komponen suspensi yang berfungsi
menjaga keseimbangan kendaraan, khususnya saat berbelok atau melewati permukaan jalan yang
tidak rata. Produk ini menjadi bagian penting dalam mendukung stabilitas dan keamanan
kendaraan. Sejalan dengan upaya diversifikasi usaha, Perseroan juga mengembangkan lini
fasteners, yang mencakup mur dan baut kendaraan bermotor sebagai produk pendukung
tambahan. Pengembangan produk ini menunjukkan upaya Perseroan dalam memperluas
portofolio bisnis serta mengurangi ketergantungan pada satu jenis komponen otomotif tertentu.
Kinerja operasional Perseroan selama periode 2021–2025 dipengaruhi oleh dinamika industri
otomotif, yang tercermin dari tingkat produksi dan penjualan kendaraan bermotor, baik di pasar
domestik maupun global. Sebagai pemasok komponen, aktivitas usaha Perseroan memiliki
keterkaitan yang erat dengan permintaan dari produsen kendaraan, sehingga perubahan kondisi
industri secara langsung berdampak terhadap volume produksi dan penjualan Perseroan.




                                                                                                    19
Page 43
Produk yang Dihasilkan
Segmen Primer
Berdasarkan penyajian dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan, pendapatan usaha
diklasifikasikan berdasarkan segmen primer yang mencerminkan jenis kegiatan usaha utama yang
dijalankan oleh Perseroan. Sejalan dengan ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan yang bergerak
di bidang industri suku cadang kendaraan bermotor, khususnya pegas, pendapatan Perseroan
secara umum terbagi ke dalam dua segmen utama, yaitu segmen industri spare part dan segmen
industri alat pertanian.
Segmen industri spare part merupakan kontributor utama pendapatan Perseroan yang berasal dari
produksi dan penjualan komponen otomotif, khususnya pegas kendaraan bermotor seperti leaf
spring dan coil spring. Segmen ini mencerminkan core business Perseroan yang memiliki keterkaitan
erat dengan industri otomotif, baik untuk kebutuhan Original Equipment Manufacturer (OEM)
maupun pasar aftermarket. Sementara itu, segmen industri alat pertanian merupakan segmen
pendukung dengan kontribusi yang relatif lebih kecil, yang menunjukkan adanya diversifikasi usaha
Perseroan di luar industri otomotif.
 Gambar 2-5: Perkembangan Pendapatan Bersih Perseroan berdasarkan Segmen Primer 2021-
                                       2025
                                                                             (dalam miliar Rupiah)


                                                     3.803
                                   3.642
                                                                                      3.303
                                                      35             3.165
                3.009               28
                                                                                       9
                                                                      9
                 5


                                   3.615             3.768
                                                                     3.156            3.294
                3.003




                2021               2022             2023             2024             2025
                  Industri spare part      Industri alat pertanian    Jumlah Pendapatan Bersih

       Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan

Ditinjau berdasarkan segmen primer, pendapatan Perseroan didominasi secara signifikan oleh
segmen industri spare part sepanjang periode analisis. Rata-rata kontribusi segmen industri spare
part terhadap jumlah pendapatan bersih selama periode 2021–2025 tercatat sebesar 99,51%.
Pendapatan dari segmen ini tercatat sebesar Rp3.003 miliar pada tahun 2021, meningkat sebesar
20,35% menjadi sebesar Rp3.615 miliar pada tahun 2022 dan meningkat sebesar 4,24% menjadi
sebesar Rp3.768 miliar pada tahun 2023, kemudian menurun sebesar 16,24% menjadi sebesar
Rp3.156 miliar pada tahun 2024 sebelum kembali meningkat sebesar 4,37% menjadi sebesar
Rp3.294 miliar pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja pendapatan Perseroan sangat
dipengaruhi oleh dinamika permintaan pada industri otomotif sebagai pasar utama.
Sementara itu, segmen industri alat pertanian memberikan kontribusi yang relatif kecil terhadap
total pendapatan Perseroan. Rata-rata kontribusi segmen ini terhadap jumlah pendapatan bersih
selama 2021-2025 tercatat hanya sebesar 0,49%.



                                                                                                     20
Page 44
Pendapatan dari segmen ini tercatat sebesar Rp5 miliar pada tahun 2021, meningkat sebesar
423,45% menjadi sebesar Rp28 miliar pada tahun 2022 dan meningkat sebesar 26,27% menjadi
sebesar Rp35 miliar pada tahun 2023, kemudian menurun sebesar 73,16% menjadi sebesar Rp9
miliar pada tahun 2024 dan kembali meningkat sebesar 1,34% menjadi sebesar Rp9 miliar pada
tahun 2025. Meskipun kontribusinya terbatas, keberadaan segmen ini mencerminkan upaya
diversifikasi usaha Perseroan di luar sektor otomotif.
Segmen Geografis
Ditinjau berdasarkan segmen geografis, pendapatan Perseroan berasal dari pasar domestik dan
ekspor, yang masing-masing menunjukkan dinamika pertumbuhan yang berbeda selama periode
2021–2025.
   Gambar 2-6: Perkembangan Pendapatan Perseroan Berdasarkan Segmen Geografis Tahun
                                     2021–2025
                                                                                                              (dalam miliar Rupiah)

                                                                 2.920
                                         2.751
                                                                                              2.630                        2.626
                 2.284


                                 1.638                   1.702
         1.426                                                                                                     1.452
                                                                                      1.296




                         (701)                   (747)                                                (761)                        (774)
                                                                         (819)


             2021                    2022                    2023                         2024                         2025

                                             Ekspor      Domestik                Antar segmen

    Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan

Pendapatan dari segmen ekspor menunjukkan pertumbuhan fluktuatif sepanjang periode analisis.
Pada tahun 2021, pendapatan ekspor tercatat sebesar Rp1.426 miliar dan meningkat menjadi
Rp1.638 miliar pada tahun 2022 atau tumbuh sebesar 14,92%, serta kembali meningkat menjadi
Rp1.702 miliar pada tahun 2023 atau tumbuh sebesar 3,87%. Namun demikian, pada tahun 2024
pendapatan ekspor mengalami penurunan signifikan sebesar 23,84% menjadi Rp1.296 miliar,
sebelum kembali meningkat sebesar 11,98% menjadi Rp1.452 miliar pada tahun 2025.
Pendapatan dari segmen ekspor mencatatkan pertumbuhan yang relatif terbatas dengan
Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 0,45% selama periode 2021–2025, yang
mengindikasikan adanya tekanan pada permintaan pasar internasional dalam beberapa tahun
terakhir.
Sementara itu, pendapatan dari segmen domestik menunjukkan tren pertumbuhan yang juga
fluktuatif. Pendapatan domestik tercatat sebesar Rp2.284 miliar pada tahun 2021 dan meningkat
menjadi Rp2.751 miliar pada tahun 2022 atau tumbuh sebesar 20,45%, serta kembali meningkat
menjadi Rp2.920 miliar pada tahun 2023 atau tumbuh sebesar 6,13%. Pada tahun 2024,
pendapatan domestik mengalami penurunan sebesar 9,93% menjadi Rp2.630 miliar, dan relatif
stabil pada tahun 2025 dengan sedikit penurunan sebesar 0,16% menjadi Rp2.626 miliar.




                                                                                                                                           21
Page 45
Secara keseluruhan, segmen domestik mencatatkan pertumbuhan positif dengan CAGR sebesar
3,55% selama periode 2021–2025, yang menunjukkan bahwa pasar domestik masih menjadi
penopang utama kinerja pendapatan Perseroan.
Adapun transaksi antar segmen yang dieliminasi dalam laporan konsolidasian juga menunjukkan
pergerakan yang fluktuatif, dengan nilai eliminasi yang meningkat hingga tahun 2023 sebelum
mengalami penurunan pada tahun 2024 dan kembali meningkat pada tahun 2025. Secara
keseluruhan, nilai eliminasi antar segmen mencatatkan CAGR sebesar 2,51% selama 2021-2025.
Segmen Jenis Produk
Jika dilihat berdasarkan jenis produk, sumber pendapatan Perseroan secara konsolidasian masih
terkonsentrasi pada penjualan komponen kendaraan bermotor, yang menjadi lini usaha utama
Perseroan. Sementara itu, produk alat pertanian berperan sebagai segmen pelengkap dengan skala
yang lebih kecil.
    Gambar 2-7: Perkembangan Pendapatan Perseroan Berdasarkan Segmen Jenis Produk
                                 Tahun 2021–2025
                                                                                                 (dalam miliar Rupiah)


                                                      4.587
                                 4.360
                                                                            3.917                     4.068
             3.704




                     5                   30                   35                     9                        9



                         (701)                (747)                (819)                 (761)                    (774)


                 2021                2022                 2023                  2024                      2025
                         Komponen kendaraan bermotor                Alat pertanian           Antar segmen

             Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan

Pendapatan dari segmen komponen kendaraan bermotor menunjukkan tren pertumbuhan yang
fluktuatif selama periode 2021–2025 dengan CAGR sebesar 2,37%. Pendapatan dari segmen ini
tercatat sebesar Rp3.704 miliar pada tahun 2021, meningkat signifikan sebesar 17,69% menjadi
Rp4.360 miliar pada tahun 2022 dan kembali meningkat sebesar 5,20% menjadi Rp4.587 miliar pada
tahun 2023. Namun demikian, pada tahun 2024 pendapatan mengalami penurunan sebesar 14,61%
menjadi Rp3.917 miliar, sebelum kembali meningkat sebesar 3,85% menjadi Rp4.068 miliar pada
tahun 2025.
Sementara itu, pendapatan dari segmen alat pertanian juga menunjukkan pertumbuhan fluktuatif.
Pendapatan dari segmen ini tercatat sebesar Rp5 miliar pada tahun 2021, meningkat signifikan
sebesar 459,93% menjadi Rp30 miliar pada tahun 2022 dan kembali meningkat sebesar 18,04%
menjadi Rp35 miliar pada tahun 2023. Namun demikian, pada tahun 2024 pendapatan mengalami
penurunan signifikan sebesar 73,16% menjadi Rp9 miliar, sebelum kembali meningkat sebesar
1,34% menjadi Rp9 miliar pada tahun 2025. Secara keseluruhan, segmen ini mencatatkan CAGR
sebesar 15,79%.
Adapun transaksi antar segmen yang dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasian juga
menunjukkan pergerakan yang fluktuatif selama periode analisis, dengan nilai eliminasi yang


                                                                                                                          22
Page 46
meningkat hingga tahun 2023, kemudian menurun pada tahun 2024, dan kembali meningkat pada
tahun 2025. Hal ini mencerminkan adanya dinamika transaksi internal antar entitas dalam
kelompok usaha Perseroan.
Secara keseluruhan, struktur pendapatan berdasarkan jenis produk menunjukkan bahwa Perseroan
memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap segmen komponen kendaraan bermotor
sebagai produk utama. Sementara itu, segmen alat pertanian berperan sebagai diversifikasi usaha,
namun dengan skala yang relatif kecil dan kontribusi yang masih terbatas terhadap total
pendapatan Perseroan.
Aspek Pemasaran
Pada tahun 2025, strategi pemasaran Perseroan diarahkan untuk memperkuat posisi pasar melalui
tiga saluran utama, yaitu Original Equipment Manufacturer (OEM), aftermarket, dan pasar ekspor.
Strategi ini diterapkan untuk menjaga keberlanjutan permintaan, memperluas basis pelanggan,
serta mengurangi risiko ketergantungan pada satu segmen pasar, terutama mengingat karakteristik
industri otomotif yang cenderung dipengaruhi oleh siklus produksi dan permintaan kendaraan.
Pada segmen OEM, Perseroan tetap berfokus pada pemeliharaan hubungan jangka panjang dengan
produsen kendaraan bermotor. Upaya tersebut dilakukan melalui konsistensi dalam menjaga
kualitas produk, ketepatan pasokan, serta kemampuan memenuhi spesifikasi dan standar yang
ditetapkan oleh pelanggan. Dengan pendekatan tersebut, Perseroan dapat mempertahankan
perannya sebagai bagian dari rantai pasok industri otomotif, sekaligus menjaga stabilitas volume
penjualan yang berkaitan erat dengan aktivitas produksi kendaraan.
Sementara itu, pada segmen aftermarket, Perseroan terus memperkuat jaringan distribusi dan
memperluas jangkauan pemasaran produk. Strategi ini didukung oleh meningkatnya jumlah
kendaraan yang beroperasi, yang pada akhirnya mendorong kebutuhan terhadap produk pengganti
dan komponen pendukung. Selain produk utama, Perseroan juga mengembangkan produk turunan
seperti fastener dan komponen sejenis untuk memperluas penetrasi pasar. Segmen aftermarket
memiliki karakteristik permintaan yang relatif berulang, sehingga berperan dalam mendukung
stabilitas pendapatan Perseroan dan mengurangi ketergantungan terhadap permintaan dari
segmen OEM.
Dari sisi ekspor, Perseroan memperkuat pengembangan pasar luar negeri sebagai bagian dari
strategi diversifikasi geografis. Fokus ekspansi diarahkan pada wilayah yang memiliki kebutuhan
tinggi terhadap kendaraan komersial, antara lain kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah.
Pengembangan pasar ekspor tersebut didukung oleh kemampuan Perseroan dalam memenuhi
standar kualitas internasional, menjaga keandalan produk, serta memastikan kesinambungan
pasokan kepada pelanggan. Hal ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing
Perseroan di pasar global.
Secara keseluruhan, strategi pemasaran Perseroan pada tahun 2025 menunjukkan pendekatan
yang seimbang antara penguatan pasar eksisting dan perluasan pasar baru. Kombinasi antara basis
pelanggan OEM yang telah terbentuk, potensi pertumbuhan segmen aftermarket, serta
peningkatan kontribusi pasar ekspor menjadi fondasi penting bagi Perseroan dalam menjaga
kesinambungan permintaan dan memperkuat prospek pertumbuhan usaha ke depan.
Wilayah Operasional
Wilayah operasional Perseroan dan Anak Perusahaan secara utama terkonsentrasi di wilayah
Gresik, Jawa Timur, yang menjadi pusat kegiatan operasional, produksi, serta pengelolaan bisnis
Perseroan. Hingga 31 Desember 2025, Perseroan mengoperasikan 1 (satu) kantor pusat, 4 (empat)
pabrik spring, 1 (satu) pabrik fastener, serta 4 (empat) entitas anak yang sebagian besar berlokasi
di area Gresik dan sekitarnya.




                                                                                                23
Page 47
                                  Gambar 2-8: Wilayah Operasional




Sumber: Laporan Tahunan 2025 Perseroan

Prospek Usaha
Prospek usaha Perseroan pada tahun 2026 diperkirakan tetap didukung oleh perkembangan
industri otomotif dan manufaktur komponen, baik di pasar domestik maupun internasional. Secara
makro, perekonomian global diperkirakan bergerak menuju kondisi yang lebih stabil seiring
meredanya tekanan inflasi dan potensi normalisasi kebijakan moneter. Di sisi domestik,
perekonomian Indonesia juga diproyeksikan tetap tumbuh solid, didukung oleh konsumsi
masyarakat, peningkatan investasi, serta stabilitas makroekonomi yang terjaga. Kondisi tersebut
memberikan landasan yang cukup kondusif bagi sektor riil, termasuk industri otomotif yang
menjadi pasar utama bagi produk Perseroan.
Dari sisi industri, pasar otomotif nasional diperkirakan tumbuh secara moderat, sejalan dengan
terjaganya permintaan domestik, peningkatan aktivitas logistik, serta bertambahnya populasi
kendaraan yang mendorong kebutuhan suku cadang pengganti. Berdasarkan proyeksi Gabungan
Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional pada tahun 2026
diperkirakan mencapai sekitar 850.000 unit, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar
803.687 unit. Proyeksi tersebut menunjukkan adanya potensi peningkatan permintaan terhadap
komponen kendaraan bermotor, termasuk produk utama Perseroan seperti leaf spring dan coil
spring.
Sejalan dengan kondisi tersebut, Perseroan menargetkan pertumbuhan usaha melalui penguatan
tiga saluran utama, yaitu pasar Original Equipment Manufacturer (OEM), aftermarket, dan ekspor.
Pada segmen OEM, Perseroan didukung oleh basis pelanggan yang telah terbentuk serta
kemampuan dalam memenuhi standar kualitas dan pasokan yang dibutuhkan oleh produsen
kendaraan bermotor. Sementara itu, pada segmen aftermarket, peningkatan populasi kendaraan
menjadi peluang bagi Perseroan untuk memperluas penjualan produk pengganti dan komponen
pendukung.
Di pasar domestik, Perseroan juga mendorong pengembangan segmen aftermarket melalui produk
turunan seperti fastener atau U-bolt, yang digunakan sebagai komponen pendukung kendaraan.
Segmen ini memiliki karakteristik permintaan yang relatif berulang karena berkaitan dengan
kebutuhan perawatan dan penggantian komponen kendaraan. Dengan demikian, penguatan



                                                                                            24
Page 48
segmen aftermarket dapat membantu Perseroan menjaga stabilitas permintaan dan mengurangi
ketergantungan terhadap siklus produksi kendaraan pada pasar OEM. Selain itu, peluang
pengembangan produk fastener non-otomotif juga dapat menjadi bagian dari strategi diversifikasi
usaha Perseroan ke depan.
Dari sisi ekspansi pasar, Perseroan juga memperkuat pengembangan ekspor sebagai bagian dari
diversifikasi geografis. Fokus ekspansi diarahkan pada kawasan yang memiliki kebutuhan tinggi
terhadap kendaraan komersial, seperti Timur Tengah dan Asia Tengah. Kawasan tersebut dinilai
memiliki karakteristik kebutuhan kendaraan yang sejalan dengan kompetensi produk Perseroan,
terutama pada segmen kendaraan niaga. Selain itu, tren transisi menuju kendaraan listrik juga
membuka peluang baru bagi Perseroan, terutama dalam pengembangan komponen dengan
spesifikasi dan nilai tambah yang lebih tinggi..

2.3.5    Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi

Keuntungan yang diharapkan diperoleh Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi
adalah Perseroan berpotensi mendapatkan penghematan biaya pemeliharaan atas Forklift Listrik
serta terjaminnya kesinambungan kegiatan operasional Perseroan melalui kesiapan BML dalam
menyediakan unit pengganti atas forklift yang mengalami kerusakan.
Kerugian yang timbul dari rencana transaksi adalah timbulnya biaya yang harus dikeluarkan
Perseroan untuk biaya jasa konsultan independen yang timbul sehubungan dengan Rencana
Transaksi.

2.4     Analisis Kuantitatif
Analisis Kuantitatif dilakukan dengan melakukan analisis kinerja historis, analisis proyeksi dan
proforma laporan keuangan serta analisis inkremental laporan keuangan.

2.4.1    Analisis Kinerja Historis

Ikhtisar data keuangan penting Perseroan disusun berdasarkan laporan keuangan konsolidasian
Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 2025
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
opini wajar dalam semua hal yang material.




                                                                                             25
Page 49
Tabel 2-3 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan dan
                                      Anak Perusahaan
                                                                                                    (dalam juta Rupiah)
                                                                         31 Desember
                Keterangan                2021*           2022               2023           2024            2025
                                          Audit           Audit              Audit          Audit           Audit
Penjualan neto                               3.008.688      3.642.216          3.802.563      3.165.028       3.303.153
Beban pokok penjualan                       (2.470.309)    (3.051.242)        (3.159.822)    (2.737.843)     (2.817.070)
Laba Bruto                                     538.379        590.973            642.741        427.186         486.083

Beban penjualan                              (207.905)       (232.479)          (208.458)      (180.606)       (198.695)
Beban umum dan administrasi                  (123.351)       (134.346)          (165.945)      (160.514)       (158.396)
Pendapatan operasi lainnya                     69.965         111.498             53.317         61.485          45.611
Beban operasi lainnya                         (30.676)        (16.315)           (42.050)       (17.336)        (15.455)
Laba dari Usaha                               246.411         319.331            279.604        130.214         159.148
Beban keuangan                                 (6.095)        (23.382)           (27.575)       (20.002)        (14.261)
Pendapatan keuangan                             1.989           1.130                813          1.027             833
Laba Sebelum Pajak                            242.304         297.078            252.841        111.240         145.720
Beban pajak                                   (61.624)        (68.536)           (62.320)       (30.308)        (46.310)
Laba pra-akuisisi dari
 dampah transaksi kombinasi
 entitas sepengendali                                -         (3.806)                 -              -               -
Laba setelah dampak
 transaksi kombinasi bisnis
 entitas sepengendali                         (11.464)             -                  -               -               -
Laba Neto Tahun Berjalan                      169.217        224.736            190.521          80.931          99.409
Penghasilan/(rugi) komprehensif lainnya        (5.678)        27.040            387.284          14.447          10.580
Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan        163.539        251.777            577.805          95.378         109.989

Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan

Penjualan Neto

Pendapatan usaha Perseroan diperoleh dari kegiatan manufaktur dan perdagangan suku cadang
kendaraan bermotor, khususnya produk pegas yang meliputi pegas daun (leaf spring) dan pegas
spiral (coil spring), yang dipasarkan baik kepada pihak ketiga maupun pihak berelasi untuk
kebutuhan industri otomotif dan sektor pendukung lainnya selama tahun 2021–2025.

Penjualan neto Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami peningkatan
fluktuatif dengan CAGR sebesar 2,36%. Pada tahun 2021, penjualan neto Perseroan mengalami
peningkatan signifikan sebesar 85,01% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama didorong
oleh peningkatan penjualan kepada pihak ketiga, khususnya pada segmen produk pegas seiring
dengan pemulihan permintaan industri otomotif.

Pada tahun 2022, penjualan neto Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
21,06% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan volume penjualan
pada seluruh lini produk, baik pegas maupun komponen kendaraan bermotor lainnya, serta
peningkatan kontribusi dari penjualan kepada pihak berelasi.

Pada tahun 2023, penjualan neto Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
4,40% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan
pada segmen pegas kepada pihak ketiga.

Pada tahun 2024, penjualan neto Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan sebesar
16,77% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh penurunan penjualan kepada pihak
ketiga, khususnya pada segmen pegas, kemudian disebabkan juga oleh penurunan penjualan
komponen rem kendaraan bermotor, dan alat pertanian.

Pada tahun 2025, penjualan neto Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
4,36% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan kembali


                                                                                                                     26
Page 50
penjualan kepada pihak ketiga, khususnya pada segmen pegas dan komponen rem kendaraan
bermotor.

Beban Pokok Penjualan

Beban pokok penjualan Perseroan terdiri dari biaya produksi yang meliputi pemakaian bahan baku,
upah buruh langsung, beban tidak langsung, serta perubahan persediaan dalam proses dan
persediaan barang jadi selama tahun 2021–2025.

Beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami
peningkatan fluktuatif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 3,34% per tahun. Pada tahun 2021,
beban pokok penjualan Perseroan mengalami peningkatan signifikan sebesar 80,99% dibandingkan
tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan pemakaian bahan baku yaitu
pembelian bahan baku dan beban tidak langsung seiring dengan peningkatan volume produksi.

Pada tahun 2022, beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan
sebesar 23,52% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan pemakaian
bahan baku, beban persediaan barang jadi, serta beban tidak langsung.

Pada tahun 2023, beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan
sebesar 3,56% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan beban
tidak langsung dan pemakaian bahan baku.

Pada tahun 2024, beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan
sebesar 13,35% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh penurunan pemakaian
bahan baku, upah buruh langsung, serta beban tidak langsung sejalan dengan penurunan volume
produksi.

Pada tahun 2025, beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan
sebesar 2,89% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan kembali
pemakaian bahan baku dan beban tidak langsung, meskipun sebagian diimbangi oleh penurunan
persediaan dalam proses dan persediaan barang jadi.

Laba Bruto

Rata-rata margin laba bruto Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021-2025 sebesar
15,8%. Rata-rata margin laba bruto tertinggi tercatat sebesar 17,9% pada tahun 2021. Sementara
itu, margin laba bruto terendah tercatat sebesar 13,5% pada tahun 2024.

Beban Usaha

Beban usaha Perseroan terdiri dari beban penjualan serta beban umum dan administrasi yang
mendukung kegiatan operasional Perseroan selama tahun 2021–2025. Beban usaha ini
mencerminkan biaya yang dikeluarkan Perseroan dalam menjalankan aktivitas pemasaran,
distribusi, serta fungsi administratif dan pendukung lainnya.

Beban penjualan Perseroan mencakup biaya yang terkait dengan kegiatan pemasaran dan distribusi
produk, termasuk biaya penjualan dan pengiriman, gaji dan upah tenaga penjualan, beban jasa
perantara, pemasaran dan promosi, serta biaya operasional lainnya seperti perjalanan dinas dan
administrasi kantor.

Sementara itu, beban umum dan administrasi Perseroan mencakup biaya yang berkaitan dengan
fungsi pendukung operasional, antara lain gaji direksi dan staf, penyusutan aset tetap, beban


                                                                                            27
Page 51
imbalan kerja, biaya administrasi kantor, pemeliharaan gedung dan peralatan, serta jasa
profesional dan biaya operasional lainnya.

Beban usaha Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami peningkatan
fluktuatif dengan CAGR sebesar 1,90%. Pada tahun 2021, beban usaha Perseroan mengalami
peningkatan signifikan sebesar 70,36% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan
oleh peningkatan beban penjualan, khususnya biaya penjualan dan pengiriman seiring dengan
peningkatan volume penjualan. Beban umum dan administrasi juga mengalami peningkatan
khususnya pada gaji direksi/staff.

Pada tahun 2022, beban usaha Perseroan mengalami peningkatan sebesar 10,74% dibandingkan
tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan beban penjualan yaitu penjualan
dan pengiriman serta gaji dan upah. Peningkatan juga terjadi pada beban umum dan administrasi,
khususnya gaji dan upah staf serta beban jasa profesional.

Pada tahun 2023, beban usaha Perseroan mengalami peningkatan sebesar 2,07% dibandingkan
tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan beban umum dan administrasi,
khususnya gaji direksi dan staf serta beban pesangon karyawan.

Pada tahun 2024, beban usaha Perseroan mengalami penurunan sebesar 8,89% dibandingkan
tahun sebelumnya yang disebabkan oleh penurunan beban penjualan, khususnya biaya penjualan
dan pengiriman serta beban jasa perantara. Beban umum dan administrasi juga mengalami
penurunan terutama pada beban pesangon karyawan.

Pada tahun 2025, beban usaha Perseroan mengalami peningkatan sebesar 4,68% dibandingkan
tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan kembali beban penjualan khususnya
pada beban penjualan dan pengiriman.

Laba Usaha

Rata-rata margin laba usaha Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021-2025 sebesar 6,9%.
Rata-rata margin laba usaha tertinggi tercatat sebesar 8,7% pada tahun 2022 dan 2023. Sementara
itu, margin laba usaha terendah tercatat sebesar 4,1% pada tahun 2024.

Laba Neto Tahun Berjalan

Laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami
penurunan fluktuatif dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 12,45%.

Selama tahun 2021–2025, laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami
peningkatan tertinggi pada tahun 2021 sebesar 188,02% dibandingkan tahun sebelumnya yang
terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan neto dan peningkatan pendapatan operasi
lainnya.

Pada tahun 2022, laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan
sebesar 32,81% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan penjualan
neto, peningkatan pendapatan operasi lainnya serta penurunan beban operasi lainnya.

Kemudian, pada tahun 2023, laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami
penurunan sebesar 15,22% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh
penurunan pendapatan operasi lainnya, peningkatan beban umum dan administrasi, dan
peningkatan beban operasi lainnya.



                                                                                            28
Page 52
Pada tahun 2024, laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan
sebesar 57,52% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh penurunan penjualan neto
yang berdampak pada penurunan laba bruto dan laba usaha.

Pada tahun 2025, laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan
sebesar 22,83% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan
kembali penjualan neto, penurunan beban umum dan administrasi, dan penurunan beban operasi
lainnya serta beban keuangan.

Selama tahun 2021–2025, rata-rata margin laba neto tahun berjalan Perseroan secara
konsolidasian sebesar 4,5%.
                           Gambar 2-9: Perkembangan Penjualan Neto, Laba Usaha,
                             Laba Neto Tahun Berjalan dan Laba Komprehensif
                                                                                                                        (dalam miliar Rupiah)
                                                             3.803
                              3.642
                                                                                                                        3.303
                                                                                                3.165
     3.009




                                                                                578
             246 169 164              319 225 252                    280 191
                                                                                                        130   81   95           159   99   110

              2021*                    2022                            2023                              2024                    2025

                               Penjualan Neto       Laba Usaha       Laba Neto Tahun Berjalan       Laba Komprehensif

Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan




                                                                                                                                                 29
Page 53
        Tabel 2-4 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
                                                                                      (dalam juta Rupiah)
                                                                  31 Desember
             Keterangan             2021*           2022              2023         2024            2025
                                    Audit           Audit             Audit        Audit           Audit
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                      75.386         102.494           66.907        79.787           55.757
Piutang usaha
 Pihak ketiga                          499.319         599.411          527.708       475.192          515.757
 Pihak berelasi                         51.204          54.058           57.597        67.616           69.499
Piutang non-usaha
 Pihak ketiga                           10.915           9.632             3.907        3.208            4.455
 Pihak berelasi                          3.709           4.758             4.415        1.451            1.202
Persediaan                             779.200         836.950         1.024.853      918.662        1.128.153
Pajak dibayar dimuka                    81.962          83.210            36.306       26.851           45.163
Uang muka pembelian
 Pihak ketiga                            74.314          24.511           16.526        20.253          30.161
 Pihak berelasi                               -               -                -             -           1.394
Beban dibayar di muka                       800             779            1.531         1.609           1.601
Aset dimiliki untuk dijual                4.148           2.089                -             -               -
Total Aset Lancar                     1.580.959       1.717.891        1.739.751     1.594.629       1.853.141
Aset Tidak Lancar
Taksiran klaim pengembalian
 pajak penghasilan                          9.644       12.405           30.623        44.709           31.658
Aset keuangan tidak lancar
 lainnya                                  4.583           5.119            4.146         3.149           2.390
Uang muka pembelian aset tetap           32.878          12.263            6.544        19.458          11.797
Aset tetap                            1.793.999       1.834.187        2.529.832     2.447.536       2.428.678
Aset-hak-guna                             1.021           9.245            7.864         6.232           8.030
Properti investasi                      102.045         102.592          107.169       106.978         113.670
Aset pajak tangguhan                     13.127          13.428            6.407         4.124               -
Aset tidak lancar lainnya                   562         175.333           27.044        28.997          12.555
Total Aset Tidak Lancar               1.957.860       2.164.574        2.719.631     2.661.183       2.608.778
Total Aset                            3.538.819       3.882.465        4.459.382     4.255.812       4.461.920

*Disajikan kembali
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan

Total Aset

Total aset Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami peningkatan
dengan rata-rata CAGR sebesar 5,97%. Pada tahun 2021, total aset Perseroan mengalami
peningkatan sebesar 12,84% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh
peningkatan aset lancar, khususnya piutang usaha dan persediaan.

Pada tahun 2022, total aset Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 9,71%
dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan persediaan, piutang usaha
pihak ketiga, dan peningkatan aset tidak lancar lainnya.

Pada tahun 2023, total aset Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
14,86% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan aset tetap
dan peningkatan persediaan.

Pada tahun 2024, total aset Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan sebesar 4,56%
dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh penurunan persediaan, penurunan piutang
usaha pihak ketiga, dan penurunan aset tetap.

Pada tahun 2025, total aset Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 4,84%
dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan aset lancar, khususnya




                                                                                                            30
Page 54
persediaan dan piutang usaha kepada pihak ketiga, meskipun sebagian diimbangi oleh penurunan
pada beberapa aset tidak lancar.
 Tabel 2-5 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan (Lanjutan)
                                                                                        (dalam juta Rupiah)
                                                                31 Desember
              Keterangan             2021*         2022             2023        2024            2025
                                     Audit         Audit            Audit       Audit           Audit
LIABLITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek
  Bank                                  307.081       339.595         267.854      108.354          120.810
  Lembaga keuangan                            -             -          13.725       13.461           89.895
Utang usaha
  Pihak ketiga                           92.790       132.676         251.183      200.911          261.676
  Pihak berelasi                         86.490       113.990          47.753       60.180           67.849
Liabilitas keuangan lancar lainnya
  Pihak ketiga                            1.514         3.873           4.283        3.526            4.023
  Pihak berelasi                            108           248             341          165              105
Utang pajak                               9.984        16.707          12.305       10.782           16.040
Uang muka pelanggan                       7.314         5.443           5.492        5.375            4.390
Utang dividen                               750           821             913        1.006              967
Beban masih harus dibayar                38.308        29.992          28.806       30.046           42.305
Liabilitas jangka pendek lainnya          1.498         1.620           1.871        1.921            1.999
Liabilitas jangka panjang
  yang akan jatuh tempo
  dalam waktu satu tahun
  Liabilitas sewa                           205         2.337           2.615        2.638            3.839
  Pinjaman bank                           3.253        31.153          28.048       27.000           27.000
Total Liabilitas Jangka Pendek          549.297       678.454         665.188      465.367          640.899
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang,
  setelah dikurangi bagian
  yang akan jatuh tempo
  dalam waktu satu tahun
  Liabilitas sewa                             -         7.002           5.269        3.610            4.370
  Pinjaman bank                           4.737       106.820          78.750       51.750           24.750
Liabilitas pajak tangguhan               53.343        66.030         174.947      170.069          171.153
Liabilitas imbalan kerja                 68.662        41.804          44.441       48.243           53.386
Total Liabilitas Jangka Panjang         126.742       221.656         303.406      273.672          253.659
Total Liabilitas                        676.039       900.110         968.594      739.039          894.558

Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan

Total Liabilitas
Total liabilitas Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami peningkatan
fluktuatif dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 7,25%.
Pada tahun 2021, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
76,51% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan liabilitas jangka
pendek, khususnya pinjaman bank jangka pendek serta utang usaha.
Selanjutnya, pada tahun 2022 total liabilitas Perseroan secara konsolidasian kembali meningkat
sebesar 33,14% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan liabilitas
jangka panjang, khususnya pinjaman bank, serta peningkatan utang usaha.
Pada tahun 2023, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
7,61% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan liabilitas pajak
tangguhan serta utang usaha kepada pihak ketiga.
Kemudian pada tahun 2024, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan
sebesar 23,70% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh penurunan liabilitas jangka
pendek, khususnya pinjaman bank dan utang usaha.



                                                                                                        31
Page 55
Pada tahun 2025, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
21,04% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan liabilitas jangka
pendek, khususnya pinjaman dari lembaga keuangan dan utang usaha kepada pihak ketiga.
Selama tahun 2021-2025, rata-rata rasio total liabilitas terhadap total aset Perseroan secara
konsolidasian sebesar 20,3% dan rata-rata rasio total liabilitas terhadap total ekuitas Perseroan
secara konsolidasian sebesar 25,5%.
    Tabel 2-6 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan (Lanjutan)
                                                                                                (dalam juta Rupiah)
                                                                     31 Desember
              Keterangan                 2021*         2022              2023          2024             2025
                                         Audit         Audit             Audit         Audit            Audit
EKUITAS
Modal saham                                 656.250       656.250          656.250        656.250          656.250
Modal proforma yang
 timbul dari transaksi
 restrukturisasi entitas
 sepengendali                                82.998              -                 -             -                -
Tambahan modal disetor
 Tambahan modal disetor                      24.965        24.965           24.965         24.965           24.965
 Selisih nilai transaksi
   dengan entitas
   sepengendali                               19.189        19.189           19.189         19.189           19.189
Selisih penilaian kembali aset tetap       1.199.304     1.152.880        1.518.994      1.510.178        1.502.609
Selisih kurs penjabaran                            -         7.099            4.567         11.187           17.223
Saldo laba
 Telah ditentukan penggunaannya              25.500        26.500            27.500         28.500           30.000
 Belum ditentukan penggunaannya             745.825       961.067         1.097.460      1.110.227        1.139.939
Total ekuitas yang dapat diatribusikan
 kepada pemilik entitas induk              2.754.031     2.847.950        3.348.925      3.360.496        3.390.174
Kepentingan nonpengendali                    108.749       134.405          141.862        156.277          177.187
Total Ekuitas                              2.862.780     2.982.355        3.490.788      3.516.773        3.567.362
Total Ekuitas dan Liabilitas               3.538.819     3.882.465        4.459.382      4.255.812        4.461.920

Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan

Jumlah Ekuitas

Jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami peningkatan
dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 5,65%.
Pada tahun 2021, jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
3,99% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan saldo laba,
khususnya laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya.
Selanjutnya, pada tahun 2022 jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasian kembali meningkat
sebesar 4,18% dibandingkan tahun sebelumnya yang didorong oleh peningkatan saldo laba belum
ditentukan penggunaannya.
Pada tahun 2023, jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan signifikan
sebesar 17,05% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan
saldo laba serta kenaikan selisih penilaian kembali aset tetap.
Kemudian pada tahun 2024, jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasian mengalami
peningkatan sebesar 0,74% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan
saldo laba.
Pada tahun 2025, jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasian kembali mengalami peningkatan
sebesar 1,44% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan saldo
laba serta peningkatan kepentingan nonpengendali.
.


                                                                                                                 32
Page 56
      Gambar 2-10: Perkembangan Total Aset, Liabilitas dan Ekuitas Konsolidasian Perseroan
                                                                                                                       (dalam miliar Rupiah)



                                                                   4.459                                                    4.462
                                                                                             4.256
                                           3.882
              3.539


                                                                   3.491                                                    3.567
                                           2.982                                             3.517
              2.863




               676                         900                     969                        739                               895

              2021*                        2022                    2023                      2024                           2025
                                       Total Liabilitas              Total Ekuitas                   Total Aset

             Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan

                               Tabel 2-7 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan
                                                                                                                         (dalam juta Rupiah)
                                                                                       31 Desember
                 Keterangan                        2021*             2022                  2023               2024                    2025
                                                   Audit             Audit                 Audit              Audit                   Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                            2.949.289         3.827.538            4.122.944              3.464.090            3.506.102
Pembayaran kepada pemasok                           (2.841.422)       (2.952.042)          (3.370.704)            (2.726.206)          (2.970.322)
Pembayaran kepada karyawan                            (256.555)         (306.250)            (359.668)              (306.925)            (324.039)
Pembayaran untuk beban usaha dan lainnya              (153.000)         (289.173)            (131.995)              (123.576)            (111.864)
(Pembayaran) penerimaan dari kegiatan
 operasional lainnya, Neto                                (114)             11.593            19.592                  8.350               (3.393)
Arus kas diperoleh dari operasi                       (301.802)            291.666           280.170                315.732               96.484
Penerimaan klaim pajak penghasilan
 dan pajak pertambahan nilai                            73.605               84.592          162.453                  67.236               71.870
Penerimaan penghasilan bunga                             1.989                1.007              603                     728                  810
Pembayaran untuk pajak penghasilan                     (61.275)             (56.299)         (76.482)                (51.578)             (48.916)
Pembayaran beban bunga                                  (5.267)             (21.523)         (25.859)                (20.816)             (13.647)
Pembayaran kontribusi ke dana pensiun                   (3.000)                (500)          (5.225)                 (1.000)              (6.400)
Pembayaran beban dan denda pajak                          (152)              (4.004)          (3.884)                 (4.065)                (255)
Pembayaran imbalan kerja karyawan                       (4.267)              (4.351)          (9.493)                   (457)                (318)
Arus Kas Neto Diperoleh dari
 (digunakan untuk) Aktivitas Operasi                  (300.169)            290.589           322.282                305.780               99.628

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap                                 2.273               894              1.104                43.502                   1.023
Perolehan aset tetap dan aset tetap
 dalam pembangunan                                     (74.918)            (279.157)         (194.449)               (60.236)            (108.983)
Uang muka pembelian aset tetap                         (32.379)             (12.263)           (6.544)               (13.127)             (13.713)
Hasil penjualan aset yang tersedia
 untuk dijual                                              6.202              3.737                  11                    -                      -
Pembelian saham di anak perusahaan                             -            (78.075)                  -                    -                      -
Arus Kas Neto Digunakan untuk
 Aktivitas Investasi                                   (98.822)            (364.863)         (199.878)               (29.861)            (121.672)

* Disajikan kembali
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan




                                                                                                                                                33
Page 57
Aktivitas Operasi
Arus kas dari aktivitas operasi Perseroan secara konsolidasian mencerminkan kemampuan
Perseroan dalam menghasilkan kas dari kegiatan operasional utama, yang terutama berasal dari
penerimaan dari pelanggan serta pembayaran kepada pemasok, karyawan, dan beban operasional
lainnya selama tahun 2021–2025.
Pada tahun 2021, arus kas neto digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp300,17 miliar. Hal ini
terutama disebabkan oleh tingginya pembayaran kepada pemasok serta pembayaran kepada
karyawan dan beban operasional lainnya yang lebih besar dibandingkan penerimaan dari
pelanggan.
Pada tahun 2022, arus kas neto dari aktivitas operasi Perseroan secara konsolidasian berbalik
menjadi positif sebesar Rp290,59 miliar. Peningkatan ini terutama didorong oleh penerimaan dari
pelanggan dan penerimaan klaim pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai.
Pada tahun 2023, arus kas neto dari aktivitas operasi Perseroan secara konsolidasian meningkat
menjadi sebesar Rp322,28 miliar. Kinerja ini terutama didukung oleh peningkatan penerimaan dari
pelanggan serta adanya penerimaan klaim pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai.
Pada tahun 2024, arus kas neto dari aktivitas operasi Perseroan secara konsolidasian tercatat
sebesar Rp305,78 miliar. Arus kas ini relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, dengan
penurunan pembayaran kepada pemasok dan beban operasional lainnya yang mengimbangi
penurunan penerimaan dari pelanggan.
Pada tahun 2025, arus kas neto dari aktivitas operasi Perseroan secara konsolidasian mengalami
penurunan signifikan menjadi sebesar Rp99,63 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
tingginya pembayaran kepada pemasok serta pembayaran kepada karyawan yang tidak
sepenuhnya diimbangi oleh peningkatan penerimaan dari pelanggan, sehingga menekan
kemampuan Perseroan dalam menghasilkan arus kas dari aktivitas operasional
Aktivitas Investasi
Arus kas dari aktivitas investasi Perseroan secara konsolidasian mencerminkan penggunaan kas
untuk kegiatan investasi, yang terutama terdiri dari perolehan aset tetap, uang muka pembelian
aset tetap, serta penerimaan dari penjualan aset selama tahun 2021–2025.
Pada tahun 2021, arus kas neto digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan secara konsolidasian
tercatat sebesar Rp98,82 miliar. Arus kas keluar ini terutama disebabkan oleh pengeluaran untuk
perolehan aset tetap dan aset tetap dalam pembangunan serta disebabkan oleh uang muka
pembelian aset tetap.
Pada tahun 2022, arus kas neto digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan secara konsolidasian
meningkat menjadi Rp364,86 miliar. Peningkatan arus kas keluar ini terutama disebabkan oleh
tingginya pengeluaran untuk perolehan aset tetap serta adanya pembelian saham pada anak
perusahaan.
Pada tahun 2023, arus kas neto digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan secara konsolidasian
tercatat sebesar Rp199,88 miliar. Arus kas keluar ini terutama disebabkan oleh pengeluaran untuk
perolehan aset tetap dan uang muka pembelian aset tetap dan aset tetap dalam pembangunan.
Pada tahun 2024, arus kas neto digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan secara konsolidasian
menurun menjadi Rp29,86 miliar. Penurunan arus kas keluar ini terutama disebabkan oleh
berkurangnya pengeluaran untuk perolehan aset tetap dan aset tetap dalam pembangunan, yang
sebagian diimbangi oleh penerimaan dari penjualan aset tetap.
Pada tahun 2025, arus kas neto digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan secara konsolidasian
kembali meningkat menjadi Rp121,67 miliar. Peningkatan arus kas keluar ini terutama disebabkan


                                                                                              34
Page 58
oleh peningkatan pengeluaran untuk perolehan aset tetap dan aset tetap dalam pembangunan.
                       Tabel 2-8 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (lanjutan)
                                                                                                      (dalam juta Rupiah)
                                                                            31 Desember
                Keterangan                 2021*             2022               2023          2024             2025
                                           Audit             Audit              Audit         Audit            Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) pinjaman
 jangka pendek                                221.884            22.107            (54.735)      (162.933)         87.448
Pembayaran dividen
 Pemegang saham                                (55.592)          (49.148)          (69.281)       (65.532)         (52.425)
 Kepentingan non-pengendali                     (4.594)                -                 -         (3.768)          (6.901)
Penerimaan (pembayaran) pinjaman
 jangka panjang                                    (5.697)      129.359            (31.018)       (28.073)         (27.000)
Pembayaran liabilitas sewa                         (2.814)         (951)            (2.957)        (2.734)          (3.107)
Penerimaan setoran modal dari
 kepentingan non-pengendali
 entitas anak                                           -            15                   -             -                   -
Pembayaran ke kepentingan non-pengendali
 terkait pengembalian modal
 ditempatkan dan disetor entitas anak              (1.225)             -                  -             -                   -
Penerimaan atas pencairan dana
 yang dibatasi penggunaannya                       1.336               -                  -             -                   -
Arus Kas Neto Diperoleh dari
 (digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan        153.297           101.382           (157.991)      (263.040)             (1.985)
(Penurunan) Kenaikan Neto Dalam
 Kas dan Setara Kas                           (245.693)          27.108           (35.587)        12.879           (24.029)
Kas dan Setara Kas Awal Tahun                  321.080           75.386           102.494         66.907            79.787
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                  75.386          102.494            66.907         79.787            55.757

Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan


Aktivitas Pendanaan

Arus kas dari aktivitas pendanaan Perseroan secara konsolidasian mencerminkan kebijakan
Perseroan dalam mengelola struktur permodalan, yang meliputi penerimaan dan pembayaran
pinjaman, pembayaran dividen, serta transaksi terkait kepentingan nonpengendali selama tahun
2021–2025.

Pada tahun 2021, arus kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan secara konsolidasian
tercatat sebesar Rp153,30 miliar. Arus kas masuk ini terutama disebabkan oleh penerimaan dari
pinjaman jangka pendek yang lebih besar dibandingkan pembayaran dividen serta pembayaran
pinjaman dan liabilitas sewa.

Pada tahun 2022, arus kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan secara konsolidasian
tercatat sebesar Rp101,38 miliar. Arus kas masuk ini terutama didorong oleh penerimaan pinjaman
jangka panjang.

Pada tahun 2023, arus kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan secara
konsolidasian sebesar Rp157,99 miliar. Arus kas keluar ini terutama disebabkan oleh pembayaran
dividen kepada pemegang saham serta pembayaran pinjaman jangka pendek dan jangka panjang.

Pada tahun 2024, arus kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan secara
konsolidasian tercatat sebesar Rp263,04 miliar. Arus kas keluar ini terutama disebabkan oleh
pembayaran pinjaman jangka pendek serta pembayaran dividen kepada pemegang saham dan
kepada kepentingan nonpengendali.

Pada tahun 2025, arus kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan secara
konsolidasian tercatat sebesar Rp1,99 miliar. Arus kas keluar pada tahun 2025 terutama disebabkan



                                                                                                                          35
Page 59
oleh pembayaran dividen kepada pemegang saham dan kepentingan nonpengendali serta
pembayaran pinjaman bank jangka panjang.

    Gambar 2-11: Perkembangan Arus Kas Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi dan Aktivitas
                                 Pendanaan Perseroan
                                                                                                                 (dalam miliar Rupiah)


                                      291                      322                        306

                        153
                                                    101                                                            100

                                       27                                                  13
                                                               (36)                                               (24)
                                                                                                (30)                             (2)
                 (99)                                                        (158)
                                                                                                                         (122)
         (246)                                                       (200)
                                            (365)                                                    (263)
         (300)
             2021                       2022                         2023                    2024                     2025



                  Aktivitas Operasi            Aktivitas Investasi             Aktivitas Pendanaan           Perubahan Bersih Kas

  * Disajikan kembali
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan




                                                                                                                                       36
Page 60
                          Tabel 2-9 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan
                                                               31 Desember                         Rata-rata
           Keterangan
                                      2021         2022            2023        2024      2025      2021-2025
Rasio Pertumbuhan*
Penjualan neto                         85,01%        21,06%          4,40%     -16,77%     4,36%       2,36%
Beban pokok penjualan                  80,99%        23,52%          3,56%     -13,35%     2,89%       3,34%
Beban penjualan                       115,39%        11,82%        -10,33%     -13,36%    10,02%      -1,13%
Beban umum dan administrasi            25,97%         8,91%         23,52%      -3,27%    -1,32%       6,45%
Beban Usaha                            70,36%        10,74%          2,07%      -8,89%     4,68%       1,90%
Laba Usaha                            230,25%        29,59%        -12,44%     -53,43%    22,22%     -10,35%
Laba Neto Tahun Berjalan              188,02%        32,81%        -15,22%     -57,52%    22,83%     -12,45%
Laba Komprehensif Tahun Berjalan      186,52%        53,96%        129,49%     -83,49%    15,32%      -9,44%
Total Aset                             12,84%         9,71%         14,86%      -4,56%     4,84%       5,97%
Total Liabilitas                       76,51%        33,14%          7,61%     -23,70%    21,04%       7,25%
Total Ekuitas                           3,99%         4,18%         17,05%       0,74%     1,44%       5,65%

Rasio Profitabilitas
Porsi Beban Pokok Penjualan            82,11%        83,77%         83,10%      86,50%    85,28%     84,15%
Margin Laba Bruto                       17,9%         16,2%          16,9%       13,5%     14,7%      15,8%
Margin Laba Usaha**                      8,1%          8,7%           8,7%        4,1%      4,8%       6,9%
Margin Laba Neto Tahun Berjalan          5,6%          6,2%           5,0%        2,6%      3,0%       4,5%
Margin Laba Komprehensif                 5,4%          6,9%          15,2%        3,0%      3,3%       6,8%
Return-on-Assets (ROA)                   4,8%          5,8%           4,3%        1,9%      2,2%       3,8%
Return-on-Equity (ROE)                   5,9%          7,5%           5,5%        2,3%      2,8%       4,8%
Return-on-Invested Capital (ROIC)        4,6%          4,5%           5,3%        1,5%      2,2%       3,6%

Rasio Solvabilitas
Debt-to-Assets (DAR)                      8,9%        12,5%           8,9%        4,9%      6,1%       8,3%
Debt-to-Equity (DER)                     11,0%        16,3%          11,4%        5,9%      7,6%      10,4%
Jumlah Liabilitas/Jumlah Aset            19,1%        23,2%          21,7%       17,4%     20,0%      20,3%
Jumlah Liabilitas/Jumlah Ekuitas         23,6%        30,2%          27,7%       21,0%     25,1%      25,5%

Rasio Likuiditas
Current Ratio                          287,8%        253,2%         261,5%      342,7%    289,1%     286,9%
Quick Ratio                            146,0%        129,8%         107,5%      145,3%    113,1%     128,3%

Rasio Aktivitas
Perputaran Aset                          0,85x         0,94x         0,85x       0,74x     0,74x       0,83x
Perputaran Piutang Usaha (hari)            67            65            56          63        65          63
Perputaran Persediaan (hari)              115           100           118         122       146         120
Perputaran Utang Usaha (hari)              26            30            35          35        43          34

* Rasio pertumbuhan dihitung dengan CAGR 2021-2025
** Rasio Berdasarkan Laporan Tahunan Perseroan
Sumber: Laporan Keuangan konsolidasian dan Laporan Tahunan Perseroan, diolah


Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya
dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia modal
(capital providers). Profitabilitas perusahaan diukur dengan rasio imbal hasil aset atau Return on
Asset (ROA) dan rasio imbal hasil ekuitas atau Return on Equity (ROE) serta rasio imbal hasil investasi
atau Return on Invested Capital (ROIC).




                                                                                                          37
Page 61
Selama tahun 2021-2025, rata-rata ROA, ROE, dan ROIC Perseroan masing-masing sebesar 3,8%,
4,8%, dan 3,6%.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban-
kewajibannya yang akan jatuh tempo. Likuiditas perusahaan diukur dengan menggunakan rasio
lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio).
Rata-rata rasio lancar dan rasio cepat Perseroan selama tahun 2021-2025 sebesar 286,9% dan
128,3%.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh utang. Selain
itu, rasio solvabilitas ini juga mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemiliknya
dengan dana yang dipinjam dari kreditur. Solvabilitas perusahaan diukur dengan menggunakan
Debt to Assets Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER).
Rata-rata rasio Debt to Assets Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER) Perseroan selama tahun
2021-2025 adalah sebesar 8,3% dan 10,4%.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio aktivitas perusahaan diukur dengan rasio perputaran (turnover). Rasio ini
menunjukkan waktu yang diperlukan perusahaan dalam mengkonversi aset-aset yang dimilikinya
menjadi pendapatan yang menghasilkan uang kas dan periode pembayaran utang perusahaan.
Selama periode 2021-2025, Perseroan secara konsolidasian mencatat rata-rata rasio perputaran
aset sebesar 0,83x, rata-rata tertagihnya piutang usaha selama 63 hari, rata-rata penyimpanan
persediaan selama 120 hari dan jangka waktu pelunasan utang usaha selama 34 hari.

2.4.2   Analisis Terhadap Proyeksi Laporan Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana
        Transaksi

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk
tahun 2026 - 2030 telah disiapkan oleh manajemen Perseroan.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review untuk mencerminkan kewajaran proyeksi,
namun kami tidak bertanggung jawab atas kemampuan pencapaian proyeksi keuangan tersebut
oleh Perseroan.
Proyeksi Laba Rugi
Analisis proyeksi laba rugi konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk
periode 2026 - 2030:




                                                                                             38
Page 62
           Tabel 2-10 : Laporan Rugi Laba Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
                                                                                                   (dalam juta Rupiah)
                                                              Tanpa Rencana Transaksi
                      Keterangan         31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
                                             2026        2027          2028           2029       2030
Penjualan                                   3.798.451   3.988.374     4.187.792     4.397.182   4.617.041
Beban pokok penjualan                      (3.295.325) (3.426.147)   (3.620.982)   (3.827.064) (4.066.324)
Laba Bruto                                    503.126     562.226       566.810        570.118    550.717
Beban Usaha                                 (337.209)        (357.031)         (386.405)       (407.264)      (424.921)
Beban penjualan                             (198.689)        (210.966)         (224.091)       (238.130)      (253.154)
Beban umum dan administrasi                 (141.107)        (148.517)         (164.722)       (171.494)      (174.075)
Pendapatan (Beban) lain-lain                   2.587            2.452             2.408           2.359          2.307
Laba Usaha                                   165.917          205.195           180.405         162.854        125.795
Beban keuangan                               (18.091)         (12.382)          (6.809)         (3.289)        (2.020)
Pendapatan keuangan                            2.230            4.895            6.525           6.073          5.806
Jumlah pendapatan (beban) lain - lain        (15.861)          (7.487)            (284)          2.784          3.786
Laba sebelum pajak                           150.056          197.708          180.121         165.637        129.582
Beban pajak                                  (33.012)         (43.496)         (39.627)        (36.440)       (28.508)
Laba Tahun Berjalan                          117.043          154.212          140.495         129.197        101.074
Pendapatan komprehensif lain                     -                -                -               -              -
Laba Komprehensif                            117.043          154.212          140.495         129.197        101.074
Sumber: manajemen Perseroan


                                                                                                   (dalam juta Rupiah)
                                                                    Dengan Rencana Transaksi
                            Keterangan          31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
                                                    2026        2027          2028         2029        2030
Penjualan                                          3.798.451   3.988.374     4.187.792    4.397.182   4.617.041
Beban pokok penjualan                             (3.295.453) (3.426.276)   (3.621.111)  (3.827.193) (4.066.453)
Laba Bruto                                           502.998     562.098       566.682       569.989    550.588
Beban Usaha                                         (336.655)      (356.449)       (385.794)      (406.623)    (424.248)
Beban penjualan                                     (198.689)      (210.966)       (224.091)      (238.130)    (253.154)
Beban umum dan administrasi                         (140.553)      (147.935)       (164.111)      (170.852)    (173.401)
Pendapatan (Beban) lain-lain                           2.587          2.452           2.408          2.359        2.307
Laba Usaha                                           166.342        205.648         180.888        163.366      126.340
Beban keuangan                                         (18.203)     (11.965)         (6.493)       (3.036)       (1.784)
Pendapatan keuangan                                      2.230        4.674           6.348         5.923         5.650
Jumlah pendapatan (beban) lain - lain                  (15.973)      (7.291)           (145)        2.887         3.866
Laba sebelum pajak                                     150.370      198.357         180.742       166.254       130.206
Beban pajak                                            (33.081)     (43.639)        (39.763)      (36.576)      (28.645)
Laba Tahun Berjalan                                    117.288      154.718         140.979       129.678       101.561
Pendapatan komprehensif lain                               -            -               -             -             -
Laba Komprehensif                                      117.288      154.718         140.979       129.678       101.561

Sumber: Manajemen Perseroan

Penjualan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan akibat dilaksanakannya Rencana
Transaksi, di mana pada akhir periode proyeksi tahun 2030, baik dengan maupun tanpa Rencana
Transaksi, penjualan diproyeksikan sebesar Rp4.617,04 miliar.
Beban pokok penjualan diproyeksikan mengalami peningkatan dengan dilaksanakannya Rencana
Transaksi, di mana pada tahun 2030 diproyeksikan sebesar Rp4.066,45 miliar dibandingkan
Rp4.066,32 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari peningkatan beban
overhead pabrik.
Beban umum dan administrasi diproyeksikan mengalami penurunan dengan dilaksanakannya
Rencana Transaksi, di mana pada tahun 2030 diproyeksikan sebesar Rp173,40 miliar dibandingkan
Rp174,08 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari penurunan beban lain-lain.




                                                                                                                     39
Page 63
Pendapatan lain-lain diproyeksikan mengalami peningkatan dengan dilaksanakannya Rencana
Transaksi, di mana pada tahun 2030 diproyeksikan sebesar Rp3,87 miliar dibandingkan Rp3,79
miliar tanpa Rencana Transaksi, yang berasal dari penurunan beban keuangan.
Laba bersih Perseroan selama tahun 2026–2030 diproyeksikan mengalami peningkatan dengan
dilaksanakannya Rencana Transaksi, di mana pada tahun 2030 diproyeksikan sebesar Rp101,56
miliar dibandingkan Rp101,07 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari
penurunan beban umum dan administrasi serta beban keuangan.
Marjin laba bersih Perseroan selama tahun 2026–2030 diproyeksikan mengalami peningkatan
dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, di mana pada tahun 2030 diproyeksikan sebesar 2,20%
dibandingkan 2,19% tanpa Rencana Transaksi.
Analisis proyeksi posisi keuangan konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
untuk tahun 2026 - 2030.
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
   Tabel 2-11 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana
                                          Transaksi
                                                                                      (dalam juta Rupiah)
                                                             Tanpa Rencana Transaksi
                        Keterangan      31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
                                            2026        2027          2028           2029   2030
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                          122.376      163.135      151.829      145.158      145.598
Piutang usaha                               673.010      706.660      741.990      779.090      818.040
Persediaan                                1.024.990    1.044.692    1.068.770    1.128.537    1.216.216
Aset lancar lain-lain                        83.975       83.975       83.975       83.975       83.975
Jumlah Aset Lancar                        1.904.351    1.998.463    2.046.564    2.136.760    2.263.829
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto                         2.420.800    2.374.415    2.319.439    2.256.131    2.182.229
Aset tidak lancar lain-lain                 153.781      139.983      139.007      138.538      138.069
Jumlah Aset Tidak Lancar                  2.574.582    2.514.398    2.458.446    2.394.669    2.320.298
JUMLAH ASET                               4.478.933    4.512.861    4.505.010    4.531.429    4.584.127
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                 358.510     382.550      396.540      415.020       435.060
Utang bank jangka pendek                    202.464     120.786       53.857       26.929        20.000
Utang pajak                                  16.040      16.040       16.040       16.040        16.040
Liabilitas lancar lain-lain                  53.932      53.365       52.296       52.296        52.296
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             630.946     572.740      518.733      510.284       523.396
Liabilitas Jangka Panjang
Utang bank jangka panjang                         -           -            -            -             -
Liabilitas tidak lancar lain-lain           229.207     232.754      236.851      240.959       245.097
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang            229.207     232.754      236.851      240.959       245.097
JUMLAH LIABILITAS                           860.153     805.494      755.584      751.244       768.493
EKUITAS
Modal saham                                 656.250      656.250      656.250      656.250      656.250
Tambahan modal disetor                       24.965       24.965       24.965       24.965       24.965
Selisih penilaian kembali aset tetap      1.502.609    1.502.609    1.502.609    1.502.609    1.502.609
Ekuitas lainnya                              36.412       36.412       36.412       36.412       36.412
Saldo laba                                1.194.330    1.254.539    1.266.798    1.266.271    1.268.867
 saldo laba tahun lalu                    1.169.939    1.194.330    1.254.539    1.266.798    1.266.271
 laba tahun berjalan                         90.016      125.833      110.697       97.909       68.222
 dividen                                    (65.625)     (65.625)     (98.437)     (98.437)     (65.625)
Ekuitas neto yang dapat diatribusikan
 Kepada pemilik entitas induk             3.414.566    3.474.774    3.487.034    3.486.506    3.489.103
Kepentingan nonpengendali                   204.214      232.593      262.391      293.679      326.531
TOTAL EKUITAS                             3.618.780    3.707.367    3.749.425    3.780.185    3.815.634
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS              4.478.933    4.512.861    4.505.010    4.531.429    4.584.127

Sumber: manajemen Perseroan



                                                                                                      40
Page 64
                                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                                                    Dengan Rencana Transaksi
                              Keterangan        31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
                                                    2026        2027         2028          2029     2030
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                  116.848      158.702      148.069      141.247      141.066
Piutang usaha                                       673.010      706.660      741.990      779.090      818.040
Persediaan                                        1.024.990    1.044.692    1.068.770    1.128.537    1.216.216
Aset lancar lain-lain                                83.975       83.975       83.975       83.975       83.975
Jumlah Aset Lancar                                1.898.823    1.994.030    2.042.804    2.132.850    2.259.297
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto                                 2.399.821    2.360.364    2.312.317    2.255.937    2.188.964
Aset tidak lancar lain-lain                         182.010      161.155      153.121      145.595      138.069
Jumlah Aset Tidak Lancar                          2.581.831    2.521.519    2.465.438    2.401.532    2.327.033
JUMLAH ASET                                       4.480.655    4.515.548    4.508.242    4.534.382    4.586.330
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                         358.510     382.550      396.540      415.020      435.060
Utang bank jangka pendek                            174.750     100.000       40.000       20.000       20.000
Utang pajak                                          16.040      16.040       16.040       16.040       16.040
Liabilitas lancar lain-lain                          60.371      60.223       60.017       60.518       52.296
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                     609.671     558.812      512.596      511.578      523.396
Liabilitas Jangka Panjang
Utang bank jangka panjang                               -           -            -            -            -
Liabilitas tidak lancar lain-lain                   251.959     248.618      244.985      240.903      245.097
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                    251.959     248.618      244.985      240.903      245.097
JUMLAH LIABILITAS                                   861.630     807.430      757.582      752.481      768.493
EKUITAS
Modal saham                                         656.250      656.250      656.250      656.250      656.250
Tambahan modal disetor                               24.965       24.965       24.965       24.965       24.965
Selisih penilaian kembali aset tetap              1.502.609    1.502.609    1.502.609    1.502.609    1.502.609
Ekuitas lainnya                                      36.412       36.412       36.412       36.412       36.412
Saldo laba                                        1.194.575    1.255.290    1.268.033    1.267.986    1.271.070
 saldo laba tahun lalu                            1.169.939    1.194.575    1.255.290    1.268.033    1.267.986
 laba tahun berjalan                                 90.261      126.339      111.181       98.390       68.709
 dividen                                            (65.625)     (65.625)     (98.437)     (98.437)     (65.625)
Ekuitas neto yang dapat diatribusikan
 Kepada pemilik entitas induk                     3.414.811    3.475.525    3.488.269    3.488.222    3.491.306
Kepentingan nonpengendali                           204.214      232.593      262.391      293.679      326.531
TOTAL EKUITAS                                     3.619.025    3.708.118    3.750.660    3.781.901    3.817.837
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                      4.480.655    4.515.548    4.508.242    4.534.382    4.586.330

Sumber: Manajemen Perseroan

Total aset Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan dengan dilaksanakannya Rencana
Transaksi, di mana pada akhir periode proyeksi tahun 2030 diproyeksikan sebesar Rp4.586,33 miliar
dibandingkan Rp4.584,13 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari peningkatan
aset tetap.
Total liabilitas Perseroan pada tahun 2029 secara keseluruhan diproyeksikan mengalami
peningkatan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, yaitu sebesar Rp752,48 miliar
dibandingkan Rp751,24 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari peningkatan
liabilitas lancar lain-lain. Adapun pada tahun 2030, total liabilitas diproyeksikan tidak mengalami
perubahan baik dengan maupun tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Total ekuitas Perseroan selama tahun 2026–2030 diproyeksikan mengalami peningkatan dengan
dilaksanakannya Rencana Transaksi, di mana pada akhir periode proyeksi tahun 2030 diproyeksikan
sebesar Rp3.817,84 miliar dibandingkan Rp3.815,63 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang berasal
dari peningkatan saldo laba Perseroan.




                                                                                                             41
Page 65
Proyeksi Laporan Arus Kas
Analisis Proyeksi Arus Kas Perseroan dilakukan dengan menganalisis Proyeksi Arus Kas Dengan dan
Tanpa Transaksi Perseroan tahun 2026 - 2030 yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan,
sebagai berikut:
             Tabel 2-12 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana
                                                 Transaksi
                                                                                               (dalam juta Rupiah)
                                                                           Tanpa Rencana Transaksi
                    Keterangan                        31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
                                                          2026        2027          2028           2029   2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Laba bersih                                            117.043        154.212     140.495         129.197       101.074
Penyesuaian Untuk Rekonsiliasi Laba Bersih Terhadap Kas
 Yang Diperoleh Dari Aktivitas Operasi
  Pajak Terhutang Periode Berjalan                       33.012         43.496      39.627          36.440        28.508
  Pajak Telah Dibayar                                   (33.012)       (43.496)    (39.627)        (36.440)      (28.508)
  Depresiasi                                            138.786        149.386     157.975         166.309       176.902

Arus Working Capital Masuk (Keluar):
  (Kenaikan) Penurunan Piutang Usaha                       (87.754)     (33.650)    (35.330)       (37.100)      (38.950)
  (Kenaikan) Penurunan Persediaan                          103.163      (19.702)    (24.077)       (59.768)      (87.679)
  (Kenaikan) Penurunan Aset Lancar Lain-Lain                     -            -           -              -             (0)
  Kenaikan (Penurunan) Utang Usaha                          28.984       24.040      13.990         18.480        20.040
  Kenaikan (Penurunan) Utang Lancar Lain-Lain               (3.697)        (567)     (1.069)             -           -
Penurunan (Kenaikan) Working Capital                        40.696      (29.880)    (46.486)       (78.388)     (106.589)

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi                            296.525     273.718     251.984         217.118       171.387

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Pembelian Capital Assets                                (130.908)    (103.000)   (103.000)      (103.000)     (103.000)
  (Kenaikan) Penurunan Aset Tidak Lancar Lain-Lain          26.319       13.798         977            469           469
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi                         (104.589)     (89.202)   (102.024)      (102.531)     (102.531)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Investasi Saham                                                 -           -           -              -           -
  Dividen Dibayarkan                                        (65.625)    (65.625)    (98.437)       (98.437)      (65.625)
  Kenaikan (Penurunan) Utang Bank Jangka Pendek             (35.241)    (81.679)    (66.929)       (26.929)       (6.929)
  Kenaikan (Penurunan) Utang Bank Jangka Panjang            (24.750)          -           -              -           -
  Kenaikan (Penurunan) Liabilitas Jangka Panjang Lain-Lain      298       3.546       4.098          4.108         4.138
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan                          (125.318)   (143.757)   (161.268)      (121.258)      (68.416)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
 KAS DAN SETARA KAS                                         66.619      40.759      (11.307)        (6.671)          440
KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN                              55.757     122.376     163.135         151.829       145.158
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN                            122.376     163.135     151.829         145.158       145.598
Sumber: manajemen Perseroan




                                                                                                                      42
Page 66
                                                                                                     (dalam juta Rupiah)
                                                                                 Dengan Rencana Transaksi
                             Keterangan                      31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
                                                                 2026        2027         2028          2029     2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Laba bersih                                                     117.288     154.718     140.979     129.678     101.561
Penyesuaian Untuk Rekonsiliasi Laba Bersih Terhadap Kas
 Yang Diperoleh Dari Aktivitas Operasi
  Pajak Terhutang Periode Berjalan                                33.081      43.639      39.763      36.576      28.645
  Pajak Telah Dibayar                                            (33.081)    (43.639)    (39.763)    (36.576)    (28.645)
  Depresiasi                                                     131.857     142.457     151.047     159.380     169.974

Arus Working Capital Masuk (Keluar):
  (Kenaikan) Penurunan Piutang Usaha                             (87.754)    (33.650)    (35.330)    (37.100)    (38.950)
  (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                103.163     (19.702)    (24.077)    (59.768)    (87.679)
  (Kenaikan) Penurunan Aset Lancar Lain-Lain                           -           -           -           -         -
  Kenaikan (Penurunan) Utang Usaha                                28.984      24.040      13.990      18.480      20.040
  Kenaikan (Penurunan) Utang Lancar Lain-Lain                      2.742        (148)       (206)        502      (8.222)
Penurunan (Kenaikan) Working Capital                              47.135     (29.461)    (45.623)    (77.886)   (114.811)

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi                                  296.281     267.715     246.402     211.172     156.724

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Pembelian Capital Assets                                      (103.000)   (103.000)   (103.000)   (103.000)   (103.000)
  (Kenaikan) Penurunan Aset Tidak Lancar Lain-Lain                (1.910)     20.856       8.034       7.526       7.526
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi                               (104.910)    (82.144)    (94.966)    (95.474)    (95.474)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Investasi Saham                                                      -           -           -           -         -
  Dividen Dibayarkan                                             (65.625)    (65.625)    (98.437)    (98.437)    (65.625)
  Kenaikan (Penurunan) Utang Bank Jangka Pendek                  (62.955)    (74.750)    (60.000)    (20.000)        -
  Kenaikan (Penurunan) Utang Bank Jangka Panjang                 (24.750)          -           -           -         -
  Kenaikan (Penurunan) Liabilitas Jangka Panjang Lain-Lain        23.050      (3.342)     (3.632)     (4.082)      4.194
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan                               (130.280)   (143.717)   (162.069)   (122.519)    (61.431)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
 KAS DAN SETARA KAS                                               61.091      41.854     (10.633)     (6.822)       (182)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN                                    55.757     116.848     158.702     148.069     141.247
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN                                  116.848     158.702     148.069     141.247     141.066

Sumber: Manajemen Perseroan

Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi selama tahun 2026 - 2030, arus kas yang diperoleh dari
aktivitas operasi Perseroan diproyeksikan mengalami penurunan di akhir masa proyeksi pada tahun
2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Transaksi yaitu dari sebesar Rp171,39 miliar menjadi
Rp156,72 miliar, yang berasal dari penurunan utang lancar lain-lain.
Selama tahun 2026 - 2030, arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan
diproyeksikan mengalami penurunan di akhir masa proyeksi pada tahun 2030 bila dibandingkan
tanpa dilaksanakannya Transaksi yaitu dari sebesar Rp102,53 miliar menjadi Rp95,47 miliar, yang
berasal dari penurunan aset tidak lancar lain-lain.
Selama tahun 2026 - 2030, arus kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan
diproyeksikan mengalami penurunan di akhir masa proyeksi pada tahun 2030 bila dibandingkan
tanpa dilaksanakannya Transaksi yaitu dari sebesar Rp68,42 miliar menjadi Rp61,43 miliar, yang
berasal dari penurunan utang bank jangka pendek.




                                                                                                                      43
Page 67
Analisis Rasio Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan
Berdasarkan Proyeksi Laporan Keuangan Perseroan, berikut adalah analisis rasio atas proyeksi
keuangan Perseroan tahun 2026-2030:
    Tabel 2-13 : Rasio Proyeksi Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
                                                                    Tanpa Rencana Transaksi                             Rata-rata
                    Keterangan
                                               2026          2027            2028           2029          2030          2026-2030
Rasio Pertumbuhan*
 Penjualan                                       14,99%         5,00%            5,00%         5,00%         5,00%          5,00%
 Beban pokok penjualan                           16,98%         3,97%            5,69%         5,69%         6,25%          5,40%
 Beban usaha                                      3,14%         5,88%            8,23%         5,40%         4,34%          5,95%
 Beban umum dan administrasi                    -10,92%         5,25%           10,91%         4,11%         1,51%          5,39%
 EBITDA                                           0,16%        16,37%           -4,57%        -2,72%        -8,04%         -0,16%
 EBIT                                             4,25%        23,67%          -12,08%        -9,73%       -22,76%         -6,69%
 Total Aset                                       0,38%         0,76%           -0,17%         0,59%         1,16%          0,58%
 Total Liabilitas                                -3,85%        -6,35%           -6,20%        -0,57%         2,30%         -2,78%
 Total Ekuitas                                    1,44%         2,45%            1,13%         0,82%         0,94%          1,33%

Rasio Vertikal
 Porsi Beban pokok penjualan                     86,75%        85,90%          86,47%        87,03%         88,07%        86,85%
 Margin Laba Bruto                               13,25%        14,10%          13,53%        12,97%         11,93%        13,15%
 Margin EBITDA                                    8,02%         8,89%           8,08%         7,49%          6,56%         7,81%
 Margin EBIT                                      4,37%         5,14%           4,31%         3,70%          2,72%         4,05%
 Margin Laba tahun berjalan                       3,08%         3,87%           3,35%         2,94%          2,19%         3,09%
 Margin Laba komprehensif                         3,08%         3,87%           3,35%         2,94%          2,19%         3,09%

Rasio Profitabilitas
 Return on Assets (ROA)                          2,61%         3,42%            3,12%         2,85%         2,20%          2,84%
 Return on Equity (ROE)                          3,23%         4,16%            3,75%         3,42%         2,65%          3,44%
 EPS (Rp)                                        17,84         23,50            21,41         19,69         15,40          19,57

Rasio Likuiditas
 Rasio lancar (x)                                     3,02      3,49             3,95          4,19          4,33           3,79
 Rasio cepat (x)                                      1,39      1,67             1,88          1,98          2,00           1,78

Rasio Solvabilitas (x)
 Debt to Asset Ratio (DAR)                        0,05          0,03             0,01          0,01          0,00           0,02
 Debt to Equity Ratio (DER)                       0,06          0,03             0,01          0,01          0,01           0,02
 Liabilitas terhadap Aset                         0,19          0,18             0,17          0,17          0,17           0,17
 Liabilitas terhadap Ekuitas                      0,24          0,22             0,20          0,20          0,20           0,21

Rasio Aktivitas
 Perputaran aset (x)                                  0,85          0,88          0,93             0,97          1,01       0,93
 Perputaran Piutang usaha (hari)                       65            65            65               65            65          65
 Perputaran persediaan (hari)                         114           111           108              108           109        110
 Perputaran utang usaha (hari)                         40            41            40               40            39          40

*) rata-rata rasio pertumbuhan dihitung dengan CAGR
Sumber: manajemen Perseroan




                                                                                                                              44
Page 68
                                                                        Dengan Rencana Transaksi                           Rata-rata
                               Keterangan
                                                      2026          2027         2028          2029          2030          2026-2030
Rasio Pertumbuhan*
 Penjualan                                              14,99%         5,00%        5,00%         5,00%         5,00%          5,00%
 Beban pokok penjualan                                  16,98%         3,97%        5,69%         5,69%         6,25%          5,40%
 Beban usaha                                             2,97%         5,88%        8,23%         5,40%         4,33%          5,95%
 Beban umum dan administrasi                           -11,26%         5,25%       10,93%         4,11%         1,49%          5,39%
 EBITDA                                                 -1,97%        16,74%       -4,65%        -2,77%        -8,19%         -0,16%
 EBIT                                                    4,52%        23,63%      -12,04%        -9,69%       -22,66%         -6,65%
 Total Aset                                              0,42%         0,78%       -0,16%         0,58%         1,15%          0,58%
 Total Liabilitas                                       -3,68%        -6,29%       -6,17%        -0,67%         2,13%         -2,82%
 Total Ekuitas                                           1,45%         2,46%        1,15%         0,83%         0,95%          1,35%

Rasio Vertikal
 Porsi Beban pokok penjualan                            86,76%        85,91%       86,47%       87,04%         88,07%         86,85%
 Margin Laba Bruto                                      13,24%        14,09%       13,53%       12,96%         11,93%         13,15%
 Margin EBITDA                                           7,85%         8,73%        7,93%        7,34%          6,42%          7,65%
 Margin EBIT                                             4,38%         5,16%        4,32%        3,72%          2,74%          4,06%
 Margin Laba tahun berjalan                              3,09%         3,88%        3,37%        2,95%          2,20%          3,10%
 Margin Laba komprehensif                                3,09%         3,88%        3,37%        2,95%          2,20%          3,10%

Rasio Profitabilitas
 Return on Assets (ROA)                                 2,62%          3,43%        3,13%        2,86%         2,21%           2,85%
 Return on Equity (ROE)                                 3,24%          4,17%        3,76%        3,43%         2,66%           3,45%
 EPS (Rp)                                               17,87          23,58        21,48        19,76         15,48           19,63

Rasio Likuiditas
 Rasio lancar (x)                                            3,11       3,57         3,99         4,17          4,32            3,83
 Rasio cepat (x)                                             1,43       1,70         1,90         1,96          1,99            1,80

Rasio Solvabilitas (x)
 Debt to Asset Ratio (DAR)                               0,04           0,02         0,01         0,00          0,00            0,02
 Debt to Equity Ratio (DER)                              0,05           0,03         0,01         0,01          0,01            0,02
 Liabilitas terhadap Aset                                0,19           0,18         0,17         0,17          0,17            0,17
 Liabilitas terhadap Ekuitas                             0,24           0,22         0,20         0,20          0,20            0,21

Rasio Aktivitas
 Perputaran aset (x)                                         0,85       0,88         0,93             0,97          1,01        0,93
 Perputaran Piutang usaha (hari)                              65         65           65               65            65           65
 Perputaran persediaan (hari)                                114        111          108              108           109         110
 Perputaran utang usaha (hari)                                40         41           40               40            39           40

*) rata-rata rasio pertumbuhan dihitung dengan CAGR
Sumber: Manajemen Perseroan

Rasio Profitabilitas
      •     ROA Perseroan dengan Rencana Transaksi mengalami peningkatan untuk tahun 2026-2030
            jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu dari sebesar 2,61% - 2,20%
            menjadi 2,62% - 2,21%. Hal ini dikarenakan oleh laba bersih Perseroan dengan Rencana
            Transaksi yang meningkat.
      •     ROE Perseroan dengan Rencana Transaksi mengalami peningkatan untuk tahun 2026-2030
            jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu dari sebesar 3,23% - 2,65%
            menjadi 3,24% - 2,66%. Hal ini dikarenakan oleh laba bersih Perseroan dengan Rencana
            Transaksi yang meningkat.
Rasio Solvabilitas
      •     Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya tidak mengalami perubahan
            dengan rata-rata rasio utang berbunga terhadap aset dan utang berbunga terhadap ekuitas
            Perseroan dengan Rencana Transaksi selama tahun 2026-2030, masing-masing sebesar
            0,02x untuk rasio utang berbunga terhadap aset dan sebesar 0,02x untuk rasio utang
            berbunga terhadap ekuitas.
.




                                                                                                                                  45
Page 69
2.4.3   Analisis Terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan

Analisis terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan per tanggal 31 Desember 2025, dilakukan
terhadap Laporan Proforma yang telah disediakan manajemen Perseroan.
Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma per 31 Desember 2025 telah disusun oleh manajemen
Perseroan dengan asumsi sewa forklift.
                               Tabel 2-14 : Laporan Rugi Laba Proforma
                                                                                   (dalam juta Rupiah)
                                                          31 Desember                  31 Desember
                        Keterangan                            2025        Penyesuaian      2025
                                                              Audit                     Proforma
Penjualan neto                                                 3.303.153          -       3.303.153
Beban pokok penjualan                                         (2.817.070)        (129) (2.817.199)
Laba Bruto                                                       486.083         (129)      485.955

Beban penjualan                                                (198.695)         -         (198.695)
Beban umum dan administrasi                                    (158.396)         673       (157.723)
Pendapatan operasi lainnya                                       45.611                      45.611
Beban operasi lainnya                                           (15.455)         -          (15.455)
Laba dari Usaha                                                 159.148          545        159.693

Beban keuangan                                                  (14.261)         236       (14.025)
Pendapatan keuangan                                                 833         (156)          677
Jumlah pendapatan (beban) lain - lain                           (13.428)          80       (13.348)
Laba sebelum pajak                                              145.720          625       146.345

Beban pajak                                                     (46.310)        (137)       (46.448)
Laba Tahun Berjalan                                              99.409          487         99.897

Pendapatan komprehensif lain                                     10.580          -          10.580
Laba Komprehensif                                               109.989          487       110.476

Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                   46
Page 70
                          Tabel 2-15 : Laporan Posisi Keuangan Proforma
                                                                                    (dalam juta Rupiah)
                                                        31 Desember                    31 Desember
                        Keterangan                          2025        Penyesuaian        2025
                                                            Audit                       Proforma
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                             55.757        (5.528)          50.230
Piutang usaha
 Pihak ketiga                                                 515.757           -           515.757
 Pihak berelasi                                                69.499           -            69.499
Piutang non-usaha
 Pihak ketiga                                                   4.455           -             4.455
 Pihak berelasi                                                 1.202                         1.202
Persediaan                                                  1.128.153           -         1.128.153
Pajak dibayar di muka                                          45.163           -            45.163
Uang muka
 Pihak ketiga                                                  30.161           -            30.161
 Pihak berelasi                                                 1.394           -             1.394
Beban dibayar di muka                                           1.601           -             1.601
Jumlah Aset Lancar                                          1.853.141        (5.528)      1.847.614

Aset Tidak Lancar
Taksiran klaim pengembalian
 pajak penghasilan                                             31.658           -            31.658
Aset keuangan tidak lancar lainnya                              2.390           -             2.390
Uang muka pembelian aset tetap                                 11.797           -            11.797
Aset tetap                                                  2.428.678       (20.979)      2.407.698
Aset hak-guna                                                   8.030           -             8.030
Properti investasi                                            113.670           -           113.670
Aset pajak tangguhan                                                -           -               -
Aset tidak lancar lainnya                                      12.555        28.229          40.784
Jumlah Aset Tidak Lancar                                    2.608.778         7.249       2.616.028
JUMLAH ASET                                                 4.461.920         1.722       4.463.641
Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                    47
Page 71
                     Tabel 2-16 : Laporan Posisi Keuangan Proforma (Lanjutan)
                                                                                  (dalam juta Rupiah)
                                                         31 Desember                  31 Desember
                         Keterangan                          2025        Penyesuaian       2025
                                                             Audit                      Proforma
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank
  Bank                                                        120.810        (27.714)       93.096
  Lembaga keuangan                                             89.895            -          89.895
Utang usaha
  Pihak ketiga                                                261.676             -        261.676
  Pihak berelasi                                               67.849             -         67.849
Liabilitas keuangan lancar
  Pihak ketiga                                                   4.023            -          4.023
  Pihak berelasi                                                   105            -            105
Utang pajak                                                     16.040            -         16.040
Uang muka pelanggan                                              4.390            -          4.390
Utang dividen                                                      967            -            967
Beban masih harus dibayar                                       42.305            -         42.305
Liabilitas jangka pendek lainnya                                 1.999          6.439        8.438
Liabilitas jangka panjang yang akan
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun
  Liabilitas sewa                                               3.839            -           3.839
  Pinjaman bank                                                27.000            -          27.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               640.899        (21.275)      619.624

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang, setelah
  dikurangi jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun
  Liabilitas sewa                                               4.370            -           4.370
  Pinjaman bank                                                24.750            -          24.750
Liabilitas pajak tangguhan                                    171.153         22.752       193.905
Liabilitas imbalan kerja                                       53.386            -          53.386
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              253.659         22.752       276.411
JUMLAH LIABILITAS                                             894.558          1.477       896.035

EKUITAS
Modal ditempatkan dan disetor                                 656.250             -        656.250
Tambahan modal disetor                                         24.965             -         24.965
Selisih nilai transaksi dengan
 entitas sepengendali                                           19.189            -         19.189
Selisih penilaian kembali aset tetap                         1.502.609            -      1.502.609
Selisih kurs penjabaran                                         17.223            -         17.223
Saldo laba
 Telah ditentukan pengunaannya                                  30.000           -          30.000
 Belum ditentukan pengunaannya                               1.139.939           245     1.140.184
Ekuitas neto yang dapat diatribusikan
 Kepada pemilik entitas induk                                3.390.174            245    3.390.419
Kepentingan nonpengendali                                      177.187            -        177.187
TOTAL EKUITAS                                                3.567.362            245    3.567.606
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                 4.461.920          1.722    4.463.641

Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                  48
Page 72
Analisis Laporan Keuangan Proforma Perseroan:
Laba (Rugi)
Berdasarkan analisis Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan, Proforma penjualan
Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan dengan Rencana Transaksi.
Proforma beban pokok penjualan Perseroan mengalami peningkatan sehubungan dengan Rencana
Transaksi yang berasal dari peningkatan beban overhead pabrik, sementara itu proforma beban
umum dan administrasi mengalami penurunan yang berasal dari penurunan beban lain-lain.
Secara keseluruhan, proforma Laba Tahun Berjalan Perseroan mengalami peningkatan sehubungan
dengan Rencana Transaksi yang terutama berasal dari penurunan beban umum dan administrasi.
Laporan Posisi Keuangan
Aset
Proforma Aset Lancar Perseroan mengalami penurunan yang berasal dari kas dan setara kas.
Proforma Aset Tidak Lancar Perseroan mengalami peningkatan yang berasal dari aset tidak lancar
lainnya. Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Aset Perseroan mengalami peningkatan sehubungan
dengan Rencana Transaksi.
Liabilitas
Proforma Liabilitas Jangka Pendek Perseroan mengalami penurunan yang berasal dari penurunan
utang bank. Proforma Liabilitas Jangka Panjang Perseroan mengalami peningkatan yang berasal
dari liabilitas pajak tangguhan sehubungan Rencana Transaksi. Secara keseluruhan, Proforma
Jumlah Liabilitas Perseroan mengalami peningkatan sehubungan dengan Rencana Transaksi.
Ekuitas
Proforma Ekuitas Perseroan mengalami peningkatan yang berasal dari saldo laba sehubungan
dengan Rencana Transaksi.
Rasio Keuangan
Rasio Profitabilitas menunjukkan peningkatan sehubungan dengan Rencana Transaksi, di mana
ROA Perseroan meningkat dari 2,23% menjadi 2,24%, dan ROE Perseroan meningkat dari 2,79%
menjadi 2,80%, yang disebabkan oleh peningkatan laba bersih.
Rasio Solvabilitas mengalami penurunan sehubungan Rencana Transaksi, di mana Debt to Equity
Ratio (DER) Perseroan menurun dari 7,59% menjadi 6,81%, dan Debt to Assets Ratio (DAR)
Perseroan menurun dari 6,07% menjadi 5,44%, yang disebabkan oleh penurunan utang berbunga.

2.4.4     Analisis Inkremental

Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengukur nilai tambah dari Rencana
Transaksi dengan membandingkan proyeksi tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk tahun 2026
- 2030.




                                                                                           49
Page 73
2.4.4.1 Analisis Inkremental Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
          Untuk Periode 2026 - 2030

                      Tabel 2-17 : Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan
                                                                                         (dalam juta Rupiah)
                                                                        Inkremental
                      Keterangan              31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
                                                  2026        2027          2028      2029        2030
Penjualan                                              -           -             -         -           -
Beban pokok penjualan                                 (129)       (129)         (129)     (129)       (129)
Laba Bruto                                            (129)       (129)         (129)     (129)       (129)
Beban Usaha                                          554          582         611          641          673
Beban penjualan                                      -            -           -            -            -
Beban umum dan administrasi                          554          582         611          641          673
Pendapatan (Beban) lain-lain                         -            -           -            -            -
Laba Usaha                                           425          453         482          513          545
Beban keuangan                                       (112)        417         315          254          236
Pendapatan keuangan                                   -          (221)       (177)        (150)        (156)
Jumlah pendapatan (beban) lain - lain                (112)        196         138          104           80
Laba sebelum pajak                                    314         649         621          616          625
Beban pajak                                          (69)        (143)       (137)        (136)        (137)
Laba Tahun Berjalan                                  245          506         484          481          487
Pendapatan komprehensif lain                         -            -           -            -            -
Laba Komprehensif                                    245          506         484          481          487

Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi laporan laba rugi Perseroan untuk tahun 2026–
2030, penjualan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan dengan dilaksanakannya
Rencana Transaksi dibandingkan tanpa Rencana Transaksi.
Inkremental beban pokok penjualan Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan melaksanakan
Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi. Inkremental Beban pokok penjualan Perseroan pada 2030 dengan
melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar Rp129 juta jika
dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Sedangkan, inkremental beban umum dan administrasi Perseroan selama tahun 2026 - 2030
dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami penurunan jika dibandingkan
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi. Inkremental beban umum dan administrasi Perseroan
pada 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami penurunan
mencapai sebesar Rp673 juta jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Inkremental laba tahun berjalan Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan melaksanakan
Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi. Inkremental Laba tahun berjalan Perseroan pada tahun 2030 dengan
melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan mencapai sebesar Rp487
juta jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi yang berasal dari penurunan beban
umum dan administrasi Perseroan.




                                                                                                         50
Page 74
2.4.4.2 Analisis Inkremental Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana
        Transaksi Untuk Tahun 2026 - 2030

                   Tabel 2-18 : Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan
                                                                                        (dalam juta Rupiah)
                                                                      Inkremental
                        Keterangan            31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
                                                  2026        2027        2028        2029        2030
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                 (5.528)     (4.433)     (3.760)     (3.910)      (4.532)
Piutang usaha                                         -           -           -           -            -
Persediaan                                            -           -           -           -            -
Aset lancar lain-lain                                 -           -           -           -              (0)
Jumlah Aset Lancar                                 (5.528)     (4.433)     (3.760)     (3.910)      (4.532)
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto                                 (20.979)    (14.051)     (7.122)       (194)       6.735
Aset tidak lancar lain-lain                        28.229      21.172      14.114       7.057          -
Jumlah Aset Tidak Lancar                            7.249       7.121       6.992       6.864        6.735
JUMLAH ASET                                         1.722       2.687       3.232       2.953        2.203
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                           -           -           -           -            -
Utang bank jangka pendek                          (27.714)    (20.786)    (13.857)     (6.929)         -
Utang pajak                                           -           -           -           -            -
Liabilitas lancar lain-lain                         6.439       6.858       7.721       8.222              0
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                   (21.275)    (13.928)     (6.137)      1.294              0
Liabilitas Jangka Panjang
Utang bank jangka panjang                             -           -           -           -            -
Liabilitas tidak lancar lain-lain                  22.752      15.864       8.134         (56)         -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                   22.752      15.864       8.134         (56)         -
JUMLAH LIABILITAS                                   1.477       1.936       1.997       1.237              0
EKUITAS
Modal saham                                           -           -           -           -            -
Tambahan modal disetor                                -           -           -           -            -
Selisih penilaian kembali aset tetap                  -           -           -           -            -
Ekuitas lainnya                                        (0)         (0)          (0)         (0)          (0)
Saldo laba                                           245         751        1.235       1.716        2.203
 saldo laba tahun lalu                               -           245          751       1.235        1.716
 laba tahun berjalan                                 245         506          484         481          487
 dividen                                             -           -            -           -            -
Ekuitas neto yang dapat diatribusikan
 Kepada pemilik entitas induk                         245         751       1.235       1.716        2.203
Kepentingan nonpengendali                             -           -           -           -            -
TOTAL EKUITAS                                         245         751       1.235       1.716        2.203
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                        1.722       2.687       3.232       2.953        2.203

Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan untuk
tahun 2026–2030, inkremental jumlah aset Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi
diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar Rp2,20 miliar pada akhir periode proyeksi tahun
2030 dibandingkan tanpa Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari peningkatan aset tetap.
Inkremental liabilitas Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi diproyeksikan
mengalami peningkatan sebesar Rp1,24 miliar pada tahun 2029 dibandingkan tanpa Rencana
Transaksi, yang terutama berasal dari peningkatan liabilitas lancar lain-lain. Adapun pada tahun
2030, jumlah liabilitas diproyeksikan tidak mengalami perubahan baik dengan maupun tanpa
dilaksanakannya Rencana Transaksi.




                                                                                                           51
Page 75
Inkremental Jumlah ekuitas Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi diproyeksikan
mengalami peningkatan sebesar Rp2,20 miliar pada akhir periode proyeksi tahun 2030
dibandingkan tanpa Rencana Transaksi, yang berasal dari peningkatan saldo laba Perseroan.

2.5    Analisis Faktor Lain Yang Relevan
Analisis atas faktor lain yang relevan, berupa analisis biaya dan pendapatan yang relevan, informasi
non keuangan yang relevan, prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dan hal-hal material
lain yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai dalam memberikan opini kewajaran.
Analisis Biaya atau Pendapatan Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya atau
pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan Rencana Transaksi, selain yang telah
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Analisis Informasi non keuangan yang relevan
Tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan dan material yang diketahui dan diinformasikan pada
kami.
Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi
dengan memperhatikan alternatif lain
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, proses pengambilan keputusan atas Rencana
Transaksi dilakukan setelah melalui proses dan sesuai prosedur internal Perseroan.
Analisis Laba per Saham
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, inkremental Laba bersih per saham (Earnings Per
Share / EPS) Perseroan selama tahun 2026 - 2030 mengalami peningkatan, dimana pada tahun
2030, inkremental EPS mengalami peningkatan sebesar Rp0,07 per saham.
                                                                    Dalam Rupiah
                    Deskripsi
                                             2026        2027           2028       2029       2030
Tanpa Rencana Transaksi                         17,84       23,50          21,41      19,69      15,40
Dengan Rencana Transaksi                        17,87       23,58          21,48      19,76      15,48
Inkremental Rencana Transaksi                    0,04        0,08           0,07       0,07       0,07


2.6    Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
Analisis kewajaran terhadap harga Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan Harga
Rencana Transaksi Draft Perjanjian Sewa antara Perseroan dan BML, dengan Nilai Sewa Pasar
berdasarkan laporan penilai independen.
      a) Harga Rencana Transaksi
         Berdasarkan Draft Perjanjian Sewa antara Perseroan dan BML, harga sewa per tahun adalah
         sebesar Rp8.101.200.000 per tahun termasuk biaya perawatan dan akan naik sebesar 5%
         (lima persen) setiap 3 (tiga) tahun namun belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
      b) Nilai Sewa Pasar
         Berdasarkan Laporan Penilaian Properti per 31 Desember 2025 oleh KJPP Susan Widjojo &
         Rekan (KJPP SWR) dengan No. 00045/2.0068-01/PP/04/0308/1/VI/2026 tanggal 24 Juni
         2026, yang ditandatangani oleh Gufron Hadi Saputro, MAPPI (Cert.), dengan izin Penilai
         Publik No. P-1.11.00308 dan No. STTD.PP-110/PJ-1/PM.02/2023, dengan mengaplikasikan
         Pendekatan Pasar dengan Metode Perbandingan Data Pasar, Nilai Pasar atas Transaksi
         Sewa dari 45 unit Alat Angkut/Angkat, sudah termasuk biaya maintenance, adalah sebesar
         Rp7.978.000.000 (tujuh miliar sembilan ratus tujuh puluh delapan juta Rupiah) per tahun.


                                                                                                   52
Page 76
             KJPP SWR dalam laporannya juga menginformasikan kenaikan Nilai Pasar atas Transaksi
             Sewa adalah berkisar 0% - 2,2 % per tahun, berdasarkan kondisi pasar, lama kontrak, indeks
             kenaikan harga suku cadang serta inflasi.
Berikut di bawah ini adalah tabel analisis kewajaran Harga Rencana Transaksi terhadap Nilai
Sewa Pasar, dengan asumsi Nilai Sewa Pasar tidak mengalami kenaikan:
                                                                                            Ttotal Harga Rencana     Kewajaran : Harga Rencana
                                              Harga Rencana
       Objek Transaksi              Tahun                           Nilai Sewa Pasar (Rp) Transaksi terhadap Total   Transaksi Perseroan Berada
                                              Transaksi (Rp)*
                                                                                               Nilai Sewa Pasar        Dalam Kisaran +/- 7,5%
                                     1         Rp8.101.200.000,00    Rp7.978.000.000,00
 39 unit forklift listrik, 3 unit    2         Rp8.101.200.000,00    Rp7.978.000.000,00
floor sweeper, 1 unit E-palet        3         Rp8.101.200.000,00    Rp7.978.000.000,00
    dan 2 unit reach truck           4         Rp8.506.260.000,00    Rp7.978.000.000,00
                                     5         Rp8.506.260.000,00    Rp7.978.000.000,00
                                      Total   Rp41.316.120.000,00 Rp39.890.000.000,00              3,58%                       Wajar

* kenaikan sebesar 5% pada tahun ke 4

Dengan hasil perbandingan Harga Rencana Transaksi dengan Nilai Sewa Pasar dari Penilai
Independen, maka Rencana Transaksi adalah wajar karena Harga Rencana Transaksi Perseroan
berada dalam kisaran kewajaran dari Nilai Pasar sebesar 7,5% sesuai POJK 35 Pasal 48, b.




                                                                                                                                                  53
Page 77
3   KESIMPULAN

Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan meliputi
analisis terhadap Rencana Transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis atas
kewajaran harga transaksi serta faktor lain yang relevan, maka, menurut pendapat RSR, Rencana
Transaksi adalah wajar.




                                                                                             54

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.52 MB
Published30 Jun 2026
Pages77
Characters253,218
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Bagaskoro Mega Langgeng p.2 ×7
linked org PT Indoprima Gemilang p.2 ×15
linked person Wiranto Nurhadi p.31 ×3
linked person Bob Budiono p.31 ×2
linked person Widjijono Nurhadi p.31 ×2
linked person I Gusti Putu Suryawirawan p.31
linked person Teddy Limyanto p.31
linked org Astra Otoparts Tbk p.39 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×15
possible person Hedy p.6 ×2
possible person Hendra p.6 ×5
possible org Bursa Efek Indonesia p.6 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.9 ×7
possible person Lioe Cu Ling p.31 ×3
unresolved org Indospring Tbk p.1 ×16
unresolved org PT Indoprima Aneka p.2 ×8
unresolved org KJPP Ruky p.2 ×3
unresolved org Safrudin & Rekan p.2 ×3
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.2 ×4
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2 ×4
unresolved person Izin Penilai Yunus N. Purwono p.3 ×2
unresolved — RSR · Penilai p.4 ×2
unresolved org Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan p.5 ×10
unresolved person Arrie Oktoberry p.5 ×2
unresolved person Zoelkarnain p.5 ×6
unresolved org Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang p.6 ×4
unresolved org KJPP Susan Widjojo & Rekan p.6 ×4
unresolved org KJPP Susan Widjojo p.6 ×4
unresolved person Gufron Hadi Saputro p.6 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×2
unresolved person Stefanus Sindunatha p.9 ×3
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.9 ×3
unresolved person Siti Nurul Yuliami p.9 ×3
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.10 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan p.12 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang p.12 ×2
unresolved org KJPP SWR p.17 ×4
unresolved org Rekan Yunus N. Purwono p.18
unresolved person Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.) · Rekan Senior p.18
unresolved person Signing Partner Yunus N. Purwono p.20
unresolved person Reviewer Nursatrio p.20
unresolved person Sri Ratnaningsih Hardjomuljo p.32
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.32
unresolved person Karin Christiana Basoeki p.32
unresolved org Arbiterase Nasional Indonesia p.33
unresolved org PT Denso Indonesia p.39
unresolved org PT Aisin Indonesia Automotive p.39
unresolved org PT Kayaba Indonesia p.39
unresolved org PT Chuhatsu Indonesia p.40 ×2
unresolved org PT APM Armada Suspension p.40
unresolved org NHK Spring Co., Ltd. p.40 ×2
unresolved — Kepentingan non-pengendali p.58

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 10620 ms 12 Sep 2026 21:59
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'LEASE',
             'description': 'Harga Rencana Tahun Nilai Sewa Pasar (Rp) '
                            'Transaksi terhadap Total Transaksi Perseroan '
                            'Berada Transaksi (Rp)*'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'Harga Rencana Tahun Nilai Sewa Pasar (Rp) Transaksi terhadap '
                'Total Transaksi Perseroan Berada Transaksi (Rp)*',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result