Back to announcement
20260630_INDS_Informasi Transaksi Afiliasi_32106269_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review INDSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 77
Page 1
PT Indospring Tbk Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Penyewaan Forklift Listrik Juni 2026
Page 2
Jakarta, 26 Juni 2026 No. : 00064/2.0095-00/BS/04/0273/1/VI/2026 Kepada Yth. PT Indospring Tbk Jl. Mayjend. Sungkono No. 10 Segoromadu, Gresik, 61123 Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Penyewaan Forklift Listrik Dengan Hormat, PT Indospring Tbk (“Perseroan”) merupakan produsen suku cadang kendaraan bermotor, khususnya pegas yang berupa leaf spring (pegas daun) dan coil spring (pegas spiral). Perseroan merupakan bagian dari Indoprima Group, suatu kelompok usaha yang bergerak di bidang Automotive Manufacturing, Distribution, and Retail; Metal, Mining, Non-Ferrous, and Recycling; serta Property Acquisition and Development. Dalam rangka pengadaan armada forklift listrik, Perseroan berencana melakukan mekanisme sewa (operating lease) dengan PT Bagaskoro Mega Langgeng (“BML”), yang merupakan pihak terafiliasi Perseroan, untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”. Penjelasan spesifik Rencana Transaksi dapat dilihat pada bagian Latar Belakang dalam Laporan ini. Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”) karena PT Indoprima Gemilang selaku pemegang 88,11% saham Perseroan juga merupakan pemegang saham tidak langsung BML melalui PT Indoprima Aneka Usaha, sehingga Perseroan dan BML berada di bawah pengendalian yang sama. Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan dan BML. Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”). Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan (“RSR”) sebagai Penilai Independen untuk memberikan pendapat kewajaran. STATUS PENILAI RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober 2011. Penilai Publik yang menandatangani laporan pendapat kewajaran adalah penilai yang memiliki kompetensi dalam melakukan analisis kewajaran serta telah memperoleh izin sebagai penilai publik dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
Page 3
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 54/KM.1/2010 tertanggal 25 Januari
2010 mengenai Izin Penilai Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai penilai di
Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.10.00273 dan terdaftar
sebagai profesi penunjang penilai publik dengan surat Keputusan Dewan Komisaris Otoritas Jasa
Keuangan No. KEP-794/KS.13/2026 tanggal 10 Juni 2026.
PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”:
Nama : PT Indospring Tbk
Alamat Kantor Pusat : Jl. Mayjend. Sungkono No. 10 Segoromadu
Gresik, 61123
Telepon : (031) 3981135
Email : corsec@indospring.co.id
Website : www.indospring.co.id
Kegiatan Usaha : Produsen suku cadang kendaraan roda dua dan roda empat atau lebih
LATAR BELAKANG
PT Indospring Tbk (“Perseroan”) merupakan produsen suku cadang kendaraan bermotor,
khususnya pegas yang berupa leaf spring (pegas daun) dan coil spring (pegas spiral). Perseroan
merupakan bagian dari Indoprima Group, suatu kelompok usaha yang bergerak di bidang
Automotive Manufacturing, Distribution, and Retail; Metal, Mining, Non-Ferrous, and Recycling;
serta Property Acquisition and Development.
Dalam rangka pengadaan armada forklift listrik, Perseroan berencana melakukan mekanisme sewa
(operating lease) dengan PT Bagaskoro Mega Langgeng (“BML”), yang merupakan pihak terafiliasi
Perseroan, untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Rencana Transaksi termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena
PT Indoprima Gemilang selaku pemegang 88,11% saham Perseroan juga merupakan pemegang
saham tidak langsung BML melalui PT Indoprima Aneka Usaha, sehingga Perseroan dan BML berada
di bawah pengendalian yang sama. Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan
dan BML.
Perseroan dan BML akan menandatangani perjanjian sewa forklift (“Perjanjian Sewa”) untuk 39
unit forklift listrik, 3 unit floor sweeper, 1 unit E-palet dan 2 unit reach truck.
Berdasarkan draft Perjanjian, harga sewa yang disepakati adalah sebesar Rp8.101.200.000 per
tahun, termasuk biaya perawatan dan akan naik sebesar 5% (lima persen) setiap 3 (tiga) tahun,
namun belum termasuk pajak (“Harga Transaksi”).
Melalui Rencana Transaksi, Perseroan menerapkan strategi mitigasi risiko dengan mekanisme sewa
(operating lease), antara lain untuk mengantisipasi potensi penurunan performa baterai (battery
degradation) sebagai komponen utama dengan nilai ekonomis tinggi pada kendaraan listrik. Di
samping itu, mekanisme sewa ini bertujuan untuk meminimalkan waktu henti operasional
(downtime) akibat kerusakan, sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya karena seluruh biaya
perawatan rutin menjadi tanggung jawab BML selaku pihak yang menyewakan.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, pemilihan pihak terafiliasi sebagai mitra transaksi
didasarkan pada pertimbangan bahwa perusahaan afiliasi dapat memberikan keunggulan berupa
jalur komunikasi yang lebih cepat, koordinasi yang responsif, serta prioritas layanan. Dengan
demikian, apabila terjadi kendala teknis atau kerusakan pada unit, proses pengadaan suku cadang
ii
Page 4
maupun penyediaan unit pengganti (back-up unit) dapat dilakukan dengan segera tanpa birokrasi
yang rumit, sehingga kelancaran arus transportasi barang di area pabrik dapat senantiasa terjaga.
TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran rencana
Perseroan untuk menyewa forklift listrik dari BML, sebagaimana didefinisikan dalam laporan ini
dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, tidak untuk perpajakan, perbankan serta tidak
untuk bentuk rencana transaksi lainnya.
OBYEK ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Obyek analisis kewajaran adalah rencana Perseroan untuk menyewa forklift listrik dari BML.
SIFAT RENCANA TRANSAKSI
Sesuai dengan penjelasan manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena PT Indoprima Gemilang selaku pemegang
88,11% saham Perseroan juga merupakan pemegang saham tidak langsung BML melalui
PT Indoprima Aneka Usaha, sehingga Perseroan dan BML berada di bawah pengendalian yang
sama. Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan dan BML.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK
42/2020.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk RSR sebagai Penilai
Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (”Fairness Opinion”) atas Rencana Transaksi
sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham Perseroan.
RUANG LINGKUP PENDAPAT KEWAJARAN
Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana
Transaksi untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran meliputi: identifikasi permasalahan (termasuk batasan,
maksud, tujuan dan objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis transaksi, analisis
kewajaran harga, serta penyusunan laporan.
PEDOMAN DAN STANDAR PENILAIAN
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII
Tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada
1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) sebagaimana ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Laporan ini juga telah disusun dengan mengacu pada ketentuan POJK 42/2020, Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal (“POJK 35/2020”) serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (“SEOJK 17”).
iii
Page 5
TANGGAL PENILAIAN
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini
kewajaran.
PENGGUNAAN MATA UANG
Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah.
KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini
kewajaran.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami telah bertindak secara independen,
tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, BML, maupun para
pemegang sahamnya masing-masing ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan
tersebut. Kami juga tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dimaksudkan untuk memberikan keuntungan atau kerugian
kepada pihak manapun. Imbalan yang kami terima tidak dipengaruhi oleh opini atas kewajaran
Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini, dan kami hanya menerima
imbalan sebagaimana tercantum pada Proposal No. RSR/P-B/FO/240226 tanggal 24 Februari 2026.
Biaya jasa tersebut telah ditetapkan dengan memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan
Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.
SUMBER DATA DAN INFORMASI
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi,
kami telah menelaah, mengacu dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disediakan
oleh manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
1. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2025, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
material dan telah ditandatangani pada 30 Maret 2026 oleh Arrie Oktoberry, CPA, dengan
Izin Akuntan Publik No. AP. 2031;
2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
material dan telah ditandatangani pada 26 Maret 2025 oleh Zoelkarnain, S.E, Ak, M.Ak, CA,
CPA, ASEAN CPA, dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1239;
3. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2023, yang telah diaudit oleh Tanubrata Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
iv
Page 6
ditandatangani pada 27 Maret 2024 oleh Zoelkarnain, S.E, Ak, M.Ak, CA, CPA, ASEAN CPA,
dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1239;
4. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata Sutanto
Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
ditandatangani pada 30 Maret 2023 oleh Zoelkarnain, S.E, Ak, M.Ak, CA, CPA, ASEAN CPA,
dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1239;
5. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata Sutanto
Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
ditandatangani pada 20 April 2022 oleh Hedy, SE., Ak., CA., CPA., CCPI dengan Izin Akuntan
Publik No. AP.1130;
6. Laporan Penilaian Properti per 31 Desember 2025 oleh KJPP Susan Widjojo & Rekan dengan
No. 00045/2.0068-01/PP/04/0308/1/VI/2026 tanggal 24 Juni 2026, yang ditandatangani
oleh Gufron Hadi Saputro, MAPPI (Cert.), dengan izin Penilai Publik No. P-1.11.00308 dan
No. STTD.PP-110/PJ-1/PM.02/2023;
7. Laporan Keuangan Proforma Perseroan per 31 Desember 2025, yang telah disediakan
manajemen Perseroan;
8. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk
tahun 2026 – 2030 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. RSR telah melakukan review
atas proyeksi keuangan tersebut untuk memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi
keuangan.
9. Draft Perjanjian Sewa, yang telah disediakan oleh manajemen Perseroan;
10. Draft Keterbukaan Informasi yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan;
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Representation Letter dari
manajemen Perseroan No. 178/ISP-Corsec/VI/2026 tertanggal 26 Juni 2026, sehubungan dengan
penugasan Pendapat Kewajaran.
RSR telah melakukan wawancara melalui video call conference dengan manajemen Perseroan yaitu
Bapak Hendra selaku Accounting Manager Perseroan pada tanggal 12 Mei 2026, dengan agenda
pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek Indonesia serta hasil analisis lain yang kami anggap relevan
dengan penugasan pendapat kewajaran.
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Asumsi
Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan
atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan
informasi yang diperoleh berasal baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang
dapat dipercaya keakuratannya.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review untuk mencerminkan kewajaran proyeksi,
namun kami tidak bertanggung jawab atas kemampuan pencapaian proyeksi keuangan tersebut
oleh Perseroan.
v
Page 7
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Perseroan.
Kondisi Pembatas
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas atas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada sumber data dan
informasi sebagaimana diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data-data
yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber
Data dan Informasi sebagai bahan penelahaan, perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi opini kami secara material.
Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek
lainnya.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah yang berlaku pada tanggal laporan
pendapat kewajaran ini diterbitkan.
Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran
sebagaimana telah diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Penilaian hingga laporan pendapat kewajaran diterbitkan,
tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi maupun
industri, pada saat kini maupun yang akan datang, yang dapat mempengaruhi bisnis Perseroan dan
rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Pendapat Kewajaran yang mungkin tersedia bagi Perseroan, serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran, dan juga bukan merupakan
analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Pendapat Kewajaran.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial atas Rencana Transaksi, kami tidak melakukan kajian atas keabsahan Rencana
Transaksi dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut, karena
hal tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Penggunaan atas sebagian atau keseluruhan dari laporan harus memperoleh persetujuan dari
manajemen Perseroan mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.
vi
Page 8
Mengingat adanya kemungkinan perbedaan waktu dari tanggal laporan ini dengan pelaksanaan
Rencana Transaksi, maka kesimpulan dalam laporan pendapat kewajaran ini hanya berlaku
sepanjang tidak terdapat perubahan signifikan yang akan berdampak material terhadap kewajaran
Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-
masing perusahaan maupun perubahan eksternal, termasuk kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
ini diterbitkan. Apabila setelah tanggal laporan ini diterbitkan terjadi perubahan-perubahan
tersebut, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini dapat berbeda.
Kami juga berpedoman pada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan pendapat kewajaran, yang menyatakan bahwa
seluruh informasi penting dan relevan terkait pendapat kewajaran telah disampaikan dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak terdapat faktor material yang belum
diungkapkan dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi tanggal 12 Mei 2026 dengan perwakilan dari
manajemen Perseroan yaitu Bapak Hendra selaku Accounting Manager Perseroan, sehubungan
dengan penugasan Pendapat Kewajaran.
PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
METODOLOGI PENGKAJIAN KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
berikut:
1) Analisis Rencana Transaksi berupa identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi, analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Rencana Transaksi, analisis
manfaat dan risiko Rencana Transaksi;
2) Analisis Kualitatif berupa analisis terhadap alasan dan latar belakang Rencana Transaksi,
riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
prospek usaha Perseroan, keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi;
3) Analisis Kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis proyeksi dan proforma laporan
keuangan serta analisis inkremental laporan keuangan;
4) Analisis atas faktor lain yang relevan.
5) Analisis kewajaran Rencana Transaksi;
ANALISIS KEWAJARAN
1. Analisis Rencana Transaksi
a) Pihak-pihak yang terkait Rencana Transaksi adalah Perseroan sebagai pihak penyewa dan
BML adalah pihak yang menyewakan.
b) Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi
afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena PT Indoprima Gemilang selaku
vii
Page 9
pemegang 88,11% saham Perseroan juga merupakan pemegang saham tidak langsung BML
melalui PT Indoprima Aneka Usaha, sehingga Perseroan dan BML berada di bawah
pengendalian yang sama. Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan
dan BML. Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tidak termasuk transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK
17/2020.
c) Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan dan analisis terhadap manfaat Rencana
Transaksi, antara lain:
• Melalui mekanisme sewa (operating lease), Perseroan terhindar dari risiko battery
degradation yang merupakan komponen utama dengan nilai ekonomis tinggi pada
kendaraan listrik.
• Minimalisasi waktu henti operasional, dengan mekanisme sewa memungkinkan
penggantian unit yang rusak secara lebih cepat, sehingga downtime operasional di
area pabrik dapat diminimalkan.
• Seluruh biaya perawatan rutin menjadi tanggung jawab pemilik aset, sehingga
Perseroan tidak perlu menanggung biaya pemeliharaan yang bersifat tidak terduga.
• Kemudahan koordinasi yang lebih cepat, responsif, serta prioritas layanan
dibandingkan dengan pihak ketiga yang tidak terafiliasi.
• Apabila terjadi kendala teknis, proses pengadaan suku cadang maupun penyediaan
back-up unit dapat dilakukan segera tanpa birokrasi yang rumit, sehingga kelancaran
arus transportasi barang di area pabrik dapat senantiasa terjaga.
Risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen
Perseroan antara lain:
• BML mengalami gangguan operasional sehingga terhambat dalam menyediakan unit
pengganti atau suku cadang secara tepat waktu, yang dapat berdampak langsung
pada kegiatan operasional Perseroan.
• Terdapat perubahan kondisi perekonomian global atau Indonesia yang berakibat
terjadinya kenaikan nilai sewa dari yang telah disepakati dalam Perjanjian, yang
dapat mempengaruhi efisiensi biaya yang diharapkan Perseroan.
2. Analisis Kualitatif
a) Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan berkedudukan di Gresik dan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 10 tanggal 5
Mei 1978 yang dibuat di hadapan Stefanus Sindunatha, S.H., notaris di Jakarta, dengan
status Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Akta pendirian tersebut telah disahkan
oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. YA.5/324/1
tanggal 14 Desember 1979 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
71 tanggal 2 September 1980 Tambahan No. 674.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Akta Notaris No. 7 tanggal 13 Juni 2024 yang dibuat di hadapan Siti Nurul Yuliami, S.H.,
M.Kn., notaris di Jakarta, sehubungan dengan penyesuaian maksud dan tujuan serta
kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
tahun 2017 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 mengenai
rencana dan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. Akta
viii
Page 10
perubahan tersebut telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan
No. AHU-0035521.AH.01.02 Tahun 2024 tanggal 14 Juni 2024 serta diumumkan dalam
Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 56 tanggal 14 Juni 2024 Tambahan No.
020515.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, lingkup usaha utama Perseroan bergerak
di bidang industri suku cadang kendaraan bermotor, khususnya produksi pegas yang
meliputi pegas daun (leaf spring) dan pegas spiral (coil spring), serta kegiatan perdagangan
besar suku cadang dan aksesoris kendaraan bermotor. Dalam menjalankan kegiatan
usahanya, Perseroan memfokuskan pada kegiatan manufaktur komponen otomotif yang
digunakan oleh produsen kendaraan (OEM) maupun pasar suku cadang (aftermarket).
Selain itu, Perseroan juga memperoleh pendapatan dari aktivitas distribusi dan penjualan
produk pegas serta komponen terkait lainnya, termasuk kegiatan pendukung yang
berkaitan dengan industri otomotif dan perdagangan suku cadang.
Perseroan berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono No. 10, Segoromadu, Gresik, Jawa Timur,
dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Januari 1979.
b) Analisis Industri
Industri komponen otomotif merupakan industri turunan yang aktivitasnya sangat
bergantung pada kinerja sektor kendaraan bermotor. Permintaan terhadap komponen
tidak terbentuk secara independen, melainkan berasal dari kebutuhan produksi kendaraan
oleh Original Equipment Manufacturer (OEM) serta permintaan pasar purna jual
(aftermarket) untuk perawatan dan penggantian komponen. Oleh karena itu, dinamika
industri komponen otomotif dipengaruhi oleh volume produksi dan penjualan kendaraan
bermotor, khususnya roda empat dan roda dua.
Secara keseluruhan, dinamika industri kendaraan bermotor menunjukkan adanya
divergensi antara segmen roda empat dan roda dua dalam periode 2021–2025. Penurunan
produksi kendaraan roda empat sejak 2023 menekan permintaan komponen pada sisi
perakitan (OEM) roda empat. Sebaliknya, pertumbuhan dan stabilisasi penjualan sepeda
motor pada level yang lebih tinggi justru meningkatkan permintaan komponen OEM roda
dua, sekaligus memperbesar populasi kendaraan yang menopang permintaan suku cadang
pengganti (aftermarket). Dengan demikian, permintaan industri komponen otomotif di
Indonesia tidak hanya bergantung pada siklus produksi kendaraan roda empat, tetapi juga
ditopang oleh besarnya volume kendaraan roda dua, baik dari sisi OEM maupun
aftermarket, sehingga secara keseluruhan permintaan industri relatif tetap terjaga
meskipun terdapat tekanan pada salah satu segmen utama.
Industri komponen otomotif di Indonesia terstruktur secara terintegrasi dalam rantai pasok
industri kendaraan bermotor, dengan pembagian utama antara segmen Original Equipment
Manufacturer (OEM) dan aftermarket (replacement parts). Permintaan pada segmen OEM
sangat bergantung pada volume produksi kendaraan oleh pabrikan, sedangkan segmen
aftermarket ditentukan oleh jumlah kendaraan yang beroperasi serta siklus penggantian
komponen. Kedua segmen tersebut memiliki karakteristik kompetisi yang berbeda yaitu
persaingan pada segmen OEM umumnya lebih ketat dan menuntut kualifikasi teknis serta
sertifikasi mutu dari pabrikan, sehingga jumlah pemasok yang memenuhi syarat relatif
terbatas; sementara segmen aftermarket cenderung lebih terfragmentasi dengan jumlah
pemain yang lebih banyak dan persaingan harga yang lebih tinggi.
Prospek industri komponen otomotif di Indonesia pada periode 2026–2029 diperkirakan
masih menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 5,59%, meskipun dengan laju yang
ix
Page 11
moderat. Hal ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan industri komponen otomotif yang
diperkirakan mengalami peningkatan bertahap, dengan tingkat pertumbuhan 4,92% di
tahun 2026, hingga pertumbuhan sebesar 6,26% pada 2029 dari tahun 2028. Pemulihan
bertahap ini diperkirakan ditopang oleh pemulihan daya beli domestik, dukungan kebijakan
dan insentif pemerintah, agenda industrialisasi dalam RPJMN 2025–2029, ekspansi pasar
ekspor, serta pertumbuhan populasi kendaraan yang memperbesar basis permintaan suku
cadang pengganti (aftermarket).
c) Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan
Perseroan secara konsolidasian menjalankan kegiatan usaha di bidang industri komponen
otomotif, khususnya dalam produksi dan perdagangan pegas kendaraan bermotor. Dalam
menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan menawarkan produk-produk yang secara
umum dikelompokkan ke dalam empat lini utama, yaitu pegas daun (leaf spring), pegas
spiral (coil spring), stabilizer bar, dan fasteners. Portofolio produk tersebut mencerminkan
fokus utama Perseroan pada industri komponen kendaraan bermotor, khususnya
komponen yang berkaitan dengan sistem suspensi dan komponen pendukung kendaraan.
Kinerja operasional Perseroan selama periode 2021–2025 dipengaruhi oleh dinamika
industri otomotif, yang tercermin dari tingkat produksi dan penjualan kendaraan bermotor,
baik di pasar domestik maupun global. Sebagai pemasok komponen, aktivitas usaha
Perseroan memiliki keterkaitan yang erat dengan permintaan dari produsen kendaraan,
sehingga perubahan kondisi industri secara langsung berdampak terhadap volume produksi
dan penjualan Perseroan.
Segmen industri spare part merupakan kontributor utama pendapatan Perseroan yang
berasal dari produksi dan penjualan komponen otomotif, khususnya pegas kendaraan
bermotor seperti leaf spring dan coil spring, dengan rata-rata kontribusi segmen industri
spare part terhadap jumlah pendapatan bersih selama periode 2021–2025 tercatat sebesar
99,51%. Sementara itu, segmen industri alat pertanian memberikan kontribusi yang relatif
kecil terhadap total pendapatan Perseroan. Rata-rata kontribusi segmen ini terhadap
jumlah pendapatan bersih selama 2021-2025 tercatat hanya sebesar 0,49%.
Ditinjau berdasarkan segmen geografis, pendapatan Perseroan berasal dari pasar domestik
dan ekspor, yang masing-masing menunjukkan dinamika pertumbuhan yang berbeda
selama periode 2021–2025. Pendapatan dari segmen ekspor mencatatkan pertumbuhan
yang relatif terbatas dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 0,45% selama
periode 2021–2025, yang mengindikasikan adanya tekanan pada permintaan pasar
internasional dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, pendapatan dari segmen
domestik mencatatkan pertumbuhan positif dengan CAGR sebesar 3,55% selama periode
2021–2025, yang menunjukkan bahwa pasar domestik masih menjadi penopang utama
kinerja pendapatan Perseroan.
Wilayah operasional Perseroan dan Anak Perusahaan secara utama terkonsentrasi di
wilayah Gresik, Jawa Timur, yang menjadi pusat kegiatan operasional, produksi, serta
pengelolaan bisnis Perseroan. Hingga 31 Desember 2025, Perseroan mengoperasikan 1
(satu) kantor pusat, 4 (empat) pabrik spring, 1 (satu) pabrik fastener, serta 4 (empat) entitas
anak yang sebagian besar berlokasi di area Gresik dan sekitarnya.
d) Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi
Keuntungan yang diharapkan diperoleh Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana
Transaksi adalah Perseroan berpotensi mendapatkan penghematan biaya pemeliharaan
atas Forklift Listrik serta terjaminnya kesinambungan kegiatan operasional Perseroan
x
Page 12
melalui kesiapan BML dalam menyediakan unit pengganti atas forklift yang mengalami
kerusakan.
Kerugian yang timbul dari rencana transaksi adalah timbulnya biaya yang harus dikeluarkan
Perseroan untuk biaya jasa konsultan independen yang timbul sehubungan dengan
Rencana Transaksi.
3. Analisis Kuantitatif
a) Analisis Kinerja Historis
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan disusun berdasarkan laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
sampai dengan 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto
Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Laba (Rugi)
Penjualan neto Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami
peningkatan fluktuatif dengan CAGR sebesar 2,36%. Hingga tahun 2025, penjualan neto
Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 4,36% dibandingkan tahun
sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan kembali penjualan kepada pihak
ketiga, khususnya pada segmen pegas dan komponen rem kendaraan bermotor.
Beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025
mengalami peningkatan fluktuatif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 3,34% per tahun.
Pada tahun 2025, beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami
peningkatan sebesar 2,89% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh
peningkatan kembali pemakaian bahan baku dan beban tidak langsung, meskipun sebagian
diimbangi oleh penurunan persediaan dalam proses dan persediaan barang jadi.
Rata-rata margin laba bruto Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021-2025
sebesar 15,8%. Rata-rata margin laba bruto tertinggi tercatat sebesar 17,9% pada tahun
2021. Sementara itu, margin laba bruto terendah tercatat sebesar 13,5% pada tahun 2024.
Beban usaha Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami
peningkatan fluktuatif dengan CAGR sebesar 1,90%. Pada tahun 2025, beban usaha
Perseroan mengalami peningkatan sebesar 4,68% dibandingkan tahun sebelumnya yang
terutama didorong oleh peningkatan kembali beban penjualan khususnya pada beban
pengiriman.
Rata-rata margin laba usaha Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021-2025
sebesar 6,9%. Rata-rata margin laba usaha tertinggi tercatat sebesar 8,7% pada tahun 2022
dan 2023. Sementara itu, margin laba usaha terendah tercatat sebesar 4,1% pada tahun
2024.
Laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025
mengalami penurunan fluktuatif dengan CAGR sebesar 12,45%. Pada tahun 2025, laba neto
tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 22,83%
dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan kembali
penjualan neto, penurunan beban umum dan administrasi, dan penurunan beban operasi
lainnya serta beban keuangan. Selama tahun 2021–2025, rata-rata margin laba neto tahun
berjalan Perseroan secara konsolidasian sebesar 4,5%.
Laporan Posisi Keuangan
Total aset Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami
peningkatan dengan rata-rata CAGR sebesar 5,97%. Pada tahun 2025, total aset Perseroan
xi
Page 13
secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 4,84% dibandingkan tahun
sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan aset lancar, khususnya persediaan
dan piutang usaha kepada pihak ketiga, meskipun sebagian diimbangi oleh penurunan pada
beberapa aset tidak lancar.
Total liabilitas Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami
peningkatan fluktuatif dengan CAGR sebesar 7,25%. Pada tahun 2025, total liabilitas
Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 21,04% dibandingkan
tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan liabilitas jangka pendek,
khususnya pinjaman dari lembaga keuangan dan utang usaha kepada pihak ketiga. Selama
tahun 2021-2025, rata-rata rasio total liabilitas terhadap total aset Perseroan secara
konsolidasian sebesar 20,3% dan rata-rata rasio total liabilitas terhadap total ekuitas
Perseroan secara konsolidasian sebesar 25,5%.
Jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami
peningkatan dengan CAGR sebesar 5,65%. Pada tahun 2025, jumlah ekuitas Perseroan
secara konsolidasian kembali mengalami peningkatan sebesar 1,44% dibandingkan tahun
sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan saldo laba serta peningkatan
kepentingan nonpengendali.
Laporan Arus Kas
Arus kas neto dari aktivitas operasi Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–
2025 bergerak fluktuatif. Pada tahun 2021, arus kas operasi tercatat negatif akibat tingginya
pembayaran kepada pemasok, karyawan, dan beban operasional lainnya, namun berbalik
positif pada tahun 2022 yang didorong oleh peningkatan penerimaan dari pelanggan serta
klaim pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai. Tren positif berlanjut pada tahun
2023 dengan arus kas operasi mencapai Rp322,28 miliar, sementara pada tahun 2024
tercatat relatif stabil. Namun demikian, pada tahun 2025 arus kas operasi mengalami
penurunan signifikan, terutama akibat tingginya pembayaran kepada pemasok dan
karyawan yang tidak sepenuhnya diimbangi oleh peningkatan penerimaan dari pelanggan.
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan secara konsolidasian
selama tahun 2021–2025 bergerak fluktuatif, yang seluruhnya mencerminkan arus kas
keluar bersih seiring dengan kegiatan belanja modal Perseroan. Pada tahun 2021, arus kas
investasi tercatat sebesar Rp98,82 miliar, kemudian meningkat signifikan pada tahun 2022
yang terutama didorong oleh tingginya pengeluaran perolehan aset tetap dan pembelian
saham pada entitas anak. Arus kas keluar menurun pada tahun 2023 dan kembali turun
secara signifikan pada tahun 2024 seiring berkurangnya belanja aset tetap. Namun
demikian, pada tahun 2025 arus kas investasi kembali meningkat akibat peningkatan
pengeluaran untuk perolehan aset tetap dan aset tetap dalam pembangunan.
Arus kas dari aktivitas pendanaan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025
bersifat fluktuatif dengan arah yang bervariasi antara arus kas masuk dan keluar. Pada
tahun 2021 dan 2022, aktivitas pendanaan menghasilkan arus kas masuk yang terutama
bersumber dari penerimaan pinjaman jangka pendek dan jangka panjang. Sebaliknya, pada
tahun 2023 dan 2024, arus kas pendanaan berbalik menjadi negatif, terutama disebabkan
oleh pembayaran pinjaman serta pembayaran dividen kepada pemegang saham dan
kepentingan nonpengendali. Pada tahun 2025, arus kas keluar dari aktivitas pendanaan
menurun signifikan terutama disebabkan oleh pembayaran dividen dan pembayaran
pinjaman bank jangka panjang.
Rasio Keuangan
Kinerja keuangan Perseroan selama tahun 2021–2025 dari sisi profitabilitas, mencatatkan
xii
Page 14
rata-rata ROA, ROE, dan ROIC Perseroan masing-masing sebesar 3,8%, 4,8%, dan 3,6%. Dari
sisi likuiditas, rata-rata rasio lancar dan rasio cepat masing-masing sebesar 286,9% dan
128,3%. Sementara itu, dari sisi solvabilitas, rata-rata DAR dan DER masing-masing sebesar
8,3% dan 10,4%.
b) Analisis Terhadap Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi:
Proyeksi laporan keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk periode
2026–2030 telah disiapkan oleh manajemen Perseroan.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah
disiapkan oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review untuk mencerminkan
kewajaran proyeksi, namun kami tidak bertanggung jawab atas kemampuan pencapaian
proyeksi keuangan tersebut oleh Perseroan.
Laba Rugi
Penjualan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan akibat dilaksanakannya
Rencana Transaksi, di mana pada akhir periode proyeksi tahun 2030, baik dengan maupun
tanpa Rencana Transaksi, penjualan diproyeksikan sebesar Rp4.617,04 miliar.
Beban pokok penjualan diproyeksikan mengalami peningkatan dengan dilaksanakannya
Rencana Transaksi, di mana pada tahun 2030 diproyeksikan sebesar Rp4.066,45 miliar
dibandingkan Rp4.066,32 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari
peningkatan beban overhead pabrik. Beban umum dan administrasi diproyeksikan
mengalami penurunan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, di mana pada tahun
2030 diproyeksikan sebesar Rp173,40 miliar dibandingkan Rp174,08 miliar tanpa Rencana
Transaksi, yang terutama berasal dari penurunan beban lain-lain.
Pendapatan lain-lain diproyeksikan mengalami peningkatan dengan dilaksanakannya
Rencana Transaksi, di mana pada tahun 2030 diproyeksikan sebesar Rp3,87 miliar
dibandingkan Rp3,79 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang berasal dari penurunan beban
keuangan.
Laba bersih Perseroan selama tahun 2026–2030 diproyeksikan mengalami peningkatan
dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, di mana pada tahun 2030 diproyeksikan
sebesar Rp101,56 miliar dibandingkan Rp101,07 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang
terutama berasal dari penurunan beban umum dan administrasi serta beban keuangan.
Marjin laba bersih Perseroan selama tahun 2026–2030 diproyeksikan mengalami
peningkatan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, di mana pada tahun 2030
diproyeksikan sebesar 2,20% dibandingkan 2,19% tanpa Rencana Transaksi.
Laporan Posisi Keuangan
Total aset Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan dengan dilaksanakannya
Rencana Transaksi, di mana pada akhir periode proyeksi tahun 2030 diproyeksikan sebesar
Rp4.586,33 miliar dibandingkan Rp4.584,13 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang terutama
berasal dari peningkatan aset tetap.
Total liabilitas Perseroan pada tahun 2029 secara keseluruhan diproyeksikan mengalami
peningkatan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, yaitu sebesar Rp752,48 miliar
dibandingkan Rp751,24 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari
peningkatan liabilitas lancar lain-lain. Adapun pada tahun 2030, total liabilitas
diproyeksikan tidak mengalami perubahan baik dengan maupun tanpa dilaksanakannya
Rencana Transaksi.
xiii
Page 15
Total ekuitas Perseroan selama tahun 2026–2030 diproyeksikan mengalami peningkatan
dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, di mana pada akhir periode proyeksi tahun
2030 diproyeksikan sebesar Rp3.817,84 miliar dibandingkan Rp3.815,63 miliar tanpa
Rencana Transaksi, yang berasal dari peningkatan saldo laba Perseroan.
c) Analisis terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan per tanggal 31 Desember 2025,
terhadap Laporan Proforma yang telah disediakan manajemen Perseroan.
Laba (Rugi)
Berdasarkan analisis Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan, Proforma
penjualan Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan dengan Rencana Transaksi.
Proforma beban pokok penjualan Perseroan mengalami peningkatan sehubungan dengan
Rencana Transaksi yang berasal dari peningkatan beban overhead pabrik, sementara itu
proforma beban umum dan administrasi mengalami penurunan yang berasal dari
penurunan beban lain-lain.
Secara keseluruhan, proforma Laba Tahun Berjalan Perseroan mengalami peningkatan
sehubungan dengan Rencana Transaksi yang terutama berasal dari penurunan beban
umum dan administrasi.
Laporan Posisi Keuangan
Aset
Proforma Aset Lancar Perseroan mengalami penurunan yang berasal dari kas dan setara
kas. Proforma Aset Tidak Lancar Perseroan mengalami peningkatan yang berasal dari aset
tidak lancar lainnya. Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Aset Perseroan mengalami
peningkatan sehubungan dengan Rencana Transaksi.
Liabilitas
Proforma Liabilitas Jangka Pendek Perseroan mengalami penurunan yang berasal dari
penurunan utang bank. Proforma Liabilitas Jangka Panjang Perseroan mengalami
peningkatan yang berasal dari liabilitas pajak tangguhan sehubungan Rencana Transaksi.
Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Liabilitas Perseroan mengalami peningkatan
sehubungan dengan Rencana Transaksi.
Ekuitas
Proforma Ekuitas Perseroan mengalami peningkatan yang berasal dari saldo laba
sehubungan dengan Rencana Transaksi.
Rasio Keuangan
Rasio Profitabilitas menunjukkan peningkatan sehubungan dengan Rencana Transaksi, di
mana ROA Perseroan meningkat dari 2,23% menjadi 2,24%, dan ROE Perseroan meningkat
dari 2,79% menjadi 2,80%, yang disebabkan oleh peningkatan laba bersih.
Rasio Solvabilitas mengalami penurunan sehubungan Rencana Transaksi, di mana Debt to
Equity Ratio (DER) Perseroan menurun dari 7,59% menjadi 6,81%, dan Debt to Assets Ratio
(DAR) Perseroan menurun dari 6,07% menjadi 5,44%, yang disebabkan oleh penurunan
utang berbunga.
d) Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengukur nilai tambah dari
Rencana Transaksi dengan membandingkan laporan keuangan tanpa dan dengan Rencana
Transaksi.
xiv
Page 16
Laba (Rugi)
Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi laporan laba rugi Perseroan untuk
tahun 2026–2030, penjualan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan dengan
dilaksanakannya Rencana Transaksi dibandingkan tanpa Rencana Transaksi.
Inkremental beban pokok penjualan Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan
melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi. Inkremental beban pokok penjualan Perseroan
pada 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan
sebesar Rp129 juta jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Sedangkan, inkremental beban umum dan administrasi Perseroan selama tahun 2026 -
2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami penurunan jika
dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi. Inkremental beban umum dan
administrasi Perseroan pada 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan
mengalami penurunan mencapai sebesar Rp673 juta jika dibandingkan tanpa
melaksanakan Rencana Transaksi.
Inkremental laba tahun berjalan Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan
melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi. Inkremental laba tahun berjalan Perseroan pada
tahun 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
peningkatan mencapai sebesar Rp487 juta jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana
Transaksi yang berasal dari penurunan beban umum dan administrasi Perseroan.
Laporan Posisi Keuangan
Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan
untuk tahun 2026–2030, inkremental jumlah aset Perseroan dengan dilaksanakannya
Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar Rp2,20 miliar pada akhir
periode proyeksi tahun 2030 dibandingkan tanpa Rencana Transaksi, yang terutama
berasal dari peningkatan aset tetap.
Inkremental liabilitas Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi diproyeksikan
mengalami peningkatan sebesar Rp1,24 miliar pada tahun 2029 dibandingkan tanpa
Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari peningkatan liabilitas lancar lain-lain.
Adapun pada tahun 2030, jumlah liabilitas diproyeksikan tidak mengalami perubahan baik
dengan maupun tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Inkremental jumlah ekuitas Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi
diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar Rp2,20 miliar pada akhir periode proyeksi
tahun 2030 dibandingkan tanpa Rencana Transaksi, yang berasal dari peningkatan saldo
laba Perseroan.
4. Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya atau
pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan Rencana Transaksi, selain yang telah
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
5. Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi
Analisis kewajaran terhadap harga Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan
Harga Rencana Transaksi Draft Perjanjian Sewa antara Perseroan dan BML, dengan Nilai Sewa
Pasar berdasarkan laporan penilai independen.
xv
Page 17
a) Harga Rencana Transaksi
Berdasarkan Draft Perjanjian Sewa antara Perseroan dan BML, harga sewa per tahun adalah
sebesar Rp8.101.200.000 per tahun, termasuk biaya perawatan dan akan naik sebesar 5%
(lima persen) setiap 3 (tiga) tahun dan jumlah tersebut belum termasuk Pajak Pertambahan
Nilai (PPN).
b) Nilai Sewa Pasar
Berdasarkan Laporan Penilaian Properti per 31 Desember 2025 oleh KJPP Susan Widjojo &
Rekan (KJPP SWR) dengan No. 00045/2.0068-01/PP/04/0308/1/VI/2026 tanggal 24 Juni
2026, yang ditandatangani oleh Gufron Hadi Saputro, MAPPI (Cert.), dengan izin Penilai
Publik No. P-1.11.00308 dan No. STTD.PP-110/PJ-1/PM.02/2023, dengan mengaplikasikan
Pendekatan Pasar dengan Metode Perbandingan Data Pasar, Nilai Pasar atas Transaksi
Sewa dari 45 unit Alat Angkut/Angkat, sudah termasuk biaya maintenance, adalah sebesar
Rp7.978.000.000 (tujuh miliar sembilan ratus tujuh puluh delapan juta Rupiah) per tahun.
KJPP SWR dalam laporannya juga menginformasikan kenaikan Nilai Pasar atas Transaksi
Sewa adalah berkisar 0% - 2,2 % per tahun, berdasarkan kondisi pasar, lama kontrak, indeks
kenaikan harga suku cadang serta inflasi
Berikut di bawah ini adalah tabel analisis kewajaran Harga Rencana Transaksi terhadap Nilai
Sewa Pasar, dengan asumsi Nilai Sewa Pasar tidak mengalami kenaikan:
Ttotal Harga Rencana Kewajaran : Harga Rencana
Harga Rencana
Objek Transaksi Tahun Nilai Sewa Pasar (Rp) Transaksi terhadap Total Transaksi Perseroan Berada
Transaksi (Rp)*
Nilai Sewa Pasar Dalam Kisaran +/- 7,5%
1 Rp8.101.200.000,00 Rp7.978.000.000,00
39 unit forklift listrik, 3 unit 2 Rp8.101.200.000,00 Rp7.978.000.000,00
floor sweeper, 1 unit E-palet 3 Rp8.101.200.000,00 Rp7.978.000.000,00
dan 2 unit reach truck 4 Rp8.506.260.000,00 Rp7.978.000.000,00
5 Rp8.506.260.000,00 Rp7.978.000.000,00
Total Rp41.316.120.000,00 Rp39.890.000.000,00 3,58% Wajar
* kenaikan sebesar 5% pada tahun ke 4
Dengan hasil perbandingan Harga Rencana Transaksi dengan Nilai Sewa Pasar dari Penilai
Independen, maka Rencana Transaksi adalah wajar karena Harga Rencana Transaksi Perseroan
berada dalam kisaran kewajaran dari Nilai Pasar sebesar 7,5% sesuai POJK 35 Pasal 48, b.
KESIMPULAN
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan meliputi
analisis terhadap Rencana Transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis atas
kewajaran harga transaksi serta faktor lain yang relevan, maka, menurut pendapat RSR, Rencana
Transaksi adalah wajar.
xvi
Page 18
PENUTUP
Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan
dan penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi
dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini.
Jakarta, 26 Juni 2026
Hormat Kami,
KJPP Ruky, Safrudin & Rekan
Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.)
Rekan Senior
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00273
SK DK OJK No. KEP-794/KS.13/2026
MAPPI No. : 06-S-01990
xvii
Page 19
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah
ini menerangkan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami telah bertindak secara
independen, tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, BML,
maupun para pemegang sahamnya masing-masing ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi
terkait dengan penugasan ini.
2. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dimaksudkan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian kepada pihak manapun. Imbalan yang kami terima tidak dipengaruhi oleh opini atas
kewajaran Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini, dan kami
hanya menerima imbalan sebagaimana tercantum pada Proposal No. RSR/P-B/FO/240226
tanggal 24 Februari 2026. Biaya jasa tersebut telah ditetapkan dengan memperhatikan
ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.
3. Penilai bertanggung jawab atas opini Laporan Pendapat Kewajaran;
4. Pendapat Kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2025;
5. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Obyek Analisis
Pendapat Kewajaran pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan
Pendapat Kewajaran sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
6. Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Standar
Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), POJK 42/2020, POJK
35 dan SEOJK 17;
7. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada Laporan
Pendapat Kewajaran ini;
8. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada ruang lingkup dan data-data yang dianalisis serta
data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini pada
Sumber Data diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat dipertanggungjawabkan;
9. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam pendapat kewajaran ini;
10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik.
11. RSR telah melakukan wawancara dan diskusi melalui video conference dengan manajemen
Perseroan, yaitu Bapak Hendra selaku Accounting Manager Perseroan pada tanggal 12 Mei
2026, dengan agenda pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan
penugasan Pendapat Kewajaran;
12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional
dalam menyiapkan Laporan Pendapat Kewajaran;
xviii
Page 20
13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan bantuan
profesional dalam menyiapkan Laporan Pendapat Kewajaran.
14. Dalam melakukan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Perseroan, RSR menggunakan
bantuan dari tenaga ahli sebagaimana telah dijelaskan dalam Laporan Ini.
Jakarta, 26 Juni 2026
Signing Partner
Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00273
SK DK OJK No. KEP-794/KS.13/2026
MAPPI No. : 06-S-01990 ......................................................
Reviewer
Nursatrio, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.24.00663
SK DK OJK No.: KEP-857/KS.13/2026
MAPPI No. : 12-S-03901 ......................................................
Penilai
Ari Kurnia
MAPPI No. : 11-T-03180
Register No. RMK-2017.00649 ......................................................
Agustya Lisdayanti
MAPPI No. : 18-P-08359
Register No. : RMK-2021.04059 .....................................................
xix
Page 21
DAFTAR ISI
1 PENDAHULUAN ...............................................................................................................1
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ......................................................1
1.2 Status Penilai ..............................................................................................................1
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .........................................................2
1.4 Tujuan Pendapat Kewajaran .......................................................................................2
1.5 Obyek Analisis Pendapat Kewajaran............................................................................2
1.6 Sifat Transaksi .............................................................................................................2
1.7 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ...........................................................................2
1.8 Pedoman dan Standar Penilaian .................................................................................2
1.9 Tanggal Penilaian ........................................................................................................3
1.10 Penggunaan Mata Uang ..............................................................................................3
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian .............................................................................3
1.12 Independensi Penilai...................................................................................................3
1.13 Sumber Data dan Informasi ........................................................................................3
1.14 Asumsi Pokok dan Kondisi Pembatas ..........................................................................5
1.15 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi ............................................................6
2 METODOLOGI DAN ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI ..................................7
2.1 Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi ................................................7
2.2 Analisis Rencana Transaksi ..........................................................................................7
2.2.1 Analisis Hubungan Antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi .......................................7
2.2.2 Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Rencana Transaksi ..........................................9
2.2.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi .............................................. 10
2.3 Analisis Kualitatif ...................................................................................................... 11
2.3.1 Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan .................................................... 11
2.3.2 Alasan Rencana Transaksi ..................................................................................... 11
2.3.3 Analisis Industri .................................................................................................... 12
2.3.4 Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan .............................................. 19
2.3.5 Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi ....................................................... 25
2.4 Analisis Kuantitatif .................................................................................................... 25
2.4.1 Analisis Kinerja Historis ........................................................................................ 25
2.4.2 Analisis Terhadap Proyeksi Laporan Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan
Rencana Transaksi ................................................................................................ 38
2.4.3 Analisis Terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan ................................... 46
2.4.4 Analisis Inkremental ............................................................................................. 49
2.5 Analisis Faktor Lain Yang Relevan .............................................................................. 52
2.6 Analisis Kewajaran Rencana Transaksi....................................................................... 52
3 KESIMPULAN .................................................................................................................54
xx
Page 22
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2-1 : Produksi Mobil Indonesia 2021–2025 .................................................................. 13
Gambar 2-2 : Penjualan Mobil Wholesales 2021–2025 ............................................................. 14
Gambar 2-3 : Penjualan Sepeda Motor Domestik 2021–2025 ................................................... 15
Gambar 2-4 : Proyeksi Pertumbuhan Tahunan Pasar Komponen Otomotif Indonesia 2026-2029
18
Gambar 2-5 : Perkembangan Pendapatan Bersih Perseroan berdasarkan Segmen Primer 2021-
2025 .................................................................................................................... 20
Gambar 2-6 : Perkembangan Pendapatan Perseroan Berdasarkan Segmen Geografis Tahun
2021–2025 .......................................................................................................... 21
Gambar 2-7 : Perkembangan Pendapatan Perseroan Berdasarkan Segmen Jenis Produk Tahun
2021–2025 .......................................................................................................... 22
Gambar 2-8 : Wilayah Operasional ........................................................................................... 24
Gambar 2-9 : Perkembangan Penjualan Neto, Laba Usaha, Laba Neto Tahun Berjalan dan Laba
Komprehensif...................................................................................................... 29
Gambar 2-10 : Perkembangan Total Aset, Liabilitas dan Ekuitas Konsolidasian Perseroan ........... 33
Gambar 2-11 : Perkembangan Arus Kas Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi dan Aktivitas
Pendanaan Perseroan ......................................................................................... 36
xxi
Page 23
DAFTAR TABEL
Tabel 2-1 : Struktur Kepemilikan Saham Perseroan ......................................................................8
Tabel 2-2 : Struktur Kepemilikan Saham BML...............................................................................9
Tabel 2-3 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan dan
Anak Perusahaan...................................................................................................... 26
Tabel 2-4 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
................................................................................................................................ 30
Tabel 2-5 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan (Lanjutan) 31
Tabel 2-6 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan (Lanjutan) 32
Tabel 2-7 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan ............................................................... 33
Tabel 2-8 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (lanjutan) ............................................... 35
Tabel 2-9 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan ................................................................. 37
Tabel 2-10 : Laporan Rugi Laba Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ........................ 39
Tabel 2-11 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana
Transaksi .................................................................................................................. 40
Tabel 2-12 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi.... 42
Tabel 2-13 : Rasio Proyeksi Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ........ 44
Tabel 2-14 : Laporan Rugi Laba Proforma .................................................................................... 46
Tabel 2-15 : Laporan Posisi Keuangan Proforma .......................................................................... 47
Tabel 2-16 : Laporan Posisi Keuangan Proforma (Lanjutan) .......................................................... 48
Tabel 2-17 : Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan .................................................. 50
Tabel 2-18 : Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan ........................................ 51
xxii
Page 24
1 PENDAHULUAN
PT Indospring Tbk (“Perseroan”) merupakan produsen suku cadang kendaraan bermotor,
khususnya pegas yang berupa leaf spring (pegas daun) dan coil spring (pegas spiral). Perseroan
merupakan bagian dari Indoprima Group, suatu kelompok usaha yang bergerak di bidang
Automotive Manufacturing, Distribution, and Retail; Metal, Mining, Non-Ferrous, and Recycling;
serta Property Acquisition and Development.
Dalam rangka pengadaan armada forklift listrik, Perseroan berencana melakukan mekanisme sewa
(operating lease) dengan PT Bagaskoro Mega Langgeng, yang merupakan pihak terafiliasi
Perseroan, untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Penjelasan spesifik Rencana Transaksi dapat dilihat pada bagian Latar Belakang dalam Laporan ini.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi termasuk transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”) karena
PT Indoprima Gemilang selaku pemegang 88,11% saham Perseroan juga merupakan pemegang
saham tidak langsung BML melalui PT Indoprima Aneka Usaha, sehingga Perseroan dan BML berada
di bawah pengendalian yang sama. Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan
dan BML.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak termasuk
transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
(“POJK 17/2020”).
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan
(“RSR”) sebagai Penilai Independen untuk memberikan pendapat kewajaran.
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran
RSR telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Penyewaan Forklift
Listrik, dengan Laporan No. 00064/2.0095-00/BS/04/0273/1/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026
1.2 Status Penilai
RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan pendapat kewajaran adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan analisis kewajaran serta telah memperoleh izin sebagai penilai publik
dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”).
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 54/KM.1/2010 tertanggal 25 Januari
2010 mengenai Izin Penilai Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai penilai di
Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.10.00273 dan terdaftar
sebagai profesi penunjang penilai publik dengan surat Keputusan Dewan Komisaris Otoritas Jasa
Keuangan No. KEP-794/KS.13/2026 tanggal 10 Juni 2026.
1
Page 25
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”:
Nama : PT Indospring Tbk
Alamat Kantor Pusat : Jl. Mayjend. Sungkono No. 10 Segoromadu
Gresik, 61123
Telepon : (031) 3981135
Email : corsec@indospring.co.id
Website : www.indospring.co.id
Kegiatan Usaha : Produsen suku cadang kendaraan roda dua dan roda empat atau lebih
1.4 Tujuan Pendapat Kewajaran
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran rencana
Perseroan untuk menyewa forklift listrik dari BML, sebagaimana didefinisikan dalam laporan ini
dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, tidak untuk perpajakan, perbankan serta tidak
untuk bentuk rencana transaksi lainnya.
1.5 Obyek Analisis Pendapat Kewajaran
Obyek analisis kewajaran adalah rencana Perseroan untuk menyewa forklift listrik dari BML.
1.6 Sifat Transaksi
Sesuai dengan penjelasan manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena PT Indoprima Gemilang selaku pemegang
88,11% saham Perseroan juga merupakan pemegang saham tidak langsung BML melalui PT
Indoprima Aneka Usaha, sehingga Perseroan dan BML berada di bawah pengendalian yang sama.
Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan dan BML.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK
42/2020.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK 42/2020, Perseroan telah menunjuk RSR sebagai Penilai
Independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran (”Fairness Opinion”) atas Rencana Transaksi
sebagaimana diinformasikan di atas bagi para pemegang saham Perseroan.
1.7 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran akan didasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana
Transaksi untuk memenuhi ketentuan POJK 42/2020.
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran meliputi: identifikasi permasalahan (termasuk batasan,
maksud, tujuan dan objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis transaksi, analisis
kewajaran harga, serta penyusunan laporan.
1.8 Pedoman dan Standar Penilaian
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII
Tahun 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada
1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) sebagaimana ditetapkan oleh Masyarakat
2
Page 26
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Laporan ini juga telah disusun dengan mengacu pada ketentuan POJK 42/2020, Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal (“POJK 35/2020”) serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (“SEOJK 17”).
1.9 Tanggal Penilaian
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini
kewajaran.
1.10 Penggunaan Mata Uang
Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang Rupiah.
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan pendapat kewajaran ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi opini
kewajaran.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini.
1.12 Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami telah bertindak secara independen,
tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, BML, maupun para
pemegang sahamnya masing-masing ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan
tersebut. Kami juga tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dimaksudkan untuk memberikan keuntungan atau kerugian
kepada pihak manapun. Imbalan yang kami terima tidak dipengaruhi oleh opini atas kewajaran
Rencana Transaksi yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini, dan kami hanya menerima
imbalan sebagaimana tercantum pada Proposal No. RSR/P-B/FO/240226 tanggal 24 Februari 2026.
Biaya jasa tersebut telah ditetapkan dengan memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Ikatan
Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.
1.13 Sumber Data dan Informasi
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi,
kami telah menelaah, mengacu dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disediakan
oleh manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
1. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2025, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
material dan telah ditandatangani pada 30 Maret 2026 oleh Arrie Oktoberry, CPA, dengan
Izin Akuntan Publik No. AP. 2031;
2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2024, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
3
Page 27
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
material dan telah ditandatangani pada 26 Maret 2025 oleh Zoelkarnain, S.E, Ak, M.Ak, CA,
CPA, ASEAN CPA, dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1239;
3. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2023, yang telah diaudit oleh Tanubrata Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
ditandatangani pada 27 Maret 2024 oleh Zoelkarnain, S.E, Ak, M.Ak, CA, CPA, ASEAN CPA,
dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1239;
4. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata Sutanto
Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
ditandatangani pada 30 Maret 2023 oleh Zoelkarnain, S.E, Ak, M.Ak, CA, CPA, ASEAN CPA,
dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1239;
5. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh KAP Tanubrata Sutanto
Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan telah
ditandatangani pada 20 April 2022 oleh Hedy, SE., Ak., CA., CPA., CCPI dengan Izin Akuntan
Publik No. AP.1130;
6. Laporan Penilaian Properti oleh KJPP Susan Widjojo & Rekan dengan No. 00045/2.0068-
01/PP/04/0308/1/VI/2026 tanggal 24 Juni 2026, yang ditandatangani oleh Gufron Hadi
Saputro, MAPPI (Cert.), No. STTD.PP-110/PJ-1/PM.02/2023;
7. Laporan Keuangan Proforma Perseroan per 31 Desember 2025, yang telah disediakan
manajemen Perseroan;
8. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk
tahun 2026 – 2030 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. RSR telah melakukan review
atas proyeksi keuangan tersebut untuk memperoleh keyakinan atas kewajaran proyeksi
keuangan.
9. Draft Perjanjian Sewa, yang telah disediakan oleh manajemen Perseroan;
10. Draft Keterbukaan Informasi yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan;
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Representation Letter dari
manajemen Perseroan No. 178/ISP-Corsec/VI/2026 tertanggal 26 Juni 2026, sehubungan dengan
penugasan Pendapat Kewajaran.
RSR juga telah melakukan wawancara melalui video call conference dengan manajemen Perseroan
yaitu Bapak Hendra selaku Accounting Manager Perseroan pada tanggal 12 Mei 2026, dengan
agenda pembahasan proyeksi konsolidasian Perseroan, sehubungan dengan penugasan Pendapat
Kewajaran.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek Indonesia serta hasil analisis lain yang kami anggap relevan
dengan penugasan pendapat kewajaran.
4
Page 28
1.14 Asumsi Pokok dan Kondisi Pembatas
Asumsi
Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan
atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan
informasi yang diperoleh berasal baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang
dapat dipercaya keakuratannya.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review untuk mencerminkan kewajaran proyeksi,
namun kami tidak bertanggung jawab atas kemampuan pencapaian proyeksi keuangan tersebut
oleh Perseroan.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Perseroan.
Kondisi Pembatas
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas atas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada sumber data dan
informasi sebagaimana diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data-data
yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber
Data dan Informasi sebagai bahan penelahaan, perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi opini kami secara material.
Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek
lainnya.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah yang berlaku pada tanggal laporan
pendapat kewajaran ini diterbitkan.
Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran
sebagaimana telah diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Penilaian hingga laporan pendapat kewajaran diterbitkan,
tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi maupun
industri, pada saat kini maupun yang akan datang, yang dapat mempengaruhi bisnis Perseroan dan
rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Pendapat Kewajaran yang mungkin tersedia bagi Perseroan, serta pengaruh
5
Page 29
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Pendapat Kewajaran, dan juga bukan merupakan
analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Pendapat Kewajaran.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial atas Rencana Transaksi, kami tidak melakukan kajian atas keabsahan Rencana
Transaksi dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut, karena
hal tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Penggunaan atas sebagian atau keseluruhan dari laporan harus memperoleh persetujuan dari
manajemen Perseroan mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.
Mengingat adanya kemungkinan perbedaan waktu dari tanggal laporan ini dengan pelaksanaan
Rencana Transaksi, maka kesimpulan dalam laporan pendapat kewajaran ini hanya berlaku
sepanjang tidak terdapat perubahan signifikan yang akan berdampak material terhadap kewajaran
Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-
masing perusahaan maupun perubahan eksternal, termasuk kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
ini diterbitkan. Apabila setelah tanggal laporan ini diterbitkan terjadi perubahan-perubahan
tersebut, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini dapat berbeda.
Kami juga berpedoman pada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan pendapat kewajaran, yang menyatakan bahwa
seluruh informasi penting dan relevan terkait pendapat kewajaran telah disampaikan dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak terdapat faktor material yang belum
diungkapkan dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
RSR telah melakukan wawancara dan diskusi tanggal 12 Mei 2026 dengan perwakilan dari
manajemen Perseroan yaitu Bapak Hendra selaku Accounting Manager Perseroan , sehubungan
dengan penugasan Pendapat Kewajaran.
1.15 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
6
Page 30
2 METODOLOGI DAN ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
2.1 Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi
Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi berupa identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi, analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Rencana Transaksi, analisis
manfaat dan risiko Rencana Transaksi;
2. Analisis Kualitatif berupa analisis terhadap alasan dan latar belakang Rencana Transaksi,
riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
prospek usaha Perseroan, keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi;
3. Analisis Kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis proyeksi dan proforma laporan
keuangan serta analisis inkremental laporan keuangan;
4. Analisis atas faktor lain yang relevan.
5. Analisis kewajaran Rencana Transaksi;
2.2 Analisis Rencana Transaksi
Berdasarkan metodologi pengkajian kewajaran atas Rencana Transaksi yang disebutkan di atas,
analisis kewajaran Rencana Transaksi meliputi identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi, analisis termin dan persyaratan dari perjanjian atas Rencana Transaksi, analisis manfaat
dan risiko Rencana Transaksi.
2.2.1 Analisis Hubungan Antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi adalah Perseroan sebagai pihak penyewa dan
BML adalah pihak yang menyewakan.
1. Perseroan
a) Riwayat Singkat
Perseroan berkedudukan di Gresik dan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 10 tanggal 5
Mei 1978 yang dibuat di hadapan Stefanus Sindunatha, S.H., notaris di Jakarta, dengan
status Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Akta pendirian tersebut telah disahkan
oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. YA.5/324/1
tanggal 14 Desember 1979 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
71 tanggal 2 September 1980 Tambahan No. 674.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Akta Notaris No. 7 tanggal 13 Juni 2024 yang dibuat di hadapan Siti Nurul Yuliami, S.H.,
M.Kn., notaris di Jakarta, sehubungan dengan penyesuaian maksud dan tujuan serta
kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
tahun 2017 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 mengenai
rencana dan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. Akta
perubahan tersebut telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan
No. AHU-0035521.AH.01.02 Tahun 2024 tanggal 14 Juni 2024 serta diumumkan dalam
Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 56 tanggal 14 Juni 2024 Tambahan No.
020515.
7
Page 31
b) Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, lingkup usaha utama Perseroan bergerak
di bidang industri suku cadang kendaraan bermotor, khususnya produksi pegas yang
meliputi pegas daun (leaf spring) dan pegas spiral (coil spring), serta kegiatan perdagangan
besar suku cadang dan aksesoris kendaraan bermotor.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memfokuskan pada kegiatan
manufaktur komponen otomotif yang digunakan oleh produsen kendaraan (OEM) maupun
pasar suku cadang (aftermarket). Selain itu, Perseroan juga memperoleh pendapatan dari
aktivitas distribusi dan penjualan produk pegas serta komponen terkait lainnya, termasuk
kegiatan pendukung yang berkaitan dengan industri otomotif dan perdagangan suku
cadang.
Perseroan berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono No. 10, Segoromadu, Gresik, Jawa Timur,
dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Januari 1979.
c) Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan per tanggal 31 Desember
2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 2-1 : Struktur Kepemilikan Saham Perseroan
Jumlah Nominal Kepemilikan
Keterangan Jumlah Lembar Saham
(Rp) (%)
Modal Dasar 9.000.000.000 900.000.000.000
Modal ditempatkan dan disetor
PT Indoprima Gemilang 5.782.102.070 578.210.207.000 88,11%
Wiranto Nurhadi (Direktur Utama) 26.833.320 2.683.332.000 0,41%
Lioe Cu Ling (Wakil Presiden Direktur) 164.500 16.450.000 0,00%
Bob Budiono (Direktur Keuangan) 2.020 202.000 0,00%
Masyarakat dan Koperasi
(masing-masing kepemilikan
di bawah 5%) 753.395.190 75.339.519.000 11,48%
Jumlah Modal Saham
ditempatkan dan disetor penuh 6.562.497.100 656.249.710.000 100,00%
Saham dalam Portepel 2.437.502.900 243.750.290.000
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per tanggal 31 Desember 2025, susunan dewan
komisaris dan direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Widjijono Nurhadi
Komisaris Independen : I Gusti Putu Suryawirawan
Direksi
Direktur Utama : Wiranto Nurhadi
Wakil Direktur Utama : Lioe Cu Ling
Direktur : Bob Budiono
Direktur : Teddy Limyanto
Direktur : Andriyas
8
Page 32
2. BML
a) Riwayat Singkat
BML, didirikan berdasarkan akta notaris No. 4 tanggal 1 Agustus 2017 dari Sri Ratnaningsih
Hardjomuljo, S.H., notaris di Semarang. Akta pendirian tersebut telah mendapat
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusannya No. AHU-0032953.AH.01.01 Tahun 2017 tanggal 2 Agustus 2017.
Anggaran Dasar BML telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Notaris No. 72 tanggal 26 Maret 2024 dari Karin Christiana Basoeki, S.H., notaris di Jakarta
Pusat, tentang pengangkatan kembali pengurus BML. Perubahan data ini telah diterima dan
dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sesuai dengan surat penerimaan pemberitahuan perubahan
data No. AHU-AH.01.09-0125348 Tahun 2024 tanggal 28 Maret 2024.
b) Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar BML, BML bergerak terutama dalam pembangkitan
tenaga listrik, perindustrian, dan perdagangan. Saat ini bidang usaha utama BML adalah
perdagangan dan persewaan kendaraan dan alat berat:
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham BML per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan informasi
manajemen Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 2-2 : Struktur Kepemilikan Saham BML
Jumlah Nominal Kepemilikan
Keterangan Jumlah Lembar Saham
(Rp) (%)
Modal Dasar 15.280 15.280.000.000
Modal ditempatkan dan disetor
PT Indoprima Aneka Usaha 9.468 9.468.000.000 90,00%
Kristianto Goenadi 1.052 1.052.000.000 10,00%
Jumlah Modal Saham
ditempatkan dan disetor penuh 10.520 10.520.000.000 100,00%
Saham dalam Portepel 4.760 4.760.000.000
d) Susunan Pengurus
Susunan Pengurus BML per tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan informasi manajemen
Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Wiranto Nurhadi
Komisaris : Widjijono Nurhadi
Direksi
Presiden Direktur : Kristianto Goenadi
Direktur : Lioe Cu Ling
Direktur : Joe(Jo) Wing Wiryadi
2.2.2 Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Rencana Transaksi
Analisis perjanjian dan persyaratan atas Rencana Transaksi dilakukan terhadap Draft Perjanjian
Sewa Forklift antara Perseroan dan BML, yang telah disediakan manajemen Perseroan.
9
Page 33
Berikut adalah ringkasan pokok dari beberapa ketentuan dalam Draft Perjanjian Sewa Forklift
antara Perseroan, dan BML :
1. Pihak yang Menyewa : Perseroan
2. Pihak yang Menyewakan : BML
3. Objek Sewa : 39 unit forklift listrik, 3 unit floor sweeper, 1 unit E-palet dan 2 unit
reach truck
4. Biaya Sewa : Rp8.101.200.000 per tahun dan akan naik sebesar 5% (lima persen)
setiap 3 (tiga) tahun, termasuk biaya perawatan namun belum
termasuk pajak
5. Jaminan : BML wajib melakukan perawatan Objek Sewa dan garansi service
sesuai dengan Jadwal Perawatan Berkala Forklift
BML wajib memperbaiki setiap kerusakan yang terjadi baik
kerusakan berat maupun kerusakan ringan yang diakibatkan oleh
ausnya Forklift karena pemakaian normal dan/atau tidak
berfungsinya mesin/peralatan setiap Forklift yang disewakan.
kecuali jika kerusakan atau tidak berfungsinya itu dikarenakan
kelalaian Perseroan
6. Jangka Waktu : 5 (lima) tahun
7. Penyelesaian Perselisihan : Badan Arbiterase Nasional Indonesia
8. Hukum Yang Berlaku : Hukum Negara Republik Indonesia
2.2.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi
Berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan dan analisis terhadap manfaat Rencana Transaksi,
antara lain:
• Melalui mekanisme sewa (operating lease), Perseroan terhindar dari risiko battery
degradation yang merupakan komponen utama dengan nilai ekonomis tinggi pada kendaraan
listrik.
• Minimalisasi waktu henti operasional, dengan mekanisme sewa memungkinkan penggantian
unit yang rusak secara lebih cepat, sehingga downtime operasional di area pabrik dapat
diminimalkan.
• Seluruh biaya perawatan rutin menjadi tanggung jawab pemilik aset, sehingga Perseroan tidak
perlu menanggung biaya pemeliharaan yang bersifat tidak terduga.
• Kemudahan koordinasi yang lebih cepat, responsif, serta prioritas layanan dibandingkan
dengan pihak ketiga yang tidak terafiliasi.
• Apabila terjadi kendala teknis, proses pengadaan suku cadang maupun penyediaan back-up
unit dapat dilakukan segera tanpa birokrasi yang rumit, sehingga kelancaran arus transportasi
barang di area pabrik dapat senantiasa terjaga.
Risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan
antara lain:
10
Page 34
• BML mengalami gangguan operasional sehingga terhambat dalam menyediakan unit
pengganti atau suku cadang secara tepat waktu, yang dapat berdampak langsung pada
kegiatan operasional Perseroan.
• Terdapat perubahan kondisi perekonomian global atau Indonesia yang berakibat terjadinya
kenaikan nilai sewa dari yang telah disepakati dalam Perjanjian, yang dapat mempengaruhi
efisiensi biaya yang diharapkan Perseroan.
2.3 Analisis Kualitatif
Analisis Kualitatif dilakukan dengan melakukan analisis terhadap alasan dan latar belakang Rencana
Transaksi, riwayat singkat Perseroan dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
prospek usaha Perseroan, keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi.
2.3.1 Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan berkedudukan di Gresik dan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 10 tanggal 5 Mei
1978 yang dibuat di hadapan Stefanus Sindunatha, S.H., notaris di Jakarta, dengan status
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. YA.5/324/1 tanggal 14 Desember 1979
serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 71 tanggal 2 September 1980
Tambahan No. 674.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta
Notaris No. 7 tanggal 13 Juni 2024 yang dibuat di hadapan Siti Nurul Yuliami, S.H., M.Kn., notaris di
Jakarta, sehubungan dengan penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan
sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2017 serta Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 mengenai rencana dan penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. Akta perubahan tersebut telah diterima dan dicatat
dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Penerimaan No. AHU-0035521.AH.01.02 Tahun 2024 tanggal 14 Juni 2024
serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 56 tanggal 14 Juni 2024
Tambahan No. 020515.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, lingkup usaha utama Perseroan bergerak di bidang
industri suku cadang kendaraan bermotor, khususnya produksi pegas yang meliputi pegas daun
(leaf spring) dan pegas spiral (coil spring), serta kegiatan perdagangan besar suku cadang dan
aksesoris kendaraan bermotor. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memfokuskan
pada kegiatan manufaktur komponen otomotif yang digunakan oleh produsen kendaraan (OEM)
maupun pasar suku cadang (aftermarket). Selain itu, Perseroan juga memperoleh pendapatan dari
aktivitas distribusi dan penjualan produk pegas serta komponen terkait lainnya, termasuk kegiatan
pendukung yang berkaitan dengan industri otomotif dan perdagangan suku cadang.
Perseroan berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono No. 10, Segoromadu, Gresik, Jawa Timur, dan mulai
beroperasi secara komersial pada bulan Januari 1979.
2.3.2 Alasan Rencana Transaksi
PT Indospring Tbk (“Perseroan”) merupakan produsen suku cadang kendaraan bermotor,
khususnya pegas yang berupa leaf spring (pegas daun) dan coil spring (pegas spiral). Perseroan
merupakan bagian dari Indoprima Group, suatu kelompok usaha yang bergerak di bidang
Automotive Manufacturing, Distribution, and Retail; Metal, Mining, Non-Ferrous, and Recycling;
serta Property Acquisition and Development.
11
Page 35
Dalam rangka pengadaan armada forklift listrik, Perseroan berencana melakukan mekanisme sewa
(operating lease) dengan PT Bagaskoro Mega Langgeng, yang merupakan pihak terafiliasi
Perseroan, untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Rencana Transaksi termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, karena
PT Indoprima Gemilang selaku pemegang 88,11% saham Perseroan juga merupakan pemegang
saham tidak langsung BML melalui PT Indoprima Aneka Usaha, sehingga Perseroan dan BML berada
di bawah pengendalian yang sama. Selain itu, terdapat kesamaan manajemen di antara Perseroan
dan BML.
Perseroan dan BML akan menandatangani perjanjian sewa forklift (“Perjanjian Sewa”) untuk 39
unit forklift listrik, 3 unit floor sweeper, 1 unit E-palet dan 2 unit reach truck.
Berdasarkan draft Perjanjian, harga sewa yang disepakati adalah sebesar Rp8.101.200.000 per
tahun, termasuk biaya perawatan dan akan naik sebesar 5% (lima persen) setiap 3 (tiga) tahun,
namun belum termasuk pajak (“Harga Transaksi”).
Melalui Rencana Transaksi, Perseroan menerapkan strategi mitigasi risiko dengan mekanisme sewa
(operating lease), antara lain untuk mengantisipasi potensi penurunan performa baterai (battery
degradation) sebagai komponen utama dengan nilai ekonomis tinggi pada kendaraan listrik. Di
samping itu, mekanisme sewa ini bertujuan untuk meminimalkan waktu henti operasional
(downtime) akibat kerusakan, sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya karena seluruh biaya
perawatan rutin menjadi tanggung jawab BML selaku pihak yang menyewakan.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, pemilihan pihak terafiliasi sebagai mitra transaksi
didasarkan pada pertimbangan bahwa perusahaan afiliasi dapat memberikan keunggulan berupa
jalur komunikasi yang lebih cepat, koordinasi yang responsif, serta prioritas layanan. Dengan
demikian, apabila terjadi kendala teknis atau kerusakan pada unit, proses pengadaan suku cadang
maupun penyediaan unit pengganti (back-up unit) dapat dilakukan dengan segera tanpa birokrasi
yang rumit, sehingga kelancaran arus transportasi barang di area pabrik dapat senantiasa terjaga.
2.3.3 Analisis Industri
Gambaran Umum Industri
Industri komponen otomotif merupakan industri turunan yang aktivitasnya sangat bergantung
pada kinerja sektor kendaraan bermotor. Permintaan terhadap komponen tidak terbentuk secara
independen, melainkan berasal dari kebutuhan produksi kendaraan oleh Original Equipment
Manufacturer (OEM) serta permintaan pasar aftermarket untuk perawatan dan penggantian
komponen. Oleh karena itu, dinamika industri komponen otomotif dipengaruhi oleh volume
produksi dan penjualan kendaraan bermotor, khususnya roda empat dan roda dua.
Secara struktural, industri komponen otomotif di Indonesia memiliki rantai pasok yang luas dan
terintegrasi, yang terdiri atas pemasok Tier-1, Tier-2, hingga Tier-3 yang mendukung industri
perakitan kendaraan. Pemasok Tier-1 merupakan perusahaan komponen yang memasok langsung
kepada OEM (produsen kendaraan), umumnya dalam bentuk komponen utama atau sistem yang
siap digunakan dalam proses perakitan, seperti sistem suspensi, sistem pengereman, sistem
kelistrikan, kursi, serta komponen mesin. Pemasok Tier-2 berperan sebagai pemasok bagi
perusahaan Tier-1, dengan produk berupa sub-komponen atau bagian pendukung yang digunakan
untuk memproduksi komponen utama, seperti pegas, baut, bracket, komponen plastik, karet, atau
bagian logam tertentu. Sementara itu, pemasok Tier-3 umumnya berada pada lapisan awal rantai
pasok, yaitu penyedia bahan baku atau material dasar seperti baja, aluminium, karet, plastik, dan
bahan kimia yang digunakan oleh pemasok Tier-2 maupun Tier-1 dalam proses produksi komponen
otomotif.
12
Page 36
Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja industri komponen otomotif menunjukkan dinamika yang
mengikuti siklus industri kendaraan bermotor. Periode pemulihan pasca pandemi pada 2021–2022
mendorong peningkatan aktivitas produksi, dengan produksi mobil nasional mencapai sekitar 1,47
juta unit pada 2022, namun sejak 2023 mulai terlihat adanya tekanan permintaan yang berdampak
pada penurunan volume produksi kendaraan. Kondisi ini secara langsung memengaruhi tingkat
utilisasi dan permintaan terhadap komponen otomotif, terutama pada segmen OEM.
Gambar 2-1: Produksi Mobil Indonesia 2021–2025
(dalam juta unit)
1,47
1,40
1,20 1,15
1,12
2021 2022 2023 2024 2025
Produksi Mobil di Indonesia
Sumber: Gaikindo, 2026
Produksi mobil di Indonesia pada periode 2021–2025 menunjukkan pola peningkatan di awal
periode yang diikuti penurunan berkelanjutan. Produksi mobil tercatat sebesar 1,12 juta unit pada
2021, kemudian meningkat signifikan sebesar 31,03% menjadi 1,47 juta unit pada 2022. Namun
demikian, pada 2023 produksi menurun secara berkelanjutan menjadi 1,40 juta unit atau turun
sebesar 5,06%, pada 2024 menjadi 1,20 juta unit atau turun sebesar 14,26%, serta kembali
menurun menjadi 1,15 juta unit pada 2025 atau turun sebesar 4,10%.
Secara keseluruhan, produksi mobil selama periode 2021–2025 relatif stagnan, dengan Compound
Annual Growth Rate (CAGR) hanya sebesar 0,57%. Peningkatan signifikan pada 2022 mencerminkan
fase pemulihan industri otomotif pasca pandemi, sementara penurunan pada periode 2023–2025
mengindikasikan adanya pelemahan permintaan kendaraan. Kondisi ini menunjukkan bahwa
permintaan terhadap komponen otomotif, khususnya yang terkait dengan produksi kendaraan
baru, cenderung mengalami tekanan seiring dengan penurunan volume produksi kendaraan roda
empat.
13
Page 37
Gambar 2-2: Penjualan Mobil Wholesales 2021–2025
(dalam unit)
1.048.040
1.005.802
887.202 865.723
803.687
2021 2022 2023 2024 2025
Penjualan Mobil Whosales
Sumber: Gaikindo, 2026
Sementara itu, penjualan mobil wholesales di Indonesia pada periode 2021–2025 menunjukkan
tren menurun setelah mencapai puncaknya pada 2022. Penjualan mobil wholesales tercatat
sebesar 887.202 unit pada 2021, kemudian meningkat sebesar 18,13% menjadi 1.048.040 unit pada
2022. Namun setelah itu, penjualan menurun secara berkelanjutan yaitu pada 2023 menjadi
1.005.802 unit atau turun sebesar 4,03%, yang kemudian berlanjut pada 2024 menjadi 865.723 unit
atau turun sebesar 13,93%, serta kembali menurun menjadi 803.687 unit pada 2025 atau turun
sebesar 7,17%.
Secara keseluruhan, penjualan mobil wholesales selama periode 2021–2025 mengalami penurunan
dengan CAGR negatif sebesar 2,44%. Peningkatan pada 2022 mencerminkan fase pemulihan
permintaan kendaraan setelah pandemi, sementara penurunan berturut-turut pada 2023–2025
menunjukkan pelemahan permintaan kendaraan baru di pasar domestik. Penurunan penjualan
domestik yang lebih dalam dibandingkan produksi (yang relatif tertahan oleh ekspor) menegaskan
bahwa tekanan terutama bersumber dari sisi permintaan dalam negeri. Kondisi ini berdampak
terhadap industri komponen otomotif, terutama pada segmen OEM, karena berkurangnya
distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer mengindikasikan menurunnya kebutuhan komponen
untuk produksi dan penjualan kendaraan baru.
Di samping kendaraan roda empat, permintaan industri komponen otomotif juga ditopang oleh
kinerja penjualan kendaraan roda dua, yang volume penjualannya di pasar domestik jauh lebih
besar dibandingkan kendaraan roda empat. Oleh karena itu, selain produksi mobil, penjualan
sepeda motor domestik digunakan sebagai indikator tambahan untuk menggambarkan basis
permintaan industri komponen otomotif secara lebih komprehensif.
14
Page 38
Gambar 2-3: Penjualan Sepeda Motor Domestik 2021–2025
(dalam juta unit)
6,24 6,33 6,41
5,06 5,22
2021 2022 2023 2024 2025
Penjualan Sepeda Motor Domestik
Sumber: Statistik AISI, 2026
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor
domestik pada periode 2021–2025 menunjukkan tren yang meningkat. Penjualan tercatat sebesar
5,06 juta unit pada 2021, kemudian meningkat menjadi 5,22 juta unit pada 2022 atau tumbuh
sebesar 3,24%. Pada 2023, penjualan meningkat signifikan menjadi 6,24 juta unit atau tumbuh
sebesar 19,45%, yang kemudian diikuti pertumbuhan yang lebih moderat menjadi 6,33 juta unit
pada 2024 atau sebesar 1,54%, dan 6,41 juta unit pada 2025 atau meningkat sebesar 1,25%. Secara
keseluruhan, penjualan sepeda motor domestik selama periode 2021–2025 tumbuh dengan CAGR
sebesar 6,12%.
Kenaikan signifikan pada 2023 menunjukkan adanya pemulihan permintaan pasca pandemi,
sementara pertumbuhan yang lebih moderat pada periode 2024–2025 mengindikasikan stabilisasi
permintaan pada level yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini
menunjukkan bahwa, meskipun permintaan kendaraan roda empat mengalami tekanan, segmen
roda dua tetap menjadi penopang utama volume permintaan industri komponen otomotif di
Indonesia, baik dari sisi komponen perakitan (OEM) untuk produksi kendaraan baru, maupun dari
sisi suku cadang pengganti (aftermarket) yang ditopang oleh populasi sepeda motor yang besar dan
terus bertambah.
Secara keseluruhan, dinamika industri kendaraan bermotor menunjukkan adanya divergensi antara
segmen roda empat dan roda dua dalam periode 2021–2025. Penurunan produksi kendaraan roda
empat sejak 2023 menekan permintaan komponen pada sisi perakitan (OEM) roda empat.
Sebaliknya, pertumbuhan dan stabilisasi penjualan sepeda motor pada level yang lebih tinggi justru
meningkatkan permintaan komponen OEM roda dua, sekaligus memperbesar populasi kendaraan
yang menopang permintaan suku cadang pengganti (aftermarket). Dengan demikian, permintaan
industri komponen otomotif di Indonesia tidak hanya bergantung pada siklus produksi kendaraan
roda empat, tetapi juga ditopang oleh besarnya volume kendaraan roda dua, baik dari sisi OEM
maupun aftermarket, sehingga secara keseluruhan permintaan industri relatif tetap terjaga
meskipun terdapat tekanan pada salah satu segmen utama.
15
Page 39
Kompetisi dan Pangsa Pasar
Industri komponen otomotif di Indonesia terstruktur secara terintegrasi dalam rantai pasok industri
kendaraan bermotor, dengan pembagian utama antara segmen Original Equipment Manufacturer
(OEM) dan aftermarket (replacement parts). Permintaan pada segmen OEM sangat bergantung
pada volume produksi kendaraan oleh pabrikan, sedangkan segmen aftermarket ditentukan oleh
jumlah kendaraan yang beroperasi serta siklus penggantian komponen. Kedua segmen tersebut
memiliki karakteristik kompetisi yang berbeda: persaingan pada segmen OEM umumnya lebih ketat
dan menuntut kualifikasi teknis serta sertifikasi mutu dari pabrikan, sehingga jumlah pemasok yang
memenuhi syarat relatif terbatas; sementara segmen aftermarket cenderung lebih terfragmentasi
dengan jumlah pemain yang lebih banyak dan persaingan harga yang lebih tinggi.
Industri komponen otomotif nasional masih bertumpu pada permintaan domestik, sementara
ekspor berperan semakin penting sebagai penyangga di tengah pelemahan pasar dalam negeri.
Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) mencatat nilai ekspor komponen otomotif
mencapai sekitar US$7,5 miliar (±Rp125,8 triliun) pada 2025, naik dari sekitar US$7 miliar pada
2024, dengan negara tujuan utama Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, dan Korea Selatan. Struktur
ini menunjukkan bahwa industri komponen otomotif Indonesia memiliki ketergantungan yang
cukup tinggi terhadap kinerja industri kendaraan bermotor domestik, meskipun ekspor berperan
sebagai penopang yang semakin krusial dalam menjaga utilisasi produksi ketika permintaan
domestik melemah.
Dari sisi struktur pelaku usaha, industri komponen otomotif memiliki ribuan perusahaan pemasok,
yang mencakup Tier-1, Tier-2, hingga Tier-3. Struktur ini mencerminkan tingkat fragmentasi yang
relatif tinggi, di mana sebagian besar pelaku industri berada pada skala kecil dan menengah serta
memiliki ketergantungan terhadap kontrak dengan pabrikan atau pemasok yang lebih besar.
Namun demikian, pasokan langsung ke OEM pada lapisan Tier-1 cenderung terkonsentrasi pada
sejumlah kelompok besar yang memiliki skala, kemampuan teknis, dan kualifikasi mutu yang
memadai. Dengan struktur berlapis seperti ini, perubahan permintaan dari OEM akan secara
langsung berdampak pada seluruh rantai pasok, terutama menekan pelaku pada lapisan bawah
yang relatif lebih rentan.
Meskipun jumlah pelaku industri relatif besar, pangsa pasar pada segmen OEM cenderung
terkonsentrasi pada perusahaan Tier-1 yang memiliki hubungan langsung dengan pabrikan
kendaraan. Perusahaan-perusahaan seperti PT Astra Otoparts Tbk, PT Denso Indonesia, PT Aisin
Indonesia Automotive, dan PT Kayaba Indonesia merupakan contoh pemasok utama yang memiliki
kapabilitas produksi, teknologi, serta integrasi dengan prinsipal global. Konsentrasi ini
menunjukkan bahwa meskipun industri terlihat terfragmentasi secara jumlah pelaku, kendali
terhadap volume produksi dan kontrak utama berada pada kelompok perusahaan dengan skala dan
teknologi yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, dalam konteks produk, industri komponen otomotif terbagi ke dalam berbagai sub-
segmen seperti sistem pengereman, sistem suspensi, komponen mesin, hingga komponen
kelistrikan. Pada sub-segmen tertentu, khususnya komponen yang bersifat spesifik dan berbasis
logam seperti komponen suspensi, jumlah pelaku industri cenderung lebih terbatas dibandingkan
sub-segmen lainnya. Karakteristik produk yang memerlukan presisi tinggi, standar kualitas OEM,
serta skala produksi yang besar menyebabkan hambatan masuk (barrier to entry) pada sub-segmen
ini relatif lebih tinggi.
Kondisi tersebut menyebabkan tingkat kompetisi pada sub-segmen spesifik menjadi lebih
terkonsentrasi, dengan persaingan yang tidak hanya berasal dari pelaku domestik, tetapi juga dari
produsen global yang memiliki hubungan langsung dengan pabrikan kendaraan. Dalam praktiknya,
pemasok pada sub-segmen ini umumnya beroperasi sebagai bagian dari rantai pasok OEM dan
memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap kontrak jangka panjang, sehingga perubahan
16
Page 40
permintaan kendaraan secara langsung memengaruhi volume produksi dan utilisasi kapasitas.
Pada sub-segmen komponen suspensi berbasis pegas, salah satu pemain yang relevan adalah PT
Chuhatsu Indonesia, yang bergerak di bidang other motor vehicle parts manufacturing dan berbasis
di Bekasi. Berdasarkan data finansial terakhir yang tersedia, PT Chuhatsu Indonesia mencatat
pertumbuhan penjualan bersih sebesar 12,94% pada 2024, disertai kenaikan jumlah aset sebesar
13,52%, yang mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas usaha pada sub-segmen komponen
otomotif berbasis pegas. Selain itu, PT APM Armada Suspension juga menjadi salah satu pemain
pada sub-segmen ini, dengan produk utama berupa automotive coil springs dan distribusi
komponen suspensi otomotif, serta kapasitas produksi sekitar 150.000 unit per bulan.
Hal ini tercermin dari kondisi pada 2025, di mana penurunan permintaan kendaraan roda empat
berdampak pada penurunan pasokan komponen ke pabrikan hingga sebesar 38%, yang kemudian
memengaruhi tingkat utilisasi produksi di berbagai lapisan rantai pasok. Di sisi lain, segmen
aftermarket tetap menunjukkan karakteristik yang lebih stabil karena didorong oleh kebutuhan
penggantian komponen kendaraan yang telah beroperasi.
Secara keseluruhan, industri komponen otomotif di Indonesia menunjukkan karakteristik berupa
pasar domestik yang dominan, struktur pelaku yang terfragmentasi, serta konsentrasi pada pemain
Tier-1 pada segmen OEM, dengan tingkat kompetisi yang semakin mengerucut pada sub-segmen
tertentu yang memiliki hambatan masuk lebih tinggi.
Secara global berdasarkan data Global Market Insight, pasar komponen berbasis pegas global di
tahun 2025 sebesar US$4,1 miliar dengan kontribusi terbesar dari pegas spiral (coil spring) sebesar
40% dengan pendapatan sebesar US$1,7 miliar. Lima perusahaan terbaik dalam industri komponen
pegas otomotif secara global yaitu NHK Spring Co., Ltd., Mubea, Rassini, Sogefi Group dan
Thyssenkrupp AG dengan pangsa pasar global sebesar 58,8% dan NHK Spring Co., Ltd. memiliki
pangsa pasar global tertinggi sebesar 19,4% di tahun 2025.
Prospek Industri
Prospek industri komponen otomotif di Indonesia pada periode 2026–2029 diperkirakan masih
menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 5,59%, meskipun dengan laju yang moderat. Hal ini
sejalan dengan proyeksi pertumbuhan industri komponen otomotif yang diperkirakan mengalami
peningkatan bertahap, dengan tingkat pertumbuhan 4,92% di tahun 2026, hingga pertumbuhan
sebesar 6,26% pada 2029 dari tahun 2028. Pemulihan bertahap ini diperkirakan ditopang oleh
pemulihan daya beli domestik, dukungan kebijakan dan insentif pemerintah, agenda industrialisasi
dalam RPJMN 2025–2029, ekspansi pasar ekspor, serta pertumbuhan populasi kendaraan yang
memperbesar basis permintaan suku cadang pengganti (aftermarket).
17
Page 41
Gambar 2-4: Proyeksi Pertumbuhan Tahunan Pasar Komponen Otomotif Indonesia 2026-2029
6,26%
5,83%
5,37%
4,92%
2026 2027 2028 2029
Proyeksi Pertumbuhan Pasar
Sumber: 6W Research, 2025
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan kendaraan seiring dengan
pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi, serta meningkatnya kebutuhan terhadap komponen
kendaraan, baik untuk produksi kendaraan baru (OEM) maupun penggantian (aftermarket). Selain
itu, tren peningkatan konsumsi kendaraan roda dua dan kendaraan komersial turut menjadi faktor
pendukung pertumbuhan industri komponen otomotif dalam jangka menengah.
Industri otomotif nasional diproyeksikan mulai mengalami pemulihan pada 2026, dengan target
penjualan kendaraan roda empat sebesar sekitar 850.000 unit, setelah mengalami penurunan pada
2025. Pemulihan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap komponen otomotif, khususnya
pada segmen OEM, berpotensi mengalami peningkatan seiring dengan membaiknya kinerja industri
kendaraan bermotor.
Di sisi lain, prospek industri juga dipengaruhi oleh perubahan struktur industri otomotif global,
khususnya terkait dengan perkembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Pemerintah
Indonesia menargetkan adopsi kendaraan listrik sebesar 2 juta unit mobil listrik dan 12 juta unit
kendaraan roda dua listrik pada 2030, serta mendorong pengembangan ekosistem baterai
domestik, sebagaimana diatur dalam Perpres No. 55/2019 jo. Perpres No. 79/2023. Bagi industri
komponen, transisi ini menekan permintaan komponen spesifik mesin pembakaran, namun relatif
netral bagi komponen yang agnostik terhadap jenis penggerak seperti sistem suspensi dan pegas.
Perkembangan tersebut memberikan peluang sekaligus tantangan bagi industri komponen
otomotif. Di satu sisi, peningkatan produksi kendaraan listrik membuka peluang pengembangan
komponen baru, khususnya pada sistem kelistrikan, baterai, dan komponen ringan.
Analisis SWOT
Strengths and Opportunities (Kekuatan dan Peluang)
• Potensi ekspor komponen otomotif dapat menjadi alternatif pertumbuhan di tengah
perlambatan pasar domestik, sepanjang produsen mampu memenuhi standar kualitas, biaya,
dan kapasitas pasar global.
• Peluang lokalisasi komponen seiring elektrifikasi kendaraan dan dukungan kebijakan
TKDN/insentif pemerintah.
• Peningkatan jumlah populasi kendaraan yang berpotensi memperbesar basis permintaan
aftermarket dalam jangka menengah.
18
Page 42
Weaknesses and Threats (Kelemahan dan Tantangan)
• Penurunan permintaan dan produksi kendaraan roda empat sejak 2023 berdampak terhadap
industri komponen kendaraan bermotor, khususnya pemasok yang berorientasi pada OEM.
• Pelaku industri komponen pada lapisan pemasok Tier 2 dan Tier 3 lebih rentan terhadap
penurunan volume produksi dan tekanan harga dari OEM maupun pemasok utama.
• Penurunan permintaan kendaraan roda empat sejak 2023 berdampak signifikan terhadap
industri komponen kendaraan bermotor.
• Tekanan dari impor (mobil listrik dan truk dari China) menambah beban pemasok domestik.
• Peningkatan impor kendaraan listrik dan kendaraan komersial dari China dapat menekan
pemasok domestik apabila komponen yang digunakan masih berasal dari rantai pasok impor.
2.3.4 Analisis Operasional dan Prospek Usaha Perseroan
Tinjauan Operasional
Perseroan secara konsolidasian menjalankan kegiatan usaha di bidang industri komponen otomotif,
khususnya dalam produksi dan perdagangan pegas kendaraan bermotor. Dalam menjalankan
kegiatan usahanya, Perseroan menawarkan produk-produk yang secara umum dikelompokkan ke
dalam empat lini utama, yaitu pegas daun (leaf spring), pegas spiral (coil spring), stabilizer bar, dan
fasteners. Portofolio produk tersebut mencerminkan fokus utama Perseroan pada industri
komponen kendaraan bermotor, khususnya komponen yang berkaitan dengan sistem suspensi dan
komponen pendukung kendaraan.
Produk utama Perseroan berupa pegas daun (leaf spring) merupakan komponen suspensi
berbentuk lembaran baja berlapis yang berfungsi untuk menyerap getaran dan beban dari roda
kendaraan agar tidak langsung diteruskan ke bodi kendaraan. Produk ini umumnya digunakan pada
kendaraan niaga dan kendaraan dengan kebutuhan daya angkut tinggi, sehingga menjadi salah satu
lini bisnis utama Perseroan. Selain itu, Perseroan juga memproduksi pegas spiral (coil spring) yaitu
benda elastis yang berbentuk spiral dan terbuat dari kawat atau potongan datar yang dililitkan yang
berfungsi sebagai komponen suspensi elastis pada kendaraan bermotor, khususnya untuk menjaga
kenyamanan, fleksibilitas, dan kestabilan kendaraan selama beroperasi.
Di samping itu, Perseroan memproduksi stabilizer bar, yaitu komponen suspensi yang berfungsi
menjaga keseimbangan kendaraan, khususnya saat berbelok atau melewati permukaan jalan yang
tidak rata. Produk ini menjadi bagian penting dalam mendukung stabilitas dan keamanan
kendaraan. Sejalan dengan upaya diversifikasi usaha, Perseroan juga mengembangkan lini
fasteners, yang mencakup mur dan baut kendaraan bermotor sebagai produk pendukung
tambahan. Pengembangan produk ini menunjukkan upaya Perseroan dalam memperluas
portofolio bisnis serta mengurangi ketergantungan pada satu jenis komponen otomotif tertentu.
Kinerja operasional Perseroan selama periode 2021–2025 dipengaruhi oleh dinamika industri
otomotif, yang tercermin dari tingkat produksi dan penjualan kendaraan bermotor, baik di pasar
domestik maupun global. Sebagai pemasok komponen, aktivitas usaha Perseroan memiliki
keterkaitan yang erat dengan permintaan dari produsen kendaraan, sehingga perubahan kondisi
industri secara langsung berdampak terhadap volume produksi dan penjualan Perseroan.
19
Page 43
Produk yang Dihasilkan
Segmen Primer
Berdasarkan penyajian dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan, pendapatan usaha
diklasifikasikan berdasarkan segmen primer yang mencerminkan jenis kegiatan usaha utama yang
dijalankan oleh Perseroan. Sejalan dengan ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan yang bergerak
di bidang industri suku cadang kendaraan bermotor, khususnya pegas, pendapatan Perseroan
secara umum terbagi ke dalam dua segmen utama, yaitu segmen industri spare part dan segmen
industri alat pertanian.
Segmen industri spare part merupakan kontributor utama pendapatan Perseroan yang berasal dari
produksi dan penjualan komponen otomotif, khususnya pegas kendaraan bermotor seperti leaf
spring dan coil spring. Segmen ini mencerminkan core business Perseroan yang memiliki keterkaitan
erat dengan industri otomotif, baik untuk kebutuhan Original Equipment Manufacturer (OEM)
maupun pasar aftermarket. Sementara itu, segmen industri alat pertanian merupakan segmen
pendukung dengan kontribusi yang relatif lebih kecil, yang menunjukkan adanya diversifikasi usaha
Perseroan di luar industri otomotif.
Gambar 2-5: Perkembangan Pendapatan Bersih Perseroan berdasarkan Segmen Primer 2021-
2025
(dalam miliar Rupiah)
3.803
3.642
3.303
35 3.165
3.009 28
9
9
5
3.615 3.768
3.156 3.294
3.003
2021 2022 2023 2024 2025
Industri spare part Industri alat pertanian Jumlah Pendapatan Bersih
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Ditinjau berdasarkan segmen primer, pendapatan Perseroan didominasi secara signifikan oleh
segmen industri spare part sepanjang periode analisis. Rata-rata kontribusi segmen industri spare
part terhadap jumlah pendapatan bersih selama periode 2021–2025 tercatat sebesar 99,51%.
Pendapatan dari segmen ini tercatat sebesar Rp3.003 miliar pada tahun 2021, meningkat sebesar
20,35% menjadi sebesar Rp3.615 miliar pada tahun 2022 dan meningkat sebesar 4,24% menjadi
sebesar Rp3.768 miliar pada tahun 2023, kemudian menurun sebesar 16,24% menjadi sebesar
Rp3.156 miliar pada tahun 2024 sebelum kembali meningkat sebesar 4,37% menjadi sebesar
Rp3.294 miliar pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja pendapatan Perseroan sangat
dipengaruhi oleh dinamika permintaan pada industri otomotif sebagai pasar utama.
Sementara itu, segmen industri alat pertanian memberikan kontribusi yang relatif kecil terhadap
total pendapatan Perseroan. Rata-rata kontribusi segmen ini terhadap jumlah pendapatan bersih
selama 2021-2025 tercatat hanya sebesar 0,49%.
20
Page 44
Pendapatan dari segmen ini tercatat sebesar Rp5 miliar pada tahun 2021, meningkat sebesar
423,45% menjadi sebesar Rp28 miliar pada tahun 2022 dan meningkat sebesar 26,27% menjadi
sebesar Rp35 miliar pada tahun 2023, kemudian menurun sebesar 73,16% menjadi sebesar Rp9
miliar pada tahun 2024 dan kembali meningkat sebesar 1,34% menjadi sebesar Rp9 miliar pada
tahun 2025. Meskipun kontribusinya terbatas, keberadaan segmen ini mencerminkan upaya
diversifikasi usaha Perseroan di luar sektor otomotif.
Segmen Geografis
Ditinjau berdasarkan segmen geografis, pendapatan Perseroan berasal dari pasar domestik dan
ekspor, yang masing-masing menunjukkan dinamika pertumbuhan yang berbeda selama periode
2021–2025.
Gambar 2-6: Perkembangan Pendapatan Perseroan Berdasarkan Segmen Geografis Tahun
2021–2025
(dalam miliar Rupiah)
2.920
2.751
2.630 2.626
2.284
1.638 1.702
1.426 1.452
1.296
(701) (747) (761) (774)
(819)
2021 2022 2023 2024 2025
Ekspor Domestik Antar segmen
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Pendapatan dari segmen ekspor menunjukkan pertumbuhan fluktuatif sepanjang periode analisis.
Pada tahun 2021, pendapatan ekspor tercatat sebesar Rp1.426 miliar dan meningkat menjadi
Rp1.638 miliar pada tahun 2022 atau tumbuh sebesar 14,92%, serta kembali meningkat menjadi
Rp1.702 miliar pada tahun 2023 atau tumbuh sebesar 3,87%. Namun demikian, pada tahun 2024
pendapatan ekspor mengalami penurunan signifikan sebesar 23,84% menjadi Rp1.296 miliar,
sebelum kembali meningkat sebesar 11,98% menjadi Rp1.452 miliar pada tahun 2025.
Pendapatan dari segmen ekspor mencatatkan pertumbuhan yang relatif terbatas dengan
Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 0,45% selama periode 2021–2025, yang
mengindikasikan adanya tekanan pada permintaan pasar internasional dalam beberapa tahun
terakhir.
Sementara itu, pendapatan dari segmen domestik menunjukkan tren pertumbuhan yang juga
fluktuatif. Pendapatan domestik tercatat sebesar Rp2.284 miliar pada tahun 2021 dan meningkat
menjadi Rp2.751 miliar pada tahun 2022 atau tumbuh sebesar 20,45%, serta kembali meningkat
menjadi Rp2.920 miliar pada tahun 2023 atau tumbuh sebesar 6,13%. Pada tahun 2024,
pendapatan domestik mengalami penurunan sebesar 9,93% menjadi Rp2.630 miliar, dan relatif
stabil pada tahun 2025 dengan sedikit penurunan sebesar 0,16% menjadi Rp2.626 miliar.
21
Page 45
Secara keseluruhan, segmen domestik mencatatkan pertumbuhan positif dengan CAGR sebesar
3,55% selama periode 2021–2025, yang menunjukkan bahwa pasar domestik masih menjadi
penopang utama kinerja pendapatan Perseroan.
Adapun transaksi antar segmen yang dieliminasi dalam laporan konsolidasian juga menunjukkan
pergerakan yang fluktuatif, dengan nilai eliminasi yang meningkat hingga tahun 2023 sebelum
mengalami penurunan pada tahun 2024 dan kembali meningkat pada tahun 2025. Secara
keseluruhan, nilai eliminasi antar segmen mencatatkan CAGR sebesar 2,51% selama 2021-2025.
Segmen Jenis Produk
Jika dilihat berdasarkan jenis produk, sumber pendapatan Perseroan secara konsolidasian masih
terkonsentrasi pada penjualan komponen kendaraan bermotor, yang menjadi lini usaha utama
Perseroan. Sementara itu, produk alat pertanian berperan sebagai segmen pelengkap dengan skala
yang lebih kecil.
Gambar 2-7: Perkembangan Pendapatan Perseroan Berdasarkan Segmen Jenis Produk
Tahun 2021–2025
(dalam miliar Rupiah)
4.587
4.360
3.917 4.068
3.704
5 30 35 9 9
(701) (747) (819) (761) (774)
2021 2022 2023 2024 2025
Komponen kendaraan bermotor Alat pertanian Antar segmen
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Pendapatan dari segmen komponen kendaraan bermotor menunjukkan tren pertumbuhan yang
fluktuatif selama periode 2021–2025 dengan CAGR sebesar 2,37%. Pendapatan dari segmen ini
tercatat sebesar Rp3.704 miliar pada tahun 2021, meningkat signifikan sebesar 17,69% menjadi
Rp4.360 miliar pada tahun 2022 dan kembali meningkat sebesar 5,20% menjadi Rp4.587 miliar pada
tahun 2023. Namun demikian, pada tahun 2024 pendapatan mengalami penurunan sebesar 14,61%
menjadi Rp3.917 miliar, sebelum kembali meningkat sebesar 3,85% menjadi Rp4.068 miliar pada
tahun 2025.
Sementara itu, pendapatan dari segmen alat pertanian juga menunjukkan pertumbuhan fluktuatif.
Pendapatan dari segmen ini tercatat sebesar Rp5 miliar pada tahun 2021, meningkat signifikan
sebesar 459,93% menjadi Rp30 miliar pada tahun 2022 dan kembali meningkat sebesar 18,04%
menjadi Rp35 miliar pada tahun 2023. Namun demikian, pada tahun 2024 pendapatan mengalami
penurunan signifikan sebesar 73,16% menjadi Rp9 miliar, sebelum kembali meningkat sebesar
1,34% menjadi Rp9 miliar pada tahun 2025. Secara keseluruhan, segmen ini mencatatkan CAGR
sebesar 15,79%.
Adapun transaksi antar segmen yang dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasian juga
menunjukkan pergerakan yang fluktuatif selama periode analisis, dengan nilai eliminasi yang
22
Page 46
meningkat hingga tahun 2023, kemudian menurun pada tahun 2024, dan kembali meningkat pada
tahun 2025. Hal ini mencerminkan adanya dinamika transaksi internal antar entitas dalam
kelompok usaha Perseroan.
Secara keseluruhan, struktur pendapatan berdasarkan jenis produk menunjukkan bahwa Perseroan
memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap segmen komponen kendaraan bermotor
sebagai produk utama. Sementara itu, segmen alat pertanian berperan sebagai diversifikasi usaha,
namun dengan skala yang relatif kecil dan kontribusi yang masih terbatas terhadap total
pendapatan Perseroan.
Aspek Pemasaran
Pada tahun 2025, strategi pemasaran Perseroan diarahkan untuk memperkuat posisi pasar melalui
tiga saluran utama, yaitu Original Equipment Manufacturer (OEM), aftermarket, dan pasar ekspor.
Strategi ini diterapkan untuk menjaga keberlanjutan permintaan, memperluas basis pelanggan,
serta mengurangi risiko ketergantungan pada satu segmen pasar, terutama mengingat karakteristik
industri otomotif yang cenderung dipengaruhi oleh siklus produksi dan permintaan kendaraan.
Pada segmen OEM, Perseroan tetap berfokus pada pemeliharaan hubungan jangka panjang dengan
produsen kendaraan bermotor. Upaya tersebut dilakukan melalui konsistensi dalam menjaga
kualitas produk, ketepatan pasokan, serta kemampuan memenuhi spesifikasi dan standar yang
ditetapkan oleh pelanggan. Dengan pendekatan tersebut, Perseroan dapat mempertahankan
perannya sebagai bagian dari rantai pasok industri otomotif, sekaligus menjaga stabilitas volume
penjualan yang berkaitan erat dengan aktivitas produksi kendaraan.
Sementara itu, pada segmen aftermarket, Perseroan terus memperkuat jaringan distribusi dan
memperluas jangkauan pemasaran produk. Strategi ini didukung oleh meningkatnya jumlah
kendaraan yang beroperasi, yang pada akhirnya mendorong kebutuhan terhadap produk pengganti
dan komponen pendukung. Selain produk utama, Perseroan juga mengembangkan produk turunan
seperti fastener dan komponen sejenis untuk memperluas penetrasi pasar. Segmen aftermarket
memiliki karakteristik permintaan yang relatif berulang, sehingga berperan dalam mendukung
stabilitas pendapatan Perseroan dan mengurangi ketergantungan terhadap permintaan dari
segmen OEM.
Dari sisi ekspor, Perseroan memperkuat pengembangan pasar luar negeri sebagai bagian dari
strategi diversifikasi geografis. Fokus ekspansi diarahkan pada wilayah yang memiliki kebutuhan
tinggi terhadap kendaraan komersial, antara lain kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah.
Pengembangan pasar ekspor tersebut didukung oleh kemampuan Perseroan dalam memenuhi
standar kualitas internasional, menjaga keandalan produk, serta memastikan kesinambungan
pasokan kepada pelanggan. Hal ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing
Perseroan di pasar global.
Secara keseluruhan, strategi pemasaran Perseroan pada tahun 2025 menunjukkan pendekatan
yang seimbang antara penguatan pasar eksisting dan perluasan pasar baru. Kombinasi antara basis
pelanggan OEM yang telah terbentuk, potensi pertumbuhan segmen aftermarket, serta
peningkatan kontribusi pasar ekspor menjadi fondasi penting bagi Perseroan dalam menjaga
kesinambungan permintaan dan memperkuat prospek pertumbuhan usaha ke depan.
Wilayah Operasional
Wilayah operasional Perseroan dan Anak Perusahaan secara utama terkonsentrasi di wilayah
Gresik, Jawa Timur, yang menjadi pusat kegiatan operasional, produksi, serta pengelolaan bisnis
Perseroan. Hingga 31 Desember 2025, Perseroan mengoperasikan 1 (satu) kantor pusat, 4 (empat)
pabrik spring, 1 (satu) pabrik fastener, serta 4 (empat) entitas anak yang sebagian besar berlokasi
di area Gresik dan sekitarnya.
23
Page 47
Gambar 2-8: Wilayah Operasional
Sumber: Laporan Tahunan 2025 Perseroan
Prospek Usaha
Prospek usaha Perseroan pada tahun 2026 diperkirakan tetap didukung oleh perkembangan
industri otomotif dan manufaktur komponen, baik di pasar domestik maupun internasional. Secara
makro, perekonomian global diperkirakan bergerak menuju kondisi yang lebih stabil seiring
meredanya tekanan inflasi dan potensi normalisasi kebijakan moneter. Di sisi domestik,
perekonomian Indonesia juga diproyeksikan tetap tumbuh solid, didukung oleh konsumsi
masyarakat, peningkatan investasi, serta stabilitas makroekonomi yang terjaga. Kondisi tersebut
memberikan landasan yang cukup kondusif bagi sektor riil, termasuk industri otomotif yang
menjadi pasar utama bagi produk Perseroan.
Dari sisi industri, pasar otomotif nasional diperkirakan tumbuh secara moderat, sejalan dengan
terjaganya permintaan domestik, peningkatan aktivitas logistik, serta bertambahnya populasi
kendaraan yang mendorong kebutuhan suku cadang pengganti. Berdasarkan proyeksi Gabungan
Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional pada tahun 2026
diperkirakan mencapai sekitar 850.000 unit, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar
803.687 unit. Proyeksi tersebut menunjukkan adanya potensi peningkatan permintaan terhadap
komponen kendaraan bermotor, termasuk produk utama Perseroan seperti leaf spring dan coil
spring.
Sejalan dengan kondisi tersebut, Perseroan menargetkan pertumbuhan usaha melalui penguatan
tiga saluran utama, yaitu pasar Original Equipment Manufacturer (OEM), aftermarket, dan ekspor.
Pada segmen OEM, Perseroan didukung oleh basis pelanggan yang telah terbentuk serta
kemampuan dalam memenuhi standar kualitas dan pasokan yang dibutuhkan oleh produsen
kendaraan bermotor. Sementara itu, pada segmen aftermarket, peningkatan populasi kendaraan
menjadi peluang bagi Perseroan untuk memperluas penjualan produk pengganti dan komponen
pendukung.
Di pasar domestik, Perseroan juga mendorong pengembangan segmen aftermarket melalui produk
turunan seperti fastener atau U-bolt, yang digunakan sebagai komponen pendukung kendaraan.
Segmen ini memiliki karakteristik permintaan yang relatif berulang karena berkaitan dengan
kebutuhan perawatan dan penggantian komponen kendaraan. Dengan demikian, penguatan
24
Page 48
segmen aftermarket dapat membantu Perseroan menjaga stabilitas permintaan dan mengurangi
ketergantungan terhadap siklus produksi kendaraan pada pasar OEM. Selain itu, peluang
pengembangan produk fastener non-otomotif juga dapat menjadi bagian dari strategi diversifikasi
usaha Perseroan ke depan.
Dari sisi ekspansi pasar, Perseroan juga memperkuat pengembangan ekspor sebagai bagian dari
diversifikasi geografis. Fokus ekspansi diarahkan pada kawasan yang memiliki kebutuhan tinggi
terhadap kendaraan komersial, seperti Timur Tengah dan Asia Tengah. Kawasan tersebut dinilai
memiliki karakteristik kebutuhan kendaraan yang sejalan dengan kompetensi produk Perseroan,
terutama pada segmen kendaraan niaga. Selain itu, tren transisi menuju kendaraan listrik juga
membuka peluang baru bagi Perseroan, terutama dalam pengembangan komponen dengan
spesifikasi dan nilai tambah yang lebih tinggi..
2.3.5 Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi
Keuntungan yang diharapkan diperoleh Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi
adalah Perseroan berpotensi mendapatkan penghematan biaya pemeliharaan atas Forklift Listrik
serta terjaminnya kesinambungan kegiatan operasional Perseroan melalui kesiapan BML dalam
menyediakan unit pengganti atas forklift yang mengalami kerusakan.
Kerugian yang timbul dari rencana transaksi adalah timbulnya biaya yang harus dikeluarkan
Perseroan untuk biaya jasa konsultan independen yang timbul sehubungan dengan Rencana
Transaksi.
2.4 Analisis Kuantitatif
Analisis Kuantitatif dilakukan dengan melakukan analisis kinerja historis, analisis proyeksi dan
proforma laporan keuangan serta analisis inkremental laporan keuangan.
2.4.1 Analisis Kinerja Historis
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan disusun berdasarkan laporan keuangan konsolidasian
Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 2025
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
opini wajar dalam semua hal yang material.
25
Page 49
Tabel 2-3 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan dan
Anak Perusahaan
(dalam juta Rupiah)
31 Desember
Keterangan 2021* 2022 2023 2024 2025
Audit Audit Audit Audit Audit
Penjualan neto 3.008.688 3.642.216 3.802.563 3.165.028 3.303.153
Beban pokok penjualan (2.470.309) (3.051.242) (3.159.822) (2.737.843) (2.817.070)
Laba Bruto 538.379 590.973 642.741 427.186 486.083
Beban penjualan (207.905) (232.479) (208.458) (180.606) (198.695)
Beban umum dan administrasi (123.351) (134.346) (165.945) (160.514) (158.396)
Pendapatan operasi lainnya 69.965 111.498 53.317 61.485 45.611
Beban operasi lainnya (30.676) (16.315) (42.050) (17.336) (15.455)
Laba dari Usaha 246.411 319.331 279.604 130.214 159.148
Beban keuangan (6.095) (23.382) (27.575) (20.002) (14.261)
Pendapatan keuangan 1.989 1.130 813 1.027 833
Laba Sebelum Pajak 242.304 297.078 252.841 111.240 145.720
Beban pajak (61.624) (68.536) (62.320) (30.308) (46.310)
Laba pra-akuisisi dari
dampah transaksi kombinasi
entitas sepengendali - (3.806) - - -
Laba setelah dampak
transaksi kombinasi bisnis
entitas sepengendali (11.464) - - - -
Laba Neto Tahun Berjalan 169.217 224.736 190.521 80.931 99.409
Penghasilan/(rugi) komprehensif lainnya (5.678) 27.040 387.284 14.447 10.580
Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan 163.539 251.777 577.805 95.378 109.989
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
Penjualan Neto
Pendapatan usaha Perseroan diperoleh dari kegiatan manufaktur dan perdagangan suku cadang
kendaraan bermotor, khususnya produk pegas yang meliputi pegas daun (leaf spring) dan pegas
spiral (coil spring), yang dipasarkan baik kepada pihak ketiga maupun pihak berelasi untuk
kebutuhan industri otomotif dan sektor pendukung lainnya selama tahun 2021–2025.
Penjualan neto Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami peningkatan
fluktuatif dengan CAGR sebesar 2,36%. Pada tahun 2021, penjualan neto Perseroan mengalami
peningkatan signifikan sebesar 85,01% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama didorong
oleh peningkatan penjualan kepada pihak ketiga, khususnya pada segmen produk pegas seiring
dengan pemulihan permintaan industri otomotif.
Pada tahun 2022, penjualan neto Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
21,06% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan volume penjualan
pada seluruh lini produk, baik pegas maupun komponen kendaraan bermotor lainnya, serta
peningkatan kontribusi dari penjualan kepada pihak berelasi.
Pada tahun 2023, penjualan neto Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
4,40% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan
pada segmen pegas kepada pihak ketiga.
Pada tahun 2024, penjualan neto Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan sebesar
16,77% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh penurunan penjualan kepada pihak
ketiga, khususnya pada segmen pegas, kemudian disebabkan juga oleh penurunan penjualan
komponen rem kendaraan bermotor, dan alat pertanian.
Pada tahun 2025, penjualan neto Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
4,36% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan kembali
26
Page 50
penjualan kepada pihak ketiga, khususnya pada segmen pegas dan komponen rem kendaraan
bermotor.
Beban Pokok Penjualan
Beban pokok penjualan Perseroan terdiri dari biaya produksi yang meliputi pemakaian bahan baku,
upah buruh langsung, beban tidak langsung, serta perubahan persediaan dalam proses dan
persediaan barang jadi selama tahun 2021–2025.
Beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami
peningkatan fluktuatif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 3,34% per tahun. Pada tahun 2021,
beban pokok penjualan Perseroan mengalami peningkatan signifikan sebesar 80,99% dibandingkan
tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan pemakaian bahan baku yaitu
pembelian bahan baku dan beban tidak langsung seiring dengan peningkatan volume produksi.
Pada tahun 2022, beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan
sebesar 23,52% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan pemakaian
bahan baku, beban persediaan barang jadi, serta beban tidak langsung.
Pada tahun 2023, beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan
sebesar 3,56% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan beban
tidak langsung dan pemakaian bahan baku.
Pada tahun 2024, beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan
sebesar 13,35% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh penurunan pemakaian
bahan baku, upah buruh langsung, serta beban tidak langsung sejalan dengan penurunan volume
produksi.
Pada tahun 2025, beban pokok penjualan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan
sebesar 2,89% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan kembali
pemakaian bahan baku dan beban tidak langsung, meskipun sebagian diimbangi oleh penurunan
persediaan dalam proses dan persediaan barang jadi.
Laba Bruto
Rata-rata margin laba bruto Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021-2025 sebesar
15,8%. Rata-rata margin laba bruto tertinggi tercatat sebesar 17,9% pada tahun 2021. Sementara
itu, margin laba bruto terendah tercatat sebesar 13,5% pada tahun 2024.
Beban Usaha
Beban usaha Perseroan terdiri dari beban penjualan serta beban umum dan administrasi yang
mendukung kegiatan operasional Perseroan selama tahun 2021–2025. Beban usaha ini
mencerminkan biaya yang dikeluarkan Perseroan dalam menjalankan aktivitas pemasaran,
distribusi, serta fungsi administratif dan pendukung lainnya.
Beban penjualan Perseroan mencakup biaya yang terkait dengan kegiatan pemasaran dan distribusi
produk, termasuk biaya penjualan dan pengiriman, gaji dan upah tenaga penjualan, beban jasa
perantara, pemasaran dan promosi, serta biaya operasional lainnya seperti perjalanan dinas dan
administrasi kantor.
Sementara itu, beban umum dan administrasi Perseroan mencakup biaya yang berkaitan dengan
fungsi pendukung operasional, antara lain gaji direksi dan staf, penyusutan aset tetap, beban
27
Page 51
imbalan kerja, biaya administrasi kantor, pemeliharaan gedung dan peralatan, serta jasa
profesional dan biaya operasional lainnya.
Beban usaha Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami peningkatan
fluktuatif dengan CAGR sebesar 1,90%. Pada tahun 2021, beban usaha Perseroan mengalami
peningkatan signifikan sebesar 70,36% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan
oleh peningkatan beban penjualan, khususnya biaya penjualan dan pengiriman seiring dengan
peningkatan volume penjualan. Beban umum dan administrasi juga mengalami peningkatan
khususnya pada gaji direksi/staff.
Pada tahun 2022, beban usaha Perseroan mengalami peningkatan sebesar 10,74% dibandingkan
tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan beban penjualan yaitu penjualan
dan pengiriman serta gaji dan upah. Peningkatan juga terjadi pada beban umum dan administrasi,
khususnya gaji dan upah staf serta beban jasa profesional.
Pada tahun 2023, beban usaha Perseroan mengalami peningkatan sebesar 2,07% dibandingkan
tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan beban umum dan administrasi,
khususnya gaji direksi dan staf serta beban pesangon karyawan.
Pada tahun 2024, beban usaha Perseroan mengalami penurunan sebesar 8,89% dibandingkan
tahun sebelumnya yang disebabkan oleh penurunan beban penjualan, khususnya biaya penjualan
dan pengiriman serta beban jasa perantara. Beban umum dan administrasi juga mengalami
penurunan terutama pada beban pesangon karyawan.
Pada tahun 2025, beban usaha Perseroan mengalami peningkatan sebesar 4,68% dibandingkan
tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan kembali beban penjualan khususnya
pada beban penjualan dan pengiriman.
Laba Usaha
Rata-rata margin laba usaha Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021-2025 sebesar 6,9%.
Rata-rata margin laba usaha tertinggi tercatat sebesar 8,7% pada tahun 2022 dan 2023. Sementara
itu, margin laba usaha terendah tercatat sebesar 4,1% pada tahun 2024.
Laba Neto Tahun Berjalan
Laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami
penurunan fluktuatif dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 12,45%.
Selama tahun 2021–2025, laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami
peningkatan tertinggi pada tahun 2021 sebesar 188,02% dibandingkan tahun sebelumnya yang
terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan neto dan peningkatan pendapatan operasi
lainnya.
Pada tahun 2022, laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan
sebesar 32,81% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan penjualan
neto, peningkatan pendapatan operasi lainnya serta penurunan beban operasi lainnya.
Kemudian, pada tahun 2023, laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami
penurunan sebesar 15,22% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh
penurunan pendapatan operasi lainnya, peningkatan beban umum dan administrasi, dan
peningkatan beban operasi lainnya.
28
Page 52
Pada tahun 2024, laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan
sebesar 57,52% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh penurunan penjualan neto
yang berdampak pada penurunan laba bruto dan laba usaha.
Pada tahun 2025, laba neto tahun berjalan Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan
sebesar 22,83% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan
kembali penjualan neto, penurunan beban umum dan administrasi, dan penurunan beban operasi
lainnya serta beban keuangan.
Selama tahun 2021–2025, rata-rata margin laba neto tahun berjalan Perseroan secara
konsolidasian sebesar 4,5%.
Gambar 2-9: Perkembangan Penjualan Neto, Laba Usaha,
Laba Neto Tahun Berjalan dan Laba Komprehensif
(dalam miliar Rupiah)
3.803
3.642
3.303
3.165
3.009
578
246 169 164 319 225 252 280 191
130 81 95 159 99 110
2021* 2022 2023 2024 2025
Penjualan Neto Laba Usaha Laba Neto Tahun Berjalan Laba Komprehensif
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
29
Page 53
Tabel 2-4 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
(dalam juta Rupiah)
31 Desember
Keterangan 2021* 2022 2023 2024 2025
Audit Audit Audit Audit Audit
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 75.386 102.494 66.907 79.787 55.757
Piutang usaha
Pihak ketiga 499.319 599.411 527.708 475.192 515.757
Pihak berelasi 51.204 54.058 57.597 67.616 69.499
Piutang non-usaha
Pihak ketiga 10.915 9.632 3.907 3.208 4.455
Pihak berelasi 3.709 4.758 4.415 1.451 1.202
Persediaan 779.200 836.950 1.024.853 918.662 1.128.153
Pajak dibayar dimuka 81.962 83.210 36.306 26.851 45.163
Uang muka pembelian
Pihak ketiga 74.314 24.511 16.526 20.253 30.161
Pihak berelasi - - - - 1.394
Beban dibayar di muka 800 779 1.531 1.609 1.601
Aset dimiliki untuk dijual 4.148 2.089 - - -
Total Aset Lancar 1.580.959 1.717.891 1.739.751 1.594.629 1.853.141
Aset Tidak Lancar
Taksiran klaim pengembalian
pajak penghasilan 9.644 12.405 30.623 44.709 31.658
Aset keuangan tidak lancar
lainnya 4.583 5.119 4.146 3.149 2.390
Uang muka pembelian aset tetap 32.878 12.263 6.544 19.458 11.797
Aset tetap 1.793.999 1.834.187 2.529.832 2.447.536 2.428.678
Aset-hak-guna 1.021 9.245 7.864 6.232 8.030
Properti investasi 102.045 102.592 107.169 106.978 113.670
Aset pajak tangguhan 13.127 13.428 6.407 4.124 -
Aset tidak lancar lainnya 562 175.333 27.044 28.997 12.555
Total Aset Tidak Lancar 1.957.860 2.164.574 2.719.631 2.661.183 2.608.778
Total Aset 3.538.819 3.882.465 4.459.382 4.255.812 4.461.920
*Disajikan kembali
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
Total Aset
Total aset Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami peningkatan
dengan rata-rata CAGR sebesar 5,97%. Pada tahun 2021, total aset Perseroan mengalami
peningkatan sebesar 12,84% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh
peningkatan aset lancar, khususnya piutang usaha dan persediaan.
Pada tahun 2022, total aset Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 9,71%
dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan persediaan, piutang usaha
pihak ketiga, dan peningkatan aset tidak lancar lainnya.
Pada tahun 2023, total aset Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
14,86% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan aset tetap
dan peningkatan persediaan.
Pada tahun 2024, total aset Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan sebesar 4,56%
dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh penurunan persediaan, penurunan piutang
usaha pihak ketiga, dan penurunan aset tetap.
Pada tahun 2025, total aset Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar 4,84%
dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan aset lancar, khususnya
30
Page 54
persediaan dan piutang usaha kepada pihak ketiga, meskipun sebagian diimbangi oleh penurunan
pada beberapa aset tidak lancar.
Tabel 2-5 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan (Lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
31 Desember
Keterangan 2021* 2022 2023 2024 2025
Audit Audit Audit Audit Audit
LIABLITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek
Bank 307.081 339.595 267.854 108.354 120.810
Lembaga keuangan - - 13.725 13.461 89.895
Utang usaha
Pihak ketiga 92.790 132.676 251.183 200.911 261.676
Pihak berelasi 86.490 113.990 47.753 60.180 67.849
Liabilitas keuangan lancar lainnya
Pihak ketiga 1.514 3.873 4.283 3.526 4.023
Pihak berelasi 108 248 341 165 105
Utang pajak 9.984 16.707 12.305 10.782 16.040
Uang muka pelanggan 7.314 5.443 5.492 5.375 4.390
Utang dividen 750 821 913 1.006 967
Beban masih harus dibayar 38.308 29.992 28.806 30.046 42.305
Liabilitas jangka pendek lainnya 1.498 1.620 1.871 1.921 1.999
Liabilitas jangka panjang
yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Liabilitas sewa 205 2.337 2.615 2.638 3.839
Pinjaman bank 3.253 31.153 28.048 27.000 27.000
Total Liabilitas Jangka Pendek 549.297 678.454 665.188 465.367 640.899
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang,
setelah dikurangi bagian
yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Liabilitas sewa - 7.002 5.269 3.610 4.370
Pinjaman bank 4.737 106.820 78.750 51.750 24.750
Liabilitas pajak tangguhan 53.343 66.030 174.947 170.069 171.153
Liabilitas imbalan kerja 68.662 41.804 44.441 48.243 53.386
Total Liabilitas Jangka Panjang 126.742 221.656 303.406 273.672 253.659
Total Liabilitas 676.039 900.110 968.594 739.039 894.558
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
Total Liabilitas
Total liabilitas Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami peningkatan
fluktuatif dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 7,25%.
Pada tahun 2021, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
76,51% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan liabilitas jangka
pendek, khususnya pinjaman bank jangka pendek serta utang usaha.
Selanjutnya, pada tahun 2022 total liabilitas Perseroan secara konsolidasian kembali meningkat
sebesar 33,14% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan liabilitas
jangka panjang, khususnya pinjaman bank, serta peningkatan utang usaha.
Pada tahun 2023, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
7,61% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan liabilitas pajak
tangguhan serta utang usaha kepada pihak ketiga.
Kemudian pada tahun 2024, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian mengalami penurunan
sebesar 23,70% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh penurunan liabilitas jangka
pendek, khususnya pinjaman bank dan utang usaha.
31
Page 55
Pada tahun 2025, total liabilitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
21,04% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan liabilitas jangka
pendek, khususnya pinjaman dari lembaga keuangan dan utang usaha kepada pihak ketiga.
Selama tahun 2021-2025, rata-rata rasio total liabilitas terhadap total aset Perseroan secara
konsolidasian sebesar 20,3% dan rata-rata rasio total liabilitas terhadap total ekuitas Perseroan
secara konsolidasian sebesar 25,5%.
Tabel 2-6 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan (Lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
31 Desember
Keterangan 2021* 2022 2023 2024 2025
Audit Audit Audit Audit Audit
EKUITAS
Modal saham 656.250 656.250 656.250 656.250 656.250
Modal proforma yang
timbul dari transaksi
restrukturisasi entitas
sepengendali 82.998 - - - -
Tambahan modal disetor
Tambahan modal disetor 24.965 24.965 24.965 24.965 24.965
Selisih nilai transaksi
dengan entitas
sepengendali 19.189 19.189 19.189 19.189 19.189
Selisih penilaian kembali aset tetap 1.199.304 1.152.880 1.518.994 1.510.178 1.502.609
Selisih kurs penjabaran - 7.099 4.567 11.187 17.223
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 25.500 26.500 27.500 28.500 30.000
Belum ditentukan penggunaannya 745.825 961.067 1.097.460 1.110.227 1.139.939
Total ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 2.754.031 2.847.950 3.348.925 3.360.496 3.390.174
Kepentingan nonpengendali 108.749 134.405 141.862 156.277 177.187
Total Ekuitas 2.862.780 2.982.355 3.490.788 3.516.773 3.567.362
Total Ekuitas dan Liabilitas 3.538.819 3.882.465 4.459.382 4.255.812 4.461.920
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
Jumlah Ekuitas
Jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasian selama tahun 2021–2025 mengalami peningkatan
dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 5,65%.
Pada tahun 2021, jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan sebesar
3,99% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan saldo laba,
khususnya laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya.
Selanjutnya, pada tahun 2022 jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasian kembali meningkat
sebesar 4,18% dibandingkan tahun sebelumnya yang didorong oleh peningkatan saldo laba belum
ditentukan penggunaannya.
Pada tahun 2023, jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasian mengalami peningkatan signifikan
sebesar 17,05% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama disebabkan oleh peningkatan
saldo laba serta kenaikan selisih penilaian kembali aset tetap.
Kemudian pada tahun 2024, jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasian mengalami
peningkatan sebesar 0,74% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan
saldo laba.
Pada tahun 2025, jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasian kembali mengalami peningkatan
sebesar 1,44% dibandingkan tahun sebelumnya yang terutama didorong oleh peningkatan saldo
laba serta peningkatan kepentingan nonpengendali.
.
32
Page 56
Gambar 2-10: Perkembangan Total Aset, Liabilitas dan Ekuitas Konsolidasian Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
4.459 4.462
4.256
3.882
3.539
3.491 3.567
2.982 3.517
2.863
676 900 969 739 895
2021* 2022 2023 2024 2025
Total Liabilitas Total Ekuitas Total Aset
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
Tabel 2-7 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan
(dalam juta Rupiah)
31 Desember
Keterangan 2021* 2022 2023 2024 2025
Audit Audit Audit Audit Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 2.949.289 3.827.538 4.122.944 3.464.090 3.506.102
Pembayaran kepada pemasok (2.841.422) (2.952.042) (3.370.704) (2.726.206) (2.970.322)
Pembayaran kepada karyawan (256.555) (306.250) (359.668) (306.925) (324.039)
Pembayaran untuk beban usaha dan lainnya (153.000) (289.173) (131.995) (123.576) (111.864)
(Pembayaran) penerimaan dari kegiatan
operasional lainnya, Neto (114) 11.593 19.592 8.350 (3.393)
Arus kas diperoleh dari operasi (301.802) 291.666 280.170 315.732 96.484
Penerimaan klaim pajak penghasilan
dan pajak pertambahan nilai 73.605 84.592 162.453 67.236 71.870
Penerimaan penghasilan bunga 1.989 1.007 603 728 810
Pembayaran untuk pajak penghasilan (61.275) (56.299) (76.482) (51.578) (48.916)
Pembayaran beban bunga (5.267) (21.523) (25.859) (20.816) (13.647)
Pembayaran kontribusi ke dana pensiun (3.000) (500) (5.225) (1.000) (6.400)
Pembayaran beban dan denda pajak (152) (4.004) (3.884) (4.065) (255)
Pembayaran imbalan kerja karyawan (4.267) (4.351) (9.493) (457) (318)
Arus Kas Neto Diperoleh dari
(digunakan untuk) Aktivitas Operasi (300.169) 290.589 322.282 305.780 99.628
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap 2.273 894 1.104 43.502 1.023
Perolehan aset tetap dan aset tetap
dalam pembangunan (74.918) (279.157) (194.449) (60.236) (108.983)
Uang muka pembelian aset tetap (32.379) (12.263) (6.544) (13.127) (13.713)
Hasil penjualan aset yang tersedia
untuk dijual 6.202 3.737 11 - -
Pembelian saham di anak perusahaan - (78.075) - - -
Arus Kas Neto Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (98.822) (364.863) (199.878) (29.861) (121.672)
* Disajikan kembali
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
33
Page 57
Aktivitas Operasi
Arus kas dari aktivitas operasi Perseroan secara konsolidasian mencerminkan kemampuan
Perseroan dalam menghasilkan kas dari kegiatan operasional utama, yang terutama berasal dari
penerimaan dari pelanggan serta pembayaran kepada pemasok, karyawan, dan beban operasional
lainnya selama tahun 2021–2025.
Pada tahun 2021, arus kas neto digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp300,17 miliar. Hal ini
terutama disebabkan oleh tingginya pembayaran kepada pemasok serta pembayaran kepada
karyawan dan beban operasional lainnya yang lebih besar dibandingkan penerimaan dari
pelanggan.
Pada tahun 2022, arus kas neto dari aktivitas operasi Perseroan secara konsolidasian berbalik
menjadi positif sebesar Rp290,59 miliar. Peningkatan ini terutama didorong oleh penerimaan dari
pelanggan dan penerimaan klaim pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai.
Pada tahun 2023, arus kas neto dari aktivitas operasi Perseroan secara konsolidasian meningkat
menjadi sebesar Rp322,28 miliar. Kinerja ini terutama didukung oleh peningkatan penerimaan dari
pelanggan serta adanya penerimaan klaim pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai.
Pada tahun 2024, arus kas neto dari aktivitas operasi Perseroan secara konsolidasian tercatat
sebesar Rp305,78 miliar. Arus kas ini relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, dengan
penurunan pembayaran kepada pemasok dan beban operasional lainnya yang mengimbangi
penurunan penerimaan dari pelanggan.
Pada tahun 2025, arus kas neto dari aktivitas operasi Perseroan secara konsolidasian mengalami
penurunan signifikan menjadi sebesar Rp99,63 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
tingginya pembayaran kepada pemasok serta pembayaran kepada karyawan yang tidak
sepenuhnya diimbangi oleh peningkatan penerimaan dari pelanggan, sehingga menekan
kemampuan Perseroan dalam menghasilkan arus kas dari aktivitas operasional
Aktivitas Investasi
Arus kas dari aktivitas investasi Perseroan secara konsolidasian mencerminkan penggunaan kas
untuk kegiatan investasi, yang terutama terdiri dari perolehan aset tetap, uang muka pembelian
aset tetap, serta penerimaan dari penjualan aset selama tahun 2021–2025.
Pada tahun 2021, arus kas neto digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan secara konsolidasian
tercatat sebesar Rp98,82 miliar. Arus kas keluar ini terutama disebabkan oleh pengeluaran untuk
perolehan aset tetap dan aset tetap dalam pembangunan serta disebabkan oleh uang muka
pembelian aset tetap.
Pada tahun 2022, arus kas neto digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan secara konsolidasian
meningkat menjadi Rp364,86 miliar. Peningkatan arus kas keluar ini terutama disebabkan oleh
tingginya pengeluaran untuk perolehan aset tetap serta adanya pembelian saham pada anak
perusahaan.
Pada tahun 2023, arus kas neto digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan secara konsolidasian
tercatat sebesar Rp199,88 miliar. Arus kas keluar ini terutama disebabkan oleh pengeluaran untuk
perolehan aset tetap dan uang muka pembelian aset tetap dan aset tetap dalam pembangunan.
Pada tahun 2024, arus kas neto digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan secara konsolidasian
menurun menjadi Rp29,86 miliar. Penurunan arus kas keluar ini terutama disebabkan oleh
berkurangnya pengeluaran untuk perolehan aset tetap dan aset tetap dalam pembangunan, yang
sebagian diimbangi oleh penerimaan dari penjualan aset tetap.
Pada tahun 2025, arus kas neto digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan secara konsolidasian
kembali meningkat menjadi Rp121,67 miliar. Peningkatan arus kas keluar ini terutama disebabkan
34
Page 58
oleh peningkatan pengeluaran untuk perolehan aset tetap dan aset tetap dalam pembangunan.
Tabel 2-8 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
31 Desember
Keterangan 2021* 2022 2023 2024 2025
Audit Audit Audit Audit Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) pinjaman
jangka pendek 221.884 22.107 (54.735) (162.933) 87.448
Pembayaran dividen
Pemegang saham (55.592) (49.148) (69.281) (65.532) (52.425)
Kepentingan non-pengendali (4.594) - - (3.768) (6.901)
Penerimaan (pembayaran) pinjaman
jangka panjang (5.697) 129.359 (31.018) (28.073) (27.000)
Pembayaran liabilitas sewa (2.814) (951) (2.957) (2.734) (3.107)
Penerimaan setoran modal dari
kepentingan non-pengendali
entitas anak - 15 - - -
Pembayaran ke kepentingan non-pengendali
terkait pengembalian modal
ditempatkan dan disetor entitas anak (1.225) - - - -
Penerimaan atas pencairan dana
yang dibatasi penggunaannya 1.336 - - - -
Arus Kas Neto Diperoleh dari
(digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 153.297 101.382 (157.991) (263.040) (1.985)
(Penurunan) Kenaikan Neto Dalam
Kas dan Setara Kas (245.693) 27.108 (35.587) 12.879 (24.029)
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 321.080 75.386 102.494 66.907 79.787
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 75.386 102.494 66.907 79.787 55.757
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
Aktivitas Pendanaan
Arus kas dari aktivitas pendanaan Perseroan secara konsolidasian mencerminkan kebijakan
Perseroan dalam mengelola struktur permodalan, yang meliputi penerimaan dan pembayaran
pinjaman, pembayaran dividen, serta transaksi terkait kepentingan nonpengendali selama tahun
2021–2025.
Pada tahun 2021, arus kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan secara konsolidasian
tercatat sebesar Rp153,30 miliar. Arus kas masuk ini terutama disebabkan oleh penerimaan dari
pinjaman jangka pendek yang lebih besar dibandingkan pembayaran dividen serta pembayaran
pinjaman dan liabilitas sewa.
Pada tahun 2022, arus kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan secara konsolidasian
tercatat sebesar Rp101,38 miliar. Arus kas masuk ini terutama didorong oleh penerimaan pinjaman
jangka panjang.
Pada tahun 2023, arus kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan secara
konsolidasian sebesar Rp157,99 miliar. Arus kas keluar ini terutama disebabkan oleh pembayaran
dividen kepada pemegang saham serta pembayaran pinjaman jangka pendek dan jangka panjang.
Pada tahun 2024, arus kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan secara
konsolidasian tercatat sebesar Rp263,04 miliar. Arus kas keluar ini terutama disebabkan oleh
pembayaran pinjaman jangka pendek serta pembayaran dividen kepada pemegang saham dan
kepada kepentingan nonpengendali.
Pada tahun 2025, arus kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan secara
konsolidasian tercatat sebesar Rp1,99 miliar. Arus kas keluar pada tahun 2025 terutama disebabkan
35
Page 59
oleh pembayaran dividen kepada pemegang saham dan kepentingan nonpengendali serta
pembayaran pinjaman bank jangka panjang.
Gambar 2-11: Perkembangan Arus Kas Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi dan Aktivitas
Pendanaan Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
291 322 306
153
101 100
27 13
(36) (24)
(30) (2)
(99) (158)
(122)
(246) (200)
(365) (263)
(300)
2021 2022 2023 2024 2025
Aktivitas Operasi Aktivitas Investasi Aktivitas Pendanaan Perubahan Bersih Kas
* Disajikan kembali
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
36
Page 60
Tabel 2-9 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan
31 Desember Rata-rata
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025 2021-2025
Rasio Pertumbuhan*
Penjualan neto 85,01% 21,06% 4,40% -16,77% 4,36% 2,36%
Beban pokok penjualan 80,99% 23,52% 3,56% -13,35% 2,89% 3,34%
Beban penjualan 115,39% 11,82% -10,33% -13,36% 10,02% -1,13%
Beban umum dan administrasi 25,97% 8,91% 23,52% -3,27% -1,32% 6,45%
Beban Usaha 70,36% 10,74% 2,07% -8,89% 4,68% 1,90%
Laba Usaha 230,25% 29,59% -12,44% -53,43% 22,22% -10,35%
Laba Neto Tahun Berjalan 188,02% 32,81% -15,22% -57,52% 22,83% -12,45%
Laba Komprehensif Tahun Berjalan 186,52% 53,96% 129,49% -83,49% 15,32% -9,44%
Total Aset 12,84% 9,71% 14,86% -4,56% 4,84% 5,97%
Total Liabilitas 76,51% 33,14% 7,61% -23,70% 21,04% 7,25%
Total Ekuitas 3,99% 4,18% 17,05% 0,74% 1,44% 5,65%
Rasio Profitabilitas
Porsi Beban Pokok Penjualan 82,11% 83,77% 83,10% 86,50% 85,28% 84,15%
Margin Laba Bruto 17,9% 16,2% 16,9% 13,5% 14,7% 15,8%
Margin Laba Usaha** 8,1% 8,7% 8,7% 4,1% 4,8% 6,9%
Margin Laba Neto Tahun Berjalan 5,6% 6,2% 5,0% 2,6% 3,0% 4,5%
Margin Laba Komprehensif 5,4% 6,9% 15,2% 3,0% 3,3% 6,8%
Return-on-Assets (ROA) 4,8% 5,8% 4,3% 1,9% 2,2% 3,8%
Return-on-Equity (ROE) 5,9% 7,5% 5,5% 2,3% 2,8% 4,8%
Return-on-Invested Capital (ROIC) 4,6% 4,5% 5,3% 1,5% 2,2% 3,6%
Rasio Solvabilitas
Debt-to-Assets (DAR) 8,9% 12,5% 8,9% 4,9% 6,1% 8,3%
Debt-to-Equity (DER) 11,0% 16,3% 11,4% 5,9% 7,6% 10,4%
Jumlah Liabilitas/Jumlah Aset 19,1% 23,2% 21,7% 17,4% 20,0% 20,3%
Jumlah Liabilitas/Jumlah Ekuitas 23,6% 30,2% 27,7% 21,0% 25,1% 25,5%
Rasio Likuiditas
Current Ratio 287,8% 253,2% 261,5% 342,7% 289,1% 286,9%
Quick Ratio 146,0% 129,8% 107,5% 145,3% 113,1% 128,3%
Rasio Aktivitas
Perputaran Aset 0,85x 0,94x 0,85x 0,74x 0,74x 0,83x
Perputaran Piutang Usaha (hari) 67 65 56 63 65 63
Perputaran Persediaan (hari) 115 100 118 122 146 120
Perputaran Utang Usaha (hari) 26 30 35 35 43 34
* Rasio pertumbuhan dihitung dengan CAGR 2021-2025
** Rasio Berdasarkan Laporan Tahunan Perseroan
Sumber: Laporan Keuangan konsolidasian dan Laporan Tahunan Perseroan, diolah
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya
dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia modal
(capital providers). Profitabilitas perusahaan diukur dengan rasio imbal hasil aset atau Return on
Asset (ROA) dan rasio imbal hasil ekuitas atau Return on Equity (ROE) serta rasio imbal hasil investasi
atau Return on Invested Capital (ROIC).
37
Page 61
Selama tahun 2021-2025, rata-rata ROA, ROE, dan ROIC Perseroan masing-masing sebesar 3,8%,
4,8%, dan 3,6%.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban-
kewajibannya yang akan jatuh tempo. Likuiditas perusahaan diukur dengan menggunakan rasio
lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio).
Rata-rata rasio lancar dan rasio cepat Perseroan selama tahun 2021-2025 sebesar 286,9% dan
128,3%.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh utang. Selain
itu, rasio solvabilitas ini juga mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemiliknya
dengan dana yang dipinjam dari kreditur. Solvabilitas perusahaan diukur dengan menggunakan
Debt to Assets Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER).
Rata-rata rasio Debt to Assets Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER) Perseroan selama tahun
2021-2025 adalah sebesar 8,3% dan 10,4%.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio aktivitas perusahaan diukur dengan rasio perputaran (turnover). Rasio ini
menunjukkan waktu yang diperlukan perusahaan dalam mengkonversi aset-aset yang dimilikinya
menjadi pendapatan yang menghasilkan uang kas dan periode pembayaran utang perusahaan.
Selama periode 2021-2025, Perseroan secara konsolidasian mencatat rata-rata rasio perputaran
aset sebesar 0,83x, rata-rata tertagihnya piutang usaha selama 63 hari, rata-rata penyimpanan
persediaan selama 120 hari dan jangka waktu pelunasan utang usaha selama 34 hari.
2.4.2 Analisis Terhadap Proyeksi Laporan Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana
Transaksi
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk
tahun 2026 - 2030 telah disiapkan oleh manajemen Perseroan.
Dalam menyusun pendapat kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan, yang telah kami review untuk mencerminkan kewajaran proyeksi,
namun kami tidak bertanggung jawab atas kemampuan pencapaian proyeksi keuangan tersebut
oleh Perseroan.
Proyeksi Laba Rugi
Analisis proyeksi laba rugi konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi untuk
periode 2026 - 2030:
38
Page 62
Tabel 2-10 : Laporan Rugi Laba Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Tanpa Rencana Transaksi
Keterangan 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
2026 2027 2028 2029 2030
Penjualan 3.798.451 3.988.374 4.187.792 4.397.182 4.617.041
Beban pokok penjualan (3.295.325) (3.426.147) (3.620.982) (3.827.064) (4.066.324)
Laba Bruto 503.126 562.226 566.810 570.118 550.717
Beban Usaha (337.209) (357.031) (386.405) (407.264) (424.921)
Beban penjualan (198.689) (210.966) (224.091) (238.130) (253.154)
Beban umum dan administrasi (141.107) (148.517) (164.722) (171.494) (174.075)
Pendapatan (Beban) lain-lain 2.587 2.452 2.408 2.359 2.307
Laba Usaha 165.917 205.195 180.405 162.854 125.795
Beban keuangan (18.091) (12.382) (6.809) (3.289) (2.020)
Pendapatan keuangan 2.230 4.895 6.525 6.073 5.806
Jumlah pendapatan (beban) lain - lain (15.861) (7.487) (284) 2.784 3.786
Laba sebelum pajak 150.056 197.708 180.121 165.637 129.582
Beban pajak (33.012) (43.496) (39.627) (36.440) (28.508)
Laba Tahun Berjalan 117.043 154.212 140.495 129.197 101.074
Pendapatan komprehensif lain - - - - -
Laba Komprehensif 117.043 154.212 140.495 129.197 101.074
Sumber: manajemen Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Dengan Rencana Transaksi
Keterangan 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
2026 2027 2028 2029 2030
Penjualan 3.798.451 3.988.374 4.187.792 4.397.182 4.617.041
Beban pokok penjualan (3.295.453) (3.426.276) (3.621.111) (3.827.193) (4.066.453)
Laba Bruto 502.998 562.098 566.682 569.989 550.588
Beban Usaha (336.655) (356.449) (385.794) (406.623) (424.248)
Beban penjualan (198.689) (210.966) (224.091) (238.130) (253.154)
Beban umum dan administrasi (140.553) (147.935) (164.111) (170.852) (173.401)
Pendapatan (Beban) lain-lain 2.587 2.452 2.408 2.359 2.307
Laba Usaha 166.342 205.648 180.888 163.366 126.340
Beban keuangan (18.203) (11.965) (6.493) (3.036) (1.784)
Pendapatan keuangan 2.230 4.674 6.348 5.923 5.650
Jumlah pendapatan (beban) lain - lain (15.973) (7.291) (145) 2.887 3.866
Laba sebelum pajak 150.370 198.357 180.742 166.254 130.206
Beban pajak (33.081) (43.639) (39.763) (36.576) (28.645)
Laba Tahun Berjalan 117.288 154.718 140.979 129.678 101.561
Pendapatan komprehensif lain - - - - -
Laba Komprehensif 117.288 154.718 140.979 129.678 101.561
Sumber: Manajemen Perseroan
Penjualan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan akibat dilaksanakannya Rencana
Transaksi, di mana pada akhir periode proyeksi tahun 2030, baik dengan maupun tanpa Rencana
Transaksi, penjualan diproyeksikan sebesar Rp4.617,04 miliar.
Beban pokok penjualan diproyeksikan mengalami peningkatan dengan dilaksanakannya Rencana
Transaksi, di mana pada tahun 2030 diproyeksikan sebesar Rp4.066,45 miliar dibandingkan
Rp4.066,32 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari peningkatan beban
overhead pabrik.
Beban umum dan administrasi diproyeksikan mengalami penurunan dengan dilaksanakannya
Rencana Transaksi, di mana pada tahun 2030 diproyeksikan sebesar Rp173,40 miliar dibandingkan
Rp174,08 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari penurunan beban lain-lain.
39
Page 63
Pendapatan lain-lain diproyeksikan mengalami peningkatan dengan dilaksanakannya Rencana
Transaksi, di mana pada tahun 2030 diproyeksikan sebesar Rp3,87 miliar dibandingkan Rp3,79
miliar tanpa Rencana Transaksi, yang berasal dari penurunan beban keuangan.
Laba bersih Perseroan selama tahun 2026–2030 diproyeksikan mengalami peningkatan dengan
dilaksanakannya Rencana Transaksi, di mana pada tahun 2030 diproyeksikan sebesar Rp101,56
miliar dibandingkan Rp101,07 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari
penurunan beban umum dan administrasi serta beban keuangan.
Marjin laba bersih Perseroan selama tahun 2026–2030 diproyeksikan mengalami peningkatan
dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, di mana pada tahun 2030 diproyeksikan sebesar 2,20%
dibandingkan 2,19% tanpa Rencana Transaksi.
Analisis proyeksi posisi keuangan konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
untuk tahun 2026 - 2030.
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Tabel 2-11 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana
Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Tanpa Rencana Transaksi
Keterangan 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
2026 2027 2028 2029 2030
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 122.376 163.135 151.829 145.158 145.598
Piutang usaha 673.010 706.660 741.990 779.090 818.040
Persediaan 1.024.990 1.044.692 1.068.770 1.128.537 1.216.216
Aset lancar lain-lain 83.975 83.975 83.975 83.975 83.975
Jumlah Aset Lancar 1.904.351 1.998.463 2.046.564 2.136.760 2.263.829
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto 2.420.800 2.374.415 2.319.439 2.256.131 2.182.229
Aset tidak lancar lain-lain 153.781 139.983 139.007 138.538 138.069
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.574.582 2.514.398 2.458.446 2.394.669 2.320.298
JUMLAH ASET 4.478.933 4.512.861 4.505.010 4.531.429 4.584.127
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 358.510 382.550 396.540 415.020 435.060
Utang bank jangka pendek 202.464 120.786 53.857 26.929 20.000
Utang pajak 16.040 16.040 16.040 16.040 16.040
Liabilitas lancar lain-lain 53.932 53.365 52.296 52.296 52.296
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 630.946 572.740 518.733 510.284 523.396
Liabilitas Jangka Panjang
Utang bank jangka panjang - - - - -
Liabilitas tidak lancar lain-lain 229.207 232.754 236.851 240.959 245.097
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 229.207 232.754 236.851 240.959 245.097
JUMLAH LIABILITAS 860.153 805.494 755.584 751.244 768.493
EKUITAS
Modal saham 656.250 656.250 656.250 656.250 656.250
Tambahan modal disetor 24.965 24.965 24.965 24.965 24.965
Selisih penilaian kembali aset tetap 1.502.609 1.502.609 1.502.609 1.502.609 1.502.609
Ekuitas lainnya 36.412 36.412 36.412 36.412 36.412
Saldo laba 1.194.330 1.254.539 1.266.798 1.266.271 1.268.867
saldo laba tahun lalu 1.169.939 1.194.330 1.254.539 1.266.798 1.266.271
laba tahun berjalan 90.016 125.833 110.697 97.909 68.222
dividen (65.625) (65.625) (98.437) (98.437) (65.625)
Ekuitas neto yang dapat diatribusikan
Kepada pemilik entitas induk 3.414.566 3.474.774 3.487.034 3.486.506 3.489.103
Kepentingan nonpengendali 204.214 232.593 262.391 293.679 326.531
TOTAL EKUITAS 3.618.780 3.707.367 3.749.425 3.780.185 3.815.634
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 4.478.933 4.512.861 4.505.010 4.531.429 4.584.127
Sumber: manajemen Perseroan
40
Page 64
(dalam juta Rupiah)
Dengan Rencana Transaksi
Keterangan 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
2026 2027 2028 2029 2030
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 116.848 158.702 148.069 141.247 141.066
Piutang usaha 673.010 706.660 741.990 779.090 818.040
Persediaan 1.024.990 1.044.692 1.068.770 1.128.537 1.216.216
Aset lancar lain-lain 83.975 83.975 83.975 83.975 83.975
Jumlah Aset Lancar 1.898.823 1.994.030 2.042.804 2.132.850 2.259.297
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto 2.399.821 2.360.364 2.312.317 2.255.937 2.188.964
Aset tidak lancar lain-lain 182.010 161.155 153.121 145.595 138.069
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.581.831 2.521.519 2.465.438 2.401.532 2.327.033
JUMLAH ASET 4.480.655 4.515.548 4.508.242 4.534.382 4.586.330
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 358.510 382.550 396.540 415.020 435.060
Utang bank jangka pendek 174.750 100.000 40.000 20.000 20.000
Utang pajak 16.040 16.040 16.040 16.040 16.040
Liabilitas lancar lain-lain 60.371 60.223 60.017 60.518 52.296
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 609.671 558.812 512.596 511.578 523.396
Liabilitas Jangka Panjang
Utang bank jangka panjang - - - - -
Liabilitas tidak lancar lain-lain 251.959 248.618 244.985 240.903 245.097
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 251.959 248.618 244.985 240.903 245.097
JUMLAH LIABILITAS 861.630 807.430 757.582 752.481 768.493
EKUITAS
Modal saham 656.250 656.250 656.250 656.250 656.250
Tambahan modal disetor 24.965 24.965 24.965 24.965 24.965
Selisih penilaian kembali aset tetap 1.502.609 1.502.609 1.502.609 1.502.609 1.502.609
Ekuitas lainnya 36.412 36.412 36.412 36.412 36.412
Saldo laba 1.194.575 1.255.290 1.268.033 1.267.986 1.271.070
saldo laba tahun lalu 1.169.939 1.194.575 1.255.290 1.268.033 1.267.986
laba tahun berjalan 90.261 126.339 111.181 98.390 68.709
dividen (65.625) (65.625) (98.437) (98.437) (65.625)
Ekuitas neto yang dapat diatribusikan
Kepada pemilik entitas induk 3.414.811 3.475.525 3.488.269 3.488.222 3.491.306
Kepentingan nonpengendali 204.214 232.593 262.391 293.679 326.531
TOTAL EKUITAS 3.619.025 3.708.118 3.750.660 3.781.901 3.817.837
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 4.480.655 4.515.548 4.508.242 4.534.382 4.586.330
Sumber: Manajemen Perseroan
Total aset Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan dengan dilaksanakannya Rencana
Transaksi, di mana pada akhir periode proyeksi tahun 2030 diproyeksikan sebesar Rp4.586,33 miliar
dibandingkan Rp4.584,13 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari peningkatan
aset tetap.
Total liabilitas Perseroan pada tahun 2029 secara keseluruhan diproyeksikan mengalami
peningkatan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, yaitu sebesar Rp752,48 miliar
dibandingkan Rp751,24 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari peningkatan
liabilitas lancar lain-lain. Adapun pada tahun 2030, total liabilitas diproyeksikan tidak mengalami
perubahan baik dengan maupun tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Total ekuitas Perseroan selama tahun 2026–2030 diproyeksikan mengalami peningkatan dengan
dilaksanakannya Rencana Transaksi, di mana pada akhir periode proyeksi tahun 2030 diproyeksikan
sebesar Rp3.817,84 miliar dibandingkan Rp3.815,63 miliar tanpa Rencana Transaksi, yang berasal
dari peningkatan saldo laba Perseroan.
41
Page 65
Proyeksi Laporan Arus Kas
Analisis Proyeksi Arus Kas Perseroan dilakukan dengan menganalisis Proyeksi Arus Kas Dengan dan
Tanpa Transaksi Perseroan tahun 2026 - 2030 yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan,
sebagai berikut:
Tabel 2-12 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana
Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Tanpa Rencana Transaksi
Keterangan 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
2026 2027 2028 2029 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih 117.043 154.212 140.495 129.197 101.074
Penyesuaian Untuk Rekonsiliasi Laba Bersih Terhadap Kas
Yang Diperoleh Dari Aktivitas Operasi
Pajak Terhutang Periode Berjalan 33.012 43.496 39.627 36.440 28.508
Pajak Telah Dibayar (33.012) (43.496) (39.627) (36.440) (28.508)
Depresiasi 138.786 149.386 157.975 166.309 176.902
Arus Working Capital Masuk (Keluar):
(Kenaikan) Penurunan Piutang Usaha (87.754) (33.650) (35.330) (37.100) (38.950)
(Kenaikan) Penurunan Persediaan 103.163 (19.702) (24.077) (59.768) (87.679)
(Kenaikan) Penurunan Aset Lancar Lain-Lain - - - - (0)
Kenaikan (Penurunan) Utang Usaha 28.984 24.040 13.990 18.480 20.040
Kenaikan (Penurunan) Utang Lancar Lain-Lain (3.697) (567) (1.069) - -
Penurunan (Kenaikan) Working Capital 40.696 (29.880) (46.486) (78.388) (106.589)
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi 296.525 273.718 251.984 217.118 171.387
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Pembelian Capital Assets (130.908) (103.000) (103.000) (103.000) (103.000)
(Kenaikan) Penurunan Aset Tidak Lancar Lain-Lain 26.319 13.798 977 469 469
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi (104.589) (89.202) (102.024) (102.531) (102.531)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Investasi Saham - - - - -
Dividen Dibayarkan (65.625) (65.625) (98.437) (98.437) (65.625)
Kenaikan (Penurunan) Utang Bank Jangka Pendek (35.241) (81.679) (66.929) (26.929) (6.929)
Kenaikan (Penurunan) Utang Bank Jangka Panjang (24.750) - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas Jangka Panjang Lain-Lain 298 3.546 4.098 4.108 4.138
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan (125.318) (143.757) (161.268) (121.258) (68.416)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS 66.619 40.759 (11.307) (6.671) 440
KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 55.757 122.376 163.135 151.829 145.158
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN 122.376 163.135 151.829 145.158 145.598
Sumber: manajemen Perseroan
42
Page 66
(dalam juta Rupiah)
Dengan Rencana Transaksi
Keterangan 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
2026 2027 2028 2029 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih 117.288 154.718 140.979 129.678 101.561
Penyesuaian Untuk Rekonsiliasi Laba Bersih Terhadap Kas
Yang Diperoleh Dari Aktivitas Operasi
Pajak Terhutang Periode Berjalan 33.081 43.639 39.763 36.576 28.645
Pajak Telah Dibayar (33.081) (43.639) (39.763) (36.576) (28.645)
Depresiasi 131.857 142.457 151.047 159.380 169.974
Arus Working Capital Masuk (Keluar):
(Kenaikan) Penurunan Piutang Usaha (87.754) (33.650) (35.330) (37.100) (38.950)
(Kenaikan) Penurunan Persediaan 103.163 (19.702) (24.077) (59.768) (87.679)
(Kenaikan) Penurunan Aset Lancar Lain-Lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang Usaha 28.984 24.040 13.990 18.480 20.040
Kenaikan (Penurunan) Utang Lancar Lain-Lain 2.742 (148) (206) 502 (8.222)
Penurunan (Kenaikan) Working Capital 47.135 (29.461) (45.623) (77.886) (114.811)
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi 296.281 267.715 246.402 211.172 156.724
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Pembelian Capital Assets (103.000) (103.000) (103.000) (103.000) (103.000)
(Kenaikan) Penurunan Aset Tidak Lancar Lain-Lain (1.910) 20.856 8.034 7.526 7.526
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi (104.910) (82.144) (94.966) (95.474) (95.474)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Investasi Saham - - - - -
Dividen Dibayarkan (65.625) (65.625) (98.437) (98.437) (65.625)
Kenaikan (Penurunan) Utang Bank Jangka Pendek (62.955) (74.750) (60.000) (20.000) -
Kenaikan (Penurunan) Utang Bank Jangka Panjang (24.750) - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas Jangka Panjang Lain-Lain 23.050 (3.342) (3.632) (4.082) 4.194
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan (130.280) (143.717) (162.069) (122.519) (61.431)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS 61.091 41.854 (10.633) (6.822) (182)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 55.757 116.848 158.702 148.069 141.247
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN 116.848 158.702 148.069 141.247 141.066
Sumber: Manajemen Perseroan
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi selama tahun 2026 - 2030, arus kas yang diperoleh dari
aktivitas operasi Perseroan diproyeksikan mengalami penurunan di akhir masa proyeksi pada tahun
2030 bila dibandingkan tanpa dilaksanakannya Transaksi yaitu dari sebesar Rp171,39 miliar menjadi
Rp156,72 miliar, yang berasal dari penurunan utang lancar lain-lain.
Selama tahun 2026 - 2030, arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan
diproyeksikan mengalami penurunan di akhir masa proyeksi pada tahun 2030 bila dibandingkan
tanpa dilaksanakannya Transaksi yaitu dari sebesar Rp102,53 miliar menjadi Rp95,47 miliar, yang
berasal dari penurunan aset tidak lancar lain-lain.
Selama tahun 2026 - 2030, arus kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan
diproyeksikan mengalami penurunan di akhir masa proyeksi pada tahun 2030 bila dibandingkan
tanpa dilaksanakannya Transaksi yaitu dari sebesar Rp68,42 miliar menjadi Rp61,43 miliar, yang
berasal dari penurunan utang bank jangka pendek.
43
Page 67
Analisis Rasio Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan
Berdasarkan Proyeksi Laporan Keuangan Perseroan, berikut adalah analisis rasio atas proyeksi
keuangan Perseroan tahun 2026-2030:
Tabel 2-13 : Rasio Proyeksi Konsolidasian Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Tanpa Rencana Transaksi Rata-rata
Keterangan
2026 2027 2028 2029 2030 2026-2030
Rasio Pertumbuhan*
Penjualan 14,99% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00%
Beban pokok penjualan 16,98% 3,97% 5,69% 5,69% 6,25% 5,40%
Beban usaha 3,14% 5,88% 8,23% 5,40% 4,34% 5,95%
Beban umum dan administrasi -10,92% 5,25% 10,91% 4,11% 1,51% 5,39%
EBITDA 0,16% 16,37% -4,57% -2,72% -8,04% -0,16%
EBIT 4,25% 23,67% -12,08% -9,73% -22,76% -6,69%
Total Aset 0,38% 0,76% -0,17% 0,59% 1,16% 0,58%
Total Liabilitas -3,85% -6,35% -6,20% -0,57% 2,30% -2,78%
Total Ekuitas 1,44% 2,45% 1,13% 0,82% 0,94% 1,33%
Rasio Vertikal
Porsi Beban pokok penjualan 86,75% 85,90% 86,47% 87,03% 88,07% 86,85%
Margin Laba Bruto 13,25% 14,10% 13,53% 12,97% 11,93% 13,15%
Margin EBITDA 8,02% 8,89% 8,08% 7,49% 6,56% 7,81%
Margin EBIT 4,37% 5,14% 4,31% 3,70% 2,72% 4,05%
Margin Laba tahun berjalan 3,08% 3,87% 3,35% 2,94% 2,19% 3,09%
Margin Laba komprehensif 3,08% 3,87% 3,35% 2,94% 2,19% 3,09%
Rasio Profitabilitas
Return on Assets (ROA) 2,61% 3,42% 3,12% 2,85% 2,20% 2,84%
Return on Equity (ROE) 3,23% 4,16% 3,75% 3,42% 2,65% 3,44%
EPS (Rp) 17,84 23,50 21,41 19,69 15,40 19,57
Rasio Likuiditas
Rasio lancar (x) 3,02 3,49 3,95 4,19 4,33 3,79
Rasio cepat (x) 1,39 1,67 1,88 1,98 2,00 1,78
Rasio Solvabilitas (x)
Debt to Asset Ratio (DAR) 0,05 0,03 0,01 0,01 0,00 0,02
Debt to Equity Ratio (DER) 0,06 0,03 0,01 0,01 0,01 0,02
Liabilitas terhadap Aset 0,19 0,18 0,17 0,17 0,17 0,17
Liabilitas terhadap Ekuitas 0,24 0,22 0,20 0,20 0,20 0,21
Rasio Aktivitas
Perputaran aset (x) 0,85 0,88 0,93 0,97 1,01 0,93
Perputaran Piutang usaha (hari) 65 65 65 65 65 65
Perputaran persediaan (hari) 114 111 108 108 109 110
Perputaran utang usaha (hari) 40 41 40 40 39 40
*) rata-rata rasio pertumbuhan dihitung dengan CAGR
Sumber: manajemen Perseroan
44
Page 68
Dengan Rencana Transaksi Rata-rata
Keterangan
2026 2027 2028 2029 2030 2026-2030
Rasio Pertumbuhan*
Penjualan 14,99% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00%
Beban pokok penjualan 16,98% 3,97% 5,69% 5,69% 6,25% 5,40%
Beban usaha 2,97% 5,88% 8,23% 5,40% 4,33% 5,95%
Beban umum dan administrasi -11,26% 5,25% 10,93% 4,11% 1,49% 5,39%
EBITDA -1,97% 16,74% -4,65% -2,77% -8,19% -0,16%
EBIT 4,52% 23,63% -12,04% -9,69% -22,66% -6,65%
Total Aset 0,42% 0,78% -0,16% 0,58% 1,15% 0,58%
Total Liabilitas -3,68% -6,29% -6,17% -0,67% 2,13% -2,82%
Total Ekuitas 1,45% 2,46% 1,15% 0,83% 0,95% 1,35%
Rasio Vertikal
Porsi Beban pokok penjualan 86,76% 85,91% 86,47% 87,04% 88,07% 86,85%
Margin Laba Bruto 13,24% 14,09% 13,53% 12,96% 11,93% 13,15%
Margin EBITDA 7,85% 8,73% 7,93% 7,34% 6,42% 7,65%
Margin EBIT 4,38% 5,16% 4,32% 3,72% 2,74% 4,06%
Margin Laba tahun berjalan 3,09% 3,88% 3,37% 2,95% 2,20% 3,10%
Margin Laba komprehensif 3,09% 3,88% 3,37% 2,95% 2,20% 3,10%
Rasio Profitabilitas
Return on Assets (ROA) 2,62% 3,43% 3,13% 2,86% 2,21% 2,85%
Return on Equity (ROE) 3,24% 4,17% 3,76% 3,43% 2,66% 3,45%
EPS (Rp) 17,87 23,58 21,48 19,76 15,48 19,63
Rasio Likuiditas
Rasio lancar (x) 3,11 3,57 3,99 4,17 4,32 3,83
Rasio cepat (x) 1,43 1,70 1,90 1,96 1,99 1,80
Rasio Solvabilitas (x)
Debt to Asset Ratio (DAR) 0,04 0,02 0,01 0,00 0,00 0,02
Debt to Equity Ratio (DER) 0,05 0,03 0,01 0,01 0,01 0,02
Liabilitas terhadap Aset 0,19 0,18 0,17 0,17 0,17 0,17
Liabilitas terhadap Ekuitas 0,24 0,22 0,20 0,20 0,20 0,21
Rasio Aktivitas
Perputaran aset (x) 0,85 0,88 0,93 0,97 1,01 0,93
Perputaran Piutang usaha (hari) 65 65 65 65 65 65
Perputaran persediaan (hari) 114 111 108 108 109 110
Perputaran utang usaha (hari) 40 41 40 40 39 40
*) rata-rata rasio pertumbuhan dihitung dengan CAGR
Sumber: Manajemen Perseroan
Rasio Profitabilitas
• ROA Perseroan dengan Rencana Transaksi mengalami peningkatan untuk tahun 2026-2030
jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu dari sebesar 2,61% - 2,20%
menjadi 2,62% - 2,21%. Hal ini dikarenakan oleh laba bersih Perseroan dengan Rencana
Transaksi yang meningkat.
• ROE Perseroan dengan Rencana Transaksi mengalami peningkatan untuk tahun 2026-2030
jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi, yaitu dari sebesar 3,23% - 2,65%
menjadi 3,24% - 2,66%. Hal ini dikarenakan oleh laba bersih Perseroan dengan Rencana
Transaksi yang meningkat.
Rasio Solvabilitas
• Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya tidak mengalami perubahan
dengan rata-rata rasio utang berbunga terhadap aset dan utang berbunga terhadap ekuitas
Perseroan dengan Rencana Transaksi selama tahun 2026-2030, masing-masing sebesar
0,02x untuk rasio utang berbunga terhadap aset dan sebesar 0,02x untuk rasio utang
berbunga terhadap ekuitas.
.
45
Page 69
2.4.3 Analisis Terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan
Analisis terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan per tanggal 31 Desember 2025, dilakukan
terhadap Laporan Proforma yang telah disediakan manajemen Perseroan.
Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma per 31 Desember 2025 telah disusun oleh manajemen
Perseroan dengan asumsi sewa forklift.
Tabel 2-14 : Laporan Rugi Laba Proforma
(dalam juta Rupiah)
31 Desember 31 Desember
Keterangan 2025 Penyesuaian 2025
Audit Proforma
Penjualan neto 3.303.153 - 3.303.153
Beban pokok penjualan (2.817.070) (129) (2.817.199)
Laba Bruto 486.083 (129) 485.955
Beban penjualan (198.695) - (198.695)
Beban umum dan administrasi (158.396) 673 (157.723)
Pendapatan operasi lainnya 45.611 45.611
Beban operasi lainnya (15.455) - (15.455)
Laba dari Usaha 159.148 545 159.693
Beban keuangan (14.261) 236 (14.025)
Pendapatan keuangan 833 (156) 677
Jumlah pendapatan (beban) lain - lain (13.428) 80 (13.348)
Laba sebelum pajak 145.720 625 146.345
Beban pajak (46.310) (137) (46.448)
Laba Tahun Berjalan 99.409 487 99.897
Pendapatan komprehensif lain 10.580 - 10.580
Laba Komprehensif 109.989 487 110.476
Sumber: Manajemen Perseroan
46
Page 70
Tabel 2-15 : Laporan Posisi Keuangan Proforma
(dalam juta Rupiah)
31 Desember 31 Desember
Keterangan 2025 Penyesuaian 2025
Audit Proforma
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 55.757 (5.528) 50.230
Piutang usaha
Pihak ketiga 515.757 - 515.757
Pihak berelasi 69.499 - 69.499
Piutang non-usaha
Pihak ketiga 4.455 - 4.455
Pihak berelasi 1.202 1.202
Persediaan 1.128.153 - 1.128.153
Pajak dibayar di muka 45.163 - 45.163
Uang muka
Pihak ketiga 30.161 - 30.161
Pihak berelasi 1.394 - 1.394
Beban dibayar di muka 1.601 - 1.601
Jumlah Aset Lancar 1.853.141 (5.528) 1.847.614
Aset Tidak Lancar
Taksiran klaim pengembalian
pajak penghasilan 31.658 - 31.658
Aset keuangan tidak lancar lainnya 2.390 - 2.390
Uang muka pembelian aset tetap 11.797 - 11.797
Aset tetap 2.428.678 (20.979) 2.407.698
Aset hak-guna 8.030 - 8.030
Properti investasi 113.670 - 113.670
Aset pajak tangguhan - - -
Aset tidak lancar lainnya 12.555 28.229 40.784
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.608.778 7.249 2.616.028
JUMLAH ASET 4.461.920 1.722 4.463.641
Sumber: Manajemen Perseroan
47
Page 71
Tabel 2-16 : Laporan Posisi Keuangan Proforma (Lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
31 Desember 31 Desember
Keterangan 2025 Penyesuaian 2025
Audit Proforma
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank
Bank 120.810 (27.714) 93.096
Lembaga keuangan 89.895 - 89.895
Utang usaha
Pihak ketiga 261.676 - 261.676
Pihak berelasi 67.849 - 67.849
Liabilitas keuangan lancar
Pihak ketiga 4.023 - 4.023
Pihak berelasi 105 - 105
Utang pajak 16.040 - 16.040
Uang muka pelanggan 4.390 - 4.390
Utang dividen 967 - 967
Beban masih harus dibayar 42.305 - 42.305
Liabilitas jangka pendek lainnya 1.999 6.439 8.438
Liabilitas jangka panjang yang akan
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Liabilitas sewa 3.839 - 3.839
Pinjaman bank 27.000 - 27.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 640.899 (21.275) 619.624
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang, setelah
dikurangi jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Liabilitas sewa 4.370 - 4.370
Pinjaman bank 24.750 - 24.750
Liabilitas pajak tangguhan 171.153 22.752 193.905
Liabilitas imbalan kerja 53.386 - 53.386
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 253.659 22.752 276.411
JUMLAH LIABILITAS 894.558 1.477 896.035
EKUITAS
Modal ditempatkan dan disetor 656.250 - 656.250
Tambahan modal disetor 24.965 - 24.965
Selisih nilai transaksi dengan
entitas sepengendali 19.189 - 19.189
Selisih penilaian kembali aset tetap 1.502.609 - 1.502.609
Selisih kurs penjabaran 17.223 - 17.223
Saldo laba
Telah ditentukan pengunaannya 30.000 - 30.000
Belum ditentukan pengunaannya 1.139.939 245 1.140.184
Ekuitas neto yang dapat diatribusikan
Kepada pemilik entitas induk 3.390.174 245 3.390.419
Kepentingan nonpengendali 177.187 - 177.187
TOTAL EKUITAS 3.567.362 245 3.567.606
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 4.461.920 1.722 4.463.641
Sumber: Manajemen Perseroan
48
Page 72
Analisis Laporan Keuangan Proforma Perseroan:
Laba (Rugi)
Berdasarkan analisis Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan, Proforma penjualan
Perseroan tidak mengalami perubahan sehubungan dengan Rencana Transaksi.
Proforma beban pokok penjualan Perseroan mengalami peningkatan sehubungan dengan Rencana
Transaksi yang berasal dari peningkatan beban overhead pabrik, sementara itu proforma beban
umum dan administrasi mengalami penurunan yang berasal dari penurunan beban lain-lain.
Secara keseluruhan, proforma Laba Tahun Berjalan Perseroan mengalami peningkatan sehubungan
dengan Rencana Transaksi yang terutama berasal dari penurunan beban umum dan administrasi.
Laporan Posisi Keuangan
Aset
Proforma Aset Lancar Perseroan mengalami penurunan yang berasal dari kas dan setara kas.
Proforma Aset Tidak Lancar Perseroan mengalami peningkatan yang berasal dari aset tidak lancar
lainnya. Secara keseluruhan, Proforma Jumlah Aset Perseroan mengalami peningkatan sehubungan
dengan Rencana Transaksi.
Liabilitas
Proforma Liabilitas Jangka Pendek Perseroan mengalami penurunan yang berasal dari penurunan
utang bank. Proforma Liabilitas Jangka Panjang Perseroan mengalami peningkatan yang berasal
dari liabilitas pajak tangguhan sehubungan Rencana Transaksi. Secara keseluruhan, Proforma
Jumlah Liabilitas Perseroan mengalami peningkatan sehubungan dengan Rencana Transaksi.
Ekuitas
Proforma Ekuitas Perseroan mengalami peningkatan yang berasal dari saldo laba sehubungan
dengan Rencana Transaksi.
Rasio Keuangan
Rasio Profitabilitas menunjukkan peningkatan sehubungan dengan Rencana Transaksi, di mana
ROA Perseroan meningkat dari 2,23% menjadi 2,24%, dan ROE Perseroan meningkat dari 2,79%
menjadi 2,80%, yang disebabkan oleh peningkatan laba bersih.
Rasio Solvabilitas mengalami penurunan sehubungan Rencana Transaksi, di mana Debt to Equity
Ratio (DER) Perseroan menurun dari 7,59% menjadi 6,81%, dan Debt to Assets Ratio (DAR)
Perseroan menurun dari 6,07% menjadi 5,44%, yang disebabkan oleh penurunan utang berbunga.
2.4.4 Analisis Inkremental
Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengukur nilai tambah dari Rencana
Transaksi dengan membandingkan proyeksi tanpa dan dengan Rencana Transaksi untuk tahun 2026
- 2030.
49
Page 73
2.4.4.1 Analisis Inkremental Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Untuk Periode 2026 - 2030
Tabel 2-17 : Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Inkremental
Keterangan 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
2026 2027 2028 2029 2030
Penjualan - - - - -
Beban pokok penjualan (129) (129) (129) (129) (129)
Laba Bruto (129) (129) (129) (129) (129)
Beban Usaha 554 582 611 641 673
Beban penjualan - - - - -
Beban umum dan administrasi 554 582 611 641 673
Pendapatan (Beban) lain-lain - - - - -
Laba Usaha 425 453 482 513 545
Beban keuangan (112) 417 315 254 236
Pendapatan keuangan - (221) (177) (150) (156)
Jumlah pendapatan (beban) lain - lain (112) 196 138 104 80
Laba sebelum pajak 314 649 621 616 625
Beban pajak (69) (143) (137) (136) (137)
Laba Tahun Berjalan 245 506 484 481 487
Pendapatan komprehensif lain - - - - -
Laba Komprehensif 245 506 484 481 487
Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi laporan laba rugi Perseroan untuk tahun 2026–
2030, penjualan Perseroan diproyeksikan tidak mengalami perubahan dengan dilaksanakannya
Rencana Transaksi dibandingkan tanpa Rencana Transaksi.
Inkremental beban pokok penjualan Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan melaksanakan
Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi. Inkremental Beban pokok penjualan Perseroan pada 2030 dengan
melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar Rp129 juta jika
dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Sedangkan, inkremental beban umum dan administrasi Perseroan selama tahun 2026 - 2030
dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami penurunan jika dibandingkan
tanpa melaksanakan Rencana Transaksi. Inkremental beban umum dan administrasi Perseroan
pada 2030 dengan melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami penurunan
mencapai sebesar Rp673 juta jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi.
Inkremental laba tahun berjalan Perseroan selama tahun 2026 - 2030 dengan melaksanakan
Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan jika dibandingkan tanpa melaksanakan
Rencana Transaksi. Inkremental Laba tahun berjalan Perseroan pada tahun 2030 dengan
melaksanakan Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami peningkatan mencapai sebesar Rp487
juta jika dibandingkan tanpa melaksanakan Rencana Transaksi yang berasal dari penurunan beban
umum dan administrasi Perseroan.
50
Page 74
2.4.4.2 Analisis Inkremental Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Rencana
Transaksi Untuk Tahun 2026 - 2030
Tabel 2-18 : Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Inkremental
Keterangan 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
2026 2027 2028 2029 2030
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas (5.528) (4.433) (3.760) (3.910) (4.532)
Piutang usaha - - - - -
Persediaan - - - - -
Aset lancar lain-lain - - - - (0)
Jumlah Aset Lancar (5.528) (4.433) (3.760) (3.910) (4.532)
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto (20.979) (14.051) (7.122) (194) 6.735
Aset tidak lancar lain-lain 28.229 21.172 14.114 7.057 -
Jumlah Aset Tidak Lancar 7.249 7.121 6.992 6.864 6.735
JUMLAH ASET 1.722 2.687 3.232 2.953 2.203
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - - - - -
Utang bank jangka pendek (27.714) (20.786) (13.857) (6.929) -
Utang pajak - - - - -
Liabilitas lancar lain-lain 6.439 6.858 7.721 8.222 0
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek (21.275) (13.928) (6.137) 1.294 0
Liabilitas Jangka Panjang
Utang bank jangka panjang - - - - -
Liabilitas tidak lancar lain-lain 22.752 15.864 8.134 (56) -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 22.752 15.864 8.134 (56) -
JUMLAH LIABILITAS 1.477 1.936 1.997 1.237 0
EKUITAS
Modal saham - - - - -
Tambahan modal disetor - - - - -
Selisih penilaian kembali aset tetap - - - - -
Ekuitas lainnya (0) (0) (0) (0) (0)
Saldo laba 245 751 1.235 1.716 2.203
saldo laba tahun lalu - 245 751 1.235 1.716
laba tahun berjalan 245 506 484 481 487
dividen - - - - -
Ekuitas neto yang dapat diatribusikan
Kepada pemilik entitas induk 245 751 1.235 1.716 2.203
Kepentingan nonpengendali - - - - -
TOTAL EKUITAS 245 751 1.235 1.716 2.203
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.722 2.687 3.232 2.953 2.203
Berdasarkan analisis inkremental terhadap proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan untuk
tahun 2026–2030, inkremental jumlah aset Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi
diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar Rp2,20 miliar pada akhir periode proyeksi tahun
2030 dibandingkan tanpa Rencana Transaksi, yang terutama berasal dari peningkatan aset tetap.
Inkremental liabilitas Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi diproyeksikan
mengalami peningkatan sebesar Rp1,24 miliar pada tahun 2029 dibandingkan tanpa Rencana
Transaksi, yang terutama berasal dari peningkatan liabilitas lancar lain-lain. Adapun pada tahun
2030, jumlah liabilitas diproyeksikan tidak mengalami perubahan baik dengan maupun tanpa
dilaksanakannya Rencana Transaksi.
51
Page 75
Inkremental Jumlah ekuitas Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi diproyeksikan
mengalami peningkatan sebesar Rp2,20 miliar pada akhir periode proyeksi tahun 2030
dibandingkan tanpa Rencana Transaksi, yang berasal dari peningkatan saldo laba Perseroan.
2.5 Analisis Faktor Lain Yang Relevan
Analisis atas faktor lain yang relevan, berupa analisis biaya dan pendapatan yang relevan, informasi
non keuangan yang relevan, prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dan hal-hal material
lain yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai dalam memberikan opini kewajaran.
Analisis Biaya atau Pendapatan Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya atau
pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan Rencana Transaksi, selain yang telah
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Analisis Informasi non keuangan yang relevan
Tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan dan material yang diketahui dan diinformasikan pada
kami.
Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi
dengan memperhatikan alternatif lain
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, proses pengambilan keputusan atas Rencana
Transaksi dilakukan setelah melalui proses dan sesuai prosedur internal Perseroan.
Analisis Laba per Saham
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, inkremental Laba bersih per saham (Earnings Per
Share / EPS) Perseroan selama tahun 2026 - 2030 mengalami peningkatan, dimana pada tahun
2030, inkremental EPS mengalami peningkatan sebesar Rp0,07 per saham.
Dalam Rupiah
Deskripsi
2026 2027 2028 2029 2030
Tanpa Rencana Transaksi 17,84 23,50 21,41 19,69 15,40
Dengan Rencana Transaksi 17,87 23,58 21,48 19,76 15,48
Inkremental Rencana Transaksi 0,04 0,08 0,07 0,07 0,07
2.6 Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
Analisis kewajaran terhadap harga Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan Harga
Rencana Transaksi Draft Perjanjian Sewa antara Perseroan dan BML, dengan Nilai Sewa Pasar
berdasarkan laporan penilai independen.
a) Harga Rencana Transaksi
Berdasarkan Draft Perjanjian Sewa antara Perseroan dan BML, harga sewa per tahun adalah
sebesar Rp8.101.200.000 per tahun termasuk biaya perawatan dan akan naik sebesar 5%
(lima persen) setiap 3 (tiga) tahun namun belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
b) Nilai Sewa Pasar
Berdasarkan Laporan Penilaian Properti per 31 Desember 2025 oleh KJPP Susan Widjojo &
Rekan (KJPP SWR) dengan No. 00045/2.0068-01/PP/04/0308/1/VI/2026 tanggal 24 Juni
2026, yang ditandatangani oleh Gufron Hadi Saputro, MAPPI (Cert.), dengan izin Penilai
Publik No. P-1.11.00308 dan No. STTD.PP-110/PJ-1/PM.02/2023, dengan mengaplikasikan
Pendekatan Pasar dengan Metode Perbandingan Data Pasar, Nilai Pasar atas Transaksi
Sewa dari 45 unit Alat Angkut/Angkat, sudah termasuk biaya maintenance, adalah sebesar
Rp7.978.000.000 (tujuh miliar sembilan ratus tujuh puluh delapan juta Rupiah) per tahun.
52
Page 76
KJPP SWR dalam laporannya juga menginformasikan kenaikan Nilai Pasar atas Transaksi
Sewa adalah berkisar 0% - 2,2 % per tahun, berdasarkan kondisi pasar, lama kontrak, indeks
kenaikan harga suku cadang serta inflasi.
Berikut di bawah ini adalah tabel analisis kewajaran Harga Rencana Transaksi terhadap Nilai
Sewa Pasar, dengan asumsi Nilai Sewa Pasar tidak mengalami kenaikan:
Ttotal Harga Rencana Kewajaran : Harga Rencana
Harga Rencana
Objek Transaksi Tahun Nilai Sewa Pasar (Rp) Transaksi terhadap Total Transaksi Perseroan Berada
Transaksi (Rp)*
Nilai Sewa Pasar Dalam Kisaran +/- 7,5%
1 Rp8.101.200.000,00 Rp7.978.000.000,00
39 unit forklift listrik, 3 unit 2 Rp8.101.200.000,00 Rp7.978.000.000,00
floor sweeper, 1 unit E-palet 3 Rp8.101.200.000,00 Rp7.978.000.000,00
dan 2 unit reach truck 4 Rp8.506.260.000,00 Rp7.978.000.000,00
5 Rp8.506.260.000,00 Rp7.978.000.000,00
Total Rp41.316.120.000,00 Rp39.890.000.000,00 3,58% Wajar
* kenaikan sebesar 5% pada tahun ke 4
Dengan hasil perbandingan Harga Rencana Transaksi dengan Nilai Sewa Pasar dari Penilai
Independen, maka Rencana Transaksi adalah wajar karena Harga Rencana Transaksi Perseroan
berada dalam kisaran kewajaran dari Nilai Pasar sebesar 7,5% sesuai POJK 35 Pasal 48, b.
53
Page 77
3 KESIMPULAN
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan meliputi
analisis terhadap Rencana Transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis atas
kewajaran harga transaksi serta faktor lain yang relevan, maka, menurut pendapat RSR, Rencana
Transaksi adalah wajar.
54
Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Indospring Tbk
p.1 ×16
unresolved
org
PT Indoprima Aneka
p.2 ×8
unresolved
org
KJPP Ruky
p.2 ×3
unresolved
org
Safrudin & Rekan
p.2 ×3
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×4
unresolved
person
Izin Penilai Yunus N. Purwono
p.3 ×2
unresolved
—
RSR
· Penilai
p.4 ×2
unresolved
org
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
p.5 ×10
unresolved
person
Arrie Oktoberry
p.5 ×2
unresolved
person
Zoelkarnain
p.5 ×6
unresolved
org
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang
p.6 ×4
unresolved
org
KJPP Susan Widjojo & Rekan
p.6 ×4
unresolved
org
KJPP Susan Widjojo
p.6 ×4
unresolved
person
Gufron Hadi Saputro
p.6 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×2
unresolved
person
Stefanus Sindunatha
p.9 ×3
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.9 ×3
unresolved
person
Siti Nurul Yuliami
p.9 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
p.12 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang
p.12 ×2
unresolved
org
KJPP SWR
p.17 ×4
unresolved
org
Rekan Yunus N. Purwono
p.18
unresolved
person
Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.)
· Rekan Senior
p.18
unresolved
person
Signing Partner Yunus N. Purwono
p.20
unresolved
person
Reviewer Nursatrio
p.20
unresolved
person
Sri Ratnaningsih Hardjomuljo
p.32
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.32
unresolved
person
Karin Christiana Basoeki
p.32
unresolved
org
Arbiterase Nasional Indonesia
p.33
unresolved
org
PT Denso Indonesia
p.39
unresolved
org
PT Aisin Indonesia Automotive
p.39
unresolved
org
PT Kayaba Indonesia
p.39
unresolved
org
PT Chuhatsu Indonesia
p.40 ×2
unresolved
org
PT APM Armada Suspension
p.40
unresolved
org
NHK Spring Co., Ltd.
p.40 ×2
unresolved
—
Kepentingan non-pengendali
p.58
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
10620 ms
12 Sep 2026 21:59
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'LEASE',
'description': 'Harga Rencana Tahun Nilai Sewa Pasar (Rp) '
'Transaksi terhadap Total Transaksi Perseroan '
'Berada Transaksi (Rp)*'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'Harga Rencana Tahun Nilai Sewa Pasar (Rp) Transaksi terhadap '
'Total Transaksi Perseroan Berada Transaksi (Rp)*',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}