Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 8
Page 1
Paparan Publik Tahunan PT Bank OCBC NISP Tbk
Kamis, 20 Maret 2025
A. Tanya-Jawab
1. Dian Fath – Republika
a) Bagaimana strategi OCBC dalam menumbuhkan CASA?
b) Bagaimana kinerja Unit Usaha Syariah (UUS) OCBC sepanjang 2024 dibandingkan tahun
sebelumnya? Termasuk total aset, pembiayaan, DPK, laba bersih, serta rasio keuangan
serta faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan.
c) Apa sektor utama yang mendorong pertumbuhan pembiayaan? Bagaimana strategi Unit
Usaha Syariah (UUS) OCBC dalam menghadapi persaingan dengan bank syariah lain?
Sejauh mana layanan digital berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis?
d) Bagaimana progres rencana spin-off UUS OCBC, termasuk kesiapan modal, pemenuhan
regulasi OJK, total aset yang dimiliki, tantangan yang dihadapi, serta strategi transisi dan
ekspansi pasca-spin-off?
Ibu Parwati Surjaudaja
Strategi pertumbuhan CASA mencakup investasi dan penguatan kapabilitas yang
memungkinkan pertumbuhan secara berkelanjutan. Kami tidak ingin menumbuhkan CASA
hanya dengan memberikan bunga tinggi, karena hal tersebut tidak akan berkelanjutan.
Sebagai contoh, dalam produk tabungan, OCBC telah menambahkan berbagai fitur serta
kapabilitas untuk memudahkan individu untuk bertransaksi, menanamkan dananya sehingga
mendorong peningkatan porsi tabungan mereka di OCBC. Selain itu, dari sisi bisnis, untuk
peningkatan giro, juga tidak lepas dari berbagai kanal dan kapabilitas yang dibangun.
Bapak Johannes Husin
Untuk strategi pertumbuhan CASA di segmen individu, pertumbuhannya cukup sehat di tahun
2024. Namun, kami tidak berhenti di situ karena masih banyak kesempatan yang bisa kami
lakukan. Kami terus mengembangkan kapabilitas digital agar nasabah, khususnya pengguna
Nyala dan Nyala Bisnis agar dapat mengembangkan bisnis mereka dengan menggunakan
layanan dan ekosistem yang kami sediakan. Terkait tabungan Valas, perkembangannya juga
cukup menggembirakan, namun kami juga sangat berhati-hati karena dana pihak ketiga yang
kami kumpulkan fokusnya adalah Rupiah, sementara untuk valas sendiri kami senantiasa
memastikan bahwa kebutuhan valas nasabah tercukupi. Ke depan, kami akan terus
memperkuat fitur keamanan, mengingat meningkatnya kasus pembobolan digital banking.
Untuk itu kami memastikan strategi pertumbuhan untuk Savings Account individu, disertai
juga dengan peningkatan fitur keamanan yang tersedia di kanal digital OCBC.
Bapak Martin Widjaja
Sebagai tambahan, selain peningkatan fitur digital yang dilakukan di segmen korporasi,
strategi kami juga mencakup kolaborasi dengan tim retail banking. Kami memahami bahwa
setiap perusahaan pada dasarnya menargetkan end consumers. Oleh karena itu, untuk
meningkatkan CASA agar tumbuh secara berkelanjutan, kami tidak hanya fokus kepada
korporasi saja tapi bagaimana kami dapat menghubungkan korporasi dengan end consumer
melalui third party maupun API connection. Oleh karena itu, fitur-fitur di kanal digital kami
yaitu OCBC Business senantiasa diperkaya untuk mencapai hal tersebut.
1
FINAL
Page 2
Ibu Hartati
Pada tahun 2024, Unit Usaha Syariah OCBC berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sebesar
20%, dengan pembiayaan tumbuh 13% dan DPK tumbuh 19% secara tahunan. Laba OCBC
Syariah tercatat sebesar Rp82 miliar. Kemudian rasio kecukupan modal (CAR) di posisi 23%.
Bapak Andrae Krishnawan
Dalam menghadapi persaingan di unit usaha syariah, strategi OCBC saat ini mengadopsi sistem
leveraging dengan pendekatan kolaboratif antara bank induk dan unit usaha syariah.
Perkembangannya sejauh ini sangat baik karena keduanya saling melengkapi—apa yang tidak
dapat ditawarkan oleh bank induk dapat disediakan melalui unit syariah.
Terkait rencana spin-off, kami tentunya akan mengikuti ketentuan OJK yang berlaku. Saat ini,
fokus utama kami adalah memastikan bahwa unit usaha syariah dapat tumbuh secara
berkesinambungan. Dengan demikian, ketika tiba waktunya untuk spin-off, kita sudah bisa
memastikan bisnis ini sudah memiliki fondasi yang kuat dan dapat berkembang sesuai dengan
bisnis model yang sudah sesuai dengan yang ditetapkan oleh OCBC.
Ibu Parwati Surjaudaja
Saya ingin menambahkan terkait pembiayaan Syariah, segmen utama kami saat ini adalah
konsumen dan UMKM. Kami juga melakukan sinergi dengan nasabah korporasi yang
membutuhkan produk syariah.
2. Zefanya Aprilia – CNBC Indonesia
a) Terkait akuisisi Bank Commonwealth tahun lalu, bagaimana perkembangan integrasinya
sejauh ini? Bagaimana kontribusinya terhadap bisnis OCBC Indonesia? Selain itu, apakah
ke depannya ada rencana pertumbuhan non-organik lainnya? Mengingat OJK juga
mendorong bank untuk naik ke KBMI 4, apakah OCBC memiliki strategi khusus untuk
mencapai hal tersebut?
b) Saat ini, daya beli masyarakat sedang melemah, dan pusat perbelanjaan terlihat sepi. Dari
sisi nasabah OCBC, apakah ada perubahan pola transaksi? Apakah terjadi penurunan
transaksi di merchant-merchant fisik, atau justru nasabah mulai beralih ke belanja online
dalam setahun terakhir?
c) Apakah ada penurunan dalam transaksi, atau justru terjadi pergeseran ke transaksi
online?
Ibu Parwati Surjaudaja
Akuisisi dan merger PT Bank Commonwealth ke dalam OCBC telah diselesaikan pada tahun
2024. Adapun kontribusinya dalam hal loan sebesar 5% dan deposit sebesar 4%. Tentunya,
kami berharap sinergi ini dapat mendorong perkembangan OCBC yang lebih baik ke depannya.
Terkait pertanyaan mengenai rencana non organik lainnya, kami selalu terbuka terhadap
peluang tersebut. Namun kami pun tentu akan menindaklanjutinya dengan penuh kehati-
hatian.
Bapak Johannes Husin
Saat ini, jika melihat dari berbagai publikasi dan kami juga memang aktif di pasar. Terasa jelas
bahwa goverment spending dan domestic consumption mengalami penurunan – tidak hanya
di Indonesia. Kami sudah mengamati tren ini sejak beberapa bulan lalu, dan memang kondisi
pasar saat ini masih dalam fase menunggu.
2
FINAL
Page 3
Dengan pemilu yang telah selesai dan Hari Raya yang akan datang, ada indikasi peningkatan
aktivitas ekonomi. Namun, kami juga mengantisipasi bahwa pemulihan bisa memakan waktu
lebih lama, sehingga perlu kesiapan ekstra.
Kami berharap dana pihak ketiga tetap tumbuh, dan dengan berbagai program yang telah
kami siapkan, aktivitas nasabah baik online maupun offline tetap dapat meningkat. Kami
memiliki berbagai program yang menarik, sehingga kami tetap optimis menghadapi kondisi ke
depan. Semoga setelah selesai libur panjang, mudah-mudahan ekonomi dunia membaik,
seperti adanya penurunan suku bunga yang dapat membantu konsumsi domestik kita.
Ibu Parwati Surjaudaja
Secara umum, pergeseran transaksi ke online memang menunjukkan tren yang positif jika
melihat berbagai transaksi di kanal digital, namun belum tentu mereka transaksi di merchant
saja.
Sepanjang 2024, pertumbuhan transaksi digital kami tercatat sekitar 58%. Ini mencerminkan
tren yang terus berkembang, terutama dengan semakin aktifnya penggunaan kanal digital.
3. Agas Hartanto – Jawa Pos
a) Bagaimana kondisi kredit saat ini, dan untuk proyeksi di 2025, sektor apa saja yang
menjadi prioritas? Apa tantangan utama yang dihadapi di tahun ini?
b) Terkait indeks, bagaimana strategi OCBC dalam meyakinkan investor bahwa fundamental
perusahaan tetap kuat? Mengingat dalam beberapa waktu terakhir indeks sempat
mengalami kenaikan cukup tinggi, sementara beberapa saham perbankan mengalami
penurunan. Apa langkah OCBC untuk menjaga kepercayaan?
c) Khusus untuk sektor hilirasi, targetnya berapa?
Ibu Parwati Surjaudaja
Untuk proyeksi kredit di 2025, sebagai bagian dari rencana awal tahun dan kami masih relatif
optimis dengan semua gejolak yang ada. Kami memperkirakan pertumbuhan kredit berada
dalam kisaran yang serupa dengan 2024, meskipun kemungkinan berada di dua digit batas
bawah atau dalam kisaran satu digit di batas atas.
Untuk segmen retail, tantangannya cukup besar, terutama bagi UMKM.
Bapak Martin Widjaja
Ekspektasi kami untuk pertumbuhan tahun 2025 kalau dari sisi sektor, kami tidak
mengharapkan pertumbuhan yang sangat pesat dari sektor sumber daya alam (natural
resources), mengingat harga komoditas mengalami pelemahan. Tren ini memang masih
berlangsung, namun bukan berarti sektor ini tidak akan tumbuh, hanya saja, pertumbuhannya
kemungkinan tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya.
Jika melihat dari sisi geografis Indonesia, sektor yang cukup menopang pertumbuhan dalam
2-3 tahun terakhir adalah logistik. Kami melihat sektor ini masih memiliki potensi yang
signifikan untuk terus berkembang, sekitar dua digit setiap tahun dan kami mengharapkan
tren yang sama ke depannya.
Kedua, sektor kesehatan juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Kami juga
optimis bahwa dengan berbagai program dan inspirasi dari pemerintah, sektor kesehatan dan
pendidikan akan turut menopang pertumbuhan kami tahun depan.
3
FINAL
Page 4
Sektor terakhir yang diharapkan terus tumbuh positif adalah hilirisasi. Saat ini, proses hilirisasi
yang sedang didorong oleh pemerintah masih berada dalam tahap kedua. Setelah tahap
penambangan dan smelting, masih banyak nilai tambah yang bisa dioptimalkan pada tahapan
berikutnya, tahapan 3, 4, dan 5.
Tahun lalu, pertumbuhan di sektor hilirisasi sangat positif, meskipun ada tantangan dari
beberapa harga komoditas internasional seperti nikel. Namun, kami tetap meyakini bahwa
pertumbuhan untuk nilai tambah di sektor-sektor tersebut akan tetap ada.
Ibu Parwati Surjaudaja
Untuk pertanyaan kedua, selama lebih dari 83 tahun, kami telah mengamati berbagai gejolak
dan tantangan. Kami percaya bahwa dalam kondisi sulit atau krisis, langkah terbaik adalah
menjaga kinerja terus berkesinambungan, menjaga prinsip kehati-hatian dan tentunya
transparansi dan komunikasi yang baik.
Kami lebih fokus pada memastikan kinerja terjaga dengan baik, pertumbuhan yang
berkelanjutan, menghasilkan kinerja yang positif dan berkesinambungan, serta terus
menyampaikan informasi yang diperlukan atau dipertanyakan.
Bapak Martin Widjaja
Secara umum kita mengharapkan pertumbuhan high single digit untuk sektor hilirisasi.
4. Steven, Investor
a) Biasanya beberapa tahun lalu, terdapat rencana aksi korporasi atau recovery plan yang
diminta OJK dan dimintakan persetujuan di dalam rapat tahunan. Kenapa tahun ini tidak
ada?
b) Saat ini terjadi pelemahan terhadap beberapa instrumen keuangan dan adanya indikasi
arus modal keluar (capital outflow). Meskipun tidak separah krisis 2008, bagaimana
strategi perbankan dalam mengantisipasi kondisi ini?
c) Apakah ada kemungkinan mengurangi high credit untuk pertumbuhan yang seperti
direncanakan tahun lalu untuk tahun 2025 sehingga pertumbuhannya akan terhambat?
d) Kemarin di pasar bonds kondisinya tidak terlalu tenang, terutama investasi melalui OCBC
di wealth management?
Ibu Hartati
Untuk recovery plan, jika tidak ada perubahan yang signifikan tidak perlu dimintakan
persetujuan di RUPST.
Ibu Parwati Surjaudaja
Setiap kondisi, apalagi di perbankan kami sangat ingat bahwa likuiditas itu seperti aliran darah
sehingga kami senantiasa memastikan likuiditas sangat mencukupi. Saat ini, tingkat
likuiditas/LDR kami berada di sekitar 81%, yang terjaga dengan baik.
Risiko kredit juga senantiasa kami terus jaga, apalagi di kondisi yang penuh ketidakpastian
seperti ini. Tadi juga sudah disampaikan bahwa Loan Provision Coverage kami terhadap loan
loss di atas 300%, lebih tinggi dari rata-rata industri. Kami juga senantiasa menjaga semua loan
yang ada dapat terjaga dengan baik kualitasnya, seperti tercermin pada Loan at Risk kami yang
4
FINAL
Page 5
ada di level 4,8%. Sedangkan NPL Net terjaga di level 0,6% dan akan kami pastikan terus
terjaga baik.
Terkait modal, juga menjadi hal yang penting. Kami juga memastikan modalnya memadai.
Kami ingat pada krisis 1998 dan 2008, itu merupakan momentum pertumbuhan yang baik
untuk kami. Jadi kembali kami yakini, jika posisi kami sudah baik, pasti banyak pemain-pemain
usaha yang baik yang membutuhkan modal. Biasanya, waktu tersebut adalah waktu terbaik
untuk masuk ke pasar. Kami tidak melihat hal tersebut sebagai hal yang membuat kami untuk
pullback.
Bapak Johannes Husin
Terkait risiko pasar yang kami hadapi setiap hari, nasabah kami juga mengalami risiko tersebut
dan tugas kami adalah membantu mereka memitigasi risiko tersebut. Memang kebanyakan
orang melihat Dolar, Rupiah, obligasi, saham perbankan itu tidak inflow jadi jelas kami juga
mengamati hal tersebut. Untuk Dolar terhadap Rupiah, sebetulnya bukan hanya rupiah saja
yang under pressure, tetapi kami juga lihat, mundur ke belakang bahwa keputusan yang
diambil regulator, Bank Indonesia terkait suku bunga mempertahankan nilai tukar sangat
efektif, likuiditas juga sangat terjaga dengan baik.
Jadi sebenarnya, saat ini memang orang bilang terdapat ‘outflow’, ada inflow juga hari ini
dolar rupiah turun lagi. Jadi yang kami sikapi adalah semua transaksi nasabah yang kami mau
adalah untuk kepentingan bisnis dan kepentingan pribadi. Tidak ada spekulasi yang kami
lakukan dan kami selalu bekerja sama dengan pihak regulator untuk memastikan pasar kita
selalu stabil. Terbukti juga hari ini pasar obligasi, pasar FX cukup stabil. Yang kami perhatikan,
nasabah kami melakukan investasi saham namun kami juga memastikan bahwa nasabah
hanya berinvestasi di saham-saham blue chips yang aman tergantung risiko profil mereka.
Kesimpulannya, risiko pasar memang cenderung meningkat dan volatile, namun hingga saat
ini masih dalam batas yang sehat karena likuiditas dan intervensi dari semua regulator
berjalan dengan baik dan semoga ada perbaikan dari pasar Amerika karena memang
semuanya dikendalikan oleh suku bunga di Amerika Serikat.
Jelas ada kenaikan suku bunga, namun juga ada lelang yang kadang-kadang memang ada
pemain yang mau mengosongkan posisi dulu dan hal tersebut lumrah, teknis market di FX
dengan di pasar obligasi.
Bapak Martin Widjaja
OCBC secara institusi sudah melalui berbagai macam krisis, mulai tahun 1998 dan 2008. Jadi
jika dilihat, secara porsi, portofolio kami sangat well-diversified dan seimbang. Jika saya
berikan perumpamaan, komposisi korporat dibandingkan dengan middle market dan ritel, itu
hampir mirip; 33%, 33%, dan 33%.
Memang secara portofolio, kami sangat disiplin sekali untuk selalu melakukan diversifikasi ini,
supaya jika ada short term market movement, pertumbuhan bisa tetap kami capai di bank.
Kami masih ingat, di zaman krisis dulu, jika perusahaan-perusahaan besar sedang berada di
kondisi penuh tantangan, justru sektor SME-nya yang sangat imune dengan gonjang-ganjing
dunia luar.
Beberapa tahun belakang, kami disiplin untuk menata diversifikasi tersebut sehingga bank
tetap tumbuh. Di setiap masalah, selalu ada kesempatan. Jika kami siap dari segi likuiditas dan
5
FINAL
Page 6
balance sheet, kesempatan itulah yang akan kami ambil secara prudent tentunya. Saya tidak
melihat short term noices yang banyak terpengaruh dunia luar ini akan sangat menghambat
pertumbuhan kredit Indonesia ke depannya. Bagi kami, selalu ada kesempatan. Kami
berharap bisa lebih stabil, apalagi nanti kita akan masuk kuartal kedua setelah lebaran, dan
pertumbuhan akan kembali sangat positif masuk ke paruh kedua 2025. Jadi kami tetap yakin
bahwa secara negara itu kita tetap stabil, dan dari OCBC di Indonesia, kami akan siap untuk
leverage atau mengambil kesempatan itu bila ada.
6
FINAL
Page 7
B. Daftar Hadir
No Nama Institusi
1 Andi Syafriadi Akurat.co
2 Rizka Khaerunia Antara
3 Alfida Febriana Beritasatu
4 Abdurrahman Bisnis Indonesia
5 Reno Bisnis Indonesia
6 Meriza Business News
7 Zefanya CNBC Indonesia
8 Azaria Hanifa CNN Indonesia
9 Nabila CNN Indonesia
10 Andi Detik.com
11 Nia FOKAL
12 Haritsah Almudatsir Harian Disway
13 Mawar Kusuma Harian Kompas
14 Zetta Hannany IDNFinancials
15 Baim Infobank
16 Nida Investor Daily
17 Taufiq Al-Hakim Investortrust.id
18 Agas Hartanto Jawa Pos
19 Hutama Prayoga Kabar Bursa
20 Agustinus Kompas.com
21 Raditya Kompas.com
22 Selvi Mayasari Kontan
23 Pipit Liputan6.com
24 Lia Marketing
25 Angga Mediaasuransinews.co.id
26 Sarah Mediaasuransinews.co.id
27 Novita Sari MNC Media
28 Anggie MNC Portal
29 Ali Rakyat Merdeka
30 Dian Republika
31 Iwan Sagi Sinarharapan.id
7
FINAL
Page 8
No Nama Institusi
32 Tyas Suara Merdeka
33 Niken SWA
34 Ilona Esterina Tempo.co
35 Veza Aditya Tempo.co
36 Lia Validnews
37 Cita Warta Ekonomi
38 William Giovanni Publik
39 Lina Publik
40 Julian Publik
41 Tek Cheong Huei Publik
42 Max Publik
43 V.C Sobarani Publik
44 Raul Publik
45 Emil Ch Publik
46 Steven K Publik
###
8
FINAL
Names mentioned 61 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Parwati Surjaudaja Strategi
p.1 ×9
unresolved
person
Martin Widjaja Sebagai
p.1 ×5
unresolved
person
Parwati Surjaudaja Saya
p.2
unresolved
org
Bank Commonwealth
p.2 ×2
unresolved
person
Parwati Surjaudaja Akuisisi
p.2
unresolved
person
Johannes Husin Saat
p.2 ×4
unresolved
person
Parwati Surjaudaja Secara
p.3
unresolved
person
Martin Widjaja Ekspektasi
p.3
unresolved
person
Martin Widjaja Secara
p.4
unresolved
person
Parwati Surjaudaja Setiap
p.4
unresolved
person
Johannes Husin Terkait
p.5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5
unresolved
person
Martin Widjaja OCBC
p.5
unresolved
—
Andi Syafriadi
p.7
unresolved
—
Rizka Khaerunia
p.7
unresolved
—
Alfida Febriana
p.7
unresolved
—
Abdurrahman
p.7
unresolved
—
Reno
p.7
unresolved
—
Meriza
p.7
unresolved
—
Zefanya
p.7
unresolved
—
Azaria Hanifa
p.7
unresolved
—
Nabila
p.7
unresolved
—
Nia
p.7
unresolved
—
Haritsah Almudatsir
p.7
unresolved
—
Mawar Kusuma
p.7
unresolved
—
Zetta Hannany
p.7
unresolved
—
Baim
p.7
unresolved
—
Nida
p.7
unresolved
—
Taufiq Al-Hakim
p.7
unresolved
—
Agas Hartanto
p.7
unresolved
—
Hutama Prayoga
p.7
unresolved
—
Agustinus
p.7
unresolved
—
Raditya
p.7
unresolved
—
Selvi Mayasari
p.7
unresolved
—
Pipit
p.7
unresolved
—
Lia
p.7 ×2
unresolved
—
Angga
p.7
unresolved
—
Sarah
p.7
unresolved
—
Novita Sari
p.7
unresolved
—
Anggie
p.7
unresolved
—
Ali
p.7
unresolved
—
Dian
p.7
unresolved
—
Iwan Sagi
p.7
unresolved
—
Tyas
p.8
unresolved
—
Niken
p.8
unresolved
—
Ilona Esterina
p.8
unresolved
—
Veza Aditya
p.8
unresolved
—
Cita
p.8
unresolved
—
William Giovanni
p.8
unresolved
—
Julian
p.8
unresolved
—
Tek Cheong Huei
p.8
unresolved
—
Max
p.8
unresolved
—
V.C Sobarani
p.8
unresolved
—
Raul
p.8
unresolved
—
Emil Ch
p.8
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.