Skip to content
Back to announcement

20250321_IDPR_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31870407_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review IDPR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 66

Page 1
         LAPORAN STUDI KELAYAKAN
      PT INDONESIA PONDASI RAYA TBK
 No. 00001/2.0120-04/BS/03/0627/1/III/2025
           Tanggal: 13 Maret 2025

Tanggal Studi Kelayakan per 31 Desember 2024
Page 2
                                                                                                   Kantor Cabang Jakarta Selatan
                                                                                              The AKKAS Commercial Building Lt.2
                                                            Jl. T.B. Simatupang No. 23, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
                                                                        Telp. : +62 21 78343013 | Wilayah Kerja Seluruh Indonesia


No. Laporan : 00001/2.0120-04/BS/03/0627/1/III/2025                                   Jakarta,13 Maret 2025

Kepada Yth.
PT Indonesia Pondasi Raya Tbk
Jl. Pegangsaan Dua Km. 4,5 Kelapa Gading
Jakarta Utara 14250

U.p.    : Direksi

Dengan hormat,

Sesuai penugasan dari PT Indonesia Pondasi Raya Tbk kepada Kantor Jasa Penilai Publik Herman
Meirizki dan Rekan (”HMR” atau “kami” atau “Penilai”) untuk memberikan pendapat mengenai
kelayakan atas rencana penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI) yaitu KBLI 09100 Aktivitas
Penunjang Pertambangan Minyak Bumi Dan Gas Alam, KBLI 09900 Aktivitas Penunjang Pertambangan
dan Penggalian Lainnya, dan KBLI 06202 Pengusahaan Tenaga Panas Bumi oleh PT Indonesia Pondasi
Raya Tbk (“Perseroan” atau “IDPR”) sebagaimana tertuang dalam Surat Penawaran No. 012/SP/HMR-
JKSL/B/I/2025 tanggal 22 Januari 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, maka dengan
ini kami telah melakukan studi kelayakan (feasibilty study) secara independen dengan tanggal studi
kelayakan per 31 Desember 2024.

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama                 : PT Indonesia Pondasi Raya Tbk
Bidang Usaha         : Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan bangunan, termasuk konstruksi
                       bangunan dan pondasi
Alamat               : Jl. Pegangsaan Dua Km. 4,5 Kelapa Gading Jakarta Utara 14250
Telepon dan Faks     : (021) 4603253
E-mail               : corporate_secretary@indopora.com

Latar Belakang Studi Kelayakan
Perseroan merupakan perusahaan yang memiliki fokus bisnis utama yaitu perencanaan dan
pelaksanaan pekerjaan bangunan, termasuk konstruksi bangunan dan pondasi. Perseroan saat ini
memiliki KBLI yaitu KBLI 43901 Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang, KBLI 43120 Penyiapan Lahan,
dan KBLI 43909 Konstruksi Khusus Lainnya. Perseroan saat ini bermaksud untuk memperluas area kerja
dari jasa yang saat ini dilaksanakan Perseroan sehingga Perseroan dapat melaksanakan jasa yang dimiliki
pada area pertambangan atau penggalian baik minyak bumi, gas alam, panas bumi, pertambangan dan
penggalian lainnya. Untuk dapat melaksanakan jasa di area tersebut, maka Perseroan memerlukan
penambahan KBLI 09100 Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi Dan Gas Alam, KBLI 09900
Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya, dan KBLI 06202 Pengusahaan Tenaga Panas
Bumi. Karena Rencana Penambahan KBLI hanya terkait perluasan area kerja, tidak terdapat perubahan
pada operasional utama Perseroan yaitu tetap pada beraktivitas pada jasa konstruksi meliputi pondasi,
dinding penahan tanah, perbaikan struktur tanah, pengujian tiang, dan lain-lain serta tidak terdapat
penambahan aktivitas usaha baru.




                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |i
Page 3
Status Penilai
Penilai merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di KJPP Herman
Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan wilayah
kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah
mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Penilai telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
STTD.PB‐57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan Non Bank dengan No.
296/PD.021/STTD-P/2023. Studi kelayakan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII-2018, serta POJK 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal dan POJK 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama serta Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020.

Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas rencana
penambahan KBLI 09100 Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi Dan Gas Alam, KBLI 09900
Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya, dan KBLI 06202 Pengusahaan Tenaga Panas
Bumi oleh Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Penambahan KBLI”).

Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan adalah kelayakan atas Rencana Penambahan KBLI.

Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal studi kelayakan dalam laporan ini adalah tanggal 31 Desember 2024.

Mata Uang yang Digunakan
Mata uang yang digunakan dalam laporan studi kelayakan adalah Rupiah (Rp).

Tingkat Kedalaman Investigasi
HMR telah mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara terutama dengan manajemen
Perseroan yang diperlukan untuk menunjang proses studi kelayakan.

Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan studi kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan;
2. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
3. Proyeksi keuangan dibuat oleh manajemen Perseroan dengan model dan pola bisnis yang akan
    dijalankan oleh Perseroan dan telah disesuaikan berdasarkan kemampuan pencapaiannya;
4. Analisis studi kelayakan dilakukan berdasarkan model dan pola bisnis yang akan dijalankan oleh
    manajemen Perseroan. Penilai Bisnis bertanggungjawab atas pelaksanaan analisis studi kelayakan;
5. Penilai bertanggungjawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan akhir dari laporan ini;
6. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dari pemberi tugas berdasarkan
    dokumen legalitas Perseroan;




                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |ii
Page 4
7.  Laporan studi kelayakan disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan peraturan-
    peraturan yang secara umum berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan studi kelayakan
    ini;
8. Kami mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan studi kelayakan tidak terjadi
    perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil studi kelayakan. Kami tidak
    bertanggungjawab untuk menegaskan atau memutakhirkan kembali pendapat kami atas perubahan
    asumsi dan kondisi yang terjadi setelah tanggal laporan ini;
9. Kami tidak melakukan due diligence atas aspek perpajakan dan aspek hukum Perseroan;
10. Analisis dalam studi kelayakan didasarkan pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan data
    dan informasi yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau pemberi tugas. Kami
    mengasumsikan bahwa data dan informasi yang diberikan kepada kami adalah benar, lengkap, dan
    tidak menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab atas kemungkinan adanya data atau informasi
    yang tidak diungkapkan, ketidakakuratan dan ketidakterbukaan data atau informasi, perubahan
    data atau asumsi yang dijadikan dasar studi kelayakan yang dapat mempengaruhi hasil studi
    kelayakan;
11. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
    ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
    prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
    mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam
    laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.

Asumsi Khusus
Asumsi khusus yang akan digunakan merupakan asumsi khusus yang relevan dan wajar sehubungan
dengan studi kelayakan. Asumsi khusus merupakan asumsi yang berbeda dari keadaaan sebenarnya
pada tanggal studi kelayakan. Analisis akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima dalam
studi kelayakan.

Subsequent Event
Dari tanggal penilaian yaitu tanggal 31 Desember 2024 sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan ini,
tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil analisis studi
kelayakan secara signifikan.

Metodologi Studi Kelayakan
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
• Pengumpulan data langsung dari Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI yang mencakup
   identitas, perizinan, rencana usaha, dan data terkait lainnya;
• Melakukan analisis makro ekonomi dan analisis industri untuk mengevaluasi dampak terhadap
   kelayakan proyek;
• Melakukan analisis kelayakan atas objek studi kelayakan;
• Dalam melaksanakan studi kelayakan ini, kami melakukan analisis kelayakan Rencana Penambahan
   KBLI menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index
   (PI), dan Return on Investment (ROI).




                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |iii
Page 5
Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan
Studi kelayakan dapat menggunakan data atau sumber informasi tanpa melalui verifikasi terlebih dahulu
yaitu data-data sebagai berikut:
• Data beta industri dan country risk premium bersumber dari Damodaran;
• Data Obligasi Pemerintah Republik Indonesia dari PT Penilai Harga Efek Indonesia atau sumber
    lainnya;
• Data Statistik Perbankan Indonesia dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan;
• Data nilai tukar, inflasi, ataupun data publikasi lainnya bersumber dari Bank Indonesia;
• Data lainnya bersumber dari lembaga pemerintahan lainnya;
• Sumber data lainnya yang terkait dengan studi kelayakan.

Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen, tidak ada
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dengan penugasan. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan studi
kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan.

Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan studi kelayakan untuk
tujuan selain yang telah dinyatakan dalam maksud dan tujuan studi kelayakan serta penggunaan laporan
studi kelayakan ini oleh pihak selain dari pemberi tugas dan pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini harus dengan sepengetahuan dan persetujuan tertulis dari HMR. HMR tidak
bertanggungjawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait dengan penyalahgunaan
ataupun penggunaan sebagian atau seluruh informasi dalam laporan studi kelayakan ini untuk tujuan
selain yang telah dinyatakan sebelumnya dan bukan oleh pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini.




                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |iv
Page 6

          
Page 7

          
Page 8
DAFTAR ISI
  PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ............................................................................................. vi
  DAFTAR ISI ...................................................................................................................................... vii
  DAFTAR TABEL ................................................................................................................................. ix
  DAFTAR GRAFIK ................................................................................................................................ x
  DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................................. xi
  1. LINGKUP PENUGASAN ................................................................................................................ 1
  1.1.   Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .............................................................. 1
  1.2.   Latar Belakang Studi Kelayakan ........................................................................................... 1
  1.3.   Status Penilai ....................................................................................................................... 1
  1.4.   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................................... 1
  1.5.   Objek Studi Kelayakan.......................................................................................................... 2
  1.6.   Tanggal Studi Kelayakan ....................................................................................................... 2
  1.7.   Mata Uang yang Digunakan .................................................................................................. 2
  1.8.   Tingkat Kedalaman Investigasi ............................................................................................. 2
  1.9.   Asumsi dan Kondisi Pembatas ............................................................................................. 2
  1.10. Asumsi Khusus ..................................................................................................................... 3
  1.11. Subsequent Event ................................................................................................................ 3
  1.12. Metodologi Studi Kelayakan ................................................................................................. 3
  1.13. Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan ......................................................................... 3
  1.14. Sumber Data ........................................................................................................................ 3
  1.15. Independensi Penilai ............................................................................................................ 4
  1.16. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi ............................................................................... 4
  2. GAMBARAN UMUM PERSEROAN ................................................................................................. 5
  2.1.   Gambaran Umum Perseroan ................................................................................................ 5
  2.2.   Pemegang Saham ................................................................................................................ 5
  2.3.   Susunan Pengurus ............................................................................................................... 5
  2.4.   Gambaran Usaha ................................................................................................................. 6
  2.4.1. Kegiatan Usaha dan Informasi Operasional ......................................................................... 6
  2.4.2. Analisis SWOT ...................................................................................................................... 7
  2.4.3. Ketentuan Undang-Undang Terkait Operasional .................................................................. 7
  2.5.   Kinerja Keuangan ................................................................................................................. 8
  2.5.1. Laba Rugi Historis ................................................................................................................ 8
  2.5.2. Posisi Keuangan Historis ...................................................................................................... 9
  2.5.3. Arus Kas Historis ................................................................................................................11
  2.5.4. Rasio Keuangan Historis ....................................................................................................12
  3. ASPEK PASAR ............................................................................................................................14
  3.1.   Tinjauan Ekonomi ...............................................................................................................14
  3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan .........................................................................................14
  3.1.2. Nilai Tukar Rupiah..............................................................................................................14
  3.1.3. Suku Bunga ........................................................................................................................15
  3.1.4. Inflasi.................................................................................................................................16
  3.2.   Tinjauan Industri Jasa Konstruksi .......................................................................................16
  3.3.   Potensi dan Sasaran Pasar .................................................................................................19



                                                                             Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |vii
Page 9
3.4.   Pesaing Usaha....................................................................................................................20
3.5.   Strategi Pemasaran ............................................................................................................20
3.6.   Target Pasar .......................................................................................................................21
3.7.   Pemasok dan Pelanggan Utama .........................................................................................21
4. ASPEK TEKNIS............................................................................................................................23
4.1.   Kapasitas Segmen Usaha ...................................................................................................23
4.2.   Ketersediaan Bahan Baku ..................................................................................................24
4.3.   Ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Tenaga Ahli ........................................................24
4.4.   Proses Produksi .................................................................................................................26
5. ASPEK POLA BISNIS ...................................................................................................................27
5.1.   Keunggulan Kompetitif .......................................................................................................27
5.2.   Kemampuan Pesaing Meniru Produk ..................................................................................27
5.3.   Kemampuan Menciptakan Nilai .........................................................................................28
6. ASPEK MODEL MANAJEMEN ......................................................................................................29
6.1.   Ketersediaan Tenaga Kerja .................................................................................................29
6.2.   Manajemen Kekayaan Intelektual ......................................................................................29
6.3.   Manajemen Risiko ..............................................................................................................29
6.4.   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................................30
6.5.   Struktur Kepemilikan Saham ..............................................................................................31
7. ASPEK KEUANGAN.....................................................................................................................32
7.1.   Rencana Manajemen .........................................................................................................32
7.2.   Asumsi Pada Proyeksi Keuangan ........................................................................................32
7.3.   Investasi .............................................................................................................................32
7.4.   Sumber Pendanaan ............................................................................................................33
7.5.   Analisis Tingkat Diskonto ...................................................................................................33
7.6.   Analisis Profitabilitas..........................................................................................................35
8. KESIMPULAN .............................................................................................................................40
9. LAMPIRAN ..................................................................................................................................41
10. REFERENSI ................................................................................................................................41




                                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |viii
Page 10
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham ........................................................................................................ 5
Tabel 2. Ringkasan Beberapa Dokumen Perizinan ................................................................................... 8
Tabel 3. Laporan Laba Rugi ...................................................................................................................... 8
Tabel 4. Posisi Keuangan Historis ............................................................................................................ 9
Tabel 5. Arus Kas Historis ...................................................................................................................... 11
Tabel 6. Analisis Rasio Keuangan Historis .............................................................................................. 13
Tabel 7. Proyek-Proyek Perseroan .......................................................................................................... 21
Tabel 8. Pelanggan dan Pemasok........................................................................................................... 22
Tabel 9. Informasi Tenaga Ahli ............................................................................................................... 25
Tabel 10. Asumsi Proyeksi Pendapatan dan HPP ................................................................................... 32
Tabel 11. Analisis Investasi .................................................................................................................... 32
Tabel 12. Estimasi Capex ....................................................................................................................... 33
Tabel 13. WACC ..................................................................................................................................... 34
Tabel 14. Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan KBLI..................................................... 35
Tabel 15. Analisis Profitabilitas Tanpa Rencana Penambahan KBLI ....................................................... 35
Tabel 16. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Dengan Penambahan KBLI ...................... 36
Tabel 17. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Tanpa Penambahan KBLI ......................... 37
Tabel 18. Analisis Kelayakan Investasi ................................................................................................... 38
Tabel 19. Analisis Sensitivity .................................................................................................................. 39




                                                                               Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |ix
Page 11
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. IHSG Tahun 31 Desember 2019-2024...................................................................................... 14
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode Desember 2020-2024 ................................................. 15
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2024 ...................................................................................... 16
Grafik 4. Jumlah Perusahaan Konstruksi di Indonesia Tahun 2022 - 2024 .............................................. 18
Grafik 5. Jumlah Pekerja Tetap Perusahaan Konstruksi di Indonesia Tahun 2021 - 2023........................ 18
Grafik 6. Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Perusahaan Konstruksi di Indonesia ................................. 19
Grafik 7. Alur Kepemilikan Saham .......................................................................................................... 31




                                                                           Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |x
Page 12
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Flow Chart Operasional ........................................................................................................ 26




                                                                         Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |xi
Page 13
1.    LINGKUP PENUGASAN

1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam studi kelayakan ini adalah:

Nama                   : PT Indonesia Pondasi Raya Tbk
Bidang Usaha           : Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan bangunan, termasuk konstruksi
                         bangunan dan pondasi
Alamat                 : Jl. Pegangsaan Dua Km. 4,5 Kelapa Gading Jakarta Utara 14250
Telepon dan Faks       : (021) 4603253
E-mail                 : corporate_secretary@indopora.com

1.2. Latar Belakang Studi Kelayakan
Perseroan merupakan perusahaan yang memiliki fokus bisnis utama yaitu perencanaan dan
pelaksanaan pekerjaan bangunan, termasuk konstruksi bangunan dan pondasi. Perseroan saat ini
memiliki KBLI yaitu KBLI 43901 Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang, KBLI 43120 Penyiapan Lahan,
dan KBLI 43909 Konstruksi Khusus Lainnya. Perseroan saat ini bermaksud untuk memperluas area kerja
dari jasa yang saat ini dilaksanakan Perseroan sehingga Perseroan dapat melaksanakan jasa yang dimiliki
pada area pertambangan atau penggalian baik minyak bumi, gas alam, panas bumi, pertambangan dan
penggalian lainnya. Untuk dapat melaksanakan jasa di area tersebut, maka Perseroan memerlukan
penambahan KBLI 09100 Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi Dan Gas Alam, KBLI 09900
Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya, dan KBLI 06202 Pengusahaan Tenaga Panas
Bumi. Karena Rencana Penambahan KBLI hanya terkait perluasan area kerja, tidak terdapat perubahan
pada operasional utama Perseroan yaitu tetap pada beraktivitas pada jasa konstruksi meliputi pondasi,
dinding penahan tanah, perbaikan struktur tanah, pengujian tiang, dan lain-lain serta tidak terdapat
penambahan aktivitas usaha baru.

1.3. Status Penilai
Penilai merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di KJPP Herman
Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan wilayah
kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah
mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Penilai telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
STTD.PB‐57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan Non Bank dengan No.
296/PD.021/STTD-P/2023. Studi kelayakan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII-2018, serta POJK 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal dan POJK 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama serta Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020.

1.4. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas rencana
penambahan KBLI 09100 Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi Dan Gas Alam, KBLI 09900




                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |1
Page 14
Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya, dan KBLI 06202 Pengusahaan Tenaga Panas
Bumi oleh Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Penambahan KBLI”).

1.5. Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan adalah kelayakan atas Rencana Penambahan KBLI.

1.6. Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal studi kelayakan dalam laporan ini adalah tanggal 31 Desember 2024.

1.7. Mata Uang yang Digunakan
Mata uang yang digunakan dalam laporan studi kelayakan adalah Rupiah (Rp).

1.8. Tingkat Kedalaman Investigasi
HMR telah mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara terutama dengan manajemen
Perseroan yang diperlukan untuk menunjang proses studi kelayakan.

1.9. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan studi kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan;
2. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
3. Proyeksi keuangan dibuat oleh manajemen Perseroan dengan model dan pola bisnis yang akan
    dijalankan oleh Perseroan dan telah disesuaikan berdasarkan kemampuan pencapaiannya;
4. Analisis studi kelayakan dilakukan berdasarkan model dan pola bisnis yang akan dijalankan oleh
    manajemen Perseroan. Penilai Bisnis bertanggungjawab atas pelaksanaan analisis studi kelayakan;
5. Penilai Bisnis bertanggungjawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan akhir dari laporan ini;
6. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dari pemberi tugas berdasarkan
    dokumen legalitas Perseroan;
7. Laporan studi kelayakan disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan peraturan-
    peraturan yang secara umum berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan studi kelayakan
    ini;
8. Kami mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan studi kelayakan tidak terjadi
    perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil studi kelayakan. Kami tidak
    bertanggungjawab untuk menegaskan atau memutakhirkan kembali pendapat kami atas perubahan
    asumsi dan kondisi yang terjadi setelah tanggal laporan ini;
9. Kami tidak melakukan due diligence atas aspek perpajakan dan aspek hukum Perseroan;
10. Analisis dalam studi kelayakan didasarkan pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan data
    dan informasi yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau pemberi tugas. Kami
    mengasumsikan bahwa data dan informasi yang diberikan kepada kami adalah benar, lengkap, dan
    tidak menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab atas kemungkinan adanya data atau informasi
    yang tidak diungkapkan, ketidakakuratan dan ketidakterbukaan data atau informasi, perubahan
    data atau asumsi yang dijadikan dasar studi kelayakan yang dapat mempengaruhi hasil studi
    kelayakan;
11. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
    ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
    prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk



                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |2
Page 15
     mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam
     laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.

1.10. Asumsi Khusus
Asumsi khusus yang akan digunakan merupakan asumsi khusus yang relevan dan wajar sehubungan
dengan studi kelayakan. Asumsi khusus merupakan asumsi yang berbeda dari keadaaan sebenarnya
pada tanggal studi kelayakan. Analisis akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima dalam
studi kelayakan.

1.11. Subsequent Event
Dari tanggal penilaian yaitu tanggal 31 Desember 2024 sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan ini,
tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil analisis studi
kelayakan secara signifikan.

1.12. Metodologi Studi Kelayakan
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
• Pengumpulan data langsung dari Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI yang mencakup
    identitas, perizinan, rencana usaha, dan data terkait lainnya;
• Melakukan analisis makro ekonomi dan analisis industri untuk mengevaluasi dampak terhadap
    kelayakan proyek;
• Melakukan analisis kelayakan atas objek studi kelayakan;
• Dalam melaksanakan studi kelayakan ini, kami melakukan analisis kelayakan Rencana Penambahan
    KBLI menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index
    (PI), dan Return on Investment (ROI).

1.13. Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan
Studi kelayakan dapat menggunakan data atau sumber informasi tanpa melalui verifikasi terlebih dahulu
yaitu data-data sebagai berikut:
• Data beta industri dan country risk premium bersumber dari Damodaran;
• Data Obligasi Pemerintah Republik Indonesia dari PT Penilai Harga Efek Indonesia atau sumber
    lainnya;
• Data Statistik Perbankan Indonesia dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan;
• Data nilai tukar, inflasi, ataupun data publikasi lainnya bersumber dari Bank Indonesia;
• Data lainnya bersumber dari lembaga pemerintahan lainnya;
• Sumber data lainnya yang terkait dengan studi kelayakan.

1.14. Sumber Data
Dalam menyusun studi kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
melaksanakan prosedur atas informasi sebagai berikut:
1. Company profile dan struktur organisasi Perseroan per 31 Desember 2024;
2. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 Nomor 00067/2.1035/AU.1/03/1164-4/1/III/2025
    oleh Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan tanggal 5 Maret 2025 dengan opini wajar;
3. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 Nomor 00095/2.1035/AU.1/03/1164-3/1/III/2024
    oleh Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan tanggal 25 Maret 2024 dengan opini wajar;




                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |3
Page 16
4. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 Nomor 00055/2.1035/AU.1/03/1164-2/1/III/2023
   oleh Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan tanggal 20 Maret 2023 dengan opini wajar;
5. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 Nomor 00035/2.1035/AU.1/03/1164-1/1/III/2022
   oleh Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan tanggal 9 Maret 2022 dengan opini wajar;
6. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2020 Nomor 00074/3.0423/AU.1/03/0116-3/1/IV/2021
   oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang dan Rekan tanggal 29 April 2021
   dengan opini wajar;
7. Proyeksi laporan keuangan Perseroan tahun 2025-2029 Tanpa Rencana Penambahan KBLI dan
   Dengan Rencana Penambahan KBLI, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
8. Informasi lain dari manajemen Perseroan ataupun pihak lain yang relevan dengan penugasan;
9. Data informasi pasar, ekonomi, industri berdasarkan media cetak dan elektronik yaitu website Bank
   Indonesia, website Aswath Damodaran, website Penilai Harga Efek Indonesia, dan sumber informasi
   lainnya yang kami anggap relevan.

1.15. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen, tidak ada
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dengan penugasan. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan studi
kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan.

1.16. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan studi kelayakan untuk
tujuan selain yang telah dinyatakan dalam maksud dan tujuan studi kelayakan serta penggunaan laporan
studi kelayakan ini oleh pihak selain dari pemberi tugas dan pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini harus dengan sepengetahuan dan persetujuan tertulis dari HMR. HMR tidak
bertanggungjawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait dengan penyalahgunaan
ataupun penggunaan sebagian atau seluruh informasi dalam laporan studi kelayakan ini untuk tujuan
selain yang telah dinyatakan sebelumnya dan bukan oleh pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini.




                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |4
Page 17
2.     GAMBARAN UMUM PERSEROAN

2.1. Gambaran Umum Perseroan
PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (“Perseroan”) didirikan di Jakarta berdasarkan Akta Notaris Tan Thong Kie
No. 18 tanggal 21 Oktober 1977 dan telah disahkan oleh Kementerian Kehakiman Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/118/24 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 430, Tambahan No. 49, tanggal 17 Juni 1980.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir dinyatakan
oleh Akta Notaris Gatot Widodo, S.E., S.H., M.Kn No. 3, tanggal 24 Juni 2022, mengenai perubahan
Anggaran Dasar Perseroan. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0051014.AH.01.02 Tahun 2022, tanggal 21 Juli
2022.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan terutama adalah
merencanakan dan melaksanakan pekerjaan bangunan, termasuk konstruksi bangunan dan pondasi.
Kegiatan utama Perseroan saat ini adalah mengerjakan proyek-proyek konstruksi untuk pondasi
bangunan. Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1980.

2.2. Pemegang Saham
Rincian susunan Pemegang Saham Perseroan per 31 Desember 2024 berdasarkan Akta Notaris No. 83
tanggal 10 Desember 2015 yang dibuat di hadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si Notaris di Jakarta
Selatan dan jumlah saham berdasarkan data Biro Administrasi Efek bulan Desember 2024 adalah
sebagai berikut:

                                 Tabel 1. Susunan Pemegang Saham
                                    Persentase
        Pemegang Saham                                  Lembar Saham              Modal Disetor (Rp)
                                      Saham
 Manajemen
     Tn. Manuel Djunako                     85,62%        1.714.992.906                   171.499.290.600
     Febyan                                  2,50%           49.997.600                      4.999.760.000


 Non Manajemen
     Ny. Hanah Tandean                       1,70%           34.069.294                      3.406.929.400
   Masyarakat (masing-masing                10,18%          203.940.200                    20.394.020.000
   kurang dari 5%)
 Jumlah                                   100,00%         2.003.000.000                   200.300.000.000
                             Sumber: Biro Administrasi Efek Bulan Desember 2024


2.3. Susunan Pengurus
Susunan Direksi dan Komisaris Perseroan per 31 Desember 2024 berdasarkan Akta Notaris No. 138
tanggal 26 Juni 2020 yang dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn, Notaris di Jakarta
Barat adalah sebagai berikut:




                                                         Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |5
Page 18
Direksi
Presiden Direktur       : Febyan
Direktur                : Heribertus Herry Putranto
Direktur                : Ir. Albertus Gunawan
Direktur                : Dwijanto

Dewan Komisaris
Komisaris Utama      : Manuel Djunako
Komisaris Independen : Wiro Atmojo Wijaya

2.4. Gambaran Usaha
2.4.1. Kegiatan Usaha dan Informasi Operasional
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 3, maksud dan tujuan Perseroan adalah melakukan
usaha di bidang jasa pelaksana konstruksi, perdagangan, perindustrian, jasa, pengangkutan, dan
perbengkelan. Kegiatan utama Perseroan saat ini adalah mengerjakan proyek-proyek konstruksi untuk
pondasi bangunan.

Perseroan saat ini memiliki 1 (satu) entitas anak yaitu PT Rekagunatek Persada yang memiliki ruang
lingkup usaha yaitu produksi, pemasangan, dan penjualan tiang pancang bangunan. Selanjutnya, PT
Rekagunatek Persada juga memiliki penyertaan sebesar 50% pada PT Gema Bahana Utama yang
memiliki ruang lingkup usaha di bidang konstruksi.

Secara umum, kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan dikelompokkan ke dalam 2 kategori kegiatan
usaha yaitu:
1. Pelayanan Jasa Konstruksi, meliputi:
    • Pondasi
    • Dinding penahan tanah;
    • Perbaikan struktur tanah;
    • Pengujian tiang; dan
    • Lain-lain.

2.   Penjualan dan Pemasangan (melalui Entitas Anak), meliputi:
     • Dinding, kolom, dan lantai precast concrete, dan lain-lain;
     • Tiang pancang; dan
     • Struktur bangunan (precast)

Saat ini, KBLI Perseroan sebagai berikut:
1. KBLI 43901 Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang
     Mencakup kegiatan khusus pemasangan bebrbagi pondasi dan tiang pancang termasuk pengecoran
     beton dan pembesian pondasi untuk gedung, jalan/jembatan, bangunan pengairan, dermaga,
     bangunan lepas pantai dan sejenisnya sebagai bagian dari pekerjaan yang tercakup dalam
     konstruksi gedung hunian dan non hunian serta bangunan sipil lainnya;




                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |6
Page 19
2.   KBLI 43120 Penyiapan Lahan
     Mencakup usaha penyiapan lahan untuk kegiatan konstruksi yang berikutnya, seperti pelaksanaan
     pembersihan dan pematangan lahan konstruksi, pembersihan semak belukar, pembukaan
     lahan/stabilisasi tanah (penggalian, membuat kemiringan, pengurukan, peralatan lahan konstruksi,
     penggalian parit, pemindahan, penghancuran atau peledakan batu dan sebagainya), pelaksanaan
     pekerjaan tanah dan/atau tanah berbatu, penggalian, membuat kemiringan, oeralatan tanah
     dengan galian dan timbunan untuk konstruksi jalan raya, jalan bebas hambatan, jalan rel kereta api,
     dan jalan landasan terbang, pabrik, pembangkit, transmisi, gardu induk, dan distribusi tenaga listrik,
     fasilitas produksi, serta bangunan gedung dan bangunan sipil lainnya, pemasangan, pemindahan,
     dan perlindungan utilitas, tes/uji dengan sondir dan bor;

3.   KBLI 43909 Konstruksi Khusus Lainnya
     Mencakup kegiatan konstruksi khusus lainnya yang belum diklasifikasikan dalam kelompok 43901
     sampai dengan 43905 yang memerlukan keahlian atau perlengkapan khusus, seperti kegiatan
     pengerjaan penahan lembab dan air, dehumidifikasi (pelembaban) bangunan, shaft sinking,
     pemasangan cerobong asap dan oven untuk keperluan industri dan pekerjaan yang memerlukan
     keahlian memanjat dan penggunaan perlengkapan yang berkaitan, misalnya bekerja pada gedung-
     gedung yang tinggi. Termasuk pekerjaan di bawah permukaan tanah, pekerjaan lapis peekerasan
     beton, pekerjaan perkerasan aspal, pekerjaan perkerasan berbutir, pekerjaan kosntruksi
     pengeboran dan injeksi semen bertekanan, pekerjaan beton struktur, pekerjaan konstruksi beton
     pascatarik, pekerjaan konstruksi kedap air pada tangki penyimpanan air, minyak, gas dan lainnya
     yang sejenis, serta pemasangan konstruksi tahan api untuk bangunan gedung hunian dan non
     hunian serta bangunan sipil lainnya.

2.4.2. Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:

Kekuatan (Strength):
a. Memiliki manpower yang mempunyai skill terbanyak.
b. Mempunyai alat berat yang paling lengkap dalam jumlah besar.
c. Kerjasama dengan tenaga ahli.

Kelemahan (Weakness);
a. Harga lebih premium dari kompetitor.

Peluang (Opportunity):
a. Selalu diprioritaskan untuk mengerjakan proyek yang besar dan yang mengutamakan mutu.

Ancaman (Threats):
a. Proyek yang lebih kecil lebih banyak kompetitornya.
b. Harga kompetitor lebih kompetitif.

2.4.3. Ketentuan Undang-Undang Terkait Operasional
Berikut adalah perizinan Perseroan dokumen perizinan yang terkait operasional:




                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |7
Page 20
                              Tabel 2. Ringkasan Beberapa Dokumen Perizinan
  No.                                           Dokumen Perizinan
 1.          Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha, Sertifikat Badan Usaha (SBU) Konstruksi
             PB-UMKU: 812010980048200040002 Subklasifikasi Pondasi Konstruksi
 2.          Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha, Sertifikat Badan Usaha (SBU) Konstruksi
             PB-UMKU: 812010980048200040002 Subklasifikasi Pekerjaan Tanah
 3.          Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha, Sertifikat Badan Usaha (SBU) Konstruksi
             PB-UMKU: 812010980048200050001 Penyiapan Lahan Konstruksi
                                                              Sumber: manajamen


2.5. Kinerja Keuangan
2.5.1. Laba Rugi Historis
Berikut merupakan laporan laba rugi Perseroan yang telah diaudit periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2020-2024 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

                                                     Tabel 3. Laporan Laba Rugi
                                              Audit                   Audit                  Audit                   Audit                 Audit
                                             FY2020                  FY2021                 FY2022                  FY2023                FY2024
Pendapatan neto                           652.350.844.406        872.574.156.089      1.060.124.902.677       1.289.582.924.477      1.115.261.513.273
Beban Pokok Pendapatan                   (883.090.563.803)      (851.623.851.385)      (911.967.486.092)     (1.096.829.913.517)      (928.931.182.182)
Laba Kotor                               (230.739.719.397)         20.950.304.704       148.157.416.585         192.753.010.960        186.330.331.091
Beban umum dan administrasi              (106.395.466.066)      (122.190.228.999)      (104.266.737.067)       (107.347.200.589)      (112.069.909.450)
 Beban usaha                             (127.840.450.740)      (109.458.053.588)      (118.087.833.892)       (116.392.327.902)      (119.864.661.194)
 Beban lain-lain                               (60.212.334)       (24.288.379.221)         (3.683.379.129)         (2.001.279.609)        (4.760.352.197)
 Penghasilan lain-lain - neto               21.505.197.008         11.556.203.810         17.504.475.954          11.046.406.922         12.555.103.941
Laba (Rugi) Usaha                        (337.135.185.463)      (101.239.924.295)         43.890.679.518          85.405.810.371         74.260.421.641
Pendapatan (Beban) lain-lain               (42.839.555.161)       (40.372.346.197)       (42.741.551.537)        (49.717.248.960)       (46.491.650.125)
 Pendapatan keuangan                           606.942.006              50.961.800             27.859.987              25.111.362             89.948.042
 Beban keuangan                            (43.182.615.737)       (40.338.765.366)       (42.769.411.524)        (49.742.360.322)       (46.581.598.167)
 Bagian rugi dari ventura bersama             (263.881.430)            (84.542.631)                                                                    -
Laba sebelum pajak                       (379.974.740.624)      (141.612.270.492)         1.149.127.981         35.688.561.411           27.768.771.516
Beban pajak penghasilan                     (2.188.070.940)         (2.463.059.940)      (2.440.023.080)         (2.510.748.020)          (2.821.247.981)
Laba setelah pajak                       (382.162.811.564)      (144.075.330.432)        (1.290.895.099)        33.177.813.391           24.947.523.535


                                    Sumber: laporan keuangan audit 31 Desember tahun 2020-2024
Pendapatan Bersih
Perseroan membukukan pendapatan bersih pada tahun 2020-2024 masing-masing sebesar Rp625,35
miliar, Rp872,57 miliar, Rp1,06 triliun, Rp1,29 triliun, dan Rp1,12 triliun. Pendapatan Perseroan berasal
dari pendapatan jasa konstruksi yang terbagi atas konstruksi pondasi, dinding penahan tanah, dan
struktur. Selain dari jasa konstruksi, pendapatan Perseroan juga berasal dari aktivitas penjualan
penjualan tiang pancar dan dinding precast.

Beban Pokok Pendapatan
Perseroan membukukan beban pokok pendapatan pada tahun 2020-2024 masing-masing sebesar
Rp883,09 miliar, Rp851,62 miliar, Rp911,97 miliar, Rp1,1 triliun, dan Rp928,93 miliar dengan persentase
beban pokok pendapatan terhadap pendapatan pada tahun 2020-2024 masing-masing sebesar
135,37%, 97,60%, 86,02%, 85,05%, dan 83,29%.

Laba Bruto
Perseroan membukukan laba bruto pada tahun 2021-2024 masing-masing sebesar Rp20,95 miliar,
Rp148,16 miliar, Rp192,75 miliar, dan Rp186,33 miliar. Pada tahun 2020 Perseroan membukukan
kerugian bruto sebesar Rp230,74 miliar. Rasio gross profit margin pada tahun 2021-2024 dan masing-
masing sebesar 2,4%, 13,98%, 14,95%, dan 16,71%.




                                                                               Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |8
Page 21
Laba Tahun Berjalan
Pada tahun 2023-2024 Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp33,18 miliar dan Rp24,95
miliar dengan rasio net profit margin masing-masing sebesar 2,57% dan 2,24%. Pada tahun 2020-2022
Perseroan masih membukukan rugi tahun berjalan masing-masing sebesar Rp382,16 miliar, Rp144,08
miliar, dan Rp1,29 miliar.

2.5.2. Posisi Keuangan Historis
Berikut merupakan laporan posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2020-2024 (dalam Rupiah,
kecuali dinyatakan lain):

                                                     Tabel 4. Posisi Keuangan Historis
                                                     A udit              A udit                A udit              A udit              A udit
                                                   31-De s-20          31-De s-21            31-De s-22          31-De s-23          31-De s-24
A se t
A se t L ancar
K as dan bank                                     31.366.642.424       4.580.595.037         5.050.000.798       6.988.233.864       19.816.404.962
P iutang usaha                                    82.076.325.634     171.284.596.299       126.532.313.853     307.535.352.340      188.359.067.843
P iutang retensi                                  63.599.952.819      77.575.182.607        92.232.844.386     124.175.390.634      111.308.588.943
P iutang lain-lain                                 2.510.567.000       2.747.793.452           138.742.030         529.732.531        1.235.697.611
T ag ihan bruto kepada pemberi kerja             217.834.762.611     235.884.774.829       386.504.070.933     332.367.884.699      243.064.477.148
P ersediaan                                      207.619.060.471     196.532.025.256       155.731.231.206     183.278.859.428      222.944.653.513
U ang muka dan beban dibayar dimuka               28.661.545.912      23.397.899.072        33.940.823.411      16.324.458.048       39.877.162.657
P ajak Dibayar Dimuka                                882.051.849                   -            93.888.035       2.909.168.269        6.045.112.831
Aset lancar lainnya                                  150.000.000         308.374.615           296.670.004         348.731.004          330.731.004
T otal ase t lancar                              634.700.908.720     712.311.241.167       800.520.584.656     974.457.810.817      832.981.896.512

A se t T ak L ancar
U ang muka                                                      -                   -                     -       32.806.966.727      45.651.304.027
Aset tetap - bersih                               842.836.038.573     729.355.229.027       688.901.472.030     622.277.872.607      570.908.138.381
P roperti Investasi                                30.475.741.128      55.228.844.042        52.259.585.643      49.290.327.244       46.321.068.845
Aset peng ampunan pajak                               810.460.000         810.460.000           810.460.000                    -                 -
T otal ase t tak lancar                           874.122.239.701     785.394.533.069       741.971.517.673     704.375.166.578      662.880.511.253
T otal A se t                                   1.508.823.148.421   1.497.705.774.236     1.542.492.102.329   1.678.832.977.395    1.495.862.407.765

L iabilitas
L iabilitas J ang ka P e nde k
U tang usaha                                     109.794.658.110     205.205.255.017       176.816.287.543     294.623.546.017      209.173.860.456
  P ihak ketig a                                 109.608.458.110     205.001.905.017       176.772.389.543     294.623.546.017                  -
  P ihak berelasi                                    186.200.000         203.350.000            43.898.000                 -                    -
U tang lain-lain                                      58.409.092       1.141.870.122                   -                   -                    -
  P ihak ketig a                                      58.409.092                 -                     -                   -                    -
  P ihak berelasi                                            -         1.141.870.122                   -                   -                    -
B eban akrual                                      5.476.722.027       4.535.455.751           336.928.062       1.018.522.274        1.713.305.488
U ang muka dari pelang g an                      105.753.834.850     144.406.367.019       145.524.102.518     122.314.790.299       75.745.458.713
U tang pajak                                       2.121.847.592       4.217.591.807         6.014.515.994       6.145.280.325        9.530.318.368
U tang bank jang ka pendek                       181.269.143.337     185.842.718.175       256.833.175.327     361.436.834.984      345.702.218.676
Liabilitas jang ka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
  Liabilitas sewa                                            -                   -                     -           183.330.438          201.400.613
  U tang pembiayaan                                8.771.248.382       7.208.795.196         4.866.306.331       1.639.630.102        8.794.316.928
  U tang bank                                     39.618.723.449      39.618.723.449        37.868.080.840      70.768.080.838       67.295.858.600
T otal liabilitas jang ka pe nde k               452.864.586.839     592.176.776.536       628.259.396.615     858.130.015.277      718.156.737.842

L iabilitas J ang ka P anjang

Liabilitas jang ka panjang setelah dikurang i
bag ian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
  Liabilitas sewa                                              -                   -                     -       6.326.709.762        6.125.309.151
  U tang pembiayaan                               12.071.873.686      10.543.707.452         7.702.079.296       1.740.603.793        5.295.843.198
  U tang bank                                    215.931.090.403     215.931.090.403       230.154.832.847      98.303.418.668       31.007.560.066
Laba ditang g uhkan atas transaksi jual dan        3.386.531.019       2.191.284.771           996.038.523                   -                    -
sewa-balik aset sewa pembiayaan
T ang g ung an rug i pada ventura bersama          2.588.218.561       2.672.761.192                     -                    -                   -
Liabilitas imbalan kerja                          41.455.235.134      41.920.107.682        44.624.533.100       53.699.240.900      56.109.024.244
T otal L iabilitas jang ka panjang               275.432.948.803     273.258.951.500       283.477.483.766      160.069.973.123      98.537.736.659
T otal L iabilitas                               728.297.535.642     865.435.728.036       911.736.880.381    1.018.199.988.400     816.694.474.501




                                                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |9
Page 22
                                               A udit              A udit              A udit              A udit             A udit
                                             31-De s-20          31-De s-21          31-De s-22          31-De s-23         31-De s-24
E kuitas
M odal saham                                200.300.000.000     200.300.000.000     200.300.000.000     200.300.000.000     200.300.000.000
T ambahan modal disetor                     341.060.989.128     341.060.989.128     341.060.989.128     341.060.989.128     341.060.989.128
S aldo laba                                 214.054.803.651      66.843.953.995      57.401.576.415      93.580.804.987     106.795.778.095
P eng ukuran kembali atas imbalan kerja      14.099.678.221      19.911.407.857      21.663.472.768      20.384.541.478      23.979.210.670
K epenting an nonpeng endali                 11.010.141.779       4.153.695.220      10.329.183.637       5.306.653.402       7.031.955.371
T otal E kuitas                             780.525.612.779     632.270.046.200     630.755.221.948     660.632.988.995     679.167.933.264
T otal L iabilitas dan E kuitas           1.508.823.148.421   1.497.705.774.236   1.542.492.102.329   1.678.832.977.395   1.495.862.407.765


                                     Sumber: laporan keuangan audit 31 Desember tahun 2020-2024


Kas dan Setara Kas
Perseroan mencatatkan kas dan setara kas per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar
Rp31,37 miliar, Rp4,58 miliar, Rp5,05 miliar, Rp6,99 miliar, dan Rp19,82 miliar dengan rasio kas masing-
masing sebesar 1,40 kali, 1,20 kali, 1,27 kali, 1,29 kali, dan 1,37 kali.

Piutang Usaha
Perseroan mencatatkan piutang usaha per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar Rp82,08
miliar, Rp171,28 miliar, Rp126,53 miliar, Rp307,54 miliar, dan Rp188,36 miliar. Hari perputaran piutang
usaha per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar 45 hari, 71 hari, 43 hari, 86 hari, dan 61 hari.
Hari perputaran piutang usaha tersebut tidak memperhitungkan piutang retensi dan tagihan bruto
kepada pemberi kerja.

Persediaan
Perseroan mencatat persediaan per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar Rp207,62 miliar,
Rp196,53 miliar, Rp155,73 miliar, Rp183,28 miliar, dan Rp222,94 miliar dengan perputaran hari
persediaan masing-masing sebesar 85 hari, 83 hari, 61 hari, 60 hari, dan 86 hari.

Aset Tetap
Perseroan mencatatkan aset tetap bersih per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar
Rp842,84 miliar, Rp729,36 miliar, Rp688,90 miliar, Rp622,28 miliar, dan Rp570,91 miliar atau berkisar
37,07% - 55,86% dari total aset per 31 Desember 2020-2024. Aset tetap Perseroan berupa tanah,
bangunan, kendaraan, mesin dan peralatan, inventaris kantor, dan peralatan berat.

Utang Usaha
Perseroan memiliki utang usaha per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar Rp109,79 miliar,
Rp205,21 miliar, Rp176,82 miliar, Rp294,62 miliar, dan Rp209,17 miliar dengan hari perputaran utang
usaha masing-masing 45 hari, 87 hari, 70 hari, 97 hari, dan 81 hari.

Total Ekuitas
Total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar Rp780,53 miliar, Rp632,27
miliar, Rp630,76 miliar, Rp660,63 miliar, dan Rp679,17 miliar. Modal saham ditempatkan dan disetor
penuh Perseroan per 31 Desember 2020-2024 adalah sebesar Rp200,30 miliar dan tambahan modal
disetor sebesar Rp341,06 miliar.




                                                                         Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |10
Page 23
2.5.3. Arus Kas Historis
Berikut merupakan laporan arus kas Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2020-2024
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

                                                        Tabel 5. Arus Kas Historis
                                                   Audit                 Audit                 Audit                 Audit                 Audit
                                                  FY2020                FY2021                FY2022                FY2023                FY2024
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                       745.462.733.120       779.986.011.133       953.607.673.503     1.115.723.004.274     1.297.735.176.252
Pembayaran kepada pemasok dan lainnya          (628.119.955.188)     (648.951.762.500)     (704.083.676.820)     (824.075.303.430)     (878.819.081.325)
Pembayaran beban operasi dan lainnya            (92.702.212.630)      (82.512.443.121)     (206.715.874.566)     (204.898.361.869)     (225.633.726.037)
Pembayaran pajak penghasilan                      (2.338.624.096)      (1.268.486.862)       (3.500.101.032)        (2.503.143.845)       (2.721.033.865)
Pembayaran untuk beban keuangan                 (42.496.161.364)      (39.992.837.955)      (42.096.320.052)      (48.426.123.454)       (45.298.259.040)
Pendapatan bunga                                     606.942.006           50.961.800            27.859.987             25.111.362            89.948.042
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas      (19.587.278.152)        7.311.442.495        (2.760.438.980)       35.845.183.038       145.353.024.027
operasi

AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                            (19.141.308.478)        (5.812.598.973)     (61.184.752.433)      (21.863.580.467)      (15.677.699.379)
Penjualan aset tetap                                347.727.273                    -               8.000.000                   -            159.459.459
Uang muka perolehan properti investasi          (15.044.431.705)        (8.578.679.727)       (9.304.026.000)       (9.305.436.000)     (12.844.337.300)
Perolehan properti investasi                       (492.915.000)        (3.726.432.600)                  -                     -                    -
Penjualan properti investasi                      1.370.921.822                    -                     -                     -                    -
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas      (32.960.006.088)      (18.117.711.300)      (70.480.778.433)      (31.169.016.467)      (28.362.577.220)
investasi

AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan utang bank jangka pendek              82.707.192.258      1.135.658.013.411     2.003.891.862.530     1.487.237.698.385     1.390.509.414.862
Pembayaran utang bank jangka pendek             (82.837.961.441)    (1.131.084.438.573)   (1.932.901.405.378)   (1.457.634.038.728)   (1.406.244.031.170)
Penerimaan utang bank jangka panjang                        -                      -         100.000.000.000        16.999.999.995                    -
Pembayaran utang bank jangka panjang                        -                      -         (87.688.222.172)      (41.416.666.667)       (71.233.333.331)
Penerimaan liabilitas sewa                                  -                      -                     -                     -                      -
Pembayaran liabilitas sewa                      (18.870.024.522)       (10.538.353.420)       (7.588.611.806)         (825.000.000)          (825.000.000)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen                                                                                (5.096.926.490)        (6.354.326.070)
Pembayaran dividen tunai                                              (10.015.000.000)        (2.003.000.000)       (2.003.000.000)       (10.015.000.000)
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas      (19.000.793.705)      (15.979.778.582)       73.710.623.174         (2.737.933.505)     (104.162.275.709)
pendanaan

Perubahan bersih kas dan setara kas             (71.548.077.945)      (26.786.047.387)          469.405.761         1.938.233.066        12.828.171.098
Kas dan setara kas awal tahun                   102.914.720.369        31.366.642.424         4.580.595.037         5.050.000.798         6.988.233.864
Kas dan setara kas akhir tahun                   31.366.642.424         4.580.595.037         5.050.000.798         6.988.233.864        19.816.404.962


                                        Sumber: laporan keuangan audit 31 Desember tahun 2020-2024


Arus Kas Aktivitas Operasi
Perseroan membukukan arus kas positif dari aktivitas operasi untuk periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021, 2023, dan 2024. Arus kas aktivitas operasi yang dihasilkan oleh Perseroan untuk periode
31 Desember 2021, 2023, dan 2024 masing-masing sebesar Rp7,31 miliar, Rp35,19 miliar, dan Rp145,35
miliar. Pada periode 12 bulan tahun 2020 dan 2022, Perseroan mencatat arus kas bersih yang digunakan
dalam aktivitas operasi masing-masing sebesar Rp19,59 miliar dan Rp2,76 miliar.

Arus Kas Aktivitas Investasi
Selama periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2020-2024 Perseroan mencatat arus kas yang
digunakan dalam aktivitas investasi masing-masing sebesar Rp32,96 miliar, Rp18,12 miliar, Rp70,48
miliar, Rp31,17 miliar, dan Rp28,36 miliar. Sebagian besar penggunaan kas dalam kegiatan investasi
yaitu untuk membeli aset tetap dan properti investasi berupa bangunan.

Arus Kas Aktivitas Pendanaan
Selama periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2022 Perseroan mencatat arus kas yang dihasilkan
dalam aktivitas pendanaan sebesar Rp73,71 miliar. Untuk periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember




                                                                                 Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |11
Page 24
2020-2021, 2023-2024 Perseroan mencatat arus kas yang digunakan masing-masing sebesar Rp19,00
miliar, Rp15,98 miliar, Rp2,74 miliar, dan Rp104,16 miliar.

2.5.4. Rasio Keuangan Historis
Likuiditas
Rasio likuiditas dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar dibandingkan dengan liabilitas
lancar, yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Rasio
lancar Perseroan per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar 1,40 kali; 1,20 kali; 1,27 kali; 1,14
kali; dan 1,16 kali. Rasio kas Perseroan per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar 0,07 kali;
0,01 kali; 0,01 kali; 0,01 kali; dan 0,03 kali. Rasio cepat Perseroan per 31 Desember 2020-2024 masing-
masing sebesar 0,94 kali; 0,87 kali; 1,03 kali; 1,92 kali; dan 0,85 kali.

Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui kemampuan Perseroan untuk
mendapatkan laba dari pendapatan, aset, dan ekuitas berdasarkan dasar pengukuran tertentu. Rata-rata
marjin laba (rugi) kotor Perseroan per 31 Desember 2020-2024 adalah sebesar 2,53%. Namun demikian,
kinerja Perseroan semakin baik di tahun 2022-2024 dengan berhasil membukukan rata-rata marjin laba
kotor sebesar 15,21%. Sementara itu, rata-rata marjin laba (rugi) bersih yang berhasil dicapai Perseroan
periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2020-2024 adalah sebesar -14,08%. Namun demikian,
Perseroan telah membukukan laba tahun berjalan di tahun 2023 dan 2024 dengan rata-rata rasio marjin
laba bersih sebesar 2,40%.

Aktivitas
Berdasarkan analisis atas rasio aktivitas Perseroan per 31 Desember 2020-2024 rata-rata hari
perputaran piutang usaha di 61 hari, hari perputaran utang usaha di 75 hari, dan hari perputaran
persediaan di 75 hari.

Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan Perseroan dalam membayar
seluruh utangnya baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Perseroan memiliki rata-rata
debt to asset ratio per 31 Desember 2020-2024 di 0,32 kali dan rata-rata debt to equity ratio sebesar 0,73
kali




                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |12
Page 25
                                    Tabel 6. Analisis Rasio Keuangan Historis
                                        Audited       Audited       Audited       Audited        Audited     Average
                                        FY2020        FY2021        FY2022        FY2023         FY2024      Historis
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio                                 1,40          1,20          1,27          1,14          1,16         1,23
Quick ratio                                   0,94          0,87          1,03          0,92          0,85         0,92
Cash ratio                                    0,07          0,01          0,01          0,01          0,03         0,02

PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin                       -35,37%         2,40%        13,98%        14,95%        16,71%        2,53%
Net profit margin                         -58,58%       -16,51%        -0,12%         2,57%         2,24%      -14,08%

ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover                         8            5              8            4             6          6,31
Inventory turnover                               4            4              6            6             4          4,92
Acc. Payable turnover                            8            4              5            4             4          5,10
Days of Acc. Receivable                         45           71             43           86            61         61,12
Days of Inventory                               85           83             61           60            86         75,15
Days of Acc. Payable                            45           87             70           97            81         75,81

SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity                                0,59          0,73          0,85          0,81          0,67         0,73
Debt to Assets                                0,30          0,31          0,35          0,32          0,31         0,32
Total Liabilities to Total Assets             0,48          0,58          0,59          0,61          0,55         0,56
Total Liabilities to Total Equity             0,93          1,37          1,45          1,54          1,20         1,30
                           Sumber: laporan keuangan audit 31 Desember tahun 2020-2024 (diolah)




                                                                Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |13
Page 26
3.    ASPEK PASAR
3.1.     Tinjauan Ekonomi
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan
Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari terakhir bursa 30 Desember 2024
menguat sebanyak 0,62% ke level 7.079,90 dengan nilai kapitalisasi pasar senilai Rp12.336 triliun serta
membukukan rata-rata nilai perdagangan harian (Average Daily Trading) dengan nilai rata-rata sebesar
Rp12,851 triliun serta rata-rata volume 19,911 juta lembar saham dan rata-rata frekuensi transaksi
perdagangan sebanyak 1,132 ribuan kali transaksi. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, 10 dari 11 sektor
saham menguat pada perdagangan hari terakhir bursa tahun 2024 tersebut dimana sektor teknologi
memimpin dengan kenaikan 3,01%, diikuti sektor barang konsumen primer dengan angka 2,28%, sektor
industri sebesar 1,68%, serta sektor barang konsumen sekunder sebesar 1,65%. Sementara hanya ada
satu sektor saja yang melemah yaitu sektor keuangan yang turun hingga 0,28%. Berikut pergerakan IHSG
31 Desember 2019-2024:

                            Grafik 1. IHSG Tahun 31 Desember 2019-2024

                                                IHSG
         7.500,00
                                                                    7.272,79
         7.200,00                                                                    7.079,90
                                                    6.850,62
         6.900,00
                                     6.581,48
         6.600,00

         6.300,00
                       5.979,07
         6.000,00

         5.700,00

         5.400,00
                        2020           2021           2022            2023             2024

                                                 Close Price

                                         Sumber: Yahoo Finance


3.1.2. Nilai Tukar Rupiah
Kurs Bank Indonesia (BI) pada akhir Desember 2024 mencatat kurs tengah Rupiah terhadap Dolar
Amerika Serikat berada pada level Rp 16.162,00. Berikut pergerakan nilai tukar kurs tengah Rupiah dari
Desember 2019-2024:




                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |14
Page 27
                 Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode Desember 2020-2024

                                          Kurs Tengah BI
     16.500,00
                                                                                          16.162,00

     16.000,00                                        15.731,00
                                                                           15.416,00
     15.500,00


     15.000,00


     14.500,00                      14.269,01
                     14.105,01
     14.000,00


     13.500,00


     13.000,00
                       2020           2021              2022                 2023           2024

                                         Kurs Tengah BI / BI Middle Rate

                                         Sumber: Bank Indonesia


3.1.3. Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 17-18 Desember 2024 memutuskan untuk
mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility
sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75% berdasarkan Siaran Pers BI yang
disampaikan Kepala Departemen Komunikasi BI tanggal 18 Desember 2024. BI menyebut, keputusan ini
konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran
2,5±1% pada tahun 2024 dan 2025, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Fokus kebijakan moneter kemudian diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari
dampak makin tingginya ketidakpastian perekonomian global akibat arah kebijakan Amerika Serikat dan
juga eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai wilayah di seluruh dunia. Ke depan, Bank Indonesia terus
mencermati dan mengamati pergerakan nilai tukar Rupiah serta prospek inflasi dan juga dinamika
kondisi ekonomi yang berkembang, dalam memanfaatkan ruang penurunan suku bunga kebijakan
lanjutan.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran terus diarahkan untuk mendukung
arah pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh
untuk mengupayakan kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan
penciptaan lapangan kerja, termasuk sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan ekonomi hijau,
melalui penguatan strategi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dimulai Januari
2025, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan
untuk turut mendorong pertumbuhan, khususnya sektor perdagangan dan UMKM, dengan memperkuat
keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi
digitalisasi sistem pembayaran.




                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |15
Page 28
BI menyebut ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi di tengah prospek perekonomian dunia
yang lebih kuat. Rencana kebijakan perdagangan di Amerika Serikat melalui kenaikan tarif impor,
komoditas, dan cakupan negara yang lebih luas telah menyebabkan risiko peningkatan fragmentasi
perdagangan dunia. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan melambat menjadi 3,1%
dari sebesar 3,2% pada 2024. Di Amerika Serikat, penurunan Fed Funds Rate (FFR) akan diperkirakan
lebih lambat akibat inflasi yang lebih tinggi tersebut. Sementara itu, kebijakan fiskal Amerika Serikat yang
lebih ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek maupun jangka
panjang. Penguatan mata uang dolar Amerika Serikat secara luas terus berlanjut disertai berbaliknya
preferensi investor global dengan memindahkan alokasi portofolionya kembali ke Amerika Serikat. Hal
ini meningkatkan tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia dan menahan aliran masuk modal asing
ke negara berkembang. Perkembangan ekonomi global yang diikuti dengan tetap tingginya
ketidakpastian pasar keuangan global tersebut memerlukan respons kebijakan yang kuat untuk dapat
melakukan upaya mitigasi dari dampak negatifnya terhadap perekonomian di negara-negara
berkembang, termasuk Indonesia.

3.1.4. Inflasi
Berdasarkan data dari Bank Indonesia, Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Desember 2024
berada pada angka 1,57% dan hal ini masih tetap terjaga di dalam sasaran 2,5±1%. Menurut data Badan
Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi bulan-per-bulan pada Desember 2024 sebesar 0,44% (m-to-m),
tingkat inflasi tahun-per-tahun pada Desember 2024 sebesar 2,26% (y-on-y). Berdasarkan Grafik 3,
tingkat inflasi cenderung mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2021 sampai 2022, tetapi pada
tahun 2023 dan 2024 mengalami penurunan. Berikut merupakan Grafik inflasi bulan Desember tahun
2020-2024:

                             Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2024

                                                  Inflasi
            6,00%


            5,00%                                      5,51%


            4,00%


            3,00%
                                                                           2,61%
            2,00%
                             1,68%                                                          1,57%
                                          1,87%
            1,00%


            0,00%
                       Des 2020       Des 2021       Des 2022       Des 2023         Des 2024

                                           Sumber: Bank Indonesia


3.2.    Tinjauan Industri Jasa Konstruksi
Konstruksi adalah suatu kegiatan yang hasil akhirnya berupa bangunan/konstruksi yang menyatu dengan
lahan tempat kedudukannya. Hasil kegiatan konstruksi antara lain gedung, jalan, jembatan, rel dan
jembatan kereta api, terowongan, bangunan air dan drainase, bangunan sanitasi, bandara, jaringan listrik
dan komunikasi, dan lain-lain.



                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |16
Page 29
Kualifikasi/skala usaha dalam bidang konstruksi terbagi dalam 4 (empat) kriteria yang diatur dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 yaitu:

    •   Kecil                                   •    Menengah

    -   Kemampuan keuangan: min. 300            -    Kemampuan keuangan: min. 2
        juta rupiah.                                 miliar rupiah.
    -   Penjualan tahunan: s.d. 2,5 miliar      -    Penjualan tahunan: s.d. 2,5 miliar
        rupiah.                                      rupiah.
    -   Tenaga ahli: satu orang PJTBU           -    Tenaga ahli: satu orang PJTBU
        dengan SKK minimal jenjang 6 dan             dengan SKK minimal jenjang 7 dan
        satu orang PJKSBU dengan SKK                 satu orang PJKSBU dengan SKK
        minimal jenjang 5. PJBU dapat                minimal jenjang 6.
        merangkap sebagai PJTBU.                -    Peralatan konstruksi: dua per
    -   Peralatan konstruksi: satu per               subklasifikasi.
        subklasifikasi

    •   Besar (Nasional)                        •    Besar (Asing)
    -   Kemampuan keuangan: min. 25             -    Kemampuan keuangan: min. 35
        miliar rupiah.                               miliar rupiah.
    -   Penjualan tahunan: min. 25 miliar       -    Penjualan tahunan: min. 100 miliar
        rupiah.                                      rupiah.
    -   Tenaga ahli: satu orang PJTBU           -    Tenaga ahli: satu orang PJTBU
        dengan SKK minimal jenjang 8 dan             dengan SKK minimal jenjang 9 dan
        satu orang PJKSBU dengan SKK                 satu orang PJKSBU dengan SKK
        minimal jenjang 7.                           minimal jenjang 9. PJBU dapat
    -   Peralatan konstruksi: tiga per               merangkap sebagai PJTBU.
        subklasifikasi.                         -    Peralatan konstruksi: lima per
                                                     subklasifikasi.


Berikut akan dijelaskan perkembangan konstruksi di Indonesia seperti jumlah perusahaan konstruksi,
jumlah pekerja tetap dan jumlah nilai konstruksi yang diselesaikan.




                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |17
Page 30
             Grafik 4. Jumlah Perusahaan Konstruksi di Indonesia Tahun 2022 - 2024




                                         Sumber BPS, 2024


Grafik 4 menunjukkan jumlah dan penyebaran perusahaan konstruksi yang ada di Indonesia. Jumlah
perusahaan konstruksi tahun 2022-2024 yang tercatat dalam Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia
sebesar 197.030, 190.677 dan 186.534. Jawa timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi
Selatan menjadi 5 Provinsi yang memiliki perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia. Jumlah
perusahaan konstruksi mengalami penurunan karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pandemi
Covid-19 dan suku bunga yang tinggi.

       Grafik 5. Jumlah Pekerja Tetap Perusahaan Konstruksi di Indonesia Tahun 2021 - 2023




                                          Sumber: BPS, 2024




                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |18
Page 31
Pekerja Tetap adalah pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha yang menerima upah/gaji secara
tetap, tidak tergantung pada presensi/ kehadiran pekerja tersebut. Dapat dilihat pada Grafik 2 jumlah
total karyawan tetap yang tercatat pada tahun 2021-2023 di Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia
sebesar 1.147.168 orang, 1.157.245 orang, dan 1.185.656 orang. Jumlah pekerja ini tesebar di seluruh
Indonesia dengan 5 Provinsi terbanyak yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan
Banten.

            Grafik 6. Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Perusahaan Konstruksi di Indonesia
                                            Tahun 2022 - 2023




                                              Sumber BPS, 2024


Nilai Konstruksi yang Diselesaikan adalah nilai pekerjaan yang telah diselesaikan oleh pihak pemborong
menurut realisasi proyek yang telah diselesaikan dalam jangka waktu tertentu, berdasarkan nilai kontrak
antara pemilik dengan kontraktor. Pada grafik 3 menunjukkam nilai konstruksi yang Diselesaikan yang
terbagi dalam konstruksi gedung, konstruksi bangunan sipil, dan konstruksi khusus. DKI Jakara, Jawa
Barat, Jawa Tengah, dan Jawa timur menjadi 5 provinsi terbesar di Indonesia dalam menyelesaikan suatu
project kerjaan.

3.3. Potensi dan Sasaran Pasar
Potensi dan sasaran pasar Perseroan mengikuti kondisi pasar terkini, didukung oleh perkembangan
industri konstruksi nasional yang diproyeksikan akan tetap kuat. Program pemerintah yang terus
mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, terutama Proyek Strategis Nasional
(PSN). Anggaran infrastruktur APBN 2024 adalah sebesar Rp422,7 triliun dan tahun 2023 sebesar
Rp399,6 triliun atau meningkat 5,78% dibandingkan APBN 2023. Untuk tahun 2025, anggaran
infrastruktur tahun 2025 adalah sebesar Rp400,3 triliun, turun 5,29% dibandingkan tahun 2024.
Walaupun terdapat penurunan anggaran, pasar konstruksi diestimasi akan tetap bertumbuh stabil
khususnya di sektor bangunan. BCI Central menyampaikan outlook atas pasar konstruksi di Indonesia
untuk tahun 2025 menunjukkan bahwa total pasar proyek konstruksi (proyek Gedung dan Sipil, tidak
termasuk Migas) pada tahun 2025 diperkirakan tumbuh sebesar 5.48% dibandingkan tahun 2024. Total
pasar konstruksi Indonesia diperkirakan mencapai Rp381.61 triliun pada tahun 2024, dimana 40.31% di



                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |19
Page 32
sektor sipil (Rp 153.84 trliun) dan 59.69% di sektor bangunan (Rp227,76 triliun). Kegiatan sektor sipil
(termasuk Infrastruktur, Transportasi dan Utilitas) diperkirakan sedikit menurun pada tahun 2025,
sebesar 2,62% dibandingkan tahun 2024 dengan nilai Rp123.4 triliun. Proyek sipil yang menjadi tulang
punggung pada tahun 2025 adalah jalan dan jembatan, bendungan, pelabuhan dan pekerjaan sipil, dan
pembangkit listrik. Untuk sektor bangunan, diperkirakan meningkat 9,09% pada tahun 2025 mencapai
Rp227,76 triliun. Kategori proyek Perumahan dan Industri diharapkan menjadi kontributor terbesar
terhadap total nilai konstruksi bangunan pada tahun 2025 dengan porsi masing-masing sebesar 28,29%
(Rp64,44 triliun) dan 24,75% (Rp56,37 triliun).

Dengan adanya optimisme tersebut, minat investor dalam dan luar negeri untuk mendukung
pertumbuhan proyek industri diperkirakan akan terus meningkat. Selain itu, pemerintah juga semakin
meningkatkan kontribusi sektor swasta untuk turut andil dalam bagian pengembangan, pembiayaan, dan
pengelolaan proyek-proyek infrastruktur.

Selain itu, konstruksi di area pertambangan memiliki potensi untuk dikembangkan seiring dengan
peningkatan aktivitas operasional di sektor pertambangan. Dengan demikian, Perseroan bermaksud
untuk dapat melaksanakan proyek konstruksi pada area-area pertambangan. Perseroan telah
mendapatkan informasi penawaran-penawaran untuk dapat melaksanakan proyek konstruksi pada area
pertambangan namun terkendala oleh belum terpenuhi syarat-syarat KBLI dalam Rencana Penambahan
KBLI ini.

3.4. Pesaing Usaha
Perseroan secara langsung bersaing dengan beberapa perusahaan sejenis yaitu:
1. PT Trocon Indah Perkasa;
2. PT BAUER Pratama Indonesia;
3. PT Pakubumi Semesta

3.5. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang telah dijalankan Perseroan ditunjukkan sebagai berikut.
• Pelayanan Terpadu
   Perseroan tidak hanya menawarkan jasa pembangunan pondasi, melainkan juga memproduksi serta
   menjual beberapa bahan pendukung pembuatan pondasi.

• Jaringan Relasi yang Luas
  Perseroan mengembangkan jaringan relasi yang luas untuk menciptakan efek word of mouth agar
  produk dan layanan Perseroan dapat dikenal luas.

• Keunggulan Operasional
  Perseroan melakukan investasi pada peralatan termutakhir serta diversifikasi produk dalam rangka
  mencapai keunggulan operasional.

• Berperan Aktif
  Perseroan senantiasa mengikuti pelelangan terbuka, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah
  maupun pihak swasta.




                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |20
Page 33
• Kerja Sama
  Perseroan menjalin kerja sama dengan pemerintah dan perusahaan swasta yang tidak hanya berpusat
  di kawasan ibukota, melainkan tersebar di beberapa wilayah pulau Jawa dan luar pulau Jawa.

• Diversifikasi Produk
  Perseroan melakukan diversifikasi produk di bidang manufaktur beton pracetak untuk meningkatkan
  layanan dan kapabilitas.

• Harga yang Kompetitif
  Perseroan menentukan tingkat harga yang wajar dan kompetitif sesuai dengan kualitas material yang
  digunakan dalam menghasilkan konstruksi bangunan yang berkualitas.

3.6. Target Pasar
Perseroan akan berfokus pada informasi penawaran-penawaran yang didapatkan oleh Perseroan
sebelumnya untuk kemudian dapat mulai masuk pada konstruksi di area-area pertambangan, migas, dan
panas bumi. Entitas anak Perseroan juga telah masuk dalam area-area pertambangan, migas, dan panas
bumi sehingga dengan demikian akan membantu Perseroan dalam melakukan penetrasi pasar di area-
area pertambangan, migas, dan panas bumi. Perseroan berfokus pada industri dimana Perseroan telah
memiliki pengalaman serta melakukan perluasan di area lainnya. Industri lain seperti rumah sakit dan
infrastruktur telah masuk dalam portofolio pekerjaan Perseroan. Beberapa proyek lainnya yang
dikerjakan oleh Perseroan adalah sebagai berikut:

                               Tabel 7. Proyek-Proyek Perseroan
 Pemberi Kerja                                  Nama Proyek
 PT Damai Putra Group                           Struktur Arsitektur Uniqlo & Hi – You, Kota
                                                Harapan Indah Bekasi
 PT Nusa Raya Cpta                              Suplai Façade Pakuwon Mall, Pekayon Bekasi
                                                Tower 1 dan 3
 PT Tata Mulia Nusantara Indah                  Pengadaan dan pemasangan Precast
 PT Total Bangun Persada Tbk                    Jakarta Premium Outlet
 PT Bumi Serpong Daman                          Masjid Agung BSD City
 PT Lippo Karawaci Tbk                          Urban Homes – Lippo Karawaci
 PT Waskita Karya                               Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun
                                                Pembangunan Rumah Susun ASN 3
 PT Kapuknaga Indah                             Sunset Pier 2 – Area Main Entrance
 PT Mahkota Sentosa Utama                       Meikarta District 2 (Test Pile)
                                   Sumber: laporan tahunan Perseroan


3.7. Pemasok dan Pelanggan Utama
Berikut merupakan pelanggan dan pemasok untuk kegiatan operasional Perseroan:




                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |21
Page 34
                           Tabel 8. Pelanggan dan Pemasok
              Pemasok                                              Pelanggan
•   PT Adhimix RMC Indonesia                       •   PT Astra International Tbk
•   PT Wijaya Karya Beton Tbk                      •   PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
•   PT Baria Bulkk Terminal                        •   PT Frisian Flag Indonesia
•   PT The Master Manufactury                      •   PT Permadani Khatulistiwa Nusantara
•   PT Pionerbeton Indonesia
                                Sumber: manajemen Perseroan




                                               Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |22
Page 35
4. ASPEK TEKNIS
4.1. Kapasitas Segmen Usaha
Perusahaan memiliki kapasitas kemampuan dan pengalaman dalam menjalankan operasionalnya
terutama dengan dilakukannya Rencana Penambahan KBLI. Produk dan jasa Perseroan terkait konstruksi
pondasi, meliputi pembuatan konstruksi pondasi, dinding penahan tanah, perbaikan tanah, pengujian
tiang, produksi tiang pancang dan precast concrete untuk bangunan, dan lain-lain sebagaimana
diuraikan berikut:

Pondasi
Perseroan memiliki spesialisasi dalam pengerjaan pondasi bangunan yang kokoh dan berkualitas.
Perseroan juga mampu mengerjakan pondasi berdiameter besar dan dalam dengan beberapa jenis tiang,
seperti tiang pancang, tiang bor, dan tiang multiform. Setiap tiang memiliki spesifikasi dan cara
pemasangan berbeda tergantung jenis proyek yang sedang dikerjakan. Beberapa jenis layanan pondasi
di antaranya:
1. Tiang pancang;
2. Tiang bor, serta
3. Tiang multiform (barrete pile) dan lain-lain.

Dinding Penahan Tanah (Diaphragm Walls)
Spesialisasi lain yang dimiliki Perseroan dalam bidang konstruksi adalah pembuatan dinding penahan
tanah. Pembuatan dinding penahan tanah sangat efektif untuk mencegah terjadinya longsor pada
konstruksi yang dibangun pada lahan yang miring. Perseroan mampu mengerjakan berbagai jenis dinding
penahan tanah sesuai dengan jenis konstruksi dan kondisi tanah, mulai dari yang sederhana sampai yang
kompleks. Beberapa jenis layanan dinding penahan tanah di antaranya:
1. Sheet piles:
2. Diaphragm Walls (Cast in Situ);
3. Diaphragm Walls (Precast);
4. Soldier Piles;
5. Contiguuous Bored Piles Walls, serta;
6. Secant Pile dan lain-lain

Perbaikan Struktur Tanah
Perseroan terus mengembangkan pelayanan dalam pengerjaan konstruksi dengan merestrukturisasi
kondisi tanah yang kurang baik. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan stabilisasi tanah dalam rangka
memperbaiki atau mempertahankan kemampuan tanah agar sesuai dengan syarat teknis yang
dibutuhkan dalam pengerjaan suatu proyek. Beberapa cara yang digunakan dalam memperbaiki struktur
tanah di antaranya mengeringkan tanah atau menggunakan bantuan bahan kimia. Beberapa jenis
layanan perbaikan struktur tanah di antaranya:
1. Vertical drain:
2. Soil cement.

Pengujian Tiang
Perseroan semakin memfokuskan pelayanan dalam bidang konstruksi dengan melayani jasa pengujian
tiang. Pengujian tiang ini harus dilakukan untuk memastikan seluruh tiang pondasi yang dipasang dapat



                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |23
Page 36
menahan seluruh beban yang diberikan oleh struktur bangunan. Perseroan dapat melakukan beberapa
metode pengujian tiang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Beberapa jenis layanan pengujian tiang di
antaranya:
1. Tes tekan (statis dan dinamis):
2. Tes Tarik
3. Tes lateral; serta
4. Tes integritas dan lain-lain.

Precast dan Prestressed
Komitmen Perseroan untuk menjadi perusahaan konstruksi yang dapat diandalkan dicapai dengan
memberikan pelayanan tambahan di samping kegiatan usaha utama Perseroan, yaitu melayani jasa
konstruksi. Melalui Entitas Anak, Perseroan memproduksi, memasang, dan menjual tiang pancang.
Melalui Entitas Anak juga, Perseroan memproduksi dan memasang beton pracetak untuk struktur
bangunan.

Lain-lain
Perseroan menyediakan layanan penunjang konstruksi dalam rangka memberikan pelayanan yang
terpadu bagi setiap pelanggan. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan pelanggan dalam memenuhi
kebutuhan proyeknya. Perseroan dapat melakukan penggalian di bawah muka air tanah, penyambungan
besi beton secara mekanis, atau kegiatan lainnya sesuai dengan kemampuan Perseroan dan kebutuhan
pelanggan, di antaranya:
1. Slurry wall;
2. Soil Nailing dan Shotcrete;
3. Ground Anchor;
4. Kingpost;
5. Bar Coupler;
6. Dewatering;
7. Galian dan buang tanah, serta
8. Concrete Batching Plant atau Baching Plant dan lain-lain.

4.2. Ketersediaan Bahan Baku
Dalam menjalankan operasional, Perseroan memerlukan bahan-bahan yang digunakan dalam
pembuatan pondasi seperti besi, tiang pancang, concrete, dan sebagainya. Perseroan memiliki anak
usaha yang memiliki operasional di bidang pembuatan concrete sehingga Perseroan akan selalu
mendapatkan bahan-bahan yang digunakan dalam proses operasional.

4.3. Ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Tenaga Ahli
Sampai dengan akhir tahun 2024, jumlah karyawan Perseroan (tidak termasuk Entitas Anak) sebanyak
953 orang sedangkan untuk tahun 2023 sebanyak 1.041 orang. Kondisi di mana terjadi peningkatan atau
penurunan jumlah karyawan didasari atas beberapa penyesuaian dengan jumlah proyek yang dikerjakan.

Perseroan memiliki 3 (tiga) orang tenaga ahli bersertifikasi atau kompeten dalam bidang Jasa Konstruksi
dengan kualifikasi Ahli Madya Geoteknik yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Astekindo
Konstruksi Mandiri. Informasi mengenai tenaga ahli tersebut adalah sebagai berikut:




                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |24
Page 37
                        Tabel 9. Informasi Tenaga Ahli
1.   Nama                               : Heri Rahadiyanto
     Nomor Registrasi                   : F 1993 35275 2023 0093698 SI 15
     Bidang                             : Jasa Konstruksi
     Kualifikasi                        : Ahli Madya Geoteknik
     Jenjang                            : 8
2.   Nama                               : Ir. Budiharto Lawidjaja
     Nomor Registrasi                   : F 1993 31232 2022 0042645 SI 15
     Bidang                             : Jasa Konstruksi
     Kualifikasi                        : Ahli Madya Geoteknik
     Jenjang                            : 8
3.   Nama                               : Prianes Edwardhana
     Nomor Registrasi                   : F 1993 35274 2023 0093697 SI 15
     Bidang                             : Jasa Konstruksi
     Kualifikasi                        : Ahli Madya Geoteknik
     Jenjang                            : 8
                         Sumber: laporan tahunan Perseroan




                                           Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |25
Page 38
4.4. Proses Produksi
Berikut adalah alur proses bisnis Perseroan:

                                               Gambar 1. Flow Chart Operasional




                                                   Sumber: manajemen Perseroan




                                                                                  Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |26
Page 39
5.    ASPEK POLA BISNIS

5.1. Keunggulan Kompetitif
Perseroan memiliki keunggulan kompetitif yaitu ditinjau dari spesialisasi jasa yang dimiliki dimana
Perseroan mampu menciptakan brand awareness melalui karakteristik produk dan layanan yang
diberikan. Pencapaian ini diperoleh melalui proses identifikasi keunggulan persaingan usaha agar
mampu mencapai Visi dan Misi Perseroan, serta mencapai usaha yang berkesinambungan.

Spesialisasi Konstruksi Pondasi
Perseroan ahli mengerjakan berbagai proyek pondasi dalam, seperti pondasi tiang pancang, tiang bor,
maupun tiang multiform. Perseroan melayani pekerjaan konstruksi pondasi di darat maupun di laut.

Spesialisasi Dinding Penahan Tanah
Perseroan ahli dalam menahan gaya tekanan aktif lateral pada tanah maupun air. Perseroan membangun
dinding penahan tanah jenis sheet piles, diaphragm wall cast in situ, diaphragm wall pracetak, soldier
piles, contiguous bored piles, dan secant piles.

Spesialisasi Perbaikan Tanah
Indopora ahli merekonstruksi kapabilitas tanah di wilayah daratan maupun perairan. Perbaikan tanah
yang Indopora lakukan menggunakan teknik vertical drain maupun soil cement. Perseroan juga selalu
menyerap dan memanfaatkan teknologi dan peralatan terbaru. Perseroan berinvestasi pada berbagai
macam alat-alat berat, serta terus berupaya melengkapi dan memutakhirkan peralatan yang dimiliki.
Perseroan juga memiliki layanan yang andal, menjunjung tinggi praktik bisnis terbaik, profesionalisme,
dan integritas. Komitmen kuat Perseroan teraktualisasikan dalam sertifikasi ISO yang diperoleh serta
loyalitas berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia yang bermitra dengan Perseroan dalam jangka
waktu lama.

Perseroan telah mendapatkan Sertifikasi ISO berikut:
• SNI ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan periode 4 Oktober 2021-3 Oktober 2024;
• Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja periode 13 Mei 2022-12 Mei 2025;
• ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu periode 20 Mei 2022-19 Mei 2025;
• ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja periode 30 Agustus
   2022-29 Agustus 2025;
• ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan periode 11 November 2024-10
   November 2025.

5.2. Kemampuan Pesaing Meniru Produk
Jasa atau produk yang dihasilkan oleh Perseroan merupakan produk atau jasa yang dapat ditiru oleh
pesaing. Sebagai contoh PT BAUER Pratama Indonesia dan PT Pakubumi Semesta merupakan
perusahaan penyedia jasa konstruksi pondasi atau sama dengan Perseroan, sedangkan PT Tricon
Metalindo Perkasa bergerak dalam bidang penyedia produk terkait jasa konstruksi sama dengan yang
disediakan juga oleh entitas anak Perseroan.




                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |27
Page 40
5.3. Kemampuan Menciptakan Nilai
Perseroan memiliki pengalaman dan track record yang baik terutama dalam bidang Pelayanan Jasa
Konstruksi. Perseroan juga senantiasa untuk melaksanakan Tata Kelola Perusahaan yang baik dengan
berpegang teguh pada prinsip etika, akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan. Melalui Rencana
Penambahan KBLI, Perseroan dapat menciptakan nilai lebih terutama dengan potensi proyek-proyek
baru yang dapat didapatkan oleh Perseroan dengan semakin luasnya area kerja yang dapat dijangkau
oleh Perseroan. Dengan semakin banyaknya peluang proyek yang dapat dikerjakan oleh Perseroan,
manajemen berharap pendapatan dan laba Perseroan akan terus tumbuh dan berkelanjutan dan
memberi nilai lebih bagi seluruh stakeholders.




                                                   Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |28
Page 41
6. ASPEK MODEL MANAJEMEN

6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
Ketersediaan tenaga kerja akan menentukan tim pelaksana yang terbaik, dengan mengutamakan
kebijaksanaan dalam penempatan tenaga kerja, terutama yang memiliki pengalaman dalam bidangnya.
Dalam menjalankan kegiatan usaha, Perseroan telah memiliki sumber daya manusia yang kompeten
untuk menjalankan kegiatan usahanya. Saat ini, Perseroan memiliki 953 orang tenaga kerja (tidak
termasuk Entitas Anak) dengan komposisi 96,12% pria dan 3,88% wanita. Sebesar 74,28% tenaga kerja
berstatus permanen dan 25,71% berstatus tidak tetap. Dari jumlah tenaga kerja tersebut pula, sebesar
85,10% atau 811 orang memiliki tingkat pendidikan Non Akademi. Jumlah tenaga kerja berusia 26-35
tahun berjumlah 352 orang dan berusia 36-45 tahun berjumlah 286 orang. Perseroan bilamana
dibutuhkan dapat menambah jumlah tenaga kerja seiring dengan peningkatan proyek yang dikerjakan.

6.2. Manajemen Kekayaan Intelektual
Berdasarkan informasi manajemen, tidak terdapat Hak Kekayaan Intelektual yang secara khusus
berkaitan dengan Rencana Penambahan KBLI.

6.3. Manajemen Risiko
Kegiatan usaha Perseroan memiliki risiko-risiko sebagai berikut adalah:

Risiko Persaingan
Risiko terkait persaingan dalam kegiatan usaha konstruksi di Indonesia yang semakin kompetitif, baik
persaingan dari perusahaan konstruksi swasta maupun perusahaan yang dimiliki atau terafiliasi dengan
pemerintah. Untuk meminimalisir risiko persaingan, maka Perseroan melakukan hal-hal sebagai berikut:
• Perseroan akan senantiasa memantau keadaan pasar dan persaingan industri yang sama;
• Mengupayakan harga penawaran yang paling kompetitif;
• Senantiasa mengupayakan layanan terbaik bagi konsumen;
• Senantiasa tanggap terhadap permintaan dan keluhan klien untuk mencari solusi yang saling
   menguntungkan.

Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah, Hukum, serta Kondisi Sosial Ekonomi dan Politik
Risiko ini membuat Perseroan bergantung pada regulasi, sehingga memengaruhi jumlah pekerjaan atau
proyek. Untuk meminimalisir risiko persaingan, maka Perseroan melakukan hal-hal sebagai berikut:
• Senantiasa memantau perkembangan situasi dan kondisi yang berkembang di masyarakat dan
   daerah;
• Melakukan persiapan pada alternatif diversifikasi usaha;
• Melakukan restrukturisasi organisasi Perseroan.

Risiko Kredit
Risiko salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi kewajibannya dan menyebabkan
pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko kredit yang dihadapi berasal dari kredit yang diberikan
kepada pelanggan. Untuk meminimalisir risiko persaingan, maka Perseroan melakukan hal-hal sebagai
berikut:
• Melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak yang diakui dan kredibel;




                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |29
Page 42
• Melakukan perdagangan secara rkedit melalui prosedur verifikasi kredit; serta
• Memantau jumlah piutang secara terus-menerus.

Risiko Likuiditas
Risiko saat Perseroan akan mengalami kesulitan dalam memenuhi liabilitas keuangan karena
kekurangan dana. Pemaparan terhadap risiko likuiditas pada umumnya timbul dari ketidakcocokan jatuh
tempo aset keuangan dan liabilitas. Untuk meminimalisir risiko persaingan, maka Perseroan melakukan
hal-hal sebagai berikut:
• Menjaga profit jatuh tempo terhadap aset dan liabilitas keuangan;
• Menjaga penerimaan tagihan agar tepat waktu;
• Melakukan manajemen kas mencakup proyeksi dan realisasi arus kas hingga beberapa tahun ke
   depan; serta
• Memastikan ketersediaan pendanaan melalui komitmen fasilitas kredit.

Risiko Suku Bunga
Risiko arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku
bunga pasar. Untuk meminimalisir risiko persaingan, maka Perseroan melakukan hal-hal sebagai berikut:
• Meminimalkan eksposur suku bunga atas pinjaman yang digunakan untuk ekspansi usaha dan
   kebutuhan modal kerja
• Secara teratur menilai dan memantau saldo kas dengan mengacu pada rencana bisnsi dan operasi
   sehari-hari.

6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Identitas dan pengalaman dari manajemen Perseroan adalah sebagai berikut:
Nama                      : Manuel Djunako
Posisi                    : President Commissioner
Pengalaman kerja          : Commissioner – PT Rekagunatek Persada (1996-2008, 2016 dan 2019)
                              Direktur Perseroan (2000-2015); dan
                              Presiden Komisaris PT Indonesia Cafe Raya (2009)
Hubungan Afiliasi         : Pemegang saham Utama dan Pengendali Perseroan

Nama                      :   Wiro Atmojo Wijaya
Posisi                    :   Independent Commissioner
Pengalaman kerja          :   Direktur PT Djasa Ubersakti (2003-2016);
                              Komisaris PT Delta Nusantara Mandiri-Balaraja City Development
                              (2013-2014);
                              Komisaris PT Hatten Mas Persada Developer (2013-2015); dan
                              Presiden Komisaris PT Megacon Property & Construction (2016).

Nama                      :   Febyan
Posisi                    :   Presiden Direktur
Pengalaman kerja          :   Manager Departemen Operasional Perseroan (1992-2000);
                              General Manager Perseroan (2001-2015); dan
                              Komisaris PT Rekagunatek Persada (2008-2016);




                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |30
Page 43
                               Direktur PT Rekacipta Indonesia Raya (2017-2019)

 Nama                      :   Heribertus Herry Putranto
 Posisi                    :   Direktur Operasional
 Pengalaman kerja          :   Engineer PT Yala Perkasa Internasional (1994-1995);
                               Site Engineer Perseroan (1996-1997);
                               Site Manager Perseroan (1998-1999);
                               Project Manager Perseroan (2000-2005); dan
                               Manager Operasi Perseroan (2006-2015)

 Nama                      :   Albertus Gunawan
 Posisi                    :   Direktur Pemasaran
 Pengalaman kerja          :   Site Engineer Perseroan (1992-1994);
                               Site Manager Perseroan (1995-1997);
                               Project Manager Perseroan (1998-2002);
                               Manager Departemen Operasional Perseroan (2003-2005); dan
                               Manager Departemen Pemasaran Perseroan (2006-2015).

 Nama                      :   Dwijanto
 Posisi                    :   Direktur Independen (Bidang Keuangan)
 Pengalaman kerja          :   Corporate Finance Officer PT Harita Kencana Securities (1997-1998);
                               Corporate Secretary and Investor Relations PT Ramayana Lestaris
                               Sentosa Tbk (1999-2004);
                               Executive Vice President Corporate Planning merangkap Corporate
                               Secretary and Investor Relations Head PT Clipan Finance Indonesia Tbk
                               (2004-2013); dan
                               Head of Corporate Division PT Ramayana Lestaris Sentosa Tbk (2013-
                               2015).

6.5.    Struktur Kepemilikan Saham
Berikut merupakan struktur kepemilikan saham Perseroan:

                                  Grafik 7. Alur Kepemilikan Saham

                                            Sumber: Manajemen




                                           Sumber: manajemen




                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |31
Page 44
7. ASPEK KEUANGAN

7.1. Rencana Manajemen
Perseroan bermaksud untuk melakukan penambahan KBLI yaitu KBLI 09100 Aktivitas Penunjang
Pertambangan Minyak Bumi Dan Gas Alam, KBLI 09900 Aktivitas Penunjang Pertambangan dan
Penggalian Lainnya, dan KBLI 06202 Pengusahaan Tenaga Panas Bumi. Penambahan KBLI hanya terkait
perluasan area kerja, tidak terdapat perubahan pada operasional utama Perseroan yaitu tetap pada
beraktivitas pada jasa konstruksi meliputi pondasi, dinding penahan tanah, perbaikan struktur tanah,
pengujian tiang, dan lain-lain serta tidak terdapat penambahan segmen usaha baru.

7.2. Asumsi Pada Proyeksi Keuangan
Asumsi yang digunakan dalam analisis proyeksi keuangan adalah sebagai berikut:
• Perseroan mengestimasi bahwa pertumbuhan pendapatan Perseroan Dengan Rencana Penambahan
   KBLI dapat meningkatkan pendapatan Perseroan sebesar 10% per tahun dibandingkan Tanpa
   Rencana Penambahan KBLI dengan peningkatan pendapatan sebesar 3% per tahun;
• Rata-rata persentase Harga Pokok Pendapatan terhadap Pendapatan bersih Dengan Rencana
   Penambahan KBLI adalah sebesar 83,22% sedangkan Tanpa Rencana Penambahan KBLI adalah
   sebesar 83,29%;

                            Tabel 10. Asumsi Proyeksi Pendapatan dan HPP
                                PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION
   DENGAN PENAMBAHAN KBLI
                                  FY 2025             FY 2026             FY 2027             FY 2028             FY 2029
Pendapatan (Rp penuh)         1.226.787.664.600   1.349.466.431.060   1.484.413.074.166   1.632.854.381.583   1.796.139.819.741
Pertumbuhan                              10,00%              10,00%              10,00%              10,00%              10,00%
HPP (Rp penuh)                          -82,98%             -82,80%             -82,75%             -83,41%             -84,15%

                                PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION
    TANPA PENAMBAHAN KBLI
                                  FY 2025             FY 2026             FY 2027             FY 2028             FY 2029
Pendapatan (Rp penuh)         1.148.719.358.671   1.183.180.939.431   1.218.676.367.614   1.255.236.658.643   1.292.893.758.402
Pertumbuhan                               3,00%               3,00%               3,00%               3,00%               3,00%
HPP (Rp penuh)                          -83,29%             -83,29%             -83,29%             -83,29%             -83,29%
                                                  Sumber: manajemen


7.3. Investasi
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka manajemen telah mengestimasikan terdapat
penambahan aset tetap terutama alat berat selama masa proyeksi adalah sebagai berikut (dalam Rupiah
penuh):

                                          Tabel 11. Analisis Investasi
                                PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION
              CAPEX
                                  FY 2025             FY 2026             FY 2027             FY 2028             FY 2029
Dengan Penambahan KBLI           35.000.000.000      25.000.000.000       5.000.000.000       5.000.000.000       5.000.000.000
Tanpa Penambahan KBLI             5.000.000.000       5.000.000.000       5.000.000.000       5.000.000.000       5.000.000.000
Perbedaan                        30.000.000.000      20.000.000.000                 -                   -                   -


                                                  Sumber: manajemen


Manajemen telah mengidentifikasi keperluan penambahan peralatan dengan jenis dan kuantitas sebagai
berikut:




                                                               Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |32
Page 45
                                      Tabel 12. Estimasi Capex
                    Jenis                   Kuantitas        Harga                           Total
 Drilling Rig Bor                                    4      7.500.000.000                  30.000.000.000
 Crawler Crane                                       3      2.400.000.000                   7.200.000.000
 Service Crane                                       3      2.400.000.000                   7.200.000.000
 Excavator                                           2      2.800.000.000                   5.600.000.000
 Total                                                                                     50.000.000.000
                                           Sumber: Manajemen


7.4. Sumber Pendanaan
Berdasarkan informasi manajemen, terdapat rencana pendanaan capex terkait Rencana Penambahan
KBLI yang akan dilakukan dengan menggunakan pinjaman investasi sebesar 80% dan sisanya akan
menggunakan pendanaan internal.

7.5. Analisis Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto dalam analisis kelayakan keuangan akan menggunakan biaya modal tertimbang atau
weighted average cost of capital (WACC).

Risk Free Rate (Rf)
Risk free rate merupakan tingkat imbal hasil atas instrumen-instrumen keuangan yang dianggap tidak
memiliki risiko gagal bayar. Pada penilaian ini, instrumen keuangan yang digunakan sebagai acuan risk
free rate adalah obligasi pemerintah Republik Indonesia dengan yield per tanggal studi kelayakan
menggunakan tenor terpanjang yaitu 30 (tiga puluh) tahun dalam mata uang Rupiah dikarenakan
Perseroan beroperasi secara berkelanjutan.

Market Premium Risk (RPm)
Market premium risk merupakan selisih antara tingkat imbal hasil antara instrumen keuangan yang
memiliki risiko dengan instrumen keuangan yang relatif tidak memiliki risiko. Dengan demikian dapat
diartikan juga sebagai tingkat imbal hasil tambahan yang diinginkan investor untuk berinvestasi pada
suatu instrumen keuangan yang lebih berisiko. Kami menggunakan data market premium risk hasil
penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 1 Januari 2025.

Beta (β)
Beta merupakan tolak ukur volatilitas atas suatu saham terhadap pasar secara keseluruhan. Kami
menggunakan data unlevered beta hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 5 Januari
2025 untuk emerging market sektor Engineering/Construction sebesar 0,45 yang kemudian akan
dilakukan penyesuaian terhadap tarif pajak di Indonesia (beta relevered). Relevered beta setelah
disesuaikan adalah sebesar 1,14.

Rating Based Default Spread (CDS)
Rating based default spread menggunakan hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 1
Januari 2025 yang digunakan untuk melakukan penyesuaian atas biaya modal ekuitas.

Cost of Debt (Kd)
Biaya hutang atau tingkat imbal hasil dari sumber pendanaan yang berasal dari hutang yang dikorelasikan
dengan tingkat suku bunga pinjaman Bank Persero dalam mata uang Rupiah untuk pinjaman baik modal
kerja ataupun investasi. Data menggunakan hasil statistik Bank Indonesia sesuai bulan tanggal penilaian.



                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |33
Page 46
Tarif Pajak (t)
Tarif pajak penghasilan badan yang digunakan adalah 0% sesuai dengan ketentuan perpajakan yang
berlaku, di mana objek pajak terkait dikenakan pajak penghasilan final dengan tarif 0% berdasarkan
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2022.

Cost of Equity (Ke)
Biaya ekuitas merupakan tingkat imbal hasil yang diharapkan dari sumber pendanaan ekuitas. Formula
perhitungan biaya ekuitas adalah sebagai berikut:

                                             Ke = Rf + (β x RPm) – CDS

Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto digunakan untuk mendiskonto arus kas bersih yang dihasilkan di masa mendatang ke
nilai kini atau per tanggal studi kelayakan. Tingkat diskonto yang digunakan untuk mendiskonto arus kas
untuk kapital (free cash flow to firm atau FCFF) adalah WACC (Weighted Average Cost of Capital).
Perhitungan WACC adalah sebagai berikut:

                                                  Tabel 13. WACC
Variables                                       Factor                               Informations
COST OF EQUITY
Indonesia risk free rate (Rf)                    7,11%    Yield rate on 30 year IDR Government Bonds in Indonesia per Des 31,
                                                          2024
Indonesia risk equity premium                    6,87%    Based on Damodaran
Comparable Company leverage beta                  1,14    Based on unlevered Damodaran, then relevered to Indonesia tax
                                                          (22%)
Country Default Spread                           1,89%    Based on Damodaran
Required rate of return on equity (CAPM)        13,05%
COST OF DEBT
Return on debt                                   9,21%    Based on state owned bank lending interest rate for investment
                                                          (IDR) Des, 2024 (source: Bank Indonesia)
    Tax                                          0,00%
After tax cost of debt                           9,21%
DEBT TO EQUITY RATIO
    Debt                                        60,52%     Based on Damodaran Industry DER
    Equity                                      39,48%
WACC                                            10,73%
                                           Sumber: diolah dari berbagai sumber




                                                              Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |34
Page 47
7.6. Analisis Profitabilitas
Analisa profitabilitas sebagai parameter Perseroan dalam menghasilkan laba adalah sebagai berikut:

                                           Tabel 14. Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan KBLI
                                          PROJECTION         PROJECTION         PROJECTION      PROJECTION         PROJECTION
       DENGAN PENAMBAHAN KBLI
                                            FY 2025            FY 2026             FY 2027        FY 2028            FY 2029                Average
    Gross profit margin                          17,02%              17,20%             17,25%         16,59%             15,85%                16,78%
    Net profit margin                             3,36%                4,47%             5,48%          5,63%              5,68%                 4,92%
    Return on Investment                          2,70%                3,80%             4,93%          5,18%              5,29%                 4,38%
    Return on Equity                              5,72%                7,73%             9,44%          9,63%              9,66%                 8,44%
                                                                     Sumber: Data olahan


                                            Tabel 15. Analisis Profitabilitas Tanpa Rencana Penambahan KBLI
                                          PROJECTION         PROJECTION          PROJECTION      PROJECTION        PROJECTION
        TANPA PENAMBAHAN KBLI
                                            FY 2025             FY 2026            FY 2027         FY 2028           FY 2029                Average
    Gross profit margin                          16,71%               16,71%            16,71%          16,71%            16,71%                16,71%
    Net profit margin                              2,24%               2,40%             2,57%           2,75%             2,93%                 2,58%
    Return on Investment                           1,90%               2,08%             2,28%           2,44%             2,59%                 2,26%
    Return on Equity                               3,90%               4,13%             4,35%           4,55%             4,73%                 4,33%
                                                                     Sumber: Data olahan




                                                                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |35
Page 48
7.7. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih
Analisis perubahan modal kerja bersih periode 12 bulan Januari-Desember 2025-2029 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) adalah sebagai berikut:

                                  Tabel 16. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Dengan Penambahan KBLI
                                     AUDITED            PROJECTION            PROJECTION          PROJECTION             PROJECTION              PROJECTION
                                     31-Dec-24           31-Dec-25             31-Dec-26           31-Dec-27              31-Dec-28               31-Dec-29
ASSETS
CURRENT ASSETS
Account receivables                 188.359.067.843      207.872.354.279      228.659.589.707       251.525.548.678       276.678.103.546         304.345.913.901
Retention receivables               111.308.588.943      116.874.018.390      128.561.420.229       141.417.562.252       155.559.318.477         171.115.250.325
Other receivables                     1.235.697.611        1.297.482.461        1.427.230.707         1.569.953.778         1.726.949.156           1.899.644.071
Gross amount due from customers     243.064.477.148      250.356.411.462      275.392.052.609       302.931.257.870       333.224.383.657         366.546.822.022
Inventories                         222.944.653.513      212.074.972.788      232.770.929.757       255.908.516.179       283.755.679.112         314.877.610.414
Advance and prepaid expense          39.877.162.657       44.943.759.329       47.766.198.729        50.673.311.312        53.667.637.272          56.751.793.011
Prepaid tax                           6.045.112.831        3.022.556.416        1.511.278.208                     -                     -                       -
Other current asset                     330.731.004          347.267.554          364.630.932           382.862.479           402.005.602             422.105.883
TOTAL CURRENT ASSETS                813.165.491.550      836.788.822.680      916.453.330.879     1.004.409.012.547     1.105.014.076.822       1.215.959.139.627


CURRENT LIABILITAS
Account payables                    209.173.860.456      226.213.304.307      248.288.991.741      255.908.516.179        283.755.679.112         314.877.610.414
Other payables                                    -                    -                    -                    -                      -                       -
Accrued expenses                      1.713.305.488        1.798.970.762        1.888.919.301        1.983.365.266          2.082.533.529           2.186.660.205
Advance from customers               75.745.458.713       83.320.004.584       95.818.005.272      110.190.706.063        126.719.311.972         145.727.208.768
Taxes Payable                         9.530.318.368       10.102.137.470       10.708.265.718       11.350.761.661         12.031.807.361          12.753.715.803
Employee benefit liabilities         56.109.024.244       57.792.294.971       59.526.063.820       61.311.845.735         63.151.201.107          65.045.737.140
TOTAL CURRENT LIABILITIES           352.271.967.269      379.226.712.095      416.230.245.852      440.745.194.903        487.740.533.081         540.590.932.330

Changes in current assets                                (23.623.331.130)      (79.664.508.199)     (87.955.681.668)     (100.605.064.275)        (110.945.062.805)
Changes in current liabilities                            26.954.744.826        37.003.533.757       24.514.949.051        46.995.338.177           52.850.399.250
Net Changes in working capital                             3.331.413.697       (42.660.974.442)     (63.440.732.617)      (53.609.726.097)         (58.094.663.556)

                                                                     Sumber: Data Olahan




                                                                                                            Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |36
Page 49
                                  Tabel 17. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
                                    AUDITED           PROJECTION            PROJECTION          PROJECTION           PROJECTION              PROJECTION
                                    31-Dec-24          31-Dec-25             31-Dec-26           31-Dec-27            31-Dec-28               31-Dec-29
ASSETS
CURRENT ASSETS
Account receivables                188.359.067.843    194.644.113.553       200.483.436.959     206.497.940.068       212.692.878.270         219.073.664.618
Retention receivables              111.308.588.943    116.874.018.390       122.717.719.310     128.853.605.275       135.296.285.539         142.061.099.816
Other receivables                    1.235.697.611      1.297.482.461         1.362.356.584       1.430.474.413         1.501.998.134           1.577.098.041
Gross amount due from customers    243.064.477.148    250.356.411.462       257.867.103.806     265.603.116.921       273.571.210.428         281.778.346.741
Inventories                        222.944.653.513    199.333.149.510       205.313.143.995     211.472.538.315       217.816.714.464         224.351.215.898
Advance and prepaid expense         85.528.466.684     94.081.313.356        89.377.247.688      84.908.385.304        80.662.966.038          76.629.817.736
Prepaid tax                          6.045.112.831      3.022.556.416         1.511.278.208                   -                     -                       -
Other current asset                    330.731.004        347.267.554           364.630.932         382.862.479           402.005.602             422.105.883
TOTAL CURRENT ASSETS               858.816.795.577    859.956.312.702       878.996.917.482     899.148.922.774       921.944.058.476         945.893.348.733


CURRENT LIABILITAS
Account payables                   209.173.860.456    212.622.026.144       219.000.686.928     211.472.538.315       217.816.714.464         224.351.215.898
Other payables                                   -                  -                     -                   -                     -                       -
Accrued expenses                     1.713.305.488      1.798.970.762         1.888.919.301       1.983.365.266         2.082.533.529           2.186.660.205
Advance from customers              75.745.458.713     83.320.004.584        91.652.005.043     100.817.205.547       110.898.926.102         121.988.818.712
Taxes Payable                        9.530.318.368     10.006.834.286        10.507.176.001      11.032.534.801        11.584.161.541          12.163.369.618
Employee benefit liabilities        56.109.024.244     57.792.294.971        59.526.063.820      61.311.845.735        63.151.201.107          65.045.737.140
TOTAL CURRENT LIABILITIES          352.271.967.269    365.540.130.748       382.574.851.093     386.617.489.663       405.533.536.743         425.735.801.574

Changes in current assets                               (1.139.517.125)      (19.040.604.780)   (20.152.005.292)       (22.795.135.702)        (23.949.290.257)
Changes in current liabilities                         13.268.163.479         17.034.720.344      4.042.638.571         18.916.047.080          20.202.264.831
Net Changes in working capital                         12.128.646.355         (2.005.884.436)   (16.109.366.721)        (3.879.088.623)         (3.747.025.426)

                                                                   Sumber: Data Olahan




                                                                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |37
Page 50
7.8. Analisis Kelayakan Investasi
Analisa kelayakan keuangan dilakukan dengan menggunakan indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Profitability Index (PI)
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) sebagai berikut:

                                                                        Tabel 18. Analisis Kelayakan Investasi
           PT INDONESIA PONDASI RAYA TBK
           ANALISIS FCFF ( SESUDAH PENAMBAHAN KBLI)
                                                                      PROJECTION            PROJECTION          PROJECTION           PROJECTION           PROJECTION            TERMINAL
                                                  31-Dec-24             31-Dec-25             31-Dec-26           31-Dec-27            31-Dec-28            31-Dec-29             VALUE
           Net profit after tax                                        41.185.682.452        60.386.150.855      81.353.332.906       91.907.417.718     102.027.403.081      104.067.951.143
           (+) Depreciation                                            92.355.612.905        87.918.312.023      81.517.837.748       75.349.113.015       69.381.501.268       70.769.131.293
           (+) Interest after tax                                      45.787.869.368        44.437.362.120      42.004.510.890       40.947.144.689       39.470.999.747       40.260.419.742
           (-) Changes in net working capital                           3.331.413.697       (42.660.974.442)    (63.440.732.617)     (53.609.726.097)     (58.094.663.556)     (59.256.556.827)
           (-) Capex                                                  (35.000.000.000)      (25.000.000.000)      (5.000.000.000)      (5.000.000.000)      (5.000.000.000)    (72.184.513.919)
           FCFF                                                      147.660.578.422       125.080.850.556     136.434.948.926      149.593.949.325      147.785.240.541      958.491.434.081
           Year-n                                                                1,00                  2,00                 3,00                 4,00                 5,00                5,00
           Discount factor                                                     0,9031                0,8156               0,7366               0,6652               0,6008              0,6008
           PV of FCFF & TV                                           133.354.414.369       102.017.925.529     100.497.238.035        99.514.267.949       88.786.148.872     575.840.745.987

           Sum of PV                            1.100.010.740.740

           PT INDONESIA PONDASI RAYA TBK
           ANALISIS FCFF ( SEBELUM PENAMBAHAN KBLI)
                                                                      PROJECTION            PROJECTION          PROJECTION           PROJECTION           PROJECTION            TERMINAL
                                                  31-Dec-24             31-Dec-25            31-Dec-26            31-Dec-27           31-Dec-28            31-Dec-29              VALUE
           Net profit after tax                                       27.571.460.372        30.443.508.251       33.508.573.859      36.723.780.568       40.055.989.387        40.857.109.174
           (+) Depreciation                                           84.855.612.905        76.489.740.594       71.874.980.605      67.491.970.158       63.310.072.697        64.576.274.151
           (+) Interest after tax                                     44.252.518.259        42.039.892.346       39.937.897.728      37.941.002.842       36.043.952.700        36.764.831.754
           (-) Changes in net working capital                          12.128.646.355        (2.005.884.436)    (16.109.366.721)      (3.879.088.623)      (3.747.025.426)       (3.821.965.934)
           (-) Capex                                                   (5.000.000.000)       (5.000.000.000)      (5.000.000.000)     (5.000.000.000)      (5.000.000.000)     (65.867.799.634)
           FCFF                                                      163.808.237.891       141.967.256.754     124.212.085.471      133.277.664.945      130.662.989.358      830.763.714.930
           Year-n                                                                1,00                  2,00                 3,00                4,00                 5,00                  5,00
           Discount factor                                                     0,9031                0,8156               0,7366              0,6652               0,6008                0,6008
           PV of FCFF & TV                                           147.937.600.314       115.790.746.247       91.493.943.588      88.660.198.630       78.499.473.849      499.104.718.450

           Sum of PV                            1.021.486.681.079

           INCREMENTAL NPV                        78.524.059.661
           INCREMENTAL IRR                                31,21%
           PROFITABILITY INDEX                              1,13 x
                                                                                         Sumber: Data Olahan




                                                                                                                                             Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |38
Page 51
Net Present Value (NPV)
Net Present Value merupakan selisih antara cash inflow dengan cash outflow dari suatu proyek dengan
memperhitungkan nilai waktu uang. Berdasarkan tabel di atas, NPV menunjukkan nilai positif dengan
demikian Rencana Penambahan KBLI tersebut layak untuk dilaksanakan.

Internal Rate of Return (IRR)
IRR merupakan tingkat diskonto yang akan menghasilkan NPV Rp0. IRR sebesar 31,21% lebih tinggi
dibandingkan WACC mengindikasikan bahwa Rencana Penambahan KBLI layak dilaksanakan.

Profitability Index (PI)
Indeks profitabilitas sebesar 1,13 kali yang menunjukkan bahwa nilai sekarang dari arus kas masuk lebih
tinggi dibandingkan arus kas keluar, sehingga Rencana Penambahan KBLI memberikan kontribusi positif.
Umumnya suatu rencana proyek dikategorikan layak untuk dilaksanakan jika profitability index
menghasilkan nilai lebih dari 1.

7.9. Nilai Terminal
Nilai terminal digunakan untuk mengakomodir arus kas bersih di luar masa proyeksi. Pertumbuhan kekal
diasumsikan konservatif sebesar 2% dengan mempertimbangkan persaingan usaha di industri
konstruksi, inflasi, dan pertumbuhan Gross Domestic Product Indonesia. Capex pada terminal value
digunakan untuk mengakomodir kebutuhan capex Perseroan secara keseluruhan.

7.10. Analisis Sensitivity
Berikut adalah analisis sensitivitas berdasarkan faktor perubahan yaitu tidak tercapainya target
pendapatan (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

                                     Tabel 19. Analisis Sensitivity
                                                        TARGET REVENUE
      Parameter
                              -4,00%                 -3%                -2%                 Base Scenario
NPV                          (20.283.608.099)      4.418.308.841     29.120.225.781          78.524.059.661
IRR                                     N/M*              12,12%             19,76%                  35,01%
PI                                     0,966                1,01               1,05                     1,13
                                           Sumber: Data Olahan




                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |39
Page 52
8. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis dan metodologi yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan sebagai
berikut:
1. Berdasarkan penelaahan aspek legalitas dan hukum, Perseroan telah memiliki perizinan pokok dan
   dokumen operasional lainnya untuk melakukan kegiatan komersialnya sesuai dengan peraturan
   perundan-undangan yang berlaku;
2. Berdasarkan penelaahan aspek pasar, sektor konstruksi diperkirakan tetap bertumbuh sehingga
   Rencana Penambahan KBLI memiliki potensi untuk dikembangkan mengingat bahwa sektor
   pertambangan, migas, dan panas bumi merupakan salah satu penunjang ekonomi di Indonesia yang
   diharapkan akan berdampak positif pada sektor pendukung seperti infrastruktur di area
   pertambangan, migas, dan panas bumi;
3. Berdasarkan penelaahan aspek pola bisnis, Perseroan telah memiliki pengalaman untuk menjalankan
   perluasan area kerja terkait Rencana Penambahan KBLI;
4. Berdasarkan penelaahan aspek teknis, Perseroan memiliki kapasitas kemampuan serta jumlah
   tenaga ahli dan tenaga kerja yang memadai;
5. Berdasarkan penelaahan aspek modal manajemen, Perseroan dan manajemen Perseroan telah
   memiliki pengalaman dalam kegiatan operasional yang saat ini sedang dijalankan termasuk
   perluasan area kerja terkait Rencana Penambahan KBLI yang akan dijalankan;
6. Berdasarkan analisis aspek keuangan, Rencana Penambahan KBLI akan menghasilkan NPV positif
   dan Internal Rate of Return (IRR) lebih besar dari WACC, dan PI menunjukkan bahwa nilai sekarang
   dari arus kas masuk jauh lebih tinggi dibandingkan arus kas keluar;
7. Berdasarkan hasil analisis terhadap aspek pasar, aspek pola bisnis, aspek teknis, aspek model
   manajemen, aspek keuangan, Rencana Penambahan KBLI yang akan dijalankan oleh Perseroan
   adalah layak.




                                                   Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |40
Page 53
9. LAMPIRAN

1. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Penambahan KBLI;
2. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
3. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Penambahan KBLI;
4. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
5. Proyeksi Arus Kas Dengan Rencana Penambahan KBLI;
6. Proyeksi Arus Kas Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
7. Proyeksi Analisis Rasio dengan Rencana Penambahan KBLI;
8. Proyeksi Analisis Rasio tanpa Rencana Penambahan KBLI;
9. Analisis Kelayakan;
10. Beta (Damodaran);
11. Country Risk Premium (Damodaran);
12. Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Desember 2024;
13. Indonesia Government Securities Yield Curve per 31 Desember 2024.


10. REFERENSI

1.   Damodaran (beta dan country risk premium);
2.   Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi
     VII-2018) dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 330, dan Petunjuk Teknis Khusus SPI Penilaian Dalam
     Kondisi Bencana Covid-19 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
3.   PER-08/PJ/2020 tanggal 21 April 2020 tentang Penghitungan Angsuran Pajak Penghasilan Untuk
     Tahun Pajak Berjalan Sehubungan Dengan Penyesuaian Tarif Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan;
4.   www.phei.co.id (Indonesia Bonds Pricing Agency);
5.   www.bi.go.id (data suku bunga dan inflasi);
6.   Media lainnya.




                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |41
Page 54
                                                                                                                                                        Lampiran 1
                            Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Penambahan KBLI
                                                        Audit            PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION
                                                      31-Dec-24           31-Dec-25           31-Dec-26           31-Dec-27           31-Dec-28           31-Dec-29
ASSETS
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents                             19.816.404.962      73.975.239.075     122.783.665.072     172.010.831.179     267.413.677.218     375.066.849.361
Account receivables                                  188.359.067.843     207.872.354.279     228.659.589.707     251.525.548.678     276.678.103.546     304.345.913.901
Retention receivables                                111.308.588.943     116.874.018.390     128.561.420.229     141.417.562.252     155.559.318.477     171.115.250.325
Other receivables                                      1.235.697.611       1.297.482.461       1.427.230.707       1.569.953.778       1.726.949.156       1.899.644.071
Gross amount due from customers                      243.064.477.148     250.356.411.462     275.392.052.609     302.931.257.870     333.224.383.657     366.546.822.022
Inventories                                          222.944.653.513     212.074.972.788     232.770.929.757     255.908.516.179     283.755.679.112     314.877.610.414
Advance and prepaid expense                           39.877.162.657      44.943.759.329      47.766.198.729      50.673.311.312      53.667.637.272      56.751.793.011
Prepaid tax                                            6.045.112.831       3.022.556.416       1.511.278.208                    -                   -                   -
Other current asset                                      330.731.004         347.267.554         364.630.932         382.862.479         402.005.602         422.105.883
TOTAL CURRENT ASSETS                                 832.981.896.512     910.764.061.755    1.039.236.995.951   1.176.419.843.726   1.372.427.754.040   1.591.025.988.988


NON CURRENT ASSETS
Advances                                              45.651.304.027      49.137.554.027      49.137.554.027      49.137.554.027      49.137.554.027      49.137.554.027
Property, plant and equipment - net                  570.908.138.381     519.354.828.918     458.636.767.665     384.209.168.149     315.845.781.454     253.350.720.190
Investment properties                                 46.321.068.845      44.005.015.403      41.804.764.633      39.714.526.401      37.728.800.081      35.842.360.077
Tax amnesty asset                                                   -                   -                   -                   -                   -                   -
TOTAL NON CURRENT ASSETS                              662.880.511.253     612.497.398.348     549.579.086.325     473.061.248.577     402.712.135.562     338.330.634.294
TOTAL ASSETS                                        1.495.862.407.765   1.523.261.460.102   1.588.816.082.276   1.649.481.092.303   1.775.139.889.602   1.929.356.623.282


LIABILITAS AND EQUITY
CURRENT LIABILITAS
Account payables                                     209.173.860.456     226.213.304.307     248.288.991.741     255.908.516.179     283.755.679.112     314.877.610.414
Other payables                                                     -                   -                   -                   -                   -                   -
Accrued expenses                                       1.713.305.488       1.798.970.762       1.888.919.301       1.983.365.266       2.082.533.529       2.186.660.205
Advance from customers                                75.745.458.713      83.320.004.584      95.818.005.272     110.190.706.063     126.719.311.972     145.727.208.768
Taxes Payable                                          9.530.318.368      10.102.137.470      10.708.265.718      11.350.761.661      12.031.807.361      12.753.715.803
Short-term bank loan                                 345.702.218.676     353.823.285.236     336.187.983.793     305.803.623.307     304.677.732.006     313.818.063.967
Current Maturities of long-term debts
  Lease liabilities                                      201.400.613         201.400.613         201.400.613         201.400.613         201.400.613         201.400.613
  Consumer financing payables                          8.794.316.928       3.452.382.841       1.117.510.837                   -                   -                   -
  Bank Loan                                           67.295.858.600      15.987.548.075      11.338.888.893      11.916.666.684       9.600.000.000       9.600.000.000
TOTAL CURRENT LIABILITIES                            718.156.737.842     694.899.033.889     705.549.966.169     697.355.039.773     739.068.464.593     799.164.659.770

NON CURRENT LIABILITIES
Long-term debts - net of current maturities
 Lease liabilities                                     6.125.309.151       5.923.908.540       5.722.507.929       5.521.107.318       5.319.706.707       5.118.306.096
 Lease liabilities                                     5.295.843.198       1.117.510.837                   -                   -                   -                   -
 Bank Loan                                            31.007.560.066      43.175.096.149      37.277.777.787      23.200.000.000      13.600.000.000       4.000.000.000
Deferred gain lease and salesleaseback                             -                   -                   -                   -                   -                   -
Accumulated equity in net losses in joint venture                  -                   -                   -                   -                   -                   -
Employee benefit liabilities                          56.109.024.244      57.792.294.971      59.526.063.820      61.311.845.735      63.151.201.107      65.045.737.140
TOTAL NON CURRENT LIABILITIES                         98.537.736.659     108.008.810.498     102.526.349.536      90.032.953.053      82.070.907.814      74.164.043.236
TOTAL LIABILITIES                                    816.694.474.501     802.907.844.387     808.076.315.705     787.387.992.826     821.139.372.407     873.328.703.006

EQUITY
Share capital                                         200.300.000.000     200.300.000.000     200.300.000.000     200.300.000.000     200.300.000.000     200.300.000.000
Additional paid in capital                            341.060.989.128     341.060.989.128     341.060.989.128     341.060.989.128     341.060.989.128     341.060.989.128
Retained earning appropriated                          40.100.000.000      40.100.000.000      40.100.000.000      40.100.000.000      40.100.000.000      40.100.000.000
Retained earning unappropriated                        66.695.778.095     107.178.265.010     166.790.900.774     247.293.367.080     338.264.831.538     439.262.686.033
Accumulated gain on employee benefit liabilities       23.979.210.670      23.979.210.670      23.979.210.670      23.979.210.670      23.979.210.670      23.979.210.670
                                                      672.135.977.893     712.618.464.808     772.231.100.572     852.733.566.878     943.705.031.336   1.044.702.885.832
Non-controling interest                                 7.031.955.371       7.735.150.908       8.508.665.999       9.359.532.599      10.295.485.859      11.325.034.445
TOTAL EQUITY                                          679.167.933.264     720.353.615.716     780.739.766.571     862.093.099.477     954.000.517.195   1.056.027.920.276
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY                        1.495.862.407.765   1.523.261.460.103   1.588.816.082.276   1.649.481.092.303   1.775.139.889.602   1.929.356.623.282
Page 55
                                                                                                                                                        Lampiran 2
                             Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
                                                        Audit            PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION
                                                      31-Dec-24           31-Dec-25           31-Dec-26           31-Dec-27           31-Dec-28           31-Dec-29
ASSETS
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents                             19.816.404.962      53.453.946.281     114.747.673.095     168.658.787.522     244.277.584.001     319.616.047.394
Account receivables                                  188.359.067.843     194.644.113.553     200.483.436.959     206.497.940.068     212.692.878.270     219.073.664.618
Retention receivables                                111.308.588.943     116.874.018.390     122.717.719.310     128.853.605.275     135.296.285.539     142.061.099.816
Other receivables                                      1.235.697.611       1.297.482.461       1.362.356.584       1.430.474.413       1.501.998.134       1.577.098.041
Gross amount due from customers                      243.064.477.148     250.356.411.462     257.867.103.806     265.603.116.921     273.571.210.428     281.778.346.741
Inventories                                          222.944.653.513     199.333.149.510     205.313.143.995     211.472.538.315     217.816.714.464     224.351.215.898
Advance and prepaid expense                           39.877.162.657      44.943.759.329      40.239.693.661      35.770.831.277      31.525.412.011      27.492.263.709
Prepaid tax                                            6.045.112.831       3.022.556.416       1.511.278.208                    -                   -                   -
Other current asset                                      330.731.004         347.267.554         364.630.932         382.862.479         402.005.602         422.105.883
TOTAL CURRENT ASSETS                                 832.981.896.512     864.272.704.956     944.607.036.550    1.018.670.156.269   1.117.084.088.450   1.216.371.842.100


NON CURRENT ASSETS
Advances                                              45.651.304.027      49.137.554.027      49.137.554.027      49.137.554.027      49.137.554.027      49.137.554.027
Property, plant and equipment - net                  570.908.138.381     496.854.828.918     427.565.339.094     362.780.596.721     302.274.352.883     245.850.720.190
Investment properties                                 46.321.068.845      44.005.015.403      41.804.764.633      39.714.526.401      37.728.800.081      35.842.360.077
Tax amnesty asset                                                   -                   -                   -                   -                   -                   -
TOTAL NON CURRENT ASSETS                              662.880.511.253     589.997.398.348     518.507.657.754     451.632.677.149     389.140.706.991     330.830.634.294
TOTAL ASSETS                                        1.495.862.407.765   1.454.270.103.304   1.463.114.694.303   1.470.302.833.418   1.506.224.795.441   1.547.202.476.394


LIABILITAS AND EQUITY
CURRENT LIABILITAS
Account payables                                     209.173.860.456     212.622.026.144     219.000.686.928     211.472.538.315     217.816.714.464     224.351.215.898
Other payables                                                     -                   -                   -                   -                   -                   -
Accrued expenses                                       1.713.305.488       1.798.970.762       1.888.919.301       1.983.365.266       2.082.533.529       2.186.660.205
Advance from customers                                75.745.458.713      83.320.004.584      91.652.005.043     100.817.205.547     110.898.926.102     121.988.818.712
Taxes Payable                                          9.530.318.368      10.006.834.286      10.507.176.001      11.032.534.801      11.584.161.541      12.163.369.618
Short-term bank loan                                 345.702.218.676     351.116.263.050     330.533.032.764     307.271.360.077     287.754.895.064     268.877.123.024
Current Maturities of long-term debts
  Lease liabilities                                      201.400.613         201.400.613         201.400.613         201.400.613         201.400.613                   -
  Consumer financing payables                          8.794.316.928       1.117.510.837                   -                   -                   -                   -
  Bank Loan                                           67.295.858.600       1.738.888.893       2.316.666.684                   -                   -                   -
TOTAL CURRENT LIABILITIES                            718.156.737.842     661.921.899.170     656.099.887.334     632.778.404.618     630.338.631.313     629.567.187.457

NON CURRENT LIABILITIES
Long-term debts - net of current maturities
 Lease liabilities                                     6.125.309.151       5.923.908.540       5.722.507.929       5.521.107.318       5.319.706.707       5.118.306.096
 Consumer financing payables                           5.295.843.198       1.117.510.837                   -                   -                   -                   -
 Bank Loan                                            31.007.560.066      20.775.096.149       4.583.333.333                   -                   -                   -
Deferred gain lease and salesleaseback                             -                   -                   -                   -                   -                   -
Accumulated equity in net losses in joint venture                  -                   -                   -                   -                   -                   -
Employee benefit liabilities                          56.109.024.244      57.792.294.971      59.526.063.820      61.311.845.735      63.151.201.107      65.045.737.140
TOTAL NON CURRENT LIABILITIES                         98.537.736.659      85.608.810.498      69.831.905.083      66.832.953.053      68.470.907.814      70.164.043.236
TOTAL LIABILITIES                                    816.694.474.501     747.530.709.667     725.931.792.416     699.611.357.671     698.809.539.127     699.731.230.694

EQUITY
Share capital                                         200.300.000.000     200.300.000.000     200.300.000.000     200.300.000.000     200.300.000.000     200.300.000.000
Additional paid in capital                            341.060.989.128     341.060.989.128     341.060.989.128     341.060.989.128     341.060.989.128     341.060.989.128
Retained earning appropriated                          40.100.000.000      40.100.000.000      40.100.000.000      40.100.000.000      40.100.000.000      40.100.000.000
Retained earning unappropriated                        66.695.778.095      93.564.042.930     123.234.036.090     155.891.743.350     191.679.570.658     230.706.011.458
Accumulated gain on employee benefit liabilities       23.979.210.670      23.979.210.670      23.979.210.670      23.979.210.670      23.979.210.670      23.979.210.670
                                                      672.135.977.893     699.004.242.728     728.674.235.888     761.331.943.148     797.119.770.456     836.146.211.256
Non-controling interest                                 7.031.955.371       7.735.150.908       8.508.665.999       9.359.532.599      10.295.485.859      11.325.034.445
TOTAL EQUITY                                          679.167.933.264     706.739.393.636     737.182.901.887     770.691.475.746     807.415.256.314     847.471.245.701
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY                        1.495.862.407.765   1.454.270.103.304   1.463.114.694.303   1.470.302.833.418   1.506.224.795.441   1.547.202.476.394
Page 56
                                                                                                                                                            Lampiran 3
                                Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Penambahan KBLI
                                            Audit              PROJECTION              PROJECTION              PROJECTION              PROJECTION              PROJECTION
                                           FY 2024                 FY 2025                 FY 2026                 FY 2027                 FY 2028                FY 2029
SALES                                1.115.261.513.273       1.226.787.664.600       1.349.466.431.060       1.484.413.074.166       1.632.854.381.583       1.796.139.819.741
COST OF SALES                         (928.931.182.182)     (1.017.959.869.383)     (1.117.300.462.836)     (1.228.360.877.658)     (1.362.027.259.736)     (1.511.412.529.988)
GROSS PROFIT                           186.330.331.091         208.827.795.218         232.165.968.225         256.052.196.508         270.827.121.847         284.727.289.754
Operating expenses                    (119.864.661.194)       (125.857.893.774)       (129.633.630.587)       (133.522.639.505)       (137.528.318.690)       (141.654.168.251)
Other expenses                            (4.760.352.197)         (4.284.316.984)         (3.427.453.587)         (2.741.962.870)         (2.193.570.296)        (1.754.856.236)
Other income                             12.555.103.941          11.299.593.136            9.039.674.508           7.231.739.607           5.785.391.685          4.628.313.348
PROFIT FROM OPERATION                    74.260.421.641          89.985.177.596        108.144.558.559         127.019.333.741         136.890.624.547         145.946.578.615
Finance income                                89.948.042              91.747.003              92.664.473              93.591.118              94.527.029             95.472.299
Finance expense                         (46.581.598.167)        (45.787.869.368)        (44.437.362.120)        (42.004.510.890)        (40.947.144.689)        (39.470.999.747)
Shares of losses of joint ventures                   -                       -                       -                       -                       -                      -
PROFIT BEFORE TAXES EXPENSE              27.768.771.516          44.289.055.231          63.799.860.912          85.108.413.969          96.038.006.887        106.571.051.167

TAXES EXPENSE
Income tax expense                       (2.821.247.981)        (3.103.372.779)         (3.413.710.057)         (3.755.081.063)         (4.130.589.169)         (4.543.648.086)
Total taxes expense                     (2.821.247.981)        (3.103.372.779)         (3.413.710.057)         (3.755.081.063)         (4.130.589.169)         (4.543.648.086)
PROFIT FOR THE YEAR                     24.947.523.535         41.185.682.452          60.386.150.855          81.353.332.906          91.907.417.718         102.027.403.081
Page 57
                                                                                                                                                           Lampiran 4
                                 Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
                                             Audit             PROJECTION             PROJECTION              PROJECTION              PROJECTION              PROJECTION
                                            FY 2024                FY 2025                FY 2026                 FY 2027                 FY 2028                 FY 2029
SALES                                 1.115.261.513.273      1.148.719.358.671      1.183.180.939.431       1.218.676.367.614       1.255.236.658.643       1.292.893.758.402
COST OF SALES                          (928.931.182.182)      (956.799.117.647)      (985.503.091.177)     (1.015.068.183.912)     (1.045.520.229.430)     (1.076.885.836.312)
GROSS PROFIT                            186.330.331.091        191.920.241.024        197.677.848.254         203.608.183.702         209.716.429.213         216.007.922.090
Operating expenses                     (119.864.661.194)      (123.460.600.559)      (127.164.418.576)       (130.979.351.133)       (134.908.731.667)       (138.955.993.617)
Other expenses                             (4.760.352.197)        (3.808.281.763)        (3.046.625.411)         (2.437.300.328)         (1.949.840.263)         (1.559.872.210)
Other income                              12.555.103.941         10.044.082.787           8.035.266.230           6.428.212.984           5.142.570.387           4.114.056.310
PROFIT FROM OPERATION                     74.260.421.641         74.695.441.489         75.502.070.498          76.619.745.224          78.000.427.670          79.606.112.572
Finance income                                 89.948.042             90.847.522             91.755.998              92.673.558              93.600.293              94.536.296
Finance expense                          (46.581.598.167)       (44.252.518.259)       (42.039.892.346)        (39.937.897.728)        (37.941.002.842)        (36.043.952.700)
Shares of losses of joint ventures                    -                      -                      -                       -                       -                       -
PROFIT BEFORE TAXES EXPENSE               27.768.771.516         30.533.770.752         33.553.934.150          36.774.521.053          40.153.025.121          43.656.696.168

TAXES EXPENSE
Income tax expense                        (2.821.247.981)        (2.962.310.380)        (3.110.425.899)        (3.265.947.194)         (3.429.244.554)         (3.600.706.781)
Total taxes expense                      (2.821.247.981)        (2.962.310.380)        (3.110.425.899)        (3.265.947.194)         (3.429.244.554)         (3.600.706.781)
PROFIT FOR THE YEAR                      24.947.523.535         27.571.460.372         30.443.508.251         33.508.573.859          36.723.780.568          40.055.989.387
Page 58
                                                                                                                                                      Lampiran 5
                                                Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan KBLI
                                                            PROJECTION             PROJECTION             PROJECTION             PROJECTION             PROJECTION
                                                              FY 2025                FY 2026                FY 2027                FY 2028                FY 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                                  1.201.929.775.423      1.304.324.405.089      1.435.381.745.632      1.579.638.555.235      1.738.428.841.054
Pembayaran kepada pemasok                                   (924.719.101.154)    (1.048.408.522.153)    (1.181.571.782.026)    (1.304.742.295.284)    (1.458.991.484.712)
Pembayaran beban operasional                                (105.634.371.741)      (110.243.614.173)      (115.357.075.622)      (120.539.115.575)      (125.799.305.567)
Pembayaran beban lainnya                                       (4.284.316.984)        (3.427.453.587)        (2.741.962.870)        (2.193.570.296)        (1.754.856.236)
Pembayaran pajak                                                  491.002.738         (1.296.303.601)        (1.601.306.912)        (3.449.543.469)        (3.821.739.644)
Penerimaan pendapatan lainnya                                  11.299.593.136          9.039.674.508          7.231.739.607          5.785.391.685          4.628.313.348
Penerimaan pendapatan bunga                                        91.747.003             92.664.473             93.591.118             94.527.029             95.472.299
Pembayaran beban keuangan                                     (45.787.869.368)       (44.437.362.120)      (42.004.510.890)        (40.947.144.689)       (39.470.999.747)
Arus kas bersih yang digunakan dalam aktivitas operasi       133.386.459.054        105.643.488.436         99.430.438.036        113.646.804.636        113.314.240.794

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                         (35.000.000.000)      (25.000.000.000)         (5.000.000.000)        (5.000.000.000)        (5.000.000.000)
Uang muka perolehan properti investasi                         (3.486.250.000)                 -                       -                      -                      -
Arus kas bersih yang digunakan dalam aktivitas investasi     (38.486.250.000)      (25.000.000.000)         (5.000.000.000)        (5.000.000.000)        (5.000.000.000)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Perubahan bersih pinjaman bank jangka pendek                    8.121.066.560      (17.635.301.443)       (30.384.360.486)         (1.125.891.301)         9.140.331.960
Perubahan bersih pinjaman bank jangka panjang                (39.140.774.442)      (10.545.977.544)       (13.499.999.996)       (11.916.666.684)         (9.600.000.000)
Perubahan bersih liabilitas sewa                                 (201.400.611)         (201.400.611)          (201.400.611)          (201.400.611)          (201.400.611)
(Pembayaran) kenaikan utang pembiayaan konsumen                (9.520.266.448)       (3.452.382.841)        (1.117.510.837)                   -                      -
Arus kas bersih yang digunakan dalam aktivitas pendanaan     (40.741.374.941)      (31.835.062.439)       (45.203.271.930)       (13.243.958.596)           (661.068.651)


KENAIKAN BERSIH DALAM KAS DAN BANK                           54.158.834.113         48.808.425.997         49.227.166.106         95.402.846.039        107.653.172.143
KAS DAN SEATARA KAS PADA AWAL TAHUN                          19.816.404.962         73.975.239.075        122.783.665.072        172.010.831.179        267.413.677.218
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                          73.975.239.075        122.783.665.072        172.010.831.179        267.413.677.218        375.066.849.361
Page 59
                                                                                                                                                   Lampiran 6
                                                 Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan KBLI
                                                            PROJECTION            PROJECTION            PROJECTION            PROJECTION             PROJECTION
                                                              FY 2025               FY 2026               FY 2027               FY 2028                FY 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                                  1.137.089.710.221     1.172.254.349.097     1.207.887.048.101     1.244.641.143.503      1.282.555.814.168
Pembayaran kepada pemasok                                   (870.407.804.304)     (919.208.566.735)     (966.786.879.977)     (987.281.234.038)    (1.022.204.629.853)
Pembayaran beban operasional                                (104.737.078.527)     (110.060.116.448)     (114.742.358.679)     (119.490.957.124)      (124.315.416.648)
Pembayaran beban lainnya                                       (3.808.281.763)       (3.046.625.411)       (2.437.300.328)       (1.949.840.263)        (1.559.872.210)
Pembayaran pajak                                                  536.761.954        (1.098.805.977)       (1.229.310.186)       (2.877.617.814)        (3.021.498.704)
Penerimaan pendapatan lainnya                                  10.044.082.787         8.035.266.230         6.428.212.984         5.142.570.387          4.114.056.310
Penerimaan pendapatan bunga                                        90.847.522            91.755.998            92.673.558            93.600.293             94.536.296
Pembayaran beban keuangan                                     (44.252.518.259)      (42.039.892.346)     (39.937.897.728)       (37.941.002.842)      (36.043.952.700)
Arus kas bersih yang digunakan dalam aktivitas operasi       124.555.719.632       104.927.364.409        89.274.187.743       100.336.662.103         99.619.036.658

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                          (5.000.000.000)       (5.000.000.000)       (5.000.000.000)       (5.000.000.000)        (5.000.000.000)
Uang muka perolehan properti investasi                        (3.486.250.000)                  -                     -                     -                      -
Arus kas bersih yang digunakan dalam aktivitas investasi      (8.486.250.000)       (5.000.000.000)       (5.000.000.000)       (5.000.000.000)        (5.000.000.000)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Perubahan bersih pinjaman bank jangka pendek                   5.414.044.374       (20.583.230.285)      (23.261.672.687)      (19.516.465.013)      (18.877.772.040)
Perubahan bersih pinjaman bank jangka panjang                (75.789.433.623)      (15.613.985.025)        (6.900.000.018)                 -                     -
Perubahan bersih liabilitas sewa                                (201.400.611)          (201.400.611)         (201.400.611)        (201.400.611)         (402.801.224)
(Pembayaran) kenaikan utang pembiayaan konsumen              (11.855.138.452)        (2.235.021.674)                  -                    -                     -
Arus kas bersih yang digunakan dalam aktivitas pendanaan     (82.431.928.313)      (38.633.637.595)      (30.363.073.316)      (19.717.865.624)      (19.280.573.264)


KENAIKAN BERSIH DALAM KAS DAN BANK                           33.637.541.319        61.293.726.813        53.911.114.427        75.618.796.479         75.338.463.394
KAS DAN SEATARA KAS PADA AWAL TAHUN                          19.816.404.962        53.453.946.281       114.747.673.095       168.658.787.522        244.277.584.001
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                          53.453.946.281       114.747.673.095       168.658.787.522       244.277.584.001        319.616.047.394
Page 60
                                                                                   Lampiran 7
                   Proyeksi Analisis Rasio Dengan Rencana Penambahan KBLI
                                                SESUDAH PENAMBAHAN KBLI
                                    FY2025     FY2026    FY2027  FY2028            FY2029
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio                           1,31       1,47       1,69          1,86      1,99
Quick ratio                             1,01       1,14       1,32          1,47      1,60
Cash ratio                              0,11       0,17       0,25          0,36      0,47

PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin                   17,02%     17,20%     17,25%     16,59%       15,85%
Net profit margin                      3,36%      4,47%      5,48%      5,63%        5,68%

ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover                  6           6          6            6         6
Inventory turnover                        5           5          5            5         5
Acc. Payable turnover                     5           5          5            5         5
Days of Acc. Receivable                  61          61         61           61        61
Days of Inventory                        75          75         75           75        75
Days of Acc. Payable                     80          80         75           75        75

SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity                          0,58       0,49       0,40          0,34      0,31
Debt to Assets                          0,27       0,24       0,21          0,18      0,17
Page 61
                                                                                 Lampiran 8

                Proyeksi Analisis Rasio Tanpa Rencana Penambahan KBLI
                                               SEBELUM PENAMBAHAN KBLI
                                   FY2025     FY2026    FY2027  FY2028            FY2029
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio                         1,31       1,44        1,61        1,77        1,93
Quick ratio                           1,00       1,13        1,28        1,43        1,58
Cash ratio                            0,08       0,17        0,27        0,39        0,51

PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin                 16,71%     16,71%      16,71%       16,71%     16,71%
Net profit margin                    2,24%      2,40%       2,57%        2,75%      2,93%

ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover                 6          6          6            6           6
Inventory turnover                       5          5          5            5           5
Acc. Payable turnover                    5          5          5            5           5
Days of Acc. Receivable                 61         61         61           61          61
Days of Inventory                       75         75         75           75          75
Days of Acc. Payable                    80         80         75           75          75

SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity                        0,53       0,46        0,40        0,36        0,32
Debt to Assets                        0,26       0,23        0,21        0,19        0,17
Page 62
                                                                                                                                                                             Lampiran 9
                                                                              Analisis Kelayakan
PT INDONESIA PONDASI RAYA TBK
ANALISIS FCFF ( SESUDAH PENAMBAHAN KBLI)
                                                           PROJECTION            PROJECTION          PROJECTION           PROJECTION           PROJECTION            TERMINAL
                                       31-Dec-24             31-Dec-25             31-Dec-26           31-Dec-27            31-Dec-28            31-Dec-29             VALUE
Net profit after tax                                        41.185.682.452        60.386.150.855      81.353.332.906       91.907.417.718     102.027.403.081      104.067.951.143
(+) Depreciation                                            92.355.612.905        87.918.312.023      81.517.837.748       75.349.113.015       69.381.501.268       70.769.131.293
(+) Interest after tax                                      45.787.869.368        44.437.362.120      42.004.510.890       40.947.144.689       39.470.999.747       40.260.419.742
(-) Changes in net working capital                           3.331.413.697       (42.660.974.442)    (63.440.732.617)     (53.609.726.097)     (58.094.663.556)     (59.256.556.827)
(-) Capex                                                  (35.000.000.000)      (25.000.000.000)      (5.000.000.000)      (5.000.000.000)      (5.000.000.000)    (72.184.513.919)
FCFF                                                      147.660.578.422       125.080.850.556     136.434.948.926      149.593.949.325      147.785.240.541      958.491.434.081
Year-n                                                                1,00                  2,00                 3,00                 4,00                 5,00                5,00
Discount factor                                                     0,9031                0,8156               0,7366               0,6652               0,6008              0,6008
PV of FCFF & TV                                           133.354.414.369       102.017.925.529     100.497.238.035        99.514.267.949       88.786.148.872     575.840.745.987

Sum of PV                            1.100.010.740.740

PT INDONESIA PONDASI RAYA TBK
ANALISIS FCFF ( SEBELUM PENAMBAHAN KBLI)
                                                           PROJECTION            PROJECTION          PROJECTION           PROJECTION           PROJECTION            TERMINAL
                                       31-Dec-24             31-Dec-25            31-Dec-26            31-Dec-27           31-Dec-28            31-Dec-29              VALUE
Net profit after tax                                       27.571.460.372        30.443.508.251       33.508.573.859      36.723.780.568       40.055.989.387        40.857.109.174
(+) Depreciation                                           84.855.612.905        76.489.740.594       71.874.980.605      67.491.970.158       63.310.072.697        64.576.274.151
(+) Interest after tax                                     44.252.518.259        42.039.892.346       39.937.897.728      37.941.002.842       36.043.952.700        36.764.831.754
(-) Changes in net working capital                          12.128.646.355        (2.005.884.436)    (16.109.366.721)      (3.879.088.623)      (3.747.025.426)       (3.821.965.934)
(-) Capex                                                   (5.000.000.000)       (5.000.000.000)      (5.000.000.000)     (5.000.000.000)      (5.000.000.000)     (65.867.799.634)
FCFF                                                      163.808.237.891       141.967.256.754     124.212.085.471      133.277.664.945      130.662.989.358      830.763.714.930
Year-n                                                                1,00                  2,00                 3,00                4,00                 5,00                  5,00
Discount factor                                                     0,9031                0,8156               0,7366              0,6652               0,6008                0,6008
PV of FCFF & TV                                           147.937.600.314       115.790.746.247       91.493.943.588      88.660.198.630       78.499.473.849      499.104.718.450

Sum of PV                            1.021.486.681.079

INCREMENTAL NPV                        78.524.059.661
INCREMENTAL IRR                                31,21%
PROFITABILITY INDEX                              1,13 x
Page 63
                                                                                                                                                                     Lampiran 10
                                                                                    Beta (Damodaran)
Date updated:                                    05-Jan-25                                                                              YouTube Video
Created by:                                      Aswath Damodaran, adamodar@stern.nyu.edu                                               explaining
What is this data?                               Beta, Unlevered beta and other risk measures             Emerging Markets              estimation
Home Page:                                      http://www.damodaran.com                                                                choices and
                                                                                                                                        process.
Data website:                                   https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/data.html
Companies in each industry:                     https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/pc/datasets/indname.xls
Variable definitions:                           https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/datafile/variable.htm
Do you want to use marginal or effective tax rates in unlevering betas?                                       Marginal
If marginal tax rate, enter the marginal tax rate to use                                                      24,71%
                                                                                                                                         Unlevered
                                                                                                                                            beta                     Standard
                                                   Number of                                 Effective     Unlevered        Cash/Firm    corrected                  deviation of
Industry Name                                        firms        Beta       D/E Ratio       Tax rate        beta             value       for cash      HiLo Risk     equity
Engineering/Construction                                   936     0,97        153,28%          15,15%         0,45           20,26%         0,56         0,3631      40,85%
Page 64
                                                                                                                                                                                                                  Lampiran 11
                                                                                          Country Risk Premium (Damodaran)
Country and Equity Risk Premiums
Date of update:                                   1-Jan-25
Enter the current risk premium for a mature equity market                                                                          4,33%          Implied ERP for S&P 500
Do you want to adjust the country default spread for the additional volatility of the equity market to get to a country premium?    Yes
If yes, enter the multiplier to use on the default spread (See worksheet for volatility numbers for selected emerging markets)      1,35          See "Relative Equity Volatilty" worksheet


                                                                                                       Rating-based           Total Equity Risk    Country Risk         Sovereign CDS,        Total Equity Risk   Country Risk
Country                                 Africa                             Moody's rating             Default Spread              Premium           Premium                net of US             Premium2          Premium3
Indonesia                               Asia                                   Baa2                       1,89%                     6,87%             2,54%                 0,90%                   5,54%            1,21%
Page 65
                                                                                                                                                                                         Lampiran 12
                                                                       Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Desember 2024
     I.26 SUKU BUNGA PINJAMAN RUPIAH YANG DIBERIKAN                                                            I.26 INTEREST RATE OF RUPIAH LOANS
        MENURUT KELOMPOK
                    (PersenBANK  DAN JENIS PINJAMAN
                            Per Tahun)                                                                       BY GROUP OF    BANKS
                                                                                                                         (Percent   AND
                                                                                                                                  Per   TYPE OF LOANS
                                                                                                                                      Annum)

                                                                                                                                                 2024
        KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN                                                                                                                 GROUP OF BANKS AND TYPE OF LOANS
                                                Jan     Feb     Mar       Apr     May     Jun      Jul    Aug     Sep     Oct     Nov    Dec*

 1      Bank Persero                                                                                                                                     State Banks                               1
 2       Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan    8,92    8,93    8,94      8,92    8,96    8,90    8,86    8,83    8,81    8,80    8,74    8,67    8,67     Working Capital Loans                   2
 3       Pinjaman Investasi Yang Diberikan      9,44    9,46    9,47      9,47    9,46    9,45    9,40    9,36    9,29    9,21    9,18    9,21    9,21     Investment Loans                        3
 4       Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan       9,24    9,21    9,13      9,10    9,07    9,04    8,99    8,98    8,97    8,94    9,11    9,09    9,09     Consumer Loans                          4
 5      Bank Pemerintah Daerah                                                                                                                           Regional Government Banks                 5
 6       Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan    8,97    9,01    8,99      9,01    9,03    9,01    9,02    9,06   11,83    9,05    9,03    8,90    8,90     Working Capital Loans                   6
 7       Pinjaman Investasi Yang Diberikan      9,06    9,12    9,10      9,10    9,09    9,08    9,10    9,08    8,92    8,91    8,90    8,89    8,89     Investment Loans                        7
 8       Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan      10,41   10,41   10,39     10,38   10,38   10,38   10,38   10,37   10,38   10,38   10,37   10,37   10,37     Consumer Loans                          8
 9      Bank Swasta Nasional                                                                                                                             Private National Banks                    9
10       Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan    9,06    8,98    8,92      8,97    8,96    8,93    8,93    8,90    8,84    8,80    8,78    8,77    8,77     Working Capital Loans                  10
11       Pinjaman Investasi Yang Diberikan      8,26    8,27    8,23      8,23    8,26    8,27    8,26    8,26    8,21    8,19    8,16    8,22    8,22     Investment Loans                       11
12       Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan      10,96   10,94   10,88     10,87   10,88   10,94   10,95   10,98   10,97   10,95   11,41   11,44   11,44     Consumer Loans                         12
13      Bank Asing dan Bank Campuran                                                                                                                     Foreign Banks and Joint Banks            13
14       Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan    6,90    6,90    6,94      7,00    7,09    7,11    7,11    7,12    7,05    6,90    6,88    6,73    6,73     Working Capital Loans                  14
15       Pinjaman Investasi Yang Diberikan      8,47    8,48    8,42      8,42    8,40    8,43    8,34    8,42    8,36    8,27    8,22    7,94    7,94     Investment Loans                       15
16       Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan      22,38   22,58   22,34     22,63   22,83   22,89   23,29   22,41   28,67   28,98   29,25   29,44   29,44     Consumer Loans                         16
17      Bank Umum                                                                                                                                        Commercial Banks                         17
18       Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan    8,87    8,84    8,83      8,85    8,86    8,82    8,81    8,78    8,87    8,72    8,68    8,62    8,62     Working Capital Loans                  18
19       Pinjaman Investasi Yang Diberikan      8,84    8,86    8,85      8,85    8,85    8,86    8,82    8,81    8,75    8,71    8,69    8,71    8,71     Investment Loans                       19
20       Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan      10,21   10,19   10,13     10,12   10,12   10,12   10,11   10,10   10,13   10,11   10,36   10,36   10,36     Consumer Loans                         20
Page 66
                                                                   Lampiran 13
Indonesia Government Securities Yield Curve per 31 Desember 2024

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.12 MB
Published21 Mar 2025
Pages66
Characters186,741
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 69 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org INDONESIA PONDASI RAYA TBK p.1 ×182
linked person Manuel Djunako p.17 ×3
linked person Hanah Tandean p.17
linked org Total Bangun Persada Tbk p.33 ×2
linked org Bumi Serpong p.33
linked org Lippo Karawaci Tbk p.33 ×3
linked org Astra International Tbk p.34 ×2
linked org Wijaya Karya Beton Tbk p.34 ×2
linked org PT Djasa Ubersakti p.42
linked org Clipan Finance Indonesia Tbk p.43 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×6
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.5 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.17
possible person Dr. Irawan Soerodjo · Notaris p.17 ×2
possible org PT Waskita Karya p.33
possible org Wijaya Karya (Persero) Tbk p.34 ×2
possible org Bank Persero p.45 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan p.2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki p.2
unresolved — Faks p.2 ×2
unresolved org Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk p.2 ×2
unresolved org KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.3 ×2
unresolved org KJPP Herman Meirizki p.3 ×4
unresolved org Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.3 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.3 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.5 ×13
unresolved org Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan p.15 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Anwar p.15 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang dan Rekan p.16
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang p.16
unresolved org Kementerian Kehakiman Republik Indonesia p.17
unresolved person Akta Notaris Gatot Widodo p.17 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.17
unresolved person Christina Dwi Utami · Notaris p.17
unresolved person Ir. Albertus Gunawan p.18
unresolved person Wiro Atmojo Wijaya · Komisaris Independen p.18
unresolved org PT Rekagunatek Persada p.18 ×4
unresolved org PT Gema Bahana Utama p.18
unresolved org Departemen Komunikasi BI p.27
unresolved org Pusat Statistik p.28 ×3
unresolved org PT Trocon Indah Perkasa p.32
unresolved org PT BAUER Pratama Indonesia p.32 ×2
unresolved org PT Pakubumi Semesta p.32 ×2
unresolved org PT Damai Putra Group p.33
unresolved org PT Nusa Raya Cpta p.33
unresolved org PT Tata Mulia Nusantara Indah p.33
unresolved org PT Bumi Serpong Daman p.33
unresolved org PT Kapuknaga Indah p.33
unresolved org PT Mahkota Sentosa Utama p.33
unresolved org PT Adhimix RMC Indonesia p.34
unresolved org PT Baria Bulkk Terminal p.34
unresolved org PT Frisian Flag Indonesia p.34
unresolved org PT The Master Manufactury p.34
unresolved org PT Permadani Khatulistiwa Nusantara p.34
unresolved org PT Pionerbeton Indonesia Sumber p.34
unresolved person Ir. Budiharto Lawidjaja Nomor Registrasi p.37
unresolved org PT Tricon Metalindo Perkasa p.39
unresolved org PT Indonesia Cafe Raya p.42
unresolved org PT Delta Nusantara Mandiri-Balaraja City Development p.42
unresolved org PT Hatten Mas Persada Developer p.42
unresolved org PT Megacon Property p.42
unresolved org Departemen Operasional p.42 ×2
unresolved org PT Rekacipta Indonesia Raya p.43
unresolved org PT Yala Perkasa Internasional p.43
unresolved org Departemen Pemasaran p.43
unresolved org PT Harita Kencana Securities p.43
unresolved org Ramayana Lestaris Sentosa Tbk p.43 ×4
unresolved org Bank Campuran p.65

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 5928 ms 12 Sep 2026 22:53
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2024-12-31',
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result