Back to announcement
20260629_DKHH_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32105905_lamp1.pdf
Other Text extracted DKHHSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 10
Page 1
Jakarta, 29 Juni 2026
Nomor : 064/DIR/CSM/VI/2026
Perihal : Tanggapan atas Surat Permintaan Penjelasan Bursa Nomor S-07422/BEI.PP1/06
-2026 Tanggal 25 Juni 2026
Lampiran :4
Kepada Yth.
Divisi Penilaian Perusahaan 1
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 lantai 6,
Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53 Jakarta Selatan 12190, Indonesia
Dengan hormat,
Sehubungan dengan surat Permintaan Penjelasan Bursa No S-07422/BEI.PP1/06-2026 yang kami
terima pada Tanggal 25 Juni 2026, melalui surat ini Perseroan bermaksud untuk menyampaikan
tanggapan atas surat tersebut.
Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami,
PT Cipta Sarana Medika Tbk
Satria Muhammad Wilis
Direktur Utama
Page 2
Penjelasan PT Cipta Sarana Medika Tbk
1. Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) 5 Piutang Usaha dan tanggapan Perseroan,
Perseroan mengalami penurunan sebesar 24,74% dari Rp25,08 miliar pada 31 Desember 2024
menjadi Rp18,87 miliar pada 31 Desember 2025. Selain itu, diketahui bahwa terdapat piutang jatuh
tempo sebesar Rp7,37 miliar atau sebesar 39,06% dengan detail sebagai berikut:
Analisis Umur Piutang 31 Desember 2025 31 Desember 2024
Lancar 11.500.371.249 11.140.311.752
Tidak lancar 7.372.075.106 13.935.546.835
Total piutang usaha 18.872.446.355 25.075.858.587
Persentase piutang macet 39,06% 55,57%
Atas informasi tersebut, Bursa meminta Perseroan untuk menyampaikan detail informasi dari
piutang usaha jatuh tempo dengan mengisi tabel berikut.
Saldo Piutang Umur Status Penagihan
No. Nama
Jatuh Tempo Piutang
Counterparty
1 BPJS Kesehatan 15.443.798.712 0–30 hari / 31–60 Dalam proses verifikasi,
hari / >60 hari klaim, penagihan, atau telah
dijadwalkan pembayaran oleh
BPJS
2 Asuransi & 3.326.417.239 0–30 hari / 31–60 Dalam proses penagihan
Perusahaan hari / >60 hari sesuai ketentuan kerja sama
dan jatuh tempo pembayaran
3 Umum 102.230.040 0–30 hari / 31–60 Dilakukan penagihan kepada
hari / >60 hari pasien/keluarga sesuai
kebijakan Perseroan
2. Berdasarkan CALK 6 Piutang Lain-lain dan tanggapan Perseroan, saldo mengalami peningkatan
sebesar 89,72% dari Rp14,67 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi Rp27,83 miliar pada 31
Desember 2025 dengan detail sebagai berikut.
Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai:
Dalam Prospektus, Perseroan menyampaikan bahwa penggunaan dana sebagian besar untuk
pembangunan gedung, pembelian aset, dan modal kerja termasuk untuk biaya pemasaran dan
pembayaran vendor. Bagaimana Perseroan memastikan kesesuaian transaksi pinjaman dengan
Page 3
pihak berelasi mengingat dana hasil IPO tersebut dialihkan menjadi dana pinjaman untuk
mendapatkan return dalam bentuk bunga pinjaman terkait? Bagaimana dana tersebut digunakan
untuk melaksanakan rencana-rencana Perseroan yang dicantumkan dalam Prospektus? Jelaskan.
Tanggapan:
Perseroan memastikan bahwa penggunaan dana hasil IPO tetap mengacu pada rencana
penggunaan dana sebagaimana diungkapkan dalam Prospektus. Penempatan dana dalam
bentuk pinjaman kepada pihak berelasi dilakukan secara sementara terhadap dana yang
belum digunakan, dengan perjanjian yang jelas dan tingkat bunga yang wajar.
a. Detail informasi piutang lain-lain pihak ketiga jangka pendek dan panjang
dengan total Rp14,64 miliar. Mohon dapat mengisi tabel berikut ini:
b.
Saldo Piutang Status
No. Nama Pihak Ketiga Umur Piutang
Lain-lain Penagihan
1 Linda Puspita
2 Agustiono
3 Eeng Suherli
Tanggapan:
Piutang lain-lain kepada pihak ketiga, baik jangka pendek maupun jangka panjang,
dengan total saldo sebesar Rp14,64 miliar merupakan piutang kepada pemegang
saham lama. Berdasarkan kesepakatan para pihak, piutang tersebut tidak akan
ditagihkan, sehingga Perseroan tidak lagi memiliki hak tagih atas saldo piutang
kepada pihak-pihak sebagaimana tercantum dalam tabel di atas
3. Berdasarkan CALK 8 Biaya Dibayar di Muka dan Uang Muka, saldo mengalami penurunan
sebesar 78,92% dari Rp1,42 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi Rp299 juta pada 31
Desember 2025. Dalam saldo tersebut masih terdapat saldo uang muka biaya emisi saham
sebanyak Rp133 juta meskipun IPO sudah terlaksana pada 2025. Selain itu, ditemukan
juga adanya saldo atas biaya annual listing fee (ALF) sebesar Rp83 juta. Atas informasi
tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait hal berikut.
a. Perseroan menjelaskan bahwa saldo biaya dibayar di muka atas biaya ALF tidak
semata-mata mencerminkan nilai tagihan ALF Bursa, tetapi dicatat berdasarkan
substansi transaksi dan prinsip akrual. Mohon jelaskan bagaimana penerapan
akuntansi untuk biaya ALF tersebut berdasarkan PSAK yang berlaku, sertakan juga
detail perhitungan sehingga mendapatkan saldo biaya dibayar di muka atas biaya ALF
sebesar Rp83 juta.
Tanggapan:
Perseroan mengakui biaya ALF sesuai prinsip akuntansi berbasis akrual sebagaimana
diatur dalam PSAK yang berlaku, yaitu biaya diakui beban sesuai periode manfaatnya,
maka bagian tersebut dicatat sebagai biaya dibayar di muka dan diamortisasi secara
sistematis selama masa manfaatnya.
Detail Perhitungan:
Keterangan N0minal
Beban dibayar dimuka 285,583,750
Beban Emisi 31 Des 2025 202,049,168
Beban dibayar dimuka 83,534,582
Page 4
b. Terkait dengan biaya dibayar di muka atas biaya ALF yang mana seharusnya telah
ada kas keluar untuk pembayaran biaya tersebut, kepada siapa Perseroan
membayarkan biaya ALF terkait? Jelaskan.
Tanggapan:
Pembayaran dilakukan berdasarkan tagihan/invoice yang diterbitkan oleh BEI dan
dicatat sebagai biaya dibayar di muka sepanjang manfaatnya masih mencakup
periode setelah tanggal pelaporan, biaya tersebut diamortisasi dan diakui sebagai
beban secara proporsional sesuai periode manfaatnya berdasarkan prinsip akuntansi
berbasis akrual.
Atas biaya emisi saham yang masih terdapat saldo sebesar Rp133 juta, mohon dapat melengkapi tabel
berikut:
a.
Penjelasan Status terkini
No. Nama Pihak Ketiga Nilai uang muka
transaksi transaksi
1 KAP 133.200.000 Uang muka yang Transaksi telah
dibayarkan kepada Realisasi
pihak ketiga untuk
keperluan Jasa Audit
4. Berdasarkan CALK 9 Uang Muka Pembelian Aset dan tanggapan Perseroan, diketahui
bahwa Perseroan telah membayarkan uang muka atas pembelian aset sebagai berikut:
Jumlah uang
Aset Vendor Nomor kontrak Nilai kontrak
muka
PT Citra
Gedung Adiatama 010/PKS/CSM/V/2025 Rp35.040.480.000 Rp20.250.000.000
Indonesia
Peralatan PT Rapha
Medis Tunas 011/PKS/CSM/V/2025 Rp5.040.480.000 Rp3.000.000.000
CT Scan Medika
Atas informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai:
a. Terkait dengan perubahan vendor kontraktor pembangunan gedung dan peralatan
medis CT- Scan, mohon dijelaskan kronologi dari awal proses pendaftaran, seleksi,
penunjukan,
Tanggapan:
Proses pengadaan pembangunan gedung dan peralatan medis CT-Scan diawali dengan
kebutuhan dan spesifikasi, dilanjutkan dengan proses seleksi dan evaluasi terhadap
beberapa vendor berdasarkan aspek teknis, harga, pengalaman, kemampuan
pelaksanaan, dan legalitas.
Dalam proses pelaksanaan, Perseroan melakukan evaluasi ulang dan memutuskan
mengganti vendor karena vendor baru dinilai lebih memenuhi kebutuhan Perseroan
dari sisi teknis, efisiensi biaya, dan kepastian waktu penyelesaian. Penunjukan vendor
pengganti dilakukan sesuai prosedur internal dan prinsip tata kelola perusahaan yang
baik (Good Corporate Governance).
b. Jelaskan profil dan identitas dari PT Citra Adiatama Indonesia dan PT Rapha Tunas
Page 5
Medika dengan mengisi tabel berikut:
c.
Indikator PT Citra Adiatama Indonesia PT Rapha Tunas Medika
Profil Perusahaan swasta yang bergerak Perusahaan swasta yang bergerak di
di bidang konstruksi, pengadaan, bidang pengadaan alat kesehatan
dan jasa terkait proyek bangunan. dan/atau jasa pendukung sektor
Dan telah memiliki sertifikasi kesehatan.
Kontraktor Bangunan Rumah Sakit
Alamat Jakarta, Indonesia (sesuai data Jakarta, Indonesia (sesuai data
administrasi perusahaan). administrasi perusahaan).
Website resmi Tidak memiliki website resmi Tidak memiliki website resmi
Beroperasi sejak Terdaftar sebagai badan hukum Terdaftar sebagai badan hukum
sesuai data administrasi pemerintah sesuai data administrasi pemerintah
(tahun pendirian mengacu pada (tahun pendirian mengacu pada Akta
Akta Pendirian dan AHU). Pendirian dan AHU).
Rekam jejak Memiliki pengalaman dalam Memiliki pengalaman dalam
pelaksanaan proyek konstruksi dan pengadaan alat kesehatan/dukungan
pengadaan pada berbagai sektor. proyek kesehatan sesuai bidang
usahanya.
Informasi lain yang Sebelum penunjukan, Perseroan Sebelum penunjukan, Perseroan
relevan melakukan evaluasi atas legalitas, melakukan evaluasi atas legalitas,
kemampuan teknis, pengalaman, kemampuan teknis, pengalaman,
dan kapasitas penyelesaian serta kesesuaian dengan kebutuhan
pekerjaan proyek.
a. Status terkini realisasi pembangunan gedung rumah sakit yang telah diberikan uang
muka sebesar Rp20,25 miliar. Mohon lampirkan foto-foto terkini lokasi dan proyek
pembangunan gedung rumah sakit, serta aktivitas pembangunan yang sedang
dilakukan.
Tanggapan:
Foto-foto terkait lokasi dan proyek pembangunan gedung rumah sakit
terlampir
b. Dalam rencana penggunaan dana IPO disampaikan dan juga merujuk pada Laporan
Keuangan Perseroan, diungkapkan bahwa Perseroan melakukan pengadaan
peralatan medis CT-Scan melalui PT Rapha Tunas Medika yang sudah dibayarkan
uang mukanya sebesar Rp3 miliar. Namun, dalam surat pesanan nomor 023/DIR-
CSM/SP/IV/202 kepada PT Rapha Tunas Medika tidak tercantum alat CT-Scan atas
uang muka yang dibayarkan. Perseroan justru melakukan pengadaan barang dan alat
kesehatan lainnya untuk operasional Perseroan. Mohon klarifikasi dan
penjelasannya atas perbedaan tersebut secara detail dan lengkap.
Tanggapan:
Bahwa memang benar bahwa Perseroan melakukan pemesanan CT-Scan sebesar Rp
3 Miliar sesuai dengan Laporan Keuangan Audited 2025 dan laporan berkala yang
telah kami sampaikan ke OJK. Namun demikian pemesanan yang dilakukan sebelum
IPO, sudah tidak berlaku lagi, karena kami mengalihkan pengeluaran tersebut untuk
CT- Scan.
5. Berdasarkan CALK 10 Aset Tetap dan tanggapan Perseroan, Perseroan mengalami
penurunan sebesar 3,37% dari Rp132,38 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi
Rp127,92 miliar pada 31 Desember 2025. Berikut terlampir informasi mengenai aset
Page 6
tetap Perseroan.
Atas informasi di atas, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
a. Dikarenakan tidak dilampirkannya detail informasi inventaris umum pada
tanggapan sebelumnya, mohon menjabarkan detail dari aset tetap atas inventaris
umum, beserta penambahan aset sebesar Rp1,53 miliar tersebut dengan mengisi
tabel berikut:
b.
No. Jenis atau Deskripsi Aset Nilai Buku Aset Umur Aset
1 Perlengkapan dan Peralatan Medis 91,430,875 48
2 Inventaris Umum 1,443,320,766 48
Total 1,534,751,641
c. Dikarenakan tidak dilampirkannya pemisahan tabel pada tanggapan sebelumnya,
mohon menyertakan tabel informasi aset tetap dengan pemisahan kolom penyesuaian,
reklasifikasi, dan selisih pengukuran kembali aset tetap sehingga terlihat masing-
masing komponen perubahannya sesuai format berikut:
d.
Aset Saldo Selisih Saldo 31
1Januari 2025 Penambahan Pengurangan Penyesuaian Reklasi Pengukuran Desember
Tetap kembali 2025
fikasi
Tanah 62.393.600.00 - - - - - 62.393.600.000
Bangunan 66.893.653.863 1.661.668.818 - 9.074.538.448 77.629.861.129
Kendaraan 1.407.474.000 222.466.000 1.629.940.000
Peralatan 41.438.311.934 714.407.406 503.028.000 57.604.581 41.707.295.921
Medis
Instalasi 454.062.600 245.062.600 110.000.000 99.000.000
Listrik
Invetaris 18.738.224.059 1.534.751.641 433.950.000 2.484.595.502 17.354.430.198
umum
6. Berdasarkan CALK 12 Utang Usaha dan tanggapan Perseroan, diketahui analisis umur
utang sebagai berikut:
7.
Analisis Umur Utang 31 Desember 2025 31 Desember 2024
Lancar 427.243.026 2.097.407.466
Tidak lancar 6.151.033.852 3.571.261.360
Total utang usaha 6.578.276.878 5.668.668.826
Persentase utang macet 93,51% 63,00%
Page 7
Dikarenakan Perseroan hanya menyampaikan daftar utang usaha yang berasal CALK
terkait, Bursa kembali meminta Perseroan untuk menyampaikan detail informasi utang
usaha jatuh tempo dengan mengisi tabel berikut:
Perseroan menyampaikan bahwa saldo utang yang telah jatuh tempo masih dalam proses
penyelesaian sesuai dengan kesepakatan bersama masing-masing counterparty.
Manajemen melakukan pemantauan dan koordinasi secara berkala untuk memastikan
penyelesaian kewajiban tersebut. Adapun rincian saldo utang, umur utang, status
pembayaran, potensi eksposur hukum atau penalti keterlambatan counterparty tidak
disajikan pada tabel yang dilampirkan terpisah.
Eksposur
Saldo Utang Umur Status Hukum atau
No. Nama Counterparty
Jatuh Tempo Utang Pembayaran Penalti
Keterlambatan
1
2
3
8. Berdasarkan CALK 16 Utang Bank dat tanggapan Perseroan, diketahui bahwa
Perseroan memiliki utang bank jangka pendek dan jangka panjang dari PT Bank
Syariah Indonesia Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Atas hal
tersebut, mohon Perseroan dapat kembali melengkapi tabel informasi pemenuhan
financial covenant sebagai berikut.
Financial Batas Nilai Nilai Penjelasan jika
Covenant Minimum Rasio Rasio tidak
2025 2024 memenuhi
Debt Service Sesuai ketentuan 0,5 0,8 Tidak terpenuhi
Coverage Ratio dalam Perjanjian
Kredit -100%
(DSCR) sesuai Sesuai perjanjian 0.5 0.8 Tidak terpenuhi
perjanjian kredit Kredit BSI dan BRI
Debt to Equity Sesuai ketentuan 3.54 x 1.72 x Terpenuhi
Ratio (DER) sesuai dalam Perjanjian
perjanjian kredit Kredit – 300%
9. Berdasarkan CALK 29 Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi, Perseroan
memiliki saldo piutang dan utang pihak berelasi sebagai berikut:
Page 8
Dalam Laporan Auditor Independen, juga diketahui bahwa Perseroan menggunakan
dana hasil IPO dengan memberikan pinjaman ke pihak berelasi dengan total
Rp38.663.822.211 kepada PT Siliwangi Djajakusumah Hospital (SDH) sebesar
Rp30.342.773.116 dan PT Siliwangi Djajakusumah Bersatu (SDB) sebesar
Rp8.321.049.095. Atas transaksi dengan pihak berelasi tersebut, Bursa meminta
penjelasan mengenai:
a. Dikarenakan Perseroan hanya menyampaikan informasi transaksi pinjam-
meminjam dengan PT SDH pada tanggapan sebelumnya, mohon kembali jelaskan
detail dari seluruh transaksi pinjaman dan utang Perseroan dengan pihak berelasi
seperti dengan PT SDB atau entitas afiliasi lainnya dengan melengkapi tabel
berikut ini:
Latar belakang dan
Nomor Pihak- Jatuh
No. Bunga Tenor Tujuan Penggunaan
Perjanjian pihak Tempo
Dana Pinjaman
1 007/DIR/SDH/XI/ PT Siliwangi 11% 1 Tahun 2026 Bridging Loan untuk Operasional Group
2025 Djajakusuma
Hospotals
2 006/DIR/SDB/XII PT Siliwangi 11% 1 Tahun 2026 Bridging Loan untuk Operasional Group
/2025 Djajakusuma
Bersatu
b. Bagaimana justifikasi Perseroan atas pengenaan bunga pinjaman 11% per tahun
yang dibentuk dengan pertimbangan tingkat bunga pasar, namun justru suku bunga
tersebut jauh di atas suku bunga acuan Bank Indonesia? Jelaskan.
Tanggapan:
Penetapan bunga pinjaman sebesar 11% per tahun tidak mengacu semata-mata
pada suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate/BI-Rate), melainkan
mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman komersial yang berlaku di pasar.
Perseroan mempertimbangkan prinsip kewajaran (arm's length principle) agar
tingkat bunga yang dikenakan memberikan imbal hasil yang wajar bagi Perseroan
dan tidak lebih rendah dibandingkan tingkat bunga pinjaman komersial yang
berlaku.
c. Dalam tanggapan Perseroan pada nomor 11 poin f, disampaikan bahwa mekanisme
pengelolaan dana melalui entitas induk tidak dijelaskan secara spesifik dalam
Prospektus. Atas hal tersebut, mengapa Perseroan tidak menyampaikan informasi
tersebut di dalam Prospektus? Jelaskan.
Tanggapan:
Mekanisme pengelolaan dana melalui entitas induk merupakan kebijakan grup yang
tidak dimaksudkan sebagai perubahan atas tujuan maupun rencana penggunaan dana
hasil IPO sebagaimana diungkapkan dalam Prospektus. Oleh karena itu, mekanisme
tersebut tidak dijelaskan secara spesifik dalam Prospektus.
d. Dalam tanggapan Perseroan, disampaikan jangka waktu perjanjian 4 bulan dan
jatuh tempo pada Maret 2026. Namun, dalam perjanjian nomor
008/DIR/SDH/XII/2025 tertulis jangka waktu 1 tahun dan jatuh tempo pada
Desember 2026. Mohon klarifikasinya atas perbedaan tersebut.
Tanggapan:
Page 9
Perseroan mengkonfirmasi bahwa perjanjian Nomor 008/DIR/SDH/XII/2025,
mempunyai tenor 1 tahun. Sedangkan Perjanjian Nomor 007/DIR/SDH/XI/2025
mempunyai tenor 4 bulan.
e. Terkait dengan perjanjian pinjam-meminjam nomor 008/DIR/SDH/XII/2025 yang
dilampirkan oleh Perseroan, mengapa perjanjian tersebut ditandatangani oleh
pihak yang sama, yaitu Satria Muhammad Wilis sebagai Direktur Utama di kedua
belah pihak? Mengapa perjanjian tersebut tidak diikuti oleh tanda tangan direktur
lainnya? Jelaskan.
Tanggapan:
Penandatanganan perjanjian oleh pihak yang sama dilakukan karena yang
bersangkutan pada saat itu memiliki kewenangan untuk mewakili masing-
masing perseroan sesuai anggaran dasar yang berlaku.
f. Terkait dengan perjanjian pinjam-meminjam nomor 008/DIR/SDH/XII/2025 yang
dilampirkan oleh Perseroan, mengapa e-Meterai yang dibubuhkan tidak sesuai
dengan tanggal dokumen serta identitas pembubuh bukan dari Perseroan? Jelaskan.
Page 10
Tanggapan:
Perseroan akan melakukan evaluasi terhadap administrasi dokumen guna
memastikan proses pembubuhan e-Meterai dan dokumentasi pendukung
selanjutnya dilakukan secara lebih tertib dan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
10. Merujuk pada tanggapan Perseroan nomor 12 poin d terkait biaya jasa profesional,
mohon kembali menjabarkan informasi secara detail dan lengkap atas setiap biaya
jasa profesional, Perseroan dapat mengisi tabel berikut:
Nomor kontrak /
No. Jasa Profesional Nama Penyedia Jasa Total Biaya
perjanjian
1 Audit Laporan KAP Jonnardi, 1019/PROP/XI/2025 Rp. 280.000.000
Keuangan Jamaludin,Sukimto & Rekan
2 Jasa Aktuaris Arya Bagistra 127/P- Rp 19.500.000
PSAK/KKA.AB/IX/2025
11. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
kelangsungan hidup Perseroan dan/atau dapat mempengaruhi harga saham
Perseroan, yang belum diungkapkan kepada masyarakat.
Tanggapan: Tidak Ada
Permintaan Dokumen (mohon disampaikan melalui Form E074):
1. Surat dan Kontrak Perjanjian pinjam-meminjam dengan pihak berelasi, baik
dengan PT Siliwangi Djajakusumah Hospital (SDH), PT Siliwangi Djajakusumah
Bersatu (SDB), atau pihak afiliasi lainnya.
2. Dokumentasi lokasi dan proyek pembangunan gedung rumah sakit terkini
Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Satria Muhammad Wilis
· Direktur Utama
p.1
unresolved
org
PT Citra
p.4
unresolved
org
PT Rapha Medis
p.4
unresolved
org
PT Citra Adiatama Indonesia
p.4 ×2
unresolved
org
PT Rapha Tunas
p.4
unresolved
org
PT Rapha Tunas Medika Profil
p.5
unresolved
org
PT Rapha Tunas Medika
p.5 ×2
unresolved
org
PT Siliwangi Djajakusumah Hospital
p.8 ×2
unresolved
org
PT Siliwangi Djajakusumah Bersatu
p.8 ×2
unresolved
org
PT SDH
p.8
unresolved
org
PT SDB
p.8
unresolved
org
Bank Indonesia
p.8 ×2
unresolved
org
Jonnardi
p.10
unresolved
org
Sukimto & Rekan
p.10
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.