Skip to content
Back to announcement

20260629_DKHH_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32105905_lamp1.pdf

Other Text extracted DKHH

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 10

Page 1
                                                                          Jakarta, 29 Juni 2026


Nomor            : 064/DIR/CSM/VI/2026
Perihal          : Tanggapan atas Surat Permintaan Penjelasan Bursa Nomor S-07422/BEI.PP1/06
                 -2026 Tanggal 25 Juni 2026
Lampiran         :4



Kepada Yth.
Divisi Penilaian Perusahaan 1
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 lantai 6,
Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53 Jakarta Selatan 12190, Indonesia


Dengan hormat,
Sehubungan dengan surat Permintaan Penjelasan Bursa No S-07422/BEI.PP1/06-2026 yang kami
terima pada Tanggal 25 Juni 2026, melalui surat ini Perseroan bermaksud untuk menyampaikan
tanggapan atas surat tersebut.


Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.




Hormat Kami,
PT Cipta Sarana Medika Tbk




Satria Muhammad Wilis
Direktur Utama
Page 2
 Penjelasan PT Cipta Sarana Medika Tbk

1.   Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) 5 Piutang Usaha dan tanggapan Perseroan,
     Perseroan mengalami penurunan sebesar 24,74% dari Rp25,08 miliar pada 31 Desember 2024
     menjadi Rp18,87 miliar pada 31 Desember 2025. Selain itu, diketahui bahwa terdapat piutang jatuh
     tempo sebesar Rp7,37 miliar atau sebesar 39,06% dengan detail sebagai berikut:

        Analisis Umur Piutang               31 Desember 2025                31 Desember 2024
      Lancar                                        11.500.371.249                  11.140.311.752
      Tidak lancar                                   7.372.075.106                  13.935.546.835
      Total piutang usaha                           18.872.446.355                  25.075.858.587
      Persentase piutang macet                  39,06%                          55,57%

     Atas informasi tersebut, Bursa meminta Perseroan untuk menyampaikan detail informasi dari
     piutang usaha jatuh tempo dengan mengisi tabel berikut.

                                   Saldo Piutang         Umur                 Status Penagihan
     No.      Nama
                                   Jatuh Tempo          Piutang
              Counterparty
     1      BPJS Kesehatan       15.443.798.712     0–30 hari / 31–60 Dalam proses verifikasi,
                                                    hari / >60 hari   klaim, penagihan, atau telah
                                                                      dijadwalkan pembayaran oleh
                                                                      BPJS
     2     Asuransi &            3.326.417.239      0–30 hari / 31–60 Dalam proses penagihan
           Perusahaan                               hari / >60 hari   sesuai ketentuan kerja sama
                                                                      dan jatuh tempo pembayaran
     3      Umum                 102.230.040        0–30 hari / 31–60 Dilakukan penagihan kepada
                                                    hari / >60 hari   pasien/keluarga       sesuai
                                                                      kebijakan Perseroan

2.   Berdasarkan CALK 6 Piutang Lain-lain dan tanggapan Perseroan, saldo mengalami peningkatan
     sebesar 89,72% dari Rp14,67 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi Rp27,83 miliar pada 31
     Desember 2025 dengan detail sebagai berikut.




     Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai:
     Dalam Prospektus, Perseroan menyampaikan bahwa penggunaan dana sebagian besar untuk
     pembangunan gedung, pembelian aset, dan modal kerja termasuk untuk biaya pemasaran dan
     pembayaran vendor. Bagaimana Perseroan memastikan kesesuaian transaksi pinjaman dengan
Page 3
    pihak berelasi mengingat dana hasil IPO tersebut dialihkan menjadi dana pinjaman untuk
    mendapatkan return dalam bentuk bunga pinjaman terkait? Bagaimana dana tersebut digunakan
    untuk melaksanakan rencana-rencana Perseroan yang dicantumkan dalam Prospektus? Jelaskan.
          Tanggapan:
          Perseroan memastikan bahwa penggunaan dana hasil IPO tetap mengacu pada rencana
          penggunaan dana sebagaimana diungkapkan dalam Prospektus. Penempatan dana dalam
          bentuk pinjaman kepada pihak berelasi dilakukan secara sementara terhadap dana yang
          belum digunakan, dengan perjanjian yang jelas dan tingkat bunga yang wajar.


    a.    Detail informasi piutang lain-lain pihak ketiga jangka pendek dan panjang
          dengan total Rp14,64 miliar. Mohon dapat mengisi tabel berikut ini:
    b.
                                                Saldo Piutang                           Status
          No.         Nama Pihak Ketiga                           Umur Piutang
                                                  Lain-lain                           Penagihan
           1     Linda Puspita
           2     Agustiono
           3     Eeng Suherli
          Tanggapan:
          Piutang lain-lain kepada pihak ketiga, baik jangka pendek maupun jangka panjang,
          dengan total saldo sebesar Rp14,64 miliar merupakan piutang kepada pemegang
          saham lama. Berdasarkan kesepakatan para pihak, piutang tersebut tidak akan
          ditagihkan, sehingga Perseroan tidak lagi memiliki hak tagih atas saldo piutang
          kepada pihak-pihak sebagaimana tercantum dalam tabel di atas
3. Berdasarkan CALK 8 Biaya Dibayar di Muka dan Uang Muka, saldo mengalami penurunan
   sebesar 78,92% dari Rp1,42 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi Rp299 juta pada 31
   Desember 2025. Dalam saldo tersebut masih terdapat saldo uang muka biaya emisi saham
   sebanyak Rp133 juta meskipun IPO sudah terlaksana pada 2025. Selain itu, ditemukan
   juga adanya saldo atas biaya annual listing fee (ALF) sebesar Rp83 juta. Atas informasi
   tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait hal berikut.
   a. Perseroan menjelaskan bahwa saldo biaya dibayar di muka atas biaya ALF tidak
      semata-mata mencerminkan nilai tagihan ALF Bursa, tetapi dicatat berdasarkan
      substansi transaksi dan prinsip akrual. Mohon jelaskan bagaimana penerapan
      akuntansi untuk biaya ALF tersebut berdasarkan PSAK yang berlaku, sertakan juga
      detail perhitungan sehingga mendapatkan saldo biaya dibayar di muka atas biaya ALF
      sebesar Rp83 juta.
         Tanggapan:
         Perseroan mengakui biaya ALF sesuai prinsip akuntansi berbasis akrual sebagaimana
         diatur dalam PSAK yang berlaku, yaitu biaya diakui beban sesuai periode manfaatnya,
         maka bagian tersebut dicatat sebagai biaya dibayar di muka dan diamortisasi secara
         sistematis selama masa manfaatnya.
         Detail Perhitungan:
                  Keterangan               N0minal
         Beban dibayar dimuka              285,583,750
         Beban Emisi 31 Des 2025           202,049,168
         Beban dibayar dimuka               83,534,582
Page 4
     b. Terkait dengan biaya dibayar di muka atas biaya ALF yang mana seharusnya telah
        ada kas keluar untuk pembayaran biaya tersebut, kepada siapa Perseroan
        membayarkan biaya ALF terkait? Jelaskan.
        Tanggapan:
        Pembayaran dilakukan berdasarkan tagihan/invoice yang diterbitkan oleh BEI dan
        dicatat sebagai biaya dibayar di muka sepanjang manfaatnya masih mencakup
        periode setelah tanggal pelaporan, biaya tersebut diamortisasi dan diakui sebagai
        beban secara proporsional sesuai periode manfaatnya berdasarkan prinsip akuntansi
        berbasis akrual.

Atas biaya emisi saham yang masih terdapat saldo sebesar Rp133 juta, mohon dapat melengkapi tabel
berikut:
      a.
                                                                       Penjelasan         Status terkini
           No.      Nama Pihak Ketiga         Nilai uang muka
                                                                        transaksi           transaksi
           1      KAP                       133.200.000           Uang muka yang       Transaksi telah
                                                                  dibayarkan kepada    Realisasi
                                                                  pihak ketiga untuk
                                                                  keperluan Jasa Audit

 4. Berdasarkan CALK 9 Uang Muka Pembelian Aset dan tanggapan Perseroan, diketahui
    bahwa Perseroan telah membayarkan uang muka atas pembelian aset sebagai berikut:

                                                                                        Jumlah       uang
     Aset               Vendor      Nomor kontrak             Nilai kontrak
                                                                                           muka
                         PT Citra
     Gedung             Adiatama    010/PKS/CSM/V/2025        Rp35.040.480.000      Rp20.250.000.000
                        Indonesia
       Peralatan        PT Rapha
        Medis             Tunas     011/PKS/CSM/V/2025        Rp5.040.480.000       Rp3.000.000.000
       CT Scan           Medika

      Atas informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai:
      a. Terkait dengan perubahan vendor kontraktor pembangunan gedung dan peralatan
         medis CT- Scan, mohon dijelaskan kronologi dari awal proses pendaftaran, seleksi,
         penunjukan,
      Tanggapan:
        Proses pengadaan pembangunan gedung dan peralatan medis CT-Scan diawali dengan
        kebutuhan dan spesifikasi, dilanjutkan dengan proses seleksi dan evaluasi terhadap
        beberapa vendor berdasarkan aspek teknis, harga, pengalaman, kemampuan
        pelaksanaan, dan legalitas.

           Dalam proses pelaksanaan, Perseroan melakukan evaluasi ulang dan memutuskan
           mengganti vendor karena vendor baru dinilai lebih memenuhi kebutuhan Perseroan
           dari sisi teknis, efisiensi biaya, dan kepastian waktu penyelesaian. Penunjukan vendor
           pengganti dilakukan sesuai prosedur internal dan prinsip tata kelola perusahaan yang
           baik (Good Corporate Governance).

      b. Jelaskan profil dan identitas dari PT Citra Adiatama Indonesia dan PT Rapha Tunas
Page 5
          Medika dengan mengisi tabel berikut:
     c.
                Indikator        PT Citra Adiatama Indonesia            PT Rapha Tunas Medika
           Profil              Perusahaan swasta yang bergerak Perusahaan swasta yang bergerak di
                               di bidang konstruksi, pengadaan, bidang pengadaan alat kesehatan
                               dan jasa terkait proyek bangunan. dan/atau jasa pendukung sektor
                               Dan telah memiliki sertifikasi kesehatan.
                               Kontraktor Bangunan Rumah Sakit
           Alamat              Jakarta, Indonesia (sesuai data Jakarta, Indonesia (sesuai data
                               administrasi perusahaan).           administrasi perusahaan).
           Website resmi       Tidak memiliki website resmi        Tidak memiliki website resmi
           Beroperasi sejak    Terdaftar sebagai badan hukum Terdaftar sebagai badan hukum
                               sesuai data administrasi pemerintah sesuai data administrasi pemerintah
                               (tahun pendirian mengacu pada (tahun pendirian mengacu pada Akta
                               Akta Pendirian dan AHU).            Pendirian dan AHU).
           Rekam jejak         Memiliki      pengalaman     dalam Memiliki       pengalaman     dalam
                               pelaksanaan proyek konstruksi dan pengadaan alat kesehatan/dukungan
                               pengadaan pada berbagai sektor. proyek kesehatan sesuai bidang
                                                                   usahanya.
           Informasi lain yang Sebelum penunjukan, Perseroan Sebelum penunjukan, Perseroan
           relevan             melakukan evaluasi atas legalitas, melakukan evaluasi atas legalitas,
                               kemampuan teknis, pengalaman, kemampuan teknis, pengalaman,
                               dan     kapasitas      penyelesaian serta kesesuaian dengan kebutuhan
                               pekerjaan                           proyek.


     a.    Status terkini realisasi pembangunan gedung rumah sakit yang telah diberikan uang
           muka sebesar Rp20,25 miliar. Mohon lampirkan foto-foto terkini lokasi dan proyek
           pembangunan gedung rumah sakit, serta aktivitas pembangunan yang sedang
           dilakukan.
          Tanggapan:
          Foto-foto terkait lokasi dan proyek pembangunan gedung rumah sakit
          terlampir
     b. Dalam rencana penggunaan dana IPO disampaikan dan juga merujuk pada Laporan
         Keuangan Perseroan, diungkapkan bahwa Perseroan melakukan pengadaan
         peralatan medis CT-Scan melalui PT Rapha Tunas Medika yang sudah dibayarkan
         uang mukanya sebesar Rp3 miliar. Namun, dalam surat pesanan nomor 023/DIR-
         CSM/SP/IV/202 kepada PT Rapha Tunas Medika tidak tercantum alat CT-Scan atas
         uang muka yang dibayarkan. Perseroan justru melakukan pengadaan barang dan alat
         kesehatan lainnya untuk operasional Perseroan. Mohon klarifikasi dan
         penjelasannya atas perbedaan tersebut secara detail dan lengkap.
          Tanggapan:
          Bahwa memang benar bahwa Perseroan melakukan pemesanan CT-Scan sebesar Rp
          3 Miliar sesuai dengan Laporan Keuangan Audited 2025 dan laporan berkala yang
          telah kami sampaikan ke OJK. Namun demikian pemesanan yang dilakukan sebelum
          IPO, sudah tidak berlaku lagi, karena kami mengalihkan pengeluaran tersebut untuk
          CT- Scan.
5.   Berdasarkan CALK 10 Aset Tetap dan tanggapan Perseroan, Perseroan mengalami
     penurunan sebesar 3,37% dari Rp132,38 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi
     Rp127,92 miliar pada 31 Desember 2025. Berikut terlampir informasi mengenai aset
Page 6
     tetap Perseroan.




     Atas informasi di atas, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
     a.   Dikarenakan tidak dilampirkannya detail informasi inventaris umum pada
          tanggapan sebelumnya, mohon menjabarkan detail dari aset tetap atas inventaris
          umum, beserta penambahan aset sebesar Rp1,53 miliar tersebut dengan mengisi
          tabel berikut:
     b.
          No.          Jenis atau Deskripsi Aset                       Nilai Buku Aset        Umur Aset
          1     Perlengkapan dan Peralatan Medis                              91,430,875        48
          2     Inventaris Umum                                            1,443,320,766        48
                Total                                                      1,534,751,641

     c.   Dikarenakan tidak dilampirkannya pemisahan tabel pada tanggapan sebelumnya,
          mohon menyertakan tabel informasi aset tetap dengan pemisahan kolom penyesuaian,
          reklasifikasi, dan selisih pengukuran kembali aset tetap sehingga terlihat masing-
          masing komponen perubahannya sesuai format berikut:
     d.
           Aset             Saldo                                                                 Selisih     Saldo 31
                        1Januari 2025   Penambahan      Pengurangan     Penyesuaian    Reklasi Pengukuran    Desember
           Tetap                                                                                 kembali         2025
                                                                                       fikasi
          Tanah      62.393.600.00           -              -                 -           -          -    62.393.600.000
          Bangunan 66.893.653.863       1.661.668.818              -     9.074.538.448                    77.629.861.129
          Kendaraan 1.407.474.000                                          222.466.000                     1.629.940.000
          Peralatan 41.438.311.934       714.407.406     503.028.000        57.604.581                    41.707.295.921
          Medis
          Instalasi    454.062.600                       245.062.600      110.000.000                         99.000.000
          Listrik
          Invetaris 18.738.224.059      1.534.751.641    433.950.000     2.484.595.502                    17.354.430.198
          umum

6.   Berdasarkan CALK 12 Utang Usaha dan tanggapan Perseroan, diketahui analisis umur
     utang sebagai berikut:
7.
            Analisis Umur Utang                 31 Desember 2025               31 Desember 2024
      Lancar                                    427.243.026                   2.097.407.466
      Tidak lancar                             6.151.033.852                  3.571.261.360
      Total utang usaha                        6.578.276.878                  5.668.668.826
      Persentase utang macet                      93,51%                         63,00%
Page 7
     Dikarenakan Perseroan hanya menyampaikan daftar utang usaha yang berasal CALK
     terkait, Bursa kembali meminta Perseroan untuk menyampaikan detail informasi utang
     usaha jatuh tempo dengan mengisi tabel berikut:
     Perseroan menyampaikan bahwa saldo utang yang telah jatuh tempo masih dalam proses
     penyelesaian sesuai dengan kesepakatan bersama masing-masing counterparty.
     Manajemen melakukan pemantauan dan koordinasi secara berkala untuk memastikan
     penyelesaian kewajiban tersebut. Adapun rincian saldo utang, umur utang, status
     pembayaran, potensi eksposur hukum atau penalti keterlambatan counterparty tidak
     disajikan pada tabel yang dilampirkan terpisah.

                                                                            Eksposur
                                   Saldo Utang      Umur         Status     Hukum atau
     No.    Nama Counterparty
                                   Jatuh Tempo      Utang      Pembayaran   Penalti
                                                                          Keterlambatan
     1
     2
     3
8.   Berdasarkan CALK 16 Utang Bank dat tanggapan Perseroan, diketahui bahwa
     Perseroan memiliki utang bank jangka pendek dan jangka panjang dari PT Bank
     Syariah Indonesia Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Atas hal
     tersebut, mohon Perseroan dapat kembali melengkapi tabel informasi pemenuhan
     financial covenant sebagai berikut.

           Financial        Batas           Nilai           Nilai          Penjelasan   jika
           Covenant        Minimum             Rasio           Rasio            tidak
                                               2025            2024             memenuhi
      Debt Service       Sesuai ketentuan      0,5              0,8     Tidak terpenuhi
      Coverage Ratio     dalam Perjanjian
                         Kredit -100%
      (DSCR) sesuai      Sesuai perjanjian     0.5             0.8      Tidak terpenuhi
      perjanjian kredit  Kredit BSI dan BRI
      Debt to Equity Sesuai ketentuan 3.54 x                  1.72 x    Terpenuhi
      Ratio (DER) sesuai dalam Perjanjian
      perjanjian kredit  Kredit – 300%

9.   Berdasarkan CALK 29 Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi, Perseroan
     memiliki saldo piutang dan utang pihak berelasi sebagai berikut:
Page 8
Dalam Laporan Auditor Independen, juga diketahui bahwa Perseroan menggunakan
dana hasil IPO dengan memberikan pinjaman ke pihak berelasi dengan total
Rp38.663.822.211 kepada PT Siliwangi Djajakusumah Hospital (SDH) sebesar
Rp30.342.773.116 dan PT Siliwangi Djajakusumah Bersatu (SDB) sebesar
Rp8.321.049.095. Atas transaksi dengan pihak berelasi tersebut, Bursa meminta
penjelasan mengenai:

a.   Dikarenakan Perseroan hanya menyampaikan informasi transaksi pinjam-
     meminjam dengan PT SDH pada tanggapan sebelumnya, mohon kembali jelaskan
     detail dari seluruh transaksi pinjaman dan utang Perseroan dengan pihak berelasi
     seperti dengan PT SDB atau entitas afiliasi lainnya dengan melengkapi tabel
     berikut ini:

                                                                              Latar belakang dan
              Nomor             Pihak-                           Jatuh
      No.                                     Bunga    Tenor                  Tujuan Penggunaan
             Perjanjian         pihak                            Tempo
                                                                              Dana Pinjaman
      1     007/DIR/SDH/XI/ PT      Siliwangi 11%     1 Tahun   2026     Bridging Loan untuk Operasional Group
            2025            Djajakusuma
                            Hospotals
      2     006/DIR/SDB/XII PT      Siliwangi 11%     1 Tahun   2026     Bridging Loan untuk Operasional Group
            /2025           Djajakusuma
                            Bersatu

b. Bagaimana justifikasi Perseroan atas pengenaan bunga pinjaman 11% per tahun
   yang dibentuk dengan pertimbangan tingkat bunga pasar, namun justru suku bunga
   tersebut jauh di atas suku bunga acuan Bank Indonesia? Jelaskan.
 Tanggapan:

     Penetapan bunga pinjaman sebesar 11% per tahun tidak mengacu semata-mata
     pada suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate/BI-Rate), melainkan
     mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman komersial yang berlaku di pasar.

     Perseroan mempertimbangkan prinsip kewajaran (arm's length principle) agar
     tingkat bunga yang dikenakan memberikan imbal hasil yang wajar bagi Perseroan
     dan tidak lebih rendah dibandingkan tingkat bunga pinjaman komersial yang
     berlaku.

c.   Dalam tanggapan Perseroan pada nomor 11 poin f, disampaikan bahwa mekanisme
     pengelolaan dana melalui entitas induk tidak dijelaskan secara spesifik dalam
     Prospektus. Atas hal tersebut, mengapa Perseroan tidak menyampaikan informasi
     tersebut di dalam Prospektus? Jelaskan.

 Tanggapan:
 Mekanisme pengelolaan dana melalui entitas induk merupakan kebijakan grup yang
 tidak dimaksudkan sebagai perubahan atas tujuan maupun rencana penggunaan dana
 hasil IPO sebagaimana diungkapkan dalam Prospektus. Oleh karena itu, mekanisme
 tersebut tidak dijelaskan secara spesifik dalam Prospektus.

d. Dalam tanggapan Perseroan, disampaikan jangka waktu perjanjian 4 bulan dan
   jatuh tempo pada Maret 2026. Namun, dalam perjanjian nomor
   008/DIR/SDH/XII/2025 tertulis jangka waktu 1 tahun dan jatuh tempo pada
   Desember 2026. Mohon klarifikasinya atas perbedaan tersebut.
 Tanggapan:
Page 9
  Perseroan mengkonfirmasi bahwa perjanjian Nomor 008/DIR/SDH/XII/2025,
  mempunyai tenor 1 tahun. Sedangkan Perjanjian Nomor 007/DIR/SDH/XI/2025
  mempunyai tenor 4 bulan.
e. Terkait dengan perjanjian pinjam-meminjam nomor 008/DIR/SDH/XII/2025 yang
     dilampirkan oleh Perseroan, mengapa perjanjian tersebut ditandatangani oleh
     pihak yang sama, yaitu Satria Muhammad Wilis sebagai Direktur Utama di kedua
     belah pihak? Mengapa perjanjian tersebut tidak diikuti oleh tanda tangan direktur
     lainnya? Jelaskan.




         Tanggapan:
         Penandatanganan perjanjian oleh pihak yang sama dilakukan karena yang
         bersangkutan pada saat itu memiliki kewenangan untuk mewakili masing-
         masing perseroan sesuai anggaran dasar yang berlaku.


f.   Terkait dengan perjanjian pinjam-meminjam nomor 008/DIR/SDH/XII/2025 yang
     dilampirkan oleh Perseroan, mengapa e-Meterai yang dibubuhkan tidak sesuai
     dengan tanggal dokumen serta identitas pembubuh bukan dari Perseroan? Jelaskan.
Page 10
               Tanggapan:
               Perseroan akan melakukan evaluasi terhadap administrasi dokumen guna
               memastikan proses pembubuhan e-Meterai dan dokumentasi pendukung
               selanjutnya dilakukan secara lebih tertib dan sesuai dengan ketentuan yang
               berlaku.

 10. Merujuk pada tanggapan Perseroan nomor 12 poin d terkait biaya jasa profesional,
     mohon kembali menjabarkan informasi secara detail dan lengkap atas setiap biaya
     jasa profesional, Perseroan dapat mengisi tabel berikut:

                                                                Nomor kontrak /
     No.    Jasa Profesional       Nama Penyedia Jasa                                   Total Biaya
                                                                  perjanjian
     1     Audit Laporan        KAP Jonnardi,               1019/PROP/XI/2025           Rp. 280.000.000
           Keuangan             Jamaludin,Sukimto & Rekan
     2     Jasa Aktuaris        Arya Bagistra               127/P-                       Rp 19.500.000
                                                            PSAK/KKA.AB/IX/2025


 11. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
     kelangsungan hidup Perseroan dan/atau dapat mempengaruhi harga saham
     Perseroan, yang belum diungkapkan kepada masyarakat.
     Tanggapan: Tidak Ada

Permintaan Dokumen (mohon disampaikan melalui Form E074):
 1. Surat dan Kontrak Perjanjian pinjam-meminjam dengan pihak berelasi, baik
    dengan PT Siliwangi Djajakusumah Hospital (SDH), PT Siliwangi Djajakusumah
    Bersatu (SDB), atau pihak afiliasi lainnya.
 2. Dokumentasi lokasi dan proyek pembangunan gedung rumah sakit terkini

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.97 MB
Published29 Jun 2026
Pages10
Characters24,964
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Cipta Sarana Medika Tbk p.1 ×5
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk p.7 ×2
linked org Siliwangi Djajakusumah p.8 ×4
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
unresolved person Satria Muhammad Wilis · Direktur Utama p.1
unresolved org PT Citra p.4
unresolved org PT Rapha Medis p.4
unresolved org PT Citra Adiatama Indonesia p.4 ×2
unresolved org PT Rapha Tunas p.4
unresolved org PT Rapha Tunas Medika Profil p.5
unresolved org PT Rapha Tunas Medika p.5 ×2
unresolved org PT Siliwangi Djajakusumah Hospital p.8 ×2
unresolved org PT Siliwangi Djajakusumah Bersatu p.8 ×2
unresolved org PT SDH p.8
unresolved org PT SDB p.8
unresolved org Bank Indonesia p.8 ×2
unresolved org Jonnardi p.10
unresolved org Sukimto & Rekan p.10

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result