Back to announcement
20250318_AEGS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31869560_lamp1.pdf
Financial statement Text extracted AEGSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 43
Page 1
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2024 DAN 2023 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
Page 2
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 3
Laporan Perubahan Ekuitas 4
Laporan Arus Kas 5
Catatan atas Laporan Keuangan 6
Page 3
Page 4
Kantor Akuntan Publik
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
Epiwalk Office Suites 7th Floor Unit B 708, Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940
Tel : +62 21 299 122 72 , +62 21 299 124 73
E-mail : mgnainggolan@kapmgn.co.id , kapmgn@gmail.com
Web : www.kapmgn.co.id
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
No.: 00007/2.1104/AU.1/04/1686-4/1/III/2025
Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk
Opini
Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk (‘’Perusahaan‘’), yang terdiri
dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2024, serta laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut, serta catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi kebijakan akuntansi material.
Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
posisi keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Basis Opini
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung
Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami independen terhadap
Perusahaan berdasarkan ketentuan etika yang relevan dalam audit kami atas laporan keuangan di Indonesia,
dan kami telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa
bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit
kami.
Hal Audit Utama
Hal audit utama adalah hal-hal yang menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling
signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal-hal tersebut disampaikan dalam konteks
audit kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan
keuangan terkait, kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut.
Berikut adalah uraian atas hal audit utama yang kami identifikasi dalam audit kami.
1. Pengakuan Aset Dalam Penyelesaian
Bangunan Gudang yang masih dalam penyelesaian merupakan gudang baru yang berlokasi di
PT Anugerah Sparepart Sejahtera Tbk dimana Perusahaan mengadakan perjanjian kerja atas pekerjaan
Pembangunan Gudang dengan nilai kontrak sebesar Rp 915.000.000.
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
Registered Public Accountants
License : KMK No. 300/KM.1/2017
Page 5
Pada 31 Desember 2024 progres penyelesaian pekerjaan gudang di PT Anugerah Spareparts Sejahtera
telah mencapai 22% atau sebesar Rp 200.000.000 dan akan di selesaikan paling lambat pada April
2025.
Respon kami atas Hal Audit Utama:
• Memahami perjanjian kontrak perintah kerja, termasuk nilai kontrak, termin pembayaran, dan jadwal
penyelesaian proyek;
• Mengevaluasi apakah pengakuan aset dalam penyelesaian sudah sesuai dengan kebijakan
akuntansi yang berlaku;
• Mengidentifikasi risiko salah saji material, terutama terkait estimasi progres penyelesaian dan
kemungkinan keterlambatan atau biaya tambahan;
2. Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha
Lihat catatan 2d (Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan - Instrumen Keuangan) dan Catatan 5 Piutang
Usaha) atas laporan keuangan.
Pada tanggal 31 Desember 2024 piutang usaha bruto sebesar Rp 5.981.403.830, yang mencakup 7,79%
dari total aset Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024. Perusahaan telah membentuk penyisihan
kerugian penurunan nilai sebesar (Rp 99.797.512) 31 Desember 2024.
Sesuai dengan PSAK 71 Instrumen Keuangan, Perusahaan menentukan penyisihan penurunan nilai
piutang usaha yang dihitung secara kolektif dengan menggunakan model yang dipengaruhi oleh
sejumlah input yang dapat diobservasi oleh manajemen. Asumsi dan parameter yang digunakan dalam
perhitungan didasarkan pada data historis dan data kredit pelanggan saat ini, dan termasuk tunggakan
pelanggan yang tercermin dalam skedul umur piutang.
Tingkat kerugian historis kemudian disesuaikan untuk mencerminkan informasi saat ini dan informasi
yang bersifat perkiraan masa depan (forward looking) dari faktor-faktor ekonomi makro yang dapat
memengaruhi pelunasan piutang pelanggan. Penilaian ini melibatkan estimasi manajemen yang
signifikan.
Respon kami atas Hal Audit Utama:
• Kami memperoleh pemahaman dan melaksanakan prosedur untuk mengevaluasi desain dan
implementasi dari pengendalian internal manajemen yang relevan sehubungan dengan penyisihan
kredit ekspektasian atas piutang usaha;
• Kami mengevaluasi kesesuaian model kerugian kredit ekspektasian yang digunakan dan menguji
kewajaran asumsi utama (yaitu definisi gagal bayar, pengelompokkan berbagai segmen pelanggan,
karakteristik risiko kredit dan informasi masa depan (forward looking) yang digunakan oleh
manajemen untuk mengestimasi cadangan kerugian kredit ekpektasian;
• Kami melakukan perhitungan kembali kerugian kredit ekspektasian secara independen dengan
menggunakan pengelompokkan umur piutang dan menggunakan tingkat suku bunga utang bank
milik Perusahaan pada tahun berjalan;
• Kami menilai apakah asumsi yang digunakan oleh manajemen didukung oleh data industri yang
tersedia, data historis dan data tingkat kerugian aktual;
• Kami menilai kecukupan pengungkapan terkait penyisihan kerugian penurunan nilai piutang usaha
dalam konteks persyaratan pengungkapan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Kami yakin
bahwa pengungkapan yang tepat telah dilakukan.
Informasi Lain
Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam
Laporan Tahunan 2024 (“Laporan Tahunan”), tetapi tidak mencantumkan laporan keuangan dan laporan
auditor kami. Laporan Tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan auditor ini.
Page 6
Opini kami atas laporan keuangan tidak mencakup informasi lain, dan oleh karena itu, kami tidak menyatakan
bentuk keyakinan apapun atas Laporan Tahunan tersebut.
Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan, tanggung jawab kami adalah untuk membaca
Laporan Tahunan ketika tersedia dan, dalam melaksanakannya, mempertimbangkan apakah Laporan
Tahunan mengandung ketidakkonsistenan material dengan laporan keuangan atau pemahaman yang kami
peroleh selama audit, atau mengandung kesalahan penyajian material.
Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian
material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola dan melakukan tindakan yang tepat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan
Keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh
manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian
material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan
Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya,
hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha,
kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi Perusahaan atau menghentikan operasi, atau tidak
memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya.
Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan
keuangan Perusahaan.
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan
Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara
keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai
merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang
dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal
tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap
material jika, baik secara individual maupun secar agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan
memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut.
Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
mempertahankan skeptisis meprofesional selama audit. Kami juga:
• Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur audit yang
responsif terhadap risiko tersebut, serta memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan
basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh
kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan
kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian
internal.
• Memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk
mendesain prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi untuk tujuan menyatakan opini
atas keefektivitasan pengendalian internal Perusahaan.
• Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
Page 7
• Menyimpulkan ketepatan pengguna basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait
dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan
Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa
terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan
auditor kami ke pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut
tidak memadai, harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami
didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan audit auditor kami. Namun,
peristiwa atau kondisi masa depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak dapat mempertahankan
kelangsungan usaha.
• Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk
pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi transaksi dan
peristiwa yang mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.
Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain,
ruang lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap
defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.
Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa
kami telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan
seluruh hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi
kami, dan, jika relevan, pengamanan terkait.
Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami
menentukan hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan
oleh karenanya manjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor
kami, kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau
ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh
dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal
tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi
tersebut.
Kantor Akuntan Publik
Maurice Ganda Nainggolan dan Rekan
Linda Wahyuni Wijaya
Izin Akuntan Publik No. AP.1686
Jakarta, 18 Maret 2025
Page 8
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2024 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Bank 4 20.154.384.359 24.013.978.567
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga 5 5.881.606.318 5.117.661.209
Piutang Lain-lain dari Pihak Ketiga 6 141.444.000 100.544.000
Persediaan 7 10.428.941.865 10.371.707.944
Biaya Dibayar Dimuka 8 63.242.000 24.722.500
Uang Muka 9 416.909.585 2.411.686.737
Jumlah Aset Lancar 37.086.528.127 42.040.300.957
ASET TIDAK LANCAR
Aset Tetap 10 27.649.545.697 20.585.734.034
Aset Hak-Guna 11 92.256.256 390.711.652
Aset Pajak Tangguhan 15c 76.374.522 20.872.413
Uang Muka 9 10.586.788.625 11.000.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 38.404.965.100 31.997.318.099
JUMLAH ASET 75.491.493.227 74.037.619.056
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 12 3.362.546.819 2.935.794.396
Utang Bank Jangka Pendek 13 2.550.000.000 2.600.000.000
Beban Akrual 14 187.250.427 98.860.588
Utang Pajak 15a 63.779.731 47.644.110
Bagian Lancar dari Pinjaman
Jangka Panjang
Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi 16 43.750.000 43.750.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 6.207.326.977 5.726.049.094
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman Jangka Panjang Setelah
Dikurangi Bagian Lancar
Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi 16 27.746.663 95.903.635
Liabilitas Imbalan Pascakerja 17 268.119.000 273.138.000
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 295.865.663 369.041.635
JUMLAH LIABILITAS 6.503.192.640 6.095.090.729
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-1-
Page 9
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2024 2023
EKUITAS
Modal Saham - Nilai nominal
Rp 50 per Saham
pada 31 Desember 2024 dan 2023
Modal Ditempatkan dan Disetor
1.006.080.721 saham tahun 2024
dan 1.006.000.000 Saham tahun 2023 18a 50.304.036.050 50.300.000.000
Tambahan Modal Disetor 18c 16.065.728.840 16.062.500.000
Penghasilan Komprehensif Lain 24 49.474.620 42.953.040
Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya 18b 400.000.000 350.000.000
Tidak Ditentukan Penggunaannya 18b 2.169.061.077 1.187.075.287
JUMLAH EKUITAS 68.988.300.587 67.942.528.327
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 75.491.493.227 74.037.619.056
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-2-
Page 10
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
LAPORAN LABA RUGI dan PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2024 2023
PENJUALAN 19 28.718.255.655 30.252.091.493
BEBAN POKOK PENJUALAN 20 (22.072.715.365) (24.799.564.424)
LABA BRUTO 6.645.540.290 5.452.527.069
Beban Umum dan Administrasi 21 (5.449.809.600) (4.271.997.241)
Pendapatan Lain-lain - Bersih 22 209.409.999 129.331.888
Beban Bunga dan Keuangan 23 (121.573.444) (85.465.320)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 1.283.567.245 1.224.396.396
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan:
Pajak Kini 15b (308.922.984) (283.526.639)
Pajak Tangguhan 15c 57.341.529 24.521.316
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 1.031.985.790 965.391.073
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi:
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 17, 24 8.361.000 (7.686.000)
Pajak Penghasilan Terkait 24 (1.839.420) 1.690.920
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 1.038.507.370 959.395.993
LABA PER SAHAM 25 1,03 0,96
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-3-
Page 11
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Saldo Laba
Penghasilan Tidak
Tambahan Komprehensif Ditentukan Ditentukan
Catatan Modal Saham Modal Disetor Lain Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2023 4.000.000.000 - 48.948.120 300.000.000 10.271.684.214 14.620.632.334
Cadangan Wajib 18b - - - 50.000.000 (50.000.000) -
Laba Tahun Berjalan - - - - 965.391.073 965.391.073
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 17, 24 - - (5.995.080) - - (5.995.080)
Dividen 18b - - - - (10.000.000.000) (10.000.000.000)
Tambahan Modal Disetor 18a 10.000.000.000 - - - 10.000.000.000
Setoran Modal Melalui Konversi Utang
Pemegang Saham 18a 16.300.000.000 - - - - 16.300.000.000
Setoran Modal Melalui Penawaran Umum
Perdana Saham 18a 20.000.000.000 - - - - 20.000.000.000
Penerimaan Agio Saham Sehubungan
dengan Penawaran Umum Perdana Saham 18c - 20.000.000.000 - - - 20.000.000.000
Biaya Emisi Saham 2q,18c - (3.937.500.000) - - - (3.937.500.000)
Saldo per 31 Desember 2023 50.300.000.000 16.062.500.000 42.953.040 350.000.000 1.187.075.287 67.942.528.327
Cadangan Wajib 18b - - - 50.000.000 (50.000.000) -
Laba Tahun Berjalan - - - - 1.031.985.790 1.031.985.790
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 17, 24 - - 6.521.580 - - 6.521.580
Pelaksanaan Waran 18c 4.036.050 - - - - 4.036.050
Tambahan Modal Disetor dari Pelaksanaan Waran 18c - 3.228.840 - - - 3.228.840
Saldo per 31 Desember 2024 50.304.036.050 16.065.728.840 49.474.620 400.000.000 2.169.061.077 68.988.300.587
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-4-
Page 12
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2024 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 5,19 27.954.310.546 30.521.448.759
7,9,12
Pembayaran Kas Kepada Pemasok 20,21 (16.004.835.646) (23.020.615.473)
6,8,9
Pembayaran Beban Operasional Lainnya 11,16,22 (1.941.360.373) (3.031.693.203)
Pembayaran Kas Kepada Karyawan 17,20,21 (4.435.207.422) (3.745.996.601)
Pembayaran Pajak Penghasilan 15a (316.569.180) (311.338.119)
Pembayaran Beban Bunga dan Keuangan 23 (121.573.444) (85.465.320)
Kas Bersih Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 5.134.764.481 326.340.043
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap 10 (8.876.623.579) (5.215.957.180)
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (8.876.623.579) (5.215.957.180)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Utang Bank 13 (50.000.000) -
Pembayaran Liabilitas Sewa kepada
Pihak Berelasi 16 (75.000.000) (150.000.000)
Penambahan Modal Disetor 18a - 10.000.000.000
Penerimaan Setoran Modal Melalui
Pelaksanaan Waran 18a 4.036.050 -
Penerimaan Agio Saham Sehubungan dengan
Pelaksanaan Waran 18c 3.228.840 -
Pembayaran Emisi Saham 18c - (3.937.500.000)
Penerimaan Setoran Modal Melalui Penawaran
Umum Perdana Saham 18a - 20.000.000.000
Penerimaan Utang Pemegang Saham - 1.500.000.000
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (117.735.110) 27.412.500.000
Kenaikan Bersih Kas dan Bank (3.859.594.208) 22.522.882.863
SALDO KAS DAN BANK AWAL TAHUN 24.013.978.567 1.491.095.704
SALDO KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 20.154.384.359 24.013.978.567
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-5-
Page 13
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
1.a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada tanggal 10 September
2015, berdasarkan Akta No.28 dari Suhartono Hakim Djajadiputra Jasin,S.H Notaris di Kota
Cirebon. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-2455763.AH.01.01. Tahun 2015
tertanggal 11 September 2015. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
perubahan. Perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 132 tanggal
21 Oktober 2024 dari dari Rosida Rajagukguk Siregar, S.H, M.Kn, Notaris di Kota Jakarta
Selatan mengenai pelaksanaan konversi waran. Akta Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0229680.AH.01.11 tahun 2024 tanggal 25 Oktober 2024.
Perusahaan berdomisili di Cirebon, beralamat di Jalan Nasional 1 No.134, Losari Kidul,
Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
adalah di bidang industri pengolahan dan perdagangan besar dan eceran, reparasi, perawatan
mobil dan sepeda motor.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2015. Saat ini kegiatan utama
Perusahaan bergerak dalam bidang usaha industri suku cadang dan aksesoris kendaraan
bermotor roda empat atau lebih, dengan Merek “AEGIS”.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek, Perusahaan
mendaftarkan perlindungan hak atas merek (AEGIS) tersebut dengan nomor pendaftaran
IDM000765959 yang diberikan untuk jangka waktu 10 tahun sejak tanggal penerimaan pada 12
Juli 2017 sampai dengan 12 Juli 2027. AEGIS merupakan barang jadi berupa filter oli untuk
mesin, filter solar untuk mesin, dan filter udara untuk mesin yang siap dijual.
Jumlah karyawan tetap Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
adalah 46 dan 51 orang. (Tidak Diaudit)
1.b. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai
berikut:
2024/2023
Dewan Komisaris
Komisaris : dr. Josephat Suwanta Sinarya
Komisaris Independen : Hendra
Dewan Direksi
Direktur Utama : Oey Johan Sinatra Sumawi
Direktur : Jeihan Sumawi Putra
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk
No. 02/VII-ASS/2024 tanggal 5 Juli 2024, Perusahaan mengangkat Komite Audit adalah sebagai
berikut:
2024 2023
Komite Audit
Ketua : Hendra Hendra
Anggota : Wandira Ayu Lestari Ai Dini Pujaningsih
Anggota : Siti Khoirunnisa Iis Ismayanti
Pengendali terakhir Perusahaan adalah dr. Josephat Suwanta Sinarya.
-6-
Page 14
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
1.c. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 31 Agustus 2023 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan suratnya No. S-225/D.04/2023 untuk
melakukan penawaran umum perdana 400.000.000 saham kepada masyarakat. Pada tanggal
11 September 2023, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada tanggal 11 September 2023, 606.000.000 saham milik Pemegang saham pendiri telah
tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
1.d. Penyelesaian Laporan Keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan ini yang
telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 18 Maret 2025.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
2.a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan Perusahaan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
2.b. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan
Laporan keuangan Perusahaan, kecuali laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep akrual
dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan
atas laporan keuangan yang relevan.
Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran
kas dan setara kas yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah yang merupakan
mata uang fungsional Perusahaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini disajikan dalam
Rupiah penuh, kecuali bila dinyatakan lain.
2.c. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”) telah menerbitkan
amandemen dan interpretasi yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2024 sebagai berikut:
- Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia ("KSPKI") dan perubahan nomenklatur
PSAK dan ISAK dalam Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (sebelumnya Standar
Akuntansi Keuangan), berlaku efektif tanggal 1 Januari 2024. KSPKI mengatur pilar SAK
yang berlaku di Indonesia, kriteria, dan perpindahan antar pilar SAK, sedangkan perubahan
nomenklatur mengatur ketentuan penomoran PSAK dan ISAK yang mengacu pada IFRS
Accounting Standards;
- Amendemen PSAK 201: “Penyajian Laporan Keuangan” terkait klasifikasi liabilitas sebagai
jangka pendek atau jangka panjang;
- Amendemen PSAK 116: “Sewa” terkait liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik;
-7-
Page 15
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
- Amendemen PSAK 207 ”Laporan Arus Kas” dan PSAK 107 ”Instrumen Keuangan
Pengungkapan” terkait “Pengaturan Pembiayaan Pemasok”;
Penerapan dari amendemen dan interpretasi di atas tidak menimbulkan perubahan substansial
atas kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak material terhadap Laporan
Keuangan pada tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
2.d. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi suatu entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas yang lain.
(i) Aset Keuangan
Pengakuan awal
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas
kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
1) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
2) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak
bisa melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.
Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-
biaya transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain. Aset
keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika
tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai
berikut:
1) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur
dengan menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah
dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan
bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba rugi. Kerugian
yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba rugi.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi Perusahaan terdiri dari kas dan
bank, piutang usaha dan piutang lain-lain.
2) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
-8-
Page 16
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai
wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi atau penghasilan
komprehensif lain.
Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
atau melalui penghasilan komprehensif lain.
Penghentian Pengakuan
Aset keuangan (atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat:
1) Hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau
2) Perusahaan telah mentransfer hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari
aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa
penundaan yang material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “passthrough”, dan salah
satu diantara:
a) Perusahaan telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat dari aset,
atau
b) Perusahaan tidak mentransfer atau mempertahankan secara substansial seluruh risiko
dan manfaat atas aset, namun telah mentransfer kendali atas aset tersebut.
(ii) Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109 diklasifikasikan sebagai berikut:
1) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
2) Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Perusahaan hanya memiliki liabilitas keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Perusahaan
mengukur seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Penghentian Pengakuan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas keuangan telah berakhir.
(iii) Instrumen keuangan disalinghapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan jumlah netonya dilaporkan pada
laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan
secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan. Hak yang berkekuatan hukum tidak boleh tergantung pada kejadian di masa
yang akan datang dan harus dapat dilaksanakan dalam kondisi bisnis yang normal dan
dalam keadaan lalai, tidak dapat membayar atau kebangkrutan Perusahaan atau pihak
lawan.
-9-
Page 17
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2.e. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen
keuangan telah meningkat secara material sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian,
Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan
usia instrumen keuangan.
Perusahaan menerapkan pendekatan umum PSAK 109 untuk mengukur kerugian kredit
ekspektasian yang menggunakan penyisihan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya untuk
semua piutang dagang dan aset keuangan lainnya.
Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi
atas instrumen keuangan pada saat tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi
atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta
ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan
terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa
depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
2.f. Transaksi Pihak Berelasi
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi, sebagaimana yang diuraikan dalam
PSAK 224 ”Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan 28 atas
laporan keuangan.
2.g. Kas dan Bank
Kas dan bank terdiri atas saldo kas (cash on hand) dan bank yang tidak dijadikan sebagai
jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.
2.h. Transaksi dan Penjabaran dalam Mata Uang Asing
Perusahaan menyelenggarakan pembukuannya dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi
dalam mata uang asing dijabarkan dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang
berlaku pada saat terjadinya transaksi yang bersangkutan. Keuntungan atau kerugian yang
timbul sebagai akibat dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dicatat
pada laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 kurs yang digunakan adalah kurs tengah dari Bank
Indonesia adalah sebagai berikut:
2024 2023
Dolar Amerika Serikat (USD) 16.162 15.416
2.i. Persediaan
Berdasarkan PSAK 202 ”Persediaan” dinyatakan menurut nilai terendah antara harga perolehan
dan nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.
Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan
masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang.
- 10 -
Page 18
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2.j. Aset Tetap
Berdasarkan PSAK 216, “Aset Tetap”, pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya
perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat
diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan agar
aset siap digunakan.
Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya dimana seluruh aset tetap
diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian
penurunan nilai (jika ada).
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset
yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di
masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut
dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya
pada tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan
pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
selama estimasi manfaat ekonomi aset tetap adalah sebagai berikut:
Tahun Persentase
Bangunan 20 5%
Mesin 8-16 6,25 %-12,5%
Kendaraan 8 12,5%
Peralatan Kantor 4 25%
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada saat terjadinya, renovasi perbaikan yang signifikan dikapitalisasi. Ketika
aset tidak digunakan lagi atau dilepas, biaya dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari
kelompok aset tetap dan laba atau rugi yang dihasilkan tercermin dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain untuk periode tersebut.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul
dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.
Nilai residu aset, umur manfaat dan metode penyusutan dievaluasi setiap akhir tahun finansial
dan disesuaikan secara prospektif jika diperlukan.
Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan yang mencakup kapitalisasi
biaya pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap
dalam penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun ”Aset
Tetap” yang bersangkutan pada aset tetap tersebut telah selesai dan siap digunakan. Aset
dalam penyelesaian tidak disusutkan karena belum tersedia untuk digunakan.
2.k. Aset Hak-Guna
Aset Hak-Guna
Berdasarkan PSAK 116, “Sewa”, aset hak-guna diakui pada tanggal dimulainya sewa (yaitu,
tanggal aset pendasar tersedia untuk digunakan). Pada pengukuran awal, aset hak-guna diukur
pada biaya perolehan yang meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa, biaya langsung
awal yang dikeluarkan, pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai
dikurangi insentif sewa yang diterima dan estimasi biaya dalam membongkar dan memindahkan
aset pendasar.
- 11 -
Page 19
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Setelah pengakuan awal, aset hak-guna diukur dengan menggunakan model biaya dimana aset
hak-guna diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
kerugian penurunan nilai.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
selama estimasi manfaat ekonomi aset hak-guna adalah sebagai berikut:
Jenis Aset Hak – Guna Masa Manfaat
Tanah Pabrik 10 Tahun
Bangunan Ruko 5 Tahun
Liabilitas Sewa
Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
dari pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa.
Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku
bunga pinjaman modal kerja pada tanggal dimulainya sewa. Setelah tanggal dimulainya, jumlah
kewajiban sewa ditingkatkan untuk mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi untuk
pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat kewajiban sewa diukur kembali jika
ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa, perubahan pembayaran sewa.
Sewa Jangka Pendek dan Sewa Aset Bernilai Rendah
Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek (untuk sewa yang
memiliki jangka waktu selama 12 bulan atau kurang dari tanggal dimulainya dan tidak
mengandung opsi pembelian). Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa untuk
aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan sebagai Pesewa
Sewa dimana Perusahaan tidak mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang
terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pendapatan sewa
yang timbul dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan termasuk dalam pendapatan
dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.
2.l. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Aset yang diamortisasi diuji untuk penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan
keadaan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali.
Penurunan nilai diakui untuk jumlah dimana jumlah tercatat aset melebihi jumlah terpulihkannya.
Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk
menjual atau nilai pakai.
Untuk tujuan pengujian terhadap penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang
dapat teridentifikasi dalam menghasilkan arus kas terpisah (unit penghasil kas). Aset non-
keuangan yang mengalami penurunan nilai ditelaah untuk kemungkinan pemulihan dari
penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.
2.m. Imbalan Kerja
Perusahaan menyelenggarakan imbalan pascakerja imbalan pasti untuk semua karyawan
tetapnya sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja No. 11/2020. Perusahaan telah
menerapkan panduan dalam siaran pers dan klarifikasi pengatribusian imbalan pada periode
jasa untuk program pensiun berbasis undang-undang ketenagakerjaan atau undang- undang
cipta kerja beserta peraturan pelaksanaan (UU Ketenagakerjaan) sesuai dengan yang
diterbitkan oleh DSAK-IAI pada April 2022.
- 12 -
Page 20
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Perusahaan telah menerapkan panduan dalam siaran pers dan menerapkan perubahan yang
diperlukan atas kebijakan akuntansi secara prospektif. Tidak terdapat pendanaan yang
disisihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan imbalan pascakerja ini.
Berdasarkan PSAK 219, “Imbalan Kerja”, imbalan pascakerja diakui sebesar jumlah yang diukur
dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada
Perusahaan dalam suatu periode akuntansi, liabilitas dan beban diukur dengan menggunakan
teknik aktuaria yang mencakup pula liabilitas konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan
Perusahaan. Dalam perhitungan liabilitas, imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan
metode Projected Unit Credit.
Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika dan hanya jika, Perusahaan berkomitmen untuk:
a. Memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal, atau
b. Menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri
secara sukarela.
Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit
dengan penilaian aktuaria yang dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas
atas aset (jika ada) dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang
tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan dalam
penghasilan komprehensif lain periode terjadinya. Pengukuran kembali diakui dalam
penghasilan komprehensif lain tercermin segera sebagai pos terpisah pada penghasilan
komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui
dalam laba rugi pada periode amendemen program.
Bunga neto dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto pada awal periode imbalan pasti
dengan liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
• Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian
kurtailmen dan penyelesaian).
• Beban atau pendapatan bunga neto.
• Pengukuran kembali.
Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi.
Keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.
Liabilitas imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan merupakan defisit atau
surplus aktual dalam program imbalan pasti Perusahaan. Surplus yang dihasilkan dari
perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk
pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan ke program.
2.n. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Perusahaan melakukan penerapan PSAK 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan
harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
a. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan
janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik
berbeda ke pelanggan.
c. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu
jumlah yang bersifat variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan
tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja
jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.
- 13 -
Page 21
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
d. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di
kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif
diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
e. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan
menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah
memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih
ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui
karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban
pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas
kontrak disajikan dalam "Pendapatan tangguhan”.
Penjualan Barang
Perusahaan mengakui pendapatan ketika Perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaan
dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan (yaitu aset) kepada pelanggan. Aset
dialihkan ketika pelanggan memperoleh pengendalian atas aset tersebut.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
2.o. Pajak Penghasilan
Pajak saat terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda
dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain karena pos pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan
pada tahun berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat
dikurangkan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan
yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas
dalam laporan keuangan Perusahaan dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam
perhitungan laba kena pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh
perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena
pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak
tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (bukan kombinasi
bisnis) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak mempengaruhi laba kena pajak atau
laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul
dari pengakuan awal goodwill.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang
diekspektasikan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan
tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada
akhir periode pelaporan.
- 14 -
Page 22
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi
jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah
yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan
tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak
kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Perusahaan yang
berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi,
kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui,
diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung di
ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi yang timbul dari akuntansi
awal untuk kombinasi bisnis. Dalam kasus kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam
akuntansi kombinasi bisnis.
2.p. Laba Per Saham
Berdasarkan PSAK 233, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi
laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas dengan jumlah rata-rata tertimbang dari
saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah saham
biasa yang dibeli kembali.
2.q. Biaya Emisi Saham
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada
publik dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun
tambahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan.
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, yang dijelaskan dalam Catatan 2, direksi
diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan
liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada
pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda
dari estimasi tersebut.
Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui
dalam periode dimana estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode itu, atau pada
periode revisi dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi kedua periode tersebut.
Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 2, tidak terdapat
pertimbangan kritis yang memiliki dampak material pada jumlah yang diakui dalam laporan keuangan,
selain dari penyajian perkiraan yang diatur dibawah ini:
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir
periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini:
- 15 -
Page 23
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Penurunan Nilai Aset
Pengujian atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai
pakai aset memerlukan estimasi mengenai arus kas yang diharapkan untuk dihasilkan dari
penggunaan aset (unit penghasil kas) dan penjualan aset tersebut serta tingkat diskonto yang sesuai
untuk menentukan nilai sekarang.
Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai pakai aset yang tercermin dalam laporan
keuangan dianggap telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan
berdampak material terhadap penentuan jumlah yang dapat dipulihkan dan akibatnya kerugian
penurunan nilai yang timbul akan berdampak terhadap hasil usaha.
Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat indikator penurunan nilai atas aset
Perusahaan.
Imbalan Kerja
Nilai kini dari kewajiban imbalan pasti tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan berdasarkan
basis aktuarial dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan dalam menentukan
biaya untuk imbalan pascakerja termasuk tingkat diskonto dan kenaikan gaji dimasa datang. Setiap
perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat atas kewajiban imbalan pensiun.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji dimasa datang yang sesuai pada
akhir periode pelaporan. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan
mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang
dimana imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
terkait. Dalam menentukan tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data
historis mengenai perubahan gaji dasar pekerja dan menyesuaikan dengan perencanaan bisnis masa
mendatang.
Asumsi kunci lainnya untuk kewajiban pensiun sebagai dasar pada kondisi pasar saat ini, informasi
tambahan diungkapkan dalam Catatan 17.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap dan Aset Hak-Guna
Berdasarkan PSAK 216 dan 116, masa manfaat setiap aset tetap dan aset hak-guna Perusahaan
ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Estimasi ini
ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat
setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila perkiraan berbeda dengan estimasi
sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas
pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat
dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang
diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dan aset hak-guna dapat mempengaruhi jumlah beban
penyusutan yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna.
Nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna diungkapkan dalam Catatan 10 dan 11.
- 16 -
Page 24
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN BANK
2024 2023
Kas 40.226.236 24.486.587
Bank
Rupiah
Bank IBK Indonesia 17.770.725.525 22.002.000.000
Bank Central Asia 2.236.516.777 1.817.062.099
Bank Mandiri 52.610.551 135.427.355
Bank CIMB Niaga 1.391.690 6.304.590
Sub Jumlah 20.061.244.543 23.960.794.044
Dolar Amerika Serikat
Bank CIMB Niaga 52.913.580 28.431.113
Bank Mandiri - 266.823
Sub Jumlah 52.913.580 28.697.936
Jumlah Kas dan Bank 20.154.384.359 24.013.978.567
Seluruh saldo kas dan bank ditempatkan pada pihak ketiga dan tidak dijaminkan.
5. PIUTANG USAHA DARI PIHAK KETIGA - BERSIH
2024 2023
PT FSCM Manufacturing Indonesia 1.897.046.258 1.547.311.630
CV Fiteru Astha Sukses 1.446.934.950 2.028.836.600
CV Sinar Pagi 503.409.163 -
PT Supraindo Multi Sejahtera 411.406.146 471.406.146
Tuan Abdul Aif 365.724.961 133.693.887
PT Variasi Berkah Manunggal 163.751.631 59.767.950
Tuan Eddo Charano 120.277.591 245.051.344
Tuan Alexander Yos Sudarto 108.465.273 112.867.073
Lainnya (Masing-masing dibawah Rp 50.000.000) 964.387.857 591.521.202
Sub Jumlah 5.981.403.830 5.190.455.832
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (99.797.512) (72.794.623)
Jumlah Bersih 5.881.606.318 5.117.661.209
Rincian umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
2024 2023
Belum Jatuh tempo: 1.700.000 144.162.513
Jatuh Tempo:
0-30 hari 1.880.742.167 2.055.440.146
31-60 hari 1.874.636.647 1.439.755.423
61-90 hari 1.446.654.127 970.363.495
>90 hari 777.670.889 580.734.255
Jumlah 5.981.403.830 5.190.455.832
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (99.797.512) (72.794.623)
Jumlah Bersih 5.881.606.318 5.117.661.209
- 17 -
Page 25
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Mutasi Cadangan Penurunan Nilai:
2024 2023
Saldo Awal 72.794.623 80.529.877
Penambahan Pencadangan (Catatan 22) 27.002.889 -
Pemulihan Pencadangan (Catatan 22) - (7.735.254)
Jumlah 99.797.512 72.794.623
Perusahaan membentuk cadangan kerugian penurunan nilai berdasarkan kerugian kredit ekspektasian
dengan menelaah kolektibilitas saldo piutang secara kolektif dan mempertimbangkan informasi makro
ekonomi yang berorientasi ke masa depan dan relevan.
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai untuk
menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya plutang usaha.
Apabila ada pembayaran atas piutang yang telah dilakukan penurunan nilai, dilakukan pemulihan dan
dicatat sebagai pendapatan lain-lain.
6. PIUTANG LAIN-LAIN DARI PIHAK KETIGA
2024 2023
Karyawan 141.444.000 100.544.000
Jumlah 141.444.000 100.544.000
Piutang karyawan merupakan pinjaman karyawan Perusahaan yang dilakukan tanpa bunga dan
berjangka waktu kurang dari 12 bulan.
7. PERSEDIAAN
2024 2023
Bahan Baku 4.433.356.123 4.336.092.671
Barang Jadi 4.157.551.240 4.028.226.614
Barang Dalam Proses 1.838.034.502 2.007.388.659
Jumlah 10.428.941.865 10.371.707.944
Persediaan bahan baku merupakan persediaan berupa plate, bubuk pewarna, paper roll dan seal.
Persediaan diasuransikan kepada PT Asuransi Allianz Utama Indonesia terhadap risiko kebakaran,
dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 9.000.000.000 pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
8. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
2024 2023
Asuransi Dibayar Dimuka 63.242.000 24.722.500
Jumlah 63.242.000 24.722.500
Asuransi dibayar dimuka diasuransikan kepada PT Asuransi Allianz Utama Indonesia kepada direktur.
9. UANG MUKA
2024 2023
Uang Muka Pembelian 11.003.698.210 13.411.686.737
Jumlah 11.003.698.210 13.411.686.737
- 18 -
Page 26
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2024 2023
Dikurangi Bagian Lancar
Uang Muka Pembelian (416.909.585) (2.411.686.737)
Sub Jumlah (416.909.585) (2.411.686.737)
Uang Muka Bagian Tidak Lancar
Uang Muka Pembelian 10.586.788.625 11.000.000.000
Jumlah 10.586.788.625 11.000.000.000
Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama penyediaan suku cadang kendaraan bermotor dengan
CV Mandiri Tenang Selalu pada tanggal 8 Desember 2023 berdasarkan Purchase Order dengan
jangka waktu selama lima (5) tahun dan uang muka pembelian sebesar Rp 11.000.000.000 serta
pembayaran dilakukan dengan cara mengurangi uang muka pembelian.
Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama penyediaan suku cadang kendaraan bermotor dengan
CV Sukses Otomotif Bersama pada tanggal 7 September 2023 berdasarkan Purchase Order, dengan
jangka waktu selama satu (1) tahun dan uang muka pembelian sebesar Rp 1.717.000.000 serta
pembayaran dilakukan dengan cara mengurangi uang muka pembelian. Pada tanggal 31 Desember
2024, seluruh saldo uang muka pembelian sebesar Rp 1.717.000.000 telah diselesaikan.
10. ASET TETAP
2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir/
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah - - - 11.129.500.000 11.129.500.000
Bangunan 3.128.813.119 - - - 3.128.813.119
Peralatan Kantor 192.985.040 20.396.000 - - 213.381.040
Peralatan Mesin 21.397.579.834 35.411.579 - 383.660.000 21.816.651.413
Kendaraan 2.849.649.800 - - - 2.849.649.800
Jumlah 27.569.027.793 55.807.579 - 11.513.160.000 39.137.995.372
Aset dalam
penyelesaian 4.742.199.000 8.820.816.000 - (11.513.160.000) 2.049.855.000
Jumlah 32.311.226.793 8.876.623.579 - - 41.187.850.372
Akumulasi
Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 971.995.463 156.440.656 - - 1.128.436.119
Peralatan Kantor 115.394.831 27.084.489 - - 142.479.320
Peralatan Mesin 8.705.378.163 1.336.840.440 - - 10.042.218.603
Kendaraan 1.932.724.302 292.446.331 - - 2.225.170.633
Jumlah 11.725.492.759 1.812.811.916 - - 13.538.304.675
Nilai Buku-Bersih 20.585.734.034 27.649.545.697
2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Nilai Perolehan
Pemilikan Langsung
Bangunan 3.070.949.739 57.863.380 - 3.128.813.119
Peralatan Kantor 165.335.040 27.650.000 - 192.985.040
Mesin 21.299.335.034 98.244.800 - 21.397.579.834
Kendaraan 2.559.649.800 290.000.000 - 2.849.649.800
Sub Jumlah 27.095.269.613 473.758.180 - 27.569.027.793
Aset dalam penyelesaian - 4.742.199.000 - 4.742.199.000
Jumlah 27.095.269.613 5.215.957.180 - 32.311.226.793
- 19 -
Page 27
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 815.854.807 156.140.656 - 971.995.463
Peralatan Kantor 90.187.688 25.207.143 - 115.394.831
Mesin 7.368.946.505 1.336.431.658 - 8.705.378.163
Kendaraan 1.652.143.077 280.581.225 - 1.932.724.302
Jumlah 9.927.132.077 1.798.360.682 - 11.725.492.759
Nilai Buku 17.168.137.536 20.585.734.034
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
2024 2023
Beban Pokok Penjualan (Catatan 20) 1.336.840.440 1.336.431.658
Beban Umum dan Administrasi (Catatan 21) 475.971.476 461.929.024
Jumlah 1.812.811.916 1.798.360.682
Berdasarkan evaluasi manajemen, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai.
Aset milik Perusahaan berupa bangunan dan perlengkapan kantor diasuransikan kepada PT Asuransi
Allianz Utama Indonesia terhadap risiko kebakaran, dengan jumlah pertanggungan masing-masing
sebesar Rp 12.000.000.000 pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
Aset berupa kendaraan diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kecelakaan dan risiko kerugian
lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 613.000.000 dan Rp 1.510.100.000 pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023.
Perusahaan mempunyai aset tetap yang telah disusutkan penuh tetapi masih digunakan dengan
rincian sebagai berikut:
2024 2023
Mesin 210.800.000 100.800.000
Kendaraan 868.449.800 477.500.000
Peralatan Kantor 62.971.150 47.943.550
Jumlah 1.142.220.950 626.243.550
Tidak terdapat aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai
tersedia untuk dijual.
Aset dalam penyelesaian pada 31 Desember 2024 berupa uang muka pembangunan gudang dan
mesin pabrik masing-masing sebesar Rp 434.855.000 dan Rp 1.615.000.000.
Aset dalam penyelesaian pada 31 Desember 2023 berupa uang muka pembelian tanah beserta
bangunan pabrik, kantor, gudang yang ada diatasnya dan mesin pabrik masing-masing sebesar
Rp 3.250.000.000 dan Rp 1.492.199.000.
11. ASET HAK-GUNA
2024 2023
Harga perolehan 325.610.315 1.725.610.315
Akumulasi Penyusutan (233.354.059) (1.334.898.663)
Jumlah 92.256.256 390.711.652
- 20 -
Page 28
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
• Perusahaan mengadakan perjanjian sewa-menyewa tanah dengan Nyonya Dra. Sani Sumawi
Suwanta pada tanggal 17 September 2015 atas tanah yang terletak di Jalan Soekarno No. 134,
RT 007 RW 003, Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.
Sewa tersebut untuk periode 10 tahun sejak 17 September 2015 sampai dengan 16 September
2025 dengan total nilai sewa sebesar Rp 1.400.000.000.
Pada 31 Desember 2024 Perusahaan telah mengakuisisi aset berupa tanah, hal ini sesuai dengan
rencana penggunaan dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham
Perusahaan (IPO)
• Perusahaan mengadakan perjanjian sewa-menyewa ruko dengan Nyonya Dra. Sani Sumawi
Suwanta pada tanggal 1 Juni 2021 atas ruko yang terletak di Ruko CBS Mall Orange Blossom 7
Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo 26 Cirebon, Jawa Barat. Sewa tersebut untuk periode 5 tahun sejak
1 Juni 2021 sampai dengan 31 Mei 2026 dengan total nilai sewa sebesar Rp 375.000.000.
Beban penyusutan aset hak-guna pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar
Rp 193.455.396 dan 205.122.063 dialokasikan pada akun Beban Pokok Penjualan (Catatan 20).
12. UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA
2024 2023
PT Era Baja Mandiri 1.779.947.500 2.118.261.800
CV Mujur Jaya Abadi 430.055.292 181.693.014
PT Tunas Citra Pandawa 398.084.138 -
PT San Central Indah 150.704.700 117.771.000
PT FSCM Manufacturing Indonesia 104.451.000 124.244.964
PT Indojapan Steel Center 70.512.195 -
PT Star Chemical Industry 55.777.500 -
PT Surabaya Kencana Anugrah 48.593.580 56.721.000
CV Rizki Utama 42.552.900 163.449.000
PT Paperojasa Alam Cemerlang 32.404.132 42.041.965
Lainnya (Masing-masing dibawah Rp 50.000.000) 249.463.882 131.611.653
Jumlah 3.362.546.819 2.935.794.396
Rincian umur utang usaha adalah sebagai berikut:
2024 2023
Belum Jatuh Tempo 72.624.320 19.018.258
Jatuh tempo:
0-30 Hari 960.059.415 937.230.242
31-60 Hari 1.531.379.403 950.548.041
61-90 Hari 513.274.074 1.028.997.855
>90 Hari 285.209.607 -
Jumlah 3.362.546.819 2.935.794.396
13. UTANG BANK JANGKA PENDEK
2024 2023
Bank Mandiri 2.550.000.000 2.600.000.000
Jumlah 2.550.000.000 2.600.000.000
Tingkat suku bunga 3,65% 3,15%
- 21 -
Page 29
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Bank Mandiri
a) Berdasarkan Addendum III Perjanjian Kredit Nomor RCO.CRN/001/KSB/2022 tanggal
24 Desember 2024.
Limit Kredit : Rp 2.850.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Agunan Surat Berharga (KASB).
Sifat Kredit : Revolving.
Jangka Waktu Kredit : 12 bulan
Suku Bunga : 1,4% p.a di atas tingkat suku bunga deposit/ORI/SUKUK yang
menjadi agunan dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai
dengan ketentuan yang berlaku di PT Bank Mandiri ketentuan
yang berlaku di Bank Mandiri.
Provisi : 0,10% p.a dari maksimum kredit.
Agunan Kredit : Bilyet Deposito Berjangka Bank Mandiri No. AF 413084
No. Rekening 1340204483787 a/n Dr. J. Suwanta Sinarya
nominal Rp 3.000.000.000,- (Tiga Miliar Rupiah) jangka waktu
1 (satu) bulan (ARO). Agunan yang diserahkan telah diikat
secara gadai No.BOC.CRN/0049/GADAI/KSB/2024 tanggal
27 Desember 2024 dan diblokir sampai dengan fasilitas kredit
dinyatakan lunas.
Selama fasilitas kredit belum lunas, debitur tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu maka
Perusahaan tidak diperkenankan melakukan hal sebagai berikut:
1. Menerima pinjaman dari pihak lain manapun juga;
2. Menjadi penjamin terhadap pihak ketiga;
3. Mengadakan penyertaan baru dalam perusahaan-perusahaan lain dan atau turut membiayai
perusahaan-perusahaan lain;
4. Membagikan bonus dan atau dividen;
5. Membayar hutang kepada para pemegang saham/pemilik perusahaan sendiri (sub ordinate
loan);
6. Menjaminkan perusahaannya kepada pihak lain;
7. Mengadakan merger, akuisisi, menjual aset, mengadakan atau memanggil rapat umum
tahunan atau rapat umum luar biasa para pemegang saham dengan cara mengubah
permodalan dan atau mengubah nama pengurus (direksi maupun pemegang saham) serta
mencatat penyerahan/pemindahan saham;
8. Mengadakan transaksi dengan orang atau pihak lain termasuk tetapi tidak terbatas pada
perusahaan affiliasinya di luar praktek-praktek dan kebiasaan dalam dagang yang ada dan
melakukan pembelian lebih mahal dari harga pasar atau menjual di bawah harga pasar;
9. Mengadakan ekspansi usaha dan atau investasi baru.
Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit Nomor 6.Ar/CRN/SME.2808/2022 tanggal 27 Desember 2022.
Pihak Bank Mandiri selama perjanjian kredit berlaku perusahaan dapat diperkenankan melakukan
hal-hal yang tertuang pada Syarat-Syarat Umum Perjanjian Kredit Bab IX pasal 17 sebagai berikut:
1. Mengadakan penyertaan baru dalam perusahaan-perusahaan lain dan atau turut membiayai
perusahaan - perusahaan lain;
2. Membagikan bonus dan atau dividen;
3. Mengadakan merger, akuisisi, menjual aset, mengadakan atau memanggil rapat umum
tahunan atau rapat umum luar biasa para pemegang saham dengan cara mengubah
permodalan dan atau mengubah nama pengurus (direksi maupun pemegang saham) serta
mencatat penyerahan/pemindahan saham;
4. Mengadakan transaksi dengan orang atau pihak lain termasuk tetapi tidak terbatas pada
perusahaan affiliasinya di luar praktek-praktek dan kebiasaan dalam dagang yang ada dan
melakukan pembelian lebih mahal dari harga pasar atau menjual di bawah harga pasar;
5. Mengadakan ekspansi usaha dan atau investasi baru.
- 22 -
Page 30
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
14. BEBAN AKRUAL
2024 2023
Utilitas 127.685.423 25.359.584
BPJS Ketenagakerjaan 59.565.004 38.501.004
Profesional - 35.000.000
Jumlah 187.250.427 98.860.588
15. PERPAJAKAN
a. Utang Pajak
2024 2023
Pajak Pertambahan Nilai-Bersih 36.975.485 12.836.992
Pajak Penghasilan:
Pasal 21 198.500 -
Pasal 23 6.048 561.224
Pasal 25 23.635.887 22.071.338
Pajak Kini
Pasal 29 Tahun 2024 2.963.811 -
Pasal 29 Tahun 2023 - 12.174.556
Jumlah 63.779.731 47.644.110
b. Pajak Penghasilan Badan
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain dengan laba fiskal adalah sebagai berikut:
2024 2023
Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi: 1.283.567.245 1.224.396.396
Koreksi Fiskal:
Beda Temporer:
Beban Imbalan Pascakerja 3.342.000 54.047.000
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang 27.002.889 (7.735.254)
Beban Sewa (3.034.909) 148.782
Beda Tetap:
Pendapatan Jasa Giro (216.579.846) (3.692.569)
Denda Pajak 43.332.885 594.216
Sumbangan 120.984.400 -
Jamuan 32.606.062 27.905.705
Lain-lain 241.025.343 104.145.369
Jumlah Koreksi Fiskal-Bersih 248.678.824 175.413.249
Laba Kena Pajak 1.532.246.069 1.399.809.645
Pembulatan 1.532.246.000 1.399.809.000
Fasilitas 256.101.237 222.103.097
Non-Fasilitas 1.276.144.763 1.177.705.903
PPh Terutang
Fasilitas 28.171.136 24.431.340
Non-Fasilitas 280.751.848 259.095.299
Taksiran Beban Pajak Kini 308.922.984 283.526.639
- 23 -
Page 31
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2024 2023
Dikurangi pajak penghasilan dibayar dimuka:
Pasal 22 (28.586.725) (33.895.480)
Pasal 25 (277.372.448) (237.456.603)
Jumlah (305.959.173) (271.352.083)
Taksiran Utang Pajak Kini 2.963.811 12.174.556
Penyusunan SPT tahun Desember 2024 dan 2023 berdasarkan penghasilan kena pajak menurut
laporan auditan.
c. Liabilitas Pajak Tangguhan
Dikreditkan
1 Januari (dibebankan) 31 Desember
2024 ke laba rugi 2024
Liabilitas Imbalan Pascakerja 60.090.360 (1.104.180) 58.986.180
Cadangan Kerugian Piutang
Usaha 16.014.817 5.940.636 21.955.453
Aset Hak Guna (55.232.764) 50.665.653 (4.567.111)
Jumlah Aset Pajak Tangguhan 20.872.413 55.502.109 76.374.522
Dikreditkan
1 Januari (dibebankan) 31 Desember
2023 ke laba rugi 2023
Liabilitas Imbalan Pascakerja 46.509.100 13.581.260 60.090.360
Cadangan Kerugian Piutang
Usaha 17.716.573 (1.701.756) 16.014.817
Aset Hak Guna (69.565.496) 14.332.732 (55.232.764)
Jumlah Aset Pajak Tangguhan (5.339.823) 26.212.236 20.872.413
d. Surat Tagihan Pajak
Pada tahun 2024, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (STP) dengan rincian sebagai
berikut:
No. Surat Pajak Nomor Keterangan Periode Jumlah
1. STP 00141/101/24/457/24 PPh Pasal 21 Maret 2024 86.353
2. STP 00072/106/24/457/24 PPh Pasal 25 Maret 2023 214.091
3. STP 00241/106/23/457/23 PPh Pasal 25 Desember 2023 1.026.740
Jumlah 1.327.184
Pada tahun 2023, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (STP) dengan rincian sebagai
berikut:
No. Surat Pajak Nomor Keterangan Periode Jumlah
1. STP 00156/106/19/457/23 PPh Pasal 25 Januari 2019 178.389
2. STP 00154/106/19/457/23 PPh Pasal 25 Februari 2019 162.711
3. STP 00153/106/19/457/23 PPh Pasal 25 Maret 2019 147.033
4. STP 00155/106/19/457/23 PPh Pasal 25 April 2019 141.759
5. STP 00152/106/19/457/23 PPh Pasal 25 Mei 2019 120.879
Jumlah 750.771
- 24 -
Page 32
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
16. LIABILITAS SEWA KEPADA PIHAK BERELASI
2024 2023
Pembayaran yang jatuh tempo pada tahun:
2021 – 2024 300.000.000 225.000.000
2025 – 2026 75.000.000 150.000.000
Jumlah Pembayaran Minimum Sewa 375.000.000 375.000.000
Dikurangi:
Pokok (254.113.652) (185.956.680)
Bunga (49.389.685) (49.389.685)
2024 2023
Nilai Kini Pembayaran Minimum Sewa 71.496.663 139.653.635
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu
tahun: (43.750.000) (43.750.000)
Bagian Jangka Panjang 27.746.663 95.903.635
Berikut ini merupakan biaya bunga terkait sewa lahan dan gudang:
2024 2023
Bunga Sewa Ruko (Catatan 22) 6.843.028 10.026.719
Jumlah 6.843.028 10.026.719
Liabilitas sewa merupakan liabilitas kepada dra. Sani Sumawi Suwanta, sehubungan perolehan aset
hak-guna terkait sewa lahan yang berlokasi di Ruko CBS Mall Orange Blossom 7 Jl. Dr. Cipto
Mangunkusumo 26 Cirebon, Jawa Barat, Indonesia dengan jangka waktu selama 5 (lima) tahun dari
tanggal 01 Juni 2021 sampai dengan 31 Mei 2026 dengan pembayaran sewa dilakukan setiap tahun
dan tingkat suku bunga inkremental sebesar 4,90%, dengan harga sewa sebesar Rp 75.000.000
pertahun.
17. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Besarnya imbalan kerja jangka panjang dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-
Undang No. 11 tahun 2020 tentang “Cipta Kerja”. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan
sehubungan dengan imbalan kerja jangka panjang tersebut.
Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Steven
dan Mourits untuk tanggal 31 Desember 2024 dengan Nomor laporan No. 0901/ST-NM-PSAK219-
ASSA/II/2025 tertanggal 28 Februari 2025.
Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Steven
dan Mourits untuk tanggal 31 Desember 2023 dengan Nomor laporan No. 0942/ST-NM-PSAK24-
ASSA/II/2024 tertanggal 17 Februari 2024.
Jumlah karyawan Perusahaan berhak atas imbalan pascakerja tersebut pada 31 Desember 2024
adalah 46 serta 31 Desember 2023 adalah 51.
Program pensiun imbalan pasti memberikan eksposur Perusahaan terhadap risiko aktuarial seperti
risiko tingkat bunga, risiko harapan hidup, dan risiko gaji.
Risiko Tingkat Bunga
Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.
- 25 -
Page 33
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Risiko Harapan Hidup
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas
peserta program baik selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan hidup peserta program
akan meningkatkan liabilitas program.
Risiko Gaji
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.
Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu. Beban
imbalan pascakerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut:
2024 2023
Biaya Jasa
Biaya jasa kini 36.997.000 38.478.000
Biaya bunga 13.841.000 15.569.000
Biaya jasa lalu atas kurtailmen (47.496.000) -
Komponen dari biaya imbalan pasti
yang diakui dalam laba rugi 3.342.000 54.047.000
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti-neto:
Kerugian (keuntungan) aktuarial yang
timbul dari perubahan asumsi keuangan (9.791.000) 10.014.000
Kerugian (keuntungan) aktuarial yang timbul
dari penyesuaian atas pengalaman 1.430.000 (2.328.000)
Komponen beban (keuntungan) imbalan pasti yang diakui
dalam penghasilan komprehensif lain (8.361.000) 7.686.000
Jumlah (5.019.000) 61.733.000
Beban imbalan pascakerja dialokasikan sebagai beban umum dan administrasi sebesar
Rp 50.838.000 dan Rp 54.047.000 untuk tahun 2024 dan 2023 (Catatan 21).
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti pada tahun berjalan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Liabilitas imbalan pasti-awal 273.138.000 211.405.000
Biaya jasa kini 36.997.000 38.478.000
Biaya bunga 13.841.000 15.569.000
Biaya jasa lalu atas kurtailmen (47.496.000) -
Pengukuran kembali
Keuntungan (kerugian):
Keuntungan (kerugian) aktuarial yang
timbul dari asumsi keuangan (9.791.000) 10.014.000
Keuntungan (kerugian) aktuarial yang
timbul dari penyesuaian atas pengalaman 1.430.000 (2.328.000)
Liabilitas imbalan pasti-akhir 268.119.000 273.138.000
Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Steven
& Mourits untuk tahun 2024 dan 2023. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian
aktuarial adalah sebagai berikut:
2024 2023
Tingkat diskonto per tahun 7,15% 6,95%
Tingkat kenaikan gaji per tahun 5,00% 5,00%
Tingkat pensiun normal 65 Tahun 65 Tahun
Tabel mortalitas TMI IV 2019 TMI IV 2019
- 26 -
Page 34
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan liabilitas imbalan pasti adalah tingkat diskonto,
kenaikan gaji yang diharapkan dan mortalitas.
Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis
sensitivitas dari tahun sebelumnya.
Perubahan sebesar satu persen pada tingkat diskonto akan berdampak pada nilai kini liabilitas
imbalan kerja dan biaya jasa kini:
2024 2023
Kenaikan 1%
NKKIP dengan tingkat bunga 243.621.000 250.666.000
Penurunan 1%
NKKIP dengan tingkat bunga 296.324.000 299.074.000
Perubahan sebesar satu persen pada tingkat kenaikan gaji akan berdampak pada nilai kini liabilitas
imbalan kerja dan biaya jasa kini:
2024 2023
Kenaikan 1%
NKKIP dengan tingkat kenaikan upah 298.240.000 300.804.000
Penurunan 1%
NKKIP dengan tingkat kenaikan upah 241.637.000 248.851.000
18. MODAL SAHAM
a) Modal Saham
Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 berdasarkan catatan
yang dibuat oleh PT Bima Registra, Biro Administrasi Efek adalah sebagai berikut:
2024
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Saham Pemilikan (%) Disetor
dr. Josephat Suwanta Sinarya 555.649.980 55,23% 27.782.499.000
Oey Johan Sinatra Sumawi 25.350.010 2,52% 1.267.500.500
Jeihan Sumawi Putra 25.000.010 2,48% 1.250.000.500
Masyarakat (Masing-masing dibawah 5%) 400.080.721 39,77% 20.004.036.050
Jumlah 1.006.080.721 100,00% 50.304.036.050
Berdasarkan Akta No. 132 tanggal 21 Oktober 2024 dari Rosida Rajagukguk Siregar, S.H, M.Kn,
Notaris di Kota Jakarta Selatan yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0229680.AH.01.11 tahun 2024 tanggal
25 Oktober 2024, diputuskan beberapa hal sebagai berikut:
a. Berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh PT Bima Registra pada tanggal 12 September 2024
terdapat pelaksanaan konversi waran sejumlah 80.721 lembar saham dengan nominal
Rp 50,-.
b. Modal dasar perseroan telah ditempatkan dan disetor penuh sejumlah 1.006.080.721 lembar
saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 50.304.036.050.
2023
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Saham Pemilikan (%) Disetor
dr. Josephat Suwanta Sinarya 555.649.980 55,23% 27.782.499.000
Oey Johan Sinatra Sumawi 25.350.010 2,52% 1.267.500.500
Jeihan Sumawi Putra 25.000.010 2,49% 1.250.000.500
Masyarakat (Masing-masing dibawah 5%) 400.000.000 39,76% 20.000.000.000
Jumlah 1.006.000.000 100% 50.300.000.000
- 27 -
Page 35
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Berdasarkan Akta No. 179 tanggal 28 April 2023 dari Rosida Rajagukguk Siregar, S.H, M.Kn,
Notaris di Kota Jakarta Selatan yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0024241.AH.01.02 tahun 2023,
tanggal 2 Mei 2023, diputuskan beberapa hal sebagai berikut:
a. Menyetujui untuk merubah nilai nominal saham dari semula sebesar Rp 100 menjadi sebesar
Rp 50.
b. Menyetujui perubahan permodalan, terdiri dari peningkatan modal ditempatkan dan disetor
Perusahaan melalui pengeluaran saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perusahaan
yaitu sebesar Rp 400.000.000 yang terdiri dari 100.000.000 dengan nilai nominal saham
Rp 50,- yang akan ditawarkan kepada masyarakat melalui penawaran umum.
c. Modal dasar perseroaan sebesar Rp 100.000.000.000 terbagi atas Rp 2.000.000.000 lembar
saham masing-masing saham bernilai nominal Rp 50 dan modal ditempatkan dan disetor
sejumlah 606.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 30.300.000.000.
b) Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya
Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas mengharuskan
setiap Perusahaan untuk membentuk cadangan wajib dari laba bersih sampai cadangan mencapai
paling sedikit 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Tidak terdapat batas
waktu yang ditetapkan atas pemenuhan kewajiban tersebut. Perusahaan telah membentuk
Cadangan wajib sampai dengan 31 Desember 2024 sebesar Rp 350.000.000 atau 0,70% dari
modal saham disetor.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 04/XII-ASS/2024 tanggal 18 Desember 2024,
Perusahaan meningkatkan cadangan wajib menjadi Rp 400.000.000 atau 0,80% dari modal saham
disetor.
Tidak Ditentukan Penggunaannya.
Merupakan Saldo Laba yang belum ditentukan penggunaannya oleh Perusahaan.
2024 2023
Saldo Laba 2.169.061.077 1.187.075.287
c) Tambahan Modal Disetor
2024 2023
Agio Saham -
Penawaran Perdana Saham Sebesar 400.000.000
Saham dengan nilai nominal Rp 50 yang
Ditawarkan Rp 100 20.000.000.000 20.000.000.000
Pelaksanaan 80.721 waran seri I saham dengan
nilai nominal Rp 50 per waran yang ditawarkan
Rp 90 per waran 3.228.840 -
Dikurangi dengan Biaya Emisi Saham (3.937.500.000) (3.937.500.000)
Jumlah Bersih 16.065.728.840 16.062.500.000
- 28 -
Page 36
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
19. PENJUALAN
2024 2023
Penjualan
Lokal 27.718.648.082 28.883.196.831
Ekspor 999.607.573 1.368.894.662
Jumlah 28.718.255.655 30.252.091.493
Berdasarkan Pelanggan:
Penjualan Lokal
PT FSCM Manufacturing Indonesia 11.621.652.107 4.984.039.191
CV Fiteru Astha Sukses 6.097.396.000 8.814.928.750
Tuan Abdul Aif 1.731.101.721 183.223.293
Tuan Suprapto 518.569.953 -
Tuan Eddo 508.044.000 490.339.000
PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk 104.000.000 -
CV Cahaya Laut Abadi - 3.093.841.164
PT Samudra Baut Teknik - 2.946.515.400
PT Supraindo Multi Sejahtera - 327.003.736
Lain-lain Dibawah Rp 100.000.000 7.137.884.301 8.043.306.297
Sub Jumlah 27.718.648.082 28.883.196.831
Penjualan Ekspor
Mitramor Lubricant Unipesal, Lda 999.607.573 457.399.574
Tanjung Motor Diversos - 911.495.088
Sub Jumlah 999.607.573 1.368.894.662
Jumlah 28.718.255.655 30.252.091.493
Rincian penjualan dengan nilai kontribusi melebihi nilai 10% dari total penjualan untuk tahun-tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 sebagai berikut:
2024 2023
PT FSCM Manufacturing Indonesia 11.621.652.107 4.984.039.191
CV Fiteru Astha Sukses 6.097.396.000 8.814.928.750
CV Cahaya Laut Abadi - 3.093.841.164
PT Samudra Baut Teknik - 2.946.515.400
Jumlah 17.719.048.107 19.839.324.505
Rincian penjualan dengan nilai kontribusi melebihi nilai 10% dari total penjualan untuk tahun-tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 sebagai berikut:
2024 2023
PT FSCM Manufacturing Indonesia 40% 16%
CV Fiteru Astha Sukses 21% 29%
CV Cahaya Laut Abadi - 10%
PT Samudra Baut Teknik - 10%
Jumlah 61% 65%
- 29 -
Page 37
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
20. BEBAN POKOK PENJUALAN
2024 2023
Persediaan Awal Bahan Baku 4.336.092.671 4.742.845.864
Pembelian Bahan Baku 17.622.181.011 21.626.156.034
Bahan Baku Siap Digunakan dalam Proses Produksi 21.958.273.682 26.369.001.898
Persediaan Akhir Bahan Baku (4.433.356.123) (4.336.092.671)
Bahan Digunakan dalam Proses Produksi 17.524.917.559 22.032.909.227
Upah Langsung 1.760.076.854 1.512.779.164
Biaya Pabrikasi
Penyusutan Aset Tetap (Catatan 10) 1.336.840.440 1.336.431.658
Perbaikan dan Pemeliharaan 423.399.557 378.903.442
Listrik Pabrik 446.824.847 310.410.168
Pengiriman Barang 347.171.181 97.505.170
Penyusutan Aset Hak-Guna (Catatan 11) 193.455.396 205.122.063
Beban Pokok Produksi 22.032.685.834 25.874.060.892
Persediaan Awal Barang Dalam Proses 2.007.388.659 1.013.779.436
Persediaan Akhir Barang Dalam Proses (1.838.034.502) (2.007.388.659)
Persediaan Awal Barang Jadi 4.028.226.614 3.947.339.369
Persediaan Akhir Barang Jadi (4.157.551.240) (4.028.226.614)
Beban Pokok Penjualan 22.072.715.365 24.799.564.424
Rincian pembelian dengan nilai kontribusi melebihi nilai 10% dari total penjualan untuk tahun-tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 sebagai berikut:
2024 2023
PT Era Baja Mandiri 6.807.987.935 -
PT Tunas Citra Pandawa 2.216.993.272 -
Jumlah 9.024.981.207 -
Rincian pembelian dengan nilai kontribusi melebihi nilai 10% dari total penjualan untuk tahun-tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 sebagai berikut:
2024 2023
PT Era Baja Mandiri 39% -
PT Tunas Citra Pandawa 13% -
Jumlah 52% -
21. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2024 2023
Gaji dan Tunjangan 2.802.185.568 2.294.950.437
Penyusutan Aset Tetap (Catatan 10) 475.971.476 461.929.024
Ijin dan Pengurusan 365.786.093 108.101.479
Kantor 310.270.043 278.875.363
Jasa Profesional 261.688.150 70.000.000
BPJS 211.006.635 222.674.455
Asuransi 199.003.987 217.265.752
Sumbangan dan Jamuan 153.590.462 27.905.705
Perbaikan dan Pemeliharaan 71.658.050 53.262.551
Transportasi 64.072.432 97.571.452
Imbalan Pascakerja (Catatan 17) 50.838.000 54.047.000
- 30 -
Page 38
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2024 2023
Pajak 24.389.600 2.071.996
Utilitas 22.403.216 21.990.593
Alat Tulis Kantor 11.200.000 21.226.500
Keamanan dan Kebersihan 5.010.000 773.000
Lain-lain 420.735.888 339.351.934
Total 5.449.809.600 4.271.997.241
22. PENDAPATAN LAIN-LAIN - BERSIH
2024 2023
Laba (Rugi) Selisih Kurs 268.948.524 (10.682.881)
Pendapatan Jasa Giro 173.246.961 3.098.353
Bunga Terkait Liabilitas Sewa (Catatan 16) (6.843.028) (10.026.719)
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
Piutang (Catatan 5) (27.002.889) -
Pendapatan (Beban) Lain-lain-Bersih (198.939.569) 146.943.135
Jumlah 209.409.999 129.331.888
23. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN
2024 2023
Bunga dan Keuangan 110.971.456 73.664.862
Administrasi Bank 10.601.988 11.800.458
Jumlah 121.573.444 85.465.320
24. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
2024 2023
Saldo Awal 42.953.040 48.948.120
Pengukuran Kembali atas
Kewajiban Imbalan Pasti (Catatan 17) 8.361.000 (7.686.000)
Pajak Terkait Kewajiban Imbalan Pasti (1.839.420) 1.690.920
Saldo Akhir 49.474.620 42.953.040
25. LABA PER SAHAM
2024 2023
Laba untuk Perhitungan Laba Per Saham 1.031.985.790 965.391.073
Jumlah Saham Lembar Lembar
Jumlah Saham untuk per saham perhitungan laba 1.006.031.900 1.006.000.000
X
Laba Per Saham Dasar 1,03 0,96
- 31 -
Page 39
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
26. REKONSILIASI LIABILITAS YANG TIMBUL DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Saldo Awal Arus Kas (untuk) dari Saldo Akhir
1 Januari Aktivitas Pendanaan 31 Desember
2024 Penerimaan Pembayaran 2024
Utang Bank 2.600.000.000 500.000.000 (550.000.000) 2.550.000.000
Jumlah 2.600.000.000 500.000.000 (550.000.000) 2.550.000.000
Saldo Awal Arus Kas (untuk) dari Saldo Akhir
1 Januari Aktivitas Pendanaan 31 Desember
2023 Penerimaan Pembayaran 2023
Utang Bank 2.600.000.000 250.000.000 (250.000.000) 2.600.000.000
Jumlah 2.600.000.000 250.000.000 (250.000.000) 2.600.000.000
27. PENGUNGKAPAN TAMBAHAN ATAS AKTIVITAS INVESTASI DAN PENDANAAN NON-KAS
2024 2023
Penambahan Modal Disetor Melalui Dividen Saham - 10.000.000.000
Penambahan Modal Disetor Melalui Konversi Utang
Pemegang Saham - 16.300.000.000
Jumlah - 26.300.000.000
28. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi yang dilakukan
pada tingkat harga dan persyaratan tertentu.
Sifat dari transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak Berelasi Sifat Pihak Berelasi Sifat Transaksi
Dra. Sani Sumawi Suwanta Anggota Keluarga Dekat Pemegang Liabilitas Sewa
Saham
Rincian akun yang terkait dengan transaksi Pihak Berelasi:
2024 2023
Liabilitas Sewa 71.496.663 139.653.635
Jumlah 71.496.663 139.653.635
Perusahaan menyediakan remunerasi kepada Dewan Komisaris dan Dewan Direksi untuk periode
31 Desember 2024 dan 2023 sebagai berikut:
2024 2023
Dewan Direksi 702.000.000 540.280.000
Dewan Komisaris 481.000.000 111.000.000
Jumlah 1.183.000.000 651.280.000
- 32 -
Page 40
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
29. KATEGORI DAN KELAS INSTRUMEN KEUANGAN
Biaya Perolehan
Diamortisasi
31 Desember 2024
Aset Keuangan Lancar
Kas dan Bank 20.154.384.359
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga-Bersih 5.881.606.318
Jumlah Aset Keuangan 26.035.990.677
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 3.362.546.819
Jumlah Liabilitas Keuangan 3.362.546.819
Biaya Perolehan
Diamortisasi
31 Desember 2023
Aset Keuangan Lancar
Kas dan Bank 24.013.978.567
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga-Bersih 5.117.661.209
Jumlah Aset Keuangan 29.131.639.776
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 2.935.794.396
Jumlah Liabilitas Keuangan 2.935.794.396
30. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
a. Manajemen Risiko Modal
Perusahaan mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk
melanjutkan kelangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham
melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Perusahaan terdiri dari kas dan bank
(Catatan 4) dan ekuitas yang terdiri dari modal yang ditempatkan (Catatan 18).
b. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa
sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta
untuk mengelola risiko mata uang asing, risiko kredit dan risiko likuiditas. Perusahaan beroperasi
dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Dewan Direksi.
i. Manajemen Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal
memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
Risiko kredit yang dihadapi Perusahaan berasal dari tagihan kepada para pelanggan. Risiko ini
dikelola dari umur tagihan secara rutin dan menjalankan secara konsisten prosedur serta
pengendalian yang telah ditetapkan oleh Perusahaan terkait dengan manajemen piutang.
Perusahaan tidak memiliki agunan sebagai jaminan atas piutang.
Piutang usaha berasal dari para debitur yang memiliki catatan pembayaran kredit yang baik.
Kas dan setara kas serta uang jaminan ditempatkan pada bank terpercaya atau perusahaan
yang memiliki peringkat kredit yang baik dan tidak memiliki riwayat gagal bayar.
- 33 -
Page 41
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Perusahaan memiliki kebijakan untuk memperoleh pertumbuhan pendapatan yang
berkelanjutan dengan meminimalkan kerugian yang terjadi karena eksposur risiko kredit.
Karena itu, Perusahaan memiliki kebijakan untuk memastikan transaksi dilakukan dengan
pelanggan yang memiliki sejarah dan reputasi kredit yang baik. Manajemen melakukan
pengawasan secara terus menerus untuk mengurangi eksposur risiko kredit.
Nilai tercatat aset keuangan pada laporan keuangan setelah dikurangi dengan penyisihan
untuk kerugian mencerminkan eksposur Perusahaan terhadap risiko kredit.
ii. Manajemen Risiko Likuiditas
Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah
membentuk kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen
likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Perusahaan.
Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan dan fasilitas
bank dengan terus-menerus memonitor perkiraan dan arus kas aktual dan mencocokkan profil
jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.
Tabel Risiko Likuiditas dan Suku Bunga
Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan
periode pembayaran yang disepakati Perusahaan. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas
yang didiskontokan dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana Perusahaan
dapat diminta untuk membayar. Jatuh tempo kontrak didasarkan pada tanggal terawal di mana
Perusahaan mungkin akan diminta untuk membayar.
2024
Tingkat Bunga
Efektif Rata- Kurang dari Lebih dari-
rata Tertimbang Satu Tahun 1 - 2 Tahun 2 Tahun Jumlah
Tanpa Bunga
Utang Usaha
kepada
Pihak Ketiga - 3.362.546.819 - - 3.362.546.819
Beban Akrual - 187.250.427 - - 187.250.427
Dengan Bunga
Utang Bank 3,65% 2.550.000.000 - - 2.550.000.000
Jumlah 6.099.797.246 - - 6.099.797.246
2023
Tingkat Bunga
Efektif Rata- Kurang dari Lebih dari-
rata Tertimbang Satu Tahun 1 - 2 Tahun 2 Tahun Jumlah
Tanpa Bunga
Utang Usaha
kepada
Pihak Ketiga - 2.935.794.396 - - 2.935.794.396
Beban Akrual - 98.860.588 - - 98.860.588
Dengan Bunga
Utang Bank 3,15% 2.600.000.000 - - 2.600.000.000
Jumlah 5.634.654.984 - - 5.634.654.984
iii. Manajemen Risiko Mata Uang Asing
Risiko mata uang adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing.
- 34 -
Page 42
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Eksposur Perusahaan terhadap fluktuasi nilai tukar terutama terkait dengan aset dan liabilitas
dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Setara dengan Setara dengan
Rupiah Dolar Rupiah Dolar
Aset
Bank 52.913.580 3,274 28.697.936 1,844
Uang Muka 385.909.585 23,878 694.686.737 45,063
Jumlah 438.823.165 27,152 723.384.673 46,907
c. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan yang dicatat sebesar
biaya perolehan diamortisasi dalam laporan keuangan mendekati nilai wajarnya karena jatuh
tempo dalam jangka pendek atau menggunakan tingkat suku bunga pasar.
31. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan jatuh tempo atas aset dan kewajiban keuangan
Perusahaan berdasarkan sisa periode sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023:
2024
Tidak
Mempunyai
Tanggal
< 1 tahun 1 – 2 tahun 2 – 3 tahun >3 tahun jatuh tempo Jumlah
Aset Keuangan
Kas dan Bank - - - - 20.154.384.359 20.154.384.359
Piutang Usaha
Pihak Ketiga - bersih 5.881.606.318 - - - - 5.881.606.318
Uang Muka 416.909.585 - - 10.586.788.625 - 11.003.698.210
Jumlah 6.298.515.903 - - 10.586.788.625 20.154.384.359 37.046.231.737
Liabilitas
Utang Usaha
Kepada
Pihak Ketiga (3.362.546.819) - - - - (3.362.546.819)
Utang Bank (2.550.000.000) - - - - (2.550.000.000)
Utang Pajak (63.779.731) - - - - (63.779.731)
Beban Akrual (187.250.427) - - - - (187.250.427)
Jumlah (6.163.576.977) - - - - (6.163.576.977)
2023
Tidak
Mempunyai
Tanggal
< 1 tahun 1 – 2 tahun 2 – 3 tahun >3 tahun jatuh tempo Jumlah
Aset Keuangan
Kas dan Bank - - - - 24.013.978.567 24.013.978.567
Piutang Usaha
Pihak Ketiga - bersih 5.117.661.209 - - - - 5.117.661.209
Uang Muka 2.411.686.737 - - 11.000.000.000 - 13.411.686.737
Jumlah 7.529.347.946 - - 11.000.000.000 24.013.978.567 42.543.326.513
Liabilitas
Utang Usaha
Kepada
Pihak Ketiga (2.935.794.396) - - - - (2.935.794.396)
Utang Bank (2.600.000.000) - - - - (2.600.000.000)
Utang Pajak (47.644.110) - - - - (47.644.110)
Beban Akrual (98.860.588) - - - - (98.860.588)
Jumlah (5.682.299.094) - - - - (5.682.299.094)
- 35 -
Page 43
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
32. IKATAN
• Perjanjian Kerja Sama Pengangkutan Limbah
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja Sama-Pengangkutan Limbah pada tanggal 1 September 2024
antara PT Prasadha Pamunah Limbah Industri dengan PT Anugerah Spareparts Sejahtera, para
pihak sepakat untuk melakukan kerja sama untuk pengangkutan limbah B3 dengan jangka waktu
satu (1) tahun dimulai sejak tanggal penandatanganan perjanjian sampai dengan 31 Agustus 2025
sebesar Rp 4.000.000 setiap pengangkutan limbah.
• Perjanjian Kerja Sama Penjualan Filter Kendaraan Bermotor
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja Sama-Penjualan Filter Kendaraan Bermotor pada tanggal
10 Oktober 2023 antara CV Fiteru Astha Sukses dengan PT Anugerah Spareparts Sejahtera, para
pihak sepakat untuk melakukan kerja sama penjualan filter kendaraan bermotor yang dilakukan
secara reguler berdasarkan Purchase Order dengan jangka waktu tiga (3) tahun.
• Perjanjian Kerja Sama Penyedia Komponen Filter Otomotif
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja Sama-Penyedia Komponen Filter Otomotif pada tanggal
18 Juli 2024 antara PT FSCM Manufacturing Indonesia dengan PT Anugerah Spareparts
Sejahtera, para pihak sepakat untuk melakukan kerja sama penyedia komponen filter otomotif
berdasarkan Purchase Order dengan jangka waktu satu (1) tahun dimulai sejak tanggal
penandatanganan perjanjian. Perjanjian ini akan diperpanjang dengan jangka waktu yang sama
dalam hal tidak ada pemberitahuan tertulis mengenai berakhirnya perjanjian.
• Perjanjian Kerja Sama Penjualan Filter Kendaraan Bermotor
Berdasarkan Surat Perjanjian kerja sama-Penjualan Filter Kendaraan Bermotor pada tanggal
9 Januari 2023 antara PT Supraindo Multi Sejahtera dengan PT Anugerah Spareparts Sejahtera,
para pihak sepakat untuk melakukan kerja sama penjualan filter kendaraan bermotor yang
dilakukan secara reguler berdasarkan Purchase Order dengan jangka waktu satu (1) tahun.
• Perjanjian Sewa-Menyewa Tanah dan Ruko
Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa-Menyewa pada tanggal 1 Juni 2021 antara Nyonya Dra. Sani
Sumawi Suwanta dengan PT Anugerah Spareparts Sejahtera, para pihak sepakat untuk melakukan
sewa tanah dan Ruko yang berlokasi di Ruko CSB Mall Orange Blossom 7 Jl. Dr. Cipto
Mangunkusumo 26 Cirebon, Jawa Barat, Indonesia, dengan jangka waktu selama lima (5) tahun
dan harga sewa sebesar Rp 75.000.000 per tahun.
• Perjanjian Sewa-Menyewa Tanah dan Pabrik
Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa-Menyewa pada tanggal 17 September 2015 antara Nyonya
Dra. Sani Sumawi Suwanta dengan PT Anugerah Spareparts Sejahtera, para pihak sepakat untuk
melakukan sewa tanah dan pabrik yang berlokasi di Jalan Soekarno No. 134, RT.007 RW.003,
Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat, dengan jangka
waktu selama sepuluh (10) tahun dan harga sewa sebesar Rp 1.400.000.000.
- 36 -
Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
p.4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan
p.4 ×2
unresolved
org
Anugerah Sparepart Sejahtera Tbk
p.4 ×2
unresolved
org
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
p.4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan dan Rekan
p.7
unresolved
person
Suhartono Hakim Djajadiputra Jasin
p.13
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×4
unresolved
person
Rosida Rajagukguk Siregar
p.13 ×3
unresolved
person
dr. Josephat Suwanta Sinarya
p.13 ×5
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.14
unresolved
org
Bapepam-LK
p.14 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.17
unresolved
org
Bank Rupiah Bank IBK Indonesia
p.24
unresolved
org
PT FSCM Manufacturing Indonesia
p.24 ×6
unresolved
org
PT Supraindo Multi Sejahtera
p.24 ×3
unresolved
person
Abdul Aif
p.24 ×2
unresolved
org
PT Variasi Berkah Manunggal
p.24
unresolved
person
Eddo Charano
p.24
unresolved
person
Alexander Yos Sudarto
p.24
unresolved
org
PT Asuransi Allianz Utama Indonesia
p.25 ×3
unresolved
person
Dra. Sani Sumawi Suwanta
p.28 ×8
unresolved
person
Dr. Cipto Mangunkusumo
p.28 ×3
unresolved
org
PT Era Baja Mandiri
p.28 ×3
unresolved
org
PT Tunas Citra Pandawa
p.28 ×3
unresolved
org
PT San Central Indah
p.28
unresolved
org
PT Indojapan Steel Center
p.28
unresolved
org
PT Star Chemical Industry
p.28
unresolved
org
PT Surabaya Kencana Anugrah
p.28
unresolved
org
PT Paperojasa Alam Cemerlang
p.28
unresolved
org
Bank Mandiri. Provisi
p.29
unresolved
org
Bank Mandiri No. AF
p.29
unresolved
person
Dr. J. Suwanta Sinarya
p.29
unresolved
org
Rekonsiliasi
p.30
unresolved
org
PT Bima Registra
p.34 ×2
unresolved
—
Oey Johan Sinatra Sumawi
p.34 ×5
unresolved
—
Masyarakat (Masing-masing dibawah 5%)
p.34 ×2
unresolved
person
Eddo
p.36
unresolved
org
PT Samudra Baut Teknik
p.36 ×3
unresolved
—
Pihak-pihak Berelasi
p.39
unresolved
org
PT Prasadha Pamunah Limbah Industri
p.43
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.