Back to announcement
20250303_BTPN_Laporan Informasi dan Fakta Material_31865642_lamp2.pdf
Other Text extracted BTPNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
SIARAN PERS
Untuk disiarkan segera
SMBC Indonesia Raih Peningkatan Aset dan Laba pada 2024, Buktikan Komitmen
Bersama Lebih Bermakna
Jakarta, 3 Maret 2025 – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) mencatatkan kinerja positif
dalam laporan keuangan periode tahun 2024. Perseroan berhasil membukukan peningkatan laba bersih,
penyaluran kredit, dana pihak ketiga, dan aset yang membuktikan kekuatan fundamental bisnis SMBC
Indonesia untuk terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan bagi masyarakat.
Henoch Munandar, Direktur Utama SMBC Indonesia, mengatakan, “Dengan pencapaian luar biasa tahun
lalu sebagai landasan, kami akan terus berupaya memberikan solusi keuangan yang relevan untuk
memenuhi kebutuhan nasabah.”
“Transformasi merek SMBC Indonesia yang dimulai akhir tahun lalu juga akan terus bergulir dengan
menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta
perekonomian melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dan semangat Bersama Lebih
Bermakna.”
Transformasi merek SMBC Indonesia tahun ini berlanjut dengan peresmian beberapa cabang di enam kota
besar yang dimulai pada awal Februari, yaitu Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, dan
Makassar, untuk memberikan pelayanan yang terintegrasi bagi beragam segmen nasabah. Peresmian
kantor cabang ini semakin mengukuhkan posisi SMBC Indonesia yang memiliki keunggulan dalam akses
ke jaringan global dan rekam jejak keunggulan lokal.
Pada bulan Maret 2024, SMBC Indonesia telah menyelesaikan akuisisi PT Oto Multiartha (OTO) dan PT
Summit Oto Finance (SOF) atau Grup OTO, sebagai bagian dari strategi perseroan untuk melakukan
ekspansi usaha.
Secara konsolidasi, total aset SMBC Indonesia naik 20% menjadi Rp241,1 triliun pada akhir tahun 2024.
Laba bersih setelah pajak tahun 2024 meningkat sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi
Rp2,8 triliun. Di luar dampak akusisi Grup OTO, laba bersih entitas Bank dan BTPN Syariah setelah pajak
meningkat sekitar 8%.
Komitmen kuat SMBC Indonesia tercermin dari penyaluran kredit secara konsolidasi yang meningkat
sebanyak 15% menjadi Rp179,4 triliun per akhir 2024. Faktor pendorong terbesar berasal dari kredit retail
yang tumbuh signifikan sebesar 31%, berkat penyaluran di segmen Joint Finance, Jenius, dan Mikro yang
masing-masing naik 389%, 51%, dan 40%, sehingga mengompensasi penurunan pembiayaan di BTPN
Syariah yang memfokuskan pada kualitas pembiayaan pada tahun 2024.
Selain itu, kredit untuk usaha kecil dan menengah (UKM) naik 8%, sedangkan di sisi kredit korporasi
dinamika suku bunga dan persaingan suku bunga kredit korporasi yang ketat merupakan tantangan yang
dihadapi pada tahun 2024, yang berdampak pada turunnya kredit korporasi sebesar 6%. SMBC Indonesia
akan merespons dinamika pasar tersebut dengan pengelolaan portofolio kredit korporasi yang lebih
optimal dan relevan dengan kebutuhan nasabah korporasi.
Page 2
Total dana pihak ketiga SMBC Indonesia meningkat sebesar 12% menjadi Rp121,3 triliun, dengan saldo rekening koran dan rekening tabungan (current account & saving account/CASA) tumbuh 3% menjadi Rp45,6 triliun dan total deposito naik 18% menjadi Rp75,7 triliun per akhir Desember 2024. Peningkatan laba bersih konsolidasi didorong oleh pendapatan operasional yang meningkat 27% mencapai Rp17,4 triliun, yang dikontribusikan oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 26% menjadi Rp15,2 triliun serta pendapatan lainnya yang naik 31% menjadi Rp2,2 triliun. Pendapatan bunga bersih secara konsolidasi meningkat sejalan dengan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang naik ke level 7,10% per Desember 2024 dari 6,45% pada Desember 2023. Kontributor utama dari peningkatan pendapatan bunga bersih meliputi kenaikan pendapatan bunga dari kredit, penempatan aset likuid seperti surat berharga, dan pendapatan bunga bersih dari Grup OTO. Dari sisi pendapatan fee, peningkatan volume transaksi kartu kredit, peningkatan penjualan produk bancassurance, cash management, dan trade memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan fee Perseroan. Dengan pengonsolidasian biaya operasional Grup OTO sejak akuisisi ke dalam angka konsolidasi, biaya operasional menjadi Rp9,4 triliun. Biaya kredit menjadi Rp3,9 triliun pada 2024. Peningkatan biaya-biaya ini sejalan dengan pertumbuhan volume usaha dan inisiatif lainnya dari SMBC Indonesia. Rasio cakupan likuiditas (liquidity coverage ratio/LCR) dan rasio pendanaan stabil bersih (net stable funding ratio/NSFR) tetap sehat di level 253,71% dan 125,02% per Desember 2024. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) berada di 30,02%. Sementara itu, rasio gross NPL secara konsolidasi berada di level 2,5% per Desember 2024, naik dari 1,36% pada tahun sebelumnya. Bersama Grup OTO, SMBC Indonesia akan senantiasa menerapkan manajemen risiko yang sehat. Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui segmen korporasi, SMBC Indonesia terus melanjutkan usaha berkelanjutan di Indonesia dengan menyelenggarakan workshop terkait Environment, Social, Governance (ESG) bagi nasabah korporasi untuk membantu nasabah dalam bertransisi menuju net-zero emission dengan meningkatkan pengetahuan tentang ESG. Upaya berkelanjutan tersebut juga membantu terpilihnya SMBC Indonesia oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai salah satu bank dalam pelaksanaan pilot project pelaporan Taksonomi Hijau Indonesia yang membuka peluang pembiayaan dan peluang lainnya terkait ESG bagi nasabah korporasi. Selain itu, Jenius, solusi life finance dari SMBC Indonesia bagi masyarakat digital savvy, terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin sektor perbankan digital di Indonesia. Jenius berhasil mencatatkan 5,9 juta pengguna terdaftar pada akhir Desember 2024, naik 13% dari tahun sebelumnya. Selain itu, Jenius juga mencatat kenaikan dana pihak ketiga sebesar 16% menjadi Rp29,5 triliun dan kenaikan penyaluran kredit sebesar 51% menjadi Rp3,3 triliun per akhir Desember 2024. Kenaikan ini adalah bukti kinerja solid Jenius dalam mendorong inklusi keuangan dan memperluas akses layanan perbankan digital ke berbagai segmen. Produk kredit di Jenius termasuk Flexi Cash, Digital Micro, Kartu Kredit Jenius, dan Jenius Paylater.
Page 3
Program Daya Sukses Memberdayakan Lebih dari 10 Juta Peserta
SMBC Indonesia juga terus menciptakan pertumbuhan berkelanjutan bagi masyarakat melalui program
Daya. Sepanjang 2024, lebih dari 10,3 juta peserta telah menerima manfaat dari program Daya melalui
12.159 aktivitas pemberdayaan. Angka ini naik dari tahun 2023, dengan total 11.359 aktivitas yang
menjangkau lebih dari 5,5 juta peserta.
Daya juga konsisten mendorong pertumbuhan sektor UKM dan membantu meningkatkan kapasitas para
pelakunya. Ini terbukti dari penyelenggaraan 21 seminar kewirausahaan yang melibatkan lebih dari 3.000
peserta selama 2024. Selain itu, Daya juga telah melaksanakan 134 sesi pendampingan usaha untuk 44
pelaku UKM di berbagai daerah di Indonesia.
SMBC Indonesia juga memastikan program Daya dapat menjangkau lebih banyak pemilik bisnis melalui
Daya.id, portal informatif tentang pengelolaan usaha yang efisien. Sebanyak 1,9 juta pengunjung tercatat
telah mengakses Daya.id selama 2024. Selain melalui Daya.id, SMBC Indonesia juga mendukung para
pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui infografis Daya bertema pengelolaan usaha.
Pada tahun 2024, SMBC Indonesia menjangkau 400 pelaku UMKM melalui 10 infografis untuk mendukung
usaha mereka.
SMBC Indonesia pun mengapresiasi kehadiran mitra-mitra tepercaya seperti PT Tangan Di Atas (TDA) dan
Aliansi Program Studi Kewirausahaan Indonesia (APSKI) yang terus memberikan dukungan nyata untuk
keberlanjutan program Daya. Perseroan akan terus menjadikan program Daya sebagai jembatan utama
untuk mendorong lebih banyak pertumbuhan berkelanjutan di sektor UKM di Indonesia.
***
Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
PT Bank SMBC Indonesia Tbk
Andrie Darusman, Communications & Daya Head
Email: andrie.darusman@smbci.com atau corporate.communications@smbci.com
Sekilas tentang SMBC Indonesia
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia)—sebelumnya PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN)—merupakan bank devisa hasil
penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia pada
Februari 2019. Dengan mengusung semangat “Bersama Lebih Bermakna”, SMBC Indonesia hadir untuk menciptakan lebih banyak
pertumbuhan bermakna bagi masyarakat melalui beragam solusi keuangan inovatif dan komprehensif yang berpusat pada
kebutuhan nasabah di berbagai segmen. SMBC Indonesia menyediakan produk dan layanan seperti pembiayaan hjiau, produk
dan layanan untuk nasabah pensiunan, untuk nasabah usaha mikro, kecil, dan menengah, untuk nasabah perusahaan besar
nasional, multinasional, dan Jepang, layanan wealth management melalui Sinaya, serta layanan perbankan digital untuk
masyarakat digital savvy melalui Jenius. Selain itu, SMBC Indonesia juga memiliki anak usaha, yaitu PT Bank BTPN Syariah Tbk,
yang melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif, serta perusahaan pembiayaan PT Oto Multiartha (OTO) untuk
kendaraaan roda empat dan PT Summit Oto Finance (SOF) untuk kendaraan roda dua. Komitmen SMBC Indonesia untuk
memberikan dampak positif secara berkelanjutan bagi masyarakat luas juga tertuang melalui Daya, program pemberdayaan yang
berkelanjutan dan terukur melalui pelatihan secara reguler yang bertujuan mengembangkan kapabilitas serta kapasitas diri untuk
kehidupan yang lebih bermakna.
Names mentioned 10 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Tangan Di Atas
p.3
unresolved
org
Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk
p.3 ×2
unresolved
org
PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.