Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 251
Page 1
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 1
Langkah Brilian Menuju Keuangan yang Berkelanjutan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 2
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 2
Daftar Isi
PENGANTAR TOPIK MATERIAL
3 TOPIK UMUM LAMPIRAN
NO NO NO NO
1 HAL 2 HAL HAL 4 HAL
Tentang Laporan Ini 4 Navigasi Risiko Iklim Inisiatif Hijau BRI 119 ESG Data Tables 170
Melalui Penerapan 28
Pesan Komisaris Utama Keuangan Berkelanjutan Manajemen Human Capital: Issued Securities Impact
5 122 206
dan Direktur Utama Insan BRILiaN Reporting
Pelayanan Prima kepada
58
Tanggung Jawab Pelaporan Nasabah Mendorong Penghormatan
9 133 Reporting Standards Indices 230
Keberlanjutan 2024 pada Hak Asasi Manusia
Penguatan Inklusi dan
67
Tentang BRI: Literasi Keuangan Tanggung Jawab Sosial dan Indeks Pelaporan IDX 244
Langkah Brilian Menuju 11 Lingkungan (TJSL): Masyarakat 135
Keuangan Berkelanjutan Keandalan Keamanan Siber 84 dan Komunitas di Sekitar BRI Assurance 245
Tata Kelola Keberlanjutan 14 Penerapan Tata Kelola Manajemen Risiko 141
92 Feedback Form 251
Perusahaan yang Baik
Ikhtisar Bisnis dan ESG 17 Integritas di Tempat Kerja:
Komitmen BRI untuk Praktik 146
Bisnis yang Beretika
Penghargaan dan Rating ESG 19
Asosiasi dan Framework 154
Pelibatan Pemangku
20
Kepentingan
Penilaian Materialitas 22
Page 3
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 3
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
PENGANTAR 01
> DI BAGIAN INI
NO
HAL
Tentang Laporan Ini 4
Pesan Komisaris Utama 5
dan Direktur Utama
Tanggung Jawab Pelaporan 9
Keberlanjutan 2024
Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju 11
Keuangan Berkelanjutan
Tata Kelola Keberlanjutan 14
Ikhtisar Bisnis dan ESG 17
Penghargaan dan Rating ESG 19
Pelibatan Pemangku Kepentingan 20
Penilaian Materialitas 22
Page 4
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 4
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Tentang Laporan Keberlanjutan Tahun 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (disebut BRI) menguraikan isu-isu bisnis, lingkungan, dan sosial yang secara
langsung dan signifikan berdampak pada perusahaan, pekerja, dan pemangku kepentingan, serta isu-isu dimana BRI memiliki peluang unik untuk turut
Laporan Ini mempengaruhi. Laporan ini menyajikan aspirasi keberlanjutan BRI untuk menjadi “The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia & Champion of
Financial Inclusion” sejalan dengan BRIVolution 2.0 serta bertujuan memenuhi kebutuhan informasi bagi pemerintah, investor, masyarakat, dan pemangku
kepentingan lain yang terlibat dalam upaya BRI di bidang keberlanjutan.
Standar Pengungkapan Lingkup Laporan [GRI 2-2] [GRI 2-3] [GRI 2-4]
Laporan ini disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/POJK.03/2017 Laporan ini hanya menyajikan informasi mengenai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan
tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan tidak mencakup entitas perusahaan anak. Meskipun BRI melakukan audit laporan keuangan secara
Publik, SE OJK Nomor 16/SEOJK.24/2021, Global Reporting Initiative (GRI) Standards 2021, serta standar terkonsolidasi, termasuk entitas anak seperti Bank Raya, BRI Remittance, BRI Life, BRI Finance, BRI
spesifik dalam Global Reporting Initiative (GRI) G4 Supplement Sector Standard dan Sustainability Manajemen Investasi, BRI Ventures, BRIDS, BRI Insurance, Pegadaian, dan PNM, informasi terkait
Accounting Standards Board (SASB) untuk bank komersial. entitas anak tersebut tidak diungkapkan dalam laporan ini (kecuali diinformasikan lain) [GRI 2-2].
Pendekatan pengungkapan mengadopsi rekomendasi Standar Pelaporan Keuangan Internasional Laporan ini menyajikan informasi mengenai aktivitas dan kinerja keberlanjutan BRI untuk periode tahun
(IFRS) S1 dan S2 yang diterbitkan oleh International Sustainability Standard Board (ISSB), dan Satuan fiskal 2024 (1 Januari hingga 31 Desember 2024) dan akan dipublikasikan berkala setiap tahun. [GRI 2-2, 2-3]
Tugas Pengungkapan Keuangan Terkait Iklim (TCFD). Pada aspek-aspek yang relevan, laporan ini Laporan ini juga menyajikan informasi yang disusun secara historis sampai tiga tahun terakhir (sejak
mencerminkan prioritas BRI dalam mengintegrasikan komitmen terhadap sepuluh prinsip UN Global 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2024) untuk membantu pembaca memahami perubahan dalam
Compact (UNGC) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). kinerja keberlanjutan BRI. Perubahan atau pernyataan ulang dari laporan sebelumnya (jika ada)
ditunjukkan dengan catatan yang diberikan pada setiap data atau informasi. [GRI 2-4]
Kinerja pengurangan energi dan emisi yang dibiayai (financed emission) dihitung dan diungkapkan
Hubungan dengan Laporan Tahunan BRI 2024 [H.4]
sesuai dengan persyaratan Partnership of Carbon Accounting Financials (PCAF) dan cakupan Science
Informasi keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dalam laporan ini terintegrasi Based Targets Initiative (SBTi) untuk pengukuran emisi yang dibiayai menurut jenis aset, termasuk
dengan Laporan Tahunan Bank BRI tahun 2024 sebagai laporan tersendiri. pinjaman korporasi, pembiayaan proyek pembangkit listrik, real estate komersial, ekuitas yang tercatat,
dan obligasi.
External Assurance [G.1] [GRI 2-5] [GRI 2-14]
Narahubung Laporan [GRI 2-3]
Seluruh data keberlanjutan, pengungkapan, dan klaim dalam laporan ini telah ditinjau dan disetujui
Direksi dan Dewan Komisaris [GRI 2-14] serta diverifikasi dan dijamin secara eksternal oleh CBC Global BRI sangat menghargai setiap masukan dan saran yang dapat menyempurnakan laporan ini di masa
Indonesia berdasarkan standar AA1000AS. Pernyataan dan laporan assurance secara detail dapat mendatang. Untuk itu, silakan menghubungi:
dilihat pada halaman 247 laporan ini.
Hendy Bernadi • Sekretaris Perusahaan
Pemilihan penjamin eksternal dilakukan dengan sepenuhnya menggunakan kebijakan pengadaan
+6221 575 2452 humas@bri.co.id
perusahaan yang berlaku berdasarkan keahlian, reputasi, dan tidak adanya potensi konflik kepentingan.
Selanjutnya, dilakukan verifikasi sampel bukti dokumentasi dan konfirmasi kepada pihak narasumber di Untuk informasi lain mengenai Laporan Keberlanjutan BRI Tahun 2024,
seluruh unit kerja terkait. Anda dapat mengunjungi https://bri.co.id/report.
Page 5
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 5
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Pesan
Komisaris Utama [GRI 2-22] BRI memperkuat komitmen
Pemegang saham dan para pemangku kepentingan yang kami hormati, pencapaian Net Zero Emission (NZE)
Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya, yang telah
Indonesia 2060 dengan menetapkan
memungkinkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk — untuk selanjutnya disebut “Perusahaan” atau target NZE BRI lebih awal, yaitu
“BRI” - mampu menavigasi berbagai risiko dan tantangan dengan baik selama tahun 2024. Selama 129 tahun tahun 2050 sesuai metodologi
perjalanan, BRI mampu tumbuh dan berkembang dalam memberikan pelayanan terbaik kepada negeri dengan Science-Based Target Initiative (SBTi)
senantiasa menjalankan komitmen terhadap nilai-nilai keberlanjutan. dan menjadi lembaga keuangan
Sebagaimana yang juga terlihat pada tahun-tahun sebelumnya, berbagai tantangan-tantangan baik pertama di Indonesia yang hasil
perubahan behaviour masyarakat, tensi geopolitik, hingga kepada climate change issue membuat penerapan
penghitungan target emisinya
prinsip keuangan berkelanjutan menjadi semakin relevan. BRI saat ini telah mengusung aspirasi berkelanjutan
untuk menjadi World Class Sustainable Banking Group yang berfokus pada dimensi Environmental, Social, and
(NZE near term target) disetujui SBTi.
Governance (ESG). Sejalan dengan komitmen tersebut, pada tahun 2024 BRI secara konsolidasian mampu
mempertahankan profitabilitas dengan Return on Asset sebesar 3,06% dan Return on Equity sebesar 19,01%,
serta menghasilkan laba bersih sebesar Rp 60,64 triliun.
Ke depan, Dewan Komisaris mendukung BRI untuk melanjutkan komitmennya dalam penerapan prinsip
keuangan berkelanjutan yang terstruktur dan terencana dengan baik. Untuk itu, BRI senantiasa melakukan
program transformasi Perusahaan termasuk terhadap strategi keberlanjutan BRI yang berfokus pada
“Strengthening the Sustainable Finance Practice”. Aspirasi tersebut bertujuan agar transformasi BRI dapat
dijalankan dengan turut mengintegrasikan risiko iklim pada seluruh aspek baik bisnis dan operasional, serta
meningkatkan inklusi keuangan. Adapun, upaya-upaya tersebut sebagai wujud nyata konsistensi BRI dalam
mendukung peningkatan nilai ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia.
Memperkuat Praktik Bisnis melalui Tata Kelola Berkelanjutan
Komitmen BRI terhadap bisnis berkelanjutan, dapat dilihat pula melalui penerapan tata kelola Perusahaan
yang baik. Dalam lingkup tata kelola berkelanjutan, BRI juga melakukan identifikasi terhadap isu-isu material
melalui perspektif para pemangku kepentingan. Hal ini juga sebagai bentuk penghormatan terhadap prinsip-
prinsip hak asasi manusia sebagaimana ditetapkan oleh United Nations Global Compact (UNGC). Umpan balik
ini melengkapi survei, analisa media, kebijakan, investor concerns, dan ESG Rating yang memungkinkan BRI Kartika Wirjoatmodjo
mengenali dan mengelola isu-isu material yang dapat mempengaruhi keberlanjutan BRI.
Komisaris Utama
Page 6
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 6
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Guna memperoleh pemahaman mendalam akan aspirasi maupun ekspektasi dari para pemangku Selain itu, dukungan terhadap kesehatan mental kepada pekerja diberikan pula melalui fasilitas BASIC
kepentingan, BRI melakukan berbagai survei, analisa media, kebijakan, penyebaran kuesioner (BRILiaN Assistance Center) dan wellness center yang merupakan layanan bantuan pekerja dengan
materialitas online, maupun ESG Rating yang berguna dalam menentukan materialitas isu. Selama cakupan pada kesehatan fisik, keselamatan kerja, kesehatan mental, hubungan pribadi dan profesional
2024, sebanyak 3.644 orang pemangku kepentingan yang terdiri dari pekerja dan manajemen BRI, yang sehat, serta pengelolaan keuangan pribadi untuk hidup produktif tanpa tekanan finansial.
nasabah, investor, pemerintah, pemasok, Lembaga Swadaya Masyarakat dan pihak lain yang relevan
telah memberikan umpan balik yang berharga bagi keberlanjutan usaha BRI.
Langkah Konkret bagi Lingkungan
BRI juga telah menyampaikan laporan Communication on Progress 2024 yang berisi rincian dampak
BRI memperkuat komitmen pencapaian Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060 dengan menetapkan
BRI pada aspek tata kelola, hak asasi manusia, keternagakerjaan, lingkungan dan anti-korupsi dan
target emisi nol bersih BRI pada tahun 2050 sesuai metodologi Science-Based Target Initiative (SBTi)
dipublikasikan melalui situs web UNGC. Laporan tersebut juga merupakan bentuk komitmen dan
dan menjadi lembaga keuangan pertama di Indonesia dengan hasil penghitungan target emisi (NZE
kemajuan BRI dalam menerapkan Sepuluh Prinsip dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
near term target) yang disetujui oleh SBTi. Komitmen ini kemudian dilanjutkan dengan penerbitan
(Sustainable Development Goals).
metodologi pemeringkatan risiko internal berupa Credit Risk Rating (CRR) dan Credit Risk Scoring
Sebagai bagian peningkatan tata kelola yang baik, BRI juga telah mengadopsi Standar Pengungkapan (CRS) serta pelaksanaan Climate Risk Stress Testing (CRST).
Keberlanjutan IFRS S1 dan S2 dalam Laporan Keberlanjutan BRI Tahun 2024. Implementasi ini bertujuan
Sesuai peta jalan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk implementasi Climate Risk Management &
agar pemangku kepentingan mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai isu keberlanjutan dan
Scenario Analysis (CRMS), BRI melaksanakan CRST dalam dua fase. Dalam laporan fase ke-1 analisis
pengelolaan risiko iklim yang dilakukan BRI.
mencakup 71,41% dari portofolio BRI (persyaratan OJK: 50%) sampai dengan tahun 2024, sedangkan
pada fase ke-2 mencakup 100% portofolio yang kemudian akan disampaikan pada tahun 2025.
Pembangunan Berkelanjutan melalui Perluasan Inklusi Keuangan Di sisi operasional, BRI memasukkan risiko iklim sebagai suatu pertimbangan pembiayaan melalui
BRI memperkuat komitmen akselerasi inklusi keuangan pada tahun 2024 yang berfokus "Memperkuat Kebijakan Daftar Sektor Negatif atau Dikecualikan, Kebijakan Pembiayaan Sub Sektor, Sustainability-
Kapabilitas Perbankan Ritel dan Meningkatkan Kualitas Aset”, serta meningkatkan kapabilitas di linked Loan, dan peninjauan pembiayaan. BRI juga mewujudkan peran aktif manajemen dan pekerja
luar perbankan melalui peningkatan skala dan perluasan cakupan layanan dan produk perbankan. dalam berbagai inisiatif hijau serta menerapkan budaya kerja yang sesuai dengan prinsip keberlanjutan.
Ekstensifikasi akses perbankan dilakukan melalui dukungan e-channel BRI, Agen BRILink, Terdapat bebagai inisiatif hijau seperti optimalisasi perangkat digital untuk mengurangi penggunaan
pengembangan platform layanan digital seperti BRImo, Qlola, SenyuM Mobile, Sabrina, dan lainya. kertas dan plastik, internalisasi budaya hemat energi, implementasi Green Network, hingga penyediaan
Akses perbankan tersebut semakin diperluas pula melalui kontribusi dan peran Perusahaan Anak yang kendaraan listrik bagi pekerja dan pemasangan panel surya di beberapa unit kerja BRI.
tidak hanya berkomitmen dalam target profitabilitas, namun menjadi pemimpin dalam masing-masing Sebagai penutup, Dewan Komisaris menyampaikan terima kasih terhadap kepercayaan yang telah
industrinya. diberikan oleh pemegang saham dan pemangku kepentingan. Apresiasi juga diberikan kepada Direksi,
Selain akses produk dan layanan, BRI juga memberikan dukungan dalam aspek pemberdayaan UMKM manajemen, dan seluruh Insan BRI atas dukungan dan kontribusi terbaik yang diberikan sehingga
dalam rangka literasi keuangan. Pemberdayaan di BRI dilakukan dengan pendakatan yang holistik perusahaan mampu melangkah pasti menuju keuangan berkelanjutan.
melalui pemetaan empat tingkatan kewirausahaan yaitu unfeasible unbankable, unfeasible bankable,
feasible unbankable, dan feasible bankable yang semakin terintegrasi lewat kehadiran Holding Ultra
Mikro (UMi). Selama tahun 2024, telah dilakukan Prgoram Pelatihan Khusus Pelaku UMKM Perempuan
sebanyak 2.037 pelatihan Literasi Keuangan dan Digital yang diikuti 113.476 pengusaha Perempuan UMi Jakarta, 17 Februari 2025
dari Kelompok Mekaar.
Menyadari pentingnya pengembangan kapabilitas pekerja serta penciptaan iklim kerja yang positif,
dilakukan pula upaya mendukung kesejahteraan dan kesehatan mental bagi pekerja melalui program
BRILiaN Community. Lewat program tersebut BRI memberikan ruang dan dukungan bagi pekerja, untuk
Kartika Wirjoatmodjo
mendirikan maupun bergabung dalam suatu komunitas sehingga diharapkan dapat meningkatkan
kolaborasi dan keterlibatan antar pekerja. Komisaris Utama
Page 7
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 7
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Pesan
Direktur Utama [D.1] [GRI 2-22]
Direksi meyakini pendekatan
terintegrasi yang melibatkan tata
kelola yang baik, pengenalan
risiko dan peluang yang memadai,
Pemegang saham dan para pemangku kepentingan yang kami hormati, strategi bisnis yang efektif dan
Mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya, PT Bank efisien, didukung ketersediaan
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil melewati tahun 2024 dengan baik dengan berbagai pencapaian
yang membesarkan hati. Beberapa di antaranya kami sajikan dalam Laporan Keberlanjutan 2024
ukuran dan metrik yang relevan
ini sebagai pemenuhan akuntabilitas, transparansi, dan tanggung jawab kami kepada pemegang dan akurat akan memberikan hasil
saham dan pemangku kepentingan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Secara khusus kami yang optimal dalam perjalanan dan
mengungkapkan kinerja dan komitmen BRI terhadap pembangunan berkelanjutan melalui pembaruan
langkah brilian mencapai tujuan
tata kelola dan praktik pengelolaan lingkungan, sosial, serta tata kelola perusahaan.
keuangan berkelanjutan.
Kebijakan untuk merespon tantangan dalam pemenuhan strategi keberlanjutan
Tuntutan untuk mengungkapkan dan mengelola aspek-aspek internal dan eksternal dengan lebih
transparan dan akuntabel mendorong Direksi untuk senantiasa meninjau dan memutakhirkan informasi,
tata kelola, dan strategi keberlanjutan BRI. Termasuk di dalamnya dengan memperkuat kebijakan,
strategi keberlanjutan dan badan tata kelola ESG, yaitu Komite Risk Management dan Environmental,
Social & Governance (ESG) serta Divisi ESG di bawah Direktur Kepatuhan.
Hal tersebut penting dilakukan untuk memitigasi risiko yang lahir dalam kondisi perekonomian
dan keuangan global yang penuh ketidakpastian. Berbagai konflik regional, perlambatan ekonomi
sebagai dampak pemulihan pandemi, serta laju kerusakan lingkungan yang tinggi mengharuskan
BRI menerapkan pendekatan yang penuh kehati-hatian serta pertimbangan yang akurat atas dasar
informasi yang memadai. Di sisi perubahan iklim, misalnya, BRI mengidentifikasi dan menganalisis
risiko iklim, mengelompokkannya dalam risiko transisi dan risiko fisik, serta mengintegrasikannya ke
dalam manajemen risiko dan strategi bisnis di seluruh organisasi. Ini dilakukan untuk meningkatkan
ketangguhan untuk bertahan dan beradaptasi terhadap tantangan terkait iklim, sehingga memperkuat Sunarso
ketahanan iklim.
Direktur Utama
Page 8
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 8
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Berbagai upaya penting dilakukan oleh BRI, seperti mengadopsi berbagai standar dan ukuran yang Strategi pencapaian target
relevan. Menyadari posisinya dalam lanskap keuangan sistemik di Indonesia, BRI juga menggunakan
BRI juga terus memperluas jangkauan bisnis sebagai strategi pencapaian visi sebagai The Most Valuable
indikator Komite Basel untuk Pengawasan Perbankan sebagai sarana peningkatan kualitas manajemen
Banking Group In Southeast Asia dan Champion of Financial Inclusion melalui pengembangan berbagai
risiko sistemik Perusahaan. Komite ini pada tahun 2011 menyusun 12 indikator keuangan untuk
produk dan layanan yang berpusat pada nasabah (customer-centric) serta meningkatkan layanan
mengidentifikasi bank-bank sistemik penting global yang kegagalannya dapat menimbulkan ancaman
kepada nasabah melalui teknologi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan, dan digitalisasi proses
terhadap sistem keuangan internasional.
bisnis. Ini juga dilakukan dengan menerapkan praktik pemasaran produk keuangan yang bertanggung
jawab untuk menumbuhkan kepercayaan nasabah dan mendorong pengambilan keputusan keuangan
Penerapan Keuangan Berkelanjutan yang tepat.
Sebagai salah satu bank komersial terbesar, bank dengan kepemilikan pemerintah yang strategis, serta Perluasan jangkauan bisnis ini dilakukan melalui pertimbangan yang lahir dari mekanisme tata kelola
dengan jangkauan usaha kecil menengah terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, BRI senantiasa perusahaan yang baik, kompetensi pekerja yang tinggi, serta kesiapan infrastruktur bisnis yang
mengelola dampak yang mungkin timbul dari layanan dan jasa yang diberikannya. Hal tersebut memadai dan tangguh. Sebagai konsekuensi pemanfaatan teknologi digital dalam perluasan produk
mendorong BRI untuk secara selektif melakukan kebijakan screening menggunakan persyaratan dan layanan perusahaan, BRI membangun pendekatan yang komprehensif dan proaktif terhadap
lingkungan, sosial, dan tata kelola serta pemberian prioritas pada calon atau nasabah potensial dengan keamanan siber, yang melibatkan dimensi teknologi, peraturan, dan budaya.
kinerja keberlanjutan (lingkungan, sosial, dan tata kelola) yang tinggi. Direksi meyakini bahwa pendekatan terintegrasi yang melibatkan tata kelola yang baik, pengenalan
Di sisi operasi, BRI menindaklanjuti berbagai peluang dan risiko yang dihadapi dengan mengembangkan risiko dan peluang yang memadai, strategi bisnis yang efektif dan efisien, didukung ketersediaan ukuran
produk dan kebijakan pembiayaan yang bertanggung jawab serta meningkatkan portofolio energi dan metrik yang relevan dan akurat akan memberikan hasil yang optimal dalam perjalanan dan langkah
terbarukan, efisiensi energi, pertanian berkelanjutan, dan sektor-sektor lain yang yang berkontribusi BRILiaN mencapai tujuan keuangan berkelanjutan.
terhadap kelestarian lingkungan hidup. Tujuan ini hanya dapat tercapai melalui dukungan para pemangku kepentingan, dan untuk itu saya
Direksi terus menerus mendorong penciptaan dampak positif yang berkelanjutan secara nasional menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi dan dukungan pemegang saham, Dewan Komisaris,
maupun global. Sejak tahun 2021, BRI bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani Insan BRILiaN, Agen BRILink, dan semua pihak yang terlibat dalam upaya BRI membangun perbankan
(PNM) berinisiatif membentuk unit sinergis dalam perusahaan induk yang disebut Holding Ultra Mikro yang inklusif, hijau dan berkelanjutan.
(UMi). Unit ini dibentuk untuk membuka akses yang lebih luas terhadap solusi keuangan terjangkau
dalam rangka mencapai target inklusi keuangan nasional. Sebuah inisiatif yang sangat penting di
Indonesia, mengingat hambatan geografis dan sosial yang menyulitkan akses terhadap layanan
keuangan bagi masyarakat yang kurang terlayani sistem perbankan konvensional. Jakarta, 17 Februari 2025
Secara global, BRI sejak tahun 2023 bergabung dalam inisiatif keberlanjutan global yang digagas United
Nations Global Compact (UNGC) dengan mendukung kontribusi terhadap SDGs melalui sepuluh
prinsip universal UNGC dan menjadi bank pertama di Indonesia yang bergabung dengan Partnership
for Carbon Accounting Financials (PCAF) yang mendorong kerja sama global antar lembaga keuangan
Sunarso
untuk mengembangkan pendekatan untuk mengukur dan mengungkapkan emisi gas rumah kaca
Direktur Utama
(GRK) dari pinjaman dan investasi.
Page 9
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 9
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Tanggung Jawab Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris
Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keberlanjutan 2024
Pelaporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk [GRI 2-14]
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tahun 2024 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi
Laporan Keberlanjutan perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 17 Februari 2025
Dewan Komisaris
Kartika Wirjoatmodjo
Komisaris Utama
Rofikoh Rokhim Heri Sunaryadi Rabin Indrajad Hattari
Wakil Komisaris Utama/ Komisaris Independen Komisaris
Komisaris Independen
Awan Nurmawan Nuh Dwi Ria Latifa Paripurna Poerwoko Sugarda
Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen
Agus Riswanto Nurmaria Sarosa Haryo Baskoro Wicaksono
Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen
Page 10
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 10
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Tanggung Jawab Surat Pernyataan Anggota Direksi
Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keberlanjutan 2024
Pelaporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk [GRI 2-14]
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tahun 2024 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi
Laporan Keberlanjutan perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 17 Februari 2025
Dewan Direksi
Sunarso
Direktur Utama
Catur Budi Harto Viviana Dyah Ayu R. K.
Wakil Direktur Utama Direktur Keuangan
Supari Amam Sukriyanto Handayani
Direktur Bisnis Mikro Direktur Commercial, Small, and Medium Business Direktur Bisnis Konsumer
Arga Mahanana Nugraha Ahmad Solichin Lutfiyanto Agus Winardono
Direktur Digital dan Teknologi Informasi Direktur Kepatuhan Direktur Human Capital
Agus Sudiarto Agus Noorsanto Andrijanto
Direktur Manajemen Risiko Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan Direktur Retail Funding and Distribution
Page 11
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 11
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Dengan memperkuat posisinya sebagai salah satu lembaga keuangan terbesar di Indonesia, BRI berkomitmen pada pertumbuhan yang terpercaya
Tentang BRI: Langkah dan berkelanjutan. BRI berkomitmen untuk mengembangkan bisnis yang mendukung keberlanjutan usaha sekaligus memberdayakan masyarakat,
dengan tujuan mewujudkan keberhasilan finansial berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan sosial. Upaya ini
Brilian Menuju Keuangan mencerminkan dedikasi utama BRI untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan kontribusi nyata dalam menciptakan perubahan
yang Berkelanjutan positif dan memberi makna Indonesia.
Informasi Umum [C.2] [C.3.a] [GRI 2-1] BRI didirikan 16 Desember 1895 di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia dan selama lebih dari 129
tahun, BRI telah melayani masyarakat Indonesia sebagai mitra keuangan yang handal dan terpercaya
melalui berbagai produk simpanan dan pinjaman serta layanan keuangan yang sesuai dengan
Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. [GRI 2-1] kebutuhan individu, korporasi, dan UMKM. Sebagai bank komersial yang fokus melayani nasabah di
segmen UMKM, BRI juga menyediakan berbagai dukungan non-keuangan program pemberdayaan
masyarakat dan pengembangan kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan
Gedung BRI I kapasitas UMKM. Informasi lebih lengkap mengenai produk, layanan, dan kegiatan usaha BRI dapat
Kantor Pusat
Jl. Jenderal Sudirman No. 44-46 Jakarta 10210, Indonesia [C.2] [GRI 2-1] dilihat di https://bri.co.id. [C.4] [GRI 2-6]
Badan Hukum Perseroan Terbatas [GRI 2-1]
Pekerja 81.848 orang [C.3]
Total Asset Rp 1.840,40 Triliun (Bank Only)
Laba Bersih Rp 54,84 Triliun (Bank Only)
Kepemilikan 53,19% (Pemerintah Republik Indonesia), 46,81% (Umum) [C.3.a]
* Pemerintah Republik Indonesia melalui kepemilikan saham Seri A Dwiwarna (Golden Share) menjadi pemegang saham utama
dan pengendali BRI
Page 12
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 12
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
BRI dan Perusahaan Anak [C.4] [GRI 2-6]
Layanan dan
Perusahaan Anak Kepemilikan Status
10 01 Tagline
si PT Bank
n Investa Raya PT Bank Raya Indonesia Perbankan digital (Bank digital yang fokus di
jeme Ind 1 11 1 86,85% beroperasi
ana one
Tbk UMKM khususnya gig economy)
IM sia
BR Tb s K B
PT k te m Ko o
S ys km
in B
i BR D a ta an
an
09 ad
IG
02 BRI Global Financial KB k
2 Remitansi 100% beroperasi
lo
lM
Services Ltd
b al
na
Fi
sio
na
Na
nc
n
ial
ala
S
d
erv
3 PT Asuransi BRI Life Asuransi Jiwa 51,00% beroperasi
mo
Others Banking
ice
Per
s Lt
PT
d
nk
KB S
gs B a
10 PT BRI Multifinance 2
4 Pembiayaan 99,88% beroperasi
e c urit
Indonesia
K B S avin
PT Pegadaian
PT Asuransi BRI Life
ie s
Savings
PT BRI Danareksa Securities
08 03 5 bank Layanan sekuritas brokerage 67,00% beroperasi
Sekuritas
6 PT BRI Ventura Investama Modal ventura beroperasi
I nve
99,97%
e
K B nt
nc
stm
PT
ura
9
e
RI B
Ins
sia
3
Mu
Financial Insurance
ne
KB
7 PT BRI Asuransi Indonesia Asuransi Umum 90,00% beroperasi
ltifi
do
Es
K B te T
investment
i In
ta
na
R e rus
s
nc
an
al t
eI
ce
ur
an
nd
As
ur
8
M KB
on
Credit ns
RI
07 04
es
8 PT Pegadaian an A s eI
B ia
PT
a g s et Pembiayaan if 99,99% beroperasi
em L
en KB 4
t rd
in Ca
PT
KB C
a pital
B
7
KB Kookm
ma RI
sta Dan
Inve arek
entur
a Sekuri sa
PT Permodalan Nasional
PT BRI V s ta
9 Pembiayaan UMKM 99,99% beroperasi
Madani 6 5
06 05
PT BRI Manajemen
10 Investasi 65,00% beroperasi
Investasi
Page 13
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 13
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Jaringan Usaha [C.3.d] [GRI 2-1] [GRI 2-6]
Melalui sepuluh perusahaan anak utamanya, BRI Group menyediakan layanan keuangan yang komprehensif kepada beragam pemangku kepentingan di seluruh dunia melalui lebih dari 7.000 kantor layanan
perbankan dan didukung oleh lebih dari 747.000 e-channel* dan 1.064.219 Agen BRILink, serta enam jaringan luar negeri di Cayman Island, Amerika Serikat, Hongkong, Taiwan, Singapura, dan Timor Leste,
memperkuat kehadirannya di tingkat global.
BRI Kantor Perwakilan Hong Kong
BRI Cabang Taipei
BRI Agensi New York BRI Cabang Timor Leste
BRI Cabang Kep. Cayman BRI Cabang Singapura
Sumatera Kalimantan Jawa Sulawesi dan Maluku Bali dan Nusa Tenggara Papua
Kantor Wilayah: 5 Kantor Wilayah: 1 Kantor Wilayah: 8 Kantor Wilayah: 2 Kantor Wilayah: 1 Kantor Wilayah: 1
Kantor Cabang: 95 Kantor Cabang: 40 Kantor Cabang: 216 Kantor Cabang: 57 Kantor Cabang: 32 Kantor Cabang: 13
Kantor Cabang Pembantu: 105 Kantor Cabang Pembantu: 42 Kantor Cabang Pembantu: 327 Kantor Cabang Pembantu: 42 Kantor Cabang Pembantu: 26 Kantor Cabang Pembantu: 13
BRI Unit: 990 BRI Unit: 372 BRI Unit: 2.790 BRI Unit: 551 BRI Unit: 295 BRI Unit: 88
Kantor Kas: : 74 Kantor Kas: 24 Kantor Kas: 338 Kantor Kas: 34 Kantor Kas: 20 Kantor Kas: 10
Teras BRI: 206 Teras BRI: 86 Teras BRI: 416 Teras BRI: 39 Teras BRI: 112 Teras BRI: 14
Mobil Teras BRI: 2 Mobil Teras BRI: 2 Mobil Teras BRI: 58 Mobil Teras BRI: 2 Mobil Teras BRI: 4 Mobil Teras BRI: 1
Teras Kapal BRI: 1 Teras Kapal BRI: 0 Teras Kapal BRI: 1 Teras Kapal BRI: 1 Teras Kapal BRI: 1 Teras Kapal BRI: 0
Agen BRILink: 239.380 Agen BRILink: 68.832 Agen BRILink: 580.569 Agen BRILink: 105.585 Agen BRILink: 59.860 Agen BRILink: 9.993
*terdiri dari ATM, CRM, EDC (merchant, unit kerja operasional, dan BRIlink)
Page 14
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 14
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Tata Kelola Guna memperkuat tata kelola ESG, BRI telah menerbitkan Surat Edaran Direksi BRI tentang Kebijakan dan Strategi Keberlanjutan (Sustainability Policy and
Strategy) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sejak tahun 2021, BRI telah menetapkan tata kelola ESG guna memantau secara langsung kinerja serta
Keberlanjutan pengungkapan ESG BRI.
Tata kelola ESG diwujudkan melalui Pembentukan Komite Environmental, Social & Governance (ESG). Komite ESG memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: [GRI 2-12] [GRI 2-13] [GRI 2-14] [GRI G4 FS12]
Pembentukan Komite ESG ini didasarkan pada Surat Keputusan NOKEP. 102-DIR/PPM/01/2024 1 Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review dan evaluasi terkait implementasi kebijakan
tanggal 10 Januari 2024 (mencabut NOKEP. 872-DIR/ PPM/06/2022 tanggal 2 Juni 2022). atau tata kelola (governance), parameter inisiatif ESG dan inisiatif TJSL yang telah disusun oleh Unit
Kerja terkait yang kemudian diusulkan oleh Tim Penunjang Komite;
Organisasi Komite Environmental, Social & Governance (ESG) 2 Menetapkan program kerja yang termasuk kategori inisiatif ESG dan inisiatif TJSL berdasarkan
rekomendasi Tim Penunjang Komite;
Hak Suara
Struktur Keanggotaan Jabatan (Voting) 3 Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review dan evaluasi terkait implementasi program
kerja yang masuk ke dalam parameter inisiatif ESG dan inisiatif TJSL serta pelaporan data dan
Direktur Utama Ketua informasi terkait ESG;
4 Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review terkait laporan ESG Rating, Investor concerns
Ketua Pengganti I atau Pihak Ketiga lainnya terhadap kinerja dan implementasi ESG dan TJSL BRI;
Wakil Direktur Utama
(Merangkap anggota tetap dengan hak suara)
5 Menetapkan isu material dan hasil laporan ESG Rating, Investor concerns atau Pihak Ketiga lainnya
terhadap kinerja dan implementasi ESG dan TJSL BRI;
Division Head ESG atau Sekretaris
Unit Kerja Pengelola ESG (Merangkap anggota tetap tanpa hak suara) 6 Menyetujui rencana tindak lanjut atas hasil review dan evaluasi untuk kemudian dapat diusulkan
menjadi program kerja baru yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Unit Kerja terkait; serta
Direktur Manajemen Risiko Anggota Tetap 7 Menyetujui dan memberikan arahan isu terkait ESG dan TJSL, termasuk peraturan perundang-
undangan, inisiatif global, praktik bisnis, serta informasi penting lain terkait ESG dan TJSL.
Direktur Keuangan Anggota Tetap Penerapan ESG di BRI dioptimalisasi melalui pembentukan Divisi ESG di bawah Direktur Kepatuhan.
Divisi ini bertugas memantau kinerja dan dampak dari topik ekonomi, lingkungan, dan sosial,
serta mengkoordinasikan kebijakan keberlanjutan dan perubahan iklim di tingkat korporat. Dalam
Direktur Kepatuhan Anggota Tetap pelaksanaan tugasnya, Divisi ini berkolaborasi erat dengan tim manajemen risiko dan berkoordinasi
dengan semua unit kerja terkait.
SEVP Change Management & Anggota Tetap Divisi ESG melaporkan kinerja ESG secara langsung kepada Direksi melalui Komite ESG. Secara
Transformation Office berkala, laporan ini juga disampaikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris melalui Rapat Direksi dan
Rapat Gabungan Direksi-Dewan Komisaris serta diungkapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham
Seluruh Direktur/SEVP Bidang Anggota Tidak Tetap (RUPS). Selain pelaporan, Divisi ESG juga berperan penting dalam merumuskan kebijakan, strategi, dan
Terkait
tujuan yang selaras dengan komitmen BRI terhadap pembangunan berkelanjutan. [C.1] [GRI 2-9] [GRI 2-12] [GRI
2-13][GRI 2-24] [GRI G4 FS12]
Page 15
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 15
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Strategi Keberlanjutan [A.1] [GRI 2-24] [GRI 3-3]
BRI menetapkan aspirasi keberlanjutan untuk menjadi World Class Sustainable Banking Group,
selaras dengan visi BRIVolution 2.0 sebagai The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia &
Champion of Financial Inclusion. Sebagai wujud komitmen ini, BRI mengacu pada Surat Edaran Direksi
tentang Kebijakan dan Strategi Keberlanjutan, yang menggarisbawahi tiga pilar utama dalam strategi
Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) sebagai fokus utama dalam implementasi keberlanjutan
sebagai berikut:
BRI Sustainability Framework
Tujuan
Memberdayakan Masyarakat dan Memelihara Bumi
Sustainability Strategy Pillars
LINGKUNGAN SOSIAL TATA KELOLA
Mempertahankan tata
Menerapkan strategi Memberdayakan
kelola perusahaan yang
perubahan iklim masyarakat
baik
l Risiko Iklim l Pemberdayaan Nasabah l Tata Kelola Perusahaan
l Green Network l Pemberdayaan Pekerja l Etika Bisnis
l Green Banking l Pemberdayaan Masyarakat l Responsible Product
l Risiko dan Keamanan Siber
Dampak SDGs yang Diharapkan
Page 16
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 16
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Penerapan Rencana Aksi
BRI Sustainability Journey
Keuangan Berkelanjutan (RAKB)
Tata kelola keuangan berkelanjutan
1985-
2013 2015 2017 2019 2020 diterjemahkan BRI dalam Rencana Aksi
1986
Keuangan Berkelanjutan (RAKB) mengacu
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
KUPEDES & Menerbitkan Bergabung dengan First Menerbitkan Menerbitkan Melakukan
No. 51/ POJK.03/2017 untuk menerapkan
SIMPEDES Laporan Movers on Sustainable Kebijakan Sustainability Perhitungan
diluncurkan Keberlanjutan Banking yang diinisiasi Pembiayaan Bond (USD 500 Juta) Emisi GRK keuangan berkelanjutan. Implementasi RAKB
yang pertama oleh OJK Sektor Kelapa Sawit memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan
Berkelanjutan
tata kelola perusahaan. Kegiatan dalam RAKB
melibatkan berbagai fungsi di Perusahaan
2024 2023 2022 2021
antara lain fungsi manajemen risiko, change
management, investor relation, perencanaan
Menerbitkan Target Jangka Pendek Menetapkan target Membentuk PCAF Membentuk dan kinerja, sekretariat perusahaan,
Green Bond NZE Disetujui oleh SBTi Net Zero Emission Divisi ESG Signatory Holding Ultra pengembangan produk, pembiayaan
(IDR 2,5 Triliun) 2050 Menerbitkan Mikro dengan
Kalkulasi Pegadaian & berwawasan lingkungan, program BRI
Menerbitkan Menerbitkan CRR Berkomitmen Strategi emisi PNM Peduli, serta praktik operasional yang ramah
Social Loan (Climate Related Report) kepada SBTi untuk Keberlanjutan keuangan
menetapkan target BRI Membentuk lingkungan. [E.1][GRI G4 FS1]
senilai
NZE berbasis sains Komite ESG
USD 800 Juta Melakukan Stress Test Menerbitkan Informasi lebih terperinci mengenai RAKB bisa
Risiko Iklim Laporan TCFD Green Bond Konstituen ditemukan dalam pembahasan Asosiasi dan
Menerbitkan diterbitkan (IDR 5 Tr) IDX ESG Leaders
Kebijakan Index Framework dalam laporan ini pada halaman
Adaptasi Prinsip Hak Asasi
Pembiayaan Menerbitkan 155.
ISO 26000 Manusia dalam
Sektor Minyak Kebijakan
dan Gas serta Ketenagakerjaan
Pembiayaan
Sektor Batubara UNGC Signatory Sektor Spesifik
Menerbitkan Pulp & Paper
Green Bond
(IDR 6 Triliun) Lingkungan Sosial Tata Kelola
Page 17
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 17
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Ikhtisar Sebagai perusahaan publik BRI secara terbuka mengungkapkan kondisi keuangan dan non-keuangan perusahaan kepada publik dan regulator
sesuai peraturan yang berlaku. Informasi tentang kondisi keuangan dan non-keuangan, termasuk perbandingan antara target dan pencapaian
Bisnis dan ESG dalam portofolio, target pembiayaan, dan investasi perusahaan dapat diakses secara lengkap melalui Laporan Tahunan BRI 2024. [GRI 3-3] [201-2] [201-4]
Sepanjang tahun 2024, BRI melakukan optimalisasi manajemen jaringan kantor melalui pembukaan,
penggabungan, dan perubahan status jaringan kantor sehingga mengubah jumlah unit kerja operasional Kinerja Finansial Bank (Bank Only) [B.1.a] [B.1.b] [B.1.c]
BRI dari 7.755 di tahun 2023 menjadi 7.568 di tahun 2024. Keputusan ini dipertimbangkan dengan
Rupiah (Triliun)
memperhatikan dinamika faktor internal dan eksternal yang relevan terhadap bisnis perusahaan. Selain Pendapatan
itu, tidak terdapat perubahan signifikan yang mempengaruhi bisnis dan operasional BRI. [C.6] [GRI 2-6]
operasional
215,74 189,65
Pada tahun 2024, BRI masih mendapatkan insentif penurunan tarif pajak sebesar 3% dari Pemerintah * angka bank only
2024 2023
Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 2 Tahun 2020 dan tidak mencatat adanya
pemasukan yang berasal dari peluang atau dampak finansial karena perubahan iklim. [GRI 3-3] [201-2] [201-4] Laba Rupiah (Triliun) Laba bersih Rupiah (Triliun)
69,11 67,07 54,84 53,15
sebelum bank
pajak
* angka bank only
2024 2023 * angka bank only
2024 2023
Manfaat Ekonomi
Pembayaran Rupiah (Triliun) Pembayaran Rupiah (Triliun)
dividen
47,83 43,50 pajak (PPh)
12,35 10,81
* angka bank only
2024 2023 * angka bank only
2024 2023
Keuangan Berkelanjutan
Sustainable Rupiah (Triliun) ESG-based Rupiah (Triliun)
Corporate
Lending
785,22 772,74 Bond
Investment
4,41 4,54
* angka bank only
2024 2023 * angka bank only
2024 2023
ESG-based Rupiah (Triliun)
Wholesale
Funding 44,83 39,58
* angka bank only
2024 2023
Page 18
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 18
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Aspek Tata Kelola[B.3 ] Aspek Sosial [B.3] [F.28] [F.3 0] Aspek Lingkungan [B.2]
Inklusi Keuangan Konsumsi Energi: 2.848.795.079 MJ
3
dari 10 anggota
(dari susunan Kepemilikan rekening bank Kepemilikan produk dan layanan keuangan termasuk BPJS dibandingkan 2.919.627.648 MJ di 2023 [B.2.a] [F.6] [F.12]
Dewan Komisaris) 75,30% 89,60%
73,10% 87,30% 86,60% 89,10% 91,60%
2 124.155
dari 12 anggota (dari 70,20% 72,60% 68,60% 84,80%
susunan Jajaran Direksi) 67,80% TonCO2e
dibandingkan 130.610 TonCO e 2
(2023)
346.353
2024
TonCO2e
Target jangka pendek NZE (Net Zero Emissions)
telah disetujui oleh SBTi (Science Based dibandingkan 355.742 TonCO e 2
Targets initiative). (2023)
Pengurangan emisi dari
Publikasi laporan Communication on Progress
emisi yang dapat dihindari: 1.096.551 KgCO e 2
untuk United Nations Global Compact (UNGC). 35,90 176,00 87,06% dibandingkan 872.713 KgCO2e di 2023 [B.2.a]
Pengurangan sampah sebesar 14,75% dibandingkan 2023
Tingkat penyelesaian pengaduan Employee Engagement Survey
nasabah Total sampah yang didaur ulang adalah 703.560 kg, yang
setara dengan menghindari 524.180 kg emisi CO2e.[F.13]
Top 3 perusahaan publik di Indonesia dan
the ASEAN Asset Class dalam 99,81% 3,51 1,29% BRI Menanam telah mendistribusikan 1.138.333 bibit
ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS). pohon yang tersebar di seluruh Indonesia dengan potensi
penyerapan karbon sebesar 985,45 TonCO2e.
Indeks Corporate Governance Perception
95,31
Biaya lingkungan hidup (TJSL pilar lingkungan):
Rp60.484 Juta [F.4]
Nilai Social Return for Investment (SROI) [B.1.e] [B.3] [F.23] [F.25]
Melalui Green Network initiative framework, BRI
mengoperasikan 796 eco-friendly vehicles (mobil dan
Pengembangan wisata kuliner Pasar Tomohon 11,32 Pelatihan Sertifikasi Halal di Banten 7,60 motor) sampai dengan 2024.
Skor meningkat dari tahun
sebelumnya dengan kategori Pemberdayaan Kelompok Perempuan Belvie 11,26 Program Ini Sekolahku di Maluku Tengah 7,02 Instalasi surya panel di 143 unit kerja sampai dengan
Most Trusted Bantuan Homestay di Mandalika 9,86 Program BRI Menanam Grow & Green Muara Gembong 5,85
tahun 2024.
Bantuan peralatan usaha di Lampung Ujung Labuan Bajo 8,07 Bantuan Mesin Jahit Kelompok Wanita Maumere 4,31
Page 19
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 19
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Penghargaan Selain indikator keuangan, parameter keberlanjutan berbasiskan lingkungan, sosial, dan tata kelola menjadi semakin penting dalam pengambilan keputusan
investasi para investor. Untuk itu BRI terus meningkatkan penerapan ESG dan mengevaluasi kinerjanya mengacu pada analisis dan pemeringkatan dari
dan Rating ESG lembaga-lembaga terkemuka
> > PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk > >
Banks
Peringkat ESG >
ESG Score >
75/100 18,8
ESG Risk Rating > 17,8 A A
A
LOW RISK
63/100 63/100
2022 2023 2024 2022 2023 2024 2022 2023 2024
CSA S&P Global Score Sustainability Yearbook Member Sustainalytics MSCI
> > > > INDEKS ESG SECTOR
Indeks ESG Leaders mengukur LEADERS IDX KEHATI
kinerja perusahaan yang memiliki
merupakan indeks yang berisikan
penilaian ESG yang baik dan
saham dengan hasil penilaian
tidak terlibat dalam kontroversi
kinerja ESG di atas rata-rata
yang signifikan
industrinya.
Overall Score >
Meningkat dari 95,21 pada 2023 95,31/100 IDX ESG Leaders
95,21/100
« ESG Sector Leader IDX Kehati /
ESG Quality 45 IDX Kehati
95,18/100
Top 3 Public Listed Companies Hingga saat ini, BRI adalah
konstituen dari IDX ESG Leaders ü ü ü
di Indonesia dan ASEAN Asset Class
4 Tahun berturut-turut Index (ESGL)
2022 2023 2024 2022 2023 2024
CGPI ASEAN Corporate Governance IDX ESG Leaders IDX Kehati Index
Page 20
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 20
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Pelibatan Pemangku BRI menyadari bahwa peluang dan risiko terkait keberlanjutan berasal dari interaksi kegiatan operasional bisnis dengan para pemangku kepentingan yang
bersifat langsung dan tidak langsung di sepanjang rantai pasokan, nilai, dan lingkungan secara keseluruhan. Sehingga BRI memiliki potensi terpapar risiko atas
Kepentingan risiko dan peluang tersebut. Dalam melaksanakan aktivitas bisnisnya, BRI menerapkan manajemen risiko yang menyeluruh. Penjelasan perihal manajemen
risiko disampaikan lebih lengkap di laporan ini pada bagian Manajemen Risiko. [IFRS S1 B1-B5]
[E.4][GRI 2-12][GRI 2-29] [GRI 3-1] [GRI G4 FS5]
Pengelolaan Isu-isu Material yang Berdampak pada
Pemangku Kepentingan
Lingkungan Alam BRI memiliki komitmen kuat untuk melibatkan para pemangku
kepentingan sebagai bentuk penghormatan terhadap prinsip-prinsip
Planet hak asasi manusia, sebagaimana yang ditetapkan dalam prinsip-prinsip
UNGC bahwa bisnis harus mendukung dan menghormati pelindungan Kriteria Penilaian dan
Jumlah Pemangku Sebaran Pemangku
hak asasi manusia yang diumumkan secara internasional (Prinsip 1) serta Pemilihan Pemangku
Kepentingan yang Terlibat Kepentingan yang Terlibat
Kepentingan
memastikan bahwa bisnis tidak terlibat dalam pelanggaran hak asasi
manusia (Prinsip 2). BRI juga melibatkan para pemangku kepentingan
• Kebutuhan, • Investor
untuk membantu dalam proses identifikasi peluang dan risiko serta
• Keberagaman, • Pekerja
Investor Nasabah
Media
menentukan langkah-langkah pencegahan dan mitigasi untuk dampak
yang mungkin terjadi. 3.644 • Kemauan untuk berpartisipasi,
• Pengaruh pada BRI, dan
• Rantai Pasokan
• Nasabah
orang
• Ketergantungan pada BRI. • Regulator
BRI menggunakan survei, analisa media, kebijakan, investor concerns,
dan ESG Rating assessment untuk mengukur dan mengevaluasi
Regulator dampak dari kegiatan operasional dan bisnis BRI terhadap pemangku
Pegawai kepentingan. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi dan pengelolaan
isu-isu material yang dapat mempengaruhi keberlanjutan BRI. Umpan Balik atas
Pemasok Laporan 2023 dan Diskusi dan
Dalam penilaian materialitas, keterlibatan pemangku kepentingan bukan Rencana Topik 2024 Tanggapan
Kuesioner
Materialitas
Ran n sebatas sebagai unsur pendukung, melainkan menjadi bagian integral serta Pembahasan Investor
t a i Pa soka Manajemen[G.3]
Organisasi dari keseluruhan proses penilaian materialitas. Aspirasi pemangku
Masyarakat kepentingan dianggap sangat penting, dan untuk mendapatkan BRI mengumpulkan BRI melaksanakan diskusi BRI menyebarkan
Sipil masukan atas Laporan dengan investor secara kuesioner materialitas
pemahaman mendalam, BRI melakukan penyebaran kuesioner
Keberlanjutan 2023 serta reguler sepanjang tahun secara online guna
materialitas kepada berbagai pemangku kepentingan signifikan, masukan pemangku guna mendapatkan aspirasi mendapatkan perspektif
kepentingan lain yang dan menanggapi umpan pemangku kepentingan
seperti nasabah, Board of Management, pekerja, pemasok, non profit diterima melalui media balik dari investor. yang lebih luas.
organization (NGO), dan sebagainya untuk menggali perspektif dan monitoring, WBS, survei,
dan evaluasi pencapaian
masukan dari pemangku kepentingan. rating ESG.
Page 21
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 21
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Saluran Pelibatan Pemangku Kepentingan [GRI 2-29]
Sebagai lembaga keuangan yang memiliki dampak pada semua aspek kehidupan dan berbagai pemangku kepentingan, BRI mengkategorikan pemangku kepentingan menjadi 2 bagian, pemangku kepentingan internal
(pekerja) dan pemangku kepentingan eksternal (Nasabah, Investor, Regulator dan Pemasok) sebagai pemangku kepentingan utama berdasarkan kepentingan bisnis, komitmen terhadap keberagaman, kesediaan
untuk berpartisipasi, dan dampak timbal baliknya terhadap BRI. Dengan demikian, BRI dapat mendorong kolaborasi dan dukungan di antara para pemangku kepentingan utama tersebut serta merefleksikan hasilnya
dalam keseluruhan kegiatan manajemen ESG BRI, termasuk proses penentuan materialitas.
Penanggung Jawab Minat dan Kepentingan Basis Penetapan Respon BRI Saluran Pelibatan
l Service & Contact l Cybersecurity Hubungan ekonomi l Inovasi produk, jasa, serta layanan sesuai kebutuhan dan perkembangan teknologi; l Layanan nasabah (setiap saat)
Center Division. l Keunggulan layanan l Penyediaan serta penyampaian informasi produk, jasa, dan layanan; l Situs web, email, social media, mobile
l Corporate nasabah l Penyimpanan dan pelindungan data nasabah sesuai peraturan; banking (setiap saat)
Nasabah Secretary l Sustainable Finance l Penyediaan layanan pengaduan nasabah baik manual maupun berbasis digital, serta mekanisme l Survei keunggulan layanan nasabah (satu
Division. bulan sekali)
l GCG penyelesaiannya; dan
l Sosialisasi penerapan keuangan berkelanjutan. l Kuesioner materialitas (Satu tahun sekali)
l Human Capital l Manajemen Sumber Daya Legal, dan l Penyusunan Perjanjian Kerja Bersama; l Portal internal, hotline via telepon dan surel
Strategy & Policy. Manusia Pencapaian tujuan l Penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan kemampuan pekerja, serta pembentukan assessment (setiap saat)
l Human Capital l Keunggulan layanan perusahaan center; l Survei kepuasan pekerja (setahun sekali)
Pekerja Business Partner nasabah l Lingkungan kerja yang kondusif dan produktif; serta l Rapat manajemen (minimal satu bulan
Division. l Cybersecurity sekali)
l Review dan survei kesejahteraan pekerja secara berkala.
l Sustainable Finance l Kuesioner materialitas (setahun sekali)
l Investor Relation. l Climate Risk dan Hubungan ekonomi, l Penyediaan informasi berkala kinerja BRI; l RUPS tahunan (minimal satu kali setahun)
l Corporate Sustainable Finance kepemilikan, dan l Komunikasi baik secara langsung maupun melalui analisis guna memastikan penyampaian informasi l Situs web (setiap saat)
Secretary l Keunggulan layanan legal. material; serta l Investor meeting (Sebulan sekali)
Division. nasabah l Penyelenggaraan RUPS.
Investor l Kuesioner materialitas (setahun sekali)
l GCG
l Inklusi dan Literasi
Keuangan
l Cybersecurity
l Compliance l Keunggulan layanan Hubungan legal l Penyesuaian kebijakan dan peraturan internal, sesuai peraturan yang diterbitkan pemerintah; l Penyusunan RAKB dan Laporan
Division. nasabah l Penerapan prinsip-prinsip GCG di seluruh unit kerja; dan Keberlanjutan (minimal setahun sekali)
l Manajemen Sumber Daya l Penyampaian laporan kinerja dan pelaksanaan kegiatan lain: Laporan Rencana Aksi Keuangan l Sesi pengarahan tentang kebijakan
Manusia Berkelanjutan, Laporan Tahunan, Laporan Keberlanjutan, Laporan TJSL, serta laporan lain keuangan pemerintah (minimal setahun
Regulator sekali)
l Sustainable Finance
l Cybersecurity l Pertemuan dengan OJK (minimal setahun
sekali)
l Kuesioner materialitas (setahun sekali)
l Fixed Asset l Keunggulan layanan Hubungan ekonomi l Focus group discussion untuk mengetahui masukan dan concern dari pemasok; l Seminar dan sosialisasi (saat dibutuhkan)
Management nasabah dan legal. l Laporan keberlanjutan dan penyesuaian dengan berbagai kerangka pelaporan terkait lingkungan, l Kuesioner materialitas (setahun sekali)
& Procurement l Sustainable Finance sosial dan tata kelola; serta
Pemasok Policy Division
l Cybersecurity l Sosialisasi terkait kebijakan perusahaan, seperti kebijakan ketenagakerjaan, antikorupsi, lingkungan,
l Procurement & dan sebagainya.
Logistic Operation l GCG
Division
Page 22
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 22
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Penilaian BRI mengidentifikasi isu-isu ESG dan merefleksikannya dalam kegiatan manajemen, serta secara transparan berkomunikasi dengan para pemangku
kepentingan melalui penilaian materialitas serta mengungkapkan kegiatan dan hasilnya dalam saluran dan media komunikasi Perusahaan.
Materialialitas [GRI 3-1] Dalam laporan ini, BRI memilih topik pengungkapan keberlanjutan berdasarkan proses penilaian double materiality yang didasarkan pada Standar GRI 2021
serta memilih topik pengungkapan yang sesuai dengan penerapan Standar Pengungkapan Keberlanjutan IFRS S1 dan S2 melalui penilaian keuangan yang
berpusat pada investor yang didasarkan pada panduan yang diumumkan oleh Dewan Standar Keberlanjutan Internasional (International Sustainability
Standards Board/ISSB).
Proses Penilaian: Double Materiality [GRI 3-1]
BRI mengadopsi prinsip double materiality dalam penentuan topik material, yang mempertimbangkan kepentingan perusahaan dan pemangku kepentingan serta dampak finansial dan non-finansial dalam
menetapkan topik materialitas keberlanjutan. Dengan menerapkan prinsip ini BRI menilai kemampuan perusahaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor keberlanjutan yang relevan untuk penciptaan nilai jangka
panjang (long-term value creation) dan mempertimbangkan hubungan timbal balik antara dampak eksternal terhadap masyarakat atau lingkungan, dan dampak internal terhadap nilai perusahaan.
Dalam pengungkapan laporan ini, BRI juga mempertimbangkan penilaian materialitas keuangan yang berpusat pada investor, sebagaimana diatur oleh ISSB. Metode ini menjadikan investor (termasuk investor
yang berasal dari pasar modal dan calon investor), serta pemangku kepentingan, sebagai pengguna utama informasi, mendapatkan topik-topik keberlanjutan yang dapat berdampak pada pengambilan keputusan
investasi. BRI menganalisis tingkat ketertarikan investor yang utama terhadap risiko dan peluang yang terkait dengan keberlanjutan serta peraturan pemerintah. Melalui proses ini BRI mengungkapkan informasi
keberlanjutan kepada kelompok pengguna yang tujuan utamanya adalah pengambilan keputusan ekonomi (khususnya investor dan pemerintah sebagai regulator). Hal ini juga dilakukan karena beberapa topik yang
material untuk penciptaan nilai perusahaan telah tercermin dalam laporan keuangan tahunan.
1 2 3 4
Menganalisis lingkungan internal
TAHAPAN
dan eksternal perusahaan sebagai Mengidentifikasi dampak aktual Melakukan penilaian dan pengambilan keputusan Pemilihan isu-isu prioritas yang
konteks keberlanjutan dan dan potensial, serta risiko dan atas dampak, risiko, dan peluang yang material akan diungkapkan dalam laporan
mengidentifikasinya sebagai daftar peluang
dampak dan kontribusi perusahaan
Mengidentifikasi aktivitas dan hubungan bisnis Mengidentifikasi materi yang terkait dengan isu • Menilai materialitas dampak Memilih isu material dengan menggabungkan
yang dilakukan, konteks hubungan tersebut terjadi, ESG, termasuk dampak, risiko, dan peluang di • Menilai materialitas keuangan hasil penilaian materialitas ganda dan
serta pemangku kepentingan yang terutama seluruh aktivitas manajemen perusahaan dan • Menyatukan hasil penilaian materialitas dampak dan materialitas keuangan membaginya menjadi lima topik material dan
terkena dampak: rantai nilai perusahaan. Tahap ini menghasilkan tujuh topik umum, yang mencerminkan
• Menganalisis lingkungan hukum dan peraturan 13 daftar topik material. screening prioritas berdasarkan hasil penilaian
KEGIATAN
yang terkait dengan perusahaan sebagai materialitas keuangan yang berpusat pada
lingkungan eksternal Penilaian dampak sosial dan lingkungan: Penilaian dampak keuangan: investor (ISSB IFRS S1 dan S2).
• Mengidentifikasi tren keberlanjutan • Tinjauan terhadap tingkat kepatuhan • Tinjauan terhadap tingkat kepatuhan
• Menganalisis standar pengungkapan global dan terhadap peraturan yang berlaku terhadap peraturan bidang keuangan yang
indeks penilaian (rating) • Tinjauan terhadap indeks atau rating yang berlaku
• Menganalisis media digunakan termasuk, GRI, ISSB, CDP, UNGC • Tinjauan terhadap standar pengungkapan
• Menganalisis industri yang sama dan Sustainalytics. global dan indeks penilaian dari perspektif
• Menganalisis masukan pemangku kepentingan • Pemantauan dan analisis pemberitaan di investor - ISSB, SASB, CDSB, MSCI, CSA S&P
dan hasil penilaian materialitas dalam laporan media massa sepanjang 2024 • Analisa terhadap pertanyaan dan tanggapan
tahun sebelumnya • Survei terhadap pemangku kepentingan yang diajukan oleh investor melalui kegiatan
• Menganalisis hasil survey internal seperti laporan yang relevan investor relations.
pengaduan, keluhan pelanggan, survey
kepuasan pelanggan, dan survey kepuasan
pegawai.
Page 23
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 23
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Proses penilaian materialitas ini telah dilaporkan kepada Komite ESG di bawah Direksi dan melewati proses penjaminan eksternal dari pihak ketiga yang independen yaitu CBC Global Indonesia untuk memastikan
kredibilitas dari proses penilaian materialitas ganda dan penetapan topik material. Secara keseluruhan, penilaian materialitas yang menyeluruh sangat penting untuk kepatuhan, pelaporan, dan menyelaraskan
inisiatif keberlanjutan dengan tujuan bisnis dan kebutuhan pemangku kepentingan.
Hasil Penilaian Materialitas[GRI 3-1]
Matriks Materialitas
Tanggapan Pemangku Kepentingan Double Materiality Assessment Indeks Pengungkapan
Topik
Pemerintah & Materialitas Penilaian Penilaian
Investor Pekerja Nasabah Pemasok SEOJK GRI SASB
Regulator Dampak Keuangan Investor
Keuangan Berkelanjutan GRI 201, FS1 - FS4, FN-CB-410a.2, FN-CB-
ü ü ü ü ü E.1, E.3 – E.5, F.26
FS8 - FS11 550a.2
Keunggulan Pelayanan Nasabah ü ü ü ü ü F.17, F.26 - F.30 GRI 417
Penerapan Tata Kelola Perusahaan
yang Baik (GCG) ü ü ü ü - E.1 - E.5 GRI 405 FN-CB-550a.1
Inklusi dan Literasi Keuangan FN-CB-240a.1, FN-CB-
ü ü ü - ü F.17, F.26 - F.30 FS6, FS7, FS13 - FS16 240a.2, FN-CB-240a.3,
FN-CB-240a.4
Keamanan Siber FN-CB-230a.1, FN-CB-
ü ü ü ü ü GRI 418
230a.2
Risiko Iklim FN-CB-410b.1, FN-CB-
ü - - - - F.12 GRI 305 410b.2, FN-CB-410b.3,
FN-CB-410b.4
Perbankan Hijau ü - ü - - B.2, F.5 – F.16 GRI 302, GRI 306
Manajemen SDM GRI 202, GRI 401, GRI
ü ü ü ü ü F.18 – F.22 403, GRI 404, GRI 406,
GRI 407
Operasional NZE ü - - - -
Manajemen Risiko ü ü ü ü -
Etika Bisnis FN-CB-510a.1, FN-CB-
- ü ü ü - GRI 206, GRI 207
510a.1
Hak Asasi Manusia (DEI) - - - - - F.19 GRI 408, GRI 409
Tanggung Jawab Sosial &
Lingkungan
- - ü - - F.23 - F.25 GRI 203, GRI 413
Page 24
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 24
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Matriks Topik Material [GRI 3-1] [GRI 3-2]
Pada tahun 2024, terdapat perbedaan topik material yang diungkapkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini terjadi karena Dari 13 topik keberlanjutan, lima topik yang dianggap penting atau
dinamika lingkungan yang terus berkembang, peningkatan fokus keberlanjutan terutama pada perubahan iklim, serta adopsi material untuk diungkapkan dengan mengadopsi IFRS S1 dan S2 dalam
pendekatan pengungkapan atas topik signifikan terkait keberlanjutan, risiko keuangan, dan risiko perubahan iklim. Laporan Keberlanjutan tahun 2024 sebagai berikut
Topik Material
Keuangan
Berkelanjutan
Keunggulan 1 Keuangan Berkelanjutan (termasuk Risiko Iklim)
Pelayanan
Nasabah
GCG
Etika
Bisnis
Inklusi & 2 Keunggulan Pelayanan Nasabah
Literasi
Keuangan
Impact Materiality
Keamanan
Siber
Risiko Iklim
Perbankan 3 Inklusi dan Literasi Keuangan
Hijau
Manajemen
SDM
TJSL
4 Keamanan Siber
Manajemen
Risiko
Hak Asasi
Manusia (DEI)
Operasional
5 Tata Kelola Perusahaan yang Baik
NZE
Financial Materiality
Page 25
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 25
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Pengelolaan Isu-isu Material yang Berdampak pada BRI dan Pemangku Kepentingan [GRI 3-3]
Berdasarkan penilaian materialitas, BRI telah mengidentifikasi dua kategori utama isu-isu material yang berdampak signifikan terhadap manajemen dan pemangku kepentingan: Impact Material Topics (inside-out approach)
dan Financial Material Topics (outside-in approach).
Untuk Impact Material Topics, ada dua isu yang muncul dari kegiatan operasional BRI dan berdampak langsung terhadap pemangku kepentingan dan masyarakat, yaitu: (1) keuangan berkelanjutan (termasuk risiko iklim), dan
(2) keunggulan pelayanan nasabah. Selain itu, tiga isu yang diidentifikasi berdampak langsung terhadap kinerja keuangan BRI adalah (3) inklusi dan literasi keuangan, (4) keamanan siber, dan (5) tata kelola perusahaan yang
baik.
Topik Jenis Topik Pertimbangan Materialitas Strategi KPI terkait Direksi Hasil
Keuangan Impact Material Berdasarkan grafik Double Materiality, Keuangan Berkelanjutan Strategi yang mengintegrasikan keberlanjutan dalam semua aktivitas keuangan l Pembiayaan atau Kredit Rp785,22 Triliun
Berkelanjutan Topic merupakan topik material yang berdampak signifikan bagi perusahaan mencakup: Berkelanjutan
(termasuk Risiko dan pemangku kepentingan. Namun dengan adanya investor-focused l Produk Hijau: Mengembangkan obligasi hijau, pinjaman terkait keberlanjutan, dan
Iklim) material topics dan financial focus berdasarkan IFRS yang perlu dana investasi yang berfokus pada ESG.
menjadi topik material, maka keuangan berkelanjutan diintegrasikan
ke dalam risiko iklim, menjadikannya bagian dari strategi dalam l Kebijakan Sektoral: Menetapkan pedoman keberlanjutan yang disesuaikan untuk
menavigasi risiko iklim. sektor-sektor yang memiliki dampak besar seperti kelapa sawit, pulp & paper,
minyak & gas, dan batu bara untuk mempromosikan praktik berkelanjutan
Risiko iklim dapat berdampak signifikan terhadap stabilitas keuangan
dan kinerja BRI karena perubahan iklim dapat menyebabkan risiko fisik, l Keterlibatan Nasabah: Bekerja sama dengan nasabah untuk beralih ke model bisnis
seperti kejadian cuaca ekstrem, dan risiko transisi, seperti perubahan yang lebih berkelanjutan dengan menyediakan layanan konsultasi dan insentif.
kebijakan dan pergeseran teknologi, yang dapat mempengaruhi l Pengembangan Kapasitas: Melatih pekerja tentang prinsip-prinsip keuangan
kelayakan kredit debitur dan nilai aset bank. Ini menyebabkan berkelanjutan dan peraturan yang muncul untuk memastikan implementasi yang
peningkatan risiko kredit dan penurunan peluang di sektor-sektor efektif.
yang sensitif dan rentan terhadap iklim, seperti pertanian dan energi.
l Kemitraan: Berkolaborasi dengan organisasi multilateral dan inisiatif keuangan hijau
Pengembangan produk dan kebijakan pembiayaan yang bertanggung
untuk memperluas penawaran keuangan berkelanjutan.
jawab menggunakan kebijakan screening dan pengecualian
pembiayaan serta meningkatkan portofolio sektor-sektor produksi l Inovasi: Memanfaatkan teknologi keuangan dan analisis data untuk mengukur dan
yang berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan hidup. melaporkan dampak kegiatan keuangan berkelanjutan.
Keuangan berkelanjutan penting untuk menjembatani kesenjangan
dukungan keuangan bagi inisiatif-inisiatif keberlanjutan. BRI
menjalankan peran penting dalam menyediakan pembiayaan bagi
debitur untuk bertransisi ke praktik-praktik rendah karbon dan
berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam
memperluas solusi pembiayaan hijau.
Keunggulan Impact Material Keunggulan layanan nasabah dan kualitas layanan merupakan l Strategi yang jelas menyelaraskan keunggulan nasabah dengan misi dan tujuan l Net Promoter Score untuk Bank 64,00%
Pelayanan Topic faktor penting bagi keberhasilan dan daya saing bank komersial. bank.
Nasabah Menyediakan layanan berkualitas tinggi, personal, dan menarik secara l Pendekatan yang berpusat pada nasabah: Memasukkan kebutuhan nasabah dalam l Jumlah pengguna aktif Brimo 24,3 Juta
emosional yang memenuhi kebutuhan dan harapan nasabah sangat desain produk, pemberian layanan, dan budaya organisasi.
penting untuk membangun loyalitas dan kepercayaan nasabah. Hal l Pertumbuhan Rata-rata Total 9,57%
ini, pada gilirannya, mengarah pada peningkatan kinerja keuangan, l Integrasi Teknologi: Memanfaatkan alat digital seperti chatbot berbasis AI, aplikasi Deposit (Bank Only)
profitabilitas, dan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan bagi bank. mobile banking, dan sistem CRM untuk meningkatkan layanan.
l Pertumbuhan Rata-rata Total
l Pelatihan Pekerja: Berinvestasi dalam program pelatihan untuk memastikan staf 9,16%
Loan (Bank Only)
memahami dan memberikan layanan nasabah yang luar biasa.
l Feedback Mechanism: Menerapkan sistem untuk mengumpulkan, menganalisis, l Rasio CASA
67,54%
dan menindaklanjuti umpan balik nasabah.
l Keberlanjutan: Mengintegrasikan prinsip-prinsip ESG seperti praktik pemberian
pinjaman yang adil dan perbankan inklusif ke dalam strategi layanan nasabah.
Page 26
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 26
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Tentang Pesan Komisaris Utama Tanggung Jawab Pelaporan Tentang BRI: Langkah Brilian Menuju Tata Kelola Ikhtisar Bisnis Penghargaan Pelibatan Pemangku Penilaian
Laporan Ini dan Direktur Utama Keberlanjutan 2024 Keuangan Berkelanjutan Keberlanjutan dan ESG dan Rating ESG Kepentingan Materialitas
Topik Jenis Topik Pertimbangan Materialitas Strategi KPI terkait Direksi Hasil
Inklusi dan Literasi Financial BRI berkontribusi nyata dalam membantu meningkatkan inklusi Strategi yang ditujukan untuk mendorong implementasi inisiatif inklusi keuangan. l Realisasi KPI Holding UMi 100,55%
Keuangan Materiality keuangan dengan menyediakan akses yang lebih luas ke layanan l Pengembangan Produk: Merancang produk keuangan yang terjangkau dan mudah
Topic perbankan serta mengembangkan produk yang inklusif. Melalui diakses seperti pinjaman mikro, rekening tabungan berbiaya rendah, dan asuransi l Rencana transformasi Bisnis 100%
upaya ini, BRI dapat menjangkau lebih banyak nasabah, memperkuat yang dirancang khusus untuk kelompok-kelompok yang kurang terlayani. Mikro (Penyelesaian Blueprint
partisipasi masyarakat dalam sistem keuangan formal, serta Transformasi Micro Business
mengurangi risiko kredit dengan memperluas basis nasabah secara dan Progress Implementasi
berkelanjutan. l Adopsi Teknologi: Menggunakan perangkat digital seperti mobile banking, jaringan Tahun 2024)
Selanjutnya, setelah akses tersedia, literasi keuangan menjadi faktor agen, dan otentikasi biometrik untuk menjangkau daerah-daerah terpencil.
l Realisasi Penyaluran KUR 99,72%
kunci dalam pemberdayaan nasabah agar dapat memanfaatkan
produk secara optimal. Dengan pemahaman keuangan yang baik,
l Literasi Keuangan: Menyelenggarakan lokakarya dan kampanye untuk l Jumlah Pengguna Aktif BRImo 24,3 Juta
nasabah lebih mampu mengelola keuangan mereka, menjaga
mengedukasi nasabah tentang produk dan layanan keuangan.
hubungan perbankan yang sehat, serta mengambil keputusan
finansial yang lebih bijak. Hal ini berkontribusi pada peningkatan l Kemitraan: Berkolaborasi dengan perusahaan teknologi keuangan, pemerintah
retensi nasabah, profitabilitas, serta memperkuat reputasi BRI dalam daerah, dan organisasi masyarakat untuk memperluas jangkauan.
mendukung pertumbuhan inklusi keuangan di masyarakat.
Dengan strategi mengintegrasikan inklusi dan literasi keuangan, BRI l Praktik Inklusif: Memastikan produk dapat diakses oleh kelompok-kelompok yang
dapat memperkuat ekosistem keuangan yang lebih berkelanjutan dan terpinggirkan, termasuk perempuan, penduduk pedesaan, dan rumah tangga
inklusif. berpenghasilan rendah.
Keamanan Siber Financial Keamanan siber yang kuat juga penting untuk menjaga kepercayaan Pendekatan yang komprehensif dan proaktif terhadap keamanan siber yang Cyber security breach Tidak ada insiden
Materiality dan komitmen nasabah. Nasabah mengandalkan bank untuk melibatkan dimensi teknologi, peraturan, dan budaya
Topic melindungi data pribadi dan keuangan mereka, dan setiap pelanggaran
terhadap kepercayaan ini dapat menyebabkan konsekuensi yang
parah, termasuk kerusakan reputasi dan kerugian finansial bagi bank.
Penerapan Tata Financial Tata kelola perusahaan yang baik sangat penting untuk stabilitas Strategi tata kelola perusahaan selaras dengan misi bank, meningkatkan reputasi serta l ESG Rating Rating MSCI: A
Kelola Perusahaan Materiality keuangan dan kinerja bank komersial karena membantu memastikan keberlanjutan bank. Mencakup:
yang Baik Topic bahwa bank beroperasi sesuai dengan tujuan operasional dan l Total Shareholder Return 12,50%
l Kerangka Akuntabilitas: Menetapkan peran dan tanggung jawab bagi Direksi,
strategis yang telah ditetapkan, meningkatkan nilai perusahaan dan eksekutif, dan pekerja untuk memastikan akuntabilitas pengambilan keputusan. l PPOP Konsolidasi Rp116,8 Triliun
memuaskan kepentingan para pemangku kepentingan yang pada
akhirnya berkontribusi pada lingkungan akuntabilitas, transparansi, l Keragaman dan Inklusi: Mempromosikan keragaman dewan direksi dan komisaris
l ROE Tier 1 Konsolidasi 21,14%
dan kepercayaan, yang sangat penting untuk investasi jangka panjang serta pekerja, untuk menghadirkan beragam perspektif dan meningkatkan
dan integritas perusahaan. pengambilan. l CAR (Bank Only) 24,41%
l Integrasi Keberlanjutan: Memasukkan prinsip-prinsip ESG ke dalam tata kelola l Pertumbuhan Rata-rata Total 9,57%
untuk mengatasi risiko dan peluang lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Deposit (Bank Only)
l Inisiatif Transparansi: Mengungkapkan kinerja keuangan, praktik manajemen risiko,
l Pertumbuhan Rata-rata Total 9,16%
dan kebijakan tata kelola kepada para pemangku kepentingan.
Loan (Bank Only)
l Adopsi Teknologi: Menggunakan perangkat digital seperti platform tata kelola
dan analisis data untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dan monitoring l Keberagaman rata-rata Young: 19,15%
kepatuhan. talenta yang dinominasikan Woman: 23,40%
(perempuan dan muda)
Page 27
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 27
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
TOPIK
MATERIAL
02
> DI BAGIAN INI
NO
HAL
Navigasi Risiko Iklim Melalui
28
Penerapan Keuangan Berkelanjutan
Pelayanan Prima kepada Nasabah 58
Penguatan Inklusi dan Literasi Keuangan 67
Keandalan Keamanan Siber 84
Penerapan Tata Kelola Perusahaan
92
yang Baik
Page 28
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 28
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui
Penerapan Keuangan Berkelanjutan
BRI secara proaktif menghadapi tantangan perubahan iklim melalui strategi pembiayaan berkelanjutan yang selaras dengan implementasi net-zero jangka menengah
hingga jangka panjang. Pada Oktober 2024, strategi BRI tersebut mendapat validasi atas target jangka pendek dari Science-based Target Initiative (SBTi), menjadikan
BRI sebagai institusi keuangan pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan dari Lembaga tersebut. BRI berkomitmen untuk terus memperluas pengembangan
pembiayaan berkelanjutan dengan mempertimbangkan risiko lingkungan dan sosial, termasuk risiko iklim, serta menjalankan bisnis dan pembiayaan secara bertanggung
jawab. Selain itu, BRI berupaya memperkuat manajemen risiko ESG dengan mengacu pada standar internasional dan praktik terbaik industri untuk memastikan nilai jangka
panjang bagi Bank dan para pemangku kepentingan.
Empat Pilar Standar Pengungkapan Keberlanjutan IFRS
Tata Kelola Strategi Manajemen Risiko Metrik dan Target
Gambaran Umum Tata Kelola Perubahan Iklim Menimbulkan Risiko tetapi Kerangka Kerja Manajemen Risiko What Gets Measured, Gets Managed
Juga Menciptakan Peluang
Board Oversight Integrasi Risiko Terkait Iklim Metodologi Penerapan Target
Pendekatan BRI dalam Menganalisis
Peran Manajemen Penilaian Risiko Iklim Pencapaian BRI
Skenario Perubahan Iklim
Kebijakan Pembiayaan yang
Strategi BRI dalam Mengelola Risiko Iklim
Bertanggung Jawab
Melalui Penerapan Sustainable Finance
Adaptasi Risiko FIsik Perubahan Iklim
Page 29
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 29
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Gambaran Umum Tata Kelola [GRI 3-3] [GRI 201-2] Komite ESG dan Komite Manajemen Risiko
Every Bit of Warming Matters, Every Year Matters, Every Choice Matters
ESG Manajemen Risiko Manajemen Risiko Terintegrasi*
Perubahan iklim menyebabkan berbagai kerusakan lingkungan, termasuk mencairnya gletser, naiknya Pengawasan
Direksi
permukaan air laut dan meningkatnya frekuensi serta intensitas cuaca ekstrem. Dampak ini berpotensi
mengganggu ekosistem, mengancam keanekaragaman hayati, dan mempercepat pengurasan sumber Rapat Direksi dan Komisaris
daya alam. Upaya mengatasi tantangan ini memerlukan kolaborasi global yang melibatkan individu,
organisasi, dan pemerintah. Setiap pihak memiliki peran penting dalam mengurangi emisi gas rumah Grup Operasional
Grup Manajemen Grup Bisnis
Divisi ESG dan Strategi
Risiko
kaca dan memitigasi dampak perubahan iklim. Tindakan nyata dan terarah diperlukan untuk melindungi
Peran Mendukung implementasi Berkoordinasi mengenai Mendukung integrasi risiko Mendukung pembangunan
lingkungan, menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan mendukung Manajemen strategi dekarbonisasi isu risiko iklim Iklim ke dalam Manajemen resiliensi portofolio investasi
Risiko
kesejahteraan sosial. Sebagai isu global, perubahan iklim membutuhkan solusi kolektif yang terintegrasi.
Dengan bersinergi, umat manusia dapat mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi
generasi mendatang.
*) Manajemen risiko perubahan iklim belum terintegrasi dengan perusahaan anak
Sebagai lembaga keuangan terkemuka di Indonesia, BRI menyadari tanggung jawabnya dalam
mengatasi krisis iklim dan berkomitmen untuk berkontribusi secara aktif dalam transisi menuju ESG Committee
masyarakat tanpa emisi (net-zero society). Untuk mencapai hal tersebut, BRI telah menetapkan • Mengawasi isu-isu terkait iklim yang relevan dengan BRI termasuk memonitor pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan
kerangka kerja tata kelola iklim yang kuat yang melibatkan Dewan Komisaris dan manajemen Grup, • Memberikan saran mengenai implementasi dan pemantauan strategi iklim
• Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review dan evaluasi terkait implementasi kebijakan atau tata kelola
untuk memastikan peran dan tanggung jawab yang jelas di semua tingkatan. Struktur tata kelola ini
(governance) parameter inisiatif ESG termasuk pelaksanaan pembiayaan berkelanjutan
memungkinkan BRI untuk secara strategis menilai risiko dan peluang terkait iklim, mengintegrasikan
keberlanjutan ke dalam model bisnisnya, serta membina ketahanan jangka panjang dan penciptaan Komite Manajemen Risiko Rapat Direksi dan Komisaris[E.1]
nilai. Mengawasi profil risiko BRI (termasuk penilaian ESG sebagai • Memberikan arahan, pengawasan, dan pengendalian
bagian dari manajemen risiko reputasi). secara menyeluruh terhadap grup dan manajemennya
• Mendelegasikan tanggung jawab kepada manajemen
untuk implementasi strategi iklim termasuk pelaksanaan
pembiayaan berkelanjutan
Grup Operasional
• Identifikasi dan respon terhadap risiko fisik untuk kantor Divisi ESG
dan outlet BRI. • Memimpin implementasi strategi iklim
• Perencanaan anggaran untuk inisiatif pengelolaan • Memfasilitasi koordinasi antara manajemen risiko,
perubahan iklim. operasional, dan bisnis untuk memastikan pelaksanaan
strategi iklim yang efektif
Grup Manajemen Risiko
Grup Bisnis dan Strategi
• Kolaborasi dengan ESG untuk memetakan dan menilai
risiko dan peluang iklim. • Pemeliharaan kebijakan emisi yang dibiayai
• Melakukan analisis skenario untuk mengevaluasi potensi • Mengelola portofolio BRI dalam mencapai target
dampak perubahan iklim terhadap operasional dan pengurangan emisi yang dibiayai BRI dan pelaksanaan
portofolio keuangan BRI. pembiayaan berkelanjutan.
Page 30
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 30
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Board Oversight Komitmen Dewan Komisaris dan Direksi [E.1] [GRI 2-12]
Komitmen BRI terhadap Risiko Iklim melalui Keuangan Berkelanjutan Sebagai penanggung jawab penerapan keuangan berkelanjutan, Dewan Komisaris dan Direksi BRI
Direksi BRI telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap keuangan berkelanjutan, dengan secara memastikan bahwa ESG menjadi bagian integral dari strategi dan operasional BRI dengan memasukkan
aktif menangani perubahan iklim sebagai kebijakan kritis. Komitmen ini secara nyata diwujudkan Indikator Kinerja Utama (Key Performance Indicators/KPI) terkait ESG, termasuk peningkatan
melalui: pembiayaan berkelanjutan, dan peringkat atau rating ESG BRI, ke dalam sistem evaluasi kinerja.
l Integrasi perubahan iklim dalam manajemen risiko: Perubahan iklim telah menjadi bagian dari
Peran Manajemen
tanggung jawab Direktur Manajemen Risiko, sebagai pengakuan atas aspek penting risiko iklim
dalam keuangan dan strategi perusahaan. Peran Manajerial
Manajemen BRI telah secara proaktif menangani isu risiko iklim sejak tahun 2016. Hal ini dibuktikan
l Penerbitan kebijakan pertama perubahan iklim: BRI mengeluarkan kebijakan perubahan iklim
dengan:
pertama yang menekankan pentingnya risiko dan peluang yang berhubungan dengan perubahan
l 2016: Pembentukan unit khusus dalam Divisi Manajemen Risiko.
iklim serta mendorong penerapan langkah-langkah strategis di Perusahaan.
l 2021: Peningkatan tingkat tanggung jawab terkait risiko iklim ke tingkat Divisi.
l Pembahasan perubahan iklim di tingkat Direksi: Perubahan iklim menjadi salah satu agenda utama
dalam rapat Direksi, memperkuat komitmen BRI untuk secara sistematis dan menyeluruh mengatasi l 2022: Pembentukan Divisi ESG di bawah pengawasan Direktur Kepatuhan sebagai cerminan
komitmen BRI yang lebih kuat terhadap ESG dan memastikan prinsip keberlanjutan terintegrasi ke
tantangan terkait perubahan iklim melalui pengambilan keputusan yang berdasarkan informasi yang
dalam seluruh kegiatan operasional perusahaan.
akurat.
Peran Komite ESG Peran Divisi ESG
Pada tahun 2021, BRI membentuk Komite ESG untuk meningkatkan fokus dan pengawasan terhadap Divisi ESG memainkan peran penting dalam:
isu-isu keberlanjutan, termasuk risiko iklim. Komite ini mengadakan pertemuan secara berkala, l Mengembangkan dan mengimplementasikan kerangka kerja inisiatif keberlanjutan yang jelas bagi
setidaknya dua kali dalam setahun, untuk memastikan pembahasan yang sistematis mengenai isu- BRI dalam mengelola risiko dan peluang yang terkait dengan perubahan iklim.
l Melakukan tinjauan menyeluruh terhadap kebijakan dan praktik-praktik yang ada saat ini.
isu ESG. Komite dipimpin oleh Direktur Utama, pemimpin tertinggi Perusahaan yang menunjukkan
l Meneliti praktik-praktik terbaik internasional dan berkonsultasi dengan para ahli eksternal untuk
pentingnya ESG bagi BRI, dan memastikan bahwa komite ini memiliki pengaruh yang signifikan.
memastikan kebijakan BRI selaras dengan standar global.
Komite ESG terdiri dari anggota Direksi yang memiliki keahlian dan pengalaman yang diperlukan untuk l Menjadi inisiator dan koordinator implementasi kebijakan iklim dan strategi keberlanjutan di BRI.
mengambil keputusan yang tepat terkait dengan pengembangan ESG. l Divisi ESG memiliki tanggung jawab khusus untuk mencapai Target Net Zero BRI 2050, dengan KPI
Wewenang dan tanggung jawab Komite ESG meliputi: untuk pengurangan emisi yang dimasukkan ke dalam sistem penilaian kinerja.
l Menyetujui kebijakan, strategi, dan roadmap implementasi keberlanjutan: Memberdayakan komite
untuk memandu upaya BRI dalam mencapai tujuan keberlanjutan. Koordinasi dan Kolaborasi dengan Manajemen
l Menyetujui net zero emission dan langkah-langkah dekarbonisasi: Mencerminkan komitmen BRI Divisi ESG bekerja dengan pendekatan kolaboratif dan terintegrasi, memastikan bahwa isu terkait
perubahan iklim dapat ditangani secara efektif di seluruh unit kerja. Divisi ESG juga berinteraksi dengan
untuk memerangi risiko iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
pemangku kepentingan utama untuk menyelaraskan kebijakan iklim, struktur tata kelola, dan strategi
l Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review dan evaluasi terkait implementasi kebijakan atau operasional. Peran utama Divisi ESG meliputi:
tata kelola (governance) parameter inisiatif ESG termasuk pelaksanaan pembiayaan berkelanjutan.
l Mengidentifikasi critical point yang perlu dimasukkan dalam kebijakan iklim dan struktur tata kelola.
Komite ESG secara aktif memantau dan mengevaluasi kinerja BRI di bidang ESG, termasuk memastikan l Berkolaborasi dengan tim manajemen risiko untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mitigasi
bahwa komite menerima informasi terkini mengenai kemajuan BRI di bidang ESG, meninjau integrasi perubahan iklim secara efektif.
risiko iklim ke dalam proses manajemen risiko formal, dan memantau kemajuan dalam menangani l Memfasilitasi proyek dan kegiatan berkelanjutan dengan bisnis untuk mencapai target pengurangan
masalah risiko iklim melalui laporan berkala. emisi dan pembiayaan berkelanjutan.
l Melibatkan seluruh jajaran operasional dalam perencanaan dan pelaksanaan inisiatif perubahan
iklim.
l Bekerja sama dengan Divisi Planning, Budgeting & Performance Management untuk secara rutin
memantau dan melaporkan kinerja ESG kepada Direksi.
Page 31
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 31
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi [E.3] [E.5] [GRI 201-2]
Perubahan Iklim Menimbulkan Risiko tetapi Juga Menciptakan Peluang
Indonesia berkomitmen mengurangi emisi karbon guna memitigasi kenaikan suhu global dengan Peluang yang paling signifikan dari perubahan iklim terhadap operasi bisnis BRI adalah meningkatnya
meningkatkan target Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC) menjadi 31,89% dengan permintaan produk yang didororong oleh perubahan sikap investor terhadap aksi BRI dalam
upaya sendiri dan hingga 43,20% dengan dukungan internasional pada tahun 2030, dibandingkan menghadapi perubahan iklim melalui pendanaan berbasis ESG. Saat ini, BRI mendapatkan tingkat suku
dengan target sebelumnya yaitu sebesar 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan dukungan bunga yang lebih rendah dari pendanaan berbasis ESG dibandingkan dengan pendanaan konvensional.
internasional. Langkah ini mencerminkan ambisi Indonesia untuk mendukung transisi menuju ekonomi Ke depan, BRI terus berkomitmen untuk meningkatkan diversifikasi aset keuangan berbasis ESG,
rendah karbon secara lebih signifikan. seperti obligasi hijau (green bonds), obligasi berkelanjutan (sustainable bonds), pinjaman sosial (social
Peluncuran Bursa Karbon Perdana pada 26 September 2023 yang dikelola oleh Bursa Efek Indonesia loans), pinjaman terkait keberlanjutan (sustainability-linked loans), dan bentuk pendanaan/pinjaman
(IDXCarbon) menandai berkembangnya regulasi terkait karbon dan memberikan dampak pada berbasis ESG lainnya.
berbagai sektor industri di Indonesia, termasuk lembaga jasa keuangan. BRI telah mengambil langkah
strategis dengan mengidentifikasi dan menganalisis risiko iklim serta mengintegrasikannya dalam +/- CapEx: Hambatan investasi dipengaruhi oleh harga
Pengenalan harga karbon dapat karbon internal dan eksternal.
kerangka manajemen risiko dan strategi bisnis di seluruh organisasi sehingga meningkatkan kesiapan Kebijakan
meningkatkan biaya energi operasional dan +/- CapEx: Nilai aset berdasarkan emisi, energi, atau
sangat memengaruhi tingkat pengembalian intensitas air; harga karbon.
BRI untuk menghadapi tantangan. Dengan demikian, BRI semakin adaptif terhadap berbagai potensi & Hukum investasi dalam beberapa industri. Kebijakan
terkait iklim yang ambisius diharapkan. +/- Aset (tak berwujud): Peningkatan nilai merek
risiko dan tantangan terkait perubahan iklim. melalui respons yang tepat waktu terhadap strategi
nasional dekarbonisasi atau sebaliknya.
BRI telah mengidentifikasi dan menganalisis risiko serta peluang terkait iklim berdasarkan periode +/- Aset (tak berwujud): Kebutuhan dalam menarik
dan mempertahankan iklim karyawan yang kompeten.
jangka pendek (hingga 2026), jangka menengah (hingga 2030), dan jangka panjang (hingga 2050). Risiko
Kemajuan teknologi memberikan peluang
Teknologi untuk mendukung transisi menuju ekonomi - Liabilitas: Dampak pada peringkat kredit akibat
Pendekatan ini memungkinkan BRI untuk secara efektif mengelola risiko dan ketidakpastian secara Transisi berkarbon rendah. ketidakpatuhan terhadap persyaratan regulasi.
proaktif, sehingga memastikan tercapainya target bisnis dan tujuan strategis di masa mendatang. + CapEx: Pembelian peralatan atau teknologi baru
untuk mengelola risiko transisi, adaptasi, dan upaya
Dampak terhadap BRI
konservasi/efisiensi
Risiko iklim yang teridentifikasi terbagi menjadi risiko transisi, yang berkaitan dengan perubahan Reputasi
Perubahan preferensi pelanggan dan
investor; peningkatan umpan balik negatif + Liabilitas: Dampak pada harga saham karena
regulasi dan teknologi menuju ekonomi rendah karbon, serta risiko fisik, yang terkait dampak langsung dari pemangku kepentingan. kemampuan untuk menjadi pilihan utama nasabah,
yang dapat mengarah pada pengakuan merek yang
perubahan iklim. Peluang yang teridentifikasi mencakup berbagai aspek seperti peningkatan efisiensi kuat.
sumber daya, pemanfaatan sumber energi terbarukan, pengembangan produk dan layanan inovatif, Perubahan perilaku pelanggan; perubahan
Pasar dalam permintaan dan penawaran produk
perluasan akses ke pasar baru, serta penguatan ketahanan perusahaan. dan layanan.
Risiko transisi mencakup risiko regulasi dari peraturan baru, risiko pasar akibat dampak perubahan iklim
OpEx: Biaya untuk meningkatkan kemampuan
pada preferensi konsumen, suku bunga, dan harga komoditas, serta risiko reputasi yang muncul dari Reputasi Gelombang panas, banjir, siklon tropis, konservasi energi atau air dan efisiensi.
kebakaran hutan.
perubahan preferensi konsumen. Selain itu, risiko fisik berkaitan dengan kerugian infrastruktur yang Aset (berwujud): Kerusakan fisik atau penurunan nilai
Risiko aset akibat peristiwa cuaca.
disebabkan oleh bencana alam. Sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor yang rentan terhadap Fisik CapEx/OpEx: Pembelian peralatan atau teknologi baru
risiko fisik, pengelolaan risiko ini menjadi semakin penting. Peluang mencakup penghematan biaya Peningkatan suhu, kenaikan permukaan air untuk mitigasi risiko fisik, Biaya untuk mengatasi risiko
Pasar laut, stres air. fisik (misalnya, premi asuransi, biaya pemulihan).
operasional melalui peningkatan efisiensi sumber daya, peningkatan pendapatan dari produk/jasa
ramah lingkungan, peningkatan citra perusahaan, dan meningkatnya permintaan produk.
Page 32
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 32
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Pendekatan BRI dalam Menganalisis Skenario Perubahan Iklim
Perubahan iklim menimbulkan risiko signifikan bagi pelaku bisnis di berbagai sektor, menjadikan
pemahaman terhadap potensi dampaknya sebagai hal yang krusial. Untuk dapat mengelola risiko ini
secara efektif, analisis skenario menjadi langkah strategis bagi BRI dalam memitigasi dampak perubahan
iklim terhadap operasional, rantai pasokan, aset, dan kinerja keuangan. Berikut adalah langkah-langkah
yang telah dilakukan oleh BRI dalam melaksanakan analisis skenario guna memastikan kesiapan dan
keberlanjutan bisnis di tengah tantangan iklim global.
Metodologi Analisis Skenario
Evaluasi Materialitas Pilihan Analisis Isu Material Analisis Skenario
Sektor Skenario Iklim terkait Iklim Perubahan Iklim
01 Pemahaman Portofolio 3 Konstruksi Skenario
03 04 Identifikasi Isu Terkait 5 Memahami Dampak
05
Portofolio dibagi Berdasarkan sektor sektor Iklim Isu Terkait Iklim
berdasarkan asset class yang dipilih dalam penilaian Isu-isu terkait iklim yang Analisis skenario
dan sektor berdasarkan materialitas, pemilihan jalur material kemudian perubahan iklim dilakukan
klasifikasi sektor Quantis dan pilihan analisis dilakukan diidentifikasi berdasarkan berdasarkan data yang
dan International Standard untuk membangun suatu 1) tinjauan pasar; 2) diperoleh dari berbagai
Industrial Classification skenario. karakteristik industri; dan model termasuk
(ISIC) 3) lokasi operasional dan CLIMADA, basis data
portofolio BRI. ISIMP, GCAM5.3 +NGSF,
Pathways
02 Analisis Eksposur IPCC RCPs, IEA, NGFS
dll., untuk memahami
dan Emisi pathways
dampak dari isu-isu
Eksposur keuangan dan terkait iklim.
emisi sektoral portofolio Pilihan analisis
BRI dianalisis untuk Jangka waktu, asumsi
mengidentifikasi sektor
sektor tertentu dengan
risiko dan peluang terkait
iklim yang tinggi.
Page 33
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 33
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Evaluasi Materialitas Sektor
Eksposur dan Emisi Karbon dari Setiap Sektor Industri Eksposur
Pemahaman Portofolio Emisi
Tiga sektor terbesar dalam portofolio investasi BRI meliputi: (1) perdagangan besar dan eceran; (2)
jasa kemasyarakatan, sosial budaya dan perorangan lainnya; dan (3) transportasi, pergudangan, dan
50%
komunikasi. Ketiga sektor ini secara keseluruhan mencakup 58,27% dari total investasi. Namun, eksposur
terbesar pada sektor-sektor ini tidak selalu berbanding lurus dengan risiko perubahan iklim, baik risiko 40%
fisik maupun risiko transisi. Untuk memahami risiko secara menyeluruh, emisi dari masing-masing
30%
sektor juga perlu menjadi pertimbangan dalam penilaian materialitas. Berdasarkan analisis materialitas
berbasis emisi, sektor dengan kontribusi tinggi terhadap emisi gas rumah kaca seringkali menghadapi 20%
risiko transisi yang lebih besar. Tiga sektor dengan emisi gas rumah kaca terbesar, mencakup 64,06% 10%
dari total emisi portofolio, adalah: (1) pertanian, perburuan, kehutanan, dan perikanan; (2) listrik, gas,
0%
dan penyediaan air; dan (3) transportasi, pergudangan, dan komunikasi. Namun, untuk mendapatkan Perdagangan
Besar dan
Jasa Transportasi,
Kemasyarakatan, Pergudangan
Administrasi
Publik dan
Pertanian,
Perburuan,
Manufaktur Pertambangan
dan Penggalian
Perantara
Keuangan
Konstruksi Listrik, Gas,
dan Penyediaan Air
Real Estate
gambaran yang lebih menyeluruh terkait sektor dengan emisi tinggi, diperlukan analisis intensitas Eceran Sosial Budaya, dan Komunikasi Pertahanan Kehutanan,
dan Perikanan
dan Perorangan
Lainnya
karbon pada setiap sektor tersebut.
Analisis Exposure dan Emisi
Intensitas Ekonomi Karbon dari Setiap Sektor Industri
Dalam analisis intensitas karbon portofolio, sektor-sektor dengan intensitas karbon tertinggi meliputi: 0,242
(1) listrik, gas, dan penyediaan air; (2) pertambangan dan penggalian; dan (3) pertanian, perburuan,
kehutanan, & perikanan. Daripada mengecualikan sektor-sektor dengan intensitas karbon tinggi Intensitas karbon
rendah
Intensitas karbon
tinggi
dari portofolio investasinya, BRI memilih untuk berkomitmen membangun strategi keterlibatan yang
mendorong sektor-sektor tersebut secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan ramah lingkungan.
Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dan mendukung transformasi menuju
ekonomi hijau secara berkelanjutan secara bertahap. 0,060
0,036
0,012 0,013 0,015
0,003 0,003 0,006 0,007
Administrasi Perdagangan Real Estate Jasa Kemasyarakatan, Konstruksi Transportasi Manufaktur Pertanian, Pertambangan Listrik, Gas,
Publik dan Besar dan Sosial Budaya, dan Pergudangan Perburuan, dan Penggalian dan
Pertahanan Eceran dan Perorangan Kehutanan, Penyediaan Air
Lainnya dan Perikanan
Page 34
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 34
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Pilihan Analisis Skenario Iklim & Isu Material Terkait Iklim
Konstruksi Skenario Isu Material Terkait Iklim
Dalam melakukan analisis skenario iklim, berbagai metode telah dianalisis untuk membangun skenario Identifikasi isu terkait iklim yang relevan dengan BRI dipilih berdasarkan lokasi operasional BRI,
yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Setiap skenario yang tersedia secara publik menawarkan dampak pada operasional BRI, dan sifat sektor-sektor material untuk analisis di bawah skenario yang
berbagai pathway, masing-masing disertai karakteristik kunci yang dirumuskan secara ilmiah oleh diformulasikan. Isu-isu terkait iklim biasanya diklasifikasikan menjadi dua kategori utama dan sepuluh
organisasi penyedia data. BRI telah memilih pathway yang relevan untuk memberikan pandangan sub-kategori secara keseluruhan.
holistik tentang masa depan. Salah satu pathway mencerminkan masa depan dengan emisi rendah
(skenario 2°C atau lebih rendah), sementara pathway lainnya menggambarkan masa depan dengan +2 oC secara Global
emisi tinggi (skenario di atas 2°C). Pendekatan ini memungkinkan BRI untuk mengantisipasi dan
merencanakan strategi yang adaptif terhadap berbagai kemungkinan dampak perubahan iklim. Kenaikan Suhu Kebijakan
+0.9°C jika suhu harian rata-rata Kewajiban yang lebih ketat terkait pengungkapan emisi
Skenario Emisi Rendah Skenario Emisi Tinggi
Risiko Lembaga Banjir Harga Karbon
Pathways Pathways
+13,5% kerusakan tahunan akibat banjir pada tahun 2050 Perkiraan harga karbon sebesar USD 5,63 per Tn CO2 pada
Skenario Risiko Fisik IPCC SSP1 – 2.6 RCP4.5 & SSP2 - 4.5 tahun 2030
RCP8.5 & SSP5 – 8.5
Gelombang Panas Pasar
Skenario Risiko Transisi NGFS Orderly Pathways Hot House World
+10,5% dari populasi terpapar gelombang panas pada tahun 2050 Peningkatan teknologi dalam peralatan yang lebih efisien energi
Kenaikan Permukaan Air Laut Reputasi
+4,4 mm/tahun Rusaknya reputasi karena mendanai kegiatan berintensitas
karbon tinggi
+4oC secara Global
Kenaikan Suhu Kenaikan Permukaan Air Laut
+1.4°C jika suhu harian rata-rata +11,2 mm/tahun
Banjir Kekeringan dan Kebakaran Hutan
+80,3% dalam kerusakan tahunan yang diharapkan akibat +9% probabilitas tahunan untuk Indonesia mengalami
banjir pada tahun 2050 kekeringan parah pada tahun 2090-an, Peningkatan probabilitas
kebakaran hutan akibat kekeringan
Gelombang Panas Pasar
Kemungkinan mengalami gelombang panas 96% lebih tinggi, +7,6% dari kerusakan sekali dalam seratus tahun akibat siklon
median 200 hari dengan Indeks Panas >35°C tropis pada tahun 2050
Operasional
Kerusakan fisik aset BRI, permintaan untuk membangun ketahanan aset BRI, pemblokiran akses ke kantor BRI, pusat data, dan cabang-
cabang BRI dalam cuaca ekstrem, permintaan energi yang lebih tinggi untuk menjaga lingkungan yang nyaman untuk kantor dan cabang
Page 35
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 35
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Analisis Skenario Perubahan Iklim [FN-CB-550a.2]
Otoritas dan organisasi terkait keuangan di banyak negara memperkuat pengawasan risiko iklim, disampaikan oleh Network of Central Banks and Supervisors for Greening the Financial System (NGFS).
beralih dari rekomendasi menjadi kewajiban dalam mengakui perubahan iklim sebagai risiko yang Melalui uji stress ini, BRI menganalisa risiko fisik yang ditimbulkan oleh perubahan iklim terhadap
signifikan terhadap sistem keuangan. Pada bulan Maret 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merevisi BRI dan risiko transisi yang timbul akibat pergeseran menuju ekonomi rendah karbon. Selain itu, BRI
Manajemen Risiko Iklim & Analisis Skenario (CRMS) dengan mengadopsi prinsip-prinsip dari Komite juga mengevaluasi dampak risiko iklim terhadap risiko kredit, termasuk risiko gagal bayar debitur dan
Basel untuk Pengawasan Perbankan (Basel Committee on Banking Supervision/BCBS) dengan tujuan penurunan nilai agunan.
mendorong industri keuangan mengelola risiko iklim secara efektif. Sesuai peta jalan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk implementasi CRMS, BRI melaksanakan CRST
BRI melakukan Climate Change Stress Test (CRST) untuk mengevaluasi dampaknya, dengan dalam dua fase. Analisis dalam laporan fase ke-1 ini mencakup 71,41% dari portofolio BRI (persyaratan
menggunakan model kerangka kerja CRMS. Uji coba ini menggunakan skenario krisis iklim yang OJK untuk fase 1 adalah 50%) dan fase ke-2 ini mencakup 100% portofolio pada seluruh sektor.
Metodologi Uji Stres Risiko Iklim Tingkat Perusahaan
Data Keuangan Tingkat Perusahaan
Metrik Keuangan
(Pendapatan, Pengeluaran, Aset, Kewajiban, ...)
Data Terkait Iklim Perusahaan Metrik Keuangan yang Tertekan
Simulasi Skenario Pendapatan, COGS, Capex, Utang
Emisi GRK (Scope 1, 2, dan 3)
Risiko Transisi
Data Skenario
Diperoleh dari jalur NGFS dan disesuaikan
dengan persyaratan OJK Penskalaan dan Kalibrasi Risiko PD Tertekan
• Jarak ke Default (Probability of Default)
(misalnya, tingkat pertumbuhan NDC, target
pengurangan, harga karbon, variabel makroekonomi, dll.) • Peningkatan/Penurunan Rating
Expected Credit Loss Tertekan
Banjir - Portofolio Hipotek dan Aset Tertimbang Menurut Risiko
Lokasi (kota/kabupaten) properti,
Nilai properti saat likuidasi Perhitungan Biaya Kerusakan
Simulasi Skenario Menerapkan rasio kerusakan agunan
dan biaya revitalisasi pada LGD Tertekan
area berisiko tinggi (Loss Given Default)
Kebakaran Hutan – Pertanian
Risiko Fisik Lokasi (kota/kabupaten) agunan,
Luas area, Nilai agunan
https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Pages/Climate-Risk-Management-and-Scenario-Analysis-CRMS.aspx
Sectors included: 1. Agriculture, hunting & forestry, 2. Mining & quarrying, 3. Electricity, gas & water, 4. Construction, 5. Transportation & storage, 6. Manufacturing, 7. Wholesale & retail trade, 8. Mortgage.
Page 36
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 36
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Tinggi
Tidak Teratur Terlalu Sedikit,
Terlalu Lama 1. Kebijakan Pengurangan Emisi GRK Saat Ini:
Skenario Iklim NGFS Kebijakan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca
(GRK) saat ini belum diterapkan secara maksimal,
yang berpotensi menyebabkan kerusakan fisik
Uji stress perubahan iklim dilakukan dengan mengkategorikan ke dalam tiga skenario NGFS (Network 2
02
yang signifikan.
for Greening the Financial System) yaitu kebijakan saat ini (current policies), transisi tertunda (delayed Transisi
Terlambat
transition), dan emisi nol bersih (net zero). Dalam skenario current policies, pertumbuhan PDB dimulai
Risiko Transisi
2. Transisi yang Terlambat: Dalam skenario "transisi
dengan pertumbuhan yang tinggi namun menurun dalam jangka panjang sedangkan emisi karbon terlambat", emisi GRK tidak akan dikurangi hingga
tahun 2030, dan kebijakan pengurangan emisi GRK
diperkirakan akan menurun dengan laju yang jauh lebih lambat dibandingkan skenario lainnya. 3
03 yang kuat baru akan diterapkan setelah tahun 2030
Pada skenario delayed transition, emisi karbon mulai menurun secara bertahap setelah tahun 2030. 1
01 untuk membatasi pemanasan global di bawah
Net zero 2oC pada tahun 2050.
Sedangkan dalam skenario net zero, emisi karbon diproyeksikan turun secara signifikan dari 1.203 juta 2050 (1,5ºC) Kebijakan
Saat Ini
ton pada tahun 2025 menjadi 325 juta ton pada tahun 2050. Untuk harga emisi karbon, skenario net zero
3. Net Zero: Kebijakan pengurangan emisi GRK
diperkirakan menjadi yang tertinggi, sementara dalam skenario current policies tidak ada harga emisi diterapkan sejak tahun 2021 untuk membatasi
kenaikan suhu rata-rata bumi di bawah 1,5oC
karbon yang diterapkan. dari tingkat sebelum industrialisasi pada
Teratur Greenhouse
sekitar tahun 2050.
Rendah Risiko Fisik Tinggi
Skenario Estimasi Harga Karbon, Emisi Karbon, dan GDP
Harga Karbon Emisi Karbon GDP
12.500.000
1.500 6,00
10.000.000 5,00
1.000 4,00
7.500.000
3,00 …
5.000.000
500 2,00
2.500.000
1,00
0 0 0
2025 2030 2040 2050
2025 2030 2035 2040 2045 2050 2020 2025 2030 2035 2040 2045 2050
Baseline (Kebijakan Saat Ini) Transisi Terlambat Net Zero 2050
Page 37
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 37
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN Total
Sektor Intensitas Tinggi
Sektor Intensitas Sedang hingga Rendah
Kebijakan Saat Ini
Transisi Tertunda
Net Zero 2050
Perubahan Probabilitas Gagal Bayar (PD) dibandingkan dengan
dasar tahun 2023
Listrik, gas & air, pertambangan & penggalian, serta pertanian, perbu-
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
ruan & kehutanan seperti yang disajikan dalam penilaian materialitas
sektor BRI
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Analisis Skenario Risiko Transisi Perubahan Probabilitas Gagal Bayar berdasarkan Skenario Risiko Transisi Total
Sektor Intensitas Tinggi*
Terkait analisis dampak keuangan BRI,
Sektor Intensitas Sedang hingga Rendah
berdasarkan skenario iklim NGFS (Network for 20,00%
Greening the Financial System), probabilitas
gagal bayar pada Net Zero Emission (NZE)
15,00%
2050 akan memiliki selisih antara 2,80% dan
3,21% lebih tinggi dibandingkan baseline 2024.
Sedangkan pada skenario delayed transition, 10,00%
memiliki selisih antara 0,01% dan 1,89% lebih
tinggi. Peluang gagal bayar yang tinggi
5,00%
khususnya terjadi pada tahun 2040 dalam Net
Zero Emission (NZE) 2050. Hal ini disebabkan
karena harga kredit karbon diperkirakan lebih 0,00%
tinggi daripada skenario lainnya. 2030 2040 2050 2030 2040 2050 2030 2040 2050
Kebijakan Saat Ini Transisi Tertunda Net
NetZero
Zero2050
2050
Perubahan Probabilitas Gagal Bayar (PD) dibandingkan dengan dasar tahun 2024
*Listrik, gas & air, serta pertambangan & penggalian, seperti yang disajikan dalam penilaian materialitas sektor BRI
Page 38
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 38
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Analisis Skenario Risiko Fisik
Pada bulan Maret 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Analisis Skenario dan Manajemen Risiko Iklim (CRMS) sebagai panduan komprehensif bagi manajemen risiko perubahan iklim. Dokumen tersebut
terdiri dari enam buku, antara lain Buku 2: Panduan Teknis CRMS OJK untuk mengukur risiko fisik, dan Buku 5: Data Bencana CRMS OJK. Mengacu pada panduan ini, BRI melakukan analisis skenario risiko fisik serta
memperkirakan tingkat kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh banjir dan kebakaran hutan terhadap portofolio asetnya. Estimasi tersebut diperoleh melalui penggabungan penilaian kerusakan regional dari fungsi
dampak OJK dengan skenario forward-looking berdasarkan Representative Concentration Pathway (RCP).
1 Aceh
Physical Risk - RCP4.5/SSP2-4.5 Scenario Analysis (2050) Physical Risk - RCP8.5/SSP5-8.5 Scenario Analysis (2050) 2 Banten
3 Bengkulu
1 Aceh
Physical Risk - RCP4.5/SSP2-4.5 Scenario Analysis (2050) Physical Risk - RCP8.5/SSP5-8.5 Scenario Analysis (2050) 4 Daerah Istimewa
2 Banten
5 Yogyakarta
3 Bengkulu
DKI Jakarta
4 Daerah Istimewa
1 0,89% 1 1,77%
6 Gorontalo
5 Yogyakarta
15 0,01% 15 0,02%
33 0,26%
7 Jambi
DKI Jakarta
1 0,89% 1 1,77%33 1,72%
6 8 Jawa Barat
Gorontalo
15 0,01% 15 0,02% 9 Jawa Tengah
33 0,26% 33 1,72%
7 Jambi
30 0,55% 30 0,56%
8 10 Jawa
Jawa Timur
Barat
25 0,08% 11 0,62% 25 1,34% 11 1,33% 9 11 Kalimantan
Jawa Tengah Barat
6 2,24%30 0,55% 20 1,68% 6 2,24%
30 0,56% 20 1,68%
17 0,11% 17 2,65% 10 12 Kalimantan
Jawa Timur Selatan
25 0,08% 11 0,62% 28 1,52% 25 1,34% 11 1,33% 28 1,55% 11 13 Kalimantan
Kalimantan Tengah
Barat
6 2,24% 20 1,68% 6 2,24% 20 1,68%
7 17
1,55% 0,11% 24 0,16% 7 17 2,65%
2,04% 24 0,16% 12 14 Kalimantan
Kalimantan Timur
Selatan
26 0,04%
28 1,52% 2628 0,04%
1,55% 13 15 Kalimantan
Kalimantan Utara
Tengah
7 1,55% 24 0,16% 7 2,04% 24 0,16% 14 16Kalimantan
Kepulauan Timur
Bangka
26 0,04% 26 0,04%
15 17Kalimantan
Belitung Utara
16 0,23% 16 0,25%
14 0,19% 14 0,39% 16 Kepulauan
Kepulauan Bangka
Riau
Belitung
17 18 Lampung
16 0,23% 16 0,25%
14 0,19% 14 0,39% Kepulauan
19 Maluku Riau
5 0,34% 9 0,12% 5 0,90% 9 0,18% 1820 Lampung
Maluku Utara
31 0,04% 12 0,81% 31 0,17% 12 0,84%
19 21Maluku
Nusa Tenggara Barat
5 80,34%
0,08% 9 13
0,12% 2,50% 5 8
0,90% 0,44%9 0,18% 13 2,57% 2022 Maluku
Nusa Utara
Tenggara Timur
31 0,04% 12 0,81% 19 1,94% 31 0,17% 12 0,84% 19 1,95%
32 2,06% 29 0,48% 32 2,13% 29 0,48% 2123 Nusa Tenggara Barat
Papua
8 0,08% 13 2,50%
19 1,94%
8 0,44% 13 2,57%
19 1,95%
2224 Nusa
Papua Barat Timur
Tenggara
27 0,34% 27 0,34%
32 2,06% 29 0,48% 32 2,13% 29 0,48% 2325 Papua
Riau
3 1,38% 3 1,38%
27 0,34% 27 0,34%
2426 Papua BaratBarat
Sulawesi
3 1,38% 3 1,38% 18 2527 Riau
Sulawesi Selatan
18 1,63% 1,67%
23 0,23% 23 0,36% 2628 Sulawesi
SulawesiBarat
Tengah
18 1,63% 18 1,67% 2729 Sulawesi
SulawesiSelatan
Tenggara
2 0,39% 4 0,05% 23 0,23% 2 0,39% 4 0,15% 23 0,36% 2830 Sulawesi Tengah
Sulawesi Utara
10 0,05% 21 0,01% 22 0,01% 10 0,07% 21 0,02% 22 0,02% 29 31Sulawesi Tenggara
2 0,39% 4 0,05% 2 0,39% 4 0,15% Sumatera Barat
3032 Sulawesi
SumateraUtara
Selatan
10 0,05% 21 0,01% 22 0,01% 10 0,07% 21 0,02% 22 0,02% 31 33Sumatera Barat
Sumatera Utara
32 Sumatera Selatan
0,0% 4,0% 0,0% 4,0%
33 Sumatera Utara
0,0% 4,0% 0,0% 4,0%
https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Documents/Pages/Climate-Risk-Management-and-Scenario-Analysis-CRMS/Buku%202_Panduan%20Teknis%20CRMS%20OJK%202024.pdf
https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Documents/Pages/Climate-Risk-Management-and-Scenario-Analysis-CRMS/Buku%205_Data%20Bencana%20CRMS%20OJK%202024%20%281%29.pd
https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Documents/Pages/Climate-Risk-Management-and-Scenario-Analysis-CRMS/Buku%202_Panduan%20Teknis%20CRMS%20OJK%202024.pdf
https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Documents/Pages/Climate-Risk-Management-and-Scenario-Analysis-CRMS/Buku%205_Data%20Bencana%20CRMS%20OJK%202024%20%281%29.pd
Page 39
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 39
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Highlight Area Banjir pada Operasional BRI BRI juga telah melakukan penilaian terhadap kantor cabang di luar negeri yang terpapar banjir.
Berdasarkan karakteristik geografisnya, Indonesia memiliki risiko tinggi terhadap banjir, yang Low Emission Scenario High Emission Scenario
New York
dipengaruhi oleh cuaca ekstrem dan kenaikan permukaan laut. Risiko ini dapat memengaruhi operasional
BRI, termasuk gangguan akses ke kantor cabang dan potensi kerusakan fisik pada infrastruktur. Analisis
menunjukkan bahwa Jakarta menyumbang sekitar 25% dari total proyeksi biaya perubahan iklim di
tingkat nasional. Kota ini sangat rentan terhadap banjir, baik akibat genangan dari kenaikan permukaan
laut maupun peningkatan curah hujan. Meskipun kantor pusat dan pusat data BRI terletak di Jakarta
Pusat dan Jakarta Selatan, risiko langsung terhadap aset-aset tersebut relatif kecil. Namun demikian, Low Emission Scenario High Emission Scenario
gangguan pada operasional BRI masih dapat terjadi di 3,7% dari kantor cabang di daerah pesisir, dengan Hongkong
sebagian besar di antaranya terletak di kota Surabaya. Peta ini menyoroti provinsi dan kabupaten/kota
yang terpapar risiko banjir tinggi.
Low Emission Scenario | High Emission Scenario
Low Emission Scenario High Emission Scenario
Singapura
SSP5-8.5
Low Emission Scenario High Emission Scenario
Cayman
Low Emission Scenario High Emission Scenario
Timor Leste
SSP1-2.6 SSP2-4.5
Low Emission Scenario High Emission Scenario
Taiwan
Page 40
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 40
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Hasil Climate Risk Stress Test [FN-CB-550a.2]
BRI melakukan analisis dampak perubahan iklim hingga tahun 2050 berdasarkan aset pada akhir tahun
2024 serta menjadi salah satu rujukan dalam perencanaan kecukupan modal, strategi jangka panjang
perusahaan, dan aktivitas bisnis lainnya. BRI memperkirakan dampak kredit macet pada 100% portofolio
yang memiliki data emisi karbon dan memperkirakan portofolio yang tidak memiliki data emisi karbon
melalui estimasi pada informasi keuangan perusahaan dan informasi spesifik industri.
BRI melakukan pemodelan keuangan di tingkat debitur untuk mengukur dampak dan jalur transmisi
dari faktor stres terkait iklim mikro dan makro terhadap laporan keuangan debitur. Laporan keuangan
tersebut akan menjadi dasar untuk menghitung peluang gagal bayar (stressed probability of default),
yang kemudian akan mempengaruhi peringkat kredit (stressed credit rating). Komponen-komponen
yang mengalami stress ini akan digunakan untuk menentukan Perkiraan Cadangan Kerugian Penurunan
Nilai (CKPN) tertekan.
Berdasarkan perhitungan, peluang gagal bayar akan terus meningkat hingga tahun 2030 dengan
skenario current policies dan sedikit sesudah 2030 hingga tahun 2050. Pada skenario delayed
transition, peluang gagal bayar serupa dengan skenario current policies hingga tahun 2030 namun
terus meningkat sampai 2050 akibat peningkatan pembangunan fasilitas dan biaya karbon yang terjadi
karena menguatnya penegakan kebijakan pengurangan GRK. Pada skenario Net Zero Emission, biaya
terus meningkat karena kebijakan pengurangan GRK diberlakukan sejak awal, yang mengakibatkan
peningkatan peluang gagal bayar yang lebih besar namun diperkirakan akan terus menurun setelah
tahun 2040.
Untuk memperkirakan Kerugian Akibat Gagal Bayar (Loss Given Default/LGD), BRI mengintegrasikan
penilaian kerusakan regional dari fungsi dampak OJK terkait risiko banjir dan kebakaran hutan, serta
memasukkan skenario forward-looking berdasarkan Representative Concentration Pathway (RCP).
Fungsi dampak tersebut menerjemahkan kerusakan fisik menjadi pengaruh terhadap nilai agunan,
yang kemudian dikombinasikan dengan skenario forward-looking RCP dalam perhitungan LGD.
Berdasarkan estimasi, kenaikan LGD per provinsi berada pada kisaran 0,02% hingga 2,65% untuk risiko
banjir dan kebakaran hutan.
Perkiraan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai dan Rasio Kecukupan Modal
Hasil estimasi CKPN untuk setiap skenario menunjukkan bahwa pada skenario Net Zero 2050, rasio CKPN
diproyeksikan meningkat sebesar 1,34% - 1,61% merupakan kenaikan tertinggi dibandingkan skenario
lainnya. BRI juga menghitung rasio kecukupan modal dengan mempertimbangkan peningkatan CKPN
untuk setiap skenario. Analisis ini menunjukkan bahwa dalam Skenario Net Zero 2050, rasio kecukupan
modal akan turun sebesar 0,63% hingga 0,91%, yang merupakan penurunan terbesar dibandingkan
dengan skenario lainnya.
Page 41
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 41
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Strategi BRI dalam Mengelola Risiko Iklim Melalui Penerapan Sustainable Finance [E.2] [E.4]
BRI menerapkan metode Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
serta model risiko internal untuk melakukan Climate Risk Stress Testing yang hasilnya telah dilaporkan kepada Komite
ESG. Skenario ini mendorong komitmen Net Zero Emission dalam seluruh kegiatan operasional perusahaan sebagai
prioritas utama BRI. Komitmen ini diwujudkan melalui pengurangan jejak karbon melalui efisiensi energi, pemanfaatan
energi terbarukan, dan pengimbangan emisi sisa. BRI menargetkan pencapaian Net Zero Emission di seluruh kegiatan
operasional pada tahun 2050. [FN-CB-550a.2]
Transparansi dalam aktivitas terkait iklim merupakan elemen krusial untuk membangun kepercayaan dengan
pemangku kepentingan. Untuk mewujudkannya, BRI mematuhi standar pengungkapan internasional yang diakui,
termasuk IFRS-S Disclosure. Pengungkapan ini memastikan bahwa BRI memberikan informasi yang jelas dan
komprehensif mengenai strategi, risiko, serta kinerja terkait iklim kepada pemangku kepentingan. [E.4]
Direksi dan manajemen senior BRI terus mengawasi pengelolaan dan pemantauan keberlanjutan, baik dalam
perumusan strategi maupun pengambilan keputusan. Tugas ini mencakup evaluasi risiko ESG di seluruh portofolio
pinjaman serta implementasi rekomendasi dari berbagai standar internasional. Meskipun telah mencapai kemajuan
signifikan terhadap target yang ditetapkan, tantangan tetap ada dan perlu diatasi. Ke depan, BRI berkomitmen
untuk meningkatkan kinerja di semua faktor ESG yang material, mencapai target yang telah ditetapkan, dan
mengembangkan praktik yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.
BRI terus berkomitmen mendorong pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan pembiayaan seperti pemberian
pinjaman, investasi, dan produk keuangan lainnya yang mendukung proyek-proyek dan inisiatif ramah lingkungan.
Solusi pembiayaan berkelanjutan ini berfokus pada produk-produk pembiayaan yang bertanggung jawab serta
peningkatan portofolio energi terbarukan, efisiensi energi, pertanian berkelanjutan, dan sektor-sektor lain yang yang
berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan hidup. BRI juga menerbitkan kebijakan pembiayaan terhadap sektor
dengan emisi tinggi, antara lain melalui kebijakan pembiayaan subsektor Kelapa Sawit Berkelanjutan, Pulp & Paper,
Batu Bara, dan Kebijakan Pembiayaan Minyak dan Gas Bumi.
Bagian dari komitmen tersebut adalah meningkatkan kapasitas internal organisasi dan keterlibatan dengan pemangku
kepentingan terkait perubahan iklim. Berbagai inisiatif telah dilakukan, seperti pelatihan dan penyediaan sumber daya
untuk pekerja, keterlibatan dengan nasabah dan mitra dalam isu keberlanjutan, serta partisipasi dalam inisiatif industri
untuk mendorong aksi iklim. Selain itu, BRI mendukung nasabah dan mitra yang belum memiliki data emisi dengan
membantu mereka mengukur dan mengungkapkan emisi secara transparan. [E.2] [E.4]
Mengatasi perubahan iklim memerlukan aksi kolektif. Oleh karena itu, BRI berkomitmen untuk berkolaborasi dan
bermitra dengan berbagai pihak dalam mendorong perubahan sistemik. Keberhasilan BRI tidak hanya ditentukan
oleh keberhasilan mengelola pemangku kepentingan, tetapi juga oleh keberlanjutan planet ini. Dengan menjadikan
isu perubahan iklim sebagai prioritas utama, BRI berupaya membangun ketahanan, memastikan relevansi, dan
menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan.
Page 42
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 42
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Manajemen Risiko
Kerangka Kerja Manajemen Risiko Dewan Komisaris dan Direksi
Seiring proses evolusi bisnisnya, BRI telah memberikan prioritas pada keterlibatan pemangku
Pilar Manajemen Risiko
kepentingan, dengan aktif mencari masukan dari nasabah, investor, regulator, dan pakar industri.
Kecukupan proses
Kecukupan Kebijakan,
Keterlibatan ini telah memungkinkan BRI untuk lebih memahami harapan pemangku kepentingan Supervisi aktif Direksi
dan Dewan Komisaris Prosedur, dan Penetapan
Batasan
Manajemen Risiko dan
Sistem Informasi
Kecukupan Pengendalian
Internal
Manajemen Risiko
dan menggabungkan beragam perspektif ke dalam pendekatan manajemen risiko. Integrasi risiko
terkait iklim ke dalam praktik manajemen risiko BRI menunjukkan komitmen untuk perbankan yang
bertanggung jawab dan keuangan berkelanjutan. Dengan mengelola risiko iklim secara efektif, BRI Komite Dewan Komisaris UKO & SKMR
Komite Direksi Identifikasi Pengukuran, Assurance Independen
bertujuan untuk meningkatkan ketangguhannya, melindungi kepentingan pemangku kepentingan, dan Fungsi Pengawasan
Pengawasan, Pengendalian
berkontribusi pada upaya global dalam mitigasi perubahan iklim. Perjalanan ini yang terus berlanjut Komite Pengawasan Komite Manajemen Risiko dan ESG
Komite Kebijakan
Manajemen Risiko Perkreditan Business Risk Taking
mencerminkan dedikasi BRI untuk terus meningkatkan kerangka manajemen risikonya dan tetap Risiko Kredit Risiko Strategis
BRI
Risiko Kepatuhan Risk Analytics & Control
berada di garis depan praktik perbankan berkelanjutan. Analisis skenario bisa dianggap sebagai langkah Komite Tata Kelola
Risiko Pasar
Risiko Reputasi Komite Kredit
Unit Audit
Internal
Terintegrasi Operation
pertama dalam memahami dampak risiko terkait iklim yang relevan terhadap operasional dan portofolio Risiko Likuiditas
Risiko Intragroup
investasi BRI. Hasilnya digunakan sebagai dasar untuk memahami risiko dan dampak potensial dari Komite Audit
Risiko Operasional
Risiko Asuransi Komite Risiko
Terintegrasi
Information Systems MR
Risiko Hukum
risiko terkait iklim yang relevan. Risiko Perubahan Iklim
Perusahaan
Subsidiary’s Board of Direktur yang bertanggung jawab atas Unit Audit Internal
Anak
Commissioners Manajemen Risiko Subsidiaries Anak Perusahaan
Kapasitas Risiko Tingkat Risiko
Maksimum SKMR Anak Perusahaan
Toleransi Risiko Integrasi Risiko Terkait Iklim ke Dalam Sistem Manajemen Risiko Perusahaan
Kredit Strategis
Risk Appetite RAS =
Kepatuhan
Risk Tolerance
Risiko Pasar
Risk Capacity
Risk Appetite
Kejatuhan, Profil Risiko Iklim Likuiditas Reputasi
Pesimis
Profil Risiko Operasional Intragroup
Saat Ini/ Hukum Asuransi
Tujuan Profil Risiko/
RKAP ≈
Normal, Loan Portofolio Guideline
Bisnis-as-usual
Kebijakan Risiko Iklim Kebijakan Pembiayaan Sub-Sektor
Exclusion List
RAS ≠
Target Bisnis Prosedur Persetujuan Kredit
Review Risiko Iklim
Review, Pemantauan, dan Evaluasi Kredit
Page 43
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 43
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Manajemen Risiko
Integrasi Risiko Terkait Iklim
BRI melakukan evaluasi terhadap risiko dan
Jenis Profil Risiko Jenis Risiko Iklim Pemicu Aktivitas Mitigasi
peluang yang ditimbulkan oleh perubahan
iklim bagi operasional bisnis. Selama tahap • Harga karbon • Melakukan pelibatan dengan portofolio untuk mendorong
identifikasi dan respons terhadap manajemen Kebijakan & Hukum • Strategi nasional dekarbonisasi penerapan kebijakan dan hukum terkait harga karbon,
• Kewajiban pengungkapan terkait iklim strategi dekarbonisasi, dan pengungkapan iklim
risiko terkait iklim, BRI tidak hanya menyoroti
Risiko Kredit • Peningkatan permintaan pasar untuk produk yang lebih ramah • Memberikan saran kepada portofolio untuk beralih ke
potensi ancaman tetapi juga mengakui lingkungan
Pasar infrastruktur hijau
peluang yang terkait dengan perubahan iklim. • Perubahan perilaku pelanggan • Mengembangkan produk dan layanan perbankan hijau
Pendekatan ini menempatkan perubahan iklim • Permintaan pasar untuk pembiayaan hijau
bukan hanya sebagai krisis, tetapi juga sebagai • Penetapan harga karbon • Melaksanakan secara aktif strategi netralitas karbon BRI
Kebijakan & Hukum • Strategi nasional dekarbonisasi • Memperkuat penerapan standar global dalam kerangka
titik balik transformatif untuk membina usaha • Kewajiban pengungkapan terkait iklim respons terhadap perubahan iklim
baru dan mencapai pertumbuhan yang lebih Risiko Kepatuhan
baik. Pasar • Permintaan pasar untuk keuangan berkelanjutan • Mengembangkan produk dan layanan perbankan
berkelanjutan sesuai dengan regulasi
Untuk menilai risiko dan peluang perubahan
Kebijakan & Hukum • Strategi nasional untuk dekarbonisasi • Merevitalisasi strategi dan implementasi yang memenuhi
iklim, BRI mengkategorikan dampak dan durasi kebutuhan pemangku kepentingan
setiap risiko untuk mengukur urgensi respon • Peningkatan permintaan pasar untuk produk yang lebih ramah • Memperkuat kepercayaan pelanggan dan investor dengan
Pasar memperkuat manajemen lingkungan
yang diperlukan. Ini melibatkan pemberian Risiko Reputasi lingkungan
• Mengungkapkan isu perubahan iklim melalui laporan TCFD
klasifikasi tinggi, sedang, atau rendah untuk • Risiko kehilangan kepercayaan dan keyakinan investor dan SR
Reputasi • Peluang untuk meningkatkan reputasi dan nilai merek
dampak pada Inisiatif Ketahanan Bisnis BRI,
serta klasifikasi jangka pendek, menengah, • Memperluas investasi terkait teknologi beremisi karbon
Teknologi • Peningkatan permintaan teknologi rendah karbon rendah
atau panjang untuk durasi setiap risiko yang • Memantau tren teknologi beremisi karbon rendah dan riset
diidentifikasi. BRI mengatasi setiap risiko secara
Pasar • Peningkatan adopsi energi terbarukan • Mengubah penggunaan ke energi terbarukan
komprehensif dengan menyusun respons
sesuai dengan key driver yang teridentifikasi Risiko Operasional • Gelombang panas • Membentuk Business Continuity Plan (BCP)
Akut • Banjir • Melaksanakan mock exercise dan simulasi evakuasi darurat
berkaitan dengan setiap risiko potensial. • Siklon tropis • Mengembangkan strategi respons terhadap perubahan
• Kebakaran hutan iklim sesuai dengan analisis skenario risiko fisik
• Kenaikan suhu
Kronis • Kenaikan permukaan laut
• Stres air
• Peningkatan permintaan pasar untuk produk lebih hijau • Identifikasi risiko ESG dalam produk dan layanan
Risiko Strategik Pasar • Perubahan perilaku pelanggan • Memperbarui komposisi produk dan layanan berkelanjutan
• Permintaan pasar untuk keuangan berkelanjutan
Page 44
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 44
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Manajemen Risiko
Penilaian Risiko Iklim Sebagian besar unit kerja BRI, yaitu 7.559 unit kerja dengan total 453 kantor cabang, termasuk kantor
pusat dan dua pusat data, terletak di Indonesia. Analisis difokuskan pada dampak terhadap operasional
BRI melakukan penilaian risiko material berdasarkan tingkat keparahan dampak dan kemungkinan risiko
BRI di Indonesia karena dampak risikonya yang memiliki efek terbesar pada operasional BRI. Dalam
terjadi untuk menyimpulkan tingkat risiko bagi risiko terkait iklim yang material terhadap operasional.
analisis ini, risiko fisik menggambarkan risiko yang diidentifikasi dalam skenario emisi tinggi sementara
risiko transisi menggambarkan risiko yang diidentifikasi dalam skenario selaras dengan 2°C. Risiko fisik
Tingkat Keparahan × Kemungkinan = Tingkat Risiko dalam skenario emisi rendah dianggap rendah, sedangkan risiko transisi dalam skenario emisi tinggi
dianggap tidak relevan karena diperkirakan bahwa kebijakan atau risiko terkait transisi rendah karbon
akan tidak relevan dalam ekonomi yang didorong oleh bahan bakar fosil.
Keparahan
Tingkat dampak yang secara langsung atau tidak langsung memengaruhi Tingkat Risiko per Skenario Tren
Risiko Uraian Skenario Periode
kinerja operasional atau kondisi keuangan BRI. Emisi Rendah Emisi Tinggi Risiko
Kebijakan Harga karbon Tinggi N/A M-L +
dan Hukum
Strategi dekarbonisasi nasional Tinggi N/A S-M -
Kemungkinan
Frekuensi risiko yang memengaruhi kinerja operasional atau kondisi keuangan BRI. Kewajiban pengungkapan terkait iklim
Sedang N/A S-M -
Teknologi Meningkatnya permintaan akan
Rendah N/A M-L +
teknologi rendah karbon
Risiko
Keparahan
Pasar Meningkatnya penggunaan energi
Transisi Rendah N/A M-L =
Tinggi terbarukan
Meningkatnya permintaan pasar untuk
produk yang lebih ramah lingkungan Rendah N/A S-M =
Sedang
Perubahan perilaku nasabah Rendah Rendah M-L =
Rendah Permintaan pasar terhadap keuangan
Sedang Rendah M-L +
hijau
Akut Gelombang panas Rendah Tinggi M-L =
Kemungkinan
Banjir Rendah Tinggi M-L +
Tingkat Risiko Penjelasan
Siklon tropis Rendah Sedang S +
Risiko yang dinilai dengan tingkat risiko tinggi merujuk pada risiko yang diperkirakan akan menimbulkan
Tinggi dampak negatif jangka panjang pada operasional dan strategi bisnis BRI yang menyebabkan
perubahan arah atau strategi bisnis. Risiko Kebakaran hutan Rendah Rendah S =
Fisik
Risiko yang dinilai dengan tingkat risiko sedang merujuk pada risiko yang akan menimbulkan dampak Kronis Kenaikan suhu Rendah Tinggi L =
Sedang jangka panjang pada operasional dan strategi bisnis BRI yang memerlukan tindakan yang dapat diambil
dalam kerangka operasional dan strategi bisnis yang sudah ada. Kenaikan permukaan laut Rendah Tinggi L =
Risiko yang dinilai dengan tingkat risiko rendah merujuk pada risiko yang diperkirakan akan
Tekanan air Rendah Sedang L +
menimbulkan dampak jangka pendek pada operasional BRI yang memerlukan tindakan sekali waktu
Rendah untuk beradaptasi dengan model operasional yang sudah ada atau pemantauan risiko yang
berkelanjutan. Jangka Waktu S Kurang dari 5 Tahun M 5-10 Tahun L Lebih dari 10 Tahun
Tren Risiko - Menurun seiring waktu = Tetap stabil seiring waktu + Meningkat seiring waktu
Page 45
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 45
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Manajemen Risiko
Kebijakan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab [GRI 201-2] [GRI G4 FS2] [FN-CB-410a.2]
BRI menyadari bahwa kegiatan utama bisnis Perseroan adalah pemberian pinjaman kepada nasabah,
yang berpotensi memengaruhi lingkungan dan masyarakat, baik secara langsung maupun tidak
langsung. Oleh karena itu, BRI menerapkan analisis faktor ESG saat pengajuan kredit oleh nasabah dan
melakukan analisis tersebut pada pengajuan fasilitas untuk seluruh jenis pembiayaan di BRI, seperti
pembiayaan untuk tujuan umum (contohnya KMK) dan pembiayaan berbasis proyek. Hal ini dilakukan
untuk mengukur risiko aktivitas bisnis nasabah terkait aspek ESG dan keberlanjutan berdasarkan
kapasitas, komitmen, dan rekam jejak nasabah.
1 Aspek Lingkungan
Dalam rangka melakukan mitigasi risiko lingkungan yang muncul dari pembiayaan, seperti risiko
biodiversitas, risiko emisi gas rumah kaca, dan risiko bencana alam, BRI menerapkan persyaratan
berupa dokumen perizinan lingkungan, Peringkat PROPER, standar industri hijau, pengelolaan
limbah, emisi GRK, pelindungan area prioritas, serta dokumen sertifikasi lingkungan spesifik sesuai
sektor.
2 Aspek Sosial
Penerapan mitigasi risiko sosial pada pembiayaan dilakukan antara lain dengan analisis manajemen
nasabah, keterlibatan dalam insiden kerja paksa, eksploitasi anak, pelanggaran hak asasi manusia,
interaksi dengan masyarakat lokal dan adat, hak-hak buruh, serta kebijakan dan implementasi
terkait kesehatan dan keselamatan.
3 Aspek Tata Kelola
Tata Kelola Perusahaan yang baik merupakan bentuk kepatuhan BRI pada regulator dan
implementasi Good Corporate Governance. Pengelolaan risiko tata Kelola pada pembiayaan BRI
diimplementasikan antara lain dengan pengecekan keterlibatan dalam insiden korupsi, gratifikasi,
dan pencucian uang.
Page 46
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 46
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Manajemen Risiko
Dalam penyaluran kredit, BRI mengacu pada Loan Portfolio Guidelines (LPG). LPG berlaku untuk Kebijakan Daftar Sektor Negatif atau Dikecualikan (Negative atau Exclusion List)
seluruh jenis pembiayaan di BRI, seperti pembiayaan untuk tujuan umum (contohnya KMK) dan BRI berkomitmen untuk menghindari eksposur pada sektor-sektor tertentu, termasuk namun tidak
pembiayaan berbasis proyek, dengan menetapkan persyaratan kredit, termasuk penggunaan daftar terbatas pada:
periksa (checklist) terkait aspek ESG. Aspek ESG menjadi salah satu aspek dalam know your customer
l Budidaya dan perindustrian narkotika golongan 1, seperti ganja, heroin, kokain, morfin, dan opium;
(KYC) yang mengonfirmasi apakah calon debitur memiliki isu terkait lingkungan, sosial, hukum, atau
litigasi. Hasil dari proses KYC dituangkan dalam dokumen Memorandum Analisis Bisnis (MAB). Dalam l Industri pembuatan senjata kimia;
LPG diatur juga terkait sector classification (SC), sector acceptance criteria (SAC), dan sector limit. l Industri bahan kimia industri dan industri bahan kimia perusak lapisan ozon;
l Industri minuman keras mengandung alkohol dan mengandung malt;
Prosedur Persetujuan Kredit
l Perjudian dan/atau kasino;
l Perdagangan hewan dan biota laut yang dilindungi;
l Penebangan ilegal; dan
l Sektor-sektor lain sebagaimana diatur oleh hukum/peraturan yang berlaku.
Marketing Hukum dan Uji Kepatuhan Manajemen Risiko
Kepatuhan BRI juga telah menyesuaikan kebijakan pemberian kredit untuk sektor-sektor industri hijau sejalan
Mengidentifikasi dan Memantau
mempertimbangkan Meninjau Memastikan putusan portofolio kredit dengan penerapan Keuangan Berkelanjutan, terutama terkait dengan Kategori Kegiatan Usaha
kelayakan bisnis calon kepatuhan dari kredit sesuai dengan [FS2]
ketentuan internal Berkelanjutan.
debitur termasuk isu calon debitur
dan eksternal
terkait ESG
yang berlaku.
Analisis Kredit Komite Kredit Unit Kerja
Operasional
Mengelola Proses Persetujuan
kredit dengan sesuai wewenang Melakukan
memperhatikan yang berlaku.
[FS2] pengawasan
faktor ESG.
[FS2] dan memeriksa
kelengkapan
dokumen terkait ESG
sesuai syarat yang
diberikan oleh analis
Page 47
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 47
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Manajemen Risiko
Kebijakan Pembiayaan Sub Sektor [F.9] [F.10] [GRI G4 FS1] [GRI G4 FS2] [GRI G4 FS3] [FN-CB-410a.2]
BRI mengadopsi kebijakan eksternal yang berbasis ESG sebagai bentuk dukungan dalam mewujudkan l Kebijakan Pembiayaan Sektor Minyak dan Gas
keuangan berkelanjutan. Hal ini diwujudkan dengan melakukan analisis risiko ESG pada kebijakan sub Kebijakan pembiayaan sektor minyak dan gas mendorong nasabah untuk dapat menerapkan
sektor yang diterbitkan. Dalam upaya pelestarian lingkungan, termasuk pencegahan deforestasi, manajemen energi pada perusahaan yang masuk dalam kriteria eksploitasi, pengadaan dan
pelindungan keanekaragaman hayati, dan pencegahan eksploitasi manusia, saat ini BRI memiliki pengguna energi tertentu sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 33 tahun 2023 tentang
kebijakan sub sektor spesifik berlaku baik untuk jenis pinjaman dengan pembiayaan untuk tujuan umum konservasi energi. BRI berkomitmen untuk tidak melakukan pembiayaan pada subsektor minyak
(contohnya KMK) dan pembiayaan berbasis proyek. dan gas bumi non-konvensional (tar sand, shale oil and gas, arctic oil and gas, dan ultra deep water
Kebijakan pembiayaan sub sektor ditetapkan BRI untuk mengatur screening pembiayaan nasabah oil and gas).
segmen menengah dan korporasi menurut risiko lingkungan, sosial, tata kelola, dan risiko spesifik di l Kebijakan Pembiayaan Sektor Batubara
masing-masing industri. Adapun kebijakan pembiayaan berbasis keberlanjutan sebagai berikut.
Melalui kebijakan pembiayaan sektor batu bara, BRI menunjukkan keseriusan dalam menyalurkan
l Kebijakan Pembiayaan Sektor Kelapa Sawit Berkelanjutan pembiayaan berbasis keberlanjutan. Pada kebijakan pembiayaan sektor ini BRI menekankan
Kebijakan pembiayaan sektor kelapa sawit yang berkelanjutan diatur melalui SE Nomor 61- pengelolaan lingkungan yang diwujudkan melalui pemenuhan jaminan pasca tambang.
DIR/12/2022 yang berlaku untuk nasabah segmen menengah dan korporasi yang bergerak di
bidang industri kelapa sawit. Kebijakan ini mencakup screening menurut risiko lingkungan, sosial,
dan tata kelola. BRI mensyaratkan debitur dan calon debitur pada sektor kelapa sawit memiliki
sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) atau Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO),
atau setidaknya sudah terdaftar dalam proses sertifikasi ISPO.
Persyaratan lainnya melibatkan kepatuhan pelindungan area prioritas keanekaragaman hayati,
pengelolaan emisi gas rumah kaca, kepatuhan pada ketentuan produksi dan penggunaan bahan
kimia, kepatuhan pengelolaan sumber daya seperti tanah dan air, penghormatan terhadap
masyarakat lokal dan adat, penghormatan hak buruh, implementasi prosedur keselamatan
dan kesehatan kerja (K3) yang memadai, serta ketentuan lain sesuai dengan yang diatur dalam
kebijakan.
l Kebijakan Pembiayaan Sektor Spesifik Pulp and Paper
Kebijakan pembiayaan sektor pulp & paper yang berkelanjutan diatur melalui SE Nomor 61-
DIR/12/2022 yang berlaku untuk nasabah segmen menengah dan korporasi yang bergerak di
bidang industri pulp & paper. Kebijakan ini mendorong debitur untuk dapat menerapkan prinsip
industri hijau, antara lain memastikan bahan baku kayu yang diolah berasal dari sumber legal yang
dibuktikan melalui sertifikasi verifikasi legalitas kayu (SVLK/FSC/HCV/HCS/IFCC), tersedianya
rencana dan program pengelolaan limbah dan emisi gas rumah kaca (AMDAL dan UKL/UPL),
memiliki SOP yang jelas terkait pemasok bahan baku, menghormati hak komunitas setempat,
mematuhi pemanfaatan hasil produk samping, dan mematuhi ketentuan lain sesuai yang diatur
dalam kebijakan.
Page 48
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 48
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Manajemen Risiko
Selain kebijakan di atas, BRI juga mempertimbangkan dan rutin memantau peringkat PROPER Nasabah dan hasil evaluasi digunakan untuk meninjau pembiayaan kepada debitur. BRI juga akan
nasabah. PROPER adalah program dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mengambil pendekatan yang diperlukan, termasuk manajemen portofolio, kesesuaian dengan regulasi,
mengevaluasi kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan. Program ini khusus diterapkan untuk dan pendekatan lainnya.
segmen korporasi, terutama industri tekstil dan sandang yang memiliki dampak lingkungan dalam Hasil peninjauan secara berkala disampaikan melalui saluran internal BRI, sementara distribusi
operasional bisnisnya. Peringkat PROPER yang diterima adalah Emas, Hijau, dan Biru. PROPER Emas pembiayaan dilaporkan setiap tahun sesuai dengan kerangka kerja. Laporan tahunan mencakup aset
mencerminkan pengelolaan lingkungan melebihi persyaratan dengan pembangunan masyarakat yang memenuhi syarat berdasarkan kategori proyek dan sisa saldo hasil yang belum didistribusikan.
berkelanjutan, PROPER Hijau menunjukkan pengelolaan lingkungan di atas persyaratan dengan adopsi BRI belum melaksanakan audit khusus terkait penerapan kebijakan lingkungan dan sosial pada proses
sistem manajemen, sementara PROPER Biru menandakan upaya pengelolaan sesuai standar KLHK. pemberian kredit.
Sejak tahun 2015, pemberian kredit kepada nasabah di sektor perkebunan dan perhutanan telah selaras
dengan Moratorium Pembukaan Lahan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, BRI selalu
menjelaskan kepada setiap nasabah dari kedua sektor tersebut bahwa kredit yang diberikan tidak
dapat digunakan untuk membiayai pembukaan lahan baru. Divisi yang relevan senantiasa mengawasi
pelaksanaan ketentuan ini dan berkorespondensi dengan nasabah terkait apabila jika terdapat
pelanggaran
Sustainability-Linked Loan [F.26]
Sebagai bentuk dukungan BRI terhadap upaya nasabah dalam rangka menerapkan ESG, BRI
menerbitkan kebijakan pembiayaan khusus pada nasabah yang berkomitmen untuk menerapkan
prinsip keberlanjutan, yaitu Sustainability Linked Loan (SLL). Melalui SLL, BRI memberikan insentif
kepada nasabah yang berhasil mencapai target KPI keberlanjutan yang telah ditetapkan. Sebaliknya,
terdapat disinsentif bagi nasabah yang tidak mencapai KPI tersebut. SLL juga berfungsi sebagai
sarana bagi BRI untuk mempublikasikan langkah-langkah dan kemajuan dalam penerapan ESG kepada
pemangku kepentingan.
Peninjauan Ulang Pembiayaan [F.23] [GRI G4 FS3]
BRI terus meninjau setiap proyek yang mendapatkan pembiayaan. Berdasarkan Surat Keputusan
Direksi tentang Kebijakan Umum Perkreditan Bank (KPB), pengawasan dilakukan dengan meninjau
dokumen kredit yang disampaikan oleh debitur. Pemantauan dan evaluasi rutin dilakukan minimal satu
kali dalam setahun untuk memastikan penerapan prinsip keuangan berkelanjutan oleh nasabah. Salah
satu metode yang dilakukan adalah metode kunjungan (site visit). Jika peringkat PROPER nasabah
turun dari Biru ke Merah atau Hitam, BRI melakukan pemantauan dan korespondensi khusus untuk
mendukung pemulihan peringkat.
Apabila terdapat nasabah atau debitur yang belum memenuhi syarat ESG, BRI akan meminta
informasi dan melakukan tindak lanjut secara berkala. Observasi dan pengumpulan informasi terkait
teguran, pelanggaran, atau permasalahan terkait ESG juga akan dilakukan. BRI akan secara bertahap
memperbarui data kepatuhan ESG debitur. Informasi pemantauan dicatat dalam Laporan Kunjungan
Page 49
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 49
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Manajemen Risiko
Proses Manajemen Risiko Operasional - Terkait dengan Perubahan Iklim Kerangka Kerja Manajemen Risiko Iklim dalam Keuangan Berkelanjutan
Proses manajemen risiko operasional dilakukan sesuai dengan tata kelola yang ditetapkan dalam Implementasi Rencana Keberlanjutan Bisnis (Business Continuity Plan/BCP).
kerangka kerja manajemen risiko operasional dan menggunakan perangkat yang sesuai dengan
Penilaian Risk and Control Self Assessment (RCSA)
ketentuan regulator dan praktik terbaik. Proses pengukuran dan perhitungan risiko operasional
Sebuah perangkat manajemen risiko kualitatif dan prediktif yang digunakan untuk
dilakukan melalui aktivitas-aktivitas sebagai berikut: mengidenti kasi dan mengukur risiko (termasuk risiko terkait perubahan iklim)
berdasarkan dimensi dampak dan kemungkinan.
01 Business Impact Analysis (BIA)
BIA untuk menilai dampak Penilaian Manajemen Risiko Kecukupan Produk Bank Baru
01 Business Impact Analysis (BIA)
kegiatan/proses bisnis dalam kejadian Penerapan proses manajemen risiko untuk setiap rencana penerbitan Produk
BIA untukImpact
menilai dampak Bank Baru di BRI dilakukan dengan mempertimbangkan isu perubahan iklim.
01 gangguan/bencana.
Business Analysis (BIA)
kegiatan/proses bisnis dalam kejadian
01 BIA untukImpact
menilai
gangguan/bencana.
Business
dampak
Analysis (BIA)
kegiatan/proses bisnis dalam kejadian
BIA untuk menilai dampak
gangguan/bencana. 02 Penentuan Strategi Pemulihan Pencatatan Kerugian Risiko Operasional dalam
kegiatan/proses bisnis dalam kejadian Dari hasil BIA, Strategi Pemulihan Loss Event Database (LED)
gangguan/bencana. 02 Penentuan
ditentukan Strategi Pemulihan
untuk dapat mencapai target
Dari
RTO hasil BIA, Strategi
(Recovery Time Pemulihan
Objective) yang
LED BRI mencakup proses pencatatan data kejadian kerugian akibat perubahan
02 Penentuan
ditentukan Strategi Pemulihan
untuk dapat mencapai target iklim, baik yang bersifat keuangan maupun non-keuangan, yang mencakup
telah
Dari ditetapkan.
hasil BIA, Strategi Pemulihan kerugian aktual, potensial termasuk tindakan korektif, dan penanganan insiden.
02 Penentuan
RTO (Recovery
ditentukan
Time
Strategi Objective) yang
Pemulihan
untuk dapat mencapai target
telah ditetapkan.
Dari hasil BIA, Strategi Pemulihan
03 RTO (Recovery Time Objective) yang
Pengembangan Prosedur Business Continuity
ditentukan untuk dapat mencapai target
Mengembangkan prosedur BCP untuk telah ditetapkan. Pemantauan Key Risk Indicator (KRI)
03 Pengembangan Prosedur Business
menentukan struktur, format, dan
RTO (Recovery Time Objective) yang
Continuity
Mengembangkan prosedur BCP telah ditetapkan.
untuk KRI merupakan sebuah perangkat manajemen risiko berupa indikator
03 komponen yang
Pengembangan
menentukan
perlu dimasukkan
Prosedur
struktur,
dalam
Business Continuity
format, dan
kuantitatif yang dapat memberikan informasi awal tentang peningkatan atau
BCP.
Mengembangkan prosedur BCP untuk penurunan risiko dan/atau penurunan efektivitas pengendalian terhadap
03 komponen yang
Pengembangan
menentukan
perlu
Prosedurdimasukkan dalam
Business Continuity
struktur, format, dan
ambang batas yang telah ditetapkan.
BCP.
Mengembangkan prosedur BCP untuk
komponen yang perlu dimasukkan 04 dalam
Sosialisasi dan Percobaan
menentukan struktur, format, dan Untuk memastikan implementasi BCP
BCP. Risk Assessment Plan (RAP)
komponen yang perlu dimasukkan 04 dalam
Sosialisasi dan Percobaan
dapat dilakukan dengan baik, kegiatan Bentuk kegiatan persiapan strategi risiko yang dilakukan oleh Manajemen Risiko
BCP. Untuk memastikan
sosialisasi dan implementasi
uji coba BCP
harus dilakukan
04 Sosialisasi
dapat dan
dilakukanPercobaan
dengan baik, kegiatan
Regional dengan hasil berupa daftar risiko utama, prioritas unit kerja berdasarkan
secara
Untuk rutin.
memastikan implementasi BCP risiko akibat perubahan iklim, dan rencana kegiatan pengendalian risiko.
04 Sosialisasi
sosialisasi
dapat
dan uji coba
dan Percobaan
dilakukan dengan
harus dilakukan
baik, kegiatan
secara rutin.
Untuk memastikan implementasi BCP
sosialisasi dan uji coba harus dilakukan Penilaian Risiko Ancaman Bencana (PRAB)
dapat dilakukan dengan baik, kegiatan
secara rutin. BRI melaksanakan PRAB sebagai implementasi Business Continuity Management (BCM)
sosialisasi dan uji coba harus dilakukan untuk melindungi keamanan dan keselamatan jiwa karyawan, melindungi nyawa nasabah,
secara rutin. dan pemangku kepentingan lainnya dalam unit kerja operasional BRI (rencana manajemen
bencana), serta menjaga kesinambungan kegiatan bisnis/operasional, yang terpenting,
menjaga aset BRI dan memiliki respons yang memadai dalam situasi gangguan/bencana
alam akibat perubahan iklim (business continuity plan).
Page 50
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 50
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Manajemen Risiko
Adaptasi Risiko Fisik Perubahan Iklim
Berdasarkan hasil CCSA, BRI melakukan langkah-langkah Adaptasi Risiko Iklim Fisik untuk memitigasi
potensi dampak perubahan iklim. Langkah-langkah tersebut meliputi:
1 Pengalihan Risiko Fisik ke Asuransi. BRI menjajaki opsi-opsi untuk mengalihkan risiko fisik yang
terkait dengan perubahan iklim kepada penyedia asuransi. Pendekatan ini dapat membantu
mengimbangi beban keuangan dari kerusakan dan kerugian terkait iklim.
2 Optimalisasi Penilaian Risiko dan Ancaman. Untuk melindungi bisnis BRI dari risiko fisik, BRI
akan mengoptimalkan penilaian risiko dan ancaman seperti memantau perubahan cuaca serta
mengalokasikan alat pelindung dan peralatan darurat sebelum terjadinya bencana iklim. Tindakan-
tindakan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen BRI terhadap praktik bisnis
yang berkelanjutan dan manajemen risiko yang proaktif dalam menghadapi tantangan terkait iklim.
3 Realokasi Aset. Aset yang berlokasi di area dengan paparan risiko fisik tinggi seperti banjir, kejadian
cuaca ekstrem, dan bahaya terkait iklim lainnya dipertimbangkan untuk direlokasi ke lokasi yang
lebih rendah risikonya. Strategi realokasi akan melibatkan penilaian risiko dan studi kelayakan yang
menyeluruh untuk memastikan bahwa lokasi baru menawarkan lingkungan yang lebih aman bagi
aset.
Melalui penerapan langkah-langkah adaptasi ini, BRI bertujuan untuk meningkatkan ketahanan
terhadap fisik terhadap dampak perubahan iklim dan melindungi aset-asetnya dari potensi kerusakan.
Langkah-langkah ini sejalan dengan komitmen BRI terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan dan
manajemen risiko yang proaktif dalam menghadapi tantangan-tantangan terkait iklim.
Page 51
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 51
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Metrik dan Target
What Gets Measured, Gets Managed [GRI 3-3] [FN-CB-410b.4] BRI adalah perusahaan pertama di Indonesia yang bergabung dalam Partnership of Carbon Accounting
Pengukuran adalah komponen penting dari perbaikan. Tanpa mengukur kinerja, akan sulit menentukan Financials (PCAF) dan menggunakan metodologi PCAF untuk mengukur dan mengungkapkan financed
apakah terjadi kemajuan atau apakah hasil yang diinginkan tercapai. Dengan mengukur dan mengelola emissions. Metodologi PCAF ini dikembangkan berdasarkan Greenhouse Gas Protocol yaitu standar
kemajuan dari waktu ke waktu, proses pengambilan keputusan berbasis data akan lebih mudah. BRI akuntansi global untuk emisi gas rumah kaca dan menyediakan standar pengukuran yang konsisten
mengukur dan mengelola emisi Scope 1 & 2 dan Scope 3. Emisi Scope 1 & 2 dihasilkan dari kegiatan dan tervalidasi. Selanjutnya, BRI mengikuti persyaratan cakupan SBTi untuk pengukuran financed
operasional, sementara emisi Scope 3 merupakan financed emissions yang berasal dari kegiatan emissions menurut jenis aset, termasuk pinjaman korporasi, pembiayaan proyek pembangkit listrik, real
investasi dan pemberian pinjaman, dan menyumbang sebagian besar emisi gas rumah kaca. estate komersial, ekuitas tercatat, dan obligasi.
Pendekatan Pengukuran Financed Emissions Scope 1 & 2 (Operational Emissions)
492.370
486.352
Scope 1 Strategi pengelolaan emisi GRK BRI merujuk pada ISO 14064 dengan metodologi
Scope 2
470.508 perhitungan berdasarkan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Guidelines
tahun 2006 yang telah diperbarui pada tahun 2019. Perhitungan emisi BRI melibatkan
kantor cabang di seluruh Indonesia dengan pendekatan konsolidasi yang
355.742
memperhitungkan kontrol finansial dan operasional. Gas yang dihitung adalah CO2 dengan
360.135
Penurunan 42%
nilai Global Warming Potential (GWP) sebesar 1 (CO2 equivalent).
[3-3] [305-1] [305-2] [305-3] [305-5]
346.353
BRI telah menetapkan target penurunan emisi Scope 1 & 2 sebesar 42% pada tahun 2030.
Dengan target NZE operasional tercapai di tahun 2050.
Memilih titik Pengukuran
waktu tertentu emisi Gas Menghitung Menghitung
132.235
130.610
124.155
untuk Rumah Kaca emisi yang emisi absolut Target
Emisi dalam ton CO2e 2022 2023 2024 Penurunan 2023-2024
pengukuran tingkat menjadi bagian portofolio BRI
Net Zero
Scope 1 132.235 130.610 124.155 4,94%
dan pemetaan perusahaan BRI 2022 2023 2024 2030 2050 Scope 2 360.135 355.742 346.353 2,64%
sektor. atau proyek Base Year Target Jangka Pendek
Keterangan:
• Faktor emisi Cakupan 2: Direktorat Jenderal Kelistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK-ESDM) tahun 2019
• Faktor emisi bahan bakar: Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) ESDM tahun 2021.
• Sumber emisi lainnya menggunakan faktor emisi yang telah disepakati oleh IPCC.
• Gas perusak ozon (Ozone Depleting Substances/ODS), emisi biogenik, NOx, SOx, VOC (gas senyawa organik yang mudah menguap), PM (Materi Partikulat), dan gas penyumbang emisi udara signifikan lainnya belum diperhitungkan
dalam kalkulasi ini.[305-1] [305-2] [305-3] [305-5] [305-6] [305-7]
Scope 3 (Financed Emissions)
Sejak tahun 2022, BRI telah mengukur emisi Scope 3 financed emissions yang dapat diatribusikan pada pembiayaan dan investasi. Lingkup
pengukuran difokuskan pada kegiatan yang diwajibkan oleh SBTi. Pembiayaan BRI untuk tahun 2023 diperkirakan mencapai 10.434.550 juta tonCO2e.
BRI telah mengungkapkan intensitas physical missions untuk asset class dan sektor dengan Sectoral Decarbonization Approach (SDA) pathway SBTi
yang tersedia. BRI berencana untuk mengukur dan melaporkan progres secara tahunan dan memperluas cakupan lingkup ketika metodologi
tersedia. [3-3] [305-3] [304-5] [305-5]
2022 2023
11.222.829 Kategori
Emisi (dalam tonCO 2e) Emisi (dalam tonCO 2e)
Asset class
Investasi dalam obligasi 437.036 460.841
Pinjaman 6.776.501 6.358.055
10.434.550
Ekuitas yang terdaftar 381 881
Pembiayaan proyek pembangkit listrik 3.872.508 3.504.669
Real estat komersial 136.403 110.104
Emisi dalam tonCO2e
2022 2023 Total 11.222.829 10.434.550
Page 52
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 52
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Metrik dan Target Target
Pulp & Paper, Real Estate Komersial, Pembangkit listrik,
dan Pembiayaan Proyek Pembangkit listrik
Metodologi Penetapan Target [FN-CB-410b.4] Pemahaman yang mendalam mengenai sumber emisi spesifik di setiap sektor memungkinkan BRI untuk
merancang solusi yang lebih spesifik 2022
Base Year dan efisien. Dengan demikian, BRI dapat mencapai pengurangan
Salah satu bukti keseriusan BRI dalam mendukung aksi mitigasi perubahan iklim diwujudkan melalui
emisiIntensitas
secaraEmisi
lebih efektif dan memberikan dampak positif dalam mendukung upaya global untuk
komitmen penetapan target Net Zero Emission. Di tahun 2023, BRI menjadi lembaga keuangan pertama Menghitung Dasar untuk Menetapkan
mengatasi perubahan iklim. Mengacu pada
Target SDA untuk lembaga keuangan, berikutMemilih
pedoman SBTiMenghitung jalur
ini adalah
di Indonesia yang berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emission di tahun 2050 menggunakan Menghitung emisi
bagian emisi Menghitung dekarbonisasi dan
garis besar pendekatan SDA yang dilakukan BRI.
pada pinjaman menetapkan emisi
standar Science Based Target Initiatives (SBTi). Selain itu, di tahun 2024 BRI menjadi lembaga jasa dan investasi
dari lembaga intensitas emisi
keuangan berbasis SBT
keuangan pertama di Indonesia yang telah mendapatkan validasi atas metodologi pencapaian Net Zero Pulp & Paper, Real Estate Komersial, Pembangkit listrik,
Target dan Pembiayaan Proyek Pembangkit listrik
Emission jangka pendek di tahun 2030 dalam rangka mencapai netralitas karbon di tahun 2050. o
Penetapan target netralitas karbon Penetapan target dan jalur pengurangan berdasarkan skenario suhu di bawah 2 C
Base Year 2022
BRI telah menetapkan target Scope 3 sesuai dengan kriteria SBTi untuk Target Portofolio Scope 3
sebagai berikut. Menghitung Intensitas Emisi Dasar untuk Menetapkan
Memilih jalur
Target SDA Menghitung
Menghitung emisi dekarbonisasi dan
bagian emisi Menghitung
l FI-C15 - Persyaratan untuk menetapkan target pada Kegiatan Investasi dan Pembiayaan: Semua pada pinjaman
dari lembaga intensitas emisi menetapkan emisi
dan investasi
lembaga keuangan harus menetapkan target pada kegiatan investasi dan pembiayaan mereka sesuai keuangan berbasis SBT
dengan yang diperlukan oleh FI-C16, terlepas dari bagian emisi portofolio Scope 3 yang terukur
o
Penetapan target netralitas karbon Penetapan target dan jalur pengurangan berdasarkan skenario suhu di bawah 2 C
dibandingkan dengan total emisi atau Scope 1, 2, dan 3 dari lembaga keuangan. Lembaga keuangan
dapat memilih dari metode yang berlaku untuk menetapkan target, berdasarkan kelas aset.
l FI-C16 - Batas Target Portofolio: Lembaga keuangan harus menetapkan target pada semua Temperature Rating Method (TRA)
"Kegiatan yang Diperlukan" dalam Tabel Kegiatan dan Metode yang Diperlukan mengikuti
BRI menggunakan Temperature Rating Method (TRA) untuk menetapkan target pengurangan
persyaratan cakupan batas minimum.
emisi untuk berbagai sektor lain dalam pembiayaan korporasi di luar pendekatan SDA. Metode TRA
Sebagai bagian praktik bisnis yang berkelanjutan, BRI telah mengembangkan metodologi untuk
mengukur sejauh mana perusahaan telah mengadopsi target pengurangan emisi karbon yang sejalan
menetapkan target pengurangan emisi, dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini.
dengan tujuan pemanasan global secara ilmiah.
l Kontribusi bank terhadap emisi gas rumah kaca: BRI menggunakan metodologi yang diakui secara
internasional, seperti Protokol Gas Rumah Kaca, untuk menghitung emisi. Metode TRA memberikan peringkat suhu untuk mengaitkan target emisi karbon dengan perkiraan
l Kemampuan bank untuk mengurangi emisi: BRI merumuskan berbagai strategi untuk mengurangi kenaikan suhu global dan menawarkan perspektif intuitif tentang dampak pengurangan emisi
emisi baik secara langsung maupun tidak langsung. perusahaan terhadap perubahan iklim. Semakin tinggi target pengurangan emisi, semakin rendah skor
l Sasaran pengurangan emisi nasional dan internasional: BRI menyelaraskan targetnya dengan tujuan suhu dan peringkat suhu portofolio aset BRI. Perumusan target pengurangan emisi gas rumah kaca
yang lebih luas, seperti Kontribusi yang Nationally Determined Contributions (NDCs) dan Paris dengan menggunakan metodologi ini meliputi:
Agreement.
Mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, BRI mengukur dan menetapkan target pengurangan
emisi karbon dengan menggunakan metode SBTi, yaitu Sectoral Decarbonization Approach (SDA) dan 01 02 03
Temperature Ratings Method (TRA). Pemetaan Protokol Protokol Perusahaan: Protokol Portofolio:
Target : Mengidentifikasi, Menyaring, Penggabungan dari Berbagai
Sectoral Decarbonization Approach (SDA)
01
Mengaitkan Tingkat Ambisi
Target dengan Hasil Suhu
02 Menggabungkan Nilai Target
dari Berbagai Skor menjadi
03 Skor Perusahaan menjadi
Satu Skor Portofolio
Satu Skor Perusahaan
Pemetaan Protokol Protokol Perusahaan: Protokol Portofolio:
BRI menetapkan target pengurangan emisi untuk setiap sektor industri berdasarkan prinsip-prinsip Target : Mengidentifikasi, Menyaring, Penggabungan dari Berbagai
Sectoral Decarbonization Approach (SDA). Pendekatan ini memberikan penekanan khusus pada Mengaitkan Tingkat Ambisi Menggabungkan Nilai Target Skor Perusahaan menjadi
Target dengan Hasil Suhu dari Berbagai Skor menjadi Satu Skor Portofolio
intensitas karbon sebagai indikator utama dalam menentukan target pengurangan. Efektivitas Satu Skor Perusahaan
Untuk merumuskan target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dengan menggunakan
pendekatan ini terbukti dengan adanya perbedaan kontribusi sektor ekonomi terhadap emisi gas
Metodologi TRA, BRI mengkategorikan sektor-sektor dalam portofolio pinjaman, obligasi, dan ekuitas
rumah kaca, yang menyebabkan perbedaan kecepatan dalam mencapai Net Zero Emission.
tercatat, serta menetapkan target pengurangan karbon berdasarkan peringkat suhu masing-masing.
BRI berkomitmen untuk secara progresif mengurangi skor suhu portofolio menuju target 2040, yaitu
peringkat suhu 1,75°C untuk Scope 1 & 2 dan 2,0°C untuk Scope 1, 2, dan 3.
Page 53
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 53
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Metrik dan Target
Pencapaian BRI Target dan Jalur Pengurangan Tiap Sektor Industri berdasarkan SDA
Penghitungan Sectoral Decarbonization Approach (SDA)
[FN-CB-410b.1] [FN-CB-410b.2] Pulp & Paper Real Estate Komersial
Dalam upaya mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2050, BRI
1,075 0,123 0,117
telah melakukan perhitungan intensitas karbon dari emisi yang dibiayai. 0,959 0,101
BRI menetapkan target dan jalur khusus untuk sektor industri, seperti 0,870 Pengurangan
Pengurangan
pulp & paper, real estate komersial, pembangkit listrik, dan project 33%
46,40%
finance pembangkit listrik, dengan menggunakan tahun dasar 2022. Pengurangan
Secara umum, pada tahun 2024 terjadi penurunan intensitas emisi pada Pengurangan
71,60%
sektor-sektor yang BRI biayai di banding tahun 2023. Hal ini di dorong 80,80%
oleh usaha BRI dalam meningkat protofolio renewable energi.BRI tetap
0% 0%
berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendukung transisi menuju
ekonomi yang lebih berkelanjutan. 2022 2023 2024 2030 2040 2050 2022 2023 2024 2030 2040 2050
Unit: metrik tonCO2e/metrik ton kertas dan pulp diproduksi Unit: metrik tonCO2e/m2
Pembangkit Listrik Pembiayaan Proyek Pembangkit Listrik
0,858
0,846
0,548 0,545 0,816
0,530 Pengurangan
Pengurangan
40,80% 40,61%
Pengurangan Pengurangan
81% 80,60%
0% 0%
2022 2023 2024 2030 2040 2050 2022 2023 2024 2030 2040 2050
Unit: metrik tonCO2e/listrik dan panas yang dihasilkan MWh Unit: metrik tonCO2e/listrik dan panas yang dihasilkan dalam MWh
Page 54
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 54
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Metrik dan Target
Penghitungan Temperature Ratings Method (TRA) [FN-CB-410b.1] [FN-CB-410b.3]
Dalam penetapan target penurunan emisi portofolio yang tidak mengikuti Sectoral Decarbonization Komitmen BRI tidak hanya sebatas pada penetapan target, tetapi juga melibatkan pemantauan dan
Approach (SDA), BRI menerapkan Metodologi Temperature Ratings untuk menetapkan dan mengelola evaluasi progres secara berkala. BRI siap beradaptasi dengan perkembangan ilmiah dan tuntutan
target pengurangan emisi. Pada tahun 2024, terlihat kecenderungan penurunan peringkat suhu di perubahan iklim yang terus berubah. BRI membuka diri untuk berdialog dan berbagi informasi dengan
portofolio pinjaman BRI dibandingkan dengan tahun 2023. Untuk mencapai target ke depannya, BRI para pemangku kepentingan mengenai upaya dan hasil yang BRI capai dalam mencapai target
telah merencanakan langkah-langkah konkret, seperti meningkatkan investasi dalam sumber energi pengurangan emisi, serta dampak positif yang dihasilkan terhadap perubahan iklim.
terbarukan, dan melakukan kolaborasi dengan debitur untuk mempercepat transisi menuju praktik
bisnis yang ramah lingkungan.
Penyusunan Target Penurunan Emisi GRK dengan Metodologi Temperature Ratings
Portofolio Pinjaman Portofolio Obligasi dan Ekuitas yang Tercatat
Scope 1, 2 Scope 1, 2, 3 Scope 1, 2 Scope 1, 2, 3
Tingkat penurunan tahunan (oC/tahun) 0,0783 Tingkat penurunan tahunan (oC/tahun) 0,0656 Tingkat penurunan tahunan (oC/tahun) 0,0756 Tingkat penurunan tahunan (oC/tahun) 0,0661
3,5 3,5 3,5 3,5
3,16oC 3,14oC 3,18oC 3,18oC 3,11oC 3,09oC 3,19oC 3,18oC 3,01oC
3,09oC 3,16oC 2,97oC
3 2,77 C
o 3 2,85 oC 3 2,73 oC 3 2,86 oC
2,5 2,5 2,5 2,5
2oC 1,75oC 2oC
2 1,75oC 2 2 2
1,5 1,5 1,5 1,5
1 1 1 1
0,5 0,5 0,5 0,5
2022 2023 2024 2027 2040 2022 2023 2024 2027 2040 2022 2023 2024 2027 2040 2022 2023 2024 2027 2040
Page 55
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 55
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Metrik dan Target
Aktivitas Bisnis Berkelanjutan Portofolio Pendanaan Berkelanjutan [B.1.d] [F.3] [F.26] [GRI G4 FS7] [GRI G4 FS8]
BRI membuktikan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui aktivitas pembiayaan Dalam meningkatkan penerapan ESG dari sisi pendanaan, BRI telah menjalankan sustainable funding
berkelanjutan yang mencakup sustainable lending dan investasi obligasi. Sustainable Lending activities dengan menerbitkan sejumlah obligasi dan pinjaman berbasis ESG sebagai berikut.
merupakan kredit yang diberikan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan kredit untuk
sektor hijau. Selain sustainable lending, BRI juga mengalokasikan pembiayaan berkelanjutan dalam ESG-based Bond
investasi obligasi, khususnya melalui ESG-based Corporate Bond Investment. BRI telah berhasil menerbitkan sejumlah obligasi berbasis ESG (ESG-based Bond). Portofolio ESG-
Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan [B.1.d] [F.3] [F.26] [GRI G4 FS7] [GRI G4 FS8] based Bond BRI hingga tahun 2024, yaitu.
Dengan tekad kuat untuk mengukuhkan perannya sebagai pelopor dalam menerapkan prinsip ESG, BRI
berhasil mengalokasikan sebesar 64,30% dari total kredit dan investasi obligasi korporasi pada tahun
2024 untuk Sustainable Banking Business Activities. Portofolio ini terdiri dari Sustainable Lending dan ESG-based Wholesale Funding
ESG-based Corporate Bond Investment. Sustainable lending terdiri dari kredit untuk usaha mikro, kecil,
dan menengah (UMKM) dan kredit untuk Sektor Hijau.
Rp 44,83 Triliun
60,22% dari total wholesale funding
Sustainable Financing Activities
Rp 789,63 Triliun
64,30%
dari total kredit dan investasi obligasi korporasi BRI
Sustainability-Linked Loan Obligasi Berwawasan Lingkungan
Sustainable Lending ESG-based Corporate Bond Investment Rp 12,88 Triliun Rp 9,65 Triliun
Rp 785,22 Triliun Rp 4,41 Triliun 17,30% dari total wholesale funding 12,96% dari total wholesale funding
64,58% 36,05%
dari total kredit BRI dari total investasi obligasi korporasi BRI
Surat Berharga Berbasis Inklusif Repo Berbasis ESG Social Loan
UMKM
Rp 698,66 Triliun Rp 86,56
Sektor Hijau
Sektor Hijau
Triliun
Rp 3,50 Triliun Rp 5,93 Triliun Rp 12,88 Triliun
4,70% dari total wholesale funding 7,96% dari total wholesale funding 17,30% dari total wholesale funding
57,46% 7,12%
dari total kredit BRI dari total kredit BRI
Transportasi Ramah Eco-efficient Products
Energi Terbarukan
Lingkungan
Green Bond BRI
Rp 6,34 Triliun Rp 3,61 Triliun Rp 8,07 Triliun
BRI telah menerbitkan obligasi hijau (green bond) sesuai ketentuan POJK No. 60/POJK.04/2017 tentang
Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond) serta Green
Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati
& Penggunaan Lahan Berkelanjutan
Bangunan Berwawasan Lingkungan Bond Framework BRI. Penggunaan dana (use of proceeds) dialokasikan minimal 70% untuk pembiayaan
Rp 64,68 Triliun Rp 0,29 Triliun Kegiatan Umum Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan maksimal 30% untuk pembiayaan kegiatan
umum lainnya, seperti sektor mikro, kesehatan dan sosial.
Kegiatan Usaha Berwawasan BRI juga melakukan seleksi dan evaluasi terhadap portofolio dan penyaluran pembiayaan yang
Pencegahan & Pengendalian Polusi
Lingkungan Lainnya memenuhi syarat yang ditetapkan. BRI menerbitkan Green Bond Tahap I Tahun 2022 dengan nilai
Rp 3,06 Triliun Rp 0,51 Triliun sebesar Rp5 triliun dan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 4,4 kali.
Page 56
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 56
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Metrik dan Target
Pada tahun 2023, BRI menerbitkan Green Bond Tahap II Tahun 2023 senilai Rp6 triliun dan mencatatkan 2 Fasilitas B sebesar USD 300.000.000 dari 9 (sembilan) bank dengan suku bunga Compound SOFR
kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 2,63 kali. Penerbitan ini terbagi menjadi tiga seri yaitu dan waktu pinjaman selama 36 (tiga puluh enam) bulan sejak 15 September 2022 dan akan jatuh
Seri A (370 hari) dengan kupon 6,10%, Seri B (2 tahun) dengan kupon 6,35% dan Seri C (3 tahun) dengan tempo pada 15 September 2025.
kupon 6,30%. Pada tahun 2024, BRI menerbitkan Green Bond Tahap III Tahun 2024 senilai Rp2,5 Triliun
3 Fasilitas C sebesar USD 500.000.000 dari 11 (sebelas) bank dengan suku bunga Compound SOFR
dan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 1,64 kali. Penerbitan ini terbagi
dan waktu pinjaman selama 48 (empat puluh delapan) bulan sejak 15 September 2022 dan akan
menjadi tiga seri yaitu Seri A (370) hari dengan kupon 6,15 %, Seri B (2 tahun) dengan kupon 6,25% dan
jatuh tempo pada 15 September 2026.
Seri C (3 tahun) dengan kupon 6,25%
Surat Berharga Berbasis Inklusi (Inclusivity-based Securities)
Obligasi Hijau Pencatatan Jatuh Tempo Nilai Kupon
BRI menghimpun dana berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam bentuk surat berharga berbasis
Tahap I Seri A* 21 Juli 2022 30 Juli 2023 Rp2,50 Triliun 3,70%
inklusi (Inclusivity-based Securities) yang penggunaan dananya dialokasikan untuk pembiayaan
Tahap I Seri B 21 Juli 2022 20 Juli 2025 Rp2,00 Triliun 5,75% UMKM, korporasi UMKM, dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Tahap I Seri C 21 Juli 2022 20 Juli 2027 Rp0,50 Triliun 6,45%
Tahap II Seri A* 13 Oktober 2023 22 Oktober 2024 Rp1,35 Triliun 6,10% Medium Term Notes BRI 2022
Tahap II Seri B 13 Oktober 2023 12 Oktober 2025 Rp4,15 Triliun 6,35% BRI telah menerbitkan Medium Term Notes (MTN) pada bulan November 2022 sebagai komitmen
Tahap II Seri C 13 Oktober 2023 12 Oktober 2026 Rp0,50 Triliun 6,30% untuk mendukung praktik keuangan berkelanjutan. Seluruh proceeds dari penerbitan surat berharga
ini dialokasikan untuk pembiayaan inklusif sebagaimana dimaksud pada Peraturan Bank Indonesia
Tahap III Seri A 20 Maret 2024 30 Maret 2025 Rp1,23 Triliun 6,15%
Peraturan Bank Indonesia No. 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial
Tahap III Seri B 20 Maret 2024 20 Maret 2026 Rp0,88 Triliun 6,25%
Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah. Pembiayaan Inklusif
Tahap III Seri C 20 Maret 2024 20 Maret 2027 Rp0,38 Triliun 6,25% mencakup penyediaan dana untuk UMKM, Korporasi UMKM, dan/atau Perorangan Berpenghasilan
Rendah (PBR) dalam rupiah dan valuta asing.
*) telah jatuh tempo
BRI menerbitkan Medium Term Notes Bank BRI Tahap I Tahun 2022 dengan nilai emisi sebesar Rp 5
triliun dan dan seluruh proceeds digunakan untuk penyaluran pembiayaan segmen mikro. Penerbitan
Pinjaman Terkait Keberlanjutan (Sustainability-linked Loan) ini terbagi menjadi dua seri yaitu Seri A (2 tahun) dengan kupon 6,60% dan Seri B (3 tahun) dengan
Pada 30 Agustus 2022, BRI berhasil mendapatkan pinjaman sindikasi dalam bentuk SLL dari bank- kupon 6,98%.
bank domestik dan internasional dengan total USD 1.000.000.000 yang difasilitasi oleh Facility Agent
PT Bank HSBC Indonesia dan dikoordinasikan oleh UOB. Penarikan atas pinjaman tersebut dilakukan
sebanyak 3 (tiga) kali, yakni sebagai berikut: MTN BRI 2022 Tanggal Pencatatan Jatuh Tempo Nilai Kupon
Seri A 24 November 2022 24 November 2024 Rp 2,00 triliun 6,60%
1 Fasilitas A sebesar USD 200.000.000 dari 10 (sepuluh) bank dengan dengan suku bunga Compound
SOFR dan waktu pinjaman selama 12 (dua belas) bulan sejak 15 September 2022 dan telah jatuh Seri B 24 November 2022 24 November 2025 Rp 3,00 triliun 6,98%
tempo pada tanggal 15 September 2023.
Page 57
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 57
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Metrik dan Target
Pinjaman Berbasis Sosial (Social Loan) Komitmen Internal terhadap Keuangan Berkelanjutan
Pada 27 Juni 2024, BRI berhasil mendapatkan Pinjaman berbasis Social (Social Loan) dengan total Untuk memastikan pencapaian target keuangan berkelanjutan, BRI secara berkesinambungan
fasilitas sebesar USD 800 juta. Pinjaman berbasis sosial tersebut digunakan untuk pembiayaan atau melakukan pengembangan kapasitas organisasi dan pekerjanya melalui rangkaian kegiatan pelatihan
pembiayaan kembali, sebagian atau seluruhnya terhadap Proyek Sosial sesuai dengan framework bagi manajemen dan pekerja mengenai prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan, update prosedur
yang telah ditetapkan. sejalan dengan kebijakan terbaru, bekerjasama dengan jaringan organisasi multilateral di bidang
keuangan berkelanjutan, serta inovasi melalui pemanfaatan teknologi informasi di bidang keuangan
untuk mengukur dan mengungkapkan kinerja dan capaian keuangan berkelanjutan yang telah
Sustainability Bond 2019
dilakukan.
BRI menerbitkan Sustainability Bond pada Maret 2019 yang merupakan obligasi ramah lingkungan
Integrasi risiko terkait iklim ke dalam praktik manajemen risiko BRI menunjukkan komitmen bank
pertama di Indonesia. Penawaran Obligasi Keberlanjutan terbesar di Asia Tenggara merupakan salah
terhadap perbankan yang bertanggung jawab dan keuangan berkelanjutan. Dengan mengelola risiko
satu kontribusi nyata dari peran BRI dalam melaksanakan kegiatan bisnis berkelanjutan. Penerbitan
iklim secara efektif, BRI bertujuan untuk meningkatkan ketangguhannya, melindungi kepentingan para
Obligasi Keberlanjutan BRI telah mematuhi ASEAN Sustainability Bond Standards (ASEAN SUS)
pemangku kepentingannya, serta berkontribusi pada upaya global dalam memitigasi perubahan iklim.
dengan nilai nominal sebesar USD 500 juta dan telah jatuh tempo pada Maret 2024.
Upaya yang berkelanjutan ini mencerminkan dedikasi BRI untuk terus meningkatkan kerangka kerja
manajemen risikonya dan tetap menjadi yang terdepan dalam praktik perbankan berkelanjutan.
Obligasi Subordinasi IV BRI 2023
BRI telah menerbitkan Obligasi Subordinasi IV pada bulan Juli 2023. Selain sebagai kewajiban pemenuhan
modal pelengkap, penerbitan ini juga merupakan langkah BRI untuk mewujudkan visi menjadi Champion
of Financial Inclusion. Seluruh proceeds dari penerbitan surat berharga ini dialokasikan seluruhnya
untuk pembiayaan inklusif mengacu pada Peraturan Bank Indonesia No. 23/13/PBI/2021 2021.
BRI menerbitkan Obligasi Subordinasi IV dengan nilai penerbitan sebesar Rp500 Miliar dan mencatatkan
kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 1,77 kali. Obligasi Subordinasi IV BRI memiliki tenor 5
tahun dengan kupon 6,45%.
Obligasi Subordinasi IV Tanggal Pencatatan Jatuh Tempo Nilai Kupon BRI 2023
Seri A 6 Juli 2023 6 Juli 2028 Rp500 Miliar 6,45%
Page 58
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 58
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Pelayanan Prima kepada Nasabah
BRI membangun kepercayaan dan kepuasan nasabah melalui pengendalian internal yang kuat, pengembangan desain produk yang terstruktur dan disesuaikan dengan
kebutuhan nasabah; penyediaan informasi yang transparan, serta pemasaran produk yang bertanggung jawab. Inisiatif tersebut diterapkan tidak hanya untuk melindungi
kepentingan perbankan BRI, tetapi juga melindungi kepentingan keuangan nasabah. Dengan mengedepankan transparansi, keamanan, dan kepercayaan nasabah, BRI
bertujuan untuk mendorong pertumbuhan simpanan dan pinjaman yang berkelanjutan sekaligus memperkuat integritas pasar keuangan. Melalui langkah-langkah kom-
prehensif ini, BRI terus berkomitmen untuk menciptakan pengalaman transaksi yang aman, nyaman dan berkelanjutan bagi nasabah
Empat Pilar Standar Pengungkapan Keberlanjutan IFRS
Tata Kelola Strategi Manajemen Risiko Metrik dan Target
Pengendalian Internal Identifikasi Peluang dan Risiko Utama Manajemen Operational Excellence Indikator Kinerja Direksi terkait
Pemantauan Penyediaan Layanan
Tata Kelola Pengembangan Produk Melalui Penanganan Pengaduan Nasabah Manajemen Pelindungan Privasi
Nasabah yang Unggul
Product Committee Nasabah
Pendekatan dalam Desain Produk, Pemberian
Penilaian Kepuasan Nasabah
Kebijakan Pemasaran yang Bertanggung Layanan, dan Budaya Pelayanan
Jawab dan Pelindungan Nasabah
Strategi Pengelolaan Kepercayaan Prosedur
Kredit yang Bertanggung Jawab
Page 59
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 59
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Tata kelola yang efektif pada sektor perbankan berperan penting dalam meningkatkan kepuasan Pembentukan Product Committee di bawah Direksi memiliki peran penting dalam mengawasi
nasabah, karena dapat mempengaruhi partisipasi nasabah dan berkontribusi pada peningkatan pengelolaan kepercayaan dan kepuasan nasabah. Komite ini bertanggung jawab memberikan putusan
simpanan dan pinjaman. BRI memandang penting tata kelola untuk memastikan akuntabilitas, atas usulan perencanaan produk, monitoring & evaluasi produk, penghentian produk serta memberikan
transparansi, dan keselarasan antara kepuasan nasabah dengan pencapaian tujuan bank secara masukan dan rekomendasi atas strategi produk. Dalam melaksanakan tugasnya, Komite Produk
keseluruhan. mengacu pada Surat Keputusan Direksi NOKEP: 99-DIR/PPM/01/2024 tentang Product Committee
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang mengatur organisasi, fungsi dan tata kerja.
Pengendalian Internal Produk dengan kompleksitas tinggi dikelola Komite Level 1 yang diketuai Wakil Direktur Utama
sementara produk dengan kompleksitas moderat dikelola Komite Level 2 yang diketuai Direktur
Pengendalian internal dilakukan dengan memperkuat peran pengawasan di tingkat Direksi. Hal ini
Keuangan.
mencakup keterlibatan aktif Wakil Direktur Utama dan Direktur Keuangan dalam Product Committee
untuk memantau inisiatif dan perbaikan serta Direktur Retail Funding and Distribution yang memantau Kebijakan Pemasaran yang Bertanggung Jawab dan Pelindungan Nasabah
pengelolaan umpan balik dan pengelolaan praktik operasional. Peran tersebut dilakukan untuk [F.17]
memastikan bahwa praktik pelayanan sesuai dengan peraturan dan standar industri. Dalam melakukan pemasaran yang bertanggung jawab serta melindungi kepentingan perbankan dan
nasabah, BRI berpedoman pada Surat Edaran Direksi SE.21-DIR/SCC/08/2024 tentang Pelindungan
Tata Kelola Pengembangan Produk Melalui Product Committee Nasabah dan SO.95.a-SCC/12/2022 tentang Standar Operasional Prosedur Perubahan Pertama Unit
Kerja Operasional. Dokumen ini mencakup pengarahan rencana dan strategi excellence customer
experience, pedoman penerapan market conduct khususnya dalam memastikan transparansi dan
keterbukaan perjanjian produk, serta panduan tata kelola perjanjian produk BRI untuk menjamin
Direktur Utama
pelindungan dan keamanan bagi aktivitas perbankan BRI dan kepentingan keuangan nasabah. Selain
itu, dokumen tersebut juga memberikan petunjuk operasional bagi Unit Kerja dalam meningkatkan
inklusi dan literasi keuangan.
Kompleksitas Tinggi Kompleksitas Moderat BRI memastikan pemasaran produk dilakukan secara transparan, etis, dan sesuai regulasi dengan
mencantumkan logo serta izin resmi dari BI dan OJK. Penawaran produk dikomunikasikan secara jelas,
disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, dan dilakukan secara eksklusif melalui komunikasi pribadi
dengan persetujuan terlebih dahulu. BRI juga mengungkapkan potensi benturan kepentingan dan
Komite Level 1 Komite Level 2 menjamin kebebasan nasabah dalam memilih produk tanpa paksaan.
Wakil Direktur Utama Direktur Keuangan Kerangka kebijakan ini sejalan dengan prinsip-prinsip utama pelindungan nasabah, termasuk
transparansi, perlakuan adil, keandalan, kerahasiaan dan keamanan data/informasi nasabah. Selain
itu, BRI juga memastikan bahwa penanganan pengaduan serta penyelesaian sengketa nasabah secara
Kepuasan nasabah berhubungan erat dengan persepsi kemudahan, keamanan, dan kepercayaan efisien, adil, dan dengan biaya terjangkau, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor:
dalam menggunakan layanan perbankan, yang diterjemahkan dalam kebijakan tata kelola Customer 22 tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat Di Sektor Jasa Keuangan. Melalui
Excellence melalui pembentukan Product Committee yang ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) langkah-langkah ini, BRI terus berupaya dalam menciptakan pengalaman transaksi yang aman,
Direksi Nomor 99-DIR/PPM/01/2024. nyaman dan berkelanjutan bagi nasabah.
Page 60
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 60
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Dalam menjalankan kegiatan operasional dan bisnis perbankan serta mewujudkan excellence customer kepuasan nasabah, serta mengadopsi pendekatan yang berpusat pada nasabah (consumer-centric)
experience, BRI secara proaktif menyusun strategi melalui identifikasi risiko dan peluang terkait dalam desain produk, pemberian layanan, dan budaya pelayanan.
layanan dan kepuasan nasabah. Hal ini penting untuk memberikan service experience yang baik bagi
setiap nasabah, mendorong kesadaran, kemampuan dan kemandirian nasabah untuk melindungi diri
dari potensi risiko yang terkait dengan produk keuangan. Selain itu, pendekatan ini juga membantu
Identifikasi Peluang dan Risiko Utama
mengantisipasi kesalahpahaman dan mencegah terjadinya konflik di masa mendatang. Peluang utama dari peningkatan pelindungan dan keunggulan layanan nasabah didapatkan dari analisis
perilaku nasabah serta inovasi dan teknologi digital, sementara risiko yang dihadapi berkaitan dengan
Untuk mengelola peluang dan risiko secara efektif, BRI menerapkan strategi komprehensif yang
risiko reputasi, risiko kepatuhan, dan risiko pasar.
mencakup identifikasi risiko dan peluang utama, memperkuat pengendalian internal untuk meningkatkan
Peluang dan Risiko Utama Dampak Potensial Jangka Pendek Jangka Menengah Jangka Panjang
Peningkatan kepuasan dan pengalaman nasabah Peningkatan pangsa pasar dan kepercayaan nasabah
melalui pengelolaan keluhan nasabah yang baik ✔
Peningkatan citra, reputasi, dan nilai perusahaan
✔
Peluang Peningkatan pelayanan melalui inovasi produk dan Peningkatan keamanan produk dan layanan serta
teknologi digital efisiensi operasional ✔
Peningkatan basis nasabah melalui penyediaan Peningkatan basis nasabah
layanan yang inklusif dan pemasaran yang ✔
bertanggung jawab
Risiko operasional karena inefisiensi seperti henti Kehilangan nasabah, penurunan volume transaksi, dan
sistem, waktu antri yang lama, dan ketidakramahan penurunan pendapatan. ✔
ketika melayani nasabah
Risiko regulasi terkait produk tidak relevan dengan Kerugian keuangan nasabah serta menurunnya
market dan tidak sesuai regulasi kepercayaan terhadap Bank dan industri keuangan ✔
pada umumnya
Risiko
Risiko reputasi atas pemasaran produk yang tidak Kerugian finansial dan reputasi perbankan akibat
adil, pelanggaran ketentuan periklanan dan promosi terkena denda/sanksi dan menurunnya kepercayaan ✔
produk, pelanggaran privasi publik
Risiko reputasi atas ketidakpuasan nasabah akibat Penurunan jumlah simpanan, pinjaman, dan
keterlambatan penerapan strategi retensi keterlibatan nasabah secara keseluruhan ✔
Jangka pendek mencakup 1-5 tahun, menengah 5-10 tahun, dan panjang lebih dari 10 tahun.
Page 61
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 61
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Penanganan Pengaduan Nasabah Pendekatan dalam Desain Produk, Pemberian Layanan, dan Budaya
BRI memastikan tersedianya saluran yang memadai untuk menerima dan mengelola pengaduan Pelayanan [GRI 3-3] [GRI G4 FS15]
nasabah melalui Layanan Contact Center BRI atau biasa disebut dengan Contact BRI maupun melalui Guna mempertahankan kepercayaan dan keunggulan layanan nasabah, BRI secara berkesinambun-
layanan Kantor BRI (Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit). Channel Contact BRI dapat gan menyempurnakan alur kerja dan prosedur layanan, merampingkan proses untuk meningkatkan
diakses melalui panggilan di 1500017, media sosial resmi BRI, email callbri@bri.co.id, layanan WhatsApp efisiensi dan menyederhanakan interaksi dengan nasabah. BRI mengutamakan desain produk yang
Chatbot Sabrina 0812 1214 017 dan layanan berbasis digital melalui aplikasi BRImo pada menu Pusat memenuhi kebutuhan nasabah (customer-centric) serta memanfaatkan teknologi digital seperti
Bantuan (self-service pengaduan & layanan bebas pulsa). Selain itu, nasabah dapat melakukan chatbot AI (Sabrina), aplikasi BRImo, dan sistem CRM untuk meningkatkan kualitas layanan. BRI juga
pengaduan secara langsung di Kantor BRI melalui Frontliner (Universal Banker & Customer Service) menerapkan mekanisme umpan balik (feedback mechanism) untuk mengumpulkan, menganalisis, dan
maupun Video Banking. menindaklanjuti masukan serta pengaduan nasabah, untuk memastikan pelayanan yang lebih baik dan
berkelanjutan.
Untuk lebih meningkatkan pengalaman nasabah, BRI meningkatkan infrastruktur fisik dan lingkungan
unit kerja, mengoptimalkan fasilitas unit kerja untuk menciptakan pengalaman perbankan yang
lebih nyaman dan lancar (Premises). Komitmen terhadap keunggulan layanan ini didukung oleh
pengembangan budaya melayani (Service Culture), di antaranya melalui pemberian apresiasi kepada
frontliner dan unit kerja terbaik dalam BRI Service Excellence Award (BSEC).
Untuk memastikan seluruh pendekatan dan proses tersebut berjalan baik, maka BRI melakukan
peningkatan kemampuan pekerja dan kualitas layanan (People Capabilities). Strategi tersebut men-
cakup test product knowledge (TPK) secara berkala bagi jajaran operasional dan layanan BRI, pelatihan
staf untuk mencegah teknik penjualan yang agresif dan perlakuan tidak hormat terhadap nasabah,
serta perbaikan dan peningkatan program dan parameter penilaian layanan dan operasional (SOLVE).
1 Desain Produk [F.26] [F.27] [GRI G54 FS15]
BRI melakukan riset kebutuhan nasabah dalam perencanaan dan pengembangan produk
(customer centric). Proses desain produk telah mempertimbangkan mitigasi risiko yang muncul
serta kesesuaian atas ketentuan baik internal serta eksternal untuk selanjutnya disampaikan pada
Product Committee.
2 Penyediaan Informasi Produk [F.29] [GRI 3-3] [GRI 417-1]
BRI terus meningkatkan pengalaman nasabah dengan mempercepat penyelesaian pengaduan serta Keterbukaan dan transparansi informasi produk merupakan prinsip Pelindungan Nasabah yang
memperbaiki proses bisnis customer handling dengan menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) diimplementasikan BRI dalam meningkatkan kepuasan nasabah. Komunikasi yang jelas menjadi
dan Robotic Processing Automation (RPA) dalam memonitor Service Level Agreement (SLA). landasan dalam memberikan informasi kepada nasabah, sehingga nasabah mendapatkan
informasi yang lengkap mengenai produk dan layanan yang ditawarkan, termasuk nama, jenis,
Pada tahun 2024 tingkat penyelesaian pengaduan mencapai 99,81% dari total 1.925.215 pengaduan
manfaat, persyaratan, biaya-biaya yang terkait, perhitungan bunga dan bagi hasil, serta syarat dan
dari seluruh kanal pengaduan BRI. Dari jumlah tersebut, 1.921.529 pengaduan telah selesai ditangani,
ketentuan yang berlaku. BRI berkomitmen untuk memberikan perlakuan yang adil kepada seluruh
sementara 3.686 pengaduan masih dalam proses. Untuk tiket yang sedang dalam proses, BRI
nasabah, tanpa memandang latar belakang atau status keuangan mereka. Keandalan layanan juga
berkomitmen untuk memastikan tiket dapat diselesaikan sesuai dengan Service Level Agreement (SLA).
menjadi prioritas utama, dengan memastikan bahwa semua transaksi dilakukan dengan integritas
Implementasi prosedur dan penyelesaian pengaduan dilaporkan setiap tahunnya kepada Manajemen
dan akurasi.
BRI melalui Laporan Monitoring dan Evaluasi Produk (LMEP) Contact BRI. [GRI 3-3] [F.27]
Page 62
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 62
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Sebagai bentuk komitmen untuk memberikan layanan atas produk dan/ atau jasa yang setara kepada nasabah, BRI menyediakan informasi produk yang 4 Pemasaran Produk yang Bertanggung Jawab
lengkap dan transparan dalam bahasa Indonesia, baik dalam bentuk tertulis maupun lisan sesuai dengan permintaan nasabah. Nasabah dapat mengakses
BRI menerapkan kebijakan pemasaran yang
informasi tersebut melalui unit kerja BRI, aplikasi BRImo, atau situs remi BRI di www.bri.co.id. Hingga saat ini, tidak terdapat penarikan kembali atas produk
adil untuk melindungi nasabah dengan
dan layanan BRI. Komitmen BRI terhadap kebijakan pemasaran yang adil dan bertanggung jawab tidak hanya mencerminkan integritas bisnis, tetapi juga
memastikan transparansi, literasi keuangan,
sebagai bentuk dedikasi BRI untuk melindungi kepentingan dan kesejahteraan finansial setiap nasabah.
dan mematuhi kerangka kerja peraturan yang
3 Penyampaian Informasi Produk memprioritaskan hak-hak konsumen. Praktik-
BRI memastikan bahwa penyebaran informasi produk selaras dengan inovasi layanan baru, peluncuran produk, dan pembaruan persyaratan produk, praktik ini tidak hanya melindungi kepentingan
menjangkau nasabah eksisting dan nasabah potensial. Untuk mencapai hal tersebut, BRI memanfaatkan teknologi informasi digital secara ekstensif melalui nasabah, tetapi juga berkontribusi terhadap
aplikasi mobile, platform media sosial, kegiatan periklanan, promosi, hubungan media, publisitas, serta berbagai saluran dan media komunikasi lainnya. BRI stabilitas dan integritas sistem keuangan secara
melatih dan menerjunkan para agen informasi yang berfungsi sebagai penyuluh dan penasihat keuangan. keseluruhan. Kebijakan ini didasari prinsip-
Melalui inisiatif penyuluhan digital BRI, agen informasi BRILiaN berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman kepada nasabah prinsip Kebijakan Komunikasi Pemasaran Adil,
mengenai produk dan layanan digital BRI. Lebih dari 42.000 Marketing Officer BRI berfungsi sebagai penasihat keuangan dan penyuluh digital, membantu yang melibatkan transparansi, perlakuan adil,
nasabah menavigasi dan mengakses solusi keuangan BRI dengan aman. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari Culture Activation Program (CAP) yang keandalan, kerahasiaan, dan keamanan data
memperkuat komitmen pekerja BRI dalam menginternalisasi keterlibatan langsung dalam bisnis perusahaan. dan informasi nasabah yang diaplikasikan oleh
seluruh pekerja BRI secara langsung dalam
Aktivitas penyuluh digital mencakup:
melayani nasabah.
Meningkatkan Jumlah Memperbanyak Jumlah Transaksi Mengedukasi Cara Bertransaksi Kejelasan dan transparansi dalam komunikasi
1 Rekening Baru 2 Melalui Produk Digital BRI 3 yang Aman menjadi landasan dalam memberikan
informasi produk dan layanan kepada
nasabah, termasuk nama, jenis, manfaat,
Melakukan sosialisasi dan edukasi Melakukan sosialisasi dan edukasi Cara aman bertransaksi di ATM, BRimo,
pembukaan rekening simpanan BRI (baik penggunaan fitur-fitur di BRImo dan sebagainya persyaratan, biaya, perhitungan bunga atau
secara digital maupun melalui unit kerja) (transfer, dompet digital, pembayaran bagi hasil, dan masa berlakunya. Selain itu BRI
kepada nasabah dan calon nasabah. Briva, dan lainnya) kepada nasabah. memperlakukan seluruh nasabah secara adil ,
tanpa memandang latar belakang atau status
keuangan. Keandalan layanan menjadi jaminan
Melakukan sosialisasi dan edukasi Melakukan sosialisasi dan edukasi cara Menjaga kerahasiaan PIN dan melakukan bahwa setiap transaksi dilakukan dengan
penggunaan platform digital (BRimo, belanja di PasarID, QR Pedagang, dan penggantian PIN secara berkala.
integritas dan keakuratan.
Smart Billing, Junio Smart, dan lainnya) lainnya kepada nasabah.
kepada nasabah. BRI mendorong pekerjanya untuk menerapkan
kegiatan pemasaran secara transparan, etis,
serta mengutamakan edukasi nasabah di
Melakukan sosialisasi dan edukasi cara Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada samping promosi produk. Hal ini melibatkan
transaksi finansial melalui IB Bisnis, CMS, nasabah untuk menjaga kerahasiaan data penyediaan informasi yang jelas, mudah
dan lainnya kepada nasabah. pribadi seperti nama ibu kandung, PIN, diakses, serta memaparkan risiko dan
OTP, CVV serta menghindari penggunaan
wifi di area publik manfaat yang diterima agar nasabah dapat
mengambil keputusan keuangan yang tepat.
Page 63
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 63
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi Strategi Pengelolaan Kepercayaan Prosedur Kredit yang Bertanggung
Jawab [F.1] [F.17] [GRI 2-24]
Pemanfaatan platform digital seperti BRImo dan Qlola dapat meningkatkan efektivitas upaya
edukasi dalam lingkungan yang makin mengandalkan media daring sebagai sumber informasi Proses Penagihan Kredit yang Bertanggung Jawab
keuangan. Selain dari tenaga pemasar, BRI juga menerapkan kegiatan pemasaran produk oleh BRI berkomitmen memberikan pelayanan yang berkualitas dan memastikan bahwa kebijakan penagihan
jajaran Frontliner (Universal Banker dan Customer Service) maupun Agent Contact BRI melalui kredit dilakukan dengan benar dan adil. Hal ini merupakan aspek penting dalam tata kelola perkreditan
aktivitas Cross Selling, Outbound Call serta Customer Visit untuk meningkatkan engagement yang menyeimbangkan pelindungan kepentingan BRI serta pelindungan hak dan privasi nasabah
nasabah. Dalam periode pelaporan ini tidak ditemukan insiden ketidakpatuhan terkait informasi dan sesuai aturan yang berlaku. Komitmen ini diperkuat melalui kebijakan yang komprehensif, pengendalian
pelabelan produk dan jasa maupun terkait komunikasi pemasaran. [GRI 417-2] [GRI 417-3] internal yang kuat, dan pelatihan yang ekstensif untuk memastikan bahwa agen penagihan kredit (debt
collection agent) beroperasi dalam kerangka kerja yang beretika dan berfokus pada nasabah.
5 Pelindungan terhadap Hak Nasabah serta Penyediaan Layanan yang Inklusif dan Setara [F.17]
BRI menjalankan proses penagihan kredit dengan mengutamakan pelindungan hak dan privasi
BRI berkomitmen untuk memastikan kesetaraan akses kepada setiap nasabah dan melakukan nasabah, sesuai dengan aturan yang berlaku. Untuk memastikan kualitasnya, BRI menerapkan
pelindungan terhadap hak nasabah melalui layanan inklusif, informasi yang transparan, dan pengawasan internal yang ketat sehingga setiap langkah dalam menangani kredit bermasalah berjalan
perlindungan data. Layanan khusus disediakan bagi penyandang disabilitas dan lansia, sehingga sesuai dengan norma etika dan regulasi yang ada.
nasabah dapat mengambil keputusan yang tepat terkait produk dan layanan BRI. Selain itu, BRI Tidak hanya mengandalkan sistem dan kebijakan, BRI juga fokus meningkatkan kompetensi dan
mengutamakan privasi data serta meminta persetujuan atas pengumpulan data dan informasi profesionalisme pekerja. Pekerja BRI yang terlibat dalam penagihan kredit menjalani pelatihan khusus,
nasabah terkait pemasaran produk. Upaya pelindungan ini dilakukan untuk memastikan terjaganya sertifikasi, dan dukungan yang berkesinambungan untuk memastikan bahwa pekerja memahami
keamanan nasabah, membangun kepercayaan dan kepuasan nasabah, serta memitigasi risiko prosedur penagihan kredit dengan tetap menjaga empati dan kepekaan terhadap situasi keuangan
hukum. BRI menjamin ketentuan mengenai Pelindungan Nasabah yang memuat kesetaraan akses nasabah.
kepada setiap nasabah, layanan khusus terkait nasabah penyandang disabilitas dan lanjut usia, Sebagai upaya memberikan solusi yang konstruktif, BRI menyediakan opsi restrukturisasi kredit untuk
pelindungan aset nasabah, pelindungan data nasabah, informasi penanganan dan penyelesaian membantu debitur yang mengalami kesulitan keuangan, dengan mempertimbangkan itikad baik, kerja
pengaduan, serta mekanisme penggunaan dan penghapusan data nasabah. sama, dan kelangsungan usaha debitur. Selain itu, BRI juga menawarkan alternatif penyelesaian melalui
Penyediaan layanan setara bagi penyandang disabilitas tidak hanya memperkuat inklusi keuangan, mekanisme penjualan piutang (cessie).
tetapi juga berkontribusi pada kinerja ESG dan kesetaraan layanan, yang pada akhirnya mendorong Setiap langkah yang diambil dilakukan dengan penuh pertimbangan agar solusi yang dihasilkan tetap
volume transaksi yang lebih besar dalam segmen nasabah disabilitas dan lansia. Untuk memastikan adil, seimbang dan memberikan manfaat bagi semua pihak. Dengan pendekatan penagihan kredit yang
standarisasi dan kepatuhan layanan, BRI mengikuti Standar Pedoman Setara yang diterbitkan bertanggung jawab ini, BRI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengatur pembakuan prosedur, dokumen, infrastruktur dan terpercaya yang berdedikasi untuk menjaga hubungan yang kuat dengan nasabah dan mendukung
penyelesaian pengaduan nasabah. kesejahteraan finansial jangka panjang.
Standar Layanan Realisasi Perhitungan Kebutuhan Kredit Berdasarkan Kemampuan Membayar Nasabah
Dalam SE.21-DIR/SCC/08/2024 terkait perancangan infrastruktur/fasilitas BRI, BRI berkomitmen untuk menjaga kesehatan finansial nasabah dengan menerapkan kebijakan
Prosedur Product Owner/Business Owner berkoordinasi dengan Unit Kerja Pengelola perhitungan repayment capacity untuk memastikan pinjaman yang diberikan sesuai dengan
Jaringan Kerja BRI/Unit Kerja Teknologi Informasi/Service & Contact Center kemampuan finansial nasabah. Kebijakan ini dirancang untuk melindungi nasabah dari risiko over-
dalam mendukung penyediaan layanan khusus kepada nasabah penyandang
disabilitas dan lanjut usia.
indebtedness dan membantu mereka mencapai tujuan keuangan secara berkelanjutan.
Untuk meningkatkan transparansi, BRI menyediakan kalkulator perhitungan kredit yang dapat diakses
Dokumen Penyediaan dokumen bersama Divisi Product Owner seperti formulir. melalui situs web resmi. Alat ini memungkinkan nasabah untuk memperkirakan jumlah angsuran yang
sesuai sebelum mengajukan pinjaman. Dengan pendekatan ini, BRI mengedepankan asas transparansi
Penyediaan 100 CRM dan 675 mesin ATM bicara dengan instruksi spesifik dan
dilengkapi sambungan audio. Semua mesin ATM memiliki ketinggian yang lebih dan tanggung jawab dalam setiap proses kredit, memberikan informasi yang jelas dan memudahkan
Infrastruktur Fisik nasabah untuk membuat keputusan keuangan yang bijak. Pendekatan ini tidak hanya membantu
rendah, bangunan ATM dengan pintu yang lebih lebar untuk pengguna kursi
roda sehingga menjamin mobilitas yang lancar bagi penyandang disabilitas. nasabah terhindar dari jebakan utang, tetapi juga memastikan hubungan keuangan yang sehat antara
BRI dan nasabahnya.
Page 64
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 64
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Manajemen Risiko
Risiko yang dihadapi BRI terkait dengan penyediaan layanan nasabah yang unggul antara lain terkait Manajemen Pelindungan Privasi Nasabah [FN-CB-230a.2.]
dengan risiko operasional yang terkait dengan efisiensi sistem dan kapabilitas pekerja, risiko kepatuhan
Menyadari pentingnya pelindungan privasi nasabah, BRI menerapkan kerangka kerja manajemen
yang terkait dengan pelindungan privasi nasabah dan praktik pemasaran, serta risiko strategis akibat
pelindungan privasi nasabah yang komprehensif untuk memastikan bahwa nasabah merasa aman saat
pengembangan produk yang kurang sesuai. Apabila tidak dikelola dengan baik, risiko-risiko tersebut
menggunakan layanan BRI. Kerangka kerja ini dibangun berdasarkan kepatuhan terhadap peraturan,
dapat meningkat menjadi risiko reputasi.
penerapan kebijakan pelindungan privasi yang kuat, dan penggunaan teknologi yang canggih. BRI
menerapkan pelindungan data pribadi untuk setiap aktivitas pemrosesan data pribadi pada siklus
Manajemen Operational Excellence [F.27] [F.28] hidup data yang mencakup pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, dan pemusnahan data pribadi.
Manajemen operational excellence dalam bank komersial merupakan pendekatan strategis yang Implementasi pelindungan data pribadi dilakukan dengan pendekatan Privacy Operational Life Cycle.
berfokus pada peningkatan efisiensi, kualitas layanan perbankan, dan mitigasi risiko. Dalam konteks Governance: BRI membentuk fungsi Petugas Pelindungan Data Pribadi (PPDP) atau Data Protection
ini, BRI berkomitmen untuk memberikan layanan yang optimal kepada nasabah dengan tetap Officer (DPO) untuk mengelola pelindungan data pribadi. BRI melakukan pengelolaan data pribadi
meminimalkan biaya dan risiko. Untuk mencapai hal tersebut, BRI menerapkan strategi seperti tersebut dengan berpedoman pada kebijakan dan prosedur yang ditetapkan secara internal, antara
pelayanan prima, penawaran produk dan komunikasi yang bertanggungjawab, diversifikasi produk dan lain:
penerapan teknologi informasi yang tepat. l Kebijakan terkait Pelindungan Data Pribadi.
Pelayanan prima kepada nasabah sangat penting dalam mengelola risiko operasional, termasuk waktu l Kebijakan terkait Tata Kelola Keamanan Informasi.
henti sistem, waktu tunggu yang lama, dan inefisiensi layanan, yang secara langsung berdampak
l Standar Operasional Prosedur terkait Pelindungan Data Pribadi.
pada kepuasan dan keamanan nasabah. Untuk mengatasi tantangan tersebut, BRI menerapkan
sistem manajemen risiko yang terstruktur, menyempurnakan prosedur operasional dan mengadakan l Standar Operasional Prosedur terkait Rahasia Bank.
pelatihan pekerja secara berkala untuk meningkatkan proses penyelesaian pengaduan nasabah, serta Dalam pengelolaan risiko, BRI telah menetapkan serangkaian kebijakan dan langkah-langkah kepatuhan
memitigasi potensi ketidakpuasan nasabah. untuk memastikan pemrosesan data pribadi yang aman dan bertanggung jawab. Kebijakan-kebijakan
Penerapan prinsip Know Your Customer (KYC) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam ini berlaku untuk semua individu yang terlibat dalam pemrosesan data, termasuk manajemen BRI,
mengurangi risiko penipuan dan meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap BRI dan lembaga penyelenggara sistem elektronik, dan seluruh prosesor data pribadi. Semua entitas yang terlibat dalam
keuangan pada umumnya. Selain itu, risiko reputasi juga menjadi perhatian utama dalam pengelolaan pengumpulan, pengiriman, penyebaran, dan penghapusan data pribadi, termasuk pekerja, vendor,
nasabah. Kesalahan dalam komunikasi atau pelayanan dapat merusak reputasi bank, yang pada mitra, kontraktor, dan pihak ketiga lainnya, harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang
gilirannya dapat mempengaruhi loyalitas nasabah. Untuk memitigasi hal ini, BRI menerapkan strategi berlaku, standar/praktik terbaik, serta ketentuan khusus yang berlaku di industri perbankan Indonesia.
komunikasi yang proaktif, memastikan responsif terhadap keluhan nasabah, kepatuhan terhadap Hal ini memastikan standar perlindungan data yang tinggi sekaligus memitigasi risiko yang terkait
peraturan pemasaran dan periklanan yang adil, serta kebijakan pelindungan privasi nasabah. dengan penanganan data pribadi. [GRI 3-3]
BRI mengelola risiko strategis yang muncul akibat pengembangan produk yang kurang sesuai Assess: BRI secara terus menerus mengevaluasi proses manajemen privasinya agar selaras dengan
dengan memanfaatkan teknologi analisis data, memahami faktor-faktor makroekonomi, melakukan praktik terbaik dan persyaratan kepatuhan yang berlaku. Hal ini termasuk identifikasi gap analysis,
evaluasi berkelanjutan, serta menerapkan praktik tata kelola dan manajemen risiko yang baik. Selain penyusunan aktivitas perekaman pemrosesan data, penilaian dampak pelindungan data pribadi,
itu, praktik manajemen risiko yang baik juga melibatkan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan penilaian risiko privasi terhadap pihak ketiga dan data inventory and mapping.
terhadap produk yang telah diluncurkan. Pemantauan dan evaluasi berkelanjutan ini membantu BRI Protect: BRI memiliki langkah-langkah teknis dan organisasional untuk melindungi data pribadi dari
untuk mengidentifikasi masalah yang mungkin timbul dari produk yang kurang sesuai dan mengambil akses yang tidak sah atau penggunaan yang tidak sah, namun tidak terbatas pada penerapan enkripsi,
tindakan korektif yang diperlukan. Seluruh strategi ini didukung penerapan teknologi informasi dan tokenisasi, data loss prevention, dan teknologi lain untuk mencegah akses, pengumpulan, penggunaan,
inovasi digital yang handal, baik untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pengungkapan, penyalinan, perubahan, penghapusan yang tidak sah atau bertentangan dengan
layanan, meningkatkan pengalaman nasabah, serta menciptakan nilai tambah bagi nasabah yang hukum.
berkontribusi pada peningkatan kepuasan dan loyalitas.
Page 65
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 65
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Manajemen Risiko
Dalam menjamin privasi terhadap data pribadi yang dikelola, BRI berpegang pada prinsip-prinsip BRI memproses data pribadi nasabah sesuai dengan tujuan yang tercantum dalam pemberitahuan
pelindungan data pribadi, yaitu: privasi BRI, dengan mematuhi dasar hukum yang berlaku untuk pemrosesan data pribadi. Sebagai
Terbatas, Spesifik, Sah secara Hukum, dan Transparan: Pengumpulan data pribadi dilakukan dengan bentuk komitmen BRI dalam menjaga dan melindungi data nasabah, BRI melakukan pemantauan
batasan yang jelas, tujuan yang spesifik, legal, dan transparan. terhadap persetujuan nasabah untuk tujuan pemasaran.
Pembatasan Tujuan: Pemrosesan data pribadi dilakukan sesuai dengan tujuannya yang telah
ditentukan.
Jaminan Hak Subjek Data Pribadi: Pemrosesan data pribadi dilaksanakan dengan menjamin hak-hak
subjek data pribadi.
Akurasi Data: Pemrosesan data pribadi dilakukan dengan akurat, lengkap, tidak menyesatkan,
mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keamanan Data: Pemrosesan data pribadi dilakukan dengan melindungi keamanan data dari
akses yang tidak sah, pengungkapan yang tidak sah, perubahan yang tidak sah, penyalahgunaan,
perusakan, dan/atau kehilangan data pribadi.
Pemberitahuan Tujuan Pemrosesan Data Pribadi: Pemrosesan data pribadi dilakukan dengan
memberitahukan dengan jelas tujuan dan aktivitas pemrosesan, serta risiko kegagalan pelindungan
data pribadi.
Pembatasan Retensi Data: Data pribadi dapat dimusnahkan, dihapus dan/atau dilakukan peninjauan
kembali setelah masa retensi berakhir atau berdasarkan permintaan pemilik data pribadi kecuali
ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan.
Akuntabilitas: Pemrosesan data pribadi dilakukan secara bertanggung jawab dengan memenuhi
pelaksanaan prinsip pelindungan data pribadi dan dapat dibuktikan secara jelas.
Sustain: BRI berkomitmen untuk mempertahankan kepatuhan terhadap peraturan pelindungan
data pribadi dan terus meningkatkan praktik pelindungan data pribadi seiring waktu dengan terus
menyelenggarakan pelatihan dan awareness kepada seluruh pekerja baik di kantor pusat dan cabang.
Untuk memastikan pelaksanaan pemrosesan data pribadi sesuai dengan pedoman dan prosedur,
BRI melakukan audit terhadap pelindungan data pribadi sesuai kebijakan yang berlaku, dengan
mempertimbangkan skala dan karakteristik operasional bisnis BRI.
Respond: BRI telah memiliki prosedur penanganan insiden siber untuk menangani pelanggaran data
pribadi dengan segera dan efektif. Selain itu, sebagai bentuk transparansi terhadap pemrosesan data
pribadi, BRI telah menyusun dan mempublikasi pemberitahuan privasi yang dapat diakses pada tautan
berikut: https://bri.co.id/privacy.
Page 66
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 66
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Metrik dan Target
Indikator Kinerja Direksi terkait Pemantauan Penyediaan Layanan WhatsApp blast kepada nasabah yang telah bertransaksi di Unit Kerja BRI. Untuk menjaga kerahasiaan
Nasabah yang Unggul data nasabah, pesan dikirimkan langsung oleh BRI melalui akun resmi BRI-INFO.
Selain itu, BRI menilai kualitas layanan melalui Service Quality Index (SQI), mencapai hasil 4,4331 dengan
No Parameter Realisasi
kategori Diamond pada tahun 2024. Pencapaian ini mencerminkan bahwa layanan BRI selalu berada
1 Net Promoter Score BRI 64,00% pada level terbaik di industri perbankan.
Untuk mengukur konsistensi dan objektivitas kualitas layanan, BRI menggunakan metode mystery
2 Jumlah Pengguna Aktif BRImo 24,3 Juta Pengguna
shopping untuk memperoleh gambaran yang akurat mengenai kualitas pelayanan unit kerja yang
3 Pertumbuhan Rata-rata Total Deposit (Bank Only) 9,57% meliputi People (CS, Teller, dan Satpam), Process (E-Channel seperti ATM/CRM), dan Premises.
Pada tahun 2024, BRI tetap mempertahankan standar privasi dan keamanan data yang ketat, dengan
4 Pertumbuhan Rata-rata Total Loan (Bank Only) 9,16%
tidak adanya laporan pengaduan mengenai pelanggaran privasi nasabah atau kebocoran data, baik
5 Rasio CASA 67,54% yang disampaikan secara langsung maupun melalui kelompok pelindungan konsumen. [GRI 418-1] [FN-CB-
230a.1]
BRI mengukur pelayanan prima kepada nasabah menggunakan indikator utama yang menilai
keterlibatan nasabah. Indikator tersebut mencakup kesediaan nasabah untuk menggunakan
produk yang tercermin dalam jumlah pengguna aktif BRImo, serta kecenderungan nasabah untuk
merekomendasikan layanan dan produk BRI kepada orang lain yang diukur dengan Net Promoter Score.
Hal ini berhubungan erat dengan pengembangan produk yang berpusat pada nasabah (customer-
centric) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan melalui digitalisasi, termasuk keandalan
dan akurasi penyampaian informasi kepada nasabah. Hasil survei menunjukkan bahwa berbagai
macam perbaikan, improvement dan digitize process yang telah dilakukan oleh BRI membuat nasabah
semakin terikat dan berkeinginan untuk merekomendasikan BRI kepada orang lain. Hal ini tercermin
dari pencapaian NPS BRI yaitu sebesar 64,00%.
Selain itu, kinerja terkait pelayanan prima kepada nasabah berhubungan langsung dengan metrik
keuangan Bank, seperti rata-rata pertumbuhan jumlah simpanan pada tahun 2024 sebesar 9,57% (YoY),
rata-rata pertumbuhan jumlah pinjaman sebesar 9,16% (YoY), dan rasio CASA sebesar 67,54%.
Penilaian Kepuasan Nasabah [F27, F30] [GRI 417-3, 418-1] [FN-CB-230a.1]
Untuk memahami kepuasan, loyalitas, dan keterikatan nasabah terhadap perusahaan, BRI telah
melakukan pengukuran indeks Customer Engagement yang bekerjasama dengan pihak ketiga yang ahli
di bidangnya. Hasil pengukuran Customer Engagement BRI mencapai 4,67 dari target 4,55. Pencapaian
indeks yang selaras dengan peningkatan Teller Experience, Customer Service Experience, dan Branch
Experience menjadi bukti dari hasil positif atas apa yang telah dicapai oleh BRI pada tahun 2024. BRI
juga memberikan perhatian penuh terhadap penilaian umpan balik nasabah melalui berbagai saluran
luring ataupun daring untuk melakukan perbaikan dan pengembangan layanan guna meningkatkan
kepuasan nasabah. Upaya ini memperoleh hasil berupa tingkat keunggulan layanan nasabah BRI pada
tahun 2024 yang mencapai 87,06 melampaui target 80. Survei dilakukan melalui pengiriman pesan
Page 67
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 67
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Penguatan Inklusi dan Literasi Keuangan
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan populasi yang melebihi 270 juta jiwa, Indonesia dikenal dengan keragamannya yang luar biasa,
mencakup beragam etnis, budaya, bahasa, dan keyakinan. Di tengah dinamika dan perkembangan pesat inovasi teknologi di sektor keuangan, keragaman ini menghadirkan
tantangan sekaligus peluang bagi inklusi dan literasi keuangan. BRI hadir sebagai mitra strategis masyarakat, berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan keuangan seluruh
lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya, sekaligus terus berupaya mendorong inklusi keuangan yang lebih luas sekaligus mendorong
perilaku keuangan berkelanjutan yang bijak dan bertanggung jawab.
Empat Pilar Standar Pengungkapan Keberlanjutan IFRS
Tata Kelola Strategi Manajemen Risiko Metrik dan Target
Tata Kelola Inklusi dan Literasi Keuangan Identifikasi Peluang dan Risiko Utama Produk dan Strategi Metrik dan Target Inklusi dan Literasi Keuangan
dalam Indikator Kinerja Utama (KPI) Kolegial Direksi
Komitmen Inklusi Keuangan Akses Perbankan yang Luas Distribusi dan Jangkauan
Dukungan Produk dan Layanan Pengembangan Kemitraan
Keuangan
Dukungan Non-Keuangan
Page 68
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 68
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Tata Kelola Inklusi dan Literasi Keuangan 2 Produk dan Layanan Keuangan
BRI berkomitmen untuk memberikan akses produk dan layanan keuangan yang terjangkau dan Terus melakukan pengembangan dan menawarkan produk dan layanan keuangan yang terjangkau
sesuai dengan kebutuhan nasabah. Layanan BRI harus mampu menjangkau mereka yang selama ini dan sesuai dengan kebutuhan nasabah, antara lain meliputi produk tabungan, pinjaman, dan
kurang terlayani oleh lembaga keuangan. Termasuk, mereka yang memiliki akses terbatas ke layanan asuransi.
keuangan, individu berpenghasilan rendah, perempuan kurang mampu, pelajar, pekerja migran 3 Dukungan Non-Finansial
Indonesia, penyandang disabilitas, dan lansia.
Menyediakan dukungan non-finansial dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat untuk
Kegiatan inklusi dan literasi yang dilaksanakan oleh BRI dilakukan berdasarkan prinsip:
meningkatkan literasi keuangan, meningkatkan kesejahteraan keuangan, dan meningkatkan skala
1 Terencana dan Terukur bisnis nasabah. Khususnya, bisnis milik nasabah yang berasal dari kelompok yang kurang terlayani.
Kegiatan yang dilakukan harus memiliki konsep yang sesuai dengan sasaran, strategi, kebijakan 4 Kesejahteraan Nasabah
otoritas, serta memiliki indikator untuk memperoleh informasi peningkatan literasi keuangan.
BRI berkomitmen untuk menjaga kesejahteraan finansial nasabah melalui kesejahteraan keuangan
2 Berorientasi pada Pencapaian
nasabah, di antaranya dengan memastikan bahwa pinjaman nasabah dihitung berdasarkan
Kegiatan yang dilakukan mampu mencapai tujuan peningkatan literasi keuangan dengan
kemampuan mereka untuk membayar. BRI juga memastikan adanya perlakuan yang adil bagi
mengoptimalkan sumber daya yang ada. Dalam penerapan prinsip berorientasi pada pencapaian.
semua nasabah dengan menerapkan prinsip-prinsip Kebijakan Komunikasi Pemasaran Adil:
Perusahaan menetapkan tonggak-tonggak utama yang menjadi acuan untuk pencapaian inklusi
Transparansi, Perlakuan yang Adil, Keandalan, Kerahasiaan dan Keamanan Data Konsumen, serta
keuangan. Dalam penerapannya, setiap unit usaha memiliki ruang untuk mengoptimumkan
Penanganan Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Nasabah dengan cara yang sederhana,
pencapaian inklusi keuangan sesuai dengan karakter kerja setiap unit yang bersangkutan.
cepat, dan terjangkau.
3 Berkelanjutan
BRI berkomitmen untuk memastikan inklusi keuangan tertanam dalam misi dan operasi bank serta
Kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan untuk mencapai tujuan yang direncanakan
kerangka kerja ESG dalam berbagai aras kebijakan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang.
serta memiliki aspek jangka panjang. Dalam penerapan prinsip berkelanjutan, diperlukan
Di sisi badan kelola tertinggi, Direksi memprioritaskan inklusi keuangan sebagai tujuan utama BRI dan
pemahaman terhadap pengelolaan keuangan, lembaga, produk dan/atau layanan jasa keuangan.
memantau perkembangannya sementara di sisi kerangka kerja, inklusi keuangan diuraikan dalam
Peningkatan inklusi dan literasi keuangan di BRI berpedoman pada Surat Edaran No. 21/SCC/08/2024 tujuan, target demografis, dan strategi implementasi yang terukur.
tanggal 30 Agustus 2024 yang mengacu pada Ketentuan Peraturan POJK No. 03/2023 tentang
Upaya tersebut diawasi dan dikelola pekerja dan tim inklusi keuangan yang berdedikasi serta melibatkan
Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan bagi konsumen dan Masyarakat
pemangku kepentingan seperti pemerintah, kelompok masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat
dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan
untuk menjangkau populasi yang kurang terlayani. Setelah dilakukan pelaksanaan kegiatan dimaksud,
Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.
evaluasi dan pelaporan juga dilakukan untuk untuk menilai dampak program inklusi dan literasi
keuangan.
Komitmen Inklusi Keuangan Komitmen ini ditunjukkan BRI melalui kegiatan peningkatan inklusi dan literasi keuangan adalah program
Demi menjangkau seluruh lapisan masyarakat, BRI menetapkan beberapa komitmen sebagai berikut: -program seperti pembukaan tabungan pelajar, pemberdayaan serta pelatihan terkait pengelolaan
1 Akses Perbankan yang Ekstensif keuangan bagi UMKM dan kelompok usaha serta penyediaan fasilitas terkait akses perbankan yaitu
penyediaan infrastruktur (channel) seperti penambahan jaringan kantor, pengembangan saluran
Menyediakan dan memperluas akses produk dan layanan keuangan yang merata, baik melalui
distribusi produk, penyediaan sarana khusus kepada nasabah dan/ masyarakat penyandang disabilitas
kantor cabang BRI, aplikasi perbankan digital, maupun agen laku pandai (BRILink Agent). Layanan
dan/ lanjut usia, dukungan terhadap program pemerintah seperti penyaluran bantuan sosial (bansos),
BRI harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok masyarakat yang
serta penyediaan aplikasi layanan keuangan digital.
kurang terlayani (underserved groups).
Setelah dilakukan pelaksanaan kegiatan dimaksud, evaluasi dan pelaporan juga dilakukan untuk melihat
hasil/dampak kegiatan dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan.
Page 69
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 69
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
BRI telah menjadi mitra keuangan terpercaya bagi masyarakat Indonesia, dengan menyediakan Identifikasi Peluang dan Risiko Utama
berbagai produk dan layanan keuangan yang dapat diandalkan dan disesuaikan dengan kebutuhan
Sebagai salah satu negara di ASEAN yang memiliki penduduk tebesar dan juga wilayah yang luas
individu, korporasi, dan UKM. Sebagai bank komersial dengan fokus utama pada segmen UKM, BRI
membuka kesempatan bagi BRI untuk terus memperluas pangsa pasar dan memperkuat posisi di
berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan UKM melalui akses perbankan
tingkat regional. Di sisi lain, terdapat risiko yang berasal dari berbagai sumber, baik berasal dari pasar,
yang luas, portofolio produk keuangan yang beragam dan terjangkau, serta inisiatif pengembangan
operasional bank, maupun dari nasabah sendiri sehingga membutuhkan manajemen risiko yang
kapasitas. Hal ini mencakup program pemberdayaan masyarakat, pelatihan khusus, dan integrasi
efektif untuk meningkatkan nilai perusahaan, BRI memastikan keberlanjutan bisnis dan kehandalan
ekosistem digital yang kuat yang dirancang untuk mendukung dan meningkatkan daya saing UMKM.
operasional, sehingga BRI dapat terus memperluas jangkauan layanannya.
Jangka
Peluang dan Risiko Utama Dampak Potensial Jangka Pendek Jangka Panjang
Menengah
Peluang untuk tumbuh dan memperkuat posisi pasar di Stabilitas sistem keuangan, pengurangan ketimpangan pendapatan,
ASEAN peningkatan akses UMKM terhadap pembiayaan, serta pemanfaatan
teknologi keuangan.
✔ ✔
Masih terdapat potensi pasar yang belum memiliki akses Bank dapat menjangkau populasi yang sebelumnya tidak terlayani
finansial dan menawarkan produk serta layanan keuangan yang sesuai dengan
kebutuhan mereka.
✔
Peluang
Jumlah penduduk yang besar Peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan
pengurangan ketimpangan pendapatan, ✔
Pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan akses dan Meningkatkan efisiensi transaksi dan layanan perbankan melalui
literasi keuangan bagi masyarakat yang belum terjangkau digitalisasi serta optimalisasi biaya opersional karena mengurangi ✔
layanan perbankan ketergantungan pada kantor fisik
Risiko kredit akibat ketidaktersediaan data formal serta Peningkatan eksposur risiko, tantangan dalam identifikasi dan
kurangnya tingkat literasi nasabah untuk kebutuhan analisa pengelolaan risiko ✔
kredit
Risiko operasional skala jumlah nasabah yang besar Penurunan profitabilitas dan kinerja, serta tantangan dalam
membutuhkan jumlah pekerja pengelola dengan biaya mengembangkan inklusi keuangan digital.
operasional yang besar, serta menimbulkan risiko operasional ✔
Risiko yang besar juga
Risiko strategi saturasi bisnis UMKM dapat menyebabkan Rasio kredit bermasalah yang lebih tinggi dan keterbatasan likuiditas
pengelolaan portofolio target yang kurang sesuai ✔
Risiko operasional karena risiko keamanan siber dimana Kehilangan kepercayaan nasabah dan potensi kerugian finansial
kurangnya pemahaman menjaga data pribadi sehingga ✔
dapat meningkatkan risiko penyalagunaan data
Jangka pendek mencakup 1-5 tahun, menengah 5-10 tahun, dan panjang lebih dari 10 tahun
Page 70
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 70
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Akses Perbankan yang Luas [B.1.e] [GRI G4 FS15]
Perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan dapat mengurangi ketimpangan pendapatan, Agen [GRI 3-3] [GRI 413-1] [GRI G4 FS16]
membuka akses UMKM terhadap pembiayaan dan pengembangan usaha serta secara jangka AgenBRILink merupakan salah satu ujung tombak strategi inklusi keuangan BRI. Mereka adalah mitra
panjang dapat mengurangi ketimpangan dan menciptakan stabilitas sistem keuangan. Untuk itu BRI penting dalam membawa layanan perbankan ke wilayah-wilayah yang sulit diakses oleh kantor layanan
berusaha menjangkau masyarakat yang belum atau kurang terlayani layanan perbankan pengurangan konvensional. AgenBRILink adalah nasabah yang menjadi mitra BRI dan mampu melayani masyarakat
ketimpangan pendapatan, memastikan ketersediaan akses yang setara terhadap layanan keuangan untuk melakukan transaksi perbankan tanpa harus mengunjungi kantor BRI. Sebagai mitra independen
dan terus meningkatkan inklusi keuangan, kapan pun dan dimana pun. BRI, AgenBRILink hadir di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari desa terpencil hingga perkotaan.
Dukungan AgenBRILink mencakup pembukaan rekening, penarikan tunai, pembayaran tagihan,
E-Channel BRI transaksi keuangan digital, hingga referral calon nasabah pinjaman. Keberadaan AgenBRILink tidak
E-Channel BRI memungkinkan masyarakat untuk dengan mudah melakukan transaksi perbankan hanya memudahkan masyarakat terutama underserved populations untuk mengakses layanan
tanpa harus mengunjungi kantor cabang sehingga menyediakan akses layanan keuangan yang sangat perbankan, tetapi juga memberi manfaat finansial bagi AgenBRILink. AgenBRILink akan mendapatkan
luas. Lebih dari 747.000 E-Channel BRI, termasuk ATM, CRM, EDC, dan E-Buzz, tersebar di seluruh sharing fee untuk setiap transaksi yang dilakukan, sehingga berpotensi menjadi penghasilan tambahan.
pelosok Indonesia, termasuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
Agen BRILink Jumlah Transaksi (juta) Volume Transaksi (triliun)
2023 2024 2023 2024 2023 2024
740.818 1.064.219 1.096,61 1.204,25 1.427,58 1.589,04
10.663 9.007 776.357
Sebaran Layanan BRILink
ATM CRM EDC* Kalimantan
Sulawesi dan Maluku
68.832
105.585
57 1.064.219
E-Buzz Agen BRILink
*EDC terdiri dari merchant, unit kerja operasional, dan BRILink Sumatera
239.380
Papua
Jawa
9.993
580.569 Bali dan Nusa Tenggara
59.860
Page 71
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 71
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Titik Akses Digital Qlola
BRI berhasil mencatat pertumbuhan transaksi digital yang luar biasa, mencapai 98,95% dari total Qlola merupakan super app perbankan digital BRI yang menghadirkan kemudahan
transaksi melalui platform digital. Aplikasi BRImo menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah bagi nasabah dalam pengelolaan faktur untuk memudahkan rantai pasok nasabah
pengguna baru, total transaksi, dan volume transaksi. Selain itu, pemanfaatan BRIAPI meningkat Fitur ini mengintegrasikan layanan BRI dengan sistem pembayaran dan fasilitas
secara substansial, melayani lebih dari 23 ekosistem digital dengan lebih dari 1.000 mitra. Implementasi pinjaman. Fitur Supply Chain Management (SCM) di Qlola by BRI telah bekerja
kecerdasan buatan (AI), terutama melalui Sabrina, telah membuktikan dirinya sebagai penanganan sama dengan berbagai perusahaan prinsipal sehingga mampu memudahkan
pelanggan yang efektif dengan meningkatnya jumlah pesan yang dilayani dan tingkat kepuasan yang nasabah untuk bertransaksi dengan rekanan UMKM.
meningkat.
Pengguna Qlola Jumlah Transaksi Volume Transaksi
BRImo
BRImo merupakan superapp perbankan digital BRI yang menghadirkan kemudahan bagi 8.118.222
53.869
nasabah dalam bertransaksi hanya dengan menggunakan smartphone. BRImo dapat Ribu 53.161 Miliar
diakses kapan pun dan di mana pun. Tidak hanya transaksi umum seperti transfer dan 71.965 Ribu
pembayaran tagihan, nasabah juga dapat melakukan pembukaan rekening simpanan, 52.117 6.788.672
Miliar
mengelola pinjaman, investasi, melakukan penambahan saldo e-wallet, pembelian pulsa,
hingga mendapatkan informasi tentang berbagai promo menarik.
2023 2024 2023 2024 2023 2024
Pengguna BRImo Jumlah Transaksi Volume Transaksi
4.309,3 5.541,3
Juta Triliun
38,6 Juta
3.088,8 Juta 4.158,8
31,6 Juta Triliun
2023 2024 2023 2024 2023 2024
Page 72
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 72
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Mobile
SenyuM Mobile merupakan aplikasi berbasis Android yang menawarkan Jumlah Akuisisi
Pinjaman Mekaar
kemudahan akses nasabah khususnya ultra mikro terhadap berbagai produk Nasabah
65.238 Simpedes UMI
dan layanan keuangan BRI, Pegadaian, dan PNM. Beberapa layanan yang dapat 1,7% 280.984
7,2%
diakses melalui SenyuM Mobile, antara lain produk simpanan (Simpedes UMi BRI),
investasi (Tabungan Emas Pegadaian), maupun sistem rujukan untuk pembiayaan,
3.919.230 Tabungan Emas
Pegadaian
mulai dari kelompok Mekaar di PNM, Gadai dari Pegadaian, hingga pinjaman BRI. 223.366
Pinjaman BRI
5,7%
2.383.680
1.959.449 60,8%
Pinjaman Gadai
242.627 Persentase Akuisisi Nasabah
Melalui Mobile
965.962
24,6%
2022 2023 2024 Berdasarkan Produk (2024)
Sabrina
Sabrina merupakan Virtual Assistant dengan teknologi kecerdasan channel pengaduan melalui Contact BRI. Interaksi Sabrina ini meningkat sebesar
buatan (AI, artificial intelligence) berbasis chatbot yang dikembangkan 47,63% dibandingkan tahun 2023. Hal ini menjadikan Sabrina sebagai saluran
BRI untuk memberikan kemudahan layanan dan informasi kepada pilihan pengguna untuk berkomunikasi dengan Contact BRI. Rata-rata pertanyaan
nasabah maupun calon nasabah. Sabrina dapat diakses secara mudah pengguna yang tidak bisa dijawab (atau biasa disebut fallback rate) oleh Sabrina
melalui WhatsApp di nomor 0812 1214 017. Sabrina membantu nasabah terus menurun dari angka 17,80% pada 2023 menjadi 9,33% pada 2024. Kinerja baik ini
mendapatkan informasi produk, layanan & promo, layanan pengaduan, didukung dengan survei kepuasan pengguna. Sekitar 80,50% pengguna menyatakan
reservasi layanan cabang, penonaktifan kartu debit, konsultasi investasi, puas dengan layanan yang diberikan. Angka ini mengalami peningkatan dari angka
lokasi Kantor Cabang BRI/ ATM/ AgenBRILink terdekat, hingga sebelumnya, yakni sebanyak 69,80% pada tahun 2023.
rekomendasi merchant. Sabrina saat ini telah terintegrasi dengan
BRImo dalam memberikan informasi mengenai transaksi perbankan Sabrina 2023 2024
sehingga nasabah dapat mengetahui informasi saldo rekening dan Komposisi Sabrina terhadap total interaksi Contact BRI 33,16% 40,11%
informasi mutasi rekening melalui Sabrina.
Sabrina juga menjadi salah satu garda terdepan dalam memfasilitasi Pertanyaan tidak terjawab (%) 17,80% 9,33%
pertanyaan hingga pengaduan nasabah seputar produk dan layanan
Tingkat kepuasan pengguna (%) 69,80% 80,50%
BRI. Interaksi Sabrina mencapai 40,11% terhadap total interaksi seluruh
Page 73
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 73
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Dukungan Produk dan Layanan Keuangan
BRI menyediakan beragam jenis produk dan layanan keuangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan keuangan nasabah secara luas, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat yang belum atau kurang terlayani
layanan perbankan. BRI terus berusaha untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat di Indonesia mendapatkan layanan perbankan.
Produk Simpanan [F.26] [FN-CB-240a.3]
Produk Simpanan
Simpedes Simpedes Umi Simpedes TKI
Jumlah Rekening: 147,60 Juta Jumlah Rekening: 18,20 Juta Jumlah Rekening: 73,47 Ribu
Tabungan masyarakat yang dapat dilayani di Produk khusus Nasabah Ultra Mikro, khususnya Didedikasikan untuk pekerja migran untuk
seluruh unit kerja BRI, yang dilengkapi dengan BRI Nasabah PNM dan Pegadaian (eksisting maupun memudahkan proses transaksi mereka, yang
Card yang berfungsi sebagai kartu ATM dan kartu baru) yang belum memiliki fasilitas perbankan atau meliputi layanan distribusi atau pengumpulan gaji
debit. non bankable. Produk Simpedes UMi juga dilengkapi pekerja migran.
fasilitas buku tabungan dan mobile banking (BRIMo)
dengan Kartu Debit berlabel GPN.
Simpedes Bisa BritAma BritAma Junio
Jumlah Rekening: 319,30 Ribu Jumlah Rekening: 24,69 Juta Jumlah Rekening: 2,38 Juta
Tabungan dengan 3 fitur utama dalam 1 kali Produk dengan fasilitas e-banking dan sistem online Produk bagi anak-anak untuk mendorong budaya
pembukaan rekening, yaitu saving/transaksi real-time agar nasabah dapat bertransaksi kapan menabung sejak dini, yang dilengkapi dengan
(rekening induk), investasi (rekening berjangka dan pun dan di mana pun. BritAma dilengkapi dengan fasilitas e-banking, fitur perencanaan keuangan
DPLK) dan proteksi (asuransi mikro AM-KKM, perlindungan asuransi kecelakaan gratis, fitur (Junio Rencana), asuransi kecelakaan pribadi, dan
Rumahku dan kerusakan tempat usaha). e-banking, dan tingkat bunga yang kompetitif. kartu debit dengan desain yang menarik
BritAma Bisnis Simpanan Pelajar (Simpel) [FN-CB-240a.3] TabunganKu [FN-CB-240a.3]
Jumlah Rekening: 602 Ribu Jumlah Rekening: 32 Juta Jumlah Rekening: 17,20 Juta
Produk diutamakan untuk digunakan dalam bisnis Tabungan untuk pelajar dengan persyaratan yang Tabungan untuk nasabah perorangan dengan
dengan memberikan keleluasaan lebih dalam mudah dan sederhana. Layanan ini menyediakan persyaratan yang mudah dan ringan, yang
bertransaksi, kejelasan lebih dalam pencatatan beberapa fitur menarik dalam konteks pendidikan diterbitkan bersama bank-bank di Indonesia untuk
transaksi dan keuntungan yang lebih untuk dan inklusi keuangan untuk mendorong budaya mendorong budaya menabung.
menunjang transaksi kebutuhan bisnis nasabah. menabung sejak dini.
Page 74
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 74
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Produk Pinjaman [F.26] [FN-CB-240a.1.] [FN-CB-240.a.2]
Produk Pinjaman
Produk Pinjaman
Kupedes KUR Mikro KUR Super Mikro PNM Mekaar
Kupedes KUR Mikro KUR Super Mikro PNM Mekaar
Debitur: Outstanding: Debitur: Outstanding: Debitur: Outstanding: Debitur: Outstanding:
4,49 Juta 200,2
4,49Triliun
Debitur:
Juta 7,94Triliun
200,2 Juta
Outstanding:
230,77
7,94Triliun
Debitur:
Juta 168,56
230,77 Ribu
Outstanding:
Triliun 522,6 Miliar
168,56
Debitur:
Ribu 522,6 Juta
3,8Miliar
Outstanding:
3,8Triliun
11,91 Debitur:
Juta
Outs
11,91
Ditujukan bagi usaha mikro individual (badan usaha Pembiayaan kepada pengusaha mikro startup Pembiayaan khusus untuk nasabah baru, menyasar Diluncurkan pada 2015, Mekaar merupakan layanan
maupun perorangan) Ditujukan
yang bagi usaha mikro individual
membutuhkan dengan(badan usaha
pinjaman Pembiayaan
Rp10 juta - Rp100 kepada pengusaha
juta per debitur mikro
pekerja startup
terkena Pembiayaan
dampak kehilangan atauuntuk nasabah
khusus
pekerjaan baru, menyasar
pinjaman Diluncurkan
modal bagi perempuan pada 2015, Mekaar merupa
prasejahtera
maupun perorangan)
pembiayaan sesuai batas plafon Kupedes. Berlaku yang membutuhkan dengan pinjaman
dalam bentuk Kredit Modal Kerja (KMK) dengan Rp10 juta - Rp100 juta per debitur pekerja terkena
ibu rumah tangga yang memiliki usaha produktif. dampak kehilangan
pelakupekerjaan atau memilikipinjaman
UMKM yang modal
keterbatasan bagi perempuan p
akses
untuk semua sektor usaha pembiayaan sesuai batas plafon
meliputi pertanian, Kupedes.
jangka waktuBerlaku dalam3 bentuk
pinjaman maksimal Kredit Modal Kerja
tahun/Kredit (KMK) pinjaman
Maksimum ibu rumah
dengan adalah Rp10 tangga
juta dan yang memiliki
jangka usahapembiayaan
terhadap pelaku UMKM yang memiliki keterba
produktif. modal kerja/usaha.
industri, perdagangan, dan lainnya. meliputi (KI)
untuk semua sektor usaha Investasi pertanian,
dengan jangka jangka
waktuwaktu pinjaman maksimal
pinjaman waktu 5 tahun adalah Rp10 juta dan jangka
atau hinggapinjaman
hingga 3 tahunMaksimum
tahun/Kredit
3 pinjaman terhadap pembiayaan modal kerja/usah
industri, perdagangan, dan lainnya.
maksimal 5 tahun. Investasi (KI) dengan jangka waktu
untuk pinjaman
Kredit Investasi (KI). waktu pinjaman hingga 3 tahun atau hingga 5 tahun
maksimal 5 tahun. untuk Kredit Investasi (KI).
PNM Mekaar Syariah PNM ULaMM PNM ULaMM Syariah Produk Pegadaian
PNM Mekaar Syariah PNM ULaMM PNM ULaMM Syariah Produk Pegadaian
Debitur: Outstanding: Debitur: Outstanding: Debitur: Outstanding: Debitur: Outstanding:
10,59 Juta 31,91 Triliun
10,59
Debitur:
Juta 42,3
31,91 Ribu
Outstanding:
Triliun 2,43 Triliun
42,3
Debitur:
Ribu 29,7
2,43 Ribu
Outstanding:
Triliun 1,21 Triliun
29,7
Debitur:
Ribu 16,6
1,21 Juta
Outstanding:
Triliun 85,4 Triliun
16,6
Debitur:
Juta 85,4
Outs
Layanan pemberdayaan berbasis kelompok sesuai Layanan pinjaman modal bagi usaha mikro dan Penyaluran pembiayaan sesuai prinsip syariat Islam Produk pinjaman Pegadaian secara garis besar
syariat Islam berdasarkanLayananfatwa pemberdayaan
dan/atau berbasis
kecilkelompok
melalui sesuai
pembiayaan Layanan
langsungpinjaman
kepadamodal bagi usaha mikro dan
berdasarkan fatwa Penyaluran
dan/atau pembiayaan sesuaiterbagi
pernyataan gadai danPegadaian secara gar
produkpinjaman
2 produk, yaituProduk
syariat Islam
prinsipmenjadi
pernyataan kesesuaian syariahsyariat Islam
dari Dewan berdasarkanperorangan
Syariah fatwa dan/ataudan dunia kecil
usaha.melalui
ULaMMpembiayaan kesesuaian
langsung syariah
kepada dari Dewanberdasarkan fatwa
Syariah Nasional dan/atau pernyataan
non-gadai. terbagi menjadi 2 produk, yaitu produk
pernyataan
Nasional Majelis Ulama Indonesia kesesuaian syariahmenyediakan
yang ditujukan dari Dewan Syariah perorangan
pelatihan, konsultasi, dan
pendampingan, dunia Majelis
usaha.Ulama
ULaMM kesesuaian
Indonesia bagi pelaku UMKM dari Dewan Syariah Nasional
usaha syariah non-gadai.
kepada pelaku usaha ultraNasional Majelis Ulama Indonesia
mikro perempuan serta yang ditujukan
dukungan menyediakan
pengelolaan keuangan danpelatihan,
akses konsultasi, pendampingan, Majelis Ulama Indonesia bagi pelaku usaha UMKM
prasejahtera. kepada pelaku usaha ultra pasarmikro perempuan
bagi nasabah serta dukungan pengelolaan keuangan dan akses
prasejahtera. pasar bagi nasabah
BRIGUNA Purna KPR Green KPR Subsidi
BRIGUNA Purna KPR Green KPR Subsidi
Debitur: Outstanding: Debitur: Outstanding: Debitur: Outstanding:
134 Ribu 11,03
134Miliar
Debitur:
Ribu 11,03258
Outstanding:
Miliar Miliar
292 258
Debitur:
Ribu
86Miliar
Outstanding:
292 86 Triliun
11,631 Debitur:
Ribu
Outstanding:
11,631 Triliun
Kredit yang diberikan kepada calon debitur/ debitur Kredit kepemilikan rumah yang dikhususkan untuk Kredit pemilikan rumah bagi masyarakat
Kredit yang
dengan sumber pembayaran (repayment) diberikan
berasal dari kepada calon debitur/ debitur
pembiayaan Kreditbaru
pembelian rumah kepemilikan
dengan rumah yangberpenghasilan
dikhususkan untuk
rendah untukKredit
keluargapemilikan
yang baru rumah bagi masyarakat
dengan sumber pembayaran (repayment) berasal dari
sumber penghasilan tetap atau fixed income (uang konsep perumahan berkonseppembiayaan
hijau. pembelian rumahmembelibarurumah
dengan berpenghasilan
pertama, atau rendah untuk keluarga yang baru
belum mempunyai
sumber penghasilan tetap atau fixed income (uang konsep perumahan berkonsep rumah,
hijau.
pensiun).
pensiun).
atau belum pernahmembeli rumah
mendapat pertama, atau belum mempunyai
subsidi
perumahan. rumah, atau belum pernah mendapat subsidi
perumahan.
Page 75
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 75
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Asuransi
Produk Simpanan Dukungan Non-Keuangan [F.26] [GRI G4 FS13]
AMKKM BRI, sebagai bank yang berkomitmen terhadap inklusi dan literasi keuangan, memahami bahwa memberdayakan UMKM tidak hanya tentang memberikan
akses terhadap produk dan layanan keuangan. Pemberdayaan UMKM juga melibatkan perkara membuka pintu-pintu kesempatan melalui berbagai program
Jumlah Polis: 13 Juta pemberdayaan untuk memberikan pemahaman atas tantangan yang dihadapi pelaku bisnis UMKM, serta memberikan solusi yang berkelanjutan.
Asuransi Mikro-KKM atau Asuransi Kecelakaan, Kesehatan dan Dalam era yang dinamis ini, ketika perubahan teknologi, pasar global, dan perubahan sosial terjadi dengan cepat; UMKM perlu didorong untuk beradaptasi dan
Kematian merupakan asuransi dengan premi terjangkau dan
dapat diklaim dengan cepat melalui BRILink. berkembang. BRI sebagai mitra UMKM tidak hanya menjadi lembaga keuangan, tetapi juga sebagai akselerator yang memberikan bimbingan, pendampingan,
dan sumber daya lainnya untuk membantu pelaku UMKM.
Pemberdayaan nasabah menjadi kunci penting untuk mencapai inklusi keuangan yang berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut, BRI mengembangkan
sebuah kerangka kerja inovatif yang mempertimbangkan dua aspek kritis, yakni tingkat kewirausahaan dan tingkat literasi. Melalui pendekatan yang
Asuransi Mikro: RumahKu & Kerusakan Tempat Usaha/KTU
holistik, kerangka kerja BRI memetakan nasabah ke dalam empat tingkatan kewirausahaan, yaitu 'Unfeasible Unbankable,' ‘Unfeasible Bankable', ‘Feasible
Jumlah Polis: 17,9 Juta Unbankable’,dan 'Feasible Bankable'. Setiap tingkatan kewirausahaan tersebut memiliki pendekatan program pemberdayaan yang berbeda-beda, tergantung
pada tingkat literasi masing-masing individu dengan penjelasan sebagai berikut:
Asuransi Mikro KTU, memberikan santunan berupa uang
apabila peserta asuransi mengalami kerusakan tempat usaha
akibat terjadinya satu atau beberapa bencana yang tercantum
dalam polis. Asuransi Mikro KTU, memberikan santunan berupa Framework Pemberdayaan UMKM
uang apabila peserta asuransi mengalami kerusakan tempat
usaha akibat terjadinya satu atau beberapa bencana yang
tercantum dalam polis. Level Pemberdayaan Pemberdayaan UMKM berkelanjutan mulai dari segmen ultra mikro sampai dengan segmen SME
Literasi Dasar Literasi Bisnis Literasi Digital Literasi Digital
Feasible (Awareness) (Utilization)
Bankable
• Inklusi keuangan (pengenalan • Kapasitas manajerial Literasi kepada UMKM dengan Literasi kepada UMKM dengan
produk dan jasa perbankan) • Legalitas/kepatuhan goals berupa Go Digital goals berupa
• Manajemen keuangan dasar • Budaya inovasi (pengenalan platform digital, • Go Digital
(akuntansi sederhana) • Pemahaman pasar penggunaan sosmed) (monetisasi sosmed, utilitasi
• Kepemimpinan market place)
Feasible • Pola pikir panjang • Go Global
Unbank- • Skala usaha
Fase Pemberdayaan
Unfeasible
Bankable
Fase Dasar Fase Integrasi Fase Interkoneksi Fase Skala Penuh
Mapping menggunakan self Integrasi pihak - pihak terkait Interkoneksi sistem dengan Program pemberdayaan UMKM
Unfeasible assesment UMKM Naik kelas dalam suatu ekosistem kementerian/lembaga untuk secara end-to-end, yakni dari fase
Unbankable pemberdayaan membuka akses informasi, dasar hingga pengembangan
perizinan dan pasar yang lebih luas platform berbasis digital yang
menjadi solusi pengembangan
ekosistem UMKM
LAGGARD DYNAMIC
• Umur relatif tua (>50) • Umur produktif (15-50)
• Fokus pada masa lalu • Fokus pada masa depan Channel Pemberdayaan & Platform Digital
• Mempertahankan tradisi • Dapat dan mau menerima
• Curiga terhadap perubahan/ inovasi
hal baru • Adaptif terhadap perubahan
• Lama dalam mengambil • Cepat dalam mengambil Holding Ultra Mikro
keputusan keputusan
Page 76
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 76
>27,2 ribu >3,9 ribu >42,7 ribu
Mantri (Tenaga
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRANTenaga Pemasar Pemasar Mikro) BRI Marketing Officer Pegadaian Marketing Officer PNM
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik Pemberdayaan Wanita Prasejahtera Melalui Ekosistem UMi
Strategi Melalui PNM Mekaar, ekosistem UMi memberikan akses
permodalan, pembinaan, dan peningkatan kapasitas 14,4 Juta Rp44,8 Triliun
khususnya kepada ibu rumah tangga. Debitur Perempuan
l Unfeasible Unbankable: nasabah yang belum memenuhi kriteria pembiayaan lembaga jasa keuangan Pemberdayaan Kelompok Usaha Ultra Mikro [FS16] [FN-CB-240a.4]
dan dianggap belum dapat dibiayai secara finansial oleh perbankan pada umumnya dikarenakan
risiko terlalu tinggi. Memberdayakan nasabah untuk Mengintegrasikan nasabah ke Meningkatkan nasabah ke
menjadi pengusaha mandiri dalam komunitas yang lebih tingkat layanan pembiayaan
l Unfeasible, bankable: nasabah sudah memiliki aset yang bisa diagunkan, namun belum memenuhi (Pemberdayaan masyarakat luas dan berbagai produk mikro yang lebih tinggi (Naik
kriteria yang layak untuk mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan formal melalui PNM) (Perkembangan dana melalui Kelas bersama BRI)
BRI dan pegadaian)
l Feasible Unbankable: nasabah yang memenuhi kriteria pembiayaan lembaga jasa keuangan, tetapi
belum dapat dibiayai secara finansial oleh perbankan pada umumnya.
l Feasible Bankable: nasabah yang memenuhi kriteria pembiayaan lembaga jasa keuangan dan dapat
Kunci utama untuk meningkatkan inklusi keuangan dimulai dengan pemahaman mendalam terhadap
dibiayai secara finansial oleh perbankan pada umumnya.
kebutuhan nasabah, termasuk calon nasabah, serta mengatasi hambatan mereka dalam mengakses
Selain memetakan pelaku UMKM pada 4 tingkatan kewirausahaan, kerangka kerja ini juga membagi layanan perbankan. Holding UMi menyediakan konsep pemberdayaan yang komprehensif dan
pelaku UMKM berdasarkan Tingkat Adopsi Teknologi: terstruktur melalui Ultra Micro Business Journey, dengan tujuan membantu pelaku usaha mikro dan
l Laggard: umur relatif tua (>50), fokus pada masa lalu, mempertahankan tradisi, cenderung tidak ultra mikro meningkatkan kapasitas usaha sehingga diharapkan dapat naik kelas.
menyukai perubahan/hal baru dan lama dalam mengambil keputusan Melalui fase pemberdayaan, PNM dan BRI telah bekerja sama untuk mendampingi nasabah ultra mikro,
l Dynamic: Usia Produktif (15 - 50), fokus pada masa depan, dapat dan mau menerima inovasi, adaptif terutama perempuan, yang belum memiliki akses perbankan. Program PNM Mekaar memberikan
terhadap perubahan, cepat dalam mengambil keputusan pembinaan intensif bagi pengusaha ultra mikro melalui pendekatan berbasis kelompok. Program ini
Berdasarkan 2 (dua) parameter pemetaan tersebut, didapatkan matriks program pemberdayaan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan inklusi keuangan dengan pembukaan rekening Simpedes UMi
dapat diberikan kepada kelompok UMKM: sebesar lebih dari 14,4 juta (posisi Des 2024), tetapi juga memberdayakan perempuan sebagai pelaku
utama dalam usaha mikro.
Unfeasible Unbankable Unfeasible Bankable Feasible Unbankable Feasible Bankable
Pada fase integrasi, Pegadaian dan BRI mendukung kebutuhan pembiayaan individu yang telah beralih
LAGGARD Nasabah ini difokuskan untuk Nasabah dengan kriteria ini Selain mendapatkan literasi Nasabah pada tingkatan ini
menjadi nasabah bank. Dengan pemberdayaan yang berkelanjutan, BRI meningkatkan status nasabah
mendapatkan program literasi mendapatkan program literasi dasar, nasabah dalam tingkatan difokuskan untuk mendapatkan
dasar, seperti pengenalan
produk dan jasa perbankan, serta
dasar (porsi terbesar), literasi
bisnis dan literasi digital
ini diarahkan untuk mendapatkan
program literasi bisnis yang
porsi program literasi bisnis yang
lebih besar, diikuti oleh program
ultra mikro melalui berbagai produk keuangan yang terintegrasi, seperti Senyum Mobile, rekening
pemahaman mengenai (awareness) untuk diikuti dengan literasi digital, literasi digital utilisasi platform simpanan UMi (Simpedes UMi), tabungan emas, gadai emas, kredit BRI, dan PNM Mekaar. Program
manajemen keuangan dasar, meningkatkan kapabilitasnya misalnya ke arah penggunaan market place
diikuti dengan porsi literasi bisnis. dalam berusaha platform e-commerce ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty) dan SDG 8
(Decent Work and Economic Growth).
DYNAMIC Nasabah ini difokuskan untuk Nasabah dengan kriteria ini Selain mendapatkan literasi Nasabah pada tingkatan ini
mendapatkan program literasi mendapatkan program literasi dasar, nasabah dalam tingkatan sudah terintegrasi dengan baik
dasar, seperti pengenalan dasar, literasi bisnis dan literasi ini diarahkan untuk mendapatkan pada komponen literasi dasar &
produk dan jasa perbankan, serta digital (awareness) secara program literasi bisnis yang literasi digital, sehingga
pemahaman mengenai simultan untuk meningkatkan diikuti dengan literasi digital difokuskan untuk mendapatkan
manajemen keuangan dasar, kapabilitasnya dalam berusaha. (awareness) dengan mulai porsi literasi digital (utilization)
diikuti dengan porsi literasi bisnis. mengenalkan platform yang lebih besar yang bertujuan
e-commerce. untuk Go Modern, Go Digital dan
Go Global dengan penggunaan
marketplace platform
Page 77
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 77
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
.
Wujud sinergi UMi untuk melayani nasabah tercermin melalui tiga inisiatif utama, antara lain: Pemberdayaan Sosial dalam UMi [F.23] [F.28]
>27,2 ribu >3,9 ribu >42,7 ribu Kehadiran UMi dalam membuka akses perbankan yang terintegrasi tidak hanya dapat
Mantri (Tenaga mengakselerasi ekonomi kerakyatan, tetapi juga mendorong pemberdayaan sosial di
Tenaga Pemasar Pemasar Mikro) BRI Marketing Officer Pegadaian Marketing Officer PNM
masyarakat melalui berbagai program yang tersedia.
Pemberdayaan Wanita Prasejahtera Melalui Ekosistem UMi Program Peningkatan Literasi Kelompok / Group-based Literacy Enhancement
Program
Melalui PNM Mekaar, ekosistem UMi memberikan akses
permodalan, pembinaan, dan peningkatan kapasitas 14,4 Juta Rp44,8 Triliun
1 14,4 juta nasabah Mekaar turut membuka Rekening Simpedes UMi dengan saldo
khususnya kepada ibu rumah tangga. Debitur Perempuan lebih dari Rp 2 T
2 Edukasi literasi keuangan melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM)
Hingga Desember
Memberdayakan 2024, untuk
nasabah PNM MekaarMengintegrasikan
telah menyalurkan pinjaman
nasabah ke kepada lebih dari 14nasabah
Meningkatkan juta nasabah
ke Program Pelatihan Khusus Pelaku UMKM Perempuan / Targeted Small Business
menjaditotal
dengan pengusaha mandiri
outstanding dalam triliun.
mencapai Rp44,8 komunitas yang ini
Program lebih tingkat layanan
tidak hanya memberikan pembiayaan
modal finansial,
(Pemberdayaan masyarakat luas dan berbagai produk mikro yang lebih tinggi (Naik Course of Female Entrepreneur
tetapi
melaluijuga turut menyediakan modal (Perkembangan
PNM) intelektual dandana
sosial sebagai dorongan
melalui Kelas untuk
bersamamemberdayakan
BRI) 1 250 anggota nasabah Ultra Mikro tergabung dalam WA Group
kelompok perempuan prasejahtera. BRI berkomitmen
BRI dan pegadaian) mendukung pengembangan kelompok usaha
Ultra Mikro (UMi) melalui berbagai inisiatif progresif. Salah satunya adalah program unggulan literasi Pengembangan Komunitas Bisnis UMi bersama E-commerce
kelompok yang mendorong transaksi keuangan melalui rekening Simpedes UMi. Edukasi literasi Lebih dari 50.000 usaha UMi telah bergabung di platform e-commerce
keuangan ini diwujudkan melalui pertemuan mingguan (PKM). BRI juga memberikan perhatian khusus
pada pelatihan keuangan digital melalui pembukaan QRIS untuk meningkatkan pemberdayaan Pemasaran melalui Media Sosial/Social Media Marketplace
pengusaha UMi dan pertumbuhan usaha mereka. 1 Pembentukan Akun Komunitas SenyuM melalui Instagram dan Facebook sebagai
BRI juga menjalankan inisiatif kolaborasi digital dengan e-commerce pihak ketiga untuk memperluas platform edukasi nasabah UMi dan platform kolaborasi literasi keuangan digital
pasar, serta memperkuat daya saing mereka di era digital. Dalam mengikuti transformasi digital, BRI bersama BI dan OJK
juga memanfaatkan media sosial sebagai platform edukasi dan kolaborasi. Melalui akun Komunitas 2 Follower Instagram : lebih dari 8.000 followers
Senyum UMi di Instagram dan Facebook, BRI telah membentuk komunitas aktif yang mendukung 3 Follower Facebook : lebih dari 20.000 followers
literasi keuangan digital. Sebagai bagian dari strategi inklusi keuangan yang keberlanjutan dan
peningkatan pendapatan untuk masyarakat pra-sejahtera, telah dirancang program AgenBRILink Pembentukan AgenBRILink Mekaar
Mekaar untuk memperluas jangkauan layanan keuangan bagi kelompok UMi di wilayah terpencil. Akuisisi BRILink Mekaar telah mencapai 437.575 AgenBRILink Mekaar dengan total
Program pemberdayaan ini juga telah ditunjukkan dengan meningkatnya indeks literasi keuangan dari transaksi mencapai Rp50,83 triliun
yang sebelumnya sebesar 36,97% menjadi 59,8%.
Page 78
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 78
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Kombinasi 4 Aspek Ekosistem
Desa BRILiaN
Desa BRILiaN merupakan Program
BUMDes Digital Inovasi Sustainability
Peran aktif BUMDes sebagai penggerak Digitalisasi di desa dapat diimplementasikan Desa yang kreatif dalam memecahkan Desa tangguh yang mampu meningkatkan
pemberdayaan desa yang bertujuan ekonomi desa, salah satunya dalam secara optimal, termasuk keuangan digital masalah kemasyarakatan sosial. kesejahteraan masyarakatnya dengan
untuk menghasilkan role model dalam pemanfaatan dana desa untuk dan pemanfaatan produk digital BRI sektor unggulan desanya secara
kegiatan yang produktif. (BRILink, Web Pasar.id, Stroberi) berkesinambungan.
pengembangan desa melalui implementasi
praktik kepemimpinan desa yang unggul serta
PROFIL USAHA BUMDes DESA BRILiaN
semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan
potensi desa berbasis Sustainable Development PERDAGANGAN JASA
500 BUMDes 703 BUMDes
Goals (SDG’s). Desa BRILiaN mengembangkan
4 aspek yang terdapat dalam desa yaitu: JASA KEUANGAN PANGAN
(KEAGENAN BANK) 319 BUMDes
1 BUMDes sebagai motor ekonomi desa 317 BUMDes
2 Digitalisasi sebagai implementasi produk WATER WISATA DESA
MANAGEMENT 1.215 BUMDes
dan aktivitas digital desa 102 BUMDes
3 Sustainability: Tangguh dan secara INDUSTRI LAINNYA
continue dalam membangun desa PENGOLAHAN
974 BUMDes
197 BUMDes
4 Innovation kreatif dalam menciptakan
inovasi
Hingga Akhir Desember 2024 tercatat lebih
dari 4.327 desa yang telah mendapatkan 4.327Desa BRILiaN
pemberdayaan Desa BRILiaN. di Seluruh Indonesia
Page 79
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 79
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Rumah BUMN Commodity Platform PARI (Pasar Rakyat Indonesia)
Rumah BUMN adalah wadah bagi pengembangan kapabilitas UMKM sebagai wujud kolaborasi BUMN BRI bekerja sama dengan pihak ketiga memberikan solusi kepada pelaku ekosistem berbasis komoditas
dalam membentuk digital ekonomi ekosistem untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM untuk lebih mudah dalam mengakses layanan BRI yang terintegrasi secara digital melalui platform
sehingga dapat menjadi UMKM yang Go Modern, Go Digital, Go Online dan Go Global. Selain itu Rumah komoditas bernama Pasar Rakyat Indonesia (PARI). Tahun 2024 BRI fokus pada ekosistem yang
BUMN juga berfungsi sebagai basecamp millenial, pusat informasi program perbankan, Co-working mencakup telur, ikan, bawang merah, kopi, susu, pakan, kacang mete, nanas, singkong, beras, pisang,
Space dan Satgas Bencana. Saat ini telah tersebar sebanyak 54 Rumah BUMN binaan BRI di seluruh dan mangga. Jumlah akuisisi mencapai 103.186 pengguna dengan transaksi sebanyak 485.649 transaksi,
Indonesia. dana talangan sebesar Rp13,7 triliun, dan nilai total penjualan barang (gross merchandise value) sebesar
Rumah BUMN menjadi pusat pengembangan usaha bagi lebih dari 433 ribu pelaku UMKM BRI, dengan Rp54,8 triliun. Platform ini melibatkan sebanyak 38.474 peternak dan 20.488 pengepul.
lebih dari 14 ribu kali pelatihan telah diselenggarakan.
New pasar.id [GRI FS16]
Klaster Usaha BRI berkolaborasi dengan pihak ketiga melalui situs web Pasar.ID untuk mendukung ekonomi mikro,
khususnya pasar tradisional. Situs ini merupakan platform jual-beli daring yang memfasilitasi transaksi
Klaster Usaha BRI merupakan program pemberdayaan kepada kelompok usaha yang terbentuk
bagi pengelola, pedagang, dan pengunjung pasar. Pasar.ID menyediakan informasi lengkap tentang
berdasarkan kesamaan usaha dalam satu wilayah, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dan
pasar tradisional dan toko-toko di dalamnya untuk membantu konsumen memilih tempat belanja
kapabilitas usaha seluruh anggota klaster usaha tersebut.
sesuai preferensi lokasi. Selama tahun 2024, transaksi yang dilakukan melalui situs ini mencapai 88.295
Program pemberdayaan yang diberikan oleh BRI kepada Klaster Usaha binaan berupa pelatihan, transaksi dengan total nominal Rp14,62 miliar serta mencakup 7.380 pasar tradisional dan 223.547
pendampingan, dan bantuan sarana prasarana pendukung usaha serta perluasan pasar produk klaster. pedagang. Peningkatan jumlah pedagang sebesar 0,98% YoY terjadi atas upaya BRI dalam mengakuisisi
Pengelolaan data Klaster Usaha dilakukan secara digital melalui aplikasi Klasterku Hidupku. pasar unggulan di berbagai wilayah. BRI juga memberikan pelatihan dan pendampingan khusus
0,72% terkait fitur-fitur Pasar.ID yang memudahkan transaksi sehari-hari. Transaksi dapat dilakukan melalui
0,07% 3,00%
8,04%
WhatsApp dan aplikasi perbankan BRI, seperti EDC BRI, BRImo, dan Agen BRILink. [FS6] [FS13] [FS14]
Pariwisata
10,60%
Jasa
Localoka
Perikanan
Perdagangan
Seiring dengan kemajuan teknologi dan permintaan nasabah yang terus berkembang, BRI belum
Industri memiliki platform lokapasar sendiri. Padahal, dengan jumlah uang beredar yang terkonsentrasi di
47,61%
Pertanian segmen bisnis bahan makanan (groceries), terdapat peluang untuk mengambil kesempatan bisnis grosir
Lainnya dengan mengintegrasikan fitur lokapasar ke dalam ekosistem AgenBRILink. Localoka, sebagai platform
29,97%
lokapasar yang dikelola oleh BRI, telah menyediakan solusi bagi UMKM untuk memasarkan produk
mereka secara online. Integrasi aplikasi BRILink Mobile dengan lokapasar diharapkan memberikan
dampak positif dalam meningkatkan potensi penjualan dan keuntungan bagi AgenBRILink. Selain
LinkUMKM
UMKM lokal, Localoka memiliki peluang yang jauh lebih besar dengan melakukan perluasan kerjasama
LinkUMKM merupakan platform pemberdayaan online terpadu dengan berbagai fasilitas dengan korporasi - korporasi besar. Hal ini dapat mendukung tujuan awal Localoka sebagai wadah
pengembangan usaha bagi pelaku UMKM yang dapat diakses oleh seluruh Masyarakat, Terdapat ekosistem lokal. Kehadiran penjual dari korporasi memberikan nilai tambah bagi nasabah UMKM BRI
berbagai fitur yang bermanfaat untuk pengembangan kapasitas usaha UMKM antara lain Assessment yang telah dan akan menjadi penjual di platform Localoka. Kerja sama ini memperluas peluang bisnis
Naik Kelas, Konsultasi Pakar dan Etalase Produk. Saat ini jumlah anggota LinkUMKM lebih dari 10 juta dan peningkatan AgenBRILink di Localoka sehingga AgenBRILink memiliki kesempatan untuk membeli
UMKM. barang secara grosir dengan harga yang lebih kompetitif melalui penjual korporasi yang bekerja sama
dengan Localoka.
Page 80
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 80
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia
Dalam mengoptimalkan transaksi remitansi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai negara, BRI
melalui entitas anaknya, BRIRemittance, telah mengembangkan layanan remitansi daring dengan
berkolaborasi bersama rekanan yang memiliki platform digital dan financial technology (fintech). BRI
juga memberikan perhatian terhadap inklusivitas keuangan dan literasi PMI dengan melakukan kerja
sama dengan Bank Indonesia dan Kantor Dagang dan Ekonomi (KDEI) untuk memberikan edukasi
mengenai pentingnya pengiriman uang tanpa tunai dari dan/atau ke Indonesia. Dengan didukung
lebih dari 100 rekanan di berbagai negara, BRI berharap dapat mempercepat perkembangan layanan
remitansi secara efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan efisiensi pertukaran uang antarnegara.
Sebagai upaya tambahan dalam mendukung PMI, BRI juga menggalakkan program inklusi keuangan
dengan memfasilitasi edukasi dan pelatihan bagi para pekerja migran melalui penyuluh digital dan
layanan keuangan yang terjangkau. Dengan begitu, BRI tidak hanya berperan dalam memfasilitasi
transaksi keuangan, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman dan kesejahteraan
finansial PMI di seluruh dunia.
Page 81
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 81
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Manajemen Risiko
BRI mengembangkan strategi yang fokus untuk mendorong implementasi inisiatif inklusi keuangan. terjangkau dan mudah diakses bagi seluruh lapisan masyarakat. BRI mengintegrasikan model
Strategi ini mencakup pengembangan produk, adopsi teknologi digital, peningkatan literasi, serta perbankan konvensional yang mengandalkan kehadiran fisik (physical presence) dengan elemen-
pengembangan kemitraan untuk memastikan produk dan layanan BRI dapat diakses oleh semua elemen inovasi digital (digital innovation).
kelompok, termasuk kelompok-kelompok yang terpinggirkan, termasuk perempuan, penduduk Model bisnis ini diperkuat oleh BRIBrain yang dibentuk dengan menggabungkan kecerdasan buatan
pedesaan, dan rumah tangga berpenghasilan rendah. dan analisis metadata sebagai mekanisme pengambilan keputusan bisnis yang akurat dan tepat. Di
samping itu, penggunaan berbagai inovasi digital tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas
Produk dan Strategi produk dan layanan digital yang ditawarkan oleh BRI.
Melalui model bisnis bank hibrida (hybrid bank), BRI mampu menyediakan solusi keuangan yang
HYBRID BANK
Digitizing Core
Digitize existing services and transactions (business
7.568 Outlets
process) to boost productivity & unleash the potential • +1.000 Branches & Sub Branches
• +6.000 Micro Outlets
• 500 Cash Offices
747.030 E-Channel
Digital Loan Mobile Banking Smart Virtual for Customer
• 10.663 ATM
Underwriting Super Apps Assistance • 9.007 CRM
• 727.303 EDCs
• 57 E-Buzz
Digitizing Ecosystem
BRI Branchless Banking
Build ecosystem to offer products and services
beyond core business to leverage new liquidity.
new opportunities. and new sources of growth 1.064.219 Agents
Digital Ecosystem platform Ventures Capital
• Simple Financial Transaction Services (i.e.. money
(B2B. B2B2C) transfer. cash withdrawal. billing payment
• Loan Referral
• Saving Referral
• Micro Insurance Referral
Digital Partnership & Collaboration
New Digital Propositions Experienced Financial Advisors
Create and launch an independent greenfield
digital bank to tap the untapped segment
and embedded in customer’s life
27.000 (~73.000 UMI Holding)
Digital Capabilities
BRI Digital Advisors
Digital Loan Digital Saving Digital Bank
Digital Acquisition. Digital
Digital
Saving Transaction. and Digital Education
Physical Presences
Page 82
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 82
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Manajemen Risiko
Distribusi dan Jangkauan Sumatera Sulawesi dan Maluku
BRI terus mengembangkan jaringan layanan Kantor Cabang: 95 Kantor Cabang: 57
Kantor Cabang Pembantu: 105 Kantor Cabang Pembantu: 42
keuangan yang menjangkau masyarakat BRI Unit: 990 BRI Unit: 551
Kantor Kas: 34
Indonesia mulai dari wilayah perkotaan hingga Kantor Kas: 74
Teras BRI: 39
Teras BRI: 206
daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) Mobil Teras BRI: 2 Mobil Teras BRI: 2
Teras Kapal BRI: 1
melalui lebih dari 7 ribu kantor cabang yang Teras Kapal BRI: 1
tersebar di seluruh wilayah Indonesia, BRI
terus menjembatani kesenjangan keuangan Papua
Kalimantan
dan meningkatkan inklusi keuangan. Selain itu, Kantor Cabang: 40
Kantor Cabang: 13
Kantor Cabang Pembantu: 13
BRI juga mengoperasikan empat teras kapal Kantor Cabang Pembantu: 42
BRI Unit: 88
BRI Unit: 372
Bahtera Seva untuk memastikan layanan Kantor Kas: 24 Jawa Bali dan Nusa Tenggara Kantor Kas: 10
Teras BRI: 14
perbankan dapat diakses bagi masyarakat Teras BRI: 86
Kantor Cabang: 216 Kantor Cabang: 32 Mobil Teras BRI: 1
Mobil Teras BRI: 2 Kantor Cabang Pembantu: 26
yang berada di wilayah kepulauan. Layanan ini Kantor Cabang Pembantu: 327 Teras Kapal BRI: 0
Teras Kapal BRI: 0 BRI Unit: 295
BRI Unit: 2.790
juga disiapkan untuk kelompok-kelompok yang Kantor Kas: 338 Kantor Kas: 20
Teras BRI: 416 Teras BRI: 112
terpinggirkan, termasuk perempuan, penduduk Mobil Teras BRI: 58 Mobil Teras BRI: 4
Teras Kapal BRI: 1
pedesaan, dan rumah tangga berpenghasilan Teras Kapal BRI: 1
rendah.
Pengembangan Kemitraan Kemitraan juga dilakukan dengan nasabah, melalui skema AgenBRILink, BRI merekrut nasabah sebagai
mitra independen yang dapat membawa layanan perbankan BRI ke wilayah yang mungkin sulit
Perusahaan melihat komitmen membangun inklusi dan literasi keuangan sebagai peluang untuk tumbuh
diakses oleh kantor layanan konvensional. Mereka mampu memfasilitasi berbagai layanan, termasuk
berkelanjutan secara jangka panjang. BRI mewujudkan ini dengan mengoptimalkan sumberdaya
pembukaan rekening, penarikan tunai, pembayaran tagihan, transaksi keuangan digital, hingga referral
yang dimiliki dan fokus pada periode eskalasi bisnis (beyond banking) melalui optimalisasi kemitraan
calon nasabah pinjaman. Keberadaan AgenBRILink menjadi jembatan antara masyarakat dan dunia
Holding Ultra Mikro (BRI, PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani) yang didukung basis
perbankan serta memperkuat model inklusi keuangan.
nasabah yang besar sebagai sumber pertumbuhan baru bagi BRI, infrastruktur yang tersebar luas dan
produk dan jasa keuangan yang lengkap, serta penguatan retail banking melalui pengembangan rantai Pengembangan kemitraan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan perusahaan teknologi keuangan,
nilai bisnis, penyempurnaan produk digital, serta penguatan sinergi dan cross selling antara BRI dan pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat untuk memperluas jangkauan serta meningkatkan
perusahaan anak. literasi melalui penyelenggaraan lokakarya dan kampanye tentang produk dan layanan keuangan.
Page 83
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 83
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Metrik dan Target
Strategi yang dipilih manajemen dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan adalah mendorong
adopsi teknologi finansial dan layanan keuangan digital mengingat kemampuan layanan keuangan
digital untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, termasuk yang tidak memiliki rekening bank dan
yang tidak memiliki rekening bank, serta menyediakan akses yang mudah dan terjangkau ke layanan
perbankan.
Metrik dan Target Inklusi dan Literasi Keuangan dalam Indikator Kinerja
Utama (KPI) Kolegial Direksi
Terdapat beberapa parameter utama dalam menilai kinerja Direktur Utama dan Direksi terkait inklusi
dan literasi keuangan, yang mencakup realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), jumlah
pengguna aktif BRImo, realisasi KPI Holding UMi, serta pertumbuhan rata-rata total deposit dan total
loan. Penyaluran KUR selama tahun 2024 mencapai Rp184,98 Triliun, sementara jumlah pengguna aktif
BRImo mencapai 24,3 Juta, mencerminkan keberhasilan dalam meningkatkan akses keuangan digital.
Selain itu, realisasi KPI Holding UMi mencapai 100,55%, menunjukkan efektivitas dalam pengelolaan
pembiayaan ultra-mikro.
Dari perspektif pertumbuhan keuangan, pertumbuhan rata-rata total deposit (bank only) tercatat
sebesar 9,57%, mencerminkan kepercayaan nasabah yang kuat dalam menempatkan dana di BRI.
Sedangkan, pertumbuhan rata-rata total loan (bank only) mencapai 9,16%, sejalan dengan strategi
ekspansi kredit yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya inklusi dan literasi keuangan, BRI terus
berkomitmen untuk memperluas akses layanan perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi
yang berkelanjutan.
No Parameter Realisasi
1 Realisasi Penyaluran KUR 99,72%
2 Jumlah Pengguna Aktif BRImo 24,3 Juta
3 Realisasi KPI Holding UMi 100,55%
Penyelesaian Blueprint Transformasi Micro Business dan
4 100%
Progress Implementasi Tahun 2024
Page 84
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 84
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Keandalan Keamanan Siber
Keamanan siber sangat penting untuk melindungi data keuangan yang sensitif dan memastikan kelangsungan operasional perusahaan. BRI telah menerapkan kerangka tata
kelola keamanan siber yang kuat, dengan mengintegrasikan keamanan sebagai prioritas utama diseluruh tingkat operasi bank. Kerangka kerja ini mencakup pengawasan
oleh Dewan Direksi, pembentukan komite keamanan siber khusus, dan penunjukan Chief Information Security Officer (CISO) untuk memimpin inisiatif keamanan siber.
Selain itu, BRI telah mengembangkan kebijakan keamanan siber secara komprehensif yang mencakup perlindungan data, respons insiden, manajemen risiko pihak ketiga,
dan kepatuhan terhadap standar keamanan siber lokal dan internasional. Standar ini mencakup General Data Protection Regulation (GDPR), Payment Card Industry Data
Security Standard (PCI DSS), dan ISO 27001.
Empat Pilar Standar Pengungkapan Keberlanjutan IFRS
Tata Kelola Strategi Manajemen Risiko Metrik dan Target
Struktur Komite Pengarah Identifikasi Peluang dan Risiko Utama Proses Eskalasi Keamanan Informasi Metrik dan Target Keamanan Siber dalam
Teknologi Informasi Indikator Kinerja Utama (KPI) Kolegial Direksi
Infrastruktur dan Proses Keamanan Penanganan Pelanggaran Keamanan
Peran Unit Kerja Keamanan Informasi Informasi Manajemen Keamanan Siber yang Handal
Informasi
Meningkatkan Kesadaran dan
Kapabilitas Keamanan Informasi Pekerja
Page 85
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 85
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola [GRI 3-3]
Struktur Komite Pengarah Teknologi Informasi [GRI 2-12]
Komitmen BRI terhadap tata kelola keamanan siber melibatkan partisipasi aktif dari Dewan Komisaris, Hak Suara
Direksi, Chief Information Officer (CIO), personel manajemen risiko, dan manajemen TI. Mengingat Struktur Keanggotaan Jabatan (voting)
hubungan intrinsik antara keamanan informasi, teknologi, dan strategi pengendalian risiko, keamanan
Direktur Digital & Teknologi Informasi Ketua
siber tetap menjadi prioritas yang penting. Strategi keamanan siber yang efektif harus mengintegrasikan
teknologi canggih, kepatuhan terhadap peraturan, dan budaya kesadaran keamanan siber yang kuat
Ketua Pengganti
diantara karyawan dan nasabah. Direktur Jaringan & Layanan
(Merangkap anggota tetap)
Sekretaris
Division Head, IT Strategy & Governance
(Merangkap anggota tetap)
1 Direktur Manajemen Risiko
2 Direktur Keuangan
3 SEVP, Operation
4 Division Head, IT Strategy & Governance
5 Division Head, Enterprise Data Management
6 Division Head, Application Management & Operation
Kerangka tata kelola ini diformalkan melalui Komite Pengarah Teknologi Informasi, sebagaimana 7 Division Head, Digital Banking Development & Operation Anggota Tetap
ditetapkan dalam Surat Keputusan Direksi No. 96-DIR/PPM/01/2024 tentang Komite Pengarah 8 Division Head, IT Infrastructure & Operation
Teknologi Informasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Surat Keputusan tersebut mendefinisikan 9 Division Head, Information Security
10 Division Head, Operational Risk
tujuan, struktur, tugas, wewenang, tanggung jawab, dan prosedur operasi komite.
11 Division Head, Digital Risk
Komite Pengarah Teknologi Informasi bertanggung jawab untuk memberikan arahan dan rekomendasi
12 Division Head, Distribution Network
strategis kepada Direksi mengenai perencanaan, tata kelola, pengembangan, dan pengoperasian 13 Division Head, Planning, Budgeting, & Performance Management
teknologi informasi. Evaluasi berkelanjutan, pembaruan rutin terhadap protokol keamanan, dan
komitmen terhadap inovasi sangat penting untuk menjaga efektivitas langkah-langkah keamanan siber, 1 Direktur atau SEVP Bidang Terkait; atau
Anggota Tidak Tetap
terutama saat industri keuangan menavigasi lanskap digital yang semakin dinamis. Oleh karena itu, 2 Division Head Bidang Terkait
pendekatan proaktif, adaptif, dan kolaboratif terhadap keamanan siber sangat penting untuk menjaga
integritas sistem keuangan dan memperkuat kepercayaan publik. Direktur Kepatuhan Anggota Tetap
Page 86
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 86
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Peran Unit Kerja Keamanan Informasi
Dalam memperkuat kerangka keamanan informasinya, BRI telah membentuk Unit Keamanan Informasi
khusus. Unit ini dipimpin oleh seorang Chief Information Security Officer (CISO), seorang profesional
berpengalaman di bidang keamanan, yang memiliki sertifikasi yang diakui industri, seperti Certified
Information Systems Auditor (CISA) dan Certified Information Systems Security Professional (CISSP).
Unit ini melapor langsung kepada Direktur Digital & Teknologi Informasi dan bertanggung jawab atas
bidang-bidang utama berikut:
l Desain Arsitektur Keamanan;
l Keamanan Operasional;
l Risiko Siber dan Intelijen Siber;
l Pencegahan Kehilangan Data & Penipuan;
l Manajemen Identitas & Akses;
l Program Manajemen, Investigasi, dan Forensik; serta
l Security Governance.
Selain Unit Keamanan Informasi, BRI juga telah membentuk Tim Respon Insiden Keamanan Siber
(CSIRT) untuk memastikan respons yang cepat dan efektif terhadap insiden keamanan siber. CSIRT
dipimpin oleh Koordinator CSIRT yang mengawasi beberapa tim khusus, termasuk:
l Koordinator CSIRT (sebagai koordinator untuk tim lain)
l Satuan Kerja TI Fungsi Keamanan Informasi
l Satuan Kerja TI Fungsi Perencanaan
l Satuan Kerja TI Fungsi Pengembangan Sistem Aplikasi
l Satuan Kerja TI Fungsi Operasional Sistem Aplikasi
l Satuan Kerja TI Fungsi Infrastruktur dan Operasional
l Satuan Kerja TI Fungsi Kualitas Layanan Sistem Aplikasi
l Satuan Kerja Manajemen Risiko Digital
l Satuan Kerja Layanan dan Contact Center
l Satuan Kerja Sekretariat Perusahaan
l Satuan Kerja Legal
Page 87
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 87
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Identifikasi Peluang dan Risiko Utama
Metodologi penilaian risiko keamanan siber yang efektif dan penerapan standar industri serta praktik nasabah, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan pangsa pasar, penguatan kepercayaan nasabah,
terbaik sangat penting bagi industri perbankan untuk mengidentifikasi dan mengurangi ancaman dan peningkatan citra perusahaan, reputasi, dan nilai perusahaan secara keseluruhan. Sebaliknya,
siber. Memperkuat ketahanan keamanan siber memerlukan pemanfaatan teknologi canggih dan kegagalan untuk menerapkan langkah-langkah keamanan siber yang memadai membuat lembaga
kerangka kerja yang kuat untuk melindungi aset nasabah dan menegakkan kepercayaan dalam keuangan menghadapi risiko operasional, reputasi, regulasi, keuangan, dan rantai pasokan yang lebih
ekosistem keuangan digital. Langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan kepuasan dan pengalaman tinggi.
Jangka
Peluang dan Risiko Utama Dampak Jangka Pendek Jangka Panjang
Menengah
Peningkatan kepuasan dan pengalaman Peningkatan pangsa pasar dan kepercayaan nasabah ✔
nasabah
Peluang
Peningkatan citra, reputasi, dan nilai perusahaan secara keseluruhan ✔
Penguatan pelindungan nasabah melalui Peningkatan keamanan produk dan layanan serta peningkatan efisiensi ✔
inovasi dan teknologi digital operasional
Risiko operasional akibat pembobolan data, Kerugian keuangan nasabah dari downtime sistem, fraud dan penyalahgunaan ✔
serangan ransomware, dan ancaman orang akses dan kebocoran data
dalam
Risiko reputasi akibat insiden keamanan Kerugian keuangan nasabah serta menurunnya kepercayaan terhadap Bank ✔
siber yang dapat merusak kepercayaan dan industri keuangan pada umumnya
nasabah dan reputasi bank.
Risiko regulasi akibat ketidakpatuhan Kerugian Bank akibat denda serta menurunnya kepercayaan terhadap Bank dan ✔
Risiko terhadap regulasi dan standar keamanan industri keuangan pada umumnya
siber yang menyebabkan penalti
Risiko finansial atas kerugian finansial akibat Kerugian keuangan nasabah secara langsung serta menurunnya kepercayaan ✔
penipuan, denda, atau biaya pemulihan terhadap Bank dan industri keuangan pada umumnya
Risiko operasional akibat ketidakhandalan Kerugian keuangan nasabah dari downtime sistem, fraud dan penyalahgunaan ✔
layanan pemasok dan pihak ketiga akses dan kebocoran data, kerugian Bank akibat ganti rugi, serta menurunnya
kepercayaan terhadap Bank dan industri keuangan pada umumnya
Jangka pendek mencakup 1-5 tahun, menengah 5-10 tahun, dan panjang lebih dari 10 tahun
Page 88
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 88
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Infrastruktur dan Proses Keamanan Informasi [FN-CB-230a.2.]
Pengelolaan keamanan siber BRI mengacu pada kebijakan terkait pengamanan informasi sesuai
Peraturan OJK No. 38/ POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan
Teknologi Informasi oleh Bank Umum, ISO 27001: 2013, PCI-DSS, dan NIST. Selain itu, BRI juga memiliki
ketentuan mengenai pengamanan data nasabah berdasarkan Surat Edaran OJK No. 14/SEOJK.07/2014
tentang Kerahasiaan dan Keamanan Data dan/atau Informasi Pribadi Konsumen.
Identifikasi Perlindungan Deteksi Tanggapan Pemulihan
Dalam memastikan pendekatan terhadap keamanan siber secara terstruktur BRI telah membentuk
sebuah kerangka untuk mengelola keamanan siber. BRI Cybersecurity Framework disusun ke dalam l Penilaian Kematangan l Tata Kelola Keamanan l Pusat Operasi l Tim Respons Insiden l Orkestrasi
Enterprise Security Architecture (ESA) yang mengacu pada National Institute of Standards and pada Dimensi l Kesadaran dan Keamanan Siber (CSIRT) Pemulihan IT
Technology (NIST) Cyber Security Framework. ESA dirancang berdasarkan analisis dan kondisi Keamanan IT Pelatihan l Intelijen Ancaman l Analisis Strategis
ancaman siber terkini. l Gap Analysis dan l Keamanan Data, l Perlindungan Merek Pasca Serangan
Definisi Peta Jalan Manajemen Akun dan Siber
ESA terdiri dari pilar Identifikasi (Identify), Proteksi (Protect), Deteksi (Detect), Tanggap (Respond), dan serta Rencana Tindak Akses
Pemulihan (Recover) terhadap keamanan informasi. Pilar Identify terdiri dari gap analysis, maturity Lanjut l Keamanan Endpoint
assessment, dan penyusunan roadmap security BRI. Pada pilar Protect, BRI menerapkan berbagai l Keamanan Aplikasi
teknologi pengamanan informasi dan juga tata kelola keamanan. BRI juga memiliki fungsi/bagian khusus l Keamanan Jaringan
berupa Security Operation Center (SOC) yang melakukan pengawasan terhadap ancaman siber secara l Keamanan Perimeter
terus-menerus (24 jam, setiap minggu, selama 365 hari) yang tercermin dalam pilar Detect. BRI terus
melakukan pengawasan secara proaktif melalui layanan threat intelligence service dari provider yang Meningkatkan Kesadaran dan Kapabilitas Keamanan Informasi Pekerja
berskala internasional. Dalam rangka meningkatkan kepedulian pekerja BRI terhadap keamanan informasi, BRI secara rutin
Selain itu, guna memonitor dan memitigasi ancaman penyalahgunaan merek (brand abuse), BRI melaksanakan program peningkatan awareness melalui berbagai bentuk dan media, antara lain:
memiliki program proteksi merek untuk memonitor penyalahgunaan merek BRI di media sosial. BRI 1 Privacy Infographic: BRI telah mengeluarkan serangkaian infografis melalui poster dan publikasi
juga bekerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan identifikasi kerentanan sistem BRI dan tinjauan terkait perlindungan data pribadi bagi seluruh pekerja BRI guna meningkatkan kesadaran dan
terhadap keamanan informasi BRI secara independen berupa vulnerability assessment penetration menanamkan budaya perlindungan data pribadi dalam seluruh kegiatan operasional.
test dan simulasi serangan siber (red team). 2 Privacy Podcast: BRI secara terus menerus mengkampanyekan program & informasi terkini terkait
Pada pilar Respond dan Recover, BRI memiliki Cyber Security Incident Response Team (CSIRT) yang dengan pelindungan data/privasi melalui program podcast yang ditujukan bagi seluruh pekerja BRI.
akan mengatasi permasalahan atau insiden keamanan informasi secara tanggap. BRI memiliki protokol Tema yang dibawakan bervariasi yang pada umumnya menjawab persoalan seputar data privacy
untuk menyampaikan kepada publik apabila terjadi insiden. BRI bekerja sama dengan pakar keamanan yang sedang terjadi. Tema Podcast terakhir yang disiarkan bertajuk Kata Data Talks - Privacy
siber yang memiliki pengalaman global dalam menanggapi insiden untuk melakukan forensik dan Paranoia: Menebas Mitos-mitos Data Privacy.
investigasi insiden siber.
Page 89
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 89
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
3 Sosialisasi dan Internalisasi Budaya Pelindungan Data Pribadi: Kegiatan sosialisasi dan internalisasi 5 Pembentukan fungsi/bagian khusus berupa Security Operation Center (SOC) yang melakukan
juga merupakan bagian dari aktivitas privacy campaign yang dilakukan di kantor pusat hingga pengawasan terhadap ancaman siber secara terus-menerus (24 jam, setiap minggu, selama 365
kantor cabang. Aktivitas sosialisasi yang dilakukan juga seringkali menghadirkan narasumber hari).
eksternal yang kompeten sesuai dengan bidangnya. 6 Pemanfaatan threat intelligence service dari provider yang berskala internasional.
4 Privacy Mini Quiz: Untuk mengetahui pemahaman pekerja BRI terhadap Pelindungan Data 7 Pemantauan dan mitigasi ancaman penyalahgunaan merek (brand abuse), termasuk program
Pribadi, BRI secara aktif mengeluarkan beberapa seri mini quiz yang mencakup topik-topik yang proteksi merek untuk memantau penyalahgunaan merek BRI di media sosial.
berhubungan dengan pemrosesan data pribadi yang dilakukan di BRI. Hal ini dilakukan untuk
8 Identifikasi kerentanan sistem BRI dan tinjauan terhadap keamanan informasi BRI secara
mengukur tingkat pemahaman seluruh pekerja atas beberapa aktivitas sosialisasi, training &
independen berupa vulnerability assessment penetration test dan simulasi serangan siber (red
program privacy yang telah dilakukan.
team).
5 Privacy Training: Untuk menyiapkan seluruh pekerja BRI Group dalam rangka mempersiapkan
9 Pembentukan Cyber Security Incident Response Team (CSIRT) yang akan mengatasi permasalahan
BRI Group dengan berlakunya Undang-Undang No. 27 tahun 2022 tentang Pelindungan Data
atau insiden keamanan informasi secara tanggap.
Pribadi, BRI bekerjasama dengan narasumber yang kompeten di bidang pelindungan data pribadi
termasuk dengan Kementerian Komunikasi dan Digital. 10 Penyediaan protokol komunikasi untuk menginformasikan insiden keamanan informasi kepada
publik.
6 E-learning: BRI menjadikan topik keamanan informasi sebagai salah satu modul dalam e-learning
kepada seluruh pekerja. 11 Penyediaan pelatihan keamanan siber bagi pekerja untuk mencegah terjadinya kejahatan siber.
7 Email BRI melakukan blast email untuk menguji pemahaman pekerja BRI terhadap ancaman phising 12 Bekerjasama dengan pakar keamanan siber yang memiliki pengalaman global dalam menanggapi
insiden untuk melakukan telaah forensik dan investigasi insiden siber.
8 Workshop Privacy Readiness BRI Group: Workshop ini bertujuan memberikan pemahaman kepada
BRI Group tentang kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi setelah disahkannya Undang-
Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), serta meningkatkan pemahaman BRI Group dalam Sertifikasi Keamanan Informasi
implementasi teknis ketentuan UU PDP, di masing-masing organisasi. Workshop ini dihadiri oleh Masa
narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, diselenggarakan Sertifikasi Lingkup Penerbit
Berlaku
pada 3 Mei 2023.
lBRIAPI, Big Data, Managing Event & Cyber
BRI telah melakukan serangkaian inisiatif dalam memperkuat keamanan sibernya termasuk: Threat Monitoring, Card British Standards 31 Oktober
ISO 27001: 2013
1 Penyusunan tata kelola untuk tanggap insiden keamanan informasi yang sejalan dengan Disaster lProduction, Spacecraft Operation, dan Data Institution (BSI) 2025
Recovery Plan (DRP) dan Business Continuity Plan (BCP) BRI yang dituangkan dalam Surat Edaran Center Facility
tentang Business Continuity Management. BCP wajib diuji coba minimal sekali dalam satu tahun Surveillance BRINets Express, BRILink Mobile, British Standards 19 Desember
ISO/IEC 20000
dengan melibatkan end-user (end-to-end). BRImo, Extend Scope Brispot Institution (BSI) 2024
2 Pembuatan kerangka kerja keamanan siber yang disebut BRI Cybersecurity Framework. Kerangka
kerja ini disusun ke dalam arsitektur keamanan perusahaan (ESA, Enterprise Security Architecture)
yang mengacu pada National Institute of Standards and Technology (NIST) CyberSecurity Verifikasi Eksternal
Framework. Untuk memastikan keamanan infrastruktur TI dan sistem manajemen keamanan informasi BRI, pada
3 Pelaksanaan analisis kesenjangan, asesmen kematangan, dan penyusunan roadmap keamanan tahun 2024 telah dilakukan asesmen maturitas terhadap infrastruktur TI dan sistem manajemen
informasi BRI keamanan informasi BRI oleh pihak ketiga. Selain itu, telah dilaksanakan verifikasi Penetration Testing
dan Vulnerability Assessment oleh pihak eksternal.
4 Mengembangkan pengelolaan teknologi pengamanan informasi dan tata kelola keamanan.
Page 90
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 90
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Manajemen Risiko
Pra-Insiden Tanggap Insiden Pasca-Insiden
BRI mengelola risiko keamanan siber dengan memastikan tindakan proaktif dan reaktif yang tepat untuk
melindungi aset digital bank. Pengelolaan keamanan siber yang dilakukan BRI mencakup penerapan Pelapor Satuan Kerja Fungsi CSIRT CSIRT CSIRT CSIRT
Layanan & Contact Centre
berbagai lapisan keamanan, termasuk firewall, sistem deteksi intrusi, dan perlindungan titik akhir; Menemukan atau Pelaporan atau penanganan
Persiapan dan
Perencanaan
Deteksi dan
Analisis
Mitigasi Pelaporan dan
Evaluasi
mengalami kejadian insiden yang dapat diselesaikan
Bank juga memprioritaskan pelatihan rutin untuk mengedukasi pekerja mengenai phishing, rekayasa yang berpotensi atau staf Single Point of Contact
telah membahayakan
sosial, dan praktik-praktik keamanan; pemanfaatan kecerdasan buatan dan machine learning untuk keamanan siber Bank Mitigasi Teknis
memantau, mendeteksi, dan memitigasi ancaman siber; perancangan arsitektur siber yang aman; Help Desk IT Satuan Kerja TI
Fungsi Keamanan Informasi Manajemen
pengembangan dan pengujian rencana keamanan siber secara terperinci untuk menanggapi insiden Eskalasi pelaporan atau Risiko dan Tata
Kelola
penanganan insiden
keamanan siber guna meminimalkan kerusakan dan waktu pemulihan; serta pengelolaan risiko pihak
Komunikasi
ketiga dengan memastikan vendor dan mitra mematuhi standar keamanan siber BRI. Satuan Kerja TI Fungsi
Keamanan Informasi
Eskalasi penanganan keTechnical
Support Satuan Kerja TI Koordinator CSIRT Direktur DTI Tim Manajemen Kritis
Proses Eskalasi Keamanan Informasi Eskalasi apabila insiden Usulan Deklarasi Deklarasi Bencana dan
masuk kategori Sangat Bencana dan Aktivasi Aktivasi BCM
BRI memiliki kerangka tanggap insiden keamanan siber BRI Cyber Security Incident Response Team Tim Tanggap Insiden Tinggi, atau meluas BCM
Keamanan Informasi dan tidak dapat
(CSIRT) yang diatur dalam Kebijakan Manajemen Insiden Keamanan Siber. Eskalasi insiden siber (CSIRT) dihentikan sehingga
Eskalasi penanganan yang akan masuk kategori
melalui CSIRT terdiri dari empat (4) tahap, yaitu: membutuhkan koordinasi antar Sangat Tinggi
Satuan Kerja TI dan lainnya
l Eskalasi Tingkat 0, dikelola oleh Satuan Kerja Layanan dan Contact Center, untuk menerima laporan
insiden siber dari eksternal dan internal. pekerja dalam keamanan siber juga penting, karena kesadaran tentang keamanan siber akan
mendorong langkah-langkah proaktif untuk mengurangi ancaman siber.
l Eskalasi Tingkat 1, dilakukan oleh Fungsi Single Point of Contact (IT Service Desk), untuk melakukan
pelaporan insiden siber. BRI telah mempersiapkan kerangka kerja, beberapa program, dan tim keamanan di BRI untuk
menghadapi pelanggaran dan insiden keamanan informasi yang akan terjadi. Keamanan Siber di BRI
l Eskalasi Tingkat 2, dilakukan oleh Fungsi Operation di masing-masing Satuan Kerja TI untuk
selalu berkembang dan dicek untuk maturitas dan kesiapan untuk keamanan siber setiap tahun. BRI
melaksanakan proses penanganan insiden siber yang membutuhkan penanganan dan tindak
juga telah menetapkan waktu minimum untuk mendeteksi selama 90 menit dan menangani/recovery
lanjut.
insiden selama 180 menit agar tidak mengganggu availability layanan secara publik.
l Eskalasi Tingkat 3, dilakukan oleh Koordinator CSIRT Bank dengan melibatkan Satuan Kerja terkait
Pelanggaran keamanan informasi/keamanan siber merupakan bagian dari tindakan disiplin pekerja BRI
untuk melakukan penanganan insiden siber dan otoritas yang lebih luas.
yang tertuang dalam Surat Edaran tentang Peraturan Disiplin. Pelaku pelanggaran dimaksud dapat
Tanggap insiden siber BRI CSIRT terdiri dari 4 (empat) kelompok aktivitas yang terdiri dari kelompok diproses menggunakan metrik pelanggaran fundamental dengan sandi TSI-19 (ketidakmampuan
Persiapan dan Perencanaan; Deteksi dan Analisis; Mitigasi; serta Laporan dan Evaluasi yang alurnya dalam menjaga keamanan ruang dan sistem TI sesuai dengan ketentuan yang berlaku) dan TSI-20
saling berhubungan dan mempengaruhi menjadi sebuah alur kerja CSIRT secara keseluruhan. Alur (ketidakmampuan dalam menjaga nama pengguna, kata sandi, atau keamanan akses data TI lainnya
kerja tersebut dapat diilustrasikan di gambar berikut: yang menjadi tanggung jawabnya). Pelaku pelanggaran dapat diberikan sanksi disiplin yang berdampak
Penanganan Pelanggaran Keamanan Informasi pada penilaian kinerja pengurangan skor evaluasi pekerja (0,25-0,75), pemotongan gaji (10-15%), dan
Langkah-langkah keamanan siber sangat penting untuk pencegahan penipuan di sektor perbankan. sanksi lainnya.
Dengan menerapkan kontrol keamanan seperti enkripsi data dan pembatasan akses, BRI melindungi Informasi lebih terperinci mengenai peta jalan teknologi informasi BRI yang disusun Direktorat Digital
informasi penting nasabah dan mengurangi risiko aktivitas penipuan. Namun demikian, pelibatan dan Teknologi Informasi (DTI) dapat dilihat di Laporan Tahunan BRI 2024.
Page 91
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 91
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Metrik dan Target
Metrik dan Target Keamanan Siber dalam Indikator Kinerja Utama (KPI)
Kolegial Direksi [GRI 418-1] [FN-CB-230a.1] [FN-CB-230a.2]
Keamanan siber menjadi parameter penilaian terhadap kinerja Direktur Utama dan Direksi yang
diukur melalui insiden pelanggaran keamanan siber. Risiko terjadinya pelanggaran keamanan siber
dapat terjadi karena penggunaan teknologi yang tidak update, peraturan dan prosedur yang kurang
memadai, maupun faktor manusiawi, baik karena kesengajaan atau ketidaksengajaan. Pencapaian
target keamanan siber berhubungan langsung dengan kepercayaan nasabah, yang mempunyai peran
penting dalam laporan keuangan ditunjukkan melalui dimensi peningkatan nilai simpanan dan pinjaman
pada tahun 2024 yaitu menjadi sebesar Rp1.360 Triliun dan Rp1.215 Triliun.
No Indikator Ukuran Realisasi
1 Insiden pelanggaran keamanan siber Kejadian 0
Saat ini tidak ada pelanggaran keamanan siber yang termasuk salah satu dari akibat tersebut.
Manajemen Keamanan Siber yang Handal
Pelanggaran keamanan siber dapat menimbulkan konsekuensi yang signifikan, seperti gangguan
operasi, kepercayaan nasabah, serta sanksi, denda, atau tuntutan ganti rugi baik dari regulator maupun
nasabah yang merasa dirugikan. Ukuran yang digunakan untuk memantau pengelolaan keamanan
siber secara efektif, terdiri dari metriks kunci sebagai berikut:
No Indikator Ukuran Realisasi
1 Waktu Deteksi Insiden Menit 4
2 Waktu Kerja Sistem (System Uptime) % 99,986
3 Remediasi Kerentanan Menit 10
4 Keberhasilan Pengujian Penetrasi % 100
5 Persentase Pelanggaran Data Pribadi % 0
6 Jumlah Pemilik Rekening yang Terkena Dampak Rekening 0
Berhubungan dengan insiden di atas, waktu untuk deteksi dan remediasi kerentanan masing-masing
adalah 4 menit dan 10 menit sejak insiden tersebut terdeteksi. Untuk pengujian penetrasi (penetration
test) telah berhasil dilakukan secara keseluruhan. Waktu kerja sistem juga telah melampaui target
uptime.
Page 92
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 92
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
BRI menerapkan tata kelola yang terintegrasi berdasarkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Penerapan ini merupakan langkah mitigasi terhadap potensi risiko
di konglomerasi keuangan BRI, dengan tujuan meningkatkan kualitas penerapan dan menjamin keberlanjutan bisnis.
Empat Pilar Standar Pengungkapan Keberlanjutan IFRS
Tata Kelola Strategi Manajemen Risiko Metrik dan Target
Tata Kelola Terintegrasi (Kebijakan dan Keterlibatan Pemangku Kepentingan Skenario Manajemen Risiko Evaluasi Kinerja Dewan Komisaris
Prinsip Tata Kelola Perusahaan)
BRIVolution 2.0 Evaluasi Kinerja Direksi
Kebijakan dan Prinsip Tata Kelola
Peluang dan Risiko dalam Tata Kelola Perusahaan Insentif Berbasis Keberlanjutan di BRI
Struktur Tata Kelola
Budaya Perusahaan Metrik dan Target Kolegial Direksi terkait
Dewan Komisaris dan Direksi Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Manajemen Kinerja dan Sistem Kompensasi Dewan
Komisaris dan Direksi Metrik dan Target Penerapan Tata Kelola
Perusahaan yang Baik menurut ACGS
Page 93
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 93
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Tata Kelola Terintegrasi (Kebijakan dan Prinsip Tata Kelola Perusahaan)
BRI menerapkan tata kelola yang terintegrasi berdasarkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance.
Penerapan ini merupakan langkah mitigasi terhadap potensi risiko di konglomerasi keuangan BRI,
dengan tujuan meningkatkan kualitas penerapan dan menjamin keberlanjutan bisnis. Governance Outcome
Hasil yang diharapkan dalam penerapan
Selama tahun 2024, BRI telah melakukan penyempurnaan pada kerangka Tata Kelola Terintegrasi, tata kelola di BRI secara konglomerasi
menetapkan parenting style untuk mengelola Perusahaan Anak, dan melakukan evaluasi terhadap Governance Outcome Credibility
tingkat kematangan penerapan Tata Kelola Terintegrasi serta pelaksanaan tugas di setiap unit kerja Governance
yang terintegrasi di dalam Konglomerasi Keuangan BRI. Process
Governance Structure Governance Process
Proses implementasi
Kepatuhan dan Tata Kelola dengan mengacu
Governance RUPS Terintegrasi kepada pedoman/
Structure kebijakan dan/atau
Manajemen Risiko Terintegrasi
Kebijakan dan Prinsip Tata Kelola Struktur implementasi
Dewan Komisaris dan Komite
aturan yang ada
Pengawasan
Komunikasi
Pelaporan
tata kelola (pelaksana Audit Intern Terintegrasi
BRI menerapkan prinsip-prinsip GCG yang terdiri dari keterbukaan (transparency), akuntabilitas dan infrastruktur) Direksi dan Komite
(accountability), pertanggungjawaban (responsibility), independensi (independency) atau profesional Perencanaan Strategis dan
Manajemen Kerja
Direktur Pembina
(professional), dan kewajaran (fairness). Pada prinsip kewajaran, BRI berkomitmen menunjukkan (Berlaku hanya di perusahaan induk) Perumusan dan Penyelarasan
Commitment
Komitmen perusahaan
Kebijakan
perilaku yang adil dan setara kepada pemangku kepentingan, sejalan dengan manfaat dan kontribusi Satuan Kerja Terintegrasi dan Satuan Kerja
untuk menegakan
Hubungan dengan Pemangku penerapan tata kelola
yang diberikan kepada perusahaan. [F.18] Pengelola PA (SKAIT, SKMRT, SKKT, SBM) Kepentingan
Penerapan GCG memiliki tujuan sebagai berikut: [E.3]
Governance Commitment
1 mendukung pencapaian visi dan misi BRI melalui kinerja yang signifikan; Principles
2 memberikan pedoman bagi seluruh Insan BRILiaN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab Prinsip-prinsip Anggaran Dasar,
Pedoman Perilaku (Kode Etik),
yang menjadi Visi, Misi, dan Nilai Rencana Strategis Budaya Perusahaan dan
sesuai dengan fungsinya dalam organisasi perusahaan; dasar penerapan dan ketentuan lainnya Penegakan Disiplin
tata kelola yang berlaku
3 memberikan kepercayaan kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan bahwa
Perusahaan dijalankan dan diawasi secara profesional; Governance Principles
4 mendukung penetapan kebijakan serta pengambilan keputusan yang diambil oleh manajemen Transparansi Akuntabilitas Tanggung Jawab Independency Fairness
berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik; serta
Landasan Hukum
5 mewujudkan BRI sebagai warga korporasi yang baik (good corporate citizen). POJK No. 18/POJK.03/2014 Penerapan Tata Kelola Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan
Page 94
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 94
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Struktur Tata Kelola [GRI 2-9] [GRI 2-11]
BRI mengimplementasikan struktur tata kelola dua tingkat (two-tier system), yang memisahkan peran Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi. Dewan Komisaris (kelompok direktur non-eksekutif) menjalankan fungsi
pengawasan sementara jajaran Direksi (kelompok direktur eksekutif) menjalankan fungsi manajemen. Per tanggal 31 Desember 2024, Dewan Komisaris BRI terdiri dari 10 anggota, yang tujuh diantaranya merupakan
Komisaris Independen sementara jajaran Direksi BRI terdiri dari 12 anggota. Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi bertanggung jawab kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Struktur tata kelola BRI terdiri atas:
1 Organ Utama yang terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan Jajaran Direksi;
2 Organ Pendukung yang terdiri dari Komite di bawah Dewan Komisaris seperti Komite Audit, Komite Pemantau Manajemen Risiko, Komite Nominasi dan Remunerasi, dan Komite Tata Kelola Terintegrasi untuk
menangani fungsi-fungsi tata kelola yang bersifat khusus, Komite Direksi, dan Unit Kerja yang mendukung penerapan GCG.
Berikut adalah struktur tata kelola BRI:
Rapat Umum Pemegang Saham
Dewan Komisaris
Board of Management
Direktur Utama
Wakil Direktur Utama
Bisnis Commercial, Digital &
Bisnis Retail Funding Manajemen Human
Wholesale & Small and Bisnis Mikro Teknologi Keuangan Kepatuhan
Konsumer and Distribution Risiko Capital
Kelembagaan Medium Business Informasi
Change Fixed Assets
Treasury & Human
Commercial Ultra Micro Management & Management & Internal
Global Service Operations Capital
Business Business Transformation Procurement Audit
Business Strategy
Office
Direktur SEVP
Page 95
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 95
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-11]
Profil Dewan Komisaris
Kartika Wirjoatmodjo Rofikoh Rokhim Rabin Indrajad Hattari Awan Nurmawan Nuh Dwi Ria Latifa
Jabatan Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama/Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen
Independen
Tenure Start Date 3 Juli 2020 30 November 2021 27 Juli 2020 8 Desember 2023 20 Januari 2021
Pengalaman • Komisaris Utama PT Bank Rakyat • Wakil Komisaris Utama/Komisaris • Komisaris PT Bank Rakyat • Komisaris PT Bank Rakyat • Komisaris Independen PT Bank
Indonesia (Persero) Tbk (2020 - Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2020 - Indonesia (Persero) Tbk (2023 - Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
sekarang) Indonesia (Persero) Tbk (2021 - sekarang) Sekarang) (2020 - sekarang)
• Wakil Menteri Badan Usaha Milik sekarang) • Sekretaris Kementerian BUMN • Inspektur Jenderal, Kementerian • Komisaris Utama PT Bersua Utama
Negara (2019 - sekarang) • Komite Penilai Perusahaan dan (2023 - sekarang) Keuangan (2021 - sekarang) Indonesia (2022 – sekarang)
• Wakil Ketua Umum KADIN Perdagangan Bursa Efek Indonesia • Staf Ahli Bidang Industri • Staf Ahli Bidang Peraturan dan • Ketua Dharma Wanita Persatuan
Indonesia Bidang BUMN - Kamar (2023 - sekarang) Kementerian BUMN (2021 - 2023) Penegakan Hukum Pajak (2016 - (DWP) KBRI Cairo (2016 - 2020)
Dagang dan Industri Indonesia • Dosen dan Peneliti di Fakultas 2021)
(KADIN) (2021 - sekarang) Ekonomi dan Bisnis, Univesitas
Indonesia (2006 – sekarang)
Keterampilan Perbankan, Keuangan, Manajemen Keuangan, Ekonomi, Manajemen Ekonomi, Statistik, Manajemen Audit, Akuntansi, Perpajakan Hukum, Sosial Politik, Regulasi
Risiko
Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan
Page 96
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 96
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Profil Dewan Komisaris
Heri Sunaryadi Paripurna Poerwoko Sugarda Agus Riswanto Nurmaria Sarosa Haryo Baskoro Wicaksono Hendrikus Ivo*
Jabatan Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen
Tenure Start Date 8 Februari 2022 8 Agustus 2022 8 Agustus 2022 8 Agustus 2022 8 Agustus 2024 29 Agustus 2019
*berhenti menjabat sejak 1 Maret
2024
Pengalaman • Komisaris Independen PT • Komisaris Independen PT • Komisaris Independen PT • Komisaris Independen PT • Komisaris Independen PT • Komisaris Independen PT
Bank Rakyat Indonesia Bank Rakyat Indonesia Bank Rakyat Indonesia Bank Rakyat Indonesia Bank Rakyat Indonesia Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk (2021 - (Persero) Tbk (2022 - (Persero) Tbk (2022 - (Persero) Tbk (2022 - (Persero) Tbk (2024 - (Persero) Tbk (2019 - 2024)
Sekarang) Sekarang) sekarang) sekarang) sekarang) • Advisor Senior Ketua Dewan
• Komisaris Independen Tower • Komisaris Utama PT Kaltim • Staf Ahli Jaksa Agung RI • Director of Finance and • Komisaris - PT Transportasi Komisioner Otoritas Jasa
Bersama Group (2022 - Methanol Industri (2022 – Bidang Intelijen, Kejaksaan Corporate Affairs, PT Cardig Gas Indonesia (2023 - 2024); Keuangan (OJK) (2018)
sekarang) sekarang) Agung RI (2018 - 2022) Express Nusantara (2020 - • Head of Transformation • Deputi Komisioner
• Dewan Komisaris PT • Head of Asia Pacific • Direktur Sandi dan Produksi 2021) & Subsidiaries - Bank Penyidikan, Organisasi
Merdeka Copper Gold Tbk Research Center, Universitas Intel, Kejaksaan Agung RI • Direktur Eksekutif PT Muamalat (2023) dan SDM Otoritas Jasa
(2018 - 2021) Gadjah Mada (2020 - 2022) (2015-2018) Selaras Logistik Indonesia • Head of Transformation & Keuangan (OJK) (2017)
(2021 - 2022). Corporate Strategy - Bank
Bukopin Syariah (2023)
Keterampilan Pasar Modal, Teknologi, Hukum, Sosial Politik, Hukum, Regulasi, Intelijen ESG, Logistik, Manajemen Governance, Risk Management, Perbankan, Hukum, Audit
Manajemen Manajemen and Compliance (GRC);
Management
Jenis kelamin Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki
Page 97
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 97
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Profil Direksi
Sunarso Catur Budi Harto Supari Amam Sukriyanto Handayani Agus Winardono
Jabatan Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Bisnis Mikro Direktur Commercial, Small, Direktur Bisnis Konsumer Direktur Human Capital
and Medium Business
Tenure Start Date 20 Desember 2019 20 Desember 2019 4 Desember 2018 14 April 2021 14 Maret 2018 14 April 2021
Pengalaman • Direktur Utama PT Bank • Wakil Direktur Utama PT • Direktur PT Bank Rakyat • Direktur PT Bank Rakyat • Direktur PT Bank Rakyat • Direktur PT Bank Rakyat
Rakyat Indonesia (Persero) Bank Rakyat Indonesia Indonesia (Persero) Tbk Indonesia (Persero) Tbk Indonesia (Persero) Tbk Indonesia (Persero) Tbk
Tbk (2019 – sekarang) (Persero) Tbk (2019 - (2018-sekarang) (2021 - Sekarang) (2017- sekarang) (2021 - sekarang)
• Wakil Direktur Utama PT sekarang) • SEVP Transformation PT • SEVP Fixed Assets • Direktur PT Bank Tabungan • Direktur Utama PT. Prima
Bank Rakyat Indonesia • Direktur Bisnis Kecil & Bank Rakyat Indonesia Management & Negara (Persero) Tbk (2016 - Karya Sarana Sejahtera
(Persero) Tbk (Januari 2019 Jaringan PT Bank Negara (Persero) Tbk (2017-2018) Procurement PT Bank 2017) (2020-2021)
– September 2019) Indonesia (Persero) Tbk • SEVP Manajemen Jaringan Rakyat Indonesia (Persero) • Direktur Komersial, PT • Kepala Audit Intern Kanwil
• Direktur Utama PT (2017-2019) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (2020-2021) Garuda Indonesia Tbk (2014 Jakarta 2 PT Bank Rakyat
Pegadaian (Persero) • Direktur PT Bank Tabungan (Persero) Tbk (2017) • Executive Vice President - 2016) Indonesia (Persero) Tbk
(Oktober 2017 – Januari Negara (Persero) Tbk (2016- Corporate Secretary PT (2020)
2019) 2017) Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk (2020)
Keterampilan Wholesale Banking, Corporate Consumer Banking, Wholesale Micro Banking, Risk Retail Banking, International Consumer Banking, Wholesale Human Capital, Risk
Banking, Micro Banking, Risk Banking, Risk Management, Management, Manajemen Business Banking, Risk Banking, Risk Management, Management, Ekonomi,
Management, Administrasi Manajemen Management, Master Manajemen Manajemen Keuangan
Bisnis, Manajemen Administrasi Bisnis Advance
Jenis kelamin Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki
Page 98
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 98
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Profil Direksi
Viviana Dyah Ayu Retno K. Andrijanto Agus Sudiarto Agus Noorsanto Arga M. Nugraha Ahmad Solichin Lutfiyanto
Jabatan Direktur Keuangan Direktur Retail Funding and Direktur Manajemen Risiko Direktur Bisnis Wholesale dan Direktur Digital dan Teknologi Direktur Kepatuhan
Distribution Kelembagaan Informasi
Tenure Start Date 14 April 2021 22 Juni 2022 20 Desember 2019 20 Desember 2019 14 April 2021 1 April 2021
Pengalaman • Direktur PT Bank Rakyat • Direktur PT Bank Rakyat • Direktur PT Bank Rakyat • Direktur PT Bank Rakyat • Direktur PT Bank Rakyat • Direktur PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk Indonesia (Persero) Tbk Indonesia (Persero) Tbk Indonesia (Persero) Tbk Indonesia (Persero) Tbk Indonesia (Persero) Tbk
(2021 - sekarang) (2022 - sekarang) (2019 - sekarang) (2019- sekarang) (2021 - sekarang) (2018 - sekarang)
• Executive Vice President • Kepala Divisi Planning, • Senior Executive Vice • Direktur Utama PT Bank • Executive Vice President • Kepala Divisi Kebijakan &
Subsidiary Management Budgeting & Performance President Special Asset Rakyat Indonesia Agroniaga, BRILink Network Division Pengembangan Human
PT Bank Rakyat Indonesia Management, PT Bank Management PT Bank Tbk (2017 - 2019) PT Bank Rakyat Indonesia Capital PT Bank Rakyat
(Persero) Tbk (2019-2021) Rakyat Indonesia (Persero) Mandiri (Persero) Tbk. • Senior Executive Vice (Persero) Tbk (2020-2021) Indonesia (Persero) Tbk
• Vice President Desk Tbk (2021-2022) • Direktur Utama Bank President Jaringan dan • Wakil Kepala Divisi Bidang (2017 - 2018)
Subsidiary Management • Kepala Divisi Corporate Syariah Mandiri (2014-2017) Layanan PT Bank Rakyat E-Banking Divisi Retail • Kepala Divisi Transaction
PT Bank Rakyat Indonesia Development & Strategy Indonesia (Persero) Tbk Payment PT Bank Rakyat Banking PT Bank Rakyat
(Persero) Tbk (2018-2019) PT Bank Rakyat Indonesia (2016-2017) Indonesia (Persero) Tbk Indonesia (Persero) Tbk
(Persero) Tbk (2019-2021) (2018-2020) (2016 - 2017)
Keterampilan Risk Management, Finance & Finance, Risk Management, Risk Management, Sharia Wholesale Banking, Corporate IT & Digital Banking, Risk Risk Management,
Strategic Akuntansi Banking, Corporate Banking, Banking, Risk Management, Management, Manajemen Governance, Risk
Manajemen, Hukum Manajemen, Akuntans Management, and Compliance
(GRC), Wholesale Banking,
Manajemen
Jenis kelamin Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki
Page 99
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 99
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Independensi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-15] Bagi Bank Umum; Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13/SEOJK.03/2017 tentang Penerapan
Guna memastikan bahwa setiap anggota Dewan Komisaris, sebagai organ pengawasan perusahaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik untuk Bank Umum; serta peraturan dan standar nasional atau
dapat menjalankan tugasnya secara objektif dan tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi atau pihak internasional yang berlaku. Pengungkapan lengkap terkait independensi termasuk konflik kepentingan
lain, BRI memiliki kebijakan terkait kriteria Komisaris Independen, yaitu paling sedikit 50% (lima puluh Dewan Komisaris dan Direksi dapat ditemukan dalam Laporan Tahunan BRI 2024.
persen) dari jumlah anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen. Komisaris Independen BRI juga mengatur kepemilikan saham BRI oleh Direksi dan Dewan Komisaris (non-independen) sebagai
wajib memenuhi persyaratan sesuai dengan Peraturan OJK No.33/POJK.04/2014 mengenai Direksi dan bagian dari komponen remunerasi, sejalan peraturan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara
Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, sebagai berikut. Republik Indonesia, dengan tujuan mencapai kinerja yang berkelanjutan. Hingga tanggal 31 Desember
1 Bukan merupakan orang yang bekerja atau memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk 2024, tidak terdapat kepemilikan saham yang bersifat signifikan oleh Direksi, Dewan Komisaris, dan
merencanakan, memimpin, mengendalikan, atau mengawasi kegiatan Perusahaan dalam 6 (enam) Pemegang Saham di dalam Kelompok Usaha Bank BRI, data tersebut sebagaimana telah disampaikan
bulan terakhir, kecuali untuk pemilihan kembali sebagai Komisaris Independen Perusahaan dalam pada bagian Kepemilikan Saham Direksi dan Dewan Komisaris.
periode berikutnya.
2 Tidak memiliki saham secara langsung atau tidak langsung di Perusahaan. Efektivitas Dewan Komisaris dan Direksi
3 Tidak memiliki afiliasi dengan Perusahaan, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau Proses Nominasi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-10]
pemegang saham signifikan Perusahaan Penunjukan Dewan Komisaris dan Direksi berlangsung pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
4 Tidak memiliki hubungan bisnis, langsung atau tidak langsung yang terkait dengan kegiatan bisnis Setelah diangkat untuk satu periode jabatan (jangka waktu lima tahun), anggota Dewan Komisaris dan
Perusahaan. Direksi dapat diangkat kembali untuk satu kali periode jabatan selanjutnya selama maksimal lima tahun.
Berikut yang termasuk dalam pihak-pihak terafiliasi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 4 tahun Prosedur pemilihan bakal calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi diatur sebagai berikut:
2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan adalah: Komite Nominasi dan Remunerasi Direksi menyampaikan daftar Top KNR melakukan penyaringan
(KNR) melalui surat Dewan Talent berdasarkan Talent administrasi dan seleksi/wawancara
1 Komisaris, Direksi, pejabat, dan pekerja Bank. Komisaris meminta kepada Direksi Management System BRI, hasil terhadap Bakal Calon Pengurus yang
Daftar Top Talent BRI assessment lembaga independen diusulkan
2 Pihak yang memberikan jasa kepada Bank, di antaranya akuntan publik, penilai, konsultan hukum, 01
dan hasil rapat Talent
02 03
Committee BRI
dan konsultan lainnya.
3 Pihak yang mengendalikan atau dikendalikan Bank, baik langsung maupun tidak langsung; dan/ Dewan Komisaris menyampaikan Dewan Komisaris melakukan rapat
untuk menetapkan calon Pengurus Berdasarkan seleksi dan hasil rapat,
atau daftar Calon kepada Pemegang
KNR menyampaikan rekomendasi
Saham Seri A Dwiwarna dan/atau yang akan diusulkan kepada
Pemegang Saham Seri A Bakal Calon Pengurus kepada
4 Pihak yang menurut penilaian Otoritas Jasa Keuangan turut serta mempengaruhi pengelolaan Cluster Talent Committee
Dewan Komisaris
06 Dwiwarna dan/atau Cluster
Bank, baik langsung maupun tidak langsung, di antaranya pihak yang mempunyai hubungan Talent Committee 03 04
keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun
vertikal, dengan anggota dewan komisaris atau yang setara, anggota direksi atau yang setara atau
KBUMN mengusulkan calon dalam Penetapan Calon Pengurus dalam Uji kemampuan dan kepatutan
kuasanya, pejabat, atau pekerja Bank. RUPS melalui kuasa Pemegang RUPS Pengurus
Saham Seri A Dwiwarna
Kriteria Komisaris Independen mengacu pada hukum, peraturan, dan standar yang berlaku, termasuk
Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal Indonesia, yang telah diubah oleh Undang- 07 08 09
Undang Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan; Peraturan
Menteri Badan Usaha Milik Negara tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Badan Usaha Milik
Negara yang Signifikan; Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Dewan Penetapan tanggal efektif sebagai Pengurus Perseroan/Perusahaan
Direksi dan Dewan Komisaris Emiten Perusahaan Publik; POJK 17/2023 tentang Penerapan Tata Kelola
10
Page 100
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 100
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola Kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat
Rapat Dewan Komisaris
Proses nominasi anggota Dewan Komisaris dan Direksi ditetapkan melalui Surat Keputusan NOKEP:07- Pelaksanaan rapat Dewan Komisaris diatur dalam Pedoman dan Tata Tertib Dewan Komisaris. Rapat
KOM/BRI/07/2015, tanggal 28 Juli 2015 dengan kebijakan umum sebagai berikut: Dewan Komisaris terdiri dari Rapat Internal Dewan Komisaris dan Rapat Dewan Komisaris dan Direksi.
1 Dewan Komisaris memiliki kewenangan untuk mengusulkan calon anggota Direksi dan/atau Rapat Dewan Komisaris wajib diadakan secara berkala paling kurang satu kali dalam satu bulan. Rapat
Dewan Komisaris Bank. bersama Direksi wajib diadakan secara berkala paling kurang satu kali dalam empat bulan. Rapat dapat
2 Proses nominasi bagi calon anggota Direksi dilakukan untuk kandidat yang berasal dari internal diadakan sewaktu-waktu atas permintaan satu atau beberapa Anggota Dewan Komisaris atau atas
Bank, dengan ketentuan sebagai berikut: permintaan Direksi, dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan. Rapat adalah sah dan berhak
a. Anggota Direksi yang masa jabatannya akan berakhir tetapi masih dapat diangkat kembali mengambil keputusan yang mengikat apabila dihadiri atau diwakili oleh lebih dari satu per dua jumlah
sebagai anggota Direksi. anggota Dewan Komisaris. Berdasarkan rekapitulasi kehadiran rapat, rata-rata kehadiran Dewan
b. Pejabat satu tingkat di bawah Direksi atau pejabat yang memiliki prestasi luar biasa. Komisaris dalam rapat Dewan Komisaris sebesar 99,55%.
c. Direksi dari perusahaan afiliasi atau perusahaan patungan. Rapat Direksi
3 Proses nominasi bagi calon anggota Dewan Komisaris dilakukan untuk kandidat yang berasal Kebijakan rapat Direksi telah diatur dalam Pedoman Tata Kerja Direksi. Direksi wajib mengadakan
dari anggota Dewan Komisaris yang masa jabatannya akan berakhir tetapi masih dapat diangkat rapat Direksi secara berkala sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setiap bulan. Selain rapat Direksi,
kembali sebagai anggota Dewan Komisaris. bersama Dewan Komisaris, Direksi secara berkala sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 4 (empat)
4 Untuk calon anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris yang bukan merupakan pejabat bulan wajib mengadakan rapat bersama Dewan Komisaris. Rapat Direksi dipimpin oleh Direktur Utama.
satu tingkat di bawah Direksi maupun Direksi Anak Perusahaan, proses nominasi dilakukan melalui Apabila Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan hadir, maka Wakil Direktur Utama yang memimpin
Tim yang dibentuk oleh Pemegang Saham Seri A Dwiwarna. Tim ini bertanggung jawab untuk Rapat Direksi. Rapat adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila dihadiri dan/
menetapkan kandidat yang akan diusulkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham. atau diwakili oleh lebih dari 2/3 (dua per tiga) jumlah seluruh anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris
5 Dalam proses nominasi, Komite diwakili oleh Ketua Komite. Jika Ketua Komite berhalangan BRI. Berdasarkan rekapitulasi kehadiran rapat, rata-rata kehadiran Direksi dalam rapat Direksi sebesar
hadir, posisinya dapat digantikan oleh salah satu anggota Komite yang berasal dari Komisaris 97,44%. Informasi lengkap terkait kehadiran rapat Dewan Komisaris dan Direksi dapat ditemukan dalam
Independen. Laporan Tahunan BRI 2024.
6 Keputusan ini sekaligus memberikan mandat kepada Ketua Komite atau Komisaris Independen
untuk: Mandat Dewan Komisaris [GRI 2-15]
Mewakili Komite sebagai anggota Tim Penilai yang dibentuk oleh Pemegang Saham Seri A Mandat atau rangkap jabatan yang dimiliki oleh anggota Dewan Komisaris BRI mengacu pada ketentuan
Dwiwarna. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank
Memberikan rekomendasi atas calon anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris Umum yaitu tidak melakukan rangkap jabatan sebagai anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris
dengan mempertimbangkan aspek integritas, kompetensi, serta reputasi keuangan calon. atau Pejabat Eksekutif pada lembaga keuangan atau perusahaan keuangan, baik bank maupun bukan
7 Ketua Komite atau Komisaris Independen yang mewakili Komite wajib menghindari benturan bank, serta lebih dari 1 (satu) lembaga bukan keuangan atau perusahaan bukan keuangan, baik yang
kepentingan (conflict of interest) serta menjaga independensinya. berkedudukan di dalam maupun di luar negeri. Seluruh Dewan Komisaris BRI memiliki kurang dari
empat mandat.
Keragaman Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 3-3] [GRI 405-1]
Kebijakan keragaman komposisi Dewan Komisaris dan Direksi BRI telah sesuai dengan Surat Edaran Kepemilikan Saham [GRI 2-19] [GRI 2-20]
OJK No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka. Pengangkatan Kepemilikan saham oleh Jajaran Direksi merupakan bagian dari komitmen terhadap manajemen
Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan dengan mempertimbangkan usia, jenis kelamin, pendidikan, yang bertanggung jawab dan peningkatan nilai Perusahaan dalam jangka panjang. Hal ini diatur
pengalaman, integritas, dedikasi, pemahaman mengenai masalah manajemen perusahaan, memiliki dalam SE.09.c-DIR/KEP/03/2023 tanggal 31 Desember 2024 tentang Penerapan Good Corporate
pengetahuan dan/atau keahlian di bidang yang dibutuhkan dan dapat menyediakan waktu yang cukup Governance. BRI mendorong Direksi untuk memiliki saham BRI pada periode masa jabatannya,
untuk melaksanakan tugasnya serta persyaratan lain berdasarkan peraturan perundang-undangan. termasuk melalui pemberian insentif jangka pendek (STI) atau insentif jangka panjang (LTI). Per 31
Desember 2024, secara rata-rata, kepemilikan saham Dewan Komisaris adalah sebanyak 1.300.200
Kepemimpinan perempuan di Dewan Komisaris adalah sebesar 30% (3 dari 10 anggota) dan 16,67% (2
lembar per anggota Dewan Komisaris. Pada periode yang sama, kepemilikan saham Direktur Utama
dari 12 anggota) dari susunan Direksi [GRI 2-10]
adalah sebanyak 5.658.656 lembar, dan secara rata-rata, kepemilikan saham masing-masing anggota
Direksi adalah sebanyak 4.226.472 lembar.
Page 101
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 101
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Keahlian Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-17] [GRI 405-1]
Setiap anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi BRI memiliki latar belakang pengalaman, pendidikan, serta keahlian yang unik sehingga membantu mereka dalam melaksanakan pengambilan keputusan secara
efisien. Selain itu, BRI juga terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan masing-masing Dewan Komisaris dan Direksi melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan. [E.2] [GRI 2-17]
Tabel Keahlian Komisaris Tabel Keahlian Direksi
Rabin Paripurna Awan Haryo Viviana Ahmad
Kartika Rofikoh Hendrikus Dwi Ria Heri Agus Nurmaria Catur Budi Amam Agus Agus Agus Arga M.
Keahlian Wirjoatmodjo Rokhim
Indrajad
Ivo* Latifa Sunaryadi
Poerwoko
Riswanto Sarosa
Nurmawan Baskoro Keahlian Sunarso Supari Handayani Dyah Andrijanto Solichin
Hattari Sugarda Nuh Wicaksono Harto Sukriyanto Winardono Sudiarto Noorsanto Nugraha
Ayu Retno K. Lutfiyanto
Perbankan ✔ ✔ Wholesale
Banking ✔ ✔ ✔ ✔ ✔
Keuangan ✔ ✔
Corporate
Banking ✔ ✔ ✔
Manajemen
Risiko ✔ Micro Banking ✔ ✔
Ekonom ✔ ✔
Consumer
Banking ✔ ✔
Retail Banking ✔
Statistik ✔ International
Business ✔
Hukum ✔ ✔ ✔ ✔ Banking
Audit ✔ ✔
IT & Digital
Banking ✔
Sharia Banking ✔
Sosial Politik ✔ ✔ Risk
Management ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔
Regulasi ✔ ✔ Governance, Risk
Management, and ✔
Pasar Modal ✔ Compliance (GRC)
Human Capital ✔
Teknologi ✔ Administrasi
Bisnis ✔
Intelijen ✔
Akuntansi ✔ ✔
ESG ✔ Manajemen ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔
Logistik ✔ Hukum ✔
Akuntansi ✔
Finance ✔
Ekonomi ✔
Perpajakan ✔ Manajemen
Keuangan ✔
Manajemen ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ Master Administrasi
Bisnis Advance ✔
Governance,
Risk Management,
and Compliance (GRC)
✔ Finance & Strategic ✔
*berhenti menjabat sejak 1 Maret 2024
Page 102
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 102
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Komite Tata Kelola Perusahaan dan Komite Lainnya [GRI 2-13] [GRI 2-14] [GRI 2-16] [GRI 2-26]
Komite di Bawah Dewan Komisaris
Komite Tanggung Jawab Ketua Komite
Komite Audit Mengevaluasi dan memastikan penerapan pengendalian Wakil Komisaris
internal, pengawasan terhadap kualitas laporan Independen/
keuangan, pelaksanaan tugas Satuan Kerja Audit Intern Komisaris
(SKAI), tata kelola terintegrasi, kepatuhan terhadap Independen
regulasi di Perusahaan, serta efektivitas auditor
independen. Selain itu, Komite Audit memastikan
fungsi Whistleblowing System (WBS) sebagai sarana
pengaduan yang transparan, pengawasan pada
implementasi program tanggung jawab sosial dan
lingkungan, serta melakukan penilaian atas tingkat
kesehatan Perseroan untuk memastikan operasional
berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik dan
mendukung pencapaian tujuan Perusahaan.
Komite Nominasi dan Mengevaluasi dan memastikan penerapan terkait Komisaris
Remunerasi dengan fungsi nominasi dan remunerasi Perusahaan Independen
berjalan sesuai dengan peraturan dan prinsip tata kelola
perusahaan yang baik.
Komite Pemantau Mengevaluasi dan memastikan penerapan manajemen Komisaris
Manajemen Risiko risiko Perusahaan tetap memenuhi unsur-unsur Independen
kecukupan prosedur dan metodologi pengelolaan risiko,
sehingga kegiatan Perusahaan tetap dapat terkendali
pada batas/limit risiko yang dapat diterima serta
menguntungkan Perusahaan.
Komite Tata Kelola Mengevaluasi dan memastikan tata kelola yang Komisaris
Terintegrasi komprehensif dan efektif dengan menerapkan prinsip- Independen
prinsip keterbukaan (transparency), akuntabilitas
(accountability), pertanggungjawaban (responsibility),
independensi (independency) atau profesional
(professional), dan kewajaran (fairness) secara
terintegrasi dalam Konglomerasi Keuangan.
Page 103
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 103
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Komite di Bawah Direksi
Komite Tanggung Jawab Ketua Komite
Risk Management Risk Management Committee bidang Risk Management memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: Direktur Utama
Committee l Menetapkan Kebijakan Manajemen Risiko serta perubahannya termasuk penerapan kebijakan manajemen risiko, strategi manajemen
risiko dan contingency plan apabila kondisi eksternal tidak normal terjadi.
l Menetapkan metodologi pengukuran risiko dan perubahannya.
l Menetapkan limit dan perubahannya.
l Menetapkan Nilai Profil Risiko dan Tingkat Kesehatan Bank serta tindak lanjut apabila diperlukan.
l Menetapkan langkah perbaikan berdasarkan analisis permodalan dan stress testing BRI Individu.
Risk Management Committee bidang Risk Management Terintegrasi memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
l Menetapkan kebijakan Manajemen Risiko Terintegrasi serta perubahannya.
l Menetapkan langkah perbaikan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi dalam bentuk:
a. Laporan Profil risiko terintegrasi.
b. Laporan Profil risiko individu Perusahaan Anak anggota konglomerasi keuangan BRI.
c. Analisis permodalan terintegrasi.
d. Simulasi stress testing terintegrasi dan atau individual serta contingency plan.
Environmental, Direktur Utama
l Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review dan evaluasi terkait implementasi kebijakan atau tata kelola (governance)
Social & Governance
parameter inisiatif ESG dan inisiatif TJSL yang telah disusun oleh Unit Kerja terkait yang kemudian diusulkan oleh Tim Penunjang
(ESG) Committee
Komite.
l Menetapkan program kerja yang termasuk kategori inisiatif ESG dan inisiatif TJSL berdasarkan rekomendasi Tim Penunjang
Komite.
l Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review dan evaluasi terkait implementasi program kerja yang masuk ke dalam
parameter inisiatif ESG dan inisiatif TJSL serta pelaporan data dan informasi terkait ESG.
l Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review terkait laporan ESG Rating, Investor concerns atau Pihak Ketiga lainnya
terhadap kinerja dan implementasi ESG dan TJSL BRI.
l Menetapkan isu material dari hasil laporan ESG Rating, Investor concerns atau Pihak Ketiga lainnya terhadap kinerja dan
implementasi ESG dan TJSL BRI.
l Menyetujui rencana tindak lanjut atas hasil reviu dan evaluasi untuk kemudian dapat diusulkan menjadi program kerja baru
yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Unit Kerja terkait.
l Menyetujui dan memberikan arahan isu terkait ESG dan TJSL, termasuk peraturan perundang-undangan, inisiatif global,
praktik bisnis, serta informasi penting lain terkait ESG dan TJSL.
Komite Kredit Mengevaluasi dan atau memutuskan permohonan kredit untuk jumlah dan atau jenis kredit tertentu yang ditetapkan oleh Direksi. Masing-masing komite kredit terdiri dari jajaran fungsi risiko dan fungsi bisnis.
Struktur dan anggota komite kredit sesuai delegasi kewenangan kredit yang berlaku
Asset & Liability Direktur Utama
l Menetapkan strategi dan kebijakan pengelolaan asset and liability yang optimum dengan memperhatikan potential risk,
Committee
optimum yield generation dan cost efficiency
l Menetapkan suku bunga simpanan, suku bunga produk pinjaman, suku bunga dasar kredit (SBDK), metodologi dan suku bunga
fund transfer price (FTP) termasuk pricing lainnya yang berdampak langsung pada pencapaian net interest income (NII). ALCO
dapat memberikan kewenangan kepada Pihak yang ditunjuk untuk menetapkan hal-hal dimaksud sesuai putusan ALCO.
l Menetapkan kewenangan Pejabat Pemutus dalam memutus suku bunga khusus simpanan, pinjaman dan/atau produk bank
lainnya.
l Menentukan kebijakan net open position (NOP).
l Memonitor bahwa pengelolaan asset and liability di Perusahaan dilaksanakan sesuai dengan hasil putusan Rapat ALCO.
Page 104
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 104
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Komite Tanggung Jawab Ketua Komite
Information Direktur Digital Teknologi Informasi & Operasi
l Rencana Strategik Teknologi Informasi jangka panjang yang sejalan dengan Corporate Plan dan Rencana Bisnis Bank yang
Technology Steering
dituangkan di dalam ITSP BRI.
Committee
l Perumusan kebijakan, standar, dan prosedur Teknologi Informasi yang utama.
l Kesesuaian antara proyek Teknologi Informasi yang disetujui dengan ITSP BRI.
l Kesesuaian arsitektur teknologi saat ini (baseline) dengan target arsitektur Teknologi Informasi BRI dalam mendukung
kapabilitas bisnis
l Kesesuaian antara pelaksanaan proyek Teknologi Informasi dengan rencana proyek yang disepakati.
l Kesesuaian antara Teknologi Informasi dengan kebutuhan sistem informasi manajemen serta kebutuhan kegiatan usaha Bank
l Efektivitas langkah-langkah dalam meminimalkan risiko atas investasi Bank pada sektor Teknologi Informasi agar investasi
Bank pada sektor Teknologi Informasi memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan bisnis Bank.
l Pemantauan atas kinerja Teknologi Informasi dan upaya peningkatan kinerja Teknologi Informasi.
l Upaya penyelesaian berbagai masalah terkait Teknologi Informasi yang tidak dapat diselesaikan oleh Satuan Kerja Pengguna
dan Penyelenggara Teknologi Informasi secara efektif, efisien, dan tepat waktu.
l Kecukupan dan alokasi sumber daya yang dimiliki Bank.
Human Capital Human Capital Committee bidang Human Capital Planning & Policy: Human Capital Committee bidang Human Capital Planning & Policy: Direktur Utama
Committee l Menetapkan prioritas strategi pengembangan, arah kebijakan dan peningkatan kualitas human capital BRI dengan mengacu
pada Rencana Bisnis Bank (RBB) dan Corporate Plan BRI. Human Capital Committee bidang Talent:
l Menetapkan kebijakan strategis di bidang human capital Bidang Talent 1 (untuk Pekerja Level SEVP, Corporate Band 1, Corporate Band 2, Pemimpin Cabang
1
l Menetapkan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan Anak. Kelas I, dan Pekerja yang akan ditugaskan sebagai Pengurus Perusahaan Anak) : Direktur Utama
Human Capital Committee bidang Talent: 2 Bidang Talent 2 (untuk Pekerja level Corporate Band 3): Direktur Human Capital
l Penetapan mutasi (promosi, rotasi, demosi) Pekerja, termasuk penetapan kepengurusan Perusahaan Anak dan Terafiliasi 3 Bidang Talent 3 (untuk Pekerja dengan Corporate Band 4, Corporate Band 5,Corporate Band 6,
(Talent Committee 1) Corporate Band 7 dengan ruang lingkup nasional antar Unit Kerja di seluruh Indonesia): Division
l Penetapan Talent Cluster, termasuk identifikasi dan penetapan top talent (BRILiaN Society Member) sesuai penetapan Talent Head, Human Capital Business Partner
Committee
4 Bidang Talent 4 (untuk Pekerja dengan Corporate Band 4, Corporate Band 5, Corporate Band 6,
l Penetapan Succession Plan untuk seluruh jabatan
Corporate Band 7 di Regional Office/ Regional Audit Office dan Supervisinya serta Regional Risk
l Penetapan Talent Pool berdasarkan bidang keahlian Pekerja
Management Department meliputi jajaran RMC, CRA, BRC dan UAI):
l Menetapkan putusan atas Talent Review
• Regional CEO (untuk Pekerja dengan asal dan tujuan Unit Kerja yaitu Regional Office dan
supervisinya serta Regional Risk Management Department)
• Regional Chief Audit (untuk Pekerja dengan asal dan tujuan Unit Kerja yaitu Regional Audit Office)
• Regional CEO dan Regional Chief Audit (Wakil Ketua) untuk Pekerja dengan asal dan tujuan Unit
Kerja antar Regional Office dan Regional Audit Office dalam Region yang sama
Human Capital Committee bidang Ethics & Discipline: Human Capital Committee bidang Ethics & Discipline
Memutus kasus Pelanggaran Disiplin dengan mempertimbangkan rekomendasi yang diberikan oleh Tim Pemeriksa menurut cara Komite Ethics dan Discipline 1 untuk Pekerja level jabatan Corporate Band 1 dan Corporate Band 2:
1
atau prosedur yang diatur dalam ketentuan Peraturan Disiplin yang berlaku Direktur Utama
2 Komite Ethics dan Discipline 2 untuk Pekerja level jabatan Corporate Band 3: Direktur Human
Capital
3 Komite Ethics dan Discipline 3 untuk Pekerja level jabatan Corporate Band 4 s.d Corporate Band 7:
Division Head, Human Capital Business Partner atau Regional CEO atau Regional Chief Audit
Page 105
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 105
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Komite Tanggung Jawab Ketua Komite
Human Capital Committee bidang Performance Management: Human Capital Committee bidang Performance Management
l Menetapkan KPI Direktorat, Sub-Direktorat, Unit Kerja BOD-1 (termasuk Regional Office), Kantor Cabang, Kantor Cabang Sub Bidang Planning 1 (untuk KPI Direktorat, Sub-Direktorat, Regional Office, Kantor Cabang, KCP
1
Pembantu dan BRI Unit dan BRI Unit): Direktur Utama
l Mengevaluasi dan menetapkan predikat tantangan kinerja dan method used Unit Kerja BOD-1 dan Kantor Cabang
l Menetapkan predikat Unit Kerja BOD-1 (termasuk Regional Office dan Regional Audit Office) serta Kantor Cabang berdasarkan 2 Sub Bidang Planning 2 (untuk KPI Divisi/ Desk/ Team BOD-1): Direktur Keuangan
predikat tantangan kinerja dan method used yang telah ditetapkan. 3 Sub Bidang Challenge Evaluation and Method Used 1 (untuk Kinerja Regional Office, Regional Audit
l Mengevaluasi dan menetapkan predikat Leadership Orientation individu Pemimpin Unit Kerja BOD-1 (termasuk Regional CEO Office dan Divisi/ Desk/ Team BOD-1): Direktur Utama
dan Regional Chief Audit), General Manager UKLN dan Pemimpin Cabang
4 Sub Bidang Challenge Evaluation and Method Used 2 (untuk Kinerja Kanca): Regional CEO
l Menetapkan skor dan predikat kinerja individu Pekerja Level Corporate Band 1, Corporate Band 2, General Manager UKLN dan
Pemimpin Cabang 5 Sub Bidang Leadership Orientation & Predikat Kinerja Individu 1 (untuk Leadership Orientation &
Predikat Kinerja Pemimpin Unit Kerja BOD-I): Direktur Utama
6 Sub Bidang Leadership Orientation & Predikat Kinerja Individu 2 untuk Leadership Orientation &
Predikat Kinerja Pekerja Corporate Band 2): Direktur atau SEVP Bidang
7 Sub Bidang Leadership Orientation & Predikat Kinerja Individu 3 (untuk Leadership Orientation &
Predikat Kinerja Pemimpin Cabang): Regional CEO
Human Capital Committee bidang Evaluasi Jabatan: Human Capital Committee bidang Evaluasi Jabatan:
Menetapkan Golongan Jabatan Direktur Keuangan
Capital & Terkait Aksi Korporasi (Corporate Action):
Direktur Keuangan
a
Investment l Melakukan review atas Aksi Korporasi yang diusulkan oleh Tim Penunjang Komite
Committee l Menetapkan dan merekomendasikan Aksi Korporasi Perusahaan dan Perusahaan Anak untuk selanjutnya dimintakan
persetujuan kepada Direktur Utama /Wakil Direktur Utama melalui Rapat Direksi atau persetujuan Direksi
l Melakukan evaluasi Aksi Korporasi pada Perusahaan Anak
b . Terkait Pengelolaan Perusahaan Anak:
l Menetapkan rencana bisnis serta Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Perusahaan Anak, termasuk key
performance indicator dan rencana dividen Perusahaan Anak
l Melakukan review dan analisis kinerja serta memberikan rekomendasi terkait kinerja Perusahaan Anak untuk ditindaklanjuti
oleh Direksi dan Komisaris Perusahaan Anak
l Memberikan rekomendasi dan putusan atas sinergi Perusahaan Anak dengan BRI yang bersifat strategis
Procurement Melaksanakan pemberian putusan pengadaan secara profesional, jujur dan menghindari benturan kepentingan dalam Procurement Committee I (nilai pengadaan > Rp 200 Miliar): Wakil Direktur Utama
1 1
Committee pemberian persetujuan pengadaan
2 Procurement Committee II (nilai pengadaan > Rp 100 Miliar s.d. Rp 200 Miliar): Wakil Direktur
2 Memberi putusan setuju atau menolak pengadaan sesuai limit wewenangnya dalam hal diselenggarakan melalui rapat Utama
Komite.
3 Memberikan putusan pengadaan, melalui: 3 Procurement Committee III (nilai pengadaan > Rp 30 Miliar s.d. Rp 100 Miliar): SEVP Manajemen
l Risalah Rapat Direksi, atau Aktiva Tetap dan Pengadaan
l Risalah Rapat Procurement Committee, atau 4 Procurement Committee IV (nilai pengadaan > Rp 7,5 Miliar s.d. Rp 30 Miliar): SEVP Manajemen
l Nota Dinas Sirkuler. Aktiva Tetap dan Pengadaan
Page 106
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 106
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Tata Kelola
Komite Tanggung Jawab Ketua Komite
Product Committee Perencanaan produk yang memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut: Product Committee 1 segmen wholesale : Wakil Direktur Utama
1 1
l Tidak pernah diselenggarakan sebelumnya oleh Bank Product Committee 1 segmen non-wholesale: Wakil Direktur Utama
2
l Merupakan pengembangan dari Produk Bank yang mengakibatkan adanya perubahan yang material terhadap
peningkatan eksposur risiko dari Produk Bank yang telah diselenggarakan sebelumnya. 3 Product Committee 2 segmen wholesale: Direktur Keuangan
2 Penghentian produk (sesuai Surat Keputusan Daftar Taksonomi Produk BRI) 4 Product Committee 2 segmen non-wholesale: Direktur Keuangan
3 Kajian permasalahan produk yang tidak dapat diputus pada tingkat Direktur/SEVP Bidang
Project Project Management Office Steering Committee: Direktur Utama/Wakil Direktur Utama
l Memberikan arahan di tingkat korporat terhadap strategi proyek-proyek di BRI
Management Office
l Mengambil keputusan atas usul penyelesaian masalah dalam pengelolaan proyek yang tidak dapat diputuskan oleh Division
Steering Committee Project Management Office Steering Committee Tematik: Direktur Keuangan/SEVP Change
Head, Project Management Office Management & Transformation Office
l Mengambil keputusan terhadap usul re-alokasi anggaran antar proyek yang tercantum di dalam Rencana Kerja Proyek dan
selanjutnya berpedoman pada ketentuan yang berlaku.
l Mengambil keputusan atas hal-hal yang belum diatur di dalam Pedoman Pelaksanaan Project Management (PP PM)
l Menyetujui dan mengesahkan proyek yang diusulkan setelah Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) mendapat
persetujuan
l Memberi arahan dan putusan terkait akselerasi penyelesaian proyek
l Menetapkan kriteria untuk proyek yang dimonitor Project Management Office (PMO)
l Memutuskan proyek-proyek yang masuk dan yang dikeluarkan dari monitoring PMO
l Menetapkan prioritisasi proyek untuk dilaksanakan oleh Unit Kerja Pemilik Proyek dan Unit Kerja Pendukung Proyek
l Memberikan keputusan terkait dengan proyek, diantaranya menyetujui, mengubah atau membatalkan rencana dan
pelaksanaan proyek
l Memberikan arahan terhadap hasil Post Implementation Review (PIR) yang sudah dilaksanakan sebagai bagian dari lessons
learned dalam pelaksanaan proyek selanjutnya
Credit Policy Menetapkan Kebijakan Perkreditan Bank (KPB) khususnya perumusan prinsip kehati-hatian dalam perkreditan sebagaimana
Direktur Utama
1
Committee diatur di dalam Pedoman Penyusunan Kebijaksanaan Perkreditan Bank (PPKPB) OJK dan kebijakan perkreditan lainnya
yang memerlukan putusan dari Rapat Credit Policy Committee
2 Mengawasi penerapan KPB dan kebijakan perkreditan lainnya dilaksanakan secara bertanggung jawab dan penuh
kesinambungan serta merumuskan alternatif dan solusi penerapan bila terdapat kendala
3 Melakukan review berkala KPB BRI dan kebijakan perkreditan lainnya sesuai dengan jangka waktu minimal review kebijakan
sebagaimana termuat dalam KPB BRI maupun kebijakan perkreditan lainnya
4 Melakukan evaluasi terhadap:
l Kebenaran pelaksanaan kewenangan memutus kredit atau penyediaan dana
l Kebenaran menjalankan proses pemberian kredit atau penyediaan dana, perkembangan dan kualitas kredit yang
diberikan kepada Pihak yang Terkait dengan Bank dan Debitur besar tertentu
l Kebenaran pelaksanaan ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)
l Ketaatan terhadap ketentuan perundang-undangan dan peraturan lainnya dalam pelaksanaan pemberian kredit
l Penyelesaian kredit bermasalah sesuai dengan yang ditetapkan dalam KPB maupun kebijakan perkreditan lainnya
l Kecukupan penyisihan cadangan kerugian karena penurunan nilai kredit (CKPN) dan cadangan penghapusbukuan
l Debitur besar tertentu dan kredit dalam daftar Kredit Dalam Perhatian Khusus
5 Melakukan penilaian efektivitas sistem pengendalian intern perkreditan
6 Menyampaikan laporan berkala minimal 1 tahun sekali kepada Komisaris mengenai:
l Hasil pengawasan atas penerapan dan pelaksanaan KPB maupun kebijakan perkreditan lainnya.
l Hasil evaluasi hal yang berhubungan dengan butir keempat
7 Memantau dan mengevaluasi perkembangan dan kualitas portofolio perkreditan atau pembiayaan secara keseluruhan
Page 107
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 107
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Keterlibatan Pemangku Kepentingan
Keterlibatan dengan Pemangku Kepentingan dilakukan untuk menjaga komunikasi terbuka dengan
para pemegang saham, regulator, nasabah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membangun
kepercayaan. Ini juga mendorong kualitas pemenuhan dan kepatuhan terhadap undang-undang,
pedoman serta tata kelola dan praktik yang diakui secara global. Informasi lebih lengkap mengenai
proses dan saluran pelibatan pemangku kepentingan dapat ditemukan dalam bahasan Pelibatan
Pemangku Kepentingan di bagian pengantar laporan ini.
BRI berkomitmen untuk menjalankan prinsip GCG sebagai landasan utama dalam operasional dan
pengambilan keputusan strategis perusahaan. GCG diterapkan melalui tata kelola yang transparan,
akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan seluruh pemangku kepentingan, termasuk nasabah,
investor, regulator, serta masyarakat luas. Dengan sistem pengelolaan risiko yang kuat dan kepatuhan
terhadap regulasi, BRI memastikan bahwa setiap aspek bisnisnya selaras dengan prinsip keberlanjutan
dan tata kelola yang baik. Implementasi GCG yang konsisten juga menjadi faktor kunci dalam menjaga
kepercayaan publik dan meningkatkan daya saing BRI sebagai institusi keuangan yang kokoh dan
terpercaya di tingkat nasional maupun regional.
Penerapan prinsip GCG tidak hanya memastikan operasional BRI berjalan secara transparan dan
akuntabel, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam mendukung strategi bisnis yang berkelanjutan.
Dengan tata kelola yang baik, BRI mampu menjalankan perannya sebagai agen pembangunan nasional
yang berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui pemberdayaan
segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). BRI memiliki peran strategis dalam memperkuat
ekosistem UMKM dengan menyediakan akses keuangan yang inklusif, meningkatkan daya saing bisnis,
serta menciptakan ekosistem keuangan yang berkelanjutan. Komitmen ini sejalan dengan tujuan BRI
yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga turut menjaga ketahanan ekonomi
masyarakat.
Upaya mengakomodasi dua kepentingan utama tersebut diterjemahkan BRI dalam visi korporat 2021-
2025 untuk menjadi "The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia" dan “Champion of Financial
Inclusion”. Aspirasi ini didukung oleh visi dari setiap direktorat support lainnya yang dipersiapkan untuk
menjaga pertumbuhan bisnis perusahaan yang solid dan berkesinambungan. Dengan berfokus pada
inklusi keuangan, BRI terus mengembangkan berbagai program dan inovasi guna memperluas akses
layanan perbankan, terutama bagi segmen UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian
Indonesia.
Untuk mewujudkan visi dan misinya, BRI mengimplementasikan strategi transformasi BRIVOLUTION
2.0 sebagai pendekatan inovatif dalam mempercepat pertumbuhan bisnis dan meningkatkan
efisiensi layanan perbankan. Melalui BRIVOLUTION 2.0, BRI tidak hanya memperkuat fundamental
bisnis perbankan, tetapi juga mendorong digitalisasi layanan, meningkatkan inklusi keuangan, serta
memperkuat sinergi antar entitas dalam grup guna menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dengan strategi ini, BRI berkomitmen untuk terus menjadi bank yang berdaya saing tinggi, adaptif
terhadap perubahan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Page 108
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 108
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
BRIVolution 2.0 [A.1] [C.1] [GRI 2-12] [GRI 2-22] [GRI 2-23]
Secara berkala, BRI melakukan tinjauan dan evaluasi visi dan misi perusahaan. Pada tahun 2021, Visi, Misi, dan BRIVOLUTION 2.0 [C.1] [GRI 2-23]
BRI mengadakan Board Retreat yang dihadiri oleh seluruh manajemen tertinggi (Direksi dan SEVP)
dan pihak independen untuk meninjau dan mengevaluasi visi, misi, dan indikator pencapaian utama
> VISI
perusahaan, termasuk pembaruan visi dan misi perusahaan untuk tahun 2025, yang disetujui oleh
Direksi dan Dewan Komisaris.
Evaluasi ini juga mempengaruhi revisi Corporate Plan 2021–2025 BRI menjadi BRIVOLUTION 2.0, The most valuable banking group in Southeast
yang berfokus pada menjadi "The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of
Financial Inclusion" dengan target keuangan berupa kapitalisasi pasar senilai USD75 miliar dan 90%
Asia and champion of financial inclusion
inklusi keuangan serta parameter antara, yaitu menjadi Digital First DNA, Home to the Best Talent, dan
Agile & Entrepreneurial Mindset. > MISI
Pencapaian aspirasi tersebut diupayakan melalui skenario transformasi bertajuk BRIVOLUTION 2.0
yang ditempuh melalui tiga fase berkesinambungan, yaitu fase awal di 2021 dan 2022 dengan fokus
pada penguatan internal, fase kedua scale up dan scope up cakupan bisnis di 2023 dan 2024, serta fase >• Memberikan yang Terbaik
ketiga yaitu kepemimpinan dan penguasaan pasar BRI di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2025 dan Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada segmen mikro,
seterusnya. kecil, dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.
BRIVOLUTION 2.0 diimplementasikan melalui tiga (3) fase:
>• Menyediakan Pelayanan yang Prima
“Scale up new growth engines “Sustain top-tier position
“Strengthen the core for growth” Memberikan pelayanan prima dengan fokus kepada nasabah melalui sumber daya manusia yang
and beyond banking” in Southeast Asia”
2021-2022
2023-2024 2025 Accelerate CASA Growth profesional dan memiliki budaya berbasis kinerja (performance driven culture), teknologi informasi yang
andal dan future ready, dan jaringan kerja baik konvensional maupun digital yang produktif dengan
Strengthen Scale Up & Scope Up Sustain menerapkan prinsip operational and risk management excellence.
(Penguatan) (Peningkatan Skala dan Cakupan) (Keberlanjutan)
Pada tahap “Strengthen,” BRI merancang Dalam tahap “Scale up & Scope up,” fokus BRI Pada tahap “Sustain,” BRI telah menjadi
strategi untuk memperkuat inti bisnisnya di dan perusahaan anak adalah tingkat perusahaan yang lebih besar dan lebih kuat, serta >• Bekerja dengan Optimal dan Baik
seluruh aspek guna mencapai pertumbuhan di pertumbuhan dan perluasan cakupan baru, mampu mempertahankan bisnis secara
masa mendatang. Peningkatan pada jaringan termasuk penawaran produk dan layanan berkelanjutan. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang berkepentingan
distribusi, teknologi informasi, sumber daya berbasis digitalisasi.
manusia, budaya perusahaan, manajemen risiko, BRI telah berhasil mewujudkan komitmennya
(stakeholders) dengan memperhatikan prinsip keuangan berkelanjutan dan praktik good corporate
dan seluruh elemen pendukung bisnis diperlukan Pada tahun 2024, direalisasikan melalui sebagai “The most valuable banking group in governance yang sangat baik.
untuk memperkuat fondasi BRI dan perusahaan peningkatan kontribusi dari perusahaan anak Southeast Asia and Champion of Financial
anak. BRI juga berhasil mengatasi dampak dibandingkan tahun sebelumnya untuk mencapai Inclusion.” Prestasi ini menjadi landasan penting
pandemi Covid-19 melalui penerapan strategi target profitabilitas serta berkomitmen menjadi bagi BRI untuk terus maju dan terus menciptakan
pertumbuhan yang selektif, menjaga kualitas pemimpin dalam transaksi perbankan melalui nilai ekonomi dan sosial bagi setiap pemangku
aset, dan meningkatkan efisiensi. pengembangan produk dan layanan berberbasi kepentingan perusahaan.
digital.
Page 109
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 109
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Untuk mewujudkan aspirasi BRIvolution 2.0, BRI menetapkan enam strategi utama sebagai berikut.
1 Membangun Mesin Pertumbuhan Baru (Create new growth engine)
Penciptaan beberapa inisiatif dan model bisnis baru seperti ekosistem bisnis, ekosistem mikro
hyperlocal, ultra mikro, dan ekosistem UKM B2B.
2 Mempercepat Pertumbuhan CASA (Accelerate CASA growth)
Dilakukan melalui beberapa inisiatif strategis seperti peningkatan literasi keuangan nasabah,
diversifikasi dan inovasi produk serta pemanfaatan teknologi digital.
3 Meningkatkan Cross-Selling untuk Meningkatkan Pendapatan Biaya (Enhance cross-sell to
boost fee income)
Dilakukan melalui peningkatan jumlah uang yang diterima melalui bisnis wealth management,
aplikasi perbankan UKM, penjualan silang perusahaan anak, serta produk keuangan non-kredit
seperti asuransi, pembiayaan usaha, gadai, dan lainnya.
4 Menekan Biaya Kredit (Contain credit cost)
Dilakukan dengan menurunkan dan menstabilkan proses bisnis kredit seperti digitalisasi proses
bisnis kredit, restrukturisasi kredit bermasalah, penggunaan sistem pendukung keputusan (SPK),
serta manajemen risiko kredit yang baik.
5 Meningkatkan Pengalaman Nasabah (Improve customer experience)
Melalui peningkatan manajemen hubungan pelanggan yang strategis, meningkatkan kualitas
produk, citra merek, dan promosi, adopsi teknologi keuangan, menerapkan strategi pembiayaan
yang efektif, serta memahami perilaku dan persepsi konsumen terhadap layanan keuangan digital.
6 Memodifikasi Kemampuan & Budaya (Adapt culture & capabilities)
Optimalisasi kelompok inisiator yang mampu memfasilitasi proses transformasi BRI, dalam hal
operasi sehari-hari, kompetensi, teknologi informasi, dan pengelolaan risiko.
Di tahun 2023 dan 2024, BRI menjadikan BRIvolution 2.0 (RJPP 2021 - 2025) sebagai panduan strategis
dengan mengusung tema Memperkuat Kapabilitas Retail Banking dan Memperbaiki Kualitas Aset di
tahun 2024. Tahun 2024 merupakan tahap perluasan dari tiga fase transformasi BRI yaitu memperkuat
bisnis utama perusahaan (2021-2022), meningkatkan skala dan cakupan bisnis BRI Group (2023-2024),
dan mempertahankan status top Tier di Asia Tenggara (2025). Realisasi rencana jangka panjang ini
dipantau dan dievaluasi setiap tahun dan disampaikan dalam rapat atau forum Direksi. Hasil evaluasi
digunakan untuk penyesuaian dan perumusan strategi BRI di tahun-tahun selanjutnya. Dalam
upaya mewujudkan strategi jangka panjang yangberkelanjutan, BRI pada tahun 2025 akan mulai
melakukanpenyusunan Corporate Plan BRIvolution 3.0 sebagai Rencana Jangka Panjang (RJP) BRI
pada periode selanjutnya.
Page 110
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 110
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Peluang dan Risiko dalam Tata Kelola Perusahaan
Penyelenggaraan perusahaan dengan penerapan prinsip tata kelola yang baik membuka peluang peningkatan kepercayaan investor, penguatan reputasi perusahaan, peningkatan kinerja keuangan, serta
memungkinkan BRI untuk terus menerus berinovasi.
Peluang dan Risiko Utama Dampak Potensial Jangka Pendek Jangka Menengah Jangka Panjang
Peningkatan kepercayaan investor l Akses ke modal
l Biaya modal yang lebih rendah ✔
l Stabilitas harga saham
Memperkuat reputasi perusahaan l Keunggulan kompetitif dalam menarik nasabah baru, dan mempertahan nasabah
yang sudah ada ✔
Peluang l Tata kelola yang baik dapat membangun merek yang kuat dan berkelanjutan
Peningkatan kinerja keuangan l Tata kelola yang baik dapat meningkatkan efisiensi operasional
l Informasi yang transparan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik ✔
dan menghindari kerugian
Tata kelola yang baik dapat mendorong perusahaan untuk Inovasi dapat menghasilkan produk dan layanan baru yang dapat membuka peluang
terus berinovasi pasar baru serta beradaptasi pada perubahan lingkungan bisnis ✔
Risiko strategis akibat motif keuntungan jangka pendek yang Keputusan yang diambil tidak objektif, dapat menimbulkan kerugian finansial, dan
dapat membahayakan stabilitas. merusak kepercayaan publik ✔
Risiko reputasi akibat ketidakpatuhan terhadap peraturan Kehilangan pasar akibat ketidakpercayaan publik.
terkait tata kelola yang menyebabkan ketidakpercayaan ✔
terhadap bank dan industri keuangan pada umumnya.
Risiko regulasi akibat ketidakpatuhan terhadap peraturan Denda atau sanksi terkait ketidakpatuhan.
Risiko terkait tata kelola yang menyebabkan denda atau penalti ✔
kepada bank oleh regulator.
Risiko operasional akibat kegagalan pengendalian internal, Kerugian finansial dan kerusakan reputasi.
penipuan, dan konflik kepentingan. ✔
Risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) akibat dampak Kerugian finansial, kerusakan reputasi, dan melemahnya kepercayaan investor
lingkungan, tanggung jawab sosial, dan praktik tata kelola ✔
Jangka pendek mencakup 1-5 tahun, menengah 5-10 tahun, dan panjang lebih dari 10 tahun
Page 111
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 111
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Budaya Perusahaan [F.1] [GRI 2-23] Nilai Nilai Utama AKHLAK BRILiaN Ways
BRI memiliki pedoman budaya perusahaan, Nilai-nilai utama BRI mengacu pada Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-7/MBU/07/2020 BRILiaN Ways adalah pedoman perilaku yang
BRI One Culture, yang menjadi landasan tentang Nilai-Nilai Utama (Core Values) Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara diterapkan oleh seluruh pekerja BRI yang terdiri
Insan BRILiaN dalam mewujudkan visi dan (BUMN) yang dikenal sebagai AKHLAK. AKHLAK adalah akronim dari Amanah, Kompeten, dari:
misi. Pedoman ini terdiri dari core values, yaitu Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif yang mencakup nilai-nilai sebagai berikut.
AKHLAK, BRILiaN Belief, dan BRILiaN Ways. 01 BRILiaN jujur, tulus dan patuh pada
peraturan;
02 BRILiaN cakap dan handal, terus belajar,
Arsitektur BRI One Culture
mengembangkan diri dan orang lain
(continuous learner);
Perilaku (Behaviour) Amanah Kompeten Harmonis Loyal Adaptif Kolaboratif
Pengelolaan budaya kerja bertujuan untuk membentuk sikap perilaku setiap
03 BRILiaN bekerja tuntas dengan penuh
Insan BRILiaN sesuai dengan nilai-nilai pokok BRI One Culture. tanggung jawab berorientasi pada kinerja
Bisa dipercaya, Kemampuan Menjaga Setia dan taat Mampu Bekerja sama
• Keteladanan Culture Leader terbaik;
• Culture Agent (CA) Coordinator & CA Forum memenuhi janji dan hubungan kepada negara, menyesuaikan dengan tim,
• 8 BRILiaN Ways dan komitmen, keterampilan baik dengan organisasi, diri dengan unit kerja, 04 BRILiaN membangun kolaborasi yang
bertanggung yang sesuai sesama dan atasan, perubahan atau BUMN produktif;
HAV IOU
jawab atas dengan bidang SDM BUMN, menjunjung lingkungan, lainnya untuk
BE mpeten R tugas, kerja, terus pelanggan, tinggi tantangan, mencapai 05 BRILiaN terbuka dan menghargai
o
keputusan, dan belajar dan mitra, dan kepentingan dan peluang, tujuan kemajemukan (respect to diversity);
| K |
Ha tindakan, serta meningkatkan pemangku bersama, serta bersikap bersama,
h 06 BRILiaN proaktif, adaptif, inovatif dan
na
berpegang kualitas kepentingan
rm
menghindari terbuka dan berbagi
| Ama
onis | Loy
BRI ONE teguh pada diri, serta lainnya, konflik fleksibel, pengetahuan berorientasi pada pertumbuhan yang
SY ST
CULTURE nilai moral dan berorientasi menghargai kepentingan serta berani dan berkelanjutan;
SY M
as i
etika pada hasil perbedaan dan dan tindakan mengambil pengalaman,
or
07 BRILiaN berempati memahami kebutuhan
a
b l
ola
yang optimal keragaman, yang risiko yang serta
|
Ada
B
ptif | K EM
dan inovatif. serta merugikan terukur dan memberikan nasabah dan memberikan layanan
OL menciptakan BUMN. bertanggung dukungan dan melebihi harapan; serta
suasana kerja jawab. bantuan yang
08 BRILiaN peduli terhadap masyarakat dan
yang kondusif dibutuhkan.
dan sehat. lingkungan.
Simbol (Symbol) Sistem (System)
Penggunaan simbol budaya kerja Penggunaan sistem budaya kerja
bertujuan untuk mengefektifkan bertujuan untuk mengukur
proses internalisasi dan implementasi budaya kerja dengan
eksternalisasi nilai-nilai pokok menggunakan pola tertentu. BRILiaN Belief
budaya kerja melalui penggunaan
media atau sarana komunikasi. • Mekanisme Kerja Culture BRILiaN Belief menekankan bahwa Insan BRILiaN harus menjaga integritas dan bersikap
• Leader & Culture Agent
• Community based • Rewards & Recognition System profesional dalam menjalankan tugasnya dengan saling menghargai dan mempercayai (trust)
• Culture Activation Program • Indikator & Alat Ukur Budaya Kerja
• Program Komunikasi untuk menghasilkan layanan BRI Group yang inovatif berlandaskan semangat berpusat pada
kebutuhan nasabah (customer centric) yang memberikan nilai tambah bagi nasabah, masyarakat,
dan pemangku kepentingan.
Page 112
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 112
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Culture Squad
Internalisasi budaya penting dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan budaya perusahaan BRI Leader memegang peranan penting dalam pengawalan Culture Activation Program (CAP) sebagai
dan penerapan BRI One Culture di unit kerja. Untuk itu BRI mengembangkan Culture Squad yang terdiri leading activity untuk mendukung KPI. Culture Leader dan Culture Accelerator melakukan komunikasi
dari Culture Leader (CL), Culture Accelerator (CAR), Culture Agent (CA), dan Culture Agent Koordinator yang positif dan membangun kepercayaan serta menerima feedback untuk performance unit kerja yang
(CAK) yang berperan memastikan keberhasilan program penerapan budaya untuk menciptakan optimal. Culture Squad memastikan keterlibatan seluruh pekerja di unit kerja dalam menginternalisasi
perilaku yang mencerminkan nilai dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan. program culture dengan melakukan monitoring yang kuat dan konsisten.
Culture Squad merupakan role model di unit kerja yang menjadi Ambassador BRILiaN Ways dalam Culture Squad sebagai perantara alur komunikasi internal untuk menyampaikan pesan dari manajemen
mengawal perilaku kolektif yang efektif di unit kerja untuk mendukung capaian kinerja. Seluruh Culture secara optimal sehingga dapat mengetahui kondisi dan meningkatkan kinerja perusahaan.
Tugas dan Tanggung Jawab Culture Squad, antara lain:
Culture Agent
Culture Leader (CL) Culture Accelerator (CAR) Culture Agent (CA)
Koordinator (CAK)
l Menetapkan strategi pencapaian kinerja l Sebagai role model yang mendukung l Menginisiasi penyusunan program culture Koordinasi CA dan memberikan
sesuai dengan isu perilaku dan menjadi role dan mengawal internalisasi culture untuk yang mendukung pencapaian kinerja unit pemahaman serta penguasaan program
model (memotivasi dan mengembangkan membentuk perubahan perilaku dalam kerja. culture di seluruh fungsi di unit kerjanya,
CA) yang mendukung implementasi pencapaian kinerja. l Berperan aktif dalam menyosialisasikan seperti bisnis, operasional, support, risiko,
Culture Activation Program (CAP) dan l Sebagai fasilitator komunikasi antara CAK/ dan memastikan pemahaman dan dan fungsi lainnya.
agenda budaya kerja lainnya. CA dengan CL serta menginisiasi dan pelaksanaan program culture oleh Insan
l Bertanggung jawab dan memastikan CA/ mengawal kolaborasi antar fungsi. BRILiaN di unit kerja.
CAK terpilih di unit kerja sesuai dengan l Bertanggung jawab terhadap pemilihan l Mengimplementasikan dan memonitor
kriteria. dan penunjukkan CA/CAK di unit kerja. tingkat keberhasilan program culture di
l Mengkoordinasi dan mendukung CA/CAK l Mendukung, memonitor, dan Unit Kerja.
dalam menerapkan program culture untuk mengevaluasi keberhasilan program l Berkoordinasi dengan CL, CAR, dan CAK
membentuk perubahan perilaku yang culture serta memastikan keterlibatan dalam menerapkan program culture di unit
mendukung kinerja. Insan BRILiaN. kerja.
l Memantau dan mengevaluasi keberhasilan l Menjadi Duta BRILiaN Ways bagi seluruh
program culture di unit kerjanya. pekerja di unit kerja untuk menerapkan
l Mendukung dan memastikan seluruh Panduan Perilaku BRILiaN Ways.
Insan BRILiaN terlibat aktif dalam kegiatan
program culture.
Page 113
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 113
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
Manajemen Kinerja dan Sistem Kompensasi Dewan Komisaris dan Direksi l Long Term Incentives
[GRI 2-18] [GRI 2-19] [GRI 2-20]
Long Term Incentives (LTI) merupakan insentif jangka panjang yang diberikan kepada Dewan Komisaris
Sebagai institusi keuangan yang berkomitmen pada tata kelola yang baik, BRI memastikan bahwa dan Direksi sesuai putusan RUPS dalam pengesahan laporan tahunan. Pemberian LTI bertujuan
manajemen kinerja dan sistem kompensasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi dirancang untuk untuk dapat menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainability) serta pengelolaan risiko
mendorong kepemimpinan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pertumbuhan yang yang berkesinambungan. Besaran LTI diberikan dengan memperhitungkan capaian KPI tambahan
berkelanjutan. yang bersifat target jangka panjang dan diperjanjikan selama jangka waktu tertentu atas persetujuan
RUPS/Seri A Dwiwarna. Remunerasi tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pencapaian visi,
misi dan strategi jangka panjang perusahaan. Pemberian LTI kepada Dewan Komisaris dan Direksi
Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-18] [GRI 2-19] [GRI 2-20] [GRI 2-21] ditangguhkan selama 3 tahun dengan presentase sebesar 20% sesuai dengan mekanisme yang
Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi disusun dengan memperhatikan Peraturan ditetapkan oleh RUPS/Pemegang Saham Seri A Dwiwarna. LTI yang telah vested setelah periode
Otoritas Jasa Keuangan (POJK)Nomor 45/POJK.03/2015 dan SE OJK Nomor 40 /SEOJK.03/2016 kinerja (tahun keempat) akan dikenakan holding period selama dua tahun bagi anggota Direksi dan
tentang Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi Bagi Bank Umum, POJK Nomor 18/ Dewan Komisaris Non-Independen yang masih menjabat. Namun, ketentuan ini tidak berlaku bagi
POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum, POJK Nomor 17 tahun 2023 Komisaris Independen serta Direksi dan anggota Dewan Komisaris Non-Independen yang masa
tentang Penerapan Tata Kelola Bank Umum, serta Peraturan Menteri BUMN No.PER-3/MBU/03/2023 jabatannya telah berakhir.
tentang Organ dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara. Target kinerja LTI Direksi dan Dewan Komisaris adalah:
Remunerasi Tetap 1 Total Shareholder Return.
Komponen remunerasi tetap mencakup antara lain gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas maupun 2 Return on Equity/ROE.
elemen lain yang bersifat tetap yang diberikan kepada seluruh Dewan Komisaris dan Direksi sesuai
3 Non-Performing Loan/NPL.
dengan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya. Proporsi besaran remunerasi tetap bersifat
proporsional terhadap besaran Direktur Utama, yaitu Wakil Direktur Utama sebesar 90% dan anggota Direksi & Dewan Komisaris yang bergerak di bidang yang berada di bawah pengawasan OJK harus
Direksi lainnya sebesar 85% dari Direktur Utama. Sementara proporsi besaran Komisaris Utama memperoleh persetujuan atas penilaian kemampuan dan kepatutan OJK dan terhitung berhak atas LTI
ditetapkan sebesar 45% dari Direktur Utama, Wakil Komisaris Utama sebesar 42,5% dari Direktur Utama sejak tanggal pengangkatan dalam RUPS (retroactive) dengan pengukuran kinerja tahunan (Januari-
dan anggota Dewan Komisaris ditetapkan sebesar 90% dari Komisaris Utama. Desember) selama 3 tahun.
Remunerasi Variabel Adapun Remunerasi variabel diberikan dalam bentuk saham bagi anggota Direksi dan anggota
Dewan Komisaris Non Independen, serta dalam bentuk tunai untuk Komisaris Independen. Dalam hal
Dalam memberikan remunerasi yang bersifat variabel, perusahaan memperhatikan prinsip prudent
terjadinya kondisi khusus tertentu, perusahaan dapat menunda pemberian remunerasi yang bersifat
risk taking sehingga terdapat metode pengukuran kinerja yang dikaitkan dengan risiko. Komponen
variabel yang ditangguhkan (malus) atau menarik kembali remunerasi yang bersifat variabel yang
remunerasi variabel mencakup antara lain: bonus, tantiem/insentif kinerja yang dapat diberikan dalam
sudah dibayarkan (clawback) kepada pihak yang telah ditetapkan menjadi Material Risk Takers (MRT).
bentuk tunai maupun saham. Selanjutnya remunerasi variabel dapat diberikan berdasarkan pencapaian
kinerja, sebagai berikut: Penyesuaian pembayaran Tantiem yang ditangguhkan (malus) dilakukan apabila terjadi kondisi berupa:
l Short Term Incentives 1 Terbukti secara hukum terdapat penyalahgunaan jabatan dan/atau wewenang dan/atau
melakukan tindak pidana oleh Penerima Tantiem yang ditangguhkan, yang mengakibatkan
Short Term Incentives (STI) merupakan insentif jangka pendek yang diberikan kepada Dewan
timbulnya kerugian bagi Perusahaan.
Komisaris dan Direksi sesuai putusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam pengesahan
laporan tahunan. STI diberikan sebagai bentuk dorongan dalam upaya pencapaian kinerja tahunan 2 Restatement/penyajian kembali laporan keuangan Perusahaan yang menjadi dasar penetapan
yang optimal. Besaran STI diberikan dengan mempertimbangkan pencapaian hasil kinerja tahunan pemberian Tantiem.
sesuai dengan penetapan Key Performance Indicator (KPI) kolegial dan tujuan jangka pendek 3 Peringkat risiko pada triwulan terakhir sebelum waktu pelaksanaan Tantiem yang ditangguhkan
perusahaan. adalah peringkat 4 (Moderate to High) atau lebih buruk.
Page 114
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 114
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Strategi
4 Komitmen laba dan dividen sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan
(RJPP)/Corporate Plan periode yang terkait tidak tercapai.
5 RUPS Tahunan memutuskan menolak pertanggungjawaban Direksi dan/atau Dewan Komisaris
atas kinerja Perusahaan untuk tahun buku yang diputuskan dalam RUPS Tahunan.
6 Pertimbangan lain yang dipandang penting oleh RUPS.
Dalam hal penarikan kembali Tantiem yang sudah dibayarkan (clawback) dilakukan apabila terjadi
kondisi berupa:
1 Terbukti secara hukum terdapat penyalahgunaan jabatan dan/atau wewenang dan/atau
melakukan tindak pidana oleh Penerima Tantiem yang ditangguhkan, yang mengakibatkan
timbulnya kerugian bagi Perusahaan.
2 Restatement/penyajian kembali laporan keuangan Perusahaan yang menjadi dasar penetapan
pemberian Tantiem.
3 Peringkat risiko pada Triwulan terakhir sebelum waktu pelaksanaan Tantiem yang ditangguhkan
adalah peringkat 4 (Moderate to High) atau lebih buruk.
4 RUPS Tahunan memutuskan menolak pertanggungjawaban Direksi dan/atau Dewan Komisaris
atas kinerja Perusahaan untuk tahun buku yang diputuskan dalam RUPS Tahunan.
5. Pertimbangan lain yang dipandang penting oleh RUPS.
Dengan struktur remunerasi yang terstruktur, BRI berkomitmen untuk memberikan kompensasi
yang adil dan kompetitif yang tidak hanya menghargai pencapaian kinerja jangka pendek tetapi juga
mendukung tujuan keberlanjutan jangka panjang perusahaan. Kebijakan ini juga mengutamakan
prinsip-prinsip tata kelola yang baik dengan sistem pengawasan yang transparan, memastikan bahwa
semua pihak memenuhi syarat/eligibility dan mengikuti aturan yang ditetapkan secara jelas serta
konsisten. Informasi lengkap terkait manajemen kerja dan sistem kompensasi Dewan Komisaris dan
Direksi dapat ditemukan dalam Laporan Tahunan BRI 2024.
Pengelolaan kinerja tata kelola perusahaan yang baik (GCG) berkaitan dengan akuntabilitas,
transparansi, dan pengambilan keputusan yang etis dalam operasional bank sehingga BRI menjadi
perusahaan yang tumbuh berkelanjutan serta dipercaya pemangku kepentingan. Hal ini tercermin dari
kebijakan BRI dalam mengelola risiko-risiko terkait organisasi dan badan pengelola.
Page 115
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 115
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Manajemen Risiko
Skenario Manajemen Risiko
Di sisi tata kelola perusahaan, BRI senantiasa menghadapi dinamika lingkungan seperti pasar dan
regulasi yang terus berkembang, untuk itu disusun skenario manajemen risiko yang mencakup aspek-
aspek berikut ini.
l Penyempurnaan kerangka akuntabilitas seperti penetapan peran dan tanggung jawab bagi dewan
direksi, eksekutif, dan pekerja untuk memastikan akuntabilitas pengambilan keputusan.
l Keragaman dan Inklusi dengan mempromosikan keragaman anggota Dewan Komisaris dan Direksi
untuk menghadirkan perspektif yang beragam dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.
l Integrasi Keberlanjutan dengan memasukkan prinsip-prinsip ESG ke dalam tata kelola untuk
mengatasi risiko dan peluang lingkungan, sosial, dan tata kelola.
l Inisiatif Transparansi melalui pengungkapan kinerja keuangan, praktik manajemen risiko, dan
kebijakan tata kelola secara teratur kepada para pemangku kepentingan.
l Adopsi Teknologi melalui penggunaan perangkat alat digital seperti platform tata kelola dan analisis
data untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dan pengendalian kepatuhan.
Page 116
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 116
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Metrik dan Target KPI Direksi yang disampaikan secara
Direksi menyampaikan usulan Direksi menjabarkan KPI Direksi
kolegial ditetapkan bersamaan dengan
Evaluasi Kinerja Dewan Komisaris [GRI 2-18] KPI Direksi secara kolegial
kepada RUPS/Menteri
penyampaian Rencana Kerja dan secara kolegial menjadi KPI Direksi
secara individual
Anggaran Perusahaan
Dewan Komisaris menyusun rencana kerja pada awal tahun dan melakukan penilaian mandiri (self- 01 02 03
assessment) minimal satu kali dalam setahun berdasarkan pencapaian kerja Dewan Komisaris dan
indikator kinerja kunci (KPI) yang telah ditetapkan sebelumnya, dan selanjutnya dilaporkan dalam
Setelah KPI Direksi secara kolegial ditetapkan
RUPS tahunan. oleh RUPS/Menteri dan KPI Direksi secara Dewan Komisaris menyetujui KPI Direksi secara individual
individual disetujui oleh Dewan Komisaris, KPI Direksi secara individual yang disampaikan kepada Dewan
Penilaian Dewan Komisaris BRI dilakukan secara internal tanpa melibatkan pihak ketiga serta mengacu maka Direksi menandatangani Kontrak
Manajemen Tahunan yang memuat
disampaikan Komisaris untuk mendapatkan
Persetujuan
pada beberapa peraturan berikut: KPI Direksi secara kolegial dan KPI 06 03 04
Direksi secara individual
l Peraturan OJK No. 17 tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum.
l Surat Edaran OJK No. 13/SEOJK.03/2017 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum. Kontrak Manajemen Tahunan yang
Kontrak Manajemen Tahunan
Pencapaian KPI Direksi secara kolegial
yang memuat Target KPI Direksi
memuat Target KPI Direksi secara dilaporkan dalam laporan berkala dan
l Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola kolegial yang telah ditandatangani oleh
secara individual ditandatangani
Laporan Tahunan
oleh Anggota Direksi dengan
Perusahaan Terbuka. Direksi, ditandatangani juga oleh
Direktur Utama dan
Dewan Komisaris dan RUPS/
07 Komisaris Utama 08 09
l Surat Edaran OJK No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka. Menteri
l Peraturan OJK No. 4/POJK.03/2016 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum
Hasil tinjauan dan penilaian mandiri terhadap kinerja Dewan Komisaris dan Komite di bawah Dewan Perhitungan pencapaian KPI Direksi secara kolegial dan secara
Komisaris menunjukkan. bahwa, seluruh rencana kerja yang telah ditetapkan pada awal tahun 2024 individual dilakukan review oleh pihak independen Kantor Akuntan
Publik (KAP) yang mengaudit Laporan Keuangan Perusahaan.
terlaksana 100% sesuai target yang ditetapkan. Informasi lengkap terkait evaluasi Dewan Komisaris 10
dapat ditemukan dalam Laporan Tahunan BRI 2024.
Insentif Berbasis Keberlanjutan di BRI
Komitmen terhadap perubahan iklim tercermin dalam salah satu komponen dalam KPI Kolegial Direksi,
Evaluasi Kinerja Direksi [GRI 2-18]
menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan menjadi bagian tidak terpisahkan dari strategi
Penilaian kinerja dilakukan atas KPI Kolegial sesuai Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-3/ keberlanjutan. Tahun 2024, Direksi memiliki target penyaluran pembiayaan berkelanjutan yang
MBU/03/2023 tentang Kontrak Manajemen dan Kontrak Manajemen Tahunan Direksi Badan Usaha dikaitkan dengan remunerasi berbasis kinerja. Pencapaian target ini menjadi penilaian kinerja kolektif
Milik Negara. Penilaian kinerja Direksi dilakukan Dewan Komisaris dan Pemegang Saham melalui yang digunakan untuk mengukur efektivitas kepemimpinan secara keseluruhan. Pencapaian KPI ini
mekanisme RUPS. Penilaian atas KPI Kolegial Direksi telah melalui proses tinjauan oleh Kantor Akuntan secara langsung memengaruhi tantiem yang diterima oleh setiap Direktur. Hal ini memastikan bahwa
Publik. tujuan keberlanjutan menjadi bagian terintegrasi dalam kompensasi eksekutif guna memperkuat
Penilaian kinerja Direksi dilakukan melalui tahapan berikut. akuntabilitas dalam pengambilan keputusan terkait iklim.
Selain itu, BRI juga menanamkan budaya keberlanjutan di seluruh organisasi melalui Sustainability
Culture Program (SCP). Program ini memberikan apresiasi kepada Divisi dan Kantor Wilayah yang
berkontribusi dalam inisiatif ESG, sehingga strategi keberlanjutan diterapkan di berbagai tingkatan
organisasi. Penjelasan lebih lanjut mengenai SCP, dapat ditemukan pada halaman 132. Kinerja terbaik
dalam program ini akan mendapatkan insentif finansial sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi
mereka.
Page 117
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 117
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Navigasi Risiko Iklim Melalui Pelayanan Prima Penguatan Inklusi dan Keandalan Penerapan Tata Kelola
Penerapan Keuangan Berkelanjutan kepada Nasabah Literasi Keuangan Keamanan Siber Perusahaan yang Baik
Metrik dan Target
Metrik dan Target Kolegial Direksi terkait Penerapan Tata Kelola Metodologi Penilaian
Perusahaan yang Baik Penilaian standar tata kelola perusahaan (corporate governance) untuk Perusahaan Terbuka (PLCs)
Terdapat enam parameter penilaian terhadap kinerja Direktur Utama dan Direksi terkait dengan dilakukan berdasarkan informasi yang tersedia secara publik dan dapat diakses, seperti laporan
penerapan tata kelola perusahaan yang baik yang ditunjukkan dalam indikator kinerja utama tahunan, situs web perusahaan, pengumuman, serta surat edaran. Semua informasi yang digunakan
kolegial Direksi. Indikator-indikator tersebut mencakup ukuran finansial, peningkatan investasi dan dalam penilaian harus dalam bahasa Inggris dengan tanggal cut-off 31 Agustus 2021.
pengembangan talenta. Penilaian ini mencakup 5 aspek utama, yang dikelompokkan dalam bagian-bagian berikut:
No Parameter 2024 l Bagian A: Hak Pemegang Saham (Rights of Shareholders)
1 Peringkat ESG Rating MSCI: A l Bagian B: Perlakuan Setara terhadap Pemegang Saham (Equitable Treatment of Shareholders)
Young: 19,15% l Bagian C: Peran Pemangku Kepentingan (Role of Stakeholders)
2 Rata-rata keberagaman dalam nominasi talenta
Woman: 23,40% l Bagian D: Keterbukaan dan Transparansi (Disclosure and Transparency)
3 PPOP Konsolidasi Rp116,8 Triliun l Bagian E: Tanggung Jawab Dewan (Responsibility of the Board)
4 Jumlah total Imbal Hasil Pemegang Saham (TSR) 12,50% Selain itu, skema penilaian juga mencakup sistem bonus dan penalti yang mempertimbangkan kelima
ROE Tier 1 Konsolidasi 21,14% aspek di atas.
5
Hasil Penilaian
6 CAR (Bank Only) 24,41%
Level 1 Scorecard Total Item Item Tidak Dapat Item yang Dipenuhi Tingkat
7 Pertumbuhan Rata-rata Total Deposit (Bank Only) 9,57% Diterapkan Pemenuhan
8 Pertumbuhan Rata-rata Total Loan (Bank Only) 9,16% Bagian A 21 1 28 90,00%
Bagian B 16 1 13 92,86%
Bagian C 13 0 13 100,00%
Indikator yang digunakan untuk mengukur penerapan tata kelola perusahaan yang baik dikaitkan
Bagian D 32 0 31 96,88%
dengan target peningkatan investasi seperti ESG rating, pengembangan talenta (rasio talenta
Bagian E 65 0 57 87,69%
perempuan dan talenta muda yang dinominasikan, produktivitas pekerja), risiko operasional yaitu risiko
Total Skor (Level 1 & 2): 109.85
kredit yang disalurkan (LAR) dan cakupannya, serta target-target finansial seperti Total Shareholder
Return, laba operasi pra-pencadangan (PPOP) konsolidasi, nilai balik investasi Tier 1 konsolidasi, dan
rasio kecukupan modal. Kinerja terkait tata kelola perusahaan yang baik juga berhubungan langsung
dengan ukuran-ukuran keuangan Bank, seperti pertumbuhan total simpanan menjadi sebesar Rp1.360
Triliun, pinjaman sebesar Rp1.215 Triliun serta PPOP (Konsolidasi) sebesar Rp116,8 Triliun.
Matrik dan Target Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik menurut
ACGS
ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) adalah standar penerapan tata kelola perusahaan
berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang dikeluarkan oleh Organization for Economic
Cooperation and Development (OECD). BRI melakukan pengukuran tata kelola perusahaan yang baik
sesuai standar ini untuk memastikan kesesuaiannya dengan praktik yang relevan secara global.
Page 118
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 118
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
TOPIK
UMUM
03
> DI BAGIAN INI
NO
HAL
Inisiatif Hijau BRI 119
Manajemen Human Capital:
122
Insan BRILiaN
Mendorong Penghormatan pada Hak
133
Asasi Manusia
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan:
135
Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI
Manajemen Risiko 141
Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI
146
untuk Praktik Bisnis yang Beretika
Asosiasi dan Framework 154
Page 119
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 119
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Inisiatif Hijau BRI
Selain melakukan kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, terdapat beberapa inisiatif hijau
yang dilakukan bersama pemangku kepentingan untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Inisiatif
yang dilakukan di antaranya penghematan energi dan air, penghindaran emisi dari penggunaan produk
dan layanan perbankan, pengelolaan aset, pengelolaan sampah, praktik konsumsi berkelanjutan,
serta penghijauan. Inisiatif-inisiatif tersebut mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari pemangku
kepentingan. Pada tahun 2024 BRI tidak menerima pengaduan terkait pengelolaan lingkungan hidup.
[F.16]
BRI Menanam [F.12]
BRI menginsiasi berbagai program pelestarian lingkungan bekerjasama dengan masyarakat, salah
satunya melalui BRI Menanam. Inisiatif ini melibatkan masyarakat untuk melakukan perbaikan
ekosistem lingkungan melalui urban farming. Program BRI Menanam memperhatikan potensi unggulan
yang dikembangkan di lokasi tanam dan menyesuaikan dengan kondisi agroekologi di masing-masing
wilayah. Harapannya, program ini dapat menjadi lokomotif dari aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial
bagi masyarakat.
Program ini melibatkan banyak pihak, khususnya para nasabah mikro seperti nasabah KUR, Mekaar,
serta Desa BRILiaN untuk menanam dan memelihara bibit tanaman yang diberikan. Tanaman yang
diberikan adalah jenis yang efektif menyerap emisi karbon sekaligus memiliki nilai ekonomis seperti
alpukat, durian, mangga, dan lain-lain. Sampai dengan Desember 2024, program ini telah menyalurkan
1.138.333 bibit pohon untuk nasabah mikro dan Desa BRILiaN serta diperkirakan menyerap CO2 setara
985.449 kgCO2e. Zero Waste to Landfill [F.5] [F.13] [F.14] [F.15] [GRI 3-3] [GRI 306-1] [GRI 306-2]
Program BRI Menanam juga menjadi kegiatan adaptasi perubahan iklim yang dilakukan untuk Program Zero-Waste to Landfill merupakan bagian manajemen pengelolaan dan pemantauan sampah
menyerap karbon dan emisi pencemar lainnya. Program ini dilakukan dengan tujuan mengurangi yang mencakup rangkaian kegiatan mulai dari pemilahan, pembuangan, pengumpulan, pengangkutan,
dampak pencemaran udara dan mempromosikan pemberdayaan masyarakat melalui penanaman bibit hingga pengolahan. Program ini dirancang untuk diterapkan di seluruh lingkungan kerja BRI untuk
ekonomi yang menguntungkan. Upaya ini dikelola melalui fungsi tanggung jawab sosial perusahaan menghasilkan penghindaran emisi.
maupun pembiayaan usaha mikro.
Program ini merupakan model pengelolaan sampah perkantoran yang efektif untuk mengurangi
timbulan dan penumpukan sampah di lingkungan kantor. Sampah yang dihasilkan akan digunakan
kembali atau didaur ulang sehingga tidak ada sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
dan mencemari lingkungan. [B.3]
Setara 470.471 liter BBM Pada tahun 2024 jumlah limbah yang didaur ulang sebanyak 703.560 kg dan berpotensi menghindarkan
Menanam Menyerap Setara 246 kendaraan setahun
emisi sebesar 524.180 kgCO2e. Selain itu BRI mendorong berbagai upaya pengurangan timbulan limbah,
1.138.333 985.449 Setara 215 rumah yang
termasuk kewajiban bagi pekerjanya untuk setidaknya sekali seminggu menggunakan alat makan dan
pohon emisi kgCO2e minum pribadi untuk mengurangi jumlah limbah plastik yang dihasilkan dari kemasan atau wadah
menggunakan listrik selama
setahun makanan dan minuman. Sepanjang periode pelaporan tidak terdapat sampah khusus atau B3 yang
dihasilkan dan tidak terjadi ceceran atau tumpahan limbah. [F.15] [F.12] [B.3]
Page 120
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 120
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Inisiatif Hijau BRI
Penghindaran Emisi dari Produk dan Layanan [F.12]
BRI terus berupaya melakukan transformasi, terutama dalam menyediakan produk dan layanan dan pengaturan penggunaan lift kantor, pengurangan BBM dengan pembatasan usia kendaraan
perbankan. Melalui digitalisasi produk dan layanan, BRI pun turut memaksimalkan penggunaan dan pemeliharaan rutin, serta penggantian kendaraan operasional menjadi kendaraan listrik. Saat
platform digital untuk mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari perjalanan, pengangkutan, dan ini BRI mengoperasikan 796 eco-friendly vehicles (termasuk motor dan mobil) sebagai bagian upaya
kegiatan lain yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi perbankan di unit kerja BRI. pengurangan emisi dan transisi menuju kegiatan ekonomi rendah karbon.[F.7] BRI hanya melakukan
Melalui digitalisasi, BRI memiliki potensi penghindaran emisi gas rumah kaca sekaligus melibatkan pengendalian konsumsi energi yang digunakannya sehingga laporan ini tidak mengungkapkan
nasabah. Mengacu pada metode ISO 14064 Greenhouse Gases, BRI dapat memperkirakan jumlah emisi konsumsi energi di luar BRI [GRI 302-2]
gas rumah kaca yang dapat dihindari, sebagai berikut: Total energi yang dikonsumsi sepanjang tahun 2024 adalah 2.848.795.079 MJ yang didapatkan dari
penggunaan listrik dan konsumsi bahan bakar kendaraan. Energi ini seluruh digunakan sendiri untuk
Jenis Layanan Frekuensi (dalam ribuan) Penghindaran Emisi (kgCO2e) kebutuhan operasional kantor. Listrik yang digunakan sepenuhnya berasal dari PT PLN (Persero)
BRImo 4.309.334 782.697 sementara operasional kendaraan menggunakan bahan bakar minyak dan listrik. Mengingat PT PLN
(Persero) belum dapat menyajikan informasi mengenai bauran energi untuk menghasilkan listrik
Merchant BRI 509.526 92.544 sampai ke masing-masing pengguna, maka laporan ini tidak dapat menyajikan informasi terkonsolidasi
mengenai konsumsi energi dari sumber energi terbarukan maupun tidak terbarukan. [GRI 302-1]
Qlola 14.223 2.583
BRILink 1.204.251 218.726 Uraian Satuan 2022 2023 2024
Pengambilan data dilakukan melalui pengiriman kuesioner digital kepada nasabah untuk mendapatkan informasi mengenai demografi
nasabah, jarak rata-rata ke ATM atau Unit Kerja BRI, jenis kendaraan yang digunakan, efisiensi BBM kendaraan yang paling umum, dan Konsumsi bahan bakar total [GRI 302-]
Liter 44.922.960 42.927.942 42.521.434
penggunaan ponsel pintar untuk melakukan transaksi sehari-hari
Konsumsi listrik kWh 404.925.311 403.192.231 383.878.408
Penerapan Green and Smart Building [F.12] Konsumsi energi total dalam MJ 3.074.957.680 2.919.627.648 2.848.795.079
organisasi
BRI mengintegrasikan konsep bangunan hijau di seluruh properti yang dimiliki dan dioperasikan. Pada
tahun 2024, dua gedung meraih sertifikasi bangunan hijau dari Green Building Council Indonesia. Intensitas energi menurut jumlah MJ/kantor/ 374.584 376.483 376.426
BRILiaN Medan Tower menyusul BRILiaN Tower yang dianugerahi Sertifikasi Greenship Gold (versi 1.2) kantor tahun
pada tahun 2023 oleh Green Building Council Indonesia. Intensitas energi menurut jumlah MJ/kantor/ 26.078 24.271 23.620
pekerja tahun
Penggunaan Energi [F.6] [F.7] [GRI 302-1] [GRI 302-2] [GRI 302-3] [GRI 302-4] Penghitungan energi dan faktor konversi yang dalam penghitungan ini menggunakan metodologi IPCC (1998) yang telah diadopsi
Pemerintah Indonesia melalui panduan Inventarisasi Emisi GRK Bidang Energi yang diterbitkan Kementerian ESDM (2020).
Tidak terdapat peraturan yang secara spesifik mengatur penggunaan energi untuk bank komersial,
namun BRI mengambil berbagai langkah untuk mengurangi jumlah energi yang digunakan oleh dalam BRI telah mulai melakukan pencatatan penggunaan energi di setiap divisi untuk meningkatkan
proses bisnisnya. Pengurangan ini dilakukan dengan tujuan efisiensi, kontribusi pada lingkungan, serta transparansi dan akurasi pencatatan energi perusahaan. Selain itu BRI memiliki beberapa inisiatif
mengurangi jumlah emisi Scope 1 & Scope 2 yang dihasilkan semaksimal mungkin. [GRI 3-3] perubahan perilaku dan operasional seperti pemanfaatan teknologi digital untuk mengendalikan
BRI melakukan penghitungan energi di Kantor Pusat dan menetapkan 2022 sebagai tahun dasar efisiensi dan intensitas energi. Sampai tahun 2024 BRI belum melakukan penghitungan pengurangan
rencana pengurangan penggunaan energi. Beberapa langkah yang telah dilakukan di antaranya energi maupun pengurangan energi untuk layanan dan produk yang dijual meskipun telah melakukan
efisiensi penggunaan listrik, budaya kerja hemat energi, penggunaan teknologi seperti lampu LED perhitungan emisi yang didanai. [GRI 302-4] [GRI 302-5]
Page 121
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 121
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Inisiatif Hijau BRI
Penggunaan Air [F.8] 11 BRISIM (BRI Digital Management Information System): Aplikasi penyajian data dan informasi
BRI tidak melakukan pencatatan limbah cair dalam proses bisnisnya, sebab BRI tidak memiliki kegiatan kinerja BRI berbasis web yang dapat diakses melalui perangkat mobile. BRISIM membantu pekerja
yang menghasilkan limbah cair secara signifikan dan bukan merupakan kegiatan bisnis utama. Pada memantau kinerja mereka dimanapun dan kapanpun, termasuk pada saat berada di luar kantor;
tahun 2024 BRI melakukan pengukuran penggunaan air di Kantor Pusat dan mendapatkan intensitas
12 BRIMEN (BRI Document Management System): Konsep penyimpanan dokumen kredit secara
pemakaian air per pekerja (termasuk pekerja alih daya) sebesar 16,25 m3, jumlah ini menurun sebesar
elektronik dengan dokumen fisik disimpan dalam satu tempat yang tersentralisasi, terstandarisasi,
18,24% dibandingkan tahun 2023 yaitu sebesar 19,93 m3.
dan terintegrasi dengan sistem tersebut.
13 BRImo: Aplikasi mobile banking (super app) yang memudahkan nasabah dalam mengakses produk
Kampanye Nirkertas (Paperless Campaign) [F.5] [GRI 306-2] dan layanan perbankan kapanpun dan di mana pun.
Digitalisasi yang dilakukan BRI menciptakan efisiensi baik waktu, biaya, termasuk kertas serta nasabah Melalui upaya-upaya ini, BRI berhasil mengurangi konsumsi kertas dalam kegiatan operasional
dimudahkan dalam akses perbankan di mana saja dan kapan saja. Berikut adalah beberapa aplikasi perusahaan. Berdasarkan data laporan keuangan tahun 2024, tercatat penurunan penggunaan kertas
nirkertas (paperless) yang diterapkan BRI: per pekerja sebesar 26,2%.
1 E-Tax: Aplikasi pelaporan pajak bagi nasabah, menjadikan BRI sebagai institusi perbankan pertama
di Indonesia yang menggunakan aplikasi sejenis;
Meminimalkan Sampah Elektronik [F.12] [GRI 306-2]
2 E-Form: Aplikasi pengganti metode pelayanan berbasis kertas bagi pekerja garis depan di Unit
Dalam rangka memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan melalui minimalisasi
Kerja BRI;
limbah elektronik, BRI memanfaatkan teknologi penghapusan data secara digital untuk proses
3 E-Statement: Aplikasi yang memberi informasi pada nasabah melalui alamat surel yang telah penghapusbukuan aset teknologi informasi. Teknologi ini membantu BRI dalam penghapusbukuan
terdaftar; perangkat teknologi informasi yang memuat media fisik penyimpanan data, seperti komputer, laptop,
4 New Account Swap: Membantu nasabah menghubungkan produk pinjaman dan giro tanpa harus server, anjungan tunai mandiri (ATM), dan perangkat serupa lainnya. Data di dalam perangkat tersebut
memiliki dua rekening terpisah; dihapus secara digital dan aman untuk mencegah kebocoran data, sehingga perangkat seperti dalam
Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tanpa bukti cetak: Mengurangi penggunaan kertas dalam kondisi baru dan terdapat potensi untuk penggunaan kembali oleh pihak ketiga, contohnya melalui
5
transaksi perbankan; proses lelang atau bantuan sosial.
6 BRISPOT: Aplikasi berbasis Android dan terkoneksi melalui internet untuk memfasilitasi putusan
pinjaman mikro secara cepat dan nirkertas;
Jenis dan Jumlah PC Server ATM Laptop
7 MY BRI: Aplikasi berbasis Android dan terkoneksi melalui internet untuk memfasilitasi putusan Sampah Elektronik
pinjaman konsumer secara cepat dan nirkertas;
541 1.104 1.397 172
8 BRIStars: Aplikasi internal BRI yang mencakup fitur e-office sebagai sarana surat menyurat secara
daring dan menu kepegawaian lainnya;
9 BRISMART: Aplikasi sistem manajemen pembelajaran daring untuk keperluan internal BRI; Total Sampah Elektronik Total Emisi yang Dihindari
BRIOPRA (BRI Digital Operation Risk Management Information System): Aplikasi untuk
480 TonCO eq
10
mengidentifikasi dan mengelola risiko, mencakup modul Risk and Control Self Assessment (RCSA),
Indikator Risiko Utama (IRU)/Key Risk Indicator (KRI), Manajemen Insiden (MI), Forum MR, dan
7 Ton 2
Maturitas;
Page 122
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 122
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Manajemen Human Capital: Insan BRILiaN
Kesetaraan Peluang dalam Bekerja
Dengan ragam pekerja yang dimiliki, BRI berkomitmen untuk mendorong terciptanya tempat kerja yang BRI telah merilis ketentuan internal, yakni Surat Direksi Nomor B.1221-DIR/HCS/07/2022 perihal
inklusif dan setara dengan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan, keberagaman, dan anti-diskriminasi Respectful Workplace Policy (Kebijakan Berperilaku Saling Menghormati di Tempat Kerja). Hal-hal yang
dalam pengembangan karier. [GRI 3-3] tercantum dalam surat tersebut adalah seputar, sbb:
Perusahaan memastikan bahwa semua karyawan memiliki kesempatan yang sama, tanpa memandang 1 Definisi respectful workplace, diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan;
jenis kelamin, usia, suku, agama, ras, atau faktor diskriminatif lainnya. BRI telah menetapkan kebijakan 2 Kriteria perbuatan diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan;
antidiskriminasi yang komprehensif yang mencakup semua aspek manajemen sumber daya manusia,
3 Prinsip-prinsip respectful workplace; dan
termasuk rekrutmen, pengembangan karier, dan remunerasi.[F.18]
4 Tindakan pencegahan, penanganan, dan pengawasan.
Sejalan dengan hal tersebut, BRI telah memiliki Respectful Workplace Policy sebagai komitmen
kepatuhan terhadap Surat Edaran Menteri BUMN No SE-3/MBU/04/2022 Tahun 2022 tentang Selain itu, BRI juga menekankan pentingnya peran Leader - sebagai role model dalam mendukung
Kebijakan Berperilaku Saling Menghargai di Tempat Kerja (Respectful Workplace Policy) di lingkungan terciptanya lingkungan kerja yang kondusif untuk meningkatkan produktivitas pekerja.
Badan Usaha Milik Negara.[GRI 3-3] BRI menolak segala bentuk pelecehan, baik seksual maupun non-seksual, serta diskriminasi oleh
siapa pun di tempat kerja atau dalam aktivitas terkait dengan pekerjaan. Salah satu bentuk ketegasan
Prinsip Respectful Workplace Policy BRI adalah dengan menyediakan saluran Whistleblowing System (WBS). BRI menganggap perilaku
demikian tidak dapat diterima dan bertentangan dengan nilai-nilai BRI yang menekankan penciptaan
lingkungan yang inklusif dan aman bagi seluruh Insan BRILiaN. [GRI 3-3]
Mengakui dan menghargai Pemimpin unit kerja Menciptakan dan membangun
perbedaan dalam lingkungan menjamin setiap pekerja tidak lingkungan kerja yang saling
kerja yang beragam dengan diperlakukan berbeda karena menghargai, tidak melakukan Komposisi Pekerja [GRI 2-28]
berbagai macam latar belakang karakteristiknya serta memiliki diskriminasi, kekerasan, dan Seluruh ketentuan untuk pekerja di BRI telah mengacu pada UU No. 13 Tahun 2003 tentang
etnis, ras,kebangsaan, warna kesempatan akses sarana dan pelecehan dalam bentuk Ketenagakerjaan dan telah mengadopsi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu)
kulit, usia, agama, jenis kelamin, prasarana yang sama dan adil. apapun. No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja pada tanggal 30 Desember 2022. Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
disabilitas, sudut pandang atau diperbarui setiap dua tahun sekali untuk memperjelas hak dan kewajiban perusahaan, serikat pekerja,
karakteristik individu lainnya dan pekerja, menjaga dan meningkatkan hubungan kerja yang harmonis antara perusahaan dan serikat
dan sudut pandang untuk pekerja, serta menerapkan asas-asas hubungan industrial yang sehat. [GRI 3-3] [GRI 2-30] [GRI 407-1]
mendorong lingkungan kerja
BRI memiliki 81.848 pekerja per 31 Desember 2024, sebanyak 59.495 pekerja tetap (72,69%), 22.244
yang produktif.
pekerja kontrak (27,18%),dan 109 pekerja trainee (0,13%). Seluruhnya adalah pekerja purna waktu tanpa
adanya pekerja paruh waktu atau jam kerja tak terjamin. Dari jumlah pekerja tetap, sebanyak 39.176
Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang mengedepankan sikap saling pekerja atau 65,85% tergabung dalam Serikat Pekerja BRI (seluruh pekerja yang tergabung dalam
menghormati, bebas dari diskriminasi, pengucilan atau pembatasan, perundungan dan pelecehan serta Serikat Pekerja merupakan pekerja tetap). Namun demikian, bagi karyawan yang tidak tergabung
berbagai bentuk kekerasan lainnya baik mental maupun fisik dalam rangka menciptakan lingkungan dalam serikat pekerja, hasil-hasil perundingan ketenagakerjaan tetap berlaku bagi seluruh karyawan
kerja yang inklusif, kondusif dan produktif untuk mendorong keberlanjutan perusahaan dan menjunjung BRI, tanpa memandang keanggotaan serikat pekerja.
tinggi HAM. [GRI 3-3]
Page 123
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 123
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Manajemen Human Capital: Insan BRILiaN
Sebaran pekerja BRI berdasarkan jenis kelamin pada tahun 2024 terdiri dari laki-laki sebesar 58,81% dan
perempuan 41,19%. Dari segi pendidikan, mayoritas pekerja telah menempuh pendidikan tinggi (Strata-1
dan Diploma) sebanyak 96%. Seluruh informasi tentang pekerja BRI dari tahun 2022 hingga 2024
disusun berdasarkan metode headcount oleh Divisi Human Capital Business Partner 2 dan diuraikan di
tabel data pada halaman 188. [B.1] [C.3] [F.18] [GRI 2-1] [GRI 2-7] [GRI 2-8] [GRI 2-30] [GRI 401-1]
Dukungan Terhadap Pekerja Perempuan [F.18] [GRI 2-23]
BRI berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang setara kepada setiap pekerjanya, tanpa
membeda-bedakan jenis kelamin. Di tahun 2024, komposisi pekerja perempuan mengalami kenaikan
di setiap level jabatan. Perempuan pun mendapat kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk dapat
menempati posisi manajerial. Di tahun 2024, 25,23% pekerja di level manajemen junior, menengah, dan
atas adalah perempuan.
BRI aktif mendukung kesetaraan gender dengan menyediakan wadah bagi pekerja perempuan untuk
mengembangkan keterampilan dan peran mereka dalam lingkungan profesional. Kesetaraan gender
menjadi salah satu komitmen BRI bersama BUMN. BRI berkomitmen menciptakan keberagaman yang
menyeluruh dengan mendukung pekerja dari berbagai latar belakang, termasuk pengalaman, umur,
kemampuan, pemikiran, dan perspektif yang beragam. Saat ini jumlah pekerja perempuan di BRI adalah
33.717 orang. [F.18]
Melalui program BRILiaN Women Leaders Indonesia (BWLI), BRI berkontribusi dalam upaya
Kementerian BUMN untuk meningkatkan jumlah pemimpin perempuan di BRI Group serta mendukung
pencapaian target Kementerian BUMN yaitu 25% pemimpin perempuan di posisi kepemimpinan
BUMN pada tahun 2024. BWLI merupakan program pengembangan internal terbaru yang mendukung
pemimpin perempuan BRI dengan menyediakan wadah pembelajaran kepemimpinan dan networking
pemimpin perempuan yang terpilih di perusahaan.
Page 124
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 124
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Manajemen Human Capital: Insan BRILiaN
Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas [F.18] Rekrutmen Pekerja
BRI memberikan kesempatan yang setara bagi para penyandang disabilitas untuk dapat terlibat di BRI menyelenggarakan seleksi (talent attraction) terhadap putra-putri terbaik Indonesia melalui
dalam kegiatan bisnis BRI, dengan menyesuaikan pekerjaan dan jenis tugas sesuai tingkat keahlian dan berbagai program, seperti:
keterampilan masing-masing individu. 1 BRILiaN Scholarship Program (BSP): Merupakan rekrutmen awal early recruitment program
BRI juga mengadakan program pelatihan dan pemagangan BRI Sahabat Disabilitas untuk yang dapat menarik minat generasi muda bertalenta serta sebagai sarana pembentukan karakter
mempersiapkan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas (TKPD) agar memiliki kapabilitas untuk memasuki sebelum menjadi Pekerja BRI melalui Program Penerimaan Pekerja yang ada di BRI.
dunia kerja. 2 BRILiaN Creativity Contest (BCCP): Sebuah ajang kompetisi/wadah untuk para Peserta
Selain itu, dalam rangka mendorong inklusivitas, BRI berkomitmen untuk menunjang kenyamanan menuangkan ide inovasi "brilliant" baik dalam bentuk kolaborasi tim maupun individu yang dapat
dan keselamatan dalam bekerja bagi TKPD yang dipekerjakan oleh BRI melalui penyediaan peralatan memberikan dampak positif untuk kemajuan bangsa Indonesia secara umum dan BRI pada
kerja penunjang dan fasilitas umum fisik dan non-fisik khusus untuk TKPD. BRI juga memberikan khususnya. Melalui program tersebut, BRI dapat mencari talent terbaik melalui ide kreatif dan
pelatihan dan penguatan kapasitas, serta menerapkan sistem manajemen karier berdasarkan Talent kemampuan problem solving.
Development System untuk mendukung pengembangan karier TKPD. 3 BRILiaN Internship Program (BIP): Program pemagangan untuk memberikan ruang bagi lulusan
SMA/SMK, Mahasiswa atau Fresh Graduate dalam mendapatkan pengalaman pelatihan kerja di
Inisiatif Pengembangan Potensi Pekerja Unit Kerja BRI sekaligus memberikan support dalam pekerjaan Unit Kerja BRI.
Pengembangan sumber daya manusia yang baik menciptakan iklim kerja positif, meningkatkan 4 BRILiaN Future Leader Program (BFLP): Program rekrutmen sekaligus pendidikan untuk menjaring
komitmen organisasi dan kepuasan kerja, serta mendukung keberhasilan perusahaan melalui kandidat potensial serta memberikan pendidikan sebagai bekal menjadi calon pemimpin di masa
peningkatan kinerja, kepuasan, dan pengurangan turnover, hal ini memainkan peran penting dalam depan dari sumber eksternal.
mendorong kesuksesan perusahaan secara keseluruhan, hal ini memainkan peran penting dalam 5 BRILiaN Next Leader Program (BNLP): Program rekrutmen dan pendidikan bagi Pekerja Internal
mendorong kesuksesan perusahaan secara keseluruhan. BRI yang memiliki potensi besar menjadi pemimpin perusahaan di masa depan.
6 BRILiaN Banking Officer Program (BBOP): Program rekrutmen dan pendidikan untuk
Program Performance Bootcamp sebagai Upaya Peningkatan Kinerja mempersiapkan Pekerja baru dengan level corporate title Assistant baik bersumber dari eksternal
Dalam rangka mengelola kinerja perusahaan, Unit Kerja, dan Individu, BRI memiliki proses manajemen dan internal yang bertujuan untuk mendukung kinerja perusahaan sesuai standar operasional dan
kinerja atau performance management. Proses ini dilakukan untuk memastikan kinerja individu selaras nilai-nilai yang berlaku di BRI.
dengan kinerja perusahaan, mendorong motivasi pekerja, dan mendukung pencapaian kinerja terbaik. 7 BRILiaN Relationship Manager Program (BRMP): Program rekrutmen sekaligus pendidikan untuk
Proses manajemen kinerja Individu dievaluasi secara menyeluruh oleh perusahaan, termasuk mempersiapkan Pekerja di jabatan pemasar pada level Corporate Band 6 atau Junior Manager, agar
pengelolaan pekerja yang berkinerja di bawah standar minimal yang dipersyaratkan (underperformers). dapat menunjukkan performa maksimal sesuai dengan standar operasional dan nilai-nilai yang
BRI memiliki program Performance Bootcamp yang bertujuan untuk mengoptimalkan pekerja agar berlaku di BRI.
mampu berkinerja sesuai standar minimal, dengan memberikan pendampingan buddy, training, 8 BRILiaN Specialist Hiring Program (BSHP): Program rekrutmen untuk pekerja yang memiliki
mentoring, coaching, dan counselling. Selanjutnya, apabila pekerja tidak lulus Performance Bootcamp, kualifikasi keahlian di bidang tertentu dan sesuai dengan kebutuhan Bank.
maka akan ada konsekuensi dan tindak lanjut tersendiri.
Page 125
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 125
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Manajemen Human Capital: Insan BRILiaN
Kompensasi Yang Adil [F.18] [F.20] [GRI 3-3] [GRI 405-2] Jenis Manfaat Nama Program PKWTT PKWT
Program pengembangan karier dan evaluasi kinerja pekerja adalah kegiatan yang saling berkaitan Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan
yang mendorong pertumbuhan profesional dan kesuksesan organisasi. Melalui evaluasi pekerja, BRI Asuransi Jiwa Kematian, Santunan Duka, Asuransi Ya Sesuai Isi Perjanjian
Jiwa & Personal Accident Pekerja
memeriksa dan mengukur kemampuan pekerja sesuai dengan tanggung jawab pada saat ini dan di
Jaminan Kesehatan Nasional dan
masa depan. Hal tersebut memungkinkan BRI untuk menyusun program pengembangan pekerja yang Asuransi Kesehatan Ya Sesuai Isi Perjanjian
Asuransi Kesehatan Pekerja
sesuai dengan kebutuhan. Tanggungan Kecacatan dan Jaminan Kecelakan Kerja, Asuransi
Ya Sesuai Isi Perjanjian
Tinjauan kinerja pekerja dilakukan setiap semester dan tahunan melalui evaluasi kinerja berbasis individu Ketidakmampuan Jiwa & Personal Accident Pekerja
(KPI Individu), berbasis tim (KPI Divisi), serta komunikasi dan umpan balik rutin melalui Courageous Istirahat Melahirkan Istirahat Melahirkan Ya Sesuai Isi Perjanjian
Performance Dialogue (CPD). Dengan menggabungkan elemen-elemen ini, BRI memiliki platform BRI memastikan kesetaraan kompensasi untuk semua pekerja dengan menetapkan rasio kompensasi
terstruktur untuk berdiskusi lebih mendalam mengenai pencapaian individu dan tim terkait area kerja total tahunan yang terdiri dari nilai total gaji tahunan individu tertinggi terhadap nilai tengah total gaji
yang perlu ditingkatkan sehingga dapat menyelaraskan strategi organisasi dengan tujuan di masa tahunan pekerja sebesar 25,42 pada tahun pelaporan. Selain itu pada tahun 2024 terdapat perubahan
depan. [FS-4] kompensasi total individu tertinggi sebesar 20,87% dan nilai tengah kompensasi total pekerja
(tidak termasuk individu dengan bayaran tertinggi) sebesar 15,53%, dengan presentase perubahan
Sepanjang tahun 2024, 100% pekerja BRI telah mendapatkan pelatihan dan tinjauan atas performa dan
kompensasi total tahunan meningkat sebesar 77% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2024,
pengembangan karier. [GRI 403-3]
sebanyak 11,69% atau 9.569 orang pekerja BRI mendapatkan promosi. [GRI 2-21]
BRI menjunjung prinsip kesetaraan dengan menerapkan strategi remunerasi berbasis kinerja
BRI menerapkan Kebijakan Remunerasi Nomor: SE.36-DIR/HCS/12/2024 tanggal 30 Desember 2024
(performance-driven culture) dan kenaikan upah kepada pekerja berdasarkan prestasi kerja (merit
tentang Remunerasi Pekerja. Strategi remunerasi BRI tetap memperhatikan praktik terbaik yang efektif
increase). Insentif dan bonus diberikan untuk meningkatkan motivasi pekerja. Adapun gaji dan
di industri perbankan dan perbandingan dengan pasar. BRI secara rutin mengikuti Total Reward Survey
remunerasi dipertimbangkan dengan memperhatikan klasifikasi jabatan, masa kerja, beban kerja, dan
perbankan setiap tahun melalui konsultan independen sebagai referensi dan saran untuk penyesuaian
prestasi. Hal ini membantu pengembangan karier pekerja perempuan tanpa risiko diskriminasi gender,
remunerasi di BRI. [GRI 2-20]
sehingga tidak terdapat pembedaan kompensasi antara laki-laki dan perempuan.
Remunerasi yang diberikan seputar kompensasi dan benefit. Kompensasi dapat berupa tetap (fixed
BRI juga memperhatikan faktor kemahalan dan Upah Minimum Regional (UMR) setiap daerah,
pay) seperti upah pokok dan tunjangan, serta berupa variable pay. Selain itu, BRI juga memberikan
memastikan seluruh gaji pekerja BRI di atas UMR. Rata-rata upah terendah BRI di tahun 2024 adalah
benefit berupa manfaat atau fasilitas dari perusahaan kepada pekerja BRI, seperti asuransi kesehatan,
1,09 kali upah minimum regional. Penerapan remunerasi yang kompetitif menjadi prinsip BRI di setiap
fasilitas perjalanan dinas, dan program pensiun. Remunerasi menjadi bentuk penghargaan perusahaan
level jabatan, termasuk pada tingkat pemula (entry level). [F.20] [GRI 202-1] [GRI 405-2]
kepada pekerja sesuai dengan bobot jabatan dan kompetensi; menarik calon pekerja; me-retain pekerja
Kompensasi kepada pekerja tetap mencakup gaji, tunjangan, insentif, dan manfaat lain [F.20] [GRI 202-1]
kompeten; serta menjaga motivasi pekerja untuk bisa berkontribusi maksimal terhadap perusahaan.
Selain remunerasi, BRI juga memberikan manfaat kepada pekerja tetap maupun tidak tetap BRI di
Untuk menerapkan prinsip remunerasi yang kompetitif secara eksternal, BRI menjalin kerja sama
seluruh wilayah operasional sebagai berikut: [GRI 401-2]
dengan Konsultan Independen untuk benchmarking dan survei gaji sesuai permintaan. Tidak terdapat
hubungan lain antara BRI dan konsultan remunerasi, dan perusahaan memastikan kepatuhan terhadap
semua aturan yang berlaku terkait sistem remunerasi. [2-20]
Page 126
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 126
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Manajemen Human Capital: Insan BRILiaN
Insentif Jangka Panjang Untuk Pekerja [F.18]
Dalam upaya meningkatkan rasa memiliki (sense of ownership) pekerja, BRI memberikan insentif jangka Untuk mendukung hal tersebut, pada tahun 2015, BRI mendirikan BRI Corporate University dengan 6
panjang dalam bentuk kepemilikan saham melalui dua program, yakni Program Alokasi Saham Pekerja (enam) kampus yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah terakreditasi sebagai Lembaga Pelatihan
(ESA, Employee Stock Allocation Program) dan Program Opsi Saham Pekerja (ESOP, Employee Stock Kerja (LPK) perusahaan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. BRI Corporate University juga
Option Plan) yang dilaksanakan sejak tahun 2016. menaungi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berdiri sejak tahun 2019 dan merupakan pionir LSP
1 Program Alokasi Saham Pekerja (ESA, Employee Stock Allocation) pertama di industri perbankan yang memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
melalui Surat Keputusan Nomor KEP.0351/BNSP/II/2020. [GRI 3-3] [GRI G4 FS4]
Program kepemilikan saham dalam bentuk Stock Allocation Program ini diberikan melalui empat
tahap kepada seluruh level pekerja yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh BRI, meliputi masa Berbagai program pengembangan talenta (talent development) untuk menjawab tantangan future
kerja, kinerja individu, dan rekam jejak pekerja dalam menjalani tanggung jawabnya. demand competencies telah dibentuk BRI, di antaranya: [GRI 404-2]
2 Program Opsi Saham Pekerja (ESOP, Employee Stock Option Plan)
Program kepemilikan saham dalam bentuk opsi pembelian saham dengan harga khusus. Program Nama Program Deskripsi Peserta 2024
ini diberikan kepada para pekerja level tertentu yang termasuk High Potential Talent dan Value
Creator BRI. BRILiaN Leadership Program Human Capital Development BRI untuk mempersiapkan 2.246 orang
Development Pekerja menjadi Great Leader melalui pengembangan leadership
Program (BLDP) yang berkelanjutan dan komprehensif yang memberikan penekanan
Jumlah Saham Penambahan pada pada penguatan karakter, wawasan kebangsaan, wawasan global,
Program
2023 Tahun 2024 wawasan bisnis/perbankan, serta wawasan teknologi.
Program Alokasi Saham Pekerja (ESA) 959.959.300 7.758.700 BRILiaN Bright Program pendidikan bagi pekerja tetap BRI untuk menempuh 9 Pekerja
Scholarship pendidikan S2 di luar negeri yang dibiayai oleh BRI. BBSP diberikan
Program Opsi Saham Pekerja (ESOP) 148.926.100 0
Program (BBSP) kepada top talent sesuai dengan annual performance dengan
tujuan untuk memberikan kesempatan world-class learning, global
Mendorong Pembelajaran Berkelanjutan untuk Pengembangan Pekerja exposure, dan networking di 30 Universitas terbaik dunia.
[F.22]
BRILiaN Women Program pengembangan internal yang mendukung pemimpin 25 Peserta
BRI berkomitmen untuk mendorong pengembangan pekerja dengan menyediakan berbagai kebijakan Leader Indonesia perempuan BRI dengan menyediakan wadah pembelajaran
dan program untuk memberikan kesempatan belajar, meningkatkan kompetensi, dan mengembangkan (BWLI) kepemimpinan dan networking pemimpin perempuan BRI yang
terpilih
karier pekerja. Program pengembangan diberikan dalam rangka meningkatkan kompetensi, seperti
hard competency dan soft competency, dengan harapan dapat mendukung kesuksesan pekerja
BRILiaN Specialist Program pengembangan kompetensi teknis (Technical Competency) 81.703 orang
ketika menduduki suatu jabatan/bidang tertentu. Berkaitan dengan pengembangan karier, BRI
Development yang memberikan penekanan pada pengetahuan dan keterampilan
menyediakan program pengembangan karier berupa promosi atau rotasi dengan mempertimbangkan Program (BSDP) spesifik sesuai kebutuhan kompetensi yang dipersyaratkan untuk
integrasi aspirasi karier Pekerja dengan kebutuhan Perusahaan. Prinsip pengelolaan karier Pekerja menjadi spesialis di bidang tertentu dengan juga menyesuaikan pada
BRI mempertimbangkan kesesuaian requirements dengan capabilities pekerja, berbasis keahlian/ kebutuhan perusahaan.
kompetensi, dan melalui pendekatan sesuai career movement.
Page 127
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 127
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Manajemen Human Capital: Insan BRILiaN
Pekerja akan diberikan program pengembangan sesuai kebutuhannya, baik itu berdasarkan corporate Kerangka keterikatan pekerja BRI mengukur kualitas dari aspek-aspek berikut:
title, role pekerja, ataupun talent cluster. Berdasarkan corporate title, pekerja akan diberikan 1 pemahaman terhadap visi, misi, tujuan, dan strategi perusahaan serta hubungannya dengan
pembekalan berupa pengembangan leadership yang menekankan pada penguatan karakter, wawasan motivasi pekerja;
kebangsaan, wawasan global, wawasan bisnis, serta wawasan teknologi, untuk mempersiapkan pekerja
2 kredibilitas kepemimpinan;
menduduki corporate title yang lebih tinggi. Berdasarkan role, pekerja akan diberikan pembekalan
berupa pengetahuan dan keterampilan spesifik sesuai dengan kebutuhan role tersebut. Berdasarkan 3 komunikasi internal dan kolaborasi; serta
talent cluster, pekerja yang dikategorikan sebagai top-talent akan diberikan pembekalan khusus yang 4 kesejahteraan pekerja yang mencakup pemberdayaan pekerja; lingkungan kerja yang aman dan
bertujuan untuk mempersiapkan pekerja tersebut menjalankan peran yang lebih kompleks. nyaman; peluang pembelajaran dan pertumbuhan; kompensasi dan manfaat yang adil; perhatian,
Pendidikan dan pelatihan pekerja dilakukan baik secara internal maupun bekerja sama dengan penyedia pengakuan, dan apresiasi; keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi; serta
jasa pendidikan yang terakreditasi, kompeten, dan berpengalaman dalam bidangnya. Hal ini merupakan kepuasan kerja secara keseluruhan.
bukti dari komitmen BRI dalam memberikan fasilitas pembelajaran terbaik, untuk meningkatkan
Uraian 2024
kompetensi pekerja dengan program pendidikan yang berkualitas.
Keterikatan Pekerja 3.51 / 4.00
Cakupan Survei 73,4%
Peningkatan Pemahaman Keuangan Berkelanjutan [E.2] [F.1] [GRI 2-24] [GRI 404-2] [GRI G4 FS4] Keterikatan pekerja memiliki peran dalam mencapai kepuasan kerja. Salah satu indikator kepuasan
Dalam rangka meningkatkan pemahaman pekerja tentang keuangan berkelanjutan, BRI pekerja dapat dilihat dari tingkat perputaran (turnover). Pada tahun 2024 tingkat perputaran pekerja
mengintegrasikan konsep keuangan berkelanjutan ke dalam kurikulum pembelajaran, baik yang mencapai angka 1,29%, yang menandakan kinerja positif BRI dalam retensi kerja pekerja dibanding
diadakan secara offline dalam bentuk in-class, maupun online dalam bentuk e-learning. BRI ESG industri sejenis.
Initiatives 2024 adalah salah satu bentuk e-learning yang dapat diakses oleh seluruh pekerja melalui
BRISMART. Sepanjang tahun 2024, 39.460 pekerja telah mengikuti pelatihan literasi keuangan
Pengelolaan Pengaduan Pekerja
berkelanjutan secara online, dengan tingkat kelulusan rata-rata sebesar 99,91%.
Pengelolaan pengaduan pekerja, termasuk perlindungan atas tindakan diskriminasi, pengucilan
atau pembatasan, pelecehan seksual dan aseksual, perundungan, serta berbagai bentuk kekerasan
Keterikatan Pekerja lainnya, dikelola sebagai bagian pengelolaan disiplin pekerja. Pelaku yang merugikan pekerja akan
BRI berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, salah satunya dengan mengukur diproses sesuai ketentuan kepegawaian dan jika terbukti, akan mendapatkan sanksi sampai pemutusan
tingkat keterikatan pekerja setiap tahun melalui Employee Engagement Survey (EES). Survei ini diikuti hubungan kerja.
oleh semua pekerja yang mencerminkan sikap, perilaku, dan hubungan antara pekerja, pekerjaan Pekerja dapat memanfaatkan sarana komunikasi internal pekerja seperti Call Center Human Capital, BRI
mereka, dan BRI serta berfungsi sebagai instrumen pengukuran tingkat keterlibatan sekaligus medium HC Assistant dan menu BASIC pada BRILiaN Apps yang dikelola oleh Human Capital maupun sistem
untuk menangkap aspirasi dalam meningkatkan manajemen sumber daya manusia. pelaporan pelanggaran perusahaan (WBS). Melalui saluran tersebut pekerja dapat menyampaikan
Indeks keterikatan menunjukkan tingkat keterikatan dan komitmen pekerja terhadap BRI yang diukur pertanyaan, pengaduan, saran, dan kekhawatiran yang mereka miliki.
oleh nilai rata-rata pekerja dari skala 1-4. Skala ini mencakup kebanggaan pekerja menjadi bagian dari Jika diperlukan, pekerja dapat melakukan coaching dengan coach internal BRI, dan konseling yang
perusahaan, keinginan untuk tetap menjadi bagian dari perusahaan, dan ketekunan pekerja untuk dilakukan dengan konselor eksternal. BRI menjamin kerahasiaan data yang disampaikan dalam
memberikan yang terbaik bagi perusahaan. pelaksanaan coaching dan konseling tersebut. [GRI 2-26]
Page 128
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 128
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Manajemen Human Capital: Insan BRILiaN
Keselamatan dan Kesehatan Kerja [F.1] [F.21] [GRI 2-24] [GRI 404-2] [GRI G4 FS4]
Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja [F.21] [GRI 3-3] [GRI 403-1] [GRI 403-8]
Komitmen kesehatan dan keselamatan pekerja diterapkan melalui Sistem Manajemen Keselamatan kinerja SMK3.
dan Kesehatan Kerja (SMK3) di seluruh unit kerja. Departemen Business Continuity Management 3 Pemantauan dan evaluasi K3 dilakukan secara berkala melalui kegiatan pemeriksaan, pengukuran,
(BCM) & Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang merupakan bagian dari Divisi Operasional pengujian, dan audit internal terhadap implementasi SMK3.
Risk (ORD) bertanggung jawab atas seluruh aspek SMK3, termasuk penyusunan, penyempurnaan,
4 Internalisasi budaya K3 untuk memastikan bahwa pekerja memahami bahwa SMK3 merupakan hak
dan implementasi K3. Division Head ORD memiliki tanggung jawab utama dalam pelaksanaan dan
dan kewajiban pekerja. Metode internalisasi yang dilakukan antara lain:
pengawasan K3.
l pelatihan tatap muka, webinar, pembelajaran daring; dan/atau
Kebijakan SMK3 ditetapkan oleh Direksi melalui Surat Edaran Nomor: SE.58-DIR/ORD/11/2022 Buku 4
yang mencakup berbagai aspek terkait dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. l media komunikasi lainnya (surat, infografis, video, siniar [podcast], dan lainnya);
BRI turut melibatkan pekerja dalam perumusan kebijakan SMK3. Secara singkat, memuat ketentuan l uji Coba Tanggap Darurat minimal sekali dalam 1 (satu) tahun.
berikut: 5 Pencegahan dan pengendalian risiko kegiatan operasional seperti kecelakaan kerja dan penyakit
1 Ketentuan disusun berdasarkan peraturan pemerintah dan standar ISO 45001:2018 tentang akibat kerja termasuk dalam proses pengadaan barang dan jasa perusahaan.
Occupational Health and Safety Management System (OHSMS).
2 Ketentuan berlaku untuk pekerja dan non-pekerja BRI seperti pihak pengelola gedung dan pemasok
di lingkungan operasional BRI.
3 Ketentuan ini bertujuan memitigasi dan mengendalikan risiko kegiatan operasional seperti
kecelakaan akibat kerja (KAK) dan penyakit akibat kerja (PAK). Kebijakan ini turut mengatur upaya
mitigasi dan pengendalian K3 dalam proses pengadaan barang dan jasa perusahaan.
4 Struktur koordinasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) terdiri dari:
l Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang melibatkan unsur manajemen
dan pekerja dibentuk berdasarkan peraturan perundangan, serta disahkan oleh Dinas
Ketenagakerjaan
l Tim Tanggap Darurat
Kebijakan tersebut diturunkan dalam sistem dan prosedur yang diatur ketentuan No. SO.35-
ORD/06/2022. Aspek SMK3 yang diatur dalam SOP tersebut mencakup elemen-elemen sebagai
berikut:
1 Penetapan Tim Tanggap Darurat di setiap Unit Kerja secara berjenjang:
l Melakukan sosialisasi K3 dan uji coba tanggap darurat secara berkala.
l Uji Coba Tanggap Darurat minimal sekali dalam 1 (satu) tahun.
2 Peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3 dilakukan untuk menjamin kesesuaian dan efektivitas
penerapan SMK3. Peninjauan dilakukan terhadap aktivitas perencanaan, pelaksanaan, pemantauan,
dan evaluasi. Hasil peninjauan tersebut digunakan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan
Page 129
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 129
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Manajemen Human Capital: Insan BRILiaN
Promosi K3 dan Budaya Tanggap Darurat [GRI 403-2] [GRI 403-4] [GRI 403-5] Manajemen Kesejahteraan dan Kesehatan Mental Pekerja [GRI 403-6]
BRI menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan keselamatan rutin untuk memastikan pemahaman BRILiaN Communities
protokol keselamatan oleh semua pekerja sehingga mereka mampu mengidentifikasi dan mengatasi BRI berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan dan kesehatan mental pekerja guna menciptakan
potensi bahaya secara mandiri. budaya kerja yang mendorong keterlibatan, produktivitas, dan loyalitas, yang juga sejalan dengan
Selain melakukan risk assessment, BRI turut berinvestasi pada alat-alat keselamatan yang memadai Core Values AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) dan BRILiaN Ways
untuk memitigasi risiko seperti penyediaan alat pemadam api ringan (APAR), kotak K3 di setiap sudut Membentuk 28 Club yang terbagi dalam 3 kategori yaitu Sport, Art, Social & Religion. [GRI 3-3]
ruangan dan ruang P3K maupun Klinik BRIMEDIKA serta perahu karet di wilayah yang sangat rawan BRILiaN Community adalah new concept dalam pengelolaan Community dalam rangka memperkuat
terjadi banjir. Komitmen top-down manajemen eksekutif terhadap penerapan K3 dilakukan melalui kolaborasi, keterlibatan antara Insan BRILiaN dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan
program penyampaian risk awareness. Dukungan ini memperkuat budaya keselamatan, mendorong produktif, menjalin informal komunikasi untuk mendukung business performance
kepatuhan terhadap standar K3, dan menciptakan lingkungan kerja yang menghargai kesehatan dan
Tujuan kegiatan BRILiaN Community adalah sebagai berikut:
keselamatan pekerja.
l Mendukung work life balance, memperkuat kolaborasi dan keterlibatan antara Insan BRILiaN dalam
Terkait dengan risiko ancaman bencana, BRI rutin melaksanakan sosialisasi dan uji coba sesuai potensi
menciptakan lingkungan kerja yang sehat untuk mendorong produktivitas.
risiko yang ada di setiap wilayah kerja. Hal tersebut termasuk memastikan pemahaman Emergency
Response Plan oleh semua pekerja serta memastikan kesiapan anggota Tim Manajemen Krisis (TMK), l Sebagai wadah komunikasi informasi bagi leader dengan seluruh pekerja untuk menyampaikan
Tim Panitia Keselamatan Darurat (TPKD) Building Management (BM) Sentra BRI Kantor Pusat concern perusahaan dan ruang aspirasi bagi pekerja.
termasuk Floor Warden di setiap lantai dalam menghadapi kondisi gangguan/bencana. l Pengelolaan aktivitas dan database bagi talenta insan BRILiaN di bidang sport, art, social dan religion,
Dalam membangun budaya sadar keselamatan kerja dan tanggap terhadap situasi darurat, BRI terus l Anggota BRILiaN Community dapat menjadi Influencer yang melakukan campaign positif untuk
mempromosikan risk awareness melalui surat, standing banner, infografis, video, webinar dan pelatihan meningkatkan citra baik perusahaan, produk/jasa, employer branding, menjalin relasi dengan mitra
yang dilakukan baik secara tatap muka maupun dalam jaringan (daring). dll.
Dalam rangka memastikan implementasi SMK3 sesuai dengan peraturan perundang-undangan, BRI BRILiaN Community menjadi ruang bagi Insan BRILiaN untuk bertemu, berbagi, dan belajar bersama,
melakukan sertifikasi implementasi SMK3 pada Agustus 2023. Berdasarkan hasil penilaian PT MSI, BRI sehingga meningkatkan kolaborasi, inovasi, dan kesejahteraan di lingkungan kerja BRI. Adanya sarana
mendapatkan nilai 94,26% yang setara dengan predikat “Memuaskan”. Sertifikasi ini berlaku jangka dan prasarana penunjang aktivitas komunitas akan meningkatan value pekerja sehingga merasa
waktu 3 (tiga) sampai tahun 2026. Atas raihan tersebut, BRI berhak mendapatkan Sertifikat Emas SMK3. dihargai, terlibat, dan berkompeten, yang berpengaruh pada peningkatan kinerja dan produktivitas
secara keseluruhan dengan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kesuksesan perusahaan.
Tidak hanya menyalurkan hobi, melalui BRILiaN Communities ini Insan BRILiaN berkesempatan
mengikuti ajang kompetisi bergengsi, mendapatkan juara dan mengharumkan nama BRI. Pengelolaan
komunitas ini dilakukan juga di seluruh regional sampai kantor cabang sehingga dapat menjangkau
seluruh Insan BRILiaN di BRI.
Page 130
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 130
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Manajemen Human Capital: Insan BRILiaN
Tempat Kerja Ramah Keluarga [F.21]
Dukungan untuk Persalinan dan Perawatan Anak
BRI mendukung pekerja perempuan melalui kebijakan dan dukungan fasilitas terkait kehamilan dan
perawatan anak. BRI memberikan hak cuti melahirkan selama tiga bulan yang dibayar, sehingga
memungkinkan pekerja perempuan untuk fokus pada perawatan anak setelah melahirkan. BRI juga
memberikan cuti yang dibayar kepada pekerja laki-laki setelah istrinya melahirkan selama paling lama
tiga hari kerja setelah kelahiran anak.
Selain itu, BRI menyediakan ruang menyusui yang nyaman dan daycare yang membantu pekerja untuk
memenuhi tuntutan pekerjaan sambil memastikan kesejahteraan keluarga mereka.
Kebijakan Cuti atau Waktu Luang Lainnya
BRI memberikan hak cuti dan izin tidak masuk kerja kepada pekerja sesuai ketentuan perundang-
undangan dengan tetap memberikan hak-hak pekerja yang disesuaikan dengan poin-poin kesepakatan
dalam PKB dan peraturan ketenagakerjaan. Pekerja dapat mengajukan cuti tahunan dan mandatory
leave (wajib 5 hari berturut-turut sebagai bagian dari cuti tahunan) yang dibayar, serta cuti yang
dibayar untuk keperluan lainnya, seperti pernikahan, menstruasi, serta merawat anggota keluarga
yang sakit atau pun meninggal.
Kebijakan Pengaturan Kerja
BRI mengimplementasikan kebijakan remote working sehingga pekerja memiliki fleksibilitas untuk
bekerja dari jarak jauh, sehingga tidak perlu datang ke kantor atau mengadakan pertemuan tatap muka
dengan pekerja lainnya. Selaras dengan inisiatif tersebut, BRI juga menyediakan beberapa lokasi remote
working (BRIWork) yang dapat digunakan oleh pekerja. BRIWork berlokasi di Gedung RO Jakarta 3,
Kanca Bintaro, KCP Bekasi, dan KC Dewi Sartika Bogor. Selain itu, BRI juga menerapkan jam kerja yang
fleksibel untuk unit/unit kerja dan divisi-divisi yang memiliki periode kerja intensif yang teratur.
Page 131
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 131
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Manajemen Human Capital: Insan BRILiaN
BRILiaN Wellbeing [GRI 403-3] [GRI 403-4] [GRI 403-6] [GRI 403-7]
Sejalan dengan Employee Well-being Policy dari Kementerian BUMN untuk meningkatkan sosial dan finansial. Program ini mencakup dukungan kesehatan fisik dan keselamatan kerja, kesehatan
kesejahteraan Insan BRILiaN di Unit kerja yaitu dengan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan mental, hubungan pribadi dan profesional yang sehat, serta pengelolaan keuangan pribadi untuk hidup
produktif melalui aspek Physical. BRI mendukung hal tersebut dengan adanya Community sebagai produktif tanpa tekanan finansial.
wadah dalam menyalurkan hobi, mendorong gaya hidup sehat, dan menunjang business performance. BRI memfasilitasi pengembangan interaksi pekerja yang sehat di tempat kerja melalui BRILiaN
Community yang terdiri dari 28 komunitas pekerja BRI di bidang olahraga (BRILian Sport Community),
seni (BRILian ART Community), dan sosial dan keagamaan (BRILiaN Social and Religion Community).
Aspek Fisik “Happy Physic” Aspek Sosial “Happy Social”
Program pengelolaan Kesehatan Program peningkatan kemampuan pekerja
Fisik dan Keselamatan Kerja untuk BRI Group untuk dapat Berinteraksi Program Pensiun [GRI 401-2]
memastikan pekerja BRI Group dengan orang lain di lingkungan kerja dan
BRI senantiasa memberikan perhatian pada kesejahteraan para pekerja termasuk kesejahteraan pada
memiliki kesempatan dan sumber masyarakat untuk mencapai kepuasan
daya yang dibutuhkan untuk kerja, kondisi hubungan personal maupun hari tua dan menyediakan pembekalan bagi pekerja yang akan memasuki masa pensiun. Pembekalan
memelihara kesehatan fisik. profesional yang sehat, serta lingkungan ini bertujuan untuk memberikan kesiapan mental, pengetahuan, wawasan, dan keterampilan yang
Contoh activity dan budaya kerja yang positif. diperlukan untuk kehidupan sehari-hari setelah pensiun. Program persiapan pensiun BRI juga mencakup
• General Medical Check Up berkala Contoh activity pelatihan kewirausahaan bagi pekerja purnabakti yang telah berhasil mendirikan bisnis mereka sendiri.
• Wellness Program (talkshow/podcast) • Pengelolaan BRILiaN Community dengan Program pendidikan pengembangan Pekerja untuk persiapan masa pensiun diberikan melalui program
kesehatan, dll) anggaran sampai Tingkat Regional
BRILiaN Leader Retirement Program (BLRP). Materi yang diberikan seputar hak dan kewajiban saat
pensiun, kesehatan, psikologi, financial health check up, dan kewirausahaan. [GRI 3-3, 404-2]
Selain pembekalan dalam bentuk pelatihan, BRI memberikan imbalan pascakerja secara adil sebagai
Aspek Mental “Happy Mind” Aspek Finansial “Happy Financial” bagian dari persiapan masa pensiun Pekerja. Proses penilaian perkiraan liabilitas imbalan pascakerja
Program pengelolaan Kesehatan Program pengelolaan kesehatan finansial dan imbalan kerja jangka panjang mencakup tanda jasa, cuti besar, program masa pensiun, program
Mental untuk memastikan pekerja untuk memastikan pekerja BRI Group BPJS Kesehatan pascakerja, dan manfaat lainnya. Ketetapan imbalan kerja didasarkan pada peraturan
BRI Group memiliki kemampuan memiliki pengetahuan dan kemampuan perusahaan dan persyaratan minimum Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
psikologis dalam mengelola Perngelolaan Keuangan Pribadi untuk
untuk memastikan kesesuaian dan kecukupan imbalan kerja. Program pensiun wajib diikuti oleh setiap
informasi, emosi, keinginan, dan Hidup Produktif Tanpa Tekanan Finansial.
tekanan secara imbang dan sehat. Pekerja melalui iuran yang berasal dari dua sumber dengan porsi 70% perusahaan dan 30% Pekerja. [GRI
Contoh activity 201-3]
Contoh activity • Series Podcast Financial Health
• Series Podcast Mental Health Metode Projected Unit Credit digunakan untuk menentukan imbalan pasca kerja dan imbalan kerja
• Portal Konseling melalui BASIC di
jangka panjang. Pada 31 Desember 2024, total liabilitas imbalan kerja adalah sebesar Rp16,21 Triliun
BRISTARS
dan terdiri dari beberapa komponen seperti nilai pengukuran kembali liabilitas pensiun imbalan pasti
sebesar Rp1,55 Triliun dan nilai pengukuran Kembali liabilitas tunjangan hari tua sebesar Rp94,69
BRI memberikan dukungan kesehatan mental kepada pekerja melalui fasilitas BASIC (BRILiaN Miliar. BRI menggunakan jasa penilaian dari aktuaris independen dalam menghitung imbalan pasti dan
Assistance Center, yaitu layanan bantuan pekerja dalam bentuk konsultasi umum, coaching, konseling, program pensiun lainnya. [GRI 201-3]
konsultasi finansial, konsultasi kesehatan, dan wellness center yang mencakup aspek fisik, mental,
Page 132
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 132
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Manajemen Human Capital: Insan BRILiaN
Sustainability Culture Program BRILiaN Duta Lingkungan dan BRI Green Team
BRI menyelenggarakan Sustainability Culture Program (SCP) pada tahun 2024 sebagai inisiatif untuk BRI Green Team terdiri dari Insan BRILiaN terpilih yang bertugas untuk melakukan sosialisasi dan
meningkatkan kesadaran keberlanjutan di kalangan insan BRILiaN. Program ini berfokus pada tiga monitoring pelaksanaan implementasi Green Campaign Project di unit Kerja untuk meningkatkan
aspek utama, yakni lingkungan, sosial, dan tata kelola, yang dievaluasi melalui indikator-indikator yang kesadaran pekerja BRI tentang isu keberlanjutan. Proyek kampanye ini terintegrasi dengan program
terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari insan BRILiaN. budaya keberlanjutan Perusahaan serta mendorong pencapaian parameter dan indikator keberlanjutan
Pada aspek lingkungan, Insan BRILiaN diajak untuk berkontribusi dalam mengelola aktivitas yang dapat perusahaan yang mencakup unit kerja di Kantor Pusat dan kantor-kantor regional BRI di seluruh
menghasilkan emisi gas rumah kaca dengan indikator seperti manajemen penggunaan kendaraan Indonesia. Pada tahun 2024, terdapat 124 Insan BRILiaN yang terpilih ke dalam BRI Green Team, yang
operasional dan efisiensi energi listrik. Pada aspek sosial, program menitikberatkan pada Human Capital terdiri dari 68 orang di Kantor Pusat BRI, dan 56 orang BRI Green Team yang berada di Regional Offices.
Development, melalui indikator pendidikan dan pelatihan. Sementara pada aspek tata kelola, program Dari BRI Green Team, dipilih dua anggota yang berlaku sebagai BRILiaN Duta Lingkungan. Dalam
ini menekankan pentingnya pemahaman sistem dan prosedur perusahaan serta evaluasi terhadap menjalankan program kerjanya, BRI Green Team dibekali dengan serangkaian program penguatan
pelanggaran yang dapat mempengaruhi tata kelola yang baik. kapasitas khususnya pengetahuan mengenai budaya keberlanjutan di dalam Perusahaan disertai topik
SCP diadakan sepanjang tahun dan menyasar insan BRILiaN yang bekerja di kantor pusat dan insan lingkungan, sosial, dan tata kelola, seperti efisiensi energi, Zero Waste to Landfill (ZWTL), pendidikan dan
BRILiaN yang bekerja di unit kerja di luar kantor pusat. Melalui pemantauan periodik, BRI memastikan pelatihan pekerja, hingga antikorupsi.
bahwa SCP berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif berupa peningkatan kesadaran
keberlanjutan insan BRILiaN.
Page 133
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 133
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Mendorong Penghormatan Hak Asasi Manusia
BRI menyadari bahwa kegiatan perbankan secara signifikan berdampak pada hak asasi manusia, baik Penilaian dan Uji Tuntas Hak Asasi Manusia
secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, BRI mengadopsi sikap proaktif terhadap hak BRI berkomitmen untuk menjaga pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam seluruh proses
asasi manusia, dengan fokus pada manajemen risiko, meningkatkan reputasi dan berkontribusi secara bisnisnya melalui pendekatan kehati-hatian. BRI mengambil pendekatan proaktif dan hati-hati dalam
positif terhadap pembangunan global. mengelola kemungkinan dampak operasional terhadap pemenuhan HAM di seluruh proses bisnis
perusahaan. Untuk mencapai hal ini, BRI melakukan uji tuntas HAM dengan penuh kehati-hatian
Tata Kelola Hak Asasi Manusia dengan mengidentifikasi dan menilai potensi dampak serta risiko dari segala aktivitas operasional BRI,
Komitmen pemenuhan hak-hak asasi manusia dilakukan BRI dalam seluruh rantai pasokan bisnisnya, rantai nilai atau kegiatan lain yang terkait dengan bisnis BRI, dan hubungan bisnis baru (merger dan
serta memasukkan risiko-risiko bisnis terkait HAM seperti pekerja paksa, perdagangan manusia, akuisisi). BRI juga menaruh perhatian pada pihak-pihak rentan (vulnerable groups). [F.19] [GRI 3-3] [GRI 408-1]
pekerja anak, kebebasan berasosiasi, hak perundingan kolektif, renumerasi yang adil, kesetaraan dan Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, BRI memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan
non-diskriminasi, perlindungan privasi, lingkungan operasi yang berkelanjutan serta kesehatan dan (vulnerable groups) selama proses uji tuntas HAM. Hal ini melibatkan identifikasi dan evaluasi potensi
keselamatan kerja dalam bagian manajemen risiko dan pencapaian inisiatif lingkungan, sosial dan tata risiko HAM tidak hanya dalam aktivitas operasional BRI, tetapi juga diseluruh rantai nilai, serta
kelola. Komitmen ini diperkuat dengan melakukan uji tuntas terhadap aspek hak asasi manusia secara kegiatan bisnis lainnya. Dengan memprioritaskan upaya tersebut, BRI memperkuat komitmennya
berkala dalam operasional bisnis BRI. [GRI 3-3] [FN-CB-410a.2] untuk menciptakan ekosistem bisnis yang menghormati, melindungi, dan mempromosikan hak asasi
Untuk memperkuat komitmen dalam isu hak asasi manusia, BRI mematuhi sepuluh prinsip United manusia, terutama bagi pihak-pihak yang teridentifikasi risiko HAM.
Nations Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs on BHR), yang juga dikenal sebagai
10 prinsip UNGC. Komitmen ini mencakup perlindungan HAM di ranah aktivitas operasional dan bisnis, Pemegang Hak Kelompok Rentan Risiko terkait HAM
termasuk ranah tenaga kerja, mitra bisnis, ataupun rantai pasikan perusahaan. Berikut adalah enam Pekerja l Pekerja perempuan l Pelecehan l Remunerasi
dari sepuluh prinsip UNGC terkait hak asasi manusia (1 dan 2) dan ketenagakerjaan (3,4,5 dan 6). l Pekerja tidak tetap l Kesehatan dan l Pengembangan Sumber
Informasi terkait komitmen BRI pada United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights l Tenaga kerja penyandang Keselamatan Daya Manusia
disabilitas l Kebebasan Berserikat l Keseimbangan
dapat ditemukan di halaman 167. l Tenaga kerja migran l Keragaman, Kesetaraan Kehidupan Kerja
Penerapan kebijakan hak asasi manusia dalam seluruh kegiatan operasional BRI diatur melalui dan Inklusi l Diskriminasi
Kebijakan Prinsip Hak Asasi Manusia dalam Pekerjaan, Kebijakan Berperilaku Saling Menghormati Pemasok/ l Tenaga kerja pemasok l Pelecehan l Diskriminasi
di Tempat Kerja (RWP), serta Kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Kebijakan-kebijakan pihak ketiga l Pekerja perempuan l Kesehatan dan l Pekerja Anak
l Pekerja anak Keselamatan l Perundingan
ini mencakup berbagai aspek yang relevan, baik untuk pekerja BR maupun untuk pemasok dan mitra l Privasi Karyawan Pengumpulan
perusahaan. Setiap kebijakan tersebut dirancang untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip hak asasi l Kerja Paksa l Komunitas Lokal
manusia dihormati dan diterapkan secara konsisten, tidak hanya di dalam organisasi, tetapi juga l Kebijakan l Kebebasan Berserikat
l Keragaman, Kesetaraan
sepanjang rantai pasokan dan dalam hubungan kemitraan bisnis.
dan Inklusi
Pelatihan dan Edukasi Hak Asasi Manusia
Penilaian HAM memiliki peran penting untuk mencegah dan memitigasi kemungkinan bahaya
Dalam rangka mengkomunikasikan dampak kepada pemangku kepentingan, sejumlah upaya yang
yang menyertai individu di setiap aktivitas operasional. Oleh karena itu, sejak tahun 2023 BRI telah
dilakukan BRI di antaranya:
mengintegrasikan penilaian HAM pada proses operasional dan aktivitas bisnis internal dan eksternal
1 Menyelenggarakan pelatihan dan komunikasi secara berkala bagi pekerja untuk meningkatkan
organisasi. Penilaian HAM dilakukan secara berkala berdasarkan prioritas dan kebutuhan perusahaan
pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia.
untuk mengidentifikasi risiko terkait praktik HAM. Dalam penilaian HAM, BRI secara sistematis
2 Mengomunikasikan implementasi penghormatan terhadap hak asasi manusia dan dampaknya
memetakan frekuensi (kemungkinan) dan dampak (keparahan) dari setiap risiko yang teridentifikasi,
terhadap pemangku kepentingan melalui berbagai media/sarana komunikasi. Sosialisasi ini
yang memungkinkan evaluasi komprehensif terhadap risiko bawaan beserta risiko yang masih ada.
dilaksanakan sesuai standar dan ketentuan komunikasi korporat yang berlaku di BRI.
3 Melaporkan praktik penghormatan hak asasi manusia kepada pemangku kepentingan eksternal Proses uji tuntas HAM di lingkup internal organisasi dan eksternal mengacu pada Surat Direksi No.
melalui laporan keberlanjutan. B.1470-DIR/ ESG/07/2023 tanggal 13 Juli 2023 tentang Kebijakan Hak Asasi Manusia PT. Bank Rakyat
Page 134
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 134
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Mendorong Penghormatan Hak Asasi Manusia
Indonesia (Persero) Tbk dan dijalankan melalui kerangka kerja terstruktur yang meliputi: 1) komitmen keselamatan, serta keberagaman vendor/penyuplai. Selain itu, Penilaian terhadap risiko penugasan
HAM; 2) identifikasi dampak dan risiko; 3) penilaian dampak dan risiko; 4) mitigasi dan remediasi; serta dan evaluasi pengendalian pemasok dilakukan untuk memverifikasi kepatuhan terhadap kebijakan dan
5) komunikasi dampak. standar HAM BRI.
Untuk memperkuat komitmennya, BRI telah melakukan proses uji tuntas HAM melalui metode self- Mitigasi dan Remediasi Hak Asasi Manusia
assessment yang ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia BRI telah menerapkan langkah-langkah proaktif untuk memitigasi pelanggaran HAM dalam kegiatan
yang dilakukan melalui aplikasi PRISMA. Berdasarkan proses uji tuntas tersebut, BRI mendapatkan operasional dan bisnis di seluruh unit kerja BRI. Langkah-langkah ini dirancang untuk menjaga prinsip-
kategorisasi Hijau, yang menandakan kepatuhannya terhadap Standar Indikator Penilaian Risiko Bisnis prinsip hak asasi manusia dalam kegiatan operasional dan bisnisnya.
dan Hak Asasi Manusia dan menegaskan komitmennya yang kuat terhadap pemenuhan hak asasi
Sejalan dengan Prinsip-Prinsip Panduan PBB mengenai United Nations Guiding Principles on Business
manusia.
and Human Rights (UNGPs), BRI telah menetapkan standar dan prosedur yang jelas untuk menangani
Penilaian Hak Asasi Manusia
isu-isu hak asasi manusia dan memfasilitasi proses pemulihan dari dampak buruk yang timbul. Upaya
Pada tahun 2024, BRI telah melaksanakan self-assessment HAM untuk pekerja dan pemasok. Melalui
penilaian tersebut, BRI mengidentifikasi sejumlah risiko-risiko utama terkait hak asasi manusia dan remediasi tersebut mencakup: [2-26]
menetapkan prosedur mitigasi dan remediasi yang terstruktur untuk mengatasinya secara efektif. l permohonan maaf;
Berikut hasil self assessment HAM untuk pekerja dan pemasok: [GRI 3-3] l restitusi;
l rehabilitasi;
Internal Organisasi Eksternal Organisasi
l jaminan tidak terulang kembali;
Pekerja yang Dinilai Persentase
Pemasok/Mitra Kerja Persentase l kompensasi finansial/non-finansial untuk mencegah pelanggaran di masa depan; serta
67,05% 42,13%
52.127 99
lupaya hukum.
Untuk lebih memperkuat komitmennya BRI mengembangkan sistem pelaporan pelanggaran
(whistleblowing system/WBS) sebagai wadah untuk pengaduan mengenai risiko, indikasi, atau insiden
Pemantauan Pengelolaan Hak Asasi Manusia HAM. Sistem ini menjamin kerahasiaan identitas pelapor dan semua pihak. Laporan terkait pelanggaran
hak asasi manusia dapat diajukan oleh karyawan BRI, pelanggan, mitra kerja, atau pemangku
Pemetaan risiko HAM melalui proses uji tuntas HAM dilakukan secara sistematis dan berkala.
kepentingan eksternal lainnya dapat melakukan pelaporan terkait HAM melalui sarana berikut.
Proses ini dilakukan dengan pemantauan secara berkala untuk menilai efektivitas pelaksanaannya.
Melalui pemetaan risiko tersebut, BRI mengidentifikasi sejumlah aspek-aspek utama yang perlu
dipertimbangkan dalam pemenuhan HAM di ranah internal dan external. [GRI 3-3] Whistleblowing System
Secara internal, BRI berkomitmen untuk mencegah perdagangan manusia, pekerja paksa, ataupun
Email: whistleblower@corp.bri.co.id
pekerja anak di seluruh lingkungan operasional perusahaan. BRI memprioritaskan terciptanya SMS/Whatsapp: 0811 8200 600
lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan mendukung bagi semua karyawan dengan melindungi
Surat: PO BOX 1895 JKP 10900
hak-hak dasar pekerja, menyediakan peluang untuk pengembangan kompetensi profesional, serta Website: https://whistleblowing-system.bri.co.id
mempromosikan nilai keberagaman, kesetaraan, dan inklusi. Selain itu, BRI telah menetapkan peraturan
yang jelas untuk mencegah diskriminasi dan pelecehan sambil memastikan hak karyawan untuk
kebebasan berserikat, termasuk berpartisipasi dalam serikat pekerja. Privasi karyawan juga dilindungi Setiap laporan dengan bukti relevan akan mendapatkan tindak lanjut secara menyeluruh. Jika terbukti
dengan ketat sebagai bagian dari komitmen BRI terhadap penerapan lingkungan kerja yang etis. secara sah, terlapor akan diberikan sanksi sesuai dengan kebijakan BRI. Dalam rentang tahun 2021
Selain operasi internalnya, BRI menjunjung praktik bisnis yang bertanggung jawab dengan melakukan hingga 2024 tidak ada kasus diskriminasi yang dilaporkan dalam organisasi BRI sehingga tidak ada
seleksi terhadap pemasok, mitra kerja, dan nasabah peminjam yang menunjukkan komitmen terhadap tindakan perbaikan yang dilakukan. Selain itu, tidak ditemukan laporan atau insiden pelanggaran HAM
operasi yang etis dan berkelanjutan. Untuk memperkuat hal ini, BRI telah merumuskan Kebijakan termasuk perdagangan manusia, pekerja anak, pekerja paksa, serta pelanggaran terhadap kebebasan
Rantai Pasokan dan persyaratan yang diterapkan untuk mitra kerja, yang mencakup praktik bisnis berserikat atau perundingan bersama, baik di lingkungan operasional maupun penyuplai BRI. [F.19] [GRI
406-1] [GRI 408-1] [GRI 409-1]
yang beretika, pemenuhan HAM dan hak buruh, pertimbangan lingkungan, privasi data, kesehatan dan
Page 135
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 135
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL): Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI
Kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan BRI merupakan aktivitas strategis perusahaan, selain Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Melalui BRI Peduli
mendukung kelompok-kelompok rentan, program-program ini memainkan peran penting dalam
BRI Peduli TJSL merupakan instrumen penyelenggaraan program tanggung jawab sosial dan lingkungan
memperkuat ketahanan keuangan dan ekonomi masyarakat, berkontribusi terhadap keberlanjutan
dengan tujuan mencegah, mengurangi dan memitigasi dampak operasional perusahaan sekaligus
bisnis jangka panjang dan meningkatkan stabilitas industri keuangan. Selain itu, inisiatif TJSL BRI
memperkuat dampak positif di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan, dalam rangka pencapaian
juga mendorong keterlibatan pemangku kepentingan, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan
Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu, penyelenggaraan TJSL turut mendukung komitmen
memperluas akses terhadap layanan perbankan. Upaya-upaya ini tidak hanya mendorong dampak
masyarakat global yang tercantum dalam 17 Sustainable Development Goals (SDGs). [F.23] [F.25]
sosial yang positif, tetapi juga memperkuat posisi BRI sebagai mitra keuangan yang terpercaya, selaras
Dalam pendekatannya, BRI Peduli TJSL mengadopsi konsep keberlanjutan dan prinsip membangun
dengan tujuan bisnis perusahaan.
nilai bersama (creating shared value) secara berkelanjutan bagi masyarakat dan perusahaan. BRI
mengembangkan program pemberdayaan, peningkatan kapasitas, dan pembangunan infrastruktur
strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan awareness masyarakat
mengenai peran BRI dalam keuangan berkelanjutan.
Sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN, penyaluran program TJSL juga difokuskan pada bidang
Pendidikan, Lingkungan, dan Pengembangan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK). Pengelolaan BRI
Peduli TJSL dilakukan secara sistematis dan terpadu untuk memastikan keberhasilan program dapat
dicapai dengan baik mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pelaporan.
Tata Kelola Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Berikut strategi BRI dalam menyelenggarakan program BRI Peduli TJSL. [GRI 3-3]
Menjadi yang terdepan dalam praktik tanggung jawab sosial perusahaan untuk
Visi
memberikan nilai & manfaat yang berkelanjutan bagi pemangku kepentingan
l Melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung bisnis BRI
dengan tata kelola (governance) dan pengelolaan (management) yang baik,
Misi terencana, strategis, berdampak luas, dan berkelanjutan.
l Menciptakan perpaduan (blended value) bagi BRI dan pemangku kepentingan
l Meningkatkan reputasi BRI di mata pemangku kepentingan.
Implementasi BRI Peduli TJSL mengacu pada 3 (tiga) pilar utama, yakni pilar Sosial, pilar
Pilar
Ekonomi, dan pilar Lingkungan, serta dipandu oleh pilar Hukum
Page 136
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 136
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL): Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI
Perencanaan Program
Perencanaan Program BRI Peduli TJSL mengacu pada Peraturan Menteri Badan Usaha Milik
Negara Republik Indonesia Nomor: PER-01/MBU/03/2023 tanggal 03 Maret 2023 tentang
Sosial Ekonomi Lingkungan Hukum Penugasan Khusus dan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik
Negara yang diadopsi ke dalam aturan internal perusahaan melalui Surat Edaran Nomor: SE. 24-
Pilar Sosial untuk Pilar Ekonomi untuk Pilar Lingkungan untuk Pilar Hukum dan Tata
DIR/CSC/06/2023 tanggal 22 Juni 2023 perihal Pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial
tercapainya pemenuhan tercapainya pertumbuhan pengelolaan sumberdaya Kelola, untuk terwujudnya
hak dasar manusia yang ekonomi berkualitas alam dan lingkungan yang kepastian hukum dan dan Lingkungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
berkualitas secara adil dan melalui keberlanjutan berkelanjutan sebagai tata kelola yang efektif, Dalam melakukan perencanaan BRI Peduli TJSL, BRI memperhatikan asas efisiensi dan efektifitas
setara untuk meningkatkan peluang kerja dan usaha, penyangga seluruh transparan, akuntabel untuk disalurkan secara tepat guna dan tepat sasaran. Penyusunan rencana Program BRI Peduli
kesejahteraan bagi seluruh inovasi, industri inklusif, kehidupan. dan partisipatif untuk
masyarakat. infrastruktur memadai, menciptakan stabilitas TJSL dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: [GRI 3-3, 413-1, 413-2]
energi bersih yang keamanan dan mencapai
terjangkau dan didukung negara berdasarkan hukum. 1 Dampak dan risiko dari aktivitas perusahaan
kemitraan. 2 Kebutuhan dan potensi yang timbul
Inisiatif: Inisiatif: Inisiatif: 3 Keunggulan dan kearifan lokal
4 Orientasi keberlangsungan dan dampak yang ingin diharapkan
• Bantuan sarana dan • Peningkatan kapasitas • Pelestarian alam dan
prasarana dan keterampilan pelaku konservasi lingkungan
5 Fokus dan arah pembangunan berkelanjutan
• Pendidikan dan UMKM • Pengelolaan
Kesehatan masyarakat • Bantuan peralatan sampah terpadu dan
BRI juga memperhatikan keterlibatan pekerja dalam setiap kegiatan dan program TJSL. Hal
• Beasiswa bagi pelajar penunjang untuk bertanggung jawab tersebut sebagai bukti bahwa BRI ingin setiap pekerja dapat memberikan kontribusi terhadap
berprestasi, Mahasiswa kelompok usaha • Peningkatan kesadaran pemberdayaan masyarakat di sekitar unit kerja BRI. Sebagai upaya untuk menjamin pelaksanaan
dan Jurnalis • Bantuan Sertifikasi Halal masyarakat akan
dan pencapaian keberhasilan Program BRI Peduli, BRI telah menyusun peta jalan yang dirancang
• Peningkatan gizi UMKM kebersihan lingkungan
masyarakat dan • Bantuan Pengembangan • Penataan lingkungan sebagai panduan agar program yang dilaksanakan tepat guna dan tepat sasaran. Di dalam
pencegahan stunting Kawasan Wisata Lokal ekosistem dan urban roadmap, terdapat isu-isu sosial dan lingkungan, dengan memprioritaskan bidang pendidikan,
• Bantuan tanggap farming
lingkungan dan pengembangan UMKM yang dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan
darurat bencana • Pengelolaan air bersih
• Pemberdayaan & sanitasi berkelanjutan Program BRI Peduli.
kelompok Perempuan untuk masyarakat
• Bantuan Sarana • Bantuan Rumah Tidak
Penunjang Disabilitas Layak Huni (RTLH)
Penerima manfaat: Penerima manfaat: Penerima manfaat:
Masyarakat umum, Pelaku UMKM Masyarakat umum
kelompok rentan, pelajar,
guru, kelompok perempuan
dan penyandang disabilitas
Page 137
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 137
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL): Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI
Monitoring dan Evaluasi
Komunikasi dengan masyarakat mengenai program-program TJSL dimulai dari proses perencanaan, Dalam pelaksanaan Program BRI Peduli, BRI mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak melalui
sosialisasi dan pelibatan tokoh masyarakat, pelaksanaan dan pelayanan program, monitoring dan penghargaan atas pelaksanaan Program TJSL pada tahun 2024 sebagai berikut: [F.10]
evaluasi program untuk ketercapaian dampak dan keberlanjutan program. Secara berkala, BRI
melakukan pemantauan dan evaluasi guna menjaga efektivitas dan meningkatkan pelaksanaan
Penyelenggara
program TJSL di masa mendatang. Kegiatan pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk mengukur Kategori Program Bulan Perolehan
Award
dampak program melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI) serta kepuasan penerima
manfaat melalui pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). [GRI 2-25, 3-3, 413-1, 413-2] [F.23] Mengembangkan IGA (Indonesia BRINita (BRI Bertani di Kota) Januari 2024
keanekaragaman Green Award)
IKM hayati
Nilai
Nama Program Indeks Indeks
SROI Kategori Kategori Mengembangkan IGA (Indonesia Waste Management - YOK KITA Januari 2024
Kepentingan Kinerja
pengelolaan Green Award) GAS
Pengembangan wisata 11,32 98,00 Sangat 94,77 Sangat sampah terpadu
kuliner Pasar Tomohon Penting Puas
CSR Unggulan BISRA 2024 BRINita (BRI Bertani di Kota), YOK Februari 2024
Pemberdayaan Kelompok 11,26 89,86 Sangat 88,08 Sangat KITA GAS dan Grow & Green
Perempuan Belvie Penting Puas
Bantuan Homestay di 9,86 89,12 Sangat 88,23 Sangat TOP CSR 2024 TOP CSR 2024 BRI Peduli Februari 2024
Mandalika Penting Puas
Nusantara Award La tofi - Yok Kita Gas, Brinita, Grow n Juni 2024
Bantuan peralatan usaha 8,07 94,12 Sangat 89,99 Sangat CSR Nusantara CSR Green, Ini Sekolahku dan AURA
di Kampung Ujung Labuan Penting Puas Award
Bajo
TJSL & CSR Award BUMN Track Program Yok Kita GAS Juli 2024
Pelatihan Sertifikasi Halal di 7,60 89,70 Sangat 88,81 Sangat
Banten Penting Puas
Lestari Award Kompas Yok Kita Gas dan Brinita Juli 2024
Program Ini Sekolahku di 7,02 90,00 Sangat 88,91 Sangat
Maluku Tengah Penting Puas CSV Award Tras n CO - Latofi Yok Kita Gas September 2024
Program BRI Menanam 5,85 85,00 Penting 85,37 Puas
Grow & Green Muara Best CSR Award Warta Ekonomi BRI Peduli September 2024
Gembong
CSR Untuk Negeri Merdeka.com BRI Peduli September 2024
Bantuan Mesin Jahit 4,31 91,56 Sangat 89,62 Sangat
Kelompok Wanita Maumere Penting Puas
Investor Trust Majalah Investor Yayasan Bening Saguling Oktober 2024
Sepanjang tahun 2024, tidak terdapat keluhan dan pengaduan masyarakat secara formal terkait dampak kegiatan BRI. [F.24]
Page 138
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 138
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL): Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI
Pilar Sosial
Pemenuhan Hak Dasar Manusia yang Berkualitas Secara Adil dan Setara
1 Program BRI Peduli “Ini Sekolahku” 2 Program AURA (Aspire to Uplift, Revive, and Achieve) 3 “Cegah Stunting Itu Penting” dalam Rangka Hari Gizi
Nasional 2024
Pada tahun 2024, BRI Kembali melaksanakan program BRI Peduli BRI yakin bahwa perempuan memiliki potensi untuk memberikan Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kurang
TJSL "Ini Sekolahku". Program ini merupakan komitmen BRI untuk kontribusi lebih banyak dalam kehidupan bermasyarakat. gizi dalam jangka waktu lama, paparan infeksi berulang, dan kurang
creating shared value di dunia pendidikan. Saat ini, masih banyak Melalui program AURA, BRI berupaya membantu perempuan stimulasi. Stunting dipengaruhi oleh status kesehatan remaja, ibu
gedung sekolah terutama di remote area yang kondisinya kurang meningkatkan peran melalui Pemberdayaan Kelompok Perempuan hamil, pola makan balita, serta ekonomi, budaya, maupun faktor
layak untuk dijadikan tempat belajar mengajar yang kondusif. berbasis pengembangan usaha. Dilaksanakan di 17 Regional Office lingkungan seperti sanitasi dan akses terhadap layanan kesehatan.
Padahal, kondisi sekolah yang baik merupakan salah satu faktor BRI, BRI membantu 17 Kelompok Usaha Perempuan dengan kriteria Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development
pendukung peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar. yang telah ditetapkan. Jenis usaha yang dijalankan oleh kelompok Goals (SDGs) yang termasuk pada Sustainable Development Goals
Melalui program Ini Sekolahku, BRI memberikan bantuan perempuan dalam program ini terdiri dari beragai jenis mulai dari (SDGs) ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk
pembangunan/perbaikan gedung sekolah serta bantuan sarana industri makanan dan minuman, pertanian perkebunan, pertanian – malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan.
& prasarana pendidikan di 8 (delapan) titik sekolah dengan kondisi holtikultura, industri tekstil dan pakaian jadi serta jenis usaha lainnya. Bertepatan dengan Hari Gizi Nasional, BRI melaksanakan Program
kurang layak. Harapannya, bantuan ini dapat meningkatkan Bantuan yang diberikan melalui program AURA berupa pelatihan “Cegah Stunting Itu Penting” dengan memberikan bantuan
kenyamanan belajar mengajar di sekolah tersebut sehingga maupun peralatan usaha yang dapat mendukung kegiatan berupa paket makanan bergizi bagi balita dan alat Kesehatan di
menghasilkan peserta didik berkualitas. Kelompok Usaha Perempuan tersebut. Harapannya, program ini 24 puskesmas/posyandu di wilayah Denpasar, Manado, Jakarta,
dapat membantu perempuan dalam meningkatkan peran dalam Makassar dan Jayapura. Program ini merupakan salah satu wujud
kehidupan bermasyarakat. kontribusi BRI untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Page 139
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 139
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL): Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI
Pilar Ekonomi
Penciptaan Peluang Kerja, Usaha, dan Industri yang Inklusif
1 Pengembangan Wisata Kuliner Pasar Tomohon 2 Bantuan Alat Usaha untuk Kelompok Tani Kopi di Jepara 3 Bantuan Pembangunan Homestay di Mandalika
Pasar Tomohon merupakan salah satu pasar tradisional yang berada Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang dimiliki oleh BRI juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan
di Kota Tomohon. Sama halnya dengan pasar tradisional umumnya, Indonesia. Indonesia memiliki berbagai jenis kopi dari berbagai pariwisata lokal, khususnya di Mandalika, salah satu destinasi
Pasar Tomohon menyediakan kebutuhan sehari-hari masyarakat. daerah, sehingga menjadi komoditas unggulan ekspor negeri. prioritas Indonesia. Mandalika menjadi salah satu destinasi wisata
Namun, ada satu hal unik yang membuat pasar ini dikenal secara Tidak hanya dikelola oleh industri berskala besar, banyak UMKM yang semakin berkembang. Seiring berjalannya waktu, terdapat
luas, yakni lapak yang menjual daging yang tidak umum untuk mengolah kopi hingga bisa dinikmati oleh masyarakat. Sayangnya, banyak pembangunan sarana prasarana pendukung pariwisata di
dikonsumsi. Ini menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan baik tidak semua UMKM memiliki sarana prasarana yang memadai daerah tersebut.
lokal maupun mancanegara. untuk mengembangkan usahanya. Di sinilah BRI mengambil peran Melalui program BRI Peduli TJSL, BRI turut berpartisipasi dalam
Sebagai bentuk dukungan, BRI memberikan bantuan berupa dan memberikan bantuan melalui program BRI Peduli TJSL kepada pengembangan wisata di Mandalika dengan memberikan bantuan
pembangunan lapak kuliner di area pasar, sehingga lebih nyaman salah satu Kelompok Tani Kopi di Jepara, yakni Kelompok Tani Kopi berupa pembangunan homestay untuk wisatawan. Bantuan ini
dan bersih. Lapak kuliner ini bersebelahan dengan Terminal Beriman Tempur Roban Djoyo Jepara. Bantuan yang diberikan BRI berupa diberikan kepada pemerintah Desa Kuta Mandalika sekaligus
Tomohon, sehingga akses wisata kuliner lebih terjangkau. Bantuan mesin roasting kopi, yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengelola dari homestay tersebut. Dengan meningkatkan pilihan
ini diharapkan dapat mendukung perputaran ekonomi sehingga kapasitas produksi dan memenuhi kebutuhan pasar. akomodasi dan memperbaiki infrastruktur pariwisata, inisiatif
pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan area Pasar Tomohon. ini mendukung pemberdayaan ekonomi, mendorong pariwisata
berkelanjutan, dan membantu meningkatkan mata pencaharian
masyarakat setempat.
Page 140
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 140
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL): Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI
Pilar Lingkungan
Pengelolaan Penataan dan Pelestarian Ekosistem Lingkungan yang Berkelanjutan
1 Program BRI Menanam Grow & Green Penanaman 2 BRI Peduli Yok Kita GAS (Gerakan Kelola Sampah) Waste 3 Program BRI Peduli Penanaman Pohon Produktif
Mangrove Management Journey
Program BRI Menanam Grow & Green merupakan program Sampah masih menjadi salah satu permasalahan yang masih belum Pada tahun 2024, BRI melaksanakan program untuk
kolaborasi jangka panjang yang melibatkan peran dari kelompok mendapatkan solusi di Masyarakat. Melalui Program Yok Kita GAS, BRI turut mendorong perekonomian masyarakat melalui penanaman
pegiat lingkungan, yayasan dan masyarakat. memberikan kontribusi untuk mengatasi permasalahan melalui integrasi pohon produktif. Pohon yang ditanam ada berbagai jenis
Program ini merupakan upaya BRI untuk berkontribusi mengurangi pengelolaan sampah dengan menerapkan prinsip sistematis, menyeluruh, diantaranya durian, aren, kopi, mangga, pala dan jenis
dampak pemanasan global serta perubahan iklim melalui kegiatan berkesinambungan, serta mengutamakan pemberdayaan masyarakat dan pohon lainnya. Sampai dengan akhir tahun 2024, terhitung
penanaman pohon. literasi keuangan yang dalam pelaksanaannya juga terintegrasi dengan sebanyak 45.300 pohon yang sudah ditanam. Program ini
BRI berperan dalam penyediaan bibit, sementara yayasan dan proses bisnis BRI dengan memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan merupakan Kerjasama antara BRI, yayasan dan masyarakat
kelompok tani bertanggung jawab atas persiapan lahan, penanaman masyarakat. sekitar lokasi penanaman pohon. Program ini tidak hanya
benih, serta pemantauan dan pendataan pertumbuhan pohon. Program ini dilaksanakan di 41 lokasi Bank Sampah dan 5 pasar di berbagai mendorong penghijauan, tetapi juga memberikan manfaat
Selama tahun 2024, BRI telah menanam sebanyak 10.000 pohon daerah. Dalam program ini, penerima bantuan dibekali dengan pengetahuan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat setempat. Dengan
mangrove di Muara Gembong Bekasi dan 5.000 pohon cemara dan keterampilan dalam pemilahan sampah, pelatihan tata kelola dan perawatan dan pemanenan yang tepat, pohon tersebut
laut di Desa Kradenan dan Gesikharjo, Tuban. Pengelolaan pohon penguatan kelembagaan, pelatihan literasi keuangan, dan pelatihan akan menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan,
bekerjasama dengan yayasan yang bergerak di bidang pengelolaan manajemen bisnis bank sampah. Selain itu, BRI juga memberikan bantuan memperkuat mata pencaharian masyarakat sekaligus
lingkungan yang melakukan monitoring pertumbuhan pohon secara diantaranya mesin pencacah sampah organik dan bak maggot komunal. berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
berkala. Melalui program ini, BRI berupaya untuk berkontribusi dalam menjaga
Penanaman pohon ini diharapkan mampu memberikan kontribusi kelestarian lingkungan dan mendukung target pemerintah untuk mencapai
dalam perbaikan lingkungan, sekaligus menjadi salah satu alternatif Indonesia Net Zero Emission 2050.
wisata edukasi lokal yang menggerakkan ekonomi masyarakat
sekitar.
Page 141
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 141
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Manajemen Risiko
Manajemen risiko dalam tata kelola bank komersial sangat penting untuk memastikan stabilitas dan Dewan Komisaris dan Direksi Entitas Utama
keberlanjutan operasional di tengah ketidakpastian pasar dan perubahan lingkungan yang semakin
kompleks dan dinamis. Manajemen risiko yang efektif membantu bank mengidentifikasi, mengukur, Pengawasan Aktif Direksi
Kecukupan Kebijakan,
Prosedur MR &
Kecukupan Proses &
dan Dewan Komisaris Sistem Pengendalian
Sistem Informasi MR
dan mengelola risiko yang mungkin timbul dari berbagai aktivitas bisnis, seperti risiko kredit, likuiditas, Entitas Utama
Penetapan Limit
Terintegrasi
Intern Terintegrasi
Terintegrasi
dan operasional.
Bagi BRI, manajemen risiko tidak hanya berfungsi untuk melindungi aset bank, tetapi juga untuk
meningkatkan kinerja operasional dan daya saing di pasar untuk memastikan keberlanjutan dan Integrated Risk Taking Unit &
Komite Dewan
pertumbuhan jangka panjang di industri keuangan. Selain itu, BRI melakukan pengungkapan yang Komisaris
(Fungsi Pengawasan)
Integrated Risk Management Committee Policy Making Unit
(Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, Pengendalian)
transparan mengenai manajemen risiko untuk meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan
Sistem Informasi
dan nilai perusahaan. Untuk itu, BRI telah membangun kerangka tata kelola yang kuat dan terus Komite
Credit Risk Strategic Risk Manajemen Risiko
Pemantau MR
beradaptasi dengan berbagai risiko yang berkembang, sehingga semakin memperkuat ketahanan Three Lines Model
Market Risk Compliance Risk 1st Line 2nd Line 3rd Line
serta kemampuannya dalam menghadapi tantangan di lanskap keuangan yang semakin dinamis.
BRI
Komite Tata Independent
Kelola Business Unit Integrated Risk
Liquidity Risk Reputation Risk Assurance
Terintegrasi Unit
Tata Kelola Risiko Operational Risk Intragroup Risk Integrated
Satuan Kerja
Audit Intern
Operation Terintegrasi
Compliance Unit
Dewan Komisaris dan Direksi BRI bertanggung jawab atas efektivitas penerapan manajemen risiko di Komite Audit
Legal Risk Insurance Risk
BRI dan memainkan peran kunci dalam mendukung dan mengawasi keberhasilan implementasinya Integrated Risk Taking Unit Integrated Risk & Compliance Integrated
Assurance
di seluruh unit kerja. Secara khusus, pemantauan dan pengendalian risiko bank secara menyeluruh
(bank-wide) ditangani oleh Direktur Manajemen Risiko.
Dewan Subsidiary Risk Taking Unit &
Dewan Komisaris mengevaluasi kebijakan dan implementasi manajemen risiko yang dilakukan oleh Komisaris PA
Direksi PA
(Komite Manajemen Risiko PA)
Policy Making Unit
(Fungsi Pengawasan) (Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, Pengendalian)
Direksi. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa Direksi mengelola aktivitas dan risiko BRI secara
efektif. Dewan Komisaris, dibantu oleh Komite Pemantau Manajemen Risiko (KPMR), Komite Tata Sistem Informasi
Perusahaan Anak
Komite Dewan 1. Credit Risk 6. Strategic Risk
Komisaris Manajemen Risiko
Kelola Terintegrasi, dan Komite Audit melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam mengevaluasi KPMR, Komite 2. Market Risk 7. Compliance Risk
Three Lines Model
Audit, KTKT*
dan memastikan penerapan manajemen risiko harus memenuhi unsur-unsur kecukupan prosedur, 3. Liquidity Risk 8. Reputation Risk 1st Line 2nd Line 3rd Line
Independent
metodologi pengelolaan risiko, dan sesuai dengan praktik terbaik industri. Hal tersebut dilakukan 4. Operational Risk 9. Insurance Risk
(PA Asuransi) Business Unit Risk Unit
Assurance
agar aktivitas perusahaan tetap dapat terkendali pada batas/limit risiko yang dapat diterima serta 5. Legal Risk
Satuan Kerja
memberikan nilai tambah perusahan. Operation Compliance Unit
Audit Intern
Dewan Komisaris maupun anggota Komite KPMR memiliki kompetensi dan keahlian, termasuk Subsidiary
Risk Taking Unit Risk & Compliance Control
sertifikasi di bidang Manajemen Risiko sesuai dengan ketentuan. BRI secara konsisten berupaya Pengawasan 3 Pilar Assurance
meningkatkan pengetahuan dan kapasitas anggota Dewan Komisaris melalui program pelatihan dan
pengembangan keahlian di bidang manajemen risiko. [2-12]
Page 142
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 142
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Manajemen Risiko
Komite Pemantau Manajemen Risiko (KPMR) Proses manajemen risiko operasional dijalankan sesuai dengan tata kelola yang ditetapkan dalam
kerangka kerja manajemen risiko operasional dan menggunakan perangkat sesuai dengan ketentuan
KPMR membantu Dewan Komisaris untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam
regulator serta best practices.
mengevaluasi dan memastikan agar penerapan manajemen risiko tetap memenuhi unsur-unsur
kecukupan prosedur dan metodologi pengelolaan risiko. Pengawasan ini memastikan bahwa aktivitas Proses pengukuran dan perhitungan risiko operasional dilakukan melalui aktivitas Penilaian Risk and
BRI tetap berada dalam batas risiko yang dapat diterima, serta memperkuat pengendalian yang efektif Control Self Assessment (RCSA), Penilaian Kecukupan Pengelolaan Risiko Produk Bank Baru (PBB),
terhadap operasional bank. Pencatatan Kerugian Risiko Operasional pada Loss Event Database (LED), Pemantauan Key Risk
Indicator (KRI), Risk Assessment Plan (RAP), dan Penilaian Risiko Ancaman Bencana (PRAB).
Pengelolaan risiko operasional dilaporkan secara berkala kepada manajemen, pemimpin unit kerja,
Komite Manajemen Risiko (KMR)
dan pihak lain yang berkepentingan sebagai alat monitoring. Operational Risk Division menyampaikan
Komite yang bertanggung jawab atas penyusunan Kebijakan Manajemen Risiko serta perubahannya laporan risiko operasional baik yang bersifat mandatory maupun kepentingan laporan internal.
termasuk penerapan kebijakan manajemen risiko, strategi manajemen risiko dan contingency plan
Lingkup dan bentuk laporan pengelolaan risiko operasional, antara lain mencakup profil risiko
apabila kondisi eksternal tidak normal terjadi.
operasional bank, profil risiko regional, Operational Risk News (OPEN), serta laporan analisa risiko
BRC/Unit Audit Internal (UAI). Selain itu, atas hasil verifikasi BRC/Unit Audit Internal (UAI) dengan
Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) indikasi fraud, laporan disampaikan kepada RCEO (Regional Chief Executive Officer) dan Operational
SKMR BRI merupakan Divisi yang memiliki wewenang dan bertanggung jawab dalam menjalankan Risk Division untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.
proses manajemen risiko dan bersifat independen dari Unit Kerja Operasional (UKO), Satuan Kerja
Audit Internal, dan Unit Kerja Kepatuhan. Simulasi Stress-Testing [FN-CB-550a.2]
Stress test merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pengukuran risiko. BRI rutin
Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) melakukan simulasi stress-testing minimal 1 (satu) kali dalam setiap triwulan untuk mengevaluasi
SKAI memiliki fungsi untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko, pengendalian kerentanan yang mungkin tidak terlihat pada kondisi normal, tetapi dapat menjadi risiko yang signifikan
internal dan proses governance. saat terjadi kondisi ekstrem. BRI melakukan stress-testing dengan tujuan untuk estimasi potensi
kerugian pada kondisi pasar yang tidak normal dan cenderung ekstrim, dengan menggunakan skenario
tertentu guna melihat sensitivitas kinerja dan kondisi keuangan BRI terhadap perubahan faktor risiko
Proses Manajemen Risiko dan mengidentifikasi pengaruh yang berdampak terhadap portofolio, antara lain:
Setiap unit kerja operasional BRI bertanggung jawab atas penerapan proses manajemen risiko melalui 1 Portofolio kredit dan non kredit, untuk melihat risiko gagal bayar (Stress test Risiko Kredit).
sistem pengendalian internal dalam aktivitas operasional dan bisnis di masing-masing unit kerja. Hal
2 Portofolio surat berharga dan posisi devisa, untuk melihat risiko akibat perubahan suku bunga dan
tersebut dilakukan mulai dari tahap identifikasi, pengukuran, pemantauan hingga pengendalian risiko.
nilai tukar (Stress test Risiko Pasar).
Proses manajemen risiko dilakukan secara berkesinambungan oleh model tiga lini (three lines model):
seluruh unit pengambil risiko sebagai first line, unit kepatuhan dan manajemen risiko sebagai second 3 Portofolio aset likuid dan profil liabilitas, untuk melihat risiko likuiditas (Stress test Risiko Likuiditas).
line, dan unit audit internal sebagai third line. Untuk mengkoordinasikan dan memastikan bahwa Simulasi ini juga digunakan untuk mengelola risiko sistemik BRI. Hasil dari simulasi tersebut
penerapan proses manajemen risiko dilaksanakan sesuai ketentuan, maka Direksi BRI menetapkan digunakan untuk menilai kecukupan tingkat ketahanan permodalan dan kecukupan likuiditas bank
fungsi manajemen risiko pada setiap unit kerja mulai dari level Kantor Pusat (Divisi/Desk/ Team), dalam menghadapi perubahan dan shock pada kondisi makroekonomi sehingga dapat memperkuat
Regional Office, Kantor Cabang Khusus, Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Kantor perencanaan modal, strategi jangka panjang, serta pengelolaan aktivitas bisnis BRI secara keseluruhan.
Kas, Sentra Layanan BRI Prioritas dan Unit Kerja Luar Negeri (UKLN).
Page 143
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 143
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Manajemen Risiko
Tinjauan dan Audit Risiko
BRI mengidentifikasi indikator-indikator risiko utama untuk semua jenis risiko dan menetapkan
batasan atau limit risiko yang mencerminkan kondisi dan risiko yang dapat diterima (risk appetite)
BRI. Penetapan risk appetite dilakukan dalam bentuk pernyataan (risk appetite statement/RAS) yang
bersifat kuantitatif, kualitatif, dan ketidaktoleranan (zero tolerance) yang terkait dengan sasaran dan
tujuan bisnis BRI. BRI secara berkala melakukan tinjauan terhadap parameter RAS dan limit risiko untuk
memastikan parameter tersebut tetap relevan dan selaras dengan perkembangan kondisi bisnis serta
lanskap risiko yang dinamis.
Sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 18/POJK.03/2016 tentang
Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum, SKAI melaksanakan kaji ulang manajemen risiko
secara berkala, yaitu satu kali setahun. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh penilaian
risiko (risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko
stratejik, dan risiko kepatuhan) telah dilaksanakan secara memadai. Selain itu, SKAI juga secara berkala
melakukan kegiatan audit untuk setiap level Unit Kerja di BRI. SKAI menyampaikan laporan secara rutin
kepada Direktur Utama dan Komite Audit dengan tindasan kepada Direktur Kepatuhan.
Selain itu, BRI juga melakukan self assessment atas profil risiko perusahaan. Pada triwulan IV 2024
hasilnya menunjukkan peringkat risiko BRI berada pada tingkat low to moderate. Penilaian ini
menunjukkan bahwa BRI berhasil menjaga tingkat pengelolaan risiko seiring dengan perkembangan
bisnis dan persaingan di sektor perbankan di Indonesia.
Page 144
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 144
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Manajemen Risiko
Identifikasi Emerging Risk
Bank dihadapkan pada berbagai risiko yang diperkirakan akan mempengaruhi bisnis ke depan. Berdasarkan hasil kajian, terdapat 2 (dua) kategori risiko yang dihadapi oleh BRI dalam jangka pendek dan jangka panjang
pada masa mendatang.
Kategori Risiko Definisi dan Deskripsi Risiko Dampak Risiko Tindakan Pencegahan
Ketidakpastian Indonesia menghadapi kondisi geopolitik yang tidak pasti, Kombinasi berbagai tantangan tersebut memiliki dampak Sebagai mitigasi untuk mengurangi sensitivitas dan meminimalkan risiko terhadap volatilitas
geopolitik global khususnya diakibatkan konflik di Eropa Timur dan Timur negatif terhadap laju pemulihan ekonomi global tahun makroekonomi global, BRI melakukan langkah-langkah strategis dengan mengurangi sensitivitas terhadap
Tengah yang memicu disrupsi rantai pasok barang kebutuhan 2024. instrumen keuangan yang terekspos risiko suku bunga dan nilai tukar, seperti pengelolaan interest rate risk
primer dan komoditas energi, sehingga dapat berdampak in the banking book, maturity gap, pengelolaan konsentrasi deposan dan debitur, pengelolaan posisi devisa
pada kenaikan inflasi global. neto, dan pengelolaan asset trading dan investasi yang sesuai dengan kondisi pasar.
Pemulihan ekonomi Tiongkok yang lebih rendah dari perkiraan Dari sisi governance, BRI secara regular melakukan assessment portofolio melalui stress testing
sebelumnya akibat aktivitas industri dan permintaan (solvency, credit, market & liquidity), pemantauan risk appetite statement, contingency funding plan serta
konsumen yang melambat. Perlambatan ini disebabkan pemutakhiran recovery plan.
oleh berlangsungnya krisis properti, lemahnya keyakinan
konsumen, dan tingginya pengangguran umur produktif.
1
Kebijakan moneter Kebijakan moneter oleh berbagai bank sentral di dunia Kebijakan moneter yang ketat berdampak pada Melakukan penyesuaian portofolio aset dan liabilitas perusahaan, secara proaktif mengelola risiko suku
Geopolitik yang ketat diperkirakan akan bertahan pada waktu yang relatif lebih lama penurunan ekspor, pertumbuhan ekonomi yang stagnan, bunga dengan melakukan analisis sensitivitas terhadap perubahan suku bunga yang mungkin terjadi
atau disebut sebagai kondisi high for longer. kenaikan inflasi, capital outflows, penurunan harga Surat akibat kebijakan moneter yang ketat serta meningkatkan pengawasan terhadap kualitas kredit karena
Berharga Negara, depresiasi Rupiah, penurunan IHSG. kebijakan moneter yang ketat dapat mengakibatkan peningkatan gagal bayar dari debitur.
Hal ini dapat berdampak pula padaperubahan kebijakan Memanfaatkan instrumen kebijakan makroprudensial yang disediakan oleh Bank Indonesia. Kebijakan
fiskal dan moneter yang diambil oleh pemerintah dan Bank makroprudensial bertujuan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan dapat membantu bank dalam
Indonesia, seperti menaikkan suku bunga acuan. mengatasi dampak negatif dari kebijakan moneter yang ketat. Misalnya, penerapan batasan Loan to Value
(LTV) dapat membantu mengendalikan risiko pembiayaan yang berlebihan dan menjaga kualitas aset bank
Melakukan diversifikasi sumber pendanaan dan pengelolaan likuiditas yang baik untuk memastikan
tersedianya akses yang cukup terhadap sumber likuiditas untuk menghadapi fluktuasi yang mungkin
terjadi akibat kebijakan moneter yang ketat
Risiko keamanan siber Perkembangan teknologi berbasis digital meningkatkan Pesatnya perkembangan teknologi digital telah Penyusunan tata kelola untuk tanggap insiden keamanan informasi yang sejalan dengan Disaster
ancaman keamanan siber seperti ancaman virus, peretasan, meningkatkan ancaman keamanan siber, termasuk Recovery Plan (DRP), Business Continuity Plan (BCP) BRI dan kerangka kerja keamanan siber yang disebut
kebocoran data, malware, dan lain sebagainya. virus, peretasan, pelanggaran data, malware, dan risiko BRI Cybersecurity Framework. Kerangka kerja ini disusun ke dalam arsitektur keamanan perusahaan (ESA,
lainnya. Ancaman ini berpotensi mengganggu kinerja Enterprise Security Architecture) yang mengacu pada National Institute of Standards and Technology
keuangan dan operasional bank secara signifikan, yang (NIST) Cybersecurity Framework.
dapat menyebabkan penipuan, kerugian finansial, serta Pembentukan Cybersecurity Incident Response Team (CSIRT) untuk melakukan tanggapan atas
kebocoran data, sehingga merusak kepercayaan dan permasalahan atau insiden keamanan informasi.
keyakinan nasabah terhadap layanan perbankan digital. Pembentukan fungsi atau bagian khusus berupa Security Operation Center (SOC) yang melakukan
Akibatnya, tantangan ini dapat menghambat adopsi pengawasan terhadap ancaman siber secara terus-menerus (24 jam, setiap minggu, selama 365 hari).
inovasi teknologi keuangan dan upaya inklusi keuangan, Penerapan berbagai teknologi pengamanan informasi dan tata kelola keamanan, termasuk penggunaan
sekaligus meningkatkan risiko hukum jika bank gagal layanan intelijen ancaman, pemantauan dan proteksi merek untuk memantau penyalahgunaan merek BRI
memenuhi kewajiban perlindungan nasabah.
2 di media sosial.
Pelaksanaan vulnerability assessment dan tinjauan terhadap keamanan informasi BRI secara independen
Teknologi berupa uji penetrasi kerentanan dan dan simulasi serangan siber.
Bekerjasama dengan pakar keamanan siber yang memiliki pengalaman global dalam menanggapi insiden
untuk melakukan telaah forensik dan investigasi insiden siber.
Penyediaan protokol komunikasi untuk menginformasikan insiden keamanan informasi kepada publik.
Penyalahgunaan Penggunaan teknologi AI dalam e-KYC yang digunakan untuk Gangguan signifikan terhadap kinerja keuangan dan Pembaruan dan tinjauan berkala terhadap teknologi dan algoritma e-KYC yang digunakan untuk
kecerdasan buatan (AI) memberikan kemudahan kepada nasabah dalam berinteraksi operasi bank seperti pembobolan data, penipuan, dan memastikan keefektifan dalam mendeteksi teknologi manipulasi visual dan audio (deep fakes).
dengan bank berpotensi membuka peluang penyalahgunaan kerugian finansial, merusak kepercayaan dan keyakinan Pemantauan transaksi berdasarkan perilaku nasabah untuk mendeteksi dan mencegah tindak pencucian
akibat penipuan maupun peretasan. nasabah terhadap layanan perbankan digital, sehingga uang atau kejahatan keuangan lainnya.
menghambat adopsi inovasi teknologi keuangan dan
Meningkatkan literasi dan kesadaran pekerja, nasabah, dan pemangku kepentingan mengenai penggunaan
keuangan inklusif, serta ancaman hukuman karena
AI yang bertanggung jawab dan etis.
kegagalan pemenuhan kewajiban perlindungan nasabah.
Page 145
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 145
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Manajemen Risiko
Budaya Risiko (Risk Culture)
BRI secara berkala mengidentifikasi dan mengukur risiko melalui Risk Control Self Assessment
(RCSA) setiap awal semester dengan mempertimbangkan indikator kinerja kunci (KPI), masukan
manajemen, rencana bisnis mendatang, data historis kejadian risiko operasional, dan evaluasi
kelemahan pengendalian. RCSA merupakan perangkat manajemen risiko operasional yang bersifat
kualitatif dan prediktif serta menggunakan dimensi dampak (impact) dan peluang (likelihood) sebagai
dasar identifikasi dan pengukuran. RCSA bertujuan membantu pekerja agar dapat secara proaktif
mengidentifikasi dan melaporkan potensi risiko di seluruh organisasi.
Penerapan RCSA mencakup Kantor Pusat BRI, Kantor Regional, Kantor Cabang Khusus, Kantor
Cabang Luar Negeri, dan Kantor Cabang yang juga mewakili Unit BRI, Kantor Cabang Pembantu, dan
Pusat Layanan Prioritas. Metrik manajemen risiko menjadi bagian KPI setiap pekerja di unit kerja BRI
yang terlibat dalam fungsi manajemen risiko dan bagian dari KPI Kolegial Direksi.
Internalisasi Budaya Sadar Risiko
Budaya risiko merupakan bagian transformasi budaya pekerja sesuai implementasi BRIVOLUTION 2.0,
yang mengajak pekerja BRI menjaga diri, menjaga kawan, dan menjaga BRI melalui tiga aktivitas wajib
pada Culture Activation Program (CAP) seluruh unit kerja, antara lain:
1 Lindungi Password-mu
l Seluruh pekerja menjaga kerahasiaan password/PIN/Data
l Seluruh pekerja tidak melakukan sharing password/PIN
2 Teliti Dokumen
Dokumen nasabah/debitur telah divalidasi dan memenuhi persyaratan, serta diinput
pada aplikasi sesuai dengan dokumen sumber dan prosedur penataan dokumen yang
telah ditetapkan.
3 Pengungkapan Indikasi Fraud
100% penyimpangan (fraud) telah disampaikan kepada BRC/UAI dan telah ditindaklanjuti.
Internalisasi Budaya Sadar Risiko diimplementasikan melalui serangkaian kegiatan pembelajaran
mandiri secara rutin, instruksi, dan sosialisasi yang berkelanjutan. Rincian implementasi budaya sadar
risiko dapat dilihat pada Laporan Tahunan BRI 2024.
Page 146
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 146
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika
Integritas merupakan nilai penting yang harus dimiliki oleh setiap Insan BRILiaN di tempat kerja. Komitmen BRI dalam Mendukung Kebijakan Perubahan Iklim
Integritas yang baik akan mendukung kinerja perusahaan, mendorong inovasi, dan menciptakan Sebagai salah satu negara yang meratifikasi Paris Agreement, Indonesia terus meningkatkan aksi
budaya kerja yang profesional. Ini dibangun melalui lingkungan kerja yang kondusif, manajemen dan mitigasi perubahan iklim, termasuk melalui penetapan target Net Zero Emissions (NZE) nasional
pengendalian yang memadai, serta kepemimpinan yang menginspirasi. pada tahun 2060 atau lebih cepat, sebagaimana tercantum dalam Enhanced Nationally Determined
Contribution (ENDC) Indonesia. Salah satu pendekatan utama untuk mencapai target NZE tersebut
Panduan Perilaku Bank dan Insan BRILiaN adalah pengelolaan emisi gas rumah kaca (GRK) yang efektif. Sejalan dengan komitmen nasional,
BRI telah menyusun rencana adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dengan menetapkan target NZE
Kode Etik BRI [GRI 2-23] [GRI 3-3]
pada tahun 2050 berdasarkan Science Based Target Initiatives (SBTi). BRI juga merupakan lembaga
Prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik diatur dalam Surat Edaran Direksi BRI Buku 6 tentang keuangan pertama di Indonesia yang memiliki komitmen Near Term Target yang telah divalidasi SBTi,
Kode Etik BRI, yang memuat kebijakan serta panduan implementasi kode etik perusahaan. Kode etik yang selaras dengan tujuan Paris Agreement untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5°C.
perusahaan dibagi menjadi Kode Etik Bank dan Kode Etik Insan BRILiaN. Kode Etik Bank merupakan
prinsip dasar perilaku pribadi dan profesional secara organisasi, sedangkan Kode Etik Insan BRILiaN
merupakan pedoman yang menjelaskan etika usaha dan tata perilaku secara individu. [2-23] [2-24] Dukungan BRI dalam Asosiasi dan Advokasi Perubahan Iklim
BRI menyadari bahwa pencapaian target NZE membutuhkan kolaborasi dari berbagai pemangku
Kode Etik Bank Kode Etik Insan BRILiaN
kepentingan, termasuk dunia usaha, akademisi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), pemerintah,
1 Kepatuhan terhadap hukum dan regulasi, termasuk penerapan 1 Kepatuhan terhadap hukum, kebijakan regulator, dan dan regulator. Sebagai lembaga keuangan pertama di Indonesia yang berkomitmen terhadap target
anti pencucian uang, pencegahan pendanaan terorisme, dan kebijakan internal bank;
NZE melalui Science-Based Target Initiatives (SBTi), BRI secara aktif mendukung dan berpartisipasi
pencegahan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal Perlindungan aset bank, menjaga keamanan informasi,
2
(APU, PPT, dan PPPSPM); dalam asosiasi industri yang mendorong inisiatif mitigasi perubahan iklim. KADIN Indonesia telah
larangan insider trading, dan melaporkan pelanggaran
2 Perlakuan adil dan menerapkan kebijakan saling menghormati melalui sistem pelaporan pelanggaran; menunjukkan keselarasan dengan Paris Agreement dalam berbagai kebijakan dan inisiatifnya. Salah
di tempat kerja ketika berhubungan dengan Insan BRILiaN.
3 Memberikan perlakuan adil terhadap nasabah dan satunya adalah Perhimpunan Bank-Bank Nasional Indonesia (PERBANAS), yang merupakan asosiasi
3 Melindungi kerahasiaan data dan informasi pribadi nasabah; melindungi data nasabah; di bawah KADIN Indonesia.
4 Menjunjung tinggi persaingan sehat, anti-monopoli, dan 4 Hubungan dengan pesaing dan mitra kerja;
berlaku adil terhadap mitra kerja;
Sebagai anggota dari Perbanas, BRI secara aktif mengevaluasi kebijakan asosiasi yang diikuti untuk
5 Hubungan antar sesama pekerja termasuk dengan pekerja
5 Memberikan kontribusi dan nilai optimal, melindungi hak-hak BRI Group: mematuhi respectful workplace policy; memastikan keselarasan dengan prinsip mitigasi perubahan iklim dalam Paris Agreement. Hasil evaluasi
pemegang saham, dan menjalankan transparansi dalam 6 Hubungan dengan regulator; menunjukkan bahwa kebijakan PERBANAS sejalan dengan langkah-langkah pencegahan perubahan
penyampaian informasi;
7 Hubungan dengan masyarakat dan lingkungan hidup; iklim yang disepakati secara global.
6 Menjaga integritas dan akurasi pelaporan bank;
8 Pengendalian gratifikasi, penyuapan, dan korupsi. Sistem Manajemen Keanggotaan
7 Menjunjung tinggi HAM, mengatasi perubahan iklim, dan
larangan keterlibatan dalam aktivitas politik; Setiap keikutsertaan asosiasi baru yang terdaftar di KADIN, BRI memastikan bahwa tujuan asosiasi
8 Etika sebagai kelompok usaha (BRI Group); serta tersebut sejalan dengan tujuan Paris Agreement untuk mengurangi laju pemanasan global. Untuk
9 Pengendalian gratifikasi, penyuapan, dan korupsi. memastikan komitmen ini, BRI mengambil langkah-langkah berikut:
l BRI menunjuk perwakilan atau unit kerja untuk mengelola atau mewakili keterlibatan BRI dalam
Informasi terperinci mengenai kebijakan etik BRI terkait korupsi dan penyuapan, diskriminasi,
asosiasi tersebut.
kerahasiaan informasi, konflik kepentingan, anti-monopoli dan persaingan usaha, pencucian uang,
l Melakukan diskusi dan berkomunikasi dengan asosiasi.
perdagangan manusia, lingkungan, kesehatan dan keselamatan, serta WBS dapat ditemukan di
l Memastikan bahwa kebijakan dan inisiatif asosiasi tidak bertentangan dengan hasil Paris Agreement.
https://www.ir-bri.com/esg/code_of_conduct.html. [GRI 206-1]
l Melakukan tinjauan terhadap peserta jika terbukti ada strategi dan kebijakan asosiasi yang
bertentangan dengan tujuan Paris Agreement.
Page 147
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 147
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika
Sistem Pemantauan dan Evaluasi Pengendalian kode etik dilakukan melalui penandatanganan pernyataan Anti Fraud dalam
BRI melakukan berbagai langkah dalam meninjau dan memantau partisipasi dalam asosiasi untuk BRILiaN Improvement Forum. Setiap tahun, Dewan Direksi, Dewan Komisaris, dan seluruh
memastikan bahwa tujuan dan kebijakan asosiasi selaras dengan tujuan Paris Agreement. Prosedur ini pekerja menandatangani pernyataan Anti Fraud dalam BRILiaN Improvement Forum. Selain itu,
dimulai dengan meninjau publikasi asosiasi, diikuti dengan diskusi, dan jika diperlukan, survei tambahan. penandatanganan pakta integritas dalam proses pengadaan barang dan jasa dilakukan oleh komite
BRI mengambil sikap netral terhadap isu-isu politik dan tidak terlibat dalam lobi kebijakan publik baik pengadaan, unit kerja pengguna, vendor, atau mitra [2-23][2-24]
dalam skala nasional maupun global. BRI mewajibkan seluruh Insan BRILiaN untuk membuat Surat Pernyataan Kode Etik BRI setiap tahun
Proses Pemantauan dan Evaluasi: dan melakukan pengungkapan tahunan konflik kepentingan melalui aplikasi BRISTARS atau media
Mengidentifikasi keikutsertaan Mengidentifikasi keikutsertaan Mengungkapkan keikutsertaan
lainnya.
Mengidentifikasi kebijakan
BRI dalam asosiasi yang
asosiasi yang dituju
BRI dalam asosiasi yang BRI dalam asosiasi yang Kode Etik disosialisasikan dan dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan internal dan eksternal
terdaftar di Kamar Dagang terdaftar di Kamar Dagang terdaftar di Kamar Dagang
dengan Paris Agreement BRI. Komitmen dari jajaran Direksi dan Dewan Komisaris sebagai role model dalam menerapkan Kode
dan Industri Indonesia (KADIN) Indonesia (KADIN) dan Industri Indonesia (KADIN)
Etik BRI sangat mempengaruhi keberhasilan penerapannya bagi seluruh Insan BRI. Untuk memastikan
implementasi yang efektif, BRI juga menyampaikan Kode Etik perusahaan melalui: [2-23] [2-24]
Sistem Penanganan untuk Ketidaksesuaian terhadap Kebijakan Iklim l situs resmi BRI (www.ir-bri.com/esg/code_of_conduct.html) yang dapat diakses secara publik,
Jika kebijakan asosiasi bertentangan dengan aksi mitigasi perubahan iklim, BRI, sebagai anggota, akan termasuk oleh mitra bisnis;
mendorong asosiasi untuk melakukan perubahan. Setelah revisi dilakukan, BRI akan menilai kebijakan l landing page pada aplikasi BRISTARS;
yang telah diperbarui berdasarkan tujuan Paris Agreement. Jika kebijakan asosiasi tidak disesuaikan l Perjanjian Kerja Bersama antara Serikat Pekerja BRI dan Manajemen BRI; [407-1]
dengan tujuan Paris Agreement, BRI berhak menghentikan keanggotaan di asosiasi tersebut. l poster, video, dan media iklan lainnya di kantor perusahaan.
Sistem Akuntabilitas
BRI secara berkala menerbitkan laporan keberlanjutan yang selaras dengan Paris Agreement, yang Sanksi terhadap Pelanggaran Kode Etik
menunjukkan komitmennya untuk mengurangi dampak perubahan iklim Sanksi dan prosedur penyelidikan terhadap pelanggaran kode etik menjadi bagian dari peraturan
Nama Asosiasi Tercatat di KADIN Patuh terhadap Paris Agreement disiplin pekerja. Pemberian sanksi disesuaikan dengan kategori pelanggaran (ringan, sedang, atau
Perhimpunan Bank-Bank Nasional berat) dan berpengaruh pada remunerasi serta penilaian kinerja individu.
Ya Ya
Indonesia (PERBANAS)
Sanksi pelanggaran disiplin atas kode etik diklasifikasikan sebagai berikut:
1 Bentuk Pembinaan 2 Bentuk Hukuman Jabatan
Sistem dan Prosedur Kode Etik
l Teguran Lisan; l Turun Jabatan 1 Golongan Jabatan (TJ 1);
Kode Etik BRI berlaku bagi seluruh Insan BRILiaN di seluruh jenjang organisasi perusahaan. Seluruh
l Surat Pembinaan; l Turun Jabatan 2 Golongan Jabatan (TJ 2); dan
Insan BRILiaN yaitu Direksi, Dewan Komisaris, dan seluruh pekerja wajib mengetahui, memahami,
dan melaksanakan Kode Etik BRI sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Direktur Kepatuhan beserta l Peringatan Tertulis; dan l Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
jajaran kepatuhan (Compliance Division dan Jajaran RRM Regional Office) bertanggung jawab dalam l Teguran Tertulis.
melakukan internalisasi kode etik. Selama tahun 2024, terdapat 46 indikasi pelanggaran yang dilaporkan dan telah diselesaikan. Namun
demikian, dalam periode pelaporan ini, tidak terdapat laporan yang diajukan oleh publik. Termasuk
Direktur Kepatuhan Compliance Division Regional Management terkait lingkungan hidup, tidak terdapat laporan yang diselesaikan secara hukum dan tidak terdapat
and Compliance (RMC) kontrak yang diakhiri dengan mitra bisnis. Tidak terdapat kasus signifikan yang menunjukkan
ketidakpatuhan terhadap hukum dan regulasi yang berujung pada denda atau sanksi non-moneter. [GRI
2-27] [GRI 206-1] [205-3] [FN-CB-510a.1]
Page 148
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 148
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika
Verifikasi Pihak Eksternal Pengendalian kebijakan dilaukan melalui audit pengadaan barang dan jasa secara rutin oleh auditor
Proses uji tuntas dan prinsip kehati-hatian merupakan bagian integral dari elemen kode etik. Untuk internal dan auditor eksternal BRI. Untuk memastikan partisipasi mitra dan rekanan BRI melakukan Anti
memastikan kesesuaian perumusan kode etik perusahaan, BRI melakukan peninjauan oleh pihak ketiga Bribery Survey kepada mitra/rekanan sebagai upaya edukasi yang mencakup sosialisasi visi dan misi
independen termasuk sertifikasi. Selain itu, BRI juga mengacu pada instrumen internasional dalam BRI, sosialisasi ISO 37001:2016, serta evaluasi terhadap rekanan. BRI juga menyelenggarakan forum
Kode Etik BRI yaitu United Nations (UN) Guiding Principles on Business and Human Rights.[GRI 2-23] komunikasi untuk mendapatkan masukan dari rekanan untuk perbaikan proses pengadaan di BRI. [FS9]
BRI telah memperoleh sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan untuk ruang
lingkup pengadaan barang dan jasa pada tahun 2020. Pada tahun 2023 BRI berhasil mempertahankan
sertifikasi ISO SMAP tersebut dengan dilaksanakannya resertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen
Anti Penyuapan untuk ruang lingkup pengadaan barang dan jasa.
Nama Sertifikat Penerbit Masa Berlaku
ISO 37301 Sistem Manajemen Kepatuhan British Standard Institution 2023-2025
ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan British Standard Institution 2023-2026
ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu British Standard Institution 2023-2026
Hubungan BRILiaN dengan Mitra Kerja
Manajemen rekanan BRI melibatkan proses pendaftaran, seleksi, pengawasan, serta evaluasi kinerja
rekanan. Pengelolaan ini mengacu pada Surat Edaran Direksi tentang Pengadaan Barang dan/atau
Jasa Buku II tentang Pengelolaan Vendor BRI. Prosedur Pencegahan Tindak Kriminal
BRI mengembangkan aplikasi manajemen rekanan yang terintegrasi dengan BRISMILE serta Kebijakan Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan
mencakup seluruh proses mulai dari pendaftaran, seleksi, pengawasan, pemeliharaan, hingga evaluasi Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM)
kinerja rekanan. Aplikasi ini memastikan BRI memiliki basis data yang mendukung pelaksanaan Penanggung jawab penerapan program APU, PPT, dan PPPSPM dilaksanakan oleh Unit Kerja Khusus
pengadaan barang dan jasa. [FS1] [FS5] [205-2] (UKK) yang berada di setiap aras organisasi. UKK Kantor Pusat BRI dilaksanakan oleh Divisi Kepatuhan
Penandatanganan pakta integritas dilakukan panitia pengadaan barang/jasa, tim pengadaan barang/ yang merupakan unit kerja struktural dalam struktur organisasi BRI. Dalam menjalankan tugasnya,
jasa,user/end user, vendor dan pejabat pemutus pada setiap tahapan proses pengadaan di BRI. [3-3] [FS1] Divisi Kepatuhan melapor dan bertanggung jawab kepada Direktur Kepatuhan.
[FS3] [FS5] [F.19] [205-2] [408-1] BRI berkomitmen mematuhi semua hukum, peraturan, dan ketentuan yang berlaku terkait pencegahan
Pada tahun 2024, terdapat 337 rekanan yang telah mengikuti screening sosial dan lingkungan sebagai pencucian uang dan pembiayaan terorisme dan ditunjukkan melalui program Anti Money Laundering &
bagian seleksi vendor, termasuk pemenuhan ketentuan hak asasi manusia, larangan penggunaan Counter Financing of Terrorism (AML & CFT) yang telah disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris BRI.
pekerja anak, serta penandatangan pakta integritas terkait anti-penyuapan. [2-6] [204-1] [FS3] [B.3] [B.1e] [3-3] [FS1] Program ini mencakup kebijakan, prosedur, pengendalian internal, dan sistem yang sesuai dengan
[FS3] [FS5] [F.19] [205-2] [408-1] Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang dan
Proses ini merupakan bagian kebijakan pengelolaan aset tetap dan pengadaan serta ketentuan Pencegahan Pendanaan Terorisme, Peraturan Bank Indonesia, dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
pendaftaran vendor BRI. Rekanan yang berhasil memenuhi kriteria di atas akan mendapatkan Surat (OJK). Terkait dengan program APU, PPT, dan PPPSPM, BRI menetapkan periode penyimpanan
Keterangan Terdaftar (SKT). dokumen selama 5 tahun.
Page 149
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 149
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika
Prosedur APU, PPT, dan PPPSPM meliputi: Penerapan APU, PPT, dan PPPSPM juga tunduk pada pengawasan dan pemantauan oleh OJK. Selain
itu, BRI juga melaksanakan pemeriksaan independen setiap tahun sekali untuk memastikan efektivitas
Customer Due Diligence (CDD) Prosedur uji tuntas (CDD) melibatkan langkah-langkah ketat untuk penerapan program APU, PPT, dan PPPSPM. Pemeriksaan terakhir dilakukan pada bulan September
memastikan kepatuhan dan mengenali risiko. Mulai dari kebijakan
penerimaan dan identifikasi calon nasabah, nasabah, dan nasabah WIC
2024.
(walk-in customer) serta permintaan data dan informasi, dokumen
pendukung, hingga proses verifikasi calon nasabah dan identifikasi pemilik
manfaat.
Enhanced Due Diligence (EDD) Prosedur EDD melibatkan langkah-langkah tambahan untuk
mengidentifikasi risiko dengan lebih detail. EDD dilakukan secara
menyeluruh, khususnya terkait dengan jasa penitipan dengan pengelolaan
(Trust), serta prosedur EDD terhadap kategori berisiko tinggi.
Politically Exposed Persons Penetapan nasabah yang dikategorikan sebagai Politically Exposed
(PEPs) Persons (PEPs) serta pengelompokan calon nasabah, nasabah, dan
nasabah WIC (walk-in customer) berdasarkan tingkat risiko terjadinya
pencucian uang dan/atau pendanaan terorisme.
Non-face-to-face CDD Prosedur Non-face-to-face CDD melibatkan verifikasi nasabah dan
pengecekan dokumen pendukung. Verifikasi dilakukan dengan faktor
biometrik seperti face recognition dan eyeballing. Dokumen pendukung
yang diperlukan mencakup dokumen identitas dan contoh tanda tangan.
Pengelolaan Hubungan Usaha Mencakup penundaan transaksi dan penghentian sementara transaksi,
dengan Calon Nasabah, penolakan, pembatalan, dan/atau penutupan terhadap hubungan usaha
Nasabah, dan Nasabah WIC dengan calon nasabah, dan pengembalian sisa dana nasabah.
(Walk-in Customer) dan/atau
Transaksi
Update dan Pemantauan Pemantauan terhadap profil calon nasabah, aktivitas transaksi nasabah,
serta Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris (DTTOT) dan Daftar
Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (DPPSPM).
Cross Border Correspondent Prosedur pengelolaan Cross Border Correspondent Banking dan payable Pencegahan Green Financial Crime
Banking through account.
BRI telah mengambil langkah konkret untuk mencegah kejahatan keuangan terkait isu lingkungan.
Transfer Dana Prosedur transfer dana dan permintaan informasi dan pelaporan pada Kebijakan APU, PPT, dan PPPSPM BRI telah memuat ketentuan identifikasi transaksi mencurigakan
transfer dana. terkait green financial crime. BRI juga telah mengembangkan parameter alert transaksi keuangan yang
Pejabat senior BRI berwenang dalam membuat keputusan untuk meneruskan atau menghentikan mencurigakan pada sistem AML CFT 3.1. Selain itu, BRI membentuk Green Finance Crime Task Force
hubungan usaha dan/atau transaksi dengan nasabah, WIC (Walk-In Customers), atau beneficial yang melibatkan Divisi Kepatuhan dan divisi terkait lainnya untuk memfasilitasi pertukaran informasi
ownership (BO) yang termasuk kriteria berisiko tinggi, termasuk PEP. mengenai nasabah terindikasi atau terkait dengan transaksi atau aktivitas green financial crime.
Page 150
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 150
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika
Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Partisipasi Politik, Sumbangan Sosial, dan Sponsorship [GRI 415-1]
Dalam rangka pencegahan penggunaan BRI sebagai media atau tujuan pencucian uang dan pendanaan BRI melarang partisipasi Bank dan manajemen dalam kegiatan politik praktis sebagaimana
terorisme, BRI melakukan prosedur penyaringan bagi pekerja baru (pre-employee screening) sebagai bagian diatur dalam Kode Etik Bank dan Kode Etik Insan BRILiaN. Kegiatan sumbangan sosial dilakukan
dari penerapan Know Your Employee (KYE). sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan sementara sponsorship
BRI terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan atas penerapan APU-PPT, baik di internal maupun di dilakukan baik sebagai bagian kegiatan tanggung jawab sosial maupun sebagai kegiatan
tingkat grup. Beberapa inisiatif perbaikan yang telah dilakukan antara lain: komersial yang selaras dengan tujuan strategis perusahaan.
Pengembangan sistem pemantauan transaksi mencurigakan dengan memanfaatkan teknologi informasi
Kebijakan Anti-Fraud [GRI 3-3]
1
Dalam menegakkan Good Corporate Governance (GCG), BRI telah menerapkan serangkaian
maupun kecerdasan buatan seperti AI for Monitoring Transaction Systems through Graph Technology,
kebijakan dan strategi anti-fraud. Kebijakan ini mencerminkan komitmen manajemen untuk
Integrated AML CFT Screening (penyaringan daftar pantauan pada platform pembukaan rekening dan
mengendalikan potensi fraud dan menunjukkan keseriusan Dewan Komisaris dan Direksi yang
transaksi), Risk Based Approach (RBA) Bankwide, RBA Customer, AML CFT System (Menu STR, CTR, IFTI
tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk fraud, baik dari pihak internal maupun
Reporting), Sipesat Reporting Tools, dan perangkat untuk tanggapan dan analisa dampak dalam pengujian
eksternal. Hal ini diatur secara rinci dalam SE Direksi tentang Pedoman Pelaksanaan Penerapan
kepatuhan pada BRIPEDIA.
Manajemen Risiko Operasional (Buku V: Strategi Anti-Fraud).
2 Penguatan penyaringan database dan identifikasi nasabah dengan memanfaatkan aplikasi PEP PPATK.
Pengawasan terhadap tindakan kecurangan di lingkup internal BRI menjadi tanggung jawab
3 Peninjauan penilaian risiko Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme Desk Fraud Management & Recovery sebagai bagian dari Divisi Operational Risk di bawah
(TPPT) dengan pendekatan berbasis risiko sesuai National Risk Assessment (NRA) dan Sectoral Risk Direktur Manajemen Risiko. BRI juga melibatkan Direktorat Digital dan Teknologi Informasi
Assessment (SRA) terkini. dalam upaya pencegahan terjadinya fraud oleh pihak eksternal. [3-3]
4 Optimalisasi penerapan program APU PPT di kantor wilayah dan kantor cabang melalui peningkatan peran Secara internal, BRI mewajibkan Direktur, Komisaris, jajaran manajemen, dan seluruh pekerja
Regional Risk Management & Compliance dan Branch Risk & Compliance. untuk menandatangani komitmen anti-fraud. Di lingkup eksternal, BRI terus memperbarui
teknologi sebagai langkah pencegahan fraud. BRI juga menyediakan bantuan hukum bagi
pekerja yang menghadapi permasalahan hukum dari pihak ketiga terkait dugaan fraud dalam
Pelatihan Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan
pelaksanaan tugas. Namun, bantuan dan perlindungan hukum tidak berlaku jika pekerja menjadi
Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM)
pihak yang dilaporkan perusahaan dan/atau telah dinyatakan bersalah oleh perusahaan.
BRI menetapkan penerapan program APU PPT dan PPPSPM sebagai materi wajib dalam pendidikan bagi
BRI mengajak seluruh pekerja untuk menghindari keterlibatan dalam segala bentuk kegiatan
pekerja baru dan pelatihan reguler lainnya untuk meningkatkan pemahaman pekerja terhadap implementasi
fraud melalui serangkaian sosialisasi. Pada tahun 2024, BRI telah melaksanakan survei terkait
APU PPT dan PPPSPM.
operasi dengan potensi risiko gratifikasi. Survei ini memperkuat kesadaran bahwa setiap pekerja
Pada tahun 2024, BRI menyelenggarakan sosialisasi melalui webinar tentang Sistem AML CFT 3.1, Pencatatan di setiap divisi memiliki potensi dan risiko yang sama terkait gratifikasi. Penyelenggaraan
Field EDD dan BO pada Aplikasi NDS, dan CDD/EDD Transfer Dana. Selain itu, BRI juga bekerja sama dengan sosialisasi dan pelatihan kebijakan anti-fraud atau antikorupsi di tahun 2024 telah menjangkau
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk menyelenggarakan Sertifikasi Kepatuhan dan Sertifikasi APU PPT seluruh pekerja (100%) dan badan tata kelola, termasuk melakukan sosialisasi kepada mitra
Level 1 maupun 2 kepada jajaran pekerja Compliance Division. bisnis. [205-1] [205-2] [2-24]
Page 151
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 151
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika
Pencegahan Korupsi dan Penyuapan
Pencegahan korupsi dan penyuapan dimulai dengan larangan pemberian dan penerimaan gratifikasi
dalam bentuk apa pun dan dari siapa pun, sejalan dengan undang-undang yang berlaku. Komitmen BRI
untuk melarang praktik gratifikasi di setiap unit kerja BRI terus diperkuat melalui penerbitan Kebijakan
Anti Penyuapan dan Pengendalian Gratifikasi. Hal ini diatur dalam SE.09-DIR/KEP/03/2023 Tentang
Corporate Governance Buku 3: Anti Penyuapan dan Pengendalian Gratifikasi. BRI mendorong Insan
BRILiaN wajib turut serta dalam Program Anti Penyuapan dan Pengendalian Gratifikasi yang selaras
dengan core value AKHLAK.
Kebijakan ini menjadi pedoman bagi seluruh Insan BRILiaN dalam hal ini Dewan Komisaris, Direksi,
Pekerja tetap, Pekerja kontrak, serta tenaga outsourcing berdasarkan ketentuan yang berlaku di BRI,
untuk mencegah praktik gratifikasi dan penyuapan yang dapat merugikan kepentingan BRI serta
melanggar prinsip GCG termasuk larangan terhadap kontribusi politik secara langsung maupun tidak
langsung atau melalui kontribusi amal dan sponsorship.
Dalam pelaksanaan program anti gratifikasi, BRI membentuk Unit Pengendalian Gratifikasi BRI (UPG
BRI) yang bertanggung jawab menyusun ketentuan pengendalian gratifikasi, merancang program
sosialisasi, mengelola laporan penerimaan dan penolakan gratifikasi, serta melakukan analisis dan
administrasi laporan tersebut. Unit ini secara khusus terintegrasi dalam Divisi Kepatuhan. [3-3]
Pekerja yang menerima atau menolak gratifikasi wajib melapor ke UPG BRI. Pelaporan gratifikasi
kepada UPG dilakukan secara digital melalui GCG Online System dan surat elektronik dengan alamat
upg.bri@corp.bri.co.id.
Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui aplikasi
Gratifikasi Online (GOL). Pelaporan harus diterima paling lambat tujuh hari kerja dari tenggat waktu
tiga puluh hari kerja. Melalui GCG Online System, setiap pekerja memiliki akses ke teknis tata kelola,
seperti penandatanganan pernyataan kepatuhan kode etik dan pembuatan pengungkapan tahunan
(annual disclosure).
Pelaporan pemberian atau penerimaan gratifikasi dapat dilaporkan melalui: [3-3]
Surat ke Divisi Kepatuhan BRI
Human Capital System
Email: upg.bri@corp.bri.co.id Gedung BRI 2 lantai 10,
(BRISTARS) GCG Online System
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 44-26
Sepanjang 2024, pekerja BRI telah menyampaikan 17 laporan pengaduan gratifikasi kepada Divisi
Kepatuhan. BRI juga berupaya meningkatkan kesadaran pekerja BRI terhadap gratifikasi melalui
internalisasi anti-penyuapan dan pengendalian gratifikasi melalui sosialisasi ketentuan, e-learning, dan
materi komunikasi berupa video. [205-3] [205-1] [3-3]
Page 152
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 152
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika
Whistleblowing System (WBS) [F.24] [FN-CB-510a.2]
BRI menyediakan sarana pelaporan pelanggaran bagi pekerja BRI maupun pihak eksternal, seperti Pengelolaan laporan WBS dilakukan oleh Unit Pengelola WBS yang berada di bawah Direktur Utama
nasabah, mitra kerja, dan pemangku kepentingan BRI untuk melaporkan adanya perilaku atau indikasi dan diawasi oleh Dewan Komisaris melalui Komite Audit. Unit Pengelola WBS bertanggung jawab
pelanggaran kode etik. Inisiatif ini sejalan dengan prinsip GCG dan ketentuan yang berlaku yang disebut dalam mengelola dan menindaklanjuti laporan indikasi pelanggaran. [2-25] [2-26] [2-29]
Whistleblowing System (WBS) BRI. BRI menggabungkan semua pengaduan dan keluhan dalam satu saluran umum, sehingga pemangku
Untuk memastikan keefektifan laporan, BRI menjamin kerahasiaan identitas pelapor apabila pelapor kepentingan eksternal dapat menggunakan WBS sebagai sarana untuk menyampaikan berbagai
memilih untuk menyampaikan identitas dan memberikan opsi anonim kepada pelapor saat melakukan keluhan mereka. [2-25] Jenis pelanggaran yang dapat dilaporkan melalui WBS adalah: [2-27]
pelaporan melalui Whistleblowing System. l fraud;
Implementasi WBS dilakukan melalui alur sebagai berikut: l gratifikasi;
Alur Mekanisme Pelaporan Whistleblowing System (WBS) l pelanggaran etika;
l pelanggaran kode etik;
l pelanggaran terhadap proses akuntansi dan laporan keuangan; serta
l indikasi pelanggaran oleh manajemen BRI & perusahaan anak.
Kode Persetujuan
Laporan &
Pelapor menyampaikan Password Verifikasi laporan WBS oleh Pemimpin Unit Pengelola
laporan indikasi pelanggaran Petugas WBS/Petugas WBS/Pemimpin Komite
melalui, SMS, WhatsApp, Komite Audit Audit melakukan Validasi
Email, atau surat
Ditolak Dilanjutkan
Unit Pengelola
WBS/Komite
Audit menunjuk
Unit Kerja
Tolakan diperbarui Investigasi untuk
pada sistem melakukan
Investigasi
Unit kerja memiliki Unit kerja investigasi
kewenangan untuk menyampaikan laporan hasil
Petugas UP WBS/Petugas melakukan tindak investigasi kepada unit kerja
Komite Audit update status lanjut perbaikan dan berwenang dengan tembusan
laporan melaporkannya kepada UP UP WBS/Komite Audit
WBS/Komite Audit
Page 153
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 153
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Hijau Manajemen Human Mendorong Penghormatan pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI Asosiasi dan
BRI Capital: Insan BRILiaN Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Integritas di Tempat Kerja: Komitmen BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika
Strategi Perpajakan
Kebijakan perpajakan merupakan bagian komitmen BRI untuk terus bertanggung jawab dan berpegang Pemangku kepentingan yang terpenting dalam hal perpajakan adalah pemerintah melalui kantor
pada prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan segala urusan perpajakan yang pajak. Untuk itu, BRI senantiasa membina hubungan baik dengan otoritas perpajakan, namun tidak
baik serta menjadi bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen keberlanjutan perusahaan [GRI 3-3] [GRI 207-1] terlibat dalam advokasi atau upaya serupa untuk mempengaruhi otoritas perpajakan. BRI sepenuhnya
mematuhi seluruh peraturan perundangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah. BRI hanya beroperasi di
Indonesia dengan beberapa cabang di luar negeri, sehingga laporan perpajakan hanya dilakukan untuk
Pengelolaan Perpajakan [GRI 207-2]
Indonesia.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Bank BUMN berkomitmen untuk melaksanakan
kewajiban di bidang perpajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam rangka pengelolaan
Pelaporan Perpajakan
perpajakan yang lebih baik, BRI menerapkan prinsip perpajakan untuk mewujudkan pengelolaan
perpajakan secara efektif dan efisien, selalu selaras dengan ketentuan perundang-undangan Pelaksanaan kebijakan pajak untuk masing-masing ruang lingkup dikordinasikan, dimonitor dan
perpajakan yang berlaku serta mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam segala hal yang dievaluasi oleh unit kerja terkait dan Financial and Management Accounting Division. Kinerja
berhubungan dengan perpajakan. BRI telah membangun kebijakan dan strategi pajak yang disetujui penerapan kebijakan pajak dilaporkan oleh Divisi ESG setiap tahun kepada Direksi, Dewan Komisaris
dan ditinjau setiap tahun oleh Direktur Keuangan dalam pelaporan SPT Tahunan PPh Badan. BRI telah serta kepada seluruh pemangku kepentingan dalam Laporan Keberlanjutan Perusahaan. Pada tahun
melakukan pengelolaan pajak sebagai berikut: 2024, kontribusi pajak BRI kepada Pemerintah adalah sebesar Rp12,35 Triliun
1 Badan tata kelola (eksekutif) yang bertanggung jawab untuk menerapkan strategi pajak adalah
Direktur Keuangan. Tingkat Efektivitas Perpajakan [GRI 207-3]
2 BRI telah memiliki pedoman perpajakan internal dalam pemenuhan kewajiban perpajakan dalam BRI berkomitmen memastikan segala pelaksanaan urusan perpajakan dilakukan secara proaktif dan
Surat Edaran Ketentuan Perpajakan BRI dan Standar Operasional Prosedur Perpajakan BRI yang
bertanggung jawab, dengan tetap menyeimbangkan kepentingan pemangku kepentingan BRI. Ini
dipergunakan dan menjadi standar bagiseluruh Unit Kerja BRI.
dilakukan dengan inisiatif BRI memastikan setiap transaksi yang dilakukan sudah direncanakan dengan
3 BRI melakukan identifikasi, mengelola, dan memonitor atas kewajiban perpajakan sesuai dengan
baik, sehingga transaksi tersebut memiliki substansi komersial dan sesuai dengan regulasi perbankan
peraturan yang berlaku melalui monitoring dan rekonsiliasi berkesinambungan yang dilakukan oleh
Divisi Financial and Management Accounting dan unit kerja terkait. yang diawasi secara ketat oleh OJK.
4 BRI mengungkapkan informasi pajak secara transparan mengikuti pedoman pelaporan untuk
pemegang saham dan masyarakat publik.
Page 154
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 154
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Manajemen Human Mendorong Penghormatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Asosiasi dan
Hijau BRI Capital: Insan BRILiaN pada Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Asosiasi dan Framework
Keanggotaan dalam Asosiasi [C.5] [GRI 2-28] Membangun Kesadaran Kolektif tentang Dampak Berkelanjutan
BRI secara aktif bergabung dalam sejumlah organisasi dan asosiasi yang sejalan dengan bisnis BRI berkomitmen untuk mendukung dan secara aktif berpartisipasi dalam inisiatif yang sejalan dengan
inti perusahaan untuk mengikuti perkembangan lingkungan bisnis, memperluas jaringan, serta tujuan strategisnya untuk mendorong dampak positif dari sektor keuangan berkelanjutan kepada
mengokohkan kontribusi, sinergi, dan eksistensi BRI dalam menciptakan iklim bisnis yang berkelanjutan. masyarakat. Komitmen ini mendorong BRI terlibat baik dalam inisiatif keberlanjutan nasional maupun
Meskipun begitu, BRI tidak memberikan kontribusi finansial di luar iuran keanggotaan. Hingga akhir global, termasuk yang sejalan dengan Perjanjian Paris, sambil juga mengadvokasi perlindungan hak
tahun 2024, BRI tercatat sebagai anggota dari beberapa asosiasi berikut ini: asasi manusia, pertumbuhan inklusif, dan keberagaman.
No Nama Asosiasi Tujuan Posisi
Berkontribusi mengembangkan sektor Dukungan di Tingkat Nasional
Himpunan Bank Milik perbankan di Indonesia sebagai salah satu BRI aktif mendukung berbagai inisiatif yang selaras dengan Perjanjian Paris, termasuk Taksonomi
1 Ketua
Negara (Himbara) penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi
Keuangan Berkelanjutan Indonesia, Roadmap Keuangan Berkelanjutan 2021-2025 yang dikeluarkan
nasional.
Otoritas Jasa Keuangan, maupun target net zero emission Indonesia tahun 2060. Sejalan dengan
Asosiasi Sistem Mengoptimalkan efisiensi, profesionalisme dan komitmen tersebut, BRI mengintegrasi target perubahan iklim yang ditetapkan pemerintah dalam
2 Pembayaran Indonesia implementasi tata kelola perusahaan yang baik Sekretaris Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan BRI dengan tujuan penerapan Net Zero Emission BRI pada tahun
(ASPI) dalam industri sistem pembayaran.
2050. Saat ini BRI menjadi Anggota dari Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), yaitu perkumpulan
Perhimpunan Bank Merumuskan kebijakan dan strategi untuk lembaga keuangan yang membantu merumuskan kebijakan terkait dengan perbankan. Perbanas
3 Anggota
Nasional (Perbanas) memperkuat sektor perbankan. merupakan asosiasi di bawah KADIN Indonesia, yang mana KADIN Indonesia telah menunjukkan
Forum Komunikasi Memfasilitasi pertukaran informasi tentang keselarasan dengan Paris Agreement dalam berbagai kebijakan dan inisiatifnya. Hal ini merupakan
4 Direktur Kepatuhan ketentuan/peraturan Bank Indonesia maupun Anggota bentuk penerapan mitigasi risiko perubahan iklim serta mengambil peluang bisnis dalam perekonomian
Perbankan (FKDKP) standar internasional perbankan. Indonesia yang tahan terhadap perubahan iklim dan berkontribusi pada pencapaian Sustainable
Development Goals (SDGs). Selain itu, BRI juga berkontribusi aktif dalam Forum Komunikasi Direktur
Mendukung penerapan keuangan berkelanjutan Kepatuhan Perbankan (FKDKP) yang berperan menjadi salah satu driver utama dalam mempromosikan
di Indonesia sebagai bentuk mitigasi risiko kepatuhan dan tata kelola perbankan yang baik di industri perbankan.
Inisiatif Keuangan perubahan iklim serta mengambil peluang bisnis
5 Berkelanjutan Indonesia dalam perekonomian yang tahan terhadap Anggota
(IKBI) perubahan iklim dan berkontribusi pada Dukungan di Tingkat Global
pencapaian Sustainable Development Goals BRI sejak tahun 2023 bergabung dalam inisiatif keberlanjutan global yang digagas United Nations Global
(SDGs). Compact (UNGC) dengan mendukung kontribusi terhadap SDGs melalui sepuluh prinsip universal
UNGC. Penandatanganan komitmen ini telah ditindaklanjuti melalui penyampaian Communication on
Menjalin kerja sama global antar lembaga Progress pada tahun 2023 dan 2024.
Partnership for Carbon keuangan dalam mengembangkan metodologi
6 Accounting Financials standard dalam mengukur dan mengungkapkan Anggota
(PCAF) emisi gas rumah kaca (GRK) dari pinjaman dan
investasi.
Mendorong keberlanjutan perusahaan dan
United Nations Global praktik bisnis bertanggung jawab yang selaras
7 Anggota
Compact (UNGC) dengan dengan sepuluh prinsip universal UNGC
serta mendukung pencapaian SDGs.
Page 155
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 155
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Manajemen Human Mendorong Penghormatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Asosiasi dan
Hijau BRI Capital: Insan BRILiaN pada Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Asosiasi dan Framework
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB)
Kebijakan utama terkait keuangan berkelanjutan diatur dalam SK No. S.1270-DIR/ESG/04/2024 tentang l Menyusun dan mengusulkan kebijakan Keuangan Berkelanjutan beserta perubahannya kepada
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Tahun 2024-2028. Penerapan RAKB mengintegrasikan Dewan Komisaris;
aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang diwujudkan melalui berbagai inisiatif, l Menyusun dan mengusulkan RAKB kepada pihak Dewan Komisaris;
termasuk dalam pembiayaan berwawasan lingkungan, program BRI Peduli, dan praktik operasional
l Menyusun dan mengusulkan Laporan Keberlanjutan kepada Dewan Komisaris;
yang ramah lingkungan. [FS1]
l Mengomunikasikan RAKB kepada para Pemegang Saham dan seluruh struktur organisasi yang ada
Proses pengembangan RAKB diawasi oleh Direktur Kepatuhan dan disusun oleh Komite ESG
di bank;
yang melibatkan Direktur Manajemen Risiko, Direktur Keuangan, & SEVP Change Management &
Transformation Office. Proses ini juga melibatkan tim Penunjang yang terdiri dari Divisi Environmental, l Mengawasi satuan kerja yang melaksanakan kebijakan dan prosedur Keuangan Berkelanjutan secara
Social, & Governance, Change Management, Investor Relation, Planning, Budgeting & Performance terpisah dari satuan kerja yang mengawasi penerapannya;
Management, Corporate Secretary, Micro Business Development, dan Project Management Office. [E.1] l Membentuk satuan kerja khusus di kantor pusat yang bertanggung jawab terhadap penerapan
Peran tata kelola tertinggi terhadap implementasi keuangan berkelanjutan dijelaskan sebagai berikut: Keuangan Berkelanjutan di bank;
Dewan Komisaris l Mengawasi kepatuhan satuan kerja dalam menerapkan Keuangan Berkelanjutan;
Dewan Komisaris memiliki tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk secara aktif melakukan l Mengawasi Unit Bisnis dan Unit Kerja Operasional agar menunjuk pejabat untuk bertanggung jawab
pengawasan terhadap RAKB yang mengacu pada Anggaran Dasar Bank serta peraturan perundang- terhadap penerapan Keuangan Berkelanjutan;
undangan lainnya, seperti: l Mengawasi kebijakan dan prosedur keuangan berkelanjutan agar sejalan dengan perubahan dan
l Memberikan persetujuan atas kebijakan Keuangan Berkelanjutan yang merupakan salah satu pengembangan produk, jasa, dan teknologi bank yang disesuaikan dengan perkembangan Keuangan
kebijakan spesifik bank; Berkelanjutan;
l Memberikan persetujuan terhadap Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB); l Mengawasi program pengembangan kapasitas internal yang berkaitan dengan Keuangan
Berkelanjutan secara berkala; serta
l Memberikan persetujuan mengenai Laporan Keberlanjutan; dan
l Mengelola, melakukan telaah berkala, dan meninjau efektivitas proses manajemen risiko sebagai
l Melakukan pengawasan atas pelaksanaan tanggung jawab pihak Direksi terhadap penerapan
tugas, tanggung jawab, dan wewenang Direksi terkait dengan penerapan Keuangan Berkelanjutan.
Keuangan Berkelanjutan.
Dokumen RAKB ditetapkan pada 28 November 2023 melalui persetujuan Direktur dan Dewan
Direksi
Komisaris serta terbagi menjadi RAKB Jangka Panjang Lima Tahunan (2024-2028) yang menjelaskan
Direksi memiliki tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk menerapkan program Keuangan arah strategis Bank selama 5 tahun dan RAKB Jangka Pendek Tahunan (2024) yang menjelaskan detail
Berkelanjutan yang mengacu pada Anggaran Dasar Bank serta peraturan perundang-undangan, inisiatif dan target tahun tersebut. Progress pencapaian RAKB dilaporkan setiap tahun kepada Otoritas
antara lain: Jasa Keuangan (OJK).
Page 156
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 156
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Manajemen Human Mendorong Penghormatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Asosiasi dan
Hijau BRI Capital: Insan BRILiaN pada Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Asosiasi dan Framework
Berikut adalah deskripsi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan tahun 2024.
Kategori Program Deskripsi Pencapaian
Tata Kelola
Sustainable Finance Mortgage Ecosystem One-stop housing ecosystem website yang menyediakan informasi perumahan dari developer PKS BRI dalam Telah tersedia website dan mobile apps homespot.id yang dapat
Product & Strategy (Homespot.id) mendapatkan informasi properti dan mendapatkan pelayanan fasilitas KPP BRI dengan berbagai value-added yang digunakan untuk public
memberikan kemudahan bagi calon nasabah.
Funding Plan 1. Penerbitan Instrumen Non-DPK (Non-Dana Pihak Ketiga) Rupiah dan Valas untuk memenuhi kebutuhan likuiditas Telah dilakukan penerbitan good fund berupa Green Bond dan LTN
Penerbitan Instrumen BRI. Tapera serta penarikan social loan
Non-DPK 2. Penerbitan Non-DPK valas dalam bentuk loan untuk meng-cover kebutuhan likuiditas pinjaman jangka panjang
(matching basis), termasuk funding plan untuk kebutuhan Unit Kerja Luar Negeri.
3. Penerbitan Efek Tapera (Long Term Notes) dalam rangka pembiayaan Kredit Tapera.
Sustainable Finance Database Anti- Tools yang berisi database watchlist AML CFT yang dapat digunakan sebagai sarana screening calon nasabah, 1. Watchlist proses pembukaan rekening masal (mass account opening)
Governance Money Laundering nasabah, WIC (Walk-In Customers) dan Beneficial Owner pada aktivitas pembukaan rekening dan transaksi nasabah. telah terimplementasi pada platform Masspro
and Combating Tools ini dapat digunakan oleh BRI dan Perusahaan Anak 2. Watchlist transaksi outgoing international telah dilakukan
the Finance of deployment dan saat ini berada dalam tahap piloting
Terrorism (AML CFT)
Terintegrasi
Risk & Control Implementasi Risk Internalisasi program Risk Culture 1. Telah terdapat penilaian risk culture Perusahaan Anak BRI
Environment Culture 2. Telah tersedia program risk culture BRI dan telah diimplementasikan
Governance Penyusunan dan implementasi Governance Review terhadap Rencana Kebijakan Direksi BRI, berdasarkan Good Guideline policy assessment telah digunakan untuk melakukan review
Assessment Internal Corporate Governance (GCG) best practice serta kebijakan GCG BRI. terhadap kebijakan terkait dengan tata kelola
Policies BRI
Sosial
Financial Inclusion & Brincubator Pelatihan dan kegiatan pengembangan UMKM yang terkurasi secara fokus terstruktur dan disertai pendampingan. Sebanyak 2.167 peserta UMKM telah mengikuti tahapan Brincubator,
Customer Excellence & Penyaluran Hasil dari BRIncubator adalah UMKM yang sudah dilatih dan terkurasi sehingga siap untuk mengikuti BRI UMKM siap Go-Global, dan siap untuk mengikuti BRI UMKM EXPO(RT)
Government Program EXPO(RT). Selain itu, sesuai dengan komitmennya, BRI juga mendukung penyaluran bantuan/subsidi pemerintah Telah dilakukan penyaluran bantuan pemerintah, sembako, kartu tani,
tahun 2024: kartu KUSUKA, dan kartu nelayan
1. Kementerian Sosial: PKH dan Program Sembako
2. Kementerian Kelautan dan Perikanan: Program KUSUKA
3. Program Kartu Nelayan dengan Pemerintah Provinsi
Customer Handling Customer Handling Management (CHM) meliputi Customer Relationship Management dan Complaint Handling Telah dilakukan deployment release pada 2 Project CHM
Management Management
Page 157
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 157
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Manajemen Human Mendorong Penghormatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Asosiasi dan
Hijau BRI Capital: Insan BRILiaN pada Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Asosiasi dan Framework
Kategori Program Deskripsi Pencapaian
Strategic Workforce ESG dalam Penyusunan kebijakan, deklarasi dan implementasi seperti Human Rights Policy dan Diversity Program yang Telah tersedia Laporan Hasil Asesmen Hak Asasi Manusia (HAM) Pekerja
Planning Pengelolaan Human mendukung inklusivitas. BRI berdasarkan surat ESG Division No. B.114.e-ESG/DIM/07/2024
Capital BRI
Implementasi Journey Tindak lanjut Implementasi Journey Employee Experience: Room for Improvement berdasarkan framework employee Telah tersedia hasil pengukuran employee experience survey 2024 dan
Employee Experience experience employee engagement survey tahun 2024
Learning & Penyelarasan Career & Learning Journey dan Re-design konsep BRILiaN Specialist Development Program (BSDP) Telah dilaksanakan pendidikan Digital Skill Based dan pendidikan bagi
Development yang fokus pada leveling dan Spesialisasi per Direktorat Relationship Manager
Alignment
People Analytics Pengembangan analisis melalui people analytics untuk mendukung berbagai proses yang relevan dalam rangka Telah tersedia hasil analisa description, automation and analysis
menuju next gen Human Capital. recruitment program BBOP, BMSP/BRMP, dan BFLP serta terlaksana
pilot project proses automasi administration process pada rekrutmen
BFLP
Human Rights & Social Adaptasi ISO 26000 Mengadaptasi ISO 26000 yang merupakan international guiding standards untuk social responsibility, yang Seluruh aktivitas untuk memenuhi gap analysis ekspektasi ISO 26000
Responsibility Framework (7 Cores menerjemahkan tanggung jawab suatu organisasi atas dampak dari keputusan dan aktivitasnya terhadap masyarakat telah terlaksana
Subject) dan lingkungan, melalui perilaku yang transparan dan etis.
Aplikasi Pengembangan end to end sistem pengadaan yang terintegrasi dengan Surrounding System yang ada di BRI untuk Telah dilakukan deployment test pada aplikasi e-Procurement
e-Procurement mengakomodasi kebutuhan pertukaran data dan informasi dari sistem lain ke sistem e-Procurement.
Lingkungan
Developing climate risk Implementasi TCFD Proses berkesinambungan untuk merumuskan tata kelola, strategi, pengelolaan risiko dan penetapan target terkait Telah tersedia laporan hasil pilot yang dapat diunduh melalui website
strategy (Task Force on iklim sesuai dengan acuan TCFD. Taskforce on Climate Related Disclosure (TCFD) merupakan salah satu jenis disclosure BRI melalui tautan https://www.ir-bri.com/misc/BRI_Climate_
Climate-Related yang komprehensif dalam menunjukan kinerja ESG Perusahaan. Report_2024.pdf
Financial Disclosure)
Emission management BRI Green Network Project yang mendukung implementasi ESG di unit kerja BRI dan memastikan keselarasan dengan strategi korporasi Telah dilakukan pemasangan 50 unit PLTS dan pendistribusian 150
on own operation yang terkait dengan keberlanjutan lingkungan dan praktik bisnis yang bertanggung jawab. kendaraan listrik pada unit kerja BRI
Pembangunan • Pembangunan gedung guna mendukung program BRI menanam berupa Training Center Penanaman Telah dimulai proses pembangunan nursery dan waste management
Nursery dan Waste • Penyaluran Bibit ke Desa-desa BRILiaN
Management di Sentul
Green Banking as part Akuisisi klien baru Program kerja dalam rangka inisiatif mendukung ESG melalui calon nasabah baru di Divisi EMG. Telah dilakukan akuisisi terhadap nasabah yang selaras dengan inisiatif
of decarbonization yang Selaras dengan keberlanjutan
Inisiatif ESG
BRI Menanam Penanaman pohon produktif secara bertahap dalam menciptakan lingkungan hidup yang lebih nyaman, dan Sampai dengan tahun 2024, BRI telah menanam 1.138.333 bibit pohon
mengurangi polusi di daerah tanam. yang tersebar di lebih dari 2.600 lokasi seluruh Indonesia.
Page 158
R (Merangkap Anggota Tetap)
ompeten |
| K Ha Sekretaris
h (Merangkap Anggota Tetap)
na
rm
| Ama
onis
BRI ONE
SYST
CULTURE
| Lo
SYM
asi
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 158
or
ya
b l
ola |
B
Ada
ptif | K EM
OL Direktur Manajemen
Risiko
Direktur Keuangan Direktur Kepatuhan
SEVP Change Management
& Transformation Office
Seluruh Direktur/ SEVP
Bidang Terkait
Anggota Tetap Anggota Tetap Anggota Tetap Anggota Tetap Anggota Tidak Tetap
Simbol Sistem
(Symbol) (System)
Penggunaan simbol budaya kerja Penggunaan sistem budaya kerja
bertujuan untuk mengefektifkan bertujuan untuk mengukur
proses internalisasi dan eksternalisasi implementasi budaya kerja dengan
PENGANTAR
nilai-nilai pokok budaya kerja melalui
penggunaan media atau sarana
menggunakan pola tertentu.
Mekanisme Kerja Culture •
TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
komunikasi. Leader & Culture Agent
• Community based
Rewards & Recognition System •
• Culture Activation Program
• Program Komunikasi Indikator & Alat Ukur • COMPLIANCE DIRECTORATE
Inisiatif Manajemen Human Mendorong Penghormatan
Budaya Kerja
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan:DIRECTORManajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Asosiasi dan
Hijau BRI Capital: Insan BRILiaN pada Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
ENVIRONMENTAL, SOCIAL & GOVERNANCE (ESG) DIVISION
Asosiasi dan Framework DIVISION HEAD
Tantangan dan Peluang dalam Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi perubahan paradigma global di mana perusahaan tidak lagi
[E.5] [GRI 2-12] [GRI 2-16] [GRI G4 FS4] berfokus hanya pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga mengangkat misi penting untuk
PERFORMANCE & ANALYTICS
POLICY & STRATEGY
DEVELOPMENT DEPARTMENT
DEPARTMENT
IMPLEMENTATION &
COMMUNICATION DEPARTMENT
DEPARTMENT HEAD
Dalam implementasi Keuangan Berkelanjutan, tantangan yang muncul dapat berasal dari internal
DEPARTMENT HEAD menciptakan nilai sosial bagi masyarakat dan lingkungan (creating shared value). Mengingat peran
DEPARTMENT HEAD
maupun eksternal. Untuk merespons tantangan internal, BRI meningkatkan pelatihan secara penting BRI sebagai salah satu lembaga keuangan di Indonesia yang fokus melayani nasabah di
konsisten dan terstruktur dalam berbagai topik keberlanjutan. Pelatihan(Leveldilakukan di berbagai
Team Member segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), BRI telah merumuskan strategi perusahaan, yaitu
Jabatan tertinggi Team Member maksimal 1 level di bawah Department Head)
tingkatan, termasuk kantor pusat, kantor wilayah, kantor cabang, dan unit kerja lainnya, memastikan BRIVOLUTION 2.0, dengan visi menjadi “The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and
bahwa pemabahan tentang keberlanjutan telah berjalan efektif di seluruh organisasi di perusahaan. Champion of Financial Inclusion”.
Selain itu, tantangan eksternal melibatkan berbagai aspek, termasuk perkembangan regulasi terkait Visi BRIVOLUTION 2.0 tersebut menunjukan dua hal. Pertama, bahwa BRI tetap fokus dalam menjaga
Keuangan Berkelanjutan yang dapat mempengaruhi pasar. Kemajuan dalam teknologi digitalisasi pertumbuhan kinerja keuangan sehingga senantiasa mampu memberikan nilai ekonomi kepada para
juga menjadi tuntutan bagi sektor perbankan. Terbatasnya panduan dan informasi yang jelas pada pemangku kepentingan—pemerintah dan pemilik saham—yang diwujudkan melalui visi “The Most
setiap industri yang terkait dengan Keuangan Berkelanjutan juga menjadi salah satu tantangan yang Valuable Banking Group in Southeast Asia”. Kedua, bahwa Aspek Tata
melalui Kelolabisnis
kegiatan
[B.3]
dan operasional, Aspek Sos
dihadapi, sehingga menambah tantangan perusahaan dalam menavigasi lanskap keberlanjutan yang BRI juga fokus untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar yang
terus berkembang.. Dalam merespons tantangan eksternal, BRI menerapkan manajemen risiko yang diwujudkan melalui visi “Champion of Financial Inclusion.”•Usaha BRI
Bergabung dalam
dalam Unitedmenciptakan Inklusi Keuanga
nilai ekonomi
Nations Global Compact
kuat dengan secara sistematis mengidentifikasi dan mengurangi potensi risiko yang terkait dengan dan nilai sosial ini pada akhirnya mampu untuk memberikan kontribusi dalam pencapaian Sustainable K
tekanan eksternal ini. Pendekatan ini memastikan ketahanan dan adaptabilitas dalam inisiatif keuangan Development Goals (SDGs). [2-22] 70,20%
67,30%
berkelanjutan BRI. [FS6] Penciptaan Nilai Ekonomi: Mendorong Keberlanjutan melalui
• Lembaga keuanganProduk dan Layanan
pertama di Indonesia yang yang
mengajukan commitment letter ke SBTi
SDGs: Dukungan BRI terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Inovatif
2022 2023
Upaya BRI untuk menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan diwujudkan melalui penawaran produk Total
dan layanan yang inovatif serta mampu menjawab kebutuhan nasabah. BRI memperluas definisi dari• Berdasarkan riset BR
• Top 3 Public Listed Companies di Indonesia dan • BPJS (Badan Penyel
penciptaan nilai ekonomi yang diperoleh dari berbagai aktivitas
ASEAN Assetbisnis dengan
Class dalam ASEANmempertimbangkan
Corporate program jaminan sos
Governance Scorecard (ACGS)
The Most Valuable Banking Group in
kontribusinya terhadap SDGs. Aktivitas-aktivitas yang dimaksud, antara lain:
Champion of Financial Inclusion Jumlah nasabah
Southest Asia l Penyaluran kredit yang berfokus pada kegiatan UMKM dan kegiatan usaha yang berwawasan mikro dan
(termasuk Pegad
Penciptaan Nilai Ekonomi Penciptaan Nilai Sosial lingkungan;
l Strategi pendanaan yang berfokus pada aspek sosial dan•lingkungan, seperti
Corporate Governance penerbitan
Perception Index Sustainability
5
Bond, dan Green Bond, dan Sustainability-Linked Loans;
Mendorong Keberlanjutan melalui Produk dan
Memberdayakan Masyarakat dan Melestarikan Bumi
l Produk simpanan yang sesuai kebutuhan nasabah seperti Tabungan BRI BritAma dan Tabungan BRI
95,21
Layanan yang Inovatif Tingkat penyel
Simpedes; nasa
l Penggunaan BRImo sebagai aplikasi perbankan terpadu yang dapat memudahkan nasabah
9
Inklusi dan Literasi Hubungan dengan
SDG's Linked-Revenue Kredit Berkelanjutan
Keuangan Masyarakat
2023
mengakses layanan perbankan secara daring, kapan pun dan di mana pun; dan
Pengelolaan Sumber Daya Pengelolaan Emisi dan
Kontribusi Ekonomi Langsung Pendanaan Berkelanjutan Skor meningkat dari tahun
Manusia dan Hak Asasi Manusia Perubahan Iklim l Agen BRILink, yakni layanan perbankan yang berkolaborasi dengan nasabah untuk menjangkau
sebelumnya dengan kategori
Mempertahankan Tata Kelola yang Baik masyarakat mendapatkan akses layanan keuangan. Most Trusted Community Dev
Tata Kelola yang Bertanggung Jawab Keamanan dan Privasi Data
Aktivitas tersebut di atas, selain menjadi sumber pendapatan dan penciptaan nilai ekonomi bagi BRI,Nilai Social Retu
• Bank Sampah
juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). • Ini Sekolahku:
• Sortir Lemon:
• Rumah Produk
*) Nilai SROI merupak
Program-program BRI
Page 159
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 159
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Manajemen Human Mendorong Penghormatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Asosiasi dan
Hijau BRI Capital: Insan BRILiaN pada Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Asosiasi dan Framework
Sustainable Financing Activities TahunBanking
Sustainable 2024 Business Activity Tahun 2024 Pendapatan Terkait SDGs Tahun 2024
Pendapatan Terkait SDGs Tahun 2024
Sustainable Banking Business Activity Tahun 2024 12,43%
UMKM
Pengelolaan Sumber Daya Alam
Rp698,66 T
48,09% Tujuan 8
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Tujuan 2
Tanpa Kelaparan
Hayati & PenggunaanUMKM
Lahan Rp64,68 T Rp698,66 T
Berkelanjutan
Pengelolaan Sumber Daya Alam
Industri, Inovasi, dan Infrastruktur Tujuan 9 1,63%
Hayati & Penggunaan Lahan
Eco-efficient Product
Berkelanjutan Rp8,07Rp64,68
T T
Tanpa Kemiskinan Tujuan 1 0,80%
Eco-efficient Product
Energi Terbarukan Rp8,07 T
Rp6,34 T
Kehidupan Sehat dan Sejahtera Tujuan 3 0,79%
Energi Terbarukan
ESG-based Bond Investment Rp6,34TT
Rp4,41 Ekosistem Kelautan Tujuan 14 0,73%
ESG-based Bond Lingkungan
Investment Rp4,41 TT Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan Tujuan 11 0,42%
Transportasi Ramah Rp3,61
Energi Bersih dan Terjangkau Tujuan 7 0,29%
Transportasi Ramah Lingkungan
Kegiatan Usaha Rp3,61 T
Berwawasan Lingkungan Rp3,06 T Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab Tujuan 12 0,15%
Kegiatan Usaha
Berwawasan
Pencegahan Lingkungan
& Pengendalian Polusi Rp3,06TT
Rp0,51 Pendidikan Berkualitas Tujuan 4 0,06%
Berkurangnya Kesenjangan Tujuan 10 0,06%
Pencegahan
Bangunan & Pengendalian
Berwawasan Polusi
Lingkungan Rp0,51
Rp0,29TT
Ekosistem Darat Tujuan 15 0,01%
Bangunan Berwawasan Lingkungan Rp0,29 T
Total Sustainable
Financing
Total Sustainable Rp 789,63 Triliun (64,30% Total Portofolio Kredit dan Investasi Obligasi Korporasi BRI)
Total SDGS Linked-revenue
(Berdasarkan Interest income dan Fee based income) 65,46%
Activities
Financing Rp 789,63 Triliun (64,30% Total Portofolio Kredit dan Investasi Obligasi Korporasi BRI)
Activities Kontribusi Ekonomi Langsung pada Tahun 2024
Rp25,71 Triliun
Rp38,06 Triliun Pembayaran Dividen kepada
pemerintah
ESG-based Wholesale Funding ESG-based
Tahun 2024 Wholesale Funding Tahun 2024 Kontribusi Langsung kepada
Pemerintah Indonesia Melalui
Pembayaran Dividen dan Pajak 2024 Rp12,35 Triliun
Sustainabillity-Linked Loan Rp12,88 T Tujuan SDGS No. 8 Pajak
Social Loan Rp12,88 T Pada tahun anggaran 2024, BRI telah memberikan kontribusi kepada pemerintah dalam bentuk
pembayaran pajak dan dividen sebesar Rp38,06 Triliun. Melalui pemenuhan kewajiban fiskal, BRI
Obligasi Berwawasan Lingkungan Rp9,65 T
berpartisipasi aktif dalam memperkuat landasan keuangan negara, yang pada akhirnya berkontribusi
Surat Berharga Berbasis Inklusif Rp5,93 T terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi yang berkelanjutan. Kontribusi finansial ini merupakan
bukti komitmen BRI untuk menjadi warga korporasi yang bertanggung jawab dan mitra utama
Repo Berbasis ESG Rp3,50 T
pemerintah dalam memajukan perekonomian Indonesia.
ESG-based Secara umum, kontribusi BRI dalam menciptakan nilai ekonomi memiliki dampak yang paling signifikan
Wholesale Rp44,83 T (60,22% dari Total Wholesale Funding)
Funding pada TPB 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Kontribusi ini sejalan dengan hasil
pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. Salah satu indikator pencapaian TPB 8
adalah jumlah orang dewasa yang memiliki rekening di bank atau lembaga keuangan lainnya. Sejauh ini,
pencapaian Indonesia dinilai telah menunjukkan peningkatan dengan tingkat moderat (laporan dapat
diakses di https://dashboards.sdgindex.org/profiles/indonesia).
Page 160
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 160
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Manajemen Human Mendorong Penghormatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Asosiasi dan
Hijau BRI Capital: Insan BRILiaN pada Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Asosiasi dan Framework
Penciptaan Nilai Sosial: Memberdayakan Masyarakat dan Melestarikan Bumi
Seperti dinyatakan dalam BRIVOLUTION 2.0, penciptaan nilai sosial merupakan salah satu tujuan besar Pilar Hubungan dengan Masyarakat
BRI demi mencapai visi menjadi “Champion of Financial Inclusion.” Dalam upaya penciptaan social BRI menyadari bahwa sebagai perusahaan, BRI memiliki kewajiban untuk memberi dampak positif bagi
value, BRI berpegang pada 4 (empat) pilar yang terdiri dari Inklusi Keuangan dan Literasi Keuangan, masyarakat sekitar dalam bentuk kolaborasi, baik dengan nasabah, desa binaan, maupun komunitas.
Hubungan kepada Masyarakat, Pengelolaan Sumber Daya Manusia dan Pemenuhan Hak Asasi Dengan membangun hubungan yang kuat dan secara aktif berinteraksi dengan masyarakat, BRI
Manusia, serta Pengelolaan Emisi Gas Rumah Kaca dan Manajemen Perubahan Iklim. Melalui empat meningkatkan kesejahteraan komunitas, sejalan dengan prinsip-prinsip Tujuan Pembangunan
pilar ini, BRI mengintegrasikan tanggung jawab sosial ke dalam operasional bisnisnya. Berkelanjutan (SDGs).
Seluruh inisiatif terkait hubungan dengan masyarakat dipelajari dalam Bab TJSL dan Masyarakat di
Pilar Inklusi dan Literasi Keuangan Sekitar BRI.
Memperkokoh inklusi dan literasi keuangan, BRI berkomitmen menyediakan produk dan layanan
perbankan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Informasi lengkap mengenai inklusi dan literasi keuangan dapat dilihat dalam Bab Penguatan Inklusi dan PROGRAM PROGRAM PROGRAM PROGRAM
Program BRI Peduli Program BRI Peduli Program BRI BRI Menanam
Literasi Keuangan.
TJSL Pilar Sosial: TJSL Pilar Ekonomi: Peduli TJSL Pilar
• Ini Sekolahku • Pengembangan Lingkungan: HASIL
• AURA (Aspire to wisata kuliner • BRI Menanam Penanaman 1.138.333
Uplift, Revive, and Pasar Tomohon Grow & Green bibit pohon. Dan
PROGRAM PROGRAM PROGRAM PROGRAM
Achieve • Bantuan alat usaha Penanaman potensi menyerap
Aksesibilitas Produk pinjaman, Program Perlindungan
• “Cegah Stunting untuk Kelompok Mangrove karbon sebesar
perbankan yang luas tabungan, dan pemberdayaan Kesehatan Finansial
itu Penting” Dalam Tani Kopi di Jepara • BRI Peduli 985.449 kgCO2e
asuransi yang masyarakat yang Nasabah
Rangka Hari Gizi • Bantuan Yok Kita GAS
HASIL terjangkau mewujudkan
Nasional 2024 Pembangunan (Gerakan Kelola
7.568 Unit Kerja kawasan pedesaan HASIL KONTRIBUSI UNTUK
Homestay di Sampah) Waste
747.030 E-Channels HASIL yang mandiri • Penyaluran kredit TUJUAN SDGS
HASIL Mandalika Management
(ATM, CRM, EDC, dan 35,9 Juta debitur secara ekonomi dan yang bertanggung
Kontribusi terhadap Journey
E-Buzz) UMKM berkelanjutan serta jawab
komunitas lokal HASIL • BRI Peduli
1.064.219 Agen 183,8 Juta rekening solusi finansial bagi • Kebijakan
senilai: Rp259 miliar Kontribusi dalam Penanaman Pohon
BRILink mikro ekosistem komoditas Pemasaran yang
meningkatkan Produktif
24,3 Juta Pengguna 13,02 Juta polis Bertanggung Jawab KONTRIBUSI UNTUK pertumbuhan
BRImo asuransi AMKKM HASIL • Penyuluh Digital TUJUAN SDGS
ekonomi komunitas HASIL
KONTRIBUSI UNTUK KONTRIBUSI UNTUK KONTRIBUSI UNTUK
senilai: Rp23 miliar Kontribusi dalam
TUJUAN SDGS TUJUAN SDGS TUJUAN SDGS pelestarian alam dan
KONTRIBUSI UNTUK lingkungan senilai:
TUJUAN SDGS
KONTRIBUSI UNTUK
Rp60 miliar
TUJUAN SDGS
KONTRIBUSI UNTUK
TUJUAN SDGS
Page 161
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 161
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Manajemen Human Mendorong Penghormatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Asosiasi dan
Hijau BRI Capital: Insan BRILiaN pada Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Asosiasi dan Framework
Pilar Pengelolaan Sumber Daya Manusia dan Hak Asasi Manusia
Dalam mengelola sumber daya manusia, BRI menegakkan komitmennya terhadap Hak Asasi
Manusia dengan membangun budaya kerja yang berlandaskan rasa saling menghormati. Perusahaan
PROGRAM PROGRAM PROGRAM PROGRAM
berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, kondusif, dan produktif, serta Keterwakilan Penerbitan Kebijakan Menjamin keselamatan • Kebijakan dan
memastikan bebas dari diskriminasi, pengucilan atau pembatasan, perundungan, pelecehan, dan perempuan Saling Menghargai di dan kesehatan pekerja Asesmen Hak Asasi
segala bentuk kekerasan, baik secara mental maupun fisik. Pendekatan ini tidak hanya mendukung serta kesetaraan Tempat Kerja dengan menjalankan Manusia
kesempatan dan hak Sistem Manajemen • Pakta komitmen
tujuan keberlanjutan BRI, tetapi juga memperkuat komitmen kuat perusahaan dalam menegakkan Hak
bagi seluruh pekerja HASIL Keselamatan dan terhadap HAM
Asasi Manusia (HAM). Menyediakan Kesehatan Kerja • Kebijakan umum
HASIL lingkungan kerja yang (SMK3) HAM
• Mendorong dan saling menghormati, • Uji tuntas HAM
mewadahi potensi bebas dari diskriminasi, HASIL dengan PRISMA
perempuan. pengucilan, pelecehan, Pada tahun 2024, oleh Kementerian
• Mendukung perundungan, dan frekuensi kecelakaan Hukum dan HAM
pencapaian target bentuk kekerasan kerja sebanyak 1 (Kemenkumham)
Kementerian lainnya serta kejadian dengan • Asesmen HAM pada
BUMN yaitu menjunjung tinggi persentase kecelakaan pekerja dan rantai
25% pemimpin martabat dan harga diri serius sebesar 0,0024%. pasok/mitra.
perempuan di posisi untuk mempertahankan [GRI 403-8]
kepemimpinan produktivitas pekerja Hasil evaluasi SMK3
• Komposisi mendapatkan nilai HASIL
pemimpin KONTRIBUSI UNTUK 94,26% atau kriteria • Skor PRISMA
TUJUAN SDGS
perempuan sebesar “memuaskan” dari sebesar 103 (Baik)
25,23% PT Multi Sertifikasi • 67,05% pekerja BRI
• Jumlah pekerja Indonesia. mengikuti asesmen
disabilitas HAM (52.127 dari
sebanyak 54 orang KONTRIBUSI UNTUK 77.739 pekerja)
TUJUAN SDGS
yang 22 orang di • 42,13% dari total
antaranya adalah rantai pasok/mitra
perempuan. BRI mengikuti
asesmen HAM (99
KONTRIBUSI UNTUK dari 235 pemasok)
TUJUAN SDGS
KONTRIBUSI UNTUK
TUJUAN SDGS
Page 162
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 162
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Manajemen Human Mendorong Penghormatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Asosiasi dan
Hijau BRI Capital: Insan BRILiaN pada Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Asosiasi dan Framework
Pilar Pengendalian Emisi dan Perubahan Iklim
BRI melakukan pengelolaan emisi gas rumah kaca, serta melakukan upaya menghadapi perubahan
iklim, sebagai bentuk pelaksanaan usaha yang bertanggung jawab serta berwawasan lingkungan.
PROGRAM PROGRAM PROGRAM PROGRAM
Penyaluran Kredit Penerbitan obligasi Green Network Implementasi TCFD
ke Sektor Kegiatan yang mendukung
Usaha Berwawasan keberlanjutan HASIL HASIL
Lingkungan (KUBL) • 796 Eco-friendly Laporan TCFD: Tata
HASIL Vehicle (Termasuk Kelola, Strategi,
HASIL Green Bond 2022: Mobil dan Motor) Manajemen Risiko,
Total Penyaluran Rp5 triliun • 143 kantor cabang Metrik & Target
KUBL (Sektor Hijau) Green Bond 2023: menggunakan panel
sebesar Rp6 triliun surya KONTRIBUSI UNTUK
TUJUAN SDGS
Rp86,56 triliun Green Bond 2024: • 524.180 kgCO2e
Rp2,5 triliun dihindari melalui
Program Zero Waste
KONTRIBUSI UNTUK to Landfill
TUJUAN SDGS KONTRIBUSI UNTUK
TUJUAN SDGS KONTRIBUSI UNTUK
TUJUAN SDGS
Page 163
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 163
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Manajemen Human Mendorong Penghormatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Asosiasi dan
Hijau BRI Capital: Insan BRILiaN pada Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Asosiasi dan Framework
Tata Kelola yang Bertanggung Jawab Keamanan dan Privasi Data
Sebagai wujud tata kelola yang bertanggung jawab, BRI menerapkan praktik transparency, BRI memahami pentingnya mengutamakan perlindungan data nasabah untuk menjaga kepercayaan
accountability, responsibility, independence, dan fairness di semua tingkat organisasi. Hal ini meliputi dan mematuhi persyaratan hukum. Hal ini melibatkan penerapan langkah-langkah keamanan siber
pengambilan keputusan yang mempertimbangkan keberlanjutan perusahaan. BRI senantiasa menjalin yang kuat, memastikan penyimpanan dan transmisi data yang aman, dan mematuhi peraturan
komunikasi yang efektif dengan para pemangku kepentingan eksternal, terutama pemegang saham privasi. Dengan melindungi informasi nasabah, BRI tidak hanya memitigasi risiko yang terkait dengan
dan masyarakat, untuk menumbuhkan kepercayaan dan keyakinan mereka. pelanggaran data, tetapi juga melaksanakan komitmen untuk menghormati hak privasi nasabah.
Program Hasil Kontribusi untuk Tujuan SDGs Program Hasil Kontribusi untuk Tujuan SDGs
Rencana Aksi Keuangan Penyusunan RAKB merupakan Kerangka Siber BRI (NIST) BRI telah menetapkan kerangka
Berkelanjutan (RAKB) Tahun salah satu komitmen kepatuhan kerja keamanan siber yang disusun
2024-2028 terhadap regulasi dan praktik menjadi Enterprise Security
perbankan yang bertanggung Architecture (ESA) berdasarkan
jawab.Melalui framework yang analisis dan kondisi ancaman siber
komprehensif ini, BRI sekaligus saat ini. Kerangka Siber BRI ini
dengan tegas mengelola isu-isu mengacu pada National Institute of
sosial dan perubahan iklim. Standards and Technology (NIST)
Pencegahan Kebocoran Data Sebagai komitmen pencegahan
Bergabung ke dalam United Dengan bergabung menjadi (DLP) kebocoran data di BRI, dilakukan
Nations Global Compact (UNGC) anggota UN Global Compact, inisiatif untuk meningkatkan
BRI memperkuat komitmennya keamanan data.
dalam penerapan keuangan
berkelanjutan, serta berkontribusi
pada pencapaian SDGs.
Communication on Progress
Sustainability-linked Loan Sustainability-Linked Loans (SLL)
adalah produk pembiayaan yang BRI telah mengembangkan langkah-langkah proaktif untuk memitigasi pelanggaran HAM dalam
ditujukan untuk mendukung kegiatan operasional dan bisnis di seluruh unit kerja BRI. Prosedur ini didasarkan pada peraturan
dan mendorong praktik bisnis perundang-undangan nasional dan internasional, termasuk adopsi pada ISO 26000: 2013 SR dan 10
yang berkelanjutan dari
Prinsip United Nations Global Compact (UNGC). BRI telah bergabung ke dalam UNGC sejak tahun
Nasabah. Dalam pinjaman terkait
keberlanjutan, persyaratan dapat 2023, yang menunjukkan komitmen BRI dalam penerapan 10 prinsip serta dukungan atas pencapaian
dikaitkan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Sebagai bentuk komitmen lanjutan, BRI menyusun
KPI (Key Performance Indicator) Communication on Progress (COP) yang memuat tanggapan BRI, termasuk rincian tentang dampak
keberlanjutan yang telah disepakati
yang BRI buat di bidang tata kelola, hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan anti-korupsi.
sebelumnya.
Laporan ini membahas visi, nilai, kemajuan dan kinerja selama tahun 2024 (berakhir pada 1 Desember
2024). COP dapat diakses secara terbuka pada situs UNGC.
Page 164
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 164
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Manajemen Human Mendorong Penghormatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Asosiasi dan
Hijau BRI Capital: Insan BRILiaN pada Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Asosiasi dan Framework
Cerita SDGS: Olah Timbulan Sampah di Tempat Kerja
“Mengelola sampah itu susah-susah gampang” ungkap Anggi. “Sebenarnya
semua orang kan tidak suka dan menghindari sampah, tetapi karena terbiasa
dengan produk sekali pakai, secara tidak sadar mereka malah menjadi
produsen sampah.”
Anggi adalah satu dari 124 pekerja yang menjadi agen perubahan lingkungan dalam program
BRI Green Team. Awalnya, tumpukan pekerjaan di kantor seringkali memaksa Anggi dan banyak
pekerja BRI untuk membeli makanan dengan kemasan satu kali pakai seperti gelas kopi dan
makanan siap saji, tanpa menyadari konsekuensi jangka panjang dari timbulan sampah yang
tidak dapat didaur ulang.
Kebiasaan itu yang coba diperangi BRI Green Team. Dimulai dengan mengurangi timbulan
sampah dengan membawa alat makan dari rumah. Mengganti cup kopi dengan tumbler
sampai membawa sendiri makanan dengan alat makan pribadi menjadi hal yang paling banyak
diperkenalkan. Manajemen BRI mendukung dengan setidaknya satu hari dalam sepekan
mewajibkan pekerja membawa alat makan sendiri. Untuk pekerja yang terlanjur membawa botol
plastik sekali pakai, bisa menggunakan mesin RVM (Recycle Vending Machine) untuk mencegah
sampah masuk ke ruang kerja. Tidak hanya itu, sampah domestik yang memang tidak bisa
dihindari, dipisahkan dan didaur ulang agar bisa tetap digunakan. Bekerjasama dengan pihak
ketiga, sebuah kewirausahaan sosial yang dikelola anak-anak muda dari Bandung, Anggi dan
rekan-rekannya melakukan upcycling, yaitu memanfaatkan sampah menjadi produk baru yang
bermanfaat. “Intinya: tidak boleh ada sampah yang keluar dari kantor dan ditumpuk di TPA.”
Ujar Anggi. BRI memasukkan program pengurangan sampah di TPA atau Zero Waste to Landfill
sebagai salah satu inisiatif perusahaan dalam aksi pengurangan dampak perubahan iklim.
Sepanjang tahun 2024 gerakan ini telah mencegah 703.560 kilogram sampah masuk ke TPA dan
menghindari 524.180 kg CO2e emisi gas rumah kaca ke atmosfer.
“Meskipun kita bisa mendaur ulang atau mengolah sampah, mencegah jauh lebih baik.” Pungkas
Anggi. Bersama BRI Green Team dan BRILiaN Duta Lingkungan, aksi Anggi tidak sekedar
mengubah gaya hidup saja, tetapi juga menunjukkan bahwa langkah-langkah kecil yang
terus menerus dilakukan dapat membawa perubahan besar bagi keberlanjutan lingkungan di
tempat kerja. Upaya ini mewakili pencapaian tujuan SDGs ke-12, yaitu Produksi dan Konsumsi
Berkelanjutan.
Page 165
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 165
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Manajemen Human Mendorong Penghormatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Asosiasi dan
Hijau BRI Capital: Insan BRILiaN pada Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Asosiasi dan Framework
Cerita SDGS: Menggerakkan Kompetisi Menumbuhkan Ekonomi
Musim kompetisi BRI Liga 1 tahun 2024-2025
adalah tahun ke-empat BRI mensponsori
kompetisi sepakbola nasional terbesar di
Indonesia secara berturut-turut.
Direktur Utama BRI, Sunarso, berpendapat bahwa BRI Liga 1
merupakan salah satu wujud komitmen BRI untuk terus
menerus menciptakan nilai ekonomi dan membangun nilai
sosial di masyarakat. Lebih dari sekadar kompetisi sepak
bola, BRI Liga 1 menjadi sarana strategis untuk meningkatkan
visibilitas layanan dan produk BRI, terutama BRImo, super
apps digital banking yang menjadi andalan BRI.
Penelitian yang dilakukan LPEM Universitas Indonesia (2020) memperkirakan bahwa kompetisi
ini mampu menciptakan perputaran ekonomi senilai 2,7 sampai 3 triliun rupiah selama setahun.
Pada Juli 2024, BRI Research Institute merilis penelitian yang menunjukkan penyelenggaraan
BRI Liga 1 berpotensi menciptakan perputaran uang yang jauh lebih besar, yakni mencapai
sekitar Rp10,42 Triliun dan menciptakan nilai tambah ekonomi bagi PDB sebesar Rp5,93 triliun.
Selain itu, terdapat tambahan pendapatan rumah tangga pekerja sebesar Rp2,27 triliun, potensi
pendapatan pajak tidak langsung bagi pemerintah sebesar Rp866 miliar serta penciptaan
kesempatan kerja sekitar 45 ribu orang.
Partisipasi BRI dalam Kompetisi BRI Liga 1 juga turut berkontribusi pada pencapaian SDG No. 8,
yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Dengan menyelenggarakan kompetisi sepak
bola berskala nasional, BRI berkontribusi dalam mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor
industri.
Page 166
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 166
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Manajemen Human Mendorong Penghormatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Asosiasi dan
Hijau BRI Capital: Insan BRILiaN pada Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Asosiasi dan Framework
Ringkasan Tanggung Jawab Perusahaan menurut Core Subject ISO 26000: 2013 SR
Tanggung jawab korporasi BRI selaras dengan tujuh subjek inti ISO 26000:2013 tentang Social Responsibility (SR), mencerminkan komitmen BRI terhadap keberlanjutan, praktik bisnis yang etis, dan dampak sosial.
Subjek Inti Isu terkait Perusahaan Kegiatan Hasil
Tata Kelola Perusahaan BRI menegakkan tata kelola yang baik, Penyempurnaan SE TJSL sesuai dengan ISO 26000 SE.24-DIR/CSC/06/2023 tanggal 22 Juni 2023 tentang Pelaksanaan Program
transparansi, dan akuntabilitas, serta Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
memastikan bahwa proses pengambilan
keputusan memprioritaskan keberlanjutan
jangka panjang dan kepercayaan pemangku
kepentingan.
Hak Asasi Manusia BRI berkomitmen untuk menghormati hak asasi BRI secara aktif melakukan pencatatan dan Surat Direksi No. B.1470-DIR/ESG/07/2023 tanggal 13 Juli 2023 tentang Kebijakan Hak
manusia dengan membangun budaya kerja memonitor GHG yang dihasilkan dari kegiatan Asasi Manusia PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
yang berlandaskan rasa saling menghormati operasional dan pembiayaan.
serta memastikan lingkungan kerja yang aman,
inklusif, dan bebas dari diskriminasi. Nodin KEP No. B.57.e-KEP/GCG/CGO/03/2024 perihal Konfirmasi terkait Pelaporan
Pelanggaran HAM melalui Whistleblowing System pada Masa Transisi
Perburuhan BRI memprioritaskan praktik ketenagakerjaan implementasi pengelolaan pekerja yang Nilai EES (2024) sebesar 3,51 / 4,00
yang adil, kesejahteraan karyawan, dan inisiatif berorientasi pada penerapan prinsip ESG termasuk, Nilai turnover pegawai (2024) sebesar 1,29%
pengembangan kapasitas. Bank memastikan kebijakan Respectful Workplace Policy
lingkungan kerja yang sehat, mendukung hak-
hak karyawan, serta secara aktif meningkatkan
keterampilan dan pengembangan tenaga kerja.
Lingkungan Penurunan emisi GRK dari aktivitas bisnis Pencatatan dan pengendalian emisi dari kegiatan Implementasi kebijakan Climate Change Scenario Analysis (CCSA) untuk mitigasi risiko
perusahaan operasional dan pembiayaan iklim
Penerbitan panduan pembiayaan sub sektor kelapa sawit, pulp and paper, minyak dan
gas bumi, serta batubara
Praktik Bisnis yang Adil Melakukan uji tuntas HAM Melaksanakan simulasi uji tuntas hak asasi BRI menerima Piagam Penghargaan dari Menkumham No. M.HH-02.HA.02.01 Tahun
manusia menggunakan metodologi PRISMA yang 2023 sebagai pengakuan dalam kepatuhan BRI dalam memenuhi standar indikator
dikembangkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Penilaian Risiko Bisnis dan HAM (PRISMA)
Asasi Manusia.
Isu Konsumen Menjalankan praktik pemasaran yang BRI telah menerapkan Market Conduct BRI Tidak adanya gugatan nasabah maupun lembaga perwakilan konsumen terkait praktik
bertanggung jawab Group sesuai Kebijakan Umum No. KU.04-DIR/ pemasaran atau periklanan
FST/10/2023 tanggal 5 Desember 2023
Pelibatan dan Pengembangan Komunitas Dukungan terhadap penciptaan lapangan kerja BRI telah melaksanakan Program BRI Peduli TJSL Program TJSL telah memberikan manfaat ekonomi bagi komunitas sekaligus
dan peningkatan keterampilan masyarakat meningkatkan ketahanan masyarakat.
setempat
Page 167
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 167
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Manajemen Human Mendorong Penghormatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Asosiasi dan
Hijau BRI Capital: Insan BRILiaN pada Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Asosiasi dan Framework
Ringkasan Laporan Communication on Progress
Prinsip UNGC Komitmen Tindak Lanjut
Prinsip 1 Bisnis harus mendukung Kebijakan terkait pekerja di BRI mengacu dan memenuhi Piagam Hak Asasi Manusia Penerapan kebijakan HAM di seluruh operasional BRI diatur melalui Kebijakan Prinsip-Prinsip HAM dalam
dan menghormati perlindungan Internasional dan Konvensi-konvensi inti Organisasi Perburuhan Internasional (ILO). Ketenagakerjaan, Respectful Workplace Policy (RWP), serta Kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
hak asasi manusia yang dinyatakan Di dalam kebijakan tersebut, tercakup ketentuan bagi operasional BRI sendiri (pegawai, aktivitas, produk atau
secara internasional. layanan), pemasok, maupun mitra bisnis.
Prinsip 2 Bisnis harus memastikan BRI berkomitmen untuk mempertahankan kebijakan hak asasi manusia yang efektif dan BRI telah melakukan proses uji tuntas HAM melalui metode self-assessment yang ditetapkan oleh Kementerian
bahwa mereka tidak terlibat dalam pelaksanaan uji tuntas hak asasi manusia yang tepat untuk mitigasi risiko keterlibatan Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang dilakukan melalui aplikasi PRISMA. Berdasarkan
pelanggaran hak asasi manusia. dalam pelanggaran hak asasi manusia, dengan mengetahui dan menunjukkan bahwa hasil assessment tersebut, BRI mendapatkan kategorisasi Hijau pada implementasi HAM, yang mana telah
mereka mengambil setiap langkah yang wajar untuk menghindari keterlibatan. memenuhi Standar Indikator Penilaian Risiko Bisnis dan HAM.
Prinsip 3 Dunia usaha harus 1. BRI berkomitmen menghormati hak semua pekerja untuk membentuk dan bergabung Dalam aspek ketenagakerjaan, kebijakan HAM BRI mengacu pada UU No. 13 Tahun 2003 tentang
menjunjung tinggi kebebasan dengan serikat pekerja pilihan mereka tanpa takut intimtidasi atau pembalasan, Ketenagakerjaan dan mengadopsi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No. 2 Tahun
berserikat dan pengakuan efektif sesuai dengan hukum nasional; 2022 tentang Cipta Kerja pada tanggal 30 Desember 2022. Perjanjian Kerja Sama (PKB) BRI juga merupakan
terhadap hak atas perundingan 2. Menetapkan kebijakan dan prosedur yang tidak diskriminatif terhadap organisasi salah satu instrumen tertulis penegakan HAM di tempat kerja, ditinjau dan diperbarui secara berkala setiap dua
bersama serikat pekerja, keanggotaan serikat pekerja dan aktivitas di bidang-bidang seperti tahun. Tujuannya adalah untuk memperjelas hak dan tanggung jawab perusahaan, serikat pekerja, dan pekerja;
lamaran pekerjaan dan promosi, pemecatan atau mutasi; membina dan meningkatkan hubungan kerja yang harmonis; serta menerapkan prinsip-prinsip hubungan
industrial yang sehat. PKB juga mencakup ketentuan yang mengamanatkan pemberitahuan perubahan
3. Memberikan perwakilan pekerja fasilitas yang sesuai untuk membantu operasional perusahaan kepada seluruh pekerja yang disampaikan paling lambat 30 hari sebelum perubahan
pengembangan perjanjian kolektif yang efektif; dan· tersebut berlaku.
4. Tidak mengganggu aktivitas serikat pekerja, serta memungkinkan perwakilan
pekerja menjalankan fungsinya tanpa menghambat operasional bisnis. Memfasilitasi
hubungan ketenagakerjaan yang baik melalui praktik seperti mengizinkan
pemungutan iuran serikat di lingkungan perusahaan, pemasangan pengumuman
serikat, distribusi dokumen serikat, serta penyediaan ruang kantor, dengan
memastikan bahwa praktik-praktik tersebut tidak menjadi sarana untuk kendali tidak
langsung oleh perusahaan.
Prinsip 4 Dunia usaha harus Organisasi harus menilai apakah kerja paksa merupakan potensi permasalahan dalam BRI tunduk terhadap Konvensi 138 Organisasi Buruh Internasional (ILO) tentang Usia Minimum untuk
mendukung penghapusan segala sektor bisnis dan operasional mereka. Jika teridentifikasi, langkah segera harus diambil Diperbolehkan Bekerja, BRI menetapkan batas usia minimum 18 tahun untuk calon pekerja BRI sebagai langkah
bentuk kerja paksa dan wajib. untuk mengeluarkan individu yang terdampak dari pekerjaan serta memberikan akses mendukung upaya pencegahan praktik kerja yang bertentangan dengan Prinsip HAM.
ke peluang alternatif. Strategi intervensi yang komprehensif, termasuk langkah-langkah BRI memastikan bahwa setiap tahap rekrutmen, promosi, dan rotasi pekerja dijamin melalui kesepakatan tertulis
di tempat kerja dan berbasis komunitas, diperlukan untuk memastikan penghapusan antara kedua belah pihak untuk memastikan tidak adanya unsur paksaan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah
praktik kerja paksa. risiko pekerja anak di bawah umur, pekerja muda yang terpapar pekerjaan bahaya, ataupun pekerja paksa pada
tim operasional dan penyuplai BRI. [F.19]
BRI mengambil pendekatan kehati-hatian dalam mengelola kemungkinan dampak operasional terhadap
pemenuhan HAM di seluruh proses bisnis perusahaan. Oleh karena itu, uji tuntas HAM dilakukan oleh BRI
dengan mengidentifikasi dan menilai potensi dampak serta risiko dari segala aktivitas operasional BRI, rantai
nilai atau kegiatan lain yang terkait dengan bisnis BRI, dan hubungan bisnis baru (merger dan akuisisi).
Page 168
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 168
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
Inisiatif Manajemen Human Mendorong Penghormatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Manajemen Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Asosiasi dan
Hijau BRI Capital: Insan BRILiaN pada Hak Asasi Manusia Masyarakat dan Komunitas di Sekitar BRI Risiko BRI untuk Praktik Bisnis yang Beretika Framework
Asosiasi dan Framework
Prinsip UNGC Komitmen Tindak Lanjut
Prinsip 5 Dunia usaha harus 1. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang penyebab dan akibat pekerja BRI tunduk terhadap Konvensi 138 Organisasi Buruh Internasional (ILO) tentang Usia Minimum untuk
menegakkan penghapusan pekerja anak serta mengidentifikasi potensi risiko dan menentukan apakah pekerja anak Diperbolehkan Bekerja, BRI menetapkan batas usia minimum 18 tahun untuk calon pekerja BRI sebagai langkah
anak secara efektif. merupakan masalah dalam bisnis atau tidak. mendukung upaya pencegahan praktik kerja yang bertentangan dengan Prinsip HAM.
2. Jika ditemukan adanya pekerja anak, anak-anak tersebut harus dikeluarkan dari
tempat kerja dan diberikan alternatif yang layak.
Prinsip 6 Dunia usaha harus BRI berkomitmen untuk menghormati semua hukum lokal dan nasional yang relevan 1. BRI berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi seluruh Insan BRI. Ini dilakukan
menegakkan penghapusan serta mendorong kesetaraan, keberagaman, dan inklusi di tempat kerja. Perusahaan dengan pemenuhan hak-hak dasar pekerja, ketersediaan wadah pengembangan kompetensi, serta
diskriminasi dalam hal mengakui keberagaman bahasa, budaya, dan kondisi keluarga di antara karyawannya. mempromosikan nilai keberagaman, kesetaraan, dan nilai yang bersifat inklusif.
ketenagakerjaan dan jabatan. 2. BRI juga telah memiliki peraturan untuk mencegah tindak diskriminasi ataupun pelecehan.
3. BRI juga menaruh perhatian pada pihak-pihak rentan (vulnerable groups).
Prinsip 7 Dunia usaha harus BRI mendukung pendekatan kehati-hatian dengan mengomunikasikan potensi risiko 1. BRI memiliki panduan market conduct untuk melindungi nasabah dan membantu mereka memilih produk
mendukung pendekatan kehati- bagi konsumen dan memberikan informasi lengkap tentang risiko bagi konsumen dan dan layanan keuangan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
hatian terhadap tantangan masyarakat. Hal ini mencakup penyediaan informasi yang komprehensif tentang 2. BRI juga membentuk Product Commitee untuk mengawasi penerapan prinsip kehati-hatian dalam
lingkungan risiko, pengembangan kode etik yang menegaskan komitmen terhadap kesehatan pengembangan layanan dan produk perusahaan.
dan pengelolaan lingkungan, serta pembentukan komite manajerial atau kelompok
pengarah untuk mengawasi manajemen risiko prudensial perusahaan, terutama dalam
area isu sensitif. BRI juga menekankan komunikasi dua arah yang dini, proaktif, dan
transparan dengan pemangku kepentingan guna memastikan bahwa ketidakpastian
dan potensi risiko tersampaikan secara efektif.
Prinsip 8 Melakukan inisiatif untuk Proses yang lebih bersih dan efisien berarti peningkatan produktivitas sumber BRI telah menerapkan inisiatif hijau yang secara aktif melibatkan karyawan dan nasabah dalam upaya
mendorong tanggung jawab daya, yang berarti membutuhkan lebih sedikit bahan baku dan biaya operasional keberlanjutan. Inisiatif ini mencakup BRI Menanam (program yang mendorong penanaman pohon dan
lingkungan yang lebih besar yang lebih rendah. Perusahaan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan penyerapan emisi GRK), Zero Waste to Landfill (inisiatif pengelolaan limbah), serta penilaian kelayakan kredit
juga mendapatkan keuntungan dari insentif pajak atau program perizinan karena berdasarkan kriteria lingkungan.
menunjukkan kepemimpinan dalam keberlanjutan. Selain itu, karyawan dan konsumen
semakin tertarik untuk berbisnis dengan perusahaan yang memprioritaskan tanggung
jawab lingkungan dan praktik bisnis berkelanjutan.
Prinsip 9 Mendorong Pendekatan tingkat strategis untuk meningkatkan teknologi meliputi penetapan BRI mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan ke dalam operasionalnya dengan memanfaatkan perangkat
pengembangan dan penyebaran kebijakan perusahaan atau perorangan tentang penggunaan teknologi ramah pengumpul botol plastik serta menerapkan teknologi penghapusan data pada perangkat pencatatan data,
teknologi ramah lingkungan lingkungan, penggunaan penilaian teknologi lingkungan, serta memeriksa kriteria sehingga memungkinkan perangkat tersebut dapat digunakan kembali dengan aman.
investasi dan kebijakan sumber daya bagi pemasok dan kontraktor untuk memastikan
bahwa tender menetapkan kriteria lingkungan minimum
Prinsip 10 Bisnis harus melawan Perusahaan menghadapi risiko etis dan finansial yang signifikan jika gagal secara efektif BRI menegakkan standar integritas yang tinggi dengan menerapkan sistem pengendalian gratifikasi dan
korupsi dalam segala bentuknya, memerangi korupsi dalam segala bentuknya. manajemen anti-suap yang kuat. Untuk memperkuat komitmen ini, BRI telah memperoleh sertifikasi ISO
termasuk pemerasan dan Korupsi menimbulkan ancaman bagi perusahaan dari berbagai skala, menyebabkan 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti-Suap, memastikan kepatuhan terhadap praktik terbaik internasional.
penyuapan. potensi tanggung jawab hukum, kerusakan reputasi, kerugian finansial, serta erosi Selain itu, BRI memiliki Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan yang bertugas untuk mengawasi dan memastikan
kepercayaan internal. Praktik tidak etis dapat melemahkan loyalitas karyawan dan bahwa Sistem Anti Penyuapan berjalan sesuai standar ISO 37001:2016. Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan
merusak budaya etika keseluruhan dalam suatu organisasi. diatur dalam Surat Edaran Direksi Kebijakan Tata Kelola Perusahaan nomor SE.09a-DIR/KEP/03/2023 tanggal
15 Maret 2023 Buku 3 tentang Pengendalian Anti Penyuapan dan Gratifikasi
Page 169
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 169
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG26000
ISO Data Tables
ESG Data
Issued
Tables
Securities
Green
Impact
BondReporting Reporting
Impact Report COP Standard
Reporting
Indices
Standard
Indeks
Indices
Pelaporan
Assurance
IDX Assurance
Feedback Form
Feedback Form
LAMPIRAN 04
DI BAGIAN INI NO
> HAL
ESG Data Tables 170
Issued Securities Impact
206
Reporting
Reporting Standards Indices 230
Indeks Pelaporan IDX 244
Assurance 245
Feedback Form 251
Page 170
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 170
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
ESG Data Tables
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Skala Perusahaan (Bank Only)
Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Laba Bersih Rp Miliar 47.828 53.153 54.841
Pendapatan Rp Miliar 162.155 189.646 215.738
Total Aset Rp Miliar 1.750.995 1.835.249 1.840.395
Total Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp Miliar 1.300.776 1.352.683 1.360.134
Total Liabilitas Rp Miliar 1.457.373 1.536.512 1.541.022
Ekuitas Rp Miliar 293.622 298.737 299.373
Dana Non-DPK Rp Miliar 156.597 183.829 180.888
Jumlah Unit Kerja Beroperasi Unit 8.209 7.755 7.568
Pencapaian Kinerja Ekonomi [F.2] [GRI 201-1]
Realisasi
Realisasi Target (Rp Miliar) Persentase
Kinerja (Rp Miliar)
2022 2023 2024
Total Aset 1.750.995 1.835.249 1.928.137 1.840.395 95,45%
Aset Produktif 1.573.609 1.684.737 1.790.304 1.711.302 95,59%
Kredit/Pembayaran Bank 1.029.803 1.146.083 1.270.578 1.215.847 95,69%
Dana Pihak Ketiga 1.300.776 1.352.683 1.463.312 1.360.134 92,95%
Total Pendapatan 162.432 189.122 215.456 214.685 99,64%
Total Biaya 103.012 122.050 147.424 145.574 98,74%
Laba Bersih 47.828 53.153 54.832 54.841 100,02%
Catatan: Total pendapatan merupakan seluruh pendapatan operasional dan non operasional. Total biaya terdiri dari seluruh beban operasional, kecuali biaya pajak yang dibayarkan.
Page 171
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 171
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Nilai Ekonomi Langsung Didapat dan
Didistribusikan [GRI 201-1] Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Pendapatan Bunga Rp Miliar 123.835 146.918 162.229
Pendapatan Non Bunga Rp Miliar 38.320 42.728 53.508
Pendapatan Non Operasional Rp Miliar 277 -524 -1.053
Jumlah Nilai Ekonomi Langsung Didapat Rp Miliar 162.432 189.122 214.684
Biaya Operasional Non Bunga di Luar Pekerja Rp Miliar 27.302 30.526 34.412
Biaya Tenaga Kerja (di luar Outsource) Rp Miliar 29.316 26.519 26.842
Pembayaran Dividen Rp Miliar 14.046 23.234 25.715
Bunga Kredit dan Bunga Bank Rp Miliar 22.830 38.484 51.180
Pembayaran kepada Pemerintah (Pajak) Rp Miliar 20.133 23.447 28.014
Pengeluaran Investasi kepada Masyarakat Rp Miliar 285 342 343
Jumlah Nilai Ekonomi Langsung Didistribusi Rp Miliar 113.912 142.552 166.506
Nilai Ekonomi Langsung yang Ditahan Rp Miliar 48.520 46.570 48.178
Global Systemically Important Bank [FN-CB-550a.1]
BIS Leverage Ratio
Aspek Satuan 2022 2023 2024
(Basel III) Tier 1 Capital Rp 234.727.964 238.956.599 241.043.217
(Basel III) Total Exposure Rp 1.596.292.951 1.749.457.664 1.798.631.971
(Basel III) Leverage Ratio % 14,70% 13,66% 13,40%
Page 172
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 172
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Pelaporan Pajak [GRI 207-4]
2022 2023
Keterangan Satuan
Domestik Lainnya Domestik Lainnya
Jumlah Karyawan Orang 74.735 105 77.739 66
Pendapatan Rp Juta 202.710.231 1.581.523 240.297.151 2.909.234
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Rp Juta 65.536.208 614.553 75.885.153 386.520
Pajak Penghasilan Masih Harus Dibayar Rp Juta 13.103.645 125.386 12.515.017 67.504
Pajak Penghasilan yang Telah Dibayar Rp Juta 24.473.827 84.337 16.413.631 87.215
Catatan: Seluruh informasi dalam laporan ini milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tanpa mencakup perusahaan anak. Di sisi lain, BRI melakukan audit atas laporan keuangan konsolidasi yang mencakup perusahaan anak seperti Bank Raya, BRI
Remittance, BRI Life, BRI Finance, BRI Ventures, BRIDS, BRI Insurance, Pegadaian, dan PNM. Informasi terkait perusahaan anak tersebut tidak termasuk dalam laporan ini. [GRI 2-2]
Kredit Per-Segmen [B.1.a] [GRI G4 FS6]
Segmen Satuan 2022 2023 2024
Rp Triliun 449,63 496,55 491,22
Mikro
% 43,66 43,33 40,40
Rp Triliun 161,72 182,36 203,24
Konsumer
% 15,70 15,91 16,72
Rp Triliun 216,88 228,06 228,10
Kecil
% 21,06 19,90 18,76
Rp Triliun 20,95 32,28 39,05
Menengah
% 2,03 2,82 3,21
Rp Triliun 180,62 206,83 254,24
Korporasi
% 17,54 18,05 20,91
Rp Triliun 1.029,80 1.146,08 1.215,85
Total
% 100,00 100,00 100,00
Page 173
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 173
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Kredit Per-Wilayah (Indonesia) [B.1.a] [GRI G4 FS6]
Wilayah Satuan 2022 2023 2024
Rp Triliun 241,08 306,55 371,48
Jakarta
% 23,41 26,75 30,55
Rp Triliun 166,43 183,10 187,71
Sumatera
% 16,16 15,98 15,44
Rp Triliun 87,75 88,94 77,58
Jawa Barat
% 8,52 7,76 6,38
Rp Triliun 128,81 140,41 137,10
Jawa tengah & DI Yogyakarta
% 12,51 12,25 11,28
Rp Triliun 126,48 136,61 140,90
Jawa Timur
% 12,28 11,92 11,59
Rp Triliun 238,59 260,79 276,75
Indonesia Timur & Indonesia Tengah
% 23,17 22,76 22,76
Rp Triliun 40,66 29,68 24,33
Lainnya
% 3,95 2,59 2,00
Rp Triliun 1.029,80 1.146,08 1.215,85
Total
% 100 100 100
Page 174
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 174
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Kredit Per-Wilayah (Di Luar Indonesia) [B.1.a] [GRI
G4 FS6] Wilayah Satuan 2022 2023 2024
Rp Triliun 8,25 8,38 13,50
New York
% 55,56 50,73 55,49
Rp Triliun 5,59 6,88 9,25
Singapura
% 37,64 41,65 38,02
Rp Triliun 0,86 0,95 1,02
Timor Leste
% 5,79 5,75 4,19
Rp Triliun 0,15 0,31 0,56
Taiwan
% 1,01 1,88 2,30
Rp Triliun 14,85 16,52 24,33
Jumlah
% 100 100 100
Kredit Per-Sektor Usaha [B.1.a] [GRI G4 FS6]
Sektor Usaha Satuan 2022 2023 2024
Rp Triliun 0,38 1,52 6,14
Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib
% 0,04 0,13 0,51
Rp Triliun 100,31 102,53 110,19
Industri Pengolahan
% 9,74 8,95 9,06
Rp Triliun 47,68 53,7 61,07
Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan Perorangan Lainnya
% 4,63 4,69 5,02
Rp Triliun 3,52 4,22 4,53
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
% 0,34 0,37 0,37
Rp Triliun 0,75 0,86 0,97
Jasa Pendidikan
% 0,07 0,08 0,08
Page 175
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 175
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Sektor Usaha Satuan 2022 2023 2024
Rp Triliun 1,01 1 0,9
Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga
% 0,10 0,09 0,07
Rp Triliun 24,7 31,41 8,86
Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya
% 2,40 2,74 0,73
Rp Triliun 31,02 33,73 35,48
Konstruksi
% 3,01 2,94 2,92
Rp Triliun 36,31 30,37 36,44
Listrik, Gas, dan Air
% 3,53 2,65 3,00
Rp Triliun 225,43 239,69 254,89
Penerima Kredit Bukan Lapangan Usaha
% 21,89 20,91 20,96
Rp Triliun 20,96 22,38 24,64
Penyedia Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum
% 2,04 1,95 2,03
Rp Triliun 14,52 15,85 26,51
Perantara Keuangan
% 1,41 1,38 2,18
Rp Triliun 327,17 361,13 364,07
Perdagangan Besar dan Eceran
% 31,77 31,51 29,94
Rp Triliun 10,14 10,88 10,53
Perikanan
% 0,98 0,95 0,87
Rp Triliun 14,48 31,81 36,47
Pertambangan dan Penggalian
% 1,41 2,78 3,00
Page 176
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 176
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Sektor Usaha Satuan 2022 2023 2024
Rp Triliun 142,81 166,64 193,61
Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan
% 13,87 14,54 15,92
Rp Triliun 9,38 11,65 12,27
Real Estate, Usaha Persewaaan dan Jasa perusahaan
% 0,91 1,02 1,01
Rp Triliun 19,23 26,7 28,27
Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi
% 1,87 2,33 2,33
Rp Triliun 0,00 0,00 0,00
Lainnya
% 0,00 0,00 0,00
Rp Triliun 1.029,8 1.146,07 1.215,84
Jumlah
% 100 100 100
Produk Pinjaman Mikro [GRI 203-2] [FS6] [FN-CB-240a.1]
Deskripsi Satuan 2022 2023 2024
Outstanding KUR Rp Triliun 251,50 219,90 231,29
Debitur KUR Juta 10,9 8,8 4,49
Outstanding KUPEDES Rp Triliun 129,2 212,3 200,22
Debitur KUPEDES Juta 2,8 4,6 8,11
Page 177
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 177
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Nasabah dengan PROPER Rating [F.3] [GRI G4 FS8]
[GRI G4 FS10] [GRI G4 FS11] [FN-CB-240a.1] Peringkat Satuan 2022 2023 2024
Emas Debitur 10 16 8
Hijau Debitur 7 7 9
Biru Debitur 42 46 48
Total Debitur 59 69 65
Nilai Kredit Nasabah dengan PROPER Rating
[F.3] [GRI G4 FS8] [GRI G4 FS10] [GRI G4 FS11] Peringkat Satuan 2022 2023 2024
Emas Rp Triliun 13,53 13,38 10,69
Hijau Rp Triliun 5,32 9,27 17,29
Biru Rp Triliun 45,85 63,05 88,46
Total Rp Triliun 64,70 85,70 116,44
Nasabah dengan Sertifikasi ISPO/RSPO*
[F.3] [GRI G4 FS8] [GRI G4 FS10] [GRI G4 FS11] Sertifikat Satuan 2022 2023 2024
RSPO Debitur 14 16 14
Dalam proses RSPO Debitur 0 0 0
ISPO Debitur 27 25 26
Dalam proses ISPO Debitur 12 8 5
Total Debitur 53 49 45
*) Data mencakup nasabah di segmen Korporasi
Page 178
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 178
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Nilai Pembiayaan untuk Nasabah dengan
Sertifikasi ISPO/RSPO* [F.3] [GRI G4 FS8] [GRI G4 FS10] [GRI G4 FS11] Sertifikat Satuan 2022 2023 2024
RSPO Rp Triliun 17,19 18,90 29,97
Dalam proses RSPO Rp Triliun 0 0 0
ISPO Rp Triliun 14,06 14,88 18,06
Dalam proses ISPO Rp Triliun 4,07 2,74 1,32
Total Rp Triliun 35,32 36,52 49,35
*) Data mencakup nasabah di segmen Korporasi
Produk Berkelanjutan per Segmen [B.1d] [F.3]
[GRI G4 FS7] [GRI G4 FS8] 2024
Kategori Produk
Satuan Komposisi pinjaman Deskripsi Produk
Per Segmen Total Pinjaman
Outstanding Total berkelanjutan di
Per Segmen
setiap segmen
Pinjaman Konsumer (KPR)
KPR Green Financing: Kredit kepemilikan rumah untuk
KPR Green
Rp Triliun 0,29 pembiayaan pembelian rumah baru dengan konsep
Financing
perumahan hijau.
KPR Subsidi: Kredit kepemilikan rumah bagi Masyarakat
11,92 58,55 20% Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan total pendapatan
keluarga (suami + istri) maksimal Rp 8 juta per bulan * untuk
KPR Subsidi Rp Triliun 11,63
Rumah Pertama, belum mempunyai rumah, belum pernah
mendapat subsidI perumahan, harus ditempati dan tidak boleh
dijual/disewakan selama 5 tahun pertama.
Pinjaman Korporasi
Terdiri dari kredit hijau kepada segmen korporasi dengan
aktivitas usaha berbasis energi terbarukan, pengelolaan lahan
Kredit Hijau
Rp Triliun 86,56 86,56 254,24 34% berkelanjutan, transportasi ramah lingkungan, bangunan
Segmen Korporasi
ramah lingkungan, serta kegiatan usaha berwawasan
lingkungan lainnya
Pinjaman UMKM (Produktif)
Kredit Usaha Segmen UMKM: Kredit sosial untuk masyarakat
Kredit Usaha
Rp Triliun 698,66 698,66 698,66 100% berpenghasilan tetap, yang memiliki usaha produktif dalam
Segmen UMKM
skala bisnis kecil dan menengah.
Page 179
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 179
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Penyaluran Kredit kepada Kategori Kegiatan
Usaha Berkelanjutan [B.1d] [F.3] [GRI G4 FS7] [GRI G4 FS8] Keterangan Satuan 2022 2023 2024
UMKM Rp Triliun 616,07 690,43 698,66
Energi Terbarukan Rp Triliun 7,10 6,02 6,34
Pencegahan & Pengendalian Polusi Rp Triliun 1,75 0,55 0,51
Transportasi Ramah Lingkungan Rp Triliun 12,10 11,24 3,61
Bangunan Berwawasan Lingkungan Rp Triliun 1,44 2,04 0,29
Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati & Penggunaan Lahan Berkelanjutan Rp Triliun 51,80 52,82 64,68
Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat dan Air Rp Triliun 0,58 0,23 0,00
Pengelolaan Air & Limbah Berkelanjutan Rp Triliun 0,01 0,003 0,00
Eco-efficient Product Rp Triliun 3,98 7,50 8,07
Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan Lainnya Rp Triliun 0,06 1,93 3,06
Total Rp Triliun 694,89 772,74 785,22
Penyaluran Kredit kepada Sektor Energi Tak
Terbarukan dan Energi Baru Terbarukan [GRI 305-3] Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Energi Tak Terbarukan Rp Triliun 21,03 21,60 25,12
Energi Baru & Terbarukan Rp Triliun 7,10 6,02 6,34
Total Pembiayaan Rp Triliun 28,13 27,62 31,46
Page 180
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 180
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Titik Layanan Nasabah [GRI G4 FS14]
Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Kantor Pusat # 1 1 1
Kantor Wilayah # 18 18 18
Kantor Cabang & Kantor Cabang Khusus* # 449 453 453
Kantor Cabang Luar Negeri # 6 6 6
Kantor Cabang Pembantu** # 579 556 555
Kantor Cabang Pembantu di Luar Negeri** # 3 3 3
BRI Unit** # 5.156 5.117 5.086
Kantor Kas** # 506 505 500
Teras BRI** # 1.370 977 873
Teras Keliling # 117 115 69
Teras Kapal # 4 4 4
Jumlah Unit Kerja Operasional # 8.209 7.755 7.568
*) Sesuai dengan Nota Dinas B.63.e-PPM/ODV/OD2/08/2023 tanggal 03 Agustus 2023 Perihal Penyampaian persetujuan perubahan supervisi KCK.
**) Sesuai dengan POJK No. 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, terdapat penyesuaian untuk jaringan kantor bank hanya terdiri dari Kantor Pusat, Kantor Wilayah, Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu. Sesuai POJK tersebut, jenis Kantor
BRI Unit, Teras BRI dan Kantor Kas BRI termasuk dalam kategori Kantor Cabang Pembantu.
Keterangan Satuan 2022 2023 2024
ATM # 13.863 12.263 10.663
CRM # 8.007 9.007 9.007
EDC # 497.976 664.801 727.303
E- Buzz # 57 57 57
Agen BRILinK # 627.012 740.818 1.064.219
Page 181
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 181
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Co-Location UMI Unit 2022 2023 2024
Sumatera Unit 200 202 210
Jawa Unit 536 537 520
Kalimantan Unit 49 49 71
Sulawesi Unit 140 142 127
Bali & Nusa Tenggara Unit 74 74 74
Maluku Unit 0 0 15
Papua Unit 14 14 15
Total Unit 1.013 1.018 1.032
Teras BRI Unit Satuan 2022 2023 2024
Teras BRI # 288 217 206
Sumatera Teras BRI Keliling # 4 2 2
Teras Kapal # 1 1 1
Teras BRI # 712 502 416
Jawa Teras BRI Keliling # 59 59 58
Teras Kapal # 1 1 1
Teras BRI # 94 72 86
Kalimantan Teras BRI Keliling # 6 6 2
Teras Kapal # 0 0 0
Page 182
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 182
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Teras BRI Unit Satuan 2022 2023 2024
Teras BRI # 106 52 28
Sulawesi Teras BRI Keliling # 43 43 1
Teras Kapal # 1 1 0
Teras BRI # 151 117 112
Bali & Nusa Tenggara Teras BRI Keliling # 4 4 4
Teras Kapal # 1 1 1
Teras BRI # 0 0 11
Maluku Teras BRI Keliling # 0 0 1
Teras Kapal # 0 0 1
Teras BRI # 19 17 14
Papua Teras BRI Keliling # 1 1 1
Teras Kapal # 0 0 0
Teras BRI # 1.370 977 873
Total Teras BRI Keliling # 117 115 69
Teras Kapal # 4 4 4
Kinerja BRI Kapal Bentuk Satuan 2022 2023 2024
Total Simpanan
Rekening # 7.967 8.997 9.663
Saldo Rp Miliar 18,54 22,94 23,3
Seva I (Wilayah Kepulauan Seribu)
Total Kredit
Debitur # 715 716 781
OS Pinjaman Rp Miliar 21,74 25,06 29,08
Page 183
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 183
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Kinerja BRI Kapal Bentuk Satuan 2022 2023 2024
Total Simpanan
Rekening # 1.928 1.874 1.066
Saldo Rp Miliar 5,68 7,34 7,81
Seva II (Wilayah Kepulauan NTT-Labuan Bajo)
Total Kredit
Debitur # 851 886 1.018
OS Pinjaman Rp Miliar 20,53 25,25 25,63
Total Simpanan
Rekening # 6.321 6.262 5.890
Saldo Rp Miliar 9,15 9,49 9,08
Seva III (Wilayah Kepulauan Anambas)
Total Kredit
Debitur # 246 242 277
OS Pinjaman Rp Miliar 6,38 8,21 8,77
Total Simpanan
Rekening # 25.944 20.536 15.154
Saldo Rp Miliar 43,93 43,33 47,47
Seva IV (Wilayah Kepulauan Halmahera Selatan)*
Total Kredit
Debitur # 1.117 912 822
OS Pinjaman Rp Miliar 26,01 24,17 24
Total Simpanan
Rekening # 42.160 37.669 31.773
Saldo Rp Miliar 77,3 83,1 87,66
Total*
Total Kredit
Debitur # 2.929 2.756 2.898
OS Pinjaman Rp Miliar 74,66 82,69 87,48
*) Terdapat restatement dari Regional Office BRI Manado terkait kinerja Teras BRI Tahun 2022 melalui Surat No.B.79.e-RO-MND/ROP/ONS/01/2024 Tanggal 25 Januari 2024.
Page 184
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 184
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Agen BRILinK Satuan 2022 2023 2024
Agen 137.037 165.053 239.380
Sumatera
% 21,86% 22,28% 22,49%
Agen 335.270 395.383 580.569
Jawa
% 53,47% 53,37% 54,55%
Agen 48.685 56.500 68.832
Kalimantan
% 7,76% 7,63% 6,47%
Agen 63.218 69.798 96.720
Sulawesi
% 10,08% 9,42% 9,09%
Agen 29.205 39.070 59.860
Bali & Nusa Tenggara
% 4,66% 5,27% 5,62%
Agen 6.540 6.949 8.865
Maluku
% 1,04% 0,94% 0,83%
Agen 7.057 8.065 9.993
Papua
% 1,13% 1,09% 0,94%
Agen 627.012 740.818 1.064.219
Total
% 100,00% 100,00% 100,00%
Transaksi Agen BRILinK Satuan 2022 2023 2024
Nilai Transaksi Rp Triliun 1.297,65 1.427,58 1.589,04
Jumlah Transaksi Juta 1.078,04 1.096,61 1.204,25
Page 185
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 185
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Nasabah BRI Pengguna Layanan Bergerak
(E-Banking) Jenis E-banking Satuan 2022 2023 2024
BRImo Pengguna 23.845.612 31.616.014 38.613.867
BRIZZI Pengguna 22.808.061 23.756.098 24.424.356
Qlola Cash Management Pengguna 47.313 52.117 71.965
Jumlah Transaksi Layanan Bergerak (E-Banking)
[FS8] Jenis Layanan Satuan 2022 2023 2024
Transaksi Finansial BRImo Ribu 1.825.397 3.088.817 4.309.334
BRILink Ribu 1.078.040 1.096.611 1.204.251
Merchant Ekosistem BRI Ribu 192.377 318.283 509.526
Merchant EDC Ribu 165.960 197.788 403.648
BRIMOLA Ribu 8.541 10.819 14.223
BRIZZI Ribu 155.069 171.200 196.202
ATM BRI Ribu 4.093.869 3.521.211 2.646.151
Qlola Cash Management Ribu 50.638 53.869 53.161
Nilai Transaksi Layanan Bergerak (E-Banking)
[FS8] Jenis Layanan Satuan 2022 2023 2024
Transaksi Finansial BRImo Rp Miliar 2.669.091 4.158.849 5.541.345
BRILink Rp Miliar 1.297.654 1.427.583 1.589.039
Merchant Ekosistem BRI Rp Miliar 151.458 230.663 334.436
Merchant EDC Rp Miliar 77.903 119.764 270.771
BRIMOLA Rp Miliar 11.584 15.102 20.262
BRIZZI Rp Miliar 4.747 6.190 6.187
ATM BRI Rp Miliar 3.098.560 2.972.941 2.646.152
Qlola Cash Management Rp Miliar 5.070.180 6.788.672 8.118.222
Page 186
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 186
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Survei Kepuasan Nasabah [F.30]
Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Tingkat Kepuasan Nasabah % 83,58 84,66 87,06
Tingkat Penyelesaian Pengaduan Nasabah % 99,53 99,56 99,81
Kualitas Layanan BRI vs Kualitas Layanan
Industri Perbankan di Indonesia Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Indeks Kualitas Layanan Industri Perbankan (Carre) # 4,2557 4,3540 4,4192
Indeks Kualitas Layanan BRI (Carre) # 4,3001 4,4044 4,4331
Pengaduan Nasabah [418-1] [F.24]
Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Jumlah Transaksi # 38.585.019.160 72.970.667.382 135.156.818.290
Jumlah Pengaduan Kasus 4.630.243 4.751.604 1.925.215
Persentase Pengaduan % 0,012 0,007 0,001
Pengaduan Diselesaikan kasus 4.608.428 4.730.478 1.921.529
Persentase Penyelesaian % 99,53 99,56 99,81
Pengaduan Dalam Proses Kasus 21.815 21.126 3.686
Persentase Dalam Proses % 0,4711 0,4446 0,1915
* ) Pada tahun 2024, angka jumlah pengaduan terdapat penyesuaian perhitungan jumlah pengaduan berdasarkan panduan OJK terbaru.
Page 187
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 187
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Jumlah Pengaduan Berdasarkan Jenis
Transaksi Keuangan [F.24] [GRI 418-1] Selesai Dalam Proses Tidak Selesai
Jenis Transaksi Keuangan Jumlah Pengaduan
Jumlah Presentase Jumlah Presentase Jumlah Presentase
Kartu Kredit 20.599 99,95% 11 0,05% 0 0,00% 20.610
Produk/Jasa Bank Lainnya 38.625 100,00% 0 0,00% 0 0,00% 38.625
Simpanan 135.636 99,98% 25 0,02% 0 0,00% 135.661
ATM/CRM 964.801 99,95% 502 0,05% 0 0,00% 965.303
E-banking 684.836 99,54% 3.145 0,46% 0 0,00% 687.981
Kredit Tanpa Agunan 71.197 100,00% 1 0,00% 0 0,00% 71.198
Pinjaman (Modal Kerja, Investasi, Konsumer) 5.835 99,97% 2 0,03% 0 0,00% 5.837
Grand Total 1.921.529 99,81% 3.686 0,19% 0 0% 1.925.215
Pengaduan terkait Keamanan Data Nasabah [F.24]
[GRI 418-1] Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Pengaduan* dari Pihak Eksternal # 0 0 0
Pengaduan* dari Pihak Pemerintah # 0 0 0
*) Pengaduan yang dibuktikan mengenai pelanggaran privasi pelanggan dan hilangnya data pelanggan
Insiden Keamanan Informasi
Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Jumlah Pelanggaran Keamanan Informasi atau Keamanan Siber # 0 0 0
Denda atau Sanksi dari Pelanggaran Keamanan Informasi atau Keamanan Siber Rp 0 0 0
Jumlah Pelanggan yang Terpengaruh oleh Pelanggaran # 0 0 0
Page 188
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 188
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Komposisi Pekerja* [GRI 2-7, 405-1] [C.3]
Deskripsi Satuan 2022 2023 2024
Total Orang 74.735 77.739 81.848
Pria Orang 46.411 47.262 48.131
Jenis Kelamin
Perempuan Orang 28.324 30.477 33.717
Komposisi Perempuan % 37,90 39,20 41,19
Total Orang 60.209 60.084 59.495
Pria Orang 40.296 39.875 39.237
Pekerja Tetap
Perempuan Orang 19.913 20.209 20.258
Komposisi Perempuan % 33,07 33,63 34,05
Total Orang 14.347 17.207 22.244
Pria Orang 6.021 7.135 8.837
Status Kepegawaian Pekerja Kontrak
Perempuan Orang 8.326 10.072 13.407
Komposisi Perempuan % 58,03 58,53 60,27
Total Orang 179 448 109
Pria Orang 94 252 57
Trainee
Perempuan Orang 85 196 52
Komposisi Perempuan % 47,49 43,75 47,71
< 30 Tahun Total Orang 12.603 21.348 23.890
Usia 30-50 Tahun Total Orang 57.411 52.627 54.611
> 50 Tahun Total Orang 4.721 3.764 3.347
Page 189
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 189
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Deskripsi Satuan 2022 2023 2024
Total Orang 109 117 125
Pria Orang 87 90 98
Top Management
Perempuan Orang 22 27 27
Komposisi Perempuan % 20,18 23,08 21,60
Total Orang 1.372 1.591 1.682
Middle Pria Orang 769 1.238 1.315
Management Perempuan Orang 603 353 367
Komposisi Perempuan % 43,95 22,19 21,82
Tingkat Jabatan
Total Orang 3.529 2.757 2.715
Junior Pria Orang 2.623 2.013 1.968
Management Perempuan Orang 906 744 747
Komposisi Perempuan % 25,67 26,99 27,51
Total Orang 70.328 73.274 77.326
Pria Orang 43.098 43.921 44.750
Non-Management
Perempuan Orang 27.230 29.353 32.576
Komposisi Perempuan % 38,72 40,06 42,13
Page 190
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 190
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Deskripsi Satuan 2022 2023 2024
Total Orang 13.573 15.205 13.809
Jakarta Pria Orang 8.231 9.121 8.051
Perempuan Orang 5.342 6.084 5.758
Total Orang 13.926 14.157 13.224
Sumatera Pria Orang 9.021 9.021 8.236
Perempuan Orang 4.905 5.136 4.988
Wilayah
Jawa Barat, Jawa Total Orang 30.182 31.113 33.757
Tengah, Jawa
Pria Orang 19.051 19.143 19.811
Timur, dan DI
Yogyakarta Perempuan Orang 11.131 11.970 13.946
Indonesia Bagian Total Orang 17.009 17.217 21.058
Timur (Kalimantan,
Pria Orang 10.069 9.936 12.033
Sulawesi, Maluku,
Papua) Perempuan Orang 6.940 7.281 9.025
Indonesia Orang 74.735 77.739 81.848
Timor Leste Orang 20 24 24
Amerika Orang 7 7 7
Kewarganegaraan
Singapura Orang 7 14 14
Taiwan Orang 10 10 12
Lainnya Orang 11 11 11
Revenue-generating Functions Komposisi Perempuan % 28,94 30,51 30,87
STEM (Science, Technology, Engineering,
Komposisi Perempuan % 23,73 25,34 29,29
and Mathematics)-related functions
Total Orang 69 60 54
Pria Orang 40 35 32
Pekerja Disabilitas
Perempuan Orang 29 25 22
Komposisi Perempuan % 42,03 41,67 40,74
Page 191
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 191
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Deskripsi Satuan 2022 2023 2024
Total Orang 0 0 0
Sekolah Dasar
& Sekolah Pria Orang 0 0 0
Menengah Perempuan Orang 0 0 0
Pertama
Komposisi Perempuan % 0 0 0
Total Orang 1.046 1.149 1.146
Sekolah Pria Orang 605 509 444
Menengah Atas Perempuan Orang 441 640 702
Komposisi Perempuan % 42,16 55,70 61,26
Total Orang 8.961 8.727 9.469
Pria Orang 5.026 4.701 4.947
Diploma I-III
Perempuan Orang 3.935 4.026 4.522
Komposisi Perempuan % 43,91 46,13 47,76
Tingkat Pendidikan
Total Orang 63.138 66.079 69.462
Pria Orang 39.615 40.745 41.454
Sarjana
Perempuan Orang 23.523 25.334 28.008
Komposisi Perempuan % 37,26 38,34 40,32
Total Orang 1.584 1.774 1.761
Pria Orang 1.159 1.297 1.278
Pascasarjana
Perempuan Orang 425 477 483
Komposisi Perempuan % 26,83 26,89 27,43
Total Orang 6 10 10
Pria Orang 6 10 8
Doktor
Perempuan Orang 0 0 2
Komposisi Perempuan % 0 0 20
*) Komposisi pekerja tidak termasuk pekerja alih daya (outsource) [GRI 2-7, 2-8]
Page 192
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 192
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Perekrutan Internal dan Perekrutan Baru [GRI 401-1]
Deskripsi Satuan 2022 2023 2024
Total Perekrutan Internal Orang 47.761 48.606 69.242
Total Perekrutan Baru Orang 2.825 9.692 13.131
Persentase Perekrutan Internal terhadap Total Perekrutan % 94,42 83,38 84,06
Persentase Perekrutan Baru terhadap Total Perekrutan % 5,58 16,62 15,94
Persentase Perekrutan Baru terhadap Total Pekerja % 3,78 12,47 16,04
Pria Orang 26.534 22.685 38.689
Jenis Kelamin
Perempuan Orang 21.227 25.921 30.553
Perekrutan Internal < 30 Tahun Orang 14.369 21.048 23.928
Usia 30-50 Tahun Orang 31.023 25.332 42.756
> 50 Tahun Orang 2.369 2.226 2.558
Pria Orang 1.579 3.436 5.840
Jenis Kelamin
Perempuan Orang 1.246 6.256 7.291
< 30 Tahun Orang 2.058 9.464 12.245
Usia 30-50 Tahun Orang 766 225 878
Perekrutan Baru > 50 Tahun Orang 1 3 8
Jakarta & Banten Orang 599 1.117 1.451
Sumatera Orang 425 1.529 2.611
Wilayah
Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta Orang 1.057 4.890 5.769
Indonesia Bagian Timur (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua) Orang 744 2.156 3.300
Rata-rata Biaya Perekrutan Tenaga Kerja
Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Rata-rata Biaya Perekrutan Tenaga Kerja Rp 2.031.631 8.676.201 8.571.150
Page 193
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 193
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Kebebasan Berserikat [2-30]
Uraian Satuan 2022 2023 2024
# 41.978 39.939 39.176
Pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja
% 69,71 66,47 65,85
Total Pekerja # 74.735 77.739 81.848
Indikator Upah Berdasarkan Jenis Kelamin [GRI
Jenis
202-1] [GRI 405-2]
Keterangan Kelompok Jabatan Satuan 2022 2023 2024
Kelamin
Pria Rp Juta 15,80 18,90 20,97
Manajemen
Perempuan Rp Juta 14,96 18,25 19,83
Rata-rata Upah
Pria Rp Juta 5,16 5,80 6,23
Non-Manajemen
Perempuan Rp Juta 4,51 4,72 5,33
Pria Rp Juta 78,71 79,88 86,47
Rata-rata Upah & Insentif Lain Manajemen
Perempuan Rp Juta 74,32 77,33 81,98
Rasio Kompensasi Pekerja [GRI 2-21]
Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Gaji Pekerja tertinggi dan terendah kali 47,14 66,2 54,5
Gaji Direksi tertinggi dan terendah kali 1,25 1,18 1,18
Gaji Komisaris tertinggi dan terendah kali 1,11 1,11 1,11
Gaji Direksi tertinggi dan Pekerja tertinggi kali 2,36 3,16 3,75
Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Nilai tengah kompensasi tanpa nilai tertinggi Rp Juta 41,07 53,36 61,64
Nilai rata-rata kompensasi tanpa nilai tertinggi Rp Juta 58,94 60,16 70,24
Perubahan Rasio Kompensasi Total Tahunan % 18,86 24,29 25,42
Page 194
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 194
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Pelatihan [GRI 404-1] [F.22]
Kategori Satuan 2022 2023 2024
Rata-rata Biaya Pelatihan per Pekerja Rp Juta 5,94 9,11 8,50
Rata-rata Jam Pelatihan per Pekerja Jam 78 84 79
Pria Jam 74 81 77
Jenis Kelamin
Perempuan Jam 84 90 79
< 30 Tahun Jam 86 96 81
Usia 30-50 Tahun Jam 74 81 74
> 50 Tahun Jam 83 95 102
Top Management Jam 61 56 61
Tingkat Jabatan Middle Management Jam 126 118 87
Junior Management & Officer Jam 72 81 77
Jenis dan Ruang Lingkup Pelatihan [GRI 404-2]
Jenis Pelatihan Nama Vendor Satuan 2022 2023 2024
Audit Intern Bank LSP BRI peserta 228 184 69
Wealth Management MCI peserta 5 16 89
Treasury Dealer LSP ACI peserta 4 2 65
General Banking LSP BRI peserta 1.430 1.779 0
Manajemen Risiko BSMR & LSPP peserta 1.731 29 698
Kepatuhan LSP BRI peserta 1.063 - 4
Credit LSP BRI peserta 423 730 1.635
Human Capital LSP BRI peserta 3 - 0
IT LSP BRI peserta 19 6 4
Funding & Service LSP BRI peserta 31 95 51
Page 195
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 195
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Jumlah Peserta Pendidikan/Pelatihan In-class &
E-Learning Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Jumlah Peserta Peserta 2.957.075 2.800.792 2.413.766
Jumlah Jam Jam 8.653.464 9.128.524 9.234.247
Rata-Rata Jam Pendidikan/Pekerja Jam 78 84 79
Tingkat Perputaran Pekerja [GRI 401-1]
Kategori Satuan 2022 2023 2024
Total Tingkat Perputaran % 2,88 3,24 4,96
Pria % 3,03 1,75 5,09
Jenis Kelamin
Perempuan % 2,65 5,61 4,77
< 30 Tahun % 0,71 0,46 2,33
Total Perputaran Usia 30-50 Tahun % 2,13 2,6 3,64
> 50 Tahun % 21,31 20,72 27,15
Top Management % 2,56 14,53 12,65
Junior and Middle
Jabatan % 1,38 4,65 4,61
Management
Non-Management % 1,02 2,94 4,97
Total Tingkat Perputaran Sukarela % 1,12 1,01 1,29
Pria % 1,03 0,91 0,96
Jenis Kelamin
Perempuan % 1,25 1,18 1,94
< 30 Tahun % 0,19 0,2 0,48
Perputaran Sukarela (Voluntary Turnover) Usia 30-50 Tahun % 1,24 1,12 1,22
> 50 Tahun % 3,43 2,48 3,10
Top Management % 1,09 - 0,68
Junior and Middle
Jabatan % 2,77 1,12 0,99
Management
Non-Management % 0,34 1 1,34
Catatan: Terdapat perubahan metode perhitungan total perputaran pekerja di tahun 2024
Page 196
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 196
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Tren Keterlibatan Pekerja
Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Keterikatan Pekerja skala 4 3,48 3,49 3,51
Cakupan Pekerja % 100 100 100
Pekerja Terlibat Aktif % 92 93 93,8
Pria % 92 93 93,8
Jenis Kelamin
Perempuan % 93 94 93,8
< 30 Tahun % 91 89 91
Usia 30-50 Tahun % 92 93 94
> 50 Tahun % 94 95 93
Cakupan Pekerja % 77,70 77,60 73,40
Survei Kepuasan Pekerja
Keterangan Satuan 2023 2024
Indeks Kepuasan # 3,35 3,40
Cakupan % 77,64 73,38
Data Cuti Melahirkan
Keterangan Jenis Kelamin Satuan 2022 2023 2024
Pria orang 37.494 35.165 34.445
Jumlah pekerja yang berhak menerima cuti melahirkan
Perempuan orang 17.891 30.477 33.717
Pria orang 2.901 1.142 1.070
Jumlah Pekerja yang mengambil cuti melahirkan
Perempuan orang 1.088 2.282 1.841
Pria orang 2.901 1.142 1.069
Kembali setelah mengambil cuti melahirkan
Perempuan orang 1.088 2.265 1.817
Tingkat pekerja yang mengambil cuti melahirkan yang kembali bekerja dan dapat dipertahankan Perempuan % 100,00 99,50 99,14
Page 197
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 197
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Absenteeism Rate
Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Absentee Rate* % 2,44 1,16 1,32
Jumlah Hari dalam setahun hari 242 236 235
Jumlah Total Pekerja orang 74.735 77.739 81.848
*) Perhitungan absentee rate telah mencakup pekerja tetap dan kontrak, data telah diverifikasi oleh pihak ketiga. Dokumen assurance telah tersedia pada lampiran di halaman 247
Tingkat Kepatuhan Kewajiban LHKPN
Kewajiban Jabatan Satuan 2022 2023 2024
Dewan Komisaris Pekerja 11 11 10
Wajib LHKPN Direksi Pekerja 12 12 12
Pekerja BRI Pekerja 270 105 155
Pekerja 11 11 10
Dewan Komisaris
% 100 100 100
Pekerja 12 12 12
Wajib LHKPN yang telah melaporkan Direksi
% 100 100 100
Pekerja 270 105 155
Pekerja BRI
% 100 100 100
Pekerja 0 0 0
Dewan Komisaris
% 0 0 0
Pekerja 0 0 0
Wajib LHKPN yang belum melaporkan Direksi
% 0 0 0
Pekerja 0 0 0
Pekerja BRI
% 0 0 0
Page 198
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 198
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Jumlah Pelaporan dan Tindak Lanjut
Whistleblowing System [GRI 205-3] Keterangan 2022 2023 2024
Jumlah Sub Indikasi Pelanggaran 107 50 63
Terbukti 62 29 46
Tidak Terbukti 41 16 15
Tindak Lanjut
Tidak Dapat Ditindaklanjuti 0 0 0
Dalam Proses 0 0 2
Kategori Pelanggaran di Whistleblowing System
Indikasi Pelanggaran Satuan 2023 2024
Pelanggaran Karyawan terhadap Kode Etik
Korupsi dan Penyuapan # 16 17
Konflik Kepentingan # 5 2
Pelanggaran Atas Keamanan Informasi Nasabah # 1 1
Diskriminasi dan Pelecehan # 0 2
Pencucian Uang atau Insider Trading # 0 0
Lainnya # 7 24
Status
Jumlah Pelanggaran Terbukti # 29 46
Dalam Proses # 0 2
Total Jumlah Pelanggaran # 29 48
Page 199
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 199
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Jumlah Tindak Lanjut Kasus Fraud [GRI 205-3]
Keterangan Jabatan Satuan 2022 2023 2024
Dewan Komisaris dan Direksi Pekerja - - -
Pekerja Terlibat Fraud Pekerja Tetap Pekerja 388 160 1.040
Pekerja Tidak Tetap Pekerja 5 4 119
Dewan Komisaris dan Direksi Pekerja - - -
Telah Diselesaikan Proses Hukuman Disiplin Pekerja Tetap Pekerja 272 79 456
Pekerja Tidak Tetap Pekerja 3 3 69
Dewan Komisaris dan Direksi Pekerja - - -
Dalam Proses Penyelesaian di Internal Bank (Hukuman
Pekerja Tetap Pekerja 8 16 584
Disiplin)
Pekerja Tidak Tetap Pekerja - 0 50
Dewan Komisaris dan Direksi Pekerja - - -
Belum Diupayakan Penyelesaian Pekerja Tetap Pekerja 108 65 0
Pekerja Tidak Tetap Pekerja 2 1 0
Dewan Komisaris dan Direksi Pekerja - - -
Telah Ditindaklanjuti Melalui Proses Hukum Pekerja Tetap Pekerja - 9 133
Pekerja Tidak Tetap Pekerja - 8 24
Kontribusi dan Pengeluaran Lainnya [GRI 415-1]
Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Lobbying, representasi kepentingan, dsb Rp 0 0 0
Kegiatan kampanye dan kandidat/organisasi politik lokal, regional, nasional Rp 0 0 0
Asosiasi dagang / kelompok bebas pajak Rp 0 0 0
Pengeluaran lainnya (misalnya pengeluaran untuk perhitungan suara pemilihan atau referendum) Rp 0 0 0
Catatan: BRI melarang adanya kontribusi politik kepada organisasi berdasarkan Kode Etik dan kebijakan internal perusahaan
Page 200
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 200
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Nilai Transaksi Pengadaan Barang dan Jasa
Pemasok BRI [GRI 2-6, 204-1][B.1e] Segmen Satuan 2022 2023 2024
Pemasok Domestik % 99,35 97,27 99,63
Pemasok Luar Negeri % 0,65 2,73 0,37
Total Vendor Berdasarkan Wilayah dan Jenis
Vendor Tahun 2024 (yang memiliki SKT) [GRI 2-6, Jasa Jasa
Mesin- Konsultan Jasa
204-1] [B.1e] Barang Jasa Konsultasi Jasa Pemasok Total
Wilayah Properti Kendaraan mesin Meubelair Inventaris IT Percetakan Advertising Jasa Pemasok
Lainnya Konstruksi Non Lainnya Barang Non Vendor
Kantor Lainnya Barang
Konstruksi Konstruksi
Lampung 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 2
Bandung 3 0 1 0 2 3 1 0 0 0 0 1 2 0 0 13
Banjarmasin 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Pekanbaru 4 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5
Yogyakarta 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 7 0 1 1 0 10
Malang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1
Denpasar 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 4
Manado 2 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3
Surabaya 6 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 2 0 12
Semarang 5 0 2 1 3 2 0 0 1 0 5 0 1 1 0 21
Kantor Pusat 28 4 7 3 6 71 12 2 8 9 18 17 32 32 4 253
Medan 4 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 7
Jayapura 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Makassar 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1
Padang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 2
Palembang 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 3
Total 56 4 11 6 14 76 14 2 9 9 38 18 37 39 4 337
Page 201
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 201
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Penyaluran Program TJSL BRI Peduli [F.4][F.25]
Program Satuan 2022 2023 2024
Rp Juta 196.678 236.170 259.265
Sosial
% 69,01 69,06 75,57
Rp Juta 16.008 21.366 23.330
Ekonomi
% 5,62 6,25 6,80
Rp Juta 72.313 84.462 60.484
Lingkungan
% 25,37 24,70 17,63
Rp Juta 284.999 341.998 343.079
Total
% 100 100 100
Alokasi Anggaran Program Pengembangan
Masyarakat TJSL BRI Peduli [F.25] Program Satuan 2022 2023 2024
Sumbangan Sosial (Charitable Donations) % 49,00 48,50 49,40
Investasi Masyarakat (Community Investments) % 46,00 45,65 43,98
Inisiatif Komersial (Commercial Initiatives) % 6,00 5,85 6,63
Total % 101 100 100
Tipe Kontribusi TJSL [F.25]
Tipe Kontribusi Satuan 2022 2023 2024
Kontribusi Tunai* Rp Juta 0 0 0
In-Kind Giving (donasi produk atau layanan, proyek/kolaborasi atau
Rp Juta 284.999 341.998 343.079
sejenisnya)**
Management Overhead (biaya konsultasi dan riset) Rp Juta 1.588 1.925 2.140
*) BRI tidak memberikan bantuan dalam bentuk tunai kepada masyarakat. Kontribusi TJSL seluruhnya diimplementasi melalui program pengembangan masyarakat dan pembangunan infrastruktur strategis.
**) Merupakan total dana realisasi program TJSL.
Page 202
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 202
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Penilaian Hak Asasi Manusia
Kategori Satuan 2023✅ 2024
Internal Organisasi
Pekerja yang dinilai # 12.870 52.127
Persentase pekerja yang dinilai % 16,56 67,05
Eksternal Organisasi
Pemasok/mitra kerja # 42 99
Persentase pemasok/mitra kerja yang dinilai % 16,73 42,13
Skor Prisma # 103 (Baik) 103 (Baik)
Page 203
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 203
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Penggunaan Energi [F.6] [GRI 302-1] [GRI 302-2] [GRI 302-3] [GRI 302-4]
Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Penggunaan BBM Liter 44.922.960 42.927.942 42.521.434
Pemakaian Listrik kWh 404.925.311 403.192.231 383.878.408
Penggunaan BBM Rp 441.235.670.170 526.974.322.479 483.403.295.406
Pemakaian Listrik Rp 579.663.972.351 574.118.412.662 555.530.945.998
Total Energi yang Dikonsumsi MJ 3.074.957.680 2.919.627.648 2.848.795.079
Penghematan Energi MJ (162.996.722) 155.330.032 70.832.569
Intensitas Energi per Kantor MJ/kantor/tahun 374.584 376.483 376.426
Intensitas Energi per Pekerja MJ/pekerja/tahun 26.078 24.271 23.620
Catatan: (1) Standar perhitungan dan faktor konversi yang digunakan untuk perhitungan energi bersumber dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (2) Data energi telah terverifikasi oleh pihak ketiga independen, (3) Penghematan energi
adalah nilai pengurangan energi dibandingkan tahun sebelumnya
Penggunaan Air [F.8]
Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Pemakaian Air m 3
1.944.879 2.396.993 1.959.810
Performa Pemakaian Air % -2 23 -18
Intensitas Pemakaian Air m3/pekerja 16,49 19,93 16,25
Penggunaan Kertas [F.5]
Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Pemakaian Kertas per Unit Kerja* Kg/unit kerja 248,72 149,04 113,01
Pemakaian Kertas per Pekerja** Kg/pekerja 17,31 9,61 7,09
*) Seluruh Unit Kerja di Indonesia
**) Seluruh Pekerja termasuk Outsourcing
Page 204
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 204
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Pengelolaan Limbah [F.13] [F.14] [F.15] [GRI 306-2] [GRI 306-3]
[GRI 306-3] [GRI 306-4] [GRI 306-5] Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Total Pemanfaatan Kembali/Daur Ulang/Pemulihan Limbah Ton 238 591 704
Pengurangan Emisi (Limbah) KgCo2e 441.817 524.180
Total Limbah Dibuang (Landfill)* Ton 18.784 16.563 14.245
*) Timbulan sampah secara bankwide diekstrapolasikan berdasarkan data timbulan sampah per pekerja di kantor pusat BRI. Sampah di kantor pusat dikirim ke TPA pada Januari hingga Juli 2023. Sejak Agustus 2023 dan seterusnya, dengan
diluncurkannya program Zero Waste to Landfill, semua sampah yang dihasilkan dialihkan dari TPA melalui teknologi pengomposan, daur ulang, dan RDF. Pada tahun 2024 tidak ditemukan insiden tumpahan atau kebocoran sampah.
Pengendalian Emisi di Seluruh Kantor Cabang
[F.11] [GRI 305-1] [GRI 305-2] [GRI 305-3] [GRI 305-4] [GRI 305-5] [FN-CB-410b.1] Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Emisi yang Berasal dari Scope 1: Mobile & Stationary Combustion (Emisi Positif )* TonCO2e 126.515 125.120 118.689
Emisi yang Berasal dari Scope 1: Fugitive & Refrigerant (Emisi Positif )* TonCO2e 5.720 5.490 5.466
Emisi yang Berasal dari Scope 2 (Emisi Positif )* TonCO2e 360.135 355.742 346.353
Emisi Scope 3: Financed Emissions TonCO2e 11.222.829 10.434.550 12.884.676
Emisi Scope 3: Purchased Goods and Services** TonCO2e 19.135** 121.156 99.167
Emisi Scope 3: Waste Generated in Operations*** TonCO2e 9.680 8.937 8.340
Emisi Scope 3: Business Travel TonCO2e 3.267 8.272 7.217
Intensitas Emisi Scope 1 dan 2 TonCO2e/Unit Kerja 60 62,7 62,2
Intensitas Emisi Scope 1 dan 2**** TonCO2e/Pekerja 4,2 4 3,9
TonCO2e/outstanding
Intensitas Financed Emissions 0,1 0,1
dalam Rp juta
*) Emisi Positif adalah emisi yang dihasilkan dari aktivitas operasional perbankan Scope 1 yang berasal dari pemakaian bahan bakar dan refrigeran dan Scope 2 yang berasal dari pemakaian listrik di seluruh unit kerja BRI di Indonesia. Penggunaan
sumber energi tersebut masih dalam kontrol BRI.
**) Faktor emisi spend-based diadopsi untuk memperkirakan emisi yang terkait dengan: Barang dan jasa yang dibeli, Barang modal, Transportasi dan distribusi hulu. Cakupan Emisi Scope 3: Purchased Goods and Services pada tahun 2022 adalah
44,16%
***) Timbulan sampah secara bankwide diekstrapolasikan berdasarkan data timbulan sampah per pekerja di kantor pusat BRI. Sampah di kantor pusat dikirim ke TPA pada Januari hingga Juli 2023. Sejak Agustus 2023 dan seterusnya, dengan
diluncurkannya program Zero Waste to Landfill, semua sampah yang dihasilkan dialihkan dari TPA melalui teknologi pengomposan, daur ulang, dan RDF.
****) Guna mendukung validitas intensitas emisi per pekerja, pekerja outsourcing masuk dalam perhitungan intensitas total pekerja. Hal ini mengingat bahwa seluruh energi yang dihasilkan perusahaan digunakan oleh seluruh pekerja BRI termasuk
outsourcing.
Page 205
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 205
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Keuangan & Bisnis Keuangan Berkelanjutan Nasabah Pekerja Pemasok Masyarakat Hak Asasi Manusia Lingkungan
Emisi Scope 3: Financed Emission berdasarkan
Asset Class [GRI 305-3] [GRI 305-5] [F.11] [FN-CB-410b.2.] Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Investasi dalam obligasi Metrik TonCO2e 437.036 460.841 336.014
Pinjaman Metrik TonCO2e 6.776.501 6.358.055 8.472.896
Ekuitas yang terdaftar Metrik TonCO2e 381 881 852
Pembiayaan proyek pembangkit listrik Metrik TonCO2e 3.872.508 3.504.669 3.816.573
Real esta komersial Metrik TonCO2e 136.403 110.104 258.341
Total Metrik TonCO2e 11.222.829 10.434.550 12.884.676
Emisi Scope 3: Financed Emission berdasarkan
Sektor [F.11] Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Pertanian, kehutanan, dan perikanan TonCO2e 222.456 114.347 208.106
Konstruksi TonCO2e 94.265 39.104 226.374
Listrik, gas, uap, dan penyediaan pengkondisian udara TonCO2e 7.141.849 6.286.465 7.325.977
Keuangan dan Asuransi TonCO2e 1.744 2.360 2.653
Manufaktur TonCO2e 2.594.548 2.028.631 3.513.694
Pertambangan dan Penggalian TonCO2e 1.027.462 1.848.358 1.345.290
Real Estat TonCO2e 136.403 110.104 258.341
Transportasi dan Penyimpanan TonCO2e 4.103 5.181 4.242
Total TonCO2e 11.222.830 10.434.550 12.884.676
Penghindaran Emisi (Avoided Emission) [F.12] [GRI
305-1] [GRI 305-2] [GRI 305-3] [GRI 305-5] Keterangan Satuan 2022 2023 2024
Kegiatan Zero Waste to Landfill* KgCO2e 164.375 441.817 524.180
Digitalisasi Produk dan Jasa KgCO2e 1.201.496 872.713 1.096.551
*) Penghitungan ini tidak termasuk limbah yang diklasifikasikan sebagai “Lainnya”, seperti tisu, styrofoam, masker, dan lainnya, dikarenakan tidak tersedia faktor emisi untuk Teknologi RDF.
Page 206
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 206
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Issued Securities
Impact Reporting
Page 207
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 207
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Green Bond Phase I
Pengantar Ringkasan Kerangka Kerja
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”) sebagai Bank terbesar di Indonesia yang berfokus pada segmen BRI telah mengembangkan kerangka kerja (framework) Obligasi Berwawasan Lingkungan I BRI (Green Bond) sebelum
mikro, kecil dan menengah, terus melanjutkan kontribusinya kepada negeri melalui dukungan strategi pertumbuhan penerbitan yang dilakukan pada Juli 2022. Dalam memastikan kesesuaian kerangka kerja dengan regulasi maupun
ekonomi Indonesia dengan turut serta dalam program Pemerintah terkait literasi keuangan, inklusi keuangan serta standar yang berlaku, BRI memperoleh Opini Pihak Kedua (Second Party Opinion) dari Sustainable Development
ketahanan sosial dan ekonomi. Di era pemulihan ekonomi pasca pandemi, BRI konsisten memberi layanan terbaik Goals-Hub Universitas Indonesia (SDGs UI). Penerbitan Green Bond BRI dalam mata uang Rupiah ini dilaksanakan
dengan membina, memberdayakan, mengoptimalkan kompetensi, serta mendukung masyarakat Indonesia sehingga dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan
dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat dengan mengusung visi menjadi “The Most Valuable Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond) (POJK 60). Dalam kerangka kerja yang telah disusun,
Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion”. terdapat 4 fokus utama antara lain Penggunaan Dana (Use of Proceeds), Proses Evaluasi & Pemilihan Proyek (Process
BRI turut berpartisipasi aktif sebagai agen pertumbuhan yang sejalan dengan berbagai program Pemerintah for Project Evaluation & Selection), Pengelolaan Dana (Management of Proceeds) dan Pelaporan (Reporting).
untuk berupaya mengurangi ketimpangan ekonomi seperti kesenjangan dalam distribusi kesejahteraan. Bank BRI
juga berkomitmen terhadap konservasi sumber daya hayati dan lingkungan seperti SDA & lahan berkelanjutan, Penggunaan Dana
pengelolaan air & irigasi atau lainnya, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas
hidup dan lingkungan, untuk BRI, masyarakat serta Indonesia secara umum. Minimal 70% pembiayaan Kegiatan Umum Maksimal 30% pembiayaan kegiatan umum lainnya,
Berwawasan Lingkungan (KUBL) misalnya sektor mikro, kesehatan dan sosial
Berbagai aktivitas bisnis dan upaya yang dilakukan oleh BRI secara berkelanjutan sejalan dengan butir-butir yang
tertuang dalam United Nation Sustainable Development Goals (UN SDG). Hal tersebut sebagai wujud komitmen BRI
terhadap prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). Penerbitan Green Bond sebagai salah satu sumber Sektor Kegiatan Umum Berwawasan Lingkungan (KUBL)
likuiditas bank menjadi contoh bentuk implementasi ESG dalam aktivitas perbankan di BRI. Obligasi Berwawasan
Kegiatan Kegiatan
Lingkungan (Green Bond) Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 merupakan Green Bond pertama yang
diterbitkan oleh Bank di Indonesia. l Energi terbarukan l Pengelolaan air dan air limbah yang
berkelanjutan
l Efisiensi energi
l Pencegahan & pengendalian polusi l Adaptasi perubahan iklim
Rincian Penerbitan
Pengelolaan sumber daya alam hayati dan l Efisiensi lingkungan
Pada tahun 2022, BRI menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan (Green Bond) I Bank BRI Tahap I tata guna lahan yang berkelanjutan
Tahun 2022 dengan nilai emisi sebesar Rp5 triliun dan disambut sangat baik oleh investor di pasar surat berharga yang l Bangunan hijau
ditunjukkan dengan kelebihan permintaan (oversubscribe) sebesar 4.4 kali pada saat proses bookbuilding. l Keanekaragaman hayati darat & air l Kegiatan berorientasi lingkungan lainnya
l Transportasi bersih
Ringkasan Transaksi Obligasi
Nama Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 Proses Evaluasi dan Pemilihan Proyek
PUB Rp 5 triliun
Seri Tenor Tanggal Jatuh Tempo Kupon Nilai Status
Pencatatan
A 370 hari 21 Juli 2022 30 Juli 2023 3,70% Rp 2,5 Triliun Mature
B 3 tahun 21 Juli 2022 20 Juli 2025 5,75% Rp 2 Triliun Eksisting
C 5 tahun 21 Juli 2022 20 Juli 2027 6,45% Rp 0,5 Triliun Eksisting
Rating idAAA (Pefindo) Identifikasi Pre-screening Reviu Alokasi
Pencatatan Bursa Efek Indonesia
Page 208
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 208
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Green Bond Phase I
Pengelolaan Dana
Jenis
Kategori yang memenuhi syarat Alokasi Dana (Rp Miliar) Persentase (%)
l Dana atas penerbitan akan dikelola secara pooling kemudian dialokasikan paling sedikit 70% pada KUBL; Pembiayaan
l Pembuatan akun khusus atau catatan tersendiri dalam catatan atas laporan keuangan maupun laporan Energi terbarukan Refinancing 1.948,49 77,84
berkelanjutan; Pengelolaan sumber daya alam hayati &
Refinancing 200,50 8,01
penggunaan lahan berkelanjutan
l Aset yang dialokasikan sebagai tujuan pembiayaan dikelola secara aktif baik secara individual maupun portfolio;
Penciptaan Lapangan Kerja Refinancing 261,48 10,45
l Apabila terdapat aset yang tidak relevan dengan framework atau dihentikan pembiayaannya, maka akan dialihkan
ke aset lain; Peningkatan dan pemberdayaan sosial ekonomi Refinancing 92,62 3,70
l Dana yang tertunda realisasinya dapat ditempatkan pada instrumen keuangan yang aman dan likuid;
Kategori Hijau Kategori Sosial
Kategori Hijau Kategori Sosial
Pelaporan
261,48
Pelaporan Alokasi 1.948,49
BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun setelah penerbitan
dan setiap ada perubahan material KUBL disertai laporan hasil reviu oleh ahli lingkungan
92,62
Pelaporan Dampak
200,5
BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjang dapat dihitung dan diukur secara
praktis sesuai reviu ahli lingkungan. Energi terbarukan Pengelolaan sumber daya alam hayati & Employee Generation Peningkatan dan pemberdayaan
penggunaan lahan berkelanjutan sosial ekonomi
Laporan Alokasi Alokasi Dana
Pada periode pelaporan 31 Desember 2024, BRI masih mempertahankan alokasi dana hasil penerbitan Obligasi 14,15%
Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 sebesar 50%. Dana yang diperoleh
diperuntukkan untuk membiayai kembali beberapa proyek yang sudah ada dalam portofolio pembiayaan BRI dan
memiliki manfaat lingkungan maupun sosial. Mengacu kepada ketentuan pada POJK 60/POJK.04/2017 dan sesuai
dengan kerangka kerja penerbitan, BRI melakukan proses seleksi dan evaluasi terhadap portfolio dan pipeline
pembiayaan BRI yang berkaitan dengan sektor yang memenuhi syarat pada Green Bond Framework, dengan detail
alokasi sebagai berikut:
85,85%
Hijau Sosial
Page 209
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 209
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Green Bond Phase I
Dampak Sektor yang
Kesesuaian dengan SDGs Perkiraan Manfaat Sosial
Mengacu framework Obligasi Berwawasan Lingkungan I Bank BRI, dampak lingkungan (yang sesuai berdasarkan Memenuhi Syarat
sektor KUBL yang memenuhi syarat) dan dampak sosial adalah sebagai berikut: Peningkatan dan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diperuntukan untuk
pemberdayaan mendukung pengembangan usaha Mikro non-bankable.
sosial ekonomi Usaha yang dibiayai kembali dari hasil penerbitan Green
Kategori Hijau Bond Tahap I diperkirakan menciptakan lebih dari ±890
% Aset yang pekerjaan di berbagai wilayah di Indonesia.
Sektor yang Kesesuaian dengan Deskripsi Singkat & Indikator
Memenuhi Jenis Proyek Sebaran KUR menurut Sektor Sebaran KUR menurut Wilayah
Memenuhi Syarat SDGs Dampak 5,63%
Syarat 16,76%
30,22%
25,26%
Pertanian Bali, NTT dan NTB
Estimasi dampak lingkungan yang Konstruksi Jawa
dihasilkan: Perikanan Kalimantan
Perdagangan Papua
• Energi terbarukan yang dihasilkan per 0,14% Jasa 16,58%
Sulawesi
tahun: 1.669.000 MWh Lainnya
47,48% Sumatera
Pembangkit • Emisi GRK yang terhindar per tahun: 52,19%
Energi terbarukan 90,67% 0,84%
4,21%
Listrik Hidro 917.950 Ton CO2eq.
Proyek yang dibiayai adalah
sebanyak 1 (satu) dan telah
beroperasi.
Pengelolaan 9,33% Pembiayaan BRI telah membiayai proyek kebun
sumber daya Investasi Lahan kelapa sawit berkelanjutan yang Kesimpulan
alam hayati & Kelapa Sawit mengadopsi praktik dan standar
Laporan Obligasi Berwawasan Lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab BRI sebagai pelopor dalam keuangan
penggunaan dengan proses domestik maupun global terbaik
lahan yang produksi ramah dalam produksi minyak sawit yang berkelanjutan di Indonesia. BRI berkomitmen untuk terus menjaga terpenuhinya kriteria-kriteria yang telah ditetapkan
berkelanjutan lingkungan dan bertanggung jawab yakni memiliki dan berlaku terkait green bond untuk terus menjaga kepercayaan investor, regulator maupun publik pada umumnya
berkelanjutan dua sertifikasi yaitu sertifikasi RSPO kepada BRI sebagai lembaga keuangan berwawasan ESG.
dan ISPO
Sesuai dengan Green Bond framework yang telah disusun BRI sekurang-kurangnya 70% (realisasi: 85,85%) kegiatan
yang dibiayai Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan (Green Bond) I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 telah
memenuhi kriteria sebagai KUBL dan memiliki dampak positif terhadap lingkungan baik melalui pengurangan emisi,
Kategori Sosial pengelolaan sumber daya maupun energi terbarukan.
Sektor yang
Kesesuaian dengan SDGs Perkiraan Manfaat Sosial
Memenuhi Syarat
Menciptakan lapangan kerja segmen UMKM, dengan
estimasi sebesar ± 3.100 pekerjaan baru yang tersebar di
seluruh Indonesia.
Sebaran Kupedes menurut Wilayah Sebaran Kupedes menurut Sektor
0,50%
7,36%
18,12%
Penciptaan 19,08% Bali, NTT dan NTB 21,27%
0,49%
Jawa
lapangan kerja Kalimantan 1,33%
Pertanian
12,04% Papua
Konstruksi
Sulawesi
Perikanan
1,67% Sumatera
Perdagangan
3,50% 56,35%
Jasa
58,31% Lainnya
Page 210
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 210
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Lampiran I
Laporan Tinjauan Pakar Lingkungan
SDGs Hub Universitas Indonesia, selaku Eksternal Reviu yang dipilih untuk melakukan reviu Laporan Obligasi Hasil Reviu
Berwawasan Lingkungan I Bank BRI Tahap 1 Tahun 2022 (Green Bond Report) yang disertakan beberapa data Berdasarkan review yang telah dilakukan, dapat disimpulkan:
pendukung terkait penerbitan Green Bond I Bank BRI Tahap 1 Tahun 2022. Eksternal Reviu memiliki kompetensi 1. Pemilihan proyek KUBL dalam penyaluran dana hasil penerbitan Green Bond I tahap I 2022 untuk pelaporan
pengalaman dan berijazah yang relevan dalam kegiatan berwawasan lingkungan (terlampir). tahun 2024 telah sesuai dengan Green Bond Framework.
2. Dana hasil penerbitan Green Bond I Tahap I 2022, 100% tidak mengalami perubahan dari dana yang telah
Tanggung Jawab Manajemen dialokasikan untuk membiayai dua sektor KUBL yang telah disetujui, di mana 85,85% untuk pembiayaan kembali
Tanggung jawab manajemen atas penyusunan dan penyajian Green Bond 1 Tahap 1 Report 2024 tersebut sesuai sesuai KUBL yaitu energi Terbarukan dan Pengelolaan Sumber Daya alam Hayati & Penggunaan lahan yang
dengan Green Bond Framework Bank BRI. berkelanjutan dan 14,15% untuk pembiayaan kembali kegiatan sosial. Hal ini telah sesuai dengan ketentuan POJK
60 Tahun 2017 terkait penggunaan untuk KUBL pada Green Bond adalah paling sedikit 70% dan paling banyak 30%
Tanggung Jawab Ahli Lingkungan untuk kegiatan sosial.
Tanggung jawab Ahli Lingkungan adalah untuk melakukan reviu Green Bond Report dan beberapa dokumen 3. Proyek energi terbarukan yang telah didanai sebanyak 1 proyek dan telah beroperasi. Untuk indikator yang
pendukung lainnya sesuai ketentuan POJK No. 60 Tahun 2017. Reviu yang kami lakukan mencakup kesesuaian digunakan telah sesuai pada KUBL yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Bank BRI. Hasil penghitungan estimasi
implementasi pemilihan proyek Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (“KUBL”) sebagaimana tertera di dalam emisi Gas Rumah Kaca telah sesuai dengan best practice untuk penghitungan emisi yang dihindari dari proyek
Green Bond Framework dan pada POJK 60 Tahun 2017. Meskipun telah terbit POJK No. 18 tahun 2023 pengganti POJK energi terbarukan.
60 Tahun 2017 tetapi Emiten yang telah melakukan penerbitan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan sebelum 4. Proyek pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Lahan Berkelanjutan dengan indikator memiliki sertifikasi
POJK 18 Tahun 2023 ini berlaku, tetap mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK No. 60/POJK.04/2017 lingkungan sesuai jenis industri yang dipersyaratkan untuk tujuan berkelanjutan, di mana pada laporan indikator
tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond). Penyaluran dana dampak dituliskan telah dituliskan memiliki 1 sertifikat ISPO dan RSPO.
hasil penerbitan Green Bond Tahap I 2022 ke proyek KUBL terpilih, dan ketersediaan estimasi dampak lingkungan dari 5. Terkait penghitungan dampak dari kegiatan sosial menciptakan lapangan kerja UMKM yaitu mempekerjakan
proyek KUBL yang dibiayai. Dana hasil penerbitan Green Bond Tahap I 2022 telah dialokasikan 100% serta dilaporkan estimasi sebesar 3.100 pekerja baru yang tersebar di seluruh Indonesia, dan kegiatan Program Kredit Usaha
pada Green Bond Report Tahap I 2023 dan tidak ada perubahan terhadap proyek yang dibiayai. Kami melakukan reviu Rakyat (KUR) diperuntukan untuk mendukung pengembangan usaha Mikro non-bankable dan diperkirakan
hanya pada dampak lingkungan yang tertuang dalam Green Bond 1 tahap 1 Tahun 2022 untuk pelaporan dampak 2024 menciptakan lebih dari ±890 pekerjaan di berbagai wilayah Indonesia.
yang disusun oleh Tim di Bank BRI, berdasarkan data yang disediakan oleh penerima dana penerbitan Green Bond I 6. Laporan dampak untuk KUBL dan kegiatan sosial telah diselaraskan dengan Target Pembangunan Berkelanjutan
Tahap I 2022. (SDGs) (Halaman 5 dan 6).
Jakarta, 30 Januari 2025
Koordinator SDGs HUB UI Penasehat SDGs HUB UI
Dr. Triatko Nurlambang Prof. Dr. Jatna Supriatna, M.Sc
Page 211
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 211
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Lampiran II
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan Manfaat Lingkungan dari Proyek yang Dibiayai
Semua proyek Green dan Social Sector memiliki dampak lingkungan dan sosial yang positif sesuai indikator yang
Aliran Dana telah ditetapkan sebelumnya oleh Bank BRI. Indikator tersebut diperoleh melalui proses identifikasi dan perhitungan
BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI yang konsisten dan sesuai dengan best practice yang ada. Proyek yang dibiayai dengan penerbitan Green Bond BRI
Tahap I Tahun 2022 untuk membiayai proyek KUBL sesuai dengan POJK No. 60/POJK.04/2017. Dana yang diperoleh Tahap I Tahun 2022 telah sesuai dengan POJK No. 60/POJK.04/2017 serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable
diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing) beberapa proyek yang sudah ada dalam portofolio pembiayaan Development Goals (SDGs). Berikut adalah ringkasan manfaat lingkungan pada tahun 2022 dari proyek yang dibiayai
BRI dan memiliki manfaat terhadap lingkungan maupun sosial, yaitu: dari dana hasil penerbitan Green Bond Tahap I Tahun 2022 Bank BRI.
Energi terbarukan, jenis Pembiayaan Investasi Lahan Kelapa Sawit
Persentase Nilai Proyek Indikator proyek pembangkit dengan proses produksi ramah lingkungan
Kategori HIjau Jenis Proyek
Alokasi Dana (Rp miliar) listrik hidro dan berkelanjutan
Energi Terbarukan yang dihasilkan 1.669.000 MWh N.A
Energi terbarukan Pembangkit Listrik Hidro 77,84% 1.948,49
Emisi Gas Rumah Kaca yang berhasil
917.950 Ton CO2e N.A
dihindari
Pengelolaan sumber daya Pembiayaan Investasi Lahan Kelapa Sawit
alam hayati & penggunaan dengan proses produksi ramah lingkungan dan 8,01% 200,50 Memiliki sertifikasi lingkungan sesuai jenis
lahan berkelanjutan berkelanjutan industri yang dipersyaratkan untuk tujuan N.A Memiliki sertifikasi ISPO atau RSPO
berkelanjutan
Persentase Nilai Proyek
Kategori Sosial Jenis Proyek
Alokasi Dana (Rp miliar)
Penciptaan Lapangan Kerja Menciptakan lapangan kerja segmen UMKM 10,45% 261,48
Peningkatan dan
Pengembangan usaha mikro non-bankable 3,70% 92,62
pemberdayaan sosial ekonomi
Page 212
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 212
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Green Bond Phase II
Pengantar Ringkasan Kerangka Kerja
BRI memiliki komitmen yang kuat yang tercermin dalam strategi bisnis perusahaan, tidak hanya fokus pada BRI telah merumuskan kerangka kerja (framework) Obligasi Berwawasan Lingkungan I BRI (Green Bond) sebelum
pertumbuhan kinerja tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan, kehidupan sosial kemasyarakatan, dan ekonomi penerbitan Tahap I yang dilakukan pada Juli 2022. Dalam memastikan kesesuaian kerangka kerja dengan regulasi
nasional. BRI menyadari bahwa peningkatan penerapan keuangan berkelanjutan akan memberikan dampak luas maupun standar yang berlaku, BRI bekerja sama dengan Sustainable Development Goals Hub Universitas Indonesia
terhadap perekonomian Indonesia dan juga berdampak langsung pada masyarakat. Implementasi program-program (SDGs UI) terkait Opini Pihak Kedua (Second Party Opinion). Penerbitan Green Bond BRI dalam mata uang Rupiah
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) akan terus didorong untuk mendukung Tujuan Pembangunan ini dilaksanakan dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan
Berkelanjutan (TPB). Hal ini juga sejalan dengan visi BRI 2025 untuk menjadi "The Most Valuable Banking Group in dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond) (POJK 60). Dalam kerangka kerja yang
Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion" telah disusun terdapat empat fokus utama yaitu Penggunaan Dana (Use of Proceeds), Proses Evaluasi & Pemilihan
Sebagai bentuk implementasi dan komitmen BRI terhadap ekonomi berkelanjutan, BRI semakin aktif dalam Proyek (Process for Project Evaluation & Selection), Pengelolaan Dana (Management of Proceeds) dan Pelaporan
menyalurkan pinjaman kepada sektor usaha yang memberikan dampak positif bagi lingkungan (green financing) serta (Reporting).
sektor usaha yang mendukung kesejahteraan sosial (social financing). BRI juga menghindari penyaluran pinjaman
kepada sektor-sektor yang terindikasi terlibat dalam kegiatan pembalakan liar (illegal logging), perdagangan obat- Penggunaan Dana
obatan terlarang, eksploitasi tenaga kerja dan anak, pelanggaran HAM, pencucian uang, perusakan situs prasejarah,
perdagangan tumbuhan dan hewan yang dilindungi, penangkapan ikan ilega (illegal fishing), serta bisnis lain yang
Minimal 70% pembiayaan Kegiatan Umum Maksimal 30% pembiayaan kegiatan umum lainnya,
bertentangan dengan hukum di Indonesia.
Berwawasan Lingkungan (KUBL) misalnya sektor mikro, kesehatan dan sosial
Penerbitan obligasi menjadi alternatif sumber pendanaan atas penyaluran pinjaman yang dilakukan oleh BRI, termasuk
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan (Green Bond) I Bank BRI Tahap II Tahun 2023 yang proceeds atas
penerbitan tersebut digunakan untuk refinancing sektor usaha terkategori sosial dan hijau. Penerbitan Green Bond
di tahun 2023 merupakan bagian dari Penerbitan Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berwawasan Lingkungan Sektor Kegiatan Umum Berwawasan Lingkungan (KUBL)
Berkelanjutan (Green Bond) I Bank BRI dengan total limit sebesar Rp 15 Triliun.
Kegiatan Kegiatan
l Energi Terbarukan l Adaptasi Perubahan Iklim
Rincian Penerbitan l Efisiensi Energi l Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan
Pada tahun 2023, BRI menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023 l Pencegahan & Pengendalian Polusi Sumber Daya & Menghasilkan Lebih Sedikit
dengan nilai emisi sebesar Rp 6 triliun dan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 2,63 kali. Polusi
l Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati &
Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan l Bangunan Berwawasan Lingkungan
Ringkasan Transaksi Obligasi l Kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang
l Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat & Air
berwawasan lingkungan lainnya
Nama Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023 l Transportasi Ramah Lingkungan
PUB Rp 6 triliun l Pengelolaan Air & Limbah Air yang Berkelanjutan
Seri Tenor Tanggal Jatuh Tempo Kupon Nilai Status
Pencatatan
Proses Evaluasi dan Pemilihan Proyek
A 370 hari 17 Oktober 2023 27 Oktober 2024 6,10% Rp 1,35 triliun Mature
B 2 Tahun 17 Oktober 2023 17 Oktober 2025 6,35% RP 4,15 triliun Aktif
C 3 Tahun 17 Oktober 2023 17 Oktober 2026 6,30% Rp 0,50 triliun Aktif
Rating idAAA (Pefindo)
Pencatatan Bursa Efek Indonesia
Identifikasi Pre-screening Reviu Alokasi
Page 213
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 213
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Green Bond Phase II
Pengelolaan Dana Sebanyak 83,22% dana yang diperoleh digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing) aktivitas hijau sedangkan
16,78% untuk pembiayaan kembali aktivitas sosial. Adapun detail alokasi sebagai berikut:
l Dana atas penerbitan akan dikelola secara pooling kemudian dialokasikan paling sedikit 70% pada KUBL;
Jenis
l Pembuatan akun khusus atau catatan tersendiri dalam catatan atas laporan keuangan maupun laporan Kategori yang memenuhi syarat Alokasi Dana (Rp Miliar) Persentase (%)
Pembiayaan
berkelanjutan;
Energi terbarukan Refinancing 2.111 35,18
l Aset yang dialokasikan sebagai tujuan pembiayaan dikelola secara aktif baik secara individual maupun portfolio;
Pengelolaan sumber daya alam hayati &
l Apabila terdapat aset yang tidak relevan dengan framework atau dihentikan pembiayaannya, maka akan dialihkan Refinancing 2.884 48,04
penggunaan lahan berkelanjutan
ke aset lain;
Penciptaan Lapangan Kerja Refinancing 455 7,58
l Dana yang tertunda realisasinya dapat ditempatkan pada instrumen keuangan yang aman dan likuid; Peningkatan dan pemberdayaan sosial ekonomi Refinancing 552 9,19
Pelaporan
Pelaporan Alokasi Dana
BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun setelah penerbitan Kategori Hijau Kategori Sosial
dan setiap ada perubahan material KUBL disertai laporan hasil tinjauan (review) oleh ahli lingkungan Kategori Hijau Kategori Sosial
552
2.884
455
Pelaporan Dampak 2.111
BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjang dapat dihitung dan diukur secara
praktis sesuai tinjauan (review) ahli lingkungan.
Laporan Alokasi
Energi terbarukan Pengelolaan sumber daya alam hayati & Penciptaan Lapangan Kerja Peningkatan dan pemberdayaan sosial
Pada periode pelaporan 31 Desember 2024, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi penggunaan lahan berkelanjutan ekonomi
Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk
membiayai kembali (refinancing) beberapa proyek yang sudah ada dalam portofolio pembiayaan BRI dan memiliki
Alokasi untuk Kategori Hijau sebesar 83,22% atau Rp 4.995 Alokasi untuk Kategori Sosial sebesar 16,78% atau Rp 1.007
manfaat terhadap lingkungan maupun sosial. Mengacu pada ketentuan POJK No. 60/POJK.04/2017 tentang triliun. Project yang dibiayai termasuk dalam 2 kategori yaitu triliun. Project yang dibiayai termasuk dalam kategori
Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond) dan sesuai dengan kerangka Energi Terbarukan dan Pengelolaan Sumber Penggunaan & Employment Generation dan Socioeconomic advancement
kerja (framework) efek bersifat utang berwawasan lingkungan (Green Bond), BRI melakukan proses seleksi dan Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan and empowerment.
evaluasi terhadap portofolio dan pipeline pembiayaan yang berkaitan dengan sektor yang memenuhi syarat sesuai
dengan Green Bond Framework yang telah ditetapkan.
Page 214
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 214
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Green Bond Phase II
Dampak Sektor yang
Kesesuaian dengan SDGs Perkiraan Manfaat Sosial
Berdasarkan kerangka kerja Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023, dampak Memenuhi Syarat
lingkungan dan sosial yang sesuai berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu: Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diperuntukan untuk
mendukung pengembangan usaha Mikro non-bankable. Usaha
yang dibiayai kembali dari hasil penerbitan Green Bond Tahap I
Kategori Hijau diperkirakan menciptakan lebih dari ±7.000 pekerjaan di berbagai
wilayah di Indonesia.
% Aset yang
Sektor yang Kesesuaian dengan Deskripsi Singkat & Indikator Sebaran KUR menurut Sektor Sebaran KUR menurut Wilayah
Memenuhi Jenis Proyek Peningkatan dan
Memenuhi Syarat SDGs Dampak 0% 1%
Syarat pemberdayaan 17% 14%
22%
Pertanian
Estimasi dampak lingkungan yang sosial ekonomi 34%
Konstruksi 4%
Sumatera
Jawa
dihasilkan: Perikanan
7% Bali, NTB, dan NTT
Pertambangan
• Energi terbarukan yang dihasilkan per Perdagangan
Kalimantan
tahun: 1.134.272 MWh. 0% Sulawesi
Pembangkit • Emisi GRK yang terhindar per tahun:
Jasa
Papua
Energi terbarukan 42,27% 2% Lainnya
Listrik Hidro 1.054.873 TonCO2eq.
47%
0%
52%
Proyek yang dibiayai adalah
sebanyak 1 (satu) dan telah
beroperasi.
Pengelolaan 57,73% Pembiayaan BRI telah membiayai proyek kebun
sumber daya Investasi Lahan kelapa sawit berkelanjutan yang Kesimpulan
alam hayati & Kelapa Sawit mengadopsi praktik dan standar Laporan dampak penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023
penggunaan dengan proses domestik maupun global terbaik menunjukkan komitmen dan realisasi atas penerapan keuangan berkelanjutan yang sejalan dengan United Nation
lahan yang produksi ramah dalam produksi minyak sawit yang Sustainable Development Goals khususnya poin 7, 8, 10, 12 dan 13. BRI terus mendorong partisipasi aktif dari semua
berkelanjutan lingkungan dan bertanggung jawab yakni memiliki pihak yang terkait untuk turut serta mendukung dan memajukan perekonomian nasional dengan penerapan
berkelanjutan dua sertifikasi yaitu sertifikasi RSPO keuangan berkelanjutan. Penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023
dan ISPO merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sebesar Rp 15 Triliun dan direspon positif oleh investor
yang ditandai kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 2,63 kali.
Kategori Sosial BRI juga telah mendapatkan tinjauan eskternal dari pakar lingkungan yang menyatakan bahwa sekurang-kurangnya
70% (realisasi: 83,22%) kegiatan yang dibiayai Green Bond telah memenuhi kriteria sebagai KUBL dan memiliki
Sektor yang dampak positif terhadap lingkungan serta sesuai dengan kerangka kerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal
Kesesuaian dengan SDGs Perkiraan Manfaat Sosial
Memenuhi Syarat tersebut menegaskan kredibilitas Laporan Obligasi Berwawasan Lingkungan dan kepatuhan serta komitmen BRI
Menciptakan lapangan kerja segmen UMKM, dengan estimasi dalam memenuhi persyaratan Green Bond.
sebesar ± 4.000 pekerjaan baru yang tersebar di seluruh
Indonesia.
Sebaran Kupedes menurut Sektor Sebaran Kupedes menurut Wilayah
6% 2%
Penciptaan 18% 6% 22%
Pertanian
Lapangan Kerja 27%
Konstruksi 9%
Sumatera
(Kredit Kupedes) Perikanan
Jawa
Bali, NTB, dan NTT
Pertambangan
1% Kalimantan
Perdagangan
1% Sulawesi
Jasa
Papua
Lainnya
53%
55%
Page 215
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 215
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Lampiran I
Laporan Tinjauan Pakar Lingkungan Hasil Reviu
SDGs Hub Universitas Indonesia, selaku Eksternal Reviu yang dipilih untuk melakukan reviu Laporan Obligasi Berdasarkan reviu yang telah dilakukan, dapat disimpulkan:
Berwawasan Lingkungan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023 (Green Bond Report) yang disertakan beberapa data 1. Pemilihan proyek KUBL dalam penyaluran dana hasil penerbitan Green Bond I tahap II 2023 untuk pelaporan
pendukung terkait penerbitan Green Bond I Bank BRI Tahap II Tahun 2023. Eksternal Reviu memiliki kompetensi tahun 2024 telah sesuai dengan Green Bond Framework.
pengalaman dan berijazah yang relevan dalam kegiatan berwawasan lingkungan (terlampir). 2. Dana hasil penerbitan Green Bond I Tahap II 2023, 100% tidak mengalami perubahan dari dana yang telah
dialokasikan untuk membiayai dua sektor KUBL yang telah disetujui, di mana 83,22% untuk pembiayaan kembali
sesuai KUBL yaitu sebesar dan 16,78% untuk pembiayaan kembali kegiatan sosial, dengan total persentase alokasi
Tanggung Jawab Manajemen dana adalah 100%, di mana dana alokasi KUBL sebesar Rp 4,995 Triliun, dan sosial sebesar Rp. 1,007 triliun, hal ini
Tanggung jawab manajemen atas penyusunan dan penyajian Laporan 2024 dari Green Bond I Tahap II 2023 tersebut telah sesuai dengan keterangan di Halaman 4 Laporan Dampak.
sesuai dengan Green Bond Framework Bank BRI. 3. Proyek energi terbarukan yang telah didanai yang belum beroperasi. Untuk indikator yang digunakan telah sesuai
pada KUBL yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Bank BRI. Hasil penghitungan estimasi emisi Gas Rumah Kaca
telah sesuai dengan best practice untuk penghitungan emisi yang dihindari dari proyek energi terbarukan.
Tanggung Jawab Eksternal Reviu 4. Proyek pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Lahan Berkelanjutan dengan indikator memiliki sertifikasi
Tanggung jawab Eksternal Reviu adalah untuk melakukan review laporan tahunan Green Bond dan beberapa dokumen lingkungan sesuai jenis industri yang dipersyaratkan untuk tujuan berkelanjutan, ada 2 perusahaan yang telah
pendukung lainnya sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 18 Tahun 2023 pada Pasal 13. Review memiliki sertifikasi RSPO dan ISPO.
Ini mencakup kesesuaian implementasi pemilihan proyek Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (“KUBL”) 5. Terkait penghitungan dampak dari kegiatan sosial menciptakan lapangan kerja UMKM yaitu mempekerjakan
sebagaimana tertera di dalam Green Bond Framework atau pada POJK 18 Tahun 2023 pengganti POJK 60 Tahun 2017. estimasi sebesar 4.000 orang di seluruh Indonesia, dan kegiatan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Dalam peraturan tersebut disebutkan Green Bond adalah EBUS Lingkungan, penyaluran dana hasil penerbitan Green diperuntukan untuk mendukung pengembangan usaha Mikro non-bankable dan diperkirakan menciptakan lebih
Bond 2023 ke proyek KUBL terpilih; dan ketersediaan estimasi dampak lingkungan dari proyek KUBL yang dibiayai. dari ±7,000 pekerjaan di berbagai wilayah Indonesia. Perlu ditambahkan manfaat bagi para pemakai dana obligasi
Dana hasil penerbitan Green Bond Tahap II 2023 telah dialokasikan 100% serta dilaporkan pada Green Bond Report ini.
Tahap II 2023 dan tidak ada perubahan terhadap proyek yang dibiayai. Kami melakukan review hanya pada dampak 6. Laporan dampak untuk KUBL dan kegiatan sosial telah diselaraskan dengan Target Pembangunan Berkelanjutan
lingkungan yang tertuang dalam Green Bond Report 2023 yang disusun oleh Tim dari Bank BRI, berdasarkan data (SDGs) (Halaman 5 dan 6).
yang disediakan oleh penerima dana penerbitan Green Bond Tahap II 2023.
Jakarta, 30 Januari 2025
Koordinator SDGs HUB UI Penasehat SDGs HUB UI
Dr. Triatko Nurlambang, MA Prof. Dr. Jatna Supriatna, M.Sc
Page 216
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 216
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Lampiran II
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan Manfaat Lingkungan dari Proyek yang Dibiayai
Aliran Dana Semua proyek Green dan Social Sector memiliki dampak lingkungan dan sosial yang positif sesuai indikator yang telah
ditetapkan sebelumnya oleh Bank BRI. Indikator tersebut diperoleh melalui proses identifikasi dan perhitungan yang
BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI
konsisten dan sesuai dengan best practice yang ada. Proyek yang dibiayai dengan penerbitan Green Bond BRI Tahap
Tahap II Tahun 2023 untuk membiayai proyek KUBL sesuai dengan POJK No. 60/POJK.04/2017. Dana yang diperoleh
II Tahun 2023 telah sesuai dengan POJK No. 60/POJK.04/2017 serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable
diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing) beberapa proyek yang sudah ada dalam portofolio pembiayaan
Development Goals (SDGs). Berikut adalah ringkasan manfaat lingkungan pada tahun 2023 dari proyek yang dibiayai
BRI dan memiliki manfaat terhadap lingkungan maupun sosial, yaitu:
dari dana hasil penerbitan Green Bond Tahap II Tahun 2023 Bank BRI.
Persentase Nilai Proyek Pembiayaan Investasi Lahan Kelapa
Kategori HIjau Jenis Proyek Energi terbarukan, jenis proyek
Alokasi Dana (Rp miliar) Indikator Sawit dengan proses produksi ramah
pembangkit listrik hidro
lingkungan dan berkelanjutan
Energi terbarukan Pembangkit Listrik Hidro 35,18% 2.111.412.477.351 Energi Terbarukan yang dihasilkan 1.134.272 N.A
Emisi Gas Rumah Kaca yang
Pengelolaan sumber daya Pembiayaan Investasi Lahan Kelapa Sawit 1.054.873 N.A
berhasil dihindari
alam hayati & penggunaan dengan proses produksi ramah lingkungan 48,04% 2.883.519.843.750 Memiliki sertifikasi lingkungan
lahan berkelanjutan dan berkelanjutan N.A tersedia
sesuai jenis
Persentase Nilai Proyek (Rp
Kategori Sosial Jenis Proyek
Alokasi Dana milar)
Menciptakan lapangan kerja segmen
Dukungan UMKM 16,78% 1.006.822.822.556
UMKM
Page 217
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 217
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Green Bond Phase III
Pengantar Ringkasan Kerangka Kerja
BRI memiliki komitmen penuh yang tercantum dalam strategi bisnis perusahaan, tidak hanya terhadap pertumbuhan BRI telah merumuskan kerangka kerja (framework) Obligasi Berwawasan Lingkungan I BRI (Green Bond) sebelum
kinerja, tetapi juga terhadap lingkungan, kehidupan sosial kemasyarakatan dan ekonomi nasional. BRI menyadari penerbitan Tahap I yang dilakukan pada Juli 2022 dan Tahap II yang dilakukan pada Oktober 2023. Dalam memastikan
bahwa dengan terus meningkatkan penerapan keuangan berkelanjutan akan memberikan dampak luas pada kesesuaian kerangka kerja dengan regulasi maupun standar yang berlaku, BRI bekerja sama dengan Sustainable
perekonomian Indonesia, terlebihnya memberikan dampak langsung terhadap masyarakat. Implementasi program- Development Goals Hub Universitas Indonesia (SDGs UI) terkait Opini Pihak Kedua (Second Party Opinion).
program Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) akan terus didorong untuk mendukung Tujuan Pembangunan Penerbitan Green Bond BRI dalam mata uang Rupiah ini dilaksanakan dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa
Berkelanjutan (TPB). Hal ini juga selaras dengan visi BRI 2025 untuk menjadi “The Most Valuable Banking Group in Keuangan No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan
Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion”. (Green Bond) (POJK 60). Dalam kerangka kerja yang telah disusun terdapat empat fokus utama yaitu Penggunaan
Sebagai salah satu wujud implementasi dan komitmen BRI atas dalam hal ekonomi berkelanjutan, BRI semakin aktif Dana (Use of Proceeds), Proses Evaluasi & Pemilihan Proyek (Process for Project Evaluation & Selection), Pengelolaan
dalam penyaluran pinjaman kepada sektor usaha yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan (green financing) Dana (Management of Proceeds) dan Pelaporan (Reporting).
dan sektor usaha yang memiliki dampak positif terhadap kesejahteraan sosial (social financing). BRI juga menghindari
penyaluran pinjaman kepada sektor-sektor yang terindikasi melakukan kegiatan pembalakan liar (illegal logging), Penggunaan Dana
penjualan obat-obatan terlarang, eksploitasi tenaga kerja, eksploitasi anak, pelanggaran HAM, pencucian uang,
perusakan dan pemusnahan situs prasejarah, perdagangan tumbuhan dan hewan yang dilindungi, penangkapan ikan
Minimal 70% pembiayaan Kegiatan Umum Maksimal 30% pembiayaan kegiatan umum lainnya,
ilegal (illegal fishing) dan bisnis lain yang bertentangan dengan hukum di Indonesia.
Berwawasan Lingkungan (KUBL) misalnya sektor mikro, kesehatan dan sosial
Penerbitan obligasi menjadi alternatif sumber pendanaan atas penyaluran pinjaman yang dilakukan oleh BRI, termasuk
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan (Green Bond) I Bank BRI Tahap III Tahun 2024 yang proceeds atas
penerbitan tersebut digunakan untuk refinancing sektor usaha terkategori green dan social. Penerbitan Green Bond
di tahun 2023 merupakan bagian dari Penerbitan Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berwawasan Lingkungan Sektor Kegiatan Umum Berwawasan Lingkungan (KUBL)
Berkelanjutan (Green Bond) I Bank BRI dengan total limit sebesar Rp 15 Triliun.
Kegiatan Kegiatan
l Energi Terbarukan l Adaptasi Perubahan Iklim
Rincian Penerbitan l Efisiensi Energi l Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan
Pada tahun 2024, BRI menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 2024 l Pencegahan & Pengendalian Polusi Sumber Daya & Menghasilkan Lebih Sedikit
dengan nilai emisi sebesar Rp 4 triliun dan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 1,64 kali. Polusi
l Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati &
Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan l Bangunan Berwawasan Lingkungan
Ringkasan Transaksi Obligasi l Kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang
l Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat & Air
berwawasan lingkungan lainnya
Nama Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 2023 l Transportasi Ramah Lingkungan
PUB Rp 4 triliun l Pengelolaan Air & Limbah Air yang Berkelanjutan
Seri Tenor Tanggal Jatuh Tempo Kupon Nilai Status
Pencatatan
Proses Evaluasi dan Pemilihan Proyek
A 370 hari 20 Maret 2024 30 Maret 2025 6,15% Rp 1,23 triliun Aktif
B 2 Tahun 20 Maret 2024 20 Maret 2026 6,25% RP 879 miliar Aktif
C 3 Tahun 20 Maret 2024 20 Maret 2027 6,25% Rp 382 miliar Aktif
Rating idAAA (Pefindo)
Pencatatan Bursa Efek Indonesia
Identifikasi Pre-screening Reviu Alokasi
Page 218
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 218
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Green Bond Phase III
Pengelolaan Dana Sebanyak 79,91% dana yang diperoleh digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing) aktivitas hijau sedangkan
l Dana atas penerbitan akan dikelola secara pooling kemudian dialokasikan paling sedikit 70% pada KUBL 20,09% untuk pembiayaan kembali aktivitas sosial. Adapun detail alokasi sebagai berikut:
l Pembuatan akun khusus atau catatan tersendiri dalam catatan atas laporan keuangan maupun laporan Jenis
Kategori yang memenuhi syarat Alokasi Dana (Rp Miliar) Persentase (%)
berkelanjutan. Pembiayaan
Energi terbarukan Refinancing 1.713 67,96%
l Aset yang dialokasikan sebagai tujuan pembiayaan dikelola secara aktif baik secara individual maupun portfolio.
Pengelolaan sumber daya alam hayati &
l Apabila terdapat aset yang tidak relevan dengan framework atau dihentikan pembiayaannya, maka akan dialihkan Refinancing 301 11,96%
penggunaan lahan berkelanjutan
ke aset lain.
Penciptaan Lapangan Kerja Refinancing 213 8,45%
l Dana yang tertunda realisasinya dapat ditempatkan pada instrumen keuangan yang aman dan likuid. Peningkatan dan pemberdayaan sosial ekonomi Refinancing 293 11,64%
Pelaporan
Pelaporan Alokasi Dana Kategori Hijau Kategori Sosial
1.713
Kategori Hijau Kategori Sosial
BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun setelah penerbitan
293
dan setiap ada perubahan material KUBL disertai laporan hasil tinjauan (review) oleh ahli lingkungan
213
Pelaporan Dampak
BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjang dapat dihitung dan diukur secara
301
praktis sesuai tinjauan (review) ahli lingkungan.
Energi terbarukan Pengelolaan sumber daya alam hayati & Penciptaan Lapangan Kerja Peningkatan dan pemberdayaan sosial
Laporan Alokasi penggunaan lahan berkelanjutan ekonomi
Pada periode pelaporan 31 Desember 2024, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi
Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III tahun 2024. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk Alokasi Dana
membiayai kembali (refinancing) beberapa proyek yang sudah ada dalam portofolio pembiayaan BRI dan memiliki 20,09%
manfaat terhadap lingkungan maupun sosial. Mengacu pada ketentuan POJK No. 60/POJK.04/2017 tentang
Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond) dan sesuai dengan kerangka
kerja (framework) efek bersifat utang berwawasan lingkungan (Green Bond), BRI melakukan proses seleksi dan
evaluasi terhadap portofolio dan pipeline pembiayaan yang berkaitan dengan sektor yang memenuhi syarat sesuai
dengan Green Bond Framework yang telah ditetapkan.
79,92%
Hijau Sosial
Page 219
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 219
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Green Bond Phase III
Dampak Sektor yang
Kesesuaian dengan SDGs Perkiraan Manfaat Sosial
Mengacu pada kerangka kerja Obligasi Berwawasan Lingkungan I Bank BRI Tahap III Tahun 2024, dampak lingkungan Memenuhi Syarat
(yang sesuai berdasarkan sektor KUBL yang memenuhi syarat) dan dampak sosial yang dihasilkan adalah sebagai Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diperuntukan untuk
berikut. mendukung pengembangan usaha Mikro non-bankable dan
diperkirakan menciptakan lebih dari ±3.653 pekerjaan di berbagai
wilayah Indonesia.
Kategori Hijau Sebaran KUR menurut Wilayah Sebaran KUR menurut Sektor
% Aset yang Peningkatan dan 8,46% 0,04%
Sektor yang Kesesuaian dengan Deskripsi Singkat & Indikator
Memenuhi Jenis Proyek pemberdayaan 16,79%
Memenuhi Syarat SDGs Dampak 18,51%
Sumatera
Pertanian
sosial ekonomi
32,80%
Syarat Jawa
Konstruksi
Perikanan
Bali, NTB, dan NTT
Estimasi dampak lingkungan yang 2,77%
Kalimantan
Pertambangan
Perdagangan
dihasilkan: 1,74%
Sulawesi
Papua
0,14%
1,63%
Jasa
63,44%
• Energi terbarukan yang dihasilkan per 4,70%
0,00%
Lainnya
0,39%
tahun: 1.669.000 MWh dan 1.134.272 48,60%
MWh.
Pembangkit • Emisi GRK yang terhindar per tahun:
Energi Terbarukan 67,96% 917.950 TonCO2eq dan 1.054.873
Listrik Hidro
TonCO2eq
Dari 2 (dua) proyek yang dibiayai,
satu proyek telah beroperasi dan
satu proyek lainnya direncanakan
beroperasi tahun 2025.
Kesimpulan
Pengelolaan 57,73% Pembiayaan BRI telah membiayai proyek kebun
Laporan dampak penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 2024
sumber daya Investasi Lahan kelapa sawit berkelanjutan yang
menunjukkan komitmen dan realisasi atas penerapan keuangan berkelanjutan yang sejalan dengan United Nation
alam hayati & Kelapa Sawit mengadopsi praktik dan standar
Sustainable Development Goals khususnya poin 7, 8, 10, 12 dan 13. BRI terus mendorong partisipasi aktif dari semua
penggunaan dengan proses domestik maupun global terbaik
pihak yang terkait untuk turut serta mendukung dan memajukan perekonomian nasional dengan penerapan keuangan
lahan yang produksi ramah dalam produksi minyak sawit yang
berkelanjutan.
berkelanjutan lingkungan dan bertanggung jawab yakni memiliki
berkelanjutan dua sertifikasi yaitu sertifikasi RSPO Penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 2024 merupakan bagian dari
dan ISPO Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sebesar Rp 15 Triliun yang direspon positif oleh investor yang ditandai dengan
kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 1,64 kali.
BRI juga telah mendapatkan reviu eskternal dari ahli lingkungan yang menyatakan bahwa sekurang-kurangnya 70%
Kategori Sosial (realisasi: 79.91%) kegiatan yang dibiayai green bond telah memenuhi kriteria sebagai KUBL dan memiliki dampak
positif terhadap lingkungan serta sesuai dengan framework yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal tersebut
Sektor yang
Kesesuaian dengan SDGs Perkiraan Manfaat Sosial menegaskan kredibilitas Laporan Obligasi Berwawasan Lingkungan dan kepatuhan serta komitmen BRI dalam
Memenuhi Syarat
memenuhi persyaratan Green Bond.
Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi
sebesar ±2.922 pekerjaan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sebaran Kupedes menurut Wilayah Sebaran Kupedes menurut Sektor
9,71% 12,83%
Penciptaan Sumatera 0,70% Pertanian
0,12%
Lapangan Kerja Jawa Konstruksi
Perikanan
Bali, NTB, dan NTT
(Kredit Kupedes) 50,00%
28,67%
Kalimantan 50,00%
Pertambangan
Perdagangan
Sulawesi
Jasa
Papua 26,71% Lainnya
Kupedes Kupedes
3,47%
2,44% 9,45%
0,72% 4,99% 0,16%
Page 220
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 220
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Lampiran I
Laporan Tinjauan Pakar Lingkungan Hasil Reviu
SDGs Hub Universitas Indonesia, selaku Eksternal Reviu yang dipilih untuk melakukan reviu Laporan Obligasi Berdasarkan reviu yang telah dilakukan, dapat disimpulkan:
Berwawasan Lingkungan I Bank BRI Tahap III Tahun 2024 (Green Bond Report) yang disertakan beberapa data 1. Pemilihan proyek KUBL dalam penyaluran dana hasil penerbitan Green Bond I tahap III 2024 untuk pelaporan
pendukung terkait penerbitan Green Bond I Bank BRI Tahap III Tahun 2024. Eksternal Reviu memiliki kompetensi tahun 2024 telah sesuai dengan Green Bond Framework.
pengalaman dan berijazah yang relevan dalam kegiatan berwawasan lingkungan (terlampir). 2. Dana hasil penerbitan Green Bond I Tahap III 2024, 100% tidak mengalami perubahan dari dana yang telah
dialokasikan untuk membiayai dua sektor KUBL yang telah disetujui, di mana 79,91% untuk pembiayaan kembali
sesuai KUBL yaitu sebesar Rp 2,01 triliun dan 20,09% untuk pembiayaan kembali kegiatan sosial sebesar Rp 506
Tanggung Jawab Manajemen miliar, dengan total persentase alokasi dana adalah 100%.
Tanggung jawab manajemen atas penyusunan dan penyajian Green Bond I Tahap III 2024 Report 2024 tersebut sesuai 3. Proyek energi terbarukan yang telah didanai sebanyak 2 proyek; 1 belum beroperasi dan 1 telah beroperasi.
dengan Green Bond Framework Bank BRI. Penghitungan estimasi dampak menggunakan Factor Emisi pada Peraturan ESDM 2019 tentang Kelistrikan.
Untuk indikator yang digunakan telah sesuai pada KUBL yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Bank BRI.
Indikator 1 yaitu daya yang dihasilkan dari energi terbarukan yaitu 1.669.000 MWh dan 1.134.272 MWH (Halaman
Tanggung Jawab Eksternal Reviu 4 Laporan Dampak 2024) dan Indikator 2 yaitu Emisi Gas Rumah Kaca yang berhasil dihindari dari lokasi proyek
Tanggung jawab Ahli Lingkungan adalah untuk melakukan reviu Green Bond Report dan beberapa dokumen Perusahaan yang dibiayai di Sulawesi Tengah dan Sumatera, yaitu menggunakan Grid Paposta Sulawesi Tengah
pendukung lainnya sesuai ketentuan POJK No. 60 Tahun 2017. Reviu yang kami lakukan mencakup kesesuaian sebesar 0,55 dengan emisi yang dapat dihindari adalah 917.950 TonCO2eq dan projek yang dibiayai di Sumatera
implementasi pemilihan proyek Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (“KUBL”) sebagaimana tertera di dalam dengan factor emisi sebesar 0,93 dengan estimasi Emisi Gas Rumah Kaca yang dapat dihindari adalah sebesar
Green Bond Framework dan pada POJK 60 Tahun 2017. Meskipun telah terbit POJK No. 18 tahun 2023 pengganti POJK 1.054.872,96 TonCo2eq, sehingga totalnya 1.972.822,96 TonCO2eq. Hal ini telah sesuai dengan laporan dampak
60 Tahun 2017 tetapi Emiten yang telah melakukan penerbitan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan sebelum halaman 8.
POJK 18 Tahun 2023 ini berlaku, tetap mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK No. 60/POJK.04/2017 4. Proyek pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Lahan Berkelanjutan dengan indikator memiliki sertifikasi
tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond). Penyaluran dana lingkungan sesuai jenis industri yang dipersyaratkan untuk tujuan berkelanjutan, pada laporan dampak telah
hasil penerbitan Green Bond I Tahap III 2024 ke proyek KUBL terpilih, dan ketersediaan estimasi dampak lingkungan dicantumkan 2 perusahaan yang memiliki sertifikat ISPO dan RSPO.
dari proyek KUBL yang dibiayai. Dana hasil penerbitan Green Bond I Tahap III 2024 telah dialokasikan 100% serta 5. Terkait penghitungan dampak dari kegiatan sosial menciptakan lapangan kerja UMKM yaitu mempekerjakan
dilaporkan pada Green Bond Report 2024 dan tidak ada perubahan terhadap proyek yang dibiayai. Kami melakukan estimasi sebesar 2.922 pekerjaan tersebar di seluruh Indonesia, dan kegiatan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR)
reviu hanya pada dampak lingkungan yang tertuang dalam Green Bond Report Tahap III Tahun 2024 untuk pelaporan diperuntukkan untuk mendukung pengembangan usaha Mikro non-bankable dan diperkirakan menciptakan lebih
dampak 2024 yang disusun oleh Tim di Bank BRI, berdasarkan data yang disediakan oleh penerima dana penerbitan dari ±3.653 pekerjaan di berbagai wilayah Indonesia.
Green Bond I Tahap III 2024 6. Laporan dampak atas penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun
2024 telah menunjukkan komitmen dan realisasi atas penerapan keuangan berkelanjutan yang sejalan dengan
United Nation Sustainable Development Goals khususnya poin 7, 8, 10, 12 dan 13.
Jakarta, 30 Januari 2025
Koordinator SDGs HUB UI Penasehat SDGs HUB UI
Dr. Triatko Nurlambang, MA Prof. Dr. Jatna Supriatna, M.Sc
Page 221
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 221
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Lampiran II
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan Manfaat Lingkungan dari Proyek yang Dibiayai
Aliran Dana Semua proyek Green dan Social Sector memiliki dampak lingkungan dan sosial yang positif sesuai indikator yang telah
ditetapkan sebelumnya oleh Bank BRI. Indikator tersebut diperoleh melalui proses identifikasi dan perhitungan yang
BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI
konsisten dan sesuai dengan best practice yang ada. Proyek yang dibiayai dengan penerbitan Green Bond BRI Tahap
Tahap III Tahun 2024 untuk membiayai proyek KUBL sesuai dengan POJK No. 60/POJK.04/2017. Dana yang diperoleh
III Tahun 2024 telah sesuai dengan POJK No. 60/POJK.04/2017 serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable
diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing) beberapa proyek yang sudah ada dalam portofolio pembiayaan
Development Goals (SDGs). Berikut adalah ringkasan manfaat lingkungan dan lingkungan pada tahun 2023 dari
BRI dan memiliki manfaat terhadap lingkungan maupun sosial, yaitu:
proyek yang dibiayai dari dana hasil penerbitan Green Bond Tahap III Tahun 2024 Bank BRI.
Persentase Nilai Proyek Pembiayaan Investasi Lahan Kelapa
Kategori HIjau Jenis Proyek
Alokasi Dana (Rp miliar) Indikator PLTA Sawit dengan proses produksi ramah
lingkungan dan berkelanjutan
Energi terbarukan PLTM, PLTA 67,96% 1.712.786.881.079 1.669.000 MWh dan 1.134.272
Energi Terbarukan yang dihasilkan N.A
MWh.
Pengelolaan sumber daya Pembiayaan Investasi Lahan Kelapa 917.950 TonCO2eq dan 1.054.873
alam hayati & penggunaan Sawit dengan Proses Produksi Ramah 11,96% 301.420.200.563 Emisi GRK yang dapat dihindari N.A
TonCO2eq/tahun
lahan berkelanjutan Lingkungan dan Berkelanjutan Memiliki sertifikasi lingkungan
sesuai jenis industri yang
Persentase Nilai Proyek (Rp N.A Memiliki 2 sertifikasi ISPO atau RSPO
Kategori Sosial Jenis Proyek dipersyaratkan untuk tujuan
Alokasi Dana milar) berkelanjutan
Menciptakan lapangan kerja segmen
Dukungan UMKM 20,09% 506.234.119.953
UMKM
Page 222
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 222
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022
Pengantar Ringkasan Kerangka Kerja
Sejak didirikan pada tahun 1895, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“Bank BRI) telah menjadi pendorong utama Sebagaimana tercantum pada Tujuan Penggunaan Dana dalam Memorandum Informasi Medium Term Notes Bank
perekonomian Indonesia terutama di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). BRI terus berkontribusi BRI Tahun 2022, dana dari penerbitan surat berharga ini digunakan untuk pembiayaan inklusif sebagaimana dimaksud
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendukung kebijakan pemerintah untuk memastikan literasi pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi
keuangan, khususnya inklusi keuangan dalam rangka mewujudkan ketahanan sosial dan ekonomi. Komitmen BRI Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022
atas hal tersebut tercermin pada visi BRI pada 2025 untuk menjadi “The Most Valuable Banking Group in Southeast tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif
Asia and Champion of Financial Inclusion.” Layanan kepada masyarakat yang belum sepenuhnya terdigitalisasi Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah serta Peraturan
terutama di tiga daerah khusus 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yang membutuhkan perhatian khusus untuk Anggota Dewan Gubernur Nomor 24/6/PADG/2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Rasio Pembiayaan Inklusif
meningkatkan literasi keuangan, menjadi salah satu strategi yang terus dilakukan oleh BRI. Makroprudensial bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah dan peraturan
Sebagai bentuk peran BRI dalam mengembangkan praktik keuangan berkelanjutan, BRI meluncurkan kebijakan perundang-undangan yang berlaku. Pembiayaan Inklusif adalah penyediaan dana yang diberikan Bank untuk UMKM,
pembiayaan dengan mempertimbangkan aspek Lingkungan, Sosial dan Tata kelola (LST). Dalam rangka mendorong Korporasi UMKM, dan/atau PBR dalam rupiah dan valuta asing.
Inklusi Finansial, BRI berupaya untuk mendekatkan layanan keuangan ke seluruh lapisan masyarakat. BRI saat ini
telah memiliki 627 ribu AgenBRI-Link yang tersebar di lebih dari 58 ribu desa. Fokus terhadap inklusi keuangan dan Pelaporan
sumber pertumbuhan baru, BRI merampungkan holding Ultra Mikro (UMi) pada tahun 2021 yang tujuannya adalah
memberikan akses layanan keuangan kepada masyarakat mikro dan ultra mikro di Indonesia. Holding ultra mikro Pelaporan Alokasi Dana
dibentuk sebagai upaya untuk memberikan pelayanan yang berkesinambungan dan terintegrasi kepada seluruh BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala sekali dalam setahun paling lambat setahun setelah
masyarakat Indonesia. penerbitan disertai laporan hasil reviu oleh tenaga ahli eksternal yang kompeten di bidangnya.
Rincian Penerbitan Pelaporan Dampak
Pada tahun 2022, BRI menerbitkan Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022 dengan nilai emisi sebesar Rp 5 triliun BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjang dapat dihitung dan diukur secara
dalam 2 (dua) seri yaitu Seri A dan Seri B dan seluruh dana digunakan untuk penyaluran pembiayaan ke segmen mikro praktis sesuai reviu tenaga ahli eksternal yang kompeten di bidangnya.
dan ultra mikro. Adapun saat ini MTN yang masih memiliki outstanding adalah MTN seri B sebesar Rp 3 Triliun dengan
detail sebagai berikut.
Ringkasan Transaksi Obligasi
Nama Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022
PUB Rp 5 triliun
Seri Tenor Tanggal Jatuh Tempo Kupon Nilai Status
Pencatatan
B 2 Tahun 24 November 2022 24 November 2024 6,60% Rp 2 Triliun Mature
C 3 Tahun 24 November 2022 24 November 2025 6,98% Rp 3 Triliun Aktif
Rating idAAA (Pefindo)
Pencatatan Bursa Efek Indonesia
Page 223
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 223
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022
Laporan Alokasi Sektor yang
Kesesuaian dengan SDGs Perkiraan Manfaat Sosial
Pada periode pelaporan 31 Desember 2022, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Medium Term Memenuhi Syarat
Notes Bank BRI Tahun 2022. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk pembiayaan Inklusif sebagaimana terkategori Menciptakan lapangan kerja segmen UMKM, dengan estimasi
pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi sebesar 16.594 pekerjaan baru yang tersebar di seluruh
Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 Indonesia.
tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Sebaran Kupedes menurut Wilayah
Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Dana sebesar Rp 5 1%
10%
triliun digunakan untuk penyaluran pembiayaan bank pada segmen bisnis mikro dan ultra mikro di bulan November Penciptaan 21%
5%
2023. Adapun per 31 Desember 2024, proceeds yang akan dilaporkan dalam allocation report adalah sebesar Rp 3 Lapangan Kerja Sumatera
triliun sesuai dengan outstanding MTN terkini. (Kredit Kupedes)
7% Jawa
Bali, NTB, dan NTT
Kalimantan
Sulawesi
Kategori yang memenuhi syarat Jenis Pembiayaan Alokasi Dana (Rp Miliar) Persentase (%) Papua
Pembiayaan Baru
Penciptaan Lapangan Kerja 1.284 42,80% 56%
periode November 2022
Peningkatan dan pemberdayaan sosial Pembiayaan Baru Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diperuntukan untuk
1.716 57,20%
ekonomi periode November 2022 mendukung pengembangan usaha Mikro non-bankable dan
diperkirakan menciptakan lebih dari 20.257 pekerjaan di berbagai
wilayah Indonesia.
Kategori Sosial
Sebaran KUR menurut Wilayah
1,716
1%
Peningkatan dan 12%
23%
1,284 pemberdayaan 5% Sumatera
sosial ekonomi Jawa
7%
Bali, NTB, dan NTT
Kalimantan
Sulawesi
Papua
52%
Penciptaan Lapangan Kerja Peningkatan dan pemberdayaan sosial
ekonomi
Kesimpulan
Laporan Medium Term Notes menunjukkan realisasi atas komitmen BRI untuk meningkatkan inklusi keuangan yang
berkelanjutan di Indonesia yang sejalan dengan tujuan Pemerintah dan Regulator. BRI akan memperkuat kerjasama
dengan seluruh stakeholder yang terkait dalam proses alokasi, penggunaan dan monitoring dana hasil penerbitan
Dampak Medium Term Notes sehingga dapat terus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dalam peraturan maupun standar
Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif yang tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 yang berlaku.
tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Penerbitan Medium Term Notes merupakan salah satu usaha BRI untuk mewujudkan visi menjadi Champion of
Usaha Syariah dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor Financial Inclusion. BRI juga berhasil menarik minat investor terhadap surat berharga yang digunakan untuk tujuan
23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum inklusi keuangan.
Syariah dan Unit Usaha Syariah, penerbitan Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022 memiliki dampak sosial
BRI telah memperoleh hasil reviu dari tenaga ahli eksternal (SDGs-Hub Universitas Indonesia) yang menyatakan
berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu:
bahwa seluruh hasil penerbitan ini dipergunakan seluruhnya khusus untuk pembiayaan inklusif dan memiliki dampak
sosial yang positif terhadap pengembangan kesejahteraan masyarakat.
Page 224
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 224
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Lampiran I
Laporan Eksternal Reviu Hasil Reviu
SDGs Hub Universitas Indonesia, merupakan Eksternal Reviu yang dipilih untuk melakukan reviu Laporan Medium Berdasarkan reviu yang telah dilakukan, dapat disimpulkan:
Term Note Bank BRI 2022, dalam memastikan kesesuaian penggunaan dana dalam Memorandum Informasi yang 1. Pemilihan sektor untuk penyaluran dana hasil penerbitan Medium Term Note Bank BRI 2022 telah sesuai dengan
disertakan beberapa data pendukung terkait penerbitan Medium Term Notes Bank BRI. Eksternal Reviu memiliki Memorandum Informasi.
kompetensi pengalaman dan berijazah yang relevan dalam kegiatan sosial dan lingkungan (pada lampiran I). 2. Dana hasil penerbitan Medium Term Note Bank BRI 2022, 100% tidak mengalami perubahan dari dana yang telah
dialokasikan untuk membiayai dua sektor yang telah disetujui.
3. Sektor Employment Generation yang telah didanai sebesar 42,80% melalui mekanisme pembiayaan baru perlu
Tanggung Jawab Manajemen dihitung dampak sosial dan lingkungannya. Penghitungannya dapat menggunakan metode yang baku seperti
Tanggung jawab manajemen atas penyusunan dan penyajian laporan tahunan Medium Term Notes Bank BRI Report Social Return on Investment (SROI), Poverty and Social Impact Analysis (PSIA), Comparative Analysis, Cost
2024 tersebut sesuai dengan Informasi Memorandum Medium Term Notes Bank BRI. Benefit Analysis atau metode analisis lainnya untuk menghitung dampak sosial sesuai dengan best practice yang
ada. Meskipun telah menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM dengan estimasi 16.594 pekerjaan yang
tersebar di wilayah Indonesia melalui Kredit Kupedes-Segmen Mikro dampak sosial perlu diperhatikan.
Tanggung Jawab Eksternal Reviu 4. Sektor Socioeconomic advancement and emprowerment (Mikro KUR-Segmen Mikro) dengan mekanisme
Tanggung jawab Eksternal Reviu adalah untuk melakukan reviu laporan tahunan Medium Term Note Bank BRI 2022 pembiayaan baru sebesar 57,20%, belum ada catatan penghitungan dampak, meskipun telah menciptakan
dan beberapa dokumen pendukung lainnya sesuai penggunaan atau penyaluran hasil Medium Term Notes (MTN) lebih dari 20.257 pekerjaan di berbagai wilayah di Indonesia. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan sebagai
Bank BRI Tahun 2022 dengan nilai emisi sebesar Rp 5 triliun dan seluruh proceeds digunakan untuk penyaluran indikator seperti: (a) Kesejahteraan dan Kesehatan masyarakat, (b) tingkat pendidikan dan literasi, (c) tingkat
pembiayaan ke segmen mikro dan ultra mikro. Sejak 1 Juni 2020 dengan adanya POJK 30/2019, penerbitan MTN ketidaksetaraan sosial baik dari aspek pendapatan, gender, dan akses bagi kelompok marjinal, (d) ketahanan
wajib disampaikan ke OJK. Berdasarkan hal tersebut maka reviu kami lakukan mencakup kesesuaian implementasi pangan, (e) partisipasi masyarakat, (f) keamanan dan keadilan sosial.
dengan yang tertulis di Memorandum Informasi yang diberikan. Dana hasil penerbitan MTN Bank BRI 2022 telah 5. Laporan dampak untuk sektor Socioeconomic advancement and empowerment & Employment Generation telah
mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Medium Term Note Bank BRI 2022 yaitu Seri A sebesar 2 Triliun Rupiah diselaraskan dengan Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) (Halaman 4 dan 5 pada Laporan MTN).
dan Seri B sebesar 3 Triliun Rupiah, dan tidak ada perubahan terhadap proyek yang dibiayai. Kami melakukan reviu
hanya pada dampak sosial dan lingkungan yang tertuang dalam laporan tahunan Medium Term Note Bank BRI Report
2024 yang disusun oleh Tim di Bank BRI.
Jakarta, 27 Januari 2025
Koordinator SDGs HUB UI Penasehat SDGs HUB UI
Dr. Triatko Nurlambang, MA Prof. Dr. Jatna Supriatna, M.Sc
Page 225
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 225
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Lampiran II
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan
Aliran Dana Manfaat Lingkungan dari Proyek yang Dibiayai
BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022. Dana yang diperoleh Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif yang tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021
diperuntukkan untuk pembiayaan Inklusif sebagaimana terkategori pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/ tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit
PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah Usaha Syariah dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor
dan Unit Usaha Syariah dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum
Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah, penerbitan Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022 memiliki dampak sosial
Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Proceeds sebesar Rp 5 triliun digunakan untuk penyaluran pembiayaan berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu:
bank pada segmen bisnis mikro dan ultra mikro di bulan November 2023. Adapun per 31 Desember 2024, proceeds
yang akan dilaporkan dalam allocation report adalah sebesar Rp 3 triliun sesuai dengan outstanding MTN terkini.
Selanjutnya, detail alokasi sebagai berikut: Sektor Estimasi Manfaat Sosial dan Lingkungan
Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar 16,594
Penciptaan Lapangan Kerja
pekerjaan yang tersebar pada berbagai penjurudi seluruh Indonesia.
Alokasi Dana Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diperuntukan untuk mendukung
Kategori Sosial Jenis Pembiayaan Persentase (%) Pengembangan usaha mikro
(Rp Miliar) pengembangan usaha Mikro non-bankable dan diperkirakan menciptakan lebih
non-bankable
dari 20,257 pekerjaan di berbagai wilayah Indonesia.
Pembiayaan Baru periode November
Penciptaan Lapangan Kerja 1.284 42,80%
2022
Peningkatan dan Pembiayaan Baru periode November
1.716 57,20%
pemberdayaan sosial ekonomi 2022
Page 226
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 226
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2024
Pengantar Ringkasan Kerangka Kerja
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“Bank BRI) didirikan sejak tahun 1895 dan selalu menjadi salah satu pendorong Sesuai dengan tujuan penggunaan dana dalam Prospektus Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023, proceeds
utama perekonomian Indonesia terutama di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). BRI terus berusaha dari penerbitan surat berharga ini dipergunakan seluruhnya khusus untuk Pembiayaan Inklusif seperti pembiayaan
untuk menjadi yang terdepan dalam mensejahterakan masyarakat dengan mendukung kebijakan pemerintah terkait kepada UMKM, Korporasi UMKM, dan/ atau Perorangan Berpenghasilan Rendah (PBR) sesuai dengan peraturan
peningkatan literasi keuangan dalam mencapai inklusi keuangan nasional. Dedikasi BRI pada segmen UMKM terefleksi Bank Indonesia No. 23/13/PBI/2021 2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum
pada visi BRI 2025 untuk menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.
Inclusion. Pembiayaan Inklusif adalah penyediaan dana yang diberikan Bank untuk UMKM, Korporasi UMKM, dan/atau
Dalam mengembangkan praktik keuangan berkelanjutan, BRI berkomitmen untuk mendukung finansial masyarakat Perorangan Berpenghasilan Rendah (PBR) dalam rupiah dan valuta asing.
melalui AgenBRI-Link yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia terutama daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan
Tertinggal). Peran AgenBRI-Link semakin signifikan dalam menyediakan akses dan layanan keuangan formal yang
pada akhir Desember 2024 BRI telah memiliki 740 ribu agen di lebih dari 58 ribu desa. Pelaporan
Untuk mendorong Inklusi Finansial dan meningkatkan integrasi pelayanan keuangan pada masyarakat, BRI Pelaporan Alokasi Dana
mengembangkan hybrid bank atau perpaduan pengembangan digitalisasi di perbankan sambil terus menyediakan BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun setelah penerbitan
layanan konvensional untuk mendekatkan layanan keuangan ke seluruh lapisan masyarakat. Strategi ini semakin oleh tenaga ahli eksternal.
memperkuat holding Ultra Mikro yang dibentuk untuk meningkatkan akses masyarakat di daerah terhadap produk
perbankan yang berkesinambungan dan terintegrasi.
Pelaporan Dampak
BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjangan dapat dihitung dan diukur
Rincian Penerbitan secara praktis sesuai reviu tenaga ahli eksternal.
Pada tahun 2023, BRI menerbitkan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 dengan nilai emisi sebesar Rp 5 triliun
dan seluruh proceeds digunakan untuk penyaluran pembiayaan ke segmen mikro dan ultra mikro.
Ringkasan Transaksi Obligasi
Nama Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023
PUB Rp 500 Miliar
Seri Tenor Tanggal Jatuh Tempo Kupon Dana
Pencatatan
A 5 Tahun 6 Juli 2023 6 Juli 2028 6,45% Rp 500 Miliar
Rating idAAA (Pefindo)
Pencatatan Bursa Efek Indonesia
Page 227
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 227
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2024
Sektor yang
Kesesuaian dengan SDGs Perkiraan Manfaat Sosial
Laporan Alokasi Memenuhi Syarat
Pada periode pelaporan 31 Desember 2024, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi
Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 . Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk pembiayaan Inklusif yang mengacu sebesar 2.740 pekerjaan yang tersebar di seluruh Indonesia
Sebaran Kupedes menurut Wilayah Sebaran Kupedes menurut Sektor
kepada ketentuan Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum
8,53% 1,68% 0,02%
Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, pembiayaan inklusif adalah penyediaan dana yang
diberikan Bank untuk UMKM, Korporasi UMKM, dan/atau PBR dalam Rupiah dan Valuta Asing. Adapun detail alokasi Penciptaan 4,16% 20,87%
Sumatera
18,01% 28,55%
Pertanian
sebagai berikut: Lapangan Kerja 5,92%
Jawa Konstruksi
Perikanan
(Kredit Kupedes) Bali, NTB, dan NTT
0,34% Pertambangan
Kalimantan
Perdagangan
Sulawesi 1,21%
Jasa
Kategori yang memenuhi syarat Jenis Pembiayaan Alokasi Dana (Rp Miliar) Persentase (%) Papua 0,14%
Lainnya
Pembiayaan Baru 58,85%
51,71%
Penciptaan lapangan kerja 219,98 43,81%
periode Juli 2023
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diperuntukan untuk
Peningkatan dan pemberdayaan sosial Pembiayaan Baru
280,98 56,19% mendukung pengembangan usaha Mikro non-bankable dan
ekonomi periode Juli 2023
diperkirakan menciptakan lebih dari 3.209 pekerjaan di berbagai
wilayah Indonesia.
Sebaran KUR menurut Wilayah Sebaran KUR menurut Sektor
Peningkatan dan 12,7%
0,6% 1,2%
17,3%
pemberdayaan 4,2%
23,1%
Sumatera 31,1% Pertanian
Alokasi untuk Social Category sebesar 100% atau Rp 500
sosial ekonomi Jawa Konstruksi
8,2% Bali, NTB, dan NTT Perikanan
Miliar. Project yang dibiayai termasuk dalam kategori
Kalimantan Perdagangan
Employment Generation dan Socioeconomic advancement 0,2%
Sulawesi Jasa
and empowerment.
Papua 0,0% Lainnya
50,2%
51,1%
Kesimpulan
Dampak Laporan Obligasi Subordinasi BRI tahun 2024 merupakan wujud komitmen BRI untuk meningkatkan inklusi keuangan
Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif seperti pembiayaan kepada UMKM, Korporasi UMKM, dan/atau yang berkelanjutan di Indonesia yang selaras dengan tujuan Pemerintah dan Regulator. BRI akan memperkuat
Perorangan Berpenghasilan Rendah (PBR) sesuai dengan peraturan Bank Indonesia No. 23/13/PBI/2021, penerbitan kerjasama dengan seluruh stakeholder yang terkait dalam proses alokasi, penggunaan dan monitoring dana hasil
Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 memiliki dampak sosial yang sesuai berdasarkan sektor yang memenuhi penerbitan Obligasi Subordinasi sehingga dapat terus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dalam peraturan
syarat, yaitu: maupun standar yang berlaku.
Penerbitan Obligasi Subordinasi selain merupakan kewajiban pemenuhan modal pelengkap BRI juga merupakan salah
satu usaha BRI untuk mewujudkan visi menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia & Champion of
Financial Inclusion. BRI juga berhasil menarik minat investor terhadap Obligasi Subordinasi BRI yang terlihat dari hasil
bookbuilding yang oversubscribe sampai 1,77 kali.
BRI telah memperoleh hasil reviu dari tenaga ahli eksternal (SDGs-Hub Universitas Indonesia) yang menyatakan
bahwa seluruh hasil penerbitan ini dipergunakan seluruhnya khusus untuk pembiayaan inklusif dan memiliki dampak
sosial yang positif terhadap pengembangan kesejahteraan masyarakat.
Page 228
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 228
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Lampiran I
Laporan Eksternal Reviu Hasil Reviu
SDGs Hub Universitas Indonesia, selaku Eksternal Reviu yang dipilih untuk melakukan reviu Laporan Obligasi Berdasarkan reviu yang telah dilakukan, dapat disimpulkan:
Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023, dalam memastikan kesesuaian penggunaan dana dalam Prospektus yang 1. Pemilihan sektor untuk penyaluran dana hasil penerbitan Obligasi Sub Ordinasi IV Bank BRI Report 2024 telah
disertakan beberapa data pendukung terkait penerbitan Obligasi Sub Ordinasi IV BRI Tahun 2023. Eksternal Reviu sesuai dengan Prospektus.
memiliki kompetensi pengalaman dan berijazah yang relevan dalam kegiatan sosial dan lingkungan (terlampir- 2. Dana hasil penerbitan Obligasi Sub Ordinasi IV Bank BRI Report 2023, 100% tidak mengalami perubahan dari dana
lampiran I). yang telah dialokasikan untuk membiayai dua sektor yang telah disetujui sebesar Rp 500 miliar.
3. Sektor Employment Generation yang telah didanai sebesar 43,81% melalui mekanisme pembiayaan baru periode
Juli 2023, di mana perlu dihitung dampak sosial dan lingkungannya. Penghitungannya dapat menggunakan
Tanggung Jawab Manajemen metode yang baku seperti Social Return on Investment (SROI), Poverty and Social Impact Analysis (PSIA),
Tanggung jawab manajemen atas penyusunan dan penyajian laporan tahunan Obligasi Sub Ordinasi IV Bank BRI Comparative Analysis, Cost Benefit Analysis atau metode analisis lainnya untuk menghitung dampak sosial
Report 2024 tersebut sesuai dengan Prospektus Obligasi Sub Ordinasi IV Bank BRI. sesuai dengan best practice yang ada. Meskipun telah menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM dengan
estimasi 2740 pekerjaan yang tersebar di wilayah Indonesia, dengan jumlah Kupedes terbanyak berada di Pulau
Jawa dan paling sedikit di Pulau Papua. Tentunya pemanfaatan dana obligasi sub-ordinasi ini dapat diketahui dari
Tanggung Jawab Eksternal Reviu penerima.
Tanggung jawab Eksternal Reviu adalah untuk melakukan reviu laporan tahunan Obligasi Sub Ordinasi IV Bank BRI 4. Sektor Socioeconomic advancement and empowerment (Mikro KUR-Segmen Mikro) dengan mekanisme
Report 2024 dan beberapa dokumen pendukung lainnya sesuai Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk pembiayaan pembiayaan baru periode Juli 2023 sebesar 43,81% dengan jumlah pembiayaan KUR terbanyak di Pulau Jawa
Inklusif yang mengacu kepada ketentuan Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial dan paling kecil di Pulau Papua. Sektor KUR terbanyak adalah untuk Retail Trade, dan kedua terbanyak untuk
Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, pembiayaan inklusif adalah penyediaan Agriculture.
dana yang diberikan Bank untuk UMKM, Korporasi UMKM, dan/atau PBR dalam Rupiah dan Valuta Asing. Reviu Belum ada catatan penghitungan dampak, meskipun telah menciptakan lebih dari 3209 pekerjaan di berbagai
kami lakukan mencakup kesesuaian implementasi sesuai dengan yang tertulis di Prospektus. Dana hasil penerbitan wilayah di Indonesia. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan sebagai indikator seperti: (a) Kesejahteraan dan
BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 dan tidak ada 5. Kesehatan masyarakat, (b) tingkat pendidikan dan literasi, (c) tingkat ketidaksetaraan sosial baik dari aspek
perubahan terhadap proyek yang dibiayai. Kami melakukan reviu hanya pada dampak sosial dan lingkungan yang pendapatan, gender, dan akses bagi kelompok marjinal, (d) ketahanan pangan, (e) partisipasi masyarakat, (f)
tertuang dalam laporan tahunan Obligasi Sub Ordinasi IV Bank BRI Report 2024 yang disusun oleh Tim di Bank BRI. keamanan, dan keadilan sosial.
6. Laporan dampak untuk sektor Socioeconomic advancement and empowerment & Employment Generation telah
diselaraskan dengan Target Pembangyunan Berkelanjutan (SDGs) (Halaman 4 dan 5).
Jakarta, 27 Januari 2025
Koordinator SDGs HUB UI Penasehat SDGs HUB UI
Dr. Triatko Nurlambang, MA Prof. Dr. Jatna Supriatna, M.Sc
Page 229
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 229
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Lampiran II
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan
Aliran Dana Manfaat Lingkungan dari Proyek yang Dibiayai
BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 . Dana yang Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif yang tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021
diperoleh diperuntukkan untuk pembiayaan Inklusif yang mengacu kepada ketentuan Nomor 23/13/PBI/2021 tentang tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit
Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Usaha Syariah dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor
Syariah, pembiayaan inklusif adalah penyediaan dana yang diberikan Bank untuk UMKM, Korporasi UMKM, dan/atau 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum
PBR dalam Rupiah dan Valuta Asing. Adapun detail alokasi sebagai berikut: Syariah dan Unit Usaha Syariah, penerbitan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 memiliki dampak sosial
berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu:
Kategori yang memenuhi Alokasi Dana
Jenis Pembiayaan Persentase (%) Sektor Estimasi Manfaat Sosial dan Lingkungan
syarat (Rp Miliar)
Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar 2.740
Penciptaan Lapangan Kerja Pembiayaan Baru periode Juli 2023 219,98 43,81% Penciptaan Lapangan Kerja
pekerjaan yang tersebar pada berbagai penjurudi seluruh Indonesia.
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diperuntukan untuk mendukung
Peningkatan dan Pengembangan usaha mikro
Pembiayaan Baru periode Juli 2023 280,98 56,19% pengembangan usaha Mikro non-bankable dan diperkirakan menciptakan lebih
pemberdayaan sosial ekonomi non-bankable
dari 3.209 pekerjaan di berbagai wilayah Indonesia.
Page 230
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 230
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Reporting Standard Indices
Indeks GRI Standard 2021
Pernyataan Penggunaan : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah melaporkan sesuai dengan GRI Standar untuk periode 01 Januari - 31 Desember 2024.
GRI 1 yang Digunakan : GRI 1: Landasan 2021
Standar Sektor GRI yang Berlaku : GRI G4 Jasa Keuangan
Tidak Mencantumkan
No. Ref Standar Sektor
Standar GRI Pengungkapan Lokasi
Persyaratan Tidak GRI
Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Pengungkapan Umum
GRI 2: General Disclosures 2-1 Rincian organisasi 9-13
2021
Entitas yang dimasukkan dalam pelaporan keberlanjutan
2-2 4
organisasi
2-3 Periode, frekuensi, dan titik kontak pelaporan 4
2-4 Penyajian kembali informasi 4
2-5 Penjaminan eksternal 4
2-6 Aktivitas, rantai nilai, dan hubungan bisnis lainnya 11-13, 148, 201
2-7 Tenaga kerja 123, 188-192
2-8 Pekerja yang bukan pekerja langsung 122
2-9 Struktur dan komposisi tata kelola 14, 94-98
2-10 Pencalonan dan pemilihan badan tata kelola tertinggi 99-100
2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi 94-98
Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasi manajemen
2-12 14, 20, 30, 85, 108, 141, 158
dampak
2-13 Delegasi tanggung jawab untuk mengelola dampak 14, 102
2-14 Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan 4, 9-10, 14, 102
2-15 Konflik kepentingan 99-100
2-16 Komunikasi masalah penting 102-106
2-17 Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi 101
2-18 Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi 113-114, 116
2-19 Kebijakan remunerasi 100, 113
2-20 Proses untuk menentukan remunerasi 100, 113, 125
2-21 Rasio kompensasi total tahunan 113, 125, 194
Page 231
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 231
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Tidak Mencantumkan
No. Ref Standar Sektor
Standar GRI Pengungkapan Lokasi
Persyaratan Tidak GRI
Alasan Penjelasan
Mencantumkan
2-22 Pernyataan tentang strategi pembangunan berkelanjutan 5-8, 108, 158
2-23 Komitmen kebijakan 108-111, 123, 146-148
2-24 Menanamkan komitmen kebijakan 14, 63, 127-128, 146-151
2-25 Proses untuk memperbaiki dampak negatif 137, 152
2-26 Mekanisme untuk mencari nasihat dan mengemukakan masalah 102, 128, 134, 152,
2-27 Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan 147, 152
2-28 Keanggotaan dalan asosiasi 154
2-29 Pendekatan untuk keterlibatan pemangku kepentingan 20-21, 152
2-30 Perjanjian perundingan kolektif 122-123, 193
GRI 3 Topik Material 2021 3-1 Proses untuk menentukan topik material 20-24
3-2 Daftar topik material 24
3-3 Manajemen topik material 122-123, 193
Topik Material
Kinerja Ekonomi
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 29
GRI 201: Kinerja Ekonomi 201-1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan 170-171
2016
Implikasi finansial serta risiko dan peluang lain akibat dari
201-2 17, 29, 31, 45
perubahan iklim
Kewajiban program pensiun manfaat pasti dan program pensiun
201-3 131
lainnya
201-4 Bantuan finansial yang diterima dari pemerintah 17
Market Presence
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 125
GRI 202: Market Presence Rasio standar upah karyawan pemula berdasarkan jenis kelamin
202-1 125, 193
2016 terhadap upah minimum regional
Proporsi manajemen senior yang berasal dari masyarakat
202-2 100
setempat
Antikorupsi
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 151
Page 232
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 232
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Tidak Mencantumkan
No. Ref Standar Sektor
Standar GRI Pengungkapan Lokasi
Persyaratan Tidak GRI
Alasan Penjelasan
Mencantumkan
GRI 205: Antikorupsi 2016 205-1 Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi 150, 152
Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan prosedur
205-2 148, 150
antikorupsi
205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil 147, 151, 199-200
Perilaku Antipersaingan
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 146
GRI 206: Perilaku Langkah-langkah hukum untuk perilaku antipersaingan, praktik
206-1 146-147
Antipersaingan 2016 antipakat dan monopoli
Pajak
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 153
GRI 207: Pajak 2019 207-1 Pendekatan terhadap pajak 153
207-2 Tata kelola, pengontrolan, dan manajemen risiko pajak 153
Keterlibatan pemangku kepentingan dan pengelolaan kepedulian
207-3 153
yang berkaitan dengan pajak
207-4 Laporan per negara 172
Energi
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 120
GRI 302: Energi 2016 302-1 Konsumsi energi dalam organisasi 120, 204
302-2 Konsumsi energi di luar organisasi 120
302-3 Intensitas energi 120, 204
302-4 Pengurangan konsumsi energi 120, 204
Pengurangan pada energi yang dibutuhkan untuk produk dan
302-5 120
jasa
Emisi
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 51
GRI 305: Emisi 2016 305-1 Emisi GRK (Cakupan 1) langsung 51, 204-205
305-2 Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak langsung 51, 204-205
305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya 51, 179, 204-205
305-4 Intensitas emisi GRK 51, 204
305-5 Pengurangan emisi GRK 379
305-6 Emisi zat perusak ozon (ODS) 51
Page 233
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 233
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Tidak Mencantumkan
No. Ref Standar Sektor
Standar GRI Pengungkapan Lokasi
Persyaratan Tidak GRI
Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Nitrogen oksida (NOx), belerang oksida (SOx), dan emisi udara
305-7 51
signifikan lainnya
Limbah
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 119
GRI 306: Limbah 2020 306-1 Timbulan limbah dan dampak signifikan terkait limbah 119
306-2 Manajemen dampak signifikan terkait limbah 119
306-3 Timbulan limbah 378
306-4 Limbah yang dialihkan dari pembuangan akhir 205
306-5 Limbah yang dikirimkan ke pembuangan akhir 205
Kepegawaian
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 125
GRI 401: Kepegawaian 2016 401-1 Perekrutan karyawan baru dan pergantian karyawan 192, 196
Tunjangan yang diberikan kepada karyawan purnawaktu yang
401-2 tidak diberikan kepada karyawan pada kurun waktu tertentu atau 125, 131
paruh waktu
401-3 Cuti melahirkan 197
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 128
GRI 403: Kesehatan dan 403-1 Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja 128
Keselamatan Kerja 2018
Pengidentifikasian bahaya, penilaian risiko, dan investigasi
403-2 129
insiden
403-3 Layanan kesehatan kerja 131
Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja tentang
403-4 129
kesehatan dan keselamatan kerja
403-5 Pelatihan pekerja mengenai kesehatan dan keselamatan kerja 129
403-6 Peningkatan kualitas kesehatan pekerja 131
Pencegahan dan mitigasi dampak-dampak kesehatan dan
403-7 131
keselamatan kerja yang secara langsung terkait hubungan bisnis
Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen kesehatan dan
403-8 131
keselamatan kerja
403-9 Kecelakaan kerja 161
403-10 Penyakit Akibat Kerja 161
Page 234
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 234
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Tidak Mencantumkan
No. Ref Standar Sektor
Standar GRI Pengungkapan Lokasi
Persyaratan Tidak GRI
Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Pelatihan dan Pendidikan
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 122
GRI 404: Pelatihan dan
404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per karyawan 194
Pendidikan 2016
Program untuk meningkatkan keterampilan karyawan dan
404-2 126-127
program bantuan peralihan
Persentase karyawan yang menerima tinjauan rutin terhadap
404-3 122
kinerja dan pengembangan karier
Keanekaragaman dan Peluang Setara
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 100
GRI 405: Keanekaragaman 405-1 Keanekaragaman badan tata kelola dan karyawan 100, 188-192
dan Peluang Setara 2016
Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan dibandingkan laki-
405-2 125, 193
laki
Nondiskriminasi
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 122
GRI 406: Nondiskriminasi
406-1 Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang dilakukan 134
2016
Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 122
GRI 407: Kebebasan
Operasi dan pemasok di mana hak atas kebebasan berserikat dan
Berserikat dan Perundingan 407-1 122, 147
perundingan kolektif mungkin berisiko
Kolektif 2016
Pekerja Anak
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 133
Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden
GRI 408: Pekerja Anak 2016 408-1 133-134, 148
pekerja anak
Kerja Paksa atau Wajib Kerja
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 134
GRI 409: Kerja Paksa atau Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden
409-1 134
Wajib Kerja 2016 kerja paksa atau wajib kerja
Masyarakat Setempat
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 70, 136-137
Page 235
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 235
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Tidak Mencantumkan
No. Ref Standar Sektor
Standar GRI Pengungkapan Lokasi
Persyaratan Tidak GRI
Alasan Penjelasan
Mencantumkan
GRI 413: Masyarakat Operasi dengan keterlibatan masyarakat setempat, penilaian
413-1 136-137
Setempat 2016 dampak, dan program pengembangan
Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi memiliki
413-2
dampak negatif signifikan terhadap masyarakat setempat
Kebijakan Publik
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 146
GRI 415: Kebijakan Publik
415-1 Kontribusi politik 150-151, 200
2016
Pemasaran dan Pelabelan
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 61
GRI 417: Pemasaran dan 417-1 Persyaratan untuk pelabelan dan informasi produk dan jasa 61
Pelabelan 2016
Insiden ketidakpatuhan terkait informasi dan pelabelan produk
417-2 63
dan jasa
417-3 Insiden ketidakpatuhan terkait komunikasi pemasaran 63
Privasi Pelanggan
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan Topik 85
GRI 418: Privasi Pelanggan Pengaduan yang berdasar mengenai pelanggaran terhadap
418-1 91, 187
2016 privasi pelanggan dan hilangnya data pelanggan
Referensi Indeks GRI G4 Financial Standard Sector
Tidak Mencantumkan
No. Ref Standar Sektor
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Persyaratan Tidak GRI
Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Kebijakan dengan komponen lingkungan dan sosial tertentu
FS1 16, 47, 61, 148, 155
yang diterapkan pada lini bisnis
Prosedur untuk menilai dan menyaring lingkungan dan risiko
FS2 47
sosial di lini bisnis
Proses untuk memantau implementasi dan kepatuhan klien
FS3 terhadap persyaratan lingkungan dan sosial yang termasuk 47
dalam perjanjian atau transaksi
Proses untuk meningkatkan kompetensi staf untuk
FS4 menerapkan kebijakan dan prosedur lingkungan dan sosial 27-28, 158
sebagaimana diterapkan pada lini bisnis
Interaksi dengan klien/investasi/mitra bisnis mengenai risiko
FS5 20, 148
dan peluang lingkungan dan sosial
Page 236
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 236
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Tidak Mencantumkan
No. Ref Standar Sektor
Standar GRI Pengungkapan Halaman
Persyaratan Tidak GRI
Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Persentase portofolio untuk lini bisnis berdasarkan ukuran
FS6 wilayah tertentu (misalnya mikro/ukm/besar) dan berdasarkan 172-176
sektor
Nilai moneter produk dan layanan yang dirancang untuk
FS7 memberikan manfaat sosial tertentu untuk setiap lini bisnis 55, 73 - 80
yang dipecah berdasarkan tujuan
Nilai moneter produk dan layanan yang dirancang untuk
FS8 memberikan manfaat lingkungan tertentu untuk setiap lini 55-56, 177-179
bisnis yang dipecah berdasarkan tujuan
Cakupan dan frekuensi audit untuk menilai implementasi
FS9 47
kebijakan lingkungan dan sosial serta prosedur penilaian risiko
Persentase dan jumlah perusahaan yang dipegang dalam
FS10 portofolio institusi tempat organisasi pelaporan berinteraksi 177-178
dalam isu lingkungan atau sosial
Persentase aset yang tunduk pada lingkungan positif dan
FS11 177-178
negatif dari masalah sosial
Kebijakan pemungutan suara yang diterapkan pada isu-
isu lingkungan atau sosial untuk saham-saham di mana
FS12 14
organisasi pelapor memiliki hak untuk memberikan suara atau
memberikan saran tentang pemungutan suara
Titik akses di daerah berpenduduk sedikit atau kurang
FS13 75-80
beruntung secara ekonomi berdasarkan jenisnya
Inisiatif Untuk Meningkatkan Akses Ke Layanan Keuangan Bagi
FS14 75, 180-184
Masyarakat Kurang Mampu
Kebijakan untuk desain dan penjualan produk dan layanan
FS15 70, 76
keuangan yang adil
Inisiatif untuk meningkatkan literasi keuangan berdasarkan
FS16 70, 79
jenis penerima manfaat
Page 237
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 237
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Indeks SEOJK No 16 Tahun 2021
Nomor Indeks Nama Indeks Halaman
A. Strategi Keberlanjutan
A.1 Penjelasan Strategi Keberlanjutan 15, 108
B. Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
B.1 Aspek Ekonomi, paling sedikit memuat: 18
B.1.a Kuantitas produksi atau jasa yang dijual; 18, 172-176
B.1.b Pendapatan atau penjualan; 17
B.1.c Laba atau rugi bersih; 17
B.1.d Produk ramah lingkungan; dan 55
B.1.e Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan proses bisnis Keuangan Berkelanjutan. 18
B.2 Aspek Lingkungan Hidup, paling sedikit memuat: 18
B.2.a Penggunaan energi 18
B.2.a Pengurangan emisi yang dihasilkan 18
B.2.a Pengurangan limbah dan efluen 18
B.2.a Pelestarian keanekaragaman hayati 18
B.3 Aspek Sosial 18
C. Profil Perusahaan
C.1 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan 15, 108
C.2 Alamat Perusahaan 11
C.3 Skala Usaha, paling sedikit memuat: 11
C.3.a Total aset atau kapitalisasi aset dan total kewajiban; 11
C.3.a jumlah karyawan menurut
C.3.a.1 jenis kelamin 123, 188
C.3.a.2 jabatan 123, 188
C.3.a.3 usia 123, 188
C.3.a.4 pendidikan 123, 188
Page 238
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 238
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Nomor Indeks Nama Indeks Halaman
C.3.a.5 status ketenagakerjaan 123, 188
C.3.a nama pemegang saham dan persentase kepemilikan saham 11
C.3.a wilayah operasional. 11
C.4 Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan 12
C.5 Keanggotaan pada Asosiasi 154
C.6 Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan 17
D. Penjelasan Direksi
D.1 Penjelasan Direksi 7-8
D.1.a Kebijakan untuk merespon tantangan dalam pemenuhan strategi keberlanjutan 7
D.1.a Penerapan Keuangan Berkelanjutan 8
D.1.a Strategi pencapaian target 8
E. Tata Kelola Keberlanjutan
E.1 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 16, 29-30, 155
E.2 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan 41, 101, 127
E.3 Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan 31, 93
E.4 Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan 20, 41
E.5 Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 31, 158
F. Kinerja Keberlanjutan
F.1 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan 63, 111,127-128
F.2 Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi 170
F.3 Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan 55, 177-179
F.4 Biaya Lingkungan Hidup 18, 202
F.5 Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 119-121, 205
F.6 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 18, 120, 204
F.7 Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan 120
F.8 Penggunaan Air 121, 205
Page 239
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 239
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Nomor Indeks Nama Indeks Halaman
F.9 Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati 47
F.10 Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati 47, 137, 179
F.11 Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya 18, 119-120, 206-207
F.12 Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan 18, 119-121, 207
F.13 Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis 18, 119, 205
F.14 Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 119
F.15 Tumpahan yang Terjadi (jika ada) 119, 205
F.16 Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan. 119
F.17 Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen 59-63
F.18 Kesetaraan Kesempatan Bekerja 93, 122-126
F.19 Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa 133-135, 148, 167
F.20 Upah Minimum Regional 125
F.21 Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman 128, 130
F.22 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai 126, 194
F.23 Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar 18, 48, 77, 135-137
F.24 Pengaduan Masyarakat 137, 152, 186-187
F.25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) 135-140, 202
F.26 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan 48, 55-57, 61, 73-75
F.27 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan 61-64
F.28 Dampak Produk/Jasa 18,64,77
F.29 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali 61
F.30 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan 18, 186
G. Lain-lain:
G.1 Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada) 4, 247-252
Page 240
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 240
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Nomor Indeks Nama Indeks Halaman
G.2 Lembar Umpan Balik 253
G.3 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya 20
G.4 Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 4, 247-252
Referensi Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
Nomor Indeks Nama Indeks Halaman
Data Security
FN-CB-230a.1. Jumlah pelanggaran data, persentase pelanggaran data pribadi, jumlah pemilik akun yang terkena dampak 91
FN-CB-230a.2. Deskripsi pendekatan untuk mengidentifikasi dan menangani risiko keamanan data 85
Financial Inclusion & Capacity Building
FN-CB-240a.1. (1) Jumlah dan (2) jumlah pinjaman yang diberikan yang memenuhi syarat untuk program-program yang dirancang untuk mempromosikan usaha kecil dan pengembangan masyarakat 74, 176
(1) Jumlah dan (2) jumlah pinjaman yang telah jatuh tempo dan pinjaman yang tidak dapat ditagih yang memenuhi syarat untuk program-program yang dirancang untuk mempromosikan
FN-CB-240a.2. 74, 176
usaha kecil dan pengembangan masyarakat
FN-CB-240a.3 Jumlah rekening giro ritel tanpa biaya yang diberikan kepada nasabah yang sebelumnya tidak memiliki rekening bank atau belum memiliki rekening bank 73
FN-CB-240a.4. Jumlah peserta dalam inisiatif literasi keuangan untuk nasabah yang tidak memiliki rekening bank, kurang terlayani, atau kurang terlayani 76-77
Incorporation of Environmental, Social, and Governance Factors in Credit Analysis
FN-CB-410a.2 Deskripsi pendekatan untuk memasukkan faktor lingkungan, sosial dan tata kelola (LST) dalam analisis kredit 32, 45, 47, 133
Financed Emissions
FN-CB-410b.1 Emisi bruto absolut yang dibiayai, dipilah berdasarkan (1) Cakupan 1, (2) Cakupan 2, dan (3) Cakupan 3 53-54, 206
FN-CB-410b.2. Eksposur bruto untuk setiap industri berdasarkan kelas aset 53, 207
FN-CB-410b.3 Persentase paparan bruto yang termasuk dalam perhitungan emisi yang dibiayai 53, 207
FN-CB-410b.4 Deskripsi metodologi yang digunakan untuk menghitung emisi yang dibiayai 51-52
Page 241
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 241
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Nomor Indeks Nama Indeks Halaman
Business Ethics
Jumlah total kerugian moneter sebagai akibat dari proses hukum yang terkait dengan penipuan, perdagangan orang dalam, antimonopoli, perilaku anti-persaingan, manipulasi pasar,
FN-CB-510a.1 147
malpraktek, atau undang-undang atau peraturan industri keuangan terkait lainnya
FN-CB-510a.2 Deskripsi kebijakan dan prosedur whistleblower 152
Systemic Risk Management
FN-CB-550a.1 Skor Global Systemically Important Bank (G-SIB), berdasarkan kategori 171
Uraian mengenai pendekatan untuk mengintegrasikan hasil stress test baik yang bersifat wajib maupun sukarela ke dalam perencanaan kecukupan modal, strategi jangka panjang
FN-CB-550a.2 35-36, 40-41, 143
perusahaan, dan aktivitas bisnis lainnya
Referensi Sustainable Banking Assessment (SUSBA)
Indikator Pengungkapam Halaman
Strategi keberlanjutan dan pelibatan pemangku kepentingan 14, 20-26
Tujuan
Partisipasi dalam inisiatif keuangan berkelanjutan 28-57
Pernyataan publik tentang LST 5-7, 92-117
Kebijakan Pernyataan publik tentang sektor-sektor tertentu 45-48
Tanggung jawab atas risiko terkait iklim 45-48
Penilaian risiko LST dan persetujuan transaksi 45
Proses Pengawasan dan keterlibatan klien 45
Proses pemantauan 45-48
Tanggungjawab kepada LST 20-22, 92-117
Masyarakat
Pelatihan staff lingkungan & sosial, serta evaluasi kinerja 127-28, 158
Integrasi LST dalam produk dan layanan 45-48
Produk
Penilaian risiko dan mitigasi LST pada tingkat portofolio 45-48
Portofolio Pengungkapan eksposur risiko LST dan target 41-57, 108-110
Page 242
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 242
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Referensi Task Force on Climate-related Financial Disclosures
Topik Disclosure Focus Tanggapan BRI Halaman
Governance
(a) Pengawasan Dewan terhadap risiko-risiko terkait iklim Proses dan frekuensi informasi Gambaran Umum Tata Kelola 29-30
Pengaruh terhadap perencanaan dan tujuan bisnis Gambaran Umum Tata Kelola 29-30
Bagaimana dewan menilai kemajuan terhadap tujuan Gambaran Umum Tata Kelola 29-30
(b) Management’s role in assessing and managing climate-related risks Tanggung jawab atas risiko terkait iklim Gambaran Umum Tata Kelola 29,30
Penjelasan tentang struktur organisasi Gambaran Umum Tata Kelola 29-30
Proses komunikasi Gambaran Umum Tata Kelola 29-30
Proses pemantauan Gambaran Umum Tata Kelola 29-30
Strategy
(a) Risiko terkait iklim dalam jangka pendek, menengah dan panjang Perubahan Iklim Menimbulkan Risiko tetapi
Risiko terkait iklim dalam jangka pendek, menengah dan panjang 31
Juga Menciptakan Peluang
Pendekatan BRI dalam Menganalisis
Risiko spesifik yang dapat bersifat material untuk setiap jangka waktu 32
Skenario Perubahan Iklim
Proses untuk menentukan risiko material Evaluasi Materialitas Sektor 33
(b) Dampak pada bisnis, strategi dan perencanaan Pilihan Analisis Skenario Iklim & Isu Material
Dampak terhadap bisnis dan strategi 38
Terkait Iklim
Strategi BRI dalam Mengelola Risiko Iklim
Dampak pada perencanaan keuangan, waktu dan prioritas 41
Melalui Penerapan Sustainable Finance
Bagaimana risiko diintegrasikan ke dalam pengambilan keputusan dan Strategi BRI dalam Mengelola Risiko Iklim
41
perumusan strategi saat ini Melalui Penerapan Sustainable Finance
Strategi BRI dalam Mengelola Risiko Iklim
Penjelasan strategi terkait iklim 41
Melalui Penerapan Sustainable Finance
(c) Ketahanan strategi menggunakan skenario 2 derajat atau lebih rendah Hasil Climate Risk Stress Test 40
Risk Management
(a) Proses untuk menilai risiko terkait iklim Proses manajemen risiko Prosedur Persetujuan Kredit 45
Persyaratan peraturan yang ada dan yang akan muncul Kebijakan Pembiayaan Sub Sektor 47
Proses Manajemen Risiko Operasional -
Proses untuk menilai ukuran dan cakupan risiko 49
Terkait dengan Perubahan Iklim
Page 243
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 243
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Topik Disclosure Focus Tanggapan BRI Halaman
(b) Proses untuk mengelola risiko terkait iklim Adaptasi Risiko Fisik Perubahan Iklim 50
(c) Integrasi proses risiko ke dalam manajemen risiko secara keseluruhan Adaptasi Risiko Fisik Perubahan Iklim 50
Metrics and Targets
(a) Metrik yang digunakan untuk menilai risiko terkait iklim Pencapaian BRI 53 - 54
(b) Emisi Cakupan 1 dan Cakupan 2 Pencapaian BRI 53 - 54
(c) Penjelasan target yang digunakan Pencapaian BRI 53 - 54, 206
Page 244
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 244
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Indeks Pelaporan IDX
S-01 Kesetaraan Gender
Laki-laki Perempuan
Level Jabatan
Jumlah Pegawai Persentase pegawai Jumlah Pegawai Persentase pegawai
Entry-Level 44.750 54,67% 32.576 39,80%
Mid-Level 1.968 2,40% 747 0,91%
Senior-Level 1.315 1,61% 367 0,45%
Executive-Level * 98 0,12% 27 0,03%
Total Pegawai 48.131 58,81% 33.717 41,19%
*)termasuk pejabat setingkat Direksi
S-02 Jumlah Level Pegawai yang Dimiliki oleh
Laki-laki dan Perempuan Berdasarkan Entry-Level Mid-Level Senior-Level Executive-Level*
Rentang usia Jumlah
Kelompok Umur
(tahun) Pegawai
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
18-25 3.737 8.171 11.908
25-35 20.374 12.916 1008 482 76 11 34.867
35-45 16.751 8.981 712 214 873 252 21 8 27.812
45-55 3.861 2.483 246 49 352 104 75 19 7.189
>55 27 25 2 2 14 2 72
*)termasuk pejabat setingkat Direksi
Page 245
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 245
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Assurance
Page 246
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 246
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Page 247
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 247
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Page 248
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 248
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Page 249
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 249
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Page 250
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 250
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Page 251
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 251
PENGANTAR TOPIK MATERIAL TOPIK UMUM LAMPIRAN
ESG Data Tables Issued Securities Impact Reporting Reporting Standard Indices Indeks Pelaporan IDX Assurance Feedback Form
Lembar Umpan Balik
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberikan gambaran tentang kinerja keuangan dan keberlanjutan. Perusahaan tidak mencatat adanya tanggapan terhadap Laporan Keberlanjutan tahun sebelumnya.
1. Laporan ini mudah dimengerti
Tidak setuju Netral Setuju
2. Laporan ini sudah menggambarkan informasi aspek material Perusahaan, baik dari sisi positif dan negatif
Tidak setuju Netral Setuju
3. Mohon berikan urutan pada tingkat topik material di bawah ini:
(nilai 1=paling prioritas s/d 7=kurang prioritas)
• Inklusi Keuangan dan Digitalisasi ( )
• Tata Kelola Keberlanjutan ( )
• Keamanan dan Privasi Data ( )
• Investasi dan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab ( )
• Manajemen Emisi dan Perubahan Iklim ( )
• Manajemen SDM dan HAM ( )
• Hubungan Masyarakat ( )
4. Mohon berikan saran/usul/komentar anda atas laporan ini.
Nama Lengkap
Pekerjaan
Nama Lembaga/Perusahaan
Golongan Pemangku Kepentingan
Investor Nasabah Pekerja Masyarakat Pemerintah Lainnya
Mohon kirimkan kembali lembar umpan balik kepada
Hendy Bernadi
Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan
Gedung BRI I
Jl. Jenderal Sudirman No. 44-46
Jakarta 10210, Indonesia
Phone : +6221 575 1966
Faksimili : +6221 570 0916
*Dalam laporan sebelumnya, BRI mencatat tidak adanya umpan balik yang diterima sehingga tidak ada tindak lanjut yang dilakukan [G.3]
Names mentioned 78 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Pesan
· Komisaris Utama
p.2 ×26
unresolved
person
Insan BRILiaN
· Direktur Utama
p.2
unresolved
org
Bank BRI
p.4 ×2
unresolved
org
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
p.7 ×2
unresolved
—
GRK
· Direktur Utama
p.8
unresolved
person
Bisnis Mikro
· Direktur
p.10 ×4
unresolved
org
PT Asuransi BRI Life
p.12 ×2
unresolved
org
PT BRI Multifinance
p.12
unresolved
org
PT BRI Danareksa
p.12
unresolved
org
PT BRI Ventura Investama
p.12
unresolved
org
PT BRI Asuransi Indonesia
p.12
unresolved
org
PT KB C
p.12
unresolved
org
PT BRI V
p.12
unresolved
org
PT BRI Manajemen
p.12
unresolved
person
Gabungan Direksi-Dewan
· Komisaris
p.14
unresolved
person
Sustainalytics
· Member
p.19
unresolved
—
Materialit
· Penilai
p.22
unresolved
person
UKO
· Komisaris
p.42
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
p.48
unresolved
person
Kerangka
· Direktur Keuangan
p.59
unresolved
person
SEVP
· Direktur
p.94
unresolved
org
PT Bank Indonesia
p.95 ×2
unresolved
org
Indonesia (Persero) Tbk
p.95 ×18
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik
p.95
unresolved
org
Kementerian BUMN
p.95 ×2
unresolved
org
PT Bersua Utama Negara
p.95
unresolved
org
PT Kaltim
p.96
unresolved
org
PT Cardig
p.96
unresolved
org
Organisasi Merdeka Copper Gold Tbk
p.96
unresolved
org
Bank Bukopin Syariah
p.96
unresolved
person
Bisnis Konsumer
· Direktur
p.97
unresolved
org
PT Bank Tabungan
p.97 ×2
unresolved
org
PT. Prima Bank Rakyat Indonesia
p.97
unresolved
org
Negara (Persero) Tbk
p.97 ×2
unresolved
org
Karya Sarana Sejahtera (Persero) Tbk
p.97
unresolved
org
PT Bank Rakyat Pegadaian (Persero)
p.97
unresolved
person
Retail Funding
· Direktur Keuangan
p.98
unresolved
org
Mandiri (Persero) Tbk.
p.98
unresolved
person
Independensi
· Komisaris
p.99
unresolved
person
BRI
· Komisaris Independen
p.99
unresolved
org
Kementerian Badan Usaha Milik Negara
p.99
unresolved
person
Efektivitas
· Komisaris
p.99
unresolved
person
Proses Nominasi
· Komisaris
p.99
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik Negara
p.99
unresolved
org
Milik Negara
p.99
unresolved
person
Mandat
· Komisaris
p.100
unresolved
person
Keragaman
· Komisaris
p.100
unresolved
—
SKAI
· Komisaris
p.102
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.