Back to announcement
20250219_TRIN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31863753_lamp1.pdf
Other Text extracted TRINSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Jakarta, 19 Februari 2025
Nomor : 011/CORSEC/PTP/II/2025
Kepada Yth,
Bapak I Gede Nyoman Yetna
Direktur Bursa Efek Indonesia
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Lt. 6
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53
Jakarta Selatan 12190
Perihal : Jawaban atas Permintaan Penjelasan Lanjutan
PT Perintis Triniti Properti Tbk
Dengan hormat,
Sehubungan dengan diterimanya surat dari Bursa Efek Indonesia Nomor S-01710/BEI.PP1/02-2025
pada tanggal 17 Februari 2025 Perihal Permintaan Penjelasan Lanjutan PT Perintis Triniti Properti
Tbk (“Perseroan”), bersama ini Kami sampaikan Jawaban atas Permintaan Penjelasan Lanjutan
Perseroan sebagaimana terlampir.
Demikian Kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT Perintis Triniti Properti Tbk
Ishak Chandra
Direktur Utama
Page 2
Permintaan Penjelasan Lanjutan
Merujuk pada surat PT Perseroan nomor 010/CORSEC/PTP/II/2025 tanggal 14 Februari 2025, Bursa
memandang perlu untuk menyampaikan permintaan penjelasan lebih lanjut, sebagai berikut:
1. Merujuk tanggapan nomor 2.c, disebutkan bahwa terdapat pergantian Kontraktor Utama Perseroan
menjadi PT Nusa Cipta Indonesia dimana sebelumnya yaitu PT Totalindo Eka Persada. Agar
dijelaskan latar belakang perubahan kontraktor utama tersebut.
Jawaban:
Latar belakang perubahan kontraktor utama tersebut dikarenakan adanya pengunduran diri dari
PT Totalindo Eka Persada, sehingga Perseroan melakukan tender kembali dan penunjukkan ulang
kontraktor menjadi PT Nusa Cipta Indonesia sebagai kontraktor utama di Proyek Marc’s
Boulevard.
2. Merujuk tanggapan nomor 3.a, disebutkan bahwa Pendapatan real estat per 30 September 2024
berasal dari Penjualan Unit Real Estat Entitas Anak PT Triniti Menara Serpong yaitu sebesar Rp
193,6 Miliar. Agar dijelaskan:
a. Nama dan rincian unit real estat Entitas Anak PT Triniti Menara Serpong yang diakui
pendapatannya per 30 September 2024.
Jawaban:
Nama dan rincian unit real estat Entitas Anak PT Triniti Menara Serpong yang diakui
pendapatannya per 30 September 2024 akan Perseroan sampaikan pada lampiran terpisah
sebagaimana terlampir.
b. Tahun pengembangannya.
Jawaban:
Pembangunan Collins Boulevard dimulai pada tahun 2020 yang diawali dengan pembangunan
Tower I - The Hyde, Collins Boulevard. Kemudian diikuti pada tahun 2022 telah mulai
dilakukan serah terima unit kepada pelanggan secara bertahap.
Selain itu, hingga saat ini untuk Tower II – The Scott, Collins Boulevard masih dalam tahap
pembangunan. Selanjutnya pembangunan Collins Boulevard diperkirakan selesai pada tahun
2026.
c. Dokumentasi unit real estat.
Jawaban:
Saat ini untuk Tower II – The Scott, Collins Boulevard masih dalam pembangunan. Berikut
merupakan progres pembangunan per Januari 2025:
Pengerjaan pengecoran lantai
Page 3
d. Rincian pemenuhan seluruh kriteria pengakuan pendapatan menurut PSAK 72 tentang
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan.
Jawaban:
Kriteria pengakuan pendapatan menurut PSAK 72 tentang Pendapatan dari Kontrak
dengan Pelanggan yaitu unit yang telah selesai pembangunan dan adanya pembayaran lunas
unit.
3. Merujuk tanggapan nomor 3.b, disebutkan bahwa Tidak terdapat transaksi nonkas pada akun uang
muka penjualan maupun akun penjualan. Apakah hal ini berarti Perseroan menyatakan bahwa
seluruh penjualan Perseroan dibayarkan secara kas di periode yang berakhir pada 30 September
2024?
Jawaban:
Penjualan Perseroan tidak seluruhnya dibayarkan secara kas. Terdapat penjualan kredit seperti
cicilan bertahap dan juga KPR. Pada akun uang muka penjualan terdapat beberapa akun seperti
titipan pelanggan atas booking fee dan titipan pelanggan pembayaran DP.
Meskipun tidak ada transaksi nonkas yang tercatat di kedua akun tersebut, bukan berarti tidak ada
penjualan kredit atau jenis transaksi nonkas lainnya. Jika customer membeli dengan metode KPR,
maka hanya DP yang tercatat pada akun “titipan pelanggan pembayaran DP”. Transaksi customer
tersebut belum dicatat sebagai penjualan di akun penjualan sehingga sisa pembayaran belum bisa
dibukukan sebagai Piutang Usaha. Hal ini dikarenakan adanya implementasi PSAK 72, dimana
Perseroan baru dapat membukukan pendapatan penjualan ketika sudah dilakukan serah terima
unit kepada pelanggan.
4. Merujuk tanggapan nomor 4.a, disebutkan bahwa Defisit Arus Kas Operasional disebabkan karena
banyak proyek properti yang masih dalam tahap pembangunan infrastruktur dan juga sebagian
besar customer banyak yang membeli unit properti dengan metode KPR, sehingga pemasukan arus
kas tertunda oleh proses persetujuan KPR dari bank atas customer yang mengajukan KPR. Agar
dijelaskan rata-rata durasi proses persetujuan KPR dari bank atas customer yang mengajukan KPR.
Jawaban:
Customer yang mengajukan KPR akan melalui proses analisa nasabah. Nasabah harus
melampirkan data-data lengkap kepada bank dan bankable agar dapat disetujui untuk KPR. Proses
ini memakan waktu 1-3 bulan.
Setelah customer melakukan akad kredit KPR, maka bank akan mencairkan kepada Perseroan
30% - 50% dari nilai jual rumah dikurangi DP yang sudah dibayar oleh customer. Setelah itu bank
akan mencairkan lagi secara bertahap ke Perseroan sesuai milestone pembangunan seperti tiang
pancang, proses tutup atap dan serah terima unit kepada customer. Proses ini memakan waktu 6 -
12 bulan.
Hal tersebut yang membuat Perseroan mengalami defisit Arus Kas Operasional di fase awal
pembangunan proyek.
Page 4
5. Merujuk tanggapan nomor 6, disebutkan bahwa Strategi Pelunasan Utang Perseroan kepada PT
Multi Garam Pionir (MGP) yang akan jatuh tempo tahun 2026 (1-2 tahun dari sekarang) adalah
dengan meningkatkan penjualan, melakukan efisiensi biaya operasional yang mencakup biaya
pemasaran dan biaya administrasi. Atas hal tersebut:
a. Dengan mempertimbangkan tren arus kas operasional Perseroan selama beberapa tahun
terakhir adalah defisit, agar dijelaskan dasar keyakinan Perseroan bahwa pelunasan utang
tersebut dapat dilakukan dari arus kas operasional.
Jawaban:
Perseroan menyadari bahwa arus kas operasional saat ini masih defisit karena beberapa
proyek masih dalam tahap pembangunan infrastruktur seperti jalan dan show unit. Namun,
Perseroan memiliki keyakinan bahwa pelunasan utang kepada PT Multi Garam Pionir (MGP)
pada tahun 2026 dapat dilakukan dari arus kas operasional.
Perseroan memperkirakan arus kas positif dari operasional akan mulai terlihat pada 1-2 tahun
kedepan dengan asumsi bahwa progres pembangunan proyek berjalan sesuai rencana dan
target penjualan tercapai. Perseroan akan terus memantau dan mengevaluasi proyeksi arus kas
secara berkala untuk memastikan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
pembayaran utang kepada PT MGP.
b. Apabila arus kas operasional tidak memadai untuk memenuhi dana pelunasan, agar dijelaskan
strategi Perseroan.
Jawaban:
Apabila arus kas operasional tidak memadai untuk memenuhi dana pelunasan, maka strategi
Perseroan adalah sebagai berikut:
1) Melakukan financing dari Lembaga Keuangan (Bank)
2) Adanya pinjaman dari Pihak Berelasi
3) Melakukan addendum perjanjian seperti perpanjangan jangka waktu pinjaman.
Names mentioned 10 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna
p.1
unresolved
org
PT Nusa Cipta Indonesia
p.2 ×2
unresolved
org
PT Totalindo Eka Persada. Agar
p.2
unresolved
org
PT Triniti Menara Serpong
p.2 ×3
unresolved
org
PT Multi Garam Pionir
p.4 ×2
unresolved
org
PT MGP.
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.