Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1 OCR 0.945
BTPN Syarian MENARA BTPN | Lantai 12 btn riah, CBD Mega Kuningan JI. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav.5:5-55 Jakarta Selatan - 12950 11622190026 400 16221 2927 2096 Penjelasan atas Laporan Keuangan PT BANK BTPN SYARIAH Tbk. (“Bank”) Konsolidasian Posisi 31 Desember 2024 Kondisi segmen yang dilayani Bank pasca Pandemi Covid-19 masih mengalami banyak tantangan. Bank terus berupaya untuk selektif dalam menyalurkan pembiayaan serta terus memberikan program pendampingan yang semakin intensif ke masyarakat inklusi. Disamping itu Bank juga melakukan banyak upaya perbaikan di internal dan juga penyemangatan para nasabah untuk terus melakukan 4 perilaku Unggul: Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu (BDKS). Dengan kondisi-kondisi internal dan eksternal yang disebutkan di atas, kinerja dapat terjaga dengan pencapaian Total Aset PT BANK BTPN SYARIAH Tbk pada tanggal 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp 21,7 triliun, mengalami kenaikan (pertumbuhan positif) sebesar Rp 312,2 miliar atau 1,464 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp 21,4 triliun. Adapun perubahan penting pada pos-pos neraca selama periode tersebut adalah sebagai berikut: 1. Giro dan Penempatan pada BI Giro dan Penempatan pada BI pada posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 1,7 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp 905,9 miliar atau sebesar 118,796 dibandingkan posisi 31 Desember 2023 sebesar Rp 763,4 miliar. Kenaikan tersebut dikarenakan bertambahnya penempatan Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (FASBIS). 2. Giro pada Bank Lain Giro pada bank lain pada posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 5 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 2,1 miliar atau sebesar 30,496 dibandingkan posisi 31 Desember 2023 sebesar Rp 7,1 miliar. Penurunan tersebut dikarenakan adanya pemakaian saldo giro pada bank lain untuk kepentingan operasional Bank dan investasi pada aktiva yang lebih produktif. 3. Piutang Murabahah Piutang murabahah gross posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 9,6 triliun mengalami penurunan sebesar Rp 1,7 triliun atau sebesar 15,1996 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 sebesar Rp 11,4 triliun. Hal ini disebabkan Bank lebih selektif dalam memberikan pembiayaan kepada nasabah, yakni nasabah yang menunjukkan perilaku BDKS (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu), hal ini sejalan dengan fokus Bank pada kualitas pembiayaan. 4. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Piutang Murabahah CKPN piutang murabahah posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 924,2 miliar mengalami penurunan Rp 289,3 miliar atau sebesar 23,896 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 sebesar Rp 1,2 triliun. Hal ini sejalan dengan berakhirnya pemberian relaksasi pembiayaan kepada nasabah yang terdampak Covid-19 pada Maret 2024 ini. Bank telah melakukan hapus buku atas pembiayaan nasabah yang terdampak Covid-19. Dimana Bank di akhir tahun lalu telah melakukan pencadangan yang memadai untuk portfolio Covid-19 tersebut. - up www.btpnsyariah.com Ts
Page 2 OCR 0.938
tr ria hg 5. Piutang Oardh Piutang gardh gross posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 64 juta mengalami penurunan sebesar Rp 466 juta atau sebesar 87,94 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 sebesar Rp 530 juta. Hal ini disebabkan adanya pembayaran dan pelunasan atas piutang gardh tersebut. 6. Pembiayaan Musyarakah Pembiayaan musyarakah gross posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 530,6 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 510,9 miliar atau sebesar 2.597,54 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 sebesar Rp 19,7 miliar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan penyaluran pembiayaan kepada nasabah dengan akad Musyarakah. 7. Aset Lain-lain Aset lain-lain pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 17,8 miliar mengalami penurunan sebesar 49,84 atau Rp 17,7 miliar dibandingkan posisi 31 Desember 2023 sebesar Rp 35,5 miliar. Hal ini disebabkan adanya penyelesaian uang muka pengadaan barang Non-IT dan penurunan tagihan lainnya. 8. Liabilitas Segera Liabilitas segera pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 23 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 6,4 miliar atau 21,84 dibandingkan posisi 31 Desember 2023 yaitu Rp 29,3 miliar. Hal ini disebabkan adanya penurunan kewajiban yang telah jatuh tempo kepada pihak ketiga dan kewajiban segera lainnya. 9. Utang Pajak Utang Pajak pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 30,6 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 20,3 miliar atau 4096 dibandingkan posisi 31 Desember 2023 yaitu Rp 50,9 miliar. Hal ini sesuai dengan perhitungan penghasilan kena pajak tahun 2024. 10. Surat Berharga yang Diterbitkan Surat berharga yang diterbitkan pada 31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 200 miliar atau 100 dibandingkan posisi 31 Desember 2023. Kenaikan ini dikarenakan adanya penerbitan surat berharga dalam bentuk SIMA sebagai pendukung penghimpunan dana. 11. Liabilitas Sewa Liabilitas sewa pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 25,3 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 28,5 miliar atau 5396 dibandingkan posisi 31 Desember 2023 yaitu Rp 53,8 miliar. Hal ini disebabkan adanya penurunan kewajiban sewa guna usaha karena perubahan harga sewa. d Tn kr www.btpnsyariah.com Es
Page 3 OCR 0.943
btp iah, 12. Liabilitas Lain-lain Liabilitas lain-lain pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 88,9 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 26,3 miliar atau 42X dibandingkan posisi 31 Desember 2023 yaitu Rp 62,6 miliar. Hal ini disebabkan adanya kewajiban asuransi dan lainnya. 13. Dana Syirkah Temporer Dana syirkah temporer pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 9,6 triliun mengalami penurunan sebesar Rp 321,5 miliar atau 3,296 dibandingkan posisi 31 Desember 2023 yaitu Rp 9,9 triliun. Disisi lain tabungan mengalami kenaikan sebesar Rp 86,7 miliar tetapi deposito mengalami penurunan sebesar Rp 408,1 miliar. Penurunan Dana Syirkah Temporer pada triwulan keempat tahun 2024, sesuai dengan strategi Bank untuk menjaga pendanaan sesuai strategi growth pembiayaan. Bank senantiasa menjaga kinerja yang cukup optimal dan stabil. 14. Ekuitas Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 9,3 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp 539,5 miliar atau sebesar 6,24 dibandingkan dengan periode 31 Desember 2023 sebesar Rp 8,8 triliun. Peningkatan ekuitas ini karena adanya pertumbuhan modal secara organik berupa penambahan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 1,1 triliun dan pembayaran dividen gross sebesar Rp 540,4 miliar. d p KY www.btpnsyariah.com Ns
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
p.1
unresolved
org
Bank Indonesia
p.1
unresolved
org
Bank Lain Giro
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.