Skip to content
Back to announcement

20250207_BWPT_Laporan Informasi dan Fakta Material_31860831_lamp1.pdf

Other Text extracted BWPT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 21

Page 1
                                                                 INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS
OTORITAS JASA KEUANGAN ("OJK") TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI
TAMBAHAN RINGKAS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI MERUPAKAN PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS PROSPEKTUS YANG SEBELUMNYA DITERBITKAN OLEH PERSEROAN SEHUBUNGAN DENGAN
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN DAN SELURUH PERUBAHAN YANG BERSIFAT MATERIAL TELAH DIMUAT DALAM INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI.
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN
PIHAK YANG KOMPETEN.
PT EAGLE HIGH PLANTATIONS TBK (“PERSEROAN”) DAN PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA ATAU
LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM INFORMASI TAMBAHAN.
PENAWARAN UMUM INI MERUPAKAN PENAWARAN EFEK BERSIFAT UTANG TAHAP KE-2 DARI PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN EFEK BERSIFAT UTANG YANG TELAH MENJADI EFEKTIF.




                                                             PT EAGLE HIGH PLANTATIONS Tbk
                                                                       Kegiatan Usaha Utama:
                                             Perkebunan dan Industri Kelapa Sawit melalui Perseroan dan Perusahaan Anak


                                     KANTOR PUSAT:                                                                        KANTOR CABANG:
                                   Rajawali Place Lt. 28                                    Per 30 September 2024, Perseroan memiliki 1 Kantor Pusat dan 4 Kantor Cabang
                              Jl. HR. Rasuna Said, Kav. B/4                                      yang berlokasi di Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, dan Jayapura.
                                       Jakarta 12910
                                   Tel: (021) 8665 8828
                       Website: www.eaglehighplantations.com
                       Email: corsec@eaglehighplantations.com

                                                      PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
                                               OBLIGASI BERKELANJUTAN I EAGLE HIGH PLANTATIONS
      DENGAN TARGET DANA YANG DIHIMPUN SEBANYAK-BANYAKNYA SEBESAR RP400.000.000.000 (EMPAT RATUS MILIAR RUPIAH) (“OBLIGASI BERKELANJUTAN I”)
                                Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I tersebut, Perseroan telah menerbitkan :
                                        OBLIGASI BERKELANJUTAN I EAGLE HIGH PLANTATIONS TAHAP I TAHUN 2024
              DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR RP61.845.000.000 (ENAM PULUH SATU MILIAR DELAPAN RATUS EMPAT PULUH LIMA JUTA RUPIAH)
                       Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I tersebut, Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan:
                                         OBLIGASI BERKELANJUTAN I EAGLE HIGH PLANTATIONS TAHAP II TAHUN 2025
                    DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBANYAK-BANYAKNYA SEBESAR RP50.000.000.000 (LIMA PULUH MILIAR RUPIAH) (“OBLIGASI”)
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari nilai Pokok Obligasi. Obligasi ini dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment)
sebesar Rp27.000.000.000 (dua puluh tujuh miliar Rupiah) yang terdiri dalam 2 (dua) seri, yaitu:
     Seri A          : Jumlah Pokok Obligasi Seri A sebesar Rp21.500.000.000 (dua puluh satu miliar lima ratus juta Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% (sembilan
                         koma tujuh lima persen) per tahun dengan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi; dan
     Seri B          : Jumlah Pokok Obligasi Seri B sebesar Rp5.500.000.000 (lima miliar lima ratus juta Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,00% (sebelas koma nol
                         nol persen) per tahun dengan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan sejak Tanggal Emisi.
Sisa dari Jumlah Pokok Obligasi yang ditawarkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp23.000.000.000 (dua puluh tiga miliar Rupiah) akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best
effort). Bila jumlah dalam penjaminan kesanggupan terbaik (best effort) tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka atas sisa yang tidak terjual tersebut tidak menjadi kewajiban
Perseroan untuk menerbitkan Obligasi tersebut.
Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak Tanggal Emisi, dimana pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 26 Mei 2025, sedangkan Bunga
Obligasi terakhir sekaligus dengan pelunasan Obligasi akan dibayarkan pada tanggal 6 Maret 2026 untuk Obligasi Seri A dan tanggal 26 Februari 2028 untuk Obligasi Seri B.
Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% (seratus persen) dari Pokok Obligasi pada saat tanggal jatuh tempo.
                 OBLIGASI BERKELANJUTAN I EAGLE HIGH PLANTATIONS TAHAP III DAN TAHAP SELANJUTNYA (JIKA ADA) AKAN DITENTUKAN KEMUDIAN
                                                              PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
OBLIGASI INI TIDAK DIJAMIN DENGAN JAMINAN KHUSUS, TETAPI DIJAMIN DENGAN SELURUH HARTA KEKAYAAN PERSEROAN BAIK BARANG BERGERAK MAUPUN BARANG
TIDAK BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI MENJADI JAMINAN BAGI PEMEGANG OBLIGASI INI SESUAI D ENGAN KETENTUAN
DALAM PASAL 1131 DAN 1132 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA. HAK PEMEGANG OBLIGASI ADALAH PARIPASSU TANPA HAK PREFEREN DENGAN HAK-HAK
KREDITUR PERSEROAN LAINNYA BAIK YANG ADA SEKARANG MAUPUN DI KEMUDIAN HARI, KECUALI HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN YANG DIJAMIN SECARA KHUSUS DENGAN
KEKAYAAN PERSEROAN BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DIKEMUDIAN HARI.

PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DENGAN KETENTUAN PEMBELIAN OBLIGASI KEMBALI DENGAN HARGA PASAR DIMANA PELAKSANAAN
PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DILAKUKAN MELALUI BURSA EFEK ATAU DI LUAR BURSA EFEK DAN BARU DAPAT DILAKUKAN 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN.
PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI TIDAK DAPAT DILAKUKAN APABILA HAL TERSEBUT MENGAKIBATKAN PERSEROAN TIDAK DAPAT MEMENUHI KETENTUAN-KETENTUAN DI
DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN DAN APABILA PERSEROAN MELAKUKAN KELALAIAN (WANPRESTASI) SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PERJANJIAN
PERWALIAMANATAN, KECUALI TELAH MEMPEROLEH PERSETUJUAN RUPO. PERSEROAN MEMPUNYAI HAK UNTUK MEMBERLAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI TERSEBUT UNTUK
DIPERGUNAKAN SEBAGAI PELUNASAN OBLIGASI BERKELANJUTAN I EAGLE HIGH PLANTATIONS TAHAP II TAHUN 2025 ATAU UNTUK DISIMPAN DENGAN MEMPERHATIKAN
KETENTUAN DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU.

PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI DAN DIDAFTARKAN ATAS NAMA KSEI DAN AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK EL EKTRONIK YANG
DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI.
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO FLUKTUASI HARGA MINYAK KELAPA SAWIT. HARGA CPO SAAT INI DIPENGARUHI OLEH BEBERAPA FAKTOR
ANTARA LAIN PENAWARAN DAN PERMINTAAN CPO DAN MINYAK NABATI LAINNYA, TINGKAT PRODUKSI MINYAK NABATI LAINNYA, HARGA DARI MINYAK NABATI LAINNYA,
PENGGUNAAN BIOFUEL DAN HARGA BAHAN BAKAR FOSIL SERTA KONDISI PERUBAHAN IKLIM DAN PENGARUH ALAM LAINNYA, PERKEMBANGAN EKONOMI GLOBAL PADA
UMUMNYA; DAN PERMINTAAN DARI SEKTOR-SEKTOR BARU SEPERTI BIOFUEL. HAL INI DAPAT MEMPENGARUHI JUMLAH PRODUKSI DAN PERMINTAAN TERHADAP CPO ITU
SENDIRI YANG BERDAMPAK TERHADAP HARGA TANDAN BUAH SEGAR (TBS) DAN HARGA CPO SECARA GLOBAL.
RISIKO YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH RISIKO TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI YANG
ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG.

                   DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN OBLIGASI DARI:
                                                  PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA (“PEFINDO”):

                                                                                        idA-
                                                                                 (Single A Minus)

              KETERANGAN MENGENAI HASIL PEMERINGKATAN DAPAT DILIHAT PADA BAB I PERIHAL PENAWARAN UMUM DI DALAM INFORMASI TAMBAHAN
                                OBLIGASI YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN PADA BURSA EFEK INDONESIA
    PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI YANG NAMANYA TERCANTUM DI BAWAH INI MENJAMIN DENGAN KESANGGUPAN PENUH (FULL COMMITMENT) DAN
                                    KESANGGUPAN TERBAIK (BEST EFFORT) TERHADAP PENAWARAN UMUM OBLIGASI INI.
                                           PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN PENJAMIN EMISI OBLIGASI




                                                        PT Indo Premier Sekuritas             PT KB Valbury Sekuritas

                                                                                WALI AMANAT
                                                              PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk

                                               Informasi Tambahan Ringkas ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 7 Februari 2025
Page 2
                                                            JADWAL

 Tanggal Efektif                                                                            :                       28 Juni 2024
 Masa Penawaran Umum                                                                        :              18 - 21 Februari 2025
 Tanggal Penjatahan                                                                         :                   24 Februari 2025
 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan                                                        :                   26 Februari 2025
 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik                                              :                   26 Februari 2025
 Tanggal Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia                                               :                   27 Februari 2025

                                            PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN

NAMA OBLIGASI

“Obligasi Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap II Tahun 2025”.

JENIS OBLIGASI

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai
bukti utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi ini didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang
Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan Pemegang Obligasi dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya Sertifikat
Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis yang
diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening.

HARGA PENAWARAN OBLIGASI

Harga Penawaran Obligasi ini adalah 100% (seratus persen) dari Jumlah Pokok Obligasi.

JUMLAH POKOK OBLIGASI, BUNGA OBLIGASI DAN JATUH TEMPO OBLIGASI

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari nilai Pokok Obligasi. Obligasi ini
dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment) sebesar Rp27.000.000.000 (dua puluh tujuh miliar Rupiah) yang terdiri
dalam 2 (dua) seri, yaitu:

 Seri A      :   Jumlah Pokok Obligasi Seri A sebesar Rp21.500.000.000 (dua puluh satu miliar lima ratus juta Rupiah) dengan
                 tingkat bunga tetap sebesar 9,75% (sembilan koma tujuh lima persen) per tahun dengan jangka waktu 370 (tiga
                 ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi; dan
 Seri B      :   Jumlah Pokok Obligasi Seri B sebesar Rp5.500.000.000 (lima miliar lima ratus juta Rupiah) dengan tingkat bunga
                 tetap sebesar 11,00% (sebelas koma nol nol persen) per tahun dengan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan
                 sejak Tanggal Emisi.

Sisa dari Jumlah Pokok Obligasi yang ditawarkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp23.000.000.000 (dua puluh tiga miliar Rupiah)
akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort). Bila jumlah dalam penjaminan kesanggupan terbaik (best effort) tidak
terjual sebagian atau seluruhnya, maka atas sisa yang tidak terjual tersebut tidak menjadi kewajiban Perseroan untuk menerbit
kan Obligasi tersebut.

Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak Tanggal Emisi, dimana pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan
pada tanggal 26 Mei 2025, sedangkan Bunga Obligasi terakhir sekaligus dengan pelunasan Obligasi akan dibayarkan pada tanggal
6 Maret 2026 untuk Obligasi Seri A dan tanggal 26 Februari 2028 untuk Obligasi Seri B. Pembayaran Obligasi dilakukan secara
penuh (bullet payment) sebesar 100% (seratus persen) dari Pokok Obligasi pada saat tanggal jatuh tempo.

Dalam hal Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi jatuh pada hari yang bukan Hari Kerja, maka Bunga Obligasi dibayar pada Hari
Kerja sesudahnya tanpa dikenakan Denda. Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal
yang dihitung berdasarkan jumlah Hari Kalender yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam
puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender.

Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki
oleh Pemegang Obligasi, dengan memperhatikan Sertifikat Jumbo Obligasi dan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan.

Jadwal pembayaran Pokok dan Bunga untuk Obligasi adalah sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah ini:

                 Bunga Ke-                                   Seri A                                     Seri B
                     1.                                   26 Mei 2025                                26 Mei 2025
                     2.                                 26 Agustus 2025                            26 Agustus 2025
                     3.                                26 November 2025                           26 November 2025
                     4.                                   6 Maret 2026                             26 Februari 2026
                     5.                                        -                                     26 Mei 2026
                     6.                                        -                                   26 Agustus 2026
                     7.                                        -                                  26 November 2026
                     8.                                        -                                   26 Februari 2027


                                                                1
Page 3
                     9.                                         -                                   26 Mei 2027
                     10.                                        -                                 26 Agustus 2027
                     11.                                        -                                26 November 2027
                     12.                                        -                                 26 Februari 2028


OBLIGASI MERUPAKAN BUKTI UTANG

Berdasarkan pernyataan Perseroan yang berlaku sejak Tanggal Emisi, semua Obligasi merupakan bukti bahwa Perseroan secara
sah dan mengikat berhutang kepada Pemegang Obligasi sejumlah Pokok Obligasi yang disebut dalam Sertifikat Jumbo Obligasi
ditambah dengan Bunga Obligasi dan Denda (jika ada) yang wajib dibayar oleh Perseroan berdasarkan Perjanjian
Perwaliamanatan dan Perjanjian Agen Pembayaran. Obligasi tersebut merupakan bagian penting dan tidak dapat dipisahkan dari
Perjanjian Perwaliamanatan.

Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh Pemegang Rekening dan
diadministrasikan oleh KSEI berdasarkan Perjanjian Pembukaan Rekening Efek yang ditandatangani Pemegang Obligasi dan
Pemegang Rekening. Konfirmasi Tertulis tersebut tidak dapat dialihkan atau diperdagangkan.

PENDAFTARAN OBLIGASI DI KSEI

Obligasi didaftarkan pada KSEI berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI yang dibuat di bawah tangan bermeterai
cukup, dengan memperhatikan ketentuan di bidang Pasar Modal dan ketentuan KSEI yang berlaku. Obligasi diterbitkan tanpa
warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk
kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening.

PENARIKAN OBLIGASI

Penarikan Obligasi dari Rekening Efek hanya dapat dilakukan dengan pemindahbukuan ke Rekening Efek lainnya. Penarikan
Obligasi keluar dari Rekening Efek untuk dikonversikan menjadi sertifikat obligasi tidak dapat dilakukan, kecuali apabila terjadi
pembatalan pendaftaran Obligasi di KSEI atas permintaan Perseroan atau Wali Amanat dengan memperhatikan peraturan
perundang-undangan yang berlaku di Pasar Modal.

PENGALIHAN OBLIGASI

Hak kepemilikan Obligasi beralih dengan pemindahbukuan Obligasi dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya. Perseroan,
Wali Amanat dan Agen Pembayaran memberlakukan Pemegang Rekening selaku Pemegang Obligasi yang sah dalam
hubungannya untuk menerima pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi dan hak-hak lain yang
berhubungan dengan Obligasi.

SATUAN PEMINDAHBUKUAN OBLIGASI

Satuan pemindahbukuan berarti satuan jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dari satu rekening efek ke rekening efek
lainnya. Satuan pemindahbukuan Obligasi mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara (suara dikeluarkan dengan tertulis
dan ditandatangani dengan menyebutkan nomor KTUR, kecuali Wali Amanat memutuskan lain) yaitu Rp1,- (satu Rupiah) atau
kelipatannya.

SATUAN PERDAGANGAN OBLIGASI

Perdagangan Obligasi dilakukan di Bursa Efek dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagaimana ditentukan dalam peraturan
Bursa Efek. Satuan perdagangan Obligasi di Bursa Efek dilakukan dengan nilai sebesar Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) dan/atau
kelipatannya.

JAMINAN OBLIGASI

Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan baik barang bergerak
maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari menjadi jaminan bagi Pemegang
Obligasi ini sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.

Hak pemegang Obligasi adalah pari passu tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lainnya baik yang ada sekarang
maupun di kemudian hari, kecuali hak-hak kreditur Perseroan yang dijamin secara khusus dengan kekayaan Perseroan baik yang
telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari.

PERPAJAKAN

Keterangan mengenai perpajakan terkait dengan penerbitan Obligasi ini diuraikan dalam Bab VIII Informasi Tambahan.

PELUNASAN POKOK DAN PEMBAYARAN BUNGA OBLIGASI

Pelunasan Pokok Obligasi dan pembayaran Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh Perseroan melalui KSEI selaku Agen Pembayaran
atas nama Perseroan sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran
kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening sesuai dengan jadwal waktu pembayaran Bunga Obligasi dan Pokok
Obligasi sebagaimana yang telah ditentukan. Bilamana tanggal pembayaran jatuh pada hari yang bukan Hari Kerja, maka
pembayaran akan dilakukan pada Hari Kerja berikutnya.


                                                               2
Page 4
PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK)

Pembelian kembali (buyback) untuk sebagian atau seluruh Obligasi adalah 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan, Perseroan
dapat melakukan pembelian kembali untuk sebagian atau seluruh Obligasi sebelum Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi. Perseroan
mempunyai hak untuk memberlakukan pembelian kembali tersebut untuk dipergunakan sebagai pelunasan Obligasi atau untuk
kemudian dijual kembali dengan harga pasar dengan memperhatikan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PENYISIHAN DANA PELUNASAN OBLIGASI (SINKING FUND)

Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan Obligasi ini dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan
penggunaan dana hasil Emisi Obligasi.

HASIL PEMERINGKATAN
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 7/POJK.04/2017 tanggal 14 Maret 2017 tentang Dokumen Pernyataan Pendaftaran Dalam
Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk, Peraturan OJK No. 36/POJK.04/2014 dan
Peraturan OJK No. 49/POJK.04/2020, dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan
dari Pefindo sesuai dengan Surat No.RC-501/PEF-DIR/IV/2024 tanggal 17 April 2024 perihal Sertifikat Pemeringkatan atas Obligasi
Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahun 2024 Periode 16 April 2024 sampai dengan 1 April 2025, yang telah ditegaskan
kembali berdasarkan Surat No. RTG-413/PEF-DIR/XII/2024 tanggal 18 Desember 2024 perihal Surat Keterangan Peringkat atas
Obligasi Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap II Tahun 2025 yang diterbitkan melalui rencana Penawaran Umum
Berkelanjutan (PUB), dengan peringkat:

                                                              idA-
                                                       (Single A Minus)

Hasil pemeringkatan Obligasi di atas berlaku untuk periode 16 April 2024 sampai dengan 1 April 2025.

Perseroan dengan tegas menyatakan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), baik
langsung maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan dalam UUP2SK. Sesuai dengan Peraturan OJK No. 49/POJK.04/2020,
Perseroan wajib menyampaikan Peringkat Tahunan atas Obligasi kepada OJK paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah
berakhirnya masa berlaku peringkat terakhir sampai Perseroan telah menyelesaikan seluruh kewajiban yang terkait dengan
Obligasi yang diterbitkan.

HAK SENIORITAS ATAS UTANG

Pemegang Obligasi tidak mempunyai hak untuk didahulukan dan hak Pemegang Obligasi adalah paripassu tanpa hak preferen
dengan hak-hak kreditur Perseroan lainnya, baik yang ada sekarang maupun yang akan ada dikemudian hari, kecuali hak-hak
kreditur Perseroan yang dijamin secara khusus dengan kekayaan Perseroan baik yang telah ada maupun yang akan ada,
sebagaimana ditentukan dalam Pasal 11 Perjanjian Perwaliamanatan.

PEMBATASAN-PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PERSEROAN

Keterangan mengenai pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban Perseroan dapat dilihat pada Bab I Informasi
Tambahan.

HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI

1.   Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar
     Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi kecuali ditentukan lain oleh
     KSEI. sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi dalam waktu 4 (empat)
     Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, pembeli Obligasi yang menerima pengalihan Obligasi tersebut
     tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang bersangkutan, kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai
     dengan ketentuan KSEI yang berlaku.
2.   Apabila pada tanggal pembayaran imbalan jasa Wali Amanat sebagaimana dimaksud pada Pasal 4.1 Perjanjian
     Perwaliamanatan ini, ternyata Perseroan lalai melakukan pembayaran, maka Perseroan wajib membayar jumlah yang wajib
     dibayar tersebut ditambah denda sebesar 1% (satu persen). Denda tersebut dihitung berdasarkan jumlah Hari Kalender
     yang lewat sampai dengan pelunasan efektif kewajiban-kewajiban pembayaran imbalan jasa tersebut, dengan perhitungan
     1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender
3.   Pelunasan Pokok Obligasi dan pembayaran Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh Perseroan melalui KSEI selaku Agen
     Pembayaran atas nama Perseroan sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Agen
     Pembayaran kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening sesuai dengan jadwal waktu pembayaran Bunga
     Obligasi dan Pokok Obligasi sebagaimana yang telah ditentukan. Bilamana tanggal pembayaran jatuh pada hari yang bukan
     Hari Kerja, maka pembayaran akan dilakukan pada Hari Kerja berikutnya.

KELALAIAN PERSEROAN

Keterangan mengenai Kelalaian Perseroan dapat dilihat pada Bab I Informasi Tambahan.

RAPAT UMUM PEMEGANG OBLIGASI (RUPO)

Keterangan mengenai Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dapat dilihat pada Bab I Informasi Tambahan.



                                                              3
Page 5
IKHTISAR EFEK BERSIFAT UTANG

Sampai dengan Informasi Tambahan diterbitkan, Efek bersifat utang yang belum dilunasi oleh Perseroan adalah sebagai berikut:

                                 Jumlah Pokok          Bunga tetap         Jangka        Jatuh Tempo           Peringkat
        Keterangan
                                   (dalam Rp)          tahunan (%)         Waktu
 Obligasi Berkelanjutan I
     Tahap I                     61.845.000.000           9,75%            370 hari       20 Juli 2025     idA- dari Pefindo

WALI AMANAT

Perseroan telah menunjuk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk sebagai Wali Amanat dalam penerbitan
Obligasi ini sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan yang dibuat antara Perseroan dengan
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

Alamat Wali Amanat adalah sebagai berikut:

                                 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk
                                                         Divisi Treasury
                                              Grup Kustodian dan Wali Amanat
                                                  Gedung T Tower Lantai 17
                                                    Jl. Gatot Subroto No 93
                                                 Kel. Pancoran, Kec. Pancoran
                                                     Jakarta Selatan 12780
                                                      Tel: (021) 26966553,
                                           E-mail : trustee_custody@bankbjb.co.id
                              Untuk perhatian : Divisi Treasury, Grup Kustodian dan Wali Amanat

Perseroan tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk yang bertindak
sebagai Wali Amanat.


                            PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENAWARAN UMUM

Dana yang diperoleh Perseroan dari hasil Penawaran Umum Obligasi, setelah dikurangi dengan biaya-biaya Emisi, seluruhnya
akan digunakan oleh Perseroan untuk pendanaan modal kerja berupa pembelian tandan buah segar, crude palm oil dan pupuk.

Dalam hal dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum tidak mencukupi, maka Perseroan akan menggunakan sumber dana
lain berupa kas internal yang dimilikinya guna membiayai rencana penggunaan dana sebagaimana disebutkan di atas.

Keterangan lebih lengkap mengenai Penggunaan Dana dapat dilihat pada Bab II Informasi Tambahan.

                                                    PERNYATAAN UTANG

Pada tanggal 30 September 2024, Perseroan mempunyai saldo liabilitas sebesar Rp7.500,6 miliar yang terdiri dari saldo liabilitas
jangka pendek dan liabilitas jangka panjang masing-masing sebesar Rp3.009,0 miliar dan Rp4.491,6 miliar.

Utang yang akan jatuh tempo dalam 3 (tiga) bulan sejak diterbitkannya Informasi Tambahan adalah sebesar Rp191,8 miliar.

Keterangan lebih lengkap mengenai Pernyataan Utang dapat dilihat pada Bab III Informasi Tambahan.

                                             IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING

Informasi keuangan konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada
tanggal 30 September 2024 dan 2023 yang disajikan pada tabel di bawah ini diambil dari laporan keuangan konsolidasian
interim Perseroan dan Perusahaan Anak untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024
(tidak diaudit).

Informasi keuangan konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 dan 2022 yang disajikan dalam tabel di bawah ini diambil dari laporan keuangan konsolidasian Perseroan
untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mirawati
Sensi Idris (Member of Moore Global Network Limited), sebagaimana tercantum dalam laporan auditor independen No.
00703/2.1090/AU.1/01/0155-2/1/VI/2024 dengan opini wajar tanpa modifikasian yang ditandatangani oleh Maria
Leckzinska pada tanggal 12 Juni 2024.




                                                               4
Page 6
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

                                                                                                 (dalam jutaan Rupiah)
                                              30 September                         31 Desember
                 Keterangan
                                                  2024*               2023                            2022
 ASET
 Aset Lancar
 Kas dan bank                                             45.001                 27.378                         108.876
 Piutang usaha                                            31.298                 32.137                          41.005
 Piutang plasma                                          350.755                334.925                         314.222
 Piutang lain-lain                                        16.924                 10.008                          13.553
 Persediaan                                              238.173                214.132                         484.150
 Pajak dibayar dimuka                                     38.643                 64.951                          86.849
 Biaya dibayar dimuka                                    117.905                119.427                         129.240
 Uang muka kepada pemasok
    - pihak ketiga                                       132.907                126.236                         165.711
 Aset biologis                                           291.000                286.700                         292.957
 Aset lancar lain-lain                                    82.240                 84.115                         247.206
 Jumlah Aset Lancar                                    1.344.846              1.300.009                       1.883.769

 Aset Tidak Lancar
 Tanaman produktif
   Tanaman menghasilkan                                2.708.357              2.942.089                       3.944.232
   Tanaman belum menghasilkan                             18.923                 18.923                          16.815
   Pembibitan                                             52.715                 75.137                          66.585
 Aset tetap                                            3.238.850              3.198.863                       3.487.975
 Goodwill dan aset tak berwujud
   lainnya - bersih                                      960.361                960.589                         981.327
 Aset pajak tangguhan                                  1.319.892              1.432.193                       1.378.197
 Aset tidak lancar lainnya                               224.089                255.707                         464.668
 Jumlah Aset Tidak Lancar                              8.523.187              8.883.501                      10.339.799
 JUMLAH ASET                                           9.868.033             10.183.510                      12.223.568

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 Liabilitas Jangka Pendek
 Utang bank jangka pendek                                300.795                393.718                         442.100
 Utang usaha
    Pihak berelasi                                        11.180                  6.962                           3.531
    Pihak ketiga                                         596.986                697.933                         711.759
 Utang Obligasi                                           61.037                      -                               -
 Utang lembaga keuangan bukan bank
    jangka pendek                                        277.849                261.657                         400.934
 Uang muka diterima - pihak ketiga                       197.506                124.242                         241.040
 Utang pajak                                             237.940                242.754                         238.135
 Beban akrual                                             82.960                103.110                         225.311
 Bagian liabilitas jangka panjang yang akan
    jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
       Utang bank                                        688.268              1.122.593                         641.300
       Utang lembaga keuangan bukan bank                  12.765                  6.469                           4.893
       Liabilitas sewa                                    46.270                 58.725                          42.535
 Liabilitas jangka pendek lain-lain                      495.480                494.922                         442.754
 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                       3.009.036              3.513.085                       3.394.292

 Liabilitas Jangka Panjang
 Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                     22.519              20.859                          32.034
 Liabiitas jangka panjang - setelah
    dikurangi bagian yang akan jatuh
    tempo dalam waktu satu tahun:
       Utang bank                                      3.066.069              3.019.033                       5.446.485
       Liabilitas sewa                                    27.374                 48.950                          76.286
       Utang lembaga keuangan bukan bank                 185.253                196.853                           4.598
 Liabilitas pajak tangguhan                              708.905                711.730                         711.730
 Uang muka setoran modal                                 220.000                220.000                         220.000
 Liabilitas jangka panjang lain-lain                     261.450                261.450                         288.500
 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                      4.491.570              4.478.875                       6.779.633
 JUMLAH LIABILITAS                                     7.500.606              7.991.960                      10.173.925

 EKUITAS
 Ekuitas yang dapat diatribusikan
    kepada Pemilik Entitas Induk
 Modal saham                                           3.152.529              3.152.529                       3.152.529
 Saham treasuri                                          (40.292)               (40.292)                        (22.363)
 Tambahan modal disetor                                4.015.083              4.015.083                       4.007.764
 Selisih nilai transaksi dengan kepentingan
    non-pengendali                                      (241.141)              (241.141)                       (241.141)
 Rugi komprehensif lain                                 (383.254)              (373.981)                       (366.528)
 Defisit                                              (4.150.889)            (4.329.883)                     (4.506.908)
  Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
    Kepada Pemilik Entitas Induk                       2.352.036              2.182.315                       2.023.353
 Kepentingan Non-pengendali                               15.391                  9.235                          26.290
 Jumlah Ekuitas                                        2.367.427              2.191.550                       2.049.643


                                                             5
Page 7
                                                                                                                                   (dalam jutaan Rupiah)
                                                           30 September                                            31 Desember
                  Keterangan
                                                               2024*                              2023                                  2022
 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                       9.868.033                            10.183.510                           12.223.568



LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN

                                                                                                                                 (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                    30 September                                31 Desember
                             Keterangan
                                                                               2024*           2023*                       2023             2022
 PENDAPATAN USAHA                                                               2.932.488       3.218.407                  4.204.612         4.574.124
 BEBAN POKOK PENJUALAN                                                          2.060.440       2.459.926                  3.147.466         3.542.668
 LABA KOTOR                                                                       872.048         758.481                  1.057.146         1.031.456
 BEBAN USAHA
 Penjualan                                                                         78.380                101.941            132.719              157.900
 Umum dan administrasi                                                            190.627                169.958            220.961              212.449
 Jumlah beban usaha                                                               269.007                271.899            353.680              370.349
 LABA USAHA                                                                       603.041                486.582            703.466              661.107
 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
 Keuntungan (kerugian) dari perubahan
    nilai wajar aset biologis                                                       4.300                6.802                13.771               35.486
 Beban bunga dan keuangan                                                       (348.834)            (412.966)             (564.138)            (581.611)
 Keuntungan (kerugian) selisih kurs mata uang
    asing - bersih                                                                    117                  (72)                  252                  (38)
 Pendapatan bunga                                                                   2.724                5.394                 6.936                6.708
 Rugi penjualan Entitas Anak                                                            -            (214.467)             (214.468)            (220.272)
 Lain-lain - bersih                                                                35.483               26.838              (69.972)             (16.310)
 Beban lain-lain - bersih                                                       (306.210)            (588.471)             (827.619)            (776.037)
 RUGI SEBELUM PAJAK                                                               296.831            (101.889)             (124.153)            (114.930)
 MANFAAT (BEBAN) PAJAK - BERSIH                                                 (111.681)              206.188               284.123              127.565
 LABA (RUGI) PERIODE/TAHUN BERJALAN                                               185.150              104.299               159.970               12.635

 PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
 Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
 Pengukuran kembali liabilitas program imbalan pasti                                      -                    -               2.328                 4.870
 Beban pajak terkait pos-pos yang tidak akan direklasifikasi                              -                    -               (512)               (1.071)
                                                                                          -                    -               1.816                 3.799
 Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
    dari kegiatan usaha luar negeri                                                (9.273)                     -             (9.269)               (9.269)
 JUMLAH PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF
    PERIODE/TAHUN BERJALAN                                                        175.877                104.299            152.517                 7.165
 LABA (RUGI) PERIODE/TAHUN BERJALAN PER SAHAM
    Dasar (dalam Rupiah penuh)                                                        5,75                  3,81                 5,68                0,55


RASIO KEUANGAN

                                                                                   30 September                            31 Desember
                                Keterangan
                                                                                       2024                         2023                    2022
 Pertumbuhan (%)
 Pendapatan                                                                                    (8,9)1)                     (8,1)                     55,7
 EBITDA                                                                                        10,51)                        1,8                     37,2
 Laba kotor                                                                                    15,01)                        2,5                     65,0
 Laba (rugi) bersih tahun berjalan                                                             77,51)                   1.166,1                      n/a3)
 Aset                                                                                          (3,1)2)                    (16,7)                       1,5
 Liabilitas                                                                                    (6,1)2)                    (21,4)                       1,9
 Ekuitas                                                                                         8,02)                       6,9                     (0,4)
 Rasio Usaha (%)
 Laba (rugi) bersih tahun berjalan / total aset                                                  2,5                         1,6                      0,1
 Laba (rugi) bersih tahun berjalan / total ekuitas                                              10,4                         7,3                      0,6
 EBITDA / Pendapatan                                                                            31,7                        26,7                     24,1
 Laba kotor / Pendapatan                                                                        29,7                        25,1                     22,5
 Laba (rugi) bersih tahun berjalan / Pendapatan                                                  6,3                         3,8                      0,3
 Rasio Keuangan (x)
 Jumlah aset lancar/ liabilitas lancar (current ratio)                                            0,4                        0,4                      0,6
 Jumlah liabilitas/ Jumlah Ekuitas                                                                3,2                        3,6                      5,0
 Jumlah liabilitas/ Jumlah Aset                                                                   0,8                        0,8                      0,8
 Interest coverage ratio4)                                                                        2,7                        2,0                      1,9
 Debt service coverage ratio5)                                                                    1,0                        0,5                      0,5
 Interest-bearing debt to equity ratio6)                                                          2,0                        2,3                      3,5
1)    Dihitung dengan membandingkan periode yang sama pada tahun 2023.
2)    Dihitung dengan membandingkan posisi pada tanggal 31 Desember 2023.
3)    Untuk periode yang sama pada 31 Desember 2021, Perseroan membukukan rugi bersih tahun berjalan.
4)    Interest coverage ratio = EBITDA/ beban bunga dan keuangan.
5)    Debt service coverage ratio = EBITDA/ jumlah utang berbunga(utang bank jangka pendek + utang lembaga keuangan bukan bank jangka pendek + liabilitas
      sewa).
6)    Interest-bearing debt to equity ratio = Jumlah utang berbunga (utang bank + utang lembaga keuangan bukan bank + liabilitas sewa)/ jumlah ekuitas.




                                                                           6
Page 8
Keterangan lebih lengkap mengenai Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan dapat dilihat pada Bab IV Informasi Tambahan.

                                       ANALIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN

Analisis dan pembahasan kondisi keuangan serta hasil operasi Perseroan dalam bab ini harus dibaca bersama-sama dengan
“Ikhtisar Data Keuangan Penting” dan laporan keuangan Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan yang tidak tercantum
dalam Informasi Tambahan. Analisis dan pembahasan oleh manajemen yang disajikan di bawah ini disusun berdasarkan laporan
keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024, 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022.
Analisis dan pembahasan yang disajikan dalam bab ini merupakan tambahan informasi dari analisis dan pembahasan yang
terdapat pada Prospektus Obligasi Berkelanjutan I Tahap I.

Laporan keuangan disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Pembahasan dalam bab ini dapat
mengandung pernyataan yang menggambarkan keadaan di masa mendatang (forward looking statement) dan merefleksikan
pandangan Perseroan saat ini berkenaan dengan peristiwa dan kinerja keuangan di masa mendatang yang hasil aktualnya dapat
berbeda secara material sebagai akibat dari faktor-faktor yang telah diuraikan dalam Bab VI mengenai Faktor Risiko yang
terdapat pada Prospektus Obligasi Berkelanjutan I Tahap I.

Sebagai akibat dari pembulatan, penyajian jumlah beberapa informasi keuangan berikut ini dapat sedikit berbeda dengan
penjumlahan yang dilakukan secara aritmatik.

1.   ANALISIS LAPORAN LABA RUGI

Pendapatan

Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dibandingkan dengan periode 9 (sembilan) bulan
yang berakhir pada tanggal 30 September 2023

Pendapatan Perseroan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 adalah Rp2.932,4 miliar,
menurun sebesar 8,9% atau Rp369,5 miliar periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 sebesar
Rp3.218,4 miliar. Penurunan pendapatan disebabkan oleh penurunan 1 (satu) pabrik kelapa sawit (PKS) dan penurunan volume
pembelian buah luar karena Perseroan selektif dalam hal kualitas dan harga buah guna fokus pada profitabilitas Perseroan.
Meskipun jumlah volume buah yang diolah mengalami penurunan, Perseroan melakukan mitigasi dengan cara optimalisasi
tingkat ekstraksi PKS sehingga OER tercatat meningkat sebesar 4% year-on-year (YoY) menjadi 23,6% dari sebelumnya 22,7% dan
KER tercatat meningkat sebesar 6% YoY menjadi 4,4% dari sebelumnya 4,2% .

Disisi lain, Perseroan juga melakukan inisiasi ekspansi bisnis trade pembelian CPO sehingga sampai dengan 30 september 2024,
total aktivitas trade CPO tercatat mencapai sekitar 20.000 MT atau setara + Rp400,0 miliar yang berkontribusi langsung terhadap
total pendapatan Perseroan. Volume penjualan CPO dan PK sampai dengan 30 September 2024 masing-masing sebanyak 222.580
MT dan 34.795 MT.

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022

Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah Rp4.204,6 miliar, menurun sebesar
Rp369,5 miliar dibandingkan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp4.574,1 miliar. Penurunan
pendapatan Perseroan disebabkan oleh menurunnya harga jual rata-rata CPO sebesar Rp1.077 per kilogram, atau -8,9%
dibandingkan tahun sebelumnya, dari Rp12.092 per kilogram untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 menjadi
Rp11.015 per kilogram untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

Walaupun demikian, volume penjualan CPO Perseroan mengalami peningkatan sebanyak 12.975 ton, dari sebanyak 334.252 ton
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 menjadi 347.227 ton untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023. Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan volume penjualan dengan menerapkan strategi penjualan
yang efektif dan efisien, sehingga dapat mempertahankan kinerja pendapatan Perseroan di tengah penurunan harga jual rata-
rata CPO di pasar.

Laba Kotor

Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dibandingkan dengan periode 9 (sembilan) bulan
yang berakhir pada tanggal 30 September 2023

Laba kotor untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 adalah Rp872,0 miliar, meningkat
sebesar 15,0% atau Rp113,5 miliar dibandingkan periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023
sebesar Rp758,4 miliar. Kenaikan laba kotor disebabkan karena Perseroan berhasil meningkatkan efisiensi biaya operasional
sehingga beban pokok penjualan turun sebesar 16% YoY menjadi Rp2.060,4 miliar dari Rp2.459,9 miliar.

Penurunan biaya pembelian tandan buah segar tersebut ditengarai oleh peningkatan pertumbuhan FFB yield/ Ha (imbal hasil
tandan buah segar per hektar) Perseroan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024

                                                              7
Page 9
sebesar 5,0% dibandingkan periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023. Strategi lainnya dimana
Perseroan konsisten dalam pemeliharaan tanaman yang baik berdampak positif dalam pengendalian biaya dan peningkatan
produktivitas perseroan dalam 9 (sembilan) bulan terakhir, sehingga rasio laba kotor terhadap penjualan perseroan meningkat
menjadi 29,74% dari sebelumnya 25,14% pada posisi 31 Desember 2023.

Beberapa faktor yang juga mendorong penurunan beban pokok penjualan adalah penurunan harga pupuk yang signifikan pada
tahun 2024 dan efisiensi dari biaya pemeliharaan kebun dikarenakan kondisi tanaman yang sehat berkat konsistensi Perseroan
dalam melakukan pemeliharaan pada tahun-tahun sebelumnya. Apalagi didukung oleh sistem digitalisasi dan mekanisasi yang
telah diimplementasikan pada seluruh kegiatan operasional Perseroan.

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022

Laba kotor untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah Rp1.057,1 miliar, meningkat sebesar Rp25,6 miliar
atau 2,49% dibandingkan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp1.031,4 miliar. Kenaikan laba kotor
Perseroan disebabkan oleh menurunnya komponen biaya pembelian tandan buah segar pada beban pokok penjualan sebesar
Rp432,1 miliar, dari sebesar Rp1.472,8 miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 menjadi Rp1.040,7
miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

Penurunan biaya pembelian tandan buah segar didukung oleh peningkatan pertumbuhan FFB yield/ Ha Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar 34,0% dibandingkan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022,
serta upaya Perseroan yang menerapkan strategi efisiensi dalam aktivitas operasionalnya. Adapun upaya efisiensi yang dilakukan
Perseroan meliputi manajemen pembelian tandan buah segar secara tepat sesuai kebutuhan produksi dan menjaga nilai
pembelian tandan buah segar tetap kompetitif dan menguntungkan.

Laba Periode Berjalan

Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dibandingkan dengan periode 9 (sembilan) bulan
yang berakhir pada tanggal 30 September 2023

Laba periode berjalan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada 30 September 2024 adalah Rp185,1 miliar, meningkat
sebesar Rp80,8 miliar atau 77,5% dibandingkan dengan periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada 30 September 2023
sebesar Rp104,2 miliar. Kenaikan laba periode berjalan Perseroan didukung oleh penurunan beban bunga sebesar 15,5% dari
sebesar Rp412,9 miliar untuk periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 menjadi Rp348,8 miliar
untuk periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dikarenakan komitmen Perseroan dalam
penurunan pinjaman bank secara berkelanjutan. Disamping itu, peningkatan laba juga didukung oleh penurunan komponen
beban penjualan pada beban usaha sebesar 23,1% atau Rp23,5 miliar, dari Rp101,9 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada 30 September 2023 menjadi Rp78,3 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada 30 September
2024.

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022

Laba periode berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah Rp159,9 miliar, meningkat sebesar
1.166,1% atau Rp147,3 miliar dibandingkan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp12,6 miliar. Kenaikan
laba periode berjalan Perseroan seiring dengan menurunnya komponen beban penjualan pada beban usaha sebesar 15,9% atau
Rp25,1 miliar, dari Rp157,9 miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 menjadi Rp132,7 miliar untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023. Volume penjualan CPO Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 mengalami kenaikan, namun Perseroan mencatatkan penurunan beban penjualan pada periode yang sama,
kondisi ini mencerminkan bahwa upaya efisiensi yang dilakukan Perseroan tetap efektif dalam upayanya untuk meningkatkan
profitabilitas.

Perseroan mencatatkan manfaat pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp284,1
miliar, meningkat 122,7% atau Rp156,5 miliar dibandingkan jumlah manfaat pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp127,5 miliar.

2.   ASET, LIABILITAS DAN EKUITAS

Jumlah Aset

Saldo pada tanggal 30 September 2024 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2023

Jumlah aset Perseroan pada tanggal 30 September 2024 adalah Rp9.868,0 miliar, menurun sebesar 3,1% atau Rp315,4 miliar
dibandingkan jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp10.183,5 miliar. Penurunan jumlah aset
Perseroan pada tanggal 30 September 2024 disebabkan oleh penurunan jumlah aset tidak lancar sebesar 4,1% atau Rp360,3

                                                              8
Page 10
miliar dibandingkan pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan jumlah aset tidak lancar tersebut di-offset dengan kenaikan
jumlah aset lancar sebesar 3,4% atau Rp44,8 miliar sebagaimana dijelaskan dibawah ini.

Saldo pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2022

Jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah Rp10.183,5 miliar, menurun sebesar 16,7% atau Rp2.040,0 miliar
dibandingkan jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp12.223,5 miliar. Penurunan jumlah aset
Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 disebabkan oleh penurunan jumlah aset lancar dan jumlah aset tidak lancar masing-
masing sebesar 3,4% dan 31,0% atau Rp583,7 miliar dan Rp1.456,2 miliar dibandingkan pada tanggal 31 Desember 2022
sebagaimana yang dijelaskan di bawah ini.

Aset Lancar

Saldo pada tanggal 30 September 2024 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2023

Jumlah aset lancar Perseroan pada tanggal 30 September 2024 adalah Rp1.344,8 miliar, meningkat sebesar 3,4% atau Rp44,8
miliar dibandingkan dengan 31 Desember 2023 sebesar Rp1.300,0 miliar. Faktor utama yang mendorong kenaikan jumlah aset
lancar pada tanggal 30 September 2024 terutama karena kenaikan saldo kas dan bank sebesar 64,4% atau Rp17,6 miliar dan
kenaikan piutang plasma sebesar 11,2% atau Rp24,0 miliar.

Saldo kas dan bank tercatat meningkat dikarenakan profitabilitas Perseroan yang terus meningkat dan didukung oleh iklim usaha
yang positif dimana harga komoditas minyak sawit stabil tinggi yaitu diatas Rp 11 juta per ton CPO. Sementara itu peningkatan
saldo persediaan dikarenakan pada akhir periode 30 September 2024 dikarenakan sedang dalam proses loading CPO.

Saldo pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2022

Jumlah aset lancar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah Rp1.300,0 miliar, menurun sebesar 31,0% atau Rp583,7
miliar dibandingkan dengan 31 Desember 2022 sebesar Rp1.883,7 miliar. Faktor utama penurunan jumlah aset lancar pada
tanggal 31 Desember 2023 seiring dengan upaya Perseroan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional yang telah
dilakukan melalui upaya meningkatkan perputaran penjualan sehingga jumlah persediaan dan piutang usaha Perseroan
menurun, serta hanya menjaga jumlah nilai persediaan minimum. Dengan demikian, Perseroan dapat mengurangi kebutuhan
modal kerja yang tinggi. Penurunan persediaan barang jadi Perseroan disebabkan oleh keberhasilan Perseroan dalam
meningkatkan efektivitas rantai pasokan persediaan barang jadi sekaligus untuk mitigasi risiko penurunan kualitas CPO.

Atas beberapa upaya tersebut di atas, Perseroan mencatatkan efisiensi kebutuhan modal kerja pada tanggal 31 Desember 2023
yang tercermin dari jumlah persediaan, aset lancar lain-lain, dan uang muka kepada pemasok pihak ketiga yang masing-masing
menurun sebesar 55,8%, 66,0%, dan 23,8% atau Rp270,0 miliar, Rp163,0 miliar, dan Rp39,4 miliar dibandingkan pada tanggal 31
Desember 2022.

Aset Tidak Lancar

Saldo pada tanggal 30 September 2024 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2023

Jumlah aset tidak lancar Perseroan pada tanggal 30 September 2024 tercatat sebesar Rp8.523,1 miliar, mengalami penurunan
sebesar 4,1% atau Rp360,3 miliar dibandingkan dengan 31 Desember 2023 sebesar Rp8.883,5 miliar. Penurunan ini disebabkan
oleh tanaman menghasilkan yang diamortisasi sebesar Rp233,7 miliar, serta penurunan aset pajak tangguhan sebesar Rp112,3
miliar dalam hal ini sejalan dengan meningkatnya laba periode berjalan Perseroan sebesar 77,5% dibandingkan periode 9
(sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023, yang memungkinkan Perseroan untuk memanfaatkan pajak
tangguhan tersebut.

Saldo pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2022

Jumlah aset tidak lancar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah Rp8.883,5 miliar, menurun sebesar 14,1% atau
Rp1.456,2 miliar dibandingkan pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp10.339,7 miliar. Penurunan jumlah aset tidak lancar
seiring dengan penurunan liabilitas tidak lancar sebesar 21,4% atau Rp2.300,7 miliar karena Perseroan melakukan rasionalisasi
aset.

Jumlah Liabilitas

Saldo pada tanggal 30 September 2024 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2023

Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal 30 September 2024 adalah Rp7.500,6 miliar, menurun sebesar 6,1% atau Rp491,3 miliar
dibandingkan dengan 31 Desember 2023 sebesar Rp7.991,9 miliar. Penurunan jumlah liabilitas Perseroan disebabkan oleh
penurunan jumlah liabilitas jangka pendek sebesar 14,3% atau Rp504,0 miliar, dan liabilitas jangka panjang yang tercatat hanya

                                                              9
Page 11
naik sebesar 0,3% atau sebesar Rp12,6 miliar sehingga secara total liabilitas tercatat menurun dan dengan penurunan liabilitas
tersebut menunjukan bahwa posisi laporan keuangan perseroan semakin sehat. Penjelasan lebih lanjut untuk liabilitas jangka
pendek dan jangka panjang dijelaskan pada bagian bawah ini.

Saldo pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2022

Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah Rp7.991,9 miliar, menurun sebesar 21,4% atau Rp2.181,9
miliar dibandingkan dengan 31 Desember 2022 sebesar Rp10.173,9 miliar. Penurunan jumlah liabilitas Perseroan disebabkan
oleh penurunan jumlah liabilitas jangka panjang sebesar 33,9% atau Rp2.300,7 miliar sebagaimana dijelaskan dibawah ini.

Liabilitas Jangka Pendek

Saldo pada tanggal 30 September 2024 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2023

Jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan pada tanggal 30 September 2024 adalah Rp3.009,0 miliar, menurun sebesar 14,3%
atau Rp504,0 miliar dibandingkan pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp3.513,0 miliar. Penurunan jumlah liabilitas jangka
pendek Perseroan disebabkan oleh penurunan bagian liabilitas jangka panjang dari utang bank yang akan jatuh tempo dalam
waktu satu tahun sebesar 38,7% atau Rp434,3 miliar. Hal ini merupakan salah satu upaya Perseroan dalam melakukan efisiensi
terhadap liabilitas jangka pendek sebagai komitmen untuk mencapai tingkat leverage yang lebih sehat. Perseroan selalu menjaga
likuiditas dalam rangka memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Saldo pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2022

Jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah Rp3.513,0 miliar, meningkat sebesar 3,5% atau
Rp118,7 miliar dibandingkan pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp3.394,2 miliar. Kenaikan jumlah liabilitas jangka pendek
Perseroan disebabkan oleh peningkatan bagian liabilitas jangka panjang dari utang bank yang akan jatuh tempo dalam waktu
satu tahun sebesar 75,0% atau Rp481,2 miliar. Perseroan selalu menjaga likuiditas dalam rangka memenuhi kewajiban jangka
pendeknya.

Liabilitas Jangka Panjang

Saldo pada tanggal 30 September 2024 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2023

Jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan pada tanggal 30 September 2024 adalah Rp4.491,5 miliar, meningkat sebesar 0,3%
atau Rp12,6 miliar dibandingkan pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp4.478,8 miliar. Kenaikan jumlah liabilitas jangka
panjang disebabkan oleh kenaikan utang bank yang telah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun
sebesar 1,6% atau Rp47,0 miliar. Perseroan selalu menjaga likuiditas dalam rangka memenuhi kewajiban liabilitas jangka
panjangnya.

Saldo pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2022

Jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah Rp4.478,8 miliar, menurun sebesar 33,9%
atau Rp2.300,7 miliar dibandingkan pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp6.779,6 miliar. Penurunan jumlah liabilitas jangka
panjang merupakan komitmen Perseroan untuk mencapai tingkat leverage yang lebih sehat. Perseroan selalu menjaga likuiditas
dalam rangka memenuhi kewajiban liabilitas jangka panjangnya.

Jumlah Ekuitas

Saldo pada tanggal 30 September 2024 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2023

Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 30 September 2024 adalah Rp2.367,4 miliar, meningkat sebesar 8,0% atau Rp175,8 miliar
dibandingkan pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp2.191,5 miliar. Peningkatan jumlah ekuitas Perseroan utamanya
disebabkan oleh peningkatan profitabilitas operasional Perseroan pada tanggal 30 September 2024.

Saldo pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2022

Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah Rp2.191,5 miliar, meningkat sebesar 6,9% atau Rp141,9 miliar
dibandingkan pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp2.049,6 miliar. Peningkatan jumlah ekuitas Perseroan utamanya
disebabkan oleh peningkatan profitabilitas operasional Perseroan pada tahun 2023.

Keterangan lebih lengkap mengenai Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan dapat dilihat pada Bab V Informasi Tambahan.




                                                             10
Page 12
                          KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Manajemen Perseroan menyatakan bahwa tidak ada kejadian penting yang mempunyai dampak material terhadap keadaan
keuangan dan hasil usaha Perseroan yang terjadi setelah tanggal laporan keuangan Perseroan untuk periode 9 (sembilan) bulan
yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 sampai dengan tanggal Informasi Tambahan diterbitkan.

          KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA

A.   RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN

Perseroan didirikan dengan nama “PT Bumi Perdana Prima International” sebagaimana termaktub dalam akta Pendirian
Perseroan Terbatas PT Bumi Perdana Prima International No. 13, tanggal 6 November 2000, yang dibuat di hadapan Paulus
Widodo Sugeng Haryono, S.H., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. C-25665 HT.01.01.TH.2000, tanggal 22 Desember 2000 dan telah
didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat No. 5252/BH.09.05/IX/2002, tanggal 12 September 2002,
serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 68, tanggal 26 Agustus 2003, Tambahan No. 7449 (untuk
selanjutnya disebut “Akta Pendirian”).

Pada tanggal 27 Oktober 2009, Perseroan mencatatkan sebanyak 1.211.009.000 (satu miliar dua ratus sebelas juta sembilan ribu)
saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) untuk setiap saham di BEI dan ditawarkan kepada
masyarakat dengan harga penawaran Rp550,- (lima ratus lima puluh Rupiah) setiap sahamnya. Jumlah seluruh nilai Penawaran
Umum Perdana Saham adalah sebesar Rp666.054.950.000,- (enam ratus enam puluh enam miliar lima puluh empat juta sembilan
ratus lima puluh ribu Rupiah) ("Penawaran Umum Perdana").

Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan terakhir dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat
Perubahan Anggaran Dasar PT Eagle High Plantations Tbk. No. 2, tanggal 8 Mei 2023 yang dibuat di hadapan Novita Puspitarini,
S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, yang telah disetujui oleh Menkumham berdasarkan Surat Persetujuan
Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas No. AHU-AH.01.03-0062468, tanggal 11 Mei 2023, serta telah didaftarkan dalam
Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0086522.AH.01.11.Tahun 2023, tanggal 11 Mei 2023 ("Akta No. 2/2023").

Anggaran Dasar Perseroan yang berlaku adalah sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Eagle High
Plantations Tbk. No. 61, tanggal 30 Agustus 2021 yang dibuat di hadapan Muhammad Hanafi, S.H., Notaris di Kota Jakarta Selatan
dan telah diterima pemberitahuannya oleh Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran
Dasar No. AHU-AH.01.03-0444896, tanggal 7 September 2021 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-
0151874.AH.01.11.Tahun 2021, tanggal 7 September 2021 ("Akta No. 61/2021") jo. Akta No. 2/2023. Anggaran Dasar Perseroan
telah disesuaikan dengan (i) Peraturan No. IX.J.1; (ii) Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2017; (iii) Peraturan OJK No.
15/POJK.04/2020; dan (iv) Peraturan OJK No. 16/POJK.04/2020.

Berdasarkan ketentuan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan sebagaimana termaktub dalam Akta No. 61/2021, maksud dan tujuan
Perseroan adalah berusaha di bidang Industri dan Pertanian.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
a. Menjalankan usaha di bidang industri, antara lain:
   - memproduksi minyak sawit (CPO) dan inti sawit;
   - memasarkan hasil industri minyak sawit (CPO) dan inti sawit;
   - melakukan diversifikasi produk di dalam lingkup industri pengolahan.
b. Menjalankan usaha-usaha di bidang pertanian dan perkebunan, terutama perkebunan kelapa sawit.

Adapun kegiatan usaha yang saat ini benar-benar dijalankan oleh Perseroan dan Perusahaan Anak adalah dalam bidang
perkebunan kelapa sawit, memproduksi dan memasarkan CPO dan inti sawit.

B.   STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSUNAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN

Perkembangan struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sejak Perseroan melakukan penerbitan Obligasi
Berkelanjutan I Tahap I sampai dengan tanggal Informasi Tambahan diterbitkan adalah sebagai berikut:

Tahun 2024

Sebagaimana termaktub dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Saham tertanggal 31 Januari 2025, yang diterbitkan oleh
PT BSR Indonesia selaku Biro Administrasi Efek Perseroan, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah
sebagai berikut:

                                                                                 Nilai Nominal Saham            Persentase
               Pemegang Saham                         Jumlah Saham
                                                                                        (Rp100,-)                   (%)
 Modal Dasar                                             50.000.000.000                  5.000.000.000.000,-
 Modal Ditempatkan/Disetor:
  1. PT Rajawali Capital International                   11.886.121.516                1.188.612.151.600,-            37,70
  2. FIC Properties SDN BHD                              11.664.357.670                1.166.435.767.000,-            37,00
  3. Kepemilikan masyarakat di bawah 5%                   7.559.205.714                  755.920.571.400,-            23,98
  4. Henderi                                                 10.000.000                    1.000.000.000,-             0,03
  5. Yeoh Lean Khai                                           2.683.300                      268.330.000,-             0,01
  6. Saham treasuri                                         402.922.800                   40.292.280.000,-             1,28
 Jumlah Modal Disetor Dan Ditempatkan                    31.525.291.000                3.152.529.100.000,-           100,00

                                                             11
Page 13
                                                                                                 Nilai Nominal Saham              Persentase
                     Pemegang Saham                              Jumlah Saham
                                                                                                        (Rp100,-)                     (%)
 Saham Dalam Portepel                                                18.474.709.000                      1.847.470.900.000,-

C.        PENGURUSAN DAN PENGAWASAN

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT Eagle High Plantation No. 2, tanggal 8 Mei 2023
yang dibuat di hadapan Novita Puspitarini, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan yang telah diterima
pemberitahuannya oleh Menkumham berdasarkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-
0062468, tanggal 11 Mei 2023, dan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0116320, tanggal
11 Mei 2023, serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0086522.AH.01.11.Tahun 2023, tanggal 11 Mei
2023, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut:

 Dewan Komisaris
 Komisaris Utama                                    :   Abed Nego
 Komisaris Independen                               :   Yohanes Wahyu Saronto
 Komisaris                                          :   Mohammad Prianto

 Direksi
 Direktur Utama                                     :   Henderi
 Direktur                                           :   Andrew Haryono
 Direktur                                           :   Yeoh Lean Khai

D.        KETERANGAN MENGENAI PERUSAHAAN ANAK

Pada tanggal Informasi Tambahan Ringkas ini diterbitkan, Perseroan memiliki Perusahaan Anak yang mempunyai kontribusi 10%
atau lebih dari pendapatan Perseroan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024:

              Nama                        Kegiatan          Status                         Kepemi-       Tahun       Kontribusi    Kontribusi
 No                       Domisili                                          Pendirian
            Perusahaan                     Usaha          Operasional                        likan     Penyertaan      Aset*      Pendapatan*
     1.         BLP       Jakarta          Bidang         Beroperasi          15            99,9%         2007         18,9%         29,5%
                          Selatan        pertanian,                        November
                                          industri,                          1989
                                       perdagangan,
                                       pengangkutan
                                            dan
                                       pergudangan
     2.        BHL        Jakarta          Bidang          Beroperasi           1           99,9%             2007     12,9%         21,2%
                          Selatan        pertanian,                            Maret
                                          industri,                            1991
                                       perdagangan,
                                       pengangkutan
                                            dan
                                       pergudangan
     3.        JMS        Jakarta          Bidang          Beroperasi           28         95,0%              2014     20,1%         31,7%
                          Selatan        pertanian,                            Mei
                                          industri,                            2004
                                       perdagangan,
                                       pengangkutan
                                            dan
                                       pergudangan
     4.        STP        Jakarta          Bidang          Beroperasi          11           95,0%             2014     12,1%         29,4%
                                         pertanian,                        September
                                          industri,                           1997
                                       perdagangan,
                                       pengangkutan
                                            dan
                                       pergudangan

*Kontribusi aset dan pendapatan Perusahaan Anak dihitung berdasarkan Laporan Keuangan per 30 September 2024


E.        KEGIATAN USAHA SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN DAN PERUSAHAAN ANAK

Perseroan didirikan pada tanggal 6 November 2000. Pada tanggal 27 Oktober 2009, saham Perseroan telah tercatat dan
diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (IDX) dengan kode saham BWPT. Sesuai dengan anggaran dasar perseroan Pasal 3
dijelaskan bahwa perseroan memiliki maksud dan tujuan dalam bidang industri dan pertanian, dengan melaksanakan kegiatan
usaha antara lain (1) memproduksi minyak kelapa sawit (crude palm oil/ ”CPO”) dan inti sawit (palm kernel oil/ ”PK”) (2)
memasarkan hasil industri CPO dan PK (3) melaksanakan diversifikasi produk di dalam lingkup industri pengolahan.

 1.       KEGIATAN USAHA PERSEROAN

Perseroan adalah sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit Indonesia dengan profil usia perkebunan yang menarik. Per
tanggal 30 September 2024, seluruh tanaman perseroan merupakan tanaman menghasilkan dengan rata-rata usia tanaman
sekitar 17 tahun dan sebagian besar tanaman kelapa sawit Perseroan dalam usia prima untuk menghasilkan produksi yang


                                                                          12
Page 14
optimum pada beberapa tahun ke depan. Kegiatan usaha utama Perseroan adalah mengembangkan, membudidayakan dan
memanen TBS dari tanaman kelapa sawit serta mengekstraksi CPO dan PK.

Per tanggal 30 September 2024, Perseroan memiliki dua puluh empat anak usaha perkebunan kelapa sawit yang memiliki hak
atas tanah dengan total luas area sekitar 87.000 hektar. Lokasi perkebunan Perseroan tersebar pada 6 provinsi di Indonesia yaitu
Kalimantan Timur tertanam sekitar 24%, Kalimantan Selatan tertanam sekitar 26%, Kalimantan Tengah tertanam sekitar 31%,
Kalimantan Barat tertanam sekitar 4%, Sumatera Barat tertanam sekitar 2% dan Papua tertanam sekitar 13%.

Perkebunan Perseroan memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena sebagian besar kebun merupakan satu hamparan sawit yang
menyatu sehingga menjadi keunggulan kompetitif Perseroan.

Selain itu, Perseroan memiliki fasilitas berupa 7 (tujuh) PKS dengan total kapasitas pengolahan TBS sebesar 370 ton per jam atau
sekitar 2.220.000 ton per tahun, 4 bulking dan tangki penyimpanan CPO dengan kapasitas total sebesar 94.000 ton.

Dalam rangka mengoptimalisasi sumber daya, Perseroan memanfaatkan sisa hasil pengolahan pabrik kelapa sawit dan/atau
produk turunannya menjadi sumber energi terbarukan menggunakan limbah hasil pengolahan.

Produk Perseroan

Produk utama Perseroan adalah TBS, CPO dan PK yang mana sebagian dari produk Perseroan tersebut telah tersertifikasi
Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sehingga dapat ditelusuri sumber pasokan (traceability) serta dalam proses usahanya
Perseroan telah memperhatikan praktik agronomi yang berkelanjutan (sustainable). Pada tahun 2024, Perseroan berhasil
mencapai peringkat ke-23 global dan peringkat ke-4 perusahaan sawit dengan skor 81,4% dalam penilaian Sustainability Policy
Transparency Toolkit (SPOTT) dari total 100 produsen, pengolah dan pedagang minyak.

Selain itu, Perseroan juga berhasil memperoleh sertifikasi RSPO dan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) yang keduanya berlaku
sampai tahun 2028. Seluas 75% dari keseluruhan area perkebunan dan 86% dari total pabrik kelapa sawit telah memperoleh
sertifikasi, dengan rincian 3 dari 7 pabrik kelapa sawit dan 37 ribu Ha luas area tanam Perseroan telah bersertifikasi RSPO. Selain
itu, 6 dari 7 pabrik kelapa sawit dan 64 ribu Ha luas area tanam Perseroan telah bersertifikasi ISPO.

2.   PROSPEK USAHA

Demand minyak sawit yang Terus Meningkat

Konsumsi minyak sawit masih menjadi peringkat pertama pada tanggal 30 Juni 2024.




                                                     Sumber: Oil World 2024

Disamping itu, terjadi pertumbuhan penduduk pada negara - negara konsumen terbesar CPO dunia, yaitu India, Cina, Pakistan
dan Indonesia. Hal ini mendorong peningkatan pada konsumsi bahan pangan, energi dan kebutuhan sehari-hari.




                                                                13
Page 15
                                 Grafik Pertumbuhan Penduduk Negara Konsumen Terbesar CPO
                                                                                                                         (dalam jutaan)
                                                                                         1.670
                                                                                    1.612
                                                                               1.515
                                                                          1.396                          1.4111.402
                                                                                                                   1.360
                                                                                                                        1.291




                           323 368
               227
                     274                  272 292 308 316




                     Pakistan                   Indonesia                        India                        Tiongkok

                                                    2020      2030        2040    2050


                                                           Sumber: World Bank

Dari sisi export minyak nabati pada grafik dibawah, dapat dilihat bahwa ekspor minyak sawit adalah yang tertinggi dibandingkan
dengan minyak nabati lainnya.



                           Ekspor Minyak Nabati Dunia                                      Konsumsi Biofuel Dunia


                                                                                                                                (dalam jutaan ton)


                                                                                                                                                225
                                                                                                                                  204     208
                                                                                                                          197
                                                                                               181           179   185
                                                                                         171           170




                                                                                      2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024* 2025F 2030F



                            Sumber: Oil World                                                        Sumber: Statista

Konsumsi biofuel dunia juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2024, konsumsi biofuel sebesar 204
juta ton dan diperkirakan mencapai 225 juta ton pada tahun 2030.

Sejak berakhirnya pandemi COVID-19 pada akhir tahun 2021, dari tahun 2022 hingga saat ini prospek usaha sawit cukup baik
dimana harga CPO stabil dan cukup tinggi. Konsumsi akan terus meningkat yang disebabkan peningkatan konsumsi biodiesel,
oleochemical dan makanan.

Supply yang Terus Menurun

Terjadi penurunan supply minyak sawit yang dikarenakan turunnya produktivitas di Indonesia dan Malaysia sebagai 2 produsen
CPO terbesar yang mendominasi 84% produksi CPO dunia. Hal ini dikarenakan: tidak berjalannya program replanting (30%
perkebunan kelapa sawit di Malaysia telah berusia 19 tahun), penanaman baru sangat lambat, kekurangan tenaga kerja,
peningkatan biaya produksi serta tantangan keberlanjutan dan sertifikasi.




                                                                     14
Page 16
              Penurunan Produktivitas CPO yield/hektar             Produksi Negara Penghasil Sawit Stagnan




                         Sumber: Oil World                                      Sumber: Oil World

Produksi tahun 2023 meningkat hanya karena harga CPO yang tinggi mendorong industri untuk meningkatkan produktivitas
tanaman yang ada saat ini.

Produksi CPO Global

                                         Production (mn Ton)                                 Yield (T/ha)
        Negara
                             2025F        2024F        2023         2022        2025F       2024F       2023      2022
 Indonesia                 49           48,2         48,43        46,82        3,37        3,36        3,42       3,36
 Malaysia                  19,3         18,96        18,55        18,45        3,82        3,75        3,64       3,59
 Thailand                  3,30         3,20         3,31         3,24         3,08        3,05        3,21       3,27
 Amerika (C & S)           6,32         5,98         5,95         5,65         3,36        3,27        3,40       3,35
 Afrika                    3,84         3,67         3,58         3,47         1,96        1,92        1,93       1,93
 Negara lain               1,90         1,81         1,77         1,79         2,35        2,32        2,33       2,49
 Total Global              83,66        81,82        81,59        79,42        3,30        3,27        3,31       3,27
Sumber: Oil World 2024

Produksi sawit di Indonesia diperkirakan akan menurun setelah tahun 2023 dikarenakan usia tanaman sawit yang semakin tua
dan Indonesia dihadapkan pada moratorium pembukaan lahan baru sawit dan peremajaan sawit rakyat yang tidak berjalan
dengan lancar.

                                             Kondisi Perkebunan di Indonesia




                                                     Sumber: GAPKI

Berdasarkan data GAPKI tahun 2024 bahwa 50% dari total tanaman kelapa sawit saat ini telah memasuki usia tidak produktif
(declining stage), sementara program smallholder’s replanting yang digiatkan oleh pemerintah tidak berjalan sesuai dengan
target yang ditetapkan sehingga terjadi defisit supply. Dengan permintaan produk CPO yang terus meningkat sedangkan supply
yang terus menurun, maka perseroan cukup optimis bahwa prospek harga untuk produk CPO kedepannya akan stabil tinggi.




                                                             15
Page 17
                                            Program Replanting Sangat Lambat




                                                        Sumber: GAPKI

Per Desember 2024, harga CPO spot melambung ke harga 1.159 USD/MT dibandingkan dengan harga 810 USD/MT pada awal
tahun 2024. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
    1. Perkiraan penurunan hasil produksi FFB karena usia perkebunan kelapa sawit di Malaysia dan Indonesia sudah tua;
    2. Dampak dari perubahan iklim seperti fenomena cuaca El-Nino dan La-Nina yang berpengaruh pada produktivitas kelapa
        sawit dunia termasuk di Indonesia maupun Malaysia;
    3. Jumlah produksi dari minyak nabati selain CPO, seperti minyak kedelai, minyak canola (rapeseed), minyak jagung,
        minyak bunga matahari dan lainnya cenderung stagnan;
    4. Jumlah penduduk yang diprediksi terus meningkat akan berdampak pada peningkatan permintaan CPO untuk konsumsi
        bahan makanan dan energi;
    5. Implementasi Biodiesel pada beberapa negara di Dunia seperti B35 di Indonesia (Target B40 pada tahun 2025), B20 di
        Malaysia, B5 di India (target B20 pada tahun 2025), B13 di Brazil, B10 di Argentina akan semakin menambah jumlah
        permintaan CPO dunia; dan
    6. Potensi eskalasi harga minyak mentah akibat ketegangan geopolitik yang berkelanjutan di Eropa dan Timur Tengah.

Secara keseluruhan, jumlah produksi CPO Indonesia per Oktober 2024 mencapai sekitar 43,7 juta ton. Dewan Negara-Negara
Produsen Minyak Kelapa Sawit (CPOPC) memperkirakan bahwa produksi minyak kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia,
kontributor utama pasar global, akan mencapai sekitar 70 juta ton mulai dari tahun 2024. Permintaan sektor hulu terhadap CPO
diproyeksikan akan terus meningkat, didorong oleh permintaan konsumsi yang meningkat, minat yang meningkat dalam
pengolahan CPO menjadi minyak goreng, biofuel, energi, dan aplikasi oleokimia. Pemanfaatan yang semakin luas dari biofuel
sebagai pengganti yang layak untuk minyak bumi dianggap sebagai pendekatan yang bertanggung jawab secara lingkungan
terhadap konsumsi bahan bakar.

                                          Penggunaan Minyak Sawit di Indonesia



                                                 9,5%


                                                                                   Pangan
                                                              42,6%
                                                                                   Biodiesel

                                         47,9%                                     Oleokimia




                                                        Sumber: GAPKI

Keterangan lebih lengkap mengenai Keterangan tentang Perseroan, Kegiatan Usaha serta Kecenderungan dan Prospek Usaha
dapat dilihat pada Bab VII Informasi Tambahan.

                                                        PERPAJAKAN

CALON PEMBELI OBLIGASI DALAM PENAWARAN UMUM INI DIHARAPKAN UNTUK BERKONSULTASI DENGAN
KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG TIMBUL DARI PEMBELIAN.
PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN OBLIGASI YANG DIBELI MELALUI PENAWARAN UMUM INI.




                                                            16
Page 18
                                               PENJAMINAN EMISI OBLIGASI
Berdasarkan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi, para
Penjamin Emisi Efek telah menyetujui untuk menawarkan kepada masyarakat Obligasi sebesar Rp27.000.000.000,- (dua puluh
tujuh miliar Rupiah) dengan kesanggupan penuh (full commitment) dan sebanyak-banyaknya sebesar Rp23.000.000.000,- (dua
puluh tiga miliar Rupiah) dengan kesanggupan terbaik (best effort).

Selanjutnya Para Penjamin Emisi Efek yang turut dalam Emisi Obligasi ini telah sepakat untuk melaksanakan tugasnya masing-
masing sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-45/PM/2000 tanggal 27 Oktober
2000, yang telah diubah dengan No. Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang Pemesanan Dan Penjatahan Efek
Dalam Penawaran Umum.

Pihak yang bertindak sebagai Manajer Penjatahan atas Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi adalah PT Indo Premier
Sekuritas.

Para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi serta Penjamin Emisi Obligasi dalam rangka Penawaran Umum ini bukan merupakan
pihak terafiliasi dengan Perseroan baik secara langsung maupun secara tidak langsung sesuai dengan definisi Pihak Terafiliasi
dalam UUP2SK.

Keterangan lebih lengkap mengenai Penjaminan Emisi Obligasi dapat dilihat pada Bab VII Informasi Tambahan.

                                    LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL

 Wali Amanat                              :   PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk
 Konsultan Hukum                          :   AGI Legal
 Notaris                                  :   Vita Cahyojati, S.H.M.Hum
 Perusahaan Pemeringkat                   :   PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)

                                       TATA CARA PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI

1.   Pendaftaran Obligasi ke Dalam Penitipan Kolektif

Obligasi yang ditawarkan oleh Perseroan melalui Penawaran Umum ini telah didaftarkan pada KSEI berdasarkan Perjanjian
Pendaftaran Obligasi No. SP-123/OBL/KSEI/1224 tanggal 6 Februari 2025 di KSEI yang ditandatangani Perseroan dengan KSEI.
Dengan didaftarkannya Obligasi tersebut di KSEI, maka atas Obligasi yang ditawarkan berlaku ketentuan sebagai berikut:
 a. Perseroan tidak menerbitkan Obligasi dalam bentuk sertifikat atau warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan
      untuk didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi akan diadministrasikan secara elektronik
      dalam Penitipan Kolektif di KSEI. Selanjutnya Obligasi hasil Penawaran Umum akan dikreditkan ke dalam Rekening Efek
      selambat-lambatnya pada Tanggal Emisi. KSEI akan menerbitkan Konfirmasi Tertulis kepada Perusahaan Efek atau Bank
      Kustodian sebagai tanda bukti pencatatan Obligasi dalam Rekening Efek di KSEI. Konfirmasi Tertulis tersebut merupakan
      bukti kepemilikan yang sah atas Obligasi yang tercatat dalam Rekening Efek.
 b. Pengalihan kepemilikan atas Obligasi dilakukan dengan pemindahbukuan antar Rekening Efek di KSEI, yang selanjutnya
      akan dikonfirmasikan kepada Pemegang Rekening.
 c. Pemegang Obligasi yang tercatat dalam Rekening Efek merupakan Pemegang Obligasi yang berhak atas pembayaran Bunga
      Obligasi, pelunasan Pokok Obligasi, memberikan suara dalam RUPO serta hak-hak lainnya yang melekat pada Obligasi.
 d. Pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan jumlah Pokok Obligasi akan dibayarkan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran atas
      nama Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening sesuai dengan jadwal pembayaran Bunga Obligasi
      maupun pelunasan Pokok Obligasi yang ditetapkan dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau Perjanjian Agen
      Pembayaran. Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga Obligasi yang dibayarkan pada periode pembayaran Bunga
      Obligasi yang bersangkutan adalah yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Obligasi pada 4 (empat) Hari Kerja
      sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau peraturan perundang-undangan yang
      berlaku.
 e. Hak untuk menghadiri RUPO dilaksanakan oleh Pemegang Obligasi dengan memperhatikan KTUR asli yang diterbitkan oleh
      KSEI kepada Wali Amanat. KSEI akan membekukan seluruh Obligasi yang disimpan di KSEI sehingga Obligasi tersebut tidak
      dapat dialihkan/dipindahbukukan sejak 4 (empat) Hari Kerja atau sesuai dengan ketentuan KSEI sebelum tanggal
      penyelenggaraan RUPO hingga berakhirnya RUPO yang dibuktikan dengan adanya pemberitahuan dari Wali Amanat.
 f. Pihak-pihak yang hendak melakukan pemesanan Obligasi wajib membuka Rekening Efek di Perusahaan Efek atau Bank
      Kustodian yang telah menjadi pemegang Rekening Efek di KSEI.

2.   Pemesan Yang Berhak

Perorangan, baik Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing dan/atau badan hukum, baik badan hukum Indonesia
maupun badan hukum asing yang bertempat tinggal/berkedudukan di Indonesia dengan memperhatikan peraturan perundang-
undangan dibidang Pasar Modal yang berlaku.




                                                              17
Page 19
3.   Pemesanan Pembelian Obligasi

Pemesanan pembelian Obligasi dilakukan dengan menggunakan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi (“FPPO”) yang
disiapkan untuk keperluan ini yang dapat diperoleh dari Penjamin Emisi Obligasi sebagaimana tercantum pada Bab XIII dalam
Informasi Tambahan dengan judul “Penyebarluasan Informasi Tambahan dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi,” baik
dalam bentuk fisik (hardcopy) maupun bentuk elektronik (softcopy) melalui email. Setelah FPPO diisi dengan lengkap dan
ditandatangani oleh pemesan, scan FPPO tersebut wajib disampaikan kembali, baik dalam bentuk fisik (hardcopy) maupun
bentuk elektronik (softcopy) melalui email, kepada Penjamin Emisi Obligasi di mana pemesan memperoleh Informasi Tambahan
dan FPPO. Pemesanan wajib dilengkapi dengan tanda jati diri (KTP/paspor bagi perorangan dan anggaran dasar dan
perubahannya yang memuat susunan pengurus terakhir bagi badan hukum). Pemesanan yang telah diajukan tidak dapat
dibatalkan oleh pemesan. Pemesanan pembelian Obligasi yang dilakukan menyimpang dari ketentuan-ketentuan tersebut di atas
tidak dilayani.

4.   Jumlah Minimum Pemesanan

Pemesanan Pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah satu satuan perdagangan sekurang-kurangnya sebesar
Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya.

5.   Masa Penawaran Umum

Masa Penawaran Umum Obligasi akan dilaksanakan selama 4 (empat) Hari Kerja, mulai tanggal 18 Februari 2025 sampai dengan
21 Februari 2025, pada pukul 09.00 - 16.00 WIB.

6.   Tempat Pengajuan Pemesanan Pembelian Obligasi

Pemesanan harus mengajukan FPPO selama jam kerja yang umum berlaku kepada para Penjamin Emisi Obligasi yang tercantum
dalam Bab XIII Informasi Tambahan mengenai Penyebarluasan Informasi Tambahan Dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi.

7.   Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Obligasi

Para Penjamin Emisi Obligasi yang menerima pengajuan pemesanan pembelian Obligasi akan menyerahkan kembali kepada
pemesan satu tembusan dari FPPO yang telah ditandatanganinya sebagai bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi.
Bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi ini bukan merupakan jaminan dipenuhinya pemesanan.

8.   Penjatahan Obligasi

Penjatahan akan dilakukan sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7. Apabila jumlah keseluruhan Obligasi yang dipesan melebihi
jumlah Obligasi yang ditawarkan, maka penjatahan akan ditentukan oleh kebijaksanaan masing-masing Penjamin Emisi Obligasi
sesuai Bagian Penjaminan. Tanggal Penjatahan adalah tanggal 24 Februari 2025.

Setiap pihak dilarang baik langsung maupun tidak langsung untuk mengajukan lebih dari satu pemesanan Obligasi untuk
Penawaran Umum Obligasi ini. Dalam hal terjadi kelebihan pemesanan Obligasi dan terbukti bahwa pihak tertentu mengajukan
pemesanan Obligasi melalui lebih dari satu formulir pemesanan untuk Penawaran Umum Obligasi ini, baik secara langsung
maupun tidak langsung, maka untuk tujuan penjatahan Manajer Penjatahan hanya dapat mengikutsertakan satu formulir
pemesanan Obligasi yang pertama kali diajukan oleh pemesan yang bersangkutan.

Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi akan menyampaikan Laporan Hasil Penawaran Umum Obligasi kepada OJK paling lambat 5
(lima) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan sesuai dengan Peraturan No. IX.A.2.

Manajer Penjatahan, dalam hal ini PT Indo Premier Sekuritas, akan menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Akuntan kepada
OJK mengenai kewajaran dari pelaksanaan penjatahan dengan berpedoman pada Peraturan No. VIII.G.12, Lampiran Keputusan
Ketua Bapepam No. Kep-17/PM/2004 tanggal 13 April 2004 tentang Pedoman Pemeriksaan oleh Akuntan atas Pemesanan dan
Penjatahan Efek atau Pembagian Saham Bonus dan Peraturan No. IX.A.7 paling lambat 30 hari setelah berakhirnya Masa
Penawaran Umum Obligasi.

9.   Pembayaran Pemesanan Pembelian Obligasi

Setelah menerima pemberitahuan hasil penjatahan Obligasi, pemesan harus segera melaksanakan pembayaran yang dapat
dilakukan secara tunai atau transfer yang ditujukan kepada Penjamin Emisi Obligasi tempat mengajukan pemesanan. Dana
tersebut harus sudah efektif pada rekening para Penjamin Emisi Obligasi di bawah ini selambat-lambatnya pada tanggal 25
Februari 2024 (in good funds):




                                                           18
Page 20
                     PT Indo Premier Sekuritas                                  PT KB Valbury Sekuritas
                          PT Bank Permata                                       PT Bank Central Asia Tbk
                     Cabang Sudirman Jakarta                                       Cabang Kuningan
                       No. Rek 0701528328                                         No. Rek 2173130554
               Atas nama: PT Indo Premier Sekuritas                        Atas nama: PT KB Valbury Sekuritas

Semua biaya atau provisi bank ataupun biaya transfer merupakan beban pemesan. Pemesanan akan dibatalkan jika persyaratan
pembayaran tidak dipenuhi.

Selanjutnya, setelah dana telah diterima oleh Penjamin Emisi Efek, Penjamin Emisi Efek melalui Penjamin Pelaksana Emisi Efek
wajib mentransfer dana hasil Penawaran Umum kepada Perseroan selambat-lambatnya pada tanggal 26 Februari 2025 pukul
14.00. Dana hasil Penawaran Umum tersebut ditransfer oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek ke rekening Perseroan di bawah ini:

                                                 PT Eagle High Plantations Tbk
                                            PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
                                                        Cabang The East
                                                     No. Rek 180 387 727
                                            Atas nama: PT Eagle High Plantations Tbk

10. Distribusi Obligasi Secara Elektronik


Distribusi Obligasi secara elektronik akan dilakukan pada tanggal 26 Februari 2025. Perseroan wajib menerbitkan Sertifikat Jumbo
Obligasi untuk diserahkan kepada KSEI dan memberi instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan Obligasi pada Rekening Efek
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi di KSEI. Dengan telah dilaksanakannya instruksi tersebut, maka pendistribusian Obligasi
semata-mata menjadi tanggung jawab Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan KSEI. Selanjutnya Penjamin Pelaksana Emisi
Obligasi memberi instruksi kepada KSEI untuk memindahbukukan Obligasi dari Rekening Efek Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi
ke dalam Rekening Efek Penjamin Emisi Obligasi sesuai dengan pembayaran yang telah dilakukan Penjamin Emisi Obligasi
menurut Bagian Penjaminan. Dengan telah dilaksanakannya pendistribusian Obligasi kepada Penjamin Emisi Obligasi, maka
tanggung jawab pendistribusian Obligasi semata-mata menjadi tanggung jawab Penjamin Emisi Obligasi yang bersangkutan.

11. Pengembalian Uang Pemesanan Obligasi

Dengan memperhatikan ketentuan mengenai penjatahan, dalam hal pemesanan Obligasi ditolak sebagian atau seluruhnya akibat
dari pelaksanaan penjatahan, dan uang pembayaran pemesanan Obligasi telah diterima oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi
atau Penjamin Emisi Obligasi dan belum dibayarkan kepada Perseroan, maka masing-masing Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi
atau Penjamin Emisi Obligasi bertanggung jawab untuk mengembalikan uang pemesanan kepada para pemesan Obligasi paling
lambat 2 (dua) Hari Kerja sesudah Tanggal Penjatahan. Pengembalian uang kepada pemesan akan dilakukan dalam bentuk
pemindahbukuan ke rekening atas nama pemesan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi atau Penjamin Emisi Obligasi di mana
pemesan melakukan pembayaran. Dalam hal pencatatan Obligasi di Bursa Efek tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu 1 (satu)
Hari Kerja setelah Tanggal Distribusi karena persyaratan pencatatan tidak terpenuhi, penawaran atas Obligasi batal demi hukum
dan pembayaran pesanan Obligasi wajib dikembalikan kepada para pemesan Obligasi oleh Perseroan melalui KSEI paling lambat
2 (dua) Hari Kerja sejak batalnya Penawaran Umum Obligasi.

Setiap pihak yang lalai dalam melakukan pengembalian uang pemesanan kepada pemesan Obligasi, sehingga terjadi
keterlambatan dalam pengembalian uang pemesanan tersebut, wajib membayar kepada para pemesan Obligasi untuk tiap hari
keterlambatan denda sebesar 1% (satu persen) per tahun di atas tingkat Bunga Obligasi masing-masing seri Obligasi dari jumlah
dana yang terlambat dibayar, dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 Hari
Kalender.

Apabila pengembalian atas pembayaran pemesanan telah dipenuhi kepada para pemesan dengan cara transfer melalui rekening
para pemesan dalam waktu paling lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan atau 2 (dua) Hari Kerja sejak tanggal
keputusan pembatalan Penawaran Umum Obligasi, maka Perseroan dan/atau Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi atau Penjamin
Emisi Obligasi tidak diwajibkan membayar bunga dan/atau denda kepada para pemesan Obligasi.

Informasi Tambahan serta FPPO dapat diperoleh pada masa Penawaran Umum yaitu mulai tanggal 18 Februari 2025 sampai
dengan 21 Februari 2025 pada pukul 09.00 – 16.00 WIB di kantor dan/atau melalui e-mail Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan
Penjamin Emisi Obligasi di bawah ini:




                                                              19
Page 21
                      PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN PENJAMIN EMISI OBLIGASI

              PT Indo Premier Sekuritas                               PT KB Valbury Sekuritas

        Gedung Pacific Century Place, Lantai 16              Sahid Sudirman Centre Lantai 41, Unit AC,
       Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 SCBD Lot 10              Jl. Jenderal Sudirman No.86, Jakarta Pusat,
                  Jakarta Selatan 12190                                    DKI Jakarta 10220
                Telepon: (021) 5088 7168                              Telepon: (021) 2509 8300
                Faksimili: (021) 5088 7167                            Faksimili: (021) 2509 8400
             E-mail: fixed.income@ipc.co.id                         Email: dcm.ib@kbvalbury.com
                  www.indopremier.com                                       kbvalbury.com

SETIAP CALON INVESTOR DIHARAPKAN MEMBACA KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI PENAWARAN UMUM INI
MELALUI INFORMASI YANG TERSAJI DALAM INFORMASI TAMBAHAN.




                                                   20

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.92 MB
Published7 Feb 2025
Pages21
Characters103,123
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 37 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org EAGLE HIGH PLANTATIONS TBK p.1 ×25
linked org KB Valbury Sekuritas p.1 ×5
linked org Rajawali Capital p.12
linked person Yeoh Lean Khai p.12 ×2
linked person Abed Nego p.13
linked person Yohanes Wahyu p.13
linked person Mohammad Prianto p.13
linked person Andrew Haryono p.13
linked org PT Bank Permata p.20
linked org Bank Central Asia Tbk p.20 ×2
possible org OTORITAS JASA KEUANGAN p.1
possible org BURSA EFEK INDONESIA p.1 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.12
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.20 ×2
unresolved org PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA p.1 ×3
unresolved org PT Indo Premier Sekuritas p.1 ×5
unresolved org PT KB Valbury Sekuritas WALI AMANAT p.1
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.1 ×6
unresolved org Banten Tbk p.1 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris p.5
unresolved org Moore Global Network Limited p.5
unresolved org PT Bumi Perdana Prima International p.12 ×2
unresolved person Paulus Widodo Sugeng Haryono · Notaris p.12
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12
unresolved person Novita Puspitarini · Notaris p.12 ×3
unresolved person Muhammad Hanafi · Notaris p.12
unresolved org PT BSR Indonesia p.12
unresolved — (Rp100,-) p.12 ×2
unresolved org PT Rajawali Capital International p.12
unresolved org PT Eagle High Plantation p.13
unresolved org Bapepam p.18 ×4
unresolved org PT Indo Premier Sekuritas. Para Penjamin Pelaksana Emisi p.18
unresolved — | AGI Legal · Konsultan Hukum p.18
unresolved — | Vita Cahyojati, S.H.M.Hum · Notaris p.18 ×2
unresolved org PT KB Valbury Sekuritas Semua p.20
unresolved org Jakarta Selatan 12190 | DKI Jakarta p.21

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result