Skip to content
Back to announcement

20250130_FREN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31848479_lamp1.pdf

Other Text extracted FREN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 6

Page 1

          
Page 2
             TANGGAPAN ATAS PERMINTAAN PENJELASAN DARI BURSA

1.   Melalui tanggapan Perseroan tanggal 16 Januari 2025, dijelaskan bahwa hingga
     tanggal tersebut Perseroan tidak menerima surat keberatan apapun dari kreditur
     Perseroan. Atas hal tersebut, agar diklarifikasi:
     a. Apakah terdapat kreditur PT Smart Telecom (ST) yang mengajukan keberatan?

          Tanggapan:
          Sebagai klarifikasi, hingga tanggal tanggapan ini disampaikan PT Smart Telecom
          (ST) tidak menerima keberatan dari kreditur terkait rencana penggabungan usaha.

     b.   Apakah hingga saat ini terdapat kreditur Perseroan yang mengajukan keberatan?

          Tanggapan:
          Sebagai klarifikasi, hingga tanggal tanggapan ini disampaikan Perseroan tidak
          menerima keberatan dari kreditur terkait rencana penggabungan usaha.

     c.   Jika ada, agar dijelaskan langkah penyelesaian yang dilakukan Perseroan dan/atau
          ST.

          Tanggapan:
          Secara umum, apabila terdapat keberatan dari kreditur Perseroan dan/atau ST,
          maka Perseroan dan/atau ST akan berdiskusi dengan kreditur terkait untuk dapat
          mencapai kesepakatan dan mendapatkan persetujuan dari kreditur sebagaimana
          terkait yang memiliki keberatan terhadap rencana penggabungan usaha.

2.   Dijelaskan melalui tanggapan tanggal 16 Januari 2025 bahwa Perseroan, PT XL Axiata
     Tbk (EXCL) dan ST masih dalam tahap diskusi dengan kreditur terkait untuk
     memperoleh persetujuan sehubungan dengan Penggabungan Usaha dan/atau
     perubahan pengendali pada Perusahaan yang Menerima Penggabungan. Atas hal
     tersebut, agar dijelaskan:
     a. Status terkini perolehan persetujuan dari kreditur-kreditur tersebut untuk
          mengesampingkan negative covenants sehubungan dengan rencana merger.

          Tanggapan:
          Sebagai penjelasan, Perseroan, ST dan EXCL masih dalam proses diskusi dengan
          kreditur untuk memperoleh persetujuan sehubungan dengan rencana
          penggabungan usaha.

     b.   Apabila terdapat pihak-pihak yang tidak setuju, agar dijelaskan langkah yang
          dilakukan oleh Perseroan, ST dan/atau EXCL.

          Bursa meminta Perseroan untuk memastikan perolehan persetujuan dari
          kreditur-kreditur tersebut sebelum dapat memperoleh Persetujuan Prinsip
          dari Bursa.

          Tanggapan:
          Secara umum, apabila terdapat keberatan dari kreditur Perseroan, ST dan/atau
          EXCL, maka masing-masing dari Perseroan, ST dan/atau EXCL akan berdiskusi
          dengan kreditur terkait untuk dapat mencapai kesepakatan dan mendapatkan
          persetujuan dari kreditur tersebut terhadap rencana penggabungan usaha
          sesegera mungkin agar rencana penggabungan usaha dapat memperoleh
          Persetujuan Prinsip dari Bursa.
Page 3
3.   Agar dijelaskan status terkini perolehan persetujuan dari Kementerian Komunikasi dan
     Digital Republik Indonesia (Komdigi) atas perubahan pemegang saham EXCL sebagai
     akibat merger, dan atas permohonan pengalihan Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR) dari
     Perseroan dan/atau ST kepada EXCL.

     Tanggapan:
     Terkait dengan status terkini perolehan persetujuan dari Kementerian Komunikasi dan
     Digital Republik Indonesia (Komdigi) sehubungan dengan (1) permohonan rencana
     perubahan pemegang saham EXCL sebagai akibat merger, dan (2) permohonan
     pengalihan Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR) dari ST kepada EXCL ("Surat Permohonan
     Komdigi”), dapat disampaikan bahwa Surat Permohonan Komdigi telah disampaikan
     oleh Perseroan, EXCL dan ST kepada Komdigi pada tanggal 11 Desember 2024 dan
     hingga surat tanggapan ini Komdigi telah menyampaikan tanggapan pada tanggal 24
     Januari 2025. Sampai dengan tanggal tanggapan ini, Perseroan, EXCL dan ST masih
     dalam proses membalas dan menyiapkan tanggapan tersebut. Perseroan, EXCL dan
     ST akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan persetujuan prinsip
     Komdigi terhadap rencana merger, termasuk (1) perubahan pemegang saham EXCL
     sebagai akibat merger dan (2) juga pengalihan IPFR dari ST ke EXCL sesegera
     mungkin

4.   Sehubungan dengan pengungkapan pada tanggapan tanggal 16 Januari 2025 terkait
     kesiapan dana oleh pihak-pihak yang melakukan pembelian kembali saham dari
     pemegang saham yang tidak menyetujui rencana merger (EXCL, Axiata Investments,
     Stellar, dan PT Gerbangmas Tunggal Sejahtera), maka agar dijelaskan dan diklarifikasi:
     a. Bagaimana kesiapan dana oleh EXCL? Apakah diperlukan perolehan persetujuan
          tertentu dari pihak kreditur maupun pemegang saham EXCL?

          Tanggapan:
          Sampai dengan tanggal disampaikannya tanggapan ini, EXCL sedang dalam
          proses untuk memperoleh pendanaan yang diperlukan untuk mencukupi kesiapan
          dana untuk pembelian saham yang dibeli kembali. Lebih lanjut, tidak ada
          persetujuan tertentu dari kreditur yang diperlukan sehubungan dengan pembelian
          kembali saham oleh EXCL. Persetujuan RUPS EXCL untuk EXCL melakukan
          pembelian kembali atas saham dari pemegang saham EXCL dan pemegang
          saham Perseroan yang tidak menyetujui penggabungan usaha akan didapatkan
          bersamaan dengan RUPS EXCL untuk menyetujui penggabungan usaha.

     b.   Sehubungan dengan Axiata Investments saat ini masih dalam proses untuk
          memperoleh pendanaan yang diperlukan, maka bagaimana status terkini kesiapan
          dana oleh Axiata Investments?
          Tanggapan:
          Sampai dengan tanggal disampaikannya tanggapan ini, Axiata Investments masih
          dalam proses memperoleh pendanaan sebagaimana dinyatakan dalam Surat
          Pernyataan tanggal 7 Januari 2025, kami akan melakukan pengkinian informasi
          kepada Bursa Efek Indonesia setelah bukti pendanaan yang cukup sudah tersedia.

     c.   Sehubungan dengan Axiata Investments masih memerlukan persetujuan dari Bank
          Negara Malaysia untuk melakukan pembelian kembali saham tersebut, maka
          bagaimana status terkini perolehan persetujuan tersebut?

          Tanggapan:
          Sampai dengan tanggal disampaikannya tanggapan ini, Axiata Investments masih
          dalam proses untuk mendapatkan persetujuan Bank Negara Malaysia untuk
          melaksanakan pembelian kembali saham sebagaimana dinyatakan dalam Surat
          Pernyataan tanggal 7 Januari 2025, kami akan melakukan pengkinian informasi
Page 4
          kepada Bursa Efek Indonesia setelah bukti persetujuan Bank Negara Malaysia
          sudah tersedia.

     Bursa meminta Perseroan untuk memastikan kesiapan (baik secara finansial maupun
     legal) atas dana untuk pembelian kembali sahan dari pemegang saham yang tidak
     menyetujui rencana merger sebelum dapat memperoleh Persetujuan Prinsip dari Bursa.

     Tanggapan:
     Perseroan akan memastikan kesiapan (baik secara finansial maupun legal) atas dana
     untuk pembelian kembali saham dari pemegang saham yang tidak menyetujui rencana
     merger sebelum dapat memperoleh Persetujuan Prinsip dari Bursa.

5.   Pada tanggapan tanggal 16 Januari 2025, dijelaskan bahwa terkait dengan penyetaraan
     setelah merger berupa pengalihan 13,14% kepemilikan Axiata Investments atas
     Perusahaan yang Menerima Penggabungan kepada PT Bali Media Telekomunikasi
     (BMT) dengan konsiderasi tunai sebesar US$475,0 juta, maka akan dilakukan secara
     bertahap yaitu US$400,0 juta pada hari yang sama dengan penyelesaian
     penggabungan, dan US$75,0 juta pada 1 (satu) tahun setelah tanggal efektif
     penggabungan apabila kondisi Konsiderasi Penyetaraan Tertunda telah terpenuhi. Atas
     hal tersebut, agar dijelaskan:
     a. Klarifikasi atas kesimpulan di atas.

          Tanggapan:
          Dapat kami sampaikan bahwa keterangan sebagaimana telah diungkapkan pada
          butir 5 diatas adalah benar dan telah sesuai dengan ketentuan yang disepakati
          antara para pihak terkait dengan penyetaraan setelah merger.

     b.   Proforma struktur permodalan dan kepemilikan saham Perusahaan yang Menerima
          Penggabungan, sebelum penyetaraan, setelah penyetaraan tahap pertama, dan
          setelah penyetaraan tahap kedua. Agar dibuat dalam bentuk tabel.

          Tanggapan:
          Adapun proforma kepemilikan saham Perusahaan Yang Menerima Penggabungan
          oleh Axiata Investments dan Stellar (termasuk BMT) berbeda antara sebelum
          penyetaraan dan setelah penyetaraan tahap pertama, namun tidak demikian
          halnya dengan kepemilikan saham oleh Axiata Investments dan Stellar (termasuk
          BMT) antara penyetaraan tahap pertama dan penyetaraan tahap kedua yang tetap
          sama dan tidak mengalami perubahan. Mohon dapat mengacu pada tabel dibawah
          (berdasarkan Daftar Pemegang Saham tanggal 31 Desember 2024).

          Setelah Penggabungan Usaha:
                                          Nilai Nominal Saham Biasa @ Rp 100 per saham
                    Deskripsi
                                         Jumlah Saham          Nilai Nominal (Rupiah)    %
          Modal Dasar                         22.650.000.000          2.265.000.000.000 100

          Modal Ditempatkan dan
          Disetor:1
          Axiata Investments                  8.697.163.762           869.716.376.200   47,9
          PT Bali Media Telekomunikasi        2.087.815.479           208.781.547.900   11,5
          PT Global Nusa Data                   848.722.423            84.872.242.300    4,7
          PT Wahana Inti Nusantara              518.109.611            51.810.961.100    2,9
          PT Gerbangmas Tunggal
                                                475.620.772            47.562.077.200   2,6
          Sejahtera
          Kepemilikan Direksi                    17.025.282             1.702.528.200   0,1
          Kepemilikan masyarakat                                                        30,3
                                              5.498.917.322           549.891.732.200
          dibawah 5%
          Total Modal Ditempatkan dan        18.143.374.651         1.814.337.465.100   100
Page 5
     Disetor

     Total Saham yang Belum
                                                  4.506.625.349               450.662.534.900        -
     Diterbitkan
1)
 Tidak termasuk saham treasury. Angka-angka tersebut berdasarkan kepemilikan saham XL, Smartfren, dan ST
per 31 Desember 2024.

Setelah Penyetaraan Tahap 1:
                                            Nilai Nominal Saham Biasa @ Rp 100 per saham
               Deskripsi
                                           Jumlah Saham          Nilai Nominal (Rupiah)    %
     Modal Dasar                                22.650.000.000          2.265.000.000.000 100

     Modal Ditempatkan dan
     Disetor:2
     Axiata Investments                           6.313.716.022               631.371.602.200      34,8
     PT Bali Media Telekomunikasi                 4.471.263.218               447.126.321.800      24,6
     PT Global Nusa Data                            848.722.423                84.872.242.300       4,7
     PT Wahana Inti Nusantara                       518.109.610                51.810.961.000       2,9
     PT Gerbangmas Tunggal
                                                    475.620.772                47.562.077.200       2,6
     Sejahtera
     Kepemilikan Direksi                             17.025.282                  1.702.528.200      0,1
     Kepemilikan masyarakat
                                                  5.498.917.321              594.891.7321.100      30,3
     dibawah 5%
     Total Modal Ditempatkan dan
                                                18.143.374.651              1.814.337.465.100       100
     Disetor

     Total Saham yang Belum
                                                  4.506.625.349               450.662.534.900        -
     Diterbitkan
2)
 Bagi pemegang saham Smartfren yang menerima pecahan saham kurang dari satu (1) saham sebagai hasil dari
Penggabungan, pecahan saham ini akan dibulatkan ke bawah. Akibat dari pembulatan ini, XL akan membeli
kembali pecahan saham tersebut dengan uang tunai dari pemegang saham Smartfren yang relevan, dan saham-
saham ini akan menjadi saham treasuri XL. Untuk PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), pemegang
saham minoritas ST, yang akan menerima pecahan saham kurang dari satu saham akibat Penggabungan, XL
akan memberikan kompensasi kepada PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) dengan membayar
pecahan saham tersebut dalam bentuk tunai.


Setelah Penyetaraan Tahap 2:
                                            Nilai Nominal Saham Biasa @ Rp 100 per saham
               Deskripsi
                                           Jumlah Saham          Nilai Nominal (Rupiah)    %
     Modal Dasar                                22.650.000.000          2.265.000.000.000 100

     Modal Ditempatkan dan
     Disetor:2
     Axiata Investments                           6.313.716.022               631.371.602.200      34,8
     PT Bali Media Telekomunikasi                 4.471.263.218               447.126.321.800      24,6
     PT Global Nusa Data                            848.722.423                84.872.242.300       4,7
     PT Wahana Inti Nusantara                       518.109.610                51.810.961.000       2,9
     PT Gerbangmas Tunggal
                                                    475.620.772                47.562.077.200       2,6
     Sejahtera
     Kepemilikan Direksi                             17.025.282                  1.702.528.200      0,1
     Kepemilikan masyarakat
                                                  5.498.917.321              594.891.7321.100      30,3
     dibawah 5%
     Total Modal Ditempatkan dan
                                                18.143.374.651              1.814.337.465.100       100
     Disetor

     Total Saham yang Belum
                                                  4.506.625.349               450.662.534.900        -
     Diterbitkan

2)
 Bagi pemegang saham Smartfren yang menerima pecahan saham kurang dari satu (1) saham sebagai hasil dari
Penggabungan, pecahan saham ini akan dibulatkan ke bawah. Akibat dari pembulatan ini, XL akan membeli
kembali pecahan saham tersebut dengan uang tunai dari pemegang saham Smartfren yang relevan, dan saham-
saham ini akan menjadi saham treasuri XL. Untuk PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), pemegang
saham minoritas ST, yang akan menerima pecahan saham kurang dari satu saham akibat Penggabungan, XL
Page 6
          akan memberikan kompensasi kepada PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) dengan membayar
          pecahan saham tersebut dalam bentuk tunai.


     c.   Klarifikasi atas pihak yang menjadi Pengendali dari Perusahaan yang Menerima
          Penggabungan setelah penyetaraan tahap pertama dan sebelum penyetaraan
          tahap kedua.

          Tanggapan:
          Sebagai klarifikasi, pihak-pihak yang menjadi para pengendali dari Perusahaan
          yang Menerima Penggabungan (dalam hal ini, yakni Anchor dan Stellar) adalah
          tetap sama dan tidak mengalami perubahan baik setelah penyetaraan tahap
          pertama, sebelum penyetaraan tahap kedua, maupun setelah pembayaran
          Konsiderasi Penyetaraan Tertunda sebagai pelaksanaan dari penyetaraan tahap
          kedua.

     d.   Dalam hal kondisi Konsiderasi Penyetaraan Tertunda tidak terpenuhi, maka
          bagaimana penyelesaian pelaksanaan penyetaraan tahap kedua? Apakah ditunda
          atau dibatalkan?

          Tanggapan:
          Dalam hal kondisi atas Konsiderasi Penyetaraan Tertunda belum dapat dipenuhi,
          maka pembayaran penyetaraan tahap kedua tidak dapat dilangsungkan, namun
          demikian hal tersebut tidak berdampak pada kepemilikan saham yang telah
          dialihkan pada saat penyetaraan tahap pertama dari Axiata Investments kepada
          BMT. Terhadap penyelesaian pelaksanaan pembayaran penyetaraan tahap kedua
          yang belum dapat dipenuhi tersebut, telah disepakati bahwa pelaksanaannya akan
          ditunda hingga 10 hari kerja berikutnya atau apabila terdapat kesepakatan lebih
          lanjut dari para pihak terkait maka pelaksanaan pembayaran penyetaraan tahap
          kedua dapat dilangsungkan.

     e.   Siapa Pengendali dari Perusahaan yang Menerima Penggabungan dalam hal
          penyetaraan tahap kedua dibatalkan?

          Tanggapan:
          Pihak yang menjadi para pengendali dari Perusahaan yang Menerima
          Penggabungan adalah tetap (yakni dalam hal ini Anchor dan Stellar) dan tidak
          terdapat perubahan setelah penyetaraan tahap pertama termasuk apabila
          pembayaran penyetaraan tahap kedua tidak berlangsung karena kondisi
          Konsiderasi Penyetaraan Tertunda belum dapat dipenuhi. Dalam hal pembayaran
          penyetaraan tahap kedua tidak terlaksana, pengendali dari Perusahaan yang
          Menerima Penggabungan tetap tidak berubah yaitu Anchor (Axiata Group Berhad),
          dan Stellar (BMT, GND dan WIN).

6.   Informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat
     mempengaruhi kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga
     saham perusahaan.

     Tanggapan:
     Tidak ada informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan
     dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan serta dapat mempengaruhi harga
     saham selain yang telah diungkapkan dalam Rancangan Penggabungan Usaha.


                                                   ---

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.52 MB
Published30 Jan 2025
Pages6
Characters17,676
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Smart Telecom p.2 ×3
linked org XL Axiata Tbk p.2 ×2
linked org Axiata Investments p.3 ×13
linked org PT Bali Media Telekomunikasi p.4 ×7
linked org Axiata Group Berhad p.6
linked — GND dan WIN p.6
possible org Bursa Efek Indonesia p.3 ×2
possible org PT Global Nusa Data p.4 ×5
possible org PT Wahana Inti Nusantara p.4 ×5
unresolved org Kementerian Komunikasi p.3 ×2
unresolved org Bank Negara Malaysia p.3 ×3
unresolved org PT Gerbangmas Tunggal p.4 ×3
unresolved org PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) p.5 ×4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result