Skip to content
Back to announcement

20250113_WSBP_Laporan Informasi dan Fakta Material_31845384_lamp1.pdf

Other Text extracted WSBP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 19

Page 1
   Nomor : 22/WBP/DIR/2025                                                     Jakarta, 13 Januari 2025

           Kepada Yth,
           Direktur Penilaian Perusahaan
           Up. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan III
           PT Bursa Efek Indonesia
           Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower I Lt.6,
           Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53,
           Jakarta - 12190
                                    Perihal : Penyampaian Tanggapan Permintaan Penjelasan
                                              PT Waskita Beton Precast Tbk



           Dengan hormat,

           Merujuk kepada :
            1. Surat PT Waskita Beton Precast Tbk (”Perseroan”) Nomor 526/WBP/DIR/2024 tanggal
                27 Juli 2024 perihal Penyampaian Laporan Keuangan Unaudited per 30 Juni 2024 PT
                Waskita Beton Precast Tbk;
            2. Surat Perseroan Nomor 833/WBP/DIR/2024 tanggal 21 Oktober 2024 perihal
                Penyampaian Laporan Keuangan Unaudited per 30 September 2024 PT Waskita Beton
                Precast Tbk;
            3. Surat Perseroan No. 698/WBP/DIR/2024 tanggal 26 September 2024 perihal Tanggapan
                Permintaan Penjelasan PT Bursa Efek Indonesia;
            4. Surat Perseroan No. 971/WBP/DIR/2024 tanggal 17 Desember 2024 perihal
                Pemberitahuan permohonan kasasi oleh salah satu Kreditur Perseroan terhadap
                putusan Pengadilan Tinggi Jakarta nomor 1329/Pdt/2024/PT DKI tanggal
                2 Desember 2024;

            Bersama ini kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:
                 1. Sehubungan dengan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) 6, piutang usaha
                    Perseroan per 30 September 2024 sebesar Rp699,92 miliar mengalami penurunan
                    sebesar Rp110,00 miliar atau -13,58% jika dibandingkan dengan per 31 Desember
                    2023 sebesar Rp809,92 miliar. Serta per 30 Juni 2024 sebesar Rp878,90 miliar
                    mengalami peningkatan sebesar Rp68,98 miliar atau 8,52% jika dibandingkan
                    dengan per 31 Desember 2023 sebesar Rp809,92 miliar. Sehubungan dengan hal
                    tersebut, agar dijelaskan mengenai:
                     a. Latar belakang atas peningkatan piutang kepada pihak berelasi per 30
                         September 2024 kepada PT Cimanggis Cibitung Tollways sebesar Rp121,29
                         miliar dan kepada PT Kresna Kusuma Dyandra Marga sebesar Rp65,60 miliar?




HM.03.10            Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                        Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 2
               Jawaban:
               Terdapat penagihan (invoicing) kepada PT Cimanggis Cibitung Tollways dan
               PT Kresna Kusuma Dyandra Marga atas produk dan jasa yang diberikan
               Perseroan s.d. periode September 2024.

           b. Latar belakang belum terdapat pelunasan atas piutang Perseroan dari pihak
              ketiga yaitu Semut Tama Langgeng PTE LTD sejak per 31 Desember 2023 s.d.
              30 September 2024 sebesar Rp435,00 miliar dan kepada RDMP Balikpapan JO
              sebesar Rp26,83 miliar?

               Jawaban:
               Piutang Semut Tama Langgeng PTE LTD
               Perseroan tengah mengkaji langkah alternatif penyelesaian yang patut secara
               komersial dan hukum bagi kedua belah pihak.

               Piutang RDMP Balikpapan JO
               Tengah dilakukan proses rekonsiliasi dengan pelanggan terhadap Piutang.

           c. Informasi rincian 10 pihak terbesar beserta dengan nilai atas provisi piutang
              usaha yang dibentuk Perseroan per 30 September 2024 dan 30 Juni 2024 baik
              untuk piutang pihak berelasi maupun pihak ketiga?

               Jawaban:
               Rincian Piutang Usaha sampai dengan September 2024 – Pihak Berelasi

                PELANGGAN               SALDO POKOK                   CKPN                    NETT
                PT Waskita Bumi
                Wira                    484.178.680.915        484.178.680.915        -
                PT Kresna
                Kusuma Dyandra
                Marga                   441.399.849.725        436.504.153.712        4.895.696.013
                PT Waskita
                Karya (Persero)
                Tbk                     312.497.973.905        120.891.021.193        191.606.952.712
                PT Cimanggis
                Cibitung
                Tollways                252.222.970.055        0                      252.222.970.055
                PT Hakaaston
                                        69.043.190.556         63.536.005.965         5.507.184.591
                Hutama-
                Abipraya-Jaya
                Konstruksi-Yasa         18.731.927.100         -                      18.731.927.100
                PT Hutama
                Karya
                Infrastruktur           16.831.658.369         -                      16.831.658.369
                Waskita - Nindya
                - Modern KSO            15.469.434.284         121.015.156            15.348.419.128
                PT Cibitung
                Tanjung Priok
                Tollways                12.821.295.349         -                      12.821.295.349

HM.03.10   Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
               Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 3
                    PP-Ak-Wskt-Mwt,
                    KSO                     12.206.321.460         -                      12.206.321.460

                   Rincian Piutang Usaha sampai dengan September 2024 – Pihak Ketiga

                    PELANGGAN               SALDO POKOK                   CKPN                    Net
                    Semut Tama
                    Langgeng PTE
                    LTD                     435.000.000.000        435.000.000.000        -
                    RDMP
                    Balikpapan JO           26.839.562.704         25.398.791.048         1.440.771.656
                    PT Yasa Patria
                    Perkasa                 11.488.899.600         814.135.720            10.674.763.880
                    Multi Welindo
                                            6.653.897.751          -                      6.653.897.751
                    PT Sumber Urip
                    Sejati                  5.758.041.965          253.798.829            5.504.243.136
                    PT JGC
                    Indonesia               5.689.654.320          -                      5.689.654.320
                    PT Duta Permata
                    Lestari                 5.051.579.680          5.051.579.680          -
                    PT Mandiri
                    Bangun Makmur           5.028.031.931          5.028.031.931          -
                    PT Kapuknaga
                    Indah                   4.589.859.775          2.600.720.765          1.989.139.010
                    PT Rama Mutiara
                    Hafidz                  4.332.422.000          361.038.443            3.971.383.557

               d. Upaya penagihan yang akan dilakukan Perseroan untuk memastikan piutang
                  yang dimiliki Perseroan yang telah jatuh tempo dapat tetap tertagih?

                   Jawaban:
                   Upaya Penagihan Piutang Perseroan:
                      1. Menjalin komunikasi yang baik dengan para Pelanggan;
                      2. Membentuk tim khusus pengelolaan dan penagihan piutang usaha;
                      3. Memastikan kelengkapan administrasi penagihan;
                      4. Menjalin kerjasama dengan Aparat Penegak Hukum dalam melakukan
                         penagihan piutang yang telah jatuh tempo (contoh: Kerjasama
                         Penagihan Piutang dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur).

           2. Sehubungan dengan akun piutang lain-lain per 30 September 2024 pada CALK 7
              sebesar Rp40,56 miliar yang mengalami penurunan sebesar Rp51,80 miliar atau -
              56,08% jika dibandingkan dengan per 31 Desember 2023 sebesar Rp92,37 miliar
              dan 30 Juni 2024 sebesar Rp83,97 miliar yang mengalami penurunan sebesar
              Rp8,39 miliar atau -9,09%, agar dijelaskan mengenai:
              a. Latar belakang terdapat peningkatan piutang lain-lain kepada pihak berelasi per
                 30 September 2024 kepada PP-AK-WSKT-MWT, KSO sebesar Rp14,00 miliar
                 atau 912,90%. dan kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebesar Rp13,95
                 miliar atau 100%?


HM.03.10       Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                   Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 4
                  Jawaban:
                  Pos Piutang lain-lain merupakan pencatatan atas pendapatan uang muka.
                  Peningkatan terjadi karena PT Waskita Beton Precast Tbk mendapat kontrak
                  baru dari proyek/pelanggan tersebut.

              b. Penjelasan mengapa pada saldo per 31 Desember 2023 dalam laporan
                 keuangan 30 Juni 2024 atas piutang lain-lain kepada PP-AK-WSKT-MWT, KSO
                 bernilai sebesar Rp1.534.172.142, namun pada laporan keuangan 30
                 September 2024 menjadi nihil dan nilai sebesar Rp1.534.172.142 tersebut
                 menjadi saldo atas piutang dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk?

                  Jawaban:
                  Telah dilakukan reklasifikasi sesuai dengan pelanggannya.

              c. Nature dari piutang lain-lain dalam kategori lainnya untuk pihak berelasi?

                  Jawaban:
                  Tagihan atas kompensasi pegawai entitas grup yang ditugaskan ke Perseroan.

              d. Latar belakang terdapat peningkatan piutang lain-lain kepada pihak ketiga
                 kepada PT Persero Batam sebesar Rp35,04 miliar atau 100% pada Laporan
                 Keuangan periode 30 Juni 2024, namun peningkatan tersebut tidak tercermin
                 kembali pada periode 30 September 2024?

                  Jawaban:
                  Piutang lain lain merupakan Uang Muka dari PT Persero Batam yang telah
                  dilakukan pembayaran pada periode 30 September 2024.

              e. Perkembangan terkini dari penagihan terhadap piutang pihak ketiga lainnya
                 yang merupakan atas pengembalian kerugian Perusahaan berdasarkan hasil
                 Putusan       Pengadilan      Negeri      Jakarta      Pusat       nomor
                 57/Pid.SusTPK/2023/PN.Jkt.pst. tanggal 25 Oktober 2023 sebesar
                 Rp61.918.761.645 dan nomor 25/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Jkt.Pst tanggal 31 Juli
                 2023 sebesar Rp28.792.617.064?

                  Jawaban:
                  Kedua Piutang Pihak Ketiga tersebut telah cair sepenuhnya per Triwulan I /
                  2024 serta telah digunakan sebagai modal kerja dan sumber pembayaran
                  kewajiban Perseroan.

           3. Sehubungan dengan akun persediaan pada CALK 8, per 30 September 2024
              Perseroan membukukan persediaan bersih sebesar Rp226,32 miliar atau 5,50%
              dari total aset, dimana terdapat penurunan per 30 September 2024 sebesar
              Rp24,08 miliar atau -9,62% jika dibandingkan dengan 31 Desember 2023 sebesar
              Rp250,41 miliar. Sehubungan dengan hal tersebut agar dijelaskan mengenai latar
              belakang penurunan atau pemulihan terhadap penyisihan penurunan nilai pasar
              dan keusangan sebesar Rp6,59 miliar atau -7.84% tersebut.

HM.03.10       Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                   Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 5
              Jawaban:
              Perseroan menggunakan metode Net Realizable Value (NRV) dalam penyajian saldo
              Persediaan pada Laporan Keuangan, sesuai dengan ketentuan Pedoman Standar
              Akuntansi (PSAK) yang berlaku.

              Perseroan mengestimasi beberapa jenis Persediaan perlu disesuaikan nilainya
              sesuai dengan potensinya menjadi pendapatan dan tingkat keusangan. Namun,
              penyesuaian tersebut dapat dipulihkan apabila terdapat kejadian yang memenuhi
              syarat pemulihan nilai persediaan.


           4. Per 30 September 2024, tagihan bruto kepada pelanggan Perseroan adalah sebesar
              Rp274,62 miliar mengalami penurunan sebesar Rp49,91 miliar atau -13,51% jika
              dibandingkan dengan per 31 Desember 2023 sebesar Rp317,54 miliar. Sehubungan
              dengan hal tersebut agar dijelaskan mengenai:
              a. Latar belakang per 30 September 2024 dan 30 Juni 2024 Perseroan memiliki
                  pencadangan kerugian penurunan nilai atas tagihan bruto kepada pihak
                  berelasi masing-masing sebesar Rp846,59 miliar atau sekitar 82,24% dari
                  tagihan bruto dan Rp904,39 miliar atau sekitar 82,27% dari tagihan bruto pihak
                  berelasi bersih?

                  Jawaban:
                  Terdapat pemulihan atas Tagihan Bruto serta pencatatan Piutang Usaha dari
                  beberapa proyek segmen bisnis Precast dan Readymix, pada periode
                  sebelumnya sudah dilakukan pencadangan kerugian atas tagihan-tagihan
                  tersebut.

              b. Latar belakang per 30 September 2024 dan 30 Juni 2024 pencadangan tagihan
                 bruto kepada pihak ketiga masing-masing sebesar Rp1,051 triliun atau 91%
                 dan Rp1,052 triliun atau 95% dari tagihan bruto pihak ketiga bersih?

                  Jawaban:
                  Karena Perseroan menerapkan ketentuan pencadangan kerugian penurunan
                  nilai sesuai dengan PSAK dengan mempertimbangkan aspek Umur Tagihan.

              c. Kebijakan Perseroan dalam menetapkan penyisihan kerugian penurunan nilai
                 terhadap tagihan bruto yang dibukukan Perseroan?

                  Jawaban:
                  Sesuai kebijakan yang dibuat Perseroan dengan mematuhi ketentuan PSAK
                  yang berlaku.

              d. Informasi rincian 10 pihak terbesar beserta dengan nilai atas penyisihan
                 kerugian penurunan nilai tagihan bruto Perseroan per 30 September 2024 dan
                 30 Juni 2024 baik untuk piutang pihak berelasi maupun pihak ketiga?




HM.03.10       Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                   Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 6
              Jawaban:
               Rincian Piutang Usaha sampai dengan September 2024 – Pihak Berelasi

                PELANGGAN                    POKOK                     CKPN                    NET
                PT Waskita Bumi
                Wira                    781.512.004.330        781.512.004.330        -
                PT Cimanggis
                Cibitung
                Tollways                84.645.833.950         3.105.018.492          81.540.815.458
                PT Kresna
                Kusuma Dyandra
                Marga                   35.521.005.409         35.521.005.409         -
                Waskita - Nindya
                - Lrs, Kso              21.640.060.000         -                      21.640.060.000
                PT Waskita
                Karya (Persero)
                Tbk                     21.486.216.577         3.078.614.344          18.407.602.233
                PT Hakaaston
                                        20.946.491.083         20.946.491.083         -
                PT Hutama
                Karya
                Infrastruktur           20.576.510.000         -                      20.576.510.000
                PT Perusahaan
                Perseroan
                (Persero) Batam         18.970.723.963         -                      18.970.723.963
                PT Bukit Asam
                Tbk                     12.027.564.796         -                      12.027.564.796
                Waskita Adhi
                KSO                     2.311.712.844              2.311.712.844           -

               Rincian Piutang Usaha sampai dengan September 2024 – Pihak Ketiga

               PELANGGAN                     POKOK                     CKPN                    NET
               Duta Graha
               Karya                   20.035.131.164          110.225.701            19.924.905.463
               Waskita -
               Abipraya JO             16.682.601.000          -                      16.682.601.000
               Jo.Shimizu-Total
               Jkt11 Data
               Center                  15.850.180.000          -                      15.850.180.000
               PT Kapuknaga
               Indah                   10.373.312.947          10.373.312.947         -
               PT Jaya Obayashi
                                       6.050.880.000           -                      6.050.880.000
               Mega Andalan
               Sukses                  5.299.476.113           1.426.363.476          3.873.112.637
               PT Indo Fudong
               Konstruksi              4.909.111.000           -                      4.909.111.000
               Pilar Teguh
               Utama                   4.753.960.000           -                      4.753.960.000
               PT Estetika
               Binagriya               4.536.073.176           -                      4.536.073.176

HM.03.10   Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
               Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 7
                   PT Fin
                   Centerindo Satu         3.972.425.570           3.972.425.570          -

              e. Penjelasan mengenai kendala identifikasi dan peraturan terkait lainnya yang
                 mendasari Perseroan belum melakukan penghapusbukuan atas tagihan bruto
                 yang telah dicadangkan baik kepada pihak berelasi maupun pihak ketiga.
                 Mengingat sebagian besar tagihan bruto Perseroan secara persentase
                 penyelesaian proyek telah mencapai pengerjaan 100%?

                  Jawaban:
                  Perseroan terus mengupayakan realisasi pembayaran dari pelanggan yang
                  piutangnya telah dilakukan pencadangan. Hal ini dilakukan sebagai perwujudan
                  tanggung jawab manajemen dalam melindungi hak dan aset Perseroan.

           5. Per 30 September 2024 Perseroan membukukan aset tetap pada CALK 12 sebesar
              Rp2,38 triliun atau sekitar 58,02% dari total aset dan per 30 Juni 2024
              membukukan aset tetap sebesar Rp2,45 triliun atau sekitar 59,66% dari total aset.
              Atas hal tersebut agar dijelaskan lebih lanjut mengenai:
              a. Latar belakang terdapat penurunan atas tanah Perseroan sebesar Rp194,99
                  miliar pada periode 30 September dan 30 Juni 2024. Agar dijelaskan juga
                  rincian dari pengurangan tanah sebesar Rp194,99 miliar tersebut?

                  Jawaban:
                  Penurunan nilai atas aset Tanah pada Laporan Keuangan dikarenakan
                  penghapusbukuan aktiva tetap tanah Plant Bojonegara sebesar
                  Rp194.999.790.500,- yang telah disetujui oleh RUPS pada tanggal 3 Juli 2024.

              b. Latar belakang terdapat penurunan atas Gedung dan pabrik Perseroan sebesar
                 Rp236,81 miliar pada periode 30 September dan 30 Juni 2024. Agar dijelaskan
                 juga rincian dari pengurangan gedung dan pabrik sebesar Rp236,81 miliar
                 tersebut?

                  Jawaban:
                  Penurunan nilai atas aset Gedung dan Pabrik pada Laporan Keuangan
                  dikarenakan penghapusbukuan aktiva tetap Gedung dan Pabrik Plant
                  Bojonegara sebesar Rp236.818.560.717 yang telah disetujui oleh RUPS pada
                  tanggal 3 Juli 2024.

              c. Dengan dibukukannya akumulasi penurunan nilai aset tetap dengan nilai
                 sebesar Rp308,62 miliar per 30 September 2024, agar dijelaskan mengapa
                 belum terdapat penghapusbukuan atas aset tetap yang telah dicadangkan
                 tersebut? Agar dijelaskan juga target dan kedala dalam melakukan
                 penghapusbukuan tersebut?

                  Jawaban:
                  Secara fisik, aset tersebut masih ada namun tidak memiliki manfaat nilai
                  sehingga hanya dilakukan impairment (tidak dihapusbukukan).


HM.03.10       Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                   Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 8
                  Saat ini sedang dilakukan kajian tindaklanjut oleh manajemen atas aset
                  tersebut.

           6. Per 30 September 2024 Perseroan membukukan aset lain-lain pada CALK 14
              sebesar Rp48,68 miliar dan mengalami peningkatan sebesar Rp14,43 miliar atau
              42,40% jika dibandingkan dengan per 31 Desember 2023 sebesar Rp34,03 miliar,
              serta per 30 Juni 2024 Perseroan membukukan aset lain-lain sebesar Rp36,67 miliar
              dan mengalami peningkatan sebesar Rp2,63 miliar atau 7,74% jika dibandingkan
              dengan per 31 Desember 2023 sebesar Rp34,03 miliar. Atas hal tersebut agar
              dijelaskan lebih lanjut mengenai:
              a. Informasi mengenai rincian jenis kontrak yang telah dikerjakan Perseroan
                  namun belum memiliki addendum kontrak, sehubungan dengan peningkatan
                  beban kontrak ditangguhkan sebesar Rp13,63 miliar pada periode 30
                  September 2024 tersebut?

                  Jawaban:
                  Peningkatan yang terjadi pada beban kontrak yang ditangguhkan karena
                  adanya penambahan nilai kontrak terutama pada Proyek Pembangunan Peti
                  Kemas Batu Ampar, Batam.


              b. Konfirmasi mengenai perlakuan akuntansi terhadap beban kontrak
                 ditangguhkan senilai Rp8,68 miliar yang mengalami peningkatan sebesar
                 Rp3,93 miliar per 30 September 2024 yang dibukukan dalam aset lain-lain.
                 Apakah setelah nantinya batching plant selesai dibangun, beban tersebut akan
                 dikapitalisasi sebagai aset tetap Perseroan berupa gedung dan pabrik?

                  Jawaban:
                  Saldo Beban Pembangunan merupakan pencatatan untuk Batching Plant yang
                  sudah selesai dibangun. Beban tersebut tidak dikapitalisasi ke dalam Aset Tetap
                  dikarenakan Batching Plant bersifat sementara. Biaya-biaya tersebut akan
                  diamortisasi sesuai dengan masa sewa Batching Plant tersebut.

           7. Sehubungan dengan akun utang bank pada CALK 15, pada periode 30 September
              2024 dan 30 Juni 2024 Perseroan memiliki utang bank jangka pendek sebesar
              Rp671,12 miliar hanya kepada PT Bank DKI (BDKI) dan tidak mengalami perubahan
              baik peningkatan maupun penurunan jika dibandingkan dengan periode 31
              Desember 2023. Dan utang bank jangka Panjang kepada BDKI per 30 September
              2024 dan 30 Juni 2024 sebesar Rp118,43 miliar yang tidak mengalami perubahan
              sejak 31 Desember 2023.

              Serta berdasarkan keterbukaan informasi Perseroan tanggal 20 September 2024
              terkait dengan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Tîmur atas gugatan perbuatan
              melawan hukum dari implementasi perubahan utang BDKI menjadi Obligasi Wajib
              Konversi (OWK) dengan perkara nomor 5/Pdt.G/2024/PN JKT.TIM dan tanggal
              putusan 19 September 2024, dan mengenai permohonan Kasasi oleh BDKI pada
              tanggal 16 Desember 2024 terhadap putusan Pengadilan Tinggi Jakarta nomor


HM.03.10       Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                   Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 9
                    1329/Pdt/2024/PT DKI tanggal 2 Desember 2024. Agar dijelaskan lebih lanjut
                    mengenai:
                    a. Perkembangan terkini mengenai proses kasasi dari BDKI setelah adanya
                       putusan banding dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur tanggal 2 Desember
                       2024 tersebut?

                        Jawaban:
                        Bahwa, berdasarkan Relaas Pemberitahuan Memori Kasasi kepada Perseroan
                        pada tanggal 8 Januari 2025, BDKI telah menyampaikan memori kasasi
                        tertanggal 30 Desember 2024.

                    b. Upaya yang telah dilakukan Perseroan dalam upaya untuk menghadapi kasasi
                       yang diajukan oleh BDKI?

                        Jawaban:
                        Bahwa, saat ini Perseroan sedang mempersiapkan Kontra Memori Kasasi
                        terhadap Memori Kasasi yang disampaikan oleh Bank DKI pada proses hukum
                        Kasasi.

                    c. Konfirmasi mengenai nilai utang BDKI yang tercatat per 30 September 2024
                       dan 30 Juni 2024 pada laporan keuangan. Mengingat terdapat perbedaan
                       jumlah yang diakui dalam putusan pengadilan dengan data yang disajikan
                       dalam laporan keuangan Perseroan. BDKI memiliki utang sebesar
                       Rp518.940.096.562,00      dan    Rp226.905.219.799,00     dengan    total
                       Rp745.845.316.361,00 dalam putusan 5/Pdt.G/2024/PN JKT.TIM. Agar dapat
                       dijelaskan dengan melengkapi tabel berikut:

     Kategori
                                                 Nilai Pokok BDKI
   Utang BDKI
                                                   Berdasarkan
      per 30        Nilai Pokok BDKI                                                                        Penjelasan
                                                      Putusan                       Selisih (Rp)
    September              (Rp)                                                                               Selisih
                                                 5/Pdt.G/2024/PN
   2024 dan 30
                                                      JKT.TIM
    Juni 2024
  Jangka Pendek    Rp671.127.052.204,00         Rp745.845.316.361,00           Rp43.715.921.526,00          Perbedaan
  Jangka Panjang   Rp118.434.185.683,00         -                              -                            cut      off
  Total            Rp789.561.237.887,00         Rp745.845.316.361,00           Rp43.715.921.526,00          perhitungan
                                                                                                            deffered
                                                                                                            bunga

                        Dalam hal terdapat selisih antara nilai pokok pengakuan utang yang termasuk
                        sebagai deferred bunga yang belum dibayarkan Perseroan yang diakui sebagai
                        pokok, agar dijelaskan lebih lanjut rincian atas deferred bunga yang diakui
                        Perseroan

                        Jawaban:
                        Utang BDKI yang tercatat pada putusan 5/Pdt.G/2024/PN JKT.TIM sebesar
                        Rp745.845.316.361,00 merupakan total pokok utang dan deffered bunga

HM.03.10             Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                         Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 10
                        sampai dengan 25 Januari 2022 (cut off Putusan PKPU sementara Perseroan),
                        sedangkan total utang BDKI yang tercatat pada Laporan Keuangan Perseroan
                        sebesar Rp789.561.237.887,00 merupakan total pokok utang dan deffered
                        bunga sampai dengan tanggal 19 September 2022.

                        Perbedaan cut off terjadi karena Perseroan melakukan perhitungan sesuai
                        tanggal berlakunya Perjanjian Perdamaian pada tanggal 20 September 2022
                        yang disebutkan dalam Salinan Putusan Kasasi yang mana pemberitahuan dan
                        penyampaian Salinan Putusan Kasasi tersebut diterima oleh Perseroan pada
                        tanggal 5 Januari 2023. Tanggal 20 September 2022 menjadi tanggal
                        dikeluarkan putusan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia yang menolak
                        permohonan         kasasi       terhadap       putusan       497/Pdt.Sus-
                        PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst yang diajukan oleh BDKI (Inkrah), sehingga
                        perhitungan deffered bunga kreditur Perbankan berhenti pada tanggal 19
                        September 2022 dan selanjutnya pada tanggal 20 September 2022 perhitungan
                        bunga mengacu pada ketentuan Perjanjian Perdamaian.

                        Bank DKI hanya memperhitungkan deffered bunga sampai dengan tanggal cut
                        off Putusan PKPU sementara yaitu saat Majelis Hakim pada Pengadilan Niaga
                        pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan permohonan gugatan
                        hukum No.497/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst yaitu pada tanggal 25
                        Januari 2022.

                    d. Konfirmasi mengenai nilai utang BDKI yang akan dikonversi menjadi OWK.
                       Mengingat pada keterbukaan informasi Perseroan nomor 847/WBP/DIR/2023
                       tanggal                    26                  Juni                 2023
                       (https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTS
                       TOCK/From_EREP/202306/6c8d405705_91e6976a13.pdf),              Perseroan
                       menyampaikan bahwa OWK yang akan dikonversi dari utang BDKI (sebesar
                       85%      dari  total    utang    Rp789.561.237.887,00)  adalah   sebesar
                       Rp671.127.052.204,00. Agar Perseroan dapat menjelaskan dengan melengkapi
                       tabel berikut:

     Kategori       Nilai Pokok BDKI             Nilai Pokok BDKI
   Utang BDKI      yang akan Menjadi               Berdasarkan
                                                                                                            Penjelasan
      dalam            OWK per 30                     Putusan                       Selisih (Rp)
                                                                                                              Selisih
    Perjanjian      September 2024               5/Pdt.G/2024/PN
   Perdamaian       dan 30 Juni 2024                  JKT.TIM
  Tranche      C   Rp671.127.052.204,00         Rp745.845.316.361,00           Rp74.718.264.157,00
  (85%)
  Total            Rp671.127.052.204,00         Rp745.845.316.361,00           Rp74.718.264.157,00          Perbedaan
                                                                                                            cut      off
                                                                                                            perhitungan
                                                                                                            deffered
                                                                                                            bunga




HM.03.10             Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                         Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 11
                       Jawaban:
                       Kewajiban Perseroan kepada Bank DKI yang tercatat pada pos Utang Bank
                       Jangka Pendek Pihak Ketiga sebesar Rp671.127.052.204,00 merupakan porsi
                       kewajiban kepada Bank DKI yang termasuk pada golongan Tranche C
                       Perjanjian Perdamaian.

                  e. Konfirmasi mengenai nilai utang BDKI yang akan dikonversi menjadi OWK
                     berdasarkan mata acara 2 Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal
                     30 Juni 2023. Dimana secara keseluruhan rencana penerbitan OWK atas
                     penyelesaian utang Perseroan terhadap kreditur dalam golongan Tranche C
                     sejumlah sebesar-besarnya Rp2.521.896.973.315,00 melalui PMTHMETD
                     dalam rangka implementasi Perjanjian Perdamaian dan memberikan wewenang
                     kepada Direksi Perseroan untuk menetapkan jumlah OWK yang sebenarnya
                     diterbitkan oleh Perseroan. Agar Perseroan dapat menjelaskan dengan
                     melengkapi tabel berikut:



   Kategori
                Nilai Pokok BDKI
    Utang                                     Nilai Pokok BDKI
               yang akan Menjadi
   Kreditur                                 Berdasarkan Putusan                                           Penjelasan
                   OWK per 30                                                     Selisih (Rp)
  Yang akan                                  5/Pdt.G/2024/PN                                                Selisih
              September 2024 dan
   Menjadi                                         JKT.TIM
                  30 Juni 2024
     OWK
  Kreditur    Rp1.850.769.921.111,00        Rp1.850.769.921.111,00                                    -   Perbedaan
  Obligasi                                                                                                cut     off
  Tranche C                                                                                               perhitungan
  BDKI        Rp671.127.052.204,00          Rp745.845.316.361,00             Rp74.718.264.157,00          deffered
                                                                                                          bunga atas
                                                                                                          utang BDKI
  Total       Rp2.521.896.973.315,00        Rp2.596.615.237.472,00           Rp74.718.264.157,00

                       Jawaban:
                       Porsi kewajiban kepada Bank DKI yang tergolong dalam Tranche C dan telah
                       mendapatkan persetujuan RUPS 30 Juni 2023 adalah sebesar
                       Rp671.127.052.204,-

                  f.   Konfirmasi mengenai nilai keseluruhan utang BDKI berdasarkan putusan
                       5/Pdt.G/2024/PN JKT.TIM. sebesar Rp745.845.316.361,00 apakah seluruhnya
                       akan dikonversi menjadi OWK? Dalam hal Rp745.845.316.361,00 seluruhnya
                       akan dikonversi menjadi OWK dalam Tranche C, agar dijelaskan nilai terkini
                       utang BDKI yang termasuk dalam Tranche B dengan melengkapi tabel berikut:




HM.03.10           Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                       Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 12
     Kategori                                        Nilai Pokok BDKI
                     Nilai Berdasarkan
   Utang BDKI                                          Berdasarkan
                         Perjanjian                                                                           Penjelasan
      dalam                                               Putusan                    Selisih (Rp)
                    Perdamaian dan KI                                                                           Selisih
    Perjanjian                                       5/Pdt.G/2024/PN
                         Perseroan
   Perdamaian                                             JKT.TIM
  Tranche      B   Rp118.434.185.683,00          -                             Rp118.434.185.683,00           Perbedaan
  (15%)                                                                                                       cut      off
  Tranche      C   Rp671.127.052.204,00          Rp745.845.316.361,00          Rp74.718.264.157,00            perhitungan
  (85%)                                                                                                       deffered
  Total            Rp789.561.237.887,00          Rp745.845.316.361,00          Rp43.715.921.526,00            bunga

                          Jawaban:
                          Pencatatan Perseroan atas Kewajiban kepada Bank DKI mengacu kepada
                          Perjanjian Perdamaian, perhitungan deffered bunga, dan KI yang telah
                          disampaikan perseroan yaitu:
                           1. Tranche B (15%) sebesar Rp118.434.185.683,-
                           2. Tranche C (85%) sebesar Rp671.127.052.204,-

                   8. Per 30 September 2024 utang bank jangka Panjang Perseroan pada CALK 15
                      sebesar sebesar Rp1,63 triliun (sekitar 32,20% dari jumlah liabilitas Perseroan)
                      terdiri dari utang bank jangka panjang kepada pihak berelasi sebesar Rp937,35
                      miliar atau sebesar 17,87% dari total liabilitas Perseroan dan utang bank jangka
                      panjang kepada pihak ketiga sebesar Rp702,49 miliar atau sebesar 13,39% dari
                      total liabilitas Perseroan, mengalami peningkatan sebesar Rp65,33 miliar atau
                      4,15%. Atas hal tersebut agar dijelaskan lebih lanjut mengenai:
                      a. Sehubungan dengan adanya peningkatan dari utang bank yang sebagian besar
                          disebabkan karena penurunan dari nilai diskonto yang belum diamortisasi atas
                          utang bank, agar dijelaskan apakah s.d. per 30 September 2024 Perseroan
                          melakukan penambahan atas utang bank dalam rangka kebutuhan modal
                          kerja?

                          Jawaban:
                          Peningkatan Utang bank jangka panjang hanya disebabkan oleh penurunan
                          nilai diskonto yang belum diamortisasi atas utang bank pada setiap bulannya.
                          Tidak terdapat penyebab lain atas peningkatan utang bank jangka panjang.

                      b. Dalam hal Perseroan tidak melakukan penambahan atas utang bank, agar
                         dijelaskan upaya pemenuhan modal kerja dan sumber pendanaan yang
                         digunakan Perseroan untuk kebutuhan operasional?

                          Jawaban:
                          Strategi pemenuhan modal kerja Perseroan:
                              1. Selektif dalam mengikuti tender dan proyek, memastikan kecukupan
                                 finansial pelanggan dalam menyelesaikan proyek;
                              2. Mendapatkan pembayaran uang muka dari pelanggan untuk pengerjaan
                                 proyek;
                              3. Memastikan piutang usaha dapat diperoleh pencairannya tepat waktu;

HM.03.10               Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                           Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 13
                      4. Mengimplementasikan strategi pengelolaan keuangan yang prudent;
                      5. Melakukan Recycling atas aset non produktif yang sebagian dana
                         proceednya digunakan untuk modal kerja.

              c. Konfirmasi mengenai narasi dalam CALK 15.10 yang menyatakan bahwa skedul
                 pembayaran bunga atas utang bank kepada seluruh kreditur perbankan dalam
                 tranche A setelah efektifnya perjanjian perdamaian akan dilakukan pada
                 tanggal 25 yang jatuh tempo pada setiap 6 bulan dari tahun berjalan setelah
                 tanggal berlaku diawali sejak bulan Maret 2023.

                  Apakah narasi mengenai mekanisme pembayaran bunga dan pelunasan tesebut
                  berlaku bagi seluruh pihak kreditur perbankan Perseroan yang tergabung dalam
                  tranche A? Dalam hal terdapat skedul pembayaran bunga maupun pokok
                  pinjaman kepada kreditur perbankan yang berbeda, agar dikonfirmasi oleh
                  Perseroan.

                  Jawaban:
                  Penjelasan pada CALK 15.10 telah sesuai dengan ketentuan Tranche A
                  Perjanjian Perdamaian. Tidak ada ketentuan lain yang mengatur skedul
                  pembayaran atas bunga kepada kreditur Tranche A.


           9. Per 30 September 2024 utang usaha Perseroan pada CALK 16 sebesar Rp1,31
              triliun (sekitar 25,90% dari jumlah liabilitas Perseroan) terdiri dari utang usaha
              pihak berelasi dan pihak ketiga dengan nilai masing-masing sebesar Rp485,81
              miliar dan Rp833,40 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp190,56 miliar atau -
              12,62% jika dibandingkan dengan per 31 Desember 2023 sebesar Rp1,50 triliun.
              Atas hal tersebut agar dijelaskan lebih lanjut mengenai:
              a. Disamping adanya penurunan utang usaha, agar dijelaskan latar belakang
                   utang usaha kepada PT Intiniaga Unggul Nusantara mengalami peningkatan
                   sebesar Rp19,54 miliar atau 100% dan kepada PT Multi Welindo dengan
                   peningkatan utang usaha sebesar Rp15,17 miliar atau 28,28% per 30
                   September 2024?

                  Jawaban:
                  Utang Usaha Mengalami Penurunan disebabkan oleh adanya Pembayaran utang
                  usaha atas tagihan berjalan, serta adanya pembayaran utang usaha periode
                  PKPU melalui skema Konversi Saham dan CFADS (cash flow available for debt
                  service).

                  Adapun Peningkatan utang usaha kepada para pemasok tersebut dikarenakan
                  meningkatnya pemesanan bahan baku dan jasa untuk mendukung pelaksanaan
                  pekerjaan proyek.

              b. Upaya dan komitmen yang akan dilakukan Perseroan untuk dapat melunasi
                 utang usaha Perseroan. Mengingat sebagian besar utang usaha Perseroan
                 termasuk dalam kategori utang yang berumur >360 bulan?


HM.03.10       Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                   Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 14
                  Jawaban:
                  Perseroan selalu melakukan pengelolaan keuangan secara hati-hati dengan
                  tetap memperhatikan kewajiban atas Perjanjian Perdamaian melalui CFADS dan
                  melakukan penjadwalan terhadap kewajiban pembayaran utang usaha yang
                  mendukung proses kegiatan usaha Perseroan.

           10. Per 30 September 2024 utang lain-lain Perseroan pada CALK 17 sebesar Rp13,74
               miliar mengalami penurunan sebesar Rp14,25 miliar atau -50,91% jika
               dibandingkan dengan per 31 Desember 2023 sebesar Rp27,99 miliar. Atas hal
               tersebut agar dijelaskan lebih lanjut mengenai nature dan latar belakang dari utang
               lain-lain kepada pihak berelasi sebesar Rp7,34 miliar yang mengalami penurunan
               sebesar Rp17,80 miliar atau -70,78% jika dibandingkan dengan 31 Desember 2023.

              Jawaban:
              Utang lain lain pihak berelasi merupakan penerimaan kas yang masih dalam proses
              identifikasi. Adanya penurunan sebesar Rp17,80 miliar dikarenakan penerimaan kas
              tersebut telah teridentifikasi pada periode berjalan.

           11. Per 30 September 2024, beban akrual Perseroan pada CALK 18 bernilai sebesar
               Rp273,71 miliar mengalami penurunan sebesar Rp21,01 miliar atau -7,13% jika
               dibandingkan dengan per 31 Desember 2023 sebesar Rp294,73 miliar. Atas hal
               tersebut agar dijelaskan lebih lanjut mengenai:
               a. Latar belakang Perseroan membukukan peningkatan beban konstruksi sebesar
                   Rp52,99 miliar atau 156,44%. Agar dijelaskan rincian proyek/pekerjaan dan
                   pihak yang melakukan konstruksi yang dilakukan oleh Perseroan sehubungan
                   dengan peningkatan beban konstruksi tersebut?

                  Jawaban:
                  Peningkatan Beban Konstruksi pada bulan September 2024 disebabkan karena
                  adanya pencadangan akrual konstruksi mengenai Work In Progress (WIP).
                  Pada periode berjalan terdapat pencadangan terutama dari proyek Tol
                  Cimanggis Cibitung Paket 2, Proyek Pengadaan Full Slab Tol Kayu Agung
                  Palembang Betung, dan Proyek Pembangunan Tembok Penahan Sungai Enim.

              b. Latar belakang Perseroan membukukan penurunan atas beban akrual aset
                 tetap sebesar Rp32,53 miliar atau -75,44%. Agar dijelaskan nature dari
                 transaksi pembukuan tersebut?

                  Jawaban:
                  Karena telah diterimanya penagihan (invoicing) dari penyedia jasa terkait
                  dengan pekerjaan commisioning.

              c. Informasi mengenai nature dan rincian 10 pihak terbesar beban akrual yang
                 termasuk dalam kategori lain-lain yang dibukukan Perseroan per 30 September
                 2024 sebesar Rp23,01 miliar?




HM.03.10       Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                   Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 15
                  Jawaban:
                  Dalam Kategori lain lain terdapat rincian atas Akrual BUA atas unit produksi,
                  Akrual Utang Usaha atas kantor pusat, Akrual Beban Umum dan Akrual
                  Perjalanan Dinas atas kantor pusat.

                   Berikut 10 pihak terbesar beban akrual kategori lain lain:

                       No.               Profit Center                      Saldo September 2024

                   1         KANTOR PUSAT                                3.564.655.120

                   2         BP PROBAN                                   2.574.613.190

                   3         BP PEGANGSAAN                               2.111.248.469

                   4         BP TEMPADUNG                                2.026.500.000

                   5         BP SUMBAWA                                  1.681.380.000

                   6         STONE CRUSHER PALU                          1.670.559.865

                   7         Area Penjualan 2                            1.533.588.198

                   8         Area Penjualan 1                            1.104.104.940

                   9         BP PALU                                     1.040.000.000

                   10        BP JAPEK (Selatan)                          805.000.294


           12. Per 30 September 2024, uang muka dari pelanggan Perseroan pada CALK 19
               bernilai sebesar Rp135,13 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp43,42 miliar
               atau 47,36% jika dibandingkan dengan per 31 Desember 2023 sebesar Rp91,70
               miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan lebih lanjut mengenai:
               a. Rincian proyek maupun pekerjaan yang mendasari munculnya uang muka dari
                   pelanggan per 30 September 2024 yang baru dibukukan masing-masing dari
                   PT Perusahaan Perseroan (Persero) Batam sebesar Rp30,64 miliar, Waskita -
                   Nindya - LRS, KSO sebesar Rp12,52 miliar dan PP-AK-WSKT-MWT, KSO sebesar
                   Rp13,67 miliar?

                  Jawaban:
                  Peningkatan terjadi karena Perseroan mendapat kontrak baru dengan uang
                  muka dari beberapa proyek seperti Pembangunan Peti Kemas Batu Ampar dan
                  LRT Velodrome Manggarai.

              b. Rincian proyek maupun pekerjaan yang mendasari munculnya uang muka dari
                 pelanggan per 30 September 2024 yang baru dibukukan kepada pihak ketiga
                 yaitu PT Indo Fudong Konstruksi sebesar Rp5,09 miliar.?

                  Jawaban:
                  Penerimaan uang muka atas proyek pembangunan PLTSA (Pembangkit Listrik
                  Tenaga Sampah) Palembang.



HM.03.10       Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                   Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 16
              c. Agar dijelaskan dan dikonfirmasi mengenai perbedaan penyajian kategori pihak
                 atas uang muka dari PT Perusahaan Perseroan (Persero) Batam pada Laporan
                 Keuangan per 30 September 2024 dan 30 Juni 2024, dimana pada periode 30
                 Juni 2024, uang muka dari PT Perusahaan Perseroan (Persero) Batam
                 dikategorikan sebagai uang muka pihak ketiga. Namun pada periode 30
                 September 2024 dikategorikan sebagai pihak berelasi?

                  Jawaban:
                  Adanya reklasifikasi kategori setelah dilakukan review atas sifat relasi dari
                  Perseroan dan pelanggan.


           13. Sehubungan dengan pelaksanakan pembelian kembali saham (buyback) sebesar
               7% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh atau sebesar
               1.845.281.000 saham pada periode 27 Juli 2017 sampai dengan 29 Desember 2017
               yang dilakukan Perseroan, Perseroan memiliki kewajiban untuk melakukan
               pengalihan saham hasil pembelian kembali.

              Berdasarkan penjelasan Perseroan dalam CALK 24, dijelaskan bahwa sesuai dengan
              Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 30/POJK.04/2017 tentang
              Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka dan Surat
              Edaran Nomor 20/SEOJK.04/2021 tentang Kebijakan Stimulus dan Relaksasi
              Ketentuan Terkait Emiten dan Perusahaan Publik dalam Menjaga Kinerja dan
              Stabilitas Pasar Modal Akibat Penyebaran Corona 2019, Perseroan menyatakan
              bahwa batas akhir pengalihan saham hasil pembelian kembali Perseroan adalah
              tanggal 19 Januari 2027.

              Berkaitan dengan adanya pengaturan terkini atas Pembelian Kembali Saham yang
              Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
              Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh
              Perusahaan Terbuka, agar Perseroan mengonfirmasi apakah batas pengalihan
              kembali saham hasil pembelian kembali yang semula tanggal 19 Januari 2027 tidak
              terdampak sehubungan dengan pengaturan terkini dalam POJK Nomor 29 Tahun
              2023.

              Jawaban:
              Berdasarkan Kajian Hukum yang disusun oleh Perseroan dan Konsultan Penunjang,
              perhitungan batas waktu pengalihan saham hasil pembelian kembali telah
              memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 30/POJK.04/2017
              (“POJK 30/2017”) tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh
              Perusahaan Terbuka pasal 14, 15 dan 16.

              Adapun Perseroan masih mengacu POJK 30/2017 sesuai dengan ketentuan pada
              Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali
              Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka (“POJK 29/2023”) pasal 49
              bahwa ketentuan peralihan sebagai berikut:

              “Perusahaan Terbuka yang:
HM.03.10       Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                   Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 17
               a. telah memperoleh persetujuan RUPS mengenai pembelian kembali saham;
                  dan/atau
               b. berada dalam jangka waktu pelaksanaan pengalihan saham hasil pembelian
                  kembali,
              sebelum Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku, tetap mengikuti
              ketentuan yang diatur pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
              30/POJK.04/2017 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh
              Perusahaan Terbuka.”

           14. Pendapatan Perseroan per 30 September 2024 sebesar Rp1,33 triliun mengalami
               peningkatan sebesar Rp300,46 miliar atau 29,06% jika dibandingkan dengan
               periode 30 September 2023 sebesar Rp1,03 triliun. Dimana peningkatan tersebut
               sebagian besar disebabkan karena peningkatan dari pendapatan Readymix dan
               Quarry sebesar Rp202,21 miliar atau 59,94% dan peningkatan pendapatan dari
               precast sebesar Rp127,25 miliar atau 27,60%. Atas hal tersebut agar dijelaskan
               lebih lanjut mengenai:
               a. Latar belakang atas peningkatan pendapatan Perseroan per 30 September 2024
                   dibandingkan per 30 September 2023, khususnya atas peningkatan penjualan
                   Readymix dan Quarry sebesar Rp202,21 miliar atau 59,94%. Mengingat pada
                   periode 30 September 2023 kontribusi pendapatan dari penjualan Readymix
                   dan Quarry sekitar 32,63% dan meningkat menjadi 40,44% dari total
                   pendapatan Perseroan per 30 September 2024?

                  Jawaban:
                  Kenaikan Pendapatan Usaha segmen Readymix terjadi atas peningkatan
                  penjualan pada Proyek Bayung Lencir - Tempino, Pesanan Readymix pada
                  beberapa Proyek Ibu Kota Nusantara, Proyek Jembatan Tempadung IKN, dan
                  Proyek Tol Kayu Agung - Palembang - Betung.

              b. Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan Perseroan untuk periode
                 berikutnya, termasuk untuk tahun 2025?

                  Jawaban:
                  1) Selektif dalam pemilihan proyek untuk menjaga likuiditas dan modal kerja;
                  2) Memperluas pangsa pasar ~10%-15% melalui inovasi & layanan produk
                     sesuai kebutuhan pasar (market fit);
                  3) Meningkatkan penjualan retail dalam lini bisnis Readymix;
                  4) Berkonstribusi dalam program pembangunan Pemerintah.

           15. Sehubungan dengan beban penjualan Perseroan per 30 September 2024 pada
               CALK 29 dengan nilai sebesar Rp99,16 miliar atau mengalami peningkatan sebesar
               Rp37,89 miliar jika dibandingkan dengan periode 30 September 2023 sebesar
               Rp61,27 miliar, agar dijelaskan mengenai:
               a. Latar belakang peningkatan beban penjualan dengan kategori beban
                  pemasaran sebesar Rp520,65 juta atau sebesar 33,39%. Agar dijelaskan juga
                  jenis dan bentuk pemasaran yang dilakukan oleh Perseroan?



HM.03.10       Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                   Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 18
                  Jawaban:
                  Kenaikan terjadi utamanya atas beban iklan koran dan media campaign 2024.

              b. Latar belakang peningkatan beban penjualan dengan kategori beban ekspedisi
                 sebesar Rp33,31 miliar atau sebesar 33,39%?

                  Jawaban:
                  Kenaikan tersebut terjadi akibat ekspedisi produk ke proyek Tol Bayung Lencir
                  - Tempino, Jalan Tol Serang - Panimbang, Proyek IKN, Proyek Jembatan
                  Betung, dan Proyek Jalan Tol Betung – Jambi.

              c. Penjelasan mengenai perbedaan angka beban pemasaran yang dicantumkan
                 Perseroan dalam Laporan Keuangan periode 30 September 2024 dan 30 Juni
                 2024. Dimana pada periode 30 Juni 2024 dalam CALK 30, beban pemasaran
                 disajikan sebesar Rp66,11 miliar namun pada Laporan Keuangan per 30
                 September 2024 beban pemasaran disajikan sebesar Rp2,07 miliar?

                  Jawaban:
                  Beban Penjualan pada Laporan Keuangan 30 September 2024 disajikan secara
                  lebih rinci seperti:
                  - Beban Ekspedisi;
                  - Beban Operasional Area Penjualan;
                  - Beban Pegawai;
                  - Beban Pemasaran;
                  - Dan lain-lain.

           16. Apakah terdapat perkara hukum lainnya yang dihadapi Perseroan saat ini? Jika ada,
               agar dijelaskan lebih lanjut, termasuk perkembangan terkini atas perkara hukum
               tersebut dan upaya yang dilakukan Perseroan dan Entitas Anak untuk
               mengatasinya.

              Jawaban:
              Tidak ada

           17. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan (jika ada).

              Jawaban:
              a. Asset Recycling atas aset non produktif;
              b. Implementasi skema homologasi melalui Private Placement.

           18. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
               kelangsungan hidup Perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham
               Perusahaan yang belum diungkapkan kepada publik (jika ada).

              Jawaban:
              Seluruh informasi atau fakta material telah disampaikan sesuai dengan ketentuan
              Peraturan OJK Nomor 31 /POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi atau
              Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.
HM.03.10       Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                   Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara
Page 19
           Demikian informasi ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan
           terima kasih.


           Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Legal,




           Fathul Anwar

           Lampiran : -

           Tembusan:
            -  Direksi PT Waskita Beton Precast Tbk




HM.03.10                  Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
                              Diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.63 MB
Published13 Jan 2025
Pages19
Characters59,222
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 40 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Waskita Beton Precast Tbk p.1 ×17
linked org PT Cimanggis Cibitung Tollways p.1 ×7
linked org PT Kresna Kusuma Dyandra Marga p.1 ×7
linked org PT Waskita Bumi Wira p.2 ×3
linked org Hutama Karya p.2 ×2
linked org Bukit Asam Tbk p.6 ×2
linked org Mega Andalan Sukses p.6
linked person Fathul Anwar p.19
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
possible org Waskita Karya (Persero) Tbk p.2 ×11
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.16 ×6
unresolved org PT DKI p.1 ×2
unresolved org Siber dan Sandi Negara p.1 ×19
unresolved org Semut Tama Langgeng PTE LTD p.2
unresolved org Piutang Semut Tama Langgeng PTE LTD p.2
unresolved org PT Hakaaston p.2 ×2
unresolved org PT Hutama Karya Infrastruktur p.2 ×2
unresolved org PT Cibitung Tanjung Priok Tollways p.2
unresolved org Net Semut Tama Langgeng PTE LTD p.3
unresolved org PT Yasa Patria Perkasa p.3
unresolved org PT Sumber Urip Sejati p.3
unresolved org PT JGC Indonesia p.3
unresolved org PT Duta Permata Lestari p.3
unresolved org PT Mandiri Bangun Makmur p.3
unresolved org PT Kapuknaga Indah p.3 ×2
unresolved org PT Rama Mutiara Hafidz p.3
unresolved org PT Persero Batam p.4 ×2
unresolved org PT Perusahaan Perseroan (Persero) p.6 ×4
unresolved org PT Jaya Obayashi p.6
unresolved org PT Indo Fudong Konstruksi p.6 ×2
unresolved org PT Estetika Binagriya p.6
unresolved org PT Fin Centerindo Satu p.7
unresolved org PT Bank DKI p.8 ×7
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta T p.8
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Timur p.9
unresolved org Mahkamah Agung Republik Indonesia p.10
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Pusat p.10
unresolved org PT Intiniaga Unggul Nusantara p.13
unresolved org PT Multi Welindo p.13
unresolved org Kota Nusantara p.17

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result