Skip to content
Back to announcement

20250102_BSWD_Public Expose_31842058_lamp6.pdf

Other Text extracted BSWD

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 2

Page 1
Laba Bersih Bank of India Indonesia
(BSWD) Naik 44,74% Jadi Rp 70,68 Miliar
per November 2024
Reporter | Bagus KasanjanuEditor | Fajar WidhiyantoJumat, 27 Desember 2024 pukul 16.04




Direktur Bank of India Indonesia Jayaprakash Bharathan (kedua dari kanan). Foto:
Bank of India Indonesia

JAKARTA, investortrust.id - PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) sukses
mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 44,74% dari Rp 48,83 miliar pada
November 2023 menjadi Rp 70,68 miliar di periode yang sama tahun ini.
Direktur Bank of India Indonesia Jayaprakash Bharathan mengungkapkan, selain laba,
peningkatan lainnya juga terjadi di hampir seluruh parameter keuangan pihaknya jika
dibandingkan dengan November 2023.
“Mencerminkan pertumbuhan konsisten dalam aset, kredit, dan profitabilitas yang
didukung oleh efisiensi dan stabilitas rasio keuangan utama,” ujarnya, dalam
keterangan pers, Jumat (27/12/2024).

Fungsi intermediasi Bank of India Indonesia, lanjut Bharathan, berjalan dengan baik.
Tercermin dari penyaluran kredit yang tumbuh 6,71% dari Rp 3,72 triliun per
November 2023 menjadi Rp 3,97 triliun di periode yang sama tahun ini.
Page 2
Sejalan dengan itu, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun pada November
2024 sebesar Rp 3 triliun, atau naik 11,12% dibandingkan periode yang sama tahun
lalu yaitu Rp 2,70 triliun.
“Pertumbuhan kredit mencerminkan komitmen bank untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi melalui pembiayaan bagi bisnis dan individu. Lalu naiknya DPK
menunjukkan kepercayaan dan keyakinan pelanggan yang meningkat terhadap bank,”
kata Bharathan.
Di sisi bersamaan, lanjut dia, sejumlah rasio keuangan juga berada di level yang
terjaga. Misalnya rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang
berada di angka 3,49% per November 2024, yang menunjukkan manajemen kualitas
kredit yang efektif.
Lalu, rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) juga tercatat
berada di level 132,14%, menunjukkan upaya penyaluran kredit yang produktif untuk
mendukung aktivitas perekonomian.

“CAR (capital adequacy ratio atau rasio kecukupan modal) terjaga pada 91,46%.
Mencerminkan kekuatan modal yang luar biasa dan memastikan ketahanan terhadap
risiko,” ucap Bharathan.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.41 MB
Published2 Jan 2025
Pages2
Characters2,209
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank of India Indonesia p.1 ×6
linked person Jayaprakash Bharathan p.1 ×2
unresolved org India Indonesia Tbk p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result