Skip to content
Back to announcement

20241230_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31841789_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review UNTR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 58

Page 1
                 Kantor Jasa Penilai Publik                                                                        The Manhattan Square
                                                                                                        Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                 FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                                     Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                                                                                                      E-Mail : infoadmin@fdipartners.co
                 Property, Business Valuation & Advisory
                                                                                                            Website: www.fdipartners.co
                 Licence No. 2.22.0176                                                                           Phone (62 21) 27875911
                 KMK 460/KM.1/202
                 Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia


Jakarta, 27 Desember 2024



Kepada Yth.
PT Suprabari Mapanindo Mineral
Jl. Rawagelam I No.9
Kawasan Industri Pulogadung
Jakarta Timur 13930

No. Laporan    : 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024

Hal             : Pendapat Kewajaran

Dengan hormat,

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI PINJAM – MEMINJAM ANTARA PT.
PAMAPERSADA NUSANTARA DAN PT. SUPRABARI MAPANINDO MINERAL

Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 005/FDI/PB-FO/VIII/2024 tertanggal 6 Agustus
2024, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari
PT. Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”) untuk memberikan laporan hasil analisis tentang Kewajaran
atas Rencana transaksi berupa Pinjam - Meminjam dari PT. Pamapersada Nusantara (“PAMA”) kepada
PT. Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”), dimana PAMA dan SMM merupakan perusahaan afiliasi dari
PT. United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UNTR”). Rencana transaksi Pinjam - Meminjam dari PAMA
kepada SMM selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”. Atas dasar hal tersebut, maka Rencana
Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan (“POJK 42”).

Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana Transaksi. Laporan Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan
manajemen UNTR, selaku perusahaan publik, dalam rangka memenuhi ketentuan dalam POJK 42.

Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
data sebagaimana diberikan oleh manajemen UNTR dan PAMA, yang mana kami mengasumsikan
bahwa informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen UNTR dan PAMA adalah benar,
lengkap, dapat diandalkan, dan tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi
secara mendetail atas semua informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen UNTR dan PAMA,
baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau
bertanggung-jawab apabila informasi dan data yang diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Pendekatan dan metode yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi adalah
dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif berupa
analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap UNTR,
serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan UNTR.
Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan sesudah




                                 Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang arang (Properti)
Page 2
transaksi (Proforma) dari sisi UNTR untuk mengetahui dampak keuangan secara konsolidasi dari
transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana Transaksi.

Analisis atas Rencana Transaksi, Rencana Transaksi berupa Pinjam - Meminjam antara PAMA selaku
pihak yang memberikan pinjaman dan SMM selaku pihak yang menerima pinjaman yang dilakukan
untuk mendukung pembiayaan modal kerja SMM.

SMM merupakan suatu perseroan terbatas yang bergerak di bidang usaha pertambangan khususnya
tambang batu bara. SMM berlokasi di Gedung PT Pamapersada Nusantara II, Lt.3 Jalan Rawagelam,
Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. SMM merupakan entitas anak dari PAMA, sedangkan
PAMA merupakan entitas anak dari UNTR.

Pada kondisi ekonomi yang lemah dan adanya potensi terjadinya resesi, SMM juga mengalami isu
surutnya Sungai Barito yang menyebabkan pendangkalan sehingga kapal pengangkut batu bara tidak
bisa lewat. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya proses pengiriman batu bara. Selain itu produksi
batu bara juga mengalami perlambatan. Sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut, PAMA sebagai
induk usaha SMM berencana untuk memberikan dukungan pembiayaan modal kerja kepada SMM
sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan arus kas SMM.

Pendekatan dan metode yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi adalah
dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif berupa
analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap UNTR,
serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan UNTR.
Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan sesudah
transaksi (Proforma) UNTR untuk mengetahui dampak keuangan secara konsolidasi dari transaksi yang
dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana Transaksi.

1. Laporan pendapat kewajaran disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
   menyusun laporan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data sebagaimana
   diberikan manajemen UNTR, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah benar, lengkap,
   dapat diandalkan serta tidak menyesatkan.
2. Kami tidak melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data
   - data yang diberikan oleh manajemen UNTR, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami
   tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggungjawab terhadap kebenaran dan kelengkapan
   dari informasi atau penjelasan tersebut.
3. Segala perubahan terhadap data-data yang telah diberikan manajemen UNTR pada kami,
   sebagaimana tercantum pada bagian sumber data dan Informasi, dapat mempengaruhi hasil
   penilaian secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas
   kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
4. Laporan pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
   perkonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan Pemerintah pada tanggal Laporan
   ini dikeluarkan.
5. Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan pendapat kewajaran ini tidak terjadi
   perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
   Laporan pendapat kewajaran ini. Laporan pendapat kewajaran ini hanya dipersiapkan untuk dapat
   dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan dalam laporan ini, dan tidak dapat
   dipergunakan untuk tujuan lainnya.




Halaman 2                                                     00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 3
6. Laporan pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
   analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
   menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
7. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
   peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini. Rencana transaksi merupakan transaksi
   afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42 dimana PAMA merupakan entitas anak dari UNTR,
   sedangkan SMM merupakan entitas anak yang dimiliki PAMA secara tidak langsung melalui PTTuah
   Turangga Agung (“TTA”).

SMM memiliki Fasilitas Pinjaman yang diberikan oleh PAMA dengan plafon sebesar USD40.000.000,-
(Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat) atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan
kurs per 30 Juni 2024 sebesar Rp16.421,-). Berdasarkan Draft Amandemen II to Loan Agreement antara
PAMA dengan SMM, sepakat untuk mengubah suku bunga pinjaman dari Term SOFR + Margin (2%)
yang berlaku menjadi Term SOFR + Margin (1,63%).

Perjanjian Pinjam - Meminjam antara PAMA dan SMM, yang mencakup Loan Agrement, Amendment I,
dan Draft Amandemen II, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar
USD40.000.000,- (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat) atau setara dengan Rp 656.840 juta
(dengan menggunakan kurs per 30 Juni 2024 sebesar Rp16.421,-). Fasilitas pinjaman tersebut
dikenakan bunga sebesar Term SOFR + 1,63%. Berdasarkan Laporan Keuangan UNTR per 30 Juni
2024 yang telah yang disampaikan pada pernyataan direksi, ekuitas UNTR tercatat sebesar
Rp91.399.455 juta maka Rencana Transaksi sebesar 0,72% dari ekuitas UNTR dengan demikian bukan
merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha (“POJK 17/2020”).

Analisa kualitatif mengacu pada perkembangan dan ekonomi makro. Badan Energi Internasional (IEA)
memperkirakan produksi batu bara di Indonesia akan menunjukkan pertumbuhan yang sedikit pada
tahun 2024. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia telah menaikkan kuota produksi
batu bara untuk 2024, yang juga dikenal sebagai RKAB, hampir 30% menjadi 922 juta ton. Namun,
angka ini mengasumsikan operasi pada kapasitas penuh dan umumnya produsen mencapai
penggunaan sekitar 80%. Meskipun hujan deras di Sumatra dan Kalimantan Selatan pada kuartal
pertama tahun 2024, produksi batu bara dalam empat bulan pertama tahun 2024 sudah meningkat
sebesar 8,6%.

Dengan Rencana Transaksi, SMM memperoleh pinjaman untuk kebutuhan dana modal kerja untuk
dapat tetap melaksanakan kegiatan operasionalnya jika dibutuhkan, sehingga hal ini juga akan
memberikan citra yang baik di mata investor dan masyarakat, bahwa UNTR dan grup tetap dapat
mempertahankan pangsa pasar, produktivitas dan juga memenuhi kebutuhan pelanggannya dengan
baik, yang dapat berpengaruh terhadap harga saham UNTR.

Analisa kuantitatif mengacu kepada kinerja keuangan historis. Total aset UNTR mengalami penurunan
pada periode 2019 dan 2020 yang disebabkan turunnya nilai persediaan dan kembali meningkat pada
tahun 2021 hingga tahun 2023 dengan masing-masing peningkatan sebesar 12,79%, 24,80% dan
9,65%. Disisi total liabilitas periode 2019 – 2023 terjadi trend yang berfluktuasi dengan kenaikan
tertinggi pada tahun 2023 sebesar 37,34%. Sedangkan total ekuitas berfluktuasi dengan kenaikan rata-
rata per tahun sebesar 8,54%. Disisi laporan laba rugi pada periode 2019-2023 pendapatan UNTR
mengalami fluktuasi pertumbuhan dengan peningkatan rata-rata sebesar 12,50%. Pada periode yang
sama laba tahun berjalan UNTR mengalami peningkatan rata-rata sebesar 29,75%.



Halaman 3                                                    00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 4
Analisa inkremental dilakukan untuk melihat manfaat Rencana Transaksi bagi UNTR. Berdasarkan
proyeksi keuangan UNTR sebelum dan setelah Rencana Transaksi periode 2024-2029 yang disusun oleh
manajemen, Rencana Transaksi memberikan nilai tambah berupa peningkatan pada aset, ekuitas dan
laba tahun berjalan UNTR secara Konsolidasi bila Rencana Transaksi dilakukan sepanjang semua
asumsi-asumsi terpenuhi.

Analisis kewajaran dengan membandingkan antara tarif bunga Pinjaman Rencana Transaksi dengan
tarif bunga pinjaman bank lainnya. Berdasarkan perjanjian atas rencana transaksi, suku bunga yang
dikenakan adalah Term SOFR + Margin 1,63% atau setara dengan 6,96% per 30 Juni 2024, sedangkan
data rata-rata tarif bunga rata-rata kredit bank umum yang berlaku di pasar berdasarkan industri
pertambangan dan penggallian dalam denominasi valuta asing dari OJK per 30 Juni 2024, tarif bunga
sebesar 7,40% sehingga tarif bunga pinjaman Rencana Transaksi masih dalam batas wajar (batas atas
- batas bawah) 7,5% terhadap suku bunga pinjaman, dimana batas bawah dan batas atas kewajaran
masing-masing sebesar 6,85% dan 7,96%.

Dengan demikian, berdasarkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis
kualitatif dan analisis kuantitatif, serta analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan keuangan,
menurut pendapat kami, Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman dari PAMA kepada SMM adalah Wajar.

Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak
sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun di masa
datang terkait dengan usaha UNTR, PAMA, SMM, maupun atas transaksi yang dilakukan.

Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan, atas kerjasama dan kepercayaan yang telah
diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
KJPP FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN




M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert)
Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
MAPPI No.               : 10-S-02571
STTD Bapepam No.        : STTD.PB-50/PM.223/2020
RMK                     : RMK-2017.00526




Halaman 4                                                     00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 5
                                                             DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................... 6
   1.1      Uraian Mengenai Penugasan ........................................................................................... 6
   1.2      Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ................................................................ 6
   1.3      Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan ............................ 6
   1.4      Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ......................................................... 6
   1.5      Objek Pendapat Kewajaran .............................................................................................. 7
   1.6      Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan .................................................... 7
   1.7      Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi .. 7
   1.8      Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan.......................... 8
   1.9      Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................. 8
   1.10     Sumber Data dan Informasi ............................................................................................. 8
   1.11     Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ............................................................. 9
   1.12     Pernyataan Independensi Penilai....................................................................................... 9
   1.13     Distribusi Laporan Pendapat Kewajaran ............................................................................ 9
   1.14     Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran ( Subsequent Event) ......................... 9
BAB II ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI .............................................................................. 10
   2.1.     Latar Belakang Rencana Transaksi .................................................................................. 10
   2.2.     Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi ........................................................................... 10
   2.3.     Objek Rencana Transaksi ............................................................................................... 10
   2.4.     Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ....................................................................... 10
   2.5.     Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ...................................................................... 15
   2.6.     Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi .............................. 16
BAB III ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI .................................................................. 17
   3.1.     Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan ........................................................... 17
   3.2.     Analisis atas Rencana Transaksi ...................................................................................... 17
   3.3.     Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ........................................................................ 18
   3.4.     Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ...................................................................... 29
   3.5.     Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi ..................................................................... 37
   3.6.     Analisis Faktor Lain Yang Relevan ................................................................................... 38
   3.7.     Kesimpulan ................................................................................................................... 41
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ............................................................................. 42
PERNYATAAN PENILAI ............................................................................................................. 43




Halaman 5                                                                            00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 6
                                             BAB I
                                         PENDAHULUAN

1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran Nomor 005/FDI/PB-FO/VIII/2024 pada tanggal
      06 Agustus 2024, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”)
      mendapat penugasan dari PT. Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”) untuk memberikan
      pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi Pinjam - Meminjam dari PT. Pamapersada
      Nusantara (“PAMA”) kepada PT. Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”), dimana PAMA dan SMM
      merupakan perusahaan terafiliasi dari PT. United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UNTR”).
      Rencana Transaksi Pinjam - Meminjam dari PAMA kepada SMM selanjutnya disebut sebagai
      “Rencana Transaksi”. Atas dasar hal tersebut, maka Rencana Transaksi merupakan Transaksi
      Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
      Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK
      42”).

1.2   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

      Pemberi tugas dalam hal ini adalah SMM, dengan informasi sebagai berikut:

      Nama                    : PT. Suprabari Mapanindo Mineral
      Alamat                  : Jl. Rawagelam I No.9, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur
      Telepon/Fax             : 021 - 2983 2091
      Bidang usaha            : Pertambangan Batu Bara
      PIC/Kontak              : Bpk./Ibu –
      Email                   :-

      Pengguna Laporan dalam hal ini adalah Pemberi Tugas.

1.3   Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan

      Tanggal penilaian Pendapat Kewajaran adalah tanggal 30 Juni 2024.

      Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
      dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), masa berlaku laporan
      penilaian adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian ( cut-off date) dalam
      laporan pendapat kewajaran.

1.4   Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

      Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
      Kewajaran atas Rencana transaksi afiliasi antara PAMA dengan SMM diperlukan dalam rangka
      memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK.

      Tujuan pemberian pendapat kewajaran dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa
      Keuangan (POJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
      Kepentingan.




Halaman 6                                                    00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 7
      Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
      digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
      dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
      menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.

1.5   Objek Pendapat Kewajaran

      Berdasarkan Loan Agrement dan Amendment I, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA
      kepada SMM adalah sebesar USD 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat) atau
      setara dengan Rp 656.840 juta (menggunakan kurs per 30 Juni 2024 sebesar Rp16.421,-)
      dengan tingkat suku bunga Term SOFR + Margin.

      Atas dasar hal tersebut di atas, maka objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah
      Rencana Transaksi yang berupa Pinjam - Meminjam PAMA kepada SMM sebesar USD
      40.000.000,- (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat) atau setara dengan Rp 656.840 juta
      (menggunakan kurs per 30 Juni 2024 sebesar Rp16.421,-).

1.6   Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan

      Mengacu pada laporan posisi keuangan Proforma UNTR, dampak keuangan atas Rencana
      Transaksi sebagai berikut:

      1) Terdapat peningkatan pada akun Aset Tidak Lancar yaitu piutang non-usaha pihak berelasi
         atas pemberian penambahan fasilitas pinjaman (loan agreement) sebesar USD 40.000.000,-
         atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni 2024 sebesar
         Rp16.421,-).
      2) Terdapat jurnal eliminasi pada akun Aset Tidak Lancar yaitu piutang non-usaha pihak
         berelasi atas pemberian penambahan fasilitas (loan agreement) sebesar USD 40.000.000,-
         atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni 2024 sebesar
         Rp16.421,-).
      3) Terdapat peningkatan pada akun Liabilitas Jangka Panjang yaitu utang non-usaha pihak
         berelasi atas penerimaan penambahan fasilitas pinjaman (loan agreement) sebesar USD
         40.000.000,- atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni
         2024 sebesar Rp16.421,-).
      4) Terdapat jurnal eliminasi pada akun Liabilitas Jangka Panjang yaitu utang non-usaha pihak
         berelasi atas peneriman penambahan fasilitas pinjaman ( loan agreement) sebesar USD
         40.000.000,- atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni
         2024 sebesar Rp16.421,-).

1.7   Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi

      Rencana Transaksi dilakukan dengan tujuan membantu pemenuhan kebutuhan biaya belanja
      modal dan modal kerja SMM dengan pertimbangan SMM menghadapi kondisi global yang
      menurun dan tidak memiliki standby facility dari bank, sehingga untuk dapat melaksanakan
      kegiatan operasionalnya dengan baik PAMA sebagai induk usaha SMM memberikan dukungan
      pembiayaan modal kerja kepada SMM sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan
      arus kas SMM. Seiring dengan isu yang dihadapi SMM yaitu terganggunya proses pengiriman
      batu bara, SMM memerlukan penambahan pinjaman dari PAMA.




Halaman 7                                                  00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 8
      Pertimbangan UNTR atas Rencana Transaksi tersebut adalah dengan dilaksanakannya Rencana
      Transaksi akan membuat SMM dapat menjalankan kegiatan operasional secara komersial
      kedepannya sehingga akan membukukan pendapatan dan laba yang akan berdampak positif
      bagi UNTR secara konsolidasi.

1.8   Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

      Rencana Transaksi yang dilakukan terkait dengan POJK 42.

1.9   Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

      Ruang lingkup pendapat kewajaran mengacu kepada Pasal 17 POJK 35 meliputi:

      a. Tujuan dari Penugasan adalah memberikan pendapat kewajaran atas rencana transaksi;
      b. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan;
      c. Membandingkan dasar nilai transaksi dengan rata-rata tarif bunga di pasar atas objek
         Rencana Transaksi.

1.10 Sumber Data dan Informasi

      a. Laporan Keuangan Konsolidasian (limited review) UNTR yang berakhir pada tanggal 30 Juni
         2024 tanggal 30 Agustus 2024 yang diriviu oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto
         & Rekan dengan pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
         semua hal yang material.
      b. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
         No.00190/2.1025/AU.1/05/0241-2/1/II/2024 tanggal 23 Februari 2024 yang diaudit oleh
         Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
         keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
      c. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
         No.0177/2.1025/AU.1/05/0239-3/1/II/2023 tanggal 23 Februari 2023 yang diaudit oleh
         Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
         keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
      d. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
         No.00121/2.1025/AU.1/05/0239-2/1/II/2022 tanggal 21 Februari 2022 yang diaudit oleh
         Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
         keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
      e. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
         No.00157/2.1025/AU.1/05/0239-1/1/II/2021 tanggal 19 Februari 2021 yang diaudit oleh
         Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
         keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
      f. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
         No.00168/2.1025/AU.1/0241-1/1/II/2020 tanggal 21 Februari 2020 yang diaudit oleh
         Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
         keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
      g. Rencana bisnis UNTR sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk 5 (lima) tahun ke depan.
      h. Profoma Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR per 30 Juni 2024 (sebelum dan sesudah
         transaksi) yang disiapkan oleh manajemen UNTR.
      i. Rencana bisnis SMM setelah Rencana Transaksi untuk 5 (Lima) tahun ke depan.




Halaman 8                                                    00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 9
     j. Perjanjian Pinjaman antara PAMA dengan SMM tertanggal 23 Agustus 2021 dan Draft
        Amandemen I dan Draft Amandemen II atas Perjanjian Pinjaman.
     k. Representation Letter No. 368/SMM-EXT/XII/2024 tertanggal 27 Desember 2024 yang telah
        ditandatangani oleh Manajemen.
     l. Hasil wawancara dengan pihak PAMA, SMM, UNTR dan pihak lain yang kami anggap layak
        dan relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan
        proses pemberian pendapat kewajaran.
     m. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun
        media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.

1.11 Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

     Berdasarkan POJK No.35/POJK.04/2020, tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
     Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”), analisis kewajaran Rencana Transaksi
     dilakukan melalui analisis yang mencakup hal–hal sebagai berikut:

     a. Analisis atas Rencana Transaksi,
     b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi,
     c. Analisis Atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi.
     d. Analisis atas faktor lain yang relevan.

1.12 Pernyataan Independensi Penilai

     Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
     independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan UNTR, PAMA dan
     SMM ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan UNTR, PAMA maupun SMM. KJPP
     FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
     ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
     merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini
     yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

1.13 Distribusi Laporan Pendapat Kewajaran

     Pendapat kewajaran ini diajukan untuk kepentingan UNTR dalam kaitannya dengan Rencana
     Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain dan kepentingan lain.

1.14 Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event)

     Tidak terdapat peristiwa yang signifikan terjadi yang dapat mempengaruhi laporan pendapat
     kewajaran dari tanggal pendapat kewajaran sampai dengan tanggal laporan.




Halaman 9                                                      00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 10
                                               BAB II
                                 ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI

2.1.   Latar Belakang Rencana Transaksi

       SMM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan khususnya tambang batu
       bara. Lokasi tambang batu bara SMM berada di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
       Adapun 80% saham SMM dimiliki oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA), suatu perusahaan
       perdagangan batu bara di Indonesia yang berada di bawah kepemilikan saham dari PAMA dan
       UNTR, dan 20% saham SMM dimiliki oleh ICRA SMM Pty., Ltd yang merupakan perusahaan
       berdomisili di Australia.

       Pada kondisi ekonomi yang lemah dan adanya potensi terjadinya resesi, SMM juga mengalami
       isu surutnya Sungai Barito yang menyebabkan pendangkalan sehingga kapal pengangkut batu
       bara tidak bisa lewat. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya proses pengiriman batu bara.
       Selain itu produksi batu bara juga mengalami perlambatan. Sehingga untuk mengantisipasi hal
       tersebut, PAMA sebagai induk usaha SMM berencana untuk memberikan dukungan pembiayaan
       modal kerja kepada SMM sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan arus kas SMM.

       Transaksi Pinjam - Meminjam (loan agreement) antara SMM selaku pihak yang menerima
       pembiayaan dan PAMA selaku pihak yang memberikan jasa pembiayaan dilakukan untuk
       mendukung pembiayaan modal kerja SMM jika dibutuhkan.

2.2.   Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi

       Maksud dan tujuan Rencana Transaksi Pinjam - Meminjam oleh PAMA dan SMM untuk
       mendukung pembiayaan modal kerja SMM jika dibutuhkan.

2.3.   Objek Rencana Transaksi

       Objek Pendapat Kewajaran adalah rencana transaksi afiliasi antara PT Pamapersada Nusantara
       dengan PT Suprabari Mapanindo Minera berupa Pinjam – Meminjam antara PAMA dan SMM.
       Berdasarkan Perjanjian Pinjaman, Amandemen I, dan Draft Amandemen II, total fasilitas pinjaman
       yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar USD 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Dolar
       Amerika Serikat) atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni
       2024 sebesar Rp16.421,-).

       Atas dasar hal tersebut di atas, maka objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah
       Rencana Transaksi yang berupa Rencana Transaksi Pinjam - Meminjam antara PAMA dan SMM
       sebesar USD40.000.000,- (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat) atau setara dengan
       Rp656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni 2024 sebesar Rp16.421,-) PAMA kepada
       SMM.

2.4.   Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

       Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah PAMA, selaku pemberi pinjaman,
       SMM, selaku penerima pinjaman dan UNTR, selaku perusahaan publik yang laporan
       keuangannya terdampak secara konsolidasi atas Rencana Transaksi.




Halaman 10                                                    00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 11
     a. PT United Tractors (”UNTR”)

        Riwayat Singkat

        PT United Tractors Tbk (“UNTR”) didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan
        nama PT Inter Astra Motor Works, Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra
        International Tbk, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, dihadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta
        Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
        Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita
        Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.

        Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
        Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
        Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 79 tanggal 8 April 2022 yang dibuat
        dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
        perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
        sesuai dengan suratnya tanggal 19 April 2022 No. AHU- 0028206.AH.01.02 tahun 2022.

        Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
        sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 98 tanggal 24 April 2024 yang dibuat dihadapan
        Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat pemberitahuan
        penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan
        suratnya tanggal 7 Mei 2024 No.AHU-AH.01.09-0187465 tahun 2024.

        Susunan Kepemilikan Saham

        Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2024 susunan pemegang saham
        adalah sebagai berikut:

        Tabel 2.1 Susunan Pemegang Saham UNTR
                     Keterangan               Jumlah Saham          (%)           Nominal (Rp)
         PT Astra International Tbk             2.219.317.358      59,50%         554.829.000.000
         Iwan Hadiantoro                              116.400        0,00%              29.000.000
         Loudy Irwanto Ellias                          34.515        0,00%               9.000.000
         Edhie Sarwono                                 19.100        0,00%               5.000.000
         Widjaja Kartika                                 2.000       0,00%               1.000.000
         Masyarakat selain Direksi (masing-
                                                1.412.069.763      37,85%         353.085.000.000
         masing kepemilikan dibawah 5%)
         Saham Tresuri                             98.326.000        2,64%          24.582.000.000
         Jumlah                                 3.730.135.136     100,00%         932.534.000.000
        Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

        Susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR

        Bersadarkan laporan keuangan konsolidasian periode 30 Juni 2024 yang telah di review oleh
        Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
        UNTR adalah sebagai berikut:



Halaman 11                                                   00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 12
       Dewan Komisaris:

       Presiden Komisaris            : Djony Bunarto Tjondro
       Wakil Presiden Komisaris      : Rudy
       Komisaris                     : Chiew Sin Cheok
                                       Djoko Pranoto Santoso
                                       Benjamin Herrenden Birks
       Komisaris Independen          : Paulus Bambang Widjanarko
                                       Nanan Soekarna
                                       Bruce Malcolm Cox

       Direksi

       Presiden Direktur             : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
       Direktur                      : Loudy Irwanto Ellias
                                      Iwan Hadiantoro
                                      Idot Supriadi
                                      Edhie Sarwono
                                      Widjaja Kartika
                                      Vilihati Surya

       Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan pemegang saham
       serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR.

       Kegiatan Usaha

       Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
       meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“mesin konstruksi”) beserta pelayanan purna
       jual; penambangan dan kontraktor penambangan; pengolahan mineral; rekayasa,
       perencanaan, perakitan, dan pembuatan komponen mesin, alat, peralatan, dan alat berat;
       pembuatan kapal serta jasa perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri
       konstruksi; dan energi. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973.
       Perseroan berkedudukan di Jakarta, Indonesia.

 b. PT Pamapersada Nusantara (”PAMA”)

       Riwayat Singkat

       PAMA didirikan berdasarkan Akta No. 74 dibuat di hadapan Rukmasanti Hardjasatya, Notaris
       di Jakarta, tertanggal 26 Agustus 1988. Akta tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman
       Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-4876.HT.01.01.TH’89 tanggal 1 Juni
       1989 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 77 tanggal 26 September 1989,
       Tambahan No. 2099.

       Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa perubahan dari waktu ke waktu.
       Perubahan terakhir berdasarkan pada Akta Notaris No. 29 tertanggal 10 April 2023 oleh Jose
       Dima Satria, S.H, M.Kn., notaris di Jakarta terkait dengan penunjukan kembali Dewan
       Komisaris dan Direksi Perusahaan. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
       telah menerima dan mencatat perubahan tersebut berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
       AHU-AH.01.09-0108148 tanggal 10 April 2023.

Halaman 12                                                00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 13
       Susunan Kepemilikan Saham

       Berikut merupakan susunan kepemilikan saham PAMA berdasarkan Akta No. 12 tanggal 12
       Juni 2013 yang dibuat di hadapan Notaris Marianne Vincentia Hamdani, S.H., Notaris di
       Jakarta Utara :

       Tabel 2.2 Susunan Pemegang Saham PAMA
                     Keterangan                 Jumlah Saham           Nominal (Rp)          (%)
         PT United Tractors Tbk                 10.114.950.800       5.057.475.400.000    99,9995%
         PT United Tractors Pandu Engineering           49.200              24.600.000      0,0005%
         Jumlah                                 10.115.000.000       5.057.500.000.000        100%


       Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA

       Berdasarkan akta No. 29 tanggal 10 April 2023 dari Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn
       terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA adalah sebagai berikut:

       Dewan Komisaris:
       Presiden Komisaris                : Djony Bunarto Tjondro
       Komisaris                         : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
                                          Chiew Sin Cheok

       Direksi
       Presiden Direktur                 : Hendra Hutahean
       Direktur                          : Chinthya Theresa Am
                                           Ari Sutrisno
                                           Warsito Subagio Surjaatmadja
                                           Roberto Dwi Handoko

       Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan pemegang saham
       serta Dewan Komisaris dan Direksi PAMA.

       Kegiatan Usaha

       PAMA dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”) bergerak di kontraktor pertambangan
       batu bara dan batu kapur, pertambangan batu bara di area konsesi pertambangan milik
       sendiri, perdagangan batu bara, perawatan jalan, pengoperasian pelabuhan, penyewaan
       peralatan berat, penjualan peralatan berat terpakai, dan pembangkit listrik. PAMA memulai
       aktivitas komersialnya pada bulan September 1993.

     c. PT Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”)

       Riwayat Singkat

       SMM didirikan pada tahun 1991 berdasarkan Akta Pendirian No. 51 tertanggal 13 Juni 1991
       yang dibuat di hadapan Agus Madjid, S.H., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh
       pengesahan sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI No.
       C2-5778 HT.01.01. Th. 97 tertanggal 30 Juni 1997.


Halaman 13                                                     00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 14
       Anggaran Dasar SMM telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
       Notaris Jose Dima Satria, S.H., M. Kn., No. 114 tanggal 31 Mei 2024, mengenai perubahan
       Direksi dan Komisaris. Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
       Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0214556
       tanggal 14 Juni 2024.

       Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham SMM

       Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria, S.H., M. Kn., No. 114 tanggal 31 Mei 2024,
       berikut merupakan struktur permodalan dan kepemilikan saham SMM:

       Tabel 2.3 Susunan Pemegang Saham SMM
                                                                      Nominal
                    Keterangan                Jumlah Saham                                (%)
                                                                        (Rp)
        PT Tuah Turangga Agung                   10.465.800         104.658.000.000         80%
        ICRA SMM Pty., Ltd                         2.616.450         26.164.500.000         20%
        Jumlah                                   13.082.250         130.822.500.000     100,00%


       Susunan Pengurus SMM

       Berdasarkan pernyataan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan SMM No.180 per
       tanggal 21 Mei 2024 dari Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn. terdapat perubahan susunan
       dewan komisaris dan direksi SMM. Sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMM
       adalah sebagai berikut:

       Dewan Komisaris:
       Presiden Komisaris    : Hendra Hutahean
       Komisaris             : Chinthya Theresa Am
                               Ari Sutrisno
                               Go Hayatsu

       Direksi:
       Presiden Direktur     : Arianto Sasono
       Direktur              : Ignatius Stanley Hendarto
                               Grindo Nugroho
                               Nehemia H. P. Pardede
                               Kotaro Fujisawa

       Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan pemegang saham
       serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMM.

       Kegiatan Usaha

       Ruang lingkup kegiatan usaha yang dilakukan oleh SMM adalah menjalankan usaha
       pertambangan batu bara.




Halaman 14                                                   00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 15
2.5.   Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

       Hubungan pihak-pihak bertransaksi, berdasarkan kepemilikan saham dan kepengurusan saham,
       dapat disampaikan sebagai berikut:

       • Berdasarkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris UNTR, PAMA dan SMM terdapat kesamaan
         manajemen pada UNTR, PAMA dan SMM pada periode 30 Juni 2024, yaitu Bapak Franciscus
         Xaverius Laksana Kesuma diketahui menjabat sebagai Komisaris di PAMA dan Presiden
         Direktur di UNTR.

       • Hubungan afiliasi dari segi kepemilikan saham




                Sumber: Manajemen SMM

       • Materialitas Nilai Rencana Transaksi

          Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SMM, yang mencakup Draft Amandemen
          II, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar
          USD40.000.000,- (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat). Atas dasar hal tersebut di atas,
          maka objek Rencana Transaksi dalam hal ini adalah pinjaman sebesar USD 40.000.000,- dari
          PAMA kepada SMM.

          Materialitas Nilai Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana
          Transaksi dengan ekuitas UNTR periode 30 Juni 2024.

          Tabel 2.4 Nilai Rencana Transaksi berbanding Ekuitas UNTR (Juta Rupiah)
                                                Nilai Rencana             Ekuitas UNTR
           Keterangan                                                                           %
                                                  Transaksi                Jun 2024
           Rencana Transaksi                       656.840                91.399.455          0,72%


          Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR per 30 Juni 2024, ekuitas UNTR tercatat
          sebesar Rp 91.399.455 juta dan nilai transaksi sebesar Rp 656.840 juta (kurs: Rp16.421) maka


Halaman 15                                                      00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 16
          Rencana Transaksi sebesar 0,72% dari ekuitas Perseroaan dengan demikian bukan merupakan
          transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
          Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
          Usaha (“POJK 17”).

2.6.   Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

       PAMA (“Pemberi Pinjaman”) dan SMM (“Penerima Pinjaman”), dimana keduanya disebut sebagai
       “Para Pihak”, telah membuat dan menandatangani perjanjian pinjaman tertanggal 23 Agustus
       2021, dimana Pemberi Pinjaman setuju untuk menyediakan kepada Penerima Pinjaman, fasilitas
       pembiayaan sejumlah USD 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat). Perjanjian
       pinjaman tersebut dituangkan dalam dokumen Perjanjian Pinjaman tertanggal 23 Agustus 2021,
       Amandemen I dan Draft Amandemen II, dengan perjanjian dan persyaratan yang disepakati
       sebagai berikut:

        1. SMM dapat mempergunakan Pinjaman selama Periode Pinjaman dan dapat diperpanjang
           sesuai kesepakatan para pihak.
        2. SMM dapat meminjam kembali Sebagian atau seluruh pinjaman yang telah dibayarkan atau
           dibayarkan kembali secara dipercepat selama Priode Pinjaman.
        3. SMM setuju untuk membayar bunga harian atas pinjaman tertagih sampai seluruh Pinjaman
           telah dibayar penuh dengan Suku Bunga Pinjaman.
        4. Waktu berlakunya fasilitas 5 tahun setelah tanggal perjanjian.
        5. PAMA dapat mengalihkan sebagian atau seluruh haknya berdasarkan draft perjanjian.
        6. Berdasarkan Amandemen I, bunga dari pinjaman sebesar Term Secured Overnight
           Financing Rate (SOFR) + Margin.
        7. Berdasarkan Draft Amandemen II, Para pihak setuju untuk menetapkan Margin senilai
           1,63% per tahun.




Halaman 16                                                  00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 17
                                             BAB III
                             ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI

3.1.   Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan

       Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
       berikut:
       a. Analisis atas Rencana transaksi.
       b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana transaksi.
       c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi.
       d. Alalisis atas faktor lain yang relevan.

3.2.   Analisis atas Rencana Transaksi

       a. Latar belakang Rencana Transaksi

          SMM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan khususnya tambang
          batu bara. Lokasi tambang batu bara SMM berada di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan
          Tengah. Adapun 80% saham SMM dimiliki oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA), suatu
          perusahaan perdagangan batu bara di Indonesia yang berada di bawah kepemilikan saham
          dari PAMA dan UNTR, dan 20% saham SMM dimiliki oleh ICRA SMM Pty., Ltd yang merupakan
          perusahaan berdomisili di Australia.

          Pada kondisi ekonomi yang lemah dan adanya potensi terjadinya resesi, SMM juga mengalami
          isu surutnya Sungai Barito yang menyebabkan pendangkalan sehingga kapal pengangkut batu
          bara tidak bisa lewat. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya proses pengiriman batu bara.
          Selain itu produksi batu bara juga mengalami perlambatan. Sehingga untuk mengantisipasi
          hal tersebut, PAMA sebagai induk usaha SMM berencana untuk memberikan dukungan
          pembiayaan modal kerja kepada SMM sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan
          arus kas SMM.

          Rencana Transaksi Pinnjam Meminjam (loan agreement) antara SMM selaku pihak yang
          menerima pembiayaan dan PAMA selaku pihak yang memberikan jasa pembiayaan dilakukan
          untuk mendukung pembiayaan modal kerja SMM jika dibutuhkan.

       b. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

          1. Analisis Manfaat Rencana Transaksi
             Penurunan tingkat suku bunga pinjaman akan memberikan SMM akses pembiayaan yang
             lebih terjangkau, sehingga dapat mengurangi beban keuangan perusahaan. Disisi lain,
             secara konsolidasi, dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah, akan memberikan
             dampak positif pada Perseroan dari sisi pajak terkait asumsi konservatif mengenai potensi
             penyeragaman tingkat suku bunga pinjaman dalam grup usaha Perseroan.

          2. Analisis Risiko Rencana Transaksi
             • Risiko gagal bayar: Risiko ini berkaitan dengan permasalahan kemampuan SMM dalam
               memenuhi kewajiban atas pelunasan pinjaman yang berpengaruh terhadap income
               PAMA yang juga akan mengurangi porsi dividen yang akan diterima Perseroan.




Halaman 17                                                    00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 18
             • Risiko tidak tercapainya proyeksi keuangan: Risiko ini berkaitan terhadap pencapaian
               kinerja keuangan SMM.

3.3.   Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi

       Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian dan
       tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan serta melihat potensi atau
       prospek usaha kedepannya.

       a. Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia

          Pertumbuhan Ekonomi

          Pertumbuhan ekonomi global pada 2024 diprakirakan mencapai 3,2%, lebih tinggi dari
          prakiraan awal, terutama dengan lebih baiknya pertumbuhan India dan Tiongkok. Ekonomi
          Amerika Serikat (AS) tumbuh kuat ditopang oleh perbaikan permintaan domestik dan
          peningkatan ekspor dengan penurunan inflasi AS yang masih berjalan lambat. Kondisi ini
          mendorong Fed Fund Rate (FFR) diprakirakan baru akan turun pada akhir tahun 2024.

          Sementara itu, European Central Bank (ECB) telah menurunkan suku bunga kebijakan
          moneternya lebih cepat sejalan dengan tekanan inflasi yang lebih rendah. Divergensi
          kebijakan moneter negara maju ini serta masih tingginya ketegangan geopolitik menyebabkan
          ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi. Berbagai perkembangan tersebut, dan
          dengan tingginya yield US treasury, menyebabkan menguatnya nilai tukar dolar AS sehingga
          meningkatkan tekanan pelemahan nilai tukar berbagai mata uang dunia dan menahan aliran
          masuk modal asing ke negara berkembang. Ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi
          ini memerlukan respons kebijakan yang kuat untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan
          ketidakpastian    global    tersebut    terhadap     perekonomian     di     negara-negara
          berkembang, termasuk Indonesia.

          Tabel 3-1 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Pengeluaran




          Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

          Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II tahun 2024 mencapai 5,05% ( yoy).
          Berdasarkan pengeluarannya, pertumbuhan terbesar terjadi pada komponen konsumsi
          lembaga nonprofit yang melayanin rumah tangga dan ekspor-impor yaitu masing-masing
          meningkat 9,98%, 8,28% dan 8,57% (yoy).



Halaman 18                                                   00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 19
       Grafik 3.1.     Proyeksi Pertumbuhan PDB Domestik / Indonesia Economic Growth Projection

        18.000.000                                                                                      5,08%
                                                                                               5,07%
        16.000.000                                                           5,07%
                                                                                                        5,07%
        14.000.000

        12.000.000                                                                                      5,07%
        10.000.000
                                                                                                        5,06%
         8.000.000                      5,06%
                      5,06%                                5,06%
         6.000.000                                                                                      5,06%
         4.000.000
                                                                                                        5,05%
         2.000.000
                     13.564.757       14.250.583          14.970.948        15.729.804     16.527.427
                 -                                                                                      5,05%
                       2025             2026                2027              2028             2029

                                  GDP, constant prices (billions)         GDP,percent change

        Source: IMF, WEO

       International Monetary Foundation (IMF) merilis proyeksi pada bulan April 2024 dengan
       prediksi adanya tantangan global yang signifikan pada tahun 2024. IMF memproyeksikan
       kinerja ekonomi Indonesia akan tetap tinggi, yaitu 5% pada 2024 dan 5,1% pada 2025, di
       tengah beberapa risiko yang perlu diwaspadai seperti volatilitas harga komoditas,
       perlambatan pertumbuhan negara mitra dagang utama, dan spillover akibat kondisi high-for-
       longer pada keuangan global.

       Inflasi

       Inflasi menurun dan tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi Indeks Harga
       Konsumen (IHK) Mei 2024 tercatat 2,84% (yoy), lebih rendah dari inflasi pada April 2024
       sebesar 3,00% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti dan inflasi administered
       prices (AP) yang rendah masing-masing sebesar 1,93% (yoy) dan 1,52% (yoy). Sementara itu,
       inflasi volatile food (VF) menurun dari 9,63% (yoy) menjadi sebesar 8,14% (yoy) sejalan dengan
       meningkatnya produksi komoditas pangan dipengaruhi masih berlangsungnya musim panen,
       serta eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan
       Daerah.

       Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK 2024 tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi
       inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
       perekonomian yang masih besar, dan dapat merespons permintaan domestik, imported
       inflation yang terkendali sejalan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta
       dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan menurun didukung oleh
       sinergi pengendalian inflasi TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah. Bank Indonesia
       akan terus memperkuat kebijakan moneter pro-stability dan meningkatkan sinergi kebijakan
       dengan Pemerintah Pusat-Daerah sehingga inflasi tahun 2024 dan 2025 terkendali dalam
       sasaran 2,5±1%..




Halaman 19                                                             00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 20
       Grafik 3.1     Tingkat Inflasi (% yoy)




       Sumber: Bank Indonesia

       Proyeksi Inflasi Indonesia

       Berdasarkan peoyeksi Inflasi harga customer rata-rata Indonesia yang dipublikasikan oleh
       International Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata Inflasi Indonesia selama periode 2025
       sampai dengan 2029 adalah 2,52% dengan pertumbuhan tertinggi diperkirakan akan terjadi
       pada tahun 2025 dengan prakiraan inflasi sebesar 2,55% dimana dicatatkan, sedangkan
       prakiraan inflasi pada tahun 2028 dan tahun 2029 stabil sebesar 2,51%.

        Grafik 3.2.     Proyeksi Inflasi Harga Kustomer Rata-Rata



                      2,55%



                                                                                           2,52%
                                      2,52%
                                                         2,52%
                                                                             2,51%         2,51%




                      2025             2026              2027                2028          2029

                                  Inflation, end of period consumer prices           Average

        Sumber: International Monetary Fund (IMF), WEO

       Nilai Tukar Rupiah

       Nilai tukar Rupiah pada Juni 2024 (hingga 19 Juni 2024) terjaga, meski sempat tertekan
       0,70% (ptp), setelah pada Mei 2024 menguat 0,06% (ptp) dibandingkan dengan nilai tukar
       akhir bulan sebelumnya. Pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut dipengaruhi oleh dampak
       tingginya ketidakpastian pasar global, terutama berkaitan dengan ketidakpastian arah
       penurunan FFR, penguatan mata uang Dolar AS secara luas, dan masih tingginya ketegangan
       geopolitik. Dari faktor domestik, tekanan pada Rupiah juga disebabkan oleh kenaikan
       permintaan valas oleh korporasi, termasuk untuk repatriasi dividen, serta persepsi terhadap
       kesinambungan fiskal ke depan.




Halaman 20                                                           00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 21
       Dengan perkembangan ini, nilai tukar Rupiah melemah 5,92% dari level akhir Desember
       2023, lebih rendah dibandingkan dengan pelemahan Won Korea, Baht Thailand, Peso
       Meksiko, Real Brazil, dan Yen Jepang masing-masing sebesar 6,78%, 6,92%, 7,89%, 10,63%,
       dan 10,78%.

       Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan akan bergerak stabil sesuai dengan komitmen Bank
       Indonesia untuk terus menstabilkan nilai tukar Rupiah, serta didukung oleh aliran masuk modal
       asing, menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang
       tetap baik.

       Grafik 3.2   Perubahan Nilai Tukar dan Volatilitas Nilai Tukar Indonesia




       Sumber: Bank Indonesia

       Suku Bunga

       Suku bunga pasar uang (IndONIA) tetap bergerak dalam kisaran BI-Rate, yaitu 6,09% pada
       19 Juni 2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada tanggal 14 Juni 2024
       tercatat menarik masing-masing pada level 7,16%, 7,28%, dan 7,35%, sehingga mendukung
       efektivitas SRBI sebagai instrumen pro-market dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

       Sementara itu, suku bunga perbankan tetap terjaga, dipengaruhi oleh likuiditas perbankan
       yang memadai sejalan dengan bauran kebijakan Bank Indonesia serta dampak kebijakan
       transparansi SBDK yang membuat efisiensi suku bunga perbankan terjaga. Suku bunga
       deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Mei 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,61%
       dan 9,26%, relatif stabil dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya.

       Sementara itu, imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun per 19 Juni 2024 tercatat sebesar 6,70%
       dan 7,13% relatif meningkat, khususnya pada tenor 10 tahun, sebesar 22 bps dibandingkan
       dengan akhir Mei 2024 sejalan yield US Treasury dan premi risiko pasar keuangan global yang
       masih tinggi.




Halaman 21                                                  00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 22
        Grafik 3.3             Tingkat Suku Bunga




        Sumber: Bank Indonesia

     b. Tinjauan Industri di Indonesia

        Industri Batu Bara

        Produksi batubara Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk di tahun 2023,
        tercatat produksi batubara sebesar 775 juta ton, jauh melampaui dari target yang dibidik
        sebesar 695 juta ton dan untuk kebutuhan dalam negeri (DMO) bisa menuhi kebutuhan 213
        juta ton dan kemudian juga ekspornya 518 juta ton. Terjadi peningkatan pemanfaatan
        batubara domestik dari target tahun 2023 sebesar 177 juta ton. Hal tersebut disebabkan
        adanya demand batubara lebih banyak, karena adanya tambahan Pembangkit Listrik Tenaga
        Uap (PLTU) baru dari proyek-proyek 35 GW yang sedang diselesaikan. Pada periode Juni
        2024, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 32,66 juta ton ekspor batubara RI. Angka ini turun
        3,06% dibandingkan capaian Mei 2024 yang sebesar 33,69 juta ton. Sementara untuk nilai
        ekspor batubara RI sebesar USD2,49 miliar pada Juni 2024. Nilai ini turun 0,36% secara
        bulanan dibandingkan capaian Mei 2024 sebesar USD2,5 miliar.

        Grafik 3.4             Produksi Batu Bara di Indonesia

                                                     Ekspor     DMO Dalam Negeri

                        800

                        700
                                                                                            193     177
                        600
                                                                    138
                        500                               115               132     133
                                                                                                    518
             JUTA TON




                                                                    478                     494
                        400    87      91      97         443               432     435
                              375     365      364
                        300

                        200

                        100

                          0
                              2015   2016     2017       2018      2019    2020    2021    2022    2023*

        Sumber: Kementerian ESDM




Halaman 22                                                                00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 23
       Industri Konstruksi

       Menurut data BPS, jumlah perusahaan konstruksi di Indonesia sebanyak 190.667 unit hingga
       tahun 2023. Melihat trennya, perusahaan konstruksi di Indonesia cenderung menunjukkan
       peningkatan. Perusahaan konstruksi mencatatkan rekor tertingginya sebanyak 203.403 unit
       pada tahun 2021 lalu. Namun, jumlah perusahaan konsruksi kembali turun pada tahun-tahun
       berikutnya. Hal itu terjadi karena banyak proyek-proyek infrastruktur belum dapat beroperasi
       secara maksimal.

       Grafik 3.5          Jumlah Perusahaan Konstruksi di Indonesia


                220.000                                                                                     203.403
                                                                                                                      197.030
                200.000                                                                                                         190.677

                180.000                                                                 168.868
                                                                      155.833 160.576             159.308
                160.000                                     142.852
                140.000   130.615 131.080 129.819 134.029

                120.000
         Unit




                100.000
                 80.000
                 60.000
                 40.000
                 20.000
                     0
                           2012    2013    2014    2015      2016      2017    2018      2019      2020      2021      2022      2023



       Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

       Ditinjau dari Kualifikasi Usahanya, perusahaan konstruksi Indonesia mayoritas berkualifikasi
       Kecil yaitu sebesar 75.34% dengan jumlah 143.659 perusahaan dan kualifikasi Menengah
       sebesar 13.74% dengan jumlah 26.193 perusahaan. Sedangkan yang paling sedikit adalah
       Perusahan Besar ada sebanyak 1.942 perusahaan.

       Berdasarkan wilayahnya, sebanyak 23.624 perusahaan konstruksi terletak di Jawa Timur
       hingga pertengahan tahun 2023. Jawa Tengah menyusul di urutan kedua dengan 16.092
       perusahaan konstruksi. Di Jakarta dan di Jawa Barat terdapat masing – masing 14.190 dan
       12.689 perusahaan konstruksi. Sementara, Gorontalo menjadi provinsi dengan perusahaan
       konstruksi paling sedikit, yaitu 661 unit. Di atasnya ada Bangka Belitung dan Sulawesi Barat
       berturut-turut sebanyak 894 unit dan 1.145 unit.

       Sejak pemberlakuan PSBB, sektor konstruksi mengalami kontraksi cukup dalam, salah satunya
       terbatasnya distribusi material. Sebagian besar pelaksana proyek konstruksi menunda
       aktivitasnya meskipun ada yang terus melanjutkan proyek yang sedang dikerjakan karena
       kebutuhan perusahaan menjaga arus kas dan menjaga komitmen kepada pemilik proyek
       dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, pandemi telah memicu
       pemotongan yang tajam dalam belanja infrastruktur pemerintah dan meningkatkan
       kemungkinan keterlambatan yang signifikan atas proyek-proyek infrastruktur dalam Rencana
       Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.




Halaman 23                                                                        00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 24
       Industri Emas

       Pada periode 2023, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat produksi
       emas Indonesia mencapai 83.000 kg. Hal ini menunjukkan adanya penurunan produksi
       sebesar 21% bila dibandingkan dengan capaian produksi emas Indonesia pada periode 2022
       yakni sebesar 105.400 kg.

       Grafik 3.6     Produksi emas Indonesia (dalam satuan Kg)




                    2011     2012     2013     2014     2015      2017    2018     2019    2020     2021      2022     2023
              BPS   68.220   69.291   59.804   69.349   92.339   100.515 132.734 108.977   65.890   78.996   105.400   83.000

       Sumber: BPS dan Kementrien ESDM

       Kementerian ESDM mencatat, Indonesia memiliki tambang emas seluas 1.181.071,52 hektare
       (ha). Tambang tersebut tersebar di 25 provinsi. Papua memiliki tambang emas terbesar di
       Indonesia dengan luas mencapai 229.893,75 ha. Tambang emas tersebut tersebar di enam
       kabupaten, yakni Pegunungan Bintang, Keerom, Nabire, Dogiyai, Mimika dan Paniai.
       Setelahnya ada Sumatera Utara dengan tambang emas seluas 196.452,00 ha. Kemudian,
       tambang emas yang berada di Sulawesi Utara sebesar 133.357,51 ha. Jawa Timur juga
       memiliki tambang emas seluas 24.369,87 ha. Kemudian emas di Jawa Barat seluas 10.560,00
       ha. Sementara, luas tambang emas paling kecil berada di Sulawesi Tenggara sebesar
       1.210,00 ha. Posisinya diikuti Sumatera Barat dan Kalimantan Utara secara berturut-turut
       seluas 1.985,00 ha dan 7.941,67 ha.

       Industri Tenaga Listrik

       Pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan jumlah penduduk dan pengembangan infrastruktur yang
       memicu tumbuhnya kawasan industri, kawasan bisnis dan permukiman baru membuat
       kebutuhan tenaga listrik terus meningkat dari tahun ke tahun. Data Kementrian Energi dan
       Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan konsumsi energi listrik di Indonesia mencapai
       193,54 juta barel setara minyak (BOE) pada 2023. Jumlah tersebut meningkat 5,52%
       dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebesar 183,41 juta BOE.




Halaman 24                                                                       00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 25
       Grafik 3.7                              Konsumsi Listrik di Indonesia

                                       250


                                                                                                                                                193,54
                                       200                                                                                             183,41
         Juta Barrel Ekuivalen (BOE)



                                                                                                                              169,95
                                                                                                            160,62   159,72
                                                                                                   154,05
                                       150                                       132,41   136,78
                                                               121,74   124,34
                                                      114,96
                                             106,66
                                       100


                                       50


                                        0
                                              2012     2013     2014     2015     2016     2017     2018     2019     2020     2021     2022    2023


       Sumber: Kementrian ESDM

       Ditinjau dari penggunannya, konsumsi energi listrik untuk rumah tangga menjadi yang terbesar
       di Indonesia periode 2023 yakni mencapai 75,29 juta BOE. Diikuti oleh konsumsi energi listrik
       untuk sektor industri sebanyak 70,70 juta BOE. Selanjutnya, penggunaan energi listrik untuk
       komersial tercatat sebesar 47,31 juta BOE. Adapun, konsumsi listrik untuk transportasi menjadi
       yang paling rendah lantaran hanya sebesar 235.000 BOE.

       Salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong tingkat penyerapan pasokan listrik adalah
       menarik investasi masuk ke Indonesia. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk
       meningkatkan daya tarik Investasi. Upaya tersebut di antaranya memperbaiki ekosistem
       investasi dengan mereformasi berbagai regulasi terkait perizinan, menyediakan beragam
       fasilitas fiskal, serta membangun berbagai kawasan industri atau ekonomi. Selain kemudahan
       perizinan dan birokrasi, faktor ketersediaan pasokan listrik juga merupakan faktor yang
       menjadi indikator kemudahan berbisnis.

       Proyeksi Industri Batu Bara

       Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan produksi batu bara di Indonesia akan
       menunjukkan pertumbuhan yang sedikit pada tahun 2024. Kementerian Energi dan Sumber
       Daya Mineral Indonesia telah menaikkan kuota produksi batu bara untuk 2024, yang juga
       dikenal sebagai RKAB, hampir 30% menjadi 922 juta ton. Namun, angka ini mengasumsikan
       operasi pada kapasitas penuh dan umumnya produsen mencapai penggunaan sekitar 80%.
       Meskipun hujan deras di Sumatra dan Kalimantan Selatan pada kuartal pertama tahun 2024,
       produksi batu bara dalam empat bulan pertama tahun 2024 sudah meningkat sebesar 8,6%.

       Selain itu, permintaan domestik untuk batu bara diperkirakan akan meningkat, didorong oleh
       sektor listrik, industri nikel, dan lainnya. Namun, sekitar 30% dari produksi Indonesia
       dikonsumsi di China, yang permintaannya diperkirakan akan stagnan untuk sisa tahun ini.
       Dengan latar belakang ini, kami memperkirakan produksi batu bara Indonesia sekitar 800 juta
       ton untuk tahun 2024 secara keseluruhan, tumbuh sebesar 2,9%.




Halaman 25                                                                                            00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 26
     c. Prospek Usaha dan Rencana Ke Depan

       Mesin Konstruksi

       Prospek iklim bisnis tahun 2024 akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi
       geopolitik dan juga keberhasilan penyelenggaraan Pemilu pada Februari 2024 hingga transisi
       pemerintahan baru pada Oktober 2024. Dengan kondisi pasar alat berat yang menurun dan
       kompetisi yang semakin ketat, strategi UNTR adalah meningkatkan sales coverage dan
       mencari peluang di sektor-sektor yang masih bertumbuh seperti sektor pertambangan dan
       hilirisasi mineral, serta sektor pertanian mengingat dukungan pemerintah terhadap sektor-
       sektor tersebut cukup kuat. Dalam kondisi persaingan yang meningkat, UNTR akan terus
       berusaha mempertahankan posisi market leader dengan pangsa pasar industri alat berat di
       kisaran 30%.

       UNTR telah berkomitmen untuk mendukung energi hijau dan mengedepankan prinsip
       keberlanjutan dalam setiap aspek bisnis. Salah satu langkah nyata UNTR adalah mendapatkan
       Renewable Energy Certificate (REC) pada kantor-kantor cabang UNTR yang tersebar di seluruh
       Indonesia. REC merupakan bentuk layanan PLN untuk memudahkan pelanggan mendapatkan
       pengakuan atas penggunaan energi terbarukan yang transparan, akuntabel, dan diakui secara
       internasional. Setiap sertifikat REC membuktikan bahwa listrik per megawatt-hour (MWh) yang
       digunakan pelanggan berasal dari pembangkit energi terbarukan PLN. Untuk tahap pertama,
       UNTR menargetkan sebanyak 15 kantor cabang dapat memperoleh REC.

       Kontraktor Penambangan

       Menghadapi volatilitas harga batu bara, PAMA konsisten mengutamakan operational
       excellence dan cost leadership sebagai pilar fundamental untuk menjalankan proses produksi
       yang efisien. Selain itu, PAMA terus melanjutkan pengembangan digitalisasi, dengan
       menggabungkan inisiatif seperti Big Data, untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya
       produksi serta memungkinkan respons bisnis dan pengambilan keputusan yang tepat waktu.
       Selain fokus pada pada kegiatan penambangan batu bara, PAMA terus mencari peluang
       diversifikasi usaha ke arah ekstraksi bahan mineral seperti emas, nikel, dan tembaga, serta
       pemanfaatan energi terbarukan untuk mengantisipasi penurunan permintaan batu bara dunia
       di masa depan.

       Pertambangan Batu Bara

       Turangga Resources mengantisipasi kondisi ketidakpastian pasar dengan tetap
       mengoptimalkan harga jual dan kuantitas di saat harga masih cukup baik, namun harus
       bersiap jika terjadi penurunan harga yang lebih dalam. Penetapan skema harga penjualan
       harus tepat dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Dari sisi operasional
       tambang, hauling dan port, Turangga Resources akan mengkaji kembali seluruh proses
       operasional untuk lebih mengoptimalkan produktivitas dan meningkatkan efisiensi. Rencana-
       rencana jangka panjang perusahaan akan dipastikan dapat terimplementasi sesuai target.




Halaman 26                                                  00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 27
        Pertambangan Emas

        Strategi jangka panjang PTAR adalah mewujudkan bisnis berkelanjutan melalui eksplorasi
        sumber daya dan cadangan baru secara berkesinambungan, keunggulan operasional pada
        seluruh aktivitas perusahaan, serta melakukan studi, inovasi, dan pembangunan fasilitas untuk
        memperpanjang umur tambang.

        Pada pertengahan tahun 2024, PT Sumbawa Jutaraya (SJR), konsesi pertambangan emas
        Perseroan di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, akan mulai berproduksi. Kapasitas awal
        produksi diharapkan mencapai 25.000 troy ons dore bullion per tahun dan dapat mencapai
        kapasitas optimal 65.000 troy ons per tahun pada 2025. Tingkat produksi SJR akan stabil di
        kisaran 65.000 troy ons dalam 10 tahun, berdasarkan perhitungan total cadangan yang ada
        saat ini. Dengan demikian secara komulatif, PTAR dan SJR diharapkan dapat menghasilkan
        sekitar 300.000 troy ons emas ke depan.

        Industri Konstruksi

        Industri konstruksi masih memiliki prospek yang baik. Namun faktor Pemilu dan transisi
        pemerintahan masih membuat kalangan usaha bersikap wait and see setidaknya hingga
        triwulan ketiga 2024. Masih ada sektor konstruksi yang tetap tumbuh di tengah kondisi ini yang
        menjadi peluang bagi ACSET, seperti pembangunan gudang modern, pusat data, rumah sakit,
        infrastruktur jalan tol nasional, pekerjaan sipil pertambangan, dan pekerjaan sipil energi
        terbarukan. Dengan strategi operational excellence dan restrukturisasi integrasi vertikal dalam
        rantai pasokan, ACSET berupaya mencapai aspirasi tahun 2030 sebagai “ Top of Mind” untuk
        pembangunan fondasi, struktur, dan infrastruktur.

        Energi

        Tantangan utama yang dihadapi dalam bisnis energi terbarukan adalah ketidakpastian
        kebijakan dan kompetisi yang dinamis. EPN dituntut untuk proaktif memahami dan beradaptasi
        dengan tantangan yang muncul serta membangun hubungan yang kuat dengan mitra strategis
        dalam pengembangan energi terbarukan selanjutnya. Di sisi lain, kompetisi dan dinamika
        pasar yang terus berubah mendorong EPN untuk terus meningkatkan efisiensi operasional,
        menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan, dan mengembangkan strategi pemasaran yang
        inovatif. Tantangan ini juga memberikan peluang untuk meningkatkan kepatuhan terhadap
        regulasi, mengembangkan kemitraan strategis, dan menerapkan strategi diferensiasi yang kuat
        untuk memenangkan persaingan di era transisi energi yang terus tumbuh dan berkembang.

     d. Analisis Operasional dan Prospek UNTR

        Pada grafik dibawah ini, ditunjukan pendapatan dan laba rugi UNTR selama periode 2019
        hingga Juni 2024 yang bergerak fluktuatif. Pendapatan terbesar UNTR di tahun 2023 yaitu
        sebesar Rp128.583.264 juta dengan laba tahun berjalan sebesar Rp22.130.096 juta. Sampai
        dengan periode Juni 2024, UNTR mencatat pendapatan dan laba rugi tahun berjalan masing-
        masing sebesar Rp64.514.464 juta dan Rp9.892.510 juta.




Halaman 27                                                    00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 28
       Grafik 3.8      Perkembangan Penjualan & Laba (Rugi) Tahun Berjalan UNTR

         140.000.000
         120.000.000
         100.000.000
          80.000.000
          60.000.000
          40.000.000
          20.000.000
                  -
                         2019        2020         2021            2022        2023        2024

                                       Pendapatan        Laba (Rugi) Bersih

       Sumber: Laporan Keuangan UNTR, diolah

       Prospek UNTR

       Harga batu bara mengalami penguatan yang dimulai sejak November 2023 mendekati level
       psikologis USD 130 per ton. Dengan asumsi konflik di Timur Tengah tidak meningkat, harga
       batu bara diperkirakan akan turun pada tahun 2024 dan 2025, namun masih tetap berada di
       atas harga rata-rata sebelum pandemi. Perkiraan tersebut mengasumsikan bahwa
       pertumbuhan konsumsi akan melambat pada tahun 2024 dan 2025, dengan permintaan yang
       meningkat dari China dan India, tetapi mengalami penurunan di AS dan Eropa.

       Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan produksi batu bara di Indonesia akan
       menunjukkan pertumbuhan yang sedikit pada tahun 2024. Kementerian Energi dan Sumber
       Daya Mineral Indonesia telah menaikkan kuota produksi batu bara untuk 2024, yang juga
       dikenal sebagai RKAB, hampir 30% menjadi 922 juta ton. Namun, angka ini mengasumsikan
       operasi pada kapasitas penuh dan umumnya produsen mencapai penggunaan sekitar 80%.
       Meskipun hujan deras di Sumatra dan Kalimantan Selatan pada kuartal pertama tahun 2024,
       produksi batu bara dalam empat bulan pertama tahun 2024 sudah meningkat sebesar 8,6%.

     e. Keuntungan dan Kerugian atas Rencana Transaksi

       • Keuntungan Rencana Transaksi

             Dengan penurunan margin bunga dari 2% menjadi 1,63%, pendapatan bunga yang
             diterima oleh PAMA dari Rencana Transaksi akan berkurang. Namun tingkat suku bunga
             yang lebih rendah menyebabkan beban bunga yang harus dibayar oleh SMM akan
             berkurang, hal ini akan berdampak positif pada Perseroan dari sisi pajak terkait asumsi
             konservatif mengenai potensi penyeragaman tingkat suku bunga pinjaman dalam grup
             usaha Perseroan sehingga memberikan dampak berupa peningkatan laba tahun berjalan
             Perseroan secara konsolidasi.

       • Kerugian Rencana Transaksi

             Rencana Transaksi namun tidak memberikan kerugian terhadap Perseroan.




Halaman 28                                                       00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 29
3.4.   Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi

       Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas rencana transaksi, sebagai berikut:

       a. Kinerja Keuangan Historis Perseroan

          Tabel 3.1. Laporan Posisi Keuangan Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
                Uraian            2019         2020           2021           2022           2023         Jun 2024
            Aset Lancar         50.826.955   44.195.782     60.604.068     78.930.048     62.667.105     70.724.776
            Aset Tidak
                                60.886.420   55.605.181     51.957.288     61.548.172     91.361.143     97.339.989
            Lancar
            Total Aset         111.713.375   99.800.963    112.561.356    140.478.220    154.028.248    168.064.765
            Liabilitas
                                32.585.529   20.943.824     30.489.218     42.037.402     43.038.299     46.156.479
            Lancar
            Liabilitas Jk.
                                18.017.772   15.709.999     10.249.381      8.926.993     26.954.386     30.508.831
            Panjang
            Total Liabilitas    50.603.301   36.653.823     40.738.599     50.964.395     69.992.685     76.665.310
            Ekuitas             61.110.074   63.147.140     71.822.757     89.513.825     84.035.563     91.399.455
            Total Ekuitas &
                               111.713.375   99.800.963    112.561.356    140.478.220    154.028.248    168.064.765
            Liabilitas


          Total aset mengalami penurunan pada tahun 2020 sebesar negatif 10,66% disebabkan
          penurunan persediaan, proyek dalam pelaksanaan, aset tetap dan akun lainnya. Total aset
          pada tahun 2021 hingga tahun 2023 kembali meningkat dengan masing-masing
          peningkatan sebesar 12,79%, 24,80% dan 9,65%. Sampai dengan periode 30 Juni 2024,
          total aset Perseroan adalah sebesar Rp168.064.765 juta.

          Total liabilitas dalam periode 2019 - 2023 mengalami fluktuasi dengan kenaikan tertinggi
          pada tahun 2023 sebesar 37,34% dikarenakan peningkatan utang usaha, pinjaman bank
          jangka pendek dan liabilitas pajak tangguhan. Total liabilitas pada tahun 2019 dan 2020
          mengalami penurunan disebabkan menurunnya utang usaha dan pinjaman bank jangka
          pendek. Sampai dengan Juni 2024, total liabilitas pada Perseroan adalah sebesar
          Rp76.665.310 juta.

          Perkembangan ekuitas UNTR periode 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 mengalami
          fluktuasi dengan kenaikan rata-rata per tahun sebesar 8,54% dengan kenaikan ekuitas
          tertinggi tercatat 2022 sebesar 24,63% disebabkan adanya peningkatan saldo laba. Sampai
          dengan Juni 2024, jumlah ekuitas pada Perseroan adalah sebesar Rp91.399.455 juta.

          Tabel 3.2. Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) Perseroan (Juta Rupiah)
                Uraian            2019          2020           2021           2022           2023         Jun 2024
            Pendapatan          84.430.478    60.346.784     79.460.503    123.607.460   128.583.264      64.514.464
            Beban Pokok
                                63.199.825    47.357.491     59.795.542     88.848.772     92.797.027     47.645.524
            Pendapatan
            Laba (Rugi)
                               21.230.653    12.989.293     19.664.961     34.758.688     35.786.237     16.868.940
            Kotor
            Laba (Rugi)
                                15.476.885     7.011.186     14.462.250     29.446.041     28.720.340     12.708.625
            Usaha
            Laba (Rugi)
                                11.134.641     5.632.425     10.608.267     22.993.673     22.130.096      9.892.510
            Tahun berjalan




Halaman 29                                                               00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 30
        Selama Periode 2019 sampai dengan periode 2023 pendapatan UNTR mengalami fluktuasi
        pertumbuhan dengan peningkatan rata-rata sebesar 12,50%, dengan peningkatan tertinggi
        terjadi pada periode 2022 yang tercatat sebesar 55,56%. Seiring dengan pendapatan, beban
        pokok pendapatan dan beban penjualan mengalami fluktuasi dengan peningkatan rata-rata
        masing-masing sebesar 10,75% dan 7,81%.

        Sampai dengan Juni 2024, Perseroan mencatat pendapatan senilai Rp64.514.464 juta dan
        beban pokok pendapatan senilai Rp47.465.524 juta atau masing-masing meningkat sebesar
        4,03% dan 4,44% dari periode tahun 2023.

        Tabel 3.3.       Arus Kas Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
                Uraian           2019          2020          2021           2022           2023         Jun 2024
          Arus Kas
                                9.435.985    18.557.088    23.284.854     32.891.585     26.346.848    19.063.859
          Operasional
          Arus Kas Investasi   (9.757.541)   (2.594.328)   (3.158.997)   (10.401.292)   (33.439.773)   (8.220.172)
          Arus Kas
                                (830.690)    (7.834.254)   (7.419.838)   (18.653.279)   (12.230.036)   (2.656.712)
          Pendanaan
          Kenaikan
                               (1.152.246)    8.128.506    12.706.019      3.837.014    (19.322.961)    8.186.975
          (Penurunan) Kas
          Saldo Awal Kas       13.438.175    12.090.661    20.498.574     33.321.741     38.281.513    18.596.609
          Efek perubahan
                                (195.268)       279.407       117.148      1.122.758       (361.943)      403.438
          nilai kurs
          Saldo Akhir Kas      12.090.661    20.498.574    33.321.741     38.281.513     18.596.609    27.187.022


        Arus kas UNTR dari aktivitas operasi merupakan arus kas dari penerimaan dari pelanggan.
        Pada periode 30 Juni 2024, UNTR membukukan arus kas masuk dari aktivitas operasional
        sebesar Rp19.063.859 juta.

        Arus kas keluar UNTR untuk aktivitas investasi merupakan arus kas untuk pembelian aset tetap,
        penambahan investasi, dan pembayaran lainnya untuk aktivitas investasi UNTR. Pada periode
        30 Juni 2024, UNTR membukukan arus kas keluar untuk aktivitas investasi sebesar
        Rp8.220.172 juta.

        Arus kas keluar UNTR dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari
        penerimaan pinjaman bank jangka Panjang, pembayaran dividen, dan pembayaran lainnya
        untuk aktivitas pendanaan UNTR. Pada periode 30 Juni 2024, UNTR membukukan arus kas
        masuk untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp2.656.712 juta.

     b. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari Pihak Perseroan

        Proyeksi keuangan yang digunakan dalam pendapat kewajaran ini mengacu pada proyeksi
        keuangan / rencana usaha (business plan) yang dibuat oleh manajemen Perseroan. Lebih
        lanjut, manajemen Perseroan telah memberikan proyeksi keuangan untuk skenario tanpa
        Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi. Berikut adalah proyeksi laba (rugi) (laba
        sebelum pajak merupakan laba (rugi) setelah diatribusikan kepada kepentingan non-
        pengendali), proyeksi posisi keuangan dan proyeksi arus kas Perseroan dengan Rencana
        Transaksi:




Halaman 30                                                           00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 31
Tabel 3.4.          Analisis Proyeksi Posisi Keuangan dan Laba Rugi UNTR (dalam Jutaan Rupiah)
         Uraian              2024            2025           2026            2027            2028             2029

Pendapatan                130.744.231     133.265.349     144.776.367     149.258.843     156.721.786     164.557.875
Beban pokok
                          (98.259.626)   (102.220.397)   (110.880.509)   (115.482.632)   (121.256.763)   (127.319.601)
pendapatan
Laba Bruto                 32.484.605      31.044.952      33.895.858      33.776.212      35.465.022      37.238.273
Beban usaha                (6.809.738)     (6.998.649)     (7.265.692)     (7.552.789)     (7.930.428)     (8.326.949)
Laba Usaha                 25.674.867      24.046.304      26.630.166      26.223.423      27.534.594      28.911.324
Keuntungan
(kerugian) dari selisih      (693.817)               -               -               -               -               -
kurs
Beban bunga                (1.818.410)     (1.971.958)     (2.034.905)     (1.851.800)     (1.944.390)     (2.041.609)
Penghasilan (beban)
                              220.965         388.812         295.305         419.750         440.630         462.554
lain-lain
Laba Sebelum Pajak
                           23.383.605      22.463.157      24.890.566      24.791.373      26.030.835      27.332.269
Penghasilan
Beban pajak
                           (5.215.633)     (4.888.261)     (5.324.213)     (5.277.162)     (5.541.020)     (5.818.071)
penghasilan
Laba Setelah Pajak         18.167.972      17.574.896      19.566.354      19.514.212      20.489.815      21.514.198


Aset Lancar
Kas dan setara kas         19.199.814      18.323.427      21.450.854      24.483.276      26.539.685      28.926.148
Piutang usaha              22.818.398      22.376.661      24.013.648      24.476.257      25.288.052      26.153.339
Persediaan                 17.703.022      19.828.923      20.083.044      21.178.397      22.237.317      23.349.182
Pembayaran dimuka           2.318.248       2.033.924       2.091.087       2.104.105       2.117.123       2.130.141
Beban dibayar
                                     -               -               -               -               -               -
dimuka
Aset lancar lainnya         7.055.612       4.990.422       5.592.304       6.096.846       6.601.388       7.105.931
Aset Tidak Lancar
Piutang dari
                            1.701.876       1.438.601       1.199.555       1.177.262       1.154.969       1.132.676
pemegang saham
Investasi dalam
                           19.831.057      30.793.592      33.272.458      37.021.985      38.873.084      40.816.738
saham
Aset tetap                 62.047.243      70.336.986      68.931.741      67.903.120      71.298.276      74.863.190
Properti
                                     -               -               -               -               -               -
pertambangan
Aset pajak
                            3.559.021       3.570.027       3.572.039       3.638.972       3.705.906       3.772.839
tangguhan
Beban eksplorasi
dan pengembangan            8.031.009       8.240.816       8.082.551       7.654.959       7.227.367       6.799.775
tangguhan
Goodwill                    2.401.754       2.401.754       2.401.754       2.401.754       2.401.754       2.401.754
Aset tidak lancer
                            1.499.673       1.451.015       1.438.897       1.426.133       1.413.369       1.400.605
lainnya
Total Aset                168.166.727     185.786.149     192.129.931     199.563.066     208.858.289     218.852.319
Liabilitas Lancar
Utang usaha                26.472.520      28.184.129      28.667.034      29.086.309      30.508.246      32.001.350
Akrual                      9.002.056       6.261.518       5.739.974       5.114.394       4.488.814       3.863.234
Utang pajak                 2.763.808       2.573.555       2.984.958       2.965.272       2.945.585       2.925.899
Liabilitas lancer
                            5.643.486       8.077.026       5.231.617       5.158.872       5.086.127       5.013.382
lainnya
Liabilitas Tidak Lancar
Liabililtas pajak
                            4.538.812       4.285.395       3.970.754       3.591.915       3.213.076       2.834.237
tangguhan




Halaman 31                                                                 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 32
         Uraian               2024              2025               2026               2027              2028              2029

 Utang jk. Panjang
 setelah dikurangi           17.107.818        22.917.233         19.217.761         15.158.411        11.099.060         7.039.710
 bagian jk. pendek
 Liabilitas imbalan
                              4.623.151         4.769.019          4.852.563          4.892.482         4.932.401         4.972.320
 kerja
 Liabilitas tidak lancar
                               708.733           671.733            649.529            623.533           597.536           571.540
 lainnya
 Total Liabilitas            70.860.384        77.739.606         71.314.190         66.591.187        62.870.845        59.221.671
 Ekuitas yang
 diatribusikan kepada        91.962.950    102.345.733           114.613.158        126.304.338       138.854.944       152.033.189
 pemilik
 Transaksi dengan
 kepentingan                  5.343.393         5.700.810          6.202.583          6.667.541         7.132.500         7.597.458
 nonpengendali
 Total Ekuitas               97.306.343    108.046.543           120.815.741        132.971.879       145.987.444       159.630.647
 Total Liabilitas +
                            168.166.727    185.786.149           192.129.931        199.563.066       208.858.289       218.852.319
 Ekuitas


Berdasarkan tabel proyeksi keuangan UNTR pada periode 2024 sampai 2029, Perseroan terus
mencatatkan kenaikan pendapatan, total asset maupun ekuitas selama periode proyeksi.

Tabel 3-2           Analisis Proyeksi Arus Kas UNTR (Juta Rupiah)
            Uraian                 2024             2025               2026               2027             2028             2029

 Saldo Awal                     17.296.460        19.199.814         18.323.427        21.450.854       24.483.276        26.539.685
 Kas dari Aktivitas
                                27.230.214        28.022.946         30.078.028        29.731.236       29.815.402        31.533.407
 Operasi
    EBITDA                      37.024.394        36.313.670         39.651.646        39.528.873       41.505.317        43.580.583
    Perubahan Modal
                                (2.760.137)       (1.430.505)        (2.214.501)       (2.668.675)      (4.204.505)       (4.187.496)
    Kerja
    Beban bunga - bersih        (1.818.410)       (1.971.958)        (2.034.905)       (1.851.800)      (1.944.390)       (2.041.609)

    Pajak                       (5.215.633)       (4.888.261)        (5.324.213)       (5.277.162)      (5.541.020)       (5.818.071)


 Kas dari Aktivitas
                               (19.121.996)      (30.388.633)       (12.896.957)      (14.735.999)     (15.472.799)      (16.246.439)
 Investasi
    Capex                      (17.782.557)      (20.050.586)       (11.071.370)      (11.706.635)     (12.291.966)      (12.906.565)

    Investasi saham             (2.082.044)      (10.823.830)        (2.400.000)       (3.486.700)      (3.661.035)       (3.844.087)

    Utang                                  -                 -                  -                 -                 -                 -

    Dividen diterima                 742.604           485.783            574.413         457.336          480.202           504.213


 Kas dari Aktivitas
                                (6.204.863)        1.489.300        (14.053.644)      (11.962.815)     (12.286.195)      (12.900.505)
 Pendanaan
   Penerimaan
                                 2.136.014         8.677.110         (6.759.018)       (4.144.086)      (4.351.291)       (4.568.855)
   (pembayaran) utang
    Dividen dibayarkan          (8.340.876)       (7.187.810)        (7.294.625)       (7.818.729)      (7.934.904)       (8.331.650)

    Piutang                                -                 -                  -                 -                 -                 -

    Surplus (deficit) kas        1.903.354          (876.388)          3.127.427        3.032.423        2.056.409         2.386.463
 Saldo Akhir Kasi               19.199.814        18.323.427         21.450.854        24.483.276       26.539.685        28.926.148


Berdasarkan tabel proyeksi arus kas di atas, Perseroan mencatatkan arus kas operasi yang positif selama
periode proyeksi. Perseroan juga terus melakukan investasi ke depannya untuk tetap menjalankan dan
mengembangkan usahanya.



Halaman 32                                                                          00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 33
     c. Analisis Rasio Keuangan Perseroan

        Analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan keuangan yang digunakan
        untuk mengetahui hubungan dari pos - pos tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan
        laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai
        macam rasio keuangan Perseroan.

        Tabel 3-3 Analisis rasio keuangan Perseroan
                                                                                     Jun     Average
              Rasio Keuangan        2019     2020     2021       2022     2023
                                                                                    2024     2019-2023

         Rasio Aktivitas (x)
         Rasio perputaran piutang     4,29     6,02     6,54       7,01     6,34      6,65       6,04
         Rasio perputaran
                                      5,74     5,92     6,32       5,77     5,40      5,72       5,83
         persediaan
         Rasio perputaran utang
                                      3,02     4,61     4,12       3,58     3,19      3,10       3,70
         usaha
         Rasio Likuiditas (x)
         Rasio lancar                 1,56     2,11     1,99       1,88     1,46      1,53       1,80
         Rasio cepat                  1,22     1,73     1,68       1,51     1,06      1,17       1,44
         Rasio kas                    0,37     0,98     1,09       0,91     0,43      0,59       0,76
         Rasio Profitabilitas (%)
         Rasio laba atas aset        9,97%    5,64%    9,42%    16,37%    14,37%   11,77%     11,15%
         Rasio laba atas ekuitas    18,22%    8,92%   14,77%    25,69%    26,33%   21,65%     18,79%
         Rasio Solvabilitas (%)
         Rasio total Liabilitas /
                                    45,30%   36,73%   36,19%    36,28%    45,44%   45,62%     39,99%
         total aset
         Rasio total Liabilitas /
                                    82,81%   58,05%   56,72%    56,93%    83,29%   83,88%     67,56%
         total ekuitas


        Rasio Aktivitas

        Rasio aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya Perseroan dalam menggunakan sumber-
        sumber dana yang tersedia.

        ▪ Rasio Perputaran Piutang Usaha
          Perputaran piutang usaha periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023 rata-rata
          sebesar 6,04 kali. Pada periode yang berakhir pada 30 Juni 2024 rasio perputaran piutang
          usaha tercatat sebesar 6,65 kali.

        ▪ Rasio Perputaran Persediaan
          Perputaran persediaan periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023 rata-rata sebesar
          5,83 kali. Pada periode yang berakhir pada 30 Juni 2024 rasio perputaran persediaan
          tercatat sebesar 5,72 kali.

        ▪ Rasio Perputaran Utang Usaha
          Rasio perputaran utang usaha selama periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023
          rata-rata sebesar 3,70 kali. Pada periode yang berakhir pada 30 Juni 2024, rasio
          perputaran utang usaha tercatat sebesar 3,10 kali.




Halaman 33                                                     00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 34
        Rasio Likuiditas

        Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
        mana kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Selama periode
        31 Desember 2019 – 31 Desember 2023, rata-rata rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas
        selama 5 (lima) tahun terakhir sebesar 1,80 kali, 1,44 kali dan 0,76 kali. Pada periode 30 Juni
        2024, rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas Perseroan sebesar 1,53 kali, 1,17 kali dan 0,59
        kali. Hal ini menunjukkan bahwa sepanjang periode historis, Perseroan mampu untuk
        membayar seluruh liabilitas jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang
        dimiliki.

        Rasio Profitabilitas

        Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
        laba. Rasio laba atas aset (Return on Assets /ROA) Perseroan selama periode 31 Desember
        2019 – 31 Desember 2023 rata-rata 11,77% per tahun.

        Rasio laba atas ekuitas (Return on Ekuitas / ROE) Perseroan selama periode 31 Desember 2019
        – 31 Desember 2023 rata-rata sebesar 18,79% per tahun. Rasio laba atas ekuitas Perseroan
        pada periode 30 Juni 2024 adalah 21,65%.

        Rasio Solvabilitas

        Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
        Perseroan untuk melunasi utang-utangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika
        dilikuidasi.

        Rasio rata-rata jumlah kewajiban terhadap jumlah aset dan rasio rata-rata jumlah kewajiban
        terhadap jumlah ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023
        masing-masing adalah sebesar 39,99% dan 67,56%. Rasio rata-rata jumlah kewajiban
        terhadapt jumlah aset dan rata-rata jumlah liabilitas atas ekuitas Perseroan pada periode 30
        Juni 2024 masing-masing adalah 45,62% dan 83,88%.

     d. Analisis dampak keuangan Perseroan atas rencana transaksi (Proforma)

        Mengacu pada Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan yang disiapkan oleh
        manajemen untuk periode 30 Juni 2024, maka dampak keuangan atas Rencana Transaksi
        tercermin dalam tabel dibawah ini:

       Tabel 3.5. Laporan Posisi Keuangan Ringkasan Proforma Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                    Neraca
                                                Limited Review   Rencana
                   Uraian             Satuan                                     Eliminasi         Proforma
                                                 30 Juni 2024    Transaksi
                                                                                                 30 Juni 2024

         ASET
         Aset Lancar                  Rp Juta     70.724.776              -               -        70.724.776
         Aset Tidak Lancar            Rp Juta     97.339.989        656.840       (656.840)        97.339.989
         Kas dan deposito berjangka
         yang dibatasi                Rp Juta         635.936                -               -        635.936
         penggunaannya
         Piutang usaha



Halaman 34                                                       00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 35
                                                                                                  Neraca
                                              Limited Review   Rencana
                   Uraian           Satuan                                     Eliminasi         Proforma
                                               30 Juni 2024    Transaksi
                                                                                               30 Juni 2024

        - Pihak ketiga              Rp Juta         514.830                -               -        514.830
        - Pihak berelasi            Rp Juta                -               -               -                  -
        Piutang non-usaha
        - Pihak ketiga              Rp Juta         259.343                -               -        259.343
        - Pihak berelasi            Rp Juta      3.518.737        656.840       (656.840)         3.518.737
        Aset tidak lancar lainnya   Rp Juta     92.411.143              -               -        92.411.143
        TOTAL ASET                  Rp Juta    168.064.765        656.840       (656.840)       168.064.765


        LIABILITAS DAN EKUITAS
        Liabilitas Jangka Pendek    Rp Juta     46.156.479                 -               -     46.156.479
        Liabilitas Jangka Panjang
        Utang non-usaha pihak
                                    Rp Juta                -      656.840       (656.840)                     -
        berelasi
        Liabilitas jangka panjang
                                    Rp Juta     30.508.831                 -               -     30.508.831
        lainnya
        Total Liabilitas            Rp Juta     76.665.310        656.840       (656.840)        76.665.310


        Ekuitas                     Rp Juta     91.399.455                 -               -     91.399.455
        TOTAL LIABILITAS DAN
                                    Rp Juta    168.064.765        656.840       (656.840)       168.064.765
        EKUITAS
       Sumber: Laporan Keuangan Proforma Perseroan

       Asumsi - asumsi laporan posisi keuangan konsolidasian ringkasan proforma yang digunakan
       adalah sebagai berikut:

        1. Terdapat peningkatan pada akun Aset Tidak Lancar yaitu piutang non-usaha pihak
           berelasi atas pemberian penambahan fasilitas pinjaman (loan agreement) sebesar USD
           40.000.000,- atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30
           Juni 2024 sebesar Rp16.421,-).
        2. Terdapat jurnal eliminasi pada akun Aset Tidak Lancar yaitu piutang non-usaha pihak
           berelasi atas pemberian penambahan fasilitas pinjaman (loan agreement) sebesar USD
           40.000.000,- atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30
           Juni 2024 sebesar Rp16.421,-).
        3. Terdapat peningkatan pada akun Liabilitas Jangka Panjang yaitu utang non-usaha pihak
           berelasi atas penerimaan penambahan fasilitas pinjaman (loan agreement) sebesar USD
           40.000.000,- atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30
           Juni 2024 sebesar Rp16.421,-).
        4. Terdapat jurnal eliminasi pada akun Liabilitas Jangka Panjang yaitu utang non-usaha
           pihak berelasi atas peneriman penambahan fasilitas pinjaman (loan agreement) sebesar
           USD 40.000.000,- atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per
           30 Juni 2024 sebesar Rp16.421,-).




Halaman 35                                                     00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 36
       Tabel 3.6. Laporan Laba Rugi Ringkasan Proforma Perseroan
                                                                                                     Neraca
                                                               Limited Review
                           Uraian                    Satuan                       Eliminasi         Proforma
                                                                30 Juni 2024
                                                                                                  30 Juni 2024
         Pendapatan bersih                           Rp Juta     64.514.464                         64.514.464
         Beban pokok pendapatan                      Rp Juta    (47.645.524)                  -    (47.645.524)
         LABA BRUTO                                  Rp Juta     16.868.940                         16.868.940
                                                                                                                 -
         Beban penjualan                             Rp Juta       (522.071)                  -       (522.071)
         Beban umum dan administrasi                 Rp Juta     (2.636.716)                        (2.636.716)
         Kerugian penurunan nilai                    Rp Juta                -                                    -
         Penghasilan lain-lain                       Rp Juta                -                                    -
         Beban lain-lain                             Rp Juta       (423.764)                          (423.764)
         Penghasilan keuangan                        Rp Juta          538.136                 -        538.136
         Biaya keuangan                              Rp Juta     (1.381.082)                        (1.381.082)
         Bagian atas laba bersih entitas
                                                     Rp Juta          265.182                          265.182
         asosiasi dan ventura bersama
         LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN              Rp Juta     12.708.625                         12.708.625
                                                                                                                 -
         Beban pajak penghasilan                     Rp Juta     (2.816.115)                  -     (2.816.115)
         LABA TAHUN BERJALAN                         Rp Juta       9.892.510                  -      9.892.510
       Sumber: Laporan Keuangan Proforma Perseroan

       Rencana Transaksi tidak memberikan dampak terhadap laporan proforma laba rugi
       konsolidasian Perseroan

     e. Analisis atas kemampuan penerima jaminan untuk melunasi transaksi pinjam meminjam dana
        dan/atau penjaminan sampai saat jatuh tempo

       Berdasarkan proyeksi keuangan SMM yang disusun oleh manajemen SMM, pihak SMM
       memiliki kemampuan untuk membayar fasilitas pinjaman dari PAMA sesuai dengan jangka
       waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian pinjaman, yaitu paling lama jatuh tempo pada
       30 Juni 2028. Adapun proyeksi laporan keuangan SMM sebagai berikut:

       Tabel 3.7.       Proyeksi Laporan Laba (Rugi) SMM (dalam ribuan USD)
                    Uraian                 2024       2025     2026        2027          2028          2029
         Pendapatan                        559.317   567.025   809.262     809.922      810.556     1.002.428
         Beban Pokok Pendapatan            450.489   490.632   663.119     666.379      678.397       831.783
         Laba Kotor                        108.829    76.392   146.144     143.543      132.159       170.645
         Laba Sebelum Pajak                109.945    74.967   143.838     141.178      129.433       167.137
         Laba Setelah Pajak                 84.785    56.647   105.521     103.575       99.169       128.372
       Sumber: Management SMM

       Tabel 3.8.       Proyeksi Laporan Posisi Keuangan SMM (dalam ribuan USD)
                    Uraian                 2024       2025     2026        2027          2028          2029
         Aset lancar                       373.075   380.725   451.201     516.877      558.444       654.532
         Aset tidak lancar                 128.914   169.020   174.513     164.540      156.358       146.657
         Total Aset                        501.989   549.746   625.715     681.417      714.802       801.189
         Liabilitas jangka pendek          122.988   152.849   159.781     164.395      149.732       162.265
         Liabilitas jangka panjang               -         -         -           -            -             -
         Liabilitas lainnya


Halaman 36                                                      00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 37
                      Uraian              2024      2025      2026      2027      2028       2029
            Utang kepada pemegang
            saham dan Perusahaan           40.000    40.000    40.000    40.000    40.000     40.000
            afiliasi
            Provisi untuk imbalan
                                            1.653     1.653     1.653     1.653     1.653      1.653
            karyawan
           Total Liabilitas               164.642   194.503   201.434   206.048   191.385    203.918
           Total Ekuitas                  337.347   355.243   424.280   475.369   523.417    597.271
           Total Liabilitas dan Ekuitas   501.989   549.746   625.715   681.417   714.802    801.189
          Sumber: Management SMM

       f. Analisis cash management dan financial covenant dari transaksi pinjam-meminjam dana

          SMM dapat menjaga kecukupan saldo kas untuk menjalankan kegiatan operasinya dan
          membayar fasilitas pinjaman kepada PAMA. Perjanjian pinjaman antara PAMA dan SMM tidak
          mencakup adanya financial covenant tertentu yang harus dipenuhi oleh SMM sehingga kami
          tidak melakukan analisis financial covenant.

       g. Analisis yield pinjam-meminjam dana jika transaksi dalam bentuk surat berharga

          Pinjaman antara PAMA dan SMM tidak dalam bentuk surat berharga sehingga kami tidak
          melakukan analisis yield dari pinjaman tersebut.

3.5.   Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi

       Analisis Kewajaran atas rencana transaksi dilakukan dengan melihat adanya incremental atau
       nilai tambah yang dapat dihasilkan atas Rencana Transaksi.

       a. Nilai Rencana Transaksi

          Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SMM, yang mencakup Draft Amendment-
          II, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar
          USD40.000.000,- atau setara dengan Rp 656.840 juta menggunakan kurs per 30 Juni 2024
          (Rp 16.421,-). Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar Term SOFR + 1,63%.

       b. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi

          Analisis nilai kewajaran Rencana Transaksi dengan membandingkan tarif bunga pinjaman
          yang dikenakan dengan tarif bunga yang berlaku di pasar yaitu bunga rata-rata kredit bank
          umum berdasarkan industri pertambangan dan penggalian dalam valuta asing dari OJK per
          30 Juni 2024.

          Suku bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi ditetapkan sebesar Term SOFR + 1,63%,
          berdasarkan informasi dari manajemen, Term SOFR yang digunakan adalah Term SOFR per
          30 Juni 2024. Berdasarkan data Term SOFR untuk periode 30 Juni 2024 adalah sebesar
          5,33%. Atas dasar hal tersebut maka tingkat suku bunga pinjaman Rencana Transaksi per 30
          Juni 2024 adalah sebesar 6,96%.




Halaman 37                                                     00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 38
          Tabel 3-4 Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
                                            Uraian                                       Satuan                Jumlah
           Suku Bunga Pinjaman                                                               %                     7,40%
           Batas Atas (7,5%)                                                                 %                     7,96%
           Batas Bawah (7,5%)                                                                %                     6,85%
           Nilai Rencana Transaksi                                                           %                     6,96%
           Selisih Nilai Rencana Transaksi Terhadap Rata-Rata Tarif Bunga
                                                                                             %                    -5,95%
           Pasar
          Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, OJK

          Batas kewajaran Rencana Transaksi untuk setiap instrumen investasi ditentukan berdasarkan
          kisaran nilai sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
          pasal 48 poin b mengenai batas atas dan batas bawah untuk kisaran nilai Rencana Transaksi
          tidak boleh melebihi 7,5%. Atas dasar hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa suku
          bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi adalah Wajar karena masih berada dalam kisaran
          batas kewajaran, dimana batas bawah dan batas atas kewajaran masing-masing sebesar
          6,85% dan 7,96% sedangkan suku bunga pinjaman rencana transaksi sebesar 6,96% sehingga
          masih dalam batas kewajaran dan tidak melebihi 7,5%.

3.6.   Analisis Faktor Lain Yang Relevan

       a. Analisis Inkremental

          Analisis Nilai Tambah ( Incremental Analysis ) dilakukan untuk melihat manfaat Rencana
          Transaksi bagi Perseroan. Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan periode 2024-2029
          yang dibuat oleh Manajemen Perseroan, Analisa nilai tambah sebelum dan setelah Rencana
          Transaksi adalah sebagai berikut:

          Tabel 3.9.       Analisis Inkremental Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian (dalam Jutaan Rupiah)
                                                                          Tahun
                  Uraian
                                     2024            2025         2026            2027             2028           2029
           Pendapatan Lain-lain
           Sebelum Rencana
                                     221.460         389.939       296.400        420.790           441.508        463.418
           Transaksi
           Setelah Rencana
                                     220.965         388.812       295.305        419.750           440.630        462.554
           Transaksi
           Inkremental                  (495)         (1.127)       (1.096)        (1.040)             (878)            (864)
           Pajak Penghasilan
           Sebelum Rencana
                                  (5.223.087)    (4.899.165)    (5.334.748)   (5.286.912)        (5.550.620)    (5.827.334)
           Transaksi
           Setelah Rencana
                                  (5.215.633)    (4.888.261)    (5.324.213)   (5.277.162)        (5.541.020)    (5.818.071)
           Transaksi
           Inkremental                 7.454          10.903        10.536          9.750             9.600          9.263
           Laba Tahun Berjalan
           Sebelum Rencana
                                  18.161.014     17.565.120     19.556.914    19.505.501         20.481.092     21.505.798
           Transaksi
           Setelah Rencana
                                  18.167.972     17.574.896     19.566.354    19.514.212         20.489.815     21.514.198
           Transaksi
           Inkremental                 6.959           9.776         9.440          8.710             8.723          8.399
          Sumber: Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian Perseroan periode 2024-2029



Halaman 38                                                               00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 39
       Berdasarkan tabel Analisis Inkremental Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian, nilai tambah dengan
       terlaksananya Rencana Transaksi berupa:
        • Terjadinya penurunan pendapatan lain-lain (Other income/charges) dibandingkan tanpa
           adanya Rencana Transaksi. Hal ini disebabkan oleh penurunan tingkat suku bunga akan
           memberikan dampak berupa penurunan pada laba yang diatribusikan kepada
           kepentingan non-pengendali.
        • Terjadinya penurunan pada income tax dibandingkan tanpa adanya Rencana Transaksi
           dikarenakan pada proyeksi keuangan dengan skenario tanpa adanya Rencana Transaksi
           diasumsikan secara konservatif telah mencerminkan potensi pajak yang akan dibayarkan
           Perseroan. Pada proyeksi keuangan dengan skenario tanpa adanya Rencana Transaksi
           diasumsikan secara konservatif bahwa apabila tingkat suku bunga pinjaman dari PAMA
           kepada SMM tidak mengalami perubahan, yang lebih tinggi dibandingkan tingkat suku
           bunga pinjaman grup usaha Perseroan lainnya, maka terdapat potensi penyeragaman
           tingkat suku bunga pinjaman dalam grup usaha Perseroan menjadi sama dengan tingkat
           suku bunga pinjaman PAMA kepada SMM dalam hal perhitungan pajak. Atas dasar hal
           tersebut, maka apabila terjadi potensi penyeragaman tingkat suku bunga pinjaman dalam
           grup usaha Perseroan dalam hal perhitungan pajak akan berdampak pada peningkatan
           perhitungan pajak penghasilan dalam skenario usaha tanda adanya Rencana Transaksi.
        • Terjadinya peningkatan pada laba tahun berjalan (Profit after tax) dibandingkan tanpa
           adanya Rencana Transaksi. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan pada
           pendapatan lain-lain (Other income/charges) dan penurunan pada pada income tax.

       Tabel 3.10.      Analisis Inkramental Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian (dalam Jutaan
                        Rupiah)
                                                                   Tahun
               Uraian
                                2024          2025          2026           2027        2028           2029
        Kas dan Setara Kas
        Sebelum Rencana
                              19.192.361    18.305.070    21.421.961    24.444.633    26.491.442    28.868.642
        Transaksi
        Setelah Rencana
                              19.199.814    18.323.427    21.450.854    24.483.276    26.539.685    28.926.148
        Transaksi
        Inkremental                7.454       18.357        28.893         38.643       48.243        57.507
        Aset Lancar
        Sebelum Rencana
                              69.087.641    67.535.000    73.202.044    78.300.238    82.735.321    87.607.235
        Transaksi
        Setelah Rencana
                              69.095.095    67.553.358    73.230.937    78.338.881    82.783.565    87.664.741
        Transaksi
        Inkremental                7.454       18.357        28.893         38.643       48.243        57.507
        Total Aset
        Sebelum Rencana
                             168.159.273   185.767.792   192.101.038   199.524.423   208.810.046   218.794.812
        Transaksi
        Setelah Rencana
                             168.166.727   185.786.149   192.129.931   199.563.066   208.858.289   218.852.319
        Transaksi
        Inkremental                7.454       18.357        28.893         38.643       48.243        57.507
        Total Ekuitas
        Sebelum Rencana
                              97.298.889   108.028.186   120.786.848   132.933.236   145.939.201   159.573.141
        Transaksi
        Setelah Rencana
                              97.306.343   108.046.543   120.815.741   132.971.879   145.987.444   159.630.647
        Transaksi
        Inkremental                7.454       18.357        28.893         38.643       48.243        57.507
       Sumber: Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan periode 2024-2029




Halaman 39                                                         00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 40
        Berdasarkan tabel Analisis Inkramental Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian, nilai tambah
        dengan terlaksananya Rencana Transaksi berupa peningkatan aset berupa kas dan setara kas
        akibat dari perubahan potensi pajak yang timbul. Disisi ekuitas dan liabilitas, terjadi
        peningkatan pada ekuitas yang disebabkan oleh meningkatan dividen yang diterima akibat
        dari peningkatan laba tahun berjalan dibandingkan tanpa adanya Rencana Transaksi.

    b. Analisis biaya atau pendapatan yang relevan

        Biaya-biaya atau pendapatan yang relevan yang muncul akibat dilaksanakannya Rencana
        Transaksi telah diperhitungkan dalam proyeksi keuangan Perseroan yang disusun oleh
        manajemen Perseroan.

     c. Informasi non keuangan yang relevan

        Perseroan atas rencana transaksi pinjam meminjam antara PAMA dan SMM adalah
        diharapkan atas pinjaman tersebut dapat meningkatkan efisiensi SMM kedepan yang akan
        berdampak positif bagi Perseroan secara konsolidasi dan memberikan nilai tambah untuk
        anak Perseroan secara konsol.

     d. Analisis Sensitivitas

        Analisa sensitivitas mengacu kepada bisnis plan Perseroan dengan melakukan sensitivitas
        tingkat penjualan dinaikan atau diturunkan sebesar 5%. Adapun sensitivitas atas hal tersebut
        tercermin sebagai berikut:

         Tabel 3.11.      Analisis Sensitivitas (dalam Jutaan Rupiah)
              Uraian            2024           2025           2026             2027           2028            2029

         Kondisi Normal

          Pendapatan       130.744.231     133.265.349     144.776.367      149.258.843     156.721.786     164.557.875
          Beban pokok
                           (98.259.626)   (102.220.397)   (110.880.509)    (115.482.632)   (121.256.763)   (127.319.601)
          pendapatan
          Laba kotor        32.484.605       31.044.952     33.895.858       33.776.212      35.465.022      37.238.273
          Laba sebelum
                            25.674.867       24.046.304     26.630.166       26.223.423      27.534.594      28.911.324
          pajak
          Laba tahun
                            18.167.972       17.574.896     19.566.354       19.514.212      20.489.815      21.514.198
          berjalan
         Pendapatan Naik 5%, Beban Naik 5%

          Pendapatan       137.281.443     139.928.616     152.015.185      156.721.786     164.557.875     172.785.769
          Beban pokok
                          (103.172.607)   (107.331.416)   (116.424.534)    (121.256.763)   (127.319.601)   (133.685.581)
          pendapatan
          Laba kotor        34.108.835       32.597.200     35.590.651       35.465.022      37.238.273      39.100.187
          Laba sebelum
                            24.667.348       23.665.473     26.222.075       26.102.545      27.407.564      28.777.835
          pajak
          Laba tahun
                            19.240.532       18.459.069     20.453.218       20.359.985      21.377.900      22.446.711
          berjalan
         Pendapatan Turun 5%, Beban Naik 5%

          Pendapatan       124.207.020     126.602.081     137.537.549      141.795.901     148.885.696     156.329.981
          Beban pokok
                          (103.172.607)   (107.331.416)   (116.424.534)    (121.256.763)   (127.319.601)   (133.685.581)
          pendapatan
          Laba kotor        21.034.412       19.270.665     21.113.014       20.539.138      21.566.095      22.644.400




Halaman 40                                                                00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 41
              Uraian       2024          2025        2026            2027         2028         2029

           Laba sebelum
                          11.592.925   10.338.938   11.744.438      11.176.660   11.735.386   12.322.047
           pajak
           Laba tahun
                           9.042.482    8.064.371    9.160.662       8.717.795    9.153.601    9.611.197
           berjalan


       e. Analisis atas jaminan yang terkait dengan transaksi pinjam meminjam dana dan/atau
          penjaminan

          Dalam transaksi pinjam meminjam antara PAMA dan SMM tidak terdapat jaminan.

       f. Analisis Kelayakan rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam-meminjam dana
          dan/atau penjaminan

          Dana pinjaman dari PAMA akan dimanfaatkan SMM untuk mendukung pembiayaan modal
          kerja jika dibutuhkan. Berdasarkan proyeksi keuangan SMM yang disusun oleh manajemen
          SMM, dengan adanya dana untuk memenuhi kebutuhan modal kerja maka SMM dapat
          membukukan pendapatan dan laba yang cenderung terus meningkat ke depannya. Selain itu,
          SMM juga memiliki kemampuan secara finansial untuk membayar pelunasan pinjaman
          kepada PAMA dengan tetap menjaga kecukupan saldo kas untuk menjalankan kegiatan
          usahanya.

3.7.   Kesimpulan

       Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan meliputi analisis
       kualitatif dan analisis kuantitatif, dan analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan
       keuangan, menurut pendapat kami Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman oleh PAMA kepada
       SMM, adalah Wajar




Halaman 41                                                       00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 42
                           ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

   1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
   2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses analisis
       pendapat kewajaran.
   3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya
   4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen.
   5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
   6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
       disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020
       tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan
       ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
   7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan Opini
       Akhir.
   8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat Kewajaran dari Pemberi
       Tugas.
   9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
       pengadilan) yang berkaitan dengan Objek Pendapat Kewajaran tidak menjadi tanggung jawab
       kami.
   10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
       hanya terbatas pada aspek nilai atas Objek Pendapat Kewajaran, diluar dari aspek perpajakan
       dan hukum karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
   11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
       dengan kondisi Objek Pendapat Kewajaran, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan
       menjadi tanggung jawab kami.
   12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
       dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
       bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
   13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
       dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai
       dasar penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini
       semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
   14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda
       tangan penilai berijin beserta stempel perusahaan ( corporate seal) yang resmi dari KJPP
       Ferdinand, Danar, Ichsan & Rekan.
  15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
       dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.




Halaman 42                                                   00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 43
                                      PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:

1.  Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar sesuai
    dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
    memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap Objek Pendapat Kewajaran.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang dilaporkan.
5. Pendapat kewajaran dilakukan dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No.
    35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
    Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi Objek Pendapat
    Kewajaran.
8. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
    pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
    dalam laporan pendapat kewajaran ini.
9. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
    Kewajaran.
10. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
    data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap.
11. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi
    dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap
    atau menyesatkan.
12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap Objek Pendapat Kewajaran pada tanggal
    pendapat kewajaran (cut off date).
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
    pendapat kewajaran.
14. Kesimpulan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pemberian pendapat
    kewajaran profesional telah disajikan sebagai kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan kami peroleh dari sumber yang telah
    terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




Halaman 43                                                  00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 44
                          Penilai                               Tanda Tangan

 Penanggung Jawab:
 M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert)
 Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
 MAPPI No.               : 10-S-02571
 STTD Bapepam No.        : STTD.PB-50/PM.223/2020
 RMK                     : RMK-2017.00526

 Pemeriksa:
 Bangkit Widhi Raharjo, S.E
 MAPPI No.               : 15-T-06112
 RMK                     : RMK-2017.01119




Penilai :
Didik Riyanto, S.T., M.Ak
MAPPI No.               : 19-T-09046
RMK                     : RMK-2020.03468




 Asisten Penilai :
 Edho Fakhri Fuady, S.E, MBA, Akt
 MAPPI No.               : 23-A-12075




Halaman 44                                          00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 45
             LAMPIRAN




Halaman 45              00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 46
Lampir an 1
ANALISA RENCANA T RANSAKSI
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024
                                                                           (dalam Jutaan Rupiah)
                                          Nilai               Ekuitas
            Keter angan                                                              %
                                    Rencana T r ansaksi        UNT R
 Rencana Transaksi                              656.840        91.399.455                  0,72%




                          Ur aian                             Satuan              Jumlah
Suku Bunga Pinjaman                                              %                         7,40%
Batas Atas (7,5%)                                                %                         7,96%
Batas Bawah (7,5%)                                               %                         6,85%
Nilai Rencana Transaksi                                          %                         6,96%
Selisih Nilai Rencana T r ansaksi T er hadap P ener ima
                                                                 %                       -5 ,9 5 %
Kr edit Lapangan Usaha dan P er tambangan




Halaman 46                                                00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 47
Lampir an 2
ANALIS A INK REMENT AL
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024

                                                      De s              De s               De s               De s               De s             De s
                 URAIAN                 S atuan
                                                     2024              2025               2026               2027               2028             2029
K as dan S e tar a K as
Sebelum Rencana Transaksi               Rp Juta    19.192.361        18.305.070         21.421.961         24.444.633         26.491.442       28.868.642
Setelah Rencana Transaksi               Rp Juta    19.199.814        18.323.427         21.450.854         24.483.276         26.539.685       28.926.148
Inkr e me ntal                          Rp Juta        7 .4 5 4         1 8 .3 5 7         2 8 .8 9 3         3 8 .6 4 3         4 8 .2 4 3       5 7 .5 0 7
Ase t Lancar
Sebelum Rencana Transaksi               Rp Juta    69.087.641        67.535.000         73.202.044         78.300.238         82.735.321       87.607.235
Setelah Rencana Transaksi               Rp Juta    69.095.095        67.553.358         73.230.937         78.338.881         82.783.565       87.664.741
Inkr e me ntal                          Rp Juta        7 .4 5 4         1 8 .3 5 7         2 8 .8 9 3         3 8 .6 4 3         4 8 .2 4 3       5 7 .5 0 7
T otal Ase t
Sebelum Rencana Transaksi               Rp Juta   168.159.273       185.767.792        192.101.038        199.524.423        208.810.046      218.794.812
Setelah Rencana Transaksi               Rp Juta   168.166.727       185.786.149        192.129.931        199.563.066        208.858.289      218.852.319
Inkr e me ntal                          Rp Juta        7 .4 5 4         1 8 .3 5 7         2 8 .8 9 3         3 8 .6 4 3         4 8 .2 4 3       5 7 .5 0 7
T otal Ekuitas
Sebelum Rencana Transaksi               Rp Juta    97.298.889       108.028.186        120.786.848        132.933.236        145.939.201      159.573.141
Setelah Rencana Transaksi               Rp Juta    97.306.343       108.046.543        120.815.741        132.971.879        145.987.444      159.630.647
Inkr e me ntal                          Rp Juta        7 .4 5 4         1 8 .3 5 7         2 8 .8 9 3         3 8 .6 4 3         4 8 .2 4 3       5 7 .5 0 7


                                                      De s              De s               De s               De s               De s             De s
                 URAIAN                 S atuan
                                                     2024              2025               2026               2027               2028             2029
P e ndapatan Lain-lain
Sebelum Rencana Transaksi               Rp Juta        221.460          389.939            296.400            420.790            441.508          463.418
Setelah Rencana Transaksi               Rp Juta        220.965          388.812            295.305            419.750            440.630          462.554
Inkr e me ntal                          Rp Juta          (4 9 5 )        (1 .1 2 7 )        (1 .0 9 6 )        (1 .0 4 0 )         (8 7 8 )         (8 6 4 )

Income tax
Sebelum Rencana Transaksi               Rp Juta     (5.223.087)       (4.899.165)        (5.334.748)        (5.286.912)        (5.550.620)      (5.827.334)
Setelah Rencana Transaksi               Rp Juta     (5.215.633)       (4.888.261)        (5.324.213)        (5.277.162)        (5.541.020)      (5.818.071)
Inkr e me ntal                          Rp Juta         7 .4 5 4         1 0 .9 0 3         1 0 .5 3 6          9 .7 5 0           9 .6 0 0         9 .2 6 3

Laba T ahun Be r jalan
Sebelum Rencana Transaksi               Rp Juta    18.161.014        17.565.120         19.556.914         19.505.501         20.481.092       21.505.798
Setelah Rencana Transaksi               Rp Juta    18.167.972        17.574.896         19.566.354         19.514.212         20.489.815       21.514.198
Inkr e me ntal                          Rp Juta        6 .9 5 9          9 .7 7 6           9 .4 4 0           8 .7 1 0           8 .7 2 3         8 .3 9 9
                                                         6.959             9.776              9.440              8.710              8.723            8.399

                                                      De s              De s               De s               De s               De s             De s
                 URAIAN                 S atuan
                                                     2024              2025               2026               2027               2028             2029
Ar us kas dar i aktivitas ope r asi
Sebelum Rencana Transaksi               Rp Juta    27.222.760        28.012.042         30.067.492         29.721.486         29.805.802       31.524.144
Setelah Rencana Transaksi               Rp Juta    27.230.214        28.022.946         30.078.028         29.731.236         29.815.402       31.533.407
Inkr e me ntal                          Rp Juta        7 .4 5 4         1 0 .9 0 3         1 0 .5 3 6          9 .7 5 0           9 .6 0 0         9 .2 6 3




Halaman 47                                                                                  00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 48
Lampir an 3
ANALISA SENSIT IV IT AS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024

                                                                    Des           Des            Des           Des           Des           Des
                         URAIAN                      SAT UAN
                                                                   2024          2025           2026          2027          2028          2029
Kondisi Nor mal
Pendapatan                                            Rp Juta    130.744.231    133.265.349   144.776.367   149.258.843   156.721.786   164.557.875
Beban pokok pendapatan                                Rp Juta     (98.259.626) (102.220.397) (110.880.509) (115.482.632) (121.256.763) (127.319.601)
Laba kotor                                            Rp Juta      32.484.605    31.044.952    33.895.858    33.776.212    35.465.022    37.238.273
Laba sebelum pajak                                    Rp Juta      25.674.867    24.046.304    26.630.166    26.223.423    27.534.594    28.911.324
Laba tahun berjalan                                   Rp Juta      18.167.972    17.574.896    19.566.354    19.514.212    20.489.815    21.514.198

P endapatan Naik 5 % , Beban Naik 5 %
Pendapatan                                            Rp Juta    137.281.443   139.928.616   152.015.185   156.721.786   164.557.875   172.785.769
Beban pokok pendapatan                                Rp Juta   (103.172.607) (107.331.416) (116.424.534) (121.256.763) (127.319.601) (133.685.581)
Laba kotor                                            Rp Juta     34.108.835    32.597.200    35.590.651    35.465.022    37.238.273    39.100.187
Laba sebelum pajak                                    Rp Juta     24.667.348    23.665.473    26.222.075    26.102.545    27.407.564    28.777.835
Laba tahun berjalan                                   Rp Juta     19.240.532    18.459.069    20.453.218    20.359.985    21.377.900    22.446.711

P endapatan T ur un 5 % , Beban Naik 5 %
Pendapatan                                            Rp Juta    124.207.020   126.602.081   137.537.549   141.795.901   148.885.696   156.329.981
Beban pokok pendapatan                                Rp Juta   (103.172.607) (107.331.416) (116.424.534) (121.256.763) (127.319.601) (133.685.581)
Laba kotor                                            Rp Juta     21.034.412    19.270.665    21.113.014    20.539.138    21.566.095    22.644.400
Laba sebelum pajak                                    Rp Juta     11.592.925    10.338.938    11.744.438    11.176.660    11.735.386    12.322.047
Laba tahun berjalan                                   Rp Juta      9.042.482     8.064.371     9.160.662     8.717.795     9.153.601     9.611.197




Halaman 48                                                                                  00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 49
Lampir an 4
P ROF ORMA NERACA KONSOLIDASIAN P T UNIT ED T RACT ORS DAN ENT IT AS ANAK
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024

                                                       Limited Review   Rencana                           Ner aca P r ofor ma
                     Ur aian                 Satuan                                       Eliminasi
                                                       30 Juni 2024     T r ansaksi                        30 Juni 2024
ASET
Aset Lancar                                  Rp Juta     70.724.776              -               -              70.724.776
Aset T idak Lancar                           Rp Juta     97.339.989        656.840        (656.840)             97.339.989
  Kas dan deposito berjangka yang dibatasi
                                             Rp Juta
  penggunaannya                                               635.936                 -               -              635.936
  Piutang usaha
    - Pihak ketiga                           Rp Juta          514.830                 -               -              514.830
    - Pihak berelasi                         Rp Juta                -                 -               -                    -
  Piutang non-usaha
    - Pihak ketiga                           Rp Juta         259.343              -                -               259.343
    - Pihak berelasi                         Rp Juta       3.518.737        656.840         (656.840)            3.518.737
  Aset tidak lancar lainnya                  Rp Juta      92.411.143              -                -            92.411.143
T OT AL ASET                                 Rp Juta    168.064.765        656.840        (656.840)           168.064.765

LIABILIT AS DAN EKUIT AS
Liabilitas Jangka P endek                    Rp Juta       46.156.479                 -               -           46.156.479
Liabilitas Jangka P anjang
  Utang non-usaha pihak berelasi             Rp Juta               -        656.840         (656.840)                     -
  Liabilitas jangka panjang lainnya          Rp Juta      30.508.831              -                -             30.508.831
T otal Liabilitas                            Rp Juta     76.665.310        656.840        (656.840)             76.665.310

Ekuitas                                      Rp Juta     91.399.455              -               -             91.399.455
T OT AL LIABILIT AS DAN EKUIT AS             Rp Juta    168.064.765        656.840        (656.840)           168.064.765




Halaman 49                                                              00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 50
Lampir an 5
P ROF ORMA LAP ORAN LABA (RUG I) KONSOLIDASIAN P T UNIT ED T RACT ORS DAN ENT IT AS ANAK
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024

                                                         Limited Review    Rencana            Ner aca P r ofor ma
                   Ur aian                     Satuan
                                                         30 Juni 2024      T r ansaksi         30 Juni 2024

P endapatan ber sih                            Rp Juta       64.514.464                              64.514.464
Beban pokok pendapatan                         Rp Juta      (47.645.524)                 -          (47.645.524)
LABA BRUT O                                    Rp Juta       16.868.940                              16.868.940
                                                                                                               -
Beban penjualan                                Rp Juta         (522.071)                 -              (522.071)
Beban umum dan administrasi                    Rp Juta       (2.636.716)                              (2.636.716)
Kerugian penurunan nilai                       Rp Juta                -                                        -
Beban lain-lain, bersih                        Rp Juta         (423.764)                                (423.764)
Penghasilan keuangan                           Rp Juta          538.136                  -               538.136
Biaya keuangan                                 Rp Juta       (1.381.082)                              (1.381.082)
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi dan
                                               Rp Juta
ventura bersama                                                265.182                                  265.182
LABA SEBELUM P AJAK P ENG HASILAN              Rp Juta     12.708.625                               12.708.625
                                                                                                              -
Beban pajak penghasilan                        Rp Juta       (2.816.115)                  -          (2.816.115)
LABA T AHUN BERJALAN                           Rp Juta      9.892.510                    -          9.892.510




Halaman 50                                                          00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 51
Lampir an 6
P ROYEKSI NERACA KONSOLIDASIAN P T UNIT ED T RACT ORS DAN ENT IT AS ANAK
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024

                                                                                         BEF ORE T RANSACT ION                                                                                                                      AF T ER T RANSACT ION
                                                        Des                    Des                 Des                       Des                    Des                    Des                    Des                    Des                   Des                      Des                    Des                    Des
                 URAIAN                Satuan
                                                       2024                   2025               2026                       2027                   2028                   2029                   2024                   2025                  2026                     2027                   2028                   2029
Cur r ent Asset
Cash & cash equivalent                 Rp Juta        19.192.361             18.305.070             21.421.961             24.444.633             26.491.442             28.868.642             19.199.814             18.323.427              21.450.854             24.483.276             26.539.685             28.926.148
AR                                     Rp Juta        22.818.398             22.376.661             24.013.648             24.476.257             25.288.052             26.153.339             22.818.398             22.376.661              24.013.648             24.476.257             25.288.052             26.153.339
Inventories                            Rp Juta        17.703.022             19.828.923             20.083.044             21.178.397             22.237.317             23.349.182             17.703.022             19.828.923              20.083.044             21.178.397             22.237.317             23.349.182
Advance payment                        Rp Juta         2.318.248              2.033.924              2.091.087              2.104.105              2.117.123              2.130.141               2.318.248              2.033.924               2.091.087              2.104.105              2.117.123              2.130.141
Prepaid expenses                       Rp Juta                 -                      -                      -                      -                      -                      -                            -                      -                       -                      -                      -                      -
Other current asset                    Rp Juta         7.055.612              4.990.422              5.592.304              6.096.846              6.601.388              7.105.931               7.055.612              4.990.422               5.592.304              6.096.846              6.601.388              7.105.931
                                                                                                                                                                                                               -                      -                       -                      -                      -                      -
Non Cur r ent Asset                                                                                                                                                                                            -                      -                       -                      -                      -                      -
Due from shareholder                    Rp Juta         1.701.876              1.438.601              1.199.555              1.177.262              1.154.969              1.132.676              1.701.876              1.438.601               1.199.555              1.177.262              1.154.969              1.132.676
Investment in shares of stock           Rp Juta       19.831.057             30.793.592             33.272.458             37.021.985             38.873.084             40.816.738             19.831.057             30.793.592              33.272.458             37.021.985             38.873.084             40.816.738
Fixed assets                            Rp Juta       62.047.243             70.336.986             68.931.741             67.903.120             71.298.276             74.863.190             62.047.243             70.336.986              68.931.741             67.903.120             71.298.276             74.863.190
Mining properties                       Rp Juta                      -                      -                      -                      -                      -                      -                      -                      -                       -                      -                      -                      -
Deferred tax assets                     Rp Juta         3.559.021              3.570.027              3.572.039              3.638.972              3.705.906              3.772.839              3.559.021              3.570.027               3.572.039              3.638.972              3.705.906              3.772.839
Coal exploration & development costs    Rp Juta         8.031.009              8.240.816              8.082.551              7.654.959              7.227.367              6.799.775              8.031.009              8.240.816               8.082.551              7.654.959              7.227.367              6.799.775
Goodwill                                Rp Juta         2.401.754              2.401.754              2.401.754              2.401.754              2.401.754              2.401.754              2.401.754              2.401.754               2.401.754              2.401.754              2.401.754              2.401.754
Other non current asset                 Rp Juta         1.499.673              1.451.015              1.438.897              1.426.133              1.413.369              1.400.605              1.499.673              1.451.015               1.438.897              1.426.133              1.413.369              1.400.605
T otal Asset                           Rp Juta    1 6 8 .1 5 9 .2 7 3    1 8 5 .7 6 7 .7 9 2    1 9 2 .1 0 1 .0 3 8    1 9 9 .5 2 4 .4 2 3    2 0 8 .8 1 0 .0 4 6    2 1 8 .7 9 4 .8 1 2    1 6 8 .1 6 6 .7 2 7    1 8 5 .7 8 6 .1 4 9     1 9 2 .1 2 9 .9 3 1    1 9 9 .5 6 3 .0 6 6    2 0 8 .8 5 8 .2 8 9    2 1 8 .8 5 2 .3 1 9
                                                                                                                                                                                                               -                      -                       -                      -                      -                      -
Cur r ent Liabilities                                                                                                                                                                                          -                      -                       -                      -                      -                      -
AP                                     Rp Juta        26.472.520             28.184.129             28.667.034             29.086.309             30.508.246             32.001.350             26.472.520             28.184.129              28.667.034             29.086.309             30.508.246             32.001.350
Accrued expenses                       Rp Juta         9.002.056              6.261.518              5.739.974              5.114.394              4.488.814              3.863.234               9.002.056              6.261.518               5.739.974              5.114.394              4.488.814              3.863.234
Tax payables                           Rp Juta         2.763.808              2.573.555              2.984.958              2.965.272              2.945.585              2.925.899               2.763.808              2.573.555               2.984.958              2.965.272              2.945.585              2.925.899
Other current liabilities              Rp Juta         5.643.486              8.077.026              5.231.617              5.158.872              5.086.127              5.013.382               5.643.486              8.077.026               5.231.617              5.158.872              5.086.127              5.013.382
                                                                                                                                                                                                               -                      -                       -                      -                      -                      -
Non Cur r ent Liabilities                                                                                                                                                                                      -                      -                       -                      -                      -                      -
Deferred tax liabilities                Rp Juta        4.538.812              4.285.395              3.970.754              3.591.915              3.213.076              2.834.237               4.538.812              4.285.395               3.970.754              3.591.915              3.213.076              2.834.237
LT portion of long term bank loan       Rp Juta      17.107.818             22.917.233             19.217.761             15.158.411             11.099.060               7.039.710             17.107.818             22.917.233              19.217.761             15.158.411             11.099.060               7.039.710
Employee benefit obligations            Rp Juta        4.623.151              4.769.019              4.852.563              4.892.482              4.932.401              4.972.320               4.623.151              4.769.019               4.852.563              4.892.482              4.932.401              4.972.320
Other non current liabilities           Rp Juta           708.733                671.733                649.529                623.533                597.536                571.540                 708.733                671.733                 649.529                623.533                597.536                571.540
T otal liabilities                     Rp Juta     7 0 .8 6 0 .3 8 4      7 7 .7 3 9 .6 0 6      7 1 .3 1 4 .1 9 0      6 6 .5 9 1 .1 8 7      6 2 .8 7 0 .8 4 5      5 9 .2 2 1 .6 7 1       7 0 .8 6 0 .3 8 4      7 7 .7 3 9 .6 0 6       7 1 .3 1 4 .1 9 0      6 6 .5 9 1 .1 8 7      6 2 .8 7 0 .8 4 5      5 9 .2 2 1 .6 7 1
                                                                                                                                                                                                               -                      -                       -                      -                      -                      -
Equity attributable to owners           Rp Juta      91.955.001             102.325.753            114.581.547            126.261.937            138.802.065            151.970.183             91.962.950            102.345.733             114.613.158            126.304.338            138.854.944            152.033.189
Non-controlling interests               Rp Juta        5.343.889               5.702.433              6.205.301              6.671.299              7.137.135              7.602.958              5.343.393              5.700.810               6.202.583              6.667.541              7.132.500              7.597.458
T otal equity                          Rp Juta     9 7 .2 9 8 .8 8 9     1 0 8 .0 2 8 .1 8 6    1 2 0 .7 8 6 .8 4 8    1 3 2 .9 3 3 .2 3 6    1 4 5 .9 3 9 .2 0 1    1 5 9 .5 7 3 .1 4 1      9 7 .3 0 6 .3 4 3    1 0 8 .0 4 6 .5 4 3     1 2 0 .8 1 5 .7 4 1    1 3 2 .9 7 1 .8 7 9    1 4 5 .9 8 7 .4 4 4    1 5 9 .6 3 0 .6 4 7
                                                                                                                                                                                                               -                      -                       -                      -                      -                      -
T otal Liabilities + Equity            Rp Juta    1 6 8 .1 5 9 .2 7 3    1 8 5 .7 6 7 .7 9 2    1 9 2 .1 0 1 .0 3 8    1 9 9 .5 2 4 .4 2 3    2 0 8 .8 1 0 .0 4 6    2 1 8 .7 9 4 .8 1 2    1 6 8 .1 6 6 .7 2 7    1 8 5 .7 8 6 .1 4 9     1 9 2 .1 2 9 .9 3 1    1 9 9 .5 6 3 .0 6 6    2 0 8 .8 5 8 .2 8 9    2 1 8 .8 5 2 .3 1 9




Halaman 51                                                                                                                                                                                                                                00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 52
Lampir an 7
P ROYEKSI LABA(RUG I) KONSOLIDASIAN P T UNIT ED T RACT ORS DAN ENT IT AS ANAK
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024

                                                                               BEF ORE T RANSACT ION                                                                                                         AF T ER T RANSACT ION
                                                   Des                 Des               Des          Des                             Des                  Des                  Des                 Des                 Des                   Des                  Des                  Des
                URAIAN              Satuan
                                                  2024                2025             2026          2027                            2028                 2029                 2024                2025                2026                  2027                 2028                 2029

Revenue                             Rp Juta    130.744.231         133.265.349          144.776.367          149.258.843          156.721.786          164.557.875          130.744.231         133.265.349          144.776.367          149.258.843          156.721.786          164.557.875
COGS                                Rp Juta     (98.259.626)      (102.220.397)        (110.880.509)        (115.482.632)        (121.256.763)        (127.319.601)          (98.259.626)      (102.220.397)        (110.880.509)        (115.482.632)        (121.256.763)        (127.319.601)
G r oss pr ofit                     Rp Juta   3 2 .4 8 4 .6 0 5   3 1 .0 4 4 .9 5 2    3 3 .8 9 5 .8 5 8    3 3 .7 7 6 .2 1 2    3 5 .4 6 5 .0 2 2    3 7 .2 3 8 .2 7 3    3 2 .4 8 4 .6 0 5   3 1 .0 4 4 .9 5 2    3 3 .8 9 5 .8 5 8    3 3 .7 7 6 .2 1 2    3 5 .4 6 5 .0 2 2    3 7 .2 3 8 .2 7 3
Opex                                Rp Juta       (6.809.738)        (6.998.649)          (7.265.692)          (7.552.789)          (7.930.428)          (8.326.949)           (6.809.738)        (6.998.649)          (7.265.692)          (7.552.789)          (7.930.428)          (8.326.949)
Oper atig pr ofit                   Rp Juta   2 5 .6 7 4 .8 6 7   2 4 .0 4 6 .3 0 4    2 6 .6 3 0 .1 6 6    2 6 .2 2 3 .4 2 3    2 7 .5 3 4 .5 9 4    2 8 .9 1 1 .3 2 4    2 5 .6 7 4 .8 6 7   2 4 .0 4 6 .3 0 4    2 6 .6 3 0 .1 6 6    2 6 .2 2 3 .4 2 3    2 7 .5 3 4 .5 9 4    2 8 .9 1 1 .3 2 4
Gain/(loss) on forex                Rp Juta         (693.817)                      -                    -                    -                    -                    -         (693.817)                      -                    -                    -                    -                    -
Net interest                        Rp Juta       (1.818.410)        (1.971.958)          (2.034.905)          (1.851.800)          (1.944.390)          (2.041.609)           (1.818.410)        (1.971.958)          (2.034.905)          (1.851.800)          (1.944.390)          (2.041.609)
Other income/(charges)              Rp Juta          221.460             389.939              296.400              420.790              441.508              463.418              220.965             388.812              295.305              419.750              440.630              462.554
P r ofit befor e tax                Rp Juta   2 3 .3 8 4 .1 0 0   2 2 .4 6 4 .2 8 5    2 4 .8 9 1 .6 6 2    2 4 .7 9 2 .4 1 3    2 6 .0 3 1 .7 1 2    2 7 .3 3 3 .1 3 3    2 3 .3 8 3 .6 0 5   2 2 .4 6 3 .1 5 7    2 4 .8 9 0 .5 6 6    2 4 .7 9 1 .3 7 3    2 6 .0 3 0 .8 3 5    2 7 .3 3 2 .2 6 9
Income tax                          Rp Juta       (5.223.087)        (4.899.165)          (5.334.748)          (5.286.912)          (5.550.620)          (5.827.334)           (5.215.633)        (4.888.261)          (5.324.213)          (5.277.162)          (5.541.020)          (5.818.071)
P r ofit after tax                  Rp Juta   1 8 .1 6 1 .0 1 4   1 7 .5 6 5 .1 2 0    1 9 .5 5 6 .9 1 4    1 9 .5 0 5 .5 0 1    2 0 .4 8 1 .0 9 2    2 1 .5 0 5 .7 9 8    1 8 .1 6 7 .9 7 2   1 7 .5 7 4 .8 9 6    1 9 .5 6 6 .3 5 4    1 9 .5 1 4 .2 1 2    2 0 .4 8 9 .8 1 5    2 1 .5 1 4 .1 9 8




Halaman 52                                                                                                                                                                                                    00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 53
Lampir an 8
P ROYEKSI ARUS KAS KONSOLIDASIAN P T UNIT ED T RACT ORS DAN ENT IT AS ANAK
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024

                                                                                      BEF ORE T RANSACT ION                                                                                                                      AF T ER T RANSACT ION
                                                      Des                    Des                Des          Des                                  Des                    Des                    Des                    Des                  Des                      Des                    Des                    Des
                URAIAN               Satuan
                                                     2024                   2025              2026          2027                                 2028                   2029                   2024                   2025                 2026                     2027                   2028                   2029

Beginning Balance                    Rp Juta     1 7 .2 9 6 .4 6 0      1 9 .1 9 2 .3 6 1      1 8 .3 0 5 .0 7 0      2 1 .4 2 1 .9 6 1      2 4 .4 4 4 .6 3 3      2 6 .4 9 1 .4 4 2      1 7 .2 9 6 .4 6 0      1 9 .1 9 9 .8 1 4      1 8 .3 2 3 .4 2 7      2 1 .4 5 0 .8 5 4      2 4 .4 8 3 .2 7 6      2 6 .5 3 9 .6 8 5
 Cash fr om Oper ating Activities    Rp Juta     2 7 .2 2 2 .7 6 0      2 8 .0 1 2 .0 4 2      3 0 .0 6 7 .4 9 2      2 9 .7 2 1 .4 8 6      2 9 .8 0 5 .8 0 2      3 1 .5 2 4 .1 4 4      2 7 .2 3 0 .2 1 4      2 8 .0 2 2 .9 4 6      3 0 .0 7 8 .0 2 8      2 9 .7 3 1 .2 3 6      2 9 .8 1 5 .4 0 2      3 1 .5 3 3 .4 0 7
  EBITDA                              Rp Juta      37.024.394             36.313.670             39.651.646             39.528.873             41.505.317             43.580.583             37.024.394             36.313.670             39.651.646             39.528.873             41.505.317             43.580.583
  Working Capital                     Rp Juta       (2.760.137)            (1.430.505)            (2.214.501)            (2.668.675)            (4.204.505)            (4.187.496)            (2.760.137)            (1.430.505)            (2.214.501)            (2.668.675)            (4.204.505)            (4.187.496)
  Interest Expense - Net              Rp Juta       (1.818.410)            (1.971.958)            (2.034.905)            (1.851.800)            (1.944.390)            (2.041.609)            (1.818.410)            (1.971.958)            (2.034.905)            (1.851.800)            (1.944.390)            (2.041.609)
  Current Tax                         Rp Juta       (5.223.087)            (4.899.165)            (5.334.748)            (5.286.912)            (5.550.620)            (5.827.334)            (5.215.633)            (4.888.261)            (5.324.213)            (5.277.162)            (5.541.020)            (5.818.071)

 Cash fr om Investing Activities     Rp Juta    (1 9 .1 2 1 .9 9 6 )   (3 0 .3 8 8 .6 3 3 )   (1 2 .8 9 6 .9 5 7 )   (1 4 .7 3 5 .9 9 9 )   (1 5 .4 7 2 .7 9 9 )   (1 6 .2 4 6 .4 3 9 )   (1 9 .1 2 1 .9 9 6 )   (3 0 .3 8 8 .6 3 3 )   (1 2 .8 9 6 .9 5 7 )   (1 4 .7 3 5 .9 9 9 )   (1 5 .4 7 2 .7 9 9 )   (1 6 .2 4 6 .4 3 9 )
  Capex                               Rp Juta     (17.782.557)           (20.050.586)           (11.071.370)           (11.706.635)           (12.291.966)           (12.906.565)           (17.782.557)           (20.050.586)           (11.071.370)           (11.706.635)           (12.291.966)           (12.906.565)
  Investment in shares                Rp Juta       (2.082.044)          (10.823.830)             (2.400.000)            (3.486.700)            (3.661.035)            (3.844.087)            (2.082.044)          (10.823.830)             (2.400.000)            (3.486.700)            (3.661.035)            (3.844.087)
  Due To                              Rp Juta                     -                      -                      -                      -                      -                      -                      -                      -                      -                      -                      -                      -
  Dividend received                   Rp Juta           742.604                485.783                574.413                457.336                480.202                504.213                742.604                485.783                574.413                457.336                480.202                504.213

 Cash fr om F inancing Activities    Rp Juta     (6 .2 0 4 .8 6 3 )       1 .4 8 9 .3 0 0     (1 4 .0 5 3 .6 4 4 )   (1 1 .9 6 2 .8 1 5 )   (1 2 .2 8 6 .1 9 5 )   (1 2 .9 0 0 .5 0 5 )    (6 .2 0 4 .8 6 3 )       1 .4 8 9 .3 0 0     (1 4 .0 5 3 .6 4 4 )   (1 1 .9 6 2 .8 1 5 )   (1 2 .2 8 6 .1 9 5 )   (1 2 .9 0 0 .5 0 5 )
  Proceed/(Repayment) of debt         Rp Juta       2.136.014               8.677.110             (6.759.018)            (4.144.086)            (4.351.291)            (4.568.855)            2.136.014               8.677.110             (6.759.018)            (4.144.086)            (4.351.291)            (4.568.855)
  Dividend payment                    Rp Juta      (8.340.876)             (7.187.810)            (7.294.625)            (7.818.729)            (7.934.904)            (8.331.650)           (8.340.876)             (7.187.810)            (7.294.625)            (7.818.729)            (7.934.904)            (8.331.650)
  Due From                            Rp Juta                    -                       -                      -                      -                      -                      -                     -                       -                      -                      -                      -                      -
Cash Sur plus (deficit)              Rp Juta      1 .8 9 5 .9 0 1           (8 8 7 .2 9 1 )      3 .1 1 6 .8 9 1        3 .0 2 2 .6 7 2        2 .0 4 6 .8 0 8        2 .3 7 7 .2 0 0       1 .9 0 3 .3 5 4           (8 7 6 .3 8 8 )      3 .1 2 7 .4 2 7        3 .0 3 2 .4 2 3        2 .0 5 6 .4 0 9        2 .3 8 6 .4 6 3

Ending Cash                          Rp Juta     1 9 .1 9 2 .3 6 1      1 8 .3 0 5 .0 7 0      2 1 .4 2 1 .9 6 1      2 4 .4 4 4 .6 3 3      2 6 .4 9 1 .4 4 2      2 8 .8 6 8 .6 4 2      1 9 .1 9 9 .8 1 4      1 8 .3 2 3 .4 2 7      2 1 .4 5 0 .8 5 4      2 4 .4 8 3 .2 7 6      2 6 .5 3 9 .6 8 5      2 8 .9 2 6 .1 4 8




Halaman 53                                                                                                                                                                                                                        00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 54
Lampir an 1 0
P ROYEKSI NERACA SMM SET ELAH RENCANA T RANSAKSI
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024

              Ur aian                   2024          2025           2026            2027            2028            2029
Aset lancar                             373.075 380.725              451.201         516.877         558.444         654.532
Aset tidak lancar                       128.914 169.020              174.513         164.540         156.358         146.657
T otal Aset                            5 0 1 .9 8 9 5 4 9 .7 4 6    6 2 5 .7 1 5    6 8 1 .4 1 7    7 1 4 .8 0 2    8 0 1 .1 8 9
Liabilitas jangka pendek                122.988 152.849              159.781         164.395         149.732         162.265
Liabilitas jangka panjang                          -            -               -               -               -               -
Liabilitas lainnya
  Utang kepada pemegang saham dan         40.000       40.000          40.000          40.000          40.000          40.000
  Provisi untuk imbalan karyawan            1.653        1.653           1.653           1.653           1.653           1.653
T otal Liabilitas                      1 6 4 .6 4 2 1 9 4 .5 0 3    2 0 1 .4 3 4    2 0 6 .0 4 8    1 9 1 .3 8 5    2 0 3 .9 1 8
T otal Ekuitas                         3 3 7 .3 4 7 3 5 5 .2 4 3    4 2 4 .2 8 0    4 7 5 .3 6 9    5 2 3 .4 1 7    5 9 7 .2 7 1
T otal Liabilitas dan Ekuitas          5 0 1 .9 8 9 5 4 9 .7 4 6    6 2 5 .7 1 5    6 8 1 .4 1 7    7 1 4 .8 0 2    8 0 1 .1 8 9




Halaman 54                                                            00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 55
Lampir an 11
P ROYEKSI NERACA SMM SET ELAH RENCANA T RANSAKSI
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024

               Ur aian                 2024        2025       2026          2027       2028        2029
Pendapatan                             559.317    567.025     809.262       809.922    810.556   1.002.428
Beban Pokok Pendapatan                 450.489    490.632     663.119       666.379    678.397     831.783
Laba Kotor                            108.829     76.392     146.144       143.543    132.159    170.645
Laba Sebelum P ajak                   109.945     74.967     143.838       141.178    129.433    167.137
Laba T ahun Ber jalan                  84.785     56.647     105.521       103.575     99.169    128.372




Halaman 55                                                      00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 56
                               27 Desember




Halaman 56   00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 57
Halaman 57   00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 58
Halaman 58   00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.56 MB
Published30 Dec 2024
Pages58
Characters177,408
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 62 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Suprabari Mapanindo Mineral p.1 ×15
linked org PT. PAMAPERSADA NUSANTARA p.1 ×10
linked org United Tractors Tbk p.1 ×13
linked org PT Tuah Turangga Agung p.10 ×5
linked org Astra International Tbk p.11 ×5
linked person Iwan Hadiantoro p.11 ×2
linked person Loudy Irwanto Ellias p.11 ×2
linked person Widjaja Kartika p.11 ×2
linked person Djony Bunarto Tjondro p.12 ×2
linked person Chiew Sin Cheok p.12 ×2
linked person Djoko Pranoto Santoso p.12
linked person Benjamin Herrenden p.12
linked person Paulus Bambang Widjanarko p.12
linked person Bruce Malcolm Cox p.12
linked person Idot Supriadi p.12
linked person Vilihati Surya p.12
linked person Hendra Hutahean p.13 ×2
linked person Ari Sutrisno p.13 ×2
linked org Turangga Resources p.26 ×2
linked org PT Sumbawa Jutaraya p.27
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.5 ×8
unresolved org KJPP Ferdinand p.1 ×4
unresolved org Ichsan dan Rekan p.1 ×2
unresolved org KJPP FDI p.1 ×4
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.1 ×4
unresolved org PT Pamapersada Nusantara II p.2
unresolved org Energi Internasional p.3 ×3
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia p.3 ×3
unresolved person MBA. p.4 ×2
unresolved org Bapepam p.4 ×4
unresolved — Telepon/Fax p.6
unresolved — PIC/Kontak p.6
unresolved org BAPEPAM-LK p.6 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Rintis p.8 ×2
unresolved org Rianto & Rekan p.8 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanudiredja p.8 ×5
unresolved org Rintis & Rekan p.8 ×5
unresolved org PT Suprabari Mapanindo Minera p.10
unresolved org PT Inter Astra Motor Works p.11
unresolved person Djojo Muljadi p.11
unresolved person H. Akta Pendirian p.11
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.11 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11 ×4
unresolved person Rukmasanti Hardjasatya · Notaris p.12
unresolved person Marianne Vincentia Hamdani · Notaris p.13
unresolved person Agus Madjid · Notaris p.13
unresolved org Menteri Kehakiman RI No. C p.13
unresolved person SMM Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria p.14 ×7
unresolved person H. P. Pardede Kotaro Fujisawa p.14
unresolved person Franciscus Xaverius Laksana Kesuma p.15 ×4
unresolved org Pusat Statistik p.18 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.19 ×9
unresolved org Bank Indonesia Proyeksi Inflasi Indonesia p.20
unresolved org Kementerian ESDM Halaman p.22
unresolved org Kementerian ESDM p.24
unresolved org Neraca Limited p.34 ×2
unresolved org Laporan Laba Rugi Ringkasan Proforma Perseroan Neraca Limited p.36
unresolved org Ichsan & Rekan p.42
unresolved person Bangkit Widhi Raharjo p.44
unresolved person Didik Riyanto p.44
unresolved person Edho Fakhri Fuady p.44

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 6021 ms 12 Sep 2026 22:55
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2024-06-30',
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result