Back to announcement
20241230_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31841789_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 58
Page 1
Kantor Jasa Penilai Publik The Manhattan Square
Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
E-Mail : infoadmin@fdipartners.co
Property, Business Valuation & Advisory
Website: www.fdipartners.co
Licence No. 2.22.0176 Phone (62 21) 27875911
KMK 460/KM.1/202
Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia
Jakarta, 27 Desember 2024
Kepada Yth.
PT Suprabari Mapanindo Mineral
Jl. Rawagelam I No.9
Kawasan Industri Pulogadung
Jakarta Timur 13930
No. Laporan : 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Hal : Pendapat Kewajaran
Dengan hormat,
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI PINJAM – MEMINJAM ANTARA PT.
PAMAPERSADA NUSANTARA DAN PT. SUPRABARI MAPANINDO MINERAL
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 005/FDI/PB-FO/VIII/2024 tertanggal 6 Agustus
2024, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari
PT. Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”) untuk memberikan laporan hasil analisis tentang Kewajaran
atas Rencana transaksi berupa Pinjam - Meminjam dari PT. Pamapersada Nusantara (“PAMA”) kepada
PT. Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”), dimana PAMA dan SMM merupakan perusahaan afiliasi dari
PT. United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UNTR”). Rencana transaksi Pinjam - Meminjam dari PAMA
kepada SMM selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”. Atas dasar hal tersebut, maka Rencana
Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan (“POJK 42”).
Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana Transaksi. Laporan Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan
manajemen UNTR, selaku perusahaan publik, dalam rangka memenuhi ketentuan dalam POJK 42.
Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
data sebagaimana diberikan oleh manajemen UNTR dan PAMA, yang mana kami mengasumsikan
bahwa informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen UNTR dan PAMA adalah benar,
lengkap, dapat diandalkan, dan tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi
secara mendetail atas semua informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen UNTR dan PAMA,
baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau
bertanggung-jawab apabila informasi dan data yang diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Pendekatan dan metode yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi adalah
dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif berupa
analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap UNTR,
serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan UNTR.
Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan sesudah
Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang arang (Properti)
Page 2
transaksi (Proforma) dari sisi UNTR untuk mengetahui dampak keuangan secara konsolidasi dari transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana Transaksi. Analisis atas Rencana Transaksi, Rencana Transaksi berupa Pinjam - Meminjam antara PAMA selaku pihak yang memberikan pinjaman dan SMM selaku pihak yang menerima pinjaman yang dilakukan untuk mendukung pembiayaan modal kerja SMM. SMM merupakan suatu perseroan terbatas yang bergerak di bidang usaha pertambangan khususnya tambang batu bara. SMM berlokasi di Gedung PT Pamapersada Nusantara II, Lt.3 Jalan Rawagelam, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. SMM merupakan entitas anak dari PAMA, sedangkan PAMA merupakan entitas anak dari UNTR. Pada kondisi ekonomi yang lemah dan adanya potensi terjadinya resesi, SMM juga mengalami isu surutnya Sungai Barito yang menyebabkan pendangkalan sehingga kapal pengangkut batu bara tidak bisa lewat. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya proses pengiriman batu bara. Selain itu produksi batu bara juga mengalami perlambatan. Sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut, PAMA sebagai induk usaha SMM berencana untuk memberikan dukungan pembiayaan modal kerja kepada SMM sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan arus kas SMM. Pendekatan dan metode yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif berupa analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap UNTR, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan UNTR. Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan sesudah transaksi (Proforma) UNTR untuk mengetahui dampak keuangan secara konsolidasi dari transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana Transaksi. 1. Laporan pendapat kewajaran disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam menyusun laporan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data sebagaimana diberikan manajemen UNTR, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan serta tidak menyesatkan. 2. Kami tidak melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data - data yang diberikan oleh manajemen UNTR, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggungjawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut. 3. Segala perubahan terhadap data-data yang telah diberikan manajemen UNTR pada kami, sebagaimana tercantum pada bagian sumber data dan Informasi, dapat mempengaruhi hasil penilaian secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut. 4. Laporan pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perkonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan Pemerintah pada tanggal Laporan ini dikeluarkan. 5. Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan pendapat kewajaran ini tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam Laporan pendapat kewajaran ini. Laporan pendapat kewajaran ini hanya dipersiapkan untuk dapat dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan dalam laporan ini, dan tidak dapat dipergunakan untuk tujuan lainnya. Halaman 2 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 3
6. Laporan pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan. 7. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini. Rencana transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42 dimana PAMA merupakan entitas anak dari UNTR, sedangkan SMM merupakan entitas anak yang dimiliki PAMA secara tidak langsung melalui PTTuah Turangga Agung (“TTA”). SMM memiliki Fasilitas Pinjaman yang diberikan oleh PAMA dengan plafon sebesar USD40.000.000,- (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat) atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni 2024 sebesar Rp16.421,-). Berdasarkan Draft Amandemen II to Loan Agreement antara PAMA dengan SMM, sepakat untuk mengubah suku bunga pinjaman dari Term SOFR + Margin (2%) yang berlaku menjadi Term SOFR + Margin (1,63%). Perjanjian Pinjam - Meminjam antara PAMA dan SMM, yang mencakup Loan Agrement, Amendment I, dan Draft Amandemen II, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar USD40.000.000,- (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat) atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni 2024 sebesar Rp16.421,-). Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar Term SOFR + 1,63%. Berdasarkan Laporan Keuangan UNTR per 30 Juni 2024 yang telah yang disampaikan pada pernyataan direksi, ekuitas UNTR tercatat sebesar Rp91.399.455 juta maka Rencana Transaksi sebesar 0,72% dari ekuitas UNTR dengan demikian bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”). Analisa kualitatif mengacu pada perkembangan dan ekonomi makro. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan produksi batu bara di Indonesia akan menunjukkan pertumbuhan yang sedikit pada tahun 2024. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia telah menaikkan kuota produksi batu bara untuk 2024, yang juga dikenal sebagai RKAB, hampir 30% menjadi 922 juta ton. Namun, angka ini mengasumsikan operasi pada kapasitas penuh dan umumnya produsen mencapai penggunaan sekitar 80%. Meskipun hujan deras di Sumatra dan Kalimantan Selatan pada kuartal pertama tahun 2024, produksi batu bara dalam empat bulan pertama tahun 2024 sudah meningkat sebesar 8,6%. Dengan Rencana Transaksi, SMM memperoleh pinjaman untuk kebutuhan dana modal kerja untuk dapat tetap melaksanakan kegiatan operasionalnya jika dibutuhkan, sehingga hal ini juga akan memberikan citra yang baik di mata investor dan masyarakat, bahwa UNTR dan grup tetap dapat mempertahankan pangsa pasar, produktivitas dan juga memenuhi kebutuhan pelanggannya dengan baik, yang dapat berpengaruh terhadap harga saham UNTR. Analisa kuantitatif mengacu kepada kinerja keuangan historis. Total aset UNTR mengalami penurunan pada periode 2019 dan 2020 yang disebabkan turunnya nilai persediaan dan kembali meningkat pada tahun 2021 hingga tahun 2023 dengan masing-masing peningkatan sebesar 12,79%, 24,80% dan 9,65%. Disisi total liabilitas periode 2019 – 2023 terjadi trend yang berfluktuasi dengan kenaikan tertinggi pada tahun 2023 sebesar 37,34%. Sedangkan total ekuitas berfluktuasi dengan kenaikan rata- rata per tahun sebesar 8,54%. Disisi laporan laba rugi pada periode 2019-2023 pendapatan UNTR mengalami fluktuasi pertumbuhan dengan peningkatan rata-rata sebesar 12,50%. Pada periode yang sama laba tahun berjalan UNTR mengalami peningkatan rata-rata sebesar 29,75%. Halaman 3 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 4
Analisa inkremental dilakukan untuk melihat manfaat Rencana Transaksi bagi UNTR. Berdasarkan proyeksi keuangan UNTR sebelum dan setelah Rencana Transaksi periode 2024-2029 yang disusun oleh manajemen, Rencana Transaksi memberikan nilai tambah berupa peningkatan pada aset, ekuitas dan laba tahun berjalan UNTR secara Konsolidasi bila Rencana Transaksi dilakukan sepanjang semua asumsi-asumsi terpenuhi. Analisis kewajaran dengan membandingkan antara tarif bunga Pinjaman Rencana Transaksi dengan tarif bunga pinjaman bank lainnya. Berdasarkan perjanjian atas rencana transaksi, suku bunga yang dikenakan adalah Term SOFR + Margin 1,63% atau setara dengan 6,96% per 30 Juni 2024, sedangkan data rata-rata tarif bunga rata-rata kredit bank umum yang berlaku di pasar berdasarkan industri pertambangan dan penggallian dalam denominasi valuta asing dari OJK per 30 Juni 2024, tarif bunga sebesar 7,40% sehingga tarif bunga pinjaman Rencana Transaksi masih dalam batas wajar (batas atas - batas bawah) 7,5% terhadap suku bunga pinjaman, dimana batas bawah dan batas atas kewajaran masing-masing sebesar 6,85% dan 7,96%. Dengan demikian, berdasarkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, serta analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan keuangan, menurut pendapat kami, Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman dari PAMA kepada SMM adalah Wajar. Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun di masa datang terkait dengan usaha UNTR, PAMA, SMM, maupun atas transaksi yang dilakukan. Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan, atas kerjasama dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, KJPP FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert) Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453 MAPPI No. : 10-S-02571 STTD Bapepam No. : STTD.PB-50/PM.223/2020 RMK : RMK-2017.00526 Halaman 4 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 5
DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................... 6 1.1 Uraian Mengenai Penugasan ........................................................................................... 6 1.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ................................................................ 6 1.3 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan ............................ 6 1.4 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ......................................................... 6 1.5 Objek Pendapat Kewajaran .............................................................................................. 7 1.6 Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan .................................................... 7 1.7 Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi .. 7 1.8 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan.......................... 8 1.9 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................. 8 1.10 Sumber Data dan Informasi ............................................................................................. 8 1.11 Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ............................................................. 9 1.12 Pernyataan Independensi Penilai....................................................................................... 9 1.13 Distribusi Laporan Pendapat Kewajaran ............................................................................ 9 1.14 Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran ( Subsequent Event) ......................... 9 BAB II ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI .............................................................................. 10 2.1. Latar Belakang Rencana Transaksi .................................................................................. 10 2.2. Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi ........................................................................... 10 2.3. Objek Rencana Transaksi ............................................................................................... 10 2.4. Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ....................................................................... 10 2.5. Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ...................................................................... 15 2.6. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi .............................. 16 BAB III ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI .................................................................. 17 3.1. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan ........................................................... 17 3.2. Analisis atas Rencana Transaksi ...................................................................................... 17 3.3. Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ........................................................................ 18 3.4. Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ...................................................................... 29 3.5. Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi ..................................................................... 37 3.6. Analisis Faktor Lain Yang Relevan ................................................................................... 38 3.7. Kesimpulan ................................................................................................................... 41 ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ............................................................................. 42 PERNYATAAN PENILAI ............................................................................................................. 43 Halaman 5 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran Nomor 005/FDI/PB-FO/VIII/2024 pada tanggal
06 Agustus 2024, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”)
mendapat penugasan dari PT. Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”) untuk memberikan
pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi Pinjam - Meminjam dari PT. Pamapersada
Nusantara (“PAMA”) kepada PT. Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”), dimana PAMA dan SMM
merupakan perusahaan terafiliasi dari PT. United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UNTR”).
Rencana Transaksi Pinjam - Meminjam dari PAMA kepada SMM selanjutnya disebut sebagai
“Rencana Transaksi”. Atas dasar hal tersebut, maka Rencana Transaksi merupakan Transaksi
Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK
42”).
1.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dalam hal ini adalah SMM, dengan informasi sebagai berikut:
Nama : PT. Suprabari Mapanindo Mineral
Alamat : Jl. Rawagelam I No.9, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur
Telepon/Fax : 021 - 2983 2091
Bidang usaha : Pertambangan Batu Bara
PIC/Kontak : Bpk./Ibu –
Email :-
Pengguna Laporan dalam hal ini adalah Pemberi Tugas.
1.3 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan
Tanggal penilaian Pendapat Kewajaran adalah tanggal 30 Juni 2024.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), masa berlaku laporan
penilaian adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian ( cut-off date) dalam
laporan pendapat kewajaran.
1.4 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana transaksi afiliasi antara PAMA dengan SMM diperlukan dalam rangka
memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK.
Tujuan pemberian pendapat kewajaran dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
Halaman 6 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 7
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.
1.5 Objek Pendapat Kewajaran
Berdasarkan Loan Agrement dan Amendment I, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA
kepada SMM adalah sebesar USD 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat) atau
setara dengan Rp 656.840 juta (menggunakan kurs per 30 Juni 2024 sebesar Rp16.421,-)
dengan tingkat suku bunga Term SOFR + Margin.
Atas dasar hal tersebut di atas, maka objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah
Rencana Transaksi yang berupa Pinjam - Meminjam PAMA kepada SMM sebesar USD
40.000.000,- (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat) atau setara dengan Rp 656.840 juta
(menggunakan kurs per 30 Juni 2024 sebesar Rp16.421,-).
1.6 Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan
Mengacu pada laporan posisi keuangan Proforma UNTR, dampak keuangan atas Rencana
Transaksi sebagai berikut:
1) Terdapat peningkatan pada akun Aset Tidak Lancar yaitu piutang non-usaha pihak berelasi
atas pemberian penambahan fasilitas pinjaman (loan agreement) sebesar USD 40.000.000,-
atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni 2024 sebesar
Rp16.421,-).
2) Terdapat jurnal eliminasi pada akun Aset Tidak Lancar yaitu piutang non-usaha pihak
berelasi atas pemberian penambahan fasilitas (loan agreement) sebesar USD 40.000.000,-
atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni 2024 sebesar
Rp16.421,-).
3) Terdapat peningkatan pada akun Liabilitas Jangka Panjang yaitu utang non-usaha pihak
berelasi atas penerimaan penambahan fasilitas pinjaman (loan agreement) sebesar USD
40.000.000,- atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni
2024 sebesar Rp16.421,-).
4) Terdapat jurnal eliminasi pada akun Liabilitas Jangka Panjang yaitu utang non-usaha pihak
berelasi atas peneriman penambahan fasilitas pinjaman ( loan agreement) sebesar USD
40.000.000,- atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni
2024 sebesar Rp16.421,-).
1.7 Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi
Rencana Transaksi dilakukan dengan tujuan membantu pemenuhan kebutuhan biaya belanja
modal dan modal kerja SMM dengan pertimbangan SMM menghadapi kondisi global yang
menurun dan tidak memiliki standby facility dari bank, sehingga untuk dapat melaksanakan
kegiatan operasionalnya dengan baik PAMA sebagai induk usaha SMM memberikan dukungan
pembiayaan modal kerja kepada SMM sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan
arus kas SMM. Seiring dengan isu yang dihadapi SMM yaitu terganggunya proses pengiriman
batu bara, SMM memerlukan penambahan pinjaman dari PAMA.
Halaman 7 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 8
Pertimbangan UNTR atas Rencana Transaksi tersebut adalah dengan dilaksanakannya Rencana
Transaksi akan membuat SMM dapat menjalankan kegiatan operasional secara komersial
kedepannya sehingga akan membukukan pendapatan dan laba yang akan berdampak positif
bagi UNTR secara konsolidasi.
1.8 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Rencana Transaksi yang dilakukan terkait dengan POJK 42.
1.9 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Ruang lingkup pendapat kewajaran mengacu kepada Pasal 17 POJK 35 meliputi:
a. Tujuan dari Penugasan adalah memberikan pendapat kewajaran atas rencana transaksi;
b. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan;
c. Membandingkan dasar nilai transaksi dengan rata-rata tarif bunga di pasar atas objek
Rencana Transaksi.
1.10 Sumber Data dan Informasi
a. Laporan Keuangan Konsolidasian (limited review) UNTR yang berakhir pada tanggal 30 Juni
2024 tanggal 30 Agustus 2024 yang diriviu oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto
& Rekan dengan pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
semua hal yang material.
b. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
No.00190/2.1025/AU.1/05/0241-2/1/II/2024 tanggal 23 Februari 2024 yang diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
c. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
No.0177/2.1025/AU.1/05/0239-3/1/II/2023 tanggal 23 Februari 2023 yang diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
d. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
No.00121/2.1025/AU.1/05/0239-2/1/II/2022 tanggal 21 Februari 2022 yang diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
e. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
No.00157/2.1025/AU.1/05/0239-1/1/II/2021 tanggal 19 Februari 2021 yang diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
f. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
No.00168/2.1025/AU.1/0241-1/1/II/2020 tanggal 21 Februari 2020 yang diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
g. Rencana bisnis UNTR sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk 5 (lima) tahun ke depan.
h. Profoma Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR per 30 Juni 2024 (sebelum dan sesudah
transaksi) yang disiapkan oleh manajemen UNTR.
i. Rencana bisnis SMM setelah Rencana Transaksi untuk 5 (Lima) tahun ke depan.
Halaman 8 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 9
j. Perjanjian Pinjaman antara PAMA dengan SMM tertanggal 23 Agustus 2021 dan Draft
Amandemen I dan Draft Amandemen II atas Perjanjian Pinjaman.
k. Representation Letter No. 368/SMM-EXT/XII/2024 tertanggal 27 Desember 2024 yang telah
ditandatangani oleh Manajemen.
l. Hasil wawancara dengan pihak PAMA, SMM, UNTR dan pihak lain yang kami anggap layak
dan relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan
proses pemberian pendapat kewajaran.
m. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun
media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.
1.11 Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan POJK No.35/POJK.04/2020, tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”), analisis kewajaran Rencana Transaksi
dilakukan melalui analisis yang mencakup hal–hal sebagai berikut:
a. Analisis atas Rencana Transaksi,
b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi,
c. Analisis Atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi.
d. Analisis atas faktor lain yang relevan.
1.12 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan UNTR, PAMA dan
SMM ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan UNTR, PAMA maupun SMM. KJPP
FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini
yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.
1.13 Distribusi Laporan Pendapat Kewajaran
Pendapat kewajaran ini diajukan untuk kepentingan UNTR dalam kaitannya dengan Rencana
Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain dan kepentingan lain.
1.14 Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event)
Tidak terdapat peristiwa yang signifikan terjadi yang dapat mempengaruhi laporan pendapat
kewajaran dari tanggal pendapat kewajaran sampai dengan tanggal laporan.
Halaman 9 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 10
BAB II
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI
2.1. Latar Belakang Rencana Transaksi
SMM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan khususnya tambang batu
bara. Lokasi tambang batu bara SMM berada di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Adapun 80% saham SMM dimiliki oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA), suatu perusahaan
perdagangan batu bara di Indonesia yang berada di bawah kepemilikan saham dari PAMA dan
UNTR, dan 20% saham SMM dimiliki oleh ICRA SMM Pty., Ltd yang merupakan perusahaan
berdomisili di Australia.
Pada kondisi ekonomi yang lemah dan adanya potensi terjadinya resesi, SMM juga mengalami
isu surutnya Sungai Barito yang menyebabkan pendangkalan sehingga kapal pengangkut batu
bara tidak bisa lewat. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya proses pengiriman batu bara.
Selain itu produksi batu bara juga mengalami perlambatan. Sehingga untuk mengantisipasi hal
tersebut, PAMA sebagai induk usaha SMM berencana untuk memberikan dukungan pembiayaan
modal kerja kepada SMM sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan arus kas SMM.
Transaksi Pinjam - Meminjam (loan agreement) antara SMM selaku pihak yang menerima
pembiayaan dan PAMA selaku pihak yang memberikan jasa pembiayaan dilakukan untuk
mendukung pembiayaan modal kerja SMM jika dibutuhkan.
2.2. Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi
Maksud dan tujuan Rencana Transaksi Pinjam - Meminjam oleh PAMA dan SMM untuk
mendukung pembiayaan modal kerja SMM jika dibutuhkan.
2.3. Objek Rencana Transaksi
Objek Pendapat Kewajaran adalah rencana transaksi afiliasi antara PT Pamapersada Nusantara
dengan PT Suprabari Mapanindo Minera berupa Pinjam – Meminjam antara PAMA dan SMM.
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman, Amandemen I, dan Draft Amandemen II, total fasilitas pinjaman
yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar USD 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Dolar
Amerika Serikat) atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni
2024 sebesar Rp16.421,-).
Atas dasar hal tersebut di atas, maka objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah
Rencana Transaksi yang berupa Rencana Transaksi Pinjam - Meminjam antara PAMA dan SMM
sebesar USD40.000.000,- (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat) atau setara dengan
Rp656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni 2024 sebesar Rp16.421,-) PAMA kepada
SMM.
2.4. Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah PAMA, selaku pemberi pinjaman,
SMM, selaku penerima pinjaman dan UNTR, selaku perusahaan publik yang laporan
keuangannya terdampak secara konsolidasi atas Rencana Transaksi.
Halaman 10 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 11
a. PT United Tractors (”UNTR”)
Riwayat Singkat
PT United Tractors Tbk (“UNTR”) didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan
nama PT Inter Astra Motor Works, Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra
International Tbk, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, dihadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta
Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita
Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 79 tanggal 8 April 2022 yang dibuat
dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sesuai dengan suratnya tanggal 19 April 2022 No. AHU- 0028206.AH.01.02 tahun 2022.
Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 98 tanggal 24 April 2024 yang dibuat dihadapan
Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat pemberitahuan
penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan
suratnya tanggal 7 Mei 2024 No.AHU-AH.01.09-0187465 tahun 2024.
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2024 susunan pemegang saham
adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 Susunan Pemegang Saham UNTR
Keterangan Jumlah Saham (%) Nominal (Rp)
PT Astra International Tbk 2.219.317.358 59,50% 554.829.000.000
Iwan Hadiantoro 116.400 0,00% 29.000.000
Loudy Irwanto Ellias 34.515 0,00% 9.000.000
Edhie Sarwono 19.100 0,00% 5.000.000
Widjaja Kartika 2.000 0,00% 1.000.000
Masyarakat selain Direksi (masing-
1.412.069.763 37,85% 353.085.000.000
masing kepemilikan dibawah 5%)
Saham Tresuri 98.326.000 2,64% 24.582.000.000
Jumlah 3.730.135.136 100,00% 932.534.000.000
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR
Bersadarkan laporan keuangan konsolidasian periode 30 Juni 2024 yang telah di review oleh
Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
UNTR adalah sebagai berikut:
Halaman 11 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 12
Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris : Chiew Sin Cheok
Djoko Pranoto Santoso
Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Nanan Soekarna
Bruce Malcolm Cox
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Iwan Hadiantoro
Idot Supriadi
Edhie Sarwono
Widjaja Kartika
Vilihati Surya
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan pemegang saham
serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR.
Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“mesin konstruksi”) beserta pelayanan purna
jual; penambangan dan kontraktor penambangan; pengolahan mineral; rekayasa,
perencanaan, perakitan, dan pembuatan komponen mesin, alat, peralatan, dan alat berat;
pembuatan kapal serta jasa perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri
konstruksi; dan energi. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973.
Perseroan berkedudukan di Jakarta, Indonesia.
b. PT Pamapersada Nusantara (”PAMA”)
Riwayat Singkat
PAMA didirikan berdasarkan Akta No. 74 dibuat di hadapan Rukmasanti Hardjasatya, Notaris
di Jakarta, tertanggal 26 Agustus 1988. Akta tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-4876.HT.01.01.TH’89 tanggal 1 Juni
1989 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 77 tanggal 26 September 1989,
Tambahan No. 2099.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa perubahan dari waktu ke waktu.
Perubahan terakhir berdasarkan pada Akta Notaris No. 29 tertanggal 10 April 2023 oleh Jose
Dima Satria, S.H, M.Kn., notaris di Jakarta terkait dengan penunjukan kembali Dewan
Komisaris dan Direksi Perusahaan. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
telah menerima dan mencatat perubahan tersebut berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
AHU-AH.01.09-0108148 tanggal 10 April 2023.
Halaman 12 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 13
Susunan Kepemilikan Saham
Berikut merupakan susunan kepemilikan saham PAMA berdasarkan Akta No. 12 tanggal 12
Juni 2013 yang dibuat di hadapan Notaris Marianne Vincentia Hamdani, S.H., Notaris di
Jakarta Utara :
Tabel 2.2 Susunan Pemegang Saham PAMA
Keterangan Jumlah Saham Nominal (Rp) (%)
PT United Tractors Tbk 10.114.950.800 5.057.475.400.000 99,9995%
PT United Tractors Pandu Engineering 49.200 24.600.000 0,0005%
Jumlah 10.115.000.000 5.057.500.000.000 100%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA
Berdasarkan akta No. 29 tanggal 10 April 2023 dari Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn
terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Chiew Sin Cheok
Direksi
Presiden Direktur : Hendra Hutahean
Direktur : Chinthya Theresa Am
Ari Sutrisno
Warsito Subagio Surjaatmadja
Roberto Dwi Handoko
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan pemegang saham
serta Dewan Komisaris dan Direksi PAMA.
Kegiatan Usaha
PAMA dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”) bergerak di kontraktor pertambangan
batu bara dan batu kapur, pertambangan batu bara di area konsesi pertambangan milik
sendiri, perdagangan batu bara, perawatan jalan, pengoperasian pelabuhan, penyewaan
peralatan berat, penjualan peralatan berat terpakai, dan pembangkit listrik. PAMA memulai
aktivitas komersialnya pada bulan September 1993.
c. PT Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”)
Riwayat Singkat
SMM didirikan pada tahun 1991 berdasarkan Akta Pendirian No. 51 tertanggal 13 Juni 1991
yang dibuat di hadapan Agus Madjid, S.H., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh
pengesahan sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI No.
C2-5778 HT.01.01. Th. 97 tertanggal 30 Juni 1997.
Halaman 13 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 14
Anggaran Dasar SMM telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Notaris Jose Dima Satria, S.H., M. Kn., No. 114 tanggal 31 Mei 2024, mengenai perubahan
Direksi dan Komisaris. Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0214556
tanggal 14 Juni 2024.
Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham SMM
Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria, S.H., M. Kn., No. 114 tanggal 31 Mei 2024,
berikut merupakan struktur permodalan dan kepemilikan saham SMM:
Tabel 2.3 Susunan Pemegang Saham SMM
Nominal
Keterangan Jumlah Saham (%)
(Rp)
PT Tuah Turangga Agung 10.465.800 104.658.000.000 80%
ICRA SMM Pty., Ltd 2.616.450 26.164.500.000 20%
Jumlah 13.082.250 130.822.500.000 100,00%
Susunan Pengurus SMM
Berdasarkan pernyataan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan SMM No.180 per
tanggal 21 Mei 2024 dari Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn. terdapat perubahan susunan
dewan komisaris dan direksi SMM. Sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMM
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris : Hendra Hutahean
Komisaris : Chinthya Theresa Am
Ari Sutrisno
Go Hayatsu
Direksi:
Presiden Direktur : Arianto Sasono
Direktur : Ignatius Stanley Hendarto
Grindo Nugroho
Nehemia H. P. Pardede
Kotaro Fujisawa
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan pemegang saham
serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMM.
Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha yang dilakukan oleh SMM adalah menjalankan usaha
pertambangan batu bara.
Halaman 14 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 15
2.5. Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Hubungan pihak-pihak bertransaksi, berdasarkan kepemilikan saham dan kepengurusan saham,
dapat disampaikan sebagai berikut:
• Berdasarkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris UNTR, PAMA dan SMM terdapat kesamaan
manajemen pada UNTR, PAMA dan SMM pada periode 30 Juni 2024, yaitu Bapak Franciscus
Xaverius Laksana Kesuma diketahui menjabat sebagai Komisaris di PAMA dan Presiden
Direktur di UNTR.
• Hubungan afiliasi dari segi kepemilikan saham
Sumber: Manajemen SMM
• Materialitas Nilai Rencana Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SMM, yang mencakup Draft Amandemen
II, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar
USD40.000.000,- (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat). Atas dasar hal tersebut di atas,
maka objek Rencana Transaksi dalam hal ini adalah pinjaman sebesar USD 40.000.000,- dari
PAMA kepada SMM.
Materialitas Nilai Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana
Transaksi dengan ekuitas UNTR periode 30 Juni 2024.
Tabel 2.4 Nilai Rencana Transaksi berbanding Ekuitas UNTR (Juta Rupiah)
Nilai Rencana Ekuitas UNTR
Keterangan %
Transaksi Jun 2024
Rencana Transaksi 656.840 91.399.455 0,72%
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR per 30 Juni 2024, ekuitas UNTR tercatat
sebesar Rp 91.399.455 juta dan nilai transaksi sebesar Rp 656.840 juta (kurs: Rp16.421) maka
Halaman 15 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 16
Rencana Transaksi sebesar 0,72% dari ekuitas Perseroaan dengan demikian bukan merupakan
transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha (“POJK 17”).
2.6. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi
PAMA (“Pemberi Pinjaman”) dan SMM (“Penerima Pinjaman”), dimana keduanya disebut sebagai
“Para Pihak”, telah membuat dan menandatangani perjanjian pinjaman tertanggal 23 Agustus
2021, dimana Pemberi Pinjaman setuju untuk menyediakan kepada Penerima Pinjaman, fasilitas
pembiayaan sejumlah USD 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat). Perjanjian
pinjaman tersebut dituangkan dalam dokumen Perjanjian Pinjaman tertanggal 23 Agustus 2021,
Amandemen I dan Draft Amandemen II, dengan perjanjian dan persyaratan yang disepakati
sebagai berikut:
1. SMM dapat mempergunakan Pinjaman selama Periode Pinjaman dan dapat diperpanjang
sesuai kesepakatan para pihak.
2. SMM dapat meminjam kembali Sebagian atau seluruh pinjaman yang telah dibayarkan atau
dibayarkan kembali secara dipercepat selama Priode Pinjaman.
3. SMM setuju untuk membayar bunga harian atas pinjaman tertagih sampai seluruh Pinjaman
telah dibayar penuh dengan Suku Bunga Pinjaman.
4. Waktu berlakunya fasilitas 5 tahun setelah tanggal perjanjian.
5. PAMA dapat mengalihkan sebagian atau seluruh haknya berdasarkan draft perjanjian.
6. Berdasarkan Amandemen I, bunga dari pinjaman sebesar Term Secured Overnight
Financing Rate (SOFR) + Margin.
7. Berdasarkan Draft Amandemen II, Para pihak setuju untuk menetapkan Margin senilai
1,63% per tahun.
Halaman 16 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 17
BAB III
ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI
3.1. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan
Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
berikut:
a. Analisis atas Rencana transaksi.
b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana transaksi.
c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi.
d. Alalisis atas faktor lain yang relevan.
3.2. Analisis atas Rencana Transaksi
a. Latar belakang Rencana Transaksi
SMM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan khususnya tambang
batu bara. Lokasi tambang batu bara SMM berada di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan
Tengah. Adapun 80% saham SMM dimiliki oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA), suatu
perusahaan perdagangan batu bara di Indonesia yang berada di bawah kepemilikan saham
dari PAMA dan UNTR, dan 20% saham SMM dimiliki oleh ICRA SMM Pty., Ltd yang merupakan
perusahaan berdomisili di Australia.
Pada kondisi ekonomi yang lemah dan adanya potensi terjadinya resesi, SMM juga mengalami
isu surutnya Sungai Barito yang menyebabkan pendangkalan sehingga kapal pengangkut batu
bara tidak bisa lewat. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya proses pengiriman batu bara.
Selain itu produksi batu bara juga mengalami perlambatan. Sehingga untuk mengantisipasi
hal tersebut, PAMA sebagai induk usaha SMM berencana untuk memberikan dukungan
pembiayaan modal kerja kepada SMM sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan
arus kas SMM.
Rencana Transaksi Pinnjam Meminjam (loan agreement) antara SMM selaku pihak yang
menerima pembiayaan dan PAMA selaku pihak yang memberikan jasa pembiayaan dilakukan
untuk mendukung pembiayaan modal kerja SMM jika dibutuhkan.
b. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
1. Analisis Manfaat Rencana Transaksi
Penurunan tingkat suku bunga pinjaman akan memberikan SMM akses pembiayaan yang
lebih terjangkau, sehingga dapat mengurangi beban keuangan perusahaan. Disisi lain,
secara konsolidasi, dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah, akan memberikan
dampak positif pada Perseroan dari sisi pajak terkait asumsi konservatif mengenai potensi
penyeragaman tingkat suku bunga pinjaman dalam grup usaha Perseroan.
2. Analisis Risiko Rencana Transaksi
• Risiko gagal bayar: Risiko ini berkaitan dengan permasalahan kemampuan SMM dalam
memenuhi kewajiban atas pelunasan pinjaman yang berpengaruh terhadap income
PAMA yang juga akan mengurangi porsi dividen yang akan diterima Perseroan.
Halaman 17 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 18
• Risiko tidak tercapainya proyeksi keuangan: Risiko ini berkaitan terhadap pencapaian
kinerja keuangan SMM.
3.3. Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian dan
tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan serta melihat potensi atau
prospek usaha kedepannya.
a. Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi global pada 2024 diprakirakan mencapai 3,2%, lebih tinggi dari
prakiraan awal, terutama dengan lebih baiknya pertumbuhan India dan Tiongkok. Ekonomi
Amerika Serikat (AS) tumbuh kuat ditopang oleh perbaikan permintaan domestik dan
peningkatan ekspor dengan penurunan inflasi AS yang masih berjalan lambat. Kondisi ini
mendorong Fed Fund Rate (FFR) diprakirakan baru akan turun pada akhir tahun 2024.
Sementara itu, European Central Bank (ECB) telah menurunkan suku bunga kebijakan
moneternya lebih cepat sejalan dengan tekanan inflasi yang lebih rendah. Divergensi
kebijakan moneter negara maju ini serta masih tingginya ketegangan geopolitik menyebabkan
ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi. Berbagai perkembangan tersebut, dan
dengan tingginya yield US treasury, menyebabkan menguatnya nilai tukar dolar AS sehingga
meningkatkan tekanan pelemahan nilai tukar berbagai mata uang dunia dan menahan aliran
masuk modal asing ke negara berkembang. Ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi
ini memerlukan respons kebijakan yang kuat untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan
ketidakpastian global tersebut terhadap perekonomian di negara-negara
berkembang, termasuk Indonesia.
Tabel 3-1 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Pengeluaran
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II tahun 2024 mencapai 5,05% ( yoy).
Berdasarkan pengeluarannya, pertumbuhan terbesar terjadi pada komponen konsumsi
lembaga nonprofit yang melayanin rumah tangga dan ekspor-impor yaitu masing-masing
meningkat 9,98%, 8,28% dan 8,57% (yoy).
Halaman 18 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 19
Grafik 3.1. Proyeksi Pertumbuhan PDB Domestik / Indonesia Economic Growth Projection
18.000.000 5,08%
5,07%
16.000.000 5,07%
5,07%
14.000.000
12.000.000 5,07%
10.000.000
5,06%
8.000.000 5,06%
5,06% 5,06%
6.000.000 5,06%
4.000.000
5,05%
2.000.000
13.564.757 14.250.583 14.970.948 15.729.804 16.527.427
- 5,05%
2025 2026 2027 2028 2029
GDP, constant prices (billions) GDP,percent change
Source: IMF, WEO
International Monetary Foundation (IMF) merilis proyeksi pada bulan April 2024 dengan
prediksi adanya tantangan global yang signifikan pada tahun 2024. IMF memproyeksikan
kinerja ekonomi Indonesia akan tetap tinggi, yaitu 5% pada 2024 dan 5,1% pada 2025, di
tengah beberapa risiko yang perlu diwaspadai seperti volatilitas harga komoditas,
perlambatan pertumbuhan negara mitra dagang utama, dan spillover akibat kondisi high-for-
longer pada keuangan global.
Inflasi
Inflasi menurun dan tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi Indeks Harga
Konsumen (IHK) Mei 2024 tercatat 2,84% (yoy), lebih rendah dari inflasi pada April 2024
sebesar 3,00% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti dan inflasi administered
prices (AP) yang rendah masing-masing sebesar 1,93% (yoy) dan 1,52% (yoy). Sementara itu,
inflasi volatile food (VF) menurun dari 9,63% (yoy) menjadi sebesar 8,14% (yoy) sejalan dengan
meningkatnya produksi komoditas pangan dipengaruhi masih berlangsungnya musim panen,
serta eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan
Daerah.
Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK 2024 tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi
inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
perekonomian yang masih besar, dan dapat merespons permintaan domestik, imported
inflation yang terkendali sejalan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta
dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan menurun didukung oleh
sinergi pengendalian inflasi TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah. Bank Indonesia
akan terus memperkuat kebijakan moneter pro-stability dan meningkatkan sinergi kebijakan
dengan Pemerintah Pusat-Daerah sehingga inflasi tahun 2024 dan 2025 terkendali dalam
sasaran 2,5±1%..
Halaman 19 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 20
Grafik 3.1 Tingkat Inflasi (% yoy)
Sumber: Bank Indonesia
Proyeksi Inflasi Indonesia
Berdasarkan peoyeksi Inflasi harga customer rata-rata Indonesia yang dipublikasikan oleh
International Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata Inflasi Indonesia selama periode 2025
sampai dengan 2029 adalah 2,52% dengan pertumbuhan tertinggi diperkirakan akan terjadi
pada tahun 2025 dengan prakiraan inflasi sebesar 2,55% dimana dicatatkan, sedangkan
prakiraan inflasi pada tahun 2028 dan tahun 2029 stabil sebesar 2,51%.
Grafik 3.2. Proyeksi Inflasi Harga Kustomer Rata-Rata
2,55%
2,52%
2,52%
2,52%
2,51% 2,51%
2025 2026 2027 2028 2029
Inflation, end of period consumer prices Average
Sumber: International Monetary Fund (IMF), WEO
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah pada Juni 2024 (hingga 19 Juni 2024) terjaga, meski sempat tertekan
0,70% (ptp), setelah pada Mei 2024 menguat 0,06% (ptp) dibandingkan dengan nilai tukar
akhir bulan sebelumnya. Pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut dipengaruhi oleh dampak
tingginya ketidakpastian pasar global, terutama berkaitan dengan ketidakpastian arah
penurunan FFR, penguatan mata uang Dolar AS secara luas, dan masih tingginya ketegangan
geopolitik. Dari faktor domestik, tekanan pada Rupiah juga disebabkan oleh kenaikan
permintaan valas oleh korporasi, termasuk untuk repatriasi dividen, serta persepsi terhadap
kesinambungan fiskal ke depan.
Halaman 20 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 21
Dengan perkembangan ini, nilai tukar Rupiah melemah 5,92% dari level akhir Desember
2023, lebih rendah dibandingkan dengan pelemahan Won Korea, Baht Thailand, Peso
Meksiko, Real Brazil, dan Yen Jepang masing-masing sebesar 6,78%, 6,92%, 7,89%, 10,63%,
dan 10,78%.
Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan akan bergerak stabil sesuai dengan komitmen Bank
Indonesia untuk terus menstabilkan nilai tukar Rupiah, serta didukung oleh aliran masuk modal
asing, menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang
tetap baik.
Grafik 3.2 Perubahan Nilai Tukar dan Volatilitas Nilai Tukar Indonesia
Sumber: Bank Indonesia
Suku Bunga
Suku bunga pasar uang (IndONIA) tetap bergerak dalam kisaran BI-Rate, yaitu 6,09% pada
19 Juni 2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada tanggal 14 Juni 2024
tercatat menarik masing-masing pada level 7,16%, 7,28%, dan 7,35%, sehingga mendukung
efektivitas SRBI sebagai instrumen pro-market dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Sementara itu, suku bunga perbankan tetap terjaga, dipengaruhi oleh likuiditas perbankan
yang memadai sejalan dengan bauran kebijakan Bank Indonesia serta dampak kebijakan
transparansi SBDK yang membuat efisiensi suku bunga perbankan terjaga. Suku bunga
deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Mei 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,61%
dan 9,26%, relatif stabil dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya.
Sementara itu, imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun per 19 Juni 2024 tercatat sebesar 6,70%
dan 7,13% relatif meningkat, khususnya pada tenor 10 tahun, sebesar 22 bps dibandingkan
dengan akhir Mei 2024 sejalan yield US Treasury dan premi risiko pasar keuangan global yang
masih tinggi.
Halaman 21 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 22
Grafik 3.3 Tingkat Suku Bunga
Sumber: Bank Indonesia
b. Tinjauan Industri di Indonesia
Industri Batu Bara
Produksi batubara Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk di tahun 2023,
tercatat produksi batubara sebesar 775 juta ton, jauh melampaui dari target yang dibidik
sebesar 695 juta ton dan untuk kebutuhan dalam negeri (DMO) bisa menuhi kebutuhan 213
juta ton dan kemudian juga ekspornya 518 juta ton. Terjadi peningkatan pemanfaatan
batubara domestik dari target tahun 2023 sebesar 177 juta ton. Hal tersebut disebabkan
adanya demand batubara lebih banyak, karena adanya tambahan Pembangkit Listrik Tenaga
Uap (PLTU) baru dari proyek-proyek 35 GW yang sedang diselesaikan. Pada periode Juni
2024, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 32,66 juta ton ekspor batubara RI. Angka ini turun
3,06% dibandingkan capaian Mei 2024 yang sebesar 33,69 juta ton. Sementara untuk nilai
ekspor batubara RI sebesar USD2,49 miliar pada Juni 2024. Nilai ini turun 0,36% secara
bulanan dibandingkan capaian Mei 2024 sebesar USD2,5 miliar.
Grafik 3.4 Produksi Batu Bara di Indonesia
Ekspor DMO Dalam Negeri
800
700
193 177
600
138
500 115 132 133
518
JUTA TON
478 494
400 87 91 97 443 432 435
375 365 364
300
200
100
0
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023*
Sumber: Kementerian ESDM
Halaman 22 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 23
Industri Konstruksi
Menurut data BPS, jumlah perusahaan konstruksi di Indonesia sebanyak 190.667 unit hingga
tahun 2023. Melihat trennya, perusahaan konstruksi di Indonesia cenderung menunjukkan
peningkatan. Perusahaan konstruksi mencatatkan rekor tertingginya sebanyak 203.403 unit
pada tahun 2021 lalu. Namun, jumlah perusahaan konsruksi kembali turun pada tahun-tahun
berikutnya. Hal itu terjadi karena banyak proyek-proyek infrastruktur belum dapat beroperasi
secara maksimal.
Grafik 3.5 Jumlah Perusahaan Konstruksi di Indonesia
220.000 203.403
197.030
200.000 190.677
180.000 168.868
155.833 160.576 159.308
160.000 142.852
140.000 130.615 131.080 129.819 134.029
120.000
Unit
100.000
80.000
60.000
40.000
20.000
0
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Ditinjau dari Kualifikasi Usahanya, perusahaan konstruksi Indonesia mayoritas berkualifikasi
Kecil yaitu sebesar 75.34% dengan jumlah 143.659 perusahaan dan kualifikasi Menengah
sebesar 13.74% dengan jumlah 26.193 perusahaan. Sedangkan yang paling sedikit adalah
Perusahan Besar ada sebanyak 1.942 perusahaan.
Berdasarkan wilayahnya, sebanyak 23.624 perusahaan konstruksi terletak di Jawa Timur
hingga pertengahan tahun 2023. Jawa Tengah menyusul di urutan kedua dengan 16.092
perusahaan konstruksi. Di Jakarta dan di Jawa Barat terdapat masing – masing 14.190 dan
12.689 perusahaan konstruksi. Sementara, Gorontalo menjadi provinsi dengan perusahaan
konstruksi paling sedikit, yaitu 661 unit. Di atasnya ada Bangka Belitung dan Sulawesi Barat
berturut-turut sebanyak 894 unit dan 1.145 unit.
Sejak pemberlakuan PSBB, sektor konstruksi mengalami kontraksi cukup dalam, salah satunya
terbatasnya distribusi material. Sebagian besar pelaksana proyek konstruksi menunda
aktivitasnya meskipun ada yang terus melanjutkan proyek yang sedang dikerjakan karena
kebutuhan perusahaan menjaga arus kas dan menjaga komitmen kepada pemilik proyek
dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, pandemi telah memicu
pemotongan yang tajam dalam belanja infrastruktur pemerintah dan meningkatkan
kemungkinan keterlambatan yang signifikan atas proyek-proyek infrastruktur dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Halaman 23 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 24
Industri Emas
Pada periode 2023, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat produksi
emas Indonesia mencapai 83.000 kg. Hal ini menunjukkan adanya penurunan produksi
sebesar 21% bila dibandingkan dengan capaian produksi emas Indonesia pada periode 2022
yakni sebesar 105.400 kg.
Grafik 3.6 Produksi emas Indonesia (dalam satuan Kg)
2011 2012 2013 2014 2015 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023
BPS 68.220 69.291 59.804 69.349 92.339 100.515 132.734 108.977 65.890 78.996 105.400 83.000
Sumber: BPS dan Kementrien ESDM
Kementerian ESDM mencatat, Indonesia memiliki tambang emas seluas 1.181.071,52 hektare
(ha). Tambang tersebut tersebar di 25 provinsi. Papua memiliki tambang emas terbesar di
Indonesia dengan luas mencapai 229.893,75 ha. Tambang emas tersebut tersebar di enam
kabupaten, yakni Pegunungan Bintang, Keerom, Nabire, Dogiyai, Mimika dan Paniai.
Setelahnya ada Sumatera Utara dengan tambang emas seluas 196.452,00 ha. Kemudian,
tambang emas yang berada di Sulawesi Utara sebesar 133.357,51 ha. Jawa Timur juga
memiliki tambang emas seluas 24.369,87 ha. Kemudian emas di Jawa Barat seluas 10.560,00
ha. Sementara, luas tambang emas paling kecil berada di Sulawesi Tenggara sebesar
1.210,00 ha. Posisinya diikuti Sumatera Barat dan Kalimantan Utara secara berturut-turut
seluas 1.985,00 ha dan 7.941,67 ha.
Industri Tenaga Listrik
Pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan jumlah penduduk dan pengembangan infrastruktur yang
memicu tumbuhnya kawasan industri, kawasan bisnis dan permukiman baru membuat
kebutuhan tenaga listrik terus meningkat dari tahun ke tahun. Data Kementrian Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan konsumsi energi listrik di Indonesia mencapai
193,54 juta barel setara minyak (BOE) pada 2023. Jumlah tersebut meningkat 5,52%
dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebesar 183,41 juta BOE.
Halaman 24 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 25
Grafik 3.7 Konsumsi Listrik di Indonesia
250
193,54
200 183,41
Juta Barrel Ekuivalen (BOE)
169,95
160,62 159,72
154,05
150 132,41 136,78
121,74 124,34
114,96
106,66
100
50
0
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Sumber: Kementrian ESDM
Ditinjau dari penggunannya, konsumsi energi listrik untuk rumah tangga menjadi yang terbesar
di Indonesia periode 2023 yakni mencapai 75,29 juta BOE. Diikuti oleh konsumsi energi listrik
untuk sektor industri sebanyak 70,70 juta BOE. Selanjutnya, penggunaan energi listrik untuk
komersial tercatat sebesar 47,31 juta BOE. Adapun, konsumsi listrik untuk transportasi menjadi
yang paling rendah lantaran hanya sebesar 235.000 BOE.
Salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong tingkat penyerapan pasokan listrik adalah
menarik investasi masuk ke Indonesia. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk
meningkatkan daya tarik Investasi. Upaya tersebut di antaranya memperbaiki ekosistem
investasi dengan mereformasi berbagai regulasi terkait perizinan, menyediakan beragam
fasilitas fiskal, serta membangun berbagai kawasan industri atau ekonomi. Selain kemudahan
perizinan dan birokrasi, faktor ketersediaan pasokan listrik juga merupakan faktor yang
menjadi indikator kemudahan berbisnis.
Proyeksi Industri Batu Bara
Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan produksi batu bara di Indonesia akan
menunjukkan pertumbuhan yang sedikit pada tahun 2024. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral Indonesia telah menaikkan kuota produksi batu bara untuk 2024, yang juga
dikenal sebagai RKAB, hampir 30% menjadi 922 juta ton. Namun, angka ini mengasumsikan
operasi pada kapasitas penuh dan umumnya produsen mencapai penggunaan sekitar 80%.
Meskipun hujan deras di Sumatra dan Kalimantan Selatan pada kuartal pertama tahun 2024,
produksi batu bara dalam empat bulan pertama tahun 2024 sudah meningkat sebesar 8,6%.
Selain itu, permintaan domestik untuk batu bara diperkirakan akan meningkat, didorong oleh
sektor listrik, industri nikel, dan lainnya. Namun, sekitar 30% dari produksi Indonesia
dikonsumsi di China, yang permintaannya diperkirakan akan stagnan untuk sisa tahun ini.
Dengan latar belakang ini, kami memperkirakan produksi batu bara Indonesia sekitar 800 juta
ton untuk tahun 2024 secara keseluruhan, tumbuh sebesar 2,9%.
Halaman 25 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 26
c. Prospek Usaha dan Rencana Ke Depan
Mesin Konstruksi
Prospek iklim bisnis tahun 2024 akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi
geopolitik dan juga keberhasilan penyelenggaraan Pemilu pada Februari 2024 hingga transisi
pemerintahan baru pada Oktober 2024. Dengan kondisi pasar alat berat yang menurun dan
kompetisi yang semakin ketat, strategi UNTR adalah meningkatkan sales coverage dan
mencari peluang di sektor-sektor yang masih bertumbuh seperti sektor pertambangan dan
hilirisasi mineral, serta sektor pertanian mengingat dukungan pemerintah terhadap sektor-
sektor tersebut cukup kuat. Dalam kondisi persaingan yang meningkat, UNTR akan terus
berusaha mempertahankan posisi market leader dengan pangsa pasar industri alat berat di
kisaran 30%.
UNTR telah berkomitmen untuk mendukung energi hijau dan mengedepankan prinsip
keberlanjutan dalam setiap aspek bisnis. Salah satu langkah nyata UNTR adalah mendapatkan
Renewable Energy Certificate (REC) pada kantor-kantor cabang UNTR yang tersebar di seluruh
Indonesia. REC merupakan bentuk layanan PLN untuk memudahkan pelanggan mendapatkan
pengakuan atas penggunaan energi terbarukan yang transparan, akuntabel, dan diakui secara
internasional. Setiap sertifikat REC membuktikan bahwa listrik per megawatt-hour (MWh) yang
digunakan pelanggan berasal dari pembangkit energi terbarukan PLN. Untuk tahap pertama,
UNTR menargetkan sebanyak 15 kantor cabang dapat memperoleh REC.
Kontraktor Penambangan
Menghadapi volatilitas harga batu bara, PAMA konsisten mengutamakan operational
excellence dan cost leadership sebagai pilar fundamental untuk menjalankan proses produksi
yang efisien. Selain itu, PAMA terus melanjutkan pengembangan digitalisasi, dengan
menggabungkan inisiatif seperti Big Data, untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya
produksi serta memungkinkan respons bisnis dan pengambilan keputusan yang tepat waktu.
Selain fokus pada pada kegiatan penambangan batu bara, PAMA terus mencari peluang
diversifikasi usaha ke arah ekstraksi bahan mineral seperti emas, nikel, dan tembaga, serta
pemanfaatan energi terbarukan untuk mengantisipasi penurunan permintaan batu bara dunia
di masa depan.
Pertambangan Batu Bara
Turangga Resources mengantisipasi kondisi ketidakpastian pasar dengan tetap
mengoptimalkan harga jual dan kuantitas di saat harga masih cukup baik, namun harus
bersiap jika terjadi penurunan harga yang lebih dalam. Penetapan skema harga penjualan
harus tepat dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Dari sisi operasional
tambang, hauling dan port, Turangga Resources akan mengkaji kembali seluruh proses
operasional untuk lebih mengoptimalkan produktivitas dan meningkatkan efisiensi. Rencana-
rencana jangka panjang perusahaan akan dipastikan dapat terimplementasi sesuai target.
Halaman 26 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 27
Pertambangan Emas
Strategi jangka panjang PTAR adalah mewujudkan bisnis berkelanjutan melalui eksplorasi
sumber daya dan cadangan baru secara berkesinambungan, keunggulan operasional pada
seluruh aktivitas perusahaan, serta melakukan studi, inovasi, dan pembangunan fasilitas untuk
memperpanjang umur tambang.
Pada pertengahan tahun 2024, PT Sumbawa Jutaraya (SJR), konsesi pertambangan emas
Perseroan di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, akan mulai berproduksi. Kapasitas awal
produksi diharapkan mencapai 25.000 troy ons dore bullion per tahun dan dapat mencapai
kapasitas optimal 65.000 troy ons per tahun pada 2025. Tingkat produksi SJR akan stabil di
kisaran 65.000 troy ons dalam 10 tahun, berdasarkan perhitungan total cadangan yang ada
saat ini. Dengan demikian secara komulatif, PTAR dan SJR diharapkan dapat menghasilkan
sekitar 300.000 troy ons emas ke depan.
Industri Konstruksi
Industri konstruksi masih memiliki prospek yang baik. Namun faktor Pemilu dan transisi
pemerintahan masih membuat kalangan usaha bersikap wait and see setidaknya hingga
triwulan ketiga 2024. Masih ada sektor konstruksi yang tetap tumbuh di tengah kondisi ini yang
menjadi peluang bagi ACSET, seperti pembangunan gudang modern, pusat data, rumah sakit,
infrastruktur jalan tol nasional, pekerjaan sipil pertambangan, dan pekerjaan sipil energi
terbarukan. Dengan strategi operational excellence dan restrukturisasi integrasi vertikal dalam
rantai pasokan, ACSET berupaya mencapai aspirasi tahun 2030 sebagai “ Top of Mind” untuk
pembangunan fondasi, struktur, dan infrastruktur.
Energi
Tantangan utama yang dihadapi dalam bisnis energi terbarukan adalah ketidakpastian
kebijakan dan kompetisi yang dinamis. EPN dituntut untuk proaktif memahami dan beradaptasi
dengan tantangan yang muncul serta membangun hubungan yang kuat dengan mitra strategis
dalam pengembangan energi terbarukan selanjutnya. Di sisi lain, kompetisi dan dinamika
pasar yang terus berubah mendorong EPN untuk terus meningkatkan efisiensi operasional,
menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan, dan mengembangkan strategi pemasaran yang
inovatif. Tantangan ini juga memberikan peluang untuk meningkatkan kepatuhan terhadap
regulasi, mengembangkan kemitraan strategis, dan menerapkan strategi diferensiasi yang kuat
untuk memenangkan persaingan di era transisi energi yang terus tumbuh dan berkembang.
d. Analisis Operasional dan Prospek UNTR
Pada grafik dibawah ini, ditunjukan pendapatan dan laba rugi UNTR selama periode 2019
hingga Juni 2024 yang bergerak fluktuatif. Pendapatan terbesar UNTR di tahun 2023 yaitu
sebesar Rp128.583.264 juta dengan laba tahun berjalan sebesar Rp22.130.096 juta. Sampai
dengan periode Juni 2024, UNTR mencatat pendapatan dan laba rugi tahun berjalan masing-
masing sebesar Rp64.514.464 juta dan Rp9.892.510 juta.
Halaman 27 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 28
Grafik 3.8 Perkembangan Penjualan & Laba (Rugi) Tahun Berjalan UNTR
140.000.000
120.000.000
100.000.000
80.000.000
60.000.000
40.000.000
20.000.000
-
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Pendapatan Laba (Rugi) Bersih
Sumber: Laporan Keuangan UNTR, diolah
Prospek UNTR
Harga batu bara mengalami penguatan yang dimulai sejak November 2023 mendekati level
psikologis USD 130 per ton. Dengan asumsi konflik di Timur Tengah tidak meningkat, harga
batu bara diperkirakan akan turun pada tahun 2024 dan 2025, namun masih tetap berada di
atas harga rata-rata sebelum pandemi. Perkiraan tersebut mengasumsikan bahwa
pertumbuhan konsumsi akan melambat pada tahun 2024 dan 2025, dengan permintaan yang
meningkat dari China dan India, tetapi mengalami penurunan di AS dan Eropa.
Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan produksi batu bara di Indonesia akan
menunjukkan pertumbuhan yang sedikit pada tahun 2024. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral Indonesia telah menaikkan kuota produksi batu bara untuk 2024, yang juga
dikenal sebagai RKAB, hampir 30% menjadi 922 juta ton. Namun, angka ini mengasumsikan
operasi pada kapasitas penuh dan umumnya produsen mencapai penggunaan sekitar 80%.
Meskipun hujan deras di Sumatra dan Kalimantan Selatan pada kuartal pertama tahun 2024,
produksi batu bara dalam empat bulan pertama tahun 2024 sudah meningkat sebesar 8,6%.
e. Keuntungan dan Kerugian atas Rencana Transaksi
• Keuntungan Rencana Transaksi
Dengan penurunan margin bunga dari 2% menjadi 1,63%, pendapatan bunga yang
diterima oleh PAMA dari Rencana Transaksi akan berkurang. Namun tingkat suku bunga
yang lebih rendah menyebabkan beban bunga yang harus dibayar oleh SMM akan
berkurang, hal ini akan berdampak positif pada Perseroan dari sisi pajak terkait asumsi
konservatif mengenai potensi penyeragaman tingkat suku bunga pinjaman dalam grup
usaha Perseroan sehingga memberikan dampak berupa peningkatan laba tahun berjalan
Perseroan secara konsolidasi.
• Kerugian Rencana Transaksi
Rencana Transaksi namun tidak memberikan kerugian terhadap Perseroan.
Halaman 28 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 29
3.4. Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi
Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas rencana transaksi, sebagai berikut:
a. Kinerja Keuangan Historis Perseroan
Tabel 3.1. Laporan Posisi Keuangan Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
Uraian 2019 2020 2021 2022 2023 Jun 2024
Aset Lancar 50.826.955 44.195.782 60.604.068 78.930.048 62.667.105 70.724.776
Aset Tidak
60.886.420 55.605.181 51.957.288 61.548.172 91.361.143 97.339.989
Lancar
Total Aset 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248 168.064.765
Liabilitas
32.585.529 20.943.824 30.489.218 42.037.402 43.038.299 46.156.479
Lancar
Liabilitas Jk.
18.017.772 15.709.999 10.249.381 8.926.993 26.954.386 30.508.831
Panjang
Total Liabilitas 50.603.301 36.653.823 40.738.599 50.964.395 69.992.685 76.665.310
Ekuitas 61.110.074 63.147.140 71.822.757 89.513.825 84.035.563 91.399.455
Total Ekuitas &
111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248 168.064.765
Liabilitas
Total aset mengalami penurunan pada tahun 2020 sebesar negatif 10,66% disebabkan
penurunan persediaan, proyek dalam pelaksanaan, aset tetap dan akun lainnya. Total aset
pada tahun 2021 hingga tahun 2023 kembali meningkat dengan masing-masing
peningkatan sebesar 12,79%, 24,80% dan 9,65%. Sampai dengan periode 30 Juni 2024,
total aset Perseroan adalah sebesar Rp168.064.765 juta.
Total liabilitas dalam periode 2019 - 2023 mengalami fluktuasi dengan kenaikan tertinggi
pada tahun 2023 sebesar 37,34% dikarenakan peningkatan utang usaha, pinjaman bank
jangka pendek dan liabilitas pajak tangguhan. Total liabilitas pada tahun 2019 dan 2020
mengalami penurunan disebabkan menurunnya utang usaha dan pinjaman bank jangka
pendek. Sampai dengan Juni 2024, total liabilitas pada Perseroan adalah sebesar
Rp76.665.310 juta.
Perkembangan ekuitas UNTR periode 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 mengalami
fluktuasi dengan kenaikan rata-rata per tahun sebesar 8,54% dengan kenaikan ekuitas
tertinggi tercatat 2022 sebesar 24,63% disebabkan adanya peningkatan saldo laba. Sampai
dengan Juni 2024, jumlah ekuitas pada Perseroan adalah sebesar Rp91.399.455 juta.
Tabel 3.2. Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) Perseroan (Juta Rupiah)
Uraian 2019 2020 2021 2022 2023 Jun 2024
Pendapatan 84.430.478 60.346.784 79.460.503 123.607.460 128.583.264 64.514.464
Beban Pokok
63.199.825 47.357.491 59.795.542 88.848.772 92.797.027 47.645.524
Pendapatan
Laba (Rugi)
21.230.653 12.989.293 19.664.961 34.758.688 35.786.237 16.868.940
Kotor
Laba (Rugi)
15.476.885 7.011.186 14.462.250 29.446.041 28.720.340 12.708.625
Usaha
Laba (Rugi)
11.134.641 5.632.425 10.608.267 22.993.673 22.130.096 9.892.510
Tahun berjalan
Halaman 29 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 30
Selama Periode 2019 sampai dengan periode 2023 pendapatan UNTR mengalami fluktuasi
pertumbuhan dengan peningkatan rata-rata sebesar 12,50%, dengan peningkatan tertinggi
terjadi pada periode 2022 yang tercatat sebesar 55,56%. Seiring dengan pendapatan, beban
pokok pendapatan dan beban penjualan mengalami fluktuasi dengan peningkatan rata-rata
masing-masing sebesar 10,75% dan 7,81%.
Sampai dengan Juni 2024, Perseroan mencatat pendapatan senilai Rp64.514.464 juta dan
beban pokok pendapatan senilai Rp47.465.524 juta atau masing-masing meningkat sebesar
4,03% dan 4,44% dari periode tahun 2023.
Tabel 3.3. Arus Kas Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
Uraian 2019 2020 2021 2022 2023 Jun 2024
Arus Kas
9.435.985 18.557.088 23.284.854 32.891.585 26.346.848 19.063.859
Operasional
Arus Kas Investasi (9.757.541) (2.594.328) (3.158.997) (10.401.292) (33.439.773) (8.220.172)
Arus Kas
(830.690) (7.834.254) (7.419.838) (18.653.279) (12.230.036) (2.656.712)
Pendanaan
Kenaikan
(1.152.246) 8.128.506 12.706.019 3.837.014 (19.322.961) 8.186.975
(Penurunan) Kas
Saldo Awal Kas 13.438.175 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513 18.596.609
Efek perubahan
(195.268) 279.407 117.148 1.122.758 (361.943) 403.438
nilai kurs
Saldo Akhir Kas 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513 18.596.609 27.187.022
Arus kas UNTR dari aktivitas operasi merupakan arus kas dari penerimaan dari pelanggan.
Pada periode 30 Juni 2024, UNTR membukukan arus kas masuk dari aktivitas operasional
sebesar Rp19.063.859 juta.
Arus kas keluar UNTR untuk aktivitas investasi merupakan arus kas untuk pembelian aset tetap,
penambahan investasi, dan pembayaran lainnya untuk aktivitas investasi UNTR. Pada periode
30 Juni 2024, UNTR membukukan arus kas keluar untuk aktivitas investasi sebesar
Rp8.220.172 juta.
Arus kas keluar UNTR dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari
penerimaan pinjaman bank jangka Panjang, pembayaran dividen, dan pembayaran lainnya
untuk aktivitas pendanaan UNTR. Pada periode 30 Juni 2024, UNTR membukukan arus kas
masuk untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp2.656.712 juta.
b. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari Pihak Perseroan
Proyeksi keuangan yang digunakan dalam pendapat kewajaran ini mengacu pada proyeksi
keuangan / rencana usaha (business plan) yang dibuat oleh manajemen Perseroan. Lebih
lanjut, manajemen Perseroan telah memberikan proyeksi keuangan untuk skenario tanpa
Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi. Berikut adalah proyeksi laba (rugi) (laba
sebelum pajak merupakan laba (rugi) setelah diatribusikan kepada kepentingan non-
pengendali), proyeksi posisi keuangan dan proyeksi arus kas Perseroan dengan Rencana
Transaksi:
Halaman 30 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 31
Tabel 3.4. Analisis Proyeksi Posisi Keuangan dan Laba Rugi UNTR (dalam Jutaan Rupiah)
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan 130.744.231 133.265.349 144.776.367 149.258.843 156.721.786 164.557.875
Beban pokok
(98.259.626) (102.220.397) (110.880.509) (115.482.632) (121.256.763) (127.319.601)
pendapatan
Laba Bruto 32.484.605 31.044.952 33.895.858 33.776.212 35.465.022 37.238.273
Beban usaha (6.809.738) (6.998.649) (7.265.692) (7.552.789) (7.930.428) (8.326.949)
Laba Usaha 25.674.867 24.046.304 26.630.166 26.223.423 27.534.594 28.911.324
Keuntungan
(kerugian) dari selisih (693.817) - - - - -
kurs
Beban bunga (1.818.410) (1.971.958) (2.034.905) (1.851.800) (1.944.390) (2.041.609)
Penghasilan (beban)
220.965 388.812 295.305 419.750 440.630 462.554
lain-lain
Laba Sebelum Pajak
23.383.605 22.463.157 24.890.566 24.791.373 26.030.835 27.332.269
Penghasilan
Beban pajak
(5.215.633) (4.888.261) (5.324.213) (5.277.162) (5.541.020) (5.818.071)
penghasilan
Laba Setelah Pajak 18.167.972 17.574.896 19.566.354 19.514.212 20.489.815 21.514.198
Aset Lancar
Kas dan setara kas 19.199.814 18.323.427 21.450.854 24.483.276 26.539.685 28.926.148
Piutang usaha 22.818.398 22.376.661 24.013.648 24.476.257 25.288.052 26.153.339
Persediaan 17.703.022 19.828.923 20.083.044 21.178.397 22.237.317 23.349.182
Pembayaran dimuka 2.318.248 2.033.924 2.091.087 2.104.105 2.117.123 2.130.141
Beban dibayar
- - - - - -
dimuka
Aset lancar lainnya 7.055.612 4.990.422 5.592.304 6.096.846 6.601.388 7.105.931
Aset Tidak Lancar
Piutang dari
1.701.876 1.438.601 1.199.555 1.177.262 1.154.969 1.132.676
pemegang saham
Investasi dalam
19.831.057 30.793.592 33.272.458 37.021.985 38.873.084 40.816.738
saham
Aset tetap 62.047.243 70.336.986 68.931.741 67.903.120 71.298.276 74.863.190
Properti
- - - - - -
pertambangan
Aset pajak
3.559.021 3.570.027 3.572.039 3.638.972 3.705.906 3.772.839
tangguhan
Beban eksplorasi
dan pengembangan 8.031.009 8.240.816 8.082.551 7.654.959 7.227.367 6.799.775
tangguhan
Goodwill 2.401.754 2.401.754 2.401.754 2.401.754 2.401.754 2.401.754
Aset tidak lancer
1.499.673 1.451.015 1.438.897 1.426.133 1.413.369 1.400.605
lainnya
Total Aset 168.166.727 185.786.149 192.129.931 199.563.066 208.858.289 218.852.319
Liabilitas Lancar
Utang usaha 26.472.520 28.184.129 28.667.034 29.086.309 30.508.246 32.001.350
Akrual 9.002.056 6.261.518 5.739.974 5.114.394 4.488.814 3.863.234
Utang pajak 2.763.808 2.573.555 2.984.958 2.965.272 2.945.585 2.925.899
Liabilitas lancer
5.643.486 8.077.026 5.231.617 5.158.872 5.086.127 5.013.382
lainnya
Liabilitas Tidak Lancar
Liabililtas pajak
4.538.812 4.285.395 3.970.754 3.591.915 3.213.076 2.834.237
tangguhan
Halaman 31 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 32
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Utang jk. Panjang
setelah dikurangi 17.107.818 22.917.233 19.217.761 15.158.411 11.099.060 7.039.710
bagian jk. pendek
Liabilitas imbalan
4.623.151 4.769.019 4.852.563 4.892.482 4.932.401 4.972.320
kerja
Liabilitas tidak lancar
708.733 671.733 649.529 623.533 597.536 571.540
lainnya
Total Liabilitas 70.860.384 77.739.606 71.314.190 66.591.187 62.870.845 59.221.671
Ekuitas yang
diatribusikan kepada 91.962.950 102.345.733 114.613.158 126.304.338 138.854.944 152.033.189
pemilik
Transaksi dengan
kepentingan 5.343.393 5.700.810 6.202.583 6.667.541 7.132.500 7.597.458
nonpengendali
Total Ekuitas 97.306.343 108.046.543 120.815.741 132.971.879 145.987.444 159.630.647
Total Liabilitas +
168.166.727 185.786.149 192.129.931 199.563.066 208.858.289 218.852.319
Ekuitas
Berdasarkan tabel proyeksi keuangan UNTR pada periode 2024 sampai 2029, Perseroan terus
mencatatkan kenaikan pendapatan, total asset maupun ekuitas selama periode proyeksi.
Tabel 3-2 Analisis Proyeksi Arus Kas UNTR (Juta Rupiah)
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Saldo Awal 17.296.460 19.199.814 18.323.427 21.450.854 24.483.276 26.539.685
Kas dari Aktivitas
27.230.214 28.022.946 30.078.028 29.731.236 29.815.402 31.533.407
Operasi
EBITDA 37.024.394 36.313.670 39.651.646 39.528.873 41.505.317 43.580.583
Perubahan Modal
(2.760.137) (1.430.505) (2.214.501) (2.668.675) (4.204.505) (4.187.496)
Kerja
Beban bunga - bersih (1.818.410) (1.971.958) (2.034.905) (1.851.800) (1.944.390) (2.041.609)
Pajak (5.215.633) (4.888.261) (5.324.213) (5.277.162) (5.541.020) (5.818.071)
Kas dari Aktivitas
(19.121.996) (30.388.633) (12.896.957) (14.735.999) (15.472.799) (16.246.439)
Investasi
Capex (17.782.557) (20.050.586) (11.071.370) (11.706.635) (12.291.966) (12.906.565)
Investasi saham (2.082.044) (10.823.830) (2.400.000) (3.486.700) (3.661.035) (3.844.087)
Utang - - - - - -
Dividen diterima 742.604 485.783 574.413 457.336 480.202 504.213
Kas dari Aktivitas
(6.204.863) 1.489.300 (14.053.644) (11.962.815) (12.286.195) (12.900.505)
Pendanaan
Penerimaan
2.136.014 8.677.110 (6.759.018) (4.144.086) (4.351.291) (4.568.855)
(pembayaran) utang
Dividen dibayarkan (8.340.876) (7.187.810) (7.294.625) (7.818.729) (7.934.904) (8.331.650)
Piutang - - - - - -
Surplus (deficit) kas 1.903.354 (876.388) 3.127.427 3.032.423 2.056.409 2.386.463
Saldo Akhir Kasi 19.199.814 18.323.427 21.450.854 24.483.276 26.539.685 28.926.148
Berdasarkan tabel proyeksi arus kas di atas, Perseroan mencatatkan arus kas operasi yang positif selama
periode proyeksi. Perseroan juga terus melakukan investasi ke depannya untuk tetap menjalankan dan
mengembangkan usahanya.
Halaman 32 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 33
c. Analisis Rasio Keuangan Perseroan
Analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan keuangan yang digunakan
untuk mengetahui hubungan dari pos - pos tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai
macam rasio keuangan Perseroan.
Tabel 3-3 Analisis rasio keuangan Perseroan
Jun Average
Rasio Keuangan 2019 2020 2021 2022 2023
2024 2019-2023
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran piutang 4,29 6,02 6,54 7,01 6,34 6,65 6,04
Rasio perputaran
5,74 5,92 6,32 5,77 5,40 5,72 5,83
persediaan
Rasio perputaran utang
3,02 4,61 4,12 3,58 3,19 3,10 3,70
usaha
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar 1,56 2,11 1,99 1,88 1,46 1,53 1,80
Rasio cepat 1,22 1,73 1,68 1,51 1,06 1,17 1,44
Rasio kas 0,37 0,98 1,09 0,91 0,43 0,59 0,76
Rasio Profitabilitas (%)
Rasio laba atas aset 9,97% 5,64% 9,42% 16,37% 14,37% 11,77% 11,15%
Rasio laba atas ekuitas 18,22% 8,92% 14,77% 25,69% 26,33% 21,65% 18,79%
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio total Liabilitas /
45,30% 36,73% 36,19% 36,28% 45,44% 45,62% 39,99%
total aset
Rasio total Liabilitas /
82,81% 58,05% 56,72% 56,93% 83,29% 83,88% 67,56%
total ekuitas
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya Perseroan dalam menggunakan sumber-
sumber dana yang tersedia.
▪ Rasio Perputaran Piutang Usaha
Perputaran piutang usaha periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023 rata-rata
sebesar 6,04 kali. Pada periode yang berakhir pada 30 Juni 2024 rasio perputaran piutang
usaha tercatat sebesar 6,65 kali.
▪ Rasio Perputaran Persediaan
Perputaran persediaan periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023 rata-rata sebesar
5,83 kali. Pada periode yang berakhir pada 30 Juni 2024 rasio perputaran persediaan
tercatat sebesar 5,72 kali.
▪ Rasio Perputaran Utang Usaha
Rasio perputaran utang usaha selama periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023
rata-rata sebesar 3,70 kali. Pada periode yang berakhir pada 30 Juni 2024, rasio
perputaran utang usaha tercatat sebesar 3,10 kali.
Halaman 33 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 34
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Selama periode
31 Desember 2019 – 31 Desember 2023, rata-rata rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas
selama 5 (lima) tahun terakhir sebesar 1,80 kali, 1,44 kali dan 0,76 kali. Pada periode 30 Juni
2024, rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas Perseroan sebesar 1,53 kali, 1,17 kali dan 0,59
kali. Hal ini menunjukkan bahwa sepanjang periode historis, Perseroan mampu untuk
membayar seluruh liabilitas jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang
dimiliki.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
laba. Rasio laba atas aset (Return on Assets /ROA) Perseroan selama periode 31 Desember
2019 – 31 Desember 2023 rata-rata 11,77% per tahun.
Rasio laba atas ekuitas (Return on Ekuitas / ROE) Perseroan selama periode 31 Desember 2019
– 31 Desember 2023 rata-rata sebesar 18,79% per tahun. Rasio laba atas ekuitas Perseroan
pada periode 30 Juni 2024 adalah 21,65%.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
Perseroan untuk melunasi utang-utangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika
dilikuidasi.
Rasio rata-rata jumlah kewajiban terhadap jumlah aset dan rasio rata-rata jumlah kewajiban
terhadap jumlah ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023
masing-masing adalah sebesar 39,99% dan 67,56%. Rasio rata-rata jumlah kewajiban
terhadapt jumlah aset dan rata-rata jumlah liabilitas atas ekuitas Perseroan pada periode 30
Juni 2024 masing-masing adalah 45,62% dan 83,88%.
d. Analisis dampak keuangan Perseroan atas rencana transaksi (Proforma)
Mengacu pada Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan yang disiapkan oleh
manajemen untuk periode 30 Juni 2024, maka dampak keuangan atas Rencana Transaksi
tercermin dalam tabel dibawah ini:
Tabel 3.5. Laporan Posisi Keuangan Ringkasan Proforma Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
Neraca
Limited Review Rencana
Uraian Satuan Eliminasi Proforma
30 Juni 2024 Transaksi
30 Juni 2024
ASET
Aset Lancar Rp Juta 70.724.776 - - 70.724.776
Aset Tidak Lancar Rp Juta 97.339.989 656.840 (656.840) 97.339.989
Kas dan deposito berjangka
yang dibatasi Rp Juta 635.936 - - 635.936
penggunaannya
Piutang usaha
Halaman 34 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 35
Neraca
Limited Review Rencana
Uraian Satuan Eliminasi Proforma
30 Juni 2024 Transaksi
30 Juni 2024
- Pihak ketiga Rp Juta 514.830 - - 514.830
- Pihak berelasi Rp Juta - - - -
Piutang non-usaha
- Pihak ketiga Rp Juta 259.343 - - 259.343
- Pihak berelasi Rp Juta 3.518.737 656.840 (656.840) 3.518.737
Aset tidak lancar lainnya Rp Juta 92.411.143 - - 92.411.143
TOTAL ASET Rp Juta 168.064.765 656.840 (656.840) 168.064.765
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek Rp Juta 46.156.479 - - 46.156.479
Liabilitas Jangka Panjang
Utang non-usaha pihak
Rp Juta - 656.840 (656.840) -
berelasi
Liabilitas jangka panjang
Rp Juta 30.508.831 - - 30.508.831
lainnya
Total Liabilitas Rp Juta 76.665.310 656.840 (656.840) 76.665.310
Ekuitas Rp Juta 91.399.455 - - 91.399.455
TOTAL LIABILITAS DAN
Rp Juta 168.064.765 656.840 (656.840) 168.064.765
EKUITAS
Sumber: Laporan Keuangan Proforma Perseroan
Asumsi - asumsi laporan posisi keuangan konsolidasian ringkasan proforma yang digunakan
adalah sebagai berikut:
1. Terdapat peningkatan pada akun Aset Tidak Lancar yaitu piutang non-usaha pihak
berelasi atas pemberian penambahan fasilitas pinjaman (loan agreement) sebesar USD
40.000.000,- atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30
Juni 2024 sebesar Rp16.421,-).
2. Terdapat jurnal eliminasi pada akun Aset Tidak Lancar yaitu piutang non-usaha pihak
berelasi atas pemberian penambahan fasilitas pinjaman (loan agreement) sebesar USD
40.000.000,- atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30
Juni 2024 sebesar Rp16.421,-).
3. Terdapat peningkatan pada akun Liabilitas Jangka Panjang yaitu utang non-usaha pihak
berelasi atas penerimaan penambahan fasilitas pinjaman (loan agreement) sebesar USD
40.000.000,- atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per 30
Juni 2024 sebesar Rp16.421,-).
4. Terdapat jurnal eliminasi pada akun Liabilitas Jangka Panjang yaitu utang non-usaha
pihak berelasi atas peneriman penambahan fasilitas pinjaman (loan agreement) sebesar
USD 40.000.000,- atau setara dengan Rp 656.840 juta (dengan menggunakan kurs per
30 Juni 2024 sebesar Rp16.421,-).
Halaman 35 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 36
Tabel 3.6. Laporan Laba Rugi Ringkasan Proforma Perseroan
Neraca
Limited Review
Uraian Satuan Eliminasi Proforma
30 Juni 2024
30 Juni 2024
Pendapatan bersih Rp Juta 64.514.464 64.514.464
Beban pokok pendapatan Rp Juta (47.645.524) - (47.645.524)
LABA BRUTO Rp Juta 16.868.940 16.868.940
-
Beban penjualan Rp Juta (522.071) - (522.071)
Beban umum dan administrasi Rp Juta (2.636.716) (2.636.716)
Kerugian penurunan nilai Rp Juta - -
Penghasilan lain-lain Rp Juta - -
Beban lain-lain Rp Juta (423.764) (423.764)
Penghasilan keuangan Rp Juta 538.136 - 538.136
Biaya keuangan Rp Juta (1.381.082) (1.381.082)
Bagian atas laba bersih entitas
Rp Juta 265.182 265.182
asosiasi dan ventura bersama
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN Rp Juta 12.708.625 12.708.625
-
Beban pajak penghasilan Rp Juta (2.816.115) - (2.816.115)
LABA TAHUN BERJALAN Rp Juta 9.892.510 - 9.892.510
Sumber: Laporan Keuangan Proforma Perseroan
Rencana Transaksi tidak memberikan dampak terhadap laporan proforma laba rugi
konsolidasian Perseroan
e. Analisis atas kemampuan penerima jaminan untuk melunasi transaksi pinjam meminjam dana
dan/atau penjaminan sampai saat jatuh tempo
Berdasarkan proyeksi keuangan SMM yang disusun oleh manajemen SMM, pihak SMM
memiliki kemampuan untuk membayar fasilitas pinjaman dari PAMA sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian pinjaman, yaitu paling lama jatuh tempo pada
30 Juni 2028. Adapun proyeksi laporan keuangan SMM sebagai berikut:
Tabel 3.7. Proyeksi Laporan Laba (Rugi) SMM (dalam ribuan USD)
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan 559.317 567.025 809.262 809.922 810.556 1.002.428
Beban Pokok Pendapatan 450.489 490.632 663.119 666.379 678.397 831.783
Laba Kotor 108.829 76.392 146.144 143.543 132.159 170.645
Laba Sebelum Pajak 109.945 74.967 143.838 141.178 129.433 167.137
Laba Setelah Pajak 84.785 56.647 105.521 103.575 99.169 128.372
Sumber: Management SMM
Tabel 3.8. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan SMM (dalam ribuan USD)
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Aset lancar 373.075 380.725 451.201 516.877 558.444 654.532
Aset tidak lancar 128.914 169.020 174.513 164.540 156.358 146.657
Total Aset 501.989 549.746 625.715 681.417 714.802 801.189
Liabilitas jangka pendek 122.988 152.849 159.781 164.395 149.732 162.265
Liabilitas jangka panjang - - - - - -
Liabilitas lainnya
Halaman 36 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 37
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Utang kepada pemegang
saham dan Perusahaan 40.000 40.000 40.000 40.000 40.000 40.000
afiliasi
Provisi untuk imbalan
1.653 1.653 1.653 1.653 1.653 1.653
karyawan
Total Liabilitas 164.642 194.503 201.434 206.048 191.385 203.918
Total Ekuitas 337.347 355.243 424.280 475.369 523.417 597.271
Total Liabilitas dan Ekuitas 501.989 549.746 625.715 681.417 714.802 801.189
Sumber: Management SMM
f. Analisis cash management dan financial covenant dari transaksi pinjam-meminjam dana
SMM dapat menjaga kecukupan saldo kas untuk menjalankan kegiatan operasinya dan
membayar fasilitas pinjaman kepada PAMA. Perjanjian pinjaman antara PAMA dan SMM tidak
mencakup adanya financial covenant tertentu yang harus dipenuhi oleh SMM sehingga kami
tidak melakukan analisis financial covenant.
g. Analisis yield pinjam-meminjam dana jika transaksi dalam bentuk surat berharga
Pinjaman antara PAMA dan SMM tidak dalam bentuk surat berharga sehingga kami tidak
melakukan analisis yield dari pinjaman tersebut.
3.5. Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi
Analisis Kewajaran atas rencana transaksi dilakukan dengan melihat adanya incremental atau
nilai tambah yang dapat dihasilkan atas Rencana Transaksi.
a. Nilai Rencana Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SMM, yang mencakup Draft Amendment-
II, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar
USD40.000.000,- atau setara dengan Rp 656.840 juta menggunakan kurs per 30 Juni 2024
(Rp 16.421,-). Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar Term SOFR + 1,63%.
b. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Analisis nilai kewajaran Rencana Transaksi dengan membandingkan tarif bunga pinjaman
yang dikenakan dengan tarif bunga yang berlaku di pasar yaitu bunga rata-rata kredit bank
umum berdasarkan industri pertambangan dan penggalian dalam valuta asing dari OJK per
30 Juni 2024.
Suku bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi ditetapkan sebesar Term SOFR + 1,63%,
berdasarkan informasi dari manajemen, Term SOFR yang digunakan adalah Term SOFR per
30 Juni 2024. Berdasarkan data Term SOFR untuk periode 30 Juni 2024 adalah sebesar
5,33%. Atas dasar hal tersebut maka tingkat suku bunga pinjaman Rencana Transaksi per 30
Juni 2024 adalah sebesar 6,96%.
Halaman 37 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 38
Tabel 3-4 Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Uraian Satuan Jumlah
Suku Bunga Pinjaman % 7,40%
Batas Atas (7,5%) % 7,96%
Batas Bawah (7,5%) % 6,85%
Nilai Rencana Transaksi % 6,96%
Selisih Nilai Rencana Transaksi Terhadap Rata-Rata Tarif Bunga
% -5,95%
Pasar
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, OJK
Batas kewajaran Rencana Transaksi untuk setiap instrumen investasi ditentukan berdasarkan
kisaran nilai sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
pasal 48 poin b mengenai batas atas dan batas bawah untuk kisaran nilai Rencana Transaksi
tidak boleh melebihi 7,5%. Atas dasar hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa suku
bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi adalah Wajar karena masih berada dalam kisaran
batas kewajaran, dimana batas bawah dan batas atas kewajaran masing-masing sebesar
6,85% dan 7,96% sedangkan suku bunga pinjaman rencana transaksi sebesar 6,96% sehingga
masih dalam batas kewajaran dan tidak melebihi 7,5%.
3.6. Analisis Faktor Lain Yang Relevan
a. Analisis Inkremental
Analisis Nilai Tambah ( Incremental Analysis ) dilakukan untuk melihat manfaat Rencana
Transaksi bagi Perseroan. Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan periode 2024-2029
yang dibuat oleh Manajemen Perseroan, Analisa nilai tambah sebelum dan setelah Rencana
Transaksi adalah sebagai berikut:
Tabel 3.9. Analisis Inkremental Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian (dalam Jutaan Rupiah)
Tahun
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan Lain-lain
Sebelum Rencana
221.460 389.939 296.400 420.790 441.508 463.418
Transaksi
Setelah Rencana
220.965 388.812 295.305 419.750 440.630 462.554
Transaksi
Inkremental (495) (1.127) (1.096) (1.040) (878) (864)
Pajak Penghasilan
Sebelum Rencana
(5.223.087) (4.899.165) (5.334.748) (5.286.912) (5.550.620) (5.827.334)
Transaksi
Setelah Rencana
(5.215.633) (4.888.261) (5.324.213) (5.277.162) (5.541.020) (5.818.071)
Transaksi
Inkremental 7.454 10.903 10.536 9.750 9.600 9.263
Laba Tahun Berjalan
Sebelum Rencana
18.161.014 17.565.120 19.556.914 19.505.501 20.481.092 21.505.798
Transaksi
Setelah Rencana
18.167.972 17.574.896 19.566.354 19.514.212 20.489.815 21.514.198
Transaksi
Inkremental 6.959 9.776 9.440 8.710 8.723 8.399
Sumber: Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian Perseroan periode 2024-2029
Halaman 38 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 39
Berdasarkan tabel Analisis Inkremental Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian, nilai tambah dengan
terlaksananya Rencana Transaksi berupa:
• Terjadinya penurunan pendapatan lain-lain (Other income/charges) dibandingkan tanpa
adanya Rencana Transaksi. Hal ini disebabkan oleh penurunan tingkat suku bunga akan
memberikan dampak berupa penurunan pada laba yang diatribusikan kepada
kepentingan non-pengendali.
• Terjadinya penurunan pada income tax dibandingkan tanpa adanya Rencana Transaksi
dikarenakan pada proyeksi keuangan dengan skenario tanpa adanya Rencana Transaksi
diasumsikan secara konservatif telah mencerminkan potensi pajak yang akan dibayarkan
Perseroan. Pada proyeksi keuangan dengan skenario tanpa adanya Rencana Transaksi
diasumsikan secara konservatif bahwa apabila tingkat suku bunga pinjaman dari PAMA
kepada SMM tidak mengalami perubahan, yang lebih tinggi dibandingkan tingkat suku
bunga pinjaman grup usaha Perseroan lainnya, maka terdapat potensi penyeragaman
tingkat suku bunga pinjaman dalam grup usaha Perseroan menjadi sama dengan tingkat
suku bunga pinjaman PAMA kepada SMM dalam hal perhitungan pajak. Atas dasar hal
tersebut, maka apabila terjadi potensi penyeragaman tingkat suku bunga pinjaman dalam
grup usaha Perseroan dalam hal perhitungan pajak akan berdampak pada peningkatan
perhitungan pajak penghasilan dalam skenario usaha tanda adanya Rencana Transaksi.
• Terjadinya peningkatan pada laba tahun berjalan (Profit after tax) dibandingkan tanpa
adanya Rencana Transaksi. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan pada
pendapatan lain-lain (Other income/charges) dan penurunan pada pada income tax.
Tabel 3.10. Analisis Inkramental Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian (dalam Jutaan
Rupiah)
Tahun
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Kas dan Setara Kas
Sebelum Rencana
19.192.361 18.305.070 21.421.961 24.444.633 26.491.442 28.868.642
Transaksi
Setelah Rencana
19.199.814 18.323.427 21.450.854 24.483.276 26.539.685 28.926.148
Transaksi
Inkremental 7.454 18.357 28.893 38.643 48.243 57.507
Aset Lancar
Sebelum Rencana
69.087.641 67.535.000 73.202.044 78.300.238 82.735.321 87.607.235
Transaksi
Setelah Rencana
69.095.095 67.553.358 73.230.937 78.338.881 82.783.565 87.664.741
Transaksi
Inkremental 7.454 18.357 28.893 38.643 48.243 57.507
Total Aset
Sebelum Rencana
168.159.273 185.767.792 192.101.038 199.524.423 208.810.046 218.794.812
Transaksi
Setelah Rencana
168.166.727 185.786.149 192.129.931 199.563.066 208.858.289 218.852.319
Transaksi
Inkremental 7.454 18.357 28.893 38.643 48.243 57.507
Total Ekuitas
Sebelum Rencana
97.298.889 108.028.186 120.786.848 132.933.236 145.939.201 159.573.141
Transaksi
Setelah Rencana
97.306.343 108.046.543 120.815.741 132.971.879 145.987.444 159.630.647
Transaksi
Inkremental 7.454 18.357 28.893 38.643 48.243 57.507
Sumber: Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan periode 2024-2029
Halaman 39 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 40
Berdasarkan tabel Analisis Inkramental Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian, nilai tambah
dengan terlaksananya Rencana Transaksi berupa peningkatan aset berupa kas dan setara kas
akibat dari perubahan potensi pajak yang timbul. Disisi ekuitas dan liabilitas, terjadi
peningkatan pada ekuitas yang disebabkan oleh meningkatan dividen yang diterima akibat
dari peningkatan laba tahun berjalan dibandingkan tanpa adanya Rencana Transaksi.
b. Analisis biaya atau pendapatan yang relevan
Biaya-biaya atau pendapatan yang relevan yang muncul akibat dilaksanakannya Rencana
Transaksi telah diperhitungkan dalam proyeksi keuangan Perseroan yang disusun oleh
manajemen Perseroan.
c. Informasi non keuangan yang relevan
Perseroan atas rencana transaksi pinjam meminjam antara PAMA dan SMM adalah
diharapkan atas pinjaman tersebut dapat meningkatkan efisiensi SMM kedepan yang akan
berdampak positif bagi Perseroan secara konsolidasi dan memberikan nilai tambah untuk
anak Perseroan secara konsol.
d. Analisis Sensitivitas
Analisa sensitivitas mengacu kepada bisnis plan Perseroan dengan melakukan sensitivitas
tingkat penjualan dinaikan atau diturunkan sebesar 5%. Adapun sensitivitas atas hal tersebut
tercermin sebagai berikut:
Tabel 3.11. Analisis Sensitivitas (dalam Jutaan Rupiah)
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Kondisi Normal
Pendapatan 130.744.231 133.265.349 144.776.367 149.258.843 156.721.786 164.557.875
Beban pokok
(98.259.626) (102.220.397) (110.880.509) (115.482.632) (121.256.763) (127.319.601)
pendapatan
Laba kotor 32.484.605 31.044.952 33.895.858 33.776.212 35.465.022 37.238.273
Laba sebelum
25.674.867 24.046.304 26.630.166 26.223.423 27.534.594 28.911.324
pajak
Laba tahun
18.167.972 17.574.896 19.566.354 19.514.212 20.489.815 21.514.198
berjalan
Pendapatan Naik 5%, Beban Naik 5%
Pendapatan 137.281.443 139.928.616 152.015.185 156.721.786 164.557.875 172.785.769
Beban pokok
(103.172.607) (107.331.416) (116.424.534) (121.256.763) (127.319.601) (133.685.581)
pendapatan
Laba kotor 34.108.835 32.597.200 35.590.651 35.465.022 37.238.273 39.100.187
Laba sebelum
24.667.348 23.665.473 26.222.075 26.102.545 27.407.564 28.777.835
pajak
Laba tahun
19.240.532 18.459.069 20.453.218 20.359.985 21.377.900 22.446.711
berjalan
Pendapatan Turun 5%, Beban Naik 5%
Pendapatan 124.207.020 126.602.081 137.537.549 141.795.901 148.885.696 156.329.981
Beban pokok
(103.172.607) (107.331.416) (116.424.534) (121.256.763) (127.319.601) (133.685.581)
pendapatan
Laba kotor 21.034.412 19.270.665 21.113.014 20.539.138 21.566.095 22.644.400
Halaman 40 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 41
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Laba sebelum
11.592.925 10.338.938 11.744.438 11.176.660 11.735.386 12.322.047
pajak
Laba tahun
9.042.482 8.064.371 9.160.662 8.717.795 9.153.601 9.611.197
berjalan
e. Analisis atas jaminan yang terkait dengan transaksi pinjam meminjam dana dan/atau
penjaminan
Dalam transaksi pinjam meminjam antara PAMA dan SMM tidak terdapat jaminan.
f. Analisis Kelayakan rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam-meminjam dana
dan/atau penjaminan
Dana pinjaman dari PAMA akan dimanfaatkan SMM untuk mendukung pembiayaan modal
kerja jika dibutuhkan. Berdasarkan proyeksi keuangan SMM yang disusun oleh manajemen
SMM, dengan adanya dana untuk memenuhi kebutuhan modal kerja maka SMM dapat
membukukan pendapatan dan laba yang cenderung terus meningkat ke depannya. Selain itu,
SMM juga memiliki kemampuan secara finansial untuk membayar pelunasan pinjaman
kepada PAMA dengan tetap menjaga kecukupan saldo kas untuk menjalankan kegiatan
usahanya.
3.7. Kesimpulan
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan meliputi analisis
kualitatif dan analisis kuantitatif, dan analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan
keuangan, menurut pendapat kami Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman oleh PAMA kepada
SMM, adalah Wajar
Halaman 41 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 42
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses analisis
pendapat kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen.
5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan
ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan Opini
Akhir.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat Kewajaran dari Pemberi
Tugas.
9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
pengadilan) yang berkaitan dengan Objek Pendapat Kewajaran tidak menjadi tanggung jawab
kami.
10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
hanya terbatas pada aspek nilai atas Objek Pendapat Kewajaran, diluar dari aspek perpajakan
dan hukum karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
dengan kondisi Objek Pendapat Kewajaran, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan
menjadi tanggung jawab kami.
12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai
dasar penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini
semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda
tangan penilai berijin beserta stempel perusahaan ( corporate seal) yang resmi dari KJPP
Ferdinand, Danar, Ichsan & Rekan.
15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.
Halaman 42 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 43
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap Objek Pendapat Kewajaran.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang dilaporkan.
5. Pendapat kewajaran dilakukan dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No.
35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi Objek Pendapat
Kewajaran.
8. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan pendapat kewajaran ini.
9. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran.
10. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap.
11. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi
dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap
atau menyesatkan.
12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap Objek Pendapat Kewajaran pada tanggal
pendapat kewajaran (cut off date).
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
pendapat kewajaran.
14. Kesimpulan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pemberian pendapat
kewajaran profesional telah disajikan sebagai kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan kami peroleh dari sumber yang telah
terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
Halaman 43 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 44
Penilai Tanda Tangan Penanggung Jawab: M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert) Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453 MAPPI No. : 10-S-02571 STTD Bapepam No. : STTD.PB-50/PM.223/2020 RMK : RMK-2017.00526 Pemeriksa: Bangkit Widhi Raharjo, S.E MAPPI No. : 15-T-06112 RMK : RMK-2017.01119 Penilai : Didik Riyanto, S.T., M.Ak MAPPI No. : 19-T-09046 RMK : RMK-2020.03468 Asisten Penilai : Edho Fakhri Fuady, S.E, MBA, Akt MAPPI No. : 23-A-12075 Halaman 44 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 45
LAMPIRAN Halaman 45 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 46
Lampir an 1
ANALISA RENCANA T RANSAKSI
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024
(dalam Jutaan Rupiah)
Nilai Ekuitas
Keter angan %
Rencana T r ansaksi UNT R
Rencana Transaksi 656.840 91.399.455 0,72%
Ur aian Satuan Jumlah
Suku Bunga Pinjaman % 7,40%
Batas Atas (7,5%) % 7,96%
Batas Bawah (7,5%) % 6,85%
Nilai Rencana Transaksi % 6,96%
Selisih Nilai Rencana T r ansaksi T er hadap P ener ima
% -5 ,9 5 %
Kr edit Lapangan Usaha dan P er tambangan
Halaman 46 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 47
Lampir an 2
ANALIS A INK REMENT AL
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024
De s De s De s De s De s De s
URAIAN S atuan
2024 2025 2026 2027 2028 2029
K as dan S e tar a K as
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 19.192.361 18.305.070 21.421.961 24.444.633 26.491.442 28.868.642
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 19.199.814 18.323.427 21.450.854 24.483.276 26.539.685 28.926.148
Inkr e me ntal Rp Juta 7 .4 5 4 1 8 .3 5 7 2 8 .8 9 3 3 8 .6 4 3 4 8 .2 4 3 5 7 .5 0 7
Ase t Lancar
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 69.087.641 67.535.000 73.202.044 78.300.238 82.735.321 87.607.235
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 69.095.095 67.553.358 73.230.937 78.338.881 82.783.565 87.664.741
Inkr e me ntal Rp Juta 7 .4 5 4 1 8 .3 5 7 2 8 .8 9 3 3 8 .6 4 3 4 8 .2 4 3 5 7 .5 0 7
T otal Ase t
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 168.159.273 185.767.792 192.101.038 199.524.423 208.810.046 218.794.812
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 168.166.727 185.786.149 192.129.931 199.563.066 208.858.289 218.852.319
Inkr e me ntal Rp Juta 7 .4 5 4 1 8 .3 5 7 2 8 .8 9 3 3 8 .6 4 3 4 8 .2 4 3 5 7 .5 0 7
T otal Ekuitas
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 97.298.889 108.028.186 120.786.848 132.933.236 145.939.201 159.573.141
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 97.306.343 108.046.543 120.815.741 132.971.879 145.987.444 159.630.647
Inkr e me ntal Rp Juta 7 .4 5 4 1 8 .3 5 7 2 8 .8 9 3 3 8 .6 4 3 4 8 .2 4 3 5 7 .5 0 7
De s De s De s De s De s De s
URAIAN S atuan
2024 2025 2026 2027 2028 2029
P e ndapatan Lain-lain
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 221.460 389.939 296.400 420.790 441.508 463.418
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 220.965 388.812 295.305 419.750 440.630 462.554
Inkr e me ntal Rp Juta (4 9 5 ) (1 .1 2 7 ) (1 .0 9 6 ) (1 .0 4 0 ) (8 7 8 ) (8 6 4 )
Income tax
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta (5.223.087) (4.899.165) (5.334.748) (5.286.912) (5.550.620) (5.827.334)
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta (5.215.633) (4.888.261) (5.324.213) (5.277.162) (5.541.020) (5.818.071)
Inkr e me ntal Rp Juta 7 .4 5 4 1 0 .9 0 3 1 0 .5 3 6 9 .7 5 0 9 .6 0 0 9 .2 6 3
Laba T ahun Be r jalan
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 18.161.014 17.565.120 19.556.914 19.505.501 20.481.092 21.505.798
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 18.167.972 17.574.896 19.566.354 19.514.212 20.489.815 21.514.198
Inkr e me ntal Rp Juta 6 .9 5 9 9 .7 7 6 9 .4 4 0 8 .7 1 0 8 .7 2 3 8 .3 9 9
6.959 9.776 9.440 8.710 8.723 8.399
De s De s De s De s De s De s
URAIAN S atuan
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Ar us kas dar i aktivitas ope r asi
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 27.222.760 28.012.042 30.067.492 29.721.486 29.805.802 31.524.144
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 27.230.214 28.022.946 30.078.028 29.731.236 29.815.402 31.533.407
Inkr e me ntal Rp Juta 7 .4 5 4 1 0 .9 0 3 1 0 .5 3 6 9 .7 5 0 9 .6 0 0 9 .2 6 3
Halaman 47 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 48
Lampir an 3
ANALISA SENSIT IV IT AS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024
Des Des Des Des Des Des
URAIAN SAT UAN
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Kondisi Nor mal
Pendapatan Rp Juta 130.744.231 133.265.349 144.776.367 149.258.843 156.721.786 164.557.875
Beban pokok pendapatan Rp Juta (98.259.626) (102.220.397) (110.880.509) (115.482.632) (121.256.763) (127.319.601)
Laba kotor Rp Juta 32.484.605 31.044.952 33.895.858 33.776.212 35.465.022 37.238.273
Laba sebelum pajak Rp Juta 25.674.867 24.046.304 26.630.166 26.223.423 27.534.594 28.911.324
Laba tahun berjalan Rp Juta 18.167.972 17.574.896 19.566.354 19.514.212 20.489.815 21.514.198
P endapatan Naik 5 % , Beban Naik 5 %
Pendapatan Rp Juta 137.281.443 139.928.616 152.015.185 156.721.786 164.557.875 172.785.769
Beban pokok pendapatan Rp Juta (103.172.607) (107.331.416) (116.424.534) (121.256.763) (127.319.601) (133.685.581)
Laba kotor Rp Juta 34.108.835 32.597.200 35.590.651 35.465.022 37.238.273 39.100.187
Laba sebelum pajak Rp Juta 24.667.348 23.665.473 26.222.075 26.102.545 27.407.564 28.777.835
Laba tahun berjalan Rp Juta 19.240.532 18.459.069 20.453.218 20.359.985 21.377.900 22.446.711
P endapatan T ur un 5 % , Beban Naik 5 %
Pendapatan Rp Juta 124.207.020 126.602.081 137.537.549 141.795.901 148.885.696 156.329.981
Beban pokok pendapatan Rp Juta (103.172.607) (107.331.416) (116.424.534) (121.256.763) (127.319.601) (133.685.581)
Laba kotor Rp Juta 21.034.412 19.270.665 21.113.014 20.539.138 21.566.095 22.644.400
Laba sebelum pajak Rp Juta 11.592.925 10.338.938 11.744.438 11.176.660 11.735.386 12.322.047
Laba tahun berjalan Rp Juta 9.042.482 8.064.371 9.160.662 8.717.795 9.153.601 9.611.197
Halaman 48 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 49
Lampir an 4
P ROF ORMA NERACA KONSOLIDASIAN P T UNIT ED T RACT ORS DAN ENT IT AS ANAK
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024
Limited Review Rencana Ner aca P r ofor ma
Ur aian Satuan Eliminasi
30 Juni 2024 T r ansaksi 30 Juni 2024
ASET
Aset Lancar Rp Juta 70.724.776 - - 70.724.776
Aset T idak Lancar Rp Juta 97.339.989 656.840 (656.840) 97.339.989
Kas dan deposito berjangka yang dibatasi
Rp Juta
penggunaannya 635.936 - - 635.936
Piutang usaha
- Pihak ketiga Rp Juta 514.830 - - 514.830
- Pihak berelasi Rp Juta - - - -
Piutang non-usaha
- Pihak ketiga Rp Juta 259.343 - - 259.343
- Pihak berelasi Rp Juta 3.518.737 656.840 (656.840) 3.518.737
Aset tidak lancar lainnya Rp Juta 92.411.143 - - 92.411.143
T OT AL ASET Rp Juta 168.064.765 656.840 (656.840) 168.064.765
LIABILIT AS DAN EKUIT AS
Liabilitas Jangka P endek Rp Juta 46.156.479 - - 46.156.479
Liabilitas Jangka P anjang
Utang non-usaha pihak berelasi Rp Juta - 656.840 (656.840) -
Liabilitas jangka panjang lainnya Rp Juta 30.508.831 - - 30.508.831
T otal Liabilitas Rp Juta 76.665.310 656.840 (656.840) 76.665.310
Ekuitas Rp Juta 91.399.455 - - 91.399.455
T OT AL LIABILIT AS DAN EKUIT AS Rp Juta 168.064.765 656.840 (656.840) 168.064.765
Halaman 49 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 50
Lampir an 5
P ROF ORMA LAP ORAN LABA (RUG I) KONSOLIDASIAN P T UNIT ED T RACT ORS DAN ENT IT AS ANAK
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024
Limited Review Rencana Ner aca P r ofor ma
Ur aian Satuan
30 Juni 2024 T r ansaksi 30 Juni 2024
P endapatan ber sih Rp Juta 64.514.464 64.514.464
Beban pokok pendapatan Rp Juta (47.645.524) - (47.645.524)
LABA BRUT O Rp Juta 16.868.940 16.868.940
-
Beban penjualan Rp Juta (522.071) - (522.071)
Beban umum dan administrasi Rp Juta (2.636.716) (2.636.716)
Kerugian penurunan nilai Rp Juta - -
Beban lain-lain, bersih Rp Juta (423.764) (423.764)
Penghasilan keuangan Rp Juta 538.136 - 538.136
Biaya keuangan Rp Juta (1.381.082) (1.381.082)
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi dan
Rp Juta
ventura bersama 265.182 265.182
LABA SEBELUM P AJAK P ENG HASILAN Rp Juta 12.708.625 12.708.625
-
Beban pajak penghasilan Rp Juta (2.816.115) - (2.816.115)
LABA T AHUN BERJALAN Rp Juta 9.892.510 - 9.892.510
Halaman 50 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 51
Lampir an 6
P ROYEKSI NERACA KONSOLIDASIAN P T UNIT ED T RACT ORS DAN ENT IT AS ANAK
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024
BEF ORE T RANSACT ION AF T ER T RANSACT ION
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
URAIAN Satuan
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Cur r ent Asset
Cash & cash equivalent Rp Juta 19.192.361 18.305.070 21.421.961 24.444.633 26.491.442 28.868.642 19.199.814 18.323.427 21.450.854 24.483.276 26.539.685 28.926.148
AR Rp Juta 22.818.398 22.376.661 24.013.648 24.476.257 25.288.052 26.153.339 22.818.398 22.376.661 24.013.648 24.476.257 25.288.052 26.153.339
Inventories Rp Juta 17.703.022 19.828.923 20.083.044 21.178.397 22.237.317 23.349.182 17.703.022 19.828.923 20.083.044 21.178.397 22.237.317 23.349.182
Advance payment Rp Juta 2.318.248 2.033.924 2.091.087 2.104.105 2.117.123 2.130.141 2.318.248 2.033.924 2.091.087 2.104.105 2.117.123 2.130.141
Prepaid expenses Rp Juta - - - - - - - - - - - -
Other current asset Rp Juta 7.055.612 4.990.422 5.592.304 6.096.846 6.601.388 7.105.931 7.055.612 4.990.422 5.592.304 6.096.846 6.601.388 7.105.931
- - - - - -
Non Cur r ent Asset - - - - - -
Due from shareholder Rp Juta 1.701.876 1.438.601 1.199.555 1.177.262 1.154.969 1.132.676 1.701.876 1.438.601 1.199.555 1.177.262 1.154.969 1.132.676
Investment in shares of stock Rp Juta 19.831.057 30.793.592 33.272.458 37.021.985 38.873.084 40.816.738 19.831.057 30.793.592 33.272.458 37.021.985 38.873.084 40.816.738
Fixed assets Rp Juta 62.047.243 70.336.986 68.931.741 67.903.120 71.298.276 74.863.190 62.047.243 70.336.986 68.931.741 67.903.120 71.298.276 74.863.190
Mining properties Rp Juta - - - - - - - - - - - -
Deferred tax assets Rp Juta 3.559.021 3.570.027 3.572.039 3.638.972 3.705.906 3.772.839 3.559.021 3.570.027 3.572.039 3.638.972 3.705.906 3.772.839
Coal exploration & development costs Rp Juta 8.031.009 8.240.816 8.082.551 7.654.959 7.227.367 6.799.775 8.031.009 8.240.816 8.082.551 7.654.959 7.227.367 6.799.775
Goodwill Rp Juta 2.401.754 2.401.754 2.401.754 2.401.754 2.401.754 2.401.754 2.401.754 2.401.754 2.401.754 2.401.754 2.401.754 2.401.754
Other non current asset Rp Juta 1.499.673 1.451.015 1.438.897 1.426.133 1.413.369 1.400.605 1.499.673 1.451.015 1.438.897 1.426.133 1.413.369 1.400.605
T otal Asset Rp Juta 1 6 8 .1 5 9 .2 7 3 1 8 5 .7 6 7 .7 9 2 1 9 2 .1 0 1 .0 3 8 1 9 9 .5 2 4 .4 2 3 2 0 8 .8 1 0 .0 4 6 2 1 8 .7 9 4 .8 1 2 1 6 8 .1 6 6 .7 2 7 1 8 5 .7 8 6 .1 4 9 1 9 2 .1 2 9 .9 3 1 1 9 9 .5 6 3 .0 6 6 2 0 8 .8 5 8 .2 8 9 2 1 8 .8 5 2 .3 1 9
- - - - - -
Cur r ent Liabilities - - - - - -
AP Rp Juta 26.472.520 28.184.129 28.667.034 29.086.309 30.508.246 32.001.350 26.472.520 28.184.129 28.667.034 29.086.309 30.508.246 32.001.350
Accrued expenses Rp Juta 9.002.056 6.261.518 5.739.974 5.114.394 4.488.814 3.863.234 9.002.056 6.261.518 5.739.974 5.114.394 4.488.814 3.863.234
Tax payables Rp Juta 2.763.808 2.573.555 2.984.958 2.965.272 2.945.585 2.925.899 2.763.808 2.573.555 2.984.958 2.965.272 2.945.585 2.925.899
Other current liabilities Rp Juta 5.643.486 8.077.026 5.231.617 5.158.872 5.086.127 5.013.382 5.643.486 8.077.026 5.231.617 5.158.872 5.086.127 5.013.382
- - - - - -
Non Cur r ent Liabilities - - - - - -
Deferred tax liabilities Rp Juta 4.538.812 4.285.395 3.970.754 3.591.915 3.213.076 2.834.237 4.538.812 4.285.395 3.970.754 3.591.915 3.213.076 2.834.237
LT portion of long term bank loan Rp Juta 17.107.818 22.917.233 19.217.761 15.158.411 11.099.060 7.039.710 17.107.818 22.917.233 19.217.761 15.158.411 11.099.060 7.039.710
Employee benefit obligations Rp Juta 4.623.151 4.769.019 4.852.563 4.892.482 4.932.401 4.972.320 4.623.151 4.769.019 4.852.563 4.892.482 4.932.401 4.972.320
Other non current liabilities Rp Juta 708.733 671.733 649.529 623.533 597.536 571.540 708.733 671.733 649.529 623.533 597.536 571.540
T otal liabilities Rp Juta 7 0 .8 6 0 .3 8 4 7 7 .7 3 9 .6 0 6 7 1 .3 1 4 .1 9 0 6 6 .5 9 1 .1 8 7 6 2 .8 7 0 .8 4 5 5 9 .2 2 1 .6 7 1 7 0 .8 6 0 .3 8 4 7 7 .7 3 9 .6 0 6 7 1 .3 1 4 .1 9 0 6 6 .5 9 1 .1 8 7 6 2 .8 7 0 .8 4 5 5 9 .2 2 1 .6 7 1
- - - - - -
Equity attributable to owners Rp Juta 91.955.001 102.325.753 114.581.547 126.261.937 138.802.065 151.970.183 91.962.950 102.345.733 114.613.158 126.304.338 138.854.944 152.033.189
Non-controlling interests Rp Juta 5.343.889 5.702.433 6.205.301 6.671.299 7.137.135 7.602.958 5.343.393 5.700.810 6.202.583 6.667.541 7.132.500 7.597.458
T otal equity Rp Juta 9 7 .2 9 8 .8 8 9 1 0 8 .0 2 8 .1 8 6 1 2 0 .7 8 6 .8 4 8 1 3 2 .9 3 3 .2 3 6 1 4 5 .9 3 9 .2 0 1 1 5 9 .5 7 3 .1 4 1 9 7 .3 0 6 .3 4 3 1 0 8 .0 4 6 .5 4 3 1 2 0 .8 1 5 .7 4 1 1 3 2 .9 7 1 .8 7 9 1 4 5 .9 8 7 .4 4 4 1 5 9 .6 3 0 .6 4 7
- - - - - -
T otal Liabilities + Equity Rp Juta 1 6 8 .1 5 9 .2 7 3 1 8 5 .7 6 7 .7 9 2 1 9 2 .1 0 1 .0 3 8 1 9 9 .5 2 4 .4 2 3 2 0 8 .8 1 0 .0 4 6 2 1 8 .7 9 4 .8 1 2 1 6 8 .1 6 6 .7 2 7 1 8 5 .7 8 6 .1 4 9 1 9 2 .1 2 9 .9 3 1 1 9 9 .5 6 3 .0 6 6 2 0 8 .8 5 8 .2 8 9 2 1 8 .8 5 2 .3 1 9
Halaman 51 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 52
Lampir an 7
P ROYEKSI LABA(RUG I) KONSOLIDASIAN P T UNIT ED T RACT ORS DAN ENT IT AS ANAK
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024
BEF ORE T RANSACT ION AF T ER T RANSACT ION
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
URAIAN Satuan
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Revenue Rp Juta 130.744.231 133.265.349 144.776.367 149.258.843 156.721.786 164.557.875 130.744.231 133.265.349 144.776.367 149.258.843 156.721.786 164.557.875
COGS Rp Juta (98.259.626) (102.220.397) (110.880.509) (115.482.632) (121.256.763) (127.319.601) (98.259.626) (102.220.397) (110.880.509) (115.482.632) (121.256.763) (127.319.601)
G r oss pr ofit Rp Juta 3 2 .4 8 4 .6 0 5 3 1 .0 4 4 .9 5 2 3 3 .8 9 5 .8 5 8 3 3 .7 7 6 .2 1 2 3 5 .4 6 5 .0 2 2 3 7 .2 3 8 .2 7 3 3 2 .4 8 4 .6 0 5 3 1 .0 4 4 .9 5 2 3 3 .8 9 5 .8 5 8 3 3 .7 7 6 .2 1 2 3 5 .4 6 5 .0 2 2 3 7 .2 3 8 .2 7 3
Opex Rp Juta (6.809.738) (6.998.649) (7.265.692) (7.552.789) (7.930.428) (8.326.949) (6.809.738) (6.998.649) (7.265.692) (7.552.789) (7.930.428) (8.326.949)
Oper atig pr ofit Rp Juta 2 5 .6 7 4 .8 6 7 2 4 .0 4 6 .3 0 4 2 6 .6 3 0 .1 6 6 2 6 .2 2 3 .4 2 3 2 7 .5 3 4 .5 9 4 2 8 .9 1 1 .3 2 4 2 5 .6 7 4 .8 6 7 2 4 .0 4 6 .3 0 4 2 6 .6 3 0 .1 6 6 2 6 .2 2 3 .4 2 3 2 7 .5 3 4 .5 9 4 2 8 .9 1 1 .3 2 4
Gain/(loss) on forex Rp Juta (693.817) - - - - - (693.817) - - - - -
Net interest Rp Juta (1.818.410) (1.971.958) (2.034.905) (1.851.800) (1.944.390) (2.041.609) (1.818.410) (1.971.958) (2.034.905) (1.851.800) (1.944.390) (2.041.609)
Other income/(charges) Rp Juta 221.460 389.939 296.400 420.790 441.508 463.418 220.965 388.812 295.305 419.750 440.630 462.554
P r ofit befor e tax Rp Juta 2 3 .3 8 4 .1 0 0 2 2 .4 6 4 .2 8 5 2 4 .8 9 1 .6 6 2 2 4 .7 9 2 .4 1 3 2 6 .0 3 1 .7 1 2 2 7 .3 3 3 .1 3 3 2 3 .3 8 3 .6 0 5 2 2 .4 6 3 .1 5 7 2 4 .8 9 0 .5 6 6 2 4 .7 9 1 .3 7 3 2 6 .0 3 0 .8 3 5 2 7 .3 3 2 .2 6 9
Income tax Rp Juta (5.223.087) (4.899.165) (5.334.748) (5.286.912) (5.550.620) (5.827.334) (5.215.633) (4.888.261) (5.324.213) (5.277.162) (5.541.020) (5.818.071)
P r ofit after tax Rp Juta 1 8 .1 6 1 .0 1 4 1 7 .5 6 5 .1 2 0 1 9 .5 5 6 .9 1 4 1 9 .5 0 5 .5 0 1 2 0 .4 8 1 .0 9 2 2 1 .5 0 5 .7 9 8 1 8 .1 6 7 .9 7 2 1 7 .5 7 4 .8 9 6 1 9 .5 6 6 .3 5 4 1 9 .5 1 4 .2 1 2 2 0 .4 8 9 .8 1 5 2 1 .5 1 4 .1 9 8
Halaman 52 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 53
Lampir an 8
P ROYEKSI ARUS KAS KONSOLIDASIAN P T UNIT ED T RACT ORS DAN ENT IT AS ANAK
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024
BEF ORE T RANSACT ION AF T ER T RANSACT ION
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
URAIAN Satuan
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Beginning Balance Rp Juta 1 7 .2 9 6 .4 6 0 1 9 .1 9 2 .3 6 1 1 8 .3 0 5 .0 7 0 2 1 .4 2 1 .9 6 1 2 4 .4 4 4 .6 3 3 2 6 .4 9 1 .4 4 2 1 7 .2 9 6 .4 6 0 1 9 .1 9 9 .8 1 4 1 8 .3 2 3 .4 2 7 2 1 .4 5 0 .8 5 4 2 4 .4 8 3 .2 7 6 2 6 .5 3 9 .6 8 5
Cash fr om Oper ating Activities Rp Juta 2 7 .2 2 2 .7 6 0 2 8 .0 1 2 .0 4 2 3 0 .0 6 7 .4 9 2 2 9 .7 2 1 .4 8 6 2 9 .8 0 5 .8 0 2 3 1 .5 2 4 .1 4 4 2 7 .2 3 0 .2 1 4 2 8 .0 2 2 .9 4 6 3 0 .0 7 8 .0 2 8 2 9 .7 3 1 .2 3 6 2 9 .8 1 5 .4 0 2 3 1 .5 3 3 .4 0 7
EBITDA Rp Juta 37.024.394 36.313.670 39.651.646 39.528.873 41.505.317 43.580.583 37.024.394 36.313.670 39.651.646 39.528.873 41.505.317 43.580.583
Working Capital Rp Juta (2.760.137) (1.430.505) (2.214.501) (2.668.675) (4.204.505) (4.187.496) (2.760.137) (1.430.505) (2.214.501) (2.668.675) (4.204.505) (4.187.496)
Interest Expense - Net Rp Juta (1.818.410) (1.971.958) (2.034.905) (1.851.800) (1.944.390) (2.041.609) (1.818.410) (1.971.958) (2.034.905) (1.851.800) (1.944.390) (2.041.609)
Current Tax Rp Juta (5.223.087) (4.899.165) (5.334.748) (5.286.912) (5.550.620) (5.827.334) (5.215.633) (4.888.261) (5.324.213) (5.277.162) (5.541.020) (5.818.071)
Cash fr om Investing Activities Rp Juta (1 9 .1 2 1 .9 9 6 ) (3 0 .3 8 8 .6 3 3 ) (1 2 .8 9 6 .9 5 7 ) (1 4 .7 3 5 .9 9 9 ) (1 5 .4 7 2 .7 9 9 ) (1 6 .2 4 6 .4 3 9 ) (1 9 .1 2 1 .9 9 6 ) (3 0 .3 8 8 .6 3 3 ) (1 2 .8 9 6 .9 5 7 ) (1 4 .7 3 5 .9 9 9 ) (1 5 .4 7 2 .7 9 9 ) (1 6 .2 4 6 .4 3 9 )
Capex Rp Juta (17.782.557) (20.050.586) (11.071.370) (11.706.635) (12.291.966) (12.906.565) (17.782.557) (20.050.586) (11.071.370) (11.706.635) (12.291.966) (12.906.565)
Investment in shares Rp Juta (2.082.044) (10.823.830) (2.400.000) (3.486.700) (3.661.035) (3.844.087) (2.082.044) (10.823.830) (2.400.000) (3.486.700) (3.661.035) (3.844.087)
Due To Rp Juta - - - - - - - - - - - -
Dividend received Rp Juta 742.604 485.783 574.413 457.336 480.202 504.213 742.604 485.783 574.413 457.336 480.202 504.213
Cash fr om F inancing Activities Rp Juta (6 .2 0 4 .8 6 3 ) 1 .4 8 9 .3 0 0 (1 4 .0 5 3 .6 4 4 ) (1 1 .9 6 2 .8 1 5 ) (1 2 .2 8 6 .1 9 5 ) (1 2 .9 0 0 .5 0 5 ) (6 .2 0 4 .8 6 3 ) 1 .4 8 9 .3 0 0 (1 4 .0 5 3 .6 4 4 ) (1 1 .9 6 2 .8 1 5 ) (1 2 .2 8 6 .1 9 5 ) (1 2 .9 0 0 .5 0 5 )
Proceed/(Repayment) of debt Rp Juta 2.136.014 8.677.110 (6.759.018) (4.144.086) (4.351.291) (4.568.855) 2.136.014 8.677.110 (6.759.018) (4.144.086) (4.351.291) (4.568.855)
Dividend payment Rp Juta (8.340.876) (7.187.810) (7.294.625) (7.818.729) (7.934.904) (8.331.650) (8.340.876) (7.187.810) (7.294.625) (7.818.729) (7.934.904) (8.331.650)
Due From Rp Juta - - - - - - - - - - - -
Cash Sur plus (deficit) Rp Juta 1 .8 9 5 .9 0 1 (8 8 7 .2 9 1 ) 3 .1 1 6 .8 9 1 3 .0 2 2 .6 7 2 2 .0 4 6 .8 0 8 2 .3 7 7 .2 0 0 1 .9 0 3 .3 5 4 (8 7 6 .3 8 8 ) 3 .1 2 7 .4 2 7 3 .0 3 2 .4 2 3 2 .0 5 6 .4 0 9 2 .3 8 6 .4 6 3
Ending Cash Rp Juta 1 9 .1 9 2 .3 6 1 1 8 .3 0 5 .0 7 0 2 1 .4 2 1 .9 6 1 2 4 .4 4 4 .6 3 3 2 6 .4 9 1 .4 4 2 2 8 .8 6 8 .6 4 2 1 9 .1 9 9 .8 1 4 1 8 .3 2 3 .4 2 7 2 1 .4 5 0 .8 5 4 2 4 .4 8 3 .2 7 6 2 6 .5 3 9 .6 8 5 2 8 .9 2 6 .1 4 8
Halaman 53 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 54
Lampir an 1 0
P ROYEKSI NERACA SMM SET ELAH RENCANA T RANSAKSI
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024
Ur aian 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Aset lancar 373.075 380.725 451.201 516.877 558.444 654.532
Aset tidak lancar 128.914 169.020 174.513 164.540 156.358 146.657
T otal Aset 5 0 1 .9 8 9 5 4 9 .7 4 6 6 2 5 .7 1 5 6 8 1 .4 1 7 7 1 4 .8 0 2 8 0 1 .1 8 9
Liabilitas jangka pendek 122.988 152.849 159.781 164.395 149.732 162.265
Liabilitas jangka panjang - - - - - -
Liabilitas lainnya
Utang kepada pemegang saham dan 40.000 40.000 40.000 40.000 40.000 40.000
Provisi untuk imbalan karyawan 1.653 1.653 1.653 1.653 1.653 1.653
T otal Liabilitas 1 6 4 .6 4 2 1 9 4 .5 0 3 2 0 1 .4 3 4 2 0 6 .0 4 8 1 9 1 .3 8 5 2 0 3 .9 1 8
T otal Ekuitas 3 3 7 .3 4 7 3 5 5 .2 4 3 4 2 4 .2 8 0 4 7 5 .3 6 9 5 2 3 .4 1 7 5 9 7 .2 7 1
T otal Liabilitas dan Ekuitas 5 0 1 .9 8 9 5 4 9 .7 4 6 6 2 5 .7 1 5 6 8 1 .4 1 7 7 1 4 .8 0 2 8 0 1 .1 8 9
Halaman 54 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 55
Lampir an 11
P ROYEKSI NERACA SMM SET ELAH RENCANA T RANSAKSI
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam-Meminjam antara PAMA dan SMM
Per tanggal 30 Juni 2024
Ur aian 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan 559.317 567.025 809.262 809.922 810.556 1.002.428
Beban Pokok Pendapatan 450.489 490.632 663.119 666.379 678.397 831.783
Laba Kotor 108.829 76.392 146.144 143.543 132.159 170.645
Laba Sebelum P ajak 109.945 74.967 143.838 141.178 129.433 167.137
Laba T ahun Ber jalan 84.785 56.647 105.521 103.575 99.169 128.372
Halaman 55 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 56
27 Desember Halaman 56 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 57
Halaman 57 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Page 58
Halaman 58 00122/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2024
Names mentioned 62 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ferdinand
p.1 ×4
unresolved
org
Ichsan dan Rekan
p.1 ×2
unresolved
org
KJPP FDI
p.1 ×4
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.1 ×4
unresolved
org
PT Pamapersada Nusantara II
p.2
unresolved
org
Energi Internasional
p.3 ×3
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia
p.3 ×3
unresolved
person
MBA.
p.4 ×2
unresolved
org
Bapepam
p.4 ×4
unresolved
—
Telepon/Fax
p.6
unresolved
—
PIC/Kontak
p.6
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.6 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Rintis
p.8 ×2
unresolved
org
Rianto & Rekan
p.8 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja
p.8 ×5
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.8 ×5
unresolved
org
PT Suprabari Mapanindo Minera
p.10
unresolved
org
PT Inter Astra Motor Works
p.11
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.11
unresolved
person
H. Akta Pendirian
p.11
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.11 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11 ×4
unresolved
person
Rukmasanti Hardjasatya
· Notaris
p.12
unresolved
person
Marianne Vincentia Hamdani
· Notaris
p.13
unresolved
person
Agus Madjid
· Notaris
p.13
unresolved
org
Menteri Kehakiman RI No. C
p.13
unresolved
person
SMM Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria
p.14 ×7
unresolved
person
H. P. Pardede Kotaro Fujisawa
p.14
unresolved
person
Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
p.15 ×4
unresolved
org
Pusat Statistik
p.18 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.19 ×9
unresolved
org
Bank Indonesia Proyeksi Inflasi Indonesia
p.20
unresolved
org
Kementerian ESDM Halaman
p.22
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.24
unresolved
org
Neraca Limited
p.34 ×2
unresolved
org
Laporan Laba Rugi Ringkasan Proforma Perseroan Neraca Limited
p.36
unresolved
org
Ichsan & Rekan
p.42
unresolved
person
Bangkit Widhi Raharjo
p.44
unresolved
person
Didik Riyanto
p.44
unresolved
person
Edho Fakhri Fuady
p.44
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
6021 ms
12 Sep 2026 22:55
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': '2024-06-30',
'value': None}