Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 17
Page 1
Lampiran 1.
112/INTA/CORSEC-SK/XII/2024
Ringkasan Public Expose Tahunan 2024
PT Intraco Penta Tbk
Kamis, 19 Desember 2024
Public Expose Tahunan PT Intraco Penta Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) telah dilaksanakan
pada :
Hari/Tanggal : Kamis, 19 Desember 2024
Waktu : 14.10 WIB – 15.00 WIB
Tempat : Video Live Conference melalui Aplikasi Zoom Meeting dengan
tautan sebagai berikut:
https://zoom.us/j/95481606490?pwd=NHJaKYb595PUFHUFznj3b5rSYWXmHc.1
Meeting ID: 954 8160 6490
Passcode: 783898
Perseroan melaksanakan Public Expose Tahunan melalui mekanisme online dan dihadiri oleh seluruh
Direksi yang sekaligus memberikan paparannya mengenai kondisi Perseroan. Public Expose Tahunan
ini juga diikuti oleh kurang lebih 36 (tiga puluh enam) tamu undangan yang terdiri dari Pemegang
Saham, Media, dan Tamu Undangan lainnya.
Dipandu oleh MC (Ibu Yunita Rivianti Riyadi) dan Moderator (Ibu Elsa Fitri), kegiatan Public Expose
Tahunan ini dibawakan oleh:
- Bapak Petrus Halim : Direktur Utama Perseroan
- Bapak Willianto Febriansa : Direktur Perseroan
- Ibu Astri Duhita Sari : Corporate Secreatary Perseroan
Adapun materi yang dipaparkan dalam acara Public Expose (Paparan Publik) Tahunan Perseroan ini
adalah sebagai berikut:
1. Sekilas tentang Perseroan; disampaikan oleh Ibu Astri Duhita Sari selaku Corporate
Secreatary Perseroan;
2. Kinerja Perseroan - 2024 disampaikan oleh Bapak Willianto Febriansa selaku Direktur
Perseroan;
3. Ikhtisar Keuangan (Konsolidasi) - 2024; disampaikan oleh Bapak Willianto Febriansa selaku
Direktur Perseroan;
4. Aktivitas Perseroan – 2024; disampaikan oleh Ibu Astri Duhita Sari selaku Sekretaris
Perseroan;
5. Prospek dan Tantangan Bisnis - 2025; disampaikan oleh Bapak Petrus Halim selaku Direktur
Utama Perseroan;
6. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan – 2024 ; disampaikan oleh Ibu Astri Duhita Sari selaku
Corporate Secreatary Perseroan; dan
7. Sesi Tanya dan Jawab; dipandu oleh moderator Sdri. Elsa Fitri.
1
Page 2
Setelah paparan disampaikan oleh Direksi Perseroan, diberikan waktu kepada para tamu untuk
memberikan pertanyaan melalui fitur Chat pada Aplikasi Zoom Meeting. Sesi Tanya Jawab ini
dipandu langsung oleh Moderator dan MC.
Berikut ini adalah hasil tanya jawab yang terjadi, yaitu:
1. Pertanyaan dari Pambudi - Investor Retail
Q Apakah perseroan melakukan tax planning jika PPN 12% berdampak pada
kinerja keuangan perseroan ?
A Terkait rencana pemerintah atas penyesuaian tarif PPN menjadi 12%, Perseroan
masih menunggu petunjuk pelaksanaan lengkap dari rencana pemerintah
tersebut. Baik ada nya rencana kenaikan PPN tersebut atau tidak, selaku
korporasi, Perseroan terus melakukan upaya tax planning sebagai upaya untuk
meningkatkan efisiensi dari Perseroan. Maka dari itu, ada atau tidaknya
kenaikan PPN 12% dari pemerintah, Perseroan tentu tetap akan melakukan tax
planning untuk meningkatkan tata kelola perusahaan secara baik.
2. Pertanyaan dari Heri - Antara
Q Bagaimana target pertumbuhan awal tahun 20% yg dipatok INTA? Apakah
masih akan ada pendorong pada kuartal IV ini?
A Diproyeksikan pendapatan Perseroan akan menurun sebesar 20% jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya
Pendorong : dengan sudah terbit nya RKAB tambang dan produksi dari para
pelanggan akan menjadi pendorong untuk pendapatan Perseroan ke depan,
akan tetapi efek ini baru akan bisa direalisasikan dalam tahun 2025 karena
realisasi pembelian capex baru terjadi di tahun 2025 nanti
Q Bagaimana proyeksi kinerja dan pertumbuhan tahun depan?
A Terkait rencana kerja dan anggaran 2025, Perseroan sedang melakukan proses
konsolidasi dan penyusunan RAKB 2025, ditargetkan penyusunan akan selesai
pada awal tahun 2025 dan nantinya akan disampaikan kepada media.
3. Pertanyaan dari Dimas – Kontan
Q Berapa target pendapatan dan laba bersih INTA pada 2025? Apa faktor
pendorongnya?
A Saat ini Perseroan masih melakukan proses konsolidasi dan penyusunan
terhadap rencana dan anggaran kerja 2025. Perseroan menargetkan rencana
kerja dan anggaran belanja 2025 akan diselesaikan pada awal tahun 2025 dan
akan disampaikan secara terbuka kepada media.
Q Bagaimana strategi INTA untuk bersaing di industri alat berat yang makin
ketat?
A Industri alat berat semakin ketat karena banjirnya produk-produk dari China.
Kondisi ini merupakan hal yang baik bagi konsumen karena menyajikan banyak
pilihan baru dan ini juga hal yang baik bagi para dealer seperti INTA yang
2
Page 3
memiliki infrastuktur lengkap di seluruh Indonesia. INTA fokus dalam
strateginya, titik berat ada pada layanan purna jual dan memberikan solusi yang
komperhensif atas kebutuhan barang modal untuk proyek para pelanggan. Jika
dilihat dari delivery service purna jual, INTA didukung dengan infrastruktur
yang memadai, tentunya membutuhkan investasi dan membutuhkan operator
serta manajemen yang berpengalaman. Dengan banyaknya produk China yang
masuk ke Indonesia, INTA pada posisi yang dapat men-deliver produk terbaik
kepada pelanggan, serta men-deliver purna jual yang terbaik didukung dengan
infrastruktur Perseroan yang lengkap dan karyawan Perseroan yang terlatih.
Perseroan merupakan salah satu pemain yang cukup baik dan memiliki peluang
besar karena adanya pengalaman 54 tahun bergelut di bisnis ini. Selain itu,
solusi komperhensif bagi barang modal yang dibutuhkan pelanggan yaitu
mereka bisa beli, bisa sewa yang juga disertakan dengan opsi beli dikemudian
hari sehingga jika pelanggan memiliki proyek jangka pendek maupun jangka
panjang, INTA dapat memberikan solusi yang tepat sehingga proyek mereka
dapat berjalan dengan baik. Inilah keunggulan dan inti daya saing dari INTA.
4. Pertanyaan dari Abdul – Marketnews
Q Bagaimana langkah keluar dari papan pemantauan khusus khususnya terkait
membalikan ekuitas menjadi positif kembali, apakah ada target waktunya?
A Strategi Perseroan, tetap fokus pada bisnis inti utama Perseroan. Tentu
Perseroan membutuhkan waktu terkait mengenai hasil dari Perseroan supaya
ekuitas menjadi positif. Perseroan yakin dengan strateginya, dapat terlihat dari
tahun 2022 kinerja Perseroan meningkat positif dan Perseroan yakin dengan
tren positif ini akan semakin meningkatkan kinerja Perseroan di masa yang
akan datang.
Q Apakah ada rencana pengendali suntik modal atau undang investor baru agar
ekuitas bisa positif?
A Manajemen masih fokus pada rencana bisnis yang telah ditetapkan oleh
Perseroan, Perseroan akan bertumbuh secara organik dan belum ada rencana
corporate action terkait dengan penambahan modal ataupun rencana korporasi
lainnya.
5. Pertanyaan dari Tri – Petromindo
Q Berapa volume penjualan alat berat INTA sepanjang 2024?
A Pada periode Januari sampai September 2024 total pendapatan Perseroan adalah
sebesar Rp660 Miliar, dimana untuk alat berat mencatat sebesar Rp371 Miliar
atau berkontribusi sebesar 56% dari total penjualan.
Q Berapa target volume penjualan alat berat INTA pada 2025?
A Perseroan masih dalam proses konsolidasi dan penyusunan RKAB 2025.
Penyusunan RKAB 2025 diharapkan akan selesai awal tahun 2025 dan nanti
akan disampaikan kepada media.
Q Berapa % kontribusi pendapatan penjualan alat berat di industry
3
Page 4
pertambangan terhadap total pendapatan INTA?
A Perseroan belum memiliki data terkait dengan kontribusi alat berat INTA secara
nasional.
6. Pertanyaan dari Dhera – IDXChannel
Q Terkait kebijakan PPN 12 persen dan pajak alat berat, bagaimana tanggapan
perseroan terkait hal ini? Bagaimana dampaknya terhadap tarif alat berat?
Dan bagaimana strategi perseroan ke depannya?
A Perseroan masih menunggu petunjuk pelaksanaan dari rencana pemerintah
terkait penyesuaian tarif PPN 12%. Tentu saja kenaikan PPN akan berdampak
pada semua bidang usaha, Perseroan akan melakukan monitoring, fokus
melihat dampaknya serta akan melakukan mitigasi untuk meningkatkan kinerja
Perseroan.
Terkait mengenai pajak alat berat, tentu ini akan menjadi beban dari pengguna
alat berat. Perseroan belum dapat memberikan pernyataan secara lengkap dan
masih menunggu petunjuk detil, manajemen akan mempelajari jika juklak dari
pajak ini telah diberikan oleh pemerintah. Kami harap, upaya pemerintah
terkait pajak tentu saja bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat Indonesia dan Perseroan selalu mencermati dan mendukung
langkah-langkah dari pemerintah.
7 Pertanyaan dari Aldi – Investor Trust
Q Berapa capex yang dianggarkan 2025 dan untuk apa saja peruntukkannya?
A Perseroan masih dalam proses konsolidasi dan penyusunan RKAB untuk 2025.
Proses ini akan diselesaikan di awal tahun 2025 dan akan disampaikan kepada
media jika telah selesai finalisasi.
8 Pertanyaan dari Angga – Investor Retail
Q Apa penyebab PT INTA TBK mengalami kerugian terus selama beberapa tahun
dan rencana management agar PT INTA TBK bisa profit?
A Terdampak pandemi Covid 19 dan dengan dicabutnya ijin PT Intan Baru Prana
Tbk (d/h PT Intan Baruprana Finance Tbk) sebagai perusahaan pembiayaan,
dimana kondisinya sampai dengan saat ini masih mengalami kerugian,
tentunya memberikan dampak yang cukup besar terhadap kondisi PT INTA
Grup secara konsolidasi. Manajemen INTA berupaya untuk memperbaiki
kondisi anak usahanya sehingga berdampak terhadap performance INTA secara
keseluruhan.
Setelah sesi tanya jawab dilakukan, MC menutup acara pada pukul 15.00 WIB dan setelah acara
selesai dilakukan sesi foto terlebih dahulu sebelum meninggalkan ruangan pada Aplikasi Zoom
Meeting.
Demikian ringkasan jalannya kegiatan Public Expose Tahunan PT Intraco Penta Tbk yang dapat kami
laporkan. Terimakasih.
4
Page 5
Lampiran 2.
112/INTA/CORSEC-SK/XII/2024
DAFTAR HADIR
No Nama Instansi
1 Heri Antaranews
2 Dimas Kontan
3 Dhera IDX Channel
4 Abdul Marketnews
5 Aldyth Investortrust
6 Abdul Marketnews
7 Indah Investor Daily
8 Hermawan Harian Indonesia
9 Astri D. Sari INTA
10 Ivan Lingga INTA
11 Riky IPW/PWM
12 Fery IBP
13 Yunita R. Riyadi IBP
14 Petrus Halim Direktur Utama - INTA
15 Willianto Febriansa Direktur - INTA
16 Astri D. Sari Corsec - INTA
17 Rika IBP
18 Nofika Publik
19 Frans Ary INTA
20 Rina Dwi Publik
21 Dian Sulinda Publik
22 Ita Herawati Publik
23 Fajar Prasetio Publik
24 Feri Publik
25 Hendra Wahyu Publik
26 Emon Publik
27 Fifi Maila INTA
28 Meliana IPW
29 Fajar Publik
30 Irfan Publik
31 Ivan Lingga INTA
32 Tia Publik
33 Mirza Publik
34 Ghaissani Publik
35 Iqbal Publik
36 Cynthia Publik
5
Page 6
Lampiran 3.
112/INTA/CORSEC-SK/XII/2024
Klipping – Pemberitaan Media
Media Online
1. Intraco Penta (INTA) Terus Terang soal Industri Alat Berat
antaranews.com
Oleh: Ghafur
Kamis, 19 Desember 2024
https://investor.id/market/384130/intraco-penta-inta-terus-terang-soal-industri-alat-berat
JAKARTA, investor.id - PT Intraco Penta Tbk (INTA) kini dihadapkan pada tantangan besar
dari produk-produk impor asal China yang kian mendominasi pasar domestik.
Meski demikian, perusahaan berkomitmen untuk mempertahankan pangsa pasar melalui
strategi yang berfokus pada nilai tambah, kualitas layanan, dan inovasi dalam menghadapi
persaingan yang semakin ketat.
Direktur Utama INTA Petrus Halim menyatakan bahwa perusahaan akan terus memperkuat
layanan purnajual sebagai salah satu keunggulan kompetitif.
"Kami menjaga kualitas layanan pelanggan dengan memastikan ketersediaan suku cadang
dan kesiapan mekanik. Hal ini penting untuk memberikan nilai lebih kepada konsumen di
tengah persaingan dengan merek-merek asal China," jelas Petrus dalam paparan publik di
Jakarta pada Kamis (19/12/2024).
Petrus optimistis, meski saat ini tantangan masih membayangi, industri alat berat di
Indonesia akan mengalami pemulihan bertahap pada 2025. Stabilitas ekonomi, meningkatnya
harga komoditas, dan keberlanjutan proyek-proyek strategis pemerintah di bawah
pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto diprediksi menjadi katalis utama pemulihan
tersebut.
"Selain itu, stabilitas harga komoditas seperti batubara dan nikel, diversifikasi sektor
pertanian dan kehutanan, serta kebijakan pemerintah yang mendukung, akan memperkuat
momentum pertumbuhan industri alat berat di dalam negeri," tambahnya.
Sementara itu, hingga kuartal III-2024, kinerja keuangan INTA mencatat penurunan
pendapatan usaha sebesar 6% secara tahunan (YoY), menjadi Rp 660,75 miliar. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh melemahnya penjualan alat berat, yang turun dari Rp 632,02 miliar
pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 620,6 miliar pada September 2024.
Namun, segmen usaha penjualan suku cadang justru mencatatkan pertumbuhan signifikan
sebesar 19% YoY, mencapai Rp 249,46 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh program
pertukaran komponen drivetrain alat berat merek LiuGong, yang sejak 2020 terus
menunjukkan performa positif.
6
Page 7
"Komponen alat berat LiuGong mulai memasuki usia penggantian. Ini menjadi peluang besar
bagi pertumbuhan bisnis suku cadang dan layanan purnajual kami," ujar Petrus.
Ke depan, INTA akan memperkuat fokus bisnisnya pada sektor pertambangan, terutama
batubara dan nikel, yang memiliki prospek pertumbuhan menjanjikan. Selain itu, perusahaan
juga membidik sektor lain, seperti agribisnis, minyak dan gas, infrastruktur, dan konstruksi,
sebagai bagian dari upaya diversifikasi pasar.
"Dengan strategi diversifikasi sektor dan fokus pada layanan bernilai tambah, kami yakin
dapat mempertahankan posisi di pasar serta mendukung pertumbuhan industri alat berat di
Indonesia," tegas Petrus.
2. Intraco Penta Incar Cuan Alat Berat Tambang Batu Bara Hingga Nikel
BisnisHallo
Oleh: Abdul Aziz
Kamis, 19 Desember 2024
https://bisnis.hallo.id/korporasi/amp/7314181414/intraco-penta-incar-cuan-alat-berat-
tambang-batu-bara-hingga-nikel
Hallo Bisnis- Intraco Penta (INTA) meyakini tahun 2025 banyak angin segar yang akan
mendukung pertumbuhan kinerja industri penyedia alat berat, alat konstruksi & pendukung,
fabrikasi & infrastruktur, dan pembangkit listrik
Direktur Utama Intraco Penta, Petrus Halim mengatakan industri alat berat di Indonesia
pada 2025 diprediksi akan mengalami pemulihan bertahap seiring dengan stabilisasi
ekonomi, peningkatan harga komoditas, dan keberlanjutan proyek-proyek strategis
pemerintah pusat di pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto.
“Selain itu faktor stabilitas harga komoditas, pemulihan proyek infrastruktur, diversifikasi
sektor agriculture & forestry, dan kebijakan-kebijakan pendukung Pemerintah yang baru
7
Page 8
nantinya akan turut mendukung industri dalam negeri sehingga memberikan efek positif bagi
kinerja Perseroan,” katanya dalam Paparan Publik, Kamis (19/12/2024).
Petrus mengatakan penjualan alat berat merk LiuGong sejak tahun 2020 semakin bertumbuh
dan sebagian besar akan memasuki usia penggantian Components Drivetrain. Hal ini tentu
akan berdampak pada pertumbuhan salah satu Core Business Perusahaan yaitu program
pertukaran komponen (Comex Program) dan pertumbuhan penjualan suku cadang merk
LiuGong.
Belum lagi, tingginya permintaan sewa alat berat, memberikan peluang bagi Perseroan
melalui anak usahanya, untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang
bergerak dalam sektor industri pertambangan untuk penyewaan alat-alat berat dengan merk
yang diageni oleh Perseroan
Kendati demikian, dia tak menampik ada sejumlah tantangan yang masih akan dihadapi.
Paling utama tentunya persaingan dalam industri alat berat di Indonesia semakin meningkat
seiring dengan membanjirnya produk-produk dari China ke pasar domestik. “Untuk itu
strategi kami akan terus mempertahankan pangsa pasar, persaingan harga dan fokus pada
nilai tambah yang memuaskan pelanggan, khususnya dengan merk-merk asal China yang
beredar di Indonesia. Kami juga akan senantiasa menjaga kualitas serta tingkat pelayanan
kepada pelanggan khususnya dalam hal layanan purna jual, memastikan ketersediaan suku
cadang,”papar dia.
Hanya saja, dia mengakui sampai dengan kuartal -2024 ini terjadi penurunan pendapatan
sebesar 6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di bulan September 2023, Tapi
di segmen usaha penjualan suku cadang terjadi kenaikan sebesar 19% dan segmen perbaikan
dan pemeliharaan sebesar 495 persen.
Kedepannya, dia bilang perseroan akan fokus dalam sektor industri pertambangan
khususnya batu bara dan nikel, selain berbagai industri lainnya seperti agribisnis, minyak dan
gas, infrastruktur dan konstruksi, serta industri umum bisnis dengan industri alat berat/alat
konstruksi & pendukungnya sebagai portofolio pilar utama usaha.
“Strategi ini merupakan langkah tepat untuk memperkuat usaha serta memperoleh
pendapatan secara berkesinambungan,” pungkas dia.
3. Intraco Penta (INTA) Yakin 2025 Industri Alat Berat Tumbuh
Emitennews.com
Oleh: Komarudhin
Kamis, 19 Desember 2024
https://www.emitennews.com/news/intraco-penta-inta-yakin-2025-industri-alat-berat-
tumbuh
8
Page 9
EmitenNews.com - PT Intraco Penta Tbk (INTA), emiten penyedia alat berat, alat konstruksi
& pendukung, fabrikasi & infrastruktur, dan pembangkit listrik yang sudah berpengalaman
lebih dari 50 tahun meyakini tahun 2025 banyak angin segar yang akan mendukung
pertumbuhan kinerja industri dan memberi dampak positif pada Perseroan.
Direktur Utama PT Intraco Penta Tbk. (INTA), Petrus Halim mengatakan saat ini Perseroan
memiliki lebih dari 20 jaringan distribusi dan kantor cabang yang tersebar di seluruh
Indonesia dengan didukung sumber daya manusia handal dan berdedikasi.
Menurutnya, industri alat berat di Indonesia pada 2025 diprediksi akan mengalami
pemulihan bertahap seiring dengan stabilisasi ekonomi, peningkatan harga komoditas, dan
keberlanjutan proyek-proyek strategis pemerintah pusat di pemerintahan baru Presiden
Prabowo Subianto.
“Selain itu faktor stabilitas harga komoditas, pemulihan proyek infrastruktur, diversifikasi
sektor agriculture & forestry, dan kebijakan-kebijakan pendukung Pemerintah yang baru
nantinya akan turut mendukung industri dalam negeri sehingga memberikan efek positif bagi
kinerja Perseroan,” katanya dalam Paparan Publik PT Intraco Penta Tbk (INTA), Kamis
(19/12/2024).
Petrus mengatakan penjualan alat berat merk LiuGong sejak tahun 2020 semakin bertumbuh
dan sebagian besar akan memasuki usia penggantian Components Drivetrain.
Hal ini tentu akan berdampak pada pertumbuhan salah satu Core Business Perusahaan yaitu
program pertukaran komponen (Comex Program) dan pertumbuhan penjualan suku cadang
merk LiuGong.
Belum lagi, tingginya permintaan sewa alat berat, memberikan peluang bagi Perseroan
melalui anak usahanya, untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang
bergerak dalam sektor industri pertambangan untuk penyewaan alat-alat berat dengan merk
yang diageni oleh Perseroan.
9
Page 10
Kendati demikian, Perseroan tak menampik ada sejumlah tantangan yang masih akan
dihadapi. Paling utama tentunya persaingan dalam industri alat berat di Indonesia semakin
meningkat seiring dengan membanjirnya produk-produk dari China ke pasar domestik.
“Untuk itu strategi kami akan terus mempertahankan pangsa pasar, persaingan harga dan
fokus pada nilai tambah yang memuaskan pelanggan, khususnya dengan merk-merk asal
China yang beredar di Indonesia. Kami juga akan senantiasa menjaga kualitas serta tingkat
pelayanan kepada pelanggan khususnya dalam hal layanan purna jual, memastikan
ketersediaan suku cadang dan kesiapan mekanik yang dapat menentukan tingkat kepuasan
konsumen sehingga dapat beralih kepada produk-produk yang ditawarkan oleh INTA
Grup,” ujar Petrus.
Walaupun sampai dengan Q3-2024 ini terjadi penurunan pendapatan sebesar 6% jika
dibandingkan dengan periode yang sama di bulan September 2023, namun di segmen usaha
penjualan suku cadang terjadi kenaikan sebesar 19% dan segmen perbaikan dan
pemeliharaan sebesar 495%.
Kedepannya, Perseroan akan fokus dalam key account sektor industri pertambangan
khususnya batubara dan nikel, selain berbagai industri lainnya seperti agribisnis, minyak dan
gas, infrastruktur dan konstruksi, serta industri umum bisnis dengan industri alat berat/alat
konstruksi & pendukungnya sebagai portofolio pilar utama usaha. Strategi ini merupakan
langkah tepat untuk memperkuat usaha serta memperoleh pendapatan secara
berkesinambungan. ***
4. Jurus Intraco Penta (INTA) Hadapi Banjir Impor Alat Berat China
bisnis.com
Oleh: dionisio
Kamis, 19 Desember 2024
https://market.bisnis.com/read/20241219/192/1825722/jurus-intraco-penta-inta-hadapi-
banjir-impor-alat-berat-china
Bisnis.com, JAKARTA – Emiten alat berat PT Intraco Penta Tbk. (INTA) menyiapkan kuda-
kuda untuk menghadapi tantangan akibat membanjirnya produk-produk alat berat impor
asal China yang semakin mendominasi pasar domestik. Direktur Utama INTA Petrus Halim
menuturkan bahwa di tengah tantangan tersebut, perseroan akan berupaya mempertahankan
pangsa pasar, persaingan harga dan fokus pada nilai tambah guna meredam persaingan
dengan merek-merek asal China. “Kami juga akan menjaga kualitas serta tingkat pelayanan
kepada pelanggan, khususnya dalam hal layanan purnajual, memastikan ketersediaan suku
cadang, dan kesiapan mekanik,” ujarnya dalam paparan publik, Kamis (19/12/2024).
Kendati masih diselimuti tantangan, Petrus menilai bahwa industri alat berat di Indonesia
diperkirakan mengalami pemulihan bertahap 2025.
Pemulihan tersebut seiring dengan stabilitas ekonomi yang terjaga, peningkatan harga
komoditas, dan keberlanjutan proyek-proyek strategis pemerintah pusat di era pemerintahan
10
Page 11
baru Presiden RI Prabowo Subianto. “Faktor stabilitas harga komoditas, pemulihan proyek
infrastruktur, diversifikasi sektor pertanian dan kehutanan, serta kebijakan-kebijakan
pendukung pemerintah yang baru nantinya akan turut mendukung industri dalam negeri,”
ucapnya.
Petrus mengeklaim penjualan alat berat merek LiuGong sejak 2020 terus bertumbuh dan
sebagian besar akan memasuki usia penggantian components drivetrain. Hal ini bakal
berdampak pada pertumbuhan salah satu inti bisnis perusahaan, yakni program pertukaran
komponen dan pertumbuhan penjualan suku cadang LiuGong. Meski demikian, hingga
kuartal III/2024, INTA membukukan penurunan pendapatan usaha sebesar 6% secara
tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp660,75 miliar. Penurunan itu disebabkan oleh
melemahnya kinerja penjualan yang turun dari posisi Rp632,02 miliar menjadi Rp620,6 miliar
per September 2024. Namun, segmen usaha penjualan suku cadang masih bertumbuh 19%
YoY menjadi Rp249,46 miliar. Petrus menyatakan bahwa ke depan, perseroan akan berfokus
dalam key account sektor industri pertambangan khususnya batubara dan nikel, serta
industri lainnya mulai dari agribisnis, minyak dan gas, infrastruktur, hingga konstruksi.
5. Optimistis Industri Alat Berat Bangkit di 2025, Begini Strategi Intraco Penta (INTA)
idxchannel.com
Oleh: dhera
Kamis, 19 Desember 2024
https://www.idxchannel.com/amp/market-news/optimistis-industri-alat-berat-bangkit-di-
2025-begini-strategi-intraco-penta-inta
IDXChannel - Emiten penyedia alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA) optimistis industri
alat berat masih akan berada dalam tren positif pada 2025. Sehingga, hal ini akan mendukung
pertumbuhan kinerja perseroan.
11
Page 12
Direktur Utama INTA Petrus Halim mengatakan, industri diprediksi akan mengalami
pemulihan bertahap seiring dengan stabilisasi ekonomi, peningkatan harga komoditas, dan
keberlanjutan proyek-proyek strategis pemerintah pusat.
“Selain itu faktor stabilitas harga komoditas, pemulihan proyek infrastruktur, diversifikasi
sektor agriculture & forestry, dan kebijakan-kebijakan pendukung pemerintah yang baru
nantinya akan turut mendukung industri dalam negeri sehingga memberikan efek positif bagi
kinerja perseroan,” ujar Direktur Utama INTA Petrus Halim dalam Paparan Publik secara
virtual, Kamis (19/12/2024).
Petrus mengatakan, penjualan alat berat merek LiuGong sejak 2020 semakin bertumbuh dan
sebagian besar akan memasuki usia penggantian Components Drivetrain. Hal ini tentu akan
berdampak pada pertumbuhan salah satu Core Business perusahaan yaitu program
pertukaran komponen (Comex Program) dan pertumbuhan penjualan suku cadang merek
LiuGong.
Terlebih lagi, tingginya permintaan sewa alat berat memberikan peluang bagi perseroan
melalui anak usahanya, untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang
bergerak dalam sektor industri pertambangan untuk penyewaan alat-alat berat dengan merek
yang diageni oleh perseroan.
Namun, kata Petrus, perseroan tak menampik ada sejumlah tantangan yang masih akan
dihadapi. Paling utama tentunya persaingan dalam industri alat berat di Indonesia semakin
meningkat seiring dengan membanjirnya produk-produk dari China ke pasar domestik.
Untuk itu, kata dia, strategi perseroan akan terus mempertahankan pangsa pasar, persaingan
harga dan fokus pada nilai tambah yang memuaskan pelanggan, khususnya dengan merek-
merek asal China yang beredar di Indonesia.
"Kami juga akan senantiasa menjaga kualitas serta tingkat pelayanan kepada pelanggan
khususnya dalam hal layanan purna jual, memastikan ketersediaan suku cadang dan
kesiapan mekanik yang dapat menentukan tingkat kepuasan konsumen sehingga dapat
beralih kepada produk-produk yang ditawarkan oleh INTA Grup,” ujar Petrus.
Meskipun sampai dengan kuartal III-2024 ini terjadi penurunan pendapatan sebesar 6 persen
jika dibandingkan dengan periode sama yakni September 2023, namun di segmen usaha
penjualan suku cadang terjadi kenaikan sebesar 19 persen dan segmen perbaikan dan
pemeliharaan sebesar 495 persen.
Ke depannya, kata Petrus, perseroan akan fokus dalam key account sektor industri
pertambangan khususnya batubara dan nikel, selain berbagai industri lainnya seperti
agribisnis, minyak dan gas, infrastruktur dan konstruksi, serta industri umum bisnis dengan
industri alat berat/alat konstruksi & pendukungnya sebagai portofolio pilar utama usaha.
"Strategi ini merupakan langkah tepat untuk memperkuat usaha serta memperoleh
pendapatan secara berkesinambungan," ujarnya.
12
Page 13
6. Respons Intraco Penta (INTA) soal PPN 12 Persen dan Pajak Alat Berat di 2025
idxchannel.com
Oleh: dhera
Jumat, 20 Desember 2024
https://www.idxchannel.com/amp/economics/respons-intraco-penta-inta-soal-ppn-12-
persen-dan-pajak-alat-berat-di-2025
IDXChannel - Industri penyediaan alat berat dihadapkan dengan tantangan cukup berat di
2025. Sebab, selain Pajak Pertambahan Nilai (PPN) naik menjadi 12 persen, juga akan
dikenakan Pajak Alat Berat (PAB) yang dipungut pemerintah daerah (pemda).
Direktur PT Intraco Penta Tbk (INTA) Willianto Febriansa mengatakan, perseroan masih
belum bisa berkomentar lebih banyak terkait dua kebijakan tersebut. Sebab, masih
menantikan petunjuk pelaksanaan (juklak) atau rincian dari peraturan tersebut.
"Kami masih menunggu sebetulnya petunjuk pelaksanaan rincian dari peraturan rencana
pemerintah adjustment tarif PPN dan wacana PAB. Tentu saja saat ini kami belum bisa
berkomentar lengkap dan karena belum lihat aturan konkretnya," ujarnya dalam Paparan
Publik secara virtual, Kamis (19/12/2024).
Namun, kata dia, kenaikan PPN pastinya akan memberikan dampak terhadap kinerja bisnis
perseroan dan bidang usaha lainnya.
"Perseroan akan terus fokus melakukan monitoring dampaknya seperti apa dan ambil sikap,"
kata dia.
Dia menegaskan, perseroan juga akan terus mempelajari petunjuk pelaksanaan (juklak) PAB
jika sudah dikeluarkan oleh pemda.
"Kami yakin upaya-upaya pemerintah terkait pengenaan pajak bertujuan untuk kesejahteraan
masyarakat Indonesia dan perseroan akan selalu mencermati dan mendukung langkah yang
diambil pemerintah terkait pengenaan pajak alat berat," ujar Willianto.
Sebagai informasi, Pajak Alat Berat (PAB) diterapkan berdasarkan aturan yang tertuang
dalam Undang-Undang No. 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah dan
Pemerintah Daerah (HKPD) yang diikuti dengan Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan
Daerah (Perda).
Berdasarkan Pasal 20 ayat (1) UU HKPD, tarif pajak alat berat ditetapkan paling tinggi 0,2
persen dari nilai jual. Pemerintah Daerah (Pemda) kemudian akan menentukan besaran tarif
pajak alat berat pada masing-masing wilayahnya lewat Perda.
Produk alat berat yang dikenakan pajak tersebut yakni excavator, bulldozer, crane, loader,
backhoe, motor grader, dump truck, dan lainnya.
13
Page 14
Sedangkan PPN 12 persen disebut akan berdampak pada produk alat berat impor yang
dikenakan PPnBM dan PPh. Namun, untuk jenis impor ekskavator sebagian mendapatkan
fasilitas pembebasan bea masuk sehingga tidak dikenakan biaya impor.
7. Intraco Penta yakin industri alat berat tumbuh di 2025
Antaranews.com
Oleh: Muhammad Heriyanto
Kamis, 19 Desember 2024
https://m.antaranews.com/amp/berita/4538914/intraco-penta-yakin-industri-alat-berat-
tumbuh-di-2025
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Intraco Penta Tbk (INTA) Petrus Halim meyakini
tahun 2025 akan banyak sentimen yang mendukung pertumbuhan kinerja industri alat berat
dan memberikan dampak positif terhadap kinerja perseroan.
Ia memperkirakan industri alat berat di Indonesia pada tahun depan akan mengalami
pemulihan bertahap seiring dengan stabilisasi ekonomi, peningkatan harga komoditas, serta
keberlanjutan proyek-proyek strategis pemerintah pusat di pemerintahan baru Presiden
Prabowo Subianto
“Selain itu faktor stabilitas harga komoditas, pemulihan proyek infrastruktur, diversifikasi
sektor agriculture & forestry, dan kebijakan-kebijakan pendukung Pemerintah yang baru
nantinya akan turut mendukung industri dalam negeri sehingga memberikan efek positif bagi
kinerja Perseroan,” kata Petrus dalam Paparan Publik INTA di Jakarta, Kamis.
Petrus menjelaskan, penjualan alat berat merk LiuGong milik perseroan sejak tahun 2020
semakin bertumbuh dan sebagian besar akan memasuki usia penggantian Components
Drivetrain.
14
Page 15
Lanjutnya, hal itu tentunya berdampak terhadap pertumbuhan salah satu Core Business
Perusahaan yaitu program pertukaran komponen (Comex Program) dan pertumbuhan
penjualan suku cadang merk LiuGong.
"Tingginya permintaan sewa alat berat, memberikan peluang bagi perseroan melalui anak
usahanya untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam
sektor industri pertambangan untuk penyewaan alat-alat berat dengan merk yang diageni
oleh perseroan," ujar Petrus.
Di sisi lain, Ia menyebut perseroan tidak menampik ada sejumlah tantangan yang akan
dihadapi, utamanya terkait persaingan dalam industri alat berat di Indonesia semakin
meningkat seiring dengan membanjirnya produk-produk dari China ke pasar domestik.
"Kami juga akan senantiasa menjaga kualitas serta tingkat pelayanan kepada pelanggan
khususnya dalam hal layanan purna jual, memastikan ketersediaan suku cadang dan
kesiapan mekanik yang dapat menentukan tingkat kepuasan konsumen sehingga dapat
beralih kepada produk-produk yang ditawarkan oleh INTA Grup,” ujar Petrus.
Saat ini INTA memiliki lebih dari 20 jaringan distribusi dan kantor cabang yang tersebar di
seluruh Indonesia dengan didukung sumber daya manusia (SDM) handal dan berdedikasi.
Sampai kuartal III- 2024, pendapatan tercatat turun 6 persen year on year (yoy) dibandingkan
periode yang sama September 2023.
Namun demikian, di segmen usaha penjualan suku cadang terjadi kenaikan sebesar 19 persen
dan segmen perbaikan dan pemeliharaan sebesar 495 persen
Ke depan, Ia menyebut perseroan akan fokus dalam key account sektor industri
pertambangan khususnya batubara dan nikel, selain berbagai industri lainnya seperti
agribisnis, minyak dan gas, infrastruktur dan konstruksi, serta industri umum bisnis dengan
industri alat berat/alat konstruksi & pendukungnya sebagai portofolio pilar utama usaha.
"Strategi ini merupakan langkah tepat untuk memperkuat usaha serta memperoleh
pendapatan secara berkesinambungan," ujar Petrus.
15
Page 16
Media Cetak
1. INTA Racik Taktik Jaga Pasar
Bisnis Indonesia, 20 Desember 2024
Berita/Tone; Positif
Hal 10
16
Page 17
2. INTA Penta Percaya Pada Perkembangan Ekonomi 2025 Akan Mendorong Pertumbuhan
Industri Alat Berat
Harian Indonesia, 20 Desember 2024
Berita/Tone; Positif
Hal B4
17
Names mentioned 41 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Yunita Rivianti Riyadi
p.1
unresolved
person
Elsa Fitri
p.1 ×2
unresolved
org
INTA TBK
p.4 ×4
unresolved
org
Intan Baruprana Finance Tbk
p.4 ×2
unresolved
org
PT INTA Grup
p.4
unresolved
—
Dimas
p.5
unresolved
—
Dhera
p.5
unresolved
person
Abdul
p.5 ×2
unresolved
—
Aldyth
p.5
unresolved
—
Indah
p.5
unresolved
—
Astri D. Sari
p.5 ×2
unresolved
—
Ivan Lingga
p.5 ×2
unresolved
—
Riky
p.5
unresolved
—
Yunita R. Riyadi
p.5
unresolved
—
Rika
p.5
unresolved
—
Nofika
p.5
unresolved
—
Frans Ary
p.5
unresolved
—
Rina Dwi
p.5
unresolved
—
Dian Sulinda
p.5
unresolved
—
Ita Herawati
p.5
unresolved
—
Fajar Prasetio
p.5
unresolved
—
Hendra Wahyu
p.5
unresolved
—
Emon
p.5
unresolved
—
Fifi Maila
p.5
unresolved
—
Meliana
p.5
unresolved
—
Fajar
p.5
unresolved
—
Irfan
p.5
unresolved
—
Tia
p.5
unresolved
—
Mirza
p.5
unresolved
—
Ghaissani
p.5
unresolved
—
Iqbal
p.5
unresolved
—
Cynthia
p.5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.