Back to announcement
20241224_DOID_Laporan Informasi dan Fakta Material_31831042_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review DOIDSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 63
Page 1
Licence No. 2.12.0110
Licence No. 2.12.0110
LAPORAN
No. 00203/2.0110-00/BS/02/0113/1/XII/2024
PENDAPAT KEWAJARAN
ATAS RENCANA TRANSAKSI
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Excellence in business and asset values appraisal
with work areas all over Indonesia
Page 2
HEAD OFFICE BRANCH OFFICE BRANCH OFFICE
Graha ROI Formula 3rd Floor Suite 302 Komplek Villa Malina Indah Rukan Shibuya Blok B No. 20
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 222 Jl. Deli Bunga No. 3 Kel. Lemo, Kec, Teluk Naga
Jakarta 12240 Kel. Tanjung Sari, Kec. Medan Selayang PIK 2 Tangerang- Banten
Ph. +62 21 7245677 / 6611883 Kota Medan Ph. +62 21 39720167
Licence No. 2.12.0110
Fax. +62 21 7253689 / 6622016 Ph. +62 61 8216806
Ref. No. 00203/2.0110-00/BS/02/0113/1/XII/2024 Jakarta, 20 Desember 2024
Kepada Yth,
Direksi
PT Delta Dunia Makmur Tbk
South Quarter Tower A, Lantai Penthouse
Jl. R. A. Kartini Kav. 8
Jakarta 12430
Perihal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
Dengan hormat,
PT Delta Dunia Makmur Tbk (“Perseroan”) telah menunjuk KJPP Ihot Dollar & Raymond (“ID&R”), sebagai
Penilai Independen sesuai dengan Surat Penugasan No. 068/XII/FO/24/KJPPID&R tertanggal 3 Desember
2024, untuk memberikan pendapat kewajaran atas rencana perpanjangan jangka waktu jatuh tempo
Intercompany Loan Agreement antara PT Bukit Makmur Mandiri Utama (“BUMA”) dan American Anthracite
SPV I, LLC (“AAS”) (untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”), dengan tanggal pisah batas (cut off
date) pendapat kewajaran adalah per 30 September 2024.
ID&R merupakan kantor jasa penilai publik yang terdaftar sebagai profesi penunjang di pasar modal
berdasarkan Surat Izin Usaha dari Menteri Keuangan No. 1408/KM.1/2012 tanggal 27 November 2012.
Rekan telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh
asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah dengan No. MAPPI: 03-S-01751 dan No. Izin: STTD.PB-13/PJ-
1/PM.02/2023.
Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT Delta Dunia Makmur Tbk
Bidang usaha : Jasa, Pertambangan, Perdagangan dan Pembangunan
Alamat : South Quarter Tower A, Lantai Penthouse, Jl. R.A. Kartini Kav. 8, Jakarta 12430
Telepon : (62-21) 3043 2080
Faksimili : (62-21) 3043 2081
Web site : www.deltadunia.com
Identitas Pengguna Laporan
Pengguna laporan ini mencakup Perseroan, Instansi Pemerintah dan Masyarakat.
Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penilaian adalah untuk menyusun pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan. Tujuan
penilaian adalah untuk memenuhi persyaratan transaksi di pasar modal sesuai Peraturan OJK No.
17/POJK.04/2020 dan No. 42 /POJK.04/2020.
Para Pihak dalam Transaksi
a) PT Delta Dunia Makmur Tbk (“Perseroan”)
Excellence in business and asset values appraisal
with work areas all over Indonesia
Page 3
b) PT Bukit Makmur Mandiri Utama (“BUMA”)
c) American Anthracite SPV I, LLC (“AAS”)
Obyek Transaksi
Memberikan pendapat kewajaran bagi Perseroan atas rencana perpanjangan jangka waktu jatuh tempo
Intercompany Loan Agreement antara BUMA dan AAS (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).
Asumsi-asumsi dan Syarat Pembatas
a) Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.
b) Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya,
seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam
Rencana Transaksi, akan dilaksanakannya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta
keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
c) Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran ini sampai dengan
tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara
material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini.
Pendekatan dan Metode Penilaian
1. Analisis Transaksi
2. Analisis Kualitatif
3. Analisis Kuantitatif
4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Analisis Kewajaran Transaksi
Berikut ini adalah ringkasan analisis Kewajaran Transaksi :
1. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
Sebagaimana tercantum dalam Intercompany Loan Agreement (ILA) tanggal 25 Juni 2024 antara
BUMA dan AAS, BUMA memberikan pinjaman kepada AAS dengan jumlah pokok keseluruhan
maksimum sebesar USD 80.000.000,-. Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 12% per tahun.
Sesuai analisa kami, besaran suku bunga pinjaman terkait sejumlah transaksi serupa adalah berkisar
antara 10,00%-14,33% per tahun. Dengan demikian sehubungan dengan pinjaman yang diberikan oleh
BUMA selaku pihak terafiliasi dengan AAS, tingkat bunga pinjamannya sebesar 12% per tahun masih
masuk dalam kisaran tersebut, sehingga menurut pendapat kami adalah wajar.
2. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Analisis Cash Flow Available For Debt Service (CFADS) dilakukan berdasarkan proyeksi keuangan
AAS terhadap Rencana Transaksi selama tahun 2024-2025 untuk melihat kas yang tersedia untuk
memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga sehubungan dengan Rencana Transaksi.
3. Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi
Analisis kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi dengan membandingkan antara posisi
proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dan
sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi. Berdasarkan analisa posisi proforma keseluruhan
Rencana Transaksi, Rencana Transaksi tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan posisi
keuangan Perseroan dan tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan kinerja operasional
Perseroan.
Page 4
4. Analisis Inkremental dan Profitabilitas
Analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan untuk melihat
kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik bagi Perseroan dengan
membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi manfaat ekonomis) sebelum
dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Berdasarkan analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi di atas terlihat
bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan tidak memiliki dampak terhadap Perseroan karena
Intercompany Loan secara konsolidasi akan terliminasi.
Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian (cut off date) penilaian adalah per 30 September 2024, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Kesimpulan
Berdasarkan pertimbangan analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap Rencana Transaksi, analisis kewajaran
transaksi dan faktor-faktor yang relevan dalam memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi,
maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang dilakukan oleh Perseroan adalah wajar.
Hormat kami,
KJPP Ihot Dollar & Raymond
Raymond Yoranouw, MBT, MAPPI (Cert.)
Senior Partner
Ijin Penilai : B-1.09.00113
MAPPI : 03-S-01751
STTD OJK : STTD.PB-13/PJ-1/PM.02/2023
Page 5
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... i
1. Identitas Pemberi Tugas ......................................................................................................... 1
2. Pendahuluan ............................................................................................................................ 1
2.1 Maksud Dan Tujuan .......................................................................................................... 1
2.2 Asumsi-Asumsi Dan Kondisi Pembatas ............................................................................ 2
3. Pendekatan Dan Metode Penilaian ........................................................................................ 2
4. Analisis Transaksi ................................................................................................................... 3
4.1 Identifikasi Para Pihak yang Terlibat Transaksi................................................................. 3
4.2 Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Transaksi............................ 5
4.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi........................................................ 5
4.4 Analisis Pengaruh Transaksi terhadap Keuangan Perseroan ........................................... 5
4.5 Analisis Likuiditas .............................................................................................................. 6
5. Pernyataan Penilai .................................................................................................................. 6
6. Ruang Lingkup (Data, Informasi, Dan Prosedur Yang Digunakan) ..................................... 6
7. Asumsi-Asumsi Pokok............................................................................................................ 8
8. Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif .......................................................................................... 8
8.1 Analisis Kualitatif ............................................................................................................... 8
8.2 Analisis Kuantitatif ........................................................................................................... 35
9. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi...................................................................................... 45
9.1 Pendekatan dan Analisis Kewajaran ............................................................................... 45
9.2 Analisis Kewajaran Transaksi ......................................................................................... 45
10. Kesimpulan ............................................................................................................................ 49
11. Distribusi Pendapat Kewajaran Ini ....................................................................................... 50
LAMPIRAN
Halaman i
Page 6
1. Identitas Pemberi Tugas
Berikut adalah keterangan singkat mengenai pemberi tugas:
Nama : PT Delta Dunia Makmur Tbk
Bidang usaha : Jasa, Pertambangan, Perdagangan dan Pembangunan
Alamat : South Quarter Tower A, Lantai Penthouse, Jl. R.A. Kartini Kav. 8,
Jakarta 12430
Telepon : (62-21) 3043 2080
Faksimili : (62-21) 3043 2081
Web site : www.deltadunia.com
2. Pendahuluan
2.1 Maksud Dan Tujuan
Laporan ini bertujuan untuk memberikan pendapat kewajaran atas rencana perpanjangan
jangka waktu jatuh tempo Intercompany Loan Agreement antara BUMA dan AAS.
Terkait dengan Rencana Transaksi tersebut di atas, maka Perseroan wajib mengikuti
ketentuan yang diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17/2020”)
tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” yang diundangkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 21 April 2020 dan
Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 (“POJK 42/2020”) tentang “Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan” yang diundangkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia tanggal 2 Juli 2020. Dalam POJK 17/2020 tersebut,
disebutkan bahwa yang dimaksud dengan transaksi material adalah setiap penyertaan
dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu; pembelian, penjualan,
pengalihan, penggunaan, tukar-menukar aset atau segmen operasi; perolehan, pelepasan,
dan/atau penggunaan jasa; sewa-menyewa aset; pinjam-meminjam dana termasuk
pengalihannya; menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali
atas pinjaman dari pihak lain; dan memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee),
dengan nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.
Disebutkan pula dalam POJK 42/2020 bahwa yang dimaksud dengan transaksi afiliasi
adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk
setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali.
Rencana Transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material karena nilai pinjaman antar
perusahaan yang diperpanjang adalah sebanyak-banyaknya USD 80.000.000,- dimana
jumlahnya melebihi 20% ekuitas Perseroan atau sekitar 32,64% ekuitas Perseroan,
sebagaimana tercantum dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal
30 September 2024 yang telah diaudit oleh KAP Aria Kanaka & Rekan, dimana ekuitas
Perseroan tercatat sebesar USD 245.076.062.
Halaman 1
Page 7
Tujuan dari pemberian pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini apakah
Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi yang wajar, sebagaimana diatur dalam
POJK 17/2020 dan POJK 42/2020. Selanjutnya dalam analisa terhadap Rencana Transaksi
tersebut, kami mempertimbangkan sisi kualitatif maupun kuantitatif serta dampak bagi
Perseroan dan Pemegang Saham Perseroan, termasuk risiko keuangan.
2.2 Asumsi-Asumsi Dan Kondisi Pembatas
1. Menghasilkan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.
2. Kami telah melakukan penelaahan atas data dan informasi yang digunakan dalam
proses penilaian yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
4. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
6. Kami menghasilkan laporan pendapat kewajaran yang terbuka untuk publik, kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional
perusahaan.
7. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan dari
penilaian yang dilakukan.
8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.
3. Pendekatan Dan Metode Penilaian
Dalam menganalisis kewajaran keseluruhan Rencana Transaksi, kami melakukan
pendekatan dan prosedur sebagai berikut:
Analisis Transaksi
Analisis transaksi meliputi identifikasi dan hubungan para pihak yang terlibat transaksi,
analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi, analisis manfaat
dan risiko dari rencana transaksi, analisis pengaruh rencana transaksi terhadap
keuangan Perseroan dan analisis likuiditas.
Analisis Kualitatif
Analisis atas kualitatif meliputi riwayat singkat dan kegiatan usaha, analisis industri
dan bisnis, analisis operasional dan prospek usaha, alasan dan latar belakang
rencana transaksi, analisis keuntungan dan kerugian kualitatif atas rencana transaksi,
analisis dampak leverage pada keuangan serta analisis dampak likuiditas pada
keuangan.
Analisis Kuantitatif
Analisis kuantitatif meliputi penilaian kinerja historis, penilaian atas proyeksi keuangan,
analisis rasio keuangan, analisis laporan keuangan sebelum rencana transaksi dan
Halaman 2
Page 8
proforma laporan keuangan setelah rencana transaksi dilakukan, analisis kemampuan
untuk melunasi transaksi pinjam-meminjam dana dan/atau penjaminan sampai saat
jatuh tempo, analisis cash management dan financial covenant atas rencana
transaksi, kontribusi nilai tambah bagi perusahaan, perkiraan biaya atau pendapatan
yang relevan, informasi non keuangan yang relevan serta prosedur pengambilan
keputusan atas rencana transaksi.
Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi analisis kewajaran tingkat bunga, analisis
kelayakan pelunasan utang, analisis posisi proforma keseluruhan rencana transaksi
serta analisis inkremental dan profitabilitas.
4. Analisis Transaksi
4.1 Identifikasi Para Pihak yang Terlibat Transaksi
Adapun para pihak yang terlibat Transaksi antara lain:
1. PT Delta Dunia Makmur Tbk (“Perseroan”), suatu perseroan terbatas yang didirikan
berdasarkan Akta No. 117 tanggal 26 November 1990 yang dibuat di hadapan Edison
Sianipar, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapat persetujuan dari
Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No. C2-1823.HT.01.01.Th.91 tanggal 31 Mei 1991 dan diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 63 Tambahan No. 3649 tanggal 7 Agustus 1992. Anggaran
Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta
No. 33 tanggal 18 Juli 2024, yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di
Jakarta, mengenai pengurangan modal 2 dengan cara menarik kembali sebagian
saham hasil pembelian kembali (saham treasuri) yang berasal dari sisa saham treasuri
tahap 1 dan sebagian saham treasuri tahap 2 sebanyak 625.506.721 saham yang telah
disetujui oleh Pemegang Saham Perseroan di dalam Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa pada tanggal 21 Juni 2024, serta perubahan modal ditempatkan dan disetor
penuh berubah menjadi 7.651.007.132 saham atau 28,34% dari modal dasar
Perseroan. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat No. AHU-
0053935.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 28 Agustus 2024. Sesuai dengan pasal 3
anggaran dasar, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah jasa, pertambangan,
perdagangan dan pembangunan dan/atau konstruksi. Perseroan berkedudukan di
Jakarta dengan kantor pusat beralamat di South Quarter Tower A, Lantai Penthouse, Jl.
R.A. Kartini Kav. 8, Jakarta 12430.
2. PT Bukit Makmur Mandiri Utama (“BUMA”), suatu perseroan terbatas yang didirikan
berdasarkan Akta Notaris No. 19 tanggal 7 Desember 1998 yang dibuat di hadapan
Raden Johanes Sarwono, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. C-5698 HT.01.01.Th 2000 tanggal 8 Maret 2000, dan diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 74 Tambahan No. 10876 tanggal 13 September 2002.
Anggaran dasar BUMA telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Akta No. 69 tanggal 26 Oktober 2023 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E.,
M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan pasal 13, 14, 15, 16, 17 dan 18. Akta
Halaman 3
Page 9
perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan
Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
No. AHU-AH.01.03-0134355 tanggal 27 Oktober 2023. Sesuai dengan pasal 3
anggaran dasar, ruang lingkup kegiatan BUMA adalah bergerak dalam bidang jasa
penunjang pertambangan umum; penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi;
ketenagakerjaan; agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya; jasa penunjang
pembangunan (konstruksi); pembangunan; pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan
udara dingin dan perdagangan; industri pengolahan; pengangkutan dan pergudangan;
dan aktivitas profesional, ilmiah dan teknis. BUMA berkedudukan di Jakarta dengan
kantor pusat beralamat di South Quarter Tower A, Lantai Penthouse unit A-I, Jl. R.A.
Kartini Kav. 8, Jakarta 12430.
3. American Anthracite SPV I, LLC (“AAS”), didirikan berdasarkan Sertifikat Pendirian
negara bagian Delaware pada tanggal 16 Mei 2024 dengan nomor daftar perusahaan
203489799 dan alamat kantor terdaftar di Corporation Trust Center, 1209 Orange
Street, Wilmington, New Castle County, Delaware 19801.
Hubungan pihak-pihak yang melakukan Transaksi:
Perseroan
99,99% 99,60% 99,99% 99,99% 99,99% 99,99%
PMP KIM BBS BUMA Btech BIRU
13,79%
86,21% 99,99% 100%
BUMA SG BMI JV Partner BUMA AUS
71% 29%
AAH
100%
AAG
Pinjaman dari BUMA kepada AAS sebanyak-
banyaknya USD 80.000.000
100%
AAS
Halaman 4
Page 10
4.2 Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Transaksi
Objek Transaksi
Dalam hal ini objek Transaksi adalah sebagai berikut:
Perpanjangan jangka waktu jatuh tempo Intercompany Loan Agreement (ILA) antara
BUMA dan AAS (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”);
Berikut adalah ringkasan draft Amandemen Pertama Intercompany Loan Agreement
(“Amandemen Pertama”) antara BUMA dan AAS:
Para Pihak telah menandatangani ILA tertanggal 25 Juni 2024;
Para Pihak bermaksud untuk mengubah ketentuan tertentu dalam ILA melalui
Amandemen Pertama;
Kecuali dinyatakan sebaliknya, seluruh istilah dan referensi yang digunakan dalam
Amandemen Pertama ini mempunyai pengertian dan konstruksi yang sama dengan
istilah dan referensi yang digunakan dalam ILA;
Amandemen Pertama ini berlaku efektif pada Tanggal Efektif;
Para Pihak setuju untuk mengubah dan menyatakan Kembali Pasal Pelunasan menjadi
sebagai berikut:
“Dengan tunduk pada ketentuan-ketentuan lain dalam Perjanjian ini, Pinjaman akan
dilunasi seluruhnya beserta semua bunganya pada tanggal 24 Juni 2025 (“Tanggal
Jatuh Tempo”). Tanggal Jatuh Tempo dapat diperpanjang atau diubah sebagaimana
disepakati oleh Para Pihak dalam perubahan Perjanjian ini.”
Berdasarkan analisis kami atas perjanjian dan persyaratan dalam ILA dan Amandemen
Pertama, bahwa tidak terdapat hal-hal material yang dapat mempengaruhi Rencana
Transaksi.
4.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi
Tujuan dan manfaat dari adanya Rencana Transaksi tersebut, antara lain:
Perpanjangan Waktu Pinjaman
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, diharapkan memberikan waktu kepada
AAS agar dapat melakukan pelunasan sesuai dengan waktu yang ditetapkan.
Risiko terkait dengan adanya Rencana Transaksi antara lain sebagai berikut:
Risiko gagal bayar (default)
Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan AAS untuk melakukan pembayaran pokok
utang pada waktu yang telah ditetapkan.
4.4 Analisis Pengaruh Transaksi terhadap Keuangan Perseroan
Berdasarkan analisis Proforma Informasi Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan per
tanggal 30 September 2024 yang dibuat oleh manajemen, menunjukkan dengan
Halaman 5
Page 11
dilakukannya Rencana Transaksi, tidak terjadi perubahan pada posisi keuangan maupun
pos-pos pada laporan laba rugi Perseroan.
4.5 Analisis Likuiditas
Analisis likuiditas bertujuan mengukur kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
jangka pendeknya. Semakin tinggi rasio likuiditas Perseroan, maka semakin besar tingkat
kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya.
Berdasarkan likuiditas Perseroan tahun 2021 – 30 September 2024, rasio lancar (current
ratio) berkisar antara 1,42 – 1,94 sementara rasio cepat (quick ratio) berkisar antara 1,11 –
1,76. Berdasarkan rasio likuiditas historis tersebut, Perseroan memiliki kapasitas likuiditas
yang baik dikarenakan total aset lancar yang dimiliki lebih besar dibandingkan dengan
liabilitas jangka pendek yang harus dipenuhi dalam jangka pendek.
5. Pernyataan Penilai
Berdasarkan pengetahuan kami atas penugasan penilaian, dengan ini kami menyatakan
bahwa:
Seluruh pendapat yang kami nyatakan dalam laporan ini, baik mengenai perhitungan
dan analisis, kesimpulan atau pendapat, telah dilakukan dengan benar;
Kami bertanggung jawab atas Laporan ini;
Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada
tanggal penilaian (cut off date);
Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan nilai;
Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan;
Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas;
Data ekonomi dan data industri dalam Laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
6. Ruang Lingkup (Data, Informasi, Dan Prosedur Yang Digunakan)
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai
berikut:
1. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021-2023 dan 30 September 2024 diaudit oleh KAP Aria Kanaka &
Rekan, seluruhnya dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
Halaman 6
Page 12
2. Laporan keuangan konsolidasian BUMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021-2023 dan 30 September 2024 diaudit oleh KAP Aria Kanaka &
Rekan, seluruhnya dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
3. Proforma atas Informasi Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan yang dibuat oleh
manajemen untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2024;
4. Proyeksi keuangan Perseroan;
5. Data legalitas Perseroan, BUMA dan AAS;
6. Intercompany Loan Agreement (ILA) tanggal 25 Juni 2024 antara BUMA dan AAS;
7. Draft Amandemen Pertama Intercompany Loan Agreement (“Amandemen Pertama”)
antara BUMA dan AAS;
8. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;
9. Hasil wawancara dengan manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang dan
hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi.
Selanjutnya disebut “Dokumen-dokumen Rencana Transaksi”.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum. Kami juga bergantung
kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta
yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap
atau menyesatkan.
Kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi.
Jasa-jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
hanya merupakan evaluasi keuangan atas kewajaran Rencana Transaksi saja dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami juga tidak menganalisa kewajaran atas
transaksi-transaksi lain yang mungkin tersedia atau pun yang dapat dilaksanakan oleh
Perseroan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-
transaksi lainnya yang ada untuk Perseroan.
Prosedur Yang Digunakan
Laporan dan fakta yang terkandung di dalam Laporan adalah berdasarkan informasi dan
representasi yang disediakan oleh Perseroan dan dikompilasi oleh ID&R. Informasi yang
terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua hal yang material,
tidak menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana jika dihilangkan dapat
membuat Laporan ini dan informasi atau pernyataan di dalamnya menjadi menyesatkan.
Selain itu informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang
diperoleh dari data riset dari publik domain.
Halaman 7
Page 13
Dalam penyusunan laporan ini, telah dilakukan prosedur sebagai berikut : (i) Perseroan
telah diberikan kesempatan untuk meminta dan mereview, dan telah menerima semua
informasi yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk
melengkapi informasi di dalamnya (ii) Perseroan tidak bergantung kepada Penilai atau
seseorang yang memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi
dengan Penilai sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan.
Penyampaian dari Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan ini,
dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah
benar setelah tanggal Laporan ini.
Prosedur lain yang Penilai lakukan adalah memeriksa dan menganalisa seluruh Dokumen
Rencana Transaksi, Laporan Keuangan, Proforma Laporan Keuangan Perseroan sesudah
Rencana Transaksi dan tiap bagian dari Rencana Transaksi dalam hal kewajarannya baik
secara individu maupun secara keseluruhan sebagai satu kesatuan Rencana Transaksi.
7. Asumsi-Asumsi Pokok
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal Pendapat
Kewajaran ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi
lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak
yang terlibat dalam Rencana Transaksi, yang akan dilaksanakan sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran ini sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini
8. Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif
8.1 Analisis Kualitatif
8.1.1 Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha
Perseroan
Perseroan, dahulu PT Delta Dunia Property Tbk, didirikan berdasarkan Akta No. 117
tanggal 26 November 1990 yang dibuat di hadapan Edison Sianipar, S.H., Notaris di
Jakarta. Akta pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-1823.HT.01.01.Th.91 tanggal 31 Mei
1991 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 Tambahan No. 3649
tanggal 7 Agustus 1992.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta No. 33 tanggal 18 Juli 2024, yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H.,
Notaris di Jakarta, mengenai pengurangan modal 2 dengan cara menarik kembali sebagian
saham hasil pembelian kembali (saham treasuri) yang berasal dari sisa saham treasuri
Halaman 8
Page 14
tahap 1 dan sebagian saham treasuri tahap 2 sebanyak 625.506.721 saham yang telah
disetujui oleh Pemegang Saham Perseroan di dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa pada tanggal 21 Juni 2024, serta perubahan modal ditempatkan dan disetor penuh
berubah menjadi 7.651.007.132 saham atau 28,34% dari modal dasar Perseroan. Akta
perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui Surat No. AHU-0053935.AH.01.02.Tahun 2024
tanggal 28 Agustus 2024.
Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah jasa,
pertambangan, perdagangan dan pembangunan. Perseroan mulai beroperasi secara
komersial sejak tahun sejak tahun 1992.
Perseroan berkedudukan di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di South Quarter
Tower A, Lantai Penthouse, Jl. R. A. Kartini Kav. 8, Jakarta 12430.
Modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp 1.350.000.000.000 yang terdiri dari
27.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Modal ditempatkan dan
disetor sebesar Rp 382.550.356.600 atau sebanyak 7.651.007.132 saham, dengan
komposisi pemegang saham sebagai berikut:
Jumlah Jumlah
Nama Pemegang Saham %
Saham (Rp)
Modal Dasar 27.000.000.000 1.350.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Northstar Tambang Persada Ltd. 3.264.000.000 163.200.000.000 42,661
Six Sis Ltd. 433.906.647 21.695.332.350 5,671
Ronald Sutardja 222.760.000 11.138.000.000 2,912
Ashish Gupta 200.000.000 10.000.000.000 2,614
Dian Sofia Andyasuri 35.000.000 1.750.000.000 0,457
Iwan Fuad Salim 17.500.000 875.000.000 0,229
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 3.298.621.785 164.931.089.250 43,114
Jumlah Saham Beredar 7.471.788.432 373.589.421.600 97,658
Saham Treasuri 179.218.700 8.960.935.000 2,342
Jumlah 7.651.007.132 382.550.356.600 100,000
Saham dalam Portepel 19.348.992.868 967.449.643.400
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 30 September 2024 adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama dan Independen : Hamid Awaluddin
Komisaris : Ashish Gupta
Komisaris Independen : Peter John Chambers
Komisaris Independen : Nurdin Zainal
Direksi
Direktur Utama : Ronald Sutardja
Direktur : Dian Sofia Andyasuri
Direktur : Iwan Fuad Salim
Halaman 9
Page 15
Berikut adalah rincian entitas anak Perseroan per tanggal 30 September 2024:
Tahun
Anak Kegiatan Persentase
Operasi
Perusahaan Usaha Kepemilikan
Komersial
Dalam tahap
PT Banyubiru Sakti (“BBS”) Pertambangan Batubara 99,99%
likuidasi
Dalam tahap
PT Pulau Mutiara Persada (“PMP”) Pertambangan Batubara 99,99%
likuidasi
PT Bukit Makmur Mandiri Utama (“BUMA”) Jasa Pertambangan 99,99% 1998
PT Bukit Teknologi Digital (“BTech”) Jasa Teknologi 99,99% 2023
PT BISA Ruang Nuswantara (“BIRU”) Pendidikan Vokasi 99,99% 2023
PT Katalis Investama Mandiri (“KIM”) Jasa Konsultasi Manajemen 99,60% 2024
Entitas anak melalui kepemilikan tidak langsung/Indirectly owned subsidiaries
BUMA Australia Pty. Ltd. (“BUMA Australia”) Jasa Pertambangan 99,99% 2021
Bukit Makmur Mandiri Utama Pte. Ltd. (d/h Delta
Jasa Konsultasi Manajemen 86,21% 2022
Dunia Makmur Pte. Ltd.) (“BUMA SG”)
PT Bukit Makmur Internasional (“BMI”) Jasa Konsultasi Manajemen 99,98% 2024
American Anthracite Holdings, LLC (“AAH”) Jasa Konsultasi Manajemen 70,99% 2024
American Anthracite Group, LLC (“AAG”) Jasa Konsultasi Manajemen 70,99% 2024
American Anthracite SPV I, LLC (“AAS”) Jasa Konsultasi Manajemen 70,99% 2024
Atlantic Carbon Group, Inc. Pertambangan Batubara 70,99% 2020
Wildcat Carbon Processing, LLC Pertambangan Batubara 70,99% 2023
American Carbon Warehousing, LLC Pertambangan Batubara 70,99% -
Newcastle Anthracite Company Pertambangan Batubara 70,99% -
The Central Pennsylvania Anthracite Company, LLC Pertambangan Batubara 70,99% -
BUMA
BUMA didirikan berdasarkan Akta No. 19 tanggal 7 Desember 1998 yang dibuat di
hadapan Raden Johanes Sarwono, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. C-5698 HT.01.01.Th 2000 tanggal 8 Maret 2000, dan diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 74 Tambahan No. 10876 tanggal 13 September
2002.
Anggaran dasar BUMA telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Akta No. 69 tanggal 26 Oktober 2023 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E.,
M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan pasal 13, 14, 15, 16, 17 dan 18. Akta
perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-
AH.01.03-0134355 tanggal 27 Oktober 2023.
Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, ruang lingkup kegiatan BUMA adalah bergerak
dalam bidang jasa penunjang pertambangan umum; penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi; ketenagakerjaan; agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya; jasa
penunjang pembangunan (konstruksi); pembangunan; pengadaan listrik, gas, uap/air
panas dan udara dingin dan perdagangan; industri pengolahan; pengangkutan dan
pergudangan; dan aktivitas profesional, ilmiah dan teknis. BUMA mulai beroperasi secara
komersial sejak tahun 1998.
BUMA berkedudukan di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di South Quarter Tower A,
Lantai Penthouse unit A-I, Jl. R. A. Kartini Kav. 8, Jakarta 12430.
Modal dasar BUMA adalah sebesar Rp 4.250.000.000.000 yang terdiri dari 4.250.000
saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per saham. Modal ditempatkan dan disetor
Halaman 10
Page 16
sebesar Rp 2.050.000.000.000 atau sebanyak 2.050.000 saham, dengan komposisi
pemegang saham sebagai berikut:
Jumlah Jumlah
Nama Pemegang Saham %
Saham (Rp)
Modal Dasar 4.250.000 4.250.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
PT Delta Dunia Makmur Tbk 2.049.999 2.049.999.000.000 99,99995
Ronald Sutardja 1 1.000.000 0,00005
Jumlah 2.050.000 2.050.000.000.000 100,00000
Saham dalam Portepel 2.200.000 2.200.000.000.000
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BUMA per 30 September 2024 adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Dian Sofia Andyasuri
Komisaris Independen : Peter John Chambers
Komisaris : Ashish Gupta
Direksi
Direktur Utama : Indra Dammen Kanoena
Wakil Direktur Utama : Nanang Rizal Achyar
Direktur : Sumardi
Direktur : Elsahmul Asyur
Direktur : Silfanny Fadillah Bahar
AAS
AAS didirikan berdasarkan Sertifikat Pendirian negara bagian Delaware pada tanggal
16 Mei 2024 dengan nomor daftar perusahaan 203489799.
AAS beralamat di The Corporation Trust Company, Corporation Trust Center, 1209 Orange
Street, Wilmington, New Castle County, Delaware 19801.
8.1.2 Riwayat Transaksi Pinjam Meminjam Dana
Berikut adalah ringkasan Intercompany Loan Agreement (ILA) tanggal 25 Juni 2024 antara
BUMA dan AAS:
AAS adalah perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh BUMA;
AAS bermaksud untuk mengakuisisi ACG dan Afiliasi dan memerlukan sejumlah dana
dari BUMA berdasarkan syarat dan ketentuan yang ditetapkan dalam ILA;
Tunduk pada syarat dan ketentuan ILA, BUMA akan memberikan pinjaman kepada AAS
dengan jumlah pokok keseluruhan maksimum sebesar USD 80.000.000 (“Pinjaman”)
sebagaimana yang diminta oleh AAS, dengan pemberitahuan tertulis, meminta dan
disetujui oleh BUMA. AAS berhak untuk menarik Pinjaman dengan memberikan
pemberitahuan tertulis terlebih dahulu kepada BUMA selambat-lambatnya 2 hari kerja
dalam bentuk yang memuaskan BUMA;
Pinjaman akan dicairkan dari BUMA ke rekening AAS sebagaimana diberitahukan oleh
AAS dari waktu ke waktu;
Halaman 11
Page 17
Pinjaman akan digunakan secara eksklusif bagi AAS untuk membiayai akuisisi ACG
dan Afiliasi, yaitu:
• 10.000 saham yang diterbitkan di ACG, yang mewakili 100% kepemilikan di ACG;
• 1 saham yang diterbitkan di WCP, yang mewakili 100% kepemilikan di WCP;
• 1 saham yang diterbitkan di ACW, yang mewakili 100% kepemilikan di ACW;
• 100 saham yang diterbitkan di NAC, yang mewakili 100% kepemilikan di NAC; dan
• 100 saham yang diterbitkan di CPC, yang mewakili 100% kepemilikan di CPC.
Tunduk pada ketentuan lain dalam ILA, Pinjaman harus dilunasi seluruhnya beserta
seluruh bunganya pada tanggal yang jatuh 180 hari kalender sejak penarikan pertama
(“Tanggal Jatuh Tempo”). Tanggal Jatuh Tempo dapat diperpanjang atau diubah
sebagaimana disepakati para pihak dalam amandemen ILA;
Tunduk pada ketentuan lain dalam ILA, AAS dapat memberikan pemberitahuan tertulis
sebelumnya kepada BUMA, untuk membayar di muka seluruh atau sebagian Pinjaman.
Setelah menyampaikan pemberitahuan pembayaran di muka dalam waktu 7 hari kerja
dalam bentuk yang cukup kepada BUMA, jumlah pembayaran di muka yang tercantum
di dalamnya tidak dapat ditarik oleh AAS dalam keadaan apa pun;
Pinjaman akan dilunasi atau, tergantung kasusnya, dibayar di muka dalam USD, dalam
bentuk dana yang segera tersedia dan dapat ditransfer secara bebas atau pada hari
yang sama, ke rekening BUMA di bank yang ditentukan oleh BUMA untuk tujuan
tersebut;
Jika memungkinkan, AAS harus memberikan kepada BUMA dokumen apa pun yang
membuktikan adanya pemotongan atau pengurangan sehubungan dengan pemotongan
pajak berdasarkan Perjanjian Pajak AS-Indonesia yang mungkin disyaratkan oleh
BUMA. Apabila pembayaran yang dilakukan oleh AAS kepada BUMA tunduk pada
kewajiban pemotongan dari pihak AAS, AAS harus membayar kepada BUMA sejumlah
tambahan (“Pembayaran Bruto”) sehingga jumlah bersih yang diterima oleh BUMA,
setelah dikurangi pemotongan pembayaran awal dan Pembayaran Bruto, akan sama
dengan jumlah penuh pembayaran yang seharusnya diterima seolah-olah tidak ada
pajak yang dikenakan. AAS harus melakukan Pembayaran Bruto pada saat yang sama
dengan pembayaran awal dilakukan atau sesegera mungkin setelahnya;
Tunduk pada undang-undang kepailitan dan peraturan serta ketentuan lain yang
berlaku di Republik Indonesia dan AS (sebagaimana relevan), dalam hal terjadi
penutupan atau penangguhan pembayaran atau likuidasi atau pembubaran (selain
berdasarkan konsolidasi, peleburan atau penggabungan) AAS, hak BUMA atas
pembayaran pokok dan bunga Pinjaman akan memiliki hak pembayaran yang setara
dengan semua kewajiban senior tanpa jaminan dan kewajiban yang tidak subordinasi
yang ada saat ini dan di masa depan dari AAS;
Para pihak sepakat bahwa Pinjaman akan dikenakan bunga sebesar 12% per tahun,
dibayarkan pada Tanggal Jatuh Tempo dan dibayarkan ke rekening bank dan dengan
cara yang diinstruksikan secara tertulis oleh BUMA dari waktu ke waktu. Bunga apa pun
yang timbul berdasarkan ILA akan bertambah dari hari ke hari dan dihitung berdasarkan
jumlah hari sebenarnya yang telah berlalu dan satu tahun 360 hari;
Apabila Pinjaman beserta bunga yang masih harus dibayar tidak dibayar pada Tanggal
Jatuh Tempo, AAS harus membayar kepada BUMA bunga wanprestasi dengan tingkat
bunga 2% lebih tinggi dari bunga yang disebutkan dalam ILA dari jumlah terutang.
Halaman 12
Page 18
Bunga tersebut akan dibebankan kepada AAS sejak Tanggal Jatuh Tempo sampai
dengan tanggal pelunasan sebenarnya secara penuh;
AAS membuat pernyataan dan jaminan kepada BUMA pada tanggal efektif bahwa:
• AAS mempunyai kekuasaan, kewenangan, persetujuan, kapasitas dan hak hukum
penuh untuk mengeksekusi, menyerahkan dan melaksanakan seluruh kewajibannya
berdasarkan ILA dan untuk menandatangani semua dokumen yang terkait
dengannya;
• Kewajiban yang ditanggungnya berdasarkan ILA merupakan kewajiban hukum, sah
dan mengikat yang dapat dilaksanakan terhadapnya sesuai dengan ketentuan ILA;
• Penandatanganan dan pelaksanaan ILA (dan perjanjian lainnya yang dibuat sesuai
dengan ketentuan ILA) oleh BUMA tidak dan tidak akan mengakibatkan
pelanggaran, atau merupakan wanprestasi berdasarkan perjanjian atau undang-
undang atau perintah yang berlaku (termasuk peraturan atau ketentuan mengenai
perlakuan istimewa terhadap kreditur), dimana AAS atau asetnya terikat atau
terpengaruh;
• Tidak ada proses hukum yang dimulai, tertunda atau diancam terhadap AAS;
• Kewajiban dan tanggung jawab berdasarkan ILA tidak bersyarat dan tidak
tersubordinasi dan akan selalu berada di peringkat terdepan atau setidaknya pari
passu dengan tagihan semua kreditur tidak terjamin dan tidak subordinasi lainnya;
dan
• Belum dinyatakan pailit atau sedang ditangguhkan pembayarannya, dan tidak pula
ada permohonan pailit atau pemberian penangguhan pembayaran yang diajukan,
menunggu keputusan atau diancam terhadapnya.
AAS diperbolehkan untuk menempatkan atau mengalihkan Pinjaman atau bagiannya
(bersama dengan hak dan kewajiban terkait dengannya) dari waktu ke waktu kepada
anak perusahaannya dengan mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari
BUMA;
Pinjaman yang dibuat berdasarkan ILA ini tidak boleh dikurangi, diubah, dimodifikasi
atau diubah kecuali sesuai dengan ILA ini dan secara tertulis oleh para pihak dalam ILA;
ILA ini akan diatur oleh dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Inggris dan apabila timbul
perselisihan antara para pihak terkait ILA, yang tidak dapat diselesaikan secara damai
antara para pihak dalam waktu 60 hari kalender, para pihak dalam ILA menyetujui tanpa
dapat ditarik kembali dan tanpa syarat untuk tunduk pada yurisdiksi arbitrase non-
eksklusif di Pusat Arbitrase Internasional (“ICC”) yang berlokasi di 190 Fleet Street,
London, EC4A 2AG. Arbitrase akan dilakukan dengan menggunakan Peraturan ICC
pada saat berlaku, dengan 1 arbiter yang ditunjuk oleh Ketua ICC, dan dalam bahasa
Inggris. Lokasi arbitrase berada di London.
8.1.3 Analisis Industri dan Bisnis
Industri Batubara Dunia
Batubara masih menjadi salah satu sumber energi utama negara-negara di dunia. Namun
konsumsinya diperkirakan akan mulai turun di sejumlah wilayah, seperti Uni Eropa (UE)
dan negara-negara pengkonsumsi terbesar di dunia seperti Tiongkok dan India pada tahun
2024. Negara-negara tersebut akan mengalami sedikit penurunan konsumsi batubara,
Halaman 13
Page 19
karena puncak konsumsi batubara negara-negara tersebut terjadi pada tahun 2023
[sumber: https://katadata.co.id/happyfajrian/berita/65782306e7b9a/konsumsi-batu-bara-
global-diperkirakan-turun-mulai-2024, 12 Desember 2023].
Berbeda dengan proyeksi 2024, tren konsumsi batubara dalam 3 tahun terakhir
menunjukkan sedikit peningkatan. Berdasarkan data International Energy Agency (IEA)
pada periode 2021-2023, Tiongkok dan India konsisten mengalami peningkatan konsumsi
batubara. Volume konsumsi Tiongkok bahkan lebih dari 4.000 metrik ton dalam setiap
tahunnya, sementara India mencapai lebih dari 1.000 metrik ton. Berbeda dengan Tiongkok
dan India, konsumsi batubara terus menurun di AS dan UE pada tahun 2021-2023.
Faktor transisi energi merupakan salah satu hal yang menyebabkan penurunan volume
konsumsi batubara. Transisi energi akan semakin masif dalam lima tahun ke depan,
meskipun tren ini tidak akan langsung diikuti oleh negara-negara berkembang.
Sebelumnya, Rystad Energy juga memperkirakan konsumsi batubara akan memuncak
pada tahun 2023 dan mulai mengalami tren penurunan pada tahun 2024. Hal ini seiring
dengan semakin berkembangnya pembangkit listrik energi terbarukan seperti tenaga surya
dan angin. Akibatnya, kapasitas pembangkit listrik tenaga batubara akan turun sedikit
menjadi 10.332 Terawatt Hour (TWh) pada tahun 2024, turun 41 TWh dari tahun 2023.
Selain itu investasi pada kapasitas batubara dan penggunaan batubara secara keseluruhan
telah menurun di UE dan Amerika Utara dalam beberapa tahun terakhir karena kombinasi
kebijakan emisi yang ketat dan melimpahnya pasokan gas alam yang terjangkau. Namun,
pertumbuhan yang bertahan lama di Asia, terutama Tiongkok, telah menjaga konsumsi
batubara global tetap tinggi. Penggunaan batubara di sektor ketenagalistrikan sedang
mencapai puncaknya pada tahun 2023.
Berdasarkan laporan IEA, permintaan batubara global meningkat sebesar 1,4% pada tahun
2023, melampaui 8,5 miliar ton untuk pertama kalinya. Konsumsi menurun tajam di
sebagian besar negara maju, termasuk rekor penurunan di UE dan AS masing-masing
sekitar 20%. Sementara itu, permintaan di negara berkembang dan negara maju tetap
sangat tinggi, meningkat sebesar 8% di India dan 5% di Tiongkok karena meningkatnya
permintaan listrik dan lemahnya produksi tenaga air [sumber:
https://betahita.id/news/detail/9709/energi-terbarukan-tekan-permintaan-batu-bara-pada-
2026.html?v=1705945041, 4 Januari 2024].
Namun, laporan tersebut memperkirakan permintaan batubara global akan turun 2,3%
pada tahun 2026 dibandingkan dengan tahun 2023, meskipun tanpa adanya negara yang
mengimplementasikan kebijakan energi bersih dan iklim yang lebih kuat. Penurunan ini
akan didorong oleh ekspansi besar-besaran kapasitas energi terbarukan yang akan mulai
beroperasi dalam tiga tahun hingga tahun 2026.
Lebih dari separuh ekspansi kapasitas energi terbarukan global ini akan terjadi di Tiongkok,
yang saat ini menyumbang lebih dari separuh permintaan batubara dunia. Akibatnya,
permintaan batubara Tiongkok diperkirakan akan turun pada tahun 2024 dan mendatar
hingga tahun 2026.
Halaman 14
Page 20
Proyeksi penurunan permintaan global untuk batubara yang saat ini merupakan sumber
energi terbesar untuk pembangkit listrik, pembuatan baja dan produksi semen, tetapi juga
sumber emisi karbon dioksida (CO2) terbesar dari aktivitas manusia, dapat menandai titik
balik yang bersejarah. Namun, konsumsi global diperkirakan akan tetap lebih dari 8 miliar
ton hingga tahun 2026.
IEA telah melihat penurunan permintaan batubara global beberapa kali, tetapi hanya
sebentar dan disebabkan oleh peristiwa luar biasa seperti runtuhnya Uni Soviet atau krisis
Covid-19. Kali ini tampak berbeda, karena penurunannya lebih bersifat struktural, didorong
oleh ekspansi teknologi energi bersih yang tangguh dan berkelanjutan.
Laporan IEA juga menemukan bahwa pergeseran permintaan dan produksi batubara ke
Asia semakin cepat. Pada tahun 2023, Tiongkok, India dan Asia Tenggara akan
menyumbang tiga perempat dari konsumsi global, naik dari hanya sekitar seperempat pada
tahun 1990. Konsumsi di Asia Tenggara diperkirakan akan melebihi konsumsi AS dan UE
untuk pertama kalinya pada tahun 2023.
Hingga tahun 2026, India dan Asia Tenggara merupakan satu-satunya wilayah di mana
konsumsi batubara akan tumbuh secara signifikan. Di negara-negara maju, ekspansi
energi terbarukan di tengah pertumbuhan permintaan listrik yang lemah akan terus
mendorong penurunan konsumsi batubara secara struktural.
Sementara itu, Tiongkok, India dan Indonesia yang merupakan tiga produsen batubara
terbesar di dunia diperkirakan akan memecahkan rekor produksi pada tahun 2023,
sehingga mendorong produksi global ke level tertinggi baru pada tahun 2023. Ketiga
negara ini sekarang menyumbang lebih dari 70% produksi batubara dunia.
Perdagangan batubara global diperkirakan akan menyusut karena permintaan menurun di
tahun-tahun mendatang. Namun, perdagangan akan mencapai titik tertinggi baru pada
tahun 2023, didorong oleh pertumbuhan yang kuat di Asia. Impor Tiongkok diperkirakan
akan mencapai 450 juta ton, yang berarti lebih dari 100 juta ton di atas rekor global
sebelumnya yang dicapai negara tersebut pada tahun 2013. Sementara ekspor Indonesia
pada tahun 2023 akan mendekati 500 juta ton yang juga merupakan rekor global.
Sumber: IEA
Halaman 15
Page 21
Harga batubara telah menghijau di masa lebaran 2024, di kala kapasitas pembangkit listrik
batubara dunia mencatatkan rekor [sumber:
https://market.bisnis.com/read/20240412/94/1757063/harga-batu-bara-memanas-saat-
lebaran-2024-kapasitas-pltu-global-catatkan-rekor, 12 April 2024].
Berdasarkan data Bloomberg, harga batubara berjangka kontrak Mei 2024 di ICE
Newcastle pada perdagangan Kamis (11/4) menguat 1,54% atau 2 poin ke level
USD 132/metrik ton. Kemudian, kontrak pengiriman untuk Juni 2024 juga mengalami
kenaikan sebesar 1,55% atau 2,05 poin ke level USD 134,05/metrik ton.
Kabar berakhirnya masa penggunaan batubara di tengah misi dunia dalam mengurangi
emisi global tampak tak begitu berdampak signifikan. Hal ini menimbang bahwa kapasitas
pembangkit listrik tenaga batubara global telah mencatatkan rekor tertinggi pada tahun
2023.
Berdasarkan laporan Global Energy Monitor, disebutkan bahwa kapasitas pembangkit
listrik batubara dunia meningkat 2% menjadi 2.130 gigawatt. Nyatanya, Tiongkok
menyumbang sekitar dua pertiga dari peningkatan tersebut, yang kemudian diikuti oleh
Indonesia dan India. Adapun, Tiongkok diketahui telah memulai pembangunan pembangkit
listrik tenaga batubara berkapasitas 70 Gigawatt pada tahun 2023. Kapasitas tersebut
hampir 20 kali lebih besar dibandingkan dengan gabungan seluruh negara lain di dunia.
Namun di lain sisi, mengutip Reuters, Tiongkok mengatakan bahwa mereka tidak
memperkirakan bahwa impor pada tahun 2024 tidak akan meningkat. Namun, bukti dari
kuartal pertama menunjukan bahwa permintaan Tiongkok masih besar. Berdasarkan data
Kpler, impor Tingkok untuk semua jenis batubara dari pasar lintas laut telah mencapai
97,43 juta metrik ton pada kuartal I/2024, meningkat 16,9% dari 83,36 juta ton pada
periode yang sama tahun 2023.
Beralih ke India, mengutip Energyworld, Global Energy Moneter melaporkan bahwa sektor
pembangkit listrik tenaga batubara India mengalami perubahan signifikan pada tahun 2023,
dengan penambahan kapasitas pembangkit listrik batubara sebesar 5,5 Gigawatt. Jumlah
ini sama dengan jumlah yang sudah diberhentikan oleh UE. Adapun, hal tersebut
mencatatkan penambahan kapasitas batubara sebesar dua kali lipat dari tahun 2022 dan
merupakan tingkat penghentian kapasitas pembangkit listrik tenaga batubara terendah di
India dalam delapan tahun terakhir.
Harga batubara Newcastle untuk November 2024 stagnan di USD 142,25/ton, sedangkan
Desember 2024 melemah USD 0,25 menjadi USD 143,75/ ton. Sementara itu, Januari
2025 turun USD 0,5 menjadi USD 144,9 per ton. Sementara itu, harga batubara Rotterdam
untuk November 2024 turun USD 0,05 menjadi USD 120,85. Sedangkan, Desember 2024
naik USD 0,2 menjadi USD 122,25. Sedangkan pada Januari 2025 menguat USD 0,15
menjadi USD 122,35. [sumber: https://investor.id/market/380024/harga-batu-bara-terpukul-
penurunan-signifikan-impor-batu-bara-india/all, 13 November 2024].
Dikutip dari Reuters, impor batubara termal India menurun tajam pada bulan Oktober 2024,
turun sekitar sepertiga dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data dari perusahaan
analitik Bigmint dan Kpler, penurunan ini disebabkan oleh melemahnya produksi listrik
berbasis batubara dan meningkatnya pasokan energi bersih. Pengiriman batubara ke India,
Halaman 16
Page 22
importir batubara terbesar kedua di dunia, turun 31,8% menjadi 13,56 juta metrik ton.
Angka ini menunjukkan laju kontraksi tercepat dalam 15 bulan terakhir dan merupakan
penurunan beruntun pertama sejak Juli 2023.
Para pedagang memperkirakan pembelian batubara India akan meningkat dalam beberapa
minggu mendatang, namun lonjakan tersebut diperkirakan tidak akan cukup untuk
mendorong total impor tahunan melebihi level 2023. Pengiriman batubara diproyeksikan
menurun pada dua bulan terakhir 2024 akibat tingginya stok di pelabuhan.
Pengiriman batubara India, yang umumnya digunakan untuk pembangkit listrik, mengikuti
tren pertumbuhan impor batubara oleh Tiongkok, importir terbesar dunia, selama setahun
terakhir, yang turut mendongkrak harga internasional. Namun, penurunan impor India pada
Oktober menandai perbedaan signifikan pertama antara impor India dan Tiongkok sejak
pertengahan 2023.
Di sisi lain, impor batubara termal dan metalurgi Tiongkok justru meningkat 29% pada
Oktober 2024, sebagian besar didorong oleh kenaikan impor batubara termal. Tren ini
menempatkan impor batubara Tiongkok pada jalur untuk mencetak rekor tertinggi lagi pada
tahun 2024.
Dalam beberapa bulan terakhir, pembeli batubara India yang sensitif terhadap harga lebih
memilih batubara domestik yang lebih murah. Namun, analis mencatat bahwa di Tiongkok,
batubara impor memiliki keunggulan harga dibandingkan batubara lokal. Selain itu,
penurunan produksi listrik tenaga air di Tiongkok pada bulan September meningkatkan
ketergantungan pada batubara, sedangkan di India, produksi listrik tenaga air dan surya
yang lebih tinggi mengurangi ketergantungan pada batubara.
Berikut adalah data harga batubara Australia (dalam USD/mt):
Harga Harga Harga Harga
Periode Perubahan Periode Perubahan Periode Perubahan Periode Perubahan
(USD) (USD) (USD) (USD)
Jan-24 187,84 32,45% Jan-23 317,99 -16,15% Jan-22 196,95 16,09% Jan-21 86,83 4,58%
Feb-24 190,25 1,28% Feb-23 207,48 -34,75% Feb-22 219,78 11,59% Feb-21 86,74 -0,10%
Mar-24 200,57 5,42% Mar-23 187,23 -9,76% Mar-22 314,04 42,89% Mar-21 94,92 9,43%
Apr-24 207,3 3,36% Apr-23 194,28 3,77% Apr-22 310,85 -1,02% Apr-21 92,22 -2,84%
May-23 160,48 -17,40% May-22 371,86 19,63% May-21 107,04 16,07%
Jun-23 139,42 -13,12% Jun-22 374,08 0,60% Jun-21 129,97 21,42%
Jul-23 140,63 0,87% Jul-22 402,20 7,52% Jul-21 151,97 16,93%
Aug-23 152,61 8,52% Aug-22 406,97 1,19% Aug-21 169,58 11,59%
Sep-23 162,47 6,46% Sep-22 430,81 5,86% Sep-21 185,69 9,50%
Oct-23 142,12 -12,53% Oct-22 389,79 -9,52% Oct-21 224,51 20,91%
Nov-23 126,82 -10,77% Nov-22 342,16 -12,22% Nov-21 157,48 -29,86%
Dec-23 141,82 11,83% Dec-22 379,23 10,83% Dec-21 169,65 7,73%
Sumber: Indexmundi
Industri Pertambangan di Indonesia
Sektor industri pertambangan masih merupakan andalan pemerintah dengan beberapa
komoditas unggulan seperti batubara, nikel, emas, tembaga, perak, timah dan biji besi
serta bauksit.
Sektor pertambangan tetap menjanjikan apabila aturan yang ada dapat mengambil
manfaat dari program pemerintah membangun infrastruktur dan pengembangan industri
Halaman 17
Page 23
dalam negeri. Karena itu, diharapkan pemerintah membuat kebijakan yang pro eksplorasi
dan membuat insentif pengusaha nasional untuk dapat membangun pengolahan dan
pemurnian berkaitan dengan program pemerintah dalam pengembangan industri dan
infrastruktur.
Bangkitnya sektor pertambangan tidak terlepas dari tingginya permintaan batubara sebagai
sumber energi premier pembangkit tenaga listrik. Maraknya pembangunan dan perubahan
pola hidup di masyarakat mendorong kenaikan konsumsi listrik di dalam negeri.
Sektor pertambangan berkontribusi besar pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia
setara Rp 2.300 triliun atau 8,57% dari keseluruhan. Di tengah upaya hilirisasi, komoditas
hasil pertambangan menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini [sumber:
https://www.cnbcindonesia.com/news/20240201163102-4-510923/kupas-tuntas-masa-
depan-industri-pertambangan-di-2024, 1 Februari 2024].
Dengan begitu, sumber daya alam dalam negeri bisa berperan maksimal sebagai negara
maju dari posisi negara berkembang. Hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan nilai
tambah komoditas, memperkuat struktur industri serta meningkatkan peluang usaha dalam
negeri dengan tersedianya lapangan pekerjaan baru.
Di sisi lain, Indonesia masih memiliki tugas untuk mengukur ketahanan energi, di tengah
ancaman krisis energi akibat konflik geopolitik. Pemerintah juga disebut tengah berupaya
menjaga ketahanan energi, yang meliputi energi security, equity dan transisi energi bersih.
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) mengungkapkan sepanjang
tahun 2023 mencatatkan beberapa torehan positif untuk terus mendorong untuk tetap
terjaga iklim investasi minerba dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi
[sumber: https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/capaian-kinerja-tahun-2023-
dan-program-kerja-tahun-2024-subsektor-minerba-, 16 Januari 2024].
Realisasi produksi dan pemanfaatan mineral tahun 2023 sebagai berikut, komoditas emas
sebesar 83 ton dari target tahun 2023 sebesar 106 ton, perak sebesar 348,6 ton dari target
tahun 2023 sebesar 489 ton, timah sebesar 67,6 ribu ton dari target tahun 2023 sebesar 70
ribu ton, ferronikel sebesar 535,2 ribu ton dari target tahun 2023 sebesar 628,9 ribu ton dan
nikel matte sebesar 71,4 ribu ton dari target tahun 2023 sebesar 75 ribu ton.
Beberapa komoditas seperti katoda tembaga, Nickel Pig Iron (NPI), Chemical Grade
Alumina (CGA) dan Smelter Grade Alumina (SGA) diproduksi oleh pemegang Izin Usaha
Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) khusus untuk pengolahan dan pemurnian
(smelter standalone). Sesuai Undang-Undang (UU) No. 3 Tahun 2020, IUP OP khusus
untuk pengolahan dan pemurnian disesuaikan menjadi perizinan usaha industri dan
menjadi kewenangan kementerian di bidang Perindustrian.
Selanjutnya, realisasi produksi batubara dalam negeri tahun 2023 sebesar 775,2 juta ton
dengan capaian realisasi pemanfaatan batubara domestik sebesar 213 juta ton atau 120%
dari target 177 juta ton.
Halaman 18
Page 24
Untuk perkembangan pembangunan fasilitas pemurnian mineral sampai dengan akhir
tahun 2023 telah tercapai sebanyak 5 unit dari target yang ditetapkan sebanyak 7 unit
smelter terintegrasi.
Ditjen Minerba terus mengawasi pelaksanaan reklamasi lahan bekas tambang. UU Minerba
memberikan sanksi tegas, termasuk sanksi pidana bagi pelaku usaha yang tidak
melaksanakan reklamasi. Reklamasi lahan bekas tambang pada tahun 2023 telah
terealisasi seluas 7.920,77 hektar atau 111,95% dari target 7.075 hektar (data per
31 Desember 2023).
Sementara itu, untuk capaian realisasi regulasi dan kebijakan tahun 2023 antara lain, satu
Peraturan Pemerintah (PP) No. 25 Tahun 2023 tentang Wilayah Pertambangan dan satu
Peraturan Presiden (Perpres) No. 80 Tahun 2023 tentang Peran Aktif Indonesia di
Kawasan Dasar Laut Internasional.
Ada 3 peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan 7 Keputusan
Menteri (Kepmen) ESDM dihasilkan pada tahun 2023 antara lain, Kepmen ESDM No. 23
Tahun 2023 tentang Formula Perhitungan Harga Kompensasi Data Informasi Wilayah Izin
Usaha Pertambangan (WIUP) dan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK),
Kepmen ESDM No. 89 Tahun 2023 tentang Pedoman Pengenaan Denda Administratif
Keterlambatan Pembangunan Fasilitas Pemurnian Mineral Logam di Dalam Negeri dan
Kepmen ESDM No. 227 Tahun 2023 tentang Pedoman Penetapan Harga Batubara.
Program strategis Ditjen Minerba tahun 2024 adalah sebagai berikut:
1. Evaluasi kewilayahan subsektor minerba dengan target 15 draft Kepmen penyiapan
WIUP/WIUPK mineral logam dan batubara dan 5 draft Kepmen penyiapan Wilayah
Pertambangan Rakyat (WPR) dan Wilayah Pencadangan Negara (WPN);
2. Penyusunan rencana produksi dan kebutuhan dalam negeri minerba dengan target
dokumen rencana produksi minerba dan Domestic Market Obligation (DMO) batubara;
3. Percepatan peningkatan nilai tambah batubara dengan rencana kegiatan
pengembangan dan pemanfaatan batubara;
4. Optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) subsektor minerba dengan
target PNBP Rp 113,5 Triliun;
5. Koordinasi dan kerja sama subsektor minerba sebagai tuan rumah penyelenggaraan
ASEAN Senior Officials Meeting on Minerals (ASOMM) tahun 2024;
6. Pemantauan pembangunan fasilitas pengolahan pemurnian mineral dalam negeri
dimana dilakukan pengawasan progress pembangunan 16 smelter, 7 pembinaan dan
pengawasan aspek teknik dan lingkungan pada kegiatan pertambangan minerba yang
dilakukan kepada 4.169 badan usaha;
7. Pengawasan dan penilaian reklamasi dan pasca tambang berbasis teknologi
penginderaan jauh terhadap bukaan lahan pertambangan dengan target luasan 7.100
hektar;
8. Penyusunan program subsektor minerba dengan target kebijakan minerba dan evaluasi
isu strategis minerba;
9. Layanan jasa minerba berupa 34 kegiatan layanan kepada badan usaha dan 20
kegiatan verifikasi badan usaha.
Halaman 19
Page 25
Meskipun harga komoditas energi lebih fluktuatif dibanding tahun 2023, PNBP sektor
ESDM tahun 2024 dapat mencapai target yang ditetapkan sebesar Rp 227,3 triliun dengan
tetap terus berupaya meningkatkan produksi dan penjualan komoditas energi serta
meningkatkan efisiensi pengelolaan PNBP sektor ESDM [sumber:
https://www.esdm.go.id/en/media-center/news-archives/tembus-rp3003-triliun-pnbp-sektor-
esdm-di-2023-lampaui-target, 15 Januari 2024].
Sebagai informasi, PNBP dari sektor energi, termasuk dari sektor migas dan
pertambangan, mampu memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan negara.
Pendapatan ini dapat digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan
nasional, termasuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan sektor-sektor kunci lainnya.
Selain itu, melalui PNBP, pemerintah dapat mendukung upaya mencapai kemandirian
energi. Pendapatan dari sektor energi dapat digunakan untuk investasi dalam
pengembangan sumber daya energi dan diversifikasi energi, sehingga mendukung
kemandirian energi nasional.
Realisasi PNBP sektor ESDM tahun 2023 mencapai Rp 300,3 triliun atau 116% dari target
yang ditetapkan sebesar Rp 259,2 triliun. Dengan rincian sebagai berikut, PNBP migas
mencapai Rp 117,0 triliun, PNBP minerba mencapai Rp 173,0 triliun, PNBP Energi Baru,
Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) sebesar
Rp 3,0 triliun dan PNBP lainnya sebesar 7,3 triliun [sumber: Laporan Kinerja Tahun 2023,
Kementerian ESDM].
PNBP yang berasal dari pertambangan batubara (royalti dan PHT) masih merupakan
penyumbang PNBP terbesar dari subsektor minerba dengan proporsi antara 75%-85% dari
total PNBP minerba selama 4 tahun terakhir. Fluktuasi harga batubara dan dinamika
proses bisnis yang terjadi dalam penambangan dan penjualan batubara sangat
berpengaruh pada total PNBP yang diterima negara.
Realisasi PNBP sektor minerba pada tahun 2021, 2020, 2019, 2018, 2017 dan 2016
masing-masing sebesar Rp 75,16 triliun, Rp 34,65 triliun, Rp 44,92 triliun, Rp 49,63 triliun,
Rp 40,62 triliun dan Rp 27,15 triliun.
Realisasi PNBP minerba tahun 2023 sebesar Rp 172,96 triliun atau 118% dari target
Perpres No.75/2023 sebesar Rp 146,07 triliun. Rinciannya PNBP minerba 2023 terdiri dari
Rp 0,82 triliun dari iuran tetap, Rp 124,21 triliun dari pendapatan royalti, Rp 43 triliun dari
penjualan hasil tambang, Rp 4,10 triliun dari bagian pemerintah keuntungan bersih IUPK
dan Rp 0,83 triliun dari lain-lain.
Berikut merupakan penerimaan PNBP minerba pada tahun 2016-2023 (dalam Rp triliun):
Halaman 20
Page 26
Target Realisasi
183,4
173
146,07
101,84
75,16
49,63
44,92
43,27
40,62
39,11
34,65
32,72
32,10
31,41
30,11
27,15
2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Sumber: Laporan Kinerja Tahun 2023, Kementerian ESDM
Berikut merupakan rincian target dan realisasi PNBP minerba tahun 2023 (Rp triliun):
Keterangan Target Realisasi
Pedapatan iuran tetap 0,68 0,82
Pendapatan royalti 106,32 124,21
Penjualan hasil tambang 36,10 43,00
Bagian pemerintah keuntungan bersih IUPK 2,97 4,10
Lain-lain - 0,83
Total 146,07 172,96
Sumber: Laporan Kinerja Tahun 2023, Kementerian ESDM
Realisasi investasi minerba tahun 2023 sebesar USD 7,5 miliar atau sebesar 97,33% dari
target yang telah ditetapkan sebesar USD 7,7 miliar. Salah satu hal yang mendorong
peningkatan realisasi investasi tersebut adalah karena semakin menurunnya dampak
pandemi Covid-19 sehingga berdampak pada peningkatan aktivitas belanja modal dan
mobilitas tenaga kerja.
Berikut merupakan perkembangan investasi subsektor minerba (miliar USD):
Target Realisasi
7,70
7,46
6,52
6,18
5,69
5,01
4,74
4,52
4,30
4,23
2019 2020 2021 2022 2023
Sumber: Laporan Kinerja Tahun 2023, Kementerian ESDM
Minerba cenderung ditonjolkan sebagai sumber penerimaan negara melalui PNBP dari
subsektor minerba. Hal ini tidak bisa dipungkiri mengingat dari tahun ke tahun kontribusi
penerimaan negara dari minerba terus meningkat secara signifikan dalam total penerimaan
negara sektor ESDM pada APBN. Tidak jarang ketika belanja negara membengkak maka
Halaman 21
Page 27
sektor minerba menjadi salah satu penyeimbang dengan melakukan peningkatan produksi
dan ekspor, sehingga penerimaan negara dari minerba meningkat.
Berikut merupakan jumlah perizinan berdasarkan jenis komoditas tahun 2019-2023:
IUP Mineral Logam IUP Batubara IUP Mineral Non Logam & Batuan
2.847
2.763
2.394
2.311
1.447
1.386
1.365
1.172
1.162
1.162
910
902
849
754
542
2019 2020 2021 2022 2023
Sumber: Minerba One Data Indonesia (MODI)
Berdasarkan data dari MODI per 12 November 2024, realisasi PNBP sektor minerba telah
mencapai Rp 121,74 triliun atau 107,22% dari target yang sebesar Rp 113,54 triliun.
Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa komoditas batubara masih menjadi penopang
utama PNBP dari sub sektor batubara [sumber:
https://insight.kontan.co.id/news/penerimaan-pnbp-minerba-lampaui-target-batubara-
menjadi-tumpuan, 14 November 2024].
Capaian PNBP tahun 2024 didorong oleh upaya yang dilakukan pemerintah melalui
penguatan pengawasan PNBP minerba dan juga sinergi proses bisnis antar kementerian.
Saat ini pemerintah mewajibkan seluruh perusahaan untuk menggunakan aplikasi MOMS
dan ePNBP sehingga mendorong wajib bayar lebih tertib dan mudah dalam melakukan
pembayaran PNBP.
Kendati PNBP minerba periode Januari-November 2024 minerba telah melampaui target
pada tahun 2024, namun realisasinya masih lebih rendah jika dibandingkan capaian pada
tahun 2023. Realisasi Januari - Desember 2023 mencapai Rp 172 triliun atau sebesar
118,41% dari target yang telah ditetapkan 2023 sebesar 146,07 triliun. Tersisa waktu
kurang lebih dua bulan saja dari realisasi PNBP saat ini sebesar Rp 121,74 triliun.
Pada tahun 2025, terdapat tantangan seperti adanya prediksi bahwa permintaan batubara
secara global akan mulai menurun, khususnya dari negara-negara maju yang beralih ke
energi terbarukan dan berbagai tantangan lainya. Di sisi lain, masih ada permintaan
batubara di beberapa negara di Asia Tenggara yang membuka peluang bagi Indonesia.
Adapun, Indonesia Mining Association (IMA) mengungkapkan bahwa target PNBP minerba
yang ditetapkan oleh pemerintah sepertinya konservatif, sementara harga komoditas
secara umum masih relatif di level positif meskipun lebih rendah dari tahun lalu dan
produksi relatif cukup bagus meski persetujuan RKAB terhadap beberapa perusahaan di
awal tahun ada kendala.
Halaman 22
Page 28
Berikut merupakan jumlah perizinan berdasarkan tahap kegiatan 2019-2023:
1.415 1.358 1.343
1.163 1.156 1.157
897 841902
749
32 9 28 6 22 5 5 5 8 8
2019 2020 2021 2022 2023
Eksplorasi Mineral Eksplorasi Batubara
Operasi Produksi Mineral Operasi Produksi Batubara
Sumber: Minerba One Data Indonesia (MODI)
Industri Pertambangan Batubara di Indonesia
Batubara diperkirakan tetap akan menjadi sumber energi utama nasional hingga 10-20
tahun ke depan, karena memiliki keunggulan harga yang relatif lebih murah dibandingkan
dengan sumber energi lain. Meski begitu, pengembangan Energi Baru dan Terbarukan
(EBT) tetap memainkan peran penting dalam pemanfaatan batubara. Apalagi, pemerintah
juga terus memacu upaya pencapaian target net zero emission pada tahun 2060 [Bisnis
Indonesia, 20 Maret 2024].
Produksi batubara juga tetap akan terbilang tinggi pada tahun 2060, saat net zero emission
mencapai tenggat waktunya, yakni sebanyak 327 juta ton. lndonesia Mining Association
(IMA) mengungkapkan bahwa cadangan batubara nasional saat ini mencapai 35 miliar ton
dengan sumber daya sebesar 134 miliar ton. Jumlah itu diperkirakan bisa digunakan ke
depan hingga 500 tahun ke depan jika dilakukan dengan cara yang benar. Walaupun
sebagian di antaranya diperuntukkan bagi ekspor, batubara nasional bisa dimanfaatkan
hingga 200 tahun mendatang.
Kebutuhan batubara sebagai sumber energi masih dominan baik itu di Indonesia maupun
dunia. Setelah mengalami kenaikan produksi di tahun 2023, pemerintah memasang target
produksi batubara menjadi lebih tinggi di tahun 2024 [sumber:
https://industri.kontan.co.id/news/kebutuhan-batubara-diramal-masih-naik-di-2024,
1 Januari 2024].
Menurut Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batubara (ASPEBINDO), di tahun 2024
permintaan batubara dari luar negeri cenderung menurun karena musim dingin tidak terlalu
dingin. Namun dari sisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) memang naik karena
pemakaian domestik cenderung ada kenaikan. Konsumsi batubara sangat dinamis karena
menyangkut berbagai situasi geopolitik. Tetapi ekonomi diperkirakan akan membaik di
tahun 2024 sehingga konsumsi dan harga batubara akan sedikit tumbuh.
Halaman 23
Page 29
Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mengungkapkan proyeksi industri
batubara di tahun 2024 dari sisi permintaan ekspor masih cukup bagus. Permintaan untuk
konsumsi domestik juga menguat. Proyeksi harga batubara di 2024 kurang lebih seperti di
level harga September-November 2023 yaitu pada rerata HBA di USD 131/metrik ton.
Oleh karena itu, prospek bisnis batubara di tahun 2024 akan sangat tergantung pada harga
komoditas dan biaya operasional tambang. Saat harga terus melandai, biaya produksi
tambang batubara terus meningkat. Setiap tahunnya tambang akan semakin dalam
sehingga stripping ratio makin besar dan konsekuensinya biaya penambangan meningkat.
Selain itu, harga bahan bakar juga makin mahal. Tidak hanya itu, biaya pertambangan juga
terdampak dari regulasi seperti penerapan kewajiban Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan nanti
penerapan skema Mitra Instansi Pengelola (MIP).
Kementerian ESDM mencatat bahwa realisasi sepanjang tahun 2023, untuk produksi
batubara mencapai 775 juta ton, DMO sebesar 213 juta ton dan ekspor sebesar 518 juta
ton. Semula, target 2023 adalah produksi sebesar 695 juta ton, DMO sebesar 177 juta ton
dan ekspor sebesar 518 juta ton. Realisasi produksi dan DMO masing-masing mencapai
112% dan 120% dari target yang ditetapkan [sumber: https://www.esdm.go.id/id/media-
center/arsip-berita/produksi-batubara-domestik-tembus-target-ketahanan-energi-nasional-
terjaga, 17 Januari 2024].
Peningkatan produksi batubara dalam negeri tentunya dapat mendukung ketahanan energi
nasional. Hal ini karena batubara merupakan salah satu sumber energi utama di Indonesia.
Selain itu, peningkatan produksi batubara dalam negeri juga dapat mendukung
pertumbuhan ekonomi. Hal ini karena batubara merupakan salah satu komoditas ekspor
utama di Indonesia. Peningkatan produksi batubara dalam negeri tentunya dapat
meningkatkan ekspor batubara dan meningkatkan devisa negara.
Peningkatan produksi dan pemanfaatan batubara dalam negeri tahun 2023 merupakan
kabar baik bagi pembangunan nasional. Dengan peningkatan produksi batubara dalam
negeri, pemerintah dapat lebih leluasa dalam memenuhi kebutuhan batubara dalam negeri,
seperti untuk pembangkit listrik, industri dan rumah tangga. Selain itu, peningkatan
produksi batubara dalam negeri juga dapat menjaga stabilitas harga batubara dan
meningkatkan daya saing industri nasional.
Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyetujui RKAB tahun 2024 -
2026 sebanyak 587 permohonan dari 883 permohonan RKAB komoditas batubara. Total
tonase dari RKAB yang disetujui untuk tahun 2024, 2025 dan 2026, masing-masing
mencapai 922,14 juta ton, 917,16 juta ton dan 902,97 juta ton [sumber:
https://www.cnbcindonesia.com/news/20240319120736-4-523225/tok-ri-setujui-rencana-
produksi-batu-bara-di-2024-nyaris-1-miliar-ton, 19 Maret 2024].
HBA kini dihitung berdasarkan rata-rata realisasi harga jual batubara satu bulan
sebelumnya (proporsi 70%) serta realisasi harga dua bulan sebelumnya (proporsi 30%).
Sebelumnya HBA ditetapkan berdasarkan rata-rata indeks pasar internasional. Ada empat
indeks yang dipakai yakni Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX),
Globalcoal Newcastle Index (GCNC) dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya, dengan
kualitas yang disetarakan pada nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 8%, total
sulphur 0,8% dan ash 15%.
Halaman 24
Page 30
Terdapat dua faktor turunan yang memengaruhi pergerakan HBA yaitu, suplai dan
permintaan. Pada faktor turunan suplai dipengaruhi oleh cuaca, teknis tambang, kebijakan
negara pemasok, hingga teknis dirantai pasok seperti kereta, tongkang, maupun loading
terminal. Sementara untuk faktor turunan permintaan dipengaruhi oleh kebutuhan listrik
yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor dan kompetisi dengan
komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir dan hidro.
Sejak Maret 2023 Kementerian ESDM telah mengimplementasikan formula baru dalam
penetapan HBA di Indonesia. Perubahan tersebut tertuang dalam Kepmen ESDM No.
41.K/MB.01/MEM.B/2023 295 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan Untuk
Penjualan Komoditas Batubara. Per September 2023 HBA juga telah dibedakan menjadi 4
kategori berdasarkan kualitas batubara, yakni HBA kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg
GAR, total moisture 12,26%, total sulphur 0,66% dan ash 7,94%; HBA I: kesetaraan nilai
kalor 5.300 kcal/kg GAR, total moisture 21,32%, total sulphur 0,75% dan ash 6,04%; HBA
II: kesetaraan nilai kalor 4.100 kcal/kg GAR, total moisture 35,73%, total sulphur 0,23% dan
ash 3,90%; HBA III: kesetaraan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR, total moisture 44,30%, total
sulphur 0,24%, dan ash 3,88% [sumber: Laporan Kinerja Tahun 2023, Kementerian
ESDM].
Prospek perdagangan batubara Indonesia akan lebih menantang di tengah rencana
penurunan permintaan dari Tiongkok pada tahun 2025. Meski sejumlah negara Asia
Tenggara diproyeksi akan meningkatkan permintaan, kinerja komoditas ini turut ditentukan
oleh situasi geopolitik global [sumber: https://bisnisindonesia.id/article/prospek-menantang-
perdagangan-batu-bara-indonesia-2025, 13 November 2024].
Batubara masih menjadi salah satu produk unggulan ekspor Indonesia meski dihadapkan
dengan upaya dunia beralih pada penggunaan energi bersih. Komoditas ini juga masih
menjadi penopang pembangkit listrik di Indonesia.
APBI mengungkapkan bahwa kinerja perdagangan batubara tahun 2025 akan dipengaruhi
oleh situasi geopolitik, cuaca dan kebijakan pemerintah yang akan berdampak pada biaya
produksi. Proyeksi kinerja sektor batubara tahun 2025 diperkirakan tidak akan jauh
berbeda dengan tahun 2024.
Lebih lanjut, permintaan batubara Indonesia diperkirakan masih tetap didominasi oleh
Tiongkok meski negara itu telah menyatakan rencana untuk menekan impor energi fosil
tersebut. Kondisi ini diharapkan dapat diimbangi dengan perkiraan peningkatan permintaan
dari sejumlah negara Asia Tenggara.
Pengapalan ke India diproyeksi juga tidak akan banyak berubah kendati industri batubara
tengah berupaya mendorong produksi di dalam negeri. Di tengah situasi geopolitik,
asosiasi meyakini produk unggulan ekspor ini akan terus menopang kinerja perdagangan
Indonesia pada tahun 2025.
Tiongkok terus menjadi negara tujuan batubara Indonesia dengan nilai perdagangan
hingga USD 11,32 miliar sepanjang Januari – September 2024. Kemudian disusul India
USD 5,54 miliar, Jepang USD 4,41 miliar, Malaysia USD 3,29 miliar serta Singapura
USD 3,36 miliar. Secara total, ekspor batubara Indonesia hingga September 2024
mencapai USD 40,73 miliar.
Halaman 25
Page 31
Meski produk batubara terus dihadapkan dengan upaya dunia dalam memacu
pemanfaatan energi bersih, pemerintah memastikan bahwa penghiliran komoditas ini
menjadi dimethyl ether (DME) atau gasifikasi batubara terus berlanjut di era Presiden
Prabowo Subianto. Meski produk akhir penghiliran batubara tidak wajib berupa DME,
namun DME sendiri selama ini ditargetkan bisa menjadi pengganti liquefied petroleum gas
(LPG).
Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi, ekspor dan DMO batubara nasional tahun
2024 masing-masing sebesar 710 juta ton, 490 juta ton dan 181,30 juta ton. Produksi
batubara nasional pada November 2024 tercatat sudah melampaui target tahun 2024,
dimana tercatat produksi batubara nasional per 15 November 2024 mencapai 711,37 ton
atau sudah melampaui produksi tahun 2023 dan target 2024 [sumber:
https://www.cnbcindonesia.com/research/20241125141010-128-590899/produksi-batu-
bara-ri-terbang-emiten-ini-bakal-dapat-berkah, 25 November 2024].
Dari jumlah produksi batubara tersebut, sebanyak 50,6% atau 359 juta ton dijual ke pasar
ekspor atau setara 69,3% dari realisasi ekspor pada tahun 2023. Berkat kenaikan produksi
sampai periode tersebut, untuk setahun ini produksi batubara diproyeksi bisa mencapai
800 juta ton.
Berikut merupakan HBA per Januari - November 2024 (USD/ton):
130,44 131,17
125,85 124,95 123,00 125,15
121,13
114,06 115,29 114,43
109,77
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov
Sumber: Ditjen Minerba dan Kementerian ESDM
Berikut merupakan HBA sepanjang tahun 2023 (USD/ton):
305,21
277,05 283,08 265,26
206,16 191,26 191,60
179,90
133,13 123,96 139,80 117,38
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
Sumber: Ditjen Minerba dan Kementerian ESDM
Berikut merupakan data produksi, domestik dan eskpor batubara tahun 2019 - 2023 (juta
ton):
Halaman 26
Page 32
Produksi DMO Ekspor
900
800
700
600
500
400
300
200
100
0
2019 2020 2021 2022 2023
Produksi 616 564 614 687 775
DMO 138 132 133 216 213
Ekspor 455 405 435 465 518
Sumber: Laporan Kinerja Tahun 2023, Kementerian ESDM
Berikut merupakan jumlah perizinan berdasarkan jenis perizinan tahun 2017-2024:
Keterangan 2019 2020 2021 2022 2023 2024
KK 31 31 31 31 31 31
PKP2B 67 66 66 60 59 59
IUP 3.161 5.395 5.290 4.050 4.070 4.135
IPR 16 14 99 82 82 67
IUPK 2 3 4 9 9 9
IUPOPK Pengangkutan 718 1.101 1.590 1.590 - -
IUPOPK Pemurnian 51 87 85 85 - -
IUJP 619 693 1.316 1.790 - -
Sumber: Minerba One Data Indonesia (MODI)
Batubara Antrasit
Permintaan batubara antrasit yang memiliki tingkat pengotor terendah dan nilai kalori
tertinggi, meningkat secara global, sehingga meningkatkan biaya penambangan batubara
antrasit. Antrasit merupakan bahan bakar yang lebih efektif karena residu yang dihasilkan
setelah pembakarannya mengandung lebih sedikit polutan dan menghasilkan sedikit asap
jika dibandingkan dengan jenis batubara lainnya. Industri pertambangan batubara antrasit
di seluruh dunia terus berubah dan berkembang karena adanya aliansi baru, pembelian
atau masuknya pemain baru. Produsen dan pemasok tradisional mengalihkan pasokan ke
pengguna domestik dan berkonsentrasi pada impor, yang menunjukkan perubahan
mendasar dalam pasar pertambangan batubara antrasit untuk sumber daya mineral. Di
negara-negara seperti Tiongkok dan India, antrasit adalah produk ULV (ultralow volatile)
dan PCI (pulverized coal injection) pilihan yang dimasukkan langsung ke dalam tungku
tinggi [sumber: https://www.skyquestt.com/report/anthracite-coal-mining-market/market-
size, Februari 2024].
Berdasarkan laporan Skyquestt, pasar penambangan batubara antrasit bernilai USD 60
miliar pada tahun 2019 dan diperkirakan akan mencapai USD 81,65 miliar pada tahun
2031, dengan CAGR sebesar 4,5% selama periode proyeksi (2024-2031).
Halaman 27
Page 33
Pada tahun 2019, AS memproduksi 706.310 ribu short ton batubara, dimana 2.611 ribu
short ton di antaranya adalah antrasit. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi
batubara adalah biaya, kenyamanan dan ketersediaan batubara dibandingkan bahan bakar
pesaing. Negara-negara seperti Tiongkok, AS, Rusia, Australia, Vietnam, Korea Utara dan
Ukraina telah mendistribusikan produksi antrasit secara merata.
Jenis utama penambangan antrasit adalah antrasit mutu standar, antrasit mutu tinggi dan
antrasit mutu ultra tinggi. Pasar antrasit dikelompokkan berdasarkan jenis yaitu antrasit
tingkat standar, antrasit tingkat tinggi dan antrasit tingkat sangat tinggi serta berdasarkan
jenis penambangan yaitu penambangan bawah tanah dan penambangan permukaan
[sumber: https://www.thebusinessresearchcompany.com/report/anthracite-global-market-
report, Januari 2024].
Batubara antrasit sering kali mengalami panas dan tekanan yang sangat besar, sehingga
menjadikannya salah satu batubara yang paling keras dan terkompresi di dunia, batubara
keras memiliki potensi produksi energi panas tertinggi dibandingkan batubara baru secara
geologis yang relatif lunak. Batubara antrasit dianggap sebagai bentuk batubara tertua dan
terbersih di antara jenis batubara lainnya, dengan volatilitas yang lebih rendah dan
kandungan abu yang rendah. Batubara antrasit menyumbang sekitar 1% dari total
cadangan batubara, menjadikan produk ini sangat langka dan unik dibandingkan jenis
batubara lainnya [sumber: https://www.marketdataforecast.com/market-reports/mined-
anthracite-coal-market, Januari 2024].
Batubara antrasit memiliki energi dan kandungan karbon yang besar serta pengotor yang
relatif lebih sedikit dibandingkan jenis batubara lainnya. Antrasit adalah bentuk batubara
terbersih dengan sedikit bahan mudah menguap dan abu. Batubara antrasit ketika dibakar
menghasilkan nyala api biru yang panas dan digunakan untuk berbagai aplikasi termasuk
bahan bakar rumah tangga, pembangkit listrik, tungku dan arang briket.
Beberapa faktor utama yang mendorong perluasan pasar adalah meningkatnya
pelaksanaan Internet of Things (IoT) di pertambangan batubara antrasit dan meningkatnya
permintaan batubara antrasit di sektor konstruksi, infrastruktur dan manufaktur. Namun,
kebijakan dan peraturan yang ketat, kekhawatiran terhadap menipisnya cadangan alam
dan meningkatnya popularitas energi terbarukan dan ramah lingkungan menjadi faktor
yang menghambat perluasan pasar batubara antrasit global.
Berdasarkan laporan Market Data Forcast, Pasar batubara antrasit tambang global bernilai
USD 67,54 miliar pada tahun 2023 dan diperkirakan akan mencapai USD 107,53 miliar
pada tahun 2029, dengan CAGR sebesar 9,75% selama periode proyeksi (2024-2029).
Pasar batubara antrasit yang ditambang secara global diperkirakan akan mengalami
ekspansi besar selama periode evaluasi, berkat peningkatan penggunaannya dalam
industri, infrastruktur dan konstruksi. Selain itu, tingginya permintaan batubara antrasit dari
produsen baja kemungkinan akan memberikan banyak peluang ekspansi bagi pasar
batubara antrasit di seluruh dunia pada tahun-tahun mendatang. Produsen baja lebih
cenderung menggunakan batubara antrasit dibandingkan jenis batubara lainnya karena
kandungan karbonnya yang tinggi dan efektivitas biaya. Penggunaan karbon antrasit
menghasilkan biaya produksi yang lebih rendah bagi pembuat baja.
Halaman 28
Page 34
Berdasarkan laporan Research and Markets, ukuran pasar antrasit telah tumbuh sedikit
dalam beberapa tahun terakhir. Nilai tersebut akan tumbuh dari USD 120,7 miliar pada
tahun 2023 menjadi USD 123,06 miliar pada tahun 2024, dengan CAGR sebesar 2,0%.
[sumber: https://www.researchandmarkets.com/report/anthracite, Februari 2024].
Ukuran pasar antrasit diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang stabil dalam
beberapa tahun ke depan, dimana pertumbuhannya akan mencapai USD 133,28 miliar
pada tahun 2028. Pertumbuhan yang diantisipasi dalam periode proyeksi dapat disebabkan
oleh faktor-faktor seperti penerapan peraturan lingkungan hidup, meningkatnya permintaan
di pasar negara berkembang, tantangan yang terkait dengan integrasi energi terbarukan,
tren yang berkembang dalam pemanas perumahan, dan pembangunan infrastruktur yang
sedang berlangsung. Tren signifikan yang diperkirakan terjadi pada periode perkiraan ini
mencakup substitusi kokas dalam pembuatan baja, kemajuan teknologi di bidang
pertambangan, perluasan pasar di kawasan Asia Pasifik, kemitraan strategis, investasi dan
fokus pada penangkapan dan pemanfaatan karbon.
Pasar penambangan antrasit mengalami pertumbuhan karena meningkatnya proyek bahan
bakar dan pembangkit listrik dalam negeri di negara-negara berkembang pesat seperti
Tiongkok dan India, yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi dan perluasan
infrastruktur.
Pertumbuhan pasar antrasit yang diantisipasi juga didorong oleh meningkatnya permintaan
akan energi ramah lingkungan. Energi bersih, yang memiliki dampak minimal terhadap
lingkungan, mencakup sumber-sumber seperti energi surya, pasang surut dan panas bumi.
Antrasit, dikenal sebagai batubara berkualitas tinggi dengan pembakaran bersih,
serbaguna dalam pembangkit listrik ramah lingkungan karena tingkat sulfurnya yang
rendah dan kandungan karbon yang signifikan. Misalnya, pada bulan Maret 2023, Energy
Information Administration (EIA) melaporkan peningkatan persentase gabungan total
energi yang berasal dari tenaga angin dan matahari, meningkat dari 12% pada tahun 2021
menjadi 14% pada tahun 2022, yang menggarisbawahi permintaan energi ramah
lingkungan dan dampak positifnya terhadap lingkungan pasar antrasit.
Asia-Pasifik merupakan wilayah terbesar di pasar pertambangan antrasit pada tahun 2023.
Wilayah yang tercakup dalam laporan pasar antrasit adalah Asia Pasifik, Eropa Barat,
Eropa Timur, Amerika Utara, Amerika Selatan, Timur Tengah dan Afrika.
Antrasit Ultra-High Grade (UHG) yang digunakan dalam Electric Arc Furnance (EAF)
sangat penting untuk produksi baja rendah karbon (Low Carbon Steel/ LC Steel) dan dapat
mengurangi emisi karbon dari proses produksi hingga 74%.
Ketika antrasit digunakan dalam EAF, hal ini memberikan sejumlah manfaat lingkungan,
sosial dan tata kelola. Pertama, kandungan karbon tingginya memungkinkan pembakaran
yang efisien dan bersih, menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan
batubara kelas lebih rendah. Hal ini sejalan dengan tujuan lingkungan dengan
meminimalkan jejak karbon produksi baja. Kedua, tingkat residu yang rendah pada antrasit
berarti lebih sedikit polutan yang dilepaskan selama proses pembuatan baja, mendukung
udara bersih dan mengurangi emisi berbahaya yang dapat memengaruhi masyarakat dan
ekosistem setempat. Hal ini mendukung upaya tanggung jawab sosial dengan
memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan populasi sekitar.
Halaman 29
Page 35
Secara keseluruhan, penggunaan antrasit dalam EAF tidak hanya meningkatkan
keberlanjutan dan kinerja lingkungan dari proses pembuatan baja, tetapi juga menunjukkan
komitmen dalam mengatasi masalah lingkungan, mendorong kesejahteraan sosial dan
mempromosikan praktik tata kelola yang efektif dalam industri tersebut.
Selama dekade terakhir, ekspor antrasit dari AS telah tumbuh pada tingkat pertumbuhan
CAGR sebesar 10,6% dari tahun 2014-2023. Seluruh perkiraan perluasan kapasitas
pembuatan baja di AS dan Eropa ditujukan untuk EAF, dan antrasit UHG dari AS akan
menjadi sumber pasokan penting bagi EAF Eropa. Selain itu, pemerintah di sejumlah
yurisdiksi utama, khususnya pemerintah Inggris dan Jerman, memberikan insentif untuk
konversi Blast Furnace menjadi EAF.
Berikut merupakan tren harga batubara antrasit per wilayah:
Berikut merupakan index harga batubara antrasit di USA (USD/Kg):
Bulan 2023 2024 2025*
Januari 0,32 0,30 0,29
Februari 0,30 0,31 0,29
Maret 0,29 0,32 0,29
April 0,29 0,33 0,29
Mei 0,30 0,33 0,29
Juni 0,31 0,32 0,29
Juli 0,32 0,31 0,29
Agustus 0,31 0,32 0,30
September 0,31 0,31 0,30
Oktober 0,31 0,31 0,30
November 0,32 0,30 0,30
Desember 0,30 0,30 0,30
Halaman 30
Page 36
Keterangan: *) proyeksi
Sumber: https://businessanalytiq.com/procurementanalytics/index/anthracite-coal-price-index/
Ukuran pasar batubara antarsit telah tumbuh sedikit dalam beberapa tahun terakhir. Pasar
ini akan tumbuh dari USD 120,7 miliar pada tahun 2023 menjadi USD 123,06 miliar pada
tahun 2024 dengan CAGR sebesar 2,0%. Pertumbuhan dalam periode historis ini dapat
dikaitkan dengan permintaan industri, pemanas rumah, keamanan energi, tren ekonomi
global dan ketersediaan regional [sumber:
https://www.thebusinessresearchcompany.com/report/anthracite-global-market-report,
Oktober 2024].
Ukuran pasar batubara antrasit diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang stabil
dalam beberapa tahun mendatang. Pasar ini akan tumbuh menjadi USD 133,28 miliar pada
tahun 2028 dengan CAGR sebesar 2,0%. Pertumbuhan dalam periode perkiraan dapat
dikaitkan dengan peraturan lingkungan, permintaan pasar negara berkembang, tantangan
integrasi energi terbarukan, tren pemanasan rumah tangga dan pembangunan
infrastruktur. Tren utama dalam periode perkiraan meliputi penggantian kokas dalam
pembuatan baja, kemajuan teknologi dalam pertambangan, perluasan pasar di Asia-
Pasifik, kemitraan dan investasi strategis, penangkapan dan pemanfaatan karbon (ccu).
Berikut merupakan market report batubara antrasit global 2024:
[sumber: https://www.thebusinessresearchcompany.com/report/anthracite-global-market-report, Oktober
2024].
Menurut Industri Institut Teknologi Bandung (ITB), produksi besi dan baja di masa depan
akan meningkat drastis. Sehingga dibutuhkan batubara antrasit yang cukup untuk
mengurangi jejak emisi karbon yang dihasilkan dari industri tersebut. [sumber:
https://www.tambang.co.id/punya-tambang-batu-bara-antrasit-doid-jadi-pemain-kunci-
industri-baja-rendah-karbon, 17 Juli 2024].
Batubara antrasit merupakan komoditas yang penting untuk sumber energi, meski
harganya relatif lebih mahal dibanding jenis batubara lain. Dalam produksi baja rendah
karbon, batubara antrasit digunakan untuk menyuntikkan kandungan karbon pada EAF
dalam proses pembuatan baja. Penggunaan antrasit UHG di EAF ini dapat mengurangi
emisi karbon hingga mencapai 74%. Selain EAF, teknologi untuk memproduksi baja adalah
Halaman 31
Page 37
Blast Furnaces (BF). Namun, teknologi ini tidak lebih ramah lingkungan dibandingkan
dengan teknologi EAF.
Diketahui, ekspor batubara antrasit AS telah tumbuh pada CAGR 10,6% dari FY2014
hingga FY2023, dengan EAF mendorong perluasan kapasitas pembuatan baja di masa
depan di AS dan Eropa. Tiongkok, produsen baja terbesar secara global, juga telah
mengajukan rencana meningkatkan produksi EAF menjadi 15% dari total produksi baja
pada 2025, dengan target untuk meningkatkan proporsi menjadi 20% pada tahun 2030.
8.1.4 Analisis Operasional dan Prospek Usaha
Perseroan merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), dengan kode
saham DOID. Perseroan memiliki bisnis jasa pertambangan batubara dan rehabilitasi yang
signifikan, dengan kegiatan operasional di Indonesia dan Australia. Sebagai perusahaan
induk, Perseroan memiliki anak usaha operasional utama yaitu PT Bukit Makmur Mandiri
Utama (“BUMA”), yang merupakan salah satu kontraktor jasa pertambangan batubara
terbesar di Indonesia berdasarkan volume produksinya.
Perseroan memulai usahanya pada tahun 1990 di bidang tekstil yang memproduksi
berbagai jenis benang rayon, katun dan poliester untuk memenuhi pasar ekspor dan telah
mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta sejak bulan Juni 2001. Pada tahun 2008,
Perseroan mengubah usaha utamanya untuk memfokuskan pada pengembangan properti
komersial dan industrial di Indonesia. Sejalan dengan perubahan strategi bisnis, Perseroan
menjual perusahaan manufaktur tekstilnya pada bulan Februari 2008.
Pada November 2009, Perseroan melakukan akuisisi seluruh saham BUMA dari pemegang
saham sebelumnya. Akuisisi BUMA telah mengubah strategi bisnis utama Perseroan untuk
fokus pada jasa pertambangan batubara dan Perseroan melakukan divestasi
kepemilikannya atas bisnis properti.
Pada Oktober 2012, Perseroan menyelesaikan akuisisi atas dua perusahaan tambang
batubara yaitu PT Banyubiru Sakti (“BBS”) dan PT Pulau Mutiara Persada (“PMP”) yang
memiliki konsesi di Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Jambi, dengan luas lahan
masing-masing 7.742 hektar dan 3.500 hektar.
BBS menerima surat Pengakhiran Perpanjangan IUP Eksplorasi dari pemerintah daerah
pada bulan Desember 2017. Dengan demikian, seluruh hak dan kewajiban BBS terkait IUP
Eksplorasi tersebut telah dipenuhi. Berdasarkan Akta No. 27 tanggal 26 Desember 2022
yang dibuat di hadapan Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
Perseroan memutuskan untuk membubarkan BBS serta menyatakan dalam keadaan
likuidasi dengan mengacu kepada Undang-Undang Perusahaan Terbatas No. 40 Tahun
2007. Sampai saat ini, proses likuidasi BBS masih berlangsung.
PMP menerima surat Pengakhiran Perpanjangan IUP Eksplorasi dari pemerintah daerah
pada bulan Maret 2018. Dengan demikian, seluruh hak dan kewajiban PMP terkait IUP
Eksplorasi tersebut telah dipenuhi. Berdasarkan Akta No. 26 tanggal 26 Desember 2022
yang dibuat di hadapan Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
Perseroan memutuskan untuk membubarkan PMP serta menyatakan dalam keadaan
likuidasi dengan mengacu kepada Undang-Undang Perusahaan Terbatas No. 40 Tahun
Halaman 32
Page 38
2007. Sampai saat ini, proses likuidasi PMP masih berlangsung.
Melalui BUMA, Perseroan menyediakan jasa pertambangan batubara terbuka (open pit)
dan jasa pengoperasian tambang berdasarkan perjanjian operasional jangka panjang
dengan para produsen batubara yang telah memiliki konsesi pertambangan batubara di
Indonesia. Operasi BUMA saat ini terpusat di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan
Kalimantan Tengah, yang memiliki sebagian besar cadangan batubara Indonesia.
Pada tahun 2021, BUMA mendirikan sebuah entitas di Australia dengan nama BUMA
Australia Pty. Ltd. (“BUMA Australia”). Pendirian entitas ini bertujuan untuk pengambilalihan
bisnis Downer Open Cut Mining East, anak usaha dari Downer EDI Ltd., sebuah
perusahaan kontraktor pertambangan asal Australia. Pada tanggal 17 Desember 2021,
BUMA Australia secara efektif mengakuisisi seluruh kepemilikan atas sebuah unit bisnis
bernama Open Cut Mining East dari Downer.
Pada tanggal 15 November 2022, Perseroan mendirikan anak usaha di Singapura dengan
nama Delta Dunia Makmur Pte. Ltd. (“DOID SG”). DOID SG bergerak di bidang jasa
konsultasi manajemen dan dimaksudkan sebagai ekspansi usaha Perseroan.
Pada tanggal 10 Januari 2023, Perseroan mendirikan anak usaha baru dengan nama
PT Bukit Teknologi Digital (“BTech”). Pada tanggal 9 Februari 2023, Perseroan juga
mendirikan anak usaha baru dengan nama PT BISA Ruang Nuswantara (“BIRU”).
Perseroan mendirikan anak usaha baru di Indonesia dengan nama PT Bukit Makmur
Internasional (“BMI”) pada tanggal 30 April 2024. Kemudian Perseroan mendirikan usaha
patungan di AS dengan nama American Anthracite Holdings, LLC (“AAH”), American
Anthracite Group, LLC (“AAG”) dan American Anthracite SPV I, LLC (“AAS”) pada tanggal
16 Mei 2024.
Visi Perseroan adalah menjadi penyedia jasa pertambangan terkemuka yang mampu
menciptakan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan. Misi Perseroan adalah
menyediakan jasa penambangan yang berkomitmen dan terpercaya, memastikan
pertumbuhan bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan, memberikan nilai tambah
kepada pelanggan melalui kemitraan strategis dan jangka panjang, mengembangkan
sumber daya manusia yang kompeten dan bertanggung jawab, berkomitmen dan
bertanggung jawab pada dampak lingkungan dan komunitas.
Perseroan mendirikan anak usaha baru di Indonesia dengan nama PT Bukit Makmur
Internasional (“BMI”) pada tanggal 30 April 2024. Kemudian Perseroan mendirikan usaha
patungan di AS dengan nama American Anthracite Holdings, LLC (“AAH”), American
Anthracite Group, LLC (“AAG”) dan American Anthracite SPV I, LLC (“AAS”) pada tanggal
16 Mei 2024.
Perseroan melalui BUMA, kemudian BUMA melalui BMI, kemudian BMI melalui AAH,
kemudian AAH melalui AAG, dan AAG melalui AAS telah mengakusisi Atlantic Carbon
Group, Inc (“ACG”) dan Afiliasi sejalan dengan strategi Perseroan untuk terus menemukan
dan memanfaatkan peluang diversifikasi dan ekspansi untuk melengkapi dan memperkuat
portofolio bisnisnya, memperluas jangkauan dan kemampuan geografisnya.
Halaman 33
Page 39
8.1.5 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Perseroan merupakan sebuah perusahaan terbuka dengan kegiatan usaha bergerak
dalam bidang jasa pertambangan batubara.
BUMA, anak usaha utama Perseroan, telah mendirikan entitas anak usaha bernama
BMI. BMI membentuk AAH (joint venture) bersama dengan JV Partner, kemudian
membentuk AAG dan AAS untuk mengakuisisi 100% saham ACG dan Afiliasi yang
berlokasi di Pennsylvania, AS. BUMA memberikan pinjaman kepada AAS sebesar
USD 73.400.000 untuk melakukan akuisisi tersebut.
Tanpa adanya Rencana Transaksi, AAS harus membayar kepada BUMA bunga
wanprestasi dengan tingkat bunga 2% lebih tinggi dari bunga yang disebutkan dalam ILA
dari jumlah terutang, sehingga bunga yang sebelumnya sebesar 12% per tahun menjadi
14% per tahun.
Dengan adanya Rencana Transaksi dimana tanggal jatuh tempo akan diperpanjang
melalui Amandemen Pertama, maka tidak terjadi wanprestasi sehingga bunga yang
dikenakan akan tetap sebesar 12% per tahun.
Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa latar belakang Rencana Transaksi tersebut
merupakan bagian dari rencana jangka panjang Perseroan dan akan menjadikan
Perseroan menjadi perusahaan yang baik dan memiliki potensi pengembangan usaha di
masa mendatang.
8.1.6 Analisis Kualitatif atas Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi
Tidak ada keuntungan yang terjadi dari Rencana Transaksi pada Perseroan secara
konsolidasian.
Kerugian dari Rencana Transaksi adalah biaya pelaksanaan terkait Rencana Transaksi
yang harus dikeluarkan Perseroan.
8.1.7 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
Analisis dampak leverage pada keuangan Perseroan dilakukan dengan menggunakan
rasio solvabilitas yaitu liabilitas terhadap aset dan liabilitas terhadap ekuitas Perseroan.
Liabilitas terhadap aset historis Perseroan selama tahun 2021 – 30 September 2024
berkisar antara 0,84-0,85. Liabilitas terhadap aset Perseroan tanpa terjadinya Rencana
Transaksi dan dengan adanya Rencana Transaksi berkisar antara 0,61-0,86 selama
periode proyeksi, yang artinya bahwa utang Perseroan dapat dipenuhi oleh aset
Perseroan.
Liabilitas terhadap ekuitas historis Perseroan selama tahun 2021 – 30 September 2024
berkisar antara 5,13-5,88. Liabilitas terhadap ekuitas Perseroan tanpa terjadinya Rencana
Transaksi dan dengan adanya Rencana Transaksi berkisar antara 1,55-5,96 selama
periode proyeksi.
Halaman 34
Page 40
8.1.8 Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan
Rasio lancar historis Perseroan selama tahun 2021 – 30 September 2024 berkisar antara
1,42 - 1,94. Rasio lancar Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi dan dengan
adanya Rencana Transaksi berkisar antara 1,68 - 2,51 selama periode proyeksi.
Berdasarkan rasio likuiditas tersebut, Perseroan memiliki kapasitas likuiditas yang cukup
baik dikarenakan total aset lancar yang dimiliki lebih besar dibandingkan dengan liabilitas
jangka pendek yang harus dipenuhi dalam jangka pendek.
8.2 Analisis Kuantitatif
8.2.1 Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas dan Kondisi Keuangan Perusahaan
8.2.1.1 Penilaian Kinerja Historis
Berikut ini merupakan tabel Neraca dan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan untuk periode
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021-2023 dan 30 September 2024 yang diaudit
oleh KAP Aria Kanaka & Rekan; yang seluruhnya dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian, yang disajikan sebagai berikut:
(dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
Audited Audited Audited Audited
Keterangan
2021 2022 2023 30 September 2024
Operating Highlight
Pendapatan Neto 910.544.363 1.553.709.677 1.833.320.502 1.349.094.283
Laba Bruto 134.858.912 203.758.202 246.451.940 130.875.225
Laba Usaha 81.824.765 131.324.481 151.854.636 57.053.104
EBITDA 231.822.980 365.142.199 412.358.308 252.338.807
Laba (Rugi) Periode Berjalan 280.546 28.638.710 36.010.191 (17.424.326)
Penghasilan (Rugi) Komprehensif Periode Berjalan 1.904.916 17.988.450 35.965.102 (15.412.303)
Financial Position
Aset 1.635.958.307 1.571.087.407 1.874.599.404 1.663.083.435
Aset Lancar 674.011.530 652.182.660 1.025.283.948 771.705.259
Aset Tidak Lancar 961.946.777 918.904.747 849.315.456 891.378.176
Liabilitas 1.370.302.118 1.314.859.176 1.601.994.468 1.418.007.373
Liabilitas Jangka Pendek 474.075.197 419.463.250 528.281.418 485.125.791
Liabilitas Jangka Panjang 896.226.921 895.395.926 1.073.713.050 932.881.582
Ekuitas 265.656.189 256.228.231 272.604.936 245.076.062
Key Performance Ratio
Marjin Laba Bruto 14,81% 13,11% 13,44% 9,70%
Marjin Laba Usaha 8,99% 8,45% 8,28% 4,23%
Marjin Laba (Rugi) Periode Berjalan 0,03% 1,84% 1,96% -1,29%
Marjin EBITDA 25,46% 23,50% 22,49% 18,70%
Return on Assets (ROA) 0,02% 1,82% 1,92% -1,05%
Return on Equity (ROE) 0,11% 11,18% 13,21% -7,11%
Current Ratio 1,42 1,55 1,94 1,59
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,84 0,84 0,85 0,85
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 5,16 5,13 5,88 5,79
Aset
Jumlah aset per 30 September 2024, mengalami penurunan sebesar USD 211.515.969
atau sekitar 11,28% dibandingkan dengan jumlah aset per 31 Desember 2023. Penurunan
tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada akun kas dan setara kas sebesar
USD 301.214.117, aset tetap sebesar USD 6.118.750, investasi pada entitas asosiasi
sebesar USD 1.308.029, aset pajak tangguhan – neto sebesar USD 512.010 dan aset
takberwujud sebesar USD 463.095 serta peningkatan pada akun properti pertambangan
sebesar USD 67.446.035 dan piutang usaha sebesar USD 30.426.314.
Halaman 35
Page 41
Jumlah aset per 31 Desember 2023, mengalami peningkatan sebesar USD 303.511.997
atau sekitar 19,32% dibandingkan dengan jumlah aset per 31 Desember 2022.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya peningkatan pada akun kas dan setara
kas sebesar USD 350.027.650 dan aset lainnya sebesar USD 1.795.786 serta penurunan
pada akun pajak dibayar dimuka sebesar USD 27.631.010, tagihan pajak sebesar
Rp 18.179.492, biaya dibayar dimuka dan uang muka sebesar USD 2.909.462.
Jumlah aset per 31 Desember 2022, mengalami penurunan sebesar USD 64.870.900 atau
sekitar 3,97% dibandingkan dengan jumlah aset per 31 Desember 2021. Penurunan
tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada akun kas dan setara kas sebesar
USD 46.243.994 dan aset lainnya sebesar USD 45.851.281 serta peningkatan pada akun
piutang usaha sebesar USD 27.085.994 dan aset pajak tangguhan – neto sebesar
USD 355.842.
Liabilitas
Jumlah liabilitas per 30 September 2024, mengalami penurunan sebesar USD 183.987.095
atau sekitar 11,48% dibandingkan dengan jumlah liabilitas per 31 Desember 2023.
Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada akun senior notes
sebesar USD 149.112.471, liabilitas sewa sebesar USD 55.981.798, beban masih harus
dibayar sebesar USD 38.023.065 dan utang pajak sebesar USD 17.752.417 serta
peningkatan pada akun utang usaha – pihak ketiga sebesar USD 67.646.601 dan liabilitas
jangka panjang lainnya sebesar USD 11.485.789.
Jumlah liabilitas per 31 Desember 2023, mengalami peningkatan sebesar
USD 287.135.292 atau sekitar 21,84% dibandingkan dengan jumlah liabilitas per
31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya peningkatan pada
akun pinjaman bank sebesar USD 241.055.412, beban masih harus dibayar sebesar
USD 29.963.784, utang pajak sebesar USD 15.527.966 dan liabilitas jangka pendek
lainnya sebesar USD 1.211.542 serta penurunan pada akun utang lain-lain - pihak ketiga
sebesar USD 658.084.
Jumlah liabilitas per 31 Desember 2022, mengalami penurunan sebesar USD 55.442.942
atau sekitar 4,05% dibandingkan dengan jumlah liabilitas per 31 Desember 2021.
Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada akun utang usaha -
pihak ketiga sebesar USD 64.754.936, liabilitas sewa sebesar USD 12.822.366, pinjaman
bank sebesar USD 10.254.010 dan beban masih harus dibayar sebesar USD 5.775.041
serta peningkatan pada akun utang jangka panjang sebesar USD 38.149.710.
Ekuitas
Jumlah ekuitas per 30 September 2024, mengalami penurunan sebesar USD 27.528.874
atau sekitar 10,10% dibandingkan dengan jumlah ekuitas per 31 Desember 2023.
Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada akun tambahan modal
disetor sebesar USD 24.922.828, saham Long-Term Share Plan sebesar USD 19.432.641,
saldo laba sebesar USD 17.466.184 dan modal saham sebesar USD 5.324.810 serta
peningkatan pada akun saham treasuri sebesar USD 27.805.498, kepentingan
nonpengendali sebesar USD 9.877.019, cadangan kompensasi berbasis saham sebesar
Halaman 36
Page 42
USD 1.417.645 dan selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing
sebesar USD 517.427.
Jumlah ekuitas per 31 Desember 2023, mengalami peningkatan sebesar USD 16.376.705
atau sekitar 6,39% dibandingkan dengan jumlah ekuitas per 31 Desember 2022.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya peningkatan pada akun saldo laba
sebesar USD 28.094.190 dan selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang
asing sebesar USD 871.125 serta penurunan pada akun saham treasuri sebesar
USD 12.588.397 dan kepentingan nonpengendali sebesar USD 213.
Jumlah ekuitas per 31 Desember 2022, mengalami penurunan sebesar USD 9.427.958
atau sekitar 3,55% dibandingkan dengan jumlah ekuitas per 31 Desember 2021.
Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada akun saham treasuri
sebesar USD 22.266.408, perubahan atas nilai wajar dari aset keuangan lainnya sebesar
USD 7.462.934 dan selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing
sebesar USD 2.408.295 serta peningkatan pada akun saldo laba sebesar USD 22.709.667
dan kepentingan nonpengendali sebesar USD 12.
Berikut adalah penjelasan analisis rasio historis Perseroan:
Marjin laba bruto pada 30 September 2024 mengalami penurunan sekitar 3,74%, jika
dibandingkan dengan tahun 2023, terutama disebabkan adanya peningkatan beban
pokok pendapatan Perseroan. Marjin laba bruto pada tahun 2023 mengalami
peningkatan sekitar 0,33%, jika dibandingkan dengan tahun 2022, terutama
disebabkan adanya peningkatan pendapatan neto Perseroan. Marjin laba bruto pada
tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 1,70%, jika dibandingkan dengan tahun
2021, terutama disebabkan adanya peningkatan beban pokok pendapatan Perseroan.
Marjin laba usaha pada 30 September 2024 mengalami penurunan sekitar 4,05%, jika
dibandingkan dengan tahun 2023, sehubungan dengan penurunan marjin laba bruto.
Marjin laba usaha pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 0,17%, jika
dibandingkan dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan beban
usaha. Marjin laba usaha pada tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 0,53%, jika
dibandingkan dengan tahun 2021, sehubungan dengan penurunan marjin laba bruto.
Marjin laba (rugi) periode berjalan pada 30 September 2024 mengalami penurunan
sekitar 3,26%, jika dibandingkan dengan tahun 2023, sehubungan dengan penurunan
marjin laba usaha. Marjin laba (rugi) periode berjalan pada tahun 2023 mengalami
peningkatan sekitar 0,12%, jika dibandingkan dengan tahun 2022, terutama
disebabkan adanya peningkatan pendapatan neto. Marjin laba (rugi) periode berjalan
pada tahun 2022 mengalami peningkatan sekitar 1,81%, jika dibandingkan dengan
tahun 2021, terutama disebabkan adanya peningkatan pendapatan neto.
Marjin EBITDA pada 30 September 2024 mengalami penurunan sekitar 3,79%, jika
dibandingkan tahun 2023, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha. Marjin
EBITDA pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 1,01%, jika dibandingkan
tahun 2022, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha. Marjin EBITDA pada
tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 1,96%, jika dibandingkan dengan tahun
2021, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha.
Halaman 37
Page 43
ROA pada 30 September 2024 mengalami penurunan sekitar 2,97%, jika
dibandingkan dengan tahun 2023, terutama disebabkan adanya penurunan laba (rugi)
periode berjalan. ROA pada tahun 2023 mengalami peningkatan sekitar 0,10%, jika
dibandingkan dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan laba
(rugi) periode berjalan. ROA pada tahun 2022 mengalami peningkatan sekitar 1,81%,
jika dibandingkan dengan tahun 2021, terutama disebabkan adanya peningkatan laba
(rugi) periode berjalan.
ROE pada 30 September 2024 mengalami penurunan sekitar 20,32%, jika
dibandingkan dengan tahun 2023, terutama disebabkan adanya penurunan laba (rugi)
periode berjalan. ROE pada tahun 2023 mengalami peningkatan sekitar 2,03%, jika
dibandingkan dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan laba
(rugi) periode berjalan. ROE pada tahun 2022 mengalami peningkatan sekitar
11,07%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, terutama disebabkan adanya
peningkatan laba (rugi) periode berjalan.
Rasio lancar menurun menjadi 1,59 pada 30 September 2024 dari 1,94 di tahun 2023,
terutama disebabkan penurunan aset lancar. Rasio lancar meningkat menjadi 1,94
pada tahun 2023 dari 1,55 di tahun 2022, terutama disebabkan peningkatan aset
lancar. Rasio lancar meningkat menjadi 1,55 pada tahun 2022 dari 1,42 di tahun
2021, terutama disebabkan penurunan liabilitas jangka pendek.
Rasio liabilitas terhadap aset pada periode 30 September 2024 dan tahun 2023
adalah sebesar 0,85. Rasio liabilitas terhadap aset naik menjadi 0,85 pada tahun
2023 dari 0,84 di tahun 2022, terutama disebabkan oleh peningkatan pada liabilitas.
Rasio liabilitas terhadap aset pada tahun 2022 dan 2021 adalah sebesar 0,84.
Rasio liabilitas terhadap ekuitas turun menjadi 5,79 pada 30 September 2024 dari
5,88 di tahun 2023, terutama disebabkan oleh penurunan liabilitas. Rasio liabilitas
terhadap ekuitas naik menjadi 5,88 pada tahun 2023 dari 5,13 di tahun 2022,
terutama disebabkan oleh peningkatan liabilitas. Rasio liabilitas terhadap ekuitas
turun menjadi 5,13 pada tahun 2022 dari 5,16 di tahun 2021, terutama disebabkan
oleh penurunan liabilitas.
Arus Kas
(dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 30-Sep-24
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerim aan kas dari pelanggan 764.836.429 1.538.510.094 1.846.662.126 1.367.350.074
Pem bayaran kas kepada pem asok dan karyawan (554.413.608) (1.218.925.482) (1.406.653.960) (1.099.709.260)
Kas yang dihasilkan dari operasi 210.422.821 319.584.612 440.008.166 267.640.814
Penerim aan bunga 1.012.114 1.315.056 3.984.207 9.205.299
Pem bayaran bunga (62.337.927) (59.648.776) (93.287.743) (86.199.660)
Pem bayaran pajak penghasilan (4.943.469) (8.585.816) (10.961.667) (12.069.529)
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi 144.153.539 252.665.076 339.742.963 178.576.924
Halaman 38
Page 44
Keterangan 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 30-Sep-24
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Penem patan (penarikan) deposit jam inan (17.760.050) 16.024.790 (17.101.017) (3.605.160)
Hasil dari penjualan aset tetap 4.708.252 14.882.636 18.351.146 1.552.199
Perolehan aset tetap (206.411.967) (190.738.197) (127.493.393) (121.490.582)
Perolehan aset takberwujud - (3.500.030) (4.270.773) (1.839.083)
Penem patan aset keuangan lainnya (11.889.437) (16.869.295) (25.000.000) 15.181.915
Peningkatan investasi pada entitas asosiasi - (3.060.671) (4.000.000) -
Pem bayaran atas sisa harga perolehan
dari akuisisi bisnis - (1.655.404) - -
Perolehan entitas anak, net dari kas yang diperoleh (99.612.984) - - (115.812.021)
Pem bayaran beban tangguhan - - - (601.082)
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (330.966.186) (184.916.171) (159.514.037) (226.613.814)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerim aan (Pem bayaran) atas utang jangka panjang 19.168.265 38.149.710 17.000.762 (14.462.351)
Pem bayaran liabilitas sewa (91.889.425) (103.788.918) (100.107.506) (63.163.788)
Pem belian saham treasuri - (22.266.408) (12.588.397) (21.874.781)
Pem bayaran atas pinjam an bank (59.937.500) (13.125.000) (30.115.466) (9.244.848)
Pem bayaran dividen - (5.150.000) (7.000.000) (5.000.000)
Penerim aan atas Senior Notes 395.944.000 - 41.301.414 -
Penerim aan atas pinjam an bank 350.000.000 - 290.000.000 -
Penerim aan atas pinjam an lain-lain - - 603.067 -
Pem bayaran Senior Notes (343.832.195) - (30.165.130) (153.092.525)
Penerbitan m odal saham 19.854 - - -
Perolehan dari pem egang saham non-pengendali - - - 13.339.986
Penerim aan atas utang lainnya - - - 1.509.011
Kas Neto Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 269.472.999 (106.180.616) 168.928.744 (251.989.296)
Kenaikan (Penurunan) Neto
Kas dan Setara Kas 82.660.352 (38.431.711) 349.157.670 (300.026.186)
Kas dan Setara Kas Awal Periode 112.000.189 194.341.065 148.097.071 498.124.721
Dam pak Perubahan Selisih Kurs Terhadap
Kas dan Setara Kas (319.476) (7.812.283) 869.980 (1.187.931)
Kas dan Setara Kas Akhir Periode 194.341.065 148.097.071 498.124.721 196.910.604
Kas dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 30 September 2024 mengalami
penurunan sebesar USD 301.214.117 atau turun sekitar 60,47% dibandingkan dengan kas
dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023. Hal tersebut
disebabkan adanya penurunan arus kas neto dari aktivitas pendanaan sebesar
USD 251.989.296 yang terutama berasal dari pembayaran Senior Notes, penurunan arus
kas neto dari aktivitas investasi sebesar USD 226.613.814 yang terutama berasal dari
perolehan aset tetap, peningkatan arus kas neto dari aktivitas operasi sebesar
USD 178.576.924 yang terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan dan
penurunan dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas sebesar
USD 1.187.931.
Kas dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 mengalami
peningkatan sebesar USD 350.027.650 atau naik sekitar 236,35% dibandingkan dengan
kas dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022. Hal tersebut
disebabkan adanya peningkatan arus kas neto dari aktivitas operasi sebesar
USD 339.742.963 yang terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan, peningkatan
arus kas neto dari aktivitas pendanaan sebesar USD 168.928.744 yang terutama berasal
dari penerimaan atas pinjaman bank, penurunan arus kas neto dari aktivitas investasi
sebesar USD 159.514.037 yang terutama berasal dari perolehan aset tetap dan
peningkatan dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas sebesar
USD 869.980.
Halaman 39
Page 45
Kas dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 mengalami
penurunan sebesar USD 46.243.994 atau turun sekitar 23,80% dibandingkan dengan kas
dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021. Hal tersebut
disebabkan adanya penurunan arus kas neto dari aktivitas investasi sebesar
USD 184.916.171 yang terutama berasal dari perolehan aset tetap, penurunan arus kas
neto dari aktivitas pendanaan sebesar USD 106.180.616 yang terutama berasal dari
pembayaran liabilitas sewa, peningkatan arus kas neto dari aktivitas operasi sebesar
USD 252.665.076 yang terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan dan
penurunan dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas sebesar
USD 7.812.283.
8.2.1.2 Penilaian atas Proyeksi Keuangan
Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada peraturan perpajakan.
Selain itu juga diasumsikan tidak ada perubahan pada manajemen dan kebijakan
akuntansi.
Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasi Perseroan tanpa dan dengan terjadinya Rencana
Transaksi selama tahun 2024-2029 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5 6
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 197.841.029 199.334.291 378.265.865 338.648.355 313.881.749 417.021.334
Aset keuangan lainnya 10.241.395 10.241.395 10.241.395 10.241.395 10.241.395 10.241.395
Piutang usaha 368.271.880 390.870.396 389.515.920 459.151.612 474.172.160 357.556.988
Piutang lain-lain 36.613.790 36.613.790 36.613.790 36.613.790 36.613.790 36.613.790
Persediaan 70.654.355 71.333.188 76.099.711 80.870.874 78.105.425 76.794.891
Pajak dibayar dimuka 45.116.337 54.139.605 64.967.526 58.470.773 52.623.696 47.361.326
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 20.300.754 17.446.012 17.395.612 17.343.700 17.290.231 17.235.157
Aset lainnya 33.404.925 40.085.910 44.094.501 39.685.051 35.716.546 32.144.892
Total Aset Lancar 782.444.466 820.064.587 1.017.194.321 1.041.025.550 1.018.644.992 994.969.773
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya 95.732.557 100.519.185 105.545.144 94.990.630 85.491.567 81.216.989
Aset pajak tangguhan - neto 5.386.797 5.925.477 6.518.025 5.866.222 5.279.600 4.751.640
Aset tetap 688.975.134 697.375.426 680.419.469 699.318.078 664.352.174 631.134.565
Aset takberwujud 10.828.415 10.286.994 9.772.645 9.284.012 8.819.812 8.378.821
Properti pertambangan 67.446.035 64.172.168 61.061.995 58.107.330 55.300.399 52.633.814
Investasi pada entitas asosiasi 7.576.800 7.576.800 7.576.800 7.576.800 7.576.800 7.576.800
Tagihan pajak 9.281.008 10.209.109 11.230.020 10.107.018 9.096.316 8.186.684
Aset lainnya 20.973.919 23.054.390 25.342.908 27.860.277 23.071.311 25.359.829
Total Aset Tidak Lancar 906.200.666 919.119.550 907.467.005 913.110.368 858.987.978 819.239.142
Total Aset 1.688.645.131 1.739.184.137 1.924.661.326 1.954.135.918 1.877.632.970 1.814.208.915
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - pihak ketiga 221.672.335 191.943.848 161.009.658 158.560.748 165.455.435 167.547.685
Utang lain-lain - pihak ketiga 9.213.353 9.213.353 9.213.353 9.213.353 9.213.353 9.213.353
Utang pajak 5.272.442 5.551.649 7.283.755 7.377.736 7.474.535 7.574.239
Beban masih harus dibayar 81.156.946 109.246.776 103.784.437 98.595.215 93.665.455 88.982.182
Pendapatan ditangguhkan 540.746 594.821 654.303 719.733 791.706 870.877
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman bank 27.516.484 34.567.797 89.687.796 129.967.798 158.107.847 55.201.235
Utang jangka panjang 20.026.094 18.023.484 16.221.136 14.599.022 13.139.120 11.825.208
Liabilitas sewa 50.031.604 45.028.443 40.525.599 36.473.039 32.825.735 29.543.162
Senior notes 27.785.735 27.785.735 27.785.735 27.785.735 - -
Liabilitas imbalan kerja 18.355.125 18.355.125 18.355.125 18.355.125 18.355.125 18.355.125
Pinjaman lain-lain 2.000.656 2.200.721 2.420.794 2.662.873 2.929.160 3.222.076
Liabilitas jangka pendek lainnya 1.347.360 1.616.832 1.940.199 2.328.239 2.793.886 3.352.664
Total Liabilitas Jangka Pendek 464.918.880 464.128.585 478.881.889 506.638.616 504.751.359 395.687.806
Halaman 40
Page 46
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5 6
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja 73.218.521 80.540.373 88.594.410 97.453.851 87.708.466 78.937.620
Liabilitas pajak tangguhan 6.967.267 9.393.168 12.061.658 14.996.997 11.768.124 8.862.138
Pendapatan ditangguhkan 506.466 557.113 612.824 674.106 606.696 546.026
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo
dalam satu tahun
Senior Notes 224.236.142 225.401.864 400.000.000 400.000.000 400.000.000 400.000.000
Pinjaman bank 533.651.172 432.964.676 343.276.880 213.309.082 55.201.235 -
Utang jangka panjang 94.752.103 86.887.992 81.265.941 88.554.430 61.070.269 48.856.215
Liabilitas sewa 35.993.547 42.389.579 50.867.495 61.040.994 57.988.944 55.089.497
Liabilitas jangka panjang lainnya 11.650.424 110.960.896 111.637.234 112.313.572 112.989.910 113.666.248
Total Liabilitas Jangka Panjang 980.975.642 989.095.661 1.088.316.442 988.343.033 787.333.644 705.957.744
Total Liabilitas 1.445.894.522 1.453.224.246 1.567.198.331 1.494.981.648 1.292.085.003 1.101.645.550
Ekuitas
Modal saham 41.992.973 41.992.973 41.992.973 41.992.973 41.992.973 41.992.973
Tambahan modal disetor 120.117.920 120.117.920 120.117.920 120.117.920 120.117.920 120.117.920
Cadangan kompensasi berbasis saham 2.134.612 2.134.612 2.134.612 2.134.612 2.134.612 2.134.612
Saham Long-Term Share Plan (19.432.641) (19.432.641) (19.432.641) (19.432.641) (19.432.641) (19.432.641)
Saham treasuri (7.049.307) (7.049.307) (7.049.307) (7.049.307) (7.049.307) (7.049.307)
Perubahan atas nilai wajar dari aset keuangan lainnya (10.078.404) (11.086.244) (12.194.869) (13.414.356) (12.072.920) (10.865.628)
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang a (748.847) (823.732) (906.105) (996.715) (897.044) (807.339)
Saldo laba 102.474.509 142.764.576 210.256.158 306.494.254 422.654.586 536.943.051
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas indu 229.410.815 268.618.157 334.918.742 429.846.740 547.448.179 663.033.641
Kepentingan nonpengendali 13.339.795 17.341.734 22.544.254 29.307.530 38.099.788 49.529.725
Total Ekuitas 242.750.610 285.959.891 357.462.995 459.154.269 585.547.967 712.563.366
Total Liabilitas dan Ekuitas 1.688.645.131 1.739.184.137 1.924.661.326 1.954.135.918 1.877.632.970 1.814.208.915
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi Perseroan tanpa dan dengan terjadinya Rencana
Transaksi selama tahun 2024-2029 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5 6
Pendapatan Neto 452.537.496 2.253.699.111 2.256.615.010 2.319.927.414 2.386.876.357 2.424.881.150
Beban Pokok Pendapatan (401.885.107) (1.969.108.048) (1.941.766.181) (1.971.375.121) (2.014.320.529) (2.058.015.766)
Laba Bruto 50.652.389 284.591.064 314.848.829 348.552.293 372.555.827 366.865.383
Beban Usaha (13.758.271) (97.122.389) (99.086.056) (100.795.858) (104.169.072) (107.635.808)
Laba Usaha 36.894.119 187.468.674 215.762.773 247.756.435 268.386.756 259.229.575
Pendapatan (Beban) Lain-lain (33.545.353) (95.148.575) (85.633.717) (77.070.345) (69.363.311) (62.426.980)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 3.348.765 92.320.100 130.129.056 170.686.090 199.023.445 196.802.595
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (144.769) (42.030.032) (52.637.474) (64.447.994) (72.863.113) (72.514.130)
Laba Periode Berjalan 3.203.997 50.290.068 77.491.582 106.238.095 126.160.332 124.288.465
Proyeksi Arus Kas Konsolidasi Perseroan tanpa dan dengan terjadinya Rencana Transaksi
selama tahun 2024-2029 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
Halaman 41
Page 47
(dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5 6
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 455.783.358 2.187.760.118 2.248.293.687 2.403.252.523 2.457.531.520 2.490.187.380
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (366.763.295) (1.759.767.066) (1.794.962.407) (1.901.923.550) (1.920.942.785) (1.939.391.444)
Penerimaan (Pembayaran) aktivitas operasi lainnya (14.739.372) (7.480.344) 5.864.543 19.438.121 15.808.646 14.071.817
Pembayaran pajak penghasilan - (42.030.032) (52.637.474) (64.447.994) (72.863.113) (72.514.130)
Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 74.280.692 378.482.677 406.558.349 456.319.100 479.534.268 492.353.623
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Perolehan aset tetap dan aset takberwujud (40.515.713) (162.439.243) (136.132.364) (235.854.956) (202.095.228) (207.060.536)
Penjualan aset tetap 750.000 3.000.000 3.000.000 3.000.000 3.000.000 3.000.000
Pembayaran beban tangguhan - (721.298) (865.558) (1.038.670) (934.803) (841.322)
Kas Bersih untuk Aktivitas Investasi (39.765.713) (160.160.542) (133.997.922) (233.893.626) (200.030.031) (204.901.859)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan atas utang lainnya - 48.065.801 23.310.000 46.445.005 12.600.000 12.600.000
Pembayaran atas pinjaman bank - (34.567.797) (89.687.796) (129.967.798) (158.107.847) (55.201.235)
Pembayaran atas utang jangka panjang - (29.353.084) (28.982.052) (39.706.516) (40.084.161) (42.604.161)
Penerimaan atas senior notes - - 400.000.000 - - -
Biaya transaksi senior notes - - (15.000.000) - - -
Pembayaran Senior Notes - (26.676.970) (225.401.864) - - -
Pembayaran liabilitas sewa (14.036.397) (69.480.167) (62.532.150) (56.278.935) (50.651.042) (45.585.937)
Pembayaran bunga (19.152.180) (94.816.656) (85.334.990) (72.534.742) (58.027.793) (43.520.845)
Pembayaran dividen - (10.000.000) (10.000.000) (10.000.000) (10.000.000) (10.000.000)
Kas Bersih untuk Aktivitas Pendanaan (33.188.577) (216.828.873) (93.628.852) (262.042.985) (304.270.843) (184.312.179)
Peningkatan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 1.326.402 1.493.262 178.931.575 (39.617.511) (24.766.606) 103.139.585
Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas (395.977) - - - - -
Kas dan Setara Kas, Awal 196.910.604 197.841.029 199.334.291 378.265.865 338.648.355 313.881.749
Kas dan Setara Kas, Akhir 197.841.029 199.334.291 378.265.865 338.648.355 313.881.749 417.021.334
197.841.029 199.334.291 378.265.865 338.648.355 313.881.749 417.021.334
8.2.1.3 Analisis Rasio Keuangan
Berikut adalah rasio keuangan Perseroan untuk periode 2021-2029 tanpa dan dengan
dengan adanya Rencana Transaksi:
Audited Audited Audited Audited Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2021 2022 2023 Sep-24 Des-24 2025 2026 2027 2028 2029
-2 -1 0 1 2 3 4 5 6
Operasi
Marjin laba bruto 14,81% 13,11% 13,44% 9,70% 11,19% 12,63% 13,95% 15,02% 15,61% 15,13%
Marjin laba usaha 8,99% 8,45% 8,28% 4,23% 8,15% 8,32% 9,56% 10,68% 11,24% 10,69%
Marjin laba (rugi) periode berjalan 0,03% 1,84% 1,96% -1,29% 0,71% 2,23% 3,43% 4,58% 5,29% 5,13%
Marjin EBITDA 25,46% 23,50% 22,49% 18,70% 21,39% 18,99% 19,13% 19,93% 19,98% 19,63%
Imbal hasil aset (ROA) 0,02% 1,82% 1,92% -1,05% 0,19% 2,89% 4,03% 5,44% 6,72% 6,85%
Imbal hasil ekuitas (ROE) 0,11% 11,18% 13,21% -7,11% 1,32% 17,59% 21,68% 23,14% 21,55% 17,44%
Likuiditas
Rasio Lancar 1,42 1,55 1,94 1,59 1,68 1,77 2,12 2,05 2,02 2,51
Quick Ratio 1,11 1,23 1,76 1,31 1,32 1,37 1,70 1,67 1,65 2,08
Solvabilitas
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,84 0,84 0,85 0,85 0,86 0,84 0,81 0,77 0,69 0,61
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 5,16 5,13 5,88 5,79 5,96 5,08 4,38 3,26 2,21 1,55
Berdasarkan analisis rasio keuangan Perseroan, seperti yang dirangkum pada tabel di
atas, proyeksi marjin laba usaha Perseroan pada periode Oktober 2024 - 2029 akan
berkisar antara 8,15%-11,24% dan proyeksi marjin laba (rugi) periode berjalan Perseroan
pada periode Oktober 2024 - 2029 akan berkisar antara 0,71%-5,29%. Sedangkan
proyeksi rasio lancar Perseroan pada periode Oktober 2024 - 2029 akan berkisar antara
1,68-2,51 dan proyeksi rasio liabilitas terhadap aset Perseroan pada periode Oktober 2024
- 2029 akan berkisar antara 0,61-0,86.
Halaman 42
Page 48
8.2.1.4 Analisis Laporan Keuangan Sebelum Rencana Transaksi dan Proforma Laporan
Keuangan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan
Berdasarkan analisis posisi proforma Perseroan atas keseluruhan Rencana Transaksi per
tanggal 30 September 2024 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan posisi keuangan Perseroan
dan tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan kinerja operasional Perseroan.
8.2.1.5 Analisis Kemampuan AAS untuk Melunasi Transaksi Pinjam Meminjam Dana
dan/atau Penjaminan Sampai Saat Jatuh Tempo
Berikut adalah proyeksi arus kas AAS tanpa adanya Rencana Transaksi:
(dalam USD)
Proyeksi Proyeksi
Keterangan Okt-Des 2024 2025
1 2
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Arus kas bersih dari aktivitas operasi - -
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Penerim aan dividen 3.225.132 6.135.298
Arus kas bersih dari akivitas investasi 3.225.132 6.135.298
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Pem bayaran pinjam an antar perusahaan - (73.400.000)
Pem bayaran bunga pinjam an antar perusahaan (2.202.000) (5.138.000)
Penerim aan utang bank - 73.400.000
Pem bayaran bunga utang bank - (3.013.070)
Arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan (2.202.000) (8.151.070)
Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas 1.023.132 (2.015.772)
Kas dan Setara Kas, Awal Periode 1.023.132 2.046.264
Kas dan Setara Kas, Akhir Periode 2.046.264 30.493
Tanpa adanya Rencana Transaksi, AAS harus membayar kepada BUMA bunga
wanprestasi dengan tingkat bunga 2% lebih tinggi dari bunga yang disebutkan dalam ILA
dari jumlah terutang, sehingga bunga yang sebelumnya sebesar 12% per tahun menjadi
14% per tahun.
Berikut adalah proyeksi arus kas AAS dengan adanya Rencana Transaksi:
(dalam USD)
Proyeksi Proyeksi
Keterangan Okt-Des 2024 2025
1 2
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Arus kas bersih dari aktivitas operasi - -
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Penerim aan dividen 3.225.132 6.135.298
Arus kas bersih dari akivitas investasi 3.225.132 6.135.298
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Pem bayaran pinjam an antar perusahaan - (73.400.000)
Pem bayaran bunga pinjam an antar perusahaan (2.202.000) (4.404.000)
Penerim aan utang bank - 73.400.000
Pem bayaran bunga utang bank - (3.013.070)
Arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan (2.202.000) (7.417.070)
Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas 1.023.132 (1.281.772)
Kas dan Setara Kas, Awal Periode 1.023.132 2.046.264
Kas dan Setara Kas, Akhir Periode 2.046.264 764.493
Halaman 43
Page 49
Dengan adanya Rencana Transaksi dimana tanggal jatuh tempo akan diperpanjang
melalui Amandemen Pertama, maka tidak terjadi wanprestasi sehingga bunga yang
dikenakan akan tetap sebesar 12% per tahun.
Berdasarkan analisis terhadap arus kas yang tersedia AAS sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi selama tahun 2024-2025, kas bersih yang diperoleh AAS akan telah cukup untuk
melunasi seluruh porsi pembayaran pokok dan bunga sehubungan dengan Rencana
Transaksi, dimana akan dapat diperoleh pendanaan dari bank saat itu.
8.2.1.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis Cash Management, dari Rencana Transaksi maka tidak terjadi
wanprestasi atas pinjaman antar perusahaan sehingga bunga yang dikenakan akan tetap
sebesar 12% per tahun. Dalam ILA, AAS tidak memiliki persyaratan financial covenant
tertentu.
8.2.2 Analisis Inkremental
8.2.2.1 Kontribusi Nilai Tambah Bagi Perseroan
Dengan atau tanpa adanya Rencana Transaksi, total aset Perseroan diproyeksikan akan
mengalami tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sekitar 1,67% atau mencapai
USD 1.814.208.915 pada tahun 2029, dibandingkan dengan total aset Perseroan per
30 September 2024 yang sebesar USD 1.663.083.435.
Dengan atau tanpa adanya Rencana Transaksi, total liabilitas Perseroan diproyeksikan akan
mengalami penurunan CAGR sekitar 4,69% atau mencapai USD 1.101.645.550 pada tahun
2029, dibandingkan dengan total liabilitas Perseroan per 30 September 2024 yang sebesar
USD 1.418.007.373.
Dengan atau tanpa adanya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan diproyeksikan akan
mengalami CAGR sekitar 22,54% atau mencapai USD 712.563.366 pada tahun 2029,
dibandingkan dengan total ekuitas Perseroan per 30 September 2024 yang sebesar
USD 245.076.062.
8.2.2.2 Perkiraan Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Perkiraan biaya-biaya yang relevan sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi
adalah sebesar USD 6.250.
8.2.2.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan
Berikut merupakan strategi bisnis yang dijalankan oleh Perseroan:
• Pertumbuhan organik dengan memanfaatkan kompetensi keunggulan operasional
melalui BUMA dan BUMA Australia, serta meningkatkan profitabilitas dan berkelanjutan
melalui perluasan unit usaha dan berinvestasi pada teknologi transformatif;
• Pertumbuhan di luar bisnis inti dengan mendiversifikasi investasi di komoditas logam
dan mineral, serta secara selektif melanjutkan aktivitas merger dan akuisisi lebih lanjut,
Halaman 44
Page 50
untuk mendiversifikasi sumber pendapatan, memiliki portofolio bisnis yg lebih
berimbang dan memastikan kelangsungan bisnis.
8.2.2.4 Prosedur Pengambilan Keputusan Atas Rencana Transaksi
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah memperhatikan dan menaati
peraturan dan ketentuan yang berlaku. Persetujuan awal atas Rencana Transaksi telah
disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi.
9. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
9.1 Pendekatan dan Analisis Kewajaran
Dalam menganalisis kewajaran keseluruhan Transaksi, kami melakukan pendekatan dan
prosedur sebagai berikut:
Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan
besaran bunga atas pinjaman dengan besaran bunga yang berlaku di pasar. Apabila
besaran bunga adalah serupa atau lebih baik dari fasilitas sejenis lain di pasar, maka
Rencana Transaksi tersebut dikategorikan wajar dan tidak merugikan Perseroan atau
pemegang sahamnya.
Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Analisis Cash Flow Available For Debt Service (CFADS) dilakukan berdasarkan
proyeksi keuangan AAS terhadap Rencana Transaksi selama tahun 2024-2025 untuk
melihat kas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga
sehubungan dengan Rencana Transaksi.
Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi
Analisis kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi dengan membandingkan
antara posisi proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dilaksanakannya
Rencana Transaksi dan sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi. Rencana
Transaksi dianggap wajar apabila posisi proforma menunjukkan nilai positif.
Analisis Inkremental dan Profitabilitas
Analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan
untuk melihat kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik bagi
Perseroan dengan membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi
manfaat ekonomis) sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah
dilaksanakannya Rencana Transaksi.
9.2 Analisis Kewajaran Transaksi
Analisis kewajaran dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan obyektif
transaksi secara keseluruhan dan kemudian masing-masing komponen transaksi juga
ditelaah untuk dinilai kewajarannya. Penilaian kewajaran dilakukan dengan tetap
memperhatikan keterkaitan antara masing-masing transaksi dan obyektif transaksi secara
Halaman 45
Page 51
keseluruhan, Pendapat kewajaran atas keseluruhan Transaksi disampaikan pada bab 10.
Kesimpulan.
Berikut ini adalah ringkasan analisis Kewajaran Transaksi :
1. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
Sebagaimana tercantum dalam Intercompany Loan Agreement (ILA) tanggal 25 Juni
2024 antara BUMA dan AAS, BUMA memberikan pinjaman kepada AAS dengan jumlah
pokok keseluruhan maksimum sebesar USD 80.000.000,-. Pinjaman tersebut
dikenakan bunga sebesar 12% per tahun.
Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan
besaran bunga atas pinjaman tersebut dengan besaran bunga yang berlaku di pasar.
Secara garis besar, analisis kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut dilakukan
dengan membandingkan syarat-syarat termasuk besaran bunga pinjaman yang
digunakan dalam Rencana Transaksi dengan syarat-syarat dan besaran bunga
pinjaman yang berlaku di pasar saat ini.
Tingkat bunga pinjaman yang berlaku di pasar berdasarkan industri batubara dan
transaksi serupa adalah sebagai berikut:
Suku Bunga
Nama Perusahaan Fasilitas Jatuh Tempo
(%)
Whitehaven Coal Limited USD 1.100.000.000 2029 11,33-11,83
Golden Energy and Resources Pte Ltd
USD 700.000.000 - 13,33-14,33
and M Resources Pty Ltd
North Queensland Export Terminal AUD 329.000.000 2025 10,00
Sesuai analisa kami, besaran suku bunga pinjaman terkait sejumlah transaksi serupa
adalah berkisar antara 10,00%-14,33% per tahun. Dengan demikian sehubungan
dengan pinjaman yang diberikan oleh BUMA selaku pihak terafiliasi dengan AAS,
tingkat bunga pinjamannya sebesar 12% per tahun masih masuk dalam kisaran
tersebut, sehingga menurut pendapat kami adalah wajar.
2. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Analisis Cash Flow Available For Debt Service (CFADS) dilakukan berdasarkan
proyeksi keuangan AAS terhadap Rencana Transaksi selama tahun 2024-2025 untuk
melihat kas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga
sehubungan dengan Rencana Transaksi, dimana CFADS tersebut telah
memperhitungkan pemenuhan kewajiban pinjaman lainnya.
Berdasarkan analisis tersebut, AAS memiliki CFADS yang cukup untuk memenuhi
kewajiban porsi pembayaran pokok dan bunga Pinjaman sehubungan dengan
Rencana Transaksi. Pada periode Oktober-Desember 2024 diproyeksikan AAS
memiliki CFADS sebesar USD 4.248.264 serta porsi pembayaran bunga sebesar
USD 2.202.000 sehingga AAS memiliki rasio CFADS sebesar 1,93x pada tahun
tersebut. Rasio ini menunjukkan bahwa kas yang tersedia untuk melakukan kewajiban
porsi pembayaran bunga Pinjaman adalah lebih besar 1,93x dari jumlah porsi
Halaman 46
Page 52
pembayaran bunga. Apabila AAS memiliki rasio CFADS dengan nilai lebih besar dari
1x, maka AAS dinyatakan layak dalam melunasi seluruh utangnya.
AAS diproyeksikan memiliki CFADS sebesar 1,01x pada tahun 2025, yang
menandakan AAS mampu untuk membayar Pinjaman yang akan jatuh tempo pada
tahun tersebut beserta bunga sebesar USD 77.804.000, hal ini dikarenakan AAS
memiliki CFADS yang cukup dimana diproyeksikan sebesar USD 78.568.493.
3. Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi
Berikut ini adalah ringkasan proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi yang disiapkan oleh manajemen
Perseroan per 30 September 2024:
(dalam USD)
Before Transaction After Transaction
Keterangan (Audited) Penyesuaian (Proforma)
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 196.910.604 - 196.910.604
Aset keuangan lainnya 10.241.395 - 10.241.395
Piutang usaha 390.082.439 - 390.082.439
Piutang lain-lain 36.613.790 - 36.613.790
Persediaan 70.628.437 - 70.628.437
Pajak dibayar dimuka 22.848.659 - 22.848.659
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 19.326.241 - 19.326.241
Aset lainnya 25.053.694 - 25.053.694
Total Aset Lancar 771.705.259 - 771.705.259
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya 71.799.418 - 71.799.418
Aset pajak tangguhan - neto 4.040.098 - 4.040.098
Aset tetap 704.633.660 - 704.633.660
Aset takberwujud 10.828.415 - 10.828.415
Properti pertambangan 67.446.035 - 67.446.035
Investasi pada entitas asosiasi 7.576.800 - 7.576.800
Tagihan pajak 9.281.008 - 9.281.008
Aset lainnya 15.772.742 - 15.772.742
Total Aset Tidak Lancar 891.378.176 - 891.378.176
Total Aset 1.663.083.435 - 1.663.083.435
#REF!
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - pihak ketiga 242.604.999 - 242.604.999
Utang lain-lain - pihak ketiga 9.213.353 - 9.213.353
Utang pajak 4.793.129 - 4.793.129
Beban masih harus dibayar 77.292.330 - 77.292.330
Pendapatan ditangguhkan 540.746 - 540.746
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman bank 27.516.484 - 27.516.484
Utang jangka panjang 22.251.215 - 22.251.215
Liabilitas sewa 51.052.657 - 51.052.657
Senior notes 27.785.735 - 27.785.735
Liabilitas imbalan kerja 18.355.125 - 18.355.125
Pinjaman lain-lain 2.222.951 - 2.222.951
Liabilitas jangka pendek lainnya 1.497.067 - 1.497.067
Total Liabilitas Jangka Pendek 485.125.791 - 485.125.791
Halaman 47
Page 53
Before Transaction After Transaction
Keterangan (Audited) Penyesuaian (Proforma)
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja 73.218.521 - 73.218.521
Liabilitas pajak tangguhan 9.662.712 - 9.662.712
Pendapatan ditangguhkan 506.466 - 506.466
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo -
dalam satu tahun -
Senior Notes 224.236.142 - 224.236.142
Pinjaman bank 533.651.172 - 533.651.172
Utang jangka panjang 42.462.867 - 42.462.867
Liabilitas sewa 37.493.278 - 37.493.278
Liabilitas jangka panjang lainnya 11.650.424 - 11.650.424
Total Liabilitas Jangka Panjang 932.881.582 - 932.881.582
Total Liabilitas 1.418.007.373 - 1.418.007.373
0,85 #REF! 0,85
Ekuitas 5,79 5,79
Modal saham 41.992.973 - 41.992.973
Tambahan modal disetor 120.117.920 - 120.117.920
Cadangan kompensasi berbasis saham 2.134.612 - 2.134.612
Saham Long-Term Share Plan (19.432.641) - (19.432.641)
Saham treasuri (7.049.307) - (7.049.307)
Perubahan atas nilai wajar dari aset keuangan lainnya (5.944.337) - (5.944.337)
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing (748.847) - (748.847)
Saldo laba 104.128.654 - 104.128.654
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 235.199.027 - 235.199.027
Kepentingan nonpengendali 9.877.035 - 9.877.035
Total Ekuitas 245.076.062 - 245.076.062
Total Liabilitas dan Ekuitas 1.663.083.435 - 1.663.083.435
Berikut ini adalah ringkasan Proforma Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan
sebelum dan sesudah Rencana Transaksi yang disiapkan oleh manajemen Perseroan
per 30 September 2024:
(dalam USD)
Before Transaction After Transaction
Keterangan (Audited) Penyesuaian (Proforma)
Pendapatan Neto 1.349.094.283 - 1.349.094.283
Beban Pokok Pendapatan (1.218.219.058) - (1.218.219.058)
Laba Bruto 130.875.225 - 130.875.225
Beban Usaha (73.822.121) - (73.822.121)
Laba Usaha 57.053.104 - 57.053.104
Pendapatan (Beban) Lain-lain (72.175.285) - (72.175.285)
Rugi Sebelum Pajak Penghasilan (15.122.181) - (15.122.181)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (2.302.145) - (2.302.145)
Rugi Periode Berjalan (17.424.326) - (17.424.326)
Rencana Transaksi tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan posisi keuangan
Perseroan dan tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan kinerja operasional
Perseroan.
Halaman 48
Page 54
4. Analisis Inkremental dan Profitabilitas
Analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan
untuk melihat kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang positif bagi
Perseroan dengan membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi
manfaat ekonomis) sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah
dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Berikut adalah kinerja konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan terjadinya Rencana
Transaksi selama periode proyeksi tahun 2024-2029:
(dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Aset 1.688.645.131 1.739.184.137 1.924.661.326 1.954.135.918 1.877.632.970 1.814.208.915
Liabilitas 1.445.894.522 1.453.224.246 1.567.198.331 1.494.981.648 1.292.085.003 1.101.645.550
Ekuitas 242.750.610 285.959.891 357.462.995 459.154.269 585.547.967 712.563.366
Pendapatan Neto 452.537.496 2.253.699.111 2.256.615.010 2.319.927.414 2.386.876.357 2.424.881.150
Laba Usaha 36.894.119 187.468.674 215.762.773 247.756.435 268.386.756 259.229.575
Laba Periode Berjalan 3.203.997 50.290.068 77.491.582 106.238.095 126.160.332 124.288.465
EBITDA 96.785.544 427.914.429 431.616.969 462.447.392 476.809.113 475.990.570
*) EBITDA= Earning Before Interest Tax Depreciation Amortisation
Pendapatan Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR sebesar 11,82% atau
mencapai USD 2.424.881.150 pada tahun 2029, dibandingkan dengan pendapatan
Perseroan per 30 September 2024 yang sebesar USD 1.349.094.283. Laba periode
berjalan Perseroan diproyeksikan akan mencapai USD 124.288.465 pada tahun 2029,
dibandingkan dengan rugi periode berjalan Perseroan per 30 September 2024 yang
sebesar USD 17.424.326. EBITDA Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
sebesar 12,85% atau mencapai USD 475.990.570 pada tahun 2029, dibandingkan
dengan EBITDA Perseroan per 30 September 2024 yang sebesar USD 252.338.807.
Pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan asumsi seluruh usaha Perseroan memiliki
prospek yang baik.
Berdasarkan analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana
Transaksi di atas terlihat bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan tidak memiliki
dampak terhadap Perseroan karena Intercompany Loan secara konsolidasi akan
terliminasi.
10. Kesimpulan
Berdasarkan pertimbangan analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap Rencana Transaksi,
analisis kewajaran transaksi dan faktor-faktor yang relevan dalam memberikan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan, maka kami berpendapat bahwa Rencana
Transaksi yang akan dilakukan Perseroan adalah wajar.
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini
disusun dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila
tidak ada perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan
manajemen Perseroan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, yang meliputi pencapaian
target nilai transaksi, kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan
Halaman 49
Page 55
dan peraturan Pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan ini dikeluarkan. Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin akan berbeda jika setelah tanggal laporan
dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.
11. Distribusi Pendapat Kewajaran Ini
Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik, yang harus dipandang sebagai satu
kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan
isi Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang
ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi
Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda
tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan (corporate seal) dari ID&R.
Halaman 50
Page 56
LAMPIRAN
Page 57
Apendiks 1a
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Posisi Keuangan Konsolidasian Historis
Per 31 Desember 2021 - 30 September 2024
(dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
Audited Audited Audited Audited
Keterangan 2021 2022 2023 Sep-24
-2 -1 0
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 194.341.065 148.097.071 498.124.721 196.910.604
Aset keuangan lainnya 26.164.159 33.121.738 45.301.842 10.241.395
Piutang usaha 295.487.909 322.573.903 359.656.125 390.082.439
Piutang lain-lain 10.300.699 13.204.460 25.374.074 36.613.790
Persediaan 66.939.999 81.184.262 70.192.304 70.628.437
Pajak dibayar dimuka 44.056.355 29.148.872 1.517.862 22.848.659
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 15.793.916 15.364.967 12.455.505 19.326.241
Aset lainnya 20.927.428 9.487.387 12.661.515 25.053.694
Total Aset Lancar 674.011.530 652.182.660 1.025.283.948 771.705.259
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya 17.043.456 16.200.799 41.200.799 71.799.418
Aset pajak tangguhan - neto 1.151.980 1.507.822 4.552.108 4.040.098
Aset tetap 848.681.368 789.508.610 710.752.410 704.633.660
Aset takberwujud - 13.285.748 11.291.510 10.828.415
Properti pertambangan - - - 67.446.035
Investasi pada entitas asosiasi - 6.210.134 8.884.829 7.576.800
Tagihan pajak 44.246.792 75.779.693 57.600.201 9.281.008
Aset lainnya 50.823.181 16.411.941 15.033.599 15.772.742
Total Aset Tidak Lancar 961.946.777 918.904.747 849.315.456 891.378.176
Total Aset 1.635.958.307 1.571.087.407 1.874.599.404 1.663.083.435
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - pihak ketiga 252.846.117 188.091.181 174.958.398 242.604.999
Utang lain-lain - pihak ketiga 6.716.157 8.113.912 7.455.828 9.213.353
Utang pajak 1.226.266 7.017.580 22.545.546 4.793.129
Beban masih harus dibayar 91.126.652 85.351.611 115.315.395 77.292.330
Pendapatan ditangguhkan 1.762.592 1.663.482 1.144.452 540.746
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman bank 10.207.346 25.664.159 85.483.830 27.516.484
Utang jangka panjang 3.974.914 14.106.891 20.683.043 22.251.215
Liabilitas sewa 85.645.056 74.311.657 79.858.274 51.052.657
Senior notes - - - 27.785.735
Liabilitas imbalan kerja 20.537.448 14.799.765 18.627.318 18.355.125
Pinjaman lain-lain - - 654.780 2.222.951
Liabilitas jangka pendek lainnya 32.649 343.012 1.554.554 1.497.067
Total Liabilitas Jangka Pendek 474.075.197 419.463.250 528.281.418 485.125.791
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja 61.446.702 57.676.671 65.781.561 73.218.521
Liabilitas pajak tangguhan 2.009.332 3.209.868 2.979.489 9.662.712
Pendapatan ditangguhkan 2.494.730 1.102.170 764.948 506.466
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo
dalam satu tahun
Senior Notes 389.897.723 392.049.268 401.134.348 224.236.142
Pinjaman bank 327.916.402 302.205.579 483.441.320 533.651.172
Utang jangka panjang 15.895.296 43.913.029 54.777.290 42.462.867
Liabilitas sewa 96.566.736 95.077.769 64.669.459 37.493.278
Liabilitas jangka panjang lainnya - 161.572 164.635 11.650.424
Total Liabilitas Jangka Panjang 896.226.921 895.395.926 1.073.713.050 932.881.582
Total Liabilitas 1.370.302.118 1.314.859.176 1.601.994.468 1.418.007.373
Ekuitas
Modal saham 47.317.783 47.317.783 47.317.783 41.992.973
Tambahan modal disetor 145.040.748 145.040.748 145.040.748 120.117.920
Cadangan kompensasi berbasis saham 716.967 716.967 716.967 2.134.612
Saham Long-Term Share Plan - - - (19.432.641)
Saham treasuri - (22.266.408) (34.854.805) (7.049.307)
Perubahan atas nilai wajar dari aset keuangan lainnya 1.518.597 (5.944.337) (5.944.337) (5.944.337)
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing 270.896 (2.137.399) (1.266.274) (748.847)
Saldo laba 70.790.981 93.500.648 121.594.838 104.128.654
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 265.655.972 256.228.002 272.604.920 235.199.027
Kepentingan nonpengendali 217 229 16 9.877.035
Total Ekuitas 265.656.189 256.228.231 272.604.936 245.076.062
Total Liabilitas dan Ekuitas 1.635.958.307 1.571.087.407 1.874.599.404 1.663.083.435
Page 58
Apendiks 1b
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Laba Rugi Konsolidasian Historis
Untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 - 30 September 2024
(dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
Audited Audited Audited Audited
Keterangan 2021 2022 2023 Jan-Sept 2024
-2 -1 0
Pendapatan Neto 910.544.363 1.553.709.677 1.833.320.502 1.349.094.283
Beban Pokok Pendapatan (775.685.451) (1.349.951.475) (1.586.868.562) (1.218.219.058)
Laba Bruto 134.858.912 203.758.202 246.451.940 130.875.225
Beban Usaha (53.034.147) (72.433.721) (94.597.304) (73.822.121)
Laba Usaha 81.824.765 131.324.481 151.854.636 57.053.104
Pendapatan (Beban) Lain-lain (73.806.507) (90.901.917) (91.475.978) (72.175.285)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan 8.018.258 40.422.564 60.378.658 (15.122.181)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (7.737.712) (11.783.854) (24.368.467) (2.302.145)
Laba (Rugi) Periode Berjalan 280.546 28.638.710 36.010.191 (17.424.326)
Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain 1.624.370 (10.650.260) (45.089) 2.012.023
Penghasilan (Rugi) Komprehensif Periode Berjalan 1.904.916 17.988.450 35.965.102 (15.412.303)
Penyusutan dan amortisasi 149.998.215 233.817.718 260.503.672 195.285.703
EBITDA 231.822.980 365.142.199 412.358.308 252.338.807
Page 59
Apendiks 1c
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Common Size - Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2021 - 30 September 2024
Audited Audited Audited Audited
Keterangan 2021 2022 2023 Sep-24
-1 -1 0
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 11,88% 9,43% 26,57% 11,84%
Aset keuangan lainnya 1,60% 2,11% 2,42% 0,62%
Piutang usaha 18,06% 20,53% 19,19% 23,46%
Piutang lain-lain 0,63% 0,84% 1,35% 2,20%
Persediaan 4,09% 5,17% 3,74% 4,25%
Pajak dibayar dimuka 2,69% 1,86% 0,08% 1,37%
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 0,97% 0,98% 0,66% 1,16%
Aset lainnya 1,28% 0,60% 0,68% 1,51%
Total Aset Lancar 41,20% 41,51% 54,69% 46,40%
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya 1,04% 1,03% 2,20% 4,32%
Aset pajak tangguhan - neto 0,07% 0,10% 0,24% 0,24%
Aset tetap 51,88% 50,25% 37,91% 42,37%
Aset takberwujud 0,00% 0,85% 0,60% 0,65%
Properti pertambangan 0,00% 0,00% 0,00% 4,06%
Investasi pada entitas asosiasi 0,00% 0,40% 0,47% 0,46%
Tagihan pajak 2,70% 4,82% 3,07% 0,56%
Aset lainnya 3,11% 1,04% 0,80% 0,95%
Total Aset Tidak Lancar 58,80% 58,49% 45,31% 53,60%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - pihak ketiga 15,46% 11,97% 9,33% 14,59%
Utang lain-lain - pihak ketiga 0,41% 0,52% 0,40% 0,55%
Utang pajak 0,07% 0,45% 1,20% 0,29%
Beban masih harus dibayar 5,57% 5,43% 6,15% 4,65%
Pendapatan ditangguhkan 0,11% 0,11% 0,06% 0,03%
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman bank 0,62% 1,63% 4,56% 1,65%
Utang jangka panjang 0,24% 0,90% 1,10% 1,34%
Liabilitas sewa 5,24% 4,73% 4,26% 3,07%
Senior notes 0,00% 0,00% 0,00% 1,67%
Liabilitas imbalan kerja 1,26% 0,94% 0,99% 1,10%
Pinjaman lain-lain 0,00% 0,00% 0,03% 0,13%
Liabilitas jangka pendek lainnya 0,00% 0,02% 0,08% 0,09%
Total Liabilitas Jangka Pendek 28,98% 26,70% 28,18% 29,17%
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja 3,76% 3,67% 3,51% 4,40%
Liabilitas pajak tangguhan 0,12% 0,20% 0,16% 0,58%
Pendapatan ditangguhkan 0,15% 0,07% 0,04% 0,03%
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo
dalam satu tahun
Senior Notes 23,83% 24,95% 21,40% 13,48%
Pinjaman bank 20,04% 19,24% 25,79% 32,09%
Utang jangka panjang 0,97% 2,80% 2,92% 2,55%
Liabilitas sewa 5,90% 6,05% 3,45% 2,25%
Liabilitas jangka panjang lainnya 0,00% 0,01% 0,01% 0,70%
Total Liabilitas Jangka Panjang 54,78% 56,99% 57,28% 56,09%
Total Liabilitas 83,76% 83,69% 85,46% 85,26%
Ekuitas
Modal saham 2,89% 3,01% 2,52% 2,53%
Tambahan modal disetor 8,87% 9,23% 7,74% 7,22%
Cadangan kompensasi berbasis saham 0,04% 0,05% 0,04% 0,13%
Saham Long-Term Share Plan 0,00% 0,00% 0,00% -1,17%
Saham treasuri 0,00% -1,42% -1,86% -0,42%
Perubahan atas nilai wajar dari aset keuangan lainnya 0,09% -0,38% -0,32% -0,36%
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing 0,02% -0,14% -0,07% -0,05%
Saldo laba 4,33% 5,95% 6,49% 6,26%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 16,24% 16,31% 14,54% 14,14%
Kepentingan nonpengendali 0,00% 0,00% 0,00% 0,59%
Total Ekuitas 16,24% 16,31% 14,54% 14,74%
Total Liabilitas dan Ekuitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Page 60
Apendiks 1d
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Common Size - Laba Rugi
Untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 - 30 September 2024
Audited Audited Audited Audited
Keterangan 2021 2022 2023 Jan-Sept 2024
-2 -1 0
Pendapatan Neto 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban Pokok Pendapatan -85,19% -86,89% -86,56% -90,30%
Laba Bruto 14,81% 13,11% 13,44% 9,70%
Beban Usaha -5,82% -4,66% -5,16% -5,47%
Laba Usaha 8,99% 8,45% 8,28% 4,23%
Pendapatan (Beban) Lain-lain -8,11% -5,85% -4,99% -5,35%
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan 0,88% 2,60% 3,29% -1,12%
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan -0,85% -0,76% -1,33% -0,17%
Laba (Rugi) Periode Berjalan 0,03% 1,84% 1,96% -1,29%
Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain 0,18% -0,69% 0,00% 0,15%
Penghasilan (Rugi) Komprehensif Periode Berjalan 0,21% 1,16% 1,96% -1,14%
Penyusutan dan amortisasi 16,47% 15,05% 14,21% 14,48%
EBITDA 25,46% 23,50% 22,49% 18,70%
Page 61
Apendiks 2a
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian
2024 - 2029
(dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5 6
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 197.841.029 199.334.291 378.265.865 338.648.355 313.881.749 417.021.334
Aset keuangan lainnya 10.241.395 10.241.395 10.241.395 10.241.395 10.241.395 10.241.395
Piutang usaha 368.271.880 390.870.396 389.515.920 459.151.612 474.172.160 357.556.988
Piutang lain-lain 36.613.790 36.613.790 36.613.790 36.613.790 36.613.790 36.613.790
Persediaan 70.654.355 71.333.188 76.099.711 80.870.874 78.105.425 76.794.891
Pajak dibayar dimuka 45.116.337 54.139.605 64.967.526 58.470.773 52.623.696 47.361.326
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 20.300.754 17.446.012 17.395.612 17.343.700 17.290.231 17.235.157
Aset lainnya 33.404.925 40.085.910 44.094.501 39.685.051 35.716.546 32.144.892
Total Aset Lancar 782.444.466 820.064.587 1.017.194.321 1.041.025.550 1.018.644.992 994.969.773
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya 95.732.557 100.519.185 105.545.144 94.990.630 85.491.567 81.216.989
Aset pajak tangguhan - neto 5.386.797 5.925.477 6.518.025 5.866.222 5.279.600 4.751.640
Aset tetap 688.975.134 697.375.426 680.419.469 699.318.078 664.352.174 631.134.565
Aset takberwujud 10.828.415 10.286.994 9.772.645 9.284.012 8.819.812 8.378.821
Properti pertambangan 67.446.035 64.172.168 61.061.995 58.107.330 55.300.399 52.633.814
Investasi pada entitas asosiasi 7.576.800 7.576.800 7.576.800 7.576.800 7.576.800 7.576.800
Tagihan pajak 9.281.008 10.209.109 11.230.020 10.107.018 9.096.316 8.186.684
Aset lainnya 20.973.919 23.054.390 25.342.908 27.860.277 23.071.311 25.359.829
Total Aset Tidak Lancar 906.200.666 919.119.550 907.467.005 913.110.368 858.987.978 819.239.142
Total Aset 1.688.645.131 1.739.184.137 1.924.661.326 1.954.135.918 1.877.632.970 1.814.208.915
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - pihak ketiga 221.672.335 191.943.848 161.009.658 158.560.748 165.455.435 167.547.685
Utang lain-lain - pihak ketiga 9.213.353 9.213.353 9.213.353 9.213.353 9.213.353 9.213.353
Utang pajak 5.272.442 5.551.649 7.283.755 7.377.736 7.474.535 7.574.239
Beban masih harus dibayar 81.156.946 109.246.776 103.784.437 98.595.215 93.665.455 88.982.182
Pendapatan ditangguhkan 540.746 594.821 654.303 719.733 791.706 870.877
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman bank 27.516.484 34.567.797 89.687.796 129.967.798 158.107.847 55.201.235
Utang jangka panjang 20.026.094 18.023.484 16.221.136 14.599.022 13.139.120 11.825.208
Liabilitas sewa 50.031.604 45.028.443 40.525.599 36.473.039 32.825.735 29.543.162
Senior notes 27.785.735 27.785.735 27.785.735 27.785.735 - -
Liabilitas imbalan kerja 18.355.125 18.355.125 18.355.125 18.355.125 18.355.125 18.355.125
Pinjaman lain-lain 2.000.656 2.200.721 2.420.794 2.662.873 2.929.160 3.222.076
Liabilitas jangka pendek lainnya 1.347.360 1.616.832 1.940.199 2.328.239 2.793.886 3.352.664
Total Liabilitas Jangka Pendek 464.918.880 464.128.585 478.881.889 506.638.616 504.751.359 395.687.806
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja 73.218.521 80.540.373 88.594.410 97.453.851 87.708.466 78.937.620
Liabilitas pajak tangguhan 6.967.267 9.393.168 12.061.658 14.996.997 11.768.124 8.862.138
Pendapatan ditangguhkan 506.466 557.113 612.824 674.106 606.696 546.026
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo
dalam satu tahun
Senior Notes 224.236.142 225.401.864 400.000.000 400.000.000 400.000.000 400.000.000
Pinjaman bank 533.651.172 432.964.676 343.276.880 213.309.082 55.201.235 -
Utang jangka panjang 94.752.103 86.887.992 81.265.941 88.554.430 61.070.269 48.856.215
Liabilitas sewa 35.993.547 42.389.579 50.867.495 61.040.994 57.988.944 55.089.497
Liabilitas jangka panjang lainnya 11.650.424 110.960.896 111.637.234 112.313.572 112.989.910 113.666.248
Total Liabilitas Jangka Panjang 980.975.642 989.095.661 1.088.316.442 988.343.033 787.333.644 705.957.744
Total Liabilitas 1.445.894.522 1.453.224.246 1.567.198.331 1.494.981.648 1.292.085.003 1.101.645.550
Ekuitas
Modal saham 41.992.973 41.992.973 41.992.973 41.992.973 41.992.973 41.992.973
Tambahan modal disetor 120.117.920 120.117.920 120.117.920 120.117.920 120.117.920 120.117.920
Cadangan kompensasi berbasis saham 2.134.612 2.134.612 2.134.612 2.134.612 2.134.612 2.134.612
Saham Long-Term Share Plan (19.432.641) (19.432.641) (19.432.641) (19.432.641) (19.432.641) (19.432.641)
Saham treasuri (7.049.307) (7.049.307) (7.049.307) (7.049.307) (7.049.307) (7.049.307)
Perubahan atas nilai wajar dari aset keuangan lainnya (10.078.404) (11.086.244) (12.194.869) (13.414.356) (12.072.920) (10.865.628)
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing (748.847) (823.732) (906.105) (996.715) (897.044) (807.339)
Saldo laba 102.474.509 142.764.576 210.256.158 306.494.254 422.654.586 536.943.051
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 229.410.815 268.618.157 334.918.742 429.846.740 547.448.179 663.033.641
Kepentingan nonpengendali 13.339.795 17.341.734 22.544.254 29.307.530 38.099.788 49.529.725
Total Ekuitas 242.750.610 285.959.891 357.462.995 459.154.269 585.547.967 712.563.366
Total Liabilitas dan Ekuitas 1.688.645.131 1.739.184.137 1.924.661.326 1.954.135.918 1.877.632.970 1.814.208.915
Page 62
Apendiks 2b
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian
2024 - 2029
(dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5 6
Pendapatan Neto 452.537.496 2.253.699.111 2.256.615.010 2.319.927.414 2.386.876.357 2.424.881.150
Beban Pokok Pendapatan (401.885.107) (1.969.108.048) (1.941.766.181) (1.971.375.121) (2.014.320.529) (2.058.015.766)
Laba Bruto 50.652.389 284.591.064 314.848.829 348.552.293 372.555.827 366.865.383
Beban Usaha (13.758.271) (97.122.389) (99.086.056) (100.795.858) (104.169.072) (107.635.808)
Laba Usaha 36.894.119 187.468.674 215.762.773 247.756.435 268.386.756 259.229.575
Pendapatan (Beban) Lain-lain (33.545.353) (95.148.575) (85.633.717) (77.070.345) (69.363.311) (62.426.980)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 3.348.765 92.320.100 130.129.056 170.686.090 199.023.445 196.802.595
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (144.769) (42.030.032) (52.637.474) (64.447.994) (72.863.113) (72.514.130)
Laba Periode Berjalan 3.203.997 50.290.068 77.491.582 106.238.095 126.160.332 124.288.465
Penyusutan dan amortisasi 59.891.425 240.445.755 215.854.195 214.690.957 208.422.358 216.760.995
EBITDA 96.785.544 427.914.429 431.616.969 462.447.392 476.809.113 475.990.570
Apendiks 2c
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Proyeksi Arus Kas Konsolidasian
2024 - 2029
(dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan Okt-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5 6
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 455.783.358 2.187.760.118 2.248.293.687 2.403.252.523 2.457.531.520 2.490.187.380
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (366.763.295) (1.759.767.066) (1.794.962.407) (1.901.923.550) (1.920.942.785) (1.939.391.444)
Penerimaan (Pembayaran) aktivitas operasi lainnya (14.739.372) (7.480.344) 5.864.543 19.438.121 15.808.646 14.071.817
Pembayaran pajak penghasilan - (42.030.032) (52.637.474) (64.447.994) (72.863.113) (72.514.130)
Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 74.280.692 378.482.677 406.558.349 456.319.100 479.534.268 492.353.623
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Perolehan aset tetap dan aset takberwujud (40.515.713) (162.439.243) (136.132.364) (235.854.956) (202.095.228) (207.060.536)
Penjualan aset tetap 750.000 3.000.000 3.000.000 3.000.000 3.000.000 3.000.000
Pembayaran beban tangguhan - (721.298) (865.558) (1.038.670) (934.803) (841.322)
Kas Bersih untuk Aktivitas Investasi (39.765.713) (160.160.542) (133.997.922) (233.893.626) (200.030.031) (204.901.859)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan atas utang lainnya - 48.065.801 23.310.000 46.445.005 12.600.000 12.600.000
Pembayaran atas pinjaman bank - (34.567.797) (89.687.796) (129.967.798) (158.107.847) (55.201.235)
Pembayaran atas utang jangka panjang - (29.353.084) (28.982.052) (39.706.516) (40.084.161) (42.604.161)
Penerimaan atas senior notes - - 400.000.000 - - -
Biaya transaksi senior notes - - (15.000.000) - - -
Pembayaran Senior Notes - (26.676.970) (225.401.864) - - -
Pembayaran liabilitas sewa (14.036.397) (69.480.167) (62.532.150) (56.278.935) (50.651.042) (45.585.937)
Pembayaran bunga (19.152.180) (94.816.656) (85.334.990) (72.534.742) (58.027.793) (43.520.845)
Pembayaran dividen - (10.000.000) (10.000.000) (10.000.000) (10.000.000) (10.000.000)
Kas Bersih untuk Aktivitas Pendanaan (33.188.577) (216.828.873) (93.628.852) (262.042.985) (304.270.843) (184.312.179)
Peningkatan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 1.326.402 1.493.262 178.931.575 (39.617.511) (24.766.606) 103.139.585
Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas (395.977) - - - - -
Kas dan Setara Kas, Awal 196.910.604 197.841.029 199.334.291 378.265.865 338.648.355 313.881.749
Kas dan Setara Kas, Akhir 197.841.029 199.334.291 378.265.865 338.648.355 313.881.749 417.021.334
Page 63
Apendiks 3
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Rasio Keuangan
2021-2029
Audited Audited Audited Audited Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2021 2022 2023 Sep-24 Des-24 2025 2026 2027 2028 2029
-2 -1 0 1 2 3 4 5 6
Kinerja
Jumlah saham beredar 8.621.173.232 8.621.173.232 8.621.173.232 7.651.007.132 7.651.007.132 7.651.007.132 7.651.007.132 7.651.007.132 7.651.007.132 7.651.007.132
Laba (Rugi) periode berjalan per saham USD 0,0000 0,0033 0,0042 (0,0023) 0,0004 0,0066 0,0101 0,0139 0,0165 0,0162
Nilai buku per saham USD 0,0308 0,0297 0,0316 0,0320 0,0317 0,0374 0,0467 0,0600 0,0765 0,0931
Operasi
Marjin laba bruto 14,81% 13,11% 13,44% 9,70% 11,19% 12,63% 13,95% 15,02% 15,61% 15,13%
Marjin laba usaha 8,99% 8,45% 8,28% 4,23% 8,15% 8,32% 9,56% 10,68% 11,24% 10,69%
Marjin laba (rugi) periode berjalan 0,03% 1,84% 1,96% -1,29% 0,71% 2,23% 3,43% 4,58% 5,29% 5,13%
Marjin EBITDA 25,46% 23,50% 22,49% 18,70% 21,39% 18,99% 19,13% 19,93% 19,98% 19,63%
Imbal hasil aset (ROA) 0,02% 1,82% 1,92% -1,05% 0,19% 2,89% 4,03% 5,44% 6,72% 6,85%
Imbal hasil ekuitas (ROE) 0,11% 11,18% 13,21% -7,11% 1,32% 17,59% 21,68% 23,14% 21,55% 17,44%
Likuiditas
Rasio Lancar 1,42 1,55 1,94 1,59 1,68 1,77 2,12 2,05 2,02 2,51
Quick Ratio 1,11 1,23 1,76 1,31 1,32 1,37 1,70 1,67 1,65 2,08
Solvabilitas
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,84 0,84 0,85 0,85 0,86 0,84 0,81 0,77 0,69 0,61
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 5,16 5,13 5,88 5,79 5,96 5,08 4,38 3,26 2,21 1,55
Pertumbuhan
Pendapatan Neto 70,64% 18,00% n/a -1,73% 25,09% 0,13% 2,81% 2,89% 1,59%
Laba (Rugi) Periode Berjalan 10108,20% 25,74% n/a -139,49% -453,65% 54,09% 37,10% 18,75% -1,48%
Aset -3,97% 19,32% n/a -9,92% 2,99% 10,66% 1,53% -3,91% -3,38%
Liabilitas -4,05% 21,84% n/a -9,74% 0,51% 7,84% -4,61% -13,57% -14,74%
Ekuitas -3,55% 6,39% n/a -10,95% 17,80% 25,00% 28,45% 27,53% 21,69%
Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ihot Dollar
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
—
Web site
p.2 ×2
unresolved
person
Raymond Yoranouw, MBT, MAPPI (Cert.)
· Senior Partner
p.4
unresolved
person
MBT
p.4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.6 ×4
unresolved
org
Aria Kanaka & Rekan
p.6 ×4
unresolved
person
Edison Sianipar
· Notaris
p.8 ×3
unresolved
person
Aulia Taufani
· Notaris
p.8 ×3
unresolved
person
Raden Johanes Sarwono
· Notaris
p.8 ×3
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.8 ×3
unresolved
person
Humberg Lie
· Notaris
p.8 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×2
unresolved
org
Delta Dunia Property Tbk
p.13 ×2
unresolved
org
Disetor Penuh Northstar Tambang Persada Ltd.
p.14
unresolved
org
PT Banyubiru Sakti
p.15 ×2
unresolved
org
PT Pulau Mutiara Persada
p.15 ×2
unresolved
org
PT Bukit Teknologi Digital
p.15 ×2
unresolved
org
PT BISA Ruang Nuswantara
p.15 ×2
unresolved
org
PT Katalis Investama Mandiri
p.15
unresolved
org
BUMA Australia Pty. Ltd.
p.15 ×2
unresolved
org
Dunia Makmur Pte. Ltd.
p.15
unresolved
org
PT Bukit Makmur Internasional
p.15 ×3
unresolved
org
Corporation
p.16
unresolved
org
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara
p.23
unresolved
org
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
p.24
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.25 ×7
unresolved
org
Kementerian ESDM Berikut
p.26 ×4
unresolved
org
Kementerian ESDM Realisasi
p.26
unresolved
org
Kementerian ESDM Minerba
p.26
unresolved
person
Kumala Tjahjani Widodo
· Notaris
p.37 ×3
unresolved
org
Downer EDI Ltd.
p.38
unresolved
org
Whitehaven Coal Limited
p.51
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
8784 ms
12 Sep 2026 22:55
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '45'}