Skip to content
Back to announcement

20241224_DOID_Laporan Informasi dan Fakta Material_31831042_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review DOID

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 63

Page 1
Licence No. 2.12.0110
   Licence No. 2.12.0110




                                          LAPORAN
                     No. 00203/2.0110-00/BS/02/0113/1/XII/2024
                                 PENDAPAT KEWAJARAN
                               ATAS RENCANA TRANSAKSI

                           PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk




                               Excellence in business and asset values appraisal
                                       with work areas all over Indonesia
Page 2
                                                     HEAD OFFICE                             BRANCH OFFICE                            BRANCH OFFICE
                                                     Graha ROI Formula 3rd Floor Suite 302   Komplek Villa Malina Indah               Rukan Shibuya Blok B No. 20
                                                     Jl. Sultan Iskandar Muda No. 222        Jl. Deli Bunga No. 3                     Kel. Lemo, Kec, Teluk Naga
                                                     Jakarta 12240                           Kel. Tanjung Sari, Kec. Medan Selayang   PIK 2 Tangerang- Banten
                                                     Ph. +62 21 7245677 / 6611883            Kota Medan                               Ph. +62 21 39720167
Licence No. 2.12.0110
                                                     Fax. +62 21 7253689 / 6622016           Ph. +62 61 8216806




  Ref. No. 00203/2.0110-00/BS/02/0113/1/XII/2024                                                       Jakarta, 20 Desember 2024


  Kepada Yth,
  Direksi
  PT Delta Dunia Makmur Tbk
  South Quarter Tower A, Lantai Penthouse
  Jl. R. A. Kartini Kav. 8
  Jakarta 12430


  Perihal       : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi


  Dengan hormat,

  PT Delta Dunia Makmur Tbk (“Perseroan”) telah menunjuk KJPP Ihot Dollar & Raymond (“ID&R”), sebagai
  Penilai Independen sesuai dengan Surat Penugasan No. 068/XII/FO/24/KJPPID&R tertanggal 3 Desember
  2024, untuk memberikan pendapat kewajaran atas rencana perpanjangan jangka waktu jatuh tempo
  Intercompany Loan Agreement antara PT Bukit Makmur Mandiri Utama (“BUMA”) dan American Anthracite
  SPV I, LLC (“AAS”) (untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”), dengan tanggal pisah batas (cut off
  date) pendapat kewajaran adalah per 30 September 2024.

  ID&R merupakan kantor jasa penilai publik yang terdaftar sebagai profesi penunjang di pasar modal
  berdasarkan Surat Izin Usaha dari Menteri Keuangan No. 1408/KM.1/2012 tanggal 27 November 2012.
  Rekan telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh
  asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah dengan No. MAPPI: 03-S-01751 dan No. Izin: STTD.PB-13/PJ-
  1/PM.02/2023.

  Identitas Pemberi Tugas
  Nama                  : PT Delta Dunia Makmur Tbk
  Bidang usaha          : Jasa, Pertambangan, Perdagangan dan Pembangunan
  Alamat                : South Quarter Tower A, Lantai Penthouse, Jl. R.A. Kartini Kav. 8, Jakarta 12430
  Telepon               : (62-21) 3043 2080
  Faksimili             : (62-21) 3043 2081
  Web site              : www.deltadunia.com

  Identitas Pengguna Laporan
  Pengguna laporan ini mencakup Perseroan, Instansi Pemerintah dan Masyarakat.

  Maksud dan Tujuan Penilaian
  Maksud penilaian adalah untuk menyusun pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan. Tujuan
  penilaian adalah untuk memenuhi persyaratan transaksi di pasar modal sesuai Peraturan OJK No.
  17/POJK.04/2020 dan No. 42 /POJK.04/2020.

  Para Pihak dalam Transaksi
  a)     PT Delta Dunia Makmur Tbk (“Perseroan”)

                                     Excellence in business and asset values appraisal
                                             with work areas all over Indonesia
Page 3
b)   PT Bukit Makmur Mandiri Utama (“BUMA”)
c)   American Anthracite SPV I, LLC (“AAS”)

Obyek Transaksi
Memberikan pendapat kewajaran bagi Perseroan atas rencana perpanjangan jangka waktu jatuh tempo
Intercompany Loan Agreement antara BUMA dan AAS (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).

Asumsi-asumsi dan Syarat Pembatas
a)   Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
     dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.
b)   Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya,
     seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam
     Rencana Transaksi, akan dilaksanakannya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta
     keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
c)   Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran ini sampai dengan
     tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara
     material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini.

Pendekatan dan Metode Penilaian
1.   Analisis Transaksi
2.   Analisis Kualitatif
3.   Analisis Kuantitatif
4.   Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

Analisis Kewajaran Transaksi
Berikut ini adalah ringkasan analisis Kewajaran Transaksi :
1.   Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
     Sebagaimana tercantum dalam Intercompany Loan Agreement (ILA) tanggal 25 Juni 2024 antara
     BUMA dan AAS, BUMA memberikan pinjaman kepada AAS dengan jumlah pokok keseluruhan
     maksimum sebesar USD 80.000.000,-. Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 12% per tahun.
     Sesuai analisa kami, besaran suku bunga pinjaman terkait sejumlah transaksi serupa adalah berkisar
     antara 10,00%-14,33% per tahun. Dengan demikian sehubungan dengan pinjaman yang diberikan oleh
     BUMA selaku pihak terafiliasi dengan AAS, tingkat bunga pinjamannya sebesar 12% per tahun masih
     masuk dalam kisaran tersebut, sehingga menurut pendapat kami adalah wajar.
2.   Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
     Analisis Cash Flow Available For Debt Service (CFADS) dilakukan berdasarkan proyeksi keuangan
     AAS terhadap Rencana Transaksi selama tahun 2024-2025 untuk melihat kas yang tersedia untuk
     memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga sehubungan dengan Rencana Transaksi.
3.   Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi
     Analisis kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi dengan membandingkan antara posisi
     proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dan
     sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi. Berdasarkan analisa posisi proforma keseluruhan
     Rencana Transaksi, Rencana Transaksi tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan posisi
     keuangan Perseroan dan tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan kinerja operasional
     Perseroan.
Page 4
4.     Analisis Inkremental dan Profitabilitas
       Analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan untuk melihat
       kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik bagi Perseroan dengan
       membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi manfaat ekonomis) sebelum
       dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi.
       Berdasarkan analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi di atas terlihat
       bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan tidak memiliki dampak terhadap Perseroan karena
       Intercompany Loan secara konsolidasi akan terliminasi.

Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian (cut off date) penilaian adalah per 30 September 2024, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

Kesimpulan
Berdasarkan pertimbangan analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap Rencana Transaksi, analisis kewajaran
transaksi dan faktor-faktor yang relevan dalam memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi,
maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang dilakukan oleh Perseroan adalah wajar.




Hormat kami,
KJPP Ihot Dollar & Raymond




Raymond Yoranouw, MBT, MAPPI (Cert.)
Senior Partner
Ijin Penilai       : B-1.09.00113
MAPPI              : 03-S-01751
STTD OJK           : STTD.PB-13/PJ-1/PM.02/2023
Page 5
                                                                DAFTAR ISI


DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... i
1. Identitas Pemberi Tugas ......................................................................................................... 1
2. Pendahuluan ............................................................................................................................ 1
    2.1 Maksud Dan Tujuan .......................................................................................................... 1
    2.2 Asumsi-Asumsi Dan Kondisi Pembatas ............................................................................ 2
3. Pendekatan Dan Metode Penilaian ........................................................................................ 2
4. Analisis Transaksi ................................................................................................................... 3
    4.1 Identifikasi Para Pihak yang Terlibat Transaksi................................................................. 3
    4.2 Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Transaksi............................ 5
    4.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi........................................................ 5
    4.4 Analisis Pengaruh Transaksi terhadap Keuangan Perseroan ........................................... 5
    4.5 Analisis Likuiditas .............................................................................................................. 6
5. Pernyataan Penilai .................................................................................................................. 6
6. Ruang Lingkup (Data, Informasi, Dan Prosedur Yang Digunakan) ..................................... 6
7. Asumsi-Asumsi Pokok............................................................................................................ 8
8. Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif .......................................................................................... 8
    8.1 Analisis Kualitatif ............................................................................................................... 8
    8.2 Analisis Kuantitatif ........................................................................................................... 35
9. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi...................................................................................... 45
    9.1 Pendekatan dan Analisis Kewajaran ............................................................................... 45
    9.2 Analisis Kewajaran Transaksi ......................................................................................... 45
10. Kesimpulan ............................................................................................................................ 49
11. Distribusi Pendapat Kewajaran Ini ....................................................................................... 50
LAMPIRAN




                                                                                                                                      Halaman i
Page 6
1.    Identitas Pemberi Tugas
      Berikut adalah keterangan singkat mengenai pemberi tugas:
           Nama              : PT Delta Dunia Makmur Tbk
           Bidang usaha      : Jasa, Pertambangan, Perdagangan dan Pembangunan
           Alamat            : South Quarter Tower A, Lantai Penthouse, Jl. R.A. Kartini Kav. 8,
                                 Jakarta 12430
           Telepon           : (62-21) 3043 2080
           Faksimili         : (62-21) 3043 2081
           Web site          : www.deltadunia.com

2.    Pendahuluan

2.1   Maksud Dan Tujuan

      Laporan ini bertujuan untuk memberikan pendapat kewajaran atas rencana perpanjangan
      jangka waktu jatuh tempo Intercompany Loan Agreement antara BUMA dan AAS.

      Terkait dengan Rencana Transaksi tersebut di atas, maka Perseroan wajib mengikuti
      ketentuan yang diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17/2020”)
      tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” yang diundangkan oleh
      Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 21 April 2020 dan
      Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 (“POJK 42/2020”) tentang “Transaksi Afiliasi dan
      Transaksi Benturan Kepentingan” yang diundangkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
      Manusia Republik Indonesia tanggal 2 Juli 2020. Dalam POJK 17/2020 tersebut,
      disebutkan bahwa yang dimaksud dengan transaksi material adalah setiap penyertaan
      dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu; pembelian, penjualan,
      pengalihan, penggunaan, tukar-menukar aset atau segmen operasi; perolehan, pelepasan,
      dan/atau penggunaan jasa; sewa-menyewa aset; pinjam-meminjam dana termasuk
      pengalihannya; menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali
      atas pinjaman dari pihak lain; dan memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee),
      dengan nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.
      Disebutkan pula dalam POJK 42/2020 bahwa yang dimaksud dengan transaksi afiliasi
      adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
      perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
      direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk
      setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
      perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari
      anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali.

      Rencana Transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material karena nilai pinjaman antar
      perusahaan yang diperpanjang adalah sebanyak-banyaknya USD 80.000.000,- dimana
      jumlahnya melebihi 20% ekuitas Perseroan atau sekitar 32,64% ekuitas Perseroan,
      sebagaimana tercantum dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per tanggal
      30 September 2024 yang telah diaudit oleh KAP Aria Kanaka & Rekan, dimana ekuitas
      Perseroan tercatat sebesar USD 245.076.062.



                                                                                       Halaman 1
Page 7
      Tujuan dari pemberian pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini apakah
      Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi yang wajar, sebagaimana diatur dalam
      POJK 17/2020 dan POJK 42/2020. Selanjutnya dalam analisa terhadap Rencana Transaksi
      tersebut, kami mempertimbangkan sisi kualitatif maupun kuantitatif serta dampak bagi
      Perseroan dan Pemegang Saham Perseroan, termasuk risiko keuangan.

2.2   Asumsi-Asumsi Dan Kondisi Pembatas
      1.   Menghasilkan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.
      2.   Kami telah melakukan penelaahan atas data dan informasi yang digunakan dalam
           proses penilaian yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
      3.   Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
           keakuratannya.
      4.   Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
           kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
           pencapaiannya (fiduciary duty).
      5.   Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
           keuangan yang telah disesuaikan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
      6.   Kami menghasilkan laporan pendapat kewajaran yang terbuka untuk publik, kecuali
           terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional
           perusahaan.
      7.   Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan dari
           penilaian yang dilakukan.
      8.   Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.

3.    Pendekatan Dan Metode Penilaian

      Dalam menganalisis kewajaran keseluruhan Rencana Transaksi, kami melakukan
      pendekatan dan prosedur sebagai berikut:
          Analisis Transaksi
           Analisis transaksi meliputi identifikasi dan hubungan para pihak yang terlibat transaksi,
           analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi, analisis manfaat
           dan risiko dari rencana transaksi, analisis pengaruh rencana transaksi terhadap
           keuangan Perseroan dan analisis likuiditas.
          Analisis Kualitatif
           Analisis atas kualitatif meliputi riwayat singkat dan kegiatan usaha, analisis industri
           dan bisnis, analisis operasional dan prospek usaha, alasan dan latar belakang
           rencana transaksi, analisis keuntungan dan kerugian kualitatif atas rencana transaksi,
           analisis dampak leverage pada keuangan serta analisis dampak likuiditas pada
           keuangan.
          Analisis Kuantitatif
           Analisis kuantitatif meliputi penilaian kinerja historis, penilaian atas proyeksi keuangan,
           analisis rasio keuangan, analisis laporan keuangan sebelum rencana transaksi dan

                                                                                           Halaman 2
Page 8
          proforma laporan keuangan setelah rencana transaksi dilakukan, analisis kemampuan
          untuk melunasi transaksi pinjam-meminjam dana dan/atau penjaminan sampai saat
          jatuh tempo, analisis cash management dan financial covenant atas rencana
          transaksi, kontribusi nilai tambah bagi perusahaan, perkiraan biaya atau pendapatan
          yang relevan, informasi non keuangan yang relevan serta prosedur pengambilan
          keputusan atas rencana transaksi.
         Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
          Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi analisis kewajaran tingkat bunga, analisis
          kelayakan pelunasan utang, analisis posisi proforma keseluruhan rencana transaksi
          serta analisis inkremental dan profitabilitas.

4.    Analisis Transaksi

4.1   Identifikasi Para Pihak yang Terlibat Transaksi

      Adapun para pihak yang terlibat Transaksi antara lain:

      1. PT Delta Dunia Makmur Tbk (“Perseroan”), suatu perseroan terbatas yang didirikan
         berdasarkan Akta No. 117 tanggal 26 November 1990 yang dibuat di hadapan Edison
         Sianipar, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapat persetujuan dari
         Menteri      Kehakiman       Republik    Indonesia      melalui   Surat    Keputusan
         No. C2-1823.HT.01.01.Th.91 tanggal 31 Mei 1991 dan diumumkan dalam Berita Negara
         Republik Indonesia No. 63 Tambahan No. 3649 tanggal 7 Agustus 1992. Anggaran
         Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta
         No. 33 tanggal 18 Juli 2024, yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di
         Jakarta, mengenai pengurangan modal 2 dengan cara menarik kembali sebagian
         saham hasil pembelian kembali (saham treasuri) yang berasal dari sisa saham treasuri
         tahap 1 dan sebagian saham treasuri tahap 2 sebanyak 625.506.721 saham yang telah
         disetujui oleh Pemegang Saham Perseroan di dalam Rapat Umum Pemegang Saham
         Luar Biasa pada tanggal 21 Juni 2024, serta perubahan modal ditempatkan dan disetor
         penuh berubah menjadi 7.651.007.132 saham atau 28,34% dari modal dasar
         Perseroan. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum
         dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat No. AHU-
         0053935.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 28 Agustus 2024. Sesuai dengan pasal 3
         anggaran dasar, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah jasa, pertambangan,
         perdagangan dan pembangunan dan/atau konstruksi. Perseroan berkedudukan di
         Jakarta dengan kantor pusat beralamat di South Quarter Tower A, Lantai Penthouse, Jl.
         R.A. Kartini Kav. 8, Jakarta 12430.
      2. PT Bukit Makmur Mandiri Utama (“BUMA”), suatu perseroan terbatas yang didirikan
         berdasarkan Akta Notaris No. 19 tanggal 7 Desember 1998 yang dibuat di hadapan
         Raden Johanes Sarwono, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah memperoleh
         pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
         No. C-5698 HT.01.01.Th 2000 tanggal 8 Maret 2000, dan diumumkan dalam Berita
         Negara Republik Indonesia No. 74 Tambahan No. 10876 tanggal 13 September 2002.
         Anggaran dasar BUMA telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
         Akta No. 69 tanggal 26 Oktober 2023 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E.,
         M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan pasal 13, 14, 15, 16, 17 dan 18. Akta

                                                                                      Halaman 3
Page 9
   perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan
   Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
   No. AHU-AH.01.03-0134355 tanggal 27 Oktober 2023. Sesuai dengan pasal 3
   anggaran dasar, ruang lingkup kegiatan BUMA adalah bergerak dalam bidang jasa
   penunjang pertambangan umum; penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi;
   ketenagakerjaan; agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya; jasa penunjang
   pembangunan (konstruksi); pembangunan; pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan
   udara dingin dan perdagangan; industri pengolahan; pengangkutan dan pergudangan;
   dan aktivitas profesional, ilmiah dan teknis. BUMA berkedudukan di Jakarta dengan
   kantor pusat beralamat di South Quarter Tower A, Lantai Penthouse unit A-I, Jl. R.A.
   Kartini Kav. 8, Jakarta 12430.
3. American Anthracite SPV I, LLC (“AAS”), didirikan berdasarkan Sertifikat Pendirian
   negara bagian Delaware pada tanggal 16 Mei 2024 dengan nomor daftar perusahaan
   203489799 dan alamat kantor terdaftar di Corporation Trust Center, 1209 Orange
   Street, Wilmington, New Castle County, Delaware 19801.
Hubungan pihak-pihak yang melakukan Transaksi:


                                                   Perseroan




      99,99%          99,60%              99,99%                        99,99%                        99,99%                99,99%


PMP             KIM                     BBS                          BUMA                     Btech                  BIRU




               13,79%

                               86,21%                       99,99%                                                 100%


                        BUMA SG                      BMI                         JV Partner                      BUMA AUS



                                                        71%                            29%

                                                     AAH


                                                           100%


                                                     AAG
                                                                                        Pinjaman dari BUMA kepada AAS sebanyak-
                                                                                               banyaknya USD 80.000.000
                                                           100%


                                                     AAS




                                                                                                               Halaman 4
Page 10
4.2   Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Transaksi

      Objek Transaksi
      Dalam hal ini objek Transaksi adalah sebagai berikut:
      Perpanjangan jangka waktu jatuh tempo Intercompany Loan Agreement (ILA) antara
      BUMA dan AAS (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”);
      Berikut adalah ringkasan draft Amandemen Pertama Intercompany Loan Agreement
      (“Amandemen Pertama”) antara BUMA dan AAS:
       Para Pihak telah menandatangani ILA tertanggal 25 Juni 2024;
       Para Pihak bermaksud untuk mengubah ketentuan tertentu dalam ILA melalui
        Amandemen Pertama;
       Kecuali dinyatakan sebaliknya, seluruh istilah dan referensi yang digunakan dalam
        Amandemen Pertama ini mempunyai pengertian dan konstruksi yang sama dengan
        istilah dan referensi yang digunakan dalam ILA;
       Amandemen Pertama ini berlaku efektif pada Tanggal Efektif;
       Para Pihak setuju untuk mengubah dan menyatakan Kembali Pasal Pelunasan menjadi
        sebagai berikut:
         “Dengan tunduk pada ketentuan-ketentuan lain dalam Perjanjian ini, Pinjaman akan
         dilunasi seluruhnya beserta semua bunganya pada tanggal 24 Juni 2025 (“Tanggal
         Jatuh Tempo”). Tanggal Jatuh Tempo dapat diperpanjang atau diubah sebagaimana
         disepakati oleh Para Pihak dalam perubahan Perjanjian ini.”

      Berdasarkan analisis kami atas perjanjian dan persyaratan dalam ILA dan Amandemen
      Pertama, bahwa tidak terdapat hal-hal material yang dapat mempengaruhi Rencana
      Transaksi.

4.3   Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi
      Tujuan dan manfaat dari adanya Rencana Transaksi tersebut, antara lain:
       Perpanjangan Waktu Pinjaman
         Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, diharapkan memberikan waktu kepada
         AAS agar dapat melakukan pelunasan sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

      Risiko terkait dengan adanya Rencana Transaksi antara lain sebagai berikut:
       Risiko gagal bayar (default)
         Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan AAS untuk melakukan pembayaran pokok
         utang pada waktu yang telah ditetapkan.

4.4   Analisis Pengaruh Transaksi terhadap Keuangan Perseroan

      Berdasarkan analisis Proforma Informasi Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan per
      tanggal 30 September 2024 yang dibuat oleh manajemen, menunjukkan dengan


                                                                                    Halaman 5
Page 11
      dilakukannya Rencana Transaksi, tidak terjadi perubahan pada posisi keuangan maupun
      pos-pos pada laporan laba rugi Perseroan.

4.5   Analisis Likuiditas

      Analisis likuiditas bertujuan mengukur kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
      jangka pendeknya. Semakin tinggi rasio likuiditas Perseroan, maka semakin besar tingkat
      kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya.

      Berdasarkan likuiditas Perseroan tahun 2021 – 30 September 2024, rasio lancar (current
      ratio) berkisar antara 1,42 – 1,94 sementara rasio cepat (quick ratio) berkisar antara 1,11 –
      1,76. Berdasarkan rasio likuiditas historis tersebut, Perseroan memiliki kapasitas likuiditas
      yang baik dikarenakan total aset lancar yang dimiliki lebih besar dibandingkan dengan
      liabilitas jangka pendek yang harus dipenuhi dalam jangka pendek.

5.    Pernyataan Penilai

      Berdasarkan pengetahuan kami atas penugasan penilaian, dengan ini kami menyatakan
      bahwa:
         Seluruh pendapat yang kami nyatakan dalam laporan ini, baik mengenai perhitungan
          dan analisis, kesimpulan atau pendapat, telah dilakukan dengan benar;
         Kami bertanggung jawab atas Laporan ini;
         Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada
          tanggal penilaian (cut off date);
         Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
         Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
          perundang-undangan yang berlaku;
         Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
          sebagai kesimpulan nilai;
         Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan;
         Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas;
         Data ekonomi dan data industri dalam Laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
          diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.

6.    Ruang Lingkup (Data, Informasi, Dan Prosedur Yang Digunakan)
      Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
      mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai
      berikut:
      1. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2021-2023 dan 30 September 2024 diaudit oleh KAP Aria Kanaka &
         Rekan, seluruhnya dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;




                                                                                        Halaman 6
Page 12
2. Laporan keuangan konsolidasian BUMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021-2023 dan 30 September 2024 diaudit oleh KAP Aria Kanaka &
   Rekan, seluruhnya dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
3. Proforma atas Informasi Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan yang dibuat oleh
   manajemen untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2024;
4. Proyeksi keuangan Perseroan;
5. Data legalitas Perseroan, BUMA dan AAS;
6. Intercompany Loan Agreement (ILA) tanggal 25 Juni 2024 antara BUMA dan AAS;
7. Draft Amandemen Pertama Intercompany Loan Agreement (“Amandemen Pertama”)
   antara BUMA dan AAS;
8. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;
9. Hasil wawancara dengan manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang dan
   hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi.

Selanjutnya disebut “Dokumen-dokumen Rencana Transaksi”.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum. Kami juga bergantung
kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta
yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap
atau menyesatkan.
Kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi.
Jasa-jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
hanya merupakan evaluasi keuangan atas kewajaran Rencana Transaksi saja dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami juga tidak menganalisa kewajaran atas
transaksi-transaksi lain yang mungkin tersedia atau pun yang dapat dilaksanakan oleh
Perseroan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-
transaksi lainnya yang ada untuk Perseroan.

Prosedur Yang Digunakan
Laporan dan fakta yang terkandung di dalam Laporan adalah berdasarkan informasi dan
representasi yang disediakan oleh Perseroan dan dikompilasi oleh ID&R. Informasi yang
terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua hal yang material,
tidak menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana jika dihilangkan dapat
membuat Laporan ini dan informasi atau pernyataan di dalamnya menjadi menyesatkan.
Selain itu informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang
diperoleh dari data riset dari publik domain.

                                                                             Halaman 7
Page 13
        Dalam penyusunan laporan ini, telah dilakukan prosedur sebagai berikut : (i) Perseroan
        telah diberikan kesempatan untuk meminta dan mereview, dan telah menerima semua
        informasi yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk
        melengkapi informasi di dalamnya (ii) Perseroan tidak bergantung kepada Penilai atau
        seseorang yang memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi
        dengan Penilai sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan.
        Penyampaian dari Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan ini,
        dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah
        benar setelah tanggal Laporan ini.
        Prosedur lain yang Penilai lakukan adalah memeriksa dan menganalisa seluruh Dokumen
        Rencana Transaksi, Laporan Keuangan, Proforma Laporan Keuangan Perseroan sesudah
        Rencana Transaksi dan tiap bagian dari Rencana Transaksi dalam hal kewajarannya baik
        secara individu maupun secara keseluruhan sebagai satu kesatuan Rencana Transaksi.

7.      Asumsi-Asumsi Pokok

        Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal Pendapat
        Kewajaran ini diterbitkan.
        Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi
        lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak
        yang terlibat dalam Rencana Transaksi, yang akan dilaksanakan sesuai dengan jangka
        waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi yang
        diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
        Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran ini sampai
        dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang
        berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
        Pendapat Kewajaran ini

8.      Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif
8.1     Analisis Kualitatif
8.1.1   Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha
        Perseroan
        Perseroan, dahulu PT Delta Dunia Property Tbk, didirikan berdasarkan Akta No. 117
        tanggal 26 November 1990 yang dibuat di hadapan Edison Sianipar, S.H., Notaris di
        Jakarta. Akta pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman
        Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-1823.HT.01.01.Th.91 tanggal 31 Mei
        1991 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 Tambahan No. 3649
        tanggal 7 Agustus 1992.
        Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
        berdasarkan Akta No. 33 tanggal 18 Juli 2024, yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H.,
        Notaris di Jakarta, mengenai pengurangan modal 2 dengan cara menarik kembali sebagian
        saham hasil pembelian kembali (saham treasuri) yang berasal dari sisa saham treasuri

                                                                                       Halaman 8
Page 14
tahap 1 dan sebagian saham treasuri tahap 2 sebanyak 625.506.721 saham yang telah
disetujui oleh Pemegang Saham Perseroan di dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa pada tanggal 21 Juni 2024, serta perubahan modal ditempatkan dan disetor penuh
berubah menjadi 7.651.007.132 saham atau 28,34% dari modal dasar Perseroan. Akta
perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui Surat No. AHU-0053935.AH.01.02.Tahun 2024
tanggal 28 Agustus 2024.
Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah jasa,
pertambangan, perdagangan dan pembangunan. Perseroan mulai beroperasi secara
komersial sejak tahun sejak tahun 1992.
Perseroan berkedudukan di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di South Quarter
Tower A, Lantai Penthouse, Jl. R. A. Kartini Kav. 8, Jakarta 12430.
Modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp 1.350.000.000.000 yang terdiri dari
27.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Modal ditempatkan dan
disetor sebesar Rp 382.550.356.600 atau sebanyak 7.651.007.132 saham, dengan
komposisi pemegang saham sebagai berikut:
                                           Jumlah             Jumlah
         Nama Pemegang Saham                                                      %
                                           Saham                (Rp)
 Modal Dasar                             27.000.000.000    1.350.000.000.000
 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
 Northstar Tambang Persada Ltd.           3.264.000.000     163.200.000.000      42,661
 Six Sis Ltd.                               433.906.647      21.695.332.350       5,671
 Ronald Sutardja                            222.760.000      11.138.000.000       2,912
 Ashish Gupta                               200.000.000      10.000.000.000       2,614
 Dian Sofia Andyasuri                        35.000.000       1.750.000.000       0,457
 Iwan Fuad Salim                             17.500.000         875.000.000       0,229
 Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)    3.298.621.785     164.931.089.250      43,114
  Jumlah Saham Beredar                    7.471.788.432     373.589.421.600      97,658
 Saham Treasuri                             179.218.700       8.960.935.000       2,342
  Jumlah                                  7.651.007.132     382.550.356.600     100,000
 Saham dalam Portepel                    19.348.992.868     967.449.643.400

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 30 September 2024 adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama dan Independen           : Hamid Awaluddin
Komisaris                                : Ashish Gupta
Komisaris Independen                     : Peter John Chambers
Komisaris Independen                     : Nurdin Zainal

Direksi
Direktur Utama                           : Ronald Sutardja
Direktur                                 : Dian Sofia Andyasuri
Direktur                                 : Iwan Fuad Salim




                                                                               Halaman 9
Page 15
Berikut adalah rincian entitas anak Perseroan per tanggal 30 September 2024:
                                                                                                     Tahun
                       Anak                                  Kegiatan             Persentase
                                                                                                    Operasi
                    Perusahaan                                Usaha               Kepemilikan
                                                                                                  Komersial
                                                                                                 Dalam tahap
 PT Banyubiru Sakti (“BBS”)                           Pertambangan Batubara         99,99%
                                                                                                   likuidasi
                                                                                                 Dalam tahap
 PT Pulau Mutiara Persada (“PMP”)                     Pertambangan Batubara         99,99%
                                                                                                   likuidasi
 PT Bukit Makmur Mandiri Utama (“BUMA”)                   Jasa Pertambangan         99,99%           1998
 PT Bukit Teknologi Digital (“BTech”)                        Jasa Teknologi         99,99%           2023
 PT BISA Ruang Nuswantara (“BIRU”)                         Pendidikan Vokasi        99,99%           2023
 PT Katalis Investama Mandiri (“KIM”)                 Jasa Konsultasi Manajemen     99,60%           2024
 Entitas anak melalui kepemilikan tidak langsung/Indirectly owned subsidiaries
 BUMA Australia Pty. Ltd. (“BUMA Australia”)              Jasa Pertambangan         99,99%          2021
 Bukit Makmur Mandiri Utama Pte. Ltd. (d/h Delta
                                                      Jasa Konsultasi Manajemen     86,21%          2022
 Dunia Makmur Pte. Ltd.) (“BUMA SG”)
 PT Bukit Makmur Internasional (“BMI”)                Jasa Konsultasi Manajemen     99,98%          2024
 American Anthracite Holdings, LLC (“AAH”)            Jasa Konsultasi Manajemen     70,99%          2024
 American Anthracite Group, LLC (“AAG”)               Jasa Konsultasi Manajemen     70,99%          2024
 American Anthracite SPV I, LLC (“AAS”)               Jasa Konsultasi Manajemen     70,99%          2024
 Atlantic Carbon Group, Inc.                            Pertambangan Batubara       70,99%          2020
 Wildcat Carbon Processing, LLC                         Pertambangan Batubara       70,99%          2023
 American Carbon Warehousing, LLC                       Pertambangan Batubara       70,99%            -
 Newcastle Anthracite Company                           Pertambangan Batubara       70,99%            -
 The Central Pennsylvania Anthracite Company, LLC       Pertambangan Batubara       70,99%            -

BUMA
BUMA didirikan berdasarkan Akta No. 19 tanggal 7 Desember 1998 yang dibuat di
hadapan Raden Johanes Sarwono, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. C-5698 HT.01.01.Th 2000 tanggal 8 Maret 2000, dan diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 74 Tambahan No. 10876 tanggal 13 September
2002.
Anggaran dasar BUMA telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Akta No. 69 tanggal 26 Oktober 2023 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E.,
M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan pasal 13, 14, 15, 16, 17 dan 18. Akta
perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-
AH.01.03-0134355 tanggal 27 Oktober 2023.
Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, ruang lingkup kegiatan BUMA adalah bergerak
dalam bidang jasa penunjang pertambangan umum; penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi; ketenagakerjaan; agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya; jasa
penunjang pembangunan (konstruksi); pembangunan; pengadaan listrik, gas, uap/air
panas dan udara dingin dan perdagangan; industri pengolahan; pengangkutan dan
pergudangan; dan aktivitas profesional, ilmiah dan teknis. BUMA mulai beroperasi secara
komersial sejak tahun 1998.
BUMA berkedudukan di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di South Quarter Tower A,
Lantai Penthouse unit A-I, Jl. R. A. Kartini Kav. 8, Jakarta 12430.
Modal dasar BUMA adalah sebesar Rp 4.250.000.000.000 yang terdiri dari 4.250.000
saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per saham. Modal ditempatkan dan disetor
                                                                                                Halaman 10
Page 16
        sebesar Rp 2.050.000.000.000 atau sebanyak 2.050.000 saham, dengan komposisi
        pemegang saham sebagai berikut:
                                                   Jumlah             Jumlah
                 Nama Pemegang Saham                                                       %
                                                   Saham                (Rp)
         Modal Dasar                                 4.250.000     4.250.000.000.000
         Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
         PT Delta Dunia Makmur Tbk                    2.049.999    2.049.999.000.000    99,99995
         Ronald Sutardja                                      1            1.000.000     0,00005
          Jumlah                                      2.050.000    2.050.000.000.000   100,00000
         Saham dalam Portepel                         2.200.000    2.200.000.000.000

        Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BUMA per 30 September 2024 adalah sebagai
        berikut:
        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                          : Dian Sofia Andyasuri
        Komisaris Independen                     : Peter John Chambers
        Komisaris                                : Ashish Gupta

        Direksi
        Direktur Utama                           : Indra Dammen Kanoena
        Wakil Direktur Utama                     : Nanang Rizal Achyar
        Direktur                                 : Sumardi
        Direktur                                 : Elsahmul Asyur
        Direktur                                 : Silfanny Fadillah Bahar
        AAS
        AAS didirikan berdasarkan Sertifikat Pendirian negara bagian Delaware pada tanggal
        16 Mei 2024 dengan nomor daftar perusahaan 203489799.
        AAS beralamat di The Corporation Trust Company, Corporation Trust Center, 1209 Orange
        Street, Wilmington, New Castle County, Delaware 19801.

8.1.2   Riwayat Transaksi Pinjam Meminjam Dana
        Berikut adalah ringkasan Intercompany Loan Agreement (ILA) tanggal 25 Juni 2024 antara
        BUMA dan AAS:
         AAS adalah perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh BUMA;
         AAS bermaksud untuk mengakuisisi ACG dan Afiliasi dan memerlukan sejumlah dana
          dari BUMA berdasarkan syarat dan ketentuan yang ditetapkan dalam ILA;
         Tunduk pada syarat dan ketentuan ILA, BUMA akan memberikan pinjaman kepada AAS
          dengan jumlah pokok keseluruhan maksimum sebesar USD 80.000.000 (“Pinjaman”)
          sebagaimana yang diminta oleh AAS, dengan pemberitahuan tertulis, meminta dan
          disetujui oleh BUMA. AAS berhak untuk menarik Pinjaman dengan memberikan
          pemberitahuan tertulis terlebih dahulu kepada BUMA selambat-lambatnya 2 hari kerja
          dalam bentuk yang memuaskan BUMA;
         Pinjaman akan dicairkan dari BUMA ke rekening AAS sebagaimana diberitahukan oleh
          AAS dari waktu ke waktu;

                                                                                       Halaman 11
Page 17
 Pinjaman akan digunakan secara eksklusif bagi AAS untuk membiayai akuisisi ACG
  dan Afiliasi, yaitu:
  • 10.000 saham yang diterbitkan di ACG, yang mewakili 100% kepemilikan di ACG;
  • 1 saham yang diterbitkan di WCP, yang mewakili 100% kepemilikan di WCP;
  • 1 saham yang diterbitkan di ACW, yang mewakili 100% kepemilikan di ACW;
  • 100 saham yang diterbitkan di NAC, yang mewakili 100% kepemilikan di NAC; dan
  • 100 saham yang diterbitkan di CPC, yang mewakili 100% kepemilikan di CPC.
 Tunduk pada ketentuan lain dalam ILA, Pinjaman harus dilunasi seluruhnya beserta
  seluruh bunganya pada tanggal yang jatuh 180 hari kalender sejak penarikan pertama
  (“Tanggal Jatuh Tempo”). Tanggal Jatuh Tempo dapat diperpanjang atau diubah
  sebagaimana disepakati para pihak dalam amandemen ILA;
 Tunduk pada ketentuan lain dalam ILA, AAS dapat memberikan pemberitahuan tertulis
  sebelumnya kepada BUMA, untuk membayar di muka seluruh atau sebagian Pinjaman.
  Setelah menyampaikan pemberitahuan pembayaran di muka dalam waktu 7 hari kerja
  dalam bentuk yang cukup kepada BUMA, jumlah pembayaran di muka yang tercantum
  di dalamnya tidak dapat ditarik oleh AAS dalam keadaan apa pun;
 Pinjaman akan dilunasi atau, tergantung kasusnya, dibayar di muka dalam USD, dalam
  bentuk dana yang segera tersedia dan dapat ditransfer secara bebas atau pada hari
  yang sama, ke rekening BUMA di bank yang ditentukan oleh BUMA untuk tujuan
  tersebut;
 Jika memungkinkan, AAS harus memberikan kepada BUMA dokumen apa pun yang
  membuktikan adanya pemotongan atau pengurangan sehubungan dengan pemotongan
  pajak berdasarkan Perjanjian Pajak AS-Indonesia yang mungkin disyaratkan oleh
  BUMA. Apabila pembayaran yang dilakukan oleh AAS kepada BUMA tunduk pada
  kewajiban pemotongan dari pihak AAS, AAS harus membayar kepada BUMA sejumlah
  tambahan (“Pembayaran Bruto”) sehingga jumlah bersih yang diterima oleh BUMA,
  setelah dikurangi pemotongan pembayaran awal dan Pembayaran Bruto, akan sama
  dengan jumlah penuh pembayaran yang seharusnya diterima seolah-olah tidak ada
  pajak yang dikenakan. AAS harus melakukan Pembayaran Bruto pada saat yang sama
  dengan pembayaran awal dilakukan atau sesegera mungkin setelahnya;
 Tunduk pada undang-undang kepailitan dan peraturan serta ketentuan lain yang
  berlaku di Republik Indonesia dan AS (sebagaimana relevan), dalam hal terjadi
  penutupan atau penangguhan pembayaran atau likuidasi atau pembubaran (selain
  berdasarkan konsolidasi, peleburan atau penggabungan) AAS, hak BUMA atas
  pembayaran pokok dan bunga Pinjaman akan memiliki hak pembayaran yang setara
  dengan semua kewajiban senior tanpa jaminan dan kewajiban yang tidak subordinasi
  yang ada saat ini dan di masa depan dari AAS;
 Para pihak sepakat bahwa Pinjaman akan dikenakan bunga sebesar 12% per tahun,
  dibayarkan pada Tanggal Jatuh Tempo dan dibayarkan ke rekening bank dan dengan
  cara yang diinstruksikan secara tertulis oleh BUMA dari waktu ke waktu. Bunga apa pun
  yang timbul berdasarkan ILA akan bertambah dari hari ke hari dan dihitung berdasarkan
  jumlah hari sebenarnya yang telah berlalu dan satu tahun 360 hari;
 Apabila Pinjaman beserta bunga yang masih harus dibayar tidak dibayar pada Tanggal
  Jatuh Tempo, AAS harus membayar kepada BUMA bunga wanprestasi dengan tingkat
  bunga 2% lebih tinggi dari bunga yang disebutkan dalam ILA dari jumlah terutang.

                                                                            Halaman 12
Page 18
          Bunga tersebut akan dibebankan kepada AAS sejak Tanggal Jatuh Tempo sampai
          dengan tanggal pelunasan sebenarnya secara penuh;
         AAS membuat pernyataan dan jaminan kepada BUMA pada tanggal efektif bahwa:
          • AAS mempunyai kekuasaan, kewenangan, persetujuan, kapasitas dan hak hukum
             penuh untuk mengeksekusi, menyerahkan dan melaksanakan seluruh kewajibannya
             berdasarkan ILA dan untuk menandatangani semua dokumen yang terkait
             dengannya;
          • Kewajiban yang ditanggungnya berdasarkan ILA merupakan kewajiban hukum, sah
             dan mengikat yang dapat dilaksanakan terhadapnya sesuai dengan ketentuan ILA;
          • Penandatanganan dan pelaksanaan ILA (dan perjanjian lainnya yang dibuat sesuai
             dengan ketentuan ILA) oleh BUMA tidak dan tidak akan mengakibatkan
             pelanggaran, atau merupakan wanprestasi berdasarkan perjanjian atau undang-
             undang atau perintah yang berlaku (termasuk peraturan atau ketentuan mengenai
             perlakuan istimewa terhadap kreditur), dimana AAS atau asetnya terikat atau
             terpengaruh;
          • Tidak ada proses hukum yang dimulai, tertunda atau diancam terhadap AAS;
          • Kewajiban dan tanggung jawab berdasarkan ILA tidak bersyarat dan tidak
             tersubordinasi dan akan selalu berada di peringkat terdepan atau setidaknya pari
             passu dengan tagihan semua kreditur tidak terjamin dan tidak subordinasi lainnya;
             dan
          • Belum dinyatakan pailit atau sedang ditangguhkan pembayarannya, dan tidak pula
             ada permohonan pailit atau pemberian penangguhan pembayaran yang diajukan,
             menunggu keputusan atau diancam terhadapnya.
         AAS diperbolehkan untuk menempatkan atau mengalihkan Pinjaman atau bagiannya
          (bersama dengan hak dan kewajiban terkait dengannya) dari waktu ke waktu kepada
          anak perusahaannya dengan mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari
          BUMA;
         Pinjaman yang dibuat berdasarkan ILA ini tidak boleh dikurangi, diubah, dimodifikasi
          atau diubah kecuali sesuai dengan ILA ini dan secara tertulis oleh para pihak dalam ILA;
         ILA ini akan diatur oleh dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Inggris dan apabila timbul
          perselisihan antara para pihak terkait ILA, yang tidak dapat diselesaikan secara damai
          antara para pihak dalam waktu 60 hari kalender, para pihak dalam ILA menyetujui tanpa
          dapat ditarik kembali dan tanpa syarat untuk tunduk pada yurisdiksi arbitrase non-
          eksklusif di Pusat Arbitrase Internasional (“ICC”) yang berlokasi di 190 Fleet Street,
          London, EC4A 2AG. Arbitrase akan dilakukan dengan menggunakan Peraturan ICC
          pada saat berlaku, dengan 1 arbiter yang ditunjuk oleh Ketua ICC, dan dalam bahasa
          Inggris. Lokasi arbitrase berada di London.

8.1.3   Analisis Industri dan Bisnis

        Industri Batubara Dunia

        Batubara masih menjadi salah satu sumber energi utama negara-negara di dunia. Namun
        konsumsinya diperkirakan akan mulai turun di sejumlah wilayah, seperti Uni Eropa (UE)
        dan negara-negara pengkonsumsi terbesar di dunia seperti Tiongkok dan India pada tahun
        2024. Negara-negara tersebut akan mengalami sedikit penurunan konsumsi batubara,
                                                                                       Halaman 13
Page 19
karena puncak konsumsi batubara negara-negara tersebut terjadi pada tahun 2023
[sumber:      https://katadata.co.id/happyfajrian/berita/65782306e7b9a/konsumsi-batu-bara-
global-diperkirakan-turun-mulai-2024, 12 Desember 2023].

Berbeda dengan proyeksi 2024, tren konsumsi batubara dalam 3 tahun terakhir
menunjukkan sedikit peningkatan. Berdasarkan data International Energy Agency (IEA)
pada periode 2021-2023, Tiongkok dan India konsisten mengalami peningkatan konsumsi
batubara. Volume konsumsi Tiongkok bahkan lebih dari 4.000 metrik ton dalam setiap
tahunnya, sementara India mencapai lebih dari 1.000 metrik ton. Berbeda dengan Tiongkok
dan India, konsumsi batubara terus menurun di AS dan UE pada tahun 2021-2023.

Faktor transisi energi merupakan salah satu hal yang menyebabkan penurunan volume
konsumsi batubara. Transisi energi akan semakin masif dalam lima tahun ke depan,
meskipun tren ini tidak akan langsung diikuti oleh negara-negara berkembang.

Sebelumnya, Rystad Energy juga memperkirakan konsumsi batubara akan memuncak
pada tahun 2023 dan mulai mengalami tren penurunan pada tahun 2024. Hal ini seiring
dengan semakin berkembangnya pembangkit listrik energi terbarukan seperti tenaga surya
dan angin. Akibatnya, kapasitas pembangkit listrik tenaga batubara akan turun sedikit
menjadi 10.332 Terawatt Hour (TWh) pada tahun 2024, turun 41 TWh dari tahun 2023.

Selain itu investasi pada kapasitas batubara dan penggunaan batubara secara keseluruhan
telah menurun di UE dan Amerika Utara dalam beberapa tahun terakhir karena kombinasi
kebijakan emisi yang ketat dan melimpahnya pasokan gas alam yang terjangkau. Namun,
pertumbuhan yang bertahan lama di Asia, terutama Tiongkok, telah menjaga konsumsi
batubara global tetap tinggi. Penggunaan batubara di sektor ketenagalistrikan sedang
mencapai puncaknya pada tahun 2023.

Berdasarkan laporan IEA, permintaan batubara global meningkat sebesar 1,4% pada tahun
2023, melampaui 8,5 miliar ton untuk pertama kalinya. Konsumsi menurun tajam di
sebagian besar negara maju, termasuk rekor penurunan di UE dan AS masing-masing
sekitar 20%. Sementara itu, permintaan di negara berkembang dan negara maju tetap
sangat tinggi, meningkat sebesar 8% di India dan 5% di Tiongkok karena meningkatnya
permintaan        listrik  dan       lemahnya      produksi     tenaga     air    [sumber:
https://betahita.id/news/detail/9709/energi-terbarukan-tekan-permintaan-batu-bara-pada-
2026.html?v=1705945041, 4 Januari 2024].

Namun, laporan tersebut memperkirakan permintaan batubara global akan turun 2,3%
pada tahun 2026 dibandingkan dengan tahun 2023, meskipun tanpa adanya negara yang
mengimplementasikan kebijakan energi bersih dan iklim yang lebih kuat. Penurunan ini
akan didorong oleh ekspansi besar-besaran kapasitas energi terbarukan yang akan mulai
beroperasi dalam tiga tahun hingga tahun 2026.

Lebih dari separuh ekspansi kapasitas energi terbarukan global ini akan terjadi di Tiongkok,
yang saat ini menyumbang lebih dari separuh permintaan batubara dunia. Akibatnya,
permintaan batubara Tiongkok diperkirakan akan turun pada tahun 2024 dan mendatar
hingga tahun 2026.



                                                                                Halaman 14
Page 20
Proyeksi penurunan permintaan global untuk batubara yang saat ini merupakan sumber
energi terbesar untuk pembangkit listrik, pembuatan baja dan produksi semen, tetapi juga
sumber emisi karbon dioksida (CO2) terbesar dari aktivitas manusia, dapat menandai titik
balik yang bersejarah. Namun, konsumsi global diperkirakan akan tetap lebih dari 8 miliar
ton hingga tahun 2026.

IEA telah melihat penurunan permintaan batubara global beberapa kali, tetapi hanya
sebentar dan disebabkan oleh peristiwa luar biasa seperti runtuhnya Uni Soviet atau krisis
Covid-19. Kali ini tampak berbeda, karena penurunannya lebih bersifat struktural, didorong
oleh ekspansi teknologi energi bersih yang tangguh dan berkelanjutan.

Laporan IEA juga menemukan bahwa pergeseran permintaan dan produksi batubara ke
Asia semakin cepat. Pada tahun 2023, Tiongkok, India dan Asia Tenggara akan
menyumbang tiga perempat dari konsumsi global, naik dari hanya sekitar seperempat pada
tahun 1990. Konsumsi di Asia Tenggara diperkirakan akan melebihi konsumsi AS dan UE
untuk pertama kalinya pada tahun 2023.

Hingga tahun 2026, India dan Asia Tenggara merupakan satu-satunya wilayah di mana
konsumsi batubara akan tumbuh secara signifikan. Di negara-negara maju, ekspansi
energi terbarukan di tengah pertumbuhan permintaan listrik yang lemah akan terus
mendorong penurunan konsumsi batubara secara struktural.

Sementara itu, Tiongkok, India dan Indonesia yang merupakan tiga produsen batubara
terbesar di dunia diperkirakan akan memecahkan rekor produksi pada tahun 2023,
sehingga mendorong produksi global ke level tertinggi baru pada tahun 2023. Ketiga
negara ini sekarang menyumbang lebih dari 70% produksi batubara dunia.

Perdagangan batubara global diperkirakan akan menyusut karena permintaan menurun di
tahun-tahun mendatang. Namun, perdagangan akan mencapai titik tertinggi baru pada
tahun 2023, didorong oleh pertumbuhan yang kuat di Asia. Impor Tiongkok diperkirakan
akan mencapai 450 juta ton, yang berarti lebih dari 100 juta ton di atas rekor global
sebelumnya yang dicapai negara tersebut pada tahun 2013. Sementara ekspor Indonesia
pada tahun 2023 akan mendekati 500 juta ton yang juga merupakan rekor global.




Sumber: IEA




                                                                               Halaman 15
Page 21
Harga batubara telah menghijau di masa lebaran 2024, di kala kapasitas pembangkit listrik
batubara               dunia           mencatatkan               rekor       [sumber:
https://market.bisnis.com/read/20240412/94/1757063/harga-batu-bara-memanas-saat-
lebaran-2024-kapasitas-pltu-global-catatkan-rekor, 12 April 2024].

Berdasarkan data Bloomberg, harga batubara berjangka kontrak Mei 2024 di ICE
Newcastle pada perdagangan Kamis (11/4) menguat 1,54% atau 2 poin ke level
USD 132/metrik ton. Kemudian, kontrak pengiriman untuk Juni 2024 juga mengalami
kenaikan sebesar 1,55% atau 2,05 poin ke level USD 134,05/metrik ton.

Kabar berakhirnya masa penggunaan batubara di tengah misi dunia dalam mengurangi
emisi global tampak tak begitu berdampak signifikan. Hal ini menimbang bahwa kapasitas
pembangkit listrik tenaga batubara global telah mencatatkan rekor tertinggi pada tahun
2023.

Berdasarkan laporan Global Energy Monitor, disebutkan bahwa kapasitas pembangkit
listrik batubara dunia meningkat 2% menjadi 2.130 gigawatt. Nyatanya, Tiongkok
menyumbang sekitar dua pertiga dari peningkatan tersebut, yang kemudian diikuti oleh
Indonesia dan India. Adapun, Tiongkok diketahui telah memulai pembangunan pembangkit
listrik tenaga batubara berkapasitas 70 Gigawatt pada tahun 2023. Kapasitas tersebut
hampir 20 kali lebih besar dibandingkan dengan gabungan seluruh negara lain di dunia.

Namun di lain sisi, mengutip Reuters, Tiongkok mengatakan bahwa mereka tidak
memperkirakan bahwa impor pada tahun 2024 tidak akan meningkat. Namun, bukti dari
kuartal pertama menunjukan bahwa permintaan Tiongkok masih besar. Berdasarkan data
Kpler, impor Tingkok untuk semua jenis batubara dari pasar lintas laut telah mencapai
97,43 juta metrik ton pada kuartal I/2024, meningkat 16,9% dari 83,36 juta ton pada
periode yang sama tahun 2023.

Beralih ke India, mengutip Energyworld, Global Energy Moneter melaporkan bahwa sektor
pembangkit listrik tenaga batubara India mengalami perubahan signifikan pada tahun 2023,
dengan penambahan kapasitas pembangkit listrik batubara sebesar 5,5 Gigawatt. Jumlah
ini sama dengan jumlah yang sudah diberhentikan oleh UE. Adapun, hal tersebut
mencatatkan penambahan kapasitas batubara sebesar dua kali lipat dari tahun 2022 dan
merupakan tingkat penghentian kapasitas pembangkit listrik tenaga batubara terendah di
India dalam delapan tahun terakhir.

Harga batubara Newcastle untuk November 2024 stagnan di USD 142,25/ton, sedangkan
Desember 2024 melemah USD 0,25 menjadi USD 143,75/ ton. Sementara itu, Januari
2025 turun USD 0,5 menjadi USD 144,9 per ton. Sementara itu, harga batubara Rotterdam
untuk November 2024 turun USD 0,05 menjadi USD 120,85. Sedangkan, Desember 2024
naik USD 0,2 menjadi USD 122,25. Sedangkan pada Januari 2025 menguat USD 0,15
menjadi USD 122,35. [sumber: https://investor.id/market/380024/harga-batu-bara-terpukul-
penurunan-signifikan-impor-batu-bara-india/all, 13 November 2024].

Dikutip dari Reuters, impor batubara termal India menurun tajam pada bulan Oktober 2024,
turun sekitar sepertiga dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data dari perusahaan
analitik Bigmint dan Kpler, penurunan ini disebabkan oleh melemahnya produksi listrik
berbasis batubara dan meningkatnya pasokan energi bersih. Pengiriman batubara ke India,

                                                                              Halaman 16
Page 22
importir batubara terbesar kedua di dunia, turun 31,8% menjadi 13,56 juta metrik ton.
Angka ini menunjukkan laju kontraksi tercepat dalam 15 bulan terakhir dan merupakan
penurunan beruntun pertama sejak Juli 2023.

Para pedagang memperkirakan pembelian batubara India akan meningkat dalam beberapa
minggu mendatang, namun lonjakan tersebut diperkirakan tidak akan cukup untuk
mendorong total impor tahunan melebihi level 2023. Pengiriman batubara diproyeksikan
menurun pada dua bulan terakhir 2024 akibat tingginya stok di pelabuhan.

Pengiriman batubara India, yang umumnya digunakan untuk pembangkit listrik, mengikuti
tren pertumbuhan impor batubara oleh Tiongkok, importir terbesar dunia, selama setahun
terakhir, yang turut mendongkrak harga internasional. Namun, penurunan impor India pada
Oktober menandai perbedaan signifikan pertama antara impor India dan Tiongkok sejak
pertengahan 2023.

Di sisi lain, impor batubara termal dan metalurgi Tiongkok justru meningkat 29% pada
Oktober 2024, sebagian besar didorong oleh kenaikan impor batubara termal. Tren ini
menempatkan impor batubara Tiongkok pada jalur untuk mencetak rekor tertinggi lagi pada
tahun 2024.

Dalam beberapa bulan terakhir, pembeli batubara India yang sensitif terhadap harga lebih
memilih batubara domestik yang lebih murah. Namun, analis mencatat bahwa di Tiongkok,
batubara impor memiliki keunggulan harga dibandingkan batubara lokal. Selain itu,
penurunan produksi listrik tenaga air di Tiongkok pada bulan September meningkatkan
ketergantungan pada batubara, sedangkan di India, produksi listrik tenaga air dan surya
yang lebih tinggi mengurangi ketergantungan pada batubara.

Berikut adalah data harga batubara Australia (dalam USD/mt):
          Harga                   Harga                   Harga                   Harga
Periode         Perubahan Periode       Perubahan Periode       Perubahan Periode       Perubahan
          (USD)                   (USD)                   (USD)                   (USD)

 Jan-24   187,84   32,45% Jan-23    317,99   -16,15%   Jan-22    196,95    16,09%   Jan-21     86,83     4,58%
 Feb-24   190,25    1,28% Feb-23    207,48   -34,75%   Feb-22    219,78    11,59%   Feb-21     86,74    -0,10%
 Mar-24   200,57    5,42% Mar-23    187,23    -9,76%   Mar-22    314,04    42,89%   Mar-21     94,92     9,43%
 Apr-24    207,3    3,36% Apr-23    194,28     3,77%   Apr-22    310,85    -1,02%   Apr-21     92,22    -2,84%
                          May-23    160,48   -17,40%   May-22    371,86    19,63%   May-21    107,04    16,07%
                          Jun-23    139,42   -13,12%   Jun-22    374,08     0,60%   Jun-21    129,97    21,42%
                           Jul-23   140,63     0,87%    Jul-22   402,20     7,52%    Jul-21   151,97    16,93%
                          Aug-23    152,61     8,52%   Aug-22    406,97     1,19%   Aug-21    169,58    11,59%
                          Sep-23    162,47     6,46%   Sep-22    430,81     5,86%   Sep-21    185,69     9,50%
                           Oct-23   142,12   -12,53%    Oct-22   389,79    -9,52%    Oct-21   224,51    20,91%
                          Nov-23    126,82   -10,77%   Nov-22    342,16   -12,22%   Nov-21    157,48   -29,86%
                          Dec-23    141,82    11,83%   Dec-22    379,23    10,83%   Dec-21    169,65     7,73%
Sumber: Indexmundi

Industri Pertambangan di Indonesia

Sektor industri pertambangan masih merupakan andalan pemerintah dengan beberapa
komoditas unggulan seperti batubara, nikel, emas, tembaga, perak, timah dan biji besi
serta bauksit.

Sektor pertambangan tetap menjanjikan apabila aturan yang ada dapat mengambil
manfaat dari program pemerintah membangun infrastruktur dan pengembangan industri

                                                                                                           Halaman 17
Page 23
dalam negeri. Karena itu, diharapkan pemerintah membuat kebijakan yang pro eksplorasi
dan membuat insentif pengusaha nasional untuk dapat membangun pengolahan dan
pemurnian berkaitan dengan program pemerintah dalam pengembangan industri dan
infrastruktur.

Bangkitnya sektor pertambangan tidak terlepas dari tingginya permintaan batubara sebagai
sumber energi premier pembangkit tenaga listrik. Maraknya pembangunan dan perubahan
pola hidup di masyarakat mendorong kenaikan konsumsi listrik di dalam negeri.

Sektor pertambangan berkontribusi besar pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia
setara Rp 2.300 triliun atau 8,57% dari keseluruhan. Di tengah upaya hilirisasi, komoditas
hasil pertambangan menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini [sumber:
https://www.cnbcindonesia.com/news/20240201163102-4-510923/kupas-tuntas-masa-
depan-industri-pertambangan-di-2024, 1 Februari 2024].

Dengan begitu, sumber daya alam dalam negeri bisa berperan maksimal sebagai negara
maju dari posisi negara berkembang. Hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan nilai
tambah komoditas, memperkuat struktur industri serta meningkatkan peluang usaha dalam
negeri dengan tersedianya lapangan pekerjaan baru.

Di sisi lain, Indonesia masih memiliki tugas untuk mengukur ketahanan energi, di tengah
ancaman krisis energi akibat konflik geopolitik. Pemerintah juga disebut tengah berupaya
menjaga ketahanan energi, yang meliputi energi security, equity dan transisi energi bersih.

Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) mengungkapkan sepanjang
tahun 2023 mencatatkan beberapa torehan positif untuk terus mendorong untuk tetap
terjaga iklim investasi minerba dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi
[sumber: https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/capaian-kinerja-tahun-2023-
dan-program-kerja-tahun-2024-subsektor-minerba-, 16 Januari 2024].

Realisasi produksi dan pemanfaatan mineral tahun 2023 sebagai berikut, komoditas emas
sebesar 83 ton dari target tahun 2023 sebesar 106 ton, perak sebesar 348,6 ton dari target
tahun 2023 sebesar 489 ton, timah sebesar 67,6 ribu ton dari target tahun 2023 sebesar 70
ribu ton, ferronikel sebesar 535,2 ribu ton dari target tahun 2023 sebesar 628,9 ribu ton dan
nikel matte sebesar 71,4 ribu ton dari target tahun 2023 sebesar 75 ribu ton.

Beberapa komoditas seperti katoda tembaga, Nickel Pig Iron (NPI), Chemical Grade
Alumina (CGA) dan Smelter Grade Alumina (SGA) diproduksi oleh pemegang Izin Usaha
Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) khusus untuk pengolahan dan pemurnian
(smelter standalone). Sesuai Undang-Undang (UU) No. 3 Tahun 2020, IUP OP khusus
untuk pengolahan dan pemurnian disesuaikan menjadi perizinan usaha industri dan
menjadi kewenangan kementerian di bidang Perindustrian.

Selanjutnya, realisasi produksi batubara dalam negeri tahun 2023 sebesar 775,2 juta ton
dengan capaian realisasi pemanfaatan batubara domestik sebesar 213 juta ton atau 120%
dari target 177 juta ton.




                                                                                 Halaman 18
Page 24
Untuk perkembangan pembangunan fasilitas pemurnian mineral sampai dengan akhir
tahun 2023 telah tercapai sebanyak 5 unit dari target yang ditetapkan sebanyak 7 unit
smelter terintegrasi.

Ditjen Minerba terus mengawasi pelaksanaan reklamasi lahan bekas tambang. UU Minerba
memberikan sanksi tegas, termasuk sanksi pidana bagi pelaku usaha yang tidak
melaksanakan reklamasi. Reklamasi lahan bekas tambang pada tahun 2023 telah
terealisasi seluas 7.920,77 hektar atau 111,95% dari target 7.075 hektar (data per
31 Desember 2023).

Sementara itu, untuk capaian realisasi regulasi dan kebijakan tahun 2023 antara lain, satu
Peraturan Pemerintah (PP) No. 25 Tahun 2023 tentang Wilayah Pertambangan dan satu
Peraturan Presiden (Perpres) No. 80 Tahun 2023 tentang Peran Aktif Indonesia di
Kawasan Dasar Laut Internasional.

Ada 3 peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan 7 Keputusan
Menteri (Kepmen) ESDM dihasilkan pada tahun 2023 antara lain, Kepmen ESDM No. 23
Tahun 2023 tentang Formula Perhitungan Harga Kompensasi Data Informasi Wilayah Izin
Usaha Pertambangan (WIUP) dan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK),
Kepmen ESDM No. 89 Tahun 2023 tentang Pedoman Pengenaan Denda Administratif
Keterlambatan Pembangunan Fasilitas Pemurnian Mineral Logam di Dalam Negeri dan
Kepmen ESDM No. 227 Tahun 2023 tentang Pedoman Penetapan Harga Batubara.

Program strategis Ditjen Minerba tahun 2024 adalah sebagai berikut:
1. Evaluasi kewilayahan subsektor minerba dengan target 15 draft Kepmen penyiapan
   WIUP/WIUPK mineral logam dan batubara dan 5 draft Kepmen penyiapan Wilayah
   Pertambangan Rakyat (WPR) dan Wilayah Pencadangan Negara (WPN);
2. Penyusunan rencana produksi dan kebutuhan dalam negeri minerba dengan target
   dokumen rencana produksi minerba dan Domestic Market Obligation (DMO) batubara;
3. Percepatan peningkatan nilai tambah batubara dengan rencana kegiatan
   pengembangan dan pemanfaatan batubara;
4. Optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) subsektor minerba dengan
   target PNBP Rp 113,5 Triliun;
5. Koordinasi dan kerja sama subsektor minerba sebagai tuan rumah penyelenggaraan
   ASEAN Senior Officials Meeting on Minerals (ASOMM) tahun 2024;
6. Pemantauan pembangunan fasilitas pengolahan pemurnian mineral dalam negeri
   dimana dilakukan pengawasan progress pembangunan 16 smelter, 7 pembinaan dan
   pengawasan aspek teknik dan lingkungan pada kegiatan pertambangan minerba yang
   dilakukan kepada 4.169 badan usaha;
7. Pengawasan dan penilaian reklamasi dan pasca tambang berbasis teknologi
   penginderaan jauh terhadap bukaan lahan pertambangan dengan target luasan 7.100
   hektar;
8. Penyusunan program subsektor minerba dengan target kebijakan minerba dan evaluasi
   isu strategis minerba;
9. Layanan jasa minerba berupa 34 kegiatan layanan kepada badan usaha dan 20
   kegiatan verifikasi badan usaha.



                                                                               Halaman 19
Page 25
Meskipun harga komoditas energi lebih fluktuatif dibanding tahun 2023, PNBP sektor
ESDM tahun 2024 dapat mencapai target yang ditetapkan sebesar Rp 227,3 triliun dengan
tetap terus berupaya meningkatkan produksi dan penjualan komoditas energi serta
meningkatkan     efisiensi    pengelolaan      PNBP     sektor    ESDM         [sumber:
https://www.esdm.go.id/en/media-center/news-archives/tembus-rp3003-triliun-pnbp-sektor-
esdm-di-2023-lampaui-target, 15 Januari 2024].

Sebagai informasi, PNBP dari sektor energi, termasuk dari sektor migas dan
pertambangan, mampu memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan negara.
Pendapatan ini dapat digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan
nasional, termasuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan sektor-sektor kunci lainnya.

Selain itu, melalui PNBP, pemerintah dapat mendukung upaya mencapai kemandirian
energi. Pendapatan dari sektor energi dapat digunakan untuk investasi dalam
pengembangan sumber daya energi dan diversifikasi energi, sehingga mendukung
kemandirian energi nasional.

Realisasi PNBP sektor ESDM tahun 2023 mencapai Rp 300,3 triliun atau 116% dari target
yang ditetapkan sebesar Rp 259,2 triliun. Dengan rincian sebagai berikut, PNBP migas
mencapai Rp 117,0 triliun, PNBP minerba mencapai Rp 173,0 triliun, PNBP Energi Baru,
Terbarukan,         dan        Konservasi          Energi        (EBTKE)         sebesar
Rp 3,0 triliun dan PNBP lainnya sebesar 7,3 triliun [sumber: Laporan Kinerja Tahun 2023,
Kementerian ESDM].

PNBP yang berasal dari pertambangan batubara (royalti dan PHT) masih merupakan
penyumbang PNBP terbesar dari subsektor minerba dengan proporsi antara 75%-85% dari
total PNBP minerba selama 4 tahun terakhir. Fluktuasi harga batubara dan dinamika
proses bisnis yang terjadi dalam penambangan dan penjualan batubara sangat
berpengaruh pada total PNBP yang diterima negara.

Realisasi PNBP sektor minerba pada tahun 2021, 2020, 2019, 2018, 2017 dan 2016
masing-masing sebesar Rp 75,16 triliun, Rp 34,65 triliun, Rp 44,92 triliun, Rp 49,63 triliun,
Rp 40,62 triliun dan Rp 27,15 triliun.

Realisasi PNBP minerba tahun 2023 sebesar Rp 172,96 triliun atau 118% dari target
Perpres No.75/2023 sebesar Rp 146,07 triliun. Rinciannya PNBP minerba 2023 terdiri dari
Rp 0,82 triliun dari iuran tetap, Rp 124,21 triliun dari pendapatan royalti, Rp 43 triliun dari
penjualan hasil tambang, Rp 4,10 triliun dari bagian pemerintah keuntungan bersih IUPK
dan Rp 0,83 triliun dari lain-lain.

Berikut merupakan penerimaan PNBP minerba pada tahun 2016-2023 (dalam Rp triliun):




                                                                                   Halaman 20
Page 26
                                   Target       Realisasi




                                                                          183,4


                                                                                     173
                                                                                  146,07
                                                                      101,84
                                                              75,16
                         49,63


                                        44,92
                                        43,27
               40,62




                                                          39,11
                                                34,65
              32,72


                       32,10




                                                31,41
    30,11
    27,15




   2016       2017     2018         2019        2020     2021         2022        2023

Sumber: Laporan Kinerja Tahun 2023, Kementerian ESDM

Berikut merupakan rincian target dan realisasi PNBP minerba tahun 2023 (Rp triliun):
                  Keterangan                 Target Realisasi
 Pedapatan iuran tetap                          0,68      0,82
 Pendapatan royalti                          106,32    124,21
 Penjualan hasil tambang                      36,10     43,00
 Bagian pemerintah keuntungan bersih IUPK       2,97      4,10
 Lain-lain                                         -      0,83
 Total                                       146,07    172,96
Sumber: Laporan Kinerja Tahun 2023, Kementerian ESDM

Realisasi investasi minerba tahun 2023 sebesar USD 7,5 miliar atau sebesar 97,33% dari
target yang telah ditetapkan sebesar USD 7,7 miliar. Salah satu hal yang mendorong
peningkatan realisasi investasi tersebut adalah karena semakin menurunnya dampak
pandemi Covid-19 sehingga berdampak pada peningkatan aktivitas belanja modal dan
mobilitas tenaga kerja.

Berikut merupakan perkembangan investasi subsektor minerba (miliar USD):

                                                  Target          Realisasi
                                                                                                7,70

                                                                                                       7,46
              6,52
       6,18




                                                                                         5,69
                                                                                  5,01
                                 4,74




                                                               4,52
                                                        4,30
                                         4,23




        2019                      2020                   2021                      2022          2023

Sumber: Laporan Kinerja Tahun 2023, Kementerian ESDM

Minerba cenderung ditonjolkan sebagai sumber penerimaan negara melalui PNBP dari
subsektor minerba. Hal ini tidak bisa dipungkiri mengingat dari tahun ke tahun kontribusi
penerimaan negara dari minerba terus meningkat secara signifikan dalam total penerimaan
negara sektor ESDM pada APBN. Tidak jarang ketika belanja negara membengkak maka


                                                                                                              Halaman 21
Page 27
sektor minerba menjadi salah satu penyeimbang dengan melakukan peningkatan produksi
dan ekspor, sehingga penerimaan negara dari minerba meningkat.

Berikut merupakan jumlah perizinan berdasarkan jenis komoditas tahun 2019-2023:

                      IUP Mineral Logam                 IUP Batubara                  IUP Mineral Non Logam & Batuan




                                                2.847




                                                                              2.763




                                                                                                        2.394




                                                                                                                            2.311
      1.447




                                1.386




                                                              1.365
              1.172




                                        1.162




                                                                      1.162




                                                                                                                      910
                                                                                                  902




                                                                                                                849
                                                                                            754
                      542




          2019                      2020                          2021                         2022               2023

Sumber: Minerba One Data Indonesia (MODI)

Berdasarkan data dari MODI per 12 November 2024, realisasi PNBP sektor minerba telah
mencapai Rp 121,74 triliun atau 107,22% dari target yang sebesar Rp 113,54 triliun.
Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa komoditas batubara masih menjadi penopang
utama           PNBP          dari       sub      sektor       batubara         [sumber:
https://insight.kontan.co.id/news/penerimaan-pnbp-minerba-lampaui-target-batubara-
menjadi-tumpuan, 14 November 2024].

Capaian PNBP tahun 2024 didorong oleh upaya yang dilakukan pemerintah melalui
penguatan pengawasan PNBP minerba dan juga sinergi proses bisnis antar kementerian.
Saat ini pemerintah mewajibkan seluruh perusahaan untuk menggunakan aplikasi MOMS
dan ePNBP sehingga mendorong wajib bayar lebih tertib dan mudah dalam melakukan
pembayaran PNBP.

Kendati PNBP minerba periode Januari-November 2024 minerba telah melampaui target
pada tahun 2024, namun realisasinya masih lebih rendah jika dibandingkan capaian pada
tahun 2023. Realisasi Januari - Desember 2023 mencapai Rp 172 triliun atau sebesar
118,41% dari target yang telah ditetapkan 2023 sebesar 146,07 triliun. Tersisa waktu
kurang lebih dua bulan saja dari realisasi PNBP saat ini sebesar Rp 121,74 triliun.

Pada tahun 2025, terdapat tantangan seperti adanya prediksi bahwa permintaan batubara
secara global akan mulai menurun, khususnya dari negara-negara maju yang beralih ke
energi terbarukan dan berbagai tantangan lainya. Di sisi lain, masih ada permintaan
batubara di beberapa negara di Asia Tenggara yang membuka peluang bagi Indonesia.

Adapun, Indonesia Mining Association (IMA) mengungkapkan bahwa target PNBP minerba
yang ditetapkan oleh pemerintah sepertinya konservatif, sementara harga komoditas
secara umum masih relatif di level positif meskipun lebih rendah dari tahun lalu dan
produksi relatif cukup bagus meski persetujuan RKAB terhadap beberapa perusahaan di
awal tahun ada kendala.




                                                                                                                            Halaman 22
Page 28
Berikut merupakan jumlah perizinan berdasarkan tahap kegiatan 2019-2023:


          1.415             1.358              1.343
             1.163             1.156              1.157

                                                                      897              841902
                                                                   749




     32 9              28 6                 22 5             5 5                 8 8

         2019             2020                2021               2022              2023
                     Eksplorasi Mineral              Eksplorasi Batubara

                     Operasi Produksi Mineral        Operasi Produksi Batubara

Sumber: Minerba One Data Indonesia (MODI)

Industri Pertambangan Batubara di Indonesia

Batubara diperkirakan tetap akan menjadi sumber energi utama nasional hingga 10-20
tahun ke depan, karena memiliki keunggulan harga yang relatif lebih murah dibandingkan
dengan sumber energi lain. Meski begitu, pengembangan Energi Baru dan Terbarukan
(EBT) tetap memainkan peran penting dalam pemanfaatan batubara. Apalagi, pemerintah
juga terus memacu upaya pencapaian target net zero emission pada tahun 2060 [Bisnis
Indonesia, 20 Maret 2024].

Produksi batubara juga tetap akan terbilang tinggi pada tahun 2060, saat net zero emission
mencapai tenggat waktunya, yakni sebanyak 327 juta ton. lndonesia Mining Association
(IMA) mengungkapkan bahwa cadangan batubara nasional saat ini mencapai 35 miliar ton
dengan sumber daya sebesar 134 miliar ton. Jumlah itu diperkirakan bisa digunakan ke
depan hingga 500 tahun ke depan jika dilakukan dengan cara yang benar. Walaupun
sebagian di antaranya diperuntukkan bagi ekspor, batubara nasional bisa dimanfaatkan
hingga 200 tahun mendatang.

Kebutuhan batubara sebagai sumber energi masih dominan baik itu di Indonesia maupun
dunia. Setelah mengalami kenaikan produksi di tahun 2023, pemerintah memasang target
produksi      batubara      menjadi    lebih    tinggi   di   tahun     2024      [sumber:
https://industri.kontan.co.id/news/kebutuhan-batubara-diramal-masih-naik-di-2024,
1 Januari 2024].

Menurut Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batubara (ASPEBINDO), di tahun 2024
permintaan batubara dari luar negeri cenderung menurun karena musim dingin tidak terlalu
dingin. Namun dari sisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) memang naik karena
pemakaian domestik cenderung ada kenaikan. Konsumsi batubara sangat dinamis karena
menyangkut berbagai situasi geopolitik. Tetapi ekonomi diperkirakan akan membaik di
tahun 2024 sehingga konsumsi dan harga batubara akan sedikit tumbuh.


                                                                                         Halaman 23
Page 29
Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mengungkapkan proyeksi industri
batubara di tahun 2024 dari sisi permintaan ekspor masih cukup bagus. Permintaan untuk
konsumsi domestik juga menguat. Proyeksi harga batubara di 2024 kurang lebih seperti di
level harga September-November 2023 yaitu pada rerata HBA di USD 131/metrik ton.

Oleh karena itu, prospek bisnis batubara di tahun 2024 akan sangat tergantung pada harga
komoditas dan biaya operasional tambang. Saat harga terus melandai, biaya produksi
tambang batubara terus meningkat. Setiap tahunnya tambang akan semakin dalam
sehingga stripping ratio makin besar dan konsekuensinya biaya penambangan meningkat.
Selain itu, harga bahan bakar juga makin mahal. Tidak hanya itu, biaya pertambangan juga
terdampak dari regulasi seperti penerapan kewajiban Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan nanti
penerapan skema Mitra Instansi Pengelola (MIP).

Kementerian ESDM mencatat bahwa realisasi sepanjang tahun 2023, untuk produksi
batubara mencapai 775 juta ton, DMO sebesar 213 juta ton dan ekspor sebesar 518 juta
ton. Semula, target 2023 adalah produksi sebesar 695 juta ton, DMO sebesar 177 juta ton
dan ekspor sebesar 518 juta ton. Realisasi produksi dan DMO masing-masing mencapai
112% dan 120% dari target yang ditetapkan [sumber: https://www.esdm.go.id/id/media-
center/arsip-berita/produksi-batubara-domestik-tembus-target-ketahanan-energi-nasional-
terjaga, 17 Januari 2024].

Peningkatan produksi batubara dalam negeri tentunya dapat mendukung ketahanan energi
nasional. Hal ini karena batubara merupakan salah satu sumber energi utama di Indonesia.
Selain itu, peningkatan produksi batubara dalam negeri juga dapat mendukung
pertumbuhan ekonomi. Hal ini karena batubara merupakan salah satu komoditas ekspor
utama di Indonesia. Peningkatan produksi batubara dalam negeri tentunya dapat
meningkatkan ekspor batubara dan meningkatkan devisa negara.

Peningkatan produksi dan pemanfaatan batubara dalam negeri tahun 2023 merupakan
kabar baik bagi pembangunan nasional. Dengan peningkatan produksi batubara dalam
negeri, pemerintah dapat lebih leluasa dalam memenuhi kebutuhan batubara dalam negeri,
seperti untuk pembangkit listrik, industri dan rumah tangga. Selain itu, peningkatan
produksi batubara dalam negeri juga dapat menjaga stabilitas harga batubara dan
meningkatkan daya saing industri nasional.

Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyetujui RKAB tahun 2024 -
2026 sebanyak 587 permohonan dari 883 permohonan RKAB komoditas batubara. Total
tonase dari RKAB yang disetujui untuk tahun 2024, 2025 dan 2026, masing-masing
mencapai 922,14 juta ton, 917,16 juta ton dan 902,97 juta ton [sumber:
https://www.cnbcindonesia.com/news/20240319120736-4-523225/tok-ri-setujui-rencana-
produksi-batu-bara-di-2024-nyaris-1-miliar-ton, 19 Maret 2024].

HBA kini dihitung berdasarkan rata-rata realisasi harga jual batubara satu bulan
sebelumnya (proporsi 70%) serta realisasi harga dua bulan sebelumnya (proporsi 30%).
Sebelumnya HBA ditetapkan berdasarkan rata-rata indeks pasar internasional. Ada empat
indeks yang dipakai yakni Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX),
Globalcoal Newcastle Index (GCNC) dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya, dengan
kualitas yang disetarakan pada nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 8%, total
sulphur 0,8% dan ash 15%.

                                                                             Halaman 24
Page 30
Terdapat dua faktor turunan yang memengaruhi pergerakan HBA yaitu, suplai dan
permintaan. Pada faktor turunan suplai dipengaruhi oleh cuaca, teknis tambang, kebijakan
negara pemasok, hingga teknis dirantai pasok seperti kereta, tongkang, maupun loading
terminal. Sementara untuk faktor turunan permintaan dipengaruhi oleh kebutuhan listrik
yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor dan kompetisi dengan
komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir dan hidro.

Sejak Maret 2023 Kementerian ESDM telah mengimplementasikan formula baru dalam
penetapan HBA di Indonesia. Perubahan tersebut tertuang dalam Kepmen ESDM No.
41.K/MB.01/MEM.B/2023 295 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan Untuk
Penjualan Komoditas Batubara. Per September 2023 HBA juga telah dibedakan menjadi 4
kategori berdasarkan kualitas batubara, yakni HBA kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg
GAR, total moisture 12,26%, total sulphur 0,66% dan ash 7,94%; HBA I: kesetaraan nilai
kalor 5.300 kcal/kg GAR, total moisture 21,32%, total sulphur 0,75% dan ash 6,04%; HBA
II: kesetaraan nilai kalor 4.100 kcal/kg GAR, total moisture 35,73%, total sulphur 0,23% dan
ash 3,90%; HBA III: kesetaraan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR, total moisture 44,30%, total
sulphur 0,24%, dan ash 3,88% [sumber: Laporan Kinerja Tahun 2023, Kementerian
ESDM].

Prospek perdagangan batubara Indonesia akan lebih menantang di tengah rencana
penurunan permintaan dari Tiongkok pada tahun 2025. Meski sejumlah negara Asia
Tenggara diproyeksi akan meningkatkan permintaan, kinerja komoditas ini turut ditentukan
oleh situasi geopolitik global [sumber: https://bisnisindonesia.id/article/prospek-menantang-
perdagangan-batu-bara-indonesia-2025, 13 November 2024].

Batubara masih menjadi salah satu produk unggulan ekspor Indonesia meski dihadapkan
dengan upaya dunia beralih pada penggunaan energi bersih. Komoditas ini juga masih
menjadi penopang pembangkit listrik di Indonesia.

APBI mengungkapkan bahwa kinerja perdagangan batubara tahun 2025 akan dipengaruhi
oleh situasi geopolitik, cuaca dan kebijakan pemerintah yang akan berdampak pada biaya
produksi. Proyeksi kinerja sektor batubara tahun 2025 diperkirakan tidak akan jauh
berbeda dengan tahun 2024.

Lebih lanjut, permintaan batubara Indonesia diperkirakan masih tetap didominasi oleh
Tiongkok meski negara itu telah menyatakan rencana untuk menekan impor energi fosil
tersebut. Kondisi ini diharapkan dapat diimbangi dengan perkiraan peningkatan permintaan
dari sejumlah negara Asia Tenggara.

Pengapalan ke India diproyeksi juga tidak akan banyak berubah kendati industri batubara
tengah berupaya mendorong produksi di dalam negeri. Di tengah situasi geopolitik,
asosiasi meyakini produk unggulan ekspor ini akan terus menopang kinerja perdagangan
Indonesia pada tahun 2025.

Tiongkok terus menjadi negara tujuan batubara Indonesia dengan nilai perdagangan
hingga USD 11,32 miliar sepanjang Januari – September 2024. Kemudian disusul India
USD 5,54 miliar, Jepang USD 4,41 miliar, Malaysia USD 3,29 miliar serta Singapura
USD 3,36 miliar. Secara total, ekspor batubara Indonesia hingga September 2024
mencapai USD 40,73 miliar.

                                                                                 Halaman 25
Page 31
Meski produk batubara terus dihadapkan dengan upaya dunia dalam memacu
pemanfaatan energi bersih, pemerintah memastikan bahwa penghiliran komoditas ini
menjadi dimethyl ether (DME) atau gasifikasi batubara terus berlanjut di era Presiden
Prabowo Subianto. Meski produk akhir penghiliran batubara tidak wajib berupa DME,
namun DME sendiri selama ini ditargetkan bisa menjadi pengganti liquefied petroleum gas
(LPG).

Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi, ekspor dan DMO batubara nasional tahun
2024 masing-masing sebesar 710 juta ton, 490 juta ton dan 181,30 juta ton. Produksi
batubara nasional pada November 2024 tercatat sudah melampaui target tahun 2024,
dimana tercatat produksi batubara nasional per 15 November 2024 mencapai 711,37 ton
atau sudah melampaui produksi tahun 2023 dan target 2024 [sumber:
https://www.cnbcindonesia.com/research/20241125141010-128-590899/produksi-batu-
bara-ri-terbang-emiten-ini-bakal-dapat-berkah, 25 November 2024].

Dari jumlah produksi batubara tersebut, sebanyak 50,6% atau 359 juta ton dijual ke pasar
ekspor atau setara 69,3% dari realisasi ekspor pada tahun 2023. Berkat kenaikan produksi
sampai periode tersebut, untuk setahun ini produksi batubara diproyeksi bisa mencapai
800 juta ton.

Berikut merupakan HBA per Januari - November 2024 (USD/ton):

                                                                   130,44                         131,17
   125,85   124,95                                 123,00                                125,15
                              121,13
                                        114,06                                  115,29                     114,43
                     109,77




     Jan      Feb     Mar       Apr       Mei          Jun          Jul          Ags      Sep      Okt      Nov

Sumber: Ditjen Minerba dan Kementerian ESDM

Berikut merupakan HBA sepanjang tahun 2023 (USD/ton):

   305,21
            277,05 283,08 265,26
                                      206,16 191,26 191,60
                                                           179,90
                                                                                  133,13 123,96 139,80 117,38




    Jan      Feb     Mar      Apr      Mei       Jun         Jul          Ags      Sep      Okt     Nov     Des

Sumber: Ditjen Minerba dan Kementerian ESDM

Berikut merupakan data produksi, domestik dan eskpor batubara tahun 2019 - 2023 (juta
ton):




                                                                                                                    Halaman 26
Page 32
                                       Produksi   DMO         Ekspor

       900
       800
       700
       600
       500
       400
       300
       200
       100
          0
                   2019             2020               2021               2022      2023
    Produksi        616              564               614                687        775
    DMO             138              132               133                216        213
    Ekspor          455              405               435                465        518

Sumber: Laporan Kinerja Tahun 2023, Kementerian ESDM

Berikut merupakan jumlah perizinan berdasarkan jenis perizinan tahun 2017-2024:
      Keterangan           2019     2020     2021      2022      2023      2024
 KK                           31        31      31        31        31        31
 PKP2B                        67        66      66        60        59        59
 IUP                       3.161     5.395   5.290     4.050     4.070     4.135
 IPR                          16        14      99        82        82        67
 IUPK                          2         3       4         9         9         9
 IUPOPK Pengangkutan         718     1.101   1.590     1.590          -         -
 IUPOPK Pemurnian             51        87      85        85          -         -
 IUJP                        619       693   1.316     1.790          -         -
Sumber: Minerba One Data Indonesia (MODI)

Batubara Antrasit

Permintaan batubara antrasit yang memiliki tingkat pengotor terendah dan nilai kalori
tertinggi, meningkat secara global, sehingga meningkatkan biaya penambangan batubara
antrasit. Antrasit merupakan bahan bakar yang lebih efektif karena residu yang dihasilkan
setelah pembakarannya mengandung lebih sedikit polutan dan menghasilkan sedikit asap
jika dibandingkan dengan jenis batubara lainnya. Industri pertambangan batubara antrasit
di seluruh dunia terus berubah dan berkembang karena adanya aliansi baru, pembelian
atau masuknya pemain baru. Produsen dan pemasok tradisional mengalihkan pasokan ke
pengguna domestik dan berkonsentrasi pada impor, yang menunjukkan perubahan
mendasar dalam pasar pertambangan batubara antrasit untuk sumber daya mineral. Di
negara-negara seperti Tiongkok dan India, antrasit adalah produk ULV (ultralow volatile)
dan PCI (pulverized coal injection) pilihan yang dimasukkan langsung ke dalam tungku
tinggi [sumber: https://www.skyquestt.com/report/anthracite-coal-mining-market/market-
size, Februari 2024].

Berdasarkan laporan Skyquestt, pasar penambangan batubara antrasit bernilai USD 60
miliar pada tahun 2019 dan diperkirakan akan mencapai USD 81,65 miliar pada tahun
2031, dengan CAGR sebesar 4,5% selama periode proyeksi (2024-2031).

                                                                                    Halaman 27
Page 33
Pada tahun 2019, AS memproduksi 706.310 ribu short ton batubara, dimana 2.611 ribu
short ton di antaranya adalah antrasit. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi
batubara adalah biaya, kenyamanan dan ketersediaan batubara dibandingkan bahan bakar
pesaing. Negara-negara seperti Tiongkok, AS, Rusia, Australia, Vietnam, Korea Utara dan
Ukraina telah mendistribusikan produksi antrasit secara merata.

Jenis utama penambangan antrasit adalah antrasit mutu standar, antrasit mutu tinggi dan
antrasit mutu ultra tinggi. Pasar antrasit dikelompokkan berdasarkan jenis yaitu antrasit
tingkat standar, antrasit tingkat tinggi dan antrasit tingkat sangat tinggi serta berdasarkan
jenis penambangan yaitu penambangan bawah tanah dan penambangan permukaan
[sumber: https://www.thebusinessresearchcompany.com/report/anthracite-global-market-
report, Januari 2024].

Batubara antrasit sering kali mengalami panas dan tekanan yang sangat besar, sehingga
menjadikannya salah satu batubara yang paling keras dan terkompresi di dunia, batubara
keras memiliki potensi produksi energi panas tertinggi dibandingkan batubara baru secara
geologis yang relatif lunak. Batubara antrasit dianggap sebagai bentuk batubara tertua dan
terbersih di antara jenis batubara lainnya, dengan volatilitas yang lebih rendah dan
kandungan abu yang rendah. Batubara antrasit menyumbang sekitar 1% dari total
cadangan batubara, menjadikan produk ini sangat langka dan unik dibandingkan jenis
batubara lainnya [sumber: https://www.marketdataforecast.com/market-reports/mined-
anthracite-coal-market, Januari 2024].

Batubara antrasit memiliki energi dan kandungan karbon yang besar serta pengotor yang
relatif lebih sedikit dibandingkan jenis batubara lainnya. Antrasit adalah bentuk batubara
terbersih dengan sedikit bahan mudah menguap dan abu. Batubara antrasit ketika dibakar
menghasilkan nyala api biru yang panas dan digunakan untuk berbagai aplikasi termasuk
bahan bakar rumah tangga, pembangkit listrik, tungku dan arang briket.

Beberapa faktor utama yang mendorong perluasan pasar adalah meningkatnya
pelaksanaan Internet of Things (IoT) di pertambangan batubara antrasit dan meningkatnya
permintaan batubara antrasit di sektor konstruksi, infrastruktur dan manufaktur. Namun,
kebijakan dan peraturan yang ketat, kekhawatiran terhadap menipisnya cadangan alam
dan meningkatnya popularitas energi terbarukan dan ramah lingkungan menjadi faktor
yang menghambat perluasan pasar batubara antrasit global.

Berdasarkan laporan Market Data Forcast, Pasar batubara antrasit tambang global bernilai
USD 67,54 miliar pada tahun 2023 dan diperkirakan akan mencapai USD 107,53 miliar
pada tahun 2029, dengan CAGR sebesar 9,75% selama periode proyeksi (2024-2029).

Pasar batubara antrasit yang ditambang secara global diperkirakan akan mengalami
ekspansi besar selama periode evaluasi, berkat peningkatan penggunaannya dalam
industri, infrastruktur dan konstruksi. Selain itu, tingginya permintaan batubara antrasit dari
produsen baja kemungkinan akan memberikan banyak peluang ekspansi bagi pasar
batubara antrasit di seluruh dunia pada tahun-tahun mendatang. Produsen baja lebih
cenderung menggunakan batubara antrasit dibandingkan jenis batubara lainnya karena
kandungan karbonnya yang tinggi dan efektivitas biaya. Penggunaan karbon antrasit
menghasilkan biaya produksi yang lebih rendah bagi pembuat baja.


                                                                                   Halaman 28
Page 34
Berdasarkan laporan Research and Markets, ukuran pasar antrasit telah tumbuh sedikit
dalam beberapa tahun terakhir. Nilai tersebut akan tumbuh dari USD 120,7 miliar pada
tahun 2023 menjadi USD 123,06 miliar pada tahun 2024, dengan CAGR sebesar 2,0%.
[sumber: https://www.researchandmarkets.com/report/anthracite, Februari 2024].

Ukuran pasar antrasit diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang stabil dalam
beberapa tahun ke depan, dimana pertumbuhannya akan mencapai USD 133,28 miliar
pada tahun 2028. Pertumbuhan yang diantisipasi dalam periode proyeksi dapat disebabkan
oleh faktor-faktor seperti penerapan peraturan lingkungan hidup, meningkatnya permintaan
di pasar negara berkembang, tantangan yang terkait dengan integrasi energi terbarukan,
tren yang berkembang dalam pemanas perumahan, dan pembangunan infrastruktur yang
sedang berlangsung. Tren signifikan yang diperkirakan terjadi pada periode perkiraan ini
mencakup substitusi kokas dalam pembuatan baja, kemajuan teknologi di bidang
pertambangan, perluasan pasar di kawasan Asia Pasifik, kemitraan strategis, investasi dan
fokus pada penangkapan dan pemanfaatan karbon.

Pasar penambangan antrasit mengalami pertumbuhan karena meningkatnya proyek bahan
bakar dan pembangkit listrik dalam negeri di negara-negara berkembang pesat seperti
Tiongkok dan India, yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi dan perluasan
infrastruktur.

Pertumbuhan pasar antrasit yang diantisipasi juga didorong oleh meningkatnya permintaan
akan energi ramah lingkungan. Energi bersih, yang memiliki dampak minimal terhadap
lingkungan, mencakup sumber-sumber seperti energi surya, pasang surut dan panas bumi.
Antrasit, dikenal sebagai batubara berkualitas tinggi dengan pembakaran bersih,
serbaguna dalam pembangkit listrik ramah lingkungan karena tingkat sulfurnya yang
rendah dan kandungan karbon yang signifikan. Misalnya, pada bulan Maret 2023, Energy
Information Administration (EIA) melaporkan peningkatan persentase gabungan total
energi yang berasal dari tenaga angin dan matahari, meningkat dari 12% pada tahun 2021
menjadi 14% pada tahun 2022, yang menggarisbawahi permintaan energi ramah
lingkungan dan dampak positifnya terhadap lingkungan pasar antrasit.

Asia-Pasifik merupakan wilayah terbesar di pasar pertambangan antrasit pada tahun 2023.
Wilayah yang tercakup dalam laporan pasar antrasit adalah Asia Pasifik, Eropa Barat,
Eropa Timur, Amerika Utara, Amerika Selatan, Timur Tengah dan Afrika.

Antrasit Ultra-High Grade (UHG) yang digunakan dalam Electric Arc Furnance (EAF)
sangat penting untuk produksi baja rendah karbon (Low Carbon Steel/ LC Steel) dan dapat
mengurangi emisi karbon dari proses produksi hingga 74%.

Ketika antrasit digunakan dalam EAF, hal ini memberikan sejumlah manfaat lingkungan,
sosial dan tata kelola. Pertama, kandungan karbon tingginya memungkinkan pembakaran
yang efisien dan bersih, menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan
batubara kelas lebih rendah. Hal ini sejalan dengan tujuan lingkungan dengan
meminimalkan jejak karbon produksi baja. Kedua, tingkat residu yang rendah pada antrasit
berarti lebih sedikit polutan yang dilepaskan selama proses pembuatan baja, mendukung
udara bersih dan mengurangi emisi berbahaya yang dapat memengaruhi masyarakat dan
ekosistem setempat. Hal ini mendukung upaya tanggung jawab sosial dengan
memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan populasi sekitar.

                                                                              Halaman 29
Page 35
Secara keseluruhan, penggunaan antrasit dalam EAF tidak hanya meningkatkan
keberlanjutan dan kinerja lingkungan dari proses pembuatan baja, tetapi juga menunjukkan
komitmen dalam mengatasi masalah lingkungan, mendorong kesejahteraan sosial dan
mempromosikan praktik tata kelola yang efektif dalam industri tersebut.

Selama dekade terakhir, ekspor antrasit dari AS telah tumbuh pada tingkat pertumbuhan
CAGR sebesar 10,6% dari tahun 2014-2023. Seluruh perkiraan perluasan kapasitas
pembuatan baja di AS dan Eropa ditujukan untuk EAF, dan antrasit UHG dari AS akan
menjadi sumber pasokan penting bagi EAF Eropa. Selain itu, pemerintah di sejumlah
yurisdiksi utama, khususnya pemerintah Inggris dan Jerman, memberikan insentif untuk
konversi Blast Furnace menjadi EAF.

Berikut merupakan tren harga batubara antrasit per wilayah:




Berikut merupakan index harga batubara antrasit di USA (USD/Kg):
         Bulan        2023    2024    2025*
 Januari               0,32    0,30     0,29
 Februari              0,30    0,31     0,29
 Maret                 0,29    0,32     0,29
 April                 0,29    0,33     0,29
 Mei                   0,30    0,33     0,29
 Juni                  0,31    0,32     0,29
 Juli                  0,32    0,31     0,29
 Agustus               0,31    0,32     0,30
 September             0,31    0,31     0,30
 Oktober               0,31    0,31     0,30
 November              0,32    0,30     0,30
 Desember              0,30    0,30     0,30


                                                                             Halaman 30
Page 36
Keterangan: *) proyeksi
Sumber: https://businessanalytiq.com/procurementanalytics/index/anthracite-coal-price-index/

Ukuran pasar batubara antarsit telah tumbuh sedikit dalam beberapa tahun terakhir. Pasar
ini akan tumbuh dari USD 120,7 miliar pada tahun 2023 menjadi USD 123,06 miliar pada
tahun 2024 dengan CAGR sebesar 2,0%. Pertumbuhan dalam periode historis ini dapat
dikaitkan dengan permintaan industri, pemanas rumah, keamanan energi, tren ekonomi
global            dan              ketersediaan            regional            [sumber:
https://www.thebusinessresearchcompany.com/report/anthracite-global-market-report,
Oktober 2024].

Ukuran pasar batubara antrasit diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang stabil
dalam beberapa tahun mendatang. Pasar ini akan tumbuh menjadi USD 133,28 miliar pada
tahun 2028 dengan CAGR sebesar 2,0%. Pertumbuhan dalam periode perkiraan dapat
dikaitkan dengan peraturan lingkungan, permintaan pasar negara berkembang, tantangan
integrasi energi terbarukan, tren pemanasan rumah tangga dan pembangunan
infrastruktur. Tren utama dalam periode perkiraan meliputi penggantian kokas dalam
pembuatan baja, kemajuan teknologi dalam pertambangan, perluasan pasar di Asia-
Pasifik, kemitraan dan investasi strategis, penangkapan dan pemanfaatan karbon (ccu).

Berikut merupakan market report batubara antrasit global 2024:




[sumber:    https://www.thebusinessresearchcompany.com/report/anthracite-global-market-report,     Oktober
2024].

Menurut Industri Institut Teknologi Bandung (ITB), produksi besi dan baja di masa depan
akan meningkat drastis. Sehingga dibutuhkan batubara antrasit yang cukup untuk
mengurangi jejak emisi karbon yang dihasilkan dari industri tersebut. [sumber:
https://www.tambang.co.id/punya-tambang-batu-bara-antrasit-doid-jadi-pemain-kunci-
industri-baja-rendah-karbon, 17 Juli 2024].

Batubara antrasit merupakan komoditas yang penting untuk sumber energi, meski
harganya relatif lebih mahal dibanding jenis batubara lain. Dalam produksi baja rendah
karbon, batubara antrasit digunakan untuk menyuntikkan kandungan karbon pada EAF
dalam proses pembuatan baja. Penggunaan antrasit UHG di EAF ini dapat mengurangi
emisi karbon hingga mencapai 74%. Selain EAF, teknologi untuk memproduksi baja adalah


                                                                                               Halaman 31
Page 37
        Blast Furnaces (BF). Namun, teknologi ini tidak lebih ramah lingkungan dibandingkan
        dengan teknologi EAF.

        Diketahui, ekspor batubara antrasit AS telah tumbuh pada CAGR 10,6% dari FY2014
        hingga FY2023, dengan EAF mendorong perluasan kapasitas pembuatan baja di masa
        depan di AS dan Eropa. Tiongkok, produsen baja terbesar secara global, juga telah
        mengajukan rencana meningkatkan produksi EAF menjadi 15% dari total produksi baja
        pada 2025, dengan target untuk meningkatkan proporsi menjadi 20% pada tahun 2030.

8.1.4   Analisis Operasional dan Prospek Usaha

        Perseroan merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), dengan kode
        saham DOID. Perseroan memiliki bisnis jasa pertambangan batubara dan rehabilitasi yang
        signifikan, dengan kegiatan operasional di Indonesia dan Australia. Sebagai perusahaan
        induk, Perseroan memiliki anak usaha operasional utama yaitu PT Bukit Makmur Mandiri
        Utama (“BUMA”), yang merupakan salah satu kontraktor jasa pertambangan batubara
        terbesar di Indonesia berdasarkan volume produksinya.

        Perseroan memulai usahanya pada tahun 1990 di bidang tekstil yang memproduksi
        berbagai jenis benang rayon, katun dan poliester untuk memenuhi pasar ekspor dan telah
        mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta sejak bulan Juni 2001. Pada tahun 2008,
        Perseroan mengubah usaha utamanya untuk memfokuskan pada pengembangan properti
        komersial dan industrial di Indonesia. Sejalan dengan perubahan strategi bisnis, Perseroan
        menjual perusahaan manufaktur tekstilnya pada bulan Februari 2008.

        Pada November 2009, Perseroan melakukan akuisisi seluruh saham BUMA dari pemegang
        saham sebelumnya. Akuisisi BUMA telah mengubah strategi bisnis utama Perseroan untuk
        fokus pada jasa pertambangan batubara dan Perseroan melakukan divestasi
        kepemilikannya atas bisnis properti.

        Pada Oktober 2012, Perseroan menyelesaikan akuisisi atas dua perusahaan tambang
        batubara yaitu PT Banyubiru Sakti (“BBS”) dan PT Pulau Mutiara Persada (“PMP”) yang
        memiliki konsesi di Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Jambi, dengan luas lahan
        masing-masing 7.742 hektar dan 3.500 hektar.

        BBS menerima surat Pengakhiran Perpanjangan IUP Eksplorasi dari pemerintah daerah
        pada bulan Desember 2017. Dengan demikian, seluruh hak dan kewajiban BBS terkait IUP
        Eksplorasi tersebut telah dipenuhi. Berdasarkan Akta No. 27 tanggal 26 Desember 2022
        yang dibuat di hadapan Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
        Perseroan memutuskan untuk membubarkan BBS serta menyatakan dalam keadaan
        likuidasi dengan mengacu kepada Undang-Undang Perusahaan Terbatas No. 40 Tahun
        2007. Sampai saat ini, proses likuidasi BBS masih berlangsung.

        PMP menerima surat Pengakhiran Perpanjangan IUP Eksplorasi dari pemerintah daerah
        pada bulan Maret 2018. Dengan demikian, seluruh hak dan kewajiban PMP terkait IUP
        Eksplorasi tersebut telah dipenuhi. Berdasarkan Akta No. 26 tanggal 26 Desember 2022
        yang dibuat di hadapan Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
        Perseroan memutuskan untuk membubarkan PMP serta menyatakan dalam keadaan
        likuidasi dengan mengacu kepada Undang-Undang Perusahaan Terbatas No. 40 Tahun

                                                                                       Halaman 32
Page 38
2007. Sampai saat ini, proses likuidasi PMP masih berlangsung.

Melalui BUMA, Perseroan menyediakan jasa pertambangan batubara terbuka (open pit)
dan jasa pengoperasian tambang berdasarkan perjanjian operasional jangka panjang
dengan para produsen batubara yang telah memiliki konsesi pertambangan batubara di
Indonesia. Operasi BUMA saat ini terpusat di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan
Kalimantan Tengah, yang memiliki sebagian besar cadangan batubara Indonesia.

Pada tahun 2021, BUMA mendirikan sebuah entitas di Australia dengan nama BUMA
Australia Pty. Ltd. (“BUMA Australia”). Pendirian entitas ini bertujuan untuk pengambilalihan
bisnis Downer Open Cut Mining East, anak usaha dari Downer EDI Ltd., sebuah
perusahaan kontraktor pertambangan asal Australia. Pada tanggal 17 Desember 2021,
BUMA Australia secara efektif mengakuisisi seluruh kepemilikan atas sebuah unit bisnis
bernama Open Cut Mining East dari Downer.

Pada tanggal 15 November 2022, Perseroan mendirikan anak usaha di Singapura dengan
nama Delta Dunia Makmur Pte. Ltd. (“DOID SG”). DOID SG bergerak di bidang jasa
konsultasi manajemen dan dimaksudkan sebagai ekspansi usaha Perseroan.

Pada tanggal 10 Januari 2023, Perseroan mendirikan anak usaha baru dengan nama
PT Bukit Teknologi Digital (“BTech”). Pada tanggal 9 Februari 2023, Perseroan juga
mendirikan anak usaha baru dengan nama PT BISA Ruang Nuswantara (“BIRU”).

Perseroan mendirikan anak usaha baru di Indonesia dengan nama PT Bukit Makmur
Internasional (“BMI”) pada tanggal 30 April 2024. Kemudian Perseroan mendirikan usaha
patungan di AS dengan nama American Anthracite Holdings, LLC (“AAH”), American
Anthracite Group, LLC (“AAG”) dan American Anthracite SPV I, LLC (“AAS”) pada tanggal
16 Mei 2024.

Visi Perseroan adalah menjadi penyedia jasa pertambangan terkemuka yang mampu
menciptakan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan. Misi Perseroan adalah
menyediakan jasa penambangan yang berkomitmen dan terpercaya, memastikan
pertumbuhan bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan, memberikan nilai tambah
kepada pelanggan melalui kemitraan strategis dan jangka panjang, mengembangkan
sumber daya manusia yang kompeten dan bertanggung jawab, berkomitmen dan
bertanggung jawab pada dampak lingkungan dan komunitas.

Perseroan mendirikan anak usaha baru di Indonesia dengan nama PT Bukit Makmur
Internasional (“BMI”) pada tanggal 30 April 2024. Kemudian Perseroan mendirikan usaha
patungan di AS dengan nama American Anthracite Holdings, LLC (“AAH”), American
Anthracite Group, LLC (“AAG”) dan American Anthracite SPV I, LLC (“AAS”) pada tanggal
16 Mei 2024.

Perseroan melalui BUMA, kemudian BUMA melalui BMI, kemudian BMI melalui AAH,
kemudian AAH melalui AAG, dan AAG melalui AAS telah mengakusisi Atlantic Carbon
Group, Inc (“ACG”) dan Afiliasi sejalan dengan strategi Perseroan untuk terus menemukan
dan memanfaatkan peluang diversifikasi dan ekspansi untuk melengkapi dan memperkuat
portofolio bisnisnya, memperluas jangkauan dan kemampuan geografisnya.


                                                                                 Halaman 33
Page 39
8.1.5   Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

        Perseroan merupakan sebuah perusahaan terbuka dengan kegiatan usaha bergerak
        dalam bidang jasa pertambangan batubara.

        BUMA, anak usaha utama Perseroan, telah mendirikan entitas anak usaha bernama
        BMI. BMI membentuk AAH (joint venture) bersama dengan JV Partner, kemudian
        membentuk AAG dan AAS untuk mengakuisisi 100% saham ACG dan Afiliasi yang
        berlokasi di Pennsylvania, AS. BUMA memberikan pinjaman kepada AAS sebesar
        USD 73.400.000 untuk melakukan akuisisi tersebut.

        Tanpa adanya Rencana Transaksi, AAS harus membayar kepada BUMA bunga
        wanprestasi dengan tingkat bunga 2% lebih tinggi dari bunga yang disebutkan dalam ILA
        dari jumlah terutang, sehingga bunga yang sebelumnya sebesar 12% per tahun menjadi
        14% per tahun.

        Dengan adanya Rencana Transaksi dimana tanggal jatuh tempo akan diperpanjang
        melalui Amandemen Pertama, maka tidak terjadi wanprestasi sehingga bunga yang
        dikenakan akan tetap sebesar 12% per tahun.

        Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa latar belakang Rencana Transaksi tersebut
        merupakan bagian dari rencana jangka panjang Perseroan dan akan menjadikan
        Perseroan menjadi perusahaan yang baik dan memiliki potensi pengembangan usaha di
        masa mendatang.

8.1.6   Analisis Kualitatif atas Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi

        Tidak ada keuntungan yang terjadi dari Rencana Transaksi pada Perseroan secara
        konsolidasian.

        Kerugian dari Rencana Transaksi adalah biaya pelaksanaan terkait Rencana Transaksi
        yang harus dikeluarkan Perseroan.

8.1.7   Analisis Dampak Leverage pada Keuangan

        Analisis dampak leverage pada keuangan Perseroan dilakukan dengan menggunakan
        rasio solvabilitas yaitu liabilitas terhadap aset dan liabilitas terhadap ekuitas Perseroan.

        Liabilitas terhadap aset historis Perseroan selama tahun 2021 – 30 September 2024
        berkisar antara 0,84-0,85. Liabilitas terhadap aset Perseroan tanpa terjadinya Rencana
        Transaksi dan dengan adanya Rencana Transaksi berkisar antara 0,61-0,86 selama
        periode proyeksi, yang artinya bahwa utang Perseroan dapat dipenuhi oleh aset
        Perseroan.

        Liabilitas terhadap ekuitas historis Perseroan selama tahun 2021 – 30 September 2024
        berkisar antara 5,13-5,88. Liabilitas terhadap ekuitas Perseroan tanpa terjadinya Rencana
        Transaksi dan dengan adanya Rencana Transaksi berkisar antara 1,55-5,96 selama
        periode proyeksi.



                                                                                        Halaman 34
Page 40
8.1.8   Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan

        Rasio lancar historis Perseroan selama tahun 2021 – 30 September 2024 berkisar antara
        1,42 - 1,94. Rasio lancar Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi dan dengan
        adanya Rencana Transaksi berkisar antara 1,68 - 2,51 selama periode proyeksi.
        Berdasarkan rasio likuiditas tersebut, Perseroan memiliki kapasitas likuiditas yang cukup
        baik dikarenakan total aset lancar yang dimiliki lebih besar dibandingkan dengan liabilitas
        jangka pendek yang harus dipenuhi dalam jangka pendek.

8.2     Analisis Kuantitatif

8.2.1   Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas dan Kondisi Keuangan Perusahaan
8.2.1.1 Penilaian Kinerja Historis

        Berikut ini merupakan tabel Neraca dan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan untuk periode
        yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021-2023 dan 30 September 2024 yang diaudit
        oleh KAP Aria Kanaka & Rekan; yang seluruhnya dengan pendapat wajar tanpa
        modifikasian, yang disajikan sebagai berikut:
                                                                                     (dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
                                                             Audited         Audited         Audited             Audited
                           Keterangan
                                                              2021            2022            2023          30 September 2024
         Operating Highlight
         Pendapatan Neto                                     910.544.363    1.553.709.677   1.833.320.502        1.349.094.283
         Laba Bruto                                          134.858.912      203.758.202     246.451.940          130.875.225
         Laba Usaha                                           81.824.765      131.324.481     151.854.636            57.053.104
         EBITDA                                              231.822.980      365.142.199     412.358.308          252.338.807
         Laba (Rugi) Periode Berjalan                            280.546       28.638.710      36.010.191          (17.424.326)
         Penghasilan (Rugi) Komprehensif Periode Berjalan      1.904.916       17.988.450      35.965.102          (15.412.303)
         Financial Position
         Aset                                               1.635.958.307   1.571.087.407   1.874.599.404        1.663.083.435
         Aset Lancar                                          674.011.530     652.182.660   1.025.283.948          771.705.259
         Aset Tidak Lancar                                    961.946.777     918.904.747     849.315.456          891.378.176
         Liabilitas                                         1.370.302.118   1.314.859.176   1.601.994.468        1.418.007.373
         Liabilitas Jangka Pendek                             474.075.197     419.463.250     528.281.418          485.125.791
         Liabilitas Jangka Panjang                            896.226.921     895.395.926   1.073.713.050          932.881.582
         Ekuitas                                              265.656.189     256.228.231     272.604.936          245.076.062
         Key Performance Ratio
         Marjin Laba Bruto                                        14,81%          13,11%          13,44%                9,70%
         Marjin Laba Usaha                                         8,99%           8,45%           8,28%                4,23%
         Marjin Laba (Rugi) Periode Berjalan                       0,03%           1,84%           1,96%               -1,29%
         Marjin EBITDA                                            25,46%          23,50%          22,49%               18,70%
         Return on Assets (ROA)                                    0,02%           1,82%           1,92%               -1,05%
         Return on Equity (ROE)                                    0,11%          11,18%          13,21%               -7,11%
         Current Ratio                                               1,42            1,55            1,94                 1,59
         Rasio Liabilitas terhadap Aset                              0,84            0,84            0,85                 0,85
         Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                           5,16            5,13            5,88                 5,79


        Aset

        Jumlah aset per 30 September 2024, mengalami penurunan sebesar USD 211.515.969
        atau sekitar 11,28% dibandingkan dengan jumlah aset per 31 Desember 2023. Penurunan
        tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada akun kas dan setara kas sebesar
        USD 301.214.117, aset tetap sebesar USD 6.118.750, investasi pada entitas asosiasi
        sebesar USD 1.308.029, aset pajak tangguhan – neto sebesar USD 512.010 dan aset
        takberwujud sebesar USD 463.095 serta peningkatan pada akun properti pertambangan
        sebesar USD 67.446.035 dan piutang usaha sebesar USD 30.426.314.

                                                                                                             Halaman 35
Page 41
Jumlah aset per 31 Desember 2023, mengalami peningkatan sebesar USD 303.511.997
atau sekitar 19,32% dibandingkan dengan jumlah aset per 31 Desember 2022.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya peningkatan pada akun kas dan setara
kas sebesar USD 350.027.650 dan aset lainnya sebesar USD 1.795.786 serta penurunan
pada akun pajak dibayar dimuka sebesar USD 27.631.010, tagihan pajak sebesar
Rp 18.179.492, biaya dibayar dimuka dan uang muka sebesar USD 2.909.462.

Jumlah aset per 31 Desember 2022, mengalami penurunan sebesar USD 64.870.900 atau
sekitar 3,97% dibandingkan dengan jumlah aset per 31 Desember 2021. Penurunan
tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada akun kas dan setara kas sebesar
USD 46.243.994 dan aset lainnya sebesar USD 45.851.281 serta peningkatan pada akun
piutang usaha sebesar USD 27.085.994 dan aset pajak tangguhan – neto sebesar
USD 355.842.

Liabilitas

Jumlah liabilitas per 30 September 2024, mengalami penurunan sebesar USD 183.987.095
atau sekitar 11,48% dibandingkan dengan jumlah liabilitas per 31 Desember 2023.
Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada akun senior notes
sebesar USD 149.112.471, liabilitas sewa sebesar USD 55.981.798, beban masih harus
dibayar sebesar USD 38.023.065 dan utang pajak sebesar USD 17.752.417 serta
peningkatan pada akun utang usaha – pihak ketiga sebesar USD 67.646.601 dan liabilitas
jangka panjang lainnya sebesar USD 11.485.789.

Jumlah liabilitas per 31 Desember 2023, mengalami peningkatan sebesar
USD 287.135.292 atau sekitar 21,84% dibandingkan dengan jumlah liabilitas per
31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya peningkatan pada
akun pinjaman bank sebesar USD 241.055.412, beban masih harus dibayar sebesar
USD 29.963.784, utang pajak sebesar USD 15.527.966 dan liabilitas jangka pendek
lainnya sebesar USD 1.211.542 serta penurunan pada akun utang lain-lain - pihak ketiga
sebesar USD 658.084.

Jumlah liabilitas per 31 Desember 2022, mengalami penurunan sebesar USD 55.442.942
atau sekitar 4,05% dibandingkan dengan jumlah liabilitas per 31 Desember 2021.
Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada akun utang usaha -
pihak ketiga sebesar USD 64.754.936, liabilitas sewa sebesar USD 12.822.366, pinjaman
bank sebesar USD 10.254.010 dan beban masih harus dibayar sebesar USD 5.775.041
serta peningkatan pada akun utang jangka panjang sebesar USD 38.149.710.

Ekuitas

Jumlah ekuitas per 30 September 2024, mengalami penurunan sebesar USD 27.528.874
atau sekitar 10,10% dibandingkan dengan jumlah ekuitas per 31 Desember 2023.
Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada akun tambahan modal
disetor sebesar USD 24.922.828, saham Long-Term Share Plan sebesar USD 19.432.641,
saldo laba sebesar USD 17.466.184 dan modal saham sebesar USD 5.324.810 serta
peningkatan pada akun saham treasuri sebesar USD 27.805.498, kepentingan
nonpengendali sebesar USD 9.877.019, cadangan kompensasi berbasis saham sebesar


                                                                           Halaman 36
Page 42
USD 1.417.645 dan selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing
sebesar USD 517.427.

Jumlah ekuitas per 31 Desember 2023, mengalami peningkatan sebesar USD 16.376.705
atau sekitar 6,39% dibandingkan dengan jumlah ekuitas per 31 Desember 2022.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya peningkatan pada akun saldo laba
sebesar USD 28.094.190 dan selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang
asing sebesar USD 871.125 serta penurunan pada akun saham treasuri sebesar
USD 12.588.397 dan kepentingan nonpengendali sebesar USD 213.

Jumlah ekuitas per 31 Desember 2022, mengalami penurunan sebesar USD 9.427.958
atau sekitar 3,55% dibandingkan dengan jumlah ekuitas per 31 Desember 2021.
Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada akun saham treasuri
sebesar USD 22.266.408, perubahan atas nilai wajar dari aset keuangan lainnya sebesar
USD 7.462.934 dan selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing
sebesar USD 2.408.295 serta peningkatan pada akun saldo laba sebesar USD 22.709.667
dan kepentingan nonpengendali sebesar USD 12.

Berikut adalah penjelasan analisis rasio historis Perseroan:
   Marjin laba bruto pada 30 September 2024 mengalami penurunan sekitar 3,74%, jika
    dibandingkan dengan tahun 2023, terutama disebabkan adanya peningkatan beban
    pokok pendapatan Perseroan. Marjin laba bruto pada tahun 2023 mengalami
    peningkatan sekitar 0,33%, jika dibandingkan dengan tahun 2022, terutama
    disebabkan adanya peningkatan pendapatan neto Perseroan. Marjin laba bruto pada
    tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 1,70%, jika dibandingkan dengan tahun
    2021, terutama disebabkan adanya peningkatan beban pokok pendapatan Perseroan.
   Marjin laba usaha pada 30 September 2024 mengalami penurunan sekitar 4,05%, jika
    dibandingkan dengan tahun 2023, sehubungan dengan penurunan marjin laba bruto.
    Marjin laba usaha pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 0,17%, jika
    dibandingkan dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan beban
    usaha. Marjin laba usaha pada tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 0,53%, jika
    dibandingkan dengan tahun 2021, sehubungan dengan penurunan marjin laba bruto.
   Marjin laba (rugi) periode berjalan pada 30 September 2024 mengalami penurunan
    sekitar 3,26%, jika dibandingkan dengan tahun 2023, sehubungan dengan penurunan
    marjin laba usaha. Marjin laba (rugi) periode berjalan pada tahun 2023 mengalami
    peningkatan sekitar 0,12%, jika dibandingkan dengan tahun 2022, terutama
    disebabkan adanya peningkatan pendapatan neto. Marjin laba (rugi) periode berjalan
    pada tahun 2022 mengalami peningkatan sekitar 1,81%, jika dibandingkan dengan
    tahun 2021, terutama disebabkan adanya peningkatan pendapatan neto.
   Marjin EBITDA pada 30 September 2024 mengalami penurunan sekitar 3,79%, jika
    dibandingkan tahun 2023, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha. Marjin
    EBITDA pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 1,01%, jika dibandingkan
    tahun 2022, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha. Marjin EBITDA pada
    tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 1,96%, jika dibandingkan dengan tahun
    2021, sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha.



                                                                           Halaman 37
Page 43
        ROA pada 30 September 2024 mengalami penurunan sekitar 2,97%, jika
         dibandingkan dengan tahun 2023, terutama disebabkan adanya penurunan laba (rugi)
         periode berjalan. ROA pada tahun 2023 mengalami peningkatan sekitar 0,10%, jika
         dibandingkan dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan laba
         (rugi) periode berjalan. ROA pada tahun 2022 mengalami peningkatan sekitar 1,81%,
         jika dibandingkan dengan tahun 2021, terutama disebabkan adanya peningkatan laba
         (rugi) periode berjalan.
        ROE pada 30 September 2024 mengalami penurunan sekitar 20,32%, jika
         dibandingkan dengan tahun 2023, terutama disebabkan adanya penurunan laba (rugi)
         periode berjalan. ROE pada tahun 2023 mengalami peningkatan sekitar 2,03%, jika
         dibandingkan dengan tahun 2022, terutama disebabkan adanya peningkatan laba
         (rugi) periode berjalan. ROE pada tahun 2022 mengalami peningkatan sekitar
         11,07%, jika dibandingkan dengan tahun 2021, terutama disebabkan adanya
         peningkatan laba (rugi) periode berjalan.
        Rasio lancar menurun menjadi 1,59 pada 30 September 2024 dari 1,94 di tahun 2023,
         terutama disebabkan penurunan aset lancar. Rasio lancar meningkat menjadi 1,94
         pada tahun 2023 dari 1,55 di tahun 2022, terutama disebabkan peningkatan aset
         lancar. Rasio lancar meningkat menjadi 1,55 pada tahun 2022 dari 1,42 di tahun
         2021, terutama disebabkan penurunan liabilitas jangka pendek.
        Rasio liabilitas terhadap aset pada periode 30 September 2024 dan tahun 2023
         adalah sebesar 0,85. Rasio liabilitas terhadap aset naik menjadi 0,85 pada tahun
         2023 dari 0,84 di tahun 2022, terutama disebabkan oleh peningkatan pada liabilitas.
         Rasio liabilitas terhadap aset pada tahun 2022 dan 2021 adalah sebesar 0,84.
        Rasio liabilitas terhadap ekuitas turun menjadi 5,79 pada 30 September 2024 dari
         5,88 di tahun 2023, terutama disebabkan oleh penurunan liabilitas. Rasio liabilitas
         terhadap ekuitas naik menjadi 5,88 pada tahun 2023 dari 5,13 di tahun 2022,
         terutama disebabkan oleh peningkatan liabilitas. Rasio liabilitas terhadap ekuitas
         turun menjadi 5,13 pada tahun 2022 dari 5,16 di tahun 2021, terutama disebabkan
         oleh penurunan liabilitas.

Arus Kas
                                                               (dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan                                      31-Des-21       31-Des-22       31-Des-23       30-Sep-24



Arus Kas dari Aktivitas Operasi
 Penerim aan kas dari pelanggan                  764.836.429   1.538.510.094   1.846.662.126   1.367.350.074
 Pem bayaran kas kepada pem asok dan karyawan   (554.413.608) (1.218.925.482) (1.406.653.960) (1.099.709.260)

    Kas yang dihasilkan dari operasi            210.422.821     319.584.612     440.008.166      267.640.814
    Penerim aan bunga                             1.012.114       1.315.056       3.984.207        9.205.299
    Pem bayaran bunga                           (62.337.927)    (59.648.776)    (93.287.743)     (86.199.660)
    Pem bayaran pajak penghasilan                (4.943.469)     (8.585.816)    (10.961.667)     (12.069.529)

    Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi   144.153.539     252.665.076     339.742.963      178.576.924




                                                                                                         Halaman 38
Page 44
Keterangan                                             31-Des-21       31-Des-22       31-Des-23       30-Sep-24



Arus Kas dari Aktivitas Investasi
 Penem patan (penarikan) deposit jam inan               (17.760.050)     16.024.790     (17.101.017)     (3.605.160)
 Hasil dari penjualan aset tetap                          4.708.252      14.882.636      18.351.146       1.552.199
 Perolehan aset tetap                                  (206.411.967)   (190.738.197)   (127.493.393)   (121.490.582)
 Perolehan aset takberwujud                                     -        (3.500.030)     (4.270.773)     (1.839.083)
 Penem patan aset keuangan lainnya                      (11.889.437)    (16.869.295)    (25.000.000)     15.181.915
 Peningkatan investasi pada entitas asosiasi                    -        (3.060.671)     (4.000.000)            -
 Pem bayaran atas sisa harga perolehan
   dari akuisisi bisnis                                         -        (1.655.404)            -               -
 Perolehan entitas anak, net dari kas yang diperoleh    (99.612.984)            -               -      (115.812.021)
 Pem bayaran beban tangguhan                                    -               -               -          (601.082)

 Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi          (330.966.186)   (184.916.171)   (159.514.037)   (226.613.814)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
 Penerim aan (Pem bayaran) atas utang jangka panjang     19.168.265      38.149.710      17.000.762     (14.462.351)
 Pem bayaran liabilitas sewa                            (91.889.425)   (103.788.918)   (100.107.506)    (63.163.788)
 Pem belian saham treasuri                                      -       (22.266.408)    (12.588.397)    (21.874.781)
 Pem bayaran atas pinjam an bank                        (59.937.500)    (13.125.000)    (30.115.466)     (9.244.848)
 Pem bayaran dividen                                            -        (5.150.000)     (7.000.000)     (5.000.000)
 Penerim aan atas Senior Notes                          395.944.000             -        41.301.414             -
 Penerim aan atas pinjam an bank                        350.000.000             -       290.000.000             -
 Penerim aan atas pinjam an lain-lain                           -               -           603.067             -
 Pem bayaran Senior Notes                              (343.832.195)            -       (30.165.130)   (153.092.525)
 Penerbitan m odal saham                                     19.854             -               -               -
 Perolehan dari pem egang saham non-pengendali                  -               -               -        13.339.986
 Penerim aan atas utang lainnya                                 -               -               -         1.509.011

 Kas Neto Diperoleh dari
  (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan                269.472.999     (106.180.616)   168.928.744     (251.989.296)

Kenaikan (Penurunan) Neto
 Kas dan Setara Kas                                     82.660.352      (38.431.711)   349.157.670     (300.026.186)

Kas dan Setara Kas Awal Periode                        112.000.189     194.341.065     148.097.071     498.124.721

Dam pak Perubahan Selisih Kurs Terhadap
 Kas dan Setara Kas                                        (319.476)     (7.812.283)       869.980       (1.187.931)

Kas dan Setara Kas Akhir Periode                       194.341.065     148.097.071     498.124.721     196.910.604




Kas dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 30 September 2024 mengalami
penurunan sebesar USD 301.214.117 atau turun sekitar 60,47% dibandingkan dengan kas
dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023. Hal tersebut
disebabkan adanya penurunan arus kas neto dari aktivitas pendanaan sebesar
USD 251.989.296 yang terutama berasal dari pembayaran Senior Notes, penurunan arus
kas neto dari aktivitas investasi sebesar USD 226.613.814 yang terutama berasal dari
perolehan aset tetap, peningkatan arus kas neto dari aktivitas operasi sebesar
USD 178.576.924 yang terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan dan
penurunan dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas sebesar
USD 1.187.931.

Kas dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 mengalami
peningkatan sebesar USD 350.027.650 atau naik sekitar 236,35% dibandingkan dengan
kas dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022. Hal tersebut
disebabkan adanya peningkatan arus kas neto dari aktivitas operasi sebesar
USD 339.742.963 yang terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan, peningkatan
arus kas neto dari aktivitas pendanaan sebesar USD 168.928.744 yang terutama berasal
dari penerimaan atas pinjaman bank, penurunan arus kas neto dari aktivitas investasi
sebesar USD 159.514.037 yang terutama berasal dari perolehan aset tetap dan
peningkatan dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas sebesar
USD 869.980.


                                                                                                                Halaman 39
Page 45
       Kas dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 mengalami
       penurunan sebesar USD 46.243.994 atau turun sekitar 23,80% dibandingkan dengan kas
       dan setara kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021. Hal tersebut
       disebabkan adanya penurunan arus kas neto dari aktivitas investasi sebesar
       USD 184.916.171 yang terutama berasal dari perolehan aset tetap, penurunan arus kas
       neto dari aktivitas pendanaan sebesar USD 106.180.616 yang terutama berasal dari
       pembayaran liabilitas sewa, peningkatan arus kas neto dari aktivitas operasi sebesar
       USD 252.665.076 yang terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan dan
       penurunan dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas sebesar
       USD 7.812.283.
8.2.1.2 Penilaian atas Proyeksi Keuangan

       Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada peraturan perpajakan.
       Selain itu juga diasumsikan tidak ada perubahan pada manajemen dan kebijakan
       akuntansi.
       Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasi Perseroan tanpa dan dengan terjadinya Rencana
       Transaksi selama tahun 2024-2029 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
                                                                                                         (dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
                                                                       Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
       Keterangan                                                       2024            2025            2026            2027            2028            2029
                                                                          1               2               3               4               5               6

      Aset
       Aset Lancar
         Kas dan setara kas                                           197.841.029     199.334.291     378.265.865     338.648.355     313.881.749     417.021.334
         Aset keuangan lainnya                                         10.241.395      10.241.395      10.241.395      10.241.395      10.241.395      10.241.395
         Piutang usaha                                                368.271.880     390.870.396     389.515.920     459.151.612     474.172.160     357.556.988
         Piutang lain-lain                                             36.613.790      36.613.790      36.613.790      36.613.790      36.613.790      36.613.790
         Persediaan                                                    70.654.355      71.333.188      76.099.711      80.870.874      78.105.425      76.794.891
         Pajak dibayar dimuka                                          45.116.337      54.139.605      64.967.526      58.470.773      52.623.696      47.361.326
         Biaya dibayar dimuka dan uang muka                            20.300.754      17.446.012      17.395.612      17.343.700      17.290.231      17.235.157
         Aset lainnya                                                  33.404.925      40.085.910      44.094.501      39.685.051      35.716.546      32.144.892

                   Total Aset Lancar                                  782.444.466     820.064.587    1.017.194.321   1.041.025.550   1.018.644.992    994.969.773

       Aset Tidak Lancar
         Aset keuangan lainnya                                         95.732.557     100.519.185     105.545.144      94.990.630      85.491.567      81.216.989
         Aset pajak tangguhan - neto                                    5.386.797       5.925.477       6.518.025       5.866.222       5.279.600       4.751.640
         Aset tetap                                                   688.975.134     697.375.426     680.419.469     699.318.078     664.352.174     631.134.565
         Aset takberwujud                                              10.828.415      10.286.994       9.772.645       9.284.012       8.819.812       8.378.821
         Properti pertambangan                                         67.446.035      64.172.168      61.061.995      58.107.330      55.300.399      52.633.814
         Investasi pada entitas asosiasi                                7.576.800       7.576.800       7.576.800       7.576.800       7.576.800       7.576.800
         Tagihan pajak                                                  9.281.008      10.209.109      11.230.020      10.107.018       9.096.316       8.186.684
         Aset lainnya                                                  20.973.919      23.054.390      25.342.908      27.860.277      23.071.311      25.359.829
                   Total Aset Tidak Lancar                            906.200.666     919.119.550     907.467.005     913.110.368     858.987.978     819.239.142

      Total Aset                                                     1.688.645.131   1.739.184.137   1.924.661.326   1.954.135.918   1.877.632.970   1.814.208.915

      Liabilitas dan Ekuitas
       Liabilitas
         Liabilitas Jangka Pendek
            Utang usaha - pihak ketiga                                221.672.335     191.943.848     161.009.658     158.560.748     165.455.435     167.547.685
            Utang lain-lain - pihak ketiga                              9.213.353       9.213.353       9.213.353       9.213.353       9.213.353       9.213.353
            Utang pajak                                                 5.272.442       5.551.649       7.283.755       7.377.736       7.474.535       7.574.239
            Beban masih harus dibayar                                  81.156.946     109.246.776     103.784.437      98.595.215      93.665.455      88.982.182
            Pendapatan ditangguhkan                                       540.746         594.821         654.303         719.733         791.706         870.877
            Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun
              Pinjaman bank                                            27.516.484      34.567.797      89.687.796     129.967.798     158.107.847      55.201.235
              Utang jangka panjang                                     20.026.094      18.023.484      16.221.136      14.599.022      13.139.120      11.825.208
              Liabilitas sewa                                          50.031.604      45.028.443      40.525.599      36.473.039      32.825.735      29.543.162
              Senior notes                                             27.785.735      27.785.735      27.785.735      27.785.735             -               -
            Liabilitas imbalan kerja                                   18.355.125      18.355.125      18.355.125      18.355.125      18.355.125      18.355.125
            Pinjaman lain-lain                                          2.000.656       2.200.721       2.420.794       2.662.873       2.929.160       3.222.076
           Liabilitas jangka pendek lainnya                             1.347.360       1.616.832       1.940.199       2.328.239       2.793.886       3.352.664
                   Total Liabilitas Jangka Pendek                     464.918.880     464.128.585     478.881.889     506.638.616     504.751.359     395.687.806




                                                                                                                                                  Halaman 40
Page 46
                                                                       Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi
Keterangan                                                              2024             2025             2026             2027             2028             2029
                                                                          1                2                3                4                5                6

Liabilitas dan Ekuitas
 Liabilitas
   Liabilitas Jangka Panjang
    Liabilitas imbalan kerja                                            73.218.521      80.540.373       88.594.410       97.453.851       87.708.466       78.937.620
    Liabilitas pajak tangguhan                                           6.967.267       9.393.168       12.061.658       14.996.997       11.768.124        8.862.138
    Pendapatan ditangguhkan                                                506.466         557.113          612.824          674.106          606.696          546.026
    Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo
      dalam satu tahun
        Senior Notes                                                  224.236.142      225.401.864      400.000.000      400.000.000      400.000.000      400.000.000
        Pinjaman bank                                                 533.651.172      432.964.676      343.276.880      213.309.082       55.201.235              -
        Utang jangka panjang                                           94.752.103       86.887.992       81.265.941       88.554.430       61.070.269       48.856.215
        Liabilitas sewa                                                35.993.547       42.389.579       50.867.495       61.040.994       57.988.944       55.089.497
    Liabilitas jangka panjang lainnya                                  11.650.424      110.960.896      111.637.234      112.313.572      112.989.910      113.666.248
           Total Liabilitas Jangka Panjang                            980.975.642      989.095.661     1.088.316.442     988.343.033      787.333.644      705.957.744

           Total Liabilitas                                          1.445.894.522    1.453.224.246    1.567.198.331    1.494.981.648    1.292.085.003    1.101.645.550

 Ekuitas
  Modal saham                                                          41.992.973       41.992.973       41.992.973       41.992.973       41.992.973       41.992.973
  Tambahan modal disetor                                              120.117.920      120.117.920      120.117.920      120.117.920      120.117.920      120.117.920
  Cadangan kompensasi berbasis saham                                    2.134.612        2.134.612        2.134.612        2.134.612        2.134.612        2.134.612
  Saham Long-Term Share Plan                                          (19.432.641)     (19.432.641)     (19.432.641)     (19.432.641)     (19.432.641)     (19.432.641)
  Saham treasuri                                                       (7.049.307)      (7.049.307)      (7.049.307)      (7.049.307)      (7.049.307)      (7.049.307)
  Perubahan atas nilai wajar dari aset keuangan lainnya               (10.078.404)     (11.086.244)     (12.194.869)     (13.414.356)     (12.072.920)     (10.865.628)
  Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang a             (748.847)        (823.732)        (906.105)        (996.715)        (897.044)        (807.339)
  Saldo laba                                                          102.474.509      142.764.576      210.256.158      306.494.254      422.654.586      536.943.051
     Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas indu     229.410.815      268.618.157      334.918.742      429.846.740      547.448.179      663.033.641
  Kepentingan nonpengendali                                             13.339.795      17.341.734       22.544.254       29.307.530       38.099.788       49.529.725
           Total Ekuitas                                              242.750.610      285.959.891      357.462.995      459.154.269      585.547.967      712.563.366

Total Liabilitas dan Ekuitas                                         1.688.645.131    1.739.184.137    1.924.661.326    1.954.135.918    1.877.632.970    1.814.208.915




Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi Perseroan tanpa dan dengan terjadinya Rencana
Transaksi selama tahun 2024-2029 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
                                                                                                          (dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
                                                                       Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi
Keterangan                                                           Okt-Des 2024        2025             2026             2027             2028             2029
                                                                          1                2                3                4                5                6

Pendapatan Neto                                                       452.537.496     2.253.699.111    2.256.615.010    2.319.927.414    2.386.876.357    2.424.881.150

Beban Pokok Pendapatan                                                (401.885.107) (1.969.108.048) (1.941.766.181) (1.971.375.121) (2.014.320.529) (2.058.015.766)

Laba Bruto                                                              50.652.389     284.591.064      314.848.829      348.552.293      372.555.827      366.865.383

Beban Usaha                                                            (13.758.271)     (97.122.389)     (99.086.056)   (100.795.858)    (104.169.072)    (107.635.808)

Laba Usaha                                                              36.894.119     187.468.674      215.762.773      247.756.435      268.386.756      259.229.575

Pendapatan (Beban) Lain-lain                                           (33.545.353)     (95.148.575)     (85.633.717)     (77.070.345)     (69.363.311)     (62.426.980)

Laba Sebelum Pajak Penghasilan                                           3.348.765      92.320.100      130.129.056      170.686.090      199.023.445      196.802.595

Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan                                         (144.769)     (42.030.032)     (52.637.474)     (64.447.994)     (72.863.113)     (72.514.130)

Laba Periode Berjalan                                                    3.203.997      50.290.068       77.491.582      106.238.095      126.160.332      124.288.465




Proyeksi Arus Kas Konsolidasi Perseroan tanpa dan dengan terjadinya Rencana Transaksi
selama tahun 2024-2029 ditunjukkan pada tabel berikut ini:




                                                                                                                                                      Halaman 41
Page 47
                                                                                                                       (dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
                                                                           Proyeksi           Proyeksi                Proyeksi         Proyeksi              Proyeksi               Proyeksi
       Keterangan                                                        Okt-Des 2024          2025                    2026             2027                  2028                   2029
                                                                              1                  2                       3                4                     5                      6

       Arus Kas dari Aktivitas Operasi
         Penerimaan kas dari pelanggan                                     455.783.358 2.187.760.118 2.248.293.687 2.403.252.523 2.457.531.520 2.490.187.380
         Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan                       (366.763.295) (1.759.767.066) (1.794.962.407) (1.901.923.550) (1.920.942.785) (1.939.391.444)
         Penerimaan (Pembayaran) aktivitas operasi lainnya                 (14.739.372)     (7.480.344)      5.864.543      19.438.121      15.808.646      14.071.817
         Pembayaran pajak penghasilan                                              -       (42.030.032)    (52.637.474)    (64.447.994)    (72.863.113)    (72.514.130)

         Kas Bersih dari Aktivitas Operasi                                  74.280.692       378.482.677              406.558.349      456.319.100          479.534.268            492.353.623

       Arus Kas dari Aktivitas Investasi
         Perolehan aset tetap dan aset takberwujud                         (40.515.713)      (162.439.243)           (136.132.364)    (235.854.956)         (202.095.228)          (207.060.536)
         Penjualan aset tetap                                                  750.000          3.000.000               3.000.000        3.000.000             3.000.000              3.000.000
         Pembayaran beban tangguhan                                                -             (721.298)               (865.558)      (1.038.670)             (934.803)              (841.322)

         Kas Bersih untuk Aktivitas Investasi                              (39.765.713)      (160.160.542)           (133.997.922)    (233.893.626)         (200.030.031)          (204.901.859)

       Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
         Penerimaan atas utang lainnya                                             -           48.065.801              23.310.000       46.445.005            12.600.000             12.600.000
         Pembayaran atas pinjaman bank                                             -          (34.567.797)            (89.687.796)    (129.967.798)         (158.107.847)           (55.201.235)
         Pembayaran atas utang jangka panjang                                      -          (29.353.084)            (28.982.052)     (39.706.516)          (40.084.161)           (42.604.161)
         Penerimaan atas senior notes                                              -                  -               400.000.000              -                     -                      -
         Biaya transaksi senior notes                                              -                  -               (15.000.000)             -                     -                      -
         Pembayaran Senior Notes                                                   -          (26.676.970)           (225.401.864)             -                     -                      -
         Pembayaran liabilitas sewa                                        (14.036.397)       (69.480.167)            (62.532.150)     (56.278.935)          (50.651.042)           (45.585.937)
         Pembayaran bunga                                                  (19.152.180)       (94.816.656)            (85.334.990)     (72.534.742)          (58.027.793)           (43.520.845)
         Pembayaran dividen                                                        -          (10.000.000)            (10.000.000)     (10.000.000)          (10.000.000)           (10.000.000)
         Kas Bersih untuk Aktivitas Pendanaan                              (33.188.577)      (216.828.873)            (93.628.852)    (262.042.985)         (304.270.843)          (184.312.179)

       Peningkatan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas                     1.326.402            1.493.262           178.931.575      (39.617.511)          (24.766.606)          103.139.585

       Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas              (395.977)                  -                       -                -                     -                      -

       Kas dan Setara Kas, Awal                                           196.910.604        197.841.029              199.334.291      378.265.865          338.648.355            313.881.749

       Kas dan Setara Kas, Akhir                                          197.841.029        199.334.291              378.265.865      338.648.355          313.881.749            417.021.334
                                                                          197.841.029        199.334.291              378.265.865      338.648.355          313.881.749            417.021.334



8.2.1.3 Analisis Rasio Keuangan

       Berikut adalah rasio keuangan Perseroan untuk periode 2021-2029 tanpa dan dengan
       dengan adanya Rencana Transaksi:
                                                Audited       Audited    Audited        Audited      Proyeksi           Proyeksi     Proyeksi         Proyeksi     Proyeksi          Proyeksi
       Keterangan                                2021          2022       2023          Sep-24       Des-24              2025         2026             2027         2028              2029
                                                  -2            -1         0                            1                  2            3                4            5                 6

       Operasi
        Marjin laba bruto                            14,81%     13,11%      13,44%         9,70%             11,19%        12,63%       13,95%           15,02%         15,61%          15,13%
        Marjin laba usaha                             8,99%      8,45%       8,28%         4,23%              8,15%         8,32%        9,56%           10,68%         11,24%          10,69%
        Marjin laba (rugi) periode berjalan           0,03%      1,84%       1,96%        -1,29%              0,71%         2,23%        3,43%            4,58%          5,29%           5,13%
        Marjin EBITDA                                25,46%     23,50%      22,49%        18,70%             21,39%        18,99%       19,13%           19,93%         19,98%          19,63%
        Imbal hasil aset (ROA)                        0,02%      1,82%       1,92%        -1,05%              0,19%         2,89%        4,03%            5,44%          6,72%           6,85%
        Imbal hasil ekuitas (ROE)                     0,11%     11,18%      13,21%        -7,11%              1,32%        17,59%       21,68%           23,14%         21,55%          17,44%

       Likuiditas
         Rasio Lancar                                 1,42        1,55        1,94          1,59              1,68           1,77         2,12             2,05             2,02          2,51
         Quick Ratio                                  1,11        1,23        1,76          1,31              1,32           1,37         1,70             1,67             1,65          2,08

       Solvabilitas
         Rasio Liabilitas terhadap Aset               0,84        0,84        0,85          0,85               0,86           0,84         0,81             0,77            0,69           0,61
         Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas            5,16        5,13        5,88          5,79               5,96           5,08         4,38             3,26            2,21           1,55




       Berdasarkan analisis rasio keuangan Perseroan, seperti yang dirangkum pada tabel di
       atas, proyeksi marjin laba usaha Perseroan pada periode Oktober 2024 - 2029 akan
       berkisar antara 8,15%-11,24% dan proyeksi marjin laba (rugi) periode berjalan Perseroan
       pada periode Oktober 2024 - 2029 akan berkisar antara 0,71%-5,29%. Sedangkan
       proyeksi rasio lancar Perseroan pada periode Oktober 2024 - 2029 akan berkisar antara
       1,68-2,51 dan proyeksi rasio liabilitas terhadap aset Perseroan pada periode Oktober 2024
       - 2029 akan berkisar antara 0,61-0,86.

                                                                                                                                                                            Halaman 42
Page 48
8.2.1.4 Analisis Laporan Keuangan Sebelum Rencana Transaksi dan Proforma Laporan
        Keuangan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan

      Berdasarkan analisis posisi proforma Perseroan atas keseluruhan Rencana Transaksi per
      tanggal 30 September 2024 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan, Rencana
      Transaksi tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan posisi keuangan Perseroan
      dan tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan kinerja operasional Perseroan.

8.2.1.5 Analisis Kemampuan AAS untuk Melunasi Transaksi Pinjam Meminjam Dana
        dan/atau Penjaminan Sampai Saat Jatuh Tempo

      Berikut adalah proyeksi arus kas AAS tanpa adanya Rencana Transaksi:
                                                                          (dalam USD)
                                                         Proyeksi          Proyeksi
       Keterangan                                      Okt-Des 2024         2025
                                                            1                 2

       Arus Kas Dari Aktivitas Operasi

        Arus kas bersih dari aktivitas operasi                        -                -

       Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
        Penerim aan dividen                                  3.225.132         6.135.298

        Arus kas bersih dari akivitas investasi              3.225.132         6.135.298

       Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
        Pem bayaran pinjam an antar perusahaan                       -       (73.400.000)
        Pem bayaran bunga pinjam an antar perusahaan        (2.202.000)       (5.138.000)
        Penerim aan utang bank                                       -        73.400.000
        Pem bayaran bunga utang bank                                 -        (3.013.070)

        Arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan           (2.202.000)       (8.151.070)

       Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas               1.023.132        (2.015.772)

       Kas dan Setara Kas, Awal Periode                      1.023.132         2.046.264

       Kas dan Setara Kas, Akhir Periode                     2.046.264            30.493




      Tanpa adanya Rencana Transaksi, AAS harus membayar kepada BUMA bunga
      wanprestasi dengan tingkat bunga 2% lebih tinggi dari bunga yang disebutkan dalam ILA
      dari jumlah terutang, sehingga bunga yang sebelumnya sebesar 12% per tahun menjadi
      14% per tahun.

      Berikut adalah proyeksi arus kas AAS dengan adanya Rencana Transaksi:
                                                                          (dalam USD)
                                                         Proyeksi          Proyeksi
       Keterangan                                      Okt-Des 2024         2025
                                                            1                 2

       Arus Kas Dari Aktivitas Operasi

        Arus kas bersih dari aktivitas operasi                        -                -

       Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
        Penerim aan dividen                                  3.225.132         6.135.298

        Arus kas bersih dari akivitas investasi              3.225.132         6.135.298

       Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
        Pem bayaran pinjam an antar perusahaan                       -       (73.400.000)
        Pem bayaran bunga pinjam an antar perusahaan        (2.202.000)       (4.404.000)
        Penerim aan utang bank                                       -        73.400.000
        Pem bayaran bunga utang bank                                 -        (3.013.070)

        Arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan           (2.202.000)       (7.417.070)

       Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas               1.023.132        (1.281.772)

       Kas dan Setara Kas, Awal Periode                      1.023.132         2.046.264

       Kas dan Setara Kas, Akhir Periode                     2.046.264           764.493




                                                                                            Halaman 43
Page 49
        Dengan adanya Rencana Transaksi dimana tanggal jatuh tempo akan diperpanjang
        melalui Amandemen Pertama, maka tidak terjadi wanprestasi sehingga bunga yang
        dikenakan akan tetap sebesar 12% per tahun.

        Berdasarkan analisis terhadap arus kas yang tersedia AAS sebelum dan sesudah Rencana
        Transaksi selama tahun 2024-2025, kas bersih yang diperoleh AAS akan telah cukup untuk
        melunasi seluruh porsi pembayaran pokok dan bunga sehubungan dengan Rencana
        Transaksi, dimana akan dapat diperoleh pendanaan dari bank saat itu.

8.2.1.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant atas Rencana Transaksi

        Berdasarkan analisis Cash Management, dari Rencana Transaksi maka tidak terjadi
        wanprestasi atas pinjaman antar perusahaan sehingga bunga yang dikenakan akan tetap
        sebesar 12% per tahun. Dalam ILA, AAS tidak memiliki persyaratan financial covenant
        tertentu.
8.2.2   Analisis Inkremental
8.2.2.1 Kontribusi Nilai Tambah Bagi Perseroan

        Dengan atau tanpa adanya Rencana Transaksi, total aset Perseroan diproyeksikan akan
        mengalami tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sekitar 1,67% atau mencapai
        USD 1.814.208.915 pada tahun 2029, dibandingkan dengan total aset Perseroan per
        30 September 2024 yang sebesar USD 1.663.083.435.

        Dengan atau tanpa adanya Rencana Transaksi, total liabilitas Perseroan diproyeksikan akan
        mengalami penurunan CAGR sekitar 4,69% atau mencapai USD 1.101.645.550 pada tahun
        2029, dibandingkan dengan total liabilitas Perseroan per 30 September 2024 yang sebesar
        USD 1.418.007.373.

        Dengan atau tanpa adanya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan diproyeksikan akan
        mengalami CAGR sekitar 22,54% atau mencapai USD 712.563.366 pada tahun 2029,
        dibandingkan dengan total ekuitas Perseroan per 30 September 2024 yang sebesar
        USD 245.076.062.

8.2.2.2 Perkiraan Biaya atau Pendapatan yang Relevan

        Perkiraan biaya-biaya yang relevan sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi
        adalah sebesar USD 6.250.

8.2.2.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan

        Berikut merupakan strategi bisnis yang dijalankan oleh Perseroan:
        • Pertumbuhan organik dengan memanfaatkan kompetensi keunggulan operasional
          melalui BUMA dan BUMA Australia, serta meningkatkan profitabilitas dan berkelanjutan
          melalui perluasan unit usaha dan berinvestasi pada teknologi transformatif;
        • Pertumbuhan di luar bisnis inti dengan mendiversifikasi investasi di komoditas logam
          dan mineral, serta secara selektif melanjutkan aktivitas merger dan akuisisi lebih lanjut,



                                                                                        Halaman 44
Page 50
          untuk mendiversifikasi sumber pendapatan, memiliki portofolio bisnis yg lebih
          berimbang dan memastikan kelangsungan bisnis.

8.2.2.4 Prosedur Pengambilan Keputusan Atas Rencana Transaksi

       Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah memperhatikan dan menaati
       peraturan dan ketentuan yang berlaku. Persetujuan awal atas Rencana Transaksi telah
       disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi.

9.     Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

9.1    Pendekatan dan Analisis Kewajaran

       Dalam menganalisis kewajaran keseluruhan Transaksi, kami melakukan pendekatan dan
       prosedur sebagai berikut:
          Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
           Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan
           besaran bunga atas pinjaman dengan besaran bunga yang berlaku di pasar. Apabila
           besaran bunga adalah serupa atau lebih baik dari fasilitas sejenis lain di pasar, maka
           Rencana Transaksi tersebut dikategorikan wajar dan tidak merugikan Perseroan atau
           pemegang sahamnya.
          Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
           Analisis Cash Flow Available For Debt Service (CFADS) dilakukan berdasarkan
           proyeksi keuangan AAS terhadap Rencana Transaksi selama tahun 2024-2025 untuk
           melihat kas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga
           sehubungan dengan Rencana Transaksi.
          Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi
           Analisis kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi dengan membandingkan
           antara posisi proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dilaksanakannya
           Rencana Transaksi dan sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi. Rencana
           Transaksi dianggap wajar apabila posisi proforma menunjukkan nilai positif.
          Analisis Inkremental dan Profitabilitas
           Analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan
           untuk melihat kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik bagi
           Perseroan dengan membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi
           manfaat ekonomis) sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah
           dilaksanakannya Rencana Transaksi.

9.2    Analisis Kewajaran Transaksi

      Analisis kewajaran dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan obyektif
      transaksi secara keseluruhan dan kemudian masing-masing komponen transaksi juga
      ditelaah untuk dinilai kewajarannya. Penilaian kewajaran dilakukan dengan tetap
      memperhatikan keterkaitan antara masing-masing transaksi dan obyektif transaksi secara


                                                                                      Halaman 45
Page 51
keseluruhan, Pendapat kewajaran atas keseluruhan Transaksi disampaikan pada bab 10.
Kesimpulan.
Berikut ini adalah ringkasan analisis Kewajaran Transaksi :

1. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga

    Sebagaimana tercantum dalam Intercompany Loan Agreement (ILA) tanggal 25 Juni
    2024 antara BUMA dan AAS, BUMA memberikan pinjaman kepada AAS dengan jumlah
    pokok keseluruhan maksimum sebesar USD 80.000.000,-. Pinjaman tersebut
    dikenakan bunga sebesar 12% per tahun.

    Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan
    besaran bunga atas pinjaman tersebut dengan besaran bunga yang berlaku di pasar.
    Secara garis besar, analisis kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut dilakukan
    dengan membandingkan syarat-syarat termasuk besaran bunga pinjaman yang
    digunakan dalam Rencana Transaksi dengan syarat-syarat dan besaran bunga
    pinjaman yang berlaku di pasar saat ini.

    Tingkat bunga pinjaman yang berlaku di pasar berdasarkan industri batubara dan
    transaksi serupa adalah sebagai berikut:
                                                                              Suku Bunga
               Nama Perusahaan                 Fasilitas        Jatuh Tempo
                                                                                  (%)
      Whitehaven Coal Limited               USD 1.100.000.000      2029       11,33-11,83
      Golden Energy and Resources Pte Ltd
                                             USD 700.000.000         -        13,33-14,33
      and M Resources Pty Ltd
      North Queensland Export Terminal       AUD 329.000.000       2025          10,00

    Sesuai analisa kami, besaran suku bunga pinjaman terkait sejumlah transaksi serupa
    adalah berkisar antara 10,00%-14,33% per tahun. Dengan demikian sehubungan
    dengan pinjaman yang diberikan oleh BUMA selaku pihak terafiliasi dengan AAS,
    tingkat bunga pinjamannya sebesar 12% per tahun masih masuk dalam kisaran
    tersebut, sehingga menurut pendapat kami adalah wajar.

2. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

    Analisis Cash Flow Available For Debt Service (CFADS) dilakukan berdasarkan
    proyeksi keuangan AAS terhadap Rencana Transaksi selama tahun 2024-2025 untuk
    melihat kas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga
    sehubungan dengan Rencana Transaksi, dimana CFADS tersebut telah
    memperhitungkan pemenuhan kewajiban pinjaman lainnya.

    Berdasarkan analisis tersebut, AAS memiliki CFADS yang cukup untuk memenuhi
    kewajiban porsi pembayaran pokok dan bunga Pinjaman sehubungan dengan
    Rencana Transaksi. Pada periode Oktober-Desember 2024 diproyeksikan AAS
    memiliki CFADS sebesar USD 4.248.264 serta porsi pembayaran bunga sebesar
    USD 2.202.000 sehingga AAS memiliki rasio CFADS sebesar 1,93x pada tahun
    tersebut. Rasio ini menunjukkan bahwa kas yang tersedia untuk melakukan kewajiban
    porsi pembayaran bunga Pinjaman adalah lebih besar 1,93x dari jumlah porsi


                                                                                Halaman 46
Page 52
     pembayaran bunga. Apabila AAS memiliki rasio CFADS dengan nilai lebih besar dari
     1x, maka AAS dinyatakan layak dalam melunasi seluruh utangnya.

     AAS diproyeksikan memiliki CFADS sebesar 1,01x pada tahun 2025, yang
     menandakan AAS mampu untuk membayar Pinjaman yang akan jatuh tempo pada
     tahun tersebut beserta bunga sebesar USD 77.804.000, hal ini dikarenakan AAS
     memiliki CFADS yang cukup dimana diproyeksikan sebesar USD 78.568.493.

3.   Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Rencana Transaksi

     Berikut ini adalah ringkasan proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
     Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi yang disiapkan oleh manajemen
     Perseroan per 30 September 2024:
                                                                                                           (dalam USD)
                                                                    Before Transaction                      After Transaction
      Keterangan                                                        (Audited)        Penyesuaian           (Proforma)



     Aset
      Aset Lancar
        Kas dan setara kas                                               196.910.604                   -        196.910.604
        Aset keuangan lainnya                                             10.241.395                   -         10.241.395
        Piutang usaha                                                    390.082.439                   -        390.082.439
        Piutang lain-lain                                                 36.613.790                   -         36.613.790
        Persediaan                                                        70.628.437                   -         70.628.437
        Pajak dibayar dimuka                                              22.848.659                   -         22.848.659
        Biaya dibayar dimuka dan uang muka                                19.326.241                   -         19.326.241
        Aset lainnya                                                      25.053.694                   -         25.053.694
                  Total Aset Lancar                                      771.705.259                   -        771.705.259

      Aset Tidak Lancar
        Aset keuangan lainnya                                             71.799.418                   -         71.799.418
        Aset pajak tangguhan - neto                                        4.040.098                   -          4.040.098
        Aset tetap                                                       704.633.660                   -        704.633.660
        Aset takberwujud                                                  10.828.415                   -         10.828.415
        Properti pertambangan                                             67.446.035                   -         67.446.035
        Investasi pada entitas asosiasi                                    7.576.800                   -          7.576.800
        Tagihan pajak                                                      9.281.008                   -          9.281.008
        Aset lainnya                                                      15.772.742                   -         15.772.742

                  Total Aset Tidak Lancar                                891.378.176                   -        891.378.176

     Total Aset                                                        1.663.083.435                   -      1.663.083.435
                                                                                            #REF!
     Liabilitas dan Ekuitas
      Liabilitas
        Liabilitas Jangka Pendek
           Utang usaha - pihak ketiga                                    242.604.999                   -        242.604.999
           Utang lain-lain - pihak ketiga                                  9.213.353                   -          9.213.353
           Utang pajak                                                     4.793.129                   -          4.793.129
           Beban masih harus dibayar                                      77.292.330                   -         77.292.330
           Pendapatan ditangguhkan                                           540.746                   -            540.746
           Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun
             Pinjaman bank                                                27.516.484                   -         27.516.484
             Utang jangka panjang                                         22.251.215                   -         22.251.215
             Liabilitas sewa                                              51.052.657                   -         51.052.657
             Senior notes                                                 27.785.735                   -         27.785.735
           Liabilitas imbalan kerja                                       18.355.125                   -         18.355.125
           Pinjaman lain-lain                                              2.222.951                   -          2.222.951
          Liabilitas jangka pendek lainnya                                 1.497.067                   -           1.497.067
                  Total Liabilitas Jangka Pendek                         485.125.791                   -        485.125.791




                                                                                                                          Halaman 47
Page 53
                                                                     Before Transaction                      After Transaction
Keterangan                                                               (Audited)        Penyesuaian           (Proforma)



Liabilitas dan Ekuitas
 Liabilitas
   Liabilitas Jangka Panjang
    Liabilitas imbalan kerja                                               73.218.521                   -         73.218.521
    Liabilitas pajak tangguhan                                              9.662.712                   -          9.662.712
    Pendapatan ditangguhkan                                                   506.466                   -            506.466
    Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo                                                         -
      dalam satu tahun                                                                                                     -
        Senior Notes                                                      224.236.142                   -        224.236.142
        Pinjaman bank                                                     533.651.172                   -        533.651.172
        Utang jangka panjang                                               42.462.867                   -         42.462.867
        Liabilitas sewa                                                    37.493.278                   -         37.493.278
      Liabilitas jangka panjang lainnya                                    11.650.424                   -         11.650.424
           Total Liabilitas Jangka Panjang                                932.881.582                   -        932.881.582

           Total Liabilitas                                             1.418.007.373                   -      1.418.007.373
                                                                                 0,85        #REF!                      0,85
 Ekuitas                                                                         5,79                                   5,79
  Modal saham                                                              41.992.973                   -         41.992.973
  Tambahan modal disetor                                                  120.117.920                   -        120.117.920
  Cadangan kompensasi berbasis saham                                        2.134.612                   -          2.134.612
  Saham Long-Term Share Plan                                              (19.432.641)                  -        (19.432.641)
  Saham treasuri                                                           (7.049.307)                  -         (7.049.307)
  Perubahan atas nilai wajar dari aset keuangan lainnya                    (5.944.337)                  -         (5.944.337)
  Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing             (748.847)                  -           (748.847)
  Saldo laba                                                              104.128.654                   -        104.128.654
     Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk        235.199.027                   -        235.199.027
  Kepentingan nonpengendali                                                 9.877.035                   -           9.877.035
           Total Ekuitas                                                  245.076.062                   -        245.076.062

Total Liabilitas dan Ekuitas                                            1.663.083.435                   -      1.663.083.435


Berikut ini adalah ringkasan Proforma Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan
sebelum dan sesudah Rencana Transaksi yang disiapkan oleh manajemen Perseroan
per 30 September 2024:
                                                                                                            (dalam USD)
                                                                     Before Transaction                      After Transaction
Keterangan                                                               (Audited)        Penyesuaian           (Proforma)



Pendapatan Neto                                                         1.349.094.283                   -      1.349.094.283

Beban Pokok Pendapatan                                                 (1.218.219.058)                  -     (1.218.219.058)

Laba Bruto                                                                130.875.225                   -        130.875.225

Beban Usaha                                                               (73.822.121)                  -         (73.822.121)

Laba Usaha                                                                 57.053.104                   -         57.053.104

Pendapatan (Beban) Lain-lain                                              (72.175.285)                  -         (72.175.285)

Rugi Sebelum Pajak Penghasilan                                            (15.122.181)                  -         (15.122.181)

Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan                                          (2.302.145)                  -          (2.302.145)

Rugi Periode Berjalan                                                     (17.424.326)                  -         (17.424.326)


Rencana Transaksi tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan posisi keuangan
Perseroan dan tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan kinerja operasional
Perseroan.

                                                                                                                           Halaman 48
Page 54
      4.   Analisis Inkremental dan Profitabilitas

           Analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan
           untuk melihat kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang positif bagi
           Perseroan dengan membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi
           manfaat ekonomis) sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah
           dilaksanakannya Rencana Transaksi.

            Berikut adalah kinerja konsolidasian Perseroan tanpa dan dengan terjadinya Rencana
            Transaksi selama periode proyeksi tahun 2024-2029:
                                                                            (dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
                Keterangan      Okt-Des 2024      2025           2026          2027          2028               2029
           Aset                  1.688.645.131 1.739.184.137 1.924.661.326 1.954.135.918   1.877.632.970      1.814.208.915
           Liabilitas            1.445.894.522 1.453.224.246 1.567.198.331 1.494.981.648   1.292.085.003      1.101.645.550
           Ekuitas                 242.750.610   285.959.891   357.462.995   459.154.269     585.547.967        712.563.366
           Pendapatan Neto         452.537.496 2.253.699.111 2.256.615.010 2.319.927.414   2.386.876.357      2.424.881.150
           Laba Usaha               36.894.119   187.468.674   215.762.773   247.756.435     268.386.756        259.229.575
           Laba Periode Berjalan     3.203.997    50.290.068    77.491.582   106.238.095     126.160.332        124.288.465
           EBITDA                   96.785.544   427.914.429   431.616.969   462.447.392     476.809.113        475.990.570
           *) EBITDA= Earning Before Interest Tax Depreciation Amortisation

           Pendapatan Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR sebesar 11,82% atau
           mencapai USD 2.424.881.150 pada tahun 2029, dibandingkan dengan pendapatan
           Perseroan per 30 September 2024 yang sebesar USD 1.349.094.283. Laba periode
           berjalan Perseroan diproyeksikan akan mencapai USD 124.288.465 pada tahun 2029,
           dibandingkan dengan rugi periode berjalan Perseroan per 30 September 2024 yang
           sebesar USD 17.424.326. EBITDA Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
           sebesar 12,85% atau mencapai USD 475.990.570 pada tahun 2029, dibandingkan
           dengan EBITDA Perseroan per 30 September 2024 yang sebesar USD 252.338.807.
           Pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan asumsi seluruh usaha Perseroan memiliki
           prospek yang baik.
           Berdasarkan analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana
           Transaksi di atas terlihat bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan tidak memiliki
           dampak terhadap Perseroan karena Intercompany Loan secara konsolidasi akan
           terliminasi.

10.   Kesimpulan

      Berdasarkan pertimbangan analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap Rencana Transaksi,
      analisis kewajaran transaksi dan faktor-faktor yang relevan dalam memberikan Pendapat
      Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan, maka kami berpendapat bahwa Rencana
      Transaksi yang akan dilakukan Perseroan adalah wajar.

      Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini
      disusun dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila
      tidak ada perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan
      manajemen Perseroan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, yang meliputi pencapaian
      target nilai transaksi, kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan

                                                                                                           Halaman 49
Page 55
      dan peraturan Pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan ini dikeluarkan. Pendapat
      Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin akan berbeda jika setelah tanggal laporan
      dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.

11.   Distribusi Pendapat Kewajaran Ini
      Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik, yang harus dipandang sebagai satu
      kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan
      isi Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang
      menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran ini.
      Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang
      ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi
      Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
      Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda
      tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan (corporate seal) dari ID&R.




                                                                                Halaman 50
Page 56
LAMPIRAN
Page 57
Apendiks 1a
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Posisi Keuangan Konsolidasian Historis
Per 31 Desember 2021 - 30 September 2024
(dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
                                                                       Audited          Audited          Audited         Audited
Keterangan                                                              2021             2022             2023           Sep-24
                                                                         -2               -1                0

Aset
 Aset Lancar
      Kas dan setara kas                                               194.341.065      148.097.071      498.124.721     196.910.604
      Aset keuangan lainnya                                             26.164.159       33.121.738       45.301.842      10.241.395
      Piutang usaha                                                    295.487.909      322.573.903      359.656.125     390.082.439
      Piutang lain-lain                                                 10.300.699       13.204.460       25.374.074      36.613.790
      Persediaan                                                        66.939.999       81.184.262       70.192.304      70.628.437
      Pajak dibayar dimuka                                              44.056.355       29.148.872        1.517.862      22.848.659
      Biaya dibayar dimuka dan uang muka                                15.793.916       15.364.967       12.455.505      19.326.241
      Aset lainnya                                                      20.927.428        9.487.387       12.661.515      25.053.694
             Total Aset Lancar                                         674.011.530      652.182.660     1.025.283.948    771.705.259

 Aset Tidak Lancar
      Aset keuangan lainnya                                             17.043.456       16.200.799       41.200.799      71.799.418
      Aset pajak tangguhan - neto                                        1.151.980        1.507.822        4.552.108       4.040.098
      Aset tetap                                                       848.681.368      789.508.610      710.752.410     704.633.660
      Aset takberwujud                                                         -         13.285.748       11.291.510      10.828.415
      Properti pertambangan                                                    -                -                -        67.446.035
      Investasi pada entitas asosiasi                                          -          6.210.134        8.884.829       7.576.800
      Tagihan pajak                                                     44.246.792       75.779.693       57.600.201       9.281.008
      Aset lainnya                                                      50.823.181       16.411.941       15.033.599      15.772.742
             Total Aset Tidak Lancar                                   961.946.777      918.904.747      849.315.456     891.378.176

Total Aset                                                            1.635.958.307    1.571.087.407    1.874.599.404   1.663.083.435

Liabilitas dan Ekuitas
 Liabilitas
  Liabilitas Jangka Pendek
       Utang usaha - pihak ketiga                                      252.846.117      188.091.181      174.958.398     242.604.999
       Utang lain-lain - pihak ketiga                                    6.716.157        8.113.912        7.455.828       9.213.353
       Utang pajak                                                       1.226.266        7.017.580       22.545.546       4.793.129
       Beban masih harus dibayar                                        91.126.652       85.351.611      115.315.395      77.292.330
       Pendapatan ditangguhkan                                           1.762.592        1.663.482        1.144.452         540.746
       Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun
         Pinjaman bank                                                  10.207.346       25.664.159       85.483.830      27.516.484
         Utang jangka panjang                                            3.974.914       14.106.891       20.683.043      22.251.215
         Liabilitas sewa                                                85.645.056       74.311.657       79.858.274      51.052.657
         Senior notes                                                          -                -                -        27.785.735
    Liabilitas imbalan kerja                                            20.537.448       14.799.765       18.627.318      18.355.125
    Pinjaman lain-lain                                                         -                -            654.780       2.222.951
    Liabilitas jangka pendek lainnya                                        32.649          343.012        1.554.554       1.497.067
        Total Liabilitas Jangka Pendek                                 474.075.197      419.463.250      528.281.418     485.125.791

  Liabilitas Jangka Panjang
   Liabilitas imbalan kerja                                             61.446.702       57.676.671       65.781.561      73.218.521
   Liabilitas pajak tangguhan                                            2.009.332        3.209.868        2.979.489       9.662.712
   Pendapatan ditangguhkan                                               2.494.730        1.102.170          764.948         506.466
   Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo
    dalam satu tahun
         Senior Notes                                                  389.897.723      392.049.268      401.134.348     224.236.142
         Pinjaman bank                                                 327.916.402      302.205.579      483.441.320     533.651.172
         Utang jangka panjang                                           15.895.296       43.913.029       54.777.290      42.462.867
         Liabilitas sewa                                                96.566.736       95.077.769       64.669.459      37.493.278
   Liabilitas jangka panjang lainnya                                           -            161.572          164.635      11.650.424
        Total Liabilitas Jangka Panjang                                896.226.921      895.395.926     1.073.713.050    932.881.582

        Total Liabilitas                                              1.370.302.118    1.314.859.176    1.601.994.468   1.418.007.373

 Ekuitas
  Modal saham                                                           47.317.783       47.317.783       47.317.783      41.992.973
  Tambahan modal disetor                                               145.040.748      145.040.748      145.040.748     120.117.920
  Cadangan kompensasi berbasis saham                                       716.967          716.967          716.967       2.134.612
  Saham Long-Term Share Plan                                                   -                -                -       (19.432.641)
  Saham treasuri                                                               -        (22.266.408)     (34.854.805)     (7.049.307)
  Perubahan atas nilai wajar dari aset keuangan lainnya                  1.518.597       (5.944.337)      (5.944.337)     (5.944.337)
  Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing           270.896       (2.137.399)      (1.266.274)       (748.847)
  Saldo laba                                                            70.790.981       93.500.648      121.594.838     104.128.654
      Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk    265.655.972      256.228.002      272.604.920     235.199.027
  Kepentingan nonpengendali                                                      217              229              16      9.877.035
        Total Ekuitas                                                  265.656.189      256.228.231      272.604.936     245.076.062

Total Liabilitas dan Ekuitas                                          1.635.958.307    1.571.087.407    1.874.599.404   1.663.083.435
Page 58
Apendiks 1b
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Laba Rugi Konsolidasian Historis
Untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 - 30 September 2024
(dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
                                                                        Audited           Audited           Audited            Audited
Keterangan                                                               2021              2022              2023           Jan-Sept 2024
                                                                          -2                -1                 0

Pendapatan Neto                                                         910.544.363     1.553.709.677     1.833.320.502      1.349.094.283

Beban Pokok Pendapatan                                                  (775.685.451)   (1.349.951.475)   (1.586.868.562)   (1.218.219.058)

Laba Bruto                                                              134.858.912       203.758.202       246.451.940       130.875.225

Beban Usaha                                                              (53.034.147)     (72.433.721)      (94.597.304)       (73.822.121)

Laba Usaha                                                               81.824.765       131.324.481       151.854.636        57.053.104

Pendapatan (Beban) Lain-lain                                             (73.806.507)     (90.901.917)      (91.475.978)       (72.175.285)

Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan                                      8.018.258       40.422.564        60.378.658        (15.122.181)

Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan                                         (7.737.712)     (11.783.854)      (24.368.467)        (2.302.145)

Laba (Rugi) Periode Berjalan                                                280.546        28.638.710        36.010.191        (17.424.326)

Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain                                       1.624.370      (10.650.260)           (45.089)       2.012.023

Penghasilan (Rugi) Komprehensif Periode Berjalan                           1.904.916       17.988.450        35.965.102        (15.412.303)

Penyusutan dan amortisasi                                               149.998.215       233.817.718       260.503.672       195.285.703

EBITDA                                                                  231.822.980       365.142.199       412.358.308       252.338.807
Page 59
Apendiks 1c
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Common Size - Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2021 - 30 September 2024
                                                                      Audited       Audited       Audited       Audited
Keterangan                                                             2021          2022          2023         Sep-24
                                                                        -1            -1             0

Aset
 Aset Lancar
      Kas dan setara kas                                                  11,88%         9,43%        26,57%        11,84%
      Aset keuangan lainnya                                                1,60%         2,11%         2,42%         0,62%
      Piutang usaha                                                       18,06%        20,53%        19,19%        23,46%
      Piutang lain-lain                                                    0,63%         0,84%         1,35%         2,20%
      Persediaan                                                           4,09%         5,17%         3,74%         4,25%
      Pajak dibayar dimuka                                                 2,69%         1,86%         0,08%         1,37%
      Biaya dibayar dimuka dan uang muka                                   0,97%         0,98%         0,66%         1,16%
      Aset lainnya                                                         1,28%         0,60%         0,68%         1,51%
             Total Aset Lancar                                            41,20%        41,51%        54,69%        46,40%

 Aset Tidak Lancar
      Aset keuangan lainnya                                                 1,04%         1,03%         2,20%        4,32%
      Aset pajak tangguhan - neto                                           0,07%         0,10%         0,24%        0,24%
      Aset tetap                                                           51,88%        50,25%        37,91%       42,37%
      Aset takberwujud                                                      0,00%         0,85%         0,60%        0,65%
      Properti pertambangan                                                 0,00%         0,00%         0,00%        4,06%
      Investasi pada entitas asosiasi                                       0,00%         0,40%         0,47%        0,46%
      Tagihan pajak                                                         2,70%         4,82%         3,07%        0,56%
      Aset lainnya                                                          3,11%         1,04%         0,80%        0,95%
             Total Aset Tidak Lancar                                       58,80%        58,49%        45,31%       53,60%

Total Aset                                                               100,00%       100,00%       100,00%       100,00%

Liabilitas dan Ekuitas
 Liabilitas
  Liabilitas Jangka Pendek
       Utang usaha - pihak ketiga                                         15,46%        11,97%          9,33%       14,59%
       Utang lain-lain - pihak ketiga                                      0,41%         0,52%          0,40%        0,55%
       Utang pajak                                                         0,07%         0,45%          1,20%        0,29%
       Beban masih harus dibayar                                           5,57%         5,43%          6,15%        4,65%
       Pendapatan ditangguhkan                                             0,11%         0,11%          0,06%        0,03%
       Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun
         Pinjaman bank                                                      0,62%         1,63%         4,56%         1,65%
         Utang jangka panjang                                               0,24%         0,90%         1,10%         1,34%
         Liabilitas sewa                                                    5,24%         4,73%         4,26%         3,07%
         Senior notes                                                       0,00%         0,00%         0,00%         1,67%
    Liabilitas imbalan kerja                                                1,26%         0,94%         0,99%         1,10%
    Pinjaman lain-lain                                                      0,00%         0,00%         0,03%         0,13%
    Liabilitas jangka pendek lainnya                                        0,00%         0,02%         0,08%         0,09%
        Total Liabilitas Jangka Pendek                                    28,98%        26,70%        28,18%        29,17%

  Liabilitas Jangka Panjang
   Liabilitas imbalan kerja                                                 3,76%         3,67%         3,51%         4,40%
   Liabilitas pajak tangguhan                                               0,12%         0,20%         0,16%         0,58%
   Pendapatan ditangguhkan                                                  0,15%         0,07%         0,04%         0,03%
   Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo
    dalam satu tahun
         Senior Notes                                                     23,83%        24,95%        21,40%        13,48%
         Pinjaman bank                                                    20,04%        19,24%        25,79%        32,09%
         Utang jangka panjang                                              0,97%         2,80%         2,92%         2,55%
         Liabilitas sewa                                                   5,90%         6,05%         3,45%         2,25%
       Liabilitas jangka panjang lainnya                                   0,00%         0,01%         0,01%         0,70%
        Total Liabilitas Jangka Panjang                                    54,78%        56,99%        57,28%       56,09%

        Total Liabilitas                                                   83,76%        83,69%        85,46%       85,26%

 Ekuitas
  Modal saham                                                               2,89%         3,01%         2,52%         2,53%
  Tambahan modal disetor                                                    8,87%         9,23%         7,74%         7,22%
  Cadangan kompensasi berbasis saham                                        0,04%         0,05%         0,04%         0,13%
  Saham Long-Term Share Plan                                                0,00%         0,00%         0,00%        -1,17%
  Saham treasuri                                                            0,00%        -1,42%        -1,86%        -0,42%
  Perubahan atas nilai wajar dari aset keuangan lainnya                     0,09%        -0,38%        -0,32%        -0,36%
  Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing            0,02%        -0,14%        -0,07%        -0,05%
  Saldo laba                                                                4,33%         5,95%         6,49%         6,26%
      Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk       16,24%        16,31%        14,54%        14,14%
  Kepentingan nonpengendali                                                 0,00%         0,00%         0,00%         0,59%
        Total Ekuitas                                                     16,24%        16,31%        14,54%        14,74%

Total Liabilitas dan Ekuitas                                             100,00%       100,00%       100,00%       100,00%
Page 60
Apendiks 1d
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Common Size - Laba Rugi
Untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 - 30 September 2024
                                                                        Audited       Audited       Audited          Audited
Keterangan                                                               2021          2022          2023         Jan-Sept 2024
                                                                          -2            -1             0

Pendapatan Neto                                                            100,00%       100,00%       100,00%          100,00%

Beban Pokok Pendapatan                                                      -85,19%       -86,89%       -86,56%         -90,30%

Laba Bruto                                                                  14,81%        13,11%        13,44%            9,70%

Beban Usaha                                                                  -5,82%        -4,66%        -5,16%           -5,47%

Laba Usaha                                                                    8,99%         8,45%         8,28%           4,23%

Pendapatan (Beban) Lain-lain                                                 -8,11%        -5,85%        -4,99%           -5,35%

Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan                                         0,88%         2,60%         3,29%           -1,12%

Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan                                            -0,85%        -0,76%        -1,33%           -0,17%

Laba (Rugi) Periode Berjalan                                                  0,03%         1,84%         1,96%           -1,29%

Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain                                          0,18%        -0,69%         0,00%           0,15%

Penghasilan (Rugi) Komprehensif Periode Berjalan                              0,21%         1,16%         1,96%           -1,14%

Penyusutan dan amortisasi                                                   16,47%        15,05%        14,21%           14,48%

EBITDA                                                                       25,46%        23,50%        22,49%          18,70%
Page 61
Apendiks 2a
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian
2024 - 2029
(dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
                                                                       Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
Keterangan                                                              2024            2025            2026            2027            2028            2029
                                                                          1               2               3               4               5               6

Aset
 Aset Lancar
      Kas dan setara kas                                               197.841.029     199.334.291     378.265.865     338.648.355     313.881.749     417.021.334
      Aset keuangan lainnya                                             10.241.395      10.241.395      10.241.395      10.241.395      10.241.395      10.241.395
      Piutang usaha                                                    368.271.880     390.870.396     389.515.920     459.151.612     474.172.160     357.556.988
      Piutang lain-lain                                                 36.613.790      36.613.790      36.613.790      36.613.790      36.613.790      36.613.790
      Persediaan                                                        70.654.355      71.333.188      76.099.711      80.870.874      78.105.425      76.794.891
      Pajak dibayar dimuka                                              45.116.337      54.139.605      64.967.526      58.470.773      52.623.696      47.361.326
      Biaya dibayar dimuka dan uang muka                                20.300.754      17.446.012      17.395.612      17.343.700      17.290.231      17.235.157
      Aset lainnya                                                      33.404.925      40.085.910      44.094.501      39.685.051      35.716.546      32.144.892
             Total Aset Lancar                                         782.444.466     820.064.587    1.017.194.321   1.041.025.550   1.018.644.992    994.969.773

 Aset Tidak Lancar
      Aset keuangan lainnya                                             95.732.557     100.519.185     105.545.144      94.990.630      85.491.567      81.216.989
     Aset pajak tangguhan - neto                                         5.386.797       5.925.477       6.518.025       5.866.222       5.279.600       4.751.640
     Aset tetap                                                        688.975.134     697.375.426     680.419.469     699.318.078     664.352.174     631.134.565
     Aset takberwujud                                                   10.828.415      10.286.994       9.772.645       9.284.012       8.819.812       8.378.821
      Properti pertambangan                                             67.446.035      64.172.168      61.061.995      58.107.330      55.300.399      52.633.814
      Investasi pada entitas asosiasi                                    7.576.800       7.576.800       7.576.800       7.576.800       7.576.800       7.576.800
      Tagihan pajak                                                      9.281.008      10.209.109      11.230.020      10.107.018       9.096.316       8.186.684
      Aset lainnya                                                      20.973.919      23.054.390      25.342.908      27.860.277      23.071.311      25.359.829
             Total Aset Tidak Lancar                                   906.200.666     919.119.550     907.467.005     913.110.368     858.987.978     819.239.142

Total Aset                                                            1.688.645.131   1.739.184.137   1.924.661.326   1.954.135.918   1.877.632.970   1.814.208.915

Liabilitas dan Ekuitas
 Liabilitas
  Liabilitas Jangka Pendek
       Utang usaha - pihak ketiga                                      221.672.335     191.943.848     161.009.658     158.560.748     165.455.435     167.547.685
       Utang lain-lain - pihak ketiga                                    9.213.353       9.213.353       9.213.353       9.213.353       9.213.353       9.213.353
       Utang pajak                                                       5.272.442       5.551.649       7.283.755       7.377.736       7.474.535       7.574.239
       Beban masih harus dibayar                                        81.156.946     109.246.776     103.784.437      98.595.215      93.665.455      88.982.182
       Pendapatan ditangguhkan                                             540.746         594.821         654.303         719.733         791.706         870.877
       Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun
         Pinjaman bank                                                  27.516.484      34.567.797      89.687.796     129.967.798     158.107.847      55.201.235
         Utang jangka panjang                                           20.026.094      18.023.484      16.221.136      14.599.022      13.139.120      11.825.208
         Liabilitas sewa                                                50.031.604      45.028.443      40.525.599      36.473.039      32.825.735      29.543.162
         Senior notes                                                   27.785.735      27.785.735      27.785.735      27.785.735             -               -
        Liabilitas imbalan kerja                                        18.355.125      18.355.125      18.355.125      18.355.125      18.355.125      18.355.125
        Pinjaman lain-lain                                               2.000.656       2.200.721       2.420.794       2.662.873       2.929.160       3.222.076
        Liabilitas jangka pendek lainnya                                 1.347.360       1.616.832       1.940.199       2.328.239       2.793.886       3.352.664
        Total Liabilitas Jangka Pendek                                 464.918.880     464.128.585     478.881.889     506.638.616     504.751.359     395.687.806

  Liabilitas Jangka Panjang
   Liabilitas imbalan kerja                                             73.218.521      80.540.373      88.594.410      97.453.851      87.708.466      78.937.620
   Liabilitas pajak tangguhan                                            6.967.267       9.393.168      12.061.658      14.996.997      11.768.124       8.862.138
   Pendapatan ditangguhkan                                                 506.466         557.113         612.824         674.106         606.696         546.026
   Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo
    dalam satu tahun
         Senior Notes                                                  224.236.142     225.401.864     400.000.000     400.000.000     400.000.000     400.000.000
         Pinjaman bank                                                 533.651.172     432.964.676     343.276.880     213.309.082      55.201.235             -
         Utang jangka panjang                                           94.752.103      86.887.992      81.265.941      88.554.430      61.070.269      48.856.215
         Liabilitas sewa                                                35.993.547      42.389.579      50.867.495      61.040.994      57.988.944      55.089.497
   Liabilitas jangka panjang lainnya                                    11.650.424     110.960.896     111.637.234     112.313.572     112.989.910     113.666.248
        Total Liabilitas Jangka Panjang                                980.975.642     989.095.661    1.088.316.442    988.343.033     787.333.644     705.957.744

        Total Liabilitas                                              1.445.894.522   1.453.224.246   1.567.198.331   1.494.981.648   1.292.085.003   1.101.645.550

 Ekuitas
  Modal saham                                                           41.992.973      41.992.973      41.992.973      41.992.973      41.992.973      41.992.973
  Tambahan modal disetor                                               120.117.920     120.117.920     120.117.920     120.117.920     120.117.920     120.117.920
  Cadangan kompensasi berbasis saham                                     2.134.612       2.134.612       2.134.612       2.134.612       2.134.612       2.134.612
  Saham Long-Term Share Plan                                           (19.432.641)    (19.432.641)    (19.432.641)    (19.432.641)    (19.432.641)    (19.432.641)
  Saham treasuri                                                        (7.049.307)     (7.049.307)     (7.049.307)     (7.049.307)     (7.049.307)     (7.049.307)
  Perubahan atas nilai wajar dari aset keuangan lainnya                (10.078.404)    (11.086.244)    (12.194.869)    (13.414.356)    (12.072.920)    (10.865.628)
  Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing          (748.847)       (823.732)       (906.105)       (996.715)       (897.044)       (807.339)
  Saldo laba                                                           102.474.509     142.764.576     210.256.158     306.494.254     422.654.586     536.943.051
      Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk    229.410.815     268.618.157     334.918.742     429.846.740     547.448.179     663.033.641
  Kepentingan nonpengendali                                             13.339.795      17.341.734      22.544.254      29.307.530      38.099.788      49.529.725
        Total Ekuitas                                                  242.750.610     285.959.891     357.462.995     459.154.269     585.547.967     712.563.366

Total Liabilitas dan Ekuitas                                          1.688.645.131   1.739.184.137   1.924.661.326   1.954.135.918   1.877.632.970   1.814.208.915
Page 62
Apendiks 2b
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian
2024 - 2029
(dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
                                                              Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
Keterangan                                                  Okt-Des 2024         2025              2026              2027              2028              2029
                                                                 1                 2                 3                 4                 5                 6

Pendapatan Neto                                               452.537.496     2.253.699.111     2.256.615.010     2.319.927.414     2.386.876.357     2.424.881.150

Beban Pokok Pendapatan                                        (401.885.107)   (1.969.108.048)   (1.941.766.181)   (1.971.375.121)   (2.014.320.529)   (2.058.015.766)

Laba Bruto                                                     50.652.389       284.591.064       314.848.829       348.552.293       372.555.827       366.865.383

Beban Usaha                                                    (13.758.271)     (97.122.389)      (99.086.056)     (100.795.858)     (104.169.072)     (107.635.808)

Laba Usaha                                                     36.894.119       187.468.674       215.762.773       247.756.435       268.386.756       259.229.575

Pendapatan (Beban) Lain-lain                                   (33.545.353)     (95.148.575)      (85.633.717)      (77.070.345)      (69.363.311)      (62.426.980)

Laba Sebelum Pajak Penghasilan                                   3.348.765       92.320.100       130.129.056       170.686.090       199.023.445       196.802.595

Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan                                 (144.769)     (42.030.032)      (52.637.474)      (64.447.994)      (72.863.113)      (72.514.130)

Laba Periode Berjalan                                            3.203.997       50.290.068        77.491.582       106.238.095       126.160.332       124.288.465

Penyusutan dan amortisasi                                      59.891.425       240.445.755       215.854.195       214.690.957       208.422.358       216.760.995

EBITDA                                                         96.785.544       427.914.429       431.616.969       462.447.392       476.809.113       475.990.570


Apendiks 2c
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Proyeksi Arus Kas Konsolidasian
2024 - 2029
(dalam USD, kecuali dinyatakan lain)
                                                              Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
Keterangan                                                  Okt-Des 2024         2025              2026              2027              2028              2029
                                                                 1                 2                 3                 4                 5                 6

Arus Kas dari Aktivitas Operasi
 Penerimaan kas dari pelanggan                                 455.783.358     2.187.760.118     2.248.293.687     2.403.252.523     2.457.531.520     2.490.187.380
 Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan                   (366.763.295)   (1.759.767.066)   (1.794.962.407)   (1.901.923.550)   (1.920.942.785)   (1.939.391.444)
 Penerimaan (Pembayaran) aktivitas operasi lainnya             (14.739.372)       (7.480.344)        5.864.543        19.438.121        15.808.646        14.071.817
 Pembayaran pajak penghasilan                                          -         (42.030.032)      (52.637.474)      (64.447.994)      (72.863.113)      (72.514.130)
  Kas Bersih dari Aktivitas Operasi                            74.280.692       378.482.677       406.558.349       456.319.100       479.534.268       492.353.623

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
 Perolehan aset tetap dan aset takberwujud                     (40.515.713)    (162.439.243)     (136.132.364)     (235.854.956)     (202.095.228)     (207.060.536)
 Penjualan aset tetap                                              750.000        3.000.000         3.000.000         3.000.000         3.000.000         3.000.000
 Pembayaran beban tangguhan                                            -           (721.298)         (865.558)       (1.038.670)         (934.803)         (841.322)
  Kas Bersih untuk Aktivitas Investasi                         (39.765.713)    (160.160.542)     (133.997.922)     (233.893.626)     (200.030.031)     (204.901.859)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
 Penerimaan atas utang lainnya                                         -         48.065.801        23.310.000        46.445.005        12.600.000        12.600.000
 Pembayaran atas pinjaman bank                                         -        (34.567.797)      (89.687.796)     (129.967.798)     (158.107.847)      (55.201.235)
 Pembayaran atas utang jangka panjang                                  -        (29.353.084)      (28.982.052)      (39.706.516)      (40.084.161)      (42.604.161)
 Penerimaan atas senior notes                                          -                -         400.000.000               -                 -                 -
 Biaya transaksi senior notes                                          -                -         (15.000.000)              -                 -                 -
 Pembayaran Senior Notes                                               -        (26.676.970)     (225.401.864)              -                 -                 -
 Pembayaran liabilitas sewa                                    (14.036.397)     (69.480.167)      (62.532.150)      (56.278.935)      (50.651.042)      (45.585.937)
 Pembayaran bunga                                              (19.152.180)     (94.816.656)      (85.334.990)      (72.534.742)      (58.027.793)      (43.520.845)
 Pembayaran dividen                                                    -        (10.000.000)      (10.000.000)      (10.000.000)      (10.000.000)      (10.000.000)
 Kas Bersih untuk Aktivitas Pendanaan                          (33.188.577)    (216.828.873)      (93.628.852)     (262.042.985)     (304.270.843)     (184.312.179)

Peningkatan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas               1.326.402         1.493.262       178.931.575       (39.617.511)      (24.766.606)      103.139.585

Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas         (395.977)                -                 -                 -                 -                 -

Kas dan Setara Kas, Awal                                      196.910.604       197.841.029       199.334.291       378.265.865       338.648.355       313.881.749

Kas dan Setara Kas, Akhir                                     197.841.029       199.334.291       378.265.865       338.648.355       313.881.749       417.021.334
Page 63
Apendiks 3
PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Rasio Keuangan
2021-2029
                                                  Audited         Audited         Audited         Audited           Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
Keterangan                                         2021            2022            2023           Sep-24            Des-24           2025            2026            2027            2028            2029
                                                    -2              -1               0                                 1               2               3               4               5               6

Kinerja
 Jumlah saham beredar                           8.621.173.232   8.621.173.232   8.621.173.232   7.651.007.132     7.651.007.132   7.651.007.132   7.651.007.132   7.651.007.132   7.651.007.132   7.651.007.132
 Laba (Rugi) periode berjalan per saham   USD          0,0000          0,0033          0,0042         (0,0023)           0,0004          0,0066          0,0101          0,0139          0,0165          0,0162
 Nilai buku per saham                     USD          0,0308          0,0297          0,0316          0,0320            0,0317          0,0374          0,0467          0,0600          0,0765          0,0931

Operasi
 Marjin laba bruto                                    14,81%          13,11%          13,44%           9,70%            11,19%          12,63%          13,95%          15,02%          15,61%          15,13%
 Marjin laba usaha                                     8,99%           8,45%           8,28%           4,23%             8,15%           8,32%           9,56%          10,68%          11,24%          10,69%
 Marjin laba (rugi) periode berjalan                   0,03%           1,84%           1,96%          -1,29%             0,71%           2,23%           3,43%           4,58%           5,29%           5,13%
 Marjin EBITDA                                        25,46%          23,50%          22,49%          18,70%            21,39%          18,99%          19,13%          19,93%          19,98%          19,63%
 Imbal hasil aset (ROA)                                0,02%           1,82%           1,92%          -1,05%             0,19%           2,89%           4,03%           5,44%           6,72%           6,85%
 Imbal hasil ekuitas (ROE)                             0,11%          11,18%          13,21%          -7,11%             1,32%          17,59%          21,68%          23,14%          21,55%          17,44%

Likuiditas
 Rasio Lancar                                            1,42            1,55            1,94            1,59              1,68            1,77            2,12            2,05            2,02            2,51
 Quick Ratio                                             1,11            1,23            1,76            1,31              1,32            1,37            1,70            1,67            1,65            2,08

Solvabilitas
 Rasio Liabilitas terhadap Aset                          0,84            0,84            0,85            0,85              0,86            0,84            0,81            0,77            0,69            0,61
 Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                       5,16            5,13            5,88            5,79              5,96            5,08            4,38            3,26            2,21            1,55

Pertumbuhan
 Pendapatan Neto                                                      70,64%          18,00%                n/a          -1,73%          25,09%          0,13%           2,81%            2,89%           1,59%
 Laba (Rugi) Periode Berjalan                                      10108,20%          25,74%                n/a        -139,49%        -453,65%         54,09%          37,10%           18,75%          -1,48%
 Aset                                                                 -3,97%          19,32%                n/a          -9,92%           2,99%         10,66%           1,53%           -3,91%          -3,38%
 Liabilitas                                                           -4,05%          21,84%                n/a          -9,74%           0,51%          7,84%          -4,61%          -13,57%         -14,74%
 Ekuitas                                                              -3,55%           6,39%                n/a         -10,95%          17,80%         25,00%          28,45%           27,53%          21,69%

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.17 MB
Published24 Dec 2024
Pages63
Characters229,541
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org DELTA DUNIA MAKMUR Tbk p.1 ×49
linked org PT Bukit Makmur Mandiri Utama p.2 ×11
linked org BUMA SG p.9 ×2
linked org Northstar Tambang Persada p.14
linked org Six Sis Ltd. p.14
linked person Ronald Sutardja p.14 ×3
linked person Ashish Gupta p.14 ×3
linked person Dian Sofia Andyasuri p.14 ×3
linked person Iwan Fuad Salim p.14 ×2
linked person Hamid Awaluddin p.14
linked person Peter John Chambers p.14 ×2
linked person Nurdin Zainal p.14
linked person Indra Dammen Kanoena p.16
linked person Nanang Rizal Achyar p.16
linked person Elsahmul Asyur p.16
linked person Silfanny Fadillah Bahar p.16
linked org Golden Energy p.51
possible org Aria Kanaka p.6 ×7
possible org Negara Republik Indonesia p.8 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.37
unresolved org KJPP Ihot Dollar p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved — Web site p.2 ×2
unresolved person Raymond Yoranouw, MBT, MAPPI (Cert.) · Senior Partner p.4
unresolved person MBT p.4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.6 ×4
unresolved org Aria Kanaka & Rekan p.6 ×4
unresolved person Edison Sianipar · Notaris p.8 ×3
unresolved person Aulia Taufani · Notaris p.8 ×3
unresolved person Raden Johanes Sarwono · Notaris p.8 ×3
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.8 ×3
unresolved person Humberg Lie · Notaris p.8 ×3
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×2
unresolved org Delta Dunia Property Tbk p.13 ×2
unresolved org Disetor Penuh Northstar Tambang Persada Ltd. p.14
unresolved org PT Banyubiru Sakti p.15 ×2
unresolved org PT Pulau Mutiara Persada p.15 ×2
unresolved org PT Bukit Teknologi Digital p.15 ×2
unresolved org PT BISA Ruang Nuswantara p.15 ×2
unresolved org PT Katalis Investama Mandiri p.15
unresolved org BUMA Australia Pty. Ltd. p.15 ×2
unresolved org Dunia Makmur Pte. Ltd. p.15
unresolved org PT Bukit Makmur Internasional p.15 ×3
unresolved org Corporation p.16
unresolved org Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara p.23
unresolved org Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral p.24
unresolved org Kementerian ESDM p.25 ×7
unresolved org Kementerian ESDM Berikut p.26 ×4
unresolved org Kementerian ESDM Realisasi p.26
unresolved org Kementerian ESDM Minerba p.26
unresolved person Kumala Tjahjani Widodo · Notaris p.37 ×3
unresolved org Downer EDI Ltd. p.38
unresolved org Whitehaven Coal Limited p.51

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 8784 ms 12 Sep 2026 22:55
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '45'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result