Skip to content
Back to announcement

20241220_IBFN_Public Expose_31830498_lamp1.pdf

Other Text extracted IBFN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 29

Page 1
                                       Lampiran 1
                              035/IBP/CORSEC-SK/XII/2024
                         Ringkasan Public Expose Tahunan 2024
                                PT Intan Baru Prana Tbk
                               Selasa, 17 Desember 2024

Public Expose Tahunan PT Intan Baru Prana Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) telah
dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal        : Selasa, 17 Desember 2024
Waktu               : 14.05 WIB – 15.00 WIB
Tempat              : Video Live Conference melalui Aplikasi Zoom Meeting dengan
                      tautan berikut :
                      https://zoom.us/j/92166425523?pwd=3z05aFS0NkMWjGthzjYdx43iq9T
                      NDN.1
                      Meeting ID: 921 6642 5523, Passcode: 518375

Agenda materi Pembahasan dalam acara Public Expose Tahunan, Perseroan adalah
sebagai berikut:
 1. Sekilas tentang Perseroan;
 2. Kegiatan Usaha Perseroan;
 3. Kinerja Keuangan Perseroan per 30 September 2024;
 4. Aktivitas Perseroan di tahun 2024;
 5. Paparan tentang peluang dan tantangan bisnis di tahun 2025 yang akan dihadapi
    Perseroan dan;
 6. Sesi Tanya dan Jawab.

Perseroan melaksanakan Public Expose Tahunan melalui mekanisme online dan dihadiri
oleh Direktur dan Komisaris Independ yang sekaligus memberikan pemaparannya
mengenai kondisi Perseroan. Public Expose ini juga diikuti oleh kurang lebih 29 (dua puluh
sembila) tamu undangan yang terdiri dari Pemegang Saham, Media, dan Tamu Undangan
lainnya.

Dipandu oleh Corporate Secretary Perseroan (Ibu Yunita Rivianti Riyadi) dan Moderator (Ibu
Elsa), kegiatan Public Expose Tahunan ini dibawakan oleh:
    - Bapak Petrus Halim           : Direktur Perseroan
    - Bapak Alexander Reyza        : Komisaris Independen Perseroan
    - Ibu Yunita Rivianti Riyadi   : Corporate Secretary Perseroan

Dalam acara Public Expose Tahunan ini, dipaparkan:
    Sekilas tentang Perseroan, Struktur Pemegang Saham, Susunan Pengurus, Sumber
     Daya Manusia, dan Aktivitas Perseroan di tahun 2024 yang disampaikan oleh Ibu
     Yunita Rivianti Riyadi selaku Corporate Secretary Perseroan.
Page 2
    Presentasi mengenai Kegiatan Usaha Perseroan, serta Peluang dan Tantangan
     Bisnis di tahun 2025 yang disampaikan oleh Bapak Petrus Halim selaku Direktur
     Perseroan.
    Kinerja Keuangan Perseroan per 30 September 2024 yang disampaikan oleh Bapak
     Alexander Reyza selaku Komisaris Independen Perseroan.
    Sesi Tanya Jawab yang dibantu oleh moderator Ibu Elsa.

Setelah paparan disampaikan oleh Direksi dan Komisaris Perseroan, kemudian diberikan
waktu kepada para tamu untuk memberikan pertanyaan melalui fitur Chat pada Aplikasi
Zoom Meeting. Sesi Tanya Jawab ini dipandu langsung oleh Moderator.

Berikut ini adalah hasil tanya jawab yang terjadi, yaitu:

   1.   Pertanyaan dari Indah – Investor Daily
         Q    Berapa besar anggaran Capex Perseroan 2025?
              Berapa target pendapatan dan laba tahun 2025?
         A    Perseroan masih dalam tahap menyelesaikan dan mengevaluasi
              Rancangan Kerja Anggaran Bisnis 2025, sehingga belum dapat
              menyampaikan target tersebut. Adapun yang perlu dipahami, yaitu strategi
              bisnis IBP 2025 adalah bermitra dengan customer base dari induk usaha,
              yaitu PT Intraco Penta Tbk yang didasari atas pengalaman lebih dari 50
              tahun di bidang alat berat, sehingga Perseroan memulai diversifikasi usaha
              di bidang angkutan kayu maupun penyewaan alat berat di bidang industri
              tambang. Ini merupakan bisnis baru bagi IBP namun sebaliknya tidak bagi
              induk usaha (Intraco Penta), karena bisnis baru tersebut bukanlah bisnis
              yang asing. Melalui bisnis baru ini, Perseroan memberikan sebuah solusi
              untuk customer-customer yang memiliki proyek namun membutuhkan solusi
              rental dalam pengelolaan proyeknya. Ini sudah mulai dijajaki sejak tahun
              2023, Perseroan terus menjajaki dan mengevaluasi dengan cermat serta
              memonitor progressnya. Atas dasar pondasi tersebut yang telah
              dicanangkan pada tahun 2024, 10 unit yang diangkut untuk bisnis kayu di
              Kalimantan dan juga beberapa unit yang disewakan di pulau Sumatera
              untuk industri tambang. Semoga di tahun 2025 Perseroan dapat
              mengembangkan bisnisnya, baik dari jumlah alat maupun dari jumlah
              proyeknya.
         Q    Dalam lini bisnis baru apakah akan menggandeng partner?
         A    Di dalam bisnis baru tersebut, Perseroan membutuhkan modal usaha yang
              sudah pasti akan menggandeng mitra yang bisa saja berasal dari
              perbankan maupun multifinance untuk pembiayaan alat berat. Selain itu
              juga bermitra dengan pabrik manufaktur yang memproduksi alat berat
              seperti dari China karena selain memberikan alatnya, mereka juga dapat
              memberikan dukungan pembiayaan. Di samping itu, mitra lainnya juga
              termasuk PT Intraco Penta Tbk sebagai induk yang memberikan arahan dan
              pengalamannya, serta fasilitas yang dapat digunakan Perseroan dalam
Page 3
           menjalankan lini bisnis baru tersebut. Mitra yang Terakhir, yaitu pelanggan
           loyal yang membutuhkan jasa sewa juga menjadi target utama dalam
           membahas peluang bisnis.
2.   Pertanyaan dari Rashif – Kontan
      Q    Bagaimana prospek kinerja di tahun depan? Apa saja sentimen
           pendukungnya?
      A    Perseroan masih menyusun dan mengevaluasi RKAB 2025, namun
           manjemen memandang cukup positif untuk tahun depan. Seperti diketahui,
           tahun 2024 industri tambang mengalami sedikit penurunan dari segi
           penjualan dan persewaan alat berat dikarenakan berbagai hal. Maka dari
           itu, Perseroan berharap tahun 2025 akan menjadi positif meskipun kuartal I-
           2025 diprediksi sedikit lambat karena banyak hari keagamaan, namun
           Perseroan cukup optimis kegiatan industri tambang yang banyak
           membutuhkan solusi penyewaan dapat lebih bergairah.
      Q    Bagaimana perseroan melihat persaingan di industri perdagangan alat
           konstruksi tahun depan?
      A    Persaingan bisnis cukup berat dan hal yang wajar dalam bisnis. Namun,
           Perseroan berbekal dengan pengalaman lebih dari 50 tahun, nama baik
           dan track record dari induk usaha (PT Intraco Penta Tbk) dalam memberikan
           layanan purna jual yang baik, sehingga Perseroan yakin dapat bersaing
           dengan baik di sektor ini.
      Q    Berapa capex yang disiapkan tahun depan? Alokasinya untuk apa?
      A    Perseroan masih dalam tahap menyelesaikan dan mengevaluasi untuk
           RKAB 2025.
3.   Pertanyaan dari Puti – Inews
      Q    Adakah rencana ekspansi lain Perseroan ke depan usai menjual anak
           usaha IMS?
      A    -
      Q    Mengapa Perseroan memilih melepas IMS?
      A    Perseroan melakukan evaluasi atas proyek yang berkaitan dengan IMS
           karena masih belum sesuai dengan target Perseroan, namun anak usaha
           IMS ini memang belum memiliki asset ataupun usaha apapun. Maka dari itu,
           Perseroan memutuskan untuk melepaskan dan tidak berpartisipasi dalam
           proyek tersebut.
4.   Pertanyaan dari Dhera – IDX
      Q    Terkait dua unit bisnis perseroan yakni pengangkutan kayu di Site Sebulu-
           Samarinda-Kalimantan Timur dan rental alat-alat berat, Berapa pendapatan
           yang berhasil diraup hingga kuartal III-2024?
      A    Sebagaimana yang telah disampaikan pada paparan materi financial
           highlight bahwa terjadi peningkatan dari sebelumnya Rp2,9 Miliar menjadi
           Rp15,8 Miliar. Peningkatan tersebut disebabkan karena adanya bisnis
           pengangkutan kayu yang berhasil dilakukan, sedangkan untuk rental alat
           berat kami baru memulai nya setelah kuartal III.
Page 4
        Q    Apakah perseroan ada rencana untuk menambah unit kendaraan di 2025?
             berapa unit? Dan jenis kendaraannya apa saja? Kemudian, berapa capex
             yang dianggarkan?
         A   Perseroan masih menganalisa lebih lanjut mengenai tingkat keberhasilan
             dari bisnis angkutan kayu yang dilakukan. Perseroan akan mencoba untuk
             beroperasi di wilayah lain di luar Kalimantan Timur atau pengembangan di
             wilayah Kalimantan Timur sendiri. Perseroan berharap hingga akhir tahun
             2024 ini potensi dari bisnis angkutan kayu akan menjanjikan, dan selanjutnya
             tidak tertutup kemungkinan Perseroan akan melakukan ekspansi lebih
             lanjut.
        Q    Berapa prospek kinerja industri 2025? Dan bagaimana tanggapan
             Perseroan terkait isu kenaikan PPN menjadi 12% di 2025? Dan apakah ada
             dampaknya bagi Perseroan?
         A   Prospek 2025 Perseroan cukup positif, tentunya didukung dengan beberapa
             faktor seperti kondisi cuaca dan harga komoditas juga membaik.
             Terkait kenaikan PPN menjadi 12%, Perseroan menilai hal ini pasti
             berdampak ke semua bisnis, namun Perseroan berharap hal tersebut tidak
             terlalu memberikan dampak signifikan bagi kinerja Perseroan.
        Q    Adakah rencana perseroan untuk merambah diversifikasi usaha lainnya di
             2025? Jika ada, sudah sejauh mana tahapan yang dilakukan?
         A   Perseroan akan menggeluti bisnis yang telah dimulai di tahun ini, yaitu
             angkutan kayu dan penyewaan alat berat. Perseroan menilai masih banyak
             ruang dan peluang untuk dapat bertumbuh sehingga Perseroan akan lebih
             intensif dalam melakukan penetrasi di bidang usaha tersebut.
        Q    Rugi bersih tahun berjalan hingga September 2024 mencapai Rp77,892
             miliar, apa saja strategi perseroan ke depan agar bisa membalikkan rugi
             menjadi laba?
         A   Perseroan menilai laba akan dicapai apabila adanya pertumbuhan kinerja
             bisnis perusahaan yang sehat. Sehat tersebut diimbangi dengan
             manajemen risiko dan tata kelola perusahaan yang baik, sehingga
             perusahaan dapat memilih bisnis yang telah menjadi core kompetensi baik
             dari grup PT Intraco Penta Tbk maupun dari perusahaan yang mulai dirintis
             tentu diharapkan adanya peningkatan kinerja secara bertahap. Hal
             tersebut akan cepat membalikkan rugi menjadi laba. Kondisi saat ini,
             Perseroan membutuhkan waktu untuk mengakumulasi pendapatan yang
             berasal dari bisnis baru untuk dapat income positif sehingga rugi dapat
             menjadi laba.

Setelah Sesi Tanya Jawab dilakukan, MC menutup acara pada pukul 15.00 WIB.

Demikian ringkasan jalannya kegiatan Public Expose Tahunan PT Intan Baru Prana Tbk yang
dapat kami laporkan. Terima kasih.
Page 5
                             Lampiran 2.
                     035/IBP/CORSEC-SK/XII/2024
                            DAFTAR HADIR

No                   Nama                       Instansi
1    Heri                            Antaranews
2    Rashif                          Kontan
3    Dhera                           IDX Channe
4    Jihan                           Viva
5    Pipit                           Liputan6
6    Abdul                           Marketnews
7    Indah Handayani                 Investor Daily
8    Aldyth                          Investortrust
9    Hermawan                        Harian Indonesia
10   Moeha                           Shangbao Indonesia
11   Annisa                          Bisnis Indoneia
12   Astri D. Sari                   INTA
13   Ivan Lingga                     INTA
14   Riky                            IPW/PWM
15   Sahala                          IBP
16   Fery                            IBP
17   Yunita R. Riyadi                Corsec - IBP
18   Alexander Reyza                 Komisaris Independen - IBP
19   Petrus Halim                    Direktur - IBP
20   Willianto                       INTA
21   Rika                            IBP
22   Nofika                          Publik
23   Frans Ary                       INTA
24   Agung R                         IBP
25   Dian Sulinda                    Publik
26   Ita Herawati                    Publik
27   Fajar Prasetio                  Publik
28   Feri                            Publik
29   Hendra Wahyu                    INTA
30   Agustinus                       Publik
31   Fifi Maila                      INTA
Page 6
                                         Lampiran 3.
                               035/IBP/CORSEC-SK/XII/2024
                               Klipping – Pemberitaan Media

Media Online

   1. IBFN: Lini perdagangan alat pengangkutan komersial tingkatkan kinerja
      Antaranews.com
      Oleh: Muhammad Heriyanto
      Selasa, 17 Desember 2024
      https://m.antaranews.com/berita/4534018/ibfn-lini-perdagangan-alat-pengangkutan-komersial-
      tingkatkankinerja?utm_source=antaranews&utm_medium=mobile&utm_campaign=latest_categ
      ory




      Jakarta (ANTARA) - Direktur PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) Petrus Halim meyakini lini
      usaha baru yaitu perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan
      kinerja bisnis perseroan secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha ke
      depan.

      Ia menjelaskan, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan
      bisnis di bidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan
      pada tahun lalu.

      "Produk yang dipasarkan perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk
      dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan dan konstruksi, dengan harga
      yang bersaing pada kelasnya, serta sudah diterima dengan baik di Indonesia," ujar
      Petrus dalam public expose di Jakarta, Selasa.

      Sejak Desember 2023, ia menjelaskan perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha
      untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Kota Samarinda, Kalimantan
      Timur, dengan menginvestasikan sebanyak 10 unit sinotruk untuk mengangkut kayu.
Page 7
"Perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini
apakah dapat dilakukan di site lainnya di luar wilayah Kalimantan," ujar Petrus.

Pada Oktober 2024, lanjutnya, perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental
bisnis, dengan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat berat untuk
pekerjaan tambang di wilayah Sumatera.
"Di site ini, perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang," ujar Petrus.

Petrus menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha
masih terbuka luas, ditambah adanya akses customer base dan fasilitas INTA Grup
yang bisa dimanfaatkan.

Namun demikian, Ia menyebut ada sejumlah tantangan yang perlu dihadapi
perseroan pada 2025, diantaranya persaingan dengan beberapa penyedia produk
sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat
pelayanan yang diberikan.

"Target market yang terbatas untuk existing produk, sehingga perseroan memerlukan
dukungan yang kuat dari principal dan pemegang saham, untuk melakukan
diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha perseroan," ujar Petrus.

Per September 2024, perseroan mencatatkan pendapatan senilai Rp15,85 miliar,
atau meningkat dibandingkan senilai Rp2,89 miliar pada periode sama tahun
sebelumnya.

Petrus mengatakan konsistensi pertumbuhan tidak terlepas dari dukungan jaringan
INTA yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar
hampir seluruh wilayah di Indonesia.

"Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh
perseroan dan INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di
kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan
berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis
Perseroan serta grup usaha INTA," kata Petrus.
Page 8
2. Intan Baru (IBFN) Optimistis Tingkatkan Kinerja melalui Diversifikasi Usaha
   kontan.co.id
   Oleh: Rashif Usman
   Selasa, 17 Desember 2024
   https://amp.kontan.co.id/news/intan-baru-ibfn-optimistis-tingkatkan-kinerja-melalui-
   diversifikasi-usaha




   KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis prospek lini usaha
   baru di sektor perdagangan alat pengangkutan komersial akan tumbuh positif di
   tahun-tahun mendatang.

   Sejak tahun lalu, IBFN mulai melakukan diversifikasi usaha dengan merambah bisnis
   rental alat berat dan jasa pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang
   dipasarkan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan di sektor perkebunan,
   pertambangan, dan konstruksi.

   Dengan harga kompetitif di kelasnya, produk ini diklaim telah mendapatkan
   penerimaan yang baik di pasar domestik.

   Direktur IBFN, Petrus Halim menyampaikan bahwa pertumbuhan kinerja IBFN tidak
   terlepas dari dukungan induk usaha yakni PT Intraco Penta Tbk (INTA). Menurutnya,
   INTA memiliki pengalaman lebih dari lima dekade di industri alat berat serta jaringan
   yang tersebar luas di seluruh Indonesia.

   “Kami mengandalkan beberapa keunggulan eksisting produk yang ditangani oleh
   IBFN dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di
   kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan
   berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis
   perseroan serta grup usaha INTA,” kata Petrus saat publix expose, Selasa (17/12).

   Pada Desember 2023, IBFN mulai mengembangkan usaha pengangkutan kayu di
   Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. IBFN menginvestasikan 10 unit SINOTRUK
   untuk mendukung operasional di proyek ini. IBFN juga tengah menganalisis potensi
   pengembangan bisnis serupa di lokasi lain di luar Kalimantan.
Page 9
Tidak hanya itu, pada Oktober 2024, IBFN merambah bisnis rental alat berat untuk
proyek tambang di Sumatra. Dalam proyek ini, perusahaan mempekerjakan 12
karyawan di lokasi tambang.

Selain itu, Petrus menyadari sejumlah tantangan yang akan dihadapi pada 2025,
seperti persaingan ketat dengan penyedia produk sejenis, kebutuhan untuk
menjaga kualitas dan harga produk, serta meningkatkan pelayanan kepada
pelanggan.

Berdasarkan laporan kinerja keuangannya per kuartal III-2024, IBFN mencatatkan rugi
bersih tahun berjalan mencapai Rp 77,89 miliar, naik 38,91% bila dibandingkan
dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 56,07 miliar.

Sementara itu, pendapatan bersih perusahaan tercatat mencapai Rp 2,95 miliar,
naik tipis 2,23% dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,89 miliar.
Page 10
3. Intan Baru Prana (IBFN) Optimistis Potensi Bisnis Kian Terbuka Luas di 2025
   Idxchannel.com
   Oleh: Dhera Arizona
   Selasa, 17 Desember 2024
   https://www.idxchannel.com/amp/market-news/intan-baru-prana-ibfn-optimistis-
   potensi-bisnis-kian-terbuka-luas-di-2025




   IDXChannel – Emiten yang bergerak di bidang perdagangan alat pengangkutan
   komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis lini usaha baru yakni perdagangan
   alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan
   dan menjaga kelangsungan usaha perseroan ke depan.

   Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis di bidang
   rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan sejak
   Desember 2023. Produk yang dipasarkan oleh perseroan memiliki produk yang
   dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan dan
   kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan
   baik di Indonesia.

   Direktur Intan Baru Prana Petrus Halim mengatakan, konsistensi pertumbuhan
   perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang
   berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir di
   seluruh wilayah-wilayah besar Indonesia.

   “Kami mengandalkan beberapa keunggulan eksisting produk yang diageni oleh
   perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh
   kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia
   usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan
   kompetensi bisnis perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik
   secara virtual, Selasa (17/12/2024).

   Sejak akhir Desember 2023, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk
   pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur.
   Perseroan menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana
   yang disampaikan dalam materi Paparan Publik.
Page 11
   Selanjutnya, kata dia, perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk
   pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah
   Kalimantan.

   Pada Oktober 2024, lanjutnya, perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental
   bisnis. Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya
   untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera.

   "Di site ini, perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang," kata Petrus.

   Dia menambahkan, perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan
   komersial dan diversifikasi usaha masih terbuka luas, apalagi perseroan memiliki akses
   customer base serta fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan.

   Meski demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi pada 2025 juga masih
   dipetakan oleh perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk
   yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta
   tingkat pelayanan yang diberikan.

   "Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk eksisting produk sehingga
   perseroan memerlukan dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham
   untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha perseroan,"
   kata Petrus.

   Sebagai informasi, IBFN mengantongi pendapatan Rp15,85 miliar per September
   2024. Jumlah ini naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89
   miliar.

   Meski pendapatan naik, namun perseroan membukukan rugi bersih tahun berjalan
   sebesar Rp77,89 miliar per September 2024. Angka ini naik jika dibandingkan periode
   sama tahun sebelumnya Rp56,07 miliar.

   Menurut perseroan, ini disebabkan oleh naiknya beban usaha yakni dari Rp2,82 miliar
   di September 2023 menjadi Rp15,04 miliar pada September 2024.




4. Intan Baru Prana (IBFN) Bicara soal Dampak PPN 12 Persen terhadap Kinerja Bisnis
Page 12
   Idxchannel.com
   Oleh: Dhera Arizona
   Selasa, 17 Desember 2024
   https://www.idxchannel.com/amp/market-news/intan-baru-prana-ibfn-bicara-soal-
   dampak-ppn-12-persen-terhadap-kinerja-bisnis

   IDXChannel - Emiten perdagangan alat pengangkutan komersial, PT Intan Baru
   Prana Tbk (IBFN) menyatakan, kebijakan pemerintah untuk menaikkan Pajak
   Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen di awal 2025 akan memberikan dampak
   terhadap kinerja bisnis perseroan. Namun, itu juga dipastikan akan berdampak
   terhadap ke semua industri.

   "PPN (naik) sudah pasti akan berdampak semua bisnis. Enggak hanya kita," ujar
   Direktur Intan Baru Prana Petrus Halim dalam Paparan Publik secara virtual, Selasa
   (17/12/2024).

   Namun, dia berharap kenaikan PPN menjadi 12 persen tersebut tidak berdampak
   terlalu besar bagi industri alat pengangkutan komersial dan kinerja bisnis perseroan.

   "Semoga (dampaknya) tidak terlalu besar untuk industri kami," kata Petrus.
   IBFN mengantongi pendapatan Rp15,85 miliar per September 2024. Jumlah ini naik
   dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar.

   Meski pendapatan naik, namun perseroan membukukan rugi bersih tahun berjalan
   sebesar Rp77,89 miliar per September 2024. Angka ini naik jika dibandingkan periode
   sama tahun sebelumnya Rp56,07 miliar.

   Menurut perseroan, ini disebabkan oleh naiknya beban usaha yakni dari Rp2,82 miliar
   di September 2023 menjadi Rp15,04 miliar pada September 2024.

   Sebagai informasi, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan Pajak Pertambahan
   Nilai (PPN) menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025. Hal itu sejalan dengan Undang-
   Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).




5. Intan Baruprana Finance Cetak Pendapatan Rp 15,85 Miliar hingga September 2024
Page 13
Viva.co.id
Oleh: Raden Jihad Akbar
Selasa, 17 Desember 2024
https://www.viva.co.id/bisnis/1782084-intan-baruprana-finance-cetak-
pendapatan-rp-15-85-miliar-hingga-september-
2024?utm_source=viva_android_app&utm_medium=share_button&utm_campaign
=share_content




Jakarta, VIVA – PT Intan Baru Prana Tbk (d/h PT Intan Baruprana Finance Tbk) atau
IBFN mencatat, per September 2024 perseroan telah mengantongi pendapatan
sebesar Rp 15,85 miliar. Angka itu naik dari periode yang sama tahun sebelumnya
sebesar Rp 2,89 miliar.

Direktur PT Intan Baru Prana Tbk, Petrus Halim mengatakan potensi penjualan alat
pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha masih terbuka luas apalagi
Perseroan memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA Grup yang bisa
dimanfaatkan. "Perseroan mengantongi pendapatan per September 2024 Rp 15,85
miliar naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,89 miliar," ujar
Petrus di Jakarta Selasa, 17 Desember 2024.

Petrus juga optimistis di lini usaha yang baru yakni perdagangan alat pengangkutan
komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga
kelangsungan usaha Perseroan ke depan.

Sejak tahun lalu, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan
bisnis dibidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan.
Produk yang dipasarkan oleh Perseroan memiliki produk yang dirancang khusus
untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan & kontruksi dengan harga
yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia. Petrus
menuturkan, konsistensi pertumbuhan Perseroan juga tidak lepas dari dukungan
jaringan PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di
industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh wilayah-wilayah besar di Indonesia.
Page 14
   “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh
   Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh
   kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia
   usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan
   kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya.

   Sejak akhir Desember 2023, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk
   pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur.
   Perseroan menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana
   yang disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, Perseroan akan
   melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat
   dilakukan di site lainnya di luar wilayah Kalimantan.

   Lalu pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis.
   Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk
   pekerjaan tambang di wilayah Sumatera. Di site ini, Perseroan mempekerjakan
   karyawannya sebanyak 12 orang. Kendati demikian, sejumlah tantangan yang
   akan dihadapi di tahun 2025 ini juga masih dipetakan oleh Perseroan seperti
   persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan
   pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan.

   Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk existing produk sehingga Perseroan
   memerlukan dukungan yang kuat dari principal, dan pemegang saham untuk
   melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan.




6. Andalkan Strategi Diversifikasi, Bagaimana Prospek Intan Baru Prana pada 2025?
   Liputan6.com
Page 15
Oleh: pipit
Rabu, 18 Desember 2024
https://www.liputan6.com/amp/5839741/andalkan-strategi-diversifikasi-
bagaimana-prospek-intan-baru-prana-pada-2025

PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis strategi diversifikasi akan mendongkrak
kinerja perseroan pada 2025. Perseroan meyakini, lini usaha yang baru yakni
perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis
secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan ke depan.

Liputan6.com, Jakarta PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis strategi diversifikasi
akan mendongkrak kinerja perseroan pada 2025. Perseroan meyakini, lini usaha
yang baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan
kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan ke
depan.

Sejak tahun lalu, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan
bisnis di bidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah
Kalimantan. Produk yang dipasarkan oleh Perseroan memiliki produk yang
dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan &
konstruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan
baik di Indonesia.

Direktur PT Intan Baru Prana Tbk, Petrus Halim mengatakan konsistensi pertumbuhan
Perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang
berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir
diseluruh wilayah-wilayah besar di Indonesia.

“Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh
Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh
kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia
usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan
kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik,
Selasa (17/12/2024).

Sejak akhir Desember 2023, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk
pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur.
Perseroan menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana
yang disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, Perseroan akan
melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat
dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan.

Selanjutnya pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental
bisnis. Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya
untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera. Di site ini, Perseroan mempekerjakan
karyawannya sebanyak 12 orang. Perseroan mengantongi pendapatan per
September 2024 Rp 15,85 miliar naik dari periode yang sama tahun sebelumnya
sebesar Rp 2,89 miliar.
Page 16
   Perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi
   usaha masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta
   fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan. Kendati demikian, sejumlah
   tantangan yang akan dihadapi di tahun 2025 ini juga masih dipetakan oleh
   Perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan
   perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan
   yang diberikan.

   "Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk existing produk sehingga Perseroan
   memerlukan dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk
   melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan,"
   pungkas Petrus.




7. PT Intan Baru Prana Siapkan Lini Usaha Baru Buat Jaga Kelangsungan Bisnis
   Marketnews.com
   Oleh: abdul
Page 17
Rabu, 18 Desember 2024
https://marketnews.id/market-update/2024/12/pt-intan-baru-prana-siapkan-lini-
usaha-baru-buat-jaga-kelangsungan-bisnis/




MarketNews.id-Intan Baru Prana (IBFN) yakin, lini usaha baru yakni perdagangan alat
pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan
menjaga kelangsungan usaha ke depan.

Direktur Intan Baru Prana, Petrus Halim mengatakan produk yang dipasarkan memiliki
produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan,
pertambangan dan kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta
sudah diterima dengan baik di Indonesia.

“Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh
Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh
kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia
usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan
kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik,
Selasa 17 Desember 2024.

Dia mengingatkan bahwa sejak akhir Desember 2023, perseroan mulai melakukan
diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda,
Kalimantan Timur.

“Kami menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana
yang disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, kami akan melakukan
analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site
lainnya diluar wilayah Kalimantan,” papar dia.

Selanjutnya pada Oktober 2024, kata dia, perseroan mulai mengembangkan usaha
ke bisnis penyewaan.

“Kami mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat berat untuk
pekerjaan tambang di wilayah Sumatera,” kata dia.
Page 18
   “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh
   Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh
   kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia
   usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan
   kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik,
   Selasa 17 Desember 2024.

   Dia mengingatkan bahwa sejak akhir Desember 2023, perseroan mulai melakukan
   diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda,
   Kalimantan Timur.

   “Kami menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana
   yang disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, kami akan melakukan
   analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site
   lainnya diluar wilayah Kalimantan,” papar dia.

   Selanjutnya pada Oktober 2024, kata dia, perseroan mulai mengembangkan usaha
   ke bisnis penyewaan.

   “Kami mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat berat untuk
   pekerjaan tambang di wilayah Sumatera,” kata dia.




8. Intan Baru Prana (IBFN) Optimistis Bisnis Cerah pada 2025
   Investor.id
Page 19
Oleh: Indah
Rabu, 18 Desember 2024
https://investor.id/market/383853/intan-baru-prana-ibfn-optimistis-bisnis-cerah-
pada-2025




JAKARTA, investor.id - PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis bisnis cerah pada 2025.
Seiring dengan lini usaha yang baru yakni perdagangan alat pengangkutan
komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga
kelangsungan usaha Perseroan ke depan.

Direktur Intan Baru Prana (IBFN) Petrus Halim menjelaskan, sejak tahun lalu, Perseroan
mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis di bidang rental alat-
alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang dipasarkan
oleh Perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area
perkebunan, pertambangan & konstruksi dengan harga yang bersaing pada
kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia.

Petrus menambahkan, konsistensi pertumbuhan Perseroan juga tidak lepas dari
dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang berpengalaman lebih dari 50
tahun di industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh wilayah-wilayah besar di
Indonesia.

“Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh
Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh
kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia
usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan
kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik,
Selasa (17/12/2024).

Menurut Petrus, sejak akhir Desember 2023, Perseroan mulai melakukan diversifikasi
usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan
Timur. Perseroan menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu.
Selanjutnya, Perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan
bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan.
Page 20
   “Selanjutnya pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental
   bisnis. Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya
   untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera. Di site ini, Perseroan mempekerjakan
   karyawannya sebanyak 12 orang,” papar Petrus.

   Perseroan mengantongi pendapatan per September 2024 Rp15,85 miliar naik dari
   periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar.

   Perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi
   usaha masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta
   fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan.

   Kendati demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi di 2025 juga masih
   dipetakan oleh Perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk
   yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta
   tingkat pelayanan yang diberikan.

   “Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk existing produk sehingga
   Perseroan memerlukan dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham
   untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan,”
   tutupnya.




9. Intan Baru Prana Ungkap Langkah Jaga Kelangsungan Usaha
   Bisnis.id
   Oleh: Abdul Aziz
Page 21
Rabu, 18 Desember 2024
https://bisnis.hallo.id/korporasi/7314167070/intan-baru-prana-ungkap-langkah-jaga-
kelangsungan-usaha




Hallo Bisnis- Intan Baru Prana (IBFN) yakin lini usaha baru yakni perdagangan alat
pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan
menjaga kelangsungan usaha ke depan.

Direktur Intan Baru Prana, Petrus Halim mengatakan produk yang dipasarkan oleh
memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan,
pertambangan dan kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta
sudah diterima dengan baik di Indonesia.

 “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh
Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh
kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia
usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan
kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik,
Selasa (17/12/2024).

Dia mengingatkan bahwa sejak akhir Desember 2023, perseroan mulai melakukan
diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda,
Kalimantan Timur.

“Kami menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana
yang disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, kami akan melakukan
analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site
lainnya diluar wilayah Kalimantan,” papar dia.

Selanjutnya pada Oktober 2024, kata dia, perseroan mulai mengembangkan usaha
ke bisnis penyewaan.

“Kami mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk
pekerjaan tambang di wilayah Sumatera,” kata dia.
Page 22
   Sementara ini IBFN mengantongi pendapatan per September 2024 Rp15,85 miliar
   naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar.

    Perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi
   usaha masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta
   fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan.

   Kendati demikian, dia mengungkapkan sejumlah tantangan yang akan dihadapi di
   tahun 2025 seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan
   perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan
   yang diberikan.

   Selain itu, target pasar yang terbatas untuk produk sehingga Perseroan memerlukan
   dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk melakukan
   diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha.




10. Intan Baru Prana (IBFN) Ubah Bisnis, Kinerja Keuangan Diprediksi Bangkit
    Investortrust.id
    Oleh: Yuswialdyth Ardelia Almira
Page 23
Rabu, 18 Desember 2024
https://investortrust.id/market/50832/intan-baru-prana-ibfn-ubah-bisnis-kinerja-
keuangan-diprediksi-bangkit




JAKARTA, investortrust.id - Emiten perdagangan alat pengangkutan komersial, PT
Intan Baru Prana Tbk (IBFN), optimistis lini usaha baru perdagangan alat
pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan ke
depan.

Direktur Intan Baru (IBFN) Petrus Halim mengatakan, diversifikasi usaha dengan
menjalankan bisnis di bidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di di Site
Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur sudah dimulai sejak akhir Desember 2023.
Perseroan menginvestasikan 10unit Sinotruk untuk mengangkut kayu.

Menurut dia, produk yang dipasarkan oleh perseroan dirancang khusus agar dapat
digunakan di area perkebunan, pertambangan dan kontruksi dengan harga yang
bersaing pada kelasnya.

“Selanjutnya, perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan
bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan,” ujarnya
dalam paparan publik IBFN secara daring, Selasa (17/12/2024).

Tak hanya itu, pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke
rental bisnis. Perseroan berhasil menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan
tambang di wilayah Sumatera, dan mampu mempekerjakan 12 orang karyawannya
di wilayah tersebut.

Menurut Petrus, konsistensi pertumbuhan perseroan juga tidak lepas dari dukungan
jaringan induk usahanya, PT Intraco Penta Tbk (INTA), yang berpengalaman lebih
dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh wilayah-wilayah
besar di Indonesia.

“Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh
Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh
kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia
Page 24
   usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan
   kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” imbuhnya.

   Sebagai catatan, perseroan mencatatkan pendapatan per September 2024 senilai
   Rp15,85 miliar atau naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89
   miliar.

   Perseroan menilai, terdapat sejumlah tantangan dinilai masih akan dihadapi oleh
   Perseroan tahun 2025 seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang
   sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat
   pelayanan yang diberikan.

   Kendati demikian, perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan
   komersial dan diversifikasi usaha masih terbuka luas. Terlebih lagi, Perseroan memiliki
   akses customer base serta fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan.

   “Perseroan memerlukan dukungan yang kuat dari Principal dan Pemegang Saham
   untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan,”
   tutupnya.




11. Intan Baru Prana (IBFN) Optimistis 2025 Konsistensi Tumbuh
    Emitennews.com
    Oleh: -
Page 25
Rabu, 18 Desember 2024
https://www.emitennews.com/news/intan-baru-prana-ibfn-optimistis-2025-
konsistensi-tumbuh




EmitenNews.com – Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat
pengangkutan komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (d/h PT Intan Baruprana Finance
Tbk) selanjutnya disebut “IBFN”, optimistis di lini usaha yang baru yakni perdagangan
alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan
dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan ke depan.

Sejak tahun lalu, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan
bisnis dibidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan.
Produk yang dipasarkan oleh Perseroan memiliki produk yang dirancang khusus
untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan & kontruksi dengan harga
yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia.

Direktur PT Intan Baru Prana Tbk Petrus Halim mengatakan konsistensi pertumbuhan
Perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (“INTA”) yang
berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir
diseluruh wilayah-wilayah besar di Indonesia.

“Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh
Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh
kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia
usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan
kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik,
Selasa (17/12/2024).

Sejak akhir Desember 2023, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk
pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur.

Perseroan menginvestasikan 10 unit Sinotruk untuk mengangkut kayu sebagaimana
yang disampaikan dalam materi Paparan Publik.
Page 26
     Selanjutnya, Perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan
     bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan.

     Selanjutnya pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental
     bisnis. Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya
     untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera.

     Di site ini, Perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang. Perseroan
     mengantongi pendapatan per September 2024 Rp15,85 miliar naik dari periode
     yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar.

     Perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi
     usaha masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta
     fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan.

     Kendati demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi di tahun 2025 ini juga
     masih dipetakan oleh Perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia
     produk yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk,
     serta tingkat pelayanan yang diberikan.

     Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk existing produk sehingga Perseroan
     memerlukan dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk
     melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan.




Media Cetak

  1. Intan Baru Prana Optimis Bisnis di 2025
Page 27
   Harian Neraca, 18 Desember 2023
   Bursa & Finansial
   Berita/Tone Positif
   Hal 4




2. Intan Baru Prana, 2025 Untuk Pertumbuhan Yang Berkelanjutan
   Harian Indonesia, 18 Desember 2023
   Berita/Tone Positif
Page 28
   Hal B8




3. IBFN Optimis Tentang Pertumbuhan Kinerja Tahun Depan
   Harian Indonesia, 20 Desember 2024
   Berita/Tone Positif
Page 29
Hal 5

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.34 MB
Published20 Dec 2024
Pages29
Characters46,753
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 38 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Intan Baru Prana Tbk p.1 ×63
linked person Petrus Halim · Direktur p.1 ×16
linked person Alexander Reyza · Komisaris Independen p.1 ×5
linked org Intraco Penta Tbk p.2 ×33
possible — Heri p.5
possible — Hermawan p.5
possible — Fery p.5
possible — Feri p.5
unresolved person Yunita Rivianti Riyadi · Corporate Secretary p.1 ×3
unresolved person Elsa p.1
unresolved person Elsa. Setelah p.2
unresolved — Rashif p.5
unresolved — Dhera p.5
unresolved — Jihan p.5
unresolved — Pipit p.5
unresolved person Abdul p.5
unresolved — Indah Handayani p.5
unresolved — Aldyth p.5
unresolved — Moeha p.5
unresolved — Annisa p.5
unresolved — Astri D. Sari p.5
unresolved — Ivan Lingga p.5
unresolved — Riky p.5
unresolved — Sahala p.5
unresolved — Yunita R. Riyadi p.5
unresolved — Willianto p.5
unresolved — Rika p.5
unresolved — Nofika p.5
unresolved — Frans Ary p.5
unresolved — Agung R p.5
unresolved — Dian Sulinda p.5
unresolved — Ita Herawati p.5
unresolved — Fajar Prasetio p.5
unresolved — Hendra Wahyu p.5
unresolved — Agustinus p.5
unresolved — Fifi Maila p.5
unresolved org Intan Baruprana Finance Tbk p.13 ×4
unresolved org PT Intan Baru Prana Siapkan Lini Usaha Baru p.16

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result