Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 29
Page 1
Lampiran 1
035/IBP/CORSEC-SK/XII/2024
Ringkasan Public Expose Tahunan 2024
PT Intan Baru Prana Tbk
Selasa, 17 Desember 2024
Public Expose Tahunan PT Intan Baru Prana Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) telah
dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Selasa, 17 Desember 2024
Waktu : 14.05 WIB – 15.00 WIB
Tempat : Video Live Conference melalui Aplikasi Zoom Meeting dengan
tautan berikut :
https://zoom.us/j/92166425523?pwd=3z05aFS0NkMWjGthzjYdx43iq9T
NDN.1
Meeting ID: 921 6642 5523, Passcode: 518375
Agenda materi Pembahasan dalam acara Public Expose Tahunan, Perseroan adalah
sebagai berikut:
1. Sekilas tentang Perseroan;
2. Kegiatan Usaha Perseroan;
3. Kinerja Keuangan Perseroan per 30 September 2024;
4. Aktivitas Perseroan di tahun 2024;
5. Paparan tentang peluang dan tantangan bisnis di tahun 2025 yang akan dihadapi
Perseroan dan;
6. Sesi Tanya dan Jawab.
Perseroan melaksanakan Public Expose Tahunan melalui mekanisme online dan dihadiri
oleh Direktur dan Komisaris Independ yang sekaligus memberikan pemaparannya
mengenai kondisi Perseroan. Public Expose ini juga diikuti oleh kurang lebih 29 (dua puluh
sembila) tamu undangan yang terdiri dari Pemegang Saham, Media, dan Tamu Undangan
lainnya.
Dipandu oleh Corporate Secretary Perseroan (Ibu Yunita Rivianti Riyadi) dan Moderator (Ibu
Elsa), kegiatan Public Expose Tahunan ini dibawakan oleh:
- Bapak Petrus Halim : Direktur Perseroan
- Bapak Alexander Reyza : Komisaris Independen Perseroan
- Ibu Yunita Rivianti Riyadi : Corporate Secretary Perseroan
Dalam acara Public Expose Tahunan ini, dipaparkan:
Sekilas tentang Perseroan, Struktur Pemegang Saham, Susunan Pengurus, Sumber
Daya Manusia, dan Aktivitas Perseroan di tahun 2024 yang disampaikan oleh Ibu
Yunita Rivianti Riyadi selaku Corporate Secretary Perseroan.
Page 2
Presentasi mengenai Kegiatan Usaha Perseroan, serta Peluang dan Tantangan
Bisnis di tahun 2025 yang disampaikan oleh Bapak Petrus Halim selaku Direktur
Perseroan.
Kinerja Keuangan Perseroan per 30 September 2024 yang disampaikan oleh Bapak
Alexander Reyza selaku Komisaris Independen Perseroan.
Sesi Tanya Jawab yang dibantu oleh moderator Ibu Elsa.
Setelah paparan disampaikan oleh Direksi dan Komisaris Perseroan, kemudian diberikan
waktu kepada para tamu untuk memberikan pertanyaan melalui fitur Chat pada Aplikasi
Zoom Meeting. Sesi Tanya Jawab ini dipandu langsung oleh Moderator.
Berikut ini adalah hasil tanya jawab yang terjadi, yaitu:
1. Pertanyaan dari Indah – Investor Daily
Q Berapa besar anggaran Capex Perseroan 2025?
Berapa target pendapatan dan laba tahun 2025?
A Perseroan masih dalam tahap menyelesaikan dan mengevaluasi
Rancangan Kerja Anggaran Bisnis 2025, sehingga belum dapat
menyampaikan target tersebut. Adapun yang perlu dipahami, yaitu strategi
bisnis IBP 2025 adalah bermitra dengan customer base dari induk usaha,
yaitu PT Intraco Penta Tbk yang didasari atas pengalaman lebih dari 50
tahun di bidang alat berat, sehingga Perseroan memulai diversifikasi usaha
di bidang angkutan kayu maupun penyewaan alat berat di bidang industri
tambang. Ini merupakan bisnis baru bagi IBP namun sebaliknya tidak bagi
induk usaha (Intraco Penta), karena bisnis baru tersebut bukanlah bisnis
yang asing. Melalui bisnis baru ini, Perseroan memberikan sebuah solusi
untuk customer-customer yang memiliki proyek namun membutuhkan solusi
rental dalam pengelolaan proyeknya. Ini sudah mulai dijajaki sejak tahun
2023, Perseroan terus menjajaki dan mengevaluasi dengan cermat serta
memonitor progressnya. Atas dasar pondasi tersebut yang telah
dicanangkan pada tahun 2024, 10 unit yang diangkut untuk bisnis kayu di
Kalimantan dan juga beberapa unit yang disewakan di pulau Sumatera
untuk industri tambang. Semoga di tahun 2025 Perseroan dapat
mengembangkan bisnisnya, baik dari jumlah alat maupun dari jumlah
proyeknya.
Q Dalam lini bisnis baru apakah akan menggandeng partner?
A Di dalam bisnis baru tersebut, Perseroan membutuhkan modal usaha yang
sudah pasti akan menggandeng mitra yang bisa saja berasal dari
perbankan maupun multifinance untuk pembiayaan alat berat. Selain itu
juga bermitra dengan pabrik manufaktur yang memproduksi alat berat
seperti dari China karena selain memberikan alatnya, mereka juga dapat
memberikan dukungan pembiayaan. Di samping itu, mitra lainnya juga
termasuk PT Intraco Penta Tbk sebagai induk yang memberikan arahan dan
pengalamannya, serta fasilitas yang dapat digunakan Perseroan dalam
Page 3
menjalankan lini bisnis baru tersebut. Mitra yang Terakhir, yaitu pelanggan
loyal yang membutuhkan jasa sewa juga menjadi target utama dalam
membahas peluang bisnis.
2. Pertanyaan dari Rashif – Kontan
Q Bagaimana prospek kinerja di tahun depan? Apa saja sentimen
pendukungnya?
A Perseroan masih menyusun dan mengevaluasi RKAB 2025, namun
manjemen memandang cukup positif untuk tahun depan. Seperti diketahui,
tahun 2024 industri tambang mengalami sedikit penurunan dari segi
penjualan dan persewaan alat berat dikarenakan berbagai hal. Maka dari
itu, Perseroan berharap tahun 2025 akan menjadi positif meskipun kuartal I-
2025 diprediksi sedikit lambat karena banyak hari keagamaan, namun
Perseroan cukup optimis kegiatan industri tambang yang banyak
membutuhkan solusi penyewaan dapat lebih bergairah.
Q Bagaimana perseroan melihat persaingan di industri perdagangan alat
konstruksi tahun depan?
A Persaingan bisnis cukup berat dan hal yang wajar dalam bisnis. Namun,
Perseroan berbekal dengan pengalaman lebih dari 50 tahun, nama baik
dan track record dari induk usaha (PT Intraco Penta Tbk) dalam memberikan
layanan purna jual yang baik, sehingga Perseroan yakin dapat bersaing
dengan baik di sektor ini.
Q Berapa capex yang disiapkan tahun depan? Alokasinya untuk apa?
A Perseroan masih dalam tahap menyelesaikan dan mengevaluasi untuk
RKAB 2025.
3. Pertanyaan dari Puti – Inews
Q Adakah rencana ekspansi lain Perseroan ke depan usai menjual anak
usaha IMS?
A -
Q Mengapa Perseroan memilih melepas IMS?
A Perseroan melakukan evaluasi atas proyek yang berkaitan dengan IMS
karena masih belum sesuai dengan target Perseroan, namun anak usaha
IMS ini memang belum memiliki asset ataupun usaha apapun. Maka dari itu,
Perseroan memutuskan untuk melepaskan dan tidak berpartisipasi dalam
proyek tersebut.
4. Pertanyaan dari Dhera – IDX
Q Terkait dua unit bisnis perseroan yakni pengangkutan kayu di Site Sebulu-
Samarinda-Kalimantan Timur dan rental alat-alat berat, Berapa pendapatan
yang berhasil diraup hingga kuartal III-2024?
A Sebagaimana yang telah disampaikan pada paparan materi financial
highlight bahwa terjadi peningkatan dari sebelumnya Rp2,9 Miliar menjadi
Rp15,8 Miliar. Peningkatan tersebut disebabkan karena adanya bisnis
pengangkutan kayu yang berhasil dilakukan, sedangkan untuk rental alat
berat kami baru memulai nya setelah kuartal III.
Page 4
Q Apakah perseroan ada rencana untuk menambah unit kendaraan di 2025?
berapa unit? Dan jenis kendaraannya apa saja? Kemudian, berapa capex
yang dianggarkan?
A Perseroan masih menganalisa lebih lanjut mengenai tingkat keberhasilan
dari bisnis angkutan kayu yang dilakukan. Perseroan akan mencoba untuk
beroperasi di wilayah lain di luar Kalimantan Timur atau pengembangan di
wilayah Kalimantan Timur sendiri. Perseroan berharap hingga akhir tahun
2024 ini potensi dari bisnis angkutan kayu akan menjanjikan, dan selanjutnya
tidak tertutup kemungkinan Perseroan akan melakukan ekspansi lebih
lanjut.
Q Berapa prospek kinerja industri 2025? Dan bagaimana tanggapan
Perseroan terkait isu kenaikan PPN menjadi 12% di 2025? Dan apakah ada
dampaknya bagi Perseroan?
A Prospek 2025 Perseroan cukup positif, tentunya didukung dengan beberapa
faktor seperti kondisi cuaca dan harga komoditas juga membaik.
Terkait kenaikan PPN menjadi 12%, Perseroan menilai hal ini pasti
berdampak ke semua bisnis, namun Perseroan berharap hal tersebut tidak
terlalu memberikan dampak signifikan bagi kinerja Perseroan.
Q Adakah rencana perseroan untuk merambah diversifikasi usaha lainnya di
2025? Jika ada, sudah sejauh mana tahapan yang dilakukan?
A Perseroan akan menggeluti bisnis yang telah dimulai di tahun ini, yaitu
angkutan kayu dan penyewaan alat berat. Perseroan menilai masih banyak
ruang dan peluang untuk dapat bertumbuh sehingga Perseroan akan lebih
intensif dalam melakukan penetrasi di bidang usaha tersebut.
Q Rugi bersih tahun berjalan hingga September 2024 mencapai Rp77,892
miliar, apa saja strategi perseroan ke depan agar bisa membalikkan rugi
menjadi laba?
A Perseroan menilai laba akan dicapai apabila adanya pertumbuhan kinerja
bisnis perusahaan yang sehat. Sehat tersebut diimbangi dengan
manajemen risiko dan tata kelola perusahaan yang baik, sehingga
perusahaan dapat memilih bisnis yang telah menjadi core kompetensi baik
dari grup PT Intraco Penta Tbk maupun dari perusahaan yang mulai dirintis
tentu diharapkan adanya peningkatan kinerja secara bertahap. Hal
tersebut akan cepat membalikkan rugi menjadi laba. Kondisi saat ini,
Perseroan membutuhkan waktu untuk mengakumulasi pendapatan yang
berasal dari bisnis baru untuk dapat income positif sehingga rugi dapat
menjadi laba.
Setelah Sesi Tanya Jawab dilakukan, MC menutup acara pada pukul 15.00 WIB.
Demikian ringkasan jalannya kegiatan Public Expose Tahunan PT Intan Baru Prana Tbk yang
dapat kami laporkan. Terima kasih.
Page 5
Lampiran 2.
035/IBP/CORSEC-SK/XII/2024
DAFTAR HADIR
No Nama Instansi
1 Heri Antaranews
2 Rashif Kontan
3 Dhera IDX Channe
4 Jihan Viva
5 Pipit Liputan6
6 Abdul Marketnews
7 Indah Handayani Investor Daily
8 Aldyth Investortrust
9 Hermawan Harian Indonesia
10 Moeha Shangbao Indonesia
11 Annisa Bisnis Indoneia
12 Astri D. Sari INTA
13 Ivan Lingga INTA
14 Riky IPW/PWM
15 Sahala IBP
16 Fery IBP
17 Yunita R. Riyadi Corsec - IBP
18 Alexander Reyza Komisaris Independen - IBP
19 Petrus Halim Direktur - IBP
20 Willianto INTA
21 Rika IBP
22 Nofika Publik
23 Frans Ary INTA
24 Agung R IBP
25 Dian Sulinda Publik
26 Ita Herawati Publik
27 Fajar Prasetio Publik
28 Feri Publik
29 Hendra Wahyu INTA
30 Agustinus Publik
31 Fifi Maila INTA
Page 6
Lampiran 3.
035/IBP/CORSEC-SK/XII/2024
Klipping – Pemberitaan Media
Media Online
1. IBFN: Lini perdagangan alat pengangkutan komersial tingkatkan kinerja
Antaranews.com
Oleh: Muhammad Heriyanto
Selasa, 17 Desember 2024
https://m.antaranews.com/berita/4534018/ibfn-lini-perdagangan-alat-pengangkutan-komersial-
tingkatkankinerja?utm_source=antaranews&utm_medium=mobile&utm_campaign=latest_categ
ory
Jakarta (ANTARA) - Direktur PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) Petrus Halim meyakini lini
usaha baru yaitu perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan
kinerja bisnis perseroan secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha ke
depan.
Ia menjelaskan, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan
bisnis di bidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan
pada tahun lalu.
"Produk yang dipasarkan perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk
dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan dan konstruksi, dengan harga
yang bersaing pada kelasnya, serta sudah diterima dengan baik di Indonesia," ujar
Petrus dalam public expose di Jakarta, Selasa.
Sejak Desember 2023, ia menjelaskan perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha
untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Kota Samarinda, Kalimantan
Timur, dengan menginvestasikan sebanyak 10 unit sinotruk untuk mengangkut kayu.
Page 7
"Perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya di luar wilayah Kalimantan," ujar Petrus. Pada Oktober 2024, lanjutnya, perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis, dengan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat berat untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera. "Di site ini, perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang," ujar Petrus. Petrus menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha masih terbuka luas, ditambah adanya akses customer base dan fasilitas INTA Grup yang bisa dimanfaatkan. Namun demikian, Ia menyebut ada sejumlah tantangan yang perlu dihadapi perseroan pada 2025, diantaranya persaingan dengan beberapa penyedia produk sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan. "Target market yang terbatas untuk existing produk, sehingga perseroan memerlukan dukungan yang kuat dari principal dan pemegang saham, untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha perseroan," ujar Petrus. Per September 2024, perseroan mencatatkan pendapatan senilai Rp15,85 miliar, atau meningkat dibandingkan senilai Rp2,89 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Petrus mengatakan konsistensi pertumbuhan tidak terlepas dari dukungan jaringan INTA yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir seluruh wilayah di Indonesia. "Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh perseroan dan INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA," kata Petrus.
Page 8
2. Intan Baru (IBFN) Optimistis Tingkatkan Kinerja melalui Diversifikasi Usaha kontan.co.id Oleh: Rashif Usman Selasa, 17 Desember 2024 https://amp.kontan.co.id/news/intan-baru-ibfn-optimistis-tingkatkan-kinerja-melalui- diversifikasi-usaha KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis prospek lini usaha baru di sektor perdagangan alat pengangkutan komersial akan tumbuh positif di tahun-tahun mendatang. Sejak tahun lalu, IBFN mulai melakukan diversifikasi usaha dengan merambah bisnis rental alat berat dan jasa pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang dipasarkan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan di sektor perkebunan, pertambangan, dan konstruksi. Dengan harga kompetitif di kelasnya, produk ini diklaim telah mendapatkan penerimaan yang baik di pasar domestik. Direktur IBFN, Petrus Halim menyampaikan bahwa pertumbuhan kinerja IBFN tidak terlepas dari dukungan induk usaha yakni PT Intraco Penta Tbk (INTA). Menurutnya, INTA memiliki pengalaman lebih dari lima dekade di industri alat berat serta jaringan yang tersebar luas di seluruh Indonesia. “Kami mengandalkan beberapa keunggulan eksisting produk yang ditangani oleh IBFN dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis perseroan serta grup usaha INTA,” kata Petrus saat publix expose, Selasa (17/12). Pada Desember 2023, IBFN mulai mengembangkan usaha pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. IBFN menginvestasikan 10 unit SINOTRUK untuk mendukung operasional di proyek ini. IBFN juga tengah menganalisis potensi pengembangan bisnis serupa di lokasi lain di luar Kalimantan.
Page 9
Tidak hanya itu, pada Oktober 2024, IBFN merambah bisnis rental alat berat untuk proyek tambang di Sumatra. Dalam proyek ini, perusahaan mempekerjakan 12 karyawan di lokasi tambang. Selain itu, Petrus menyadari sejumlah tantangan yang akan dihadapi pada 2025, seperti persaingan ketat dengan penyedia produk sejenis, kebutuhan untuk menjaga kualitas dan harga produk, serta meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Berdasarkan laporan kinerja keuangannya per kuartal III-2024, IBFN mencatatkan rugi bersih tahun berjalan mencapai Rp 77,89 miliar, naik 38,91% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 56,07 miliar. Sementara itu, pendapatan bersih perusahaan tercatat mencapai Rp 2,95 miliar, naik tipis 2,23% dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,89 miliar.
Page 10
3. Intan Baru Prana (IBFN) Optimistis Potensi Bisnis Kian Terbuka Luas di 2025 Idxchannel.com Oleh: Dhera Arizona Selasa, 17 Desember 2024 https://www.idxchannel.com/amp/market-news/intan-baru-prana-ibfn-optimistis- potensi-bisnis-kian-terbuka-luas-di-2025 IDXChannel – Emiten yang bergerak di bidang perdagangan alat pengangkutan komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis lini usaha baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha perseroan ke depan. Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis di bidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan sejak Desember 2023. Produk yang dipasarkan oleh perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan dan kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia. Direktur Intan Baru Prana Petrus Halim mengatakan, konsistensi pertumbuhan perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir di seluruh wilayah-wilayah besar Indonesia. “Kami mengandalkan beberapa keunggulan eksisting produk yang diageni oleh perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik secara virtual, Selasa (17/12/2024). Sejak akhir Desember 2023, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. Perseroan menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang disampaikan dalam materi Paparan Publik.
Page 11
Selanjutnya, kata dia, perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan. Pada Oktober 2024, lanjutnya, perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis. Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera. "Di site ini, perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang," kata Petrus. Dia menambahkan, perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha masih terbuka luas, apalagi perseroan memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan. Meski demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi pada 2025 juga masih dipetakan oleh perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan. "Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk eksisting produk sehingga perseroan memerlukan dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha perseroan," kata Petrus. Sebagai informasi, IBFN mengantongi pendapatan Rp15,85 miliar per September 2024. Jumlah ini naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar. Meski pendapatan naik, namun perseroan membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp77,89 miliar per September 2024. Angka ini naik jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp56,07 miliar. Menurut perseroan, ini disebabkan oleh naiknya beban usaha yakni dari Rp2,82 miliar di September 2023 menjadi Rp15,04 miliar pada September 2024. 4. Intan Baru Prana (IBFN) Bicara soal Dampak PPN 12 Persen terhadap Kinerja Bisnis
Page 12
Idxchannel.com Oleh: Dhera Arizona Selasa, 17 Desember 2024 https://www.idxchannel.com/amp/market-news/intan-baru-prana-ibfn-bicara-soal- dampak-ppn-12-persen-terhadap-kinerja-bisnis IDXChannel - Emiten perdagangan alat pengangkutan komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) menyatakan, kebijakan pemerintah untuk menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen di awal 2025 akan memberikan dampak terhadap kinerja bisnis perseroan. Namun, itu juga dipastikan akan berdampak terhadap ke semua industri. "PPN (naik) sudah pasti akan berdampak semua bisnis. Enggak hanya kita," ujar Direktur Intan Baru Prana Petrus Halim dalam Paparan Publik secara virtual, Selasa (17/12/2024). Namun, dia berharap kenaikan PPN menjadi 12 persen tersebut tidak berdampak terlalu besar bagi industri alat pengangkutan komersial dan kinerja bisnis perseroan. "Semoga (dampaknya) tidak terlalu besar untuk industri kami," kata Petrus. IBFN mengantongi pendapatan Rp15,85 miliar per September 2024. Jumlah ini naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar. Meski pendapatan naik, namun perseroan membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp77,89 miliar per September 2024. Angka ini naik jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp56,07 miliar. Menurut perseroan, ini disebabkan oleh naiknya beban usaha yakni dari Rp2,82 miliar di September 2023 menjadi Rp15,04 miliar pada September 2024. Sebagai informasi, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025. Hal itu sejalan dengan Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). 5. Intan Baruprana Finance Cetak Pendapatan Rp 15,85 Miliar hingga September 2024
Page 13
Viva.co.id Oleh: Raden Jihad Akbar Selasa, 17 Desember 2024 https://www.viva.co.id/bisnis/1782084-intan-baruprana-finance-cetak- pendapatan-rp-15-85-miliar-hingga-september- 2024?utm_source=viva_android_app&utm_medium=share_button&utm_campaign =share_content Jakarta, VIVA – PT Intan Baru Prana Tbk (d/h PT Intan Baruprana Finance Tbk) atau IBFN mencatat, per September 2024 perseroan telah mengantongi pendapatan sebesar Rp 15,85 miliar. Angka itu naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,89 miliar. Direktur PT Intan Baru Prana Tbk, Petrus Halim mengatakan potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan. "Perseroan mengantongi pendapatan per September 2024 Rp 15,85 miliar naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,89 miliar," ujar Petrus di Jakarta Selasa, 17 Desember 2024. Petrus juga optimistis di lini usaha yang baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan ke depan. Sejak tahun lalu, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis dibidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang dipasarkan oleh Perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan & kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia. Petrus menuturkan, konsistensi pertumbuhan Perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh wilayah-wilayah besar di Indonesia.
Page 14
“Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya. Sejak akhir Desember 2023, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. Perseroan menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, Perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya di luar wilayah Kalimantan. Lalu pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis. Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera. Di site ini, Perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang. Kendati demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi di tahun 2025 ini juga masih dipetakan oleh Perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan. Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk existing produk sehingga Perseroan memerlukan dukungan yang kuat dari principal, dan pemegang saham untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan. 6. Andalkan Strategi Diversifikasi, Bagaimana Prospek Intan Baru Prana pada 2025? Liputan6.com
Page 15
Oleh: pipit Rabu, 18 Desember 2024 https://www.liputan6.com/amp/5839741/andalkan-strategi-diversifikasi- bagaimana-prospek-intan-baru-prana-pada-2025 PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis strategi diversifikasi akan mendongkrak kinerja perseroan pada 2025. Perseroan meyakini, lini usaha yang baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan ke depan. Liputan6.com, Jakarta PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis strategi diversifikasi akan mendongkrak kinerja perseroan pada 2025. Perseroan meyakini, lini usaha yang baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan ke depan. Sejak tahun lalu, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis di bidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang dipasarkan oleh Perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan & konstruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia. Direktur PT Intan Baru Prana Tbk, Petrus Halim mengatakan konsistensi pertumbuhan Perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh wilayah-wilayah besar di Indonesia. “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa (17/12/2024). Sejak akhir Desember 2023, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. Perseroan menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, Perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan. Selanjutnya pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis. Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera. Di site ini, Perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang. Perseroan mengantongi pendapatan per September 2024 Rp 15,85 miliar naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,89 miliar.
Page 16
Perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan. Kendati demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi di tahun 2025 ini juga masih dipetakan oleh Perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan. "Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk existing produk sehingga Perseroan memerlukan dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan," pungkas Petrus. 7. PT Intan Baru Prana Siapkan Lini Usaha Baru Buat Jaga Kelangsungan Bisnis Marketnews.com Oleh: abdul
Page 17
Rabu, 18 Desember 2024 https://marketnews.id/market-update/2024/12/pt-intan-baru-prana-siapkan-lini- usaha-baru-buat-jaga-kelangsungan-bisnis/ MarketNews.id-Intan Baru Prana (IBFN) yakin, lini usaha baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha ke depan. Direktur Intan Baru Prana, Petrus Halim mengatakan produk yang dipasarkan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan dan kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia. “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa 17 Desember 2024. Dia mengingatkan bahwa sejak akhir Desember 2023, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. “Kami menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, kami akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan,” papar dia. Selanjutnya pada Oktober 2024, kata dia, perseroan mulai mengembangkan usaha ke bisnis penyewaan. “Kami mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat berat untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera,” kata dia.
Page 18
“Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa 17 Desember 2024. Dia mengingatkan bahwa sejak akhir Desember 2023, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. “Kami menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, kami akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan,” papar dia. Selanjutnya pada Oktober 2024, kata dia, perseroan mulai mengembangkan usaha ke bisnis penyewaan. “Kami mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat berat untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera,” kata dia. 8. Intan Baru Prana (IBFN) Optimistis Bisnis Cerah pada 2025 Investor.id
Page 19
Oleh: Indah Rabu, 18 Desember 2024 https://investor.id/market/383853/intan-baru-prana-ibfn-optimistis-bisnis-cerah- pada-2025 JAKARTA, investor.id - PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis bisnis cerah pada 2025. Seiring dengan lini usaha yang baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan ke depan. Direktur Intan Baru Prana (IBFN) Petrus Halim menjelaskan, sejak tahun lalu, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis di bidang rental alat- alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang dipasarkan oleh Perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan & konstruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia. Petrus menambahkan, konsistensi pertumbuhan Perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh wilayah-wilayah besar di Indonesia. “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa (17/12/2024). Menurut Petrus, sejak akhir Desember 2023, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. Perseroan menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu. Selanjutnya, Perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan.
Page 20
“Selanjutnya pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis. Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera. Di site ini, Perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang,” papar Petrus. Perseroan mengantongi pendapatan per September 2024 Rp15,85 miliar naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar. Perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi usaha masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan. Kendati demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi di 2025 juga masih dipetakan oleh Perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan. “Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk existing produk sehingga Perseroan memerlukan dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan,” tutupnya. 9. Intan Baru Prana Ungkap Langkah Jaga Kelangsungan Usaha Bisnis.id Oleh: Abdul Aziz
Page 21
Rabu, 18 Desember 2024 https://bisnis.hallo.id/korporasi/7314167070/intan-baru-prana-ungkap-langkah-jaga- kelangsungan-usaha Hallo Bisnis- Intan Baru Prana (IBFN) yakin lini usaha baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha ke depan. Direktur Intan Baru Prana, Petrus Halim mengatakan produk yang dipasarkan oleh memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan dan kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia. “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa (17/12/2024). Dia mengingatkan bahwa sejak akhir Desember 2023, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. “Kami menginvestasikan 10unit SINOTRUK untuk mengangkut kayu sebagaimana yang disampaikan dalam materi Paparan Publik. Selanjutnya, kami akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan,” papar dia. Selanjutnya pada Oktober 2024, kata dia, perseroan mulai mengembangkan usaha ke bisnis penyewaan. “Kami mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera,” kata dia.
Page 22
Sementara ini IBFN mengantongi pendapatan per September 2024 Rp15,85 miliar
naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar.
Perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi
usaha masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta
fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan.
Kendati demikian, dia mengungkapkan sejumlah tantangan yang akan dihadapi di
tahun 2025 seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan
perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan
yang diberikan.
Selain itu, target pasar yang terbatas untuk produk sehingga Perseroan memerlukan
dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk melakukan
diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha.
10. Intan Baru Prana (IBFN) Ubah Bisnis, Kinerja Keuangan Diprediksi Bangkit
Investortrust.id
Oleh: Yuswialdyth Ardelia Almira
Page 23
Rabu, 18 Desember 2024 https://investortrust.id/market/50832/intan-baru-prana-ibfn-ubah-bisnis-kinerja- keuangan-diprediksi-bangkit JAKARTA, investortrust.id - Emiten perdagangan alat pengangkutan komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN), optimistis lini usaha baru perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan ke depan. Direktur Intan Baru (IBFN) Petrus Halim mengatakan, diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis di bidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur sudah dimulai sejak akhir Desember 2023. Perseroan menginvestasikan 10unit Sinotruk untuk mengangkut kayu. Menurut dia, produk yang dipasarkan oleh perseroan dirancang khusus agar dapat digunakan di area perkebunan, pertambangan dan kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya. “Selanjutnya, perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan,” ujarnya dalam paparan publik IBFN secara daring, Selasa (17/12/2024). Tak hanya itu, pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental bisnis. Perseroan berhasil menyewakan alat-alat beratnya untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera, dan mampu mempekerjakan 12 orang karyawannya di wilayah tersebut. Menurut Petrus, konsistensi pertumbuhan perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan induk usahanya, PT Intraco Penta Tbk (INTA), yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh wilayah-wilayah besar di Indonesia. “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia
Page 24
usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan
kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” imbuhnya.
Sebagai catatan, perseroan mencatatkan pendapatan per September 2024 senilai
Rp15,85 miliar atau naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89
miliar.
Perseroan menilai, terdapat sejumlah tantangan dinilai masih akan dihadapi oleh
Perseroan tahun 2025 seperti persaingan dengan beberapa penyedia produk yang
sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk, serta tingkat
pelayanan yang diberikan.
Kendati demikian, perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan
komersial dan diversifikasi usaha masih terbuka luas. Terlebih lagi, Perseroan memiliki
akses customer base serta fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan.
“Perseroan memerlukan dukungan yang kuat dari Principal dan Pemegang Saham
untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan,”
tutupnya.
11. Intan Baru Prana (IBFN) Optimistis 2025 Konsistensi Tumbuh
Emitennews.com
Oleh: -
Page 25
Rabu, 18 Desember 2024 https://www.emitennews.com/news/intan-baru-prana-ibfn-optimistis-2025- konsistensi-tumbuh EmitenNews.com – Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat pengangkutan komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (d/h PT Intan Baruprana Finance Tbk) selanjutnya disebut “IBFN”, optimistis di lini usaha yang baru yakni perdagangan alat pengangkutan komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan ke depan. Sejak tahun lalu, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjalankan bisnis dibidang rental alat-alat berat dan pengangkutan kayu di wilayah Kalimantan. Produk yang dipasarkan oleh Perseroan memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan & kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia. Direktur PT Intan Baru Prana Tbk Petrus Halim mengatakan konsistensi pertumbuhan Perseroan juga tidak lepas dari dukungan jaringan PT Intraco Penta Tbk (“INTA”) yang berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri alat berat dan tersebar hampir diseluruh wilayah-wilayah besar di Indonesia. “Kami mengandalkan beberapa keunggulan existing produk yang diageni oleh Perseroan dan juga INTA Grup dibandingkan keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Kami pun akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha INTA,” katanya dalam Paparan Publik, Selasa (17/12/2024). Sejak akhir Desember 2023, Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha untuk pekerjaan pengangkutan kayu di Site Sebulu, Samarinda, Kalimantan Timur. Perseroan menginvestasikan 10 unit Sinotruk untuk mengangkut kayu sebagaimana yang disampaikan dalam materi Paparan Publik.
Page 26
Selanjutnya, Perseroan akan melakukan analisa lebih lanjut untuk pengembangan
bisnis ini apakah dapat dilakukan di site lainnya diluar wilayah Kalimantan.
Selanjutnya pada Oktober 2024, Perseroan mulai mengembangkan usaha ke rental
bisnis. Perseroan mendapatkan kesempatan untuk menyewakan alat-alat beratnya
untuk pekerjaan tambang di wilayah Sumatera.
Di site ini, Perseroan mempekerjakan karyawannya sebanyak 12 orang. Perseroan
mengantongi pendapatan per September 2024 Rp15,85 miliar naik dari periode
yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 miliar.
Perseroan menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial dan diversifikasi
usaha masih terbuka luas apalagi Perseroan memiliki akses customer base serta
fasilitas dari INTA Grup yang bisa dimanfaatkan.
Kendati demikian, sejumlah tantangan yang akan dihadapi di tahun 2025 ini juga
masih dipetakan oleh Perseroan seperti persaingan dengan beberapa penyedia
produk yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya, kualitas dan harga produk,
serta tingkat pelayanan yang diberikan.
Tak hanya itu, target market yang terbatas untuk existing produk sehingga Perseroan
memerlukan dukungan yang kuat dari Principal, dan Pemegang Saham untuk
melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan.
Media Cetak
1. Intan Baru Prana Optimis Bisnis di 2025
Page 27
Harian Neraca, 18 Desember 2023 Bursa & Finansial Berita/Tone Positif Hal 4 2. Intan Baru Prana, 2025 Untuk Pertumbuhan Yang Berkelanjutan Harian Indonesia, 18 Desember 2023 Berita/Tone Positif
Page 28
Hal B8 3. IBFN Optimis Tentang Pertumbuhan Kinerja Tahun Depan Harian Indonesia, 20 Desember 2024 Berita/Tone Positif
Page 29
Hal 5
Names mentioned 38 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Yunita Rivianti Riyadi
· Corporate Secretary
p.1 ×3
unresolved
person
Elsa
p.1
unresolved
person
Elsa. Setelah
p.2
unresolved
—
Rashif
p.5
unresolved
—
Dhera
p.5
unresolved
—
Jihan
p.5
unresolved
—
Pipit
p.5
unresolved
person
Abdul
p.5
unresolved
—
Indah Handayani
p.5
unresolved
—
Aldyth
p.5
unresolved
—
Moeha
p.5
unresolved
—
Annisa
p.5
unresolved
—
Astri D. Sari
p.5
unresolved
—
Ivan Lingga
p.5
unresolved
—
Riky
p.5
unresolved
—
Sahala
p.5
unresolved
—
Yunita R. Riyadi
p.5
unresolved
—
Willianto
p.5
unresolved
—
Rika
p.5
unresolved
—
Nofika
p.5
unresolved
—
Frans Ary
p.5
unresolved
—
Agung R
p.5
unresolved
—
Dian Sulinda
p.5
unresolved
—
Ita Herawati
p.5
unresolved
—
Fajar Prasetio
p.5
unresolved
—
Hendra Wahyu
p.5
unresolved
—
Agustinus
p.5
unresolved
—
Fifi Maila
p.5
unresolved
org
Intan Baruprana Finance Tbk
p.13 ×4
unresolved
org
PT Intan Baru Prana Siapkan Lini Usaha Baru
p.16
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.