Back to announcement
20241220_DOID_Laporan Informasi dan Fakta Material_31830326_lamp1.pdf
Other Text extracted DOIDSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
SIARAN PERS UNTUK DIDISTRIBUSIKAN SEGERA
Delta Dunia Group Catatkan Kinerja Stabil di 9M 2024 dengan
Pencapaian Transformatif untuk Dorong Pertumbuhan Jangka Panjang
• Di tengah tantangan signifikan akibat kondisi cuaca ekstrem di Indonesia dan Australia, Delta
Dunia Group melaporkan pendapatan yang stabil sebesar USD1,35 miliar selama 9M 2024.
• EBITDA untuk periode 9M 2024 turun 16% YoY menjadi USD252,3 juta, yang dipengaruhi oleh
penurunan produksi akibat cuaca dan investasi yang direncanakan.
• Rugi bersih membaik signifikan menjadi USD17,4 juta, turun dari USD26,6 juta yang dilaporkan
pada 1H 2024, meskipun ada peningkatan 20% pada biaya keuangan dan investasi berorientasi
masa depan. Perbaikan ini didukung oleh penguatan mata uang, stabilitas tingkat SOFR, serta
hasil ACG yang berbasis mata uang USD.
• Belanja modal meningkat 79% YoY menjadi USD133.1 juta, difokuskan untuk mendukung
peningkatan (ramp-up) site yang sudah ada serta biaya Repair and Maintenance. Grup tetap
berada di jalur untuk memenuhi panduan belanja modal setahun penuh sebesar USD150 juta
hingga USD190 juta.
• Arus kas operasional tumbuh 2% YoY menjadi USD232 juta, didorong oleh pengelolaan modal
kerja yang efektif. Arus kas bebas Grup dipengaruhi oleh investasi strategis di ACG dan belanja
modal yang berkaitan dengan kontrak.
• Rasio Utang Bersih terhadap EBITDA tetap sehat sebesar 2,17x per September 2024, dengan
akuisisi seperti ACG yang diharapkan dapat memperbaiki rasio tersebut.
• Grup memperkuat jejak operasionalnya dengan kontrak-kontrak yang signifikan, termasuk
perjanjian 11 tahun senilai USD7,8 miliar dengan PT Indonesia Pratama (anak perusahaan Bayan
Group), perpanjangan kontrak dua tahun di Tambang Meandu, Australia dengan TEC Coal Pty
Ltd, senilai AUD200 juta per tahun, dan kontrak baru sepanjang usia tambang (Life-of-Mine)
senilai USD755 juta dengan PT Persada Kapuas Prima di Kalimantan Tengah. Kontrak-kontrak
ini secara efektif melipatgandakan order book Grup hingga tiga kali lipat menjadi lebih dari
USD12,7 miliar.
• Grup juga menandai tonggak penting melalui akuisisi ACG yang transformatif, perjanjian
mengikat untuk mengakuisisi 51% saham di Dawson Complex1, salah satu tambang batu bara
metalurgi terbesar di Australia, dan meningkatkan investasi di 29Metals, sebuah perusahaan
pertambangan logam dasar dan logam mulia yang tercatat di Bursa Efek Australia (ASX).
• Pendapatan dari batu bara non-termal diproyeksikan meningkat menjadi 28% pada akhir FY2024,
naik dari 26% pada 9M 2024. Peningkatan ini sejalan dengan strategi Grup untuk mengurangi
ketergantungan pada batubara termal dan mengembangkan portofolio yang lebih beragam.
Jakarta, 20 Desember 2024 – PT Delta Dunia Makmur Tbk (“Delta Dunia Group” atau “Grup”, IDX: DOID)
mengumumkan hasil yang stabil untuk sembilan bulan pertama tahun 2024 (“9M 2024”), terus melangkah di jalur
pertumbuhan yang berkelanjutan di pasar-pasar global utama, menunjukkan ketangguhan dalam operasional
dan kinerja keuangannya meskipun menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan tantangan operasional. Grup juga
mengambil langkah signifikan dalam memperkuat bisnis intinya dan membangun fondasi yang kokoh untuk
pertumbuhan di masa depan melalui akuisisi dan investasi strategis.
Pada 9M 2024, Grup mempertahankan pendapatan stabil sebesar USD1,35 miliar, dibandingkan dengan
USD1,36 miliar year-on-year (“YoY”), meskipun menghadapi gangguan operasional yang disebabkan oleh
peningkatan curah hujan di Indonesia dan Australia, yang masing-masing meningkat sebesar 38% dan 53%.
Inisiatif pemulihan setelah hujan (recovery after rain) yang efektif membatasi penurunan pengupasan tanah (OB
1
Tunduk pada akuisisi Peabody atas Dawson, hak memesan efek terlebih dahulu tertentu, izin dan persetujuan regulator.
1
Page 2
removal) menjadi hanya 9% YoY, sementara produksi batu bara meningkat 3%, mencerminkan efektivitas
strategi mitigasi dan ketahanan operasional. EBITDA Grup turun 16,4% YoY menjadi USD252,3 juta, terutama
disebabkan oleh kondisi ekstrem tersebut dan investasi yang direncanakan untuk meningkatkan kapasitas
produksi jangka panjang Grup.
Penguatan nilai tukar Rupiah (IDR) dan Dolar Australia (AUD) terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), bersama
dengan stabilnya tingkat Secured Overnight Financing Rate (SOFR), memungkinkan Grup mengelola tekanan
keuangan dengan lebih efektif. Pada 9M 2024, biaya keuangan Grup meningkat sebesar 20% YoY akibat
investasi berorientasi masa depan, yang menyebabkan kerugian bersih USD17,4 juta—membaik signifikan dari
kerugian bersih USD26,6 juta pada 1H 2024. Penting untuk dicatat bahwa kerugian ini terutama disebabkan oleh
langkah proaktif yang diambil untuk memperkuat fondasi keuangan Grup, termasuk pembayaran utang lebih
awal dan pembelian kembali obligasi. Tindakan-tindakan ini, meskipun berdampak pada hasil jangka pendek,
diharapkan dapat mengurangi beban bunga dan meningkatkan fleksibilitas keuangan Grup dalam jangka
panjang.
Iwan Fuad Salim, Direktur Delta Dunia Group, mengatakan, “Periode 9M 2024 menjadi fase penting lainnya
dalam perjalanan transformasi kami, yang ditandai dengan pencapaian-pencapaian signifikan yang
memantapkan langkah kami menuju pertumbuhan berkelanjutan. Fokus teliti kami pada keunggulan operasional,
ekspansi geografis, diversifikasi komoditas, dan keberlanjutan menempatkan kami pada posisi kuat di lanskap
pertambangan global. Melalui akuisisi strategis, raihan kontrak signifikan, dan diversifikasi lebih lanjut ke
batubara non-termal dan logam dasar, kami membangun bisnis yang terdiversifikasi dan future-ready, yang
memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.”
Investasi Strategis dan Kontrak-kontrak Penting Mendorong Pertumbuhan Jangka Panjang
Grup telah mencatatkan sejumlah tonggak penting yang signifikan untuk mendorong pertumbuhannya di masa
depan. Pencapaian ini mencakup perpanjangan kontrak 11 tahun senilai USD7,8 miliar dengan PT Indonesia
Pratama (IPR), anak perusahaan Bayan Group, perpanjangan kontrak dua tahun senilai AUD 200 juta untuk
Tambang Meandu di Australia dengan TEC Coal Pty Ltd, serta kontrak baru sepanjang usia tambang senilai
USD755 juta dengan PT Persada Kapuas Prima (PKP) di Kalimantan Tengah. Perjanjian-perjanjian ini tidak
hanya mendistribusikan risiko tetapi juga memperkuat sebaran geografis Grup, serta secara efektif
melipatgandakan order book hingga tiga kali lipat menjadi lebih dari USD12,7 miliar, sekaligus memperkuat
kepercayaan klien terhadap kapabilitas operasional Grup dan komitmennya terhadap kemitraan jangka panjang.
Grup juga mengambil langkah signifikan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan berkelanjutan melalui berbagai
akuisisi strategis. Akuisisi saham mayoritas di Atlantic Carbon Group, Inc. (“ACG”) menandai ekspansi Grup ke
pasar Amerika Serikat sekaligus memperluas bisnis menjadi pemilik tambang. Hasil keuangan dan kinerja ACG,
yang berbasis dalam mata uang USD sehingga bebas dari risiko nilai tukar dan fluktuasi mata uang, telah
dikonsolidasikan ke laporan kinerja Grup untuk Kuartal 3 2024. Dengan kontribusi antrasit ultra-high-grade dari
ACG, pendapatan batu bara non-termal kini menyumbang 26% dari total pendapatan Grup, mengurangi proporsi
yang berasal dari batu bara termal yang saat ini berkontribusi 74%. Pendapatan dari batu bara non-termal
diproyeksikan meningkat menjadi 28% pada akhir 2024.
Selanjutnya, untuk memperkokoh posisinya sebagai pemilik tambang, Grup telah menandatangani perjanjian
mengikat untuk mengakuisisi 51% saham di Dawson Complex, salah satu tambang batu bara metalurgi terbesar
di Australia. Operasional Dawson Complex memiliki kapasitas produksi tahunan lebih dari 8 juta bcm, cadangan
lebih dari 20 tahun, dan sumber daya hingga 50 tahun, serta Coal Handling and Preparation Plant (CHPP)
berkapasitas lebih dari 12 juta ton per tahun. Beroperasi selama lebih dari 60 tahun, Dawson Complex telah
menjalin hubungan kuat dengan pasar utama di Asia, termasuk India dan Jepang. Selain itu, Grup juga
meningkatkan kepemilikan sahamnya di 29Metals Limited, perusahaan tambang logam dasar dan logam mulia
berbasis tembaga di Australia, sebagai bagian dari upaya mendorong diversifikasi ke logam dasar dan logam
mulia serta mengurangi ketergantungan pada batu bara termal.
2
Page 3
Berfokus pada ekspansi strategis dan diversifikasi, belanja modal (Capex) Grup mencapai USD 133,1 juta pada
Q3 2024, mencatat kenaikan sebesar 79% YoY. Investasi ini meningkatkan efisiensi operasional dan mendorong
pertumbuhan melalui ekspansi di site yang sudah ada, serta biaya Repair and Maintenance (R&M) yang
memastikan umur panjang dan efisiensi aset Grup, sejalan dengan panduan Capex sepanjang tahun sebesar
USD 150 juta hingga USD 190 juta. Secara bersamaan, pengelolaan modal kerja yang lebih baik menghasilkan
peningkatan arus kas operasional sebesar 2%, mencapai sekitar USD 232 juta. Free cash flow (FCF) tercatat
sebesar USD 80,2 juta. Namun, setelah akuisisi, FCF menurun menjadi USD -35,6 juta akibat investasi strategis,
terutama di ACG dan belanja modal yang berkaitan dengan kontrak. Investasi ini mencerminkan komitmen Grup
terhadap pertumbuhan dan membangun legacy yang berkelanjutan.
Kekuatan Finansial dan Komitmen terhadap Nilai bagi Pemegang Saham
Grup terus berkomitmen menciptakan nilai bagi para pemegang saham sambil mempertahankan posisi
keuangan yang kuat melalui manajemen keuangan yang berhati-hati, termasuk menyelaraskan jatuh tempo
utang secara strategis dengan usia pakai peralatan operasional. Per September 2024, Grup mencatatkan rasio
Utang Bersih/EBITDA yang sehat sebesar 2,17x. Akuisisi terbaru, seperti ACG, diharapkan dapat mendorong
peningkatan kinerja dan memperbaiki rasio ini seiring dengan integrasi penuh EBITDA ACG.
Keberhasilan penerbitan Obligasi BUMA II Tahun 2024 pada September 2024, yang mengalami kelebihan
permintaan sebesar 1,4x, menunjukkan kuatnya permintaan investor serta kepercayaan terhadap manajemen
arus kas dan profil kredit BUMA. Penerbitan obligasi ini memungkinkan BUMA untuk mengamankan komitmen
investor yang lebih besar untuk tenor jangka panjang, secara signifikan meningkatkan kemampuannya untuk
mengelola profil jatuh tempo utangnya secara efektif.
“Kami berdedikasi untuk mempertahankan manajemen keuangan yang solid, terutama dalam mempertahankan
metrik kredit yang kuat dan memperkokoh keberadaan kami di sektor pertambangan di Indonesia, Australia, dan
Amerika Serikat. Strategi pembiayaan yang kami terapkan memperkuat fondasi keuangan kami dan
memungkinkan kami untuk mengembangkan bisnis kami, mengukuhkan reputasi kami sebagai perusahaan
pertambangan terdiversifikasi berskala global,” tutup Iwan.
***
Tentang PT Delta Dunia Makmur Tbk (Delta Dunia Group):
Didirikan pada 1990, PT Delta Dunia Makmur Tbk (Delta Dunia Group) adalah perusahaan induk terkemuka yang beroperasi
di Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat. Anak perusahaan utama kami, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA),
adalah penyedia jasa pertambangan terkemuka untuk beberapa perusahaan tambang terbesar di Indonesia dan Australia
(melalui BUMA Australia Pty Ltd). Pada Juni 2024, melalui PT Bukit Makmur Internasional (BUMA International), Grup
mengakuisisi Atlantic Carbon Group, Inc. (ACG) dan berhasil menjadi produsen utama batubara antrasit di AS, dan semakin
memperkuat jejak global Grup di industri pertambangan.
Pada 2023, Delta Dunia Group memperluas portofolionya dengan penambahan dua anak perusahaan baru: PT Bukit
Teknologi Digital (BTech), mengembangkan teknologi pembelajaran mendalam AI untuk meningkatkan efisiensi
operasional, mengurangi emisi, dan meminimalkan risiko operasional Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), dan PT BISA
Ruang Nuswantara (BIRU), sebuah perusahaan sosial yang didedikasikan untuk pendidikan, sekolah kejuruan, dan
mendorong ekonomi sirkular.
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Kode Saham: DOID), Delta Dunia Group berkantor pusat di Jakarta, Indonesia, dan
didukung oleh lebih dari 16.000 karyawan yang tersebar di Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat. Pada Juni 2024, Delta
Dunia Group diakui sebagai salah satu dari 200 perusahaan teratas dalam peringkat FORTUNE Southeast Asia 500, sebuah
daftar bergengsi yang mengidentifikasi perusahaan-perusahaan terbesar di kawasan Asia Tenggara berdasarkan
pendapatan.
3
Page 4
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
PT Delta Dunia Makmur Tbk
Corporate Communications
Email: communications@deltadunia.com
Website: www.deltadunia.com
***
4
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Indonesia Pratama
p.1 ×2
unresolved
org
TEC Coal Pty Ltd
p.1 ×2
unresolved
org
PT Persada Kapuas Prima
p.1 ×2
unresolved
org
BUMA Australia Pty Ltd
p.3
unresolved
org
PT Bukit Makmur Internasional
p.3
unresolved
org
PT Bukit Teknologi Digital
p.3
unresolved
org
PT BISA Ruang Nuswantara
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.