Skip to content
Back to announcement

20241218_JSPT_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31830017_lamp1.pdf

Other Text extracted JSPT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 19

Page 1 OCR 0.943
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

No. 24/BEI/HO-CSL/JSI/XII/2024 Jakarta, 18 Desember 2024

Kepada :

PT Bursa Efek Indonesia
Indonesia Stock Exchange Building Tower 1, LL Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 - Jakarta 12190

Up. Bp. I Gede Nyoman Yetna — Direktur
Bp. Adi Pratomo Aryanto — Kepala Divisi PP 2

Perihal : Penjelasan Kepada Bursa

Dengan hormat,

Merujuk kepada surat dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IDXnet No. S-13155/BEI.PP2/12-2024,
tanggal 16 Desember 2024, Perihal : Permintaan Penjelasan Bursa, bersama ini kami sampaikan
penjelasannya (hanya untuk nomor 1 sampai dengan 31 akan disampaikan melalui fitur

reply IDXnet) :

Operasional dan Bisnis Perseroan.

1. Sehubungan dengan kegiatan usaha Perseroan agar dapat dijelaskan :
a. Perkembangan kegiatan usaha Perseroan utamanya future project Perseroan seperti :

Setiabudi 2 Building, 3A Floor

1)

2)

3)

4)

Hyatt Regency Yogyakarta.

Jawaban :

Saat ini Perseroan sedang melakukan renovasi bertahap pada Hyatt Regency
Yogyakarta yang memiliki 269 kamar, dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2026.
Pada tahap pertama untuk total kamar sebanyak 77 kamar telah selesai pada bulan
Agustus 2024 lalu dan sudah dipasarkan.

Apartemen Setiabudi SkyGarden.

Jawaban :
Apartemen ini memiliki sisa sebanyak 50 unit apartemen yang sebelumnya
dicadangkan untuk disewakan, tahun ini telah hampir terjual semuanya.

Puri Botanical.

Jawaban :

Adalah perumahan di Jakarta Barat. Sejak tahun lalu, telah memasarkan 70 rumah di
kluster Lavender, yang penjualannya diterima dengan baik dan hampir terjual
semuanya di tahun ini. Ke depan, akan dikembangkan kluster-kluster berikutnya
serta lifestyle retail untuk memenuhi kebutuhan perumahan dan ritel di sekitar
Jakarta Barat.

Residensial di Kawasan Sanur.
Jawaban :

Kami berencana membangun kondominium dan villa eksklusif di lahan seluas sekitar
4,3 hektar, yang akan dijual kepada konsumen lokal dan internasional.

Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 62, Kuningan

Jakarta 12920, Indonesia
t 0215220568

f 021522 8649
wwwjsi.co.id
Page 2 OCR 0.957
D PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

5)

6)

7)

Savanna Sumatera.

Jawaban :

Proyek ini akan dikembangkan sebagai kota terpadu di Sumatera Utara di lahan
seluas 650 hektar. Saat ini, Perseroan sedang melakukan cut and fill serta
menyiapkan infrastrukturnya.

Revitalisasi Bali Collection.

Jawaban :

Sebagai salah satu aset Perseroan di kawasan ITDC Nusa Dua, Bali, Perseroan akan
melakukan revitalisasi Bali Collection Blok € seluas kurang lebih 5.000 m?, dengan
menghadirkan nuansa budaya lokal Bali yang autentik. Revitalisasi ini bertujuan
untuk memperkuat posisi Bali Collection sebagai pusat perbelanjaan eksklusif dan
berkelas di Bali. Selain itu, Perseroan juga akan menghadirkan Seafood Hub, sebuah
konsep kuliner yang menyajikan cita rasa seafood terbaik dari seluruh Nusantara.

Lifestyle retail Puri Botanical.

Jawaban :

Berlokasi strategis di kawasan elit Puri Botanical, Perseroan akan segera
meluncurkan Lifestyle Retail terbaru yang mencakup lahan seluas 2,5 hektar.
Mengusung konsep sports and entertainment, area ini akan menjadi destinasi utama
bagi gaya hidup modern dan aktif. Lifestyle Retail ini dirancang untuk menawarkan
pengalaman rekreasi dan hiburan yang lengkap, serta menjadi pusat aktivitas yang
menginspirasi komunitas dinamis di Jakarta Barat.

serta kondisi terkini Perseroan seperti Hyarta Eco Village — Yogyakarta :

Jawaban :

Adalah perumahan di Yogyakarta dengan lahan seluas kurang lebih 5 hektar, terdiri
dari 120 rumah dan 9 ruko yang penjualannya diterima dengan baik oleh konsumen,
sehingga hampir terjual semuanya di tahun ini.

b. Prospek usaha Perseroan ke depannya :

Jawaban :

Menurut Perseroan, tantangan ke depan semakin besar dan dengan terjadinya
perkembangan geopolitik global saat ini, tapi Perseroan tetap yakin bahwa peluang-peluang
bisnis ke depan di dalam negeri semakin terbuka lebar dan Perseroan akan berusaha
semakin maju dan menjadi lebih baik serta selalu mengikuti perkembangan pasar.

C. Perolehan atau pemutusan kontrak dengan pemasok atau pihak ketiga (jika ada) :

Jawaban :
Tidak ada.

d. Perolehan atau pemutusan kontrak dengan pelanggan (jika ada) :

Jawaban :
Tidak ada.
Page 3 OCR 0.922
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

e. Modal kerja yang dibutul

Jawaban :

hkan untuk menjalankan kegiatan operasional :

- Perseroan selalu mereview kebutuhan modal kerja secara berkala dan selama ini
berjalan dengan baik dan lancar.

f. Pemutusan hubungan kerja karyawan (jika ada) :

Jawaban :
Tidak ada.

8. Kendala-kendala lainnya

Jawaban :
- Persaingan usaha ya

yang dihadapi Perseroan :

ng semakin ketat.

- Terjadi perubahan fluktuasi ekonomi secara mikro maupun makro.
- Keterbatasan pembiayaan.
Masalah regulasi dan perijinan.

2. Perincian atas strategi Perseroan yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan profitabilitas

keuangan :

Jawaban :

@ Peningkatan Efisiensi Operasional.

e Pengelolaan Sumber Daya Manusia.

e Peningkatan Pendapatan dari Penyewaan Properti.
« Ekspansi Pasar dan Pengembangan Proyek Baru.

@ Kolaborasi dan Kemitraan Strategis.

3. Apakah terdapat kasus hukum

yang sedang dihadapi oleh Perseroan seperti somasi atau gugatan

terhadap Perseroan ? Jika ada, jelaskan nomor perkara, pokok perkara, pihak yang terlibat dan

legal standing Perseroan.

Jawaban :

Kasus hukum yang sedang dihadapi oleh PT Copylas Indonesia :

awan Hukum

Perkara Gugatan Perbuatan Mel
Nomor Perkara :

Pokok Perkara

Para Pihak

Legal Standing
Perseroan

Perkara Perdata nomor 626/PDT.G/2024/PN.JKT.BRT di Pengadilan
Negeri Jakarta Barat

Atas bidang tanah Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 03218
seluas 203 m? milik PT Copylas Indonesia, tumpang tindih dengan
Sertipikat Hak Milik (SHM) No.4100 dengan luas tanah 308 m? milik
perorangan atas nama Benny Abdullah S. (Alm.)

PT Copylas Indonesia -Tergugat |

Kementrian ATRBPN Cg BPN Jakarta Barat - Tergugat II

Siti Baida - Penggugat |

Krisna Purwana Letsoin - Penggugat II

Yati - Penggugat III

- Sertipikat HGB nomor 3218

- PBB

- Izin (SIPPT/IPPT/IPPR)

Seluruhnya tercatat atas nama PT Copylas Indonesia.

3
Page 4 OCR 0.910
D PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Status Perkara :

Saat ini dalam proses persidangan dengan agenda sidang DUPLIK (PT Copylas Indonesia telah

menyerahkan DUPLIK melalui Kuasa Hukum Janis & Associates).

4. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek
Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik :

Jawaban :
Tidak ada.

Laporan Keuangan per 30 September 2024 dibandingkan 31 Desember 2023 (Balance Sheet) dan
30 September 2024 (Income Statement dan Cash Flow).

1. Terkait dengan piutang lain-lain, agar dapat dijelaskan :
a. Latar belakang peningkatan menjadi Rp7,33 miliar yang sebelumnya Rp6,92 miliar :
b. Status realisasi pelunasan piutang usaha Perseroan sampai saat ini dengan melengkapi

tabel berikut :

Keterangan

“Jumlah
(Ribuan Rp)

Pelunasan

Outstanding
(Rp)

Outstanding 7
(2)

Belum jatuh tempo

Jatuh tempo:

1-30 hari

30-60 hari

61-90 hari

Lebih dari 90 hari

Total

7.326.563

Jawaban:

a. Peningkatan piutang lain-lain disebabkan kenaikan transaksi non operasional selama tahun
2024, saldo piutang lain-lain naik sebesar Rp408 juta tidak material terhadap laporan

keuangan Perseroan.

b. Status realisasi pelunasan piutang usaha Perseroan sampai saat ini:

Keterangan | “Jumlah Pelunasan | Outstanding Outstanding
| (Ribuan Rp) (Rp) (26)

Belum jatuh tempo 7.326.563 6.789.485) 537.078 7,319
Jatuh tempo: | A 1

1-30 hari — 4 F :
30-60 hari G-—————— j
61-90 hari - - - -
Lebih dari 90 hari - - - -
Total 7.326.563 6.789.485 537.078 7,3

2. Terkait dengan aset tidak lancar lainnya, agar dapat dijelaskan latar belakang penurunan

menjadi Rp2,2 miliar yang sebelumnya sebesar Rp2,98 miliar :
Page 5 OCR 0.955
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Jawaban:
Penurunan aset tidak lancar lainnya disebabkan amortisasi atas asset terkait. Penurunan ini
bersifat wajar dan tidak memiliki dampak material terhadap Laporan Keuangan.

3. Terkait dengan penyelesaian nilai wajar atas instrumen lindung nilai arus kas, agar dapat
dijelaskan peningkatan menjadi -Rp1,44 miliar yang sebelumnya sebesar -Rp8 miliar.

Jawaban:
Penyesuaian nilai wajar arus kas mengalami peningkatan sebesar Rp6,6 miliar, karena
perubahan nilai wajar atas instrumen lindung nilai arus kas yang dimiliki oleh Perusahaan.

4. Terkait dengan beban operasi lain-lain dan pendapatan operasi lain-lain, agar dapat dijelaskan
akun tersebut dan strategi Perseroan untuk mengurangi beban operasi lain-lain :
Jawaban:
Beban operasi lain-lain dan pendapatan operasi lain-lain adalah pos yang mencakup
pendapatan atau beban yang tidak secara langsung terkait dengan aktivitas utama bisnis,
seperti keuntungan atau kerugian atas penjualan aset tetap, pendapatan dan pengeluaran atas
pengelolaan lingkungan (estate management).

Perseroan secara konsisten melakukan upaya untuk mengurangi beban operasional lain-lain
dengan melakukan evaluasi berkala terhadap pengeluaran.

5. Terkait dengan laba (rugi) selisih kurs — neto, agar dapat dijelaskan :
a. Latar belakang penurunan menjadi Rp779 juta yang sebelumnya sebesar Rp18,88 miliar.
b. Strategi Perseroan untuk menjaga laba (rugi) selisih kurs Perseroan yang stabil dan positif.

Jawaban:

a. Selama tahun 2024 nilai tukar Rupiah terhadap USD mengalami penguatan Rp278 per 1 USD
(2023: Rp205/ 1 USD), Penurunan laba selisih kurs disebabkan oleh strategi Perusahaan yang
melakukan konversi sebagian pinjaman Bank dalam USD menjadi dalam mata uang Rupiah,
selain itu Perusahaan juga melakukan peningkatan saldo kas dan setara kas dalam mata
uang USD sebagai bagian dari langkah untuk mengelola eksposur mata uang asing agar lebih
stabil.

b. Strategi yang dilakukan oleh Perusahaan untuk menjaga laba (rugi) selisih kurs tetap stabil
dan positf mencakup :
e Konversi pinjaman : Melakukan konversi sebagian pinjaman bank dari USD ke
Rupiah untuk mengurangi eksposur terhadap fluktuasi nilai tukar.
e Pengelolaan Saldo Kas: Meningkatkan saldo kas dan setara kas dalam mata uang
USD, yang memberikan buffer terhadap pergerakan nilai tukar sekaligus
mengoptimalkan hasil dari aset dalam mata uang asing.
e Pemantauan Aktif Nilai Tukar: Memantau secara berkala pergerakan nilai tukar
Rupiah terhadap USD untuk menyesuaikan strategi keuangan dengan perubahan
kondisi pasar.

6. Terkait dengan arus kas Perseroan, agar dapat dijelaskan analisa dan latar belakang baik
peningkatan maupun penurunan : 1) arus kas dari aktivitas operasi 2) arus kas dari aktivitas

pendanaan, dan 3) arus kas dari aktivitas investasi.

Jawaban:
Page 6 OCR 0.939
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

# Arus kas dari aktivitas operasi :
Arus kas bersih dari aktivitas operasi mengalami peningkatan sebesar Rp230 miliar dari
Rp275,5 miliar di 2023 menjadi Rp505,6 miliar di 2024, peningkatan ini disebabkan oleh
kenaikan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp508 miliar yang mencerminkan
peningkatan penjualan jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.

# Arus kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan :
Arus kas keluar untuk aktivitas pendanaan meningkat signifikan sebesar Rp271,3 miliar, dari
(Rp15,8 miliar) di 2023 menjadi (Rp287,0 miliar) di 2024. Peningkatan ini dipengaruhi oleh
faktor-faktor berikut:

Oo Peningkatan pembayaran pinjaman kreditur dalam dan luar negeri sebesar
Rp84,3 miliar, dari Rp147,1 miliar menjadi Rp231,5 miliar.

Oo Pembayaran dividen tunai sebesar Rp30,2 miliar, yang tidak terjadi pada tahun
2023.

Oo Penurunan signifikan pada penarikan pinjaman baru dari kreditur sebesar
Rp176,4 miliar, dari Rp193,8 miliar di 2023 menjadi Rp17,4 miliar di 2024.

# Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi :
Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi mengalami penurunan sebesar
Rp18,7 miliar, dari (Rp99,4 miliar) di 2023 menjadi (Rp80,7 miliar) pada 2024. Penurunan ini
disebabkan oleh penerimaan dividen dari entitas asosiasi sebesar Rp12,5 miliar, yang
sebelumnya tidak ada pada tahun 2023. Selain itu, pengeluaran untuk perolehan aset tetap
juga berkurang dibandingkan tahun sebelumnya.

7. Terkait dengan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 4 tentang Kas dan Setara Kas,
agar dapat dijelaskan:

a. Latar belakang peningkatan bank — pihak ketiga menjadi Rp511,51 miliar yang
sebelumnya sebesar Rp260 miliar dan langkah Perseroan dalam memilih bank yang
digunakan.

b. Latar belakang penurunan deposito berjangka pihak ketiga menjadi Rp896,73 miliar
yang sebelumnya sebesar Rp1,04 triliun.

Cc. Strategi alokasi kas dan setara kas Perseroan dalam kas, bank, dan deposito berjangka.

Jawaban:

a. Latar belakang peningkatan bank — pihak ketiga menjadi Rp511,51 miliar yang sebelumnya
sebesar Rp260 miliar adalah karena adanya peningkatan penerimaan kas dari pelanggan,
efisiensi operasional dan dividen yang diterima.

Langkah Perseroan dalam memilih bank yang digunakan: Kredibilitas Bank, Diversifikasi
Bank, Suku Bunga Kompetitif, Kemudahan Akses dan Layanan, Kesesuaian dengan
Kebutuhan Operasional
b. Penurunan deposito berjangka disebabkan realokasi dana ke rekening bank untuk digunakan
pada aktivitas operasional.
Cc. Strategi alokasi kas dan setara kas Perseroan dalam kas, bank, dan deposito berjangka.
» Penempatan kas di bank untuk kebutuhan operasional harian dan cadangan likuiditas.
s Penggunaan deposito berjangka untuk menjaga dana idle agar tetap produktif dan
menghasilkan pendapatan bunga.
e Diversifikasi penempatan di beberapa bank dengan reputasi baik untuk meminimalkan
risiko.
Page 7 OCR 0.937
D

8.

PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Terkait dengan CALK nomor 5 tentang Kas dan Setara Kas yang Dibatasi Penggunaanya, agar

dapat dijelaskan latar belakang peningkatan akun tersebut menjadi Rp31,96 miliar yang
sebelumnya sebesar Rp26,87 miliar serta syarat jaminan secara singkat yang menyebabkan

peningkatan tersebut.

Jawaban:

Peningkatan saldo kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya dari Rp26,87 miliar
(31 Desember 2023) menjadi Rp31,96 miliar (30 September 2024) terutama disebabkan oleh
peningkatan saldo deposito retensi KPR dalam mata uang Rupiah karena penjualan rumah di

tahun 2024.

Saldo ini terutama terkait dengan deposito retensi KPR yang digunakan sebagai jaminan oleh
bank pemberi KPR untuk memastikan pemenuhan kewajiban penyerahan unit rumah oleh

Perusahaan kepada pembeli.

9. Terkait dengan CALK nomor 6 tentang Piutang Usaha, agar dapat dijelaskan:

a. Apakah Perseroan memiliki Piutang Usaha dari Pihak yang melebihi 104 dari piutang
usaha? Agar dapat dijelaskan beserta keterangan jatuh temponya.

b. Perincian cadangan piutang usaha per nama pihak pelanggan.

C. Status realisasi pelunasan piutang usaha Perseroan sampai per hari ini dengan melengkapi
tabel berikut ini:

Keterangan Jumlah Pelunasan Outstanding Outstanding
(Ribuan Rp) (Rp) (?e)

Belum jatuh tempo 79.535.848
Jatuh tempo: —

1-30 hari 18.908.850

30-60 hari 11.082.584 Kn

61-90 hari 3.445.591

Lebih dari 90 hari 8.493.763 |

Total | 121.466.636 — 1

d. Pengungkapan terkait piutang usaha yang dijaminkan kepada pihak ketiga beserta
dengan jumlah yang dijaminkan.

e. Langkah Perseroan memperoleh piutang usaha yang telah jatuh tempo utamanya
piutang usaha yang telah lebih dari 90 hari.

Jawaban:

a. Perseroan tidak memiliki piutang usaha dari pihak ketiga yang melebihi 10X dari total
piutang Perseroan.

b. Tidak terdapat pelanggan yang termasuk dalam cadangan penyisihan piutang, disebabkan
cadangan penyisihan piutang dihitung berdasarkan standar akuntansi menggunakan metode
expected credit loss.

Cc. Berikut status realisasi piutang :
Page 8 OCR 0.914
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Keterangan Jumlah | Pelunasan Outstanding Outstanding
(Ribuan Rp) (Rp) (22)

Belum jatuh tempo 79.535.848 | — 73.075.081! 6.460.767 396

Jatuh tempo: B Tn

1-30 hari | 18.908.850 12.268.457 6.640.393 3596

30-60 hari 11.082.584| 8.712.496 2.370.088 2196

61-90hari —— 3.445.591 2.330.039 —— 1.115.552 3296

Lebih dari9Ohari | 8.493.763 5.043.474 3.450.289 41k
(Total 121.466.636 | 101.429.547 20.037.089 1694

d. Pengungkapan terkait piutang usaha yang dijaminkan kepada pihak ketiga
sebagaimana yang diungkapkan pada CALK nomor 6, piutang usaha entitas anak dijaminkan
atas fasilitas pinjaman bank.

e. Atas piutang usaha yang telah jatuh tempo utamanya telah lebih dari 90 hari, maka
Perseroan mengambil langkah-langkah yaitu :Melakukan monitoring dan pengawasan rutin,
Komunikasi dan negosiasi insentif pemberian sanksi hingga penghentian kerjasama.

10. Terkait dengan CALK nomor 7 tentang Investasi Jangka Pendek, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang Perseroan menambah obligasi pemerintah yaitu Bonds
INDON 0030 dan INDON 0048.

b. Strategi Perseroan memilih investasi jangka pendek dan rencana kedepannya.

Jawaban:

a. Perseroan menambah investasi pada obligasi pemerintah Bonds INDON 0030 dan Bonds
INDON 0048 sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk mengamankan imbal hasil yang
stabil, pengelolaan likuiditas dan manfaat nilai tukar.

b. Dalam memilih investasi jangka pendek perusahaan menerapkan prisip konservatif,
diversifikasi portofolio dan pengelolaan arus kas yang stabil. Rencana kedepan Perseroan
akan terus memantau kondisi pasar keuangan dan mempertimbangkan potensi investasi
yang aman, stabil dan memberikan keuntungan optimal.

11. Terkait dengan CALK nomor 8 tentang Persediaan, agar dapat dijelaskan:

a. Latar belakang penurunan perlengkapan operasional dan material.

b. Rincian persedian lain-lain.

Cc. Latar belakang keyakinan Perseroan bahwa nilai pertanggungan telah memadai
untuk menutup kemungkinan kerugian yang dapat timbul dari risiko yang
dipertanggungkan.

d. Latar belakang keyakinan Perseroan bahwa tidak ada indikasi yang
menyebabkan terjadinya penurunan nilai persediaan.

e. Apakah terdapat persediaan yang dijaminkan ke pinjaman dan nilai yang dijaminkan (jika ada).

Jawaban:

a. Penurunan disebabkan oleh pemakaian perlengkapan dan material untuk mendukung
aktivitas operasional serta pengendalian pembelian stok baru sesuai kebutuhan.

b. Persediaan lain-lain terdiri dari barang-barang pendukung operasional seperti suku cadang,
alat tulis kantor, dan barang konsumsi kecil lainnya.
Page 9 OCR 0.950
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

12.

c. Keyakinan ini didasarkan pada nilai pertanggungan asuransi yang dihitung berdasarkan nilai
wajar persediaan dan evaluasi berkala yang dilakukan Perseroan dengan
mempertimbangkan risiko kerugian yang mungkin timbul.

d. Perseroan yakin tidak ada indikasi penurunan nilai berdasarkan pemeriksaan berkala
terhadap kondisi fisik persediaan, tingkat perputaran persediaan yang stabil dan tidak
adanya barang usang atau rusak siginifikan yang mempengaruhi nilai.

e. Tidak terdapat persediaan yang dijaminkan ke pihak lain

Terkait dengan CALK nomor 9 tentang Investasi Pada Entitas Asosiasi, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang penurunan nilai tercatat PT Permata Asrigriya Lestari serta
latar belakang pembagian dividen sebesar Rp12,5 miliar.
b. Latar belakang keyakinan Perseroan tidak ada penurunan potensial atas nilai
investasi pada entitas asosiasi.
c. Apakah Perseroan memiliki rencana menambah perusahaan dalam investasi
pada entitas asosiasi? Agar dapat dijelaskan.
d. Apakah Perseroan memiliki rencana penambahan persentase kepemilikan
dalam PT Permata Asrigriya Lestari? Agar dapat dijelaskan.
e. Rencana bisnis PT Permata Asrigriya Lestari serta dampaknya terhadap Perseroan.

Jawaban:

13,

a. Penurunan nilai tercatat disebabkan oleh pada tahun 2024 PAGL mengalami kerugian sehingga
dan Perseroan mencatat bagian rugi komprehensif sebesar Rp4,74 miliar selain itu terdapat
pembagian dividen sebesar Rp12,5 miliar. Latar belakang pembagian dividen sebagai bentuk
pengembalian hasil dari kinerja positif PAGL pada periode sebelumnya, dimana Perseroan
pada tahun 2023 mencatat bagian jumlah laba komprehensif sebesar Rp13,6 miliar.

b. Perseroan telah melakukan penilaian atas investasi di PAGL dan tidak terdapat indikasi
penurunan nilai yang signifikan atas investasi ini

c. Sampai saat ini, Perseroan tidak memiliki rencana untuk menambah perusahaan dalam
investiasi pada entitas asosiasi.

d. Perseroan tidak memiliki rencana untuk menambah persentase kepemilikan dalam PAGL.

e. Rencana bisnis PAGL saat ini adalah melakukan penjualan atas inventory yang dimiliki oleh
PAGL, yang dapat memberikan dampak peningkatan kontribusi laba dan dapat memberikan
arus kas dividen kepada Perseroan.

Terkait dengan CALK nomor 10 tentang Aset Real Estat, agar dapat dijelaskan:
a.Latar belakang penurunan aset real estat yaitu: 1) Setiabudi SkyGarden,
Jakarta, 2) Puri Botanical, Jakarta, 3) Taman Permata Buana, Jakarta, dan 4)
Hyarta EcoVillage, Yogyakarta.

. Latar belakang peningkatan aset real estat yaitu Savanna Sumatera, Deli Serdang.

. Status terkini terkait penjualan aset lancar Perseroan.

. Status terkini terkait tanah-tanah yang belum dikembangkan Perseroan.

. Latar belakang keyakinan Perseroan bahwa tidak ada penurunan potensial atas
nilai aset real estat.

PP

Jawaban:

a. Penurunan aset real estate pada unit-unit yang disebutkan diatas disebabkan
penjualan tanah dan bangunan serta unit apartemen.

b. Peningkatan nilai aset Savanna Sumatera, disebabkan oleh pengembangan
proyek dan pengakuan pendapatan atas unit yang terjual.

c. Penjualan aset lancar Perseroan terus berlanjut, penurunan nilai tercatat aset
lancar mencerminkan progress penjualan yang positif.

9
Page 10 OCR 0.951
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

d.

Untuk tanah-tanah yang belum dikembangkan oleh Perseroaan, saat ini
Perseroan terus melakukan evaluasi terkait penggunaan aset tersebut untuk
mendapatkan hasil yang optimal.

. Perseroan memiliki keyakinan bahwa tidak ada penurunan nilai disebabkan oleh

penilaian secara berkala yang dilakukan Perseroan, selain itu Perseroan
melakukan pengembangan atas aset yang dimiliki sehingga tidak ditemukan
indikasi penurunan nilai atas aset yang dimiliki Perseroan.

14. Terkait dengan CALK nomor 11 tentang Biaya Dibayar Dimuka dan Uang Muka,
agar dapat dijelaskan:

a.

Latar belakang peningkatan biaya dibayar dimuka dan uang muka yaitu: 1)
asuransi, 2) pajak bumi dan bangunan, 3) linen, 4) perbaikan dan pemeliharaan,
serta 5) legal dan lisensi.

b. Latar belakang tidak adanya biaya dibayar dimuka untuk pajak bumi dan
bangunan pada 31 Desember 2023.

Cc. Latar belakang peningkatan uang muka pembelian aset konstruksi dan
penurunan uang muka pembelian aset tanah.

d. Rencana realisasi biaya dibayar dimuka dan uang muka Perseroan.

Jawaban:

a. Peningkatan biaya dibayar dimuka disebabkan oleh pembayaran dimuka atas
biaya-biaya tersebut. Sebagian besar biaya ini akan diamortisasi bertahap
sepanjang masa manfaatnya sehingga saldo biaya dibayar dimuka pada akhir
tahun akan lebih rendah.

b. Pembayaran PBB dilakukan sesuai jatuh tempo yang telah ditentukan dan atas
biaya ini akan dibebankan sampai akhir tahun.

c. Peningkatan uang muka aset konstruksi disebabkan oleh aktivitas proyek di Bali,
Yogyakarta dan Jakarta. Penurunan uang muka tanah disebabkan realisasi
pembelian tanah di Deli Serdang.

d. Biaya dibayar dimuka akan direalisasikan sesuai dengan periode manfaatnya, dan

15.

Uang muka akan konstruksi akan direalisasikan sesuai tahap pembangunan, serta
uang muka tanah direalisasikan saat proses akuisisi lahan selesai.

Terkait dengan CALK nomor 12 tentang Aset Tetap, agar dapat dijelaskan:

a.

po

am

Latar belakang penambahan aset tetap yaitu: 1) Bangunan dan prasarana, 2)

Instalasi, 3) Partisi, 4) Mesin, 5) Kendaraan, 6) Peralatan Kantor, 7) Perlengkapan

Hotel, 8) Peralatan Operasional, dan 9) Aset dalam Penyelesaian.

Latar belakang reklasifikasi Perseroan.

Rincian aset tetap yang dijaminkan beserta dengan nilai jaminan dan kreditur.

Agar dapat dijelaskan latar belakang Perseroan tidak mengasuransikan tanah Perseroan.
Latar belakang keyakinan nilai petanggungan sudah cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

Agar dapat dijelaskan status terkini terkait aset dalam penyelesaian Perseroan.

Terkait dengan penilaian nilai wajar aset tetap Perseroan, agar dapat dijelaskan terkait KJPP
yang menilai dan tanggal penilaian.

Apakah Perseroan dan KJPP telah mengikuti undang-undang yang relevan seperti Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 28/POJK.04/2021.

Latar belakang keyakinan Perseroan tidak terdapat kejadian atau perubahan-perubahan
keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai pada aset tetap Perseroan
per 30 September 2024.

10
Page 11 OCR 0.954
CD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Jawaban:

a. Penambahan aset tetap bertujuan untuk pengembangan operasional Perseroan dan
pengembangan proyek baru.

b. Reklasifikasi dilakukan untuk memindahkan aset yang sudah selesai dari kategori “Aset
dalam Penyelesaian” ke kategori aset tetap sesuai penggunaannya, serta memastikan
pelaporan keuangan yang akurat berdasarkan kondisi terkini.

. Aset yang dijaminkan telah sesuai dengan CALK 12.

d. Perseroan tidak mengasuransikan tanah karena risiko kerugian atas tanah relatif rendah dan
tanah memiliki sifat tidak mengalami penurunan signifikan akibat risiko fisik seperti
kebakaran atau bencana lainnya.

e. Latar belakang keyakinan nilai pertanggungan berdasarkan pada nilai pertanggungan
asuransi telah mencakup nilai wajar aset tetap selain tanah, selain itu asuransi mencakup
risiko seperti kebakaran, bencana alam dan kerusakan aset penting.

f. Aset dalam penyelesaian mencakup proyek-proyek yang sedang berlangsung dan
diperkirakan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Progres fisik dan keuangan diawasi
secara berkala agar sesuai dengan target penyelesaian.

8. Penilaian dilakukan oleh KJPP Dasa'at, Yudistira dan Rekan dengan laporan tanggal 16 Maret
2021.

h. Perseroan telah mengikuti ketentuan POJK No 28 terkait penilaian aset tetap.

i. Keyakinan tidak ada penurunan nilai aset tetap berdasarkan pemeriksaan fisik yang
dilakukan Perseroan, tidak adanya kejadian signifikan yang mempengaruhi nilai aset dan
penggunaan aset tetap yang masih memberikan manfaat ekonomi sesuai dengan umur
manfaatnya.

»

16. Terkait dengan CALK nomor 13 tentang Properti Investasi, agar dapat dijelaskan:

a. Latar belakang penambahan properti investasi yaitu: 1) bangunan dan prasarana, 2)
instalasi, 3) mesin, 4) peralatan operasional, dan 5) aset dalam penyelesaian.

b. Latar belakang reklasifikasi Perseroan.

Cc. Agar dapat dijelaskan status terkini terkait aset dalam penyelesaian Perseroan.

d. Rincian properti investasi yang dijaminkan beserta dengan nilai jaminan dan kreditur.

e. Terkait dengan laporan penilai independen mengenai properti investasi, agar dapat
dijelaskan latar belakang penilaian pada tahun 2021 menjadi acuan nilai properti
investasi untuk 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.

f. Apakah Perseroan dan KJPP telah mengikuti undang-undang yang relevan seperti
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 28/POJK.04/2021.

g- Latar belakang penilaian Perseroan bahwa nilai tercatat properti investasi
Perseroan per 30 September 2024 tidak melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh
kembali.

h. Latar belakang penilaian Perseroan bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan-
perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai pada
properti investasi per 30 September 2024.

Jawaban:

a. Penambahan properti investasi dilakukan untuk meningkatkan pendapatan
berkelanjutan dan menjaga nilai aset investasi jangka panjang, sejalan dengan strategi
pertumbuhan Perseroan.

b. Reklasifikasi properti investasi dilakukan untuk menyesuaikan akumulasi depresiasi
sesuai standar akuntansi yang berlaku, sehingga mencerminkan kondisi terkini dan
akurasi nilai aset.

c. Aset dalam penyelesaian saat ini berprogres sesuai rencana dan diperkirakan akan
selesai tepat waktu untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan.

d. Rincian properti investasi yang dijaminkan telah diungkapkan secara lengkap dalam
CALK 13 dan CALK 20, sesuai dengan standar pengungkapan yang berlaku.

11
Page 12 OCR 0.956
JD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

e. Penilaian tahun 2021 digunakan sebagai acuan karena properti investasi bersifat stabil,
tidak mengalami perubahan signifikan, dan hasil evaluasi internal menunjukkan nilai
wajar aset tetap terjaga.

f. Perseroan dan KJPP telah mematuhi POJK No. 28/POJK.04/2021, termasuk
penggunaan penilai independen berlisensi dan pelaksanaan penilaian sesuai standar
profesional.

8. Keyakinan Perseroan bahwa nilai tercatat properti investasi tidak melebihi estimasi
nilai yang dapat diperoleh kembali didasarkan pada pendapatan stabil, kondisi fisik
yang baik, dan hasil evaluasi internal berkala.

h. Perseroan yakin tidak ada indikasi penurunan nilai properti investasi karena tidak ada
kejadian signifikan yang mempengaruahi properti investasi seperti kerusakan besar
atau bencana alam, Properti masih menghasilkan pendapatan untuk Perseroan dan
evaluasi internal Perseroan menunjukkan properti dalam kondisi baik dan masih
memiliki prospek ekonomi jangka panjang.

17. Terkait dengan CALK nomor 14 tentang Aset Hak Guna dan Liabilitas Sewa, agar dapat

dijelaskan:
a. Latar belakang tidak adanya penambahan atau penyesuaian aset hak guna per 30 September
2024.

b. Latar belakang penurunan nilai tercatat liabilitas sewa entitas anak yaitu: 1) PT Wynncor Bali,
2) PT Bali Nusadewata Village, dan 3) PT Bangun Hotel Nusantara.

Jawaban:

a. Latar belakang tidak adanya penambahan aset hak guna disebabkan oleh tidak adanya
perjanjian sewa baru atau modifikasi signifikan pada kontrak sewa.

b. Penurunan nilai liabilitas sewa pada entitas anak tersebut disebabkan pembayaran
liabilitas selama tahun 2024.

18. Terkait dengan CALK nomor 15 tentang Aset Takberwujud, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan hak atas tanah Perseroan dan PT Wynncor Bali serta nilai stagnan:

1) PT Metropolitan Realty International, 2) PT Antilope Madju, dan 3) PT Bali
Nusadewata Village.

b. Rincian Hak atas Tanah yang dijaminkan beserta dengan nilai jaminan dan kreditur.

Jawaban:

a. Latar belakang peningkatan hak atas tanah Perusahaan dan PT Wynncor Bali
disebabkan pembayaran perpanjangan hak atas tanah, sementara untuk Perusahaan
lainnya tidak terdapat pembayaran sehingga nilainya stagnan.

b. Rincian hak atas tanah yang dijaminkan telah diungkapkan pada CALK nomor 15 dan
CALK nomor 20.

19. Terkait dengan CALK nomor 16 terkait Utang Usaha kepada Pihak Ketiga, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan utang usaha Perseroan untuk setiap segmen yaitu:

1) hotel, 2) real estat, dan 3) sewa ruangan.

b. Status realisasi pelunasan utang usaha Perseroan sampai saat ini dengan
melengkapi tabel berikut ini:

12
Page 13 OCR 0.842
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Keterangan Jumlah Pelunasan Outstanding Outstanding
(Ribuan Rp) (Rp) (95)
Belum jatuh tempo 1 — |
Jatuh tempo: — Ka
Keterangan Jumlah ' Pelunasan | — Outstanding Outstanding
(Ribuan Rp) Ka (Rp) (26)
1-30 hari 0. TN ii Ni
30-60 hari —
61-90 hari 0
Lebih dari 90 hari —
Total 121.466.636 N

c. Apakah Perseroan memiliki utang usaha lebih dari 1096 atau telah jatuh tempo lebih
dari 90 hari? Agar dapat dijelaskan:
i. Perincian utang usaha tersebut berdasarkan nama-nama pihak.

li. Latar belakang belum terdapat pelunasan untuk utang usaha tersebut.

li. Rencana Perseroan untuk merealisasikan pembayaran utang usaha tersebut.

iv. Apakah terdapat potensi hukum atas belum dilunaskannya utang usaha tersebut.

Jawaban:
a. Peningkatan utang usaha pada pada setiap segmen disebabkan peningkatan aktivitas
operasional sejalan dengan peningkatan revenue Perseroan.

b. Status realisasi utang Perseroan adalah sebagai berikut :

Keterangan Jumlah Pelunasan Outstanding Outstanding
(Ribuan Rp) 1 (Rp) (28)

Belum jatuh tempo 46.048.529) — 45.790.637 257.892) 196

Jatuh tempo: . —— 3 —

1-30 hari — 9.097.097 8.719.452 | 377.645 479

30-60 hari 464.182 390.317 73.866 169

61-90 hari 1.362.558 931.935 430.623 3296
(lebihdari9Ohari | 40475 ——— 40475 070

Total 57.012.841 — 55.872.816 1.140.025 21)

c. Penjelasan atas utang usaha:

13

Utang usaha lebih dari 1046 kepada pihak ketiga:

Perseroan tidak memiliki utang usaha yang melebihi 1096 kepada satu pihak ketiga.

Utang usaha jatuh tempo lebih dari 90 hari:

o Tidak terdapat saldo yang signifikan terhadap utang usaha tersebut atas masing-
masing pihak ketiga.
o Keterlambatan pembayaran disebabkan oleh proses administrasi yang belum
dipenuhi oleh pihak ketiga.

Potensi hukum:

o Tidak terdapat potensi hukum atau perselisihan terkait keterlambatan
pelunasan utang usaha tersebut.

13
Page 14 OCR 0.949
LD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

20. Terkait dengan CALK nomor 17 tentang Perpajakan, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang penurunan utang pajak Perseroan.

b. Terkait dengan hasil pemeriksaan pajak, agar dapat dijelaskan status terkini
terkait pemeriksaan dan apakah Perseroan sedang dalam pemeriksaan pajak
selain dalam Laporan Keuangan.

Cc. Latar belakang Perseroan membukukan manfaat pajak tangguhan per 30
September 2024 dibandingkan beban pajak tangguhan pada 30 September
2023.

Jawaban:

a. Penurunan utang pajak Perseroan disebabkan oleh pelunasan kewajiban pajak
terutang pada periode berjalan, termasuk pembayaran pajak penghasilan badan dan
pajak lainnya.

b. Sampai saat ini tidak terdapat hasil pemeriksaan pajak selain yang diungkapkan dalam
laporan keuangan.

c. Manfaat pajak tangguhan dibukukan karena adanya perbedaan temporer antara nilai
buku aset dengan nilai fiskal yang dapat dikompensasi di masa mendatang. Selain itu,
Perseroan juga mengakui aset pajak tangguhan dari rugi fiskal, yang dapat digunakan
untuk mengurangi kewajiban pajak di periode mendatang.

21. Terkait dengan CALK nomor 18 tentang Beban Akrual dan Utang Lain-lain, agar dapat dijelaskan:
a. Terkait dengan Beban Akrual, agar dapat dijelaskan:

i. Latar belakang penurunan: 1) pemasok, 2) telepon, listrik, dan air 3)
perbaikan dan pemeliharaan, serta 4) lain-lain dan latar belakang
peningkatan: 1) jasa manajemen, 2) pajak bumi dan bangunan, dan 3)
jasa profesional.

ii. Rincian beban akrual lain-lain, jasa manajemen, jasa profesional, dan
bunga dan biaya jasa keuangan lainnya.

ii. Status terkini terkait beban akrual Perseroan.

b. Terkait dengan Utang Lain-lain, agar dapat dijelaskan:

i. Latar belakang peningkatan utang kontraktor dan deposit tamu serta
latar belakang penurunan: 1) utang retensi, 2) jasa manajemen, dan 3)
lain-lain.

ii. Rincian utang retensi, jasa manajemen, dan utang lain-lain.

Jawaban:

a. Terkait Beban Akrual:

i Penurunan beban akrual atas akun-akun tersebut diatas disebabkan penyelesaian
kewajiban pembayaran, serta untuk peningkatan akun-akun lainnya disebabkan
kewajiban yang telah jatuh tempo.

ii. Rincian beban akrual lain-lain adalah beban operasional yang telah diterima
manfaatnya oleh Perseroan. Nilainya tidak material dan tidak termasuk dalam
akun-akun akrual yang diungkapkan. Akrual jasa manajemen adalah akrual atas
jasa manajemen dari pihak ketiga sesuai perjanjian manajemen yang berlaku.

Akrual jasa profesional adalah akrual atas jasa seperti notaris, legal dan konsultan

profesional lainnya. Sementara akrual bunga dan biaya jasa keuangan lainnya
adalah akrual atas biaya bunga pinjaman.

14
Page 15 OCR 0.955
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

22.

23.

24.

ili. Perseroan menunjukkan bahwa kewajiban tersebut dikelola secara tertib sesuai
dengan jadwal jatuh tempo. Perseroan memastikan pembayaran dilakukan tepat
waktu untuk meminimalkan biaya tambahan dan menjaga kesehatan arus kas.

b. Utang lain-lain :

1. Peningakatan utang lain-lain, utang kepada kontraktor meningkat disebabkan
aktivitas proyek yang sedang dilakukan oleh Perseroan sementara untuk deposit
tamu disebabkan kenaikan pemesanan dan pembayaran dari tamu di divisi hotel.
Penurunan utang lain-lain yaitu retensi, jasa manajemen dan lain-lain disebabkan
oleh pembayaran kepada pihak ketiga yang dilakukan Perseroan.

ii. Rincian utang retensi adalah utang kepada kontraktor atas proyek hingga masa
pemeliharaan berakhir, utang jasa manajemen adalah terkait jasa manajemen
yang diterima Perseoran, utang lain-lain adalah kewajiban terkait biaya
operasional yang nilainya tidak material sehingga tidak diungkapkan secara
terpisah.

Terkait dengan CALK nomor 19 tentang Jaminan dan Uang Muka Diterima, agar
dapat dijelaskan latar belakang peningkatan jaminan penyewa sewa dalam
Rupiah serta latar belakang terkait akun jaminan penyewa telepon.

Jawaban:

Peningkatan jaminan penyewa sewa dalam Rupiah disebabkan penambahan penyewa
baru di divisi Office dan Retail. Sementara akun jaminan telepon adalah jaminan yang
diberikan penyewa terkait jaringan telekomunikasi yang digunakan penyewa.

Terkait dengan CALK nomor 20 tentang Pinjaman dari Kreditur dalam Negeri dan Luar
Negeri, agar dapat dijelaskan:

a. Status pelunasan setiap pinjaman saat ini.

b. Keyakinan perseroan dalam melunaskan pinjaman Perseroan.

Jawaban:

a. Status pelunasan setiap pinjaman saat ini. Dengan arus kas operasional yang stabil,
Perseroan mampu membayar secara bertahap pokok pinjaman dan bunga sesuai jadwal
yang telah ditentukan

b. Perseroan memiliki keyakinan dapat mengurangi pinjaman dan pelunasan pinjaman
secara bertahap dengan memperhatikan arus kas positif dari operasional Perusahaan.

Terkait dengan CALK nomor 21 tentang Liabilitas Kontrak, agar dapat dijelaskan
latar belakang peningkatan uang muka diterima dari: 1) Penjualan tanah
dan/atau bangunan, 2) Penjualan unit apartemen, dan 3) Jasa layanan dan
pemeliharaan ruang perkantoran dan ruang pusat ritel.

Jawaban:
Peningkatan atas liabilitas kontrak untuk penjualan tanah dan/atau bangunan serta
penjualan unit apartemen disebabkan adanya transaksi penjulan tanah/bangunan

selama tahun 2024. Pembayaran uang muka dilakukan oleh pembeli yang ingin
mengamankan kepemilikan aset sebelum dilakukan serah terima.

15
Page 16 OCR 0.944
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Peningkatan uang muka dari jasa layanan dan pemeliharan ruang kantor dan ruang
pusat ritel disebabkan oleh peningkatan jumlah penyewa.

25:

26.

2:

Terkait dengan CALK nomor 23 tentang Liabilitas Diestimasi Atas Pembangunan Prasarana
dan Fasilitas Umum, agar dapat dijelaskan latar belakang nilai akun tersebut stagnan.

Jawaban:

Nilai akun Liabilitas Diestimasi atas Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Umum stagnan
karena tidak adanya aktivitas tambahan, penyelesaian, atau perubahan signifikan dalam
proyek pembangunan prasarana dan fasilitas umum selama periode berjalan

Terkait dengan CALK nomor 24 tentang Kepentingan Nonpengendali, agar dapat dijelaskan:

a. Apakah Perseroan akan menambah porsi kepemilikan dan/atau menambah
perusahaan lain. .

b. Rencana Perseroan kedepannya dalam kepentingan nonpengendali Perseroan.

Jawaban:

a. Hingga saat ini, Perseroan belum memiliki rencana untuk menambah porsi kepemilikan
di entitas anak yang ada maupun untuk melakukan akuisisi perusahaan lain.

b. Terkait kepentingan nonpengendali, Perseroan saat ini belum memiliki rencana strategis

baru dalam mengubah struktur kepemilikan atau melakukan tindakan lain yang
berdampak pada kepentingan nonpengendali di masa mendatang.

Terkait dengan CALK nomor 28 tentang Pendapatan, agar dapat dijelaskan:

a

Analisa Perseroan atas faktor utama dan faktor pendukung terkait peningkatan atau
penurunan berdasarkan jenis dan jasa barang Perseroan yaitu: 1) Penjualan kamar hotel,
2) Penjualan makanan dan minuman, 3) Pendapatan dari fasilitas penunjang hotel
lainnya, 4) Penjualan real estat, 5) Pendapatan dari jasa ke penyewa, 6) Pendapatan dari
jasa ke penyewa, 7) Jasa manajemen, dan 9) Pendapatan sewa

Pendapatan Perseroan berdasarkan wilayah geografis.

Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan Perseroan.

Jawaban:

a.

Faktor Peningkatan pendapatan Perseroan terutama didorong oleh:

e Divisi hotel: Peningkatan jumlah wisatawan lokal dan internasional, khususnya ke
Pulau Bali, memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan sektor
perhotelan.

e Penjualan real estate: Permintaan pasar yang stabil serta dukungan stimulus
perpajakan dari pemerintah turut mendorong peningkatan penjualan real estate.

s Pendapatan sewa: Pemulihan ekonomi pasca pandemi mendukung peningkatan
aktivitas sewa ruang komersial dan perkantoran.

Pendapatan berdasarkan geografis, Penyebaran pendapatan Perseroan berdasarkan
geografis adalah Bali 68,796, Jakarta 24,646, Yogyakarta 6,396 dan Medan dan Semarang
0,46.

Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan meliputi:

Oo Optimalisasi okupansi hotel melalui peningkatan layanan dan strategi
pemasaran yang efektif.

Oo Pengembangan dan penjualan real estate dengan menyelesaikan proyek tepat
waktu dan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.

16
Page 17 OCR 0.946
MD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Oo Peningkatan pendapatan sewa melalui pemeliharaan kualitas properti dan
penyediaan layanan tambahan untuk penyewa.

28. Terkait dengan CALK nomor 29 tentang Beban Pokok Penjualan, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan beban tersebut dari sisi: 1) hotel, 2) real estat, 3)
sewa ruang perkantoran, 4) sewa pusat ritel, dan 5) penjualan unit apartemen
dengan hak strata.

b. Strategi Perseroan untuk dapat mengurangi beban pokok penjualan Perseroan.

Jawaban:

a. Peningkatan beban pokok penjualan sejalan dengan peningkatan pendapatan
Perseroan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

b. Strategi perseroan dalam mengurangi beban pokok penjualan adalah dengan
melakukan efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi, melakukan
pengendalian atas biaya proyek.

29. Terkait dengan CALK nomor 30 tentang Beban Usaha, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan beban: 1) penyusutan dan amortisasi, 2) Gaji, tunjangan
karyawan, pesangon dan manfaat karyawan, 3) Perbaikan, pemeliharaan dan utilitas, 4)
Biaya manajemen dan pelatihan, 5) Pajak dan perizinan, 6) Teknologi informasi, 7)
Keamanan, 8) Asuransi, dan 9) Perjalanan dinas.

b. Latar belakang penurunan beban: 1) Honorarium professional, 2) Beban kantor, serta 3)
Lain- lain.

Cc. Agar dapat dijelaskan terkait pajak dalam akun beban usaha.
d. Strategi Perseroan untuk dapat mengurangi beban usaha Perseroan.

Jawaban:

a. Peningkatan beban usaha sejalan dengan peningkatan pendapatan Perseroan.
Peningkatan penjualan mendorong peningkatan aktivitas operasional, seperti biaya
tenaga kerja, pemeliharaan aset, serta utilitas untuk mendukung pertumbuhan kinerja
perusahaan.

b. Penurunan beban usaha merupakan hasil dari upaya efisiensi yang dilakukan Perseroan.

e  Honorarium profesional menurun karena berkurangnya penggunaan jasa konsultan
eksternal.

e Beban kantor dan beban lain-lain mengalami efisiensi melalui pengendalian
pengeluaran operasional dan optimalisasi sumber daya.

Cc. Akun pajak dalam beban usaha mencakup pajak daerah, seperti Pajak Bumi dan Bangunan
(PBB), pajak retribusi, serta biaya perizinan terkait kegiatan operasional Perseroan.

d. Strategi Perseroan untuk mengurangi beban usaha mencakup:

e Efisiensi operasional melalui optimalisasi sumber daya dan pengendalian biaya.

e Pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan
mengurangi biaya manual.

e Pemeliharaan rutin aset untuk mencegah biaya perbaikan mendadak.

e Optimalisasi aset Perseroan agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang
maksimal.

17
Page 18 OCR 0.941
D PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

30. Sehubungan dengan CALK nomor 39 tentang Litigasi, agar dapat dijelaskan:

a.
b.
&:

Status perkara-perkara saat ini.

Keyakinan Perseroan untuk memenangi perkara-perkara tersebut.
Apakah terdapat perkara lainnya yang belum ada dalam Laporan
Keuangan? Agar dapat dijelaskan.

. Mitigasi Perseroan jika Perseroan gagal memenangi perkara-perkara tersebut.

Jawaban:

a.

b.

PT Copylas Indonesia :

Perkara Gugatan Perbuatan Melawan Hukum

Nomor Perkara : Perkara Perdata nomor 626/PDT.G/2024/PN.JKT.BRT di Pengadilan
Negeri Jakarta Barat

Pokok Perkara : Atas bidang tanah Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 03218
seluas 203 m2 milik PT Copylas Indonesia, tumpang tindih dengan
Sertipikat Hak Milik (SHM) No.4100 dengan luas tanah 308 m2? milik
perorangan atas nama Benny Abdullah S. (Alm.)

Para Pihak : PT Copylas Indonesia -Tergugat I
Kementrian ATRBPN Cg BPN Jakarta Barat - Tergugat II
Siti Baida - Penggugat |
Krisna Purwana Letsoin - Penggugat II
Yati - Penggugat III

Legal Standing : - Sertipikat HGB nomor 3218

Perseroan - PBB
- Izin (SIPPT/IPPT/IPPR)
Seluruhnya tercatat atas nama PT Copylas Indonesia.

Status Perkara :
Saat ini dalam proses persidangan dengan agenda sidang DUPLIK (PT Copylas Indonesia
telah menyerahkan DUPLIK melalui Kuasa Hukum Janis & Associates).

Keyakinan Perseroan untuk memenangi perkara-perkara tersebut.

Jawaban :

PT Copylas Indonesia memiliki keyakinan akan memenangkan perkara tersebut, karena
pembebasan lahan yang dilakukan PT Copylas Indonesia terjadi lebih dahulu dan alas hak
SHGB 3218 terbit lebih dahulu dibandingkan pihak lawan, pembebasan tersebut juga
dilakukan secara sah dan dengan bukti-bukti yang kuat berdasarkan Dokumen Pelepasan
Hak atas Girik dan dokumen transaksi pembayaran dari PT Copylas Indonesia.

. Apakah terdapat perkara lainnya yang belum ada dalam Laporan

Keuangan? Agar dapat dijelaskan.

Jawaban :
Tidak ada.

. Mitigasi Perseroan jika Perseroan gagal memenangi perkara-perkara tersebut.

Jawaban :

PT Copylas Indonesia akan melakukan Upaya Hukum lanjutan (Banding, Kasasi, PK)
apabila Perkara Perdata nomor 626/PDT.G/2024/PN.JKT.BRT dinyatakan kalah
berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

18
Page 19 OCR 0.942
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

31. Sehubungan dengan CALK nomor 43 tentang Selisih Transaksi Pihak Nonpengendali, agar
dapat dijelaskan:
a. Latar belakang Perseroan mengakuisisi 3096 kepemilikan saham PT Wynncor Bali.
b. Latar belakang Perseroan mengakuisi dengan nilai pengalihan yang lebih besar
dibandingkan aset neto PT Wynncor Bali.
Cc. Kontribusi pendapatan yang diharapkan Perseroan dari transaksi ini.

Jawaban:
a. Tambahan akuisisi 3096 kepemilikan saham PT Wynncor Bali (WB) sebagai bagian dari

mengamankan kendali penuh dan untuk mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan
b. Nilai akuisisi yang lebih besar dari nilai aset neto WB disebabkan oleh nilai strategis
aset yang dimiliki WB dan potensi pendapatan masa depan.
C. Perseroan meningkatkan potensi perhotelan, dengan peningkatan kepemilikan
Perseroan optimis akan memperoleh peningkatan pendapatan dari perhotelan dan
juga peningkatan dividen dari akuisisi tersebut.

Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk.

L Corporate Secretary

19

File

File Open PDF
Source IDX
Size7.04 MB
Published18 Dec 2024
Pages19
Characters46,634
Text sourceOCR
OCR confidence0.937

Names mentioned 20 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.10 ×2
unresolved org Setiabudi Internasional Tbk p.1 ×20
unresolved org PT Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Building p.1
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1
unresolved person I Gede Nyoman Yetna p.1
unresolved person Adi Pratomo Aryanto p.1
unresolved org PT Copylas Indonesia p.3 ×13
unresolved org PT Permata Asrigriya Lestari p.9 ×3
unresolved org KJPP Dasa'at p.11
unresolved org Yudistira dan Rekan p.11
unresolved org PT Wynncor Bali p.12 ×5
unresolved org PT Bali Nusadewata Village p.12 ×2
unresolved org PT Bangun Hotel Nusantara. Jawaban p.12
unresolved org PT Metropolitan Realty International p.12
unresolved org PT Antilope Madju p.12
unresolved org PT Copylas Indonesia. Status Perkara p.18
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Barat. p.18
unresolved org PT Wynncor Bali. Cc. Kontribusi p.19

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result