Back to announcement
20241218_JSPT_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31830017_lamp1.pdf
Other Text extracted JSPTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 19
Page 1 OCR 0.943
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk No. 24/BEI/HO-CSL/JSI/XII/2024 Jakarta, 18 Desember 2024 Kepada : PT Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Building Tower 1, LL Floor Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 - Jakarta 12190 Up. Bp. I Gede Nyoman Yetna — Direktur Bp. Adi Pratomo Aryanto — Kepala Divisi PP 2 Perihal : Penjelasan Kepada Bursa Dengan hormat, Merujuk kepada surat dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IDXnet No. S-13155/BEI.PP2/12-2024, tanggal 16 Desember 2024, Perihal : Permintaan Penjelasan Bursa, bersama ini kami sampaikan penjelasannya (hanya untuk nomor 1 sampai dengan 31 akan disampaikan melalui fitur reply IDXnet) : Operasional dan Bisnis Perseroan. 1. Sehubungan dengan kegiatan usaha Perseroan agar dapat dijelaskan : a. Perkembangan kegiatan usaha Perseroan utamanya future project Perseroan seperti : Setiabudi 2 Building, 3A Floor 1) 2) 3) 4) Hyatt Regency Yogyakarta. Jawaban : Saat ini Perseroan sedang melakukan renovasi bertahap pada Hyatt Regency Yogyakarta yang memiliki 269 kamar, dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2026. Pada tahap pertama untuk total kamar sebanyak 77 kamar telah selesai pada bulan Agustus 2024 lalu dan sudah dipasarkan. Apartemen Setiabudi SkyGarden. Jawaban : Apartemen ini memiliki sisa sebanyak 50 unit apartemen yang sebelumnya dicadangkan untuk disewakan, tahun ini telah hampir terjual semuanya. Puri Botanical. Jawaban : Adalah perumahan di Jakarta Barat. Sejak tahun lalu, telah memasarkan 70 rumah di kluster Lavender, yang penjualannya diterima dengan baik dan hampir terjual semuanya di tahun ini. Ke depan, akan dikembangkan kluster-kluster berikutnya serta lifestyle retail untuk memenuhi kebutuhan perumahan dan ritel di sekitar Jakarta Barat. Residensial di Kawasan Sanur. Jawaban : Kami berencana membangun kondominium dan villa eksklusif di lahan seluas sekitar 4,3 hektar, yang akan dijual kepada konsumen lokal dan internasional. Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 62, Kuningan Jakarta 12920, Indonesia t 0215220568 f 021522 8649 wwwjsi.co.id
Page 2 OCR 0.957
D PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk 5) 6) 7) Savanna Sumatera. Jawaban : Proyek ini akan dikembangkan sebagai kota terpadu di Sumatera Utara di lahan seluas 650 hektar. Saat ini, Perseroan sedang melakukan cut and fill serta menyiapkan infrastrukturnya. Revitalisasi Bali Collection. Jawaban : Sebagai salah satu aset Perseroan di kawasan ITDC Nusa Dua, Bali, Perseroan akan melakukan revitalisasi Bali Collection Blok € seluas kurang lebih 5.000 m?, dengan menghadirkan nuansa budaya lokal Bali yang autentik. Revitalisasi ini bertujuan untuk memperkuat posisi Bali Collection sebagai pusat perbelanjaan eksklusif dan berkelas di Bali. Selain itu, Perseroan juga akan menghadirkan Seafood Hub, sebuah konsep kuliner yang menyajikan cita rasa seafood terbaik dari seluruh Nusantara. Lifestyle retail Puri Botanical. Jawaban : Berlokasi strategis di kawasan elit Puri Botanical, Perseroan akan segera meluncurkan Lifestyle Retail terbaru yang mencakup lahan seluas 2,5 hektar. Mengusung konsep sports and entertainment, area ini akan menjadi destinasi utama bagi gaya hidup modern dan aktif. Lifestyle Retail ini dirancang untuk menawarkan pengalaman rekreasi dan hiburan yang lengkap, serta menjadi pusat aktivitas yang menginspirasi komunitas dinamis di Jakarta Barat. serta kondisi terkini Perseroan seperti Hyarta Eco Village — Yogyakarta : Jawaban : Adalah perumahan di Yogyakarta dengan lahan seluas kurang lebih 5 hektar, terdiri dari 120 rumah dan 9 ruko yang penjualannya diterima dengan baik oleh konsumen, sehingga hampir terjual semuanya di tahun ini. b. Prospek usaha Perseroan ke depannya : Jawaban : Menurut Perseroan, tantangan ke depan semakin besar dan dengan terjadinya perkembangan geopolitik global saat ini, tapi Perseroan tetap yakin bahwa peluang-peluang bisnis ke depan di dalam negeri semakin terbuka lebar dan Perseroan akan berusaha semakin maju dan menjadi lebih baik serta selalu mengikuti perkembangan pasar. C. Perolehan atau pemutusan kontrak dengan pemasok atau pihak ketiga (jika ada) : Jawaban : Tidak ada. d. Perolehan atau pemutusan kontrak dengan pelanggan (jika ada) : Jawaban : Tidak ada.
Page 3 OCR 0.922
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk e. Modal kerja yang dibutul Jawaban : hkan untuk menjalankan kegiatan operasional : - Perseroan selalu mereview kebutuhan modal kerja secara berkala dan selama ini berjalan dengan baik dan lancar. f. Pemutusan hubungan kerja karyawan (jika ada) : Jawaban : Tidak ada. 8. Kendala-kendala lainnya Jawaban : - Persaingan usaha ya yang dihadapi Perseroan : ng semakin ketat. - Terjadi perubahan fluktuasi ekonomi secara mikro maupun makro. - Keterbatasan pembiayaan. Masalah regulasi dan perijinan. 2. Perincian atas strategi Perseroan yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan profitabilitas keuangan : Jawaban : @ Peningkatan Efisiensi Operasional. e Pengelolaan Sumber Daya Manusia. e Peningkatan Pendapatan dari Penyewaan Properti. « Ekspansi Pasar dan Pengembangan Proyek Baru. @ Kolaborasi dan Kemitraan Strategis. 3. Apakah terdapat kasus hukum yang sedang dihadapi oleh Perseroan seperti somasi atau gugatan terhadap Perseroan ? Jika ada, jelaskan nomor perkara, pokok perkara, pihak yang terlibat dan legal standing Perseroan. Jawaban : Kasus hukum yang sedang dihadapi oleh PT Copylas Indonesia : awan Hukum Perkara Gugatan Perbuatan Mel Nomor Perkara : Pokok Perkara Para Pihak Legal Standing Perseroan Perkara Perdata nomor 626/PDT.G/2024/PN.JKT.BRT di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Atas bidang tanah Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 03218 seluas 203 m? milik PT Copylas Indonesia, tumpang tindih dengan Sertipikat Hak Milik (SHM) No.4100 dengan luas tanah 308 m? milik perorangan atas nama Benny Abdullah S. (Alm.) PT Copylas Indonesia -Tergugat | Kementrian ATRBPN Cg BPN Jakarta Barat - Tergugat II Siti Baida - Penggugat | Krisna Purwana Letsoin - Penggugat II Yati - Penggugat III - Sertipikat HGB nomor 3218 - PBB - Izin (SIPPT/IPPT/IPPR) Seluruhnya tercatat atas nama PT Copylas Indonesia. 3
Page 4 OCR 0.910
D PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk Status Perkara : Saat ini dalam proses persidangan dengan agenda sidang DUPLIK (PT Copylas Indonesia telah menyerahkan DUPLIK melalui Kuasa Hukum Janis & Associates). 4. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik : Jawaban : Tidak ada. Laporan Keuangan per 30 September 2024 dibandingkan 31 Desember 2023 (Balance Sheet) dan 30 September 2024 (Income Statement dan Cash Flow). 1. Terkait dengan piutang lain-lain, agar dapat dijelaskan : a. Latar belakang peningkatan menjadi Rp7,33 miliar yang sebelumnya Rp6,92 miliar : b. Status realisasi pelunasan piutang usaha Perseroan sampai saat ini dengan melengkapi tabel berikut : Keterangan “Jumlah (Ribuan Rp) Pelunasan Outstanding (Rp) Outstanding 7 (2) Belum jatuh tempo Jatuh tempo: 1-30 hari 30-60 hari 61-90 hari Lebih dari 90 hari Total 7.326.563 Jawaban: a. Peningkatan piutang lain-lain disebabkan kenaikan transaksi non operasional selama tahun 2024, saldo piutang lain-lain naik sebesar Rp408 juta tidak material terhadap laporan keuangan Perseroan. b. Status realisasi pelunasan piutang usaha Perseroan sampai saat ini: Keterangan | “Jumlah Pelunasan | Outstanding Outstanding | (Ribuan Rp) (Rp) (26) Belum jatuh tempo 7.326.563 6.789.485) 537.078 7,319 Jatuh tempo: | A 1 1-30 hari — 4 F : 30-60 hari G-—————— j 61-90 hari - - - - Lebih dari 90 hari - - - - Total 7.326.563 6.789.485 537.078 7,3 2. Terkait dengan aset tidak lancar lainnya, agar dapat dijelaskan latar belakang penurunan menjadi Rp2,2 miliar yang sebelumnya sebesar Rp2,98 miliar :
Page 5 OCR 0.955
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk Jawaban: Penurunan aset tidak lancar lainnya disebabkan amortisasi atas asset terkait. Penurunan ini bersifat wajar dan tidak memiliki dampak material terhadap Laporan Keuangan. 3. Terkait dengan penyelesaian nilai wajar atas instrumen lindung nilai arus kas, agar dapat dijelaskan peningkatan menjadi -Rp1,44 miliar yang sebelumnya sebesar -Rp8 miliar. Jawaban: Penyesuaian nilai wajar arus kas mengalami peningkatan sebesar Rp6,6 miliar, karena perubahan nilai wajar atas instrumen lindung nilai arus kas yang dimiliki oleh Perusahaan. 4. Terkait dengan beban operasi lain-lain dan pendapatan operasi lain-lain, agar dapat dijelaskan akun tersebut dan strategi Perseroan untuk mengurangi beban operasi lain-lain : Jawaban: Beban operasi lain-lain dan pendapatan operasi lain-lain adalah pos yang mencakup pendapatan atau beban yang tidak secara langsung terkait dengan aktivitas utama bisnis, seperti keuntungan atau kerugian atas penjualan aset tetap, pendapatan dan pengeluaran atas pengelolaan lingkungan (estate management). Perseroan secara konsisten melakukan upaya untuk mengurangi beban operasional lain-lain dengan melakukan evaluasi berkala terhadap pengeluaran. 5. Terkait dengan laba (rugi) selisih kurs — neto, agar dapat dijelaskan : a. Latar belakang penurunan menjadi Rp779 juta yang sebelumnya sebesar Rp18,88 miliar. b. Strategi Perseroan untuk menjaga laba (rugi) selisih kurs Perseroan yang stabil dan positif. Jawaban: a. Selama tahun 2024 nilai tukar Rupiah terhadap USD mengalami penguatan Rp278 per 1 USD (2023: Rp205/ 1 USD), Penurunan laba selisih kurs disebabkan oleh strategi Perusahaan yang melakukan konversi sebagian pinjaman Bank dalam USD menjadi dalam mata uang Rupiah, selain itu Perusahaan juga melakukan peningkatan saldo kas dan setara kas dalam mata uang USD sebagai bagian dari langkah untuk mengelola eksposur mata uang asing agar lebih stabil. b. Strategi yang dilakukan oleh Perusahaan untuk menjaga laba (rugi) selisih kurs tetap stabil dan positf mencakup : e Konversi pinjaman : Melakukan konversi sebagian pinjaman bank dari USD ke Rupiah untuk mengurangi eksposur terhadap fluktuasi nilai tukar. e Pengelolaan Saldo Kas: Meningkatkan saldo kas dan setara kas dalam mata uang USD, yang memberikan buffer terhadap pergerakan nilai tukar sekaligus mengoptimalkan hasil dari aset dalam mata uang asing. e Pemantauan Aktif Nilai Tukar: Memantau secara berkala pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap USD untuk menyesuaikan strategi keuangan dengan perubahan kondisi pasar. 6. Terkait dengan arus kas Perseroan, agar dapat dijelaskan analisa dan latar belakang baik peningkatan maupun penurunan : 1) arus kas dari aktivitas operasi 2) arus kas dari aktivitas pendanaan, dan 3) arus kas dari aktivitas investasi. Jawaban:
Page 6 OCR 0.939
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk # Arus kas dari aktivitas operasi : Arus kas bersih dari aktivitas operasi mengalami peningkatan sebesar Rp230 miliar dari Rp275,5 miliar di 2023 menjadi Rp505,6 miliar di 2024, peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp508 miliar yang mencerminkan peningkatan penjualan jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023. # Arus kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan : Arus kas keluar untuk aktivitas pendanaan meningkat signifikan sebesar Rp271,3 miliar, dari (Rp15,8 miliar) di 2023 menjadi (Rp287,0 miliar) di 2024. Peningkatan ini dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut: Oo Peningkatan pembayaran pinjaman kreditur dalam dan luar negeri sebesar Rp84,3 miliar, dari Rp147,1 miliar menjadi Rp231,5 miliar. Oo Pembayaran dividen tunai sebesar Rp30,2 miliar, yang tidak terjadi pada tahun 2023. Oo Penurunan signifikan pada penarikan pinjaman baru dari kreditur sebesar Rp176,4 miliar, dari Rp193,8 miliar di 2023 menjadi Rp17,4 miliar di 2024. # Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi : Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi mengalami penurunan sebesar Rp18,7 miliar, dari (Rp99,4 miliar) di 2023 menjadi (Rp80,7 miliar) pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh penerimaan dividen dari entitas asosiasi sebesar Rp12,5 miliar, yang sebelumnya tidak ada pada tahun 2023. Selain itu, pengeluaran untuk perolehan aset tetap juga berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. 7. Terkait dengan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 4 tentang Kas dan Setara Kas, agar dapat dijelaskan: a. Latar belakang peningkatan bank — pihak ketiga menjadi Rp511,51 miliar yang sebelumnya sebesar Rp260 miliar dan langkah Perseroan dalam memilih bank yang digunakan. b. Latar belakang penurunan deposito berjangka pihak ketiga menjadi Rp896,73 miliar yang sebelumnya sebesar Rp1,04 triliun. Cc. Strategi alokasi kas dan setara kas Perseroan dalam kas, bank, dan deposito berjangka. Jawaban: a. Latar belakang peningkatan bank — pihak ketiga menjadi Rp511,51 miliar yang sebelumnya sebesar Rp260 miliar adalah karena adanya peningkatan penerimaan kas dari pelanggan, efisiensi operasional dan dividen yang diterima. Langkah Perseroan dalam memilih bank yang digunakan: Kredibilitas Bank, Diversifikasi Bank, Suku Bunga Kompetitif, Kemudahan Akses dan Layanan, Kesesuaian dengan Kebutuhan Operasional b. Penurunan deposito berjangka disebabkan realokasi dana ke rekening bank untuk digunakan pada aktivitas operasional. Cc. Strategi alokasi kas dan setara kas Perseroan dalam kas, bank, dan deposito berjangka. » Penempatan kas di bank untuk kebutuhan operasional harian dan cadangan likuiditas. s Penggunaan deposito berjangka untuk menjaga dana idle agar tetap produktif dan menghasilkan pendapatan bunga. e Diversifikasi penempatan di beberapa bank dengan reputasi baik untuk meminimalkan risiko.
Page 7 OCR 0.937
D 8. PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk Terkait dengan CALK nomor 5 tentang Kas dan Setara Kas yang Dibatasi Penggunaanya, agar dapat dijelaskan latar belakang peningkatan akun tersebut menjadi Rp31,96 miliar yang sebelumnya sebesar Rp26,87 miliar serta syarat jaminan secara singkat yang menyebabkan peningkatan tersebut. Jawaban: Peningkatan saldo kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya dari Rp26,87 miliar (31 Desember 2023) menjadi Rp31,96 miliar (30 September 2024) terutama disebabkan oleh peningkatan saldo deposito retensi KPR dalam mata uang Rupiah karena penjualan rumah di tahun 2024. Saldo ini terutama terkait dengan deposito retensi KPR yang digunakan sebagai jaminan oleh bank pemberi KPR untuk memastikan pemenuhan kewajiban penyerahan unit rumah oleh Perusahaan kepada pembeli. 9. Terkait dengan CALK nomor 6 tentang Piutang Usaha, agar dapat dijelaskan: a. Apakah Perseroan memiliki Piutang Usaha dari Pihak yang melebihi 104 dari piutang usaha? Agar dapat dijelaskan beserta keterangan jatuh temponya. b. Perincian cadangan piutang usaha per nama pihak pelanggan. C. Status realisasi pelunasan piutang usaha Perseroan sampai per hari ini dengan melengkapi tabel berikut ini: Keterangan Jumlah Pelunasan Outstanding Outstanding (Ribuan Rp) (Rp) (?e) Belum jatuh tempo 79.535.848 Jatuh tempo: — 1-30 hari 18.908.850 30-60 hari 11.082.584 Kn 61-90 hari 3.445.591 Lebih dari 90 hari 8.493.763 | Total | 121.466.636 — 1 d. Pengungkapan terkait piutang usaha yang dijaminkan kepada pihak ketiga beserta dengan jumlah yang dijaminkan. e. Langkah Perseroan memperoleh piutang usaha yang telah jatuh tempo utamanya piutang usaha yang telah lebih dari 90 hari. Jawaban: a. Perseroan tidak memiliki piutang usaha dari pihak ketiga yang melebihi 10X dari total piutang Perseroan. b. Tidak terdapat pelanggan yang termasuk dalam cadangan penyisihan piutang, disebabkan cadangan penyisihan piutang dihitung berdasarkan standar akuntansi menggunakan metode expected credit loss. Cc. Berikut status realisasi piutang :
Page 8 OCR 0.914
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk Keterangan Jumlah | Pelunasan Outstanding Outstanding (Ribuan Rp) (Rp) (22) Belum jatuh tempo 79.535.848 | — 73.075.081! 6.460.767 396 Jatuh tempo: B Tn 1-30 hari | 18.908.850 12.268.457 6.640.393 3596 30-60 hari 11.082.584| 8.712.496 2.370.088 2196 61-90hari —— 3.445.591 2.330.039 —— 1.115.552 3296 Lebih dari9Ohari | 8.493.763 5.043.474 3.450.289 41k (Total 121.466.636 | 101.429.547 20.037.089 1694 d. Pengungkapan terkait piutang usaha yang dijaminkan kepada pihak ketiga sebagaimana yang diungkapkan pada CALK nomor 6, piutang usaha entitas anak dijaminkan atas fasilitas pinjaman bank. e. Atas piutang usaha yang telah jatuh tempo utamanya telah lebih dari 90 hari, maka Perseroan mengambil langkah-langkah yaitu :Melakukan monitoring dan pengawasan rutin, Komunikasi dan negosiasi insentif pemberian sanksi hingga penghentian kerjasama. 10. Terkait dengan CALK nomor 7 tentang Investasi Jangka Pendek, agar dapat dijelaskan: a. Latar belakang Perseroan menambah obligasi pemerintah yaitu Bonds INDON 0030 dan INDON 0048. b. Strategi Perseroan memilih investasi jangka pendek dan rencana kedepannya. Jawaban: a. Perseroan menambah investasi pada obligasi pemerintah Bonds INDON 0030 dan Bonds INDON 0048 sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk mengamankan imbal hasil yang stabil, pengelolaan likuiditas dan manfaat nilai tukar. b. Dalam memilih investasi jangka pendek perusahaan menerapkan prisip konservatif, diversifikasi portofolio dan pengelolaan arus kas yang stabil. Rencana kedepan Perseroan akan terus memantau kondisi pasar keuangan dan mempertimbangkan potensi investasi yang aman, stabil dan memberikan keuntungan optimal. 11. Terkait dengan CALK nomor 8 tentang Persediaan, agar dapat dijelaskan: a. Latar belakang penurunan perlengkapan operasional dan material. b. Rincian persedian lain-lain. Cc. Latar belakang keyakinan Perseroan bahwa nilai pertanggungan telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang dapat timbul dari risiko yang dipertanggungkan. d. Latar belakang keyakinan Perseroan bahwa tidak ada indikasi yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai persediaan. e. Apakah terdapat persediaan yang dijaminkan ke pinjaman dan nilai yang dijaminkan (jika ada). Jawaban: a. Penurunan disebabkan oleh pemakaian perlengkapan dan material untuk mendukung aktivitas operasional serta pengendalian pembelian stok baru sesuai kebutuhan. b. Persediaan lain-lain terdiri dari barang-barang pendukung operasional seperti suku cadang, alat tulis kantor, dan barang konsumsi kecil lainnya.
Page 9 OCR 0.950
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk 12. c. Keyakinan ini didasarkan pada nilai pertanggungan asuransi yang dihitung berdasarkan nilai wajar persediaan dan evaluasi berkala yang dilakukan Perseroan dengan mempertimbangkan risiko kerugian yang mungkin timbul. d. Perseroan yakin tidak ada indikasi penurunan nilai berdasarkan pemeriksaan berkala terhadap kondisi fisik persediaan, tingkat perputaran persediaan yang stabil dan tidak adanya barang usang atau rusak siginifikan yang mempengaruhi nilai. e. Tidak terdapat persediaan yang dijaminkan ke pihak lain Terkait dengan CALK nomor 9 tentang Investasi Pada Entitas Asosiasi, agar dapat dijelaskan: a. Latar belakang penurunan nilai tercatat PT Permata Asrigriya Lestari serta latar belakang pembagian dividen sebesar Rp12,5 miliar. b. Latar belakang keyakinan Perseroan tidak ada penurunan potensial atas nilai investasi pada entitas asosiasi. c. Apakah Perseroan memiliki rencana menambah perusahaan dalam investasi pada entitas asosiasi? Agar dapat dijelaskan. d. Apakah Perseroan memiliki rencana penambahan persentase kepemilikan dalam PT Permata Asrigriya Lestari? Agar dapat dijelaskan. e. Rencana bisnis PT Permata Asrigriya Lestari serta dampaknya terhadap Perseroan. Jawaban: 13, a. Penurunan nilai tercatat disebabkan oleh pada tahun 2024 PAGL mengalami kerugian sehingga dan Perseroan mencatat bagian rugi komprehensif sebesar Rp4,74 miliar selain itu terdapat pembagian dividen sebesar Rp12,5 miliar. Latar belakang pembagian dividen sebagai bentuk pengembalian hasil dari kinerja positif PAGL pada periode sebelumnya, dimana Perseroan pada tahun 2023 mencatat bagian jumlah laba komprehensif sebesar Rp13,6 miliar. b. Perseroan telah melakukan penilaian atas investasi di PAGL dan tidak terdapat indikasi penurunan nilai yang signifikan atas investasi ini c. Sampai saat ini, Perseroan tidak memiliki rencana untuk menambah perusahaan dalam investiasi pada entitas asosiasi. d. Perseroan tidak memiliki rencana untuk menambah persentase kepemilikan dalam PAGL. e. Rencana bisnis PAGL saat ini adalah melakukan penjualan atas inventory yang dimiliki oleh PAGL, yang dapat memberikan dampak peningkatan kontribusi laba dan dapat memberikan arus kas dividen kepada Perseroan. Terkait dengan CALK nomor 10 tentang Aset Real Estat, agar dapat dijelaskan: a.Latar belakang penurunan aset real estat yaitu: 1) Setiabudi SkyGarden, Jakarta, 2) Puri Botanical, Jakarta, 3) Taman Permata Buana, Jakarta, dan 4) Hyarta EcoVillage, Yogyakarta. . Latar belakang peningkatan aset real estat yaitu Savanna Sumatera, Deli Serdang. . Status terkini terkait penjualan aset lancar Perseroan. . Status terkini terkait tanah-tanah yang belum dikembangkan Perseroan. . Latar belakang keyakinan Perseroan bahwa tidak ada penurunan potensial atas nilai aset real estat. PP Jawaban: a. Penurunan aset real estate pada unit-unit yang disebutkan diatas disebabkan penjualan tanah dan bangunan serta unit apartemen. b. Peningkatan nilai aset Savanna Sumatera, disebabkan oleh pengembangan proyek dan pengakuan pendapatan atas unit yang terjual. c. Penjualan aset lancar Perseroan terus berlanjut, penurunan nilai tercatat aset lancar mencerminkan progress penjualan yang positif. 9
Page 10 OCR 0.951
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk d. Untuk tanah-tanah yang belum dikembangkan oleh Perseroaan, saat ini Perseroan terus melakukan evaluasi terkait penggunaan aset tersebut untuk mendapatkan hasil yang optimal. . Perseroan memiliki keyakinan bahwa tidak ada penurunan nilai disebabkan oleh penilaian secara berkala yang dilakukan Perseroan, selain itu Perseroan melakukan pengembangan atas aset yang dimiliki sehingga tidak ditemukan indikasi penurunan nilai atas aset yang dimiliki Perseroan. 14. Terkait dengan CALK nomor 11 tentang Biaya Dibayar Dimuka dan Uang Muka, agar dapat dijelaskan: a. Latar belakang peningkatan biaya dibayar dimuka dan uang muka yaitu: 1) asuransi, 2) pajak bumi dan bangunan, 3) linen, 4) perbaikan dan pemeliharaan, serta 5) legal dan lisensi. b. Latar belakang tidak adanya biaya dibayar dimuka untuk pajak bumi dan bangunan pada 31 Desember 2023. Cc. Latar belakang peningkatan uang muka pembelian aset konstruksi dan penurunan uang muka pembelian aset tanah. d. Rencana realisasi biaya dibayar dimuka dan uang muka Perseroan. Jawaban: a. Peningkatan biaya dibayar dimuka disebabkan oleh pembayaran dimuka atas biaya-biaya tersebut. Sebagian besar biaya ini akan diamortisasi bertahap sepanjang masa manfaatnya sehingga saldo biaya dibayar dimuka pada akhir tahun akan lebih rendah. b. Pembayaran PBB dilakukan sesuai jatuh tempo yang telah ditentukan dan atas biaya ini akan dibebankan sampai akhir tahun. c. Peningkatan uang muka aset konstruksi disebabkan oleh aktivitas proyek di Bali, Yogyakarta dan Jakarta. Penurunan uang muka tanah disebabkan realisasi pembelian tanah di Deli Serdang. d. Biaya dibayar dimuka akan direalisasikan sesuai dengan periode manfaatnya, dan 15. Uang muka akan konstruksi akan direalisasikan sesuai tahap pembangunan, serta uang muka tanah direalisasikan saat proses akuisisi lahan selesai. Terkait dengan CALK nomor 12 tentang Aset Tetap, agar dapat dijelaskan: a. po am Latar belakang penambahan aset tetap yaitu: 1) Bangunan dan prasarana, 2) Instalasi, 3) Partisi, 4) Mesin, 5) Kendaraan, 6) Peralatan Kantor, 7) Perlengkapan Hotel, 8) Peralatan Operasional, dan 9) Aset dalam Penyelesaian. Latar belakang reklasifikasi Perseroan. Rincian aset tetap yang dijaminkan beserta dengan nilai jaminan dan kreditur. Agar dapat dijelaskan latar belakang Perseroan tidak mengasuransikan tanah Perseroan. Latar belakang keyakinan nilai petanggungan sudah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Agar dapat dijelaskan status terkini terkait aset dalam penyelesaian Perseroan. Terkait dengan penilaian nilai wajar aset tetap Perseroan, agar dapat dijelaskan terkait KJPP yang menilai dan tanggal penilaian. Apakah Perseroan dan KJPP telah mengikuti undang-undang yang relevan seperti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 28/POJK.04/2021. Latar belakang keyakinan Perseroan tidak terdapat kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai pada aset tetap Perseroan per 30 September 2024. 10
Page 11 OCR 0.954
CD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk Jawaban: a. Penambahan aset tetap bertujuan untuk pengembangan operasional Perseroan dan pengembangan proyek baru. b. Reklasifikasi dilakukan untuk memindahkan aset yang sudah selesai dari kategori “Aset dalam Penyelesaian” ke kategori aset tetap sesuai penggunaannya, serta memastikan pelaporan keuangan yang akurat berdasarkan kondisi terkini. . Aset yang dijaminkan telah sesuai dengan CALK 12. d. Perseroan tidak mengasuransikan tanah karena risiko kerugian atas tanah relatif rendah dan tanah memiliki sifat tidak mengalami penurunan signifikan akibat risiko fisik seperti kebakaran atau bencana lainnya. e. Latar belakang keyakinan nilai pertanggungan berdasarkan pada nilai pertanggungan asuransi telah mencakup nilai wajar aset tetap selain tanah, selain itu asuransi mencakup risiko seperti kebakaran, bencana alam dan kerusakan aset penting. f. Aset dalam penyelesaian mencakup proyek-proyek yang sedang berlangsung dan diperkirakan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Progres fisik dan keuangan diawasi secara berkala agar sesuai dengan target penyelesaian. 8. Penilaian dilakukan oleh KJPP Dasa'at, Yudistira dan Rekan dengan laporan tanggal 16 Maret 2021. h. Perseroan telah mengikuti ketentuan POJK No 28 terkait penilaian aset tetap. i. Keyakinan tidak ada penurunan nilai aset tetap berdasarkan pemeriksaan fisik yang dilakukan Perseroan, tidak adanya kejadian signifikan yang mempengaruhi nilai aset dan penggunaan aset tetap yang masih memberikan manfaat ekonomi sesuai dengan umur manfaatnya. » 16. Terkait dengan CALK nomor 13 tentang Properti Investasi, agar dapat dijelaskan: a. Latar belakang penambahan properti investasi yaitu: 1) bangunan dan prasarana, 2) instalasi, 3) mesin, 4) peralatan operasional, dan 5) aset dalam penyelesaian. b. Latar belakang reklasifikasi Perseroan. Cc. Agar dapat dijelaskan status terkini terkait aset dalam penyelesaian Perseroan. d. Rincian properti investasi yang dijaminkan beserta dengan nilai jaminan dan kreditur. e. Terkait dengan laporan penilai independen mengenai properti investasi, agar dapat dijelaskan latar belakang penilaian pada tahun 2021 menjadi acuan nilai properti investasi untuk 30 September 2024 dan 31 Desember 2023. f. Apakah Perseroan dan KJPP telah mengikuti undang-undang yang relevan seperti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 28/POJK.04/2021. g- Latar belakang penilaian Perseroan bahwa nilai tercatat properti investasi Perseroan per 30 September 2024 tidak melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. h. Latar belakang penilaian Perseroan bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan- perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai pada properti investasi per 30 September 2024. Jawaban: a. Penambahan properti investasi dilakukan untuk meningkatkan pendapatan berkelanjutan dan menjaga nilai aset investasi jangka panjang, sejalan dengan strategi pertumbuhan Perseroan. b. Reklasifikasi properti investasi dilakukan untuk menyesuaikan akumulasi depresiasi sesuai standar akuntansi yang berlaku, sehingga mencerminkan kondisi terkini dan akurasi nilai aset. c. Aset dalam penyelesaian saat ini berprogres sesuai rencana dan diperkirakan akan selesai tepat waktu untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan. d. Rincian properti investasi yang dijaminkan telah diungkapkan secara lengkap dalam CALK 13 dan CALK 20, sesuai dengan standar pengungkapan yang berlaku. 11
Page 12 OCR 0.956
JD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk e. Penilaian tahun 2021 digunakan sebagai acuan karena properti investasi bersifat stabil, tidak mengalami perubahan signifikan, dan hasil evaluasi internal menunjukkan nilai wajar aset tetap terjaga. f. Perseroan dan KJPP telah mematuhi POJK No. 28/POJK.04/2021, termasuk penggunaan penilai independen berlisensi dan pelaksanaan penilaian sesuai standar profesional. 8. Keyakinan Perseroan bahwa nilai tercatat properti investasi tidak melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali didasarkan pada pendapatan stabil, kondisi fisik yang baik, dan hasil evaluasi internal berkala. h. Perseroan yakin tidak ada indikasi penurunan nilai properti investasi karena tidak ada kejadian signifikan yang mempengaruahi properti investasi seperti kerusakan besar atau bencana alam, Properti masih menghasilkan pendapatan untuk Perseroan dan evaluasi internal Perseroan menunjukkan properti dalam kondisi baik dan masih memiliki prospek ekonomi jangka panjang. 17. Terkait dengan CALK nomor 14 tentang Aset Hak Guna dan Liabilitas Sewa, agar dapat dijelaskan: a. Latar belakang tidak adanya penambahan atau penyesuaian aset hak guna per 30 September 2024. b. Latar belakang penurunan nilai tercatat liabilitas sewa entitas anak yaitu: 1) PT Wynncor Bali, 2) PT Bali Nusadewata Village, dan 3) PT Bangun Hotel Nusantara. Jawaban: a. Latar belakang tidak adanya penambahan aset hak guna disebabkan oleh tidak adanya perjanjian sewa baru atau modifikasi signifikan pada kontrak sewa. b. Penurunan nilai liabilitas sewa pada entitas anak tersebut disebabkan pembayaran liabilitas selama tahun 2024. 18. Terkait dengan CALK nomor 15 tentang Aset Takberwujud, agar dapat dijelaskan: a. Latar belakang peningkatan hak atas tanah Perseroan dan PT Wynncor Bali serta nilai stagnan: 1) PT Metropolitan Realty International, 2) PT Antilope Madju, dan 3) PT Bali Nusadewata Village. b. Rincian Hak atas Tanah yang dijaminkan beserta dengan nilai jaminan dan kreditur. Jawaban: a. Latar belakang peningkatan hak atas tanah Perusahaan dan PT Wynncor Bali disebabkan pembayaran perpanjangan hak atas tanah, sementara untuk Perusahaan lainnya tidak terdapat pembayaran sehingga nilainya stagnan. b. Rincian hak atas tanah yang dijaminkan telah diungkapkan pada CALK nomor 15 dan CALK nomor 20. 19. Terkait dengan CALK nomor 16 terkait Utang Usaha kepada Pihak Ketiga, agar dapat dijelaskan: a. Latar belakang peningkatan utang usaha Perseroan untuk setiap segmen yaitu: 1) hotel, 2) real estat, dan 3) sewa ruangan. b. Status realisasi pelunasan utang usaha Perseroan sampai saat ini dengan melengkapi tabel berikut ini: 12
Page 13 OCR 0.842
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk Keterangan Jumlah Pelunasan Outstanding Outstanding (Ribuan Rp) (Rp) (95) Belum jatuh tempo 1 — | Jatuh tempo: — Ka Keterangan Jumlah ' Pelunasan | — Outstanding Outstanding (Ribuan Rp) Ka (Rp) (26) 1-30 hari 0. TN ii Ni 30-60 hari — 61-90 hari 0 Lebih dari 90 hari — Total 121.466.636 N c. Apakah Perseroan memiliki utang usaha lebih dari 1096 atau telah jatuh tempo lebih dari 90 hari? Agar dapat dijelaskan: i. Perincian utang usaha tersebut berdasarkan nama-nama pihak. li. Latar belakang belum terdapat pelunasan untuk utang usaha tersebut. li. Rencana Perseroan untuk merealisasikan pembayaran utang usaha tersebut. iv. Apakah terdapat potensi hukum atas belum dilunaskannya utang usaha tersebut. Jawaban: a. Peningkatan utang usaha pada pada setiap segmen disebabkan peningkatan aktivitas operasional sejalan dengan peningkatan revenue Perseroan. b. Status realisasi utang Perseroan adalah sebagai berikut : Keterangan Jumlah Pelunasan Outstanding Outstanding (Ribuan Rp) 1 (Rp) (28) Belum jatuh tempo 46.048.529) — 45.790.637 257.892) 196 Jatuh tempo: . —— 3 — 1-30 hari — 9.097.097 8.719.452 | 377.645 479 30-60 hari 464.182 390.317 73.866 169 61-90 hari 1.362.558 931.935 430.623 3296 (lebihdari9Ohari | 40475 ——— 40475 070 Total 57.012.841 — 55.872.816 1.140.025 21) c. Penjelasan atas utang usaha: 13 Utang usaha lebih dari 1046 kepada pihak ketiga: Perseroan tidak memiliki utang usaha yang melebihi 1096 kepada satu pihak ketiga. Utang usaha jatuh tempo lebih dari 90 hari: o Tidak terdapat saldo yang signifikan terhadap utang usaha tersebut atas masing- masing pihak ketiga. o Keterlambatan pembayaran disebabkan oleh proses administrasi yang belum dipenuhi oleh pihak ketiga. Potensi hukum: o Tidak terdapat potensi hukum atau perselisihan terkait keterlambatan pelunasan utang usaha tersebut. 13
Page 14 OCR 0.949
LD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk 20. Terkait dengan CALK nomor 17 tentang Perpajakan, agar dapat dijelaskan: a. Latar belakang penurunan utang pajak Perseroan. b. Terkait dengan hasil pemeriksaan pajak, agar dapat dijelaskan status terkini terkait pemeriksaan dan apakah Perseroan sedang dalam pemeriksaan pajak selain dalam Laporan Keuangan. Cc. Latar belakang Perseroan membukukan manfaat pajak tangguhan per 30 September 2024 dibandingkan beban pajak tangguhan pada 30 September 2023. Jawaban: a. Penurunan utang pajak Perseroan disebabkan oleh pelunasan kewajiban pajak terutang pada periode berjalan, termasuk pembayaran pajak penghasilan badan dan pajak lainnya. b. Sampai saat ini tidak terdapat hasil pemeriksaan pajak selain yang diungkapkan dalam laporan keuangan. c. Manfaat pajak tangguhan dibukukan karena adanya perbedaan temporer antara nilai buku aset dengan nilai fiskal yang dapat dikompensasi di masa mendatang. Selain itu, Perseroan juga mengakui aset pajak tangguhan dari rugi fiskal, yang dapat digunakan untuk mengurangi kewajiban pajak di periode mendatang. 21. Terkait dengan CALK nomor 18 tentang Beban Akrual dan Utang Lain-lain, agar dapat dijelaskan: a. Terkait dengan Beban Akrual, agar dapat dijelaskan: i. Latar belakang penurunan: 1) pemasok, 2) telepon, listrik, dan air 3) perbaikan dan pemeliharaan, serta 4) lain-lain dan latar belakang peningkatan: 1) jasa manajemen, 2) pajak bumi dan bangunan, dan 3) jasa profesional. ii. Rincian beban akrual lain-lain, jasa manajemen, jasa profesional, dan bunga dan biaya jasa keuangan lainnya. ii. Status terkini terkait beban akrual Perseroan. b. Terkait dengan Utang Lain-lain, agar dapat dijelaskan: i. Latar belakang peningkatan utang kontraktor dan deposit tamu serta latar belakang penurunan: 1) utang retensi, 2) jasa manajemen, dan 3) lain-lain. ii. Rincian utang retensi, jasa manajemen, dan utang lain-lain. Jawaban: a. Terkait Beban Akrual: i Penurunan beban akrual atas akun-akun tersebut diatas disebabkan penyelesaian kewajiban pembayaran, serta untuk peningkatan akun-akun lainnya disebabkan kewajiban yang telah jatuh tempo. ii. Rincian beban akrual lain-lain adalah beban operasional yang telah diterima manfaatnya oleh Perseroan. Nilainya tidak material dan tidak termasuk dalam akun-akun akrual yang diungkapkan. Akrual jasa manajemen adalah akrual atas jasa manajemen dari pihak ketiga sesuai perjanjian manajemen yang berlaku. Akrual jasa profesional adalah akrual atas jasa seperti notaris, legal dan konsultan profesional lainnya. Sementara akrual bunga dan biaya jasa keuangan lainnya adalah akrual atas biaya bunga pinjaman. 14
Page 15 OCR 0.955
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk 22. 23. 24. ili. Perseroan menunjukkan bahwa kewajiban tersebut dikelola secara tertib sesuai dengan jadwal jatuh tempo. Perseroan memastikan pembayaran dilakukan tepat waktu untuk meminimalkan biaya tambahan dan menjaga kesehatan arus kas. b. Utang lain-lain : 1. Peningakatan utang lain-lain, utang kepada kontraktor meningkat disebabkan aktivitas proyek yang sedang dilakukan oleh Perseroan sementara untuk deposit tamu disebabkan kenaikan pemesanan dan pembayaran dari tamu di divisi hotel. Penurunan utang lain-lain yaitu retensi, jasa manajemen dan lain-lain disebabkan oleh pembayaran kepada pihak ketiga yang dilakukan Perseroan. ii. Rincian utang retensi adalah utang kepada kontraktor atas proyek hingga masa pemeliharaan berakhir, utang jasa manajemen adalah terkait jasa manajemen yang diterima Perseoran, utang lain-lain adalah kewajiban terkait biaya operasional yang nilainya tidak material sehingga tidak diungkapkan secara terpisah. Terkait dengan CALK nomor 19 tentang Jaminan dan Uang Muka Diterima, agar dapat dijelaskan latar belakang peningkatan jaminan penyewa sewa dalam Rupiah serta latar belakang terkait akun jaminan penyewa telepon. Jawaban: Peningkatan jaminan penyewa sewa dalam Rupiah disebabkan penambahan penyewa baru di divisi Office dan Retail. Sementara akun jaminan telepon adalah jaminan yang diberikan penyewa terkait jaringan telekomunikasi yang digunakan penyewa. Terkait dengan CALK nomor 20 tentang Pinjaman dari Kreditur dalam Negeri dan Luar Negeri, agar dapat dijelaskan: a. Status pelunasan setiap pinjaman saat ini. b. Keyakinan perseroan dalam melunaskan pinjaman Perseroan. Jawaban: a. Status pelunasan setiap pinjaman saat ini. Dengan arus kas operasional yang stabil, Perseroan mampu membayar secara bertahap pokok pinjaman dan bunga sesuai jadwal yang telah ditentukan b. Perseroan memiliki keyakinan dapat mengurangi pinjaman dan pelunasan pinjaman secara bertahap dengan memperhatikan arus kas positif dari operasional Perusahaan. Terkait dengan CALK nomor 21 tentang Liabilitas Kontrak, agar dapat dijelaskan latar belakang peningkatan uang muka diterima dari: 1) Penjualan tanah dan/atau bangunan, 2) Penjualan unit apartemen, dan 3) Jasa layanan dan pemeliharaan ruang perkantoran dan ruang pusat ritel. Jawaban: Peningkatan atas liabilitas kontrak untuk penjualan tanah dan/atau bangunan serta penjualan unit apartemen disebabkan adanya transaksi penjulan tanah/bangunan selama tahun 2024. Pembayaran uang muka dilakukan oleh pembeli yang ingin mengamankan kepemilikan aset sebelum dilakukan serah terima. 15
Page 16 OCR 0.944
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk Peningkatan uang muka dari jasa layanan dan pemeliharan ruang kantor dan ruang pusat ritel disebabkan oleh peningkatan jumlah penyewa. 25: 26. 2: Terkait dengan CALK nomor 23 tentang Liabilitas Diestimasi Atas Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Umum, agar dapat dijelaskan latar belakang nilai akun tersebut stagnan. Jawaban: Nilai akun Liabilitas Diestimasi atas Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Umum stagnan karena tidak adanya aktivitas tambahan, penyelesaian, atau perubahan signifikan dalam proyek pembangunan prasarana dan fasilitas umum selama periode berjalan Terkait dengan CALK nomor 24 tentang Kepentingan Nonpengendali, agar dapat dijelaskan: a. Apakah Perseroan akan menambah porsi kepemilikan dan/atau menambah perusahaan lain. . b. Rencana Perseroan kedepannya dalam kepentingan nonpengendali Perseroan. Jawaban: a. Hingga saat ini, Perseroan belum memiliki rencana untuk menambah porsi kepemilikan di entitas anak yang ada maupun untuk melakukan akuisisi perusahaan lain. b. Terkait kepentingan nonpengendali, Perseroan saat ini belum memiliki rencana strategis baru dalam mengubah struktur kepemilikan atau melakukan tindakan lain yang berdampak pada kepentingan nonpengendali di masa mendatang. Terkait dengan CALK nomor 28 tentang Pendapatan, agar dapat dijelaskan: a Analisa Perseroan atas faktor utama dan faktor pendukung terkait peningkatan atau penurunan berdasarkan jenis dan jasa barang Perseroan yaitu: 1) Penjualan kamar hotel, 2) Penjualan makanan dan minuman, 3) Pendapatan dari fasilitas penunjang hotel lainnya, 4) Penjualan real estat, 5) Pendapatan dari jasa ke penyewa, 6) Pendapatan dari jasa ke penyewa, 7) Jasa manajemen, dan 9) Pendapatan sewa Pendapatan Perseroan berdasarkan wilayah geografis. Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan Perseroan. Jawaban: a. Faktor Peningkatan pendapatan Perseroan terutama didorong oleh: e Divisi hotel: Peningkatan jumlah wisatawan lokal dan internasional, khususnya ke Pulau Bali, memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan sektor perhotelan. e Penjualan real estate: Permintaan pasar yang stabil serta dukungan stimulus perpajakan dari pemerintah turut mendorong peningkatan penjualan real estate. s Pendapatan sewa: Pemulihan ekonomi pasca pandemi mendukung peningkatan aktivitas sewa ruang komersial dan perkantoran. Pendapatan berdasarkan geografis, Penyebaran pendapatan Perseroan berdasarkan geografis adalah Bali 68,796, Jakarta 24,646, Yogyakarta 6,396 dan Medan dan Semarang 0,46. Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan meliputi: Oo Optimalisasi okupansi hotel melalui peningkatan layanan dan strategi pemasaran yang efektif. Oo Pengembangan dan penjualan real estate dengan menyelesaikan proyek tepat waktu dan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. 16
Page 17 OCR 0.946
MD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk Oo Peningkatan pendapatan sewa melalui pemeliharaan kualitas properti dan penyediaan layanan tambahan untuk penyewa. 28. Terkait dengan CALK nomor 29 tentang Beban Pokok Penjualan, agar dapat dijelaskan: a. Latar belakang peningkatan beban tersebut dari sisi: 1) hotel, 2) real estat, 3) sewa ruang perkantoran, 4) sewa pusat ritel, dan 5) penjualan unit apartemen dengan hak strata. b. Strategi Perseroan untuk dapat mengurangi beban pokok penjualan Perseroan. Jawaban: a. Peningkatan beban pokok penjualan sejalan dengan peningkatan pendapatan Perseroan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. b. Strategi perseroan dalam mengurangi beban pokok penjualan adalah dengan melakukan efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi, melakukan pengendalian atas biaya proyek. 29. Terkait dengan CALK nomor 30 tentang Beban Usaha, agar dapat dijelaskan: a. Latar belakang peningkatan beban: 1) penyusutan dan amortisasi, 2) Gaji, tunjangan karyawan, pesangon dan manfaat karyawan, 3) Perbaikan, pemeliharaan dan utilitas, 4) Biaya manajemen dan pelatihan, 5) Pajak dan perizinan, 6) Teknologi informasi, 7) Keamanan, 8) Asuransi, dan 9) Perjalanan dinas. b. Latar belakang penurunan beban: 1) Honorarium professional, 2) Beban kantor, serta 3) Lain- lain. Cc. Agar dapat dijelaskan terkait pajak dalam akun beban usaha. d. Strategi Perseroan untuk dapat mengurangi beban usaha Perseroan. Jawaban: a. Peningkatan beban usaha sejalan dengan peningkatan pendapatan Perseroan. Peningkatan penjualan mendorong peningkatan aktivitas operasional, seperti biaya tenaga kerja, pemeliharaan aset, serta utilitas untuk mendukung pertumbuhan kinerja perusahaan. b. Penurunan beban usaha merupakan hasil dari upaya efisiensi yang dilakukan Perseroan. e Honorarium profesional menurun karena berkurangnya penggunaan jasa konsultan eksternal. e Beban kantor dan beban lain-lain mengalami efisiensi melalui pengendalian pengeluaran operasional dan optimalisasi sumber daya. Cc. Akun pajak dalam beban usaha mencakup pajak daerah, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak retribusi, serta biaya perizinan terkait kegiatan operasional Perseroan. d. Strategi Perseroan untuk mengurangi beban usaha mencakup: e Efisiensi operasional melalui optimalisasi sumber daya dan pengendalian biaya. e Pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya manual. e Pemeliharaan rutin aset untuk mencegah biaya perbaikan mendadak. e Optimalisasi aset Perseroan agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang maksimal. 17
Page 18 OCR 0.941
D PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk 30. Sehubungan dengan CALK nomor 39 tentang Litigasi, agar dapat dijelaskan: a. b. &: Status perkara-perkara saat ini. Keyakinan Perseroan untuk memenangi perkara-perkara tersebut. Apakah terdapat perkara lainnya yang belum ada dalam Laporan Keuangan? Agar dapat dijelaskan. . Mitigasi Perseroan jika Perseroan gagal memenangi perkara-perkara tersebut. Jawaban: a. b. PT Copylas Indonesia : Perkara Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Nomor Perkara : Perkara Perdata nomor 626/PDT.G/2024/PN.JKT.BRT di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Pokok Perkara : Atas bidang tanah Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 03218 seluas 203 m2 milik PT Copylas Indonesia, tumpang tindih dengan Sertipikat Hak Milik (SHM) No.4100 dengan luas tanah 308 m2? milik perorangan atas nama Benny Abdullah S. (Alm.) Para Pihak : PT Copylas Indonesia -Tergugat I Kementrian ATRBPN Cg BPN Jakarta Barat - Tergugat II Siti Baida - Penggugat | Krisna Purwana Letsoin - Penggugat II Yati - Penggugat III Legal Standing : - Sertipikat HGB nomor 3218 Perseroan - PBB - Izin (SIPPT/IPPT/IPPR) Seluruhnya tercatat atas nama PT Copylas Indonesia. Status Perkara : Saat ini dalam proses persidangan dengan agenda sidang DUPLIK (PT Copylas Indonesia telah menyerahkan DUPLIK melalui Kuasa Hukum Janis & Associates). Keyakinan Perseroan untuk memenangi perkara-perkara tersebut. Jawaban : PT Copylas Indonesia memiliki keyakinan akan memenangkan perkara tersebut, karena pembebasan lahan yang dilakukan PT Copylas Indonesia terjadi lebih dahulu dan alas hak SHGB 3218 terbit lebih dahulu dibandingkan pihak lawan, pembebasan tersebut juga dilakukan secara sah dan dengan bukti-bukti yang kuat berdasarkan Dokumen Pelepasan Hak atas Girik dan dokumen transaksi pembayaran dari PT Copylas Indonesia. . Apakah terdapat perkara lainnya yang belum ada dalam Laporan Keuangan? Agar dapat dijelaskan. Jawaban : Tidak ada. . Mitigasi Perseroan jika Perseroan gagal memenangi perkara-perkara tersebut. Jawaban : PT Copylas Indonesia akan melakukan Upaya Hukum lanjutan (Banding, Kasasi, PK) apabila Perkara Perdata nomor 626/PDT.G/2024/PN.JKT.BRT dinyatakan kalah berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat. 18
Page 19 OCR 0.942
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk 31. Sehubungan dengan CALK nomor 43 tentang Selisih Transaksi Pihak Nonpengendali, agar dapat dijelaskan: a. Latar belakang Perseroan mengakuisisi 3096 kepemilikan saham PT Wynncor Bali. b. Latar belakang Perseroan mengakuisi dengan nilai pengalihan yang lebih besar dibandingkan aset neto PT Wynncor Bali. Cc. Kontribusi pendapatan yang diharapkan Perseroan dari transaksi ini. Jawaban: a. Tambahan akuisisi 3096 kepemilikan saham PT Wynncor Bali (WB) sebagai bagian dari mengamankan kendali penuh dan untuk mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan b. Nilai akuisisi yang lebih besar dari nilai aset neto WB disebabkan oleh nilai strategis aset yang dimiliki WB dan potensi pendapatan masa depan. C. Perseroan meningkatkan potensi perhotelan, dengan peningkatan kepemilikan Perseroan optimis akan memperoleh peningkatan pendapatan dari perhotelan dan juga peningkatan dividen dari akuisisi tersebut. Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk. L Corporate Secretary 19
Names mentioned 20 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Setiabudi Internasional Tbk
p.1 ×20
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Building
p.1
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna
p.1
unresolved
person
Adi Pratomo Aryanto
p.1
unresolved
org
PT Copylas Indonesia
p.3 ×13
unresolved
org
PT Permata Asrigriya Lestari
p.9 ×3
unresolved
org
KJPP Dasa'at
p.11
unresolved
org
Yudistira dan Rekan
p.11
unresolved
org
PT Wynncor Bali
p.12 ×5
unresolved
org
PT Bali Nusadewata Village
p.12 ×2
unresolved
org
PT Bangun Hotel Nusantara. Jawaban
p.12
unresolved
org
PT Metropolitan Realty International
p.12
unresolved
org
PT Antilope Madju
p.12
unresolved
org
PT Copylas Indonesia. Status Perkara
p.18
unresolved
org
Pengadilan Negeri Jakarta Barat.
p.18
unresolved
org
PT Wynncor Bali. Cc. Kontribusi
p.19
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.