Skip to content
Back to announcement

20241216_BCIC_Public Expose_31829205_lamp1.pdf

Other Text extracted BCIC

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1
                              Ringkasan Sesi Tanya Jawab
         Public Expose Tahunan PT Bank JTrust Indonesia Tbk (“Perseroan”)
                                   11 Desember 2024


Berikut ini Ringkasan Pertanyaan dan Tanggapan yang diajukan pada saat berlangsungnya
acara Public Expose Tahunan Perseroan sebagai berikut:


    Santi Palupi (Investor Retail)
    Mengacu pada paparan bahwa pertumbuhan kredit J Trust Bank ditopang oleh
    pertumbuhan kuat kredit Properti/Real Estate, Kredit Properti/Real Estate jenis apakah
    yang dimaksud?
    Sedangkan pertanyaan yang kedua berkaitan dengan kegiatan CSR J Trust Bank,
    kegiatan CSR apa sajakah yang sudah dijalankan J Trust Bank?

    Jawab:

    Kredit Real Estate yang menjadi penopang pertumbuhan kredit Perseroan adalah jenis
    Kredit Real Estate perumahan pribadi dan komersial dengan lokasi yang strategis sesuai
    dengan penilaian Perseroan. Perseroan menyatakan untuk pilihan lokasi/kota yang
    menjadi fokus Perseroan adalah kota-kota yang menurut penilaian Perseroan masih
    menunjukkan pertumbuhan perumahan yang tinggi. Perseroan menilai saat ini kondisi
    tersebut masih terlihat di daerah-daerah sekitar Jakarta dan Jawa Barat. Perseroan
    juga menyatakan jenis kredit Real Estate yang dipilih oleh Perseroan saat ini bukanlah
    Perumahan yang saat ini sedang digaungkan oleh Pemerintahan sekarang yaitu kategori
    Rumah 3 Juta karena Perseroan melihat kategori perumahan ini masih belum memiliki
    juklak yang jelas dari Pemerintah. Perseroan saat ini masih memilih kategori
    perumahan menengah-bawah dan menengah. Perseroan juga mendukung perumahan
    yang nuansanya hijau. Namun kedepannya Perseroan juga akan mendukung program
    perumahan pemerintah jika nanti dari Pemerintah baru sudah mengeluarkan aturan
    yang lebih jelas mengenai program perumahan tersebut.

    Mengenai kegiatan CSR Perseroan, Perseroan menyatakan bahwa sebetulnya Perseroan
    aktif dalam melakukan kegiatan CSR dimana hal ini bisa dilihat publik dalam situs resmi
    J Trust Bank dan dalam Laporan Tahunan Perseroan. Perseroan juga menyatakan bahwa
    di tahun ini Perseroan sudah aktif melakukan 19 aktivitas CSR seperti Pelatihan UMKM,
    Pendidikan dan Kesehatan Anak serta Penanaman Mangrove. Perseroan juga
    menyatakan kegiatan CSR Perseroan sejauh ini sudah proven bahkan hingga
    mendapatkan beberapa penghargaan di tahun lalu. Di tahun ini pun kegiatan CSR
    Perseroan juga kembali mendapatkan penghargaan dari IDX Channel untuk Inisiatif
    Program Keberlanjutan.
Page 2
Gusti (Media – kompas.com)

Terkait dengan keberhasilan Perseroan membukukan kenaikan laba bersih hingga Rp
161,22 miliar di kuartal III 2024, kira-kira berapa proyeksi laba bersih hingga akhir tahun
2024? Dan berapa pertumbuhan year-on-year laba bersih tersebut nantinya? Sementara
Perseroan tadi sempat menyatakan untuk meningkatkan profitabilitas akan melakukan
berbagai cara termasuk meningkatkan Fee Based Income dari divisi treasury, bisakah
kita mendapatkan gambaran caranya seperti apa? Dan yang terakhir, terkait rencana
The Fed yang diprediksi akan meurunkan suku bunga-nya di pertengahan Desember ini
kira-kira akan menimbulkan efek apa bagi Perseroan dan perbankan Indonesia nantinya?

Jawab:

Perseroan menyatakan untuk saat ini masih belum bisa memaparkan laba akhir tahun
2024, namun Perseroan mengharapkan bisa melakukan beberapa efisiensi hingga akhir
tahun 2024 sehingga kinerja positif yang sudah dibukukan Perseroan hingga periode
September 2024 bisa dipertahankan.

Sementara terkait Fee Based Income, Perseroan menyatakan bahwa Fee Based Income
Perseroan tahun ini (hingga periode September 2024) memang mengalami peningkatan
yang cukup signifikan dipengaruhi oleh kenaikan dari Fee Kredit dan keuntungan
transaksi Forex serta keuntungan transaksi obligasi yang dijalankan oleh Divisi Treasury
Perseroan.

Sedangkan mengenai efek dari potensi penurunan suku bunga The Fed, Perseroan
menyatakan bahwa potensi penurunan suku bunga acuan The yang biasanya juga diikuti
oleh penurunan suku bunga acuan BI Rate sejauh ini belum memberikan dampak yang
siginifikan terhadap Perseroan. Hal ini disebabkan oleh kondisi persaingan Bank untuk
mendapatkan DPK sangat ketat. Selain itu, Pemerintah juga banyak menerbitkan SRBI
dengan tingkat suku bunga yang cukup atraktif untuk bisa dinikmati masayarakat luas
dan pada akhirnya menambah tekanan persaingan Bank-Bank untuk merebut DPK. Jadi
menurut Perseroan potensi penurunan suku bunga acuan tidak akan berdampak luar
biasa dan Perseroan justru lebih menantikan gebrakan pemerintahan baru untuk
mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang lebih mendukung ekonomi kerakyatan.
Perseroan justru mencermati dampak yang akan timbul dari potensi kenaikan PPN yang
akan dinaikkan menjadi 12% di tahun 2025 dimana hal ini berpotensi meningkatkan cost
of life Masyarakat Indonesia.



Ahmad (Media – Fortune)

Bagaimana kontribusi digitalisasi termasuk co-branding dengan Persija terhadap
pertumbuhan DPK Perseroan? Mengingat kondisi persaingan industri perbankan yang
cukup ketat bagamaina strategi Perseroan untuk tetap kompetitif khususnya dalam
produk digital Perseroan?
Page 3
Jawab:

Peseroan menegaskan bahwa positioning Perseroan saat ini bukanlah sebagai Bank
Digital, namun Perseroan tetap akan menjaga daya saingnya dalam digitalisasi layanan
perbankannya. Perseroan juga mengungkapkan keberhasilannya dalam melakukan
perubahan Core Banking System (CBS) di bulan Agustus lalu. Saat ini Perseroan sedang
dalam masa penyelarasan dan penyeimbangan atas dampak dari perubahan CBS
tersebut. Namun di satu sisi, Perseroan tetap melakukan perbaikan dan memperbanyak
fasilitas agar bisa tetap berkompetisi dengan bank-bank lain. Perseroan juga
menyatakan memiliki beberapa inisiasi yang akan coba direalisasikan di tahun depan
(2025) seperti kemampuan kartu ATM Perseroan menggunakan Mastercard sehingga bisa
melakukan transaksi di luar negeri, fasilitas QRIS dan fitur-fitur lainnya.

Perseroan juga menambahkan bahwa saat ini Perseroan sedang mempersiapkan fasilitas
pembukaan rekening secara virtual sehingga nantinya pembukaan rekening baru bisa
dilakukan dimanapun.

Terkait Co-Branding Perseroan dengan Persija adalah merupakan perwujudan niat
Perseroan untuk mendukung sebuah kegiatan olahraga dan merangkul komunitas
pendukung Persija yang terbilang luar biasa. Perseroan melihat hasil dari co-branding
ini terbilang baik dan Perseroan juga berharap co-branding ini bisa membuat perseroan
bisa melakukan reposisi terhadap nama Perseroan. Perseroan juga menambahkan
bahwa selain melakukan co-branding dengan Persija, Perseroan juga melakukan
kerjasama dengan Komunitas Taekwondo Indonesia.

Terkait dengan Produk Digital Perseroan, Perseroan menyatakan akan membuat produk
digital yang terkait dengan Funding lebih banyak lagi di tahun depan (2025) namun
Perseroan akan mempersiapkan infrastruktur-nya terlebih dahulu untuk mendukung hal
tersebut.



Baim (Media - Infobank)

Strategi seperti apa yang dilakukan Perseroan untuk bisa meningkatkan penghimpunan
DPK hingga 14,95% Year-on-Year pada periode September 2024 lalu? Serta bagaimana
komitment Perseroan terhadap bisnis berkelanjutan di tahun depan (2025)?

Jawab:

Perseroan meyatakan untuk tahun depan (2025) pertumbuhan penghimpunan DPK
Perseroan kemungkinan tidak akan sekuat tahun ini (2024). Di tahun ini Perseroan juga
mencatatkan adanya perlambatan di semester 2 sejalan dengan tren industri perbankan
nasional secara keseluruhan dipengaruhi oleh beberapa event politik yang besar.
Perseroan juga menyatakan untuk tahun depan strategi yang akan dijalankan oleh
Perseroan adalah Perseroan akan berusaha untuk menjaga existing Funding Perseroan
terlebih dahulu dengan memberikan beberapa kenyamanan terkait Cross Selling
sehingga bisa membuat existing nasabah Perseroan merasa sulit untuk mengeluarkan
Page 4
funding mereka dari Perseroan. Perseroan memberikan contoh dengan Perseroan
berusaha menawarkan kepada para deposannya untuk menjalankan aktivitas
rekeningnya di Perseroan dengan cara memberikan kemudahan dalam hal Giro maupun
Tabungan dengan program hadiah maupun yield yang cukup menarik. Jika deposan
tersebut diketahui juga punya usaha, Perseroan juga akan berusaha menawarkan
fasilitas program kredit Perseroan. Selain itu, jika deposan tersebut memiliki keinginan
untuk memiliki life insurance, Perseroan juga bisa menawarkan program life insurance
tersebut. Jadi ketika perseroan berhubungan dengan nasabahnya tidak hanya melihat
dari 1 sisi saja, namun Perseroan berharap bisa memenuhi keseluruhan kebutuhan dan
aktivitas keuangan nasabahnya bisa diakukan di Perseroan. Strategi lain yang dijalankan
Perseroan untuk mendapatkan funding dari nasabah baru adalah dengan masuk ke
komunitas seperti yang sudah kita jalankan dengan melakukan Co-Branding dengan
Persija, Komunitas Taekwondo Indonesia, dsb.

Sementara terkait ESG Perseroan menyatakan hal ini bisa dilihat dari total kredit hijau
Perseroan yang sejauh ini telah mencapai sekitar Rp 3 triliun. Ke depannya Perseroan
memaparkan kesiapannya untuk masuk ke ESG bernuansa biru yaitu Perseroan akan
mendukung lingkungan yang terkait kelautan.



Tia (Media - Kontan)

Pertanyaan pertama yaitu terkait dengan Free Float, kapan akan terealisasi pemenuhan
Free Float ini? dan jika terpenuhi kira-kira apakah akan mencapai tepat 7,5% atau bisa
lebih dari 7,5%? Yang kedua terkait dengan Cost of Fund, bagaimana proyeksi Cost of
Fund hingga akhir tahun ini, apakah masih akan cenderung tinggi dan bagaimana
efeknya ke profitabilitas Perseroan nantinya? Sementara terkait pertumbuhan DPK
Perseroan apakah masih akan didominasi oleh pertumbuhan Deposito? Sedangkan
terkait pertumbuhan Perseroan yang diproyeksikan akan lebih lambat di tahun depan
dibanding tahun ini, kira-kira tantangan-tantangan apa saja yang membuat kondisi ini?
Terakhir, di tahun depan sektor-sektor apa saja yang akan menopang pertumbuhan
perseroan, apakah sektor Consumer atau Korporasi? Sedangkan hingga September atau
Oktober tahun ini segmen mana saja yang menopang pertumbuhan kredit Perseroan,
apakah retail atau korporasi?

Jawab:

Terkait Cost of Fund, Perseroan menyatakan akan mempertahankan Cost of Fund yang
ada dan Perseroan berharap level Cost of fund akan tetap terjaga hingga akhir tahun
ini. Sedangkan untuk pertumbuhan DPK, Perseroan menyatakan pertumbuhan Deposito
diperkirakan masih akan mendominasi karena tipikal orang Indonesia yang cenderung
lebih tertarik terhadap produk simpanan dengan tingkat suku bunga tinggi dan kondisi
Perseroan yang ekosistemnya tidak besar seperti ekosistem Salim Grup misalnya.
Sementara terkait tantangan-tantangan yang membuat proyeksi pertumbuhan
Perseroan di tahun depan akan lebih lambat dibanding tahun ini adalah karena kondisi
Page 5
    Perseroan yang dalam 3 tahun terakhir pertumbuhannya terbilang sangat agresif,
    terlihat dari CAGR Perseroan yang berada diatas industri, sehingga kondisi perlambatan
    ekonomi global maupun nasional akan membuat pertumbuhan Perseroan akan
    cenderung melambat. Namun kondisi ini akan membuat Perseroan bisa melakukan re-
    positioning existing portfolio kreditnya agar kedepannya Perseroan bisa bertumbuh
    lebih baik lagi. Perseroan juga menyatakan selama ini pertumbuhan kreditnya
    didominasi oleh pertumbuhan kredit segmen korporasi, komersil dan multifinance.
    Kedepannya seiring dengan pergantian Core Banking System Perseroan dengan yang
    baru, Perseroan berharap hal ini nantinya bisa mendorong pertumbuhan kredit dari
    sektor ritel seperti KPR dan SME. Kedepannya Peseroan masih melihat pertumbuhan
    kredit Corporate, Commercial dan Multifinance sampai sistem Perseroan siap.
    Perseroan menargetkan sistem perseroan akan mulai siap di kuartal II tahun depan
    (2025) sehingga kredit ritel seperti KPR dan SME juga akan bertumbuh lebih baik dan
    bisa mengimbangi pertumbuhan kredit Corporate, Commercial dan Multifinance.

    Terkait Free Float, Perseroan menyatakan akan menambahnya melalui Right Issue di
    tahun depan (2025) dengan menggunakan laporan keuangan audit tahun 2024 sehingga
    diperkirakan pada periode semester I 2025 Free Float Perseroan akan bisa terpenuhi.



Demikian kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.



Hormat kami,
PT Bank JTrust Indonesia Tbk

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.1 MB
Published16 Dec 2024
Pages5
Characters12,366
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank JTrust Indonesia Tbk p.1 ×5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result