Skip to content
Back to announcement

20241211_JAWA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31818558_lamp3.pdf

Other Text extracted JAWA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 67

Page 1

          
Page 2

          
Page 3

          
Page 4

          
Page 5

          
Page 6

          
Page 7

          
Page 8

          
Page 9

          
Page 10

          
Page 11

          
Page 12

          
Page 13

          
Page 14

          
Page 15

          
Page 16
    1. PENDAHULUAN


1.1    Identifikasi Status Penilai

Pendapat Kewajaran ini disusun oleh Tim Penilai independen dari KJPP Felix Sutandar
dan Rekan. Buku Laporan Pendapat Kewajaran ini di tanda tangani oleh:
-     Felix Sutandar, MSc (MAPPI No. 81-S-00017; PB-1.08.00022; STTD.PPB-31/PJ-
      1/PM.02/2023) sebagai Penilai Berizin.
-     Natalia Goysal (MAPPI No. 10-S-02509; P.1-12.00347) sebagai Reviewer.
-     Grace Martana (MAPPI No. 16-S-07048; Register No. RMK-2019.03051) sebagai
      Penilai.

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.


1.2    Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:

Nama                : PT Jaya Agra Wattie Tbk
Bidang usaha        : Agribisnis
Alamat              : Gedung Graha Dinamika Lantai 2
                      Jl. Tanah Abang II No. 49-51
                      Jakarta 10160
Email               : corsec@jawattie.com
Telepon             : 021-3505906
Faksimili           : 021-65867525


1.3    Maksud dan Tujuan

Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan
penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam
rangka keterbukaan informasi sebagaimana diatur dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha serta untuk memenuhi POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.


1.4    Asumsi dan Kondisi Pembatas

Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
   dalam proses penilaian.


Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                    1
Page 17
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
   keakuratannya.
4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran
   proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
   pencapaiannya.
5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
   keuangan.
6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
   yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
   Akhir.
8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
   Kewajaran dari Pemberi Tugas.


1.5   Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

PT Jaya Agra Wattie Tbk (“JAWA” atau “Perseroan”) adalah sebuah perusahaan yang
bergerak di bidang agribisnis, yaitu karet, kelapa sawit, kopi dan teh.

Melihat kondisi keuangan JAWA sampai dengan 30 Juni 2024 dimana ketersediaan kas
dan tingkat likuiditas Perseroan cukup rendah, JAWA memerlukan tambahan dana untuk
dapat beroperasi secara optimal sehingga dapat mempertahankan kelangsungan
hidupnya. Oleh karena itu JAWA berencana mengadakan perjanjian pinjaman dengan
Pemegang Saham Utama yaitu PT Sarana Agro Investama (“SAI”), dimana SAI akan
memberikan pinjaman dengan nilai maksimal sebesar Rp 1.250.000.000.000 (satu
triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah) yang rencananya akan diberikan secara
bertahap sesuai dengan permintaan.

Sebelumnya JAWA telah memperoleh fasilitas pinjaman sebesar Rp 1.000.000.000.000
(satu triliun Rupiah) dari SAI yaitu pada tanggal 19 Desember 2022 sehingga dengan
diadakannya perjanjian baru, total fasilitas pinjaman dari SAI adalah sebesar
Rp.2.250.000.000.000 (dua triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah).

Pertimbangan JAWA dalam menambah pinjaman adalah karena pinjaman yang akan
diberikan berupa pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan sehingga hal itu akan
meringankan beban keuangan JAWA.

KJPP Felix Sutandar dan Rekan sebagai Penilai Independen telah diminta oleh Perseroan,
sebagaimana tertuang dalam Surat Penugasan No. No. 0468/FSR/Spn/FS/0509/2024
tanggal 05 September 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, untuk
memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dimaksud.


1.6   Objek Pendapat Kewajaran

Objek Pendapat Kewajaran adalah Rangkaian Transaksi Pinjaman Dana dari Pemegang
Saham Utama yaitu SAI kepada PT Jaya Agra Wattie Tbk dengan jumlah fasilitas
pinjaman maksimal sebesar Rp.2.250.000.000.000 (dua triliun dua ratus lima puluh
miliar Rupiah) yang terdiri dari rencana fasilitas pinjaman saat ini yaitu sebesar
Rp.1.250.000.000.000 (satu triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah) dan pinjaman
yang telah diperoleh sebelumnya sebesar Rp 1.000.000.000.000 (satu triliun Rupiah).




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                     2
Page 18
1.7   Tanggal Pendapat Kewajaran

Tanggal (cut-off date) Pendapat Kewajaran ini adalah 30 Juni 2024 (“Tanggal
Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran Rencana Transaksi
dimaksud.

1.8   Mata Uang yang Digunakan

Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah.


1.9   Tingkat Kedalaman Investigasi

Pemberian Pendapat Kewajaran dilakukan dengan investigasi yang meliputi inspeksi dan
pengumpulan data dan informasi dari pihak Manajemen Perseroan yang bertujuan untuk
memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya
diverifikasi melalui wawancara.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
a. Analisis dampak pajak untuk para pihak terkait Rencana Transaksi;
b. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis kewajaran.


1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan maupun tulisan melalui komunikasi
    dengan manajemen
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
    cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
    website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.

Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya dan tidak
mengandung unsur-unsur yang dengan sengaja disembunyikan.


1.11 Persetujuan Publikasi

Laporan ini terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian atau
keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan,
mengingat kemungkinan terdapat informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi operasional Perseroan.


1.12 Pedoman dan Standar Penilaian

Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah:
1. Standar Penilaian Indonesia yang meliputi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
   Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-2018);
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian
   dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;



Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                   3
Page 19
3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
   Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


1.13 Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan

Rencana Transaksi merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK
No. 17/POJK.04/2020 karena bila diperhitungkan sebagai satu kesatuan dengan
pinjaman sebelumnya maka pinjaman mencapai 227,5% (lebih dari 50% sehingga wajib
terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham, RUPS)
dari nilai buku ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan per 30 Juni 2024 yang
telah dilakukan reviu oleh Akuntan Publik Sangapan Tambunan, CPA dari Kantor
Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dalam
Laporan No. PHHARP-AL/196/ST/SN/2024 tanggal 27 September 2024.

Rencana Transaksi juga merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
POJK 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.


1.14 Dampak Keuangan

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, JAWA memperoleh dana untuk pembayaran
utang berbunga dan membiayai kegiatan operasionalnya sehingga dapat meningkatkan
kemampuan JAWA untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya yang dalam
beberapa tahun terakhir terus merugi. Selain itu, Rencana Transaksi tidak membebani
keuangan Perseroan karena pinjaman yang akan diberikan oleh SAI adalah pinjaman
tanpa bunga dan tanpa jaminan.


1.15 Sumber Data

Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami telah melaksanakan prosedur yang
mencakup pengkategorian, pengkorelasian, pengecekan validitas dan penelaahan data
dan informasi berikut:
1. Laporan Keuangan JAWA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang
   telah direviu oleh Akuntan Publik Sangapan Tambunan, CPA dari Kantor Akuntan
   Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dalam Laporan
   No. PHHARP-AL/196/ST/SN/2024 tanggal 27 September 2024.
2. Laporan Keuangan JAWA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Agustinus Ade Kristanto Simatupang
   dari Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan dalam Laporan No.
   00886/2.0459/AU.1/01/1513-1/1/VI/2024 tanggal 13 Juni 2024 dengan opini Wajar
   Tanpa Modifikasian.
3. Laporan Keuangan JAWA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Darmenta Pinem, SE, CPA dari Kantor
   Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan No.
   00450/2.1051/AU.1/01/0519-3/1/IV/2023 tanggal 12 April 2023 dengan opini
   Wajar Tanpa Modifikasian.
4. Laporan Keuangan JAWA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2021 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Darmenta Pinem, SE, CPA dari Kantor
   Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan No.


Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                   4
Page 20
     00575/2.1051/AU.1/01/0519-2/1/IV/2022 tanggal 27 April 2022 dengan opini
     Wajar Tanpa Modifikasian.
5. Laporan Keuangan JAWA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2020 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Darmenta Pinem, SE, CPA dari Kantor
   Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan No.
   00679/2.1051/AU.1/01/0519-1/1/V/2021 tanggal 28 Mei 2021 dengan opini Wajar
   Tanpa Modifikasian.
6. Laporan Keuangan JAWA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2019 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Tjiong Eng Pin, CPA dari Kantor Akuntan
   Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan No.
   00718/2.1051/AU.1/01/0517-3/1/V/2020 tanggal 28 Mei 2020 dengan opini Wajar
   Tanpa Modifikasian.
7. Laporan Tahunan JAWA tahun 2023.
8. Laporan Keuangan JAWA Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi pada tanggal 30
   Juni 2024 yang disiapkan oleh Manajemen Perseroan.
9. Proyeksi keuangan JAWA untuk periode Juli 2024 hingga 31 Desember 2029 Dengan
   dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi yang disiapkan oleh Manajemen
   Perseroan.
10. Salinan Akta pendirian, perubahan dan perizinan yang terkait JAWA.
11. Salinan Draft Perjanjian Hutang Piutang antara SAI dengan JAWA.
12. Hasil wawancara dengan pihak internal manajemen Perseroan yang diwakilkan oleh
    Bapak Harli Wijayadi selaku Direktur dan Sekretaris Perseroan beserta tim terkait
    mengenai alasan, latar belakang dan hal-hal lainnya terkait dengan Rencana
    Transaksi.
13. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan
    dalam rangka penugasan ini.


1.16 Pendekatan dan Prosedur Penilaian

Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis
sebagai berikut:
1.   Analisis Transaksi;
2.   Analisis kualitatif atas transaksi pinjam-meminjam dana;
3.   Analisis kuantitatif atas transaksi pinjam-meminjam dana; dan
4.   Analisis kelayakan rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam meminjam
     dana.


1.17 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian

Setelah Tanggal Penilaian sampai dengan diterbitkannya buku Laporan ini, tidak ada
kejadian penting yang dapat mempengaruhi kesimpulan Pendapat Kewajaran.




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                     5
Page 21
 2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI


Para pihak yang terlibat Rencana Transaksi adalah:
1. JAWA adalah perusahaan terbuka yang berkedudukan di Jakarta, beralamat di Graha
   Dinamika Lantai 2, Jl. Tanah Abang No 49-51, yang dalam Rencana Transaksi ini
   bertindak sebagai Penerima Pinjaman.
2. SAI yang merupakan Pemegang Saham Utama JAWA, berkedudukan di Jakarta,
   beralamat di Gedung Palma One Lantai 5 Suite 500, Jl. H.R Rasuna Said Kav X-2 No
   4, yang dalam Rencana Transaksi ini bertindak sebagai Pemberi Pinjaman.


2.1    JAWA

2.1.1 Pendirian dan Informasi Umum

PT Jaya Agra Wattie Tbk didirikan dengan nama Handel Maatschappij J.A. Wattie and
Company Limited, suatu perseroan terbatas yang tunduk pada hukum Negara Republik
Indonesia berdasarkan akta pendirian Naamlooze Vennotschap No. 157, tanggal 20
Januari 1921 dari Pieter van der Meer, Notaris di Surabaya. Telah memperoleh
pengesahan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda, sesuai dengan Daftar Petikan
Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Register der Besluiten van den
Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) No. 69 tanggal 4 Juni 1921, dan telah
didaftarkan pada Daftar Panitera Pengadilan Negeri Surabaya (Raad van Justitie te
Soerabaja) di bawah No. 232 pada tanggal 4 Agustus 921, dan selanjutnya telah
diumumkan dalam Berita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 90
tanggal 11 Nopember 1921, Tambahan No. 689.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
akta No. 87 tanggal 27 November 2023 dari Yulia, S.H, Notaris di Jakarta, mengenai
peningkatan modal Perusahaan dan telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-AH.01.03-0147729
tanggal 28 November 2023.


2.1.2 Pemegang Saham

Pada 30 Juni 2024, modal dasar JAWA berjumlah sebesar Rp.6.400.000.000.000 yang
terbagi atas 64.000.000.000 lembar saham dengan nominal Rp 100 per saham. Dari
jumlah modal dasar ini telah ditempatkan dan disetor sebanyak 16.232.951.842 lembar
saham, dengan susunan pemegang saham sebagai berikut:

                           Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham JAWA

                     Nama                   Jumlah                       Jumlah
  No                                                        %
                 Pemegang Saham             Saham                         (Rp)
  1     PT Sarana Agro Investama          15.015.345.027    92,499    1.501.534.502.700
  2     Rohadi                                   132.500     0,001          13.250.000
  3     Masyarakat (kurang dari 5%)        1.217.474.315     7,500      121.747.431.500
                  Jumlah                 16.232.951.842    100,000   1.623.295.184.200




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                       6
Page 22
2.1.3 Susunan Manajemen

Per 30 Juni 2024, susunan manajemen JAWA adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
  Komisaris Utama                     : Rohadi
  Komisaris                           : Muhadi
  Komisaris Independen                : Connie Teresianti H

Direksi
   Direktur Utama                     : Harijadi Soedarjo
   Direktur                           : Harli Wijayadi
   Direktur                           : Ryan Nurfitriandy


2.1.4 Gambaran Usaha

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perseroan
meliputi bidang pembangunan, perdagangan, perindustrian, pertanian dan jasa. Saat
ini kegiatan utama Perseroan adalah bertindak sebagai manajer umum dari entitas anak
untuk mengatur dan mengendalikan produksi dan penjualan hasil perkebunan karet,
kopi, teh, kelapa sawit dan produk-produk perkebunan lainnya.

Perseroan memiliki langsung saham entitas anak sebagai berikut:

                                      Tabel 2 : Entitas Anak JAWA

                                                                   Jenis Usaha     Tahun Operasi       %
       Entitas Anak        Domisili      Lokasi Perkebunan
                                                                   Perkebunan        Komersial     Kepemilikan
                                      Cileles, Lebak Barito     Kelapa Sawit,
 PT Agri Bumi Sentosa      Jakarta                                                     2008              99,00
                                      Kuala, Banjarmasin        Karet
                                                                Kelapa Sawit dan
 PT Kintap Jaya Wattindo   Jakarta    Tanah Laut, Banjarmasin                          2004              99,37
                                                                Karet
                                      Mekarsari, Anjir Pasar    Kelapa Sawit dan
 PT Anugerah Wattiendo     Jakarta                                                     2016              99,68
                                      Mandiangin                karet
 PT Indo Java Rubber
                           Jakarta    Cipari, Cilacap           Karet                  1907              99,90
 Planting Company
                                      Lengkong, Sukabumi        Teh dan Karet
 PT Kaliduren Estates      Jakarta                                                     1905              99,00
                                      Bangsal Sari, Jember      Kopi dan Karet
 PT Perkebunan Kroewoek    Jakarta    Bayah, Lebak              Karet                  1910              99,00
                                      Pulau Laut,
 PT Bumi Prada             Jakarta                              Karet                  1993              99,98
                                      Kalimantan Selatan
 PT Banjoemas Landen       Jakarta    Jeruk Legi, Cilacap       Karet                  1910              99,00
 PT Mulyaningsih           Jakarta    Sukorambi, Jember         Kopi dan Karet         1962              99,01
 PT Corah Mas Kepuntren               Silo, Jember              Karet
                           Jakarta                                                     1910              99,01
 Estates                              Panti, Jember             Kopi
 PT Perkebunan Biting      Jakarta    Kendal, Semarang          Karet                  1918              99,00
 PT Cipanyusuhan           Jakarta    Cimarga, Lebak            Karet                  1961              99,00




2.1.5 Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
a. Nomor Induk Berusaha (NIB) 8120110182596, bukti Pendaftaran Penanaman
   Modal/Berusaha yang sekaligus merupakan pengesahan Tanda Daftar Perusahaan,
   yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS Pemerintah
   Republik Indonesia tanggal 29 November 2018.
b. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.360.922.7-054.000.



Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                                              7
Page 23
2.2       SAI

2.2.1 Pendirian dan Informasi Umum

PT Sarana Agro Investama didirikan dengan nama PT Sarana Energi Semesta pada
tanggal 17 November 2014 berdasarkan Akta Notaris Sri Ambarwati, SH, No. 03 dan
telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. AHU-35266.40.10.2014. Perseroan mengubah namanya menjadi
PT Sarana Agro Investama berdasarkan Akta No. 01 tanggal 2 Mei 2017 oleh Sintya
Liana Sofyan, SH., MKn, Notaris di Kota Bekasi. Perubahan ini telah mendapat
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan No. AHU-0009891.AH.01.02.TAHUN 2017 tanggal 3 Mei 2017.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta No 01 tanggal 9 Oktober 2023 yang dibuat di hadapan Sintya Liana Sofyan, SH.,
M.Kn, Notaris di Kota Bekasi terkait perubahan pasal 14 ayat 3 dan pasal 17 serta
pengangkatan kembali direksi dan komisaris. Perubahan ini telah diterima oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Nomor AHU-AH.01.03-
0127574 dan Surat No. AHU-AH.01.09-0172314, keduanya tanggal 11 Oktober 2023.


2.2.2 Pemegang Saham

Pada 30 Juni 2024, modal dasar SAI berjumlah sebesar Rp.2.500.000.000 yang terbagi
atas 2.500 lembar saham dengan nominal Rp 1000.000 per saham. Dari jumlah modal
dasar ini telah ditempatkan dan disetor sebanyak 2.500 lembar saham, dengan susunan
pemegang saham sebagai berikut:

                             Tabel 3 : Daftar Pemegang Saham SAI

                        Nama                  Jumlah                   Jumlah
  No                                                           %
                  Pemegang Saham               Saham                    (Rp)
      1     PT GMT Kapital Asia                        2.499   99,96     2.499.000.000
      2     Theodorus Marto Sutiono                        1    0,04           1.000.000
                   Jumlah                           2.500      100,0    2.500.000.000



2.2.3 Susunan Manajemen

Per 30 Juni 2024, susunan manajemen SAI adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
  Komisaris                       : Omar Syarif Nasution

Direksi
   Direktur                       : Evelyn Cathy Wijaya
   Direktur                       : Zandra S. Dharma


2.2.4 Gambaran Usaha

Berdasarkan perizinannya, SAI bergerak di bidang aktivitas perusahaan induk, yaitu
perusahaan yang menguasai aset dari sekelompok perusahaan subsidiari dan kegiatan
utamanya adalah kepemilikan kelompok tersebut.


Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                        8
Page 24
2.2.5 Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki SAI antara lain adalah sebagai berikut:
a. Nomor Induk Berusaha (NIB) 0220009782301 yang dikeluarkan oleh Lembaga OSS
   Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 20 Juli 2020.
b. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 71.568.915.4-063.000.




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                            9
Page 25
 3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN


3.1   Analisis Transaksi

3.1.1 Transaksi Material

Berdasarkan POJK 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, Transaksi Material adalah setiap transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali yang memenuhi batasan nilai:
1. suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
   dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
2. Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi
   dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal:
   a) Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka;
   b) Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka
      nilainya sama dengan atau lebih dari 20%;
   c) Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih Perusahaan Terbuka
      nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau
   d) Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan
      Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
3. Dalam hal transaksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan
   oleh Perusahaan Terbuka yang mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan
   sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari
   total aset Perusahaan Terbuka.
Dalam hal Rencana Transaksi lebih dari 50%, maka Perusahaan Terbuka yang akan
melakukan Transaksi Material wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan RUPS.

Jumlah ekuitas JAWA berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2024 yang telah direviu
oleh Akuntan Publik Sangapan Tambunan, CPA dari Kantor Akuntan Publik Paul
Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dalam Laporan No. PHHARP-
AL/196/ST/SN/2024 tanggal 27 September 2024 tercatat sebesar Rp 988.869.404.371
sedangkan Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar maksimal Rp 2.250.000.000.000
atau 227,5% dari ekuitas JAWA. Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk
Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/POJK.04/2020 dan Perseroan
wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan RUPS.


3.1.2 Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan

Berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan;
- Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
  perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan
  terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
  saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
  dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan
  Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
  komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                     10
Page 26
-   Transaksi Benturan Kepentingan adalah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
    terbuka atau perusahaan terkendali dengan setiap pihak, baik dengan Afiliasi maupun
    pihak selain Afiliasi yang mengandung benturan kepentingan.

Berdasarkan struktur kepemilikan saham Perseroan dapat dilihat bahwa terdapat
hubungan afiliasi antara JAWA dengan SAI, dimana SAI adalah pemegang saham utama
dari JAWA dengan kepemilikan saham pada JAWA sebesar 92,499%.

Hubungan afiliasi antara JAWA dengan SAI dapat dilihat pada gambar berikut:

                   Gambar 1 : Hubungan Afiliasi JAWA dengan SAI



                                  PT Sarana Agro
                                  Investama (SAI)

                                              92,499%



                               PT Jaya Agra Wattie,
                                    Tbk (JAWA)

Berdasarkan gambaran di atas dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi antara
JAWA dan SAI merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020, namun berdasarkan Surat Pernyataan Manajemen JAWA, Rencana
Transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan.


3.1.3 Besaran Dana dari Objek Transaksi

Pinjaman dana yang akan diperoleh JAWA dari SAI adalah maksimal sebesar
Rp1.250.000.000.000 (satu triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah) yang rencananya
akan diberikan secara bertahap sesuai dengan permintaan dan merupakan bagian dari
Rangkaian Transaksi Pinjaman Dana dimana sebelumnya JAWA telah memperoleh
pinjaman dari SAI sebesar Rp 1.000.000.000.000 (satu triliun Rupiah) sehingga jumlah
fasilitas pinjaman maksimal sebesar Rp.2.250.000.000.000 (dua triliun dua ratus lima
puluh miliar Rupiah).


3.1.4 Pengaruh Pinjaman terhadap Keuangan JAWA

Berdasarkan kondisi keuangan JAWA per 30 Juni 2024 dimana ketersediaan kas dan
tingkat likuiditas Perseroan rendah, JAWA membutuhkan tambahan dana untuk dapat
beroperasi secara optimal.

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, JAWA memperoleh dana untuk pembayaran
utang berbunga dan membiayai kegiatan operasionalnya sehingga dapat meningkatkan
kemampuan JAWA untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya yang dalam
beberapa tahun terakhir terus merugi. Selain itu, Rencana Transaksi tidak membebani



Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                     11
Page 27
keuangan Perseroan karena pinjaman yang akan diberikan oleh SAI adalah pinjaman
tanpa bunga dan tanpa jaminan.

Sementara apabila tidak dilakukan Rencana Transaksi, timbul ketidakpastian
kelangsungan hidup JAWA, karena untuk menunjang kegiatan operasionalnya JAWA
memerlukan tambahan dana dari pihak lain, dimana pinjaman dana dari pihak lain akan
meningkatkan beban bunga Perseroan sehingga akan memberatkan keuangan
Perseroan.


3.1.5 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Transaksi

3.1.5.1 Perjanjian Hutang Piutang Rencana Transaksi

Perjanjian dan persyaratan yang disepakati berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang
untuk pinjaman tanggal 19 Desember 2022 dan draft Perjanjian Hutang Piutang untuk
Rencana pinjaman saat ini antara SAI dengan JAWA, yang secara ringkas berisi antara
lain:

Obyek Perjanjian

Pinjaman tanggal 19 Desember 2022 diberikan SAI kepada JAWA dengan nilai maksimal
sebesar Rp.1.000.000.000.000 (satu triliun Rupiah) yang diberikan secara penuh
maupun bertahap sesuai dengan permintaan.

Rencana pinjaman saat ini diberikan SAI kepada JAWA dengan nilai maksimal sebesar
Rp.1.250.000.000.000 (satu triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah) yang diberikan
secara penuh maupun bertahap sesuai dengan permintaan.


Maksud Pemberian Pinjaman

Maksud pemberian pinjaman dalam bentuk dana/uang adalah dalam rangka kelancaran
kegiatan operasional JAWA, termasuk tetapi tidak terbatas pada pembayaran hutang
berbunga.


Bunga Pinjaman

Atas utang tersebut tidak dikenakan bunga.


Cara Penyelesaian Pinjaman

JAWA akan menyelesaikan pinjamannya kepada SAI dalam jangka waktu 8 (delapan)
tahun. JAWA akan menyelesaikan pinjamannya kepada SAI, dengan cara sebagai
berikut:
1. Penyelesaian Pinjaman melalui konversi atas Pinjaman dengan saham JAWA sesuai
    dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku sebagai perusahaan terbuka;
2. Penyelesaian Pinjaman dengan cara pembayaran secara tunai, baik sebagian
    maupun seluruhnya.




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                   12
Page 28
Pembatasan

Tanpa persetujuan dari SAI, JAWA tidak diperkenankan untuk :
 1. Mengubah aktivitas usaha JAWA yang akan memberikan pengaruh material
    terhadap kewajiban JAWA;
 2. Menggunakan dana Pinjaman untuk tujuan di luar usaha yang dibiayai dengan
    fasilitas Pinjaman;
 3. Mengizinkan pihak lain menggunakan aset JAWA untuk kegiatan usaha pihak lain;
 4. Memberikan pinjaman kepada siapapun dan/atau memasuki transaksi pinjaman
    apapun yang dijamin dengan aset-aset JAWA, kecuali hal-hal yang dilakukan dalam
    rangka transaksi kegiatan usaha yang berkaitan langsung dengan usahanya;
 5. Menjual dan/atau menyewakan dan/atau mengalihkan seluruh atau sebagian dari
    harta kekayaan JAWA dalam jumlah yang melebihi Rp 1.250.000.000.000 (satu
    triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah), kecuali dalam hubungannya dengan
    kegiatan usaha JAWA;
 6. Menjaminkan dan/atau mengijinkan untuk menjaminkan seluruh atau sebagian
    usaha dan/atau harta kekayaan JAWA.


3.1.6 Analisis Likuiditas dari Rencana Transaksi

Dengan dilaksanakan Rencana Transaksi akan meningkatkan likuiditas Perseroan, yang
dapat dilihat pada tabel berikut:

           Tabel 4 : Rasio Likuiditas JAWA Sebelum dan Setelah Transaksi

                                           30-Jun-24
                 RASIO
                              Sebelum Transaksi  Setelah Transaksi
              Current Ratio              53,2%              180,1%
              Quick Ratio                30,7%              109,8%
              Cash Ratio                   0,2%              14,5%

Berdasarkan rasio likuiditas di atas terlihat bahwa Rencana Transaksi meningkatkan
likuiditas Perseroan secara signifikan.


3.1.7 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

Manfaat Rencana Transaksi adalah:
1. Perseroan memperoleh kepastian sumber pendanaan untuk kelangsungan kegiatan
   operasionalnya.
2. Pinjaman tidak dikenakan bunga sehingga tidak membebani keuangan Perseroan.

Sementara itu, Rencana Transaksi tidak menimbulkan risiko terhadap Perseroan karena
pinjaman merupakan pinjaman tanpa jaminan. Selain itu, meskipun dalam Perjanjian
disebutkan bahwa JAWA akan menyelesaikan pinjamannya dalam jangka waktu 8
(delapan) tahun, penyelesaian pinjaman dapat dilakukan dengan cara konversi saham.

Namun Rencana Transaksi dapat menimbulkan risiko dilusi yaitu penurunan persentase
kepemilikan bagi pemegang saham publik apabila pinjaman dikonversi menjadi saham
dengan cara right issue. Risiko ini dapat terjadi apabila pemegang saham publik tidak
menggunakan haknya untuk membeli saham baru yang diterbitkan Perseroan apabila
Perseroan melakukan right issue dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”)
atau apabila Perseroan melakukan right issue tanpa HMETD.

Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                   13
Page 29
Tidak ada pembatasan yang dapat merugikan hak pemegang saham publik pada
perjanjian pinjaman antara Perseroan dengan SAI.


3.2   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

3.2.1 Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha

PT Jaya Agra Wattie Tbk didirikan pada tahun 1921 dan mulai beroperasi secara
komersial pada tanggal 20 Januari 1921. JAWA adalah perusahaan terbuka yang
bergerak di bidang agribisnis, meliputi penanaman, proses pabrikasi, pengiriman dan
penjualan.

Berdasarkan surat Badan Pengawas Pasar Modal - Lembaga Keuangan (Bapepam - LK)
selanjutnya menjadi Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK) No. S-5586/BL/2011
tanggal 20 Mei 2011, penawaran umum perdana saham biasa Perusahaan kepada
masyarakat sebanyak 1.132.405.500 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham
dengan harga penawaran sebesar Rp 500 per saham telah menjadi efektif. Seluruh
saham Perusahaan telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

Pada tanggal 30 Agustus 2018, JAWA dan SAI telah mengadakan perjanjian utang
Fasilitas I dimana SAI memberikan pinjaman sampai dengan Rp 500 miliar kepada
Perseroan dengan jangka waktu pinjaman lima tahun dan dapat diperpanjang dengan
kesepakatan kedua belah pihak. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan tanpa jaminan.

Pada tanggal 1 Desember 2020, JAWA dan SAI kembali mengadakan perjanjian utang
Fasilitas II dimana SAI memberikan pinjaman sampai dengan Rp 1 triliun kepada
Perusahaan. Jangka waktu pinjaman delapan tahun. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga
dan tanpa jaminan.

Pada tanggal 19 Desember 2022, JAWA dan SAI kembali mengadakan perjanjian utang
Fasilitas III dimana SAI memberikan pinjaman sampai dengan Rp 1 triliun kepada
Perusahaan. Jangka waktu pinjaman delapan tahun. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga
dan tanpa jaminan.

Berdasarkan Surat Kesepakatan Konversi Sebagian Utang Menjadi Saham tanggal 4
September 2023 antara SAI dengan JAWA sepakat untuk mengkonversi sebagian utang
menjadi saham dengan nilai sebesar Rp1.245.826.634.252, yang terdiri atas:
- Fasilitas I sebesar Rp245.826.634.252.
- Fasilitas II sebesar Rp1.000.000.000.000.

Konversi ini dilakukan melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
14/POJK.04/2019 tanggal 29 April 2019.

Pada tanggal 19 Juni 2024, JAWA kembali memperoleh pinjaman sementara dari SAI
sebesar Rp30,85 miliar, di mana JAWA dana SAI bermaksud untuk menindaklanjuti
transaksi tersebut dalam perjanjian utang Fasilitas IV, menunggu persetujuan RUPS.

Per 30 Juni 2024, total pinjaman JAWA dari SAI adalah sebesar Rp 1,03 triliun yang
digunakan untuk kelancaran kegiatan usaha Perseroan.

Rencana Transaksi merupakan perjanjian baru sehingga Perseroan akan memiliki
fasilitas pinjaman dari SAI dengan total nilai sebesar Rp 2.250.000.000.000 (dua triliun
dua ratus lima puluh miliar Rupiah). Atas transaksi pinjaman yang dilakukan


Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                     14
Page 30
sebelumnya JAWA telah memenuhi ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 dimana JAWA
telah memperoleh persetujuan RUPS dan untuk Rencana Transaksi ini JAWA akan
kembali menyelenggarakan RUPS untuk memperoleh persetujuan dari pemegang
saham.


3.2.2 Analisis Industri dan Bisnis

Perkembangan Neraca Perdagangan Subsektor Perkebunan

Subsektor perkebunan secara nasional selalu mengalami surplus. Apabila dilihat dari sisi
nilai ekspor, subsektor perkebunan merupakan subsektor yang kontribusinya sangat
besar terhadap total nilai ekspor pertanian. Periode Januari sampai dengan juni 2024,
volume dan nilai ekspor komoditas perkebunan mengalami penurunan jika dibandingkan
periode yang sama tahun 2023. Volume ekspor menurun sebesar 9,46% dan nilai
ekspor mengalami penurunan sebesar 7,60%. Menurunnya kinerja perdagangan
subsektor perkebunan dapat dilihat dari menurunnya ekspor, walaupun volume impor
pada periode Januari-Juni 2024 mengalami penurunan sebesar 1,52% tetapi nilai impor
mengalami peningkatan sebesar 11,12%.

Surplus nilai perdagangan mengalami penurunan dari USD 12,82 miliar pada periode
Januari-Juni 2023 menjadi USD 11,23 miliar pada periode yang sama tahun 2024 atau
menurun sebesar 12,40%.

     Tabel 5 : Perkembangan Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Komoditas
                     Perkebunan, Januari - Juni 2023 dan 2024




          Sumber: Analisis Kinerja Perdagangan Komoditas Kelapa Sawit Volume 14 Nomor 1F
             Tahun 2024, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal
                                        Kementerian Pertanian



Perkembangan Luas Areal Kelapa Sawit Indonesia

Pengusahaan kelapa sawit di Indonesia selama hampir satu dekade lalu, sebagian besar
diusahakan oleh Perusahaan Besar Swasta (PBS), dimana luas areal untuk kelapa sawit
PBS dari tahun 2018 hingga 2024 (Angka Estimasi), lebih tinggi dari luas areal kelapa
sawit Perkebunan Rakyat (PR) dan Perkebunan Besar Negara (PBN). Luas areal kelapa
sawit di Indonesia sendiri pada periode tersebut cenderung mengalami peningkatan.
Jika pada tahun 2016 luas areal kelapa sawit Indonesia adalah seluas 11,2 juta ha,
kemudian diestimasikan meningkat menjadi 15,8 juta ha pada tahun 2024 atau
meningkat sebesar 41%. Secara rata-rata, laju pertumbuhan luas areal kelapa sawit di

Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                             15
Page 31
Indonesia dalam periode tahun 2016-2024 mencapai 4,4% per-tahun atau bertambah
0,57 juta ha per-tahunnya.

            Gambar 2 : Perkembangan Luas Areal Kelapa Sawit di Indonesia




                 *) 2023 angka Sementara        **) 2024 angka Estimasi
           Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2022-2024 – Direktorat Jenderal
                        Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia



Perkembangan Produksi Kelapa Sawit Indonesia

Dari buah kelapa sawit, saat ini dapat dihasilkan dua macam minyak yaitu, minyak sawit
mentah (crude palm oil / CPO) dan minyak inti sawit (kernel palm oil / KPO). Untuk
CPO, sejalan dengan pola perkembangan luas areal kelapa sawit di Indonesia, produksi
CPO Indonesia juga mengalami peningkatan produksi pada periode 2016–2024,
meskipun terdapat penurunan di tahun 2020 dengan rata-rata pertumbuhan produksi
mencapai 5,2% per tahun. Produksi CPO mengalami penurunan sebesar 2,9% menjadi
45,7 juta ton yang disebabkan karena beberapa hal, diantaranya pandemi COVID-19,
gangguan cuaca, keterbatasan pupuk dan kelangkaan tenaga kerja. Tahun 2024,
diestimasikan produksi CPO akan meningkat menjadi sebesar 47,7 juta ton.

           Gambar 3 : Perkembangan Produksi Kelapa Sawit di Indonesia




                 *) 2023 angka Sementara        **) 2024 angka Estimasi
           Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2022-2024 – Direktorat Jenderal
                        Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia



Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                              16
Page 32
Produksi minyak inti sawit (Kernel Palm Oil / KPO) mengalami penurunan produksi yang
cukup signifikan pada tahun 2021. Produksi KPO pada tahun 2020 sebesar 9,0 juta ton
dan turun sebanyak 46,9% pada tahun 2021. Mulai tahun 2022 produksi KPO meningkat
dan diestimasikan akan mencapai 5,1 juta ton pada tahun 2024.


Sentra Produksi Minyak Sawit Mentah (CPO) Indonesia

Berdasarkan data dari Direktorat Jendral Perkebunan, pengelolaan kelapa sawit di
Indonesia tersebar di berbagai provinsi, dimana pada tahun 2023 sentra produksi yang
terbesar dari Provinsi Riau dengan kontribusi sebesar 18,71%, diikuti dengan
Kalimantan Tengah dengan kontribusi 18,19% dan Kalimantan Barat dengan kontribusi
11,25%. Perkembangan produksi kelapa sawit di Indonesia tahun 2019 – 2023 dapat
dilihat pada tabel berikut.

          Tabel 6 : Sentra Produksi Kelapa Sawit di Indonesia 2019 - 2023




          Sumber: Analisis Kinerja Perdagangan Komoditas Kelapa Sawit Volume 14 Nomor 1F
             Tahun 2024, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal
                                        Kementerian Pertanian



Perkembangan Luas Areal Karet Indonesia

Secara umum perkembangan luas areal karet di Indonesia menunjukkan penurunan
sejak tahun 2016-2024 (tahun 2024 merupakan angka estimasi), dengan rata-rata
penurunan sebesar 0,4% per tahun yaitu dari 3,6 juta ha pada tahun 2016 menjadi 3,5
juta ha pada tahun 2024.

              Gambar 4 : Perkembangan Luas Areal Karet di Indonesia




                      *) 2023 angka Sementara        **) 2024 angka Estimasi
           Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2022-2024 – Direktorat Jenderal
                        Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                              17
Page 33
Perkembangan Produksi Karet Indonesia

Pertumbuhan produksi karet di Indonesia mengalami fluktuasi pada periode 2016
hingga 2024. Pada tahun 2016, total produksi karet adalah sebesar Rp 3,4 juta ton dan
turun menjadi 3,0 juta ton pada tahun 2020. Pada tahun 2024 diestimasikan jumlah
produksi karet kembali turun menjadi sebesar 2,52 juta ton. Penurunan ini disebabkan
akibat penyakit tanaman seperti penyakit gugur daun dan alih fungsi lahan.

               Gambar 5 : Perkembangan Produksi Karet di Indonesia




                       *) 2023 angka Sementara       **) 2024 angka Estimasi
           Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2022-2024 – Direktorat Jenderal
                        Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia



Sentra Produksi Karet di Indonesia

Budidaya komoditi karet menyebar di 25 provinsi di Indonesia. Provinsi Sumatera
Selatan, Sumatera Utara dan Riau merupakan tiga provinsi dengan produksi karet
terbesar secara nasional di tahun 2023.

              Tabel 7 : Sentra Produksi Karet di Indonesia 2019 - 2023




         Sumber: Analisis Kinerja Perdagangan Karet Volume 13 Nomor 2D Tahun 2023 – Pusat
            Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                              18
Page 34
Perkembangan Luas Areal Kopi Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan peringkat ke 4 sebagai produsen biji kopi di dunia
setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia. Perkembangan luas areal kopi Indonesia menurut
status pengusahaannya pada tahun 2022 didominasi oleh kopi yang diusahakan oleh
rakyat atau Perkebunan Rakyat (PR) mencapai 98,45%, sisanya diusahakan oleh
Negara atau Perkebunan Besar Negara (PBN) sebesar 0,92% dan Perkebunan Besar
Swasta (PBS) sebesar 0,63%.

Perkembangan luas areal kopi di Indonesia pada periode 2016-2024 (tahun 2024 angka
estimasi) mengalami peningkatan 0,2% per tahun, dimana tahun 2016 luas areal kopi
adalah sebesar 1,25 juta hektar dan meningkat menjadi 1,26 juta hektar pada tahun
2024.
             Gambar 6 : Perkembangan Luas Areal Kopi di Indonesia




                       *) 2023 angka Sementara      **) 2024 angka Estimasi
           Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2022-2024 – Direktorat Jenderal
                        Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia



Perkembangan Produksi Kopi Indonesia

Perkembangan produksi kopi Indonesia periode 2016-2024 juga mengalami
peningkatan, dengan laju pertumbuhan rata-rata 2%. Pada tahun 2016, produksi kopi
sebesar 664 ribu ton. Peningkatan produksi kopi tertinggi pada periode tersebut terjadi
pada tahun 2017 sebesar 8,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, total
produksi kopi Indonesia diestimasikan sebesar 776 ribu ton.

                Gambar 7 : Perkembangan Produksi Kopi di Indonesia




                       *) 2023 angka Sementara     **) 2024 angka Estimasi
           Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2022-2024 – Direktorat Jenderal
                        Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                              19
Page 35
Sentra Produksi Kopi

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan kopi untuk luas areal, produksi dan
produktivitas mengalami fluktuatif. Empat besar provinsi produsen kopi di Indonesia
berada di Pulau Sumatera yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara dan Aceh.

Perkembangan Luas Areal Teh Indonesia

Indonesia merupakan negara produsen teh terbesar ke-7 dunia setelah China, India,
Kenya, Sri Lanka, Turki dan Vietnam. Perkembangan luas areal teh di Indonesia selama
periode 2016-2024 (2024 angka estimasi) berfluktuasi namun cenderung turun sebesar
1,7% per tahun. Pada tahun 2016, luas areal teh di Indonesia sebesar 114 ribu hektar
dan diestimasikan turun menjadi 99,3 ribu hektar pada tahun 2024.

              Gambar 8 : Perkembangan Luas Areal Teh di Indonesia




                 *) 2023 angka Sementara        **) 2024 angka Estimasi
           Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2022-2024 – Direktorat Jenderal
                        Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia



Perkembangan Produksi Teh Indonesia

Seperti halnya pada perkembangan luas areal teh, perkembangan produksi teh di
Indonesia pada periode 2016-2024 juga berfluktuasi dan cenderung menurun dengan
rata-rata penurunan 1,4% per tahun. Pada Tahun 2016 total produksi teh di Indonesia
sebesar 138,9 ribu ton dan pada tahun 2024 diestimasikan turun menjadi 124 ribu ton.

                Gambar 9 : Perkembangan Produksi Teh di Indonesia




                     *) 2023 angka Sementara      **) 2024 angka Estimasi
           Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2022-2024 – Direktorat Jenderal
                        Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                              20
Page 36
Sentra Produksi Teh Indonesia

Pada tahun 2023, 78,7% kebun teh nusantara berada di provinsi Jawa Barat dengan
luas tanaman sebesar 78,5 hektar. dan sisanya berada di Jawa Tengah, Sumatera Utara,
Sumatera Barat, Jawa Timur, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jogjakarta dan
Banten.


Perkembangan Harga Komoditas

Berdasarkan data harga komoditas yang diperoleh dari Bank Dunia (World Bank
Commodities Price Data), selama tahun 2019 hingga 2023, harga tertinggi untuk
komoditi CPO dan PK terjadi pada tahun 2022, sementara untuk komoditi karet, kopi
dan teh terjadi pada tahun 2021.

Di tahun 2024, harga komoditas CPO untuk CPO cenderung sama dengan tahun 2023,
sementara Palm Kernel mengalami peningkatan.

Perkembangan harga komoditas dapat dilihat sebagai berikut:

             Gambar 10 : Perkembangan Harga Komoditas Kelapa Sawit


                         Harga Komoditas Kelapa Sawit ($/mt)
               4000

               3000

               2000

               1000

                  0
                         2019         2020       2021      2022       2023    Jan-Jun 24

                                        Palm Oil ($)       Palm Kernel Oil

                       Sumber: World Bank Commodities Price (The Pink Sheet)
                                      September 2024, diolah

          Gambar 11 : Perkembangan Harga Komoditas Karet, Kopi dan Teh


                         Harga Komoditas Karet, Kopi dan Teh
                                      ($/kg)
               20,00

               10,00

                0,00
                          2019        2020        2021      2022      2023    Jan-Jun 24

                                 Karet TSR20       Karet RSS3        Kopi Arabica
                                 Kopi Robusta      Teh

                       Sumber: World Bank Commodities Price (The Pink Sheet)
                                      September 2024, diolah

Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                             21
Page 37
3.2.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan

Perseroan memiliki Perkebunan Karet, Kelapa Sawit, Teh, dan Kopi yang terletak di
Pulau Jawa dan Kalimantan.

Perseroan memiliki perkebunan kopi yang terletak di Jawa Timur dengan luas total
kebun 535 ha. Setiap hektar kebun rata-rata ditanami 1.200–1.500 tanaman kopi
(robusta) atau 3.000 tanaman kopi (arabika).

Saat ini, Perseroan mengelola 1 (satu) pabrik pengolahan kopi dengan total kapasitas
400 ton/tahun di Durjo (Jawa Timur). Pabrik yang lainnya sudah tidak beroperasi
dikarenakan lahan telah dialihfungsikan sebagai kebun karet. Perseroan memiliki
perkebunan teh di Jawa Barat dengan total kebun seluas 504 ha, yang seluruhnya
ditanami tanaman menghasilkan.

Izin lokasi dan Hak Guna Usaha untuk perkebunan karet JAWA berada di pulau Jawa
serta Kalimantan Selatan dengan luas total 39.334 hektar. Sampai dengan 30 Juni 2024,
seluas 10.277 hektar kebun karet Perseroan berisi tanaman menghasilkan, sedangkan
sebesar 4.894 hektar belum menghasilkan, dengan total luas perkebunan yang ditanami
sebesar 15.171 hektar.

Selain itu, JAWA juga memiliki 9 pabrik karet lembaran dengan kapasitas total 21
ton/hari dan 3 pabrik karet remah dengan kapasitas total 6 ton/jam.

Izin lokasi dan Hak Guna Usaha untuk perkebunan kelapa sawit berada di Kalimantan
Selatan dengan luas kebun 29.723 hektar. Sampai dengan 30 Juni 2024, seluas 27.919
hektar kebun kelapa sawit telah ditanami kelapa sawit, yang terdiri dari kebun inti seluas
21.407 hektar dan kebun plasma seluas 6.512 hektar.

Perseroan memiliki perkebunan kopi yang terletak di Jawa Timur dengan luas total
kebun 433 hektar. Per 30 Juni 2024, JAWA mengelola 1 (satu) pabrik pengolahan kopi
dengan kapasitas total 400 ton/tahun di Durjo, Jawa Timur.

Perseroan juga memiliki perkebunan teh di Jawa Barat dengan luas total kebun 504
hektar yang seluruhnya merupakan tanaman menghasilkan.


3.2.3.1 Strategi Bisnis

Perusahaan telah merancang sejumlah strategi yang spesifik untuk mendukung visi dan
misi Perusahaan dengan rincian sebagai berikut:

•   Senantiasa menjaga kualitas produk hasil perkebunan dan produksi yang
    ditentukan berdasarkan standar nasional dan internasional, serta meningkatkan
    produktivitas tanaman.
•   Menjaga hubungan baik dengan pelanggan dengan cara memberikan harga
    penjualan yang kompetitif dan tetap mengacu pada harga komoditas di pasar
    internasional serta melakukan pengiriman produk sesuai kontrak penjualan tepat
    pada waktunya.
•   Konsisten melaksanakan dan mengembangkan kegiatan usaha dibidang
    perkebunan dan pengolahan hasil kebun, terutama dengan fokus pada tanaman
    karet dan kelapa sawit.
•   Senantiasa melakukan program sosial dan kemasyarakatan sebagai tanggung
    jawab sosialnya terhadap masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup di sekitar
    perkebunan dan pabrik pengolahan Perusahaan.


Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                       22
Page 38
•      Meningkatkan efisiensi operasional dan pengetatan anggaran belanja modal di
       tengah kecenderungan harga komoditas yang melemah.


3.2.3.2 Pemasaran

Untuk produk karet, Perseroan melakukan penjualan bebas dengan rata-rata forward
sales untuk tiga bulan mendatang sejumlah 75% dari estimasi produk bulanan, sisanya
dijual secara spot sesuai persediaan yang ada pada bulan yang bersangkutan. Harga
produk karet mengacu pada harga Singapore Commodity Exchange (SICOM), Tokyo
Exchange Commodity (TOCOM), serta kondisi pasar karet secara umum.

Untuk produk minyak kelapa sawit, Perseroan melakukan penjualan dengan metode
tender. Perseroan mengundang calon pembeli untuk mengangkut secara FOB dari
Kalimantan Selatan. Di sisi lain, produk inti minyak sawit dijual oleh Perseroan dengan
penjualan bebas dan konfisi harga franco di gudang pembeli. Harga produk kelapa sawit
mengacu pada harga dari Bursa Malaysia, Tender Astra Agro Lestari, dan PTPN. Selain
itu, Perseroan melakukan penjualan pucuk teh untuk memenuhi kebutuhan pabrik teh
dengan sistem kontrak jangka panjang.


3.2.3.3 Sumber Daya Manusia

Per 30 Juni 2024, tenaga kerja JAWA dan Entitas Anak berjumlah 7.140 orang dengan
rincian sebagai berikut:

           Tabel 8 : Sumber Daya Manusia JAWA dan Entitas Anak per 30 Juni 2024

                                            Direktur          General          Senior          Asisten
                 PT                Komisaris         Direktur         Vice GM          Manager          supervisor   Staff    Non Staff   Total
                                             Utama            Manager         Manager          Manager
PT. Jaya Agra Wattie, Tbk                 2        1        1       3       4        1       8        3         3        37          9       72
PT. Perkebunan Kroewoek                                                                      1                            4        293      298
PT. Kaliduren Estates                                                                        4                           21      1.114    1.139
PT. Indo Java Rubber Planting Co                                                             2                           12      1.121    1.135
PT. Banjoemas Landen                                                                         1                            2        153      156
PT. Perkebunan Biting                                                                        1                            2        122      125
PT. Corah Mas Keputren Estates                                                                                            1        268      269
PT. Cipnyusuhan                                                                                                          12        500      512
PT. Mulyaningsih                                                                                                                    26       26
PT. Kintap Jaya Wattindo                                                                     9                           70      1.777    1.856
PT. Agri Bumi Sentosa                                                                        5                           39      1.046    1.090
PT. Anugerah Wattindo                                                                        3                           13        439      455
PT. Bumi Prada                                                                                                            1          6        7
            GRAND TOTAL                   2       1       1        3        4        1      34         3        3       214      6.874    7.140
                                                      Sumber: Manajemen Perseroan




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                                                                            23
Page 39
3.2.3.4 Struktur Organisasi

                                      Gambar 12 : Struktur Organisasi JAWA per 30 Juni 2024




                                                     Sumber: Manajemen Perseroan




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                                24
Page 40
3.2.3.5 Analisis SWOT

Kekuatan (Strength)
-   Diversifikasi produk yang dihasilkan, dimana Perseroan berfokus pada produk karet
    dan kelapa sawit dan mempunyai produk sampingan yaitu kopi dan teh.

Kelemahan (Weakness)
-   Perseroan memiliki utang berbunga yang tinggi sehingga bunga yang timbul dari
    utang tersebut berpengaruh signifikan terhadap keuangan Perseroan.
    ➢ Mitigasi: Dengan membayar pokok hutang bank sehingga bunganya akan
       mengecil.
-   Tingkat likuiditas Perseroan cukup rendah sehingga manajemen perlu terus
    memantau dan menjaga ketersediaan kas untuk mempertahankan operasional
    Perseroan.
    ➢ Mitigasi: dengan meningkatkan produksi yang berdampak pada penjualan (sales)
       dan terus berusaha untuk melakukan efisiensi biaya.

Peluang (Opportunities)
-   kebutuhan hasil kelapa sawit dan karet yang tinggi untuk berbagai keperluan
    sehingga Perseroan memiliki pangsa yang sangat luas.
-   Saat ini Perseroan sudah memiliki perkebunan kopi dan teh, sehingga manajemen
    telah memiliki pengetahuan yang lebih baik apabila kedepannya Perseroan
    berencana untuk mengembangan kedua produk tersebut.

Ancaman (Threats)
-   Harga komoditas yang sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kebijakan
    pemerintah, tingkat permintaan dan penawaran pasar, lingkungan ekonomi global.
    ➢ Mitigasi: Perseroan berusaha menetapkan harga jual yang terbaik dan menjual
       langsung kepada pengguna terakhir (end user)
-   Hasil panen yang tidak maksimal karena hama atau cuaca yang tidak mendukung
    ➢ Mitigasi: hasil panen menyesuaikan keadaan dan mengikuti iklim yang sedang
       terjadi.


3.2.3.6 Prospek Perusahaan

Tantangan yang dialami industri kelapa sawit nasional pada 2023 diperkirakan masih
akan menghampiri di tahun 2024, seiring dengan berlanjutnya perlambatan ekonomi
global yang cukup berkepanjangan. Jumlah produk diperkirakan tetap stagnan dan
harga minyak kelapa sawit kemungkinan tetap stabil.

Dalam hal industri karet, tekanan bagi industri karet pada 2024 diprediksi semakin
menguat seiring dengan ancaman penerapan Undang-Undang Antideforestasi Uni
Eropa. Dalam regulasi ini, pelaku usaha yang mengekspor barang komoditas dan produk
turunannya ke anggota-anggota Uni Eropa wajib mempersiapkan data geolokasi dari
sumber bahan baku. Kontribusi eksor karet ke Eropa mencapai sekitar 30-35%,
sehingga hail ini berpotensi memberikan dampak signifikan bagi kelangsungan industri
karet Indonesia.

Untuk menghadapi tekanan ini, pemerintah mulai melakukan sejumlah langkah mitigasi,
antara lain mempercepat registrasi pekebun karet, mengembangkan sistem sertifikasi
karet melalui Indonesia Sustainable Rubber, membentuk National Dashboard Platform
for Commodities, melakukan penguatan kelembagaan pekebun karet dan peningkatan


Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                   25
Page 41
nilai tambah produk karet dalam bentuk Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar,
menjalin kerja sama bisnis dengan pembeli/industri berbahan baku karet di Uni Eropa
serta mendorong kemitraan yang berkelanjutan dengan industri karet nasional.

Dalam menghadapi ketidakpastian yang berpotensi terjadi, JAWA menerapkan strategi
yang selaras dengan kebijakan pemerintah. JAWA terus mengembangkan kapabilitas
digital yang tidak hanya mendukung operasional, namun juga mampu memberikan
kemudahan bagi para mitra bisnis dan pelanggan Perseroan.
Kedepannya, JAWA akan berfokus mempersiapkan diri dengan berupaya penuh
mempertahankan kinerja operasional dan finansialnya secara optimal.


3.2.4 Alasan dan Latar Belakang Dilakukannya Rencana Transaksi

Melihat kondisi keuangan JAWA sampai dengan 30 Juni 2024 dimana ketersediaan kas
dan tingkat likuiditas Perseroan cukup rendah, JAWA memerlukan tambahan dana untuk
dapat beroperasi secara optimal sehingga dapat mempertahankan kelangsungan
hidupnya. Oleh karena itu JAWA berencana mengadakan perjanjian pinjaman dengan
Pemegang Saham Utama yaitu PT Sarana Agro Investama (“SAI”), dimana SAI akan
memberikan pinjaman dengan nilai maksimal sebesar Rp 1.250.000.000.000 (satu
triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah) yang rencananya akan diberikan secara
bertahap sesuai dengan permintaan.

Sebelumnya JAWA telah memperoleh fasilitas pinjaman sebesar Rp 1.000.000.000.000
(satu triliun Rupiah) dari SAI yaitu pada tanggal 19 Desember 2022 sehingga dengan
diadakannya perjanjian baru, total fasilitas pinjaman dari SAI adalah sebesar
Rp.2.250.000.000.000 (dua triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah).

Pertimbangan JAWA dalam menambah pinjaman adalah karena pinjaman yang akan
diberikan berupa pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan sehingga hal itu akan
meringankan beban keuangan JAWA.


3.2.5 Keuntungan dan Kerugian atas Rencana Transaksi

Keuntungan dari rencana transaksi adalah Perseroan memperoleh kepastian sumber
dana yang cukup besar yang dapat digunakan untuk kelangsungan kegiatan operasional
Perseroan tanpa dikenakan bunga dan tanpa jaminan.

Sementara itu, tidak ada kerugian yang timbul atas Rencana Transaksi karena
berdasarkan Perjanjian, pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan tanpa jaminan.
Pelunasan pinjaman juga dapat dilakukan dengan cara konversi saham.


3.2.6 Dampak Leverage pada Keuangan Perseroan di Masa Mendatang

Berikut perbandingan historikal Leverage Keuangan Perseroan dengan informasi
leverage industri yang sebanding.




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                 26
Page 42
                         Tabel 9 : Leverage Perusahaan Pembanding

                Perusahaan Pembanding                                 DER       DAR
                PT Astra Agro Lestari Tbk                             30%       23%
                PT Austindo Nusantara Jaya Tbk                        46%       32%
                PT Eagle High Plantations Tbk                        336%       77%
                PT Dharma Satya Nusantara Tbk                         87%       47%
                PT Sampoerna Agro Tbk                                 79%       44%
                PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk       112%       53%
                PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk                        379%       79%
                Rata-Rata                                            153%       51%
                JAWA                                             278%      74%
                   Sumber: Laporan Keuangan Masing-Masing Emiten 30 Juni 2024

Leverage keuangan Perseroan dimasa mendatang berdasarkan proforma dan proyeksi
keuangan Perseroan yang kami peroleh adalah sebagai berikut:

                  Tabel 10 : Proyeksi Leverage JAWA Dengan Transaksi

             FY 2024         FY 2025        FY 2026        FY 2027          FY 2028     FY 2029
 DER         311,3%          306,1%         251,8%         191,8%           131,4%      105,8%
 DAR          75,7%           75,4%          71,6%          65,7%            56,8%       51,4%

Berdasarkan data historis, tingkat Leverage JAWA jauh lebih tinggi dibandingkan rata-
rata perusahaan pembanding yang sejenis. Pada proyeksi, Manajemen akan membayar
utang bank jangka panjang sesuai dengan jadwal yang telah disepakati dan
diproyeksikan akan mulai memperoleh laba pada tahun 2025 sehingga rasio DER dan
DAR berangsur turun sampai dengan tahun 2029.


3.2.7 Dampak Likuiditas pada Keuangan Perusahaan

Berikut adalah kinerja likuiditas keuangan Perseroan secara historis yang dideskripsikan
melalui rasio likuiditas:

                            Tabel 11 : Rasio Likuiditas JAWA Historis

                                                                                       30 Jun
   Ratio          2019           2020           2021        2022            2023
                                                                                        2024
   Current          39,5%         26,9%          38,2%        40,0%          45,1%       53,2%
   Quick            23,1%         18,9%          21,9%        15,5%          23,7%       30,7%
   Cash              1,4%          1,6%           2,2%         0,3%           1,2%        0,2%

Sementara itu rasio likuiditas Perseroan di masa yang akan datang terkait dengan
Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

                    Tabel 12 : Rasio Likuiditas JAWA Dengan Transaksi

 Ratio          FY 2024         FY 2025         FY 2026     FY 2027         FY 2028     FY 2029
 Current           69,3%           67,1%           57,2%       79,6%          395,4%      122,8%
 Quick             41,5%           40,4%           34,6%       48,2%          240,1%       98,5%
 Cash               3,2%            3,0%            2,5%        3,3%           15,9%       63,1%




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                               27
Page 43
Berdasarkan hasil proyeksi rasio likuiditas Perseroan di atas dapat dilihat bahwa rasio
likuiditas pada proyeksi lebih tinggi bila dibandingkan dengan kondisi historisnya,
dimana semakin tinggi rasio likuiditas suatu perusahaan menggambarkan semakin
besar kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya. Pada
tahun 2028 rasio likuiditas Perseroan mengalami peningkatan yang cukup signifikan
yang disebabkan karena pelunasan utang bank yang diproyeksikan akan dilakukan pada
tahun 2028 sehingga liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami penurunan. Pada
tahun 2029 rasio likuiditas mengalami penurunan karena terdapat reklasifikasi utang
pihak berelasi dari jangka Panjang menjadi jangka pendek.

Apabila pelunasan pinjaman dilakukan dengan cara konversi saham, maka pelunasan
pinjaman tidak akan mempengaruhi likuiditas Perseroan. Apabila pelunasan pinjaman
dilakukan secara tunai, maka Perseroan dapat mulai mencicil pelunasan pinjaman
kepada SAI mulai tahun 2028 setelah utang bank lunas terbayar, dan dengan
memperhatikan likuiditas Perseroan agar tidak mengganggu operasional Perseroan.

Namun berdasarkan analisis proyeksi keuangan, Perseroan diperkirakan tidak dapat
melunasi seluruh pinjaman dari SAI secara tunai pada saat jatuh tempo sehingga besar
kemungkinan bahwa pinjaman hanya dapat dilunasi dengan cara konversi saham atau
kombinasi keduanya.


3.2.8 Dampak Keuangan Perusahaan Jika Proyek Mengalami Kegagalan

Pinjaman ini akan digunakan untuk operasional Perusahaan dan tidak dikhususkan
untuk proyek tertentu. Pinjaman merupakan pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan
sehingga tidak memberikan dampak pada keuangan jika Perseroan tidak dapat melunasi
utang tersebut.

Hal yang dapat menyebabkan kegagalan dalam proyek yang akan dijalankan dalam
rangka penggunaan dana pinjaman adalah:
- Harga komoditas turun yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kebijakan
   pemerintah, tingkat permintaan dan penawaran pasar, lingkungan ekonomi global.
- Hasil panen yang tidak maksimal karena hama atau cuaca yang tidak mendukung.
- Bila terjadi keadaan kahar (force majeure) seperti banjir, gempa bumi, kebakaran
   dan sebagainya.


3.2.9 Dampak Keuangan Jika Rencana Transaksi Tidak Terlaksana

Apabila Rencana Transaksi tidak dapat terlaksana, maka untuk mendukung
kelangsungan usaha Perseroan, Perseroan perlu untuk mencari sumber pendanaan yang
lain dengan opsi yaitu: i) pinjaman bank dengan persetujuan dari bank sindikasi yang
merupakan kreditur saat ini atau (ii) pinjaman dari pihak ketiga, di mana apabila
pendanaan diberikan oleh bank maupun pihak ketiga, maka pasti akan dikenakan bunga
yang harus dibayarkan dan bunga tersebut akan memberatkan keuangan Perseroan.


3.3   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

3.3.1 Penilaian Kinerja Historis




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                    28
Page 44
3.3.1.1 Posisi Keuangan

Posisi keuangan JAWA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 -
30 Juni 2024 adalah seperti terlihat berikut ini.

            Tabel 13 : Laporan Posisi Keuangan JAWA Tahun 2019 – 30 Juni 2024

 Dalam jutaan Rp                                   2019        2020         2021          2022          2023        30-Jun-24

 ASET
 ASET LANCAR
  Kas dan bank                                       6.172       8.383       12.756         1.983         7.031         1.376
  Piutang usaha - pihak ketiga                      20.219      17.872       22.364        20.570        26.592        62.640
  Piutang lain-lain - pihak ketiga                   6.870       4.779        4.208         4.383         3.778         2.557
  Persediaan                                        72.520      41.411       95.322       160.892       129.099       156.014
  Aset biologis                                     22.328      38.145       57.709        29.974        53.567        62.365
  Uang muka dan biaya dibayar dimuka                17.047      20.076       27.360        36.437        43.683        78.487
  Pajak dibayar dimuka                              29.366       8.155        2.756         8.255         7.961         5.075
 Jumlah Aset Lancar                                174.523     138.822      222.475       262.494       271.712       368.516

 ASET TIDAK LANCAR
  Piutang plasma                                   186.473     225.978      283.944       345.421       402.918       411.846
  Bibitan                                           15.658      14.801       14.911        14.730        14.811        15.008
  Tanaman Produktif
    Tanaman menghasilkan                            957.594     910.964   1.118.492     1.059.238     1.007.359       980.633
    Tanaman belum menghasilkan                    1.144.497   1.204.705     977.528     1.030.619     1.081.247     1.078.996
  Aset tetap                                        942.685     892.133     836.319       793.235       745.748       734.162
  Uang muka perolehan aset                           26.374      26.374      38.666        42.952        49.802        56.013
  Goodwill                                           17.979      17.979      17.979        17.979        17.979        17.979
  Taksiran pengembalian pajak                           -        27.266       7.753           -             -             -
  Aset pajak tangguhan                                7.485      18.956      33.178         8.728        10.375        16.737
  Aset lain-lain                                     16.508      15.749      14.987        14.247        54.276        57.493
 Jumlah Aset Tidak Lancar                         3.315.254   3.354.905   3.343.757     3.327.149     3.384.514     3.368.867
 JUMLAH ASET                                      3.489.777   3.493.727   3.566.231     3.589.642     3.656.227     3.737.383
 LIABILITAS & EKUITAS
 LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Utang bank jangka pendek                        125.000     125.000      125.000       125.000       125.000       105.000
   Utang usaha - pihak ketiga                       88.950      93.469       80.649       112.760       138.685       143.071
   Uang muka penjualan                              79.826      37.399       38.694        35.434        14.304        35.353
   Utang lain-lain - pihak ketiga                   23.674      17.478       17.518        18.641        17.922        18.127
   Utang pajak                                      24.446      29.889       30.738        17.200        12.248        22.852
   Akrual                                           83.281      73.794       61.267        66.395        64.256        62.746
   Utang jangka panjang jatuh tempo satu tahun
    Liabilitas sewa                                    -           -            -           1.040           864           945
    Utang bank                                      17.053     138.919      227.854       279.309       228.526       304.701
    Sewa pembiayaan                                    128           86         -             -             -             -
 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                   442.358     516.033      581.719       655.779       601.804       692.796
 LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Liabilitas jk panjang - jt tempo 1 tahun
   Utang bank                                     2.436.435   2.326.075   2.104.126     1.830.682     1.610.233     1.384.211
   Sewa pembiayaan                                       91         -           -             -             -             -
   Utang lain-lain
      Pihak ketiga                                   19.800         -           -             -             -             -
      Pihak berelasi                                172.341     364.387     611.766       949.859       417.056       624.893
   Liabilitas imbalan kerja                          27.924      43.208      43.206        33.214        39.428        43.325
   Liabilitas pajak tangguhan                           707         -         2.009         1.704         6.124         3.288
 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                 2.657.298   2.733.669   2.761.107     2.815.458     2.072.841     2.055.717
 JUMLAH LIABILITAS                                3.099.655   3.249.703   3.342.826     3.471.238     2.674.645     2.748.513
 EKUITAS
   Modal saham                                     377.469     377.469      377.469       377.469     1.623.295     1.623.295
   Tambahan modal disetor                          434.218     434.218      434.218       434.218       434.218       434.218
   Komponen ekuitas lainnya                         91.790     253.327      410.975       607.716       528.921       658.511
   Perubahan ekuitas entitas anak                    1.641       1.641        1.641         1.641         1.641         1.641
   Saldo laba (defisit)
    Dicadangkan                                     29.710      29.710        29.710        29.710        29.710        29.710
    Belum dicadangkan                             (558.413)   (864.285)   (1.041.773)   (1.341.979)   (1.644.458)   (1.766.221)
   Ekuitas neto yang dapat diatribusikan kepada
    pemilik entitas induk                          376.414     232.079      212.239       108.774       973.327       981.154
   Kepentingan non pengendali                       13.707      11.945       11.167         9.631         8.255         7.715
 Jumlah Ekuitas                                    390.121     244.025      223.405       118.405       981.582       988.869
 JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                      3.489.777   3.493.727   3.566.231     3.589.642     3.656.227     3.737.383




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                                                           29
Page 45
Aset

Secara keseluruhan aset JAWA rata-rata mengalami peningkatan sebesar 1,5% per
tahun periode 2019 - 30 Juni 2024, yaitu dari Rp 3,5 triliun pada tahun 2019 dan
mencapai Rp 3,7 triliun pada 30 Juni 2024.
Aset Lancar

Pada tahun 2019, aset lancar JAWA sebesar Rp 174,5 miliar, kemudian pada tahun
2020, aset lancar JAWA turun menjadi Rp 138,8 miliar yang terutama disebabkan
penurunan piutang usaha, persediaan, dan pajak dibayar dimuka.

Pada tahun 2021, aset lancar JAWA naik menjadi Rp 222,5 miliar terutama karena
kenaikan persediaan dan aset biologis.

Pada tahun 2022, aset lancar JAWA kembali naik menjadi Rp 262,5 miliar terutama
karena kenaikan persediaan.

Pada tahun 2023, aset lancar JAWA kembali naik menjadi Rp 271,7 miliar terutama
karena kenaikan aset biologis.

Pada 30 Juni 2024, aset lancar JAWA kembali naik menjadi Rp 368,5 miliar yang
disebabkan adanya kenaikan piutang usaha, persediaan, aset biologis, uang muka dan
biaya dibayar dimuka.

Aset Tidak Lancar

Pada tahun 2017, aset tidak lancar JAWA tercatat sebesar Rp 3,1 triliun, kemudian
meningkat menjadi Rp 3,26 triliun karena adanya penambahan piutang plasma dan
tanaman belum menghasilkan pada tahun 2018.

Pada tahun 2019, aset tidak lancar JAWA sebesar Rp 3,3 triliun, lalu pada tahun 2020,
meningkat menjadi Rp 3,4 triliun dimana peningkatan signifikan terjadi atas piutang
plasma dan tanaman menghasilkan.

Pada tahun 2021 dan 2022, aset tidak lancar JAWA mengalami sedikit penurunan
menjadi Rp 3,3 triliun, dimana penurunan terjadi atas tanaman belum menghasilkan,
aset tetap, dan aset pajak tangguhan.

Pada tahun 2023, aset tidak lancar JAWA mengalami peningkatan menjadi Rp 3,4 triliun
yang terutama disebabkan peningkatan piutang plasma dan tanaman produktif.

Pada 30 Juni 2024, aset tidak lancar JAWA masih berkisar Rp 3,4 triliun dengan sedikit
penurunan pada tanaman produktif dan aset tetap.


Liabilitas

Secara keseluruhan liabilitas JAWA rata-rata mengalami penurunan sebesar 2,6% per
tahun selama periode 2019 - 30 Juni 2024, yaitu dari Rp 3,1 triliun tahun 2019 dan
menjadi Rp 2,7 triliun pada 30 Juni 2024.

Liabilitas Jangka Pendek




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                    30
Page 46
Pada tahun 2019, liabilitas jangka pendek JAWA sebesar Rp 442,4 miliar, kemudian
meningkat menjadi Rp 516,0 miliar pada tahun 2020 yang disebabkan karena adanya
peningkatan utang usaha dan utang bank jangka panjang jatuh tempo satu tahun.

Pada tahun 2021, liabilitas jangka pendek JAWA kembali meningkat menjadi Rp 581,7
miliar terutama karena peningkatan utang bank jangka panjang jatuh tempo satu tahun.

Pada tahun 2022, liabilitas jangka pendek JAWA kembali meningkat menjadi Rp 655,8
miliar terutama karena peningkatan utang usaha dan utang bank jangka panjang jatuh
tempo satu tahun.

Pada tahun 2023, liabilitas jangka pendek JAWA turun menjadi Rp 601,8 miliar terutama
karena penurunan utang bank jangka panjang jatuh tempo satu tahun.

Pada 30 Juni 2024, liabilitas jangka pendek JAWA kembali naik menjadi Rp 692,8 miliar
yang disebabkan meningkatnya utang bank jangka panjang yang jatuh tempo satu
tahun.

Liabilitas Jangka Panjang

Pada tahun 2019 dan 2020, liabilitas jangka panjang JAWA sebesar Rp 2,7 triliun.

Pada tahun 2021 dan 2022, liabilitas jangka panjang JAWA meningkat menjadi Rp 2,8
triliun yang disebabkan karena meningkatnya utang lain-lain pihak berelasi.

Pada tahun 2023, liabilitas jangka panjang JAWA turun menjadi Rp 2,1 triliun karena
penurunan sebagian utang lain-lain pihak berelasi yang telah dikonversi menjadi saham.

Pada 30 Juni 2024, liabilitas jangka panjang JAWA kembali sebesar Rp 2,1 triliun dengan
adanya penurunan utang bank, meskipun utang lain-lain pihak berelasi juga mengalami
peningkatan.


Ekuitas

Ekuitas JAWA pada periode 2019-2023 terus mengalami penurunan. Pada tahun 2019
jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp 390,1 miliar. Tahun 2020 - 2022, ekuitas JAWA turun
berturut-turut sebesar menjadi sebesar Rp 244,0 miliar, Rp 223,4 miliar, dan Rp 118,4
miliar. Pada tahun 2023, Perseroan melakukan konversi utang pihak berelasi menjadi
saham sehingga ekuitas JAWA meningkat menjadi Rp 981,6 miliar. Pada 30 Juni 2024,
ekuitas Perseroan tercatat meningkat menjadi Rp 988,9 miliar.


3.3.1.2 Laba Rugi

Secara ringkas Laba Rugi JAWA untuk tahun yang berakhir pada 2019 hingga 30 Juni
2024 adalah seperti disajikan di bawah ini.




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                     31
Page 47
                 Tabel 14 : Laporan Laba-Rugi JAWA Tahun 2019 – 30 Juni 2024

 Dalam jutaan Rp                            2019        2020        2021        2022        2023        30-Jun-24

 PENJUALAN BERSIH                           723.318     461.343     843.195     971.542     896.152       405.723
 BEBAN POKOK PENJUALAN                      704.290     485.484     761.002     944.245     912.113       388.996

 LABA BRUTO                                  19.028      (24.142)    82.193      27.297      (15.961)      16.728

 BEBAN USAHA
   Beban Penjualan                           (23.572)    (14.428)    (18.820)    (21.407)    (23.277)      (9.591)
   Beban Umum & Administrasi                 (44.278)    (41.075)    (33.860)    (35.928)    (34.021)     (17.584)
 Jumlah beban usaha                          (67.850)    (55.502)    (52.680)    (57.335)    (57.298)     (27.175)

 LABA USAHA                                  (48.822)    (79.644)    29.514      (30.038)    (73.260)     (10.447)

 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
   Beban keuangan                           (239.500)   (242.753)   (231.287)   (228.732)   (246.417)     (90.871)
   Penghasilan keuangan                          174         105          93          71          97           21
   Keuntungan (Kerugian) lain-lain - neto    (28.667)      2.211      12.241     (21.921)     18.423      (30.203)
 Jumlah Penghasilan (Beban) Lain-lain       (267.993)   (240.436)   (218.953)   (250.582)   (227.897)    (121.052)

 LABA SEBELUM PAJAK                         (316.814)   (320.080)   (189.439)   (280.620)   (301.157)    (131.499)

   Manfaat (beban) pajak                     34.115      12.437      11.161      (21.192)     (2.697)       9.197

  RUGI NETO                                 (282.699)   (307.643)   (178.279)   (301.813)   (303.853)    (122.302)

  Kepentingan nonpengendali                   (1.652)     (1.771)       (790)     (1.607)     (1.375)        (540)

 LABA (RUGI) NETO YANG DAPAT
  DIATRIBUSIKAN KEPADA ENTITAS INDUK        (281.047)   (305.872)   (177.488)   (300.206)   (302.478)    (121.763)



a. Penjualan
Penjualan JAWA mengalami peningkatan sebesar 2,6% tiap tahun pada periode 2019-
30 Juni 2024 (disetahunkan). Pada tahun 2017 jumlah penjualan tercatat sebesar Rp
723,3 miliar, kemudian turun signifikan menjadi Rp 461,3 miliar pada tahun 2020
dimana pada periode tersebut terjadi pandemi COVID-19 yang mempengaruhi
perekonomian secara keseluruhan. Pada tahun 2021, penjualan Perseroan meningkat
signifikan yaitu sebesar 83% menjadi Rp 843,2 miliar, lalu mengalami fluktuasi dimana
pada tahun 2022 meningkat menjadi Rp 971,5 miliar dan turun menjadi Rp 896,2 miliar
pada tahun 2023. Pada 30 Juni 2024, JAWA mencatat penjualan sebesar Rp 405,7
miliar.

b. Beban Pokok Penjualan
Beban pokok penjualan JAWA mengalami peningkatan sebesar 2,2% tiap tahun pada
periode 2019-30 Juni 2024 (disetahunkan). Pada tahun 2019 jumlah beban pokok
penjualan tercatat sebesar Rp 704,3 miliar pada tahun 2019 dan turun menjadi 485,5
miliar tahun 2020 seiring dengan penurunan penjualan. Pada tahun 2021, beban pokok
penjualan kembali meningkat seiring dengan peningkatan penjualan menjadi Rp 761,0
miliar, lalu menjadi Rp 944,2 miliar pada tahun 2022 dan Rp 912,1 miliar pada tahun
2023. Per 30 Juni 2024, beban pokok penjualan JAWA tercatat sebesar Rp 389,0 miliar.

c. Laba
Selama periode 2019 - 30 Juni 2024, JAWA terus mencatat kerugian. Pada tahun 2019,
JAWA mencatat rugi sebesar Rp 282,7 miliar. kemudian selama tahun 2020 hingga 2023
JAWA mencatat rugi sebesar Rp 307,6 miliar, Rp.178,3 miliar, Rp 301,8 miliar dan Rp


Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                                              32
Page 48
303,8 miliar pada tahun 2023. Per 30 Juni 2024, JAWA kembali mencatat rugi sebesar
Rp 122,3 miliar. Kerugian ini terutama disebabkan beban keuangan yang cukup tinggi.

Perseroan akan mengoptimalkan utilisasi pabrik sampai kapasitas maksimum untuk
dapat mendorong pertumbuhan penjualan. Selain itu Perseroan juga akan terus
melakukan diversifikasi tanaman di areal lahan yang belum tereksploitasi dengan
efektif, serta terus melakukan efisiensi biaya di segala bidang.


3.3.1.3 Arus Kas

Gambaran arus kas JAWA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
hingga 30 Juni 2024 adalah seperti disajikan berikut ini.

                   Tabel 15 : Laporan Arus Kas JAWA Tahun 2019 – 30 Juni 2024

 Dalam jutaan Rp                                        2019        2020        2021        2022        2023        30-Jun-24

 Arus Kas dari Aktivitas Operasi
  Penerimaan dari pelanggan                              777.911     421.263     839.271     972.265     869.000      390.725
  Pembayaran kepada pemasok dan lain-lain               (522.105)   (268.542)   (632.448)   (775.491)   (633.401)    (287.023)
  Pembayaran kepada karyawan                            (182.079)   (141.349)   (146.992)   (165.741)   (177.582)    (117.219)
  Kas dihasilkan dari (digunakan untuk) operasi           73.727      11.372      59.831      31.033      58.017      (13.517)
  Pembayaran pajak penghasilan                               (44)        -           (14)     (3.142)       (928)        (106)
  Penerimaan atas pajak lebih bayar dari kantor pajak        -           -        26.933      17.724         -            -
  Pembayaran beban bunga                                (251.498)   (259.025)   (214.982)   (183.661)   (177.791)     (81.161)
 Kas neto untuk aktivitas operasi                       (177.815)   (247.653)   (128.232)   (138.046)   (120.702)     (94.784)

 Arus Kas dari Aktivitas Investasi
   Pembayaran kepada plasma                              (47.913)    (39.504)    (57.966)    (61.477)    (57.497)     (24.646)
   Penambahan tanaman belum menghasilkan                 (47.459)    (19.977)    (18.526)    (26.889)    (32.029)     (11.807)
   Perolehan aset tetap                                  (14.450)    (11.377)     (3.804)    (11.387)    (49.166)     (14.177)
   Hasil penjualan aset tetap                                -           -           -          (180)        -            -
   Penambahan bibitan                                     (1.221)       (222)       (110)       (389)       (220)        (198)
   Perolehan hak guna usaha                               (5.316)        -           -           -           -            -
   Penambahan uang muka pembelian aset tetap              (1.977)        -       (12.291)     (4.286)     (6.850)      (6.211)
   Penerimaan bunga                                          174         105           93          71          97           21
 Kas neto untuk aktivitas investasi                     (118.161)    (70.974)    (92.604)   (104.537)   (145.665)     (57.018)

 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
   Penerimaan utang pihak berelasi                          -       335.100      364.950     461.300     550.900      318.600
   Perolehan (pembayaran) utang bank jangka panjang     234.727       5.670     (139.655)   (228.526)   (279.309)    (152.350)
   Pembayaran utang bank jangka pendek                   35.000         -            -           -           -        (20.000)
   Pembayaran liabilitas sewa                               -           -            -          (964)       (176)        (104)
   Pembayaran utang sewa pembiayaan                        (148)       (133)         (86)        -           -            -
   Penerimaan (Pembayaran) utang lain-lain               19.800     (19.800)         -           -           -            -
 Kas neto untuk aktivitas pendanaan                     289.379     320.837      225.210     231.810     271.415      146.146

 Peningkatan (penurunan) neto kas dan setara kas         (6.597)       2.210      4.373      (10.773)      5.048       (5.655)
 Kas dan setara kas (awal tahun)                         12.770        6.172      8.383       12.756       1.983        7.031
 Kas dan setara kas (akhir tahun)                         6.172        8.383     12.756        1.983       7.031        1.376



a. Aktivitas Operasi
Selama periode 2019 - 30 Juni 2024, Perseroan terus mencatat kas digunakan untuk
aktivitas operasi (arus kas negatif), di mana hal itu lebih banyak disebabkan oleh beban
bunga. Kas tertinggi digunakan untuk aktivitas operasi terutama terjadi pada tahun
2020 dengan jumlah Rp 247,7 miliar terutama karena penerimaan yang lebih rendah
dibandingkan pembayaran beban operasi dan beban bunga.



Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                                                          33
Page 49
b. Aktivitas Investasi
Selama periode 2019 - 30 Juni 2024, Perseroan mencatat adanya kas yang digunakan
untuk aktivitas investasi. Kas terbesar yang digunakan untuk aktivitas investasi terjadi
pada tahun 2023 dengan jumlah Rp 145,7 miliar, yaitu terutama karena pembayaran
kepada plasma sebesar Rp 57,5 miliar, penambahan tanaman belum menghasilkan
sebesar Rp 32,0 miliar dan perolehan aset tetap sebesar Rp 49,2 miliar.

c. Aktivitas Pendanaan
Selama periode 2019 - 30 Juni 2024, Perseroan mencatat adanya kas tertinggi yang
diterima dari aktivitas pendanaan terjadi pada tahun 2020 terutama berasal dari
penerimaan utang pihak berelasi.


3.3.2 Rasio-rasio Keuangan

Gambaran rasio keuangan JAWA untuk tahun yang berakhir pada 2019 hingga 30 Juni
2024 adalah seperti disajikan berikut ini.

              Tabel 16 : Rasio Keuangan JAWA Tahun 2019 – 30 Juni 2024

 RASIO                                   2019      2020      2021      2022     2023    30-Jun-24
 Profitabilitas
   GPM                                    2,6%     -5,2%      9,7%      2,8%    -1,8%     4,1%
   OPM                                   -6,7%    -17,3%      3,5%     -3,1%    -8,2%    -2,6%
   NPM                                  -39,1%    -66,7%    -21,1%    -31,1%   -33,9%   -30,1%
   ROA                                   -8,1%     -8,8%     -5,0%     -8,4%    -8,3%    -6,5%
   ROE                                  -72,5%   -126,1%    -79,8%   -254,9%   -31,0%   -24,7%
 Likuiditas
   Current Ratio                        39,5%     26,9%     38,2%     40,0%    45,1%     53,2%
   Quick Ratio                          23,1%     18,9%     21,9%     15,5%    23,7%     30,7%
   Cash Ratio                            1,4%      1,6%      2,2%      0,3%     1,2%      0,2%
 Aktivitas
   Perputaran Aset                        0,21      0,13      0,24      0,27     0,25      0,22
   Perputaran Piutang                    35,77     25,81     37,70     47,23    33,70     12,95
 Leverage
   DER                                  794,5%   1331,7%   1496,3%   2931,7%   272,5%   277,9%
   DAR                                   88,8%     93,0%     93,7%     96,7%    73,2%    73,5%
 Interest & Debt Coverage
   Interest Coverage Ratio (ICR)        -32,3%    -31,9%    18,1%     -22,7%   -22,2%   -44,7%
   Debt Service Coverage Ratio (DSCR)    -7,6%      0,4%    22,0%       3,6%    -5,0%    -3,5%


Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa:
❖ Marjin laba bersih (Net Profit Margin, NPM) terus berada pada posisi negatif yang
  berarti bahwa Perseroan terus mengalami kerugian.
❖ Berdasarkan rasio likuiditas, kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban
  yang harus dibayar dengan harta lancarnya cukup rendah, yaitu di bawah 100%.
❖ Komposisi struktur perusahaan yang digambarkan dengan debt equity ratio (DER)
  dan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan bahwa sebagian besar pendanaan
  Perseroan berasal dari utang.
❖ Berdasarkan rasio kecukupan pembayaran bunga dan rasio kecukupan kas
  perusahaan untuk membayar kewajiban utang saat ini, mengindikasikan bahwa
  kondisi keuangan JAWA tidak sehat dimana pendapatan Perseroan saat ini tidak
  cukup untuk membayar bunga dan hutangnya yang belum lunas.




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                               34
Page 50
3.3.3 Analisis Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

Posisi Keuangan dan Laba Rugi sebelum Rencana Transaksi diperoleh dari laporan
keuangan pada tanggal 30 Juni 2024 yang telah direview, sedangkan Posisi Keuangan
dan Laba Rugi setelah Rencana Transaksi merupakan perkiraan yang didasarkan atas
kemungkinan perubahan pada akun-akun yang terkait dengan Rencana Transaksi yang
diberikan oleh Manajemen. Untuk memberikan gambaran secara lebih jelas, berikut ini
disajikan tabel Posisi Keuangan dan Laba Rugi sebelum dan setelah Rencana Transaksi.


3.3.3.1 Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

     Tabel 17 : Posisi Keuangan JAWA Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

     POSISI KEUANGAN                                                   30-Jun-24
     Dalam jutaan Rupiah                          Sebelum Transaksi    Penyesuaian       Setelah Transaksi
     ASET
     Aset Lancar
      Kas dan bank                                            1.376           30.850               32.226
      Piutang usaha - pihak ketiga                           62.640                -               62.640
      Persediaan                                            156.014                -              156.014
      Uang muka dan biaya dibayar dimuka                     78.487                -               78.487
      Pajak dibayar dimuka                                    5.075                -                5.075
     Total Aset Lancar                                      368.516           30.850              399.366

     Aset Tidak Lancar
       Piutang plasma                                       411.846                -              411.846
       Bibitan                                               15.008                -               15.008
        Tanaman menghasilkan                                980.633                -              980.633
        Tanaman belum menghasilkan                        1.078.996            9.192            1.088.188
       Aset tetap                                           734.162           13.861              748.024
       Uang muka perolehan aset                              56.013                -               56.013
       Goodwill                                              17.979                -               17.979
       Aset pajak tangguhan                                  16.737                -               16.737
       Aset lain-lain                                        57.493                -               57.493
     Jumlah Aset Tidak Lancar                             3.368.867           23.053            3.391.920

     TOTAL ASET                                           3.737.383           53.903            3.791.286

     LIABILITAS DAN EKUITAS
     Liabilitas Jangka Pendek
       Utang bank jangka pendek                             105.000                -              105.000
       Utang usaha - pihak ketiga                           143.071         (114.457)              28.614
       Uang muka penjualan                                   35.353                -               35.353
       Utang lain-lain - pihak ketiga                        18.127                -               18.127
       Utang pajak                                           22.852          (20.567)               2.285
       Akrual                                                62.746          (31.373)              31.373
       Utang bank jangka panjang - jatuh tempo              304.701         (304.701)                   -
       Liabilitas sewa - jatuh tempo                            945                -                  945
     Total Liabilitas Jangka Pendek                         692.796         (471.098)             221.698

     Liabilitas Jangka Panjang
       Utang bank jangka panjang                          1.384.211         (724.999)             659.212
       Utang lain-lain
         Utang pihak berelasi                               624.893        1.250.000            1.874.893
       Liabilitas imbalan pasca kerja                        43.325                -               43.325
       Liabilitas pajak tangguhan                             3.289                -                3.289
     Total Liabilitas Jangka Panjang                      2.055.717          525.001            2.580.718

     TOTAL LIABILITAS                                     2.748.514           53.903            2.802.417

     EKUITAS
      Modal saham                                         1.623.295                  -          1.623.295
      Tambahan modal disetor                                434.218                  -            434.218
      Komponen ekuitas lainnya                              658.511                  -            658.511
      Perubahan ekuitas entitas anak                          1.641                  -              1.641
      Saldo laba (defisit)
       Dicadangkan                                           29.710                  -             29.710
       Belum dicadangkan                                 (1.766.221)                 -         (1.766.221)
      Ekuitas neto kepada pemilik entitas induk             981.154                  -            981.154
      Kepentingan non pengendali                              7.715                  -              7.715
     Total Ekuitas                                          988.869                               988.869

     TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                         3.737.383           53.903            3.791.286


Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                                           35
Page 51
Pada tanggal 30 Juni 2024, asumsi penerimaan dana pinjaman sebesar
Rp.1.250.000.000.000 (satu triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah) akan digunakan
untuk:
•     Pembayaran pokok pinjaman bank jangka panjang nonafiliasi dengan total Rp 1,03
      triliun yang terdiri dari bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp 304,7
      miliar dan sisanya sebesar Rp 725,0 miliar.
•     Pembayaran utang usaha nonafiliasi sebesar Rp 114,46 miliar,
•     Penambahan investasi atas Tanaman Belum Menghasilkan sebesar Rp 9,19 miliar,
•     Investasi aset tetap sebesar Rp 13,86 miliar,
•     Pembayaran utang pajak sebesar 20,57 miliar,
•     Pembayaran akrual sebesar 31,37 miliar
•     Sisanya sebesar Rp 30,85 miliar merupakan pinjaman yang telah ditarik di muka
      oleh JAWA per 30 Juni 2024.

Atas pinjaman sebelumnya sebesar Rp 1.000.000.000.000 telah diterima seluruhnya
oleh JAWA per 30 Juni 2024 dan dicatat sebesar Rp 624,89 miliar karena perhitungan
nilai waktu uang.


3.3.3.2 Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

             Tabel 18 : Laba Rugi JAWA Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

    LABA RUGI                                                   30-Jun-24
    Dalam jutaan Rupiah                    Sebelum Transaksi    Penyesuaian   Setelah Transaksi

    PENJUALAN NETO                                   405.723              -            405.723
    BEBAN POKOK PENJUALAN                            388.996              -            388.996
    LABA KOTOR                                        16.728              -             16.728
                                                                          -
    BEBAN USAHA                                                           -
     Beban Penjualan                                  (9.591)             -             (9.591)
     Beban Umum dan Administrasi                     (17.584)             -            (17.584)
    Total Beban Usaha                                (27.175)             -            (27.175)

    RUGI USAHA                                       (10.447)             -            (10.447)
                                                                          -
    PENGHASILAN ( BEBAN ) LAIN-LAIN                                       -
     Beban Keuangan                                  (90.871)             -            (90.871)
     Penghasilan Keuangan                                 21              -                 21
     Penghasilan ( beban ) lain-lain                 (30.203)             -            (30.203)
    Total Pendapatan/(Beban) Lain-lain              (121.052)             -           (121.052)

    RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                  (131.499)             -           (131.499)
                                                                          -
     Manfaat (beban) pajak                             9.197              -              9.197
                                                                          -
    RUGI NETO                                       (122.302)             -           (122.302)

Rencana transaksi tidak mempengaruhi Laba Rugi Perseroan Per 30 Juni 2024.


3.3.4 Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen JAWA dan disesuaikan
dengan asumsi-asumsi yang menurut Penilai cukup wajar dengan asumsi sebagai
berikut:

Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                             36
Page 52
                              Tabel 19 : Asumsi Dasar Penyusunan Proyeksi

 No.             Dengan Transaksi                                    Tanpa Transaksi
 1.       Pinjaman dari SAI                        Pinjaman dari pihak ketiga
 2.       Tidak ada bunga pinjaman                 Bunga pinjaman diasumsikan sebesar 8,5% per tahun

           Tabel 20 : Proyeksi Posisi Keuangan JAWA Dengan Rencana Transaksi

                                                                           DENGAN TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rupiah
                                             Jul-Des 2024     2025          2026      2027              2028         2029
 ASET
  ASET LANCAR
   Kas dan setara kas                             17.855       17.936        18.413        17.354        17.664      464.572
   Piutang usaha                                  64.602       66.963        69.920        73.505        77.798       82.854
   Piutang lain-lain                               3.617        5.294         6.158         6.538         6.992        7.527
   Persediaan                                    157.174      159.967       163.463       167.702       172.779      178.758
   Pajak dibayar dimuka                            6.135        7.812         8.676         9.056         9.510       10.045
   Aset Biologis                                  62.365       62.365        62.365        62.365        62.365       62.365
   Uang muka dan biaya dibayar dimuka             79.480       81.869        84.860        88.488        92.832       97.947
  Total Aset Lancar                              391.229      402.206       413.856       425.008       439.941      904.068

 ASET TIDAK LANCAR
   Piutang Plasma                                411.846      411.846       409.787       405.689       397.576       385.648
   Bibitan                                        15.008       15.008        15.008        15.008        15.008        15.008
   Tanaman Menghasilkan                          950.662    1.256.633     1.775.580     1.712.323     1.647.468     1.581.835
   Tanaman Belum Menghasilkan                  1.098.646      782.183       246.264       286.825       322.114       357.021
   Aset Tetap                                    723.606      712.985       662.560       611.765       559.687       506.984
   Uang Muka Perolehan Aset                       56.013       56.013        56.013        56.013        56.013        56.013
   Goodwill                                       17.979       17.979        17.979        17.979        17.979        17.979
   Aset Pajak Tangguhan                           16.737       16.737        16.737        16.737        16.737        16.737
   Aset lain-lain                                 57.063       56.177        55.276        54.368        53.438        52.496
 Jumlah Aset Tidak Lancar                      3.347.560    3.325.561     3.255.203     3.176.708     3.086.019     2.989.721

 TOTAL ASET                                    3.738.790    3.727.767     3.669.060     3.601.716     3.525.960     3.893.789

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Utang bank jangka pendek                      105.000      105.000       105.000       105.000             -            -
   Utang Usaha                                    28.614       27.329        26.524        27.500        28.669       30.044
   Utang lain-lain                                18.127       16.450        15.586        15.207        14.753       14.218
   Uang muka penjualan                            35.353       35.575        35.852        36.187        36.590       37.063
   Utang pajak                                     2.285        1.447         1.015           825           598          330
   Akrual                                         31.373       31.838        31.256        30.551        29.706       28.712
   Utang bank jangka panjang                     342.788      380.876       507.835       317.397             -            -
   Utang pihak berelasi                                -            -             -             -             -      594.043
   Liabilitas sewa                                   945          945           945           945           945          945
 Total Liabilitas Jangka Pendek                  564.487      599.460       724.013       533.612       111.260      705.356

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Utang bank jangka panjang                   1.193.773      812.897       305.062             0             0             0
   Utang lain-lain jangka panjang                      -            -             -             -             -             -
   Utang pihak berelasi                        1.024.893    1.350.768     1.550.343     1.787.193     1.844.043     1.250.000
   Liabilitas imbalan pasca kerja                 43.325       43.325        43.325        43.325        43.325        43.325
   Liabilitas pajak tangguhan                      3.288        3.288         3.288         3.288         3.288         3.288
 Total Liabilitas Jangka Panjang               2.265.279    2.210.278     1.902.018     1.833.806     1.890.656     1.296.613

 TOTAL LIABILITAS                              2.829.766    2.809.738     2.626.031     2.367.418     2.001.917     2.001.969

 EKUITAS
 Modal Saham                                   1.623.295     1.623.295     1.623.295     1.623.295     1.623.295    1.623.295
 Tambahan Modal Disetor                          434.218       434.218       434.218       434.218       434.218      434.218
 Komponen Ekuitas Lainnya                        658.511       658.511       658.511       658.511       658.511      658.511
 Perubahan Ekuitas Entitas Anak                    1.641         1.641         1.641         1.641         1.641        1.641
 Saldo Laba Dicadangkan                           29.710        29.710        29.710        29.710        29.710       29.710
 Saldo Laba Belum Dicadangkan                 (1.845.714)   (1.836.748)   (1.712.300)   (1.521.876)   (1.233.408)    (867.254)
 Ekuitas Neto Kepada Pemilik Entitas Induk       901.661       910.627     1.035.074     1.225.499     1.513.967    1.880.121
  Kepentingan Non Pengendali                       7.363         7.402         7.954         8.798        10.076       11.699
 Total Ekuitas                                   909.024       918.029     1.043.028     1.234.297     1.524.043    1.891.820

 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                  3.738.790    3.727.767     3.669.060     3.601.716     3.525.960     3.893.789


Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                                                          37
Page 53
                 Tabel 21 : Proyeksi Laba Rugi JAWA Dengan Rencana Transaksi

                                                                             DENGAN TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rupiah
                                                Jul-Des 2024    2025          2026       2027           2028          2029

 PENJUALAN NETO                                      421.090    1.013.456    1.268.970    1.538.764    1.842.737     2.169.967
 BEBAN POKOK PENJUALAN                               408.602      831.729      989.507    1.199.754    1.445.291     1.697.435
 LABA KOTOR                                           12.488      181.727      279.463      339.009      397.446       472.532

 BEBAN USAHA
 Beban Penjualan                                     (11.048)     (22.298)     (27.959)     (33.809)     (40.379)      (47.464)
 Beban Umum dan Administrasi                         (17.584)     (36.799)     (38.604)     (40.499)     (42.489)      (44.578)
 Total Beban Usaha                                   (28.632)     (59.097)     (66.563)     (74.308)     (82.868)      (92.043)

 LABA (RUGI) USAHA                                   (16.143)    122.630      212.900      264.701       314.578       380.490
                                                         -           -            -            -             -             -
 PENGHASILAN ( BEBAN ) LAIN-LAIN
 Beban Keuangan                                      (63.702)    (110.311)     (84.046)     (55.632)     (12.502)            -
 Penghasilan Keuangan                                    -            -            -            -            -               -
 Penghasilan ( beban ) lain-lain                         -            -            -        (12.335)         -               -
 Total Pendapatan/(Beban) Lain-lain                  (63.702)    (110.311)     (84.046)     (67.966)     (12.502)            -

 LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN               (79.846)     12.319      128.854      196.735       302.077       380.490

 MANFAAT ( BEBAN ) PAJAK PENGHASILAN
  Pajak Kini                                             -         (3.314)      (3.855)      (5.466)     (12.331)      (12.713)
  Pajak Tangguhan                                        -            -            -            -            -             -
 Manfaat Pajak Penghasilan                               -         (3.314)      (3.855)      (5.466)     (12.331)      (12.713)

 LABA (RUGI) NETO                                    (79.846)       9.006     124.999      191.269       289.746       367.777




                  Tabel 22 : Proyeksi Arus Kas JAWA Dengan Rencana Transaksi

                                                                             DENGAN TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rupiah
                                                Jul-Des 2024    2025          2026       2027           2028          2029
 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Penerimaan Kas Dari Pelanggan                      423.269    1.008.801    1.264.994    1.534.945     1.838.165     2.164.583
  Pembayaran Kas Kepada Pemasok                     (437.662)    (546.365)    (705.202)    (916.185)   (1.164.000)   (1.420.556)
  Pembayaran Kepada Karyawan                        (119.563)    (241.517)    (246.348)    (251.274)     (256.300)     (261.426)
  Kas Dihasilkan Dari Operasi                       (133.956)     220.919      313.444      367.486       417.865       482.600
  Pembayaran Beban Bunga                             (74.161)    (128.361)     (97.689)     (64.506)      (14.368)            -
  Pembayaran Pajak Penghasilan                             -       (3.314)      (3.855)      (5.466)      (12.331)      (12.713)
 Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas Operasi         (208.117)      89.244      211.900      297.514       391.165       469.888

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Penerimaan (pembayaran) Plasma                           -            -        2.059        4.098        8.114        11.927
  Penambahan Tanaman Belum Menghasilkan               (9.192)     (33.252)     (32.181)     (31.686)     (33.422)      (34.907)
  Perolehan Aset Tetap                               (13.861)     (38.999)           -            -            -             -
 Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas Investasi        (23.053)     (72.251)     (30.122)     (27.588)     (25.308)      (22.979)

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Penerimaan Dari Utang lain-lain                          -            -            -            -            -                 -
  Penerimaan Utang Pihak Berelasi                    400.000      325.875      199.575      236.850       56.850                 -
  Pembayaran CP of LTBL                             (152.350)    (342.788)    (380.876)    (507.835)    (422.397)                -
 Kas Neto Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan         247.650      (16.913)    (181.301)    (270.985)    (365.547)                -

 KENAIKAN ( PENURUNAN ) NETO KAS DAN BANK             16.479           80         478        (1.059)           310     446.908
 KAS DAN BANK AWAL PERIODE                             1.376      17.855       17.936       18.413        17.354        17.664
 KAS DAN BANK AKHIR PERIODE                           17.855      17.936       18.413       17.354        17.664       464.572




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                                                           38
Page 54
                   Tabel 23 : Proyeksi Rasio JAWA Dengan Rencana Transaksi

                                                                DENGAN TRANSAKSI
 RASIO
                                        Jul-Des 2024   2025      2026      2027      2028      2029
 Profitabilitas
   GPM                                        3,5%      17,9%    22,0%      22,0%     21,6%     21,8%
   OPM                                       -3,2%      12,1%    16,8%      17,2%     17,1%     17,5%
   NPM                                      -24,4%       0,9%     9,9%      12,4%     15,7%     16,9%
   ROA                                      -22,2%       0,2%     3,4%       5,3%      8,2%      9,4%
   ROE                                      -22,2%       1,0%    12,0%      15,5%     19,0%     19,4%
 Likuiditas
   Current Ratio                             69,3%      67,1%    57,2%      79,6%    395,4%    128,2%
   Quick Ratio                               41,5%      40,4%    34,6%      48,2%    240,1%    102,8%
   Cash Ratio                                 3,2%       3,0%     2,5%       3,3%     15,9%     65,9%
 Aktivitas
   Perputaran Aset                             0,2        0,3       0,3       0,4        0,5      0,6
   Perputaran Piutang                         12,8       15,1      18,1      20,9       23,7     26,2
 Leverage
   DER                                     311,3%      306,1%   251,8%     191,8%    131,4%    105,8%
   DAR                                      75,7%       75,4%    71,6%      65,7%     56,8%     51,4%
 Interest & Debt Coverage
   Interest Coverage Ratio (ICR)            -36,7%     111,2%   253,3%     453,6%   2516,3%          -
   Debt Service Coverage Ratio (DSCR)         0,6%      28,0%    43,6%      77,0%          -    78,4%




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                                   39
Page 55
           Tabel 24 : Proyeksi Posisi Keuangan JAWA Tanpa Rencana Transaksi

                                                                            TANPA TRANSAKSI
  Dalam jutaan Rupiah
                                              Jul-Des 2024     2025          2026      2027              2028          2029
  ASET
   ASET LANCAR
    Kas dan setara kas                             17.855       17.936        18.413        17.354        17.664       329.745
    Piutang usaha                                  64.602       66.963        69.920        73.505        77.798        82.854
    Piutang lain-lain                               3.617        5.294         6.158         6.538         6.992         7.527
    Persediaan                                    157.174      159.967       163.463       167.702       172.779       178.758
    Pajak dibayar dimuka                            6.135        7.812         8.676         9.056         9.510        10.045
    Aset Biologis                                  62.365       62.365        62.365        62.365        62.365        62.365
    Uang muka dan biaya dibayar dimuka             79.480       81.869        84.860        88.488        92.832        97.947
   Total Aset Lancar                              391.229      402.206       413.856       425.008       439.941       769.241

  ASET TIDAK LANCAR
    Piutang Plasma                                411.846      411.846       409.787       405.689       397.576       385.648
    Bibitan                                        15.008       15.008        15.008        15.008        15.008        15.008
    Tanaman Menghasilkan                          950.662    1.256.633     1.775.580     1.712.323     1.647.468     1.581.835
    Tanaman Belum Menghasilkan                  1.098.646      782.183       246.264       286.825       322.114       357.021
    Aset Tetap                                    723.606      712.985       662.560       611.765       559.687       506.984
    Uang Muka Perolehan Aset                       56.013       56.013        56.013        56.013        56.013        56.013
    Goodwill                                       17.979       17.979        17.979        17.979        17.979        17.979
    Aset Pajak Tangguhan                           16.737       16.737        16.737        16.737        16.737        16.737
    Aset lain-lain                                 57.063       56.177        55.276        54.368        53.438        52.496
  Jumlah Aset Tidak Lancar                      3.347.560    3.325.561     3.255.203     3.176.708     3.086.019     2.989.721

  TOTAL ASET                                    3.738.790    3.727.767     3.669.060     3.601.716     3.525.960     3.758.962

  LIABILITAS DAN EKUITAS
  LIABILITAS JANGKA PENDEK
    Utang bank jangka pendek                      105.000      105.000       105.000       105.000             -             -
    Utang Usaha                                    28.614       27.329        26.524        27.500        28.669        30.044
    Utang lain-lain                                18.127       16.450        15.586        15.207        14.753        14.218
    Uang muka penjualan                            35.353       35.575        35.852        36.187        36.590        37.063
    Utang pajak                                     2.285        1.447         1.015           825           598           330
    Akrual                                         31.373       31.838        31.256        30.551        29.706        28.712
    Utang bank jangka panjang                     342.788      380.876       507.835       317.397             -             -
    Utang pihak berelasi                                -            -             -             -             -       624.893
    Sewa pembiayaan                                   945          945           945           945           945           945
  Total Liabilitas Jangka Pendek                  564.487      599.460       724.013       533.612       111.260       736.206

  LIABILITAS JANGKA PANJANG
    Utang bank jangka panjang                   1.193.773      812.897       305.062             0             0             0
    Utang Pihak Ketiga                            433.000      821.482     1.105.294     1.452.871     1.634.273     1.634.273
    Utang pihak berelasi                          624.893      624.893       624.893       624.893       624.893             -
    Liabilitas imbalan pasca kerja                 43.325       43.325        43.325        43.325        43.325        43.325
    Liabilitas pajak tangguhan                      3.288        3.288         3.288         3.288         3.288         3.288
  Total Liabilitas Jangka Panjang               2.298.279    2.305.885     2.081.863     2.124.378     2.305.780     1.680.887

  TOTAL LIABILITAS                              2.862.766    2.905.345     2.805.875     2.657.990     2.417.040     2.417.093

  EKUITAS
  Modal Saham                                   1.623.295     1.623.295     1.623.295     1.623.295     1.623.295     1.623.295
  Tambahan Modal Disetor                          434.218       434.218       434.218       434.218       434.218       434.218
  Komponen Ekuitas Lainnya                        658.511       658.511       658.511       658.511       658.511       658.511
  Perubahan Ekuitas Entitas Anak                    1.641         1.641         1.641         1.641         1.641         1.641
  Saldo Laba Dicadangkan                           29.710        29.710        29.710        29.710        29.710        29.710
  Saldo Laba Belum Dicadangkan                 (1.878.568)   (1.931.933)   (1.891.351)   (1.811.165)   (1.646.700)   (1.414.779)
  Ekuitas Neto Kepada Pemilik Entitas Induk
                                                  868.807      815.442       856.024       936.210     1.100.675     1.332.596
   Kepentingan Non Pengendali                       7.217        6.981         7.160         7.516         8.245         9.273
  Total Ekuitas                                   876.024      822.422       863.184       943.726     1.108.920     1.341.869

  TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                  3.738.790    3.727.767     3.669.060     3.601.716     3.525.960     3.758.962




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                                                             40
Page 56
                   Tabel 25 : Proyeksi Laba Rugi JAWA Tanpa Rencana Transaksi

                                                                            TANPA TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rupiah
                                               Jul-Des 2024    2025          2026       2027           2028          2029

 PENJUALAN NETO                                     421.090    1.013.456    1.268.970    1.538.764    1.842.737     2.169.967
 BEBAN POKOK PENJUALAN                              408.602      831.729      989.507    1.199.754    1.445.291     1.697.435
 LABA KOTOR                                          12.488      181.727      279.463      339.009      397.446       472.532

 BEBAN USAHA
 Beban Penjualan                                    (11.048)     (22.298)     (27.959)     (33.809)     (40.379)      (47.464)
 Beban Umum dan Administrasi                        (17.584)     (36.799)     (38.604)     (40.499)     (42.489)      (44.578)
 Total Beban Usaha                                  (28.632)     (59.097)     (66.563)     (74.308)     (82.868)      (92.043)

 LABA (RUGI) USAHA                                  (16.143)    122.630      212.900      264.701       314.578       380.490
                                                        -           -            -            -             -             -
 PENGHASILAN ( BEBAN ) LAIN-LAIN
 Beban Keuangan                                     (96.702)    (172.918)    (168.283)    (166.359)    (137.054)     (134.828)
 Penghasilan Keuangan                                   -            -            -            -            -             -
 Penghasilan ( beban ) lain-lain                        -            -            -        (12.335)         -             -
 Total Pendapatan/(Beban) Lain-lain                 (96.702)    (172.918)    (168.283)    (178.693)    (137.054)     (134.828)

 LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN             (112.846)     (50.288)     44.616       86.008       177.525       245.662

 MANFAAT ( BEBAN ) PAJAK PENGHASILAN
  Pajak Kini                                            -         (3.314)      (3.855)      (5.466)     (12.331)      (12.713)
  Pajak Tangguhan                                       -            -            -            -            -             -
 Manfaat Pajak Penghasilan                              -         (3.314)      (3.855)      (5.466)     (12.331)      (12.713)

LABA (RUGI) NETO                                   (112.846)     (53.602)     40.762       80.542       165.194       232.949




                   Tabel 26 : Proyeksi Arus Kas JAWA Tanpa Rencana Transaksi

                                                                            TANPA TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rupiah
                                               Jul-Des 2024    2025          2026       2027           2028          2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Penerimaan Kas Dari Pelanggan                      423.269    1.008.801    1.264.994    1.534.945     1.838.165     2.164.583
 Pembayaran Kas Kepada Pemasok                     (437.662)    (546.365)    (705.202)    (916.185)   (1.164.000)   (1.420.556)
 Pembayaran Kepada Karyawan                        (119.563)    (241.517)    (246.348)    (251.274)     (256.300)     (261.426)
 Kas Dihasilkan Dari Operasi                       (133.956)     220.919      313.444      367.486       417.865       482.600
 Pembayaran Beban Bunga                            (107.161)    (190.968)    (181.926)    (175.233)     (138.920)     (134.828)
 Pembayaran Pajak Penghasilan                             -       (3.314)      (3.855)      (5.466)      (12.331)      (12.713)
Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas Operasi         (241.117)      26.637      127.663      186.787       266.613       335.060

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
 Penerimaan (pembayaran) Plasma                           -            -        2.059        4.098        8.114        11.927
 Penambahan Tanaman Belum Menghasilkan               (9.192)     (33.252)     (32.181)     (31.686)     (33.422)      (34.907)
 Perolehan Aset Tetap                               (13.861)     (38.999)           -            -            -             -
Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas Investasi        (23.053)     (72.251)     (30.122)     (27.588)     (25.308)      (22.979)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
 Penerimaan Dari Utang lain-lain                    433.000      388.482      283.812      347.577      181.402              -
 Penerimaan Utang Pihak Berelasi                          -            -            -            -            -              -
 Pembayaran CP of LTBL                             (152.350)    (342.788)    (380.876)    (507.835)    (422.397)             -
Kas Neto Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan         280.650       45.694      (97.064)    (160.258)    (240.995)             -

KENAIKAN ( PENURUNAN ) NETO KAS DAN BANK             16.479           80         478        (1.059)         310       312.081
KAS DAN BANK AWAL PERIODE                             1.376      17.855       17.936       18.413        17.354        17.664
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE                           17.855      17.936       18.413       17.354        17.664       329.745




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                                                          41
Page 57
                   Tabel 27 : Proyeksi Rasio JAWA Tanpa Rencana Transaksi

                                                                TANPA TRANSAKSI
 RASIO
                                        Jul-Des 2024   2025      2026      2027     2028     2029
 Profitabilitas
     GPM                                      3,5%     17,9%     22,0%      22,0%   21,6%    21,8%
     OPM                                     -3,2%     12,1%     16,8%      17,2%   17,1%    17,5%
     NPM                                    -28,4%     -5,3%      3,2%       5,2%    9,0%    10,7%
     ROA                                     -6,3%     -1,4%      1,1%       2,2%    4,7%     6,2%
     ROE                                    -26,8%     -6,5%      4,7%       8,5%   14,9%    17,4%
   Likuiditas
     Current Ratio                           69,3%     67,1%     57,2%      79,6%   395,4%   104,5%
     Quick Ratio                             41,5%     40,4%     34,6%      48,2%   240,1%    80,2%
     Cash Ratio                               3,2%      3,0%      2,5%       3,3%    15,9%    44,8%
   Aktivitas
     Perputaran Aset                           0,2        0,3      0,3        0,4      0,5      0,6
     Perputaran Piutang                       12,8       15,1     18,1       20,9     23,7     26,2
 Leverage
     DER                                   326,8%      353,3%   325,1%     281,6%   218,0%   180,1%
     DAR                                    76,6%       77,9%    76,5%      73,8%    68,5%    64,3%
 Interest & Debt Coverage
   Interest Coverage Ratio (ICR)            -30,3%     70,9%    126,5%     151,7%   229,5%   282,2%
   Debt Service Coverage Ratio (DSCR)         0,6%     24,5%     37,5%      59,9%   296,5%    60,4%



Dari gambaran di atas terlihat bahwa diproyeksikan terdapat beberapa perbedaan
antara Dengan dilakukannya Rencana Transaksi dan Tanpa dilakukannya Rencana
Transaksi yaitu sebagai berikut:

Posisi Keuangan:

❖ Utang pihak berelasi
  Dengan Transaksi, Perseroan dapat menarik pinjaman dana dari SAI sesuai dengan
  kebutuhan kegiatan usaha Perseroan.

     Sementara Tanpa Transaksi, Perseroan harus berusaha untuk mencari pinjaman
     dana dari pihak lain agar Perseroan dapat terus beroperasi secara optimal untuk
     mencapai target laba yang diharapkan oleh Perseroan.

❖ Saldo laba dan Kas
  Dengan Transaksi, saldo laba dan kas Perseroan lebih tinggi dibandingkan Tanpa
  Transaksi karena pinjaman yang diberikan oleh SAI tidak dikenakan bunga.


Laba Rugi:

Berdasarkan proyeksi laba rugi, Perseroan akan terus berupaya untuk beroperasi secara
optimal baik Dengan maupun Tanpa Transaksi yaitu dengan cara mencari pinjaman.
Dengan Transaksi, Perseroan dapat memperoleh pinjaman tanpa dikenakan bunga.
Namun Tanpa Transaksi, kebutuhan operasional Perseroan akan dipenuhi dengan cara
JAWA akan mencari pinjaman dari pihak lain selain SAI, yang pasti akan dikenakan
bunga sehingga beban bunga Perseroan menjadi lebih tinggi.




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                                 42
Page 58
Arus Kas:
❖ Arus Kas Operasional
Dengan Transaksi, pembayaran beban bunga lebih rendah dibandingkan Tanpa
Transaksi.

❖ Arus Kas Pendanaan
Dengan Transaksi, Perseroan diasumsikan akan menerima pinjaman secara bertahap
pada tahun 2024 hingga 2028. Sedangkan Tanpa Transaksi, Perseroan diproyeksikan
akan terus menambah pinjaman hingga tahun 2028 untuk memenuhi kebutuhan kas
untuk operasi dan investasi serta pembayaran bunga pinjaman Perseroan.


Rasio Keuangan

❖ Dengan Transaksi, marjin laba bersih Perseroan lebih tinggi dibandingkan Tanpa
  Transaksi karena ada perbedaan pada beban bunga. Dengan Transaksi, Perseroan
  diproyeksikan masih membukukan kerugian sampai dengan tahun 2024 dan mulai
  membukukan laba pada tahun 2025, sementara Tanpa Transaksi, Perseroan masih
  membukukan kerugian sampai dengan tahun 2025 dan mulai membukukan laba
  pada tahun 2026.
❖ Dengan Transaksi, rasio likuiditas Perseroan yang dapat dilihat dari rasio lancar
  (current ratio), rasio cepat (quick ratio), dan rasio kas (cash ratio) adalah sama
  sampai dengan tahun 2028 karena dalam memenuhi kebutuhan jangka pendeknya,
  Perseroan memerlukan pinjaman dana. Namun pada tahun 2029 rasio likuiditas
  Perseroan meningkat dibandingkan Tanpa Transaksi karena Dengan Transaksi,
  pinjaman yang diberikan oleh SAI tidak dikenakan bunga, sementara Tanpa
  Transaksi, pinjaman dari pihak ketiga dikenakan bunga.
❖ Dengan Transaksi, rasio leverage yang dapat dilihat dari DER dan DAR mengalami
  penurunan dibanding Tanpa Transaksi, karena Dengan Transaksi, pinjaman tidak
  dikenakan bunga, sementara Tanpa Transaksi, terdapat tambahan biaya bunga
  yang terakumulasi secara terus-menerus, sehingga Perseroan perlu menambah
  pinjaman lagi untuk menutupi beban bunga tersebut.
❖ Rasio kecukupan pembayaran bunga dan utang pokok Perseroan digambarkan
  dengan Interest Coverage Ratio (ICR) atau rasio cakupan pembayaran bunga dan
  Debt Service Coverage Ratio (DSCR) atau rasio cakupan pembayaran bunga dan
  utang lancar. Dengan Rencana Transaksi, rasio ini berangsur mengalami
  peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan lebih tinggi dibandingkan
  Tanpa Transaksi. Pada tahun 2028, rasio DSCR tidak ada karena Perseroan sudah
  melunasi hutang bank dan atas pinjaman SAI tidak dikenakan bunga. Pada tahun
  2029, rasio DSCR kembali meningkat karena atas pinjaman yang diterima JAWA
  pada tahun 2022 akan jatuh tempo pada tahun 2030. Pada tahun 2029, rasio ICR
  tidak ada karena JAWA sudah tidak memiliki utang berbunga.


3.3.5 Analisis Kemampuan Perusahaan untuk Melunasi Pinjaman

Melihat proyeksi keuangan Perseroan, Perseroan dapat mencapai laba mulai tahun
2025. Namun Perseroan harus terlebih dahulu melunasi pinjaman sindikasi bank
berdasarkan perjanjian kredit sindikasi yang beranggotakan PT Bank CIMB Niaga Tbk,
PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, Indonesia Eximbank dan PT Bank
QNB Indonesia yang diangsur secara triwulan dan akan jatuh tempo pada tahun 2028.
Pinjaman sindikasi akan dilunasi dengan sumber pendanaan yang berasal dari pinjaman
SAI dan hasil operasional Perseroan.



Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                  43
Page 59
Pinjaman dari SAI dapat dilunasi dengan dua cara, yaitu dengan konversi menjadi
saham atau dengan tunai. Berdasarkan analisis proyeksi keuangan, Perseroan
diperkirakan tidak dapat melunasi seluruh pinjaman dari SAI secara tunai pada saat
jatuh tempo sehingga besar kemungkinan bahwa pinjaman hanya dapat dilunasi dengan
cara konversi saham atau kombinasi keduanya.


3.3.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana
      Transaksi

Cash Management

Fasilitas pinjaman yang akan diperoleh Perseroan adalah sebesar Rp 1,25 triliun yang
akan diterima dalam bentuk kas. Atas fasilitas pinjaman yang diperoleh Perseroan
sebelumnya, Perseroan telah menarik pinjaman sebesar Rp 1 triliun sehingga total
pinjaman adalah sebesar Rp 2,25 triliun.


Financial Covenant

Berdasarkan perjanjian pinjaman antara JAWA dengan SAI tidak terdapat financial
covenant di dalamnya.


3.3.7 Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi

3.3.7.1 Kontribusi Nilai Tambah

Dari kajian terhadap proyeksi Dengan dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi,
diperoleh kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan sebagai berikut:

❖ Beban Bunga

                       Tabel 28 : Perbandingan Beban Bunga JAWA

 Dalam Jutaan Rp          Jul-Des 2024      2025       2026        2027        2028         2029
 Dengan Rencana Transaksi       63.702      110.311     84.046      55.632      12.502         -
 Tanpa Rencana Transaksi        96.702      172.918    168.283     166.359     137.054     134.828
  Perbedaan (Rp)               (33.000)     (62.607)   (84.237)   (110.727)   (124.552)   (134.828)
  Perbedaan (%)                   -34%         -36%       -50%        -67%        -91%       -100%


❖ Laba Bersih

                        Tabel 29 : Perbandingan Laba Bersih JAWA

 Dalam Jutaan Rp            Jul-Des 2024    2025       2026       2027        2028         2029
 Dengan Rencana Transaksi        (79.846)     9.006    124.999    191.269     289.746      367.777
 Tanpa Rencana Transaksi        (112.846)   (53.602)    40.762     80.542     165.194      232.949
  Perbedaan (Rp)                  33.000     62.607     84.237    110.727     124.552      134.828
  Perbedaan (%)                     -29%      -117%       207%       137%         75%          58%




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                                44
Page 60
❖ Pinjaman Berelasi dan Pihak Lain NonBank

    Tabel 30 : Perbandingan Jumlah Pinjaman Berelasi dan Pihak Lain NonBank JAWA

    Dalam Jutaan Rp             Jul-Des 2024      2025         2026         2027         2028         2029
    Dengan Rencana Transaksi       1.024.893    1.350.768    1.550.343    1.787.193    1.844.043    1.844.043
    Tanpa Rencana Transaksi        1.057.893    1.446.375    1.730.188    2.077.765    2.259.167    2.259.167
     Perbedaan (Rp)                  (33.000)     (95.607)    (179.844)    (290.571)    (415.123)    (415.123)
     Perbedaan (%)                       -3%          -7%         -10%         -14%         -18%         -18%


❖ Ekuitas
                               Tabel 31 : Perbandingan Ekuitas JAWA

    Dalam Jutaan Rp             Jul-Des 2024     2025          2026         2027         2028         2029
    Dengan Rencana Transaksi         909.024     918.029     1.043.028    1.234.297    1.524.043    1.891.820
    Tanpa Rencana Transaksi          876.024     822.422       863.184      943.726    1.108.920    1.341.869
     Perbedaan (Rp)                   33.000      95.607       179.844      290.571      415.123      549.951
     Perbedaan (%)                        4%         12%           21%          31%          37%          41%


Dari hasil analisis inkremental terlihat bahwa dengan dilaksanakan Rencana Transaksi:
•      Pendapatan, beban pokok penjualan, beban usaha dan laba usaha Perseroan tidak
       berubah, karena diasumsikan kebutuhan kas untuk mengoptimalkan operasional
       Perseroan terpenuhi, baik Dengan maupun Tanpa Rencana Transaksi.
•      Dengan Rencana Transaksi, beban bunga lebih rendah 34%-100% selama periode
       Juli-Desember 2024 hingga tahun 2029 dikarenakan pinjaman dari SAI tidak
       dikenakan bunga, sementara Tanpa Rencana Transaksi diasumsikan pinjaman dari
       pihak lain dikenakan bunga sebesar 8,25%.
•      Dengan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan lebih tinggi dibandingkan Tanpa
       Rencana Transaksi sebesar selisih biaya bunga yaitu sebesar Rp 33 miliar pada Juli-
       Desember 2024 dan mencapai Rp 134,8 miliar pada tahun 2029.
•      Dengan Rencana Transaksi, pinjaman berelasi dan pihak lain nonbank Perseroan
       lebih rendah dibandingkan Tanpa Rencana Transaksi, karena Tanpa Rencana
       Transaksi terdapat tambahan biaya bunga yang terakumulasi secara terus-
       menerus, sehingga Perseroan perlu menambah pinjaman lagi untuk menutupi
       beban bunga tersebut.
•      Dengan Rencana Transaksi, ekuitas Perseroan lebih tinggi dibandingkan Tanpa
       Rencana Transaksi, karena meningkatnya saldo laba Perseroan.


3.3.7.2 Biaya atau Pendapatan yang Relevan

Rencana Transaksi tidak memberikan dampak terhadap biaya ataupun pendapatan
Perseroan.


3.3.7.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan

Pinjaman yang akan diberikan adalah pinjaman tanpa jaminan sehingga tidak
merugikan Perseroan.




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                                           45
Page 61
3.3.7.4 Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif
        Lain

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, pengambilan
keputusan untuk menerima pinjaman dari SAI dilakukan oleh Direksi dengan
persetujuan Komisaris Perseroan. Keputusan ini diambil karena Perseroan
membutuhkan dana untuk operasional.

Pertimbangan pemilihan alternatif ini dibandingkan dengan alternatif pembiayaan
lainnya adalah karena pinjaman dari SAI tidak dikenakan bunga, sementara bila
menggunakan alternatif lain pasti akan dikenakan bunga.


3.3.7.5 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana Rencana Transaksi

Analisis Kelayakan Investasi

Pemberian pinjaman ditujukan untuk kelancaran operasional kegiatan usaha JAWA agar
mampu memaksimumkan produktivitas Perseroan sehingga dapat meningkatkan
pertumbuhan dan memberikan kontribusi yang positif bagi kinerja Perseroan.


Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

Pelunasan pinjaman dapat dilakukan dengan cara konversi saham atau dengan tunai.
Apabila Perseroan ingin melunasi pinjaman tersebut dengan cara pembayaran tunai,
maka Perseroan harus menyelesaikan pinjaman bank terlebih dahulu, agar dapat
mencicil pinjaman kepada SAI.

Berdasarkan analisis dari proyeksi keuangan, Perseroan diperkirakan tidak dapat
melunasi seluruh pinjaman dari SAI secara tunai pada saat jatuh tempo, sehingga JAWA
hanya dapat melunasi pinjaman dari SAI dengan cara konversi saham atau kombinasi
keduanya.


Analisis atas Faktor Lain yang Relevan

Pelunasan pinjaman dapat dilakukan dengan tunai atau dengan cara konversi saham.
Apabila Perseroan ingin melunasi pinjaman tersebut dengan cara pembayaran tunai,
maka Perseroan harus menyelesaikan pinjaman bank terlebih dahulu, agar dapat
mencicil pinjaman kepada SAI.

Berdasarkan analisis dari proyeksi keuangan, Perseroan diperkirakan tidak dapat
melunasi seluruh pinjaman dari SAI secara tunai pada saat jatuh tempo, sehingga JAWA
hanya dapat melunasi pinjaman dari SAI dengan cara konversi saham atau kombinasi
keduanya.

Berdasarkan persyaratan Perjanjian Hutang Piutang antara SAI dan JAWA,
dimungkinkan pinjaman dari SAI untuk dikonversi menjadi modal saham, namun
manajemen dan SAI masih akan melakukan diskusi lebih lanjut mengenai hal tersebut.




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                  46
Page 62
3.3.8 Analisis Pelunasan Melalui Konversi Utang Menjadi Saham

Jika pelunasan atas seluruh pinjaman dilakukan pada tahun 2029 melalui konversi
saham, maka dampak yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:

   Tabel 32 : Asumsi Pelunasan Melalui Konversi Utang Menjadi Saham Pada Tahun
                                       2029

  Dalam Jutaan Rp           Jul-Des 2024     2025        2026        2027        2028        2029
  Pinjaman Pihak Berelasi      1.024.893   1.350.768   1.550.343   1.787.193   1.844.043         -
  Ekuitas                        909.024     918.029   1.043.028   1.234.297   1.524.043   4.141.820

Dimana:

❖ Utang Pihak Berelasi pada tahun 2029 lunas.

❖ Ekuitas Perseroan pada tahun 2029 akan bertambah sebesar Rp2,25 triliun sesuai
  dengan pertambahan modal disetor akibat konversi pinjaman menjadi saham.


3.4   Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

a. Analisis Transaksi

Rencana Transaksi adalah bagian dari Rangkaian Transaksi Pinjaman Dana dari
Pemegang Saham Utama yaitu SAI kepada PT Jaya Agra Wattie Tbk dengan jumlah
fasilitas pinjaman maksimal sebesar Rp.2.250.000.000.000 (dua triliun dua ratus lima
puluh miliar Rupiah) yang terdiri dari rencana fasilitas pinjaman saat ini yaitu sebesar
Rp.1.250.000.000.000 (satu triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah) dan pinjaman
sebelumnya sebesar Rp 1.000.000.000.000 (satu triliun Rupiah).

Rencana Transaksi merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Rencana Transaksi juga merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan. Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan
kepentingan.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah Perseroan memperoleh kepastian sumber pendanaan untuk
kelangsungan kegiatan operasionalnya tanpa dikenakan bunga sehingga tidak
membebani keuangan Perseroan.

Sementara itu, Rencana Transaksi tidak menimbulkan risiko terhadap Perseroan karena
pinjaman merupakan pinjaman tanpa jaminan. Selain itu, meskipun dalam Perjanjian
disebutkan bahwa JAWA akan menyelesaikan pinjamannya dalam jangka waktu 8
(delapan) tahun, penyelesaian pinjaman dapat dilakukan dengan cara konversi saham.

Namun Rencana Transaksi dapat menimbulkan risiko dilusi yaitu penurunan persentase
kepemilikan bagi pemegang saham publik apabila pinjaman dikonversi menjadi saham
dengan cara right issue. Risiko ini dapat terjadi apabila pemegang saham publik tidak
menggunakan haknya untuk membeli saham baru yang diterbitkan Perseroan apabila


Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                                  47
Page 63
Perseroan melakukan right issue dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”)
atau apabila Perseroan melakukan right issue tanpa HMETD.




b. Analisis Kualitatif

PT Jaya Agra Wattie Tbk didirikan pada tahun 1921 dan mulai beroperasi secara
komersial pada tanggal 20 Januari 1921. JAWA adalah perusahaan terbuka yang
bergerak di bidang agribisnis, meliputi penanaman, proses pabrikasi, pengiriman dan
penjualan.

Pada tanggal 30 Agustus 2018, JAWA dan SAI telah mengadakan perjanjian utang
Fasilitas I dimana SAI memberikan pinjaman sampai dengan Rp 500 miliar kepada
Perseroan dengan jangka waktu pinjaman lima tahun dan dapat diperpanjang dengan
kesepakatan kedua belah pihak. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan tanpa jaminan.

Pada tanggal 1 Desember 2020, JAWA dan SAI kembali mengadakan perjanjian utang
Fasilitas II dimana SAI memberikan pinjaman sampai dengan Rp 1 triliun kepada
Perusahaan. Jangka waktu pinjaman delapan tahun. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga
dan tanpa jaminan.

Pada tanggal 19 Desember 2022, JAWA dan SAI kembali mengadakan perjanjian utang
Fasilitas III dimana SAI memberikan pinjaman sampai dengan Rp 1 triliun kepada
Perusahaan. Jangka waktu pinjaman delapan tahun. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga
dan tanpa jaminan.

Berdasarkan Surat Kesepakatan Konversi Sebagian Utang Menjadi Saham tanggal 4
September 2023 antara SAI dengan JAWA sepakat untuk mengkonversi sebagian utang
menjadi saham dengan nilai sebesar Rp1.245.826.634.252, yang terdiri atas:
- Fasilitas I sebesar Rp245.826.634.252.
- Fasilitas II sebesar Rp1.000.000.000.000.

Konversi ini dilakukan melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
14/POJK.04/2019 tanggal 29 April 2019.

Pada tanggal 19 Juni 2024, JAWA kembali memperoleh pinjaman sementara dari SAI
sebesar Rp30,85 miliar, di mana JAWA dana SAI bermaksud untuk menindaklanjuti
transaksi tersebut dalam perjanjian utang Fasilitas IV, menunggu persetujuan RUPS.

Per 30 Juni 2024, total pinjaman JAWA dari SAI adalah sebesar Rp 1,03 triliun yang
digunakan untuk kelancaran kegiatan usaha Perseroan.

Rencana Transaksi merupakan perjanjian baru sehingga Perseroan akan memiliki
fasilitas pinjaman dari SAI dengan total nilai sebesar Rp 2.250.000.000.000 (dua triliun
dua ratus lima puluh miliar Rupiah). Atas transaksi pinjaman yang dilakukan
sebelumnya JAWA telah memenuhi ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 dimana JAWA
telah memperoleh persetujuan RUPS dan untuk Rencana Transaksi ini JAWA akan
kembali menyelenggarakan RUPS untuk memperoleh persetujuan dari pemegang
saham.




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                     48
Page 64
Keuntungan dari rencana transaksi adalah Perseroan memperoleh kepastian sumber
dana yang cukup besar yang dapat digunakan untuk kelangsungan kegiatan operasional
Perseroan tanpa dikenakan bunga dan tanpa jaminan.

Sementara itu, tidak ada kerugian yang timbul atas Rencana Transaksi karena
berdasarkan Perjanjian, pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan tanpa jaminan.
Pelunasan pinjaman juga dapat dilakukan dengan cara konversi saham.

c. Analisis Kuantitatif

Dengan Rencana Transaksi, beban bunga lebih rendah 34%-100% selama periode Juli-
Desember 2024 hingga tahun 2029 dikarenakan pinjaman dari SAI tidak dikenakan
bunga, sementara Tanpa Rencana Transaksi diasumsikan pinjaman dari pihak lain
dikenakan bunga sebesar 8,25%.

Dengan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan lebih tinggi dibandingkan Tanpa
Rencana Transaksi sebesar selisih biaya bunga yaitu sebesar Rp 33 miliar pada Juli-
Desember 2024 dan mencapai Rp 134,8 miliar pada tahun 2029.

Dengan Rencana Transaksi, pinjaman berelasi dan pihak lain nonbank Perseroan lebih
rendah dibandingkan Tanpa Rencana Transaksi, karena Tanpa Rencana Transaksi
terdapat tambahan biaya bunga yang terakumulasi secara terus-menerus, sehingga
Perseroan perlu menambah pinjaman lagi untuk menutupi beban bunga tersebut.

Pinjaman dari SAI dapat dilunasi dengan dua cara, yaitu dengan konversi menjadi
saham atau dengan tunai. Berdasarkan analisis proyeksi keuangan, Perseroan
diperkirakan tidak dapat melunasi seluruh pinjaman dari SAI secara tunai pada saat
jatuh tempo sehingga besar kemungkinan bahwa pinjaman hanya dapat dilunasi dengan
cara konversi saham atau kombinasi keduanya.


d. Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana

Pemberian pinjaman ditujukan untuk kelancaran operasional kegiatan usaha JAWA agar
mampu memaksimumkan produktivitas Perseroan sehingga dapat meningkatkan
pertumbuhan dan memberikan kontribusi yang positif bagi kinerja Perseroan.


e. Analisis atas Faktor Lain yang Relevan

Pelunasan pinjaman dapat dilakukan dengan tunai atau dengan cara konversi saham.
Apabila Perseroan ingin melunasi pinjaman tersebut dengan cara pembayaran tunai,
maka Perseroan harus menyelesaikan pinjaman bank terlebih dahulu, agar dapat
mencicil pinjaman kepada SAI.

Berdasarkan analisis dari proyeksi keuangan, Perseroan diperkirakan tidak dapat
melunasi seluruh pinjaman dari SAI secara tunai pada saat jatuh tempo, sehingga JAWA
hanya dapat melunasi pinjaman dari SAI dengan cara konversi saham atau kombinasi
keduanya.

Berdasarkan persyaratan Perjanjian Hutang Piutang antara SAI dan JAWA,
dimungkinkan pinjaman dari SAI untuk dikonversi menjadi modal saham, namun
manajemen dan SAI masih akan melakukan diskusi lebih lanjut mengenai hal tersebut.




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                  49
Page 65
3.5   Kesimpulan

Berdasarkan analisis kewajaran Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan dalam
laporan ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Pinjaman Dana dari
Pemegang Saham Utama kepada PT Jaya Agra Wattie Tbk adalah tidak wajar.

Pemberian pendapat tidak wajar karena meskipun berdasarkan perjanjian pelunasan
dapat dilakukan dengan cara konversi saham atau dengan tunai, namun berdasarkan
analisis yang dilakukan, JAWA tidak dapat melunasi seluruh pinjaman pada saat jatuh
tempo dengan cara tunai sehingga cara untuk melunasi pinjaman adalah dengan cara
konversi saham atau kombinasi keduanya, dimana konversi saham dapat menimbulkan
risiko dilusi bagi pemegang saham publik.




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                                 50
Page 66
 4. LAMPIRAN


 Lampiran :     1.   Surat Pernyataan Tidak Ada Benturan Kepentingan




Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024                         51
Page 67
Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024   52

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.95 MB
Published11 Dec 2024
Pages67
Characters149,520
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 76 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Jaya Agra Wattie Tbk p.16 ×27
linked org Sarana Agro p.17 ×6
linked person Harli Wijayadi · Direktur p.20 ×2
linked person Connie Teresianti H p.22
linked person Harijadi Soedarjo p.22
linked person Ryan Nurfitriandy p.22
linked org Astra Agro Lestari p.38 ×3
linked org Austindo Nusantara Jaya Tbk p.42 ×2
linked org Eagle High Plantations Tbk p.42 ×2
linked org Dharma Satya Nusantara Tbk p.42 ×2
linked org Sampoerna Agro Tbk p.42 ×2
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.58 ×2
linked org Bank Mandiri Tbk p.58 ×2
linked org Indonesia Eximbank p.58
linked org PT Bank QNB Indonesia p.58
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.16 ×6
possible org Negara Republik Indonesia p.21
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.22 ×2
possible org PT GMT Kapital Asia p.23
possible org Bursa Efek Indonesia p.29
possible org Sawit Sumbermas Sarana Tbk p.42 ×2
possible org Bank Negara Indonesia Tbk p.58 ×2
unresolved org KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.16
unresolved org KJPP Felix Sutandar p.16 ×2
unresolved — Ref. No. 01293/2.0072-00/BS/01/0022/1/XII/2024 p.16
unresolved org PT Sarana Agro Investama p.17 ×6
unresolved org JAWA. KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.17
unresolved org Rekan · Penilai p.17
unresolved org Bank Indonesia p.18
unresolved person Akuntan Publik Sangapan Tambunan p.19 ×3
unresolved org Palilingan & Rekan p.19 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan p.19
unresolved org Kantor Akuntan Publik Heliantono p.19
unresolved person Akuntan Publik Darmenta Pinem p.19 ×3
unresolved org Tjahjo & Rekan p.19 ×4
unresolved person Akuntan Publik Tjiong Eng Pin p.20
unresolved org Pengadilan Negeri Surabaya p.21
unresolved person Yulia p.21
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.21
unresolved org PT Agri Bumi Sentosa p.22 ×2
unresolved org PT Kintap Jaya Wattindo p.22 ×2
unresolved org PT Anugerah Wattiendo p.22
unresolved org PT Indo Java Rubber p.22
unresolved org PT Kaliduren Estates p.22 ×2
unresolved org PT Perkebunan Kroewoek p.22 ×2
unresolved org PT Bumi Prada p.22 ×2
unresolved org PT Banjoemas Landen p.22 ×2
unresolved org PT Mulyaningsih p.22 ×2
unresolved org PT Corah Mas Kepuntren p.22
unresolved org PT Perkebunan Biting p.22 ×2
unresolved org PT Cipanyusuhan p.22
unresolved org PT Sarana Energi Semesta p.23
unresolved person Akta Notaris Sri Ambarwati p.23 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.23 ×3
unresolved person Sintya Liana Sofyan · Notaris p.23 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata p.25
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.29
unresolved org Bapepam p.29 ×2
unresolved org Kementerian Pertanian Perkembangan Luas Areal Kelapa Sawit Indonesia Pengusahaan p.30
unresolved org Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Perkembangan Produksi Kelapa Sawit Indonesia p.31
unresolved org Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Ref. p.31 ×4
unresolved org Kementerian Pertanian Perkembangan Luas Areal Karet Indonesia Secara p.32
unresolved org Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Sentra Produksi Karet p.33
unresolved org Kementerian Pertanian Republik Indonesia Ref. p.33
unresolved org Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Perkembangan Produksi Kopi Indonesia Perkembangan p.34
unresolved org Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Perkembangan Produksi Teh Indonesia Seperti p.35
unresolved org Bank Commodities Price Data p.36
unresolved org Bank Commodities Price p.36 ×2
unresolved person Vice GM · Direktur p.38
unresolved org PT. Indo Java Rubber Planting Co p.38
unresolved org PT. Corah Mas Keputren Estates p.38
unresolved org PT. Cipnyusuhan p.38
unresolved org PT. Anugerah Wattindo p.38
unresolved org PT Sinar Mas Agro Resources p.42
unresolved org Technology Tbk p.42

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result