Back to announcement
20241211_BIMA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31818465_lamp4.pdf
Other Text extracted BIMASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 49
Page 1
Page 2
Bogor, 29 November 2024
No. : 00046/2.0124-03/PI/10/0257/1/XI/2024
Kepada Yth.
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Gedung Tatapuri Perdana Lt. 3 A, Jl. Tanjung Karang No. 3-4 A
Kelurahan Kebon Mela , Kecamatan Tanah Abang
Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta 10230
Perihal : Laporan Penilaian Aset PT Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Dengan hormat,
Sesuai dengan Kontrak atau Perjanjian Kerjasama Jasa Penilaian Proper atas nama PT Primarindo
Asia Infrastructure, Tbk antara KJPP Satria Se awan dan Rekan (“SISCO”) Cabang Bogor dengan
No. P-PPC/SISCO-BGR/BGR/SET/121124.02 tanggal 12 November 2024, PT. Primarindo Asia
Infrastructure, Tbk (“PT PAI” atau “Perseroan” atau “Pemberi Tugas”), sebuah perusahaan yang
bergerak dalam bidang industri alas kaki, melipu produksi dan pemasaran sepatu jenis sports/casual
ke pasar lokal dan internasional, beralamat di Gedung Tatapuri Perdana Lt. 3 A, Jl. Tanjung Karang
No. 3-4 A, Kelurahan Kebon Mela , Kecamatan Tanah Abang, Kota Administrasi Jakarta Pusat,
Provinsi DKI Jakarta 10230, No. Telepon (021) 3148331, No. Faksimili (021) 3927668, Website
www.primarindo.co.id telah menunjuk SISCO yang memiliki ijin usaha dari Kementerian Keuangan
Republik Indonesia No. 2.14.0124 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
No. 1548/KM.1/2021 tanggal 31 Desember 2021, yang dalam hal ini diwakili oleh Ir. Se awan, MAPPI
(Cert), ber ndak dalam jabatannya selaku Pimpinan Cabang Bogor atau Penilai Publik berdasarkan
Surat Pernyataan Pembukaan Kantor Cabang Cibubur No. 021/SKK/SISCO/XII/2021 tanggal
10 Desember 2021 dan telah mendapat Izin Pembukaan Cabang Kantor Jasa Penilai Publik Satria
Se awan dan Rekan di Bogor dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1551/KM.1/2021
tanggal 31 Desember 2021 dan terda ar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”) - d/h Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), dengan
Surat Tanda Terda ar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-15/PJ-1/PM.02/2023, sebagai
Penilai Independen untuk melaksanakan Penilaian Aset milik PT Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
sehubungan dengan rencana Jual Beli.
SISCO telah melakukan inves gasi ke lokasi aset yang dimaksud dalam rangka penilaian terhadap aset
tersebut, sesuai dengan dokumen-dokumen, pernyataan-pernyataan dan keterangan-keterangan
yang diberikan. Berikut SISCO sampaikan hasil temuan dan opini mengenai Nilai Pasar Aset per
tanggal 14 November 2024.
Kantor Cabang Bogor (PB) : Ijin Cabang No. 1551/KM.1/2021
Ruko Newton Blok U23/8, Legenda Wisata, Cibubur, Bogor, Kode Pos 16967
+62 21 - 80476467; info@siscopenilai.com
Ka ntor Pus at Sura baya (P) : Jl . Raya Ka l i rungkut, Kompl ek Rungkut Ma kmur 27 C / 76 Sura baya 60293
Ka ntor Ca ba ng : Ba l i kpa pa n (PS), Ba nja rma s i n (PS), Bogor (PB), Ka ra nga nya r (PS), Ma ka s s a r (PS),Ma l a ng (PS),
Ma na do (P), Sema ra ng (PS), Kenda ri (PS)
Page 3
Status Penilai
● Penilaian dilakukan oleh SISCO, dimana SISCO merupakan penilai eksternal dan bukan
karyawan/manajemen dari Pemberi Tugas ataupun Pemilik Objek Penilaian.
● SISCO dak memiliki keterlibatan material atau benturan kepen ngan baik aktual maupun
potensial dengan Pemberi Tugas ataupun Pemilik Objek Penilaian.
● Penilai memiliki kompetensi dalam melakukan penilaian dan dapat memberikan Penilaian secara
objek f serta dak memihak
Pemberi Tugas
Adapun iden tas Pemberi Tugas adalah sebagai berikut :
Nama Perusahaan : PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Bidang Usaha : Industri alas kaki, melipu produksi dan pemasaran sepatu jenis sports/
casual ke pasal Lokal dan Internasional
Alamat : Gedung Tatapuri Perdana Lt. 3A, Jalan Tanjung Karang No. 3-4A,
Kelurahan Kebon Mela , Kecamatan Tanah Abang
Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta 10230
Telepon/Fax : 021-3148331 / 021-3927668
Website : www.primarindo.co.id
Email : corsec@primarindo.com
Pengguna Laporan
Kami memahami bahwa iden tas Pengguna Laporan dalam penilaian ini adalah :
Nama Perusahaan : PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Bidang Usaha : Industri alas kaki, melipu produksi dan pemasaran sepatu jenis sports/
casual ke pasal Lokal dan Internasional
Alamat : Gedung Tatapuri Perdana Lt. 3A, Jalan Tanjung Karang No. 3-4A,
Kelurahan Kebon Mela , Kecamatan Tanah Abang
Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta 10230
Telepon/Fax : 021-3148331 / 021-3927668
Website : www.primarindo.co.id
Email : corsec@primarindo.com
Maksud dan Tujuan Penilaian
SISCO ber ndak selaku Penilai Independen untuk melakukan Penilaian Aset sehubungan dengan
rencana Jual Beli dan bukan untuk kepen ngan perbankan ataupun kepen ngan lainnya.
2
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 4
Objek Penilaian dan Kepemilikan
A. Tanah
Objek Penilaian dan Kepemilikan dalam penugasan ini adalah 3 ( ga) bidang tanah yang saling
bersambungan (sebagaimana tabel dibawah ini) dengan total tanah seluas 19.539 m2 dan
Bangunan seluas 11.982 m2 (sebagaimana tabel dibawah) yang beralamat di Jalan Raya
Rancabolang/Jalan Gede Bage Selatan No. 98, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gede
Bage (d/h Rancasari), Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat dengan dengan Kepemilikan
Tunggal berdasarkan Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) tercatat atas nama PT. PRIMARINDO
ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, dengan rincian sebagai berikut:
Tanggal Tanggal Luas
Tanggal
No Ser fikat Nama Pemegang Hak Penerbitan Berakhir Surat Ukur Tanah
Surat Ukur
Ser fikat Hak (m2)
SHGB PT. PRIMARINDO ASIA
1 30-6-1992 24-9-2041 1395/1989 1-6-1989 10.705
No. 1340 INFRASTRUCTURE, Tbk
SHGB PT. PRIMARINDO ASIA
2 15-7-1996 24-9-2041 3290/2020 17-01-2020 3.104
No. 1337 INFRASTRUCTURE, Tbk
SHGB PT. PRIMARINDO ASIA
3 15-7-1996 24-9-2041 3292/2020 17-01-2020 5.730
No. 1339 INFRASTRUCTURE, Tbk
Total Luas Tanah 19.539
Catatan:
● Tanah seluas 3.104 m2 yang menjadi objek penilaian pada poin 2 tabel di atas, merupakan
sebagian dari Tanah pada SHGB no. 1337 atas nama PT. PRIMARINDO ASIA
INFRASTRUCTURE, Tbk dengan masa berakhir hak pada tanggal 24-9-2041 dengan Luasan
tercantum pada ser fikat seluas 20.291 m2 dan,
● Tanah seluas 5.730 m2 yang menjadi objek penilaian pada poin 3 tabel di atas, merupakan
sebagian yang merupakan sebagian dari Tanah pada SHGB no. 1339 atas nama
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk dengan masa berakhir hak pada tanggal
24-9-2O41, dengan Luasan tercantum pada ser fikat seluas 20.173 m2.
● Ke ga bidang tanah saling berbatasan langsung dan satu hamparan.
B. Bangunan
No. Uraian Luas (m2)
1 Bangunan I (Cu ng & Factory Outlet) 5.411
2 Bangunan II (Kantor) 479
3 Bangunan III (Gudang Bahan Baku) 5.987
4 Bangunan IV (Koperasi Karyawan) 63
5 Bangunan V (Gardu PLN) 30
6 Bangunan VI (Pos Satpam) 12
3
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 5
Bangunan tersebut dilengkapi dengan (1) Surat Idzin Bangunan No. 647/492//DPU-KB/1988 pada
tanggal 26 Agustus 1988 an. Sdr. Drs. DIDI CHARA (PT. BINTANG KHARISMA) yang tercatat untuk
mendirikan bangunan Pabrik Sepatu, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Daerah
Tingkat II Bandung Dinas Pekerjaan Umum, (2) Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
No. 503.644.4/SI-0122/Dpb/1999 pada tanggal 04 FEB 1999 atas nama PT PRIMARINDO ASIA
INFRASTRUCTURE (d/h PT. BINTANG KHARISMA) yang tercatat untuk memperluas bangunan
tambahan pabrik sepatu, gudang dan ruang kerja, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kotamadya
Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pengawasan Bangunan.
Dasar Nilai dan Definisi Nilai
Dasar Nilai dalam penugasan penilaian ini adalah Nilai Pasar.
Laporan Penilaian ini disusun berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No. 28/POJK.04/2021 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Proper di Pasar Modal
(POJK 28), dengan tetap memperha kan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 seper yang
ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memper mbangkan Kode E k
Penilai Indonesia (KEPI), dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian
lengkap.
Nilai adalah suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset atau harga yang paling mungkin
dibayarkan untuk suatu aset dalam pertukaran pada tanggal Penilaian. (POJK 28 : Ketentuan Umum,
Pasal 1.6)
Nilai adalah suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset, atau harga yang paling mungkin
dibayarkan untuk suatu aset dalam pertukaran, sehingga nilai bukan merupakan fakta. Aset diar kan
juga sebagai barang dan jasa. Nilai dalam pertukaran adalah suatu harga hipote s, dimana hipote s
dari nilai dies masi dan ditentukan oleh tujuan penilaian pada waktu tertentu. Nilai bagi pemilik
adalah suatu es masi dari manfaat yang akan diperoleh pihak tertentu atas suatu kepemilikan atau
dikenal juga sebagai Nilai dalam Penggunaan. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP - 4.4)
Nilai Pasar adalah es masi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar dari hasil penukaran
suatu aset atau liabilitas pada tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan
penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
secara layak, dimana kedua pihak masing-masing ber ndak atas dasar pemahaman yang dimilikinya,
keha -ha an, dan tanpa paksaan. (POJK 28 : Ketentuan Umum, Pasal 1.7)
Nilai Pasar didefinisikan sebagai es masi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
dengan penjual yang berniat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya
dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing ber ndak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, keha -ha an dan tanpa paksaan. (SPI Edisi VII 2018 : 101 – 3.1)
Penggunaan Ter nggi dan Terbaik (Highest and Best Use) didefinisikan sebagai penggunaan yang
paling mungkin dan op mal dari suatu aset, yang secara fisik dimungkinkan, telah diper mbangkan
secara memadai, secara hukum diijinkan, secara finansial layak, dan menghasilkan nilai ter nggi dari
aset tersebut. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP : 10.1)
4
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 6
Tanggal Inves gasi dan Tanggal Penilaian
Pemeriksaan Aset di lokasi dilakukan pada tanggal 14 November 2024 dan tanggal penilaian
ditetapkan per tanggal 14 November 2024.
Jenis Mata Uang yang Digunakan
Dalam Laporan Penilaian ini, Nilai dinyatakan dalam mata uang Rupiah per tanggal penilaian.
Tingkat Kedalaman Inves gasi
Penilaian ini dilakukan dengan batasan inves gasi sebagai berikut:
1. Inspeksi terhadap Objek Penilaian dilakukan secara lengkap dengan waktu yang cukup dan tanpa
halangan dari pihak manapun,
2. Pemberi Tugas dan/atau pemilik Objek Penilaian telah memberikan akses Inves gasi yang penuh
terhadap Objek Penilaian, dan Penilai telah menugaskan personil yang memiliki kompetensi untuk
melakukan inves gasi Objek Penilaian,
3. Dalam pelaksanaan inves gasi di lapangan dak terdapat kendala-kendala yang membatasi akses
Penilai untuk melakukan inves gasi atas Objek Penilaian sehingga Penilai dapat melakukan
inves gasi secara normal.
Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Selain menggunakan data yang diberikan oleh Pemberi Tugas sehubungan dengan Objek Penilaian,
Penilai juga menggunakan informasi dan data yang relevan namun dak membutuhkan verifikasi.
Penggunaan informasi dan data tersebut dapat disetujui sepanjang sumber data tersebut
dipublikasikan pada ngkat nasional dan atau internasional. Sumber data tersebut antara lain:
a. Bank Indonesia,
b. Badan Pusat Sta s k,
c. Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Wilayah,
d. Website gistaru.atrbpn.go.id,
e. Data riset dari pihak independen, dan
f. Informasi dari media cetak dan elektronik.
Sumber Data dan Informasi yang Digunakan
Untuk menghasilkan Kesimpulan Nilai, maka analisis yang dilakukan Penilai didasarkan pada data dan
informasi yang kami peroleh sebagai berikut :
1. Copy Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 1337, tercatat atas nama Perseroan Terbatas
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, tanggal penerbitan ser fikat 15-07-1996 dengan
Surat Ukur No. 3280/2020 tanggal 17-01-2020 luas 20.291 m2 yang berakhir haknya tanggal
24-9-2041,
2. Copy Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 1339, tercatat atas nama Perseroan Terbatas
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, tanggal penerbitan ser fikat 15-07-1996 dengan
Surat Ukur No. 3292/2020 tanggal 17-01-2020 luas 20.173 m2 yang berakhir haknya tanggal
24-9-2041,
5
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 7
3. Copy Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 1340, tercatat atas nama Perseroan Terbatas
PT. Bank Mandiri (Persero), tanggal penerbitan ser fikat 30-06-1992 dengan Surat Ukur
No. 1395/1989 tanggal 01-06-1989 luas 11.635 m2 yang berakhir haknya tanggal 11-05-2012,
4. Copy Surat Izin Bangunan No. 647/492//DPU-KB/1988 pada tanggal 26 Agustus 1988 an. Sdr. Drs.
DIDI CHARA (PT. BINTANG KHARISMA) yang tercatat untuk mendirikan bangunan Pabrik Sepatu,
yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pekerjaan Umum,
5. Copy Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.4/SI-0122/Dpb/1999 pada tanggal
04 FEB 1999 atas nama PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE (d/h PT. BINTANG KHARISMA)
yang tercatat untuk memperluas bangunan tambahan pabrik sepatu, gudang dan ruang kerja,
yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pengawasan
Bangunan,
6. Surat Konfirmasi Penunjukan Penilai Publik Lain No. 070/PAI-Dir/XI/2024 tanggal
28 November 2024 yang menyatakan bahwa Aset yang menjadi Objek Penilaian pada kontrak
penugasan dak sedang dinilai oleh Penilai Publik lain untuk maksud, tujuan, pengguna laporan
dan tanggal penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu dak lebih dari dua
bulan),
7. Surat Konfirmasi Klasifikasi Aset Operasional / Non Operasional No. 069/PAI-Dir/XI/2024 tanggal
28 November 2024 yang menyatakan bahwa Aset yang menjadi Objek Penilaian pada kontrak
penugasan termasuk klasifikasi Aset Operasional / Non Operasional,
8. Representa on Le er/Surat Pernyataan Manajemen No. 071/PAI-Dir/XI/2024 tanggal
28 November 2024 sehubungan dengan penugasan penilaian aset,
9. Validasi Data No. 408/XI/24/Val/RPPM tanggal 26 November 2024 yang diterbitkan oleh MAPPI,
10. Wawancara dengan Bapak Mulyadi (Kepala Bagian HRD dan Humas PAI) sebagai pendamping
survey untuk menunjukkan dan memberikan keterangan terkait Objek Penilaian,
11. Data dan Informasi Ekonomi maupun Industri yang dikeluarkan oleh pihak ke ga, serta berbagai
sumber informasi baik berdasarkan media cetak ataupun elektronik, serta hasil analisis lain yang
SISCO anggap relevan.
Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Persetujuan SISCO harus didapatkan atas se ap publikasi terhadap keseluruhan atau sebagian dari
laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi yang terkait dengan Objek Penilaian.
Adalah dak dibenarkan untuk menerbitkan duplikat dokumen maupun pernyataan, edaran, ataupun
untuk dikomunikasikan kepada pihak ke ga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari SISCO,
baik mengenai format cetak maupun konteks dimana akan dimunculkan/dipublikasikan.
Pendekatan Penilaian dan Metodologi yang Digunakan
● Analisis dilakukan berdasarkan POJK 28, SPI Edisi VII 2018 yang disusun oleh MAPPI dengan
memperha kan KEPI.
● Pendekatan dan Metode yang digunakan dalam Penilaian ini adalah Pendekatan Biaya dengan
Metode Penjumlahan (Summa on Method). Pendekatan dan Metode tersebut digunakan
dikarenakan disekitar Objek Penilaian dak terdapat data yang sama/ sejenis.
6
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 8
Proses Penilaian Pendekatan Biaya dengan Metode Penjumlahan (Summa on Method) adalah
sebagai berikut:
1. Indikasi Nilai Pasar Tanah didapatkan dengan Metode Perbandingan Data Pasar.
Metode Perbandingan Data Pasar, dalam penilaian bisnis juga dikenal sebagai Guideline
Transac on Method sedangkan dalam penilaian proper dikenal sebagai Direct Comparison
Metod, yaitu menggunakan informasi dari transaksi atau penawaran yang melibatkan aset
yang sama atau sejenis dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan indikasi nilai. (SPI 106 :
6.2.a)
2. Indikasi Nilai Pasar Bangunan didapatkan dengan Metode Biaya Penggan .
Metode Biaya Penggan dikenal juga dengan metode Biaya Penggan Terdepresiasi
(Depreciated Replacement Cost/DRC), metode tersebut mengindikasikan nilai dengan
menghitung biaya untuk membuat aset yang serupa dengan u litas yang setara. (SPI 106 :
6.6.a)
3. Kesimpulan Nilai Pasar didapatkan dengan menjumlahkan Indikasi Nilai Pasar Tanah dan
Indikasi Nilai Pasar Bangunan.
7
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 9
Page 10
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan SISCO sebagai Penilai, maka kami yang bertanda tangan
dibawah ini menyatakan bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan Penilaian ini, sebatas pengetahuan kami, adalah benar dan akurat.
2. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dinyatakan dalam Laporan Penilaian ini dibatasi oleh asumsi
dan batasan-batasan yang diungkapkan di dalam laporan Penilaian, yang mana merupakan hasil
analisis, opini dan kesimpulan Penilai yang dak berpihak dan dak memiliki benturan
kepen ngan.
3. Kami dak mempunyai kepen ngan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap
proper yang dinilai, maupun memiliki kepen ngan pribadi atau keberpihakan kepada
pihak-pihak lain yang memiliki kepen ngan terhadap proper yang dinilai.
4. Penunjukan dalam penugasan ini dak berhubungan dengan opini Penilaian yang telah
disepaka sebelumnya dengan Pemberi Tugas.
5. Biaya jasa profesional dak dikaitkan dengan nilai yang telah ditentukan sebelumnya atau
gambaran nilai yang diinginkan oleh Pemberi Tugas, besaran opini nilai, pencapaian hasil yang
dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang berhubungan
secara langsung dengan penggunaan yang dimaksud.
6. Penilai telah mengiku persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
7. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan proper dan/atau jenis
industri yang dinilai.
8. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
- Iden fikasi masalah (iden fikasi batasan, tujuan dan objek, definisi Penilaian, dan tanggal
Penilaian);
- Pengumpulan data dan wawancara;
- Analisis data;
- Es masi nilai dengan menggunakan pendekatan Penilaian;
- Penulisan laporan.
9. Penilai telah melakukan inspeksi lapangan yang merupakan objek Penilaian.
10. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam Laporan Penilaian ini.
BAGIAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN
9
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 11
Page 12
RESUME NILAI
No. Jenis Aset Luas (m2) Indikasi Nilai Pasar (Rp)
1 Tanah 19.539 59.007.780.000
2 Bangunan I (Cu ng & Factory Outlet) 5.411 4.869.900.000
3 Bangunan II (Kantor) 479 488.580.000
4 Bangunan III (Gudang Bahan Baku) 5.987 5.388.300.000
5 Bangunan IV (Koperasi Karyawan) 63 68.040.000
6 Bangunan V (Gardu PLN) 30 27.900.000
7 Bangunan VI (Pos Satpam) 12 12.240.000
Total Tanah & Bangunan (Rp) 69.862.740.000
Pembulatan (Rp) 69.860.000.000
11
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 13
ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
Penilaian ini bergantung pada Asumsi dan Asumsi Khusus sebagai berikut :
a. Asumsi Umum
1. Penilai berasumsi bahwa Objek Penilaian dak mempunyai masalah hukum dan bahwa hak
kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
2. Penilai berasumsi bahwa Objek Penilaian yang ditunjukkan kepada Penilai adalah benar
merupakan subjek dalam penilaian dan Penilai dak melakukan pengecekan lebih lanjut
terhadap kebenarannya.
3. Semua dokumen, pernyataan dan keterangan baik lisan maupun tulisan, berikut dokumen
dalam bentuk fotokopi, turunan dan/atau salinan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang
dari pihak Pemberi Tugas atau pihak ke ga kepada SISCO untuk tujuan pekerjaan penilaian ini
adalah benar, akurat, lengkap dan sesuai dengan keadaan sebenarnya.
4. Penilai berasumsi bahwa luasan, dimensi maupun batas-batas Objek Penilaian adalah sesuai
dengan dokumen hukum yang menyertainya sehingga Penilai dak melakukan pengukuran
ulang di lapangan. Akurasi dari luas dan dimensi dari Aset dimaksud bergantung pada
pengukuran langsung yang dilakukan pihak berwenang terkait.
5. Jumlah nilai proper tersebut merupakan nilai satu kesatuan aset yang menjadi Objek
Penilaian dalam laporan ini, sehingga upaya untuk memisah-misahkan satu atau beberapa nilai
aset untuk kepen ngan akan menyebabkan ke daksesuaian nilai, kecuali telah
memper mbangkan faktor- faktor yang berpengaruh terhadap nilai perbagian dari aset dan
menjabarkannya dalam Laporan Penilaian.
b. Asumsi Khusus
1. Tidak terdapat kejadian luar biasa baik secara makro ekonomi maupun industri yang
berpengaruh terhadap penilaian. Apabila terdapat kejadian di antara Tanggal Penilaian dan
Tanggal Laporan yang dianggap Penilai cukup signifikan, akan dijelaskan pada poin Kejadian
setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event),
2. Legalitas dan kepemilikan Objek Penilaian pada saat inspeksi diasumsikan sama dan sesuai
dengan dokumen kepemilikan yang diberikan oleh Pemberi Tugas.
BAGIAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN
12
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 14
KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS
a. Informasi yang telah diberikan oleh pihak lain kepada Penilai seper yang disebutkan dalam
Laporan Penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai dak bertanggung jawab jika
ternyata informasi yang diberikan itu terbuk dak sesuai dengan hal yang sesungguhnya.
Informasi yang dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan hasil penelaahan kami
terhadap data yang ada, pemeriksaan atas dokumen ataupun keterangan dari instansi
pemerintah yang berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
tersebut sepenuhnya berada dipihak Pemberi Tugas.
b. Kecuali diatur berbeda oleh peraturan dan perundangan yang ada,maka penilaian dan Laporan
Penilaian bersifat rahasia dan hanya ditujukan terbatas untuk Pemberi Tugas yang dimaksud dan
penasehat profesionalnya dan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan sesuai dengan yang
dicantumkan pada Laporan Penilaian. Kami dak bertanggung jawab kepada pihak lain selain
Pemberi Tugas dimaksud. Pihak lain yang menggunakan laporan ini bertanggung jawab atas
segala risiko yang mbul.
c. Nilai yang dicantumkan dalam laporan ini serta se ap nilai lain dalam Laporan yang merupakan
bagian dari proper yang dinilai hanya berlaku sesuai dengan maksud dan tujuan Penilaian. Nilai
yang digunakan dalam Laporan Penilaian ini dak boleh digunakan untuk tujuan Penilaian lain
yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan.
d. Kami telah memper mbangkan kondisi proper dimaksud, namun demikian dak berkewajiban
untuk memeriksa struktur bangunan ataupun bagian-bagian dari proper yang tertutup, dak
terlihat dan dak dapat dijangkau. Kami dak memberikan jaminan bila ada pelapukan, rayap,
gangguan hama lainnya atau kerusakan yang dak terlihat. Penilai dak berkewajiban untuk
melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas lingkungan dan lainnya. Kecuali diinformasikan lain,
Penilaian kami didasarkan pada asumsi bahwa seluruh aspek ini dipenuhi dengan baik.
e. Kami dak melakukan penyelidikan atas kondisi tanah dan fasilitas lingkungan lainnya, untuk
suatu pengembangan baru. Apabila dak diinformasikan lain, Penilaian kami didasarkan pada
kewajaran, dan untuk suatu rencana pengembangan dak ada pengeluaran dak wajar atau
keterlambatan dalam masa pembangunan.
f. Kami dak melakukan penyelidikan atas masalah lingkungan yang berkaitan dengan
pencemaran. Apabila dak diinformasikan lain, Penilaian kami didasarkan pada asumsi
mengenai dak adanya pencemaran yang dapat berpengaruh terhadap nilai.
g. Gambar, denah ataupun peta yang terdapat dalam laporan ini disajikan hanya untuk kemudahan
visualisasi saja. Kami dak melaksanakan survei/pemetaan dan dak bertanggung jawab
mengenai hal ini.
h. Proper yang dinilai dak terpengaruh oleh berbagai hal yang bersifat pembatasan-pembatasan
dan proper maupun kondisi penggunaan baik saat ini maupun yang akan datang dak
bertentangan dengan peraturan-peraturan yang berlaku.
i. Semua buk kepemilikan, legalitas dan perijinan yang ada didasarkan kepada informasi dan data
yang diberikan Pemberi Tugas dan/atau Pengguna Laporan. Oleh karena itu, kami dak
melakukan pengukuran ulang terhadap luasan proper secara rinci, melainkan didasarkan
kepada data ser fikat, gambar bangunan dan data lainnya yang diterima dari Pemberi Tugas.
j. Laporan Penilaian ini dianggap sah apabila terdapat cap (seal) dan tandatangan asli dari pihak
SISCO.
13
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 15
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR.......................................................................................................................... 1
PERNYATAAN PENILAI.......................................................................................................................9
RESUME NILAI................................................................................................................................ 11
ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS....................................................................................................... 12
KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS................................................................................................... 13
DAFTAR ISI..................................................................................................................................... 14
DAFTAR GRAFIK..............................................................................................................................15
DAFTAR GAMBAR........................................................................................................................... 15
DAFTAR TABEL................................................................................................................................ 15
1. PENDAHULUAN.......................................................................................................................... I-1
1.1. Latar Belakang Penilaian.......................................................................................................... I-1
1.2. Status Penilai............................................................................................................................ I-1
1.3. Pemberi Tugas.......................................................................................................................... I-1
1.4. Pengguna Laporan....................................................................................................................I-2
1.5. Objek Penilaian dan Kepemilikan............................................................................................. I-2
1.6. Ruang Lingkup.......................................................................................................................... I-3
1.7. Dasar Nilai dan Definisi Nilai.................................................................................................... I-3
1.8. Tanggal Inves gasi dan Tanggal Penilaian................................................................................ I-4
1.9. Maksud dan Tujuan Penilaian.................................................................................................. I-4
1.10. Jenis Mata Uang yang Digunakan...........................................................................................I-4
1.11. Tingkat Kedalaman Inves gasi............................................................................................... I-4
1.12. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Digunakan............................................................... I-5
1.13. Standar Penilaian berdasarkan SPI......................................................................................... I-5
1.14. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi........................................................................ I-5
1.15. Independensi Penilai.............................................................................................................. I-5
1.16. Tim Penilai.............................................................................................................................. I-6
1.17. Kualifikasi Penilai.................................................................................................................... I-6
1.18. Tenaga Ahli dan atau Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli yang Digunakan Dalam Penilaian............ I-6
1.19. Pendekatan dan Metode Penilaian........................................................................................ I-6
1.20. Pemilihan Metode Penilaian (serta alasan penggunaan metode)......................................... I-7
1.21. Sumber Data dan Informasi yang Digunakan......................................................................... I-8
1.22. Konfirmasi Penunjukan Penilai Publik.................................................................................... I-9
1.23. Kejadian Pen ng Setelah Tanggal Penilaian........................................................................... I-9
2. TINJAUAN EKONOMI DAN INDUSTRI......................................................................................... II-1
2.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia................................................................................................. II-1
2.2. Perkembangan Ekonomi Indonesia......................................................................................... II-1
2.3. Perkembangan Inflasi Indonesia............................................................................................. II-3
2.4. Perkembangan Ekonomi Provinsi Jawa Barat.......................................................................... II-3
2.5. Perkembangan Inflasi Provinsi Jawa Barat.............................................................................. II-4
2.6. Tinjauan Proper Industri....................................................................................................... II-5
3. PENILAIAN ASET....................................................................................................................... III-1
14
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 16
3.1 Klasifikasi Objek Penilaian....................................................................................................... III-1
3.2 Data dan Informasi.................................................................................................................. III-1
3.2.1 Lokasi dan Objek Penilaian............................................................................................ III-1
3.2.2 Fasilitas dan Keadaan Lingkungan................................................................................. III-2
3.2.3 Data Tanah..................................................................................................................... III-2
3.2.4 Data Bangunan.............................................................................................................. III-3
3.3 Peruntukan dan Penggunaan Saat Ini..................................................................................... III-5
3.4 Penggunaan Ter nggi dan Terbaik (Highest and Best Use - HBU)........................................... III-5
3.5 Pendekatan dan Metode Penilaian......................................................................................... III-6
3.6 Proses Penilaian...................................................................................................................... III-6
3.6.1 Proses Penilaian Pendekatan Pasar dengan Metode Perbandingan Data Pasar............ III-6
3.6.2 Proses Penilaian Bangunan dengan Pendekatan Biaya Metode Biaya Penggan
Terdepresiasi................................................................................................................. III-7
3.7 Indikasi Nilai Pasar.................................................................................................................. III-7
3.7.1 Indikasi Nilai Pasar Tanah...............................................................................................III-7
3.7.2 Indikasi Nilai Pasar Bangunan........................................................................................ III-9
3.8 Kesimpulan Nilai Pasar.......................................................................................................... III-10
4. KESIMPULAN........................................................................................................................... IV-1
LAMPIRAN :
➢ Foto-foto Objek Penilaian
➢ Denah dan Peta Objek Penilaian
DAFTAR GRAFIK
Grafik 2-1 : Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2019 - 2029............................................................ II-1
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3-1 : Peta Lokasi Objek Penilaian........................................................................................... III-1
Gambar 3-2 : Denah Objek Penilaian.................................................................................................. III-2
DAFTAR TABEL
Tabel 2-1 : Produk Domes k Bruto (PDB) Indonesia Tahun 2020-2024................................................II-2
Tabel 2-2 : Tingkat Inflasi Indonesia Tahun 2020 - Oktober 2024........................................................ II-3
Tabel 2-3 : Tingkat Inflasi Jawa Barat Tahun 2020 - Oktober 2024...................................................... II-5
Tabel 3-1 : Legalitas Tanah................................................................................................................... III-3
Tabel 3-2 : Indikasi Nilai Pasar Tanah................................................................................................... III-9
Tabel 3-3 : Indikasi Nilai Pasar Bangunan............................................................................................ III-9
Tabel 3-4 : Kesimpulan Nilai Pasar..................................................................................................... III-10
15
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 17
1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penilaian
Kantor Jasa Penilai Publik Satria Se awan dan Rekan (“SISCO”) yang memiliki ijin usaha dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.14.0124 berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Keuangan No. 1548/KM.1/2021 tanggal 31 Desember 2021, yang dalam hal ini diwakili
oleh Ir. Se awan, MAPPI (Cert), ber ndak dalam jabatannya selaku Pimpinan Cabang Bogor
atau Penilai Publik berdasarkan Surat Pernyataan Pembukaan Kantor Cabang Cibubur
No. 021/SKK/SISCO/XII/2021 tanggal 10 Desember 2021 dan telah mendapat Izin Pembukaan
Cabang Kantor Jasa Penilai Publik Satria Se awan dan Rekan di Bogor dari Menteri Keuangan
Republik Indonesia No. 1551/KM.1/2021 tanggal 31 Desember 2021 dan terda ar sebagai
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) - d/h Badan Pengawas Pasar
Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), dengan Surat Tanda Terda ar Profesi Penunjang
Pasar Modal No. STTD.PPB-15/PJ-1/PM.02/2023 ditunjuk oleh PT. Primarindo Asia
Infrastructure, Tbk (“PT PAI” atau “Perseroan” atau “Pemberi Tugas”), sebuah perusahaan
yang bergerak dalam bidang industri alas kaki, melipu produksi dan pemasaran sepatu jenis
sports/casual ke pasar lokal dan internasional, beralamat di Gedung Tatapuri Perdana Lt. 3 A,
Jl. Tanjung Karang No. 3-4 A, Kelurahan Kebon Mela , Kecamatan Tanah Abang, Kota
Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta 10230, No. Telepon (021) 3148331,
No. Faksimili (021) 3927668, Website www.primarindo.co.id berdasarkan persetujuan atas
dengan Kontrak atau Perjanjian Kerjasama Jasa Penilaian Proper atas nama PT Primarindo
Asia Infrastructure, Tbk antara KJPP SISCO Cabang Bogor dengan
No. P-PPC/SISCO-BGR/BGR/SET/121124.02 tanggal 12 November 2024 untuk melaksanakan
Penilaian Aset milik PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk sehubungan dengan rencana Jual
Beli, pada tanggal penilaian 14 November 2024.
1.2. Status Penilai
● Penilaian dilakukan oleh SISCO, dimana SISCO merupakan penilai eksternal dan bukan
karyawan/manajemen dari Pemberi Tugas ataupun Pemilik Objek Penilaian.
● SISCO dak memiliki keterlibatan material atau benturan kepen ngan baik aktual maupun
potensial dengan Pemberi Tugas ataupun Pemilik Objek Penilaian.
● Penilai memiliki kompetensi dalam melakukan penilaian dan dapat memberikan Penilaian
secara objek f serta dak memihak.
1.3. Pemberi Tugas
Adapun iden tas Pemberi Tugas adalah sebagai berikut :
Nama Perusahaan : PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Bidang Usaha : Industri alas kaki, melipu produksi dan pemasaran sepatu jenis
sports/casual ke pasal Lokal dan Internasional
Alamat : Gedung Tatapuri Perdana Lt. 3A, Jalan Tanjung Karang No. 3-4A,
Kelurahan Kebon Mela , Kecamatan Tanah Abang
Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta 10230
Telepon/Fax : 021-3148331 / 021-3927668
I-1
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 18
Website : www.primarindo.co.id
Email : corsec@primarindo.com
1.4. Pengguna Laporan
Kami memahami bahwa iden tas Pengguna Laporan dalam penilaian ini adalah :
Nama Perusahaan : PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Bidang Usaha : Industri alas kaki, melipu produksi dan pemasaran sepatu jenis
sports/casual ke pasal Lokal dan Internasional
Alamat : Gedung Tatapuri Perdana Lt. 3A, Jalan Tanjung Karang No. 3-4A,
Kelurahan Kebon Mela , Kecamatan Tanah Abang
Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta 10230
Telepon/Fax : 021-3148331 / 021-3927668
Website : www.primarindo.co.id
Email : corsec@primarindo.com
1.5. Objek Penilaian dan Kepemilikan
A. Tanah
Objek Penilaian dan Kepemilikan dalam penugasan ini adalah 3 ( ga) bidang tanah yang
saling bersambungan (sebagaimana tabel dibawah ini) dengan total tanah seluas
19.539 m2 dan Bangunan seluas 11.982 m2 (sebagaimana tabel dibawah) yang beralamat
di Jalan Raya Rancabolang/Jalan Gede Bage Selatan No. 98, Kelurahan Cisaranten Kidul,
Kecamatan Gede Bage (d/h Rancasari), Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat dengan
dengan Kepemilikan Tunggal berdasarkan Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) tercatat
atas nama PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, dengan rincian sebagai berikut:
Tanggal Tanggal Tanggal Luas
Surat
No Ser fikat Nama Pemegang Hak Penerbitan Berakhir Surat Tanah
Ukur
Ser fikat Hak Ukur (m2)
PT. PRIMARINDO ASIA
SHGB No.
1 INFRASTRUCTURE, 30-6-1992 24-9-2041 1395/1989 1-6-1989 10.705
1340
Tbk
PT. PRIMARINDO ASIA
SHGB No.
2 INFRASTRUCTURE, 15-7-1996 24-9-2041 3290/2020 17-01-2020 3.104
1337
Tbk
PT. PRIMARINDO ASIA
SHGB No.
3 INFRASTRUCTURE, 15-7-1996 24-9-2041 3292/2020 17-01-2020 5.730
1339
Tbk
Total Luas Tanah 19.539
Catatan:
● Tanah seluas 3.104 m2 yang menjadi objek penilaian pada poin 2 tabel di atas,
merupakan sebagian dari Tanah pada Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) no. 1337
atas nama PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk dengan masa berakhir hak
I-2
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 19
pada tanggal 24-9-2041 dengan Luasan tercantum pada ser fikat seluas 20.291 m2
dan,
● Tanah seluas 5.730 m2 yang menjadi objek penilaian pada poin 3 tabel di atas,
merupakan sebagian yang merupakan sebagian dari Tanah pada Ser fikat Hak Guna
Bangunan (SHGB) no. 1339 atas nama PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk
dengan masa berakhir hak pada tanggal 24-9-2O41, dengan Luasan tercantum pada
ser fikat seluas 20.173 m2.
● Ke ga bidang tanah saling berbatasan langsung dan satu hamparan.
B. Bangunan
No. Uraian Luas (m2)
1 Bangunan I (Cu ng & Factory Outlet) 5.411
2 Bangunan II (Kantor) 479
3 Bangunan III (Gudang Bahan Baku) 5.987
4 Bangunan IV (Koperasi Karyawan) 63
5 Bangunan V (Gardu PLN) 30
6 Bangunan VI (Pos Satpam) 12
Bangunan tersebut dilengkapi dengan (1) Surat Idzin Bangunan
No. 647/492//DPU-KB/1988 pada tanggal 26 Agustus 1988 an. Sdr. Drs. DIDI CHARA
(PT. BINTANG KHARISMA) yang tercatat untuk mendirikan bangunan Pabrik Sepatu, yang
dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pekerjaan
Umum, (2) Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.4/SI-0122/Dpb/1999 pada
tanggal 04 FEB 1999 atas nama PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE (d/h PT. BINTANG
KHARISMA) yang tercatat untuk memperluas bangunan tambahan pabrik sepatu, gudang
dan ruang kerja, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung
Dinas Pengawasan Bangunan.
1.6. Ruang Lingkup
Ruang lingkup penilaian adalah melakukan survei fisik aset, inves gasi, pengumpulan dan
analisa data-data pembanding, serta penyusunan dan penyampaian laporan penilaian.
1.7. Dasar Nilai dan Definisi Nilai
Dasar Nilai dalam penugasan penilaian ini adalah Nilai Pasar.
Laporan Penilaian ini disusun berdasarkan POJK 28, dengan tetap memperha kan SPI Edisi VII
2018 seper yang ditetapkan oleh MAPPI dengan memper mbangkan KEPI, dimana
pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap.
Nilai adalah suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset atau harga yang paling
mungkin dibayarkan untuk suatu aset dalam pertukaran pada tanggal Penilaian. (POJK 28 :
Ketentuan Umum, Pasal 1.6)
Nilai adalah suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset, atau harga yang paling
mungkin dibayarkan untuk suatu aset dalam pertukaran, sehingga nilai bukan merupakan
I-3
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 20
fakta. Aset diar kan juga sebagai barang dan jasa. Nilai dalam pertukaran adalah suatu harga
hipote s, dimana hipote s dari nilai dies masi dan ditentukan oleh tujuan penilaian pada
waktu tertentu. Nilai bagi pemilik adalah suatu es masi dari manfaat yang akan diperoleh
pihak tertentu atas suatu kepemilikan atau dikenal juga sebagai Nilai dalam Penggunaan. (SPI
Edisi VII 2018 : KPUP - 4.4)
Nilai Pasar adalah es masi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar dari hasil
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat
membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing ber ndak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, keha -ha an, dan tanpa paksaan. (POJK 28 : Ketentuan Umum,
Pasal 1.7)
Nilai Pasar didefinisikan sebagai es masi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar
untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang
berminat membeli dengan penjual yang berniat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan,
yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing ber ndak atas
dasar pemahaman yang dimilikinya, keha -ha an dan tanpa paksaan. (SPI Edisi VII 2018 : 101
– 3.1)
Penggunaan Ter nggi dan Terbaik (Highest and Best Use) didefinisikan sebagai penggunaan
yang paling mungkin dan op mal dari suatu aset, yang secara fisik dimungkinkan, telah
diper mbangkan secara memadai, secara hukum diijinkan, secara finansial layak, dan
menghasilkan nilai ter nggi dari aset tersebut. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP : 10.1)
1.8. Tanggal Inves gasi dan Tanggal Penilaian
Pemeriksaan Aset di lokasi dilakukan pada tanggal 14 November 2024 dan tanggal penilaian
ditetapkan per tanggal 14 November 2024.
1.9. Maksud dan Tujuan Penilaian
SISCO ber ndak selaku Penilai Independen untuk melakukan Penilaian Aset sehubungan
dengan rencana Jual Beli dan bukan untuk kepen ngan perbankan ataupun kepen ngan
lainnya.
1.10. Jenis Mata Uang yang Digunakan
Dalam Laporan Penilaian ini, Nilai dinyatakan dalam mata uang Rupiah per tanggal penilaian.
1.11. Tingkat Kedalaman Inves gasi
Penilaian ini dilakukan dengan batasan inves gasi sebagai berikut:
1. Inspeksi terhadap Objek Penilaian dilakukan secara lengkap dengan waktu yang cukup dan
tanpa halangan dari pihak manapun,
2. Pemberi Tugas dan/atau pemilik Objek Penilaian telah memberikan akses Inves gasi yang
penuh terhadap Objek Penilaian, dan Penilai telah menugaskan personil yang memiliki
kompetensi untuk melakukan inves gasi Objek Penilaian,
I-4
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 21
3. Dalam pelaksanaan inves gasi di lapangan dak terdapat kendala-kendala yang membatasi
akses Penilai untuk melakukan inves gasi atas Objek Penilaian sehingga Penilai dapat
melakukan inves gasi secara normal.
1.12. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Digunakan
Selain menggunakan data yang diberikan oleh Pemberi Tugas sehubungan dengan Objek
Penilaian, Penilai juga menggunakan informasi dan data yang relevan namun dak
membutuhkan verifikasi. Penggunaan informasi dan data tersebut dapat disetujui sepanjang
sumber data tersebut dipublikasikan pada ngkat nasional dan atau internasional. Sumber
data tersebut antara lain:
a. Bank Indonesia,
b. Badan Pusat Sta s k,
c. Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Wilayah,
d. Website gistaru.atrbpn.go.id
e. Data riset dari pihak independen,
f. Informasi dari media cetak dan elektronik.
1.13. Standar Penilaian berdasarkan SPI
Laporan Penilaian ini berdasarkan POJK 28 dengan memperha kan SPI Edisi VII 2018 seper
yang ditetapkan oleh MAPPI, dan dengan memper mbangkan KEPI, dimana pendekatan yang
diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap.
1.14. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Persetujuan SISCO harus didapatkan atas se ap publikasi terhadap keseluruhan atau sebagian
dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi yang terkait dengan Objek
Penilaian. Adalah dak dibenarkan untuk menerbitkan duplikat dokumen maupun pernyataan,
edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ke ga tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari SISCO, baik mengenai format cetak maupun konteks dimana akan
dimunculkan/dipublikasikan.
1.15. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini SISCO telah ber ndak secara independen tanpa
adanya konflik dan dak terafiliasi dengan Perseroan, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
dengan perusahaan-perusahaan tersebut. SISCO juga dak mempunyai kepen ngan atau
keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Penilaian ini dak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang
SISCO terima adalah sama sekali dak dipengaruhi oleh indikasi nilai yang dihasilkan dari
proses analisa penilaian ini dan SISCO hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada
Kontrak atau Perjanjian Kerjasama Jasa Penilaian Proper atas nama PT Primarindo Asia
Infrastructure, Tbk antara KJPP SISCO Cabang Bogor dengan
No. P-PPC/SISCO-BGR/BGR/SET/121124.02 tanggal 12 November 2024.
I-5
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 22
1.16. Tim Penilai
Tim Penilai dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini terdiri dari :
Ijin/STTD
No. Nama Nomor MAPPI Posisi Tim
OJK/Register Penilai
1 Ir. Se awan, MAPPI (Cert.) 95-S-00652 Ijin Penilai Publik : Penilai
PB-1.09.00257 Publik
STTD OJK No. :
STTD.PPB-15/PJ-1/PM.
02/2023
STTD IKNB No. :
005/NB.122/STTD-P/
2016
Register Penilai :
RMK-2017.00230
2 Mahendra Dita Sampoerna 14-P-05262 RMK-2017.00688 Reviewer
3 Zakky Dzulfahmi Akbari, SE 17-P-07883 RMK-2018.02413 Penilai dan
Pelaksana
Inspeksi
1.17. Kualifikasi Penilai
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan No. 1211/KM.1/2009 tertanggal 19 Oktober 2009 tentang
Izin Penilai, di mana Ir. Se awan, MAPPI (Cert.) ditetapkan dengan kualifikasi sebagai penilai
Bidang Jasa Penilaian Proper dan Bisnis (PB) dan terda ar sebagai profesi penunjang pasar
modal di OJK sesuai dengan Surat Tanda Terda ar Profesi Penunjang Pasar Modal
No. STTD.PPB-15/PJ-1/PM.02/2023.
1.18. Tenaga Ahli dan atau Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli yang Digunakan Dalam Penilaian
Dalam melakukan penilaian, SISCO dak menggunakan hasil laporan dari tenaga ahli.
1.19. Pendekatan dan Metode Penilaian
Analisis dilakukan berdasarkan POJK 28, SPI Edisi VII 2018 yang disusun oleh MAPPI dengan
memperha kan KEPI. Ada 3 Pendekatan Penilaian yaitu sebagai berikut:
a) Pendekatan Pasar
Pendekatan Pasar adalah Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan aset yang
dinilai dengan aset yang sebanding dan sejenis, dimana informasi harga transaksi atau
penawaran tersedia. (POJK 28 : Ketentuan Umum, Pasal 1.18)
Pendekatan Pasar (Market Approach) menghasilkan indikasi nilai dengan cara
membandingkan aset yang dinilai dengan aset yang iden k atau sebanding, dimana
informasi harga transaksi atau penawaran. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP : 15.1)
Dalam Pendekatan Pasar, langkah pertama adalah memper mbangkan harga yang baru
terjadi di pasar dari transaksi aset yang iden k atau sebanding. Jika transaksi terakhir yang
telah terjadi hanya sedikit atau dak ada, dapat diper mbangkan dengan menggunakan
I-6
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 23
harga yang ditawarkan (untuk dijual) atau yang terda ar (listed) dari Aset yang iden k atau
sebanding, relevansinya dengan informasi ini perlu diketahui secara jelas dan dengan
seksama dianalisis. Dalam hal ini perlu dilakukan penyesuaian atas informasi harga
transaksi atau penawaran apabila terdapat perbedaan dengan transaksi yang sebenarnya,
sesuai dengan Dasar Nilai dan asumsi yang akan digunakan dalam penilaian. Perbedaan
dapat juga melipu karakteris k hukum, ekonomi atau fisik dari aset yang ditransaksikan
(aset pembanding) dan yang dinilai. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP : 15.2)
b) Pendekatan Pendapatan
Pendekatan Pendapatan adalah Pendekatan Penilaian yang memberikan indikasi Nilai
dengan mengkonversi arus kas masa depan menjadi satu nilai saat ini. (POJK 28 :
Ketentuan Umum, Pasal 1.19)
Pendekatan Pendapatan (Income Approach) menghasilkan indikasi nilai dengan mengubah
arus kas di masa yang akan datang ke nilai kini. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP : 16.1)
Pendekatan ini memper mbangkan pendapatan yang akan dihasilkan aset selama masa
manfaatnya dan menghitung nilai melalui proses kapitalisasi. Kapitalisasi merupakan
konversi pendapatan menjadi sejumlah modal dengan menggunakan ngkat diskonto yang
sesuai. Arus kas dapat diperoleh dari pendapatan suatu kontrak atau beberapa kontrak atau
bukan dari kontrak; misalnya keuntungan yang dian sipasi akan diperoleh dari penggunaan
atau kepemilikan suatu aset. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP : 16.2)
Pendekatan Pendapatan dapat diterapkan untuk liabilitas, dengan memper mbangkan arus
kas yang diperlukan untuk memenuhi liabilitas sampai habis. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP :
16.3)
c) Pendekatan Biaya
Pendekatan Biaya adalah Pendekatan Penilaian untuk mendapatkan indikasi Nilai objek
Penilaian berdasarkan biaya reproduksi baru atau biaya penggan baru pada tanggal
Penilaian setelah dikurangi dengan penyusutan. (POJK 28 : Ketentuan Umum, Pasal 1.20)
Pendekatan Biaya (Cost Approach) menghasilkan indikasi nilai dengan menggunakan
prinsip ekonomi, dimana pembeli dak akan membayar suatu aset lebih daripada biaya
untuk memperoleh aset dengan kegunaan yang sama atau setara, pada saat pembelian
atau konstruksi.
Pendekatan ini berdasarkan pada prinsip harga yang akan dibayar pembeli di pasar untuk
Aset yang akan dinilai, dak lebih dari biaya untuk membeli atau membangun untuk Aset
yang setara,kecuali ada faktor waktu yang dak wajar, ke daknyamanan, risiko atau faktor
lainnya. Umumnya aset yang dinilai akan kurang menarik dikarenakan faktor usia atau
sudah usang, dibandingkan dengan aset alterna f yang baru dibeli atau dibangun. Untuk
hal ini, diperlukan penyesuaian karena adanya perbedaan biaya dengan aset alterna f,
tergantung pada Dasar Nilai yang diperlukan. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP : 17.0)
1.20. Pemilihan Metode Penilaian (serta alasan penggunaan metode)
Pendekatan dan Metode yang digunakan dalam Penilaian ini adalah Pendekatan Biaya dengan
Metode Penjumlahan (Summa on Method). Pendekatan dan Metode tersebut digunakan
dikarenakan disekitar Objek Penilaian dak terdapat data yang sama/ sejenis.
I-7
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 24
Proses Penilaian Pendekatan Biaya dengan Metode Penjumlahan (Summa on Method)
adalah sebagai berikut:
1. Indikasi Nilai Pasar Tanah didapatkan dengan Metode Perbandingan Data Pasar.
Metode Perbandingan Data Pasar, dalam penilaian bisnis juga dikenal sebagai Guideline
Transac on Method sedangkan dalam penilaian proper dikenal sebagai Direct Comparison
Metod, yaitu menggunakan informasi dari transaksi atau penawaran yang melibatkan aset
yang sama atau sejenis dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan indikasi nilai. (SPI 106
: 6.2.a)
2. Indikasi Nilai Pasar Bangunan didapatkan dengan Metode Biaya Penggan .
Metode Biaya Penggan dikenal juga dengan metode Biaya Penggan Terdepresiasi
(Depreciated Replacement Cost/DRC), metode tersebut mengindikasikan nilai dengan
menghitung biaya untuk membuat aset yang serupa dengan u litas yang setara. (SPI 106 :
6.6.a)
3. Kesimpulan Nilai Pasar didapatkan dengan menjumlahkan Indikasi Nilai Pasar Tanah dan
Indikasi Nilai Pasar Bangunan.
1.21. Sumber Data dan Informasi yang Digunakan
Untuk menghasilkan Kesimpulan Nilai, maka analisis yang dilakukan Penilai didasarkan pada
data dan informasi yang kami peroleh sebagai berikut:
1. Copy Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 1337, tercatat atas nama Perseroan
Terbatas PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, tanggal penerbitan ser fikat
15-07-1996 dengan Surat Ukur No. 3280/2020 tanggal 17-01-2020 luas 20.291 m2 yang
berakhir haknya tanggal 24-9-2041,
2. Copy Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 1339, tercatat atas nama Perseroan
Terbatas PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, tanggal penerbitan ser fikat
15-07-1996 dengan Surat Ukur No. 3292/2020 tanggal 17-01-2020 luas 20.173 m2 yang
berakhir haknya tanggal 24-9-2041,
3. Copy Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 1340, tercatat atas nama Perseroan
Terbatas PT. Bank Mandiri (Persero), tanggal penerbitan ser fikat 30-06-1992 dengan
Surat Ukur No. 1395/1989 tanggal 01-06-1989 luas 11.635 m2 yang berakhir haknya
tanggal 11-05-2012,
4. Copy Surat Izin Bangunan No. 647/492//DPU-KB/1988 pada tanggal 26 Agustus 1988 an.
Sdr. Drs. DIDI CHARA (PT. BINTANG KHARISMA) yang tercatat untuk mendirikan bangunan
Pabrik Sepatu, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bandung
Dinas Pekerjaan Umum,
5. Copy Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.4/SI-0122/Dpb/1999 pada
tanggal 04 FEB 1999 atas nama PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE (d/h
PT. BINTANG KHARISMA) yang tercatat untuk memperluas bangunan tambahan pabrik
sepatu, gudang dan ruang kerja, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kotamadya Daerah
Tingkat II Bandung Dinas Pengawasan Bangunan,
I-8
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 25
6. Surat Konfirmasi Penunjukan Penilai Publik Lain No. 070/PAI-Dir/XI/2024 tanggal
28 November 2024 yang menyatakan bahwa Aset yang menjadi Objek Penilaian pada
kontrak penugasan dak sedang dinilai oleh Penilai Publik lain untuk maksud, tujuan,
pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka
waktu dak lebih dari dua bulan),
7. Surat Konfirmasi Klasifikasi Aset Operasional / Non Operasional No. 069/PAI-Dir/XI/2024
tanggal 28 November 2024 yang menyatakan bahwa Aset yang menjadi Objek Penilaian
pada kontrak penugasan termasuk klasifikasi Aset Operasional / Non Operasional,
8. Representa on Le er/Surat Pernyataan Manajemen No. 071/PAI-Dir/XI/2024 tanggal
28 November 2024 sehubungan dengan penugasan penilaian aset,
9. Validasi Data No. 408/XI/24/Val/RPPM tanggal 26 November 2024 yang diterbitkan oleh
MAPPI,
10. Wawancara dengan Bapak Mulyadi (Kepala Bagian HRD dan Humas PAI) sebagai
pendamping survey untuk menunjukkan dan memberikan keterangan terkait Objek
Penilaian,
11. Data dan Informasi Ekonomi maupun Industri yang dikeluarkan oleh pihak ke ga, serta
berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak ataupun elektronik, serta hasil
analisis lain yang SISCO anggap relevan.
1.22. Konfirmasi Penunjukan Penilai Publik
Berdasarkan surat yang kami terima dari manajemen PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
yaitu Surat Konfirmasi Penunjukan Penilai Publik Lain No. 070/PAI-Dir/XI/2024 tanggal
28 November 2024 yang menyatakan bahwa Aset yang menjadi Objek Penilaian pada kontrak
penugasan dak sedang dinilai oleh Penilai Publik lain untuk maksud, tujuan, pengguna
laporan dan tanggal penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu dak lebih dari
dua bulan). Apabila pemberi tugas terbuk memberikan konfirmasi yang dak benar, maka
laporan penilaian dinyatakan dak berlaku.
1.23. Kejadian Pen ng Setelah Tanggal Penilaian
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 14 November 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, dak terdapat kejadian pen ng terkait dengan aset yang dinilai yang dapat
berpengaruh signifikan terhadap hasil penilaian.
Kami dak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
karena peris wa-peris wa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
I-9
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 26
2. TINJAUAN EKONOMI DAN INDUSTRI
2.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia
Ke dakpas an pasar keuangan terus meningkat sejalan dengan ketegangan geopoli k di
Tengah Timur. Tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) menunjukan adanya penurunan di
tengah perkiraan inflasi yang lebih rendah sehingga mendorong ekspektasi pelaku pasar pada
penurunan Fed Funds Rate (FFR) lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya. Hal
tersebut mendorong kenaikan yield US Treasury tenor 2 dan 10 tahun dan indeks dolar AS.
Suku Bunga pada negara maju khususnya AS diperkirakan akan mengalami tren penurunan di
tengah ketegangan geopoli k Inflasi global akan berada tren menurun yang mendorong
konvergensi pelonggaran kebijakan moneter, khususnya di negara maju. Pertumbuhan ekonomi
dunia pada tahun 2024 diperkirakan sebesar 3,2%, capaian tersebut cenderung melambat.
Grafik 2-1 : Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2019 - 2029
* Angka proyeks i
Sumber: World Economic Outlook database April 2024, Diolah
2.2. Perkembangan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2024 tetap tumbuh baik ditopang oleh permintaan
domes k meski perlu didorong akan lebih nggi. Ekonomi Indonesia didorong terutama oleh
kinerja investasi, konsumsi rumah tangga dan ekspor. Dari sisi Lapangan Usaha (LU),
perekonomian dipengaruhi terutama oleh Industri Pengolahan, Konstruksi dan Perdagangan
Besar dan Eceran. Kinerja investasi yang tumbuh kuat dikarenakan penyelesaian Proyek
Strategis Nasional (PSN) pada investasi bangunan. Pertumbuhan ekonomi tercatat ekonomi
tumbuh sebesar 5,05% (yoy) pada triwulan II 2024, lebih rendah dibandingkan triwulan
sebelumnya sebesar 5,11% (yoy).
Berdasarkan pengeluaran, seluruh komponen pada triwulan II 2024 mengalami pertumbuhan
posi f. Komponen konsumsi rumah tangga tumbuh lebih nggi dibandingkan triwulan
sebelumnya menjadi sebesar 4,93% (yoy). Konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah
tangga tumbuh sebesar 9,98% (yoy), menurun dibandingkan triwulan I 2024 sebesar 24,29%
(yoy). Perlambatan terjadi pada komponen konsumsi pemerintah tercatat tumbuh 19,90% (yoy)
pada triwulan I 2024, menjadi sebesar 1,42% (yoy) pada triwulan laporan. Komponen impor
tercatat meningkat pada triwulan II 2024 sebesar 8,57% (yoy), setelah triwulan sebelumnya
mengalami tumbuh sebesar 1,94% (yoy). Sejalan dengan kinerja impor, kinerja ekspor tumbuh
II-1
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 27
lebih nggi dari sebesar 1,37% (yoy) menjadi sebesar 8,28% (yoy) pada triwulan II 2024.
Peningkatan terjadi pada komponen investasi dengan tumbuh 4,43% (yoy), namun terdapat
penurunan kinerja pada investasi bangunan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Di sisi Lapangan Usaha (LU), seluruh komponen tumbuh posi f meskipun secara keseluruhan
ekonomi pada triwulan II 2024 mengalami perlambatan. LU pertanian, kehutanan dan
perikanan tumbuh sebesar posi f setelah terkontraksi pada triwulan sebelumnya menjadi
3,25% (yoy), berlawanan arah dengan triwulan sebelumnya sebesar -3,54% (yoy). LU yang
tercatat mengalami pertumbuhan lebih nggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yaitu
LU Pengadaan Listrik dan Gas tumbuh sebesar 5,39% (yoy); LU Perdagangan Besar dan Eceran,
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh sebesar 4,86% (yoy); LU Transportasi dan
Pergudangan tumbuh sebesar 9,56% (yoy); LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
tumbuh sebesar 10,17% (yoy) dan LU Jasa Keuangan dan Asuransi tumbuh sebesar 7,90% (yoy).
Sedangkan terdapat LU yang tercatat melambat dibandingkan dengan triwulan I 2024 yaitu LU
Pertambangan tumbuh sebesar 3,17% (yoy); LU Industri Pengolahan tumbuh sebesar 3,95%
(yoy); LU Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang tumbuh sebesar 0,84%
(yoy); LU Konstruksi tumbuh sebesar 7,29% (yoy); LU Informasi dan Komunikasi tumbuh
sebesar 7,66% (yoy); LU Real Estate tumbuh sebesar 2,16% (yoy); LU Jasa Perusahaan tumbuh
sebesar 7,96% (yoy); LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
tumbuh sebesar 2,79% (yoy); LU Jasa Pendidikan tumbuh sebesar 2,38% (yoy); LU Jasa
Kesehatan dan Kegiatan Sosial tumbuh sebesar 8,56% (yoy); dan LU Jasa Lainnya tumbuh
sebesar 8,85% (yoy).
Pada triwulan IV 2024 akan tetap baik didorong konsumsi rumah tangga dan peningkatan
belanja pemerintah di akhir tahun. Perekonomian Indonesia secara keseluruhan pada tahun
2024 diperkirakan berada dalam kisaran 4,7-5,5% (yoy) dan terus meningkat pada tahun 2025.
Sinergi yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah akan terus dilakukan melalui s mulus
fiskal dan kebijakan makroprudensial, guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan Pemilu yang berakhir pada semester I
2024 akan berdampak pada menurunnya konsumsi rumah tangga, sehingga perlu adanya upaya
meningkatkan komponen tersebut. Dari sisi investasi, proyek strategis nasional yang terus
berlanjut diperkirakan akan meningkatkan investasi terutama investasi swasta.
Tabel 2-1 : Produk Domes k Bruto (PDB) Indonesia Tahun 2020-2024
(da l a m pers enta s e)
2024
Komponen 2020 2021 2022 2023
I II
Konsumsi RT -2,63 2,01 4,94 4,82 4,91 4,93
Konsumsi LNPRT -4,25 1,62 5,66 9,83 24,29 9,98
Konsumsi Pemerintah 1,96 4,25 -4,47 2,95 19,90 1,42
Investasi (PMTDB) -4,96 3,80 3,87 4,40 3,79 4,43
Investasi Bangunan -3,78 2,32 0,91 4,04 5,46 5,31
Investasi Non bangunan -8,44 8,42 12,53 5,34 -0,64 2,08
Ekspor -8,14 17,99 16,23 1,32 0,50 8,28
Impor -16,72 24,86 15,00 -1,65 1,77 8,57
PDB -2,07 3,70 5,31 5,05 5,11 5,05
Sumber: Bank Indonesia
II-2
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 28
2.3. Perkembangan Inflasi Indonesia
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2024 mengalami penurunan meski terjaga
pada kisaran sasaran inflasi, tercatat inflasi sebesar 1,71% (yoy) menurun dari 1,84% (yoy) pada
bulan sebelumnya. Secara spasial, tekanan Inflasi tahunan ter nggi terjadi di Papua Tengah
sebesar 4,19% (yoy), Papua Pegunungan sebesar 2,85% (yoy) dan Sulawesi Utara sebesar
2,58% (yoy). Inflasi tahunan terendah tercatat di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,22%
(yoy), Sulawesi Tenggara sebesar 0,71% (yoy) dan Gorontalo sebesar 0,81% (yoy).
Peningkatan inflasi in meningkat menjadi sebesar 2,21% (yoy) pada Oktober 2024, dari
sebesar 2,09% (yoy) pada September 2024 dipengaruhi oleh peningkatan harga komoditas
global, khususnya emas dan kopi bubuk. Kelompok vola le food (VF) masih tercatat deflasi dari
sebesar 1,34% (mtm), menjadi deflasi 0,11% (mtm) pada bulan Oktober 2024. Kelompok
Administered Prices (AP) mengalami deflasi sebesar 0,25% (mtm) pada Oktober 2024, lebih
dalam dari bulan sebelumnya yang deflasi sebesar 0,04% (mtm). Sedangkan secara tahunan,
inflasi kelompok AP mengalami penurunan menjadi sebesar 0,77% (yoy) pada Oktober 2024,
lebih rendah dari 1,40% (yoy) pada bulan sebelumnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh
penurunan inflasi kelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi yang mengalami
deflasi pada Oktober 2024, serta penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Inflasi pada tahun 2024 dan 2025 diperkirakan tetap terkendali dengan berada pada sasaran
2,5%±1%. Tekanan inflasi in terjaga sejalan ekspektasi inflasi yang berada pada sasaran,
kapasitas ekonomi yang masih besar dan diyakini dapat merespons permintaan domes k,
imported infla on juga terkendali seiring kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia,
serta dampak berkembangnya digitalisasi.
Tabel 2-2 : Tingkat Inflasi Indonesia Tahun 2020 - Oktober 2024
(da l a m pers enta s e)
Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Ytd
2020 0,39 0,28 0,10 0,08 0,07 0,18 -0,10 -0,05 -0,05 0,07 0,28 0,45 1,68
2021 0,26 0,10 0,08 0,13 0,32 -0,16 0,08 0,03 -0,04 0,12 0,37 0,57 1,87
2022 0,56 -0,02 0,66 0,95 0,40 0,61 0,64 -0,21 1,17 -0,11 0,09 0,66 5,51
2023 0,34 0,16 0,18 0,33 0,09 0,14 0,21 -0,02 0,19 0,17 0,38 0,41 2,61
2024 0,04 0,37 0,52 0,25 -0,03 -0,08 -0,18 -0,03 -0,12 0,08 - - 0,82
Sumber: Badan Pusat Sta s k
2.4. Perkembangan Ekonomi Provinsi Jawa Barat
Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan II 2024 tercatat sebesar 4,95% (yoy), lebih
nggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 4,93% (yoy). Secara triwulan,
ekonomi tumbuh 2,1% (qtq), dari sebelumnya tumbuh 0,31% (qtq). Perkembangan ekonomi
yang tetap posi f terutama didorong kinerja konsumsi rumah tangga seiring momentum HBKN
Idulfitri dan Iduladha sert ditopang oleh terjaganya realisasi investasi dan ekspor. Capaian
ekonomi Jawa Barat sama dengan wilayah Jawa yang tumbuh sebesar 4,92% (yoy), mengalami
peningkatan dari triwulan sebelumnya tercatat sebesar 4,84% (yoy).
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi komponen yang mendorong
pertumbuhan ekonomi, diiku oleh komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan
ekspor. Konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama ekonomi Jawa Barat dengan
pertumbuhan posi f sebesar 5,02% (yoy), atau terakselerasi dari 4,97% (yoy) pada triwulan
II-3
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 29
sebelumnya. Kinerja posi f ditopang oleh terjaganya permintaan domes k, terutama sejalan
dengan momentum HBKN Idulfitri, Idul Adha, serta periode long holiday yang disinyalir mampu
mendorong ak vitas ekonomi dan wisata di Jawa Barat. Disisi lain, konsumsi pemerintah
terkontraksi -6,14% (yoy), dari triwulan I 2024 yang tumbuh sebesar 32,85% (yoy). Hal ini
sejalan dengan dampak normalisasi pasca penyelenggaraan pesta poli k pada triwulan I 2024.
Kinerja ekspor dan impor masih tetap mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat meski
mengalami perlambatan. Ekspor Jawa Barat pada triwulan II 2024 berhasil tumbuh sebesar
10,72% (yoy) melambat dari triwulan sebelumnya sebesar 19,70% (yoy). Impor tumbuh 12,56%
(yoy) melambat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 31,96% (yoy). Perlambatan
juga terjadi pada komponen investasi sebesar 6,13% (yoy) pada triwulan II 2024, atau
melambat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 9,72% (yoy).
Dari sisi lapangan usaha, LU industri pengolahan masih menjadi penopang utama
perekonomian Jawa Barat, diiku oleh LU perdagangan besar & eceran, konstruksi. LU yang
tumbuh lebih nggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yaitu LU Pertanian, Kehutanan,
dan Perikanan sebesar 3,05% (yoy); LU pertambangan dan Penggalian sebesar 0,69% (yoy); LU
Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 1,84; LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar
8,77% (yoy); LU jasa keuangan sebesar 7,83% (yoy); LU real estate sebesar 7,12% (yoy).
Sedangkan LU yang tumbuh lebih lambat dibandingkan triwulan I 2024 yaitu LU Industri
Pengolahan sebesar 2,81% (yoy); LU Pengadaan Air sebesar 6,32% (yoy); LU Konstruksi sebesar
6,61% (yoy); LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar
4,53% (yoy); LU transportasi dan pergudangan sebesar 14,13% (yoy); LU informasi dan
Komunikasi sebesar 8,75% (yoy); LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan
Sosial Wajib sebesar 9,68% (yoy); LU Jasa Pendidikan sebesar 4,99% (yoy); dan LU Jasa
kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 5,91% (yoy). Sementara itu terdapat LU yang mengalami
kontraksi yaitu LU Jasa Perusahaan sebesar -3,57% (yoy).
Perekonomian Jawa Barat pada tahun 2024 diperkirakan akan tumbuh posi f pada rentang
sasaran 4,6% - 5,4% (yoy). Pertumbuhan tersebut sejalan dengan op misme perbaikan
permintaan domes k yang kuat dan semakin kondusifnya perekonomian di tengah
pemerintahan baru. Berdasarkan pengeluaran, pertumbuhan akan ditopang terutama oleh
konsumsi masyarakat yang kuat serta kinerja investasi yang tetap baik. Sedangkan dari sisi
lapangan usaha maka sektor yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi utama yaitu
pertanian, penyediaan akomodasi dan makan minum serta konstruksi.
2.5. Perkembangan Inflasi Provinsi Jawa Barat
Inflasi gabungan Jawa Barat pada triwulan II 2024 tercatat sebesar 2,38% (yoy), menurun
dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mengalami tekanan inflasi sebesar 3,48%
(yoy). Secara bulanan pada Oktober 2024 terjadi inflasi sebesar 0,02% (mtm), secara tahunan
sebesar 1,92% (ytd), sedangkan ngkat inflasi year to date sebesar 1,04% (ytd). Tekanan inflasi
yang menurun ini didorong meredanya inflasi kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau
akibat normalisasi pasca HBKN Ramadhan dan Idul Fitri dan diperkuat dengan adanya
momentum panen raya beras yang puncaknya terjadi pada bulan April-Mei.
Berdasarkan kelompok, dari 11 (sebelas) kelompok pengeluaran, 8 (delapan) diantaranya
mengalami inflasi yang lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Kelompok dengan
tekanan inflasi yang menurun yaitu Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar
4,24% (yoy); Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 2,31% (yoy); Perlengkapan,
II-4
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 30
Peralatan dan Pemeliharaan Rumah Tangga sebesar 0,68% (yoy); Pendidikan sebesar 1,30%
(yoy); Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,35% (yoy); Kesehatan
sebesar 2,53% (yoy); Rekreasi, Olahraga, dan Budidaya sebesar 3,67% (yoy); serta Perawatan
Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 6,71% (yoy). Di sisi lain, terdapat kelompok yang menjadi
penahan inflasi Jawa Barat yaitu kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan deflasi
sebesar -deflasi sebesar -0,37% (yoy) pada triwulan laporan, menurun dibandingkan triwulan
sebelumnya yang deflasi sebesar -0,27% (yoy). Hal tersebut sejalan dengan deflasi yang lebih
dalam pada sub kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi.
Secara spasial, tekanan inflasi ter nggi terjadi pada Kota Bekasi sebesar 2,92% (yoy), lebih
nggi dibandingkan capaian inflasi Jawa Barat pada triwulan laporan yang sebesar 2,38% (yoy).
Sedangkan, Kota Cirebon dengan capaian sebesar 1,43% (yoy), menurun signifikan dari
triwulan sebelumnya yang sebesar 2,7% (yoy). Terkendalinya inflasi di Kota Cirebon utamanya
dipengaruhi oleh lebih rendahnya inflasi kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau;
Kesehatan; serta Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang menempatkannya sebagai Kota
dengan inflasi tahunan terendah di Jawa Barat.
Inflasi Jawa Barat pada tahun 2024 diperkirakan berada dalam rentang sasaran 2,5±1%.
Tekanan inflasi akan ditopang oleh cuaca yang stabil karena fenomena el nino yang telah
berakhir pada triwulan IV 2024 sehingga diperkirakan produk vitas padi dan komoditas
hor kultura meningkat.
Tabel 2-3 : Tingkat Inflasi Jawa Barat Tahun 2020 - Oktober 2024
(da l a m pers enta s e)
Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Ytd
2020 0,47 0,31 0,31 0,13 -0,11 0,32 -0,07 -0,08 -0,01 0,07 0,29 0,52 2,18
2021 0,16 0,19 0,01 0,22 0,38 -0,23 0,11 0,14 -0,11 0,07 0,27 0,46 1,69
2022 0,45 0,26 0,69 1,07 0,34 0,57 0,62 -0,06 1,21 -0,11 0,10 0,74 6,04
2023 0,47 0,35 -0,18 0,40 0,12 0,15 0,21 -0,05 0,11 0,13 0,36 0,37 2,48
2024 0,15 0,45 0,51 0,15 -0,12 -0,04 0,06 0,07 -0,21 0,02 - - 1,04
Sumber: Badan Pusat Sta s k
2.6. Tinjauan Proper Industri
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya untuk melakukan
langkah progresif untuk mendorong pertumbuhan sektor industri di Indonesia. Pembangunan
kawasan industri merupakan upaya mempercepat pertumbuhan dan penyebaran industri di
Indonesia. Pada awalnya, pembangunan di kawasan industri hanya dapat dilakukan oleh Badan
Usaha Milik Negara, namun seiring dengan perkembangan kebutuhan industri maka Swasta
diizinkan untuk membangun kawasan industri. Berdasarkan data dari Kementerian
Perindustrian Republik Indonesia terdapat 145 kawasan industri yang memiliki izin dengan luas
lahan 72.316 hektar dan ngkat okupansi mencapai 64,14%. Pada tahun 2023 terdapat 14
kawasan industri baru dan diperkirakan bertambah 18 kawasan industri baru pada tahun 2024.
Kawasan Jawa difokuskan untuk kegiatan industri berbasis teknologi nggi, padat karya, dan
industri hemat air. Sedangkan untuk luar Jawa, industri difokuskan untuk industri berbasis
pengolahan sumber daya alam dan peningkatan efisiensi sistem logis k. Industri manufaktur
merupakan sektor industri yang berperan pen ng dalam perekonomian untuk mendorong
perekonomian Indonesia terus berkembang. Kegiatan operasi perusahaan untuk menyediakan
II-5
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 31
kebutuhan masyarakat, seper makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya baik di pasar
domes k maupun ekspor. Perusahaan membutuhkan fasilitas yang modern dan besar untuk
mendukung operasi produksi, yang berdampak pada permintaan akan kawasan industri dan
proper terkait.
Perkembangan kawasan industri yang sudah berkembang berada pada wilayah Jawa Barat,
Jawa Timur dan Jawa Tengah, tetapi mulai terus berkembag di luar Jawa seper Sumatera,
Kalimantan, dan Sulawesi, mulai menarik perha an investor. Pemerintah berupaya melakukan
pemerataan kawasan industri dengan mengurangi ketergantungan pada wilayah Jakarta dan
Jawa Barat. Daerah yang saat ini sudah berkembang terutama di Jawa Barat untuk kawasan
industri yaitu Patal Padalarang, Patal Banjaran dan Patal Majalaya. Kota Majalaya yang berada
di Kabupaten Bandung merupakan kawasan sudah berkembang dengan industri teks l. Selain
itu, daerah di Jawa Barat berkembang dengan pembangunan industri garmen, industri
makanan minuman, kimia, kayu, bambu, rotan dan sejenisnya, industri barang-barang dari
logam dan industri lainnya.
Indeks Harga Proper Komersial untuk kategori jual pada triwulan III 2024 tercatat lebih rendah
dibandingkan kenaikan triwulan sebelumnya. Perlambatan Indeks Harga tersebut salah satunya
dipengaruhi oleh harga segmen lahan industri mengalami perlambatan dari sebesar 1,13%
(yoy) menjadi 0,71% (yoy) pada triwulan III 2024. Selain itu, Indeks Permintaan Proper
Komersial menurun dibandingkan triwulan II 2024. Penurunan dipengaruhi oleh perlambatan
permintaan pada segmen lahan industri menjadi sebesar 0,29% (yoy), lebih rendah dari
triwulan sebelumnya sebesar 0,37% (yoy). Perlambatan terutama di Semarang serta segmen
warehouse complex di wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) dan Palembang.
Berdasarkan data Colliers, pasokan lahan industri untuk kawasan Jakarta, Tangerang dan Bogor
pada Q3 2024 stagnan khususnya lahan di Jakarta yang semakin menipis. Di sisi lain,
pembangunan lahan industri semakin meningkat di Sukabumi. Permintaan lahan industri yang
semakin meningkat diharapkan dapat terpenuhi terutama oleh pasokan di kawasan Subang,
Ja luhur dan Purwakarta. Penjualan pada tahun 2024 mencapai 320 hektar yang mencatatkan
penjualan lebih nggi dari tahun sebelumnya, bahkan lebih baik sejak tahun 2020. Secara
keseluruhan, pasar lahan industri Indonesia tetap kuat, dengan terus meningkatnya
permintaan dari berbagai sektor industri. Posisi strategis kawasan industri, bersama dengan
kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan sektor yang sedang berkembang, akan menjadi
kunci untuk memanfaatkan laju pertumbuhan ini.
Harga tanah industri di Indonesia meningkat terutama di daerah Karawang, Tangerang, dan
Kota Tangerang, didorong oleh permintaan, persaingan, dan kelangkaan. Harga tanah industri
di Indonesia mengalami penyesuaian yang signifikan, dipengaruhi oleh kinerja regional,
dinamika pasar, dan faktor-faktor ekonomi makro. Peningkatan harga yang signifikan terjadi di
Kota Tangerang seiring ketersediaan tanah yang terbatas telah menaikkan harga secara tajam.
Kavling tanah yang tersisa, sekarang dihargai Rp 7 juta/m2, mengalami peningkatan
dibandingkan tahun sebelumnya dihargai Rp 6 juta/m2. Lonjakan harga yang signifikan
dipengaruhi kelangkaan dan permintaan yang nggi sehingga membentuk kembali strategi
penetapan harga di pasar yang kompe f.
II-6
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 32
3. PENILAIAN ASET
3.1 Klasifikasi Objek Penilaian
Sesuai Dokumen kepemilikan yang kami terima, Objek dalam Penilaian ini berdasarkan Surat
Konfirmasi Klasifikasi Aset Operasional / Non Operasional No. 069/PAI-Dir/XI/2024 tanggal
28 November 2024 merupakan Aset Operasional milik PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
beralamat di Jalan Raya Rancabolang/Jalan Gede Bage Selatan No. 98, Kelurahan Cisaranten
Kidul, Kecamatan Gede Bage (d/h Rancasari), Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.
3.2 Data dan Informasi
3.2.1 Lokasi dan Objek Penilaian
Proper yang menjadi Objek Penilaian berupa 3 ( ga) bidang tanah yang saling bersambungan
dengan total tanah seluas 19.539 m2 dan Bangunan dengan total luas 11.982 m2 yang terdiri
dari Bangunan I (Cu ng & Factory Outlet) seluas 5.411 m2, Bangunan II (Kantor) seluas
479 m2, Bangunan III (Gudang Bahan Baku) seluas 5.987 m2, Bangunan IV (Koperasi Karyawan)
seluas 63 m2, Bangunan V (Gardu PLN) seluas 30 m2, Bangunan VI (Pos Satpam) seluas 12 m2,
Tanah dan Bangunan tersebut beralamat di Jalan Raya Rancabolang/Jalan Gede Bage Selatan
No. 98, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gede Bage (d/h Rancasari), Kabupaten
Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Objek Penilaian berada di k koordinat 6°56'51.8"S 107°41'20.1"E.
Gambar 3-1 : Peta Lokasi Objek Penilaian
Sumber: Googl e Ma p, di ol a h SISCO
Untuk menuju Objek Penilaian salah satunya dapat melalui Jalan Soekarno Ha a dari Arah
Kota Bandung, sampai di Perempatan Jalan Raya Gedebage kemudian belok Kanan ke arah
Jalan Raya Gedebage atau, dari Jalan Soekarno Ha a, Objek Penilaian berjarak sekitar
± 1,5 Km, Objek Penilaian berada di sebelah Timur Jalan Raya Gedebage atau Jalan
Kiaracondong.
III-1
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 33
3.2.2 Fasilitas dan Keadaan Lingkungan
Lingkungan sekitar proper yang dinilai merupakan daerah yang berkembang, dan sarana
u litas seper fasilitas listrik dari PLN, dan telepon dari TELKOM sudah tersedia di kawasan
Objek Penilaian.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, bangunan di sekitar proper terdiri dari bangunan yang
digunakan sebagai Perumahan dan Perdagangan. Bangunan di sekitar proper yang dapat
digunakan sebagai petunjuk antara lain:
● Stasiun Gedebage
● Pusdikmin Lemdiklat POLRI
● Perumahan Summarecon Bandung
● Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat
3.2.3 Data Tanah
Tanah yang menjadi Objek Penilaian adalah 3 ( ga) bidang tanah yang saling bersambungan
(sebagaimana tabel dibawah ini) dengan total tanah seluas 19.539 m2. Denah bentuk tanah
seper pada Gambar 3-2.
Gambar 3-2 : Denah Objek Penilaian
Sumber: Ma na jemen, di ol a h SISCO
Tanah yang menjadi Objek Penilaian memiliki bentuk Segi Banyak / Tak Beraturan dengan sisi
muka menghadap ke Jalan Gedebage Selatan dengan lebar jalan di depannya kurang lebih
8 meter, dengan keadaan permukaan tanah matang dan elevasi sama dengan permukaan
jalan.
III-2
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 34
Tabel 3-1 : Legalitas Tanah
Tanggal Tanggal Luas
Tanggal
No Ser fikat Nama Pemegang Hak Penerbitan Berakhir Surat Ukur Tanah
Surat Ukur
Ser fikat Hak (m2)
SHGB PT. PRIMARINDO ASIA
1 30-6-1992 24-9-2041 1395/1989 1-6-1989 10.705
No. 1340 INFRASTRUCTURE, Tbk
SHGB PT. PRIMARINDO ASIA
2 15-7-1996 24-9-2041 3290/2020 17-01-2020 3.104
No. 1337 INFRASTRUCTURE, Tbk
SHGB PT. PRIMARINDO ASIA
3 15-7-1996 24-9-2041 3292/2020 17-01-2020 5.730
No. 1339 INFRASTRUCTURE, Tbk
Total Luas Tanah 19.539
Batas-Batas Tanah tersebut adalah antara lain:
Sebelah Utara : Jalan Rancapancing
Sebelah Selatan : Tanah dan Bangunan
Sebelah Timur : Tanah dan Bangunan
Sebelah Barat : Jalan Gede Bage Selatan
3.2.4 Data Bangunan
Bangunan yang menjadi Objek Penilaian diuraikan sebagai berikut :
1. Bangunan I (Cu ng & Factory Outlet)
● Pondasi : Pondasi Dalam/Bor Pile/Mini Pile;
● Struktur : Struktur Beton Bertulang;
● Rangka Atap : Rangka Baja Ringan Kelas Ii;
● Penutup Atap : Spandex/Galvalum;
● Dinding : Batu Bata Dilapis Cat;
● Lantai : Keramik Lokal;
● Pintu Dan Jendela : Rangka Pintu Besi / Baja;
● Luas Lantai : 5.411 m2;
● Kondisi Fisik : Cukup;
● Tahun dibangun : 1993;
2. Bangunan Kantor
● Pondasi : Pondasi Dalam/Bor Pile/Mini Pile;
● Struktur : Struktur Beton Bertulang;
● Rangka Atap : Rangka Baja Ringan Kelas Ii;
● Penutup Atap : Spandex/Galvalum;
● Plafon : Gypsumboard Rangka Alumunium;
● Dinding : Batu Bata Dilapis Cat;
III-3
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 35
● Lantai : Keramik Lokal;
● Pintu Dan Jendela : Pintu & Jendela Kaca Rayband;
● Luas lantai : 479 m2;
● Kondisi Fisik : Cukup;
● Tahun dibangun : 1993;
3. Bangunan Gudang Bahan Baku
● Pondasi : Pondasi Dalam/Bor Pile/Mini Pile;
● Struktur : Struktur Beton Bertulang;
● Rangka Atap : Rangka Baja Ringan Kelas Ii;
● Penutup Atap : Spandex/Galvalum;
● Dinding : Batu Bata Dilapis Cat;
● Lantai : Keramik Lokal;
● Pintu Dan Jendela : Rangka Pintu Besi / Baja;
● Luas lantai : 5.987 m2;
● Kondisi Fisik : Cukup;
● Tahun dibangun : 1993;
4. Bangunan Koperasi Karyawan
● Pondasi : Pondasi Dalam/Bor Pile/Mini Pile;
● Struktur : Struktur Beton Bertulang;
● Rangka Atap : Rangka Baja Ringan Kelas Ii;
● Penutup Atap : Dak Beton;
● Plafon : Gypsumboard Rangka Alumunium;
● Dinding : Batu Bata Dilapis Cat;
● Lantai : Keramik Lokal;
● Pintu Dan Jendela : Pintu & Jendela Kaca Bening;
● Luas lantai : 63 m2;
● Kondisi Fisik : Cukup;
● Tahun dibangun : 1993;
5. Bangunan Gardu PLN
● Pondasi : Pondasi Dalam/Bor Pile/Mini Pile;
● Struktur : Struktur Beton Bertulang;
● Rangka Atap : Rangka Baja Ringan Kelas Ii;
● Penutup Atap : Dak Beton;
● Dinding : Batu Bata Dilapis Cat;
● Lantai : Keramik Lokal;
III-4
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 36
● Pintu Dan Jendela : Rangka Pintu Besi / Baja;
● Luas lantai : 30 m2;
● Kondisi Fisik : Cukup;
● Tahun dibangun : 1993;
6. Bangunan Pos Satpam
● Pondasi : Pondasi Dalam/Bor Pile/Mini Pile;
● Struktur : Struktur Beton Bertulang;
● Rangka Atap : Rangka Baja Ringan Kelas Ii;
● Penutup Atap : Spandex/Galvalum;
● Plafon : Gypsumboard Rangka Alumunium;
● Dinding : Batu Bata Dilapis Cat;
● Lantai : Keramik Lokal;
● Pintu Dan Jendela : Pintu & Jendela Kaca Bening;
● Luas lantai : 12 m2;
● Kondisi Fisik : Cukup;
● Tahun dibangun : 1993;
Bangunan tersebut dilengkapi dengan (1) Surat Idzin Bangunan No. 647/492//DPU-KB/1988
pada tanggal 26 Agustus 1988 an. Sdr. Drs. DIDI CHARA (PT. BINTANG KHARISMA) yang tercatat
untuk mendirikan bangunan Pabrik Sepatu, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten
Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pekerjaan Umum, (2) Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
No. 503.644.4/SI-0122/Dpb/1999 pada tanggal 04 FEB 1999 atas nama PT PRIMARINDO ASIA
INFRASTRUCTURE (d/h PT. BINTANG KHARISMA) yang tercatat untuk memperluas bangunan
tambahan pabrik sepatu, gudang dan ruang kerja, yang dikeluarkan oleh Pemerintah
Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pengawasan Bangunan.
3.3 Peruntukan dan Penggunaan Saat Ini
Berdasarkan pengecekan pada website: h ps://gistaru.atrbpn.go.id/rtronline/, Objek Penilaian
di peruntukan sebagai Kawasan Industri.
Penggunaan Objek Penilaian pada saat peninjauan lokasi adalah Pabrik Sepatu dan Tas
PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk.
3.4 Penggunaan Ter nggi dan Terbaik (Highest and Best Use - HBU)
HBU didefinisikan sebagai penggunaan yang paling mungkin dan op mal dari suatu aset, yang
secara fisik dimungkinkan, telah diper mbangkan secara memadai, secara hukum diijinkan,
secara finansial layak dan menghasilkan nilai ter nggi dari aset tersebut. (SPI Edisi VII 2018 :
KPUP : 10.1)
1. Penggunaan :
Objek Penilaian terletak di Jalan Gedebage Selatan, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan
Gede Bage, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, serta telah memenuhi ketentuan
III-5
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 37
Penggunaan yang sesuai berupa Pabrik Sepatu dan Tas, dimana Objek Penilaian berada
dalam kawasan dengan ketentuan Peruntukan berada di kawasan Industri. Karakteris k
lokasi aset terletak di lokasi berkembang, dengan fasilitas sarana dan prasarana serta
ngkat aksesibilitas menuju aset tersebut memadai. Proper yang dinilai terletak di daerah
yang berkembang. Perkembangan pasar proper di sekitar lokasi menunjukkan
perkembangan yang cukup baik.
2. Waktu :
Berdasarkan kondisi Pasar yang ada potensi Op mal dari waktu penggunaan Objek
Penilaian adalah Sekarang. Hal ini dilihat dari stabilnya permintaan dan pasokan untuk
proper yang sebanding dengan Objek Penilaian.
3. Pelaku Pasar :
Pada saat inspeksi dilakukan, Pelaku Pasar paling Op mal dari sisi Pengguna Proper
adalah Pergudangan, Pelaku Industri, kemudian dari sisi Pembeli Proper adalah Investor,
Pengusaha.
3.5 Pendekatan dan Metode Penilaian
Pendekatan dan Metode yang digunakan dalam Penilaian ini adalah Pendekatan Biaya dengan
Metode Penjumlahan (Summa on Method). Pendekatan dan Metode tersebut digunakan
dikarenakan disekitar Objek Penilaian dak terdapat data yang sama/ sejenis.
Proses Penilaian Pendekatan Biaya dengan Metode Penjumlahan (Summa on Method)
adalah sebagai berikut:
1. Indikasi Nilai Pasar Tanah didapatkan dengan Metode Perbandingan Data Pasar.
Metode Perbandingan Data Pasar, dalam penilaian bisnis juga dikenal sebagai Guideline
Transac on Method sedangkan dalam penilaian proper dikenal sebagai Direct Comparison
Metod, yaitu menggunakan informasi dari transaksi atau penawaran yang melibatkan aset
yang sama atau sejenis dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan indikasi nilai. (SPI 106
: 6.2.a)
2. Indikasi Nilai Pasar Bangunan didapatkan dengan Metode Biaya Penggan .
Metode Biaya Penggan dikenal juga dengan metode Biaya Penggan Terdepresiasi
(Depreciated Replacement Cost/DRC), metode tersebut mengindikasikan nilai dengan
menghitung biaya untuk membuat aset yang serupa dengan u litas yang setara. (SPI 106 :
6.6.a)
3. Kesimpulan Nilai Pasar didapatkan dengan menjumlahkan Indikasi Nilai Pasar Tanah dan
Indikasi Nilai Pasar Bangunan.
3.6 Proses Penilaian
3.6.1 Proses Penilaian Pendekatan Pasar dengan Metode Perbandingan Data Pasar
Adapun proses atau tata cara yang digunakan Penilai untuk menentukan Nilai Pasar
menggunakan Pendekatan Pasar dengan Metode Perbandingan Data Pasar adalah sebagai
berikut:
III-6
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 38
a. Melakukan Inspeksi lokasi terhadap Objek Penilaian, dengan melakukan iden fikasi dan
lain-lainnya yang mempengaruhi Indikasi Nilai Pasar.
b. Melakukan Inspeksi terhadap Data Pasar, dalam hal ini adalah data-data sebanding dengan
Objek Penilaian yang ditawarkan untuk dijual.
c. Dalam menentukan Indikasi Nilai Pasar, Penilai membandingkan secara apple to apple
antara Objek Penilaian dengan data-data sebanding di sekitar lokasi, terhadap adanya
perbedaan antara Objek Penilaian dengan data-data pembanding dilakukan penyesuaian
atau adjustment.
d. Dari data-data yang telah dikategorikan sebanding atau mewakili, Penilai melakukan proses
penyesuaian antara Objek Penilaian dengan data-data pembanding.
e. Pada penyesuaian penilai menggunakan teknik penyesuaian dalam bentuk persentase (%).
f. Hasil penyesuaian dan setelah memperha kan faktor-faktor yang mempengaruhi Indikasi
Nilai Pasar, kemudian Penilai menyimpulkan Nilai Pasar dari Objek Penilaian.
g. Kemudian Penilai menges masi Biaya Penjualan dan Biaya Penyelesaian.
h. Nilai Pasar didapatkan dari mengurangkan antara Indikasi Nilai Pasar dengan Biaya
Penjualan dan Biaya Penyelesaian.
3.6.2 Proses Penilaian Bangunan dengan Pendekatan Biaya Metode Biaya Penggan Terdepresiasi
Adapun proses atau tata cara yang digunakan Penilai untuk menentukan Nilai Pasar Bangunan
menggunakan Pendekatan Biaya dengan Metode Biaya Reproduksi adalah sebagai berikut:
a. Melakukan Inspeksi lokasi terhadap Objek Penilaian, dengan melakukan Iden fikasi dan
hal-hal lainnya yang mempengaruhi Nilai Pasar.
b. Memperhitungkan Biaya Reproduksi dari Objek Penilaian menggunakan dasar dari Biaya
Teknis Bangunan yang dikeluarkan oleh Masyarakat Asosiasi Penilai Publik Indonesia
(MAPPI), serta melakukan inspeksi terhadap data pasar dari biaya pembuatan/ penggan
baru dari proper yang iden k/setara dengan Objek Penilaian.
c. Menges masi penyusutan fisik dan ekonomis.
d. Penyusutan fisik dies masi dengan memperhitungkan umur pakai, masa pemakaian, umur
sisa.
e. Selanjutnya dengan mengurangi Biaya Reproduksi dengan penyusutannya, Penilai
menyimpulkan Nilai Pasar Bangunan dari Objek Penilaian.
3.7 Indikasi Nilai Pasar
3.7.1 Indikasi Nilai Pasar Tanah
Dengan menggunakan Pendekatan Pasar metode Perbandingan Data Pasar, serta
memperha kan Asumsi dan Kondisi Pembatas, Penilai berusaha untuk mendapatkan Nilai
Pasar Objek Penilaian dengan cara membandingkan Aset yang dinilai dengan Aset-aset lain
yang dijual di daerah sekitar yang sedang ditawarkan. Tentulah Aset yang dibandingkan dak
sama persis dengan proper yang dinilai, oleh karenanya akan dilakukan
penyesuaian/adjustment berdasarkan perbedaan yang ada.
III-7
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 39
Pada waktu melakukan Inspeksi ke lokasi Objek Penilaian, Penilai memperoleh beberapa data
yang sedang ditawarkan untuk ditawarkan di sekitar lokasi proper . Dapat disebutkan di
bawah ini beberapa data yang dipergunakan oleh Penilai :
DATA 1
Jenis Aset : Rumah Tinggal
Lokasi : Jalan Raya Majalaya - Rancaekek No.KM4, Kelurahan Solokanjeruk,
Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
Ti k Koordinat : 7°01'19.3"S 107°44'58.5"E
Luas Tanah : 1.400 m2
Luas Bangunan : 420 m2
Peruntukan : Industri
Tanggal Penawaran : 14 November 2024
Harga : Rp. 6.000.000.000,-/Nego
DATA 2
Jenis Aset : Tanah
Lokasi : Jalan Raya Sapan, Kelurahan Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang,
Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
Ti k Koordinat : 6°58'59.4"S 107°41'23.3"E
Luas Tanah : 5.350 m2
Peruntukan : Industri
Tanggal Penawaran : 14 November 2024
Harga : Rp. 16.050.000.000,-/Nego
DATA 3
Jenis Aset : Tanah
Lokasi : Jalan Raya Sapan, Kelurahan Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang,
Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
Ti k Koordinat : 6°58'53.4"S 107°41'16.6"E
Luas Tanah : 40.000 m2
Peruntukan : Industri
Tanggal Penawaran : 14 November 2024
Harga : Rp. 100.000.000.000,-/Nego
III-8
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 40
Berdasarkan data-data Pembanding diatas, selanjutnya Penilai melakukan perbandingan guna
menghitung Indikasi Nilai Pasar Objek Penilaian, dengan cara melakukan analisa tambah kurang
dalam bentuk persentase. Berdasarkan analisa tersebut, maka Indikasi Nilai Pasar Objek
Penilaian yang beralamat di Jalan Raya Rancabolang/Jalan Gede Bage Selatan No. 98,
Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gede Bage (d/h Rancasari), Kabupaten Bandung,
Provinsi Jawa Barat, pada tanggal 14 November 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 3-2 : Indikasi Nilai Pasar Tanah
No. Jenis Aset Luas (m2) Indikasi Nilai Pasar (Rp)
1 Tanah 19.539 59.007.780.000
Jumlah (Rp) 59.007.780.000
3.7.2 Indikasi Nilai Pasar Bangunan
Nilai Pasar Bangunan dengan Metode Biaya Reproduksi, diperoleh dengan mengurangkan
Biaya Reproduksi Objek yang dinilai dengan penyusutan aset yang dinilai.
Biaya Reproduksi
Biaya Reproduksi adalah es masi biaya untuk mereproduksi suatu aset baru yang sama atau
iden k dengan objek penilaian.
Penyusutan
Kondisi Aset direpresentasikan dengan persentase aset terhadap kondisi aset baru (100%).
Persentase kondisi didapatkan dari penjumlahan depresiasi umur fisik, fungsi dan ekonomi.
Dalam hal ini penyusutan didapat dari penyusutan umur fisik, di mana dipengaruhi oleh tahun
Bangunan tersebut dibuat.
Berdasarkan analisis tersebut maka Indikasi Nilai Pasar Objek Penilaian, yang beralamat di
Jalan Raya Rancabolang/Jalan Gede Bage Selatan No. 98, Kelurahan Cisaranten Kidul,
Kecamatan Gede Bage (d/h Rancasari), Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada tanggal
penilaian 14 November 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 3-3 : Indikasi Nilai Pasar Bangunan
No. Jenis Aset Luas (m2) Indikasi Nilai Pasar (Rp)
1 Bangunan I (Cu ng & Factory Outlet) 5.411 4.869.900.000
2 Bangunan II (Kantor) 479 488.580.000
3 Bangunan III (Gudang Bahan Baku) 5.987 5.388.300.000
4 Bangunan IV (Koperasi Karyawan) 63 68.040.000
5 Bangunan V (Gardu PLN) 30 27.900.000
6 Bangunan VI (Pos Satpam) 12 12.240.000
III-9
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 41
3.8 Kesimpulan Nilai Pasar
Berdasarkan Pendekatan Pasar dengan Metode Perbandingan Data Pasar dan Pendekatan
Biaya metode Biaya Reproduksi dengan memperha kan faktor-faktor yang mempengaruhi
Nilai Pasar, serta dengan memper mbangkan kondisi pasar saat ini, maka Penilai
menyimpulkan Nilai Pasar Aset yang beralamat di Jalan Raya Rancabolang/Jalan Gede Bage
Selatan No. 98, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gede Bage (d/h Rancasari), Kabupaten
Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada tanggal penilaian 14 November 2024 diuraikan sebagai
berikut adalah :
Tabel 3-4 : Kesimpulan Nilai Pasar
No. Jenis Aset Luas (m2) Indikasi Nilai Pasar (Rp)
1 Tanah 19.539 59.007.780.000
2 Bangunan I (Cu ng & Factory Outlet) 5.411 4.869.900.000
3 Bangunan II (Kantor) 479 488.580.000
4 Bangunan III (Gudang Bahan Baku) 5.987 5.388.300.000
5 Bangunan IV (Koperasi Karyawan) 63 68.040.000
6 Bangunan V (Gardu PLN) 30 27.900.000
7 Bangunan VI (Pos Satpam) 12 12.240.000
Total Tanah & Bangunan (Rp) 69.862.740.000
Pembulatan (Rp) 69.860.000.000
III-10
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 42
4. KESIMPULAN
Berdasarkan POJK 28, SPI Edisi VII 2018, KEPI, dan dengan memper mbangkan seluruh
informasi yang relevan serta mengama kondisi pasar makro perekonomian Indonesia yang
ada, maka sesuai dengan asumsi-asumsi, metode penilaian, syarat-syarat dan/atau
pembatasan-pembatasan tertentu yang tercantum pada Laporan ini, serta diasumsikan bahwa
semua data dan informasi yang SISCO terima adalah benar dan akurat, SISCO berpendapat
bahwa Nilai Pasar, pada tanggal penilaian 14 November 2024 adalah sebagai berikut:
Rp. 69.860.000.000,-
Enam Puluh Sembilan Miliar Delapan Ratus Enam Puluh Juta Rupiah
Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Persetujuan SISCO harus didapatkan atas se ap publikasi terhadap keseluruhan atau sebagian
dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi yang terkait dengan Objek
Penilaian. Adalah dak dibenarkan untuk menerbitkan duplikat dokumen maupun pernyataan,
edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ke ga tanpa persetujuan tertulis terlebih
dahulu dari SISCO, baik mengenai format cetak maupun konteks dimana akan dimunculkan
/dipublikasikan.
Penutup
Sesuai dengan praktek standar yang umum dilakukan SISCO, maka SISCO menegaskan bahwa
SISCO dak menarik keuntungan dalam bentuk apapun, baik sekarang maupun dimasa yang
akan datang atas aset yang dinilai atau dari pendapat nilai yang dikeluarkan. SISCO
mengingatkan bahwa Laporan ini hanya merupakan salah satu bentuk informasi yang
digunakan sehubungan dengan rencana Jual Beli, oleh karenanya dak direkomendasikan
untuk kepen ngan lainnya. Laporan ini harus dibaca secara menyeluruh, bersifat rahasia dan
hanya disampaikan kepada Pemberi Tugas sesuai dengan Kontrak atau Perjanjian Kerjasama
Jasa Penilaian Proper atas nama PT Primarindo Asia Infrastructure, Tbk antara KJPP SISCO
Cabang Bogor dengan No. P-PPC/SISCO-BGR/BGR/SET/121124.02 tanggal 12 November 2024.
SISCO dak bertanggung jawab kepada pihak ke ga atas rujukan terhadap Laporan ini, baik
sebagian maupun keseluruhan.
SISCO dak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat SISCO
karena peris wa-peris wa yang terjadi setelah tanggal Laporan Penilaian ini.
IV-1
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 43
LAMPIRAN
Page 44
LAMPIRAN FOTO OBJEK PENILAIAN
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Jalan Raya Rancabolang/Jalan Gede Bage Selatan No. 98
Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage
Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat
Tampak Akses Utama Menuju Objek Penilaian
Tampak Jalan Depan Objek Penilaian
Page 45
LAMPIRAN FOTO OBJEK PENILAIAN
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Jalan Raya Rancabolang/Jalan Gede Bage Selatan No. 98
Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage
Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat
Tampak Area Objek Penilaian
Tampak Bangunan Kantor Objek Penilaian
Page 46
LAMPIRAN FOTO OBJEK PENILAIAN
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Jalan Raya Rancabolang/Jalan Gede Bage Selatan No. 98
Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage
Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat
Tampak Bangunan Gudang Bahan Baku Objek Penilaian
Tampak Depan Bangunan Factory Outlet Objek Penilaian
Page 47
LAMPIRAN FOTO OBJEK PENILAIAN
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Jalan Raya Rancabolang/Jalan Gede Bage Selatan No. 98
Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage
Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat
Tampak Depan Bangunan Koperasi Karyawan Objek Penilaian
Tampak Bangunan Gardu PLN Objek Penilaian
Page 48
LAMPIRAN FOTO OBJEK PENILAIAN
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Jalan Raya Rancabolang/Jalan Gede Bage Selatan No. 98
Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage
Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat
Tampak Bangunan Pos Satpam Objek Penilaian
Page 49
LAMPIRAN DENAH DAN PETA OBJEK PENILAIAN
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage
Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat
DENAH
Tanah Objek Penilaian Bangunan IV Objek Penilaian (Gardu PLN)
Bangunan I Objek Penilaian (FO & Cu ng) Bangunan V Objek Penilaian (Pos Satpam)
Bangunan II Objek Penilaian (Kantor & Gudang Bahan Baku)
Bangunan III Objek Penilaian (Kopkar)
PETA
Names mentioned 29 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT PAI
p.2 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×3
unresolved
person
Kantor Jasa Penilai Publik Satria Se
p.2 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×2
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan
p.2 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.2 ×4
unresolved
org
PT. PRIMARINDO ASIA
p.4 ×7
unresolved
person
Drs. DIDI CHARA
p.5 ×9
unresolved
org
PT. BINTANG KHARISMA
p.5 ×10
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pekerjaan Umum
p.5 ×5
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×5
unresolved
org
Pusat Sta
p.6 ×4
unresolved
—
SISCO
· Penilai
p.10
unresolved
org
PT. PRIMARINDO ASIA SHGB
p.18 ×3
unresolved
person
Zakky Dzulfahmi Akbari
p.22
unresolved
org
Bank Indonesia II-
p.27
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.30
unresolved
org
Milik Negara
p.30
unresolved
org
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia
p.30
unresolved
org
KJPP SISCO Cabang Bogor
p.42
unresolved
org
Koperasi Karyawan Objek Penilaian Tampak Bangunan Gardu PLN
p.47
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.