Skip to content
Back to announcement

20260617_CTTH_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32101927_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review CTTH

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 23

Page 1
LAPORAN RINGKAS STUDI KELAYAKAN
 FEASIBILITY STUDY SHORT REPORT

   Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                            Oleh

                    PT Citatah Tbk
             Jalan Prof. DR. Satrio No.10 Blok C4,
            Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi,
  Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950
Page 2
                                                                                                 08 Juni 2026

Kepada Yth,
PT Citatah Tbk
Jalan Prof. DR. Satrio No.10 Blok C4,
Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi,
Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950

No. Laporan       : 00188/2.0131-09/BS-FS/04/0643/1/VI/2026
Hal               : Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

Dengan hormat,

Dalam rangka memenuhi kontrak penugasan penilaian yang dilakukan berdasarkan surat penawaran yang telah
disetujui sekaligus menjadi kontrak kerja penugasan Nomor: 00071/2.0131-09/KJPPSPR/FS-CTT/II/2026 tanggal
25 Februari 2026. Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan proses penilaian atas Objek
Penilaian. Kami telah melakukan Investigasi yang terdiri dari Inspeksi, penelaahan, penghitungan, analisis, dan
memastikan bahwa Proses Penilaian sudah dilakukan dengan cara yang benar.

Dengan diterbitkannya laporan ini sebagai revisi dalam pengungkapan analisa, kami menegaskan bahwa laporan
studi kelayakan sebelumnya dengan No. 00116/2.0131-09/BS-FS/04/0643/1/IV/2026 tanggal 27 April 2026
dibatalkan atau sudah tidak berlaku lagi.

• STATUS KONSULTAN
  • Penilai Publik yang bertanda tangan di dalam Laporan Penilaian ini yaitu Ginanjar Rizki Tarekat, S.T,
    M.Ec.Dev, MAPPI (Cert) merupakan Penilai Publik Properti dan Bisnis dengan Nomor Izin No. P-
    1.18.00532 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 782/KM.1/2018 Tanggal 17 Desember
    2018 dan Nomor Izin Penilai Publik No. B-1.23.00643 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
    Nomor 214/KM.1/2023 Tanggal 17 Mei 2023, bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
    Sugianto Prasodjo dan Rekan yang memperoleh Izin Usaha dari Kementerian Keuangan No. 2.15.0131
    berdasarkan Kepmenkeu No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015.
  • Penilai Publik terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal dengan nomor izin STTD.PPB-
    47/PM.02/2023 tanggal 17 Juli 2023 yang tergabung dalam KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan dengan
    Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-859/PM.223/2015 tanggal 17 November
    2015.
  • Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian secara obyektif dan tidak memihak.
  • Penilai tidak memiliki potensi benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian.
  • Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian sehingga tidak memerlukan bantuan tenaga ahli
    untuk melengkapi pelaksanaan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan.
  • Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini di bawah koordinator Penilai berizin atau
    Penilai Publik pada laporan penilaian.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                   i
Page 3
• PEMBERI TUGAS
  Pemberi Tugas adalah PT Citatah Tbk yang beralamat di Jalan Prof. DR. Satrio No.10 Blok C4, Kuningan
  Timur, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950.

• PENGGUNA LAPORAN
  Pengguna Laporan adalah PT Citatah Tbk yang beralamat di Jalan Prof. DR. Satrio No.10 Blok C4, Kuningan
  Timur, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950.

• OBJEK STUDI KELAYAKAN
  Objek Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha oleh PT Citatah Tbk yaitu KBLI 46733
  (Perdagangan Besar Bahan Konstruksi dari Tanah Liat, Kapur, Semen, atau Kaca). Kelompok ini mencakup
  perdagangan besar bahan konstruksi yang terbuat dari tanah liat, kapur, semen, atau kaca, seperti genteng
  pres, genteng kodok, batu bata pres, batu bata berongga, bata tahan api, ubin lantai, ubin dinding, ubin batako,
  termasuk juga lubang angin, bak mandi, kloset, eternit, pipa irigasi dan buis.

• JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
  Objek Penilaian dinilai dengan menggunakan mata uang Rupiah. Sebagai tambahan informasi, nilai kurs
  tengah Bank Indonesia pada tanggal penilaian adalah USD 1 = Rp16.782.

• MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
  Maksud dan tujuan adalah memberikan pendapat kelayakan atas perubahan rencana kegiatan usaha oleh
  PT Citatah Tbk untuk kepentingan Pasar Modal dengan lingkup indikator Net Present Value (NPV), Internal
  Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period.

   Studi Kelayakan dilakukan dalam rangka memenuhi persyaratan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
   Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
   Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
   Penilaian dan Penyajian Laporan Bisnis di Pasar Modal.

• METODOLOGI STUDI KELAYAKAN
  Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu:
  • Pengumpulan data-data primer dari Perusahaan yang terkait dengan proyek yang meliputi data data
      identitas, perizinan, rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait dengan rencana proyek.
  • Analisis makroekonomi dan industri.
  • Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan proyek. Analisis ini dilakukan
      dengan menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index
      (PI), dan Payback Period.

• TANGGAL STUDI KELAYAKAN
  Tanggal studi kelayakan per 31 Desember 2025. Sehubungan dengan kemungkinan perubahan yang terjadi
  terhadap kondisi pasar dan kondisi objek tersebut, maka laporan penilaian ini hanya dapat mempresentasikan
  tentang opini kelayakan pada tanggal studi kelayakan.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                      ii
Page 4
• TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
  Studi Kelayakan ini dilakukan dengan batasan investigasi sebagai berikut:
   • Tidak dilakukan uji tuntas atas laporan keuangan objek studi kelayakan dan penelaahan atas informasi
       pada laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan studi kelayakan.
   • Tidak dilakukan uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek studi kelayakan.
   • Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen Perusahaan bertujuan untuk mendapatkan
       dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi secara tertulis atau
       wawancara langsung.
   • Penelaahan, perhitungan, dan analisa dapat dilakukan dengan baik tanpa terhalang oleh informasi yang
       tersembunyi atau sengaja disembunyikan.

   Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai di
   antaranya dengan melakukan wawancara terhadap Manajemen Perseroan, yaitu Ibu Tiffany Johanes selaku
   Direktur dari PT Citatah Tbk.

• SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
  Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan
  sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional maupun internasional. Sumber data
  tersebut antara lain:
   • Bank Indonesia atau bank sentral negara lain
   • Bursa efek Indonesia atau bursa lainnya
   • Badan Pusat Statistik atau Lembaga statistik lain
   • Data riset dari Lembaga independen, namun tidak terbatas pada Bloomberg, IMF, dan Bank Dunia
   • Informasi dari media elektronik dan media cetak

• ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
   • Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
   • Perusahaan diasumsikan sebagai perusahaan yang sedang berjalan dan akan melanjutkan kegiatan
     usahanya di masa yang akan datang.
   • Untuk tujuan Studi Kelayakan, Penilai Bisnis menggunakan data dan informasi yang disediakan oleh
     manajemen Perusahaan serta hasil investigasi memadai, di mana Penilai telah melakukan penelaahan
     yang diperlukan guna meyakini keakuratan sumber data tersebut.
   • Laporan keuangan audit dan dokumen pendukung lainnya yang digunakan sebagai dasar analisis dalam
     Laporan Studi Kelayakan ini telah dilakukan penelaahan oleh Penilai Bisnis, serta diperoleh dari sumber
     yang dapat dipercaya keakuratannya. Studi Kelayakan dilakukan dengan adanya akses untuk
     pelaksanaan investigasi yang memadai.
   • Studi kelayakan didasarkan atas proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
     kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaian (fiduciary
     duty).
   • Proyeksi harga, volume penjualan, dan informasi keuangan lainnya didasarkan atas informasi keuangan
     prospektif yang disiapkan oleh manajemen yang telah disesuaikan dan diasumsikan dapat dicapai.
   • Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan, kewajaran proyeksi keuangan yang telah
     disesuaikan, serta bertanggung jawab penuh atas Laporan Studi Kelayakan Bisnis dan kesimpulan
     kelayakan usaha yang dihasilkan.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                iii
Page 5
    •     Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang
          dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
    •     Perusahaan diasumsikan telah memenuhi seluruh aspek legal dan perundang-undangan yang berlaku
          secara umum maupun spesifik terhadap industrinya. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi dan
          dokumen atas status hukum objek Studi Kelayakan dari Pemberi Tugas.

• PERSYARATAN DAN PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
  Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
  mempengaruhi operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Studi Kelayakan ini
  sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat informasi
  rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan di dalam laporan ini. Penggunaan Laporan di luar
  dari ketentuan yang disebutkan dalam Lingkup Penugasan Laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis
  dari KJPP SPR serta Pemberi Tugas.

   Tanda tangan Penilai Publik dan cap KJPP SPR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan Studi Kelayakan
   yang dihasilkan.

• KONFIRMASI DILAKUKAN BERDASARKAN PERATURAN OJK SERTA KEPI & SPI
  Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan telah dibuat dengan memenuhi ketentuan
  POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat
  SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
  Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018
  beserta Edisi Revisi SPI 330 Tahun 2020.

• KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL STUDI KELAYAKAN
  Tidak terdapat kejadian-kejadian penting terkait objek studi kelayakan yang diketahui maupun yang patut
  diketahui sampai dengan tanggal laporan yang dapat mempengaruhi nilai objek studi kelayakan.

• ANALISA KELAYAKAN

   1. Analisis Kelayakan Pasar

        Kondisi Pasar
        Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada hampir
        seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian yang terkontraksi sebesar 0,66 persen.
        Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Jasa Lainnya sebesar 9,93 persen; diikuti oleh Jasa
        Perusahaan sebesar 9,10 persen; serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,78 persen. Sementara
        itu, Industri Pengolahan; serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang
        memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia masing-masing tumbuh sebesar 5,30 persen
        dan 5,49 persen.

        Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 dibanding triwulan III-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 0,86 persen.
        Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan
        Sosial Wajib sebesar 13,59 persen; diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 7,48 persen. Sementara itu,
        Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; serta Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang
        masing-masing mengalami kontraksi sebesar 18,33 persen dan 1,30 persen.



Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                     iv
Page 6
      Pangsa Pasar

      Perseroan adalah perusahaan yang berencana menambah kegiatan usaha baru yang fokusnya pada
      pekerjaan berbasis proyek (commercial projects and kitchen countertops) dengan model pasokan
      indent/back-to-back.

      Kondisi pasar surface material saat ini tengah mengalami transformasi signifikan yang didorong oleh
      pemulihan sektor properti dan pergeseran gaya hidup masyarakat modern. Permintaan terhadap material
      pelapis permukaan, mulai dari High-Pressure Laminate (HPL) hingga batu rekayasa seperti Engineered
      Quartz, menunjukkan korelasi positif dengan meningkatnya volume proyek residensial menengah-atas dan
      renovasi ruang komersial. Konsumen kini tidak lagi hanya mementingkan aspek fungsional, tetapi juga
      menjadikan estetika visual, tekstur, dan fleksibilitas aplikasi sebagai variabel utama dalam pengambilan
      keputusan pembelian. Tren desain interior yang mengarah pada konsep minimalis dan industrial telah
      menciptakan ceruk pasar yang besar bagi material yang mampu meniru tampilan alami namun tetap
      menawarkan kemudahan perawatan. Dalam konteks ini, pelaku usaha yang bergerak pada model
      perdagangan, impor, dan project supply memiliki peluang besar untuk merespons kebutuhan pasar secara
      cepat melalui penyediaan produk yang variatif, layanan inden, serta skema pengadaan indent/back-to-back
      yang efisien.

      Secara fundamental, dinamika pasar saat ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran konsumen
      terhadap kebersihan, higienitas, dan kemudahan pemeliharaan. Material non-pori yang memiliki ketahanan
      terhadap bakteri dan noda, seperti Solid Surface dan Engineered Quartz, mulai menggeser dominasi batu
      alam tradisional di segmen dapur dan area basah. Hal ini memberikan peluang strategis bagi perusahaan
      yang berfokus pada impor dan distribusi material untuk menghadirkan solusi produk dengan spesifikasi
      teknis yang sesuai kebutuhan proyek. Dalam model usaha ini, pengendalian mutu tidak berfokus pada
      pengolahan bahan mentah, melainkan pada proses seleksi pemasok, pemeriksaan kualitas saat barang
      diterima, penanganan, pengemasan, logistik pengiriman, serta pengelolaan penyimpanan secara terbatas
      agar mutu produk tetap terjaga hingga ke tangan pelanggan. Untuk produk kitchen top, nilai tambah juga
      diperoleh melalui proses fabrikasi yang dilakukan secara terbatas dan terkontrol, mencakup mencakup
      dukungan fabrikasi berupa pemotongan dan finishing sesuai spesifikasi proyek, sementara instalasi di lokasi
      dilakukan oleh pihak ketiga (kontraktor/aplikator).

      Meskipun persaingan dengan produk impor masih cukup ketat, adanya preferensi pasar terhadap
      ketersediaan barang, kecepatan layanan purnajual, ketepatan pengiriman, serta kustomisasi desain
      memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk menguasai pangsa pasar domestik secara lebih efektif.
      Keunggulan kompetitif tidak semata ditentukan oleh kepemilikan fasilitas produksi, melainkan oleh
      kemampuan mengelola rantai pasok, menjaga konsistensi mutu saat penerimaan dan distribusi, serta
      menyediakan layanan fabrikasi kitchen top yang presisi dan sesuai kebutuhan pelanggan.

      Ke depan, prospek industri surface material diprediksi akan terus tumbuh stabil, selaras dengan ekspansi
      pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa. Faktor keberlanjutan atau
      sustainability juga mulai muncul sebagai standar baru, di mana material yang ramah lingkungan dan memiliki
      jejak karbon rendah mendapatkan atensi lebih dari pengembang proyek berskala besar. Oleh karena itu,
      investasi pada sektor ini memiliki tingkat kelayakan yang menjanjikan, selama pelaku usaha mampu
      beradaptasi dengan fluktuasi harga global, mengelola impor dan distribusi secara efisien, menjaga kualitas
      melalui proses QC dan handling yang baik, serta secara konsisten menghadirkan solusi material dan
      layanan fabrikasi yang relevan dengan kebutuhan pasar yang semakin terfragmentasi.
      Permintaan material permukaan (surface materials) di Indonesia utamanya didorong oleh aktivitas
      konstruksi komersial dan pengerjaan interior (fit-out) yang sedang berlangsung. Riset pasar dari Mordor
Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                     v
Page 7
      Intelligence (2025) memperkirakan pasar konstruksi komersial Indonesia bernilai USD 55,18 miliar pada
      tahun 2025, dan diproyeksikan mencapai USD 87,85 miliar pada tahun 2031 dengan tingkat pertumbuhan
      tahunan majemuk (CAGR) sebesar 8,07% untuk periode 2026–2031.
      Porselen merupakan kategori terbesar dengan pangsa pasar yang dilaporkan sebesar 46,58% pada tahun
      2025, di mana instalasi lantai mewakili 61,48% pangsa pasar di tahun yang sama—sejalan dengan kuatnya
      permintaan lantai komersial. Kondisi pasokan porselen kelas menengah secara struktural kaya akan
      pasokan, laporan dari Antara News (2025) mengutip bahwa kapasitas produksi industri keramik nasional
      saat ini telah mencapai sekitar 625 juta m2/tahun, yang mengimplikasikan persaingan sengit dan tingkat
      substitusi yang tinggi di segmen ini. (Mordor Intelligence, Indonesia Commercial Construction Market
      Report, diakses pada April 2026).
      Pendorong pasar yang disorot oleh manajemen meliputi:
         i.    meningkatnya preferensi terhadap permukaan yang rendah perawatan dan minim kebutuhan
               pemeliharaan di lingkungan komersial maupun residensial;
        ii.    standar kualitas yang semakin tinggi untuk kategori bangunan tertentu, seperti fasilitas kesehatan,
               di mana permukaan higienis dan berkinerja tinggi lebih disukai; dan
        iii.   adanya pipeline proyek yang mencari estetika modern (format besar, tampilan seamless).


      Kesinambungan (Sustainability)

      Penerapan prinsip keberlanjutan dalam bisnis surface material merupakan bagian dari strategi mitigasi risiko
      jangka panjang, sejalan dengan arah SEOJK 17 dan komitmen Perseroan pada tata kelola yang
      menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan (Triple Bottom Line). Dalam dimensi lingkungan,
      fokus Perseroan diarahkan pada pengelolaan dampak rantai pasok dan distribusi, termasuk efisiensi energi
      pada kegiatan pergudangan dan logistik, pengurangan limbah kemasan, serta pemilihan pemasok/principal
      yang memiliki standar keberlanjutan dan dokumentasi produk yang memadai (misalnya informasi lingkungan
      produk bila tersedia). Selain itu, karakter material surface yang memiliki umur pakai panjang (long-life cycle)
      berpotensi mengurangi frekuensi penggantian dan volume limbah konstruksi pada pengguna akhir.
      Dari perspektif sosial, keberlanjutan difokuskan pada penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja
      (K3) yang ketat dalam kegiatan penanganan material, pergudangan, serta proses fabrikasi (khususnya
      kitchen top). Perseroan menerapkan pengendalian risiko kerja yang relevan, termasuk pencegahan cedera
      akibat handling slab/ubin berukuran besar dan mitigasi paparan debu (termasuk debu silika) pada aktivitas
      pemotongan dan finishing melalui SOP, APD, serta pengaturan area kerja yang aman. Perseroan juga
      mendorong keterlibatan masyarakat sekitar melalui program tanggung jawab sosial dan penguatan manfaat
      ekonomi lokal, sesuai kebutuhan dan skala kegiatan.
      Secara ekonomi, keberlanjutan operasional didukung melalui efisiensi biaya energi dan disiplin operasional
      dalam model bisnis trading berbasis proyek (indent/back-to-back), sehingga Perseroan dapat mengelola
      risiko modal kerja, menjaga stabilitas margin di tengah fluktuasi biaya logistik dan energi global, serta
      mempertahankan ketahanan usaha.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                         vi
Page 8
      Potensi Pasar

      Potensi pasar surface material di Indonesia menunjukkan prospek yang ekspansif, didorong oleh akselerasi
      pembangunan infrastruktur strategis dan pertumbuhan sektor properti kelas menengah-atas. Perusahaan
      mengidentifikasi bahwa peluang pasar tidak lagi bersifat linear, melainkan bergeser ke arah produk yang
      memiliki nilai tambah lingkungan. Meningkatnya permintaan akan gedung bersertifikat Green Building di
      pusat-pusat bisnis utama menciptakan ceruk pasar eksklusif bagi surface material yang memenuhi standar
      emisi rendah dan efisiensi sumber daya. Hal ini memposisikan produk ramah lingkungan sebagai penggerak
      utama pertumbuhan pendapatan di masa depan, sekaligus sebagai langkah mitigasi terhadap risiko
      perubahan regulasi lingkungan yang semakin ketat.

      Secara demografis, munculnya kesadaran konsumen "sadar keberlanjutan" (eco-conscious consumers) di
      kalangan generasi muda menjadi katalisator pertumbuhan yang signifikan. Potensi pasar ini didukung oleh
      tren urbanisasi dan peningkatan daya beli yang menuntut material interior berkualitas tinggi, tahan lama,
      dan memiliki jejak karbon minimal. Dalam kerangka strategi keberlanjutan perusahaan, potensi pasar ini
      dioptimalkan melalui diversifikasi produk yang mengintegrasikan material daur ulang tanpa mengurangi
      standar estetika. Langkah ini diproyeksikan akan meningkatkan pangsa pasar perusahaan di sektor
      residensial dan komersial, mengingat adanya kecenderungan konsumen untuk memilih merek yang memiliki
      komitmen transparan terhadap pelestarian lingkungan.

      Selain itu, potensi pasar juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait peningkatan Tingkat Komponen
      Dalam Negeri (TKDN), terutama pada proyek pengadaan pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara
      (BUMN) yang mensyaratkan atau memberikan preferensi pada produk bersertifikat TKDN. Dalam konteks
      model bisnis Perseroan yang berbasis perdagangan (impor dan pengadaan dari produsen lokal), Perseroan
      mengoptimalkan peluang tersebut melalui pengelolaan portofolio produk dari mitra produsen lokal yang telah
      memenuhi kualifikasi TKDN. Dalam model ini, peran strategis Perseroan berfokus pada penyediaan
      dukungan dokumentasi pengadaan yang komprehensif untuk membantu mitra kontraktor dalam memenuhi
      persyaratan tender pemerintah maupun BUMN. Strategi ini memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia
      solusi surface material berbasis proyek yang patuh regulasi tanpa terlibat dalam proses produksi bahan
      baku secara langsung.

      Pesaing Usaha
         Segmen A – Batu teknis premium/sintered slab;
         • Distributor spesialis slab impor premium.
         • Produsen slab sinter lokal terbatas.
         • Penyedia solusi terkait ekosistem fabrikasi.
         Segmen B – Porselen komersial kelas menengah;
         • Produsen keramik/porselen domestik dengan jaringan distribusi nasional.

         • Importir/distributor proyek dari Indonesia/ASEAN.

         • Memproduksi produk pelapis furnitur dengan memanfaatkan kemampuan manufakturnya.

         Peserta pasar ilustratif:
         • Segmen A: QUADRA, Neolith, Dekton (Cosentino), Laminam, Lapitec.

         • Segmen B: Roman (Roman Granit), Niro Granite, produsen domestik lain, importir ASEAN.


Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                    vii
Page 9
      Strategi Pemasaran
      Posisi inti (niche): “Project Surface Integrator”

      Perusahaan menempatkan diri sebagai pemasok permukaan terintegrasi, menawarkan:
      • Batu teknis premium/sintered slab untuk area statement & meja dapur.
      • Paket porselen format besar kelas menengah untuk lantai/dinding komersial.
      • Dukungan quarry lokal (marmer) + pemasok batu impor.
      • Produk pelapis premium lainnya.

      Aksi go-to-market:

      • Program spesifikasi untuk arsitek/desainer: menyiapkan perpustakaan sampel, mock-up, serta
            dokumen data teknis untuk mendukung proses spesifikasi dan kebutuhan tender.
      •     Pendekatan akun utama untuk developer/kontraktor/QS: menyelaraskan jadwal pasokan dengan
            timeline proyek, menjaga konsistensi lot/batch, serta menerapkan prosedur garansi dan klaim yang jelas.
      •     Proposal kitchen & furniture surfaces (fabrication-only): menyediakan layanan fabrication-only untuk
            menurunkan risiko eksekusi dan memastikan kualitas hasil pada aplikasi worktop dan pelapisan
            permukaan furnitur.
      •     Penawaran bertingkat: menawarkan lini flagship premium marble/stone serta opsi porselen kelas
            menengah untuk mendukung value engineering dalam satu proyek.
      •     Model pasokan: menerapkan indent/back-to-back berbasis pesanan proyek guna meminimalkan risiko
            deadstock dan kebutuhan modal kerja.

   2. Analisis Kelayakan Teknis

      Kapasitas

      Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini seluruh kegiatan operasional tetap dijalankan dengan
      menggunakan fasilitas gudang logistik dan sumber daya yang ada, sehingga tidak diperlukan investasi
      tambahan dalam bentuk aset baru.

      Meskipun tidak ada penambahan aset dalam jumlah besar, penambahan KBLI memberikan nilai tambah
      yang nyata bagi perusahaan. Nilai tambah tersebut tercermin dari diversifikasi kegiatan usaha yang lebih
      luas, peningkatan potensi pendapatan, serta penguatan posisi perusahaan dalam menghadapi dinamika
      pasar. Dengan adanya KBLI tambahan, perusahaan mampu memperluas cakupan layanan dan produk
      tanpa harus menanggung beban finansial yang besar dari sisi investasi aset. Berikut adalah uraian kapasitas
      Perseroan sebelum dan sesudah penambahan kegiatan usaha :

                                                                              Tambahan KBLI          Utilisasi
               Uraian         Kapasitas Terpasang        Utilisasi Saat Ini
                                                                                  46733            Setelah KBLI
          Gudang                          12.000 m²        6.000 m² (50%)            2.000 m²              66,7%
          Area Handling                     2.000 m²                  50%                33%                 83%
          Cutting/Finishing          10.000 m²/bulan                  35%                10%                 45%

      Berdasarkan tabel di atas, Perseroan memiliki kapasitas fasilitas yang masih memadai untuk mendukung
      pelaksanaan kegiatan usaha baru KBLI 46733 tanpa memerlukan investasi aset tetap yang material. Dari
      sisi fasilitas gudang, tingkat utilisasi saat ini sekitar 50% dari kapasitas terpasang sebesar 12.000 m².
      Kegiatan usaha baru diperkirakan membutuhkan tambahan area penyimpanan sekitar 2.000 m² sehingga

Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                       viii
Page 10
      utilisasi gudang setelah pelaksanaan kegiatan usaha baru diperkirakan mencapai sekitar 66,7% dari
      kapasitas gudang.

      Untuk area handling, utilisasi saat ini sekitar 50% dari kapasitas terpasang dan diperkirakan akan meningkat
      menjadi sekitar 83% setelah penambahan kegiatan usaha baru. Sementara itu, fasilitas cutting dan finishing
      memiliki kapasitas terpasang sebesar 10.000 m² per bulan dengan tingkat utilisasi saat ini sekitar 35%.
      Kegiatan usaha baru diperkirakan hanya membutuhkan tambahan kapasitas sekitar 10% sehingga tingkat
      utilisasi setelah pelaksanaan kegiatan usaha baru diperkirakan menjadi sekitar 45%.

      Dengan demikian, Perseroan berpendapat bahwa seluruh kebutuhan operasional kegiatan usaha baru
      masih dapat ditampung oleh fasilitas yang telah dimiliki saat ini tanpa memerlukan investasi aset tetap yang
      material, sehingga kebutuhan investasi terutama berupa modal kerja sebagaimana tercermin dalam Studi
      Kelayakan.

      Secara keseluruhan, strategi ini menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya sekaligus
      memberikan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan. Penambahan KBLI bukan hanya memperkaya
      portofolio usaha, tetapi juga meningkatkan daya saing perusahaan dengan tetap menjaga struktur biaya
      yang terkendali.

      Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

      Sumber Produk dan Ketersediaan Pasokan

      Dalam model bisnis perdagangan (trading) Perseroan, ketersediaan produk surface material bergantung
      pada jaringan produsen lokal serta pemasok/principal impor. Untuk produk dari produsen lokal, ketersediaan
      dipengaruhi oleh kapasitas produksi domestik, kesiapan sertifikasi/dokumen (termasuk TKDN apabila
      relevan), serta kemampuan memenuhi spesifikasi proyek dan konsistensi lot/batch. Untuk produk impor,
      ketersediaan dipengaruhi oleh kapasitas pemasok, stabilitas logistik dan kepabeanan, serta fluktuasi nilai
      tukar.

      Untuk menjaga kontinuitas pasokan dan kualitas produk, Perseroan menerapkan seleksi pemasok berbasis
      reputasi, konsistensi mutu, kemampuan memenuhi spesifikasi proyek, serta kelengkapan dokumen teknis.
      Perseroan juga mengelola risiko ketergantungan pada satu sumber melalui diversifikasi pemasok, dengan
      menyeimbangkan produk premium dari principal impor dan produk mid-range dari produsen lokal maupun
      pemasok regional (ASEAN/other). Skema pengadaan berbasis proyek (indent/back-to-back) diterapkan
      untuk meminimalkan risiko deadstock dan menjaga efisiensi modal kerja.

      Pasokan produk akan diperoleh dari pemasok lokal maupun pemasok luar negeri yang telah memiliki
      hubungan bisnis dengan Perseroan maupun principal yang memiliki reputasi dan standar kualitas yang
      sesuai dengan kebutuhan proyek. Perseroan telah melakukan identifikasi terhadap sejumlah pemasok
      potensial dari Indonesia, kawasan Asia Tenggara, Italia dan Spanyol yang memiliki pengalaman dalam
      penyediaan produk premium untuk pasar konstruksi dan interior. Selain itu, Perseroan menginformasikan
      telah menerima sejumlah permintaan informasi produk (product inquiry) dan permintaan penawaran harga
      (request for quotation) dari calon pelanggan potensial. Namun demikian, sampai dengan tanggal
      Keterbukaan Informasi ini Perseroan belum melakukan kegiatan penjualan berdasarkan KBLI 46733 dan
      seluruh proyeksi yang digunakan dalam Studi Kelayakan disusun berdasarkan analisis pasar, basis
      pelanggan eksisting dan peluang bisnis yang telah diidentifikasi oleh Perseroan.



Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                      ix
Page 11
      Pekerja dan Ahli Profesional

      Perseroan tidak menghadapi kendala terkait ketersediaan tenaga kerja dan ahli profesional untuk
      menjalankan penambahan kegiatan usaha, karena penambahan kegiatan usaha ini tidak mensyaratkan
      sertifikasi profesi khusus. Dalam penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan telah memiliki sumber daya
      manusia yang dinilai memadai. Penambahan kegiatan usaha direncanakan dilakukan dengan
      memanfaatkan organisasi dan fasilitas yang telah ada, sehingga tidak memerlukan perekrutan tenaga kerja
      baru. Untuk kebutuhan tertentu, terutama pada fabrikasi (fabrication-only) untuk kitchen & furniture surfaces,
      Perseroan memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi dan SOP kerja yang memadai guna menjaga
      kualitas dan keselamatan kerja.

           Nama/Jabatan            Jumlah        Fungsi dalam KBLI 46733             Pengalaman & Keahlian
                                    Orang
        Tim Project Sales             6       Pengembangan pasar,                 Berpengalaman dalam
                                              penjualan proyek, koordinasi        penjualan material bangunan
                                              pelanggan dan kontraktor            dan batu alam untuk proyek
                                                                                  hotel, resort, vila dan
                                                                                  bangunan komersial di Bali.
                                                                                  Memiliki jaringan dengan
                                                                                  developer, kontraktor, quantity
                                                                                  surveyor, arsitek dan desainer
                                                                                  interior.
        Tim Purchasing                   4    Pengadaan barang dan                Berpengalaman melakukan
                                              koordinasi pemasok                  pengadaan material lokal
                                                                                  maupun impor serta koordinasi
                                                                                  dengan principal dan pemasok
                                                                                  luar negeri untuk kebutuhan
                                                                                  proyek Perseroan.
        Tim Warehouse &              15       Penerimaan barang,                  Berpengalaman menangani
        Logistics                             penyimpanan, pengiriman dan         penyimpanan, pengemasan
                                              pengendalian inventori              dan distribusi material batu
                                                                                  alam, quartz, porcelain slab
                                                                                  dan material bangunan
                                                                                  lainnya.
        Tim Quality Control              6    Pemeriksaan mutu barang yang        Berpengalaman melakukan
                                              diterima dan sebelum                pemeriksaan dimensi, warna,
                                              pengiriman                          kondisi fisik, kualitas finishing
                                                                                  dan kesesuaian spesifikasi
                                                                                  produk untuk kebutuhan
                                                                                  proyek.
        Tim Finance &                11       Penagihan, pengelolaan              Berpengalaman dalam
        Accounting                            piutang dan pelaporan               pengelolaan transaksi proyek,
                                              keuangan                            pengendalian piutang usaha,
                                                                                  pengelolaan modal kerja dan
                                                                                  pelaporan keuangan
                                                                                  Perseroan.
        Tim Import &                     2    Koordinasi dokumen impor dan        Berpengalaman melakukan
        Administrasi (apabila                 kepatuhan administrasi              koordinasi dengan freight
        diperlukan)                                                               forwarder, surveyor, bea cukai
                                                                                  dan pihak terkait untuk
                                                                                  kebutuhan pengadaan barang
                                                                                  impor.

      Proses Operasional (Trading, QC, Logistik dan Dukungan Fabrikasi)
Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                        x
Page 12
      Dalam menjalankan kegiatan perdagangan surface material, Perseroan menerapkan proses operasional
      yang mencakup:

        i.        perencanaan pengadaan berbasis pesanan proyek (indent/back-to-back) baik dari principal impor
                  maupun produsen lokal,
        ii.       pengelolaan dokumen pengadaan/impor dan kepatuhan (apabila barang impor),
       iii.       penerimaan barang dan inspeksi kualitas (QC incoming), termasuk pengendalian lot/batch untuk
                  kebutuhan proyek,
      iv.         penanganan dan penyimpanan material sesuai standar untuk meminimalkan risiko kerusakan, serta
       v.         pengiriman ke lokasi proyek sesuai jadwal.

   3. Analisis Kelayakan Pola Bisnis

      Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
      Keunggulan kompetitif Perusahaan didasarkan pada model operasi terintegrasi yang berfokus pada
      proyek, bukan sekadar perdagangan produk.

              •   Akses jaringan yang ada: Hubungan yang telah terjalin dengan pengembang, kontraktor, serta
                  arsitek/desainer terkemuka di pasar target Perusahaan.
              •   Kapabilitas yang ada: Tim penjualan, dukungan teknis, dan sumber daya fabrikasi meja dapur
                  (kitchen-top) yang sudah tersedia.
              •   Basis vendor terakreditasi: Pengadaan dari pemasok yang diakui secara internasional dan lini
                  produk pelengkap yang memenuhi berbagai kebutuhan bangunan.
              •   Penawaran terintegrasi untuk rekayasa nilai (value engineering): Kemampuan untuk
                  mengombinasikan material berdasarkan aplikasi (misalnya, permukaan premium untuk area
                  utama/meja dapur; porselen kelas menengah untuk area servis/volume besar).
              •   Pengadaan indent/back-to-back: Mengurangi risiko persediaan, meningkatkan disiplin modal
                  kerja, dan menyelaraskan dengan perilaku pengadaan proyek.

      Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk

      Pesaing mungkin dapat meniru kategori produk secara individu, terutama pada segmen porselen kelas
      menengah yang ketersediaannya melimpah. Namun, akan jauh lebih sulit untuk mereplikasi penawaran
      proyek ujung-ke-ujung (end-to-end) milik Perusahaan yang menggabungkan layanan bertingkat dengan
      manajemen risiko eksekusi.

              •   Rekayasa nilai (value engineering) bertingkat dalam satu proposal vendor (paket premium + kelas
                  menengah) untuk menyelaraskan dengan anggaran pemilik dan tujuan desain.
              •   Disiplin eksekusi proyek: Kontrol batch/lot, kontrol kualitas (QC) saat penerimaan barang, SOP
                  penanganan, koordinasi jadwal, dan proses klaim yang melindungi lini masa proyek.
              •   Kapabilitas fabrikasi meja dapur (kitchen-top) yang mengurangi hambatan terbesar dalam adopsi
                  lempengan (slab) premium (risiko kegagalan fabrikasi dan pecah).
              •   Perangkat spesifikasi (spec-in toolkit) dan penjualan berbasis dokumentasi (sampel, paket data
                  teknis, kredensial keberlanjutan jika tersedia).

      Manajemen juga berencana untuk fokus pada produk dengan fitur teknis yang unik (misalnya, performa
      permukaan tingkat lanjut, variasi motif yang tinggi, opsi format tipis, dan material pendukung BIM jika


Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                     xi
Page 13
      tersedia). Fitur-fitur ini, bersama dengan keterampilan eksekusi Perusahaan, membuat perbandingan
      langsung dengan pasokan komoditas menjadi sulit dilakukan.

      Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

      Nilai dihasilkan bagi pelanggan dan Perusahaan melalui hasil produk maupun layanan.

        •   Bagi pemilik proyek: akses ke permukaan berkinerja tinggi dan rendah perawatan untuk area premium
            serta meja dapur; pengurangan risiko pemeliharaan jangka panjang; estetika yang konsisten pada
            permukaan yang luas.
        •   Bagi kontraktor: penyelarasan jadwal yang lebih baik dan pengurangan pengerjaan ulang (rework)
            melalui kontrol kualitas, konsistensi batch, serta pasokan yang terprediksi.
        •   Bagi fasilitas kesehatan dan bangunan standar tinggi (jika relevan): kemampuan untuk menentukan
            spesifikasi permukaan yang higienis dan mudah dibersihkan yang memenuhi standar operasional
            yang lebih tinggi.
        •   Bagi Perusahaan: ekspansi ke proyek high-end 'non-batu' dan paket komersial kelas menengah yang
            biasanya tidak menggunakan batu alam, sehingga memperluas pangsa pasar yang dapat dijangkau
            (addressable market).
        •   Peningkatan tingkat kemenangan tender: rekayasa nilai (value engineering) terintegrasi di berbagai
            tingkatan meningkatkan daya saing proposal.

   4. Analisis Kelayakan Model Manajemen

      Ketersediaan Tenaga Kerja

       Perseroan tidak menghadapi kendala terkait ketersediaan tenaga kerja dan ahli profesional untuk
       menjalankan penambahan kegiatan usaha, karena Perseroan telah memiliki sumber daya manusia yang
       dinilai memadai. Penambahan kegiatan usaha direncanakan dilakukan dengan memanfaatkan organisasi
       dan fasilitas yang telah ada, sehingga tidak memerlukan perekrutan tenaga kerja baru. Untuk kebutuhan
       tertentu, terutama pada fabrikasi (fabrication-only) untuk kitchen & furniture surfaces, Perseroan
       memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi dan SOP kerja yang memadai guna menjaga kualitas dan
       keselamatan kerja.

      Manajemen Kekayaan Intelektual

      Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan gagasan-
      gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki untuk jangka waktu
      tertentu. Dalam pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki sumber daya manusia diharapkan
      akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan
      pekerjaan. Dalam kaitannya dengan hal ini, Perseroan akan memastikan sumber daya manusia memiliki
      kompetensi teknis yang diperlukan.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                  xii
Page 14
      Manajemen Risiko

       Karena ini merupakan model perdagangan indent/back-to-back yang berbasis proyek dengan fabrikasi
       untuk kitchen top, maka risiko utama dan langkah mitigasinya adalah sebagai berikut:


                    Risiko                Relevansi Terhadap Bisnis                  Mitigasi

        Keterlambatan pengiriman         Mempengaruhi jadwal proyek; •     Pemesanan indent/back-to-back
                                         risiko lebih tinggi untuk         dengan buffer jadwal;
                                         permukaan premium impor.    •     SLA lead-time dengan pemasok;
                                                                     •     pengiriman bertahap sesuai
                                                                           milestone proyek;
                                                                       •   opsi pemasok alternatif untuk
                                                                           paket menengah.
        Volatilitas FX (produk impor)    Dapat menekan margin jika •        Klausul harga terkait FX;
                                         harga ditetapkan dalam IDR •       natural      hedging       melalui
                                         sementara biaya dalam mata         kesesuaian mata uang;
                                         uang asing.                •       periode validitas penawaran
                                                                            yang disiplin.
        Cacat kualitas & kerusakan Permukaan berformat besar •              QC penerimaan;
        saat penanganan            dapat retak/terkelupas; fabrikasi •       SOP terdokumentasi untuk
                                   memiliki risiko eksekusi.                penanganan/packing;
                                                                      •     proses fabrikasi terlatih;
                                                                      •     prosedur klaim yang jelas
                                                                            dengan pemasok;
                                                                      •     asuransi bila diperlukan.
        Tiidak konsistenan batch/lot Risiko estetika proyek, terutama •    Penguncian batch per proyek;
        (shade)                      untuk area besar yang •               pelacakan lot;
                                     membutuhkan keseragaman.         •    perencanaan pengadaan untuk
                                                                           memastikan pasokan konsisten
                                                                           tiap proyek.
        Eksposur garansi / klaim         Sengketa dapat timbul terkait •   Garansi principal diteruskan bila
                                         performa permukaan atau hasil     berlaku;
                                         finishing                     •   kriteria penerimaan klien yang
                                                                           jelas;
                                                                      •    ruang lingkup fabrikasi dan
                                                                           keterbatasan terdokumentasi;
                                                                      •    alur kerja klaim yang terstruktur.
        Kredit proyek / keterlambatan Risiko modal kerja jika piutang •    DP/termin diselaraskan dengan
        pembayaran                    tertunda.                            pengadaan indent/back-to-back;
                                                                      •    batas kredit;
                                                                      •    penagihan berbasis milestone;
                                                                      •    tata kelola koleksi yang lebih
                                                                           kuat.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                   xiii
Page 15
        Kepatuhan regulasi & impor       Risiko bea cukai / klasifikasi / •   Dokumentasi impor standar;
                                         dokumen dapat menunda •              kontrol klasifikasi HS;
                                         pengiriman dan memicu penalti. •     forwarder yang terverifikasi;
                                                                          •   checklist kepatuhan internal.

      Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

      PT Citatah Tbk memiliki rekam jejak panjang dalam industri surface material di Indonesia, dengan
      pengalaman luas dalam mengelola rantai pasok dan distribusi produk berkualitas tinggi. Keberhasilan
      Perseroan dalam mengelola portofolio produk berskala besar menunjukkan kapasitas manajemen yang
      solid untuk menghadirkan produk premium yang memenuhi standar pasar domestik maupun internasional.
      Skala usaha yang besar memberikan keunggulan dalam efisiensi biaya pengadaan, daya tawar terhadap
      pemasok (principal), serta optimalisasi logistik.

      Restrukturisasi yang dilakukan melalui penguatan unit usaha yang berfokus pada penyediaan solusi surface
      material terintegrasi semakin memperkuat efisiensi operasional. Langkah strategis ini memungkinkan
      Perseroan untuk memberikan layanan menyeluruh mulai dari seleksi produk unggulan, manajemen logistik,
      fabrikasi terbatas, hingga manajemen pemasaran secara lebih kompetitif. PT Citatah Tbk menegaskan
      posisinya sebagai penyedia solusi terintegrasi bagi kebutuhan proyek konstruksi dan interior.

      Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

      Perseroan telah memiliki struktur organisasi dan sistem manajemen yang sesuai dengan kebutuhan industri
      surface material, sehingga mampu mendukung pengelolaan usaha dalam skala ekonomi yang besar.
      Dengan pengalaman panjang dalam mengelola rantai pasok mulai dari pengadaan produk premium hingga
      distribusi, struktur organisasi Perseroan terbukti efektif dalam mengatur fungsi operasional yang kompleks
      secara profesional. Kesesuaian struktur organisasi ini memberikan keunggulan dalam koordinasi antar unit,
      efisiensi biaya, serta optimalisasi sumber daya manusia dan logistik.

      Selain itu, restrukturisasi yang dilakukan melalui penguatan unit usaha yang berfokus pada penyediaan
      solusi permukaan interior semakin memperkuat integrasi fungsi manajemen dalam satu lini bisnis yang lebih
      terarah. Langkah strategis ini memungkinkan Perseroan menjalankan aktivitas pengelolaan secara
      menyeluruh mulai dari manajemen inventaris, pengendalian kualitas (QC) produk, penyediaan logistik,
      hingga manajemen pemasaran dan layanan pelanggan. Dengan struktur organisasi yang adaptif, Perseroan
      memiliki daya saing tinggi untuk menghadapi dinamika pasar sekaligus memastikan keberlanjutan usaha
      melalui tata kelola yang efisien.

                Nama                       Jabatan                                 Peran
        Denise Johanes           Direktur Penjualan           Business Development & Project Sales
        Rumpoko Adi              Direktur Operasional         Operational Oversight
        Tiffany Johanes          Direktur Keuangan            Financial Supervision & Working Capital Control

      Dalam menjalankan kegiatan usaha KBLI 46733, Perseroan akan memanfaatkan sumber daya manusia dan
      struktur organisasi yang telah tersedia. Pengawasan operasional kegiatan usaha akan berada di bawah
      koordinasi Bapak Rumpoko Adi selaku Direktur Operasional yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan
      operasional, produksi, pengadaan dan distribusi material bangunan Perseroan. Pengembangan pasar dan
      pelaksanaan penjualan akan didukung oleh Ibu Denise Johanes selaku Direktur Penjualan yang memiliki
      pengalaman dalam pemasaran material bangunan untuk proyek hotel, resort, vila, bangunan komersial dan
      residensial. Dari sisi pengawasan keuangan dan pengelolaan modal kerja, kegiatan usaha akan berada di
Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                    xiv
Page 16
      bawah supervisi Ibu Tiffany Johanes selaku Direktur Keuangan yang memiliki pengalaman dalam
      pengelolaan keuangan perusahaan publik, pengendalian risiko dan pengelolaan pembiayaan usaha.

      Perseroan berpendapat bahwa pengalaman, kompetensi dan sumber daya yang dimiliki saat ini telah
      memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan usaha KBLI 46733 tanpa memerlukan perubahan
      struktur organisasi maupun penambahan tenaga ahli.

   5. Analisis Kelayakan Keuangan

      Biaya Pendirian (Start Up Costs)

      Berdasarkan informasi dari manajemen, manajemen akan menjalankan kegiatan usaha yang baru ini
      dengan memanfaatkan aset yang sudah dimiliki perusahaan. Dengan demikian perusahaan hanya
      memerlukan initial investment berupa biaya modal kerja untuk mendukung kegiatan usaha yang baru.

      Berdasarkan kebutuhan investasi yang digunakan, modal kerja yang diperlukan untuk rencana penambahan
      kegiatan usaha adalah sebesar Rp. 3.269.853.586 (Tiga Miliar Dua Ratus Enam Puluh Sembilan Juta
      Delapan Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Delapan Puluh Enam Rupiah) dibandingkan dengan posisi
      ekuitas perusahaan Rp. 164.695.874.341 (Seratus Enam Puluh Empat Miliar Enam Ratus Sembilan Puluh
      Lima Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Empat Ribu Tiga Ratus Empat Puluh Satu Rupiah), besaran investasi
      adalah 1,99% dari total ekuitas perusahaan. Dengan demikian berdasarkan POJK No. 17 /POJK.04/2020,
      rencana penambahan kegiatan usaha bukan merupakan transaksi material dikarenakan masih di bawah
      20% ekuitas perusahaan.

      Berdasarkan info dari manajemen Perusahaan, para pihak yang terlibat dalam transaksi dalam rencana
      penambahan kegiatan usaha bukan merupakan afiliasi Perusahaan. Tidak terdapat benturan kepentingan
      karena rencana penambahan kegiatan usaha menghasilkan keuntungan atau nilai tambah terhadap
      perusahaan. Dengan demikian berdasarkan POJK No. 42 /POJK.04/2020, rencana penambahan kegiatan
      usaha bukan merupakan transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan.

      Perseroan menginformasikan bahwa di dalam biaya pendirian sudah mencukupi untuk melakukan kegiatan
      operasional usaha dan tidak diperlukan lagi ada penambahan capex selama tahun proyeksi.

                            Investasi                    Unit                Total (IDR)
                     Modal Kerja (Pembiayaan)                         1       3.269.853.586
                     Total                                                    3.269.853.586

       Modal Kerja




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                               xv
Page 17
       Modal kerja yang dibutuhkan terdiri dari piutang usaha, persediaan, beban dibayar dimuka dan piutang
       lainnya, uang muka diterima dan utang Usaha. Piutang Usaha perseroran sebesar 3,08 – 19,08 miliar,
       Persediaan sebesar 6,86 miliar – 17,83 miliar, beban dibayar dimuka dan piutang lainnya sebesar 1,04 –
       2,97 miliar, uang muka diterima sebesar 885 juta – 2,19 miliar dan Utang Usaha sebesar 772 juta – 2,97
       miliar. Modal kerja Perseroan sebesar 8,71 miliar – 34,72 miliar per tahun selama tahun proyeksi.

       Sumber Pembiayaan

                              Struktur Investasi                    Porsi                   Nilai Investasi
                          Pendanaan Sendiri                                      0%                       -
                          Pendanaan Pihak Ketiga                               100%           3.269.853.586
                          Total                                                100%           3.269.853.586
      Total investasi yang berupa modal kerja yang dibutuhkan sejumlah Rp. 3.269.853.586 (Tiga Miliar Dua
      Ratus Enam Puluh Sembilan Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Delapan Puluh Enam
      Rupiah) yang diperlukan pada tahun ke-0 atau sebelum dimulainya operasional dengan 100% dari
      pembiayaan pihak ketiga.

      Pendanaan modal kerja melalui lembaga pembiayaan dalam proyeksi ini akan dikenakan bunga
      berdasarkan rata-rata suku bunga pinjaman bank komersial di Indonesia sebesar 8,5%.

      Pendapatan
                                          Tahun 0         Tahun 1           Tahun 2         Tahun 3          Tahun 4          Tahun 5

                     Laporan Laba Rugi
       Pendapatan                                   -   49.678.477.712   57.400.825.346   65.205.487.715   74.986.310.873   86.234.257.504
        Retail - Karawang                           -      323.666.910      670.452.885      611.499.269      703.224.160      808.707.784
        Project - Pangkep                           -              -                -                -                -                -
        Project - Karawang                          -   48.866.149.309   56.168.685.605   64.593.988.446   74.283.086.713   85.425.549.720
        Pemasangan & Pemolesan                      -      488.661.493      561.686.856              -                -                -




      Pendapatan dikontribusi dari pendapatan pada export – Karawang, retail – Karawang, project – Karawang
      dan Pemasangan dan Pemolesan. Pada tahun-tahun proyeksi, pendapatan mengalami perubahan rata –
      rata sebesar 14,79%. Pendapatan dari penjualan berkisar antara 49,68 miliar – 86,23 miliar dengan rata –
      rata pendapatan pada tahun proyeksi sebesar 66,70 miliar.

      Target pendapatan tahun pertama sebesar Rp49.678.477.712 didominasi oleh segmen Project - Karawang
      yang menyumbang 98,36% dari total penjualan, yaitu senilai Rp48.866.149.309. Berdasarkan informasi
      yang diberikan dari Perseroan, angka ini merupakan akumulasi dari pesanan proyek nyata yang akan
      berjalan dengan rincian portofolio sebagai berikut:

        •      Proyek Pengembangan Kawasan Residensial & Komersial Mandiri (Klien Utama 1): Potensi
               penyerapan material konstruksi untuk proyek skala besar senilai Rp16,20 Miliar.

        •      Proyek Fasilitas Umum & Rumah Ibadah Nasional (Klien Utama 2): Kontrak pasokan material untuk
               pembangunan tahap 2 dan renovasi bangunan monumental senilai Rp7,77 Miliar serta kontrak varian
               Technical Stone senilai Rp6,39 Miliar.

        •      Proyek Residensial Premium & High-End Housing (Klien Utama 3): Rencana pasokan material terikat
               untuk kluster hunian eksklusif senilai Rp3,28 Miliar.



Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                          xvi
Page 18
        •   Portofolio Calon Pelanggan Aktif: Perseroan mengantongi pipeline dari lebih dari 30 pengembang
            (developers) dan kontraktor B2B aktif yang memiliki riwayat hubungan bisnis erat dengan Perseroan,
            yang memiliki potensi serta indikasi kebutuhan untuk menyerap produk material bangunan baru ini.

        Sebagai dasar kuantitatif proyeksi pasar dan volume, Perseroan memetakan basis calon pelanggan
        potensial yang mencakup seluruh pembeli eksisting (existing buyers), pengembang (developers), jaringan
        retail, serta konsumen residensial.

        Dari pemetaan tersebut, Perseroan mengidentifikasi total indikasi volume kebutuhan potensial sebesar
        105.000 unit untuk produk Medium End Porcelain dan 13.000 unit untuk produk High End Sintered Stone
        yang berasal dari berbagai pengembang properti terkemuka nasional. Terhadap indikasi kebutuhan ini,
        status permintaan saat ini berada dalam tahap menanti penyesuaian KBLI (awaiting for the KBLI) untuk
        dapat melaksanakan aktivitas perdagangan (trading) secara menyeluruh. Mengingat sifatnya yang
        merupakan calon pembeli potensial untuk tahun pertama, realisasi serapan ini diproyeksikan memberikan
        dampak market share awal yang belum signifikan (insignificant) terhadap total permintaan pasar eksisting
        (existing market demand), namun menjadi landasan ekspansi volume yang kuat bagi Perseroan ke depan.

        Perhitungan proyeksi didasarkan pada perkalian volume riil (satuan Sqm/Square Meter) dengan estimasi
        harga jual per unit (Unit Price) yang kompetitif di pasar, berkisar dari Rp400.000 hingga Rp1.800.000 per
        unit tergantung spesifikasi teknis material. Perseroan mengasumsikan pertumbuhan tahunan (Year-on-
        Year growth) yang sangat terukur dan moderat, yaitu sebesar 15,5% pada tahun 2027 (menjadi Rp57,40
        Miliar), 13,6% pada 2028 (Rp65,20 Miliar), dan stabil di kisaran 15% hingga mencapai Rp86,23 Miliar pada
        tahun 2030.

        Proyeksi pendapatan juga didasarkan pada pertumbuhan sektor konstruksi, infrastruktur, dan properti
        nasional yang terus meningkat. Segmen produk yang disasar difokuskan pada pemenuhan material dasar
        dan finishing bangunan (tanah liat, kapur, semen, dan kaca) untuk proyek komersial, residensial, serta
        proyek strategis pemerintah. Perseroan menginformasikan tidak berspekulasi dalam menetapkan target
        proyeksi pendapatan didukung oleh pipeline proyek nyata dari basis pelanggan eksisting (active B2B
        clients) yang selama ini menyerap produk marmer Perseroan untuk menyerap material konstruksi umum
        dari Perseroan. Selain itu, model usaha baru ini bersifat asset-light dan berbasis trading proyek, sehingga
        tidak memerlukan biaya tambang atau manufaktur. Dengan menggunakan sistem indent/back-to-back
        serta memiliki overhead yang lebih rendah, model ini mampu menghasilkan margin proyeksi yang jauh
        lebih baik dan tinggi dibandingkan performa historis Perseroan.

        Dalam hal penyusunan proyeksi, Penilai telah melakukan eliminasi pos pendapatan/beban non-recurring
        yang tidak berulang di masa depan contoh nya pada Pendapatan (Beban) lain-lain yang berupa
        keuntungan (kerugian) selisih kurs, rugi penjualan aset tetap yang tidak digunakan dalam operasi, dan
        beban lain-lain bersih. Hal ini dilakukan guna membentuk laporan keuangan baseline yang normal dan
        wajar, sehingga proyeksi keuangan dapat disajikan secara logis, objektif, dan terukur.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                       xvii
Page 19
      Biaya Operasional

                                                              Tahun 1               Tahun 2                 Tahun 3               Tahun 4                Tahun 5

                       Laporan Laba Rugi
       Pemasaran dan Penjualan                            (3.608.248.098)          (2.968.159.523)       (3.437.418.072)        (3.775.218.012)        (4.168.026.800)
       Umum dan Admininstrasi                             (5.125.093.536)          (4.153.726.239)       (4.371.161.949)        (4.632.880.381)        (4.919.048.366)




      Biaya operasional terdiri dari beban pemasaran dan penjualan serta beban umum dan administrasi yang
      dimana rasio beban pemasaran dan penjualan perusahaan memiliki rasio sebesar 4,83% - 7,26% dari total
      pendapatan dengan perubahan rata – rata sebesar 4,58% pada tahun proyeksi. Sedangkan, beban umum
      dan administrasi memiliki rasio sebesar 5,70% - 7,23% dari total pendapatan dengan perubahan rata – rata
      sebesar 0,39% selama tahun proyeksi.
      Beban Pokok Penjualan

                                                    Tahun 0              Tahun 1           Tahun 2             Tahun 3              Tahun 4             Tahun 5

                     Laporan Laba Rugi
       Beban Pokok Penjualan                                  -    (35.386.083.988)      (40.880.852.863)    (46.901.315.709)    (53.936.513.065)    (62.026.990.025)
        Retail - Karawang                                     -       (226.566.837)         (469.317.020)       (428.049.488)       (492.256.912)       (566.095.449)
        Project - Karawang                                    -    (35.159.517.151)      (40.411.535.844)    (46.473.266.220)    (53.444.256.153)    (61.460.894.576)


      Beban pokok penjualan memiliki rasio sebesar 71,22% - 71,93% dari total pendapatan dengan perubahan
      rata – rata sebesar 15,06% pada tahun proyeksi. Total beban pokok penjualan berkisar antara 35,38 miliar
      – 62,02 miliar dengan rata – rata beban pokok penjualan sebesar 47,82 miliar.
      Proyeksi Laporan Keuangan

                                                   Tahun 0              Tahun 1           Tahun 2             Tahun 3             Tahun 4             Tahun 5

                 Laporan Posisi Keuangan
       ASET
       ASET LANCAR
       Kas dan Setara Kas                          3.885.835.312      484.097.496        2.116.872.890       7.509.939.001      14.869.790.977      14.322.813.880
       Piutang Usaha                                         -      3.087.310.781       11.561.818.993      14.288.236.831      16.521.436.478      19.089.616.073
       Persediaan                                            -      6.862.025.514        7.816.885.951       8.989.418.844      10.337.831.671      17.832.759.632
       Beban dibayar di muka dan piutang lainnya   1.041.764.292    1.715.506.378        1.954.221.488       2.247.354.711       2.584.457.918       2.972.126.605
       JUMLAH ASET LANCAR                          4.927.599.604   12.148.940.170       23.449.799.322      33.034.949.388      44.313.517.044      54.217.316.191
       ASET TIDAK LANCAR
       JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                               -                    -                   -                   -                   -
       JUMLAH ASET                                 4.927.599.604   12.148.940.170       23.449.799.322      33.034.949.388      44.313.517.044      54.217.316.191
       LIABILITAS DAN EKUITAS
       LIABILITAS JANGKA PENDEK
       Utang Usaha - Pihak Ketiga                    772.386.512    1.715.506.378        1.954.221.488       2.247.354.711       2.584.457.918       2.972.126.605
       Kredit Modal Kerja                          3.269.853.586    3.959.188.385        5.772.654.206       4.631.619.808       3.994.772.084       1.731.067.903
       Uang Muka Diterima                            885.359.506    1.235.139.854        1.432.152.677       1.660.832.958       1.909.957.902       2.196.451.587
       JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK             4.927.599.604    6.909.834.617        9.159.028.371       8.539.807.477       8.489.187.904       6.899.646.095
       LIABILITAS JANGKA PANJANG
       JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                       -                    -                   -                   -                   -
       JUMLAH LIABILITAS                           4.927.599.604    6.909.834.617        9.159.028.371       8.539.807.477       8.489.187.904       6.899.646.095
       EKUITAS
       Modal Saham                                           -                -                    -                   -                   -                   -
       Tambahan Modal Disetor                                -                -                    -                   -                   -                   -
       Saldo Laba                                            -      5.239.105.553       14.290.770.951      24.495.141.911      35.824.329.141      47.317.670.095
       JUMLAH EKUITAS                                        -      5.239.105.553       14.290.770.951      24.495.141.911      35.824.329.141      47.317.670.095
       JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS               4.927.599.604   12.148.940.170       23.449.799.322      33.034.949.388      44.313.517.044      54.217.316.191



      Aset lancar terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan dan beban dibayar dimuka dan piutang
      lainnya dengan yang merupakan 100% dari total aset. Aset lancar paling besar dikontribusi dari piutang
      usaha dengan rasio 25,41% - 49,30% dari total aset. Total aset mengalami perubahan rata – rata sebesar
      47,60% pada tahun proyeksi dengan nominal sebesar 12,14 miliar – 54,21 miliar.

      Liabilitas hanya dikontribusi dari liabilitas jangka pendek yaitu utang usaha – pihak ketiga, kredit modal kerja
      dan yang muka diterima yang memiliki rasio rata – rata sebesar 30,73% dari total liabilitas dan ekuitas
      perusahaan. Total liabilitas mengalami perubahan rata – rata sebesar 1,62% pada tahun proyeksi dengan
Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                                          xviii
Page 20
      nominal sebesar 6,90 miliar – 9,15 miliar. Ekuitas terdiri dari saldo laba dengan rasio rata-rata sebesar
      69,27% dari total liabilitas dan ekuitas. Total ekuitas mengalami perubahan rata – rata sebesar 80,63% pada
      tahun proyeksi dengan nominal sebesar 5,23 miliar – 47,31 miliar.

                                                     Tahun 0            Tahun 1            Tahun 2            Tahun 3            Tahun 4            Tahun 5

                      Laporan Laba Rugi
       Pendapatan                                              -       49.678.477.712     57.400.825.346     65.205.487.715     74.986.310.873     86.234.257.504
         Retail - Karawang                                     -          323.666.910        670.452.885        611.499.269        703.224.160        808.707.784
         Project - Karawang                                    -       48.866.149.309     56.168.685.605     64.593.988.446     74.283.086.713     85.425.549.720
         Pemasangan & Pemolesan                                -          488.661.493        561.686.856                -                  -                  -
       Beban Pokok Penjualan                                   -      (35.386.083.988)   (40.880.852.863)   (46.901.315.709)   (53.936.513.065)   (62.026.990.025)
         Retail - Karawang                                     -         (226.566.837)      (469.317.020)      (428.049.488)      (492.256.912)      (566.095.449)
         Project - Karawang                                    -      (35.159.517.151)   (40.411.535.844)   (46.473.266.220)   (53.444.256.153)   (61.460.894.576)
       Laba Kotor                                              -       14.292.393.724     16.519.972.483     18.304.172.006     21.049.797.807     24.207.267.479
       Pemasaran dan Penjualan                                 -       (3.608.248.098)    (2.968.159.523)   (3.437.418.072)    (3.775.218.012)    (4.168.026.800)
       Umum dan Admininstrasi                                  -       (5.125.093.536)    (4.153.726.239)   (4.371.161.949)    (4.632.880.381)    (4.919.048.366)
       EBITDA                                                  -        5.559.052.091      9.398.086.722    10.495.591.986     12.641.699.415     15.120.192.313
       Depresiasi                                              -                  -                  -                 -                  -                  -
       EBIT                                                    -        5.559.052.091      9.398.086.722    10.495.591.986     12.641.699.415     15.120.192.313
       Biaya Bunga                                             -         (319.946.538)      (346.421.323)     (291.221.026)      (334.904.180)      (385.139.807)
       EBT                                                     -        5.239.105.553      9.051.665.398    10.204.370.960     12.306.795.235     14.735.052.506
       Penghasilan Pajak                                       -                  -                  -                 -         (977.608.005)    (3.241.711.551)
       EAT                                                     -        5.239.105.553      9.051.665.398    10.204.370.960     11.329.187.230     11.493.340.955



      Pendapatan dikontribusi dari pendapatan pada export – Karawang, retail – Karawang, project – Karawang
      dan Pemasangan dan Pemolesan. Pada tahun-tahun proyeksi, pendapatan mengalami perubahan rata –
      rata sebesar 14,79%. Pendapatan dari penjualan berkisar antara 49,68 miliar – 86,23 miliar dengan rata –
      rata pendapatan pada tahun proyeksi sebesar 66,70 miliar.

      Laba bersih perseroan memiliki rasio sebesar 10,55% - 15,77% dari total pendapatan dengan perubahan
      rata – rata sebesar 24,49% pada tahun proyeksi. Total laba bersih berkisar antara 5,23 miliar – 11,49 miliar
      dengan rata – rata 9,46 miliar selama tahun proyeksi.

      Proyeksi keuangan mengasumsikan tidak adanya beban Pajak Penghasilan pada tahun ke-1 sampai ke-3
      karena pemanfaatan saldo kompensasi kerugian masa lalu. Berdasarkan basis Tax Loss Carry Forward
      tersebut, tarif pajak diproyeksikan sebesar 7,63% pada tahun ke-4 dan 22% pada tahun ke-5.

      Tidak adanya perubahan pada pos penyusutan tidak adanya penambahan capex yang dibutuhkan
      perseroan dalam tahun proyeksi dikarenakan dari aset dan tenaga kerja yang ada dapat untuk menghasilkan
      pendapatan untuk KBLI baru.

                                                     Tahun 0            Tahun 1            Tahun 2            Tahun 3            Tahun 4            Tahun 5

                    Laporan Arus Kas
       ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
        EAT                                                    -        5.239.105.553      9.051.665.398    10.204.370.960     11.329.187.230     11.493.340.955
        Depresiasi                                             -                  -                  -                 -                  -                  -
        Piutang Usaha                                          -       (3.087.310.781)    (8.474.508.212)   (2.726.417.838)    (2.233.199.648)    (2.568.179.595)
        Persediaan                                             -       (6.862.025.514)      (954.860.438)   (1.172.532.893)    (1.348.412.827)    (7.494.927.961)
        Beban dibayar di muka dan piutang lainnya   (1.041.764.292)      (673.742.086)      (238.715.109)     (293.133.223)      (337.103.207)      (387.668.688)
        Utang Usaha - Pihak Ketiga                     772.386.512        943.119.866        238.715.109       293.133.223        337.103.207        387.668.688
        Uang Muka Diterima                             885.359.506        349.780.348        197.012.823       228.680.281        249.124.944        286.493.685
       KAS NETO DARI AKTIVITAS OPERASI                 615.981.726     (4.091.072.614)      (180.690.428)    6.534.100.510      7.996.699.700      1.716.727.084
       ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       KAS NETO DARI AKTIVITAS INVESTASI                       -                  -                  -                  -                  -                  -
       ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
        Kredit Modal Kerja                          3.269.853.586         689.334.799     1.813.465.821      (1.141.034.398)     (636.847.724)     (2.263.704.181)
        Tambahan Modal Disetor                                -                   -
       KAS NETO DARI AKTIVITAS PENDANAAN            3.269.853.586         689.334.799     1.813.465.821      (1.141.034.398)     (636.847.724)    (2.263.704.181)
       KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS             3.885.835.312      (3.401.737.815)    1.632.775.393       5.393.066.112     7.359.851.976       (546.977.097)
       KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                     -         3.885.835.312       484.097.496       2.116.872.890     7.509.939.001     14.869.790.977
       KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN          3.885.835.312         484.097.496     2.116.872.890       7.509.939.001    14.869.790.977     14.322.813.880




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                                    xix
Page 21
      Arus kas dari aktivitas operasi sebagian mengalami tren negatif pada tahun awal proyeksi dan mengalami
      perbaikan tren positif pada tahun-tahun setelahnya. Arus kas dari aktivitas operasi berkisar antara -4,09
      miliar – 7,99 miliar pada tahun proyeksi, secara rata-rata arus kas dari aktivitas operasi sebesar 2,39 miliar
      pada tahun proyeksi.

      Arus kas dari aktivitas pendanaan perusahaan terdapat penambahan initial investment berupa kredit modal
      kerja sebesar Rp. 3.269.853.586 pada awal tahun sebelum dimulainya aktivitas operasional yang bersumber
      dari pendanaan pihak ketiga untuk modal kerja operasional sebelum dimulainya kegiatan operasional
      kegiatan usaha baru perusahaan. Arus kas dari aktivitas pendanaan berkisar antara -2,26 miliar – 1,8 miliar
      pada tahun proyeksi.

      Kas dan setara kas akhir tahun perusahaan berkisar antara 484 juta – 14,86 miliar per tahun dengan rata –
      rata 7,86 miliar selama tahun proyeksi.

           •    Metodologi dilakukan dengan menganalisis potensi keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh
                dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

           •    Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan menggunakan metode
                diskonto arus kas, dengan menggunakan arus kas terhadap proyek Free Cash Flow to Firm
                (FCFF).

           •    Penetapan Tingkat Diskonto, Tingkat diskonto diestimasikan dengan menggunakan metode
                Weighted Average Cost of Capital (WACC). Biaya Ekuitas (Ke) diestimasikan dengan metode
                Capital Asset Pricing Model (CAPM). Dikarenakan beban pajak penghasilan pada tahun-tahun
                proyeksi mengalami fluktuatif dikarenakan pemanfaatan saldo kompensasi kerugian masa lalu,
                berdasarkan basisi Tax Loss Carry Forward tersebut, tarif pajak diproyeksikan sebesar 7,94% pada
                tahun ke-4 dan 22% pada tahun ke-5. Adapun rincian perhitungan Tingkat Diskonto tercermin pada
                tabel dibawah ini :

                             KETERANGAN         Tahun 1     Tahun 2     Tahun 3     Tahun 4     Tahun 5


                            Beta Unlevered           0,71        0,71        0,71        0,71        0,71
                            Beta Re-Levered          0,99        0,99        0,99        0,97        0,93

                                  Beta               0,99        0,99        0,99        0,97        0,93
                                   KRF             6,70%       6,70%       6,70%       6,70%       6,70%
                                   ERP             7,03%       7,03%       7,03%       7,03%       7,03%
                                  RBDS             1,87%       1,87%       1,87%       1,87%       1,87%
                                  DER             39,44%      39,44%      39,44%      39,44%      39,44%

                                  Ke              11,79%      11,79%      11,79%      11,64%      11,36%
                                  Kd               8,44%       8,44%       8,44%       8,44%       8,44%
                                  We              71,72%      71,72%      71,72%      71,72%      71,72%
                                  Wd              28,28%      28,28%      28,28%      28,28%      28,28%

                                Tax Rate           0,00%       0,00%       0,00%       7,94%     22,00%
                             Discount Rate        10,85%      10,85%      10,85%      10,54%     10,01%




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                        xx
Page 22
           •    Analisis Kelayakan Investasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha oleh Perusahaan dianalisis
                dengan menggunakan 4 (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return
                (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:

                                                  Tahun 0             Tahun 1           Tahun 2              Tahun 3            Tahun 4             Tahun 5
                          Keterangan
                Initial Investment                (3.269.853.586)               -                 -                    -                 -                  -
                EBIT                                         -        5.559.052.091     9.398.086.722       10.495.591.986    12.641.699.415     15.120.192.313
                Tax                                          -                  -                 -                    -      (1.004.211.600)    (3.326.442.309)
                Depresiasi                                   -                  -                 -                    -                 -                  -
                CNWC                                         -       (9.330.178.167)   (9.232.355.827)      (3.670.270.450)   (3.332.487.530)    (9.776.613.871)
                Capex                                                           -                 -                    -                 -                  -
                FCFF                              (3.269.853.586)    (3.771.126.076)      165.730.895        6.825.321.536     8.305.000.284      2.017.136.133
                Terminal Value (Growth TV 2,5%)                                                                                                  27.533.885.107
                PVTV                              (3.269.853.586)    (3.771.126.076)       165.730.895       6.825.321.536     8.305.000.284     29.551.021.240
                DR                                        10,85%             10,85%             10,85%              10,85%            10,54%             10,01%
                DF                                             1               0,90               0,81                0,73              0,66               0,60
                PV                                (3.269.853.586)    (3.402.157.368)       134.887.022       5.011.562.538     5.516.419.760     17.842.729.202


                                                      Kesimpulan Analisis Kelayakan
                                          NPV                                                               21.833.587.569
                                          IRR                                                                       61,42%
                                          PI                                                                          7,68
                                          Payback Period                                                           4 Tahun


                    Kriteria Kelayakan Investasi                       Hasil                                                   Kelayakan
                NPV                                Lebih besar dari 0                                        Layak
                IRR                                lebih besar dari Discount Rate                            Layak
                Profitability Index                lebih besar dari 1                                        Layak
                                             Kesimpulan Investasi                                                      Investasi Layak Dilakukan

                Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada
                WACC dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi dari rencana penambahan KBLI baru (46733)
                tersebut layak.
           •    Analisis Titik Impas (Break Even Point)
                                                      Tahun 1               Tahun 2               Tahun 3                 Tahun 4                Tahun 5
                           Analisis BEP


                Total Penjualan                     49.678.477.712        57.400.825.346        65.205.487.715          74.986.310.873          86.234.257.504
                Biaya Variable                      35.386.083.988        40.880.852.863        46.901.315.709          53.936.513.065          62.026.990.025
                Biaya Tetap                          8.733.341.633         7.121.885.761         7.808.580.020           8.408.098.393           9.087.075.165

                Break Even Point (BEP) Rupiah       30.355.944.992        24.745.932.304        27.816.733.170          29.952.415.015          32.371.153.847




                Dalam figur analisis BEP di atas, pendapatan rata-rata pada setiap tahun proyeksi adalah sebesar
                66,70 miliar yang mana sangat mengakomodir dari titik impas atau break even point rata-rata
                pendapatan pada tahun proyeksi sebesar 29,04 miliar.




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                                                                  xxi
Page 23
           •    Analisis Profitabilitas

                                              Tahun 1      Tahun 2      Tahun 3       Tahun 4       Tahun 5
                    Analisis Profitabilitas
                Gross Profit Margin               28,77%       28,78%       28,07%        28,07%        28,07%
                Net Profit Margin                 10,55%       15,77%       15,65%        15,11%        13,33%
                Return On Asset                   43,12%       38,60%       30,89%        25,57%        21,20%
                Return On Equity                 100,00%       63,34%       41,66%        31,62%        24,29%
                Return On Investment             160,22%      276,82%      312,07%       346,47%       351,49%


                Dalam figur di atas, dapat terlihat bahwa profitabilitas Rencana Proyek yang digambarkan dalam
                persentase Gross Profit Margin, persentase laba bersih terhadap pendapatan (Net Profit Margin),
                ROA, ROE dan ROI menunjukkan bahwa Rencana Proyek memiliki kemampuan dalam
                menghasilkan laba.

                Gross Profit Margin berada di angka 28,07% - 28,78% selama tahun proyeksi. Net profit margin
                berada di angka 10,55% - 15,77% selama tahun proyeksi. Return on Asset berada di angka 21,20%
                - 43,12%. Return on Equity berada di angka 24,29% - 100%. Return of investment berada diangka
                160,22% - 351,49%. Dengan demikian penambahan kegiatan usaha menunjukkan bahwa kegiatan
                usaha perdagangan/proyek sangat normal untuk mendapatkan keuntungan.




Berdasarkan analisa pada kelayakan aspek pasar, kelayakan aspek teknis, kelayakan aspek pola bisnis, kelayakan
aspek model manajemen, dan kelayakan aspek keuangan maka dapat disimpulkan bahwa Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha adalah Layak.

Demikian hasil Studi Kelayakan yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar dan kode etik yang
berlaku.

Hormat Kami,
KJPP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
Public Appraisers & Consultants




Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert)
Partner
Izin Penilai Properti & Bisnis
Izin Men. Keu. No.P.1-18.00532 dan B-1.23.00643
STTD.PPB-47/PM.02/2023
MAPPI No. 16-S-06672
RMK-2017.00616




Laporan Studi Kelayakan PT Citatah Tbk                                                                    xxii

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.77 MB
Published17 Jun 2026
Pages23
Characters86,342
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 18 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Tiffany Johanes · Direktur p.4 ×6
linked person Denise Johanes · Direktur p.15 ×3
possible org Citatah Tbk p.1 ×62
possible person Prof. DR. Satrio p.1 ×4
possible org Bursa efek Indonesia p.4
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×2
unresolved org Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan p.2
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo p.2
unresolved org Bank Indonesia p.3 ×2
unresolved org Pusat Statistik p.4
unresolved org KJPP SPR p.5 ×2
unresolved org Milik Negara p.8
unresolved person Operational Oversight · Direktur Operasional p.15
unresolved person Rumpoko Adi · Direktur p.15 ×2
unresolved org KJPP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers p.23
unresolved person Consultants Ginanjar Rizki Tarekat p.23
unresolved person Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert) · Partner p.23 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 3708 ms 12 Sep 2026 22:08
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result