Skip to content
Back to announcement

20260617_CTTH_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32101927_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review CTTH

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 21

Page 1
                   KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM

             Rencana Penambahan Kegiatan Usaha melalui Penambahan KBLI 46733
            (Perdagangan Besar Ubin dan Material Sejenis/Bahan Bangunan Terkait)

                                 PT Citatah Tbk ("Perseroan")

Alamat Kantor Pusat    : Jalan Prof. DR. Satrio No.10 Blok C4, Kuningan Timur, Kecamatan
                         Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950

Telepon                : (+62) 215 262 370

E-mail                 : citatah@citatah.co.id

Situs Web              : www.citatah.co.id

Kegiatan Usaha         : Penambangan, produksi, pemasaran dan distribusi marmer, batuan alam,
                         dan bahan bangunan lainnya untuk gedung komersial dan residensial.

Keterbukaan Informasi ini dibuat dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan sebagaimana diatur dalam Pasal 23 Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha ("POJK 17/2020"), serta ketentuan keterbukaan informasi yang
berlaku bagi Perusahaan Tercatat.

Jika Anda mengalami kesulitan untuk memahami informasi sebagaimana tercantum dalam
Keterbukaan Informasi ini, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan penasihat profesional yang
kompeten.

Tanggal Penerbitan Keterbukaan Informasi         :    17 Juni 2026

Tanggal Pengumuman RUPS                          :    13 Mei 2026

Tanggal RUPS                                     :    19 Juni 2026

DIREKSI PERSEROAN SECARA BERSAMA-SAMA BERTANGGUNG JAWAB PENUH ATAS KEBENARAN
INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM INI DAN TIDAK TERDAPAT FAKTA PENTING DAN RELEVAN
YANG TIDAK DIUNGKAPKAN, YANG DAPAT MENYEBABKAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG
SAHAM INI MENJADI TIDAK BENAR DAN/ATAU MENYESATKAN




                                       Halaman 1 dari 21
Page 2
1. INFORMASI UMUM PERSEROAN

      Keterangan                                        Uraian
Nama Perseroan        PT Citatah Tbk
Kode Saham            CTTH
Alamat Kantor Pusat   Jalan Prof. DR. Satrio No.10 Blok C4, Kuningan Timur, Kecamatan
                      Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950
Telepon / Faks        (+62) 215 262 370

Situs Web             www.citatah.co.id
Bidang Usaha Utama    Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang
                      pertambangan, pengolahan, manufaktur dan perdagangan material
                      bangunan, khususnya batu alam dan produk pelapis permukaan
                      (surface materials). Perseroan memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun
                      dalam industri bahan bangunan dan telah melayani berbagai proyek
                      komersial, hospitality, residensial, infrastruktur dan interior di Indonesia
                      maupun pasar ekspor.

                      Dalam kegiatan pertambangan, Perseroan memiliki dan mengelola area
                      tambang batu alam, termasuk marmer, yang menjadi sumber bahan
                      baku utama bagi kegiatan pengolahan dan manufaktur Perseroan.
                      Kegiatan pertambangan tersebut menghasilkan blok batu alam yang
                      selanjutnya diproses untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik
                      maupun ekspor.

                      Dalam kegiatan manufaktur, Perseroan mengoperasikan fasilitas
                      pengolahan batu alam untuk menghasilkan berbagai produk bernilai
                      tambah, antara lain slab, tile, cut-to-size, flooring, wall cladding, vanity
                      top, kitchen countertop, furniture top, hardscape, dan produk batu alam
                      lainnya sesuai spesifikasi proyek. Perseroan juga memiliki kemampuan
                      fabrikasi dan penyelesaian akhir (finishing) untuk memenuhi kebutuhan
                      pelanggan pada berbagai segmen pasar.

                      Selain kegiatan pertambangan dan manufaktur, Perseroan juga
                      menjalankan kegiatan perdagangan berbagai produk pelapis
                      permukaan (surface materials) dan material bangunan lainnya, baik
                      yang diproduksi sendiri maupun yang diperoleh dari pemasok lokal dan
                      internasional. Produk yang diperdagangkan antara lain marmer, granit,
                      quartz surface, glass mosaic, engineered surface materials, decorative
                      surface materials, serta produk material bangunan lainnya yang
                      digunakan pada proyek komersial, hospitality, residensial dan interior.
Kode KBLI               - 08101 (Penggalian Batu Hias Dan Batu Bangunan)
                        - 23969 (Industri Barang Dari Marmer, Granit Dan Batu Lainnya)
                        - 46639 (Perdagangan Besar Bahan Konstruksi Lainnya)



                                 Halaman 2 dari 21
Page 3
Riwayat Singkat   PT Citatah Tbk merupakan perusahaan yang telah berpengalaman
Perseroan         dalam industri bahan bangunan dan pelapis permukaan selama lebih
                  dari 50 tahun. Didirikan pada tahun 1974, dengan Akta No. 77 tanggal
                  26 September 1974 dari notaris Komar Andasasmita S.H. di Jakarta. Akta
                  ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
                  Keputusan No. Y.A.5/362/17 tanggal 8 Desember 1975 serta
                  diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 11
                  Mei 1976, Tambahan No. 348. Perseroan memulai kegiatan usaha di
                  bidang penambangan dan pengolahan marmer serta terus
                  mengembangkan kegiatan usahanya melalui peningkatan kapasitas
                  produksi, pengembangan jaringan pemasaran dan perluasan portofolio
                  produk.

                  Seiring perkembangan usaha, Perseroan melakukan restrukturisasi
                  operasional untuk meningkatkan efisiensi dan sejak tahun 2009 telah
                  memperluas kegiatan usahanya melalui pemasaran dan distribusi
                  berbagai produk pelapis permukaan, material bangunan dan produk
                  terkait dari pemasok nasional maupun internasional. Pengalaman
                  tersebut telah memberikan Perseroan pengetahuan, jaringan
                  pelanggan, jaringan pemasok, sistem logistik serta sumber daya
                  manusia yang relevan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan usaha
                  perdagangan besar bahan konstruksi sebagaimana tercakup dalam KBLI
                  46733.

                  Saat ini Perseroan melayani berbagai segmen pelanggan, termasuk
                  proyek komersial, hotel dan resort, residensial, kontraktor, arsitek,
                  desainer interior, kitchen & furniture serta pengembang properti.
                  Dengan pengalaman operasional, jaringan usaha dan infrastruktur yang
                  telah dimiliki, Perseroan berkeyakinan memiliki kapasitas yang
                  memadai untuk menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha
                  tersebut.
Struktur Modal    Berikut adalah struktur modal PT Citatah Tbk berdasarkan Akta Notaris
                  Nomor 266 tanggal 28 Juni 2021 yang dibuat oleh Notaris Christina Dwi
                  Utami, S.H., M.Hum., M.Kn. berkedudukan di Jakarta Barat dan
                  memperoleh pengesahan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
                  Nomor AHU-AH.01.03-0430799 tanggal 23 Juli 2021.
                    - Modal Dasar
                       Rp. 1.260.000.000.000 (Satu Triliun Dua Ratus Enam Puluh Miliar
                       Rupiah) dengan jumlah lembar saham terbagi atas 840.000.000
                       lembar saham seri A dengan nominal Rp500 per lembar saham dan
                       8.400.000.000 lembar saham seri B dengan nominal Rp100 per
                       lembar saham




                            Halaman 3 dari 21
Page 4
                             - Modal Ditempatkan
                               Rp. 459.083.982.100 (Empat Ratus Lima Puluh Sembilan Miliar
                               Delapan Puluh Tiga Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Dua Ribu
                               Seratus Rupiah) dengan jumlah lembar saham terbagi atas
                               840.000.000 lembar saham seri A dan 390.839.821 lembar saham
                               seri B.

                             - Modal Disetor
                                 Rp. 459.083.982.100 (Empat Ratus Lima Puluh Sembilan Miliar
                                 Delapan Puluh Tiga Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Dua Ribu
                                 Seratus Rupiah) dengan jumlah lembar saham terbagi atas
                                 840.000.000 lembar saham seri A dan 390.839.821 lembar saham
                                 seri B.
 Susunan Pemegang           Berikut adalah susunan pemegang saham PT Citatah Tbk dengan tanggal
 Saham                      cut-off pada 25 Mei 2026 berdasarkan laporan Daftar Pemegang Saham
                            yang diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek, PT EDI Indonesia:

                                        Pemegang Saham                Kepemilikan
                               Parallax Venture Partners XIII Ltd 18.90%
                               UOB Kay Hian Pte Ltd               9.40%
                               Advance Capital Limited            7.03%
                               Meridian-Pacific International Pte
                                                                  5.82%
                               Ltd
                               Investspring Limited               5.26%
                               Taufik Johannes                    8.61%
                               Masyarakat                         44.98%
 Susunan Pengurus dan       Dewan Komisaris
 Pengawasan                  - Gregory Nanan Aswin (Komisaris Utama dan Komisaris
                                Independen)
                             - Eugene Cho Park

                            Direksi
                             - Taufik Johannes (Direktur Utama)
                             - Denise Johanes
                             - Tiffany Johanes
                             - Rumpoko Adi

2. URAIAN INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL

Perseroan berencana menambahkan kegiatan usaha melalui penambahan KBLI 46733
(Perdagangan Besar Bahan Konstruksi dari Tanah Liat, Kapur, Semen atau Kaca) untuk memperluas
portofolio dan lini pendapatan Perseroan di bidang perdagangan (trading) material pelapis
permukaan (surface materials), dengan fokus utama pada kebutuhan proyek. Setelah penambahan
KBLI, Perseroan perlu melakukan pembaruan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan juga izin operasional
tambahan berupa Standar Nasional Indonesia (SNI) jika akan melakukan impor.


                                      Halaman 4 dari 21
Page 5
Kegiatan usaha tersebut didukung oleh jaringan pemasok, pelanggan, fasilitas pergudangan, sistem
logistik, pengendalian mutu, serta tenaga pemasaran dan tenaga teknis yang dimiliki oleh
Perseroan. Pengalaman dan infrastruktur yang telah tersedia tersebut menjadi landasan bagi
Perseroan dalam mengembangkan dan memperluas kegiatan usaha perdagangan material
bangunan melalui penambahan KBLI 46733 – Perdagangan Besar Bahan Konstruksi dari Tanah Liat,
Kapur, Semen atau Kaca.

Pelaksanaan kegiatan usaha direncanakan bersifat asset-light, memanfaatkan fasilitas/gudang dan
sumber daya manusia yang telah ada, dengan kebutuhan utama berupa modal kerja operasional
untuk pengadaan barang berbasis pesanan proyek (indent/back-to-back).



3. PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN ALASAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

Latar belakang yang menjadi pertimbangan Perseroan untuk menambahkan kegiatan usaha baru
KBLI 46733 karena kegiatan tersebut menggunakan model bisnis asset-light dan sistem pengadaan
berbasis pesanan proyek (indent/back-to-back). Hal ini ditujukan untuk menjaga efisiensi modal
kerja serta meminimalkan risiko persediaan (deadstock) dan investasi tetap.

   3.1. Perkembangan Industri Terkini
        Industri surface material di Indonesia menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif
        seiring pemulihan sektor properti, peningkatan aktivitas konstruksi, serta tren desain
        interior modern yang mendorong permintaan material pelapis permukaan berkualitas
        tinggi.

        Perseroan memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun di bidang batu alam, jaringan pemasok
        yang luas, serta pemahaman terhadap kebutuhan proyek konstruksi dan interior yang
        menjadi modal dalam pengembangan kegiatan usaha baru ini.

        Perseroan dapat memperluas cakupan solusi material berbasis proyek melalui portofolio
        produk yang beragam, baik pada segmen premium maupun mid-range, guna memenuhi
        kebutuhan value engineering pelanggan.

        Penambahan kegiatan usaha ini diharapkan dapat mendukung diversifikasi sumber
        pendapatan dan perluasan pangsa pasar Perseroan pada segmen proyek yang
        membutuhkan material pelapis permukaan yang low maintenance.

   3.2. Kinerja Historis Perseroan
        Kinerja historis Perseroan menunjukkan bahwa Perseroan memiliki pengalaman
        operasional lebih dari 50 tahun dalam industri batu alam dan material bangunan. Pada
        tahun 2025 Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp116,8 miliar dengan laba
        bruto sebesar Rp28,2 miliar dan margin laba bruto sebesar 24,1%.




                                       Halaman 5 dari 21
Page 6
    Meskipun kondisi industri konstruksi dan properti mengalami tantangan akibat
    perlambatan sejumlah proyek besar, Perseroan tetap mempertahankan kapasitas
    operasional, jaringan pemasok dan basis pelanggan yang tersebar di berbagai wilayah
    Indonesia.

    Rencana penambahan kegiatan usaha KBLI 46733 diharapkan dapat melengkapi portofolio
    produk Perseroan serta meningkatkan utilisasi jaringan pemasaran, gudang, logistik, dan
    sumber daya yang telah dimiliki tanpa memerlukan investasi aset tetap yang material.

3.3. Kinerja Historis, Tren Pendapatan, Profitabilitas, Kapasitas Fasilitas dan Kebutuhan
     Pembiayaan
     Perseroan memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun dalam industri batu alam dan material
     bangunan, dengan kegiatan usaha yang mencakup pertambangan, pengolahan,
     manufaktur, dan perdagangan material bangunan. Dalam beberapa tahun terakhir,
     Perseroan tetap menjalankan kegiatan operasional melalui fasilitas pengolahan batu alam
     dan jaringan pemasaran yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

    Pada tahun 2025, Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp116,8 miliar
    dengan laba bruto sebesar Rp28,2 miliar dan margin laba bruto sebesar 24,1%. Meskipun
    industri konstruksi dan properti menghadapi berbagai tantangan yang berdampak pada
    tingkat permintaan pasar, Perseroan tetap mempertahankan fasilitas operasional,
    jaringan pemasok, basis pelanggan serta sumber daya manusia yang mendukung kegiatan
    usaha Perseroan.

    Perseroan saat ini memiliki fasilitas pengolahan dan fabrikasi batu alam, fasilitas
    pergudangan, sistem logistik serta jaringan pemasaran yang masih dapat mendukung
    pengembangan kegiatan usaha baru tanpa memerlukan investasi aset tetap yang material.
    Penambahan kegiatan usaha KBLI 46733 diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan
    sumber daya yang telah tersedia, memperluas portofolio produk serta memberikan
    kontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas Perseroan di masa
    mendatang.

    Dari sisi pembiayaan, Perseroan tidak memerlukan investasi aset tetap dalam jumlah besar
    karena kegiatan usaha akan dijalankan dengan memanfaatkan infrastruktur, gudang,
    sistem logistik dan sumber daya yang telah tersedia. Berdasarkan studi kelayakan yang
    dilakukan oleh KJPP Independen, kebutuhan investasi awal diperkirakan sebesar Rp3,27
    miliar dan kebutuhan modal kerja selama periode proyeksi sebesar Rp8,23 miliar hingga
    Rp9,36 miliar.

    Berdasarkan proyeksi keuangan yang digunakan dalam Studi Kelayakan, kegiatan usaha
    baru diproyeksikan menghasilkan pendapatan sebesar Rp49,68 miliar pada tahun pertama
    dan meningkat menjadi Rp86,23 miliar pada tahun kelima. Pada periode yang sama, EBIT
    diproyeksikan meningkat dari Rp5,56 miliar pada tahun pertama menjadi Rp15,12 miliar


                                   Halaman 6 dari 21
Page 7
     pada tahun kelima. Proyeksi tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan pendapatan dan
     profitabilitas yang berkelanjutan selama periode proyeksi serta mendukung kelayakan
     pelaksanaan kegiatan usaha baru Perseroan.

3.4. Prospek Penambahan Kegiatan Usaha Baru
     Perseroan telah memiliki basis pelanggan yang berasal dari segmen proyek komersial,
     hotel dan resort, residensial, interior fit-out, kitchen dan furniture, developer, kontraktor,
     quantity surveyor, arsitek dan desainer interior

     Pada tahap awal implementasi kegiatan usaha baru, Perseroan akan memanfaatkan
     jaringan pelanggan eksisting yang selama ini telah menggunakan produk batu alam,
     material pelapis permukaan (surface materials) dan material bangunan lainnya yang
     dipasarkan oleh Perseroan. Berdasarkan hasil identifikasi pasar yang dilakukan Perseroan,
     terdapat sejumlah calon pelanggan potensial yang berasal dari kelompok pengembang
     properti nasional, kontraktor, perusahaan desain interior, pelaku hospitality dan segmen
     proyek komersial yang menunjukkan minat terhadap produk yang akan diperdagangkan
     oleh Perseroan.

     Produk utama yang direncanakan untuk diperdagangkan mencakup material pelapis
     permukaan dan material bangunan yang sesuai dengan KBLI 46733, termasuk namun tidak
     terbatas pada porcelain slab, porcelain tile, mosaic, decorative surface material, sintered
     stone dan produk material bangunan sejenis lainnya.

     Pasokan produk akan diperoleh dari pemasok lokal maupun pemasok luar negeri yang
     telah memiliki hubungan bisnis dengan Perseroan maupun prinsipal yang memiliki
     reputasi dan standar kualitas yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Perseroan telah
     melakukan identifikasi terhadap sejumlah pemasok potensial dari Indonesia, kawasan Asia
     Tenggara, Italia dan Spanyol yang memiliki pengalaman dalam penyediaan produk
     premium untuk pasar konstruksi dan interior.

     Sampai dengan tanggal Keterbukaan Informasi ini, Perseroan telah menerima sejumlah
     permintaan informasi (inquiry) dan peluang pemasaran dari calon pelanggan terkait
     produk yang akan diperdagangkan dalam kegiatan usaha baru. Namun demikian,
     pelaksanaan transaksi dan penandatanganan kontrak yang secara langsung berkaitan
     dengan kegiatan usaha KBLI 46733 akan dilakukan setelah Perseroan memperoleh
     persetujuan pemegang saham serta menyelesaikan penyesuaian kegiatan usaha sesuai
     ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan hasil kajian internal
     Perseroan, terdapat potensi permintaan awal dari kelompok pelanggan yang menjadi
     target pemasaran Perseroan dengan estimasi kebutuhan produk yang secara agregat
     mencapai lebih dari 100.000 m² untuk segmen porcelain dan sekitar 13.000 m² untuk
     segmen sintered stone premium. Informasi tersebut digunakan sebagai salah satu
     referensi dalam penyusunan asumsi proyeksi penjualan dan studi kelayakan yang
     dilakukan oleh KJPP.


                                     Halaman 7 dari 21
Page 8
        Selain itu, Perseroan juga telah menerima sejumlah permintaan informasi produk (product
        inquiry) dan permintaan penawaran harga (request for quotation) dari calon pelanggan
        potensial. Namun demikian, sampai dengan tanggal Keterbukaan Informasi ini, Perseroan
        belum melakukan kegiatan penjualan berdasarkan KBLI 46733, dan seluruh proyeksi yang
        digunakan dalam studi kelayakan disusun berdasarkan analisis pasar, basis pelanggan
        eksisting, serta peluang bisnis yang telah diidentifikasi oleh Perseroan.



4. KETERSEDIAAN TENAGA AHLI

Perseroan menilai ketersediaan tenaga ahli untuk mendukung kegiatan usaha baru berada pada
tingkat memadai. Kegiatan usaha perdagangan berbasis proyek direncanakan dijalankan dengan
memanfaatkan organisasi yang telah ada, termasuk fungsi penjualan proyek, pengadaan
(procurement), administrasi impor (apabila diperlukan), pengendalian kualitas (QC) penerimaan
barang, serta koordinasi gudang dan logistik. Perseroan juga akan memastikan penerapan SOP
handling/penyimpanan material serta prosedur klaim/garansi untuk menjaga konsistensi mutu dan
kepatuhan.

  Nama/Jabatan       Jumlah      Fungsi dalam KBLI            Pengalaman & Keahlian
                      orang            46733
 Tim Project Sales      6      Pengembangan pasar,     Berpengalaman         dalam    penjualan
                               penjualan     proyek,   material bangunan dan batu alam
                               koordinasi pelanggan    untuk proyek hotel, resort, vila dan
                               dan kontraktor          bangunan komersial di Bali. Memiliki
                                                       jaringan dengan developer, kontraktor,
                                                       quantity surveyor, arsitek dan desainer
                                                       interior.
 Tim Purchasing         4      Pengadaan    barang     Berpengalaman melakukan pengadaan
                               dan       koordinasi    material lokal maupun impor serta
                               pemasok                 koordinasi dengan principal dan
                                                       pemasok luar negeri untuk kebutuhan
                                                       proyek Perseroan.
 Tim Warehouse &       15      Penerimaan barang,      Berpengalaman                 menangani
 Logistics                     penyimpanan,            penyimpanan,         pengemasan     dan
                               pengiriman       dan    distribusi material batu alam, quartz,
                               pengendalian            porcelain slab dan material bangunan
                               inventori               lainnya.
 Tim Quality            6      Pemeriksaan     mutu    Berpengalaman                 melakukan
 Control                       barang yang diterima    pemeriksaan dimensi, warna, kondisi
                               dan          sebelum    fisik, kualitas finishing dan kesesuaian
                               pengiriman              spesifikasi produk untuk kebutuhan
                                                       proyek.
 Tim Finance &         11      Penagihan,              Berpengalaman dalam pengelolaan
 Accounting                    pengelolaan piutang     transaksi proyek, pengendalian piutang
                               dan        pelaporan    usaha, pengelolaan modal kerja dan
                               keuangan                pelaporan keuangan Perseroan.


                                      Halaman 8 dari 21
Page 9
 Tim Import &           2      Koordinasi dokumen Berpengalaman melakukan koordinasi
 Administrasi                  impor dan kepatuhan dengan freight forwarder, surveyor,
 (apabila                      administrasi        bea cukai dan pihak terkait untuk
 diperlukan)                                       kebutuhan pengadaan barang impor.

Perseroan tidak berencana melakukan penambahan tenaga ahli maupun perubahan struktur
organisasi yang material sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan usaha KBLI 46733. Kegiatan
usaha baru akan dijalankan dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang saat ini dimiliki oleh
Perseroan.

Sampai dengan tanggal Keterbukaan Informasi ini, Perseroan memiliki tenaga kerja yang
berpengalaman dalam bidang pemasaran proyek, pengadaan barang, pengendalian mutu,
pengelolaan gudang, logistik, keuangan dan administrasi yang dapat mendukung pelaksanaan
kegiatan usaha baru.

Seluruh sumber daya manusia tersebut tetap menjalankan kegiatan usaha eksisting Perseroan dan
secara bersamaan mendukung kegiatan usaha baru karena model bisnis KBLI 46733 bersifat asset-
light serta memanfaatkan infrastruktur dan organisasi yang telah tersedia. Kegiatan usaha KBLI
46733 tidak mensyaratkan sertifikasi profesi khusus yang diwajibkan oleh peraturan perundang-
undangan.

          Nama                Jabatan                             Peran
    Denise Johanes     Direktur Penjualan     Business Development & Project Sales
    Rumpoko Adi        Direktur Operasional   Operational Oversight
    Tiffany Johanes    Direktur Keuangan      Financial Supervision & Working Capital
                                              Control

Dalam menjalankan kegiatan usaha KBLI 46733, Perseroan akan memanfaatkan sumber daya
manusia dan struktur organisasi yang telah tersedia. Pengawasan operasional kegiatan usaha akan
berada di bawah koordinasi Bapak Rumpoko Adi selaku Direktur Operasional, yang memiliki
pengalaman dalam pengelolaan operasional, produksi, pengadaan, dan distribusi material
bangunan Perseroan. Pengembangan pasar dan pelaksanaan penjualan akan didukung oleh Ibu
Denise Johanes selaku Direktur Penjualan yang memiliki pengalaman dalam pemasaran material
bangunan untuk proyek hotel, resor, vila, bangunan komersial, dan residensial. Dari sisi
pengawasan keuangan dan pengelolaan modal kerja, kegiatan usaha akan berada di bawah
supervisi Ibu Tiffany Johanes selaku Direktur Keuangan yang memiliki pengalaman dalam
pengelolaan keuangan perusahaan publik, pengendalian Risiko, dan pengelolaan pembiayaan
usaha.

Perseroan berpendapat bahwa pengalaman, kompetensi, dan sumber daya yang dimiliki saat ini
telah memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan usaha KBLI 46733 tanpa memerlukan
perubahan struktur organisasi maupun penambahan tenaga ahli yang material.

5. RINGKASAN STUDI KELAYAKAN PERUBAHAN KEGIATAN USAHA

  Studi Kelayakan disusun oleh KJPP KJPP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN dengan cut off date
  pada tanggal 31 Desember 2025 rincian sebagai berikut:


                                      Halaman 9 dari 21
Page 10
Nomor Laporan                  :    00188/2.0131-09/BS-FS/04/0643/1/VI/2026
Tanggal Laporan                :    8 Juni 2026
Tanggal Studi Kelayakan        :    31 Desember 2025
Identitas Penilai Publik       :    a. Ginanjar Rizki Tarekat, S.T., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert)
                                    b. Fikri Mauriza Hazmi, S.T., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert)., CFP
                                    c. M. Nopri Kurniawan, A.Md.
                                    d. Ridho Mohammad, S.T.
Tanggal STTD                   :    STTD.PPB 47/PM.02/2023



5.1. Maksud dan Tujuan
     Studi kelayakan dilakukan untuk memberikan pendapat atas kelayakan rencana
     perubahan kegiatan usaha Perseroan (penambahan KBLI 46733) dengan menggunakan
     indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan
     Payback Period sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17/POJK.04/2020.

5.2. Asumsi dan Kondisi Pembatas (Ringkas)
     Dalam penyusunan Studi Kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan,
     KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan telah melaksanakan penugasan sesuai dengan
     ketentuan yang berlaku bagi Penilai Bisnis, termasuk ketentuan sebagaimana diatur dalam
     Pasal 35 POJK Nomor 35/POJK.04/2020.

     Asumsi dan kondisi pembatas yang menjadi dasar dalam penyusunan Studi Kelayakan dari
     KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan menyatakan sebagai berikut:
     • Laporan studi kelayakan bersifat non-disclaimer opinion.
     • Perseroan diasumsikan akan tetap menjalankan kegiatan usahanya secara
         berkelanjutan (going concern), memenuhi seluruh ketentuan hukum dan peraturan
         perundang-undangan yang berlaku, serta melaksanakan kegiatan usaha sesuai dengan
         rencana yang telah disusun oleh manajemen.
     • Untuk tujuan Studi Kelayakan, Penilai menggunakan data dan informasi yang
         disediakan oleh manajemen Perusahaan serta hasil investigasi memadai, di mana
         Penilai telah melakukan penelaahan yang diperlukan guna meyakini keakuratan
         sumber data tersebut.
     • Laporan keuangan audit dan dokumen pendukung lainnya yang digunakan sebagai
         dasar analisis dalam Laporan Studi Kelayakan telah dilakukan penelaahan oleh Penilai,
         serta diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. Studi Kelayakan
         dilakukan dengan adanya akses untuk pelaksanaan investigasi yang memadai.
     • Studi kelayakan didasarkan atas proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
         mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
         kemampuan pencapaian (fiduciary duty).
     • Proyeksi harga, volume penjualan, dan informasi keuangan lainnya didasarkan atas
         informasi keuangan prospektif yang disiapkan oleh manajemen yang telah disesuaikan
         dan diasumsikan dapat dicapai.


                                     Halaman 10 dari 21
Page 11
    •   Penilai menyatakan bahwa kesimpulan dalam Studi Kelayakan merupakan opini
        independen yang disusun berdasarkan data, informasi, asumsi dan kondisi pembatas
        yang diungkapkan dalam laporan. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi
        Kelayakan, kewajaran analisis yang dilakukan, serta kesimpulan yang diberikan sesuai
        dengan ruang lingkup penugasan yang telah disepakati.
    •   Keterbukaan Informasi terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
        rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
    •   Penilai menyatakan bahwa Perseroan telah memenuhi seluruh aspek legal dan
        perundang-undangan yang berlaku secara umum maupun spesifik terhadap
        industrinya. Penilai telah memperoleh informasi dan dokumen atas status hukum
        objek Studi Kelayakan dari Perseroan.

    Asumsi proyeksi keuangan yang menjadi dasar penyusunan laporan adalah sebagai
    berikut:
    • Proyeksi arus kas disusun untuk periode 5 (lima) tahun.
    • Kebutuhan investasi utama berupa modal kerja dan tidak terdapat kebutuhan
        investasi aset tetap (capital expenditure) yang material karena kegiatan usaha akan
        dijalankan dengan memanfaatkan fasilitas, gudang, sistem logistik dan sumber daya
        yang telah dimiliki Perseroan (asset-light model).
    • Proyeksi pendanaan modal kerja menggunakan asumsi tingkat bunga rata-rata
        sebesar 8,5% per tahun.
    • Tingkat diskonto (Weighted Average Cost of Capital/WACC) yang digunakan dalam
        analisis adalah sebesar 10,85%.

5.3. Pendapat atas Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha (Ringkas)
     Pendekatan dan Metode Penilaian
     Dalam melakukan Studi Kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan
     berupa KBLI 46733 – Perdagangan Besar Bahan Konstruksi dari Tanah Liat, Kapur, Semen
     atau Kaca, KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan menggunakan Pendekatan Pendapatan
     (Income Approach) dengan metode Discounted Cash Flow (DCF) sesuai Standar Penilaian
     Indonesia (SPI) 106 serta memperhatikan ketentuan SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020.

    Analisis kelayakan dilakukan melalui beberapa tahapan yang meliputi analisis industri dan
    kondisi pasar, analisis model bisnis dan strategi pemasaran, analisis pelanggan dan
    pemasok potensial, analisis operasional yang mencakup kesiapan sumber daya manusia,
    fasilitas, logistik dan infrastruktur pendukung, analisis kebutuhan investasi dan modal
    kerja, penyusunan proyeksi keuangan, serta analisis kelayakan finansial menggunakan
    indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI) dan
    Payback Period.

    Berdasarkan hasil analisis tersebut, Penilai melakukan evaluasi terhadap aspek pasar,
    operasional dan keuangan guna menentukan kelayakan rencana penambahan kegiatan
    usaha Perseroan.


                                    Halaman 11 dari 21
Page 12
5.3.1. Ringkasan Hasil Analisis Kelayakan Pasar
       Analisis pasar dilakukan terhadap kondisi industri material bangunan dan pelapis
       permukaan, potensi permintaan pasar, tingkat persaingan usaha, tren penggunaan
       produk, serta peluang pertumbuhan pada sektor konstruksi, properti, renovasi
       bangunan komersial, hospitality dan residensial. Analisis juga mempertimbangkan
       perkembangan kebutuhan akan material alternatif berkualitas tinggi, variasi desain
       yang luas, kemudahan pemasangan, serta efisiensi pemeliharaan yang semakin
       menjadi pertimbangan dalam pemilihan material bangunan.

       Selain kondisi industri secara umum, analisis juga dilakukan terhadap posisi
       Perseroan di pasar, jaringan pelanggan yang telah dimiliki, serta peluang
       pengembangan usaha melalui pemasaran produk porcelain slab, porcelain tile,
       sintered stone, mosaic, decorative surface material dan produk terkait lainnya.
       Perseroan memiliki basis pelanggan yang berasal dari segmen developer,
       kontraktor, arsitek, desainer interior, hotel dan resor, kitchen & furniture, quantity
       surveyor, serta pelanggan proyek lainnya yang menjadi target pasar kegiatan usaha
       baru. Perseroan juga telah menerima sejumlah permintaan informasi produk
       (product inquiry) dan permintaan penawaran harga (request for quotation) dari
       calon pelanggan potensial.

       Hasil Analisis Kelayakan Pasar
       Berdasarkan hasil analisis tersebut, pasar yang menjadi target kegiatan usaha baru
       dinilai memiliki prospek yang memadai dengan potensi permintaan yang dapat
       mendukung pertumbuhan usaha Perseroan. Dengan dukungan basis pelanggan
       yang telah dimiliki, jaringan pemasaran yang telah terbentuk, serta peluang pasar
       yang tersedia, rencana penambahan kegiatan usaha dinilai layak untuk
       dilaksanakan dari aspek pasar.

5.3.2. Ringkasan Hasil Analisis Kelayakan Teknis
       Berdasarkan analisis teknis yang dilakukan, Perseroan dinilai memiliki kapasitas
       operasional yang memadai untuk menjalankan kegiatan usaha baru tanpa
       memerlukan investasi aset tetap yang material. Kegiatan usaha akan dijalankan
       dengan memanfaatkan fasilitas gudang, area handling, fasilitas cutting dan
       finishing, sistem logistik, serta sumber daya yang dimiliki Perseroan.

       Perseroan juga telah mengidentifikasi sumber pasokan dari pemasok lokal maupun
       luar negeri yang memiliki reputasi dan standar kualitas sesuai dengan kebutuhan
       proyek. Untuk menjaga kualitas produk dan kontinuitas pasokan, Perseroan
       menerapkan proses seleksi pemasok, pemeriksaan kualitas (quality control),
       pengelolaan penyimpanan, serta sistem pengadaan berbasis proyek (indent/back-
       to-back).

       Hasil Analisis Kelayakan Teknis




                               Halaman 12 dari 21
Page 13
       Berdasarkan kapasitas fasilitas yang tersedia, ketersediaan pasokan, dukungan
       sistem logistik, serta kemampuan operasional yang dimiliki Perseroan, rencana
       penambahan kegiatan usaha dinilai layak untuk dilaksanakan dari aspek teknis.
       Kegiatan usaha baru dapat dijalankan dengan memanfaatkan fasilitas dan sumber
       daya yang telah dimiliki Perseroan tanpa memerlukan investasi aset tetap yang
       material.

5.3.3. Ringkasan Hasil Analisis Kelayakan Model Manajemen
       Analisis model manajemen dilakukan terhadap struktur organisasi, kompetensi
       sumber daya manusia, sistem pengendalian internal, tata kelola operasional, serta
       kemampuan manajemen dalam mengelola kegiatan usaha baru. Analisis juga
       mempertimbangkan pengalaman Perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha di
       bidang material bangunan, pengelolaan pemasok, pengelolaan proyek, serta
       pengendalian keuangan dan modal kerja.

       Perseroan telah memiliki tim penjualan proyek, pengadaan, logistik, operasional,
       keuangan dan administrasi yang berpengalaman dalam industri material bangunan
       dan pelayanan kebutuhan proyek. Selain itu, kegiatan usaha baru akan berada di
       bawah pengawasan Direksi dan manajemen Perseroan yang memiliki pengalaman
       dalam pengembangan usaha, pengelolaan operasional, pemasaran dan
       pengendalian keuangan.

       Hasil Analisis Kelayakan Model Manajemen
       Berdasarkan kompetensi manajemen, pengalaman operasional, sistem
       pengendalian internal dan dukungan sumber daya manusia yang tersedia,
       Perseroan dinilai memiliki kapasitas yang memadai untuk mengelola dan
       mengembangkan kegiatan usaha baru. Oleh karena itu, rencana penambahan
       kegiatan usaha dinilai layak untuk dilaksanakan dari aspek model manajemen.

5.3.4. Ringkasan Hasil Analisis Kelayakan Pola Bisnis
       Analisis pola bisnis dilakukan terhadap model operasional dan strategi usaha yang
       akan diterapkan Perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha baru. Kegiatan
       usaha akan dijalankan melalui model perdagangan berbasis proyek (project-based
       trading) dengan pendekatan pengadaan secara indent dan back-to-back yang
       memungkinkan Perseroan mengelola kebutuhan modal kerja secara lebih efisien
       dan mengurangi risiko persediaan.

       Analisis juga mempertimbangkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan
       jaringan pelanggan, hubungan dengan pemasok dan prinsipal, pengalaman dalam
       menangani proyek, serta kemampuan untuk menawarkan berbagai alternatif
       material yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Model bisnis tersebut
       memungkinkan Perseroan untuk memberikan solusi produk yang lebih lengkap
       sekaligus memperluas sumber pendapatan Perseroan.



                              Halaman 13 dari 21
Page 14
       Hasil Analisis Kelayakan Pola Bisnis
       Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, pola bisnis yang akan diterapkan dinilai
       memiliki keunggulan kompetitif, dapat mendukung pertumbuhan usaha yang
       berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan maupun Perseroan.
       Oleh karena itu, rencana penambahan kegiatan usaha dinilai layak untuk
       dilaksanakan dari aspek pola bisnis.

5.3.5. Ringkasan Hasil Analisis Kelayakan Keuangan
       Berdasarkan hasil Studi Kelayakan yang dilakukan oleh KJPP Sugianto Prasodjo dan
       Rekan, rencana penambahan kegiatan usaha menunjukkan hasil yang layak secara
       finansial dengan indikator sebagai berikut:

        Indikator                                  Hasil (berdasarkan studi kelayakan KJPP)
        Initial Investment (modal kerja            Rp 3.269.853.586
        pembiayaan)
        NPV                                        Rp 21.833.587.569
        IRR                                        61,42%
        Profitability Index (PI)                   7,68
        Payback Period                             4 Tahun
        Rentang kebutuhan modal kerja              Rp 8,23 miliar – Rp 33,95 miliar
        (selama proyeksi)

       Seluruh indikator kelayakan menunjukkan hasil yang memenuhi kriteria investasi
       yang lazim digunakan, yaitu NPV positif, IRR lebih tinggi dibandingkan tingkat
       diskonto yang digunakan dalam analisis, Profitability Index lebih besar dari 1 (satu),
       serta Payback Period yang masih berada dalam jangka waktu yang dapat diterima.

       Selain analisis indikator kelayakan investasi, Penilai juga melakukan analisis
       terhadap proyeksi pendapatan dan profitabilitas kegiatan usaha baru yang
       menunjukkan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan selama periode proyeksi.

           Tahun        Pendapatan (Rp)                 EBIT (Rp)
          Tahun 1            49.678.477.712               5.559.052.091
          Tahun 2            57.400.825.346               9.398.086.722
          Tahun 3            65.205.487.715              10.495.591.986
          Tahun 4            74.986.310.873              12.641.699.415
          Tahun 5            86.234.257.504              15.120.192.313

       Hasil Analisis Kelayakan Keuangan
       Berdasarkan proyeksi keuangan yang disusun dalam Studi Kelayakan, kegiatan
       usaha baru diproyeksikan menghasilkan pendapatan sebesar Rp49,68 miliar pada



                               Halaman 14 dari 21
Page 15
               tahun pertama dan meningkat menjadi Rp86,23 miliar pada tahun kelima. Pada
               periode yang sama, EBIT diproyeksikan meningkat dari Rp5,56 miliar pada tahun
               pertama menjadi Rp15,12 miliar pada tahun kelima. Net Present Value (NPV)
               sebesar Rp21,83 miliar, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 61,42%, Profitability
               Index (PI) sebesar 7,68 kali dan Payback Period selama 4 tahun. Proyeksi tersebut
               menunjukkan adanya pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang
               berkelanjutan selama periode proyeksi, yang mendukung kelayakan pelaksanaan
               kegiatan usaha baru Perseroan. Oleh karena itu, rencana penambahan kegiatan
               usaha dinilai layak untuk dilaksanakan dari aspek keuangan.

   5.4. Kesimpulan
        Berdasarkan kajian, evaluasi, analisis kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis
        kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan model manajemen, dan analisis kelayakan
        keuangan dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka
        dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan adalah layak.

6. PENJELASAN PENGARUH PERUBAHAN KEGIATAN USAHA TERHADAP KONDISI KEUANGAN

Berdasarkan Studi Kelayakan yang disusun oleh KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan, penambahan
kegiatan usaha KBLI 46733 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja
operasional dan keuangan Perseroan melalui diversifikasi sumber pendapatan, perluasan
portofolio produk serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang telah dimiliki Perseroan.

   6.1. Nilai Investasi, Sumber Pendanaan dan Jadwal Realisasi Investasi
        Berdasarkan Studi Kelayakan, kebutuhan investasi awal untuk pelaksanaan kegiatan usaha
        baru diperkirakan sebesar Rp3,27 miliar yang seluruhnya merupakan kebutuhan modal
        kerja. Perseroan tidak memerlukan investasi aset tetap yang material karena kegiatan
        usaha akan dijalankan dengan memanfaatkan fasilitas gudang, sistem logistik, jaringan
        pemasaran dan sumber daya manusia yang telah tersedia.

        Sumber pendanaan atas kebutuhan investasi tersebut direncanakan berasal dari fasilitas
        pembiayaan pihak ketiga dan sumber pendanaan operasional Perseroan sesuai kebutuhan
        bisnis dan kondisi pasar pada saat pelaksanaan kegiatan usaha.

        Realisasi investasi direncanakan dilakukan secara bertahap setelah diperoleh persetujuan
        pemegang saham atas penambahan kegiatan usaha dan seluruh perizinan yang
        diperlukan.

   6.2. Dampak terhadap Kas dan Modal Kerja
        Rencana penambahan kegiatan usaha diperkirakan tidak memberikan dampak material
        terhadap kebutuhan investasi aset tetap Perseroan karena kegiatan usaha akan dijalankan
        dengan memanfaatkan fasilitas, gudang, sistem logistik dan sumber daya manusia yang
        telah dimiliki Perseroan. Berdasarkan Studi Kelayakan yang dilakukan oleh KJPP



                                       Halaman 15 dari 21
Page 16
    Independen, kebutuhan investasi awal berupa modal kerja diperkirakan sebesar Rp3,27
    miliar yang akan didanai melalui fasilitas pembiayaan pihak ketiga.

    Dari sisi kas, kegiatan usaha baru diproyeksikan tidak menimbulkan tekanan material
    terhadap posisi kas Perseroan karena kebutuhan investasi awal relatif terbatas dan
    sebagian besar pendanaan operasional akan didukung oleh fasilitas pembiayaan pihak
    ketiga. Berdasarkan proyeksi keuangan yang disusun dalam Studi Kelayakan, saldo kas
    Perseroan tetap berada pada posisi positif selama periode proyeksi, dengan kisaran saldo
    kas antara Rp484 juta sampai dengan Rp14,87 miliar.

    Dari sisi modal kerja, kebutuhan modal kerja diperkirakan meningkat seiring pertumbuhan
    volume penjualan dan diproyeksikan berkisar antara Rp8,71 miliar sampai dengan Rp34,72
    miliar selama periode proyeksi. Perseroan berpendapat bahwa kebutuhan modal kerja
    tersebut masih dapat dikelola melalui kombinasi arus kas operasional dan fasilitas
    pembiayaan yang tersedia.

    Dengan demikian, manajemen berpendapat bahwa penambahan kegiatan usaha tidak
    menimbulkan risiko likuiditas yang material terhadap Perseroan serta tidak memberikan
    dampak negatif yang signifikan terhadap posisi kas maupun kemampuan Perseroan dalam
    memenuhi kewajiban keuangannya.

6.3. Perbandingan Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
     Untuk memberikan gambaran mengenai dampak keuangan dari penambahan kegiatan
     usaha, berikut disajikan perbandingan proyeksi Perseroan dengan dan tanpa penambahan
     kegiatan usaha baru:




                                  Halaman 16 dari 21
Page 17
       Perbandingan                           Tahun 1             Tahun 2             Tahun 3             Tahun 4             Tahun 5

       Pendapatan
       Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha    111.649.585.649     128.397.023.496     143.441.786.564     164.958.054.548     189.701.762.730
       Setelah Penambahan Kegiatan Usaha    161.328.063.361     185.797.848.843     208.647.274.279     239.944.365.421     275.936.020.234
       Selisih                               49.678.477.712      57.400.825.346      65.205.487.715      74.986.310.873      86.234.257.504
       Selisih (% )                                  44,49%              44,71%              45,46%              45,46%              45,46%

       Beban Pokok Penjualan
       Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha    (78.530.516.616)    (88.627.371.740)   (104.060.527.176)   (119.700.634.984)   (136.617.725.965)
       Setelah Penambahan Kegiatan Usaha   (113.916.600.604)   (129.508.224.604)   (150.961.842.885)   (173.637.148.050)   (198.644.715.990)
       Selisih                              (35.386.083.988)    (40.880.852.863)    (46.901.315.709)    (53.936.513.065)    (62.026.990.025)
       Selisih (% )                                  45,06%              46,13%              45,07%              45,06%              45,40%

       Laba Kotor
       Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha     33.119.069.033      39.769.651.756      39.381.259.388      45.257.419.564      53.084.036.766
       Setelah Penambahan Kegiatan Usaha     47.411.462.757      56.289.624.239      57.685.431.394      66.307.217.371      77.291.304.244
       Selisih                               14.292.393.724      16.519.972.483      18.304.172.006      21.049.797.807      24.207.267.479
       Selisih (% )                                  43,15%              41,54%              46,48%              46,51%              45,60%

       EBITDA
       Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha     12.958.111.475      18.193.728.688      15.968.931.257      20.200.100.867      26.194.341.914
       Setelah Penambahan Kegiatan Usaha     18.517.163.566      27.591.815.409      26.464.523.243      32.841.800.282      41.314.534.227
       Selisih                                5.559.052.091       9.398.086.722      10.495.591.986      12.641.699.415      15.120.192.313
       Selisih (% )                                  42,90%              51,66%              65,73%              62,58%              57,72%

       EBIT
       Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha      8.390.442.402      16.019.452.191      15.708.493.017      19.939.662.626      25.933.903.673
       Setelah Penambahan Kegiatan Usaha     13.949.494.493      25.417.538.913      26.204.085.003      32.581.362.041      41.054.095.986
       Selisih                                5.559.052.091       9.398.086.722      10.495.591.986      12.641.699.415      15.120.192.313
       Selisih (% )                                  66,25%              58,67%              66,81%              63,40%              58,30%
       Perbandingan                           Tahun 1             Tahun 2             Tahun 3             Tahun 4             Tahun 5

       EAT
       Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha     (4.546.400.787)      2.310.107.657       5.149.663.766       8.967.111.006      16.022.223.317
       Setelah Penambahan Kegiatan Usaha        692.704.765      11.361.773.056      15.354.034.725      20.296.298.236      27.515.564.272
       Selisih                                5.239.105.553       9.051.665.398      10.204.370.960      11.329.187.230      11.493.340.955
       Selisih (% )                                 115,24%            391,83%             198,16%             126,34%               71,73%

       Kas
       Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha     43.671.895.746      16.419.935.092       9.130.272.309       9.401.704.330      39.519.309.698
       Setelah Penambahan Kegiatan Usaha     38.961.665.004      11.332.001.099      10.347.758.545      18.366.765.322      49.914.604.088
       Selisih                               (4.710.230.742)     (5.087.933.993)      1.217.486.236       8.965.060.992      10.395.294.390
       Selisih (% )                                 -10,79%             -30,99%              13,33%              95,36%              26,30%

       Modal Kerja (Piutang Usaha,
       Persediaan dan Utang Usaha)
       Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha    245.498.419.489     258.082.775.222     259.016.186.095     268.388.198.988     239.035.934.315
       Setelah Penambahan Kegiatan Usaha    253.732.249.405     275.507.258.679     280.046.487.059     292.663.009.220     272.986.183.415
       Selisih                                8.233.829.916      17.424.483.457      21.030.300.964      24.274.810.232      33.950.249.100
       Selisih (% )                                   3,35%               6,75%               8,12%               9,04%              14,20%


      Berdasarkan perbandingan tersebut, penambahan kegiatan usaha diharapkan dapat
      meningkatkan pendapatan dan profitabilitas Perseroan tanpa memerlukan investasi aset
      tetap yang material.

7. FAKTOR RISIKO UTAMA

       Risiko                    Dampak Potensial                                 Mitigasi Perseroan
Keterlambatan               Keterlambatan pengiriman                    Perseroan menerapkan sistem
Pengiriman                  produk dapat                                pengadaan berbasis indent/back-to-
                            mempengaruhi jadwal                         back dengan buffer jadwal yang


                                              Halaman 17 dari 21
Page 18
                          proyek pelanggan, terutama  memadai, menetapkan Service Level
                          untuk produk premium yang   Agreement (SLA) dengan pemasok,
                          bersumber dari pemasok      melakukan pengiriman bertahap sesuai
                          luar negeri.                milestone proyek, serta menyiapkan
                                                      alternatif pemasok untuk produk
                                                      tertentu.
Volatilitas Nilai Tukar   Fluktuasi nilai tukar dapat Perseroan menerapkan mekanisme
Mata Uang Asing           mempengaruhi biaya          penyesuaian harga yang
                          perolehan barang impor dan mempertimbangkan perubahan nilai
                          menekan margin              tukar, melakukan pengelolaan transaksi
                          keuntungan Perseroan.       pembelian secara hati-hati serta
                                                      menetapkan masa berlaku penawaran
                                                      harga yang terbatas.
Cacat Kualitas dan        Produk berukuran besar      Perseroan menerapkan pemeriksaan
Kerusakan Saat            seperti slab dan surface    kualitas (quality control) pada saat
Penanganan                material premium berisiko   penerimaan barang, prosedur
                          mengalami kerusakan         penanganan dan penyimpanan yang
                          selama proses               terdokumentasi, tenaga kerja yang
                          pengangkutan, penyimpanan terlatih untuk proses fabrikasi, serta
                          maupun fabrikasi sehingga   prosedur klaim yang jelas kepada
                          dapat menimbulkan klaim     pemasok.
                          pelanggan.
Ketidakkonsistenan        Perbedaan warna, motif      Perseroan menerapkan penguncian
Batch/Lot (Shade          atau karakteristik antar    batch untuk setiap proyek, melakukan
Variation)                batch dapat mempengaruhi    pelacakan lot produk dan perencanaan
                          keseragaman tampilan        pengadaan yang memadai untuk
                          proyek, khususnya untuk     menjaga konsistensi pasokan.
                          proyek dengan area
                          pemasangan yang luas.
Eksposur Garansi dan      Klaim pelanggan terkait     Perseroan meneruskan garansi principal
Klaim Pelanggan           performa produk atau hasil  apabila tersedia, menetapkan kriteria
                          fabrikasi dapat menimbulkan penerimaan yang jelas kepada
                          biaya tambahan dan          pelanggan, mendokumentasikan ruang
                          mempengaruhi reputasi       lingkup pekerjaan secara rinci serta
                          Perseroan.                  menerapkan prosedur penanganan
                                                      klaim yang terstruktur.
Risiko Kredit Proyek      Keterlambatan pembayaran Perseroan menerapkan sistem uang
dan Keterlambatan         pelanggan dapat             muka dan termin pembayaran yang
Pembayaran                meningkatkan kebutuhan      diselaraskan dengan jadwal pengadaan
                          modal kerja dan             berbasis indent/back-to-back,
                          mempengaruhi arus kas       menetapkan batas kredit pelanggan
                          Perseroan.                  serta melakukan pengawasan dan
                                                      penagihan piutang secara berkala.
Risiko Kepatuhan          Perubahan regulasi,         Perseroan menerapkan prosedur
Regulasi dan Impor        kesalahan dokumentasi       pengendalian dokumen impor,
                          impor atau kendala          pengawasan klasifikasi HS Code,
                          kepabeanan dapat            penggunaan jasa forwarder yang
                          menyebabkan                 terverifikasi serta pelaksanaan checklist
                          keterlambatan pengadaan     kepatuhan internal secara berkala.


                                       Halaman 18 dari 21
Page 19
                         barang dan meningkatkan
                         biaya operasional.

Berdasarkan hasil Studi Kelayakan yang disusun oleh KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan, risiko-risiko
yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan usaha baru dinilai masih dapat dikelola melalui
penerapan sistem pengendalian operasional, manajemen proyek, pengelolaan pemasok,
pengendalian kualitas, pengelolaan modal kerja serta kepatuhan terhadap ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

8. INFORMASI PENYELENGGARAAN RUPSLB

Sesuai ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020, rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan akan
dimintakan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang antara
lain memuat mata acara pembahasan studi kelayakan perubahan kegiatan usaha serta perubahan
Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha.

Pelaksanaan RUPSLB akan dilakukan dengan mengacu pada ketentuan Anggaran Dasar Perseroan
serta POJK No. 17/POJK.04/2020, POJK No. 15/POJK.04/2020, dan POJK No. 14/POJK.04/2025.
Rincian pelaksanaan RUPSLB, termasuk tanggal, waktu, tempat, agenda dan mata acara
pembahasan studi kelayakan usaha, serta tata cara kehadiran dan pemberian kuasa, akan
disampaikan melalui pengumuman dan pemanggilan RUPSLB sesuai ketentuan yang berlaku.

    8.1. Jadwal Pelaksanaan RUPSLB
         Adapun rincian jadwal pelaksanaan RUPSLB adalah sebagai berikut:
                                   Agenda                              Waktu Pelaksanaan
          Pengumuman RUPSLB                                                   13 Mei 2026
          Keterbukaan Informasi atas Penambahan Kegiatan Usaha                13 Mei 2026
          Recording Date RUPSLB                                               25 Mei 2026
          Pemanggilan RUPSLB                                                  26 Mei 2026
          Pelaksanaan RUPSLB                                                  19 Juni 2026
          Ringkasan Risalah RUPSLB                                            23 Juni 2026

    8.2. Kuorum Kehadiran dan Kuorum Pengambilan Keputusan
         Sehubungan dengan RUPSLB penambahan kegiatan usaha, kuorum kehadiran dan kuorum
         pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:

            a. RUPS dapat dilangsungkan jika RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili
               paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak
               suara yang sah, kecuali anggaran dasar Perusahaan Terbuka menentukan jumlah
               kuorum yang lebih besar;
            b. keputusan RUPS sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah sah jika disetujui
               oleh lebih dari 2/3 (dua per tiga) bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang
               hadir dalam RUPS;


                                       Halaman 19 dari 21
Page 20

          
Page 21
INFORMASI TAMBAHAN
Pemegang saham yang memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Sekretaris Perusahaan / Investor Relations
PT Citatah Tbk
Nama            : Ratna Sari N.A.
Alamat          : Jalan Prof. DR. Satrio No.10 Blok C4, Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi,
                  Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950
Telepon         : +62 896-7341-9212
Email           : legal@citatah.co.id
Situs Web       : www.citatah.co.id




                                       Halaman 21 dari 21

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.04 MB
Published17 Jun 2026
Pages21
Characters58,302
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 25 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Parallax Venture p.4
linked org Advance Capital Limited p.4
linked person Taufik Johannes p.4 ×2
linked person Denise Johanes · Direktur p.4 ×4
linked person Tiffany Johanes · Direktur Keuangan p.4 ×4
possible org Citatah Tbk p.1 ×12
possible person Prof. DR. Satrio p.1 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1
possible org Negara Republik Indonesia p.3
possible org UOB Kay Hian Pte Ltd p.4
possible org Investspring Limited p.4
possible person Ratna Sari p.21
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.3
unresolved person Christina Dwi Utami p.3
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-AH. p.3
unresolved org Kepemilikan Parallax Venture Partners XIII Ltd p.4
unresolved org Ltd Investspring Limited p.4
unresolved person Operational Oversight · Direktur Operasional p.9
unresolved person Rumpoko Adi · Direktur p.9 ×2
unresolved org KJPP KJPP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN p.9 ×7
unresolved — Identit · Penilai p.10
unresolved person Ginanjar Rizki Tarekat p.10
unresolved person Fikri Mauriza Hazmi p.10
unresolved person Ridho Mohammad p.10
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo p.10 ×6

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.273 4976 ms 12 Sep 2026 22:08
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': True,
 'rups_date': '2026-06-19',
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result