Back to announcement
20260617_CTTH_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32101927_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review CTTHSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 21
Page 1
KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha melalui Penambahan KBLI 46733
(Perdagangan Besar Ubin dan Material Sejenis/Bahan Bangunan Terkait)
PT Citatah Tbk ("Perseroan")
Alamat Kantor Pusat : Jalan Prof. DR. Satrio No.10 Blok C4, Kuningan Timur, Kecamatan
Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950
Telepon : (+62) 215 262 370
E-mail : citatah@citatah.co.id
Situs Web : www.citatah.co.id
Kegiatan Usaha : Penambangan, produksi, pemasaran dan distribusi marmer, batuan alam,
dan bahan bangunan lainnya untuk gedung komersial dan residensial.
Keterbukaan Informasi ini dibuat dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan sebagaimana diatur dalam Pasal 23 Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha ("POJK 17/2020"), serta ketentuan keterbukaan informasi yang
berlaku bagi Perusahaan Tercatat.
Jika Anda mengalami kesulitan untuk memahami informasi sebagaimana tercantum dalam
Keterbukaan Informasi ini, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan penasihat profesional yang
kompeten.
Tanggal Penerbitan Keterbukaan Informasi : 17 Juni 2026
Tanggal Pengumuman RUPS : 13 Mei 2026
Tanggal RUPS : 19 Juni 2026
DIREKSI PERSEROAN SECARA BERSAMA-SAMA BERTANGGUNG JAWAB PENUH ATAS KEBENARAN
INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM INI DAN TIDAK TERDAPAT FAKTA PENTING DAN RELEVAN
YANG TIDAK DIUNGKAPKAN, YANG DAPAT MENYEBABKAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG
SAHAM INI MENJADI TIDAK BENAR DAN/ATAU MENYESATKAN
Halaman 1 dari 21
Page 2
1. INFORMASI UMUM PERSEROAN
Keterangan Uraian
Nama Perseroan PT Citatah Tbk
Kode Saham CTTH
Alamat Kantor Pusat Jalan Prof. DR. Satrio No.10 Blok C4, Kuningan Timur, Kecamatan
Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950
Telepon / Faks (+62) 215 262 370
Situs Web www.citatah.co.id
Bidang Usaha Utama Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang
pertambangan, pengolahan, manufaktur dan perdagangan material
bangunan, khususnya batu alam dan produk pelapis permukaan
(surface materials). Perseroan memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun
dalam industri bahan bangunan dan telah melayani berbagai proyek
komersial, hospitality, residensial, infrastruktur dan interior di Indonesia
maupun pasar ekspor.
Dalam kegiatan pertambangan, Perseroan memiliki dan mengelola area
tambang batu alam, termasuk marmer, yang menjadi sumber bahan
baku utama bagi kegiatan pengolahan dan manufaktur Perseroan.
Kegiatan pertambangan tersebut menghasilkan blok batu alam yang
selanjutnya diproses untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik
maupun ekspor.
Dalam kegiatan manufaktur, Perseroan mengoperasikan fasilitas
pengolahan batu alam untuk menghasilkan berbagai produk bernilai
tambah, antara lain slab, tile, cut-to-size, flooring, wall cladding, vanity
top, kitchen countertop, furniture top, hardscape, dan produk batu alam
lainnya sesuai spesifikasi proyek. Perseroan juga memiliki kemampuan
fabrikasi dan penyelesaian akhir (finishing) untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan pada berbagai segmen pasar.
Selain kegiatan pertambangan dan manufaktur, Perseroan juga
menjalankan kegiatan perdagangan berbagai produk pelapis
permukaan (surface materials) dan material bangunan lainnya, baik
yang diproduksi sendiri maupun yang diperoleh dari pemasok lokal dan
internasional. Produk yang diperdagangkan antara lain marmer, granit,
quartz surface, glass mosaic, engineered surface materials, decorative
surface materials, serta produk material bangunan lainnya yang
digunakan pada proyek komersial, hospitality, residensial dan interior.
Kode KBLI - 08101 (Penggalian Batu Hias Dan Batu Bangunan)
- 23969 (Industri Barang Dari Marmer, Granit Dan Batu Lainnya)
- 46639 (Perdagangan Besar Bahan Konstruksi Lainnya)
Halaman 2 dari 21
Page 3
Riwayat Singkat PT Citatah Tbk merupakan perusahaan yang telah berpengalaman
Perseroan dalam industri bahan bangunan dan pelapis permukaan selama lebih
dari 50 tahun. Didirikan pada tahun 1974, dengan Akta No. 77 tanggal
26 September 1974 dari notaris Komar Andasasmita S.H. di Jakarta. Akta
ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. Y.A.5/362/17 tanggal 8 Desember 1975 serta
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 11
Mei 1976, Tambahan No. 348. Perseroan memulai kegiatan usaha di
bidang penambangan dan pengolahan marmer serta terus
mengembangkan kegiatan usahanya melalui peningkatan kapasitas
produksi, pengembangan jaringan pemasaran dan perluasan portofolio
produk.
Seiring perkembangan usaha, Perseroan melakukan restrukturisasi
operasional untuk meningkatkan efisiensi dan sejak tahun 2009 telah
memperluas kegiatan usahanya melalui pemasaran dan distribusi
berbagai produk pelapis permukaan, material bangunan dan produk
terkait dari pemasok nasional maupun internasional. Pengalaman
tersebut telah memberikan Perseroan pengetahuan, jaringan
pelanggan, jaringan pemasok, sistem logistik serta sumber daya
manusia yang relevan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan usaha
perdagangan besar bahan konstruksi sebagaimana tercakup dalam KBLI
46733.
Saat ini Perseroan melayani berbagai segmen pelanggan, termasuk
proyek komersial, hotel dan resort, residensial, kontraktor, arsitek,
desainer interior, kitchen & furniture serta pengembang properti.
Dengan pengalaman operasional, jaringan usaha dan infrastruktur yang
telah dimiliki, Perseroan berkeyakinan memiliki kapasitas yang
memadai untuk menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha
tersebut.
Struktur Modal Berikut adalah struktur modal PT Citatah Tbk berdasarkan Akta Notaris
Nomor 266 tanggal 28 Juni 2021 yang dibuat oleh Notaris Christina Dwi
Utami, S.H., M.Hum., M.Kn. berkedudukan di Jakarta Barat dan
memperoleh pengesahan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Nomor AHU-AH.01.03-0430799 tanggal 23 Juli 2021.
- Modal Dasar
Rp. 1.260.000.000.000 (Satu Triliun Dua Ratus Enam Puluh Miliar
Rupiah) dengan jumlah lembar saham terbagi atas 840.000.000
lembar saham seri A dengan nominal Rp500 per lembar saham dan
8.400.000.000 lembar saham seri B dengan nominal Rp100 per
lembar saham
Halaman 3 dari 21
Page 4
- Modal Ditempatkan
Rp. 459.083.982.100 (Empat Ratus Lima Puluh Sembilan Miliar
Delapan Puluh Tiga Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Dua Ribu
Seratus Rupiah) dengan jumlah lembar saham terbagi atas
840.000.000 lembar saham seri A dan 390.839.821 lembar saham
seri B.
- Modal Disetor
Rp. 459.083.982.100 (Empat Ratus Lima Puluh Sembilan Miliar
Delapan Puluh Tiga Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Dua Ribu
Seratus Rupiah) dengan jumlah lembar saham terbagi atas
840.000.000 lembar saham seri A dan 390.839.821 lembar saham
seri B.
Susunan Pemegang Berikut adalah susunan pemegang saham PT Citatah Tbk dengan tanggal
Saham cut-off pada 25 Mei 2026 berdasarkan laporan Daftar Pemegang Saham
yang diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek, PT EDI Indonesia:
Pemegang Saham Kepemilikan
Parallax Venture Partners XIII Ltd 18.90%
UOB Kay Hian Pte Ltd 9.40%
Advance Capital Limited 7.03%
Meridian-Pacific International Pte
5.82%
Ltd
Investspring Limited 5.26%
Taufik Johannes 8.61%
Masyarakat 44.98%
Susunan Pengurus dan Dewan Komisaris
Pengawasan - Gregory Nanan Aswin (Komisaris Utama dan Komisaris
Independen)
- Eugene Cho Park
Direksi
- Taufik Johannes (Direktur Utama)
- Denise Johanes
- Tiffany Johanes
- Rumpoko Adi
2. URAIAN INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL
Perseroan berencana menambahkan kegiatan usaha melalui penambahan KBLI 46733
(Perdagangan Besar Bahan Konstruksi dari Tanah Liat, Kapur, Semen atau Kaca) untuk memperluas
portofolio dan lini pendapatan Perseroan di bidang perdagangan (trading) material pelapis
permukaan (surface materials), dengan fokus utama pada kebutuhan proyek. Setelah penambahan
KBLI, Perseroan perlu melakukan pembaruan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan juga izin operasional
tambahan berupa Standar Nasional Indonesia (SNI) jika akan melakukan impor.
Halaman 4 dari 21
Page 5
Kegiatan usaha tersebut didukung oleh jaringan pemasok, pelanggan, fasilitas pergudangan, sistem
logistik, pengendalian mutu, serta tenaga pemasaran dan tenaga teknis yang dimiliki oleh
Perseroan. Pengalaman dan infrastruktur yang telah tersedia tersebut menjadi landasan bagi
Perseroan dalam mengembangkan dan memperluas kegiatan usaha perdagangan material
bangunan melalui penambahan KBLI 46733 – Perdagangan Besar Bahan Konstruksi dari Tanah Liat,
Kapur, Semen atau Kaca.
Pelaksanaan kegiatan usaha direncanakan bersifat asset-light, memanfaatkan fasilitas/gudang dan
sumber daya manusia yang telah ada, dengan kebutuhan utama berupa modal kerja operasional
untuk pengadaan barang berbasis pesanan proyek (indent/back-to-back).
3. PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN ALASAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
Latar belakang yang menjadi pertimbangan Perseroan untuk menambahkan kegiatan usaha baru
KBLI 46733 karena kegiatan tersebut menggunakan model bisnis asset-light dan sistem pengadaan
berbasis pesanan proyek (indent/back-to-back). Hal ini ditujukan untuk menjaga efisiensi modal
kerja serta meminimalkan risiko persediaan (deadstock) dan investasi tetap.
3.1. Perkembangan Industri Terkini
Industri surface material di Indonesia menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif
seiring pemulihan sektor properti, peningkatan aktivitas konstruksi, serta tren desain
interior modern yang mendorong permintaan material pelapis permukaan berkualitas
tinggi.
Perseroan memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun di bidang batu alam, jaringan pemasok
yang luas, serta pemahaman terhadap kebutuhan proyek konstruksi dan interior yang
menjadi modal dalam pengembangan kegiatan usaha baru ini.
Perseroan dapat memperluas cakupan solusi material berbasis proyek melalui portofolio
produk yang beragam, baik pada segmen premium maupun mid-range, guna memenuhi
kebutuhan value engineering pelanggan.
Penambahan kegiatan usaha ini diharapkan dapat mendukung diversifikasi sumber
pendapatan dan perluasan pangsa pasar Perseroan pada segmen proyek yang
membutuhkan material pelapis permukaan yang low maintenance.
3.2. Kinerja Historis Perseroan
Kinerja historis Perseroan menunjukkan bahwa Perseroan memiliki pengalaman
operasional lebih dari 50 tahun dalam industri batu alam dan material bangunan. Pada
tahun 2025 Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp116,8 miliar dengan laba
bruto sebesar Rp28,2 miliar dan margin laba bruto sebesar 24,1%.
Halaman 5 dari 21
Page 6
Meskipun kondisi industri konstruksi dan properti mengalami tantangan akibat
perlambatan sejumlah proyek besar, Perseroan tetap mempertahankan kapasitas
operasional, jaringan pemasok dan basis pelanggan yang tersebar di berbagai wilayah
Indonesia.
Rencana penambahan kegiatan usaha KBLI 46733 diharapkan dapat melengkapi portofolio
produk Perseroan serta meningkatkan utilisasi jaringan pemasaran, gudang, logistik, dan
sumber daya yang telah dimiliki tanpa memerlukan investasi aset tetap yang material.
3.3. Kinerja Historis, Tren Pendapatan, Profitabilitas, Kapasitas Fasilitas dan Kebutuhan
Pembiayaan
Perseroan memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun dalam industri batu alam dan material
bangunan, dengan kegiatan usaha yang mencakup pertambangan, pengolahan,
manufaktur, dan perdagangan material bangunan. Dalam beberapa tahun terakhir,
Perseroan tetap menjalankan kegiatan operasional melalui fasilitas pengolahan batu alam
dan jaringan pemasaran yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Pada tahun 2025, Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp116,8 miliar
dengan laba bruto sebesar Rp28,2 miliar dan margin laba bruto sebesar 24,1%. Meskipun
industri konstruksi dan properti menghadapi berbagai tantangan yang berdampak pada
tingkat permintaan pasar, Perseroan tetap mempertahankan fasilitas operasional,
jaringan pemasok, basis pelanggan serta sumber daya manusia yang mendukung kegiatan
usaha Perseroan.
Perseroan saat ini memiliki fasilitas pengolahan dan fabrikasi batu alam, fasilitas
pergudangan, sistem logistik serta jaringan pemasaran yang masih dapat mendukung
pengembangan kegiatan usaha baru tanpa memerlukan investasi aset tetap yang material.
Penambahan kegiatan usaha KBLI 46733 diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan
sumber daya yang telah tersedia, memperluas portofolio produk serta memberikan
kontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas Perseroan di masa
mendatang.
Dari sisi pembiayaan, Perseroan tidak memerlukan investasi aset tetap dalam jumlah besar
karena kegiatan usaha akan dijalankan dengan memanfaatkan infrastruktur, gudang,
sistem logistik dan sumber daya yang telah tersedia. Berdasarkan studi kelayakan yang
dilakukan oleh KJPP Independen, kebutuhan investasi awal diperkirakan sebesar Rp3,27
miliar dan kebutuhan modal kerja selama periode proyeksi sebesar Rp8,23 miliar hingga
Rp9,36 miliar.
Berdasarkan proyeksi keuangan yang digunakan dalam Studi Kelayakan, kegiatan usaha
baru diproyeksikan menghasilkan pendapatan sebesar Rp49,68 miliar pada tahun pertama
dan meningkat menjadi Rp86,23 miliar pada tahun kelima. Pada periode yang sama, EBIT
diproyeksikan meningkat dari Rp5,56 miliar pada tahun pertama menjadi Rp15,12 miliar
Halaman 6 dari 21
Page 7
pada tahun kelima. Proyeksi tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan pendapatan dan
profitabilitas yang berkelanjutan selama periode proyeksi serta mendukung kelayakan
pelaksanaan kegiatan usaha baru Perseroan.
3.4. Prospek Penambahan Kegiatan Usaha Baru
Perseroan telah memiliki basis pelanggan yang berasal dari segmen proyek komersial,
hotel dan resort, residensial, interior fit-out, kitchen dan furniture, developer, kontraktor,
quantity surveyor, arsitek dan desainer interior
Pada tahap awal implementasi kegiatan usaha baru, Perseroan akan memanfaatkan
jaringan pelanggan eksisting yang selama ini telah menggunakan produk batu alam,
material pelapis permukaan (surface materials) dan material bangunan lainnya yang
dipasarkan oleh Perseroan. Berdasarkan hasil identifikasi pasar yang dilakukan Perseroan,
terdapat sejumlah calon pelanggan potensial yang berasal dari kelompok pengembang
properti nasional, kontraktor, perusahaan desain interior, pelaku hospitality dan segmen
proyek komersial yang menunjukkan minat terhadap produk yang akan diperdagangkan
oleh Perseroan.
Produk utama yang direncanakan untuk diperdagangkan mencakup material pelapis
permukaan dan material bangunan yang sesuai dengan KBLI 46733, termasuk namun tidak
terbatas pada porcelain slab, porcelain tile, mosaic, decorative surface material, sintered
stone dan produk material bangunan sejenis lainnya.
Pasokan produk akan diperoleh dari pemasok lokal maupun pemasok luar negeri yang
telah memiliki hubungan bisnis dengan Perseroan maupun prinsipal yang memiliki
reputasi dan standar kualitas yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Perseroan telah
melakukan identifikasi terhadap sejumlah pemasok potensial dari Indonesia, kawasan Asia
Tenggara, Italia dan Spanyol yang memiliki pengalaman dalam penyediaan produk
premium untuk pasar konstruksi dan interior.
Sampai dengan tanggal Keterbukaan Informasi ini, Perseroan telah menerima sejumlah
permintaan informasi (inquiry) dan peluang pemasaran dari calon pelanggan terkait
produk yang akan diperdagangkan dalam kegiatan usaha baru. Namun demikian,
pelaksanaan transaksi dan penandatanganan kontrak yang secara langsung berkaitan
dengan kegiatan usaha KBLI 46733 akan dilakukan setelah Perseroan memperoleh
persetujuan pemegang saham serta menyelesaikan penyesuaian kegiatan usaha sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan hasil kajian internal
Perseroan, terdapat potensi permintaan awal dari kelompok pelanggan yang menjadi
target pemasaran Perseroan dengan estimasi kebutuhan produk yang secara agregat
mencapai lebih dari 100.000 m² untuk segmen porcelain dan sekitar 13.000 m² untuk
segmen sintered stone premium. Informasi tersebut digunakan sebagai salah satu
referensi dalam penyusunan asumsi proyeksi penjualan dan studi kelayakan yang
dilakukan oleh KJPP.
Halaman 7 dari 21
Page 8
Selain itu, Perseroan juga telah menerima sejumlah permintaan informasi produk (product
inquiry) dan permintaan penawaran harga (request for quotation) dari calon pelanggan
potensial. Namun demikian, sampai dengan tanggal Keterbukaan Informasi ini, Perseroan
belum melakukan kegiatan penjualan berdasarkan KBLI 46733, dan seluruh proyeksi yang
digunakan dalam studi kelayakan disusun berdasarkan analisis pasar, basis pelanggan
eksisting, serta peluang bisnis yang telah diidentifikasi oleh Perseroan.
4. KETERSEDIAAN TENAGA AHLI
Perseroan menilai ketersediaan tenaga ahli untuk mendukung kegiatan usaha baru berada pada
tingkat memadai. Kegiatan usaha perdagangan berbasis proyek direncanakan dijalankan dengan
memanfaatkan organisasi yang telah ada, termasuk fungsi penjualan proyek, pengadaan
(procurement), administrasi impor (apabila diperlukan), pengendalian kualitas (QC) penerimaan
barang, serta koordinasi gudang dan logistik. Perseroan juga akan memastikan penerapan SOP
handling/penyimpanan material serta prosedur klaim/garansi untuk menjaga konsistensi mutu dan
kepatuhan.
Nama/Jabatan Jumlah Fungsi dalam KBLI Pengalaman & Keahlian
orang 46733
Tim Project Sales 6 Pengembangan pasar, Berpengalaman dalam penjualan
penjualan proyek, material bangunan dan batu alam
koordinasi pelanggan untuk proyek hotel, resort, vila dan
dan kontraktor bangunan komersial di Bali. Memiliki
jaringan dengan developer, kontraktor,
quantity surveyor, arsitek dan desainer
interior.
Tim Purchasing 4 Pengadaan barang Berpengalaman melakukan pengadaan
dan koordinasi material lokal maupun impor serta
pemasok koordinasi dengan principal dan
pemasok luar negeri untuk kebutuhan
proyek Perseroan.
Tim Warehouse & 15 Penerimaan barang, Berpengalaman menangani
Logistics penyimpanan, penyimpanan, pengemasan dan
pengiriman dan distribusi material batu alam, quartz,
pengendalian porcelain slab dan material bangunan
inventori lainnya.
Tim Quality 6 Pemeriksaan mutu Berpengalaman melakukan
Control barang yang diterima pemeriksaan dimensi, warna, kondisi
dan sebelum fisik, kualitas finishing dan kesesuaian
pengiriman spesifikasi produk untuk kebutuhan
proyek.
Tim Finance & 11 Penagihan, Berpengalaman dalam pengelolaan
Accounting pengelolaan piutang transaksi proyek, pengendalian piutang
dan pelaporan usaha, pengelolaan modal kerja dan
keuangan pelaporan keuangan Perseroan.
Halaman 8 dari 21
Page 9
Tim Import & 2 Koordinasi dokumen Berpengalaman melakukan koordinasi
Administrasi impor dan kepatuhan dengan freight forwarder, surveyor,
(apabila administrasi bea cukai dan pihak terkait untuk
diperlukan) kebutuhan pengadaan barang impor.
Perseroan tidak berencana melakukan penambahan tenaga ahli maupun perubahan struktur
organisasi yang material sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan usaha KBLI 46733. Kegiatan
usaha baru akan dijalankan dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang saat ini dimiliki oleh
Perseroan.
Sampai dengan tanggal Keterbukaan Informasi ini, Perseroan memiliki tenaga kerja yang
berpengalaman dalam bidang pemasaran proyek, pengadaan barang, pengendalian mutu,
pengelolaan gudang, logistik, keuangan dan administrasi yang dapat mendukung pelaksanaan
kegiatan usaha baru.
Seluruh sumber daya manusia tersebut tetap menjalankan kegiatan usaha eksisting Perseroan dan
secara bersamaan mendukung kegiatan usaha baru karena model bisnis KBLI 46733 bersifat asset-
light serta memanfaatkan infrastruktur dan organisasi yang telah tersedia. Kegiatan usaha KBLI
46733 tidak mensyaratkan sertifikasi profesi khusus yang diwajibkan oleh peraturan perundang-
undangan.
Nama Jabatan Peran
Denise Johanes Direktur Penjualan Business Development & Project Sales
Rumpoko Adi Direktur Operasional Operational Oversight
Tiffany Johanes Direktur Keuangan Financial Supervision & Working Capital
Control
Dalam menjalankan kegiatan usaha KBLI 46733, Perseroan akan memanfaatkan sumber daya
manusia dan struktur organisasi yang telah tersedia. Pengawasan operasional kegiatan usaha akan
berada di bawah koordinasi Bapak Rumpoko Adi selaku Direktur Operasional, yang memiliki
pengalaman dalam pengelolaan operasional, produksi, pengadaan, dan distribusi material
bangunan Perseroan. Pengembangan pasar dan pelaksanaan penjualan akan didukung oleh Ibu
Denise Johanes selaku Direktur Penjualan yang memiliki pengalaman dalam pemasaran material
bangunan untuk proyek hotel, resor, vila, bangunan komersial, dan residensial. Dari sisi
pengawasan keuangan dan pengelolaan modal kerja, kegiatan usaha akan berada di bawah
supervisi Ibu Tiffany Johanes selaku Direktur Keuangan yang memiliki pengalaman dalam
pengelolaan keuangan perusahaan publik, pengendalian Risiko, dan pengelolaan pembiayaan
usaha.
Perseroan berpendapat bahwa pengalaman, kompetensi, dan sumber daya yang dimiliki saat ini
telah memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan usaha KBLI 46733 tanpa memerlukan
perubahan struktur organisasi maupun penambahan tenaga ahli yang material.
5. RINGKASAN STUDI KELAYAKAN PERUBAHAN KEGIATAN USAHA
Studi Kelayakan disusun oleh KJPP KJPP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN dengan cut off date
pada tanggal 31 Desember 2025 rincian sebagai berikut:
Halaman 9 dari 21
Page 10
Nomor Laporan : 00188/2.0131-09/BS-FS/04/0643/1/VI/2026
Tanggal Laporan : 8 Juni 2026
Tanggal Studi Kelayakan : 31 Desember 2025
Identitas Penilai Publik : a. Ginanjar Rizki Tarekat, S.T., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert)
b. Fikri Mauriza Hazmi, S.T., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert)., CFP
c. M. Nopri Kurniawan, A.Md.
d. Ridho Mohammad, S.T.
Tanggal STTD : STTD.PPB 47/PM.02/2023
5.1. Maksud dan Tujuan
Studi kelayakan dilakukan untuk memberikan pendapat atas kelayakan rencana
perubahan kegiatan usaha Perseroan (penambahan KBLI 46733) dengan menggunakan
indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan
Payback Period sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17/POJK.04/2020.
5.2. Asumsi dan Kondisi Pembatas (Ringkas)
Dalam penyusunan Studi Kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan,
KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan telah melaksanakan penugasan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku bagi Penilai Bisnis, termasuk ketentuan sebagaimana diatur dalam
Pasal 35 POJK Nomor 35/POJK.04/2020.
Asumsi dan kondisi pembatas yang menjadi dasar dalam penyusunan Studi Kelayakan dari
KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan menyatakan sebagai berikut:
• Laporan studi kelayakan bersifat non-disclaimer opinion.
• Perseroan diasumsikan akan tetap menjalankan kegiatan usahanya secara
berkelanjutan (going concern), memenuhi seluruh ketentuan hukum dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, serta melaksanakan kegiatan usaha sesuai dengan
rencana yang telah disusun oleh manajemen.
• Untuk tujuan Studi Kelayakan, Penilai menggunakan data dan informasi yang
disediakan oleh manajemen Perusahaan serta hasil investigasi memadai, di mana
Penilai telah melakukan penelaahan yang diperlukan guna meyakini keakuratan
sumber data tersebut.
• Laporan keuangan audit dan dokumen pendukung lainnya yang digunakan sebagai
dasar analisis dalam Laporan Studi Kelayakan telah dilakukan penelaahan oleh Penilai,
serta diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. Studi Kelayakan
dilakukan dengan adanya akses untuk pelaksanaan investigasi yang memadai.
• Studi kelayakan didasarkan atas proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan pencapaian (fiduciary duty).
• Proyeksi harga, volume penjualan, dan informasi keuangan lainnya didasarkan atas
informasi keuangan prospektif yang disiapkan oleh manajemen yang telah disesuaikan
dan diasumsikan dapat dicapai.
Halaman 10 dari 21
Page 11
• Penilai menyatakan bahwa kesimpulan dalam Studi Kelayakan merupakan opini
independen yang disusun berdasarkan data, informasi, asumsi dan kondisi pembatas
yang diungkapkan dalam laporan. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi
Kelayakan, kewajaran analisis yang dilakukan, serta kesimpulan yang diberikan sesuai
dengan ruang lingkup penugasan yang telah disepakati.
• Keterbukaan Informasi terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
• Penilai menyatakan bahwa Perseroan telah memenuhi seluruh aspek legal dan
perundang-undangan yang berlaku secara umum maupun spesifik terhadap
industrinya. Penilai telah memperoleh informasi dan dokumen atas status hukum
objek Studi Kelayakan dari Perseroan.
Asumsi proyeksi keuangan yang menjadi dasar penyusunan laporan adalah sebagai
berikut:
• Proyeksi arus kas disusun untuk periode 5 (lima) tahun.
• Kebutuhan investasi utama berupa modal kerja dan tidak terdapat kebutuhan
investasi aset tetap (capital expenditure) yang material karena kegiatan usaha akan
dijalankan dengan memanfaatkan fasilitas, gudang, sistem logistik dan sumber daya
yang telah dimiliki Perseroan (asset-light model).
• Proyeksi pendanaan modal kerja menggunakan asumsi tingkat bunga rata-rata
sebesar 8,5% per tahun.
• Tingkat diskonto (Weighted Average Cost of Capital/WACC) yang digunakan dalam
analisis adalah sebesar 10,85%.
5.3. Pendapat atas Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha (Ringkas)
Pendekatan dan Metode Penilaian
Dalam melakukan Studi Kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan
berupa KBLI 46733 – Perdagangan Besar Bahan Konstruksi dari Tanah Liat, Kapur, Semen
atau Kaca, KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan menggunakan Pendekatan Pendapatan
(Income Approach) dengan metode Discounted Cash Flow (DCF) sesuai Standar Penilaian
Indonesia (SPI) 106 serta memperhatikan ketentuan SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020.
Analisis kelayakan dilakukan melalui beberapa tahapan yang meliputi analisis industri dan
kondisi pasar, analisis model bisnis dan strategi pemasaran, analisis pelanggan dan
pemasok potensial, analisis operasional yang mencakup kesiapan sumber daya manusia,
fasilitas, logistik dan infrastruktur pendukung, analisis kebutuhan investasi dan modal
kerja, penyusunan proyeksi keuangan, serta analisis kelayakan finansial menggunakan
indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI) dan
Payback Period.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, Penilai melakukan evaluasi terhadap aspek pasar,
operasional dan keuangan guna menentukan kelayakan rencana penambahan kegiatan
usaha Perseroan.
Halaman 11 dari 21
Page 12
5.3.1. Ringkasan Hasil Analisis Kelayakan Pasar
Analisis pasar dilakukan terhadap kondisi industri material bangunan dan pelapis
permukaan, potensi permintaan pasar, tingkat persaingan usaha, tren penggunaan
produk, serta peluang pertumbuhan pada sektor konstruksi, properti, renovasi
bangunan komersial, hospitality dan residensial. Analisis juga mempertimbangkan
perkembangan kebutuhan akan material alternatif berkualitas tinggi, variasi desain
yang luas, kemudahan pemasangan, serta efisiensi pemeliharaan yang semakin
menjadi pertimbangan dalam pemilihan material bangunan.
Selain kondisi industri secara umum, analisis juga dilakukan terhadap posisi
Perseroan di pasar, jaringan pelanggan yang telah dimiliki, serta peluang
pengembangan usaha melalui pemasaran produk porcelain slab, porcelain tile,
sintered stone, mosaic, decorative surface material dan produk terkait lainnya.
Perseroan memiliki basis pelanggan yang berasal dari segmen developer,
kontraktor, arsitek, desainer interior, hotel dan resor, kitchen & furniture, quantity
surveyor, serta pelanggan proyek lainnya yang menjadi target pasar kegiatan usaha
baru. Perseroan juga telah menerima sejumlah permintaan informasi produk
(product inquiry) dan permintaan penawaran harga (request for quotation) dari
calon pelanggan potensial.
Hasil Analisis Kelayakan Pasar
Berdasarkan hasil analisis tersebut, pasar yang menjadi target kegiatan usaha baru
dinilai memiliki prospek yang memadai dengan potensi permintaan yang dapat
mendukung pertumbuhan usaha Perseroan. Dengan dukungan basis pelanggan
yang telah dimiliki, jaringan pemasaran yang telah terbentuk, serta peluang pasar
yang tersedia, rencana penambahan kegiatan usaha dinilai layak untuk
dilaksanakan dari aspek pasar.
5.3.2. Ringkasan Hasil Analisis Kelayakan Teknis
Berdasarkan analisis teknis yang dilakukan, Perseroan dinilai memiliki kapasitas
operasional yang memadai untuk menjalankan kegiatan usaha baru tanpa
memerlukan investasi aset tetap yang material. Kegiatan usaha akan dijalankan
dengan memanfaatkan fasilitas gudang, area handling, fasilitas cutting dan
finishing, sistem logistik, serta sumber daya yang dimiliki Perseroan.
Perseroan juga telah mengidentifikasi sumber pasokan dari pemasok lokal maupun
luar negeri yang memiliki reputasi dan standar kualitas sesuai dengan kebutuhan
proyek. Untuk menjaga kualitas produk dan kontinuitas pasokan, Perseroan
menerapkan proses seleksi pemasok, pemeriksaan kualitas (quality control),
pengelolaan penyimpanan, serta sistem pengadaan berbasis proyek (indent/back-
to-back).
Hasil Analisis Kelayakan Teknis
Halaman 12 dari 21
Page 13
Berdasarkan kapasitas fasilitas yang tersedia, ketersediaan pasokan, dukungan
sistem logistik, serta kemampuan operasional yang dimiliki Perseroan, rencana
penambahan kegiatan usaha dinilai layak untuk dilaksanakan dari aspek teknis.
Kegiatan usaha baru dapat dijalankan dengan memanfaatkan fasilitas dan sumber
daya yang telah dimiliki Perseroan tanpa memerlukan investasi aset tetap yang
material.
5.3.3. Ringkasan Hasil Analisis Kelayakan Model Manajemen
Analisis model manajemen dilakukan terhadap struktur organisasi, kompetensi
sumber daya manusia, sistem pengendalian internal, tata kelola operasional, serta
kemampuan manajemen dalam mengelola kegiatan usaha baru. Analisis juga
mempertimbangkan pengalaman Perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha di
bidang material bangunan, pengelolaan pemasok, pengelolaan proyek, serta
pengendalian keuangan dan modal kerja.
Perseroan telah memiliki tim penjualan proyek, pengadaan, logistik, operasional,
keuangan dan administrasi yang berpengalaman dalam industri material bangunan
dan pelayanan kebutuhan proyek. Selain itu, kegiatan usaha baru akan berada di
bawah pengawasan Direksi dan manajemen Perseroan yang memiliki pengalaman
dalam pengembangan usaha, pengelolaan operasional, pemasaran dan
pengendalian keuangan.
Hasil Analisis Kelayakan Model Manajemen
Berdasarkan kompetensi manajemen, pengalaman operasional, sistem
pengendalian internal dan dukungan sumber daya manusia yang tersedia,
Perseroan dinilai memiliki kapasitas yang memadai untuk mengelola dan
mengembangkan kegiatan usaha baru. Oleh karena itu, rencana penambahan
kegiatan usaha dinilai layak untuk dilaksanakan dari aspek model manajemen.
5.3.4. Ringkasan Hasil Analisis Kelayakan Pola Bisnis
Analisis pola bisnis dilakukan terhadap model operasional dan strategi usaha yang
akan diterapkan Perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha baru. Kegiatan
usaha akan dijalankan melalui model perdagangan berbasis proyek (project-based
trading) dengan pendekatan pengadaan secara indent dan back-to-back yang
memungkinkan Perseroan mengelola kebutuhan modal kerja secara lebih efisien
dan mengurangi risiko persediaan.
Analisis juga mempertimbangkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan
jaringan pelanggan, hubungan dengan pemasok dan prinsipal, pengalaman dalam
menangani proyek, serta kemampuan untuk menawarkan berbagai alternatif
material yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Model bisnis tersebut
memungkinkan Perseroan untuk memberikan solusi produk yang lebih lengkap
sekaligus memperluas sumber pendapatan Perseroan.
Halaman 13 dari 21
Page 14
Hasil Analisis Kelayakan Pola Bisnis
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, pola bisnis yang akan diterapkan dinilai
memiliki keunggulan kompetitif, dapat mendukung pertumbuhan usaha yang
berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan maupun Perseroan.
Oleh karena itu, rencana penambahan kegiatan usaha dinilai layak untuk
dilaksanakan dari aspek pola bisnis.
5.3.5. Ringkasan Hasil Analisis Kelayakan Keuangan
Berdasarkan hasil Studi Kelayakan yang dilakukan oleh KJPP Sugianto Prasodjo dan
Rekan, rencana penambahan kegiatan usaha menunjukkan hasil yang layak secara
finansial dengan indikator sebagai berikut:
Indikator Hasil (berdasarkan studi kelayakan KJPP)
Initial Investment (modal kerja Rp 3.269.853.586
pembiayaan)
NPV Rp 21.833.587.569
IRR 61,42%
Profitability Index (PI) 7,68
Payback Period 4 Tahun
Rentang kebutuhan modal kerja Rp 8,23 miliar – Rp 33,95 miliar
(selama proyeksi)
Seluruh indikator kelayakan menunjukkan hasil yang memenuhi kriteria investasi
yang lazim digunakan, yaitu NPV positif, IRR lebih tinggi dibandingkan tingkat
diskonto yang digunakan dalam analisis, Profitability Index lebih besar dari 1 (satu),
serta Payback Period yang masih berada dalam jangka waktu yang dapat diterima.
Selain analisis indikator kelayakan investasi, Penilai juga melakukan analisis
terhadap proyeksi pendapatan dan profitabilitas kegiatan usaha baru yang
menunjukkan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan selama periode proyeksi.
Tahun Pendapatan (Rp) EBIT (Rp)
Tahun 1 49.678.477.712 5.559.052.091
Tahun 2 57.400.825.346 9.398.086.722
Tahun 3 65.205.487.715 10.495.591.986
Tahun 4 74.986.310.873 12.641.699.415
Tahun 5 86.234.257.504 15.120.192.313
Hasil Analisis Kelayakan Keuangan
Berdasarkan proyeksi keuangan yang disusun dalam Studi Kelayakan, kegiatan
usaha baru diproyeksikan menghasilkan pendapatan sebesar Rp49,68 miliar pada
Halaman 14 dari 21
Page 15
tahun pertama dan meningkat menjadi Rp86,23 miliar pada tahun kelima. Pada
periode yang sama, EBIT diproyeksikan meningkat dari Rp5,56 miliar pada tahun
pertama menjadi Rp15,12 miliar pada tahun kelima. Net Present Value (NPV)
sebesar Rp21,83 miliar, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 61,42%, Profitability
Index (PI) sebesar 7,68 kali dan Payback Period selama 4 tahun. Proyeksi tersebut
menunjukkan adanya pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang
berkelanjutan selama periode proyeksi, yang mendukung kelayakan pelaksanaan
kegiatan usaha baru Perseroan. Oleh karena itu, rencana penambahan kegiatan
usaha dinilai layak untuk dilaksanakan dari aspek keuangan.
5.4. Kesimpulan
Berdasarkan kajian, evaluasi, analisis kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis
kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan model manajemen, dan analisis kelayakan
keuangan dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka
dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan adalah layak.
6. PENJELASAN PENGARUH PERUBAHAN KEGIATAN USAHA TERHADAP KONDISI KEUANGAN
Berdasarkan Studi Kelayakan yang disusun oleh KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan, penambahan
kegiatan usaha KBLI 46733 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja
operasional dan keuangan Perseroan melalui diversifikasi sumber pendapatan, perluasan
portofolio produk serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang telah dimiliki Perseroan.
6.1. Nilai Investasi, Sumber Pendanaan dan Jadwal Realisasi Investasi
Berdasarkan Studi Kelayakan, kebutuhan investasi awal untuk pelaksanaan kegiatan usaha
baru diperkirakan sebesar Rp3,27 miliar yang seluruhnya merupakan kebutuhan modal
kerja. Perseroan tidak memerlukan investasi aset tetap yang material karena kegiatan
usaha akan dijalankan dengan memanfaatkan fasilitas gudang, sistem logistik, jaringan
pemasaran dan sumber daya manusia yang telah tersedia.
Sumber pendanaan atas kebutuhan investasi tersebut direncanakan berasal dari fasilitas
pembiayaan pihak ketiga dan sumber pendanaan operasional Perseroan sesuai kebutuhan
bisnis dan kondisi pasar pada saat pelaksanaan kegiatan usaha.
Realisasi investasi direncanakan dilakukan secara bertahap setelah diperoleh persetujuan
pemegang saham atas penambahan kegiatan usaha dan seluruh perizinan yang
diperlukan.
6.2. Dampak terhadap Kas dan Modal Kerja
Rencana penambahan kegiatan usaha diperkirakan tidak memberikan dampak material
terhadap kebutuhan investasi aset tetap Perseroan karena kegiatan usaha akan dijalankan
dengan memanfaatkan fasilitas, gudang, sistem logistik dan sumber daya manusia yang
telah dimiliki Perseroan. Berdasarkan Studi Kelayakan yang dilakukan oleh KJPP
Halaman 15 dari 21
Page 16
Independen, kebutuhan investasi awal berupa modal kerja diperkirakan sebesar Rp3,27
miliar yang akan didanai melalui fasilitas pembiayaan pihak ketiga.
Dari sisi kas, kegiatan usaha baru diproyeksikan tidak menimbulkan tekanan material
terhadap posisi kas Perseroan karena kebutuhan investasi awal relatif terbatas dan
sebagian besar pendanaan operasional akan didukung oleh fasilitas pembiayaan pihak
ketiga. Berdasarkan proyeksi keuangan yang disusun dalam Studi Kelayakan, saldo kas
Perseroan tetap berada pada posisi positif selama periode proyeksi, dengan kisaran saldo
kas antara Rp484 juta sampai dengan Rp14,87 miliar.
Dari sisi modal kerja, kebutuhan modal kerja diperkirakan meningkat seiring pertumbuhan
volume penjualan dan diproyeksikan berkisar antara Rp8,71 miliar sampai dengan Rp34,72
miliar selama periode proyeksi. Perseroan berpendapat bahwa kebutuhan modal kerja
tersebut masih dapat dikelola melalui kombinasi arus kas operasional dan fasilitas
pembiayaan yang tersedia.
Dengan demikian, manajemen berpendapat bahwa penambahan kegiatan usaha tidak
menimbulkan risiko likuiditas yang material terhadap Perseroan serta tidak memberikan
dampak negatif yang signifikan terhadap posisi kas maupun kemampuan Perseroan dalam
memenuhi kewajiban keuangannya.
6.3. Perbandingan Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk memberikan gambaran mengenai dampak keuangan dari penambahan kegiatan
usaha, berikut disajikan perbandingan proyeksi Perseroan dengan dan tanpa penambahan
kegiatan usaha baru:
Halaman 16 dari 21
Page 17
Perbandingan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
Pendapatan
Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha 111.649.585.649 128.397.023.496 143.441.786.564 164.958.054.548 189.701.762.730
Setelah Penambahan Kegiatan Usaha 161.328.063.361 185.797.848.843 208.647.274.279 239.944.365.421 275.936.020.234
Selisih 49.678.477.712 57.400.825.346 65.205.487.715 74.986.310.873 86.234.257.504
Selisih (% ) 44,49% 44,71% 45,46% 45,46% 45,46%
Beban Pokok Penjualan
Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha (78.530.516.616) (88.627.371.740) (104.060.527.176) (119.700.634.984) (136.617.725.965)
Setelah Penambahan Kegiatan Usaha (113.916.600.604) (129.508.224.604) (150.961.842.885) (173.637.148.050) (198.644.715.990)
Selisih (35.386.083.988) (40.880.852.863) (46.901.315.709) (53.936.513.065) (62.026.990.025)
Selisih (% ) 45,06% 46,13% 45,07% 45,06% 45,40%
Laba Kotor
Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha 33.119.069.033 39.769.651.756 39.381.259.388 45.257.419.564 53.084.036.766
Setelah Penambahan Kegiatan Usaha 47.411.462.757 56.289.624.239 57.685.431.394 66.307.217.371 77.291.304.244
Selisih 14.292.393.724 16.519.972.483 18.304.172.006 21.049.797.807 24.207.267.479
Selisih (% ) 43,15% 41,54% 46,48% 46,51% 45,60%
EBITDA
Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha 12.958.111.475 18.193.728.688 15.968.931.257 20.200.100.867 26.194.341.914
Setelah Penambahan Kegiatan Usaha 18.517.163.566 27.591.815.409 26.464.523.243 32.841.800.282 41.314.534.227
Selisih 5.559.052.091 9.398.086.722 10.495.591.986 12.641.699.415 15.120.192.313
Selisih (% ) 42,90% 51,66% 65,73% 62,58% 57,72%
EBIT
Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha 8.390.442.402 16.019.452.191 15.708.493.017 19.939.662.626 25.933.903.673
Setelah Penambahan Kegiatan Usaha 13.949.494.493 25.417.538.913 26.204.085.003 32.581.362.041 41.054.095.986
Selisih 5.559.052.091 9.398.086.722 10.495.591.986 12.641.699.415 15.120.192.313
Selisih (% ) 66,25% 58,67% 66,81% 63,40% 58,30%
Perbandingan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
EAT
Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha (4.546.400.787) 2.310.107.657 5.149.663.766 8.967.111.006 16.022.223.317
Setelah Penambahan Kegiatan Usaha 692.704.765 11.361.773.056 15.354.034.725 20.296.298.236 27.515.564.272
Selisih 5.239.105.553 9.051.665.398 10.204.370.960 11.329.187.230 11.493.340.955
Selisih (% ) 115,24% 391,83% 198,16% 126,34% 71,73%
Kas
Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha 43.671.895.746 16.419.935.092 9.130.272.309 9.401.704.330 39.519.309.698
Setelah Penambahan Kegiatan Usaha 38.961.665.004 11.332.001.099 10.347.758.545 18.366.765.322 49.914.604.088
Selisih (4.710.230.742) (5.087.933.993) 1.217.486.236 8.965.060.992 10.395.294.390
Selisih (% ) -10,79% -30,99% 13,33% 95,36% 26,30%
Modal Kerja (Piutang Usaha,
Persediaan dan Utang Usaha)
Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha 245.498.419.489 258.082.775.222 259.016.186.095 268.388.198.988 239.035.934.315
Setelah Penambahan Kegiatan Usaha 253.732.249.405 275.507.258.679 280.046.487.059 292.663.009.220 272.986.183.415
Selisih 8.233.829.916 17.424.483.457 21.030.300.964 24.274.810.232 33.950.249.100
Selisih (% ) 3,35% 6,75% 8,12% 9,04% 14,20%
Berdasarkan perbandingan tersebut, penambahan kegiatan usaha diharapkan dapat
meningkatkan pendapatan dan profitabilitas Perseroan tanpa memerlukan investasi aset
tetap yang material.
7. FAKTOR RISIKO UTAMA
Risiko Dampak Potensial Mitigasi Perseroan
Keterlambatan Keterlambatan pengiriman Perseroan menerapkan sistem
Pengiriman produk dapat pengadaan berbasis indent/back-to-
mempengaruhi jadwal back dengan buffer jadwal yang
Halaman 17 dari 21
Page 18
proyek pelanggan, terutama memadai, menetapkan Service Level
untuk produk premium yang Agreement (SLA) dengan pemasok,
bersumber dari pemasok melakukan pengiriman bertahap sesuai
luar negeri. milestone proyek, serta menyiapkan
alternatif pemasok untuk produk
tertentu.
Volatilitas Nilai Tukar Fluktuasi nilai tukar dapat Perseroan menerapkan mekanisme
Mata Uang Asing mempengaruhi biaya penyesuaian harga yang
perolehan barang impor dan mempertimbangkan perubahan nilai
menekan margin tukar, melakukan pengelolaan transaksi
keuntungan Perseroan. pembelian secara hati-hati serta
menetapkan masa berlaku penawaran
harga yang terbatas.
Cacat Kualitas dan Produk berukuran besar Perseroan menerapkan pemeriksaan
Kerusakan Saat seperti slab dan surface kualitas (quality control) pada saat
Penanganan material premium berisiko penerimaan barang, prosedur
mengalami kerusakan penanganan dan penyimpanan yang
selama proses terdokumentasi, tenaga kerja yang
pengangkutan, penyimpanan terlatih untuk proses fabrikasi, serta
maupun fabrikasi sehingga prosedur klaim yang jelas kepada
dapat menimbulkan klaim pemasok.
pelanggan.
Ketidakkonsistenan Perbedaan warna, motif Perseroan menerapkan penguncian
Batch/Lot (Shade atau karakteristik antar batch untuk setiap proyek, melakukan
Variation) batch dapat mempengaruhi pelacakan lot produk dan perencanaan
keseragaman tampilan pengadaan yang memadai untuk
proyek, khususnya untuk menjaga konsistensi pasokan.
proyek dengan area
pemasangan yang luas.
Eksposur Garansi dan Klaim pelanggan terkait Perseroan meneruskan garansi principal
Klaim Pelanggan performa produk atau hasil apabila tersedia, menetapkan kriteria
fabrikasi dapat menimbulkan penerimaan yang jelas kepada
biaya tambahan dan pelanggan, mendokumentasikan ruang
mempengaruhi reputasi lingkup pekerjaan secara rinci serta
Perseroan. menerapkan prosedur penanganan
klaim yang terstruktur.
Risiko Kredit Proyek Keterlambatan pembayaran Perseroan menerapkan sistem uang
dan Keterlambatan pelanggan dapat muka dan termin pembayaran yang
Pembayaran meningkatkan kebutuhan diselaraskan dengan jadwal pengadaan
modal kerja dan berbasis indent/back-to-back,
mempengaruhi arus kas menetapkan batas kredit pelanggan
Perseroan. serta melakukan pengawasan dan
penagihan piutang secara berkala.
Risiko Kepatuhan Perubahan regulasi, Perseroan menerapkan prosedur
Regulasi dan Impor kesalahan dokumentasi pengendalian dokumen impor,
impor atau kendala pengawasan klasifikasi HS Code,
kepabeanan dapat penggunaan jasa forwarder yang
menyebabkan terverifikasi serta pelaksanaan checklist
keterlambatan pengadaan kepatuhan internal secara berkala.
Halaman 18 dari 21
Page 19
barang dan meningkatkan
biaya operasional.
Berdasarkan hasil Studi Kelayakan yang disusun oleh KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan, risiko-risiko
yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan usaha baru dinilai masih dapat dikelola melalui
penerapan sistem pengendalian operasional, manajemen proyek, pengelolaan pemasok,
pengendalian kualitas, pengelolaan modal kerja serta kepatuhan terhadap ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
8. INFORMASI PENYELENGGARAAN RUPSLB
Sesuai ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020, rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan akan
dimintakan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang antara
lain memuat mata acara pembahasan studi kelayakan perubahan kegiatan usaha serta perubahan
Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha.
Pelaksanaan RUPSLB akan dilakukan dengan mengacu pada ketentuan Anggaran Dasar Perseroan
serta POJK No. 17/POJK.04/2020, POJK No. 15/POJK.04/2020, dan POJK No. 14/POJK.04/2025.
Rincian pelaksanaan RUPSLB, termasuk tanggal, waktu, tempat, agenda dan mata acara
pembahasan studi kelayakan usaha, serta tata cara kehadiran dan pemberian kuasa, akan
disampaikan melalui pengumuman dan pemanggilan RUPSLB sesuai ketentuan yang berlaku.
8.1. Jadwal Pelaksanaan RUPSLB
Adapun rincian jadwal pelaksanaan RUPSLB adalah sebagai berikut:
Agenda Waktu Pelaksanaan
Pengumuman RUPSLB 13 Mei 2026
Keterbukaan Informasi atas Penambahan Kegiatan Usaha 13 Mei 2026
Recording Date RUPSLB 25 Mei 2026
Pemanggilan RUPSLB 26 Mei 2026
Pelaksanaan RUPSLB 19 Juni 2026
Ringkasan Risalah RUPSLB 23 Juni 2026
8.2. Kuorum Kehadiran dan Kuorum Pengambilan Keputusan
Sehubungan dengan RUPSLB penambahan kegiatan usaha, kuorum kehadiran dan kuorum
pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:
a. RUPS dapat dilangsungkan jika RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili
paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak
suara yang sah, kecuali anggaran dasar Perusahaan Terbuka menentukan jumlah
kuorum yang lebih besar;
b. keputusan RUPS sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah sah jika disetujui
oleh lebih dari 2/3 (dua per tiga) bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang
hadir dalam RUPS;
Halaman 19 dari 21
Page 20
Page 21
INFORMASI TAMBAHAN
Pemegang saham yang memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Sekretaris Perusahaan / Investor Relations
PT Citatah Tbk
Nama : Ratna Sari N.A.
Alamat : Jalan Prof. DR. Satrio No.10 Blok C4, Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi,
Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950
Telepon : +62 896-7341-9212
Email : legal@citatah.co.id
Situs Web : www.citatah.co.id
Halaman 21 dari 21
Names mentioned 25 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.3
unresolved
person
Christina Dwi Utami
p.3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-AH.
p.3
unresolved
org
Kepemilikan Parallax Venture Partners XIII Ltd
p.4
unresolved
org
Ltd Investspring Limited
p.4
unresolved
person
Operational Oversight
· Direktur Operasional
p.9
unresolved
person
Rumpoko Adi
· Direktur
p.9 ×2
unresolved
org
KJPP KJPP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
p.9 ×7
unresolved
—
Identit
· Penilai
p.10
unresolved
person
Ginanjar Rizki Tarekat
p.10
unresolved
person
Fikri Mauriza Hazmi
p.10
unresolved
person
Ridho Mohammad
p.10
unresolved
org
KJPP Sugianto Prasodjo
p.10 ×6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.273
4976 ms
12 Sep 2026 22:08
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': True,
'rups_date': '2026-06-19',
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}