Back to announcement
20241206_TGRA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31806389_lamp1.pdf
Other Text extracted TGRASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
Tanggal : 5 Desember 2024
Nomor : 030/DIR-TGRA/IDX/XII/2024
Perihal : Penjelasan terhadap Permintaan Penjelasan
Kepada Yth.
Bapak I Gede Nyoman Yetna
Direktur Penilaian Perusahaan 1
PT Bursa Efek Indonesia
Jakarta
Dengan hormat,
Menunjuk surat no. S-12731/BEI.PP1/12-2024 tanggal 3 Desember 2024 yang kami terima pada
tanggal 4 Desember 2024, berikut penjelasan kami:
1. Sehubungan dengan kegiatan operasional Perseroan mohon penjelasan atas perkembangan
kondisi terkini Perseroan, antara lain:
a. Perkembangan kegiatan operasional sampai dengan saat ini.
b. Apakah Perseroan sampai dengan saat ini masih terikat kontrak baik dengan
pemasok maupun pelanggan? Agar dapat dijelaskan.
c. Pemutusan hubungan kerja karyawan (jika ada).
d. Kendala-kendala yang dihadapi Perseroan dalam melaksanakan kegiatan
operasional dan upaya mengatasi kendala tersebut.
Penjelasan:
a. Operasional Perseroan sampai saat ini berjalan dengan pembiayaan yang berasal dari
Pemegang Saham Pengendali (Bapak Djani Sutedja), sambil berproses dengan calon
investor yang saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang positif.
b. Perseroan masih terikat kontrak dengan PT PLN (Persero) pada 5 (lima) proyek
pembangkit listrik tenaga minihydro (PLTM) dengan total kapasitas 43,8 MW, dan 2
(dua) PLTA dengan total kapasitas 467 MW, yang berstatus memiliki ijin prinsip, ijin
Lokasi, memiliki feasibility study (FS) dan telah terdaftar pada RUPTL PT PLN (Persero).
c. Tidak ada pemutusan hubungan kerja karyawan, kecuali pengunduran diri.
d. Kendala-kendala yang dihadapi Perseroan dan upaya mengatasi kendala-kendala
tersebut adalah sebagai berikut:
i. Belum beroperasinya 5 (lima) PLTM yang telah memiliki PPA (Power Purchase
Agreement) dengan PT PLN (Persero), karena keterbatasan sumber dana
pembiayaan pembangunan proyek-proyek tersebut.
Upaya mengatasinya kendala tersebut, yaitu dengan mencari strategic partner
yang memiliki visi yang sama dengan Manajemen Perseroan serta memiliki
kemampuan untuk mendukung pembiayaan seluruh proyek yang dimiliki
Perseroan.
ii. Belum memiliki pendapatan.
1
PT. Terregra Asia Energy Tbk
Jl. Haji Nawi Raya No. 45
Gandaria Selatan, Cilandak
Jakarta Selatan - 12420
www.terregra.co.id
Page 2
Cara mengatasinya kendala ini, yaitu memberikan jasa pemeliharaan dan
perbaikan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) yang telah dijalankan sejak
tahun 2017-2023, namun jasa ini kami hentikan karena ingin fokus pada
mencari strategic partner untuk pembiayaan pembangunan proyek-proyek
yang dimiliki. Saat ini kami telah mendapatkan kesepakatan dengan strategic
partner yang baru untuk mengatasi kendala ini dengan cara mengakuisisi
perusahaan-perusahaan yang memiliki proyek hydropower plant yang telah
beroperasi. Negosiasi dengan perusahaan target akuisisi telah dilakukan dan
direncanakan pelaksanaan akuisisi akan direalisasikan pada triwulan I tahun
2025.
iii. Harga saham dibawah Rp50,-/lembar.
Untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melaksanakan 2 (dua) upaya yang
telah dijelaskan pada i dan ii di atas.
2. Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) nomor 5 Piutang Usaha Pihak Ketiga,
terdapat penurunan piutan usaha sebesar Rp1,83 miliar atau menurun 24,98%
dibandingkan 31 Desember 2023. Hal tersebut dikarenakan penurunan piutang dari
pelanggan Perseroan diantaranya PT Sinergi Bangun Utama, PT Dwi Mutiara Sejahtera, dan
PT ATA Energi. Agar dijelaskan hal-hal sebagai berikut:
a. Penyebab penurunan piutang tersebut, apakah terdapat pembayaran dari
pelanggan Perseroan?
b. Proyek terkait dengan ketiga pelanggan Perseroan dan membukukan piutang usaha
per 30 September 2024 dan status penyelesaiannya hingga saat ini.
c. Hubungan kerja sama antara Perseroan, pelanggan Perseroan, dan PT PLN (Persero)
mengingat dalam CaLK disebutkan bahwa Perjanjian Kerja Sama Operasi dilakukan
antara PT PLN (Persero) dengan pelanggan Perseroan.
Penjelasan:
a. Penyebab penurunan piutang tersebut adalah terdapat pembayaran dari pelanggan
Perseroan.
b. Pengadaan barang dan jasa refractory Fast-RDO boiler, simple inspection (SI) dari
PLTU-PLTU milik PT PLN (Persero).
c. Hubungan kerja sama adalah terikat melalui perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO)
antara PT PLN (Persero), Perseroan (PT Terregra Asia Energy Tbk), dan mitra.
3. Berdasarkan CaLK nomor 5 Piutang Usaha Pihak Ketiga, terdapat outstanding saldo sebesar
Rp5,51 miliar atau senilai 41% dari total aset lancar. Hal ini mengindikasikan likuiditas
Perseroan memiliki ketergantungan yang tinggi dari saldo piutang tersebut. Selain itu, saldo
kas dan setara kas Perseroan hanya sebesar Rp172,68 juta. Agar dijelaskan:
a. Strategi penagihan piutang Perseroan.
b. Umur/termin piutang usaha mengingat Perseroan mengungkapkan seluruh piutang
belum jatuh tempo sementara kerja sama operasi antara PT PLN (Persero) dengan
pelanggan Perseroan berlangsung antara 2019 hingga 2022.
c. Strategi untuk menjaga likuiditas Perseroan di masa depan mengingat terdapatnya
sejumlah utang bank dan utang lainnya.
2
PT. Terregra Asia Energy Tbk
Jl. Haji Nawi Raya No. 45
Gandaria Selatan, Cilandak
Jakarta Selatan - 12420
www.terregra.co.id
Page 3
Penjelasan:
a. Perseroan tidak bergantung pada piutang tersebut, sebagaimana yang telah kami
jelaskan pada butir 1a. Namun penagihan tetap kami laksanakan sebagaimana
seharusnya.
b. Penagihan kami lakukan kepada mitra kami dan bukan kepada PT PLN (Persero).
c. Sebagaimana yang telah kami jelaskan pada butir 1.d.i dan 1.d.ii.
4. Berdasarkan CaLK nomor 7 Aset Tetap, Perseroan membukukan aset tetap sebesar Rp335,24
miliar atau menurun Rp4,88 miliar (-1,44%) dibandingkan 31 Desember 2023. Saldo aset
tetap Perseroan mencakup 70% dari total aset, dan sebesar Rp332,06 miliar (99,65% dari
aset tetap) merupakan aset tetap dalam Pembangunan. Bursa meminta penjelasan:
a. Detail aset tetap dalam Pembangunan.
b. Proyeksi Perseroan aset tetap dalam pembangunan tersebut dapat beroperasi
secara komersial untuk membukukan pendapatan.
c. Kendala yang dihadapi atas aset tetap dalam Pembangunan (jika ada).
Penjelasan:
a. Detail aset tetap dalam pembangunan sebagaimana tercantum pada CaLK Laporan
Keuangan Triwulan III tahun 2024 halaman 35.
b. Target Pembangunan untuk 5 (lima) proyek PLTM yaitu tahun 2025 dan tahun
komersialnya yaitu tahun 2027. Akan dimulai pada PLTM Sisira, PLTM Batang Toru-3,
dan PLTM Batang Toru-4.
c. Kendala yang terutama adalah pembebasan lahan.
5. Per 30 September 2024 terdapat peningkatan saldo deposito yang dibatasi penggunaannya
sebesar Rp11,6 miliar atau meningkat 70,93% dibandingkan periode 31 Desember 2023.
Deposito yang dibatasi penggunaannya merupakan deposito yang ditempatkan di PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk yang digunakan sebagai jaminan pelaksanaan proyek-proyek mini
hydro power plant milik Perseroan dengan beneficiary PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara.
Agar dijelaskan perkembangan terkini proyek-proyek tersebut dan pihak-pihak counterpart
terkait.
Penjelasan:
Peningkatan saldo deposito yang dibatasi penggunaannya adalah penerimaan jaminan berupa
cash contra collateral terhadap penerbitan performance bond untuk proyek PLTM Batang
Toru-4 sebesar Rp11,6 miliar. Proyek-proyek tersebut secara bertahap akan dibangun
berdasarkan realisasi penerimaan dari equity financing dari strategic partner dan debt
financing dari lembaga pembiayaan yang saat ini sedang berproses. Target kami 3 (tiga) dari 5
(lima) PLTM yang telah memiliki PPA akan mulai dibangun pada tahun 2025. Status kontrak
(PPA) dengan PT PLN (Persero) masih tetap efektif.
6. Per 30 September 2024, terdapat outstanding saldo uang muka jangka panjang sebesar
Rp31,91 miliar atau senilai 66% dari total aset lancar. Uang muka jangka panjang merupakan
3
PT. Terregra Asia Energy Tbk
Jl. Haji Nawi Raya No. 45
Gandaria Selatan, Cilandak
Jakarta Selatan - 12420
www.terregra.co.id
Page 4
uang muka yang dibayar untuk pembelian tanah berlokasi di Sumatera Utara. Bursa
meminta penjelasan mengenai:
a. Perkembangan terkini atas uang muka jangka panjang tersebut.
b. Nature transaksi.
c. Total biaya tanah.
d. Tujuan pembelian tanah tersebut.
e. Apakah pembelian tanah sudah memperoleh penilaian dari lembaga penilaian
independent? Jika ya, agar dijelaskan penilai independennya.
Penjelasan:
a. Uang muka jangka panjang tersebut akan direklasifikasi pada account aset tetap dalam
Pembangunan jika sudah selesai pengurusan SHM.
b. Account ini merupakan pembayaran atas pembebasan lahan yang telah
menandatangani surat pelepasan hak (SPH).
c. Total biaya pembebasan lahan yang tercatat pada account uang muka jangka panjang
adalah sebesar Rp31.905.493.305,-.
d. Tujuan pembelian tanah tersebut untuk kebutuhan pembangunan proyek pembangkit
listrik tenaga hidro.
e. Belum ada.
7. Berdasarkan CaLK nomor 8 Goodwill dan Aset Tak Berwujud, tidak terdapat pergerakan
saldo goodwill kurun waktu 30 September 2024 dibandingkan dengan 31 Desember 2023
sebesar Rp66,46 miliar (13,88% dari total aset). Nilai goodwill tersebut mencerminkan
investasi strategis perusahaan yang terkait dengan akuisisi PT Terregra Hydro Power (THP).
Bursa meminta penjelasan atas perkembangan terkini operasional THP dan impairment test
pada nilai goodwill tersebut.
Penjelasan:
PT Terregra Hydro Power (THP) adalah sub-holding yang membawahi anak-anak perusahaan
yang memiliki proyek-proyek PLTM dan PLTA. Perkembangan operasional THP sangat
bergantung kepada penyelesaian pembangunan proyek-proyek yang dimiliki oleh anak-anak
perusahaan yang dibawahnya. Sebagaimana telah kami jelaskan pada butir 4b. Penjelasan
mengenai impairment test telah kami jelaskan pada Laporan Keuangan Triwulan III tahun 2024
halaman 36.
8. Berdasarkan CaLK nomor 9 Utang Bank, terdapat perubahan saldo yang tidak signifikan
sebesar Rp1,07 juta antara utang bank per 30 Juni 2024 sebesar Rp8,97 miliar dan per 31
Desember 2023 sebesar Rp8,98 miliar yang mengindikasikan belum adanya pelunasan atas
pinjaman. Selain itu, Perseroan mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia
Tbk yang akan jatuh tempo pada 4 April 2025. Mempertimbangkan saat ini Perseroan hanya
membukukan kas dan setara kas Rp172,68 juta dan tidak membukukan pendapatan, Bursa
meminta penjelasan atas:
a. Upaya Perseroan untuk melunasi utang bank jangka pendek tersebut.
b. Sumber dana untuk pelunasan utang tersebut.
c. Rencana restrukturisasi utang (jika ada).
4
PT. Terregra Asia Energy Tbk
Jl. Haji Nawi Raya No. 45
Gandaria Selatan, Cilandak
Jakarta Selatan - 12420
www.terregra.co.id
Page 5
d. Dampak yang terjadi apabila Perseroan belum dapat melunasi utang.
Penjelasan:
a. Upaya perseroan untuk melunasi utang bank yaitu mendapatkan strategic partner dan
pembiayaan dari lembaga keuangan.
b. Dari hasil akuisisi saham Perseroan yang sedang direncanakan.
c. Tidak ada rencana restrukturisasi utang.
d. Kami yakin Perseroan mampu untuk melunasi utang bank tersebut.
9. Terdapat peningkatan utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp228,12 juta atau meningkat
9,76% dibandingkan periode 31 Desember 2023. Namun tidak terdapat pengungkapan atas
utang tersebut dalam catatan atas laporan keuangan. Agar dijelaskan:
a. Nature utang lain-lain tersebut.
b. Pihak yang melakukan transaksi utang lain-lain tersebut.
c. Jangka waktu utang lain-lain tersebut.
d. Rencana pelunasan utang lain-lain dan dampak apabila Perseroan belum dapat
melunasi utang lain-lain tersebut.
e. Apakah utang lain-lain disusun berdasarkan kontrak antara Perseroan dengan pihak
ketiga? Jika ya, agar dapat dijelaskan tanggal kontrak dan informasi pembatasan
atas utang tersebut.
Penjelasan:
a. Merupakan utang kepada pihak ketiga yang bersifat temporer, tidak ada bunga dan
tidak terkait dengan usaha pokok Perseroan.
b. Pihak ketiga yang tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan.
c. Jangka waktu dibawah 1 tahun.
d. Rencana pelunasan utang tersebut yaitu akan dilakukan secepatnya dan manajemen
yakin akan dapat diselesaikan.
e. Tidak ada kontrak.
10. Berdasarkan CaLK nomor 26 Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi, terdapat peningkatan
utang pihak berelasi sebesar Rp10,03 miliar atau meningkat 11,90% dibandingkan periode
31 Desember 2023. Peningkatan utang tersebut terutama dikarenakan per 30 September
2024 adanya utang kepada pemegang saham pengendali dan direktur yakni Djani Sutedja
sebesar Rp10,38 miliar dan Daniel Tagu Dedo Rp3,85 miliar terkait pembiayaan kebutuhan
operasional. Bursa meminta penjelasan atas terdapat informasi rinci seperti tingkat bunga,
jadwal pembayaran, maupun syarat khusus atas utang pihak berelasi tersebut.
Penjelasan:
Pemberian utang dari Pemegang Saham Pengendali dan Direktur sebagaimana tercantum
pada CaLK nomor 26 tersebut adalah perwujudan dari komitmen Pemegang Saham
Pengendali dan Manajemen Perseroan untuk mendukung Perseroan hingga mencapai
penyelesaian terhadap program restrukturisasi yang sedang dilakukan. Tingkat bunga yang
dibebankan ke Perseroan sebagaimana tingkat bunga perbankan pada umumnya, dengan
jangka waktu 1 tahun dapat diperpanjang sesuai kemampuan keuangan Perseroan.
5
PT. Terregra Asia Energy Tbk
Jl. Haji Nawi Raya No. 45
Gandaria Selatan, Cilandak
Jakarta Selatan - 12420
www.terregra.co.id
Page 6
11. Berdasarkan CaLK nomor 13 Pinjaman yang Dapat Dikonversi, terdapat peningkatan utang
sebesar Rp11,39 miliar atau meningkat 99,32% dibandingkan per 30 September 2024. Hal
ini sehubungan dengan pinjaman konversi kepada Carbon Resilience Ltd (CRS). Berdasarkan
perjanjian tersebut, CRS akan memberikan pinjaman kepada entitas anak Perseroan dengan
jumlah pinjaman maksimal Rp199.310.000.000 untuk pembiayaan proyek Hydro Power
Plant (PLTMH) Sisira dan PLTMH Batang Toru. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga 1% per
tahun dan akan dibayarkan pada akhir masa pinjaman. Pinjaman ini akan dikonversi menjadi
modal disetor pada entitas anak tersebut pada proyek-proyek hydro power plant mencapai
tanggal beroperasinya. Bursa meminta penjelasan atas:
a. Latar belakang perolehan pinjaman dengan CRS.
b. Pertimbangan perolehan pinjaman dari CRS dan bukan dari lembaga perbankan
yang beroperasi di Indonesia.
c. Entitas anak yang memperoleh pinjaman konversi dari CRS.
d. Tanggal mulai kontrak dan jangka waktu kontrak.
e. Nilai bunga akumulasi saat ini.
f. Pembatasan-pembatasan dalam kontrak.
g. Status penyelesaian kedua proyek hydro power plant.
h. Pertimbangan konversi menjadi modal dilakukan saat proyek mencapai tanggal
operasi dan bukan melalui pembayaran pokok pinjaman.
i. Potensi dilusi kepemilikan Perseroan dan Entitas Anak apabila pinjaman dikonversi.
j. Pihak yang akan menjadi pengendali dan melakukan konsolidasi Laporan Keuangan
Entitas Anak setelah konversi.
k. Sumber pendapatan Perseroan setelah penyelesaian proyek, termasuk perjanjian
bagi hasil antara Perseroan, Entitas Anak, dan CRS apabila konversi pinjaman
menjadi saham dilakukan CRS.
l. Hubungan afiliasi antara Perseroan, manajemen Perseroan, dan Pemegang Saham
Perseroan dengan CRS, termasuk manajemen dan pemegang saham CRS.
m. Status operasional Entitas Anak Perseroan yang menerima pinjaman CRS dan status
operasional CRS.
Penjelasan:
a. Pertama-tama kami tegaskan bahwa pinjaman sebesar Rp199.310.000.000 tidak
terealisir, sedangkan yang terealisir adalah sebesar Rp22.876.513.484 yang terdiri dari
USD 744,518 untuk pembebasan lahan pada PLTM Batang Toru-3 dan PLTM Batang
Toru-4 (yang tercatat pada uang muka jangka panjang) dan Rp11.606.000.000 berupa
cash contra collateral untuk penerbitan performance bond oleh Bank UOB Jakarta.
b. CRS semula adalah strategic partner yang akan menyediakan equity financing, dan
sebagai penjamin untuk memperoleh debt financing dari KfW Bank Germany. Namun
rencana tersebut tidak berlanjut karena adanya permasalahan antara CRS dengan
sponsor mereka.
c. PT Energi Alam Sentosa dan PT Berkah Alam Lestari Energi untuk pinjaman sebesar
USD 744,518. PT Indah Alam Lestari Energi untuk pinjaman sebesar
Rp11.606.000.000.
6
PT. Terregra Asia Energy Tbk
Jl. Haji Nawi Raya No. 45
Gandaria Selatan, Cilandak
Jakarta Selatan - 12420
www.terregra.co.id
Page 7
d. Tanggal mulai kontrak adalah sebagaimana tercantum pada Laporan Keuangan
Triwulan III 2024 halaman 40 yaitu 21 Januari 2022. Jangka waktu kontrak berakhir
pada saat pelaksanaan konversi utang ke ekuitas. Namun rencana ini gagal dan telah
disepakati bahwa penyelesaian akan dilakukan restrukturisasi utang tersebut.
e. Kami tidak melakukan perhitungan pembebanan bunga atas utang tersebut,
mengingat batalnya rencana pembiayaan oleh CRS tersebut telah menyebabkan
kerugian Perseroan dengan tertundanya pembangunan proyek-proyek Perseroan.
f. Tidak ada pembatasan dalam kontrak tersebut.
g. Sebagaimana kami jelaskan pada butir 4b.
h. Pertimbangan nya karena perubahan struktur pemegang saham pada anak-anak
perusahaan pemilik PLTM sebagaimana ketentuan pada PPA bahwa tidak dapat
diubah berubah sebelum PLTM tersebut mencapai tanggal operasi. Pertimbangan
Perseroan mengkonversi utang menjadi saham yaitu untuk menambah ekuitas pada
anak-anak Perusahaan.
i. Potensi itu pasti terjadi, oleh karenanya rencana tersebut telah mendapat persetujuan
RUPS pada anak-anak Perusahaan.
j. Tetap PT Terregra Hydro Power dan PT Terregra Asia Energy Tbk.
k. Sesuai dengan komposisi kepemilikan saham yang disepakati.
l. Tidak ada hubungan afiliasi.
m. Sebagaimana kami jelaskan pada butir 4b, sedangkan status operasional CRS kami
belum mendapatkan update lebih lanjut.
12. Berdasarkan laporan keuangan kurun waktu 2017 hingga kuartal III 2024, Perseroan mulai
tidak membukukan pendapatan pada periode kuartal III 2023 dikarenakan tidak terdapat
pelanggan dan proyek-proyek utama Perseroan masih dalam tahap persiapan awal dan
belum beroperasional secara komersial. Adapun detail pendapatan historical berdasarkan
penjualan kepada pihak tertentu yang melebih 10% dari jumlah penjualan konsolidasian
Perseroan sebagai berikut:
Bursa meminta penjelasan:
a. Proses pengakuan pendapatan Perseroan berdasarkan PSAK 72.
b. Latar belakang rata-rata pelanggan hanya menyumbang 2 tahun buku pendapatan
Perseroan kurun waktu 2017-2023.
c. Latar belakang PLN tidak terdapat kontinuitas pendapatan hingga 2024.
d. Strategi Perseroan ke depan dalam mendapatkan pelanggan guna menjaga
kontinuitas pendapatan.
e. Skema bagi hasil dan pengoperasian proyek dengan pelanggan-pelanggan
Perseroan.
f. Apakah terdapat wanprestasi dari pelanggan-pelanggan tersebut?
Penjelasan:
a. Perseroan mengakui pendapatan ketika Perseroan telah selesai mengerjakan kontrak
tersebut.
b. Sesuai kontrak dengan mitra dalam KSO.
c. Sesuai dengan masa kontrak KSO tersebut.
7
PT. Terregra Asia Energy Tbk
Jl. Haji Nawi Raya No. 45
Gandaria Selatan, Cilandak
Jakarta Selatan - 12420
www.terregra.co.id
Page 8
d. Sebagaimana telah kami jelaskan pada butir 1.d.ii.
e. Skema bagi hasil sesuai kontribusi dalam pelaksanaan KSO.
f. Tidak ada wanprestasi.
13. Terdapat 5 Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH) milik Perseroan yang ditargetkan
terkonstruksi pada tahun 2024 dan beroperasi komersial pada tahun 2026. Adapun detail
PLTMH sebagai berikut:
Bursa meminta penjelasan atas:
a. Perkembangan terkini dari 5 PLTMH tersebut.
b. Pihak-pihak yang terlibat dengan konstruksi hingga PLTMH dapat beroperasi,
termasuk pelanggan yang terkait dengan PLTMH tersebut.
c. Hubungan Perseroan dengan pihak-pihak tersebut.
d. Skema perjanjian dengan pihak-pihak tersebut.
Penjelasan:
a. Perkembangan terkini dari 5 PLTM sebagai berikut:
i. PLTM Sisira, PLTM Batang Toru-3, dan PLTM Batang Toru-4: PPA masih efektif,
performance bond masih efektif, seluruh perijinan masih efektif, pembukaan
akses pada titik-titik penting pembangunan proyek telah terlaksana. Target
pembangunan tahun 2025. Target COD tahun 2027.
ii. PLTM Raisan Huta Dolok dan PLTM Raisan Naga Timbul: PPA masih efektif,
performance bond masih efektif, seluruh perijinan masih efektif kecuali IPPKH
masih dalam proses perpanjangan dan IMB dalam proses. Target pembangunan
tahun 2026. Target COD tahun 2028.
b. EPC kontraktor telah tersedia dan sedang berproses untuk deploy heavy equipment ke
Lokasi proyek PLTM Sisira sebagai proyek pertama yang akan dibangun, sedangkan
vendor turbine sedang dalam proses kontrak.
c. Hubungan Perseroan dengan pihak-pihak tersebut tidak terafiliasi.
d. Skema perjanjian:
i. EPC kontraktor: semi turn-key project.
ii. Vendor turbine: progress payment.
14. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang bersifat material dan dapat mempengaruhi
keputusan investasi pemodal serta kelangsungan usaha Perseroan yang belum diungkapkan
kepada publik.
Penjelasan:
Persiapan right issue dan penerbitan green bond.
8
PT. Terregra Asia Energy Tbk
Jl. Haji Nawi Raya No. 45
Gandaria Selatan, Cilandak
Jakarta Selatan - 12420
www.terregra.co.id
Page 9
Names mentioned 16 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna
p.1
unresolved
org
PT PLN (Persero)
p.1 ×12
unresolved
org
PT Sinergi Bangun Utama
p.2
unresolved
org
PT Dwi Mutiara Sejahtera
p.2
unresolved
org
PT ATA Energi. Agar
p.2
unresolved
org
PT Terregra Hydro Power
p.4 ×3
unresolved
org
Bank UOB
p.6
unresolved
org
Bank Germany. Namun
p.6
unresolved
org
PT Energi Alam Sentosa
p.6
unresolved
org
PT Berkah Alam Lestari Energi
p.6
unresolved
org
PT Indah Alam Lestari Energi
p.6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.