Skip to content
Back to announcement

20241206_TGRA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31806389_lamp1.pdf

Other Text extracted TGRA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 9

Page 1
   Tanggal           : 5 Desember 2024
   Nomor             : 030/DIR-TGRA/IDX/XII/2024
   Perihal           : Penjelasan terhadap Permintaan Penjelasan


   Kepada Yth.
   Bapak I Gede Nyoman Yetna
   Direktur Penilaian Perusahaan 1
   PT Bursa Efek Indonesia
   Jakarta

   Dengan hormat,

   Menunjuk surat no. S-12731/BEI.PP1/12-2024 tanggal 3 Desember 2024 yang kami terima pada
   tanggal 4 Desember 2024, berikut penjelasan kami:


    1. Sehubungan dengan kegiatan operasional Perseroan mohon penjelasan atas perkembangan
       kondisi terkini Perseroan, antara lain:
          a. Perkembangan kegiatan operasional sampai dengan saat ini.
          b. Apakah Perseroan sampai dengan saat ini masih terikat kontrak baik dengan
               pemasok maupun pelanggan? Agar dapat dijelaskan.
          c. Pemutusan hubungan kerja karyawan (jika ada).
          d. Kendala-kendala yang dihadapi Perseroan dalam melaksanakan kegiatan
               operasional dan upaya mengatasi kendala tersebut.

         Penjelasan:
            a. Operasional Perseroan sampai saat ini berjalan dengan pembiayaan yang berasal dari
                 Pemegang Saham Pengendali (Bapak Djani Sutedja), sambil berproses dengan calon
                 investor yang saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang positif.
            b. Perseroan masih terikat kontrak dengan PT PLN (Persero) pada 5 (lima) proyek
                 pembangkit listrik tenaga minihydro (PLTM) dengan total kapasitas 43,8 MW, dan 2
                 (dua) PLTA dengan total kapasitas 467 MW, yang berstatus memiliki ijin prinsip, ijin
                 Lokasi, memiliki feasibility study (FS) dan telah terdaftar pada RUPTL PT PLN (Persero).
            c. Tidak ada pemutusan hubungan kerja karyawan, kecuali pengunduran diri.
            d. Kendala-kendala yang dihadapi Perseroan dan upaya mengatasi kendala-kendala
                 tersebut adalah sebagai berikut:
                      i. Belum beroperasinya 5 (lima) PLTM yang telah memiliki PPA (Power Purchase
                         Agreement) dengan PT PLN (Persero), karena keterbatasan sumber dana
                         pembiayaan pembangunan proyek-proyek tersebut.
                         Upaya mengatasinya kendala tersebut, yaitu dengan mencari strategic partner
                         yang memiliki visi yang sama dengan Manajemen Perseroan serta memiliki
                         kemampuan untuk mendukung pembiayaan seluruh proyek yang dimiliki
                         Perseroan.
                     ii. Belum memiliki pendapatan.

                                                    1
PT. Terregra Asia Energy Tbk
Jl. Haji Nawi Raya No. 45
Gandaria Selatan, Cilandak
Jakarta Selatan - 12420

www.terregra.co.id
Page 2
                            Cara mengatasinya kendala ini, yaitu memberikan jasa pemeliharaan dan
                            perbaikan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) yang telah dijalankan sejak
                            tahun 2017-2023, namun jasa ini kami hentikan karena ingin fokus pada
                            mencari strategic partner untuk pembiayaan pembangunan proyek-proyek
                            yang dimiliki. Saat ini kami telah mendapatkan kesepakatan dengan strategic
                            partner yang baru untuk mengatasi kendala ini dengan cara mengakuisisi
                            perusahaan-perusahaan yang memiliki proyek hydropower plant yang telah
                            beroperasi. Negosiasi dengan perusahaan target akuisisi telah dilakukan dan
                            direncanakan pelaksanaan akuisisi akan direalisasikan pada triwulan I tahun
                            2025.
                       iii. Harga saham dibawah Rp50,-/lembar.
                            Untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melaksanakan 2 (dua) upaya yang
                            telah dijelaskan pada i dan ii di atas.

    2. Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) nomor 5 Piutang Usaha Pihak Ketiga,
       terdapat penurunan piutan usaha sebesar Rp1,83 miliar atau menurun 24,98%
       dibandingkan 31 Desember 2023. Hal tersebut dikarenakan penurunan piutang dari
       pelanggan Perseroan diantaranya PT Sinergi Bangun Utama, PT Dwi Mutiara Sejahtera, dan
       PT ATA Energi. Agar dijelaskan hal-hal sebagai berikut:
           a. Penyebab penurunan piutang tersebut, apakah terdapat pembayaran dari
               pelanggan Perseroan?
           b. Proyek terkait dengan ketiga pelanggan Perseroan dan membukukan piutang usaha
               per 30 September 2024 dan status penyelesaiannya hingga saat ini.
           c. Hubungan kerja sama antara Perseroan, pelanggan Perseroan, dan PT PLN (Persero)
               mengingat dalam CaLK disebutkan bahwa Perjanjian Kerja Sama Operasi dilakukan
               antara PT PLN (Persero) dengan pelanggan Perseroan.

         Penjelasan:
            a. Penyebab penurunan piutang tersebut adalah terdapat pembayaran dari pelanggan
                 Perseroan.
            b. Pengadaan barang dan jasa refractory Fast-RDO boiler, simple inspection (SI) dari
                 PLTU-PLTU milik PT PLN (Persero).
            c. Hubungan kerja sama adalah terikat melalui perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO)
                 antara PT PLN (Persero), Perseroan (PT Terregra Asia Energy Tbk), dan mitra.

    3. Berdasarkan CaLK nomor 5 Piutang Usaha Pihak Ketiga, terdapat outstanding saldo sebesar
       Rp5,51 miliar atau senilai 41% dari total aset lancar. Hal ini mengindikasikan likuiditas
       Perseroan memiliki ketergantungan yang tinggi dari saldo piutang tersebut. Selain itu, saldo
       kas dan setara kas Perseroan hanya sebesar Rp172,68 juta. Agar dijelaskan:
           a. Strategi penagihan piutang Perseroan.
           b. Umur/termin piutang usaha mengingat Perseroan mengungkapkan seluruh piutang
               belum jatuh tempo sementara kerja sama operasi antara PT PLN (Persero) dengan
               pelanggan Perseroan berlangsung antara 2019 hingga 2022.
           c. Strategi untuk menjaga likuiditas Perseroan di masa depan mengingat terdapatnya
               sejumlah utang bank dan utang lainnya.
                                                      2
PT. Terregra Asia Energy Tbk
Jl. Haji Nawi Raya No. 45
Gandaria Selatan, Cilandak
Jakarta Selatan - 12420

www.terregra.co.id
Page 3
         Penjelasan:
            a. Perseroan tidak bergantung pada piutang tersebut, sebagaimana yang telah kami
                 jelaskan pada butir 1a. Namun penagihan tetap kami laksanakan sebagaimana
                 seharusnya.
            b. Penagihan kami lakukan kepada mitra kami dan bukan kepada PT PLN (Persero).
            c. Sebagaimana yang telah kami jelaskan pada butir 1.d.i dan 1.d.ii.

    4. Berdasarkan CaLK nomor 7 Aset Tetap, Perseroan membukukan aset tetap sebesar Rp335,24
       miliar atau menurun Rp4,88 miliar (-1,44%) dibandingkan 31 Desember 2023. Saldo aset
       tetap Perseroan mencakup 70% dari total aset, dan sebesar Rp332,06 miliar (99,65% dari
       aset tetap) merupakan aset tetap dalam Pembangunan. Bursa meminta penjelasan:
           a. Detail aset tetap dalam Pembangunan.
           b. Proyeksi Perseroan aset tetap dalam pembangunan tersebut dapat beroperasi
               secara komersial untuk membukukan pendapatan.
           c. Kendala yang dihadapi atas aset tetap dalam Pembangunan (jika ada).

         Penjelasan:
            a. Detail aset tetap dalam pembangunan sebagaimana tercantum pada CaLK Laporan
                 Keuangan Triwulan III tahun 2024 halaman 35.
            b. Target Pembangunan untuk 5 (lima) proyek PLTM yaitu tahun 2025 dan tahun
                 komersialnya yaitu tahun 2027. Akan dimulai pada PLTM Sisira, PLTM Batang Toru-3,
                 dan PLTM Batang Toru-4.
            c. Kendala yang terutama adalah pembebasan lahan.

    5. Per 30 September 2024 terdapat peningkatan saldo deposito yang dibatasi penggunaannya
       sebesar Rp11,6 miliar atau meningkat 70,93% dibandingkan periode 31 Desember 2023.
       Deposito yang dibatasi penggunaannya merupakan deposito yang ditempatkan di PT Bank
       Mandiri (Persero) Tbk yang digunakan sebagai jaminan pelaksanaan proyek-proyek mini
       hydro power plant milik Perseroan dengan beneficiary PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara.
       Agar dijelaskan perkembangan terkini proyek-proyek tersebut dan pihak-pihak counterpart
       terkait.

         Penjelasan:
         Peningkatan saldo deposito yang dibatasi penggunaannya adalah penerimaan jaminan berupa
         cash contra collateral terhadap penerbitan performance bond untuk proyek PLTM Batang
         Toru-4 sebesar Rp11,6 miliar. Proyek-proyek tersebut secara bertahap akan dibangun
         berdasarkan realisasi penerimaan dari equity financing dari strategic partner dan debt
         financing dari lembaga pembiayaan yang saat ini sedang berproses. Target kami 3 (tiga) dari 5
         (lima) PLTM yang telah memiliki PPA akan mulai dibangun pada tahun 2025. Status kontrak
         (PPA) dengan PT PLN (Persero) masih tetap efektif.

    6. Per 30 September 2024, terdapat outstanding saldo uang muka jangka panjang sebesar
       Rp31,91 miliar atau senilai 66% dari total aset lancar. Uang muka jangka panjang merupakan


                                                  3
PT. Terregra Asia Energy Tbk
Jl. Haji Nawi Raya No. 45
Gandaria Selatan, Cilandak
Jakarta Selatan - 12420

www.terregra.co.id
Page 4
         uang muka yang dibayar untuk pembelian tanah berlokasi di Sumatera Utara. Bursa
         meminta penjelasan mengenai:
            a. Perkembangan terkini atas uang muka jangka panjang tersebut.
            b. Nature transaksi.
            c. Total biaya tanah.
            d. Tujuan pembelian tanah tersebut.
            e. Apakah pembelian tanah sudah memperoleh penilaian dari lembaga penilaian
               independent? Jika ya, agar dijelaskan penilai independennya.

         Penjelasan:
            a. Uang muka jangka panjang tersebut akan direklasifikasi pada account aset tetap dalam
                 Pembangunan jika sudah selesai pengurusan SHM.
            b. Account ini merupakan pembayaran atas pembebasan lahan yang telah
                 menandatangani surat pelepasan hak (SPH).
            c. Total biaya pembebasan lahan yang tercatat pada account uang muka jangka panjang
                 adalah sebesar Rp31.905.493.305,-.
            d. Tujuan pembelian tanah tersebut untuk kebutuhan pembangunan proyek pembangkit
                 listrik tenaga hidro.
            e. Belum ada.

    7. Berdasarkan CaLK nomor 8 Goodwill dan Aset Tak Berwujud, tidak terdapat pergerakan
       saldo goodwill kurun waktu 30 September 2024 dibandingkan dengan 31 Desember 2023
       sebesar Rp66,46 miliar (13,88% dari total aset). Nilai goodwill tersebut mencerminkan
       investasi strategis perusahaan yang terkait dengan akuisisi PT Terregra Hydro Power (THP).
       Bursa meminta penjelasan atas perkembangan terkini operasional THP dan impairment test
       pada nilai goodwill tersebut.

         Penjelasan:
         PT Terregra Hydro Power (THP) adalah sub-holding yang membawahi anak-anak perusahaan
         yang memiliki proyek-proyek PLTM dan PLTA. Perkembangan operasional THP sangat
         bergantung kepada penyelesaian pembangunan proyek-proyek yang dimiliki oleh anak-anak
         perusahaan yang dibawahnya. Sebagaimana telah kami jelaskan pada butir 4b. Penjelasan
         mengenai impairment test telah kami jelaskan pada Laporan Keuangan Triwulan III tahun 2024
         halaman 36.

    8. Berdasarkan CaLK nomor 9 Utang Bank, terdapat perubahan saldo yang tidak signifikan
       sebesar Rp1,07 juta antara utang bank per 30 Juni 2024 sebesar Rp8,97 miliar dan per 31
       Desember 2023 sebesar Rp8,98 miliar yang mengindikasikan belum adanya pelunasan atas
       pinjaman. Selain itu, Perseroan mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia
       Tbk yang akan jatuh tempo pada 4 April 2025. Mempertimbangkan saat ini Perseroan hanya
       membukukan kas dan setara kas Rp172,68 juta dan tidak membukukan pendapatan, Bursa
       meminta penjelasan atas:
           a. Upaya Perseroan untuk melunasi utang bank jangka pendek tersebut.
           b. Sumber dana untuk pelunasan utang tersebut.
           c. Rencana restrukturisasi utang (jika ada).
                                                 4
PT. Terregra Asia Energy Tbk
Jl. Haji Nawi Raya No. 45
Gandaria Selatan, Cilandak
Jakarta Selatan - 12420

www.terregra.co.id
Page 5
              d. Dampak yang terjadi apabila Perseroan belum dapat melunasi utang.

         Penjelasan:
            a. Upaya perseroan untuk melunasi utang bank yaitu mendapatkan strategic partner dan
                 pembiayaan dari lembaga keuangan.
            b. Dari hasil akuisisi saham Perseroan yang sedang direncanakan.
            c. Tidak ada rencana restrukturisasi utang.
            d. Kami yakin Perseroan mampu untuk melunasi utang bank tersebut.

    9. Terdapat peningkatan utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp228,12 juta atau meningkat
       9,76% dibandingkan periode 31 Desember 2023. Namun tidak terdapat pengungkapan atas
       utang tersebut dalam catatan atas laporan keuangan. Agar dijelaskan:
           a. Nature utang lain-lain tersebut.
           b. Pihak yang melakukan transaksi utang lain-lain tersebut.
           c. Jangka waktu utang lain-lain tersebut.
           d. Rencana pelunasan utang lain-lain dan dampak apabila Perseroan belum dapat
               melunasi utang lain-lain tersebut.
           e. Apakah utang lain-lain disusun berdasarkan kontrak antara Perseroan dengan pihak
               ketiga? Jika ya, agar dapat dijelaskan tanggal kontrak dan informasi pembatasan
               atas utang tersebut.

         Penjelasan:
            a. Merupakan utang kepada pihak ketiga yang bersifat temporer, tidak ada bunga dan
                 tidak terkait dengan usaha pokok Perseroan.
            b. Pihak ketiga yang tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan.
            c. Jangka waktu dibawah 1 tahun.
            d. Rencana pelunasan utang tersebut yaitu akan dilakukan secepatnya dan manajemen
                 yakin akan dapat diselesaikan.
            e. Tidak ada kontrak.

    10. Berdasarkan CaLK nomor 26 Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi, terdapat peningkatan
        utang pihak berelasi sebesar Rp10,03 miliar atau meningkat 11,90% dibandingkan periode
        31 Desember 2023. Peningkatan utang tersebut terutama dikarenakan per 30 September
        2024 adanya utang kepada pemegang saham pengendali dan direktur yakni Djani Sutedja
        sebesar Rp10,38 miliar dan Daniel Tagu Dedo Rp3,85 miliar terkait pembiayaan kebutuhan
        operasional. Bursa meminta penjelasan atas terdapat informasi rinci seperti tingkat bunga,
        jadwal pembayaran, maupun syarat khusus atas utang pihak berelasi tersebut.

         Penjelasan:
         Pemberian utang dari Pemegang Saham Pengendali dan Direktur sebagaimana tercantum
         pada CaLK nomor 26 tersebut adalah perwujudan dari komitmen Pemegang Saham
         Pengendali dan Manajemen Perseroan untuk mendukung Perseroan hingga mencapai
         penyelesaian terhadap program restrukturisasi yang sedang dilakukan. Tingkat bunga yang
         dibebankan ke Perseroan sebagaimana tingkat bunga perbankan pada umumnya, dengan
         jangka waktu 1 tahun dapat diperpanjang sesuai kemampuan keuangan Perseroan.
                                                5
PT. Terregra Asia Energy Tbk
Jl. Haji Nawi Raya No. 45
Gandaria Selatan, Cilandak
Jakarta Selatan - 12420

www.terregra.co.id
Page 6
    11. Berdasarkan CaLK nomor 13 Pinjaman yang Dapat Dikonversi, terdapat peningkatan utang
        sebesar Rp11,39 miliar atau meningkat 99,32% dibandingkan per 30 September 2024. Hal
        ini sehubungan dengan pinjaman konversi kepada Carbon Resilience Ltd (CRS). Berdasarkan
        perjanjian tersebut, CRS akan memberikan pinjaman kepada entitas anak Perseroan dengan
        jumlah pinjaman maksimal Rp199.310.000.000 untuk pembiayaan proyek Hydro Power
        Plant (PLTMH) Sisira dan PLTMH Batang Toru. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga 1% per
        tahun dan akan dibayarkan pada akhir masa pinjaman. Pinjaman ini akan dikonversi menjadi
        modal disetor pada entitas anak tersebut pada proyek-proyek hydro power plant mencapai
        tanggal beroperasinya. Bursa meminta penjelasan atas:
             a. Latar belakang perolehan pinjaman dengan CRS.
             b. Pertimbangan perolehan pinjaman dari CRS dan bukan dari lembaga perbankan
                yang beroperasi di Indonesia.
             c. Entitas anak yang memperoleh pinjaman konversi dari CRS.
             d. Tanggal mulai kontrak dan jangka waktu kontrak.
             e. Nilai bunga akumulasi saat ini.
             f. Pembatasan-pembatasan dalam kontrak.
             g. Status penyelesaian kedua proyek hydro power plant.
             h. Pertimbangan konversi menjadi modal dilakukan saat proyek mencapai tanggal
                operasi dan bukan melalui pembayaran pokok pinjaman.
             i. Potensi dilusi kepemilikan Perseroan dan Entitas Anak apabila pinjaman dikonversi.
             j. Pihak yang akan menjadi pengendali dan melakukan konsolidasi Laporan Keuangan
                Entitas Anak setelah konversi.
             k. Sumber pendapatan Perseroan setelah penyelesaian proyek, termasuk perjanjian
                bagi hasil antara Perseroan, Entitas Anak, dan CRS apabila konversi pinjaman
                menjadi saham dilakukan CRS.
             l. Hubungan afiliasi antara Perseroan, manajemen Perseroan, dan Pemegang Saham
                Perseroan dengan CRS, termasuk manajemen dan pemegang saham CRS.
             m. Status operasional Entitas Anak Perseroan yang menerima pinjaman CRS dan status
                operasional CRS.

         Penjelasan:
            a. Pertama-tama kami tegaskan bahwa pinjaman sebesar Rp199.310.000.000 tidak
                 terealisir, sedangkan yang terealisir adalah sebesar Rp22.876.513.484 yang terdiri dari
                 USD 744,518 untuk pembebasan lahan pada PLTM Batang Toru-3 dan PLTM Batang
                 Toru-4 (yang tercatat pada uang muka jangka panjang) dan Rp11.606.000.000 berupa
                 cash contra collateral untuk penerbitan performance bond oleh Bank UOB Jakarta.
            b. CRS semula adalah strategic partner yang akan menyediakan equity financing, dan
                 sebagai penjamin untuk memperoleh debt financing dari KfW Bank Germany. Namun
                 rencana tersebut tidak berlanjut karena adanya permasalahan antara CRS dengan
                 sponsor mereka.
            c. PT Energi Alam Sentosa dan PT Berkah Alam Lestari Energi untuk pinjaman sebesar
                 USD 744,518. PT Indah Alam Lestari Energi untuk pinjaman sebesar
                 Rp11.606.000.000.


                                                   6
PT. Terregra Asia Energy Tbk
Jl. Haji Nawi Raya No. 45
Gandaria Selatan, Cilandak
Jakarta Selatan - 12420

www.terregra.co.id
Page 7
              d. Tanggal mulai kontrak adalah sebagaimana tercantum pada Laporan Keuangan
                 Triwulan III 2024 halaman 40 yaitu 21 Januari 2022. Jangka waktu kontrak berakhir
                 pada saat pelaksanaan konversi utang ke ekuitas. Namun rencana ini gagal dan telah
                 disepakati bahwa penyelesaian akan dilakukan restrukturisasi utang tersebut.
              e. Kami tidak melakukan perhitungan pembebanan bunga atas utang tersebut,
                 mengingat batalnya rencana pembiayaan oleh CRS tersebut telah menyebabkan
                 kerugian Perseroan dengan tertundanya pembangunan proyek-proyek Perseroan.
              f. Tidak ada pembatasan dalam kontrak tersebut.
              g. Sebagaimana kami jelaskan pada butir 4b.
              h. Pertimbangan nya karena perubahan struktur pemegang saham pada anak-anak
                 perusahaan pemilik PLTM sebagaimana ketentuan pada PPA bahwa tidak dapat
                 diubah berubah sebelum PLTM tersebut mencapai tanggal operasi. Pertimbangan
                 Perseroan mengkonversi utang menjadi saham yaitu untuk menambah ekuitas pada
                 anak-anak Perusahaan.
              i. Potensi itu pasti terjadi, oleh karenanya rencana tersebut telah mendapat persetujuan
                 RUPS pada anak-anak Perusahaan.
              j. Tetap PT Terregra Hydro Power dan PT Terregra Asia Energy Tbk.
              k. Sesuai dengan komposisi kepemilikan saham yang disepakati.
              l. Tidak ada hubungan afiliasi.
              m. Sebagaimana kami jelaskan pada butir 4b, sedangkan status operasional CRS kami
                 belum mendapatkan update lebih lanjut.

    12. Berdasarkan laporan keuangan kurun waktu 2017 hingga kuartal III 2024, Perseroan mulai
        tidak membukukan pendapatan pada periode kuartal III 2023 dikarenakan tidak terdapat
        pelanggan dan proyek-proyek utama Perseroan masih dalam tahap persiapan awal dan
        belum beroperasional secara komersial. Adapun detail pendapatan historical berdasarkan
        penjualan kepada pihak tertentu yang melebih 10% dari jumlah penjualan konsolidasian
        Perseroan sebagai berikut:

         Bursa meminta penjelasan:
            a. Proses pengakuan pendapatan Perseroan berdasarkan PSAK 72.
            b. Latar belakang rata-rata pelanggan hanya menyumbang 2 tahun buku pendapatan
                Perseroan kurun waktu 2017-2023.
            c. Latar belakang PLN tidak terdapat kontinuitas pendapatan hingga 2024.
            d. Strategi Perseroan ke depan dalam mendapatkan pelanggan guna menjaga
                kontinuitas pendapatan.
            e. Skema bagi hasil dan pengoperasian proyek dengan pelanggan-pelanggan
                Perseroan.
            f. Apakah terdapat wanprestasi dari pelanggan-pelanggan tersebut?

         Penjelasan:
            a. Perseroan mengakui pendapatan ketika Perseroan telah selesai mengerjakan kontrak
                 tersebut.
            b. Sesuai kontrak dengan mitra dalam KSO.
            c. Sesuai dengan masa kontrak KSO tersebut.
                                                   7
PT. Terregra Asia Energy Tbk
Jl. Haji Nawi Raya No. 45
Gandaria Selatan, Cilandak
Jakarta Selatan - 12420

www.terregra.co.id
Page 8
              d. Sebagaimana telah kami jelaskan pada butir 1.d.ii.
              e. Skema bagi hasil sesuai kontribusi dalam pelaksanaan KSO.
              f. Tidak ada wanprestasi.

    13. Terdapat 5 Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH) milik Perseroan yang ditargetkan
        terkonstruksi pada tahun 2024 dan beroperasi komersial pada tahun 2026. Adapun detail
        PLTMH sebagai berikut:

         Bursa meminta penjelasan atas:
             a. Perkembangan terkini dari 5 PLTMH tersebut.
             b. Pihak-pihak yang terlibat dengan konstruksi hingga PLTMH dapat beroperasi,
                termasuk pelanggan yang terkait dengan PLTMH tersebut.
             c. Hubungan Perseroan dengan pihak-pihak tersebut.
             d. Skema perjanjian dengan pihak-pihak tersebut.

         Penjelasan:
            a. Perkembangan terkini dari 5 PLTM sebagai berikut:
                    i. PLTM Sisira, PLTM Batang Toru-3, dan PLTM Batang Toru-4: PPA masih efektif,
                       performance bond masih efektif, seluruh perijinan masih efektif, pembukaan
                       akses pada titik-titik penting pembangunan proyek telah terlaksana. Target
                       pembangunan tahun 2025. Target COD tahun 2027.
                   ii. PLTM Raisan Huta Dolok dan PLTM Raisan Naga Timbul: PPA masih efektif,
                       performance bond masih efektif, seluruh perijinan masih efektif kecuali IPPKH
                       masih dalam proses perpanjangan dan IMB dalam proses. Target pembangunan
                       tahun 2026. Target COD tahun 2028.
            b. EPC kontraktor telah tersedia dan sedang berproses untuk deploy heavy equipment ke
                 Lokasi proyek PLTM Sisira sebagai proyek pertama yang akan dibangun, sedangkan
                 vendor turbine sedang dalam proses kontrak.
            c. Hubungan Perseroan dengan pihak-pihak tersebut tidak terafiliasi.
            d. Skema perjanjian:
                    i.   EPC kontraktor: semi turn-key project.
                   ii.   Vendor turbine: progress payment.

    14. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang bersifat material dan dapat mempengaruhi
        keputusan investasi pemodal serta kelangsungan usaha Perseroan yang belum diungkapkan
        kepada publik.

         Penjelasan:
         Persiapan right issue dan penerbitan green bond.




                                                  8
PT. Terregra Asia Energy Tbk
Jl. Haji Nawi Raya No. 45
Gandaria Selatan, Cilandak
Jakarta Selatan - 12420

www.terregra.co.id
Page 9

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.02 MB
Published6 Dec 2024
Pages9
Characters25,034
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 16 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Djani Sutedja · Pemegang Saham Pengendali p.1 ×2
linked org Terregra Asia Energy Tbk p.1 ×29
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.3 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.4 ×2
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1
unresolved person I Gede Nyoman Yetna p.1
unresolved org PT PLN (Persero) p.1 ×12
unresolved org PT Sinergi Bangun Utama p.2
unresolved org PT Dwi Mutiara Sejahtera p.2
unresolved org PT ATA Energi. Agar p.2
unresolved org PT Terregra Hydro Power p.4 ×3
unresolved org Bank UOB p.6
unresolved org Bank Germany. Namun p.6
unresolved org PT Energi Alam Sentosa p.6
unresolved org PT Berkah Alam Lestari Energi p.6
unresolved org PT Indah Alam Lestari Energi p.6

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result