Skip to content
Back to announcement

20260615_SMRA_Public Expose_32101308_lamp1.pdf

Other Text extracted SMRA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 8

Page 1
                   Public Expose PT Summarecon Agung Tbk 2026


Pada hari Kamis, 11 Juni 2025 PT Summarecon Agung Tbk. menyelenggarakan Public Expose Tahunan
yang dihadiri oleh :

   1. Bapak Adrianto Pitojo Adi (Direktur Utama)
   2. Ibu Lydia Tjio (Direktur & Corporate Secretary)
   3. Bapak James Wahyudi (Head of Investor Relation)

Acara Public Expose ini diselenggarakan di Klub Kelapa Gading Jalan Boulevard Raya Blok KGC, RW 1
Kel. Kelapa Gading Timur, Kec. Kelapa Gading Kota Jakarta Utara.

Dalam Public Expose dipaparkan kinerja perseroan selama 2025 serta prospek perseroan kedepannya
yang dihadiri oleh media / wartawan, analis dan masyarakat umum secara elektronik melalui aplikasi
zoom.

Daftar pertanyaan dan jawaban dalam Public Expose sebagai berikut :

1. Nitya (Kontan) & Rama (Bisnis Indonesia)

   ●   Berapa marketing sales SMRA per periode Mei–Juni 2026? Sudah berapa persen dari target
       tahun ini? Apakah ada pergeseran target kondisi pasar saat ini?

       Jawaban:
       Marketing sales per Juni belum bisa ditentukan karena belum selesai dilewati. Namun yang bisa
       disampaikan adalah marketing sales di akhir Mei 2026 dapat dikatakan cukup baik karena sudah
       mencapai Rp 2 triliun yang merepresentasikan sekitar 38% dari total target Rp 5,2 triliun.

   ●   Akankah suku bunga naik ke 5,5% bisa memberikan sentimen negatif ke SMRA? Bagaimana
       strategi perseroan dalam menghadapi tantangan industri properti saat ini?

       Jawaban:
       Kenaikan suku bunga pasti mempunyai dampak termasuk ke suku bunga KPR, suku bunga
       pinjaman, bahkan juga mempengaruhi dari pembelian bahan baku. Di dalam internal perseroan
       berusaha mengelola dengan prudent segala pengeluaran. Efisiensi akan dilakukan dalam segala
       bidang. Serta fokus dalam penjualan kami terutama pada segmen menengah dan menengah atas.

   ●   Apakah insentif PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) masih relevan
       untuk dijadikan stimulus industri? Berapa target atau stok unit properti yang dimiliki SMRA yang
       diikutsertakan dalam program ini, serta berapa sumbangannya terhadap marketing sales tahun
       ini?
Page 2
       Jawaban:
       Mengenai PPN DTP untuk sekarang masih berjalan dan mempunyai pengaruh kepada konsumen
       dan berdampak pada developer juga. Penjualan PPN DTP per 5 bulan tahun ini sudah mencapai
       Rp 874 miliar dari total penjualan kami. Sedangkan untuk target sampai akhir tahun 2026 sekitar
       Rp 1,6 triliun.

   ●   Berapa total capex yang disiapkan perseroan tahun ini? Apa rencana ekspansi apa saja yang bakal
       dilakukan oleh SMRA?

       Jawaban:
       Mengenai capex tahun 2026 yang sedang berjalan seperti biasa kami tetap akan melakukan land
       acquisition di area kawasan yang sudah ada. Untuk bagian properti investasi kami sedang
       melakukan pembangunan Summarecon Mall Makassar dengan project cost Rp 600 miliar dengan
       target selesai di Kuartal 1 tahun 2028.

2. Santo (Kabar Properti)

   ●   Berapa harga rumah tertinggi yang saat ini sedang dipasarkan oleh Summarecon, dan berada di
       proyek mana? Bagaimana Summarecon melihat pasar premium dan akan seperti apa
       menggarapnya ke depan?

       Jawaban:
       Segmen masyarakat menengah dan menengah atas mempunyai resilience yang bagus sehingga
       dapat memberikan respon positif terhadap penjualan properti di Summarecon. Terkait harga
       rumah, variasi harga sangat beragam dan dapat dilihat melalui pemasaran di masing-masing
       proyek.

       Dalam menggarap pasar premium, perseroan berfokus pada pemahaman terkait kebutuhan di
       setiap segmen pelanggan. Perseroan menyakini bahwa setiap segmen mempunyai kebutuhan yang
       berbeda sehingga pengembangan produk disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang dituju,
       khususnya untuk segmen menengah dan menengah atas.


   ●   Untuk proyek Summarecon Kelapa Gading, apakah masih ada rencana pengembangan ke depan?
       Jika ada, proyek apa saja yang akan dibangun ke depan? Apakah masih ada residensial? Berapa
       cadangan tanahnya saat ini?

       Jawaban:

       Summarecon Kelapa Gading adalah township pertama namun ketersediaan lahan sudah sangat
       terbatas. Produk masih akan ada beberapa komersial dan hunian bersifat vertikal. Perseroan
       melalui tim business development masih terus mengkaji konsep pengembangan yang mampu
       menghadirkan produk yang berkualitas.
Page 3
3. Hilda (Kompas.com)

   ●   SMRA tercatat memiliki beberapa instrumen utang berupa obligasi berkelanjutan yang akan
       memasuki fase jatuh tempo. Di tengah situasi nilai tukar Rupiah yang fluktuatif, skema
       refinancing seperti apa yang disiapkan perseroan yang benar-benar bersih dari biaya dana (cost of
       fund) yang mahal? Mengapa perseroan belum agresif menjajaki pembiayaan alternatif berbasis
       hijau (Green Bond atau Sustainability-Linked Loan) yang memiliki insentif bunga lebih rendah,
       mengingat konsep pengembangan kota mandiri (township) Summarecon selalu mengedepankan
       prinsip berwawasan lingkungan?

       Jawaban:
       Dengan kondisi pasar saat ini, tingkat suku bunga menjadi kendala tersendiri bagi beberapa
       perseroan pendanaan. Untuk setiap pembiayaan perseroan berusaha dan berupaya dengan dana
       internal yaitu dengan meningkatkan penjualan dan investasi. Program pemerintah dengan
       memberikan insentif PPN sangat membantu penjualan kedepan. Namun selain pembiayaan dari
       dana internal, tidak menutup kemungkinan untuk mencari refinancing dari bank atau instrument
       obligasi lain dengan memperhatikan cost of fund yang lebih rendah.

       Perseroan telah menjajaki peluang pembiayaan berbasis hijau namun hingga saat ini insentif yang
       ditawarkan belum signifikan dan mekanisme belum sepenuhnya jelas. Meski demikian, perseroan
       memantau perkembangan skema pembiayaan berbasis hijau ini. Di sisi lain, penerapan konsep
       bangunan hijau memerlukan investasi yang lebih tinggi, sementara dukungan serta insentif dari
       pemerintah bagi perseroan pengembang masih terbatas. Perseroan meyakini bahwa sinergi
       pemerintah, lembaga Keuangan dan pengembang dalam memberikan insentif lebih menarik dapat
       mendorong percepatan implementasi green finance di masa mendatang.


   ●   Dalam beberapa pengembangan kawasan baru, seperti Summarecon Crown Gading (dikoreksi
       menjadi Summarecon Karawang) atau kemitraan dengan Toyota Home, SMRA menggunakan
       skema usaha Joint Venture. Apakah ada klausul kontingensi (conditional clause) yang
       mewajibkan SMRA melakukan buyback saham mitra asing jika target imbal hasil yield investasi
       komersial di kawasan tersebut tidak tercapai?

       Jawaban:
       Terdapat kerjasama joint venture dengan Toyota di proyek Summarecon Karawang bukan
       Summarecon Crown Gading. Dalam perjanjian joint venture terdapat exit clause yang mengatur
       bila salah satu pemegang saham bermaksud keluar dari kerja sama. Dalam kondisi tersebut, dapat
       diinfokan dahulu penawaran kepemilikannya kepada pemegang saham lainnya sesuai dengan
       ketentuan dan persetujuan yang telah disepakati.
Page 4
   ●   Ekspansi SMRA ke koridor timur Jakarta (Bekasi, Karawang) sangat masif. Namun, wilayah
       tersebut kini mengalami tekanan kejenuhan pasar akibat agresivitas pengembang kompetitor yang
       menyasar segmen premium yang sama. Apa dasar kalkulasi SMRA yang membuat perseroan
       optimistis bahwa daya serap pasar organik di wilayah industri tersebut masih mampu
       mengimbangi harga unit SMRA yang terus merangkak naik, sementara pertumbuhan upah riil
       sektor industri di wilayah tersebut cenderung mendatar?

       Jawaban:
       Kawasan koridor timur Jakarta adalah sebuah kawasan besar dimana dengan banyak pesaing.
       Tingkat persaingan maupun kejenuhan pasar bersifat relatif, dan keberhasilan pengembang
       terlihat dari kemampuan menyajikan produk sesuai kriteria dan kebutuhan dari calon pembeli.
       Dengan pengalaman mengembangkan 9 kawasan, Summarecon akan menyesuaikan strategi
       bersaing secara sehat seperti menciptakan lingkungan dan fasilitas yang dapat membantu
       konsumen.

4. Erfendi (Koridor.Online) & Yanita (Indonesian Forecast)

   ●   Dari beberapa proyek township yang sedang dikembangkan, proyek township apa saja yang
       menjadi kontributor terbesar-terkecil ? Berapa persen?

       Jawaban:
       Summarecon Serpong merupakan proyek township yang memberikan contributor terbesar sekitar
       44-45%. Dengan terdapatnya beberapa competitor besar, perseroan juga bersinergi dengan positif
       untuk mengembangkan daerah Serpong.


   ●   Apakah Summarecon memiliki rencana melakukan akuisisi lahan baru atau kerja sama strategis
       baru lainnya untuk memperkuat land bank perseroan?

       Jawaban:
       Summarecon memiliki landbank sekitar 1.800 hektar dan akuisisi lahan baru masih akan berjalan
       yang merupakan dapur nya pengembang.

   ●   Bagaimana strategi perseroan dalam menjaga tingkat okupansi pusat perbelanjaan di tengah
       perubahan pola konsumsi masyarakat saat ini?

       Jawaban:
       Perseroan sangat confidence dengan pusat perbelanjaan yang dimiliki. Untuk menjaga tingkat
       okupansi, kemampuan dan menjaga hubungan baik dengan para tenant sangat diperlukan.
       Sebagai contoh, saat covid-19 terjadi, perseroan tidak meninggalkan tenant sendirian, dengan
       salah satu cara memberikan kemudahan cara pembayaran. Selain itu, strategi mengatur denah
       tenant yang baik dapat mendorong para visitor. Sebagai contoh, Summarecon Mall Bekasi 2 yang
       memberikan pengalaman baru dengan adanya tempat olahraga dan hangout di satu tempat.
Page 5
   ●   Penjualan SMRA ditopang oleh segmen menengah ke atas yang relatif lebih resilien. Apakah
       Perseroan melihat tanda-tanda awal perubahan perilaku pembelian di segmen menengah atas saat
       ini, seperti penundaan keputusan pembelian, perubahan preferensi produk, atau peningkatan
       sensitivitas terhadap harga dan skema pembayaran?

       Jawaban:
       Perseroan melihat bahwa kebutuhan setiap segmen berbeda-beda, sehingga fokus utama adalah
       memahami dan menghadirkan produk yang sesuai melalui desain, landscape, dan fasilitas yang
       diberikan. Dari sisi pembeli, perseroan mencatat pergerakan dalam metode pembayaran dimana
       transaksi secara tunai dan tunai bertahap masih dominan, sementara porsi melalui KPR menurun
       menjadi sekitar 40% disbanding sebelumnya mencapai lebih dari 50%.

5. Whisnu (Investor Trust) & Feby (Okezone)

   ●   Apakah dampak pelemahan nilai tukar Rupiah dan gejolak ekonomi saat ini akan dikompensasi
       ke konsumen jika ada kenaikan harga bahan baku?

       Jawaban:
       Perseroan secara konsisten setiap tahun menjalin kontrak jangka panjang dengan supplier besar
       dalam upaya mendapatkan harga yang kompetitif dan menjaga stabilitas biaya konstruksi. Skala
       pengembangan yang besar juga memberikan daya tawar yang baik dalam pengadaan bahan
       bangunan. Meskipun pelemahan Rupiah dan kenaikan biaya logistik mulai ada di beberapa
       komponen, namun perseroan masih mengelola dampaknya. Selain itu, sebagian besar produk
       yang dikembangkan berupa rumah tapak yang dimana komponen impor sedikit. Namun
       demikian, perseroan tetap mengantisipasi potensi dari kondisi ini.

   ●   Apa yang sudah dilakukan oleh Summarecon dalam mendukung program 3 juta rumah dan
       penyediaan rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)?

       Jawaban:
       Perseroan melihat program 3 juta rumah adalah program yang baik terutama untuk segmen
       menengah bawah. Dengan program ini dapat membantu memberantas kemiskinan dan
       meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Perseroan sudah masuk dalah program renovasi rumah
       yang disesuaikan dengan momentum 50th PT Summarecon Agung Tbk., Selain itu, perseroan
       terus ikut aktif dalam diskusi sampai tercapainya skema yang cocok bagi pengembang.

6. Rizki (Properti Indonesia) & Pius (Properti Terkini)

   ●   Summarecon sangat agresif merilis produk ruko (commercial strip) di setiap proyek township.
       Bagaimana komitmen manajemen dalam memastikan keberlanjutan ekosistem bisnis di ruko-ruko
       baru tersebut agar tidak menjadi area kosong (dead space) setelah serah terima? Apakah ada
       insentif khusus bagi tenant-tenant besar untuk langsung membuka usahanya di sana?

       Jawaban:
       Dalam membangun ruko-ruko, perseroan mempertimbangkan berbagai aspek seperti lokasi,
Page 6
    traffic pengunjung, dan kesesuaian tenant untuk daerah tersebut. Untuk menjaga keberlangsungan
    aktivitas komersial, perseroan menerapkan proses kurasi terhadap calon tenant maupun pemilik
    usaha. Langkah ini dilakukan agar kawasan komersial dapat berkembang optimal dan mendukung
    kenyaman dari berbagai pelaku usaha.

●   Berapa target kontribusi recurring income terhadap total pendapatan perseroan?

    Jawaban:
    Recurring income di posisi sekitar 25-27% dan tidak terdapat target. Dikarenakan bila perseroan
    membangun township, bukan hanya development properti saja yang ikut berkembang namun
    properti investasi di dalam township tersebut akan ikut berkembang.

●   Bagaimana dengan rencana ekspansi proyek ke wilayah baru, termasuk Ibu Kota Nusantara
    (IKN)?

    Jawaban:
    Saat jaman Presiden Joko Widodo, perseroan telah memiliki skema membeli tanah dan
    membangun sekolah di kawasan IKN. Namun, pengembangannya masih akan didiskusikan lebih
    lanjut dengan pihak berkaitan.
Page 7
 DAFTAR HADIR PUBLIC EXPOSE TAHUNAN 2026


NO             MEDIA             NAMA JURNALIS
 1.         Market News               Abdul Aziz
 2.           Suara.com             Achmad Fauzi
 3.              IQPlus              Ahmad Sahid
 4.    Property and The City        Andrian Saputri
 5.       Bisnis Indonesia       Anitana Widya Puspa
 6.       Warta Ekonomi           Annisa Nurfitriyani
 7.          Real Estate             Anto Erawan
 8.          Homepoint                Aziz Fahmi
 9.   Harian Ekonomi Neraca     Ahmad Nabhani (Bani)
10.        Properti Desain          Basuki Rahmat
11.         Nusantara TV                 Bayu
12.            Ipotnews               Satya Budi
13.          Stockwatch               Daiz Laode
14.           Detik.com         Danica Adhitiawarman
15.               SWA                 DaranDono
16.         Harian Pelita           Dede Wahyudin
17.   Nusantara TV (Online)              Dedi
18.           Asrinesia             Didan Sardjono
19.               VOI               Didi Kurniawan
20.      Investasi Properti    Dodiek Adyttya Dwiwanto
21.               JPNN                Eci Artada
22.       Property & Bank                 Eky
23.        Koridor Online          Erfendi Eka putra
24.         Ranah Rumah                   Erly
25.            Okezone              Feby Novalius
26.           Republika            Friska Yolandha
27.       Media Indonesia             Gana Buana
28.       Harian Indonesia              Herwan
29.         Koran Jakarta            Haryo Brono
30.         Kompas.com            Hilda B. Alexander
31.   Majalah Global Review         Nahyan Sutisna
32.            Merdeka            Idris Rusadi Putra
33.        Investor Daily          Indah Handayani
34.            CoBisnis            Iwan Supriyatna
35.             Indopos              Jakfar Shodik
36.          Emitennews          Komarudin Muchtar
37.             Kontan               Leni Wandira
38.     Indonesia Shangbao            Muhammad
39.       Industri Properti            Oki Baren
Page 8
NO          MEDIA           NAMA JURNALIS
40.       Kabar Indo           Orie Buchori
41.     Properti Terkini        Pius Klobor
42.           Viva           Praz Mohammad
43.         Kontan           Pulina Nityakanti
44.     Bisnis Indonesia    Rama Paramahamsa
45.     Harian Property     Richardus Gunawan
46.      Industry.co.id      Ridwan Permana
47.    Properti Indonesia       Rizki Adhar
48.       Medcom.id           Rizkie Fauzian
49.      Liputan6.com          Septian Deny
50.        Athome.id          Sinta Fajarsari
51.       Link Bisnis         Sukris Priatmo
52.      Top Business            Busthomi
53.      Koran Properti      Wawan Kuswandi
54.      Investor Trust       Whisnu Bagus
55.   Indonesian Forecast     Yanita Petriella
56.        LandBank         Yetto Anom Parceka
57.     Housing Estate       Yudiasis Iskandar
58.      Kabar Properti       Yuniar Susanto
59.   Indonesiahousing.id        Zal Hanif

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.36 MB
Published15 Jun 2026
Pages8
Characters16,705
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Summarecon Agung Tbk p.1 ×8
linked person Lydia Tjio p.1
unresolved person Adrianto Pitojo Adi p.1
unresolved person James Wahyudi p.1
unresolved org Kota Nusantara p.6

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result