Back to announcement
20241122_WIKA_Informasi Transaksi Afiliasi_31780985_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review WIKASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 73
Page 1
Laporan No. 00243/2.0118-00/BS/03/0520/1/IX/2024
File No. 083.1/IDR/DO.2/BFO/IX/2024
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
RENCANA TRANSAKSI
PENAMBAHAN SETORAN MODAL
PADA PT WIJAYA KARYA TIRTA JAYA JATILUHUR
OLEH PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
2024
Page 2
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
Laporan No. 00243/2.0118-00/BS/03/0520/1/IX/2024
File No. 083.1/IDR/DO.2/BFO/IX/2024 Jakarta, 18 September 2024
Kepada Yth.
PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk
Wika Tower 2
Jalan D.I. Panjaitan Kav. 10
Jakarta Timur
Dengan hormat,
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penambahan Setoran Modal
pada PT Wijaya Karya Tirta Jaya Jatiluhur oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal No. STTD.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis
di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan PT
Wijaya Karya (Persero) Tbk No. 153.1/IDR/DO.2/Pr-FO/VIII/2024 tanggal 30 Agustus 2024 dan PPJ No.
TP.01.03/A.FIN.00022.A/2024 tanggal 12 September 2024, IDR telah melaksanakan Penilaian untuk
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penambahan Setoran Modal pada PT Wijaya Karya Tirta Jaya
Jatiluhur oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk seperti yang tertuang dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi Tugas
atau WIKA) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (selanjutnya
disebut BEI). WIKA memiliki penyertaan saham pada PT Wijaya Karya Tirta Jaya Jatiluhur (selanjutnya
disebut WTJJ). WIKA bermaksud menggunakan hak pre emptive right nya dan berminat untuk
mengambil sebagian saham dari penerbitan saham baru yang ditawarkan oleh WTJJ. Rencana
penambahan setoran modal pada WTJJ oleh WIKA selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan
pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut IDR atau Penilai atau
Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
tersebut.
Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah rencana transaksi penambahan setoran modal pada WTJJ oleh WIKA.
i
Page 3
Pihak-Pihak Yang Bertransaksi Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WIKA dengan WTJJ, dimana WIKA sebagai pemberi setoran modal dan WTJJ sebagai penerima setoran modal. Maksud dan Tujuan Penilaian Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi. Tanggal Penilaian Tanggal penilaian 30 Juni 2024 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan ditandatangani oleh Akuntan Publik Eishennoraz yang terdaftar di OJK. Asumsi dan Kondisi Pembatas • Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion. • Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. • Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. • Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan. • Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. • Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional perusahaan. • Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir. • Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas. • Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas lainnya diungkapkan dalam laporan. Pendekatan dan Metode Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah: a. Melakukan analisis transaksi. b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi. c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi. d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi. e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ii
Page 4
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi
Objek transaksi adalah penambahan setoran modal pada WTJJ oleh WIKA melalui penerbitan saham
baru sebesar Rp 18.993.000.000,-. WIKA akan memperoleh 18.993 lembar saham baru WTJJ.
Kewajaran nilai objek transaksi dihitung berdasarkan analisis kontribusi nilai tambah yang diterima
oleh Perseroan. Berdasarkan analisis kontribusi nilai tambah dengan dilakukannya transaksi,
Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan laba yang diatribusikan kepada
Perseroan serta peningkatan pendapatan dan laba konsolidasi yang akan menguntungkan Perseroan.
Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan meningkatkan
pendapatan dan laba kepada Perseroan secara konsolidasi yang dapat memberikan nilai tambah bagi
Perseroan sejalan dengan kepentingan pemegang saham.
Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap kepentingan
pemegang saham adalah Perseroan dapat mendukung keperluan modal untuk pembiayaan proyek
WTJJ sehingga WTJJ dapat segera beroperasi komersial memberikan kesimpulan bahwa pertimbangan
bisnis dari manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan pemegang saham.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka Kami berpendapat bahwa transaksi
adalah wajar.
Hormat kami,
M.Ec.Oev.
Penilai roperti/ Aset dan Bisnis
MAPPI No.: 10-5-02670
RMK-2017.00316
NIPP Menkeu No. P -1.13.00355
NIPP Menkeu No. B -1.18.00520
5TTO OJK No : 5TTO. PPB-33/PJ-1/PM.02/2023
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk iii
Page 5
A Kantor Jasa Penilai Publik
U ~~~r~~!!rt~A~i~~
PERNYATAAN PENILAI
1. Bahwa penugasan penilaian Pendapat Kewajaran dilakukan atas Rencana Transaksi.
2. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau kerugian pada pihak mana pun.
3. Bahwa perhitungan dan analisis dalam pemberian pendapat kewajaran telah dilakukan
dengan benar sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.
4. Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
5. Penilai menaati Kode Etik Penilai Indonesia dan penilaian dilakukan sesuai dengan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI VII-2018)
6. Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
kesimpulan.
7. Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
8. Bahwa kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran.
9. Bahwa kesimpulan penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
10. Bahwa data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
penilai dapat dipertanggungjawabkan.
Penilai Publik,
Radithe Pramudito, SE., M.Ec.Dev., MAPPI (eert.)
MAPPI No.: 10-S-02670
RMK-2017.00316
NIPP Menkeu No. P - 1.13.00355
NIPP Menkeu No. B -1.18.00520
STTO OJK No : STTO. PPB-33/PJ-1/PM. 02/2023
Reviuer,
Adhitya Anindito, S.I.Kom., S.H., M.M., MAPPI (eert.)
MAPPI No.: 11-S-03079
RMK-2017.00547
I~-~·
Penilai,
Sigit E. Purnomo, SE.
MAPPI No.: 19-T-09657
RMK-2020. 035 75
Ryan Suradireja
MAPPI No .: 19-P-09941
RMK-2021 .03692
Syafika Firdausha, A.Md.Ak.
MAPPI No.: 21-T-11013
RMK- 2022.04256
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) iv
Page 6
DAFTAR ISI
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI .......................................... i
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................. iv
DAFTAR ISI ................................................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................. I-1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................................ I-1
1.2. Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................................. I-1
1.3. Objek Penilaian ........................................................................................................................... I-2
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian..................................................................................................... I-2
1.5. Tanggal Penilaian ........................................................................................................................ I-2
1.6. Ruang Lingkup Penilaian ............................................................................................................. I-2
1.7. Pendekatan dan Metode ............................................................................................................ I-2
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .................................................................................................... I-3
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan ........................................ I-3
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh ................
Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian ........................
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi ............................................................................ I-3
1.11. Sumber Data ............................................................................................................................... I-3
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai .....................
Dan Hubungannya Dengan Objek Penilaian ............................................................................... I-4
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................................... I-4
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................................................ I-6
1.15. Definisi dan Istilah ...................................................................................................................... I-7
BAB II ANALISIS TRANSAKSI ....................................................................................................... II-1
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan .................................................... II-1
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi ................................................................................................ II-1
2.3. Nilai Transaksi ............................................................................................................................ II-1
2.4. Materialitas Nilai Transaksi........................................................................................................ II-1
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ..................................................................... II-2
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati ...................................................... II-3
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi ............................................................................... II-4
BAB III ANALISIS KUALITATIF .................................................................................................... III-1
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha ................................................................... III-1
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan .............................................................................................. III-3
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi ................................................................................................. III-8
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan ........ III-8
BAB IV ANALISIS KUANTITATIF ................................................................................................. IV-1
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan ......................... IV-1
4.2. Analisis Inkremental .............................................................................................................. IV-34
BAB V ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ......................................................................... V-1
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi ................................................................................................ V-1
5.2. Nilai Transaksi ........................................................................................................................... V-1
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ............................................................................................ V-1
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan ..... V-1
BAB VI ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ................................................................ VI-1
6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi ............................... VI-1
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang ....................................................................... VI-1
6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar ......................................................................................... VI-1
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk v
Page 7
6.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh.................................................................................... VI-2 BAB VII KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI ............................................. VII-1 LAMPIRAN Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk vi
Page 8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi
Tugas atau WIKA) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia
(selanjutnya disebut BEI). WIKA memiliki penyertaan saham pada PT Wijaya Karya Tirta Jaya
Jatiluhur (selanjutnya disebut WTJJ). WIKA bermaksud menggunakan hak pre emptive right nya
dan berminat untuk mengambil sebagian saham dari penerbitan saham baru yang ditawarkan
oleh WTJJ. Rencana penambahan setoran modal pada WTJJ oleh WIKA selanjutnya disebut
Rencana Transaksi.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta
menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut
IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran
atas Rencana Transaksi tersebut.
IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
(selanjutnya disebut OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-33/PJ-
1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
1.2. Identitas Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Bidang Usaha : Industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa
keagenan, investasi, agro industri, industri energi, energi
terbarukan dan energi konversi, penyelenggaraan
perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan
kebandarudaraan, logistik, perdagangan, engineering
procurement construction, pengembangan dan pengelolaan
kawasan, layanan peningkatan kemampuan dibidang jasa
konstruksi, teknologi informasi, jasa enjinering dan
perencanaan, investasi dan pengelolaan usaha dibidang
prasarana dan sarana dasar (infrastruktur) untuk menghasilkan
barang dan/ atau jasa
Alamat Kantor : WIKA Tower II Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta, 13340
No. Telepon/Faksimile : 021 – 8067 9200
E-mail : adwijaya@wika.co.id
Situs Web : www.wika.co.id
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-1
Page 9
1.3. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah rencana transaksi penambahan setoran modal pada WTJJ oleh WIKA.
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat
kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi.
1.5. Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian 30 Juni 2024 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir
Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan ditandatangani oleh Akuntan Publik Eishennoraz yang
terdaftar di OJK.
1.6. Ruang Lingkup Penilaian
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan oleh
Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau
tidak wajar. Ruang lingkup penilaian, antara lain:
a. Identifikasi masalah (identifikasi asumsi dan kondisi pembatas, tujuan dan objek penilaian,
definisi penilaian dan tanggal penilaian),
b. Pengumpulan data,
c. Analisis data,
d. Estimasi nilai sesuai dengan dasar nilai dan premis nilai yang digunakan dengan
menggunakan pendekatan penilaian,
e. Penulisan laporan.
Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah
dilakukan analisis atas:
a. Nilai dari objek yang ditransaksikan.
b. Dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang
saham.
c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan Rencana
Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.
Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara pihak-pihak yang
bertransaksi diatur sesuai dengan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Benturan Kepentingan dan nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai
dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha.
Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukan IDR untuk
memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang lingkup pendapat
kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut.
1.7. Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
a. Melakukan analisis transaksi.
b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.
c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-2
Page 10
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WIKA dengan WTJJ, dimana WIKA sebagai pemberi
setoran modal dan WTJJ sebagai penerima setoran modal.
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan
1. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Kami tidak ada benturan
kepentingan dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan
transaksi yang akan dilakukan Perseroan.
2. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang
saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan
ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
3. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai Kami yang memiliki kepentingan dalam
bentuk apapun yang dapat menghalangi Kami untuk melakukan penilaian secara
independen terhadap pendapat kewajaran ini. Kompensasi dan honorarium Kami tidak
bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai
akibat dari laporan Kami ini.
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran
Atas Rencana Transaksi
Dalam pendapat kewajaran ini kami tidak menggunakan hasil penilaian dari Penilai Usaha
dan/atau Penilai Properti dengan demikian uraian mengenai Penilai Usaha dan/atau Penilai
Properti serta hasil penilaian oleh Penilai Usaha dan/atau Penilai Properti yang menjadi dasar
dalam pemberian pendapat kewajaran atas rencana transaksi tidak ada.
1.11. Sumber Data
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, Kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
a) Copy legalitas dan perizinan WIKA.
b) Copy legalitas dan perizinan WTJJ.
c) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang telah
direviu oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan telah ditandatangani oleh
Eishennoraz.
d) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
e) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
f) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-3
Page 11
g) Laporan keuangan WIKA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Rudi Hartono Purba dari KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
h) Laporan keuangan WIKA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Rudi Hartono Purba dari KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
i) Laporan keuangan proforma WIKA per 30 Juni 2024 sebelum dan setelah transaksi dari
manajemen Perseroan.
j) Persetujuan Terkait Syarat dan Harga Saham yang akan Ditawarkan dan Rekomendasi Atas
Rencana Pengeluaran Saham Dalam Simpanan dari WTJJ kepada WIKA melalui surat No.
010/DK/WTJJ/2024 tanggal 12 Juni 2024.
k) Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa WTJJ No.
MJ.01.00/WTJJ.DIR.00070/2024 tanggal 19 Juli 2024.
l) Penawaran Saham untuk Modal Ditempatkan dan Disetor dari WTJJ kepada WIKA melalui
surat No. SE.01.01/WTJJ.DIR.02062/2024 tanggal 19 Juli 2024.
m) Konfirmasi atas Penawaran Saham Untuk Modal Ditempatkan dan Disetor kepada WTJJ
dari WIKA melalui surat No. SE.01.00/A.DIR.00024/2024 tanggal 1 Agustus 2024.
n) Surat dari PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk No. JKON/BOD2/-/0055-2/09-2024
tanggal 5 September 2024 perihal Tindaklanjut Atas Bagian Sisa Saham Yang Tidak Diambil.
o) Proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan.
p) Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang,
dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi.
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
Hubungannya Dengan Objek Penilaian
Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 12
September 2024 – 17 September 2024, Identitas yang Kami wawancarai adalah Bapak Ashuri
sebagai Senior Vice President Finance Perseroan.
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
a. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
c. Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
d. Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi
keuangan.
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
f. Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang
dapat memengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
h. Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.
i. IDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat ini sampai dengan terjadinya
Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material
terhadap Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-4
Page 12
j. Pendapat ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat
tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak
dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
k. Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada
tanggal Pendapat ini dikeluarkan. Penilaian Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap
Rencana Transaksi seperti yang diuraikan di atas.
l. IDR tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapatnya
karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
m. Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, IDR melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakikat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan. IDR tidak
melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-
data yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan
demikian IDR tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap
kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
n. Sebagai dasar bagi IDR untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi, IDR menggunakan data-data sebagaimana tercantum
pada Sumber Data pada laporan pendapat kewajaran sebagai bahan pertimbangan.
o. Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat memengaruhi hasil penilaian
IDR secara material. Oleh karena itu, IDR tidak dapat menerima tanggung jawab atas
kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data
tersebut.
p. Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang
pemegang saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders
lain serta aspek-aspek lainnya.
q. IDR menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran ini sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan yang sangat
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam laporan
pendapat kewajaran.
r. Dengan ini IDR menyatakan bahwa penugasan IDR tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Rencana Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi.
s. IDR tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi dari segi hukum dan
implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut.
t. Mengingat bahwa adanya kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan
ini dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dari Rencana Transaksi.
Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-masing
perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-5
Page 13
ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan
tersebut di atas, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
u. Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi
dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain maupun pihak lain.
v. Pendapat Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk
menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu
atas Rencana Transaksi tersebut.
w. IDR juga berpegang kepada surat pernyataan manajemen Perseroan (management
representation letter) atas penugasan IDR untuk mempersiapkan laporan pendapat
kewajaran, bahwa Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan
berkenaan dengan Rencana Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan
tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
x. Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
dipertanggungjawabkan, antara lain termasuk penunjukan letak lokasi tempat, spesifikasi
jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan informasi tersebut tidak benar
maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang
tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
y. Informasi yang telah diberikan pihak lain kepada Penilai seperti yang telah disebutkan
dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak
bertanggungjawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan
hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemberi Tugas.
z. Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum
atas catatan publik serta catatan kepemilikan.
aa. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas dari laporan penilaian yang dibuat terpisah sebagai
satu kesatuan dari laporan ini akan dituangkan di dalam laporan penilaian yang dibuat
terpisah tersebut.
bb. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan asli/basah Pemimpin Rekan/Rekan
dan stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat
dipertanggungjawabkan bilamana Pemberi Tugas tidak melunasi imbalan jasa atas
pekerjaan penilaian ini.
cc. Jika kontrak dan/atau laporan penilaian ditulis dalam versi Bahasa Indonesia dan Bahasa
Inggris, Pemberi Tugas dan Penerima Tugas sepakat bahwa dalam hal terjadi inkonsistensi
antara versi Bahasa Indonesia dan versi Bahasa Inggris, maka versi Bahasa Indonesia yang
akan berlaku dan versi Bahasa Inggris akan dianggap telah diubah untuk menyesuaikan
dengan versi Bahasa Indonesia.
dd. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
(integral) dari laporan ini.
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-6
Page 14
1.15. Definisi dan Istilah
Penilaian Bisnis adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian
Bisnis sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang
melakukan kegiatan di pasar modal (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 5).
Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang
mungkin dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan kewajarannya
telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Penilaian (Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 15).
Laporan Penilaian Bisnis adalah laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang memuat
pendapat Penilai Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses
Penilaian (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 24).
Pendapat Kewajaran adalah suatu pernyataan yang diberikan oleh Penilai Bisnis untuk
menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau tidak wajar
(Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 38).
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset
atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual
yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1
angka 14).
Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar
untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat
membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan (SPI 101 Edisi VII-2018 angka
3.1).
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I-7
Page 15
BAB II
ANALISIS TRANSAKSI
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan
Dengan transaksi penambahan setoran modal pada WTJJ oleh WIKA berdasarkan proforma
posisi keuangan Perseroan tidak mengalami perubahan. Berdasarkan proyeksi posisi keuangan
dengan dilakukannya transaksi akan menurunkan likuiditas dan solvabilitas Perseroan.
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi
Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan dengan dilakukannya transaksi likuiditas
Perseroan tidak mengalami perubahan dan berdasarkan proyeksi posisi keuangan dengan
dilakukannya transaksi akan menurunkan likuiditas Perseroan.
2.3. Nilai Transaksi
Berdasarkan surat dari WIKA Nomor: SE.01.00/A.DIR.00024/2024, tanggal 1 Agustus 2024
perihal Konfirmasi atas Penawaran Saham Untuk Modal Ditempatkan dan Disetor kepada WTJJ,
WIKA berencana akan melakukan penambahan setoran modal pada WTJJ sebesar
Rp 18.993.000.000,- dan WIKA akan memperoleh 18.993 lembar saham baru WTJJ dengan nilai
transaksi sebesar Rp 1.000.000,- per saham.
2.4. Materialitas Nilai Transaksi
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi material apabila nilai transaksi
sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.
Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
transaksi material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset perusahaan
terbuka.
Perusahaan terbuka yang akan melakukan transaksi material wajib terlebih dahulu memperoleh
persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam hal:
1. Transaksi material lebih dari 50% terhadap ekuitas atau aset atau laba bersih atau
pendapatan usaha Perseroan.
2. Transaksi material lebih dari 25% terhadap aset Perseroan apabila ekuitas Perseroan
negatif.
3. Laporan Penilai menyatakan bahwa transaksi material yang akan dilakukan tidak wajar.
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
operasi dikategorikan sebagai transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%;
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%; atau
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka
nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk II-1
Page 16
Nilai transaksi atas Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 18.993.000.000,- dan ekuitas
Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah direviu Akuntan Publik Eishennoraz dari
KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan per 30 Juni 2024 adalah sebesar Rp
15.860.775.237.000,-, dengan demikian materialitas nilai transaksi 0,12% dari ekuitas
Perseroan.
Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WIKA dengan WTJJ, dimana WIKA sebagai pemberi
setoran modal dan WTJJ sebagai penerima setoran modal.
Hubungan Kepemilikan Saham
Keterangan
WIKA : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
WTJJ : PT Wijaya Karya Tirta Jaya Jatiluhur
Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, terdapat hubungan kepemilikan saham
antara WIKA dengan WTJJ yaitu WIKA sebagai pemegang 88,38% saham WTJJ. Dengan demikian
WIKA dan WTJJ terdapat hubungan kepemilikan.
Hubungan Kepengurusan
Hubungan kepengurusan antara Perseroan dan WTJJ adalah sebagai berikut:
Nama Perseroan WTJJ
Jarot Widyoko KU
Firdaus Ali K
Harris Arthur Hedar K
Adityawarman KI
Suryo Hapsoro Tri Utomo KI
Rusmanto KI
Agung Budi Waskito DU
Adityo Kusumo D
Hadjar Seti Adji D
Sumadi D
Hananto Aji D
Harum Akhmad Zuhdi D
Wahyu Hadi Prasetyo KU
Moch Nur Ainul Yaqin K
Rendy Ardiansyah P DU
Arini Kristalisa P D
Hari Suprianta D
Keterangan:
KU : Komisaris Utama
K : Komisaris
KI : Komisaris Independen
DU : Direktur Utama
D : Direktur
P : Pegawai
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk II-2
Page 17
Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan, Rendy Ardiansyah sebagai Pegawai di Perseroan
juga sebagai Direktur Utama WTJJ dan Arini Kristalisa sebagai Pegawai di Perseroan juga sebagai
Direktur WTJJ. Dengan demikian antara Perseroan dan WTJJ terdapat hubungan kepengurusan.
Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
Uraian mengenai ada atau tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi yang akan
dilakukan Perseroan dinyatakan dalam Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan.
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati
Berdasarkan surat dari WIKA Nomor : SE.01.00/A.DIR.00024/2024, tanggal 1 Agustus 2024
perihal Konfirmasi atas Penawaran Saham Untuk Modal Ditempatkan dan Disetor kepada WTJJ,
hal-hal pokok dalam dokumen tersebut adalah sebagai berikut:
- Memperhatikan Risalah RUPSLB WTJJ tanggal 19 Juli 2024, yang intinya telah disetujui
penerbitan saham baru melalui pengeluaran saham dalam simpanan untuk peningkatan
modal ditempatkan dan disetor WTJJ sebanyak-banyaknya 47.660 saham dengan harga
nominal Rp1.000.000,- per saham atau sebesar-besarnya Rp.47.660.000.000, yang terlebih
dahulu dilakukan penawaran kepada pemegang saham WTJJ secara proporsional sesuai
porsi kepemilikan saham.
- Memperhatikan Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (“RKAP”) tahun 2024
WIKA sesuai Risalah Rapat Dewan Komisaris yang Menyertakan Direksi Nomor:02/RIS-
KOMDIR/WIKA/2024 tentang Persetujuan dan Pengesahan RKAP Tahun 2024, telah
disetujui untuk dilakukan penyertaan tambahan kepada entitas anak yang salah satunya
kepada WTJJ sebanyak-banyaknya Rp18.993.000.000,- dengan pelaksanaannya dilakukan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- WIKA bermaksud menggunakan hak pre emptive right nya dan berminat untuk mengambil
sebagian saham yang ditawarkan oleh WTJJ sebanyak 18.993 lembar saham dengan nilai
nominal Rp1.000.000,- atau sebesar Rp18.993.000.000,-.
- Pelaksanaan setoran modal WIKA akan dilakukan setelah seluruh persyaratan yang
diperlukan telah dipenuhi dengan tetap memperhatikan ketentuan batasan kewenangan
dalam anggaran dasar, master restructuring agreeement, dan tetap memperhatikan aspek
tata kelola perusahaan yang baik.
Berdasarkan surat dari PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (selanjutnya disebut JKON)
No. JKON/BOD2/-/0055-2/09-2024 tanggal 5 September 2024 perihal Tindaklanjut Atas Bagian
Sisa Saham Yang Tidak Diambil, hal-hal pokok dalam dokumen tersebut adalah sebagai berikut:
- JKON akan mengambil sisa saham sebanyak 21.161 lembar saham. Sehingga total saham
yang akan diambil sebanyak 28.667 lembar saham atau sebesar Rp 28.667.000.000,-
- Pelaksanaan setoran modal JKON akan dilakukan setelah seluruh persyaratan yang
diperlukan telah dipenuhi dengan tetap memperhatikan ketentuan Batasan kewenangan
dalam anggaran dasar, master restructuring agreeement, dan tetap memperhatikan aspek
tata kelola perusahaan yang baik.
Dengan demikian susunan pemegang saham WTJJ sebelum dan setelah transaksi dengan asumsi
efektif per 30 Juni 2024 adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk II-3
Page 18
Kondisi existing pemegang saham WTJJ per 30 Juni 2024
Jumlah Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
Saham (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 402.030 88,38% 402.030.000.000
2 PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk 42.748 9,40% 42.748.000.000
3 PT Tirta Gemah Ripah 10.100 2,22% 10.100.000.000
Jumlah 454.878 100,00% 454.878.000.000
Tanpa dilakukannya transaksi (setelah JKON melakukan penambahan setoran modal, exclude WIKA)
Jumlah Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
Saham (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 402.030 83,14% 402.030.000.000
2 PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk 71.415 14,77% 71.415.000.000
3 PT Tirta Gemah Ripah 10.100 2,09% 10.100.000.000
Jumlah 483.545 100,00% 483.545.000.000
Dengan dilakukannya transaksi (setelah WIKA melakukan penambahan setoran modal)
Jumlah Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
Saham (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 421.023 83,78% 421.023.000.000
2 PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk 71.415 14,21% 71.415.000.000
3 PT Tirta Gemah Ripah 10.100 2,01% 10.100.000.000
Jumlah 502.538 100,00% 502.538.000.000
Dokumen transaksi yang ada masih berupa draft, pihak-pihak yang bertransaksi belum memiliki
perjanjian dan persyaratan tertulis yang telah disepakati dan mengikat.
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi
Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, WTJJ dapat memperoleh pendanaan untuk memulai
kegiatan operasionalnya yang akan meningkatkan pendapatan dan laba Perseroan secara
konsolidasi.
Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
• Tidak tercapainya kinerja WTJJ seperti yang diharapkan, sehingga Perseroan dapat
mengalami kerugian atas investasi yang telah dilakukan yang berdampak kepada Perseroan
secara konsolidasi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk II-4
Page 19
BAB III
ANALISIS KUALITATIF
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha
Perseroan
a) Riwayat Singkat
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Perseroan) didirikan pada tanggal 29 Maret 1961
berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 64 tahun 1961, dari perusahaan asing bernama
"Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedijf Vis en Co.” yang
dinasionalisasi Pemerintah Republik Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1971, status Perusahaan berubah dari
Perusahaan Negara menjadi Perusahaan (Persero). Selanjutnya, Perusahaan dinamakan PT
Wijaya Karya (Persero) berdasarkan Akta Perusahaan Terbatas No. 110 tanggal 20 Desember
1972 dari Dian Paramita Tamzil, pengganti Djojo Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, dan
perubahan naskah pendirian Perseroan Terbatas dari Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta
berdasarkan Akta No. 106 tanggal 17 April 1973. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 8 Mei 1973 dengan Surat Keputusan No.
Y.A.5/165/14 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 21
September 1973, tambahan Berita Negara No. 683.
Anggaran Dasar telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir kali diubah dengan
Akta No. 37 tanggal 26 Juni 2024 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
berusaha dalam industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan,
investasi, agro industri, industri energi, energi terbarukan dan energi konversi,
penyelenggaraan perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan
kebandarudaraan, logistik, perdagangan, engineering procurement construction,
pengembangan dan pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan dibidang jasa
konstruksi, teknologi informasi, jasa enjinering dan perencanaan, investasi dan pengelolaan
usaha dibidang prasarana dan sarana dasar (infrastruktur) untuk menghasilkan barang dan/
atau jasa.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan reviu periode 30 Juni
2024 adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 Saham Preferen (Seri A Dwiwarna) 1 0,00% 100
2 Saham Biasa (Seri B) 36.291.702.781 91,02% 3.629.170.278.100
3 Agung Budi Waskito 1.434.200 0,00% 143.420.000
4 Adityo Kusumo 510.000 0,00% 51.000.000
5 Hananto Aji 1.269.000 0,00% 126.900.000
6 Harum Akhmad Zuhdi 1.269.000 0,00% 126.900.000
7 Hadjar Seti Adji 510.000 0,00% 51.000.000
8 Sumadi 850.000 0,00% 85.000.000
9 Masyarakat 3.575.518.876 8,97% 357.551.887.600
Jumlah 39.873.063.858 100,00% 3.987.306.385.800
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-1
Page 20
d) Susunan Pengurus
Susunan pengurus Perseroan berdasarkan laporan keuangan reviu periode 30 Juni 2024
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jarot Widyoko
Komisaris : Firdaus Ali
Komisaris : Harris Arthur Hedar
Komisaris Independen : Adityawarman
Komisaris Independen : Suryo Hapsoro Tri Utomo
Komisaris Independen : Rusmanto
Direksi
Direktur Utama : Agung Budi Waskito
Direktur Keuangan : Adityo Kusumo
Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia : Hadjar Seti Adji
Direktur Manajemen Risiko dan Legal : Sumadi
Direktur Operasi I : Hananto Aji
Direktur Operasi II : Harum Akhmad Zuhdi
PT Wijaya Karya Tirta Jaya Jatiluhur
a) Riwayat Singkat
PT Wijaya Karya Tirta Jaya Jatiluhur didirikan sesuai dengan Akta No. 5 tertanggal 15 Januari
2021 oleh Notaris Lia Amalia, S.H. MKn. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-003230.AH.01.01.
Tahun 2021 tanggal 18 Januari 2021. Anggaran Dasar telah mengalami perubahan, terakhir
dengan Akta No. 53 tanggal 21 September 2023 dari Notaris Diharini, S.H., MKn. mengenai
Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham. Akta ini telah memperoleh persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusan No. AHU-
AH.0103-0122292 tertanggal 26 September 2023.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar WTJJ, maksud dan tujuan WTJJ adalah:
- Penampungan, penjernihan, dan penyaluran air minum;
- Konstruksi bangunan pengolahan, penyaluran, dan penampungan air minum, air limbah
dan drainase;
- Konstruksi bangunan prasarana sumber daya air; dan
- Perdagangan besar bahan konstruksi lainnya.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham WTJJ berdasarkan laporan keuangan (audited) periode 30 Juni
2024 adalah sebagai berikut:
Jumlah Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
Saham (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 402.030 88,38% 402.030.000.000
2 PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk 42.748 9,40% 42.748.000.000
3 PT Tirta Gemah Ripah 10.100 2,22% 10.100.000.000
Jumlah 454.878 100,00% 454.878.000.000
d) Susunan Pengurus
Susunan pengurus WTJJ berdasarkan laporan keuangan (audited) periode 30 Juni 2024
adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-2
Page 21
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Wahyu Hadi Prasetyo
Komisaris : Moch Nur Ainul Yaqin
Direksi
Direktur Utama : Rendy Ardiansyah
Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia,
: Arini Kristalisa
dan Manajemen Risiko
Direktur Operasi : Hari Suprianta
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1. Tinjauan Makro Ekonomi
PDB MENURUT LAPANGAN USAHA
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2024 Terhadap Triwulan I-2024 (Q-to-Q)
Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 dibanding triwulan I-2024 (Q-to-Q) mengalami
pertumbuhan sebesar 3,79%. Pertumbuhan terjadi pada hampir semua lapangan usaha, kecuali
Pertambangan dan Penggalian; dan Konstruksi yang masing-masing terkontraksi sebesar 2,17%
dan 1,72%. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan sebesar 23,43% serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 7,05%.
Sementara itu, Lapangan Usaha Industri Pengolahan; serta Perdagangan Besar dan Eceran,
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang memiliki peran dominan juga mengalami pertumbuhan
masing-masing sebesar 0,30% dan 2,78%.
Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Q-to-Q) (%),
Triwulan II-2023, Triwulan I-2024, dan Triwulan II-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha triwulan II-2024 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,52%; diikuti oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 13,78%; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar
12,99%; Konstruksi sebesar 9,63% dan Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,78%. Peranan
kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,70%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2024 Terhadap Triwulan II-2023 (Y-on-Y)
Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 dibanding triwulan II-2023 (Y-on-Y) mengalami
pertumbuhan sebesar 5,05%. Pertumbuhan terjadi pada semua lapangan usaha. Lapangan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-3
Page 22
usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan
Minum sebesar 10,17%; serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 9,56%.
Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-on-Y) (%),
Triwulan II-2023, Triwulan I-2024, dan Triwulan II-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Semester I-2024 Terhadap Semester I-2023 (C-to-C)
Ekonomi Indonesia semester I-2024 dibanding semester I-2023 mengalami pertumbuhan
sebesar 5,08% (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada semua lapangan usaha. Lapangan usaha yang
mengalami pertumbuhan signifikan adalah Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan
Jaminan Sosial Wajib sebesar 10,25%; diikuti Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Lainnya sebesar
10,03%; serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 9,79%. Sementara itu, Industri
Pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia tumbuh sebesar
4,04%.
Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (C-to-C) (%),
Triwulan II-2023, Triwulan I-2024, dan Triwulan II-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
PDB MENURUT PENGELUARAN
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2024 Terhadap Triwulan I-2024 (Q-to-Q)
Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 dibanding triwulan I-2024 tumbuh sebesar 3,79% (Q-to-Q).
Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen pengeluaran, kecuali Komponen PK-LNPRT
dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang masing-masing terkontraksi sebesar 3,92%
dan 0,66%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-P sebesar 19,58%; diikuti
Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 3,12%; serta Komponen
Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,02%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa (yang
merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) tumbuh sebesar 2,82%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-4
Page 23
Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Q-to-Q) (%),
Triwulan II-2023, Triwulan I-2024, dan Triwulan II-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan II-2024 tidak
menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 54,53%; diikuti
oleh Komponen PMTB sebesar 27,89%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 21,40%;
Komponen PK-P sebesar 7,31%; Komponen Perubahan Inventori sebesar 2,69%; dan Komponen
PK-LNPRT sebesar 1,32%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor
pengurang dalam PDB memiliki peran sebesar 19,88%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2024 Terhadap Triwulan II-2023 (Y-on-Y)
Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap triwulan II-2023 tumbuh sebesar 5,05% (Y-on-Y).
Pertumbuhan didukung oleh semua komponen pengeluaran. Komponen pengeluaran yang
mengalami pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen PK-LNPRT sebesar 9,98%; diikuti
Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 8,28%; Komponen PK-RT sebesar 4,93%; Komponen
PMTB sebesar 4,43%; dan Komponen PK-P sebesar 1,42%. Di sisi lain, Komponen Impor Barang
dan Jasa tumbuh sebesar 8,57%.
Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Y-on-Y) (%),
Triwulan II-2023, Triwulan I-2024, dan Triwulan II-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Semester I-2024 Terhadap Semester I-2023 (C-to-C)
Ekonomi Indonesia semester I-2024 dibanding semester I-2023 tumbuh sebesar 5,08% (c-to-c).
Pertumbuhan terjadi pada semua komponen pengeluaran. Komponen pengeluaran yang
mengalami pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen PK-LNPRT sebesar 16,84%; diikuti
Komponen PK-P sebesar 9,08%; Komponen PK-RT sebesar 4,92%; Komponen Ekspor Barang dan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-5
Page 24
Jasa sebesar 4,73%; dan Komponen PMTB sebesar 4,11%. Sementara itu, Komponen Impor
Barang dan Jasa tumbuh sebesar 5,19%.
Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (C-to-C) (%),
Triwulan II-2023, Triwulan I-2024, dan Triwulan II-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
3.2.2. Perkembangan Industri
Perkembangan Industri Konstruksi di Indonesia
Perusahaan konstruksi memainkan peran penting dalam pembangunan infrastruktur dan
ekonomi suatu negara. Di Indonesia, industri konstruksi telah mengalami pertumbuhan pesat
dalam beberapa dekade terakhir. Pertumbuhan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk
peningkatan investasi pemerintah dalam infrastruktur, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan
urbanisasi yang cepat. Hingga semester pertama 2024, industri jasa konstruksi di Indonesia terus
menunjukkan perkembangan yang positif. Badan Pusat Statistik mencatat sektor konstruksi
mengalami pertumbuhan pada kuartal II-2024. Salah satu penopangnya adalah pembangunan
Ibu Kota Nusantara (IKN).
BPS mencatat pada kuartal II-2024 ini, sektor konstruksi mengalami pertumbuhan 7,29%.
Pertumbuhan ini seiring dengan banyaknya proyek infrastruktur yang dijalankan pemerintah
maupun swasta. Jika melihat dari tren, pertumbuhan sektor konstruksi ini terjadi sejak kuartal
II-2023 lalu yang tumbuh 5,23%. Lalu, pada kuartal III-2023 sebesar 6,39%, serta kuartal IV-2023
mencapai 7,68%. Tren ini berlanjut di kuartal I-2024 yang tumbuh sebesar 7,59%. Sektor
konstruksi juga turut memberikan andil besar, yakni tercatat sebesar 0,67% dari
total pertumbuhan ekonomi 5,05%.
Merujuk data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), nilai bisnis
konstruksi di Indonesia mencapai Rp423,4 triliun atau 12,73% dari Rp3.325,1 triliun total
anggaran belanja negara tahun 2024. Angka tersebut mencakup berbagai proyek infrastruktur,
mulai dari pembangunan jalan tol, jembatan, pelabuhan, bandara, hingga fasilitas umum
lainnya. Adapun beberapa proyek besar yang menonjol di semester pertama tahun 2024, antara
lain pembangunan tol Trans-Sumatera, pengembangan Pelabuhan Patimban, serta Proyek Ibu
Kota Negara (IKN) Nusantara.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-6
Page 25
Gambar 1. Indeks dan Pertumbuhan (q-to-q) Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Triwulanan
Sumber: Badan Pusat Statistik
Indikator penting yang menunjukkan fluktuasi konstruksi di Indonesia adalah Indeks Nilai
Konstruksi yang Diselesaikan. Indeks ini menggambarkan perkembangan realisasi fisik pekerjaan
konstruksi yang diselesaikan dalam satu triwulan pada suatu wilayah. Indeks nilai konstruksi
yang diselesaikan sebesar 150,03 pada triwulan I tahun 2023 dan 162,16 pada triwulan I tahun
2024. Hal ini menunjukkan bahwa nilai konstruksi yang diselesaikan pada triwulan I tahun 2024
tumbuh sebesar 8,09% dibanding triwulan yang sama tahun 2023 (y-on-y). Jika dibandingkan
dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), nilai konstruksi yang diselesaikan terkontraksi sebesar
3,60%. Penurunan angka indeks ini lebih dalam jika dibandingkan dengan pertumbuhan q-to-q
pada triwulan I tahun 2023 yang terkontraksi sebesar 2,96%.
3.2.3. Analisis Operasional Dan Prospek Perusahaan
Ditinjau dari segi kinerja keuangan tahun 2023, terjadi kenaikan pendapatan Perseroan sebesar
4,89% dari semula pada tahun 2022 dan laba kotor mengalami penurunan -12,63% dan laba
bersih mengalami penurunan -62.266,44%. Dari sisi aset dan ekuitas, Perseroan mengalami
penurunan aset pada tahun 2023 sebesar -12,11%, dan ekuitas Perseroan juga menurun -
45,28%.
Prospek bisnis konstruksi terus berkembang, diikuti dengan perkiraan pertumbuhan bisnis
konstruksi pada tahun 2024 sebesar 4,5%. Dengan fondasi yang kuat di semester pertama,
prospek industri jasa konstruksi di semester II-2024 tampak cerah. Meningkatnya investasi baik
dari dalam maupun luar negeri, serta komitmen pemerintah untuk melanjutkan berbagai proyek
strategis, memberikan optimisme bagi para pelaku industri. Sektor konstruksi berperan penting
dalam mendukung upaya pemerintah dalam memperluas infrastruktur di seluruh wilayah
Indonesia. Selain itu, industri konstruksi Indonesia merupakan salah satu yang terbesar dan
paling cepat berkembang di Asia Tenggara. Pada tahun 2023, industri ini diperkirakan bernilai
USD 264,34 miliar, dan diproyeksikan akan tumbuh dengan CAGR 7,5% hingga mencapai USD
379,41 miliar pada tahun 2028.
Mengutip situs resmi Kemenko Perekonomian, pada 2024, pemerintah berencana untuk
mempercepat berbagai proyek strategis nasional (PSN) yang diharapkan dapat selesai dalam
waktu dekat. Berbagai proyek tersebut tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru tetapi juga
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-7
Page 26
meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, juga memberikan
dampak positif pada perekonomian nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah
internasional. Merespons hal itu, penting bagi sektor konstruksi untuk selalu menjaga
akuntabilitas dan keadilan dalam penggunaan anggaran. Besarnya anggaran infrastruktur
nasional tentunya harus dilakukan dengan akuntabel dan berkeadilan serta diikuti oleh kesiapan
seluruh rantai pasok industri konstruksi, baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya.
Menurut BCI Central, sektor-sektor utama dalam pasar konstruksi Indonesia adalah konstruksi
komersial, konstruksi industri, konstruksi infrastruktur, konstruksi energi dan utilitas, konstruksi
institusi, dan konstruksi perumahan. Berfokus pada pembangunan infrastruktur dasar, mulai
dari penyediaan air minum, listrik, hingga pengelolaan sampah. Rencananya pembangunan
infrastruktur dasar tahap II di 2025-2029 akan berfokus pada pengembangan kawasan inti,
seperti sarana transportasi umum baik primer maupun sekunder. Sedangkan pembangunan
tahap III di 2030-2034 meliputi pengembangan kawasan industri dan sektor lainnya.
Di luar dampak ekonomi langsung, proyek konstruksi meningkatkan kesejahteraan masyarakat
secara keseluruhan dengan meningkatkan standar hidup, mendorong urbanisasi, dan
mempromosikan konektivitas. Di negara yang rentan terhadap bencana alam, konstruksi yang
tangguh dan terencana dengan baik sangat penting untuk kesiapsiagaan dan pemulihan
bencana. Selain itu, industri konstruksi di Indonesia berfungsi sebagai mesin dinamis untuk
inovasi dan adopsi teknologi, menyelaraskan bangsa dengan tren global. Ketika Indonesia
memposisikan diri untuk masa depan, proyek-proyek konstruksi berdiri sebagai pendorong
mendasar, membentuk lanskap dan memastikan pembangunan berkelanjutan untuk
kepentingan rakyat.
Meskipun prospeknya cerah, industri jasa konstruksi di Indonesia tetap menghadapi beberapa
tantangan. Ketersediaan bahan baku, tenaga kerja terampil, dan perubahan regulasi adalah
beberapa isu yang perlu diatasi untuk memastikan kelancaran proyek-proyek konstruksi.
Namun, dengan meningkatnya adopsi teknologi dan inovasi di sektor ini, banyak peluang yang
dapat dimanfaatkan. Penggunaan teknologi building information modeling (BIM), misalnya,
telah membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas proyek konstruksi. Selain itu, tren green
building dan keberlanjutan juga membuka peluang baru bagi perusahaan konstruksi untuk
beradaptasi dan berkembang.
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi
Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
− Perseroan dapat mendukung keperluan modal untuk pembiayaan proyek WTJJ sehingga
WTJJ dapat segera beroperasi komersial.
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan
Keuntungan Perseroan yang bersifat kualitatif adalah Perseroan dapat mendukung kegiatan
komersial WTJJ sehingga dapat lebih dikenal masyarakat sebagai perusahaan yang terus
berkembang.
Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif atas transaksi yang dilakukan tidak ada.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk III-8
Page 27
BAB IV
ANALISIS KUANTITATIF
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan
4.1.1. Penilaian Kinerja Historis
Kinerja historis diperoleh dari laporan keuangan WIKA periode 31 Desember 2019 – 31
Desember 2023 (audited) oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja.
Laporan Laba Rugi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laba Rugi (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 Jan-Jun 2024
PENDAPATAN BERSIH 27.212.914 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356 7.534.601
BEBAN POKOK PENDAPATAN (23.732.835) (15.011.596) (16.115.148) (19.278.402) (20.668.209) (6.889.080)
LABA KOTOR 3.480.079 1.524.785 1.694.570 2.202.390 1.862.146 645.521
Beban usaha
Umum dan administrasi (917.358) (883.293) (779.834) (722.177) (973.998) (479.528)
Penjualan (13.185) (11.276) (8.579) (4.762) (10.271) (5.303)
LABA (RUGI) USAHA 2.549.536 630.216 906.156 1.475.451 877.878 160.690
Pendapatan lain-lain 1.182.571 3.067.647 1.471.688 1.557.288 697.835 4.381.544
Beban lain-lain (37.712) (2.233.922) (1.254.860) (1.317.587) (5.404.164) (1.148.086)
Beban keuangan (884.252) (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878) (3.206.109) (1.857.604)
Beban pajak penghasilan final (696.178) (400.877) (412.524) (374.564) (500.558) (119.968)
Bagian rugi entitas asosiasi (263.821) (3.459) (28.886) (99.355) (91.144) (33.970)
Bagian laba entitas ventura bersama 939.112 472.172 672.373 306.726 (139.283) (1.071.821)
Selisih nilai wajar properti investasi - - - - -
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 2.789.256 310.276 196.664 176.081 (7.765.545) 310.785
PAJAK (168.241) 12.067 17.760 (163.494) (58.994) (20.357)
LABA (RUGI) BERSIH 2.621.015 322.343 214.425 12.586 (7.824.539) 290.427
Penghasilan Komprehensif Lain (93.096) (20.775) 22.375 5.284 (74.396) (42.152)
LABA KOMPREHENSIF 2.527.919 301.567 236.800 17.871 (7.898.935) 248.276
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2019-2023
Margin Laba Kotor 10,01% 12,79% 9,22% 9,51% 10,25% 8,27% 8,57%
Margin Laba Usaha 5,81% 9,37% 3,81% 5,09% 6,87% 3,90% 2,13%
Margin Laba Sebelum Pajak -4,08% 10,25% 1,88% 1,10% 0,82% -34,47% 4,12%
Margin Laba Bersih -4,38% 9,63% 1,95% 1,20% 0,06% -34,73% 3,85%
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2019 – 2023 (audited) dan periode 30 Juni 2024 (reviu)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-1
Page 28
Laporan laba rugi yang telah disesuaikan pencatatannya yang meliputi EBITDA adalah sebagai
berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laba Rugi Penyesuaian (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 Jan-Jun 2024
PENDAPATAN BERSIH 27.212.914 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356 7.534.601
BEBAN POKOK PENDAPATAN (23.212.681) (14.496.897) (15.730.369) (18.790.119) (20.177.090) (6.762.549)
LABA KOTOR 4.000.233 2.039.485 2.079.348 2.690.673 2.353.266 772.052
Beban usaha
Umum dan administrasi (917.358) (883.293) (723.338) (617.615) (929.683) (460.279)
Penjualan (13.185) (11.276) (8.579) (4.762) (10.271) (5.303)
EBITDA 3.069.690 1.144.916 1.347.431 2.068.295 1.413.312 306.470
Depresiasi (520.154) (514.699) (441.274) (592.844) (535.434) (145.780)
EBIT 2.549.536 630.216 906.156 1.475.451 877.878 160.690
Pendapatan lain-lain 1.182.571 3.067.647 1.471.688 1.557.288 697.835 4.381.544
Beban lain-lain (37.712) (2.233.922) (1.254.860) (1.317.587) (5.404.164) (1.148.086)
Beban keuangan (884.252) (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878) (3.206.109) (1.857.604)
Beban pajak penghasilan final (696.178) (400.877) (412.524) (374.564) (500.558) (119.968)
Bagian rugi entitas asosiasi (263.821) (3.459) (28.886) (99.355) (91.144) (33.970)
Bagian laba entitas ventura bersama 939.112 472.172 672.373 306.726 (139.283) (1.071.821)
EBT 2.789.256 310.276 196.664 176.081 (7.765.545) 310.785
PAJAK (168.241) 12.067 17.760 (163.494) (58.994) (20.357)
LABA BERSIH (EAT) 2.621.015 322.343 214.425 12.586 (7.824.539) 290.427
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2019-2023
EBITDA/Sales 8,45% 11,28% 6,92% 7,57% 9,63% 6,27% 4,07%
EBIT/Sales 5,50% 9,37% 3,81% 5,09% 6,87% 3,90% 2,13%
EBT/Sales 0,81% 10,25% 1,88% 1,10% 0,82% -34,47% 4,12%
EAT/Sales 0,58% 9,63% 1,95% 1,20% 0,06% -34,73% 3,85%
Analisis vertikal laporan laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Vertikal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun
Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 Jan-Jun 2024 2019-2023
PENDAPATAN BERSIH 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
BEBAN POKOK PENDAPATAN -85,30% -87,67% -88,32% -87,47% -89,56% -89,75% -87,66%
LABA KOTOR 14,70% 12,33% 11,68% 12,53% 10,44% 10,25% 12,34%
Beban usaha
Umum dan administrasi -3,37% -5,34% -4,06% -2,88% -4,13% -6,11% -3,96%
Penjualan -0,05% -0,07% -0,05% -0,02% -0,05% -0,07% -0,05%
EBITDA 11,28% 6,92% 7,57% 9,63% 6,27% 4,07% 8,33%
Depresiasi -1,91% -3,11% -2,48% -2,76% -2,38% -1,93% -2,53%
EBIT 9,37% 3,81% 5,09% 6,87% 3,90% 2,13% 5,81%
Pendapatan lain-lain 4,35% 18,55% 8,26% 7,25% 3,10% 58,15% 8,30%
Beban lain-lain -0,14% -13,51% -7,05% -6,13% -23,99% -15,24% -10,16%
Beban keuangan -3,25% -7,39% -6,50% -6,39% -14,23% -24,65% -7,55%
Beban pajak penghasilan final -2,56% -2,42% -2,32% -1,74% -2,22% -1,59% -2,25%
Bagian rugi entitas asosiasi -0,97% -0,02% -0,16% -0,46% -0,40% -0,45% -0,40%
Bagian laba entitas ventura bersama 3,45% 2,86% 3,78% 1,43% -0,62% -14,23% 2,18%
EBT 10,25% 1,88% 1,10% 0,82% -34,47% 4,12% -4,08%
PAJAK -0,62% 0,07% 0,10% -0,76% -0,26% -0,27% -0,29%
LABA BERSIH (EAT) 9,63% 1,95% 1,20% 0,06% -34,73% 3,85% -4,38%
Penghasilan Komprehensif Lain -0,34% -0,13% 0,13% 0,02% -0,33% -0,56% -0,13%
LABA KOMPREHENSIF 9,29% 1,82% 1,33% 0,08% -35,06% 3,30% -4,51%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-2
Page 29
Analisis horizontal laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Horizontal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 Jan-Jun 2024 2019-2023
PENDAPATAN BERSIH n/a -39,23% 7,70% 20,61% 4,89% n/a -1,51%
BEBAN POKOK PENDAPATAN n/a -37,55% 8,51% 19,45% 7,38% n/a -0,55%
LABA KOTOR n/a -49,02% 1,95% 29,40% -12,54% n/a -7,55%
Beban usaha
Umum dan administrasi n/a -3,71% -18,11% -14,62% 50,53% n/a 3,52%
Penjualan n/a -14,48% -23,91% -44,49% 115,67% n/a 8,20%
EBITDA n/a -62,70% 17,69% 53,50% -31,67% n/a -5,80%
Depresiasi n/a -1,05% -14,27% 34,35% -9,68% n/a 2,34%
EBIT n/a -75,28% 43,78% 62,83% -40,50% n/a -2,29%
Pendapatan lain-lain n/a 159,40% -52,03% 5,82% -55,19% n/a 14,50%
Beban lain-lain n/a 5823,60% -43,83% 5,00% 310,16% n/a 1523,73%
Beban keuangan n/a 38,14% -5,26% 18,54% 133,70% n/a 46,28%
Beban pajak penghasilan final n/a -42,42% 2,91% -9,20% 33,64% n/a -3,77%
Bagian rugi entitas asosiasi n/a -98,69% 735,10% 243,96% -8,26% n/a 218,03%
Bagian laba entitas ventura bersama n/a -49,72% 42,40% -54,38% -145,41% n/a -51,78%
EBT n/a -88,88% -36,62% -10,47% -4510,21% n/a -1161,54%
PAJAK n/a -107,17% 47,18% -1020,56% -63,92% n/a -286,12%
LABA BERSIH (EAT) n/a -87,70% -33,48% -94,13% -62266,44% n/a -15620,44%
Penghasilan Komprehensif Lain n/a -77,68% -207,70% -76,38% -1507,83% n/a -467,40%
LABA KOMPREHENSIF n/a -88,07% -21,48% -92,45% -44300,07% n/a -11125,52%
Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, pertumbuhan pendapatan bersih
Perseroan selama tahun 2019 – 2023 cenderung fluktuatif dengan rata-rata pertumbuhan
negatif sebesar -1,51%. Kemudian, berdasarkan analisis vertikal laba rugi penyesuaian, beban
pokok pendapatan cenderung berfluktuasi dari 85,30% terhadap pendapatan di tahun 2019
menjadi 89,56% pada tahun 2023. Periode 30 Juni 2024, beban pokok pendapatan sebesar
89,75% dari pendapatan, beban umum dan administrasi 6,11% dari pendapatan bersih, beban
penjualan sebesar 0,07% dari pendapatan bersih.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-3
Page 30
Laporan Posisi Keuangan
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Posisi Keuangan (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 Jun 2024
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 10.346.734 14.951.761 6.983.870 5.669.693 3.233.071 7.040.727
Piutang usaha 4.461.896 2.175.553 2.266.835 2.828.398 3.310.322 3.037.582
Piutang retensi 1.747.515 1.649.588 1.256.818 1.264.153 1.572.096 1.512.013
Tagihan bruto pemberi kerja 11.043.029 8.356.967 4.067.667 4.537.979 2.463.049 1.639.363
Persediaan 6.854.730 9.813.054 10.934.221 12.012.496 11.411.412 11.452.295
Piutang yang belum ditagih 2.155.277 2.301.754 2.214.485 1.316.134 754.219 707.036
Piutang lain-lain - bag. lancar 2.041.103 4.826.182 1.083.748 1.309.839 299.796 219.732
Uang muka - bag. lancar 995.191 862.323 773.692 1.095.052 879.097 852.472
Jaminan usaha 105.823 97.722 111.047 339.808 342.873 389.361
Aset keuangan - - - - -
Pajak dibayar dimuka 1.694.631 2.139.156 1.724.203 1.547.098 1.567.878 1.371.061
Biaya dibayar dimuka 889.544 806.886 929.061 1.280.008 965.398 919.398
Pekerjaan dalam proses - - 4.840.988 6.434.138 4.002.444 4.053.199
Jumlah Aset Lancar 42.335.472 47.980.946 37.186.634 39.634.795 30.801.656 33.194.239
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Nilai perolehan 7.213.672 7.727.439 12.614.919 12.579.010 12.821.067 12.854.959
Akumulasi penyusutan 2.059.138 2.556.883 3.782.057 4.273.176 4.705.367 4.784.933
Nilai buku 5.154.534 5.170.557 8.832.862 8.305.834 8.115.700 8.070.027
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar 2.716.989 - - - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - - -
Uang muka - bag. tidak lancar 280.000 280.000 3.885.355 - - -
Aset real estat 1.181.772 1.215.038 2.033.627 2.081.813 2.103.448 2.103.710
Investasi pada entitas asosiasi 1.257.123 1.709.108 1.864.824 2.059.784 1.854.701 1.902.154
Investasi pada ventura bersama 3.761.023 4.622.540 6.371.991 11.636.485 12.022.212 10.250.555
Properti investasi - neto 1.963.939 2.022.806 1.919.753 1.978.947 1.308.364 1.307.359
Aset kerjasama operasi - - 422.499 920.306 267.839 262.449
Goodwill 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 583.456 781.391 1.044.858 1.010.545 1.029.675 1.029.066
Aset takberwujud 2.394.490 3.864.332 5.128.200 6.484.152 7.601.854 8.083.003
Aset pajak tangguhan 38.149 63.689 90.880 68.072 32.193 29.158
Aset lain-lain 439.054 393.931 599.463 884.027 838.747 828.098
Jumlah Aset Tidak Lancar 19.775.375 20.128.239 32.199.160 35.434.810 35.179.580 33.870.424
JUMLAH ASET 62.110.847 68.109.185 69.385.794 75.069.604 65.981.236 67.064.663
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 5.108.850 15.363.351 14.089.945 14.782.733 17.613.134 443.686
Utang usaha 12.762.368 14.241.491 12.824.151 12.816.199 9.339.844 6.216.099
Utang lain-lain 88.037 475.183 1.221.329 1.224.052 942.284 713.691
Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - -
Utang pajak 404.838 329.076 409.939 367.499 757.471 367.675
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 862.718 1.495.257 645.718 297.056 602.423 991.216
Beban akrual 9.743.758 6.503.697 5.776.223 5.731.970 5.399.695 4.154.632
Pendapatan diterima dimuka 300.036 111.220 93.115 196.106 294.179 249.700
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah 750.000 5.605.000 1.345.000 255.000 1.545.000 1.545.000
Liabilitas sewa 78.850 44.194 100.152 73.170 44.130 117.312
Pinjaman jangka panjang 250.000 - 463.998 391.546 189.334 238.550
Obligasi - - - - 1.066.000 1.164.950
Sukuk mudharabah - - - - 643.800 738.400
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 30.349.457 44.168.468 36.969.570 36.135.331 38.437.294 16.940.911
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 243.213 180.733 219.811 163.441 269.871 248.338
Liabilitas pajak tangguhan 171.749 98.483 91.021 116.144 77.043 83.583
Uang muka dari pelanggan jangka panjang - - 317.844 448.831 239.959 142.647
Uang muka proyek jangka panjang 2.664.565 1.434.956 1.262.797 2.001.511 1.390.092 1.147.789
Utang lain-lain 573.881 304.164 124.514 129.491 108.252 204.234
Bagian jangka panjang dikurangi
bagian jangka
Pinjaman pendek:
jangka menengah 7.351.873 1.789.410 545.000 1.545.000 235.000 222.500
Liabilitas sewa 166.955 116.620 248.981 178.933 110.643 21.285
Pinjaman jangka panjang 1.373.421 1.367.695 4.186.190 4.730.088 5.723.225 22.782.959
Utang ventura bersama - - 528.702 681.250 77.287 92.942
Obligasi - 1.491.232 5.706.287 8.664.562 7.602.943 7.457.287
Sukuk mudharabah - 500.000 1.750.000 2.781.815 2.138.015 1.859.415
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 12.545.657 7.283.292 14.981.147 21.441.067 17.972.329 34.262.977
JUMLAH LIABILITAS 42.895.114 51.451.760 51.950.717 57.576.398 56.409.623 51.203.888
Ekuitas
Modal saham 896.995 896.995 896.995 896.995 896.995 3.987.306
Modal saham diperoleh kembali - (110) (110) (110) (110) (110)
Tambahan modal disetor 6.556.306 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499 9.508.828
Perubahan ekuitas entitas anak 1.190.672 1.238.084 1.137.690 1.139.038 1.121.143 1.117.690
Saldo (defisit) laba 7.261.130 4.390.063 4.457.009 4.372.391 (2.823.649) (2.462.302)
Surat berharga perpetual 597.600 597.600 - - - -
Kepentingan non pengendali 2.713.030 2.979.294 4.387.995 4.529.394 3.821.735 3.709.363
Jumlah Ekuitas 19.215.733 16.657.425 17.435.078 17.493.206 9.571.613 15.860.775
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 62.110.847 68.109.185 69.385.794 75.069.604 65.981.236 67.064.663
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2019-2023
Current Ratio 107,706% 139,49% 108,63% 100,59% 109,68% 80,13% 195,94%
Debt to Equity Ratio 349,711% 223,23% 308,88% 297,97% 329,14% 589,34% 322,83%
Debt to Asset Ratio 76,334% 69,06% 75,54% 74,87% 76,70% 85,49% 76,35%
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2019 – 2023 (audited) dan periode 30 Juni 2024 (reviu)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-4
Page 31
Laporan Arus Kas
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laporan Arus Kas (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 Jun 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 25.418.730 19.238.418 13.865.691 22.163.558 23.763.968 8.855.465
Pembayaran kepada pemasok (21.756.257) (16.185.826) (15.610.594) (23.028.964) (24.598.626) (9.434.419)
Pembayaran kepada direksi dan karyawan (1.659.168) (1.804.821) (1.571.681) (1.754.577) (1.649.915) (869.903)
Penerimaan (pembayaran) pajak-pajak (501.990) (1.106.492) (762.103) (335.280) (562.392) (570.090)
Penerimaan restitusi pajak - - 338.642 73.668 151.731 110.785
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 1.501.315 141.279 (3.740.044) (2.881.595) (2.895.234) (1.908.161)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan aset takberwujud (1.680.166) (2.369.202) (1.266.288) (1.236.338) (1.221.363) (531.914)
Pengembalian (penambahan) jaminan usaha (722) 8.101 (13.325) (228.761) (3.066) (46.487)
Pembelian aset tetap (1.058.279) (652.239) (596.714) (176.469) (164.644) (38.857)
Penjualan aset tetap - - - - 2.098 1.389
Penambahan properti investasi (16.891) (159.068) (1.887) - - -
Penjualan aset kerjasama operasi - - - - 644.813 -
Penambahan aset kerjasama operasi - - (155.775) (112.957) - -
Penempatan saham pada entitas asosiasi (381.595) (65.830) (82.651) (132.591) - -
Penjualan saham pada entitas asosiasi 872.465 - 100.480 - - -
Pengembalian (penambahan) pinjaman jangka panjang kepada entitas asosiasi (635.951) (922.524) (18.798) (280.596) 80.422 (6.884)
Penambahan uang muka investasi entitas asosiasi - - - - - (55.985)
Pengembalian (penambahan) setoran modal entitas asosiasi - - - - 50.000 (81.423)
Pengembalian (penambahan) investasi ventura bersama (1.008.745) (389.345) (548.376) 278.854 (645.561) 1.128.478
Penjualan saham pada investasi lainnya - - - 239.087 - -
Penambahan uang muka investasi (97.222) (111.190) - (1.503.624) (10.000) -
Penjualan saham pada entitas anak - - - 192.000 - -
Pengembalian (penambahan) aset lain-lain (300.709) 36.391 (26.351) 11.147 (11.936) (10.995)
Penambahan aset real estat (949.989) (154.293) - - - -
Penambahan tanah untuk pengembangan - - (813.745) (91.202) (74.669) (261)
Penambahan tanah yang sedang dikembangkan (200.908) (292.546) (329.368) (124.738) - -
Penerimaan bunga 216.028 173.807 107.023 1.310.226 34.360 34.360
Penambahan investasi lainnya (24.188) (161.642) (65.273) (111.079) (16.500) -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (5.266.871) (5.059.580) (3.711.048) (1.967.043) (1.336.045) 391.421
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pinjaman jangka pendek
Penerimaan pinjaman 20.535.469 23.839.153 - 692.788 3.007.314 -
Pembayaran pinjaman (19.626.651) (13.584.652) (1.273.405) - - (78.128)
Pinjaman jangka menengah
Penerimaan pinjaman 2.000.000 - - - - -
Pembayaran pinjaman (250.000) (750.000) (5.599.410) (90.000) (20.000) (12.500)
Pinjaman Jangka panjang
Penerimaan pinjaman 1.002.115 243.111 3.270.377 827.859 951.718 1.810.068
Pembayaran pinjaman (2.181.974) (498.837) (440.455) (356.412) (337.707) (1.639.264)
Pinjaman jangka panjang
Penerimaan obligasi - 1.500.000 4.250.000 2.954.880 - -
Pembayaran liabilitas sewa (5.123) (84.992) (95.167) (97.030) (97.331) (16.175)
Pembayaran obligasi - - - - - (50.000)
Pembayaran biaya emisi penyertaan modal negara - - - - - (20.519)
Pembayaran sukuk mudharabah - - - - - (184.000)
Pembayaran dividen dari entitas anak kepentingan non pengendali - - - - - (2.754)
Penerimaan modal disetor - - - - - 6.064.159
Pembayaran utang sewa pembiayaan - - - - - -
Penerimaan sukuk mudharabah - 500.000 1.250.000 1.031.815 - -
Pembayaran biaya emisi obligasi - (8.768) (38.161) (36.958) - -
Pembayaran biaya sukuk mudharabah - (2.923) (14.437) (11.803) - -
Penerimaan surat berharga perpetual - - (600.000) - - -
Penjualan modal saham diperoleh kembali 10.858 - - - - -
Penambahan saham entitas anak 67.612 159.845 - - - -
Pembayaran dividen perusahaan (346.052) (457.008) - - - -
Pembayaran dividen entitas anak (103.946) (91.562) (21.720) (16.057) (22.649) -
Pembayaran bunga perpetual (63.000) (63.000) (63.000) - - -
Setoran modal dari entitas non pengendali - - 8.600 - - -
Modal saham diperoleh kembali - (918) - - - -
Pembayaran bunga pinjaman (884.252) (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878) (1.675.221) (550.724)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan 155.057 9.477.948 (524.062) 3.527.203 1.806.126 5.320.162
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS (3.610.499) 4.559.647 (7.975.154) (1.321.435) (2.425.153) 3.803.422
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 13.973.766 10.346.734 14.951.761 6.983.870 5.669.693 3.233.071
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing (16.533) 45.380 7.262 7.259 (11.469) 4.234
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 10.346.734 14.951.761 6.983.870 5.669.693 3.233.071 7.040.727
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2019 – 2023 (audited) dan periode 30 Juni 2024 (reviu)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-5
Page 32
Pendapatan
Komposisi pendapatan berdasarkan segmen pendapatan dalam periode tahun 31 Desember
2019 – 30 Juni 2024 adalah sebagai berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Komposisi Pendapatan Berdasarkan Segmen Pendapatan
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 Jan-Jun 2024 2019-2023
Komposisi Pendapatan
(%)
Infrastruktur dan Gedung 64,62% 51,36% 52,95% 50,24% 52,63% 45,99% 54,36%
Industri Beton 15,71% 30,61% 25,83% 26,49% 22,27% 30,48% 24,18%
Energi dan Industrial Plant 14,37% 14,81% 18,61% 18,04% 18,20% 15,98% 16,81%
Hotel 0,00% 0,00% 1,28% 3,30% 3,86% 5,59% 1,69%
Realty dan Properti 5,29% 3,22% 1,29% 1,05% 2,66% 0,96% 2,70%
Investasi 0,00% 0,00% 0,04% 0,89% 0,37% 1,00% 0,26%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Infrastruktur dan Gedung 17.585.246 8.492.522 9.430.244 10.792.249 11.857.978 3.465.294
Industri Beton 4.276.293 5.061.921 4.601.080 5.689.399 5.017.322 2.296.306
Energi dan Industrial Plant 3.911.782 2.448.889 3.313.902 3.875.611 4.101.581 1.203.884
Hotel - - 228.179 708.176 869.199 421.014
Realty dan Properti 1.439.594 533.049 229.717 224.896 600.410 72.531
Investasi - - 6.597 190.460 83.865 75.571
Jumlah 27.212.914 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356 7.534.601
Komposisi pendapatan Perseroan terdiri atas penjualan emas, perak dan tembaga katoda serta
lain-lain. Selama tahun 2019 – 2023 komposisi pendapatan didominasi oleh pendapatan
infrastruktur dan gedung dengan rata-rata terhadap seluruh pendapatan sebesar 54,36% diikuti
oleh pendapatan industri beton dengan rata-rata sebesar 24,18%, pendapatan energi dan
industrial plant dengan rata-rata sebesar 16,81%, pendapatan realty dan properti dengan rata-
rata sebesar 2,70%, pendapatan hotel sebesar 1,69% dan pendapatan investasi dengan rata-
rata sebesar 0,26%. Tahun 2022, komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas
infrastruktur dan gedung dengan sebesar 50,24% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar
26,49%, pendapatan energi dan industrial plant sebesar 18,04%, pendapatan realty dan properti
sebesar 1,05%, pendapatan hotel sebesar 3,30% dan pendapatan investasi sebesar 0,89%.
Tahun 2023, komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas infrastruktur dan
gedung dengan sebesar 52,63% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar 22,27%,
pendapatan energi dan industrial plant sebesar 18,20%, pendapatan realty dan properti sebesar
2,66%, pendapatan hotel sebesar 3,86% dan pendapatan investasi sebesar 0,37%. Periode 30
Juni 2024, komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas infrastruktur dan
gedung dengan sebesar 45,99% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar 30,48%,
pendapatan energi dan industrial plant sebesar 15,98%, pendapatan realty dan properti sebesar
0,96%, pendapatan hotel sebesar 5,59% dan pendapatan investasi sebesar 1,00%.
Pertumbuhan pendapatan berdasarkan segmen pendapatan dalam periode tahun 31 Desember
2019 – 30 Juni 2024 adalah sebagai berikut:
Pertumbuhan Pendapatan Berdasarkan Segmen Pendapatan
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 Jan-Jun 2024 2019-2023
(%)
Infrastruktur dan Gedung n/a -51,71% 11,04% 14,44% 9,87% n/a -4,09%
Industri Beton n/a 18,37% -9,10% 23,65% -11,81% n/a 5,28%
Energi dan Industrial Plant n/a -37,40% 35,32% 16,95% 5,83% n/a 5,18%
Hotel n/a n/a n/a 210,36% 22,74% n/a n/a
Realty dan Properti n/a -62,97% -56,91% -2,10% 166,97% n/a 11,25%
Investasi n/a n/a n/a 2787,16% -55,97% n/a n/a
Jumlah n/a -39,23% 7,70% 20,61% 4,89% n/a -1,51%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-6
Page 33
Perseroan mencatatkan pendapatan tahun 2019 sebesar Rp 27.212.914 juta. Pada tahun 2020,
pertumbuhan pendapatan Perseroan menurun -39,23% menjadi Rp 16.536.382 juta. Tahun
2021, pertumbuhan pendapatan meningkat 7,70% sehingga total pendapatan menjadi Rp
17.809.718 juta. Pada tahun 2022, pertumbuhan pendapatan kembali meningkat 20,61%
menjadi Rp 21.480.792 juta. Pada tahun 2023, pertumbuhan pendapatan kembali mengalami
peningkatan 4,89% menjadi Rp 22.530.356 juta. Pada periode 30 Juni 2024, tercatat pendapatan
Perseroan sebesar Rp 7.534.601 juta.
Aset
Perkembangan komposisi aset Perusahaan dalam periode tahun 31 Desember 2019 – 30 Juni
2024 adalah sebagai berikut:
Komposisi Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 Jun 2024 2019-2023
(%)
Aset Lancar 68,16% 70,45% 53,59% 52,80% 46,68% 49,50% 58,34%
Aset Tidak Lancar 31,84% 29,55% 46,41% 47,20% 53,32% 50,50% 41,66%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Aset Lancar 42.335.472 47.980.946 37.186.634 39.634.795 30.801.656 33.194.239
Aset Tidak Lancar 19.775.375 20.128.239 32.199.160 35.434.810 35.179.580 33.870.424
Jumlah 62.110.847 68.109.185 69.385.794 75.069.604 65.981.236 67.064.663
Pada tahun 2019 – 2023, mayoritas komposisi aset Perseroan berupa aset lancar dengan rata-
rata proporsi terhadap total aset sebesar 58,34% aset tidak lancar dan 41,66% aset tidak lancar.
Komposisi aset lancar terbesar berupa persediaan, sedangkan komposisi aset tidak lancar
didominasi utamanya oleh investasi pada ventura bersama. Pada tahun 2022, komposisi aset
Perseroan terdiri dari 52,80% aset lancar dan 47,20% aset tidak lancar. Di tahun 2023, komposisi
aset Perseroan terdiri dari 46,68% aset lancar dan 53,32% aset tidak lancar. Periode 30 Juni
2024, komposisi aset Perseroan terdiri dari 49,50% aset lancar dan 50,50% aset tidak lancar.
Selanjutnya, pertumbuhan aset Perusahaan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 Jun 2024 2019-2023
(%)
Aset Lancar n/a 13,34% -22,50% 6,58% -22,29% n/a -6,22%
Aset Tidak Lancar n/a 1,78% 59,97% 10,05% -0,72% n/a 17,77%
Jumlah n/a 9,66% 1,87% 8,19% -12,11% n/a 1,90%
Selama tahun 2019 – 2023, pertumbuhan aset Perseroan cenderung fluktuatif dengan tingkat
pertumbuhan rata-rata sebesar 1,90%. Di tahun 2019, Perseroan membukukan aset sebesar Rp
62.110.847 juta yang terdiri Rp 42.335.472 juta aset lancar dan Rp 19.775.375 juta aset tidak
lancar, hingga tahun 2023 aset Perseroan menjadi Rp 65.981.236 juta yang terdiri dari Rp
30.801.656 juta aset lancar dan Rp 35.179.580 juta aset tidak lancar. Periode 30 Juni 2024,
tercatat aset Perseroan sebesar Rp 67.064.663 juta yang terdiri dari Rp 33.194.239 juta aset
lancar dan Rp 33.870.424 juta aset tidak lancar.
Liabilitas
Perkembangan komposisi liabilitas Perseroan dalam periode tahun 31 Desember 2019 – 30 Juni
2024 adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-7
Page 34
Komposisi Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 Jun 2024 2019-2023
(%)
Liabilitas Jangka Pendek 70,75% 85,84% 71,16% 62,76% 68,14% 33,09% 71,73%
Liabilitas Jangka Panjang 29,25% 14,16% 28,84% 37,24% 31,86% 66,91% 28,27%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Liabilitas Jangka Pendek 30.349.457 44.168.468 36.969.570 36.135.331 38.437.294 16.940.911
Liabilitas Jangka Panjang 12.545.657 7.283.292 14.981.147 21.441.067 17.972.329 34.262.977
Jumlah 42.895.114 51.451.760 51.950.717 57.576.398 56.409.623 51.203.888
Pada tahun 2019 – 2023, komposisi liabilitas Perseroan rata-rata didominasi oleh liabilitas
jangka pendek dengan rata-rata proporsi terhadap total liabilitas sebesar 71,73% diikuti liabilitas
jangka panjang sebesar 28,27%. Komposisi liabilitas jangka pendek didominasi utamanya oleh
pinjaman jangka pendek, sedangkan komposisi liabilitas jangka panjang terbesar berupa
obligasi. Pada tahun 2022, komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari 62,76% liabilitas jangka
pendek dan 37,24% liabilitas jangka panjang. Di tahun 2023, komposisi liabilitas Perseroan
terdiri dari 68,14% liabilitas jangka pendek dan 31,86% liabilitas jangka panjang. Periode 30 Juni
2024, komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari 33,09% liabilitas jangka pendek dan 66,91%
liabilitas jangka panjang.
Selanjutnya, pertumbuhan liabilitas Perseroan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 Jun 2024 2019-2023
(%)
Liabilitas Jangka Pendek n/a 45,53% -16,30% -2,26% 6,37% n/a 8,34%
Liabilitas Jangka Panjang n/a -41,95% 105,69% 43,12% -16,18% n/a 22,67%
Jumlah n/a 19,95% 0,97% 10,83% -2,03% n/a 7,43%
Selama tahun 2019 – 2023, pertumbuhan liabilitas Perseroan cenderung fluktuatif dengan
tingkat pertumbuhan liabilitas rata-rata sebesar 7,43%. Tahun 2019, Perseroan membukukan
liabilitas sebesar Rp 42.895.114 juta. Tahun 2020, pertumbuhan liabilitas Perseroan meningkat
sebesar 19,95% sehingga total liabilitas menjadi Rp 51.451.760 juta. Di tahun 2021,
pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali meningkat 0,97% menjadi Rp 51.950.717 juta. Tahun
2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali mengalami peningkatan 10,83% sehingga total
liabilitas menjadi Rp 57.576.398 juta. Di tahun 2023, pertumbuhan liabilitas Perseroan menurun
-2,03% sehingga total liabilitas menjadi Rp 56.409.623 juta. Periode 30 Juni 2024, terrcatat
liabilitas Perseroan sebesar Rp 51.203.888 juta.
Penilaian Arus Kas
Di tahun 2019, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 1.501.315 juta yang
utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan. Pada tahun 2020, Perseroan
memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 141.279 juta yang utamanya berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan. Di tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
operasi sebesar Rp 3.740.044 juta yang utamanya disebabkan oleh pembayaran kepada
pemasok. Pada tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp
2.881.595 juta utamanya untuk pembayaran kepada pemasok. Tahun 2023, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 2.895.234 juta utamanya untuk
pembayaran kepada pemasok. Periode 30 Juni 2024, Perseroan menggunakan kas untuk
aktivitas operasi sebesar Rp 1.908.161 juta utamanya untuk pembayaran kepada pemasok.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-8
Page 35
Selanjutnya tahun 2019, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
5.266.871 juta utamanya untuk penambahan aset takberwujud. Pada tahun 2020, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 5.059.580 juta utamanya untuk
penambahan aset takberwujud. Pada tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
investasi sebesar Rp 3.711.048 juta utamanya untuk penambahan aset takberwujud. Di tahun
2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 1.967.043 juta utamanya
untuk penambahan uang muka investasi. Tahun 2023, Perseroan menggunakan kas untuk
aktivitas investasi sebesar Rp 1.336.045 juta utamanya untuk penambahan aset takberwujud.
Periode 30 Juni 2024, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas investasi sebesar Rp 391.421
juta utamanya dari pengembalian (penambahan) investasi ventura bersama.
Tahun 2019, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 155.057 juta
utamanya berasal dari penerimaan pinjaman jangka pendek. Pada tahun 2020, Perseroan
memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 9.477.948 juta utamanya berasal dari
penerimaan pinjaman jangka pendek. Di tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk
aktivitas pendanaan sebesar Rp 524.062 juta utamanya untuk pembayaran pinjaman jangka
menengah. Tahun 2022, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp
3.527.203 juta utamanya berasal dari penerimaan obligasi pinjaman jangka panjang. Tahun
2023, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 1.806.126 juta utamanya
berasal dari penerimaan pinjaman jangka pendek. Periode 30 Juni 2024, Perseroan memperoleh
kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 5.320.162 juta utamanya berasal dari penerimaan
modal disetor.
Kas Perseroan di tahun 2019 tercatat sebesar Rp 10.346.734 juta yang utamanya berasal dari
kas awal tahun dan kas aktivitas operasi yang positif. Di tahun 2020 kas Perseroan meningkat
44,51% menjadi Rp 14.951.761 juta yang disebabkan oleh perolehan kas dari aktivitas
pendanaan. Tahun 2021 kas Perseroan mengalami penurunan -53,29% menjadi Rp 6.983.870
juta yang utamanya karena kas aktivitas pendanaan yang negatif. Pada tahun 2022 kas
Perseroan kembali menurun -18,82% menjadi Rp 5.669.693 juta yang utamanya karena kas
aktivitas operasi yang negatif. Tahun 2023 kas Perseroan mengalami penurunan -42,98%
menjadi Rp 3.233.071 juta yang utamanya disebabkan oleh arus kas aktivitas operasi negatif.
Periode 30 Juni 2024, tercatat kas Perseroan sebesar Rp 7.040.727 juta.
Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan investasi
disesuaikan dengan pendanaannya.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-9
Page 36
4.1.2. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan disajikan sebagai berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Analisis Rasio
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 Jun 2024 2019-2023
Pertumbuhan Pendapatan n/a -39,23% 7,70% 20,61% 4,89% n/a -1,51%
Rasio Profitabilitas
EBITDA/Sales 11,28% 6,92% 7,57% 9,63% 6,27% 4,07% 8,33%
EBIT/Sales 9,37% 3,81% 5,09% 6,87% 3,90% 2,13% 5,81%
EBT/Sales 10,25% 1,88% 1,10% 0,82% -34,47% 4,12% -4,08%
EAT/Sales 9,63% 1,95% 1,20% 0,06% -34,73% 3,85% -4,38%
ROE 13,64% 1,94% 1,23% 0,07% -81,75% 1,83% -12,97%
ROA 4,22% 0,47% 0,31% 0,02% -11,86% 0,43% -1,37%
Rasio Efektivitas
Perputaran Piutang Usaha 6,10 x 7,60 x 7,86 x 7,59 x 6,81 x 2,48 x 7,19 x
Perputaran Persediaan 3,39 x 1,48 x 1,44 x 1,56 x 1,77 x 0,59 x 1,93 x
Perputaran Aset 0,44 x 0,24 x 0,26 x 0,29 x 0,34 x 0,11 x 0,31 x
Perputaran Utang Usaha 1,82 x 1,02 x 1,23 x 1,47 x 2,16 x 1,09 x 1,54 x
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 1,39 x 1,09 x 1,01 x 1,10 x 0,80 x 1,96 x 1,08 x
Debt to Equity 2,23 x 3,09 x 2,98 x 3,29 x 5,89 x 3,23 x 3,50 x
Debt to Asset 0,69 x 0,76 x 0,75 x 0,77 x 0,85 x 0,76 x 0,76 x
Rasio Profitabilitas
Profitabilitas Perseroan selama tahun 2019 – 2023 cenderung berfluktuasi, yang ditunjukkan
oleh EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales dengan rata-rata masing-masing
9,08%, 5,81%, -4,08% dan -4,38%, artinya Perseroan rata-rata memperoleh laba masing-masing
Rp 0,0908 EBITDA, Rp 0,0581 EBIT, dan memperoleh rugi rata-rata masing-masing Rp 0,0408
EBT, dan Rp 0,0438 EAT atas setiap Rp 1 pendapatan yang berhasil dilakukan. Pada tahun 2023,
EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-masing sebesar 6,08%, 3,90%,
-34,47% dan -34,73%. Pada periode 30 Juni 2024, EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan
EAT/Sales masing-masing sebesar 4,07%, 2,13%, 4,12% dan 3,85%.
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan,
digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi likuiditas perusahaan.
Pada tahun 2019 – 2023, likuiditas perusahaan cenderung fluktuatif dengan Current Ratio tahun
2023 sebesar 0,80x, artinya Perseroan memiliki Rp 0,80 aset lancar yang dapat digunakan untuk
memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya. Periode 30 Juni 2024, tercatat CR Perseroan sebesar
1,96x.
Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya ketika
dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). Semakin
tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan. Semakin tinggi solvabilitas
perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan perusahaan. Solvabilitas Perseroan
tahun 2019 – 2023 cenderung meningkat, dengan Debt to Equity dan Debt to Asset pada tahun
2023 masing-masing adalah 5,89x dan 0,85x. Artinya, perusahaan memiliki utang Rp 5,89 untuk
setiap Rp 1 ekuitas yang dimilikinya serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang
sebesar Rp 0,85. Periode 30 Juni 2024, tercatat DER dan DAR Perseroan sebesar 3,23x dan 0,76x.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-10
Page 37
4.1.3. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah
Transaksi
Analisis dilakukan mencakup analisis dampak Transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan
yang dilakukan berdasarkan informasi Keuangan Proforma Perseroan sebelum dan setelah
Transaksi pada tanggal 30 Juni 2024 dari manajemen Perseroan. Tujuan Informasi Keuangan
Proforma adalah untuk memperlihatkan dampak signifikan Transaksi yang terjadi atas informasi
keuangan historis. Namun, Informasi Keuangan Proforma bukan merupakan petunjuk hasil
usaha atau dampak yang berkaitan atas posisi keuangan sebagai akibat dari transaksi yang telah
terjadi sebelumnya. Informasi keuangan proforma disusun dengan menggunakan asumsi-
asumsi sebagai berikut:
• Laporan posisi keuangan sebelum transaksi diambil dari laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir
Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan ditandatangani oleh Akuntan Publik Eishennoraz.
• Pelaksanaan transaksi telah berlaku efektif pada tanggal 30 Juni 2024.
• Pelaksanaan transaksi telah efektif dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
berlaku.
Informasi keuangan proforma tersebut adalah sebagai berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
Sebelum Setelah
Uraian Transaksi Penyesuaian Transaksi
30 Jun 2024 30 Jun 2024
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 7.040.727 - 7.040.727
Piutang usaha 3.037.582 - 3.037.582
Piutang retensi 1.512.013 - 1.512.013
Tagihan bruto pemberi kerja 1.639.363 - 1.639.363
Persediaan 11.452.295 - 11.452.295
Piutang yang belum ditagih 707.036 - 707.036
Piutang lain-lain - bag. lancar 219.732 - 219.732
Uang muka - bag. lancar 852.472 - 852.472
Jaminan usaha 389.361 - 389.361
Aset keuangan - - -
Pajak dibayar dimuka 1.371.061 - 1.371.061
Biaya dibayar dimuka 919.398 - 919.398
Pekerjaan dalam proses 4.053.199 - 4.053.199
Jumlah Aset Lancar 33.194.239 - 33.194.239
Aset Tidak Lancar
Aset tetap 8.070.027 - 8.070.027
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - -
Uang muka - bag. tidak lancar - - -
Aset real estat 2.103.710 - 2.103.710
Investasi pada entitas asosiasi 1.902.154 - 1.902.154
Investasi pada ventura bersama 10.250.555 - 10.250.555
Properti investasi - neto 1.307.359 - 1.307.359
Aset kerjasama operasi 262.449 - 262.449
Goodwill 4.847 - 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 1.029.066 - 1.029.066
Aset takberwujud 8.083.003 - 8.083.003
Aset pajak tangguhan 29.158 - 29.158
Aset lain-lain 828.098 - 828.098
Jumlah Aset Tidak Lancar 33.870.424 - 33.870.424
JUMLAH ASET 67.064.663 - 67.064.663
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-11
Page 38
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
Sebelum Setelah
Uraian Transaksi Penyesuaian Transaksi
30 Jun 2024 30 Jun 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 443.686 - 443.686
Utang usaha 6.216.099 - 6.216.099
Utang lain-lain 713.691 - 713.691
Utang pajak 367.675 - 367.675
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 991.216 - 991.216
Beban akrual 4.154.632 - 4.154.632
Pendapatan diterima dimuka 249.700 - 249.700
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah 1.545.000 - 1.545.000
Liabilitas sewa 117.312 - 117.312
Pinjaman jangka panjang 238.550 - 238.550
Obligasi 1.164.950 - 1.164.950
Sukuk mudharabah 738.400 - 738.400
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 16.940.911 - 16.940.911
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 248.338 - 248.338
Liabilitas pajak tangguhan 83.583 - 83.583
Uang muka dari pelanggan jangka panjang 142.647 - 142.647
Uang muka proyek jangka panjang 1.147.789 - 1.147.789
Utang lain-lain 204.234 - 204.234
Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
pendek:
Pinjaman jangka menengah 222.500 - 222.500
Liabilitas sewa 21.285 - 21.285
Pinjaman jangka panjang 22.782.959 - 22.782.959
Utang ventura bersama 92.942 - 92.942
Obligasi 7.457.287 - 7.457.287
Sukuk mudharabah 1.859.415 - 1.859.415
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 34.262.977 - 34.262.977
JUMLAH LIABILITAS 51.203.888 - 51.203.888
Ekuitas
Modal saham 3.987.306 - 3.987.306
Modal saham diperoleh kembali (110) - (110)
Tambahan modal disetor 9.508.828 - 9.508.828
Perubahan ekuitas entitas anak 1.117.690 - 1.117.690
Saldo (defisit) laba (2.462.302) - (2.462.302)
Kepentingan non pengendali 3.709.363 - 3.709.363
Jumlah Ekuitas 15.860.775 - 15.860.775
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 67.064.663 - 67.064.663
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 195,94% 195,94%
Debt to Equity Ratio 322,83% 322,83%
Debt to Asset Ratio 76,35% 76,35%
Sumber: Manajemen Perseroan
Berikut adalah analisis singkat atas informasi posisi keuangan proforma Perseroan per 30 Juni
2024 atas transaksi:
• Proforma aset lancar tidak mengalami perubahan.
• Proforma aset tidak lancar tidak mengalami perubahan.
• Secara keseluruhan proforma aset Perseroan setelah dilakukannya Rencana Transaksi
tidak mengalami perubahan.
• Proforma liabilitas jangka pendek tidak mengalami perubahan.
• Proforma liabilitas jangka panjang tidak mengalami perubahan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-12
Page 39
• Secara keseluruhan proforma liabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
• Proforma ekuitas tidak mengalami perubahan.
• Proforma Current Ratio tidak mengalami perubahan.
• Proforma Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio tidak mengalami perubahan.
Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
likuiditas dan solvabilitas tidak mengalami perubahan.
4.1.4. Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Manajemen
Kami telah menerima proyeksi keuangan tanpa dan dengan transaksi dari manajemen. Proyeksi
keuangan tersebut telah Kami sesuaikan. Berdasarkan penilaian Kami, proyeksi keuangan
tersebut yang telah disesuaikan telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. Proyeksi keuangan yang digunakan
adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
a. Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa Transaksi
Proyeksi keuangan WIKA dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Jangka Waktu Proyeksi
Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat
5 (lima) tahun ke depan. Dalam perhitungan, periode proyeksi WIKA dilakukan sampai WIKA
menghasilkan laba yang stabil, sehingga proyeksi dilakukan hingga tahun 2034. Proyeksi
keuangan disajikan mulai dari 1 Juli 2024 – 31 Desember 2034.
Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Juli 2024 – 31 Desember 2034.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Pendapatan periode 1 Juli 2024 – 31 Desember 2024 merupakan proporsi dari
pendapatan periode 1 Januari 2024 – 30 Juni 2024, tahun 2025 diasumsikan pendapatan
meningkat 4,5% dari tahun sebelumnya dan selanjutnya diasumsikan pendapatan
meningkat 3,00% setiap tahun.
▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan 87,00% dari pendapatan setiap tahun.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan 4,00% dari pendapatan setiap tahun.
▪ Beban penjualan diasumsikan 0,05% dari pendapatan setiap tahun.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar, disajikan pada lampiran 1.
▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan 8,25% dari pendapatan setiap tahun.
▪ Beban lain-lain diasumsikan 6,25% dari pendapatan setiap tahun.
▪ Perhitungan beban keuangan disajikan lampiran 2.
▪ Beban pajak penghasilan final diasumsikan 2,25% dari pendapatan setiap tahun.
▪ Bagian rugi entitas asosiasi diasumsikan 0,40% dari investasi pada entitas asosiasi setiap
tahun.
▪ Bagian laba entitas ventura bersama diasumsikan 3,00% dari investasi pada ventura
bersama setiap tahun.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-13
Page 40
− Piutang usaha tahun 2024 diasumsikan 50 hari dari pendapatan, tahun 2025
diasumsikan 40 hari dari pendapatan dan selanjutnya diasumsikan 30 hari dari
pendapatan setiap tahun.
− Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Tagihan bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Persediaan tahun 2024 diasumsikan 200 hari dari beban pokok pendapatan, tahun
2025 diasumsikan 150 hari dari beban pokok pendapatan dan selanjutnya
diasumsikan 100 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun.
− Piutang yang belum ditagih diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Piutang lain-lain - bag. lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Uang muka - bag. lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Jaminan usaha diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Aset keuangan diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Pekerjaan dalam proses diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
▪ Aset tidak lancar
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan. Perhitungan aset
tetap disajikan pada lampiran 1.
− Piutang usaha - bag. tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Piutang lain-lain - bag. tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni
2024.
− Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni
2024.
− Uang muka - bag. tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Aset real estat diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Investasi pada entitas asosiasi diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Investasi pada ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Properti investasi – neto diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Aset kerjasama operasi diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Goodwill diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Investasi jangka panjang lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Perhitungan pinjaman jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
− Utang usaha tahun 2024 diasumsikan 300 hari dari beban pokok pendapatan dan
selanjutnya diasumsikan 250 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Kewajiban bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-14
Page 41
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Uang muka dari pelanggan jangka pendek diasumsikan tetap, sama dengan per 30
Juni 2024.
− Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Perhitungan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
2.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Liabilitas imbalan paska kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Uang muka dari pelanggan jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 30
Juni 2024.
− Uang muka proyek jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni
2024.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Perhitungan bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka pendek pinjaman jangka
menengah, liabilitas sewa dan pinjaman jangka panjang disajikan pada lampiran 2.
− Utang ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Perhitungan obligasi disajikan pada lampiran 2.
− Perhitungan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran 2.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Modal saham diperoleh kembali diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Perubahan ekuitas entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (defisit) laba periode sebelumnya.
− Surat berharga perpetual diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-15
Page 42
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian Jan-Jun Jul-Des
2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2024 2024
PENDAPATAN BERSIH 7.534.601 7.534.601 15.747.316 16.219.736 16.706.328 17.207.518 17.723.743 18.255.456 18.803.119 19.367.213 19.948.229 20.546.676
BEBAN POKOK PENDAPATAN (6.762.549) (6.555.103) (13.700.165) (14.111.170) (14.534.505) (14.970.541) (15.419.657) (15.882.246) (16.358.714) (16.849.475) (17.354.959) (17.875.608)
LABA KOTOR 772.052 979.498 2.047.151 2.108.566 2.171.823 2.236.977 2.304.087 2.373.209 2.444.406 2.517.738 2.593.270 2.671.068
Beban usaha
Umum dan administrasi (460.279) (301.384) (629.893) (648.789) (668.253) (688.301) (708.950) (730.218) (752.125) (774.689) (797.929) (821.867)
Penjualan (5.303) (3.767) (7.874) (8.110) (8.353) (8.604) (8.862) (9.128) (9.402) (9.684) (9.974) (10.273)
EBITDA 306.470 674.347 1.409.385 1.451.666 1.495.216 1.540.073 1.586.275 1.633.863 1.682.879 1.733.366 1.785.367 1.838.928
Depresiasi (145.780) (331.690) (601.687) (634.056) (683.448) (732.840) (499.985) (455.176) (455.176) (455.176) (431.125) (249.978)
EBIT 160.690 342.657 807.698 817.610 811.768 807.232 1.086.290 1.178.687 1.227.703 1.278.190 1.354.241 1.588.950
Pendapatan lain-lain 4.381.544 621.605 1.299.154 1.338.128 1.378.272 1.419.620 1.462.209 1.506.075 1.551.257 1.597.795 1.645.729 1.695.101
Beban lain-lain (1.148.086) (470.913) (984.207) (1.013.733) (1.044.145) (1.075.470) (1.107.734) (1.140.966) (1.175.195) (1.210.451) (1.246.764) (1.284.167)
Beban keuangan (1.857.604) (1.114.320) (2.024.969) (1.760.307) (1.585.673) (1.340.341) (1.027.433) (899.478) (888.478) (877.478) (866.478) (780.642)
Beban pajak penghasilan final (119.968) (169.529) (354.315) (364.944) (375.892) (387.169) (398.784) (410.748) (423.070) (435.762) (448.835) (462.300)
Bagian rugi entitas asosiasi (33.970) (7.989) (8.388) (8.808) (9.248) (9.711) (10.196) (10.196) (10.196) (10.196) (10.196) (10.196)
Bagian laba entitas ventura bersama (1.071.821) 322.892 339.037 355.989 373.788 392.478 412.102 432.707 454.342 477.059 500.912 525.958
EBT 310.785 (475.596) (925.990) (636.065) (451.130) (193.360) 416.453 656.081 736.363 819.157 928.609 1.272.703
PAJAK (20.357) - - - - - - - - (60.492) (204.294) (279.995)
LABA BERSIH (EAT) 290.427 (475.596) (925.990) (636.065) (451.130) (193.360) 416.453 656.081 736.363 758.665 724.315 992.708
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2025-2034
EBITDA/Sales 8,95% 4,07% 8,95% 8,95% 8,95% 8,95% 8,95% 8,95% 8,95% 8,95% 8,95% 8,95% 8,95%
EBIT/Sales 6,00% 2,13% 4,55% 5,13% 5,04% 4,86% 4,69% 6,13% 6,46% 6,53% 6,60% 6,79% 7,73%
EBT/Sales 1,13% 4,12% -6,31% -5,88% -3,92% -2,70% -1,12% 2,35% 3,59% 3,92% 4,23% 4,66% 6,19%
EAT/Sales 0,86% 3,85% -6,31% -5,88% -3,92% -2,70% -1,12% 2,35% 3,59% 3,92% 3,92% 3,63% 4,83%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-16
Page 43
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Jun 2024 Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 7.040.727 13.629.287 9.769.870 9.280.827 5.957.069 2.291.903 737.868 786.731 885.926 975.888 182.329 232.978
Piutang usaha 3.037.582 2.064.274 1.725.733 1.333.129 1.373.123 1.414.317 1.456.746 1.500.448 1.545.462 1.591.826 1.639.580 1.688.768
Piutang retensi 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013
Tagihan bruto pemberi kerja 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363
Persediaan 11.452.295 7.297.344 5.630.205 3.866.074 3.982.056 4.101.518 4.224.563 4.351.300 4.481.839 4.616.295 4.754.783 4.897.427
Piutang yang belum ditagih 707.036 707.036 707.036 707.036 707.036 707.036 707.036 707.036 707.036 707.036 707.036 707.036
Piutang lain-lain - bag. lancar 219.732 219.732 219.732 219.732 219.732 219.732 219.732 219.732 219.732 219.732 219.732 219.732
Uang muka - bag. lancar 852.472 852.472 852.472 852.472 852.472 852.472 852.472 852.472 852.472 852.472 852.472 852.472
Jaminan usaha 389.361 389.361 389.361 389.361 389.361 389.361 389.361 389.361 389.361 389.361 389.361 389.361
Aset keuangan - - - - - - - - - - -
Pajak dibayar dimuka 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061
Biaya dibayar dimuka 919.398 919.398 919.398 919.398 919.398 919.398 919.398 919.398 919.398 919.398 919.398 919.398
Pekerjaan dalam proses 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199
Jumlah Aset Lancar 33.194.239 34.654.540 28.789.443 26.143.665 22.975.884 19.471.372 18.082.812 18.302.115 18.576.863 18.847.643 18.240.328 18.482.808
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Nilai perolehan 12.854.959 12.978.440 13.225.401 13.472.362 13.719.323 13.966.284 14.213.245 14.460.206 14.707.167 14.954.128 15.201.089 15.448.050
Akumulasi penyusutan 4.784.933 5.116.623 5.718.309 6.352.365 7.035.814 7.768.654 8.268.639 8.723.815 9.178.991 9.634.167 10.065.292 10.315.270
Nilai buku 8.070.027 7.861.817 7.507.092 7.119.997 6.683.509 6.197.630 5.944.606 5.736.391 5.528.176 5.319.961 5.135.797 5.132.780
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - - - - - - - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - - - - - - - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - - - - - - - - -
Uang muka - bag. tidak lancar - - - - - - - - - - - -
Aset real estat 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710
Investasi pada entitas asosiasi 1.902.154 1.997.262 2.097.125 2.201.981 2.312.080 2.427.684 2.549.068 2.549.068 2.549.068 2.549.068 2.549.068 2.549.068
Investasi pada ventura bersama 10.250.555 10.763.082 11.301.237 11.866.298 12.459.613 13.082.594 13.736.724 14.423.560 15.144.738 15.901.975 16.697.073 17.531.927
Properti investasi - neto 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359
Aset kerjasama operasi 262.449 262.449 262.449 262.449 262.449 262.449 262.449 262.449 262.449 262.449 262.449 262.449
Goodwill 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066
Aset takberwujud 8.083.003 8.083.003 8.083.003 8.083.003 8.083.003 8.083.003 8.083.003 8.083.003 8.083.003 8.083.003 8.083.003 8.083.003
Aset pajak tangguhan 29.158 29.158 29.158 29.158 29.158 29.158 29.158 29.158 29.158 29.158 29.158 29.158
Aset lain-lain 828.098 828.098 828.098 828.098 828.098 828.098 828.098 828.098 828.098 828.098 828.098 828.098
Jumlah Aset Tidak Lancar 33.870.424 34.269.850 34.553.142 34.835.965 35.102.892 35.355.597 35.878.087 36.356.708 36.869.671 37.418.693 38.029.628 38.861.465
JUMLAH ASET 67.064.663 68.924.391 63.342.585 60.979.630 58.078.776 54.826.969 53.960.899 54.658.823 55.446.534 56.266.336 56.269.956 57.344.273
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 443.686 - - - - - - - - - - -
Utang usaha 6.216.099 10.946.015 9.383.675 9.665.185 9.955.141 10.253.795 10.561.409 10.878.251 11.204.599 11.540.736 11.886.959 12.243.567
Utang lain-lain 713.691 713.691 713.691 713.691 713.691 713.691 713.691 713.691 713.691 713.691 713.691 713.691
Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - - - - - - - -
Utang pajak 367.675 367.675 367.675 367.675 367.675 367.675 367.675 367.675 367.675 367.675 367.675 367.675
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 991.216 991.216 991.216 991.216 991.216 991.216 991.216 991.216 991.216 991.216 991.216 991.216
Beban akrual 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632
Pendapatan diterima dimuka 249.700 249.700 249.700 249.700 249.700 249.700 249.700 249.700 249.700 249.700 249.700 249.700
Bagian jangka pendek dari: - - - - - -
Pinjaman jangka menengah 1.545.000 353.500 353.500 353.500 353.500 - - - - - - -
Liabilitas sewa 117.312 117.312 117.312 117.312 117.312 117.312 - - - - - -
Pinjaman jangka panjang 238.550 275.000 275.000 275.000 275.000 275.000 275.000 275.000 275.000 1.066.917 275.000 275.000
Obligasi 1.164.950 1.783.750 942.500 1.746.130 2.241.500 875.000 - - - - - -
Sukuk mudharabah 738.400 681.225 437.400 365.050 487.100 301.540 - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 16.940.911 20.633.716 17.986.300 18.999.091 19.906.466 18.299.560 17.313.322 17.630.164 17.956.512 19.084.567 18.638.872 18.995.481
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 248.338 248.338 248.338 248.338 248.338 248.338 248.338 248.338 248.338 248.338 248.338 248.338
Liabilitas pajak tangguhan 83.583 83.583 83.583 83.583 83.583 83.583 83.583 83.583 83.583 83.583 83.583 83.583
Uang muka dari pelanggan jangka panjang 142.647 142.647 142.647 142.647 142.647 142.647 142.647 142.647 142.647 142.647 142.647 142.647
Uang muka proyek jangka panjang 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789
Utang lain-lain 204.234 204.234 204.234 204.234 204.234 204.234 204.234 204.234 204.234 204.234 204.234 204.234
Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
pendek:
Pinjaman jangka menengah 222.500 1.060.500 707.000 353.500 - - - - - - - -
Liabilitas sewa 21.285 21.285 21.285 21.285 21.285 21.285 - - - - - -
Pinjaman jangka panjang 22.782.959 22.507.959 22.232.959 21.957.959 21.682.959 21.407.959 21.132.959 20.857.959 20.582.959 19.516.041 19.241.041 18.966.041
Utang ventura bersama 92.942 92.942 92.942 92.942 92.942 92.942 92.942 92.942 92.942 92.942 92.942 92.942
Obligasi 7.457.287 5.805.130 4.862.630 3.116.500 875.000 - - - - - - -
Sukuk mudharabah 1.859.415 1.591.090 1.153.690 788.640 301.540 - - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 34.262.977 32.905.496 30.897.096 28.157.416 24.800.316 23.348.776 23.052.491 22.777.491 22.502.491 21.435.574 21.160.574 20.885.574
JUMLAH LIABILITAS 51.203.888 53.539.212 48.883.396 47.156.506 44.706.782 41.648.336 40.365.813 40.407.655 40.459.003 40.520.141 39.799.446 39.881.054
Ekuitas
Modal saham 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306
Modal saham diperoleh kembali (110) (110) (110) (110) (110) (110) (110) (110) (110) (110) (110) (110)
Tambahan modal disetor 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828
Perubahan ekuitas entitas anak 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690
Saldo (defisit) laba (2.462.302) (2.937.898) (3.863.888) (4.499.953) (4.951.084) (5.144.444) (4.727.991) (4.071.910) (3.335.547) (2.576.882) (1.852.567) (859.859)
Surat berharga perpetual - - - - - - - - - - - -
Kepentingan non pengendali 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363
Jumlah Ekuitas 15.860.775 15.385.179 14.459.189 13.823.124 13.371.994 13.178.633 13.595.086 14.251.167 14.987.531 15.746.195 16.470.510 17.463.219
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 67.064.663 68.924.391 63.342.585 60.979.630 58.078.776 54.826.969 53.960.899 54.658.823 55.446.534 56.266.336 56.269.956 57.344.273
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2025-2034
Current Ratio 112,51% 195,94% 167,95% 160,06% 137,60% 115,42% 106,40% 104,44% 103,81% 103,45% 98,76% 97,86% 97,30%
Debt to Equity Ratio 290,73% 322,83% 347,99% 338,08% 341,14% 334,33% 316,03% 296,91% 283,54% 269,95% 257,33% 241,64% 228,37%
Debt to Asset Ratio 74,14% 76,35% 77,68% 77,17% 77,33% 76,98% 75,96% 74,81% 73,93% 72,97% 72,01% 70,73% 69,55%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-17
Page 44
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih (475.596) (925.990) (636.065) (451.130) (193.360) 416.453 656.081 736.363 758.665 724.315 992.708
Depresiasi 331.690 601.687 634.056 683.448 732.840 499.985 455.176 455.176 455.176 431.125 249.978
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha 973.308 338.541 392.604 (39.994) (41.194) (42.429) (43.702) (45.013) (46.364) (47.755) (49.187)
(Kenaikan) Penurunan Piutang retensi - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto pemberi kerja - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan 4.154.951 1.667.139 1.764.131 (115.982) (119.462) (123.046) (126.737) (130.539) (134.455) (138.489) (142.644)
(Kenaikan) Penurunan Piutang yang belum ditagih - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. lancar - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. lancar - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Jaminan usaha - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. tidak lancar - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lain-lain - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 4.729.916 (1.562.341) 281.510 289.956 298.654 307.614 316.842 326.348 336.138 346.222 356.609
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka pendek - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka panjang - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka proyek jangka panjang - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - - - - - - - -
Perubahan Modal Kerja 9.858.175 443.339 2.438.245 133.979 137.999 142.139 146.403 150.795 155.319 159.978 164.778
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 9.714.269 119.036 2.436.236 366.298 677.479 1.058.577 1.257.660 1.342.334 1.369.159 1.315.419 1.407.464
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam proses - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (123.481) (246.961) (246.961) (246.961) (246.961) (246.961) (246.961) (246.961) (246.961) (246.961) (246.961)
(Kenaikan) Penurunan Aset real estat - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi (95.108) (99.863) (104.856) (110.099) (115.604) (121.384) - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama (512.528) (538.154) (565.062) (593.315) (622.981) (654.130) (686.836) (721.178) (757.237) (795.099) (834.854)
(Kenaikan) Penurunan Properti investasi - neto - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset kerjasama operasi - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Goodwill - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang lainnya - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud - - - - - - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (731.116) (884.978) (916.879) (950.375) (985.546) (1.022.475) (933.797) (968.139) (1.004.198) (1.042.060) (1.081.815)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek (443.686) - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah (1.191.500) - - - (353.500) - - - - - -
Liabilitas sewa - - - - - (117.312) - - - - -
Pinjaman jangka panjang 36.450 - - - - - - - 791.917 (791.917) -
Obligasi 618.800 (841.250) 803.630 495.370 (1.366.500) (875.000) - - - - -
Sukuk mudharabah (57.175) (243.825) (72.350) 122.050 (185.560) (301.540) - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka panjang dikurangi bagian
jangka pendek:
Pinjaman jangka menengah 838.000 (353.500) (353.500) (353.500) - - - - - - -
Liabilitas sewa - - - - - (21.285) - - - - -
Pinjaman jangka panjang (275.000) (275.000) (275.000) (275.000) (275.000) (275.000) (275.000) (275.000) (1.066.917) (275.000) (275.000)
Kenaikan (Penurunan) Utang ventura bersama - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Obligasi (1.652.157) (942.500) (1.746.130) (2.241.500) (875.000) - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Sukuk mudharabah (268.325) (437.400) (365.050) (487.100) (301.540) - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham diperoleh kembali - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Perubahan ekuitas entitas anak - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Surat berharga perpetual - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali - - - - - - - - - - -
Penyesuaian - - - - - - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan (2.394.593) (3.093.475) (2.008.400) (2.739.680) (3.357.100) (1.590.137) (275.000) (275.000) (275.000) (1.066.917) (275.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK 6.588.560 (3.859.418) (489.043) (3.323.757) (3.665.167) (1.554.035) 48.863 99.195 89.961 (793.558) 50.649
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 7.040.727 13.629.287 9.769.870 9.280.827 5.957.069 2.291.903 737.868 786.731 885.926 975.888 182.329
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 13.629.287 9.769.870 9.280.827 5.957.069 2.291.903 737.868 786.731 885.926 975.888 182.329 232.978
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-18
Page 45
b. Proyeksi Keuangan Perseroan Dengan Transaksi
Proyeksi keuangan WIKA dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Jangka Waktu Proyeksi
Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat
5 (lima) tahun ke depan. Dalam perhitungan, periode proyeksi WIKA dilakukan sampai WIKA
menghasilkan laba yang stabil, sehingga proyeksi dilakukan hingga tahun 2034. Proyeksi
keuangan disajikan mulai dari 1 Juli 2024 – 31 Desember 2034.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Pendapatan periode 1 Juli 2024 – 31 Desember 2024 merupakan proporsi dari
pendapatan periode 1 Januari 2024 – 30 Juni 2024, tahun 2025 diasumsikan pendapatan
meningkat 4,5% dari tahun sebelumnya dan selanjutnya diasumsikan pendapatan
meningkat 3,00% setiap tahun ditambah pendapatan WTJJ.
▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan 87,00% dari pendapatan setiap tahun ditambah
beban pokok pendapatan WTJJ.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan 4,00% dari pendapatan setiap tahun
ditambah beban umum dan administrasi WTJJ.
▪ Beban penjualan diasumsikan 0,05% dari pendapatan setiap tahun.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar, disajikan pada lampiran 1 ditambah perhitungan penyusutan dan
amortisasi WTJJ.
▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan 8,25% dari pendapatan setiap tahun.
▪ Beban lain-lain diasumsikan 6,25% dari pendapatan setiap tahun.
▪ Perhitungan beban keuangan disajikan lampiran 2 ditambah beban keuangan WTJJ.
▪ Beban pajak penghasilan final diasumsikan 2,25% dari pendapatan setiap tahun.
▪ Bagian rugi entitas asosiasi diasumsikan 0,40% dari investasi pada entitas asosiasi setiap
tahun.
▪ Bagian laba entitas ventura bersama diasumsikan 3,00% dari investasi pada ventura
bersama setiap tahun.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward ditambah tarif pajak WTJJ.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha tahun 2024 diasumsikan 50 hari dari pendapatan, tahun 2025
diasumsikan 40 hari dari pendapatan dan selanjutnya diasumsikan 30 hari dari
pendapatan setiap tahun ditambah piutang usaha WTJJ.
− Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Tagihan bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Persediaan tahun 2024 diasumsikan 200 hari dari beban pokok pendapatan, tahun
2025 diasumsikan 150 hari dari beban pokok pendapatan dan selanjutnya
diasumsikan 100 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun ditambah
persediaan WTJJ.
− Piutang yang belum ditagih diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Piutang lain-lain - bag. lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Uang muka - bag. lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Jaminan usaha diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-19
Page 46
− Aset keuangan diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Pekerjaan dalam proses diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
▪ Aset tidak lancar
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan. Perhitungan aset
tetap disajikan pada lampiran 1.
− Piutang usaha - bag. tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Piutang lain-lain - bag. tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni
2024.
− Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni
2024.
− Uang muka - bag. tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Aset real estat diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Investasi pada entitas asosiasi diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Investasi pada ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Properti investasi – neto diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Aset kerjasama operasi diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Goodwill diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Investasi jangka panjang lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Perhitungan aset takberwujud dengan dilakukannya transaksi disajikan pada
lampiran 1.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Perhitungan pinjaman jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
− Utang usaha tahun 2024 diasumsikan 300 hari dari beban pokok pendapatan dan
selanjutnya diasumsikan 250 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun
ditambah utang usaha WTJJ.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Kewajiban bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Uang muka dari pelanggan jangka pendek diasumsikan tetap, sama dengan per 30
Juni 2024.
− Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Perhitungan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka menengah, liabilitas sewa,
pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran
2.
− Perhitungan utang bank – WTJJ disajikan pada lampiran 2.
▪ Liabilitas jangka panjang
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-20
Page 47
− Liabilitas imbalan paska kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Uang muka dari pelanggan jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 30
Juni 2024.
− Uang muka proyek jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni
2024.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Perhitungan bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka pendek pinjaman jangka
menengah, liabilitas sewa dan pinjaman jangka panjang disajikan pada lampiran 2.
− Utang ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Perhitungan obligasi disajikan pada lampiran 2.
− Perhitungan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran 2.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Modal saham diperoleh kembali diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Perubahan ekuitas entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (defisit) laba periode sebelumnya.
− Surat berharga perpetual diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian Jan-Jun Jul-Des
2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2024 2024
PENDAPATAN BERSIH 7.534.601 7.539.124 15.802.863 16.371.703 16.960.193 17.591.927 18.118.603 18.662.161 19.222.026 19.799.869 20.392.647 21.004.427
BEBAN POKOK PENDAPATAN (6.762.549) (6.556.234) (13.714.052) (14.149.162) (14.597.972) (15.066.643) (15.518.372) (15.983.923) (16.463.440) (16.957.639) (17.466.064) (17.990.046)
LABA KOTOR 772.052 982.890 2.088.811 2.222.541 2.362.221 2.525.284 2.600.231 2.678.238 2.758.585 2.842.229 2.926.583 3.014.381
Beban usaha
Umum dan administrasi (460.279) (304.098) (663.220) (683.317) (704.024) (725.359) (747.342) (769.993) (793.331) (817.378) (842.156) (867.686)
Penjualan (5.303) (3.767) (7.874) (8.110) (8.353) (8.604) (8.862) (9.128) (9.402) (9.684) (9.974) (10.273)
EBITDA 306.470 675.025 1.417.717 1.531.114 1.649.845 1.791.321 1.844.027 1.899.118 1.955.853 2.015.168 2.074.453 2.136.422
Depresiasi (145.780) (331.690) (656.507) (688.877) (738.269) (787.661) (554.806) (509.997) (509.997) (509.997) (485.946) (304.798)
EBIT 160.690 343.335 761.209 842.237 911.576 1.003.660 1.289.221 1.389.121 1.445.856 1.505.171 1.588.507 1.831.623
Pendapatan lain-lain 4.381.544 621.605 1.299.154 1.338.128 1.378.272 1.419.620 1.462.209 1.506.075 1.551.257 1.597.795 1.645.729 1.695.101
Beban lain-lain (1.148.086) (470.913) (984.207) (1.013.733) (1.044.145) (1.075.470) (1.107.734) (1.140.966) (1.175.195) (1.210.451) (1.246.764) (1.284.167)
Beban keuangan (1.857.604) (1.143.892) (2.149.487) (1.891.501) (1.716.866) (1.471.534) (1.149.649) (1.009.409) (984.234) (959.059) (932.466) (829.147)
Beban pajak penghasilan final (119.968) (169.529) (354.315) (364.944) (375.892) (387.169) (398.784) (410.748) (423.070) (435.762) (448.835) (462.300)
Bagian rugi entitas asosiasi (33.970) (7.989) (8.388) (8.808) (9.248) (9.711) (10.196) (10.196) (10.196) (10.196) (10.196) (10.196)
Bagian laba entitas ventura bersama (1.071.821) 322.892 339.037 355.989 373.788 392.478 412.102 432.707 454.342 477.059 500.912 525.958
EBT 310.785 (504.490) (1.096.997) (742.632) (482.516) (128.126) 497.168 756.584 858.760 964.557 1.096.886 1.466.871
PAJAK (20.357) - - - - - - - (6.819) (92.480) (241.315) (322.712)
LABA BERSIH (EAT) 290.427 (504.490) (1.096.997) (742.632) (482.516) (128.126) 497.168 756.584 851.941 872.077 855.571 1.144.159
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2025-2034
EBITDA/Sales 9,93% 4,07% 8,95% 8,97% 9,35% 9,73% 10,18% 10,18% 10,18% 10,18% 10,18% 10,17% 10,17%
EBIT/Sales 6,72% 2,13% 4,55% 4,82% 5,14% 5,37% 5,71% 7,12% 7,44% 7,52% 7,60% 7,79% 8,72%
EBT/Sales 1,34% 4,12% -6,69% -6,94% -4,54% -2,84% -0,73% 2,74% 4,05% 4,47% 4,87% 5,38% 6,98%
EAT/Sales 1,02% 3,85% -6,69% -6,94% -4,54% -2,84% -0,73% 2,74% 4,05% 4,43% 4,40% 4,20% 5,45%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-21
Page 48
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Jun 2024 Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 7.040.727 13.712.000 9.795.787 9.309.922 5.988.382 2.321.089 770.414 694.681 677.909 627.723 477.167 371.391
Piutang usaha 3.037.582 2.065.389 1.739.430 1.370.600 1.435.720 1.509.102 1.554.109 1.600.732 1.648.754 1.698.508 1.749.163 1.801.638
Piutang retensi 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013 1.512.013
Tagihan bruto pemberi kerja 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363 1.639.363
Persediaan 11.452.295 7.297.356 5.630.357 3.866.490 3.982.752 4.102.571 4.225.645 4.352.415 4.482.987 4.617.480 4.756.001 4.898.681
Piutang yang belum ditagih 707.036 707.036 707.036 707.036 707.036 707.036 707.036 707.036 707.036 707.036 707.036 707.036
Piutang lain-lain - bag. lancar 219.732 219.732 219.732 219.732 219.732 219.732 219.732 219.732 219.732 219.732 219.732 219.732
Uang muka - bag. lancar 852.472 852.472 852.472 852.472 852.472 852.472 852.472 852.472 852.472 852.472 852.472 852.472
Jaminan usaha 389.361 389.361 389.361 389.361 389.361 389.361 389.361 389.361 389.361 389.361 389.361 389.361
Aset keuangan - - - - - - - - - - - -
Pajak dibayar dimuka 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061 1.371.061
Biaya dibayar dimuka 919.398 919.398 919.398 919.398 919.398 919.398 919.398 919.398 919.398 919.398 919.398 919.398
Pekerjaan dalam proses 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199 4.053.199
Jumlah Aset Lancar 33.194.239 34.738.380 28.829.209 26.210.648 23.070.489 19.596.397 18.213.803 18.311.463 18.473.285 18.607.346 18.645.966 18.735.345
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Nilai perolehan 12.854.959 12.978.440 13.225.401 13.472.362 13.719.323 13.966.284 14.213.245 14.460.206 14.707.167 14.954.128 15.201.089 15.448.050
Akumulasi penyusutan 4.784.933 5.116.623 5.718.309 6.352.365 7.035.814 7.768.654 8.268.639 8.723.815 9.178.991 9.634.167 10.065.292 10.315.270
Nilai buku 8.070.027 7.861.817 7.507.092 7.119.997 6.683.509 6.197.630 5.944.606 5.736.391 5.528.176 5.319.961 5.135.797 5.132.780
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - - - - - - - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - - - - - - - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - - - - - - - - -
Uang muka - bag. tidak lancar - - - - - - - - - - - -
Aset real estat 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710 2.103.710
Investasi pada entitas asosiasi 1.902.154 1.997.262 2.097.125 2.201.981 2.312.080 2.427.684 2.549.068 2.676.522 2.810.348 2.950.865 3.098.409 3.253.329
Investasi pada ventura bersama 10.250.555 10.763.082 11.301.237 11.866.298 12.459.613 13.082.594 13.736.724 14.423.560 15.144.738 15.901.975 16.697.073 17.531.927
Properti investasi - neto 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359 1.307.359
Aset kerjasama operasi 262.449 262.449 262.449 262.449 262.449 262.449 262.449 262.449 262.449 262.449 262.449 262.449
Goodwill 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066 1.029.066
Aset takberwujud
Nilai perolehan 8.083.003 8.430.251 8.430.251 8.430.251 8.430.251 8.430.251 8.430.251 8.430.251 8.430.251 8.430.251 8.430.251 8.430.251
Akumulasi penyusutan - - 54.821 109.642 164.462 219.283 274.104 328.925 383.746 438.567 493.387 548.208
Nilai buku 8.083.003 8.430.251 8.375.430 8.320.609 8.265.789 8.210.968 8.156.147 8.101.326 8.046.505 7.991.684 7.936.864 7.882.043
Aset pajak tangguhan 29.158 29.158 29.158 29.158 29.158 29.158 29.158 29.158 29.158 29.158 29.158 29.158
Aset lain-lain 828.098 828.098 828.098 828.098 828.098 828.098 828.098 828.098 828.098 828.098 828.098 828.098
Jumlah Aset Tidak Lancar 33.870.424 34.617.098 34.845.569 35.073.571 35.285.677 35.483.562 35.951.230 36.502.484 37.094.453 37.729.171 38.432.828 39.364.765
JUMLAH ASET 67.064.663 69.355.478 63.674.778 61.284.219 58.356.166 55.079.959 54.165.034 54.813.947 55.567.737 56.336.517 57.078.794 58.100.110
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 443.686 - - - - - - - - - - -
Utang usaha 6.216.099 10.946.186 9.385.958 9.671.430 9.965.573 10.269.592 10.577.636 10.894.965 11.221.814 11.558.517 11.905.222 12.262.379
Utang lain-lain 713.691 713.691 713.691 713.691 713.691 713.691 713.691 713.691 713.691 713.691 713.691 713.691
Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - - - - - - - - -
Utang pajak 367.675 367.675 367.675 367.675 367.675 367.675 367.675 367.675 367.675 367.675 367.675 367.675
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 991.216 991.216 991.216 991.216 991.216 991.216 991.216 991.216 991.216 991.216 991.216 991.216
Beban akrual 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632 4.154.632
Pendapatan diterima dimuka 249.700 249.700 249.700 249.700 249.700 249.700 249.700 249.700 249.700 249.700 249.700 249.700
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah 1.545.000 353.500 353.500 353.500 353.500 - - - - - - -
Liabilitas sewa 117.312 117.312 117.312 117.312 117.312 117.312 - - - - - -
Pinjaman jangka panjang 238.550 275.000 275.000 275.000 370.000 405.000 425.000 425.000 440.000 460.000 480.000 446.728
Obligasi 1.164.950 1.783.750 942.500 1.746.130 2.241.500 875.000 - - - - - -
Sukuk mudharabah 738.400 681.225 437.400 365.050 487.100 301.540 - - - - - -
Utang bank - WTJJ - 70.000 145.000 145.000 145.000 145.000 145.000 145.000 145.000 145.000 145.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 16.940.911 20.633.886 18.058.583 19.150.336 20.156.899 18.590.358 17.624.549 17.941.878 18.283.727 18.640.430 19.007.136 19.331.020
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 248.338 248.338 248.338 248.338 248.338 248.338 248.338 248.338 248.338 248.338 248.338 248.338
Liabilitas pajak tangguhan 83.583 83.583 83.583 83.583 83.583 83.583 83.583 83.583 83.583 83.583 83.583 83.583
Uang muka dari pelanggan jangka panjang 142.647 142.647 142.647 142.647 142.647 142.647 142.647 142.647 142.647 142.647 142.647 142.647
Uang muka proyek jangka panjang 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789 1.147.789
Utang pihak berelasi
Utang lain-lain 204.234 204.234 204.234 204.234 204.234 204.234 204.234 204.234 204.234 204.234 204.234 204.234
Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
pendek:
Pinjaman jangka menengah 222.500 1.060.500 707.000 353.500 - - - - - - - -
Liabilitas sewa 21.285 21.285 21.285 21.285 21.285 21.285 - - - - - -
Pinjaman jangka panjang 22.782.959 22.967.769 22.692.769 22.417.769 22.047.769 21.642.769 21.217.769 20.792.769 20.352.769 19.892.769 19.412.769 18.966.041
Utang ventura bersama 92.942 92.942 92.942 92.942 92.942 92.942 92.942 92.942 92.942 92.942 92.942 92.942
Obligasi 7.457.287 5.805.130 4.862.630 3.116.500 875.000 - - - - - - -
Sukuk mudharabah 1.859.415 1.591.090 1.153.690 788.640 301.540 - - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 34.262.977 33.365.307 31.356.907 28.617.227 25.165.127 23.583.587 23.137.302 22.712.302 22.272.302 21.812.302 21.332.302 20.885.574
JUMLAH LIABILITAS 51.203.888 53.999.193 49.415.490 47.767.562 45.322.025 42.173.944 40.761.851 40.654.180 40.556.029 40.452.732 40.339.437 40.216.594
Ekuitas
Modal saham 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306
Modal saham diperoleh kembali (110) (110) (110) (110) (110) (110) (110) (110) (110) (110) (110) (110)
Tambahan modal disetor 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828 9.508.828
Perubahan ekuitas entitas anak 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690 1.117.690
Saldo (defisit) laba (2.462.302) (2.966.792) (4.063.789) (4.806.421) (5.288.937) (5.417.063) (4.919.894) (4.163.310) (3.311.369) (2.439.292) (1.583.721) (439.562)
Surat berharga perpetual - - - - - - - - - - - -
Kepentingan non pengendali 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363 3.709.363
Jumlah Ekuitas 15.860.775 15.356.285 14.259.288 13.516.656 13.034.140 12.906.015 13.403.183 14.159.767 15.011.708 15.883.785 16.739.357 17.883.516
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 67.064.663 69.355.478 63.674.778 61.284.219 58.356.166 55.079.959 54.165.034 54.813.947 55.567.737 56.336.517 57.078.794 58.100.110
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2025-2034
Current Ratio 111,77% 195,94% 168,36% 159,64% 136,87% 114,45% 105,41% 103,34% 102,06% 101,04% 99,82% 98,10% 96,92%
Debt to Equity Ratio 295,64% 322,83% 351,64% 346,55% 353,40% 347,72% 326,78% 304,12% 287,11% 270,16% 254,68% 240,99% 224,88%
Debt to Asset Ratio 74,39% 76,35% 77,86% 77,61% 77,94% 77,66% 76,57% 75,25% 74,17% 72,98% 71,81% 70,67% 69,22%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-22
Page 49
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih (504.490) (1.096.997) (742.632) (482.516) (128.126) 497.168 756.584 851.941 872.077 855.571 1.144.159
Depresiasi dan Amortisasi 331.690 656.507 688.877 738.269 787.661 554.806 509.997 509.997 509.997 485.946 304.798
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha 972.192 325.960 368.829 (65.119) (73.383) (45.006) (46.623) (48.022) (49.754) (50.655) (52.475)
(Kenaikan) Penurunan Piutang retensi - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto pemberi kerja - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan 4.154.939 1.666.999 1.763.867 (116.261) (119.819) (123.074) (126.769) (130.572) (134.493) (138.521) (142.680)
(Kenaikan) Penurunan Piutang yang belum ditagih - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. lancar - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. lancar - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Jaminan usaha - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. tidak lancar - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lain-lain - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 4.730.087 (1.560.228) 285.473 294.143 304.019 308.043 317.329 326.849 336.703 346.705 357.157
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka pendek - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka panjang - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka proyek jangka panjang - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - - - - - - - -
Perubahan Modal Kerja 9.857.218 432.730 2.418.169 112.762 110.817 139.963 143.936 148.255 152.456 157.529 162.002
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 9.684.418 (7.759) 2.364.414 368.515 770.352 1.191.937 1.410.517 1.510.192 1.534.530 1.499.047 1.610.959
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam proses - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (123.481) (246.961) (246.961) (246.961) (246.961) (246.961) (246.961) (246.961) (246.961) (246.961) (246.961)
(Kenaikan) Penurunan Aset real estat - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi (95.108) (99.863) (104.856) (110.099) (115.604) (121.384) (127.453) (133.826) (140.517) (147.543) (154.920)
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama (512.528) (538.154) (565.062) (593.315) (622.981) (654.130) (686.836) (721.178) (757.237) (795.099) (834.854)
(Kenaikan) Penurunan Properti investasi - neto - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset kerjasama operasi - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Goodwill - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang lainnya - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud (347.248) - - - - - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (1.078.364) (884.978) (916.879) (950.375) (985.546) (1.022.475) (1.061.251) (1.101.965) (1.144.715) (1.189.603) (1.236.735)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek (443.686) - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah (1.191.500) - - - (353.500) - - - - - -
Liabilitas sewa - - - - - (117.312) - - - - -
Pinjaman jangka panjang 36.450 - - 95.000 35.000 20.000 - 15.000 20.000 20.000 (33.272)
Obligasi 618.800 (841.250) 803.630 495.370 (1.366.500) (875.000) - - - - -
Sukuk mudharabah (57.175) (243.825) (72.350) 122.050 (185.560) (301.540) - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang bank - WTJJ - 70.000 75.000 - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pihak berelasi - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka panjang dikurangi bagian
jangka pendek:
Pinjaman jangka menengah 838.000 (353.500) (353.500) (353.500) - - - - - - -
Liabilitas sewa - - - - - (21.285) - - - - -
Pinjaman jangka panjang 184.811 (275.000) (275.000) (370.000) (405.000) (425.000) (425.000) (440.000) (460.000) (480.000) (446.728)
Kenaikan (Penurunan) Utang ventura bersama - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Obligasi (1.652.157) (942.500) (1.746.130) (2.241.500) (875.000) - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Sukuk mudharabah (268.325) (437.400) (365.050) (487.100) (301.540) - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham diperoleh kembali - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Perubahan ekuitas entitas anak - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Surat berharga perpetual - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali - - - - - - - - - - -
Penyesuaian - - - - - - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan (1.934.782) (3.023.475) (1.933.400) (2.739.680) (3.452.100) (1.720.137) (425.000) (425.000) (440.000) (460.000) (480.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK 6.671.272 (3.916.213) (485.865) (3.321.540) (3.667.293) (1.550.675) (75.733) (16.773) (50.186) (150.556) (105.776)
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 7.040.727 13.712.000 9.795.787 9.309.922 5.988.382 2.321.089 770.414 694.681 677.909 627.723 477.167
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 13.712.000 9.795.787 9.309.922 5.988.382 2.321.089 770.414 694.681 677.909 627.723 477.167 371.391
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-23
Page 50
Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan masing-masing sebesar 8,95%, 6,00%, 1,13% dan 0,86%. Sedangkan dengan
dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 9,93%, 6,72%, 1,34% dan 1,02%. Dengan
demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales
dan EAT/Sales Perseroan mengalami peningkatan.
Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
Ratio (CR) sebesar 112,51% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan sebesar
111,77%. Dengan demikian dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan mengalami
penurunan.
Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 290,73% dan 74,14%
sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan masing-masing 295,64%
dan 74,39%. Dengan demikian dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan
mengalami peningkatan.
Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas dan
solvabilitas Perseroan mengalami penurunan.
Selain itu tanpa transaksi dan dengan transaksi proyeksi arus kas Perseroan tidak
menunjukkan adanya cash deficiency.
4.1.5. Analisis Kelayakan Rencana Transaksi
Kelayakan investasi diukur terhadap biaya ekuitas (Cost of Equity, Ke) dari perusahaan industri
sejenis yang merupakan tingkat diskonto. Jika investasi menghasilkan Internal Rate of Return
(IRR) lebih besar atau sama dengan Ke atau Net Present Value (NPV) positif maka investasi
tersebut layak.
4.1.5.1 Analisis Kelayakan Investasi
Rencana transaksi adalah penambahan setoran modal sebesar Rp 18.993.000.000,- pada WTJJ
oleh WIKA, oleh karena itu akan dilakukan analisis kelayakan investasi.
4.1.5.1.1 Penentuan Tingkat Diskonto
Biaya ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (CAPM).
Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium
untuk menutup risiko sistimatis dari sekuritas saham, tambahan premi juga diperlukan untuk
dapat menarik ekuitas ke dalam suatu investasi dan untuk meliput dampak dari skala usaha
dan kondisi spesifik subjek perusahaan.
Formula biaya ekuitas sebagai berikut:
Ke = Rf + ß.Rpm
Dimana:
Rf = Tingkat pendapatan bebas risiko
ß = Beta, yaitu faktor yang meliputi risiko sistematis dari suatu ekuitas
Rpm = Premi risiko ekuitas pasar
Berdasarkan uraian tersebut diatas maka biaya ekuitas (Ke) yang merupakan tingkat
diskonto adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-24
Page 51
Uraian Nilai Sumber Keterangan
Harga dan Yield Obligasi Pemerintah
Penilai Harga Efek
Rf = 7,07% Republik Indonesia Tenor 30 Tahun
Indonesia
Per 28 Juni 2024
RPm = 6,45% Damodaran Publikasi Juli 2024
Credit Default Spread (CDS) = 1,79% Damodaran Publikasi Juli 2024
Engineering/Construction
Unlevered Beta = 0,486 Damodaran
Publikasi Januari 2024
Tax 22,00% Pajak badan
Engineering/Construction
DER Industri = 151,25% Damodaran
Publikasi Januari 2024
Beta Relevered = 1,059 Hasil Perhitungan Bu x (1+((1-Tax)*DER))
Cost of Equity (Ke) = 12,10% Hasil Perhitungan (Rf+(Beta * RPm)+Rs) - CDS
Dengan demikian tingkat diskonto adalah 12,10%.
4.1.5.1.2 Pemilihan Tingkat Pertumbuhan Perpetuitas
Nilai terminal (terminal value) diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih periode kekal
dengan capitalization rate yang sesuai dengan tingkat diskonto. Mengingat sumber
pendapatan Perseroan bergantung pada masa manfaat ekonomis terkait perizinan dan
sumber daya, maka nilai akhir pada akhir proyeksi yang digunakan adalah Nilai Sisa (Residual
Value).
Nilai Sisa diperoleh dari aset tetap ditambah dengan estimasi jumlah yang dapat
direalisasikan dari modal kerja bersih dikurangi dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan
pada akhir periode spesifik.
4.1.5.1.3 Perhitungan Kelayakan Investasi
Proyeksi keuangan WTJJ dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Asumsi-asumsi
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Biaya Investasi Proyek
Weightage
No Uraian (Rp. Juta)
(%)
Investasi
1 Hak pengusahaan SPAM 1.754.266 100,00%
Total Investasi 1.754.266 100,00%
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Skedul Penyelesaian Proyek
Tahun Tahun
No. Uraian Jumlah historis proyeksi
30-Jun-24 31-Dec-24
Progress penyelesaian (%)
1 Hak pengusahaan SPAM 100,00% 80,21% 19,79%
Skedul biaya investasi (Rp. Juta)
1 Hak pengusahaan SPAM 1.754.266 1.407.018 347.248
Jumlah investasi 1.754.266 1.407.018 347.248
Akumulasi Investasi 1.754.266 1.407.018 1.754.266
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Rencana Pendanaan dan Struktur Pembiayaan (Rp.Juta)
Tahun Tahun
Uraian Jumlah historis proyeksi
30-Jun-24 31-Dec-24
Biaya Investasi
Kredit 1.251.728 791.917 459.811
Modal Sendiri 502.538 454.878 47.660
Jumlah 1.754.266 1.246.795 507.471
Kredit 1.251.728 791.917 459.811
Modal Sendiri 502.538 454.878 47.660
Jumlah 1.754.266 1.246.795 507.471
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-25
Page 52
Jangka Waktu Proyeksi
Berdasarkan amandemen ketiga perjanjian kerja sama pemerintah dengan badan usaha
sistem penyediaan air minum regional jatiluhur 1 tanggal 30 Mei 2024 antara Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan WTJJ menyatakan, mengubah jangka waktu
perjanjian dimulai pada tanggal penandatanganan dan berakhir pada tahun ke-34 bulan ke
11, dimana tanggal penandatanganan terjadi pada 19 Januari 2022 berdasarkan dokumen
amandemen kedua perjanjian kerjasama pemerintah dengan badan usaha sistem
penyediaan air minum regional jatiluhur 1 Nomor HK.0101-Dc/47 dan Nomor
TP.01.03/A.DIR.00002/2022 tertanggal 19 Januari 2022. Sehingga jangka waktu proyeksi
keuangan disajikan untuk periode dari 1 Juli 2024 sampai dengan 19 Desember 2056.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Perhitungan pendapatan disajikan pada lampiran 3.
▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan 25,00% dari pendapatan.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan 60,00% dari pendapatan.
▪ Perhitungan depresiasi dan amortisasi disajikan pada lampiran 1.
▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Pendapatan keuangan diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Perhitungan beban keuangan disajikan pada lampiran 2.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha diasumsikan 90 hari dari pendapatan setiap tahun.
− Persediaan diasumsikan 4 hari dari beban pokok pendapatan setiap tahun.
− Uang muka diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
▪ Aset tidak lancar
− Aset hak-guna diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Perhitungan hak pengusahaan pengelolaan air disajikan pada lampiran 1.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Utang usaha tahun 2024 diasumsikan 55 hari dari beban pokok penjualan dan
selanjutnya diasumsikan 60 hari dari beban pokok penjualan setiap tahun.
− Perhitungan utang bank (modal kerja) disajikan pada lampiran 2.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
− Bagian liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu tahun yaitu liabilitas
pembiayaan konsumen diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Perhitungan bagian liabilitas jangka panjang setelah dikurangi yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun yaitu pinjaman sindikasi - bersih disajikan pada lampiran 2,
sedangkan liabilitas pembiayaan konsumen diasumsikan tetap, sama dengan per 30
Juni 2024.
− Liabilitas imbalan kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2024.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-26
Page 53
▪ Ekuitas
− Perhitungan modal sendiri disajikan pada lampiran 4.
− Saldo (rugi) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
Hasil Proyeksi Keuangan
Hasil proyeksi keuangan yang telah disesuaikan disajikan pada tabel berikut:
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Proyeksi Laba Rugi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
30-Jun-24 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30 31-Dec-31 31-Dec-32 31-Dec-33 31-Dec-34
PENDAPATAN 326.102 4.522 55.546 151.967 253.865 384.409 394.859 406.705 418.906 432.656 444.418 457.750
BEBAN POKOK PENDAPATAN (325.650) (1.131) (13.887) (37.992) (63.466) (96.102) (98.715) (101.676) (104.727) (108.164) (111.104) (114.438)
LABA KOTOR 453 3.392 41.660 113.975 190.399 288.307 296.145 305.029 314.180 324.492 333.313 343.313
Beban umum dan administrasi - (2.713) (33.328) (34.527) (35.770) (37.058) (38.392) (39.774) (41.206) (42.690) (44.227) (45.819)
EBITDA 453 678 8.332 79.448 154.628 251.249 257.752 265.255 272.974 281.802 289.087 297.494
Depresiasi dan amortisasi - - (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821)
EBIT 453 678 (46.489) 24.627 99.808 196.428 202.931 210.434 218.153 226.981 234.266 242.673
Pendapatan lain-lain 157 - - - - - - - - - - -
Pendapatan keuangan - - - - - - - - - - - -
Beban keuangan - (29.572) (124.518) (131.193) (131.193) (131.193) (122.216) (109.931) (95.756) (81.581) (65.988) (48.506)
EBT 610 (28.894) (171.007) (106.566) (31.386) 65.234 80.716 100.503 122.397 145.400 168.278 194.167
Pajak - - - - - - - - (6.819) (31.988) (37.021) (42.717)
LABA BERSIH (EAT) 610 (28.894) (171.007) (106.566) (31.386) 65.234 80.716 100.503 115.578 113.412 131.257 151.451
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2025-2056
Laba Kotor/Sales 75,00% 0,14% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00%
EBITDA/Sales 62,46% 0,14% 15,00% 15,00% 52,28% 60,91% 65,36% 65,28% 65,22% 65,16% 65,13% 65,05% 64,99%
EBIT/Sales 48,74% 0,14% 15,00% -83,69% 16,21% 39,32% 51,10% 51,39% 51,74% 52,08% 52,46% 52,71% 53,01%
EBT/Sales 32,21% 0,19% -638,89% -307,87% -70,12% -12,36% 16,97% 20,44% 24,71% 29,22% 33,61% 37,86% 42,42%
EAT/Sales 23,02% 0,19% -638,89% -307,87% -70,12% -12,36% 16,97% 20,44% 24,71% 27,59% 26,21% 29,53% 33,09%
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Proyeksi Laba Rugi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
31-Dec-35 31-Dec-36 31-Dec-37 31-Dec-38 31-Dec-39 31-Dec-40 31-Dec-41 31-Dec-42 31-Dec-43 31-Dec-44 31-Dec-45
PENDAPATAN 471.483 486.958 500.196 515.202 530.658 548.075 562.975 579.864 597.260 616.864 633.634
BEBAN POKOK PENDAPATAN (117.871) (121.739) (125.049) (128.801) (132.665) (137.019) (140.744) (144.966) (149.315) (154.216) (158.408)
LABA KOTOR 353.612 365.218 375.147 386.402 397.994 411.056 422.231 434.898 447.945 462.648 475.225
Beban umum dan administrasi (47.468) (49.177) (50.947) (52.782) (54.682) (56.650) (58.690) (60.802) (62.991) (65.259) (67.608)
EBITDA 306.144 316.041 324.200 333.620 343.312 354.406 363.542 374.096 384.954 397.389 407.617
Depresiasi dan amortisasi (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821)
EBIT 251.323 261.221 269.379 278.799 288.491 299.585 308.721 319.275 330.133 342.568 352.796
Pendapatan lain-lain - - - - - - - - - - -
Pendapatan keuangan - - - - - - - - - - -
Beban keuangan (29.133) (5.340) - - - - - - - - -
EBT 222.190 255.881 269.379 278.799 288.491 299.585 308.721 319.275 330.133 342.568 352.796
Pajak (48.882) (56.294) (59.263) (61.336) (63.468) (65.909) (67.919) (70.241) (72.629) (75.365) (77.615)
LABA BERSIH (EAT) 173.308 199.587 210.116 217.463 225.023 233.677 240.802 249.035 257.504 267.203 275.181
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2025-2056
Laba Kotor/Sales 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00%
EBITDA/Sales 62,46% 64,93% 64,90% 64,81% 64,76% 64,70% 64,66% 64,58% 64,51% 64,45% 64,42% 64,33%
EBIT/Sales 48,74% 53,30% 53,64% 53,85% 54,11% 54,36% 54,66% 54,84% 55,06% 55,27% 55,53% 55,68%
EBT/Sales 32,21% 47,13% 52,55% 53,85% 54,11% 54,36% 54,66% 54,84% 55,06% 55,27% 55,53% 55,68%
EAT/Sales 23,02% 36,76% 40,99% 42,01% 42,21% 42,40% 42,64% 42,77% 42,95% 43,11% 43,32% 43,43%
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Proyeksi Laba Rugi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
31-Dec-46 31-Dec-47 31-Dec-48 31-Dec-49 31-Dec-50 31-Dec-51 31-Dec-52 31-Dec-53 31-Dec-54 31-Dec-55 19-Dec-56
PENDAPATAN 652.643 672.222 694.285 713.160 734.555 756.592 781.424 802.668 826.748 851.550 850.664
BEBAN POKOK PENDAPATAN (163.161) (168.055) (173.571) (178.290) (183.639) (189.148) (195.356) (200.667) (206.687) (212.888) (212.666)
LABA KOTOR 489.482 504.166 520.714 534.870 550.916 567.444 586.068 602.001 620.061 638.663 637.998
Beban umum dan administrasi (70.042) (72.564) (75.176) (77.882) (80.686) (83.591) (86.600) (89.718) (92.948) (96.294) (99.760)
EBITDA 419.440 431.603 445.538 456.988 470.230 483.853 499.468 512.283 527.113 542.369 538.238
Depresiasi dan amortisasi (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821) (54.821)
EBIT 364.619 376.782 390.717 402.167 415.409 429.032 444.647 457.462 472.293 487.548 483.417
Pendapatan lain-lain - - - - - - - - - - -
Pendapatan keuangan - - - - - - - - - - -
Beban keuangan - - - - - - - - - - -
EBT 364.619 376.782 390.717 402.167 415.409 429.032 444.647 457.462 472.293 487.548 483.417
Pajak (80.216) (82.892) (85.958) (88.477) (91.390) (94.387) (97.822) (100.642) (103.904) (107.261) (106.352)
LABA BERSIH (EAT) 284.403 293.890 304.759 313.690 324.019 334.645 346.825 356.821 368.388 380.288 377.065
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2025-2056
Laba Kotor/Sales 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00% 75,00%
EBITDA/Sales 62,46% 64,27% 64,21% 64,17% 64,08% 64,02% 63,95% 63,92% 63,82% 63,76% 63,69% 63,27%
EBIT/Sales 48,74% 55,87% 56,05% 56,28% 56,39% 56,55% 56,71% 56,90% 56,99% 57,13% 57,25% 56,83%
EBT/Sales 32,21% 55,87% 56,05% 56,28% 56,39% 56,55% 56,71% 56,90% 56,99% 57,13% 57,25% 56,83%
EAT/Sales 23,02% 43,58% 43,72% 43,90% 43,99% 44,11% 44,23% 44,38% 44,45% 44,56% 44,66% 44,33%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-27
Page 54
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.Juta) 0,58 1,58 2,58 3,58 4,58 5,58 6,58 7,58 8,58 9,58 10,58
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
30-Jun-24 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30 31-Dec-31 31-Dec-32 31-Dec-33 31-Dec-34
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 37.441 68.820 12.025 15.203 17.421 15.294 18.655 21.512 39.370 39.740 38.369 36.864
Piutang usaha - 1.115 13.696 37.471 62.597 94.786 97.363 100.283 103.292 106.682 109.582 112.870
Persediaan - 12 152 416 696 1.053 1.082 1.114 1.148 1.185 1.218 1.254
Uang muka 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215
Jumlah Aset Lancar 85.656 118.163 74.089 101.306 128.928 159.348 165.314 171.125 192.025 195.823 197.384 199.203
ASET TIDAK LANCAR
Aset hak-guna 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55
Hak pengusahaan pengelolaan air
Nilai perolehan 1.407.018 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266
Akumulasi penyusutan - - 54.821 109.642 164.462 219.283 274.104 328.925 383.746 438.567 493.387 548.208
Nilai buku 1.407.018 1.754.266 1.699.445 1.644.624 1.589.804 1.534.983 1.480.162 1.425.341 1.370.520 1.315.700 1.260.879 1.206.058
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.407.073 1.754.321 1.699.500 1.644.679 1.589.858 1.535.038 1.480.217 1.425.396 1.370.575 1.315.754 1.260.934 1.206.113
JUMLAH ASET 1.492.730 1.872.484 1.773.589 1.745.985 1.718.787 1.694.386 1.645.531 1.596.521 1.562.600 1.511.577 1.458.317 1.405.316
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 98.993 170 2.283 6.245 10.433 15.798 16.227 16.714 17.215 17.780 18.264 18.812
Utang bank (modal kerja) - - 70.000 145.000 145.000 145.000 145.000 145.000 145.000 145.000 145.000 145.000
Utang pajak 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812
Beban akrual 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193
Bagian liabilitas jangka panjang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Liabilitas pembiayaan konsumen 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 241.052 142.229 214.341 293.304 297.491 302.856 303.286 303.772 304.274 304.839 305.322 305.870
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Bagian liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman sindikasi - bersih 791.917 1.251.728 1.251.728 1.251.728 1.251.728 1.156.728 1.026.728 876.728 726.728 561.728 376.728 171.728
Liabilitas pembiayaan konsumen 65 65 65 65 65 65 65 65 65 65 65 65
Liabilitas imbalan kerja 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 794.288 1.254.099 1.254.099 1.254.099 1.254.099 1.159.099 1.029.099 879.099 729.099 564.099 379.099 174.099
JUMLAH LIABILITAS 1.035.340 1.396.328 1.468.440 1.547.403 1.551.590 1.461.955 1.332.385 1.182.871 1.033.373 868.938 684.421 479.969
EKUITAS
Modal sendiri 454.878 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538
Saldo laba (rugi) 2.512 (26.382) (197.389) (303.956) (335.342) (270.107) (189.391) (88.889) 26.689 140.101 271.358 422.809
Jumlah Ekuitas 457.390 476.156 305.149 198.582 167.196 232.431 313.147 413.649 529.227 642.639 773.896 925.347
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.492.730 1.872.484 1.773.589 1.745.985 1.718.787 1.694.386 1.645.531 1.596.521 1.562.600 1.511.577 1.458.317 1.405.316
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2025-2056
Current Ratio 1375,87% 35,53% 83,08% 34,57% 34,54% 43,34% 52,62% 54,51% 56,33% 63,11% 64,24% 64,65% 65,13%
Debt to Equity Ratio 129,25% 226,36% 293,25% 481,22% 779,23% 928,00% 628,99% 425,48% 285,96% 195,26% 135,21% 88,44% 51,87%
Debt to Asset Ratio 26,03% 69,36% 74,57% 82,79% 88,63% 90,27% 86,28% 80,97% 74,09% 66,13% 57,49% 46,93% 34,15%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-28
Page 55
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.Juta) 11,58 12,58 13,58 14,58
Tahun Proyeksi
Uraian
31-Dec-35 31-Dec-36 31-Dec-37 31-Dec-38 31-Dec-39 31-Dec-40 31-Dec-41 31-Dec-42 31-Dec-43 31-Dec-44 31-Dec-45
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 5.405 196.591 458.771 727.930 1.004.556 1.289.427 1.581.948 1.882.286 2.190.989 2.508.931 2.835.441
Piutang usaha 116.256 120.072 123.336 127.036 130.847 135.142 138.816 142.980 147.270 152.103 156.238
Persediaan 1.292 1.334 1.370 1.412 1.454 1.502 1.542 1.589 1.636 1.690 1.736
Uang muka 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215
Jumlah Aset Lancar 171.168 366.212 631.692 904.593 1.185.072 1.474.285 1.770.521 2.075.070 2.388.110 2.710.939 3.041.630
ASET TIDAK LANCAR
Aset hak-guna 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55
Hak pengusahaan pengelolaan air
Nilai perolehan 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266
Akumulasi penyusutan 603.029 657.850 712.671 767.491 822.312 877.133 931.954 986.775 1.041.595 1.096.416 1.151.237
Nilai buku 1.151.237 1.096.416 1.041.595 986.775 931.954 877.133 822.312 767.491 712.671 657.850 603.029
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.151.292 1.096.471 1.041.650 986.829 932.009 877.188 822.367 767.546 712.725 657.905 603.084
JUMLAH ASET 1.322.460 1.462.683 1.673.343 1.891.423 2.117.081 2.351.473 2.592.888 2.842.617 3.100.835 3.368.844 3.644.714
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 19.376 20.012 20.556 21.173 21.808 22.524 23.136 23.830 24.545 25.351 26.040
Utang bank (modal kerja) 60.000 - - - - - - - - - -
Utang pajak 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812
Beban akrual 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193
Bagian liabilitas jangka panjang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Liabilitas pembiayaan konsumen 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 221.434 162.070 162.614 163.231 163.866 164.582 165.194 165.888 166.603 167.409 168.098
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Bagian liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman sindikasi - bersih - - - - - - - - - - -
Liabilitas pembiayaan konsumen 65 65 65 65 65 65 65 65 65 65 65
Liabilitas imbalan kerja 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 2.371 2.371 2.371 2.371 2.371 2.371 2.371 2.371 2.371 2.371 2.371
JUMLAH LIABILITAS 223.806 164.442 164.986 165.602 166.237 166.953 167.566 168.260 168.974 169.780 170.469
EKUITAS
Modal sendiri 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538
Saldo laba (rugi) 596.117 795.703 1.005.819 1.223.282 1.448.305 1.681.982 1.922.784 2.171.819 2.429.323 2.696.526 2.971.707
Jumlah Ekuitas 1.098.655 1.298.241 1.508.357 1.725.820 1.950.843 2.184.520 2.425.322 2.674.357 2.931.861 3.199.064 3.474.245
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.322.460 1.462.683 1.673.343 1.891.423 2.117.081 2.351.473 2.592.888 2.842.617 3.100.835 3.368.844 3.644.714
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2025-2056
Current Ratio 1375,87% 77,30% 225,96% 388,46% 554,18% 723,19% 895,78% 1071,78% 1250,88% 1433,41% 1619,35% 1809,44%
Debt to Equity Ratio 129,25% 20,37% 12,67% 10,94% 9,60% 8,52% 7,64% 6,91% 6,29% 5,76% 5,31% 4,91%
Debt to Asset Ratio 26,03% 16,92% 11,24% 9,86% 8,76% 7,85% 7,10% 6,46% 5,92% 5,45% 5,04% 4,68%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-29
Page 56
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
31-Dec-46 31-Dec-47 31-Dec-48 31-Dec-49 31-Dec-50 31-Dec-51 31-Dec-52 31-Dec-53 31-Dec-54 31-Dec-55 19-Dec-56
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 3.170.706 3.515.340 3.870.326 4.234.907 4.609.292 4.994.170 5.390.645 5.797.863 6.216.058 6.646.002 7.078.073
Piutang usaha 160.926 165.753 171.194 175.848 181.123 186.557 192.680 197.918 203.856 209.971 209.753
Persediaan 1.788 1.842 1.902 1.954 2.012 2.073 2.141 2.199 2.265 2.333 2.331
Uang muka 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215 48.215
Jumlah Aset Lancar 3.381.635 3.731.150 4.091.637 4.460.924 4.840.643 5.231.014 5.633.681 6.046.195 6.470.394 6.906.522 7.338.371
ASET TIDAK LANCAR
Aset hak-guna 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55 55
Hak pengusahaan pengelolaan air
Nilai perolehan 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266
Akumulasi penyusutan 1.206.058 1.260.879 1.315.700 1.370.520 1.425.341 1.480.162 1.534.983 1.589.804 1.644.624 1.699.445 1.754.266
Nilai buku 548.208 493.387 438.567 383.746 328.925 274.104 219.283 164.462 109.642 54.821 -
Jumlah Aset Tidak Lancar 548.263 493.442 438.621 383.801 328.980 274.159 219.338 164.517 109.696 54.876 55
JUMLAH ASET 3.929.898 4.224.592 4.530.259 4.844.724 5.169.623 5.505.173 5.853.019 6.210.713 6.580.090 6.961.397 7.338.426
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 26.821 27.626 28.532 29.308 30.187 31.093 32.113 32.986 33.976 34.995 34.959
Utang bank (modal kerja) - - - - - - - - - - -
Utang pajak 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812 1.812
Beban akrual 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193 140.193
Bagian liabilitas jangka panjang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Liabilitas pembiayaan konsumen 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 168.879 169.684 170.591 171.366 172.246 173.151 174.172 175.045 176.034 177.054 177.017
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Bagian liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman sindikasi - bersih - - - - - - - - - - -
Liabilitas pembiayaan konsumen 65 65 65 65 65 65 65 65 65 65 65
Liabilitas imbalan kerja 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306 2.306
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 2.371 2.371 2.371 2.371 2.371 2.371 2.371 2.371 2.371 2.371 2.371
JUMLAH LIABILITAS 171.250 172.055 172.962 173.738 174.617 175.522 176.543 177.416 178.405 179.425 179.388
EKUITAS
Modal sendiri 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538 502.538
Saldo laba (rugi) 3.256.109 3.549.999 3.854.759 4.168.449 4.492.468 4.827.113 5.173.938 5.530.759 5.899.147 6.279.435 6.656.500
Jumlah Ekuitas 3.758.647 4.052.537 4.357.297 4.670.987 4.995.006 5.329.651 5.676.476 6.033.297 6.401.685 6.781.973 7.159.038
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 3.929.898 4.224.592 4.530.259 4.844.724 5.169.623 5.505.173 5.853.019 6.210.713 6.580.090 6.961.397 7.338.426
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2025-2056
Current Ratio 1375,87% 2002,40% 2198,88% 2398,51% 2603,15% 2810,31% 3021,07% 3234,56% 3454,09% 3675,64% 3900,81% 4145,57%
Debt to Equity Ratio 129,25% 4,56% 4,25% 3,97% 3,72% 3,50% 3,29% 3,11% 2,94% 2,79% 2,65% 2,51%
Debt to Asset Ratio 26,03% 4,36% 4,07% 3,82% 3,59% 3,38% 3,19% 3,02% 2,86% 2,71% 2,58% 2,44%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-30
Page 57
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Proyeksi Arus Kas (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30 31-Dec-31 31-Dec-32 31-Dec-33 31-Dec-34
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih (28.894) (171.007) (106.566) (31.386) 65.234 80.716 100.503 115.578 113.412 131.257 151.451
Depresiasi - 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (1.115) (12.581) (23.775) (25.126) (32.189) (2.577) (2.921) (3.009) (3.390) (2.900) (3.287)
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (12) (140) (264) (279) (358) (29) (32) (33) (38) (32) (37)
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha (98.823) 2.112 3.962 4.188 5.365 429 487 501 565 483 548
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian liabilitas jangka panjang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas pembiayaan konsumen - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian liabilitas jangka panjang setelah
dikurangi yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Liabilitas pembiayaan konsumen - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - - - - - - - - - - -
Perubahan Modal Kerja (99.950) (10.609) (20.077) (21.217) (27.182) (2.176) (2.467) (2.541) (2.863) (2.449) (2.776)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi (128.844) (126.795) (71.822) 2.218 92.874 133.361 152.857 167.858 165.370 183.628 203.495
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset hak-guna - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Hak pengusahaan pengelolaan air (347.248) - - - - - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (347.248) - - - - - - - - - -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Utang bank (modal kerja) - 70.000 75.000 - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian liabilitas jangka panjang setelah
dikurangi yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Pinjaman sindikasi - bersih 459.811 - - - (95.000) (130.000) (150.000) (150.000) (165.000) (185.000) (205.000)
Kenaikan (Penurunan) Modal sendiri 47.660 - - - - - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan 507.471 70.000 75.000 - (95.000) (130.000) (150.000) (150.000) (165.000) (185.000) (205.000)
Penyesuaian - - - - - - - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS 31.379 (56.795) 3.178 2.218 (2.126) 3.361 2.857 17.858 370 (1.372) (1.505)
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 37.441 68.820 12.025 15.203 17.421 15.294 18.655 21.512 39.370 39.740 38.369
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 68.820 12.025 15.203 17.421 15.294 18.655 21.512 39.370 39.740 38.369 36.864
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Proyeksi Arus Kas (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
31-Dec-35 31-Dec-36 31-Dec-37 31-Dec-38 31-Dec-39 31-Dec-40 31-Dec-41 31-Dec-42 31-Dec-43 31-Dec-44 31-Dec-45
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih 173.308 199.587 210.116 217.463 225.023 233.677 240.802 249.035 257.504 267.203 275.181
Depresiasi 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (3.386) (3.816) (3.264) (3.700) (3.811) (4.295) (3.674) (4.164) (4.289) (4.834) (4.135)
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (38) (42) (36) (41) (42) (48) (41) (46) (48) (54) (46)
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 564 636 544 617 635 716 612 694 715 806 689
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian liabilitas jangka panjang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas pembiayaan konsumen - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian liabilitas jangka panjang setelah
dikurangi yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Liabilitas pembiayaan konsumen - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - - - - - - - - - - -
Perubahan Modal Kerja (2.859) (3.222) (2.756) (3.125) (3.218) (3.627) (3.102) (3.517) (3.622) (4.082) (3.492)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 225.270 251.185 262.180 269.160 276.626 284.871 292.521 300.339 308.703 317.942 326.510
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset hak-guna - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Hak pengusahaan pengelolaan air - - - - - - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi - - - - - - - - - - -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Utang bank (modal kerja) (85.000) (60.000) - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian liabilitas jangka panjang setelah
dikurangi yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Pinjaman sindikasi - bersih (171.728) - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal sendiri - - - - - - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan (256.728) (60.000) - - - - - - - - -
Penyesuaian - - - - - - - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS (31.458) 191.185 262.180 269.160 276.626 284.871 292.521 300.339 308.703 317.942 326.510
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 36.864 5.405 196.591 458.771 727.930 1.004.556 1.289.427 1.581.948 1.882.286 2.190.989 2.508.931
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 5.405 196.591 458.771 727.930 1.004.556 1.289.427 1.581.948 1.882.286 2.190.989 2.508.931 2.835.441
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-31
Page 58
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Proyeksi Arus Kas (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
31-Dec-46 31-Dec-47 31-Dec-48 31-Dec-49 31-Dec-50 31-Dec-51 31-Dec-52 31-Dec-53 31-Dec-54 31-Dec-55 19-Dec-56
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih 284.403 293.890 304.759 313.690 324.019 334.645 346.825 356.821 368.388 380.288 377.065
Depresiasi 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (4.687) (4.828) (5.440) (4.654) (5.275) (5.434) (6.123) (5.238) (5.938) (6.116) 219
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (52) (54) (60) (52) (59) (60) (68) (58) (66) (68) 2
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 781 805 907 776 879 906 1.021 873 990 1.019 (36)
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian liabilitas jangka panjang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas pembiayaan konsumen - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian liabilitas jangka panjang setelah
dikurangi yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Liabilitas pembiayaan konsumen - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - - - - - - - - - - -
Perubahan Modal Kerja (3.958) (4.077) (4.594) (3.930) (4.455) (4.588) (5.171) (4.423) (5.014) (5.164) 185
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 335.265 344.634 354.986 364.581 374.385 384.877 396.475 407.218 418.195 429.944 432.071
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset hak-guna - - - - - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Hak pengusahaan pengelolaan air - - - - - - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi - - - - - - - - - - -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Utang bank (modal kerja) - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian liabilitas jangka panjang setelah
dikurangi yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Pinjaman sindikasi - bersih - - - - - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal sendiri - - - - - - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan - - - - - - - - - - -
Penyesuaian - - - - - - - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS 335.265 344.634 354.986 364.581 374.385 384.877 396.475 407.218 418.195 429.944 432.071
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 2.835.441 3.170.706 3.515.340 3.870.326 4.234.907 4.609.292 4.994.170 5.390.645 5.797.863 6.216.058 6.646.002
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 3.170.706 3.515.340 3.870.326 4.234.907 4.609.292 4.994.170 5.390.645 5.797.863 6.216.058 6.646.002 7.078.073
Perhitungan kelayakan investasi WIKA di WTJJ adalah sebagai berikut:
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Perhitungan Kelayakan Investasi Kepemilikan Saham WIKA pada WTJJ (Rp. Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian Kini
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30 31-Dec-31 31-Dec-32 31-Dec-33 31-Dec-34
Investasi saham existing (402.030)
Investasi penambahan setoran modal (18.993)
Arus Kas Bersih
EAT (28.894) (171.007) (106.566) (31.386) 65.234 80.716 100.503 115.578 113.412 131.257 151.451
Depresiasi & Amortisasi - 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821
Perubahan modal kerja (99.950) (10.609) (20.077) (21.217) (27.182) (2.176) (2.467) (2.541) (2.863) (2.449) (2.776)
Capex (347.248) - - - - - - - - - -
Net Debt 459.811 70.000 75.000 - (95.000) (130.000) (150.000) (150.000) (165.000) (185.000) (205.000)
Jumlah Arus Kas Bersih (16.281) (56.795) 3.178 2.218 (2.126) 3.361 2.857 17.858 370 (1.372) (1.505)
Jumlah Arus Kas Bersih Porsi WIKA (421.023) (13.640) (47.582) 2.662 1.858 (1.782) 2.815 2.394 14.961 310 (1.149) (1.261)
Nilai Sisa
Modal Kerja Bersih
Hak pengusahaan SPAM
Jumlah Nilai Sisa
Jumlah (421.023) (13.640) (47.582) 2.662 1.858 (1.782) 2.815 2.394 14.961 310 (1.149) (1.261)
Discount Rate 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10%
Discount Factor 1,000 0,944 0,843 0,752 0,670 0,598 0,534 0,476 0,425 0,379 0,338 0,301
Present Value (421.023) (12.883) (40.090) 2.001 1.246 (1.066) 1.502 1.139 6.352 117 (388) (380)
NPV 35.222
IRR 12,51%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-32
Page 59
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Perhitungan Kelayakan Investasi Kepemilikan Saham WIKA pada WTJJ (Rp. Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
31-Dec-35 31-Dec-36 31-Dec-37 31-Dec-38 31-Dec-39 31-Dec-40 31-Dec-41 31-Dec-42 31-Dec-43 31-Dec-44 31-Dec-45
Investasi saham existing
Investasi penambahan setoran modal
Arus Kas Bersih
EAT 173.308 199.587 210.116 217.463 225.023 233.677 240.802 249.035 257.504 267.203 275.181
Depresiasi & Amortisasi 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821
Perubahan modal kerja (2.859) (3.222) (2.756) (3.125) (3.218) (3.627) (3.102) (3.517) (3.622) (4.082) (3.492)
Capex - - - - - - - - - - -
Net Debt (256.728) (60.000) - - - - - - - - -
Jumlah Arus Kas Bersih (31.458) 191.185 262.180 269.160 276.626 284.871 292.521 300.339 308.703 317.942 326.510
Jumlah Arus Kas Bersih Porsi WIKA (26.356) 160.174 219.653 225.500 231.755 238.663 245.072 251.622 258.629 266.370 273.548
Nilai Sisa
Modal Kerja Bersih
Hak pengusahaan SPAM
Jumlah Nilai Sisa
Jumlah (26.356) 160.174 219.653 225.500 231.755 238.663 245.072 251.622 258.629 266.370 273.548
Discount Rate 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10%
Discount Factor 0,269 0,240 0,214 0,191 0,170 0,152 0,135 0,121 0,108 0,096 0,086
Present Value (7.085) 38.411 46.989 43.032 39.452 36.242 33.198 30.406 27.879 25.613 23.464
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Perhitungan Kelayakan Investasi Kepemilikan Saham WIKA pada WTJJ (Rp. Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
31-Dec-46 31-Dec-47 31-Dec-48 31-Dec-49 31-Dec-50 31-Dec-51 31-Dec-52 31-Dec-53 31-Dec-54 31-Dec-55 19-Dec-56
Investasi saham existing
Investasi penambahan setoran modal
Arus Kas Bersih
EAT 284.403 293.890 304.759 313.690 324.019 334.645 346.825 356.821 368.388 380.288 377.065
Depresiasi & Amortisasi 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821
Perubahan modal kerja (3.958) (4.077) (4.594) (3.930) (4.455) (4.588) (5.171) (4.423) (5.014) (5.164) 185
Capex - - - - - - - - - - -
Net Debt - - - - - - - - - - -
Jumlah Arus Kas Bersih 335.265 344.634 354.986 364.581 374.385 384.877 396.475 407.218 418.195 429.944 432.071
Jumlah Arus Kas Bersih Porsi WIKA 280.883 288.732 297.405 305.443 313.657 322.448 332.164 341.165 350.361 360.204 361.986
Nilai Sisa
Modal Kerja Bersih 83.281
Hak pengusahaan SPAM -
Jumlah Nilai Sisa 83.281
Jumlah 280.883 288.732 297.405 305.443 313.657 322.448 332.164 341.165 350.361 360.204 445.267
Discount Rate 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10% 12,10%
Discount Factor 0,077 0,068 0,061 0,054 0,048 0,043 0,039 0,034 0,031 0,027 0,024
Present Value 21.493 19.708 18.109 16.591 15.198 13.937 12.807 11.734 10.750 9.859 10.909
Hasil analisis kelayakan investasi WTJJ menunjukan bahwa investasi adalah layak yang
ditunjukan dengan nilai IRR sebesar 12,51% lebih besar dari tingkat biaya ekuitas sebesar
12,10% dan NPV positif sebesar Rp 35.222 juta. Dengan nilai-nilai indikator tersebut maka
investasi adalah layak.
4.1.5.1.4 Analisis Sensitivitas Investasi
Analisis sensitivitas dilakukan terhadap adanya penurunan pendapatan dan kenaikan beban
pokok penjualan (BPP) yang berpengaruh terhadap kelayakan investasi yang digambarkan
dengan matriks sensitivitas sebagai berikut:
Penurunan
Kenaikan Beban Pokok Pendapatan
Pendapatan
IRR 0,00% 1,00% 3,00% 5,00% 7,00% 7,27% 7,28%
0,00% 12,51% 12,45% 12,34% 12,22% 12,11% 12,10% 12,09%
1,00% 12,37% 12,31% 12,20% 12,09% 11,98% 11,96%
1,50% 12,30% 12,24% 12,13% 12,02%
2,00% 12,23% 12,17% 12,06%
2,50% 12,16% 12,10% 11,99%
2,95% 12,10% 12,04%
2,96% 12,09%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-33
Page 60
Kelayakan investasi dilihat dari indikator nilai biaya ekuitas (Ke) 12,10%, apabila IRR >
biaya ekuitas maka investasi layak.
Berdasarkan analisis sensitivitas jika terjadi perubahan terhadap penurunan pendapatan
dengan BPP (tetap), maka investasi layak dengan penurunan pendapatan sampai 2,95%
(IRR = 12,10%), jika pendapatan tidak berubah (tetap), maka investasi layak dengan
kenaikan BPP hingga 7,27% (IRR = 12,10%), jika terjadi penurunan pendapatan dan
kenaikan BPP, maka investasi layak dengan penurunan pendapatan hingga 1,00% yang
disertai dengan kenaikan BPP hingga 5,00% (IRR = 12,09%), penurunan pendapatan
1,50% disertai kenaikan BPP 3,00% (IRR = 12,13%), penurunan pendapatan 2,00%
disertai kenaikan BPP 1,00% (IRR= 12,17%) dan penurunan pendapatan 2,50% disertai
kenaikan BPP 1,00% (IRR= 12,10%).
Berdasarkan matriks sensitivitas terlihat bahwa kelayakan investasi lebih sensitif terhadap
penurunan pendapatan dibandingkan dengan kenaikan beban pokok pendapatan.
4.2. Analisis Inkremental
Analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi dengan mempertimbangkan:
− Konstribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi dan dampaknya
terhadap proyeksi keuangan.
− Biaya dan pendapatan yang relevan.
− Informasi non keuangan yang relevan.
− Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
− Hal-hal material lain.
4.2.1. Kontribusi Nilai Tambah
Kontribusi nilai tambah dari rencana transaksi dapat diukur dari peningkatan pendapatan dan
laba keuangan konsolidasi serta terhadap laba yang diatribusikan kepada Perseroan.
Berdasarkan proyeksi laba rugi, perhitungan kontribusi nilai tambah terhadap pendapatan dan
laba Perseroan adalah sebagai berikut:
(Rp.Juta)
Tahun
Uraian Jul-Des Jumlah
2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2024
Dengan Transaksi (1)
Pendapatan 7.539.124 15.802.863 16.371.703 16.960.193 17.591.927 18.118.603 18.662.161 19.222.026 19.799.869 20.392.647 21.004.427 191.465.540
EBITDA 675.025 1.417.717 1.531.114 1.649.845 1.791.321 1.844.027 1.899.118 1.955.853 2.015.168 2.074.453 2.136.422 18.990.062
EBIT 343.335 761.209 842.237 911.576 1.003.660 1.289.221 1.389.121 1.445.856 1.505.171 1.588.507 1.831.623 12.911.517
EBT (504.490) (1.096.997) (742.632) (482.516) (128.126) 497.168 756.584 858.760 964.557 1.096.886 1.466.871 2.686.067
EAT (504.490) (1.096.997) (742.632) (482.516) (128.126) 497.168 756.584 851.941 872.077 855.571 1.144.159 2.022.740
Tanpa Transaksi (2)
Pendapatan 7.534.601 15.747.316 16.219.736 16.706.328 17.207.518 17.723.743 18.255.456 18.803.119 19.367.213 19.948.229 20.546.676 188.059.936
EBITDA 674.347 1.409.385 1.451.666 1.495.216 1.540.073 1.586.275 1.633.863 1.682.879 1.733.366 1.785.367 1.838.928 16.831.364
EBIT 342.657 807.698 817.610 811.768 807.232 1.086.290 1.178.687 1.227.703 1.278.190 1.354.241 1.588.950 11.301.027
EBT (475.596) (925.990) (636.065) (451.130) (193.360) 416.453 656.081 736.363 819.157 928.609 1.272.703 2.147.224
EAT (475.596) (925.990) (636.065) (451.130) (193.360) 416.453 656.081 736.363 758.665 724.315 992.708 1.602.443
Kontribusi Nilai Tambah (1-2)
Pendapatan 4.522 55.546 151.967 253.865 384.409 394.859 406.705 418.906 432.656 444.418 457.750 3.405.604
EBITDA 678 8.332 79.448 154.628 251.249 257.752 265.255 272.974 281.802 289.087 297.494 2.158.698
EBIT 678 (46.489) 24.627 99.808 196.428 202.931 210.434 218.153 226.981 234.266 242.673 1.610.490
EBT (28.894) (171.007) (106.566) (31.386) 65.234 80.716 100.503 122.397 145.400 168.278 194.167 538.842
EAT (28.894) (171.007) (106.566) (31.386) 65.234 80.716 100.503 115.578 113.412 131.257 151.451 420.297
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
kontribusi nilai tambah terhadap pendapatan dan laba konsolidasi. Dengan dilakukannya
transaksi, kontribusi nilai tambah selama periode 1 Juli 2024 – 31 Desember 2034 terhadap
pendapatan sebesar Rp 3.405.604 juta dan laba Perseroan EBITDA, EBIT, EBT dan EAT masing-
masing sebesar Rp 2.158.698 juta, Rp 1.610.490 juta, Rp 538.842 juta dan Rp 420.297 juta.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-34
Page 61
Berdasarkan proyeksi laba rugi, perhitungan kontribusi nilai tambah terhadap laba yang
diatribusikan kepada Perseroan adalah sebagai berikut:
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Laba Diatribusikan Perseroan (Rp.Juta)
Persentase Tahun Proyeksi
Uraian Jumlah
kepemilikan 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30 31-Dec-31 31-Dec-32 31-Dec-33 31-Dec-34
Dengan Transaksi (1)
Laba yang diatribusikan kepada Perseroan 83,78% (24.207) (143.269) (89.281) (26.295) 54.653 67.623 84.201 96.830 95.016 109.966 126.884 352.122
Tanpa Transaksi (2)
Laba yang diatribusikan kepada Perseroan 83,14% (24.023) (142.179) (88.602) (26.095) 54.237 67.109 83.560 96.094 94.294 109.130 125.919 349.444
Kontribusi Nilai Tambah (1-2)
Laba yang diatribusikan kepada Perseroan (184) (1.090) (679) (200) 416 514 640 736 723 836 965 2.678
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
kontribusi nilai tambah terhadap laba yang diatribusikan kepada Perseroan. Dengan
dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama periode 1 Juli 2024 – 31 Desember 2034
terhadap laba yang diatribusikan kepada Perseroan sebesar Rp 2.678 juta.
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan pendapatan dan laba konsolidasi
serta peningkatan laba yang diatribusikan kepada Perseroan yang akan menguntungkan
Perseroan.
4.2.2. Biaya dan Pendapatan yang Relevan
Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan keadaan
industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang Perseroan akan
menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang diharapkan dapat tercapai.
Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
4.2.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Informasi non keuangan yang relevan adalah dengan dilakukannya transaksi Perseroan dapat
mendukung kepastian penyelesaian proyek WTJJ sehingga akan meningkatkan citra Perseroan
sebagai perusahaan yang terus berkembang.
4.2.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan Dalam Menentukan Rencana Transaksi dan
Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana transaksi dan
nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan pengawasan Komisaris Perseroan. Rencana
transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan akuntabel yang
dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Alternatif lain dari rencana transaksi, apabila dilakukan dengan pihak lain, tidak ada dan
Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga rencana transaksi tidak dapat
dilaksanakan.
4.2.5. Hal-Hal Material Lainnya
Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari rencana transaksi tidak ada.
Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa rencana transaksi
adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk IV-35
Page 62
BAB V
ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi :
a. Perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan.
b. Analisis untuk memastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi yang
dilakukan.
Kewajaran nilai transaksi berdasarkan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal, menyatakan bahwa batas atas dan
batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi 7,50% dari nilai hasil penilaian.
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi
Objek transaksi adalah penambahan setoran modal pada WTJJ oleh WIKA melalui penerbitan
saham baru sebesar Rp 18.993.000.000,-. WIKA akan memperoleh 18.993 lembar saham baru
WTJJ, dimana objek transaksi merupakan saham baru yang akan diterbitkan WTJJ sehingga
penilaian objek transaksi tidak dapat dilakukan. Kewajaran nilai objek transaksi dihitung
berdasarkan analisis kontribusi nilai tambah yang diterima oleh Perseroan. Dengan demikian
hasil penilaian objek transaksi tidak ada.
5.2. Nilai Transaksi
Berdasarkan surat dari WIKA Nomor : SE.01.00/A.DIR.00024/2024, tanggal 1 Agustus 2024
perihal Konfirmasi atas Penawaran Saham Untuk Modal Ditempatkan dan Disetor kepada WTJJ,
WIKA berencana akan melakukan penambahan setoran modal pada WTJJ sebesar
Rp 18.993.000.000,- dan WIKA akan memperoleh 18.993 lembar saham baru WTJJ dengan nilai
transaksi sebesar Rp 1.000.000,- per saham.
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Rencana transaksi adalah penambahan setoran modal pada WTJJ oleh WIKA maka porsi
kepemilikan saham Perseroan pada WTJJ akan meningkat dari 83,14% menjadi 83,78% dan
kontribusi nilai tambah dari transaksi tersebut dapat diukur dari peningkatan laba yang
diatribusikan kepada Perseroan serta peningkatan pendapatan dan laba konsolidasi.
Berdasarkan analisis kontribusi nilai tambah dengan dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi, Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan laba yang diatribusikan
kepada Perseroan sebesar Rp 2.678 juta dan peningkatan pendapatan konsolidasi sebesar Rp
3.405.604 juta serta peningkatan laba konsolidasi EBITDA, EBIT, EBT dan EAT masing-masing
sebesar Rp 2.158.698 juta, Rp 1.610.490 juta, Rp 538.842 juta dan Rp 420.297 juta yang akan
menguntungkan Perseroan.
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
sebagai berikut:
- Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama periode 1 Juli 2024 – 31
Desember 2034 terhadap pendapatan sebesar Rp 3.405.604 juta dan laba Perseroan EBITDA,
EBIT, EBT dan EAT masing-masing sebesar Rp 2.158.698 juta, Rp 1.610.490 juta, Rp 538.842
juta dan Rp 420.297 juta.
- Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama periode 1 Juli 2024 – 31
Desember 2034 terhadap laba yang diatribusikan kepada Perseroan sebesar Rp 2.678 juta.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk V-1
Page 63
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan pendapatan dan laba yang akan
menguntungkan Perseroan.
Berdasarkan analisis tersebut, Kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk V-2
Page 64
BAB VI
ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN
6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi
Rencana transaksi adalah penambahan setoran modal pada WTJJ oleh Perseroan. Rencana
pembiayaan Perseroan dalam melakukan transaksi adalah dari kas yang dimiliki Perseroan.
Berdasarkan laporan posisi keuangan Perseroan per tanggal 30 Juni 2024 mencatatkan saldo kas
sebesar Rp 7.040.727 juta,- sedangkan nilai transaksi penambahan setoran modal pada WTJJ
oleh WIKA adalah sebesar Rp 18.993 juta,-. Sehingga Perseroan memiliki kas yang cukup untuk
melakukan Rencana Transaksi.
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang
Laporan keuangan Perseroan dan jasa yang diperdagangkan dalam mata uang Rupiah.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dilaksanakan hari ini dan besok (19/20-6-
2024) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 6,25%. Kepala Ekonom
Bank Permata Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan tersebut seiring kondisi
inflasi yang tetap terkendali serta posisi cadangan devisa dan prospek keseimbangan eksternal
yang tetap terjaga. “Mengingat suku bunga acuan di level 6,25% saat ini masih konsisten untuk
menjangkar ekspektasi inflasi serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” Rabu (19/6/2024).
Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang global dalam beberapa pekan
terakhir dipengaruhi oleh faktor sentimen seperti pelemahan Euro di tengah ketidakpastian
politik di Eropa dan arah kebijakan suku bunga global, terutama the Fed, bank sentral AS, pada
rapat FOMC Juni lalu.
The Fed memiliki ruang untuk memangkas suku bunga Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis
poin pada 2024. Pada 2025, ruang penurunan FFR juga diperkirakan mencapai 100 basis poin.
Dengan demikian, Josua menilai bahwa pelemahan rupiah saat ini cenderung bersifat
sementara, mengingat pelemahan rupiah dan mata uang global lainnya dipengaruhi oleh faktor
sentimen dan tidak mencerminkan faktor fundamental ekonomi Indonesia.
“Oleh sebab itu, BI diperkirakan akan kembali mempertahankan suku bunga BI rate di level
6,25% setelah terakhir BI menaikkan suku bunga acuan BI pada RDG April yang lalu,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, BI pada terakhir kali menaikkan suku bunga acuan pada April 2024
sebesar 25 basis poin menjadi 6,25%, yang kemudian ditahan pada level tersebut pada Mei
2024. BI menyatakan, keputusan mempertahankan suku bunga acuan pada Mei 2024 sebagai
langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi terkendali dalam sasaran
1,5%-3,5% pada 2024 dan 2025, termasuk efektivitas dalam menjaga aliran masuk modal asing
dan stabilitas nilai tukar rupiah.
6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar
Ketidakpastian risiko pasar dalam industri konstruksi dapat berasal dari berbagai faktor dan
faktor-faktor ini dapat sangat beragam. Berikut adalah beberapa faktor utama yang dapat
menyebabkan ketidakpastian risiko pasar dalam industri konstruksi:
1. Perubahan Ekonomi Makro: Fluktuasi dalam ekonomi makro, seperti resesi atau
pertumbuhan ekonomi yang lambat, dapat mengurangi permintaan untuk proyek
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VI-1
Page 65
konstruksi. Kondisi ekonomi yang buruk dapat mengakibatkan penurunan investasi di sektor
ini.
2. Inflasi: Kenaikan biaya bahan bangunan dan tenaga kerja akibat inflasi dapat mengurangi
margin keuntungan proyek konstruksi. Biaya yang meningkat tanpa disertai peningkatan
harga kontrak dapat menyebabkan kerugian finansial.
3. Suku Bunga: Kenaikan suku bunga dapat meningkatkan biaya pembiayaan proyek konstruksi,
sehingga mengurangi profitabilitas dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk
mendapatkan pembiayaan.
4. Keterlambatan Pembayaran: Keterlambatan dalam pembayaran oleh klien atau kontraktor
utama dapat menyebabkan masalah likuiditas bagi perusahaan konstruksi. Aliran kas yang
tidak stabil dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
finansialnya.
Manajemen Proyek: Kesalahan dalam manajemen proyek, termasuk estimasi biaya yang
tidak akurat dan penjadwalan yang buruk, dapat menyebabkan pembengkakan biaya dan
penundaan yang merugikan secara finansial.
6.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh
Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa Transaksi yang akan dilakukan oleh
manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VI-2
Page 66
BAB VII
KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Objek transaksi adalah penambahan setoran modal pada WTJJ oleh WIKA melalui penerbitan
saham baru sebesar Rp 18.993.000.000,-. WIKA akan memperoleh 18.993 lembar saham baru
WTJJ. Kewajaran nilai objek transaksi dihitung berdasarkan analisis kontribusi nilai tambah yang
diterima oleh Perseroan. Berdasarkan analisis kontribusi nilai tambah dengan dilakukannya
transaksi, Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan laba yang
diatribusikan kepada Perseroan serta peningkatan pendapatan dan laba konsolidasi yang akan
menguntungkan Perseroan.
Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan
meningkatkan pendapatan dan laba kepada Perseroan secara konsolidasi yang dapat
memberikan nilai tambah bagi Perseroan sejalan dengan kepentingan pemegang saham.
Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap
kepentingan pemegang saham adalah Perseroan dapat mendukung keperluan modal untuk
pembiayaan proyek WTJJ sehingga WTJJ dapat segera beroperasi komersial memberikan
kesimpulan bahwa pertimbangan bisnis dari manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan
pemegang saham.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka Kami berpendapat bahwa
transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-1
Page 67
LAMPIRAN Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-1
Page 68
Lampiran 1
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis Jun 2024 Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
NILAI PEROLEHAN
Aset Tetap
Hak atas tanah 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233
Lahan tambang 60.330 60.330 60.330 60.330 60.330 60.330 60.330 60.330 60.330 60.330 60.330 60.330
Bangunan 2.650.205 2.650.205 2.650.205 2.650.205 2.650.205 2.650.205 2.650.205 2.650.205 2.650.205 2.650.205 2.650.205 2.650.205
Prasarana 570.363 570.363 570.363 570.363 570.363 570.363 570.363 570.363 570.363 570.363 570.363 570.363
Perlengkapan kantor 405.332 405.332 405.332 405.332 405.332 405.332 405.332 405.332 405.332 405.332 405.332 405.332
Peralatan pabrik dan proyek 4.535.409 4.535.409 4.535.409 4.535.409 4.535.409 4.535.409 4.535.409 4.535.409 4.535.409 4.535.409 4.535.409 4.535.409
Kendaraan 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397
Aset dalam penyelesaian
Aset dalam penyelesaian 136.691 136.691 136.691 136.691 136.691 136.691 136.691 136.691 136.691 136.691 136.691 136.691
Capex 123.481 246.961 246.961 246.961 246.961 246.961 246.961 246.961 246.961 246.961 246.961
Akumulasi Capex 123.481 370.442 617.403 864.364 1.111.325 1.358.286 1.605.247 1.852.208 2.099.169 2.346.130 2.593.091
Jumlah Nilai Perolehan 12.854.959 12.978.440 13.225.401 13.472.362 13.719.323 13.966.284 14.213.245 14.460.206 14.707.167 14.954.128 15.201.089 15.448.050
PENYUSUTAN
Aset Tetap
Lahan tambang 20 1.508 3.016 3.016 3.016 3.016 3.016 3.016 3.016 3.016 3.016 3.016
Bangunan 15 88.340 176.680 176.680 176.680 176.680 176.680 176.680 176.680 176.680 159.546 -
Prasarana 20 14.259 28.518 28.518 28.518 28.518 28.518 28.518 28.518 28.518 21.602 -
Perlengkapan kantor 4 50.667 16.489 - - - - - - - - -
Peralatan pabrik dan proyek 15 151.180 302.361 302.361 302.361 302.361 44.809 - - - - -
Kendaraan 5 1.040 534 - - - - - - - - -
Capex 5 24.696 74.088 123.481 172.873 222.265 246.961 246.961 246.961 246.961 246.961 246.961
Jumlah Penyusutan Aset Tetap 331.690 601.687 634.056 683.448 732.840 499.985 455.176 455.176 455.176 431.125 249.978
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Tetap
Lahan tambang 12.723 14.231 17.248 20.264 23.281 26.297 29.314 32.330 35.347 38.363 41.380 44.396
Bangunan 988.877 1.077.217 1.253.897 1.430.577 1.607.258 1.783.938 1.960.618 2.137.299 2.313.979 2.490.659 2.650.205 2.650.205
Prasarana 306.356 320.615 349.134 377.652 406.170 434.688 463.206 491.724 520.242 548.761 570.363 570.363
Perlengkapan kantor 338.176 388.843 405.332 405.332 405.332 405.332 405.332 405.332 405.332 405.332 405.332 405.332
Peralatan pabrik dan proyek 3.129.977 3.281.157 3.583.518 3.885.878 4.188.239 4.490.599 4.535.409 4.535.409 4.535.409 4.535.409 4.535.409 4.535.409
Kendaraan 8.823 9.863 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397 10.397
Capex 24.696 98.784 222.265 395.138 617.403 864.364 1.111.325 1.358.286 1.605.247 1.852.208 2.099.169
Jumlah Akumulasi Penyusutan 4.784.933 5.116.623 5.718.309 6.352.365 7.035.814 7.768.654 8.268.639 8.723.815 9.178.991 9.634.167 10.065.292 10.315.270
NILAI BUKU
Aset Tetap
Hak atas tanah 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233 4.486.233
Lahan tambang 47.607 46.098 43.082 40.065 37.049 34.032 31.016 27.999 24.983 21.967 18.950 15.934
Bangunan 1.661.328 1.572.988 1.396.308 1.219.628 1.042.947 866.267 689.587 512.906 336.226 159.546 - -
Prasarana 264.006 249.747 221.229 192.711 164.193 135.675 107.156 78.638 50.120 21.602 - -
Perlengkapan kantor 67.156 16.489 - - - - - - - - - -
Peralatan pabrik dan proyek 1.405.432 1.254.252 951.891 649.530 347.170 44.809 - - - - - -
Kendaraan 1.573 534 - - - - - - - - - -
Aset dalam penyelesaian
Aset dalam penyelesaian 136.691 136.691 136.691 136.691 136.691 136.691 136.691 136.691 136.691 136.691 136.691 136.691
Capex - 98.784 271.657 395.138 469.226 493.922 493.922 493.922 493.922 493.922 493.922 493.922
Jumlah Nilai Buku 8.070.027 7.861.817 7.507.092 7.119.997 6.683.509 6.197.630 5.944.606 5.736.391 5.528.176 5.319.961 5.135.797 5.132.780
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Amortisasi Aset Takberwujud (Dengan Dilakukannya Transaksi) (Rp.Juta)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis Jun 2024 Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
ASET TAKBERWUJUD
A. Nilai Perolehan
Aset takberwujud 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985
Hak pengusahaan pengelolaan air (WTJJ) 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018
Capex Jul-Des 2024 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248
Jumlah Nilai Perolehan 8.083.003 8.430.251 8.430.251 8.430.251 8.430.251 8.430.251 8.430.251 8.430.251 8.430.251 8.430.251 8.430.251 8.430.251
B. Amortisasi Tanaman Produktif
Hak pengusahaan pengelolaan air (WTJJ) 32 - 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969
Capex Jul-Des 2024 32 - 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851
Jumlah Penyusutan Aset Tetap - - 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821
C. Akumulasi Amortisasi
Hak pengusahaan pengelolaan air (WTJJ) - - 43.969 87.939 131.908 175.877 219.847 263.816 307.785 351.755 395.724 439.693
Capex Jul-Des 2024 - 10.851 21.703 32.554 43.406 54.257 65.109 75.960 86.812 97.663 108.515
Akumulasi Amortisasi - - 54.821 109.642 164.462 219.283 274.104 328.925 383.746 438.567 493.387 548.208
D. Nilai Buku
Aset takberwujud 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985 6.675.985
Hak pengusahaan pengelolaan air (WTJJ) 1.407.018 1.407.018 1.363.049 1.319.080 1.275.110 1.231.141 1.187.172 1.143.202 1.099.233 1.055.264 1.011.294 967.325
Capex Jul-Des 2024 347.248 336.396 325.545 314.693 303.842 292.990 282.139 271.287 260.436 249.584 238.733
Nilai Buku 8.083.003 8.430.251 8.375.430 8.320.609 8.265.789 8.210.968 8.156.147 8.101.326 8.046.505 7.991.684 7.936.864 7.882.043
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Amortisasi Hak Pengusahaan Pengelolaan Air (Rp.Juta)
Umur Tahun ke- Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 30-Jun-24 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30 31-Dec-31 31-Dec-32 31-Dec-33 31-Dec-34
Hak Pengusahaan Pengelolaan Air
Nilai Perolehan
Hak pengusahaan pengelolaan air 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018
Capex 347.248 - - - - - - - - - -
Akumulasi Capex 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248
Jumlah Nilai Perolehan 1.407.018 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266
Amortisasi
Hak pengusahaan pengelolaan air 32 - 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969
Capex 32 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851
Jumlah Amortisasi - 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821
Akumulasi Penyusutan
Hak pengusahaan pengelolaan air - - 43.969 87.939 131.908 175.877 219.847 263.816 307.785 351.755 395.724 439.693
Capex - 10.851 21.703 32.554 43.406 54.257 65.109 75.960 86.812 97.663 108.515
Jumlah Akumulasi Amortisasi - - 54.821 109.642 164.462 219.283 274.104 328.925 383.746 438.567 493.387 548.208
Nilai Buku
Hak pengusahaan pengelolaan air 1.407.018 1.407.018 1.363.049 1.319.080 1.275.110 1.231.141 1.187.172 1.143.202 1.099.233 1.055.264 1.011.294 967.325
Capex - 347.248 336.396 325.545 314.693 303.842 292.990 282.139 271.287 260.436 249.584 238.733
Jumlah Nilai Buku 1.407.018 1.754.266 1.699.445 1.644.624 1.589.804 1.534.983 1.480.162 1.425.341 1.370.520 1.315.700 1.260.879 1.206.058
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-1
Page 69
Lampiran 1 (lanjutan)
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Amortisasi Hak Pengusahaan Pengelolaan Air (Rp.Juta)
Umur Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 31-Dec-35 31-Dec-36 31-Dec-37 31-Dec-38 31-Dec-39 31-Dec-40 31-Dec-41 31-Dec-42 31-Dec-43 31-Dec-44 31-Dec-45
Hak Pengusahaan Pengelolaan Air
Nilai Perolehan
Hak pengusahaan pengelolaan air 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018
Capex - - - - - - - - - - -
Akumulasi Capex 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248
Jumlah Nilai Perolehan 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266
Amortisasi
Hak pengusahaan pengelolaan air 32 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969
Capex 32 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851
Jumlah Amortisasi 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821
Akumulasi Penyusutan
Hak pengusahaan pengelolaan air 483.663 527.632 571.601 615.571 659.540 703.509 747.479 791.448 835.417 879.386 923.356
Capex 119.366 130.218 141.069 151.921 162.772 173.624 184.475 195.327 206.178 217.030 227.881
Jumlah Akumulasi Amortisasi 603.029 657.850 712.671 767.491 822.312 877.133 931.954 986.775 1.041.595 1.096.416 1.151.237
Nilai Buku
Hak pengusahaan pengelolaan air 923.356 879.386 835.417 791.448 747.479 703.509 659.540 615.571 571.601 527.632 483.663
Capex 227.881 217.030 206.178 195.327 184.475 173.624 162.772 151.921 141.069 130.218 119.366
Jumlah Nilai Buku 1.151.237 1.096.416 1.041.595 986.775 931.954 877.133 822.312 767.491 712.671 657.850 603.029
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Amortisasi Hak Pengusahaan Pengelolaan Air (Rp.Juta)
Umur Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 31-Dec-46 31-Dec-47 31-Dec-48 31-Dec-49 31-Dec-50 31-Dec-51 31-Dec-52 31-Dec-53 31-Dec-54 31-Dec-55 19-Dec-56
Hak Pengusahaan Pengelolaan Air
Nilai Perolehan
Hak pengusahaan pengelolaan air 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018 1.407.018
Capex - - - - - - - - - - -
Akumulasi Capex 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248 347.248
Jumlah Nilai Perolehan 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266 1.754.266
Amortisasi
Hak pengusahaan pengelolaan air 32 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969 43.969
Capex 32 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851 10.851
Jumlah Amortisasi 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821 54.821
Akumulasi Penyusutan
Hak pengusahaan pengelolaan air 967.325 1.011.294 1.055.264 1.099.233 1.143.202 1.187.172 1.231.141 1.275.110 1.319.080 1.363.049 1.407.018
Capex 238.733 249.584 260.436 271.287 282.139 292.990 303.842 314.693 325.545 336.396 347.248
Jumlah Akumulasi Amortisasi 1.206.058 1.260.879 1.315.700 1.370.520 1.425.341 1.480.162 1.534.983 1.589.804 1.644.624 1.699.445 1.754.266
Nilai Buku
Hak pengusahaan pengelolaan air 439.693 395.724 351.755 307.785 263.816 219.847 175.877 131.908 87.939 43.969 -
Capex 108.515 97.663 86.812 75.960 65.109 54.257 43.406 32.554 21.703 10.851 -
Jumlah Nilai Buku 548.208 493.387 438.567 383.746 328.925 274.104 219.283 164.462 109.642 54.821 -
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-2
Page 70
Lampiran 2
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Utang Jangka Pendek (Rp. Juta)
Tahun
Uraian
Jan-Jun 2024 Jul-Des 2024
Penarikan kredit -
Jumlah Utang 443.686
Bunga 8,90% 19.744
Angsuran Pokok 443.686
Saldo 443.686 -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pembiayaan modal kerja dari Bank Pemerintah (sumber : www.bi.go.id).
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pinjaman Jangka Menengah (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
Jan-Jun 2024 Jul-Des 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 1.767.500 1.414.000 1.060.500 707.000 353.500
Bunga 9,45% 83.514 133.623 100.217 66.812 33.406
Angsuran Pokok 353.500 353.500 353.500 353.500 353.500
Saldo 1.767.500 1.414.000 1.060.500 707.000 353.500 -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pembiayaan investasi dari Bank Pemerintah (sumber : www.bi.go.id).
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Pinjaman Jangka Panjang Selain WTJJ Tanpa Transaksi (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
Jan-Jun 2024 Jul-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
Penarikan kredit - - - - - - - - - - -
Jumlah Utang 22.229.592 21.991.041 21.716.041 21.441.041 21.166.041 20.891.041 20.616.041 20.341.041 20.066.041 19.791.041 19.516.041
Bunga 4,00% 444.592 879.642 868.642 857.642 846.642 835.642 824.642 813.642 802.642 791.642 780.642
Angsuran Pokok 238.550 275.000 275.000 275.000 275.000 275.000 275.000 275.000 275.000 275.000 275.000
Saldo 22.229.592 21.991.041 21.716.041 21.441.041 21.166.041 20.891.041 20.616.041 20.341.041 20.066.041 19.791.041 19.516.041 19.241.041
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga restrukturisasi pinjaman WIKA (sumber : www.bi.go.id).
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
Jan-Jun 2024 Jul-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
Penarikan kredit - - - - - - - - - - -
Jumlah Utang 7.457.287 7.457.287 7.126.287 7.126.287 6.697.287 6.697.287 6.697.287 6.697.287 6.697.287 6.697.287 6.697.287
Bunga 8,45% 315.070 630.141 602.171 602.171 565.921 565.921 565.921 565.921 565.921 565.921 565.921
Angsuran Pokok - 331.000 429.000 - - - - - -
Saldo 7.457.287 7.457.287 7.126.287 7.126.287 6.697.287 6.697.287 6.697.287 6.697.287 6.697.287 6.697.287 6.697.287 6.697.287
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pembiayaan investasi dari Bank Pemerintah (sumber : www.bi.go.id).
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Pinjaman Jangka Panjang WTJJ Tanpa Transaksi (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
Jan-Jun 2024 Jul-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
Penarikan kredit - - - - - - - - - - -
Jumlah Utang 791.917 791.917 791.917 791.917 791.917 791.917 791.917 791.917 791.917 791.917 -
Bunga 9,45% 37.418 74.836 74.836 74.836 74.836 74.836 74.836 74.836 74.836 74.836 -
Angsuran Pokok - - - - - - - - - 791.917
Saldo 791.917 791.917 791.917 791.917 791.917 791.917 791.917 791.917 791.917 791.917 - -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga investasi Bank Persero (sumber : Bank Indonesia).
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Pinjaman Jangka Panjang WTJJ Dengan Transaksi (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
Jan-Jun 2024 Jul-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
Penarikan kredit 459.811 - - - - - - - - - -
Jumlah Utang 1.251.728 1.251.728 1.251.728 1.251.728 1.251.728 1.156.728 1.026.728 876.728 726.728 561.728 376.728
Bunga 9,45% 29.572 118.288 118.288 118.288 118.288 109.311 97.026 82.851 68.676 53.083 35.601
Angsuran Pokok - - - - 95.000 130.000 150.000 150.000 165.000 185.000 205.000
Saldo 791.917 1.251.728 1.251.728 1.251.728 1.251.728 1.156.728 1.026.728 876.728 726.728 561.728 376.728 171.728
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga investasi Bank Persero (sumber : Bank Indonesia).
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-3
Page 71
Lampiran 3
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR 18/10/2024
Proyeksi Pendapatan (Rp.Juta) 31/12/2024 31/12/2025 31/12/2026 31/12/2027 31/12/2028 31/12/2029 31/12/2030 31/12/2031 31/12/2032 31/12/2033 31/12/2034
Tahun Proyeksi
Uraian Satuan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 31-Dec-30 31-Dec-31 31-Dec-32 31-Dec-33 31-Dec-34
Jumlah hari hari 74 365 365 365 366 365 365 365 366 365 365
Jumlah jam kalender jam 1.776 8.760 8.760 8.760 8.784 8.760 8.760 8.760 8.784 8.760 8.760
Jumlah jam produksi bersih 91,78% jam 1.630 8.040 8.040 8.040 8.062 8.040 8.040 8.040 8.062 8.040 8.040
Jumlah detik detik 5.868.046 28.943.741 28.943.741 28.943.741 29.023.039 28.943.741 28.943.741 28.943.741 29.023.039 28.943.741 28.943.741
Penjualan air curah
DKI
Kapasitas produksi m3 70.416.553 1.389.299.558 1.389.299.558 1.389.299.558 1.393.105.859 1.389.299.558 1.389.299.558 1.389.299.558 1.393.105.859 1.389.299.558 1.389.299.558
Penyerapan % 1,00% 1,00% 3,00% 5,00% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50%
Kapasitas produksi bersih m3 704.166 13.892.996 41.678.987 69.464.978 104.482.939 104.197.467 104.197.467 104.197.467 104.482.939 104.197.467 104.197.467
Kenaikan tarif % 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Tarif Rp 2.799 2.883 2.969 3.059 3.150 3.245 3.342 3.442 3.546 3.652 3.762
Pendapatan penjualan air curah DKI Rp.Juta 1.971 40.053 123.764 212.462 329.153 338.101 348.244 358.691 370.464 380.535 391.951
Kab Bekasi
Kapasitas produksi m3 2.347.218 34.732.489 34.732.489 34.732.489 34.827.646 34.732.489 34.732.489 34.732.489 34.827.646 34.732.489 34.732.489
Penyerapan % 7,50% 3,00% 5,00% 6,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50%
Kapasitas produksi bersih m3 176.041 1.041.975 1.736.624 2.257.612 2.612.073 2.604.937 2.604.937 2.604.937 2.612.073 2.604.937 2.604.937
Kenaikan tarif % 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Tarif Rp 2.519 2.595 2.673 2.753 2.835 2.920 3.008 3.098 3.191 3.287 3.385
Pendapatan penjualan air curah Kab Bekasi Rp.Juta 443 2.704 4.641 6.215 7.406 7.607 7.835 8.071 8.335 8.562 8.819
Kota Bekasi
Kapasitas produksi m3 5.281.241 104.197.467 104.197.467 104.197.467 104.482.939 104.197.467 104.197.467 104.197.467 104.482.939 104.197.467 104.197.467
Penyerapan % 9,50% 3,00% 5,00% 6,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50%
Kapasitas produksi bersih m3 501.718 3.125.924 5.209.873 6.772.835 7.836.220 7.814.810 7.814.810 7.814.810 7.836.220 7.814.810 7.814.810
Kenaikan tarif % 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Tarif Rp 2.519 2.595 2.673 2.753 2.835 2.920 3.008 3.098 3.191 3.287 3.385
Pendapatan penjualan air curah Kota Bekasi Rp.Juta 1.264 8.111 13.923 18.644 22.218 22.822 23.506 24.212 25.006 25.686 26.457
Karawang
Kapasitas produksi m3 6.161.448 121.563.711 121.563.711 121.563.711 121.896.763 121.563.711 121.563.711 121.563.711 121.896.763 121.563.711 121.563.711
Penyerapan % 5,50% 1,50% 3,00% 5,00% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50%
Kapasitas produksi bersih m3 338.880 1.823.456 3.646.911 6.078.186 9.142.257 9.117.278 9.117.278 9.117.278 9.142.257 9.117.278 9.117.278
Kenaikan tarif % 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Tarif Rp 2.491 2.566 2.643 2.722 2.804 2.888 2.975 3.064 3.156 3.250 3.348
Pendapatan penjualan air curah Karawang Rp.Juta 844 4.679 9.638 16.545 25.633 26.330 27.119 27.933 28.850 29.634 30.523
Total pendapatan air curah Rp.Juta 4.522 55.546 151.967 253.865 384.409 394.859 406.705 418.906 432.656 444.418 457.750
Pendapatan konstruksi Rp.Juta - - - - - - - - - - -
TOTAL PENDAPATAN Rp.Juta 4.522 55.546 151.967 253.865 384.409 394.859 406.705 418.906 432.656 444.418 457.750
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Proyeksi Pendapatan (Rp.Juta) 31/12/2035 31/12/2036 31/12/2037 31/12/2038 31/12/2039 31/12/2040 31/12/2041 31/12/2042 31/12/2043 31/12/2044 31/12/2045
Tahun Proyeksi
Uraian Satuan
31-Dec-35 31-Dec-36 31-Dec-37 31-Dec-38 31-Dec-39 31-Dec-40 31-Dec-41 31-Dec-42 31-Dec-43 31-Dec-44 31-Dec-45
Jumlah hari hari 365 366 365 365 365 366 365 365 365 366 365
Jumlah jam kalender jam 8.760 8.784 8.760 8.760 8.760 8.784 8.760 8.760 8.760 8.784 8.760
Jumlah jam produksi bersih 91,78% jam 8.040 8.062 8.040 8.040 8.040 8.062 8.040 8.040 8.040 8.062 8.040
Jumlah detik detik 28.943.741 29.023.039 28.943.741 28.943.741 28.943.741 29.023.039 28.943.741 28.943.741 28.943.741 29.023.039 28.943.741
Penjualan air curah
DKI
Kapasitas produksi m3 1.389.299.558 1.393.105.859 1.389.299.558 1.389.299.558 1.389.299.558 1.393.105.859 1.389.299.558 1.389.299.558 1.389.299.558 1.393.105.859 1.389.299.558
Penyerapan % 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50%
Kapasitas produksi bersih m3 104.197.467 104.482.939 104.197.467 104.197.467 104.197.467 104.482.939 104.197.467 104.197.467 104.197.467 104.482.939 104.197.467
Kenaikan tarif % 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Tarif Rp 3.874 3.991 4.110 4.234 4.361 4.492 4.626 4.765 4.908 5.055 5.207
Pendapatan penjualan air curah DKI Rp.Juta 403.710 416.961 428.296 441.145 454.379 469.293 482.051 496.512 511.408 528.193 542.553
Kab Bekasi
Kapasitas produksi m3 34.732.489 34.827.646 34.732.489 34.732.489 34.732.489 34.827.646 34.732.489 34.732.489 34.732.489 34.827.646 34.732.489
Penyerapan % 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50%
Kapasitas produksi bersih m3 2.604.937 2.612.073 2.604.937 2.604.937 2.604.937 2.612.073 2.604.937 2.604.937 2.604.937 2.612.073 2.604.937
Kenaikan tarif % 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Tarif Rp 3.487 3.592 3.699 3.810 3.925 4.042 4.164 4.289 4.417 4.550 4.686
Pendapatan penjualan air curah Kab Bekasi Rp.Juta 9.083 9.382 9.637 9.926 10.224 10.559 10.846 11.172 11.507 11.884 12.207
Kota Bekasi
Kapasitas produksi m3 104.197.467 104.482.939 104.197.467 104.197.467 104.197.467 104.482.939 104.197.467 104.197.467 104.197.467 104.482.939 104.197.467
Penyerapan % 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50%
Kapasitas produksi bersih m3 7.814.810 7.836.220 7.814.810 7.814.810 7.814.810 7.836.220 7.814.810 7.814.810 7.814.810 7.836.220 7.814.810
Kenaikan tarif % 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Tarif Rp 3.487 3.592 3.699 3.810 3.925 4.042 4.164 4.289 4.417 4.550 4.686
Pendapatan penjualan air curah Kota Bekasi Rp.Juta 27.250 28.145 28.910 29.777 30.671 31.677 32.538 33.515 34.520 35.653 36.622
Karawang
Kapasitas produksi m3 121.563.711 121.896.763 121.563.711 121.563.711 121.563.711 121.896.763 121.563.711 121.563.711 121.563.711 121.896.763 121.563.711
Penyerapan % 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50%
Kapasitas produksi bersih m3 9.117.278 9.142.257 9.117.278 9.117.278 9.117.278 9.142.257 9.117.278 9.117.278 9.117.278 9.142.257 9.117.278
Kenaikan tarif % 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Tarif Rp 3.448 3.552 3.658 3.768 3.881 3.998 4.117 4.241 4.368 4.499 4.634
Pendapatan penjualan air curah Karawang Rp.Juta 31.439 32.471 33.354 34.354 35.385 36.546 37.540 38.666 39.826 41.133 42.251
Total pendapatan air curah Rp.Juta 471.483 486.958 500.196 515.202 530.658 548.075 562.975 579.864 597.260 616.864 633.634
Pendapatan konstruksi Rp.Juta - - - - - - - - - - -
TOTAL PENDAPATAN Rp.Juta 471.483 486.958 500.196 515.202 530.658 548.075 562.975 579.864 597.260 616.864 633.634
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-4
Page 72
Lampiran 3 (lanjutan)
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Proyeksi Pendapatan (Rp.Juta) 31/12/2046 31/12/2047 31/12/2048 31/12/2049 31/12/2050 31/12/2051 31/12/2052 31/12/2053 31/12/2054 31/12/2055 19/12/2056
Tahun Proyeksi
Uraian Satuan
31-Dec-46 31-Dec-47 31-Dec-48 31-Dec-49 31-Dec-50 31-Dec-51 31-Dec-52 31-Dec-53 31-Dec-54 31-Dec-55 19-Dec-56
Jumlah hari hari 365 365 366 365 365 365 366 365 365 365 354
Jumlah jam kalender jam 8.760 8.760 8.784 8.760 8.760 8.760 8.784 8.760 8.760 8.760 8.496
Jumlah jam produksi bersih 91,78% jam 8.040 8.040 8.062 8.040 8.040 8.040 8.062 8.040 8.040 8.040 7.798
Jumlah detik detik 28.943.741 28.943.741 29.023.039 28.943.741 28.943.741 28.943.741 29.023.039 28.943.741 28.943.741 28.943.741 28.071.464
Penjualan air curah
DKI
Kapasitas produksi m3 1.389.299.558 1.389.299.558 1.393.105.859 1.389.299.558 1.389.299.558 1.389.299.558 1.393.105.859 1.389.299.558 1.389.299.558 1.389.299.558 1.347.430.257
Penyerapan % 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50%
Kapasitas produksi bersih m3 104.197.467 104.197.467 104.482.939 104.197.467 104.197.467 104.197.467 104.482.939 104.197.467 104.197.467 104.197.467 101.057.269
Kenaikan tarif % 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Tarif Rp 5.363 5.524 5.690 5.860 6.036 6.217 6.404 6.596 6.794 6.998 7.208
Pendapatan penjualan air curah DKI Rp.Juta 558.829 575.594 594.486 610.648 628.967 647.836 669.099 687.289 707.908 729.145 728.386
Kab Bekasi
Kapasitas produksi m3 34.732.489 34.732.489 34.827.646 34.732.489 34.732.489 34.732.489 34.827.646 34.732.489 34.732.489 34.732.489 33.685.756
Penyerapan % 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50%
Kapasitas produksi bersih m3 2.604.937 2.604.937 2.612.073 2.604.937 2.604.937 2.604.937 2.612.073 2.604.937 2.604.937 2.604.937 2.526.432
Kenaikan tarif % 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Tarif Rp 4.827 4.972 5.121 5.274 5.433 5.596 5.764 5.936 6.115 6.298 6.487
Pendapatan penjualan air curah Kab Bekasi Rp.Juta 12.574 12.951 13.376 13.740 14.152 14.576 15.055 15.464 15.928 16.406 16.389
Kota Bekasi
Kapasitas produksi m3 104.197.467 104.197.467 104.482.939 104.197.467 104.197.467 104.197.467 104.482.939 104.197.467 104.197.467 104.197.467 101.057.269
Penyerapan % 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50%
Kapasitas produksi bersih m3 7.814.810 7.814.810 7.836.220 7.814.810 7.814.810 7.814.810 7.836.220 7.814.810 7.814.810 7.814.810 7.579.295
Kenaikan tarif % 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Tarif Rp 4.827 4.972 5.121 5.274 5.433 5.596 5.764 5.936 6.115 6.298 6.487
Pendapatan penjualan air curah Kota Bekasi Rp.Juta 37.721 38.853 40.128 41.219 42.455 43.729 45.164 46.392 47.784 49.217 49.166
Karawang
Kapasitas produksi m3 121.563.711 121.563.711 121.896.763 121.563.711 121.563.711 121.563.711 121.896.763 121.563.711 121.563.711 121.563.711 117.900.147
Penyerapan % 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50%
Kapasitas produksi bersih m3 9.117.278 9.117.278 9.142.257 9.117.278 9.117.278 9.117.278 9.142.257 9.117.278 9.117.278 9.117.278 8.842.511
Kenaikan tarif % 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Tarif Rp 4.773 4.916 5.064 5.216 5.372 5.533 5.699 5.870 6.047 6.228 6.415
Pendapatan penjualan air curah Karawang Rp.Juta 43.519 44.824 46.296 47.554 48.981 50.450 52.106 53.523 55.128 56.782 56.723
Total pendapatan air curah Rp.Juta 652.643 672.222 694.285 713.160 734.555 756.592 781.424 802.668 826.748 851.550 850.664
Pendapatan konstruksi Rp.Juta - - - - - - - - - - -
TOTAL PENDAPATAN Rp.Juta 652.643 672.222 694.285 713.160 734.555 756.592 781.424 802.668 826.748 851.550 850.664
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-5
Page 73
Lampiran 4
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Biaya Investasi Proyek
Weightage
No Uraian (Rp. Juta)
(%)
Investasi
1 Hak pengusahaan SPAM 1.754.266 100,00%
Total Investasi 1.754.266 100,00%
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Skedul Penyelesaian Proyek
Tahun Tahun
No. Uraian Jumlah historis proyeksi
30-Jun-24 31-Dec-24
Progress penyelesaian (%)
1 Hak pengusahaan SPAM 100,00% 80,21% 19,79%
Skedul biaya investasi (Rp. Juta)
1 Hak pengusahaan SPAM 1.754.266 1.407.018 347.248
Jumlah investasi 1.754.266 1.407.018 347.248
Akumulasi Investasi 1.754.266 1.407.018 1.754.266
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
Rencana Pendanaan dan Struktur Pembiayaan (Rp.Juta)
Tahun Tahun
Uraian Jumlah historis proyeksi
30-Jun-24 31-Dec-24
Biaya Investasi
Kredit 1.251.728 791.917 459.811
Modal Sendiri 502.538 454.878 47.660
Jumlah 1.754.266 1.246.795 507.471
Kredit 1.251.728 791.917 459.811
Modal Sendiri 502.538 454.878 47.660
Jumlah 1.754.266 1.246.795 507.471
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk VII-6
Names mentioned 67 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA TIRTA JAYA JATILUHUR OLEH
p.1
unresolved
org
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
p.1 ×2
unresolved
org
PT Wijaya Karya Tirta Jaya Jatiluhur
p.2 ×7
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar
p.2 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.3 ×10
unresolved
person
Radithe Pramudito
p.5
unresolved
person
Sigit E. Purnomo
p.5
unresolved
—
Rendy Ardiansyah
p.16
unresolved
—
Arini Kristalisa
p.16
unresolved
org
PT Tirta Gemah Ripah
p.18 ×4
unresolved
—
II-4
p.18
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.19
unresolved
person
Kartini Muljadi
p.19
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.19
unresolved
person
Fathiah Helmi
· Notaris
p.19
unresolved
—
III-1
p.19
unresolved
person
Lia Amalia
p.20
unresolved
person
H. MKn. Akta Pendirian
p.20
unresolved
org
Menteri
p.20
unresolved
person
Diharini
p.20
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.20
unresolved
—
III-2
p.20
unresolved
org
Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia
p.21 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Semester I-
p.22 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik
p.24 ×2
unresolved
org
Kota Nusantara
p.24
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.24
unresolved
org
Pusat Statistik Indikator
p.25
unresolved
org
Purwantono
p.27
unresolved
org
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR Biaya Investasi Proyek
p.51 ×2
unresolved
org
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR Skedul Penyelesaian Proyek
p.51 ×2
unresolved
org
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR Rencana Pendanaan
p.51 ×2
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan WTJJ
p.52
unresolved
org
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR Proyeksi Laba Rugi
p.53 ×3
unresolved
org
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR Proyeksi Posisi Keuangan
p.54 ×3
unresolved
org
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR Proyeksi Arus Kas
p.57 ×3
unresolved
org
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR Perhitungan Kelayakan Investasi
p.58 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.64 ×4
unresolved
org
Bank Permata Bank Indonesia
p.64
unresolved
org
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR Perhitungan Nilai Perolehan
p.68 ×3
unresolved
org
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
p.71
unresolved
org
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR Proyeksi Pendapatan
p.71 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
15934 ms
12 Sep 2026 22:56
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'SHARES',
'description': 'adalah penambahan setoran modal pada WTJJ oleh '
'WIKA melalui penerbitan saham'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'adalah penambahan setoran modal pada WTJJ oleh WIKA melalui '
'penerbitan saham',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '-1'}