Back to announcement
20260910_SMDR_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32147753_lamp1.pdf
Other Text extracted SMDRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 8
Page 1 OCR 0.937
Sim SAMUDERA PT SAMUDERA INDONESIA Tbk Samudera Indonesia Building, 8" FI. Jl. Letjen S. Parman Kav. 35 Jakarta 11480 — INDONESIA T. 46221 5480088 SR.26.09.142/CSC/SI samudera.id Jakarta, 10 September 2026 Kepada Yth.: PT Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1, Lantai 6 Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 U.P.: Adi Pratomo Aryanto - Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Perihal: Tanggapan terkait Penelaahan atas Laporan Keuangan Tengah Tahunan per 30 Juni 2026 PT Samudera Indonesia Tbk Dengan hormat, Menindaklanjuti surat dari Bursa Efek Indonesia (“BEI”) dengan Nomor: S-11441/BEI.PP2/09-2026 tertanggal 8 September 2026 perihal Permintaan Penjelasan Bursa atas Laporan Keuangan Tengah Tahunan per 30 Juni 2026 PT Samudera Indonesia Tbk, bersama ini kami sampaikan tanggapan atas surat tersebut sebagaimana terlampir. Selanjutnya PT Samudera Indonesia Tbk akan terus memperhatikan dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal, termasuk dalam menyusun, menyajikan dan menyampaikan Laporan Keuangan sesuai dengan ketentuan dalam peraturan BEI, Otoritas Jasa Keuangan, dan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Demikian surat ini disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami mengucapkan terima kasih. Hormat kami, PT$ Ridwan Direktur KeGangan X Farida Helianti an Direktur Kepatuhan f' Tembusan kepada: Otoritas Jasa Keuangan 1. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon 2. Kepala Departemen Pengawas Emiten dan Perusahaan Publik
Page 2 OCR 0.957
—S— SAMUDERA Lampiran Permintaan Penjelasan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) Bursa meminta tanggapan Perseroan menyertakan pertanyaan dari Bursa untuk memberikan konteks yang jelas bagi publik, dan penyampaian tanggapan menggunakan Form E023 (published) pada SPE-IDXnet. Terkait Bisnis dan Prospek Usaha 1: Agar dijelaskan strategi bisnis Perseroan secara keseluruhan dalam menjalankan kegiatan usaha pada periode berjalan, termasuk fokus utama pengembangan usaha, segmen pasar yang menjadi prioritas, serta keselarasan strategi tersebut dengan kondisi industri dan dinamika pasar saat ini. Tanggapan dan Jawaban SMDR: Pada periode berjalan, strategi bisnis Perseroan diawali dengan peningkatan efisiensi operasional dan optimalisasi utilisasi armada untuk menjaga profitabilitas dan margin. Sejalan dengan hal tersebut, Perseroan melakukan pengembangan dan peremajaan armada secara selektif, baik melalui pembelian maupun penyewaan kapal, serta pengembangan infrastruktur pendukung untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan. Perseroan juga mengembangkan service dan rute baru, khususnya pada segmen yang memiliki prospek pertumbuhan, termasuk penguatan bisnis non-container, pelabuhan, dan logistik. Pengembangan tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas layanan, perluasan jaringan, serta penguatan kerja sama dengan pelanggan dan mitra strategis, termasuk melalui kontrak jangka panjang yang mendukung kesinambungan bisnis. Strategi tersebut disesuaikan dengan kondisi industri dan dinamika pasar, dengan tetap menerapkan disiplin biaya dan mengarahkan kapasitas serta investasi pada bisnis yang memberikan kontribusi positif. Dengan demikian, Perseroan dapat merespons perubahan permintaan dan peluang usaha secara fleksibel, sekaligus menjaga efisiensi dan keberlanjutan pertumbuhan. 2. Agar dijelaskan pandangan dan prospek manajemen Perseroan ke depan, termasuk ekspektasi terhadap perkembangan kinerja masing-masing lini usaha, tren permintaan dan tarif angkutan laut (freight rate/charter rate), serta tantangan utama yang dihadapi Perseroan di tengah dinamika perdagangan global dan ketidakpastian geopolitik. Agar dijelaskan pula strategi Perseroan dalam mengantisipasi kondisi tersebut serta menjaga kesinambungan kinerja usaha dalam jangka menengah. Tanggapan dan Jawaban SMDR: Manajemen melihat prospek usaha Perseroan ke depan tetap positif, dengan peluang yang berbeda pada masing-masing lini usaha. Pada lini Shipping, Perseroan melihat peluang dari kebutuhan angkutan laut yang tetap berkembang, baik pada container maupun bulk dan tanker, dengan freight rate dan charter rate yang diperkirakan tetap dinamis mengikuti kondisi supply-demand dan perdagangan global. Pada lini Logistics, pertumbuhan akan didorong oleh kebutuhan logistik yang semakin terintegrasi dan efisien, sementara lini Ports akan terus mengoptimalkan kapasitas dan layanan seiring dengan aktivitas bongkar muat dan arus perdagangan. Di tengah tantangan berupa ketidakpastian perdagangan global, dinamika geopolitik, serta volatilitas biaya, Perseroan akan menjaga fleksibilitas melalui optimalisasi utilisasi armada, pengembangan service dan rute secara selektif, serta peremajaan armada dan infrastruktur secara bertahap. Perseroan juga akan terus memperkuat kontrak jangka panjang serta hubungan dengan pelanggan dan mitra strategis untuk menciptakan pendapatan yang lebih berkesinambungan. Dengan pendekatan tersebut, Perseroan berupaya menjaga efisiensi, daya saing, dan kesinambungan kinerja usaha dalam jangka menengah.
Page 3 OCR 0.941
—S-—- SAMUDERA Terkait Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2026 3. Berdasarkan laporan keuangan periode enam bulan 2026, Perseroan membukukan pendapatan sebesar USD421,76 juta, meningkat 11,3”s dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD379,08 juta. Namun demikian, laba bruto hanya meningkat 3,146 menjadi USD74,82 juta, sehingga gross profit margin menurun dari sekitar 19,1” menjadi 17,7Yo. Penurunan margin tersebut antara lain terjadi di tengah peningkatan biaya jasa sebesar 13,2Y6, terutama pada beban bongkar muat, penyusutan, dan biaya keagenan. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Faktor utama yang menyebabkan pertumbuhan biaya jasa lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan, serta komponen biaya yang paling berpengaruh terhadap penurunan gross profit margin Perseroan. b. Faktor yang menyebabkan peningkatan signifikan pada beban penyusutan dan biaya keagenan, serta apakah peningkatan tersebut bersifat sementara atau diperkirakan berlanjut pada periode berikutnya. Cc. Strategi Perseroan untuk menjaga atau meningkatkan gross profit margin ke depan. Tanggapan dan Jawaban SMDR: a. Margin Perseroan terdampak oleh kenaikan biaya operasional pelayaran yang disebabkan oleh peningkatan tarif. b. Peningkatan beban penyusutan sejalan dengan penambahan dan akuisisi kapal yang dilakukan Perseroan, sementara peningkatan biaya keagenan mencerminkan kenaikan aktivitas operasional. Kedua komponen tersebut merupakan bagian dari perkembangan kegiatan usaha Perseroan dan akan terus dikelola secara optimal. Cc. Perseroan akan terus menjaga gross profit margin melalui optimalisasi utilisasi armada, peningkatan efisiensi operasional, serta pengelolaan biaya secara disiplin. Berdasarkan CALK 26 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, pendapatan Perseroan meningkat terutama pada pendapatan jasa angkutan sebesar 11,076, kegiatan keagenan, forwarding dan kegiatan pelabuhan sebesar 20,476, serta pendapatan sewa kapal berbasis waktu (time charter) sebesar 14,06. Di sisi lain, pendapatan dari jasa penanganan peralatan peti kemas dan muatan mengalami penurunan sebesar 1,2Yo. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Faktor utama yang mendorong pertumbuhan masing-masing jenis pendapatan tersebut, termasuk kontribusi peningkatan volume, tarif (freight rate/charter rate), maupun penambahan pelanggan atau kontrak baru. b. Perkembangan permintaan dan tarif angkutan serta time charter pada semester I 2026 dibandingkan dengan periode sebelumnya, serta pandangan Manajemen mengenai tren tersebut untuk semester II 2026 dan jangka menengah. € Prospek keberlanjutan pertumbuhan pendapatan pada masing-masing lini usaha, termasuk apakah terdapat kontrak atau proyek tertentu yang memberikan kontribusi material pada periode berjalan. d. Faktor yang menyebabkan pendapatan jasa penanganan peralatan peti kemas dan muatan mengalami penurunan, serta langkah Perseroan untuk memperbaiki kinerja lini usaha tersebut. Tanggapan dan Jawaban SMDR: a. Pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh peningkatan volume, sejalan dengan pembukaan rute dan service baru, serta didukung penyesuaian freight rate dan tarif kepada pelanggan. Pada bisnis pelabuhan dan logistik, pertumbuhan terutama berasal dari peningkatan volume kegiatan dan aktivitas logistik. b. Pada Semester I 2026, permintaan angkutan dan time charter menunjukkan perkembangan yang positif. Freight rate tetap dinamis mengikuti kondisi supply-demand, sementara pertumbuhan pendapatan time charter terutama berasal dari tambahan kapal yang beroperasi secara time Charter yang mana sebagai bagian dari optimalisasi armada. Ke depannya, Perseroan akan tetap adaptif dalam mengelola kapasitas dan tarif sesuai perkembangan pasar. Cc. Perseroan memandang prospek pertumbuhan pendapatan tetap positif, ditopang oleh pengembangan rute dan service, optimalisasi armada, serta pertumbuhan bisnis pelabuhan dan logistik. Perseroan akan mempertahankan disiplin dalam memilih peluang usaha yang memberikan pertumbuhan dan kontribusi yang berkelanjutan. d. Penurunan pendapatan terutama mencerminkan penurunan volume kegiatan pada periode berjalan.
Page 4 OCR 0.949
5. —S— SAMUDERA Beban penyusutan yang dibebankan pada biaya jasa meningkat dari USD41,88 juta pada semester I 2025 menjadi USD71,60 juta pada semester I 2026, atau meningkat sekitar 7176. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan beban penyusutan aset hak-guna, yang meningkat dari USD24,58 juta menjadi USD51,39 juta. Sementara itu, nilai tercatat aset tetap Perseroan justru menurun dari USD501,18 juta pada 31 Desember 2025 menjadi USD481,38 juta pada 30 Juni 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Faktor utama yang menyebabkan peningkatan signifikan beban penyusutan, khususnya penyusutan aset hak-guna. b. Latar belakang penambahan aset hak-guna sebesar USD40,15 juta selama semester I 2026. Cc. Mengingat beban penyusutan aset hak-guna telah melebihi USD51 juta pada semester I 2026, agar dijelaskan ekspektasi Manajemen terhadap perkembangan beban penyusutan dan dampaknya terhadap profitabilitas Perseroan ke depan. Tanggapan dan Jawaban SMDR: a. Peningkatan beban penyusutan sejalan dengan penambahan aset hak-guna berupa kapal pada tahun 2026. b. Penambahan aset hak-guna tersebut merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk meningkatkan kapasitas armada dan mendukung pertumbuhan volume angkutan. Cc. Ke depannya, beban penyusutan akan mengikuti perkembangan dan komposisi armada yang dimiliki maupun digunakan Perseroan. Manajemen akan terus memastikan penambahan kapasitas memberikan kontribusi terhadap pendapatan dan hasil usaha, sehingga dampak peningkatan depresiasi dapat dikelola secara seimbang dengan pertumbuhan bisnis dan profitabilitas Perseroan. Arus kas dari aktivitas investasi Perseroan pada semester I 2026 menunjukkan penggunaan kas bersih sebesar USD30,40 juta, dibandingkan penerimaan bersih sebesar USD5,27 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perubahan tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan uang muka pembelian aset tetap menjadi USD17,66 juta, dibandingkan USD2,03 juta pada semester I 2025. Pada saat yang sama, penambahan aset tetap tercatat sebesar USD18,89 juta. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Latar belakang dan tujuan pemberian uang muka pembelian aset tetap sebesar USD17,66 juta. b. Status dan estimasi waktu penyelesaian pengadaan aset tersebut, serta apakah terdapat komitmen belanja modal material lainnya setelah 30 Juni 2026. Cc. Keterkaitan antara rencana investasi aset tetap tersebut dengan strategi pengembangan kapasitas dan armada Perseroan. d. Sumber pendanaan yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan investasi tersebut. Tanggapan dan Jawaban SMDR: a. Uang muka pembelian aset tetap sebesar USD17,66 juta terutama terkait dengan advance pembelian untuk kebutuhan pengembangan dan penguatan infrastruktur pendukung kegiatan usaha Perseroan. b. Pengadaan aset tersebut saat ini berjalan sesuai dengan proses yang telah ditetapkan, dengan penyelesaian mengikuti jadwal dan ketentuan dalam perjanjian. Cc: Investasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan kapasitas dan pendukung Perseroan untuk menunjang pertumbuhan usaha dan kegiatan operasional ke depan. d. Kebutuhan investasi tersebut akan didanai terutama melalui arus kas internal Perseroan, dengan tetap mempertimbangkan kondisi likuiditas dan kebutuhan operasional. Berdasarkan CALK 13 tentang Aset Hak Guna dan Liabilitas Sewa, aset hak-guna Perseroan menurun dari USD225,94 juta menjadi USD214,42 juta pada semester I 2026. Namun demikian, selama periode tersebut terdapat penambahan aset hak-guna sebesar USD40,15 juta, yang terutama berasal dari kapal dan tongkang sebesar USD37,96 juta. Sejalan dengan itu, arus kas untuk pembayaran liabilitas sewa meningkat signifikan dari USD22,41 juta menjadi USD47,96 juta. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Latar belakang penambahan aset hak-guna kapal dan tongkang tersebut, dan kaitannya dengan strategi bisnis Perseroan. b. Pertimbangan Perseroan dalam menggunakan skema sewa dibandingkan dengan pembelian kapal secara langsung, termasuk dampaknya terhadap fleksibilitas dan struktur biaya Perseroan. Cc. Ekspektasi Manajemen terhadap perkembangan beban sewa dan kebutuhan pembayaran liabilitas sewa dalam jangka menengah.
Page 5 OCR 0.950
—S-— SAMUDERA Tanggapan dan Jawaban SMDR: a. Penambahan aset hak-guna berupa kapal dan tongkang merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk meningkatkan kapasitas armada dan mendukung pertumbuhan volume angkutan, dengan tetap menyesuaikan kapasitas terhadap kebutuhan dan peluang pasar serta seiring adanya pembaharuan kontrak aset hak guna usaha yang sudah ada. b. Skema sewa memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan kapasitas armada, sehingga Perseroan dapat merespons kebutuhan pasar secara lebih adaptif tanpa harus meningkatkan investasi aset secara langsung. Penggunaan skema ini juga dipertimbangkan dengan memperhatikan efisiensi dan struktur biaya secara keseluruhan. B: Ke depannya, kebutuhan sewa akan disesuaikan dengan pertumbuhan aktivitas dan kebutuhan kapasitas armada. Perseroan akan terus melakukan pengelolaan kontrak dan kewajiban sewa secara prudent, dengan memastikan tambahan kapasitas dapat memberikan kontribusi yang sejalan terhadap pendapatan dan profitabilitas. Berdasarkan CALK 6 tentang Piutang Usaha, piutang usaha neto meningkat dari USD142,42 juta menjadi USD148,13 juta. Selain itu, piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 180 hari meningkat dari sekitar USD9,42 juta menjadi USD11,15 juta, termasuk piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 365 hari sebesar USD7,11 juta. Sementara itu, cadangan kerugian kredit ekspektasian hanya meningkat dari USD6,05 juta menjadi USD6,22 juta. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Faktor utama yang menyebabkan peningkatan saldo piutang usaha dan peningkatan piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 180 hari. b. Status dan prospek penagihan atas piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 180 hari, khususnya yang telah melewati 365 hari. c Pertimbangan Manajemen dalam menentukan kecukupan cadangan kerugian kredit ekspektasian, termasuk perkembangan kualitas kredit pelanggan selama semester I 2026. d. Apakah terdapat pelanggan atau kelompok pelanggan tertentu yang memberikan kontribusi material terhadap piutang yang telah jatuh tempo tersebut? Bagaimana langkah mitigasi yang dilakukan Perseroan? Tanggapan dan Jawaban SMDR: a. Peningkatan piutang usaha sejalan dengan pertumbuhan aktivitas dan pendapatan Perseroan. Sementara itu, kenaikan piutang jatuh tempo antara lain dipengaruhi oleh dinamika kondisi ekonomi yang berdampak pada siklus pembayaran sebagian pelanggan. Perseroan tetap berkomitmen menjaga kualitas piutang dan memastikan proses penagihan berjalan optimal. b. Perseroan terus melakukan monitoring dan penagihan secara intensif, termasuk atas piutang yang telah melewati 365 hari, serta menjaga komunikasi dengan pelanggan untuk memastikan komitmen dan penyelesaian kewajiban pembayaran tetap berjalan sesuai kesepakatan. Cc. Kecukupan cadangan ditentukan secara prudent dengan mempertimbangkan umur piutang, histori pembayaran, profil risiko pelanggan, dan kondisi kredit terkini, serta dievaluasi secara berkala. d. Piutang jatuh tempo berasal dari beberapa pelanggan dengan karakteristik transaksi yang beragam. Perseroan memitigasi risiko melalui penguatan penagihan, monitoring aging piutang, serta pengelolaan limit dan term pembayaran secara selektif. Berdasarkan CALK 10 tentang Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama, nilai tercatat investasi Perseroan meningkat dari USD44,61 juta menjadi USD45,59 juta pada semester | 2026. Perseroan juga mencatat bagian laba entitas asosiasi sebesar USD1,71 juta. Namun demikian, berdasarkan informasi keuangan entitas asosiasi, LNG East-West Shipping mencatat laba sebesar USD4,11 juta, sedangkan PT Patimban Global Gateway Terminal (PGT) mencatat rugi sebesar USD1,87 juta pada semester I 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Faktor utama yang mempengaruhi kinerja masing-masing entitas asosiasi tersebut, khususnya LNG dan PGT. b. Prospek pertumbuhan dan kontribusi entitas asosiasi terhadap kinerja Perseroan ke depan, termasuk ekspektasi terhadap kontribusi laba. Cc. Khusus untuk PGT, agar dijelaskan perkembangan operasional dan langkah strategis yang dilakukan untuk memperbaiki kinerja, mengingat entitas tersebut masih membukukan rugi pada semester | 2026. d. Pertimbangan Manajemen dalam mempertahankan investasi pada entitas asosiasi yang masih mencatatkan kerugian serta prospek pengembalian investasi tersebut dalam jangka menengah. ig
Page 6 OCR 0.944
10. TA, --S— SAMUDERA Tanggapan dan Jawaban SMDR: a. Kinerja LNG East-West Shipping tetap positif, sementara itu, PGT masih berada dalam tahap persiapan dan belum beroperasi secara penuh. b. Manajemen melihat prospek kedua entitas tetap positif. LNG East-West Shipping diharapkan terus memberikan kontribusi yang stabil, sementara PGT memiliki potensi peningkatan kontribusi seiring dimulainya operasi secara penuh. Cc. Kerugian PGT pada Semester I 2026 terutama disebabkan oleh belum beroperasinya fasilitas secara penuh. PGT ditargetkan mulai beroperasi setelah seluruh peralatan utama pelabuhan tersedia, dengan estimasi awal 2027, sehingga Kontribusi terhadap kinerja diharapkan meningkat setelah fase operasional dimulai. b. Perseroan mempertahankan investasi tersebut dengan mempertimbangkan kepastian going concern bisnis terkait dan potensi kontribusi strategisnya terhadap bisnis Perseroan. Seiring peningkatan utilisasi dan operasional PGT, Manajemen berharap kinerja entitas asosiasi dapat memberikan kontribusi yang semakin positif terhadap Perseroan. Laba periode berjalan Perseroan pada semester I 2026 meningkat hanya sebesar 0,8Ys menjadi USD44,16 juta, dibandingkan USD43,80 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun demikian, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sebesar 11,046 menjadi USD32,52 juta, sementara laba yang dapat diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali menurun sebesar 19,8Yo menjadi USD11,63 juta. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Faktor utama yang menyebabkan perubahan kontribusi laba antara pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali. b. Entitas anak yang memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan laba yang menjadi bagian kepentingan nonpengendali. Cc. Apakah perubahan tersebut terutama disebabkan oleh perubahan kinerja operasional entitas anak, perubahan struktur kepemilikan, pembagian dividen, atau faktor lainnya? d. Implikasi perubahan komposisi laba tersebut terhadap prospek laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ke depan. Tanggapan dan Jawaban SMDR: a. Terdapat penurunan laba di anak perusahaan yang komposisi non pengendalinya cukup besar, disisi lain terdapat peningkatan laba untuk anak Perusahaan yang komposisi non pengendali sangat kecil. b. Kontribusi penurunan laba ada di bisnis container shiping. Perubahan tersebut seiring dengan kondisi market yang terjadi dan industri terkait. d. Perusahaan akan terus mendorong untuk pertumbuhan di setiap lini bisnis yang ada sehingga dapat memberikan kontribusi yang positif. '3) Pada semester I 2026, Perseroan mencatat kerugian komprehensif lain sebesar USD11,51 juta, terutama berasal dari selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan sebesar USD10,82 juta. Kondisi tersebut menyebabkan total penghasilan komprehensif turun menjadi USD32,65 juta dari USD42,60 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Faktor utama yang menyebabkan kerugian selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan meningkat signifikan pada semester | 2026. b. Eksposur mata uang utama Perseroan yang menjadi sumber risiko tersebut serta apakah kerugian tersebut terutama bersifat translation effect atau terdapat dampak ekonomi terhadap arus kas Perseroan. c. Kebijakan Perseroan dalam mengelola risiko nilai tukar, termasuk penggunaan instrumen lindung nilai, apabila ada. d. Pandangan Manajemen mengenai potensi dampak perubahan nilai tukar terhadap posisi ekuitas dan kinerja Perseroan ke depan. Tanggapan dan Jawaban SMDR: a. Kerugian selisih kurs terutama dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar pada mata uang fungsional entitas anak terhadap mata uang penyajian laporan keuangan Perseroan selama periode berjalan. b. Eksposur nilai tukar Perseroan berasal dari beberapa mata uang yang digunakan dalam kegiatan operasional dan pelaporan entitas anak. Dampak yang tercatat pada Semester | 2026 terutama ad
Page 7 OCR 0.952
12. -& SAMUDERA merupakan translation effect dalam proses konsolidasi dan tidak secara langsung mencerminkan dampak terhadap arus kas operasional Perseroan. Cc. Perseroan terus melakukan penilaian secara berkala memitigasi fluktuasi nilai mata uang untuk menentukan langkah dan kebijakan yang tepat dalam mengantisipasi risiko dan kondisi yang terjadi. d. Perseroan akan tetap memantau eksposur valuta asing dan menjaga keseimbangan mata uang dalam arus kas untuk memitigasi volatilitas serta menjaga kesinambungan kinerja. Jumlah pinjaman jangka panjang Perseroan meningkat dari USD192,57 juta menjadi USD207,32 juta, di samping penerbitan Sukuk Ijarah Tahap III dengan nilai nominal Rp700 miliar. Sejalan dengan peningkatan pendanaan tersebut, beban keuangan meningkat dari USD12,84 juta menjadi USD16,47 juta, atau sekitar 28,3”o. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Strategi Perseroan dalam mengelola risiko suku bunga dan risiko nilai tukar atas pinjaman dalam berbagai mata uang. b. Apakah Perseroan memiliki rencana penambahan utang material dalam sisa tahun 2026 dan jangka menengah? Tanggapan dan Jawaban SMDR: a. Perseroan mengelola risiko suku bunga dan nilai tukar melalui diversifikasi sumber dan mata uang pendanaan. Perseroan juga melakukan pemantauan eksposur secara berkala untuk menjaga risiko tetap dalam tingkat yang terkelola. b. Penambahan utang akan dilakukan sesuai rencana strategis Perusahaan sesuai kebutuhan investasi dan pengembangan usaha. Terkait Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum 13. Mengenai realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan yaitu Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap | dan II, disampaikan bahwa Perseroan telah merealisasikan dana tersebut sesuai dengan tujuan penggunaan dana yang telah disampaikan sebelumnya. Namun agar dijelaskan beberapa hal: a. Perkembangan terkini terkait dengan penggunaan dana untuk pembiayaan kepada entitas anak yang akan digunakan untuk membeli 2 buah kapal dry bulk. b. Jika entitas anak telah merealisasikan dana tersebut untuk pembelian kapal, bagaimana dampak atas pembelian kapal tersebut terhadap profitabilitas serta performa keuangan Perseroan dan kondisi operasional entitas anak dan Perseroan. (3 Jika belum, kapan entitas anak akan merealisasikan pembelian tersebut? Harap sertakan latar belakang belum direalisasikan pembelian tersebut. d. Perkembangan terkini terkait dengan penggunaan dana untuk pembiayaan pembangunan fasilitas shipyard, jetty, floating area, dan fasilitas-fasilitas penunjangnya. e. Jika pembangunan telah dilakukan, bagaimana dampak pembangunan fasilitas tersebut terhadap profitabilitas serta performa keuangan Perseroan dan kondisi operasional entitaas anak dan Perseroan. f. Jika belum dibangun atau pembangunan belum selesai, kapan target penyelesaian pembangunan tersebut? Harap sertakan latar belakang belum dilaksanakannya atau belum selesainya pembangunan tersebut. Tanggapan dan Jawaban SMDR: a. Penggunaan dana untuk pembiayaan kepada PT Samudera Perkapalan Indonesia (“SPKLI”) sudah selesai terealisasi dalam bentuk pinjaman afiliasi yang dilakukan pada tanggal 2 Agustus 2023, sesuai dengan Keterbukaan Informasi tanggal 4 Agustus 2023 yang telah dipublikasi oleh Perseroan. Dana tersebut sudah dipergunakan sebagaimana mestinya untuk mengakuisisi 2 unit kapal dry bulk yang juga sudah mulai beroperasi masing-masing sejak Agustus 2023 untuk kapal Sinar Kuta, dan sejak Oktober 2023 untuk kapal Sinar Komodo. b. Pembelian kedua kapal tersebut berdampak positif terhadap profitabilitas dan kinerja keuangan Perseroan, terutama melalui peningkatan kapasitas dan utilisasi armada. Dari sisi operasional, penambahan kapal mendukung kelancaran dan keberlanjutan kegiatan operasional entitas anak sekaligus meningkatkan pemanfaatan aset. Perseroan akan terus melakukan evaluasi secara berkala atas utilisasi dan profitabilitas aset untuk memastikan kontribusinya tetap optimal dan sejalan dengan kebutuhan bisnis. ae
Page 8 OCR 0.953
SS SAMUDERA Cc. Pembelian tersebut sudah direalisasikan sesuai dengan jawaban dari pertanyaan poin a dan b di atas. d. Penggunaan dana untuk pembiayaan kepada PT Galangan Samudera Madura (“GSM”) sudah selesai terealisasi dalam bentuk pinjaman afiliasi yang dilakukan pada tanggal 29 September 2025, sesuai dengan Keterbukaan Informasi tanggal 30 September 2025 yang telah dipublikasi oleh Perseroan. Dana tersebut sudah dipergunakan secara bertahap untuk melakukan pembangunan fasilitas shipyard, jetty, floating area, dan fasilitas-fasilitas penunjang di Madura. Pembangunan terus dilakukan secara berkelanjutan sejak bulan Oktober 2025, dan saat ini sudah mencapai kurang lebih 3396 dari target pembangunan proyek secara menyeluruh. e. Proses pembangunan fasilitas masih terus berlangsung secara bertahap, dan sampai dengan periode pelaporan ini dilakukan yaitu di bulan September 2026, GSM masih belum dapat beroperasi menggunakan kapasitas maksimal. Walaupun demikian, Perseroan senantiasa memastikan bahwa pembangunan dilakukan dengan mengedepankan selesainya fasilitas krusial seperti slipway (fasilitas untuk aktifitas perbaikan dan pembangunan kapal baru) yang saat ini sudah mencapai tingkat pembangunan kurang lebih 9545 dan sudah mulai beroperasi di bulan September 2026. f Perseroan senantiasa memastikan agar proses pembangunan atas investasi galangan kapal yang dilakukan di Madura berjalan sesuai dengan rencana, dan saat ini proses pembangunan secara keseluruhan ditargetkan dapat selesai di kuartal 2 tahun 2027. Terkait Hal Lain-lain 14. 15. Apakah terdapat perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU atau pailit) dari kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon disampaikan nomor perkara, pokok perkara, dan perkembangan atas perkara hukum tersebut. Tanggapan dan Jawaban SMDR: Sebagaimana telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Per tanggal 30 Juni 2026, Perseroan mengonfirmasi bahwa Perseroan tidak sedang terlibat atau menjadi pihak dalam suatu perkara hukum (termasuk yang terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU atau pailit) dengan kreditur maupun supplier (pemasok) Perseroan. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan. Tanggapan dan Jawaban SMDR: Perseroan mengonfirmasi bahwa sampai dengan Surat Tanggapan ini, tidak terdapat Informasi/kejadian penting material lainnya yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan serta harga saham Perseroan yang belum diungkapkan, selain yang telah diuraikan dalam Surat Tanggapan ini.
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Departemen Pengawas Emiten dan Perusahaan Publik
p.1
unresolved
org
PT Patimban Global Gateway Terminal
p.5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.