Skip to content
Back to announcement

20241113_BJTM_Public Expose_31767307_lamp2.pdf

Other Text extracted BJTM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1
                     LAPORAN PELAKSANAAN
                  PUBLIC EXPOSE TAHUNAN 2024
         PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TIMUR Tbk


1. PELAKSANAAN ACARA
   Memenuhi ketentuan butir V.1. Peraturan Pencatatan Efek Nomor I-E tanggal 29 Januari
   2021 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, bersama ini kami sampaikan bahwa PT
   Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) telah melaksanakan Public Expose
   Tahunan 2024 pada:

         Hari/Tanggal     : Jumat/ 8 November 2024
         Waktu            : 10.00 - Selesai
         Tempat           : Live Streaming melalui Zoom Meeting

2. PESERTA
   a. Manajemen
      1. Direktur Utama
      2. Direktur Keuangan, Treasury & Global Services
      3. Corporate Secretary
   b. Publik
      (Daftar hadir terlampir)

3. SUSUNAN ACARA
   a. Pembukaan acara oleh Corporate Secretary dilanjutkan Penyampaian Materi Oleh
      Direktur Utama dan Direktur Keuangan, Treasury & Global Services
   b. Diskusi & Tanya Jawab

4. RINGKASAN PERTANYAAN DAN JAWABAN
   a. Pertanyaan:
      Adakah strategi Bank Jatim untuk memfokuskan peningkatan pertumbuhan anorganik dari
      segi pertumbuhan organiknya yang sudah cukup baik?

      Jawaban:
      Dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir ini Bank Jatim mampu melewati dinamika
      baik eksternal maupun internal seperti permasalahan geopolitik kemudian adanya covid
      yang melemahkan berbagai sektor, kemudian juga secara internal seperti pilpres, pilkada
      dan lain sebagainya. Hal tersebut menunjukkan kinerja Bank Jatim mampu
Page 2
   menyesuaikan terhadap perubahan. Dalam bertransformasi salah satunya kita tidak hanya
   tumbuh secara linier saja yaitu pertumbuhan organik, dikarenakan kompetitor. Bank
   Jatim juga tumbuh lebih eksponensial yang ditopang juga dengan kemajuan teknologi
   informasi dengan berinovasi produk dan jasa yang nantinya tidak hanya sekedar tumbuh
   tapi juga mampu untuk menjadi bank secara utuh serta mampu menangkap potensi sektor
   produktif yang ada di Jawa Timur. Secara anorganik seperti aksi korporasi KUB memiliki
   banyak manfaat seperti menjadi mitra untuk memenuhi modal minimalnya dari sisi Bank
   Jatim akan tumbuh secara eksponensial pada aset dan akan mendapatkan dividen dan ada
   beberapa Kerjasama dalam bisnis baik dalam sisi sistem pembayarannya atau
   memaksimalkan potensi bisnis di wilayah masing- masing.

b. Pertanyaan:
   1. Bagaimana cara BJTM mengintegrasikan KUB yang baru saja diperoleh terhadap
      existing bisnis, opportunity dan tantangan yang sedang dihadapi dan akan dihadapi?
   2. Bagaimana pembentukan KUB bersama BEKS bisa menjawab peluang dan
      kesempatan yang tersedia?

   Jawaban:
   1. KUB ini merupakan kebijakan dari OJK yang baru yang akan memperoleh paradigma
      baru yang di dalamnya terdapat unsur holding, bagi beberapa mitra BPD yang tentu
      saja itu akan mempengaruhi beberapa yang sifatnya jangka panjang strategis. Dari
      sisi internal meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM. Manfaat KUB nantinya
      akan memberikan manfaat bersama dan berkolaborasi sinergi maju.
   2. BEKS saat ini sudah berubah menjadi BUMD dengan kepemilikannya dimiliki oleh
      Provinsi Banten, yang nantinya akan mampu mengeksplore potensi ekonomi daerah
      Banten. BEKS juga sudah perusahaan terbuka sehingga juga memerlukan
      pertimbangan yang menyangkut kebijakan Pasar Modal. Selain sebagai peluang yang
      cukup bagus namun Bank Jatim juga tetap mempertimbangkan serta memitigasi
      resiko untuk jangka panjang.

c. Pertanyaan:
   Apakah Bank Jatim banyak memberikan kredit kepada UMKM petani, dan nelayan
   dampaknya apa terhadap laporan keuangan?

   Jawaban:
   Saat ini kredit yang telah disalurkan kepada petani dan nelayan sebesar 3,8 Triliun dan
   NPL masih terjaga atau sebesar 0,5%.
Page 3
d. Pertanyaan:
   1. Seiring dengan turunnya laba bersih 5% per September 2024, apakah dividen per
      saham BJTM tahun depan akan tetap naik?
   2. Bagaimana prospek kinerja pada kuartal 4, dan apa faktor-faktor pendorongnya?
   3. Apakah ada guidance pertumbuhan kredit, gross NPL, dan CoC Full year 2024?

   Jawaban:
   1. Untuk Dividen ini sejalan dengan RBB dan memang selalu tumbuh namun akan tetap
      disesuaikan dengan kebijakan dividen payout ratio kurang lebih 50% (lima puluh
      persen).
   2. Faktor pendorong terbesar kredit tumbuh ini dari kredit Konsumer, pada quarter 3
      kemarin kredit Bank Jatim tumbuh dengan signifikan sebesar 8,82% dan telah sesuai
      dengan harapan dibawah 70%. Secara Yoy dengan NPL sebesar 2,14%
   3. Untuk Guidance pertumbuhan kredit 18% Yoy, NPL Gross 2,4% Yoy dan CoC di
      angka 1,5%

e. Pertanyaan:
   Bagaimana manajemen Bank Jatim memastikan pertumbuhan internal yang
   berkelanjutan, terutama dalam hal peningkatan kompetensi karyawan serta adaptasi
   terhadap perubahan pasar yang ada?

   Jawaban:
   Dalam hal ini tentu saja Bank Jatim memastikan Learning and Growth pada ini menjadi
   penting secara internal agar tetap agile terhadap perubahan. Dari sisi human capital perlu
   meningkatkan kemampuan kompetensinya yang juga melibatkan pihak eksternal dalam
   jangka pendek atau jangka panjang. Bank Jatim juga melakukan pro hire untuk
   menghadapi pesaing atau kompetitor. Selain itu kita membangun reward and punishment
   serta untuk engagement Bank Jatim juga membangun budaya Work Life Balance pada
   pekerja.

f. Pertanyaan:
   Bagaimana upaya Bank Jatim dapat membantu UMKM daerah agar mereka dapat
   mengembangkan usahanya yang seringkali mengalami kendala terkait dengan
   permodalan?

   Jawaban:
   Bank Jatim memiliki 3(tiga) pilar utama dalam bisnis, yang pertama yakni ekosistem
   pemerintahan daerah yang menjadi captive market. Saat ini yang menjadi sasaran kami
   yaitu pengembangan teknologi, kedua UMKM yang merupakan kekuatan sisi konsumtif
Page 4
   dengan melakukan kolaborasi sinergi dengan dinas perdagangan, koperasi, pertanian dan
   lain sebagainya.

g. Pertanyaan:
   Apakah sudah ada rencana spesifik mengenai jadwal pemisahan spin off unit usaha
   syariah? Selain itu, apakah hasil pilkada yang akan diselenggarakan beberapa pekan lagi
   kaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja operasional perseroan?

   Jawaban:
   Saat Bank Umum akan memiliki Unit Usaha Syariah maka minimal memiliki aset 50
   (lima puluh) % sehingga saat ini belum memungkinkan. Selanjutnya untuk
   meningkatkan pertumbuhan bisnis Syariah tidak selalu spin off, dan saat ini
   pertumbuhan UUS sudah cukup baik untuk kontribusi secara konsolidasi. Tentunya
   kedepan akan dilakukan kolaborasi dengan NTB Syariah sebagai anggota KUB Bank
   Jatim. Terkait dengan dampak adanyah hasil pemilu, pemerintahan baru kemungkinan
   terdapat kebijakan yang bisa sama atau berbeda. Sebagai BUMD, Bank Jatim
   mendukung pemerintah daerah dengan melakukan kolaborasi dan menyelaraskan
   kebijakan.

h. Pertanyaan:
   Menurut saya Ada beberapa alasan mengapa anak muda cenderung lebih tertarik
   menggunakan bank umum dibandingkan dengan bank Jatim, salah satunya kita
   menganggap bahwa bank Jatim memiliki fokus utama pada pelayanan pembiayaan untuk
   gaji PNS dan pengelolaan dana daerah, Pertanyaan nya bagaimana upaya bank Jatim
   untuk memanfaatkan anak muda ini agar bisa lebih mengenal bank Jatim?

   Jawaban:
   Saat ini pekerja Bank Jatim 80% anak muda milenial, dapat di lihat dari media sosial
   Bank Jatim terlihat saat kegiatan Work Life Balance sebagai wadah Jatimers (Pekerja
   Bank Jatim) untuk mengembangkan keahlian seperti bidang seni, olahraga diluar
   pekerjaan. Bank Jatim saat ini tidak hanya ASN yang sebagai core, namun anak muda
   saat ini menjadi concern seperti contoh fitur Jconnect yang di design untuk mengikuti
   trend anak muda, dan adanya beberapa event Bank Jatim untuk anak muda.

i. Pertanyaan:
   Bank Jatim berbicara KUB, dengan konsekuensi konsolidasi, maka dengan kinerja DPK
   yang bertumpu pada dana Pemerintah daerah maka tidak menutup kemungkinan jika
   Bank-bank dibawahnya mengalami kesulitan likuiditas maka Bank Jatim harus bisa
   menutup, baik gap maturity, gap interest, dan gap durasinya. Apa langkah kongkrit yang
Page 5
      mau diambil bank jatim supaya ke depan tidak mengalami interest cost yang tidak ter
      manage?

      Jawaban:
      Bagi BPD yang memiliki permodalan kuat diminta untuk berkolaborasi dengan BPD
      yang memang masih membutuhkan penambahan modal untuk meningkatkan skala
      bisnis. Mitra yang ber KUB dengan Bank Jatim mereka bukan memiliki kesulitan
      likuiditas, namun untuk memenuhi ketentuan regulator. Saat ini Bank Jatim sedang
      berproses meningkatkan kapasitas dengan menggunakan jasa pihak ketiga. Oleh karena
      itu saat ini permodalan dikuatkan pada bisnisnya sesuai dengan lima pilar transformasi
      untuk mengukur kapasitas dan kapabilitas.

4. LINK LIVE STREAMING
    Public Expose dapat diakses via: https://bit.ly/PUBEXBJTM-2024

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.05 MB
Published13 Nov 2024
Pages5
Characters8,958
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

unresolved org BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TIMUR Tbk p.1 ×4
unresolved org Bank Jatim p.1 ×24
unresolved org Bank Jatim. Terkait p.4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result