Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 8
Page 1
RISALAH PUBLIC EXPOSE PT UNITED TRACTORS Tbk
7 SEPTEMBER 2026
Public Expose PT United Tractors Tbk (Perseroan) diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Senin, 7 September 2026
Waktu : 14.00 – 14.50 WIB : Public Expose
14.55 – 15.10 WIB : Press Conference
Tempat : Public Expose Live 2026
Public Expose Perseroan dihadiri oleh:
• 138 orang wakil perusahaan sekuritas, analis, pemegang saham, dan peserta umum yang
hadir pada saat sesi presentasi dan tanya jawab secara online melalui aplikasi webinar Zoom,
serta 33 wartawan pada saat sesi konferensi pers.
• Manajemen Perseroan:
Presiden Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Direktur : Ari Sutrisno
Direktur : Hendra Hutahean
Direktur : Andreas
Sekretaris Perusahaan : Ari Setiyawan
Dalam acara Public Expose Perseroan, presentasi dibawakan oleh Ari Setiyawan (Sekretaris
Perusahaan). Materi yang disampaikan pada acara Paparan Publik ini adalah sesuai dengan
materi yang telah dikirimkan sebelumnya pada tanggal 2 September 2026 melalui surat No.
309/CORP/9981/IX/26. Setelah seluruh materi selesai dipresentasikan, acara dilanjutkan
dengan sesi tanya jawab.
Berikut adalah intisari pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada manajemen Perseroan
setelah sesi presentasi.
Page 2
1. Aldebaran Martimo Harli (Individual Investor) Pertanyaan: Sektor apa yang menjadi fokus diversifikasi investasi UNTR mulai tahun 2026 dan berapa besar prospek peluangnya? Jawaban: Pertama, kami akan terus mengoptimalkan portofolio existing untuk memastikan tingkat pengembalian dan profitabilitas yang berkelanjutan. Portofolio ini mencakup bisnis alat berat, kontraktor penambangan, serta bisnis pertambangan kami yang saat ini meliputi tiga komoditas utama: batu bara (termal dan metalurgi), emas (konsesi Martabe di Sumatera Utara, Sumbawa Jutaraya di Sumbawa, dan Arafura Surya Alam di Sulawesi Utara yang sedang dalam tahap konstruksi), serta nikel (Stargate di Konawe). Kedua, terkait arah investasi ke depan, kami menyadari perlunya melakukan diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara termal yang diproyeksikan akan mengalami penurunan secara bertahap. Oleh karena itu, fokus utama investasi UT—seperti yang telah kami rintis dalam lima tahun terakhir dan akan terus berlanjut ke depannya— secara sederhana berada di sektor mineral non-batu bara (other minerals). Kami akan secara aktif mencari dan mengembangkan aset-aset tambang baru di komoditas seperti emas, nikel, tembaga (copper), dan mineral lainnya. Mengenai besaran peluang dari investasi tersebut, potensinya tentu terus kami eksplorasi. Namun, setiap pengembangan dan pemanfaatan peluang ke depan akan selalu kami lakukan secara terukur, dengan menyesuaikan pada kondisi neraca keuangan perusahaan serta ketersediaan dana yang ada. (Iwan Hadiantoro) 2. Andrew Yap (Individual Investor) Pertanyaan: Apakah bisnis Martabe sudah beroperasional 100% atau masih dalam tahap recovery sampai akhir Agustus 2026? Jawaban: Dapat kami sampaikan bahwa tambang Martabe telah kembali beroperasi sejak pertengahan - akhir Mei 2026, setelah sebelumnya mengalami pemberhentian sementara. Saat ini, tingkat operasional belum beroperasi penuh. Tahap pemulihan (recovery) dilakukan secara bertahap karena kami harus menyiapkan kembali peralatan kerja serta memobilisasi tenaga kerja.
Page 3
Untuk tahun 2026 ini, kami harap kegiatan produksi dan penjualan emas dengan estimasi volume di kisaran 60.000 - 65.000 ounces. Kami berencana untuk kembali meningkatkan kapasitas produksi pada tahun depan, yang tentunya akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur di lapangan. (Iwan Hadiantoro) 3. Weerada Chuncuansugkom (Individual Investor) Pertanyaan: Apa strategi perusahaan dalam menghadapi penurunan penjualan kategori Big Machine dan berapa target penjualan unit Komatsu HW70-1 pada Semester II-2026? Jawaban: Terkait strategi penjualan alat berat, dapat kami sampaikan bahwa performa penjualan Big Machine dipengaruhi oleh dinamika industri pertambangan, khususnya sektor batu bara yang pada tahun ini cukup menantang. Oleh karena itu, strategi utama kami untuk memitigasi kondisi tersebut adalah dengan memperluas penetrasi pasar ke sektor pertambangan komoditas lain, seperti emas. Sementara itu, kehadiran Komatsu Wide-Body Dump Truck HW70-1 merupakan salah satu langkah strategis Peseroan untuk menyasar segmen tambang skala menengah. Pada tahun sebelumnya, kami belum memiliki produk tersebut, sehingga mulai tahun ini kami meluncurkan Komatsu Wide-Body Dump Truck HW70-1 guna memenuhi kebutuhan operasional pasar di segmen menengah tersebut. (Andreas) Selain strategi penetrasi ke sektor lain, juga ditopang oleh product support (penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan). Saat ini, pendapatan dari product support mencatatkan kinerja yang cukup stabil. Hal ini didorong oleh perilaku pelanggan yang menunda pembelian alat berat baru dan beralih mengintensifkan pemeliharaan guna menjaga tingkat produktivitas serta ketersediaan alat mereka. Oleh karena itu, product support ini diharapkan dapat terus menjadi kontribusi yang menopang pendapatan Perseroan di tengah penurunan penjualan Big Machine tahun ini. Mengenai prospek ke depan, kami berharap adanya tren yang positif di mana aktivitas pertambangan batu bara mulai menunjukkan perbaikan seiring dengan revisi RKAB. Meskipun demikian, kami tetap berhati-hati dan terus mencermati faktor risiko operasional
Page 4
di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan kondisi cuaca seperti fenomena El Nino di wilayah Kalimantan. (Iwan Hadiantoro) 4. Sie David Gunawan (Individual Investor) Pertanyaan: Mengapa produksi batubara PT Tuah Turangga pada bulan Juli mengalami penurunan? Jawaban: Penurunan volume penjualan di bulan Juli disebabkan adanya dinamika dalam persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tuah Turangga Resources. Pada akhir tahun 2025, kami awalnya mengajukan target produksi dan penjualan sebesar 15 juta ton untuk tahun 2026. Namun, pada bulan April 2026, persetujuan RKAB yang diterbitkan mengalami penyesuaian turun menjadi 7,5 juta ton. Berdasarkan RKAB yang telah disetujui tersebut, TTA telah merealisasikan sekitar 75% kuota di semester pertama. Kondisi ini mengakibatkan sisa kuota penjualan untuk semester kedua menjadi terbatas dan menekan angka penjualan pada bulan Juli. Sebagai langkah tindak lanjut, kami telah mengajukan revisi RKAB dan saat ini kami telah berhasil mendapatkan persetujuan baru dengan target penjualan di kisaran 9,9 juta ton dari tambang yang dimiliki TTA, termasuk dengan coal trading proyeksi coal sales TTA FY 2026 sebesar 12,1 juta ton. 5. Primadoly Nababan (Individual Investor) Pertanyaan: Terkait pembelian saham atas tambang emas ASA di Sulawesi bagaimana tahapan saat ini dan dalam 3-5 tahun ke depan apakah akan memulai produksi? Jawaban: Terkait tambang baru kami, PT Arafura Surya Alam (ASA), dapat kami sampaikan bahwa pasca akuisisi pada bulan Februari 2026 lalu, terdapat beberapa aktivitas utama yang menjadi fokus Perseroan di tahun ini, yaitu penyelesaian perizinan, yang meliputi studi kelayakan serta AMDAL, dengan target persetujuan pada tahun ini. Berikutnya, kami sedang menyusun detail engineering design untuk fasilitas pengolahan (processing plant) yang prosesnya masih terus berjalan.
Page 5
Secara garis besar, fokus operasional kami pada periode 2026 hingga 2028 mendatang akan dialokasikan untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur dan fasilitas pengolahan di ASA. Melalui tahapan pengembangan tersebut, kami memproyeksikan tambang ini dapat mulai memproduksi dan menjual emas secara komersial pada tahun 2029 nanti. (Iwan Hadiantoro) 6. Zetta Hannanny (Individual Investor) Pertanyaan: Apa yang menyebabkan penurunan nilai investasi ekuitas? Apakah cadangan energi yang terbukti tidak seperti yang diharapkan? Jawaban: Terkait penurunan nilai investasi ekuitas, hal ini utamanya disebabkan oleh adanya impairment (penurunan nilai) atas investasi Perseroan pada entitas panas bumi, PT Supreme Energy Rantau Dedap. Perseroan telah melakukan pencatatan full impairment pada kuartal kedua tahun 2026. Langkah ini diambil karena realisasi kinerja kapasitas bersih pembangkit Supreme Energy Rantau Dedap hanya mencapai 50 hingga 52 MW, yang lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi awal sebesar 90 MW. (Vilihati Surya) Press Conference Pertanyaan dari wartawan: 1. UT melalui anak usahanya, PT Energia Prima Nusantara (EPN), terlibat dalam konsorsium pembangunan PSEL Legok Nangka. Baagaimana proyek ini bisa berdampak ke kinerja keuangan UT dan bagaimana UT melihat jangka panjangnya? Jawaban: Dapat kami konfirmasi bahwa PT Energia Prima Nusantara, anak usaha yang dimiliki 100% oleh United Tractors, memiliki porsi kepemilikan saham sebesar 21% dalam konsorsium proyek pembangkit listrik tenaga sampah (Waste to Energy) Legok Nangka, yang dipimpin oleh Sumitomo Corporation.
Page 6
Terkait perkembangannya, konsorsium telah menandatangani sejumlah perjanjian definitif. Perjanjian tersebut mencakup Perjanjian Jual Beli Listrik dengan PLN, serta perjanjian terkait pengumpulan sampah sebagai bahan baku pembangkit dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini, konsorsium tengah berfokus pada pembentukan struktur organisasi internal serta penyelesaian financial close untuk pendanaan perbankan. Jika berjalan sesuai rencana, proses konstruksi ditargetkan dapat dimulai pada tahun depan dan rampung pada tahun 2030. Nantinya, pembangkit ini akan beroperasi dengan kapasitas sekitar 40 Megawatt (MW). Dari sisi kelayakan bisnis, proyek ini diproyeksikan memiliki kinerja yang menjanjikan dan mampu memberikan tingkat pengembalian (return) yang sesuai dengan standar parameter minimum kebijakan investasi United Tractors ke depannya. (Iwan Hadiantoro) 2. UT mencatatkan kerugian penurunan nilai investasi mencapai Rp 2,76 triliun di bisnis geotermal di Sumatra. Bagaimana strategi dan arah investasi perusahaan di bisnis geothermal? Jawaban: Penurunan nilai investasi ekuitas ini utamanya didorong oleh pencatatan impairment atas investasi United Tractors pada proyek energi panas bumi, Supreme Energy Rantau Dedap. Langkah full impairment ini dibukukan sebagai non-recurring charges pada laporan keuangan paruh pertama 2026, sejalan dengan langkah serupa yang juga diambil oleh mitra usaha kami di proyek tersebut. Terkait strategi ke depan atas kepemilikan saham UT yang berkisar di angka 40%, Perseroan memutuskan untuk tidak memberikan tambahan modal (capital) maupun pinjaman pemegang saham (shareholder loan) untuk proyek ini ataupun investasi panas bumi lainnya. Ke depannya, fokus strategi kami akan sepenuhnya dialokasikan untuk mengoptimalkan kinerja operasional pembangkit PT Supreme Energy Rantau Dedap yang sudah berjalan. Melalui optimalisasi tersebut, kami berharap kinerja fasilitas dapat terus ditingkatkan agar mampu mencapai kapasitas optimalnya di 90 Megawatt (MW), mengingat saat ini realisasinya masih berada di bawah 60%, yakni sekitar 52 MW. (Vilihati Surya)
Page 7
3. Selain Australia, apakah ada rencana membidik tambang mineral lainnya di negara Asia lainnya? Jawaban: Saat ini, fokus utama operasional dan pengembangan bisnis United Tractors masih terpusat di Indonesia dan Australia. Pemilihan Australia sebagai fokus utama setelah Indonesia didorong oleh tingginya ketersediaan sumber daya tambang di negara tersebut baik dari segi jumlah maupun skala operasionalnya. Oleh karena itu, perusahaan masih akan terus mencari peluang akuisisi di Australia, dan sejauh ini belum memiliki rencana untuk melakukan ekspansi atau pengembangan bisnis ke negara-negara Asia lainnya. (Iwan Hadiantoro) 4. Bagaimana pembagian bisnis coal dan energi hijau UNTR ke depannya? Berapa porsinya masing-masing di 2027? Jawaban: Terkait komposisi portofolio bisnis perusahaan, saat ini United Tractors belum memiliki kebijakan baku yang menetapkan proporsi pasti antara bisnis batu bara maupun energi hijau. Namun, arah strategi investasi UT ke depan akan difokuskan pada eksplorasi peluang di dua area utama, yaitu pertambangan mineral dan batu bara metalurgi. Untuk pertambangan mineral, fokus Perseroan mencakup komoditas emas, nikel, serta logam dasar lainnya seperti tembaga. Sementara itu, untuk batu bara metalurgi, prospeknya dinilai masih sangat baik mengingat belum adanya alternatif substitusi hingga saat ini. Terkait proyeksi porsi dari masing-masing lini bisnis tersebut pada tahun 2027, realisasinya akan sangat bergantung pada dinamika peluang pasar serta kondisi keuangan Perseroan. Mengingat skala operasional UT yang sudah cukup masif saat ini, setiap target akuisisi bisnis baru ke depannya diharapkan memiliki skala yang sizeable, tingkat valuasi yang baik, dan selaras dengan kriteria investasi perusahaan. (Iwan Hadiantoro) 5. Adakah rencana untuk masuk ke bisnis tembaga dan sudah adakah penjajakan untuk akuisisi tambang tembaga hingga saat ini? Jawaban: Perseroan memiliki rencana untuk menggali potensi ekspansi ke komoditas tembaga, sebagai salah satu komoditas mineral yang dipertimbangkan. Namun demikian, dapat kami sampaikan bahwa untuk saat ini belum ada proyek tembaga spesifik yang masuk ke dalam pipeline investasi United Tractors. (Iwan Hadiantoro)
Page 8
6. Dengan operasional Martabe yang sudah kembali berjalan bagaimana outlook manajemen terhadap pemulihan kinerja UT hingga Akhir 2026? Jawaban: Operasional tambang Martabe telah kembali berjalan sejak pertengahan – akhir Mei 2026. Saat ini statusnya masih dalam tahap pemulihan (recovery) secara bertahap guna mempersiapkan kesiapan infrastruktur dan mobilisasi tenaga kerja, sehingga kapasitasnya belum beroperasi normal seperti tahun sebelumnya. Terkait outlook United Tractors secara keseluruhan hingga akhir tahun 2026, kami melihat kondisinya memang masih cukup menantang. Meskipun kinerja pada semester pertama sempat tertekan oleh dinamika operasional dan pencatatan impairment, kami memproyeksikan kinerja perusahaan akan berangsur membaik memasuki semester kedua ini. Optimisme pemulihan pada paruh kedua tersebut utamanya didorong oleh perbaikan aktivitas tambang batu bara seiring dengan persetujuan revisi RKAB, yang diharapkan peningkatan pada volume penjualan alat berat, bisnis kontraktor penambangan, dan beroperasinya kembali tambang emas Martabe. (Iwan Hadiantoro)
Names mentioned 17 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Tuah Turangga
p.4
unresolved
org
Sumitomo Corporation
p.5
unresolved
org
Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat
p.6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.