Skip to content
Back to announcement

20260610_INPS_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32099707_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review INPS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 11

Page 1
                 Kantor Jasa Penilai Publik                                                         The Manhattan Square
                                                                                        Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                 FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                     Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                                                                                       E-Mail : infoadmin@fdipartners.co
                 Property, Business Valuation & Advisory                                      Website: www.fdipartners.co
                 Licence No. 2.22.0176                                                           Phone (62 21) 27875911
                 KMK 460/KM.1/2022
                 Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia


                                                                                       Jakarta, 4 Juni 2026

Kepada Yth,
PT Graha Inti Guna Persada
Menara Jakarta Tower Fortune Lt.23 unit F. Jalan Kota Baru
Bandar Kemayoran No. C-8. Jakarta Pusat 10610

No. Laporan    : 00106/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Hal            : Laporan Studi Kelayakan Penambahan KBLI PT Indah Prakasa Sentosa Tbk

Dengan hormat,

LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KBLI PT INDAH PRAKASA SENTOSA TBK

Berdasarkan Surat Penawaran No 012/FDI/PB-FS/IV/2026 tanggal 13 April 2026, KJPP Ferdinand,
Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT
Graha Inti Guna Persada (Selanjutnya disebut “Pemberi Tugas atau GIGP”) untuk melakukan Studi
Kelayakan Penambahan KBLI PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (Selanjutnya disebut “INPS”), per 31
Desember 2025 berupa penambahan yaitu:

Tabel 1. Penambahan KBLI Holding KBLI 64200
 No        Kode KBLI                                Bidang Usaha
  1       KBLI 64200                        Aktivitas Perusahaan Holding

Sebelumnya kami telah menerbitkan laporan penilaian ekuitas dengan No.00086/2.0176-
00/BS/05/0213/1/V/2026 tanggal 05 Mei 2026, sehubungan dengan surat Otoritas Jasa Keuangan
No.S-110/PM.212/2026 tanggal 21 Mei 2026 perihal Perubahan dan/atau Tambahan Informasi Atas
Studi Kelayakan Penambahan KBLI INPS, dengan perubahan sesuai dengan surat OJK tersebut di atas
dan atas perubahan-perubahan tersebut tidak mempengaruhi terhadap opini pada studi kelayakan.

Maksud dan Tujuan

Kami memahami bahwa laporan hasil analisis Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang diperuntukkan dalam rangka
memenuhi Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) terkait dengan peraturan perusahaan publik (terbuka), yaitu
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan perubahan Kegiatan Usaha.

Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan OJK Nomor
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK
35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.17/SEOJK.04/2020 dan Kode Etik Penilaian Indonesia
dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII.2018). Dalam melakukan Studi
Kelayakan ini, bilamana dianggap perlu, konsultan akan menggunakan bantuan dari luar maupun
profesi lainnnya.




                  Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 2
Tanggal Studi Kelayakan

Tanggal Studi Kelayakan dalam penugasan ini adalah 31 Desember 2025.

Ruang Lingkup dan Metodologi Studi Kelayakan

Berdasarkan POJK 35 dan SEOJK 17, analisis Studi Kelayakan dilakukan melalui analisis yang
mencakup hal–hal sebagai berikut:
a. Analisis Kelayakan Pasar;
b. Analisis Kelayakan Teknis;
c. Analisis Kelayakan Pola Bisnis;
d. Analisis Model Manajemen; dan
e. Analisis Kelayakan Keuangan.

Analisis atas Kelayakan Pasar

Sektor transportasi dan logistik merupakan komponen krusial dalam mendukung aktivitas perdagangan,
baik domestik maupun global, karena berperan dalam memastikan kelancaran pergerakan barang dan
material antar wilayah maupun antar negara. Di Indonesia, khususnya pada segmen logistik dan
distribusi BBM dan gas LPG untuk perusahaan terbuka, struktur pasar cenderung terkonsentrasi dan
didominasi oleh sejumlah pelaku industri utama. Dari kelompok pembanding yang ada, terdapat tiga
perusahaan besar termasuk PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) yang menguasai sebagian besar
pangsa pasar, yang secara tidak langsung menciptakan hambatan masuk yang tinggi bagi pelaku baru.

Struktur pasar yang terkonsentrasi, disertai dengan tingginya hambatan masuk serta permintaan yang
relatif stabil, membentuk dinamika persaingan yang cenderung terbatas dan lebih terjaga. Kondisi ini
menunjukkan bahwa posisi pelaku industri yang telah memiliki skala dan kapabilitas operasional yang
kuat cenderung lebih stabil, sekaligus memiliki ruang untuk mempertahankan maupun meningkatkan
pangsa pasar dalam jangka menengah hingga panjang.

Analisis atas Kelayakan Teknis

Berdasarkan hasil analisis aspek teknis, rencana penambahan KBLI Holding dalam pembentukan entitas
anak yang bergerak di bidang trading/perdagangan dengan fokus pada perdagangan sparepart dinilai
memiliki dasar operasional yang memadai untuk dikembangkan, dengan mengacu pada model bisnis
distribusi yang umum serta didukung oleh potensi permintaan pasar yang berkelanjutan. Kehadiran
entitas anak diharapkan dapat mendukung peningkatan efisiensi operasional, khususnya dalam
penyediaan sparepart untuk kendaraan logistik, serta membuka peluang diversifikasi sumber
pendapatan bagi Perseroan.

Selain itu, struktur hubungan antara Perseroan sebagai holding dan entitas anak sebagai pelaksana
operasional memungkinkan adanya pengendalian dan pengawasan yang lebih terintegrasi, termasuk
dalam aspek keuangan melalui penyusunan laporan keuangan konsolidasian.

Analisis atas Kelayakan Pola Bisnis

Berdasarkan seluruh analisis yang telah dilakukan, pola bisnis yang direncanakan oleh PT Indah Prakasa
Sentosa Tbk melalui pembentukan perusahaan holding dan pengembangan usaha trading. Hal ini
didukung oleh kondisi bisnis inti yang sudah ada, jaringan usaha yang telah terbentuk, serta adanya



Halaman 2                                                 00106/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 3
peluang sinergi dengan usaha baru, termasuk potensi pemanfaatan kebutuhan internal ( captive market).
Selain itu, rencana ini juga membuka peluang diversifikasi pendapatan dan meningkatkan efisiensi
operasional. Meskipun terdapat beberapa tantangan seperti keterbatasan pengalaman di bisnis baru,
kebutuhan modal, dan peningkatan kompleksitas pengelolaan, risiko tersebut masih dapat diatasi
dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik. Dengan demikian, pola bisnis yang direncanakan
memiliki prospek yang cukup baik untuk mendukung pertumbuhan dan peningkatan nilai Perseroan ke
depan.

Analisis atas Kelayakan Model Manajemen

Berdasarkan rencana struktur organisasi perusahaan holding disusun dengan pola yang sederhana,
namun dengan kualifikasi yang terlah ditetapkan Perusahaan untuk mengisi jabatan-jabatan dimaksud,
serta dengan bekerjasama dengan operator/agensi dan tenaga ahli yang kompeten pada bidang yang
sejenis, maka diharapkan dapat mengelola kegiatan usaha yang baru secara afektif dan efisien serta
didasarkan pada kebutuhan operasional perusahaan dengan pembagian tugas yang jelas dari seluruh
personil pengelolaan perusahaan secara menyeluruh.

Analisis atas Kelayakan Keuangan

Penambahan bidang usaha baru bagi INPS berupa holding dengan mendirikan anak perusahaan baru
memberikan kesimpulan layak dari aspek keuangan yang diukur lewat alat uji kelayakan berupa NPV,
IRR, dan Profitability Index. Selain itu dilihat dari sudut pandang perseroan, penambahan bidang usaha
holding dengan mendirikan anak usaha baru dapat memberikan nilai tambah dilihat dari analisis
inkremental yang dijalankan, dimana proyeksi keuangan setelah rencana penambahan bidang usaha
memberikan perolehan nilai tambah pada pos keuangan di proyeksi posisi keuangan dan proyeksi laba
rugi perseroan. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha baru bagi INPS
berupa bidang usaha holding adalah layak untuk dijalankan.

Kesimpulan

Dari serangkaian analisis yang dilakukan dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan
serta data dan informasi yang diperoleh FDI&R yang mempengaruhi dalam analisis kelayakan, terkait
dengan akan dilakukannya penambahan bidang usaha bagi perseroan berupa aktivitas perusahaan
holding (KBLI 64200), maka FDI&R berpendapat bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Adalah
Layak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha layak untuk
dilaksanakan.

Dengan mempertimbangkan analisis Studi Kelayakan yang dilakukan meliputi analisis Kelayakan Pasar,
analisis Kelayakan Teknis, analisis Kelayakan Pola Bisnis, analisis Kelayakan Model Manajemen dan
analisis Keuangan serta semua asumsi-asunsi dapat terpenuhi, maka kami berpendapat bahwa Rencana
Usaha Persusahaan sehubungan dengan rencana penambahan KBLI INPS adalah LAYAK.

Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak
sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun di masa
datang terkait dengan usaha perusahaan yang dinilai maupun atas hasil kajian yang telah dilaporkan.




Halaman 3                                                 00106/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 4

          
Page 5
     Laporan Ringkas Studi Kelayakan

     Identitas Status Konsultan

     Studi Kelayakan ini dilakukan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R), selaku Penilai
     Independen untuk memberikan studi kelayakan yang obyektif dan tidak memihak, sesuai KEPI;
     memiliki kompetensi untuk melakukan studi kelayakan atas objek yang dimaksud. KJPP Ferdinand,
     Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang Izin Usaha
     No.2.22.0176 tanggal 21 April 2022 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan mempunyai
     Penilai Publik sebagai berikut:

      •     Rekan, Danar Wihandoyo, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi penilaian bisnis
            dengan Izin No. B-1.09.00213 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Beliau adalah
            anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
      •     Penugasan kajian ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material atau benturan
            kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek kajian dan/ atau pemilik
            aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesionaldan tidak memihak.
      •     Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
            tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan kajian
            ini.

     Identitas Pemberi Tugas

     Pemberi tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah GIGP dengan informasi sebagai
     berikut :

      a. Nama Pemberi Tugas              : PT Graha Inti Guna Persada
      b. Alamat                          : Menara Jakarta Tower Fortune Lt.23 unit F. Jalan Kota Baru
                                           Bandar Kemayoran No. C-8. Jakarta Pusat 10610.
      c.    Bidang Usaha                 :-
      d.    No. Telepon/Fax              :-
      e.    Alamat Email                 :-
      f.    Penanggung Jawab             : Bapak Reagy Sukmana
      g.    Jabatan                      : Direktur

     Pengguna Laporan

     Pengguna laporan dalam hal ini adalah:
     1. PT Graha Inti Guna Persada
     2. PT Indah Prakasa Sentosa Tbk

     Identifikasi Objek Kajian Studi Kelayakan dan Kepemilikan

     Objek Kajian dalam hal ini adalah Kajian Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
     (KBLI) Holding Perusahaan PT Indah Prakasa Sentosa Tbk:
     Tabel 2. Penambahan KBLI Holding KBLI 64200
      No        Kode KBLI                                  Bidang Usaha
       1       KBLI 64200                          Aktivitas Perusahaan Holding
     Sumber: Informasi Manajemen



Halaman 5                                                   00106/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 6
     Jenis Mata Uang Yang Digunakan

     Mata uang yang digunakan dalam penugasan ini, sesuai dengan mata uang fungsional dalam
     laporan keuangan Objek Studi Kelayakan (dalam Rupiah).

     Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

     Kami memahami bahwa laporan hasil analisis Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan
     Kegiatan Usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 64200 yang
     diperuntukkan dalam rangka memenuhi Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) terkait dengan
     peraturan perusahaan publik (terbuka), yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
     Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
     (“POJK 17”).

     Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan OJK Nomor
     35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
     (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) dan
     Kode Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (“KEPI-SPI
     Edisi VII.2018”). Dalam melakukan Studi Kelayakan ini, bilamana dianggap perlu, konsultan akan
     menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnnya

     Tanggal Studi Kelayakan (Cut Off Date)

     Tanggal Studi Kelayakan dalam penugasan ini adalah 31 Desember 2025.

     Tingkat Kedalaman Investigasi

     a.     Data dan informasi menyangkut dokumen atas objek studi kelayakan/penugasan yang kami
            terima dari pemberi tugas.
     b.     Verifikasi yang kami lakukan terhadap objek studi kelayakan adalah merupakan bagian dari
            keperluan dan kepentingan pelaksanaan studi kelayakan.
     c.     Proses pengumpulan dan analisis data dilakukan secara lengkap pada objek studi
            kelayakan. Bila terdapat keterbatasan dalam hal dokumen atau identifikasi secara
            keseluruhan, maka kami menggunakan data dan dokumen secara sampling secukupnya
            (data yang relevan).
     d.     Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke lokasi termasuk data yang harus
            disediakan oleh pemberi tugas dan/ atau pihak terkait lainnya kepada penilai dalam
            melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis untuk tujuan studi kelayakan.

     Sifat Dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan

     Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui dan
     digunakan sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional maupun
     internasional. Sumber data tersebut antara lain:
     a. Bank Indonesia.
     b. Bursa Efek Indonesia atau Bursa Lain
     c. Badan Pusat Statistik.
     d. Pemerintah Kota dan Kabupaten.



Halaman 6                                                 00106/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 7
     e.     Lembaga resmi pemerintahan atau swasta yang mempublikasi data dan informasi terkait
            dengan obyek studi kelayakan.
     f.     Media cetak dan elektronik resmi.
     g.     Sumber lainnya.
     h.     S&P Capital IQ

     Asumsi dan Kondisi Pembatas
     a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion;
     b. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
         penilaian/studi kelayakan;
     c. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke
         akuratannya;
     d. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
         proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
         (fiduciary duty);
     e. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
         keuangan yang telah disesuaikan;
     f.  Laporan Penilaian/Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
         bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
     g. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian/Studi Kelayakan dan kesimpulan nilai
         akhir.
     h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.

     Asumsi Dan Asumsi Khusus

      Asumsi:
      • Kami tidak melakukan reviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
         karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
         dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
      • Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
         dalam studi kelayakan.

     Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

     Laporan Studi Kelayakan yang dihasilkan tidak untuk konsumsi publik. Persetujuan penilai harus
     didapatkan atas setiap publikasi terhadap keseluruhan atau sebagian dari laporan, atau referensi
     yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai laporan keuangan perusahaan/objek studi
     kelayakan, dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau
     pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari perusahaan/objek studi
     kelayakan.

     Tanda tangan Penilai Publik dan cap KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan yang resmi
     merupakan syarat mutlak Laporan Studi Kelayakan yang dihasilkan.

     Laporan studi kelayakan tidak akan dipublikasikan dalam bentuk dan kesempatan apapun,
     sebagian atau keseluruhan, tanpa persetujuan KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan.




Halaman 7                                                00106/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 8
     Konfirmasi Bahwa Studi Kelayakan Dilakukan Berdasarkan Peraturan dan Standar

     Studi Kelayakan akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
     Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI & SPI Edisi VII-2018).

     Ruang Lingkup dan Metodologi Studi Kelayakan

     Berdasarkan POJK 35 dan SEOJK 17, analisis Studi Kelayakan dilakukan melalui analisis yang
     mencakup hal–hal sebagai berikut: a. Analisis atas Kelayakan Pasar; b. Analisis atas Kelayakan
     Teknis; c. Analisis atas Kelayakan Pola Bisnis; d. Analisis atas Kelayakan Model Manajemen; dan
     e. Analisis atas Kelayakan Keuangan.

     Data Dan Informasi Pendukung

     Data dan informasi pendukung dalam kegiatan inspeksi dan penelaahan dokumen adalah
     sebagai berikut:

     •      Hasil Pelaksanaan Inspeksi
            Kami telah melakukan wawancara secara daring via aplikasi zoom pada tanggal 23 April
            2026 dengan manajemen INPS serta pihak lain yang kami anggap layak dan relevan guna
            mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses kajian.

     •      Hasil Pemeriksaan atas Dokumen Hukum yang Relevan dengan Obyek Kajian
            Obyek Kajian merupakan INPS dan Entitas Anak. Atas dasar hal tersebut, maka dokumen
            hukum yang relevan dengan Obyek Kajian merupakan dokumen-dokumen hukum yang juga
            melekat pada INPS dan Entitas Anak. Adapun dokumen hukum INPS dan Entitas Anak, yang
            mencakup perijinan dan legalitas INPS dan Entitas Anak, diuraikan kemudian dalam
            Gambaran Umum INPS dan Entitas Anak.

     Pernyataan Independensi Konsultan

     a. Penilai dan seluruh tim penilai yang tergabung di KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan
        yang terlibat dalam penugasan ini telah berkerja secara profesional dan independen;
     b. KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan tidak mempunyai tanggung jawab apapun
        berkaitan dengan dampak dan akibat yang mungkin dan dapat timbul dari hasil laporan Studi
        kelayakan ke pihak selain kepada Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan. Jika pihak lain
        memilih untuk mengandalkan isi laporan ini maka mereka bertanggung jawab sepenuhnya
        terhadap dampak maupun risiko yang mungkin ditimbulkan;
     c. Dalam menyusun laporan ini, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan mengandalkan
        keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh Pemberi Tugas dan/atau data
        yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian
        yang kami anggap relevan;
     d. Kami sebagai Penilai tidak memiliki keterlibatan material atau benturan kepentingan baik
        aktual maupun potensial dengan objek Studi kelayakan dan/atau pemilik properti. Kami
        tegaskan pula bahwa dalam penugasan ini kami tidak memiliki kepentingan/berpihak,
        objektif, dan tanpa mengakomodasi kepentingan pribadi atau pihak tertentu.
     e. Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan Konsultan tidak terafiliasi dengan PT Graha
        Inti Guna Persada selaku Pemberi Tugas dan juga tidakt terafiliasi dengan PT Indah Prakasa
        Sentosa Tbk selaku objek kajian studi kelayakan maupun pihak-pihak lain yang terafiliasi
        dengan perusahaan.



Halaman 8                                                 00106/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 9
     Kejadian Penting Setelah Tanggal Studi Kelayakan (Subsequent Event)

     Dari tanggal kajian (cut off date) per 31 Desember 2025 hingga laporan studi kelayakan ini
     diterbitkan terdapat kejadian penting setelah tanggal studi kelayakan (Subsequent Event) berupa
     perubahan komposisi kepemilikan saham per 31 Desember 2025 dan 31 Maret 2026 sebagai
     berikut:

     Tabel 3. Struktur kepemilikan saham per 31 Desember 2025
            Nama Pemegang Saham         Jumlah Saham     Kepemilikan             Jumlah
      PT Surya Perkasa Sentosa            450.000.000          69,23%              45.000.000.000
      PT Sinar Ratu Sentosa                 45.000.000          6,92%               4.500.000.000
      Tn/Mr. Eddy Purwanto Winata            5.000.000          0,77%                 500.000.000
      Masyarakat/Publik                   150.000.000          23,08%              15.000.000.000
      Total                               650.000.000         100,00%              65.000.000.000
     Sumber: Informasi Manajemen INPS

     Terdapat perubahan struktur kepemilikan saham PT Indah Prakasa Sentosa Tbk sejak tanggal
     pendapat kewajaran sehingga struktur menjadi sebagai berikut:

     Tabel 4. Struktur kepemilikan saham per 31 Maret 2026
            Nama Pemegang Saham         Jumlah Saham     Kepemilikan             Jumlah
      PT Surya Perkasa Sentosa            518.613.000          79,79%              51.861.300.000
      PT Sinar Ratu Sentosa                 45.000.000          6,92%               4.500.000.000
      Tn/Mr. Eddy Purwanto Winata            5.000.000          0,77%                 500.000.000
      Masyarakat/Publik                     81.387.000         12,52%               8.138.700.000
      Total                               650.000.000         100,00%              65.000.000.000
     Sumber: Informasi Manajemen INPS

     Berdasarkan Surat No. 0805/SKL-UC/IPS/V/26 tanggal 08 Mei 2026 mengenai Daftar Pemegang
     Saham INPS per 30 April 2026, terdapat perubahan struktur kepemilikan saham PT Indah Prakasa
     Sentosa Tbk sejak tanggal pendapat kewajaran sehingga struktur menjadi sebagai berikut:

      Tabel 5. Struktur kepemilikan saham per 30 April 2026
            Nama Pemegang Saham         Jumlah Saham     Kepemilikan             Jumlah
      PT Graha Inti Guna Persada          568.613.000          87,48%              56.861.300.000
      Masyarakat/Publik                     81.387.000         12,52%               8.138.700.000
      Total                               650.000.000         100,00%              65.000.000.000
     Sumber: Informasi Manajemen INPS

     Berdasarkan perubahaan susunan pemegang saham tersebut, maka GIGP merupakan pemegang
     saham 568.613.000 lembar saham atau 87,48% Saham INPS. Sedangkan dilihat dari struktur
     kepengurusan tidak terdapat hubungan afiliasi antara INPS dan GIGP dari tanggal kajian (cut off
     date) per 31 Desember 2025 hingga laporan studi kelayakan ini diterbitkan.

     Kesimpulan Ringkas Studi Kelayakan

     Analisis atas Kelayakan Pasar

     Sektor transportasi dan logistik merupakan komponen krusial dalam mendukung aktivitas
     perdagangan, baik domestik maupun global, karena berperan dalam memastikan kelancaran


Halaman 9                                                00106/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 10
     pergerakan barang dan material antar wilayah maupun antar negara. Di Indonesia, khususnya
     pada segmen logistik dan distribusi BBM dan gas LPG untuk perusahaan terbuka, struktur pasar
     cenderung terkonsentrasi dan didominasi oleh sejumlah pelaku industri utama. Dari kelompok
     pembanding yang ada, terdapat tiga perusahaan besar termasuk PT Indah Prakasa Sentosa Tbk
     (INPS) yang menguasai sebagian besar pangsa pasar, yang secara tidak langsung menciptakan
     hambatan masuk yang tinggi bagi pelaku baru.

     Struktur pasar yang terkonsentrasi, disertai dengan tingginya hambatan masuk serta permintaan
     yang relatif stabil, membentuk dinamika persaingan yang cenderung terbatas dan lebih terjaga.
     Kondisi ini menunjukkan bahwa posisi pelaku industri yang telah memiliki skala dan kapabilitas
     operasional yang kuat cenderung lebih stabil, sekaligus memiliki ruang untuk mempertahankan
     maupun meningkatkan pangsa pasar dalam jangka menengah hingga panjang.

     Analisis atas Kelayakan Teknis

     Berdasarkan hasil analisis aspek teknis, rencana penambahan KBLI Holding dalam pembentukan
     entitas anak yang bergerak di bidang trading/perdagangan dengan fokus pada perdagangan
     sparepart dinilai memiliki dasar operasional yang memadai untuk dikembangkan, dengan
     mengacu pada model bisnis distribusi yang umum serta didukung oleh potensi permintaan pasar
     yang berkelanjutan. Kehadiran entitas anak diharapkan dapat mendukung peningkatan efisiensi
     operasional, khususnya dalam penyediaan sparepart untuk kendaraan logistik, serta membuka
     peluang diversifikasi sumber pendapatan bagi Perseroan.

     Selain itu, struktur hubungan antara Perseroan sebagai holding dan entitas anak sebagai
     pelaksana operasional memungkinkan adanya pengendalian dan pengawasan yang lebih
     terintegrasi, termasuk dalam aspek keuangan melalui penyusunan laporan keuangan
     konsolidasian.

     Analisis atas Kelayakan Pola Bisnis

     Berdasarkan seluruh analisis yang telah dilakukan, pola bisnis yang direncanakan oleh PT Indah
     Prakasa Sentosa Tbk melalui pembentukan perusahaan holding dan pengembangan usaha
     trading. Hal ini didukung oleh kondisi bisnis inti yang sudah ada, jaringan usaha yang telah
     terbentuk, serta adanya peluang sinergi dengan usaha baru, termasuk potensi pemanfaatan
     kebutuhan internal (captive market). Selain itu, rencana ini juga membuka peluang diversifikasi
     pendapatan dan meningkatkan efisiensi operasional. Meskipun terdapat beberapa tantangan
     seperti keterbatasan pengalaman di bisnis baru, kebutuhan modal, dan peningkatan kompleksitas
     pengelolaan, risiko tersebut masih dapat diatasi dengan perencanaan dan pengelolaan yang
     baik. Dengan demikian, pola bisnis yang direncanakan memiliki prospek yang cukup baik untuk
     mendukung pertumbuhan dan peningkatan nilai Perseroan ke depan.

     Analisis atas Kelayakan Model Manajemen

     Berdasarkan rencana struktur organisasi perusahaan holding disusun dengan pola yang
     sederhana, namun dengan kualifikasi yang terlah ditetapkan Perusahaan untuk mengisi jabatan-
     jabatan dimaksud, serta dengan bekerjasama dengan operator/agensi dan tenaga ahli yang
     kompeten pada bidang yang sejenis, maka diharapkan dapat mengelola kegiatan usaha yang
     baru secara afektif dan efisien serta didasarkan pada kebutuhan operasional perusahaan dengan
     pembagian tugas yang jelas dari seluruh personil pengelolaan perusahaan secara menyeluruh.



Halaman 10                                               00106/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 11
     Analisis atas Kelayakan Keuangan

     Penambahan bidang usaha baru bagi INPS berupa holding dengan mendirikan anak perusahaan
     baru memberikan kesimpulan layak dari aspek keuangan yang diukur lewat alat uji kelayakan
     berupa NPV, IRR, dan Profitability Index. Selain itu dilihat dari sudut pandang perseroan,
     penambahan bidang usaha holding dengan mendirikan anak usaha baru dapat memberikan
     nilai tambah dilihat dari analisis inkremental yang dijalankan, dimana proyeksi keuangan setelah
     rencana penambahan bidang usaha memberikan perolehan nilai tambah pada pos keuangan di
     proyeksi posisi keuangan dan proyeksi laba rugi perseroan. Dengan begitu dapat disimpulkan
     bahwa penambahan kegiatan usaha baru bagi INPS berupa bidang usaha holding adalah layak
     untuk dijalankan.

     Kesimpulan

     Dari serangkaian analisis yang dilakukan dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang
     relevan serta data dan informasi yang diperoleh FDI&R yang mempengaruhi dalam analisis
     kelayakan, terkait dengan akan dilakukannya penambahan bidang usaha bagi perseroan berupa
     aktivitas perusahaan holding (KBLI 64200), maka FDI&R berpendapat bahwa Rencana
     Penambahan Kegiatan Usaha Adalah Layak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
     Penambahan Kegiatan Usaha layak untuk dilaksanakan.




Halaman 11                                               00106/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.64 MB
Published10 Jun 2026
Pages11
Characters29,569
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Indah Prakasa Sentosa Tbk p.1 ×35
linked person Danar Wihandoyo p.5
linked org Surya Perkasa p.9 ×2
linked org PT Sinar Ratu Sentosa p.9 ×4
possible org PT Graha Inti Guna Persada p.1 ×10
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×5
possible org Bursa Efek Indonesia p.6
possible — Masyarakat/Publik p.9 ×3
unresolved org PT Graha Inti Guna Persada Menara Jakarta Tower p.1
unresolved org KJPP Ferdinand p.1 ×8
unresolved org Ichsan dan Rekan p.1 ×8
unresolved org KJPP FDI p.1
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.1 ×2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.5 ×2
unresolved person Reagy Sukmana p.5
unresolved org Bank Indonesia p.6
unresolved org Pusat Statistik. p.6
unresolved org PT Surya Perkasa Sentosa p.9 ×3
unresolved — Tn/Mr. Eddy Purwanto Winata p.9 ×6

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 1494 ms 12 Sep 2026 22:12
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result