Skip to content
Back to announcement

20241104_SSIA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31752801_lamp1.pdf

Other Text extracted SSIA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1
Press Release – 4 November 2024

Semua Lini Bisnis SSIA Tetap Berkinerja Kuat di 9M24

Ikhtisar Laporan Keuangan 9M24 PT Surya Semesta Internusa Tbk (“SSIA”)
• SSIA melaporkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp3.861,7 miliar untuk 9M24.
  Pendapatan naik sebesar 27,9% dari Rp3.020,4 miliar yang dibukukan pada 9M23.
  Peningkatan ini terutama didorong oleh pendapatan konstruksi yang meningkat sebesar
  26,7% (Rp532,9 miliar), sementara pendapatan dari segmen properti dan perhotelan SSIA
  meningkat masing-masing sebesar 63,4% dan 23,3% (Rp262,3, miliar dan Rp155,0 miliar).
• Laba kotor 9M24 meningkat sebesar 52,2% YoY menjadi Rp1.174,6 miliar, naik dari
  Rp771,7 miliar pada 9M23, didorong oleh peningkatan laba kotor properti sebesar 138,6%
  (Rp221,1 miliar) dan peningkatan laba kotor perhotelan sebesar 27,1% (Rp117,7 miliar).
• EBITDA 9M24 meningkat sebesar 94,3% YoY menjadi Rp660,0 miliar dari Rp339,7 miliar
  pada 9M23, sebagai hasil dari peningkatan EBITDA properti sebesar 235,7% (Rp196,7
  miliar).
• Laba bersih konsolidasi SSIA pada 9M24 tercapai sebesar Rp228,4 miliar (dari rugi bersih
  pada 9M23 sebesar Rp23,7miliar), sebagai hasil dari peningkatan net profit properti
  sebesar 949,9% (Rp266,6 miliar).
• Posisi kas Perusahaan pada 9M24 adalah Rp1.889,5 miliar, menurun sebesar 49,1% dari
  Rp3.712,6 miliar pada 1H24.
• Utang yang dikenakan bunga sebesar Rp831,0 miliar pada 9M24, turun 59,6% dari
  Rp2.059,0 miliar pada 1H24 yang mengakibatkan rasio utang terhadap ekuitas (gearing)
  sebesar 10,7% (dari 27,3%).




 Laporan Keuangan Konsolidasi
 (dalam miliar rupiah)
                                          9M24                 9M23                 YoY
 Pendapatan                                   3.861,7             3.020,4                27,9%
   Properti                                     676,0               413,8                63,4%
   Konstruksi                                 2.526,9             1.994,0                26,7%
   Perhotelan                                   821,4               666,4                23,3%
   Lain-lain                                     17,1                 11,4               49,1%
 Laba Kotor                                   1.174,6               771,7                52,2%
 EBITDA                                         660,0               339,7                94,3%
 Pendapatan Bersih (rugi)                       228,4                -23,7            1,063,8%
 Laba Komprehensif (rugi)                       207,3                -27,3              859,0%
 Marjin EBITDA                                 17,1%               11,2%                5,9ppts
 Marjin Laba Bersih (rugi)                       5,9%               -0,8%               6,7ppts


                                                                                          1
Page 2
                                             9M24                1H24                   QoQ
 Kas dan Setara Kas                              1.889,5            3.712,6                   -49,1%
 Total Aset                                     10.475,9           11.454,9                    -8,5%
 Utang kena Bunga                                  831,0            2.059,0                   -59,6%
 Total Liabilitas                                2.697,4            3.917,1                   -31,1%
 Kepentingan non-pengendali                      2.281,3            2.203,2                     3,5%
 Ekuitas                                         5.497,2            5.334,6                     3,0%




 Analisis Segmen Bisnis
 9M24                                                    Segmen Bisnis
 dalam miliar rupiah                        Properti      Konstruksi   Perhotelan             Total
 Pendapatan                                      676,0        2.526,9           821,4             3.861,7
 Persentase segmen                                 17%           63%             20%                100%
 Laba Kotor                                      380,7          265,4           551,1             1.174,6
 Persentase segmen                                 32%            22%            46%                100%
 EBITDA                                          280,2         183,4*           248,7              660,0
 Persentase segmen                                 39%            26%            35%                100%
 Marjin Laba Kotor                               56,3%          10,5%          67,1%               30,4%
 Marjin EBITDA                                   41,5%           7,3%          30,3%               17,1%
 *termasuk laba dari JO Rp55,2 juta

 9M23                                                    Segmen Bisnis
 dalam miliar rupiah                        Properti      Konstruksi   Perhotelan             Total
 Pendapatan                                      413,8        1.994,0           666,4             3.020,4
 Persentase segmen                                 13%            65%            22%                100%
 Laba Kotor                                      159,6          205,5           433,4              771,7
 Persentase segmen                                 20%            26%            54%                100%
 EBITDA                                           83,5         130,2*           188,4              339,7
 Persentase segmen                                 21%            32%            47%                100%
 Marjin Laba Kotor                               38,6%          10,3%          65,0%               25,5%
 Marjin EBITDA                                   20,2%           6,5%          28,3%               11,2%
 *termasuk laba dari JO Rp374,1 juta


Properti
   • Unit properti SSIA, yang mencakup pendapatan dari kawasan industri, biaya
          pemeliharaan, sewa komersial, dan residensial, memperoleh Rp676,0 miliar pada
          9M24, meningkat 63,4% dibandingkan Rp413,8 miliar pada 9M23.
    •     PT Suryacipta Swadaya (SCS), bisnis utama Perusahaan, melaporkan pendapatan
          sebesar Rp629,2 miliar pada 9M24, naik 128,7% dari Rp275,1 miliar pada 9M23.
          Sebagian besar peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan penjualan lahan sebesar
          590,7% yang dibukukan (Rp387,0 miliar pada 9M24 vs Rp56,0 miliar pada 9M23).
    •     Pada 9M24, PT Suryacipta Swadaya (SCS) yang merupakan bisnis utama Perusahaan,
          mencapai penjualan pemasaran sebesar 141,8 hektar senilai Rp1.748,7 miliar,
          peningkatan signifikan (2.706,3%) dari 5,1 hektar senilai Rp87,9 miliar pada 9M23.
          Sebagian besar penjualan pemasaran berasal dari penjualan lahan Subang dengan
          total 122,9 hektar, sedangkan penjualan lahan Karawang sebanyak 18,9 hektar. SCS
          saat ini memiliki cadangan lahan (backlog) sebesar 128,6 hektar senilai Rp1.480,7
          miliar dari penjualan lahan di Suryacipta Karawang dan Subang Smartpolitan.
                                                                                              2
Page 3
   •   Edenhaus Simatupang, portofolio PT TCP Internusa, adalah kluster perumahan
       mewah yang terdiri dari 41 unit rumah taman bergaya boutique homes. TCP berhasil
       menjual seluruh 41 unit rumah (Rp299,3 miliar) hingga 30 June 2024. Sejak
       groundbreaking pada Maret 2020, TCP telah mencatat penjualan secara akuntansi
       sebanyak 38 unit (Rp277,6miliar).


Konstruksi
   • PT Nusa Raya Cipta Tbk ("NRCA"), unit konstruksi SSIA, melaporkan pendapatan
       konsolidasi sebesar Rp2.534,3 miliar untuk sembilan bulan pertama 2024.
       Pendapatannya meningkat sebesar 26,6% YoY dari Rp2.001,5 miliar pada 9M23. NRCA
       juga memperoleh laba bersih sebesar Rp84,7 miliar (meningkat sebesar 3,0%) dari
       Januari hingga September 2024 dibandingkan dengan Rp82,2 miliar pada 9M23.
   •   NRCA, untuk periode sembilan bulan pertama tahun 2024, membukukan kontrak baru
       sebesar Rp3.117,7 miliar, meningkat sebesar 35,8% dibandingkan dengan kontrak
       baru yang diperoleh pada 9M23 sebesar Rp2.295,6 miliar. Proyek utama yang
       diperoleh pada 9M24 adalah RS Mayapada IKN Kalimantan Timur, Hampton Square
       South Tangerang, JSI Hotel Megamendung Bogor, Daimler Cikarang Bekasi, Ellipse
       Project SAS Phase-1 Karawang, Dipo Center Jakarta, Infrastruktur Subang
       Smartpolitan Paket 2, Shopping Arcade Town Center 3 Kota Baru Parahyangan
       Padalarang Bandung, Tempo Logistik Bekasi, Design & Build Housing Townsite West
       Nusa Tenggara, Condotel Cihampelas Walk Bandung, Creativo Bintaro Tangerang,
       Mayapada Hospital East Jakarta, Hotel Oakwood Slipi Jakarta, dan Renovasi Melia
       Hotel Bali.

Perhotelan
   • Unit bisnis perhotelan SSIA menghasilkan pendapatan sebesar Rp821,4 miliar pada
       9M24, meningkat 23,3% dibandingkan dengan Rp666,4 miliar pada 9M23.
   •   Tingkat hunian Gran Melia Jakarta (GMJ) adalah 62,3% pada 9M24, naik dari 51,6%
       pada 9M23. Sementara tarif kamar rata-rata (ARR) untuk 9M24 adalah sekitar
       Rp1.126K, dari Rp1.145K pada 9M23.
   •   Tingkat hunian di Melia Bali Hotel (MBH) sebesar 82,2% pada 9M24 dari 82,7% pada
       9M23. ARR MBH adalah Rp2.455K pada 9M24 dari Rp2.034K pada 9M23. Mulai 10
       Oktober 2024, Melia Bali Hotel memulai menjalankan renovasi dan akan beroperasi
       kembali di bulan Desember 2025.
   •   Tingkat hunian di Umana Bali, LXR Hotels & Resorts (LXR) adalah 47,2% pada 9M24,
       naik dari 18,0% pada 9M23. ARR untuk 9M24 adalah Rp9.165K, naik dari Rp7.988K
       pada 9M23.
   •   Tingkat hunian BATIQA Hotels pada 9M24 adalah 71,7%, dengan ARR sebesar Rp366K.
       ARR BATIQA untuk 9M23 adalah Rp362K, dengan tingkat hunian sebesar 63,7%.
   •   Platform digital SSIA, Travelio.com, adalah perusahaan properti sewa online inovatif
       yang menawarkan opsi sewa jangka pendek, menengah, dan panjang untuk
       apartemen dan rumah di 14 kota utama di Indonesia. Didukung oleh perusahaan
       investasi Temasek Holding's Pavillion Capital di Singapura, Mirae Asset, Samsung
       Ventures dan Gobi Partners. Pada 9M24, Travelio mencapai peningkatan sekitar 20%
       dalam Gross Merchandise Value (GMV) YoY dan bertujuan untuk tumbuh sekitar 25%
       pada akhir tahun 2024. Hingga September 2024, Travelio, sebagai platform
       manajemen residensial pribadi terbesar di Indonesia, secara eksklusif mengelola
       15.200 unit apartemen dan diharapkan mencapai lebih dari 16.000 unit pada
       Desember 2024.

                                           ###
                                                                                         3
Page 4
Tentang PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)
SSIA, sebelumnya dikenal sebagai PT Multi Investments Limited, didirikan pada tanggal 15 Juni 1971.
Nama perusahaan kemudian diubah menjadi PT Surya Semesta Internusa (SSIA) pada tahun 1995. Bisnis
utama SSIA adalah pengembangan kawasan industri & real estate, konstruksi, dan perhotelan.

Portofolio investasi SSIA sangat beragam, termasuk Suryacipta City of Industry, Subang Smartpolitan,
Edenhaus Simatupang, Graha Surya Internusa (akan dibangun kembali sebagai SSI Tower), Hotel Gran
Melia Jakarta, Melia Bali Hotel, Umana Bali, LXR Hotels & Resorts, dan Hotel BATIQA.

Dalam lebih dari 50 tahun berkecimpung dalam bisnis ini, SSIA telah memperkuat pengakuan dan posisi
mereknya sebagai salah satu perusahaan pengembang terkuat di Indonesia. Menandai tonggak sejarah
sebagai perusahaan terkemuka, SSIA mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan menjadi
perusahaan publik pada tanggal 27 Maret 1997. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi
www.suryainternusa.com.


                                                ###

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Erlin Budiman
VP of Investor Relations & Corporate Communications
erlin.budiman@suryainternusa.com
Office: +62215262121




                                                                                                   4

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.27 MB
Published5 Nov 2024
Pages4
Characters11,953
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Surya Semesta Internusa Tbk p.1 ×7
linked org Nusa Raya Cipta Tbk p.3 ×2
linked org Mirae Asset p.3
possible org Bursa Efek Indonesia p.4
unresolved org PT Suryacipta Swadaya p.2 ×2
unresolved org PT TCP Internusa p.3
unresolved org PT Multi Investments Limited p.4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result