Back to announcement
20241031_BIMA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31751544_lamp2.pdf
Other Text extracted BIMASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 59
Page 1
Page 2
Bogor, 11 Oktober 2024
No. : 00032/2.0124-03/PI/10/0257/1/X/2024
Kepada Yth.
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Gedung Tatapuri Perdana Lt. 3 A, Jl. Tanjung Karang No. 3-4 A
Kelurahan Kebon Mela , Kecamatan Tanah Abang
Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta 10230
Perihal : Laporan Penilaian Aset PT Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Dengan hormat,
Sesuai dengan Kontrak atau Perjanjian Kerjasama Jasa Penilaian Proper atas nama PT. Primarindo
Asia Infrastructure, Tbk antara KJPP Satria Se awan dan Rekan (“SISCO”) Cabang Bogor dengan
No. P-PPC/SISCO-BGR/BGR/SET/160824.01 tanggal 16 Agustus 2024, PT. Primarindo Asia
Infrastructure, Tbk (“PT PAI” atau “Perseroan” atau “Pemberi Tugas”), sebuah perusahaan yang
bergerak dalam bidang industri alas kaki, melipu produksi dan pemasaran sepatu jenis sports/casual
ke pasar lokal dan internasional, beralamat di Gedung Tatapuri Perdana Lt. 3 A, Jl. Tanjung Karang
No. 3-4 A, Kelurahan Kebon Mela , Kecamatan Tanah Abang, Kota Administrasi Jakarta Pusat,
Provinsi DKI Jakarta 10230, No. Telepon (021) 3148331, No. Faksimili (021) 3927668, Website
www.primarindo.co.id telah menunjuk SISCO yang memiliki ijin usaha dari Kementerian Keuangan
Republik Indonesia No. 2.14.0124 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
No. 1548/KM.1/2021 tanggal 31 Desember 2021, yang dalam hal ini diwakili oleh Ir. Se awan, MAPPI
(Cert), ber ndak dalam jabatannya selaku Pimpinan Cabang Bogor atau Penilai Publik berdasarkan
Surat Pernyataan Pembukaan Kantor Cabang Cibubur No. 021/SKK/SISCO/XII/2021 tanggal
10 Desember 2021 dan telah mendapat Izin Pembukaan Cabang Kantor Jasa Penilai Publik Satria
Se awan dan Rekan di Bogor dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1551/KM.1/2021
tanggal 31 Desember 2021 dan terda ar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”) - d/h Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), dengan
Surat Tanda Terda ar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-15/PJ-1/PM.02/2023, sebagai
Penilai Independen untuk melaksanakan Penilaian Aset milik PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
sehubungan dengan rencana Jual Beli.
Kantor Cabang Bogor (PB) : Ijin Cabang No. 1551/KM.1/2021
Ruko Newton Blok U23/8, Legenda Wisata, Cibubur, Bogor, Kode Pos 16967
+62 21 - 80476467; info@siscopenilai.com
Kantor Pusat Surabaya (P) : Jl. Raya Kalirungkut, Komplek Rungkut Makmur 27 C / 76 Surabaya 60293
Kantor Cabang : Balikpapan (PS), Banjarmasin (PS), Bogor (PB), Karanganyar (PS), Makassar (PS),
Malang (PS), Manado (P), Semarang (PS), Kendari (PS)
Page 3
SISCO telah melakukan inves gasi ke lokasi aset yang dimaksud dalam rangka penilaian terhadap aset
tersebut, sesuai dengan dokumen-dokumen, pernyataan-pernyataan dan keterangan-keterangan
yang diberikan. Berikut SISCO sampaikan hasil temuan dan opini mengenai Nilai Pasar Aset per
tanggal 17 Agustus 2024.
Status Penilai
● Penilaian dilakukan oleh SISCO, dimana SISCO merupakan penilai eksternal dan bukan
karyawan/manajemen dari Pemberi Tugas ataupun Pemilik Objek Penilaian.
● SISCO dak memiliki keterlibatan material atau benturan kepen ngan baik aktual maupun
potensial dengan Pemberi Tugas ataupun Pemilik Objek Penilaian.
● Penilai memiliki kompetensi dalam melakukan penilaian dan dapat memberikan Penilaian secara
objek f serta dak memihak
Pemberi Tugas
Adapun iden tas Pemberi Tugas adalah sebagai berikut :
Nama Perusahaan : PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Bidang Usaha : Industri alas kaki, melipu produksi dan pemasaran sepatu jenis sports/
casual ke pasal Lokal dan Internasional
Alamat : Gedung Tatapuri Perdana Lt. 3A, Jalan Tanjung Karang No. 3-4A,
Kelurahan Kebon Mela , Kecamatan Tanah Abang
Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta 10230
Telepon/Fax : 021-3148331 / 021-3927668
Website : www.primarindo.co.id
Email : corsec@primarindo.com
Pengguna Laporan
Kami memahami bahwa iden tas Pengguna Laporan dalam penilaian ini adalah :
Nama Perusahaan : PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Bidang Usaha : Industri alas kaki, melipu produksi dan pemasaran sepatu jenis sports/
casual ke pasal Lokal dan Internasional
Alamat : Gedung Tatapuri Perdana Lt. 3A, Jalan Tanjung Karang No. 3-4A,
Kelurahan Kebon Mela , Kecamatan Tanah Abang
Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta 10230
Telepon/Fax : 021-3148331 / 021-3927668
Website : www.primarindo.co.id
Email : corsec@primarindo.com
Maksud dan Tujuan Penilaian
SISCO ber ndak selaku Penilai Independen untuk melakukan Penilaian Aset sehubungan dengan Jual
Beli dan bukan untuk kepen ngan pelaporan kepada perbankan ataupun untuk kepen ngan lainnya.
2
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 4
Objek Penilaian dan Kepemilikan
Objek Penilaian dan Kepemilikan dalam penugasan ini adalah sebagai berikut:
● Objek Penilaian 1
Objek Penilaian dan Kepemilikan adalah 1 (satu) bidang Tanah (sebagaimana tabel dibawah ini)
dengan total luas 10.705 m2 dan Bangunan seluas 5.411 m2, yang beralamat di Jalan Rancapacing,
Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat dengan
dengan Kepemilikan Tunggal berdasarkan Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) tercatat atas
nama PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, dengan rincian sebagai berikut:
Tanggal Tanggal Nomor dan Tanggal Luas
No. Ser fikat Nama Pemegang Hak
Penerbitan Berakhir Gambar Situasi (m2)
1 SHGB No. 12 PT. PRIMARINDO ASIA 30-6-1992 02-05-2032 No. 1395/1989 10.705
INFRASTRUCTURE, Tbk tanggal 1-6-1989
Total Luas Tanah (m2) 10.705
Bangunan tersebut dilengkapi dengan (1) Surat Idzin Bangunan No. 647/492//DPU-KB/1988 pada
tanggal 26 Agustus 1988 an. Sdr. Drs. DIDI CHARA (PT. BINTANG KHARISMA) yang tercatat untuk
mendirikan bangunan Pabrik Sepatu, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat
II Bandung Dinas Pekerjaan Umum, (2) Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
No. 503.644.4/SI-9220-Dpb/1993 pada tanggal 1 Mei 1993 atas nama PT. BINTANG KHARISMA
yang tercatat untuk memperluas Bangunan Pabrik/Gudang sepatu sebagian berlantai II (dua) dan
rumah nggal, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung, (3) Surat
Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.4/SI-0122/Dpb/1999 pada tanggal 04 FEB 1999 atas
nama PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE (d/h PT. BINTANG KHARISMA) yang tercatat untuk
memperluas bangunan tambahan pabrik sepatu, gudang dan ruang kerja, yang dikeluarkan oleh
Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pengawasan Bangunan, (4) Surat Ijin
Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.2/SI-1409-Dpb/1999 pada tanggal 06 SEP 1999 atas
nama PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE yang tercatat untuk memperluas Bangunan Sepatu
keperluan Bangunan Kan n, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II
Bandung Dinas Pengawasan Bangunan, (5) Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
No. 503.644.2/SI-1220-Disbang/2001 pada tanggal 07 JUN 2001 atas nama PT PRIMARINDO ASIA
INFRASTRUCTURE yang tercatat untuk memperluas Bangunan Gudang, yang dikeluarkan oleh
Dinas Bangunan Pemerintah Kota Bandung.
● Objek Penilaian 2
Objek Penilaian dan Kepemilikan adalah 2 (dua) bidang tanah yang saling bersambungan
(sebagaimana tabel dibawah ini) dengan total luas 17.253 m2, yang beralamat di Kelurahan
Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat dengan dengan
Kepemilikan Tunggal berdasarkan Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) tercatat atas nama
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, dengan rincian sebagai berikut:
3
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 5
Jenis dan Nomor Nama Pemegang Tanggal Tanggal Nomor dan Tanggal Luas
No.
Ser fikat Hak Penerbitan Berakhir Gambar Situasi (m2)
1. NIB. Perseroan Terbatas 24 September 24 No. 266/2012 5.913
1015.000002157.0 PT. PRIMARINDO 2012 September Tanggal 18-09-2012
(d/h SHGB No. 306) ASIA 2044
INFRASTRUCTURE,
Tbk
2. NIB. Perseroan Terbatas 17 September 24 No. 8664/1996 11.340
1015.000002130.0 PT. PRIMARINDO 2012 September Tanggal 3-10-1996
(d/h SHGB No. 305) ASIA 2044
INFRASTRUCTURE,
Tbk
Total Luas (m2) 17.253
Dasar Nilai dan Definisi Nilai
Dasar Nilai dalam penugasan penilaian ini adalah Nilai Pasar.
Laporan Penilaian ini disusun berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No. 28/POJK.04/2021 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Proper di Pasar Modal
(POJK 28), dengan tetap memperha kan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 seper yang
ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memper mbangkan Kode E k
Penilai Indonesia (KEPI), dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian
lengkap.
Nilai adalah suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset atau harga yang paling mungkin
dibayarkan untuk suatu aset dalam pertukaran pada tanggal Penilaian. (POJK 28 : Ketentuan Umum,
Pasal 1.6)
Nilai adalah suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset, atau harga yang paling mungkin
dibayarkan untuk suatu aset dalam pertukaran, sehingga nilai bukan merupakan fakta. Aset diar kan
juga sebagai barang dan jasa. Nilai dalam pertukaran adalah suatu harga hipote s, dimana hipote s
dari nilai dies masi dan ditentukan oleh tujuan penilaian pada waktu tertentu. Nilai bagi pemilik
adalah suatu es masi dari manfaat yang akan diperoleh pihak tertentu atas suatu kepemilikan atau
dikenal juga sebagai Nilai dalam Penggunaan. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP - 4.4)
Nilai Pasar adalah es masi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar dari hasil penukaran
suatu aset atau liabilitas pada tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan
penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
secara layak, dimana kedua pihak masing-masing ber ndak atas dasar pemahaman yang dimilikinya,
keha -ha an, dan tanpa paksaan. (POJK 28 : Ketentuan Umum, Pasal 1.7)
Nilai Pasar didefinisikan sebagai es masi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
dengan penjual yang berniat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya
dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing ber ndak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, keha -ha an dan tanpa paksaan. (SPI Edisi VII 2018 : 101 – 3.1)
4
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 6
Penggunaan Ter nggi dan Terbaik (Highest and Best Use) didefinisikan sebagai penggunaan yang
paling mungkin dan op mal dari suatu aset, yang secara fisik dimungkinkan, telah diper mbangkan
secara memadai, secara hukum diijinkan, secara finansial layak, dan menghasilkan nilai ter nggi dari
aset tersebut. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP : 10.1)
Tanggal Inves gasi dan Tanggal Penilaian
Pemeriksaan Aset di lokasi dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2024 dan tanggal penilaian ditetapkan
per tanggal 17 Agustus 2024.
Jenis Mata Uang yang Digunakan
Dalam Laporan Penilaian ini, Nilai dinyatakan dalam mata uang Rupiah per tanggal penilaian.
Tingkat Kedalaman Inves gasi
Penilaian ini dilakukan dengan batasan inves gasi sebagai berikut:
1. Inspeksi terhadap Objek Penilaian dilakukan secara lengkap dengan waktu yang cukup dan tanpa
halangan dari pihak manapun,
2. Pemberi Tugas dan/atau pemilik Objek Penilaian telah memberikan akses Inves gasi yang penuh
terhadap Objek Penilaian, dan Penilai telah menugaskan personil yang memiliki kompetensi untuk
melakukan inves gasi Objek Penilaian,
3. Dalam pelaksanaan inves gasi di lapangan dak terdapat kendala-kendala yang membatasi akses
Penilai untuk melakukan inves gasi atas Objek Penilaian sehingga Penilai dapat melakukan
inves gasi secara normal.
Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Selain menggunakan data yang diberikan oleh Pemberi Tugas sehubungan dengan Objek Penilaian,
Penilai juga menggunakan informasi dan data yang relevan namun dak membutuhkan verifikasi.
Penggunaan informasi dan data tersebut dapat disetujui sepanjang sumber data tersebut
dipublikasikan pada ngkat nasional dan atau internasional. Sumber data tersebut antara lain:
a. Bank Indonesia,
b. Badan Pusat Sta s k,
c. Website gistaru.atrbpn.go.id,
d. Data riset dari pihak independen, dan
e. Informasi dari media cetak dan elektronik.
5
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 7
Sumber Data dan Informasi yang Digunakan
Untuk menghasilkan Kesimpulan Nilai, maka analisis yang dilakukan Penilai didasarkan pada data dan
informasi yang kami peroleh sebagai berikut :
1. Copy Gambar Situasi Tanah PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, yang disediakan oleh
manajemen,
2. Copy Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 12, tercatat atas nama PT. PRIMARINDO ASIA
INFRASTRUCTURE, Tbk, tanggal penerbitan ser fikat 30-6-1992 dengan Gambar Situasi
No. 1395/1989 tanggal 1-6-1989 seluas 10.705 m2, yang berakhir haknya tanggal 02-05-2032,
3. Copy Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Barat
No. 224/HGB/BPN.32/2012 tanggal 02-05-2012 tentang Pemberian Perpanjangan Hak Guna
Bangunan atas Tanah seluas 10.705 m2, terletak di Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan
Gedebage, Kota Bandung, atas nama PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk berkedudukan di
Jakarta Pusat.
4. Copy Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 305, tercatat atas nama Perseroan Terbatas
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, tanggal penerbitan ser fikat 24 SEP 2012 dengan
Surat Ukur No. 00265/2012 tanggal 17-09-2012 seluas 11.340 m2 yang berakhir haknya tanggal
24-9-2024,
5. Copy Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 306, tercatat atas nama Perseroan Terbatas
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, tanggal penerbitan ser fikat 24 SEP 2012 dengan
Surat Ukur No. 00266/2012 tanggal 18-09-2012 seluas 16.680 m2 yang berakhir haknya tanggal
24-9-2024,
6. Copy Surat Izin Bangunan No. 647/492//DPU-KB/1988 pada tanggal 26 Agustus 1988 an. Sdr.
Drs. DIDI CHARA (PT. BINTANG KHARISMA) yang tercatat untuk mendirikan bangunan Pabrik
Sepatu, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bandung Dinas
Pekerjaan Umum,
7. Copy Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.4/SI-9220-Dpb/1993 pada tanggal
1 Mei 1993 atas nama PT. BINTANG KHARISMA yang tercatat untuk memperluas Bangunan
Pabrik/Gudang sepatu sebagian berlantai II (dua) dan rumah nggal, yang dikeluarkan oleh
Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung,
8. Copy Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.4/SI-0122/Dpb/1999 pada tanggal
04 FEB 1999 atas nama PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE (d/h PT. BINTANG KHARISMA)
yang tercatat untuk memperluas bangunan tambahan pabrik sepatu, gudang dan ruang kerja,
yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pengawasan
Bangunan,
9. Copy Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.2/SI-1409-Dpb/1999 pada tanggal
06 SEP 1999 atas nama PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE yang tercatat untuk
memperluas Bangunan Sepatu keperluan Bangunan Kan n, yang dikeluarkan oleh Pemerintah
Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pengawasan Bangunan,
6
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 8
10. Copy Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.2/SI-1220-Disbang/2001 pada tanggal
07 JUN 2001 atas nama PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE yang tercatat untuk
memperluas Bangunan Gudang, yang dikeluarkan oleh Dinas Bangunan Pemerintah Kota
Bandung,
11. Copy Dokumen Pengecekan Ser fikat Hak Guna Bangunan NIB: 1015.000002157.0, Nama
Pemilik: PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, TBK berkedudukan di JAKARTA PUSAT, Tanggal
Penerbitan: 24 September 2012, Tanggal Berakhir Hak: 24 September 2044, atas tanah seluas
5.913 m2.
12. Copy Dokumen Pengecekan Ser fikat Hak Guna Bangunan NIB: 1015.000002130.0, Nama
Pemilik: PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, TBK berkedudukan di JAKARTA PUSAT, Tanggal
Penerbitan: 17 September 2012, Tanggal Berakhir Hak: 24 September 2044, atas tanah seluas
11.340 m2.
13. Copy Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan 2017 Perkotaan
NOP 32.73.101.002.026-0006.0 atas nama PRIMARINDO ASIA INF. TBK. PT pada tanggal
20 APR 2017, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bandung Badan Pengelolaan Pendapatan
Daerah,
14. Copy Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan 2018 Perkotaan
NOP 32.73.101.002.026-0006.0 atas nama PRIMARINDO ASIA INF. TBK. PT pada tanggal
01 PEB 2018, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bandung Badan Pengelolaan Pendapatan
Daerah,
15. Copy Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan 2019 Perkotaan
NOP 32.73.101.002.026-0006.0 atas nama PRIMARINDO ASIA INF. TBK. PT pada tanggal
15 JAN 2019, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bandung Badan Pengelolaan Pendapatan
Daerah,
16. Copy Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan 2020 Perkotaan
NOP 32.73.101.002.026-0006.0 atas nama PRIMARINDO ASIA INF. TBK. PT pada tanggal
27 MAR 2020, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bandung Badan Pengelolaan Pendapatan
Daerah,
17. Copy Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan 2021 Perkotaan)
NOP 32.73.101.002.026-0006.0 atas nama PRIMARINDO ASIA INF. TBK. PT pada tanggal
01 PEB 2021, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bandung Badan Pengelolaan Pendapatan
Daerah,
18. Copy Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan 2022 Perkotaan
NOP 32.73.101.002.026-0006.0 atas nama PRIMARINDO ASIA INF. TBK. PT pada tanggal
03 JAN 2022, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bandung Badan Pendapatan Daerah,
19. Copy Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan 2022 Perkotaan
NOP 32.73.101.002.026-0006.0 atas nama PRIMARINDO ASIA INF. TBK. PT pada tanggal
03 JAN 2022, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bandung Badan Pendapatan Daerah,
7
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 9
20. Surat Konfirmasi Penunjukan Penilai Publik Lain No. 052/PAI/Dir/X/2024 tanggal 7 Oktober 2024
yang menyatakan bahwa Aset yang menjadi Objek Penilaian pada kontrak penugasan dak
sedang dinilai oleh Penilai Publik lain untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal
penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu dak lebih dari dua bulan),
21. Surat Konfirmasi Klasifikasi Aset Operasional / Non Operasional No. 053/PAI/Dir/X/2024 tanggal
7 Oktober 2024 yang menyatakan bahwa Aset yang menjadi Objek Penilaian pada kontrak
penugasan termasuk klasifikasi Aset Non Operasional,
22. Representa on Le er/Surat Pernyataan Manajemen No. 054/PAI-Dir/X/2024 tanggal
7 Oktober 2024 sehubungan dengan penugasan penilaian aset,
23. Wawancara dengan Bapak Mulyadi (Kepala Bagian HRD dan Humas PAI) sebagai pendamping
survey untuk menunjukkan dan memberikan keterangan terkait Objek Penilaian,
24. Data dan Informasi Ekonomi maupun Industri yang dikeluarkan oleh pihak ke ga, serta berbagai
sumber informasi baik berdasarkan media cetak ataupun elektronik, serta hasil analisis lain yang
SISCO anggap relevan.
Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Persetujuan SISCO harus didapatkan atas se ap publikasi terhadap keseluruhan atau sebagian dari
laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi yang terkait dengan Objek Penilaian.
Adalah dak dibenarkan untuk menerbitkan duplikat dokumen maupun pernyataan, edaran, ataupun
untuk dikomunikasikan kepada pihak ke ga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari SISCO,
baik mengenai format cetak maupun konteks dimana akan dimunculkan/dipublikasikan.
Pendekatan Penilaian dan Metodologi yang Digunakan
● Analisis dilakukan berdasarkan POJK 28, SPI Edisi VII 2018 yang disusun oleh MAPPI dengan
memperha kan KEPI.
● Pendekatan dan Metode yang digunakan dalam Penilaian ini adalah sebagai berikut:
Pendekatan
No Metode Penilaian Alasan Penggunaan
Penilaian
Objek Penilaian 1 (Tanah dan Bangunan)
Penjumlahan dikarenakan disekitar Objek Penilaian
1 Pendekatan Biaya
(Summa on Method) dak terdapat data yang sama/ sejenis
Objek Penilaian 2 (Tanah Kosong)
Perbandingan Data dikarenakan disekitar Objek Penilaian
2 Pendekatan Pasar
Pasar terdapat data yang sama/ sejenis
BAGIAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN
8
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 10
Page 11
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan SISCO sebagai Penilai, maka kami yang bertanda tangan
dibawah ini menyatakan bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan Penilaian ini, sebatas pengetahuan kami, adalah benar dan akurat.
2. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dinyatakan dalam Laporan Penilaian ini dibatasi oleh asumsi
dan batasan-batasan yang diungkapkan di dalam laporan Penilaian, yang mana merupakan hasil
analisis, opini dan kesimpulan Penilai yang dak berpihak dan dak memiliki benturan
kepen ngan.
3. Kami dak mempunyai kepen ngan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap
proper yang dinilai, maupun memiliki kepen ngan pribadi atau keberpihakan kepada
pihak-pihak lain yang memiliki kepen ngan terhadap proper yang dinilai.
4. Penunjukan dalam penugasan ini dak berhubungan dengan opini Penilaian yang telah
disepaka sebelumnya dengan Pemberi Tugas.
5. Biaya jasa profesional dak dikaitkan dengan nilai yang telah ditentukan sebelumnya atau
gambaran nilai yang diinginkan oleh Pemberi Tugas, besaran opini nilai, pencapaian hasil yang
dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang berhubungan
secara langsung dengan penggunaan yang dimaksud.
6. Penilai telah mengiku persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
7. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan proper dan/atau jenis
industri yang dinilai.
8. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
- Iden fikasi masalah (iden fikasi batasan, tujuan dan objek, definisi Penilaian, dan tanggal
Penilaian);
- Pengumpulan data dan wawancara;
- Analisis data;
- Es masi nilai dengan menggunakan pendekatan Penilaian;
- Penulisan laporan.
9. Penilai telah melakukan inspeksi lapangan yang merupakan objek Penilaian.
10. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam Laporan Penilaian ini
BAGIAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN
10
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 12
Page 13
ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
Penilaian ini bergantung pada Asumsi dan Asumsi Khusus sebagai berikut :
a. Asumsi Umum
1. Penilai berasumsi bahwa Objek Penilaian dak mempunyai masalah hukum dan bahwa hak
kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
2. Penilai berasumsi bahwa Objek Penilaian yang ditunjukkan kepada Penilai adalah benar
merupakan subjek dalam penilaian dan Penilai dak melakukan pengecekan lebih lanjut
terhadap kebenarannya.
3. Semua dokumen, pernyataan dan keterangan baik lisan maupun tulisan, berikut dokumen
dalam bentuk fotokopi, turunan dan/atau salinan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang
dari pihak Pemberi Tugas atau pihak ke ga kepada SISCO untuk tujuan pekerjaan penilaian ini
adalah benar, akurat, lengkap dan sesuai dengan keadaan sebenarnya.
4. Penilai berasumsi bahwa luasan, dimensi maupun batas-batas Objek Penilaian adalah sesuai
dengan dokumen hukum yang menyertainya sehingga Penilai dak melakukan pengukuran
ulang di lapangan. Akurasi dari luas dan dimensi dari Aset dimaksud bergantung pada
pengukuran langsung yang dilakukan pihak berwenang terkait.
5. Jumlah nilai proper tersebut merupakan nilai satu kesatuan aset yang menjadi Objek
Penilaian dalam laporan ini, sehingga upaya untuk memisah-misahkan satu atau beberapa nilai
aset untuk kepen ngan akan menyebabkan ke daksesuaian nilai, kecuali telah
memper mbangkan faktor- faktor yang berpengaruh terhadap nilai perbagian dari aset dan
menjabarkannya dalam Laporan Penilaian.
b. Asumsi Khusus
1. Tidak terdapat kejadian luar biasa baik secara makro ekonomi maupun industri yang
berpengaruh terhadap penilaian. Apabila terdapat kejadian di antara Tanggal Penilaian dan
Tanggal Laporan yang dianggap Penilai cukup signifikan, akan dijelaskan pada poin Kejadian
setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event),
2. Legalitas dan kepemilikan Objek Penilaian pada saat inspeksi diasumsikan sama dan sesuai
dengan dokumen kepemilikan yang diberikan oleh Pemberi Tugas,
BAGIAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN
12
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 14
KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS
a. Informasi yang telah diberikan oleh pihak lain kepada Penilai seper yang disebutkan dalam
Laporan Penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai dak bertanggung jawab jika
ternyata informasi yang diberikan itu terbuk dak sesuai dengan hal yang sesungguhnya.
Informasi yang dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan hasil penelaahan kami
terhadap data yang ada, pemeriksaan atas dokumen ataupun keterangan dari instansi
pemerintah yang berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
tersebut sepenuhnya berada dipihak Pemberi Tugas.
b. Kecuali diatur berbeda oleh peraturan dan perundangan yang ada,maka penilaian dan Laporan
Penilaian bersifat rahasia dan hanya ditujukan terbatas untuk Pemberi Tugas yang dimaksud dan
penasehat profesionalnya dan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan sesuai dengan yang
dicantumkan pada Laporan Penilaian. Kami dak bertanggung jawab kepada pihak lain selain
Pemberi Tugas dimaksud. Pihak lain yang menggunakan laporan ini bertanggung jawab atas
segala risiko yang mbul.
c. Nilai yang dicantumkan dalam laporan ini serta se ap nilai lain dalam Laporan yang merupakan
bagian dari proper yang dinilai hanya berlaku sesuai dengan maksud dan tujuan Penilaian. Nilai
yang digunakan dalam Laporan Penilaian ini dak boleh digunakan untuk tujuan Penilaian lain
yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan.
d. Kami telah memper mbangkan kondisi proper dimaksud, namun demikian dak berkewajiban
untuk memeriksa struktur bangunan ataupun bagian-bagian dari proper yang tertutup, dak
terlihat dan dak dapat dijangkau. Kami dak memberikan jaminan bila ada pelapukan, rayap,
gangguan hama lainnya atau kerusakan yang dak terlihat. Penilai dak berkewajiban untuk
melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas lingkungan dan lainnya. Kecuali diinformasikan lain,
Penilaian kami didasarkan pada asumsi bahwa seluruh aspek ini dipenuhi dengan baik.
e. Kami dak melakukan penyelidikan atas kondisi tanah dan fasilitas lingkungan lainnya, untuk
suatu pengembangan baru. Apabila dak diinformasikan lain, Penilaian kami didasarkan pada
kewajaran, dan untuk suatu rencana pengembangan dak ada pengeluaran dak wajar atau
keterlambatan dalam masa pembangunan.
f. Kami dak melakukan penyelidikan atas masalah lingkungan yang berkaitan dengan
pencemaran. Apabila dak diinformasikan lain, Penilaian kami didasarkan pada asumsi
mengenai dak adanya pencemaran yang dapat berpengaruh terhadap nilai.
g. Gambar, denah ataupun peta yang terdapat dalam laporan ini disajikan hanya untuk kemudahan
visualisasi saja. Kami dak melaksanakan survei/pemetaan dan dak bertanggung jawab
mengenai hal ini.
h. Proper yang dinilai dak terpengaruh oleh berbagai hal yang bersifat pembatasan-pembatasan
dan proper maupun kondisi penggunaan baik saat ini maupun yang akan datang dak
bertentangan dengan peraturan-peraturan yang berlaku.
i. Semua buk kepemilikan, legalitas dan perijinan yang ada didasarkan kepada informasi dan data
yang diberikan Pemberi Tugas dan/atau Pengguna Laporan. Oleh karena itu, kami dak
melakukan pengukuran ulang terhadap luasan proper secara rinci, melainkan didasarkan
kepada data ser fikat, gambar bangunan dan data lainnya yang diterima dari Pemberi Tugas.
j. Laporan Penilaian ini dianggap sah apabila terdapat cap (seal) dan tandatangan asli dari pihak
SISCO.
13
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 15
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR.......................................................................................................................... 1
PERNYATAAN PENILAI.....................................................................................................................10
ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS....................................................................................................... 12
KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS................................................................................................... 13
DAFTAR ISI..................................................................................................................................... 14
DAFTAR GRAFIK..............................................................................................................................16
DAFTAR GAMBAR........................................................................................................................... 16
DAFTAR TABEL................................................................................................................................ 16
1. PENDAHULUAN.......................................................................................................................... I-1
1.1. Latar Belakang Penilaian.......................................................................................................... I-1
1.2. Status Penilai............................................................................................................................ I-1
1.3. Pemberi Tugas.......................................................................................................................... I-1
1.4. Pengguna Laporan....................................................................................................................I-2
1.5. Objek Penilaian dan Kepemilikan............................................................................................. I-2
1.6. Ruang Lingkup.......................................................................................................................... I-3
1.7. Dasar Nilai dan Definisi Nilai.................................................................................................... I-3
1.8. Tanggal Inves gasi dan Tanggal Penilaian................................................................................ I-4
1.9. Maksud dan Tujuan Penilaian.................................................................................................. I-4
1.10. Jenis Mata Uang yang Digunakan...........................................................................................I-4
1.11. Tingkat Kedalaman Inves gasi............................................................................................... I-4
1.12. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Digunakan............................................................... I-5
1.13. Standar Penilaian berdasarkan SPI......................................................................................... I-5
1.14. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi........................................................................ I-5
1.15. Independensi Penilai.............................................................................................................. I-5
1.16. Tim Penilai.............................................................................................................................. I-6
1.17. Kualifikasi Penilai.................................................................................................................... I-6
1.18. Tenaga Ahli dan atau Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli yang Digunakan Dalam Penilaian............ I-6
1.19. Pendekatan dan Metode Penilaian........................................................................................ I-6
1.20. Pemilihan Metode Penilaian (serta alasan penggunaan metode)......................................... I-8
1.21. Sumber Data dan Informasi yang Digunakan......................................................................... I-8
1.22. Konfirmasi Penunjukan Penilai Publik.................................................................................. I-10
1.23. Kejadian Pen ng Setelah Tanggal Penilaian......................................................................... I-10
2. TINJAUAN EKONOMI DAN INDUSTRI......................................................................................... II-1
2.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia................................................................................................. II-1
2.2. Perkembangan Ekonomi Indonesia......................................................................................... II-1
2.3. Perkembangan Inflasi Indonesia............................................................................................. II-3
2.4. Perkembangan Ekonomi Provinsi Jawa Barat.......................................................................... II-4
2.5. Perkembangan Inflasi Provinsi Jawa Barat.............................................................................. II-5
2.6. Tinjauan Industri Proper Komersial.......................................................................................II-6
2.6.1. Perkembangan Harga Proper Komersial...................................................................... II-6
2.6.2. Perkembangan Pasokan Proper Komersial.................................................................. II-6
14
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 16
2.6.3. Perkembangan Permintaan Proper Komersial............................................................. II-6
2.7. Perkembangan Proper Residensial........................................................................................II-7
2.7.1. Harga Proper Residensial............................................................................................. II-7
2.7.2. Perkembangan Penjualan Proper Residensial............................................................. II-8
3. PENILAIAN OBJEK PENILAIAN 1................................................................................................ III-1
3.1 Klasifikasi Objek Penilaian 1.................................................................................................... III-1
3.2 Data dan Informasi Objek Penilaian 1..................................................................................... III-1
3.2.1 Lokasi dan Objek Penilaian 1......................................................................................... III-1
3.2.2 Fasilitas dan Keadaan Lingkungan Objek Penilaian 1..................................................... III-1
3.2.3 Data Tanah Objek Penilaian 1........................................................................................ III-2
3.2.4 Data Bangunan Objek Penilaian 1..................................................................................III-3
3.3 Peruntukan dan Penggunaan Saat Ini Objek Penilaian 1......................................................... III-3
3.4 Penggunaan Ter nggi dan Terbaik (Highest and Best Use - HBU) Objek Penilaian 1.............. III-4
3.5 Pendekatan dan Metode Penilaian Objek Penilaian 1............................................................ III-4
3.6 Proses Penilaian Objek Penilaian 1..........................................................................................III-5
3.6.1 Proses Penilaian Pendekatan Pasar dengan Metode Perbandingan Data Pasar............ III-5
3.6.2 Proses Penilaian Bangunan dengan Pendekatan Biaya Metode Biaya Penggan
Terdepresiasi................................................................................................................. III-5
3.7 Indikasi Nilai Pasar Objek Penilaian 1...................................................................................... III-6
3.7.1 Indikasi Nilai Pasar Tanah Objek Penilaian 1.................................................................. III-6
3.7.2 Indikasi Nilai Pasar Bangunan Objek Penilaian 1........................................................... III-7
3.8 Kesimpulan Nilai Pasar Objek Penilaian 1............................................................................... III-7
4. PENILAIAN OBJEK PENILAIAN 2................................................................................................ IV-1
4.1. Klasifikasi Objek Penilaian 2................................................................................................... IV-1
4.2. Data dan Informasi Objek Penilaian 2.................................................................................... IV-1
4.2.1. Lokasi dan Objek Penilaian 2........................................................................................ IV-1
4.2.2. Fasilitas dan Keadaan Lingkungan Objek Penilaian 2.................................................... IV-1
4.2.3. Data Tanah Objek Penilaian 2....................................................................................... IV-2
4.3. Peruntukan dan Penggunaan Saat Ini Objek Penilaian 2........................................................IV-2
4.4. Penggunaan Ter nggi dan Terbaik (HBU) Objek Penilaian 2.................................................. IV-2
4.5. Pendekatan dan Metode Penilaian Objek Penilaian 2........................................................... IV-3
4.6. Proses Penilaian Objek Penilaian 2........................................................................................ IV-3
4.7. Indikasi Nilai Pasar Tanah Objek Penilaian 2.......................................................................... IV-4
4.8. Kesimpulan Nilai Pasar Objek Penilaian 2.............................................................................. IV-5
5. RESUME PENILAIAN................................................................................................................. V-1
6. KESIMPULAN........................................................................................................................... VI-1
LAMPIRAN :
➢ Foto-foto Objek Penilaian
➢ Denah dan Peta Objek Penilaian
15
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 17
DAFTAR GRAFIK
Grafik 2-1 : Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2019 - 2029............................................................ II-1
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3-1 : Peta Lokasi Objek Penilaian 1........................................................................................ III-1
Gambar 3-2 : Tanah Objek Penilaian 1................................................................................................ III-2
Gambar 4-1 : Peta Lokasi Objek Penilaian 2........................................................................................ IV-1
DAFTAR TABEL
Tabel 2-1 : Produk Domes k Bruto (PDB) Indonesia Tahun 2020-2024................................................II-2
Tabel 2-2 : Tingkat Inflasi Indonesia Tahun 2020 - Juli 2024................................................................ II-3
Tabel 2-3 : Tingkat Inflasi Jawa Barat Tahun 2020 - Juli 2024............................................................... II-5
Tabel 3-1 : Legalitas Tanah Objek Penilaian 1...................................................................................... III-2
Tabel 3-2 : Indikasi Nilai Pasar Objek Penilaian 1................................................................................. III-7
Tabel 3-3 : Indikasi Nilai Pasar Bangunan Objek Penilaian 1................................................................ III-7
Tabel 3-4 : Kesimpulan Nilai Pasar Objek Penilaian 1.......................................................................... III-8
Tabel 4-1 : Legalitas Tanah Objek Penilaian 2...................................................................................... IV-2
Tabel 4-2 : Indikasi Nilai Pasar Objek Penilaian 2.................................................................................IV-5
Tabel 4-3 : Kesimpulan Nilai Pasar Objek Penilaian 2.......................................................................... IV-5
Tabel 5-1 : Resume Nilai....................................................................................................................... V-1
16
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 18
1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penilaian
Kantor Jasa Penilai Publik Satria Se awan dan Rekan (“SISCO”) yang memiliki ijin usaha dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.14.0124 berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Keuangan No. 1548/KM.1/2021 tanggal 31 Desember 2021, yang dalam hal ini diwakili
oleh Ir. Se awan, MAPPI (Cert), ber ndak dalam jabatannya selaku Pimpinan Cabang Bogor
atau Penilai Publik berdasarkan Surat Pernyataan Pembukaan Kantor Cabang Cibubur
No. 021/SKK/SISCO/XII/2021 tanggal 10 Desember 2021 dan telah mendapat Izin Pembukaan
Cabang Kantor Jasa Penilai Publik Satria Se awan dan Rekan di Bogor dari Menteri Keuangan
Republik Indonesia No. 1551/KM.1/2021 tanggal 31 Desember 2021 dan terda ar sebagai
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) - d/h Badan Pengawas Pasar
Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), dengan Surat Tanda Terda ar Profesi Penunjang
Pasar Modal No. STTD.PPB-15/PJ-1/PM.02/2023 ditunjuk oleh PT. Primarindo Asia
Infrastructure, Tbk (“PT PAI” atau “Perseroan” atau “Pemberi Tugas”), sebuah perusahaan
yang bergerak dalam bidang industri alas kaki, melipu produksi dan pemasaran sepatu jenis
sports/casual ke pasar lokal dan internasional, beralamat di Gedung Tatapuri Perdana Lt. 3 A,
Jl. Tanjung Karang No. 3-4 A, Kelurahan Kebon Mela , Kecamatan Tanah Abang, Kota
Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta 10230, No. Telepon (021) 3148331,
No. Faksimili (021) 3927668, Website www.primarindo.co.id berdasarkan persetujuan atas
dengan Kontrak atau Perjanjian Kerjasama Jasa Penilaian Proper atas nama PT. Primarindo
Asia Infrastructure, Tbk antara KJPP Satria Se awan dan Rekan Cabang Bogor dengan
No. P-PPC/SISCO-BGR/BGR/SET/160824.01 tanggal 16 Agustus 2024 untuk melaksanakan
Penilaian Aset milik PT PAI sehubungan dengan rencana Jual Beli, pada tanggal penilaian
17 Agustus 2024.
1.2. Status Penilai
● Penilaian dilakukan oleh SISCO, dimana SISCO merupakan penilai eksternal dan bukan
karyawan/manajemen dari Pemberi Tugas ataupun Pemilik Objek Penilaian.
● SISCO dak memiliki keterlibatan material atau benturan kepen ngan baik aktual maupun
potensial dengan Pemberi Tugas ataupun Pemilik Objek Penilaian.
● Penilai memiliki kompetensi dalam melakukan penilaian dan dapat memberikan Penilaian
secara objek f serta dak memihak.
1.3. Pemberi Tugas
Adapun iden tas Pemberi Tugas adalah sebagai berikut :
Nama Perusahaan : PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Bidang Usaha : Industri alas kaki, melipu produksi dan pemasaran sepatu jenis
sports/casual ke pasal Lokal dan Internasional
Alamat : Gedung Tatapuri Perdana Lt. 3A, Jalan Tanjung Karang No. 3-4A,
Kelurahan Kebon Mela , Kecamatan Tanah Abang
Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta 10230
Telepon/Fax : 021-3148331 / 021-3927668
I-1
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 19
Website : www.primarindo.co.id
Email : corsec@primarindo.com
1.4. Pengguna Laporan
Kami memahami bahwa iden tas Pengguna Laporan dalam penilaian ini adalah :
Nama Perusahaan : PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Bidang Usaha : Industri alas kaki, melipu produksi dan pemasaran sepatu jenis
sports/casual ke pasal Lokal dan Internasional
Alamat : Gedung Tatapuri Perdana Lt. 3A, Jalan Tanjung Karang No. 3-4A,
Kelurahan Kebon Mela , Kecamatan Tanah Abang
Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta 10230
Telepon/Fax : 021-3148331 / 021-3927668
Website : www.primarindo.co.id
Email : corsec@primarindo.com
1.5. Objek Penilaian dan Kepemilikan
Objek Penilaian dan Kepemilikan dalam penugasan ini adalah sebagai berikut:
● Objek Penilaian 1
Objek Penilaian dan Kepemilikan adalah 1 (satu) bidang Tanah (sebagaimana tabel dibawah
ini) dengan total luas 10.705 m2 dan Bangunan seluas 5.411 m2, yang beralamat di Jalan
Rancapacing, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Provinsi
Jawa Barat dengan dengan Kepemilikan Tunggal berdasarkan Ser fikat Hak Guna Bangunan
(SHGB) tercatat atas nama PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, dengan rincian
sebagai berikut:
Tanggal Tanggal Nomor dan Tanggal Luas
No. Ser fikat Nama Pemegang Hak
Penerbitan Berakhir Gambar Situasi (m2)
1 SHGB No. 12 PT. PRIMARINDO ASIA 30-6-1992 02-05-2032 No. 1395/1989 10.705
INFRASTRUCTURE, Tbk tanggal 1-6-1989
Total Luas (m2) 10.705
Bangunan tersebut dilengkapi dengan (1) Surat Idzin Bangunan No. 647/492//DPU-KB/1988
pada tanggal 26 Agustus 1988 an. Sdr. Drs. DIDI CHARA (PT. BINTANG KHARISMA) yang
tercatat untuk mendirikan bangunan Pabrik Sepatu, yang dikeluarkan oleh Pemerintah
Kabupaten Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pekerjaan Umum, (2) Surat Ijin Mendirikan
Bangunan (IMB) No. 503.644.4/SI-9220-Dpb/1993 pada tanggal 1 Mei 1993 atas nama
PT. BINTANG KHARISMA yang tercatat untuk memperluas Bangunan Pabrik/Gudang sepatu
sebagian berlantai II (dua) dan rumah nggal, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kotamadya
Daerah Tingkat II Bandung, (3) Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
No. 503.644.4/SI-0122/Dpb/1999 pada tanggal 04 FEB 1999 atas nama PT PRIMARINDO
ASIA INFRASTRUCTURE (d/h PT. BINTANG KHARISMA) yang tercatat untuk memperluas
bangunan tambahan pabrik sepatu, gudang dan ruang kerja, yang dikeluarkan oleh
I-2
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 20
Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pengawasan Bangunan, (4) Surat
Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.2/SI-1409-Dpb/1999 pada tanggal 06 SEP 1999
atas nama PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE yang tercatat untuk memperluas
Bangunan Sepatu keperluan Bangunan Kan n, yang dikeluarkan oleh Pemerintah
Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pengawasan Bangunan, (5) Surat Izin
Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.2/SI-1220-Disbang/2001 pada tanggal
07 JUN 2001 atas nama PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE yang tercatat untuk
memperluas Bangunan Gudang, yang dikeluarkan oleh Dinas Bangunan Pemerintah Kota
Bandung.
● Objek Penilaian 2
Objek Penilaian dan Kepemilikan adalah 2 (dua) bidang tanah yang saling bersambungan
(sebagaimana tabel dibawah ini) dengan total luas 17.253 m2, yang beralamat di Kelurahan
Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat dengan dengan
Kepemilikan Tunggal berdasarkan Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) tercatat atas nama
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, dengan rincian sebagai berikut:
Nomor dan
Jenis dan Nomor Nama Pemegang Tanggal Tanggal Luas
No. Tanggal Gambar
Ser fikat Hak Penerbitan Berakhir (m2)
Situasi
1. NIB. Perseroan Terbatas 24 24 No. 266/2012 5.913
1015.000002157.0 PT. PRIMARINDO September September Tanggal
(d/h SHGB No. ASIA 2012 2044 18-09-2012
306) INFRASTRUCTURE,
Tbk
2. NIB. Perseroan Terbatas 17 24 No. 8664/1996 11.340
1015.000002130.0 PT. PRIMARINDO September September Tanggal
(d/h SHGB No. ASIA 2012 2044 3-10-1996
305) INFRASTRUCTURE,
Tbk
Total Luas (m2) 17.253
1.6. Ruang Lingkup
Ruang lingkup penilaian adalah melakukan survei fisik aset, inves gasi, pengumpulan dan
analisa data-data pembanding, serta penyusunan dan penyampaian laporan penilaian.
1.7. Dasar Nilai dan Definisi Nilai
Dasar Nilai dalam penugasan penilaian ini adalah Nilai Pasar.
Laporan Penilaian ini disusun berdasarkan POJK 28, dengan tetap memperha kan SPI Edisi VII
2018 seper yang ditetapkan oleh MAPPI dengan memper mbangkan KEPI, dimana
pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap.
Nilai adalah suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset atau harga yang paling
mungkin dibayarkan untuk suatu aset dalam pertukaran pada tanggal Penilaian. (POJK 28 :
Ketentuan Umum, Pasal 1.6)
I-3
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 21
Nilai adalah suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset, atau harga yang paling
mungkin dibayarkan untuk suatu aset dalam pertukaran, sehingga nilai bukan merupakan
fakta. Aset diar kan juga sebagai barang dan jasa. Nilai dalam pertukaran adalah suatu harga
hipote s, dimana hipote s dari nilai dies masi dan ditentukan oleh tujuan penilaian pada
waktu tertentu. Nilai bagi pemilik adalah suatu es masi dari manfaat yang akan diperoleh
pihak tertentu atas suatu kepemilikan atau dikenal juga sebagai Nilai dalam Penggunaan. (SPI
Edisi VII 2018 : KPUP - 4.4)
Nilai Pasar adalah es masi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar dari hasil
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat
membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing ber ndak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, keha -ha an, dan tanpa paksaan. (POJK 28 : Ketentuan Umum,
Pasal 1.7)
Nilai Pasar didefinisikan sebagai es masi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar
untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang
berminat membeli dengan penjual yang berniat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan,
yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing ber ndak atas
dasar pemahaman yang dimilikinya, keha -ha an dan tanpa paksaan. (SPI Edisi VII 2018 : 101
– 3.1)
Penggunaan Ter nggi dan Terbaik (Highest and Best Use) didefinisikan sebagai penggunaan
yang paling mungkin dan op mal dari suatu aset, yang secara fisik dimungkinkan, telah
diper mbangkan secara memadai, secara hukum diijinkan, secara finansial layak, dan
menghasilkan nilai ter nggi dari aset tersebut. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP : 10.1)
1.8. Tanggal Inves gasi dan Tanggal Penilaian
Pemeriksaan Aset di lokasi dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2024 dan tanggal penilaian
ditetapkan per tanggal 17 Agustus 2024.
1.9. Maksud dan Tujuan Penilaian
SISCO ber ndak selaku Penilai Independen untuk melakukan Penilaian Aset sehubungan
dengan Jual Beli dan bukan untuk kepen ngan pelaporan kepada perbankan ataupun untuk
kepen ngan lainnya.
1.10. Jenis Mata Uang yang Digunakan
Dalam Laporan Penilaian ini, Nilai dinyatakan dalam mata uang Rupiah per tanggal penilaian.
1.11. Tingkat Kedalaman Inves gasi
Penilaian ini dilakukan dengan batasan inves gasi sebagai berikut:
1. Inspeksi terhadap Objek Penilaian dilakukan secara lengkap dengan waktu yang cukup dan
tanpa halangan dari pihak manapun,
2. Pemberi Tugas dan/atau pemilik Objek Penilaian telah memberikan akses Inves gasi yang
penuh terhadap Objek Penilaian, dan Penilai telah menugaskan personil yang memiliki
kompetensi untuk melakukan inves gasi Objek Penilaian,
I-4
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 22
3. Dalam pelaksanaan inves gasi di lapangan dak terdapat kendala-kendala yang membatasi
akses Penilai untuk melakukan inves gasi atas Objek Penilaian sehingga Penilai dapat
melakukan inves gasi secara normal.
1.12. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Digunakan
Selain menggunakan data yang diberikan oleh Pemberi Tugas sehubungan dengan Objek
Penilaian, Penilai juga menggunakan informasi dan data yang relevan namun dak
membutuhkan verifikasi. Penggunaan informasi dan data tersebut dapat disetujui sepanjang
sumber data tersebut dipublikasikan pada ngkat nasional dan atau internasional. Sumber
data tersebut antara lain:
a. Bank Indonesia,
b. Badan Pusat Sta s k,
c. Website gistaru.atrbpn.go.id
d. Data riset dari pihak independen,
e. Informasi dari media cetak dan elektronik.
1.13. Standar Penilaian berdasarkan SPI
Laporan Penilaian ini berdasarkan POJK 28 dengan memperha kan SPI Edisi VII 2018 seper
yang ditetapkan oleh MAPPI, dan dengan memper mbangkan KEPI, dimana pendekatan yang
diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap.
1.14. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Persetujuan SISCO harus didapatkan atas se ap publikasi terhadap keseluruhan atau sebagian
dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi yang terkait dengan Objek
Penilaian. Adalah dak dibenarkan untuk menerbitkan duplikat dokumen maupun pernyataan,
edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ke ga tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari SISCO, baik mengenai format cetak maupun konteks dimana akan
dimunculkan/dipublikasikan.
1.15. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini SISCO telah ber ndak secara independen tanpa
adanya konflik dan dak terafiliasi dengan Perseroan, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
dengan perusahaan-perusahaan tersebut. SISCO juga dak mempunyai kepen ngan atau
keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Penilaian ini dak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang
SISCO terima adalah sama sekali dak dipengaruhi oleh indikasi nilai yang dihasilkan dari
proses analisa penilaian ini dan SISCO hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada
Kontrak atau Perjanjian Kerjasama Jasa Penilaian Proper atas nama PT. Primarindo Asia
Infrastructure, Tbk antara KJPP Satria Se awan dan Rekan Cabang Bogor dengan No.
P-PPC/SISCO-BGR/BGR/SET/160824.01 tanggal 16 Agustus 2024.
I-5
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 23
1.16. Tim Penilai
Tim Penilai dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini terdiri dari:
Nomor
No. Nama Ijin/STTD OJK/Register Penilai Posisi Tim
MAPPI
1 Ir. Se awan, MAPPI (Cert.) 95-S-00652 Ijin Penilai Publik : Penilai
PB-1.09.00257 Publik
STTD OJK No. :
STTD.PPB-15/PJ-1/PM.02/2023
Register Penilai :
RMK-2017.00230
2 Zakky Dzulfahmi Akbari, SE 17-P-07883 RMK-2018.02413 Reviewer
3 Mahendra Dita Sampurno, 14-P-05262 RMK-2017.00688 Penilai dan
S.Kom Pelaksana
Inspeksi
4 Angga Adi Prayoga 22-A-11666 - Pelaksana
Inspeksi
1.17. Kualifikasi Penilai
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan No. 1211/KM.1/2009 tertanggal 19 Oktober 2009 tentang
Izin Penilai, di mana Ir. Se awan, MAPPI (Cert.) ditetapkan dengan kualifikasi sebagai penilai
Bidang Jasa Penilaian Proper dan Bisnis (PB) dan terda ar sebagai profesi penunjang pasar
modal di OJK sesuai dengan Surat Tanda Terda ar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
STTD.PPB-15/PJ-1/PM.02/2023.
1.18. Tenaga Ahli dan atau Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli yang Digunakan Dalam Penilaian
Dalam melakukan penilaian, SISCO dak menggunakan hasil laporan dari tenaga ahli.
1.19. Pendekatan dan Metode Penilaian
Analisis dilakukan berdasarkan POJK 28, SPI Edisi VII 2018 yang disusun oleh MAPPI dengan
memperha kan KEPI. Ada 3 Pendekatan Penilaian yaitu sebagai berikut:
a) Pendekatan Pasar
Pendekatan Pasar adalah Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan aset yang
dinilai dengan aset yang sebanding dan sejenis, dimana informasi harga transaksi atau
penawaran tersedia. (POJK 28 : Ketentuan Umum, Pasal 1.18)
Pendekatan Pasar (Market Approach) menghasilkan indikasi nilai dengan cara
membandingkan aset yang dinilai dengan aset yang iden k atau sebanding, dimana
informasi harga transaksi atau penawaran. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP : 15.1)
Dalam Pendekatan Pasar, langkah pertama adalah memper mbangkan harga yang baru
terjadi di pasar dari transaksi aset yang iden k atau sebanding. Jika transaksi terakhir yang
telah terjadi hanya sedikit atau dak ada, dapat diper mbangkan dengan menggunakan
harga yang ditawarkan (untuk dijual) atau yang terda ar (listed) dari Aset yang iden k atau
sebanding, relevansinya dengan informasi ini perlu diketahui secara jelas dan dengan
seksama dianalisis. Dalam hal ini perlu dilakukan penyesuaian atas informasi harga
I-6
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 24
transaksi atau penawaran apabila terdapat perbedaan dengan transaksi yang sebenarnya,
sesuai dengan Dasar Nilai dan asumsi yang akan digunakan dalam penilaian. Perbedaan
dapat juga melipu karakteris k hukum, ekonomi atau fisik dari aset yang ditransaksikan
(aset pembanding) dan yang dinilai. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP : 15.2)
b) Pendekatan Pendapatan
Pendekatan Pendapatan adalah Pendekatan Penilaian yang memberikan indikasi Nilai
dengan mengkonversi arus kas masa depan menjadi satu nilai saat ini. (POJK 28 :
Ketentuan Umum, Pasal 1.19)
Pendekatan Pendapatan (Income Approach) menghasilkan indikasi nilai dengan mengubah
arus kas di masa yang akan datang ke nilai kini. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP : 16.1)
Pendekatan ini memper mbangkan pendapatan yang akan dihasilkan aset selama masa
manfaatnya dan menghitung nilai melalui proses kapitalisasi. Kapitalisasi merupakan
konversi pendapatan menjadi sejumlah modal dengan menggunakan ngkat diskonto yang
sesuai. Arus kas dapat diperoleh dari pendapatan suatu kontrak atau beberapa kontrak atau
bukan dari kontrak; misalnya keuntungan yang dian sipasi akan diperoleh dari penggunaan
atau kepemilikan suatu aset. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP : 16.2)
Pendekatan Pendapatan dapat diterapkan untuk liabilitas, dengan memper mbangkan arus
kas yang diperlukan untuk memenuhi liabilitas sampai habis. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP :
16.3)
c) Pendekatan Biaya
Pendekatan Biaya adalah Pendekatan Penilaian untuk mendapatkan indikasi Nilai objek
Penilaian berdasarkan biaya reproduksi baru atau biaya penggan baru pada tanggal
Penilaian setelah dikurangi dengan penyusutan. (POJK 28 : Ketentuan Umum, Pasal 1.20)
Pendekatan Biaya (Cost Approach) menghasilkan indikasi nilai dengan menggunakan
prinsip ekonomi, dimana pembeli dak akan membayar suatu aset lebih daripada biaya
untuk memperoleh aset dengan kegunaan yang sama atau setara, pada saat pembelian
atau konstruksi.
Pendekatan ini berdasarkan pada prinsip harga yang akan dibayar pembeli di pasar untuk
Aset yang akan dinilai, dak lebih dari biaya untuk membeli atau membangun untuk Aset
yang setara,kecuali ada faktor waktu yang dak wajar, ke daknyamanan, risiko atau faktor
lainnya. Umumnya aset yang dinilai akan kurang menarik dikarenakan faktor usia atau
sudah usang, dibandingkan dengan aset alterna f yang baru dibeli atau dibangun. Untuk
hal ini, diperlukan penyesuaian karena adanya perbedaan biaya dengan aset alterna f,
tergantung pada Dasar Nilai yang diperlukan. (SPI Edisi VII 2018 : KPUP : 17.0)
I-7
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 25
1.20. Pemilihan Metode Penilaian (serta alasan penggunaan metode)
Pendekatan dan Metode yang digunakan dalam Penilaian ini adalah sebagai berikut:
Pendekatan
No Metode Penilaian Alasan Penggunaan
Penilaian
Objek 1 (Tanah dan Bangunan)
Penjumlahan dikarenakan disekitar Objek Penilaian
1 Pendekatan Biaya
(Summa on Method) dak terdapat data yang sama/ sejenis
Objek 2 (Tanah Kosong)
Perbandingan Data dikarenakan disekitar Objek Penilaian
1 Pendekatan Pasar
Pasar terdapat data yang sama/ sejenis
1.21. Sumber Data dan Informasi yang Digunakan
Untuk menghasilkan Kesimpulan Nilai, maka analisis yang dilakukan Penilai didasarkan pada
data dan informasi yang kami peroleh sebagai berikut:
1. Copy Gambar Situasi Tanah PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, yang
disediakan oleh manajemen,
2. Copy Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 12, tercatat atas nama PT. PRIMARINDO
ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, tanggal penerbitan ser fikat 30-6-1992 dengan Gambar
Situasi No. 1395/1989 tanggal 1-6-1989 seluas 10.705 m2, yang berakhir haknya tanggal
02-05-2032,
3. Copy Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa
Barat No. 224/HGB/BPN.32/2012 tanggal 02-05-2012 tentang Pemberian Perpanjangan
Hak Guna Bangunan atas Tanah seluas 10.705 m2, terletak di Kelurahan Cisaranten Kidul,
Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, atas nama PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
berkedudukan di Jakarta Pusat.
4. Copy Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 305, tercatat atas nama Perseroan
Terbatas PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, tanggal penerbitan ser fikat
24 SEP 2012 dengan Surat Ukur No. 00265/2012 tanggal 17-09-2012 seluas 11.340 m2
yang berakhir haknya tanggal 24-9-2024,
5. Copy Ser fikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 306, tercatat atas nama Perseroan
Terbatas PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk, tanggal penerbitan ser fikat
24 SEP 2012 dengan Surat Ukur No. 00266/2012 tanggal 18-09-2012 seluas 16.680 m2
yang berakhir haknya tanggal 24-9-2024,
6. Copy Surat Izin Bangunan No. 647/492//DPU-KB/1988 pada tanggal 26 Agustus 1988 an.
Sdr. Drs. DIDI CHARA (PT. BINTANG KHARISMA) yang tercatat untuk mendirikan bangunan
Pabrik Sepatu, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bandung
Dinas Pekerjaan Umum,
7. Copy Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.4/SI-9220-Dpb/1993 pada
tanggal 1 Mei 1993 atas nama PT. BINTANG KHARISMA yang tercatat untuk memperluas
I-8
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 26
Bangunan Pabrik/Gudang sepatu sebagian berlantai II (dua) dan rumah nggal, yang
dikeluarkan oleh Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung,
8. Copy Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.4/SI-0122/Dpb/1999 pada
tanggal 04 FEB 1999 atas nama PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE (d/h PT.
BINTANG KHARISMA) yang tercatat untuk memperluas bangunan tambahan pabrik
sepatu, gudang dan ruang kerja, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kotamadya Daerah
Tingkat II Bandung Dinas Pengawasan Bangunan,
9. Copy Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.2/SI-1409-Dpb/1999 pada
tanggal 06 SEP 1999 atas nama PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE yang tercatat
untuk memperluas Bangunan Sepatu keperluan Bangunan Kan n, yang dikeluarkan oleh
Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pengawasan Bangunan,
10. Copy Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.2/SI-1220-Disbang/2001 pada
tanggal 07 JUN 2001 atas nama PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE yang tercatat
untuk memperluas Bangunan Gudang, yang dikeluarkan oleh Dinas Bangunan
Pemerintah Kota Bandung,
11. Copy Dokumen Pengecekan Ser fikat Hak Guna Bangunan NIB: 1015.000002157.0, Nama
Pemilik: PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, TBK berkedudukan di JAKARTA PUSAT,
Tanggal Penerbitan: 24 September 2012, Tanggal Berakhir Hak: 24 September 2044, atas
tanah seluas 5.913 m2.
12. Copy Dokumen Pengecekan Ser fikat Hak Guna Bangunan NIB: 1015.000002130.0, Nama
Pemilik: PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, TBK berkedudukan di JAKARTA PUSAT,
Tanggal Penerbitan: 17 September 2012, Tanggal Berakhir Hak: 24 September 2044, atas
tanah seluas 11.340 m2.
13. Copy Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan 2017 Perkotaan
NOP 32.73.101.002.026-0006.0 atas nama PRIMARINDO ASIA INF. TBK. PT pada tanggal
20 APR 2017, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bandung Badan Pengelolaan
Pendapatan Daerah,
14. Copy Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan 2018 Perkotaan
NOP 32.73.101.002.026-0006.0 atas nama PRIMARINDO ASIA INF. TBK. PT pada tanggal
01 PEB 2018, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bandung Badan Pengelolaan
Pendapatan Daerah,
15. Copy Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan 2019 Perkotaan
NOP 32.73.101.002.026-0006.0 atas nama PRIMARINDO ASIA INF. TBK. PT pada tanggal
15 JAN 2019, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bandung Badan Pengelolaan
Pendapatan Daerah,
16. Copy Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan 2020 Perkotaan
NOP 32.73.101.002.026-0006.0 atas nama PRIMARINDO ASIA INF. TBK. PT pada tanggal
27 MAR 2020, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bandung Badan Pengelolaan
Pendapatan Daerah,
17. Copy Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan 2021 Perkotaan)
NOP 32.73.101.002.026-0006.0 atas nama PRIMARINDO ASIA INF. TBK. PT pada tanggal
I-9
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 27
01 PEB 2021, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bandung Badan Pengelolaan
Pendapatan Daerah,
18. Copy Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan 2022 Perkotaan
NOP 32.73.101.002.026-0006.0 atas nama PRIMARINDO ASIA INF. TBK. PT pada tanggal
03 JAN 2022, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bandung Badan Pendapatan
Daerah,
19. Copy Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan 2022 Perkotaan
NOP 32.73.101.002.026-0006.0 atas nama PRIMARINDO ASIA INF. TBK. PT pada tanggal
03 JAN 2022, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bandung Badan Pendapatan
Daerah,
20. Surat Konfirmasi Penunjukan Penilai Publik Lain No. 052/PAI/Dir/X/2024 tanggal
7 Oktober 2024 yang menyatakan bahwa Aset yang menjadi Objek Penilaian pada
kontrak penugasan dak sedang dinilai oleh Penilai Publik lain untuk maksud, tujuan,
pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka
waktu dak lebih dari dua bulan),
21. Surat Konfirmasi Klasifikasi Aset Operasional / Non Operasional No. 053/PAI/Dir/X/2024
tanggal 7 Oktober 2024 yang menyatakan bahwa Aset yang menjadi Objek Penilaian
pada kontrak penugasan termasuk klasifikasi Aset Non Operasional,
22. Representa on Le er/Surat Pernyataan Manajemen No. 054/PAI-Dir/X/2024 tanggal
7 Oktober 2024 sehubungan dengan penugasan penilaian aset,
23. Wawancara dengan Bapak Mulyadi (Kepala Bagian HRD dan Humas PAI) sebagai
pendamping survey untuk menunjukkan dan memberikan keterangan terkait Objek
Penilaian,
24. Data dan Informasi Ekonomi maupun Industri yang dikeluarkan oleh pihak ke ga, serta
berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak ataupun elektronik, serta hasil
analisis lain yang SISCO anggap relevan.
1.22. Konfirmasi Penunjukan Penilai Publik
Berdasarkan surat yang kami terima dari manajemen PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
yaitu Surat Konfirmasi Penunjukan Penilai Publik Lain No. 052/PAI/Dir/X/2024 tanggal
7 Oktober 2024 yang menyatakan bahwa Aset yang menjadi Objek Penilaian pada kontrak
penugasan dak sedang dinilai oleh Penilai Publik lain untuk maksud, tujuan, pengguna
laporan dan tanggal penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu dak lebih dari
dua bulan).
1.23. Kejadian Pen ng Setelah Tanggal Penilaian
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 17 Agustus 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, dak terdapat kejadian pen ng terkait dengan aset yang dinilai yang dapat
berpengaruh signifikan terhadap hasil penilaian.
Kami dak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
karena peris wa-peris wa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
I-10
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 28
2. TINJAUAN EKONOMI DAN INDUSTRI
2.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia
Ke dakpas an pasar global pada tahun 2024 mulai mereda meski di tengah risiko yang masih
nggi. Perekonomian Amerika Serikat (AS) mengalami perlambatan pada semester II 2024
didorong oleh turunnya permintaan domes k. Hal tersebut terjadi pada ekonomi Tiongkok
yang belum kuat, namun di sisi lain perekonomian di Eropa terus mengalami perbaikan.
Ekonomi AS yang melambat menyebabkan ngginya angka pengangguran dan turunnya inflasi
lebih cepat ke arah sasaran inflasi jangka panjang sebesar 2%. Hal tersebut berdampak pada
tetap kuatnya ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FRR) lebih cepat dan lebih besar dari
perkiraan. Perkembangan ini mendorong penurunan yield US Treasury tenor 10 tahun dan
melemahnya dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia. Ke dakpas an pasar keuangan
global yang juga mulai mereda menyebabkan meningkatnya aliran masuk modal asing dan
memperkuat mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Meskipun demikian, masih
terdapat risiko terkait resesi di AS dan dinamika geopoli k yang perlu dicerma .
Grafik 2-1 : Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2019 - 2029
* Angka proyeksi
Sumber: World Economic Outlook database April 2024, Diolah
2.2. Perkembangan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi tercatat ekonomi tumbuh sebesar 5,05% (yoy) pada triwulan II 2024,
lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,11% (yoy). Capaian ekonomi
tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Kinerja ekspor mengalami
peningkatan didorong permintaan mitra dagang utama dan kenaikan ekspor jasa. Dari sisi
Lapangan Usaha (LU), perkembangan ekonomi ditopang oleh Industri Pengolahan, Konstruksi
serta Perdagangan Besar dan Eceran. Secara spasial, sebagian besar wilayah Indonesia
mengalami peningkatan ekonomi dengan pertumbuhan ter nggi di wilayah Bali Nusa Tenggara
(Balinusra) dan Sulawesi Maluku Papua (Sulampua).
Berdasarkan pengeluaran, seluruh komponen pada triwulan II 2024 mengalami pertumbuhan
posi f. Komponen konsumsi rumah tangga tumbuh lebih nggi dibandingkan triwulan
sebelumnya menjadi sebesar 4,93% (yoy). Konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah
tangga tumbuh sebesar 9,98% (yoy), menurun dibandingkan triwulan I 2024 sebesar 24,29%
(yoy). Perlambatan terjadi pada komponen konsumsi pemerintah tercatat tumbuh 19,90%
II-1
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 29
(yoy) pada triwulan I 2024, menjadi sebesar 1,42% (yoy) pada triwulan laporan. Komponen
impor tercatat meningkat pada triwulan II 2024 sebesar 8,57% (yoy), setelah triwulan
sebelumnya mengalami tumbuh sebesar 1,94% (yoy). Sejalan dengan kinerja impor, kinerja
ekspor tumbuh lebih nggi dari sebesar 1,37% (yoy) menjadi sebesar 8,28% (yoy) pada
triwulan II 2024. Peningkatan terjadi pada komponen investasi dengan tumbuh 4,43% (yoy),
namun terdapat penurunan kinerja pada investasi bangunan dibandingkan dengan triwulan
sebelumnya.
Di sisi Lapangan Usaha (LU), seluruh komponen tumbuh posi f meskipun secara keseluruhan
ekonomi pada triwulan II 2024 mengalami perlambatan. LU pertanian, kehutanan dan
perikanan tumbuh sebesar posi f setelah terkontraksi pada triwulan sebelumnya menjadi
3,25% (yoy), berlawanan arah dengan triwulan sebelumnya sebesar -3,54% (yoy). LU yang
tercatat mengalami pertumbuhan lebih nggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yaitu
LU Pengadaan Listrik dan Gas tumbuh sebesar 5,39% (yoy); LU Perdagangan Besar dan Eceran,
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh sebesar 4,86% (yoy); LU Transportasi dan
Pergudangan tumbuh sebesar 9,56% (yoy); LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
tumbuh sebesar 10,17% (yoy) dan LU Jasa Keuangan dan Asuransi tumbuh sebesar 7,90% (yoy).
Sedangkan terdapat LU yang tercatat melambat dibandingkan dengan triwulan I 2024 yaitu LU
Pertambangan tumbuh sebesar 3,17% (yoy); LU Industri Pengolahan tumbuh sebesar 3,95%
(yoy); LU Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang tumbuh sebesar 0,84%
(yoy); LU Konstruksi tumbuh sebesar 7,29% (yoy); LU Informasi dan Komunikasi tumbuh
sebesar 7,66% (yoy); LU Real Estate tumbuh sebesar 2,16% (yoy); LU Jasa Perusahaan tumbuh
sebesar 7,96% (yoy); LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
tumbuh sebesar 2,79% (yoy); LU Jasa Pendidikan tumbuh sebesar 2,38% (yoy); LU Jasa
Kesehatan dan Kegiatan Sosial tumbuh sebesar 8,56% (yoy); dan LU Jasa Lainnya tumbuh
sebesar 8,85% (yoy).
Perekonomian Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan berada dalam kisaran 4,7-5,5% (yoy).
Sinergi yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah akan terus dilakukan melalui s mulus
fiskal dan kebijakan makroprudensial, guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan Pemilu yang berakhir pada semester I
2024 akan berdampak pada menurunnya konsumsi rumah tangga, sehingga perlu adanya
upaya meningkatkan komponen tersebut. Dari sisi investasi, proyek strategis nasional yang
terus berlanjut diperkirakan akan meningkatkan investasi terutama investasi swasta.
Tabel 2-1 : Produk Domes k Bruto (PDB) Indonesia Tahun 2020-2024
(dalam persentase)
2024
Komponen 2020 2021 2022 2023
I II
Konsumsi RT -2,63 2,01 4,94 4,82 4,91 4,93
Konsumsi LNPRT -4,25 1,62 5,66 9,83 24,29 9,98
Konsumsi Pemerintah 1,96 4,25 -4,47 2,95 19,90 1,42
Investasi (PMTDB) -4,96 3,80 3,87 4,40 3,79 4,43
Investasi Bangunan -3,78 2,32 0,91 4,04 5,46 5,31
Investasi Non bangunan -8,44 8,42 12,53 5,34 -0,64 2,08
Ekspor -8,14 17,99 16,23 1,32 0,50 8,28
Impor -16,72 24,86 15,00 -1,65 1,77 8,57
PDB -2,07 3,70 5,31 5,05 5,11 5,05
Sumber: Bank Indonesia
II-2
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 30
2.3. Perkembangan Inflasi Indonesia
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Juli 2024 tercatat inflasi sebesar 2,13% (yoy),
atau menurun dari triwulan sebelumnya sebesar 2,51% (yoy). Secara bulanan, IHK mengalami
deflasi yaitu -0,18% (mtm). Penurunan inflasi terutama didorong oleh penurunan inflasi
Administered Prices (AP) dan vola le food (VF) sementara inflasi ini sedikit mengalami
peningkatan. Inflasi masih terjaga tersebut merupakan dampak dari konsistensi kebijakan
moneter serta sinergi kuat pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat
dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui Gerakan
Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah. Perkiraan inflasi akan tetap
terkendali dan berada pada sasaran inflasi 2,5±1% di tahun 2024 dan 2025.
Secara spasial, terdapat 37 provinsi yang mengalami penurunan inflasi secara tahunan dari
bulan sebelum kecuali Papua Barat Daya dan 30 provinsi berada pada rentang sasaran inflasi.
Sementara itu, ga provinsi di Sulampua tercatat mengalami inflasi di atas 3,5% (yoy). Capaian
inflasi yang ter nggi terjadi di Papua Pegunungan (5,09%, yoy), Papua Tengah (4,16%, yoy) dan
Sulawesi Utara (4,03%, yoy). Sedangkan inflasi terendah terjadi pada wilayah Kepulauan
Bangka Belitung (0,84%, yoy), Nusa Tenggara Timur (0,85%, yoy) dan Papua (0,91%, yoy).
Inflasi in mengalami peningkatan menjadi sebesar 1,95% (yoy), dari sebesar 1,90% (yoy) dari
bulan sebelumnya. Komoditas utama yang menyumbang inflasi yaitu emas perhiasan di tengah
meningkatnya inflasi emas global. Penurunan terjadi pada Indeks Harga Barang Impor (IHIM)
ditopang peningkatan produksi komoditas pangan dan non minyak non pangan di tengah
berlanjutnya tensi geopoli k. IHIM non minyak non pangan mengalami penurunan didorong
oleh penurunan harga besi baja dan kapas sejalan dengan perlambatan permintaan dari
Tiongkok dan kecukupan produksi kapas global. Inflasi VF mengalami inflasi sebesar 3,63%
(yoy), atau menurun dari bulan sebelumnya yang tercatat inflasi sebesar 3,63% (yoy). Inflasi AP
tercatat inflasi sebesar 1,47% (yoy), menurun dari sebesar 1,68% (yoy) dari bulan sebelumnya.
Peningkatan ini terutama disumbang kelompok rokok dan tembakau karena transmisi tarif
cukai hasil tembakau yang berlangsung secara bertahap oleh produsen. Sementara itu,
kelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi 0,20% (yoy), rela f stabil
dibandingkan dengan bulan sebelumnya deflasi 0,23% (yoy). Penurunan inflasi juga terjadi dari
kelompok jasa angkutan yang tercermin dari menurunnya mobilitas masyarakat khususnya
pada moda transportasi kereta api dan angkutan udara.
Tabel 2-2 : Tingkat Inflasi Indonesia Tahun 2020 - Juli 2024
(dalam persentase)
Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Ytd
2020 0,39 0,28 0,10 0,08 0,07 0,18 -0,10 -0,05 -0,05 0,07 0,28 0,45 1,68
2021 0,26 0,10 0,08 0,13 0,32 -0,16 0,08 0,03 -0,04 0,12 0,37 0,57 1,87
2022 0,56 -0,02 0,66 0,95 0,40 0,61 0,64 -0,21 1,17 -0,11 0,09 0,66 5,51
2023 0,34 0,16 0,18 0,33 0,09 0,14 0,21 -0,02 0,19 0,17 0,38 0,41 2,61
2024 0,04 0,37 0,52 0,25 -0,03 -0,08 0,18 - - - - - 0,89
Sumber: Badan Pusat Sta s k
II-3
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 31
2.4. Perkembangan Ekonomi Provinsi Jawa Barat
Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan I 2024 tercatat sebesar 4,93% (yoy), lebih
rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 5,15% (yoy). Secara triwulan,
ekonomi tumbuh sebesar 0,31% (qtq), mengalami penurunan dari 1,93% (qtq) pada triwulan
sebelumnya. Perkembangan ekonomi yang tetap posi f terutama didorong tetap terjaganya
permintaan domes k menjelang pemilihan umum dan bulan ramadhan. Capaian ekonomi Jawa
Barat sama dengan wilayah Jawa yang tumbuh sebesar 4,84% (yoy), mengalami perlambatan
dari triwulan sebelumnya tercatat sebesar 4,86% (yoy).
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi komponen yang mendorong
pertumbuhan ekonomi, diiku oleh komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan
ekspor. Konsumsi rumah tangga tumbuh posi f sebesar 4,97% (yoy), atau menurun dari
triwulan sebelumnya sebesar 5,15% (yoy). Perlambatan disebabkan oleh kondisi siklikal
normalisasi paska HBKN nataru di akhir tahun 2023. Sedangkan komponen konsumsi
pemerintah tercatat sebesar 32,85% (yoy), lebih nggi dari 12,39% (yoy) pada triwulan
sebelumnya. Peningkatan tersebut disebabkan meningkatnya realisasi belanja dalam rangka
pemilihan umum pada triwulan laporan. Kinerja ekspor mengalami pertumbuhan menjadi
sebesar 19,7% (yoy), atau meningkat dari triwulan sebelumnya sebesar 17,8% (yoy). Komoditas
ekspor didominasi oleh ekspor industri manufaktur sedangkan dari sub sektor maka
penyumbang utama adanya otomo f, diiku elektronik serta Teks l dan Pakaian Teks l (TPT).
Pertumbuhan juga diiringi oleh komponen impor yang tumbuh tercatat sebesar 31,96% (yoy),
atau tumbuh dari 28,76% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Di sisi lain, perlambatan kinerja
pada investasi menjadi sebesar 9,72% (yoy), lebih rendah dari triwulan sebelumnya sebesar
12,4% (yoy). Perlambatan investasi pada awal tahun sejalan dengan pola siklikal dimana belum
banyak proyek yang dilakukan.
Dari sisi lapangan usaha, peningkatan seiring dengan sektor utama Jawa Barat yaitu industri
pengolahan yang tercatat tumbuh sebesar 3,87% (yoy) meningkat dibanding triwulan
sebelumnya sebesar 2,09% (yoy). Kinerja sektor perdagangan besar dan eceran mengalami
perlambatan menjadi sebesar 4,86% (yoy), dari sebesar 4,94% (yoy) dari triwulan sebelumnya.
Selain itu, perlambatan juga terjadi pada sektor konstruksi yang tumbuh sebesar 10,26% (yoy)
pada triwulan I 2024, atau menurun dari 12,7% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Perlambatan
ini tercermin dari penjualan semen yang mengalami kontraksi pada triwulan laporan. Di sisi
lain, kontraksi masih terjadi pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dari sebesar
-10,9% (yoy) menjadi -58,3% (yoy). Hal tersebut dikarenakan anomali el-nino dan pergeseran
masa tanam dimana terjadi kemarau panjang yang berdampak pada kualitas tanah pertanian
yang menekan produksi komoditas pertanian. Sektor transportasi dan pergudangan tercatat
tumbuh sebesar 14,43% (yoy), atau menurun dari triwulan sebelumnya sebesar 14,67% (yoy).
Meskipun termoderasi, kelompok ini masih menunjukan trend peningkatan seiring masih
ngginya mobilisasi dan ak vitas masyarakat terkonfirmasi dari jumlah penumpang pesawat
mencapai 116 ribu.
Perekonomian Jawa Barat pada tahun 2024 diperkirakan akan tumbuh posi f pada rentang
sasaran 4,6% - 5,4% (yoy). Pertumbuhan tersebut sejalan dengan op misme perbaikan
permintaan domes k yang kuat dan semakin kondusifnya perekonomian di tengah
pemerintahan baru. Berdasarkan pengeluaran, pertumbuhan akan ditopang terutama oleh
konsumsi masyarakat yang kuat serta kinerja investasi yang tetap baik. Sedangkan dari sisi
II-4
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 32
lapangan usaha maka sektor yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi utama yaitu
pertanian, penyediaan akomodasi dan makan minum serta konstruksi.
2.5. Perkembangan Inflasi Provinsi Jawa Barat
Inflasi gabungan Jawa Barat pada triwulan I 2024 tercatat sebesar 3,48% (yoy), rela f lebih
nggi dibandingkan inflasi nasional dan capaian triwulan sebelumnya yang masing-masing
tercatat sebesar 3,05% (yoy) dan 2,48% (yoy). Tekanan inflasi yang nggi ini didorong oleh
faktor domes k seper pemilu, Ramadhan dan Idul Fitri. Inflasi terutama didorong lonjakan
pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.
Dari 11 (sebelas) kelompok pengeluaran, 6 (enam) diantaranya mengalami inflasi yang lebih
nggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara spasial, dari kota pantauan inflasi tercatat
inflasi ter nggi terjadi di Kabupaten Subang sebesar 4,69% (yoy) dan inflasi terendah berada di
Kota Bandung sebesar 2,58% (yoy). Secara bulanan pada Juni 2024 terjadi inflasi sebesar 0,04%
(mtm), secara tahunan sebesar 2,38% (yoy), sedangkan ngkat inflasi year to date sebesar
1,11% (ytd).
Berdasarkan kelompok, peningkatan inflasi terjadi pada kelompok Makanan, Minuman dan
Tembakau tercatat sebesar 7,80% (yoy), atau meningkat dari sebesar 6,47% (yoy) dari triwulan
sebelumnya. Peningkatan inflasi disebabkan oleh sub kelompok makanan dan tertahan oleh
sub kelompok rokok dan tembakau. Inflasi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya
tercatat sebesar 5,34% (yoy), mengalami peningkatan dari triwulan sebelumnya sebesar 4,26%
(yoy). Komoditas emas memberikan sumbangan inflasi pada sub kelompok perawatan pribadi
lainnya dikarenakan adanya lonjakan harga dampak dari pergerakan emas dunia sejalan dengan
tensi geopoli k serta spekulasi akan perubahan Fed Funds Rate (FFR). Penyumbang inflasi
terbesar ke ga yaitu kelompok rekreasi, olahraga dan budaya ditopang oleh peningkatan
signifikan pada sub kelompok Layanan Rekreasi dan Olahraga serta Barang Rekreasi Lainnya
dan Olahraga yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 8,77% (yoy) dan 3,70% (yoy). Di
sisi lain, terdapat kelompok yang menjadi penahan inflasi Jawa Barat yaitu kelompok Informasi,
Komunikasi, dan Jasa Keuangan deflasi sebesar -0,27% (yoy), mengalami penurunan dari
triwulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,24% (yoy).
Inflasi Jawa Barat pada tahun 2024 diperkirakan berada dalam rentang sasaran 2,5±1%.
Tekanan inflasi akan ditopang oleh cuaca yang stabil karena fenomena el nino yang telah
berakhir pada triwulan IV 2024 sehingga diperkirakan produk vitas padi dan komoditas
hor kultura meningkat.
Tabel 2-3 : Tingkat Inflasi Jawa Barat Tahun 2020 - Juli 2024
(dalam persentase)
Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Ytd
2020 0,47 0,31 0,31 0,13 -0,11 0,32 -0,07 -0,08 -0,01 0,07 0,29 0,52 2,18
2021 0,16 0,19 0,01 0,22 0,38 -0,23 0,11 0,14 -0,11 0,07 0,27 0,46 1,69
2022 0,45 0,26 0,69 1,07 0,34 0,57 0,62 -0,06 1,21 -0,11 0,10 0,74 6,04
2023 0,47 0,35 -0,18 0,40 0,12 0,15 0,21 -0,05 0,11 0,13 0,36 0,37 2,48
2024 0,15 0,45 0,51 0,15 -0,12 -0,04 0,06 - - - - - 1,16
Sumber: Badan Pusat Sta s k
II-5
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 33
2.6. Tinjauan Industri Proper Komersial
2.6.1. Perkembangan Harga Proper Komersial
Peningkatan permintaan proper komersial diiku dengan kenaikan harga proper khususnya
pada kategori sewa. Indeks Harga Proper Komersial untuk kategori sewa pada triwulan II 2024
naik 2,32% (yoy), meningkat dibanding triwulan I 2024 sebesar 2,10% (yoy). Peningkatan Indeks
Harga di kategori sewa terutama didorong kenaikan harga pada segmen ritel di Jakarta, Banten,
Denpasar, dan Palembang, Selain itu, peningkatan Indeks Harga sewa juga ditopang kenaikan
harga pada segmen hotel di Jakarta, Bodebek, Surbaya, dan Makassar serta segmen conven on
hall di Jakarta. Selanjutnya, perkembangan Indeks Harga Proper Komersial untuk kategori jual
pada triwulan laporan melambat sebesar 0,63% (yoy), menurun dari triwulan sebelumnya yang
naik 0,69% (yoy). Perlambatan Indeks Harga tersebut terjadi pada seluruh segmen kategori
jual.
Secara triwulanan, indeks harga proper komersial untuk kategori sewa pada triwulan II 2024
tumbuh posi f sebesar 1,47% (qtq), berbalik arah dari triwulan sebelumnya yang kontraksi
2,65% (qtq). Peningkatan terutama terjadi pada segmen conven on hall dan hotel pada
mayoritas kota yang disurvei kecuali Semarang. Di sisi lain, Indeks Harga Proper Komersial
untuk kategori jual pada triwulan laporan tumbuh 0,15% (qtq), meningkat dibandingkan
triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,05% (qtq). Peningkatan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan indeks harga pada segmen lahan industri dan warehouse complex.
2.6.2. Perkembangan Pasokan Proper Komersial
Indeks Pasokan Proper Komersial untuk kategori sewa pada triwulan II 2024 tumbuh 2,15%
(yoy), menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 2,31% (yoy). Pertumbuhan
pada segmen hotel di mayoritas kota yang disurvei mendorong peningkatan okupansi dan lebih
lanjut berdampak pada melambatnya Indeks Pasokan pada segmen tersebut. Sementara itu,
segmen apartemen sewa tercatat mengalami peningkatan pasokan akibat permintaan yang
rendah. Di sisi lain, Indeks Pasokan Proper Komersial kategori jual tumbuh 0,07% (yoy), rela f
stabil dari triwulan sebelumnya sebesar 0,04% (yoy). Kondisi ini didorong oleh peningkatan
pasokan khususnya penambahan area pada segmen warehouse complex di Jakarta dan
Palembang.
Secara triwulanan, Indeks Pasokan Proper Komersial kategori sewa pada triwulan II 2024 juga
mengalami perlambatan dari 1,54% (qtq) menjadi 0,49% (qtq). Perkembangan tersebut
dikarenakan oleh perlambatan Indeks Pasokan pada mayoritas segmen kategori sewa kecuali
segmen apartemen. Selanjutnya, Indeks Pasokan Proper Komersial kategori jual mengalami
peningkatan sebesar 0,08% (qtq) setelah triwulan sebelumnya stagnan. Peningkatan ini
terutama didorong oleh pengembangan segmen warehouse complex di beberapa daerah
sebagai upaya mengan sipasi peningkatan permintaan.
2.6.3. Perkembangan Permintaan Proper Komersial
Indeks Permintaan Proper Komersial untuk kategori sewa pada triwulan II 2024 secara
tahunan tumbuh 4,00% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan I 2024 yang tumbuh 3,41%
(yoy). Peningkatan Indeks Permintaan untuk kategori sewa terutama terjadi pada segmen
perkantoran sewa di Jakarta, Bandung dan Denpasar serta segmen ritel sewa di wilayah
II-6
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 34
Bodebek (Bogor, Depok dan Bekasi), Denpasar, dan Semarang. Selanjutnya, peningkatan Indeks
Permintaan terjadi pada segmen hotel di Jakarta dan Semarang. Sementara itu, Indeks
Permintaan Proper Komersial untuk kategori jual pada triwulan II 2024 tumbuh 0,32% (yoy),
rela f stabil dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 0,34% (yoy). Hal
tersebut didorong oleh masih terjaganya permintaan pada semua segmen kategori jual.
Sejalan dengan pertumbuhan secara tahunan, indeks Permintaan Proper Komersial kategori
sewa secara triwulan meningkat sebesar 2,27% (qtq), setelah sebelumnya terkontraksi 2,82%
(qtq). Peningkatan Indeks Permintaan tersebut terutama ditopang peningkatan pada segmen
hotel di seluruh kota yang disurvei dan segmen conven on hall. Selanjutnya, Indeks Permintaan
Proper Komersial kategori jual pada triwulan II 2024 tumbuh sebesar 0,10% (qtq), meningkat
dari triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 0,04% (qtq). Peningkatan Indeks Permintaan
ditopang naiknya permintaan segmen lahan industri di wilayah Bodebek, Makassar dan
Semarang serta segmen warehouse complex di Jakarta dan Palembang.
2.7. Perkembangan Proper Residensial
2.7.1. Harga Proper Residensial
Hasil Survei Harga Proper Residensial (SHPR) Bank Indonesia mengindikasikan harga proper
residensial di pasar primer meningkat terbatas. Hal tersebut tercermin dari perkembangan
Indeks Harga Proper Residensial (IHPR) triwulan II 2024 yang secara tahunan tumbuh 1,76%
(yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang
sebesar 1,89% (yoy). Peningkatan IHPR yang terbatas diakibatkan melambatnya pertumbuhan
harga seluruh pe rumah, terutama rumah pe kecil yang tumbuh 2,09% (yoy), atau turun dari
sebesar 2,41% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Lebih lanjut, perkembangan harga rumah pe
menengah dan besar pada triwulan II 2024 juga terindikasi melambat dibandingkan triwulan
sebelumnya. Indeks harga masing-masing pe rumah tersebut naik sebesar 1,45% (yoy) dan
1,47% (yoy), melambat dari 1,60% (yoy) dan 1,53% pada triwulan sebelumnya.
Secara spasial, dari 18 kota yang diama , empat kota mengalami perlambatan IHPR secara
tahunan pada triwulan II 2024. Perlambatan terutama terjadi di Kota Batam dari 4,58% (yoy)
pada triwulan I 2024 menjadi 2,25% (yoy). Sementara itu, perkembangan harga rumah yang
meningkat terutama terjadi di Kota Pekanbaru yang tumbuh 1,69% (yoy) setelah pada triwulan
sebelumnya terkontraksi 0,13% (yoy) diiku Kota Pon anak dari 4,68% (yoy) menjadi 5,40%
(yoy) dan Kota Balikpapan dari 0,48% (yoy) menjadi 1,15% (yoy).
Secara triwulanan, IHPR di pasar primer pada triwulan II 2024 tumbuh 0,35% (qtq) mengalami
perlambatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 0,57% (qtq). Hal tersebut
didorong oleh melambatnya harga rumah pada pe kecil dan menengah. Harga rumah pe
kecil melambat dari 0,67% (qtq) pada triwulan I 2024 menjadi 0,44% (qtq), semantara harga
rumah pe sedang melambat dari 0,40% (qtq) menjadi 0,34% (qtq). Adapun harga rumah pe
besar meningkat sebesar 0,34% (qtq), lebih nggi dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh
0,27% (qtq) sehingga menahan perlambatan harga rumah di pasar primer.
Secara spasial, perlambatan IHPR primer secara triwulanan terjadi di 10 dari 18 kota yang
disurvei. Perlambatan terutama terjadi di Kota Samarinda dari 2,18% (qtq) menjadi 0,15%
(qtq), Kota Denpasar dari 1,07% (qtq) menjadi 0,44% (qtq) dan Kota Pon anak dari 1,20% (qtq)
menjadi 0,73% (qtq). Perlambatan harga proper residensial pada triwulan II 2024 diperkirakan
II-7
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 35
dipengaruhi antara lain oleh perkembangan harga bahan bangunan. Hal tersebut tercermin
dari perlambatan IHPR yang sejalan dengan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Sub Kelompok
Pemeliharaan, Perbaikan dan Keamanan Tempat Tinggal atau Perumahan pada Juni 2024
sebesar 0,49% (yoy), atau menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 0,76%
(yoy).
2.7.2. Perkembangan Penjualan Proper Residensial
Penjualan proper residensial di pasar primer pada triwulan II 2024 secara tahunan
menunjukkan peningkatan namun dak se nggi triwulan sebelumnya. Pada triwulan II 2024
penjualan proper residensial tumbuh 7,30% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan
pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang mencapai 31,16 (yoy). Perlambatan penjualan
ini terjadi pada semua pe rumah, terutama rumah pe kecil yang melambat dari triwulan
sebelumnya sebesar 37,84% (yoy) menjadi 4,51% (yoy). Sementara pe menengah melambat
dari 13,57% (yoy) menjadi 3,01% (yoy) dan pe besar melambat dari 48,51% (yoy) menjadi
27,41% (yoy). Penjualan proper yang melambat didorong beberapa hambatan baikd dari sisi
pengembangan maupun pemasaran. Berdasarkan informasi dari responden sejumlah faktor
yang menghambat perkembangan maupun penjualan proper resdensial primer, antara lain
kenaikan harga bangunan (35,10%), masalah perizinan (24,48%), suku bunga KPR (22,81%), dan
proporsi uang muka yang nggi dalam pengajuan KPR (17,61%).
Perlambatan penjualan rumah primer secara tahunan dikarenakan kontraksi penjualan rumah
selama triwulan II 2024. Secara triwulanan, penjualan rumah primer pada triwulan II 2024
terkontraksi sebesar 12,80% (qtq), terutama dipengaruhi oleh kontraksi penjualan rumah pe
kecil dan menengah yang masing-masing sebesar 16,68% (qtq) dan 13,68% (qtq). Sementara
itu, penjualan rumah pe besar rela f stabil dan menahan penurunan penjualan rumah yang
lebih dalam dengan pertumbuhan sebesar 5,08% (qtq).
II-8
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 36
3. PENILAIAN OBJEK PENILAIAN 1
3.1 Klasifikasi Objek Penilaian 1
Berdasarkan Surat Konfirmasi Klasifikasi Aset Operasional/Non Operasional
No. 053/PAI/Dir/X/2024 tanggal 7 Oktober 2024, Objek Penilaian 1 merupakan Aset
Operasional Perseroan, karena pada saat inspeksi dilakukan diatas tanah tersebut berdiri
bangunan Pabrik dan Kantor yang masih beroperasi.
3.2 Data dan Informasi Objek Penilaian 1
3.2.1 Lokasi dan Objek Penilaian 1
Objek Penilaian adalah 1 (satu) bidang Tanah dengan total luas 10.705 m2 dan Bangunan
seluas 5.411 m2 dan berada di k koordinat 6°56'51.3"S 107°41'20.7"E.
Gambar 3-1 : Peta Lokasi Objek Penilaian 1
Sumber: Google Map, diolah SISCO
Untuk menuju Objek Penilaian salah satunya dapat melalui Jalan Soekarno Ha a dari Arah
Kota Bandung, sampai di Perempatan Jalan Raya Gedebage kemudian belok Kanan ke arah
Jalan Raya Gedebage atau Jalan Kiaracondong, kemudian menuju kearah Jalan Rancapacing,
dari Jalan Soekarno Ha a Objek Penilaian berjarak sekitar ± 1,5 Km, Objek Penilaian 1 berada
di sebelah Selatan Jalan Rancapacing.
3.2.2 Fasilitas dan Keadaan Lingkungan Objek Penilaian 1
Lingkungan sekitar proper yang dinilai merupakan daerah yang berkembang, dan sarana
u litas seper fasilitas listrik dari PLN, dan telepon dari TELKOM sudah tersedia di kawasan
Objek Penilaian. Akses Jalan Rancapancing untuk menuju Objek Penilaian mempunyai lebar
±3-4 meter dengan material Beton.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, bangunan di sekitar proper terdiri dari bangunan yang
digunakan sebagai Perumahan dan Perdagangan. Bangunan di sekitar proper yang dapat
digunakan sebagai petunjuk antara lain:
III-1
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 37
● Stasiun Gedebage
● Pusdikmin Lemdiklat POLRI
● Perumahan Summarecon Bandung
● Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat
3.2.3 Data Tanah Objek Penilaian 1
Tanah yang menjadi Objek Penilaian adalah 1 (satu) bidang Tanah dengan total luas 10.705 m²,
yang memiliki bentuk Segi Banyak/Tak Beraturan, dengan keadaan permukaan tanah matang
dan elevasi sama dengan jalan permukaan jalan.
Tabel 3-1 : Legalitas Tanah Objek Penilaian 1
Tanggal Tanggal Nomor dan Tanggal Luas
No. Ser fikat Nama Pemegang Hak
Penerbitan Berakhir Gambar Situasi (m2)
1 SHGB No. 12 PT. PRIMARINDO ASIA 30-6-1992 02-05-2032 No. 1395/1989 10.705
INFRASTRUCTURE, Tbk tanggal 1-6-1989
Total Luas (m2) 10.705
Batas-Batas Tanah tersebut adalah antara lain:
Sebelah Utara : Jalan Rancapancing
Sebelah Selatan : Tanah dan Bangunan
Sebelah Barat : Tanah dan Bangunan
Sebelah Timur : Tanah dan Bangunan
Pada saat inspeksi dilaksanakan akses tanah yang menjadi Objek Penilaian adalah melalui
Pintu Utama masuk area Pabrik melalui Jalan Gedebage Selatan, sehubungan dengan rencana
jual beli dalam penilaian ini, akses Objek Penilaian adalah melalui Jalan Rancapacing.
Diatas tanah tersebut berdiri bangunan yang digunakan sebagai Cu ng & Factory Outlet dan
juga bangunan Kantor dan Bahan Baku, namun dalam penugasan penilaian ini Bangunan
Kantor dan Bahan Baku dak menjadi Objek yang dinilai. (Gambar dibawah ini).
Gambar 3-2 : Tanah Objek Penilaian 1
Sumber: Google Map, diolah SISCO
III-2
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 38
3.2.4 Data Bangunan Objek Penilaian 1
Bangunan yang menjadi Objek Penilaian diuraikan sebagai berikut :
1. Bangunan I (Cu ng & Factory Outlet)
● Pondasi : Pondasi Dalam/Bor Pile/Mini Pile;
● Struktur : Struktur Beton Bertulang;
● Rangka Atap : Rangka Baja Ringan Kelas Ii;
● Penutup Atap : Spandex/Galvalum;
● Dinding : Batu Bata Dilapis Cat;
● Lantai : Keramik Lokal;
● Pintu Dan Jendela : Rangka Pintu Besi / Baja;
● Luas Lantai : 5.411 m2;
● Kondisi Fisik : Cukup;
● Tahun dibangun : 1993;
Bangunan tersebut dilengkapi dengan (1) Surat Idzin Bangunan No. 647/492//DPU-KB/1988
pada tanggal 26 Agustus 1988 an. Sdr. Drs. DIDI CHARA (PT. BINTANG KHARISMA) yang
tercatat untuk mendirikan bangunan Pabrik Sepatu, yang dikeluarkan oleh Pemerintah
Kabupaten Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pekerjaan Umum, (2) Surat Ijin Mendirikan
Bangunan (IMB) No. 503.644.4/SI-9220-Dpb/1993 pada tanggal 1 Mei 1993 atas nama
PT. BINTANG KHARISMA yang tercatat untuk memperluas Bangunan Pabrik/Gudang sepatu
sebagian berlantai II (dua) dan rumah nggal, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kotamadya
Daerah Tingkat II Bandung, (3) Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
No. 503.644.4/SI-0122/Dpb/1999 pada tanggal 04 FEB 1999 atas nama PT PRIMARINDO
ASIA INFRASTRUCTURE (d/h PT. BINTANG KHARISMA) yang tercatat untuk memperluas
bangunan tambahan pabrik sepatu, gudang dan ruang kerja, yang dikeluarkan oleh
Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pengawasan Bangunan, (4) Surat
Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.2/SI-1409-Dpb/1999 pada tanggal 06 SEP 1999
atas nama PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE yang tercatat untuk memperluas
Bangunan Sepatu keperluan Bangunan Kan n, yang dikeluarkan oleh Pemerintah
Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pengawasan Bangunan, (5) Surat Izin
Mendirikan Bangunan (IMB) No. 503.644.2/SI-1220-Disbang/2001 pada tanggal
07 JUN 2001 atas nama PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE yang tercatat untuk
memperluas Bangunan Gudang, yang dikeluarkan oleh Dinas Bangunan Pemerintah Kota
Bandung.
3.3 Peruntukan dan Penggunaan Saat Ini Objek Penilaian 1
Berdasarkan pengecekan pada website: h ps://gistaru.atrbpn.go.id/rtronline/, Objek Penilaian
di peruntukan sebagai Kawasan Industri.
Penggunaan Objek Penilaian pada saat peninjauan lokasi adalah Pabrik Sepatu dan Tas
PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk.
III-3
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 39
3.4 Penggunaan Ter nggi dan Terbaik (Highest and Best Use - HBU) Objek Penilaian 1
HBU didefinisikan sebagai penggunaan yang paling mungkin dan op mal dari suatu aset, yang
secara fisik dimungkinkan, telah diper mbangkan secara memadai, secara hukum diijinkan,
secara finansial layak dan menghasilkan nilai ter nggi dari aset tersebut. (SPI Edisi VII 2018 :
KPUP : 10.1)
1. Penggunaan:
Objek Penilaian terletak di Jalan Rancapacing, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gede
Bage, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, serta telah memenuhi ketentuan Penggunaan
yang sesuai berupa Pabrik Sepatu dan Tas, dimana Objek Penilaian berada dalam kawasan
dengan ketentuan Peruntukan berada di kawasan Industri. Karakteris k lokasi aset terletak
di lokasi berkembang, dengan fasilitas sarana dan prasarana serta ngkat aksesibilitas
menuju aset tersebut memadai. Proper yang dinilai terletak di daerah yang berkembang.
Perkembangan pasar proper di sekitar lokasi menunjukkan perkembangan yang cukup
baik.
2. Waktu:
Berdasarkan kondisi Pasar yang ada potensi Op mal dari waktu penggunaan Objek
Penilaian adalah Sekarang. Hal ini dilihat dari stabilnya permintaan dan pasokan untuk
proper yang sebanding dengan Objek Penilaian.
3. Pelaku Pasar:
Pada saat inspeksi dilakukan, Pelaku Pasar paling Op mal dari sisi Pengguna Proper
adalah Perusahaan Industri, kemudian dari sisi Pembeli Proper adalah Pengusaha,
Investor dan Spekulan.
3.5 Pendekatan dan Metode Penilaian Objek Penilaian 1
Pendekatan dan Metode yang digunakan dalam Penilaian ini adalah Pendekatan Biaya dengan
Metode Penjumlahan (Summa on Method). Pendekatan dan Metode tersebut digunakan
dikarenakan disekitar Objek Penilaian dak terdapat data yang sama/ sejenis. Proses Penilaian
Pendekatan Biaya dengan Metode Penjumlahan (Summa on Method) adalah sebagai
berikut:
1. Indikasi Nilai Pasar Tanah didapatkan dengan Metode Perbandingan Data Pasar.
Metode Perbandingan Data Pasar, dalam penilaian bisnis juga dikenal sebagai Guideline
Transac on Method sedangkan dalam penilaian proper dikenal sebagai Direct Comparison
Metod, yaitu menggunakan informasi dari transaksi atau penawaran yang melibatkan aset
yang sama atau sejenis dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan indikasi nilai. (SPI 106
: 6.2.a)
2. Indikasi Nilai Pasar Bangunan didapatkan dengan Metode Biaya Penggan .
Metode Biaya Penggan dikenal juga dengan metode Biaya Penggan Terdepresiasi
(Depreciated Replacement Cost/DRC), metode tersebut mengindikasikan nilai dengan
menghitung biaya untuk membuat aset yang serupa dengan u litas yang setara. (SPI 106 :
6.6.a)
III-4
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 40
3. Kesimpulan Nilai Pasar didapatkan dengan menjumlahkan Indikasi Nilai Pasar Tanah dan
Indikasi Nilai Pasar Bangunan.
3.6 Proses Penilaian Objek Penilaian 1
3.6.1 Proses Penilaian Pendekatan Pasar dengan Metode Perbandingan Data Pasar
Adapun proses atau tata cara yang digunakan Penilai untuk menentukan Nilai Pasar
menggunakan Pendekatan Pasar dengan Metode Perbandingan Data Pasar adalah sebagai
berikut:
a. Melakukan Inspeksi lokasi terhadap Objek Penilaian, dengan melakukan iden fikasi dan
lain-lainnya yang mempengaruhi Indikasi Nilai Pasar.
b. Melakukan Inspeksi terhadap Data Pasar, dalam hal ini adalah data-data sebanding dengan
Objek Penilaian yang ditawarkan untuk dijual.
c. Dalam menentukan Indikasi Nilai Pasar, Penilai membandingkan secara apple to apple
antara Objek Penilaian dengan data-data sebanding di sekitar lokasi, terhadap adanya
perbedaan antara Objek Penilaian dengan data-data pembanding dilakukan penyesuaian
atau adjustment.
d. Dari data-data yang telah dikategorikan sebanding atau mewakili, Penilai melakukan proses
penyesuaian antara Objek Penilaian dengan data-data pembanding.
e. Pada penyesuaian penilai menggunakan teknik penyesuaian dalam bentuk persentase (%).
f. Hasil penyesuaian dan setelah memperha kan faktor-faktor yang mempengaruhi Indikasi
Nilai Pasar, kemudian Penilai menyimpulkan Nilai Pasar dari Objek Penilaian.
3.6.2 Proses Penilaian Bangunan dengan Pendekatan Biaya Metode Biaya Penggan Terdepresiasi
Adapun proses atau tata cara yang digunakan Penilai untuk menentukan Nilai Pasar Bangunan
menggunakan Pendekatan Biaya dengan Metode Biaya Penggan Terdepresiasi adalah sebagai
berikut:
a. Melakukan Inspeksi lokasi terhadap Objek Penilaian, dengan melakukan Iden fikasi dan
hal-hal lainnya yang mempengaruhi Nilai Pasar.
b. Memperhitungkan Biaya Penggan dari Objek Penilaian menggunakan dasar dari Biaya
Teknis Bangunan yang dikeluarkan oleh Masyarakat Asosiasi Penilai Publik Indonesia
(MAPPI), serta melakukan inspeksi terhadap data pasar dari biaya pembuatan/ penggan
baru dari proper yang iden k/setara dengan Objek Penilaian.
c. Menges masi penyusutan fisik dan ekonomis.
d. Penyusutan fisik dies masi dengan memperhitungkan umur pakai, masa pemakaian, umur
sisa.
e. Selanjutnya dengan mengurangi Biaya Penggan dengan penyusutannya, Penilai
menyimpulkan Nilai Pasar Bangunan dari Objek Penilaian.
III-5
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 41
3.7 Indikasi Nilai Pasar Objek Penilaian 1
3.7.1 Indikasi Nilai Pasar Tanah Objek Penilaian 1
Dengan menggunakan Pendekatan Pasar metode Perbandingan Data Pasar, serta
memperha kan Asumsi dan Kondisi Pembatas, Penilai berusaha untuk mendapatkan Nilai
Pasar Objek Penilaian dengan cara membandingkan Aset yang dinilai dengan aset-aset lain
yang dijual di daerah sekitar yang sedang ditawarkan. Tentulah Aset yang dibandingkan dak
sama persis dengan proper yang dinilai, oleh karenanya akan dilakukan
penyesuaian/adjustment berdasarkan perbedaan yang ada.
Pada waktu melakukan Inspeksi ke lokasi Objek Penilaian, Penilai memperoleh beberapa data
yang sedang ditawarkan untuk ditawarkan di sekitar lokasi proper . Dapat disebutkan di
bawah ini beberapa data yang dipergunakan oleh Penilai:
DATA 1
Jenis Aset : Rumah Tinggal
Lokasi : Jalan Raya Majalaya - Rancaekek No.KM4, Kelurahan Solokanjeruk
Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
Peruntukan : Kawasan Industri
Ti k Koordinat : 7°01'19.3"S 107°44'58.5"E
Luas Tanah : 1.400 m2
Luas Bangunan : 420 m2
Tanggal Penawaran : 17 Agustus 2024
Harga : Rp. 6.000.000.000,-/Nego
DATA 2
Jenis Aset : Tanah
Lokasi : Jalan Raya Sapan, Kelurahan Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang
Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
Peruntukan : Kawasan Industri
Ti k Koordinat : 6°58'59.4"S 107°41'23.3"E
Luas Tanah : 5.350 m2
Tanggal Penawaran : 17 Agustus 2024
Harga : Rp. 16.050.000.000,-/Nego
DATA 3
Jenis Aset : Tanah
Lokasi : Jalan Raya Sapan, Kelurahan Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang
Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
Peruntukan : Kawasan Industri
Ti k Koordinat : 6°58'53.4"S 107°41'16.6"E
Luas Tanah : 40.000 m2
Tanggal Penawaran : 17 Agustus 2024
Harga : Rp. 100.000.000.000,-/Nego
III-6
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 42
Berdasarkan data-data Pembanding diatas, selanjutnya Penilai melakukan perbandingan guna
menghitung Indikasi Nilai Pasar Objek Penilaian, dengan cara melakukan analisa tambah kurang
dalam bentuk persentase. Berdasarkan analisa tersebut, maka Indikasi Nilai Pasar Objek
Penilaian yang beralamat di Jalan Rancapacing, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gede
Bage, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada tanggal 17 Agustus 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 3-2 : Indikasi Nilai Pasar Objek Penilaian 1
No. Uraian Luas (m2) Indikasi Nilai Pasar (Rp)
1 Tanah Objek Penilaian 1 10.705 30.723.350.000
Jumlah (Rp) 59.358.350.000
3.7.2 Indikasi Nilai Pasar Bangunan Objek Penilaian 1
Nilai Pasar Bangunan dengan Metode Penggan Terdepresiasi, diperoleh dengan
mengurangkan Biaya Penggan Objek yang dinilai dengan penyusutan aset yang dinilai.
Biaya Penggan
Biaya Penggan adalah es masi biaya untuk menggan suatu aset baru yang sama atau iden k
dengan objek penilaian.
Penyusutan
Kondisi Aset direpresentasikan dengan persentase aset terhadap kondisi aset baru (100%).
Persentase kondisi didapatkan dari penjumlahan depresiasi umur fisik, fungsi dan ekonomi.
Dalam hal ini penyusutan didapat dari penyusutan umur fisik, di mana dipengaruhi oleh tahun
Bangunan tersebut dibuat.
Berdasarkan analisis tersebut maka Indikasi Nilai Pasar Bangunan Objek Penilaian, yang
beralamat di Jalan Rancapacing, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota
Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada tanggal penilaian 17 Agustus 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 3-3 : Indikasi Nilai Pasar Bangunan Objek Penilaian 1
No. Uraian Luas (m2) Indikasi Nilai Pasar (Rp)
1 Bangunan Cu ng 5.411 4.869.900.000
Jumlah (Rp) 4.869.900.000
3.8 Kesimpulan Nilai Pasar Objek Penilaian 1
Berdasarkan Pendekatan Pasar dengan Metode Perbandingan Data Pasar dan Pendekatan
Biaya metode Biaya Penggan Terdepresiasi dengan memperha kan faktor-faktor yang
mempengaruhi Nilai Pasar, serta dengan memper mbangkan kondisi pasar saat ini, maka
Penilai menyimpulkan Nilai Pasar Aset Tanah dan Bangunan yang beralamat di Jalan
Rancapacing, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Provinsi Jawa
Barat, pada tanggal penilaian 17 Agustus 2024 diuraikan sebagai berikut adalah:
III-7
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 43
Tabel 3-4 : Kesimpulan Nilai Pasar Objek Penilaian 1
No. Jenis Aset Luas (m2) Nilai Pasar (Rp)
1 Tanah Objek Penilaian 1 10.705 30.723.350.000
2 Bangunan Cu ng 5.411 4.869.900.000
Pembulatan (Rp) 64.230.000.000
III-8
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 44
4. PENILAIAN OBJEK PENILAIAN 2
4.1. Klasifikasi Objek Penilaian 2
Berdasarkan Surat Konfirmasi Klasifikasi Aset Operasional/Non Operasional
No. 053/PAI/Dir/X/2024 tanggal 7 Oktober 2024, Objek Penilaian 2 merupakan Aset Non
Operasional Perseroan.
4.2. Data dan Informasi Objek Penilaian 2
4.2.1. Lokasi dan Objek Penilaian 2
Objek Penilaian adalah 2 (dua) bidang tanah yang saling bersambungan (sebagaimana tabel
dibawah ini) dengan total luas 17.253 m2, yang beralamat di Kelurahan Cisaranten Kidul,
Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Objek Penilaian 2 berada di k koordinat 6°57'01.5"S 107°41'31.2"E.
Gambar 4-1 : Peta Lokasi Objek Penilaian 2
Sumber: Google Map, diolah SISCO
Untuk menuju Objek Penilaian salah satunya dapat melalui Jalan Soekarno Ha a dari Arah
Kota Bandung, sampai di Perempatan Jalan Raya Gedebage kemudian belok Kanan ke arah
Jalan Raya Gedebage atau Jalan Kiaracondong, kemudian menuju kearah Jalan Rancapancing,
dari Jalan Soekarno Ha a, Objek Penilaian berjarak sekitar ± 1,5 Km, Objek Penilaian 2 berada
di sebelah Selatan Jalan Rancapacing. Untuk menuju Objek Penilaian tersebut jika dari Jalan
Rancapacing melalui gang perumahan warga dan dak bisa melalui tanah Pabrik
PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk.
4.2.2. Fasilitas dan Keadaan Lingkungan Objek Penilaian 2
Lingkungan sekitar proper yang dinilai merupakan daerah yang berkembang, dan sarana
u litas seper fasilitas listrik dari PLN, dan telepon dari TELKOM sudah tersedia di kawasan
Objek Penilaian. Objek Penilaian ini dak memiliki akses jalan langsung.
IV-1
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 45
Berdasarkan pengamatan di lapangan, bangunan di sekitar proper terdiri dari bangunan yang
digunakan sebagai Perumahan dan Perdagangan. Bangunan di sekitar proper yang dapat
digunakan sebagai petunjuk antara lain:
● Stasiun Gedebage
● Pusdikmin Lemdiklat POLRI
● Perumahan Summarecon Bandung
● Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat
4.2.3. Data Tanah Objek Penilaian 2
Tanah yang menjadi Objek Penilaian adalah 2 (dua) bidang tanah yang saling bersambungan
(sebagaimana tabel dibawah ini) dengan total luas 17.253 m2. Tanah ini memiliki bentuk Segi
Banyak/Tak Beraturan, dengan kondisi tanah pada saat inspeksi adalah tanah rawa.
Tabel 4-1 : Legalitas Tanah Objek Penilaian 2
Nomor dan
Tanggal Tanggal Luas
No. Ser fikat Nama Pemegang Hak Tanggal Gambar
Penerbitan Berakhir (m2)
Situasi
1. NIB. PT. PRIMARINDO ASIA 24 24 No. 266/2012 5.913
1015.000002157.0 INFRASTRUCTURE, September September Tanggal
(d/h SHGB No. Tbk 2012 2044 18-09-2012
306)
2. NIB. PT. PRIMARINDO ASIA 17 24 No. 8664/1996 11.340
1015.000002130.0 INFRASTRUCTURE, September September Tanggal
(d/h SHGB No. Tbk 2012 2044 3-10-1996
305)
Total Luas (m2) 17.253
Batas-Batas Tanah tersebut adalah antara lain:
Sebelah Utara : Tanah dan Rumah Tinggal
Sebelah Selatan : Tanah
Sebelah Barat : Tanah
Sebelah Timur : Tanah
4.3. Peruntukan dan Penggunaan Saat Ini Objek Penilaian 2
Berdasarkan pengecekan pada website: h ps://gistaru.atrbpn.go.id/rtronline/, sebagian tanah
Objek Penilaian di peruntukan sebagai Kawasan Industri dan Sebagian lainnya diperuntukan
sebagai Kawasan Lindung (Kawasan Hijau).
Pada saat inspeksi dilaksanakan Objek Penilaian berupa tanah kosong kering, namun jika
musim hujan tanah tersebut berubah menjadi rawa.
4.4. Penggunaan Ter nggi dan Terbaik (HBU) Objek Penilaian 2
HBU didefinisikan sebagai penggunaan yang paling mungkin dan op mal dari suatu aset, yang
secara fisik dimungkinkan, telah diper mbangkan secara memadai, secara hukum diijinkan,
secara finansial layak dan menghasilkan nilai ter nggi dari aset tersebut. (SPI Edisi VII 2018 :
KPUP : 10.1)
IV-2
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 46
1. Penggunaan:
Objek Penilaian terletak di Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota
Bandung, Provinsi Jawa Barat, dimana Objek Penilaian berada dalam kawasan dengan
ketentuan Peruntukan berada di kawasan Industri dan kawasan Lindung (Kawasan Hijau).
Karakteris k lokasi aset terletak di lokasi berkembang dengan fasilitas sarana dan
prasarana serta ngkat aksesibilitas menuju aset tersebut kurang memadai ( dak
mempunyai akses). Proper yang dinilai terletak di daerah yang berkembang.
Perkembangan pasar proper di sekitar lokasi menunjukkan perkembangan yang cukup
baik.
2. Waktu
Berdasarkan kondisi Pasar yang ada potensi Op mal dari waktu penggunaan Objek
Penilaian adalah Sekarang maupun yang akan datang. Hal ini dilihat dari stabilnya
permintaan dan pasokan untuk proper yang sebanding dengan Objek Penilaian.
3. Pelaku Pasar
Pada saat inspeksi dilakukan, Pelaku Pasar paling Op mal dari sisi Pengguna Proper
adalah Taman Kota dan Industri, kemudian dari sisi Pembeli Proper adalah
Pemerintahan, Investor dan Spekulan.
4.5. Pendekatan dan Metode Penilaian Objek Penilaian 2
Pendekatan dan Metode yang digunakan dalam Penilaian ini adalah Pendekatan Pasar dengan
Metode Perbandingan Data Pasar. Pendekatan dan Metode tersebut digunakan dikarenakan
disekitar Objek Penilaian masih terdapat data yang sama/sejenis. Proses Penilaian Pendekatan
Biaya dengan Metode Perbandingan Data Pasar adalah sebagai berikut:
● Metode Perbandingan Data Pasar, dalam penilaian bisnis juga dikenal sebagai Guideline
Transac on Method sedangkan dalam penilaian proper dikenal sebagai Direct Comparison
Metod, yaitu menggunakan informasi dari transaksi atau penawaran yang melibatkan aset
yang sama atau sejenis dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan indikasi nilai. (SPI 106 :
6.2.a)
4.6. Proses Penilaian Objek Penilaian 2
Adapun proses atau tata cara yang digunakan Penilai untuk menentukan Nilai Pasar
menggunakan Pendekatan Pasar dengan Metode Perbandingan Data Pasar adalah sebagai
berikut:
a. Melakukan Inspeksi lokasi terhadap Objek Penilaian, dengan melakukan iden fikasi dan
lain-lainnya yang mempengaruhi Indikasi Nilai Pasar.
b. Melakukan Inspeksi terhadap Data Pasar, dalam hal ini adalah data-data sebanding dengan
Objek Penilaian yang ditawarkan untuk dijual.
c. Dalam menentukan Indikasi Nilai Pasar, Penilai membandingkan secara apple to apple
antara Objek Penilaian dengan data-data sebanding di sekitar lokasi, terhadap adanya
perbedaan antara Objek Penilaian dengan data-data pembanding dilakukan penyesuaian
atau adjustment.
IV-3
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 47
d. Dari data-data yang telah dikategorikan sebanding atau mewakili, Penilai melakukan proses
penyesuaian antara Objek Penilaian dengan data-data pembanding.
e. Pada penyesuaian penilai menggunakan teknik penyesuaian dalam bentuk persentase (%).
f. Hasil penyesuaian dan setelah memperha kan faktor-faktor yang mempengaruhi Indikasi
Nilai Pasar, kemudian Penilai menyimpulkan Nilai Pasar dari Objek Penilaian.
4.7. Indikasi Nilai Pasar Tanah Objek Penilaian 2
Dengan menggunakan Pendekatan Pasar metode Perbandingan Data Pasar, serta
memperha kan Asumsi dan Kondisi Pembatas, Penilai berusaha untuk mendapatkan Nilai
Pasar Objek Penilaian dengan cara membandingkan Aset yang dinilai dengan aset-aset lain
yang dijual di daerah sekitar yang sedang ditawarkan. Tentulah Aset yang dibandingkan dak
sama persis dengan proper yang dinilai, oleh karenanya akan dilakukan
penyesuaian/adjustment berdasarkan perbedaan yang ada.
Pada waktu melakukan Inspeksi ke lokasi Objek Penilaian, Penilai memperoleh beberapa data
yang sedang ditawarkan untuk ditawarkan di sekitar lokasi proper . Dapat disebutkan di
bawah ini beberapa data yang dipergunakan oleh Penilai:
DATA 1
Jenis Aset : Rumah Tinggal
Lokasi : Jalan Raya Majalaya - Rancaekek No.KM4, Kelurahan Solokanjeruk
Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
Peruntukan : Kawasan Industri
Ti k Koordinat : 7°01'19.3"S 107°44'58.5"E
Luas Tanah : 1.400 m2
Luas Bangunan : 420 m2
Tanggal Penawaran : 17 Agustus 2024
Harga : Rp. 6.000.000.000,-/Nego
DATA 2
Jenis Aset : Tanah
Lokasi : Jalan Raya Sapan, Kelurahan Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang
Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
Peruntukan : Kawasan Industri
Ti k Koordinat : 6°58'59.4"S 107°41'23.3"E
Luas Tanah : 5.350 m2
Tanggal Penawaran : 17 Agustus 2024
Harga : Rp. 16.050.000.000,-/Nego
IV-4
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 48
DATA 3
Jenis Aset : Tanah
Lokasi : Jalan Raya Sapan, Kelurahan Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang
Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
Peruntukan : Kawasan Industri
Ti k Koordinat : 6°58'53.4"S 107°41'16.6"E
Luas Tanah : 40.000 m2
Tanggal Penawaran : 17 Agustus 2024
Harga : Rp. 100.000.000.000,-/Nego
Berdasarkan data-data Pembanding diatas, selanjutnya Penilai melakukan perbandingan guna
menghitung Indikasi Nilai Pasar Objek Penilaian, dengan cara melakukan analisa tambah kurang
dalam bentuk persentase. Berdasarkan analisa tersebut, maka Indikasi Nilai Pasar Objek
Penilaian yang beralamat di Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung,
Provinsi Jawa Barat pada tanggal 17 Agustus 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 4-2 : Indikasi Nilai Pasar Objek Penilaian 2
No. Uraian Luas (m2) Indikasi Nilai Pasar (Rp)
1 Tanah Objek Penilaian 2 17.253 28.635.000.000
Jumlah (Rp) 28.635.000.000
4.8. Kesimpulan Nilai Pasar Objek Penilaian 2
Berdasarkan Pendekatan Pasar dengan Metode Perbandingan Data Pasar dan dengan
memperha kan faktor-faktor yang mempengaruhi Nilai Pasar, serta dengan
memper mbangkan kondisi pasar saat ini, maka Penilai menyimpulkan Nilai Pasar Aset Tanah
yang beralamat di Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Provinsi
Jawa Barat pada tanggal penilaian 17 Agustus 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 4-3 : Kesimpulan Nilai Pasar Objek Penilaian 2
No. Jenis Aset Luas (m2) Nilai Pasar (Rp)
1 Tanah Objek Penilaian 2 17.253 28.635.000.000
Pembulatan (Rp) 28.635.000.000
IV-5
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 49
5. RESUME PENILAIAN
Berdasarkan POJK 28, SPI Edisi VII 2018, KEPI, dan dengan memper mbangkan seluruh
informasi yang relevan serta mengama kondisi pasar makro perekonomian Indonesia yang
ada, maka sesuai dengan asumsi-asumsi, metode penilaian, syarat-syarat dan/atau
pembatasan-pembatasan tertentu yang tercantum pada Laporan ini, serta diasumsikan bahwa
semua data dan informasi yang SISCO terima adalah benar dan akurat, SISCO berpendapat
bahwa Nilai Pasar, pada tanggal penilaian 17 Agustus 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 5-1 : Resume Nilai
No. Jenis Aset Luas (m2) Nilai Pasar (Rp)
Objek Penilaian 1
1 Tanah Objek Penilaian 1 10.705 30.723.350.000
2 Bangunan Cu ng 5.411 4.869.900.000
Total Nilai Pasar Objek Penilaian 1 35.593.250.000
Objek Penilaian 2
1 Tanah Objek Penilaian 2 17.253 28.635.000.000
Total Nilai Pasar Objek Penilaian 1 28.635.000.000
Total Objek Penilaian 1 + 2 (Rp) 64.228.250.000
Pembulatan (Rp) 64.230.000.000
V-1
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 50
6. KESIMPULAN
Berdasarkan POJK 28, SPI Edisi VII 2018, KEPI, dan dengan memper mbangkan seluruh
informasi yang relevan serta mengama kondisi pasar makro perekonomian Indonesia yang
ada, maka sesuai dengan asumsi-asumsi, metode penilaian, syarat-syarat dan/atau
pembatasan-pembatasan tertentu yang tercantum pada Laporan ini, serta diasumsikan bahwa
semua data dan informasi yang SISCO terima adalah benar dan akurat, SISCO berpendapat
bahwa Nilai Pasar, pada tanggal penilaian 17 Agustus 2024 adalah sebagai berikut:
Rp. 64.230.000.000,-
Enam Puluh Empat Miliar Dua Ratus Tiga Puluh Juta Rupiah
Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Persetujuan SISCO harus didapatkan atas se ap publikasi terhadap keseluruhan atau sebagian
dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi yang terkait dengan Objek
Penilaian. Adalah dak dibenarkan untuk menerbitkan duplikat dokumen maupun pernyataan,
edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ke ga tanpa persetujuan tertulis terlebih
dahulu dari SISCO, baik mengenai format cetak maupun konteks dimana akan dimunculkan
/dipublikasikan.
Penutup
Sesuai dengan praktek standar yang umum dilakukan SISCO, maka SISCO menegaskan bahwa
SISCO dak menarik keuntungan dalam bentuk apapun, baik sekarang maupun dimasa yang
akan datang atas aset yang dinilai atau dari pendapat nilai yang dikeluarkan. SISCO
mengingatkan bahwa Laporan ini hanya merupakan salah satu bentuk informasi yang
digunakan sehubungan dengan rencana Jual Beli, oleh karenanya dak direkomendasikan
untuk kepen ngan lainnya. Laporan ini harus dibaca secara menyeluruh, bersifat rahasia dan
hanya disampaikan kepada Pemberi Tugas sesuai dengan Kontrak atau Perjanjian Kerjasama
Jasa Penilaian Proper atas nama PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk antara KJPP Satria
Se awan dan Rekan Cabang Bogor dengan No. P-PPC/SISCO-BGR/BGR/SET/160824.01 tanggal
16 Agustus 2024. SISCO dak bertanggung jawab kepada pihak ke ga atas rujukan terhadap
Laporan ini, baik sebagian maupun keseluruhan.
SISCO dak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat SISCO
karena peris wa-peris wa yang terjadi setelah tanggal Laporan Penilaian ini.
VI-1
PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk - Laporan Penilaian Aset
Page 51
Page 52
Page 53
Page 54
Page 55
Page 56
Page 57
Page 58
Page 59
Names mentioned 28 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT PAI
p.2 ×3
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×3
unresolved
person
Kantor Jasa Penilai Publik Satria Se
p.2 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×2
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan
p.2 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.2 ×4
unresolved
org
PT. PRIMARINDO ASIA
p.4 ×5
unresolved
person
Drs. DIDI CHARA
p.4 ×9
unresolved
org
PT. BINTANG KHARISMA
p.4 ×15
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bandung Dinas Pekerjaan Umum
p.4 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kota Bandung.
p.4 ×5
unresolved
org
PT. PRIMARINDO
p.5 ×4
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×6
unresolved
org
Pusat Sta
p.6 ×4
unresolved
org
Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Barat
p.7 ×2
unresolved
org
PRIMARINDO ASIA INF. TBK.
p.8 ×14
unresolved
org
Pemerintah Kota Bandung Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah
p.8 ×10
unresolved
org
Pemerintah Kota Bandung Badan Pendapatan Daerah
p.8 ×4
unresolved
—
SISCO
· Penilai
p.11
unresolved
person
Zakky Dzulfahmi Akbari
p.23
unresolved
org
Bank Indonesia II-
p.29
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.