Back to announcement
PT Asia Pacific Investama TBK 30 Sep 2024 (LK Q3).pdf
Financial statement Text extracted MYTXSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 48
Page 1
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Pada Tanggal dan Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
Page 2
PT ASIA PAC IFIC INVESTAMA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
PADA TANGGAL DAN PERIO DE BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2024
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 1-3
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN 4-5
LAPORAN PERUBAHAN DEFISIENSI MODAL KONSOLIDASIAN 6
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN 7
CAT AT AN AT AS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 8
Page 3
Page 4
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPO RAN PO SISI KEUANGAN KO NSO LIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2024 31 Desember 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 3g,3i,5,36,37 12.629 83.551
Piutang usaha - neto 3g,6,36,37
Pihak ketiga 95.355 75.383
Aset keuangan lancar lainnya - neto 3g,7,36,37
Pihak ketiga 509 595
Persediaan - neto 3j,8 433.226 534.703
Uang muka pembelian
Pihak ketiga 9 8.644 30.807
Pajak dibayar dimuka 19a 825 647
Beban dibayar dimuka 3k 2.034 18
Total Aset Lancar 553.222 725.704
ASET TIDAK LANCAR
Investasi saham 3g,3m,10,36,37 1.000 1.000
Aset tetap - neto 3l,11 2.557.968 2.876.981
Aset pajak tangguhan - neto 3u,19e 119.507 121.702
Uang jaminan 3g,36,37 3.113 3.113
Total Aset Tidak Lancar 2.681.588 3.002.796
TOTAL ASET 3.234.810 3.728.500
LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 3g,12,36,37
Pihak berelasi 3f,35 1.578 1.607
Pihak ketiga 72.278 202.888
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 3g,13,36,37
Pihak ketiga 1.144 1.320
Utang pajak 19b 1.484 3.342
Uang muka penjualan
Pihak berelasi 3f,15,35 1.572.161 1.528.524
Pihak ketiga 10.862 4.726
Beban akrual 3g,14,36,37 114.692 142.753
Utang bank jangka pendek 3g,16,36,37 254.294 158.967
Liabilitas jangka panjang bagian
jatuh tempo dalam satu tahun 3g,36,37
Utang bank 17 94.010 64.641
Liabilitas sewa 3n,18 - 72.000
Total Liabilitas Jangka Pendek 2.122.503 2.180.768
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas keuangan
jangka panjang lainnya 3g,20,36,37
Pihak berelasi 3f,35 1.282 1.282
Pihak ketiga 14.382 14.382
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
bagian jatuh tempo dalam satu tahun 3g,36,37
Utang bank 17 1.299.379 1.390.205
Liabilitas sewa 3n,18 - 298.331
Liabilitas imbalan kerja 3r,21 46.454 44.021
Liabilitas diestimasi 3g,3p,22,36,37 190.825 193.625
Utang subordinasi - pihak berelasi 3g,23,35,36,37 97.640 99.433
Total Liabilitas Jangka Panjang 1.649.962 2.041.279
TOTAL LIABILITAS 3.772.465 4.222.047
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keselu ruhan.
1
Page 5
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPO RAN PO SISI KEUANGAN KO NSO LIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2024 31 Desember 2023
DEFISIENSI MODAL
Defisiensi modal yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Modal saham
- saham seri A nilai nominal Rp 1.000 (nilai penuh) per saham
- saham seri B nilai nominal Rp 250 (nilai penuh) per saham
- saham seri C nilai nominal Rp 100 (nilai penuh) per saham
Modal dasar - 15.340.000.000 saham terdiri dari
- 1.040.000.000 saham seri A
- 4.000.000.000 saham seri B
- 10.300.000.000 saham seri C
Modal ditempatkan dan disetor - pada tahun
2022 dan 2021 adalah 7.747.281.949 saham terdiri dari
- 534.666.577 saham seri A
- 932.000.000 saham seri B
- 6.280.615.372 saham seri C 24 1.395.728 1.395.728
Tambahan modal disetor 25 (48.125) (48.125)
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali 3,26 200.951 200.951
Penghasilan komprehensif lain 1.375.987 1.367.696
Defisit
Ditentukan penggunaannya 2.000 2.000
Belum ditentukan penggunaannya (3.449.944) (3.399.074)
Defisiensi modal yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk 3 (523.403) (480.824)
Kepentingan nonpengendali 3,27 (14.252) (12.723)
DEFISIENSI MODAL (537.655) (493.547)
TOTAL LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 3.234.810 3.728.500
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian seca ra keseluruhan.
2
Page 6
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPO RAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KO MPREHENSIF LAIN KO NSO LIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024 30 September 2023
Catatan (9 Bulan) (9 Bulan)
PENJUALAN NETO 3s,28,35 974.363 838.346
BEBAN POKOK PENJUALAN 3s,29,35 (1.075.285) (909.767)
LABA (RUGI) BRUTO (100.922) (71.421)
Beban penjualan 3s,30 (6.902) (9.379)
Beban umum dan administrasi 3s,31 (14.591) (20.891)
Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto 3e (3.518) (27.975)
Penghasilan (beban) lain-lain 3s,32 117.357 (2.059)
LABA (RUGI) USAHA (8.576) (131.725)
Biaya keuangan 3s,33 (44.129) (76.749)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (52.705) (208.474)
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - NETO 3u,19c - -
RUGI NETO TAHUN BERJALAN (52.705) (208.474)
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan (kerugian) dari penjabaran laporan keuangan 3e 8.597 (5.594)
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN - NETO SETELAH
8.597 (5.594)
PAJAK
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (44.108) (214.068)
LABA (RUGI) NETO TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA
Pemilik entitas induk (50.870) (201.116)
Kepentingan nonpengendali (1.835) (7.358)
TOTAL (52.705) (208.474)
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
Pemilik entitas induk 3 (42.579) (206.511)
Kepentingan nonpengendali 3 (1.529) (7.557)
TOTAL (44.108) (214.068)
Laba (Rugi) per saham - dasar dan dilusian 3q,34 (6,57) (25,96)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuang an konsolidasian secara keseluruhan.
3
Page 7
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPO RAN PERUBAHAN DEFISIENSI MO DAL KO NSO LIDASIAN
Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Defisiensi Modal yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Penghasilan Komprehensif Lain Defisit
Selisih Kurs
Selisih Karena
transaksi Penjabaran Belum Total
Tambahan dengan pihak Laporan Surplus Ditentukan Ditentukan Kepentingan Defisiensi
Modal Saham Modal Disetor nonpengendali Keuangan Revaluasi Penggunaannya Penggunaannya Total Nonpengendali Modal
Saldo 1 Januari 2024 1.395.728 (48.125) 200.951 102.814 1.264.882 2.000 (3.399.074) (480.824) (12.723) (493.547)
Laba (Rugi) neto tahun berjalan (50.870) (50.870) (1.835) (52.705)
Rugi komprehensif lain - neto 8.291 8.291 306 8.597
Saldo 30 September 2024 1.395.728 (48.125) 200.951 111.105 1.264.882 2.000 (3.449.944) (523.403) (14.252) (537.655)
Saldo 1 Januari 2023 1.395.728 (48.125) 200.951 106.533 1.264.882 2.000 (3.064.511) (142.542) (450) (142.992)
Laba (Rugi) neto tahun berjalan - - - - - - (201.116) (201.116) (7.358) (208.474)
Penghasilan komprehensif lain - neto - - - (5.395) - - - (5.395) (199) (5.594)
Saldo 30 September 2023 1.395.728 (48.125) 200.951 101.138 1.264.882 2.000 (3.265.627) (349.053) (8.007) (357.060)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuang an konsolidasian secara keseluruhan.
4
Page 8
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPO RAN ARUS KAS KO NSO LIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2024 31 Desember 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 1.004.164 983.124
Pembayaran kas kepada pemasok (957.696) (554.261)
Pembayaran kas untuk karyawan (107.440) (133.996)
Pembayaran untuk beban operasional (12.095) (10.421)
Pembayaran bunga (39.896) (50.582)
Penerimaan (pembayaran) lain-lain - neto (40.320) 800
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi (153.283) 234.664
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap 11 (1.719) (1.180)
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (1.719) (1.180)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (Pembayaran) dari utang bank jangka pendek (102.349) (176.228)
Penerimaan (Pembayaran) utang bank jangka panjang (37.736) (25.513)
Pembayaran utang lembaga keuangan lainnya - -
Pembayaran liabilitas sewa 18 - (38.000)
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (140.085) (239.741)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK (295.087) (6.257)
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 224.165 (6.872)
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 83.551 28.008
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 5 12.629 14.879
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuang an konsolidasian secara keseluruhan.
5
Page 9
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Kegiatan Usaha Perusahaan
PT Asia Pacific Investama T bk (dahulu PT Apac Citra Centertex T bk) (“Perusahaan”) didirikan di Republik Indonesia
berdasarkan Akta Notaris No. 105 tanggal 10 Februari 1987 dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta S.H., notaris di Jakarta,
sebagaimana diperbaharui dengan Akta No. 561 tanggal 30 April 198 7 dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta S.H., Notaris
di Jakarta, Akta No. 320 tanggal 25 Juni 1987 dibuat di hadapan Lieyono, S.H., sebagai notaris pengganti Misahardi
Wilamarta S.H. Notaris di Jakarta, Akta Notaris No. 250 tanggal 19 Oktober 1987 oleh Misahardi Wilamarta S.H. Notaris di
Jakarta (“Akta Pendirian”). Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Kementerian Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusannya No. C2-7337.HT .01.01.T H-87 tanggal 17 November 1987 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 76, T ambahanNo. 2034 tanggal 22 September 1989.
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 42 tanggal 26 Juni
2023, oleh Joko Hanggono, S.H., M.M., M.Kn., M. Hum., Notaris di Kabupaten T angerang, mengenai perubahan susunan
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan. Perubahan akta tersebut telah telah diterima dan dicatat dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-AH.01.09-0133642 tanggal 27 Juni 2023.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perusahaan meliputi industri tekstil
dan garmen. Perusahaan melalui entitas anaknya mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1987.
Perusahaan didirikan di Indonesia dengan kantor pusat yang terdaftar berlokasi di Jalan Pajajaran 14 No. 62, Gandasari -
Jatiuwung, T angerang 15137 - Indonesia.
Perusahaan dan entitas anaknya selanjutnya secara bersama-sama disebut sebagai “Grup”.
PT Indah Jaya Investama adalah entitas induk langsung dan terakhir Perusahaan.
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 14 September 1989, Perusahaan mendapat izin dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan atau Bapepam dan LK atas nama Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk melakukan penawaran umum atas
2.500.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 2 Juli 1990, Perusahaan mencatatkan saham pendiri
(company listing) sebanyak 6.000.000 saham pada Bursa Efek Indonesia (“BEI”), (dahulu Bursa Efek Jakarta) (“BEJ”).
Pada tanggal 15 Agustus 1990, Perusahaan memperoleh surat dari Ketua Bapepam dan LK No. S-1197/PM/1990 perihal
efektifnya pernyataan pendaftaran penawaran umum terbatas kepada para pemegang saham sebanyak 8.500.000 saham.
Saham-saham tersebut dicatatkan pada BEI pada tanggal 23 Agustus 1990.
Pada tanggal 25 Juni 1996, Perusahaan memperoleh surat dari Ketua Bapepam dan LK No. S-1034/PM/1996 perihal
pemberitahuan efektifnya pernyataan pendaftaran emisi saham dalam rangka penawaran umum terbatas II Perusahaan
kepada para pemegang saham sejumlah 408.000.000 saham disertai dengan waran lekat sebanyak 76.500.000 waran yang
diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif. Saham-saham tersebut dicatatkan pada BEI pada tanggal 26 Juli 1996. Setiap
pemegang satu waran berhak membeli satu saham Perusahaan dengan pelaksanaan sebesar Rp1.000 per saham. Pembelian
dapat dilakukan selama masa pelaksanaan yait u mulai tanggal 16 Januari 1997 sampai dengan tanggal 14 Juli 2001.
Pada tanggal 13 Desember 2018, Perusahaan memperoleh surat dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. S-
183/D.04/2018 perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan efektif ini diberikan sehubungan
dengan Penawaran Umum T erbatas Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek T erlebih Dahulu Perusahaan (“PUT III”)
kepada para pemegang saham sejumlah 6.966.666.241 saham. Saham -saham tersebut dicatatkan pada BEI pada tanggal 11
Januari 2019. Setiap pemegang empat saham berhak membeli sembilan belas saham baru Perusahaan dengan harga
pelaksanaan sebesar Rp 100 per saham (nilai penuh). Pembelian dapat dilakukan selama masa pelaksanaanya itu mulai
tanggal 31 Desember 2018 sampai dengan tanggal 8 Januari 2019 dan untuk pembayaran pemesanan saham tambahan
dilakukan pada tanggal 11 Januari 2019.
Berdasarkan laporan kepemilikan efek dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora pada tanggal 11 Januari 2019
dalam suratnya nomor OPR/060/AJK/012019 perihal komposisi kepemilikan saham Perusahaan, telah diterbitkan saham
Seri C sebanyak 6.280.615.372 saham.
Periode perdagangan PUT III Perusahaan dilaksanakan dari tanggal 31 Desember 2018 sampai dengan tanggal 8 Januari
2019 dan untuk pembayaran dari pembeli siaga pada tanggal 11 Januari 2019. Jumlah dana yang diterima seluruhnya
sebesar Rp628.061 untuk 6.280.615.372 saham seri C dengan nilai nominal Rp100 (nilai penuh) per saham.
6
Page 10
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Penambahan saham seri C dengan nominal Rp100 per saham (nilai penuh) dilakukan melalui:
- Inbreng saham oleh PT World Harvest T extile (“ WHT ”) di dalam PT Apac Inti Corpora (“ AIC”) kepada Perusahaan
sebesar Rp245.000 (nilai penuh) (Catatan 24);
- Konversi utang PT Indah Jaya Investama (“ IJI”) menjadi saham sebesar USD2.000.000 (nilai penuh) (Catatan 24);
- Setoran tunai IJI untuk melunasi utang Perusahaan kepada IJI yang merupakan pengalihan utang WHT ke IJI sebesar
USD3.063.871 (nilai penuh) (Catatan 24);
- Setoran tunai IJI untuk melunasi utang Perusahaan kepada IJI yang berasal dari pembayaran utang Bank Mandiri sebesar
USD18.000.000 (nilai penuh) (Catatan 24);
- Setoran tunai PT Prima Graha Hiburan (“PGH”) untuk melunasi utang Perusahaan kepada PT Prima Graha Hiburan yang
merupakan pengalihan utang dari WHT ke PGH sebesar USD1.644.776(nilai penuh) ( Catatan 24).
Pada tanggal 11 Januari 2019, seluruh saham Perusahaan sejumlah 7.747.281.949 saham terdiri dari 534.666.577 saham seri
A, 932.000.000 saham seri B dan 6.280.615.372 saham ser i C telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (Catatan 24).
Pada tanggal 27 Agustus 2021, seluruh saham Perusahaan sejumlah 7.747.281.949 saham terdiri dari 534.666.577 saham
seri A, 932.000.000 saham seri B dan 6.280.615.372 saham seri C telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (Catatan 24).
c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit serta Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
30 September 2024 dan 31 Desember 2023
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Johnny Pesik
Komisaris : Benny Soetrisno
Komisaris Independen : Sintong Panjaitan
Direksi
Presiden Direktur : Ivan Pesik
Direktur : Kristina Bay Maca
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 September 2024 dan 31 Desember 2023
Komite Audit
Ketua : Sintong Panjaitan
Anggota : Rakiyo Wibowo
Anggota : Gatot Hidayat
Personel manajemen kunci Grup terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi. Ruang lingkup Presiden Direktur mencakup
bidang hukum, sumber daya manusia, pemasaran dan operasional, sementara ruang lingkup Direktur Keuangan mencakup
bidang keuangan dan akuntansi.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Grup memiliki masing-masing sebanyak 3.015 dan 2.514 orang
karyawan (tidak diaudit).
d. Struktur Entitas Anak
Tahun Awal Persentase Kepemilikan Total Aset Sebelum
Entitas Anak Domisili Kegiatan Usaha
Operasi 30 Sep 24 31 Dec 23 30 Sep 24 31 Dec 23
Kepemilikan langsung
PT Apac Inti Corpora Jakarta 1995 Penenunan dan pemintalan 96,44% 96,44% 3.369.876 3.862.394
AIC mendapatkan status badan hukum pada tanggal 24 Juli 1995, berdasarkan Akta No taris No. 1 tanggal 1 Juli 1995 oleh
Popie Savitri Martosuharjo Pharmanto, S.H., notaris di Serang. Akta pendirian ini disahkan oleh Kementerian Kehakiman
Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C2-8905.HT .01.01.T H-95 tanggal 24 Juli 1995 serta diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 12 September 1995, T ambahan No. 7571.
Anggaran Dasar AIC telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 22 tanggal 28 Agustus
2020 oleh Edi Priyono, S.H., Notaris di Jakarta. Akta ini memuat kedudukan serta alamat Perusahaan; dan juga memuat
persetujan atas perubahan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar AIC mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha AIC.
Perubahan anggaran dasar ini telah mendapat persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-0066527.AH.01.02. T ahun 2020 tanggal 26 September 2020. Perubahan tersebut telah diterima oleh
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0391365 tanggal 26 September
2020.
7
Page 11
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 24 Januari 2019, Perusahaan menggadaikan saham yang dimiliki oleh Perusahaan dalam AIC sebanyak
8.326.294.136 saham kepada PT Bank Mandiri (Persero) T bk (Bank Mandiri) berdasarkan Akta Perjanjian Gadai Saham
No. 29, tanggal 24 Januari 2019, oleh Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., notaris di Jakarta. Gadai saham ini diberikan
untuk menjamin kewajiban utang AIC kepada Bank Mandiri berdasarkan Perjanjian Restrukturisasi. Dalam hal ini,
Perusahaan menggantikan kedudukan WHT yang sebelumnya merupakan pemberi gadai atas Saham yang Dialihkan
(Catatan 24).
2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“PSAK”) DAN INTERPRETASI STANDAR
AKUNTANSI KEUANGAN (“ISAK”) BARU DAN REVISI
a. PSAK dan ISAK yang Diterbitkan dan Be rlaku Efektif Dalam Periode Berjalan
Dalam periode berjalan, Perusahaan telah menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan (“ PSAK”) dan interpretasi
standar akuntansi keuangan (“ISAK”) baru dan revisi termasuk pengesahan amendemen dan penyesuaian t ahunan yang
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”) yang dianggap relevan
dengan kegiatan operasinya dan memengaruhi laporan keuangan berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai
pada atau setelah 1 Januari 2023.
PSAK dan ISAK baru dan revisi termasuk pengesahan amendemen dan penyesuaian tahunan yang berlaku efektif dalam
periode berjalan adalah sebagai berikut:
- Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan terkait Pengungkapan Kebijakan Akun tansi
- Amendemen PSAK 16: Aset T etap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan
- Amendemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan T erkait Definisi Estimasi
Akuntansi
- Amendemen PSAK 46: Pajak penghasilan ten tang Pajak T angguhan terkait Aset dan Liabilitas yang timbul dari
T ransaksi T unggal
- Amendemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Reformasi Pajak Internasional - Ketentuan Model Pilar Dua
b. PSAK dan ISAK yang Diterbitkan dan Berlaku Efektif pada atau setelah 1 Januari 2024
- Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan terkait Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan
- Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka
Panjang
- Amendemen PSAK 2: Laporan Arus Kas
- Amendemen PSAK 60: Instrumen Keuangan tentang Pengungkapan - Pengaturan Pembiayaan Pemasok
- Amendemen PSAK 73: Sewa terkait Liabilitas Sewa pada T ransaksi Jual dan Sewa-balik
c. PSAK dan ISAK yang Diterbitkan dan Berlaku Ef ektif pada atau setelah 1 Januari 2025
- Amendemen PSAK 10: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing - Kekurangan Ketertukaran
- PSAK 74: Kontrak Asuransi.
- Amendemen PSAK 74: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71 - Informasi Komparatif.
Mulai tanggal 1 Januari 2024, referensi terhadap masing-masing PSAK dan ISAK akan diubah sebagaimana diumumkan oleh
DSAK-IAI.
Beberapa dari PSAK dan ISAK termasuk amendemen dan penyesuaian tahunan yang berlaku dalam tahun berjalan dan relevan
dengan kegiatan Perusahaan telah diterapkan sebagaimana dijelaskan dalam “Informasi Kebijakan Akuntansi Material”.
Beberapa PSAK dan ISAK lainnya yang tidak relevan dengan kegiatan Perusahaan atau mungkin akan memengaruhi kebijakan
akuntansinya di masa depan sedang dievaluasi oleh manajemen potensi dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar -
standar ini terhadap laporan keuangan konsolidasian.
3. INFO RMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
Kebijakan akuntansi diterapkan secara konsisten dalam p enyajian laporan keuangan konsolidasian kecuali bagi penerapan
beberapa SAK yang telah direvisi dan berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2023, yaitu sebagai berikut:
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
("SAK"), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
(“ISAK") yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan katan Akuntan Indone sia, serta Peraturan No.
VIII.G.7 Lampiran Keputusan Ketua OJK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan
dan Pedoman Penvailan dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh OJK. Kebijakan ini telah diterapkan
secara konsisten terhadap seluruh tahun yang disajikan, kecuali jika dinyatakan lain.
8
Page 12
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan
arus kas konsolidasian yang menggunakan dasar kas.
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost),
kecuali untuk beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana y ang diungkapkan pada kebijakan
akuntansi dalam masing-masing akun tersebut.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah (Rp).
c. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Grup menerapkan PSAK 65 "Laporan Keuangan Konsolidasian". PSAK ini mensyaratkan entitas induk (entitas yang
mengendalikan satu atau lebih entitas lain) untuk menyajikan laporan keuangan konsolidasian. Investor menentukan apakah
investor merupakan entitas induk dengan menilai apakah investor mengendalikan satu atau lebih investee. Investor
mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang relevan ketika menilai apakah investor mengendalikan investee.
Investor mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya
dengan investee dan memiliki kemampuan untuk memengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee.
Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika, investor memiliki seluruh hal berikut ini:
a. kekuasaan atas investee (misalnya hak yang ada saat ini yang memberi investor tersebut kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan investee);
b. eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
c. kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah imbal hasil.
Pada umumnya, mayoritas hak suara menghasilkan pengendalian. Ketika Grup memiliki kurang dari mayoritas hak suara,
atau serupa atas investee, investor mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah
memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:
a. pengaturan kontraktual dengan pemegang suara lainnya dari investee;
b. hak-hak yang timbul dari pengaturan kontraktual;
c. hak suara dan hak suara potensial investor.
Investor menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
Laporan keuangan konsolidasian:
- menggabungkan item sejenis seperti aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dari entitas induk dengan
entitas anaknya;
- menghapus (mengeliminasi) jumlah tercatat dari investasi entitas induk di setiap entitas anak dan bagian entitas induk pada
ekuitas setiap entitas anak;
- mengeliminasi secara penuh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra Grup yang berkaitan
dengan transaksi antara entitas-entitas dalam Grup.
Entitas memasukkan penghasilan dan beban entitas anak dalam laporan keuangan konsolidasian dari tanggal diperolehnya
pengendalian sampai dengan tanggal ketika entitas kehilangan pengendalian atas entitas anak. Penghasilan dan beban entitas
anak didasarkan pada jumlah aset dan liabilitas yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian pada tanggal akuisisi.
Entitas induk dan entitas anak disyaratkan untuk mempunyai kebijakan akuntansi dan tanggal pelaporan yang sama, atau
konsolidasian berdasarkan informasi keuangan tambahan yang dibuat entitas anak.
d. Kombinasi Bisnis
Grup menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan untuk akuisisi suatu entitas
anak adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan
oleh Grup. Beban akuisisi terkait dibebankan pada saat terjadinya. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta
liabilitas kontinjensi yang diambil alih dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal
akuisisi.
Selisih imbalan yang dialihkan, jumlah kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal
akuisisi dari kepentingan ekuitas sebelumnya pada pihak yang diakuisisi yang melebihi nilai wajar bagian Grup atas aset
neto yang dapat diidentifikasi yang diakuisisi dicatat sebagai goodwill. Jika jumlah ini lebih rendah dari nilai wajar aset neto
entitas anak yang diakuisisi dalam kasus pembelian dengan diskon, selisihnya diakui langsung dalam laba rugi.
9
Page 13
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
e. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
(a) Mata Uang Fungsional dan Penyajian
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah (“Rp”) yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
Mata uang fungsional AIC adalah Dolar Amerika Serikat. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan konsolidasian, aset
dan liabilitas AIC pada tanggal laporan dijabarkan menggunakan kurs penutup yang berlaku pada tanggal laporan
posisi keuangan, sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata -rata. Selisih kurs yang
dihasilkan diakui dalam penghasilan komprehensif lain.
(b) T ransaksi dan Saldo
T ransaksi dalam mata uang asing dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal
transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan dengan kurs yang berlaku saat itu. Pos non -moneter dalam mata uang asing yang diukur berdasarkan nilai
historis tidak dijabarkan kembali. Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos moneter dan penjabaran kembali
pos-pos moneter diakui pada laba rugi.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 2023 dan 31 Desember 2023 kurs tengah yang diterbitkan Bank Indonesia adalah
sebagai berikut:
30 September 2024 31 De sember 2023 30 September 2023
1 Euro (“EUR”) 16,852 17,140 16,404
1 Dolar Amerika Serikat (“USD”) 15,138 15,416 15,526
1 Franc Swiss (“CHF”) 17,900 18,374 16,942
1 Dolar Singapura (“SGD”) 11,788 11,712 11,334
1 Yen Jepang (“JPY”) 106 110 104
1 Renminbi Cina (“CNY”) 2,159 2,193 2,124
f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Sesuai dengan PSAK 7, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, suatu pihak yang dianggap berelasi jika salah satu pihak
memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan langsung maupun tidak langsung) atau mempunyai
pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam kebijakan keuangan dan operasional) selama pihak lain berpartisipasi
dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional.
Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 35 atas laporan keuangan
konsolidasian.
g. Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus
didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam kategori sebagai berikut:
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, dan
Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVOCI”)
Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (“FVT PL”)
Aset keuangan Grup meliputi kas dan bank, piutang usaha, aset keuangan lancar lainnya, investasi saham, dan uang
jaminan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset
keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
(i) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Grup mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi: (1) aset keuangan yang
dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual; dan
(2) persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata -
mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga
efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi
dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagi an integral
dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian. Kerugian yang timbul dari penurunan
nilai juga diakui pada laba rugi konsolidasian.
10
Page 14
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Kelompok aset keuangan ini meliputi kas dan bank, piutang usaha, aset keuangan lancar lainnya, dan uang jaminan.
(ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI
Instrumen utang
Grup mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi: (1) aset keuangan
yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual dan penjualan; dan (2)
persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata -
mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.
Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi selisih kurs, dan
kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti aset
keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam OCI.
Setelah penghentian pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi.
Grup tidak memiliki instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
OCI.
Instrumen ekuitas
Setelah pengakuan awal, Grup dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitasnya secara tidak dapat
dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK
50: Instrumen Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan
instrumen per instrumen.
Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi laba atau rugi. Dividen diakui
sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Grup memperoleh
keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan
tersebut adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada
penilaian penurunan nilai.
Kelompok aset keuangan ini meliputi investasi saham.
(iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset
keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib
diukur pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk
tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang
efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan
diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, terlepas dari model bisnisnya. T erlepas dari kriteria untuk instrumen
utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti
dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal
tersebut menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selanjutnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laporan laba rugi
konsolidasian.
Grup tidak memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 71 diklasifikasikan sebagai berikut:
Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.
Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Liabilitas keuangan Grup meliputi utang usaha, liabilitas keuangan jangka pendek lainnya, beban akrual, liabilitas keuangan
jangka panjang lainnya, utang bank, liabilitas sewa, liabilitas diestimasi dan utang subordinasi - pihak berelasi. Liabilitas
keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka
pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.
Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
11
Page 15
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(i) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang dikenakan bunga)
selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk di dalam biaya keuangan dalam laba
rugi konsolidasian.
Kelompok liabilitas keuangan Grup meliputi utang usaha, liabilitas keuangan jangka pendek lainnya, beban akrual,
utang bank, utang lembaga keuangan lainnya, liabilitas sewa, liabilitas diestimasi dan utang subordinasi-pihak berelasi.
(ii) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan
dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba
rugi konsolidasian.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika merek a diperoleh untuk tujuan dijual
atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen keuangan derivatif yang diambil Grup yang
tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK
71. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.
Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dala m laporan laba rugi
konsolidasian.
Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagai liabilitas Keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau kedaluwarsa.
Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama
dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas
yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan
liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.
Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
jika, dan hanya jika,Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang
telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitasnya secara simultan.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup menerapkan model kerugian kredit ekspetasian (“ECL”) untuk pengukuran dan pengakuan kerugian penurunan nilai.
Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan
sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi
sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah ECL. Dalam melakukan penilaian, Grup
membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko
gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta
ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu,
kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak
pengakuan awal.
Grup menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur ECL tersebut terhadap piutang usaha dan aset keuangan
lancar lainnya tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
Grup menilai ECL terhadap instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui OCI berdasarkan basis forward-
looking. Metode penurunan nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat secara
signifikan.
h. Penentuan Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan
suatu liabilitas dalam transaksi teratur (orderly transaction) antara pelaku pasar (market participants) pada tanggal
pengukuran di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan dimana Grup
memiliki akses pada tanggal tersebut. Nilai wajar liabilitas mencerminkan risiko wanprestasinya
Jika tersedia, Grup mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk
instrumen tersebut. Jika harga kuotasi tidak tersedia di pasar aktif, Grup menggun akan teknik penilaian dengan
memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak
dapat diobservasi. T eknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh p ihak-
pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions), penggunaan nilai wajar terkini
instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lain.
12
Page 16
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
i. Kas dan Bank
Kas dan bank tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi penggunaannya.
j. Persediaan
Persediaan diakui sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.
Biaya untuk memproses sampai dengan persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap digunakan atau dijual,
dicatat sebagai berikut:
Bahan baku: Biaya pembelian dengan metode rata-rata.
Barang jadi dan barang dalam proses: Biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja dan proporsi biaya overhead manufaktur
berdasarkan kapasitas operasi normal, tidak termasuk biaya pinjaman.
Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi dengan estimasi biaya penyelesaian
dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
k. Beban Dibayar Dimuka
Beban dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
l. Aset Tetap
Aset tetap awalnya dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri harga pembelian dan biaya lainnya yang
dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke kondisi kerja dan lokasi untuk digunakan.
Setelah pengakuan awal, aset tetap, diukur pada biaya dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan
nilai.
Efektif tanggal 31 Desember 2017, manajemen memutuskan untuk mengubah pengukuran selanjutnya atas aset tetap - tanah
yang awalnya dari model biaya menjadi model revaluasi. Aset tetap tersebut diukur pada nilai wajar, berdasarkan penilaian
yang dilakukan oleh penilai independen eksternal yang terdaftar di OJK.
Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi dieleminasi terhadap nilai tercatat bruto aset dan nilai netonya disajikan
kembali sebesar jumlah revaluasi aset. Kenaikan nilai tercatat beberapa aset tetap tersebut dikreditkan pada “Surplus revaluasi
aset tetap” sebagai bagian dari penghasilan komprehensif lainnya. Penurunan yang menghapus nilai kenaikan yang
sebelumnya atas aset yang sama dibebankan terhadap “Surplus revaluasi aset tetap” sebagai bagian dari penghasilan
komprehensif; penurunan lainnya dibebankan pada laba rugi.
Revaluasi harus dilakukan dengan keteraturan yang cukup untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara
material dari yang akan ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode pelaporan.
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang terpisah, mana yang lebih
tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke
Grup dan biaya tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya pada
tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laba
rugi.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan jumlah tersusutkan selama estimasi masa
manfaat asset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 20 - 30
Mesin dan peralatan 5 - 20
Peralatan kantor 4-5
Kendaraan 4–5
Masa manfaat, nilai residu dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap periode pelaporan dan pengaruh dari setiap
perubahan estimasi akuntansi tersebut berlaku prospektif.
Sesuai dengan ISAK 36, Grup menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam bentuk Hak
Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) dalam menentukan akuntansi untuk masing-
masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomi yang
mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan
mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansiatas transaksi tersebut sebagai
sewa berdasarkan PSAK 73, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup
menerapkan PSAK 16 “Aset tetap”.
13
Page 17
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai. Aset dalam
penyelesaian akan direklasifikasi ke aset tetap yang bersangkutan pada aset tersebut saat selesai dan siap untuk digunakan.
Penyusutan mulai dibebankan pada tanggal aset tersebut siap digunakan.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari
penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai
perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada periode aset
tersebut itu dihentikan pengakuannya.
m. Investasi pada Saham
Investasi saham merupakan investasi yang tidak diperoleh dari pasar modal dan dimaksudkan untuk dimiliki untuk jangka
waktu yang lama. Grup memiliki kepemilikan kurang dari hak suara.
n. Sewa
Grup sebagai Penyewa
Pada insepsi kontrak, Grup menilai apakah kontrak adalah, atau mengandung, sewa. Suatu kontr ak adalah atau mengandung
sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang identifikasian selama suatu jangka
waktu waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang identifikasian, Grup menilai
apakah:
Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset identifikasian
selama periode penggunaan; dan
Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika Grup memiliki hak
pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah cara dan tujuan penggunaan aset telah ditentukan
sebelumnya:
1. Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset identifikasian ;
2. Grup telah mendesain aset identifikasiandengan cara yang telah ditentukan sebelumnya bagaimana dan untuk
tujuan apa aset itu akan digunakan.
Pada insepsi atau penilaian kembali kontrak yang berisi komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dala m kontrak
untuk setiap komponen sewa atas dasar harga tersendiri relative dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa. Akan
tetapi, untuk sewa perbaikan dimana Grup adalah penyewa, Grup telah memilih untuk tidak memisahkan komponen
nonsewa dan mencatat komponen sewa dan nonsewa sebagai komponen sewa tunggal.
Pada saat permulaan sewa, penyewa mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa. Aset hak guna awalnya diukur pada harga
perolehan, yang terdiri dari jumlah awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada
atau sebelum tanggal permulaan, ditambah biaya langsung awal yang timbul dan estimasi biaya untuk membongkar dan
memindahkan aset pendasar atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan olehsyarat dan ketentuan sewa,
dikurangi insentif sewa yang diterima.
Setelah tanggal permulaan, Grup mengukur aset hak guna dengan menggunakan model biaya yang berkaitan aset tetap
sesuai PSAK 16.
Berdasarkan model biaya, aset hak guna diukur pada biay a perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
penurunan nilai. Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
perolehan aset hak guna mencerminkan bahwa penyewa akan mengeksekusi opsi beli, Grup mendepresiasi hak guna sejak
tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, Grup mendepresiasi aset hak guna dari tanggal
permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa pada awalnya diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa yang terutang selama masa sewa, didiskontokan
pada suku bunga implisit dalam sewa jika hal itu dapat segera ditentukan. Jika suku bunga implisit tersebut tidak dapat
segera ditentukan, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri dari:
pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara-substansi dikurangi piutang insentif sewa;
pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga, awalnya diukur menggunakan indeks atau suku
bunga pada tanggal permulaan;
jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh Grup dalam jaminan nilai residual;
harga eksekusi opsi beli yang cukup pasti Grup akan mengeksekusi; dan
pembayaran penalti untuk penghentian sewa lebih awal kecuali Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan kontrak lebih
awal.
14
Page 18
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Liabilitas sewa selanjutnya diukur kembali untuk mencerminkan perubahan dalam:
masa sewa (menggunakan tingkat diskonto yang direvisi);
penilaian opsi beli (menggunakan tingkat diskonto yang direvisi);
jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan dalam jaminan nilai residual (menggunakan tingkat diskonto yang tidak
berubah); atau
pembayaran sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau suku bunga yang digunakan untuk menentukan
pembayaran tersebut (menggunakan tingkat diskonto yang tidak berubah).
Sewa jangka pendek
Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek yang memiliki masa
sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai beban dengan dasar garis lurus
selama masa sewa.
o. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Standar ini tidak diterapkan untuk aset yang timbul dari kontrak konstruksi, aset pajak tangguhan, aset yang timbul dari
imbalan kerja, aset keuangan, aset kontrak asuransi, aset tidak lancar dimiliki untuk dijual. PSAK ini diterapkan untuk aset
tetap, properti investasi pada biaya perolehan, aset takberwujud dan goodwill, investasi pada perusahaan anak, perusahaan
asosiasi dan ventura bersama pada biaya perolehan.
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika
terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian secara tahunan penurunan nilai aset diperlukan, maka perusahaan
membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
p. Provisi
Provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif), sebagai akibat peristiwa
masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung
manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat. Ketika Grup mengharapkan
sebagian atau seluruh provisi diganti, maka penggantian tersebut diakui sebagai aset yang terpisah tetapi hanya pada saat
timbul keyakinan pengantian pasti diterima. Beban yang terkait dengan provisi disajik an secara neto pada laba rugi setelah
dikurangi jumlah yang diakui sebagai penggantiannya.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika
kemungkinan besar tidak terjadi arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan
liabilitas tersebut, maka provisi dibatalkan.
q. Laba (Rugi) per Saham
Jumlah laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusik an kepada pemilik
entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode yang bersangkutan.
Laba (rugi) per saham dilusi dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk (setelah disesuaikan dengan bunga atas saham preferen yang dapat dikonversi) dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang beredar selama periode ditambah jumlah saham rata-rata tertimbang yang akan diterbitkan pada saat
pengkonversian semua instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilusian menjadi saham biasa.
r. Liabilitas Imbalan Kerja
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Grup menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya
sesuai dengan Peraturan Pemerintah (“PP”) No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 T ahun 2020 (Undang-
Undang Cipta Kerja) yang diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Republik
Indonesia No. 6 tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 T ahun 2022 tentang Cipta
Kerja menjadi Undang-Undang. Program imbalan pasti ini tidak didanai.
Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Perusahaan ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara
periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil yang
diharapkan atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
Seluruh pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial dan hasil ata s aset program (tidak termasuk
bunga bersih) diakui langsung melalui penghasilan komprehensif lainnya dengan tujuan agar aset atau liabilitas pensiun
neto diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program.
Pengukuran kembali tidak mereklasifikasi laba atau rugi pada periode berikutnya.
Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amendemen/ kurtailmen terjadi atau ketika biaya
restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui.
15
Page 19
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya jasa
terdiri dari biaya jasa kini dan biaya jasa lalu, keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian tidak rutin, jika ada.
Beban atau pendapatan bunga neto, dan biaya jasa diakui dalam laba atau rugi.
s. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Grup mengakui pendapatan sesuai dengan ketentuan PSAK 72, Grup mengakui pendapatan pada saat dan sejauh pengalihan
barang atau jasa kepada pelanggan akan mencerminkan jumlah yang diharapkan akan diterima Grup dalam pertukaran
untuk barang atau jasa tersebut. Dalam menerapkan Standar ini, Grup mempertimbangkan syarat -syarat kontrak dan semua
fakta dan keadaan yang relevan. Pendapatan diakui menggunakan penilaian 5 langkah:
1. Identifikasi Kontrak dengan Pelanggan
Kontrak adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih yang menciptakan hak dan kewajiban yang dapat dipaksakan.
2. Identifikasi Kewajiban Pelaksanan dalam Kon trak
Kewajiban pelaksanaan adalah janji kepada pelanggan untuk mengalihkan barang atau jasa (atau sekumpulan barang
atau jasa) yang bersifat dapat dibedakan; atau serangkaian barang atau jasa bersifat dapat dibedakan yang secara
substansial sama dan memiliki pola pengalihan yang sama kepada pelanggan. Bersifat dapat dibedakan artinya dapat
dipisahkan, atau dapat diidentifikasi secara terpisah.
3. Penetapan Harga Transaksi
Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diperkirakan menjadi hak Grup dalam pertukaran untuk mengalihkan
barang atau jasa kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga (misalnya, pajak
pertambahan nilai). Jika imbalan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel Grup mengestimasi jum lah
imbalan yang diharapkan menjadi haknya dalam pertukaran untuk mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan
kepada pelanggan dikurangi estimasi jumlah variabel yang akan dibayar selama kontrak.
4. Alokasi Harga Transaksi untuk Kewajiban Pelaksanaan
Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap
barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati secara langsung, harga jual
berdiri sendiri relatif perlu diestimasi.
5. Pengakuan Pendapatan ketika Kewajiban Pelaksanaan Dipenuhi
Pendapatan dari penjualan diakui sebagai representasi penyerahan barang atau jasa dengan jumlah yang secara tepat
mewakili kewajiban yang dilakukan dan hak untuk menerima imbalan sebagai imbalan atas barang dan/atau jasa
tersebut. Pengakuan pendapatan tergantung pada apakah pengalihan diselesaikan sepanjang waktu atau pada waktu
tertentu. Pengalihan kendali diperhitungkan.
Untuk setiap kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, pendapatan diakui dengan mengukur kemajuan
penyelesaian kewajiban pelaksanaan tersebut berdasarkan pengukuran kemajuan yang tepat baik “Metode Keluaran” atau
“Metode Masukan”.
Biaya Mendapatkan Kontrak
Biaya inkremental untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan diakui sebagai aset jika Grup mengharapkan untuk
memulihkan biaya tersebut. Biaya inkremental tersebut adalah biaya yang timbul untuk mendapatkan kontrak dengan
pelanggan yang tidak akan terjadi jika kontrak tersebut tidak berhasil diperoleh.
Biaya Pemenuhan Kontrak
Suatu aset diakui untuk biaya yang timbul untuk memenuhi kontrak hanya jika biaya tersebut memenuhi semua kriteria
berikut:
a) biaya terkait langsung dengan kontrak atau kontrak yang diantisipasi yang secara spesifik dapat diidentifikasi oleh
Grup;
b) biaya menghasilkan atau meningkatkan sumber daya Grup yang akan digunakan untuk memenuhi (atau terus
memenuhi) kewajiban pelaksanaan di masa depan; dan
c) biaya diharapkan dapat dipulihkan
Aset yang dihasilkan akan diamortisasi secara sistematis selama periode kontrak. Ketika biaya yang timbul dalam
memenuhi kontrak dengan pelanggan berada dalam lingkup Pernyataan lain, biaya tersebut diperhitungkan sesuai dengan
Pernyataan lainnya.
Beban diakui pada saat terjadinya dengan dasar akrual.
16
Page 20
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
t. Informasi Segmen
Segmen adalah komponen yang dapat dibedakan dari Grup yang terlibat baik dalam menyediakan produk -produk tertentu
(segmen usaha), atau dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekono mi tertentu (segmen geografis), yang memiliki
risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan secara langsung kepada suatu
segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut. Segmen ditentukan
sebelum saldo dan transaksi antar perusahaan dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
u. Pajak Penghasilan
Beban pajak penghasilan terdiri dari jumlah beban pajak kini dan pajak tangguhan.
Pajak diakui sebagai pendapatan atau beban dan termasuk dalam laba rugi untuk periode berjalan, kecuali pajak yang timbul
dari transaksi atau kejadian yang diakui di luar laba rugi. Pajak terkait dengan pos yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain, diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan pajak terkait dengan pos yang diakui langsung di
ekuitas, diakui langsung di ekuitas.
Efektif tanggal 1 Januari 2023, Grup menerapkan Amendemen PSAK 46 “Pajak Pe nghasilan” tentang Pajak T angguhan
terkait Aset dan Liabilitas yang T imbul dari T ransaksi T unggal, yang mengusulkan agar entitas mengakui aset dan liabilitas
pajak tangguhan pada saat pengakuan awalnya misalnya dari transaksi sewa, untuk menghilangkan perbedaan praktik di
lapangan atas transaksi tersebut dan transaksi serupa.
Pajak Kini
Pajak terutang kini didasarkan pada laba kena pajak tahun berjalan. Laba kena pajak berbeda dari laba yang dilaporkan
dalam masing-masing laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain perusahaan dalam Grup karena tidak termasuk
pos-pos dari pendapatan atau beban yang dapat dikenakan pajak atau dikurangkan di tahun -tahun lainnya dan selanjutnya
tidak termasuk pos-pos yang tidak dapat dikenakan pajak atau dikurangkan dari pajak. Liabilitas pajak kini masing-masing
perusahaan di dalam Grup dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial berlaku pada
tanggal periode pelaporan.
Manajemen secara berkala mengevaluasi jumlah yang dilaporkan di dalam Surat Pemberitahuan T ahunan (“SPT ”) terkait
dengan keadaan dimana peraturan pajak yang berlaku memerlukan interpretasi dan, jika diperlukan, manajemen akan
menghitung provisi atas jumlah yang mungkin timbul.
Pajak T angguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak dari
aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal belum dikompensasi, bila kemungkinan besar laba
kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan, dan rugi fiskal belum dikompensasi, dapat
dimanfaatkan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak
diakui jika perbedaan temporer timbul dari (a) pengakuan awal goodwill; atau (b) pada saat pengakuan awal aset atau
liabilitas dari transaksi yang (i) bukan transaksi kombinasi bisnis, dan (ii) pada waktu transaksi tidak memengaruhi laba
akuntansi dan laba kena pajak/rugi pajak.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan jumlah tercatat aset pajak tangguhan
tersebut diturunkan apabila laba kena pajak mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat
aset pajak tangguhan. Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui.Grup
mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak pada masa
yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku pada tahun saat aset
dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling hapus jika, dan hanya jika, (a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus antara aset dan liabilitas pajak kini dan (b) aset serta liabilitas pajak tangguhan
tersebut terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.
17
Page 21
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan
asumsi yang memengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas
kontijensi, pada akhir periode pelaporan.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko
signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode berikutnya diungkapkan di
bawah ini.
Grup mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi
mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Grup. Perubahan
tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebija kan akuntansi Grup yang
memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
Menentukan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana Grup beroperasi. Ma najemen
mempertimbangkan mata uang yang paling memengaruhi pendapatan dan harga pokok penjualan dan indikator lainnya dalam
menentukan mata uang yang paling sesuai mewakili dampak ekonomi yang mendasari transaksi, peristiwa dan kondisi.
Menentukan Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK 71 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui
sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup seperti diungkapkan pada Catatan 3g atas laporan keuangan konsolidasian.
Menentukan Penilaian Model Bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil pengujian semata pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) atas
jumlah pokok terutang dan model bisnis. Grup menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok
aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini m encakup penilaian yang mencerminkan
semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja
aset dan bagaimana pengelolaannya. Grup memantau aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai
wajar melalui pendapatan komprehensif lain yang dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan
pelepasannya dan apakah alasan tersebut konsisten dengan tujuan bisnis dimana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian
dari penilaian berkelanjutan Grup tentang apakah model bisnis yang memiliki aset keuangan yang tersisa masih sesuai dan jika
tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan model bisnis dan oleh karena itu terdapat perubahan prospektif terhadap klasifi kasi
aset keuangan tersebut.
Menentukan Peningkatan Risiko Kredit yang Signifikan
ECL diukur sebagai penyisihan yang setara dengan ECL 12 -bulan (“12mECL”) untuk aset tahap 1, atau ECL sepanjang umur
untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset bergerak ke tahap 2 ketika risiko kreditnya telah meningkat secara signifikan sejak
pengakuan awal. Dalam menilai apakah risiko kredit suatu aset telah meningkat secara signifikan, Grup mempertimbangkan
informasi berwawasan ke depan yang wajar dan dapat didukun g secara kualitatif dan kuantitatif.
Menentukan dan Menghitung Penyisihan Kerugian
Ketika mengukur ECL, Grup menggunakan informasi berwawasan ke depan yang wajar dan dapat didukung, yang didasarkan
pada asumsi untuk pergerakan masa depan dari berbagai pendorong ekonomi dan bagaimana pendorong ini akan saling
memengaruhi.
Loss given default adalah estimasi kerugian yang timbul karena gagal bayar (default). Hal ini didasarkan pada perbedaan antara
arus kas kontraktual yang jatuh tempo dan yang diharapkan akan diterima pemberi pinjaman, dengan mempertimbangkan arus
kas dari agunan dan peningkatan kredit integral.
Probabilitas default merupakan input utama dalam mengukur ECL. Probabilitas gagal bayar (default) adalah estimasi
kemungkinan gagal bayar (default) selama jangka waktu tertentu, yang penghitungannya mencakup data historis, asumsi, dan
ekspektasi kondisi masa depan.
Menentukan Nilai Wajar dan Menghitung Amortisasi Biaya Perolehan dari Instrumen Keuangan
Grup mencatat aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar dan pada biaya perolehan yang diamortisasi, yang
mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar dan asumsi yang
18
Page 22
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
digunakan dalam perhitungan amortisasi biaya perolehan ditentukan menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi, jumlah
nilai wajar atau amortisasi dapat berbeda bila Grup menggunakan metodologi penilaian atau asumsi yang berbeda. Perubahan
tersebut dapat memengaruhi secara langsung laba atau rugi Grup.
Mengevaluasi Perjanjian Sewa
Grup sebagai penyewa - Menilai pengaturan sewa dan jangka waktu sewa
Penentuan apakah suatu perjanjian mengandung unsur sewa membutuhkan pertimbangan yang cermat untuk menilai apakah
perjanjian tersebut memberikan hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset
identifikasian dan hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian, bahkan jika hak tersebut tidak dijabarkan secara
eksplisit di perjanjian. Dalam menentukan jangka waktu sewa, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang
menimbulkan insentif ekonomi untuk menggunakan opsi perpanjangan, atau tidak menggunakan opsi penghentian. Opsi
perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian kontrak kerja) hanya termasuk dalam jangka waktu sewa jika cukup pasti
akan diperpanjang (atau tidak dihentikan).
Grup sebagai penyewa - Memperkirakan Suku Bunga Pinjaman Inkremental untuk Liabilitas Sewa
Karena Grup tidak dapat langsung menentukan suku bunga implisit, manajemen menggunakan suku bunga pinjaman inkremental
Grup sebagai tingkat diskonto. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan suku bunga pinjaman
inkremental, yang banyak di antaranya memerlukan pertimbangan untuk dapat secar a andal mengukur penyesuaian yang
diperlukan untuk mencapai tingkat diskonto akhir. Dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, Grup
mempertimbangkan faktor-faktor utama berikut: risiko kredit korporat Grup, jangka waktu sewa, jangka waktu pembayaran
sewa, lingkungan ekonomi, waktu dimana sewa dimulai, dan mata uang dimana pembayaran sewa ditentukan.
Penurunan Nilai Persediaan
Grup telah membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan perputarannya lambat berdasarkan perkiraan persediaan yan g
akan dijual di masa yang akan datang dengan mempertimbangkan nilai realisasi neto dari persediaan tersebut.
Perhitungan penyisihan ini mempertimbangkan beberapa variabel, terutama waktu dimana persediaan tersebut diharapkan akan
terjual dan tingkat harga dimana persediaan dapat dijual. Ketidakpastian yang terkait dengan faktor-faktor ini mengakibatkan
jumlah realisasi akan berbeda dari jumlah tercatat persediaan yang dilaporkan. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan dalam
Catatan 8 atas laporan keuangan konsolidasian.
Masa Manfaat Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya.
Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap 4 sampai dengan 30 tahun, suatu kisaran yang umumnya
diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi dapat memengaruhi
masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk
diubah/direvisi. Jumlah tercatat aset tetap Grup pada tanggal posisi keuangan diungkapkan di dalam Catatan 11 laporan
keuangan konsolidasian.
Liabilitas Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh
aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut.
Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan
tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
Hasil aktual yang berbeda dengan jumlah yang diestimasi diperlakukan sesuai dengan kebijakan sebagaimana diatur dalam
Catatan 3 atas laporan keuangan konsolidasian. Sementara manajemen Grup berpendapat bahwa asumsi y ang digunakan adalah
wajar dan sesuai, perbedaan signifikan dari hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan secara materi al
dapat memengaruhi perkiraan jumlah liabilitas atas imbalan kerja dan beban imbalan kerja karyawan. Jumlah t ercatat liabilitas
imbalan pascakerja Grup diungkapkan pada Catatan 21 atas laporan keuangan konsolidasian.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. T erdapat transaksi dan
perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas
atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Ketika hasil pajak
yang dikeluarkan berbeda dengan jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak penghasilan dan
penyisihan pajak tangguhan pada periode dimana penentuan tersebut dilakukan. Jumlah tercatat utang pajak penghasilan Grup
diungkapkan di dalam Catat an 19b atas laporan keuangan konsolidasian.
19
Page 23
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. KAS DAN BANK
30 September 2024 31 Desember 2023
Kas
Dolar Amerika Serikat 76 77
Rupiah 20 26
Sub-total 96 103
Bank
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 5.911 65.393
PT Bank Central Asia Tbk 3.019 7.630
PT Bank Artha Graha International Tbk 2.388 9.246
PT Bank UOB Indonesia - 4
PT Bank Permata Tbk - 2
Sub-total 11.318 82.275
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 562 502
PT Bank Central Asia Tbk 223 122
PT Bank Artha Graha International Tbk 126 240
Sub-total 911 864
Euro
PT Bank Central Asia Tbk 304 309
Total 12.629 83.551
Seluruh saldo Bank Grup pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 ditempatkan direkening Bank pihak ketiga.
6. PIUTANG USAHA – NETO – PIHAK KETIGA
30 September 2024 31 Desember 2023
PT Robby Rajasa Jaya 11.101 14.701
CV Gemilang Textile 9.649 2.942
PT Bina Karya Trimakmur 8.911 6.713
PT Whtex Hendra Lestari 7.661 321
PT Hendratex Indah Lestari 5.021 2.033
PT Intan Dua 4.379 7.325
PT Multi Garmenjaya 4.042 1.879
PT Visionland Indonesia 3.519 3.584
PT Ria Indah Mandiri Abadi 3.372 3.445
CV Mustikatex 3.118 -
PT Apparel Indo Raya 2.085 4.382
Lain-lain(masing-masing dibawah Rp3.000) 46.889 42.714
Sub-total 109.747 90.039
Penyisihan penurunan nilai (14.392) (14.656)
Total 95.355 75.383
Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Belum jatuh tempo 60.864 52.296
Jatuh tempo
1 - 30 hari 22.902 6.472
31 - 60 hari 1.364 1.777
61 - 90 hari 11 266
91 - 120 hari 191 4
> 120 hari 10.023 14.568
Telah jatuh tempo dan penurunan nilai 14.392 14.656
Sub-total 109.747 90.039
Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai (14.392) (14.656)
Neto 95.355 75.383
20
Page 24
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rincian saldo piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah 108.651 85.549
Dolar Amerika Serikat 1.096 4.490
Sub-total 109.747 90.039
Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai (14.392) (14.656)
Neto 95.355 75.383
Mutasi penyisihan atas penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal tahun 14.656 9.910
Penyisihan penurunan nilai tahun berjalan (Catatan 31) - 4.746
Selisih kurs (264) -
Saldo akhir 14.392 14.656
Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang pada tanggal 30 September 2024 dan
31 Desember 2023, manajemen berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai memadai untuk menutup kemungkinan kerugian
dari tidak tertagihnya piutang usaha tersebut.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang kepada pihak ketiga.
7. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
PT Sarana Bhakti Angkasa 319 319
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp100) 190 276
Neto 509 595
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset keuangan lancar lainnya.
8. PERSEDIAAN - NETO
30 September 2024 31 Desember 2023
Barang jadi (Catatan 29) 299.084 341.962
Barang dalam proses (Catatan 29) 84.840 109.153
Bahan baku dan bahan pembantu 46.978 93.809
Suku cadang 19.995 19.803
Lain-lain 13.924 2.151
Sub-total 464.821 566.878
Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai (31.595) (32.175)
Neto 433.226 534.703
21
Page 25
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Mutasi penyisihan atas penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
30 Se pte mbe r 2024 31 Dese mbe r 2023
Saldo awal tahun 32.175 25.572
Penyisihan penurunan nilai tahun berjalan (Catatan 32) - 6.603
Selisih kurs (580) -
Saldo akhir 31.595 32.175
Grup membuat penyisihan penurunan nilai persediaan berdasarkan estimasi persediaan yang digunakan pada masa mendatang.
Manajemen Grup berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai persediaan cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
persediaan.
Persediaan telah diasuransikan kepada PT Lippo General Insurance T bk, terhadap segala risiko kebakaran, kehilangan dan
kerusakan dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar USD50.000.000 (nilai penuh) atau setara dengan Rp 756.900 dan
Rp770.800 masing-masing pada 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang
dipertanggungkan. Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari persediaan telah mencerminkan nilai realisasi bersih dari
persediaan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
9. UANG MUKA PEMBELIAN
30 Se pte mbe r 2024 31 De se mbe r 2023
Pihak Ke tiga
Banyuthama Sukses Abadi. Pt 1.480 -
Olam Global Agri Pte. Ltd. 1.134 -
Morrison T extile Machinery Co. 981 -
Karl Mayer T extilemaschinen Ag 467 -
Adm International Sarl - 15.325
T oyo Cotton Co. - 9.058
Mei Sheng T extiles Vietna, Co. Ltd. - 2.360
Mpi Polyester Industries Sdn. Bhd. - 775
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp500) 4.582 3.289
Total 8.644 30.807
Uang muka pembelian merupakan uang muka pembelian bahan baku, mesin produksi dan lain -lain kepada pihak ketiga.
10. INVESTASI SAHAM
Tempat Persentase Kepemilikan (% ) /
Usaha / Percentage of Ownership (%) Nilai / Amount
Domicile 30 September 2024 31 Desember 2023 30 September 2024 31 Desember 2023
P T Indotex Bangun Bersama (“ IBB”) Jakarta 10.00 10.00 1.000 1.000
Investasi saham pada IBB diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Karena tidak terdapat basis yang dapat diandalkan dalam menentukan nilai wajar, maka inve stasi ini dinyatakan pada biaya
perolehan.
Perubahan investasi saham dengan metode biaya adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Biaya akuisisi 180 180
Penyesuaian translasi 820 820
Total 1.000 1.000
22
Page 26
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP
Saldo Awal Penyesuaian Saldo Akhir
Penambahan Pengurangan Reklasifikasi
01 Januari 2024 Translasi 30 September 2024
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung:
Tanah 2.182.294 (39.354) - - - 2.142.940
Bangunan dan prasarana 657.549 (11.857) - - - 645.692
Mesin dan peralatan 2.413.135 (42.407) 1.536 - (15.101) 2.357.163
Peralatan kantor 66.899 (886) 12 - (4.099) 61.926
Kendaraan 12.036 (224) 171 - (1) 11.982
Sub-total 5.331.913 (94.728) 1.719 - (19.201) 5.219.703
Aset hak guna
Mesin dan peralatan 384.672 - - (403.873) 19.201 -
Total Biaya Perolehan 5.716.585 (94.728) 1.719 (403.873) - 5.219.703
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung:
Bangunan dan prasarana 486.490 (9.258) 10.538 - - 487.770
Mesin dan peralatan 2.021.068 (37.487) 18.246 - 2.774 2.004.601
Peralatan kantor 66.158 (903) 121 - (3.786) 61.590
Kendaraan 11.236 (209) 137 - - 11.164
Sub-total 2.584.952 (47.857) 29.042 - (1.012) 2.565.125
Aset hak guna
Mesin dan peralatan 156.265 13.605 (170.882) 1.012 -
Total 2.741.217 (47.857) 42.647 (170.882) - 2.565.125
Penurunan nilai 98.387 (1.777) 96.610
Total Akumulasi Penyusutan dan
Kerugian Penurunan Nilai 2.839.604 (49.634) 42.647 (170.882) - 2.661.735
Nilai Tercatat Neto 2.876.981 2.557.968
Saldo Awal Penyesuaian Saldo Akhir
Penambahan Pengurangan Reklasifikasi
01 Januari 2023 Translasi 31 Desember 2023
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung:
Tanah 2.226.886 (46.573) 1.981 - - 2.182.294
Bangunan dan prasarana 642.926 (12.423) 1.530 - 25.516 657.549
Mesin dan peralatan 2.492.429 (48.506) 126 (35.421) 4.507 2.413.135
Peralatan kantor 68.137 (2.125) 887 - - 66.899
Kendaraan 12.031 646 - (641) - 12.036
Aset dalam penyelesaian:
Bangunan 26.037 (521) - - (25.516) -
Mesin dan peralatan 3.536 (71) - - (3.465) -
Lain-lain 1.063 (21) - - (1.042) -
Sub-total 5.473.045 (109.594) 4.524 (36.062) - 5.331.913
Aset hak guna
Mesin dan peralatan 392.532 (7.860) - - - 384.672
Total Biaya Perolehan 5.865.577 (117.454) 4.524 (36.062) - 5.716.585
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung:
Bangunan dan prasarana 468.408 (9.380) 27.462 - - 486.490
Mesin dan peralatan 2.081.918 (41.689) 5.221 (7.506) (16.876) 2.021.068
Peralatan kantor 66.289 (1.327) 1.196 - 66.158
Kendaraan 11.384 (228) 351 (271) - 11.236
Sub-total 2.627.999 (52.624) 34.230 (7.777) (16.876) 2.584.952
Aset hak guna
Mesin dan peralatan 93.171 (1.866) 48.084 - 16.876 156.265
Total 2.721.170 (54.490) 82.314 (7.777) - 2.741.217
Penurunan nilai 100.397 (2.010) - - - 98.387
Total Akumulasi Penyusutan dan
Kerugian Penurunan Nilai 2.821.567 (56.500) 82.314 (7.777) - 2.839.604
Nilai Tercatat Neto 3.044.010 2.876.981
Keuntungan penjualan mesin adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Harga jual - 28.502
Nilai tercatat neto - (28.285)
Keuntungan penjualan aset (Catatan 32) - 217
23
Page 27
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Beban penyusutan pada tahun 30 September 2024 dan 30 September 2023 dialokasikan pada akun-akun sebagai berikut:
30 September 2024 30 September 2023
Beban pokok penjualan (Catatan 29) 42.405 61.916
Beban penjualan (Catatan 30) 35 64
Beban umum dan administrasi (Catatan 31) 207 223
Total 42.647 62.203
AIC memiliki beberapa bidang tanah seluas ±1.030.912 m 2 yang terletak di Bawen, Semarang dengan hak kepemilikan atas tanah
berupa Hak Guna Bangunan (“HGB”) yang akan jatuh tempo antara tahun 2022 dan 2050. AIC juga memiliki beberapa bidang tanah
seluas ±33.742 m 2 dengan status Hak Milik atas nama pihak ketiga, yang mana seluruhnya masih dalam proses balik nama ke AIC.
Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan
didukung dengan bukti pemilikan yang memadai, serta seluruh tanah tersebut digunakan untuk aktivitas operasional AIC.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, tanah, bangunan, mesin dan peralatan digunakan sebagai jaminan
sehubungan dengan fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Artha Graha International T bk dan PT Bank Mandiri (Persero) T bk
(Catatan 16 dan 17).
Seluruh aset tetap kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap segala risiko kebakaran, kehilangan dan kerusakan kepada PT Li ppo
General Insurance T bk dengan jumlah pertanggungan sebesar USD250.200.000 (nilai penuh) atau setara dengan Rp 3.787.528 dan
Rp3.857.803 masing-masing pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang
dipertanggungkan.
Pada laporan keuangan tanggal 31 Desember 2020, tanah AIC dicatat berdasarkan nilai revaluasi dengan tanggal pisah batas
31 Desember 2020 telah direviu oleh manajemen dan didukung dengan penilai independen yang terdaftar di OJK, KJPP Nirboyo
Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan dalam laporannya tertanggal 25 Mei 2021. Metode penilaian yang digunakan adalah dengan
pendekatan pasar dan kerugian atas revaluasi sebesar Rp170.473 telah dikreditkan pada penghasilan komprehensif lainnya dan
disajikan sebagai “Surplus Revaluasi” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Berdasarkan Akta Notaris No. 82 tanggal 26 Juni 2024, oleh Joko Hanggono, S.H., M.M., M.Kn., M. Hum., Notaris di Kabupaten
T angerang, mengenai berita acara rapat umum pemegang saham luar biasa, para pemegang saham menyetujui atas pengakhiran
transaksi sewa mesin antara PT Indah Jaya T extile Industry dengan Grup. Pada tanggal 30 Juni 2024, Grup telah menghapuskan aset
hak guna sebesar dan liabilitas sehubungan pengakhiran perjanjian liabilitas sewa. Selisih yang timbul dari penghapusan ini telah
dicatat sebagai penghasilan lain-lain di Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian pada periode tersebut
(Catatan 18 dan 32).
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Grup memiliki aset tetap dengan total biaya masing-masing Rp2.628.916
dan Rp2.324.651, yang telah sepenuhnya disusutkan tetapi masih digunakan.
12. UTANG USAHA
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 35) 1.578 1.607
Pihak ketiga
PT Laju Samudra Perkasa 29.186 34.390
PT Robby Rajasa Jaya 11.094 10.656
PT Polysindo Eka Perkasa 5.867 7.323
Olam Global Agri Pte. Ltd. - 87.568
Cargill Cotton Ltd. - 13.614
Lain - lain (masing-masing dibawah Rp5.000) 26.131 49.337
Sub-total 72.278 202.888
Total 73.856 204.495
24
Page 28
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rincian utang usaha berdasarkan mata uang:
30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah 61.132 80.639
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 12.619 122.901
Euro 79 652
Franc Swiss 2 279
Yen Jepang 14 13
Dolar Singapura 10 11
Total 73.856 204.495
Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian bahan baku utama dan pembantu, baik dari pemasok dalam maupun luar negeri
berkisar 14 sampai 180 hari.
13. LIABILITAS KEUANGAN JANGKA PENDEK LAINNYA
30 Se pte mbe r 2024 31 Dese mbe r 2023
Pihak ketiga
BPJS Ketenagakerjaan 807 800
Lain-lain 337 520
Total 1.144 1.320
14. BEBAN AKRUAL
30 Se pte mbe r 2024 31 De se mbe r 2023
Bunga 88.788 84.554
Gaji, upah dan tunjangan 18.496 32.403
Listrik 5.545 4.500
Pengangkutan 1.288 3.954
Jasa profesional 39 243
Lain-lain 536 17.099
Total 114.692 142.753
Rincian beban akrual berdasarkan mata uang:
30 Se pte mbe r 2024 31 Dese mbe r 2023
Rupiah 56.370 70.162
Dolar Amerika Serikat 58.322 72.591
Total 114.692 142.753
15. UANG MUKA PENJUALAN
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 35)
PT Indah Jaya Textile Industry 818.040 836.300
PT Spinmill Indah Industry 754.121 692.224
Sub-total 1.572.161 1.528.524
Pihak ketiga
PT Taruna Kusuma 5.886 -
PT Industri Sandang Nusantara 665 665
Skyfil Tradesource, Llc 568 108
Lain-lain ( masing masing dibawah Rp 450 ) 3.743 3.953
Sub-total 10.862 4.726
Total 1.583.023 1.533.250
25
Page 29
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. UTANG BANK JANGKA PENDEK
Rincian utang bank berdasarkan kredituradalah sebagai berikut:
30 Se pte mbe r 2024 31 Dese mbe r 2023
PT Bank Mandiri (Persero) T bk Fasilitas Non-Cash
Dolar Amerika Serikat 240.303 158.967
Rupiah 13.991 -
Total 254.294 158.967
PT Apac Inti Corpora (“AIC” entitas anak )
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank Mandiri”)
AIC memperoleh fasilitas NonCash Loan untuk penerbitan L/CImpor/SKBDN sebesar USD20.000.000 (nilai penuh) dari penurunan
pokok fasilitas Tranche 2 yang merupakan initial payment tahap II. Fasilitas ini berjangka waktu
180 hari terhitung sejak tanggal B/L atau tanggal pengiriman barang. Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar 6,5% per tahun.
Berdasarkan Surat No.CMB.EBO/T FW.SPPK/059/2024 tanggal 27 Juni 2024 perihal Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit atas
nama AIC, Bank Mandiri menyetujui permohonan AIC atas perpanjangan fasilitas Trust Receipt, LC Impor/SKBDN, dan Bill
Purchasing Line yaitu jangka waktu 1 Juli 2024 sampai dengan 30 Juni 2025.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan ini, akta notaris untuk perubahan tersebut masih dalam proses.
Saldo pinjaman bank pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp 254.294 dan Rp158.967.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah bunga yang dibayarkan oleh AIC adalah masing-masing sebesar
Rp8.635 dan Rp12.372.
17. UTANG BANK
30 September 2024 31 Desember 2023
Utang bank
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
LTL Tranche 1 288.000 302.154
LTL Tranche 2 948.728 978.751
PT Bank Artha Graha International Tbk
Pinjaman Tetap - 1 (FL 1) 105.539 117.482
Pinjaman Tetap - 2 (FL 2) 51.122 56.459
Sub-total 1.393.389 1.454.846
Bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
LTL Tranche 1 24.978 32.374
LTL Tranche 2 13.605 11.045
PT Bank Artha Graha International Tbk
Pinjaman Tetap - 1 (FL 1) 36.013 14.395
Pinjaman Tetap - 2 (FL 2) 19.414 6.827
Bagian jangka pendek 94.010 64.641
Bagian jangka panjang 1.299.379 1.390.205
26
Page 30
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT Apac Inti Corpora (“AIC”, Entitas Anak)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri)
Berdasarkan Akta Notaris No. 37 tentang Adendum VI (Keenam) Perubahan Akta Penegasan Atas Pembaharuan Perjanjian
Restrukturisasi Kredit No. KP -CRO/006/PK-KI/2008 dan Akta Notaris No. 36 tentang Adendum VI (Keenam) Perubahan dan
Pembaharuan Perjanjian Kredit Modal Kerja No. CRO.KP/262/KMK/11 yang keduanya bertanggal 22 Februari 2024 oleh
Muhammad Hanafi , S.H. notaris di Jakarta, menyatakan bahwa perubahan angsuran pokok dan tingkat suku bunga menjadi sebagai
berikut:
a. Tranche 1, Kredit Investasi Aflopend sebesar USD 19.600.000 (nilai penuh) dengan tingkat bunga:
3,56% untuk periode tanggal 23 April 2021 sampai dengan 23 Maret 2023.
4% untuk periode 24 Maret 2023 sampai dengan 23 Desember 2024.
4,5% untuk periode 23 Januari 2025 sampai dengan 23 Desember 2028.
Dan angsuran pokok fasilitas pinjaman ini menjadi (dalam nilai penuh):
Tahun Angsuran (dalam USD) Angsuran (Dalam Jutaan Rupiah)
2024 725.000 10.975
2025 2.000.000 30.276
2026 3.000.000 45.414
2027 6.000.000 90.828
2028 7.875.000 119.212
Jumlah 19.600.000 296.705
b. Tranche 2, Kredit Modal Kerja Aflopend sebesar USD63.489.324,45 (nilai penuh) dengan tingkat bunga:
2% untuk periode tanggal 23 April 2021 sampai dengan 23 Desember 2026.
4,5% untuk periode 23 Januari 2027 sampai dengan 23 Desember 2033.
Dan angsuran pokok fasilitas pinjaman ini menjadi (dalam nilai penuh):
Tahun Angsuran (dalam USD) Angsuran (Dalam Jutaan Rupiah)
2024 716.453.84 10.846
2025 959.536.39 14.525
2026 1.919.072.77 29.051
2027 3.351.980.44 50.742
2028 3.351.980.44 50.742
2029 10.055.941.33 152.227
2030 11.488.849.00 173.918
2031 13.401.524.87 202.872
2032 13.849.308.52 209.651
2033 4.394.676.65 66.527
Jumlah 63.489.324.25 961.101
Seluruh fasilitas kredit Bank Mandiri dijamin dengan tanah seluas 781.437 m 2 beserta bangunan dan mesin di atasnya (Catatan 11).
Pada tanggal 26 Juni 2019, AIC mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa sehubungan dengan pengesahan dan
ratifikasi tindakan Dewan Direksi AIC atas pemberian jaminan gadai saham AIC sebanyak 8.326.294.136 saham.
Selain itu atas fasilitas pinjaman tersebut, AIC diharuskan antara lain:
a) Memenuhi financial covenant sebagai berikut:
EBIT DA positif.
Current ratio minimum 100%.
Leverage maksimum 350%.
DSCR minimum 125%.
b) Seluruh agunan diasuransikan dengan klausul RSMD (Riot, Strike, Malicious, Damage) dengan syarat banker’s clause Bank
Mandiri.
c) Menggunakan fasilitas kredit sesuai dengan tujuan penggunaan kredit.
d) Melaporkan pengembangan dan/atau ekspansi usaha core business.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, AIC tidak memenuhi syarat dan kondisi pinjaman yang ditetapkan bank,
terutama tidak terpenuhinya ketentuan untuk rasio tertentu.
Saldo pinjaman bank pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar USD 83.089.324 (nilai penuh)
atau setara dengan Rp 1.257.806 dan Rp1.280.905.
Pembayaran yang dilakukan untuk t ahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing
sebesar Rp 22.098 dan Rp13.421.
27
Page 31
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT Bank Artha Graha International Tbk (BAG)
Pada tanggal 4 Oktober 2019, BAG dan AIC menandatangani beberapa perjanjian dengan mengacu pada Surat BAG
No. SK/0012/DKK2/IX/2019 tanggal 20 September 2019 perihal Penawaran Perpanjangan Plafond Fasilitas Kredit. Dalam hal ini,
BAG menyetujui permohonan AIC atas perpanjangan dan perubahan fasilitas kredit dengan ketentuan dan syarat a ntara lain
sebagai berikut:
1. Perubahan fasilitas Revolving Loan 2 Menurun Sublimit Sight/Usance/Upas Letter of Credit dan Surat Kredit Berdokumen
Dalam Negeri (RL 2 Menurun Sublimit Sight/Usance/Upas LC dan SKBDN) menjadi fasilitas Fixed Loan 1 sebesar
USD9.199.250 (nilai penuh), dengan jangka waktu sampai dengan 7 (tujuh) tahun termasuk Grace Period sampai dengan
Juni 2021 yang tertuang dalam Akta Perubahan Perjanjian Kredit (FL 1) No. 1, tanggal4 Oktober 2019, dibuat di hadapan
Aubertus Nugroho Satria, S.H., sebagai pengganti Nyonya Herlina T obing Manullang, S.H., Notaris/PPAT di Jakarta
berkedudukan di Jakarta Selatan (Catatan 16);
2. Perubahan fasilitas Revolving Loan 3 Sublimit Sight/Usance/Upas Letter of CreditdanSuratKreditBerdokumen Dalam Negeri
menjadi fasilitas Fixed Loan 2 sebesar Rp68.000 dengan jangka waktu sampai dengan 7 (tujuh) tahun termasuk Grace Period
sampai dengan Juni 2021 yang tertuang dalam Akta Perubahan Perjanjian Kredit (FL 2) No. 2, tanggal 4 Oktober 2019, dibuat
di hadapan Aubertus Nugroho Satria, S.H., sebagai pengganti Nyonya Herlina T obing Manullang, S.H., Notaris/PPAT di
Jakarta berkedudukan di Jakarta Selatan (Catatan 16).
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, AIC telah memenuhi syarat dan kondisi pinjaman yang ditetapkan bank.
Saldo utang bank pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp 156.660 dan Rp173.941.
Pembayaran yang dilakukan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-
masing sebesar Rp 15.637 dan Rp20.317.
18. LIABILITAS SEWA
Grup memiliki kontrak sewa untuk mesin yang digunakan dalam operasinya. Kewajiban Grup atas sewa yang dimilikinya dijamin
dengan hak lessor atas aset yang disewakan. Secara umum, Grup tidak dibatasi dari penugasan dan subleasing aset sewaan dan
tidak mengharuskan Grup untuk mempertahankan rasio keuangan tertentu.
Berdasarkan Akta Notaris No. 82 tanggal 26 Juni 2024, oleh Joko Hanggono, S.H., M.M., M.Kn., M. Hum., Notaris di Kabupaten
T angerang, mengenai berita acara rapat umum pemegang saham luar biasa, para pemegang saham menyetujui atas pengakhiran
transaksi sewa mesin antara PT Indah Jaya T extile Industry dengan Grup.
Pada tanggal 30 September 2024, Grup telah menghapuskan aset hak guna dan liabilitas sehubungan pengakhiran perjanjian
liabilitas sewa. Selisih yang timbul dari penghapusan ini telah dicatat sebagai penghasilan lain-lain di Laporan Laba Rugi Dan
Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian pada periode tersebut (Catatan 16 dan 32).
Jumlah tercatat liabilitas sewa dan pergerakannya selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 De sember 2023
Saldo awal tahun 370.331 382.946
Penambahan bunga - 34.272
Pembayaran - (47.578)
Pengakhiran transaksi (370.331) -
Selisih kurs - 691
Saldo akhir tahun - 370.331
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu - (72.000)
Bagian Jangka Panjang - 298.331
Berikut ini adalah jumlah yang diakui dalam laba rugi:
30 September 2024 30 September 2023
(9 bulan) (9 bulan)
Beban penyusutan aset hak-guna (Catatan 11) 13.605 19.006
Beban bunga - 27.638
Total 13.605 46.644
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Grup memiliki arus kas keluar total masing-masing sebesar nihil dan
Rp47.578.
28
Page 32
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
30 September 2024 31 Desember 2023
Perusahaan
Pajak Pertambahan Nilai 647 647
Entitas Anak
Pajak Penghasilan Pasal 22 178 -
Total 825 647
b. Utang Pajak
30 September 2024 31 Desember 2023
Perusahaan
Pajak penghasilan
Pasal 21 8 14
Pasal 23 - 1
Entitas Anak
Pajak penghasilan
Pasal 21 75 201
Pasal 22 2 31
Pasal 23 121 37
Pasal 4 (2) 6 -
Pajak Pertambahan Nilai 1.272 3.058
Total 1.484 3.342
c. Beban Pajak
Beban pajak Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pajak tangguhan
Perusahaan - -
Entitas anak - (60.935)
Total - (60.935)
d. Pajak Kini
Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsoli dasian
dan taksiran rugi fiskal untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
31-Dec-23
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan laporan menurut laba
(291.136)
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasi
Laba (rugi) sebelum pajak entitas anak 289.030
Laba (rugi) sebelum pajak Perusahaan (2.106)
Beda temporer -
Beda tetap -
Taksiran rugi fiskal tahun berjalan - Perusahaan (2.106)
Akumulasi rugi fiskal:
2021 (1.982)
2020 (3.731)
2019 (23.965)
Akumulasi rugi fiskal Perusahaan (31.784)
Akumulasi rugi fiskal Entitas Anak (427.506)
Akumulasi rugi fiskal Grup (459.290)
29
Page 33
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dan jumlah pajak teoritis atas rugi sebelum pajak adalah seba gai berikut:
31 Desember 2023
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan laporan menurut laba
(291.136)
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasi
Laba (rugi) sebelum pajak entitas anak 289.030
Laba (rugi) sebelum pajak Perusahaan (2.106)
Beda temporer -
Beda tetap -
Taksiran rugi fiskal tahun berjalan - Perusahaan (2.106)
Akumulasi rugi fiskal:
Pajak dihitung dengan tarif yang berlaku 463
Dampak penyesuaian pajak tangguhan -
Rugi fiskal yang tidak digunakan (463)
Beban pajak penghasilan – Perusahaan -
Beban pajak penghasilan - Entitas anak (60.935)
Beban Pajak Penghasilan - Neto (60.935)
Pada tanggal 31 Desember 2023, AIC, entitas anak, mengakui aset (liabilitas) pajak tangguhan atas rugi fiskal sebesar Rp18.119
dan Perusahaan tidak mengakui beban pajak kini pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 karena Perusahaan
masih mengalami rugi fiskal.
Besarnya pajak terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri ( self-assessment). Berdasarkan
peraturan perundang- undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak dalam jangka waktu lima
tahun sejak saat terutangnya pajak.
e. Aset Pajak Tangguhan
30 September 2024
Manfaat Dikredit
Pajak Penghasilan
Saldo Awal Penyesuaian Selisih kurs Saldo Akhir
Penghasilan Komprehensif
(Beban) Lain
AIC
Imbalan kerja 9.684 - - - (175) 9.509
Rugi fiskal 94.049 - - - (1.696) 92.353
Penurunan nilai piutang 3.225 - - - (58) 3.167
Penurunan nilai persediaan 7.079 - - - (128) 6.951
Penyusutan aset tetap 7.665 - - - (138) 7.527
Total 121.702 - - - (2.195) 119.507
31 Desember 2023
Manfaat Dikredit
Pajak Penghasilan
Saldo Awal Penyesuaian Selisih kurs Saldo Akhir
Penghasilan Komprehensif
(Beban) Lain
AIC
Imbalan kerja 11.567 405 (1.477) (562) (249) 9.684
Rugi fiskal 192.839 18.119 - (112.056) (4.853) 94.049
Penurunan nilai piutang 2.181 1.076 - - (32) 3.225
Penurunan nilai persediaan 5.626 2.986 - (1.437) (96) 7.079
Penyusutan aset tetap (23.665) 7.583 - 22.951 796 7.665
Total 188.548 30.169 (1.477) (91.104) (4.434) 121.702
Manajemen Grup berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan di atas dapat terpulihkan di masa yang akan datang.
30
Page 34
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
f. Surat Ke tetapan Pajak
Apac Inti Corpora (AIC)
Perusahaan menerima Surat T agihan Pajak (“ST P”) dan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) atas hasil pemeriksaan pajak untuk
tahun pajak 2018, 2019, 2020, 2021 dan 2022 dengan rincian sebagai berikut:
Pajak kurang bayar
Tahun pajak Objek pajak Nomor Tanggal
Rp ‘000
2023 PPh 21 00135/101/23/505/24 3-Apr-24 1,366
2023 PPh 21 00137/101/23/505/24 3-Apr-24 1,432
2023 PPh 21 00136/101/23/505/24 3-Apr-24 1,352
2023 PPh 21 00134/101/23/505/24 3-Apr-24 802
2023 PPh 21 00133/101/23/505/24 3-Apr-24 939
2023 PPh 23 00062/103/23/054/24 10-Sep-24 100
g. Perubahan Peraturan Pajak
Perubahan T arif Pajak
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan
(RUU HPP) menjadi UU Nomor 7 T ahun 2021 yang menetapkan, antara lain, kenaikan tari f Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
dari semula 10% menjadi 11% mulai tanggal 1 April 2022 dan 12% mulai tanggal 1 Januari 2025. Selain itu, membatalkan
penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula turun k e 20% menjadi
tetap sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022.
20. LIABILITAS KEUANGAN JANGKA PANJANG LAINNYA
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 35)
Nation Soul Limited 677 677
PT Apac Century Corporation 320 320
PT Inti Sukses Garmindo 216 216
PT Apac Pavindo Lestari 69 69
Sub-total 1.282 1.282
Pihak ketiga
PT Lippo Pacific Finance 14.342 14.342
Savore 40 40
Sub-total 14.382 14.382
Total 15.664 15.664
Seluruh liabilitas keuangan jangka panjang lainnya adalah dalam mata uang rupiah.
21. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Imbalan kerja jangka Panjang
AIC membukukan imbalan kerja jangka panjang untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 6 T ahun
2023. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan kerja tersebut adalah 1.103 dan 1.263 pada tanggal
30 September 2024 dan 31 Desember 2023 (tidak diaudit).
Saldo liabilitas program imbalan kerjasampai pada 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 mengacu pada hasil perhitungan
Aktuaria Independen KKA T ubagus Syafrial dan Amran Nangasan dalam laporannya tertanggal 10 Januari 2023dan
12 Januari 2022 sesuai dengan penerapan PSAK 24 (Revisi 2013) mengenai Imbalan Kerja, dengan menggunakan Projected Unit
CreditMethod.
Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuaris adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Tingkat diskonto per tahun 6,63% 6,63%
Kenaikan gaji rata-rata per tahun 5,00% 5,00%
Usia pensiun normal 55 tahun/years 55 tahun/years
Tingkat pengunduran diri 5% 5%
Tingkat kematian TMI IV-2019 TMI IV-2019
31
Page 35
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Liabilitas imbalan kerja di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 44.021 52.573
Beban imbalan kerja karyawan (Catatan 31) 2.433 7.002
Pembayaran tahun berjalan - (8.842)
Pengukuran kembali:
Dampak perubahan asumsi keuangan - (6.712)
Total 46.454 44.021
Liabilitas imbalan kerja di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Biaya jasa kini 2.433 3.243
Biaya bunga - 3.759
Total Beban Imbalan Kerja Karyawan 2.433 7.002
Program imbalan pasti memberikan eksposur Grup terhadap risiko tingkat bunga dan risiko gaji, sebagai berikut:
Risiko tingkat bunga
Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.
Risiko kenaikan gaji
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program. Dengan demikian, kenaikan
gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.
Analisis sensitivitas
Sensitivitas dari liabilitas imbalan pasca kerja lainnya terhadap perubahan asumsi aktuaria adalah sebagai berikut:
31 Desember 2023
Perubahan Asumsi Dampak pada Liabilitas
Tingkat diskonto
Naik 1% (41.109)
Turun -1% 47.233
Tingkat gaji
Naik 1% (47.853)
Turun -1% 40.479
Durasi rata-rata atas provisi imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2023 adalah 10,14 tahun.:
22. LIABILITAS DIESTIMASI
30 September 2024 31 Desember 2023
Bunga yang ditangguhkan 186.929 190.362
Utang bunga 3.896 3.263
Total 190.825 193.625
BerdasarkanSuratNo.SAM.SA1/SPPK/LWO3.105/ 2016 tanggal 28 Oktober 2016, pihak Bank Mandiri menyetujui menjadwalkan
kembali kewajiban tunggakan bunga yang ditangguhkan dengan ketentuan sebagaiberikut:
a. Perusahaan harus menambah modalnya sebesar USD4 juta (nilai penuh) dan diperpanjang sampai dengan23 Januari 2017;
b. Menyetujui keringanan T unggakan Bunga Dijadwal Kembali (“T BYD) yang belum efektif sampai dengan akhir 2013 dan
T BYD dapat diimplementasikan sebesar Rp43.205 (setara dengan USD3.783.572 (nilai penuh) di tahun 2020 dan
USD3.063.104 (nilai penuh) di tahun 2019) dan selanjutnya penghapusan T BYD dapat dilaksanakan sepanjang persyaratan
pemenuhan modal telah terpenuhi dan tidak terdapat tunggakan kewajiban atas angsuran terjadwal;
c. Keringanan penghapusan T BYD dapat dilakukan secara proporsional dengan penurunan baki debit kredit, keringanan
diefektifkan pada setiap akhir tahun berjalan.
32
Page 36
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Berdasarkan Surat No. SAM.SA1/SPPK/LWO3.15/2017 tanggal 12 Mei 2017 berlaku ketentuan sebagai berikut:
1. Atas tunggakan bunga /denda/T BYD/BYDT dan bunga serta denda berjalan sampai dengan efektif restrukturisasi atas
fasilitas KI, KMK Aflopend, KMK Post Fin 1dan KMK Post Fin 2 dan KJPOS serta T BYD fasilitas kredit Tranche 1
digabungkan menjadi T BYD fasiltas Kredit Tranche 2 (ex rekening KMK Aflopend);
2. T BYD fasilitas KJPOS Rupiah dikonversi menjadi T BYD valuta USD dandigabungkan kedalam T BYD fasilitas kredit
Tranche 2;
2. Atas T BYD diberikan keringanan/dihapuskan dan akan berlaku efektif setelah seluruh pokok fasilitas kredit Tranche 1 dan
Tranche 2 lunas.
Berdasarkan Surat No. SAM.SA1/LWO3.210/2017 tanggal 21 Juni 2017 besarnya T BYD fasilitas Tranche 2 adalah sebagai
berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 190.362 190.421
Selisih kurs (3.433) (59)
Total 186.929 190.362
23. UTANG SUBO RDINASI - PIHAK BERELASI
Pada tanggal 28 Desember 2018, AIC dan PT Indah Jaya T extile Industry (“ IJTI”) menandatangani Perjanjian Pinjaman Subordinasi
No. 22 oleh Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., notaris di Jakarta. Perjanjian tersebut dibuat sehubungan dengan Perjanjian
Restrukturisasi dengan Bank Mandiri, yang mensyaratkan AIC untuk melakukan modernisasi mesin yang dapat berasal dari modal
disetor dan/atau pinjaman subordinasi yang dapat berasal dari pemegang saham ataupun grup usaha. IJT I setuju untuk memberikan
pinjaman subordinasi kepada AIC sebesar USD6.450.000 (nilai penuh) dengan bunga sebesar 4,2% per tahun. Pinjaman tersebut
berlaku mulai tanggal 28 Desember 2018 dan berakhir saat Perjanjian Restrukturisasi berakhir, kecuali terjadinya perpanjangan
waktu akibat tidak dapatnya AIC memenuhi pen gembalian Utang Subordinasi. Pada tahun 30 September 2024 dan 31 Desember
2023 total utang subordinasi masing-masing adalah sebesar Rp 97.640 dan Rp99.433.
24. MO DAL SAHAM
Susunan pemegang saham sesuai dengan registrasi Biro Administrasi Efek Perusah aan dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Jumlah saham Ditempatkan dan
Pemegang Saham Persentase Kepemilikan Total
Disetor
Saham seri A
P T Indah Jaya Investama 178.871.966 2,31 178.872
P T P rima Graha Hiburan 96.315.674 1,24 96.316
P T Inti P erkasa Wira Sentosa 17.339.400 0,22 17.339
P T Krida Bumi Raya 14.783.500 0,19 14.784
P T Apac Century Corporation 50.000 - 50
Masyarakat lainnya 227.306.037 2,94 227.306
Saham seri B
P T Indah Jaya Investama 560.300.000 7,23 140.075
P T P rima Graha Hiburan 301.700.000 3,89 75.425
Masyarakat lainnya 70.000.000 0,91 17.500
Saham seri C
P T Indah Jaya Investama 5.075.202.836 65,51 507.520
P T P rima Graha Hiburan 1.048.667.280 13,54 104.867
Masyarakat lainnya 156.745.256 2,02 15.674
Total 7.747.281.949 100,00 1.395.728
Pada tanggal 13 Desember 2018, Perusahaan memperoleh surat dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan
No. S-183/D.04/2018 perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan efektif ini diberikan sehubungan dengan
Penawaran Umum T erbatas Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek T erlebih Dahulu Perusahaan (“PUT III”) kepada para
pemegang saham sejumlah 6.966.666.241 saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada BEI pada tanggal 11 Januari 2019.
33
Page 37
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada akhir dan awal tahun pelaporan adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 7.747.281.949 7.747.281.949
Penawaran umum terbatas III - -
Total 7.747.281.949 7.747.281.949
Manajemen Permodalan
T ujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan rasio modal yang sehat dalam
rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup tidak diwajibkan untuk memenuhi syarat -syarat modal
tertentu.
Grup mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan dengan perubahan kondisi ekonomi.
Grup memantau modalnya dengan menggunakan analisis gearing ratio (rasio utang terhadap modal), yakni membagi utang bersih
terhadap jumlah modal.
Rasio utang bersih terhadap ekuitas pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Total pinjaman yang dikenakan bunga 1.647.683 1.897.177
Dikurangi: kas dan bank (12.629) (83.551)
Pinjaman neto 1.635.054 1.813.626
Defisiensi modal neto (537.655) (493.547)
Rasio utang neto terhadap ekuitas (3,04) (3,67)
25. TAMBAHAN MO DAL DISETO R
30 September 2024 31 Desember 2023
Pengeluaran 2.500.000 saham Perusahaan pada penawaran umum tahun 1989 25.000 25.000
Pengeluaran 8.500.000 saham melalui penawaran umum
terbatas kepada para pemegang saham tahun 1990 62.050 62.050
Kapitalisasi agio saham ke saham
1994 (51.000) (51.000)
1995 (34.000) (34.000)
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
2013 14.044 14.044
2017 (9.062) (9.062)
2018 (51.552) (51.552)
Biaya emisi saham - PUT III (3.605) (3.605)
Total (48.125) (48.125)
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entit as sepengendali tahun 2017 adalah AIC meningkatkan modal disetor dan ditempatkan
sebesar USD10.000.000 (nilai penuh) yang diambil oleh Perusahaan dan WHT yang mengakibatkan persentase kepemilikan
Perusahaan atas saham AIC meningkat dari 45,17% menjadi 45,3 4%.
Uang muka setoran modal merupakan inbreng saham dan konversi utang menjadi saham yang akan direklasifikasi menjadi modal
saham Perusahaan dalam rangka pelaksanaan PUT III yang sahamnya dicatatkan di BEI pada tanggal 11 Januari 2019 (Catatan 1.b
dan 21) dan peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor baru disetujui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia pada tanggal 3 Januari 2019 (Catatan 1.a).
34
Page 38
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Berdasarkan Perjanjian Pengalihan Saham, WHT mengalihkan seluruh kepemilikan saham dalam AIC kepada Perusahaan sebesar
8.326.294.136 saham (Saham Yang Dialihkan). Pembayaran atas pengalihan saham tersebut dilakukan dengan cara inbreng
berdasarkan Akta Notaris No. 21, tanggal 31 Desember 2018 yang dibuat di hadapan Edi Priyono, S.H., No taris di Jakarta (“Akta
Pemasukan ke Dalam Perusahaan”).
Nilai perolehan atas Saham yang Dialihkan ditetapkan sebesar Rp245.000 dan dinyatakan wajar sesuai dengan Laporan Pendapat
Kewajaran (Fairness Opinion) Atas T ransaksi Pembelian 50,43% Saham PT Apac Inti Corpora milik PT World Harvest T extile oleh
Kantor Jasa Penilai Publik Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan dengan laporan No. 18 -344.2/NDR/API-WHT/B/LL/R tanggal
22 Oktober 2018.
Berdasarkan Perjanjian Pengalihan Saham juncto Akta Pemasukan ke Dalam Perusahaan, maka Perusahaan memiliki tambahan
investasi dalam AIC berupa Saham Yang Dialihkan, yaitu 8.326.294.136 saham dan WHT memiliki modal saham seri C Perusahaan
sebanyak 2.450.000.000 saham atau setara dengan Rp245.000.
Berdasarkan Akta Konversi Hak T agih Menjadi Setoran Saham No. 22 tanggal 31 Desember 2018 dari Edi Priyono, S.H., Notaris di
Jakarta, hak tagih IJI kepada Perusahaan dilunasi dengan cara konversi utang menjadi saham baru Perusahaan sebesar USD2.000.0 00
(nilai penuh) atau setara Rp31.000.
26. SELISIH TRANSAKSI DENGAN PIHAK NO N PENGENDALI
Dampak dari perubahan kepemilikan di entitas anak tanpa kehilangan pengendalian
30 September 2024 31 Desember 2023
Peningkatan modal ditempatkan dan disetor:
2003 184.352 184.352
2006 57.837 57.837
2008 9.528 9.528
2013 (50.766) (50.766)
Total 200.951 200.951
Pada tahun 2003, AIC meningkatkan modal disetor dan ditempatkan yang mengakibatkan persentase kepemilikan Perusahaan atas
saham AIC terdilusi dari 94,12% menjadi 51%.
Pada tahun 2006, AIC meningkatkan modal disetor dan ditempatkan yang merupakan hasil dari konversi utang AIC kepada Nation
Soul Limited (“ NSL”), salah satu pemegang saham entitas anak, yang mengakibatkan persentase kepemilikan Perusahaan atas
saham AIC terdilusi dari 51% menjadi 42,69%.
Pada tanggal 8 Agustus 2008 saldo utang restrukturisasi milik NSL sejumlah Rp33.000 dikonversi menjadi saham AIC. Sehingga
kepemilikan Perusahaan di AIC turun dari 42,69% menjadi 41,68%.
Pada tanggal 22 Oktober 2013, AIC meningkatkan modal disetor dan ditempatkan yang merupakan hasil dari konversi utang AIC
kepada Perusahaan dan NSL, salah satu pemegang saham entitas anak, yang mengakibatkan persentase kepemilikan Perusahaan
atas saham AIC meningkat dari 41,68% menjadi 45,16%.
27. KEPENTINGAN NO NPENGENDALI
Akun ini merupakan hak pemegang saham minoritas atas aset neto dan rugi neto AIC dengan rincian sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal tahun (12.723) (450)
Rugi neto tahun berjalan (1.835) (12.459)
Rugi komprehensif lain 306 186
Total (14.252) (12.723)
35
Page 39
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENJUALAN NETO
Rincian dari penjualan bersih Grup menurut kelompok produk utama adalah sebagai berikut:
30 September 2024 30 September 2023
(9 bulan) (9 bulan)
Denim 299.702 240.607
Benang 98.598 196.326
Greige 90.812 121.366
Rajut 49.270 50.701
Garmen 39.556 20.972
Finished fabrics 33.621 35.737
Makloon 13.620 13.709
Lain-lain 356.331 166.672
Sub Total 981.510 846.090
Retur (6.960) (7.678)
Diskon (187) (66)
Penjualan Neto 974.363 838.346
Rincian penjualan yang melebihi 10% jumlah penjualan Perusahaan sebagai berikut:
30 September 2024 30 September 2023
(9 bulan) (9 bulan)
Pihak berelasi (Catatan 35)
PT Spinmill Indah Industry 272.290 73.363
PT Indah Jaya Textile Industry 215.225 281.828
Total 487.515 355.191
Persentase dari Total Penjualan 50,03% 42,37%
T idak terdapat penjualan ke pihak ketiga dengan nilai lebih besar dari 10% dari total penjualan.
29. BEBAN PO KO K PENJUALAN
30 September 2024 30 September 2023
(9 bulan) (9 bulan)
Pemakaian bahan baku 506.035 457.982
Upah langsung 65.234 78.098
Biaya overhead produksi 238.608 255.061
Total biaya produksi 809.877 791.141
Barang dalam proses
Saldo awal 109.153 93.289
Saldo akhir (Catatan 8) (84.840) (117.762)
Harga pokok produksi 834.190 766.668
Barang jadi
Saldo awal 341.962 400.186
Pembelian 198.217 110.917
Saldo akhir (Catatan 8) (299.084) (368.004)
Beban pokok penjualan 1.075.285 909.767
36
Page 40
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rincian biaya overhead produksi adalah sebagai berikut:
30 September 2024 30 September 2023
(9 bulan) (9 bulan)
Barang konsumsi 78.092 61.822
Biaya listrik dan utilitas 45.326 55.766
Penyusutan (Catatan 11) 42.405 61.916
Gaji dan upah 13.727 24.247
Air 5.260 3.755
Asuransi 4.987 4.752
Material Pembungkus 3.925 4.921
Perbaikan dan pemeliharaan 1.197 1.524
Lain-lain 43.689 36.358
Biaya overhead produksi 238.608 255.061
Rincian pemasok dengan jumlah pembelian yang melebihi 10% dari penjualan adalah sebagai berikut:
30 September 2024 30 September 2023
(9 bulan) (9 bulan)
Pihak berelasi (Catatan 35)
PT Spinmill Indah Industry 116.111 80.950
PT Indah Jaya Textile Industry 74.157 65.320
Total 190.268 146.270
Persentase dari Total Pembelian 24,66% 21,45%
30. BEBAN PENJUALAN
30 September 2024 30 September 2023
(9 bulan) (9 bulan)
Pengangkutan 3.058 3.555
Gaji dan tunjangan 1.770 3.725
Iklan dan promosi 529 545
Perjalanan dinas 404 385
Komisi dan administrasi penjualan lokal dan ekspor 269 555
Asuransi 170 200
Administrasi penjualan ekspor 62 236
Penyusutan (Catatan 11) 35 64
Pos dan telekomunikasi 5 78
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp38) 600 36
Total 6.902 9.379
31. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
30 September 2024 30 September 2023
(9 bulan) (9 bulan)
Gaji dan tunjangan 10.228 18.427
Jasa profesional 673 1.368
Sewa kantor 270 270
Penyusutan (Catatan 11) 207 223
Administrasi bank 61 28
Telekomunikasi 59 37
Kendaraan & bahan bakar 38 -
Keanggotaan 36 48
Perbaikan & pemeliharaan 35 -
Administrasi Kantor 30 -
Lain-lain 2.954 490
TOTAL 14.591 20.891
37
Page 41
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
30 September 2024 30 September 2023
(9 bulan) (9 bulan)
Penjualan produk sisa 656 720
Penghasilan bunga 220 116
Lain-lain (Catatan 18) 116.481 (2.895)
Total 117.357 (2.059)
33. BIAYA KEUANGAN
30 September 2024 30 September 2023
(9 bulan) (9 bulan)
Beban keuangan 35.075 64.778
Beban keuangan lainnya 9.054 11.971
Total 44.129 76.749
34. LABA (RUGI) PER SAHAM
Berikut ini adalah data yang digunakan untuk laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk:
a. PT Indah Jaya Investama merupakan pemegang saham terakhir Grup.
b. PT Prima Graha Hiburan merupakan pemegang saham Perusahaan.
30 September 2024 30 September 2023
(9 bulan) (9 bulan)
Jumlah rugi neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk (50.870) (201.116)
Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa untuk perhitungan laba
neto per saham - dasar dan dilusian 7.747.281.949 7.747.281.949
Rugi per saham - dasar dan dilusian (6,57) (25,96)
T idak ada saham yang memiliki potensi fitur dilusi. Dengan demikian, laba (rugi) per saham sama dengan laba (rugi) per saham
dilusian.
35. INFO RMASI PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan beberapa transaksi dengan pihak -pihak berelasi yang dilakukan pada tingkat
harga dan persyaratan tertentu. Rangkuman transaksi dan saldo dari transaksi-transaksi tersebut adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Utang Usaha (Catatan 12)
P T Indah Jaya Textile Industry 1.578 1.607
Presentase dari Total Liabilitas 0,04% 0,04%
Utang Muka Penjualan (Catatan 15)
P T Indah Jaya Textile Industry 818.040 836.300
P T Spinmill Indah Industry 754.121 692.224
Total 1.572.161 1.528.524
Presentase dari Total Liabilitas 41,67% 36,20%
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Lainnya (Catatan 20)
Nation Soul Limited 677 677
P T Apac Century Corporation 320 320
P T Inti Sukses Garmindo 216 216
P T Apac P avindo Lestari 69 69
Total 1.282 1.282
Presentase dari Total Liabilitas 0,03% 0,03%
4009979 4102896
38
Page 42
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024 31 Desember 2023
Utang Subordinasi (Catatan 23)
P T Indah Jaya Textile Industry 97.640 99.433
Presentase dari Total Liabilitas 2,59% 2,36%
4030334
Penjualan (Catatan 28)
P T Indah Jaya Textile Industry 215.225 281.828
P T Spinmill Indah Industry 272.290 73.363
Total 487.515 355.191
Presentase dari Total Penjualan 50,03% 42,37%
Pembelian B ahan B aku (Catatan 29)
P T Indah Jaya Textile Industry 74.157 65.320
P T Spinmill Indah Industry 116.111 80.950
Total 190.268 146.270
Persentase dari Total Pembelian 24,66% 21,45%
Sifat transaksi pihak berelasi di atas adalah sebagai berikut:
Pihak Berelasi Sifat Hubungan Sifat Transaksi
PT Inti Sukses Garmindo Entitas Sepengendali Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
Utang usaha, uang muka penjualan, utang subordinasi, penjualan dan
PT Indah Jaya Textile Industry Entitas Sepengendali
pembelian bahan baku
PT Spinmill Indah Industry Entitas Sepengendali Uang muka penjualan, penjualan dan pembelian bahan baku
PT Apac Century Corporation Entitas Sepengendali Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
PT Apac Pavindo Lestari Entitas Sepengendali Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
Nation Soul Limited Entitas Sepengendali Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
Jumlah imbalan yang diberikan Perusahaan untuk komisaris dan direksi pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
masing-masing sebesar Rp 3.302 dan Rp 6.651.
36. INSTRUMEN KEUANGAN
Aset keuangan Grup meliputi kas dan bank, piutang usaha, aset keuangan lancar lainnya, investasi saham dan uang jaminan.
Liabilitas keuangan Grup meliputi utang usaha, liabilitas keuangan jangka pendek lainnya, beban akrual, utang bank jangka
pendek¸liabilitas keuangan jangka panjang lainnya,utang bank, utang lembaga keuangan lainnya, liabilitas sewa dan utang
subordinasi.
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diukur dengan dasar sebagai berikut:
Aset dan liabilitas keuangan lancar
Karena instrumen keuangan tersebut jatuh tempo dalam jangka pendek, maka nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan lancar t elah
mendekati estimasi nilai wajarnya.
Aset dan liabilitas keuangan tidak lancar
1. Instrumen keuangan tanpa kuotasi harga di pasar
Investasi saham tanpa kuotasi harga pasar dengan kepemilikan kurang dari 20% dan nilai wajarnya tidak dapat ditentukan
dengan pasti, dicatat pada biaya perolehannya.
2. Liabilitas keuangan jangka panjang dengan suku bunga tetap dan variabel
T erdiri dari utang bank, lembaga keuangan lainnya, liabilitas sewa, liabilitas jangka panjang lainnya, liabilitas diestimasi
dan utang subordinasi. Nilai wajarnya ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa datang menggunakan suku bunga
yang berlaku dari transaksi pasar yang dapat diamati untuk instrumen dengan persyaratan, risiko kredit dan jatuh tempo
yang sama.
3. Uang jaminan, piutang dan utang pihak berelasi yang tidak memiliki masa jatuh tempo
Selain piutang dan utang yang memiliki periode jatuh tempo, Grup juga memiliki uang jaminan, piutang dan utang ke pihak
ketiga yang tidak dikenakan bunga dan tanpa periode jatuh tempo yang pasti tetapi dibayarkan sesuai permintaan.
39
Page 43
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Grup adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang dan risiko suku
bunga. Kepentingan untuk mengelola risiko ini telah meningkat secara signifikan dengan mempertimbangkan perubahan dan
volatilitas pasar keuangan baik di Indonesia maupun internasional.
Direksi Grup menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola risiko -risiko yang dirangkum di bawah ini.
a. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan akibat gagal
memenuhi kewajiban kontraktualnya. Manajemen melakukan evaluasi atas kondisi keuangan pelanggan dalam hal
pemenuhan kewajiban pelanggan kepada Grup. Berdasarkan evaluasi tersebut pihak Manajemen Grup akan menentukan
perkiraan jumlah yang tidak dapat ditagih atas aset keuangan tersebut.
Berikut adalah eksposur maksimal Grup pada laporan posisi keuangan yang ter kait risiko kredit pada tanggal 30 September
2024 dan 31 Desember 2023.
30 September 2024 31 Desember 2023
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Kas dan bank 12.629 83.551
Piutang usaha - neto
Pihak ketiga 95.355 75.383
Aset keuangan lancar lainnya - neto
Pihak ketiga 509 595
Uang jaminan 3.113 3.113
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI
Investasi saham 1.000 1.000
Total 112.606 163.642
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, kualitas kredit pada setiap klasifikasi aset keuangan berdasarkan
peringkat yang dilakukan oleh Grup adalah sebagai berikut:
30 September 2024
B elum jatuh Jatuh tempo
tempo maupun tetapi tidak ada Penyisihan
penurunan nilai penurunan nilai Penurunan nilai Penurunan nilai Total
Kas dan bank 12.629 - - - 12.629
P iutang usaha
P ihak ketiga 60.864 34.491 14.392 (14.392) 95.355
Aset Keuangan Lancar Lainnya
P ihak ketiga - 509 - - 509
Investasi Saham 1.000 - - - 1.000
Uang jaminan 3.113 - - - 3.113
Total 77.606 35.000 14.392 (14.392) 112.606
31 Desember 2023
B elum jatuh Jatuh tempo
tempo maupun tetapi tidak ada Penyisihan
penurunan nilai penurunan nilai Penurunan nilai Penurunan nilai Total
Kas dan bank 83.551 - - - 83.551
P iutang usaha
P ihak ketiga 52.296 23.087 14.656 (14.656) 75.383
Aset Keuangan Lancar Lainnya
P ihak ketiga - 595 - - 595
Investasi Saham 1.000 - - - 1.000
Uang jaminan 3.113 - - - 3.113
Total 139.960 23.682 14.656 (14.656) 163.642
40
Page 44
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko dimana Grup tidak dapat memenuhi liabilitas jangka pendek pada saat jatuh tempo. Manajemen
melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat atas arus kas masuk dan kas keluar untuk memastikan tersedianya dana untuk
memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas yang jatuh tempo. Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas jangka
pendek maupun jangka panjang diperoleh dari penjualan kepada pelanggan.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran kontraktual yang
tidak didiskontokan :
30 September 2024
Kurang dari 1 Lebih dari 5
1-2 tahun 3-5 tahun Total
tahun tahun
Utang usaha
Pihak berelasi 1.578 - - - 1.578
Pihak ketiga 72.278 - - - 72.278
Liabilitas keuangan jangka pendek
lainnya - Pihak ketiga 1.144 - - - 1.144
Beban akrual 114.692 - - - 114.692
Utang bank jangka pendek 254.294 - - - 254.294
Utang bank 94.010 168.283 124.794 1.006.302 1.393.389
Liabilitas keuangan jangka panjang
lainnya
Pihak berelasi - 1.282 - - 1.282
Pihak ketiga - - - 14.382 14.382
Liabilitas diestimasi - - - 190.825 190.825
Utang subordinasi - pihak berelasi - - - 97.640 97.640
Total 537.996 169.565 124.794 1.309.149 2.141.504
31 Desember 2023
Kurang dari 1 Lebih dari 5
1-2 tahun 3-5 tahun Total
tahun tahun
Utang usaha
Pihak berelasi 1.607 - - - 1.607
Pihak ketiga 202.888 - - - 202.888
Liabilitas keuangan jangka pendek
lainnya
Pihak ketiga 1.320 - - - 1.320
Beban akrual 142.753 - - - 142.753
Utang bank jangka pendek 158.967 - - - 158.967
Utang bank 64.641 195.798 374.425 819.982 1.454.846
Liabilitas sewa 72.000 115.365 182.966 - 370.331
Liabilitas keuangan jangka panjang
lainnya
Pihak berelasi - 1.282 - - 1.282
Pihak ketiga - - - 14.382 14.382
Liabilitas diestimasi - - - 193.625 193.625
Utang subordinasi - pihak berelasi - - - 99.433 99.433
Total 644.176 312.445 557.391 1.127.422 2.641.434
c. Risiko Mata Uang
Risiko nilai tukar adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa dating dari suatu instrumen keuangan akan
terpengaruh akibat perubahan nilai tukar. Grup memiliki eksposur yang terpengaruh risiko nilai tukar. Eksposur akan timbul
apabila transaksi dilakukan dalam berbagai mata uang asing dibandin gkan jika menggunakan mata uang fungsional untuk
operasional Perusahaan atau transaksi kepada pihak ketiga.
41
Page 45
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Berikut adalah posisi aset dan liabilitas dalam mata uang asing.
30 September 2024
Dolar Amerika Total Setara
Euro Dolar Singapura Yen Jepang Franc Swiss
Serikat Rupiah
Aset Keuangan
Kas dan bank 65.182 18.039 - - - 1.291
Piutang usaha 72.401 - - - - 1.096
Total Aset Keuangan 137.583 18.039 - - - 2.387
Liabilitas Keuangan
Utang usaha 833.598 4.688 848 132.075 112 12.724
Beban akrual 3.852.689 - - - - 58.322
Utang bank jangka pendek 15.874.083 - - - - 240.303
Utang bank jangka panjang 88.668.727 - - - - 1.342.267
Liabilitas Diestimasi 12.605.694 - - - - 190.825
Utang subordinasi 6.450.000 - - - - 97.640
Total Liabilitas 128.284.791 4.688 848 132.075 112 1.942.081
Aset (liabilitas) keuangan didenominasi dalam
mata uang asing- neto (128.147.208) 13.351 (848) (132.075) (112) (1.939.694)
31 Desember 2023
Dolar Amerika Total Setara
Euro Dolar Singapura Yen Jepang Franc Swiss
Serikat Rupiah
Aset Keuangan
Kas dan bank 61.040 18.028 - - - 1.250
Piutang usaha 291.255 - - - - 4.490
Total Aset Keuangan 352.295 18.028 - - - 5.740
Liabilitas Keuangan
Utang usaha 7.972.301 38.040 939 118.082 15.184 123.856
Beban akrual 4.708.827 - - - - 72.591
Utang bank jangka pendek 10.135.660 - - - - 158.967
Utang bank jangka panjang 90.710.091 - - - - 1.398.387
Liabilitas Diestimasi 12.560.002 - - - - 193.625
Utang subordinasi 6.450.000 - - - - 99.433
Total Liabilitas 132.536.881 38.040 939 118.082 15.184 2.046.859
Aset (liabilitas) keuangan didenominasi dalam
mata uang asing- neto (132.184.586) (20.012) (939) (118.082) (15.184) (2.041.119)
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, jika mata uang melemah/menguat sebesar 1% terhadap Dolar Amerika
Serikat dengan variabel lain konstan, laba setelah pajak untuk tahun berjalan akan lebih tinggi/rendah sebesar
Rp999.548 dan Rp952.896, terutama diakibatkan keuntungan/(kerugian) serta keuntungan/(kerugian) penjabaran pinjaman dalam
mata uang Dolar Amerika Serikat.
d. Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrument keuangan akan berfluktuasi
akibat perubahan suku bunga pasar. Risiko ini sebagian besar timbul dari pinjaman bank.
Untuk meminimalkan risiko suku bunga, manajeman menelaah berbagai suku bunga yang ditawarkan kreditur untuk
mendapatkan suku bunga yang paling menguntungkan sebelum melakukan perikatan utan g.
T abel berikut menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada suku bunga pinjaman bank. Dengan
semua variabel lainnya dianggap tetap, laba Grup setelah pajak dipengaruhi dampak atas utang dengan suku bunga
mengambang. T idak ada dampak lain pada ekuitas Grup selain yang sudah memengaruhi laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
30 September 2024 30 September 2023
Kenaikan Kenaikan
Dampak Laba Dampak Laba
(Penurunan) Dalam (Penurunan) Dalam
Setelah Pajak Setelah Pajak
Basis Poin Basis Poin
Utang bank jangka panjang -1% 14.608 -1% 14.346
42
Page 46
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. INFO RMASI SEGMEN USAHA
Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan pelaporan internal kepada pembuat keputusan operasional, yang bertanggung jawab atas
alokasi sumber daya ke masing-masing segmen yang dilaporkan serta menilai kinerja masing-masing segmen tersebut. Grup dibagi
kelompok segmen, masing-masing sesaui dengan kegiatan usahanya, yaitu (a) garmen, (b) pemintalan, (c) penenunan dan (d) rajut.
Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
30 September 2024 (9 B ulan) (Tidak Diaudit)
Kantor Pusat G armen Pemintalan Penenunan Perajutan Eliminasi Jumlah
P ENJUALAN - 39.556 449.430 437.259 48.118 - 974.363
BEBAN P OKOK P ENJUALAN - (34.314) (486.944) (464.328) (89.699) - (1.075.285)
LABA (RUGI) BRUTO - 5.242 (37.514) (27.069) (41.581) - (100.922)
Beban P enjualan - - (3.673) (2.674) (555) - (6.902)
Beban Umum dan Administrasi (1.131) - (2.219) (10.107) (1.134) - (14.591)
Laba (Rugi) Selisih Kurs - (143) (1.623) (1.579) (173) - (3.518)
(Beban)P endapatan lain-lain - neto - 4.764 54.131 52.666 5.796 117.357
LABA (RUGI) USAHA (1.131) 9.863 9.102 11.237 (37.647) - (8.576)
Beban keuangan (1) (1.790) (20.355) (19.804) (2.179) - (44.129)
LABA (RUGI) SEBELUM P AJAK P ENGHASILAN (1.132) 8.073 (11.253) (8.567) (39.826) - (52.705)
MANFAAT P AJAK TANGGUHAN - NETO - - - - - - -
LABA (RUGI) NETO TAHUN BERJALAN (1.132) 8.073 (11.253) (8.567) (39.826) - (52.705)
LABA (RUGI) KOMP REHENSIF LAIN
Pos yang akan direklasif ikasi ke laba rugi
Keuntungan (Kerugian) dari P enjabaran Laporan
Keuangan dalam mata uang asing - - - - - 8.597 8.597
TOTAL LAB A (RUG I) KOMPREHENSIF
TAHUN B ERJALAN (1.132) 8.073 (11.253) (8.567) (39.826) 8.597 (44.108)
ASET 761 125.788 1.429.188 1.390.484 153.015 135.574 3.234.810
LIAB ILITAS 150.821 141.523 1.607.968 1.564.423 172.156 135.574 3.772.465
4% 46% 45% 5%
30 September 2023 (9 B ulan) (Tidak Diaudit)
Kantor Pusat G armen Pemintalan Penenunan Perajutan Eliminasi Jumlah
P ENJUALAN -- 43.094 359.376 387.433 48.438 -- 838.341
BEBAN P OKOK P ENJUALAN -- (35.148) (432.893) (368.216) (73.505) -- (909.762)
LABA (RUGI) BRUTO -- 7.946 (73.517) 19.217 (25.067) -- (71.421)
Beban P enjualan -- -- (6.587) (2.364) (428) -- (9.379)
Beban Umum dan Administrasi (1.624) -- (5.779) (11.995) (1.493) -- (20.891)
Laba (Rugi) Selisih Kurs -- (1.438) (11.992) (12.928) (1.616) -- (27.974)
(Beban)P endapatan lain-lain - neto -- (106) (883) (952) (119) -- (2.060)
LABA (RUGI) USAHA (1.624) 6.402 (98.758) (9.022) (28.723) -- (131.725)
Beban keuangan (1) (3.945) (32.900) (35.468) (4.434) -- (76.748)
LABA (RUGI) SEBELUM P AJAK P ENGHASILAN (1.625) 2.457 (131.658) (44.490) (33.157) -- (208.473)
MANFAAT P AJAK TANGGUHAN - NETO -- -- -- -- -- -- --
LABA (RUGI) NETO TAHUN BERJALAN (1.625) 2.457 (131.658) (44.490) (33.157) -- (208.473)
LABA (RUGI) KOMP REHENSIF LAIN
Pos yang akan direklasif ikasi ke laba rugi
Keuntungan (Kerugian) dari P enjabaran Laporan
Keuangan dalam mata uang asing -- -- -- -- -- (5.595) (5.595)
TOTAL LAB A (RUG I) KOMPREHENSIF
TAHUN B ERJALAN (1.625) 2.457 (131.658) (44.490) (33.157) (5.595) (214.068)
ASET 800 206.517 1.722.218 1.856.674 232.127 (176.983) 3.841.352
LIAB ILITAS 149.268 215.044 1.793.325 1.933.332 241.711 (134.267) 4.198.412
Grup berdomisili di Indonesia dan tidak ada aktivitas signifikan di luar negeri sehingga tidak ada pendapatan dan pengeluaran
modal dari aktivitas luar negeri.
39. PERJANJIAN PENTING
1. IJT I dengan AIC menandatangani perjanjian KSO tertanggal 28 Juni 2019 dimana IJT I setuju untuk menempatkan mesin
milik IJT I di pabrik AIC dan secara bersama-sama melakukan proses produksi dan penjualan dengan membentuk Divisi
Knitting. Atas kerjasama ini akan dilakukan pembagian hasil dari laba bersih atas penjualan produk tersebut dengan
komposisi 53% untuk AIC dan 47% untuk IJT I.
43
Page 47
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Perhitungan bagi hasil KSO untuk tahun 30 September 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
30 September 2024 30 September 2023
(9 Bulan) (9 Bulan)
Penjualan 48.118 48.438
Beban Pokok Penjualan (89.699) (73.505)
Laba (Rugi) Bruto (41.581) (25.067)
Beban Penjualan (555) (428)
Beban Umum dan Administrasi (1.134) (1.493)
Laba (Rugi) Selisih Kurs (173) (1.616)
Pendapatan (Beban) lain-lain - neto 5.796 (119)
Laba (Rugi) Usaha (37.647) (28.723)
Beban keuangan (2.179) (4.434)
Laba (Rugi) Usaha Sebelum Pajak Penghasilan (39.826) (33.157)
Persentase Bagi Hasil untuk IJTI 47% 47%
Bagi Hasil untuk IJTI -- --
Berdasarkan Akta Notaris No. 82 tanggal 26 Juni 2024, oleh Joko Hanggono, S.H., M.M., M.Kn., M. Hum., Notaris di
Kabupaten T angerang, mengenai berit a acara rapat umum pemegang saham luar biasa, para pemegang saham menyetujui
atas pengakhiran kerjasama operasi antara PT Indah Jaya T extile Industry dengan Grup.
2. AIC dengan IJT I menandatangani addendum kedua perjanjian sewa menyewa tertanggal 30 Septem ber 2023 dimana dalam
hal ini IJT I menyewa lahan bangunan milik AIC yang berada di Jl. Soekarno Hatta KM 32, Kel. Harjosari, Kecamatan
Bawen, Semarang, untuk keperluan operasional IJT I dengan nilai sewa sebesar Rp5.000.000/tahun dan untuk jangka waktu
2 tahun terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2023 sampai dengan tanggal 30 September 2025.
3. Perusahaan menyewa ruang kantor seluas 489,7 m 2 milik IJT I untuk jangka waktu 10 tahun berdasarkan Perjanjian Sewa
Menyewa No. 01/LEG/AIC- IJT I/II/2020 tanggal 28 Februari 2020. Ruang kantor ini digunakan Perusahaan untuk
melaksanakan kegiatan usahanya dan sebagai kantor pusat.
40. KELANGSUNGAN USAHA
Grup berada dalam posisi defisiensi modal pada tanggal 30 September 2024 sebesar Rp 537.655 milyar. Selain itu, tot al liabilitas
lancar pada tanggal 30 September 2024 telah melampaui total aset lancarnya sebesar Rp 1.569.281 milyar. Kondisi tersebut,
mengindikasikan adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaa n
dan entitas anaknya untuk mempertahankan kelangsungan usahanya
Untuk menghadapi faktor-faktor ekonomi yangmerugikan tersebut, Grup mempersiapkan langkah -langkah sebagai berikut:
a. Grup menciptakan peluang pasar bagi produk-produk perusahaan, peningkat an kualitas dan efisiensi produksi, melakukan
diversifikasi dan inovasi produk sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan keuntungan;
b. Grup selalu memantau eksposur dalam mata uang dan memberlakukan kebijakan yang tepat untuk mengurangi risiko yan g
merugikan Perusahaan.;
b. Grup melakukan langkah-langkah untuk mengurangi biaya operasional yang tidak memberikan nilai tambah bagi produk serta
berupaya untuk terus meningkatkan keuntungan;
c. Pemegang saham senantiasa mendukung kegiatan operasional AIC dengan memberikan bantuan yang memadai dan
memastikan proses produksi berjalan lancar.
Manajemen Grup berkeyakinan bahwa AIC mampu untuk melanjutkan operasinya dengan dukungan penuh dari para pemegang
saham. Manajemen juga berpendapat rencana in mampu terlaksana secara efektif namun faktor eksternal lainnya, seperti peraturan
pemerintah, kebijakan fiskal, iklim usaha dan lain-lain berada diluar kendali Grup.
44
Page 48
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. INFO RMASI TAMBAHAN ARUS KAS
Aktivitas yang tidak memengaruhi arus kas per tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
2023
Penjualan aset tetapmelalui uang muka 1.849.017
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan:
Arus Kas- Selisih Mata
Saldo Awal neto Uang Asing Lain-lain Saldo Akhir
Utang bank jangka pendek 250.155 (80.410) (10.778) - 158.967
Utang bank jangka panjang 1.504.165 (33.738) (15.581) - 1.454.846
Liabilitas sewa 382.946 (47.578) 691 34.272 370.331
42. PENYELESAIAN LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Manajemen Grup bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini yang telah diotorisasi oleh Direksi
untuk diterbitkan pada tanggal 31 Oktober 2024.
45
Names mentioned 78 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
ASIA PAC IFIC INVESTAMA Tbk
p.2 ×2
unresolved
org
PT Apac Citra Centertex T
p.9
unresolved
person
Misahardi Wilamarta S.H.
· Notaris
p.9 ×2
unresolved
person
Lieyono
p.9
unresolved
org
Kementerian Kehakiman Republik Indonesia
p.9 ×2
unresolved
person
Joko Hanggono
p.9 ×4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.9
unresolved
org
Bapepam
p.9 ×6
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.9
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.9
unresolved
org
PT World Harvest T
p.10 ×2
unresolved
org
PT Apac Inti Corpora
p.10 ×5
unresolved
org
PT Prima Graha Hiburan
p.10 ×3
unresolved
person
Popie Savitri Martosuharjo Pharmanto
p.10
unresolved
person
Edi Priyono
· Notaris
p.10 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.10
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.
p.10
unresolved
person
Sri Hidianingsih Adi Sugijanto
p.11 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.13
unresolved
org
Bank Artha Graha International Tbk
p.23 ×10
unresolved
org
PT Robby Rajasa Jaya
p.23 ×2
unresolved
org
PT Bina Karya Trimakmur
p.23
unresolved
org
PT Whtex Hendra Lestari
p.23
unresolved
org
PT Hendratex Indah Lestari
p.23
unresolved
org
PT Intan Dua
p.23
unresolved
org
PT Multi Garmenjaya
p.23
unresolved
org
PT Visionland Indonesia
p.23
unresolved
org
PT Ria Indah Mandiri Abadi
p.23
unresolved
org
PT Apparel Indo Raya
p.23
unresolved
org
PT Sarana Bhakti Angkasa
p.24
unresolved
org
Olam Global Agri Pte. Ltd.
p.25 ×2
unresolved
org
Co. Ltd.
p.25
unresolved
org
Mpi Polyester Industries Sdn. Bhd.
p.25
unresolved
org
PT Bank Artha Graha International T
p.27
unresolved
org
PT Li
p.27
unresolved
org
KJPP Nirboyo Adiputro
p.27
unresolved
org
Dewi Apriyanti & Rekan
p.27 ×2
unresolved
org
PT Laju Samudra Perkasa
p.27
unresolved
org
PT Polysindo Eka Perkasa
p.27
unresolved
org
Cargill Cotton Ltd.
p.27
unresolved
org
PT Indah Jaya Textile Industry
p.28 ×4
unresolved
org
PT Spinmill Indah Industry
p.28 ×4
unresolved
org
PT Taruna Kusuma
p.28
unresolved
org
PT Industri Sandang Nusantara
p.28
unresolved
person
Aubertus Nugroho Satria
p.31 ×2
unresolved
person
Herlina T
p.31 ×2
unresolved
person
Manullang
p.31 ×2
unresolved
org
Nation Soul Limited
p.34 ×4
unresolved
org
PT Apac Century Corporation
p.34 ×2
unresolved
org
PT Inti Sukses Garmindo
p.34 ×2
unresolved
org
PT Apac Pavindo Lestari
p.34 ×2
unresolved
org
PT Lippo Pacific Finance
p.34
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.36
unresolved
org
P T Apac Century Corporation
p.36 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.37
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Nirboyo Adiputro
p.38
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.