Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 61
Page 1
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2024
( TIDAK DIAUDIT )
DAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
TERSEBUT BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Page 2
DIRECTORS' STATEMENT
RAT PERNYATAAN DIREKSI
ON THE RESPONS'B/LITY FOR
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS
CO N SO LI D ATED FIN ANCI AL STATEM ENTS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
AS OF SEPTEMBER 30,2024 AND
TANGGAL 30 SEPTEMBER2024 DAN UNTUK TAHUN FOR THE YEAR THEN ENDED
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
Kami yang bertanda tangan di bawah ini I We' the undersigned
1 Nama I Name Santoso JiemY
Alamat Kantor / Office Address Jl lndustri ll Blok F No. 7 Pasirjaya
Jatiuwung Tangerang 15135
Alamat Domisili I Domiciled at Jl. Cideng Barat No. 15 Jakarta Pusat
No TelePon I Phone Number 021-5901962
Jabalan I Title Presiden Direktur I President Director
2. Nama I Name Herlina Hatorangan
Alamat Kantor / Office Address Jl lndustri ll Blok F No 7 Pasirjaya
Jatiuwung Tangerang 1 51 35
Alamat Domisili I Domiciled at Jl. Satria V No 44 Jakarta Barat
No TelePon I Phone Number 021-5901962
Jabalan I Title Direktur I Director
menyatakan bahwa / ceftifY that
Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan 1. We take the responsibility for the compilation and
statements of
presentation of ci:onsolidated financial
penyalian iapotan keuangan konsolidasian
the ComPanY and Subddiary:
Perusahaan dan Entitas Anak;
Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan 2 The co'nsolidated financial statements of the
Company and Subsidiary have been prepared in
Eniitas Anak telah disusun dan disalikan sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di lndonesia'
accoirdaice with the lndonesian Financial
Accounting Standards;
a Semua informasi dalam laporan keuangan 3 a. Alt iiformation in the consolidated financial
Subsidiary has
statements of the Company and
konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak
been completely and properly disclosed:
telah dimuat secara lengkap dan benar
of the
b. The consolidatecl financial statements contain
b Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan
Company and Subsidiary do not
dan Entitas Anak tidak mengandung informasi
improper material information or fact' and do
atau fakta material yang tidak benar, dan tidak
not omit any material information or fact;
menghilangkan informasi atau fakta material;
Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian 4. We are respon'sible for the internal control system
of the ComPanY and Suttsidiary'
intern dalam Perusahaan dan Entitas Anak'
The statement is made truthftrllY.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya
Jakarta, 28 Oktober / October 28 2024
to Hatorangan
Santoso J QzsRt-x+ososot
Director ktur I Director
Presiden Direktur / Pre
PT Colorpok lndonesio Tbk.
pasir Jaya, Jatiuwung, Tangerang l 5l 35, T: +6221 5901962, F: +6221 5901 963
Heod Ofnco : Jt. lndustri il Btok F No. T +6231 gg1o4321lFax+6231 99104322
GreslkBronch:Jl.KtGRayaselatan,BlokENo.08RanduAgung,KebJmas,dresik,JawaTimur6112'1,Telp N0 234701
www.cololpok.co.id
Page 3
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian ………..….……………………………………………….……… 1-3
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Konsolidasian……………………………………………….………………………...…………....………….. 4-5
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian ……………………………………………………......…........ 6
Laporan Arus Kas Konsolidasian ............................................................................................................ 7
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian …………………………....………………….................8 - 58
***************************
Page 4
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 31 Desember
Catatan 2024 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 4 237.076.703.726 230.189.369.156
Piutang usaha 6
Pihak ketiga, neto 279.210.185.909 234.577.240.748
Pihak berelasi 1.658.539.800 1.637.560.800
Piutang lain-lain - pihak ketiga,
neto 1.140.049.071 940.692.145
Persediaan, neto 7 185.238.554.842 150.731.166.588
Pajak dibayar di muka 828.414.124 -
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 4.897.099.347 4.601.271.108
Bagian lancar atas:
Investasi pada surat berharga 5 - 35.063.865.000
Total Aset Lancar 710.049.546.819 657.741.165.545
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap, neto 8 94.507.228.352 97.329.138.261
Investasi pada surat berharga 5 - -
Tagihan pajak 11 6.064.696.051 14.766.154.780
Aset pajak tangguhan, neto 11 3.940.700.600 3.508.881.339
Aset tidak lancar lainnya 5.087.557.429 3.156.921.323
Total Aset Tidak Lancar 109.600.182.432 118.761.095.703
TOTAL ASET 819.649.729.251 776.502.261.248
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
1
Page 5
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 31 Desember
Catatan 2024 2023
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek dan cerukan 9 99.913.439.553 65.350.400.966
Utang usaha 10
Pihak ketiga 145.208.103.000 133.180.648.379
Pihak berelasi - -
Utang lain-lain - pihak ketiga 343.938.298 432.039.106
Utang pajak 11 504.538.807 4.977.031.322
Beban masih harus dibayar 2.607.734.527 2.238.211.907
Bagian lancar atas:
Liabilitas sewa 1.078.142.899 1.078.142.899
Total Liabilitas Jangka Pendek 249.655.897.084 207.256.474.579
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja 12 13.834.766.089 12.381.366.089
Liabilitas sewa 328.833.584 1.137.440.758
Total Liabilitas Jangka Panjang 14.163.599.673 13.518.806.847
Total Liabilitas 263.819.496.757 220.775.281.426
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
2
Page 6
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 31 Desember
2024 2023
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas
Induk
Modal saham - nilai nominal Rp100 per saham
Modal dasar - 1.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
306.338.500 saham 14 30.633.850.000 30.633.850.000
Tambahan modal disetor 15 5.018.103.066 5.018.103.066
Saldo laba
Cadangan umum 37.030.046.462 34.860.788.020
Belum ditentukan penggunaannya 483.067.197.109 485.150.799.684
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk 555.749.196.637 555.663.540.770
Kepentingan Nonpengendali 81.035.857 63.439.052
Total Ekuitas 555.830.232.494 555.726.979.822
Total Liabilitas dan Ekuitas 819.649.729.251 776.502.261.248
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan.
3
Page 7
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 30 September
2024 2023
Penjualan neto 18 682.283.765.371 596.511.570.800
Beban pokok penjualan 19 (592.995.257.838 ) (518.094.581.460)
Laba bruto 89.288.507.533 78.416.989.340
Beban penjualan dan distribusi (6.085.539.131 ) (5.540.129.414)
Beban umum dan administrasi 20 (35.763.215.235 ) (31.446.899.231)
Pendapatan operasi lain 21 413.909.908 3.701.842.088
Beban operasi lain 21 (2.945.553.986 ) (809.143.167)
Laba usaha 44.908.109.089 44.322.659.616
Pendapatan keuangan 22 7.625.762.794 6.987.227.607
Biaya keuangan 23 (3.654.476.018 ) (2.894.277.262)
Laba sebelum pajak 48.879.395.865 48.415.609.961
Beban pajak penghasilan, neto 11 (9.487.266.560 ) (9.476.962.262)
Laba periode berjalan 39.392.129.305 38.938.647.699
Pendapatan komprehensif lain - 33.555.000
Total pendapatan komprehensif periode
berjalan 39.392.129.305 38.972.202.699
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
4
Page 8
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 30 September
2024 2023
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 39.374.532.500 38.924.186.384
Kepentingan nonpengendali 17.596.805 14.461.315
39.392.129.305 38.938.647.699
Total pendapatan komprehensif periode berjalan
yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 39.374.532.500 38.957.741.384
Kepentingan nonpengendali 17.596.805 14.461.315
39.392.129.305 38.972.202.699
Laba per saham yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 17 128,53 127,06
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangankonsolidasian secara keseluruhan.
5
Page 9
PT COLORPAK INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Modal Saham - Saldo Laba
Ditempatkan Tambahan
dan Disetor Modal Cadangan Belum Ditentukan Kepentingan Total Ekuitas
Catatan Penuh Disetor Umum Penggunaannya Sub-total Nonpengendali
Saldo, 1 Januari 2023 14,15 30.633.850.000 5.018.103.066 32.980.190.646 453.471.526.993 522.103.670.705 44.114.015 522.147.784.720
Penyisihan cadangan
umum - - 1.880.597.374 (1.880.597.374) - - -
Dividen
- - - (18.805.973.742) (18.805.973.742) - (18.805.973.742)
Laba periode berjalan
- - - 38.924.186.384 38.924.186.384 14.461.315 38.938.647.699
Penghaslilan
komprehensif lain - - - 33.555.000 33.555.000 - 33.555.000
Saldo, 30 September
2023 14,15 30.633.850.000 5.018.103.066 34.860.788.020 471.742.697.261 542.255.438.347 58.575.330 542.314.013.677
Saldo, 1 Januari 2024 14,15 30.633.850.000 5.018.103.066 34.860.788.020 485.150.799.684 555.663.540.770 63.439.052 555.726.979.822
Penyisihan cadangan
umum - - 2.169.258.442 (2.169.258.442) - - -
Dividen
- - - (39.288.876.633) (39.288.876.633) - (39.288.876.633)
Laba periode berjalan
- - - 39.374.532.500 39.374.532.500 17.596.805 39.392.129.305
Penghaslilan
komprehensif lain - - - - - - -
Saldo, 30 September
2024 14,15 30.633.850.000 5.018.103.066 37.030.046.462 483.067.197.109 555.749.196.637 81.035.857 555.830.232.494
catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
6
Page 10
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 30 September
2024 2023
Arus Kas dan Aktivitas Operasi
Penerimaan tunai dari pelanggan 637.629.841.210 593.599.693.059
Pembayaran tunai kepada pemasok (585.731.391.892) (478.011.952.695)
Pembayaran kepada karyawan (42.964.793.249) (36.958.150.459)
Pembayaran untuk beban usaha (17.878.555.004) (15.389.865.226)
Kas yang diperoleh (digunakan untuk) dari operasi (8.944.898.935) 63.239.724.679
Penerimaan bunga 7.625.762.794 6.987.227.607
Penerimaan pengembalian pajak 11.333.003.896 2.099.211.412
Pembayaran pajak (17.357.682.317) (8.633.359.111)
Pembayaran bunga (3.654.476.018) (2.894.277.262)
Penerimaan (Pembayaran) neto lain-lain (2.842.182.885) 7.306.042.378
Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas
Operasi (13.840.473.465) 68.104.569.703
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Penambahan aset tetap (4.333.015.332) (672.429.100)
Penerimaan atas penjualan aset tetap 330.000000 -
Penerimaan atas klaim asuransi aset tetap 919.700.000 -
Penambahan surat berharga - (20.428.600.000)
Penerimaan atas pencairan surat berharga 35.000.000.000 15.000.000.000
Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas
Investasi 31.916.684.668 (6.101.029.100)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran liabilitas sewa (900.000.000) -
Pembayaran atas utang bank jangka pendek (26.000.000.000) (5.818.250.000)
Penerimaan atas utang bank jangka pendek 55.000.000.000 -
Pembayaran Deviden (39.288.876.633) (18.805.973.742)
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (11.188.876.633) (24.624.223.742)
Kenaikan Neto Kas dan Setara Kas 6.887.334.570 37.379.316.861
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 230.189.369.156 157.154.486.833
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 237.076.703.726 194.533.803.694
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
7
Page 11
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Colorpak Indonesia Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Republik Indonesia dalam rangka
Penanaman Modal Asing (“PMA”) berdasarkan Akta Notaris Tegoeh Hartanto, S.H., No. 86 tanggal
15 September 1988. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. C2-10158.HT.01.01.TH.88 pada tanggal 7 November 1988 dan diumumkan
dalam Berita Negara No. 38 Tambahan No. 1683 tanggal 11 Mei 1990.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir
sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H., No. 62 tanggal 26 Juli 2023,
mengenai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan dengan perubahan sebagian
ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan untuk memenuhi ketentuan POJK Nomor.41/POJK.04/2022
dan POJK Nomor.14/POJK.04/2022. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-
0097628 tanggal 27 Juli 2023.
Perusahaan bergerak di bidang industri tinta, cat dan tinta cetak. Entitas Anak berusaha dalam
bidang perdagangan besar bahan dan barang kimia dasar atau kimia industri.
Kantor pusat dan pabrik Perusahaan berkedudukan di Jl. Industri II Blok F/7, Pasir Jaya, Jatiuwung,
Tangerang, 15135.
Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun 1989.
b. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian,
yang telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh direksi Perusahaan pada tanggal 28
Oktober 2024.
c. Entitas Induk dan Entitas Induk Terakhir
Ink Color International Pte. Ltd., Singapura adalah entitas induk Perusahaan. Pacific Plas Pte. Ltd.,
Singapura, adalah entitas induk terakhir Perusahaan.
d. Penawaran Umum dan Aksi Korporasi yang Mempengaruhi Modal Saham yang Ditempatkan
dan Disetor Penuh
Aksi korporasi (“corporate action”) yang mempengaruhi modal saham yang diterbitkan sejak
penawaran umum perdana sampai dengan tanggal 31 Desember 2023, adalah sebagai berikut:
Jumlah Nilai
saham ditempatkan nominal
Tanggal Keterangan dan beredar per saham
9 November 2001 Penawaran umum perdana 50.000.000 saham 50.000.000 100
30 November 2001 Pencatatan saham perdana dan Waran Seri I pada bursa
efek 304.700.000 100
23 November 2004 Pelaksanaan Waran Seri I ke saham biasa - 1.638.500
saham 306.338.500 100
6 November - Perolehan saham tresuri - 2.128.000 saham 304.210.500 100
30 Desember 2013
1 Januari - Perolehan saham tresuri - 367.000 saham 303.843.500 100
5 Januari 2014
19 Juni - Penjualan kembali saham tresuri - 2.495.000 saham 306.338.500 100
26 Juli 2017
8
Page 12
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Penawaran Umum dan Aksi Korporasi yang Mempengaruhi Modal Saham yang Ditempatkan
dan Disetor Penuh (lanjutan)
Pada tanggal 9 November 2001, Perusahaan memperoleh surat persetujuan No. S-278/PM/2001
dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“BAPEPAM-LK”, sekarang
merupakan bagian dari Otoritas Jasa Keuangan atau “OJK”) untuk menawarkan 50.000.000 lembar
saham dengan nilai nominal Rp100 per saham di bursa efek dengan harga penawaran Rp200 per
saham.
Selain itu, pada penawaran umum perdana tersebut, Perusahaan juga memberikan Waran Seri I
(“Waran”) secara cuma-cuma, dengan rasio satu (1) Waran untuk setiap pemegang satu (1) saham
baru. Waran tersebut memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru
Perusahaan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp250 yang dapat dilaksanakan (“be exercised”)
dalam periode tiga (3) tahun sejak tanggal 23 November 2001 hingga 23 November 2004.
Seluruh saham Perusahaan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
e. Struktur Perusahaan dan Entitas Anak
Entitas Anak yang dikendalikan oleh Perusahaan secara langsung pada tanggal 30 September 2024
dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Entitas Domisili Permulaan Kegiatan Total Aset Sebelum eleminasi Presentasi Kepemilikan
Anak Operasi Usaha Efektif (%)
Komersial
2024 2023 2024 2023
PT Colorpak Indonesia 2010 Perdagangan 239.859.325.335 201.777.598.377 99.90 99.90
Flexible
Indonesia
Perusahaan dan Entitas Anak untuk selanjutnya disebut sebagai “Grup”.
f. Manajemen Kunci dan Informasi Lainnya
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 September
2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Harris Pranatajaya
Komisaris : Tjia Hwie Tjin
Komisaris Independen : Didik Susilo
Direksi
Direktur Utama : Santoso Jiemy
Direktur : Antoni Gunawan
Direktur : Herlina Hatorangan
9
Page 13
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Manajemen Kunci dan Informasi Lainnya (lanjutan)
Komite Audit
Ketua : Didik Susilo
Anggota : Ardhini Baroto Rini
Anggota : Mieke Tioe
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023, jumlah beban kompensasi
bruto bagi manajemen kunci Grup adalah sebagai berikut:
30 September 2024 30 September 2023
Imbalan kerja karyawan jangka pendek 8.402.200.000 13.743.820.000
Imbalan pasca kerja 1.399.897.456 1.120.651.199
Total kompensasi bruto yang dibayar kepada
manajemen kunci 9.802.097.456 14.864.471.199
Terdiri dari:
Direksi dan komisaris 7.452.040.000 11.828.410.000
Manajemen kunci lainnya 2.350.057.456 3.036.061.199
Total 9.802.097.456 14.864.471.199
Pada tanggal 30 September 2024, Grup memiliki karyawan tetap sejumlah 108 orang (2023: 108)
(tidak diaudit).
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”)
dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta Peraturan No. VIII.G.7 Lampiran Keputusan Ketua OJK No.
KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh OJK.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan konsep
akrual dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang diungkapkan dalam catatan
atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan.
Laporan arus kas konsolidasian yang disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan
penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Grup adalah selaras bagi tahun yang dicakup oleh laporan
keuangan konsolidasian, kecuali untuk standar akuntansi baru dan revisi seperti diungkapkan pada
Catatan di bawah ini.
Grup telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan terus beroperasi
secara berkesinambungan.
10
Page 14
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Perubahan Kebijakan Akuntansi
Grup telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang relevan dengan
pelaporan keuangan dan efektif untuk tahun yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 sebagai
berikut:
a) Amandemen PSAK 1: Penyajian laporan keuangan - Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
Amandemen ini memberikan panduan untuk membantu entitas menerapkan pertimbangan
materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amandemen tersebut bertujuan untuk
membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan
mengganti persyaratan dalam mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' entitas menjadi
persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan
panduan tentang bagaimana entitas menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan
tentang pengungkapan kebijakan akuntansi.
Amandemen tersebut berdampak pada pengungkapan kebijakan akuntansi Grup, namun tidak
berdampak pada pengukuran, pengakuan atau penyajian item apa pun dalam laporan keuangan
konsolidasian Grup.
b) Amendemen PSAK 16: Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan
Amandemen ini tidak memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan item yang
diproduksi saat membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset dapat
beroperasi sesuai dengan intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya,
entitas mengakui hasil dari penjualan item-item tersebut, dan biaya untuk memproduksi item-item
tersebut, dalam laba rugi.
Grup menerapkan amandemen tersebut secara retrospektif hanya untuk aset tetap yang dibuat
supaya aset siap digunakan pada atau setelah awal periode penyajian paling awal ketika entitas
pertama kali menerapkan amandemen tersebut.
Amandemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Grup karena tidak ada
penjualan atas item-item yang dihasilkan aset tetap yang menjadi tersedia untuk digunakan pada
atau setelah awal periode sajian paling awal.
c) Amandemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait
Definisi Estimasi Akuntansi
Amandemen PSAK 25 memperjelas perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi, perubahan
kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. Amandemen juga mengklarifikasi bagaimana entitas
menggunakan teknik pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi akuntansi.
Amandemen ini tidak memiliki dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup.
d) Amandemen PSAK 46: Pajak Penghasilan - Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas Yang
Timbul Dari Transaksi Tunggal
Amandemen PSAK 46 Pajak Penghasilan mempersempit ruang lingkup pengecualian pengakuan
awal, sehingga tidak lagi berlaku pada transaksi yang menimbulkan perbedaan temporer dapat
dikurangkan dalam jumlah yang sama dan perbedaan temporer kena pajak dan seperti sewa dan
liabilitas dekomisioning.
11
Page 15
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Perubahan Kebijakan Akuntansi (lanjutan)
d) Amandemen PSAK 46: Pajak Penghasilan - Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas Yang
Timbul Dari Transaksi Tunggal (lanjutan)
Amandemen ini tidak mempunyai dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup.
e) Amandemen PSAK 46: Pajak Penghasilan - Reformasi Pajak Internasional - Ketentuan Model Pilar
Dua
Amandemen PSAK 46 ini diperkenalkan sebagai tanggapan terhadap aturan Model Pilar Dua yang
diterbitkan oleh Organisasi Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi atau Organization for
Economic Co-operation and Development (OECD), dan mencakup:
• Pengecualian atas pengakuan dan pengungkapan informasi mengenai aset dan liabilitas
pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan Pilar Dua; dan
• Persyaratan pengungkapan bagi entitas yang terkena dampak untuk membantu pengguna
laporan keuangan lebih memahami eksposur entitas terhadap pajak penghasilan Pilar Dua
yang timbul dari undang-undang tersebut, terutama sebelum tanggal berlakunya undang-
undang tersebut.
Pengecualian tersebut - yang penggunaannya harus diungkapkan - segera berlaku saat penerbitan
amandemen ini. Persyaratan pengungkapan lainnya berlaku untuk periode pelaporan tahunan yang
dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023, namun tidak untuk periode interim yang berakhir pada
atau sebelum 31 Desember 2023.
Pada tanggal 31 Desember 2023, Perundang-undangan terkait pajak penghasilan Pilar Dua belum
diberlakukan atau secara substantif belum diberlakukan di Indonesia tempat Grup beroperasi. Oleh
karena itu, Grup masih dalam proses melakukan penilaian atas potensi eksposur pajak penghasilan
Pilar Dua. Potensi eksposur pajak penghasilan Pilar Dua, jika ada, saat ini tidak diketahui atau dapat
diperkirakan secara wajar.
Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak pada tanggal
31 Desember setiap tahun. Kendali diperoleh bila Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil
variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal
hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee.
Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal
berikut ini:
i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan dari investee,
ii) Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan
iii) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal
hasil.
Bila Grup tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee, Grup
mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka
memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:
i) Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,
ii) Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan
iii) Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.
12
Page 16
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Prinsip-prinsip Konsolidasian (lanjutan)
Grup menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan
adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian. Konsolidasi atas
entitas-entitas anak dimulai sejak Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berhenti pada
saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas
anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak
tanggal Grup memperoleh kendali sampai tanggal Grup tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut.
Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas
induk dan pada kepentingan nonpengendali (“KNP”), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP
yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk
diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Grup.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban dan arus kas atas transaksi antar anggota
Grup dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu
entitas anak, maka Grup menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas, KNP dan
komponen lain dari ekuitas terkait, sementara rugi atau laba yang dihasilkan diakui pada laba rugi.
Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.
Klasifikasi Lancar dan tak Lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan
klasifikasi lancar/tak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
i) akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
ii) untuk diperdagangkan,
iii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal perlaporan, atau
iv) kas dan setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya untuk melunasi suatu liabilitas dalam
paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan lancar bila:
i) akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
ii) untuk diperdagangkan,
iii) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
iv) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah
tanggal pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas jangka panjang.
Pengukuran Nilai Wajar
Grup mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang diperoleh
melalui kombinasi bisnis pada nilai wajar. Grup juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas
(“UPK”) tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan, dan aset keuangan tertentu pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“NWPKL”).
13
Page 17
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas terjadi di:
• pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau
• dalam hal tidak terdapat pasar utama, maka pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Grup.
Nilai wajar aset dan liabilitas di ukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut
pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia
untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable)
yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable).
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian dikategorikan dalam hierarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah
yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:
• Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
• Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau
tidak langsung.
• Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable).
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup
menentukan apakah terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang
atas penetapan kategori (berdasarkan Level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian yang terdiri dari kas dan bank serta
deposito jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu 3 bulan atau kurang, yang dapat segera
dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang
tidak signifikan (Catatan 4).
Transaksi dengan Pihak Berelasi
Grup melakukan transaksi dengan pihak berelasi sesuai dengan definisi yang diuraikan pada PSAK 7.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang mungkin
tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
14
Page 18
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Transaksi dengan Pihak Berelasi (lanjutan)
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan
yang relevan.
Kecuali diungkapkan khusus sebagai pihak berelasi, maka pihak-pihak lain yang disebutkan dalam
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan pihak tidak berelasi.
Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.
Aset Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal
Pada pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi,
dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“NWLR”). Piutang usaha yang
tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan, dimana Grup telah menerapkan cara praktis,
yaitu diukur pada harga transaksi yang ditentukan sesuai PSAK 72, seperti diungkapkan pada catatan
atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan.
Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau NWPKL, aset
keuangan harus menghasilkan arus kas yang SPPB dari jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut
sebagai uji SPPB dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Grup untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana Grup mengelola aset
keuangannya untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan
dari pengumpulan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya.
Pengukuran Selanjutnya
Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam empat kategori:
i) Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
ii) Aset keuangan pada NWPKL dengan reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen
utang),
iii) Aset keuangan pada NWPKL tanpa reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian kumulatif atas
pelepasan (instrumen ekuitas), dan
iv) NWLR
Pengukuran selanjutnya dari aset keuangan tergantung kepada klasifikasi masing-masing aset
keuangan seperti berikut ini:
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Grup mengukur aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi
berikut terpenuhi:
i) Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan untuk
mengumpulkan arus kas kontraktual;
ii) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
merupakan SPPB dari jumlah pokok terutang.
15
Page 19
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
Pengukuran Selanjutnya (lanjutan)
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang) (lanjutan)
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan
menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”) dan mengalami penurunan nilai. Keuntungan dan
kerugian diakui dalam laporan laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau
diturunkan nilainya.
Aset keuangan Grup yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi termasuk kas dan setara kas,
piutang usaha, piutang lain-lain dan piutang karyawan. Grup tidak memiliki aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Aset keuangan pada NWPKL (instrumen utang)
Untuk instrumen utang yang diukur pada NWPKL, pendapatan bunga, revaluasi valuta asing, dan
kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan dihitung dengan cara yang
sama seperti untuk aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai
wajar yang tersisa diakui di PKL. Setelah penghentian pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang
diakui di PKL didaur ulang menjadi laba rugi.
Instrumen utang Grup yang diukur pada NWPKL termasuk investasi pada instrumen pada surat
berharga.
Penghentian Pengakuan
Aset keuangan (atau, jika berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan
serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapus dari laporan posisi keuangan konsolidasian
Grup) ketika:
i. Hak untuk menerima arus kas dari aset telah kedaluwarsa; atau
ii Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah mengasumsikan
kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada
pihak ketiga berdasarkan pengaturan 'pass-through'; dan salah satu (a) Grup telah mengalihkan
secara substansial semua risiko dan manfaat aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan atau memiliki
secara substansial seluruh risiko dan manfaat aset, tetapi telah mengalihkan pengendalian aset.
Ketika Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah
menandatangani kesepakatan ‘pass-through’, Grup mengevaluasi jika, dan sejauh mana, Grup masih
mempertahankan risiko dan manfaat atas kepemilikan aset. Ketika Grup tidak mengalihkan maupun
seluruh risiko dan manfaat atas aset dipertahankan secara substansial, maupun tidak mengalihkan
kendali atas aset, Grup tetap mengakui aset yang dialihkan sebesar keterlibatan berkelanjutannya.
Dalam kasus tersebut, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait
diukur dengan basis yang mencerminkan hak dan kewajiban yang masih dipertahankan oleh Grup.
Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer, diukur pada nilai yang lebih
rendah antara jumlah tercatat awal aset dan jumlah maksimum imbalan yang dibutuhkan oleh Grup untuk
membayar kembali.
16
Page 20
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
Penurunan nilai
Grup mengakui penyisihan KKE untuk semua instrumen utang yang bukan diukur pada NWLR dan
kontrak jaminan keuangan. KKE ditentukan atas perbedaan antara arus kas kontraktual menurut kontrak
dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima oleh Grup, yang didiskontokan dengan perkiraan
SBE orisinal. Arus kas yang diharapkan mencakup setiap arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki
atau perbaikan kredit lainnya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam ketentuan kontrak.
KKE diakui dalam dua tahap. Bila belum terdapat peningkatan risiko kredit signifikan sejak pengakuan
awal, KKE diakui untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi
dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (KKE 12 bulan). Namun, bila telah terdapat peningkatan
signifikan risiko kredit sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diakui untuk kerugian kredit yang
diperkirakan selama sisa umur aset, tanpa mempertimbangkan waktu gagal bayar (KKE sepanjang
umurnya).
Karena piutang usaha dan piutang lain-lainnya tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Grup
menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan KKE. Oleh karena itu, Grup tidak
menelurusi perubahan dalam risiko kredit, namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan
KKE sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup membentuk matriks provisi berdasarkan
pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan (forward-looking)
atas faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.
Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat satu tahun.
Namun, dalam kasus tertentu, Grup juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal
bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Grup tidak mungkin menerima jumlah
kontraktual yang terutang secara penuh sebelum memperhitungkan setiap peningkatan kredit yang
dimiliki oleh Grup. Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan
arus kas kontraktual.
Liabilitas Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada
NWLR, utang dan pinjaman atau derivatif ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai pada lindung nilai
yang efektif, sesuai dengan kondisinya.
Semua liabilitas keuangan diakui pada nilai wajar saat pengakuan awal dan, dalam hal liabilitas
keuangan dilklasifikasi sebagai utang dan pinjaman, diakui pada nilai wajar setelah dikurangi biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha dan lain-lain, biaya masih harus dibayar dan utang
bank jangka pendek dan cerukan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada NWLR.
17
Page 21
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Pengukuran Selanjutnya
Pengukuran selanjutnya dari liabilitas keuangan ditentukan oleh klasifikasinya sebagai berikut:
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (Utang dan pinjaman)
(i) Utang dan Pinjaman Jangka Panjang yang Dikenakan Bunga
Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman jangka panjang yang berbunga diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Pada tanggal pelaporan, biaya
bunga yang masih harus dibayar dicatat secara terpisah, dari pokok pinjaman terkait, dalam bagian
liabilitas jangka pendek. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi ketika liabilitas dihentikan
pengakuannya maupun melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE.
Biaya amortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskonto atau premium atas akusisi
dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat
sebagai beban keuangan pada laba rugi.
(ii) Utang dan Akrual
Liabilitas untuk utang usaha dan utang lain-lain jangka pendek, biaya masih harus dibayar dan
liabilitas imbalan kerja jangka pendek dinyatakan sebesar jumlah tercatat (jumlah nosional), yang
kurang lebih sebesar nilai wajarnya.
Penghentian Pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak
berakhir atau dibatalkan atau kedaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang
sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan
tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai
penghentian pengakuan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih
antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling hapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak secara hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk
menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan.
Surat Berharga
Surat berharga diukur pada FVOCI disajikan sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang
belum direalisasi dari surat berharga diukur pada FVOCI tercatat dalam ekuitas diakui sebagai
penghasilan atau beban pada periode dimana surat berharga tersebut dijual. Jika diketahui adanya
indikasi penurunan nilai yang sifatnya permanen, maka Perusahaan akan menyediakan cadangan
penurunan nilai.
18
Page 22
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto
adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan
estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Biaya yang dikeluarkan untuk setiap produk agar berada pada lokasi dan kondisi siap untuk dijual dicatat
sebagai berikut:
• Bahan baku, suku cadang dan bahan pembantu: harga pembelian;
• Barang jadi dan persediaan dalam proses: biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung dan bagian
proporsional dari beban overhead berdasarkan kapasitas operasi normal namun tidak termasuk
biaya pinjaman.
Grup menetapkan penyisihan untuk keusangan dan/atau penurunan nilai pasar persediaan berdasarkan
hasil penelaahan berkala atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan.
Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama masa manfaatnya, dan
disajikan sebagai aset lancar atau aset tidak lancar sesuai sifatnya masing-masing.
Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-
biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang
diinginkan agar aset siap digunakan.
Setelah pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan dan dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset-aset tersebut
sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan penunjang 20
Instalasi listrik 20
Mesin 5
Kendaraan bermotor 5
Inventaris pabrik 5
Inventaris kantor 4
Jumlah tercatat aset tetap direviu atas penurunan nilai jika terdapat peristiwa atau perubahan keadaan
yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi.
Jumlah tercatat komponen dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau
saat sudah tidak ada lagi manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan maupun
pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (ditentukan
sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto dan jumlah tercatatnya) dimasukkan ke dalam laba
atau rugi untuk tahun penghentian pengakuan tersebut dilakukan.
19
Page 23
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Aset Tetap (lanjutan)
Nilai residu aset, umur manfaat dan metode penyusutan direviu setiap akhir tahun pelaporan dan
disesuaikan secara prospektif jika diperlukan.
Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban
pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam
penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun “Aset Tetap” yang
bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset
tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan sampai memenuhi syarat pengakuan sebagai aset tetap
seperti diungkapkan di atas.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada operasi pada saat terjadinya. Beban pemugaran
dan renovasi dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset terkait bila besar
kemungkinan bagi Grup manfaat ekonomi masa depan menjadi lebih besar dari standar kinerja awal
yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset terkait.
Tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak
Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali dinyatakan sebesar
biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar hak
atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat masa berlakunya selesai.
Biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU, HGB
dan HP ditangguhkan dan diamortisasi yang lebih pendek antara umur hukum hak atas tanah dan umur
ekonomi tanah, dan disajikan sebagai bagian dari akun “Aset 4 Lainnya” pada laporan posisi keuangan
konsolidasian.
Aset Tidak Lancar Lainnya
Biaya-biaya tertentu, terutama terdiri atas biaya dan beban-beban lain yang mempunyai masa manfaat
lebih dari satu tahun, sehubungan dengan biaya perolehan sistem perangkat lunak dan mesin,
ditangguhkan dan diamortisasi selama masa manfaatnya masing-masing menggunakan metode garis
lurus dan jumlah unit.
Penurunan Nilai Aset Non-keuangan
Pada setiap akhir tahun pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset (yaitu aset
takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, aset takberwujud yang belum dapat digunakan, atau
goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis) diperlukan, maka Grup membuat estimasi formal
jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai
wajar aset atau Unit Penghasil Kas (“UPK”) dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali
aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau
kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset atau UPK lebih besar daripada jumlah terpulihkannya, maka
aset tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi
sebesar jumlah terpulihkannya.
20
Page 24
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Non-keuangan (lanjutan)
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu
uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual,
digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup
menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan
ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar yang tersedia.
Penilaian dilakukan pada akhir setiap tanggal pelaporan untuk menilai apakah terdapat indikasi bahwa
rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin
telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlahterpulihkan aset
atau UPK tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya dibalik hanya
jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset
tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi
sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat yang telah
ditentukan, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk
aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui pada laba atau rugi.
Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk
mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis
selama sisa umur manfaatnya.
Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai aset tetap dan aset non-keuangan
tidak lancar lainnya yang disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31
Desember 2023.
Imbalan Kerja Karyawan
Grup mempunyai program dana pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi
syarat.
Grup juga mencatat penyisihan manfaat tambahan selain program dana pensiun tersebut di atas untuk
memenuhi dan menutup imbalan minimum yang harus dibayar kepada karyawan-karyawan sesuai
dengan Perjanjian Kerja Bersama dan Undang-undang dan Peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
Penyisihan tambahan tersebut diestimasi dengan menggunakan perhitungan aktuarial metode
“Projected Unit Credit”.
21
Page 25
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Imbalan Kerja Karyawan (lanjutan)
Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial, segera diakui pada laporan posisi
keuangan konsolidasian dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui
penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba
rugi pada periode berikutnya.
Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
i) ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; dan
ii) ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.
Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan
kerja. Grup mengakui perubahan berikut pada kewajiban obligasi neto pada akun “Beban Umum dan
Administrasi” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:
i) Biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas kurtailmen dan
penyelesaian tidak rutin, dan
ii) Beban atau penghasilan bunga neto.
Provisi
Provisi diakui jika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang
akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan
arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah
kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik
yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak
terjadi, maka provisi dibatalkan.
Pengakuan Pendapatan dan Beban
Grup menerapkan PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, yang mensyaratkan
pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah analisa sebagai berikut:
Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
pelanggan;
Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh
suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel,
maka Grup membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak
diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan
estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak;
Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang
diharapkan ditambah marjin;
Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau
jasa tersebut).
22
Page 26
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Pendapatan dari penjualan barang diakui pada suatu titik waktu jika seluruh kondisi berikut terpenuhi:
Grup telah memindahkan risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan kepada pembeli;
Grup tidak lagi melanjutkan pengelolaan yang biasanya terkait dengan kepemilikan atas barang
ataupun melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual;
jumlah pendapatan dapat diukur secara andal;
kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan mengalir ke Grup;
dan
biaya yang terjadi atau akan terjadi sehubungan transaksi penjualan tersebut dapat diukur secara
andal.
Penghasilan/Beban Bunga
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penghasilan atau
beban bunga dicatat dengan menggunakan metode SBE, yaitu tingkat suku bunga digunakan
mendiskontokan secara tepat estimasi pembayaran atau penerimaan arus kas di masa yang akan
datang selama umur ekpektasian dari instrumen keuangan, atau jika lebih sesuai, selama periode yang
lebih singkat, untuk jumlah tercatat neto dari aset atau liabilitas keuangan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (asas akrual).
Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Indonesia Rupiah
(“Rupiah”) yang juga merupakan mata uang fungsional Grup. Tiap entitas dalam Grup menentukan mata
uang fungsionalnya masing-masing dan laporan keuangannya masing-masing diukur menggunakan
mata uang fungsional tersebut.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang fungsional berdasarkan kurs yang berlaku
pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada
tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang
timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun yang bersangkutan.
Pada tanggal 30 September 2024, nilai tukar yang digunakan untuk 1 Dolar Amerika Serikat (“US$”)
adalah sebesar Rp15.628 (31 Desember 2023: Rp15.416).
Transaksi dalam mata uang asing selain Dolar AS adalah tidak signifikan.
Sewa
Grup menilai pada saat insepsi kontrak apabila kontrak tersebut adalah, atau mengandung, sewa. Yaitu,
bila kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama
suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
23
Page 27
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Sewa (lajutan)
Grup sebagai Penyewa
Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali untuk
sewa jangka-pendek dan sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah. Grup mengakui liabilitas sewa
untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset
pendasar.
Aset hak-guna
Grup mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa (yaitu tanggal aset pendasar tersedia untuk
digunakan). Aset hak-guna diukur pada harga perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai, serta disesuaikan dengan pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset
hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang terjadi, dan
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan dikurangi setiap insentif sewa
yang diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus selama masa sewa.
Jika kepemilikan aset pendasar sewa beralih ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya perolehan aset
hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka penyusutan aset hak-guna dihitung
menggunakan estimasi masa manfaat aset. Aset hak-guna juga dievaluasi untuk penurunan nilai.
Liabilitas sewa
Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini pembayaran
sewa yang harus dilakukan selama masa sewa.
Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi beli yang secara wajar pasti
dilaksanakan oleh Grup dan pembayaran pinalti untuk mengakhiri sewa, jika masa sewa merefleksikan
adanya opsi dapat mengakhiri sewa. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks
atau tarif diakui sebagai beban pada periode terjadinya peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya
pembayaran tersebut.
Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Grup menggunakan Suku Bunga Pinjaman Inkremental
(“SBPI”) pada tanggal permulaan sewa karena suku bunga implisit dalam sewa tidak dapat langsung
ditentukan. Setelah tanggal permulaan, jumlah kewajiban sewa ditingkatkan untuk mencerminkan akresi
bunga (atas efek diskonto) dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai
tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika terdapat modifikasi, perubahan masa sewa, perubahan
pembayaran sewa, atau perubahan penilaian atas opsi untuk membeli aset pendasar.
Sewa jangka pendek dan sewa dengan aset bernilai rendah
Grup menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa yang jangka waktu
sewanya pendek (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang dari tanggal
permulaan dan tidak memiliki opsi beli). Grup juga menerapkan pengecualian pengakuan sewa dengan
aset bernilai rendah untuk sewa yang aset pendasarnya dianggap bernilai rendah. Pembayaran sewa
untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan metode
garis lurus selama masa sewa.
24
Page 28
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau pembuatan
aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya
diakui sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman terdiri dari beban bunga dan biaya lain yang
ditanggung Grup sehubungan dengan peminjaman dana.
Perpajakan
Pajak Kini
Aset dan liabilitas pajak kini untuk periode berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat
direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang
digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Grup beroperasi dan menghasilkan pendapatan kena
pajak.
Bunga dan denda disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak
dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.
Manajemen secara berkala mengevaluasi jumlah yang dilaporkan di dalam Surat Pemberitahuan
Tahunan (“SPT”) terkait dengan keadaan di mana peraturan pajak yang berlaku memerlukan interpretasi
dan, jika diperlukan, manajemen akan menghitung provisi atas jumlah yang mungkin timbul.
Perubahan terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) diterima atau
jika Perusahaan atau entitas anaknya mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan
tersebut telah ditetapkan.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer pada tanggal
pelaporan antara dasar pengenaan pajak dari aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan
pelaporan keuangan pada tanggal pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang kena pajak, kecuali:
i) liabilitas pajak tangguhan yang terjadi dari pengakuan awal goodwill atau dari aset atau liabilitas dari
transaksi yang bukan transaksi kombinasi bisnis, dan pada waktu transaksi tidak mempengaruhi
laba akuntansi dan laba kena pajak/rugi pajak;
ii) dari perbedaan temporer kena pajak atas investasi pada entitas anak, yang saat pembalikannya
dapat dikendalikan dan besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak akan dibalik dalam
waktu dekat.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan akumulasi
rugi pajak belum dikompensasi, bila kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga
perbedaan temporer dapat dikurangkan tersebut, dan rugi pajak belum dikompensasi, dapat
dimanfaatkan, kecuali:
i) jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau liabilitas dalam transaksi yang bukan
transaksi kombinasi bisnis dan tidak mempengaruhi laba akuntansi maupun laba kena pajak/rugi
pajak; atau
ii) dari perbedaan temporer yang dapat dikurangkan atas investasi pada entitas anak, aset pajak
tangguhan hanya diakui bila besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak akan dibalik
dalam waktu dekat dan laba kena pajak dapat dikompensasi dengan beda temporer tersebut.
25
Page 29
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Perpajakan (lanjutan)
Pajak Tangguhan (lanjutan)
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir setiap periode pelaporan dan diturunkan
apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset
pajak tangguhan tersebut. Pada akhir setiap periode pelaporan, Grup menilai kembali aset pajak
tangguhan yang tidak diakui. Grup mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila
besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa depan akan tersedia untuk pemulihannya.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan
berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan
pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Pajak tangguhan terkait dengan pos-pos yang diakui di luar laba rugi diakui di luar laba rugi. Item pajak
tangguhan diakui sesuai dengan transaksi yang mendasarinya baik di PKL maupun secara langsung di
ekuitas.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika terdapat hak secara hukum untuk
melakukan saling hapus antara aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, atau aset pajak tangguhan
dan liabilitas pajak tangguhan pada entitas yang sama, atau Grup bermaksud untuk merealisasikan aset
dan menyelesaikan liabilitas lancar berdasarkan jumlah neto.
Pajak Pertambahan Nilai
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN, kecuali:
PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak,
yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari
item beban-beban yang diterapkan; dan
piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Jumlah PPN neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian
dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pajak Final
Sesuai peraturan perpajakan di Indonesia, Pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi, dan tetap
dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.
Mengacu pada revisi PSAK 46 seperti yang disebutkan di atas, pajak penghasilan final tidak lagi diatur
oleh PSAK 46. Pajak penghasilan final Grup yang timbul dari pendapatan bunga dari rekening koran,
deposito dan penghasilan sewa adalah tidak material, Grup memutuskan untuk menyajikan secara neto
Pendapatan Keuangan dan Penghasilan Sewa setelah pajak.
26
Page 30
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Dividen
Pembagian deviden kepada pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam laporan
keuangan konsolidasian Grup pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham
Perusahaan.
Laba per Saham
Laba per saham dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama periode
yang bersangkutan.
Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal
30 September 2024.
Saham Tresuri
Instrumen ekuitas sendiri yang diperoleh kembali (saham tresuri) diakui pada harga perolehan kembali
dan dikurangi dari ekuitas. Tidak ada laba atau rugi yang diakui pada laba rugi atas perolehan, penjualan
kembali, penerbitan atau pembatalan dari instrumen ekuitas Grup. Selisih antara jumlah tercatat dan
penerimaan, bila diterbitkan kembali, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor pada ekuitas.
Informasi Segmen
Untuk tujuan manajemen, Grup dibagi menjadi dua segmen operasi berdasarkan produk dan jasa yang
dikelola secara independen oleh masing-masing pengelola segmen yang bertanggung jawab atas
kinerja dari masing-masing segmen. Para pengelola segmen melaporkan secara langsung kepada
manajemen Perusahaan yang secara teratur mengkaji laba segmen sebagai dasar untuk
mengalokasikan sumber daya ke masing-masing segmen dan untuk menilai kinerja segmen.
Pengungkapan tambahan pada masing-masing segmen terdapat dalam Catatan 27, termasuk faktor
yang digunakan untuk mengidentifikasi segmen yang dilaporkan dan dasar pengukuran informasi
segmen.
27
Page 31
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Standar Akuntansi yang Telah Diterbitkan Namun Belum Berlaku Efektif
Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian
Grup namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud untuk menerapkan
standar-standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Grup pada saat efektif, dan
dampaknya terhadap posisi dan kinerja keuangan konsolidasian Grup masih diestimasi pada tanggal 28
Oktober 2024:
Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2024
• Pilar Standar Akuntansi Keuangan
Standar ini memberikan persyaratan dan pedoman bagi entitas untuk menerapkan standar
akuntansi keuangan yang benar dalam menyusun laporan keuangan bertujuan umum. Akan ada 4
(empat) standar akuntansi keuangan yang saat ini diterapkan di Indonesia, yaitu:
1. Pilar 1 Standar Akuntansi Keuangan Internasional,
2. Pilar 2 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (PSAK),
3. Pilar 3 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Swasta/Standar Akuntansi
Keuangan Indonesia untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, dan
4. Pilar 4 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Mikro Kecil dan Menengah.
• Standar Akuntansi Keuangan Internasional
Standar ini merupakan adopsi penuh dari International Financial Reporting Standards (“IFRS”) yang
diterjemahkan kata demi kata dan tidak ada modifikasi dari Standar IFRS, termasuk tanggal
efektifnya. Entitas yang memenuhi persyaratan dapat menerapkan standar ini, sejak tanggal efektif.
• Nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan
Standar ini ini mengatur penomoran baru untuk standar akuntansi keuangan yang berlaku di
Indonesia yang diterbitkan oleh DSAK IAI.
• Amandemen PSAK 1: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan
Amandemen ini menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai jangka
pendek atau jangka panjang dan menjelaskan:
• hal yang dimaksud sebagai hak untuk menangguhkan pelunasan,
• hak untuk menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode pelaporan,
• klasifikasi tersebut tidak dipengaruhi oleh kemungkinan entitas akan menggunakan hakya untuk
menangguhkan liabilitas, dan
• hanya jika derivatif melekat pada liabilitas konversi tersebut adalah suatu instrumen ekuitas,
maka syarat dan ketentuan dari suatu liabilitas konversi tidak akan berdampak pada
klasifikasinya.
Selain itu, persyaratan telah diperkenalkan untuk mewajibkan pengungkapan ketika suatu kewajiban
timbul dari pinjaman perjanjian diklasifikasikan sebagai tidak lancar dan hak entitas untuk menunda
penyelesaian bergantung pada kepatuhan terhadap persyaratan di masa depan dalam waktu dua
belas bulan.
28
Page 32
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Standar Akuntansi yang Telah Diterbitkan Namun Belum Berlaku Efektif (lanjutan)
Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2024 (lanjutan)
• Amandemen PSAK 1: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan (lanjutan)
Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2024 secara retrospektif dengan penerapan dini diperkenankan.
Grup saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya
terhadap pelaporan keuangan Grup.
• Amandemen PSAK 73: Liabilitas Sewa dalam Jual Beli dan Sewa-balik
Amandemen PSAK 73 Sewa menetapkan persyaratan yang digunakan penjual-penyewa dalam
mengukur kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan sewa-balik, untuk memastikan
penjual-penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang terkait dengan hak
guna yang dipertahankan.
Amandemen berlaku secara retrospektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan. Grup saat ini sedang menilai dampak dari
amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan Grup.
• Amandemen PSAK 2 dan PSAK 60: Pengaturan Pembiayaan Pemasok
Amandemen PSAK 2 dan PSAK 60 mengklarifikasi karakteristik pengaturan pembiayaan pemasok
dan mensyaratkan pengungkapan tambahan atas pengaturan pembiayaan pemasok tersebut.
Persyaratan pengungkapan dalam amandemen ini dimaksudkan untuk membantu pengguna
laporan keuangan dalam memahami dampak pengaturan pembiayaan pemasok terhadap liabilitas,
arus kas, dan eksposur terhadap risiko likuiditas suatu entitas.
Amandemen ini akan berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan, namun perlu diungkapkan. Amandemen
tersebut diperkirakan tidak mempunyai dampak material terhadap laporan keuangan Grup.
29
Page 33
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan,
beban, aset dan liabilitas pada akhir tahun pelaporan.
Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh pada periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Grup
yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian:
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Grup adalah mata uang yang paling
mempengaruhi pendapatan dan beban dari penjualan barang dan jasa yang dihasilkan serta sumber
pendanaan. Berdasarkan substansi ekonomi dari kondisi mendasar yang relevan, mata uang fungsional
dan penyajian Grup adalah Indonesia Rupiah.
Tagihan Pajak
Berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku saat ini, manajemen mempertimbangkan apakah
jumlah yang tercatat dalam akun tagihan pajak penghasilan dapat dipulihkan dan direstitusi oleh Kantor
Pajak. Nilai tercatat atas tagihan pajak penghasilan Grup diungkapkan dalam Catatan 11.
Perpajakan
Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks, perubahan peraturan pajak dan
jumlah dan timbulnya pendapatan kena pajak di masa depan, dapat menyebabkan penyesuaian di masa
depan atas pendapatan dan beban pajak yang telah dicatat.
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan pertimbangan
apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Nilai tercatat neto utang pajak penghasilan badan diungkapkan dalam Catatan 11.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter
yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Situasi dan asumsi mengenai
perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup.
Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penyisihan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha
Grup menetapkan estimasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha menggunakan pendekatan yang
disederhanakan dari KKE. Matriks provisi digunakan untuk menghitung KKE untuk piutang usaha dan
lain-lain. Tarif provisi didasarkan pada hari tunggakan untuk pengelompokan berbagai segmen
pelanggan yang memiliki pola kerugian serupa.
30
Page 34
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Penyisihan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha (lanjutan)
Matriks provisi awalnya didasarkan pada riwayat tingkat kerugian pelanggan. Grup akan melakukan
penyesuaian pengalaman kerugian historis dengan informasi berwawasan ke depan. Misalnya, jika
prakiraan kondisi ekonomi yang terkait erat dengan riwayat tingkat kerugian diperkirakan akan
memburuk pada tahun berikutnya yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah gagal bayar pada
sektor-sektor pelanggan beroperasi, riwayat tingkat kerugian disesuaikan. Pada setiap tanggal
pelaporan, riwayat tingkat gagal bayar yang diamati diperbarui dan perubahan dalam estimasi
berwawasan ke depan dianalisis.
Evaluasi atas korelasi antara tingkat gagal bayar yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi
dan KKE, adalah estmasi signifikan. Jumlah KKE sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan
kondisi ekonomi. Kerugian kredit historis Grup dan perkiraan kondisi ekonomi mungkin tidak mewakili
tingkat gagal bayar pelanggan aktual di masa depan.
Penjelasan lebih lanjut atas piutang usaha diungkapkan dalam Catatan 6.
Program Pensiun dan Imbalan Kerja
Pengukuran liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh
aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain,
tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat
kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari
penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial diakui secara langsung pada laporan posisi
keuangan konsolidasian dengan debit atau kredit ke saldo laba melalui PKL dalam periode terjadinya.
Sementara Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan
pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi
secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.
Penjelasan lebih rinci atas imbalan kerja diungkapkan dalam Catatan 12.
Penyisihan atas Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan Persediaan
Penyisihan atas penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan
situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga
jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Penyisihan
dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang yang mempengaruhi jumlah
yang diestimasi. Penjelasan lebih rinci mengenai persediaan diungkapkan dalam Catatan 7.
31
Page 35
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar
kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat
digunakan. Estimasi signifikan digunakan oleh manajemen dalam menentukan jumlah aset pajak
tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan
strategi perencanaan pajak masa depan.
Pada tanggal 30 September 2024, manajemen berpendapat bahwa seluruh perbedaan temporer yang
dapat dikurangkan dapat direalisasi seluruhnya sehingga aset pajak tangguhan diakui. Penjelasan lebih
rinci diungkapkan dalam Catatan 11.
Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
sampai dengan 20 tahun, yang merupakan umur yang secara umum diharapkan dalam industri Grup
menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya beban penyusutan masa
depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci atas aset tetap diungkapkan dalam Catatan 8.
4. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari:
30 September 2024 31 Desember 2023
Kas 179.717.758 174.521.053
Bank
Rekening Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) 6.068.691.645 8.748.961.780
The Hongkong and Shanghai Banking
Corporation, Limited, cabang Jakarta
(“HSBC”) 669.928.892 544.826.506
PT Bank Permata Tbk (“Permata”) 310.108.437 118.541.596
PT Bank CIMB Niaga 11.000.000 -
Rekening Dolar AS
BCA 4.298.761.173 4.265.478.014
Permata 367.989.339 221.919.486
HSBC 8.086.821.630 580.354.744
Rekening Yuan
BCA 83.684.852 1.534.765.977
Sub-total 19.896.985.968 16.014.848.103
Deposito Berjangka
Rekening Rupiah
PT Bank INA Perdana Tbk ("INA") 152.000.000.000 164.000.000.000
Permata 65.000.000.000 50.000.000.000
Total 237.076.703.726 230.189.369.156
32
Page 36
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
Rekening di bank memiliki tingkat bunga mengambang sesuai dengan tingkat penawaran pada masing-
masing bank. Pada tanggal 30 September 2024 tingkat suku bunga tahunan deposito berjangka dalam
mata uang Rupiah berkisar antara 6% sampai 6,25% (31 Desember 2023: antara 5,75% sampai 6,25%).
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang
ditempatkan pada pihak-pihak berelasi ataupun yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman.
5. INVESTASI PADA SURAT BERHARGA
Grup melakukan investasi pada surat berharga yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Obligasi Negara seri FR070 - 20.097.258.156
Obligasi Negara seri ORI019 - 14.986.052.128
Obligasi Negara seri ORI018 - -
Keuntungan belum direalisasi - (19.445.284)
Total investasi pada surat berharga - 35.063.865.000
Dikurangi bagian lancar - 35.063.865.000
Bagian jangka panjang - -
Tabel berikut menyajikan taksiran nilai wajar surat berharga Grup adalah sebagai berikut:
Keterangan Suku Bunga Jatuh Tempo Nilai Nominal Nilai Wajar
31 Desember 2023
Obligasi Negara seri FR070 8,38% 15-Mar-24 20.000.000.000 20.079.480.000
Obligasi Negara seri ORI019 5,57% 15-Feb-24 15.000.000.000 14.984.385.000
Total 35.000.000.000 35.063.865.000
Berdasarkan penelaahan investasi pada surat berharga pada tanggal 31 Desember 2023, manajemen
berpendapat bahwa tidak diperlukan cadangan penurunan nilai atas investasi pada surat berharga
tersebut.
Seluruh surat berharga pada tanggal 31 Desember 2023 tidak dijaminkan.
33
Page 37
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang atas penjualan lokal dengan rincian sebagai berikut :
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 26)
Dalam Rupiah 1.658.539.800 1.637.560.800
Pihak ketiga
Dalam Rupiah 279.650.039.375 235.017.094.214
Dikurangi penyisihan atas penurunan nilai secara
individual - pihak ketiga (439.853.466) (439.853.466)
Sub-total 279.210.185.909 234.577.240.748
Neto 280.868.725.709 236.214.801.548
Sifat dari hubungan dan transaksi antara Grup dengan pihak berelasi dijelaskan pada Catatan 2 dan
26.
Piutang usaha tidak dikenakan bunga dan umumnya dikenakan syarat pembayaran selama 30 sampai
dengan 90 hari.
Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Umur Piutang Usaha
Lancar dan tidak mengalami penurunan nilai 150.719.595.976 117.767.353.587
Telah jatuh tempo namun tidak mengalami
penurunan nilai:
1 - 30 hari 71.008.972.524 65.561.459.431
31 - 60 hari 33.519.992.248 28.326.719.399
Lebih dari 60 hari 25.620.164.961 24.559.269.131
Telah jatuh tempo dan mengalami penurunan nilai 439.853.466 439.853.466
Lebih dari 60 hari
Total 281.308.579.175 236.654.655.014
Penyisihan atas penurunan nilai secara individual -
pihak ketiga (439.853.466) (439.853.466)
Neto 280.868.725.709 236.214.801.548
Analisis mutasi saldo penyisihan atas penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 December 2023
Saldo awal tahun 439.853.466 439.853.466
Penyisihan - -
Pemulihan - -
Saldo akhir tahun 439.853.466 439.853.466
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap adanya penurunan nilai pada akhir tahun, manajemen
berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha di atas cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian dari penurunan nilai piutang tersebut.
34
Page 38
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Catatan 24 mengenai risiko kredit piutang usaha mengungkapkan bagaimana Grup mengelola kualitas
kredit piutang usaha.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, piutang usaha Perusahaan sebesar
US$2.000.000 (masing-masing setara dengan Rp30.276.000.000 dan Rp30.832.000.000) digunakan
sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman dari HSBC dan piutang usaha Entitas Anak sebesar
US$2.000.000 (masing-masing setara dengan Rp30.276.000.000 dan Rp30.832.000.000) digunakan
sebagai jaminan fasilitas pinjaman dari BCA (Catatan 9).
7. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari:
30 September 2024 31 Desember 2023
Barang jadi (Catatan 19) 84.837.305.188 66.997.990.512
Barang dalam proses (Catatan 19) 9.172.202.593 9.347.511.148
Bahan baku 91.762.572.521 73.078.537.678
Lain-lain 920.684.417 967.426.327
Sub-total 186.692.764.719 150.391.465.665
Barang dalam perjalanan 164.692.000 1.958.602.800
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan
Persediaan (1.618.901.877) (1.618.901.877)
Neto 185.238.554.842 150.731.166.588
Analisis mutasi saldo penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan adalah sebagai
berikut:
30 September 2024 31 December 2023
Saldo awal tahun (1.618.901.877) (2.024.592.786)
Pemulihan - 1.190.522.045
Penyisihan - (784.831.136)
Saldo akhir tahun (1.618.901.877) (1.618.901.877)
Pemulihan penyisihan atas penurunan nilai pasar persediaan tersebut di atas diakui karena terjualnya
barang jadi terkait kepada pihak ketiga.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap harga pasar dan kondisi fisik dari persediaan pada tanggal
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut di atas cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian dari penurunan nilai pasar dan keusangan.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, persediaan Perusahaan sebesar
US$1.000.000 (masing-masing setara dengan Rp15.380.000.000 dan Rp15.416.000.000) digunakan
sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman dari HSBC dan persediaan Entitas Anak sebesar
Rp10.000.000.000 digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman dari BCA (Catatan 9).
Seluruh persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai
pertanggungan sebesar US$15.430.000 atau setara dengan Rp233.579.340.000 dan
Rp237.868.880.000 masing-masing pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian atas persediaan yang dipertanggungkan.
35
Page 39
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. ASET TETAP
30 September 2024
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Biaya Perolehan
Tanah 56.984.051.379 - - - 56.984.051.379
Bangunan dan sarana
penunjang 53.174.871.914 - - - 53.174.871.914
Mesin 88.781.317.499 - - - 88.781.317.499
Kendaraan bermotor 12.840.648.159 2.760.000.000 1.633.056.122 - 13.967.592.037
Inventaris pabrik 35.632.744.570 1.532.471.775 - - 37.165.216.345
Inventaris kantor 5.791.261.354 40.543.557 - - 5.831.804.911
Aset dalam konstruksi - - - -
Total Biaya Perolehan 253.204.894.875 4.333.015.332 1.633.056.122 - 255.904.854.085
Aset hak guna 3.415.583.657 - - - 3.415.583.657
Total Biaya Perolehan 256.620.478.532 4.333.015.332 1.633.056.122 - 259.320.437.742
Akumulasi penyusutan
Bangunan dan sarana
penunjang 23.798.036.269 1.879.925.982 - - 25.677.962.251
Mesin 85.683.064.942 1.353.137.781 - - 87.036.202.723
Kendaraan bermotor 10.125.274.319 1.094.919.368 805.056.120 - 10.415.137.567
Inventaris pabrik 32.899.181.883 1.092.272.314 - - 33.991.454.197
Inventaris kantor 5.585.782.858 75.825.923 - - 5.661.608.781
Total Akumulasi
Penyusutan 158.091.340.271 5.496.081.368 805.056.120 - 162.782.365.519
Aset hak guna 1.200.000.000 830.843.871 - - 2.030.843.871
Total Akumulasi
Penyusutan 159.291.340.271 6.326.925.239 805.056.120 - 164.813.209.390
Nilai buku neto 97.329.138.261 94.507.228.352
30 September 2023
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Biaya Perolehan
Tanah 56.984.051.379 - - - 56.984.051.379
Bangunan dan sarana
penunjang 52.929.871.914 193.000.000 - 52.000.000 53.174.871.914
Mesin 89.946.909.832 - 1.165.592.333 - 88.781.317.499
Kendaraan bermotor 12.973.720.869 - - - 12.973.720.869
Inventaris pabrik 35.189.969.210 411.886.300 79.110.940 - 35.522.744.570
Inventaris kantor 5.703.652.112 67.542.800 - - 5.771.194.912
Aset dalam konstruksi 52.000.000 - - (52.000.000) -
Total Biaya Perolehan 253.780.175.316 672.429.100 1.244.703.273 - 253.207.901.143
Akumulasi penyusutan
Bangunan dan sarana
penunjang 21.347.614.094 1.833.988.497 - - 23.181.602.591
Mesin 84.929.184.637 1.439.604.477 1.165.592.333 - 85.203.196.781
Kendaraan bermotor 9.102.242.545 1.195.167.460 - - 10.297.410.005
Inventaris pabrik 31.562.533.245 1.043.454.244 38.236.964 - 32.567.750.525
Inventaris kantor 5.484.708.895 75.070.506 - - 5.559.779.401
Total Akumulasi
Penyusutan 152.426.283.416 5.587.285.184 1.203.829.297 - 156.809.739.303
Nilai buku neto 101.353.891.900 96.398.161.840
36
Page 40
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. ASET TETAP (lanjutan)
Penyusutan dibebankan pada operasi sebagai bagian dari:
30 September 2024 30 September 2023
Beban pokok penjualan 3.949.350.880 3.950.249.519
Beban umum dan administrasi (Catatan 20) 2.377.574.359 1.637.035.665
Total 6.326.925.239 5.587.285.184
Pada tanggal 31 Desember 2023, nilai perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh namun masih
digunakan adalah sebesar Rp122.221.773.500. Aset tetap tersebut terutama terdiri atas bangunan dan
sarana penunjang, instalasi listrik, mesin, kendaraan bermotor, inventaris pabrik dan inventaris kantor.
Perusahaan memiliki Hak Guna Bangunan (“HGB”) No. 218 dan 284 atas dua bidang tanah yang
berlokasi di Jatiuwung dengan luas masing-masing 6.920 meter persegi dan 6.205 meter persegi. HGB
No. 218 akan berakhir pada tahun 2037 dan HGB No. 284 akan berakhir pada tahun 2031. Selain itu,
Perusahaan juga memiliki HGB No. 1642 atas tanah yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur dengan luas
tanah 12.009 meter persegi hingga tahun 2025. Pada tanggal 14 Oktober 2016, Perusahaan
memperoleh empat bidang tanah dalam bentuk HGB yang terletak di Gresik, Jawa Timur dengan luas
tanah sejumlah 8.875 meter persegi yang akan jatuh tempo hingga tahun 2032, 2038 dan 2041.
Manajemen berpendapat bahwa hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat
jatuh tempo.
Aset tetap telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, kecurian dan risiko lainnya dengan nilai
pertanggungan sebesar US$13.000.000 atau setara dengan Rp200.408.000.000 pada tanggal 30
September 2024 dan 31 Desember 2023. Manajemen menilai jumlah pertanggungan tersebut cukup
untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari risiko-risiko tersebut.
Berdasarkan analisis manajemen, tidak terdapat peristiwa dan keadaan yang mengindikasikan
penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
9. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN CERUKAN
Akun ini terdiri dari:
30 September 2024 31 Desember 2023
BCA
Kredit modal kerja 40.000.000.000 11.000.000.000
Kredit Kendaraan Bermotor - -
Cerukan 43.179.125.605 44.308.061.753
Omnibus letter of credit 6.059.737.992 4.408.499.131
HSBC - letter of credit 10.674.575.956 5.633.840.082
Permata
Letter of credit - -
Total 99.913.439.553 65.350.400.966
37
Page 41
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN CERUKAN (lanjutan)
BCA
Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas pinjaman dan Letter of Credit (“LC”) dari BCA, yang juga
dapat digunakan oleh Entitas Anak, sebagai berikut:
• Fasilitas kredit lokal (“cerukan”) sebesar Rp50.000.000.000 yang digunakan untuk modal kerja;
• Fasilitas kredit multi fasilitas (“KMF”) sebesar US$16.000.000 dengan sublimit untuk LC sebesar
US$12.000.000 dan fasilitas kredit modal kerja (“time revolving loan” sebesar Rp108,000,000,000
(dapat ditarik dalam Dolar AS sebesar US$4,000,000);
• Fasilitas forward line sebesar US$10.000.000 yang digunakan untuk lindung nilai.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan persediaan dan piutang usaha Entitas Anak masing-masing
sebesar Rp10.000.000.000 dan US$2.000.000. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 1 Juni
2025.
Pinjaman tersebut mensyaratkan Perusahaan untuk mempertahankan rasio keuangan tertentu,
memperoleh persetujuan dari BCA untuk menjaminkan aset tetap, memberikan jaminan dan
memberikan pinjaman kepada pihak lain.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan telah memenuhi semua
persyaratan pinjaman tersebut.
Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan sebagai berikut:
Mata Uang 30 Sepember 2024 31 Desember 2023
Dolar AS 5,50% 5,50%
Rupiah 7,50% 7,50%
HSBC
Perusahaan memperoleh fasilitas LC dari HSBC yang juga dapat digunakan oleh Entitas Anak.
Fasilitas maksimum LC yang diberikan adalah sebesar US$10.000.000, dengan kombinasi jumlah
maksimum sebagai berikut:
Kredit Berdokumen US$10.000.000
Kredit Berdokumen dengan Pembayaran Tertunda US$10.000.000
Pinjaman Impor US$10.000.000
Bank Garansi US$ 500.000
Pembiayaan Pemasok US$10.000.000
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan persediaan dan piutang usaha Perusahaan masing-masing
sebesar US$1.000.000 dan US$2.000.000. Fasilitas tersebut diperpanjang setiap tahun akan jatuh
tempo pada tanggal 1 Juni 2025.
Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5,75% pada tahun 2024 dan 2023.
38
Page 42
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN CERUKAN (lanjutan)
HSBC (lanjutan)
Perjanjian ini juga mencakup pembatasan dan persyaratan tertentu, antara lain, mempertahankan rasio
keuangan tertentu, mempertahankan kepemilikan saham mayoritas keluarga Pranatajaya pada Pacific
Plas Pte. Ltd., Singapura, baik secara langsung atau tidak langsung, dan mendapat persetujuan tertulis
dari HSBC sehubungan dengan perolehan fasilitas kredit atau pinjaman baru dan penjaminan aset atau
pendapatan Perusahaan.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Grup belum menggunakan fasilitas pinjaman
Bank Garansi dan Pembiayaan Pemasok.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan telah memenuhi semua
persyaratan pinjaman tersebut.
Permata
Pada tanggal 26 November 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas LC dari Permata sebesar
US$8.000.000 yang dapat juga digunakan oleh Entitas Anak. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada
tanggal 26 November 2025.
Pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga tahunan dalam mata uang Rupiah sebesar 7,95% dan dalam
mata uang Dolar AS sebesar 5,00% pada tahun 2024 dan 2023. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo
pada tanggal 26 November 2025.
Pinjaman tersebut mensyaratkan Perusahaan untuk menyerahkan seluruh rekening koran di bank lain
secara triwulanan, menyampaikan laporan keuangan inhouse secara triwulanan, mempertahankan
kepemilikan saham mayoritas PT Colorpak Flexible Indonesia dan an negative pledge atas aset tetap
Grup.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan corporate guarantee dari Entitas Anak dan negative pledge
atas persediaan Grup.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan telah memenuhi semua
persyaratan pinjaman tersebut.
39
Page 43
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. UTANG USAHA
Akun ini merupakan liabilitas Grup atas pembelian bahan baku dari para pemasok:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Dalam Dolar AS (Catatan 27) 68.343.516.808 79.161.780.494
Dalam Rupiah 68.611.919.899 52.830.973.560
Dalam Yuan (Catatan 27) 8.252.666.293 1.187.894.325
Dalam Euro (Catatan 27) - -
Dalam Swiss Franc (Catatan 27) - -
Sub-total 145.208.103.000 133.180.648.379
Pihak berelasi (Catatan 26)
Dalam Dollar Australia (Catatan 27) - -
Dalam Yuan (Catatan 27) - -
Sub-total - -
Total 145.208.103.000 133.180.648.379
Sifat dari hubungan dan transaksi antara Grup dengan pihak berelasi dijelaskan pada Catatan 26.
Analisa umur utang usaha adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Umur Utang Usaha
Lancar 129.381.506.031 108.105.247.357
Jatuh tempo :
1 - 30 hari 14.783.909.866 24.865.894.072
31 - 60 hari 1.042.687.103 209.506.950
Lebih dari 60 hari - -
Total 145.208.103.000 133.180.648.379
Utang usaha tidak dijamin, tidak dikenakan bunga dan umumnya dikenakan syarat pembayaran antara
30 sampai dengan 90 hari.
11. PERPAJAKAN
a. Utang pajak
30 September 2024 31 Desember 2023
Perusahaan
Pajak penghasilan
Pasal 4 (2) - -
Pasal 21 420.440.357 440.129.967
Pasal 23 24.478.772 6.697.727
Pasal 25 - -
Pasal 26 - -
Pasal 29 – Tahun 2023 - 1.644.619.167
Pajak lainnya - 717.145.259
PPN - 1.478.709.827
40
Page 44
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
a. Utang pajak (lanjutan)
30 September 2024 31 Desember 2023
Entitas Anak
Pajak penghasilan
Pasal 4(2) - 30.600.000
Pasal 21 52.635.787 53.265.776
Pasal 23 6.983.891 25.647.863
Pasal 25 - -
PPN - 580.215.736
Total 504.538.807 4.977.031.322
b. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
30 September 2024 30 September 2023
Beban pajak penghasilan - kini:
Perusahaan (4.765.317.384) (5.362.974.055)
Entitas Anak (5.153.768.437) (4.139.280.003)
Manfaat (beban) pajak penghasilan –
tangguhan
Perusahaan 384.871.261 14.599.796
Entitas Anak 46.948.000 10.692.000
Beban Pajak Penghasilan, Neto (9.487.266.560) (9.476.962.262)
Pajak Penghasilan Badan
Kini (9.919.085.821) (9.502.254.058)
Tangguhan 431.819.261 25.291.796
Beban Pajak Penghasilan yang Dilaporkan
pada Laporan Laba Rugi Komprehensif
Konsolidasian (9.487.266.560) (9.476.962.262)
41
Page 45
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Rekonsiliasi Fiskal (lanjutan)
Rekonsiliasi antara laba Perusahaan sebelum pajak dengan laba kena pajak Perusahaan adalah
sebagai berikut:
30 September 2024 30 September 2023
Laba sebelum pajak Perusahaan 26.175.770.479 29.825.707.386
Beda temporer:
Penyusutan 42.426.096 (935.592.324)
Imbalan kerja karyawan 1.240.000.000 1.080.000.000
Persediaan - -
Penurunan nilai piutang usaha - -
Aset lainnya 466.988.725 (78.044.967)
Beda Tetap:
Biaya yang tidak dapat dikurangkan untuk
tujuan pajak 1.359.809.422 1.465.607.597
Pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan bersifat final (7.624.461.161) (6.980.522.896)
Laba Kena Pajak – Perusahaan 21.660.533.561 24.377.154.796
Beban pajak kini (dalam Rupiah): (4.765.317.384) (5.362.974.055)
Pajak penghasilan dibayar di muka-Perusahaan
Pasal 22 2.773.661.725 1.946.830.000
Pasal 25 2.151.435.777 927.674.811
Tagihan (Utang) pajak penghasilan –
Perusahaan 159.780.118 (2.488.469.244)
Rincian tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak adalah sebagai berikut:
Tahun 30 September 2024 31 Desember 2023
Perusahaan
Pajak Penghasilan Badan tahun:
2024 159.780.118 -
2022 - 2.176.399.940
Entitas Anak
Pajak Penghasilan Badan tahun:
2024 2.806.323.863 -
2023 3.098.592.070 3.098.592.070
2022 - 9.491.162.770
Total 6.064.696.051 14.766.154.780
42
Page 46
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Rekonsiliasi Tarif Pajak Efektif
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan, yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang
berlaku atas laba komersial sebelum pajak dan beban pajak penghasilan, seperti yang tercantum
dalam laporan laba-rugi komprehensif konsolidasian adalah sebagai berikut:
30 September 2024 30 September 2023
Laba sebelum pajak 48.879.395.865 48.415.609.961
Beban pajak penghasilan sesuai dengan tarif
pajak yang berlaku (10.753.467.090) (10.651.434.192)
Pengaruh pajak atas:
Biaya yang tidak dapat dikurangkan untuk
tujuan pajak (411.467.285) (362.718.144)
Pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan bersifat final 1.677.667.815 1.537.190.074
Pengaruh atas perbedaan tariff pajak -
Beban Pajak Penghasilan yang Dilaporkan
pada Laporan Laba Rugi Komprehensif
Konsolidasian (9.487.266.560) (9.476.962.262)
e. Tarif Pajak Penghasilan Badan
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Presiden Republik Indonesia menandatangani UU No.7/2021
tentang “Harmonisasi Peraturan Perpajakan”, yang menerapkan, antara lain, tarif pajak penghasilan
badan sebagai berikut:
a) Sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 (sebelumnya 20% yang diatur dalam
Perppu No.1 Tahun 2020 tertanggal 31 Maret 2020).
b) Perusahaan Terbuka dalam negeri dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor
diperdagangkan pada bursa efek di Indonesia paling sedikit 40% dan memenuhi persyaratan
tertentu sesuai dengan peraturan pemerintah, dapat memperoleh tarif sebesar 3% lebih rendah
dari tarif pada butir a di atas.
f. Pajak tangguhan
Pengaruh pajak atas perbedaan temporer antara pelaporan komersial dan pajak dihitung
menggunakan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:
30 September 2024 30 September 2023
Manfaat (beban) pajak tangguhan
Perusahaan
Imbalan kerja karyawan 272.800.000 237.600.000
Aset tetap 9.333.741 (205.830.311)
Penyisihan penurunan nilai piutang usaha - -
Persediaan - -
Aset tidak lancar lainnya 102.737.520 (17.169.893)
Entitas Anak
Imbalan kerja 46.948.000 10.692.000
Jumlah manfaat pajak tangguhan 431.819.261 25.291.796
43
Page 47
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
f. Pajak tangguhan (lanjutan)
30 September 2024 31 Desember 2023
Perusahaan
Imbalan kerja 2.707.720.209 2.434.920.209
Persediaan 184.005.632 184.005.632
Aset tetap 724.462.785 715.129.044
Piutang usaha 125.760.257 125.760.257
Aset tidak lancar lainnya (375.737.156) (478.474.676)
Sub-total 3.366.211.727 2.981.340.466
Entitas Anak
Imbalan kerja 335.928.328 288.980.328
Piutang usaha 66.407.763 66.407.763
Persediaan 172.152.782 172.152.782
Jumlah Aset Pajak Tangguhan, Neto 3.940.700.600 3.508.881.339
g. Surat Ketetapan Pajak
Perusahaan
Pada bulan Januari 2024, Perusahaan menerima beberapa surat ketetapan pajak atas lebih bayar
pajak penghasilan badan untuk tahun fiskal 2022 sebesar Rp2.051.211.580 dari klaim Perusahaan
sebesar Rp2.176.399.940. Perusahaan juga menerima surat ketetapan pajak atas kurang bayar atas
Pajak Penghasilan Pasal 23 untuk periode fiskal Desember 2022 sebesar Rp19.714.587, surat
ketetapan pajak atas kurang bayar atas Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk periode fiskal Januari-
Desember 2022 sebesar Rp21.669.194, surat tagihan pajak atas Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk
periode fiskal Desember 2022 sebesar Rp405.041. Perusahaan menyetujui ketetapan tersebut dan
menerima pengembalian sejumlah Rp2.009.422.758 pada tanggal 2 Februari 2024, setelah
dikurangi dengan kurang bayar tersebut.
Pada bulan Mei 2023, Perusahaan menerima beberapa surat ketetapan pajak atas lebih bayar pajak
penghasilan badan untuk tahun fiskal 2021 sebesar Rp2.160.823.430dari klaim Perusahaan sebesar
Rp2.282.976.450. Perusahaan juga menerima surat ketetapan pajak atas kurang bayar atas Pajak
Penghasilan Pasal 21 untuk periode fiskal Januari-Desember 2021 sebesar Rp57.942.494, surat
tagihan pajak atas Pajak Penghasilan untuk periode fiskal April 2020 sebesar Rp3.669.524.
Perusahaan menyetujui ketetapan tersebut dan menerima pengembalian sejumlah
Rp2.099.211.412 pada tanggal 15 Mei 2023, setelah dikurangi dengan kurang bayar tersebut.
Entitas Anak
Pada bulan April 2024, CFI menerima beberapa surat ketetapan pajak atas lebih bayar pajak
penghasilan badan untuk tahun fiskal 2022 sebesar Rp9.463.522.630. CFI juga menerima surat
ketetapan pajak atas kurang bayar atas Pajak Penghasilan Pasal 23 untuk periode fiskal Februari,
Juni dan Desember 2022 sebesar Rp139.941.492. CFI menyetujui ketetapan tersebut dan menerima
pengembalian sejumlah Rp9.323.581.138 pada tanggal 25 April 2022, setelah dikurangi dengan
kurang bayar tersebut.
44
Page 48
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Pada tahun 2020, Perusahaan mengikuti Program Pensiun untuk Kompensasi Pesangon (“PPUKP”)
pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”) AIA Financial, yang pendiriannya telah disetujui oleh
Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No: KEP-097/KM.17/2000 tanggal 15
Maret 2000, untuk beberapa karyawan tertentu Perusahaan yang memenuhi syarat. Beban pensiun
yang dibayarkan kepada AIA Financial sebesar Rp360.000.000 untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 disajikan sebagai bagian dari akun “Beban Pokok Penjualan” dan “Beban Umum
dan Administrasi” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Selain mempunyai program pensiun untuk karyawan yang memenuhi syarat, Grup juga mencatat
penyisihan imbalan kerja untuk memenuhi imbalan minimum yang diwajibkan untuk dibayar kepada
karyawan tetap yang memenuhi persyaratan sesuai dengan Undang-undang Penciptaan Lapangan
Kerja No. 11/2020 (“UU Cipta Kerja”, UUCK).
Pada tanggal 31 Desember 2023, Grup mencatat liabilitas diestimasi atas imbalan kerja berdasarkan
perhitungan aktuarial yang dilakukan oleh KKA Arya Bagiastra, aktuaris independen, dalam laporannya
tertanggal 19 Maret 2024, dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit”.
Perhitungan dilakukan dengan menggunakan asumsi-asumsi dasar sebagai berikut:
31 Desember 2023
Tingkat diskonto 6,78% - 6,91%
Tingkat kenaikan gaji 10,00%
Umur pensiun 55 tahun
Tingkat kematian TMI-IV
Tingkat kecacatan 5% dari tingkat
mortalitas
Tingkat pengunduran Usia pegawai
diri karyawan 0-39 tahun, 5%
40-44 tahun, 3%
45-49 tahun, 2%
50-54 tahun, 1%
>55 tahun, 0%
Liabilitas imbalan kerja karyawan
30 September 2024 31 Desember 2023
Nilai kini kewajiban 15.167.030.225 13.713.630.225
Nilai wajar as et program (1.332.264.136) (1.332.264.136)
Liabilitas neto 13.834.766.089 12.381.366.089
45
Page 49
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)
Perubahan dalam nilai kini kewajiban imbalan kerja:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 13.713.630.225 11.505.372.940
Perubahan yang dibebankan ke laba rugi
Biaya jasa kini 1.453.400.000 1.631.745.061
Beban bunga - 806.684.567
Biaya jasa lalu - -
Imbalan yang dibayarkan - (553.957.673)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti neto
Kerugian (keuntungan) actuarial yang timbul dari:
Pengaruh perubahan asumsi keuangan - 436.781.567
Perubahan asumsi demografik - -
Penyesuaian pengalaman - (112.996.237)
Saldo akhir 15.167.030.225 13.713.630.225
Perubahan dalam nilai wajar aset program PPUKP pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Jumlah
Nilai wajar aset program penyesuaian 1 Jan 1.400.512.930
Imbal hasil aset program 68.042.619
Kontribusi program pensiun 360.000.000
Pembayaran imbalan dari aset program (476.020.833)
Kerugian aktuaria (20.270.580)
1.332.264.136
Mutasi liabilitas imbalan kerja karyawan yang diakui di laporan posisi keuangan
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 12.381.366.089 10.104.860.010
Pembayaran imbalan - (77.936.840)
Kontribusi program pension - (360.000.000)
Beban (pendapatan) imbalan kerja karyawan 1.453.400.000 2.714.442.919
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan kerja
karyawan - -
Aset – penyesuaian - -
Saldo akhir 13.834.766.089 12.381.366.089
Analisa sensitivitas terhadap asumsi utama yang digunakan dalam menentukan kewajiban imbalan
ckerja per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Kenaikan/ (Penurunan)/Kenaikan Liabilitas imbalan kerja
Asumsi Utama (Penurunan) Neto/
Tingkat diskonto tahunan 1%/(1%) (1.068.193.814)/1.209.847.894
Kenaikan gaji tahunan 1%/(1%) 1.156.474.813/(1.043.681.043)
46
Page 50
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)
Pembayaran kontribusi yang diharapkan dari kewajiban imbalan kerja pada periode mendatang adalah
sebagai berikut:
Jumlah
Dalam 12 bulan mendatang 1.114.697.500
Antara 1 sampai 5 tahun 3.926.370.066
Antara 5 sampai 10 tahun 17.421.330.033
Diatas 10 tahun 125.887.364.313
Total 148.349.761.912
13. LIABILITAS SEWA
Mutasi jumlah tercatat liabilitas sewa:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 2.215.583.657 -
Penambahan - 3.415.583.657
Pembayaran 808.607.174 1.200.000.000
Sub-total 1.406.976.483 2.215.583.657
Dikurangi bagian lancar 1.078.142.899 1.078.142.899
Bagian Jangka Panjang 328.833.584 1.137.440.758
Analisis jatuh tempo liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Dalam 1 tahun 1.078.142.899 1.078.142.899
Dalam 1 - 2 tahun 328.833.584 1.137.440.758
Total 1.406.976.483 2.215.583.657
47
Page 51
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. MODAL SAHAM
Pemegang saham Perusahaan dan besarnya kepemilikan pada tanggal 30 September 2024 dan
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Saham
Ditempatkan
dan Disetor Persentase
Pemegang Saham Penuh Kepemilikan Jumlah
Ink Color International Pte.Ltd. 156.230.000 51,00% 15.623.000.000
PT Bukit Jaya Semesta (‘‘BJS‘‘) 22.755.300 7,43% 2.275.530.000
Chandra Natalie Widjaja 20.364.500 6,65% 2.036.450.000
Masyarakat (dengan
kepemilikan
masing-masing di bawah 5%) 106.988.700 34,92% 10.698.870.000
306.338.500 100,00% 30.633.850.000
Saham Tresuri
Pada tahun 2013, para pemegang saham menyetujui rencana pembelian kembali saham Perusahaan
guna meningkatkan nilai pemegang saham, dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal 4 Oktober 2013
sampai dengan 5 Januari 2014, dengan pembelian maksimum sebesar Rp6.000.000.000 atau 20% dari
seluruh modal saham ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan.
Sehubungan dengan hal itu, Perusahaan telah membeli kembali sebanyak 2.495.000 saham dengan
harga perolehan sejumlah Rp1.433.113.852. Pada tahun 2017, Perusahaan telah menjual kembali
seluruh saham tresuri sebanyak 2.495.000 saham dengan penerimaan neto sebesar Rp2.571.986.319.
Selisih antara nilai perolehan dari dengan penerimaan sebesar Rp1.138.872.467 dicatat sebagai bagian
dari “Tambahan Modal Disetor” pada laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 15).
Pengelolaan Modal
Grup menjadikan total ekuitas sebagai modal. Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk
memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan nilai
bagi pemegang saham.
48
Page 52
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. MODAL SAHAM (lanjutan)
Pengelolaan Modal (lanjutan)
Perusahaan dan Entitas Anak dipersyaratkan untuk memelihara tingkat permodalan tertentu oleh
perjanjian pinjaman. Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah dipenuhi oleh Grup pada tanggal
30 September 2024 dan 31 Desember 2023. Selain itu, Grup juga dipersyaratkan oleh Undang-undang
Perseroan Terbatas Tahun 2007 untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham
ditempatkan dan disetor penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan
tersebut akan dipertimbangkan oleh Grup dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”)
berikutnya.
Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan kondisi
ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat menyesuaikan
pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang saham atau
menerbitkan saham baru. Tidak ada perubahan tujuan, kebijakan maupun proses pada tahun yang
berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
Kebijakan Grup adalah mempertahankan rasio modal kerja dan struktur permodalan yang sehat untuk
mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.
15. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Akun ini terdiri dari:
Agio saham yang berasal dari penawaran umum perdana 5.000.000.000
Dikurangi biaya emisi saham (1.371.944.401)
3.628.055.599
Agio saham yang berasal dari konversi waran 245.775.000
Selisih kurs atas modal disetor 5.400.000
Penjualan kembali saham tresuri 1.138.872.467
Total 5.018.103.066
Agio Saham
Penawaran Umum Perdana
Agio saham merupakan agio yang diperoleh dari 50.000.000 saham yang dikeluarkan pada penawaran
umum saham perdana, setelah dikurangi biaya emisi saham (Catatan 1).
Konversi Waran
Agio saham merupakan agio yang diperoleh dari 1.638.500 lembar saham yang diterbitkan dalam rangka
pelaksanaan waran (Catatan 1).
Selisih Kurs atas Modal Disetor
Selisih kurs berasal dari selisih kurs valuta asing yang timbul dari modal saham yang ditempatkan dan
disetor penuh.
Penjualan kembali saham tresuri
Selisih antara nilai perolehan dari 2.495.000 saham yang diperoleh kembali dengan penerimaan dari
penjualannya (Catatan 15).
49
Page 53
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan masing-masing pada tanggal 25 Juni 2024 dan
30 Juni 2023, yang risalahnya masing-masing telah diaktakan dengan Akta Notaris No 44 tertanggal 25
Juni 2024 dan Akta Notaris No. 90 tertanggal 30 Juni 2023 dari Notaris Leolin Jayayanti, S.H., para
pemegang saham menyetujui, antara lain:
i. Penambahan cadangan umum atas saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya masing-
masing sebesar Rp2.619.258.442 dan Rp1.880.597.374 untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 dan 2022; dan
ii. Pembagian dividen kas masing-masing sebesar Rp39.288.876.633 dan Rp18.805.973.742 atau
masing-masing setara dengan Rp128,25 dan Rp61,38 per saham yang berasal dari laba
Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022.
Dividen kas yang diumumkan dan disetujui pada tahun 2024 dan 2023 telah dibayar seluruhnya oleh
Perusahaan masing-masing pada bulan Juli 2024 dan Agustus 2023.
17. LABA PER SAHAM
Rincian perhitungan laba per saham adalah sebagai berikut:
Laba Tahun
Berjalan yang
dapat
Diatribusikan Jumlah Rata-rata
kepada Pemilik Tertimbang
Entitas Induk Saham Laba per Saham
30 September 2024 39.374.532.500 306.338.500 128,53
30 September 2023 38.924.186.384 306.338.500 127,06
Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal 30
September 2024 dan 31 Desember 2023.
18. PENJUALAN NETO
Rincian penjualan neto adalah sebagai berikut :
30 September 30 September
2024 2023
Pihak ketiga 676.264.259.371 590.702.880.800
Pihak berelasi (Catatan 26) 6.019.506.000 5.808.690.000
Jumlah Penjualan Neto 682.283.765.371 596.511.570.800
Pada periode yang berakhir tanggal 30 September 2024 dan 2023, tidak ada penjualan neto yang
melebihi 10%.
50
Page 54
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
30 September 2024 30 September 2023
Pemakaian bahan baku dan bahan penolong 244.994.229.093 229.444.104.031
Beban pabrikasi 10.186.337.042 9.553.473.564
Gaji, upah dan tunjangan 19.452.263.508 14.868.107.345
Total Beban Produksi 274.632.829.643 253.865.684.940
Barang dalam proses (Catatan 7)
Awal tahun 9.347.511.148 9.231.890.965
Akhir tahun (9.172.202.593) (8.385.113.938)
Beban Pokok Produksi 274.808.138.198 254.712.461.967
Barang jadi
Awal tahun (Catatan 7) 66.997.990.512 74.573.091.779
Pembelian 336.026.434.316 248.803.706.083
Akhir tahun (Catatan 7) (84.837.305.188) (59.994.678.369)
Beban Pokok Penjualan 592.995.257.838 518.094.581.460
Pada periode yang berakhir tanggal 30 September 2024 dan 2023, terdapat pembelian kepada pihak
ketiga dengan jumlah pembeliannya melebihi 10% dari jumlah pembelian masing-masing sebesar
Rp163.715.539.223 dan Rp147.344.222.970.
20. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Akun ini terdiri dari :
30 September 2024 30 September 2023
Gaji, tunjangan dan lembur 15.587.947.286 16.319.246.385
Bonus dan THR 7.924.607.455 4.725.756.729
Penyusutan aset tetap (Catatan 8) 2.377.574.359 1.637.035.665
Perjalanan dinas 1.528.451.887 1.273.505.723
Lain-lain 8.344.634.248 7.491.354.729
Total 35.763.215.235 31.446.899.231
21. PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASI LAIN
Rincian pendapatan dan beban operasi lain adalah sebagai berikut:
30 September 2024 30 September 2023
Pendapatan operasi lain
Laba selisih kurs - 3.701.842.088
Lain-lain 413.909.908 -
Total Pendapatan Operasi 413.909.908 3.701.842.088
Beban operasi lain
Rugi selisih kurs, neto (2.096.475.606) -
Lain-lain (849.078.380) (809.143.167)
Total Beban Operasi Lain (2.945.553.986) (809.143.167)
51
Page 55
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. PENNGHASILAN KEUANGAN
Peenghasilan keuangan merupakan penghasilan bunga atas rekening bank.
23. BEBAN KEUANGAN
Beban keuangan merupakan beban bunga atas utang bank jangka pendek dan cerukan.
24. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko utama dari instrumen keuangan Grup adalah risiko suku bunga, risiko mata uang, risiko kredit
dan risiko likuiditas. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola masing-masing risiko
tersebut yang dijelaskan dengan lebih rinci sebagai berikut:
Risiko Suku Bunga
Risiko terhadap suku bunga merupakan risiko nilai wajar atau arus kas masa datang dari instrumen
keuangan yang berfluktuasi akibat perubahan tingkat suku bunga pasar. Eksposur Grup terhadap
perubahan suku bunga pasar terkait pada utang jangka pendek dan jangka panjang.
Grup didanai dengan utang yang dikenai bunga. Oleh karena itu, eksposur Grup tertentu terhadap risiko
pasar untuk perubahan tingkat suku bunga terutama sehubungan dengan liabilitas dengan bunga.
Kebijakan Perusahaan dan Entitas Anak adalah mendapatkan tingkat suku bunga yang paling
menguntungkan tanpa meningkatkan ekposur terhadap mata uang asing, yaitu dengan mengendalikan
beban bunga dengan menggunakan kombinasi antara pinjaman dengan tingkat suku bunga tetap dan
mengambang.
Pada tanggal 31 Desember 2023, berdasarkan simulasi yang rasional, jika tingkat suku bunga utang
jangka pendek lebih tinggi/lebih rendah 50 basis poin, dengan seluruh variabel-variabel lain tidak
berubah, maka laba sebelum pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 akan lebih rendah/lebih tinggi sebesar Rp360.705.104.
Risiko Mata Uang
Risiko nilai tukar mata uang asing yang dihadapi Grup terutama timbul dari aset dan liabilitas moneter
yang diakui dalam mata uang yang berbeda dengan mata uang fungsional entitas yang bersangkutan.
Grup menyadari adanya risiko pasar yang disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Untuk
mengurangi dampak perubahan nilai tukar mata uang asing terhadap aset dan liabilitas tersebut, jika
memungkinkan, Grup selalu mengupayakan aset dan liabilitas signifikan dalam mata uang asing yang
dimiliki entitas yang bersangkutan bernilai seimbang. Untuk mencapai tujuan tersebut, tidak tertutup
kemungkinan untuk dilakukannya transaksi lindung nilai.
Pada tanggal 31 Desember 2023, berdasarkan simulasi yang rasional, jika nilai tukar Rupiah terhadap
Dolar AS menguat/melemah sebesar 10%, dengan seluruh variabel-variabel lain tidak berubah, maka
laba sebelum pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 akan lebih
tinggi/lebih rendah sebesar Rp8.121.704.602, terutama sebagai akibat dari keuntungan/kerugian selisih
kurs atas penjabaran kas dan setara kas, utang usaha dan utang bank jangka pendek dalam Dolar AS.
Grup tidak mempunyai kebijakan lindung nilai yang formal untuk laju nilai tukar mata uang asing.
52
Page 56
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan, klien atau
pihak lawan yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual mereka. Tidak ada risiko kredit yang terpusat
secara signifikan. Grup mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah
risiko yang dapat diterima untuk pelanggan secara individual dan memantau eksposur terkait dengan
batasan-batasan tersebut.
Grup melakukan hubungan usaha dengan pihak yang diakui dan kredibel. Grup memiliki kebijakan untuk
semua pelanggan yang akan melakukan perdagangan secara kredit harus melalui prosedur verifikasi
kredit. Sebagai tambahan, jumlah piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi risiko
piutang tidak tertagih.
Sehubungan dengan risiko kredit yang timbul dari aset keuangan yang mencakup kas dan setara kas,
investasi jangka pendek dalam bentuk deposito, eksposur Grup terhadap risiko kredit yang dihadapi
timbul karena wanprestasi dari counterparty. Grup memiliki risiko kredit terpusat dari penempatan kas
dan setara kas, sebesar 71,25% dari total kas dan setara kas yang ditempatkan pada satu bank.
Grup memiliki kebijakan untuk tidak menempatkan investasi pada instrumen yang memiliki risiko kredit
tinggi dan hanya menempatkan investasinya pada bank-bank dengan peringkat kredit yang tinggi.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas merupakan risiko disaat posisi arus kas Grup menunjukan nilai arus kas jangka pendek
tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan nilai pengeluaran jangka pendek.
Kebutuhan likuiditas Grup timbul dari kebutuhan dalam membiayai kegiatan operasional Grup.
Pada dasarnya, di dalam mengelola risiko likuiditas, Grup memantau dan menjaga tingkat kas dan bank
yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak dari fluktuasi
arus kas. Grup juga secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal
jatuh tempo utang jangka pendek maupun jangka panjang mereka, dan terus menelaah kondisi pasar
keuangan untuk mengambil inisiatif penggalangan dana. Kegiatan ini dapat meliputi utang bank,
penerbitan surat utang ataupun ekuitas di pasar modal.
Tabel berikut menyajikan profil jatuh tempo liabilitas keuangan Grup pada tahun yang berakhir 30
September 2024 dan 31 Desember 2023 berdasarkan arus kas kontraktual yang tidak terdiskonto:
Dalam waktu 1
Dalam waktu 1 tahun sampai dengan 5
Total tahun Lebih dari 5 tahun
Pada tanggal 30
September 2024
Utang bank jangka
pendek dan cerukan 99.913.439.553 99.913.439.553 - -
Utang usaha
Pihak ketiga 145.208.103.000 145.208.103.000 - -
Utang lain-lain - pihak
ketiga 343.938.298 343.938.298 - -
Beban masih harus
dibayar 2.607.734.527 2.607.734.527 - -
Liabilitas sewa 1.406.976.483 1.078.142.899 328.833.584 -
53
Page 57
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko Likuiditas (lanjutan)
Dalam waktu 1
Dalam waktu 1 tahun sampai dengan 5
Total tahun Lebih dari 5 tahun
Pada tanggal 31
Desember 2023
Utang bank jangka
pendek dan cerukan 65.350.400.966 65.350.400.966 - -
Utang usaha
Pihak ketiga 133.180.648.379 133.180.648.379 - -
Utang lain-lain - pihak
ketiga 432.039.106 432.039.106 - -
Beban masih harus
dibayar 2.238.211.907 2.238.211.907 - -
Liabilitas sewa 2.215.583.657 1.078.142.899 1.137.440.758
Perubahan Pada Liabilitas Yang Timbul Dari Aktivitas Pendanaan
Nilai tercatat instrumen keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan konsolidasian kurang
lebih sebesar nilai wajarnya.
1 Januari Arus Kas Mata Uang Asing 30 September
2024
Utang bank jangka
pendek 11.000.000.000 29.000.000.000 - 40.000.000.000
2023
Utang bank jangka
pendek 51.125.750.000 (5.818.250.000) - 45.307.500.000
25. INSTRUMEN KEUANGAN
Nilai tercatat instrumen keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan konsolidasian kurang
lebih sebesar nilai wajarnya.
Nilai tercatat untuk kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, utang usaha, utang lain-lain,
utang bank jangka pendek dan cerukan dan beban masih harus dibayar mendekati nilai wajarnya karena
bersifat jangka pendek. Nilai tercatat utang jangka panjang dengan suku bunga mengambang mendekati
nilai wajarnya karena selalu dinilai ulang secara berkala. Nilai tercatat piutang karyawan jangka panjang
tidak dikenakan bunga disajikan pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.
Nilai wajar dari surat berharga ditentukan berdasarkan harga pasar kuotasi yang berlaku pada tanggal
pelaporan.
54
Page 58
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Tabel berikut menunjukkan analisa aset keuangan Grup yang dicatat pada nilai wajar berdasarkan
tingkatan hierarki:
Harga kuotasian Input yang dapat Input yang tidak
dalam pasar aktif diobservasi lain dapat diobservasi
untuk aset yang yang signifikan yang signifikan
Total identik (Level 1) (Level 2) (Level 3)
2024
Aset keuangan yang
diukur pada nilai
wajar melalui
penghasilan
komprehensif lain:
Surat berharga - - - -
2023
Aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan
komprehensif lain:
Surat berharga 35.063.865.000 35.063.865.000 - -
26. TRANSAKSI DAN SALDO YANG SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan transaksi usaha dengan pihak berelasi. Transaksi usaha
dengan pihak berelasi ditentukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak.
Transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak yang berelasi adalah sebagai berikut:
Jumlah Persentase Terhadap Total Penjualan
Neto
Entitas dengan Entitas dengan
Pengendalian Pihak Berelasi Pengendalian Pihak Berelasi
Bersama Lainnya Bersama Lainnya
30 September 2024
Penjualan barang jadi - 6.019.506.000 - 0,88
30 September 2023
Penjualan barang jadi - 5.808.690.000 - 0,97
Jumlah Persentase Terhadap Total Beban
Pokok Penjualan
Entitas dengan Entitas dengan
Pengendalian Pihak Berelasi Pengendalian Pihak Berelasi
Bersama Lainnya Bersama Lainnya
30 September 2024
Pembelian bahan
baku - - - -
30 September 2023
Pembelian bahan
baku - - - -
Jumlah Persentase Terhadap Total Aset
Entitas dengan Pihak Berelasi Entitas dengan Pihak Berelasi
Pengendalian Lainnya Pengendalian Lainnya
Bersama Bersama
30 September 2024
Piutang usaha - 1.658.539.800 - 0,20
31 Desember 2023
Piutang usaha - 1.637.560.800 - 0,21
55
Page 59
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. TRANSAKSI DAN SALDO YANG SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Jumlah Persentase Terhadap Total Liabilitas
Entitas dengan Entitas dengan
Pengendalian Pihak Berelasi Pengendalian Pihak Berelasi
Bersama Lainnya Bersama Lainnya
30 September 2024
Utang usaha - - - -
31 Desember 2023
Utang usaha - - - -
27. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 30 September 2024, Grup memiliki aset dan liabilitas moneter yang signifikan dalam mata
uang asing, dengan nilai pada tanggal pelaporan dan tanggal penyelesaian laporan keuangan
konsolidasian adalah sebagai berikut:
28 Oktober 2024
(Tanggal
30 September Penyelesaian
2024 (Tanggal Laporan
Mata Uang Asing Pelaporan) Keuangan)
Aset
Kas dan bank
Dalam Dolar Amerika Serikat USD 846.229 12.810.218.538 13.225.717.105
Dalam Dolar Singapura SGD 536 6.319.263 6.347.765
Dalam Yuan Cina CNY 65.738 141.909.902 144.227.813
Dalam Vietnam Dong VND 192.553 118.420 118.420
Dalam Thailand Bath THB 15.228 7.109.496 7.044.548
Dalam Euro EUR 350 5.898.333 5.921.165
Total Aset dalam Mata Uang Asing 12.971.573.952 13.389.376.816
Liabilitas
Utang bank jangka pendek dan cerukan
Dalam Dolar Amerika Serikat USD 872.635 13.209.953.034 13.638.416.962
Dalam Cina Yuan CNY 1.632.608 3.524.360.914 3.581.926.690
Utang usaha
Dalam Dolar Amerika Serikat USD 4.514.699 68.343.516.808 70.560.234.126
Dalam Cina Yuan CNY 3.822.927 8.252.666.293 8.387.462.684
Total Liabilitas dalam Mata Uang Asing 93.330.497.049 96.168.040.462
Liabilitas Neto dalam Mata Uang
Asing 80.358.923.097 82.778.663.646
Apabila aset moneter neto dalam mata uang asing pada tanggal 30 September 2024, dijabarkan ke
dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs pada tanggal 28 Oktober 2024, maka liabilitas
moneter neto akan mengalami kenaikan sebesar Rp2.419.740.549.
56
Page 60
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. INFORMASI SEGMEN
Sesuai dengan PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”, informasi segmen di bawah ini dilaporkan
berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi kinerja setiap segmen
usaha dan di dalam mengalokasikan sumber daya.
Grup mengklasifikasikan kegiatan usahanya menjadi empat (4) divisi, yaitu:
Divisi Gravure
Divisi Film
Divisi Adhesive
Divisi Coating
Segmen Operasi
Manajemen memantau hasil operasi dari unit usahanya secara terpisah guna keperluan pengambilan
keputusan mengenai alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dievaluasi berdasarkan
laba atau rugi operasi dan diukur secara konsisten dengan laba atau rugi operasi pada laporan keuangan
konsolidasian. Namun, pendanaan Grup (termasuk biaya pendanaan dan pendapatan pendanaan) dan
pajak penghasilan dikelola secara grup dan tidak dialokasikan kepada segmen operasi.
Harga transfer antar entitas hukum dan antar segmen diatur dengan cara yang serupa dengan transaksi
dengan pihak ketiga.
Tabel berikut ini menyajikan informasi pendapatan dan laba dan aset dan liabilitas tertentu sehubungan
dengan segmen operasi Grup:
a. Laba segmen
30 September Gravure Film Adhesive Coating Jumlah
2024
Penjualan neto
Penjualan kepada
pelanggan
eksternal 314.535.689.564 163.800.461.990 193.507.641.510 10.439.972.307 682.283.765.371
Laba usaha
segmen 20.702.827.440 10.781.392.419 12.736.727.320 687.161.910 44.908.109.089
Pendapatan
keuangan 7.625.762.794
Biaya keuangan (3.654.476.018)
Laba sebelum
pajak 48.879.395.865
Laba periode
berjalan 39.392.129.305
Informasi
segmen lainnya
Pengeluaran
modal 4.333.015.332
Penyusutan
dan
amortisasi 6.326.925.239
57
Page 61
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
a. Laba segmen (lanjutan)
30 September Gravure Film Adhesive Coating Jumlah
2023
Penjualan neto
Penjualan kepada
pelanggan
eksternal 295.940.020.250 109.610.250.847 178.399.216.688 12.562.083.015 596.511.570.800
Laba usaha
segmen 21.989.261.276 8.144.381.562 13.255.615.053 933.401.725 44.322.659.616
Pendapatan
keuangan 6.987.227.607
Beban keuangan (2.894.277.262)
Laba sebelum
pajak 48.415.609.961
Laba periode
berjalan 38.938.647.699
Informasi
segmen lainnya
Pengeluaran
modal 672.429.100
Penyusutan
dan
amortisasi 5.587.285.184
a. Aset dan liabilitas segmen
30 September Gravure Film Adhesive Coating Jumlah
2024
Aset
Aset segmen 239.972.175.827 110.124.770.532 106.764.277.358 8.944.203.367 465.805.427.084
Aset tidak dapat
dialokasi 353.844.302.167
Total Aset 819.649.729.251
Liabilitas
Liabilitas segmen 90.746.313.896 48.093.768.464 60.655.997.845 2.446.636.743 201.942.716.948
Liabilitas tidak
dapat dialokasi 61.876.779.809
Total Liabilitas 263.819.496.757
31 Desember Gravure Film Adhesive Coating Jumlah
2023
Aset
Aset segmen 205.017.179.483 71.889.062.610 106.218.503.810 3.821.222.232 386.945.968.135
Aset tidak dapat
dialokasi 389.556.293.113
Total Aset 776.502.261.248
Liabilitas
Liabilitas segmen 65.476.226.508 60.900.166.885 72.150.306.206 4.349.746 198.531.049.345
Liabilitas tidak
dapat dialokasi 22.244.232.081
Total Liabilitas 220.775.281.426
Semua penjualan Grup adalah untuk pelanggan domestik. Seluruh aset non-keuangan Grup berada di
Indonesia.
58
Names mentioned 36 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Jabalan I Title
· Presiden Direktur
p.2 ×2
unresolved
org
PT Colorpok
p.2
unresolved
person
Akta Notaris Tegoeh Hartanto
p.11
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.11
unresolved
person
Akta Notaris Leolin Jayayanti
p.11 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11
unresolved
org
Entitas Induk Terakhir Ink Color International Pte. Ltd.
p.11
unresolved
org
Perusahaan. Pacific Plas Pte. Ltd.
p.11
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.12
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.12 ×2
unresolved
org
PT Colorpak
p.12
unresolved
org
Bank Indonesia
p.26
unresolved
org
Shanghai Banking Corporation
p.35
unresolved
org
Bank Garansi
p.41 ×2
unresolved
org
Pacific Plas Pte. Ltd.
p.42
unresolved
org
PT Colorpak Flexible Indonesia
p.42
unresolved
org
Kini
p.44
unresolved
org
Dana Pensiun Lembaga Keuangan
p.48
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.48
unresolved
org
Ink Color International Pte.Ltd.
p.51
unresolved
org
PT Bukit Jaya Semesta (‘‘BJS‘‘)
p.51
unresolved
org
PT Bukit Jaya Semesta
p.51
unresolved
—
Chandra Natalie Widjaja
p.51 ×2
unresolved
—
masing-masing di bawah 5%)
p.51
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.