Back to announcement
20260609_MKAP_Perubahan dan//atau Tambahan Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_32099410_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review MKAPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 81
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTIKARYA ASIA PASIFIK RAYA TBK
No. 00020/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/VI/2026
Tanggal 9 Juni 2026
Atas Revisi
No. 00012/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/V/2026
Tanggal 11 Mei 2026
Page 2
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTIKARYA ASIA PASIFIK RAYA TBK
No. 00020/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/VI/2026
Tanggal 9 Juni 2026
Atas Revisi
No. 00012/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/V/2026
Tanggal 11 Mei 2026
Page 3
No. 00020/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/VI/2026 Bekasi, 9 Juni 2026
SURAT PENGANTAR
Kepada:
Direksi PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Cibis Nine lantai 16
Jl. TB Simatupang No. 02
Jakarta Selatan, 12560
Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Dengan hormat,
PENDAHULUAN
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0037/SPK/MSE-03/ES/IV/2026, tanggal
28 April 2026, PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”)
yang bergerak di bidang usaha penyedia barang dan jasa penunjang industri energi migas,
telah menunjuk KJPP Syarif, Endang, dan Rekan, sebagai Penilai Independen untuk
menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI
71101 yaitu Aktivitas Arsitektural, KBLI 33201 yaitu Instalasi/Pemasangan dan
Perangkaian/Integrasi Mesin, Peralatan, dan Sistem Industri, KBLI 43211 yaitu Pemasangan
Jaringan Listrik, KBLI 77399 yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin, Peralatan, dan
Barang Berwujud Lainnya YTDL, KBLI 77395 yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Mesin dan
Peralatan Pertambangan dan Penggalian, serta KBLI 27113 yaitu Industri Pengubah
Tegangan/Transformator dan Pengubah Arus/Rectifier.
Laporan ini merupakan revisi atas Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
sebelumnya yaitu Laporan No. 00012/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/V/2026, tanggal
11 Mei 2026. Kami menyatakan bahwa membatalkan laporan sebelumnya. Hal-hal yang
menjadi objek revisi adalah sebagai berikut:
• Tambahan pengungkapan KBLI pada Produk dan Layanan Perseroan;
• Tambahan analisis kelayakan Pasar;
• Tambahan Pembahasan pada Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, termasuk
Perubahan judul Bahan Baku Mentah menjadi Peralatan Teknis, serta penyesuaian
pembahasan terkait; dan
• Tambahan pembahasan pada ketersediaan tenaga kerja dan kapasitas dan kemampuan
manajemen.
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.
i
Page 4
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Bidang Usaha : Manufaktur, Penyedia Jasa Perdagangan, Penyewaan, dan
Perbaikan Pompa serta Peralatan Pendukung Lainnya
termasuk Suku Cadang untuk Kebutuhan Industri Minyak,
Gas Bumi dan Pertambangan
Alamat : Cibis Nine lantai 16, Jl. TB Simatupang, No. 02 Jakarta
Selatan, 12560
Telepon : 021 5084 5500
Email : corsec@mkapr.co.id
MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 71101 yaitu Aktivitas Arsitektural, KBLI
33201 yaitu Instalasi/Pemasangan dan Perangkaian/Integrasi Mesin, Peralatan, dan Sistem
Industri, KBLI 43211 yaitu Pemasangan Jaringan Listrik, KBLI 77399 yaitu Penyewaan dan
Sewa Guna Usaha Mesin, Peralatan, dan Barang Berwujud Lainnya YTDL, KBLI 77395 yaitu
Penyewaan dan Sewa Guna Mesin dan Peralatan Pertambangan dan Penggalian, serta KBLI
27113 yaitu Industri Pengubah Tegangan/Transformator dan Pengubah Arus/ Rectifier,
serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK
No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan lainnya.
PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun
oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait
dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak mana pun. Imbalan
yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang
tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0037/SPK/MSE-03/ES/IV/2026, tanggal
28 April 2026.
ii
Page 5
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
RUANG LINGKUP PENUGASAN
Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu untuk
melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan Kegiatan
Usaha. Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
Profesional, paling sedikit meliputi:
1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian Profesional;
dan
3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
adalah:
a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
studi kelayakan.
c. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh
dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
kami anggap relevan.
d. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty).
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
f. Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
dihasilkan.
h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
pemberi tugas.
KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan
tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama
periode tersebut.
iii
Page 6
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 71101 yaitu Aktivitas Arsitektural, KBLI
33201 yaitu Instalasi/Pemasangan dan Perangkaian/Integrasi Mesin, Peralatan, dan Sistem
Industri, KBLI 43211 yaitu Pemasangan Jaringan Listrik, KBLI 77399 yaitu Penyewaan dan
Sewa Guna Usaha Mesin, Peralatan, dan Barang Berwujud Lainnya YTDL, KBLI 77395 yaitu
Penyewaan dan Sewa Guna Mesin dan Peralatan Pertambangan dan Penggalian, serta KBLI
27113 yaitu Industri Pengubah Tegangan/Transformator dan Pengubah Arus/Rectifier
adalah layak.
Seluruh kajian ini kami sampaikan dengan catatan semua asumsi yang diterapkan dalam
Studi Kelayakan ini dapat dipenuhi.
PENUTUP
Penugasan untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Usaha ini bukan dan tidak dapat
dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu
pada informasi keuangan. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan
kelemahan pengendalian internal, kesalahan dalam laporan keuangan, segala bentuk
implikasi pajak atau pelanggaran hukum. Studi Kelayakan Usaha ini juga tidak
dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana
proyek atau untuk mengambil tindakan tertentu atas Rencana Kegiatan Usaha.
Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan
terima kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha
selanjutnya.
Hormat kami,
KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) Digitally signed by Endang Sunardi
DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
Rekan Endang dan Rekan,
MAPPI : No. 09-S-02341
email=syarifendangdanrekan@gmail.com
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
Terdaftar OJK : No. KEP-282/KS.13/2026
iv
Page 7
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-
pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak mana pun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan
kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian
Kerja (SPK) No. 0037/SPK/MSE-03/ES/IV/2026, tanggal 28 April 2026;
2. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan Studi
Kelayakan, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
3. Analisis Kelayakan dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan data
yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2025;
4. Penugasan penilaian telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Penilaian
pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Penilaian
sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
5. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, Kode Etik Penilai Indonesia
("KEPI"), serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII 2018 yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI");
6. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada
Laporan Studi Kelayakan ini;
7. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada Ruang Lingkup dan data yang dianalisis
serta data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian ini pada
Sumber Data diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat
dipertanggungjawabkan;
8. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan ini;
9. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
dalam Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
11. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Imbalan yang
Penilai terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang tercantum
pada Laporan Penilaian ini;
12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan; dan
13. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.
v
Page 8
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.
No. Nama Tugas Tanda Tangan
1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert) Penanggung Jawab (.......................)
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
Terdaftar OJK : No. KEP-282/KS.13/2026
2. Meilindra Indriani, S.Si. Reviewer (........................)
MAPPI : No. 14-T-05006
Register : No. RMK-2017.01002
3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev. Staf Penilai (........................)
MAPPI : No. 09-P-02398
Register : No. RMK-2021.03694
4. Kamaludin, S.Pd Tenaga Inspeksi (........................)
MAPPI : No. 17-A-07843
vi
Page 9
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR........................................................................................................... i
PERNYATAAN PENILAI ...................................................................................................... v
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ................................................................................................................. x
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................ xi
1 PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................. 1
1.2 Tanggal Penilaian ................................................................................................. 1
1.3 Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................... 1
1.4 Latar Belakang...................................................................................................... 1
1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................... 2
1.6 Data dan Informasi yang Digunakan .................................................................... 2
1.7 Prosedur yang Digunakan .................................................................................... 3
1.8 Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................... 3
1.9 Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................. 4
1.10 Kualifikasi Penilai ................................................................................................. 4
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ............................................................ 4
2 INFORMASI UMUM ................................................................................................ 5
2.1 Profil Perseroan .................................................................................................... 5
2.1.1 Bidang Usaha ....................................................................................................... 5
2.1.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan ......................................... 6
2.1.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ................................................................. 7
2.1.4 Legalitas dan Izin Operasional ............................................................................. 7
2.2 Kinerja Keuangan ................................................................................................. 7
2.2.1 Kinerja Posisi Keuangan ....................................................................................... 7
2.2.2 Kinerja Laba Rugi ............................................................................................... 12
2.2.3 Rasio Keuangan.................................................................................................. 17
2.3 Produk dan Layanan Perseroan........................................................................... 19
2.4 Teknologi yang Digunakan ................................................................................. 21
2.5 Pasar yang Dituju ............................................................................................... 22
2.6 Pesaing dan Persaingan ...................................................................................... 22
2.7 Pola Bisnis .......................................................................................................... 22
2.8 Strategi Pemasaran............................................................................................. 23
2.9 Kebutuhan Produksi atau Operasi ...................................................................... 23
2.10 Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia ............................................ 23
2.11 Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................... 24
2.12 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait .................................................... 24
2.13 Aspek Lingkungan ............................................................................................. 24
2.14 Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 24
2.15 Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ........................................................... 25
3 KELAYAKAN PASAR ............................................................................................. 26
3.1 Kondisi Pasar ..................................................................................................... 26
vii
Page 10
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
3.1.1 Perkembangan Ekonomi Global .......................................................................... 26
3.1.2 Tinjauan Makro Ekonomi Indonesia .................................................................... 26
3.2 Pangsa Pasar ...................................................................................................... 30
3.3 Kesinambungan ................................................................................................. 32
3.4 Potensi Pasar ...................................................................................................... 33
3.5 Sasaran .............................................................................................................. 35
3.6 Potensi Nilai Pasar .............................................................................................. 35
3.7 Pesaing Usaha .................................................................................................... 37
3.8 Strategi Pemasaran............................................................................................. 37
4 KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................ 39
4.1 Kapasitas ........................................................................................................... 39
4.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................. 39
4.3 Proses Produksi dan/atau Operasional ............................................................... 40
5 KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................... 42
5.1 Keunggulan Kompetitif ...................................................................................... 42
5.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........................................................ 42
5.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ................................................................ 43
6 KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 44
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 44
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual ....................................................................... 44
6.3 Manajemen Risiko .............................................................................................. 44
6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................. 47
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................ 48
7 KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 49
7.1 Biaya Pendirian (Start Up Costs).......................................................................... 49
7.2 Modal Kerja ........................................................................................................ 49
7.3 Sumber Pembiayaan ........................................................................................... 49
7.4 Biaya Operasional ............................................................................................... 49
7.5 Biaya Bahan Baku Mentah ................................................................................... 50
7.6 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................... 50
7.7 Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................... 51
7.8 Proyeksi Laba Rugi ............................................................................................. 52
7.9 Proyeksi Arus Kas ............................................................................................... 53
7.10 Analisis Titik Impas ............................................................................................ 53
7.11 Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas ............................................... 54
7.12 Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................. 56
7.13 Penetapan Tingkat Diskonto .............................................................................. 56
7.14 Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................. 59
7.15 Analisis Sensitivitas ............................................................................................ 63
8 KESIMPULAN ....................................................................................................... 65
8.1 Kajian Kelayakan Pasar ....................................................................................... 65
8.2 Kajian Kelayakan Teknis ..................................................................................... 65
8.3 Kajian Kelayakan Pola Bisnis ............................................................................... 66
8.4 Kajian Kelayakan Model Manajemen ................................................................... 66
viii
Page 11
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
8.5 Kajian Kelayakan Keuangan ................................................................................ 67
8.6 Kesimpulan Studi Kelayakan ............................................................................... 67
ix
Page 12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................... 6
Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000).......................................................... 7
Tabel 3 Kinerja Laba Rugi Perseroan (Rp.000).................................................................. 12
Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ..................................................................... 17
Tabel 5 Produk dan Jasa Perseroan .................................................................................. 20
Tabel 6 Lisensi Produk ..................................................................................................... 21
Tabel 7 Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................................... 26
Tabel 8 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............... 27
Tabel 9 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ........ 27
Tabel 10 Neraca Pembayaran Indonesia ........................................................................... 28
Tabel 11 Tenaga Ahli ....................................................................................................... 40
Tabel 12 Modal Kerja (Rp.000)......................................................................................... 49
Tabel 13 Biaya Operasional (Rp.000) ............................................................................... 50
Tabel 14 Proyeksi Pendapatan (Rp.000) ........................................................................... 50
Tabel 15 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................... 51
Tabel 16 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000) .............................................................................. 52
Tabel 17 Proyeksi Arus Kas (Rp.000) ............................................................................... 53
Tabel 18 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000) ............................................................ 54
Tabel 19 Analisis Likuiditas ............................................................................................. 54
Tabel 20 Analisis Solvabilitas ........................................................................................... 55
Tabel 21 Analisis Profitabilitas ......................................................................................... 55
Tabel 22 Return on Investment (ROI) .............................................................................. 56
Tabel 23 Surat Utang Negara ........................................................................................... 58
Tabel 24 Biaya Modal untuk Ekuitas................................................................................. 59
Tabel 25 Weighted Average Cost of Capital ..................................................................... 59
Tabel 26 Perhitungan NPV (Rp.000) ................................................................................. 60
Tabel 27 Perhitungan IRR ................................................................................................ 60
Tabel 28 Perhitungan PI ................................................................................................... 61
Tabel 29 Perhitungan PP .................................................................................................. 61
Tabel 30 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ................................................................... 62
Tabel 31 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000) ......................................................... 63
x
Page 13
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Indeks Rupiah Terhadap US$, Negara Maju Kecuali AS & Negara Berkembang . 29
Gambar 2 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ..................................................................... 30
Gambar 3 Pangsa Pasar Industri Minyak dan Gas Indonesia Menurut Sektor pada Tahun
2025 ................................................................................................................ 31
Gambar 4 Grafik Pangsa Pasar Oilfield Services berdasarkan Jenis Layanan Tahun 2024 . 31
Gambar 5 Tingkat Pertumbuhan Lima Tahun berdasarkan Wilayah .................................. 32
Gambar 6 Nilai pasar industri minyak dan gas Indonesia ................................................. 36
Gambar 7 Tingkat Pertumbuhan Lima Tahun berdasarkan Wilayah .................................. 36
Gambar 8 Alur Operasional Kegiatan Perseroan ............................................................... 41
Gambar 9 Struktur Organisasi Perseroan ......................................................................... 48
Gambar 10 Grafik Analisis Sensitivitas ............................................................................. 64
xi
Page 14
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
1 PENDAHULUAN
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang, dan Rekan telah ditunjuk oleh PT Multikarya
Asia Pasifik Raya Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) berdasarkan Surat
Perjanjian Kerja (SPK) No. 0037/SPK/MSE-03/ES/IV/2026, tanggal 28 April 2026,
sebagai Penilai Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 71101 yaitu Aktivitas Arsitektural,
KBLI 33201 yaitu Instalasi/Pemasangan dan Perangkaian/Integrasi Mesin, Peralatan,
dan Sistem Industri, KBLI 43211 yaitu Pemasangan Jaringan Listrik, KBLI 77399 yaitu
Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin, Peralatan, dan Barang Berwujud Lainnya
YTDL, KBLI 77395 yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Mesin dan Peralatan Pertambangan
dan Penggalian, serta KBLI 27113 yaitu Industri Pengubah Tegangan/Transformator
dan Pengubah Arus/Rectifier.
1.2 Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Bidang Usaha : Manufaktur, Penyedia Jasa Perdagangan, Penyewaan, dan
Perbaikan Pompa serta Peralatan Pendukung Lainnya
termasuk Suku Cadang untuk Kebutuhan Industri Minyak,
Gas Bumi dan Pertambangan
Alamat : Cibis Nine lantai 16, Jl. TB Simatupang, No. 02 Jakarta
Selatan, 12560
Telepon : 021 5084 5500
Email : corsec@mkapr.co.id
1.4 Latar Belakang
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan
perusahaan penyedia barang dan jasa penunjang industri energi migas. Seiring
dengan perkembangan kegiatan usaha serta dinamika industri energi yang semakin
menuntut integrasi layanan, Perseroan memandang perlu untuk melakukan perluasan
ruang lingkup kegiatan usaha. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan daya saing,
memperluas sumber pendapatan, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya
dan kompetensi yang telah dimiliki. Oleh karena itu, Perseroan berencana menambah
kegiatan usaha sesuai dengan KBLI 71101 yaitu Aktivitas Arsitektural, KBLI 33201
1
Page 15
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
yaitu Instalasi/Pemasangan dan Perangkaian/Integrasi Mesin, Peralatan, dan Sistem
Industri, KBLI 43211 yaitu Pemasangan Jaringan Listrik, KBLI 77399 yaitu Penyewaan
dan Sewa Guna Usaha Mesin, Peralatan, dan Barang Berwujud Lainnya YTDL, KBLI
77395 yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Mesin dan Peralatan Pertambangan dan
Penggalian, serta KBLI 27113 yaitu Industri Pengubah Tegangan/Transformator dan
Pengubah Arus/Rectifier. Penambahan kegiatan usaha tersebut diharapkan dapat
menciptakan sinergi antar lini bisnis, memperluas cakupan layanan, serta
meningkatkan fleksibilitas Perseroan dalam merespons kebutuhan pasar yang terus
berkembang, sehingga dapat mendukung pengembangan bisnis secara
berkelanjutan, memperkuat posisi Perseroan dalam industri, serta menangkap
peluang pertumbuhan di sektor energi dan penunjangnya.
1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 71101 yaitu Aktivitas Arsitektural,
KBLI 33201 yaitu Instalasi/Pemasangan dan Perangkaian/Integrasi Mesin, Peralatan,
dan Sistem Industri, KBLI 43211 yaitu Pemasangan Jaringan Listrik, KBLI 77399 yaitu
Penyewaan Dan Sewa Guna Usaha Mesin, Peralatan, dan Barang Berwujud Lainnya
YTDL, KBLI 77395 yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Mesin dan Peralatan Pertambangan
dan Penggalian, serta KBLI 27113 yaitu Industri Pengubah Tegangan/Transformator
dan Pengubah Arus/Rectifier, sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan
perbankan ataupun kepentingan lainnya.
1.6 Data dan Informasi yang Digunakan
Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan ini, kami telah mempelajari, menganalisis
dan mempertimbangkan informasi sebagai berikut:
1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 dan 2021, No. 00038/2.0582/AU.1/05/0871-1/1/XI/2023,
tanggal 27 November 2023 yang telah diaudit oleh Drs. M.Uways, Ak., CA., CPA,
dari Kantor Akuntan Publik Pieter, Uways & Rekan dengan opini wajar tanpa
modifikasian;
2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023, No. 00143/2.0851/AU.1/04/0272-1/1/III/2024, tanggal
28 Maret 2024 yang telah diaudit oleh Drs. Nursal, Ak., CA., CPA, dari Kantor
Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra dengan opini wajar tanpa
modifikasian;
3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024, No. 00173/3.0357/AU.1/04/1021-1/1/III/2025, tanggal
26 Maret 2025 yang telah diaudit oleh Helli I.B Susetyo, CPA, dari Kantor Akuntan
Publik Kanaka Puradiredja Suhartono dengan opini wajar tanpa modifikasian;
2
Page 16
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, No. 00118/3.0357/AU.1/04/1021-2/1/III/2026, tanggal
30 Maret 2026 yang telah diaudit oleh Helli I.B Susetyo, CPA, dari Kantor Akuntan
Publik Kanaka Puradiredja Suhartono dengan opini wajar tanpa modifikasian;
5. Legalitas Umum Perseroan;
6. Proyeksi Keuangan Perseroan untuk tahun 2026 sampai dengan 2030;
7. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
penugasan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha:
• Bapak Eric Handoko sebagai Direktur Utama Perseroan;
• Bapak Nico Johnson sebagai Sekretaris Perusahaan;
• Bapak Tutut Indargo Sebagai Legal Perseroan;
• Bapak Rendi Oktri Saputra Sebagai Legal Perseroan.
8. Representation Letter No. 001/MKAPR-SK/LGL/V/2026, tanggal 8 Mei 2026,
sehubungan dengan Penugasan Penilaian Studi Kelayakan atas Penambahan
Kegiatan Usaha.
1.7 Prosedur yang Digunakan
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018
yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode
Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
1. Kajian Kelayakan Pasar,
2. Kajian Kelayakan Teknis,
3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis,
4. Kajian Kelayakan Model Manajemen, dan
5. Kajian Kelayakan Keuangan.
1.8 Ruang Lingkup Penugasan
Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu
untuk melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan
Kegiatan Usaha. Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari
Penugasan Penilaian Profesional, paling sedikit meliputi:
1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian
Profesional; dan
3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.
3
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
1.9 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
adalah:
• Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam studi kelayakan.
• Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan
dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang
diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
penelitian yang kami anggap relevan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
dengan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran
proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
• Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
dihasilkan.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
pemberi tugas.
1.10 Kualifikasi Penilai
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1498/KM.1/2012, tanggal
28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.
Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
Terdaftar OJK : No. KEP-282/KS.13/2026
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan
Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang
terjadi selama periode tersebut.
4
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
2 INFORMASI UMUM
2.1 Profil Perseroan
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (atau selanjutnya disebut "Perseroan") didirikan
dengan nama PT Mudking Asia Pasifik Raya, berdasarkan Akta No. 43, tanggal 16
Mei 2002, dari Notaris Yunardi, S.H. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. C-17996 HT.01.01.TH.2002 tanggal 18 September 2002.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta No. 54 tanggal 23 Maret 2024, dari Notaris Rudy Siswanto, S.H,
mengenai perubahan Pasal 4 ayat 2 Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan
dengan peningkatan modal disetor dan ditempatkan. Perubahan ini disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-AH.01.03-0073994, tanggal 27 Maret 2024.
Perseroan berkedudukan di Jakarta, dengan kantor pusat berlokasi di Gedung Cibis
Nine Lantai 16, Jl. TB. Simatupang No. 2, Jakarta Selatan, sedangkan workshop, saat
ini berlokasi di Citeureup dan Lembak.
PT International Sawo Resources adalah entitas induk Perseroan dan Ultimate
Beneficiary Owner Perseroan adalah Sani Handoko.
2.1.1 Bidang Usaha
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perseroan adalah sebagai berikut:
Kegiatan Usaha Utama
− Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam (KBLI 09100);
- Industri Tangki, Tandon Air dan Wadah dari Logam (KBLI 25120);
- Industri Mesin Pembangkit Listrik (KBLI 27112);
- Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Kran dan Klep/Katup (KBLI 28130);
- Reparasi Mesin Untuk Keperluan Umum (KBLI 33121);
- Reparasi Mesin Untuk Keperluan Khusus (KBLI 33122);
- Reparasi Motor Listrik, Generator dan Transformator (KBLI 33141);
- Perdagangan Besar Suku Cadang Elektronik (KBLI 46521);
- Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (46599);
- Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (KBLI 46100);
− Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan
Industri Pengolahan (KBLI 77391);
- Instalasi Minyak dan Gas (KBLI 43223); dan
- Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi (KBLI 42915).
5
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Kegiatan Usaha Penunjang
- Industri Pipa dan Sambungan Pipa dari Baja dan Besi (KBLI 24103);
- Industri Pipa dan Sambungan Pipa dari Logam Bukan Besi dan Baja (KBLI 24205);
- Jasa Industri untuk Berbagai Pengerjaan Khusus Logam dan Barang dari Logam
(KBLI 25920);
- Industri Mesin Uap, Turbin dan Kincir (KBLI 28111);
- Industri Komponen dan Suku Cadang Mesin dan Turbin (KBLI 28113);
- Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung (KBLI 30112);
- Pembangkitan Tenaga Listrik (35111);
- Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (KBLI 42202);
- Instalasi Saluran Air (KBLI 43221);
- Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (KBLI 43905);
- Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang dan
Perlengkapannya (KBLI 46591);
- Perdagangan Besar Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (KBLI 46631);
- Perdagangan Besar Berbagai Macam Barang (KBLI 46900);
- Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mobil, Bus, Truk
dan Sejenisnya (KBLI 77100);
- Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Alat Transportasi
Darat Bukan Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih (KBLI 77311);
- Industri Motor Pembakaran Dalam (KBLI 28112); dan
- Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan
Konstruksi dan Teknik Sipil (KBLI 77393).
2.1.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan
Berdasarkan Akta Notaris No. 54 tanggal 23 Maret 2024 yang dibuat oleh Rudy
Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara, Perseroan memiliki modal dasar sebesar
Rp520.000.000.000,- yang terbagi atas 10.400.000.000 saham dengan nilai
nominal Rp50,- per saham. Dari jumlah tersebut, modal ditempatkan dan disetor
adalah sebesar Rp162.500.000.000,- yang terbagi atas 3.250.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp50,- per saham. Adapun susunan pemegang saham
Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah
Kepemilikan
PT International Sawo Resources 2.470.000.000 76,00% 123.500.000.000
Djoni Suyanto 130.000.000 4,00% 6.500.000.000
Masyarakat 650.000.000 20,00% 32.500.000.000
Jumlah 3.250.000.000 100,00% 162.500.000.000
Sumber: Akta Notaris No. 54, tanggal 23 Maret 2024
6
Page 20
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
2.1.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Sani Handoko
Komisaris : Djoni Suyanto
Komisaris Independen : Charlie Dhungga
Direksi
Direktur Utama : Eric Handoko
Direktur : Daniel Handoko
Direktur : Julius Mario
2.1.4 Legalitas dan Izin Operasional
Dalam menjalankan kegiatan operasional, Perseroan telah memiliki izin‐izin yang
dikeluarkan oleh instansi terkait antara lain:
• Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 9120000661983;
• Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 02.238.145.3-046.000;
• Surat Keterangan Terdaftar (SKT) No. PEM-00127/WPJ.21/KP.0603/2008,
tanggal 6 Desember 2012 yang diterbitkan oleh KPP Madya Jakarta Utara; dan
• Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak No. S-53/PD/KPP.210603/2023,
tanggal 30 Mei 2023 yang diterbitkan oleh KPP Madya Jakarta Utara.
2.2 Kinerja Keuangan
2.2.1 Kinerja Posisi Keuangan
Kinerja Posisi Keuangan Perseroan selama 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank 7.941.760 40.483.704 13.257.759 15.362.068 2.848.047
Deposito yang dibatasi
penggunaannya 15.147.635 14.713.654 - 2.000.000 -
Piutang usaha - neto
Pihak ketiga 114.015.030 83.141.157 38.969.457 44.732.065 15.985.465
7
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Pihak berelasi - 6.157.848 8.798.930 4.222.136 3.337.400
Piutang lain-lain - neto
Pihak ketiga 167.536 247.228 - 19.656 50.000
Pihak berelasi 168.000 - 991.140 170.740 161.938
Investasi 30.946.774 - - - -
Persediaan
Alat berat 99.630.025 66.132.645 9.734.256 11.717.880 15.130.179
Suku cadang 27.069.728 62.613.336 53.544.002 49.285.715 60.040.665
Bahan pembantu lainnya 4.624.185 5.986.509 993.574 692.024 594.677
Penyisihan kerugian
penurunan nilai (17.535) (10.631) (10.631) (1.515) (1.515)
Pajak dibayar di muka 15.376.218 12.956.144 5.414.191 3.160.261 14.964.289
Uang muka dan biaya dibayar
di muka 40.320.471 52.606.578 19.542.758 22.976.427 20.179.464
Proyek dalam pelaksanaan 10.879.052 20.918.858 4.925.657 - -
Total Aset Lancar 366.268.879 365.947.030 156.161.093 154.337.457 133.290.609
Aset Tidak Lancar
Uang muka penjualan aset
tetap - - 5.955.656 1.097.562 4.860
Investasi pada Entitas Asosiasi 23.974.837
Aset Tetap
Biaya Perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 45.538.963 32.290.808 32.290.808 6.275.235 6.275.235
Bangunan 53.004.417 55.548.808 34.922.148 36.494.273 36.494.273
Prasarana 8.853.158 8.845.730 4.417.437 4.370.080 4.370.080
Alat-alat berat 190.854.107 181.511.202 147.472.350 143.557.119 150.828.855
Kendaraan 14.529.249 13.901.153 10.697.770 7.559.349 7.772.849
Peralatan kantor 7.725.133 7.254.714 7.453.277 7.262.461 7.173.938
Peralatan gudang 1.344.648 454.898 - - -
Aset dalam penyelesaian
Alat-alat berat dan
bangunan 13.286.213 245.689 20.216.630 85.000 -
Aset hak guna
Alat-alat berat - - 4.896.000 4.896.000 4.896.000
Tanah - 17.540.555 17.540.555 17.540.555 17.540.555
Jumlah biaya perolehan 335.135.887 317.593.557 279.906.974 228.040.071 235.351.784
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan (13.308.581) (11.923.464) (9.877.835) (9.521.966) (7.697.253)
Prasarana (3.218.343) (2.673.738) (2.213.808) (1.852.760) (1.493.093)
Alat-alat berat (139.109.523) (132.740.144) (119.220.682) (114.869.426) (116.046.125)
Kendaraan (7.600.560) (6.862.917) (5.694.743) (5.586.555) (4.954.005)
Peralatan kantor (5.396.169) (4.823.143) (6.532.970) (6.608.697) (6.085.929)
Peralatan gudang (134.259) (29.597) - - -
8
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Aset hak guna
Alat-alat berat - - (2.499.000) (1.887.000) (1.275.000)
Tanah - (7.541.993) (6.900.374) (6.258.755) (5.617.136)
Jumlah akumulasi penyusutan (168.767.435) (166.594.995) (152.939.411) (146.585.159) (143.168.540)
Nilai Buku 166.368.452 150.998.561 126.967.564 81.454.912 92.183.244
Aset Tak berwujud 223.816 145.547 151.364 295.293 451.803
Piranti lunak & program 2.040.270 1.885.470 1.732.440 1.732.440 1.732.440
Akumulasi penyusutan (1.816.454) (1.739.923) (1.581.076) (1.437.147) (1.280.637)
Taksiran klaim pajak
penghasilan 7.560.855
Aset pajak tangguhan 3.261.263 2.064.360 830.752 742.409 739.224
Aset tidak lancar lainnya - - 19.297 19.297 90.000
Total Aset Tidak Lancar 169.853.532 153.208.468 133.924.632 83.609.472 125.004.823
TOTAL ASET 536.122.411 519.155.498 290.085.725 237.946.929 258.295.432
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 100.458.868 143.660.295 40.417.391 69.356.166 56.515.697
Utang usaha
Pihak ketiga 37.942.842 36.674.716 25.423.956 20.941.993 17.555.615
Pihak berelasi 4.124.859 3.335.440 1.724.238 3.677.353 2.837.122
Utang lain-lain
Pihak ketiga 34.378 159.331 207.358 - -
Pihak berelasi 5.000.000 - - - -
Utang pajak 5.810.490 4.397.999 2.510.950 913.954 187.815
Beban akrual 5.010.478 5.557.661 2.855.213 1.550.233 788.626
Uang muka pelanggan 7.549 167.008 187.554 525.669 872.416
Bagian lancar atas liabilitas
jangka panjang:
Utang bank 17.771.620 13.411.994 10.408.409 3.699.778 8.444.091
Utang pembiayaan
konsumen 2.176.745 1.978.229 1.082.764 - 48.954
Total Liabilitas Jangka Pendek 178.337.830 209.342.672 84.817.834 100.665.146 87.250.335
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang
setelah dikurangi
bagian jatuh tempo dalam
satu tahun:
Utang bank 28.768.806 25.559.153 34.923.884 1.741.102 9.667.880
Utang pembiayaan
konsumen 888.153 2.091.020 1.960.975 - 35.127
Utang pihak berelasi 18.828.100
Liabilitas imbalan kerja 4.753.944 4.408.643 4.221.943 3.368.632 3.239.668
Total Liabilitas Jangka Panjang 34.410.903 32.058.816 41.106.803 5.109.733 31.770.775
TOTAL LIABILITAS 212.748.733 241.401.488 125.924.636 105.774.879 119.021.111
9
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
EKUITAS
Modal saham 162.500.000 162.500.000 130.000.000 45.000.000 45.000.000
PT International Sawo
Resources 123.500.000 123.500.000 123.500.000 11.275.000 11.275.000
Djoni Suyanto 6.500.000 6.500.000 6.500.000 2.250.000 2.250.000
Sani Handoko - - - 31.475.000 15.275.000
PT Dwidaya Tunggal Perkasa 16.200.000
Masyarakat 32.500.000 32.500.000 - - -
Tambahan modal disetor 40.029.499 40.029.499 - - 470.510
Saldo laba
Telah ditentukan
penggunaannya 2.000.000 828.709 828.709 - -
Belum ditentukan
penggunaannya 110.261.299 65.831.955 25.156.683 78.751.394 85.906.136
Penghasilan komprehensif lain 8.582.881 8.563.847 8.175.697 8.420.656 7.897.675
TOTAL EKUITAS 323.373.678 277.754.009 164.161.089 132.172.050 139.274.321
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 536.122.411 519.155.498 290.085.725 237.946.929 258.295.432
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Aset
Pada 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, total aset Perseroan
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:
• Pada 31 Desember 2021, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp258,30
miliar, yang terdiri atas aset lancar sebesar Rp133,29 miliar dan aset tidak
lancar sebesar Rp125,00 miliar.
• Pada 31 Desember 2022, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp237,95
miliar, menurun 7,88% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2021. Total aset
tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp154,34 miliar dan aset tidak lancar
sebesar Rp83,61 miliar. Penurunan total aset terutama disebabkan oleh tidak
lagi dicatatkannya investasi pada entitas asosiasi.
• Pada 31 Desember 2023, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp290,09
miliar, naik 21,91% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2022. Total aset
tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp156,16 miliar dan aset tidak lancar
sebesar Rp133,92 miliar. Peningkatan total aset terutama dipengaruhi oleh
naiknya biaya perolehan aset tetap, khususnya tanah sebesar 414,58%
dibandingkan tahun sebelumnya.
• Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp519,14
miliar, meningkat 78,97% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2023. Total
aset tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp365,95 miliar dan aset tidak
lancar sebesar Rp153,21 miliar. Peningkatan total aset terutama dipengaruhi
10
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
oleh kenaikan persediaan alat berat yang meningkat sebesar 579,38%
dibandingkan tahun sebelumnya.
• Pada 31 Desember 2025, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp536,12
miliar, meningkat 3,27% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2024. Total
aset tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp366,27 miliar dan aset tidak
lancar sebesar Rp169,85 miliar. Peningkatan total aset terutama dipengaruhi
oleh mulai tercatatnya akun investasi sebesar Rp30,95 miliar serta kenaikan
nilai buku aset tetap sebesar Rp15,37 miliar.
Liabilitas
Pada 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, liabilitas Perseroan
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut.
• Pada 31 Desember 2021, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp119,02
miliar, yang terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp87,25 miliar dan
liabilitas jangka panjang sebesar Rp31,77 miliar.
• Pada 31 Desember 2022, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp105,77
miliar, atau menurun 11,13% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2021.
Total liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp100,66
miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp5,11 miliar. Penurunan liabilitas
pada periode ini terutama dipengaruhi nihilnya utang pihak berelasi
dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp18,83 miliar.
• Pada 31 Desember 2023, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp125,92
miliar, naik 19,05% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2022. Total
liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp84,82 miliar
dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp41,11 miliar. Peningkatan liabilitas
pada periode ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan utang bank jangka
panjang sebesar 1905,85% dibandingkan tahun sebelumnya.
• Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp241,40
miliar, meningkat 91,70% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2023. Total
liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp209,34 miliar
dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp32,06 miliar. Peningkatan liabilitas
pada periode ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan utang bank jangka pendek
sebesar 255,44% dibandingkan tahun sebelumnya.
• Pada 31 Desember 2025, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp212,75
miliar, menurun 11,87% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2024. Total
liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp178,34 miliar
dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp34,41 miliar. Penurunan liabilitas pada
periode ini terutama dipengaruhi oleh turunnya utang bank jangka pendek
sebesar 30,07% dibandingkan tahun sebelumnya.
11
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Ekuitas
Pada 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:
• Pada 31 Desember 2021, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp139,27
miliar, yang terdiri atas modal saham, tambahan modal disetor dan saldo laba.
• Pada 31 Desember 2022, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp132,17
miliar, menurun 5,10% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2021.
Penurunan ekuitas pada periode ini terutama dipengaruhi oleh penurunan saldo
laba yang tercatat menjadi sebesar Rp78,75 miliar seiring dengan penurunan
kinerja laba Perseroan.
• Pada 31 Desember 2023, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp164,16
miliar, meningkat 24,20% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2022.
Peningkatan ekuitas pada periode ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan
modal disetor menjadi sebesar Rp130,00 miliar pada tahun 2023.
• Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp277,75
miliar, meningkat 69,20% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2023.
Peningkatan ekuitas pada periode ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan
modal disetor menjadi sebesar Rp162,50 miliar dan tambahan modal disetor
sebesar Rp40,03 miliar.
• Pada 31 Desember 2025, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp323,37
miliar, meningkat 16,42% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2024.
Peningkatan ekuitas pada periode ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan
saldo laba yang tercatat menjadi sebesar Rp112,26 miliar seiring dengan
kenaikan kinerja laba Perseroan.
2.2.2 Kinerja Laba Rugi
Kinerja Laba Rugi Perseroan selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 adalah
sebagai berikut:
Tabel 3 Kinerja Laba Rugi Perseroan (Rp.000)
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
PENDAPATAN 405.636.315 356.262.936 232.154.374 195.008.507 111.964.057
Pengadaan alat berat dan
penjualan suku cadang 277.858.654 224.975.326 143.411.036 118.525.424 22.240.974
Pendapatan sewa dan jasa 127.777.661 131.287.610 88.743.338 76.483.083 89.723.083
BEBAN POKOK PENDAPATAN
Beban keuangan (270.157.089) (229.267.846) (155.524.338) (138.304.894) (81.283.198)
Harga pokok produksi:
Operasi gudang (100.729.898) (149.012.300) (66.728.768) (42.297.182) (60.734.214)
Pembelian barang (129.155.566) (117.727.863) (63.943.157) (57.608.352) (9.070.343)
12
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Penyusutan aset tetap (17.647.859) (13.523.333) (12.121.160) (12.452.031) (14.056.975)
Jasa penyedia tenaga kerja (13.025.598) (13.634.339) (10.531.980) (7.689.624) (9.211.178)
Gaji dan tunjangan (6.135.328) (5.755.571) (4.710.400) (4.131.833) (8.110.223)
Amortisasi aset tak berwujud (47.384) (75.097) (55.971) (55.971) -
Persediaan awal (134.721.859) (64.261.201) (61.694.104) (75.764.006) (55.864.270)
Persediaan akhir 131.306.403 134.721.859 64.261.201 61.694.104 75.764.006
LABA BRUTO 135.479.226 126.995.091 76.630.036 56.703.613 30.680.860
BEBAN USAHA
Beban penjualan (2.464.114) (4.278.940) (1.837.462) (1.366.842) (557.770)
Iklan dan promosi (739.074) (1.119.311) (260.132) (367.000) (54.820)
Jamuan dan sumbangan (609.975) (704.703) (554.816) (243.243) (237.879)
Perjalanan dinas (508.279) (743.057) (547.201) (411.841) (133.619)
Lain-lain (dibawah Rp150Jt) (606.786) (1.711.868) (475.312) (344.758) (131.451)
Beban Administrasi dan
Umum (63.098.159) (52.246.197) (42.452.481) (37.571.956) (22.573.961)
Gaji dan tunjangan (29.648.292) (25.710.198) (20.710.069) (16.859.375) (15.161.205)
Penyusutan aset tetap (6.057.738) (5.021.671) (3.261.298) (3.669.089) (3.943.799)
Pajak (5.883.658) (2.426.491) (1.107.809) (2.593.733) (1.347.385)
Jasa profesional (3.809.317) (2.899.372) (3.504.688) (3.597.979) (1.210.345)
Jasa penyedia tenaga kerja (2.776.196) (2.131.089) (2.018.063) (2.309.354) (852.074)
Iuran, perizinan, dan
keanggotaan (2.262.741) (1.599.863) (1.174.245) (1.716.376) (418.050)
Sewa (1.452.000) (1.388.350) (1.305.000) (862.612) (1.300.020)
Perbaikan dan pemeliharaan (1.125.983) (1.259.595) (905.387) (530.306) (278.197)
Listrik, air, dan telepon (1.018.795) (982.700) (840.286) (717.133) (646.907)
Imbalan kerja (953.446) (947.706) (599.062) (677.345) 5.659.712
Pengobatan (902.117) (652.604) (544.824) (464.929) (349.548)
Asuransi (810.070) (893.538) (644.974) (543.237) (580.809)
Jamuan dan sumbangan (210.094) (67.732) (90.294) (162.348) (231.260)
Surat dan pajak kendaraan (184.412) (145.976) (631.629) (156.572) (158.834)
Penyusutan aset hak guna (641.619) (641.619) (641.619)
Amortisasi aset tak berwujud (29.146) (83.750) (87.958) (100.540) (109.887)
Lain-lain (5.974.154) (6.035.565) (4.385.276) (1.969.409) (1.003.734)
Pendapatan (beban) lain-lain 12.673.235 (3.968.176) 14.093.518 (8.444.629) 2.827.553
Keuntungan penjualan aset
tetap 14.930.410 272.004 13.617.607 (792.709) 338.463
Pemulihan (penyisihan)
kerugian penurunan nilai
piutang usaha 684.073 (60.228) (714.391) 53.039 465.459
Laba yang belum direalisasi
atas aset keuangan melalui
laba rugi 445.774 - - - -
Pendapatan sewa - 102.000 1.368.000 2.532.000 2.069.710
Pendapatan bunga 76.592 77.075 51.205
Penyisihan kerugian
penurunan nilai persediaan (6.904) - - - -
Laba/kerugian selisih kurs (223.929) (1.959.665) (724.200) 58.007 (324.166)
13
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Kerugian penghapusan aset
tetap (145.355) (13.060) - (7.644.482) -
Denda keterlambatan (2.268.465) (1.896.538) (2.388.720) (1.937.025) (1.810.271)
Jasa manajemen 1.800.000
Lain-lain (742.371) (412.689) 2.858.630 (790.533) 237.154
LABA USAHA 82.590.187 66.501.778 46.433.612 9.320.185 10.376.682
Pendapatan keuangan 510.922 962.655 - - -
Beban keuangan (13.962.184) (14.558.708) (8.185.218) (7.612.462) (9.652.460)
Bagian laba entitas asosiasi 16.725.466
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN 69.138.925 52.905.724 38.248.394 1.707.723 17.449.688
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN (13.794.747) (12.230.452) (6.014.396) (3.362.465) (2.430.149)
Pajak kini (14.997.019) (13.573.539) (6.033.648) (3.435.967) (1.125.463)
Pajak tangguhan 1.202.272 1.343.087 19.252 73.503 (1.304.686)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 55.344.177 40.675.272 32.233.997 (1.654.742) 15.019.539
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi
dalam periode berikutnya
Keuntungan pengukuran
kembali program imbalan
pasti 24.403 497.628 (314.050) 319.622 870.991
Pajak penghasilan terkait (5.369) (109.478) 69.091 (70.317) (191.618)
Bagian komprehensif lain dari
entitas asosiasi - - - 273.675 (91.639)
Pos yang akan direklasifikasi
ke laba rugi
Pengukuran kembali atas
liabilitas imbalan pasca kerja - - - - -
Pajak penghasilan terkait - - - - -
Jumlah laba komprehensif -
setelah pajak 19.034 388.150 (244.959) 522.981 587.734
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 55.363.211 41.063.422 31.989.039 (1.131.761) 15.607.273
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Penjualan Bersih
Selama tahun 2021 sampai tahun 2025, penjualan Perseroan tercatat mengalami
perkembangan sebagai berikut.
14
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
• Pada tahun 2021, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp111,96 miliar.
Penjualan tersebut terutama berasal dari pendapatan sewa dan jasa yang
mencapai 80,14% dari total penjualan.
• Pada tahun 2022, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp195,01 miliar,
meningkat 74,17% dibandingkan tahun 2021. Peningkatan ini terutama
didominasi oleh pengadaan alat berat dan penjualan suku cadang yang
mencapai Rp118,53 miliar, meningkat 432,91% dibandingkan tahun 2021.
• Pada tahun 2023, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp232,15 miliar,
meningkat 19,05% dibandingkan tahun 2022. Peningkatan ini terutama
didominasi oleh pengadaan alat berat dan penjualan suku cadang yang
mencapai Rp143,41 miliar, meningkat 21,00% dibandingkan tahun 2022.
• Pada tahun 2024, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp356,26 miliar,
atau meningkat 53,46% dibandingkan tahun 2023. Peningkatan ini terutama
didominasi oleh pengadaan alat berat dan penjualan suku cadang yang
mencapai Rp224,98 miliar, meningkat 56,87% dibandingkan tahun 2023.
• Pada tahun 2025, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp405,64 miliar,
atau meningkat 13,86% dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini terutama
didominasi oleh pengadaan alat berat dan penjualan suku cadang yang
mencapai Rp277,86 miliar, meningkat 23,51% dibandingkan tahun 2024.
Beban Pokok Pendapatan dan Laba kotor
Selama tahun 2021 sampai tahun 2025, Beban Pokok Penjualan dan Laba kotor
Perseroan tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut.
• Pada tahun 2021, Perseroan mencatat beban pokok pendapatan sebesar
Rp81,28 miliar, sehingga Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp30,68
miliar.
• Pada tahun 2022, Perseroan mencatat beban pokok pendapatan sebesar
Rp138,30 miliar, meningkat 70,61% dibandingkan tahun 2021. Peningkatan
tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan pembelian barang. Sejalan
dengan hal tersebut, laba kotor Perseroan meningkat 84,82% menjadi Rp56,70
miliar dari Rp30,68 miliar pada tahun 2021.
• Pada tahun 2023, Perseroan mencatat beban pokok pendapatan sebesar
Rp155,52 miliar, meningkat 12,45% dibandingkan tahun 2022. Peningkatan
tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan biaya operasi gudang. Seiring
dengan peningkatan tersebut, laba kotor Perseroan juga meningkat 35,14%
menjadi Rp76,63 miliar dari Rp56,70 miliar pada tahun 2022.
• Pada tahun 2024, Perseroan mencatat beban pokok pendapatan sebesar
Rp229,27 miliar, meningkat 47,42% dibandingkan tahun 2023. Peningkatan
tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan biaya operasi gudang. Seiring
dengan peningkatan tersebut, laba kotor Perseroan meningkat 65,72% menjadi
Rp127,00 miliar dari Rp76,63 miliar pada tahun sebelumnya.
15
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
• Pada tahun 2025, Perseroan mencatat beban pokok pendapatan sebesar
Rp270,16 miliar, meningkat 17,83% dibandingkan tahun 2024. Peningkatan
tersebut terutama dipengaruhi oleh tingginya persediaan awal. Seiring dengan
peningkatan tersebut, laba kotor Perseroan meningkat 6,68% menjadi
Rp135,48 miliar dari Rp127,00 miliar pada tahun sebelumnya.
Beban Usaha dan Laba Usaha
Selama tahun 2021 sampai tahun 2025, Beban Usaha dan Laba Usaha Perseroan
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:
• Pada tahun 2021, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp20,30 miliar, yang
terdiri atas beban penjualan dan pemasaran sebesar Rp557,77 juta, beban
umum dan administrasi sebesar Rp22,57 miliar, dan pendapatan (beban) lain-
lain neto sebesar Rp2,83 miliar. Dengan beban usaha tersebut, Perseroan
membukukan laba usaha sebesar Rp10,38 miliar.
• Pada tahun 2022, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp47,38 miliar,
meningkat 133,37% dibandingkan Rp20,30 miliar pada tahun 2021.
Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban umum dan
administrasi. Dengan perkembangan beban usaha tersebut, laba usaha
Perseroan menurun sebesar 10,18% menjadi Rp9,32 miliar dari Rp10,38 miliar
pada tahun 2021.
• Pada tahun 2023, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp30,20 miliar, turun
36,27% dibandingkan Rp47,38 miliar pada tahun 2022. Penurunan ini terutama
dipengaruhi oleh pendapatan (beban) lain-lain neto dari keuntungan penjualan
aset tetap sebesar Rp13,62 miliar. Dengan perkembangan beban usaha
tersebut, laba usaha Perseroan meningkat sebesar 398,20% menjadi Rp46,43
miliar dari Rp9,32 miliar pada tahun 2022.
• Pada tahun 2024, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp60,49 miliar,
meningkat 100,33% dibandingkan Rp30,20 miliar pada tahun 2023.
Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan beban umum dan
administrasi dan pendapatan (beban) lain-lain neto. Dengan perkembangan
beban usaha tersebut, laba usaha Perseroan meningkat sebesar 43,22% menjadi
Rp66,50 miliar dari Rp46,43 miliar pada tahun 2023.
• Pada tahun 2025, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp52,90 miliar,
menurun 12,57% dibandingkan Rp60,49 miliar pada tahun 2024. penurunan
tersebut terutama dipengaruhi oleh pendapatan (beban) lain-lain neto dari
keuntungan penjualan aset tetap sebesar Rp14,93 miliar. Dengan
perkembangan beban usaha tersebut, laba usaha Perseroan meningkat sebesar
24,19% menjadi Rp82,59 miliar dari Rp66,50 miliar pada tahun 2024.
16
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Laba Tahun Berjalan dan Laba Komprehensif Tahun Berjalan
Selama tahun 2021 sampai tahun 2025, Laba Tahun Berjalan dan Laba
Komprehensif Tahun Berjalan Perseroan tercatat mengalami perkembangan sebagai
berikut:
• Pada tahun 2021, Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp15,02
miliar dan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp15,61 miliar. Selisih
tersebut dipengaruhi oleh laba komprehensif sebesar Rp587,73 juta yang
terutama berasal dari keuntungan pengukuran kembali program imbalan pasti.
• Pada tahun 2022, Perseroan membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp1,65
miliar dari laba sebesar Rp15,02 miliar pada tahun 2021, sedangkan rugi
komprehensif tahun berjalan sebesar Rp1,14 miliar dari laba sebesar Rp15,61
miliar pada tahun 2021.
• Pada tahun 2023, Perseroan membukukan laba sebesar Rp32,23 miliar dari rugi
sebesar Rp1,65 miliar pada tahun 2022, sedangkan laba komprehensif tahun
berjalan meningkat menjadi Rp31,99 miliar dari defisit Rp1,14 miliar.
• Pada tahun 2024, laba tahun berjalan meningkat 26,19% menjadi Rp40,68
miliar dari Rp32,23 miliar pada tahun 2023, sedangkan laba komprehensif
tahun berjalan meningkat menjadi Rp41,06 miliar dari Rp31,99 miliar.
• Pada tahun 2025, laba tahun berjalan meningkat 36,06% menjadi Rp55,34
miliar dari Rp40,68 miliar pada tahun 2024, sedangkan laba komprehensif
tahun berjalan meningkat menjadi Rp55,36 miliar dari Rp41,06 miliar.
2.2.3 Rasio Keuangan
Berdasarkan atas kinerja keuangan Perseroan per 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025, diperoleh hasil analisis rasio sebagai berikut:
Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
Keterangan 2025 2024 2023 2022 2021 Rerata
LIQUIDITY (%)
Current Ratio 205,38% 174,81% 184,11% 153,32% 152,77% 174,08%
Quick Ratio 68,39% 62,00% 71,95% 63,89% 25,41% 58,33%
Working Capital to Total Assets 35,05% 30,17% 24,59% 22,56% 17,82% 26,04%
ACTIVITY (X)
Total Assets Turnover (X) 0,76 0,69 0,80 0,82 0,43 0,70
Inventory Turnover (X) 2,06 1,70 2,42 2,24 1,07 1,90
Average Day's Inventory (Day) 177 214 151 163 340 209
Account Receivable Turnover (X) 3,56 3,99 4,86 3,98 5,79 4,44
Average Collection Period (Day) 103 91 75 92 63 85
Working Capital Turnover (X) 2,16 2,27 3,25 3,63 2,43 2,75
17
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Keterangan 2025 2024 2023 2022 2021 Rerata
SOLVABILITY(%)
Total Debt to Equity Ratio 65,79% 86,91% 76,71% 80,03% 85,46% 78,98%
Total Debt to Asset Ratio 39,68% 46,50% 43,41% 44,45% 46,08% 44,02%
Long Term Debt to Equity Ratio 10,64% 11,54% 25,04% 3,87% 22,81% 14,78%
RENTABILITY (%)
Gross Profit Margin 33,40% 35,65% 33,01% 29,08% 27,40% 31,71%
Operating Profit Margin 20,36% 18,67% 20,00% 4,78% 9,27% 14,62%
Net Profit Margin 13,64% 11,42% 13,88% -0,85% 13,41% 10,30%
Rate of Return on Investment 10,32% 7,83% 11,11% -0,70% 5,81% 6,88%
Rate of Return on Equity 17,11% 14,64% 19,64% -1,25% 10,78% 12,19%
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan rata-rata current ratio sebesar 174,08% dan quick
ratio sebesar 58,33%, sedangkan working capital to total assets ratio memiliki rata-
rata sebesar 26,04%. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan memiliki aset lancar
yang memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Namun demikian,
tingkat quick ratio yang berada di bawah 100,00% menunjukkan bahwa pemenuhan
kewajiban jangka pendek masih bergantung pada pencairan persediaan.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan aset
untuk menghasilkan pendapatan. Rata-rata total assets turnover tercatat sebesar
0,70 kali, yang mengindikasikan bahwa setiap Rp1,00 aset mampu menghasilkan
pendapatan sebesar Rp0,70. Hal ini menunjukkan bahwa aset telah dimanfaatkan
secara memadai, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan produktivitas
aset. Inventory turnover berada pada rata-rata 1,90 kali atau setara dengan average
days inventory sekitar 209 hari menunjukkan bahwa aset dalam bentuk persediaan
relatif lama tersimpan sebelum terealisasi. Sementara itu, account receivable
turnover rata-rata sebesar 4,44 kali, yang tercermin dari average collection period
sekitar 85 hari mencerminkan bahwa aset berupa piutang telah dikelola dengan
cukup baik, meskipun masih dapat dioptimalkan. Secara keseluruhan, working
capital turnover sebesar 2,75 kali menunjukkan bahwa modal kerja—sebagai bagian
dari aset—telah dimanfaatkan secara cukup efektif dalam mendukung kegiatan
operasional Perseroan.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi
kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang. Rata-rata debt to equity ratio
(DER) tercatat sebesar 78,98%, yang menunjukkan bahwa struktur permodalan
Perseroan relatif lebih banyak didukung oleh ekuitas dibandingkan liabilitas.
Sementara itu, debt to asset ratio (DAR) berada pada rata-rata 44,02%, yang
menunjukkan bahwa kurang dari separuh aset Perseroan dibiayai melalui liabilitas.
18
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Adapun long term debt to equity ratio rata-rata sebesar 14,78%, yang
mencerminkan bahwa porsi utang jangka panjang relatif kecil dibandingkan total
ekuitas.
Rasio Rentabilitas
Rasio rentabilitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba
dari kegiatan operasionalnya. Rata-rata gross profit margin sebesar 31,71%,
mencerminkan bahwa setelah dikurangi beban pokok penjualan, Perseroan masih
memiliki ruang margin yang cukup untuk menutup beban operasional dan
menghasilkan laba. Selanjutnya, operating profit margin berada pada rata-rata
14,62%, menunjukkan bahwa efisiensi operasional Perseroan tergolong cukup baik
dalam mengelola beban usaha. Adapun net profit margin rata-rata sebesar 10,30%,
mengindikasikan bahwa setelah memperhitungkan seluruh beban, termasuk bunga
dan pajak, Perseroan tetap mampu membukukan laba bersih.
Rata-rata rate of return on investment (ROI) sebesar 6,88%, yang menunjukkan
bahwa Perseroan mampu menghasilkan laba dari total investasi yang dilakukan.
Selain itu, rate of return on equity (ROE) rata-rata sebesar 12,19%, yang
menunjukkan bahwa Perseroan cukup efektif dalam menghasilkan laba bagi
pemegang saham dari modal yang diinvestasikan.
2.3 Produk dan Layanan Perseroan
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perseroan adalah sebagai berikut:
Kegiatan Usaha Utama
− Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam (KBLI 09100);
- Industri Tangki, Tandon Air dan Wadah dari Logam (KBLI 25120);
- Industri Mesin Pembangkit Listrik (KBLI 27112);
- Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Kran dan Klep/Katup (KBLI 28130);
- Reparasi Mesin Untuk Keperluan Umum (KBLI 33121);
- Reparasi Mesin Untuk Keperluan Khusus (KBLI 33122);
- Reparasi Motor Listrik, Generator dan Transformator (KBLI 33141);
- Perdagangan Besar Suku Cadang Elektronik (KBLI 46521);
- Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (46599);
- Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (KBLI 46100);
− Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan
Industri Pengolahan (KBLI 77391);
- Instalasi Minyak dan Gas (KBLI 43223); dan
- Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi (KBLI 42915).
Kegiatan Usaha Penunjang
- Industri Pipa dan Sambungan Pipa dari Baja dan Besi (KBLI 24103);
19
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
- Industri Pipa dan Sambungan Pipa dari Logam Bukan Besi dan Baja (KBLI 24205);
- Jasa Industri untuk Berbagai Pengerjaan Khusus Logam dan Barang dari Logam
(KBLI 25920);
- Industri Mesin Uap, Turbin dan Kincir (KBLI 28111);
- Industri Komponen dan Suku Cadang Mesin dan Turbin (KBLI 28113);
- Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung (KBLI 30112);
- Pembangkitan Tenaga Listrik (35111);
- Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (KBLI 42202);
- Instalasi Saluran Air (KBLI 43221);
- Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (KBLI 43905);
- Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang dan
Perlengkapannya (KBLI 46591);
- Perdagangan Besar Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (KBLI 46631);
- Perdagangan Besar Berbagai Macam Barang (KBLI 46900);
- Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mobil, Bus, Truk
dan Sejenisnya (KBLI 77100);
- Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Alat Transportasi
Darat Bukan Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih (KBLI 77311);
- Industri Motor Pembakaran Dalam (KBLI 28112); dan
- Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan
Konstruksi dan Teknik Sipil (KBLI 77393).
Ditinjau berdasarkan bidang industrinya, Perseroan menyediakan beragam produk
dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Berikut rincian produk
dan layanan tersebut.
Tabel 5 Produk dan Jasa Perseroan
Industri Jenis Produk dan Jasa
Minyak dan Gas Upstream & Downstream
• Pengangkutan minyak mentah ke/dari fasilitas pengolahan
lanjutan;
• Produksi injeksi air;
• Instalasi Pengolahan dan Injeksi Air (WTIP);
• Perbaikan peralatan rotasi, serta pengoperasian dan
pemeliharaan;
• Perawatan (pigging) pipa;
• Pabrik produksi awal;
• Pompa lumpur, semen, dan stimulasi;
• Konstruksi dan penyewaan tangki minyak mentah dan air;
• Pembersihan tangki lumpur;
• Layanan integrasi stasiun booster;
• Penyedia suku cadang pompa yang dapat dipertukarkan;
• Solusi pembangkit listrik tenaga gas dan diesel; dan
• Kompresi gas di kepala sumur.
20
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Industri Jenis Produk dan Jasa
Geotermal • Penyediaan bahan kimia dan air untuk proses drilling;
• Produksi reinjeksi cairan garam; dan
• Kill well pump services.
Pertambangan • Pengeringan air dan pemindahan lumpur; dan
• Pemasangan ulang, perbaikan, dan peremajaan pompa.
Perseroan juga menjalin kerja sama dengan 7 pemilik (principal) merek melalui
lisensi pemasaran produk dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 6 Lisensi Produk
Merek Lisensi Produk
Mudking Peralatan untuk drilling dan produksi, termasuk untuk handling,
kelengkapan pompa, dan katup.
Pompa API 674 & 610.
Petrodrill Peralatan pabrikan untuk API 4F, 7K, 8C, dan Q1
PumpWorks Pompa API 610 untuk pengolahan dan penyulingan minyak.
Double Life Peralatan solid control
Drilling Rig Accessories
WEG Solusi untuk motor listrik, penggerak frekuensi variabel, starter
lunak, kontrol, panel, trafo, dan generator.
Gardner Denver API 674 Reciprocating Pumps
Leistritz Solution for Screw & Multiphase Pumps, Spareparts, and Services
Penambahan KBLI 71101 yaitu Aktivitas Arsitektural, KBLI 33201 yaitu
Instalasi/Pemasangan dan Perangkaian/Integrasi Mesin, Peralatan, dan Sistem
Industri, KBLI 43211 yaitu Pemasangan Jaringan Listrik, KBLI 77399 yaitu Penyewaan
dan Sewa Guna Usaha Mesin, Peralatan, dan Barang Berwujud Lainnya YTDL, KBLI
77395 yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Mesin dan Peralatan Pertambangan dan
Penggalian, serta KBLI 27113 yaitu Industri Pengubah Tegangan/Transformator dan
Pengubah Arus/Rectifier, dilakukan untuk mendukung pengembangan layanan
terintegrasi berbasis Engineering, Procurement, and Construction (EPC) yang
melengkapi kegiatan usaha Perseroan yang telah berjalan. Melalui penambahan ini,
Perseroan diharapkan dapat memperluas layanan, yang mencakup perencanaan
teknis, pengadaan, hingga instalasi dan integrasi sistem.
2.4 Teknologi yang Digunakan
Dalam mendukung kegiatan operasional, Perseroan memanfaatkan berbagai
teknologi, termasuk perangkat lunak (software) seperti CNC, drafting software
untuk perancangan teknis, serta simulasi hidrolik. Penggunaan teknologi tersebut
memungkinkan Perseroan meningkatkan keandalan produk dan layanan yang
diberikan kepada pelanggan.
21
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
2.5 Pasar yang Dituju
Pasar yang dituju oleh Perseroan adalah pelaku industri energi, khususnya sektor
minyak dan gas. Secara geografis, Perseroan memfokuskan pasar di wilayah
Indonesia, terutama pada area dengan aktivitas industri energi yang tinggi seperti
Sumatra dan Jawa, sejalan dengan lokasi fasilitas workshop yang mendukung
operasional di wilayah tersebut. Selain itu, Perseroan juga telah menjangkau
berbagai wilayah operasional lain di Indonesia, termasuk Kalimantan, Sulawesi,
hingga Papua.
2.6 Pesaing dan Persaingan
Perseroan memiliki persaingan usaha dengan produsen dalam negeri yang juga
mempunyai sertifikat TKDN dan pengalaman bisnis di bidang hulu migas, antara
lain:
− PT Genggam Asa Sekawan
− PT Sikars Petroleum Nusantara
− PT Epsindo Jaya Pratama
− PT Hokindo Gemilang
− PT Gunung Putih Putra
− PT Phalosa Semesta Abadi
− PT Media Testerindo
− PT Bhumi Phala Perkasa
− PT Indo Mitra Sekawan
− PT Imeco Inter Sarana
− PT Duraquipt Cemerlang
Untuk menghadapi persaingan usaha, maka Perseroan berkomitmen untuk menjaga
hubungan pelanggan yang baik dan menjaga operasional secara berkualitas.
2.7 Pola Bisnis
Perseroan menjalankan kegiatan usaha melalui model bisnis yang mencakup
penjualan, penyewaan, pemeliharaan, dan perbaikan peralatan penunjang industri
migas, khususnya pompa, serta penyediaan suku cadang (spare parts). Kegiatan
usaha tersebut terbagi dalam dua segmen utama, yaitu Penjualan & Pengadaan serta
Service & Rental. Dalam pelaksanaannya, untuk pengadaan peralatan dan layanan
operation & maintenance, Perseroan umumnya mengikuti proses tender, sementara
untuk penjualan dan pengadaan suku cadang dapat dilakukan melalui kontrak
payung yang mencakup jasa penggantian dan perbaikan dalam jangka waktu
tertentu. Seiring dengan terjalinnya hubungan jangka panjang dan tingkat
kepercayaan, Perseroan juga berpeluang memperoleh penugasan secara langsung
22
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
untuk penyediaan suku cadang, pengadaan peralatan, maupun layanan operasional
dan pemeliharaan, sehingga mendukung kesinambungan pendapatan dan
penguatan hubungan bisnis.
2.8 Strategi Pemasaran
Beberapa Aktivitas Pemasaran yang dilakukan antara lain dengan strategi
pemasaran Business-to-Business (B2B), yang antara lain:
− Aktif berpartisipasi mengikuti event atau pameran usaha yang dilakukan oleh
asosiasi perusahaan yang berada di industri migas dan pertambangan.
− Aktif melakukan sponsorship pada acara-acara yang digelar oleh asosiasi yang
berkaitan dengan industri migas dan pertambangan.
− Aktif menjalin komunikasi dengan pelanggan saat ini dan para stakeholder
untuk memperbaharui database atas project berbasis tender.
− Rutin melakukan Service Quality Meeting (SQM) dengan pelanggan recurring
dan pelanggan jasa rental, dan ditindaklanjuti dengan visit ke lokasi operasional
untuk memperoleh feedback dari pelanggan.
2.9 Kebutuhan Produksi atau Operasi
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan didukung oleh ketersediaan
peralatan, fasilitas, serta sumber daya yang memadai untuk layanan penunjang
industri energi. Perseroan telah memiliki pasokan peralatan utama seperti pompa,
kompresor, mesin gas/genset, serta komponen pendukung (spare parts). Selain itu,
Perseroan juga didukung oleh fasilitas workshop di wilayah strategis yang berperan
dalam kegiatan penyimpanan, perakitan, pengujian, serta pemeliharaan peralatan
sebelum digunakan pelanggan. Di sisi operasional, Perseroan didukung oleh tenaga
kerja yang kompeten dan bersertifikasi untuk menangani proses instalasi, integrasi
sistem, serta layanan purna jual. Perseroan juga memastikan ketepatan waktu
pengiriman dan ketersediaan peralatan di lokasi proyek. Dengan dukungan
tersebut, Perseroan mampu menjaga kelancaran operasional, serta kualitas layanan.
2.10 Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia
Perseroan didukung oleh manajemen yang berpengalaman dalam pengelolaan
proyek, operasional, dan pengadaan, sehingga mampu memastikan efektivitas
perencanaan dan pelaksanaan kegiatan usaha. Di sisi sumber daya manusia,
Perseroan memiliki tenaga kerja yang kompeten, baik tenaga teknis maupun non-
teknis, termasuk tenaga ahli bersertifikasi di bidang teknik. Selain itu, Perseroan
terus melakukan pengembangan kompetensi melalui pelatihan guna menjaga
kualitas layanan dan mendukung pertumbuhan usaha.
23
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
2.11 Hak Atas Kekayaan Intelektual
Terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
diperoleh informasi Hak Atas Kekayaan Intelektual yang telah dimiliki oleh
Perseroan.
1. Sertifikat Hak Merek Mud King (Kode Kelas 6) dengan No. Pendaftaran
IDM000536183. Merek ini mulai dilindungi sejak 17 September 2013, dan
berlaku hingga 17 September 2033.
2. Sertifikat Hak Merek Mud King (Kode Kelas 7) dengan No. Pendaftaran
IDM000506924. Merek ini mulai dilindungi sejak 17 September 2013, dan
berlaku hingga 17 September 2033.
3. Sertifikat Hak Merek MKAPR (Kode Kelas 7) dengan No. Pendaftaran
IDM000480973. Merek ini mulai dilindungi sejak 7 Februari 2013, dan berlaku
hingga 7 Februari 2033.
2.12 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait
Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait antara lain adalah:
1. POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
Kegiatan Usaha.
2. POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
3. Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia.
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
2.13 Aspek Lingkungan
Perseroan berkomitmen untuk mengelola aspek lingkungan secara berkelanjutan
dengan meminimalkan dampak operasional terhadap ekosistem di sekitar wilayah
kerja. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah pembangunan fasilitas Tempat
Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3 di area workshop, sehingga pengelolaan
limbah berbahaya dapat dilakukan secara aman, terkontrol, dan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
2.14 Faktor Risiko Utama
Produk yang disediakan oleh Perseroan untuk menunjang kegiatan usahanya
berasal dari beberapa merek principal. Dalam hal ini, Perseroan memiliki perjanjian
kerja sama sebagai reseller dan system integrator dengan Mudking, Petrodrill,
PumpWorks, Double Life, WEG, Gardner Denver, dan Leistritz. Para principal tersebut
24
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
memiliki kewenangan untuk menentukan mitra terpilih dalam memasarkan
produknya, baik kepada sektor pemerintah maupun swasta. Perjanjian kerja sama
tersebut berlaku untuk jangka waktu tertentu dan dievaluasi secara berkala oleh
masing-masing principal. Kondisi ini menimbulkan risiko bagi Perseroan, karena
apabila di kemudian hari Perseroan kehilangan hak keagenan akibat berakhirnya
masa perjanjian atau tidak terpenuhinya ketentuan yang disyaratkan, maka hal
tersebut dapat menghambat kegiatan penjualan serta berdampak negatif terhadap
pendapatan, laba, dan arus kas Perseroan. Mitigasi atas risiko tersebut dilakukan
melalui memperkuat hubungan jangka panjang dengan principal, serta diversifikasi
kerja sama dengan beberapa principal. Selain itu, Perseroan juga berupaya
memperluas portofolio produk dan layanan, sehingga tidak bergantung pada satu
principal tertentu.
2.15 Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
Persyaratan modal Perseroan bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan skala serta
kompleksitas proyek. Kebutuhan utama difokuskan pada modal kerja untuk
mendukung pelaksanaan proyek, dengan estimasi sekitar 60% dari nilai masing-
masing proyek. Pemenuhan kebutuhan modal kerja tersebut direncanakan berasal
dari kombinasi sumber pendanaan, yaitu sekitar 70% dari fasilitas perbankan dan
30% dari kas internal Perseroan, sehingga Perseroan tetap adaptif dan mampu
mendukung berbagai proyek secara efektif.
25
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
3 KELAYAKAN PASAR
3.1 Kondisi Pasar
3.1.1 Perkembangan Ekonomi Global
Prospek perekonomian global masih dalam tren melambat dengan ketidakpastian
yang meningkat. Pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diprakirakan sedikit lebih
rendah menjadi sebesar 3,2% dibandingkan dengan capaian 2025 sebesar 3,3%.
Pertumbuhan yang lebih rendah tersebut terutama dipengaruhi oleh dampak
lanjutan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan kerentanan rantai pasok global,
meskipun prospek perekonomian AS membaik didorong investasi sektor teknologi
termasuk artificial intelligence (AI) dan stimulus fiskal pengurangan pajak.
Sementara itu, prospek pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok, dan India pada
2026 melambat akibat pelemahan permintaan domestik dan ekspor di tengah
investasi AI yang juga meningkat. Kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan dan
penguatan respons kebijakan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik dari
rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.
Tabel 7 Pertumbuhan PDB Dunia
Negara 2021 2022 2023 2024 2025* 2026*
Dunia 6,3 3,5 3,3 3,3 3,3 3,2
Negara Maju 5,6 2,6 1,7 1,8 1,7 1,8
Amerika Serikat 5,9 1,9 2,9 2,8 2,1 2,3
Kawasan Eropa 5,6 3,4 0,4 0,9 1,3 1,3
Jepang 2,2 1,0 1,5 0,1 1,1 0,8
Negara Berkembang 6,9 4,1 4,4 4,3 4,3 4,1
Tiongkok 8,4 3,0 5,2 5,0 5,0 4,4
India 8,3 6,8 7,7 6,5 7,4 6,6
ASEAN-5 4,0 5,5 4,0 4,6 4,4 4,3
Amerika Latin 7,4 4,2 2,4 2,4 2,2 2,2
Negara Berkembang Eropa 7,3 1,2 3,3 3,4 2,2 2,4
Timur Tengah & Asia Tengah 4,3 5,4 2,0 2,4 3,5 3,8
Sumber: Bank Indonesia. *Proyeksi Bank Indonesia
3.1.2 Tinjauan Makro Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 diprakirakan berada di kisaran 4,7—5,5%.
Pada 2026, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,9—
5,7%, ditopang kenaikan permintaan domestik sejalan dengan berbagai kebijakan
Pemerintah dan berlanjutnya dampak positif dari bauran kebijakan Bank Indonesia
untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
26
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Efektivitas berbagai program stimulus Pemerintah pada tahun 2026 perlu diperkuat
untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja. Investasi
juga diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya program prioritas
Pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), sehingga diharapkan
makin dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian. Bank
Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan
moneter, makro prudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan
kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan
yang lebih tinggi dan berdaya tahan.
Tabel 8 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
2023 2024 2025
Komponen 2022 2023 2024
I II III IV I II III IV I II III
Konsumsi Swasta 4,96 4,57 5,30 5,08 4,78 4,94 5,33 5,05 5,06 5,01 5,11 4,91 5,04 4,87
Konsumsi Rumah Tangga 4,94 4,53 5,22 5,05 4,47 4,82 4,91 4,93 4,91 4,98 4,94 4,95 4,97 4,89
Konsumsi Lembaga
Nonprofit yang Melayani 5,66 6,29 8,78 6,4 18,4 10 24,1 9,79 11,5 6,06 12,5 7,82 7,82 4,28
Rumah Tangga
Konsumsi Pemerintah -4,42 3,33 -3,86 10,5 2,94 3,02 20,4 4,62 2,03 4,17 6,61 -1,37 -0,33 5,49
Investasi (PMTDB) 3,87 1,53 5,08 4,05 4,32 3,76 3,78 5,16 4,42 5,03 4,61 6,99 6,99 5,04
Investasi Bangunan 0,91 0,08 6,31 3,32 6,42 4,04 5,46 6,02 5,31 5,26 5,51 4,89 4,89 3,02
Investasi Nonbangunan 12,5 5,7 2,05 6,1 -0,78 3,03 -0,78 2,96 1,97 4,4 2,23 12,9 12,9 10,34
Ekspor 16,2 11,7 -3,91 -2,84 1,66 1,34 1,48 8,13 8,79 7,63 6,51 6,46 10,7 9,91
Impor 15,00 4,12 -3,25 -6,82 0,14 -1,6 1,5 11,9 7,79 10,4 7,95 4,17 11,7 1,18
PDB 5,31 5,04 4,94 5,17 5,04 5,05 5,11 5,05 4,95 5,02 5,03 4,87 5,12 5,04
Sumber: Bank Indonesia
Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU Industri Pengolahan, LU
Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Informasi dan Komunikasi menunjukkan
kinerja positif.
Tabel 9 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
2023 2024 2025
Komponen 2022 2023 2024
I II III IV I II III IV I II III
Pertanian, Kehutanan, dan
2,25 0,44 2,03 1,49 1,13 1,31 -3,54 3,25 1,69 0,71 0,67 10,52 1,65 4,93
Perikanan
Pertambangan dan
4,38 4,92 5,01 6,95 7,46 6,12 9,31 3,17 3,46 3,95 4,9 -1,23 2,03 -1,98
Penggalian
Industri Pengolahan 4,89 4,43 4,88 5,19 4,07 4,54 4,13 3,95 4,72 4,89 4,43 4,55 5,68 5,54
Pengadaan Listrik dan Gas 6,61 2,67 3,15 5,06 8,68 4,91 5,35 5,39 5,02 3,42 4,77 5,11 0,9 2,86
Pengadaan Air, Pengelolaan
Sampah, Limbah dan 3,23 5,7 4,78 4,49 4,66 4,9 4,44 0,84 0,03 1,06 1,56 0,18 0,82 3,32
Daur Ulang
Konstruksi 2,01 0,32 5,23 6,39 7,68 4,91 7,59 7,29 7,48 5,81 7,02 2,18 4,98 4,21
Perdagangan Besar dan
Eceran Reparasi Mobil 5,53 4,94 5,3 5,1 4,09 4,85 4,58 4,85 4,82 5,19 4,86 5,03 5,37 5,49
dan Sepeda Motor
Transportasi dan
19,87 15,93 15,28 14,74 10,33 13,96 8,66 9,56 8,64 7,92 8,69 9,01 8,52 8,62
Pergudangan
Penyediaan Akomodasi dan
11,94 11,54 9,91 10,93 7,88 10 9,34 10,15 8,32 6,61 8,56 5,75 8,04 8,41
Makan Minum
Informasi dan Komunikasi 7,73 7,11 8,03 8,51 6,74 7,59 8,41 7,66 6,82 7,45 7,57 7,72 7,92 9,65
Jasa Keuangan dan Asuransi 1,93 4,45 2,86 5,24 6,56 4,77 3,93 7,9 5,49 1,74 4,74 3,98 3,2 0,77
Real Estat 1,72 0,37 0,96 2,21 2,18 1,43 2,54 2,16 2,32 2,97 2,5 2,94 3,71 3,95
27
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
2023 2024 2025
Komponen 2022 2023 2024
I II III IV I II III IV I II III
Jasa Perusahaan 8,77 6,37 9,59 9,37 7,62 8,24 9,63 7,96 7,93 8,08 8,38 9,27 9,31 9,94
Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan 2,52 2,13 8,18 -6,24 1,63 1,51 18,89 2,81 3,94 1,16 6,4 4,79 4,69 4,33
Sosial Wajib
Jasa Pendidikan 0,55 1,02 5,42 -2,09 2,63 1,77 7,43 2,44 2,56 2,95 3,75 5,04 1,4 10,59
Jasa Kesehatan dan
2,75 4,77 8,27 2,92 3,09 4,67 11,65 8,57 7,65 5,2 8,11 5,78 3,8 6,83
Kegiatan Sosial
Jasa lainnya 9,47 8,9 11,89 11,14 10,15 10,52 8,92 8,85 9,95 11,36 9,8 9,84 11,31 9,92
PDB 5,31 5,04 5,17 4,94 5,04 5,05 5,11 5,05 4,95 5,02 5,03 4,87 5,12 5,04
Sumber: Bank Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia
NPI triwulan IV 2025 diprakirakan tetap baik ditopang neraca perdagangan yang pada
November 2025 kembali mencatat surplus sebesar US$2,7 miliar didukung oleh
ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam seperti logam mulia dan
perhiasan/permata, nikel dan barang dari padanya, serta bahan bakar mineral.
Sementara itu, aliran modal triwulan IV 2025 mencatat net inflows terutama ditopang
kenaikan cukup tinggi pada bulan Desember 2025 yang bersumber dari penerbitan
global bond, setelah sebelumnya pada bulan Oktober dan November 2025 tercatat
rendah sejalan dengan ketidakpastian global yang masih tinggi. Posisi cadangan
devisa Indonesia akhir Desember 2025 meningkat menjadi sebesar US$156,5 miliar,
setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran
utang luar negeri Pemerintah, sekitar 3 bulan impor.
Tabel 10 Neraca Pembayaran Indonesia
2023 2024* 2025
Komponen (Miliar US$)
I II III IV Total I II III IV Total I* II** III**
Transaksi Berjalan 2,9 -2,3 -1,3 -1,4 -2 -2,4 -3 -2 -1,3 -8,7 -0,2 -2,7 40,5
A. Barang 1) 14,8 10 10,2 11,4 46,3 9,3 10 9,2 11,3 39,8 13 10,6 16,1
- Ekspor, FOB 66,8 61,6 63,5 65,9 257,7 61,9 62,3 67,5 71,3 263,1 65,9 68 73,9
- Impor, FOB -52,1 -51,6 -53,3 -54,5 -211,4 -52,6 -52,3 -58,3 -60 -223,3 -53 -57,4 -57,8
a. Nonmigas 19 15,2 16 17,7 67,8 15,1 15,2 14,7 17,8 62,7 18,8 15,7 20,9
b. Migas -3,9 -4,7 -5,4 -5,9 -19,9 -5,5 -4,6 -4,4 -5,1 -19,6 -4,7 -4,2 -4,8
B. Jasa - jasa -4,5 -4,5 -3,9 -4,8 -17,7 -4,2 -5 -4,2 -5,2 -18,6 -5,5 -5,2 -4,3
C. Pendapatan Primer -8,8 -9,2 -8,8 -9,3 -36 -8,8 -9,4 -8,5 -9 -35,9 -9,3 -9,8 -9,4
D. Pendapatan Sekunder 1,4 1,4 1,3 1,3 5,4 1,3 1,4 1,5 1,7 6 1,6 1,7 1,7
Transaksi Modal & Finansial 4 -4,5 -0,5 10,8 9,8 -2,4 2,6 8 9,4 17,6 -0,4 -3,5 -8,1
1. Investasi Langsung 4,4 3,9 2,7 3,4 14,4 4,9 2,3 5,1 3,4 15,7 2,5 3,5 2,5
2. Investasi Portofolio 3 -2,6 -3 4,9 2,2 -2,1 3,2 9,8 -2,5 8,3 1 -8,1 -7,1
3. Investasi Lainnya -3,6 -5,6 -0,1 2,4 -6,9 -4,8 -3,3 -7,2 8,5 -6,7 -4,2 1 -3,4
Neraca Keseluruhan 6,5 -7,4 -1,5 8,6 6,3 -6 -0,6 5,9 7,9 7,2 -0,8 -6,7 -6,4
- Cadangan Devisa 145,2 137,5 134,9 146,4 146,4 140,4 140,2 149,9 155,7 155,7 157,1 152,6 148,7
Dalam Bulan Impor dan
Pembayaran Utang Luar 6,2 6 6 6,5 6,5 6,2 6,1 6,4 6,5 6,5 6,5 6,2 6
Negeri Pemerintah
- Transaksi Berjalan (% PDB) 0,9 -0,7 -0,4 -0,4 -0,1 -0,7 -0,9 -0,6 -0,3 -0,6 -0,1 -0,8 1,1
Sumber: Bank Indonesia *Angka sementara; **Angka sangat sementara
28
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah pada 20 Januari 2026 tercatat sebesar Rp16.945 per US$,
melemah 1,53% (ptp) bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2025.
Pelemahan nilai tukar tersebut dipengaruhi aliran keluar modal asing akibat
meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan
permintaan valas oleh perbankan dan korporasi domestik sejalan dengan kegiatan
ekonomi turut memengaruhi kinerja Rupiah. Guna menjaga stabilitas nilai tukar
Rupiah, Bank Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi
di pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons
kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten
dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026.
Gambar 1 Indeks Rupiah Terhadap US$, Negara Maju Kecuali AS & Negara
Berkembang
Sumber: Bank Indonesia
Inflasi
Inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi
yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan
moneter BI dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya
dan imported inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered
prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,93% (yoy). Sementara itu, inflasi
kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 6,21% (yoy) disumbang
terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat
gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.
29
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Gambar 2 Grafik Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Bank Indonesia
3.2 Pangsa Pasar
Industri minyak dan gas merupakan salah satu sektor strategis yang berperan
penting dalam mendukung ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan
pembangunan nasional. Karakteristik industri yang padat modal dan membutuhkan
teknologi khusus menyebabkan pasar minyak dan gas cenderung didominasi oleh
perusahaan-perusahaan yang memiliki sumber daya dan kapabilitas yang kuat.
Industri minyak dan gas Indonesia memiliki struktur pasar yang relatif
terkonsentrasi, dengan sebagian besar produksi nasional dikuasai oleh beberapa
perusahaan besar. Pertamina menguasai sekitar 60% produksi minyak dan gas
nasional, sementara Chevron, Shell, dan ExxonMobil secara kolektif menguasai
sekitar 20% produksi nasional, sedangkan sisanya ditempati oleh Medco, Harbour
Energy, Jadestone, dan perusahaan independen lainnya. Penerapan kontrak bagi
hasil gross split telah mengurangi hambatan birokrasi dan memberikan kepastian
yang lebih baik bagi investor, sehingga memungkinkan pelaku usaha untuk
mempercepat kegiatan eksplorasi dan pengembangan cadangan. Selain itu,
perusahaan migas internasional memanfaatkan teknologi laut dalam dan carbon
capture, utilization, and storage (CCUS) untuk mengembangkan reservoir yang lebih
kompleks, sering kali melalui kerja sama dengan perusahaan lokal guna memenuhi
ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Segmen hulu merupakan segmen terbesar dalam industri migas Indonesia dengan
nilai pasar mencapai US$10,01 miliar pada tahun 2025 atau sekitar 72,10% dari total
pendapatan industri. Dari sisi lokasi operasi, kegiatan onshore masih mendominasi
dengan pangsa sebesar 58,10% pada tahun 2025, meskipun pertumbuhan aktivitas
offshore diproyeksikan lebih tinggi. Pada segmen jasa, kegiatan konstruksi
30
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
menguasai sekitar 51,60% pangsa pasar seiring tingginya kebutuhan pembangunan
jaringan pipa, fasilitas LNG, dan pembangkit listrik berbahan bakar gas.
Gambar 3 Pangsa Pasar Industri Minyak dan Gas Indonesia Menurut Sektor pada
Tahun 2025
Sumber: Mordor Intelligence
Segmen layanan pengeboran merupakan segmen terbesar dalam pasar oilfield
services, dengan pangsa sekitar 43% dari total pasar pada tahun 2024. Segmen ini
mencakup pengeboran lepas pantai dan berbagai layanan pengeboran lainnya,
dengan kontribusi signifikan dari pengeboran lepas pantai. Dominasi segmen ini
didorong oleh meningkatnya aktivitas eksplorasi di perairan dalam dan ultra-dalam,
terutama di wilayah seperti Brasil, Teluk Meksiko, dan Afrika Barat. Selain itu,
permintaan terhadap teknologi pengeboran canggih seperti directional drilling dan
MWD turut memperkuat posisi segmen ini. Kenaikan harga minyak di atas US$45
per barel juga mendorong peningkatan kontrak dan aktivitas pengeboran,
khususnya pada lapangan mature yang membutuhkan solusi pengeboran lanjutan.
Gambar 4 Grafik Pangsa Pasar Oilfield Services berdasarkan Jenis Layanan Tahun
2024
Sumber: Mordor Intelligence
31
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Secara geografis, Amerika Utara mendominasi pasar oilfield services global dengan
pangsa sekitar 42% pada tahun 2024. Dominasi ini didorong oleh aktivitas shale
yang masif serta kemajuan teknologi pengeboran dan penyelesaian sumur. Amerika
Serikat menjadi kontributor utama dengan wilayah seperti Permian Basin, Eagle
Ford, dan Bakken. Infrastruktur yang matang, kehadiran perusahaan jasa besar,
serta adopsi teknologi digital dan otomatisasi turut meningkatkan efisiensi
operasional di kawasan ini.
Gambar 5 Tingkat Pertumbuhan Lima Tahun berdasarkan Wilayah
Sumber: Mordor Intelligence
Pasar oilfield services di berbagai kawasan menunjukkan karakteristik dan tingkat
pertumbuhan yang berbeda. Eropa mengalami pertumbuhan moderat yang
didukung aktivitas di Laut Utara serta fokus pada inovasi teknologi dan
keberlanjutan. Asia-Pasifik menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi, didorong oleh
meningkatnya permintaan energi, investasi eksplorasi, serta adopsi teknologi dan
digitalisasi.
Di Amerika Selatan, pasar berkembang melalui kombinasi optimalisasi lapangan
mature dan pengembangan sumber daya baru, khususnya di Brasil dan Argentina,
dengan dukungan adopsi teknologi dan kebijakan local content. Sementara itu,
Timur Tengah dan Afrika tetap menjadi kawasan strategis dengan cadangan besar
dan aktivitas pengembangan yang kuat, didukung oleh target produksi yang
ambisius, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan kapabilitas lokal dan
transformasi digital.
3.3 Kesinambungan
Kesinambungan industri minyak dan gas Indonesia didukung oleh kebutuhan energi
nasional. Selain itu, penerapan teknologi yang semakin maju dan meningkatnya
32
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
investasi pada kegiatan eksplorasi maupun pengembangan lapangan migas
diharapkan dapat mendukung keberlanjutan industri.
Pemerintah Indonesia menargetkan produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari dan
gas sebesar 12 miliar kaki kubik per hari pada tahun 2030 guna mengurangi
ketergantungan terhadap impor energi. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah
mendorong percepatan pengembangan wilayah kerja migas, memberikan insentif
fiskal untuk program enhanced oil recovery (EOR), serta menerapkan kontrak gross
split yang lebih menarik bagi investor.
Sementara itu, Kesinambungan pasar oilfield services didukung oleh meningkatnya
permintaan energi global yang terus mendorong kebutuhan akan minyak dan gas.
Berdasarkan data OPEC, permintaan minyak mentah global mencapai sekitar 102,21
juta barel per hari pada tahun 2023, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini mendorong perusahaan migas untuk meningkatkan kapasitas
produksi dan efisiensi operasional, yang secara langsung meningkatkan kebutuhan
terhadap jasa penunjang seperti oilfield service. Selain itu, kesinambungan industri
juga didukung oleh kebutuhan untuk mempertahankan dan mengoptimalkan
produksi dari lapangan yang telah matang (mature fields). Penerapan teknik seperti
enhanced oil recovery (EOR), well intervention, dan workover menjadi penting dalam
memperpanjang umur lapangan dan menjaga tingkat produksi. Hal ini menciptakan
permintaan yang berkelanjutan terhadap layanan produksi, pemeliharaan, dan
manajemen reservoir.
Industri ini juga menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan melalui
penerapan teknologi baru, seperti digitalisasi, otomatisasi, serta penggunaan
kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan machine learning. Teknologi ini
digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, serta
meningkatkan akurasi dalam pengambilan keputusan.
Di sisi lain, terdapat pergeseran menuju praktik operasional yang lebih berkelanjutan,
termasuk penggunaan teknologi ramah lingkungan, pengelolaan limbah yang lebih
baik, serta peningkatan efisiensi energi. Hal ini menunjukkan bahwa industri tidak
hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberlanjutan jangka
panjang di tengah transisi energi global.
3.4 Potensi Pasar
Potensi pasar industri minyak dan gas Indonesia masih cukup besar, didukung oleh
tingginya kebutuhan energi nasional. Potensi pasar juga didukung oleh berbagai
kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan produksi migas nasional dan
mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. Pemerintah menargetkan
33
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari dan gas sebesar 12 miliar kaki kubik
per hari pada tahun 2030 melalui pengembangan wilayah kerja migas baru.
Sumatera Selatan menyumbang sekitar 25% produksi minyak mentah nasional,
dengan memanfaatkan teknologi steam-assisted gravity drainage (SAGD) untuk
memperpanjang umur lapangan yang telah berproduksi sejak tahun 1960-an.
Penerapan teknologi peningkatan perolehan minyak (enhanced oil recovery/EOR)
mampu meningkatkan faktor perolehan minyak hingga sekitar 40%, sehingga
membantu mengurangi dampak penurunan produksi alami dan menjaga pasokan
minyak mentah bagi Kilang Cilacap untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar
kendaraan bermotor di Pulau Jawa. Sementara itu, Delta Mahakam di Kalimantan
Timur, yang saat ini telah memasuki tahap lapangan matang ( brownfield), masih
menjadi salah satu sumber utama pasokan gas bagi fasilitas LNG Bontang, meskipun
produksinya menurun menjadi sekitar 600 juta kaki kubik per hari (MMcf/d) pada
tahun 2025.
Cekungan Natuna diperkirakan memiliki cadangan gas berkadar karbon dioksida
(CO₂) tinggi sekitar 200 triliun kaki kubik (Tcf). Reservoir berskala besar seperti East
Natuna masih belum dikembangkan secara optimal karena tingginya biaya penerapan
teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCUS) serta kondisi harga gas
yang belum sepenuhnya mendukung keekonomian proyek. Di sisi lain, Jawa Tengah
menghadapi penurunan produksi minyak dari lapangan darat, namun kondisi
tersebut sebagian diimbangi oleh peningkatan kapasitas pengolahan kilang yang
memanfaatkan minyak mentah impor berkualitas ringan (sweet crude) dan
mencampurnya dengan minyak mentah lokal bertipe naftenik untuk meningkatkan
hasil produksi bahan bakar menengah (middle distillate). Sementara itu, potensi
migas lepas pantai di Laut Arafura, Papua, masih relatif belum banyak dieksplorasi
akibat keterbatasan infrastruktur dan belum terselesaikannya sejumlah aspek terkait
kepemilikan dan penggunaan lahan. Untuk mendorong investasi di wilayah tersebut,
pemerintah memperkenalkan skema fiskal Ring-Fence yang memberikan fasilitas
percepatan penyusutan aset (accelerated depreciation) bagi kegiatan pengeboran.
Potensi pasar oilfield services didorong oleh berbagai faktor pertumbuhan yang
signifikan. Salah satu faktor utama adalah meningkatnya permintaan global terhadap
minyak dan gas, terutama dari negara berkembang seperti India dan China, yang
diperkirakan menyumbang sekitar 50% dari pertumbuhan permintaan global.
Peningkatan permintaan ini mendorong perusahaan migas untuk meningkatkan
aktivitas eksplorasi dan produksi, sehingga meningkatkan kebutuhan terhadap
layanan penunjang.
Selain itu, terdapat pergeseran menuju pengembangan cadangan non-konvensional
seperti shale gas dan tight oil, yang membutuhkan teknologi dan layanan khusus
seperti horizontal drilling dan hydraulic fracturing. Pengembangan sumber daya ini
34
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
menciptakan peluang pasar yang besar bagi penyedia jasa yang memiliki kapabilitas
teknologi tinggi.
Ekspansi aktivitas pengeboran lepas pantai (offshore) juga menjadi pendorong utama
potensi pasar, terutama di wilayah laut dalam dan ultra-dalam seperti Brasil, Teluk
Meksiko, dan Afrika Barat. Penemuan cadangan baru di wilayah tersebut serta
peningkatan investasi infrastruktur mendukung pertumbuhan aktivitas ini.
Selain itu, pertumbuhan pasar juga didukung oleh perkembangan di berbagai
kawasan, seperti Asia-Pasifik yang menunjukkan pertumbuhan signifikan, Timur
Tengah dengan cadangan hidrokarbon yang besar, serta Amerika Selatan yang
mengalami transformasi melalui pengembangan lapangan pre-salt dan sumber daya
shale. Adopsi teknologi digital, peningkatan efisiensi operasional, serta kebutuhan
layanan terintegrasi juga menjadi faktor pendorong utama dalam meningkatkan
potensi pasar.
3.5 Sasaran
Sasaran pasar Perseroan difokuskan pada pelaku industri energi, khususnya sektor
minyak dan gas. Secara geografis, Perseroan memfokuskan pasar di wilayah
Indonesia, terutama di area dengan aktivitas industri energi yang tinggi seperti
Sumatera dan Jawa, seiring dengan keberadaan fasilitas workshop yang mendukung
operasional di wilayah tersebut.
3.6 Potensi Nilai Pasar
Berdasarkan analisis Mordor Intelligence, nilai pasar industri minyak dan gas
Indonesia diperkirakan meningkat dari US$13,88 miliar pada tahun 2025 menjadi
US$14,60 miliar pada tahun 2026, dan diproyeksikan mencapai US$18,81 miliar
pada tahun 2031, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar
5,18% selama periode 2026—2031.
Pengembangan lapangan lepas pantai di wilayah Laut Natuna, Abadi Masela, dan
Delta Mahakam diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong utama
pertumbuhan industri pada masa mendatang. Pemanfaatan fasilitas Floating
Production Storage and Offloading (FPSO) serta sistem subsea tie-back
memungkinkan percepatan pengembangan lapangan hingga tahap produksi
dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi. Sementara itu, pengembangan fasilitas
LNG skala kecil membuka peluang perluasan pasar ke wilayah terpencil dan kawasan
pertambangan yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap pasokan
energi, sehingga mendukung peningkatan pemanfaatan gas alam di berbagai
wilayah Indonesia.
35
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Gambar 6 Nilai pasar industri minyak dan gas Indonesia
Sumber: Mordor Intelligence
Kebutuhan pemeliharaan, perbaikan, dan peningkatan kinerja infrastruktur migas
yang telah beroperasi dalam jangka panjang juga berkontribusi terhadap
pertumbuhan sektor jasa penunjang migas.
Sementara itu, pasar oilfield services menunjukkan prospek pertumbuhan yang
positif dan berkelanjutan. Ukuran pasar diperkirakan mencapai US$126,32 miliar
pada tahun 2025 dan meningkat menjadi US$167,69 miliar pada tahun 2030,
dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth
rate/CAGR) sebesar 5,83%.
Gambar 7 Tingkat Pertumbuhan Lima Tahun berdasarkan Wilayah
Sumber: Mordor Intelligence
36
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Pertumbuhan nilai pasar ini didorong oleh peningkatan aktivitas eksplorasi dan
produksi, baik pada lapangan konvensional maupun non-konvensional, serta
meningkatnya kebutuhan terhadap layanan yang lebih kompleks dan terintegrasi.
Selain itu, investasi yang berkelanjutan dalam teknologi, termasuk digitalisasi,
otomatisasi, dan solusi berbasis data, turut meningkatkan efisiensi dan nilai tambah
layanan yang diberikan oleh perusahaan jasa.
Peningkatan kontrak jasa, seperti layanan pengeboran dan penyelesaian sumur,
serta tren kolaborasi strategis antar perusahaan juga berkontribusi terhadap
pertumbuhan nilai pasar. Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, industri oilfield
services memiliki potensi nilai yang besar dan terus berkembang seiring dengan
meningkatnya kebutuhan energi global dan kompleksitas operasional di sektor
migas.
3.7 Pesaing Usaha
Beberapa pesaing yang memiliki potensi persaingan dengan produk atau layanan
yang dipasarkan oleh Perseroan, antara lain:
− PT Genggam Asa Sekawan
− PT Sikars Petroleum Nusantara
− PT Epsindo Jaya Pratama
− PT Hokindo Gemilang
− PT Gunung Putih Putra
− PT Phalosa Semesta Abadi
− PT Media Testerindo
− PT Bhumi Phala Perkasa
− PT Indo Mitra Sekawan
− PT Imeco Inter Sarana
− PT Duraquipt Cemerlang
Persaingan dalam industri ini tidak didominasi oleh satu pelaku usaha tertentu,
sehingga struktur pasar cenderung kompetitif. Kondisi ini memberikan ruang bagi
Perseroan untuk bersaing melalui diferensiasi layanan, kualitas produk, serta
penguatan hubungan dengan pelanggan.
3.8 Strategi Pemasaran
Beberapa Aktivitas Pemasaran yang dilakukan antara lain dengan strategi
pemasaran Business-to-Business (B2B), yang antara lain:
− Aktif berpartisipasi mengikuti event atau pameran usaha yang dilakukan oleh
asosiasi perusahaan yang berada di industri migas dan pertambangan.
37
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
− Aktif melakukan sponsorship pada acara-acara yang digelar oleh asosiasi yang
berkaitan dengan industri migas dan pertambangan.
− Aktif menjalin komunikasi dengan pelanggan saat ini dan para stakeholder
untuk memperbaharui database atas project berbasis tender.
− Rutin melakukan Service Quality Meeting (SQM) dengan pelanggan recurring
dan pelanggan jasa rental, dan ditindaklanjuti dengan visit ke lokasi
operasional untuk memperoleh feedback dari pelanggan.
38
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
4 KELAYAKAN TEKNIS
4.1 Kapasitas
Perseroan didukung oleh kapasitas peralatan yang lengkap dan terintegrasi untuk
menunjang kegiatan operasional di industri energi dan pertambangan. Portofolio
aset mencakup berbagai peralatan utama seperti compressor, engine motor, electric
motor, flowmeter, gas scrubber, gearbox, genset, hingga variable speed drive yang
berperan dalam mendukung keandalan sistem mekanikal dan elektrikal. Selain itu,
Perseroan juga memiliki peralatan penunjang operasional seperti pompa, tangki
penyimpanan, power take off, sistem transmisi, serta unit portacamp untuk
mendukung kegiatan di lapangan.
Di sisi logistik dan penanganan material, Perseroan dilengkapi dengan forklift,
overhead crane, dan lighting tower yang memastikan kelancaran mobilisasi,
instalasi, serta operasional proyek. Ketersediaan mesin dan peralatan tersebut
mencerminkan kesiapan dan kapasitas Perseroan dalam menangani berbagai
kebutuhan proyek secara end-to-end, mulai dari penyediaan, instalasi, hingga
dukungan operasional, sehingga mampu memberikan layanan yang andal, efisien,
dan berstandar tinggi kepada pelanggan.
Perseroan mengoperasikan workshop utama di Citeureup, Jawa Barat, yang memiliki
luas ±15.000 m², dengan kapasitas mendukung lebih dari 8 unit mesin gas/genset,
dengan cakupan wilayah seluruh Jawa. Selain itu, Perseroan juga memiliki workshop
di Lembak, Sumatera Selatan yang memiliki luas ±10.000 m², dengan kapasitas
mendukung lebih dari 14 unit mesin gas/genset, dengan cakupan wilayah seluruh
Sumatera. Di samping itu, Perseroan tengah melakukan pengembangan workshop
di Duri, Riau, yang hingga akhir tahun 2025 masih dalam tahap pembangunan.
4.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Peralatan Teknis
Perseroan didukung oleh ketersediaan berbagai peralatan teknis yang digunakan
dalam proses operasional. Peralatan tersebut antara lain mesin bubut manual,
mesin milling, mesin gerinda, overhead crane, air compressor, serta peralatan
pendukung operasional lainnya. Ketersediaan peralatan tersebut mendukung
kemampuan Perseroan dalam melaksanakan kegiatan operasional dan penyelesaian
proyek.
39
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Pekerja
Berdasarkan informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025,
Perseroan memiliki 104 orang karyawan. Ke depan, Perseroan juga memiliki
fleksibilitas untuk menambah tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan proyek dan
pengembangan usaha. Perseroan memperkirakan akan melakukan penambahan
tenaga kerja secara bertahap sekitar 50 orang dalam jangka waktu 5 tahun untuk
mendukung operasional Perseroan.
Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan keterampilan para karyawan
dengan berbagai program pelatihan yang disusun berdasarkan posisi dan tugas
yang dilakukan. Berdasarkan periode sebelumnya, Program pelatihan yang yang
karyawan Perseroan ikuti mencakup peningkatan keahlian teknis, pemahaman
prosedur keselamatan kerja, serta penguatan kompetensi manajerial dan
kepemimpinan.
Tenaga Ahli
Perseroan didukung oleh tenaga ahli yang memiliki keahlian dan sertifikasi khusus
di industri energi, khususnya migas. Tenaga ahli tersebut memiliki pengalaman
kerja dengan kompetensi dalam pengelolaan pemeliharaan dan keandalan peralatan
industri. Selain itu, terdapat tenaga ahli Perseroan yang telah memiliki sertifikasi
profesional seperti Certified Maintenance and Reliability Professional (CMRP).
Berikut ini merupakan tenaga ahli yang dimiliki Perseroan dalam mendukung
pelaksanaan kegiatan usaha:
Tabel 11 Tenaga Ahli
Pengalaman
No. Nama Umur Tugas Perizinan
Kerja
Certified Maintenance
Production
1 Anton Pane 45 tahun 20 tahun and Reliability
Manager
Professional (CMRP)
4.3 Proses Produksi dan/atau Operasional
Berikut adalah bagan proses penjualan dan pelaksanaan jasa Perseroan:
40
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Gambar 8 Alur Operasional Kegiatan Perseroan
Sumber: Manajemen Perseroan
Proses operasional Perseroan dimulai dari aktivitas pemasaran oleh Divisi Marketing
yang menjangkau pelanggan melalui mekanisme tender maupun non-tender. Untuk
proyek tender, proses dilanjutkan dengan review kontrak oleh Divisi Legal,
kemudian perencanaan anggaran oleh Divisi Finance serta penjadwalan dan
perencanaan pekerjaan oleh Divisi Produksi, yang selanjutnya menentukan
kebutuhan barang dan/atau jasa. Pengadaan barang dilakukan oleh Divisi Asset
Management. Setelah itu, dilakukan serah terima kepada klien, customer
relationship serta proses penagihan hingga pembayaran. Sementara itu, untuk
proyek non-tender, alur proses berlangsung lebih sederhana, dimulai dari
kesepakatan dengan klien, perencanaan anggaran, hingga pelaksanaan, serah
terima, customer relationship dan penagihan.
41
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
5 KELAYAKAN POLA BISNIS
5.1 Keunggulan Kompetitif
Perseroan memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang tercermin dari
pengalaman operasional lebih dari 23 tahun dalam menyediakan solusi terpadu bagi
kegiatan operasional rig dan fasilitas industri energi migas. Selain itu, kemampuan
Perseroan dalam menghadirkan layanan yang terintegrasi memberikan nilai tambah
bagi pelanggan, sehingga meningkatkan loyalitas. Keunggulan ini semakin
diperkuat melalui kolaborasi dengan merek-merek internasional terkemuka yang
memungkinkan akses terhadap teknologi dan standar kualitas global. Perseroan
juga didukung oleh jaringan proyek yang kuat dengan pelanggan-pelanggan utama
di industri migas nasional.
Di sisi lain, Perseroan telah memiliki berbagai sertifikasi yang relevan, termasuk
sertifikasi kemampuan usaha penunjang migas, HSSE, TKDN, serta standar kualitas
produk dan jasa, yang memperkuat kredibilitas dan daya saing di pasar. Produk dan
layanan yang ditawarkan juga didukung oleh layanan purna jual yang terintegrasi
serta ketersediaan suku cadang, sehingga menjamin keandalan operasional
pelanggan. Dukungan sumber daya manusia yang berpengalaman bidangnya,
semakin memperkuat kapabilitas operasional Perseroan. Selain itu, keberadaan
fasilitas produksi dan pengujian yang modern dan memadai turut memastikan
kualitas produk dan layanan yang dihasilkan tetap terjaga sesuai standar yang
ditetapkan. Dengan demikian, kombinasi pengalaman, kapabilitas teknis, jaringan
kemitraan, sertifikasi, serta infrastruktur pendukung tersebut menempatkan
Perseroan pada posisi yang kompetitif dan berkelanjutan dalam industri energi.
5.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Kemampuan pesaing untuk meniru layanan yang ditawarkan Perseroan relatif
terbatas, mengingat karakteristik bisnis yang menekankan pada pengalaman,
integrasi layanan, serta standar operasional yang tinggi. Perseroan telah memiliki
rekam jejak lebih dari dua dekade yang membentuk akumulasi pengetahuan,
keahlian teknis, serta pemahaman mendalam terhadap kebutuhan spesifik
pelanggan di industri energi, yang tidak mudah direplikasi dalam jangka pendek.
Di sisi lain, kebutuhan akan tenaga kerja bersertifikasi, penerapan standar
keselamatan yang ketat, serta investasi pada peralatan dan infrastruktur menjadi
faktor tambahan yang meningkatkan hambatan bagi pesaing untuk meniru secara
efektif. Dengan demikian, meskipun secara umum layanan yang ditawarkan dapat
diikuti secara konseptual, kemampuan untuk mereplikasi kualitas, keandalan, dan
integrasi layanan Perseroan secara menyeluruh memerlukan waktu, biaya, dan
sumber daya yang signifikan
42
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
5.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai
Penambahan kegiatan usaha memberikan peluang bagi Perseroan untuk
menciptakan nilai melalui penguatan layanan dan integrasi dalam rantai nilai
industri energi dan penunjangnya. Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai
dari kegiatan usaha ini antara lain didukung oleh beberapa aspek sebagai berikut:
1. Diversifikasi kegiatan usaha memungkinkan Perseroan untuk tidak bergantung
pada jenis layanan tertentu, penambahan kegiatan usaha mendukung perluasan
cakupan layanan dari hulu hingga hilir.
2. Perseroan telah memiliki basis pelanggan di sektor energi migas. Dengan
adanya penambahan kegiatan usaha, Perseroan dapat menawarkan layanan
yang lebih komprehensif kepada pelanggan yang sama, sehingga berpotensi
meningkatkan nilai kontrak, memperpanjang durasi kerja sama, serta
memperkuat hubungan bisnis jangka panjang.
3. Integrasi antar layanan, serta dukungan operasional memungkinkan terciptanya
efisiensi dalam pelaksanaan proyek. Perseroan dapat mengoptimalkan
pemanfaatan aset, serta sumber daya manusia yang telah dimiliki, sehingga
menekan biaya operasional dan meningkatkan margin usaha.
4. Melalui pengembangan kegiatan usaha, Perseroan memiliki peluang untuk
memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi terintegrasi di industri energi.
Dukungan tenaga ahli bersertifikasi, serta kemitraan dengan principal
internasional, menjadi faktor pendorong dalam meningkatkan kualitas layanan,
keandalan operasional, serta kemampuan untuk bersaing dalam proyek.
Dengan adanya penambahan kegiatan usaha tersebut, Perseroan memiliki
kemampuan yang memadai untuk menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.
Sinergi antara layanan yang telah ada dengan kegiatan usaha baru diharapkan dapat
meningkatkan efisiensi operasional, memperluas sumber pendapatan, serta
memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja usaha Perseroan
secara keseluruhan.
43
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
6 KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Perseroan memiliki ketersediaan tenaga kerja yang memadai untuk mendukung
kegiatan operasional. Hingga 31 Desember 2025, jumlah tenaga kerja Perseroan
tercatat sebanyak 104 orang yang tersebar di berbagai fungsi, antara lain Penjualan
& Pemasaran, Produksi, Operasi, Keuangan, Akuntansi & Pajak, Human Capital &
General Affair, Legal, Manajemen Aset, Procurement, IT, HSE, serta Internal Audit &
QMS. Dengan dukungan sumber daya manusia yang terdistribusi di berbagai fungsi
tersebut, Perseroan memiliki kapasitas yang memadai untuk menunjang kelancaran
operasional. Ke depan, Perseroan juga memiliki fleksibilitas untuk menambah
tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan proyek dan pengembangan usaha. Perseroan
memperkirakan akan melakukan penambahan tenaga kerja secara bertahap sekitar
50 orang dalam jangka waktu 5 tahun untuk mendukung operasional Perseroan.
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual
Perseroan mengelola kekayaan intelektual sebagai bagian dari upaya melindungi
identitas usaha serta meningkatkan daya saing di industri. Pengelolaan ini dilakukan
melalui pendaftaran dan pemeliharaan hak merek pada Direktorat Jenderal
Kekayaan Intelektual.
6.3 Manajemen Risiko
Dalam menjalankan kegiatan usaha, Perseroan mungkin menghadapi beberapa
risiko yang dapat memengaruhi kinerja usahanya. Risiko yang mungkin dihadapi
Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Risiko Keterbatasan Tenaga Ahli dan Teknologi
Perseroan tidak hanya melakukan penjualan dan penyewaan produk, tetapi juga
menyediakan layanan purna jual, sehingga membutuhkan sumber daya manusia
yang kompeten dan berpengalaman. Selain itu, Perseroan menghadapi tuntutan
penggunaan teknologi dengan tingkat presisi dan akurasi tinggi untuk menjaga
kualitas produk dan layanan. Ketidakmampuan dalam merekrut,
mengembangkan, dan mempertahankan tenaga kerja yang andal, serta dalam
mengelola dan memelihara teknologi secara optimal, dapat menurunkan
reputasi dan tingkat retensi pelanggan, yang pada akhirnya berpotensi
berdampak pada penurunan pendapatan Perseroan.
44
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
2. Risiko Kerusakan Alat dan Persediaan
Produk Perseroan berupa peralatan penunjang pertambangan memerlukan
pemantauan dan perawatan berkala. Perseroan mengelola peralatan dengan
karakteristik slow moving (seperti pompa dan kompresor) serta suku cadang
fast moving, yang masing-masing membutuhkan pengelolaan berbeda. Kondisi
ini menimbulkan risiko operasional dalam menjaga spesifikasi dan kualitas
peralatan secara optimal. Apabila alokasi biaya dan aktivitas operasional tidak
memadai, berpotensi terjadi kerusakan pada produk yang dijual atau disewakan,
sehingga meningkatkan biaya serta menurunkan kepuasan dan kepercayaan
pelanggan, yang pada akhirnya berdampak pada laba operasional Perseroan.
3. Risiko Persaingan Usaha
Persaingan dalam industri ini tinggi, terutama dalam aspek inovasi dan
teknologi, meskipun jumlah pelaku relatif terbatas karena tingginya hambatan
masuk. Perseroan menghadapi risiko persaingan pada spesifikasi produk,
ketepatan waktu pengiriman, serta kebutuhan modal untuk inovasi dan
ekspansi. Ketidakmampuan menjaga daya saing dapat berdampak pada
penurunan penjualan dan pendapatan Perseroan.
4. Risiko Perizinan
Dalam menjaga keberlangsungan usaha, Perseroan perlu mengelola risiko
perizinan di industri minyak dan gas yang memiliki dampak signifikan terhadap
lingkungan, masyarakat, dan keselamatan. Perseroan dituntut untuk mematuhi
seluruh regulasi yang berlaku serta menerapkan praktik operasional yang
bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kepatuhan tersebut penting untuk
menjaga izin operasional, meminimalkan risiko reputasi, dan mendukung
kelangsungan bisnis Perseroan.
5. Risiko Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang-Undangan
Dalam menjalankan kegiatannya, Perseroan wajib mematuhi berbagai peraturan
perundang-undangan, termasuk yang terkait standar layanan, lingkungan,
kesehatan, ketenagakerjaan, perpajakan, dan perizinan. Meskipun Perseroan
berupaya memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku, perubahan regulasi atau
perbedaan interpretasi dalam penerapannya dapat menimbulkan risiko
ketidakpatuhan. Kondisi tersebut berpotensi mengakibatkan sanksi
administratif maupun pidana, termasuk denda atau kewajiban lainnya, yang
dapat berdampak pada operasional dan kinerja keuangan Perseroan.
45
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
6. Risiko Selisih Kurs
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan memasarkan produk dari prinsipal luar
negeri yang pembeliannya menggunakan mata uang asing, sementara penjualan
sebagian besar dilakukan dalam Rupiah. Kondisi ini menimbulkan risiko
fluktuasi nilai tukar, terutama pelemahan Rupiah. Perubahan kurs tersebut
dapat meningkatkan biaya perolehan dan menekan margin laba, sehingga
berdampak pada kinerja keuangan Perseroan.
7. Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah di sektor minyak dan gas dapat memengaruhi
operasional, investasi, dan strategi jangka panjang Perseroan sebagai penyedia
jasa penunjang. Meskipun kontrak proyek umumnya bersifat jangka panjang,
perubahan regulasi dan prioritas nasional dapat terjadi sewaktu-waktu,
sehingga Perseroan perlu melakukan penyesuaian secara cepat. Perseroan saat
ini telah memenuhi ketentuan TKDN, antara lain melalui sertifikasi Centrifugal
Pump Package, yang mendukung pemenuhan persyaratan kontrak dan
perizinan. Namun demikian, perubahan standar TKDN serta arah kebijakan
pengembangan proyek migas ke depan, terutama mengingat sebagian produk
masih diimpor, dapat berdampak pada kinerja keuangan Perseroan.
8. Risiko Perubahan Permintaan
Risiko perubahan permintaan merupakan potensi fluktuasi atau penurunan
permintaan minyak dan gas yang dipengaruhi oleh faktor seperti pertumbuhan
ekonomi global, harga komoditas, persaingan, teknologi, dan transisi energi.
Kondisi ini dapat memengaruhi jumlah dan skala proyek di industri migas.
Sebagai penyedia peralatan dan jasa penunjang, Perseroan berpotensi
terdampak melalui penurunan jumlah tender, yang pada akhirnya dapat
memengaruhi pendapatan dari penjualan maupun penyewaan peralatan.
9. Risiko Kondisi Perekonomian
Kondisi perekonomian global dan domestik memengaruhi kinerja Perseroan,
terutama melalui perubahan permintaan dan penawaran di pasar. Perubahan
ekonomi di suatu negara juga dapat berdampak tidak langsung melalui
hubungan perdagangan antarnegara. Dengan demikian, fluktuasi kondisi
ekonomi di Indonesia maupun negara mitra dagang dapat memengaruhi kinerja
keuangan Perseroan.
46
Page 60
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
10. Risiko Terkait Tuntutan atau Gugatan Hukum
Perseroan berpotensi menghadapi sengketa dan proses hukum dalam
menjalankan kegiatan usahanya, termasuk terkait produk, ketenagakerjaan,
maupun perjanjian. Sengketa yang bersifat material dan berkepanjangan dapat
berdampak negatif terhadap reputasi, operasional, dan kondisi keuangan
Perseroan, dengan hasil yang tidak dapat dipastikan. Selain itu, proses hukum
dapat menimbulkan biaya yang signifikan serta menyita waktu dan perhatian
manajemen, sehingga berpotensi mengganggu fokus terhadap kegiatan
operasional.
11. Risiko Bencana Alam dan Kejadian di Luar Kendali Perseroan
Kejadian kahar seperti kebakaran, gempa bumi, banjir, dan bencana alam
lainnya di lokasi fasilitas produksi, gudang, maupun aset Perseroan dapat
berdampak negatif terhadap operasional dan kinerja keuangan. Selain itu,
kejadian di luar kendali seperti kebakaran dan huru-hara juga berpotensi
mengganggu aktivitas usaha Perseroan secara keseluruhan.
6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Perseroan didukung oleh manajemen yang memiliki pengalaman dan kompetensi
dalam mengelola kegiatan usaha di industri energi dan penunjangnya. Tim
manajemen memiliki pemahaman yang baik dalam aspek operasional, pengadaan,
keuangan, serta pengelolaan proyek, sehingga mampu menjalankan fungsi
perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian kegiatan usaha secara efektif.
Dalam operasionalnya, manajemen Perseroan didukung oleh struktur organisasi
yang jelas serta pembagian tugas yang terintegrasi antar fungsi, seperti pemasaran,
produksi, manajemen aset, keuangan, dan fungsi pendukung lainnya. Hal ini
memungkinkan koordinasi yang baik dalam pelaksanaan proyek, termasuk dalam
proses tender, pengadaan, hingga penyelesaian pekerjaan dan penagihan.
Selain itu, manajemen Perseroan memiliki kemampuan dalam menjalin hubungan
dengan principal dan pelanggan utama, yang menjadi faktor penting dalam menjaga
keberlangsungan usaha. Dengan pengalaman, kapabilitas, serta dukungan sumber
daya yang dimiliki, manajemen Perseroan dinilai memiliki kapasitas yang memadai
untuk mendukung pengembangan usaha, termasuk dalam perluasan layanan
berbasis Engineering, Procurement, and Construction (EPC).
47
Page 61
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak
melakukan perubahan/penambahan terhadap struktur organisasi.
Gambar 9 Struktur Organisasi Perseroan
Sumber: Manajemen Perseroan
48
Page 62
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
7 KELAYAKAN KEUANGAN
7.1 Biaya Pendirian (Start Up Costs)
Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan pada saat ini
tidak merencanakan kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex),
mengingat kegiatan tersebut bersifat berbasis proyek dan dapat memanfaatkan
infrastruktur serta sumber daya yang telah dimiliki. Kebutuhan utama Perseroan
difokuskan pada modal kerja untuk mendukung pelaksanaan proyek, dengan
estimasi kebutuhan sebesar sekitar 60% dari nilai proyek. Dengan demikian,
kebutuhan modal kerja menjadi faktor utama yang bersifat fleksibel, disesuaikan
dengan skala, kompleksitas, serta durasi proyek yang dijalankan.
7.2 Modal Kerja
Asumsi modal kerja yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Perputaran persediaan : 240 hari
Perputaran piutang usaha : 120 hari
Perputaran utang usaha : 90 hari
Proyeksi Modal Kerja Perseroan tahun 2026—2030 adalah sebagai berikut:
Tabel 12 Modal Kerja (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Aset Lancar 368.351.540 445.961.389 518.381.828 580.797.368 653.613.075
Utang Lancar (172.947.669) (198.187.507) (212.805.628) (224.371.927) (241.999.578)
Modal Kerja 195.403.871 247.773.882 305.576.200 356.425.441 411.613.497
Perubahan Modal Kerja 10.613.851 52.370.011 57.802.318 50.849.242 55.188.056
Sumber: Proyeksi Keuangan
Berdasarkan proyeksi keuangan, modal kerja yang dibutuhkan pada tahun 2026
sampai dengan tahun 2030 berturut-turut adalah sebesar Rp195,40 miliar,
Rp247,77 miliar, Rp305,58 miliar, Rp356,43 miliar, dan Rp411,61 miliar.
7.3 Sumber Pembiayaan
Sumber pembiayaan modal kerja direncanakan berasal dari kombinasi pendanaan,
yaitu sekitar 70,00% dari fasilitas perbankan dan 30,00% dari kas internal Perseroan.
7.4 Biaya Operasional
Biaya operasional pada tahun 2026—2030 diproyeksikan sebesar 16,50% dari
pendapatan, sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut:
49
Page 63
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Tabel 13 Biaya Operasional (Rp.000)
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030
Beban Usaha (SG&A) 56.836.783 72.087.452 87.002.707 100.801.363 115.415.797
Sumber: Proyeksi Keuangan
7.5 Biaya Bahan Baku Mentah
Perseroan tidak memiliki komponen biaya bahan baku mentah. Struktur biaya
Perseroan lebih didominasi oleh pembelian barang atau suku cadang (spare parts).
7.6 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan
Berikut ini merupakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan:
Waktu Operasional
Periode proyeksi disusun untuk jangka waktu tahun 2026 hingga tahun 2030.
Jumlah hari operasional diasumsikan sebesar 300 hari per tahun dari total 365 hari
kalender, dan asumsi jumlah hari operasional tersebut diasumsikan konstan selama
periode proyeksi.
Struktur Pendapatan
Proyeksi pendapatan untuk periode tahun 2026—2030 disajikan pada tabel berikut:
Tabel 14 Proyeksi Pendapatan (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan Bersih 369.940.800 418.032.800 472.376.800 529.062.400 592.549.600
Potensi Pendapatan
Bersih (KBLI) 13.784.000 60.940.000 97.852.000 121.554.000 148.137.400
Total Penjualan 383.724.800 478.972.800 570.228.800 650.616.400 740.687.000
Sumber: Proyeksi Keuangan
Proyeksi pendapatan Perseroan menunjukkan tren peningkatan sepanjang periode
2026—2030, dengan total penjualan tumbuh dari Rp383,72 miliar menjadi
Rp740,69 miliar. Pertumbuhan ini tidak hanya didorong oleh pendapatan eksisting,
tetapi juga kontribusi dari penambahan kegiatan usaha yang meningkat secara
bertahap setiap tahun
50
Page 64
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Struktur Biaya
a. Beban Pokok Penjualan
Harga Pokok Penjualan (HPP) diproyeksikan mengalami peningkatan secara
bertahap, yaitu dari 62,66% dari penjualan tahun 2026, menjadi 66,21% dari
penjualan tahun 2030.
b. Beban Usaha
Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 16,50% dari penjualan dan
diasumsikan tetap sampai akhir masa proyeksi.
Tingkat Bunga
Tingkat bunga Kredit Investasi (KI) adalah sebesar 8,59% dan bunga Kredit Modal
Kerja (KMK) adalah sebesar 8,22%.
Tarif Pajak
Pajak penghasilan badan (PPh Badan) diproyeksikan sebesar 22,00% dan
diasumsikan tetap selama masa proyeksi.
Perputaran
Selama periode proyeksi, persediaan diasumsikan berputar setiap 240 hari,
piutang usaha tertagih setiap 120 hari, dan utang usaha dilunasi setiap 90 hari.
7.7 Proyeksi Posisi Keuangan
Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan pada tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel
berikut ini:
Tabel 15 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
ASET
Aset Lancar 425.814.034 508.524.263 600.871.031 713.054.042 841.505.184
Aset Tidak Lancar 158.512.098 145.404.517 130.776.714 115.256.119 98.062.720
TOTAL ASET 584.326.131 653.928.780 731.647.745 828.310.161 939.567.905
LIABILITAS & EKUITAS
Liabilitas Jangka Lancar 191.607.442 209.184.694 212.805.628 224.371.927 241.999.578
Liabilitas Tidak Lancar 15.893.748 5.043.459 5.194.763 5.350.606 5.511.124
Ekuitas 376.824.941 439.700.627 513.647.354 598.587.628 692.057.203
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS 584.326.131 653.928.780 731.647.745 828.310.161 939.567.905
Sumber: Proyeksi Keuangan
51
Page 65
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Selama periode proyeksi tahun 2026—2030, total aset Perseroan diproyeksikan
mengalami peningkatan secara bertahap dari sebesar Rp584,33 miliar pada tahun
2026 menjadi Rp939,57 miliar pada tahun 2030, yang terutama didorong oleh
peningkatan kas dan setara kas dari Rp57,46 miliar menjadi Rp187,89 miliar serta
persediaan dari Rp142,67 miliar menjadi Rp303,37 miliar.
Pada periode yang sama, total liabilitas Perseroan juga menunjukkan tren
peningkatan, dari sebesar Rp207,50 miliar pada tahun 2026 menjadi Rp247,51
miliar pada tahun 2030, yang terutama didorong oleh kenaikan utang usaha dari
Rp56,30 miliar pada tahun 2026 menjadi Rp123,95 miliar pada tahun 2030.
Sejalan dengan pertumbuhan aset dan liabilitas, total ekuitas Perseroan turut
meningkat, yaitu dari sebesar Rp376,82 miliar pada tahun 2026 menjadi Rp692,06
miliar pada tahun 2030, yang terutama didorong oleh peningkatan saldo laba yang
belum ditentukan penggunaannya dari Rp163,71 miliar pada tahun 2026 menjadi
Rp478,94 miliar pada tahun 2030 seiring dengan akumulasi laba dari kinerja
operasional Perseroan.
7.8 Proyeksi Laba Rugi
Proyeksi Laba Rugi Perseroan tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel berikut:
Tabel 16 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan 383.724.800 478.972.800 570.228.800 650.616.400 740.687.000
Beban Pokok Pendapatan (216.971.952) (284.762.201) (346.577.700) (398.530.739) (461.375.894)
Laba (Rugi) Kotor 166.752.848 194.210.599 223.651.100 252.085.661 279.311.106
Beban Usaha (56.836.783) (72.087.452) (87.002.707) (100.801.363) (115.415.797)
Laba (Rugi) Usaha - EBITDA 109.916.066 122.123.148 136.648.393 151.284.298 163.895.310
Beban Penyusutan & Amortisasi (29.942.066) (31.711.148) (33.234.393) (34.130.298) (35.806.310)
Pendapatan (Beban) Lain-lain (11.446.740) (9.802.146) (8.610.504) (8.256.212) (8.256.212)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 68.527.260 80.609.854 94.803.496 108.897.788 119.832.788
Pajak (15.075.997) (17.734.168) (20.856.769) (23.957.513) (26.363.213)
Laba (Rugi) Bersih 53.451.263 62.875.686 73.946.727 84.940.275 93.469.575
Sumber: Proyeksi Keuangan
Selama periode proyeksi tahun 2026—2030, total penjualan Perseroan
diproyeksikan mengalami peningkatan secara bertahap, yaitu dari sebesar
Rp383,72 miliar pada tahun 2026 menjadi sebesar Rp740,69 miliar pada tahun
2030.
Setelah memperhitungkan beban pokok penjualan, beban usaha, beban lainnya,
serta pajak, Perseroan diproyeksikan mencatatkan laba bersih yang meningkat
setiap tahunnya, yaitu sebesar Rp53,45 miliar pada tahun 2026, Rp62,88 miliar
52
Page 66
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
pada tahun 2027, Rp73,95 miliar pada tahun 2028, Rp84,94 miliar pada tahun
2029, dan Rp93,47 miliar pada tahun 2030.
7.9 Proyeksi Arus Kas
Proyeksi Arus Kas Perseroan tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel 17 Proyeksi Arus Kas (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Arus Kas Neto Diperoleh dari
(untuk) Aktivitas Operasi 84.270.998 52.065.093 58.036.813 76.526.476 82.394.441
Arus Kas Neto Diperoleh dari
(untuk) Aktivitas Investasi (18.502.794) (18.502.794) (18.502.794) (18.502.794) (18.502.794)
Arus Kas Neto Diperoleh dari
(untuk) Aktivitas Pendanaan (31.395.105) (28.461.919) (19.607.691) (8.256.212) (8.256.212)
Kenaikan (Penurunan) Kas 34.373.100 5.100.380 19.926.329 49.767.471 55.635.435
Kas Awal Tahun 23.089.394 57.462.494 62.562.874 82.489.203 132.256.673
Kas Akhir Tahun 57.462.494 62.562.874 82.489.203 132.256.673 187.892.109
Sumber: Proyeksi Keuangan
Arus kas Perseroan diproyeksikan menunjukkan tren peningkatan selama periode
2026—2030, yang tercermin dari saldo kas akhir tahun yang meningkat dari
Rp57,46 miliar pada tahun 2026 menjadi Rp187,89 miliar pada tahun 2030.
Peningkatan ini terutama didorong oleh arus kas dari aktivitas operasi yang tetap
positif, meskipun berfluktuasi, yaitu sebesar Rp84,27 miliar pada tahun 2026 dan
sebesar Rp82,39 miliar pada tahun 2030.
7.10 Analisis Titik Impas
Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
dikatakan impas jika jumlah pendapatan ( revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.
BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
Total Biaya Tetap
BEP =
(1- (Total Biaya Variabel))
Penjualan
Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh nilai BEP untuk masing-
masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP tersebut mencerminkan
pendapatan minimal yang harus dicapai agar Perseroan mencapai titik impas.
Perhitungan BEP dalam Rupiah selama periode proyeksi disajikan pada tabel berikut:
53
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Tabel 18 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000)
Tahun Penjualan Variable Cost Fixed Cost BEP
2026 383.724.800 216.971.952 98.225.589 226.032.687
2027 478.972.800 284.762.201 113.600.745 280.168.371
2028 570.228.800 346.577.700 128.847.604 328.514.435
2029 650.616.400 398.530.739 143.187.873 369.558.420
2030 740.687.000 461.375.894 159.478.318 422.910.205
BEP Rata-rata 325.436.823
BEP Rata-rata (%) 57,78%
Sumber: Proyeksi Keuangan
Berdasarkan hasil perhitungan BEP, agar Perseroan dapat mencatatkan keuntungan,
maka penjualan minimal yang harus dicapai adalah sebesar Rp226,03 miliar pada
tahun 2026, Rp280,17 miliar pada tahun 2027, Rp328,51 miliar pada tahun 2028,
Rp369,56 miliar pada tahun 2029, dan Rp422,91 miliar pada tahun 2030. Dengan
demikian, rata-rata BEP Perseroan selama periode proyeksi adalah sebesar
Rp325,44 miliar atau setara dengan 57,78% dari rata-rata penjualan.
7.11 Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas
Analisis likuiditas adalah analisis keuangan yang dilakukan dengan menghitung
rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban keuangan jangka pendek dengan menggunakan aset lancar.
Tabel 19 Analisis Likuiditas
Working Capital to
Tahun Current Ratio Quick Ratio
Total Assets Ratio
2026 222,23% 95,83% 40,08%
2027 243,10% 105,19% 45,78%
2028 282,36% 126,86% 53,04%
2029 317,80% 154,28% 59,00%
2030 347,73% 178,27% 63,81%
Average 282,64% 132,08% 52,34%
Peningkatan rasio likuiditas tersebut menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan
dalam memenuhi kewajiban jangka pendek diproyeksikan semakin baik dari tahun
ke tahun. Rata-rata Current Ratio sebesar 282,64% dan Quick Ratio sebesar 132,08%
mengindikasikan bahwa Perseroan memiliki aset lancar dan aset lancar paling likuid
(kas dan piutang usaha) yang memadai untuk menutup liabilitas jangka pendek
selama periode proyeksi.
54
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Analisis solvabilitas adalah rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan
dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka
Panjang dengan jaminan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.
Tabel 20 Analisis Solvabilitas
Tahun Debt to Equity Ratio Debt to Assets Ratio
2026 55,07% 35,51%
2027 48,72% 32,76%
2028 42,44% 29,80%
2029 38,38% 27,73%
2030 35,76% 26,34%
Average 44,07% 30,43%
Berdasarkan tabel di atas, rasio solvabilitas Perseroan menunjukkan tren penurunan
selama periode proyeksi tahun 2026—2030. Debt to Equity Ratio menurun dari
55,07% pada tahun 2026 menjadi 35,76% pada tahun 2030, sementara Debt to
Assets Ratio menurun dari 35,51% menjadi 26,34% pada periode yang sama.
Penurunan ini mencerminkan perbaikan struktur permodalan Perseroan yang
didorong oleh peningkatan ekuitas, terutama dari akumulasi laba, serta
pertumbuhan liabilitas yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan aset dan
ekuitas.
Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
gambaran bagaimana Perseroan mendapatkan laba dengan penambahan kegiatan
usaha barunya terdapat pada tabel berikut ini:
Tabel 21 Analisis Profitabilitas
Gross Profit Operating Profit Net Profit
Tahun
Margin Margin Margin
2026 43,46% 20,84% 13,93%
2027 40,55% 18,88% 13,13%
2028 39,22% 18,14% 12,97%
2029 38,75% 18,01% 13,06%
2030 37,71% 17,29% 12,62%
Average 39,94% 18,63% 13,14%
Dari tabel di atas diketahui bahwa rasio profitabilitas Perseroan menunjukkan tren
penurunan selama periode proyeksi tahun 2026—2030. Gross Profit Margin
menurun dari 43,46% pada tahun 2026 menjadi 37,71% pada tahun 2030. Operating
Profit Margin juga mengalami penurunan dari 20,84% menjadi 17,29%, sementara
55
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Net Profit Margin menurun dari 13,93% menjadi 12,62% pada periode yang sama.
Penurunan rasio profitabilitas tersebut mencerminkan adanya peningkatan beban,
khususnya beban pokok penjualan dan beban operasional, sehingga memberikan
tekanan terhadap margin laba Perseroan meskipun pendapatan terus meningkat.
7.12 Tingkat Imbal Balik Investasi
Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aset
yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.
Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aset yang dikendalikan dengan
mengabaikan sumber pendanaan. Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui
seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aset untuk kegiatan operasional
dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan.
Berikut adalah ROI yang diproyeksikan atas Kegiatan Usaha Perseroan:
Tabel 22 Return on Investment (ROI)
Laba Bersih Total Aset
Tahun ROI
(Rp.000) (Rp.000)
2026 53.451.263 584.326.131 9,15%
2027 62.875.686 653.928.780 9,62%
2028 73.946.727 731.647.745 10,11%
2029 84.940.275 828.310.161 10,25%
2030 93.469.575 939.567.905 9,95%
Average 9,81%
Rasio ROI Perseroan pada tahun 2026—2030 diproyeksikan relatif stabil dengan
tren sedikit meningkat, yaitu dari 9,15% pada tahun 2026 menjadi 9,62% pada tahun
2027 dan mencapai puncaknya sebesar 10,25% pada tahun 2029, sebelum sedikit
menurun menjadi 9,95% pada tahun 2030. Kondisi ini menunjukkan bahwa
Perseroan mampu menjaga tingkat pengembalian atas investasi secara konsisten,
seiring dengan peningkatan laba bersih dan total aset selama periode proyeksi.
7.13 Penetapan Tingkat Diskonto
Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang
dihitung dengan rumus sebagai berikut:
WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)
Keterangan:
WACC = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas
modal)
Kd Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)
56
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Ke = The required rate of return (biaya ekuitas)
T = Tax rate (tarif pajak)
% Debt = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
struktur kapital)
% Equity = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam
struktur kapital)
Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
akan digunakan dalam Penilaian.
Cost of Debt (tingkat biaya hutang)
Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
faktor sebagai berikut:
• Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi
yang akan digunakan yaitu sebesar 8,59%.
• Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak
korporasi di Indonesia (Undang-undang No. 7 Tahun 2021 - Harmonisasi
Peraturan Perpajakan).
Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of
debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
Kd = 8,59% x (1-22,00%) = 6,70%
Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
(Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
Ke = Rf + (Rp x β) + Rs
Keterangan:
Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
β = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
pengembalian portofolio pasar
Rs = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan
57
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
faktor sebagai berikut:
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia,
instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara
(most active government bond). Dalam penilaian Perseroan digunakan Surat Utang
Negara dengan rata-rata yield adalah sebesar 6,51%. Angka tersebut akan
digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).
Tabel 23 Surat Utang Negara
Bond Maturity Yield
FR0108 15-Apr-36 6,1097%
FR0106 15-Aug-40 6,4290%
FR0107 15-Aug-45 6,5390%
FR0102 15-Jul-54 6,7094%
FR0105 15-Jul-64 6,7535%
Rata-rata 6,5081%
Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian
Keuangan RI, 16 Desember 2025
Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.
Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging. Berdasarkan penelitian
yang dilakukan Aswath Damodaran per Januari 2026, diprediksi market risk
premium adalah sebesar 6,69%.
Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan
Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang
dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Oilfield Svcs/Equipment per Januari
2026 yaitu rata-rata sebesar 0,92.
Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum
mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
suatu perusahaan. Melihat kondisi saat ini dan rencana usaha yang diproyeksikan
oleh Perseroan, maka kami berpendapat tidak perlu ditambahkan adanya premi
risiko.
58
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:
Tabel 24 Biaya Modal untuk Ekuitas
Keterangan Biaya Modal untuk Ekuitas
Biaya Modal untuk Ekuitas
a. Risk Free Rate ( Rf ) 6,51%
b. Risk Premium Ekuitas ( Rm ) 6,69%
c. β (Beta) 0,92
c. Specific Risk 0,00%
Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM 12,69%
Credit Default Spread 1,62%
Biaya Modal untuk Ekuitas 11,07%
Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default
spread sebesar 1,62%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam
penilaian Perseroan menjadi 11,07%.
Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya Weighted Average Cost of Capital (WACC)
yang kami gunakan sebagai tingkat diskonto dalam penilaian Perseroan adalah
sebesar 9,87% seperti pada tabel berikut:
Tabel 25 Weighted Average Cost of Capital
Jenis Modal Biaya Modal Bobot Tertimbang
Cost of Debt ( Kd = i x (1-T)) 6,70% 27,38% 1,83%
Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta 11,07% 72,62% 8,04%
Weighted Average Cost of Capital (WACC) 9,87%
7.14 Analisis Kelayakan Proyek
a. Net Present Value (NPV)
NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
tahun sampai akhir tahun periode proyek. Dengan membandingkan antara total
investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila proyek tersebut
menghasilkan NPV positif maka proyek ini layak dikerjakan apabila
menghasilkan NPV negatif maka proyek ini tidak layak dikerjakan.
𝑇
𝐶𝐹𝑡
𝑁𝑃𝑉 = ∑ − 𝐶𝐹0
(1 + 𝑟)𝑡
𝑡−1
59
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
NPV : Net Present Value
CFt : arus kas pada periode t
CF0 : arus kas investasi awal pada periode 0
r : tingkat diskonto
Berikut adalah perhitungan NPV dari kegiatan usaha Perseroan:
Tabel 26 Perhitungan NPV (Rp.000)
Keterangan FCFF PV FCFF
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
2026 (103.387.127) (94.097.303)
2027 31.359.704 25.977.261
2028 37.592.201 28.341.960
2029 56.158.383 38.535.183
2030 156.306.902 97.618.402
NPV 96.375.502
Discount Factor = 9,87%
b. Internal Rate of Return (IRR)
IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi
pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar.
Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC, maka proyek ini layak
dikerjakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini tidak
layak dikerjakan.
IRR : Internal Rate of Return
CFt : arus kas pada periode t
CF0 : arus kas investasi awal pada periode 0
r : tingkat diskonto
Tabel 27 Perhitungan IRR
FCFF PV FCFF
Keterangan
(Rp.000) (Rp.000)
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
2026 (103.387.127) (74.016.969)
2027 31.359.704 16.073.172
2028 37.592.201 13.794.064
2029 56.158.383 14.752.781
2030 156.306.902 29.396.951
NPV 0
IRR = 39,68%
60
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
c. Profitability Index (PI)
PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi proyek
pada awal periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode
berjalannya proyek. Apabila PI dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1
(satu) maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan sedangkan PI
lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap
tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI
suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1 (satu).
∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
𝑃𝐼 =
∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )
PI : Profitability Index
CFI : nilai kini seluruh arus kas masuk
CFo : nilai kini seluruh arus kas keluar
Berikut adalah perhitungan PI dari kegiatan usaha Perseroan:
Tabel 28 Perhitungan PI
PV FCFF
Keterangan
(Rp.000)
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
Arus kas masuk 569.274.609
Arus kas keluar (472.899.106)
PI 1,20380
d. Payback Period (PP)
Payback Period tidak ada kriteria, hanya menunjukkan tingkat pengembalian
investasi.
Tabel 29 Perhitungan PP
NCF
No. Tahun Faktor
(Rp.000)
1 (103.387.127) 2026 1,00
2 (72.027.424) 2027 1,00
3 (34.435.223) 2028 1,00
4 21.723.160 2029 0,61
Total 3,61
Payback Period 3 Tahun 7 Bulan
61
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap kegiatan usaha
Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
Tabel 30 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan TOTAL
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
EBITDA 778.149.237 109.916.066 122.123.148 136.648.393 151.284.298 258.177.332
CASH OUT FLOW
- Tax (103.987.661) (15.075.997) (17.734.168) (20.856.769) (23.957.513) (26.363.213)
- Interest ( i x T ) (10.201.799) (2.518.283) (2.156.472) (1.894.311) (1.816.367) (1.816.367)
- Investment Outlays (166.592.269) (166.592.269) - - - -
- CAPEX (92.513.968) (18.502.794) (18.502.794) (18.502.794) (18.502.794) (18.502.794)
+/- Working Capital (226.823.477) (10.613.851) (52.370.011) (57.802.318) (50.849.242) (55.188.056)
TOTAL (600.119.174) (213.303.193) (90.763.444) (99.056.192) (95.125.915) (101.870.430)
NET CASH FLOW 178.030.063 (103.387.127) 31.359.704 37.592.201 56.158.383 156.306.902
Discount factor (9,87%) 0,91015 0,82836 0,75393 0,68619 0,62453
DISCOUNTED CASH FLOW 96.375.502 (94.097.303) 25.977.261 28.341.960 38.535.183 97.618.402
PROCEED (103.387.127) (72.027.424) (34.435.223) 21.723.160 178.030.063
PRESENT VALUE KAS
MASUK 569.274.609 100.039.585 101.162.465 103.023.583 103.809.401 161.239.575
PRESENT VALUE KAS
KELUAR (472.899.106) (194.136.888) (75.185.204) (74.681.623) (65.274.218) (63.621.173)
NET PRESENT VALUE, NPV 96.375.502
INTERNAL RATE OF
RETURN, IRR 39,68%
PROFITABILITY INDEX, PI 1,20380
PAYBACK PERIOD, PP 3 Tahun 7 bulan
Analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa Kegiatan Usaha Perseroan
memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp96.375.502.000,-. Dengan demikian,
hasil NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak
dikerjakan karena memberikan keuntungan.
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 39,68%. Hasil IRR berada di atas tingkat
discount rate yang sebesar 9,87%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
(cost of capital) yang diasumsikan.
62
Page 76
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 1,20380. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.
• Payback Period (PP)
PP yang diperoleh adalah 3 tahun dan 7 bulan. Dengan demikian, Perseroan
mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 3 tahun
dan 7 bulan.
7.15 Analisis Sensitivitas
Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu:
− Pendapatan turun dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
− Biaya investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
− Struktur biaya naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
− Discount rate naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
Tabel 31 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000)
Kondisi Perubahan Kondisi
Keterangan
Normal 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
1. PENJUALAN TURUN
Net Present Value (NPV) 96.375.502 55.718.990 15.062.477 (25.594.035) (66.250.548)
Internal Rate of Return (IRR) 39,68% 26,48% 14,23% 2,63% -8,58%
Return On Investment (ROI) 9,81% 8,27% 6,75% 5,27% 3,82%
Profitability Index (PI) 1,20380 1,12075 1,03347 0,94163 0,84486
Payback Period (PP) 3 Th 7 Bln 4 Th 1 Bln 4 Th 5 Bln 4 Th 10 Bln 5 Th 4 Bln
BEP:
a. Rp.000 325.436.823 338.768.362 354.042.395 371.718.056 392.412.006
b. % terhadap pendapatan 57,78% 61,65% 66,07% 71,18% 77,15%
2. BIAYA INVESTASI NAIK
Net Present Value (NPV) 96.375.502 90.825.697 85.275.891 79.726.085 74.176.279
Internal Rate of Return (IRR) 39,68% 37,10% 34,68% 32,41% 30,28%
Return On Investment (ROI) 9,81% 9,81% 9,81% 9,81% 9,81%
Profitability Index (PI) 1,20380 1,18983 1,17619 1,16286 1,14982
Payback Period (PP) 3 Th 7 Bln 3 Th 8 Bln 3 Th 9 Bln 3 Th 11 Bln 4 Th 0 Bln
BEP:
a. Rp.000 325.436.823 325.436.823 325.436.823 325.436.823 325.436.823
b. % terhadap pendapatan 57,78% 57,78% 57,78% 57,78% 57,78%
3. BIAYA OPERASIONAL NAIK
Net Present Value (NPV) 96.375.502 59.426.028 22.476.554 (14.472.920) (51.422.394)
Internal Rate of Return (IRR) 39,68% 27,52% 16,32% 5,84% -4,14%
Return On Investment (ROI) 9,81% 8,86% 7,86% 6,80% 5,67%
63
Page 77
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Kondisi Perubahan Kondisi
Keterangan
Normal 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
Profitability Index (PI) 1,20380 1,12715 1,04867 0,96828 0,88593
Payback Period (PP) 3 Th 7 Bln 4 Th 1 Bln 4 Th 4 Bln 4 Th 9 Bln 5 Th 2 Bln
BEP:
a. Rp.000 325.436.823 345.616.817 367.620.908 391.709.243 418.194.139
b. % terhadap pendapatan 57,78% 61,31% 65,16% 69,37% 73,98%
4. DISCOUNT RATE NAIK
Net Present Value (NPV) 96.375.502 94.846.539 93.337.494 91.848.071 90.377.977
Internal Rate of Return (IRR) 39,68% 39,68% 39,68% 39,68% 39,68%
Return On Investment (ROI) 9,81% 9,81% 9,81% 9,81% 9,81%
Profitability Index (PI) 1,20380 1,20166 1,19953 1,19741 1,19529
Payback Period (PP) 3 Th 7 Bln 3 Th 7 Bln 3 Th 7 Bln 3 Th 7 Bln 3 Th 7 Bln
BEP:
a. Rp.000 325.436.823 325.436.823 325.436.823 325.436.823 325.436.823
b. % terhadap pendapatan 57,78% 57,78% 57,78% 57,78% 57,78%
Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan usaha akan
terlihat seperti pada grafik di bawah ini.
Gambar 10 Grafik Analisis Sensitivitas
Sumber: Proyeksi Keuangan
Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, pada kondisi normal diperoleh nilai NPV
sebesar Rp96,38 miliar. Apabila terjadi penurunan penjualan hingga 10,00%, nilai
NPV diproyeksikan menurun menjadi sebesar negatif Rp66,25 miliar. Sementara itu,
apabila biaya investasi meningkat hingga 10,00%, nilai NPV diproyeksikan menjadi
sebesar Rp74,18 miliar. Selanjutnya, apabila struktur biaya meningkat hingga
10,00%, nilai NPV diproyeksikan menurun menjadi sebesar negatif Rp51,42 miliar.
Adapun apabila terjadi kenaikan discount rate hingga 10,00%, nilai NPV
diproyeksikan menjadi sebesar Rp90,38 miliar.
Dari analisis sensitivitas di atas, penurunan pendapatan dan kenaikan struktur biaya
merupakan faktor yang paling sensitif terhadap kelayakan usaha.
64
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
8 KESIMPULAN
8.1 Kajian Kelayakan Pasar
Dari Kajian Kelayakan Pasar, Berdasarkan analisis Mordor Intelligence, nilai pasar
industri minyak dan gas Indonesia diperkirakan meningkat dari US$13,88 miliar pada
tahun 2025 menjadi US$14,60 miliar pada tahun 2026, dan diproyeksikan mencapai
US$18,81 miliar pada tahun 2031, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk
(CAGR) sebesar 5,18% selama periode 2026–2031. Sementara itu, pasar oilfield
services didominasi oleh segmen pengeboran dengan pangsa sekitar 43% serta
wilayah Amerika Utara dengan kontribusi sekitar 42%, didukung oleh aktivitas
eksplorasi yang tinggi dan kemajuan teknologi. Secara regional, setiap kawasan
menunjukkan karakteristik pertumbuhan yang berbeda, dengan Asia-Pasifik dan
Timur Tengah menjadi wilayah dengan potensi pertumbuhan yang kuat.
Kesinambungan pasar didorong oleh meningkatnya permintaan energi global serta
kebutuhan optimalisasi lapangan mature melalui teknik seperti EOR dan workover.
Industri juga terus beradaptasi melalui digitalisasi, otomatisasi, dan penerapan
teknologi ramah lingkungan untuk menjaga efisiensi dan keberlanjutan jangka
panjang. Potensi pasar didukung oleh peningkatan permintaan minyak dan gas,
pengembangan cadangan non-konvensional, serta ekspansi aktivitas pengeboran
lepas pantai. Selain itu, pertumbuhan di berbagai kawasan dan kebutuhan layanan
terintegrasi membuka peluang yang signifikan bagi penyedia jasa. Dari sisi nilai,
pasar diproyeksikan tumbuh dari US$126,32 miliar pada tahun 2025 menjadi
US$167,69 miliar pada tahun 2030 dengan CAGR 5,83%, mencerminkan prospek
industri yang positif dan berkelanjutan.
Dengan didukung oleh permintaan energi yang relatif stabil, kesinambungan
kebutuhan industri minyak dan gas, serta potensi pertumbuhan pasar yang positif,
maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha dari aspek kelayakan
pasar adalah layak.
8.2 Kajian Kelayakan Teknis
Dari Kajian Kelayakan Teknis, Perseroan memiliki kapasitas operasional yang
memadai, didukung fasilitas workshop di Citeureup (Jawa Barat) dan Lembak
(Sumatera Selatan), serta pengembangan workshop di Duri (Riau), semakin
memperkuat kemampuan Perseroan dalam mendukung proyek di wilayah strategis
Indonesia. Dari sisi sumber daya, Operasional didukung oleh 104 karyawan hingga
akhir 2025, serta tenaga ahli bersertifikasi. Secara keseluruhan, kombinasi
peralatan, fasilitas, serta kualitas sumber daya manusia menunjukkan bahwa
Perseroan memiliki kelayakan teknis yang memadai untuk mendukung kegiatan
usaha dan pengembangannya.
65
Page 79
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Dengan adanya sistem operasional yang telah berjalan, didukung oleh peralatan,
fasilitas workshop, serta sumber daya manusia yang memadai, maka dapat
disimpulkan bahwa rencana Penambahan Kegiatan Usaha dari aspek kelayakan
teknis adalah layak.
8.3 Kajian Kelayakan Pola Bisnis
Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, Perseroan memiliki keunggulan kompetitif yang
kuat, didukung oleh pengalaman lebih dari 23 tahun, kemampuan menyediakan
layanan terintegrasi, serta kolaborasi dengan principal internasional yang
memastikan akses terhadap teknologi dan standar global. Selain itu, dukungan
sertifikasi, jaringan pelanggan, layanan purna jual, serta infrastruktur dan sumber
daya manusia yang kompeten memperkuat posisi Perseroan dalam industri.
Kemampuan pesaing untuk meniru model bisnis Perseroan relatif terbatas,
mengingat tingginya kebutuhan pengalaman, keahlian teknis, sertifikasi, serta
investasi pada peralatan dan infrastruktur, sehingga menciptakan hambatan masuk
yang cukup signifikan. Penambahan kegiatan usaha memberikan peluang bagi
Perseroan untuk menciptakan nilai melalui diversifikasi layanan, peningkatan nilai
kontrak dari basis pelanggan yang telah ada, efisiensi operasional melalui integrasi
layanan, serta penguatan posisi sebagai penyedia solusi terintegrasi. Secara
keseluruhan, Perseroan dinilai memiliki kelayakan pola bisnis yang baik serta
kemampuan untuk menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.
Dengan adanya sinergi antara kegiatan usaha yang telah berjalan dengan kegiatan
usaha yang akan ditambahkan, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan
Kegiatan Usaha dari aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.
8.4 Kajian Kelayakan Model Manajemen
Dari kelayakan model manajemen, Perseroan memiliki ketersediaan tenaga kerja
yang memadai, didukung oleh 104 karyawan yang tersebar di berbagai fungsi
operasional dan pendukung, serta fleksibilitas untuk menambah tenaga kerja sesuai
kebutuhan proyek. Dari sisi kekayaan intelektual, Perseroan telah melakukan
pengelolaan melalui pendaftaran dan pemeliharaan hak merek guna mendukung
daya saing usaha. Dalam aspek manajemen risiko, Perseroan telah mengidentifikasi
berbagai risiko utama, baik operasional maupun eksternal, seperti keterbatasan
tenaga ahli dan teknologi, kerusakan peralatan, persaingan usaha, hingga risiko
makroekonomi dan regulasi. Meskipun demikian, risiko tersebut masih dapat
dikelola melalui penguatan operasional, kepatuhan terhadap regulasi, serta strategi
bisnis yang adaptif. Selain itu, Perseroan didukung oleh manajemen yang
berpengalaman dengan struktur organisasi yang terintegrasi, sehingga mampu
menjalankan fungsi perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian kegiatan usaha
secara efektif. Dengan dukungan sumber daya manusia, sistem manajemen, serta
66
Page 80
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
kemampuan dalam mengelola risiko, Perseroan dinilai memiliki kelayakan model
manajemen yang memadai untuk mendukung pengembangan usaha.
Dengan didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia yang memadai, struktur
dan sistem manajemen yang telah berjalan dengan baik, serta kemampuan dalam
mengelola risiko, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha dari
aspek kelayakan model manajemen adalah layak.
8.5 Kajian Kelayakan Keuangan
Dari Kajian Kelayakan Keuangan, analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa
Kegiatan Usaha Perseroan memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel
sebagai berikut:
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp96.375.502.000,-. Dengan demikian,
hasil NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak
dikerjakan karena memberikan keuntungan.
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 39,68%. Hasil IRR berada di atas tingkat
discount rate yang sebesar 9,87%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
(cost of capital) yang diasumsikan.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 1,20380. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.
• Payback Period (PP)
PP yang diperoleh adalah 3 tahun dan 7 bulan. Dengan demikian, Perseroan
mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 3 tahun
dan 7 bulan.
Berdasarkan hasil analisis keuangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan
usaha Perseroan pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.
8.6 Kesimpulan Studi Kelayakan
Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 71101 yaitu Aktivitas Arsitektural,
KBLI 33201 yaitu Instalasi/Pemasangan dan Perangkaian/Integrasi Mesin, Peralatan,
dan Sistem Industri, KBLI 43211 yaitu Pemasangan Jaringan Listrik, KBLI 77399 yaitu
Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin, Peralatan, dan Barang Berwujud Lainnya
YTDL, KBLI 77395 yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Mesin dan Peralatan
67
Page 81
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Pertambangan dan Penggalian, serta KBLI 27113 yaitu Industri Pengubah
Tegangan/Transformator dan Pengubah Arus/Rectifier adalah layak.
68
Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Syarif
p.3 ×2
unresolved
org
Rekan
· Penilai
p.3
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×2
unresolved
org
ENDANG & REKAN
p.6 ×2
unresolved
org
REKAN Endang Sunardi
p.6
unresolved
org
KJPP Syarif Rekan
p.6
unresolved
org
Endang dan Rekan
p.6 ×2
unresolved
person
Endang Sunardi
p.8
unresolved
person
Meilindra Indriani
p.8
unresolved
person
Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev.
p.8 ×2
unresolved
person
Kamaludin, S.Pd
p.8
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif
p.14 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Pieter
p.15
unresolved
org
Uways & Rekan
p.15
unresolved
person
Drs. Nursal
p.15 ×2
unresolved
person
Eric Handoko
· Direktur Utama
p.16
unresolved
person
Tutut Indargo Sebagai Legal
p.16
unresolved
person
Rendi Oktri Saputra Sebagai Legal
p.16
unresolved
org
KJPP
p.17
unresolved
org
PT Mudking Asia Pasifik Raya
p.18
unresolved
person
Yunardi
p.18
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.18 ×2
unresolved
person
Rudy Siswanto
· Notaris
p.18 ×2
unresolved
org
PT International Sawo Resources
p.18 ×3
unresolved
org
PT Dwidaya Tunggal Perkasa
p.23
unresolved
org
PT Genggam Asa Sekawan
p.35 ×2
unresolved
org
PT Sikars Petroleum Nusantara
p.35 ×2
unresolved
org
PT Epsindo Jaya Pratama
p.35 ×2
unresolved
org
PT Hokindo Gemilang
p.35 ×2
unresolved
org
PT Gunung Putih Putra
p.35 ×2
unresolved
org
PT Phalosa Semesta Abadi
p.35 ×2
unresolved
org
PT Media Testerindo
p.35 ×2
unresolved
org
PT Bhumi Phala Perkasa
p.35 ×2
unresolved
org
PT Indo Mitra Sekawan
p.35 ×2
unresolved
org
PT Imeco Inter Sarana
p.35 ×2
unresolved
org
PT Duraquipt Cemerlang
p.35
unresolved
org
Bank Indonesia
p.39 ×10
unresolved
org
Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia NPI
p.41
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi Inflasi
p.42
unresolved
org
PT Duraquipt Cemerlang Persaingan
p.50
unresolved
—
Anton Pane
p.53
unresolved
org
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
p.57
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
p.71
unresolved
org
Kementerian Keuangan RI
p.71
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
6970 ms
12 Sep 2026 22:12
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}