Skip to content
Back to announcement

20260609_MKAP_Perubahan dan//atau Tambahan Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_32099410_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review MKAP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 81

Page 1
     LAPORAN STUDI KELAYAKAN
   PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA


PT MULTIKARYA ASIA PASIFIK RAYA TBK

No. 00020/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/VI/2026
            Tanggal 9 Juni 2026

                 Atas Revisi
No. 00012/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/V/2026
            Tanggal 11 Mei 2026
Page 2
     LAPORAN STUDI KELAYAKAN
   PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA


PT MULTIKARYA ASIA PASIFIK RAYA TBK

No. 00020/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/VI/2026
            Tanggal 9 Juni 2026

                 Atas Revisi
No. 00012/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/V/2026
            Tanggal 11 Mei 2026
Page 3
No. 00020/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/VI/2026                                 Bekasi, 9 Juni 2026
SURAT PENGANTAR
Kepada:
Direksi PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
Cibis Nine lantai 16
Jl. TB Simatupang No. 02
Jakarta Selatan, 12560


Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha


Dengan hormat,

PENDAHULUAN
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0037/SPK/MSE-03/ES/IV/2026, tanggal
28 April 2026, PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”)
yang bergerak di bidang usaha penyedia barang dan jasa penunjang industri energi migas,
telah menunjuk KJPP Syarif, Endang, dan Rekan, sebagai Penilai Independen untuk
menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI
71101     yaitu   Aktivitas   Arsitektural,   KBLI   33201   yaitu   Instalasi/Pemasangan   dan
Perangkaian/Integrasi Mesin, Peralatan, dan Sistem Industri, KBLI 43211 yaitu Pemasangan
Jaringan Listrik, KBLI 77399 yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin, Peralatan, dan
Barang Berwujud Lainnya YTDL, KBLI 77395 yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Mesin dan
Peralatan Pertambangan dan Penggalian, serta KBLI 27113 yaitu Industri Pengubah
Tegangan/Transformator dan Pengubah Arus/Rectifier.


Laporan ini merupakan revisi atas Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
sebelumnya yaitu Laporan No. 00012/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/V/2026, tanggal
11 Mei 2026. Kami menyatakan bahwa membatalkan laporan sebelumnya. Hal-hal yang
menjadi objek revisi adalah sebagai berikut:


• Tambahan pengungkapan KBLI pada Produk dan Layanan Perseroan;
• Tambahan analisis kelayakan Pasar;
• Tambahan Pembahasan pada Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, termasuk
    Perubahan judul Bahan Baku Mentah menjadi Peralatan Teknis, serta penyesuaian
    pembahasan terkait; dan
• Tambahan pembahasan pada ketersediaan tenaga kerja dan kapasitas dan kemampuan
    manajemen.


TANGGAL PENILAIAN
Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.



                                                                                              i
Page 4
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      IDENTITAS PEMBERI TUGAS
      Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:
      Nama Perusahaan            :   PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
      Bidang Usaha               :   Manufaktur, Penyedia Jasa Perdagangan, Penyewaan, dan
                                     Perbaikan Pompa serta Peralatan Pendukung Lainnya
                                     termasuk Suku Cadang untuk Kebutuhan Industri Minyak,
                                     Gas Bumi dan Pertambangan
      Alamat                     :   Cibis Nine lantai 16, Jl. TB Simatupang, No. 02 Jakarta
                                     Selatan, 12560
      Telepon                    :   021 5084 5500
      Email                      :   corsec@mkapr.co.id

      MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
      Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
      Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 71101 yaitu Aktivitas Arsitektural, KBLI
      33201 yaitu Instalasi/Pemasangan dan Perangkaian/Integrasi Mesin, Peralatan, dan Sistem
      Industri, KBLI 43211 yaitu Pemasangan Jaringan Listrik, KBLI 77399 yaitu Penyewaan dan
      Sewa Guna Usaha Mesin, Peralatan, dan Barang Berwujud Lainnya YTDL, KBLI 77395 yaitu
      Penyewaan dan Sewa Guna Mesin dan Peralatan Pertambangan dan Penggalian, serta KBLI
      27113 yaitu Industri Pengubah Tegangan/Transformator dan Pengubah Arus/ Rectifier,
      serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
      No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK
      No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan lainnya.

      PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
      Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun
      oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
      Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait.

      INDEPENDENSI PENILAI
      Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
      tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait
      dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
      pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak
      dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak mana pun. Imbalan
      yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
      dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang
      tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0037/SPK/MSE-03/ES/IV/2026, tanggal
      28 April 2026.



                                                                                              ii
Page 5
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      RUANG LINGKUP PENUGASAN
      Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu untuk
      melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan Kegiatan
      Usaha. Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
      Profesional, paling sedikit meliputi:
      1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
      2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian Profesional;
           dan
      3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.

      ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
      Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
      adalah:
      a.   Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
      b.   Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
           studi kelayakan.
      c.   Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
           kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh
           dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
           kami anggap relevan.
      d.   Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
           mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya
           (fiduciary duty).
      e.   Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
           keuangan yang telah disesuaikan.
      f.   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
           rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
      g.   Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
           dihasilkan.
      h.   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
           pemberi tugas.

      KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
      Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan
      tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama
      periode tersebut.




                                                                                              iii
Page 6
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      KESIMPULAN
      Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
      Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
      Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 71101 yaitu Aktivitas Arsitektural, KBLI
      33201 yaitu Instalasi/Pemasangan dan Perangkaian/Integrasi Mesin, Peralatan, dan Sistem
      Industri, KBLI 43211 yaitu Pemasangan Jaringan Listrik, KBLI 77399 yaitu Penyewaan dan
      Sewa Guna Usaha Mesin, Peralatan, dan Barang Berwujud Lainnya YTDL, KBLI 77395 yaitu
      Penyewaan dan Sewa Guna Mesin dan Peralatan Pertambangan dan Penggalian, serta KBLI
      27113 yaitu Industri Pengubah Tegangan/Transformator dan Pengubah Arus/Rectifier
      adalah layak.


      Seluruh kajian ini kami sampaikan dengan catatan semua asumsi yang diterapkan dalam
      Studi Kelayakan ini dapat dipenuhi.


      PENUTUP
      Penugasan untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Usaha ini bukan dan tidak dapat
      dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu
      pada informasi keuangan. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan
      kelemahan pengendalian internal, kesalahan dalam laporan keuangan, segala bentuk
      implikasi pajak atau pelanggaran hukum. Studi Kelayakan Usaha ini juga tidak
      dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana
      proyek atau untuk mengambil tindakan tertentu atas Rencana Kegiatan Usaha.


      Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan
      terima kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha
      selanjutnya.


      Hormat kami,
      KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN




      Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)         Digitally signed by Endang Sunardi
                                                        DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
      Rekan                                             Endang dan Rekan,
      MAPPI                  : No. 09-S-02341
                                                        email=syarifendangdanrekan@gmail.com

      Izin Penilai Publik    : No. B-1.12.00340
      Klasifikasi Izin       : Penilaian Bisnis
      Register               : No. RMK-2017.00303
      Terdaftar OJK          : No. KEP-282/KS.13/2026




                                                                                                     iv
Page 7
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                                         PERNYATAAN PENILAI

      Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
      di bawah ini menerangkan bahwa:
      1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
          independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-
          pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
          Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
          kerugian pada pihak mana pun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
          dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan
          kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian
          Kerja (SPK) No. 0037/SPK/MSE-03/ES/IV/2026, tanggal 28 April 2026;
      2. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan Studi
          Kelayakan, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      3. Analisis Kelayakan dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan data
          yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2025;
      4. Penugasan penilaian telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Penilaian
          pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Penilaian
          sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      5. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
          No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, Kode Etik Penilai Indonesia
          ("KEPI"), serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII 2018 yang ditetapkan oleh
          Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI");
      6. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada
          Laporan Studi Kelayakan ini;
      7. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada Ruang Lingkup dan data yang dianalisis
          serta data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian ini pada
          Sumber     Data    diperoleh      dari   berbagai   sumber    yang    diyakini   dapat
          dipertanggungjawabkan;
      8. Laporan    ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan               yang
          mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan ini;
      9. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
      10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
          dalam Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
      11. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Imbalan yang
          Penilai terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang tercantum
          pada Laporan Penilaian ini;
      12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
          profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan; dan
      13. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
          bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.


                                                                                                v
Page 8
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
      penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
      penilaian yang baik.


      No.   Nama                                                 Tugas             Tanda Tangan




       1.   Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert)      Penanggung Jawab (.......................)
            MAPPI              : No. 09-S-02341
            Izin Penilai       : No. B-1.12.00340
            Klasifikasi Izin   : Penilaian Bisnis
            Register           : No. RMK-2017.00303
            Terdaftar OJK      : No. KEP-282/KS.13/2026


       2.   Meilindra Indriani, S.Si.                           Reviewer         (........................)
            MAPPI              : No. 14-T-05006
            Register           : No. RMK-2017.01002




       3.   Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev.                     Staf Penilai      (........................)
            MAPPI              : No. 09-P-02398
            Register           : No. RMK-2021.03694




       4.   Kamaludin, S.Pd                                 Tenaga Inspeksi      (........................)
            MAPPI              : No. 17-A-07843




                                                                                                       vi
Page 9
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                                                               DAFTAR ISI

      SURAT PENGANTAR........................................................................................................... i
      PERNYATAAN PENILAI ...................................................................................................... v
      DAFTAR ISI ..................................................................................................................... vii
      DAFTAR TABEL ................................................................................................................. x
      DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................ xi
      1         PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
      1.1       Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................. 1
      1.2       Tanggal Penilaian ................................................................................................. 1
      1.3       Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................... 1
      1.4       Latar Belakang...................................................................................................... 1
      1.5       Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................... 2
      1.6       Data dan Informasi yang Digunakan .................................................................... 2
      1.7       Prosedur yang Digunakan .................................................................................... 3
      1.8       Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................... 3
      1.9       Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................. 4
      1.10      Kualifikasi Penilai ................................................................................................. 4
      1.11      Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ............................................................ 4
      2         INFORMASI UMUM ................................................................................................ 5
      2.1       Profil Perseroan .................................................................................................... 5
      2.1.1     Bidang Usaha ....................................................................................................... 5
      2.1.2     Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan ......................................... 6
      2.1.3     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ................................................................. 7
      2.1.4     Legalitas dan Izin Operasional ............................................................................. 7
      2.2       Kinerja Keuangan ................................................................................................. 7
      2.2.1     Kinerja Posisi Keuangan ....................................................................................... 7
      2.2.2     Kinerja Laba Rugi ............................................................................................... 12
      2.2.3     Rasio Keuangan.................................................................................................. 17
      2.3       Produk dan Layanan Perseroan........................................................................... 19
      2.4       Teknologi yang Digunakan ................................................................................. 21
      2.5       Pasar yang Dituju ............................................................................................... 22
      2.6       Pesaing dan Persaingan ...................................................................................... 22
      2.7       Pola Bisnis .......................................................................................................... 22
      2.8       Strategi Pemasaran............................................................................................. 23
      2.9       Kebutuhan Produksi atau Operasi ...................................................................... 23
      2.10      Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia ............................................ 23
      2.11      Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................... 24
      2.12      Peraturan Perundang-undangan yang Terkait .................................................... 24
      2.13      Aspek Lingkungan ............................................................................................. 24
      2.14      Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 24
      2.15      Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ........................................................... 25
      3         KELAYAKAN PASAR ............................................................................................. 26
      3.1       Kondisi Pasar ..................................................................................................... 26

                                                                                                                                        vii
Page 10
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      3.1.1   Perkembangan Ekonomi Global .......................................................................... 26
      3.1.2   Tinjauan Makro Ekonomi Indonesia .................................................................... 26
      3.2     Pangsa Pasar ...................................................................................................... 30
      3.3     Kesinambungan ................................................................................................. 32
      3.4     Potensi Pasar ...................................................................................................... 33
      3.5     Sasaran .............................................................................................................. 35
      3.6     Potensi Nilai Pasar .............................................................................................. 35
      3.7     Pesaing Usaha .................................................................................................... 37
      3.8     Strategi Pemasaran............................................................................................. 37
      4       KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................ 39
      4.1     Kapasitas ........................................................................................................... 39
      4.2     Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................. 39
      4.3     Proses Produksi dan/atau Operasional ............................................................... 40
      5       KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................... 42
      5.1     Keunggulan Kompetitif ...................................................................................... 42
      5.2     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........................................................ 42
      5.3     Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ................................................................ 43
      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 44
      6.1     Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 44
      6.2     Manajemen Kekayaan Intelektual ....................................................................... 44
      6.3     Manajemen Risiko .............................................................................................. 44
      6.4     Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................. 47
      6.5     Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................ 48
      7       KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 49
      7.1     Biaya Pendirian (Start Up Costs).......................................................................... 49
      7.2     Modal Kerja ........................................................................................................ 49
      7.3     Sumber Pembiayaan ........................................................................................... 49
      7.4     Biaya Operasional ............................................................................................... 49
      7.5     Biaya Bahan Baku Mentah ................................................................................... 50
      7.6     Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................... 50
      7.7     Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................... 51
      7.8     Proyeksi Laba Rugi ............................................................................................. 52
      7.9     Proyeksi Arus Kas ............................................................................................... 53
      7.10    Analisis Titik Impas ............................................................................................ 53
      7.11    Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas ............................................... 54
      7.12    Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................. 56
      7.13    Penetapan Tingkat Diskonto .............................................................................. 56
      7.14    Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................. 59
      7.15    Analisis Sensitivitas ............................................................................................ 63
      8       KESIMPULAN ....................................................................................................... 65
      8.1     Kajian Kelayakan Pasar ....................................................................................... 65
      8.2     Kajian Kelayakan Teknis ..................................................................................... 65
      8.3     Kajian Kelayakan Pola Bisnis ............................................................................... 66
      8.4     Kajian Kelayakan Model Manajemen ................................................................... 66

                                                                                                                                    viii
Page 11
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      8.5     Kajian Kelayakan Keuangan ................................................................................ 67
      8.6     Kesimpulan Studi Kelayakan ............................................................................... 67




                                                                                                                          ix
Page 12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                                                         DAFTAR TABEL

      Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................... 6
      Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000).......................................................... 7
      Tabel 3 Kinerja Laba Rugi Perseroan (Rp.000).................................................................. 12
      Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ..................................................................... 17
      Tabel 5 Produk dan Jasa Perseroan .................................................................................. 20
      Tabel 6 Lisensi Produk ..................................................................................................... 21
      Tabel 7 Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................................... 26
      Tabel 8 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............... 27
      Tabel 9 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ........ 27
      Tabel 10 Neraca Pembayaran Indonesia ........................................................................... 28
      Tabel 11 Tenaga Ahli ....................................................................................................... 40
      Tabel 12 Modal Kerja (Rp.000)......................................................................................... 49
      Tabel 13 Biaya Operasional (Rp.000) ............................................................................... 50
      Tabel 14 Proyeksi Pendapatan (Rp.000) ........................................................................... 50
      Tabel 15 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................... 51
      Tabel 16 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000) .............................................................................. 52
      Tabel 17 Proyeksi Arus Kas (Rp.000) ............................................................................... 53
      Tabel 18 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000) ............................................................ 54
      Tabel 19 Analisis Likuiditas ............................................................................................. 54
      Tabel 20 Analisis Solvabilitas ........................................................................................... 55
      Tabel 21 Analisis Profitabilitas ......................................................................................... 55
      Tabel 22 Return on Investment (ROI) .............................................................................. 56
      Tabel 23 Surat Utang Negara ........................................................................................... 58
      Tabel 24 Biaya Modal untuk Ekuitas................................................................................. 59
      Tabel 25 Weighted Average Cost of Capital ..................................................................... 59
      Tabel 26 Perhitungan NPV (Rp.000) ................................................................................. 60
      Tabel 27 Perhitungan IRR ................................................................................................ 60
      Tabel 28 Perhitungan PI ................................................................................................... 61
      Tabel 29 Perhitungan PP .................................................................................................. 61
      Tabel 30 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ................................................................... 62
      Tabel 31 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000) ......................................................... 63




                                                                                                                                   x
Page 13
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                                                       DAFTAR GAMBAR

      Gambar 1 Indeks Rupiah Terhadap US$, Negara Maju Kecuali AS & Negara Berkembang . 29
      Gambar 2 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ..................................................................... 30
      Gambar 3 Pangsa Pasar Industri Minyak dan Gas Indonesia Menurut Sektor pada Tahun
                   2025 ................................................................................................................ 31
      Gambar 4 Grafik Pangsa Pasar Oilfield Services berdasarkan Jenis Layanan Tahun 2024 . 31
      Gambar 5 Tingkat Pertumbuhan Lima Tahun berdasarkan Wilayah .................................. 32
      Gambar 6 Nilai pasar industri minyak dan gas Indonesia ................................................. 36
      Gambar 7 Tingkat Pertumbuhan Lima Tahun berdasarkan Wilayah .................................. 36
      Gambar 8 Alur Operasional Kegiatan Perseroan ............................................................... 41
      Gambar 9 Struktur Organisasi Perseroan ......................................................................... 48
      Gambar 10 Grafik Analisis Sensitivitas ............................................................................. 64




                                                                                                                                        xi
Page 14
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      1     PENDAHULUAN


      1.1   Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian


            Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang, dan Rekan telah ditunjuk oleh PT Multikarya
            Asia Pasifik Raya Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) berdasarkan Surat
            Perjanjian Kerja (SPK) No. 0037/SPK/MSE-03/ES/IV/2026, tanggal 28 April 2026,
            sebagai Penilai Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha
            Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 71101 yaitu Aktivitas Arsitektural,
            KBLI 33201 yaitu Instalasi/Pemasangan dan Perangkaian/Integrasi Mesin, Peralatan,
            dan Sistem Industri, KBLI 43211 yaitu Pemasangan Jaringan Listrik, KBLI 77399 yaitu
            Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin, Peralatan, dan Barang Berwujud Lainnya
            YTDL, KBLI 77395 yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Mesin dan Peralatan Pertambangan
            dan Penggalian, serta KBLI 27113 yaitu Industri Pengubah Tegangan/Transformator
            dan Pengubah Arus/Rectifier.


      1.2   Tanggal Penilaian


            Tanggal penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.


      1.3   Identitas Pemberi Tugas


            Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:


            Nama Perusahaan      :    PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk
            Bidang Usaha         :    Manufaktur, Penyedia Jasa Perdagangan, Penyewaan, dan
                                      Perbaikan Pompa serta Peralatan Pendukung Lainnya
                                      termasuk Suku Cadang untuk Kebutuhan Industri Minyak,
                                      Gas Bumi dan Pertambangan
            Alamat               :    Cibis Nine lantai 16, Jl. TB Simatupang, No. 02 Jakarta
                                      Selatan, 12560
            Telepon              :    021 5084 5500
            Email                :    corsec@mkapr.co.id


      1.4   Latar Belakang


            PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan
            perusahaan penyedia barang dan jasa penunjang industri energi migas. Seiring
            dengan perkembangan kegiatan usaha serta dinamika industri energi yang semakin
            menuntut integrasi layanan, Perseroan memandang perlu untuk melakukan perluasan
            ruang lingkup kegiatan usaha. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan daya saing,
            memperluas sumber pendapatan, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya
            dan kompetensi yang telah dimiliki. Oleh karena itu, Perseroan berencana menambah
            kegiatan usaha sesuai dengan KBLI 71101 yaitu Aktivitas Arsitektural, KBLI 33201
                                                                                                1
Page 15
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




            yaitu Instalasi/Pemasangan dan Perangkaian/Integrasi Mesin, Peralatan, dan Sistem
            Industri, KBLI 43211 yaitu Pemasangan Jaringan Listrik, KBLI 77399 yaitu Penyewaan
            dan Sewa Guna Usaha Mesin, Peralatan, dan Barang Berwujud Lainnya YTDL, KBLI
            77395 yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Mesin dan Peralatan Pertambangan dan
            Penggalian, serta KBLI 27113 yaitu Industri Pengubah Tegangan/Transformator dan
            Pengubah Arus/Rectifier. Penambahan kegiatan usaha tersebut diharapkan dapat
            menciptakan sinergi antar lini bisnis, memperluas cakupan layanan, serta
            meningkatkan fleksibilitas Perseroan dalam merespons kebutuhan pasar yang terus
            berkembang,     sehingga    dapat   mendukung      pengembangan      bisnis   secara
            berkelanjutan, memperkuat posisi Perseroan dalam industri, serta menangkap
            peluang pertumbuhan di sektor energi dan penunjangnya.


      1.5   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan


            Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
            Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 71101 yaitu Aktivitas Arsitektural,
            KBLI 33201 yaitu Instalasi/Pemasangan dan Perangkaian/Integrasi Mesin, Peralatan,
            dan Sistem Industri, KBLI 43211 yaitu Pemasangan Jaringan Listrik, KBLI 77399 yaitu
            Penyewaan Dan Sewa Guna Usaha Mesin, Peralatan, dan Barang Berwujud Lainnya
            YTDL, KBLI 77395 yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Mesin dan Peralatan Pertambangan
            dan Penggalian, serta KBLI 27113 yaitu Industri Pengubah Tegangan/Transformator
            dan Pengubah Arus/Rectifier, sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa
            Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
            Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan
            perbankan ataupun kepentingan lainnya.


      1.6   Data dan Informasi yang Digunakan


            Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan ini, kami telah mempelajari, menganalisis
            dan mempertimbangkan informasi sebagai berikut:
             1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                31 Desember 2022 dan 2021, No. 00038/2.0582/AU.1/05/0871-1/1/XI/2023,
                tanggal 27 November 2023 yang telah diaudit oleh Drs. M.Uways, Ak., CA., CPA,
                dari Kantor Akuntan Publik Pieter, Uways & Rekan dengan opini wajar tanpa
                modifikasian;
             2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                31 Desember 2023, No. 00143/2.0851/AU.1/04/0272-1/1/III/2024, tanggal
                28 Maret 2024 yang telah diaudit oleh Drs. Nursal, Ak., CA., CPA, dari Kantor
                Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra dengan opini wajar tanpa
                modifikasian;
             3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                31 Desember 2024, No. 00173/3.0357/AU.1/04/1021-1/1/III/2025, tanggal
                26 Maret 2025 yang telah diaudit oleh Helli I.B Susetyo, CPA, dari Kantor Akuntan
                Publik Kanaka Puradiredja Suhartono dengan opini wajar tanpa modifikasian;

                                                                                               2
Page 16
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                31 Desember 2025, No. 00118/3.0357/AU.1/04/1021-2/1/III/2026, tanggal
                30 Maret 2026 yang telah diaudit oleh Helli I.B Susetyo, CPA, dari Kantor Akuntan
                Publik Kanaka Puradiredja Suhartono dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             5. Legalitas Umum Perseroan;
             6. Proyeksi Keuangan Perseroan untuk tahun 2026 sampai dengan 2030;
             7. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
                penugasan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha:
                • Bapak Eric Handoko sebagai Direktur Utama Perseroan;
                • Bapak Nico Johnson sebagai Sekretaris Perusahaan;
                • Bapak Tutut Indargo Sebagai Legal Perseroan;
                • Bapak Rendi Oktri Saputra Sebagai Legal Perseroan.
             8. Representation Letter No. 001/MKAPR-SK/LGL/V/2026, tanggal 8 Mei 2026,
                sehubungan dengan Penugasan Penilaian Studi Kelayakan atas Penambahan
                Kegiatan Usaha.


      1.7   Prosedur yang Digunakan


            Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
            Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
            dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa
            Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
            Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018
            yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode
            Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
            1. Kajian Kelayakan Pasar,
            2. Kajian Kelayakan Teknis,
            3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis,
            4. Kajian Kelayakan Model Manajemen, dan
            5. Kajian Kelayakan Keuangan.


      1.8   Ruang Lingkup Penugasan


            Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu
            untuk melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan
            Kegiatan Usaha. Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari
            Penugasan Penilaian Profesional, paling sedikit meliputi:
            1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
            2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian
               Profesional; dan
            3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.




                                                                                                 3
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      1.9   Asumsi dan Kondisi Pembatas


            Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
            adalah:
            •   Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
            •   Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
                dalam studi kelayakan.
            •   Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan
                dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang
                diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
                penelitian yang kami anggap relevan.
            •   Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
                dengan      mencerminkan     kewajaran    proyeksi    keuangan   dan   kemampuan
                pencapaiannya (fiduciary duty).
            •   Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran
                proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
            •   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
                bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
            •   Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
                dihasilkan.
            •   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
                pemberi tugas.


      1.10 Kualifikasi Penilai

            Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
            berdasarkan        Keputusan    Menteri   Keuangan       No. 1498/KM.1/2012,   tanggal
            28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
            dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.


            Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
            Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:


            MAPPI                             : No. 09-S-02341
            Izin Penilai Publik               : No. B-1.12.00340
            Klasifikasi izin                  : Penilaian Bisnis
            Register                          : No. RMK-2017.00303
            Terdaftar OJK                     : No. KEP-282/KS.13/2026

      1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

            Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai
            dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang
            terjadi selama periode tersebut.

                                                                                                4
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      2       INFORMASI UMUM


      2.1     Profil Perseroan


              PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (atau selanjutnya disebut "Perseroan") didirikan
              dengan nama PT Mudking Asia Pasifik Raya, berdasarkan Akta No. 43, tanggal 16
              Mei 2002, dari Notaris Yunardi, S.H. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
              Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
              No. C-17996 HT.01.01.TH.2002 tanggal 18 September 2002.


              Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
              dengan Akta No. 54 tanggal 23 Maret 2024, dari Notaris Rudy Siswanto, S.H,
              mengenai perubahan Pasal 4 ayat 2 Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan
              dengan peningkatan modal disetor dan ditempatkan. Perubahan ini disetujui oleh
              Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
              No. AHU-AH.01.03-0073994, tanggal 27 Maret 2024.


              Perseroan berkedudukan di Jakarta, dengan kantor pusat berlokasi di Gedung Cibis
              Nine Lantai 16, Jl. TB. Simatupang No. 2, Jakarta Selatan, sedangkan workshop, saat
              ini berlokasi di Citeureup dan Lembak.


              PT International Sawo Resources adalah entitas induk Perseroan dan Ultimate
              Beneficiary Owner Perseroan adalah Sani Handoko.

      2.1.1   Bidang Usaha


              Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
              Perseroan adalah sebagai berikut:


              Kegiatan Usaha Utama
              −   Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam (KBLI 09100);
              -   Industri Tangki, Tandon Air dan Wadah dari Logam (KBLI 25120);
              -   Industri Mesin Pembangkit Listrik (KBLI 27112);
              -   Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Kran dan Klep/Katup (KBLI 28130);
              -   Reparasi Mesin Untuk Keperluan Umum (KBLI 33121);
              -   Reparasi Mesin Untuk Keperluan Khusus (KBLI 33122);
              -   Reparasi Motor Listrik, Generator dan Transformator (KBLI 33141);
              -   Perdagangan Besar Suku Cadang Elektronik (KBLI 46521);
              -   Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (46599);
              -   Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (KBLI 46100);
              −   Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan
                  Industri Pengolahan (KBLI 77391);
              -   Instalasi Minyak dan Gas (KBLI 43223); dan
              -   Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi (KBLI 42915).


                                                                                                5
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




              Kegiatan Usaha Penunjang
              -      Industri Pipa dan Sambungan Pipa dari Baja dan Besi (KBLI 24103);
              -      Industri Pipa dan Sambungan Pipa dari Logam Bukan Besi dan Baja (KBLI 24205);
              -      Jasa Industri untuk Berbagai Pengerjaan Khusus Logam dan Barang dari Logam
                     (KBLI 25920);
              -      Industri Mesin Uap, Turbin dan Kincir (KBLI 28111);
              -      Industri Komponen dan Suku Cadang Mesin dan Turbin (KBLI 28113);
              -      Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung (KBLI 30112);
              -      Pembangkitan Tenaga Listrik (35111);
              -      Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (KBLI 42202);
              -      Instalasi Saluran Air (KBLI 43221);
              -      Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (KBLI 43905);
              -      Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang dan
                     Perlengkapannya (KBLI 46591);
              -      Perdagangan Besar Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (KBLI 46631);
              -      Perdagangan Besar Berbagai Macam Barang (KBLI 46900);
              -      Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mobil, Bus, Truk
                     dan Sejenisnya (KBLI 77100);
              -      Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Alat Transportasi
                     Darat Bukan Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih (KBLI 77311);
              -      Industri Motor Pembakaran Dalam (KBLI 28112); dan
              -      Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan
                     Konstruksi dan Teknik Sipil (KBLI 77393).

      2.1.2   Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan


              Berdasarkan Akta Notaris No. 54 tanggal 23 Maret 2024 yang dibuat oleh Rudy
              Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara, Perseroan memiliki modal dasar sebesar
              Rp520.000.000.000,- yang terbagi atas 10.400.000.000 saham dengan nilai
              nominal Rp50,- per saham. Dari jumlah tersebut, modal ditempatkan dan disetor
              adalah sebesar Rp162.500.000.000,- yang terbagi atas 3.250.000.000 saham
              dengan nilai nominal Rp50,- per saham. Adapun susunan pemegang saham
              Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:


                                     Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                                     Persentase
                         Pemegang Saham             Jumlah Saham                         Jumlah
                                                                    Kepemilikan
                  PT International Sawo Resources   2.470.000.000          76,00%   123.500.000.000
                  Djoni Suyanto                      130.000.000            4,00%     6.500.000.000
                  Masyarakat                         650.000.000           20,00%    32.500.000.000
                               Jumlah               3.250.000.000       100,00%     162.500.000.000
              Sumber: Akta Notaris No. 54, tanggal 23 Maret 2024




                                                                                                  6
Page 20
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      2.1.3     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi


                Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025
                adalah sebagai berikut:


                Dewan Komisaris
                Komisaris Utama                          : Sani Handoko
                Komisaris                                : Djoni Suyanto
                Komisaris Independen                     : Charlie Dhungga


                Direksi
                Direktur Utama                           : Eric Handoko
                Direktur                                 : Daniel Handoko
                Direktur                                 : Julius Mario


      2.1.4     Legalitas dan Izin Operasional


                Dalam menjalankan kegiatan operasional, Perseroan telah memiliki izin‐izin yang
                dikeluarkan oleh instansi terkait antara lain:


                •   Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 9120000661983;
                •   Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 02.238.145.3-046.000;
                •   Surat Keterangan Terdaftar (SKT) No. PEM-00127/WPJ.21/KP.0603/2008,
                    tanggal 6 Desember 2012 yang diterbitkan oleh KPP Madya Jakarta Utara; dan
                •   Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak No. S-53/PD/KPP.210603/2023,
                    tanggal 30 Mei 2023 yang diterbitkan oleh KPP Madya Jakarta Utara.


      2.2       Kinerja Keuangan


      2.2.1     Kinerja Posisi Keuangan


                Kinerja Posisi Keuangan Perseroan selama 31 Desember 2021 sampai dengan
                31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:


                                Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)
                       Uraian                 2025          2024            2023         2022         2021


         ASET
         Aset Lancar
         Kas dan bank                        7.941.760    40.483.704       13.257.759   15.362.068    2.848.047
         Deposito yang dibatasi
            penggunaannya                   15.147.635    14.713.654               -     2.000.000           -
         Piutang usaha - neto
              Pihak ketiga                 114.015.030    83.141.157       38.969.457   44.732.065   15.985.465




                                                                                                       7
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                       Uraian                  2025            2024            2023            2022            2021

             Pihak berelasi                           -       6.157.848       8.798.930       4.222.136       3.337.400
         Piutang lain-lain - neto
             Pihak ketiga                       167.536         247.228               -          19.656            50.000
             Pihak berelasi                     168.000               -         991.140         170.740         161.938
         Investasi                           30.946.774               -               -               -                 -
         Persediaan
             Alat berat                      99.630.025      66.132.645       9.734.256      11.717.880      15.130.179
             Suku cadang                     27.069.728      62.613.336      53.544.002      49.285.715      60.040.665
             Bahan pembantu lainnya           4.624.185       5.986.509         993.574         692.024         594.677
             Penyisihan kerugian
               penurunan nilai                  (17.535)        (10.631)        (10.631)         (1.515)           (1.515)
         Pajak dibayar di muka               15.376.218      12.956.144       5.414.191       3.160.261      14.964.289
         Uang muka dan biaya dibayar
           di muka                           40.320.471      52.606.578      19.542.758      22.976.427      20.179.464
         Proyek dalam pelaksanaan            10.879.052      20.918.858       4.925.657               -                 -

         Total Aset Lancar                  366.268.879     365.947.030     156.161.093     154.337.457     133.290.609

         Aset Tidak Lancar
         Uang muka penjualan aset
           tetap                                      -               -       5.955.656       1.097.562             4.860
         Investasi pada Entitas Asosiasi                                                                     23.974.837
         Aset Tetap
         Biaya Perolehan
         Kepemilikan langsung
             Tanah                           45.538.963      32.290.808      32.290.808       6.275.235       6.275.235
             Bangunan                        53.004.417      55.548.808      34.922.148      36.494.273      36.494.273
             Prasarana                        8.853.158       8.845.730       4.417.437       4.370.080       4.370.080
             Alat-alat berat                190.854.107     181.511.202     147.472.350     143.557.119     150.828.855
             Kendaraan                       14.529.249      13.901.153      10.697.770       7.559.349       7.772.849
             Peralatan kantor                 7.725.133       7.254.714       7.453.277       7.262.461       7.173.938
             Peralatan gudang                 1.344.648         454.898               -               -                 -

             Aset dalam penyelesaian
             Alat-alat berat dan
                   bangunan                  13.286.213         245.689      20.216.630          85.000                 -

             Aset hak guna
               Alat-alat berat                        -               -       4.896.000       4.896.000       4.896.000
               Tanah                                  -      17.540.555      17.540.555      17.540.555      17.540.555
         Jumlah biaya perolehan             335.135.887     317.593.557     279.906.974     228.040.071     235.351.784

         Akumulasi penyusutan
         Kepemilikan langsung
             Bangunan                       (13.308.581)    (11.923.464)     (9.877.835)     (9.521.966)     (7.697.253)
             Prasarana                       (3.218.343)     (2.673.738)     (2.213.808)     (1.852.760)     (1.493.093)
             Alat-alat berat               (139.109.523)   (132.740.144)   (119.220.682)   (114.869.426)   (116.046.125)
             Kendaraan                       (7.600.560)     (6.862.917)     (5.694.743)     (5.586.555)     (4.954.005)
             Peralatan kantor                (5.396.169)     (4.823.143)     (6.532.970)     (6.608.697)     (6.085.929)
             Peralatan gudang                  (134.259)        (29.597)              -               -                 -




                                                                                                               8
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                       Uraian                  2025            2024            2023            2022            2021

             Aset hak guna
               Alat-alat berat                        -               -      (2.499.000)     (1.887.000)     (1.275.000)
               Tanah                                  -      (7.541.993)     (6.900.374)     (6.258.755)     (5.617.136)
         Jumlah akumulasi penyusutan       (168.767.435)   (166.594.995)   (152.939.411)   (146.585.159)   (143.168.540)

         Nilai Buku                         166.368.452     150.998.561     126.967.564      81.454.912      92.183.244


         Aset Tak berwujud                      223.816         145.547         151.364         295.293         451.803
             Piranti lunak & program          2.040.270       1.885.470       1.732.440       1.732.440       1.732.440
             Akumulasi penyusutan            (1.816.454)     (1.739.923)     (1.581.076)     (1.437.147)     (1.280.637)
         Taksiran klaim pajak
           penghasilan                                                                                        7.560.855
         Aset pajak tangguhan                 3.261.263       2.064.360         830.752         742.409         739.224
         Aset tidak lancar lainnya                    -               -          19.297          19.297            90.000


         Total Aset Tidak Lancar            169.853.532     153.208.468     133.924.632      83.609.472     125.004.823


         TOTAL ASET                         536.122.411     519.155.498     290.085.725     237.946.929     258.295.432

         LIABILITAS DAN EKUITAS
         LIABILITAS JANGKA PENDEK
         Utang bank jangka pendek           100.458.868     143.660.295      40.417.391      69.356.166      56.515.697
         Utang usaha
             Pihak ketiga                    37.942.842      36.674.716      25.423.956      20.941.993      17.555.615
             Pihak berelasi                   4.124.859       3.335.440       1.724.238       3.677.353       2.837.122
         Utang lain-lain
             Pihak ketiga                        34.378         159.331         207.358               -                 -
             Pihak berelasi                   5.000.000               -               -               -                 -
         Utang pajak                          5.810.490       4.397.999       2.510.950         913.954         187.815
         Beban akrual                         5.010.478       5.557.661       2.855.213       1.550.233         788.626
         Uang muka pelanggan                      7.549         167.008         187.554         525.669         872.416
         Bagian lancar atas liabilitas
           jangka panjang:
             Utang bank                      17.771.620      13.411.994      10.408.409       3.699.778       8.444.091
             Utang pembiayaan
           konsumen                           2.176.745       1.978.229       1.082.764               -            48.954

         Total Liabilitas Jangka Pendek     178.337.830     209.342.672      84.817.834     100.665.146      87.250.335

         LIABILITAS JANGKA PANJANG
         Liabilitas jangka panjang
           setelah dikurangi
             bagian jatuh tempo dalam
           satu tahun:
             Utang bank                      28.768.806      25.559.153      34.923.884       1.741.102       9.667.880
           Utang pembiayaan
             konsumen                           888.153       2.091.020       1.960.975               -            35.127
         Utang pihak berelasi                                                                                18.828.100
         Liabilitas imbalan kerja             4.753.944       4.408.643       4.221.943       3.368.632       3.239.668

         Total Liabilitas Jangka Panjang     34.410.903      32.058.816      41.106.803       5.109.733      31.770.775

         TOTAL LIABILITAS                   212.748.733     241.401.488     125.924.636     105.774.879     119.021.111



                                                                                                               9
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                       Uraian                2025          2024             2023         2022          2021


         EKUITAS
         Modal saham                      162.500.000   162.500.000   130.000.000       45.000.000    45.000.000
           PT International Sawo
              Resources                   123.500.000   123.500.000   123.500.000       11.275.000    11.275.000
           Djoni Suyanto                    6.500.000     6.500.000     6.500.000        2.250.000     2.250.000
           Sani Handoko                             -             -                -    31.475.000    15.275.000
           PT Dwidaya Tunggal Perkasa                                                                 16.200.000
           Masyarakat                      32.500.000    32.500.000                -            -             -
         Tambahan modal disetor            40.029.499    40.029.499                -            -       470.510
         Saldo laba
           Telah ditentukan
              penggunaannya                 2.000.000       828.709          828.709            -             -
           Belum ditentukan
              penggunaannya               110.261.299    65.831.955    25.156.683       78.751.394    85.906.136
        Penghasilan komprehensif lain       8.582.881     8.563.847     8.175.697        8.420.656     7.897.675

         TOTAL EKUITAS                    323.373.678   277.754.009   164.161.089      132.172.050   139.274.321


         TOTAL LIABILITAS DAN
           EKUITAS                        536.122.411   519.155.498   290.085.725      237.946.929   258.295.432
       Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


              Aset


              Pada 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, total aset Perseroan
              tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:


              •       Pada 31 Desember 2021, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp258,30
                      miliar, yang terdiri atas aset lancar sebesar Rp133,29 miliar dan aset tidak
                      lancar sebesar Rp125,00 miliar.
              •       Pada 31 Desember 2022, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp237,95
                      miliar, menurun 7,88% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2021. Total aset
                      tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp154,34 miliar dan aset tidak lancar
                      sebesar Rp83,61 miliar. Penurunan total aset terutama disebabkan oleh tidak
                      lagi dicatatkannya investasi pada entitas asosiasi.
              •       Pada 31 Desember 2023, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp290,09
                      miliar, naik 21,91% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2022. Total aset
                      tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp156,16 miliar dan aset tidak lancar
                      sebesar Rp133,92 miliar. Peningkatan total aset terutama dipengaruhi oleh
                      naiknya biaya perolehan aset tetap, khususnya tanah sebesar 414,58%
                      dibandingkan tahun sebelumnya.
              •       Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp519,14
                      miliar, meningkat 78,97% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2023. Total
                      aset tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp365,95 miliar dan aset tidak
                      lancar sebesar Rp153,21 miliar. Peningkatan total aset terutama dipengaruhi


                                                                                                      10
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                  oleh kenaikan persediaan alat berat yang meningkat sebesar 579,38%
                  dibandingkan tahun sebelumnya.
             •    Pada 31 Desember 2025, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp536,12
                  miliar, meningkat 3,27% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2024. Total
                  aset tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp366,27 miliar dan aset tidak
                  lancar sebesar Rp169,85 miliar. Peningkatan total aset terutama dipengaruhi
                  oleh mulai tercatatnya akun investasi sebesar Rp30,95 miliar serta kenaikan
                  nilai buku aset tetap sebesar Rp15,37 miliar.


              Liabilitas


              Pada 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, liabilitas Perseroan
              tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut.


             •    Pada 31 Desember 2021, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp119,02
                  miliar, yang terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp87,25 miliar dan
                  liabilitas jangka panjang sebesar Rp31,77 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2022, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp105,77
                  miliar, atau menurun 11,13% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2021.
                  Total liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp100,66
                  miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp5,11 miliar. Penurunan liabilitas
                  pada periode ini terutama dipengaruhi nihilnya utang pihak berelasi
                  dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp18,83 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2023, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp125,92
                  miliar, naik 19,05% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2022. Total
                  liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp84,82 miliar
                  dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp41,11 miliar. Peningkatan liabilitas
                  pada periode ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan utang bank jangka
                  panjang sebesar 1905,85% dibandingkan tahun sebelumnya.
             •    Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp241,40
                  miliar, meningkat 91,70% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2023. Total
                  liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp209,34 miliar
                  dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp32,06 miliar. Peningkatan liabilitas
                  pada periode ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan utang bank jangka pendek
                  sebesar 255,44% dibandingkan tahun sebelumnya.
             •    Pada 31 Desember 2025, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp212,75
                  miliar, menurun 11,87% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2024. Total
                  liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp178,34 miliar
                  dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp34,41 miliar. Penurunan liabilitas pada
                  periode ini terutama dipengaruhi oleh turunnya utang bank jangka pendek
                  sebesar 30,07% dibandingkan tahun sebelumnya.




                                                                                                11
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




              Ekuitas


              Pada 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan
              tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:


              •    Pada 31 Desember 2021, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp139,27
                   miliar, yang terdiri atas modal saham, tambahan modal disetor dan saldo laba.
              •    Pada 31 Desember 2022, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp132,17
                   miliar, menurun 5,10% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2021.
                   Penurunan ekuitas pada periode ini terutama dipengaruhi oleh penurunan saldo
                   laba yang tercatat menjadi sebesar Rp78,75 miliar seiring dengan penurunan
                   kinerja laba Perseroan.
              •    Pada 31 Desember 2023, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp164,16
                   miliar, meningkat 24,20% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2022.
                   Peningkatan ekuitas pada periode ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan
                   modal disetor menjadi sebesar Rp130,00 miliar pada tahun 2023.
              •    Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp277,75
                   miliar, meningkat 69,20% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2023.
                   Peningkatan ekuitas pada periode ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan
                   modal disetor menjadi sebesar Rp162,50 miliar dan tambahan modal disetor
                   sebesar Rp40,03 miliar.
              •    Pada 31 Desember 2025, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp323,37
                   miliar, meningkat 16,42% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2024.
                   Peningkatan ekuitas pada periode ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan
                   saldo laba yang tercatat menjadi sebesar Rp112,26 miliar seiring dengan
                   kenaikan kinerja laba Perseroan.


      2.2.2   Kinerja Laba Rugi


              Kinerja Laba Rugi Perseroan selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 adalah
              sebagai berikut:


                                     Tabel 3 Kinerja Laba Rugi Perseroan (Rp.000)

                  Uraian               2025            2024            2023            2022           2021


       PENDAPATAN                   405.636.315     356.262.936     232.154.374     195.008.507    111.964.057
       Pengadaan alat berat dan
       penjualan suku cadang        277.858.654     224.975.326     143.411.036     118.525.424     22.240.974
       Pendapatan sewa dan jasa     127.777.661     131.287.610      88.743.338      76.483.083     89.723.083


       BEBAN POKOK PENDAPATAN
       Beban keuangan              (270.157.089)   (229.267.846)   (155.524.338)   (138.304.894)   (81.283.198)
       Harga pokok produksi:
       Operasi gudang              (100.729.898)   (149.012.300)    (66.728.768)    (42.297.182)   (60.734.214)
       Pembelian barang            (129.155.566)   (117.727.863)    (63.943.157)    (57.608.352)    (9.070.343)



                                                                                                        12
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                    Uraian                2025           2024           2023           2022           2021

       Penyusutan aset tetap           (17.647.859)   (13.523.333)   (12.121.160)   (12.452.031)   (14.056.975)
       Jasa penyedia tenaga kerja      (13.025.598)   (13.634.339)   (10.531.980)    (7.689.624)    (9.211.178)
       Gaji dan tunjangan               (6.135.328)    (5.755.571)    (4.710.400)    (4.131.833)    (8.110.223)
       Amortisasi aset tak berwujud        (47.384)       (75.097)       (55.971)       (55.971)             -
       Persediaan awal                (134.721.859)   (64.261.201)   (61.694.104)   (75.764.006)   (55.864.270)
       Persediaan akhir                131.306.403    134.721.859     64.261.201     61.694.104     75.764.006


       LABA BRUTO                      135.479.226    126.995.091     76.630.036     56.703.613     30.680.860


       BEBAN USAHA
       Beban penjualan                  (2.464.114)    (4.278.940)    (1.837.462)    (1.366.842)     (557.770)
       Iklan dan promosi                  (739.074)    (1.119.311)      (260.132)      (367.000)       (54.820)
       Jamuan dan sumbangan               (609.975)      (704.703)      (554.816)      (243.243)      (237.879)
       Perjalanan dinas                   (508.279)      (743.057)      (547.201)      (411.841)      (133.619)
       Lain-lain (dibawah Rp150Jt)        (606.786)    (1.711.868)      (475.312)      (344.758)      (131.451)


       Beban Administrasi dan
       Umum                            (63.098.159)   (52.246.197)   (42.452.481)   (37.571.956)   (22.573.961)
       Gaji dan tunjangan              (29.648.292)   (25.710.198)   (20.710.069)   (16.859.375)   (15.161.205)
       Penyusutan aset tetap            (6.057.738)    (5.021.671)    (3.261.298)    (3.669.089)    (3.943.799)
       Pajak                            (5.883.658)    (2.426.491)    (1.107.809)    (2.593.733)    (1.347.385)
       Jasa profesional                 (3.809.317)    (2.899.372)    (3.504.688)    (3.597.979)    (1.210.345)
       Jasa penyedia tenaga kerja       (2.776.196)    (2.131.089)    (2.018.063)    (2.309.354)      (852.074)
       Iuran, perizinan, dan
       keanggotaan                      (2.262.741)    (1.599.863)    (1.174.245)    (1.716.376)      (418.050)
       Sewa                             (1.452.000)    (1.388.350)    (1.305.000)      (862.612)    (1.300.020)
       Perbaikan dan pemeliharaan       (1.125.983)    (1.259.595)      (905.387)      (530.306)      (278.197)
       Listrik, air, dan telepon        (1.018.795)      (982.700)      (840.286)      (717.133)      (646.907)
       Imbalan kerja                      (953.446)      (947.706)      (599.062)      (677.345)     5.659.712
       Pengobatan                         (902.117)      (652.604)      (544.824)      (464.929)      (349.548)
       Asuransi                           (810.070)      (893.538)      (644.974)      (543.237)      (580.809)
       Jamuan dan sumbangan               (210.094)       (67.732)       (90.294)      (162.348)      (231.260)
       Surat dan pajak kendaraan          (184.412)      (145.976)      (631.629)      (156.572)      (158.834)
       Penyusutan aset hak guna                                         (641.619)      (641.619)      (641.619)
       Amortisasi aset tak berwujud        (29.146)       (83.750)       (87.958)      (100.540)      (109.887)
       Lain-lain                        (5.974.154)    (6.035.565)    (4.385.276)    (1.969.409)    (1.003.734)


       Pendapatan (beban) lain-lain     12.673.235     (3.968.176)    14.093.518     (8.444.629)     2.827.553
       Keuntungan penjualan aset
       tetap                            14.930.410        272.004     13.617.607       (792.709)       338.463
       Pemulihan (penyisihan)
       kerugian penurunan nilai
       piutang usaha                       684.073        (60.228)      (714.391)        53.039        465.459
       Laba yang belum direalisasi
       atas aset keuangan melalui
       laba rugi                           445.774              -              -              -              -
       Pendapatan sewa                           -        102.000      1.368.000      2.532.000      2.069.710
       Pendapatan bunga                                                   76.592         77.075         51.205
       Penyisihan kerugian
       penurunan nilai persediaan           (6.904)             -              -              -              -
       Laba/kerugian selisih kurs         (223.929)    (1.959.665)      (724.200)        58.007       (324.166)




                                                                                                        13
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                      Uraian              2025            2024         2023          2022           2021

       Kerugian penghapusan aset
       tetap                               (145.355)       (13.060)            -    (7.644.482)            -
       Denda keterlambatan               (2.268.465)    (1.896.538)   (2.388.720)   (1.937.025)   (1.810.271)
       Jasa manajemen                                                                              1.800.000
       Lain-lain                           (742.371)      (412.689)    2.858.630     (790.533)       237.154


       LABA USAHA                        82.590.187     66.501.778    46.433.612     9.320.185    10.376.682


       Pendapatan keuangan                  510.922        962.655             -             -             -
       Beban keuangan                   (13.962.184)   (14.558.708)   (8.185.218)   (7.612.462)   (9.652.460)
       Bagian laba entitas asosiasi                                                               16.725.466


       LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK
       PENGHASILAN                       69.138.925     52.905.724    38.248.394     1.707.723    17.449.688


       MANFAAT (BEBAN) PAJAK
       PENGHASILAN                      (13.794.747)   (12.230.452)   (6.014.396)   (3.362.465)   (2.430.149)
       Pajak kini                       (14.997.019)   (13.573.539)   (6.033.648)   (3.435.967)   (1.125.463)
       Pajak tangguhan                    1.202.272      1.343.087        19.252        73.503    (1.304.686)


       LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN        55.344.177     40.675.272    32.233.997    (1.654.742)   15.019.539


       PENGHASILAN (RUGI)
       KOMPREHENSIF LAIN
       Pos yang tidak akan
       direklasifikasi ke laba rugi
       dalam periode berikutnya
       Keuntungan pengukuran
       kembali program imbalan
       pasti                                 24.403        497.628     (314.050)       319.622       870.991
       Pajak penghasilan terkait             (5.369)      (109.478)       69.091       (70.317)    (191.618)
       Bagian komprehensif lain dari
       entitas asosiasi                           -              -             -       273.675       (91.639)
       Pos yang akan direklasifikasi
       ke laba rugi
       Pengukuran kembali atas
       liabilitas imbalan pasca kerja             -              -             -             -             -
       Pajak penghasilan terkait                  -              -             -             -             -


       Jumlah laba komprehensif -
       setelah pajak                         19.034        388.150     (244.959)       522.981       587.734


       JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
       TAHUN BERJALAN                    55.363.211     41.063.422    31.989.039    (1.131.761)   15.607.273
      Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


               Penjualan Bersih


               Selama tahun 2021 sampai tahun 2025, penjualan Perseroan tercatat mengalami
               perkembangan sebagai berikut.


                                                                                                      14
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             •    Pada tahun 2021, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp111,96 miliar.
                  Penjualan tersebut terutama berasal dari pendapatan sewa dan jasa yang
                  mencapai 80,14% dari total penjualan.
             •    Pada tahun 2022, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp195,01 miliar,
                  meningkat 74,17% dibandingkan tahun 2021. Peningkatan ini terutama
                  didominasi oleh pengadaan alat berat dan penjualan suku cadang yang
                  mencapai Rp118,53 miliar, meningkat 432,91% dibandingkan tahun 2021.
             •    Pada tahun 2023, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp232,15 miliar,
                  meningkat 19,05% dibandingkan tahun 2022. Peningkatan ini terutama
                  didominasi oleh pengadaan alat berat dan penjualan suku cadang yang
                  mencapai Rp143,41 miliar, meningkat 21,00% dibandingkan tahun 2022.
             •    Pada tahun 2024, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp356,26 miliar,
                  atau meningkat 53,46% dibandingkan tahun 2023. Peningkatan ini terutama
                  didominasi oleh pengadaan alat berat dan penjualan suku cadang yang
                  mencapai Rp224,98 miliar, meningkat 56,87% dibandingkan tahun 2023.
             •    Pada tahun 2025, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp405,64 miliar,
                  atau meningkat 13,86% dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini terutama
                  didominasi oleh pengadaan alat berat dan penjualan suku cadang yang
                  mencapai Rp277,86 miliar, meningkat 23,51% dibandingkan tahun 2024.


              Beban Pokok Pendapatan dan Laba kotor


              Selama tahun 2021 sampai tahun 2025, Beban Pokok Penjualan dan Laba kotor
              Perseroan tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut.


             •    Pada tahun 2021, Perseroan mencatat beban pokok pendapatan sebesar
                  Rp81,28 miliar, sehingga Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp30,68
                  miliar.
             •    Pada tahun 2022, Perseroan mencatat beban pokok pendapatan sebesar
                  Rp138,30 miliar, meningkat 70,61% dibandingkan tahun 2021. Peningkatan
                  tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan pembelian barang. Sejalan
                  dengan hal tersebut, laba kotor Perseroan meningkat 84,82% menjadi Rp56,70
                  miliar dari Rp30,68 miliar pada tahun 2021.
             •    Pada tahun 2023, Perseroan mencatat beban pokok pendapatan sebesar
                  Rp155,52 miliar, meningkat 12,45% dibandingkan tahun 2022. Peningkatan
                  tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan biaya operasi gudang. Seiring
                  dengan peningkatan tersebut, laba kotor Perseroan juga meningkat 35,14%
                  menjadi Rp76,63 miliar dari Rp56,70 miliar pada tahun 2022.
             •    Pada tahun 2024, Perseroan mencatat beban pokok pendapatan sebesar
                  Rp229,27 miliar, meningkat 47,42% dibandingkan tahun 2023. Peningkatan
                  tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan biaya operasi gudang. Seiring
                  dengan peningkatan tersebut, laba kotor Perseroan meningkat 65,72% menjadi
                  Rp127,00 miliar dari Rp76,63 miliar pada tahun sebelumnya.



                                                                                         15
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             •    Pada tahun 2025, Perseroan mencatat beban pokok pendapatan sebesar
                  Rp270,16 miliar, meningkat 17,83% dibandingkan tahun 2024. Peningkatan
                  tersebut terutama dipengaruhi oleh tingginya persediaan awal. Seiring dengan
                  peningkatan tersebut, laba kotor Perseroan meningkat 6,68% menjadi
                  Rp135,48 miliar dari Rp127,00 miliar pada tahun sebelumnya.


              Beban Usaha dan Laba Usaha


              Selama tahun 2021 sampai tahun 2025, Beban Usaha dan Laba Usaha Perseroan
              tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:


             •    Pada tahun 2021, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp20,30 miliar, yang
                  terdiri atas beban penjualan dan pemasaran sebesar Rp557,77 juta, beban
                  umum dan administrasi sebesar Rp22,57 miliar, dan pendapatan (beban) lain-
                  lain neto sebesar Rp2,83 miliar. Dengan beban usaha tersebut, Perseroan
                  membukukan laba usaha sebesar Rp10,38 miliar.
             •    Pada tahun 2022, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp47,38 miliar,
                  meningkat    133,37%      dibandingkan     Rp20,30    miliar   pada   tahun    2021.
                  Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban umum dan
                  administrasi. Dengan perkembangan beban usaha tersebut, laba usaha
                  Perseroan menurun sebesar 10,18% menjadi Rp9,32 miliar dari Rp10,38 miliar
                  pada tahun 2021.
             •    Pada tahun 2023, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp30,20 miliar, turun
                  36,27% dibandingkan Rp47,38 miliar pada tahun 2022. Penurunan ini terutama
                  dipengaruhi oleh pendapatan (beban) lain-lain neto dari keuntungan penjualan
                  aset tetap sebesar Rp13,62 miliar. Dengan perkembangan beban usaha
                  tersebut, laba usaha Perseroan meningkat sebesar 398,20% menjadi Rp46,43
                  miliar dari Rp9,32 miliar pada tahun 2022.
             •    Pada tahun 2024, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp60,49 miliar,
                  meningkat    100,33%      dibandingkan     Rp30,20    miliar   pada   tahun    2023.
                  Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan beban umum dan
                  administrasi dan pendapatan (beban) lain-lain neto. Dengan perkembangan
                  beban usaha tersebut, laba usaha Perseroan meningkat sebesar 43,22% menjadi
                  Rp66,50 miliar dari Rp46,43 miliar pada tahun 2023.
             •    Pada tahun 2025, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp52,90 miliar,
                  menurun 12,57% dibandingkan Rp60,49 miliar pada tahun 2024. penurunan
                  tersebut terutama dipengaruhi oleh pendapatan (beban) lain-lain neto dari
                  keuntungan    penjualan     aset   tetap    sebesar    Rp14,93    miliar.     Dengan
                  perkembangan beban usaha tersebut, laba usaha Perseroan meningkat sebesar
                  24,19% menjadi Rp82,59 miliar dari Rp66,50 miliar pada tahun 2024.




                                                                                                   16
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




              Laba Tahun Berjalan dan Laba Komprehensif Tahun Berjalan


              Selama tahun 2021 sampai tahun 2025, Laba Tahun Berjalan dan Laba
              Komprehensif Tahun Berjalan Perseroan tercatat mengalami perkembangan sebagai
              berikut:


              •      Pada tahun 2021, Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp15,02
                     miliar dan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp15,61 miliar. Selisih
                     tersebut dipengaruhi oleh laba komprehensif sebesar Rp587,73 juta yang
                     terutama berasal dari keuntungan pengukuran kembali program imbalan pasti.
              •      Pada tahun 2022, Perseroan membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp1,65
                     miliar dari laba sebesar Rp15,02 miliar pada tahun 2021, sedangkan rugi
                     komprehensif tahun berjalan sebesar Rp1,14 miliar dari laba sebesar Rp15,61
                     miliar pada tahun 2021.
              •      Pada tahun 2023, Perseroan membukukan laba sebesar Rp32,23 miliar dari rugi
                     sebesar Rp1,65 miliar pada tahun 2022, sedangkan laba komprehensif tahun
                     berjalan meningkat menjadi Rp31,99 miliar dari defisit Rp1,14 miliar.
              •      Pada tahun 2024, laba tahun berjalan meningkat 26,19% menjadi Rp40,68
                     miliar dari Rp32,23 miliar pada tahun 2023, sedangkan laba komprehensif
                     tahun berjalan meningkat menjadi Rp41,06 miliar dari Rp31,99 miliar.
              •      Pada tahun 2025, laba tahun berjalan meningkat 36,06% menjadi Rp55,34
                     miliar dari Rp40,68 miliar pada tahun 2024, sedangkan laba komprehensif
                     tahun berjalan meningkat menjadi Rp55,36 miliar dari Rp41,06 miliar.


      2.2.3   Rasio Keuangan

              Berdasarkan atas kinerja keuangan Perseroan per 31 Desember 2021 sampai
              dengan 31 Desember 2025, diperoleh hasil analisis rasio sebagai berikut:

                                         Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
                            Keterangan               2025     2024       2023      2022      2021     Rerata


                  LIQUIDITY (%)
                  Current Ratio                     205,38%   174,81%   184,11%   153,32%   152,77%   174,08%
                  Quick Ratio                        68,39%    62,00%    71,95%    63,89%    25,41%    58,33%
                  Working Capital to Total Assets    35,05%    30,17%    24,59%    22,56%    17,82%    26,04%


                  ACTIVITY (X)
                  Total Assets Turnover (X)            0,76      0,69      0,80      0,82      0,43      0,70
                  Inventory Turnover (X)               2,06      1,70      2,42      2,24      1,07      1,90
                  Average Day's Inventory (Day)        177       214       151       163       340       209
                  Account Receivable Turnover (X)      3,56      3,99      4,86      3,98      5,79      4,44
                  Average Collection Period (Day)      103        91        75        92        63        85
                  Working Capital Turnover (X)         2,16      2,27      3,25      3,63      2,43      2,75




                                                                                                           17
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                        Keterangan              2025     2024     2023     2022     2021     Rerata
               SOLVABILITY(%)
               Total Debt to Equity Ratio       65,79%   86,91%   76,71%   80,03%   85,46%   78,98%
               Total Debt to Asset Ratio        39,68%   46,50%   43,41%   44,45%   46,08%   44,02%
               Long Term Debt to Equity Ratio   10,64%   11,54%   25,04%    3,87%   22,81%   14,78%


               RENTABILITY (%)
               Gross Profit Margin              33,40%   35,65%   33,01%   29,08%   27,40%   31,71%
               Operating Profit Margin          20,36%   18,67%   20,00%    4,78%    9,27%   14,62%
               Net Profit Margin                13,64%   11,42%   13,88%   -0,85%   13,41%   10,30%
               Rate of Return on Investment     10,32%    7,83%   11,11%   -0,70%    5,81%    6,88%
               Rate of Return on Equity         17,11%   14,64%   19,64%   -1,25%   10,78%   12,19%
             Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


             Rasio Likuiditas
             Rasio likuiditas menunjukkan rata-rata current ratio sebesar 174,08% dan quick
             ratio sebesar 58,33%, sedangkan working capital to total assets ratio memiliki rata-
             rata sebesar 26,04%. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan memiliki aset lancar
             yang memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Namun demikian,
             tingkat quick ratio yang berada di bawah 100,00% menunjukkan bahwa pemenuhan
             kewajiban jangka pendek masih bergantung pada pencairan persediaan.


             Rasio Aktivitas
             Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan aset
             untuk menghasilkan pendapatan. Rata-rata total assets turnover tercatat sebesar
             0,70 kali, yang mengindikasikan bahwa setiap Rp1,00 aset mampu menghasilkan
             pendapatan sebesar Rp0,70. Hal ini menunjukkan bahwa aset telah dimanfaatkan
             secara memadai, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan produktivitas
             aset. Inventory turnover berada pada rata-rata 1,90 kali atau setara dengan average
             days inventory sekitar 209 hari menunjukkan bahwa aset dalam bentuk persediaan
             relatif lama tersimpan sebelum terealisasi. Sementara itu, account receivable
             turnover rata-rata sebesar 4,44 kali, yang tercermin dari average collection period
             sekitar 85 hari mencerminkan bahwa aset berupa piutang telah dikelola dengan
             cukup baik, meskipun masih dapat dioptimalkan. Secara keseluruhan, working
             capital turnover sebesar 2,75 kali menunjukkan bahwa modal kerja—sebagai bagian
             dari aset—telah dimanfaatkan secara cukup efektif dalam mendukung kegiatan
             operasional Perseroan.


             Rasio Solvabilitas
             Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi
             kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang. Rata-rata debt to equity ratio
             (DER) tercatat sebesar 78,98%, yang menunjukkan bahwa struktur permodalan
             Perseroan relatif lebih banyak didukung oleh ekuitas dibandingkan liabilitas.
             Sementara itu, debt to asset ratio (DAR) berada pada rata-rata 44,02%, yang
             menunjukkan bahwa kurang dari separuh aset Perseroan dibiayai melalui liabilitas.


                                                                                                  18
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             Adapun long term debt to equity ratio rata-rata sebesar 14,78%, yang
             mencerminkan bahwa porsi utang jangka panjang relatif kecil dibandingkan total
             ekuitas.


             Rasio Rentabilitas
             Rasio rentabilitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba
             dari kegiatan operasionalnya. Rata-rata gross profit margin sebesar 31,71%,
             mencerminkan bahwa setelah dikurangi beban pokok penjualan, Perseroan masih
             memiliki ruang margin yang cukup untuk menutup beban operasional dan
             menghasilkan laba. Selanjutnya, operating profit margin berada pada rata-rata
             14,62%, menunjukkan bahwa efisiensi operasional Perseroan tergolong cukup baik
             dalam mengelola beban usaha. Adapun net profit margin rata-rata sebesar 10,30%,
             mengindikasikan bahwa setelah memperhitungkan seluruh beban, termasuk bunga
             dan pajak, Perseroan tetap mampu membukukan laba bersih.


              Rata-rata rate of return on investment (ROI) sebesar 6,88%, yang menunjukkan
              bahwa Perseroan mampu menghasilkan laba dari total investasi yang dilakukan.
              Selain itu, rate of return on equity (ROE) rata-rata sebesar 12,19%, yang
              menunjukkan bahwa Perseroan cukup efektif dalam menghasilkan laba bagi
              pemegang saham dari modal yang diinvestasikan.


      2.3     Produk dan Layanan Perseroan


             Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
             Perseroan adalah sebagai berikut:


             Kegiatan Usaha Utama
             −    Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam (KBLI 09100);
             -    Industri Tangki, Tandon Air dan Wadah dari Logam (KBLI 25120);
             -    Industri Mesin Pembangkit Listrik (KBLI 27112);
             -    Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Kran dan Klep/Katup (KBLI 28130);
             -    Reparasi Mesin Untuk Keperluan Umum (KBLI 33121);
             -    Reparasi Mesin Untuk Keperluan Khusus (KBLI 33122);
             -    Reparasi Motor Listrik, Generator dan Transformator (KBLI 33141);
             -    Perdagangan Besar Suku Cadang Elektronik (KBLI 46521);
             -    Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (46599);
             -    Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (KBLI 46100);
             −    Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan
                  Industri Pengolahan (KBLI 77391);
             -    Instalasi Minyak dan Gas (KBLI 43223); dan
             -    Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi (KBLI 42915).


             Kegiatan Usaha Penunjang
             -    Industri Pipa dan Sambungan Pipa dari Baja dan Besi (KBLI 24103);


                                                                                             19
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             -     Industri Pipa dan Sambungan Pipa dari Logam Bukan Besi dan Baja (KBLI 24205);
             -     Jasa Industri untuk Berbagai Pengerjaan Khusus Logam dan Barang dari Logam
                   (KBLI 25920);
             -     Industri Mesin Uap, Turbin dan Kincir (KBLI 28111);
             -     Industri Komponen dan Suku Cadang Mesin dan Turbin (KBLI 28113);
             -     Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung (KBLI 30112);
             -     Pembangkitan Tenaga Listrik (35111);
             -     Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (KBLI 42202);
             -     Instalasi Saluran Air (KBLI 43221);
             -     Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (KBLI 43905);
             -     Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang dan
                   Perlengkapannya (KBLI 46591);
             -     Perdagangan Besar Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (KBLI 46631);
             -     Perdagangan Besar Berbagai Macam Barang (KBLI 46900);
             -     Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mobil, Bus, Truk
                   dan Sejenisnya (KBLI 77100);
             -     Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Alat Transportasi
                   Darat Bukan Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih (KBLI 77311);
             -     Industri Motor Pembakaran Dalam (KBLI 28112); dan
             -     Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan
                   Konstruksi dan Teknik Sipil (KBLI 77393).

             Ditinjau berdasarkan bidang industrinya, Perseroan menyediakan beragam produk
             dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Berikut rincian produk
             dan layanan tersebut.


                                       Tabel 5 Produk dan Jasa Perseroan
                     Industri                                  Jenis Produk dan Jasa
                 Minyak dan Gas    Upstream & Downstream
                                   •   Pengangkutan minyak mentah ke/dari fasilitas pengolahan
                                       lanjutan;
                                   •   Produksi injeksi air;
                                   •   Instalasi Pengolahan dan Injeksi Air (WTIP);
                                   •   Perbaikan peralatan rotasi, serta pengoperasian dan
                                       pemeliharaan;
                                   •   Perawatan (pigging) pipa;
                                   •   Pabrik produksi awal;
                                   •   Pompa lumpur, semen, dan stimulasi;
                                   •   Konstruksi dan penyewaan tangki minyak mentah dan air;
                                   •   Pembersihan tangki lumpur;
                                   •   Layanan integrasi stasiun booster;
                                   •   Penyedia suku cadang pompa yang dapat dipertukarkan;
                                   •   Solusi pembangkit listrik tenaga gas dan diesel; dan
                                   •   Kompresi gas di kepala sumur.




                                                                                                 20
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                     Industri                                     Jenis Produk dan Jasa
               Geotermal               •    Penyediaan bahan kimia dan air untuk proses drilling;
                                       •    Produksi reinjeksi cairan garam; dan
                                       •    Kill well pump services.
               Pertambangan            •    Pengeringan air dan pemindahan lumpur; dan
                                       •    Pemasangan ulang, perbaikan, dan peremajaan pompa.


             Perseroan juga menjalin kerja sama dengan 7 pemilik (principal) merek melalui
             lisensi pemasaran produk dengan rincian sebagai berikut:


                                                   Tabel 6 Lisensi Produk
                     Merek                                             Lisensi Produk
               Mudking                 Peralatan untuk drilling dan produksi, termasuk untuk handling,
                                       kelengkapan pompa, dan katup.
                                       Pompa API 674 & 610.
               Petrodrill              Peralatan pabrikan untuk API 4F, 7K, 8C, dan Q1
               PumpWorks               Pompa API 610 untuk pengolahan dan penyulingan minyak.
               Double Life             Peralatan solid control
                                       Drilling Rig Accessories
               WEG                     Solusi untuk motor listrik, penggerak frekuensi variabel, starter
                                       lunak, kontrol, panel, trafo, dan generator.
               Gardner Denver          API 674 Reciprocating Pumps
               Leistritz               Solution for Screw & Multiphase Pumps, Spareparts, and Services


             Penambahan         KBLI       71101   yaitu   Aktivitas       Arsitektural,   KBLI   33201    yaitu
             Instalasi/Pemasangan dan Perangkaian/Integrasi Mesin, Peralatan, dan Sistem
             Industri, KBLI 43211 yaitu Pemasangan Jaringan Listrik, KBLI 77399 yaitu Penyewaan
             dan Sewa Guna Usaha Mesin, Peralatan, dan Barang Berwujud Lainnya YTDL, KBLI
             77395 yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Mesin dan Peralatan Pertambangan dan
             Penggalian, serta KBLI 27113 yaitu Industri Pengubah Tegangan/Transformator dan
             Pengubah Arus/Rectifier, dilakukan untuk mendukung pengembangan layanan
             terintegrasi berbasis Engineering, Procurement, and Construction (EPC) yang
             melengkapi kegiatan usaha Perseroan yang telah berjalan. Melalui penambahan ini,
             Perseroan diharapkan dapat memperluas layanan, yang mencakup perencanaan
             teknis, pengadaan, hingga instalasi dan integrasi sistem.


      2.4     Teknologi yang Digunakan


              Dalam mendukung kegiatan operasional, Perseroan memanfaatkan berbagai
              teknologi, termasuk perangkat lunak (software) seperti CNC, drafting software
              untuk perancangan teknis, serta simulasi hidrolik. Penggunaan teknologi tersebut
              memungkinkan Perseroan meningkatkan keandalan produk dan layanan yang
              diberikan kepada pelanggan.



                                                                                                             21
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      2.5     Pasar yang Dituju


              Pasar yang dituju oleh Perseroan adalah pelaku industri energi, khususnya sektor
              minyak dan gas. Secara geografis, Perseroan memfokuskan pasar di wilayah
              Indonesia, terutama pada area dengan aktivitas industri energi yang tinggi seperti
              Sumatra dan Jawa, sejalan dengan lokasi fasilitas workshop yang mendukung
              operasional di wilayah tersebut. Selain itu, Perseroan juga telah menjangkau
              berbagai wilayah operasional lain di Indonesia, termasuk Kalimantan, Sulawesi,
              hingga Papua.


      2.6     Pesaing dan Persaingan


             Perseroan memiliki persaingan usaha dengan produsen dalam negeri yang juga
             mempunyai sertifikat TKDN dan pengalaman bisnis di bidang hulu migas, antara
             lain:


             − PT Genggam Asa Sekawan
             − PT Sikars Petroleum Nusantara
             − PT Epsindo Jaya Pratama
             − PT Hokindo Gemilang
             − PT Gunung Putih Putra
             − PT Phalosa Semesta Abadi
             − PT Media Testerindo
             − PT Bhumi Phala Perkasa
             − PT Indo Mitra Sekawan
             − PT Imeco Inter Sarana
             − PT Duraquipt Cemerlang


             Untuk menghadapi persaingan usaha, maka Perseroan berkomitmen untuk menjaga
             hubungan pelanggan yang baik dan menjaga operasional secara berkualitas.


      2.7     Pola Bisnis


             Perseroan menjalankan kegiatan usaha melalui model bisnis yang mencakup
             penjualan, penyewaan, pemeliharaan, dan perbaikan peralatan penunjang industri
             migas, khususnya pompa, serta penyediaan suku cadang (spare parts). Kegiatan
             usaha tersebut terbagi dalam dua segmen utama, yaitu Penjualan & Pengadaan serta
             Service & Rental. Dalam pelaksanaannya, untuk pengadaan peralatan dan layanan
             operation & maintenance, Perseroan umumnya mengikuti proses tender, sementara
             untuk penjualan dan pengadaan suku cadang dapat dilakukan melalui kontrak
             payung yang mencakup jasa penggantian dan perbaikan dalam jangka waktu
             tertentu. Seiring dengan terjalinnya hubungan jangka panjang dan tingkat
             kepercayaan, Perseroan juga berpeluang memperoleh penugasan secara langsung



                                                                                             22
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             untuk penyediaan suku cadang, pengadaan peralatan, maupun layanan operasional
             dan    pemeliharaan,    sehingga   mendukung      kesinambungan     pendapatan     dan
             penguatan hubungan bisnis.


      2.8     Strategi Pemasaran

             Beberapa Aktivitas Pemasaran yang dilakukan antara lain dengan strategi
             pemasaran Business-to-Business (B2B), yang antara lain:
             −     Aktif berpartisipasi mengikuti event atau pameran usaha yang dilakukan oleh
                   asosiasi perusahaan yang berada di industri migas dan pertambangan.
             −     Aktif melakukan sponsorship pada acara-acara yang digelar oleh asosiasi yang
                   berkaitan dengan industri migas dan pertambangan.
             −     Aktif menjalin komunikasi dengan pelanggan saat ini dan para stakeholder
                   untuk memperbaharui database atas project berbasis tender.
             −     Rutin melakukan Service Quality Meeting (SQM) dengan pelanggan recurring
                   dan pelanggan jasa rental, dan ditindaklanjuti dengan visit ke lokasi operasional
                   untuk memperoleh feedback dari pelanggan.


      2.9     Kebutuhan Produksi atau Operasi


             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan didukung oleh ketersediaan
             peralatan, fasilitas, serta sumber daya yang memadai untuk layanan penunjang
             industri energi. Perseroan telah memiliki pasokan peralatan utama seperti pompa,
             kompresor, mesin gas/genset, serta komponen pendukung (spare parts). Selain itu,
             Perseroan juga didukung oleh fasilitas workshop di wilayah strategis yang berperan
             dalam kegiatan penyimpanan, perakitan, pengujian, serta pemeliharaan peralatan
             sebelum digunakan pelanggan. Di sisi operasional, Perseroan didukung oleh tenaga
             kerja yang kompeten dan bersertifikasi untuk menangani proses instalasi, integrasi
             sistem, serta layanan purna jual. Perseroan juga memastikan ketepatan waktu
             pengiriman dan ketersediaan peralatan di lokasi proyek. Dengan dukungan
             tersebut, Perseroan mampu menjaga kelancaran operasional, serta kualitas layanan.


      2.10    Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia


             Perseroan didukung oleh manajemen yang berpengalaman dalam pengelolaan
             proyek, operasional, dan pengadaan, sehingga mampu memastikan efektivitas
             perencanaan dan pelaksanaan kegiatan usaha. Di sisi sumber daya manusia,
             Perseroan memiliki tenaga kerja yang kompeten, baik tenaga teknis maupun non-
             teknis, termasuk tenaga ahli bersertifikasi di bidang teknik. Selain itu, Perseroan
             terus melakukan pengembangan kompetensi melalui pelatihan guna menjaga
             kualitas layanan dan mendukung pertumbuhan usaha.




                                                                                                 23
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      2.11    Hak Atas Kekayaan Intelektual


             Terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
             diperoleh informasi Hak Atas Kekayaan Intelektual yang telah dimiliki oleh
             Perseroan.


              1. Sertifikat Hak Merek Mud King (Kode Kelas 6) dengan No. Pendaftaran
                  IDM000536183. Merek ini mulai dilindungi sejak 17 September 2013, dan
                  berlaku hingga 17 September 2033.
              2. Sertifikat Hak Merek Mud King (Kode Kelas 7) dengan No. Pendaftaran
                  IDM000506924. Merek ini mulai dilindungi sejak 17 September 2013, dan
                  berlaku hingga 17 September 2033.
              3. Sertifikat Hak Merek MKAPR (Kode Kelas 7) dengan No. Pendaftaran
                  IDM000480973. Merek ini mulai dilindungi sejak 7 Februari 2013, dan berlaku
                  hingga 7 Februari 2033.


      2.12    Peraturan Perundang-undangan yang Terkait


              Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait antara lain adalah:
             1.   POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
                  Kegiatan Usaha.
             2.   POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
                  Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
             3.   Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
                  Indonesia.
             4.   Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
                  Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.


      2.13    Aspek Lingkungan


              Perseroan berkomitmen untuk mengelola aspek lingkungan secara berkelanjutan
              dengan meminimalkan dampak operasional terhadap ekosistem di sekitar wilayah
              kerja. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah pembangunan fasilitas Tempat
              Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3 di area workshop, sehingga pengelolaan
              limbah berbahaya dapat dilakukan secara aman, terkontrol, dan sesuai dengan
              ketentuan yang berlaku.


      2.14    Faktor Risiko Utama


              Produk yang disediakan oleh Perseroan untuk menunjang kegiatan usahanya
              berasal dari beberapa merek principal. Dalam hal ini, Perseroan memiliki perjanjian
              kerja sama sebagai reseller dan system integrator dengan Mudking, Petrodrill,
              PumpWorks, Double Life, WEG, Gardner Denver, dan Leistritz. Para principal tersebut


                                                                                              24
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




              memiliki kewenangan untuk menentukan mitra terpilih dalam memasarkan
              produknya, baik kepada sektor pemerintah maupun swasta. Perjanjian kerja sama
              tersebut berlaku untuk jangka waktu tertentu dan dievaluasi secara berkala oleh
              masing-masing principal. Kondisi ini menimbulkan risiko bagi Perseroan, karena
              apabila di kemudian hari Perseroan kehilangan hak keagenan akibat berakhirnya
              masa perjanjian atau tidak terpenuhinya ketentuan yang disyaratkan, maka hal
              tersebut dapat menghambat kegiatan penjualan serta berdampak negatif terhadap
              pendapatan, laba, dan arus kas Perseroan. Mitigasi atas risiko tersebut dilakukan
              melalui memperkuat hubungan jangka panjang dengan principal, serta diversifikasi
              kerja sama dengan beberapa principal. Selain itu, Perseroan juga berupaya
              memperluas portofolio produk dan layanan, sehingga tidak bergantung pada satu
              principal tertentu.

      2.15    Persyaratan Modal dan Strategi Finansial


              Persyaratan modal Perseroan bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan skala serta
              kompleksitas proyek. Kebutuhan utama difokuskan pada modal kerja untuk
              mendukung pelaksanaan proyek, dengan estimasi sekitar 60% dari nilai masing-
              masing proyek. Pemenuhan kebutuhan modal kerja tersebut direncanakan berasal
              dari kombinasi sumber pendanaan, yaitu sekitar 70% dari fasilitas perbankan dan
              30% dari kas internal Perseroan, sehingga Perseroan tetap adaptif dan mampu
              mendukung berbagai proyek secara efektif.




                                                                                            25
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      3       KELAYAKAN PASAR

      3.1     Kondisi Pasar

      3.1.1   Perkembangan Ekonomi Global


              Prospek perekonomian global masih dalam tren melambat dengan ketidakpastian
              yang meningkat. Pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diprakirakan sedikit lebih
              rendah menjadi sebesar 3,2% dibandingkan dengan capaian 2025 sebesar 3,3%.
              Pertumbuhan yang lebih rendah tersebut terutama dipengaruhi oleh dampak
              lanjutan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan kerentanan rantai pasok global,
              meskipun prospek perekonomian AS membaik didorong investasi sektor teknologi
              termasuk artificial intelligence (AI) dan stimulus fiskal pengurangan pajak.
              Sementara itu, prospek pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok, dan India pada
              2026 melambat akibat pelemahan permintaan domestik dan ekspor di tengah
              investasi AI yang juga meningkat. Kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan dan
              penguatan respons kebijakan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik dari
              rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.


                                           Tabel 7 Pertumbuhan PDB Dunia
                            Negara             2021     2022     2023      2024    2025*    2026*

               Dunia                              6,3      3,5     3,3       3,3      3,3      3,2
               Negara Maju                        5,6      2,6     1,7       1,8      1,7      1,8
                 Amerika Serikat                  5,9      1,9     2,9       2,8      2,1      2,3
                 Kawasan Eropa                    5,6      3,4     0,4       0,9      1,3      1,3
                 Jepang                           2,2      1,0     1,5       0,1      1,1      0,8
               Negara Berkembang                  6,9      4,1     4,4       4,3      4,3      4,1
                 Tiongkok                         8,4      3,0     5,2       5,0      5,0      4,4
                 India                            8,3      6,8     7,7       6,5      7,4      6,6
                 ASEAN-5                          4,0      5,5     4,0       4,6      4,4      4,3
                 Amerika Latin                    7,4      4,2     2,4       2,4      2,2      2,2
                 Negara Berkembang Eropa          7,3      1,2     3,3       3,4      2,2      2,4
                 Timur Tengah & Asia Tengah       4,3      5,4     2,0       2,4      3,5      3,8
              Sumber: Bank Indonesia. *Proyeksi Bank Indonesia


      3.1.2   Tinjauan Makro Ekonomi Indonesia


              Pertumbuhan Ekonomi Indonesia


              Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 diprakirakan berada di kisaran 4,7—5,5%.
              Pada 2026, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,9—
              5,7%, ditopang kenaikan permintaan domestik sejalan dengan berbagai kebijakan
              Pemerintah dan berlanjutnya dampak positif dari bauran kebijakan Bank Indonesia
              untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.




                                                                                             26
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                   Efektivitas berbagai program stimulus Pemerintah pada tahun 2026 perlu diperkuat
                   untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja. Investasi
                   juga diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya program prioritas
                   Pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), sehingga diharapkan
                   makin dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian. Bank
                   Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan
                   moneter, makro prudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan
                   kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan
                   yang lebih tinggi dan berdaya tahan.


                        Tabel 8 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
                                                             2023                                                   2024                                        2025
             Komponen            2022                                                2023                                                2024
                                               I       II           III      IV                    I           II          III     IV                  I          II      III
    Konsumsi Swasta               4,96    4,57        5,30          5,08     4,78    4,94      5,33        5,05            5,06   5,01    5,11    4,91           5,04    4,87
    Konsumsi Rumah Tangga         4,94    4,53        5,22          5,05     4,47    4,82      4,91        4,93            4,91   4,98    4,94    4,95           4,97    4,89
    Konsumsi Lembaga
      Nonprofit yang Melayani     5,66    6,29        8,78           6,4     18,4      10      24,1        9,79            11,5   6,06    12,5    7,82           7,82    4,28
      Rumah Tangga
    Konsumsi Pemerintah          -4,42    3,33       -3,86          10,5     2,94    3,02      20,4        4,62            2,03   4,17    6,61   -1,37          -0,33    5,49
    Investasi (PMTDB)             3,87    1,53        5,08          4,05     4,32    3,76      3,78        5,16            4,42   5,03    4,61    6,99           6,99    5,04
    Investasi Bangunan            0,91    0,08        6,31          3,32     6,42    4,04      5,46        6,02            5,31   5,26    5,51    4,89           4,89    3,02
    Investasi Nonbangunan         12,5         5,7    2,05           6,1    -0,78    3,03     -0,78        2,96            1,97    4,4    2,23    12,9           12,9   10,34
    Ekspor                        16,2    11,7       -3,91         -2,84     1,66    1,34      1,48        8,13            8,79   7,63    6,51    6,46           10,7    9,91
    Impor                        15,00    4,12       -3,25         -6,82     0,14     -1,6         1,5     11,9            7,79   10,4    7,95    4,17           11,7    1,18
    PDB                           5,31    5,04        4,94          5,17     5,04    5,05      5,11        5,05            4,95   5,02    5,03    4,87           5,12    5,04

  Sumber: Bank Indonesia


                   Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU Industri Pengolahan, LU
                   Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Informasi dan Komunikasi menunjukkan
                   kinerja positif.


                      Tabel 9 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
                                                            2023                                                2024                                            2025
          Komponen              2022                                                2023                                                 2024
                                           I          II           III      IV                 I          II           III        IV               I             II      III
Pertanian, Kehutanan, dan
                                 2,25     0,44        2,03         1,49     1,13     1,31    -3,54        3,25        1,69        0,71   0,67    10,52          1,65     4,93
  Perikanan
Pertambangan dan
                                 4,38     4,92        5,01         6,95     7,46     6,12     9,31        3,17        3,46        3,95    4,9    -1,23          2,03    -1,98
  Penggalian
Industri Pengolahan              4,89     4,43        4,88         5,19     4,07     4,54     4,13        3,95        4,72        4,89   4,43     4,55          5,68     5,54
Pengadaan Listrik dan Gas        6,61     2,67        3,15         5,06     8,68     4,91     5,35        5,39        5,02        3,42   4,77     5,11           0,9     2,86
Pengadaan Air, Pengelolaan
  Sampah, Limbah dan             3,23      5,7        4,78         4,49     4,66      4,9     4,44        0,84        0,03        1,06   1,56     0,18          0,82     3,32
  Daur Ulang
Konstruksi                       2,01     0,32        5,23         6,39     7,68     4,91     7,59        7,29        7,48        5,81   7,02     2,18          4,98     4,21
Perdagangan Besar dan
  Eceran Reparasi Mobil          5,53     4,94         5,3          5,1     4,09     4,85     4,58        4,85        4,82        5,19   4,86     5,03          5,37     5,49
  dan Sepeda Motor
Transportasi dan
                                19,87    15,93       15,28     14,74       10,33    13,96     8,66        9,56        8,64        7,92   8,69     9,01          8,52     8,62
  Pergudangan
Penyediaan Akomodasi dan
                                11,94    11,54        9,91     10,93        7,88      10      9,34       10,15        8,32        6,61   8,56     5,75          8,04     8,41
  Makan Minum
Informasi dan Komunikasi         7,73     7,11        8,03         8,51     6,74     7,59     8,41        7,66        6,82        7,45   7,57     7,72          7,92     9,65
Jasa Keuangan dan Asuransi       1,93     4,45        2,86         5,24     6,56     4,77     3,93         7,9        5,49        1,74   4,74     3,98           3,2     0,77
Real Estat                       1,72     0,37        0,96         2,21     2,18     1,43     2,54        2,16        2,32        2,97    2,5     2,94          3,71     3,95



                                                                                                                                                           27
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                                                                   2023                                                                  2024                                                       2025
           Komponen               2022                                                             2023                                                                    2024
                                               I             II              III          IV                            I           II               III           IV                      I           II         III
 Jasa Perusahaan                  8,77        6,37           9,59            9,37         7,62         8,24            9,63         7,96         7,93             8,08      8,38       9,27          9,31        9,94
 Administrasi Pemerintahan,
   Pertahanan dan Jaminan         2,52        2,13           8,18           -6,24         1,63         1,51        18,89            2,81         3,94             1,16       6,4       4,79          4,69        4,33
   Sosial Wajib
 Jasa Pendidikan                  0,55        1,02           5,42           -2,09         2,63         1,77            7,43         2,44         2,56             2,95      3,75       5,04            1,4      10,59
 Jasa Kesehatan dan
                                  2,75        4,77           8,27            2,92         3,09         4,67        11,65            8,57         7,65              5,2      8,11       5,78            3,8       6,83
   Kegiatan Sosial
 Jasa lainnya                     9,47         8,9          11,89           11,14        10,15     10,52               8,92         8,85         9,95            11,36       9,8       9,84         11,31        9,92
 PDB                              5,31        5,04           5,17            4,94         5,04         5,05            5,11         5,05         4,95             5,02      5,03       4,87          5,12        5,04

Sumber: Bank Indonesia


                    Neraca Pembayaran Indonesia

                    NPI triwulan IV 2025 diprakirakan tetap baik ditopang neraca perdagangan yang pada
                    November 2025 kembali mencatat surplus sebesar US$2,7 miliar didukung oleh
                    ekspor       nonmigas               berbasis                   sumber          daya            alam             seperti                 logam           mulia          dan
                    perhiasan/permata, nikel dan barang dari padanya, serta bahan bakar mineral.
                    Sementara itu, aliran modal triwulan IV 2025 mencatat net inflows terutama ditopang
                    kenaikan cukup tinggi pada bulan Desember 2025 yang bersumber dari penerbitan
                    global bond, setelah sebelumnya pada bulan Oktober dan November 2025 tercatat
                    rendah sejalan dengan ketidakpastian global yang masih tinggi. Posisi cadangan
                    devisa Indonesia akhir Desember 2025 meningkat menjadi sebesar US$156,5 miliar,
                    setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran
                    utang luar negeri Pemerintah, sekitar 3 bulan impor.


                                                            Tabel 10 Neraca Pembayaran Indonesia
                                                              2023                                                                       2024*                                                  2025
       Komponen (Miliar US$)
                                     I             II             III              IV      Total              I               II           III              IV           Total        I*            II**       III**
   Transaksi Berjalan                2,9           -2,3       -1,3             -1,4               -2      -2,4                 -3            -2             -1,3           -8,7       -0,2          -2,7        40,5
   A. Barang 1)                     14,8            10        10,2             11,4             46,3          9,3              10           9,2             11,3           39,8        13           10,6        16,1
       - Ekspor, FOB                66,8           61,6       63,5             65,9            257,7      61,9               62,3         67,5              71,3         263,1        65,9            68        73,9
       - Impor, FOB                -52,1      -51,6          -53,3           -54,5         -211,4        -52,6              -52,3        -58,3              -60         -223,3        -53       -57,4          -57,8
         a. Nonmigas                     19        15,2             16         17,7             67,8      15,1               15,2         14,7              17,8           62,7       18,8          15,7        20,9
         b. Migas                   -3,9           -4,7       -5,4             -5,9            -19,9      -5,5               -4,6         -4,4              -5,1         -19,6        -4,7          -4,2        -4,8
   B. Jasa - jasa                   -4,5           -4,5       -3,9             -4,8            -17,7      -4,2                 -5         -4,2              -5,2         -18,6        -5,5          -5,2        -4,3
   C. Pendapatan Primer             -8,8           -9,2       -8,8             -9,3              -36      -8,8               -9,4         -8,5               -9          -35,9        -9,3          -9,8        -9,4
   D. Pendapatan Sekunder            1,4            1,4            1,3             1,3           5,4          1,3             1,4           1,5              1,7                 6     1,6           1,7         1,7
   Transaksi Modal & Finansial            4        -4,5       -0,5             10,8              9,8      -2,4                2,6                8           9,4           17,6       -0,4          -3,5        -8,1
       1. Investasi Langsung         4,4            3,9            2,7             3,4          14,4          4,9             2,3           5,1              3,4           15,7        2,5           3,5         2,5
       2. Investasi Portofolio            3        -2,6             -3             4,9           2,2      -2,1                3,2           9,8             -2,5            8,3            1        -8,1        -7,1
       3. Investasi Lainnya         -3,6           -5,6       -0,1                 2,4          -6,9      -4,8               -3,3         -7,2               8,5           -6,7       -4,2                 1    -3,4
   Neraca Keseluruhan                6,5           -7,4       -1,5                 8,6           6,3              -6         -0,6           5,9              7,9            7,2       -0,8          -6,7        -6,4
   - Cadangan Devisa               145,2      137,5          134,9           146,4             146,4     140,4              140,2        149,9             155,7         155,7       157,1      152,6          148,7
   Dalam Bulan Impor dan
   Pembayaran Utang Luar             6,2                6               6          6,5           6,5          6,2             6,1           6,4              6,5            6,5        6,5           6,2           6
   Negeri Pemerintah
   - Transaksi Berjalan (% PDB)      0,9           -0,7       -0,4             -0,4             -0,1      -0,7               -0,9         -0,6              -0,3           -0,6       -0,1          -0,8         1,1

 Sumber: Bank Indonesia *Angka sementara; **Angka sangat sementara


                                                                                                                                                                                               28
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             Nilai Tukar Rupiah


             Nilai tukar Rupiah pada 20 Januari 2026 tercatat sebesar Rp16.945 per US$,
             melemah 1,53% (ptp) bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2025.
             Pelemahan nilai tukar tersebut dipengaruhi aliran keluar modal asing akibat
             meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Selain           itu, kenaikan
             permintaan valas oleh perbankan dan korporasi domestik sejalan dengan kegiatan
             ekonomi turut memengaruhi kinerja Rupiah. Guna menjaga stabilitas nilai tukar
             Rupiah, Bank Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi
             di pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons
             kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten
             dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026.


                  Gambar 1 Indeks Rupiah Terhadap US$, Negara Maju Kecuali AS & Negara
                                                 Berkembang




             Sumber: Bank Indonesia


             Inflasi


             Inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi
             yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan
             moneter BI dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya
             dan imported    inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered
             prices (AP)   terjaga   rendah   sebesar   1,93%   (yoy).   Sementara   itu,   inflasi
             kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 6,21% (yoy) disumbang
             terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat
             gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.




                                                                                                29
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                                  Gambar 2 Grafik Inflasi IHK dan Komponen




                        Sumber: Bank Indonesia


      3.2    Pangsa Pasar


             Industri minyak dan gas merupakan salah satu sektor strategis yang berperan
             penting dalam mendukung ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan
             pembangunan nasional. Karakteristik industri yang padat modal dan membutuhkan
             teknologi khusus menyebabkan pasar minyak dan gas cenderung didominasi oleh
             perusahaan-perusahaan yang memiliki sumber daya dan kapabilitas yang kuat.


             Industri   minyak   dan   gas   Indonesia   memiliki   struktur   pasar   yang   relatif
             terkonsentrasi, dengan sebagian besar produksi nasional dikuasai oleh beberapa
             perusahaan besar. Pertamina menguasai sekitar 60% produksi minyak dan gas
             nasional, sementara Chevron, Shell, dan ExxonMobil secara kolektif menguasai
             sekitar 20% produksi nasional, sedangkan sisanya ditempati oleh Medco, Harbour
             Energy, Jadestone, dan perusahaan independen lainnya. Penerapan kontrak bagi
             hasil gross split telah mengurangi hambatan birokrasi dan memberikan kepastian
             yang lebih baik bagi investor, sehingga memungkinkan pelaku usaha untuk
             mempercepat kegiatan eksplorasi dan pengembangan cadangan. Selain itu,
             perusahaan migas internasional memanfaatkan teknologi laut dalam dan carbon
             capture, utilization, and storage (CCUS) untuk mengembangkan reservoir yang lebih
             kompleks, sering kali melalui kerja sama dengan perusahaan lokal guna memenuhi
             ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).


             Segmen hulu merupakan segmen terbesar dalam industri migas Indonesia dengan
             nilai pasar mencapai US$10,01 miliar pada tahun 2025 atau sekitar 72,10% dari total
             pendapatan industri. Dari sisi lokasi operasi, kegiatan onshore masih mendominasi
             dengan pangsa sebesar 58,10% pada tahun 2025, meskipun pertumbuhan aktivitas
             offshore diproyeksikan lebih tinggi. Pada segmen jasa, kegiatan konstruksi




                                                                                                  30
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             menguasai sekitar 51,60% pangsa pasar seiring tingginya kebutuhan pembangunan
             jaringan pipa, fasilitas LNG, dan pembangkit listrik berbahan bakar gas.


               Gambar 3 Pangsa Pasar Industri Minyak dan Gas Indonesia Menurut Sektor pada
                                                 Tahun 2025




                   Sumber: Mordor Intelligence


             Segmen layanan pengeboran merupakan segmen terbesar dalam pasar oilfield
             services, dengan pangsa sekitar 43% dari total pasar pada tahun 2024. Segmen ini
             mencakup pengeboran lepas pantai dan berbagai layanan pengeboran lainnya,
             dengan kontribusi signifikan dari pengeboran lepas pantai. Dominasi segmen ini
             didorong oleh meningkatnya aktivitas eksplorasi di perairan dalam dan ultra-dalam,
             terutama di wilayah seperti Brasil, Teluk Meksiko, dan Afrika Barat. Selain itu,
             permintaan terhadap teknologi pengeboran canggih seperti directional drilling dan
             MWD turut memperkuat posisi segmen ini. Kenaikan harga minyak di atas US$45
             per barel juga mendorong peningkatan kontrak dan aktivitas pengeboran,
             khususnya pada lapangan mature yang membutuhkan solusi pengeboran lanjutan.


               Gambar 4 Grafik Pangsa Pasar Oilfield Services berdasarkan Jenis Layanan Tahun
                                                    2024




                   Sumber: Mordor Intelligence




                                                                                            31
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             Secara geografis, Amerika Utara mendominasi pasar oilfield services global dengan
             pangsa sekitar 42% pada tahun 2024. Dominasi ini didorong oleh aktivitas shale
             yang masif serta kemajuan teknologi pengeboran dan penyelesaian sumur. Amerika
             Serikat menjadi kontributor utama dengan wilayah seperti Permian Basin, Eagle
             Ford, dan Bakken. Infrastruktur yang matang, kehadiran perusahaan jasa besar,
             serta adopsi teknologi digital dan otomatisasi turut meningkatkan efisiensi
             operasional di kawasan ini.


                       Gambar 5 Tingkat Pertumbuhan Lima Tahun berdasarkan Wilayah




             Sumber: Mordor Intelligence


             Pasar oilfield services di berbagai kawasan menunjukkan karakteristik dan tingkat
             pertumbuhan yang berbeda. Eropa mengalami pertumbuhan moderat yang
             didukung aktivitas di Laut Utara serta fokus pada inovasi teknologi dan
             keberlanjutan. Asia-Pasifik menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi, didorong oleh
             meningkatnya permintaan energi, investasi eksplorasi, serta adopsi teknologi dan
             digitalisasi.


             Di Amerika Selatan, pasar berkembang melalui kombinasi optimalisasi lapangan
             mature dan pengembangan sumber daya baru, khususnya di Brasil dan Argentina,
             dengan dukungan adopsi teknologi dan kebijakan local content. Sementara itu,
             Timur Tengah dan Afrika tetap menjadi kawasan strategis dengan cadangan besar
             dan aktivitas pengembangan yang kuat, didukung oleh target produksi yang
             ambisius, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan kapabilitas lokal dan
             transformasi digital.


      3.3    Kesinambungan

             Kesinambungan industri minyak dan gas Indonesia didukung oleh kebutuhan energi
             nasional. Selain itu, penerapan teknologi yang semakin maju dan meningkatnya




                                                                                            32
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             investasi pada kegiatan eksplorasi maupun pengembangan lapangan migas
             diharapkan dapat mendukung keberlanjutan industri.


             Pemerintah Indonesia menargetkan produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari dan
             gas sebesar 12 miliar kaki kubik per hari pada tahun 2030 guna mengurangi
             ketergantungan terhadap impor energi. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah
             mendorong percepatan pengembangan wilayah kerja migas, memberikan insentif
             fiskal untuk program enhanced oil recovery (EOR), serta menerapkan kontrak gross
             split yang lebih menarik bagi investor.


             Sementara itu, Kesinambungan pasar oilfield services didukung oleh meningkatnya
             permintaan energi global yang terus mendorong kebutuhan akan minyak dan gas.
             Berdasarkan data OPEC, permintaan minyak mentah global mencapai sekitar 102,21
             juta barel per hari pada tahun 2023, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
             Peningkatan ini mendorong perusahaan migas untuk meningkatkan kapasitas
             produksi dan efisiensi operasional, yang secara langsung meningkatkan kebutuhan
             terhadap jasa penunjang seperti oilfield service. Selain itu, kesinambungan industri
             juga didukung oleh kebutuhan untuk mempertahankan dan mengoptimalkan
             produksi dari lapangan yang telah matang (mature fields). Penerapan teknik seperti
             enhanced oil recovery (EOR), well intervention, dan workover menjadi penting dalam
             memperpanjang umur lapangan dan menjaga tingkat produksi. Hal ini menciptakan
             permintaan yang berkelanjutan terhadap layanan produksi, pemeliharaan, dan
             manajemen reservoir.


             Industri ini juga menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan melalui
             penerapan teknologi baru, seperti digitalisasi, otomatisasi, serta penggunaan
             kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan machine learning. Teknologi ini
             digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, serta
             meningkatkan akurasi dalam pengambilan keputusan.


             Di sisi lain, terdapat pergeseran menuju praktik operasional yang lebih berkelanjutan,
             termasuk penggunaan teknologi ramah lingkungan, pengelolaan limbah yang lebih
             baik, serta peningkatan efisiensi energi. Hal ini menunjukkan bahwa industri tidak
             hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberlanjutan jangka
             panjang di tengah transisi energi global.


      3.4    Potensi Pasar


             Potensi pasar industri minyak dan gas Indonesia masih cukup besar, didukung oleh
             tingginya kebutuhan energi nasional. Potensi pasar juga didukung oleh berbagai
             kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan produksi migas nasional dan
             mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. Pemerintah menargetkan




                                                                                              33
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari dan gas sebesar 12 miliar kaki kubik
             per hari pada tahun 2030 melalui pengembangan wilayah kerja migas baru.


             Sumatera Selatan menyumbang sekitar 25% produksi minyak mentah nasional,
             dengan memanfaatkan teknologi steam-assisted gravity drainage (SAGD) untuk
             memperpanjang umur lapangan yang telah berproduksi sejak tahun 1960-an.
             Penerapan teknologi peningkatan perolehan minyak (enhanced oil recovery/EOR)
             mampu meningkatkan faktor perolehan minyak hingga sekitar 40%, sehingga
             membantu mengurangi dampak penurunan produksi alami dan menjaga pasokan
             minyak mentah bagi Kilang Cilacap untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar
             kendaraan bermotor di Pulau Jawa. Sementara itu, Delta Mahakam di Kalimantan
             Timur, yang saat ini telah memasuki tahap lapangan matang ( brownfield), masih
             menjadi salah satu sumber utama pasokan gas bagi fasilitas LNG Bontang, meskipun
             produksinya menurun menjadi sekitar 600 juta kaki kubik per hari (MMcf/d) pada
             tahun 2025.


             Cekungan Natuna diperkirakan memiliki cadangan gas berkadar karbon dioksida
             (CO₂) tinggi sekitar 200 triliun kaki kubik (Tcf). Reservoir berskala besar seperti East
             Natuna masih belum dikembangkan secara optimal karena tingginya biaya penerapan
             teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCUS) serta kondisi harga gas
             yang belum sepenuhnya mendukung keekonomian proyek. Di sisi lain, Jawa Tengah
             menghadapi penurunan produksi minyak dari lapangan darat, namun kondisi
             tersebut sebagian diimbangi oleh peningkatan kapasitas pengolahan kilang yang
             memanfaatkan minyak mentah impor berkualitas ringan (sweet crude) dan
             mencampurnya dengan minyak mentah lokal bertipe naftenik untuk meningkatkan
             hasil produksi bahan bakar menengah (middle distillate). Sementara itu, potensi
             migas lepas pantai di Laut Arafura, Papua, masih relatif belum banyak dieksplorasi
             akibat keterbatasan infrastruktur dan belum terselesaikannya sejumlah aspek terkait
             kepemilikan dan penggunaan lahan. Untuk mendorong investasi di wilayah tersebut,
             pemerintah memperkenalkan skema fiskal Ring-Fence yang memberikan fasilitas
             percepatan penyusutan aset (accelerated depreciation) bagi kegiatan pengeboran.


             Potensi pasar oilfield services didorong oleh berbagai faktor pertumbuhan yang
             signifikan. Salah satu faktor utama adalah meningkatnya permintaan global terhadap
             minyak dan gas, terutama dari negara berkembang seperti India dan China, yang
             diperkirakan menyumbang sekitar 50% dari pertumbuhan permintaan global.
             Peningkatan permintaan ini mendorong perusahaan migas untuk meningkatkan
             aktivitas eksplorasi dan produksi, sehingga meningkatkan kebutuhan terhadap
             layanan penunjang.


             Selain itu, terdapat pergeseran menuju pengembangan cadangan non-konvensional
             seperti shale gas dan tight oil, yang membutuhkan teknologi dan layanan khusus
             seperti horizontal drilling dan hydraulic fracturing. Pengembangan sumber daya ini



                                                                                                34
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             menciptakan peluang pasar yang besar bagi penyedia jasa yang memiliki kapabilitas
             teknologi tinggi.


             Ekspansi aktivitas pengeboran lepas pantai (offshore) juga menjadi pendorong utama
             potensi pasar, terutama di wilayah laut dalam dan ultra-dalam seperti Brasil, Teluk
             Meksiko, dan Afrika Barat. Penemuan cadangan baru di wilayah tersebut serta
             peningkatan investasi infrastruktur mendukung pertumbuhan aktivitas ini.
             Selain itu, pertumbuhan pasar juga didukung oleh perkembangan di berbagai
             kawasan, seperti Asia-Pasifik yang menunjukkan pertumbuhan signifikan, Timur
             Tengah dengan cadangan hidrokarbon yang besar, serta Amerika Selatan yang
             mengalami transformasi melalui pengembangan lapangan pre-salt dan sumber daya
             shale. Adopsi teknologi digital, peningkatan efisiensi operasional, serta kebutuhan
             layanan terintegrasi juga menjadi faktor pendorong utama dalam meningkatkan
             potensi pasar.


      3.5    Sasaran


             Sasaran pasar Perseroan difokuskan pada pelaku industri energi, khususnya sektor
             minyak dan gas. Secara geografis, Perseroan memfokuskan pasar di wilayah
             Indonesia, terutama di area dengan aktivitas industri energi yang tinggi seperti
             Sumatera dan Jawa, seiring dengan keberadaan fasilitas workshop yang mendukung
             operasional di wilayah tersebut.


      3.6    Potensi Nilai Pasar


              Berdasarkan analisis Mordor Intelligence, nilai pasar industri minyak dan gas
              Indonesia diperkirakan meningkat dari US$13,88 miliar pada tahun 2025 menjadi
              US$14,60 miliar pada tahun 2026, dan diproyeksikan mencapai US$18,81 miliar
              pada tahun 2031, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar
              5,18% selama periode 2026—2031.


              Pengembangan lapangan lepas pantai di wilayah Laut Natuna, Abadi Masela, dan
              Delta Mahakam diperkirakan akan menjadi             salah   satu     pendorong utama
              pertumbuhan industri pada masa mendatang. Pemanfaatan fasilitas Floating
              Production   Storage   and    Offloading   (FPSO)   serta   sistem    subsea   tie-back
              memungkinkan percepatan pengembangan lapangan hingga tahap produksi
              dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi. Sementara itu, pengembangan fasilitas
              LNG skala kecil membuka peluang perluasan pasar ke wilayah terpencil dan kawasan
              pertambangan yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap pasokan
              energi, sehingga mendukung peningkatan pemanfaatan gas alam di berbagai
              wilayah Indonesia.




                                                                                                  35
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                           Gambar 6 Nilai pasar industri minyak dan gas Indonesia




                               Sumber: Mordor Intelligence


              Kebutuhan pemeliharaan, perbaikan, dan peningkatan kinerja infrastruktur migas
              yang telah beroperasi dalam jangka panjang juga berkontribusi terhadap
              pertumbuhan sektor jasa penunjang migas.


              Sementara itu, pasar oilfield services menunjukkan prospek pertumbuhan yang
              positif dan berkelanjutan. Ukuran pasar diperkirakan mencapai US$126,32 miliar
              pada tahun 2025 dan meningkat menjadi US$167,69 miliar pada tahun 2030,
              dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth
              rate/CAGR) sebesar 5,83%.

                      Gambar 7 Tingkat Pertumbuhan Lima Tahun berdasarkan Wilayah




                                    Sumber: Mordor Intelligence



                                                                                         36
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




              Pertumbuhan nilai pasar ini didorong oleh peningkatan aktivitas eksplorasi dan
              produksi, baik pada lapangan konvensional maupun non-konvensional, serta
              meningkatnya kebutuhan terhadap layanan yang lebih kompleks dan terintegrasi.
              Selain itu, investasi yang berkelanjutan dalam teknologi, termasuk digitalisasi,
              otomatisasi, dan solusi berbasis data, turut meningkatkan efisiensi dan nilai tambah
              layanan yang diberikan oleh perusahaan jasa.


              Peningkatan kontrak jasa, seperti layanan pengeboran dan penyelesaian sumur,
              serta tren kolaborasi strategis antar perusahaan juga berkontribusi terhadap
              pertumbuhan nilai pasar. Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, industri oilfield
              services memiliki potensi nilai yang besar dan terus berkembang seiring dengan
              meningkatnya kebutuhan energi global dan kompleksitas operasional di sektor
              migas.


      3.7    Pesaing Usaha


             Beberapa pesaing yang memiliki potensi persaingan dengan produk atau layanan
             yang dipasarkan oleh Perseroan, antara lain:


             − PT Genggam Asa Sekawan
             − PT Sikars Petroleum Nusantara
             − PT Epsindo Jaya Pratama
             − PT Hokindo Gemilang
             − PT Gunung Putih Putra
             − PT Phalosa Semesta Abadi
             − PT Media Testerindo
             − PT Bhumi Phala Perkasa
             − PT Indo Mitra Sekawan
             − PT Imeco Inter Sarana
             − PT Duraquipt Cemerlang


             Persaingan dalam industri ini tidak didominasi oleh satu pelaku usaha tertentu,
             sehingga struktur pasar cenderung kompetitif. Kondisi ini memberikan ruang bagi
             Perseroan untuk bersaing melalui diferensiasi layanan, kualitas produk, serta
             penguatan hubungan dengan pelanggan.


      3.8    Strategi Pemasaran


             Beberapa Aktivitas Pemasaran yang dilakukan antara lain dengan strategi
             pemasaran Business-to-Business (B2B), yang antara lain:
             −    Aktif berpartisipasi mengikuti event atau pameran usaha yang dilakukan oleh
                  asosiasi perusahaan yang berada di industri migas dan pertambangan.




                                                                                               37
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             −    Aktif melakukan sponsorship pada acara-acara yang digelar oleh asosiasi yang
                  berkaitan dengan industri migas dan pertambangan.
             −    Aktif menjalin komunikasi dengan pelanggan saat ini dan para stakeholder
                  untuk memperbaharui database atas project berbasis tender.
             −    Rutin melakukan Service Quality Meeting (SQM) dengan pelanggan recurring
                  dan pelanggan jasa rental, dan ditindaklanjuti dengan visit ke lokasi
                  operasional untuk memperoleh feedback dari pelanggan.




                                                                                           38
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      4       KELAYAKAN TEKNIS

      4.1    Kapasitas


              Perseroan didukung oleh kapasitas peralatan yang lengkap dan terintegrasi untuk
              menunjang kegiatan operasional di industri energi dan pertambangan. Portofolio
              aset mencakup berbagai peralatan utama seperti compressor, engine motor, electric
              motor, flowmeter, gas scrubber, gearbox, genset, hingga variable speed drive yang
              berperan dalam mendukung keandalan sistem mekanikal dan elektrikal. Selain itu,
              Perseroan juga memiliki peralatan penunjang operasional seperti pompa, tangki
              penyimpanan, power take off, sistem transmisi, serta unit portacamp untuk
              mendukung kegiatan di lapangan.


              Di sisi logistik dan penanganan material, Perseroan dilengkapi dengan forklift,
              overhead crane, dan lighting tower yang memastikan kelancaran mobilisasi,
              instalasi, serta operasional proyek. Ketersediaan mesin dan peralatan tersebut
              mencerminkan kesiapan dan kapasitas Perseroan dalam menangani berbagai
              kebutuhan proyek secara end-to-end, mulai dari penyediaan, instalasi, hingga
              dukungan operasional, sehingga mampu memberikan layanan yang andal, efisien,
              dan berstandar tinggi kepada pelanggan.


              Perseroan mengoperasikan workshop utama di Citeureup, Jawa Barat, yang memiliki
              luas ±15.000 m², dengan kapasitas mendukung lebih dari 8 unit mesin gas/genset,
              dengan cakupan wilayah seluruh Jawa. Selain itu, Perseroan juga memiliki workshop
              di Lembak, Sumatera Selatan yang memiliki luas ±10.000 m², dengan kapasitas
              mendukung lebih dari 14 unit mesin gas/genset, dengan cakupan wilayah seluruh
              Sumatera. Di samping itu, Perseroan tengah melakukan pengembangan workshop
              di Duri, Riau, yang hingga akhir tahun 2025 masih dalam tahap pembangunan.


      4.2    Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

              Peralatan Teknis


              Perseroan didukung oleh ketersediaan berbagai peralatan teknis yang digunakan
              dalam proses operasional. Peralatan tersebut antara lain mesin bubut manual,
              mesin milling, mesin gerinda, overhead crane, air compressor, serta peralatan
              pendukung operasional lainnya. Ketersediaan peralatan tersebut mendukung
              kemampuan Perseroan dalam melaksanakan kegiatan operasional dan penyelesaian
              proyek.




                                                                                            39
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




              Pekerja


              Berdasarkan informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025,
              Perseroan memiliki 104 orang karyawan. Ke depan, Perseroan juga memiliki
              fleksibilitas untuk menambah tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan proyek dan
              pengembangan usaha. Perseroan memperkirakan akan melakukan penambahan
              tenaga kerja secara bertahap sekitar 50 orang dalam jangka waktu 5 tahun untuk
              mendukung operasional Perseroan.


              Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan keterampilan para karyawan
              dengan berbagai program pelatihan yang disusun berdasarkan posisi dan tugas
              yang dilakukan. Berdasarkan periode sebelumnya, Program pelatihan yang yang
              karyawan Perseroan ikuti mencakup peningkatan keahlian teknis, pemahaman
              prosedur   keselamatan   kerja,   serta   penguatan    kompetensi   manajerial   dan
              kepemimpinan.


              Tenaga Ahli

             Perseroan didukung oleh tenaga ahli yang memiliki keahlian dan sertifikasi khusus
             di industri energi, khususnya migas. Tenaga ahli tersebut memiliki pengalaman
             kerja dengan kompetensi dalam pengelolaan pemeliharaan dan keandalan peralatan
             industri. Selain itu, terdapat tenaga ahli Perseroan yang telah memiliki sertifikasi
             profesional seperti Certified Maintenance and Reliability Professional (CMRP).


             Berikut ini merupakan tenaga ahli yang dimiliki Perseroan dalam mendukung
             pelaksanaan kegiatan usaha:


                                              Tabel 11 Tenaga Ahli
                                                Pengalaman
               No.       Nama        Umur                       Tugas             Perizinan
                                                   Kerja
                                                                           Certified Maintenance
                                                              Production
                1    Anton Pane    45 tahun      20 tahun                      and Reliability
                                                               Manager
                                                                            Professional (CMRP)


      4.3    Proses Produksi dan/atau Operasional


             Berikut adalah bagan proses penjualan dan pelaksanaan jasa Perseroan:




                                                                                               40
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                                Gambar 8 Alur Operasional Kegiatan Perseroan




             Sumber: Manajemen Perseroan


             Proses operasional Perseroan dimulai dari aktivitas pemasaran oleh Divisi Marketing
             yang menjangkau pelanggan melalui mekanisme tender maupun non-tender. Untuk
             proyek tender, proses dilanjutkan dengan review kontrak oleh Divisi Legal,
             kemudian perencanaan anggaran oleh Divisi Finance serta penjadwalan dan
             perencanaan pekerjaan oleh Divisi Produksi, yang selanjutnya menentukan
             kebutuhan barang dan/atau jasa. Pengadaan barang dilakukan oleh Divisi Asset
             Management. Setelah itu, dilakukan serah terima kepada klien, customer
             relationship serta proses penagihan hingga pembayaran. Sementara itu, untuk
             proyek non-tender, alur proses berlangsung lebih sederhana, dimulai dari
             kesepakatan dengan klien, perencanaan anggaran, hingga pelaksanaan, serah
             terima, customer relationship dan penagihan.




                                                                                             41
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




         5      KELAYAKAN POLA BISNIS

         5.1    Keunggulan Kompetitif


                Perseroan   memiliki   sejumlah   keunggulan   kompetitif   yang   tercermin   dari
                pengalaman operasional lebih dari 23 tahun dalam menyediakan solusi terpadu bagi
                kegiatan operasional rig dan fasilitas industri energi migas. Selain itu, kemampuan
                Perseroan dalam menghadirkan layanan yang terintegrasi memberikan nilai tambah
                bagi pelanggan, sehingga meningkatkan loyalitas. Keunggulan ini semakin
                diperkuat melalui kolaborasi dengan merek-merek internasional terkemuka yang
                memungkinkan akses terhadap teknologi dan standar kualitas global. Perseroan
                juga didukung oleh jaringan proyek yang kuat dengan pelanggan-pelanggan utama
                di industri migas nasional.


                Di sisi lain, Perseroan telah memiliki berbagai sertifikasi yang relevan, termasuk
                sertifikasi kemampuan usaha penunjang migas, HSSE, TKDN, serta standar kualitas
                produk dan jasa, yang memperkuat kredibilitas dan daya saing di pasar. Produk dan
                layanan yang ditawarkan juga didukung oleh layanan purna jual yang terintegrasi
                serta ketersediaan suku cadang, sehingga menjamin keandalan operasional
                pelanggan. Dukungan sumber daya manusia yang berpengalaman bidangnya,
                semakin memperkuat kapabilitas operasional Perseroan. Selain itu, keberadaan
                fasilitas produksi dan pengujian yang modern dan memadai turut memastikan
                kualitas produk dan layanan yang dihasilkan tetap terjaga sesuai standar yang
                ditetapkan. Dengan demikian, kombinasi pengalaman, kapabilitas teknis, jaringan
                kemitraan, sertifikasi, serta infrastruktur pendukung tersebut menempatkan
                Perseroan pada posisi yang kompetitif dan berkelanjutan dalam industri energi.


         5.2    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk


                Kemampuan pesaing untuk meniru layanan yang ditawarkan Perseroan relatif
                terbatas, mengingat karakteristik bisnis yang menekankan pada pengalaman,
                integrasi layanan, serta standar operasional yang tinggi. Perseroan telah memiliki
                rekam jejak lebih dari dua dekade yang membentuk akumulasi pengetahuan,
                keahlian teknis, serta pemahaman mendalam terhadap kebutuhan spesifik
                pelanggan di industri energi, yang tidak mudah direplikasi dalam jangka pendek.
                Di sisi lain, kebutuhan akan tenaga kerja bersertifikasi, penerapan standar
                keselamatan yang ketat, serta investasi pada peralatan dan infrastruktur menjadi
                faktor tambahan yang meningkatkan hambatan bagi pesaing untuk meniru secara
                efektif. Dengan demikian, meskipun secara umum layanan yang ditawarkan dapat
                diikuti secara konseptual, kemampuan untuk mereplikasi kualitas, keandalan, dan
                integrasi layanan Perseroan secara menyeluruh memerlukan waktu, biaya, dan
                sumber daya yang signifikan




                                                                                                 42
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      5.3    Kemampuan untuk Menciptakan Nilai


              Penambahan     kegiatan     usaha   memberikan    peluang    bagi    Perseroan   untuk
              menciptakan nilai melalui penguatan layanan dan integrasi dalam rantai nilai
              industri energi dan penunjangnya. Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai
              dari kegiatan usaha ini antara lain didukung oleh beberapa aspek sebagai berikut:


             1. Diversifikasi kegiatan usaha memungkinkan Perseroan untuk tidak bergantung
                 pada jenis layanan tertentu, penambahan kegiatan usaha mendukung perluasan
                 cakupan layanan dari hulu hingga hilir.


             2. Perseroan telah memiliki basis pelanggan di sektor energi migas. Dengan
                 adanya penambahan kegiatan usaha, Perseroan dapat menawarkan layanan
                 yang lebih komprehensif kepada pelanggan yang sama, sehingga berpotensi
                 meningkatkan     nilai   kontrak, memperpanjang      durasi kerja     sama,   serta
                 memperkuat hubungan bisnis jangka panjang.


             3. Integrasi antar layanan, serta dukungan operasional memungkinkan terciptanya
                 efisiensi   dalam   pelaksanaan    proyek.    Perseroan   dapat   mengoptimalkan
                 pemanfaatan aset, serta sumber daya manusia yang telah dimiliki, sehingga
                 menekan biaya operasional dan meningkatkan margin usaha.


             4. Melalui pengembangan kegiatan usaha, Perseroan memiliki peluang untuk
                 memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi terintegrasi di industri energi.
                 Dukungan tenaga ahli bersertifikasi, serta kemitraan dengan               principal
                 internasional, menjadi faktor pendorong dalam meningkatkan kualitas layanan,
                 keandalan operasional, serta kemampuan untuk bersaing dalam proyek.


              Dengan adanya penambahan kegiatan usaha tersebut, Perseroan memiliki
              kemampuan yang memadai untuk menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.
              Sinergi antara layanan yang telah ada dengan kegiatan usaha baru diharapkan dapat
              meningkatkan efisiensi operasional, memperluas sumber pendapatan, serta
              memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja usaha Perseroan
              secara keseluruhan.




                                                                                                 43
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

      6.1    Ketersediaan Tenaga Kerja


              Perseroan memiliki ketersediaan tenaga kerja yang memadai untuk mendukung
              kegiatan operasional. Hingga 31 Desember 2025, jumlah tenaga kerja Perseroan
              tercatat sebanyak 104 orang yang tersebar di berbagai fungsi, antara lain Penjualan
              & Pemasaran, Produksi, Operasi, Keuangan, Akuntansi & Pajak, Human Capital &
              General Affair, Legal, Manajemen Aset, Procurement, IT, HSE, serta Internal Audit &
              QMS. Dengan dukungan sumber daya manusia yang terdistribusi di berbagai fungsi
              tersebut, Perseroan memiliki kapasitas yang memadai untuk menunjang kelancaran
              operasional. Ke depan, Perseroan juga memiliki fleksibilitas untuk menambah
              tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan proyek dan pengembangan usaha. Perseroan
              memperkirakan akan melakukan penambahan tenaga kerja secara bertahap sekitar
              50 orang dalam jangka waktu 5 tahun untuk mendukung operasional Perseroan.


      6.2    Manajemen Kekayaan Intelektual


             Perseroan mengelola kekayaan intelektual sebagai bagian dari upaya melindungi
             identitas usaha serta meningkatkan daya saing di industri. Pengelolaan ini dilakukan
             melalui pendaftaran dan pemeliharaan hak merek pada Direktorat Jenderal
             Kekayaan Intelektual.


      6.3    Manajemen Risiko

             Dalam menjalankan kegiatan usaha, Perseroan mungkin menghadapi beberapa
             risiko yang dapat memengaruhi kinerja usahanya. Risiko yang mungkin dihadapi
             Perseroan adalah sebagai berikut:


              1. Risiko Keterbatasan Tenaga Ahli dan Teknologi


                 Perseroan tidak hanya melakukan penjualan dan penyewaan produk, tetapi juga
                 menyediakan layanan purna jual, sehingga membutuhkan sumber daya manusia
                 yang kompeten dan berpengalaman. Selain itu, Perseroan menghadapi tuntutan
                 penggunaan teknologi dengan tingkat presisi dan akurasi tinggi untuk menjaga
                 kualitas   produk     dan   layanan.    Ketidakmampuan      dalam     merekrut,
                 mengembangkan, dan mempertahankan tenaga kerja yang andal, serta dalam
                 mengelola dan memelihara teknologi secara optimal, dapat menurunkan
                 reputasi dan tingkat retensi pelanggan, yang pada akhirnya berpotensi
                 berdampak pada penurunan pendapatan Perseroan.




                                                                                              44
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




              2. Risiko Kerusakan Alat dan Persediaan


                 Produk Perseroan berupa peralatan penunjang pertambangan memerlukan
                 pemantauan dan perawatan berkala. Perseroan mengelola peralatan dengan
                 karakteristik slow moving (seperti pompa dan kompresor) serta suku cadang
                 fast moving, yang masing-masing membutuhkan pengelolaan berbeda. Kondisi
                 ini menimbulkan risiko operasional dalam menjaga spesifikasi dan kualitas
                 peralatan secara optimal. Apabila alokasi biaya dan aktivitas operasional tidak
                 memadai, berpotensi terjadi kerusakan pada produk yang dijual atau disewakan,
                 sehingga meningkatkan biaya serta menurunkan kepuasan dan kepercayaan
                 pelanggan, yang pada akhirnya berdampak pada laba operasional Perseroan.


              3. Risiko Persaingan Usaha


                 Persaingan dalam industri ini tinggi, terutama dalam aspek inovasi dan
                 teknologi, meskipun jumlah pelaku relatif terbatas karena tingginya hambatan
                 masuk. Perseroan menghadapi risiko persaingan pada spesifikasi produk,
                 ketepatan waktu pengiriman, serta kebutuhan modal untuk inovasi dan
                 ekspansi. Ketidakmampuan menjaga daya saing dapat berdampak pada
                 penurunan penjualan dan pendapatan Perseroan.


              4. Risiko Perizinan


                 Dalam menjaga keberlangsungan usaha, Perseroan perlu mengelola risiko
                 perizinan di industri minyak dan gas yang memiliki dampak signifikan terhadap
                 lingkungan, masyarakat, dan keselamatan. Perseroan dituntut untuk mematuhi
                 seluruh regulasi yang berlaku serta menerapkan praktik operasional yang
                 bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kepatuhan tersebut penting untuk
                 menjaga izin operasional, meminimalkan risiko reputasi, dan mendukung
                 kelangsungan bisnis Perseroan.


              5. Risiko Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang-Undangan


                 Dalam menjalankan kegiatannya, Perseroan wajib mematuhi berbagai peraturan
                 perundang-undangan, termasuk yang terkait standar layanan, lingkungan,
                 kesehatan, ketenagakerjaan, perpajakan, dan perizinan. Meskipun Perseroan
                 berupaya memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku, perubahan regulasi atau
                 perbedaan    interpretasi   dalam   penerapannya   dapat   menimbulkan   risiko
                 ketidakpatuhan.     Kondisi   tersebut   berpotensi   mengakibatkan      sanksi
                 administratif maupun pidana, termasuk denda atau kewajiban lainnya, yang
                 dapat berdampak pada operasional dan kinerja keuangan Perseroan.




                                                                                             45
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




              6. Risiko Selisih Kurs


                 Dalam menjalankan usahanya, Perseroan memasarkan produk dari prinsipal luar
                 negeri yang pembeliannya menggunakan mata uang asing, sementara penjualan
                 sebagian besar dilakukan dalam Rupiah. Kondisi ini menimbulkan risiko
                 fluktuasi nilai tukar, terutama pelemahan Rupiah. Perubahan kurs tersebut
                 dapat meningkatkan biaya perolehan dan menekan margin laba, sehingga
                 berdampak pada kinerja keuangan Perseroan.


              7. Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah


                 Kebijakan pemerintah       di sektor minyak dan gas dapat memengaruhi
                 operasional, investasi, dan strategi jangka panjang Perseroan sebagai penyedia
                 jasa penunjang. Meskipun kontrak proyek umumnya bersifat jangka panjang,
                 perubahan regulasi dan prioritas nasional dapat terjadi sewaktu-waktu,
                 sehingga Perseroan perlu melakukan penyesuaian secara cepat. Perseroan saat
                 ini telah memenuhi ketentuan TKDN, antara lain melalui sertifikasi Centrifugal
                 Pump Package, yang mendukung pemenuhan persyaratan kontrak dan
                 perizinan. Namun demikian, perubahan standar TKDN serta arah kebijakan
                 pengembangan proyek migas ke depan, terutama mengingat sebagian produk
                 masih diimpor, dapat berdampak pada kinerja keuangan Perseroan.


              8. Risiko Perubahan Permintaan


                 Risiko perubahan permintaan merupakan potensi fluktuasi atau penurunan
                 permintaan minyak dan gas yang dipengaruhi oleh faktor seperti pertumbuhan
                 ekonomi global, harga komoditas, persaingan, teknologi, dan transisi energi.
                 Kondisi ini dapat memengaruhi jumlah dan skala proyek di industri migas.
                 Sebagai penyedia peralatan dan jasa penunjang, Perseroan berpotensi
                 terdampak melalui penurunan jumlah tender, yang pada akhirnya dapat
                 memengaruhi pendapatan dari penjualan maupun penyewaan peralatan.


              9. Risiko Kondisi Perekonomian


                 Kondisi perekonomian global dan domestik memengaruhi kinerja Perseroan,
                 terutama melalui perubahan permintaan dan penawaran di pasar. Perubahan
                 ekonomi di suatu negara juga dapat berdampak tidak langsung melalui
                 hubungan perdagangan antarnegara. Dengan demikian, fluktuasi kondisi
                 ekonomi di Indonesia maupun negara mitra dagang dapat memengaruhi kinerja
                 keuangan Perseroan.




                                                                                            46
Page 60
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




              10. Risiko Terkait Tuntutan atau Gugatan Hukum


                 Perseroan berpotensi menghadapi sengketa dan proses hukum dalam
                 menjalankan kegiatan usahanya, termasuk terkait produk, ketenagakerjaan,
                 maupun perjanjian. Sengketa yang bersifat material dan berkepanjangan dapat
                 berdampak negatif terhadap reputasi, operasional, dan kondisi keuangan
                 Perseroan, dengan hasil yang tidak dapat dipastikan. Selain itu, proses hukum
                 dapat menimbulkan biaya yang signifikan serta menyita waktu dan perhatian
                 manajemen, sehingga berpotensi mengganggu fokus terhadap kegiatan
                 operasional.


              11. Risiko Bencana Alam dan Kejadian di Luar Kendali Perseroan


                 Kejadian kahar seperti kebakaran, gempa bumi, banjir, dan bencana alam
                 lainnya di lokasi fasilitas produksi, gudang, maupun aset Perseroan dapat
                 berdampak negatif terhadap operasional dan kinerja keuangan. Selain itu,
                 kejadian di luar kendali seperti kebakaran dan huru-hara juga berpotensi
                 mengganggu aktivitas usaha Perseroan secara keseluruhan.


      6.4    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen


              Perseroan didukung oleh manajemen yang memiliki pengalaman dan kompetensi
              dalam mengelola kegiatan usaha di industri energi dan penunjangnya. Tim
              manajemen memiliki pemahaman yang baik dalam aspek operasional, pengadaan,
              keuangan, serta pengelolaan proyek, sehingga mampu menjalankan fungsi
              perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian kegiatan usaha secara efektif.


              Dalam operasionalnya, manajemen Perseroan didukung oleh struktur organisasi
              yang jelas serta pembagian tugas yang terintegrasi antar fungsi, seperti pemasaran,
              produksi, manajemen aset, keuangan, dan fungsi pendukung lainnya. Hal ini
              memungkinkan koordinasi yang baik dalam pelaksanaan proyek, termasuk dalam
              proses tender, pengadaan, hingga penyelesaian pekerjaan dan penagihan.


              Selain itu, manajemen Perseroan memiliki kemampuan dalam menjalin hubungan
              dengan principal dan pelanggan utama, yang menjadi faktor penting dalam menjaga
              keberlangsungan usaha. Dengan pengalaman, kapabilitas, serta dukungan sumber
              daya yang dimiliki, manajemen Perseroan dinilai memiliki kapasitas yang memadai
              untuk mendukung pengembangan usaha, termasuk dalam perluasan layanan
              berbasis Engineering, Procurement, and Construction (EPC).




                                                                                              47
Page 61
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      6.5    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen


              Berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak
              melakukan perubahan/penambahan terhadap struktur organisasi.


                                   Gambar 9 Struktur Organisasi Perseroan




            Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                  48
Page 62
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      7       KELAYAKAN KEUANGAN

      7.1     Biaya Pendirian (Start Up Costs)

              Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan pada saat ini
              tidak merencanakan kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex),
              mengingat kegiatan tersebut bersifat berbasis proyek dan dapat memanfaatkan
              infrastruktur serta sumber daya yang telah dimiliki. Kebutuhan utama Perseroan
              difokuskan pada modal kerja untuk mendukung pelaksanaan proyek, dengan
              estimasi kebutuhan sebesar sekitar 60% dari nilai proyek. Dengan demikian,
              kebutuhan modal kerja menjadi faktor utama yang bersifat fleksibel, disesuaikan
              dengan skala, kompleksitas, serta durasi proyek yang dijalankan.


      7.2     Modal Kerja


              Asumsi modal kerja yang diperlukan adalah sebagai berikut:
              Perputaran persediaan                      : 240 hari
              Perputaran piutang usaha                   : 120 hari
              Perputaran utang usaha                     : 90 hari


              Proyeksi Modal Kerja Perseroan tahun 2026—2030 adalah sebagai berikut:


                                          Tabel 12 Modal Kerja (Rp.000)
             Keterangan           2026            2027               2028         2029            2030

       Aset Lancar              368.351.540      445.961.389    518.381.828     580.797.368     653.613.075
       Utang Lancar            (172.947.669)   (198.187.507)   (212.805.628)   (224.371.927)   (241.999.578)
       Modal Kerja              195.403.871      247.773.882    305.576.200     356.425.441     411.613.497
       Perubahan Modal Kerja      10.613.851      52.370.011     57.802.318      50.849.242      55.188.056
      Sumber: Proyeksi Keuangan


              Berdasarkan proyeksi keuangan, modal kerja yang dibutuhkan pada tahun 2026
              sampai dengan tahun 2030 berturut-turut adalah sebesar Rp195,40 miliar,
              Rp247,77 miliar, Rp305,58 miliar, Rp356,43 miliar, dan Rp411,61 miliar.


      7.3     Sumber Pembiayaan


              Sumber pembiayaan modal kerja direncanakan berasal dari kombinasi pendanaan,
              yaitu sekitar 70,00% dari fasilitas perbankan dan 30,00% dari kas internal Perseroan.


      7.4     Biaya Operasional

              Biaya operasional pada tahun 2026—2030 diproyeksikan sebesar 16,50% dari
              pendapatan, sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut:




                                                                                                     49
Page 63
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                                     Tabel 13 Biaya Operasional (Rp.000)
                     Uraian           2026          2027           2028            2029            2030

               Beban Usaha (SG&A)    56.836.783    72.087.452   87.002.707       100.801.363     115.415.797

              Sumber: Proyeksi Keuangan


      7.5    Biaya Bahan Baku Mentah

              Perseroan tidak memiliki komponen biaya bahan baku mentah. Struktur biaya
              Perseroan lebih didominasi oleh pembelian barang atau suku cadang (spare parts).


      7.6    Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan


              Berikut ini merupakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan:


              Waktu Operasional


             Periode proyeksi disusun untuk jangka waktu tahun 2026 hingga tahun 2030.
             Jumlah hari operasional diasumsikan sebesar 300 hari per tahun dari total 365 hari
             kalender, dan asumsi jumlah hari operasional tersebut diasumsikan konstan selama
             periode proyeksi.


             Struktur Pendapatan


             Proyeksi pendapatan untuk periode tahun 2026—2030 disajikan pada tabel berikut:


                                      Tabel 14 Proyeksi Pendapatan (Rp.000)
                    Keterangan          2026            2027              2028            2029            2030
               Pendapatan Bersih     369.940.800     418.032.800    472.376.800       529.062.400      592.549.600
               Potensi Pendapatan
                  Bersih (KBLI)       13.784.000      60.940.000     97.852.000       121.554.000      148.137.400
               Total Penjualan       383.724.800     478.972.800    570.228.800       650.616.400      740.687.000
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Proyeksi pendapatan Perseroan menunjukkan tren peningkatan sepanjang periode
             2026—2030, dengan total penjualan tumbuh dari Rp383,72 miliar menjadi
             Rp740,69 miliar. Pertumbuhan ini tidak hanya didorong oleh pendapatan eksisting,
             tetapi juga kontribusi dari penambahan kegiatan usaha yang meningkat secara
             bertahap setiap tahun




                                                                                                          50
Page 64
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




              Struktur Biaya


             a.    Beban Pokok Penjualan
                   Harga Pokok Penjualan (HPP) diproyeksikan mengalami peningkatan secara
                   bertahap, yaitu dari 62,66% dari penjualan tahun 2026, menjadi 66,21% dari
                   penjualan tahun 2030.


             b.    Beban Usaha
                   Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 16,50% dari penjualan dan
                   diasumsikan tetap sampai akhir masa proyeksi.


               Tingkat Bunga


               Tingkat bunga Kredit Investasi (KI) adalah sebesar 8,59% dan bunga Kredit Modal
               Kerja (KMK) adalah sebesar 8,22%.


               Tarif Pajak


               Pajak penghasilan badan (PPh Badan) diproyeksikan sebesar 22,00% dan
               diasumsikan tetap selama masa proyeksi.


               Perputaran


               Selama periode proyeksi, persediaan diasumsikan berputar setiap 240 hari,
               piutang usaha tertagih setiap 120 hari, dan utang usaha dilunasi setiap 90 hari.


      7.7    Proyeksi Posisi Keuangan


             Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan pada tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel
             berikut ini:


                                         Tabel 15 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000)
                      Keterangan                 2026          2027          2028          2029          2030

               ASET
               Aset Lancar                     425.814.034   508.524.263   600.871.031   713.054.042   841.505.184
               Aset Tidak Lancar               158.512.098   145.404.517   130.776.714   115.256.119    98.062.720
               TOTAL ASET                      584.326.131   653.928.780   731.647.745   828.310.161   939.567.905


               LIABILITAS & EKUITAS
               Liabilitas Jangka Lancar        191.607.442   209.184.694   212.805.628   224.371.927   241.999.578
               Liabilitas Tidak Lancar          15.893.748     5.043.459     5.194.763     5.350.606     5.511.124
               Ekuitas                         376.824.941   439.700.627   513.647.354   598.587.628   692.057.203
               TOTAL LIABILITAS & EKUITAS      584.326.131   653.928.780   731.647.745   828.310.161   939.567.905
             Sumber: Proyeksi Keuangan




                                                                                                          51
Page 65
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




               Selama periode proyeksi tahun 2026—2030, total aset Perseroan diproyeksikan
               mengalami peningkatan secara bertahap dari sebesar Rp584,33 miliar pada tahun
               2026 menjadi Rp939,57 miliar pada tahun 2030, yang terutama didorong oleh
               peningkatan kas dan setara kas dari Rp57,46 miliar menjadi Rp187,89 miliar serta
               persediaan dari Rp142,67 miliar menjadi Rp303,37 miliar.


               Pada periode yang sama, total liabilitas Perseroan juga menunjukkan tren
               peningkatan, dari sebesar Rp207,50 miliar pada tahun 2026 menjadi Rp247,51
               miliar pada tahun 2030, yang terutama didorong oleh kenaikan utang usaha dari
               Rp56,30 miliar pada tahun 2026 menjadi Rp123,95 miliar pada tahun 2030.


               Sejalan dengan pertumbuhan aset dan liabilitas, total ekuitas Perseroan turut
               meningkat, yaitu dari sebesar Rp376,82 miliar pada tahun 2026 menjadi Rp692,06
               miliar pada tahun 2030, yang terutama didorong oleh peningkatan saldo laba yang
               belum ditentukan penggunaannya dari Rp163,71 miliar pada tahun 2026 menjadi
               Rp478,94 miliar pada tahun 2030 seiring dengan akumulasi laba dari kinerja
               operasional Perseroan.


      7.8      Proyeksi Laba Rugi


               Proyeksi Laba Rugi Perseroan tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel berikut:


                                        Tabel 16 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000)
                 Keterangan                 2026              2027            2028            2029            2030

       Pendapatan                          383.724.800      478.972.800     570.228.800     650.616.400     740.687.000
       Beban Pokok Pendapatan             (216.971.952)    (284.762.201)   (346.577.700)   (398.530.739)   (461.375.894)
       Laba (Rugi) Kotor                   166.752.848      194.210.599     223.651.100     252.085.661     279.311.106
       Beban Usaha                         (56.836.783)     (72.087.452)    (87.002.707)   (100.801.363)   (115.415.797)
       Laba (Rugi) Usaha - EBITDA          109.916.066      122.123.148     136.648.393     151.284.298     163.895.310
       Beban Penyusutan & Amortisasi       (29.942.066)     (31.711.148)    (33.234.393)    (34.130.298)    (35.806.310)
       Pendapatan (Beban) Lain-lain        (11.446.740)      (9.802.146)     (8.610.504)     (8.256.212)     (8.256.212)
       Laba (Rugi) Sebelum Pajak            68.527.260       80.609.854      94.803.496     108.897.788     119.832.788
       Pajak                               (15.075.997)     (17.734.168)    (20.856.769)    (23.957.513)    (26.363.213)
       Laba (Rugi) Bersih                   53.451.263       62.875.686      73.946.727      84.940.275      93.469.575
      Sumber: Proyeksi Keuangan


               Selama       periode    proyeksi    tahun     2026—2030,        total   penjualan     Perseroan
               diproyeksikan mengalami peningkatan secara bertahap, yaitu dari sebesar
               Rp383,72 miliar pada tahun 2026 menjadi sebesar Rp740,69 miliar pada tahun
               2030.


               Setelah memperhitungkan beban pokok penjualan, beban usaha, beban lainnya,
               serta pajak, Perseroan diproyeksikan mencatatkan laba bersih yang meningkat
               setiap tahunnya, yaitu sebesar Rp53,45 miliar pada tahun 2026, Rp62,88 miliar



                                                                                                              52
Page 66
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




              pada tahun 2027, Rp73,95 miliar pada tahun 2028, Rp84,94 miliar pada tahun
              2029, dan Rp93,47 miliar pada tahun 2030.


      7.9     Proyeksi Arus Kas


              Proyeksi Arus Kas Perseroan tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel berikut ini.


                                       Tabel 17 Proyeksi Arus Kas (Rp.000)

                   Keterangan                 2026            2027            2028         2029           2030

       Arus Kas Neto Diperoleh dari
         (untuk) Aktivitas Operasi           84.270.998     52.065.093     58.036.813     76.526.476     82.394.441
       Arus Kas Neto Diperoleh dari
         (untuk) Aktivitas Investasi      (18.502.794)     (18.502.794)   (18.502.794)   (18.502.794)   (18.502.794)
       Arus Kas Neto Diperoleh dari
         (untuk) Aktivitas Pendanaan      (31.395.105)     (28.461.919)   (19.607.691)    (8.256.212)    (8.256.212)
       Kenaikan (Penurunan) Kas              34.373.100      5.100.380     19.926.329     49.767.471     55.635.435
       Kas Awal Tahun                        23.089.394     57.462.494     62.562.874     82.489.203    132.256.673
       Kas Akhir Tahun                       57.462.494     62.562.874     82.489.203    132.256.673    187.892.109
      Sumber: Proyeksi Keuangan


              Arus kas Perseroan diproyeksikan menunjukkan tren peningkatan selama periode
              2026—2030, yang tercermin dari saldo kas akhir tahun yang meningkat dari
              Rp57,46 miliar pada tahun 2026 menjadi Rp187,89 miliar pada tahun 2030.
              Peningkatan ini terutama didorong oleh arus kas dari aktivitas operasi yang tetap
              positif, meskipun berfluktuasi, yaitu sebesar Rp84,27 miliar pada tahun 2026 dan
              sebesar Rp82,39 miliar pada tahun 2030.


      7.10    Analisis Titik Impas


              Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
              memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
              dikatakan impas jika jumlah pendapatan ( revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
              apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.


              BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:


                                                          Total Biaya Tetap
                                       BEP    =
                                                  (1- (Total Biaya Variabel))
                                                              Penjualan


              Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh nilai BEP untuk masing-
              masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP tersebut mencerminkan
              pendapatan minimal yang harus dicapai agar Perseroan mencapai titik impas.
              Perhitungan BEP dalam Rupiah selama periode proyeksi disajikan pada tabel berikut:




                                                                                                             53
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                                Tabel 18 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000)

                   Tahun           Penjualan            Variable Cost        Fixed Cost           BEP

                   2026             383.724.800             216.971.952          98.225.589    226.032.687
                   2027             478.972.800             284.762.201      113.600.745       280.168.371
                   2028             570.228.800             346.577.700      128.847.604       328.514.435
                   2029             650.616.400             398.530.739      143.187.873       369.558.420
                   2030             740.687.000             461.375.894      159.478.318       422.910.205
                                            BEP Rata-rata                                      325.436.823
                                         BEP Rata-rata (%)                                          57,78%
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Berdasarkan hasil perhitungan BEP, agar Perseroan dapat mencatatkan keuntungan,
             maka penjualan minimal yang harus dicapai adalah sebesar Rp226,03 miliar pada
             tahun 2026, Rp280,17 miliar pada tahun 2027, Rp328,51 miliar pada tahun 2028,
             Rp369,56 miliar pada tahun 2029, dan Rp422,91 miliar pada tahun 2030. Dengan
             demikian, rata-rata BEP Perseroan selama periode proyeksi adalah sebesar
             Rp325,44 miliar atau setara dengan 57,78% dari rata-rata penjualan.


      7.11   Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas


             Analisis likuiditas adalah analisis keuangan yang dilakukan dengan menghitung
             rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
             kewajiban keuangan jangka pendek dengan menggunakan aset lancar.


                                            Tabel 19 Analisis Likuiditas
                                                                                        Working Capital to
                      Tahun                 Current Ratio           Quick Ratio
                                                                                        Total Assets Ratio
                       2026                   222,23%                   95,83%                40,08%
                       2027                   243,10%                   105,19%               45,78%
                       2028                   282,36%                   126,86%               53,04%
                       2029                   317,80%                   154,28%               59,00%
                       2030                   347,73%                   178,27%               63,81%
                      Average                 282,64%                   132,08%               52,34%


             Peningkatan rasio likuiditas tersebut menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan
             dalam memenuhi kewajiban jangka pendek diproyeksikan semakin baik dari tahun
             ke tahun. Rata-rata Current Ratio sebesar 282,64% dan Quick Ratio sebesar 132,08%
             mengindikasikan bahwa Perseroan memiliki aset lancar dan aset lancar paling likuid
             (kas dan piutang usaha) yang memadai untuk menutup liabilitas jangka pendek
             selama periode proyeksi.




                                                                                                        54
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             Analisis solvabilitas adalah rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan
             dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka
             Panjang dengan jaminan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.


                                            Tabel 20 Analisis Solvabilitas
                                 Tahun            Debt to Equity Ratio       Debt to Assets Ratio
                                 2026                    55,07%                      35,51%
                                 2027                    48,72%                      32,76%
                                 2028                    42,44%                      29,80%
                                 2029                    38,38%                      27,73%
                                 2030                    35,76%                      26,34%
                             Average                     44,07%                      30,43%


             Berdasarkan tabel di atas, rasio solvabilitas Perseroan menunjukkan tren penurunan
             selama periode proyeksi tahun 2026—2030. Debt to Equity Ratio menurun dari
             55,07% pada tahun 2026 menjadi 35,76% pada tahun 2030, sementara Debt to
             Assets Ratio menurun dari 35,51% menjadi 26,34% pada periode yang sama.
             Penurunan ini mencerminkan perbaikan struktur permodalan Perseroan yang
             didorong     oleh    peningkatan    ekuitas,   terutama      dari   akumulasi      laba,      serta
             pertumbuhan liabilitas yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan aset dan
             ekuitas.


             Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
             dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
             penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
             besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
             gambaran bagaimana Perseroan mendapatkan laba dengan penambahan kegiatan
             usaha barunya terdapat pada tabel berikut ini:


                                         Tabel 21 Analisis Profitabilitas
                                             Gross Profit         Operating Profit            Net Profit
                        Tahun
                                               Margin                 Margin                   Margin
                         2026                   43,46%                20,84%                   13,93%
                         2027                   40,55%                18,88%                   13,13%
                         2028                   39,22%                18,14%                   12,97%
                         2029                   38,75%                18,01%                   13,06%
                         2030                   37,71%                17,29%                   12,62%
                        Average                 39,94%                18,63%                   13,14%


             Dari tabel di atas diketahui bahwa rasio profitabilitas Perseroan menunjukkan tren
             penurunan selama periode proyeksi tahun 2026—2030. Gross Profit Margin
             menurun dari 43,46% pada tahun 2026 menjadi 37,71% pada tahun 2030. Operating
             Profit Margin juga mengalami penurunan dari 20,84% menjadi 17,29%, sementara




                                                                                                             55
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             Net Profit Margin menurun dari 13,93% menjadi 12,62% pada periode yang sama.
             Penurunan rasio profitabilitas tersebut mencerminkan adanya peningkatan beban,
             khususnya beban pokok penjualan dan beban operasional, sehingga memberikan
             tekanan terhadap margin laba Perseroan meskipun pendapatan terus meningkat.


      7.12   Tingkat Imbal Balik Investasi


             Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aset
             yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.
             Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aset yang dikendalikan dengan
             mengabaikan sumber pendanaan. Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui
             seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aset untuk kegiatan operasional
             dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan.


             Berikut adalah ROI yang diproyeksikan atas Kegiatan Usaha Perseroan:


                                     Tabel 22 Return on Investment (ROI)
                                        Laba Bersih        Total Aset
                         Tahun                                                  ROI
                                            (Rp.000)        (Rp.000)
                         2026                53.451.263     584.326.131        9,15%
                         2027                62.875.686     653.928.780        9,62%
                         2028                73.946.727     731.647.745        10,11%
                         2029                84.940.275     828.310.161        10,25%
                         2030                93.469.575     939.567.905        9,95%
                                             Average                           9,81%


             Rasio ROI Perseroan pada tahun 2026—2030 diproyeksikan relatif stabil dengan
             tren sedikit meningkat, yaitu dari 9,15% pada tahun 2026 menjadi 9,62% pada tahun
             2027 dan mencapai puncaknya sebesar 10,25% pada tahun 2029, sebelum sedikit
             menurun menjadi 9,95% pada tahun 2030. Kondisi ini menunjukkan bahwa
             Perseroan mampu menjaga tingkat pengembalian atas investasi secara konsisten,
             seiring dengan peningkatan laba bersih dan total aset selama periode proyeksi.


      7.13   Penetapan Tingkat Diskonto


             Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang
             dihitung dengan rumus sebagai berikut:


                                  WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)


              Keterangan:
             WACC       = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas
                            modal)
             Kd             Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)



                                                                                              56
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             Ke          = The required rate of return (biaya ekuitas)
             T           = Tax rate (tarif pajak)
             % Debt      = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
                            struktur kapital)
             % Equity    = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam
                            struktur kapital)


             Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
             akan digunakan dalam Penilaian.

             Cost of Debt (tingkat biaya hutang)

             Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:

             • Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi
                  yang akan digunakan yaitu sebesar 8,59%.

             • Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak
                  korporasi di Indonesia     (Undang-undang No. 7 Tahun 2021 - Harmonisasi
                  Peraturan Perpajakan).

             Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of
             debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:


             Kd = 8,59% x (1-22,00%) = 6,70%


             Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)

             Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
             (Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
             bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
             sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:


                                             Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
                                                Ke = Rf + (Rp x β) + Rs
             Keterangan:
             Rf       = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
             Rm       = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
             Rp       = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
             β        = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                        responsivitas      pengembalian       perusahaan   terhadap   pergerakan
                        pengembalian portofolio pasar
             Rs       = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan




                                                                                               57
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:


             Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
             dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia,
             instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara
             (most active government bond). Dalam penilaian Perseroan digunakan Surat Utang
             Negara dengan rata-rata yield adalah sebesar 6,51%. Angka tersebut akan
             digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).


                                            Tabel 23 Surat Utang Negara
                            Bond                         Maturity                  Yield
                          FR0108                       15-Apr-36                           6,1097%
                          FR0106                       15-Aug-40                           6,4290%
                          FR0107                       15-Aug-45                           6,5390%
                          FR0102                        15-Jul-54                          6,7094%
                          FR0105                        15-Jul-64                          6,7535%
                                       Rata-rata                                           6,5081%
             Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian
                       Keuangan RI, 16 Desember 2025


             Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
             risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.


             Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
             pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging. Berdasarkan penelitian
             yang dilakukan Aswath Damodaran per Januari 2026, diprediksi market risk
             premium adalah sebesar 6,69%.

             Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
             dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
             Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan
             Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang
             dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Oilfield Svcs/Equipment per Januari
             2026 yaitu rata-rata sebesar 0,92.


             Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
             Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum
             mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
             suatu perusahaan. Melihat kondisi saat ini dan rencana usaha yang diproyeksikan
             oleh Perseroan, maka kami berpendapat tidak perlu ditambahkan adanya premi
             risiko.




                                                                                                58
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:


                                            Tabel 24 Biaya Modal untuk Ekuitas

                                         Keterangan                        Biaya Modal untuk Ekuitas

                      Biaya Modal untuk Ekuitas
                      a.    Risk Free Rate ( Rf )                                               6,51%
                      b.    Risk Premium Ekuitas ( Rm )                                         6,69%
                       c.   β (Beta)                                                             0,92
                       c.   Specific Risk                                                       0,00%
                      Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM                                           12,69%
                      Credit Default Spread                                                     1,62%
                      Biaya Modal untuk Ekuitas                                                11,07%


             Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
             memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
             yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default
             spread sebesar 1,62%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam
             penilaian Perseroan menjadi 11,07%.


             Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya Weighted Average Cost of Capital (WACC)
             yang kami gunakan sebagai tingkat diskonto dalam penilaian Perseroan adalah
             sebesar 9,87% seperti pada tabel berikut:


                                       Tabel 25 Weighted Average Cost of Capital

                              Jenis Modal                       Biaya Modal         Bobot       Tertimbang

              Cost of Debt ( Kd = i x (1-T))                           6,70%         27,38%              1,83%
              Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta             11,07%         72,62%              8,04%
                              Weighted Average Cost of Capital (WACC)                                    9,87%


      7.14   Analisis Kelayakan Proyek


              a. Net Present Value (NPV)
                 NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
                 setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
                 tahun sampai akhir tahun periode proyek. Dengan membandingkan antara total
                 investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
                 akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila proyek tersebut
                 menghasilkan          NPV    positif   maka      proyek   ini   layak   dikerjakan    apabila
                 menghasilkan NPV negatif maka proyek ini tidak layak dikerjakan.

                                                            𝑇
                                                                    𝐶𝐹𝑡
                                                  𝑁𝑃𝑉 = ∑                  − 𝐶𝐹0
                                                                  (1 + 𝑟)𝑡
                                                            𝑡−1




                                                                                                           59
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                    NPV         :    Net Present Value
                    CFt         :    arus kas pada periode t
                    CF0         :    arus kas investasi awal pada periode 0
                    r           :    tingkat diskonto


                 Berikut adalah perhitungan NPV dari kegiatan usaha Perseroan:


                                       Tabel 26 Perhitungan NPV (Rp.000)

                                     Keterangan                         FCFF               PV FCFF

                   Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                     2026                                            (103.387.127)        (94.097.303)
                     2027                                              31.359.704          25.977.261
                     2028                                              37.592.201          28.341.960
                     2029                                              56.158.383          38.535.183
                     2030                                             156.306.902          97.618.402
                   NPV                                                                     96.375.502
                 Discount Factor = 9,87%

              b. Internal Rate of Return (IRR)
                 IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
                 sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi
                 pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar.
                 Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC, maka proyek ini layak
                 dikerjakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini tidak
                 layak dikerjakan.




                    IRR         :    Internal Rate of Return
                    CFt         :    arus kas pada periode t
                    CF0         :    arus kas investasi awal pada periode 0
                    r           :    tingkat diskonto


                                                 Tabel 27 Perhitungan IRR
                                                                    FCFF             PV FCFF
                                    Keterangan
                                                                  (Rp.000)           (Rp.000)
                    Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                      2026                                      (103.387.127)   (74.016.969)
                      2027                                        31.359.704         16.073.172
                      2028                                        37.592.201         13.794.064
                      2029                                        56.158.383         14.752.781
                      2030                                       156.306.902         29.396.951
                      NPV                                                                       0
                   IRR = 39,68%



                                                                                                     60
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




              c. Profitability Index (PI)
                 PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
                 investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
                 didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi proyek
                 pada awal periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode
                 berjalannya proyek. Apabila PI dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1
                 (satu) maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
                 apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
                 proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan sedangkan PI
                 lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap
                 tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI
                 suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1 (satu).

                                                                 ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
                                                          𝑃𝐼 =
                                                                 ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )

                        PI          :     Profitability Index
                        CFI         :     nilai kini seluruh arus kas masuk
                        CFo         :     nilai kini seluruh arus kas keluar


                 Berikut adalah perhitungan PI dari kegiatan usaha Perseroan:


                                                     Tabel 28 Perhitungan PI
                                                                                        PV FCFF
                                                  Keterangan
                                                                                       (Rp.000)
                   Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                        Arus kas masuk                                                 569.274.609
                        Arus kas keluar                                               (472.899.106)
                   PI                                                                       1,20380


              d. Payback Period (PP)
                 Payback Period tidak ada kriteria, hanya menunjukkan tingkat pengembalian
                 investasi.


                                                   Tabel 29 Perhitungan PP
                                            NCF
                              No.                                  Tahun           Faktor
                                          (Rp.000)
                              1         (103.387.127)              2026             1,00
                              2          (72.027.424)              2027             1,00
                              3          (34.435.223)              2028             1,00
                              4           21.723.160               2029             0,61
                                                      Total                         3,61
                                               Payback Period                  3 Tahun 7 Bulan




                                                                                                      61
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap kegiatan usaha
                Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:


                                     Tabel 30 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
                                                 2026           2027           2028           2029            2030
          Keterangan          TOTAL
                                                 1,00           2,00           3,00           4,00            5,00
 EBITDA                     778.149.237       109.916.066    122.123.148    136.648.393    151.284.298     258.177.332


 CASH OUT FLOW
 - Tax                     (103.987.661)      (15.075.997)   (17.734.168)   (20.856.769)   (23.957.513)    (26.363.213)
 - Interest ( i x T )       (10.201.799)       (2.518.283)    (2.156.472)    (1.894.311)    (1.816.367)     (1.816.367)
 - Investment Outlays      (166.592.269)     (166.592.269)             -              -              -               -
 - CAPEX                    (92.513.968)      (18.502.794)   (18.502.794)   (18.502.794)   (18.502.794)    (18.502.794)
 +/- Working Capital       (226.823.477)      (10.613.851)   (52.370.011)   (57.802.318)   (50.849.242)    (55.188.056)
 TOTAL                     (600.119.174)     (213.303.193)   (90.763.444)   (99.056.192)   (95.125.915)   (101.870.430)


 NET CASH FLOW              178.030.063      (103.387.127)    31.359.704     37.592.201     56.158.383     156.306.902
 Discount factor (9,87%)                          0,91015        0,82836        0,75393        0,68619         0,62453
 DISCOUNTED CASH FLOW         96.375.502      (94.097.303)    25.977.261     28.341.960     38.535.183      97.618.402


 PROCEED                                     (103.387.127)   (72.027.424)   (34.435.223)    21.723.160     178.030.063


 PRESENT VALUE KAS
   MASUK                    569.274.609       100.039.585    101.162.465    103.023.583    103.809.401     161.239.575
 PRESENT VALUE KAS
   KELUAR                  (472.899.106)     (194.136.888)   (75.185.204)   (74.681.623)   (65.274.218)    (63.621.173)


 NET PRESENT VALUE, NPV    96.375.502
 INTERNAL RATE OF
   RETURN, IRR             39,68%
 PROFITABILITY INDEX, PI   1,20380
 PAYBACK PERIOD, PP        3 Tahun 7 bulan


                Analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa Kegiatan Usaha Perseroan
                memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:


                • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                   NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp96.375.502.000,-. Dengan demikian,
                   hasil NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak
                   dikerjakan karena memberikan keuntungan.
                • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
                   IRR yang dihasilkan adalah sebesar 39,68%. Hasil IRR berada di atas tingkat
                   discount rate yang sebesar 9,87%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
                   bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
                   (cost of capital) yang diasumsikan.




                                                                                                             62
Page 76
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




               • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                     PI yang diperoleh adalah sebesar 1,20380. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                     dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                     keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.
               • Payback Period (PP)
                     PP yang diperoleh adalah 3 tahun dan 7 bulan. Dengan demikian, Perseroan
                     mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 3 tahun
                     dan 7 bulan.


      7.15     Analisis Sensitivitas


               Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
               maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu:


               −     Pendapatan turun dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 2,50%, 5,00%,
                     7,50%, dan 10,00%.
               −     Biaya investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                     7,50%, dan 10,00%.
               −     Struktur biaya naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                     7,50%, dan 10,00%.
               −     Discount rate naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                     7,50%, dan 10,00%.


                                    Tabel 31 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000)
                                               Kondisi                          Perubahan Kondisi
                     Keterangan
                                               Normal           2,50%          5,00%          7,50%         10,00%
         1.   PENJUALAN TURUN
              Net Present Value (NPV)          96.375.502     55.718.990     15.062.477    (25.594.035)   (66.250.548)
              Internal Rate of Return (IRR)       39,68%         26,48%         14,23%           2,63%         -8,58%
              Return On Investment (ROI)            9,81%          8,27%          6,75%          5,27%          3,82%
              Profitability Index (PI)           1,20380        1,12075        1,03347         0,94163        0,84486
              Payback Period (PP)               3 Th 7 Bln     4 Th 1 Bln     4 Th 5 Bln    4 Th 10 Bln     5 Th 4 Bln
              BEP:
              a. Rp.000                       325.436.823    338.768.362    354.042.395    371.718.056    392.412.006
              b. % terhadap pendapatan            57,78%         61,65%         66,07%          71,18%         77,15%
         2.   BIAYA INVESTASI NAIK
              Net Present Value (NPV)          96.375.502     90.825.697     85.275.891     79.726.085     74.176.279
              Internal Rate of Return (IRR)       39,68%         37,10%         34,68%          32,41%         30,28%
              Return On Investment (ROI)            9,81%          9,81%          9,81%          9,81%          9,81%
              Profitability Index (PI)           1,20380        1,18983        1,17619         1,16286        1,14982
              Payback Period (PP)               3 Th 7 Bln     3 Th 8 Bln     3 Th 9 Bln    3 Th 11 Bln     4 Th 0 Bln
              BEP:
              a. Rp.000                       325.436.823    325.436.823    325.436.823    325.436.823    325.436.823
              b. % terhadap pendapatan            57,78%         57,78%         57,78%          57,78%         57,78%
         3.   BIAYA OPERASIONAL NAIK
              Net Present Value (NPV)          96.375.502     59.426.028     22.476.554    (14.472.920)   (51.422.394)
              Internal Rate of Return (IRR)       39,68%         27,52%         16,32%           5,84%         -4,14%
              Return On Investment (ROI)            9,81%          8,86%          7,86%          6,80%          5,67%




                                                                                                                63
Page 77
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




                                                  Kondisi                          Perubahan Kondisi
                     Keterangan
                                                  Normal           2,50%          5,00%         7,50%          10,00%
              Profitability Index (PI)              1,20380        1,12715        1,04867        0,96828        0,88593
              Payback Period (PP)                  3 Th 7 Bln     4 Th 1 Bln     4 Th 4 Bln     4 Th 9 Bln     5 Th 2 Bln
              BEP:
              a. Rp.000                         325.436.823     345.616.817    367.620.908    391.709.243    418.194.139
              b. % terhadap pendapatan               57,78%         61,31%         65,16%         69,37%         73,98%
         4.   DISCOUNT RATE NAIK
              Net Present Value (NPV)            96.375.502      94.846.539     93.337.494     91.848.071     90.377.977
              Internal Rate of Return (IRR)          39,68%         39,68%         39,68%         39,68%         39,68%
              Return On Investment (ROI)               9,81%          9,81%          9,81%          9,81%          9,81%
              Profitability Index (PI)              1,20380        1,20166        1,19953        1,19741        1,19529
              Payback Period (PP)                  3 Th 7 Bln     3 Th 7 Bln     3 Th 7 Bln     3 Th 7 Bln     3 Th 7 Bln
              BEP:
              a. Rp.000                         325.436.823     325.436.823    325.436.823    325.436.823    325.436.823
              b. % terhadap pendapatan               57,78%         57,78%         57,78%         57,78%         57,78%


               Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan usaha akan
               terlihat seperti pada grafik di bawah ini.


                                              Gambar 10 Grafik Analisis Sensitivitas




               Sumber: Proyeksi Keuangan


               Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, pada kondisi normal diperoleh nilai NPV
               sebesar Rp96,38 miliar. Apabila terjadi penurunan penjualan hingga 10,00%, nilai
               NPV diproyeksikan menurun menjadi sebesar negatif Rp66,25 miliar. Sementara itu,
               apabila biaya investasi meningkat hingga 10,00%, nilai NPV diproyeksikan menjadi
               sebesar Rp74,18 miliar. Selanjutnya, apabila struktur biaya meningkat hingga
               10,00%, nilai NPV diproyeksikan menurun menjadi sebesar negatif Rp51,42 miliar.
               Adapun apabila terjadi kenaikan discount rate hingga 10,00%, nilai NPV
               diproyeksikan menjadi sebesar Rp90,38 miliar.


               Dari analisis sensitivitas di atas, penurunan pendapatan dan kenaikan struktur biaya
               merupakan faktor yang paling sensitif terhadap kelayakan usaha.




                                                                                                                  64
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




      8       KESIMPULAN

      8.1    Kajian Kelayakan Pasar


             Dari Kajian Kelayakan Pasar, Berdasarkan analisis Mordor Intelligence, nilai pasar
              industri minyak dan gas Indonesia diperkirakan meningkat dari US$13,88 miliar pada
              tahun 2025 menjadi US$14,60 miliar pada tahun 2026, dan diproyeksikan mencapai
              US$18,81 miliar pada tahun 2031, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk
              (CAGR) sebesar 5,18% selama periode 2026–2031. Sementara itu, pasar oilfield
              services didominasi oleh segmen pengeboran dengan pangsa sekitar 43% serta
              wilayah Amerika Utara dengan kontribusi sekitar 42%, didukung oleh aktivitas
              eksplorasi yang tinggi dan kemajuan teknologi. Secara regional, setiap kawasan
              menunjukkan karakteristik pertumbuhan yang berbeda, dengan Asia-Pasifik dan
              Timur   Tengah    menjadi     wilayah   dengan   potensi   pertumbuhan   yang   kuat.
              Kesinambungan pasar didorong oleh meningkatnya permintaan energi global serta
              kebutuhan optimalisasi lapangan mature melalui teknik seperti EOR dan workover.
              Industri juga terus beradaptasi melalui digitalisasi, otomatisasi, dan penerapan
              teknologi ramah lingkungan untuk menjaga efisiensi dan keberlanjutan jangka
              panjang. Potensi pasar didukung oleh peningkatan permintaan minyak dan gas,
              pengembangan cadangan non-konvensional, serta ekspansi aktivitas pengeboran
              lepas pantai. Selain itu, pertumbuhan di berbagai kawasan dan kebutuhan layanan
              terintegrasi membuka peluang yang signifikan bagi penyedia jasa. Dari sisi nilai,
              pasar diproyeksikan tumbuh dari US$126,32 miliar pada tahun 2025 menjadi
              US$167,69 miliar pada tahun 2030 dengan CAGR 5,83%, mencerminkan prospek
              industri yang positif dan berkelanjutan.


             Dengan didukung oleh permintaan energi yang relatif stabil, kesinambungan
             kebutuhan industri minyak dan gas, serta potensi pertumbuhan pasar yang positif,
             maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha dari aspek kelayakan
             pasar adalah layak.


      8.2    Kajian Kelayakan Teknis


              Dari Kajian Kelayakan Teknis, Perseroan memiliki kapasitas operasional yang
              memadai, didukung fasilitas workshop di Citeureup (Jawa Barat) dan Lembak
              (Sumatera Selatan), serta pengembangan workshop di Duri (Riau), semakin
              memperkuat kemampuan Perseroan dalam mendukung proyek di wilayah strategis
              Indonesia. Dari sisi sumber daya, Operasional didukung oleh 104 karyawan hingga
              akhir 2025, serta tenaga ahli bersertifikasi. Secara keseluruhan, kombinasi
              peralatan, fasilitas, serta kualitas sumber daya manusia menunjukkan bahwa
              Perseroan memiliki kelayakan teknis yang memadai untuk mendukung kegiatan
              usaha dan pengembangannya.




                                                                                               65
Page 79
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             Dengan adanya sistem operasional yang telah berjalan, didukung oleh peralatan,
             fasilitas workshop, serta sumber daya manusia yang memadai, maka dapat
             disimpulkan bahwa rencana Penambahan Kegiatan Usaha dari aspek kelayakan
             teknis adalah layak.


      8.3    Kajian Kelayakan Pola Bisnis


             Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, Perseroan memiliki keunggulan kompetitif yang
             kuat, didukung oleh pengalaman lebih dari 23 tahun, kemampuan menyediakan
             layanan terintegrasi, serta kolaborasi dengan        principal internasional yang
             memastikan akses terhadap teknologi dan standar global. Selain itu, dukungan
             sertifikasi, jaringan pelanggan, layanan purna jual, serta infrastruktur dan sumber
             daya manusia yang kompeten memperkuat posisi Perseroan dalam industri.
             Kemampuan pesaing untuk meniru model bisnis Perseroan relatif terbatas,
             mengingat tingginya kebutuhan pengalaman, keahlian teknis, sertifikasi, serta
             investasi pada peralatan dan infrastruktur, sehingga menciptakan hambatan masuk
             yang cukup signifikan. Penambahan kegiatan usaha memberikan peluang bagi
             Perseroan untuk menciptakan nilai melalui diversifikasi layanan, peningkatan nilai
             kontrak dari basis pelanggan yang telah ada, efisiensi operasional melalui integrasi
             layanan, serta penguatan posisi sebagai penyedia solusi terintegrasi. Secara
             keseluruhan, Perseroan dinilai memiliki kelayakan pola bisnis yang baik serta
             kemampuan untuk menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.


              Dengan adanya sinergi antara kegiatan usaha yang telah berjalan dengan kegiatan
              usaha yang akan ditambahkan, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan
              Kegiatan Usaha dari aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.


      8.4    Kajian Kelayakan Model Manajemen


              Dari kelayakan model manajemen, Perseroan memiliki ketersediaan tenaga kerja
              yang memadai, didukung oleh 104 karyawan yang tersebar di berbagai fungsi
              operasional dan pendukung, serta fleksibilitas untuk menambah tenaga kerja sesuai
              kebutuhan proyek. Dari sisi kekayaan intelektual, Perseroan telah melakukan
              pengelolaan melalui pendaftaran dan pemeliharaan hak merek guna mendukung
              daya saing usaha. Dalam aspek manajemen risiko, Perseroan telah mengidentifikasi
              berbagai risiko utama, baik operasional maupun eksternal, seperti keterbatasan
              tenaga ahli dan teknologi, kerusakan peralatan, persaingan usaha, hingga risiko
              makroekonomi dan regulasi. Meskipun demikian, risiko tersebut masih dapat
              dikelola melalui penguatan operasional, kepatuhan terhadap regulasi, serta strategi
              bisnis yang adaptif. Selain itu, Perseroan didukung oleh manajemen yang
              berpengalaman dengan struktur organisasi yang terintegrasi, sehingga mampu
              menjalankan fungsi perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian kegiatan usaha
              secara efektif. Dengan dukungan sumber daya manusia, sistem manajemen, serta



                                                                                              66
Page 80
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




              kemampuan dalam mengelola risiko, Perseroan dinilai memiliki kelayakan model
              manajemen yang memadai untuk mendukung pengembangan usaha.


              Dengan didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia yang memadai, struktur
              dan sistem manajemen yang telah berjalan dengan baik, serta kemampuan dalam
              mengelola risiko, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha dari
              aspek kelayakan model manajemen adalah layak.


      8.5    Kajian Kelayakan Keuangan


              Dari Kajian Kelayakan Keuangan, analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa
              Kegiatan Usaha Perseroan memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel
              sebagai berikut:
             • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp96.375.502.000,-. Dengan demikian,
                hasil NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak
                dikerjakan karena memberikan keuntungan.
             • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
                IRR yang dihasilkan adalah sebesar 39,68%. Hasil IRR berada di atas tingkat
                discount rate yang sebesar 9,87%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
                bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
               (cost of capital) yang diasumsikan.
             • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                PI yang diperoleh adalah sebesar 1,20380. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.
             • Payback Period (PP)
                PP yang diperoleh adalah 3 tahun dan 7 bulan. Dengan demikian, Perseroan
                mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 3 tahun
                dan 7 bulan.


             Berdasarkan hasil analisis keuangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan
             usaha Perseroan pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.


      8.6    Kesimpulan Studi Kelayakan


             Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
             Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 71101 yaitu Aktivitas Arsitektural,
             KBLI 33201 yaitu Instalasi/Pemasangan dan Perangkaian/Integrasi Mesin, Peralatan,
             dan Sistem Industri, KBLI 43211 yaitu Pemasangan Jaringan Listrik, KBLI 77399 yaitu
             Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin, Peralatan, dan Barang Berwujud Lainnya
             YTDL, KBLI 77395 yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Mesin dan Peralatan



                                                                                             67
Page 81
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk




             Pertambangan dan Penggalian, serta KBLI 27113 yaitu Industri Pengubah
             Tegangan/Transformator dan Pengubah Arus/Rectifier adalah layak.




                                                                                68

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.64 MB
Published9 Jun 2026
Pages81
Characters240,897
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org MULTIKARYA ASIA PASIFIK RAYA TBK · Nama Perusahaan p.1 ×261
linked org Negara Maju p.13 ×3
linked person Nico Johnson · Sekretaris Perusahaan p.16
linked person Djoni Suyanto p.19 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×4
possible person Susetyo p.15 ×2
possible person Kanaka Puradiredja p.15 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.37
unresolved org KJPP Syarif p.3 ×2
unresolved org Rekan · Penilai p.3
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.4 ×2
unresolved org ENDANG & REKAN p.6 ×2
unresolved org REKAN Endang Sunardi p.6
unresolved org KJPP Syarif Rekan p.6
unresolved org Endang dan Rekan p.6 ×2
unresolved person Endang Sunardi p.8
unresolved person Meilindra Indriani p.8
unresolved person Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev. p.8 ×2
unresolved person Kamaludin, S.Pd p.8
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Syarif p.14 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Pieter p.15
unresolved org Uways & Rekan p.15
unresolved person Drs. Nursal p.15 ×2
unresolved person Eric Handoko · Direktur Utama p.16
unresolved person Tutut Indargo Sebagai Legal p.16
unresolved person Rendi Oktri Saputra Sebagai Legal p.16
unresolved org KJPP p.17
unresolved org PT Mudking Asia Pasifik Raya p.18
unresolved person Yunardi p.18
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18 ×2
unresolved person Rudy Siswanto · Notaris p.18 ×2
unresolved org PT International Sawo Resources p.18 ×3
unresolved org PT Dwidaya Tunggal Perkasa p.23
unresolved org PT Genggam Asa Sekawan p.35 ×2
unresolved org PT Sikars Petroleum Nusantara p.35 ×2
unresolved org PT Epsindo Jaya Pratama p.35 ×2
unresolved org PT Hokindo Gemilang p.35 ×2
unresolved org PT Gunung Putih Putra p.35 ×2
unresolved org PT Phalosa Semesta Abadi p.35 ×2
unresolved org PT Media Testerindo p.35 ×2
unresolved org PT Bhumi Phala Perkasa p.35 ×2
unresolved org PT Indo Mitra Sekawan p.35 ×2
unresolved org PT Imeco Inter Sarana p.35 ×2
unresolved org PT Duraquipt Cemerlang p.35
unresolved org Bank Indonesia p.39 ×10
unresolved org Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia NPI p.41
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Inflasi p.42
unresolved org PT Duraquipt Cemerlang Persaingan p.50
unresolved — Anton Pane p.53
unresolved org Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. p.57
unresolved org Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko p.71
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.71

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 6970 ms 12 Sep 2026 22:12
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result