Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 36
Page 1
PT INDO ACIDATAMA Tbk LAPORAN KEUANGAN INTERIM PER TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024 (Tidak Diaudit) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
Page 2
Jakarta , 29 Oktober 2024
Page 3
PT INDO ACIDATAMA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERM
Per Tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 2024 31 Desember 2023
Catatan (Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Bank 3, 32, 33 6.217.590 18.160.023
Piutang Usaha - Bersih 4, 32, 33
Pihak Berelasi 17 543.075 534.528
Pihak Ketiga 244.781.771 183.736.164
Aset Keuangan Lancar Lainnya - Bersih 5 78.579 574.701
Persediaan 6 432.698.114 316.291.024
Pajak Dibayar di Muka 7a. 30.558.728 7.032.964
Biaya Dibayar di Muka 8 1.506.098 1.306.149
Uang Muka Pembelian dan Lainnya 9 93.916.294 64.915.768
Total Aset Lancar 810.300.249 592.551.321
ASET TIDAK LANCAR
Properti Investasi 10 958.000 958.000
Aset Tetap dan Aset Hak Guna 11 378.652.469 341.229.561
Aset Pajak Tangguhan 7.c 1.272.443 1.958.969
Total Aset Tidak Lancar 380.882.912 344.146.530
TOTAL ASET 1.191.183.161 936.697.851
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman Jangka Pendek 12, 33 348.865.597 142.241.501
Utang Usaha 13, 32, 33 47.627.957 26.199.188
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 14, 33 4.768.000 4.768.000
Uang Muka Penjualan 16 22.316.730 5.666.818
Utang Pajak 7.d 680.259 4.326.529
Beban Akrual 18, 33 15.793.181 14.360.426
Utang Deviden 15 16.145 13.390
Bagian Lancar atas Pinjaman Jangka Panjang
Utang Bank 19, 33 3.030.875 6.866.267
Utang Sewa 20, 33 1.813.983 919.265
Total Liabilitas Jangka Pendek 444.912.727 205.361.384
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman Jangka Panjang - Setelah dikurangi Bagian Lancar
Utang Bank 19, 33 250.000 2.500.000
Liabilitas Sewa 20, 33 1.826.992 976.447
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 28 19.972.500 17.272.500
Total Liabilitas Jangka Panjang 22.049.492 20.748.947
TOTAL LIABILITAS 466.962.219 226.110.331
EKUITAS
Modal Saham - nilai nominal Rp. 50 (dalam 21 301.000.000 301.000.000
Rupiah Penuh) per saham
Modal Dasar - 12.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh 6.020.000.000 saham
Tambahan Modal Disetor 22 600.000 600.000
Komponen Ekuitas Lainnya 154.579.133 154.579.133
Saldo Laba 268.041.809 254.408.387
Total Ekuitas 724.220.942 710.587.520
TOTAL LIABILITAS dan EKUITAS 1.191.183.161 936.697.851
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
1
Page 4
PT INDO ACIDATAMA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 2024 30 September 2023
Catatan (Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
PENJUALAN 17, 23 807.850.990 751.088.055
BEBAN POKOK PENJUALAN 24 (653.178.749) (568.039.037)
LABA KOTOR 154.672.241 183.049.018
Beban Usaha 25 (115.755.283) (114.062.652)
Pendapatan Lain-lain 26.a 199.844 2.519.719
Beban Lain-lain 26.b (3.141.928) (312.308)
LABA USAHA 35.974.874 71.193.777
Beban Keuangan 27 (10.261.320) (9.432.136)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 25.713.554 61.761.641
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Pajak Kini 7.b (5.373.606) (13.028.400)
Pajak Tangguhan (686.526) (1.924.129)
Total Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (6.060.132) (14.952.529)
LABA TAHUN BERJALAN 19.653.422 46.809.112
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi
Pajak Penghasilan atas pengukuran Kembali
Program Imbalan Pasti - 594.000
Total Penghasilan Komprehensif Lain - 594.000
TOTAL LABA dan PENGHASILAN KOMPREHENSIF 19.653.422 47.403.112
PERIODE BERJALAN
LABA PER SAHAM DASAR/DILUSIAN
(dalam Rupiah Penuh) 30 3,26 7,78
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
2
Page 5
PT INDO ACIDATAMA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Per Tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Saldo Laba
Modal
Tambahan Surplus Belum Pengukuran
Ditempatkan dan Ditentukan Total Saldo
Modal Disetor Revaluasi Ditentukan Kembali Jumlah Ekuitas
Disetor Penuh Penggunaannya Laba
Penggunaannya Imbalan Pasti
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo per 1 Januari 2023 301.000.000 600.000 154.579.133 142.026.876 61.259.406 (1.122.986) 202.163.296 658.342.429
Deviden Tunai dan Dana Cadangan - - - (6.760.594) 740.594 - (6.020.000) (6.020.000)
Laba Tahun Berjalan - - - 58.018.151 - - 58.018.151 58.018.151
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - - - - - 246.940 246.940 246.940
Saldo per 31 Desember 2023 301.000.000 600.000 154.579.133 193.284.433 62.000.000 (876.046) 254.408.387 710.587.520
Deviden Tunai dan Dana Cadangan - - - (6.020.000) - - (6.020.000) (6.020.000)
Laba Tahun Berjalan - - - 19.653.422 - - 19.653.422 19.653.422
Saldo per 30 September 2024 301.000.000 600.000 154.579.133 206.917.855 62.000.000 (876.046) 268.041.809 724.220.942
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
3
Page 6
PT INDO ACIDATAMA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 2024 30 September 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan/(Pembayaran) Kas dari pihak ketiga 763.142.880 746.513.525
Penerimaan/(Pembayaran) Kas kepada pemasok dan pihak ketiga Lainnya (848.015.705) (716.343.355)
Penerimaan/(Pembayaran) Pajak (32.747.202) (12.822.476)
Penerimaan/(Pembayaran) Bunga (10.290.143) (9.427.745)
Pembayaran pada karyawan (31.333.031) (29.559.358)
Arus Kas Diperoleh dari Aktivitas Operasi (159.243.201) (21.639.409)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap dan Aset Dalam Penyelesaian (49.149.355) (20.658.229)
Penjualan Aset Tetap 126.126 246.555
Arus Kas dari Aktivitas Investasi (49.023.229) (20.411.674)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan Pinjaman Jangka Pendek Utang Bank 460.669.578 419.253.918
Pembayaran Pinjaman Jangka Pendek Utang Bank (254.045.482) (361.657.034)
Pembayaran Pinjaman Jangka Panjang Utang Bank (6.085.392) (6.085.392)
Penerimaan Utang Sewa 2.340.004 1.454.039
Pembayaran Utang Sewa (594.741) (594.741)
Pembayaran Deviden (6.017.246) (6.017.246)
Arus Kas Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 196.266.721 46.353.544
(Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas (11.999.709) 4.302.461
Laba(rugi) selisih kurs yang belum direalisasi
Terhadap Kas dan setara kas akhir tahun 57.276 215.676
Kas Dan Setara Kas Awal Tahun 18.160.023 14.505.411
Kas Dan Setara Kas Akhir Tahun 6.217.590 19.023.548
Kas Dan Setara Kas Akhir Tahun terdiri dari:
Kas 849.285 972.659
Bank 5.368.305 18.050.889
Jumlah 6.217.590 19.023.548
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
4
Page 7
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1 Umum
1.a. Pendirian Perusahaan
PT. Indo Acidatama Tbk (Perusahaan) didirikan pada awalnya bernama PT Sarasa Nugraha Tbk, berdasarkan Akta Notaris Sri Rahayu,
SH, Notaris di Jakarta No. 5 tanggal 7 Desember 1982. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. C2-1433.HT.01.TH.85 tanggal 18 Maret 1985.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta Notaris Fathiah Helmi, SH, Notaris
di Jakarta, No. 69 tanggal 16 Juni 2015 untuk menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK,04/2014 tentng
Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Terbuka dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan no. 33/POJK,04/2014
tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, Akta perubahan ini telah disampaikan dan diterima oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-3522865.AH.1.11 tahun 2015 tanggal 22 Juni
2015
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi industri pakaian jadi, kimia dasar,
kemasan dari plastik dan perdagangan ekspor dan impor. Pada saat ini kegiatan Perusahaan adalah dalam bidang industri kimia dasar.
Perusahaan berkedudukan di Gedung Graha Kencana Suite 9A, Jl. Raya Perjuangan 88, Jakarta. Perusahaan memiliki pabrik yang
berlokasi Surakarta dengan alamat Jl. Raya Solo-Sragen Km 11 Desa Kemiri , Jawa Tengah. Perusahaan memulai kegiatan komersiil
garmen sejak 1984 dan kimia sejak tahun 1989.
Perusahaan tidak mempunyai entitas induk karena tidak terdapat pemegang saham Perusahaan yang memiliki porsi kepemilikan efektif
atau hak suara melebihi 50%.
Pada tanggal pelaporan PT Budhi Bersaudara Manunggal dan PT Kemiri Sarana Investama merupakan entitas yang masing-masing
memiliki pengaruh signifikan terhadap perusahaan dan tidak terdapat pihak pengendali.
1.b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 2 Desember 1992 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam)
dengan suratnya No. S-1917/PM/1992 untuk melakukan penawaran umum atas 5.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat.
Pada tanggal 11 Oktober 2000 dan 30 Oktober 2000 Perusahaan melakukan penambahan modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu sebesar 81.100.000 saham biasa dan 110.000.000 saham biasa melalui konversi utang.
Pada tanggal 25 Agustus 2005 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam sehubungan dengan penggabungan usaha dan
jumlah penambahan saham yang beredar sebesar 3.820.000.000 lembar saham.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 seluruh saham Perusahaan atau sejumlah 6.020.000.000 saham telah tercatat
pada Bursa Efek Indonesia.
1.c. Karyawan, Direksi dan Komisaris
Susunan anggota Komisaris dan Direksi Perusahaan per tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
30 September 2024 31 Desember 2023
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Biantoro Setijo : Biantoro Setijo
Wakil Presiden Komisaris : Budhi Santoso : Budhi Santoso
Komisaris : Budhi Hartono : Budhi Hartono
: Wymbo Widjaksono : Wymbo Widjaksono
Komisaris Independen : FS Bahari Nusantara : FS Bahari Nusantara
: Stephanus Junianto : Stephanus Junianto
Dewan Direksi
Presiden Direktur : Budhi Moeljono : Budhi Moeljono
Wakil Presiden Direktur : Mulyadi Utomo Budhi Moeljono : Mulyadi Utomo Budhi Moeljono
Direktur : Wong Lukas Yoyok Nurcahya : Wong Lukas Yoyok Nurcahya
: Nurdjono Kusumohadi : Nurdjono Kusumohadi
: Shelumiel Setijo : Shelumiel Setijo
Direktur Independen : Sharad Ganesh Ugrankar : Sharad Ganesh Ugrankar
1.d. Komite Audit
Susunan Komite Audit per 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 berdasarkan Rapat Dewan Komisaris sebagai berikut :
30 September 2024 31 Desember 2023
Ketua Komite Audit : FS Bahari Nusantara : FS Bahari Nusantara
Anggota : Hoo Kwie Han : Stephanus Junianto
: Ignatius Dion Setiawan : Bernard Edhi Hartono
1.e. Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan per 30 September 2024 adalah Benny Herman
5
Page 8
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1.f. Kepala Internal Audit
Kepala Internal Audit Perusahaan per 30 September 2024 adalah Ruci Abdi Muhyi, S. Akt .
2 Ikhtisar Kebijakan Akuntasi
2.a. Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan Keuangan Perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh DSAK-
IAI, serta Peraturan Pasar Modal yang berlaku antara lain Peraturan Otoritas Jasa keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No.VIII.G.7 tentang "Pedoman Penyajian Laporan Keuangan" dan Keputusan No. KEP-
347/BL/2012 tentang penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan publik.
2.b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan Keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas. Dasar pengukuran
dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan., kecuali beberapa akun tertentu yang berdasarkan pengukuran
lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai
wajar imbalan yang diserahkan dalam pemerolehan aset
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan .
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan keuangan ini adalah Rupiah yang merupakan mata uang fungsional
Perusahaan.
2.c. Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
Berikut amendemen dan penyesuaian atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023,
dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:
● Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi;
● Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang;
● Amendemen PSAK 16: Aset Tetap tentang Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan;
● Amendemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan tentang Definisi Estimasi
Akuntansi;
● Amendemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang timbul dari Transaksi
Tunggal; dan
● Revisi PSAK 107: Akuntansi Ijarah.
Implementasi standar-standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang dilaporkan di periode berjalan atau
tahun sebelumnya.
2.d. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan
Pada tanggal laporan posisi keuangan, Aset dan Liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs
tengah wesel ekspor Bank Indonesia yang berlaku sebagai berikut :
30 September 2024 31 Desember 2023
(Dalam Rupiah Penuh) (Dalam Rupiah Penuh)
1 GBP 20.237,24 19.760,25
1 EUR 16.852,38 17.139,52
1 USD 15.138,00 15.416,00
1 SGD 11.788,35 11.711,64
1 MYR 3.675,19 3.300,26
1 RMB 2.158,73 2.169,67
1 THB 466,87 451,89
1 PHP 269,87 277,77
1 JPY 105,66 109,55
1 PKR 55,12 54,81
1 VND 0,62 0,64
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lainnya tahun berjalan
2.e. Kas dan Bank
Kas dan bank termasuk kas dan bank di bank (rekening giro) yang tidak digunakan sebagai jaminan dan tidak dibatasi
penggunaannya.
2.f. Persediaan dan Penyisihan Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah.
Biaya perolahan bahan baku dan pembantu ditentukan dengan metode rata-rata, sedangkan barang jadi dan barang dalam proses
dengan metode rata-rata bergerak (moving average) . Penyisihan persediaan usang dan tidak lancar ditentukan berdasarkan hasil
penelaah terhadap keadaan persediaan akhir periode.
6
Page 9
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2.g. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method).
2.h. Properti Investasi
Properti Investasi terutama terdiri dari tanah dan bangunan yang dikuasai untuk kenaikan nilai dan belum ditentukan penggunaannya
oleh perusahaan.
Properti Investasi pada pengakuan awal diukur sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi.
Properti Investasi, setelah pengakuan awal diukur dengan menggunakan model revaluasi. Nilai wajar tanah biasanya ditentukan melalui
penilaian berdasarkan bukti pasar yang dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi profesional.
Properti Investasi dihentikan pengakuannya (dikeluarkan dari laporan posisi keuangan) pada saat pelepasan atau ketika properti
investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis dimasa depan yang dapat diharapkan
pada saat pelepasannya. Laba atau Rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lainnya dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.
Perusahaan mengalihkan properti ke, atau dari properti investasi jika dan hanya jika, ketika properti memenuhi, atau berhenti
memenuhi devinisi properti investasi dan terdapat bukti atas perubahan penggunaan, mencakup :
a. Dimulainya penggunaan oleh pemilik, atau pengembangan untuk pemilik, untuk pengalihan dari properti investasi menjadi
properti yang digunakan sendiri
b. Dimulainya pengembangan untuk dijual, untuk pengalihan dari properti investasi menjadi persediaan.
c. Berakhirnya pemakaian oleh pemilik, atau pengalihan dari properti yang digunakan sendiri menjadi properti investasi.
d. Insepsi sewa operasi kepada pihak lain, untuk pengalihan dari persediaan menjadi properti investasi.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki
manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau
pelepasan ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode
terjadinya penghentian atau pelepasan
2.i. Aset Tetap
Aset Tetap pada pengakuan awal diakui sebesar biaya perolehannya yang meliputi harga perolehannya dan setiap biaya yang dapat
diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai intensi manajemen.
Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi
lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode
tertentu untuk tujuan selain untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut.
Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah dan bangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi rugi penurunan nilai.
Aset tetap berupa tanah dan bangunan setelah pengakuan awal diukur dengan menggunakan model revaluasi. Nilai wajar tanah
biasanya ditentukan melalui penilaian berdasarkan bukti pasar yang dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi profesional.
Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya dan dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset sebagai berikut :
Tahun
Bangunan 20 tahun
Mesin dan Peralatan 10 - 20 tahun
Kendaraan 5 tahun
Inventaris Kantor 5 tahun
Laboratorium 10 tahun
Unit Pengolah Limbah 5 - 10 tahun
Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal diakui sebagai bagian akuisisi tanah, biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan. Biaya
terkait dengan pembaruan hak atas tanah diakui sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atas tanah.
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan langsung kelaporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya konsilidasian saat
terjadinya biaya-biaya tersebut
Perusahaan melakukan evaluasi atas penurunan nilai aset tetap apabila terdapat peristiwa atau keadaan yang mengindikasikan bahwa
nilai tercatat aset tatep tersebut kemungkinan tidak dapat dipulihkan. Bila nilai tercatat suatu aset melebihi estimasi jumlah terpulihkan,
nilai aset tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi jumlah terpulihkan, yang ditentukan berdasarkan nilai tertinggi antara nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai
Apabila suatu aset tetap tidak lagi digunakan atau dijual, nilai perolehan dan akumulasi penyusutan tersebut dikeluarkan dari
pencatatannya sebagai aset tetap dan keuntungannya atau kerugian yang terjadi diperhitungkan sebagai laba atau rugi tahun
bersangkutan.
7
Page 10
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan
akan direklasifikasi ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap untuk
digunakan.
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan di review setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi
tersebut berlaku prospektif.
2.j. Sewa
Pada tanggal insepsi kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung sewa. Suatu kontrak
merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian
selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu,
Perusahaan menilai apakah salama periode penggunaan, Perusahaan memiliki dua hal berikut:
(a) hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomik dari penggunaan aset identifikasian; dan
(b) hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian, yaitu hanya jika:
(i) Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan selama periode penggunaan;
atau
(ii) Perusahaan mendesain aset (atau aspek tertentu dari aset) dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk
tujuan apa aset akan digunakan selama periode penggunaan
Perusahaan sebagai Lessee
Perusahaan menerapkan satu pendekatan pengakuan dan pengukuran bagi seluruh sewa, kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa
aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang merupakan hak
untuk menggunakan aset pendasar.
Perusahaan mengakui aset hak-guna pada tanggal dimulainya sewa (yaitu tanggal aset tersedia untuk digunakan). Aset hak-guna diukur
pada harga perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas
sewa. Biaya perolehan aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung yang timbul di awal, dan
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai dikurangi
setiap insentif sewa yang diterima. Aset hak guna disusutkan dengan metode garis lurus selama periode yang lebih pendek antara sewa
dan estimasi masa manfaat aset.
Jika kepemilikan aset sewa beralih ke Perusahaan pada akhir masa sewa atau biaya perolehan mencerminkan pelaksanaan opsi beli,
penyusutan dihitung dengan menggunakan estimasi masa manfaat aset.
Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang harus
dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi
piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau tarif, dan jumlah yang diharapkan akan dibayar
dibawah jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi beli yang cukup pasti akan dilaksanakan
oleh Perusahaan, dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan Perusahaan melaksanakan opsi untuk
menghentikan sewa. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau tarif diakui sebagai beban (kecuali terjadi
untuk menghasilkan persediaan) pada periode dimana peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran.
Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental pada tanggal dimulainya
sewa karena tingkat bunga implisit dalam sewa tidak dapat segera ditentukan. Setelah tanggal permulaan, jumlah liabilitas sewa
ditingkatkan untuk merefleksikan penambahan bunga dan mengurangi pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat
liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan masa sewa, perubahan pembayaran sewa (misalnya, perubahan
pembayaran masa depan akibat perubahan indeks atau kurs yang digunakan untuk pembayaran sewa) atau perubahan penilaian opsi
untuk membeli aset pendasar.
Ketika liabilitas sewa diukur kembali dengan cara ini, penyesuaian terkait dilakukan terhadap jumlah tercatat aset hak-guna, atau
dicatat dalam laba rugi jika jumlah tercatat aset hak guna telah berkurang menjadi nol.
Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa bangunan (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu
sewa 12 bulan atau kurang, dari tanggal permulaan dan tidak mengandung opsi beli). Hal ini juga berlaku untuk pengecualian
pengakuan sewa aset bernilai rendah untuk sewa bangunan yang dianggap bernilai rendah. Pembayaran sewa untuk sewa jangka
pendek dan sewa dari aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan mencatat modifikasi sewa sebagai sewa terpisah jika:
● Mengurangi jumlah tercatat untuk Modifikasi meningkatkan ruang lingkup sewa dengan menambahkan hak untuk menggunakan
satu aset pendasar atau lebih; dan
● Imbalan sewa meningkat sebesar jumlah yang setara dengan harga tersendiri untuk peningkatan dalam ruang lingkup dan
penyesuaian yang tepat pada harga tersendiri tersebut untuk merefleksikan kondisi kontrak tertentu.
Untuk modifikasi sewa yang tidak dicatat sebagai sewa terpisah, pada tanggal efektif modifikasi sewa, Perusahaan:
● Mengukur kembali dan mengalokasikan imbalan kontrak modifikasian;
● Menentukan masa sewa dari sewa modifikasian;
● Mengukur kembali liabilitas sewa dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto revisian
berdasarkan sisa umur sewa dan sisa pembayaran sewa dengan melakukan penyesuaian terhadap aset hak guna. Tingkat diskonto
revisian ditentukan sebagai suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan pada tanggal efektif modifikasi;
● Menurunkan jumlah tercatat aset hak guna untuk merefleksikan penghentian sebagian atau sepenuhnya sewa untuk modifikasi
sewa yang menurunkan ruang lingkup sewa. Perusahaan mengakui dalam laba rugi setiap laba rugi yang terkait dengan
penghentian sebagian atau sepenuhnya sewa tersebut; dan
● Membuat penyesuaian terkait dengan aset hak-guna untuk seluruh modifikasi sewa lainnya.
8
Page 11
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan sebagai Lessor
Perusahaan mengakui aset untuk sewa operasi di laporan posisi keuangan sesuai sifat aset tersebut. Biaya langsung awal sehubungan
proses negosiasi sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui sebagai beban selama masa sewa dengan
dasar yang sama dengan pendapatan sewa operasi. Sewa kontinjen, apabila ada, diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya.
Pendapatan sewa operasi diakui sebagai pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa.
2.k. Penurunan Nilai Aset
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat
indikasi tersebut, Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan ditentukan atas suatu aset individual,
dan jika tidak memungkinkan, Perusahaan menentukan jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas dari aset tersebut.
Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Nilai pakai
adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari aset atau unit penghasil kas. Nilai kini dihitung dengan menggunakan
tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset atau unit yang penurunan nilainya
diukur.
Jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah tercatat aset diturunkan menjadi
sebesar jumlah terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai dan segera diakui dalam laba rugi.
Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik jika, dan hanya jika, terdapat
perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika
demikian, jumlah tercatat aset dinaikan ke jumlah terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan nilai.
2.l. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perusahaan melakukan analisa transaksi melalui lima langkah analisa berikut:
1 Mengindentifikasi kontrak dengan pelanggan, dengan kriteria sebagai berikut:
● Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak
● Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu pembayaran dari barang atau
jasa yang akan dialihkan
● Kontrak memiliki substansi komersial
2 Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk
menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
3 Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan, pajak penjualan barang mewah, pajak
pertambahan nilai dan pungutan ekspor, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau
jasa yang dijanjikan ke pelanggan.
4 Mengalokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual dari setiap barang atau jasa
berbeda yang dijanjikan di kontrak.
5 Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang waktu atau pada suatu waktu tertentu).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
● Suatu waktu tertentu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
● Sepanjang waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang
waktu waktu, Perusahaan memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena
telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Suatu kewajiban pelaksanaan dipenuhi pada suatu waktu tertentu kecuali jika memenuhi salah satu kriteria berikut, dalam hal ini
dipenuhi dari sepanjang waktu:
● Pelanggan secara bersamaan menerima dan menggunakan manfaat yang diberikan oleh pelaksanaan Perusahaan sebagaimana
yang dilakukan Perusahaan;
● Pelaksanaan Perusahaan menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan saat aset itu dibuat atau ditingkatkan;
dan
● Pelaksanaan Perusahaan tidak menciptakan aset dengan penggunaan alternatif untuk Perusahaan dan Perusahaan memiliki hak
yang dapat diberlakukan atas pembayaran untuk pelaksanaan yang diselesaikan hingga saat ini.
Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan. Pendapatan jasa diakui
pada saat pelanggan menerima dan mengonsumsi manfaat dari jasa tersebut.
Beban diakui pada saat terjadinya dengan dasar akrual.
2.m. Imbalan Kerja
Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode akuntansi, sebesar jumlah tidak
terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut.
Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif.
9
Page 12
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Imbalan Pasca Kerja
Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang
Ketenagakerjaan yang berlaku.
Perusahaan mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode pelaporan
dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai
kini kewajiban imbalan imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan imbalan tersebut.
Perusahaan mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti, tetapi juga kewajiban
konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas.
Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti
neto diakui dalam laba rugi.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset
program dan setiap perubahan dampak batas atas aset diakui sebagai penghasilan komprehensif lain.
Pesangon
Perusahaan mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada tanggal yang lebih awal di antara:
(a) Ketika Perusahaan tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut; dan
(b) Ketika Perusahaan mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK No. 57 dan melibatkan
pembayaran pesangon.
Perusahaan mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan mengukur dan mengakui perubahan selanjutnya, sesuai dengan sifat
imbalan kerja.
2.n. Pajak Penghasilan
Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam 'menentukan laba rugi pada suatu
periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi, kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa
yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui
dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.
Jumlah pajak kini untuk periode berjalan dan 'periode sebelumnya yang belum dibayar diakui 'sebagai liabilitas. Jika jumlah pajak yang
telah dibayar untuk periode berjalan dan periodeperiode 'sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terutang untuk periode tersebut, maka
'kelebihannya diakui sebagai aset. Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode berjalan dan periode 'sebelumnya diukur sebesar jumlah
yang 'diperkirakan akan dibayar kepada (direstitusi dari) otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan undang-
undang pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku padaakhir periode pelaporan.
Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode 'sebelumnya diakui sebagai aset. Aset
pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang kemungkinan
besar laba 'kena pajak masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum
dimanfaatkan.
Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali perbedaan temporer kena pajak yang berasal
dari :
(a) pengakuan awal goodwill; atau
(b) pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan 'pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba
akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).
(c) pada saat transaksi tidak menimbulkan perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan temporer dapat dikurangkan dalam jumlah
yang sama.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak akan
tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba dimaksud, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul
dari pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak
menimbulkan perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan temporer dapat dikurangkan dalam jumlah yang sama.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset dipulihkan atau
liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir
periode pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan memperkirakan,
pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan. Perusahaan mengurangi jumlah tercatat aset pajak
tangguhan jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian
atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Setiap pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak tangguhan hingga
kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai.
Perusahaan melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika, dan hanya jika:
(a) Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas
pajak kini; dan
(b) Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan
yang sama atas:
i. entitas kena pajak yang sama; atau
ii. entitas kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan
atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diperkirakan untuk diselesaikan atau dipulihkan.
10
Page 13
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika, dan hanya jika, Perusahaan:
(a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang diakui
(b) bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan
2.o. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-
rata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan. Laba per saham dilusian mempertimbangkan pula efek lain yang
diterbitkan bagi semua efek berpotensi saham biasa yang sifatnya dilutif yang beredar sepanjang periode pelaporan.
2.p. Informasi Segmen
Perusahaan menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi yang disiapkan secara internal untuk mengambil keputusan operasional.
Pengambil keputusan operasional bertanggungjawab untuk mengalokasikan sumber daya, menilai kerja segmen operasi dan membuat
keputusan strategis.
Sebuah segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas :
* yang terlihat dalam akktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban.
* hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuat keputusan tentang sumber daya yang
dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya;
* dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan
2.q. Transaksi dan saldo dengan Pihak Berelasi
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor :
a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut :
i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor
ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor
iii. personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut :
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinga entitas induk, entitas anak, entitas anak
berikutnya terkait dengan entitas lain)
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain ( atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang
merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya)
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari satu pihak ketiga yang sama.
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas
yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelengggarakan program tersebut, maka
entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diindetifikasi dalam huruf (a).
vii. Orang yang diindentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci
entitas (atau entitas induk dari entitas).
viii. Entitas atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil
manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi dilakukan dengan kondisi dan persyaratan yang sama denganpihak
ketiga, diungkapkan dalam catatan yang relevan
2.r. Instrumen Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal
Perusahaan mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang dikeluarkan
sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba
rugi dibebankan segera.
Nilai wajar instrumen keuangan pada pengakuan awal biasanya sama dengan harga transaksi (yaitu nilai wajar imbalan yang diberikan
atau diterima). Jika nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal berbeda dari harga transaksinya, Perusahaan mengakui
perbedaan antara nilai wajar pada saat pengakuan awal dan harga transaksi sebagai keuntungan atau kerugian.
Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan
Aset keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi.
(i) Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut terpenuhi:
1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus
kas kontraktual saja; dan
2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari
pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan pembayaran pokok, kemudian
dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat
jatuh tempo, dan penurunan nilainya.
11
Page 14
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan
Aset keuangan ini diukurLain)
pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan pembayaran pokok, kemudian
dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat
jatuh tempo, dan penurunan nilainya.
Pendapatan keuangan dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dan diakui di laba rugi. Perubahan pada nilai
wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan atau direklasifikasi.
Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dapat dijual ketika
terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak
material jumlahnya atau tidak sering.
(ii) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain (”FVTOCI”)
Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
(1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan
menjual aset keuangan; dan
(2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari
pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali
untuk kerugian akibat penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi. Ketika aset
keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui
dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas
ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
(iii) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (“FVTPL”)
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan
diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau
kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi.
Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan
diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI, sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Perusahaan dapat
menetapkan pilihan yang tidak dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan untuk
diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada
FVTOCI. Penetapan ini menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan komprehensif lain, kecuali
pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan
komprehensif lain direklasifikasi ke saldo laba tidak melalui laba rugi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Aset keuangan dinilai apakah terdapat indikasi penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya
apabila terdapat bukti obyektif sebagai akibat adanya satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan
tersebut dan dilakukan estimasi terhadap arus kas masa depan dari investasi tersebut yang akan terdampak.
Perusahaan mengakui kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan
yang diukur pada FVTOCI, piutang sewa, aset kontrak atau komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan. Aset keuangan yang
berupa investasi pada instrumen ekuitas tidak dilakukan penurunan nilai.
Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan sejumlah kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal.
Namun, jika risiko kredit instrumen keuangan tersebut tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, maka mengakui
sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan.
Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha
dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
Perusahaan menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pihak ketiga tidak mampu membayar kewajiban kreditnya kepada
Perusahaan secara penuh. Periode maksimum yang dipertimbangkan ketika memperkirakan kerugian kredit ekspektasian adalah periode
maksimum kontrak dimana Perusahaan terekspos terhadap risiko kredit.
Penyisihan kerugian diakui sebagai pengurang jumlah tercatat aset keuangan kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada FVTOCI
yang penyisihan kerugiannya diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Sedangkan jumlah kerugian kredit ekspektasian (atau
pemulihan kerugian kredit) diakui dalam laba rugi, sebagai keuntungan atau kerugian penurunan nilai.
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian dari instrumen keuangan dilakukan dengan suatu cara yang mencerminkan:
(i) Jumlah yang tidak bias dan rata-rata probabilitas tertimbang yang ditentukan dengan mengevaluasi serangkaian
kemungkinan yang dapat terjadi;
(ii) Nilai waktu uang; dan
(iii) Informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada tanggal pelaporan mengenai peristiwa
masa lalu, kondisi kini, dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan.
12
Page 15
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset keuangan dapat dianggap tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal jika aset keuangan
memiliki risiko kredit yang rendah pada tanggal pelaporan. Risiko kredit pada instrumen keuangan dianggap rendah ketika aset
keuangan tersebut memiliki risiko gagal bayar yang rendah, peminjam memiliki kapasitas yang kuat untuk memenuhi kewajiban arus
kas kontraktualnya dalam jangka waktu dekat dan memburuknya kondisi
ekonomik dan bisnis dalam jangka waktu panjang mungkin, namun tidak selalu, menurunkan kemampuan peminjam untuk memenuhi
kewajiban arus kas kontraktualnya. Untuk menentukan apakah aset keuangan memiliki risiko kredit rendah, Perusahaan dapat
menggunakan peringkat risiko kredit internal atau penilaian eksternal. Misal, aset keuangan dengan peringkat “investment grade”
berdasarkan penilaian eksternal merupakan instrumen yang memiliki risiko kredit yang rendah, sehingga tidak mengalami peningkatan
risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal.
Reklasifikasi
Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan ketika Perusahaan mengubah tujuan model bisnis untu pengelolaan aset keuangan sehingga
penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan
Ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan, maka Perusahaan menerapkan reklasifikasi secara prospektif dari tanggal
reklasifikasi. Perusahaan tidak menyajikan kembali keuntungan, kerugian (termasuk keuntungan atau kerugian penurunan nilai), atau
bunga yang diakui sebelumnya.
Ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori
FVTPL, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan
diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Pada saat Perusahaan melakukan reklasifikasi
sebaliknya, yaitu dari aset keuangan kategori FVTPL menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajar
pada tanggal reklasifikasi menjadi jumlah tercatat bruto yang baru.
Pada saat Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi
kategori FVTOCI, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih
antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam penghasilan komprehensif lain.
Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi. Ketika
Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan sebaliknya, yaitu keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran biaya
perolehan diamortisasi, aset keuangan direklasifikasi pada nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi. Akan tetapi keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dihapus dari ekuitas dan disesuaikan terhadap
nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada tanggal reklasifikasi aset keuangan diukur seperti halnya jika aset
keuangan tersebut selalu diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Penyesuaian ini memengaruhi penghasilan komprehensif lain tetapi tidak memengaruhi laba rugi, dan karenanya bukan merupakan
penyesuaian reklasifikasi. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari
reklasifikasi.
Pada saat Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran FVTPL menjadi kategori pengukuran
FVTOCI, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Sama halnya, ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari
kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran FVTPL, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai
penyesuaian reklasifikasi pada tanggal reklasifikasi.
Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal liabilitas keuangan diukur pada
biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
(a) Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabiitas dimaksud, termasuk derivatif yang merupakan
liabiliatas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
(b) Liabitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi kualifikasi
penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan.
(c) Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga dibawah pasar. Setelah
pengakuan awal, penerbit kontrak dan penerbit komitmen selanjutnya mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah
yang lebih tinggi antara:
(i) Jumlah penyisihan kerugian dan
(ii) Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari penghasilan yang diakui
sesuai dengan prinsip PSAK 72
(d) Imbalan kontijensi yang diakui oleh pihak pengakusisi dalam kombinasi bisnis ketika PSAK 22 diterapkan. Imbalan
kontijensi selanjutnya diukur pada nilai wajar dan selisihnya dalam laba rugi
Saat pengakuan awal, Perusahaan dapat membuat penetapan yang takterbatalkan untuk mengukur liabilitas keuangan pada
nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar atau jika penetapan akan menghasilkan informasi yang lebih relevan,
karena:
(a) mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkosistensi pengukuran atau pengakuan (kadang disebut
sebagai “accounting mismatch”) yang dapat timbul dari pengukuran aset atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan
kerugian atas aset atau liabilitas dengan dasar yang berbeda beda; atau
(b) sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai
wajar, sesuai manajemen risiko atau strategi investasi yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar dimaksud
atas kelompok tersebut disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci Perusahaan.
13
Page 16
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari
aset keuangan berakhir atau Perusahaan mengalihkan hak kontraktual untuk menerima kas yang berasal dari aset keuangan
atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima kas tetapi juga menanggung kewajiban kontraktual untuk
membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan. Jika
Perusahaan secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Perusahaan
menghentikan pengakuan aset keuangan dan mengakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas untuk setiap hak dan
kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam pengalihan tersebut. Jika Perusahaan secara substansial tidak
mengalihkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut dan masih memiliki
pengendalian, maka Perusahaan mengakui aset keuangan sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Jika
Perusahaan secara substansial masih memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka
Perusahaan tetap mengakui aset keuangan tersebut.
Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas keuangan tersebut berakhir,
yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa.
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset atau liabilitas
keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga
selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau
penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih
singkat untuk memperoleh jumlah tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga
efektif, Perusahaan mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan
tersebut, seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian kredit masa
depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak
yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto lain.
Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu
liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk
keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.
Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan pada apakah input
suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap keseluruhan pengukuran nilai wajar:
(i) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses pada
tanggal pengukuran (Level 1);
(ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara
langsung maupun tidak langsung (Level 2);
(iii) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3).
Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Perusahaan sebisa mungkin menggunakan data pasar yang dapat diobservasi.
Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara langsung, Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang
sesuai dengan keadaannya dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Perpindahan antara level hirarki nilai wajar diakui oleh Perusahaan pada akhir
periode pelaporan dimana perpindahan terjadi.
2.s. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Pertimbagan Akuntansi yang Pentin
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen untuk
membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset
dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai
asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas
dalam periode pelaporan berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko
signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di
bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan
keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau
situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut
dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Estimasi Umur Manfaat Aset Tetap
Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan faktor-faktor seperti
kondisi teknis dan perkembangan teknologi di masa depan. Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhi secara material
atas perubahan estimasi ini yang diakibatkan oleh perubahan faktor yang telah disebutkan di atas. Nilai tercatat aset tetap
disajikan dalam Catatan 11.
Imbalan Kerja
Nilai kini liabilitas imbalan kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar dengan menggunakan beberapa
asumsi. Asumsi yang digunakan antara lain mencakup tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji, dan tingkat pengunduran diri.
Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat imbalan kerja.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan, yakni tingkat suku bunga yang harus
digunakan untuk menentukan nilai kini arus kas keluar masa depan estimasian yang diharapkan untuk menyelesaikan liabilitas.
Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang
didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu
liabilitas yang terkait. Asumsi kunci liabilitas Imbalan kerja sebagian ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini. Informasi
tambahan diungkapkan pada Catatan 28.
14
Page 17
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang menentukan
Perusahaan berakhir 30 September 2024 danyang
tingkat diskonto 31 Desember 2023 akhir periode pelaporan, yakni tingkat suku bunga yang harus
sesuai pada
(Dalam Ribuan Rupiah,untuk
digunakan kecuali Dinyatakannilai
menentukan Lain)kini arus kas keluar masa depan estimasian yang diharapkan untuk menyelesaikan liabilitas.
Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang
didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu
liabilitas yang terkait. Asumsi kunci liabilitas Imbalan kerja sebagian ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini. Informasi
tambahan diungkapkan pada Catatan 28.
Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan
Perusahaan membuat penyisihan penurunan nilai persediaan berdasarkan estimasi penggunaan persediaan pada masa mendatang.
Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi penyisihan penurunan nilai persediaan telah sesuai dan wajar, namun
perubahan signifikan atas asumsi ini akan berdampak material terhadap penyisihan penurunan nilai persediaan, yang pada akhirnya
akan mempengaruhi hasil usaha Perusahaan. Nilai tercatat persediaan diungkapkan dalam Catatan 6.
Estimasi Cadangan untuk Penurunan Nilai Atas Piutang
Perusahaan mengakui penyisihan kerugian untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas piutang usaha dan piutang lain-lain dan
aset kontrak. Nilai kerugian kredit ekspektasian diperbarui pada tanggal pelaporan untuk mencerminkan perubahan risiko kredit sejak
pengakuan awal masing-masing instrumen keuangan.
Perusahaan selalu mengakui ECL sepanjang umurnya untuk piutang usaha dan aset kontrak. Kerugian kredit ekspektasian
atas aset keuangan diestimasi menggunakan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan,
disesuaikan untuk faktor spesifik debitur, kondisi ekonomi umum serta penilaian atas arah kondisi kini dan perkiraan masa
depan pada tanggal pelaporan, termasuk nilai waktu atas uang jika tepat.
Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Perusahaan mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada peningkatan risiko
kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Jika, sebaliknya, risiko kredit pada instrumen keuangan tidak
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Perusahaan mengukur penyisihan kerugian untuk instrument
keuangan tersebut sejumlah ECL 12 bulan. Penilaian apakah ECL sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan
signifikan dalam kemungkinan terjadinya atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan pada bukti asset
keuangan yang mengalami kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya.
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari seluruh kemungkinan
peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur instrument keuangan. Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili porsi ECL sepanjang umur
yang timbul dari peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah
tanggal pelaporan.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui
liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi keuangan tidak tersedia di pasar aktif,
ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian termasuk penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk model ini
berasal dari data pasar yang bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar yang bisa diamati tersebut tidak tersedia,
pertimbangan manajemen diperlukan untuk menentukan nilai wajar. Pertimbangan tersebut mencakup pertimbangan likuiditas dan
masukan model seperti volatilitas untuk transaksi derivatif yang berjangka waktu panjang dan tingkat diskonto, tingkat pelunasan
dipercepat dan asumsi tingkat gagal bayar.
Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh
paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 71. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai
dengan kebijakan akuntansi Perusahaan
15
Page 18
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
3 Kas dan Bank
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Kas
Rupiah 698.007 831.446
Mata Uang Asing
USD (2024: USD 1.988,45 ; 2023: USD 8.200,00) 30.101 126.411
EUR (2024: EUR 2.020,00 ; 2023: EUR 1.830,00) 34.042 31.365
RMB (2024: RMB 17.213,00 ; 2023: RMB 23.475,00) 37.158 50.933
GBP (2024: GBP 1.240,00 ; 2023: GBP 1.240,00) 25.094 24.503
PHP (2024: PHP 32.321,75 ; 2023 : PHP 6.620,00) 8.723 1.839
JPY (2024: JPY 60.000,00 ; 2023 : JPY 60.000,00) 6.340 6.573
THB (2024: THB 8.200,00 ; 2023: THB 7.200,00) 3.828 3.254
PKR (2024: PKR 55.600,00 ; 2023: PKR 55.600,00) 3.065 3.047
VND (2024: VND 3.200.000,00 ; 2023: VND 3.200.000,00) 1.984 2.048
SGD (2024: SGD 80,00 ; 2023: SGD 80,00) 943 937
849.285 1.082.356
Bank
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 1.000.893 2.345.329
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 755.924 57.227
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 334.744 3.575
PT Bank Multiarta Sentosa Tbk 65.532 54.980
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 49.827 49.877
PT Bank HSBC Indonesia 39.170 108.719
2.246.089 2.619.707
Mata Uang Asing
PT Bank Central Asia Tbk 2.940.411 14.196.485
(2024: USD 194.240,36 ; 2023: USD 920.892,90)
PT Bank HSBC Indonesia 181.805 261.475
(2024: USD 12.009,85 ; 2023: USD 16.961,30)
3.122.216 14.457.960
Total 6.217.590 18.160.023
Tidak terdapat saldo kas dan bank yang ditempatkan kepada pihak berelasi pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
4 Piutang Usaha - Bersih
a. Berdasar Pelanggan 30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Pihak Berelasi (Catatan 17.a) 543.075 534.528
Pihak Ketiga 250.323.196 188.888.286
Dikurangi: Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Pihak Ketiga (5.541.425) (5.152.122)
Total 245.324.845 184.270.692
b. Berdasarkan Umur 30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Belum Jatuh Tempo 177.428.414 95.684.947
Telah Jatuh Tempo
> 1 bulan - 2 bulan 59.670.705 82.475.078
> 2 bulan - 3 bulan 5.324.780 5.428.397
> 3 bulan 8.442.372 5.834.392
Dikurangi: Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Pihak Ketiga (5.541.425) (5.152.122)
Total 245.324.845 184.270.692
c. Berdasarkan Mata Uang 30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Rupiah 163.378.714 133.167.559
Mata Uang Asing
(2024: USD 5.779.333,88 ; 2023: USD 3.649.147,30) 87.487.556 56.255.255
Dikurangi: Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Pihak Ketiga (5.541.425) (5.152.122)
Total 245.324.845 184.270.692
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
d. Cadangan Penurunan Nilai Piutang
Saldo Awal 5.152.122 3.357.892
Penambahan / (Pemulihan) 389.303 1.794.230
Saldo Akhir 5.541.425 5.152.122
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan yang dibentuk cukup untuk menutupi penurunan nilai dari piutang usaha.
16
Page 19
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
5 Aset Keuangan Lancar Lainnya - Bersih
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Pihak Ketiga 3.398.613 3.894.735
Dikurangi : Penyisihan Piutang Ragu-ragu (3.320.034) (3.320.034)
Total 78.579 574.701
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Mutasi Penyisihan penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut :
Saldo Awal 3.320.034 3.320.034
Penambahan (Pemulihan) - -
Saldo Akhir 3.320.034 3.320.034
Pada tanggal 19 Agustus 2008, Perusahaan menerima surat dari PT Supra Busanayasa (SBY) dan PT Panca Brothers Swakarsa (PBS) tentang permohonan
konversi tagihan Perusahaan masing-masing sebesar USD208,811.33 dan USD134,400 ke dalam mata uang Rupiah. Perusahaan menyetujui dengan
mengkonversi ke Rupiah dengan kurs Rp9.378 sehingga tagihan masing-masing menjadi Rp2.048.001 (termasuk PPN Rp89.768) dan Rp1.272.033 (termasuk
PPN Rp11.630). Pada tanggal 20 Oktober 2008, Perusahaan menerima surat dari SBY dan PBS yang menyatakan ketidaksanggupan untuk membayar
kewajiban kepada Perusahaan. Perusahaan telah membentuk penyisihan penurunan nilai atas piutang ini.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar
Rp3.320.034 cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian tidak tertagihnya piutang tersebut.
6 Persediaan
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Bahan Baku 369.453.579 270.007.294
Barang Jadi 52.713.458 39.405.445
Suku Cadang dan Utility 5.422.694 1.740.257
Barang Dalam Proses 3.403.855 3.816.489
Bahan Pembantu 1.704.528 1.321.539
Total 432.698.114 316.291.024
Persediaan senilai Rp. 260.000.000 dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Central Asia TBK (BCA) (lihat Catatan 12 dan
19).
Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya kepada PT Asuransi Jasa Indonesia dan PT Asuransi Multi Artha Guna
Tbk dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 260.000.000 dan USD 1,967,213 pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan yang dipertanggungkan.
Manajemen berpendapat bahwa semua persediaaan dapat digunakan atau dijual, Manajemen juga berpendapat nilai realisasi neto persediaan masih melebihi
nilai tercatatnya. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai persediaan.
7 Perpajakan
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
a. Pajak Dibayar di Muka
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 25.462.656 7.032.964
PPh Pasal 28A 5.096.072 -
Total 30.558.728 7.032.964
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
b. Beban Pajak Penghasilan
Pajak Kini
Tahun Berjalan 5.373.606 16.024.478
Beban Pajak Tangguhan 686.526 749.050
Total 6.060.132 16.773.528
17
Page 20
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya dengan laba rugi fiscal untuk periode
dan tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut :
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 25.713.554 74.791.679
Beda waktu
Penyusutan Aset Tetap (5.881.186) (5.494.659)
Beban Imbalan Kerja 2.700.000 2.375.631
Pembayaran Manfaat - (1.833.917)
Aset Hak Guna dan Aset Sewa Pembiayaan (2.822) 821.729
Pembayaran Liabilitas Sewa (325.867) (1.067.788)
Pemulihan Penurunan Nilai Piutang
Aset Keuangan Lancar Lainnya - -
Penambahan Penurunan Nilai
Piutang Usaha 389.303 1.794.230
Total Beda Waktu (3.120.572) (3.404.774)
Beda Tetap
Beban & Denda Pajak 157.823 51.280
Pendapatan Bunga (7.214) (6.948)
Pendapatan Sewa - -
Representasi dan Sumbangan 313.188 245.090
Biaya Lainnya 1.368.705 1.162.208
Jumlah Beda Tetap 1.832.501 1.451.630
Laba Kena Pajak 24.425.483 72.838.535
Beban Pajak Kini dengan tarif pajak yang berlaku 5.373.606 16.024.478
Dikurangi :
Pajak Penghasilan Dibayar di Muka
PPh Pasal 22 (2.998.328) (2.520.747)
PPh Pasal 25 (7.471.350) (12.601.359)
Kurang Bayar Pajak Penghasilan (5.096.072) 902.372
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dengan hasil perkalian laba akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 25.713.554 74.791.679
Pajak dihitung pada tarif pajak berlaku 5.656.982 16.454.169
Koreksi Fiskal (283.376) (429.692)
Pajak Kini
Periode Berjalan 5.373.606 16.024.478
Pajak Tangguhan 686.526 749.050
Total 6.060.132 16.773.528
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menetapkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Salah
satu pasal dalm UU HPP ini adalah tarif pajak penghasilan badan yang berlaku di tahun 2022 dan seterusnya adalah 22%
c. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan
Dikreditkan
Dibebankan Ke
(Dibebankan) ke
31 Desember 2023 Penghasilan 30 September 2024
Laba Tahun
Komprehensif Lain
Berjalan
Rp. Rp. Rp. Rp.
Penyisihan Penurunan Nilai
Aset Keuangan Lancar Lainnya 730.408 - - 730.408
Penyisihan Penurunan Nilai
Piutang Usaha 1.133.467 85.647 - 1.219.114
Keuntungan Revaluasi Aset tetap (3.280.847) - - (3.280.847)
Properti Investasi (19.766) - - (19.766)
Penyusutan Aset Tetap (347.167) (1.293.861) - (1.641.028)
Imbalan Kerja 3.799.951 594.000 - 4.393.951
Aset Hak Guna Usaha dan Aset Sewa Pembiayaan 1.775.603 (621) - 1.774.982
Pembayaran Liabilitas Sewa (1.832.680) (71.691) - (1.904.371)
Total 1.958.969 (686.526) - 1.272.443
18
Page 21
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Dikreditkan
Dibebankan Ke
(Dibebankan) ke
31 Desember 2022 Penghasilan 31 Desember 2023
Laba Tahun
Komprehensif Lain
Berjalan
Rp. Rp. Rp. Rp.
Penyisihan Penurunan Nilai
Aset Keuangan Lancar Lainnya 730.408 - - 730.408
Penyisihan Penurunan Nilai
Nilai Piutang Usaha 738.736 394.731 - 1.133.467
Keuntungan Revaluasi Aset tetap (3.280.847) - - (3.280.847)
Properti Investasi (19.766) - - (19.766)
Penyusutan Aset Tetap 861.658 (1.208.825) - (347.167)
Imbalan Kerja 3.750.424 119.177 (69.650) 3.799.951
Aset Hak Guna Usaha dan Aset Sewa Pembiayaan 1.594.823 180.780 - 1.775.603
Pembayaran Liabilitas Sewa (1.597.767) (234.913) - (1.832.680)
Total 2.777.669 (749.050) (69.650) 1.958.969
Penyisihan penilaian atas aset pajak tangguhan dibentuk karena tidak terdapat keyakinan yang cukup atas realisasi dari sebagian aset pajak tangguhan
tersebut dimasa yang akan datang.
Pembebanan pajak tanguhan atas penyusutan aset tetap sudah termasuk pengaruh dari perubahan kebijakan akuntasi atas bangunan.
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
d. Hutang Pajak
PPh Pasal 21 285.593 783.322
PPh Pasal 23 219.489 109.683
PPh (4) 2 Final 110.901 20.164
PPh Pasal 22 64.276 20.538,00
PPh Pasal 25 - 2.490.450
PPh Pasal 29 - 902.372
Total - -
e. Administrasi
Undang-undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa masing-masing perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri
besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu
Berdasarkan UU yang berlaku, Direktorat Jendral Pajak (“DJP”) dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam jangka waktu tertentu. Untuk
tahun pajak 2008 dan seterusnya, jangka waktunya adalah lima tahun sejak saat terutangnya pajak.
8 Biaya Dibayar di Muka
Akun ini merupakan asuransi dibayar di muka dengan total sebesar Rp 1.506.098 dan Rp 1.306.149 masing-masing pada tanggal 30 September 2024 dan 31
Desember 2023.
9 Uang Muka Pembelian dan Lainnya
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Uang Muka Pembelian dan Lainnya
Rupiah
Pembelian Bahan Baku 92.098.886 64.550.422
Pembelian Aset 1.492.072 129.000
Lain-lain 325.335 236.346
Total 93.916.294 64.915.768
19
Page 22
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
10 Properti Investasi
31 Desember 2023 Penambahan Penjualan Revaluasi 30 September 2024
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
Nilai Perolehan
Tanah 958.000 - - - 958.000
Nilai Tercatat 958.000 - - - 958.000
31 Desember 2022 Penambahan Penjualan Revaluasi 31 Desember 2023
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
Nilai Perolehan
Tanah 766.000 - - 192.000 958.000
Nilai Tercatat 766.000 - - 192.000 958.000
Nilai pasar tanah yang disajikan adalah berdasarkan laporan penilaian aset tanah dari KJJP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan No: 00109/2.0018-00/PI/04/0148/1/II/2023
tanggal 23 Februari 2023 untuk penilaian tanggal 31 Desember 2022. Nilai wajar tanah dihitung menggunakan metode pendekatan pasar.
Properti Investasi berupa beberapa bidang tanah yang penggunaannya belum ditentukan dan tidak digunakan untuk proses produksi. Tanah tersebut terletak di jalan desa, Desa Kemiri,
Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 luas tanah masing-masing sebesar 4,790 m2.
Properti investasi tidak disewakan sehingga tidak ada beban operasi di laba rugi.
Manajemen berkeyakinan tidak terdapat indikasi penurunan nilai properti investasi pada 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
11 Aset Tetap dan Aset Hak Guna
31 Desember 2023 Penambahan Pengurangan Revaluasi Reklasifikasi 30 September 2024
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
Nilai Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 184.320.049 5.116.028 - - - 189.436.077
Bangunan 48.620.068 130.000 - - 1.090.099 49.840.167
Mesin dan Peralatan 373.513.841 1.076.739 - - 19.466.908 394.057.488
Kendaraan 28.849.955 495.085 (477.636) - - 28.867.403
Laboratorium 4.560.209 947.000 - - - 5.507.209
Inventaris Kantor 3.537.239 66.533 - - - 3.603.772
Unit Pengolah Limbah 12.678.118 - - - - 12.678.118
Subtotal 656.079.479 7.831.384 (477.636) - 20.557.007 683.990.234
Aset Dalam Penyelesaian
Bangunan 407.599 997.500 - - (1.090.099) 315.000
Mesin dan Peralatan 579.097 36.874.068 - - (19.466.908) 17.986.256
Subtotal 657.066.175 45.702.951 (477.636) - - 702.291.490
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 24.261.777 1.977.552 - - - 26.239.329
Mesin dan Peralatan 249.108.812 6.870.623 - - - 255.979.435
Kendaraan 25.414.013 1.062.092 (477.636) - - 25.998.469
Laboratorium 3.529.893 158.603 - - - 3.688.496
Inventaris Kantor 3.228.788 54.361 - - - 3.283.149
Unit Pengolah Limbah 12.678.118 - - - - 12.678.118
Subtotal 318.221.401 10.123.231 (477.636) - - 327.866.996
Nilai Perolehan
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan 3.049.658 2.855.558 - - - 5.905.216
Subtotal 3.049.658 2.855.558 - - - 5.905.216
Akumulasi Penyusutan
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan 713.263 1.292.542 - - - 2.005.805
Subtotal 713.263 1.292.542 - - - 2.005.805
Nilai Perolehan
Aset Hak Guna
Bangunan 289.047 293.086 - - - 582.133
Kendaraan 300.423 170.891 - - - 471.314
Subtotal 589.470 463.977 - - - 1.053.447
Akumulasi Penyusutan
Aset Hak Guna
Bangunan 252.917 109.402 - - - 362.319
Kendaraan 288.161 74.404 - - - 362.565
Subtotal 541.078 183.807 - - - 724.885
Nilai Tercatat 341.229.561 378.652.469
20
Page 23
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2022 Penambahan Pengurangan Revaluasi Reklasifikasi 31 Desember 2023
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
Nilai Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 182.061.000 2.259.049 184.320.049
Bangunan 47.293.993 521.486 804.589 48.620.068
Mesin dan Peralatan 357.532.434 2.015.275 13.966.132 373.513.841
Kendaraan 27.139.550 701.933 (1.266.164) 2.274.636 28.849.955
Laboratorium 4.010.509 549.700 4.560.209
Inventaris Kantor 3.223.563 313.676 3.537.239
Unit Pengolah Limbah 12.678.118 - 12.678.118
Subtotal 633.939.167 6.361.119 (1.266.164) - 17.045.357 656.079.479
Aset Dalam Penyelesaian
Bangunan 411.900 800.288 (804.589) 407.599
Mesin dan Peralatan - 14.545.229 (13.966.132) 579.097
Subtotal 634.351.067 21.706.636 (1.266.164) - 2.274.636 657.066.175
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 20.996.992 3.264.785 24.261.777
Mesin dan Peralatan 240.419.497 8.689.315 249.108.812
Kendaraan 21.150.277 3.839.600 (1.116.323) 1.540.459 25.414.013
Laboratorium 3.331.720 198.173 3.529.893
Inventaris Kantor 3.221.230 7.558 3.228.788
Unit Pengolah Limbah 12.678.118 12.678.118
Subtotal 301.797.834 15.999.431 (1.116.323) - 1.540.459 318.221.401
Nilai Perolehan
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan 3.419.948 1.904.346 (2.274.636) 3.049.658
Subtotal 3.419.948 1.904.346 - - (2.274.636) 3.049.658
Akumulasi Penyusutan
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan 1.663.034 590.688 (1.540.459) 713.263
Subtotal 1.663.034 590.688 - - (1.540.459) 713.263
Nilai Perolehan
Aset Hak Guna
Bangunan 289.047 289.047
Kendaraan 300.423 300.423
Subtotal 589.470 - - - - 589.470
Akumulasi Penyusutan
Aset Hak Guna
Bangunan 108.393 144.524 252.917
Kendaraan 214.588 73.573 288.161
Subtotal 322.981 218.097 - - - 541.078
Nilai Tercatat 334.576.636 341.229.561
Beban penyusutan periode berjalan dialokasikan sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Beban Pokok Penjualan 9.006.778 12.152.273
Beban Umum dan Administrasi (Catatan 25.b) 2.592.802 4.655.943
Total 11.599.578 16.808.216
Nilai pasar tanah dan bangunan yang disajikan adalah berdasarkan laporan penilaian aset dari KJPP Nirboyo, Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan No. 00109/2.0018-
00/PI/04/0148/1/II/2023 tanggal 13 Februari 2023 untuk penilaian tanggal 31 Desember 2022. Nilai wajar tanah dihitung menggunakan metode pendekatan pasar dan bangunan
menggunakan metode biaya.
Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Karanganyar, Surakarta dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu 20 (dua puluh) sampai 30
(tiga puluh) tahun yang akan jatuh tempo tahun sampai dengan tahun 2038.
Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai.
Aset tetap tertentu telah dijadikan sebagai jaminan perolehan pinjaman jangka pendek (Catatan 12 dan 19).
21
Page 24
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan ke PT Asuransi Bintang Tbk dan PT BCA Insurance terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan nilai
pertanggungan sebesar Rp 20,559,700 dan USD 27,236,138 pada tanggal 30 September 2024 dan Rp 29.559.700 dan USD 25.268.925 pada tanggal 31 Desember 2023. Manajemen
berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Manajemen melakukan pengkajian berkala mengenai nilai residu dan umur manfaat setiap akhir periode pelaporan.
Aset dalam penyelesaian merupakan bangunan, mesin serta peralatan. Pada tanggal 30 September 2024, aset dalam penyelesaian telah mencapai 75% dan proyeksi
penyelesaian berkisar antara Desember 2024. Manajemen berkeyakinan tidak terdapat hal yang mengakibatkan penyelesaiannya tidak dapat dicapai.
Manajemen berkeyakinan tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
12 Pinjaman Jangka Pendek
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) 321.449.787 122.741.501
PT Bank HSBC Indonesia 26.415.810 16.500.000
PT Bank Multiarta Sentosa Tbk 1.000.000 3.000.000
Total 348.865.597 142.241.501
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 23 Juni 2016, Perusahaan dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menandatangani permohonan fasilitas kredit No. 616/KRD/SLO/2016 yang telah mengalami perubahan
terakhir berdasarkan perjanjian No. 0815/394/KRD/SLO/2023 tanggal 4 April 2023. Perusahaan memperoleh fasilitas sebagai berikut:
Fasilitas kredit yang disetujui :
1 Overdraft
Plafond : Rp. 30.000.000
Tingkat Bunga : 7,50% pa per tahun
Jangka Waktu : sampai dengan November 2025
2 Pinjaman Berulang
Plafond : Rp. 385.000.000
Tingkat Bunga : 7,50% pa per tahun
Jangka Waktu : sampai dengan November 2025
Fasilitas - fasilitas tersebut dijaminkan dengan 11 bidang tanah (HGB 20, 1, 4, 5, 11, 14, 15, 16, 17, 23, 24), fiduciary transfer persediaan sebesar IDR 260.000.000 dan fiduciary
transfer terhadap mesin (Produksi) senilai Rp. 184.026.326 (Catatan 6 dan 11).
Dalam Perjanjian kredit disebutkan bahwa Perusahaan terikat dengan beberapa batasan antara lain, Perusahaan harus memberitahukan secara tertulis kepada BCA untuk :
1. Menginformasikan kepada bank tentang perkara yang menyangkut Perusahaan termasuk perdata, tata usaha negara, tuntutan pajak, penyidikan dan perkara pidana yang akan
mempengaruhi usaha maupun aset perusahaan.
2. Menginformasikan kepada Bank dengan melampirkan dokumen pendukung setiap kali terjadi perubahan anggaran dasar serta perubahan susunan Direksi, Komisaris dan/atau
pemegang saham Perusahaan.
3. Menyerahkan Laporan Keuangan Tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik terdaftar yang disetujui oleh Bank setiap 1 (satu) tahun sekali, selambat lambatnya 6 (enam)
bulan setelah akhir tahun buku.
4. Menyerahkan Laporan Pembelian, Penjualan, dan Persediaan setiap proses tambahan/perpanjangan.
5. Harus menjaga nilai total persediaan, piutang, uang muka pembelian lebih tinggi dari nilai total utang bank jangka pendek, utang dagang, uang muka penjualan.
Dalam Perjanjian kredit disebutkan bahwa Perusahaan harus menjaga rasio keuangan sebagai berikut:
a. EBITDA/Interest + Installment > 1x
b. Debt/Equity Maximum 1x
c. Current Ratio > 1x
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, saldo fasilitas pinjaman berulang masing-masing sebesar Rp 321.449.787 dan Rp 122.741.501
PT Bank HSBC Indonesia
Pada tanggal 27 Juli 2005, Perusahaan dengan PT Bank HSBC Indonesia menandatangani Corporate Facility Agreement No. SEM/050433/U/050708 yang telah mengalami beberapa
kali perubahan, terakhir berdasarkan Corpotate Facility Agreement No. JAK/212660/U/240819 tanggal 7 Oktober 2024. Perusahaan memperoleh fasilitas sebagai berikut :
i Pinjaman Berulang
Plafon : Rp. 50.000.000
Bunga : 6,15 % per tahun dibawah Term Lending Rate
Jangka Waktu : Maksimal 120 hari
ii Fasilitas Impor
Plafon : Rp. 20.000.000
Bunga : 6,65 % per tahun dibawah Term Lending Rate
Jangka Waktu : Maksimal 120 hari
iii Pinjaman Ekspor (POE)
a. Plafond : Rp. 50.000.000
Tingkat Bunga : 6,65 % per tahun dibawah Term Lending Rate
Jangka Waktu : Maksimal 120 hari
22
Page 25
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Plafond : USD 3.000.000
Tingkat Bunga : 8,87 % per tahun dibawah Term Lending Rate
Jangka Waktu : Maksimal 120 hari
Dalam perjanjian kredit disebutkan bahwa Perusahaan terikat dengan beberapa batasan antara lain, Perusahaan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari HSBC untuk:
1. Membuat, menanggung atau mengizinkan adanya suatu penjaminan atas aktiva tidak bergerak, gadai, hak tanggungan atau hak jaminan apapun juga atas properti, aset atau
pendapatan dari Perusahaan, baik yang saat ini atau yang akan diperoleh di kemudian hari.
2. Membuat, mengadakan atau mengizinkan suatu utang ataupun kewajiban apapun.
3. Memberikan suatu pinjaman atau kredit kepada Perusahaan atau orang lain siapapun juga
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, saldo fasilitas pinjaman berulang masing-masing sebesar Nihil dan Rp 16.500.000 .
Saldo fasilitas pinjaman berulang pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp 16.500.000 dan telah dilunasi pada bulan Juni 2024.
Sampai dengan tanggal 30 September 2024, saldo fasilitas pinjaman ekspor sebesar USD 1.745.000 .
PT Bank Mutiarta Sentosa
Pada tanggal 2 Agustus 2023, Perusahaan dan PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MAS) menandatangani permohonan fasilitas kredit No. 150/C/SLO/MAS/08/2023 yang telah
mengalami perubahan terakhir berdasarkan perjanjian No. 010/RI/SLO/092024 tanggal 5 September 2024. Perusahaan memperoleh fasilitas sebagai berikut:
i Pinjaman Aksep Bersyarat
Plafon : Rp 10.000.000
Bunga : 8% per tahun
Jangka Waktu : sampai dengan 6 September 2025
Fasilitas tersebut dijaminkan dengan fidusia atas piutang usaha dagang senilai Rp 12.500.000
Dalam perjanjian kredit disebutkan bahwa Perusahaan terikat dengan beberapa batasan antara lain, Perusahaan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari MAS untuk:
1. Menyerahkan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik terdaftar yang disetujui oleh bank 1 (satu) tahun sekali, selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah
akhir tahun buku
2. Menyerahkan laporan piutang setiap triwulan (Maret, Juni, September, Desember), yang diserahkan 1 bulan berikutnya.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, saldo fasilitas pinjaman berulang masing-masing sebesar Rp 1.000.000 dan Rp 3.000.000
23
Page 26
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
13 Utang Usaha - Pihak Ketiga
a. Berdasarkan Pelanggan 30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Pihak Ketiga 47.627.957 26.199.188
b. Berdasarkan Mata Uang 30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Rupiah 13.023.990 25.912.420
Mata Uang Asing
USD (2024 : USD 2.285.900,87 ; 2023: USD 18.601,99) 34.603.967 286.768
Total 47.627.957 26.199.188
Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian bahan baku dan bahan pembantu, baik dari pemasok dalam maupun luar negeri, berkisar 30 sampai dengan 60
hari.
14 Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Surat Berharga Komersial 4.768.000 4.768.000
Surat berharga komersial merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh Perusahaan dengan PT Bakrie Sekuritas sebagai arranger (agen) untuk jangka waktu 3
(tiga) bulan dan tingkat bunga diskonto sebesar 20,75% per tahun.
Surat berharga ini telah jatuh tempo pada tanggal 10 Pebruari 1996 dan berdasarkan hasil negosiasi Manajemen dalam tahun 1997 dengan pihak arranger
(agen), Perusahaan hanya diwajibkan untuk melunasi pokok pinjaman sejak tanggal jatuh tempo. Namun sejak tahun 1998 sampai dengan tanggal neraca pihak
arranger maupun pemegang surat berharga belum menghubungi Perusahaan untuk membicarakan penyelesaian atas surat berharga komersial tersebut.
15 Deviden Tunai dan Dana Cadangan
Total saldo laba cadangan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp 62.000.000.000 (dalam Rupiah penuh)
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 saldo Utang deviden masing-masing sebesar Rp 16.145.000 dan Rp 13.390.000 (dalam Rupiah penuh)
16 Uang Muka dari Pelanggan
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Pihak Ketiga 22.316.730 5.666.818
Total 22.316.730 5.666.818
Nilai Uang Muka penjualan dalam mata uang USD pada 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 berjumlah Nihil dan USD 7.995 .
Sebagian besar uang muka penjualan merupakan saldo uang muka penjualan lain-lain.
17 Saldo dan Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi
a. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Manajemen kunci termasuk dewan direksi, komisaris dan personil manajemen kunci lainnya (catatan 1.c)
Kompensasi yang dibayar atau terutang pada manajemn kunci atas jasa pekerja adalah sebagai berikut :
2024 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Dewan Direksi Dewan Komisaris Dewan Direksi Dewan Komisaris
Beban Komisi
Gaji dan Imbalan Jangka Pendek 5.022.439 1.385.000 7.048.836 1.957.000
Total 5.022.439 1.385.000 7.048.836 1.957.000
Prosentase terhadap Total Aset
30 September 2024 31 Desember 2023 30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
% %
Rp. Rp.
Piutang Usaha
PT. Sama Mandiri 504.015 413.328 0,0423 0,0441
PT. Sari Warna Asli Textile Industri 39.060 121.200 0,0033 0,0129
Total 543.075 534.528 0,0456 0,0570
24
Page 27
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Prosentase Terhadap Total Penjualan
2024 2023 2024 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
% %
Rp. Rp.
Penjualan
PT. Sama Mandiri 1.241.656 1.075.392 0,1537 0,1047
PT. Sari Warna Asli Textile Industri 190.710 234.000 0,0236 0,0228
Total 1.432.366 1.309.392 0,1773 0,1275
b. Sifat Pihak Berelasi
Pihak Berelasi Hubungan dengan Perusahaan Sifat Saldo Akun/Transaksi
PT Sama Mandiri Dalam pengendalian yang sama Uang Muka Penjualan, Penjualan CO2
PT Sari Warna Asli Dalam pemegang saham yang sama Piutang Usaha, Penjualan Asam Asetat
Dewan Direksi, Dewan Komisaris Manajemen Kunci Kompensasi dan Renumerasi
dan Personil Manajemen Kunci
lainnya
Transaksi-transaksi dengan pihak berelasi dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan transaksi-transaksi dengan pihak ketiga.
18 Beban Akrual
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Rupiah
Pengiriman 6.184.817 3.465.491
Komisi 5.101.652 6.043.706
Listrik PLN dan Energi 2.319.236 2.388.838
Bunga Bank 1.055.680 512.768
Asuransi 1.011.795 -
Profesional 120.000 40.000
Bonus - 1.909.623
Total 9.608.364 10.894.935
19 Pinjaman Jangka Panjang
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Pinjaman Jangka Panjang
Bank Central Asia Tbk 3.280.875 9.366.267
Dikurangi: Bagian Jangka Pendek (3.030.875) (6.866.267)
Bagian Jangka Panjang 250.000 2.500.000
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 23 Juni 2016, Perusahaan dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menandatangani permohonan fasilitas kredit No. 616/KRD/SLO/2016 yang telah
mengalami perubahan terakhir berdasarkan Perjanjian nomor 1706/KRD/SLA/2020 tanggal 17 September 2020.
Perusahaan memperoleh fasilitas sebagai berikut:
Instalment Loan
Plafond : Rp. 25.000.000
Tingkat Bunga : 7.75 % per tahun
Jangka Waktu : 5 tahun sampai dengan 2024
Kredit Investasi:
Plafond : Rp. 15.000.000
Provisi : 1 % pa
Jangka Waktu : 5 tahun sampai dengan 2025
Fasilitas-fasilitas tersebut dijaminkan dengan 11 bidang tanah (HGB 20, 1, 4, 5, 11, 14, 15, 16, 17, 23, 24), transfer fidusia terhadap persediaan sebesar Rp
260,000,000 dan transfer fidusia terhadap mesin senilai Rp 184,026,326 (catatan 6 dan 11).
Dalam perjanjian kredit disebutkan bahwa Perusahaan harus menjaga rasio keuangan sebagai berikut:
a. EBITDA/Interest + Instalment > 1x
b. Debt/Equity Maximum 1x
c. Current Ratio > 1x
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, saldo pinjaman masing-masing sebesar Rp 3.280.875 dan Rp 9.366.267
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, perusahaan telah memenuhi rasio-rasio yang disyaratkan.
25
Page 28
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
20 Hutang Sewa
Rincian Liabilitas sewa berdasarkan perusahaan adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
PT Orix Indonesia Finance 2.946.054 1.505.003
PT Pusaka Prima Transport 291.049 13.701
PT BCA Finance 202.995 337.980
PT Mandiri Tunas Finance 161.848 -
PT Hadisurjo Propertama 39.028 39.028
Total Liabilitas Sewa Jangka Panjang 3.640.975 1.895.712
Dikurangi : Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (1.813.983) (919.265)
Total Liabilitas Sewa Jangka Panjang 1.826.992 976.447
Rincian Liabilitas sewa berdasarkan periode jatuh tempo adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Pembayaran yang Jatuh Tempo
pada Tahun:
2024 614.242 1.015.209
2025 1.774.110 818.439
2026 1.127.502 240.818
2027 312.566 -
Pembayaran Minimum Liabilitas Sewa 3.828.420 2.074.466
Bunga (187.446)
- (178.754)
Nilai Tunai Pembayaran Minimum Liabilitas Sewa 3.640.975 1.895.712
Bagian Jatuh Tempo dalam Satu Tahun (1.813.983) (919.265)
Total Liabilitas Sewa Jangka Panjang-Neto 1.826.992 976.447
21 Modal Saham
Susunan pemegang saham perusahaan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
30 September 2024 (Tidak Diaudit)
Jumlah Persentase Jumlah
Saham Kepemilikan Modal Saham
(lembar) (%) Rp
PT Budhi Bersaudara Manunggal 851.685.910 14,15 42.584.296
PT Kemiri Sarana Investama 819.055.188 13,61 40.952.759
Budhi Santoso (Wakil Presiden Komisaris) 596.233.053 9,90 29.811.653
Ludjianto Setijo 584.680.812 9,71 29.234.041
Biantoro Setijo (Presiden Komisaris) 584.680.811 9,71 29.234.041
Budhi Hartono (Komisaris) 596.233.053 9,90 29.811.653
Budhi Moeljono (Presiden Direktur) 592.011.282 9,83 29.600.564
PT Sarana Integritas 303.457.702 5,04 15.172.885
Mulyadi Utomo Budhi Moeljono (Wakil Presiden Direktur) 102.470.588 1,70 5.123.529
Masyarakat (di bawah 5%) 989.491.601 16,44 49.474.580
Total 6.020.000.000 100,00 301.000.000
31 Desember 2023 (Diaudit)
Jumlah Persentase Jumlah
Saham Kepemilikan Modal Saham
(lembar) (%) Rp
PT Budhi Bersaudara Manunggal 851.685.910 14,15 42.584.296
PT Kemiri Sarana Investama 819.055.188 13,61 40.952.759
Budhi Santoso (Wakil Presiden Komisaris) 596.233.053 9,90 29.811.653
Ludjianto Setijo 584.680.812 9,71 29.234.041
Biantoro Setijo (Presiden Komisaris) 584.680.811 9,71 29.234.041
Budhi Hartono (Komisaris) 568.016.512 9,44 28.400.826
Budhi Moeljono (Presiden Direktur) 532.561.823 8,85 26.628.091
PT Sarana Integritas 303.457.702 5,04 15.172.885
Shelumiel Setijo (Direktur) 66.666.000 1,11 3.333.300
Mulyadi Utomo Budhi Moeljono (Wakil Presiden Direktur) 88.922.978 1,48 669.444
Masyarakat (di bawah 5%) 1.024.039.211 17,01 54.978.664
Total 6.020.000.000 100,00 301.000.000
26
Page 29
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
22 Tambahan Modal Disetor
Merupakan selisih antara nominal saham dengan harga pasar saham pada saat penawaran saham kepada masyarakat, dikurangi dengan pembagian bonus pada
tahun 1994. Perhitungannya adalah sebagai berikut :
Rp.
Penawaran 5.000.000 saham berdasarkan harga pasar Rp. 3.500 17.500.000
Nilai 5.000.000 saham berdasarkan nilai nominal Rp. 1.000 5.000.000
Agio saham 12.500.000
Pembagian saham bonus :
Setiap 10 saham mendapat 7 saham,
Jumlah lembar saham bonus, 7 x 1.700.000 = 11.900.000 (@ Rp. 1,000) (11.900.000)
Saldo Tambahan Modal Disetor 600.000
27
Page 30
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
23 Penjualan
1 Januari - 30 1 Januari - 30
September 2024 September 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Ekspor
Ethanol (Alkohol) 240.674.705 250.249.307
240.674.705 250.249.307
Lokal
Ethanol (Alkohol) 481.813.264 406.414.336
Acetic Acid 75.062.175 72.369.143
Pupuk 1.892.041 18.822.244
CO2 1.241.656 703.024
Spiritus 2.442.000 2.530.000
Lain-lain 4.725.149 -
567.176.285 500.838.748
Total 807.850.990 751.088.055
Penjualan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih masing-masing pada 30 September 2024 dan 2023 adalah sbb :
1 Januari - 30 1 Januari - 30
September 2024 September 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Tanduay Distillers, Inc 141.452.918 179.936.903
Nippon Shokubai Indonesia, PT 92.175.843 79.490.717
Total 233.628.761 259.427.620
24 Beban Pokok Penjualan
1 Januari - 30 1 Januari - 30
September 2024 September 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Pemakaian Bahan Baku
Persediaan Awal 270.007.294 235.137.847
Pembelian 589.844.674 444.930.215
Tersedia untuk dipakai 859.851.968 680.068.061
Persediaan Akhir (369.453.579) (280.726.330)
Pemakaian Bahan Baku 490.398.389 399.341.731
Upah Langsung 1.170.686 1.220.562
Biaya Pabrikasi 92.600.904 103.563.253
Jumlah Beban Produksi 584.169.979 504.125.546
Barang Dalam Proses
Persediaan Awal 3.816.489 3.838.077
Persediaan Akhir (3.403.855) (3.517.966)
Beban Pokok Produksi 584.582.613 504.445.657
Barang Jadi
Persediaan Awal 39.405.445 30.826.484
Pembelian 69.575.374 59.943.656
Persediaan Akhir (52.713.458) (40.355.790)
Beban Pokok Penjualan 640.849.973 554.860.008
Beban Pokok Penjualan Kemasan 12.328.775 13.179.029
Total 653.178.749 568.039.037
Pembelian yang melebihi 10% masing-masing pada 30 September 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut :
1 Januari - 30 1 Januari - 30
September 2024 September 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
PT Perkebunan Nasional 189.742.789 80.801.563
PT Kebon Agung 94.289.341 76.074.109
Pinnacle Synergy PTE, LTD 64.275.732 59.129.398
APTRI 62.100.505 72.552.483
PT. Perdana Agung Sejahtera 14.977.625 -
Total 141.353.862 131.681.881
25 Beban Usaha
1 Januari - 30 1 Januari - 30
September 2024 September 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
a. Beban Penjualan
Biaya Pengiriman 46.648.503 47.750.157
Biaya Komisi 14.359.996 15.292.612
28
Page 31
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Biaya Operasional Agro 2.870.822 2.484.469
Biaya Gaji dan Tunjangan 2.151.836 2.145.512
Biaya Perjalanan Dinas 1.229.059 1.256.932
Biaya Pengemasan Acetic Acid 1.193.450 1.265.225
Biaya Sewa Tangki 1.193.172 1.280.137
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp. 200 juta) 1.789.038 1.099.076
Sub Total 71.435.876 72.574.119
b. Beban Umum dan Administrasi
Biaya Gaji dan Tunjangan 22.418.929 21.197.533
Biaya Kantor 3.468.678 2.591.377
Cadangan Imbalan Kerja 2.700.000 2.700.000
Biaya Perbaikan dan Pemeliharaan 3.711.035 3.591.230
Biaya Penyusutan Aset 2.592.802 3.503.317
Biaya Jasa Profesional 1.085.970 635.996
Biaya Sewa 890.428 821.378
Biaya Listrik, Pos, Telephone, Faximili 785.822 765.115
Biaya Penelitian Agro 582.716 317.786
Biaya Perjalanan Dinas 556.953 652.953
Biaya Jamuan dan Representasi 463.948 391.625
Cadangan Piutang Tak Tertagih 389.303 1.322.109
Biaya Sumbangan 313.188 327.525
Biaya Kesehatan 242.898 189.486
Biaya Pajak dan Perijinan 145.222 149.537
Biaya lain-lain (dibawah 200 juta) 3.971.514 2.331.567
Sub Total 44.319.407 41.488.533
Total 115.755.283 114.062.652
26 Pendapatan dan Beban Lain-Lain
a. Pendapatan Lain-Lain 1 Januari - 30 1 Januari - 30
September 2024 September 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Penjualan Aset Tetap 126.126 246.555
Lain-Lain Bersih 102.541 1.921.704
Pendapatan Bunga (28.824) 4.391
Laba Selisih Kurs - Bersih - 347.069
Total 199.844 2.519.719
b. Beban Lain-Lain 1 Januari - 30 1 Januari - 30
September 2024 September 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Rugi Selisih Kurs - Bersih 2.966.998 -
Beban dan Denda Pajak 157.823 51.158
Beban Lain-Lain Bersih 17.107 261.150
Total 3.141.928 312.308
27 Beban Keuangan
Pada 30 September 2024 dan 2023, saldo beban keuangan berjumlah masing-masing Rp 10.261.320 dan Rp 9.432.136
28 Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Perusahaan mengakui liabilitas manfaat karyawan sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Liabilitas diestimasi atas imbalan
kerja Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2023 dan telah dihitung oleh aktuaris independen PT Sentra Jasa Aktuaria dengan laporannya
tanggal 25 Februari 2024.
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan Liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
Usia Pensiun Normal 55 tahun
Tingkat diskonto 6,37% - 7,10% per tahun
Estimasi Kenaikan Gaji di masa datang 9%
Tabel Moralita Tabel Moralita Indonesia 2019
Tingkat pengunduran diri 15% untuk karyawan sebelum usia 30 tahun
dan akan menurun sampai 0% pada usia 2
tahun sebelum usia pensiun normal
Metode Projected Unit Credit
29
Page 32
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
29 Perikatan
Perusahaan melakukan perjanjian jual beli tetes dengan PT Kebon Agung, PT Perkebunan Nusantara IX, PT Perkebunan Nusantara X dan PT
Perkebunan Nusantara XI, PT Perkebunan Nusantara XII dan PT PG Rajawali II.
Perusahaan mendapat kontrak alokasi pembelian tetes total untuk musim giling tahun 2024 sebanyak 119.450 ton dan tahun 2023 sebanyak
210.000 ton .
30 Laba Per Saham
1 Januari - 30 1 Januari - 30
September 2024 September 2023
Perhitungan laba per saham dalam Rupiah penuh adalah sebagai berikut : (Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Laba Bersih 19.653.422 46.809.112
Rata-rata Tertimbang Saham 6.020.000.000 6.020.000.000
Laba per Saham Dasar (dalam Rupiah Penuh) 3,26 7,78
Pada tanggal pelaporan, tidak ada efek berpotensi saham yang menimbulkan pengaruh dilusi pada laba bersih per saham Perusahaan.
30
Page 33
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Informasi Segmen Pasar
Segmen Perusahaan dikelompokkan berdasarkan produk yang dihasilkan
1 Januari - 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
Ethanol A. Acid Lainnya Jumlah
Rp. Rp. Rp. Rp.
Penjualan Bersih 722.487.969 75.062.175 10.300.846 807.850.990
Hasil Segmen 148.944.791 9.720.409 (3.992.958) 154.672.241
Beban Usaha Tidak Dapat Dialokasi (115.755.283)
Beban Keuangan (10.261.320)
Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih (2.942.084)
Laba Sebelum Pajak 25.713.554
Beban Pajak Penghasilan (6.060.132)
Laba Bersih 19.653.422
Aset Segmen 1.191.183.161
Liabilitas Segmen 466.962.219
Pengeluaran Barang Modal (49.149.355)
Penyusutan 11.599.578
1 Januari - 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
Ethanol A. Acid Lainnya Jumlah
Rp. Rp. Rp. Rp.
Penjualan Bersih 656.663.644 72.369.143 22.055.268 751.088.055
Hasil Segmen 167.570.836 8.868.850 6.609.332 183.049.018
Beban Usaha Tidak Dapat Dialokasi (114.062.652)
Beban Keuangan (9.432.136)
Penghasilan (beban) Lain-lain - Bersih 2.207.411
Laba Sebelum Pajak 61.761.642
Beban Pajak Penghasilan (14.952.529)
Laba Bersih 46.809.112
Aset Segmen 1.021.307.700
Liabilitas Segmen 321.582.159
Pengeluaran Barang Modal (20.658.229)
Penyusutan 12.519.042
32 Aset dan Liabilitas Moneter Dalam Mata Uang Asing
1 Januari - 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
EUR GBP USD RMB THB PHP SGD PKR JPY VND Rp.
Aset
Kas dan Bank 2.020,00 1.240,00 208.238,66 17.213,00 8.200,00 32.321,75 80,00 55.600,00 60.000,00 3.200.000,00 3.273.493
Piutang - - 5.779.333,88 - - - - - - - 87.487.556
Jumlah 2.020,00 1.240,00 5.987.572,54 17.213,00 8.200,00 32.321,75 80,00 55.600,00 60.000,00 3.200.000,00 90.761.050
Liabilitas
Utang Usaha - - 2.285.900,87 - - - - - - - 34.603.967
Jumlah - - 2.285.900,87 - - - - - - - 34.603.967
Jumlah Bersih 2.020,00 1.240,00 3.701.671,67 17.213,00 8.200,00 32.321,75 80,00 55.600,00 60.000,00 3.200.000,00 56.157.082
31 Desember 2023 (Diaudit)
EUR GBP USD RMB THB PHP SGD PKR JPY VND Rp.
Aset
Kas dan Bank 1.830,00 1.240,00 946.054,20 23.475,00 7.200,00 6.620,00 80,00 55.600,00 60.000,00 3.200.000,00 14.708.870
Piutang Usaha - - 3.649.147,30 - - - - - - - 56.255.255
Total 1.830,00 1.240,00 4.595.201,50 23.475,00 7.200,00 6.620,00 80,00 55.600,00 60.000,00 3.200.000,00 70.964.125
Liabilitas
Utang Usaha - - 18.601,99 - - - - - - - 286.768
Uang muka dari
Pelanggan - - 7.995,00 - - - - - - - 123.251
Total - - 26.596,99 - - - - - - - 410.019
Jumlah Bersih 1.830,00 1.240,00 4.568.604,51 23.475,00 7.200,00 6.620,00 80,00 55.600,00 60.000,00 3.200.000,00 70.554.106
33 Manajemen Risiko Keuangan
Kebijakan Manajemen Risiko
Berbagai aktivitas yang dilakukan membuat Perusahaan menghadapi berbagai macam risiko keuangan, termasuk dampak perubahan harga komoditas dan nilai tukar mata uang asing.
Manajemen risiko dijalankan oleh Dewan Direksi bertugas melakukan identifikasi, evaluasi dan lindung nilai yang tepat terhadap risiko-risiko keuangan jika diperlukan. Dewan Direksi menentukan prinsip
manajemen risiko secara keseluruhan, sekaligus juga menetapkan kebijakan-kebijakan yang mencakup risiko-risiko dalam bidang tertentu, seperti risiko tingkat kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang, dan risiko
harga komoditas.
31
Page 34
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Manajemen risiko dijalankan oleh Dewan Direksi bertugas melakukan identifikasi, evaluasi dan lindung nilai yang tepat terhadap risiko-risiko keuangan jika diperlukan. Dewan Direksi menentukan prinsip
manajemen risiko secara keseluruhan, sekaligus juga menetapkan kebijakan-kebijakan yang mencakup risiko-risiko dalam bidang tertentu, seperti risiko tingkat kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang, dan risiko
harga komoditas.
Beberapa risiko yang di hadapi oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
i Resiko Kredit
Risiko kredit merupakan risiko yang muncul dikarenakan debitur tidak membayar semua atau sebagian piutang atau tidak membayar secara tepat waktu dan akan menyebabkan kerugian Perusahaan.
Risiko kredit Perusahaan terutama melekat pada penagihan penjualan. Perusahaan mengendalikan eksposur risiko kredit dengan menetapkan kebijakan di mana persetujuan atau penolakan kontrak penjualan
dan kepatuhan atas kebijakan tersebut dipantau oleh direksi. Sebagai bagian dari proses persetujuan atau penolakan tersebut, reputasi dan catatan historis pelanggan menjadi bahan pertimbangan.
Selain pengungkapan di bawah ini, Perusahaan tidak memiliki konsentrasi risiko kredit.
Kas dan Bank
Risiko kredit atas penempatan rekening koran dikelola oleh manajemen sesuai dengan kebijakan Perusahaan. Penempatan dana dan hanya dilakukan bank dengan reputasi dan kredibilitas yang baik.
Kebijakan ini dievaluasi setiap tahun oleh Direksi untuk meminimalkan risiko konsentrasi kredit sehingga mengurangi kemungkinan kerugian akibat kebangkrutan bank-bank tersebut.
Piutang Usaha
Risiko kredit atas penjualan kredit kepada pelanggan adalah risiko bahwa Perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual mereka. Perusahaan
mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan kebijakan atas persetujuan atau penolakan kontrak kredit baru. Kepatuhan atas kebijakan tersebut dipantau oleh Dewan Direksi. Sebagai
bagian dari proses persetujuan atau penolakan tersebut, reputasi dan rekam jejak pelanggan menjadi bahan pertimbangan.
Perusahaan melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak ketiga yang diakui dan kredibel. Manajemen menerapkan peninjauan mingguan dan bulanan pada umur piutang dan penagihan untuk membatasi
risiko kredit. Sesuai dengan kebijakan manajemen, pelanggan yang tagihannya telah melewati batas jatuh tempo akan dikenakan status hold .
Saat ini tidak ada risiko kredit terpusat secara signifikan.
Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Perusahaan terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Aset Keuangan
Pinjaman yang diberikan dan Piutang
Kas dan Bank 6.217.590 18.160.023
Piutang Usaha 245.324.845 184.270.692
Aset Keuangan Lancar Lainnya 78.579 574.701
Total Aset Keuangan 251.621.016 203.005.416
ii Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah suatu risiko yang dapat terjadi di mana pendapatan jangka pendek tidak dapat menutupi pengeluaran jangka pendek.
Pada saat ini Perusahaan berharap dapat membayar semua liabilitas pada saat jatuh tempo. Untuk memenuhi komitmen kas, Perusahaan berharap kegiatan operasinya dapat menghasilkan arus kas masuk yang
cukup. Perusahaan memelihara rekening bank yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya.
Tabel berikut menganalisis liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi berdasarkan sisa umur jatuh temponya :
1 Januari - 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
Kurang dari 1
1-2 tahun 2-3 tahun Total
tahun
Pinjaman Jangka Pendek 348.865.597 - - 348.865.597
Utang Usaha 47.627.957 - - 47.627.957
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek lainnya 4.768.000 - - 4.768.000
Beban Akrual 15.793.181 - - 15.793.181
Utang Bank 3.030.875 250.000 - 3.280.875
Utang Dividen 16.145 - - 16.145
Liabilitas Sewa 1.813.983 52.882 1.774.110 3.640.975
Total 421.915.738 302.882 1.774.110 423.992.730
31 Desember 2023 (Diaudit)
Kurang dari 1
1-2 tahun 2-3 tahun Total
tahun
Pinjaman Jangka Pendek 142.241.501 - - 142.241.501
Utang Usaha 26.199.188 - - 26.199.188
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek lainnya 4.768.000 - - 4.768.000
Beban Akrual 14.360.426 - - 14.360.426
Utang Bank 6.866.267 2.500.000 - 9.366.267
Utang Dividen 13.390 - - 13.390
Liabilitas Sewa 919.265 758.910 217.537 1.895.712
Total 195.368.037 3.258.910 217.537 198.844.484
iii Risiko Mata Uang Asing
Risiko mata uang merupakan risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar mata uang asing.
Perusahaan secara signifikan terekpos risiko mata uang asing karena sebagian transaksi. Perusahaan dalam mata uang asing. Jumlah eksposur mata uang asing bersih pada tanggal laporan diungkapkan dalam
catatan 32. Untuk meminimalkan risiko ini, Perusahaan selalu berusaha menjaga aliran kas dengan mengatur waktu pembayaran dengan mempertimbangkan kurs yang berlaku pada saat akan dilakukan
pembayaran, serta merencanakan secara cermat alokasi penempatan dana dalam mata uang asing, untuk mengantisipasi perubahan kurs yang signifikan pada sisi liabilitas serta menghindari spekulasi ambil
keuntungan atas penempatan dana dalam mata uang asing
32
Page 35
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan secara signifikan terekpos risiko mata uang asing karena sebagian transaksi. Perusahaan dalam mata uang asing. Jumlah eksposur mata uang asing bersih pada tanggal laporan diungkapkan dalam
catatan 32. Untuk meminimalkan risiko ini, Perusahaan selalu berusaha menjaga aliran kas dengan mengatur waktu pembayaran dengan mempertimbangkan kurs yang berlaku pada saat akan dilakukan
pembayaran, serta merencanakan secara cermat alokasi penempatan dana dalam mata uang asing, untuk mengantisipasi perubahan kurs yang signifikan pada sisi liabilitas serta menghindari spekulasi ambil
keuntungan atas penempatan dana dalam mata uang asing
Tabel berikut ini menunjukkan sensivitas kemungkinan perubahan tingkat pertukaran mata uang asing terhadap Rupiah, dengan asumsi variabel lain konstan, dampak terhadap laba sebelum beban pajak
penghasilan sebgai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Dampak Terhadap Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Perubahan tingkat pertukaran Mata Uang Asing terhadap Rupiah (1%) 1.616 705.541
Perubahan tingkat pertukaran Mata Uang Asing terhadap Rupiah (-1%) (1.616) (705.541)
iv Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko suku bunga terdiri dari risiko suku bunga atas nilai wajar, yaitu risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku bunga pasar, dan risiko suku bunga atas arus kas, yaitu risiko
arus kas di masa datang akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar
Tabel berikut ini menunjukkan sensivitas kemungkinan perubahan tingkat pertukaran tingkat bunga pinjaman. Dengan asumsi variabel lain konstan, laba sebelum beban pajak dipengaruhi oleh tingkat suku
bunga mengambang sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Dampak Terhadap Laba Sebelum Beban Pajak Rp. Rp.
Kenaikan (1%) (1.000.675) (1.516.078)
Penurunan (-1%) 1.000.675 1.516.078
v Risiko Harga
Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga harga pasar, terlepas dari apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen
individual atau penerbitnya atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrument yang diperdagangkan di pasar
Perusahaan terkena dampak risiko harga yang terutama diakibatkan oleh pembelian tetes tebu yang merupakan bahan baku utama. Harga tetes tebu tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain
permintaan dan pasokan.
Dampak risiko harga tersebut mengakibatkankenaikan biaya produksi. Dampak yang terjadi terhadap instrumen keuangan adalah penyediaan kebutuhan dana yang cukup besar untuk pembelian bahan baku.
Kebijakan Perusahaan untuk meminimalkan resiko yang berasal dari fluktuasi harga tetes tebu adalah antara lain dengan mengadakan kontrak pembelian yang berjangka waktu 12 bulan atau kurang dan
pembelian kepada pemasok agar mendapatkan harga dan kuantitas yang memadai.
b. Estimasi Nilai Wajar
Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan:
1 Januari - 30 September 2024
31 Desember 2023 (Diaudit)
(Tidak Diaudit)
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Rp Rp Rp Rp
Aset Keuangan
Kas dan Bank 6.217.590 6.217.590 18.160.023 18.160.023
Piutang Usaha 245.324.845 245.324.845 184.270.692 184.270.692
Aset Keuangan Lancar Lainnya 78.579 78.579 574.701 574.701
Total 251.621.015 251.621.015 203.005.416 203.005.416
Liabilitas Keuangan
Pinjaman Jangka Pendek 348.865.597 348.865.597 142.241.501 142.241.501
Utang Usaha dan Lain-lain 47.627.957 47.627.957 26.199.188 26.199.188
Liabilitas keuangan Jangka Pendek Lainnya 4.768.000 4.768.000 4.768.000 4.768.000
Beban Akrual 15.793.181 15.793.181 14.360.426 14.360.426
Utang Deviden 16.145 16.145 13.390 13.390
Pinjaman Jangka Panjang 6.921.850 6.921.850 11.261.979 11.261.979
Total 423.992.730 423.992.730 198.844.484 198.844.484
Manajemen berpendapat bahwa nilai buku dari aset dan liabilitas keuangannya mendekati nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan tersebut pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, karena
dampak pendiskontoan yang tidak signifikan.
c. Manajemen Permodalan
Tujuan Perusahaan dalam mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuan Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usaha, sehingga entitas dapat tetap memberikan imbal hasil bagi
pemegang saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya dan untuk mengelola struktur modal yang optimal untuk meminimalisasi biaya modal yang efektif.
Perusahaan secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola permodalannya untuk memastikan struktur modal dan pengembalian yang optimal bagi pemegang saham, dengan mempertimbangkan efisiensi
penggunaan modal berdasarkan arus kas operasi dan belanja modal,serta mempertimbangkan kebutuhan modal di masa yang akan datang.
33
Page 36
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
34 Informasi Tambahan Arus Kas
Tabel dibawah ini menunjukkan rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari pendanaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023:
Perubahan Nonkas
31 Desember
Penambahan Pergerakan Perubahan 30 September 2024
2023 Arus Kas
Aset Tetap Valuta Asing Nilai Wajar
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Utang Bank Jangka Pendek 142.241.501 206.624.096 - - - 348.865.597
Utang Bank Jangka Panjang 9.366.267 (6.085.392) - - - 3.280.875
Liabilitas Sewa 1.895.712 1.745.263 - - - 3.640.975
Jumlah Liabilitas dari Aktivitas Pendanaan 153.503.480 202.283.966 - - - 355.787.446
Perubahan Nonkas
31 Desember
Penambahan Pergerakan Perubahan 31 Desember 2023
2022 Arus Kas
Aset Tetap Valuta Asing Nilai Wajar
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Utang Bank Jangka Pendek 143.195.723 (954.222) - - - 142.241.501
Utang Bank Jangka Panjang 17.480.124 (8.113.857) - - - 9.366.267
Liabilitas Sewa 1.304.562 591.150 - - - 1.895.712
Jumlah Liabilitas dari Aktivitas Pendanaan 161.980.409 (8.476.929) - - - 153.503.480
35 Standar Akuntansi dan Interpretasi Standar Yang Telah Disahkan
DSAK-IAI telah menerbitkan beberapa standar baru, amandemen dan penyesuaian atas standar, serta interpretasi atas standar namun belum berlaku efektif untuk periode yang dimulai
pada 1 Januari 2022.
Amandemen dan revisi atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:
• Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Liabilitas Jangka Panjang Dengan Kovenan;
• Amendemen PSAK 73: Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa–Balik;
• Amendemen PSAK 2: Laporan Arus Kas dan PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang pengaturan pembiayaan pemasok;
• Revisi PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah; dan
• Revisi PSAK 109: Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah
Standar baru dan amandemen atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:
• PSAK 74: Kontrak Asuransi; dan
• Amandemen PSAK 74: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71- Informasi Komparatif.
• Amendemen PSAK 10: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing tentang kekurangan ketertukaran.
Beberapa PSAK juga diamendemen yang merupakan amendemen konsekuensial karena berlakunya PSAK 74: Kontrak Asuransi, yaitu:
• PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan
• PSAK 2: Laporan Arus Kas
• PSAK 13: Properti Investasi
• PSAK 15: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
• PSAK 16: Aset Tetap
• PSAK 19: Aset Takberwujud
• PSAK 22: Kombinasi Bisnis
• PSAK 24: Imbalan Kerja
• PSAK 48: Penurunan Nilai Aset
• PSAK 50: Instrumen Keuangan Penyajian
• PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi
• PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan
• PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan
• PSAK 71: Instrumen Keuangan
• PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
Hingga tanggal laporan keuangan ini diotorisasi, Perusahaan masih melakukan evaluasi atas dampak potensial dari penerapan standar baru, amandemen standar dan
interpretasi standar tersebut.
DSAK-IAI juga mengesahkan perubahan penomoran PSAK dan ISAK yang berlaku efektif 1 Januari 2024, dimana perubahan ini tidak memengaruhi substansi pengaturan dalam masing-
masing PSAK dan ISAK tersebut.
36 Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang diotorisasi oleh Direktur untuk diterbitkan pada tanggal 29 Oktober 2024.
34
Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Sarasa Nugraha Tbk
p.7 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Sri Rahayu
p.7 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.7
unresolved
person
Akta Notaris Fathiah Helmi
p.7
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.7
unresolved
org
PT Budhi Bersaudara Manunggal
p.7 ×3
unresolved
org
PT Kemiri Sarana Investama
p.7 ×3
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.7 ×2
unresolved
org
Bapepam
p.7 ×4
unresolved
org
Bapepam-LK
p.8 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.8
unresolved
org
PT Supra Busanayasa
p.19
unresolved
org
PT Panca Brothers Swakarsa
p.19
unresolved
org
Dewi Apriyanti & Rekan
p.22 ×2
unresolved
org
KJPP Nirboyo
p.23
unresolved
org
PT BCA Insurance
p.24
unresolved
org
PT Bank Mutiarta Sentosa
p.25
unresolved
org
PT Bakrie Sekuritas
p.26
unresolved
org
PT. Sama Mandiri
p.26 ×3
unresolved
org
PT. Sari Warna Asli Textile Industri
p.26 ×2
unresolved
org
PT Sari Warna Asli
p.27
unresolved
org
Rp. Pinjaman Jangka Panjang Bank Central Asia Tbk
p.27
unresolved
org
PT Orix Indonesia Finance
p.28
unresolved
org
PT Pusaka Prima Transport
p.28
unresolved
org
PT BCA Finance
p.28
unresolved
org
PT Hadisurjo Propertama
p.28
unresolved
org
PT Sarana Integritas
p.28 ×2
unresolved
org
PT Kebon Agung
p.30 ×2
unresolved
org
PT. Perdana Agung Sejahtera
p.30
unresolved
org
PT Sentra Jasa Aktuaria
p.31
unresolved
org
PT Perkebunan Nusantara IX
p.32
unresolved
org
PT Perkebunan Nusantara X
p.32
unresolved
org
PT Perkebunan Nusantara XI
p.32
unresolved
org
PT Perkebunan Nusantara XII
p.32
unresolved
org
PT PG Rajawali II. Perusahaan
p.32
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.