Skip to content
Back to announcement

20241028_INOV_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31749889_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review INOV

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 47

Page 1
   LAPORAN STUDI KELAYAKAN
   FEASIBILITY STUDY REPORT

 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                        Oleh

  PT Inocycle Technology Group, Tbk.
 Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10,
Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten 15560
Page 2
                                                                                                       25 Oktober 2024

Kepada Yth,
PT Inocycle Technology Group, Tbk.
Kawasan Industri Pasar Kemis
Jl. Putera Utama No.10, Sukaasih
Pasar Kemis, Tangerang Regency
Banten 15560

No. Laporan       : 00179/2.0131-09/PI-FS/04/0532/1/X/2024
Hal               : Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

Dengan hormat,

Dalam rangka memenuhi kontrak penugasan penilaian yang dilakukan berdasarkan surat penawaran yang telah disetujui
sekaligus menjadi kontrak kerja penugasan Nomor: 00275/2.0131-09/KJPPSPR/FS-ITG/VIII/2024 tanggal 30 Agustus 2024.
Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan proses penilaian atas Objek Penilaian. Kami telah melakukan
Investigasi yang terdiri dari Inspeksi, penelaahan, penghitungan, analisis, dan memastikan bahwa Proses Penilaian sudah
dilakukan dengan cara yang benar.

• STATUS KONSULTAN
  • Penilai Publik yang bertanda tangan didalam Laporan Penilaian ini yaitu Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev,
     MAPPI (Cert) merupakan Penilai Publik Properti dan Bisnis dengan Nomor Izin No. P-1.18.00532 berdasarkan
     Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 782/KM.1/2018 Tanggal 17 Desember 2018 dan Nomor Izin Penilai Publik
     No. B-1.23.00643 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 214/KM.1/2023 Tanggal 17 Mei 2023,
     bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sugianto Prasodjo dan Rekan yang memperoleh Izin Usaha
     dari Kementrian Keuangan No. 2.15.0131 berdasarkan Kepmenkeu No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015.
  • Penilai Publik terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal dengan nomor izin STTD.PPB-47/PM.02/2023 tanggal
     17 Juli 2023 yang tergabung dalam KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
     Penunjang Pasar Modal No. S-859/PM.223/2015 tanggal 17 November 2015.
  • Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian secara obyektif dan tidak memihak.
  • Penilai tidak memiliki potensi benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian.
  • Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian sehingga tidak memerlukan bantuan tenaga ahli untuk
     melengkapi pelaksanaan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan.
  • Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini dibawah koordinator Penilai berizin atau Penilai Publik
     pada laporan penilaian.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                            ii
Page 3
• PEMBERI TUGAS
  Pemberi Tugas adalah PT Inocycle Technology Group, Tbk. yang berlalamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl.
  Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten 15560.

• PENGGUNA LAPORAN
  Pengguna Laporan adalah PT Inocycle Technology Group, Tbk. yang berlalamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl.
  Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten 15560.

• OBJEK STUDI KELAYAKAN
  Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha “Perakitan Peralatan Industri Mesin Tekstil” dengan rincian
  rencana penambahan KBLI oleh PT Inocycle Technology Group Tbk sebagai berikut:
  a. Menjalankan usaha dalam bidang Perdagangan Besar, meliputi:
        1. KBLI 46591: “perdagangan besar mesin kantor dan industri pengolahan, suku cadang dan perlengkapannya”
        2. KBLI 46599: “perdagangan besar mesin, peralatan dan perlengkapan lainnya”
  b. Menjalankan usaha dalam Bidang Industri, meliputi:
        1. KBLI 28263: “industri mesin tekstil”
        2. KBLI 28299: “industri mesin keperluan khusus lainnya”
  c. Menjalankan usaha dalam Bidang Jasa, meliputi
        1. KBLI 74090: “Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis Lainnya YTDL”
        2. KBLI 70204: “Aktivitas Konsultansi Manajemen Industri”
        3. KBLI 71102: “Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis YBDI”
        4. KBLI 70209: “Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya”
        5. KBLI 71024: “Jasa Inspeksi Teknik Instalasi”
        6. KBLI 33122: “Reparasi Mesin Untuk Keperluan Khusus”

• JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
  Objek Penilaian dinilai dengan menggunakan mata uang Rupiah. Sebagai tambahan informasi, nilai kurs tengah Bank
  Indonesia pada tanggal penilaian adalah USD 1 = Rp16.320.

• MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
  Maksud dan tujuan adalah memberikan pendapat kelayakan atas rencana kegiatan usaha baru oleh PT Inocycle
  Technology Group Tbk, untuk kepentingan Pasar Modal dengan lingkup indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate
  of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period.

   Studi Kelayakan dilakukan dengan mengacu POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang penilaian dan penyajian laporan
   penilaian bisnis di pasar modal dan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang pedoman penilaian dan penyajian laporan
   bisnis di pasar modal.

• METODOLOGI STUDI KELAYAKAN
  Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu:
  • Pengumpulan data-data primer dari Perusahaan yang terkait dengan proyek yang meliputi data data identitas,
       perizinan, rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait dengan rencana proyek.
  • Analisis makroekonomi dan industri.
  • Dalam melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan proyek. Analisis ini dilakukan dengan
       menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback
       Period.

• TANGGAL STUDI KELAYAKAN
  Tanggal studi kelayakan per 30 Juni 2024. Sehubungan dengan kemungkinan perubahan yang terjadi terhadap kondisi
  pasar dan kondisi objek tersebut, maka laporan penilaian ini hanya dapat mempresentasikan tentang opini kelayakan pada
  tanggal studi kelayakan.

Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                             iii
Page 4
• TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
  Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai diantaranya
  dengan melakukan wawancara terhadap Manajemen Perseroan, yaitu Erwin Prayudi Suyudono selaku Corporate
  Secretary Perseroan, Suyanto selaku Accounting Senior Manager dan Desi Susanti, Legal Manager.

• SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
  Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan sepanjang sumber
  data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional maupun internasional. Sumber data tersebut antara lain:
   • Badan Indonesia atau bank sentral negara lain
   • Bursa efek Indonesia atau bursa lainnya
   • Badan Pusat Statistik atau Lembaga statistik lain
   • Data riset dari Lembaga independent, namun tidak terbatas pada Bloomberg, IMF, dan Bank Dunia
   • Informasi dari media elektronik dan media cetak

• ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
   • Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
   • Perusahaan diasumsikan sebagai perusahaan yang sedang berjalan dan akan melanjutkan kegiatan usahanya di
      masa yang akan datang.
   • Perusahaan diasumsikan telah memenuhi seluruh aspek legal dan perundang-undangan yang berlaku secara umum
      maupun spesifik terhadap industrinya agar dapat melakukan kegiatan operasional.
   • Laporan keuangan audit yang digunakan sebagai dasar dalam analisis penilaian ini diasumsikan akurat dan benar
      serta tidak ada informasi disembunyikan atau sengaja disembunyikan.
   • Studi Kelayakan dilakukan dengan adanya akses untuk pelaksanaan investigasi yang memadai
   • Studi kelayakan didasarkan atas proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
      keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaian (fiduciary duty).
   • Proyeksi harga, volume penjualan, dan informasi keuangan lainnya didasarkan atas informasi keuangan prospektif
      yang disiapkan oleh manajemen yang telah disesuaikan dan diasumsikan dapat dicapai.
   • Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
   • Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
      mempengaruhi operasional perusahaan.
   • Untuk tujuan Studi Kelayakan, telah dilengkapi data yang disediakan oleh manajemen Perusahaan serta data verbal
      yang didapatkan selama investigasi dan data tersebut diasumsikan akurat dan benar.

• PERSYARATAN DAN PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
  Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat mempengaruhi
  operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan studi kelayakan ini sebagaimana yang disebutkan dalam
  lingkup penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat informasi rahasia yang dapat mempengaruhi operasional
  perusahaan di dalam laporan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup Penugasan
  Laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari KJPP SPR serta Pemberi Tugas.

   Tanda tangan Penilai Publik dan cap KJPP SPR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan Studi Kelayakan yang
   dihasilkan.

• KONFIRMASI DILAKUKAN BERDASARKAN PERATURAN OJK SERTA KEPI & SPI
  Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan telah dibuat dengan memenuhi ketentuan POJK
  No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat SEOJK No.
  17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik
  Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018 beserta Edisi Revisi SPI 330 Tahun
  2020.


Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                          iv
Page 5
• ANALISA KELAYAKAN
  1.     Analisis Kelayakan Pasar;
      a. Kondisi Pasar
          • Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,79
              persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian,
              Kehutanan dan Perikanan sebesar 23,43 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran
              Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,58 persen. Ekonomi Indonesia
              triwulan II-2024 terhadap triwulan II-2023 tumbuh sebesar 5,05 persen (y-on-y).
          • Secara finansial, Perusahaan telah menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan. Hingga semester pertama
              tahun 2024, Perusahaan mencatat penjualan sebesar Rp307 miliar, di mana produk Re-PSF menyumbang
              75% dari total tersebut. Selain itu, Perusahaan berhasil mencatatkan peningkatan penjualan ekspor yang
              mengesankan sebesar 122% YoY, dengan berkontribusi sebesar 20% dari total penjualan.
          • Perusahaan juga mengoptimalkan jaringan yang ada . Rantai pasokan Inocycle merupakan landasan
              operasi, yang ditandai dengan jaringan yang kuat dari lima fasilitas pencucian yang berlokasi strategis di
              seluruh Indonesia, belum lagi Perusahaan dan Grupnya yang hadir di lebih dari 20 lokasi di seluruh
              Indonesia, meningkatkan kemampuannya untuk mengamankan bahan baku (limbah PET). Kapasitas
              fasilitas pencucian Inocycle mencapai sekitar 37.000 MT dengan tingkat utilisasi saat ini sekitar 45%, yang
              menunjukkan potensi peningkatan yang signifikan. Selain itu, lonjakan penjualan ekspor INOV
              menandakan potensi permintaan, terutama dari merek global yang berfokus pada pencapaian target emisi
              nol bersih mereka. Dengan memanfaatkan kapasitas, jaringan, pengetahuan, dan teknologinya, INOV
              berada pada posisi yang tepat untuk memenuhi permintaan ini.
          • Dengan adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah keragaman usaha
              sehingga tidak tergantung hanya di bisnis industri tekstil baik woven dan non-woven yang selama ini
              digeluti. Perusahaan telah membangun dan mengoperasikan aset berwujud dan tidak berwujud yang
              substansial di seluruh Indonesia selama periode yang panjang. Perusahaan telah mengumpulkan
              pengetahuan yang luas dalam memilih dan membeli lokasi pabrik, memperkenalkan dan menyiapkan
              peralatan, merekrut dan mengelola personel, serta menangani penjualan dan logistik produk. Berdasarkan
              keahlian ini, Perusahaan memberanikan diri untuk berkecimplung di dunia perakitan peralatan industri
              mesin tekstil, termasuk pemilihan peralatan untuk pengenalan/penggantian, negosiasi harga pembelian
              peralatan, perhitungan waktu tunggu, dan perencanaan relokasi/pemanfaatan peralatan yang ada.
          • Melalui perhitungan yang cermat, Perusahaan meyakini bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini
              akan memberikan kontribusi yang positif yang akan menambah pendapatan Perseroan.
          • Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah pangsa pasar untuk kegiatan usaha
              selain industri tekstil baik woven dan non-woven, Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini juga bisa
              merambah pangsa pasar dalam perakitan peralatan industri mesin tekstil.
          • Potensi permintaan yang di analisa dapat di peroleh Perusahaan dalam kurun waktu 10 tahun adalah
              sekitar USD 90 juta yang diperoleh dari perakitan peralatan industri mesin tekstil dari sekitar 9-10 pabrik
              dari berbagai pelanggan di dalam negeri.
          • Sasaran pasar dalam 10 tahun kedepan difokuskan pada berbagai perusahaan tekstil non-woven dan
              perusahaan manufacture tekstil yang ada di Indonesia. Tercatat Perusahaan tekstil yang ada di Indonesia
              yang terdaftar di BEI sedikitnya ada 15 perusahaan, diantara limanya adalah: PT Argo Pantes Tbk –
              ARGO; PT Trisula Textile Industries Tbk – BELL; PT Century Textile Industry Tbk – CNTX; PT Ever Shine
              Tex Tbk – ESTI; PT Panasia Indo Resources Tbk – HDTX.
      b. Pesaing Usaha;
          • Bisnis perakitan peralatan industri mesin tekstil ini merupakan suatu keahlian yang sangat spesifik
              sehingga Perseroan berani untuk berasumsi bahwa di dalam negeri Indonesia, Inocycle tidak memliki
              pesaing yang berarti. Namun bila di kawasan Asia khususnya dari China dan Korea, diketahui beberapa
              Perusahaan yang menawarkan bisnis serupa diatas seperti antara lain: Jiangsu Yingyang Nonwoven
              Machinery Co., Ltd, Jiangsu, China; Samill Machinery Co, Ltd, Dalseo-Gu, Daegu, Korea.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                             v
Page 6
           c.   Strategi Pemasaran;
                • Berhubung sampai saat ini belum ada Perusahaan Pesaing lokal maka Perseroan akan fokus dalam
                     menawarkan jasa ini ke berbagai perusahaan tekstil non woven dan perusahaan manufacture tekstil yang
                     ada di Indonesia.
                • Selain itu Perusahaan berstrategi untuk senantiasa belajar untuk menambahan pengatuan mengenai
                     perakitan peralatan industri mesin tekstil khususnya dengan cepatnya perubahan teknologi yang ada di
                     bidang ini

        Dengan memperhatikan analisis kelayakan pasar, Penambahan Kegiatan Usaha secara pasar layak.

   2.         Analisis Kelayakan Teknis;
           a.  Kapasitas;
               • Berdasarkan informasi dari manajemen, kapasitas dan pendapatan atas Rencana Penambahan Kegiatan
                   Usaha terdiri dari Penjualan Mesin, Penjualan Sparepart, dan Jasa Service. Dalam Penjualan Mesin,
                   Perusahaan mampu merakit 15-20 mesin, dalam Penjualan Sparepart Perusahaan mampu menyediakan
                   100-150 sparepart, dan dalam Jasa Service mampu menyelesaikan 5-10 unit, masing-masing dalam satu
                   tahun.
           b. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, Termasuk Bahan Baku Mentah, Pekerja, Dan Ahli Profesional;
               • Dalam menjalankan bisnisnya, ketersediaan material merupakan hal yang harus diperhatikan. Rencana
                   Penambahan Kegiatan Usaha ini, mesin yang dirakit untuk dijual dan sparepart di datangkan dari luar
                   negeri atau import. Hal ini disebabkan mesin yang dijual belum diproduksi di dalam negeri.
               • Sementara itu, berkaitan dengan pekerja dan tenaga ahli profesional, Perusahaan selalu memilih tenaga
                   kerja dengan kualitas yang baik. Perusahaan memandang sumber daya manusia yang kompeten dan
                   profesional merupakan aset utama dalam mewujudkan visi dan misinya dan harus dikembangkan secara
                   berkesinambungan. Oleh karena itu, Perusahaan memberikan motivasi agar dapat berperan aktif disertai
                   dengan kesempatan untuk mengembangkan kualitasnya agar memiliki etos kerja yang unggul,
                   berkompetensi tinggi, dan berkualitas.
               • Dalam merekrut sumber daya manusia, Perusahaan menyesuaikan dengan rencana bisnis dan
                   operasional Perusahaan dari tahun ke tahun. Perusahaan juga senantiasa menyediakan program
                   pelatihan dan pengembangan kompetensi yang relevan di bidang usaha Perusahaan termasuk sertifikasi
                   yang sesuai bagi masing-masing unit kerja. Ketersediaan Pekerja dan Ahli Profesional yang dibutuhkan
                   dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha inimemerlukan tambahan tenaga kerja. Adapun jumlah
                   tenaga kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan ini adalah sejumlah 3 orang Leader dan 28 orang Operator.
           c. Proses Produksi;




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                            vi
Page 7
                •   Proses produksi dari perakitan peralatan industri mesin tekstil ini bermula dari pesanan order dari
                    pelanggan. Pesanan ini akan dipelajari dengan cermat dari segi teknis. Bila dianggap feasible, akan
                    dibuatkan design, layout serta schedule dari pemasangan mesin. Setelah design, layout, schedule serta
                    berbagai perhitungan komersial termasuk harga disetujui pelanggan, maka dimulai pemesanan mesin dan
                    material. Setelah pemasangan selesai di lakukan pengujian dan diakhiri dengan Berita Acara Serah terima
                    barang bila semua berjalan sesuai dengan pemesanan. Pekerjaan perakitan peralatan industri mesin
                    tekstil dianggap selesai.

        Dengan memperhatikan analisis kelayakan teknis, Penambahan Kegiatan Usaha secara teknis layak.

   3.         Analisis Kelayakan Pola Bisnis;
           a.  Keunggulan Kompetitif karena Keunikan Dari Pola Bisnis;
               • Perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan perusahaan yang bergerak di bidang sejenis.
                   Keunggulan Perusahaan antara lain adalah sebagai berikut: Mesin yang dijual belum dijual di dalam;
                   negeri; Mesin yang dijual memiliki produktifitas yang lebih baik; Mesin yang dijual memiliki efisiensi
                   energi yang lebih baik.
           b. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk;
               • Secara umum, pesaing lokal kecil kemungkinan dapat meniru jenis usaha yang akan dimiliki Perusahaan
                   ini . Hal ini karena Perusahaan mempunyai keunggulan dalam melakukan kegiatan usahanya, dimana
                   keunikan yang dimiliki Perusahaan merupakan bisnis yang berkesinambungan. Maka, pesaing sulit untuk
                   dapat mereplika produk yang dimiliki Perusahaan.
           c. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai;
               • Perusahaan mampu menciptakan nilai tambah terhadap bisnis perakitan peralatan industri mesin tekstil ini
                   menjadi barang dan jasa yang ekonomis. Sehingga mendorong Perusahaan untuk terus melakukan
                   pengembangan produk yang memiliki nilai tambah sesuai dengan perkembangan teknologi terkini. Hal ini
                   tentu saja memberikan peluang yang besar bagi Perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan
                   dan mempertahankan kelangsungan usaha ke depannya.

        Dengan memperhatikan analisis kelayakan pola bisnis, Penambahan Kegiatan Usaha secara pola bisnis layak.

   4.         Analisis Kelayakan Model Manajemen;
           a. Ketersediaan Tenaga Kerja;
               • Dalam Penambahan Kegiatan Usaha ini, Perusahaan merencanakan adanya penambahan tenaga kerja
                   dari yang telah dimiliki saat ini.
           b. Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property);
               • Usaha untuk melindungi kekayaan intelektual, Perusahaan sudah memiliki sertifikat merek “Inocycle” yang
                   beralamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No. 10, Desa. Suka Asih, Kec. Pasar Kemis,
                   Tangerang, 15560 Banten dengan nomor pendaftaran IDM000836276 tanggal penerimaan 05 Juli 2019
                   yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana
                   tercantum dalam sertifikat tersebut, perlindungan atas merek tersebut diberikan untuk jangka waktu 10
                   tahun sejak tanggal penerimaan, yakni sampai tanggal 5 Juli 2029 dan jangka waktu tersebut dapat
                   diperpanjang.
           c. Manajemen Risiko;
               • Risiko Umum, terkait dengan perubahan peraturan dan/atau kebijakan pemerintahan, legalitas dan
                   perizinan, melambatnya pertumbuhan ekonomi atau pertumbuhan ekonomi negatif di Indonesia, kondisi
                   politik Indonesia, dan fluktuasi kurs valuta asing. Secara khusus kebijakan pemerintah terhadap ijin impor
                   mesin-mesin tekstil merupakan resiko yang harus sangat diperhatikan.
               • Risiko Terkait Kegiatan Usaha Perseroan, terkait dengan persaingan usaha, fluktuasi harga, dan
                   peningkatan biaya operasional.
           d. Kapasitas Dan Kemampuan Manajemen;
               • Kompetensi sumber daya manusia yang unggul diyakini Perusahaan adalah kunci yang akan mengantar
                   Perusahaan dalam mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Kesuksesan bisnis Perusahaan



Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                vii
Page 8
                  tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, namun juga karena didukung penuh oleh sumber daya
                  manusia yang terampil dan kompeten di setiap level.
              • Menyadari hal tersebut, Perusahaan senantiasa meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia melalui
                  penciptaan iklim kerja yang mampu menginspirasi dan memotivasi setiap karyawannya untuk memberikan
                  kinerja yang lebih baik dari waktu ke waktu. Perusahaan memberikan kesempatan yang sama kepada
                  setiap karyawannya untuk mengembangkan karir dengan tidak membeda-bedakan suku, agama, ras
                  maupun golongan.
              • Rencana Penambahan Kegiatan Usaha inimemerlukan tambahan tenaga kerja. Adapun jumlah tenaga
                  kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan ini adalah sejumlah 3 orang Leader dan 28 orang Operator.
         e.   Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen;
              • Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
                  organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
                  kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting
                  dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas
                  kepada unit di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.

     Dengan memperhatikan analisis kelayakan model manajemen, Penambahan Kegiatan Usaha secara model manajemen
     layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                      viii
Page 9
   5.         Analisis Kelayakan Keuangan;
         a.    Biaya Pendirian (Start Up Costs);
                                                                                                      Dalam Satuan Rupiah (.000)
                            Rincian Mesin Set                  Kurs       Harga / Unit (USD) Unit          Total (IDR)
                            Electricity Management                16.320            120.000            3         5.875.200
                            Energy Monitoring System              16.320              14.333           3           701.760
                            Overall Equipment Effectiveness       16.320              73.333           3         3.590.400
                            Heating & Relaxing Oven               16.320            172.667            3         8.453.760
                                                        Total Investasi Mesin                                  18.621.120
                                                                                            Dalam Satuan Rupiah (.000)
                                                                               Tahun ke-1           Tahun ke-2
                                  Investasi
                                  Tanah                                                     -                   -
                                  Bangunan                                                  -                   -
                                  Mesin Set Tahap 1                                12.414.080                   -
                                  Mesin Set Tahap 2                                         -           6.207.040
                                  Peralatan Pabrik                                          -                   -
                                  Investasi Tahun Berjalan                         12.414.080           6.207.040
                                  Total Investasi Mesin                                                18.621.120
                                                                                            Dalam Satuan Rupiah (.000)
                                  Struktur Investasi                           Porsi                Nilai Investasi
                                  Modal Kerja (Pendanaan Sendiri)                          9%             1.862.112
                                  Investasi (Pendanaan Pihak Ketiga)                      91%           18.621.120
                                  Total Investasi                                                       20.483.232
              •   Berdasarkan informasi dari manajemen penjualan sudah dimulai pada tahun ke-1 setelah mesin yang dibeli
                  pada tahun ke-1 selesai dilakukan instalasi, produksi sendiri masih berkisar 9-11 unit. Pada tahun ke-2
                  setalah mesin yang dibeli pada tahun ke-2 selesai dilakukan instalasi, produksi naik 15-20 unit.
              • Lokasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berada di area yang sudah dimiliki Perusahaan yang
                  berlokasi di:
                   • Pabrik Tangerang: Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis,
                        Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin, Energy
                        Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah 1 mesin,
                        dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
                   • Pabrik Karanganyar: Dusun Selorejo RT.002 RW. 009, Desa. Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo,
                        Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin,
                        Energy Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah
                        1 mesin, dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
                   • Pabrik Mojokerto: Dusun Madyopuro RT.001 RW 001, Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging,
                        Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin, Energy
                        Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah 1 mesin,
                        dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
              • Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dengan investasi berupa pembelian mesin Electricity Management
                  dengan jumlah 3 mesin, Energy Monitoring System dengan jumlah 3 mesin, Overall Equipment
                  Effectiveness dengan jumlah 3 mesin, dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 3 mesin.
                  • Mesin tersebut berasal dari Jiangsu Feng Te Technology Co, Ltd, Lianyungang City,Jiangsu, China
                       dan Asia Kingdom Machinery Industry, Co, Ltd, Lu Jwu District, Tao Yuan City, Taiwan
         b.   Modal Kerja
              • Modal kerja yang dibutuhkan terdiri dari Piutang, Persediaan, dan Utang Usaha. Modal kerja sebesar
                  Rp2,3 Miliar – 4 Miliar / tahun selama tahun proyeksi
         c.   Sumber Pembiayaan;
              • Sumber pembiayaan 9% Pendanaan Sendiri dan 91% Pendanaan Pihak Ketiga Perbankan.
         d.   Proyeksi Penjualan
              • Berdasarkan informasi dari manajemen, Penjualan Mesin 10-18 unit selama tahun proyeksi, Penjualan
                  Sparepart 100-145 unit selama tahun proyeksi, Jasa service 5-6 kali selama tahun proyeksi.

Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                         ix
Page 10
              •   Berdasarkan informasi dari manajemen, harga per unit mesin 4,5 Miliar yang naik selama 3 tahun sebesar
                  3%. Harga sparepart rata-rata 150 juta yang naik selama 3 tahun sebesar 3%. Biaya jasa service rata-rata
                  50 juta yang naik selama 3 tahun sebesar 3%.
         e.   Biaya Operasional
              • Beban Penjualan Umum dan Administrasi terdiri dari Biaya Gaji 10% dari total penjualan, Biaya Profesional
                  5% dari total penjualan, Biaya Transportasi 7% dari total penjualan, Biaya Peralatan Kantor 3% dari total
                  penjualan, dan Biaya Lain-lain 2% dari total penjualan. Beban Penjualan Umum dan Administrasi sebesar
                  Rp16,2 Miliar – Rp27,8 Miliar selama tahun proyeksi.
         f.   Biaya Bahan Baku Mentah
              • Beban Pokok Penjualan terdiri dari Biaya Material 45% dari total penjualan, Biaya Tenaga Kerja Langsung
                  8% dari total penjualan, dan Biaya Overhead 12% dari total penjualan. Beban Penjualan sebesar Rp39,1
                  Miliar – Rp66,9 Miliar selama tahun proyeksi.
         g.   Proyeksi Laporan Keuangan
              • Proyeksi Laba Rugi, Pada tahun proyeksi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perusahaan
                  diproyeksikan mendapatkan EBIT (Earning Before Interest dan Tax) berkisar 4,04 Miliar – 6,9 Miliar. Beban
                  pajak penghasilan diasumsikan berkisar 22%, sehingga Perusahaan mendapatkan EAT (Earning After
                  Tax) berkisar 2,9 Miliar – 4,8 Miliar.
              • Metodologi Analisa, Metodologi dilakukan dengan menganalisa potensi keuntungan ekonomis yang dapat
                  diperoleh dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
              • Model Arus Kas yang Digunakan, Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan
                  menggunakan metode diskonto arus kas, dengan menggunakan arus kas terhadap proyek Free Cash Flow
                  to Firm (FCFF). Kami menggunakan metode FCFF karena perusahaan bergerak di bidang industri
                  pengelolaan bukan tenunan dan industri serat stapel buatan sehingga FCFF lebih tepat untuk
                  mengakomodir arus kas proyek.
              • Penetapan Tingkat Diskonto, Tingkat diskonto diestimasikan dengan menggunakan metode Weighted
                  Average Cost of Capital (WACC). Biaya Ekuitas (Ke) diestimasikan dengan metode Capital Asset Pricing
                  Model (CAPM). Tingkat diskonto yang digunakan adalah sebesar 11,2%.
              • Analisis Kelayakan Investasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha oleh Perusahaan dianalisa dengan
                  menggunakan 4 (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability
                  Index (PI), dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:

                  •   Net Present Value (NPV)              : 9.182.011.000
                  •   Internal Rate of Return (IRR)        : 20,47%
                  •   Profitability Index (PI)             : 1,45
                  •   Payback Period                       : 4 Tahun 0 Bulan

                  Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada Discount
                  Rate dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                 x
Page 11

          
Page 12
                             PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan
bahwa:

1.    Pernyataan dalam laporan penilaian ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan kesimpulan yang
      digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.
2.    Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap objek penilaian,
      maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan
      terhadap objek penilaian.
3.    Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian.
4.    Penugasan penilaian professional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada Tanggal Penilaian (Cut-off Date).
5.    Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
6.    Estimasi Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai kesimpulan Nilai.
7.    Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
8.    Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
9.    Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat
      dipertanggung jawabkan.
10.   Biaya profesional tidak berhubungan dengan opini nilai yang terdapat dalam laporan ini.
11.   Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat
      Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
12.   Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan objek penilaian dan/atau jenis industri yang
      dinilai.
13.   Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan analisa untuk
      menghasilkan nilai yang subyektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau peristiwa yang terjadi di
      kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan laporan ini.
14.   Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
            • Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi Penilaian, dan tanggal penilaian);
            • Pengumpulan data dan informasi:
            • Analisis data dan informasi;
            • Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian:
            • Penyusunan kertas kerja;
            • Penyusunan laporan Penilaian.
15.   Penilai telah melakukan analisis terhadap Objek Penilaian pada tanggal penilaian.
16.   Penilaian ini telah dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
17.   Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penugasan telah dibuat dengan memenuhi
      ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan SPI Edisi VII Tahun 2018 tentang Kode Etik Penilai Indonesia
      dan Stadar Penilaian Indonesia dan Revisi SPI 330 Tahun 2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
      35/POJK.04/2020, dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ("SEOJK") No. 17/SEOJK.04/2020 dengan
      mencantumkan nama, kualifikasi profesional dan tanda tangan penilai berikut tim pelaksananya (jika ada) dengan
      konfirmasi bahwa:
            a. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
                oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah yakni MAPPI.
            b. Penilai melakukan wawancara dengan pihak manajemen.
            c. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan telah menyediakan bantuan profesional dalam
                menyiapkan laporan.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                          xii
Page 13

          
Page 14
                                                                  DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
Lingkup Penugasan.......................................................................................................................................... ii
Analisa Kelayakan ............................................................................................................................................ v
Pernyataan Penilai ........................................................................................................................................... xii
Daftar Isi ........................................................................................................................................................... xiv
Istilah-Istilah Penilaian...................................................................................................................................... xv
PROSES STUDI KELAYAKAN
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ............................................................................................................... 1
     Profil Perusahaan ....................................................................................................................................... 1
     Bidang Usaha ............................................................................................................................................. 1
     Struktur Permodalan dan Pemegang Saham ............................................................................................. 1
     Susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris ....................................................................................... 2
     Struktur Organisasi Perusahaan ................................................................................................................ 3
     Kinerja Keuangan ....................................................................................................................................... 4
KELAYAKAN PASAR ....................................................................................................................................... 9
     Kondisi Pasar.............................................................................................................................................. 9
     Pesaing Usaha ........................................................................................................................................... 13
     Strategi Pemasaran .................................................................................................................................... 13
STUDI KELAYAKAN ........................................................................................................................................ 14
     Analisis Kelayakan Teknis .......................................................................................................................... 14
     Analisis Kelayakan Pola Bisnis ................................................................................................................... 17
     Analisis Kelayakan Model Manajemen ....................................................................................................... 19
     Analisis Kelayakan Keuangan .................................................................................................................... 24
     Kesimpulan ................................................................................................................................................. 30
Lampiran-Lampiran




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                                                                   xiv
Page 15
                       ISTILAH-ISTILAH PENILAIAN
Penilaian
Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek penilaian sesuai dengan SPI.

Penilai
Seseorang yang memiliki kompetensi dalam melakukan kegiatan Penilaian, yang sekurang-kurangnya telah lulus
Pendidikan awal Penilaian.

Penilai Publik
Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Keuangan.

Penyelia / Reviewer / Quality Control
Penilai yang bertindak sebagai pengawas yang bertugas untuk mereview dan memastikan bahwa proses penilaian
oleh Pelaksana telah dilakukan dengan benar.

Pelaksana / Penilai
Tenaga Penilai yang bertugas untuk melaksanakan proses penilaian.

Pelaksana Inspeksi / Petugas Inspeksi
Pegawai KJPP yang telah mebgikuti Pendidikan tingkat dasar yang diselenggarakan atau diakui oleh Asosiasi
Profesi Penilai yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan inspeksi.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
Badan usaha yang telah mendapatkan izn usaha dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi Penilai Publik dalam
memberikan jasanya.

Pemberi Tugas
Seorang, kelompok, atau suatu entitas yang penugasan penilaiannya dilakukan.

Pengguna Laporan
Seorang, kelompok, atau suatu entitas sebagai pengguna hasil Penilaian yang didasarkan dari hasil perikatan
penugasan antara Penilai dan Pemberi Tugas.

Nilai
Suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset, atau harga yang paling mungkin dibayarkan untuk suatu
aset dalam pertukaran, sehingga nilai bukan merupakan fakta.

Dasar Nilai
Premis fundamental yang mendasari nilai yang dilaporkan.

Tanggal Inspeksi
Tanggal pada saat inspeksi terakhir telah selesai dilaksanakan.

Tanggal Penilaian
Tanggal pada saat opini nilai dinyatakan.

Tanggal Laporan
Tanggal pada saat laporan Penilaian diterbitkan.

Asumsi Umum
Asumsi fakta yang konsisten dengan, atau dapat konsisten dengan yang terjadi pada tanggal Penilaian.


Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                     xv
Page 16
Asumsi Khusus
Asumsi fakta yang berbeda dengan yang terjadi pada tanggal Penilaian.

Data Masukan Penilaian (Valuation Inputs)
Data dan informasi lainnya yang digunakan pada salah satu pendekatan penilaian yang diuraikan dalam SPI. Data
masukan ini dapat berupa data yang aktual atau yang diasumsikan.

Lingkup Penugasan
Dasar dalam pengaturan kesepakatan penugasan penilaian, tingkat kedalaman investigasi, penentuan asumsi dan
Batasan penilaian.

Implementasi
Bagian dari tugas penilaian, merupakan prosedur yang harus dilaksanakan oleh Penilai meliputi tahapan
investigas, penerapan pendekatan penilaian dan penyusunan kertas kerja

Investigasi
Proses pengumpulan data yang cukup dengan cara melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan, dan analisis
sesuai tujuan penilaian.

Laporan Penilaian
Suatu dokumen yang mencantumkan instruksi penugasan, tujuan dan dsar penilaian, dan hasil analisis yang
menghasilkan opini nilai.

Laporan Penilaian Terinci
Laporan penilaian yang secara umum mendeskripsikan informasi secara detil dan komprehensif. Laporan ini
seharusnya mengandung seluruh informasi yang signifikan dalam penilaian, termasuk pembahasan secara
mendetil atas setiap hal yang dinyatakan dalam laporan. Laporan ini membutuhkan tingkat kedalaman investigasi
sesuai yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan.

Pendekatan Penilaian
Landasan proses Penilaian dilengkapi dengan dengan metode Penilaian dari masing-masing pendekatan yang
digunakan.

Pendekatan Pasar
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan membandingkan aset dengan aset lainnya yang identik atau
sebanding dimana terdapat informasi harga.

Pendekatan Pendapatan
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan mengkonversi arus kas masa depan menjadi satu nilai saat
ini.

Pendekatan Biaya
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai menggunakan prinsip ekonomi bahwa pembeli akan membayar aset
tidak lebih dari biaya untuk mendapatkan aset dengan utilitas yang sama, baik melalui pembelian atau dengan
pembuatan konstruksi dengan mengecualikan factor-faktor seperti waktu yang tidak semestinya,
ketidaknyamanan, risiko atau faktor-faktor lainnya.

Metode Penilaian
Masing-masing pendekatan penilaian mempunyai metode penerapan yang berbeda yang dijelaskan dalam SPI
106. Metode penilaian mengacu pada POJK dan SEOJK yang berlaku.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                xvi
Page 17
Metode Perbandingan Data Pasar.
Menggunakan informasi dari transaksi yang melibatkan aset yang diperdagangkan di bursa yang sama atau sejenis
dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan indikasi nilai.

Metode Arus Kas Terdiskonto (DCF).
Arus kas yang diproyeksikan didiskonto Kembali ke tanggal penilaian, menghasilkan nilai kini dari aset.

Metode Penjumlahan
Metode yang menghitung nilai aset dengan menjumlahkan nilai dari setiap bagian komponennya.

Kelangsungan Usaha (Going Concern)
Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam proses
konstruksi atau suatu premis dalam penilaian, dimana Penilai menganggap suatu perusahaan akan terus
melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                xvii
Page 18
               1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
1.1 PROFIL PERUSAHAAN
     PT Inocycle Technology Group Tbk (Perusahaan) sebelumnya PT Hilon Felt didirikan berdasarkan Akta
     Pendirian No. 35 tanggal 17 Juli 2001 yang dibuat di hadapan Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isbandi,
     S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui
     Surat Keputusan No. C-13811 HT.01.01.TH.2001 tanggal 21 November 2001 serta diumumkan dalam Berita
     Negara Republik Indonesia No. 5018 Tambahan tanggal 20 Maret 2002. Anggaran dasar Perusahaan telah
     mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal 6 Januari 2022 yang
     dibuat di hadapan Bastian Harijanto, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang, mengenai pernyataan keputusan
     pemegang saham sirkuler. Perubahan tersebut disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
     Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0038250 tanggal 18 Januari 2022.
     Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Kawasan Industri Pasar Kemis, Tangerang. Perusahaan mulai
     beroperasi secara komersial pada tahun 2003. Entitas induk Perusahaan adalah PT Samudera Industri dan
     entitas induk terakhir Perusahaan adalah PT Sambros Invesco International, keduanya didirikan di Indonesia.

1.2 BIDANG USAHA
     Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi usaha
     bidang industri pengelolaan bukan tenunan dan industri serat stapel buatan.

1.3 STRUKTUR PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM

     Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal disetor sebagai
     berikut :

       Modal Dasar                 Rp336.750.000.000 (Tiga Ratus Tiga Dengan jumlah lembar saham
                                   Puluh Enam Miliar Tujuh Ratus Lima sebanyak 3.367.500.000 (Tiga Miliar
                                   Puluh Juta Rupiah)                   Tuga Ratus Enam Puluh Tujuh Juta
                                                                        Lima Ratus Ribu) atau Nilai Nominal
                                                                        Rp100 (Seratus Rupiah)
       Modal Ditempatkan           Rp180.822.190.000 (Seratus Delapan Dengan jumlah lembar saham
                                   Puluh Miliar Delapan Ratus Dua Puluh sebanyak 1.808.221.900 (Satu Miliar
                                   Dua Juta Seratus Sembilan Puluh Delapan Ratus Delapan Juta Dua
                                   Ribu Rupiah)                         Ratus Dua Puluh Satu Ribu
                                                                        Sembilan Ratus)
       Modal Disetor               Rp180.822.190.000 (Seratus Delapan Dengan jumlah lembar saham
                                   Puluh Miliar Delapan Ratus Dua Puluh sebanyak 1.808.221.900 (Satu Miliar
                                   Dua Juta Seratus Sembilan Puluh Delapan Ratus Delapan Juta Dua
                                   Ribu Rupiah)                         Ratus Dua Puluh Satu Ribu
                                                                        Sembilan Ratus)




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                    1
Page 19
     Susunan pemegang saham sesuai dengan Laporan Biro Administrasi Efek, PT Adimitra Jasa Korpora,
     tanggal 31 Maret 2024, sebagai berikut:

         Pemegang Saham               Jumlah Saham              Nominal (Rp)         Presentase (%)

       PT Samudera Industri            1.200.221.900           120.022.190.000           66,38%
       Sandiana Soemarko                201.325.000             20.132.500.000           11,13%
       Masyarakat                       406.675.000             40.667.500.000           22,49%
       Jumlah/ Total                   1.808.221.900           180.822.190.000            100%




1.4 SUSUNAN ANGGOTA DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS
     Susunan Dewan Komisaris, Direksi Perseroan dan Komite Audit setelah Rapat Umum Pemegang Saham
     Tahunan tanggal 22 Mei 2024 masing-masing adalah sebagai berikut:

     Komisaris
     Komisaris Utama                : Jung Hyo Choi
     Komisaris Independen           : Dr. Ir. Widhyawan Prawiraatmadja

     Direksi
     Direktur Utama                 : Jae Hyuk Choi
     Direktur                       : Won Hyuk Choi
     Direktur                       : Victor Seng Hyeok Choi
     Direktur                       : Suhendra Setiadi

     Komite Audit
     Ketua                          : Dr. Ir. Widhyawan Prawiraatmadja
     Anggota                        : Bobby Suryo Herlambang
     Anggota                        : Gautama Ashok Kumar

     Corporate Secretary Perseroan sampai pada tanggal 1 Oktober 2024 dijabat oleh Erwin Prayudi Suyudono.
     Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki karyawan tetap sebanyak 274 dan
     265 orang.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                              2
Page 20
dan 31 Desember 2023

1.5 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
     Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
     organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
     kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam
     menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit
     di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.

     Struktur organisasi yang telah dibuat dapat dijadikan pegangan dalam mengelola perusahaan, agar dapat
     beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Struktur organisasi perusahaan ini disusun dengan pola yang
     sederhana, yang diharapkan dapat mengelola proyek secara efektif dan efisien. Struktur organisasi ini
     didasarkan pada kebutuhan operasional perusahaan dengan pembagian tugas yang jelas dari seluruh
     personil pengelola perusahaan secara menyeluruh. Struktur organisasi PT Inocycle Technology Group, Tbk.
     adalah sebagai berikut:




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                3
Page 21
1.6 KINERJA KEUANGAN PT INOCYCLE TECHNOLOGY GROUP, TBK.
     Kinerja keuangan perusahaan ditunjukkan dengan laporan keuangan yang memperlihatkan transaksi atau
     perubahan pos-pos keuangan. Adapun laporan PT Inocycle Technology Group, Tbk. pada saat dilakukan
     studi kelayakan telah diaudit, yaitu laporan keuangan yang berakhir pada:
        1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang
            telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Purba Lauddin dan Rekan dengan pendapat bahwa
            laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.
        2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
            dan 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar
            dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa
            pengecualian.
        3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
            dan 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar
            dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa
            pengecualian.
        4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
            dan 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar
            dan Rekan dengan opini tidak menyatakan pendapat.
        5. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
            dan 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar
            dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa
            pengecualian.
        6. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
            dan 2018 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan
            Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa
            pengecualian.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                             4
Page 22
     1.6.1 Neraca Historis (Common-Size & Trend)
                                                                                                             Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                                              2019       2020         2021        2022       2023            2024
                                                            Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des         Jan-Jun
                           Balance Sheet
      Kas Setara Kas                                          96.814     115.462      62.564      81.096     116.604            93.141
      Piutang Usaha                                           79.510     107.559     117.157     128.152     154.084           165.785
      Persediaan                                             133.711      98.642     143.204     177.788     131.231           129.190
      Pajak Dibayar Dimuka                                     3.196       2.285       2.285       6.924       9.893             4.345
      Uang Muka                                                1.693       6.232       1.221       5.054       3.308             3.403
      Biaya Dibayar Dimuka                                     1.485       4.143       3.332       3.495       2.625             6.158
      Dana Dibatasi Penggunaannya                                  -           -      11.415      12.585      12.333            13.137
      Aset Lancar Lain-Lain                                   19.028      35.758      19.120      21.915      19.463            20.668
      Jumlah Aset Lancar                                     335.436     370.081     360.299     437.008     449.541           435.826
      Aset Tetap                                             299.964     376.082     479.411     513.405     498.336           483.708
      Piutang Kepada Pihak berelasi                           13.702       8.460       5.355       2.959       2.959               471
      Aset Pajak Tangguhan                                         -          34           -       6.104      13.070            22.784
      Investasi pada Entitas Asosiasi                         17.936      18.585      22.799      17.319      11.928            16.528
      Properti Investasi                                      19.955      19.087      18.219      17.352      16.484            16.130
      Aset Tidak Berwujud                                        178         216         182         147         124               113
      Aset Tidak Lancar Lainnya                                4.153       3.969       4.466       5.278       5.685             3.631
      Jumlah Aset Tidak Lancar                               355.888     426.434     530.432     562.564     548.586           543.364
      Jumlah Aset                                            691.324     796.515     890.732     999.572     998.127           979.190
      Utang Usaha                                             20.202      38.542      26.462      69.333      13.949            41.916
      Utang Bank Jangka Pendek                               168.156     169.260     277.199     411.343     521.326           558.681
      Akrual                                                  39.215      26.570      35.526      39.529      35.441            32.612
      Utang Pajak                                              3.177         734       5.729         655       3.254             5.427
      Utang Lain Lain                                          4.581      13.123      12.766       4.620      32.852             3.465
      Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek                   4.523       5.092       8.170      11.845      10.644            10.235
      Bagian Jangka Pendek dari Liabilitas Jangka Panjang     15.226     123.644      60.791      56.584      56.665            56.886
      Biaya yang Masih Harus Dibayar                               -           -           -           -           -                 -
      Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                        255.079     376.965     426.643     593.908     674.131           709.222
      Utang Bank Jangka Panjang                               99.748     108.916     123.084     108.637      54.538            30.813
      Liabilitas Pajak Tangguhan                               2.774           -       2.385           -           -                 -
      Utang Pihak Berelasi Non-Usaha                             920           -           -           -           -                 -
      Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                           1.638       2.755       3.898       3.868       4.646             4.447
      Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                       105.079     111.671     129.368     112.505      59.184            35.261
      Jumlah Liabilitas                                      360.158     488.636     556.010     706.413     733.315           744.483
      Modal Dasar                                            180.822     180.822     180.822     180.822     180.822           180.822
      Selisih Kurs                                            (7.087)     (7.087)     (7.087)     (7.087)     (7.087)           (7.087)
      Tambahan Modal Disetor                                  81.670      81.670      81.670      81.670      81.670            81.670
      Komponen Ekuitas Lainnya                                 2.396       2.396       2.396       2.396       2.396             2.396
      Saldo Laba                                              73.364      50.076      76.919      35.357       7.010           (23.095)
      Jumlah Ekuitas                                         331.166     307.879     334.721     293.159     264.812           234.708
      Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                          691.324     796.515     890.732     999.572     998.127           979.190



     Aset terdiri dari Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar. Aset Lancar secara historis memiliki porsi 40,45%-
     48,52% dengan trend kenaikan historis rata-rata YTD 9,66%. Aset Tidak Lancar secara historis memiliki porsi
     51,48%-59,55% dengan trend kenaikan historis rata-rata YTD 16,76%. Secara keseluruhan historis aset
     Perusahaan mengalami pertumbuhan 13,09%.

     Liabilitas terdiri dari Liabilitas Jangka Pendek dan Liabilitas Jangka Panjang. Liabilitas Jangka Pendek secara
     historis memiliki porsi 36,90%-67,54% dengan tred kenaikan historis rata-rata YTD 33,39%. Liabilitas Jangka
     Panjang secara historis memiliki porsi 5,93%-15,20% dengan tred kenaikan historis rata-rata YTD 3,03%.
     Secara keseluruhan historis liabilitas Perusahaan mengalami pertumbuhan 25,50%.

     Ekuitas dalam akun saldo laba secara historis memiliki porsi 0,70%-10,61% dengan trend penurunan historis
     rata-rata YTD (10,72%.). Secara keseluruhan historis liabilitas dan ekuitas Perusahaan mengalami
     pertumbuhan 13,09%.



Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                                    5
Page 23
     1.6.2 Laba Rugi Historis (Common Size & Trend)
                                                                                                        Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                                     2019         2020         2021         2022         2023            2024
                                                   Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des         Jan-Jun
                       Income Statement
      Pendapatan                                     494.685      518.652      633.300      691.532      600.210          306.610
      Beban Pokok Pendapatan                        (387.495)    (408.755)    (476.983)    (532.841)    (461.987)        (240.315)
      Laba Bruto                                     107.190      109.897      156.318      158.691      138.223           66.295
      Beban Penjualan Umum dan Adm                   (59.891)     (71.636)     (83.839)     (99.898)     (97.297)         (42.711)
      Penghasilan (Beban) Lainnya                     23.962       (4.867)       7.683      (38.135)      16.264          (22.333)
      EBITDA                                          71.261       33.394       80.162       20.657       57.190            1.250
      Depresiasi dan Amortisasi                      (20.483)     (25.877)     (30.056)     (32.310)     (36.267)         (19.078)
      EBIT                                            50.779        7.518       50.107      (11.652)      20.923          (17.828)
      Biaya Keuangan                                 (22.212)     (17.895)     (20.068)     (27.394)     (50.251)         (26.590)
      Bagian Laba dari Entitas Asosiasi                  755          743        4.327       (5.610)      (5.064)           4.600
      EBT                                             29.322       (9.633)      34.366      (44.656)     (34.392)         (39.818)
      Beban Pajak Penghasilan                         (6.787)         399       (7.043)       8.264        6.835            9.714
      EAT                                             22.534       (9.235)      27.323      (36.392)     (27.557)         (30.104)


     Perusahaan membukukan Pendapatan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD 12,05%. Beban Pokok
     Penjualan 77,30% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD 11,30%. Beban
     Penjualan Umum dan Adm 13,96% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD
     18,60%. Penghasilan (Beban) Lainnya 3,04% dari pendapatan dan secara trend penurunan historis rata-rata
     YTD (324,84%).

     EBITDA 9,20% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD 4,23%. EBIT 4,96% dari
     pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD 119,35%. EBT 5,08% dari pendapatan dan
     secara trend penurunan historis rata-rata YTD (273,18%). EAT 4,10% dari pendapatan dan secara trend
     kenaikan historis rata-rata YTD (256,68%).




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                               6
Page 24
     1.6.3 Arus Kas
                                                                                                                     Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                                                 2019         2020         2021         2022         2023            2024
                                                                Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des         Jan-Jun
                                  Cash Flow
      ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
      Penerimaan dari pelanggan                                   444.020      490.569      641.265      679.009      582.112          295.390
      Pembayaran kepada pemasok                                  (432.454)    (375.562)    (563.242)    (551.517)    (430.535)        (234.187)
      Pembayaran kepada karyawan                                  (57.258)     (69.717)     (36.330)     (89.417)     (87.547)         (42.329)
      Penerimaan penghasilan bunga                                  1.804        1.501          343          226        1.830            1.123
      Pembayaran pajak penghasilan badan                           (6.108)      (4.581)      (2.976)     (14.038)      (4.580)          (1.127)
      Penerimaan restitusi pajak                                        -          265            -        2.250            -            6.675
      Pembayaran bunga dan beban keuangan                         (20.178)     (32.667)     (20.411)     (27.620)     (52.081)         (29.597)
      Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan operasi        (70.174)       9.809       18.650       (1.108)       9.199           (4.052)
      ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
      Perolehan aset tetap                                              -            -            -            -            -                 -
      Penjualan aset tetap                                          8.204       32.106           90        1.977          456            13.680
      Pembayaran uang muka aset tetap                             (24.523)     (96.524)    (129.962)     (47.952)     (42.130)          (11.323)
      Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi     (16.319)     (64.418)    (129.872)     (45.975)     (41.674)            2.357
      ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
      Penerbitan saham biasa                                     142.046            -            -            -            -                 -
      Penerimaan dividen                                               -      (13.562)           -       (5.425)           -                 -
      Pencairan utang bang jangka pendek                         110.570       37.040      162.093      137.316      198.618            43.759
      Pembayaran utang bank jangka pendek                        (53.200)     (39.713)     (53.983)     (30.370)     (82.672)          (39.230)
      Pencairan Pinjaman jangka panjang lain-lain                      -      113.456            -            -        4.499                 -
      Pembayaran Pinjaman jangka panjang lain-lain                     -      (18.117)     (39.563)     (46.518)     (37.598)          (19.287)
      Liabilitas jangka panjang lain-lain pihak ketiga           (21.198)           -            -            -            -                 -
      Penerimaan liabilitas sewa                                  21.222            -            -       23.114            -                 -
      Pembayaran liabilitas sewa                                  (5.044)      (5.486)      (9.857)     (12.451)     (14.863)           (8.196)
      Pembayaran ke pihak berelasi                               (57.784)        (920)           -            -            -                 -
      Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan pendanaan     136.612       72.699       58.690       65.665       67.983           (22.953)
      KENAIKAN/(PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS                     50.119       18.090      (52.532)      18.583       35.509           (24.647)
      Dampak selisih kurs atas kas dan setara kas                  1.227          557         (366)         (51)          (1)            1.184
      Kas dan setara kas awal periode                             45.468       96.815      115.463       62.565       81.097           116.605
      KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                            96.815      115.463       62.565       81.097      116.605            93.142


     Arus kas Perusahaan dari aktivitas operasional sebagian besar berupa penerimaan dari pelanggan,
     pembayaran kepada pemasok, dan pembayaran kepada karyawan. Arus kas Perusahaan dari aktivitas
     investasi merupakan belanja modal berupa pembelian aset tetap. Arus kas Perusahaan dari aktivitas
     pendanaan sebagian besar berupa penerimaan dan pembayaran atas utang kepada pihak berelasi. Saldo
     kas Perusahaan berkisar antara 62 Miliar – 116 Miliar Rupiah per tahun.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                                            7
Page 25
     1.6.4 Analisis Rasio
                                                     2019         2020               2021           2022          2023         2024
                                                    Jan-Des      Jan-Des           Jan-Des        Jan-Des       Jan-Des      Jan-Jun
      Rasio Likuiditas
      Rasio Lancar                                      1,32           0,98             0,84          0,74          0,67         0,61
      Quick Rasio                                       0,79           0,72             0,51          0,44          0,47         0,43

      Rasio Aktivitas
      TO Piutang                                        6,22           4,82            5,41           5,40         3,90         1,85
      TO Persediaan                                     2,90           4,14            3,33           3,00         3,52         1,86
      TO Utang Usaha                                   19,18          10,61           18,03           7,69        33,12         5,73
      Average Collection Periode (TO Piutang)          58,67          75,69           67,52          67,64        93,70       197,36
      Inventory Conversion Period (TO Persediaan)     125,95          88,08          109,58         121,79       103,68       196,22
      Payables Defferal Period (TO Utang Usaha)        19,03          34,42           20,25          47,49        11,02        63,66
      TO Aset Tetap                                     1,65           1,38            1,32           1,35         1,20         0,63
      TO Aset                                           0,72           0,65            0,71           0,69         0,60         0,31

      Rasio Solvabilitas
      Debt Equity Ratio                                 1,09           1,59             1,66          2,41          2,77         3,17
      Debt to Assets                                    0,52           0,61             0,62          0,71          0,73         0,76
      Time Interest Earned                              2,29           0,42             2,50             -          0,42            -

      Rasio Profitabilitas
      Return On Asset                                   0,03          (0,01)            0,03          (0,04)       (0,03)       (0,03)
      Return On Equity                                  0,07          (0,03)            0,08          (0,12)       (0,10)       (0,13)


     Dilihat berdasarkan likuiditasnya, Perusahaan memiliki rasio lancar YTD sebesar 0,7-1,3 kali dengan rata-
     rata 0,97 kali utang lancarnya (rasio lancar). Aset lancar Perusahaan diluar persediaan YTD sebesar 0,4-0,7
     kali dengan rata-rata 0,61 kali utang lancarnya.

     Berdasarkan aktivitasnya, umur piutang usaha YTD berkisar antara 58-75 hari dengan rata-rata 67 hari.
     Berdasarkan aktivitasnya, umur persediaan YTD berkisar antara 88-125 hari dengan rata-rata 111 hari. Umur
     utang usaha YTD berkisar antara 19-47 hari dengan rata-rata 30 hari.

     Dilihat berdasarkan profitabilitasnya, Perusahaan juga memiliki rasio laba bersih terhadap total aset (ROA)
     YTD sebesar (0,04) – 0,03 dengan rata-rata 0,004. Perusahaan memiliki rasio laba bersih terhadap ekuitas
     (ROE) YTD sebesar (0,12) – 0,08 dengan rata-rata (0,001).

     1.6.5 Struktur Modal
                                                           2019         2020           2021          2022         2023         2024
                                                         Jan-Des      Jan-Des        Jan-Des       Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des
      Liabilitas Lancar                                     48,52%       46,46%         40,45%        43,72%       45,04%       44,51%
      Liabilitas Tidak Lancar                               51,48%       53,54%         59,55%        56,28%       54,96%       55,49%
      Total Liabilitas                                      52,10%       61,35%         62,42%        70,67%       73,47%       76,03%
      Total Ekuitas                                         47,90%       38,65%         37,58%        29,33%       26,53%       23,97%
      Debt Equity Ratio                                        1,09         1,59           1,66          2,41         2,77         3,17


     Pada struktur modal Perusahaan, rasio total liabilitas sebesar 52,10%-76,03% dari total liabilitas dan ekuitas.
     Rasio debt to equity (DER) Perusahaan sebesar 1,09-3,17 kali dengan rata-rata 2,11 kali dari ekuitasnya.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                                8
Page 26
                              2. KELAYAKAN PASAR
2.1. Kondisi Pasar
     2.1.1. Kondisi Perekonomian Indonesia
     Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga
     berlaku triwulan II-2024 mencapai Rp5.536,5 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai
     Rp3.231,0 triliun. Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap triwulan sebelumnya mengalami
     pertumbuhan sebesar 3,79 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada
     Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 23,43 persen. Dari sisi pengeluaran,
     Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar
     19,58 persen. Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap triwulan II-2023 tumbuh sebesar 5,05
     persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
     mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,17 persen. Sementara dari sisi pengeluaran,
     Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami
     pertumbuhan tertinggi sebesar 9,98 persen. Ekonomi Indonesia semester I-2024 terhadap semester
     I-2023 tumbuh sebesar 5,08 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi
     Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar
     10,25 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-LNPRT mengalami pertumbuhan
     tertinggi sebesar 16,84 persen. Ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan II-2024
     menunjukkan pertumbuhan positif pada semua wilayah. Kelompok provinsi di Pulau Jawa menjadi
     penyumbang terbesar dengan peranan sebesar 57,04 persen dari ekonomi nasional dan mencatat
     kinerja pertumbuhan sebesar 4,92 persen (y-on-y) dibanding triwulan II-2023.
     2.1.2. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
     Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II 2024 membaik dan mendukung
     ketahanan eksternal. NPI pada triwulan II 2024 menunjukkan perbaikan dengan mencatat defisit 0,6
     miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan defisit 6,0 miliar dolar AS pada triwulan I 2024.
     Perbaikan tersebut ditopang oleh peningkatan kinerja transaksi modal dan finansial yang mencatat
     surplus serta defisit transaksi berjalan yang tetap terjaga. Dengan perkembangan tersebut, posisi
     cadangan devisa pada akhir Juni tercatat tetap tinggi sebesar 140,2 miliar dolar AS, atau setara
     dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada
     di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

     Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah. Pada triwulan II 2024, transaksi berjalan mencatat
     defisit 3,0 miliar dolar AS (0,9% dari PDB), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan defisit 2,4 miliar
     dolar AS (0,7% dari PDB) pada triwulan I 2024. Surplus neraca perdagangan barang meningkat,
     dikontribusikan oleh defisit neraca perdagangan migas yang menurun dan surplus neraca
     perdagangan nonmigas yang relatif stabil. Ekspor nonmigas tumbuh positif didukung oleh perbaikan
     harga komoditas dan permintaan dari mitra dagang utama, sementara impor nonmigas relatif stabil
     dipengaruhi aktivitas ekonomi domestik yang terjaga. Defisit neraca jasa meningkat dipengaruhi oleh
     defisit jasa perjalanan (travel) seiring pelaksanaan ibadah haji 2024. Defisit neraca pendapatan
     primer juga lebih tinggi dipengaruhi oleh pembayaran dividen dan bunga/kupon sesuai pola
     triwulanan.

     Kinerja transaksi modal dan finansial membaik di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan
     global. Transaksi modal dan finansial mencatat surplus 2,7 miliar dolar AS pada triwulan II 2024, dari
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                 9
Page 27
     sebelumnya defisit 1,6 miliar dolar AS pada triwulan I 2024. Kinerja positif ini terutama ditopang oleh
     aliran masuk modal asing pada investasi portofolio di tengah ketidakpastian pasar keuangan global
     yang masih tinggi. Investasi langsung tetap membukukan surplus sejalan dengan optimisme investor
     terhadap prospek ekonomi dan iklim investasi domestik yang terjaga. Investasi lainnya mencatat
     penurunan defisit dipengaruhi oleh penurunan investasi swasta pada beberapa instrumen finansial
     luar negeri, di tengah peningkatan pembayaran utang luar negeri swasta sesuai jadwal.

     NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar 0,1%
     sampai dengan 0,9% dari PDB. Neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan tetap
     mencatatkan surplus didukung oleh peningkatan aliran masuk modal asing baik dalam bentuk
     Penanaman Modal Asing (PMA) maupun investasi portofolio sejalan dengan persepsi positif investor
     terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik.
                                       Grafik Neraca Pembayaran Indonesia




                                              Sumber: Bank Indonesia

     2.1.3. Inflasi
     Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2024 tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1%.
     Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi IHK Juni 2024 tercatat deflasi sebesar 0,08% (mtm),
     sehingga secara tahunan menurun menjadi 2,51% (yoy) dari realisasi bulan sebelumnya sebesar
     2,84% (yoy). Inflasi yang terjaga ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta
     eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah)
     dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui penguatan Gerakan
     Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah. Ke depan, Bank Indonesia
     meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025.
     Inflasi inti tetap terjaga. Inflasi inti pada Juni 2024 tercatat sebesar 0,10% (mtm), lebih rendah dari
     inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,17% (mtm). Inflasi inti yang lebih rendah tersebut
     dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi yang terjangkar, termasuk pada saat Hari Besar Keagamaan
     Nasional (HBKN) Iduladha, serta kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons
     permintaan domestik. Realisasi inflasi inti pada Juni 2024 disumbang terutama oleh inflasi komoditas
     emas perhiasan dan kopi bubuk. Secara tahunan, inflasi inti Juni 2024 tercatat sebesar 1,90% (yoy),
     menurun dari inflasi inti bulan sebelumnya sebesar 1,93% (yoy).

     Kelompok volatile food melanjutkan deflasi. Kelompok volatile food pada Juni 2024 mengalami
     deflasi sebesar 0,98% (mtm), lebih dalam dari deflasi bulan sebelumnya sebesar 0,69% (mtm).
     Deflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas bawang merah, tomat dan
     daging ayam ras. Penurunan harga komoditas pangan didukung oleh peningkatan pasokan seiring
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                               10
Page 28
     dengan berlanjutnya musim panen dan penurunan harga pakan untuk komoditas daging ayam ras.
     Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 5,96% (yoy), menurun dari inflasi
     bulan sebelumnya sebesar 8,14% (yoy). Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan tetap akan
     terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai
     daerah.

     2.1.4. Nilai Tukar Rupiah
     Nilai tukar Rupiah tetap terkendali didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar
     Rupiah pada Maret 2024 (hingga 19 Maret 2024) relatif stabil dipengaruhi oleh kebijakan stabilisasi
     yang ditempuh Bank Indonesia, di tengah dinamika penyesuaian aliran modal asing di pasar
     keuangan domestik sejalan dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.
     Dengan perkembangan ini, nilai tukar Rupiah melemah sebesar 2,02% dibandingkan dengan level
     akhir Desember 2023, lebih baik dibandingkan dengan Ringgit Malaysia, Won Korea, dan Baht
     Thailand yang masing-masing melemah sebesar 3,02%, 3,87%, dan 5,39%. Ke depan, nilai tukar
     Rupiah diprakirakan stabil dengan kecenderungan menguat, didorong oleh kembali masuknya aliran
     modal asing sejalan dengan tetap terjaganya persepsi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia.
     Selain itu, kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan penguatan strategi operasi moneter pro-market
     melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI juga mendukung prospek penguatan nilai
     tukar Rupiah tersebut.

     Koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha terus ditingkatkan dan diperluas untuk
     implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA)
     sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.

     2.1.5. Suku Bunga
     Transmisi kebijakan moneter berjalan dengan baik. Suku bunga pasar uang bergerak dalam kisaran BI-Rate
     sebesar 5,93% pada 18 Maret 2024. Suku bunga SRBI tercatat menarik pada level 6,68%, 6,69%, dan 6,87%
     masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada 15 Maret 2024 sehingga mendukung efektivitas SRBI
     sebagai instrumen moneter yang pro-market. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi
     oleh likuiditas perbankan yang memadai serta kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi
     suku bunga perbankan. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Februari 2024 tercatat
     masing-masing sebesar 4,52% dan 9,28%, membaik dibandingkan dengan perkembangan bulan
     sebelumnya. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun relatif stabil di tengah ketidakpastian pasar keuangan
     global yang masih tinggi.

     2.1.6. Permintaan Pasar Produk Perusahaan
            Perusahaan menilai bahwa permintaan pasar produk khususnya dalam bisnis perakitan peralatan
            industri mesin tekstil ini, di masa kini dan mendatang akan sangat baik dan prospektif. Hal ini karena
            jasa dan bisnis ini merupakan suatu keahlian yang sangat spesifik sehingga Perusahaan berani untuk
            berasumsi bahwa di dalam negeri belum memiliki pesaing secara langsung.

            Selain itu sejalan dengan meningkatnya permintaan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya
            penggunaan produk daur ulang. Selain itu, tren ekonomi sirkular semakin diperhatikan dan diakui oleh
            perusahaan-perusahaan besar di dunia. Sehingga banyak pelanggan Perusahaan yang merupakan
            perusahaan dengan merek ternama meningkatkan jumlah konten daur ulang dalam kemasan plastik
            dan bahan baku mereka sebagai bagian dari upaya mereka untuk mencapai net zero emission. Sejalan
            dengan hal tersebut, Perusahaan telah memenuhi syarat untuk kredit karbon sebagai hasil dari bisnis
            intinya yaitu daur ulang limbah PET.



Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                     11
Page 29
            Perusahaan sebagai perusahaan daur ulang limbah PET terkemuka dan terbesar di Indonesia
            semakin mempertegas posisinya sebagai pemain terbesar di industri daur ulang Indonesia melalui 9
            pabrik mereka yang beroperasi di berbagai lokasi berpotensi tinggi, yaitu Tangerang, Solo, Mojokerto,
            Salatiga, Palembang, Medan, Makassar (Gowa & Takalar) dan Subang. Saat ini total kapasitas
            produksi daur ulang Perusahaan sudah mencapai lebih dari 40.000 ton per tahun.

            Disamping itu Perusahaan juga berusaha untuk keluar dari ketergantungan pada bisnis diatas. Dengan
            adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah keragaman usaha sehingga
            tidak tergantung hanya di bisnis industri tekstil baik woven dan non-woven yang selama ini digeluti.

            Perusahaan berkeyakinan bahwa permintaan pasar akan perakitan peralatan industri mesin tekstil,
            termasuk pemilihan peralatan untuk pengenalan/penggantian, negosiasi harga pembelian peralatan,
            perhitungan waktu tunggu, dan perencanaan relokasi/pemanfaatan peralatan yang ada, akan selalu
            ada dan berkembang linier terhadap perkembangan bisnis inti yaitu daur ulang limbah PET.

     2.1.7. Supply Produk Perusahaan Untuk Permintaan Pasar
            Untuk dapat memenuhi supply produk Perusahaan untuk permintaan pasar, Perusahaan harus selalu
            meningkatkan keahlian teknikal dalam perakitan peralatan industri mesin tekstil, menjaga hubungan
            baik dengan supplier mesin-mesin baik di China, Korea maupun Taiwan dan yang terpenting adalah
            fokus dalam menawarkan jasa ini ke berbagai perusahaan tekstil non-woven dan perusahaan
            manufacture tekstil yang ada di Indonesia.

     2.1.8. Perkembangan Industri Penambahan Kegiatan Usaha
        2.1.10.1. Pangsa Pasar

                  Dengan adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah pangsa pasar
                  untuk kegiatan usaha selain industri tekstil baik woven dan non-woven, Rencana Penambahan
                  Kegiatan Usaha ini juga bisa merambah pangsa pasar dalam perakitan peralatan industri mesin
                  tekstil.

        2.1.10.2. Kesinambungan
                  Dikarenakan pangsa pasar yang luas untuk memenuhi kebutuhan industri tekstil dan industri
                  makanan, maka Perusahaan optimis Rencana Penambahan Kegiatan Usaha perakitan
                  peralatan industri mesin tekstil ini akan terus berkesinambungan dan berkembang. Selain
                  berkeyakinan tidak memiliki saingan yang berarti di dalam negeri, Perusahaan juga berkeyakinan
                  bahwa dengan pemasangan mesin produksi yang baru, pelanggannya akan merasakan
                  keuntungan berupa pengurangan biaya energi dan akan terjadi peningkatan produktivitas. Hal
                  ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas memainkan peran yang signifikan.
                  Peningkatan produktivitas tidak hanya mengurangi biaya energi tetapi juga berdampak besar
                  pada pengurangan biaya variabel lainnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk
                  memaksimalkan efektivitas pengenalan/penggantian peralatan melalui inovasi operasional dan
                  manajemen perubahan dari perspektif rantai nilai terpadu.

        2.1.10.3. Potensi Pasar
                  Potensi permintaan yang di analisa dapat di peroleh Perusahaan dalam kurun waktu 10 tahun
                  adalah sekitar USD 90 juta yang diperoleh dari perakitan peralatan industri mesin tekstil dari
                  sekitar 9-10 pabrik dari berbagai pelanggan di dalam negeri.
                  Pendapatan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terdiri dari Penjualan Mesin, Penjualan
                  Sparepart, dan Jasa Service. Dalam Penjualan Mesin, Perusahaan mampu merakit 15-20 mesin,
                  dalam Penjualan Sparepart Perusahaan mampu menyediakan 100-150 sparepart, dan dalam
                  Jasa Service mampu menyelesaikan 5-10 unit, masing-masing dalam satu tahun


Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                    12
Page 30
        2.1.10.4. Sasaran Pasar
                  Sasaran pasar dalam 10 tahun kedepan difokuskan pada berbagai perusahaan tekstil non-woven
                  dan perusahaan manufacture tekstil yang ada di Indonesia. Tercatat Perusahaan tekstil yang ada
                  di Indonesia yang terdaftar di BEI sedikitnya ada 15 perusahaan, diantara limanya adalah:
                         1. PT Argo Pantes Tbk – ARGO
                         2. PT Trisula Textile Industries Tbk – BELL
                         3. PT Century Textile Industry Tbk – CNTX
                         4. PT Ever Shine Tex Tbk – ESTI
                         5. PT Panasia Indo Resources Tbk – HDTX

        2.1.10.5. Potensi Nilai Pasar
                  Potensi Nilai Pasar dari permintaan yang di analisa dapat di peroleh Perusahaan dalam kurun
                  waktu 10 tahun adalah sekitar USD 90 juta yang diperoleh dari perakitan peralatan industri mesin
                  tekstil dari sekitar 9-10 pabrik dari berbagai pelanggan di dalam negeri
                  Pendapatan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terdiri dari Penjualan Mesin, Penjualan
                  Sparepart, dan Jasa Service. Dalam Penjualan Mesin, Perusahaan mampu merakit 15-20 mesin,
                  dalam Penjualan Sparepart Perusahaan mampu menyediakan 100-150 sparepart, dan dalam
                  Jasa Service mampu menyelesaikan 5-10 unit, masing-masing dalam satu tahun
2.2. Pesaing Usaha
     Bisnis perakitan peralatan industri mesin tekstil ini merupakan suatu keahlian yang sangat spesifik sehingga
     Perseroan berani untuk berasumsi bahwa di dalam negeri Indonesia, Inocycle tidak memliki pesaing yang
     berarti. Namun bila di kawasan Asia khususnya dari China dan Korea, diketahui beberapa Perusahaan yang
     menawarkan bisnis serupa diatas seperti antara lain:

             •     Jiangsu Yingyang Nonwoven Machinery Co., Ltd, Jiangsu, China
             •     Samill Machinery Co, Ltd, Dalseo-Gu, Daegu, Korea

2.3. Strategi Pemasaran
     Berhubung sampai saat ini belum ada Perusahaan Pesaing maka Strategi Pemasaran Perseroan adalah
     fokus dalam menawarkan jasa ini ke berbagai perusahaan tekstil non-woven dan perusahaan manufacture
     tekstil yang ada di Indonesia.

     Selain itu Perusahaan berstrategi untuk senantiasa belajar untuk menambahan pengatuan mengenai,
     perakitan peralatan industri mesin tekstil khususnya dengan cepatnya perubahan teknologi yang ada di
     bidang ini.

  Dengan memperhatikan analisis kelayakan pasar, Penambahan Kegiatan Usaha secara pasar layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                     13
Page 31
                                3. STUDI KELAYAKAN
3.1. Analisis Kelayakan Teknis

     Berdasarkan anggaran dasar Perusahaan dalam pasal 3 tertuang maksud dan tujuan kegiatan usaha terdiri
     dari:
      1. Industri Persiapan Serat Tekstil, (KBLI 13111)
         Yang mencakup usaha persiapan serat tekstil, seperti reeling (pilin/menggulung) dan pencucian serat
         sutera, degreasasi (penghilangan lemak) dan karbonisasi wol dan pencelupan bulu domba, termasuk
         proses penyusunan dan penyisiran (carding atau combing) dari serat rambut hewan serat tumbuhan,
         dan serat buatan (sintetis dan artifisial).
      2. Industri Bantal dan Sejenisnya, (KBLI 13923)
         Yang mencakup usaha pembuatan bantal dan sejenisnya, seperti bantal dan guling, selimut kapas,
         selimut bulu angsa, bantal kursi, kantong tidur dan lain-lain dari kapuk, dakron dan sejenisnya.
      3. Industri non-woven (bukan Tenunan), (KBLI 13993)
         Yang mencakup usaha industri kain yang dibuat tanpa dengan proses anyaman atau perajutan, seperti
         kain kempa, kain felting dan kain laken. Termasuk industri kain untuk keperluan pelayanan kesehatan
         manusia, seperti duk operasi (surgical drape); baju, masker, penutup kepala dan perlengkapan non-
         woven lain untuk operasi; dan pembalut luka non-woven.
      4. Industri Serat Stapel Buatan, (KBLI 20302)
         Yang mencakup usaha pembuatan serat stapel buatan, seperti poliamida, poliester, rayon viskosa,
         akrilik, selulosa asetat dan sebagainya (kecuali serat gelas dan serat optik) untuk diolah lebih lanjut
         dalam industri tekstil. Serat stapel adalah serat buatan yang dipotong pendek-pendek.
      5. Industri Furnitur Lainnya, (KBLI 31009)
         Yang mencakup usaha pembuatan furnitur yang bahan utamanya bukan kayu, rotan, bambu, logam,
         plastik dan bukan barang imitasi, seperti bahan pelengkap matras atau kasur, matras atau kasur dengan
         per atau pegas atau yang yang diisi atau disumpal atau dilengkapi dengan bahan pelengkap lainnya
         (kapok, dakron) dan matras atau kasur plastik atau karet yang tidak dilapisi dan matras atau kasur
         sejenisnya. Termasuk kereta restoran dekorasi, seperti kereta desert, kereta makanan.

      Terkait adanya rencana manajemen untuk melakukan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yaitu
      “Perakitan Peralatan Industri Mesin Tekstil” dengan rincian rencana penambahan KBLI oleh PT Inocycle
      Technology Group Tbk sebagai berikut:
      a. Menjalankan usaha dalam bidang Perdagangan Besar, meliputi:
           1.      KBLI 46591: “perdagangan besar mesin kantor dan industri pengolahan, suku cadang dan
                   perlengkapannya”
           2.      KBLI 46599: “perdagangan besar mesin, peralatan dan perlengkapan lainnya”

      b. Menjalankan usaha dalam Bidang Industri, meliputi:
           1.      KBLI 28263: “industri mesin tekstil”
           2.      KBLI 28299: “industri mesin keperluan khusus lainnya”

      c. Menjalankan usaha dalam Bidang Jasa, meliputi
           1.      KBLI 74090: “Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis Lainnya YTDL”
           2.      KBLI 70204: “Aktivitas Konsultansi Manajemen Industri”
           3.      KBLI 71102: “Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis YBDI”
           4.      KBLI 70209: “Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya”
           5.      KBLI 71024: “Jasa Inspeksi Teknik Instalasi”
           6.      KBLI 33122: “Reparasi Mesin Untuk Keperluan Khusus”




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                   14
Page 32
  3.1.1 Kapasitas

         Berdasarkan informasi dari manajemen, pendapatan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terdiri
         dari Penjualan Mesin, Penjualan Sparepart, dan Jasa Service. Dalam Penjualan Mesin, Perusahaan
         mampu merakit 15-20 mesin, dalam Penjualan Sparepart Perusahaan mampu menyediakan 100-150
         sparepart, dan dalam Jasa Service mampu menyelesaikan 5-10 unit, masing-masing dalam satu tahun.

  3.1.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, Pekerja, dan Ahli Profesional

         Dalam menjalankan bisnisnya, ketersediaan material merupakan hal yang harus diperhatikan. Rencana
         Penambahan Kegiatan Usaha ini, mesin yang dirakit untuk dijual dan sparepart di datangkan dari luar
         negeri atau import. Hal ini disebabkan mesin yang dijual belum diproduksi di dalam negeri.

         Sementara itu, berkaitan dengan pekerja dan tenaga ahli profesional, Perusahaan selalu memilih tenaga
         kerja dengan kualitas yang baik. Perusahaan memandang sumber daya manusia yang kompeten dan
         profesional merupakan aset utama dalam mewujudkan visi dan misinya dan harus dikembangkan secara
         berkesinambungan. Oleh karena itu, Perusahaan memberikan motivasi agar dapat berperan aktif disertai
         dengan kesempatan untuk mengembangkan kualitasnya agar memiliki etos kerja yang unggul,
         berkompetensi tinggi, dan berkualitas.

         Dalam merekrut sumber daya manusia, Perusahaan menyesuaikan dengan rencana bisnis dan
         operasional Perusahaan dari tahun ke tahun. Perusahaan juga senantiasa menyediakan program
         pelatihan dan pengembangan kompetensi yang relevan di bidang usaha Perusahaan termasuk sertifikasi
         yang sesuai bagi masing-masing unit kerja. Ketersediaan Pekerja dan Ahli Profesional yang dibutuhkan
         dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha inimemerlukan tambahan tenaga kerja. Adapun jumlah
         tenaga kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan ini adalah sejumlah 3 orang Leader dan 28 orang Operator.

  3.1.3 Proses Produksi




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                 15
Page 33
         Proses produksi dari perakitan peralatan industri mesin tekstil ini bermula dari pesanan order dari
         pelanggan. Pesanan ini akan dipelajari dengan cermat dari segi teknis. Bila dianggap feasible, akan
         dibuatkan design, layout serta schedule dari pemasangan mesin. Setelah design, layout, schedule serta
         berbagai perhitungan komersial termasuk harga disetujui pelanggan, maka dimulai pemesanan mesin dan
         material. Setelah pemasangan selesai di lakukan pengujian dan diakhiri dengan Berita Acara Serah terima
         barang bila semua berjalan sesuai dengan pemesanan. Pekerjaan perakitan peralatan industri mesin
         tekstil dianggap selesai.


  Dengan memperhatikan analisis kelayakan teknis, Penambahan Kegiatan Usaha secara teknis layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                   16
Page 34
3.2. Analisis Kelayakan Pola Bisnis

  3.2.1. Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis;

         Berdasarkan informasi dari manajemen, Perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan
         perusahaan yang bergerak di bidang sejenis. Keunggulan Perusahaan antara lain adalah sebagai berikut:

         1. Mesin yang dijual belum dijual di dalam negeri
         2. Mesin yang dijual memiliki produktifitas yang lebih baik.
         3. Mesin yang dijual memiliki efisiensi energi yang lebih baik.

  3.2.2. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk;

         Kompetisi dari para kompetitor Perusahaan dapat mempengaruhi tingkat permintaan terhadap produk
         yang ditawarkan Perusahaan. Untuk terus mempertahankan dan meningkatkan posisinya, Perusahaan
         menjalankan kegiatan operasionalnya pada segmen pasar yang spesifik, menjalankan kegiatannya di
         lokasi yang strategis disertai dengan produk dan layanan yang lebih inovatif dalam kualitas dan harga
         yang kompetitif.

         Pesaing lokal kecil kemungkinan dapat meniru jenis usaha yang akan dimiliki Perusahaan ini . Hal ini
         karena Perusahaan mempunyai keunggulan dalam melakukan kegiatan usahanya, dimana keunikan yang
         dimiliki Perusahaan merupakan bisnis yang berkesinambungan. Maka, pesaing sulit untuk dapat
         mereplika produk yang dimiliki Perusahaan

         Secara umum, meskipun tak mudah pesaing mungkin dapat meniru jenis usaha yang dimiliki Perusahaan.
         Namun, Perusahaan mempunyai keunggulan dalam melakukan kegiatan usahanya, dimana keunikan
         yang dimiliki Perusahaan dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan produktifitas mesin
         yang lebih baik dengan efisiensi energi yang lebih baik.

  3.2.3. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai;

         Dengan adanya kemampuan Perusahaan untuk mengelola bisnis di bidang industri pengolahan plastik
         dan kain, nilai ditentukan oleh bagaimana pembeli membutuhkan produk tersebut. Oleh sebab itu, produk
         yang dihasilkan oleh Perusahaan tentunya sangat dibutuhkan oleh pembeli. Dengan memiliki keunggulan
         produk disisi produktifitas dan efisiensi energi, Perusahaan dapat menciptakan nilai tambah bagi produk.
         Seperti yang lazim diketahuin bahwa mesin berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Mesin
         modern tentunya memiliki produktifitas yang lebih baik dan efisiensi energi yang lebih baik jika
         dibandingkan dengan mesin terdahulu. Hal tersebut mendorong Perusahaan untuk terus melakukan
         pengembangan produk yang memiliki nilai tambah sesuai dengan perkembangan teknologi terkini. Hal
         ini tentu saja memberikan peluang yang besar bagi Perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan
         dan mempertahankan kelangsungan usaha ke depannya.

  3.2.4. Analisis SWOT

         Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa dikontrol
         dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit untuk dikontrol. Kedua sisi dianalisis agar dapat
         disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor internal
         bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal
         berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat).




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                        17
Page 35
         1. Strength

              Bisnis perakitan peralatan industri mesin tekstil ini merupakan suatu keahlian yang sangat spesifik
              sehingga Perseroan berani untuk berasumsi bahwa di dalam negeri, Perusahaan tidak memliki
              pesaing secara langsung. Hal ini yang merupakan strength utama dari bisnis yang akan dirintis ini.

         2. Weakness
              Untuk faktor internal Perusahaan baik dari kapasitas produksi serta ketersediaan bahan baku,
              motivasi karyawan, kami tidak mengalami kendala yang berarti.
         3. Opportunity
              Banyaknya pabrik tektil di Indonesia yang mempunyai mesin tektil dengan berusia tua sehingga perlu
              diremajakan, baik untuk meningkatkan produktifitas maupun untuk menghemat biaya energi
              merupakan ceruk bisnis yang perlu digarap dengan serius.
         4. Threat
              Dengan belum berhentinya perang Rusia dan Ukraina, memberikan pengaruh terhadap harga
              komoditas, harga energi dan nilai tukar rupiah. Kondisi ini memberi dampak juga terhadap
              Perusahaan antara lain :
                • Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang berpotensi menggerus pendapatan
                  Perusahaan karena kerugian valas yang lebih tinggi, disebabkan oleh pinjaman Perusahaan
                  yang mayoritas berdenominasi USD (non-operasional).
                • Masalah ijin import mesin-mesin tekstil yang sering mengalami perubahan sehingga
                  merupakan kendala di lapangan.
                • Biaya transportasi khususnya kargo laut yang belum normal.
                • Kondisi dunia pertekstilan Indonesia yang tidak begitu baik karena serbuan produk tekstil
                  import. Meskipun pemerintah sedang menggodok larangan tekstil export baru yang tegas.

  Dengan memperhatikan analisis kelayakan pola bisnis, Penambahan Kegiatan Usaha secara pola bisnis layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                    18
Page 36
3.3. Analisis Kelayakan Model Manajemen

  3.3.1. Ketersediaan Tenaga Kerja

         Dalam menjalankan kegiatan usaha eksisting, Perusahaan memiliki ketersediaan tenaga kerja sebagai
         berikut:

         Eksisting:
                                            Kategori                             Jumlah orang
                      Karyawan tetap                                                  274
                      Tenaga Kerja (Kontrak)                                          855
                      Total Tenaga Kerja                                             1.129


         Penambahan:
                                            Kategori                             Jumlah orang
                      Karyawan tetap                                                    3
                      Tenaga Kerja (Kontrak)                                           28
                      Total Tenaga Kerja                                               31




         Adapun kegiatan usaha eksisting beroperasi dengan jam kerja sebagai berikut:

         1. Hari Kerja
            Hari kerja di perusahaan adalah 5 ( lima ) hari atau 6 ( enam ) hari dalam seminggu. Dan jam kerja
            perusahaan adalah 8 (delapan) jam sehari atau 40 (empat puluh) jam seminggu, dengan ketentuan
            bahwa apabila perusahaan memerlukan kerja lembur maka pekerja wajib bersedia melakukan waktu
            kerja tersebut.

         2. Jam kerja Kantor
            Jam kerja Kantor di perusahaan adalah 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu)
            minggu, untuk 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu :
            Hari Senin s/d Kamis : 08.00 s/d 17.00 Istirahat : 12.00 s/d 13.00
            Hari Jum’at             : 08.00 s/d 17.00 Istirahat : 11.30 s/d 13.00

         3. Jam kerja Produksi
            Jam kerja Produksi di perusahaan adalah 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1
            (satu) minggu, untuk 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu
            Hari Senin s/d Jum’at : Jam Kerja
            Shift1 : pukul.07.00WIB s/d pukul.15.00 WIB,
            Shift2 : pukul.15.00WIB s/d pukul.23.00WIB,
            Shift3: pukul.23.00WIB s/d pukul. 07.00WIB
            Jam Istirahat
            Shift1 : pukul.11.00WIB s/d pukul.11.30 WIB,
            Shift2 : pukul.18.00WIB s/d pukul.18.30WIB,
            Shift3: pukul.03.00WIB s/d pukl. 03.30WIB

            7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu, untuk 6 (enam) hari dalam 1
            (satu) minggu :
            Hari Senin s/d Jum’at : Jam Kerja
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                    19
Page 37
            Shift1 : pukul.07.00WIB s/d pukul.15.00 WIB,
            Shift2 : pukul.15.00WIB s/d pukul.23.00 WIB,
            Shift3 : pukul.23.00WIB s/d pukul.07.00 WIB,

            Jam Istirahat : Jam Kerja
            Shift1 : pukul.11.00WIB s/d pukul.11.30 WIB,
            Shift2 : pukul.18.00WIB s/d pukul.18.30WIB,
            Shift3: pukul.03.00WIB s/d pukl. 03.30WIB

            Hari Sabtu : Jam Kerja
            Shift 1 : pukul. 07.00 WIB s/d pukul. 12.00 WIB,
            Shift 2 : pukul 13.00 WIB s/d pukul. 18.00 WIB
            Shift 3 : pukul 19.00 WIB s/d pukul. 24.00 WIB

         Apabila dipandang perlu untuk kepentingan produktifitas kerja, jam kerja dan hari kerja oleh Perusahaan
         dapat diubah dengan ketentuan jumlah dan jam kerja tetap mengacu kepada ketentuan Undang
         undang/Peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Dalam Penambahan Kegiatan Usaha ini, Perusahaan
         tidak merencanakan adanya penambahan tenaga kerja dari yang telah dimiliki saat ini. Jumlah tenaga
         kerja yang dibutuhkan adalah sejumlah 1 orang Leader dan 15 orang Operator, dimana kesemuanya
         adalah tenaga kerja lama.

  3.3.2. Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property);

         Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan gagasan-
         gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki untuk jangka waktu
         tertentu. Dalam pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki sumber daya manusia diharapkan
         akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan
         pekerjaan.

         Dalam kaitannya dengan hal ini, Perusahaan akan memastikan sumber daya manusia memiliki
         kompetensi teknis yang diperlukan. Usaha untuk melindungi kekayaan intelektual, Perusahaan sudah
         memiliki sertifikat merek “Inocycle” yang beralamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama
         No. 10, Desa. Suka Asih, Kec. Pasar Kemis, Tangerang, 15560 Banten dengan nomor pendaftaran
         IDM000836276 tanggal penerimaan 05 Juli 2019 yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
         Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana tercantum dalam sertifikat tersebut, perlindungan atas
         merek tersebut diberikan untuk jangka waktu 10 tahun sejak tanggal penerimaan, yakni sampai tanggal
         5 Juli 2029 dan jangka waktu tersebut dapat diperpanjang.

  3.3.3. Manajemen Risiko;

         1. Risiko Utama

              Kondisi industri pertekstilan Indonesia yang tidak begitu baik karena serbuan produk tekstil impor.
              Meskipun pemerintah sedang menggodok regulasi baru terkait larangan tekstil impor. Regulasi
              merupakan tonggak utama untuk melindungi industri tekstil di Indonesia.

         2. Risiko Umum

           a. Risiko Perubahan Peraturan dan/atau Kebijakan Pemerintahan, Legalitas dan Perizinan

                Kegiatan usaha Perusahaan dapat dipengaruhi oleh perubahan perundang-undangan maupun
                peraturan Pemerintah terkait dengan kebijakan ekspor impor, pembelian, penjualan ataupun
                kebijakan-kebijakan lainnya yang dapat mempengaruhi industri pengolahan plastik, dimana hal


Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                    20
Page 38
                tersebut dapat memberikan dampak material yang merugikan ataupun menguntungkan terhadap
                kegiatan, pendapatan dan prospek usaha Perusahaan.

           b. Risiko Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi atau Pertumbuhan Ekonomi Negatif di
              Indonesia

                Pada tahun 2019, dunia dihadapkan dengan kondisi ekonomi makro yang tidak menentu seperti
                perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, ketidakpastian akibat dari Brexit, ketegangan
                di timur tengah dan juga pemilihan umum yang terjadi di banyak negara berkembang yang salah
                satunya adalah Indonesia. Perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dapat terjadi akan memiliki
                dampak pada melambatnya pertumbuhan usaha dan produksi di dalam negeri serta menurunkan
                daya beli masyarakat. Penurunan tingkat perekonomian di Indonesia tersebut dapat menurunkan
                hasil dari kegiatan operasional dan prospek usaha Perusahaan.

           c. Risiko Kondisi Politik Indonesia

                Risiko politik berkaitan erat dengan pemerintahan serta situasi politik dan keamanan di suatu
                negara. Kondisi politik yang tenang dan stabil merupakan salah satu prasyarat perkembangan
                usaha dan bisnis. Kondisi politik yang tidak stabil yang terjadi secara terus menerus, akan secara
                langsung ataupun tidak langsung dapat mempengaruhi secara negatif kinerja keuangan
                Perusahaan.

           d. Risiko Fluktuasi Kurs Valuta Asing

                Nilai tukar mata uang asing merupakan nilai tukar mata uang antara dua negara berbeda yang
                dapat mempengaruhi pembayaran di saat ini ataupun di saat mendatang. Pelemahan nilai tukar
                mata uang asing memiliki pengaruh yang negatif terhadap kinerja keuangan Perusahaan dimana
                hal tersebut dapat mempengaruhi permintaan akan industri plastik di Indonesia sehingga
                menurunkan penjualan Perusahaan.

         3. Risiko Terkait Kegiatan Usaha Perseroan

           a. Risiko Persaingan Usaha

                Banyak perusahaan yang merasa sudah mapan dan terlalu nyaman sehingga melupakan
                lingkungan bisnis yang sebenarnya sangat kompetitif. Perusahaan harus terus berinovasi dengan
                memantau tren pasar dan menciptakan produk atau layanan baru yang memberikan nilai bagi
                pelanggan. Setiap bisnis harus terus berinovasi, tumbuh, dan tetap up to date pada tren serta
                teknologi terbaru. Penelitian tren pasar dengan cara yang tepat dapat membantu perusahaan
                mengetahui apa yang diharapkan, diinginkan, dan dibutuhkan pelanggan.

                Risiko pasar adalah suatu risiko yang muncul akibat adanya perubahan zaman, baik itu gaya hidup,
                pelanggan, dan adanya produk baru yang lebih unggul. Maka dari itu, sudah seharusnya kalau
                setiap perusahaan terus melakukan inovasi supaya bisa mengikuti kondisi “pasar” dan dapat
                bersaing dengan produk-produk dari perusahaan lainnya.

                Untuk mengantisipasi hal diatas Perusahaan berupaya membuat dan menjual produk baru yaitu
                bisnis perakitan peralatan industri mesin tekstil, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan suatu
                pasar baru yang secara langsung akan menambah pendapatan Perusahaan.

           b. Risiko Fluktuasi Harga

                Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrument keuangan sebagai akibat perubahan harga
                harga pasar, terlepas dari apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari
                instrumen individual atau hal lainnya yang dapat mengakibatkan kenaikan bahan baku utama kami
                yaitu mesin-mesin industri tekstil.

Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                     21
Page 39
           c. Risiko Peningkatan Biaya Operasional

                Risiko Peningkatan Biaya Operasional dapat terjadi antara lain karena :

                    -    Persentase Kenaikan Biaya Bahan Baku,
                    -    Persentase Kenaikan Harga Pokok Penjualan,
                    -    Persentase Kenaikan Upah Pekerja Pabrik dan
                    -    Persentase Kapasitas Produksi yang Menganggur

                Kebijakan Perusahaan untuk meminimalkan resiko tersebut adalah dengan mempunyai jaringan
                supply bahan baku yang luas, kontrak jangka panjang pembelian bahan baku, menjaga
                keharmonisan hubungan kerja antara pekerja dan pemilik.

  3.3.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen; Dan

         Sumber daya manusia merupakan pilar utama yang menunjang keberhasilan bisnis dan
         keberlanjutannya. Dibutuhkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu beradaptasi dengan
         perkembangan teknologi, mampu mengatasi tantangan yang mengancam, serta mampu mengantisipasi
         perubahan di masa depan.

         Oleh sebab itu, Perusahaan menyadari pentingnya melakukan investasi yang signifikan dalam upaya
         mengembangkan sumber daya manusia hingga mencapai kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan
         kebutuhan Perusahaan. Hal ini menjadi bagian penting dalam rangka mewujudkan visi Perusahaan.

         Kompetensi sumber daya manusia yang unggul diyakini Perusahaan adalah kunci yang akan mengantar
         Perusahaan dalam mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Kesuksesan bisnis Perusahaan
         tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, namun juga karena didukung penuh oleh sumber daya
         manusia yang terampil dan kompeten di setiap level.

         Menyadari hal tersebut, Perusahaan senantiasa meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia
         melalui penciptaan iklim kerja yang mampu menginspirasi dan memotivasi setiap karyawannya untuk
         memberikan kinerja yang lebih baik dari waktu ke waktu. Perusahaan memberikan kesempatan yang
         sama kepada setiap karyawannya untuk mengembangkan karir dengan tidak membeda-bedakan suku,
         agama, ras maupun golongan.

         Untuk menopang serta melancarkan rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan, maka
         Perusahaan harus mampu menyediakan sumber daya manusia yang berkompeten dan berkualitas.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                             22
Page 40
  3.3.5. Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen




         Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
         organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
         kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting
         dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas
         kepada unit di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.

  Dengan memperhatikan analisis kelayakan model manajemen, Penambahan Kegiatan Usaha secara model
  manajemen layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                              23
Page 41
3.4. Analisis Kelayakan Keuangan

  3.4.1. Biaya Pendirian (Start Up Costs);

                                                                                                Dalam Satuan Rupiah (.000)
                      Rincian Mesin Set                  Kurs       Harga / Unit (USD) Unit          Total (IDR)
                      Electricity Management                16.320            120.000            3         5.875.200
                      Energy Monitoring System              16.320              14.333           3           701.760
                      Overall Equipment Effectiveness       16.320              73.333           3         3.590.400
                      Heating & Relaxing Oven               16.320            172.667            3         8.453.760
                                                  Total Investasi Mesin                                  18.621.120


                                                                                      Dalam Satuan Rupiah (.000)
                                                                         Tahun ke-1           Tahun ke-2
                            Investasi
                            Tanah                                                     -                   -
                            Bangunan                                                  -                   -
                            Mesin Set Tahap 1                                12.414.080                   -
                            Mesin Set Tahap 2                                         -           6.207.040
                            Peralatan Pabrik                                          -                   -
                            Investasi Tahun Berjalan                         12.414.080           6.207.040
                            Total Investasi Mesin                                                18.621.120

                                                                                      Dalam Satuan Rupiah (.000)
                            Struktur Investasi                           Porsi                Nilai Investasi
                            Modal Kerja (Pendanaan Sendiri)                          9%             1.862.112
                            Investasi (Pendanaan Pihak Ketiga)                      91%           18.621.120
                            Total Investasi                                                       20.483.232

       Berdasarkan informasi dari manajemen penjualan sudah dimulai pada tahun ke-1 setelah mesin yang dibeli
       pada tahun ke-1 selesai dilakukan instalasi, produksi sendiri masih berkisar 9-11 unit. Pada tahun ke-2
       setalah mesin yang dibeli pada tahun ke-2 selesai dilakukan instalasi, produksi naik 15-20 unit.
       Lokasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berada di area yang sudah dimiliki Perusahaan yang
       berlokasi di:
        1. Pabrik Tangerang: Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis,
           Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin, Energy
           Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah 1 mesin,
           dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
        2. Pabrik Karanganyar: Dusun Selorejo RT.002 RW. 009, Desa. Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo,
           Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin,
           Energy Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah 1
           mesin, dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
        3. Pabrik Mojokerto: Dusun Madyopuro RT.001 RW 001, Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging,
           Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Electricity Management dengan jumlah 1 mesin, Energy
           Monitoring System dengan jumlah 1 mesin, Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah 1 mesin,
           dan Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 1 mesin.
       Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dengan investasi berupa pembelian mesin sebagai berikut:
        1. Electricity Management dengan jumlah 3 mesin
        2. Energy Monitoring System dengan jumlah 3 mesin
        3. Overall Equipment Effectiveness dengan jumlah 3 mesin
        4. Heating & Relaxing Oven dengan jumlah 3 mesin


Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                   24
Page 42
       Mesin tersebut berasal dari Jiangsu Feng Te Technology Co, Ltd, Lianyungang City,Jiangsu, China dan
       Asia Kingdom Machinery Industry, Co, Ltd, Lu Jwu District, Tao Yuan City, Taiwan

       Berdasarkan kebutuhan investasi untuk Rencana Penambahan Kegiatan Usaha sebesar Rp20.483.232.000
       (Dua Puluh Miliar Empat Ratus Delapan Puluh Tiga Juta Dua Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Rupiah)
       dibandingkan dengan posisi ekuitas Perusahaan Rp234.707.526.000 (Dua Ratus Tiga Puluh Empat Miliar
       Tujuh Ratus Tujuh Juta Lima Ratus Dua Puluh Enam Ribu Rupiah), besaran investasi 7,93% dari ekuitas
       Perusahaan. Dengan demikian berdasarkan POJK No. 17 /POJK.04/2020 Rencana Penambahan Kegiatan
       Usaha bukan merupakan transaksi material.
       Berdasarkan info dari manajemen Perusahaan, para pihak yang terlibat dalam transaksi investasi berupa
       pembelian mesin dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha bukan merupakan afiliasi Perusahaan.
       Tidak terdapat benturan kepentingan karena Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menghasilkan
       keuntungan atau nilai tambah terhadap Perusahaan. Dengan demikian berdasarkan POJK No. 42
       /POJK.04/2020 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha bukan merupakan transaksi afiliasi dan transaksi
       benturan kepentingan.

  3.4.2. Proyeksi Modal Kerja;

                                                                                                                                                      Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                           Tahun ke-1   Tahun ke-2   Tahun ke-3   Tahun ke-4   Tahun ke-5   Tahun ke-6   Tahun ke-7   Tahun ke-8   Tahun ke-9 Tahun ke-10
                                            Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des
                     Modal Kerja
       Piutang                                  4.017        6.617        6.867        5.837        5.797        5.029        5.179        5.076        4.404              4.404
       Persediaan                               3.264        5.376        5.579        4.742        4.710        4.086        4.208        4.125        3.578              3.578
       Utang Usaha                              4.895        8.064        8.369        7.113        7.065        6.129        6.312        6.187        5.367              5.367

       Modal Kerja Bersih                       2.385        3.929        4.077        3.466        3.442        2.986        3.075        3.014        2.615              2.615



       Modal kerja yang dibutuhkan terdiri dari Piutang, Persediaan, dan Utang Usaha. Modal kerja sebesar
       Rp2,3 Miliar – 4 Miliar / tahun selama tahun proyeksi.

  3.4.3. Sumber Pembiayaan;

                                                                                                                    Dalam Satuan Rupiah (.000)
                                   Struktur Investasi                                            Porsi                      Nilai Investasi
                                   Modal Kerja (Pendanaan Sendiri)                                                 9%             1.862.112
                                   Investasi (Pendanaan Pihak Ketiga)                                             91%           18.621.120
                                                                                                                                20.483.232
       Total investasi yang dibutuhkan sejumlah Rp20.483.232.000 (Dua Puluh Miliar Empat Ratus Delapan Puluh
       Tiga Juta Dua Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Rupiah) yang membutuhkan waktu pengadaan selama 2 tahun
       dengan sumber pembiayaan 9% Pendanaan Sendiri senilai 1.862.112.000 (Satu Miliar Delapa Ratus Enam
       Puluh Dua Juta Seratus Dua Belas Ribu Rupiah) dan 91% Pendanaan Pihak Ketiga Perbankan senilai
       18.621.120.000 (Delapan Belas Miliar Enam Ratus Dua Puluh Satu Juta Seratus Dua Puluh Ribu Rupiah).




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                                                                    25
Page 43
  3.4.4. Proyeksi Penjualan

                                                                                                                                                     Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                          Tahun ke-1   Tahun ke-2   Tahun ke-3   Tahun ke-4   Tahun ke-5   Tahun ke-6   Tahun ke-7   Tahun ke-8   Tahun ke-9 Tahun ke-10
                                           Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des
                     Penjualan
       Quantity
       Penjualan Mesin                            10           18           18           14           14           12           12           12           10                  10
       Penjualan Sparepart                       100          120          145          145          145          130          130          120          120                 120
       Jasa Service                                5            5            5            5            6            6            6            6            6                   6


       Price
       Penjualan Mesin                         4.500        4.500        4.500        4.635        4.635        4.635        4.774        4.774        4.774              4.774
       Penjualan Sparepart                       150          150          150          155          150          150          155          155          150                150
       Jasa Service                               50           50           50           52           52           52           53           53           53                 53

       Revenue
       Penjualan Mesin                        45.000       81.000       81.000       64.890       64.890       55.620       57.289       57.289       47.741             47.741
       Penjualan Sparepart                    15.000       18.000       21.750       22.403       21.750       19.500       20.085       18.540       18.000             18.000
       Jasa Service                              250          250          250          258          309          309          318          318          318                318
       Total                                  60.250       99.250      103.000       87.550       86.949       75.429       77.692       76.147       66.059             66.059



       Berdasarkan informasi dari manajemen, Penjualan Mesin 10-18 unit selama tahun proyeksi, Penjualan
       Sparepart 100-145 unit selama tahun proyeksi, Jasa service 5-6 kali selama tahun proyeksi.
       Berdasarkan informasi dari manajemen, harga per unit mesin 4,5 Miliar yang naik selama 3 tahun sebesar
       3%. Harga sparepart rata-rata 150 juta yang naik selama 3 tahun sebesar 3%. Biaya jasa service rata-rata
       50 juta yang naik selama 3 tahun sebesar 3%.

  3.4.5. Proyeksi Biaya Operasional;

                                                                                                                                                     Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                          Tahun ke-1   Tahun ke-2   Tahun ke-3   Tahun ke-4   Tahun ke-5   Tahun ke-6   Tahun ke-7   Tahun ke-8   Tahun ke-9 Tahun ke-10
                                           Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des
        Beban Penjualan, Umum, dan Adm
       Beban Penjualan, Umum, dan Adm         16.268       26.798       27.810       23.639       23.476       20.366       20.977       20.560       17.836             17.836
        Employee Salaries & Allowances         6.025        9.925       10.300        8.755        8.695        7.543        7.769        7.615        6.606              6.606
        Professional Fee                       3.013        4.963        5.150        4.378        4.347        3.771        3.885        3.807        3.303              3.303
        Transportation & Accommodations        4.218        6.948        7.210        6.129        6.086        5.280        5.438        5.330        4.624              4.624
        Office Supplies                        1.808        2.978        3.090        2.627        2.608        2.263        2.331        2.284        1.982              1.982
        Others                                 1.205        1.985        2.060        1.751        1.739        1.509        1.554        1.523        1.321              1.321


       Beban Penjualan Umum dan Administrasi terdiri dari Biaya Gaji 10% dari total penjualan, Biaya Profesional
       5% dari total penjualan, Biaya Transportasi 7% dari total penjualan, Biaya Peralatan Kantor 3% dari total
       penjualan, dan Biaya Lain-lain 2% dari total penjualan. Beban Penjualan Umum dan Administrasi sebesar
       Rp16,2 Miliar – Rp27,8 Miliar selama tahun proyeksi.

  3.4.6. Proyeksi Biaya Bahan Baku Mentah;

                                                                                                                                                     Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                          Tahun ke-1   Tahun ke-2   Tahun ke-3   Tahun ke-4   Tahun ke-5   Tahun ke-6   Tahun ke-7   Tahun ke-8   Tahun ke-9 Tahun ke-10
                                           Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des
              Beban Pokok Penjualan
       Beban Pokok Penjualan                  39.163       64.513       66.950       56.908       56.517       49.029       50.500       49.495       42.938             42.938
        Material Exps                         27.113       44.663       46.350       39.398       39.127       33.943       34.961       34.266       29.726             29.726
        Direct Labour Exps                     7.230       11.910       12.360       10.506       10.434        9.051        9.323        9.138        7.927              7.927
        Overhead Exps                          4.820        7.940        8.240        7.004        6.956        6.034        6.215        6.092        5.285              5.285


       Beban Pokok Penjualan terdiri dari Biaya Material 45% dari total penjualan, Biaya Tenaga Kerja Langsung
       8% dari total penjualan, dan Biaya Overhead 12% dari total penjualan. Beban Penjualan sebesar Rp39,1
       Miliar – Rp66,9 Miliar selama tahun proyeksi.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                                                                   26
Page 44
  3.4.7. Proyeksi Laporan Keuangan;

    1. Proyeksi Laba Rugi

                                                                                                                                                         Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                      Tahun ke-1    Tahun ke-2    Tahun ke-3    Tahun ke-4    Tahun ke-5    Tahun ke-6    Tahun ke-7    Tahun ke-8    Tahun ke-9 Tahun ke-10
                                       Jan-Des       Jan-Des       Jan-Des       Jan-Des       Jan-Des       Jan-Des       Jan-Des       Jan-Des       Jan-Des     Jan-Des
                 Income Statement
       Pendapatan                         60.250        99.250       103.000        87.550        86.949        75.429        77.692        76.147        66.059             66.059
       Beban Pokok Pendapatan            (39.163)      (64.513)      (66.950)      (56.908)      (56.517)      (49.029)      (50.500)      (49.495)      (42.938)           (42.938)
       Laba Bruto                         21.088        34.738        36.050        30.643        30.432        26.400        27.192        26.651        23.121             23.121
       Beban Penjualan Umum dan Adm      (16.268)      (26.798)      (27.810)      (23.639)      (23.476)      (20.366)      (20.977)      (20.560)      (17.836)           (17.836)
       Penghasilan (Beban) Lainnya             -             -             -             -             -             -             -             -             -                  -
       EBITDA                              4.820         7.940         8.240         7.004         6.956         6.034         6.215         6.092         5.285              5.285
       Depresiasi dan Amortisasi            (694)       (1.241)       (1.241)       (1.241)       (1.241)       (1.241)       (1.241)       (1.241)       (1.241)            (1.241)
       EBIT                                4.126         6.699         6.999         5.763         5.715         4.793         4.974         4.850         4.043              4.043
       Biaya Keuangan                       (302)         (641)         (720)         (682)         (579)         (476)         (373)         (270)         (167)               (64)
       EBT                                 3.824         6.058         6.278         5.081         5.136         4.317         4.601         4.580         3.876              3.979
       Beban Pajak Penghasilan              (841)       (1.333)       (1.381)       (1.118)       (1.130)         (950)       (1.012)       (1.008)         (853)              (875)
       EAT                                 2.983         4.725         4.897         3.963         4.006         3.367         3.589         3.573         3.023              3.104



         Pada tahun proyeksi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perusahaan diproyeksikan mendapatkan
         EBIT (Earning Before Interest dan Tax) berkisar 4,04 Miliar – 6,9 Miliar. Beban pajak penghasilan
         diasumsikan berkisar 22%, sehingga Perusahaan mendapatkan EAT (Earning After Tax) berkisar 2,9
         Miliar – 4,8 Miliar.

    2. Metodologi Analisa

         Metodologi dilakukan dengan menganalisa potensi keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh dari
         Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.


    3. Model Arus Kas yang Digunakan

         Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan menggunakan metode diskonto arus
         kas, dengan menggunakan arus kas terhadap proyek Free Cash Flow to Firm (FCFF). Kami menggunakan
         metode FCFF karena perusahaan bergerak di bidang industri pengelolaan bukan tenunan dan industri
         serat stapel buatan sehingga FCFF lebih tepat untuk mengakomodir arus kas proyek.

    4. Penetapan Tingkat Diskonto

         Tingkat diskonto diestimasikan dengan menggunakan metode Weighted Average Cost of Capital (WACC).
         Biaya Ekuitas (Ke) diestimasikan dengan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan
         menggunakan persamaan sebagai berikut:
                   Biaya Ekuitas (Ke)                                 =                       Rf + (Beta x (Rm-Rf)) - RBDS
                   Rf (Risk Free)                                     :                       Tingkat Pengembalian Bebas Risiko
                   Beta                                               :                       Risiko sistemik usaha
                   Rm (Risk Market)                                   :                       Tingkat Pengembalian Pasar
                   RBDS                                               :                       Penyesuaian Tingkat Pengembalian Pasar

                   Rf (Risk Free)                                     :                       7,1%
                   Beta                                               :                       0,95
                   Rm (Risk Market)                                   :                       7,38%
                   RBDS                                               :                       2,07%
                   Biaya Ekuitas (Ke)                                 =                       12,0%

                   Tingkat Diskonto                                   =                       (We x Ke) + (Wd x (Kd x (1-T))
                   We                                                 :                       Bobot modal sendiri pada usaha tertentu
                   Ke (Cost Of Equity)                                :                       Tingkat pengembalian modal sendiri
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                                                                      27
Page 45
                Wd                                  :          Bobot modal pinjaman pada usaha tertentu
                Kd (Cost Of Debt)                   :          Tingkat pengembalian modal pinjaman
                T (Tax)                             :          Pajak perseroan yang berlaku

                We                                  :          83,0%
                Ke (Cost Of Equity)                 :          12,0%
                Wd                                  :          17,0%
                Kd (Cost Of Debt)                   :          9,45%
                T (Tax)                             :          22%
                Tingkat Diskonto                    =          11,2%

         1. Tingkat Pengembalian Bebas Risiko (Rf)
            Adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan
            gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi
            Pemerintah untuk jangka panjang (SUN). tingkat suku bunga bebas risiko yang digunakan merupakan
            obligasi pemerintah RI dalam mata uang rupiah dengan tenor 10 tahun. Berdasarkan data yang
            dikeluarkan oleh Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) maka yield SUN yang digunakan untuk proyek
            adalah 7,1%.
         2. Risiko Sistemik Usaha (Beta)
            Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan
            market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium. Untuk memperoleh faktor beta yang
            sesuai kami menggunakan unlevered beta sebesar 0,94, Unlevered beta rata-rata perusahaan
            pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-relevered dengan tingkat leverage pasar
            pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut
            sehingga didapatkan Beta 0,95.
         3. Tingkat Pengembalian Pasar (Rm)
            Tingkat Pengembalian Pasar (Rm) ditentukan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran per tanggal
            studi kelayakan dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah
            sekitar 7,38%.
         4. Penyesuaian Tingkat Pengembalian Pasar (RBDS)
            Pada perhitungan WACC, digunakan data yang bersumber dari Damodaran, dimana data yang
            digunakan adalah Total Equity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan risiko, maka
            diperlukan penyesuaian pada CAPM dengan memperhatikan Rating Based Default Spread dari
            Damodaran dimana Cost of Equity dikurangkan dengan Rating Based Default Spread sebesar 2,07%.
         5. Bobot Modal Sendiri Pasa Usaha Tertentu (We)
            Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan
            ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
            permodalan pasar dari hasil riset Aswath Damodaran, dengan demikian struktur modal sendiri untuk
            proyek 83%.
         6. Biaya Ekuitas (Ke)
            Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model
            (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium
            untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham adalah 12,0% .
         7. Bobot modal pinjaman pada usaha tertentu (Wd)
            Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan
            ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
            permodalan pasar dari hasil riset Aswath Damodaran, dengan demikian struktur utang untuk proyek
            17,0%.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                    28
Page 46
         8. Tingkat Pengembalian Modal Pinjaman (Kd)
               Dalam analisa studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga pinjaman
               rata-rata dalam mata uang Rupiah dari bank pemerintah per tanggal studi kelayakan, yaitu 8,80%.
               Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya bunga setelah pajak sampai akhir proyeksi
               sebesar 9,45%, dengan tarif pajak 22%.

    5. Analisis Kelayakan Investasi

         Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Proyek sesuai SEOJK 17/2020 digunakan 4
         (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI),
         dan Payback Period., yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang diproyeksikan hingga tahun
         ke-10. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi dan manfaat bisnis yang
         digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.
         Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai investasi. Dengan
         membandingkan antara total investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
         akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui nilai NPV yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Jika
         nilai NPV positif maka investasi tersebut layak dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi
         tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan.
         Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto seluruh
         selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi. IRR merupakan
         nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan sama dengan 0, yang artinya tingkat
         pengembalian dan risiko dari total investasi pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan
         risiko pasar. Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC (Discount Rate), maka proyek ini layak
         dilaksanakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini sebaiknya tidak
         dilaksanakan.
         Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI), dimana PI
         merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai sekarang dari arus kas bersih
         yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.
         Apabila PI yang dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1 maka arus kas dari proyek tidak
         menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek
         menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan, sedangkan apabila PI lebih kecil dari 1, maka nilai arus kas
         yang dihasilkan dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI suatu
         proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi
         tersebut dapat disimpulkan layak.
         Payback period atau periode pengembalian modal adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai break
         even point atau titik impas. Payback Period menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk
         menutup biaya awal yang terkait dengan investasi. Semakin pendek pengembalian maka investasi
         semakin diinginkan.
         Kelayakan dari proyek ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi di masa mendatang dengan
         Free Cash Flow To Firm yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Kelayakan
         investasi proyek dihitung dengan menggunakan empat indikator yaitu Net Present Value, Internal Rate of
         Return, Profitability Index (PI) dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:
                                                                                                                                                                                                   Dalam Satuan Rupiah (.000)
                                                Tahun ke-1       Tahun ke-2       Tahun ke-3       Tahun ke-4      Tahun ke-5      Tahun ke-6      Tahun ke-7      Tahun ke-8      Tahun ke-9         Tahun ke-10
              Keterangan
                                                 Jan-Des          Jan-Des          Jan-Des          Jan-Des         Jan-Des         Jan-Des         Jan-Des         Jan-Des         Jan-Des             Jan-Des

         Earning After Tax                         2.833.123        4.709.836        4.897.012        3.963.033       4.005.801       3.367.223       3.588.696       3.572.558       3.023.330                3.103.600
         Depresiasi                                  827.605        1.241.408        1.241.408        1.241.408       1.241.408       1.241.408       1.241.408       1.241.408       1.241.408                1.241.408
         Bunga * (1-T)                               439.427          805.615          878.853          831.772         706.221         580.671         455.120         329.570         204.019                   78.469
         Investasi               (20.483.232)
         Capex                                              -                -               -                -               -               -               -               -               -                           -
         Perubahan Modal Kerja                     (2.384.896)      (1.543.750)       (148.438)         611.563          23.790         456.000         (89.572)         61.156         399.321                           -

         Arus Kas                (20.483.232)       1.715.259       5.213.110         6.868.836       6.647.775       5.977.220       5.645.302       5.195.652       5.204.692       4.868.078               4.423.477
         Akumulasi Arus Kas      (20.483.232)     (18.767.973)    (13.554.863)       (6.686.028)        (38.252)      5.938.967      11.584.269      16.779.921      21.984.613      26.852.692              31.276.169
         Discount Rate                                 11,23%          11,23%            11,23%          11,23%          11,23%          11,23%          11,23%          11,23%          11,23%                  11,23%
         Discount Factor                 1,00             0,90            0,81              0,73            0,65            0,59            0,53            0,47            0,43            0,38                    0,35
         Nilai Kini Arus Kas     (20.483.232)       1.542.103       4.213.703         4.991.530       4.343.207       3.510.887       2.981.181       2.466.748       2.221.587       1.868.140               1.526.157



Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                                                                                                      29
Page 47
           •         Net Present Value (NPV)                  : 9.182.011.000
           •         Internal Rate of Return (IRR)            : 20,47%
           •         Profitability Index (PI)                 : 1,45
           •         Payback Period                           : 4 Tahun 0 Bulan
         Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada WACC
         dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.

    6. Analisis Sensitifitas

         Untuk menguji sensitifitas suatu proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya, maka berikut
         ini disajikan analisa sensitivitas terhadap kelayakan proyek, yaitu:
          1.      Investasi
          2.      Pendapatan
          3.      Beban Pokok Penjualan
          4.      Beban Penjualan Umum dan Administrasi

         Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan proyek akan terlihat seperti di bawah
         ini:
                                                                   IRR            NPV         Profitability Index
                       Variable                 Skenario                                                            Kesimpulan
                                                                       %        Rupiah               (PI)

      Normal                                                           20,47%     9.182.011                 1,45      Layak
      Investasi                                      5,00%             19,27%     8.250.955                 1,39      Layak
      Investasi                                      10,00%            18,14%     7.319.899                 1,33      Layak
      Investasi                                      15,00%            17,09%     6.388.843                 1,27      Layak
      Penjualan                                      0,50%             18,72%     7.352.813                 1,36      Layak
      Penjualan                                      -1,50%            15,09%     3.694.417                 1,18      Layak
      Penjualan                                      -2,50%            11,27%       36.022                  1,00      Layak
      Beban Pokok Penjualan                          1,50%             17,00%     5.598.395                 1,27      Layak
      Beban Pokok Penjualan                          2,50%             14,60%     3.209.319                 1,16      Layak
      Beban Pokok Penjualan                          3,50%             12,11%      820.242                  1,04      Layak
      Beban Penjualan Umum dan Adm                   2,00%             18,55%     7.181.843                 1,35      Layak
      Beban Penjualan Umum dan Adm                   4,00%             16,58%     5.181.675                 1,25      Layak
      Beban Penjualan Umum dan Adm                   6,00%             14,56%     3.181.507                 1,16      Layak

     Dengan memperhatikan analisis kelayakan keuangan, Penambahan Kegiatan Usaha secara keuangan layak.

3.5. Kesimpulan

     Berdasarkan analisa pada kelayakan aspek pasar, kelayakan aspek teknis, kelayakan aspek pola bisnis,
     kelayakan aspek model manajemen, dan kelayakan aspek keuangan maka dapat disimpulkan bahwa
     Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah Layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                       30

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.5 MB
Published28 Oct 2024
Pages47
Characters154,333
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 39 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Inocycle Technology Group p.1 ×113
linked org Argo Pantes Tbk p.5 ×5
linked org Trisula Textile Industries Tbk p.5 ×5
linked org Century Textile Industry Tbk p.5 ×5
linked org Panasia Indo Resources Tbk p.5 ×5
linked org PT Samudera Industri p.18 ×3
linked — Sandiana Soemarko p.19
linked person Jung Hyo Choi p.19
linked person Victor Seng Hyeok Choi p.19
linked person Suhendra Setiadi p.19
linked person Bobby Suryo Herlambang p.19
linked person Gautama Ashok Kumar p.19
linked person Amir Abadi Jusuf p.21 ×4
possible org Bursa efek Indonesia p.4
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.12 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.18
possible person Dr. Ir. Widhyawan Prawiraatmadja p.19 ×3
unresolved person Ginanjar Rizki Tarekat p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×4
unresolved org Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2 ×2
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo p.2
unresolved org Bank Indonesia p.3 ×7
unresolved org Indonesia p.4
unresolved org Pusat Statistik p.4 ×2
unresolved org KJPP SPR p.4 ×2
unresolved org Ever Shine Tex Tbk p.5 ×4
unresolved org Jiangsu Yingyang Nonwoven Machinery Co., Ltd p.5 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana p.7 ×2
unresolved org Menteri Keuangan. Penyelia p.15
unresolved org PT Hilon Felt p.18
unresolved person Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isbandi · Notaris p.18 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.18
unresolved person Bastian Harijanto · Notaris p.18
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18
unresolved org PT Sambros Invesco International p.18
unresolved org PT Adimitra Jasa Korpora p.19
unresolved org Purba Lauddin dan Rekan p.21
unresolved org Mawar dan Rekan p.21 ×4
unresolved org Rintis dan Rekan p.21

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 4805 ms 12 Sep 2026 22:56
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result