Back to announcement
Longform Bank Raya Indonesia Tbk 30 September 2024.pdf
Financial statement Text extracted AGROSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 124
Page 1
group
PT Bank Raya Indonesia Tbk
Laporan Keuangan Interim
Tanggal 30 September 2024 dan periode 9 Bulan yang berakhir pada tanggal tersebut.
grou
p
Saku Bisnis
Saku Bareng
dana talangan
Page 2
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Daftar Isi
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan .........................................................................................................................................1 - 3
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain...............................................................................................................................................4 - 5
Laporan Perubahan Ekuitas ......................................................................................................................................6 - 7
Laporan Arus Kas .....................................................................................................................................................8 - 9
Catatan Atas Laporan Keuangan ........................................................................................................................ 10 - 120
***************************
Page 3
Page 4
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024 Catatan 31 Desember 2023
ASET
Kas 8.117.846 2a,2b,2y,3 10.772.755
Giro pada Bank Indonesia 661.334.825 2a,2b,2e,2y,4 520.384.441
Giro pada bank lain 317.768.179 2a,2b,2c,2d, 147.094.655
Cadangan kerugian penurunan nilai (46.135) 2e,2y,5,33 (29.851)
317.722.044 147.064.804
Penempatan pada Bank Indonesia 2a,2b,2d,
dan bank lain 323.000.000 2f,6 444.935.142
Cadangan kerugian penurunan nilai - -
323.000.000 444.935.142
Efek-efek 4.973.168.516 2b,2c,2d, 4.376.935.088
Cadangan kerugian penurunan nilai (350.207) 2g,7,33 (618.954)
4.972.818.309 4.376.316.134
Efek yang dibeli dengan janji dijual
kembali - 2b,2h,8 245.055.656
Kredit yang diberikan 6.784.338.160 2b,2c,2d, 6.893.331.383
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.003.020.254) 2i,2y,9,33 (898.660.534)
5.781.317.906 5.994.670.849
Penyertaan saham 77.510 2b,2d,2l,10 77.510
Aset tetap dan Aset Hak Guna
Biaya perolehan 574.372.701 2m,2n,11 559.232.192
Akumulasi penyusutan (209.465.954) (173.942.479)
Nilai buku neto 364.906.747 385.289.713
Aset tak berwujud - neto 54.738.261 2m,2n,11 45.922.931
Aset pajak tangguhan 224.956.277 2z,20c 181.076.312
Agunan yang diambil alih 6.043.700 2n,2o,12 6.043.700
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.206.801) (1.206.801)
4.836.899 4.836.899
Biaya dibayar dimuka dan 2b,2n,2p,
aset lain-lain 107.477.370 2y,13 84.239.093
TOTAL ASET 12.821.303.994 12.440.642.239
1
Page 5
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024 Catatan 31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera 23.462.239 2b,2q,2y, 14 28.928.271
Simpanan nasabah 2b,2c,2r, 2y,33
Giro 609.747.335 15 841.130.862
Tabungan 1.354.293.227 16 1.395.617.430
Deposito berjangka 5.891.434.975 17 5.949.227.292
7.855.475.537 8.185.975.584
Simpanan dari bank lain 801.000.000 2b,2c,2r, 452.203.552
18,33
Efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 303.077.160 2b,2j,19 -
Utang pajak 8.374.689 2z,20a 6.277.805
Pinjaman yang diterima 13.880.209 2b,2c,2s, 21,33 14.635.666
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi 662.128 2c,2d,22,33 3.148.827
Liabilitas imbalan kerja 99.605.916 2c,2w, 23,33 88.742.241
Liabilitas lain-lain 259.099.406 2b,2t,2y,24 240.480.318
Total Liabilitas 9.364.637.284 9.020.392.264
2
Page 6
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024 Catatan 31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS (lanjutan)
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
Rp100 (Rupiah penuh)
per lembar saham
Modal dasar - 60.000.000.0000
lembar saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 24.740.494.294 lembar
saham pada tanggal 30 September
2024 dan 31 Desember 2023 2.474.049.429 1, 25 2.474.049.429
Tambahan modal disetor 3.735.116.314 25 3.735.116.314
Kerugian yang belum
direalisasi atas efek-efek yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - setelah pajak
tangguhan (6.009.634) 2g (9.627.551)
Cadangan kerugian penurunan nilai
atas efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 281.000 2d,2g,7 326.107
Pengukuran kembali program
imbalan pasti - setelah
pajak tangguhan (5.131.385) 2w,23 (4.091.103)
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya:
Cadangan khusus 116.559 25 116.559
Cadangan umum 32.254.317 25 32.254.317
Belum ditentukan penggunaannya (2.774.009.890) (2.807.894.097)
Total Ekuitas 3.456.666.710 3.420.249.975
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 12.821.303.994 12.440.642.239
3
Page 7
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal
30 September
2024 Catatan 2023
PENDAPATAN DAN BEBAN
OPERASIONAL
Pendapatan bunga 769.376.030 2u,26 661.780.262
Beban bunga (353.141.679) 2u,27 (302.539.541)
Pendapatan Bunga - neto 416.234.351 359.240.721
Pendapatan Operasional Lainnya
Provisi dan komisi lainnya 7.682.236 2v 8.565.489
Keuntungan dari penjualan
efek-efek - neto 17.497.454 2g,7g 33.115.428
Penerimaan kembali aset
keuangan yang telah
dihapusbukukan 349.228.625 2d 182.258.795
Keuntungan yang belum
direalisasi dari perubahan
nilai wajar efek-efek - neto 4.033.540 2g,7f 3.426.657
Keuntungan transaksi
mata uang asing - neto - -
Lain-lain 2.043.146 18.187.636
Total Pendapatan Operasional
Lainnya 380.485.001 245.554.005
Penyisihan Kerugian
Penurunan Nilai (319.643.413) 2d,2n,28 (14.305.048)
Beban Operasional Lainnya
Beban gaji dan tunjangan (259.227.882) 2c,2w,23 (228.302.130)
29,33
Beban umum dan administrasi (203.069.346) 2m,30 (219.523.993)
Kerugian transaksi (49.373) 2y (1.028.261)
mata uang asing - neto
Lain-lain (13.989.808) (1.223.757)
Total Beban Operasional Lainnya (476.336.409) (450.078.141)
LABA OPERASIONAL 739.530 140.411.537
(BEBAN) PENDAPATAN
(11.462.315) 489.789
NON-OPERASIONAL - NETO 31
(RUGI) LABA SEBELUM PAJAK (10.722.785) 140.901.326
MANFAAT (BEBAN) PAJAK 44.606.992 2z,20b (126.228.541)
LABA TAHUN BERJALAN 33.884.207 14.672.785
4
Page 8
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM (lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal
30 September
2024 Catatan 2023
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAINNYA
Akun yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali atas
program imbalan pasti (1.333.695) 2w, 23 2.321.840
Pajak penghasilan
terkait akun yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi 293.413 2z (510.805)
Akun yang akan
direklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi atas efek-efek yang
diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 4.638.355 2g (5.412.371)
Cadangan kerugian penurunan nilai
atas efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain (45.108) 2d,2g (220.161)
Pajak penghasilan terkait akun
yang akan direklasifikasi ke
laba rugi (1.020.438) 1.190.722
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN TAHUN
BERJALAN SETELAH PAJAK 2.532.527 (2.630.775)
TOTAL PENGHASILAN
KOMPREHENSIF TAHUN 36.416.734 12.042.010
BERJALAN
LABA TAHUN BERJALAN
PER SAHAM 2x,32
Dasar (dalam Rupiah penuh) 1,37 0,60
Dilusian (dalam Rupiah penuh) 1,37 0,60
5
Page 9
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keuntungan
(kerugian) yang
belum direalisasi
atas efek-efek Cadangan kerugian
yang diukur pada penurunan nilai
nilai wajar melalui atas efek-efek Saldo laba
Pengukuran
Modal penghasilan yang diukur pada kembali program
ditempatkan dan komprehensif lain - nilai wajar melalui imbalan pasti
Tambahan setelah Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan
disetor penghasilan setelah pajak
Catatan penuh modal disetor Opsi saham pajak tangguhan komprehensif lain tangguhan Cadangan khusus Cadangan umum Penggunaannya Ekuitas
Saldo pada tanggal 31 Desember 2022 2.474.010.781 3.734.973.042 57.862 (14.582.738) 609.258 (6.106.663) 116.559 32.254.317 (2.832.245.136) 3.389.087.282
Laba tahun berjalan - - - - - - - - 14.672.785 14.672.785
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya 2d,2g,2w - - - (4.221.648) (220.161) 1.811.035 - - 3.417.938 787.164
Total penghasilan komprehensif untuk
- - - (4.221.648) (220.161) 1.811.035 - - 18.090.723 15.459.949
tahun berjalan
Penerbitan saham 38.648 143.272 - - - - - - - 181.920
Opsi saham - - (57.862) - - - - - (3.417.938) (3.475.800)
Saldo pada tanggal 30 September 2.474.049.429 3.735.116.314 - (18.804.386) 389.097 (4.295.628) 116.559 32.254.317 (2.817.572.351) 3.401.253.351
2023
6
Page 10
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keuntungan
(kerugian) yang
belum direalisasi
atas efek-efek Cadangan kerugian
yang diukur pada penurunan nilai
nilai wajar melalui atas efek-efek Saldo laba
Pengukuran
Modal penghasilan yang diukur pada kembali program
ditempatkan komprehensif lain - nilai wajar melalui imbalan pasti
Tambahan setelah Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan
dan disetor penghasilan setelah pajak
Catatan penuh modal disetor Opsi saham pajak tangguhan komprehensif lain tangguhan Cadangan khusus Cadangan umum penggunaannya Ekuitas
Saldo pada tanggal 31 Desember 2023 2.474.049.429 3.735.116.314 - (9.627.551) 326.107 (4.091.103) 116.559 32.254.317 (2.807.894.097) 3.420.249.975
Laba tahun berjalan - - - - - - - - 33.884.207 33.884.207
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya 2d,2g,2w - - - 3.617.917 (45.107) (1.040.282) - - - 2.532.528
Total penghasilan komprehensif untuk
- - - 3.617.917 (45.107) (1.040.282) - - 33.884.207 36.416.735
tahun berjalan
Penerbitan saham - - - - - - - - - -
Opsi saham - - - - - - - - - -
Saldo pada tanggal 30 September 2.474.049.429 3.735.116.314 - (6.009.634) 281.000 (5.131.385) 116.559 32.254.317 (2.774.009.890) 3.456.666.710
2024
7
Page 11
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN ARUS KAS INTERIM
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal
30 September
2024 Catatan 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan bunga, provisi dan komisi 769.450.170 709.419.596
Pembayaran bunga, provisi dan komisi (355.455.081) (302.081.927)
Penerimaan kembali aset keuangan
yang telah dihapusbukukan 349.228.625 182.258.795
Pendapatan operasional lainnya 27.210.950 59.666.455
Beban operasional lainnya (331.924.863) (216.877.452)
(Beban) pendapatan lain - neto (12.047.686) 481.829
Arus kas sebelum perubahan dalam
aset dan liabilitas operasi 446.462.115 432.867.296
Perubahan dalam aset dan
liabilitas operasi:
Penurunan (kenaikan) dalam
aset operasi:
Kredit yang diberikan (98.285.552) 1.612.569.893
Efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi (603.036.723) (628.378.402)
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali 245.055.656 (289.398.176)
Aset lain-lain (23.388.974) (8.616.216)
Kenaikan (penurunan) dalam
liabilitas operasi:
Liabilitas segera (5.466.032) 6.338.087
Giro (231.383.527) (1.130.459.395)
Tabungan (41.324.203) (205.082.707)
Deposito Berjangka (57.792.317) (1.414.046.009)
Simpanan dari bank lain 348.796.448 346.364.591
Liabilitas lain-lain (46.020.210) (117.208.480)
Kas Neto Digunakan
untuk Aktivitas Operasi (66.383.319) (1.395.049.518)
8
Page 12
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN ARUS KAS INTERIM (lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2024
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal
30 September
2024 Catatan 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Penurunan efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain dan biaya
perolehan diamortisasi 15.475.191 488.210.739
Hasil penjualan aset tetap 61.797 11 762.036
Perolehan aset tetap (21.225.885) 11 (77.240.316)
Perolehan aset tak berwujud (18.142.266) 11 (10.418.225)
Penerimaan dividen 11.886 10 202.098
Kas Neto (Digunakan untuk)
Diperoleh dari Aktivitas (23.819.277) 401.516.332
Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan dari penerbitan saham - 38.648
Penambahan modal disetor - 143.272
Pembayaran pinjaman yang diterima (755.457) 21 (718.688)
Pembayaran pokok liabilitas sewa (25.085.250) -
Kenaikan efek-efek yang
dijual dengan janji dibeli kembali 303.077.160 17.105.815
Kas Neto Diperoleh dari
277.236.453 16.569.047
Aktivitas Pendanaan
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO
187.033.857 (976.964.139)
KAS DAN SETARA KAS
KAS DAN SETARA KAS
1.123.186.993 2.130.373.160
AWAL PERIODE
KAS DAN SETARA KAS
1.310.220.850 1.153.409.021
AKHIR PERIODE
Kas dan Setara Kas akhir periode
terdiri dari:
Kas 8.117.846 3 8.455.895
Giro pada Bank Indonesia 661.334.825 4 716.424.510
Giro pada bank lain 317.768.179 5 136.260.583
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank
lain - jangka waktu jatuh tempo
tiga bulan atau kurang
sejak tanggal perolehan 323.000.000 6 292.268.033
Total Kas dan Setara Kas 1.310.220.850 1.153.409.021
9
Page 13
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Bank
PT Bank Agroniaga Tbk ("Bank") didirikan dengan Akta No. 27 Notaris Raden Soekarsono, S.H., tanggal
27 September 1989. Anggaran Dasar Bank telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. C.2-10019.HT.01.01-TH.89 tanggal 28 Oktober 1989 serta diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 96, Tambahan No. 3303 tanggal 1 Desember 1989.
Bank memperoleh izin usaha sebagai bank umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
No. 1347/KMK.013/1989 tanggal 11 Desember 1989 dan Surat Keputusan Direktur Bank Indonesia
No. 22/1037/UPPS/ PSbD tanggal 26 Desember 1989.
Perubahan status Bank dari perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka berdasarkan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 1 tanggal 2 Desember 2002 di hadapan Notaris Siti Rayhana, S.H., dan telah
mendapatkan persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 24 Desember 2002, dengan
Surat Keputusan No. C-24779.HT.01.04.TH.2002, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 9, Tambahan No. 881 tanggal 31 Januari 2003.
Pada tanggal 8 Mei 2006, Bank mendapatkan izin sebagai bank devisa berdasarkan Surat Keputusan
Gubernur Bank Indonesia No. 8/41/KEP.GBI/2006.
Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Anggaran
Dasar Bank telah dilakukan penyesuaian. Penyesuaian tersebut dinyatakan dalam Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 41 tanggal 16 Juli 2008 yang dibuat di hadapan Rusnaldy, S.H., notaris di Jakarta.
Perubahan ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-46794.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 1 Agustus 2008 dan
telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 69, Tambahan No. 15961 tanggal
26 Agustus 2008.
Pada tahun 2012, PT Bank Agroniaga Tbk melakukan perubahan nama menjadi PT Bank Rakyat Indonesia
Agroniaga Tbk (“BRI Agro”) sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 30 tanggal 16 Mei 2012
yang dibuat dihadapan Notaris Rusnaldy, S.H., yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-30947.AH.01.02.Tahun 2012
tanggal 7 Juni 2012 dan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 14/72/KEP.GBI/2012 tanggal
10 Oktober 2012.
PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk melakukan perubahan nama menjadi PT Bank Raya Indonesia
Tbk (“Bank Raya”) sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 24 tanggal 27 September 2021
yang dibuat dihadapan Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn. yang yang telah diterima dan dicatat di dalam
Sistem Administrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
0052731.AH.01.02.Tahun 2021 tanggal 27 September 2021 dan telah disetujui oleh Otoritas Jasa
Keuangan dalam Salinan Keputusan Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan
No. KEP-65/PBI.1/2021 tanggal 1 November 2021 yang diterima Bank pada tanggal 5 November 2021
melalui surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-426/PB.12/2021.
Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 13 tanggal 8 Mei 2024 yang dibuat dihadapan M. Nova Faisal, S.H., M.Kn, notaris di
Jakarta. Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0090893.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 13 Mei 2024.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Bank adalah menjalankan kegiatan umum
di bidang perbankan.
10
Page 14
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Kantor pusat Bank berlokasi di Menara BRILiaN, Jl. Gatot Subroto No. 177A, Jakarta. Pada tanggal
30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Bank memiliki kantor-kantor sebagai berikut (tidak diaudit):
30 September 2024 31 Desember 2023
Kantor Pusat Non Operasional 1 1
Kantor Cabang 18 17
Kantor Cabang Pembantu 5 6
Kantor Kas 2 2
E-Buzz 1 1
Entitas induk Bank adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk. dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas.
b. Penawaran Umum Saham Bank
Pada tanggal 21 Mei 2003, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Perusahaan Publik kepada
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ("Bapepam-LK") di Jakarta. Berdasarkan
Surat Ketua Bapepam-LK No. S-1565/PM/2003 tanggal 30 Juni 2003, Bank dinyatakan efektif menjadi
perusahaan publik.
Selanjutnya Bank mencatatkan saham perdananya sebanyak 1.529.336.690 lembar saham dengan
nominal Rp100 (Rupiah penuh) per lembar saham di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Surabaya)
pada tanggal 8 Agustus 2003, berdasarkan Surat Persetujuan Pencatatan Awal Saham Bank No. JKT-
007/LIST/BES/VIII/2003 tanggal 7 Agustus 2003.
c. Penawaran Umum Terbatas Saham Bank
Pada tanggal 9 Oktober 2003, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
I kepada Ketua Bapepam-LK dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak
305.867.338 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) setiap lembar saham.
Pada tanggal 7 November 2003, Ketua Bapepam-LK melalui Surat No. S-2718/PM/2003, menyetujui
pernyataan pendaftaran tersebut. Dari Penawaran Umum Terbatas I, Bank dapat meningkatkan jumlah
modal saham sebesar Rp30.586.734.
Pada tanggal 14 Maret 2005, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
II kepada Ketua Bapepam-LK dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak
513.857.128 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) setiap lembar saham.
Pada tanggal 12 April 2005, Ketua Bapepam-LK melalui Surat No. S-757/PM/2005 menyetujui pernyataan
pendaftaran tersebut. Dari penawaran umum terbatas II, Bank dapat meningkatkan jumlah modal saham
sebesar Rp51.385.713. Pada tanggal 24 Maret 2009, Bank meningkatkan modal disetornya sebanyak
64.000.000 saham melalui penambahan modal tanpa penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Peningkatan modal tersebut dilakukan oleh Dana Pensiun Perkebunan, pemegang saham pengendali
Bank.
Pada tanggal 28 September 2009, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum
Terbatas III kepada Ketua Bapepam-LK dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
sebanyak 1.040.632.622 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) setiap
lembar saham. Pada tanggal 9 November 2009, Ketua Bapepam-LK melalui Surat No. S-9827/BL/2009
menyetujui Pernyataan Penawaran Umum Terbatas III tersebut. Dari penawaran umum terbatas ini Bank
telah meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 1.005.144.172 lembar saham. Pada Penawaran
Umum Terbatas III tersebut, Bank juga menerbitkan waran sejumlah 502.572.084 lembar yang dapat
dikonversi menjadi saham Bank dengan nilai nominal Rp100 per lembar (Rupiah penuh). Sampai dengan
tanggal 25 Mei 2011 (akhir dari konversi waran), jumlah waran yang telah dikonversi menjadi saham
sejumlah 199.890.250 lembar, sehingga meningkatkan modal saham Bank sebesar Rp19.989.025.
Pada tanggal 10 Mei 2013, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas IV
kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih
11
Page 15
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Dahulu sebanyak 3.846.035.599 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh)
setiap lembar saham. Pada tanggal 26 Juni 2013, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan melalui
Surat No. S-186/D.04/2013, menyetujui Pernyataan Penawaran Umum Terbatas IV tersebut. Dari
penawaran umum terbatas ini Bank telah meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 3.832.685.599
lembar saham.
Pada tanggal 11 Mei 2015, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas V
kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu sebanyak 5.588.080.286 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh)
setiap lembar saham. Pada tanggal 17 Juni 2015, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan melalui
Surat No. S-259/D.04/2015, menyatakan efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
V tersebut. Dari penawaran umum terbatas ini Bank telah meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak
4.028.934.521 lembar saham.
Pada tanggal 17 Oktober 2016, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
VI kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka Penambahan Modal Dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 3.845.996.122 saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham dan menerbitkan Waran Seri II sebanyak 616.908.103
lembar. Pada tanggal 25 November 2016, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan melalui Surat No.
S-695/D.04/2016 memberitahu mengenai Efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
VI, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 3.845.996.122 lembar saham.
Waran Seri II dapat dikonversi menjadi saham Bank dengan nilai Rp130 per lembar (Rupiah penuh) dengan
periode pelaksanaan dari 9 Juni 2017 sampai dengan 11 Juni 2018. Sampai dengan tanggal 11 Juni 2018
(akhir dari konversi waran), jumlah waran yang telah dikonversi menjadi saham sejumlah 612.937.654
lembar, sehingga meningkatkan modal saham Bank sebesar Rp61.293.765.
Pada tanggal 2 Mei 2017, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas VII
kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka Penambahan Modal Dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 2.515.555.707 saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Pada tanggal 12 Juni 2017, Dewan Komisioner Otoritas
Jasa Keuangan melalui Surat No. S-293/D.04/2017, memberitahu mengenai efektifnya Pernyataan
Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas VII, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak
2.515.555.707 lembar saham.
Pada tanggal 16 Juli 2018, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas VIII
kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka Penambahan Modal Dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 5.001.089.604 saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Pada tanggal 30 Agustus 2018, Dewan Komisioner OJK
melalui Surat No. S-113/D.04/2018 memberitahu mengenai efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran
Umum Terbatas VIII, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 2.889.085.049 lembar
saham.
Pada tanggal 30 September 2021, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum
Terbatas IX kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka Penambahan Modal
Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 1.054.545.185 saham
biasa dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Pada tanggal 18 November 2021, Dewan
Komisioner OJK melalui Surat No. S-207/D.04/2021 menyatakan mengenai efektifnya Pernyataan
Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas IX, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak
1.054.545.185 lembar saham (Catatan 25).
Pada tanggal 5 Oktober 2022, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
X kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka Penambahan Modal Dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 2.320.000.000 saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Pada tanggal 30 November 2022, Dewan Komisioner OJK
melalui Surat No. S-250/D.04/2022 menyatakan mengenai efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran
Umum Terbatas X, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 1.993.201.832 lembar
saham (Catatan 25).
12
Page 16
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
d. Akuisisi Bank
Pada tanggal 19 Agustus 2010, Dana Pensiun Perkebunan selaku pemegang 95,96% saham Bank dan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli
(PPJB) Saham untuk mengakuisisi saham Bank dengan total nominal sebesar Rp330.296.054 untuk
3.030.239.023 lembar saham dengan harga Rp109 (Rupiah penuh) per lembar.
Komposisi kepemilikan saham Bank setelah akuisisi dan setelah dilakukan penjualan saham kembali
kepada publik oleh BRI adalah 76% dimiliki oleh BRI, 14% Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) dan
10% publik.
Akuisisi ini diselesaikan pada tanggal 3 Maret 2011, berdasarkan Akta Akuisisi No. 14 Notaris Fathiah
Helmi, S.H., dimana BRI memiliki 88,65% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam
Bank, sebagaimana dimuat dalam Akta No. 68 tanggal 29 Desember 2009, Notaris Rusnaldy, S.H. Hal
tersebut di atas telah mempertimbangkan efek dari Waran Seri I yang dapat dieksekusi sampai dengan
tanggal 25 Mei 2011.
Untuk memenuhi Peraturan Bapepam-LK No. IX.H.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-
259/BL/2008, tanggal 30 Juni 2008, tentang “Pengambilalihan Perusahaan Terbuka”, BRI sebagai
pengendali baru Bank diwajibkan untuk melaksanakan Penawaran Tender terhadap saham Bank yang
dimiliki pemegang saham publik. Pernyataan Penawaran Tender telah dinyatakan efektif pada tanggal
4 Mei 2011 berdasarkan Surat Ketua Bapepam-LK No. S-4985/BL/2011 dan telah diumumkan pada 2 (dua)
surat kabar harian nasional pada tanggal 5 Mei 2011.
Masa Penawaran Tender dimulai pada tanggal 5 Mei 2011 dan berakhir pada tanggal 24 Mei 2011. Pada
tanggal penutupan masa Penawaran Tender, terdapat 113.326.500 lembar saham (3,15% dari seluruh
saham Bank) yang dibeli oleh BRI dari publik. Harga Penawaran Tender yang digunakan adalah sebesar
Rp182 (Rupiah penuh) per lembar.
Pada tanggal 1 Juli 2011, BRI melakukan penjualan saham kepada Dapenbun sejumlah 256.375.502
lembar atas eksekusi opsi beli Dapenbun dengan harga Rp109 (Rupiah penuh) per lembar.
Sesuai dengan peraturan Bapepam-LK No. IX.H.1, jangka waktu pengembalian penawaran tender adalah
selama 2 (dua) tahun, namun khusus untuk Bank, BRI wajib memenuhi minimal kepemilikan saham publik
sebesar 10%, paling lambat pada tanggal 24 Mei 2013. Hal ini untuk memenuhi Surat Bursa Efek Indonesia
No. S-06472/BEI.PPJ/09-2011 tanggal 23 September 2011 mengenai perpanjangan batas waktu
peningkatan kepemilikan saham publik.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2011, saham Bank yang berhasil dijual ke publik sebesar 500.000
lembar saham, sehingga kepemilikan saham BRI di Bank pada tanggal 31 Desember 2011 menjadi 79,78%
dan Dapenbun 14%.
Selama tahun 2012 dan sampai dengan tanggal 24 Mei 2013 tidak terdapat penjualan saham, sehingga
kepemilikan saham publik untuk memenuhi Surat Bursa Efek Indonesia No. S-06472/BEI.PPJ/09-2011
tanggal 23 September 2011 sebesar 10% pada tanggal 24 Mei 2013, tidak dapat dipenuhi BRI karena tidak
aktifnya harga saham Bank di pasar modal.
13
Page 17
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
e. Struktur dan Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank pada tanggal 30 September 2024 ditetapkan berdasarkan
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank tanggal 21 Agustus 2024 sesuai Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No. 20 tanggal 27 Agustus 2024, Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn. di
Jakarta, yang telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. AHU-0180903.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 28 Agustus 2024, adalah
sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Dewan Komisaris
Komisaris Utama M. Sidik Heruwibowo M. Sidik Heruwibowo
Komisaris Independen Retno W. Wijayanti Retno W. Wijayanti
Komisaris Independen Johanes Kuntjoro Johanes Kuntjoro
Adisardjono Adisardjono
Komisaris Independen - Eko Budi Supriyanto
Komisaris Nyimas Dewi Ratih Achmad F.C. Barir
Kamil*
30 September 2024 31 Desember 2023
Direksi
Direktur Utama Ida Bagus K. Subagia Ida Bagus K. Subagia
Direktur Keuangan Rustarti Suri Pertiwi Rustarti Suri Pertiwi
Direktur Manajemen Risiko, Danar Widyantoro Danar Widyantoro
Kepatuhan dan Sumber Daya
Manusia
Direktur Digital dan Operasional Lukman Hakim** Bhimo Wikan Hantoro
Direktur Bisnis Kicky Andrie Davetra** Dedy Hendrianto
* Efektif setelah mendapat persetujuan OJK
**Efektif pada tanggal 15 Agustus 2024
Susunan Komite Audit Bank pada tanggal 30 September 2024 yang ditetapkan berdasarkan Surat
Keputusan Direksi No. Kpts.R.147/Dir.01.02/HCP/05/2024 tanggal 30 Mei 2024, adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Ketua Johanes Kuntjoro Eko Budi Supriyanto
Adisardjono
Anggota Ari Setyo Wibowo Ari Setyo Wibowo
Anggota Sus Kiranawati M. Sidik Heruwibowo
Handayani
Anggota - Antonius Suryanta
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Sekretaris Perusahaan Bank adalah Ajeng Putri
Hapsari sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Bank No. R.109/Dir.01.03/HCP/TML/03/2022 tanggal
14 Maret 2022.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Kepala Satuan Kerja Audit Internal Bank adalah
Muhammad Fauzi berdasarkan PKWT No. 2709/PKWT-HCP/03/2023 tanggal 1 Maret 2023.
Berdasarkan kebijakan Bank, manajemen kunci Bank mencakup anggota dewan komisaris, direksi, komite
audit, komite remunerasi, kepala divisi, dan kepala bagian langsung di bawah direksi.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Bank memiliki karyawan tetap dan karyawan
tidak tetap sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Tetap 732 660
Tidak Tetap 150 226
Total 882 886
14
Page 18
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan pada tanggal 30 September 2024 dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal 30 September 2024 disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia,
yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan interpretasi yang dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) dan peraturan Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. VIII.G.7 lampiran keputusan Ketua Bapepam-LK No.
KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
Perusahaan Publik”.
a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 201:
“Penyajian Laporan Keuangan. Laporan keuangan disusun berdasarkan nilai historis kecuali untuk
beberapa akun yang dinilai menggunakan dasar pengukuran lain sebagaimana dijelaskan pada kebijakan
akuntansi dari akun tersebut. Laporan keuangan disusun dengan dasar akrual, kecuali laporan arus kas.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas
dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Untuk keperluan laporan arus kas, yang termasuk kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank
Indonesia dan giro pada bank lain dan penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yang jatuh tempo
dalam waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal perolehan, sepanjang tidak digunakan sebagai jaminan atas
pinjaman yang diterima serta tidak dibatasi penggunaannya.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam laporan keuangan adalah mata uang Rupiah (Rp) yang juga
merupakan mata uang fungsional Bank. Angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan, kecuali bila
dinyatakan secara khusus, adalah dibulatkan dalam ribuan Rupiah.
b. Aset keuangan dan liabilitas keuangan
Aset keuangan terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain, efek-efek, efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, tagihan akseptasi,
kredit yang diberikan, penyertaan saham dan aset lain-lain (piutang bunga dan piutang lain-lain).
Liabilitas keuangan terdiri dari liabilitas segera, simpanan nasabah, simpanan dari bank lain, efek-efek yang
dijual dengan janji dibeli kembali, liabilitas akseptasi, pinjaman yang diterima dan liabilitas lain-lain (bunga
yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas sewa).
(i) Klasifikasi
Untuk menentukan kategori dan klasifikasi, Bank menilai seluruh aset keuangan, kecuali instrumen
ekuitas dan derivatif, berdasarkan kombinasi dari model bisnis pengelolaan aset dan karakteristik arus
kas kontraktual instrumen terkait. Berikut klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal:
• Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
• Aset keuangan, dalam hal ini instrumen utang, yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, dengan keuntungan/kerugian diakui pada laba rugi pada saat
pelepasan.
• Aset keuangan, dalam hal ini Instrumen ekuitas, yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain dengan keuntungan/kerugian tidak diakui pada laba rugi pada
saat pelepasan; atau
• Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Bank mengklasifikasi dan mengukur instrumen derivatif dan portofolio trading pada aset keuangan
yang diakui pada nilai wajar melalui laba rugi. Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
jika memenuhi kondisi sebagai berikut:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam
rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
15
Page 19
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
atas arus kas yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika memenuhi kondisi
sebagai berikut:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk mendapatkan arus kas
kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
atas arus kas yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk diklasifikasikan sebagai diukur pada
biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, diklasifikasikan
sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Saat pengakuan awal, Bank dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan untuk mengukur
aset yang memenuhi persyaratan untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain pada nilai wajar melalui laba rugi, apabila penetapan tersebut
mengeliminasi atau secara signifikan mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan (kadang
disebut sebagai “accounting mismatch”).
Pada saat pengakuan awal, Bank dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk menyajikan
instrumen ekuitas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
Penilaian model bisnis
Model bisnis ditentukan pada level yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola
bersama-sama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu.
Penilaian model bisnis dilakukan dengan mempertimbangkan, tetapi tidak terbatas pada, hal-hal
berikut:
• Bagaimana kinerja dari model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
dievaluasi dan dilaporkan kepada personil manajemen kunci Bank;
• Apakah risiko yang memengaruhi kinerja dari model bisnis (termasuk aset keuangan yang dimiliki
dalammodel bisnis) dan khususnya bagaimana cara aset keuangan tersebut dikelola; dan
• Bagaimana penilaian kinerja pengelola aset keuangan (sebagai contoh, apakah penilaian
kinerja berdasarkan nilai wajar dari aset yang dikelola atau arus kas kontraktual yang
diperoleh).
Aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan dan penilaian kinerja berdasarkan nilai wajar diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi.
Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga
Untuk tujuan penilaian ini, pokok didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada saat
pengakuan awal. Bunga didefinisikan sebagai imbalan untuk nilai waktu atas uang dan risiko kredit terkait
jumlah pokok terutang pada periode waktu tertentu dan juga risiko dan biaya peminjaman standar, dan
juga marjin laba.
Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga
dilakukan dengan mempertimbangkan persyaratan kontraktual, termasuk apakah aset keuangan
mengandung persyaratan kontraktual yang dapat merubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual.
Dalam melakukan penilaian, Bank mempertimbangkan:
• Peristiwa Kontinjensi yang akan mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual;
• Fitur leverage;
• Persyaratan pembayaran dimuka dan perpanjangan kontraktual;
• Persyaratan mengenai klaim yang terbatas atas arus kas yang berasal dari aset spesifik; dan
• Fitur yang dapat merubah nilai waktu dari elemen uang
16
Page 20
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Bank mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori:
• Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
• Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Liabilias keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari dua sub-kategori, yaitu
liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang pada saat
pengakuan awal telah ditetapkan oleh Bank untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual
atau dibeli kembali dalam waktu dekat atau jika merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan
tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek
yang terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai liabilitas diperdagangkan kecuali ditetapkan dan efektif
sebagai instrumen lindung nilai.
Bank mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan setelah pengakuan awal diukur pada biaya
perolehan diamortisasi, kecuali:
• Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
• Liabilitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan tidak memenuhi syarat
penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan;
• Kontrak jaminan keuangan;
• Komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga di bawah pasar; atau
• Imbalan kontinjensi yang diakui oleh pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis
(ii) Pengakuan awal
• Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun
waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan dan kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian
secara reguler) diakui pada tanggal penyelesaian.
• Aset keuangan dan liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajarnya. Dalam hal
aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai
wajar tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada
klasifikasinya.
Biaya transaksi hanya meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan
suatu aset keuangan atau penerbitan suatu liabilitas keuangan dan merupakan biaya tambahan yang
tidak akan terjadi apabila instrumen keuangan tersebut tidak diperoleh atau diterbitkan.
Untuk aset keuangan, biaya transaksi ditambahkan pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan
aset, sedangkan untuk liabilitas keuangan, biaya transaksi dikurangkan dari jumlah utang yang diakui
pada pengakuan awal liabilitas.
Biaya transaksi tersebut diamortisasi selama umur instrumen berdasarkan metode suku bunga efektif
dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga untuk biaya transaksi sehubungan dengan aset
keuangan atau sebagai bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi sehubungan dengan liabilitas
keuangan.
Bank pada pengakuan awal dapat menetapkan aset keuangan tertentu sebagai nilai wajar melalui laba
rugi (opsi nilai wajar). Opsi nilai wajar dapat digunakan hanya bila memenuhi ketetapan sebagai berikut:
• Penetapan sebagai opsi nilai wajar mengurangi atau mengeliminasi inkonsistensi pengukuran
dan pengakuan (accounting mismatch) yang dapat timbul; atau
• Aset keuangan merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang risikonya
dikelola dan dilaporkan kepada manajemen kunci berdasarkan nilai wajar; atau
• Aset keuangan terdiri dari kontrak utama dan derivatif melekat yang harus dipisahkan.
Opsi nilai wajar digunakan untuk kredit yang diberikan dan piutang tertentu yang dilindung nilai
menggunakan credit derivatives atau swap suku bunga, namun tidak memenuhi kriteria untuk
akuntansi lindung nilai. Jika tidak, kredit yang diberikan akan dicatat menggunakan biaya diamortisasi
dan derivatif akan diukur menggunakan nilai wajar melalui laba rugi. Saat ini Bank tidak menerapkan
akuntansi lindung nilai. Opsi nilai wajar juga digunakan untuk dana investasi yang merupakan bagian
17
Page 21
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
dari portofolio yang dikelola dengan basis nilai wajar. Opsi nilai wajar juga digunakan untuk structured
investment termasuk derivatif melekat.
(iii) Pengukuran setelah pengakuan awal
Aset keuangan dalam kelompok yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
diukur pada nilai wajarnya dan perubahan atas nilai wajar tersebut dicatat pada penghasilan
komprehensif lain. Aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi diukur pada nilai wajarnya dan perubahan diakui pada laba rugi. Aset keuangan dan liabilitas
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
(iv) Penghentian pengakuan
a. Aset keuangan dihentikan pengakuannya jika:
• Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
• Bank mentransfer haknya untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau
menanggung liabilitas untuk membayarkan arus kas yang diterima tersebut secara penuh
tanpa penundaan berarti kepada pihak ketiga di bawah kesepakatan pelepasan (pass-
through arrangement), dan antara (a) Bank telah mentransfer secara substansial seluruh
risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Bank tidak mentransfer maupun tidak memiliki secara
substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, tetapi telah mentransfer kendali atas aset.
Ketika Bank telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah memasuki pass-
through arrangement dan tidak mentransfer serta tidak mempertahankan secara substansial
seluruh risiko dan manfaat atas aset atau tidak mentransfer kendali atas aset, aset tersebut diakui
sebesar keterlibatan Bank yang berkelanjutan atas aset tersebut.
Bank melepaskan aset keuangan, seperti kredit yang diberikan, ketika syarat dan kondisi telah
direnegosiasi hingga secara substansial, kredit yang diberikan tersebut menjadi baru, dengan
perbedaan akan dicatat sebagai keuntungan atau kerugian dari pelepasan, jika kerugian
penurunan nilai belum dicatat.
Kredit yang diberikan tersebut akan dilkasifikasikan sebagai Stage 1 untuk penilaian Expected
Credit Losses (ECL), kecuali kredit yang diberikan tersebut dianggap aset keuangan yang dibeli
atau yang berasal dari aset keuangan memburuk (Purchased or Originated Credit-Impaired
Financial Assets - POCI).
Jika modifikasi tidak akan menghasilkan arus kas yang secara substansi berbeda, maka
modifikasi tidak akan berujung pada pelepasan aset. Berdasarkan perbedaan arus kas yang
didiskonto pada Effective Interest Rate (EIR) awal, Bank akan mencatat keuntungan atau
kerugian akibat modifikasi, sampai dengan jumlah kerugian penurunan nilai yang belum diakui.
Penghapusbukuan kredit yang diberikan dilakukan ketika tidak terdapat lagi prospek yang realistis
mengenai pengembalian pinjaman atau hubungan normal antara Bank dan debitur telah berakhir.
Kredit yang tidak dapat dilunasi tersebut dihapusbukukan dengan mendebit cadangan kerugian
penurunan nilai.
Pada saat aset keuangan dihentikan pengakuannya atau terjadi penurunan nilai, maka
keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus direklasifikasi
ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Akumulasi keuntungan/kerugian yang diakui pada penghasilan komprehensif lain terkait pilihan
Bank untuk menyajikan instrumen ekuitas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain, tidak diakui dalam laba rugi pada saat penghentian
pengakuan.
18
Page 22
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, yaitu
ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Jika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan yang lain oleh pemberi pinjaman yang
sama pada keadaan yang secara substansial berbeda, atau berdasarkan suatu liabilitas yang ada
yang secara substansial telah diubah, maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan
sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru dan perbedaan nilai
tercatat masing-masing diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
(v) Pengakuan pendapatan dan beban
a. Pendapatan dan beban bunga, untuk aset yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain serta aset keuangan dan liabilitas keuangan yang dicatat berdasarkan biaya
perolehan diamortisasi, diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan
menggunakan suku bunga efektif.
b. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan dan liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
c. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dan lainnya atas aset keuangan
yang diklasifikasikan dalam kelompok nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain diakui
secara langsung dalam ekuitas, kecuali keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai tukar
dari item moneter, dihentikan pengakuannya atau adanya penurunan nilai dari aset keuangan
tersebut.
Jumlah tercatat bruto aset keuangan adalah biaya perolehan diamortisasi aset keuangan sebelum
disesuaikan dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Dalam menghitung pendapatan dan beban bunga, tingkat bunga efektif diterapkan pada jumlah tercatat
bruto aset (ketika aset tersebut bukan aset keuangan memburuk) atau terhadap biaya perolehan
diamortisasi dari liabilitas.
Untuk aset keuangan yang memburuk setelah pengakuan awal, pendapatan bunga dihitung dengan
menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan tersebut.
Jika aset tersebut tidak lagi memburuk, maka perhitungan pendapatan bunga akan dihitung dengan
menerapkan tingkat bunga efektif terhadap nilai tercatat bruto dari aset keuangan tersebut.
Untuk aset keuangan yang telah memburuk pada saat pengakuan awal, pendapatan bunga dihitung
dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan
tersebut.
Jika aset tersebut tidak lagi memburuk, maka perhitungan pendapatan bunga akan tetap dihitung
dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan
tersebut.
(vi) Reklasifikasi aset keuangan
Bank mereklasifikasi aset keuangan jika dan hanya jika, model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan
berubah. Tidak terdapat reklasifikasi untuk liabilitas keuangan.
(vii) Saling hapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan dilakukan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika Bank memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya maksud untuk
menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
simultan.
19
Page 23
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Hal yang berkekuatan hukum harus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan harus dapat
dipaksakan di dalam situasi bisnis yang normal, peristiwa kegagalan atau kebangkrutan dari entitas
atas seluruh pihak lawan.
Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah neto hanya jika diperkenankan oleh Standar Akuntansi
Keuangan.
(viii) Pengukuran biaya diamortisasi
Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset keuangan
atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok pinjaman,
ditambah atau dikurangi amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung
dari selisih antara nilai pengakuan awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi penurunan nilai.
(ix) Pengukuran nilai wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas terjadi:
• Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau
• Jika tidak terdapat pasar utama, dipasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Nilai wajar suatu aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar
ketika menentukan harga aset dan liabilitas tersebut dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak
dalam kepentingan ekonomik terbaiknya.
Bank menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai
tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang
relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dapat
dikategorikan pada level hierarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input terendah yang signifikan atas
pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
• Level 1: harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran.
• Level 2: input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi
untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
• Level 3: input yang tidak dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Bank menentukan
apakah terjadi transfer antara level di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori berdasarkan
input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar setiap akhir periode pelaporan.
Bank untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan
sifat, karakteristik, risiko aset dan liabilitas, dan level hierarki nilai wajar (Catatan 35).
20
Page 24
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(x) Aset keuangan sukuk
Berdasarkan PSAK No. 410, Bank menentukan klasifikasi investasi pada sukuk sebagai berikut:
a. Diukur pada biaya perolehan
• Investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk
memperoleh arus kas kontraktual dan terdapat persyaratan kontraktual dalam
menentukan tanggal tertentu atas pembayaran pokok dan atau hasilnya.
• Biaya perolehan sukuk termasuk biaya transaksi.
• Selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama
jangka waktu sukuk dan diakui dalam laba rugi.
b. Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
• Investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk
memperoleh arus kas kontraktual dan melakukan penjualan sukuk, terdapat persyaratan
kontraktual dalam menentukan tanggal tertentu atas pembayaran pokok dan atau
hasilnya.
• Biaya perolehan sukuk termasuk biaya transaksi.
• Selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama
jangka waktu sukuk dan diakui dalam laba rugi.
• Keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan
komprehensif lain setelah memperhitungkan saldo selisih biaya perolehan dan nilai
nominal yang belum diamortisasi dan saldo akumulasi keuntungan dan kerugian nilai wajar
yang telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain sebelumnya. Ketika investasi
sukuk dihentikan pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya
diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi.
c. Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
• Biaya perolehan sukuk tidak termasuk biaya transaksi.
• Selisih antara nilai wajar dan jumlah tercatat diakui dalam laba rugi.
c. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Bank melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi seperti yang didefinisikan dalam PSAK No. 224
tentang “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Suatu pihak dianggap pihak berelasi dengan Bank jika:
(1) Langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak
(i) mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan
Bank;
(ii) memiliki kepentingan dalam Bank yang memberikan pengaruh signifikan atas Bank; atau
(iii) memiliki pengendalian bersama atas Bank;
(2) Suatu pihak yang berada dalam kelompok usaha yang sama dengan Bank;
(3) Suatu pihak adalah ventura Bersama di mana Bank sebagai venturer;
(4) Suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Bank;
(5) Suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (1) atau (4);
(6) Suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh
atau untuk pihak yang memiliki hak suara signifikan pada beberapa entitas, langsung maupun tidak
langsung, yaitu individu seperti diuraikan dalam butir (4) atau (5);
(7) Suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Bank atau entitas
yang terkait dengan Bank.
Transaksi dengan pihak berelasi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak,
diaman persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi yang dilakukan dengan pihak ketiga.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan yang relevan dan rinciannya telah disajikan dalam Catatan 33 atas laporan keuangan.
21
Page 25
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
d. Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan
Bank mengakui penyisihan kerugian kredit ekskpektasian pada instrumen keuangan yang tidak diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi. Tidak ada penyisihan kerugian kredit ekskpektasian pada investasi instrumen
ekuitas.
Bank mengukur cadangan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian seumur hidup, kecuali untuk hal
berikut, diukur sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 (dua belas) bulan:
• Instrumen utang yang memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan; dan
• Instrumen keuangan lainnya yang risiko kreditnya tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan
awal.
Bank menganggap instrumen utang memiliki risiko kredit yang rendah ketika peringkat risiko kreditnya
setara dengan definisi investment grade yang dipahami secara global.
Kerugian kredit ekspektasian 12 (dua belas) bulan adalah bagian dari kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya yang merepresentasikan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari peristiwa gagal
bayar instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan.
Kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan dicatat pada
akun penyisihan kerugian penurunan nilai sebagai pengurang terhadap aset keuangan yang dicatat pada
biaya perolehan diamortisasi. Jika pada suatu periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai
berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara objektif pada peristiwa yang terjadi setelah
penurunan nilai diakui (seperti meningkatnya peringkat kredit debitur atau penerbit), maka kerugian
penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan, dengan menyesuaikan akun cadangan. Jumlah
pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada periode
berjalan.
Kerugian kredit ekspektasian untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar tidak mengurangi nilai
tercatat di dalam aset keuangan di laporan posisi keuangan, yaitu nilai wajar. Kerugian kredit ekspektasian
diakui sebagai penambah dari penghasilan komprehensif lainnya di dalam laporan posisi keuangan.
Penerimaan kembali atas aset keuangan yang telah dihapusbukukan pada tahun berjalan dikreditkan
dengan menyesuaikan akun cadangan kerugian penurunan nilai. Penerimaan kembali atas aset keuangan
yang telah dihapusbukukan pada tahun-tahun sebelumnya dicatat sebagai pendapatan operasional selain
bunga.
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian
Kerugian kredit ekspektasian adalah estimasi probabilitas tertimbang dari kerugian kredit yang diukur
sebagai berikut:
• Aset keuangan yang tidak memburuk pada tanggal pelaporan, kerugian kredit ekspektasian diukur
sebesar selisih antara nilai kini dari seluruh kekurangan kas (yaitu selisih antara arus kas yang terutang
kepada Bank sesuai dengan kontrak dan arus kas yang diperkirakan akan diterima oleh Bank);
• Aset keuangan yang memburuk pada tanggal pelaporan, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar
selisih antara jumlah tercatat bruto dan nilai kini arus kas masa depan yang diestimasi;
• Komitmen pinjaman yang belum ditarik, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar selisih antara nilai
kini jumlah arus kas jika komitmen ditarik dan arus kas yang diperkirakan akan diterima oleh Bank;
dan
• Kontrak jaminan keuangan, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar selisih antara pembayaran
yang diperkirakan untuk mengganti pemegang atas kerugian kredit yang terjadi dikurangi jumlah yang
diperkirakan dapat dipulihkan.
Aset keuangan yang direstrukturisasi
Jika ketentuan aset keuangan dinegosiasikan ulang atau dimodifikasi atau aset keuangan yang ada diganti
dengan yang baru karena kesulitan keuangan peminjam, maka dilakukan penilaian apakah aset keuangan
yang ada harus dihentikan pengakuannya dan kerugian kredit ekspektasian diukur sebagai berikut:
22
Page 26
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
• Jika restrukturisasi tidak mengakibatkan penghentian pengakuan aset yang ada, maka arus kas yang
diperkirakan yang timbul dari aset keuangan yang dimodifikasi dimasukkan dalam perhitungan
kekurangan kas dari aset yang ada.
• Jika restrukturisasi akan menghasilkan penghentian pengakuan aset yang ada, maka nilai wajar aset
baru diperlakukan sebagai arus kas akhir dari aset keuangan yang ada pada saat penghentian
pengakuannya. Jumlah ini dimasukkan dalam perhitungan kekurangan kas dari aset keuangan yang
ada yang didiskontokan dari tanggal penghentian pengakuan ke tanggal pelaporan menggunakan suku
bunga efektif awal dari aset keuangan yang ada.
Aset keuangan yang memburuk
Pada setiap tanggal pelaporan, Bank menilai apakah aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi dan aset keuangan instrumen utang yang dicatat pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain mengalami penurunan nilai kredit (memburuk). Aset keuangan memburuk ketika satu atau
lebih peristiwa yang memiliki dampak merugikan atas estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan
telah terjadi.
Bukti bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit (memburuk) termasuk data yang dapat
diobservasi mengenai peristiwa berikut ini:
(1) Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam;
(2) Pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal bayar atau peristiwa tunggakan;
(3) Pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau kontraktual sehubungan dengan kesulitan
keuangan yang dialami pihak peminjam, telah memberikan konsesi pada pihak peminjam yang tidak
mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;
(4) Terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
keuangan lainnya;
(5) Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan;
(6) Pembelian atau penerbitan aset keuangan dengan diskon sangat besar yang mencerminkan kerugian
kredit yang terjadi; atau
(7) Sulit untuk mengidentifikasi peristiwa diskrit tunggal, namun demikian, dampak kombinasi dari beberapa
peristiwa dapat menyebabkan aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit.
Aset keuangan yang dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk (purchased or originated
credit-impaired financial assets/POCI)
Aset keuangan dikategorikan sebagai POCI apabila terdapat bukti objektif penurunan nilai pada saat
pengakuan awal. Pada saat pengakuan awal, tidak ada penyisihan kerugian kredit yang diakui karena
harga pembelian atau nilainya telah termasuk estimasi kerugian kredit sepanjang umurnya. Selanjutnya,
perubahan kerugian kredit sepanjang umurnya, apakah positif atau negatif, diakui dalam laporan laba rugi
sebagai bagian dari penyisihan kerugian kredit.
Berdasarkan proses di atas, Bank melakukan pembagian aset keuangan atas Stage 1, Stage 2, Stage 3
dan POCI, sebagai berikut:
• Stage 1: mencakup instrumen keuangan yang tidak memiliki peningkatan risiko kredit secara signifikan
sejak pengakuan awal atau memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan. Untuk instrumen-
instrumen keuangan ini, akan berlaku perhitungan ECL 12 bulan. Aset keuangan di dalam stage 1
termasuk fasiltas dimana risiko kredit telah membaik dan aset keuangan dapat direklasifikasi dari stage
2.
• Stage 2: mencakup instrumen keuangan yang mengalami peningkatan risiko kredit sejak pengakuan
awal (kecuali Bank merasa risiko kredit tergolong rendah pada tanggal pelaporan) namun belum
terbukti adanya bukti penurunan nilai secara objektif. Untuk instrumen-instrumen ini, akan berlaku
perhitungan ECL seumur hidup. ECL seumur hidup adalah kerugian kredit ekspektasian yang
diharapkan dari semua kejadian gagal bayar yang mungkin terjadi selama perkiraan umur dari
instrumen keuangan tersebut. Stage 2 juga mencakup fasilitas dimana risiko kedit telah membaik dan
aset keuangan telah direklasifikasi dari Stage 3.
23
Page 27
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
• Stage 3: mencakup instrumen keuangan yang telah terbukti mengalami penurunan nilai secara objektif
pada tanggal pelaporan. Kelompok ini biasanya terdiri atas debitur yang mengalami gagal bayar. Bank
mencatat cadangan ECL seumur hidup.
• POCI: aset POCI adalah aset keuangan yang mengalami penurunan nilai berdasarkan penilaian risiko
kredit pada saat pengakuan awal. Aset tersebut dicatat pada nilai wajar pada saat pengakuan awal,
dan pendapatan bunga akan diakui selanjutnya berdasarkan metode suku bunga efektif yang
disesuaikan. Cadangan ECL hanya dicatat atau dilepaskan jika ada perubahan selanjutnya pada
kerugian kredit ekspektasian.
Terdapat kritera kualitatif dan kuantatif untuk memastikan aset keuangan tercakup dalam stage tertentu
yang telah diformalkan di dalam Surat Edaran Bank.
Bank menghitung penurunan nilai melalui dua metode, yaitu penurunan nilai secara individual atau kolektif.
Perhitungan penurunan nilai secara individual dilakukan untuk aset keuangan yang signifikan dan pernah
mengalami gagal bayar ataupun restrukturisasi. Selain itu, perhitungan penurunan nilai akan dilakukan
secara kolektif.
Penurunan nilai individual
Metode perhitungan penurunan nilai secara individual akan mempertimbangkan 3 (tiga) skenario
kemungkinan pengembalian, yaitu: (i) skenario dasar (Base), (ii) skenario buruk (Bad), dan (iii) skenario
terburuk (Worst). Pembuatan skenario dilakukan dengan menggunakan metode Discounted Cash Flow
(DCF) dan mempertimbangkan confidence level yang menggambarkan kondisi industri dan perusahaan
terkait. Selanjutnya ECL yang dihasilkan oleh masing-masing skenario akan dirata-ratakan secara
tertimbang terhadap bobot skenario yang telah diatur.
Penurunan nilai kolektif
Evaluasi penurunan nilai secara kolektif didasarkan pada konsep Probability of Default (PD), Loss Given
Default (LGD) dan Exposure at Default (EAD) yang mempertimbangkan informasi masa lalu, terkini, dan
masa mendatang.
Bank menggunakan model (i) Credit Index dan (ii) Vasicek maupun pendekatan lainnya dalam menentukan
nilai PD dari setiap debitur.
Bank menggunakan metode (i) Historical dan (ii) Diminish Balance dalam menentukan nilai LGD dari setiap
debitur. LGD menggambarkan persentase nominal fasilitas yang tidak akan dapat dipulihkan oleh Bank
terhadap debitur default. LGD biasa dihitung dengan 1-Recovery Rate. Recovery rate dihitung
mempertimbangkan Time Value of Money dari pengembalian dari kewajiban yang telah default. Tingkat
suku bunga yang digunakan untuk menghitung Time Value of Money dari Recovery adalah EIR awal.
EAD merupakan estimasi nilai buku pada saat terjadi gagal bayar, dengan mempertimbangkan arus kas
instumen keuangan terkait, serta kemungkinan penarikan tambahan dari limit kredit sampai dengan tanggal
gagal bayar.
EAD juga mempertimbangkan jadwal pembayaran dan amortisasi serta perubahan dalam utilisasi saldo
yang belum ditarik menjelang terjadinya kegagalan bayar. Pemodelan EAD akan dilakukan berdasarkan
karakteristik dari instrumen keuangan terkait, yang dibagi ke dalam beberapa kategori: (i) kredit angsuran
(ii) kredit revolving, (iii) trade finance dan (iv) treasury.
Pengukuran ECL berdasarkan PSAK No. 109 mewajibkan Bank untuk memodelkan ECL sesuai dengan
skenario forward-looking yang ada, dengan mempertimbangkan kemungkinan ekonomi baik dan buruk.
Oleh karena itu, nilai ECL yang dihasilkan Bank harus berdasarkan hasil probabilitas dari tiga skenario
(kasus ekonomi normal/normal, baik/good dan buruk/bad). PD dan LGD akan dihitung menurut tiga
skenario dengan nilai makro-ekonomi sesuai dengan skenario-skenario tersebut.
Untuk segmentasi beragunan (secured), LGD juga akan dihitung berdasarkan tiga skenario ketika data
sudah mencukupi. Bobot dari skenario baik, normal dan buruk dapat disesuaikan seiring dengan perubahan
kondisi ekonomidan dan diskresi Bank.
24
Page 28
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Penyajian penyisihan kerugian kredit ekspektasian dalam laporan posisi keuangan
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai berikut:
● Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penyisihan kerugian kredit
ekspektasian disajikan sebagai pengurang dari jumlah tercatat bruto aset;
● Komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan, umumnya penyisihan kerugian kredit
ekspektasian disajikan sebagai provisi;
● Instrumen keuangan yang mencakup komponen komitmen pinjaman yang telah ditarik dan belum
ditarik, dan Bank tidak dapat mengidentifikasi kerugian kredit ekspektasian komponen komitmen
pinjaman yang telah ditarik secara terpisah dari komponen komitmen pinjaman yang belum ditarik,
maka penyisihan kerugian kredit ekspekstasian tersebut digabungkan dan disajikan sebagai
pengurang dari jumlah tercatat bruto. Setiap kelebihan dari penyisihan kerugian kredit ekspektasian
atas jumlah bruto disajikan sebagai provisi; dan
● Instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, penyisihan
kerugian kredit ekspektasian tidak disajikan sebagai pengurang dari jumlah tercatat aset dalam laporan
posisi keuangan karena jumlah tercatat dari aset-aset ini adalah nilai wajarnya. Namun demikian
penyisihan kerugian kredit ekspektasian diungkapkan dan diakui dalam penghasilan komprehensif lain
pada komponen nilai wajar.
Penghapusan
Pinjaman dan instrumen utang dihapusbukukan ketika tidak ada prospek yang realistis untuk memulihkan
aset keuangan secara keseluruhan atau secara parsial. Hal ini pada umumnya terjadi Ketika Bank
menentukan bahwa peminjam tidak memiliki aset atau sumber penghasilan yang dapat menghasilkan arus
kas yang cukup untuk membayar jumlah yang dihapusbukukan.
Namun demikian, aset keuangan yang dihapusbukukan masih bisa dilakukan tindakan penyelamatan
sesuai dengan prosedur Bank dalam rangka pemulihan jumlah yang jatuh tempo.
e. Giro pada Bank Indonesia dan bank lain
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan
metode suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Giro pada Bank Indonesia dan
bank lain diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi.
f. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia terdiri dari penanaman dana pada Bank Indonesia berupa Deposit
Facility dan Term Deposit, sedangkan penempatan dana pada bank lain merupakan penanaman dana
pada bank lain. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain dinyatakan sebesar biaya perolehan
diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi.
g. Efek-efek
Efek-efek yang dimiliki terdiri dari Surat Perbendaharaan Negara, Obligasi Pemerintah, Sekuritas Rupiah
Bank Indonesi (SRBI), unit penyertaan reksadana, Medium-Term Note, Negotiable Certificate Deposit
dan obligasi lain yang diperoleh melalui pasar perdana dan sekunder.
Efek-efek pada awalnya disajikan sebesar nilai wajarnya. Setelah pengakuan awal, efek-efek dicatat
sesuai dengan kategorinya yaitu biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi.
25
Page 29
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Penilaian efek-efek didasarkan atas klasifikasinya sebagai berikut:
(1) Efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi
menggunakan suku bunga efektif.
(2) Efek-efek yang diperdagangkan dinyatakan pada nilai wajar. Keuntungan dan kerugian yang timbul
dari perubahan nilai wajar efek-efek diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Efek-efek yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dinyatakan
pada nilai wajar. Pendapatan bunga diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi selisih kurs atas efek-efek diakui pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Perubahan nilai wajar lainnya diakui secara
langsung dalam ekuitas sampai dengan efek-efek tersebut dijual, dimana keuntungan dan kerugian
kumulatif yang sebelumnya diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
h. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Efek-efek yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali disajikan sebagai aset keuangan dalam laporan
posisi keuangan sebesar jumlah penjualan kembali dikurangi dengan bunga yang belum diamortisasi dan
cadangan kerugian penurunan nilai. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali diperlakukan sebagai
pendapatan bunga yang ditangguhkan (belum diamortisasi) dan diakui sebagai pendapatan selama periode
sejak efek-efek tersebut dibeli hingga dijual kembali dengan menggunakan suku bunga efektif. Efek-efek
yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi.
i. Kredit yang diberikan
Kredit yang diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disetarakan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam dengan debitur yang mewajibkan debitur
untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dan membayar imbalan bunga.
Kredit yang diberikan pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dan merupakan biaya tambahan untuk memperoleh aset keuangan tersebut,
dan setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga
efektif dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai. Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai
biaya perolehan diamortisasi. Kredit dalam rangka pembiayaan bersama (kredit sindikasi) dinyatakan
sebesar pokok kredit sesuai dengan porsi risiko yang ditanggung oleh Bank.
Kredit yang direstrukturisasi disajikan sebesar nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat kredit pada
tanggal restrukturisasi atau nilai tunai penerimaan kas masa depan setelah restrukturisasi. Kerugian akibat
selisih antara nilai tercatat kredit pada tanggal restrukturisasi dan nilai tunai penerimaan kas masa depan
setelah restrukturisasi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Setelah
restrukturisasi, semua penerimaan kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru dicatat
sebagai pengembalian pokok kredit yang diberikan dan pendapatan bunga sesuai dengan syarat-syarat
restrukturisasi.
Kredit yang diberikan dihapusbukukan ketika tidak terdapat prospek yang realistis mengenai pengembalian
di masa datang dan semua jaminan telah diupayakan untuk direalisasi atau sudah diambil alih. Kredit yang
tidak dapat dilunasi dihapusbukukan dengan mendebit cadangan kerugian penurunan nilai. Pelunasan
kemudian atas kredit yang telah dihapusbukukan pada tahun-tahun sebelumnya dicatat sebagai
pendapatan operasional selain bunga.
j. Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali
Efek-efek yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali disajikan sebagai liabilitas dalam laporan posisi
keuangan sebesar harga pembelian kembali, dikurangi dengan bunga dibayar di muka yang belum
diamortisasi. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali diperlakukan sebagai bunga dibayar di muka
dan diakui sebagai beban bunga selama jangka waktu sejak efek-efek tersebut dijual hingga dibeli kembali
menggunakan metode suku bunga efektif. Efek-efek yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali diukur
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
26
Page 30
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
k. Tagihan dan liabilitas akseptasi
Tagihan dan liabilitas akseptasi merupakan transaksi letter of credit (L/C) dan Surat Kredit Berdokumen
Dalam Negeri (SKBDN) yang diaksep oleh bank pengaksep (accepting bank). Tagihan akseptasi
dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi dan disajikan setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai. Liabilitas akseptasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi.
l. Penyertaan saham
Penyertaan saham terutama merupakan penanaman dana dalam bentuk saham pada perusahaan yang
tidak melalui pasar modal untuk tujuan investasi jangka panjang. Penyertaan saham pada entitas dimana
Bank tidak memiliki pengaruh yang signifikan dicatat pada nilai wajar sesuai dengan PSAK No. 109. Dividen
kas yang diterima atas penyertaan saham diakui sebagai pendapatan.
m. Aset tetap, aset hak guna dan liabilitas sewa
Aset tetap
Aset tetap awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-biaya
tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan
supaya aset tersebut siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah pengakuan awal, aset
tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan
nilai.
Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran aset non-moneter atau kombinasi aset moneter dan non-
moneter diukur pada nilai wajar, kecuali:
(i) transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersial, atau
(ii) nilai wajar dari aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya dan
dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi umur manfaat ekonomi sebagai
berikut:
Tahun Persentase
Bangunan 20-30 3,33-5%
Renovasi bangunan sewa 5 20%
Kendaraan 5 20%
Perlengkapan kantor 5 20%
Penilaian aset tetap dilakukan atas penurunan dan kemungkinan penurunan nilai wajar aset jika terjadi
peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat mungkin tidak dapat
seluruhnya terealisasi.
Jumlah tercatat komponen dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat
sudah tidak ada lagi manfaat ekonomik masa depan yang diekspektasikan dari penggunaan maupun
pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut dimasukkan kedalam laba
rugi untuk tahun dimana penghentian pengakuan tersebut dilakukan.
Nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan dievaluasi setiap akhir tahun dan disesuaikan secara
prospektif, jika diperlukan.
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Jika biaya perolehan tanah termasuk biaya pembongkaran, pemindahan dan restorasi lokasi, serta manfaat
yang diperoleh dari pembongkaran, pemindahan dan pemugaran tersebut terbatas, maka biaya tersebut
disusutkan selama periode manfaat yang diperolehnya. Dalam beberapa kasus, tanah itu sendiri memiliki
umur manfaat yang terbatas, dalam hal ini, tanah tersebut disusutkan dengan cara yang mencerminkan
manfaat yang diperoleh dari tanah tersebut.
27
Page 31
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada operasi pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan
penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset tetap terkait bila besar
kemungkinan bagi Bank manfaat ekonomi masa depan menjadi lebih besar dari standar kinerja awal yang
ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset tetap terkait.
Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban
pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam
penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun “Aset Tetap” yang
bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset tetap
dalam penyelesaian tidak disusutkan karena belum tersedia untuk digunakan.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB)
dan Hak Pakai (HP) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah
pada akun “Aset Tetap”.
Aset hak guna dan liabilitas sewa
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial
seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa
operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset.
Bank menerapkan PSAK No. 116 tentang “Sewa” untuk seluruh sewa dengan mengakuiaset hak guna dan
liabilitas terkait, dengan 2 (dua) pengecualian yaitu aset pendasar bernilai rendah dan sewa jangka pendek.
Pada tanggal insepsi suatu kontrak, Bank menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau mengandung,
sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
mengendalikan penggunaan suatu aset selama suatu jangka waktu tertentu untuk dipertukarkan dengan
imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak untuk mengendalikan suatu aset
identifikasian, Bank menilai apakah:
• Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian.
• Bank memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan
aset selama periode penggunaan; dan
• Bank memiliki hak untuk mengendalikan aset identifikasian dalam bentuk:
a. Bank memiliki hak untuk mengoperasikan aset.
b. Bank mempunyai hak untuk menetapkan tujuan apa aset akan digunakan.
Pada tanggal insepsi atau pada saat penilaian kembali suatu kontrak yang mengandung suatu komponen
sewa, Bank mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan
harga tersendiri relatif dari komponen sewa. Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas
sewa meliputi:
• Pembayaran lunas dimuka.
• Pembayaran angsuran tetap.
• Pembayaran angsuran sewa berubah yang bergantung pada fluktuasi pembayaran sewa yang
ditetapkan oleh counter part.
Bank mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak-guna awalnya
diukur pada biaya perolehan, yang terdiri dari jumlah pengukuran awal dari liabilitas sewa disesuaikan
dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya
langsung awal yang dikeluarkan.
Setelah tanggal permulaan, aset hak-guna diukur dengan model biaya. Aset hak-guna diukur sebesar
harga perolehan dikurangi akumulasi depresiasi dan akumulasi penurunan nilai serta disesuaikan dengan
pengukuran kembali liabilitas sewa. Liabilitas sewa diukur pada biaya perolehan diamortisasi
menggunakan metode suku bunga efektif.
28
Page 32
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Sewa jangka pendek dengan durasi kurang dari 12 (dua belas) bulan dan sewa aset bernilai rendah, serta
elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak menerapkan prinsip-prinsip pengakuan
yang ditentukan oleh PSAK No. 116 dan akan diperlakukan sama dengan sewa operasi pada PSAK No.
30. Bank akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa sewa dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Beban ini disajikan pada beban umum dan
administrasi dalam laporan laba rugi.
Aset tak berwujud
Aset tak berwujud terdiri dari perangkat lunak yang dibeli Bank, yang bukan merupakan bagian integral dari
perangkat keras yang terkait. Aset tidak berwujud diakui jika, atau hanya jika, biaya perolehan aset tersebut
dapat diukur secara andal dan kemungkinan besar Bank akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan
dari aset tersebut. Aset tak berwujud dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan
akumulasi kerugian penurunan nilai.
Amortisasi diakui dalam laba rugi dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomis selama 5 (lima) tahun, dimulai dari pada saat aset tak berwujud tersebut siap untuk
digunakan sesuai dengan maksud penggunaannya.
Nilai residu, umur manfaat dan metode amortisasi ditelaah setiap akhir tahun dan disesuaikan jika
diperlukan.
Aset tidak berwujud dihentikan pengakuannya jika dilepas atau ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomi
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang
muncul dari penghentian pengakuan aset tak berwujud ditentukan sebagai selisih antara hasil neto
pelepasan, jika ada, dan jumlah tercatat aset. Keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi ketika aset
tersebut dihentikan penggunaannya.
n. Penurunan nilai aset non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Bank menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian tahunan atas penurunan nilai aset
tertentu diperlukan, maka Bank akan membuat estimasi atas jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar
aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut
tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain.
Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami
penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya.
Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain sebagai “rugi penurunan nilai”. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa
depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
menggambarkan penilaian pasar kini atas nilai waktu uang dan risiko spesifik aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan, mengacu pada PSAK No. 113 tentang
“Pengukuran Nilai Wajar” (Catatan 2b).
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomi dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya
atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam
penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi aset yang
diturunkan nilainya.
29
Page 33
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
o. Agunan yang diambil alih
Agunan yang diambil alih sehubungan dengan penyelesaian kredit diakui sebesar nilai neto yang dapat
direalisasi atau sebesar nilai tercatat dari kredit, mana yang lebih rendah. Nilai neto yang dapat direalisasi
adalah nilai wajar agunan setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan. Kelebihan saldo kredit yang
diberikan, yang belum dilunasi oleh peminjam diatas nilai dari agunan yang diambil alih, dibebankan
sebagai penyisihan penghapusan aset pada tahun berjalan. Selisih antara nilai agunan yang diambil alih
dengan hasil penjualannya diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan.
Bank mengevaluasi nilai agunan yang diambil alih secara berkala. Penyisihan kerugian agunan yang
diambil alih dibentuk berdasarkan penurunan nilai agunan yang diambil alih. Beban perbaikan
(reconditioning cost) yang timbul setelah pengambilalihan agunan dikapitalisasi dalam akun agunan yang
diambil alih tersebut.
p. Biaya dibayar di muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus
(straight-line method).
q. Liabilitas segera
Liabilitas segera merupakan liabilitas Bank kepada pihak lain yang sifatnya wajib segera dibayarkan sesuai
dengan perintah pemberi amanat perjanjian yang ditetapkan sebelumnya. Liabilitas segera diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan dan dihitung berdasarkan biaya perolehan diamortisasi.
r. Simpanan nasabah dan bank lain
Giro merupakan simpanan nasabah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat menggunakan cek,
atau dengan cara pemindahbukuan dengan bilyet giro atau sarana perintah pembayaran lainnya. Giro
dinyatakan sebesar nilai liabilitas kepada pemegang giro.
Tabungan merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat
tertentu yang disepakati. Tabungan dinyatakan sebesar nilai liabilitas kepada pemilik tabungan.
Deposito berjangka merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu
tertentu sesuai perjanjian antara penyimpan dengan Bank. Deposito berjangka dinyatakan sebesar nilai
nominal yang tercantum dalam bilyet deposito atau yang diperjanjikan.
Simpanan dari bank lain terdiri dari liabilitas terhadap bank lain, baik lokal maupun luar negeri, dalam
bentuk giro, deposito berjangka dan inter-bank call money serta dinyatakan sesuai dengan jumlah liabilitas
terhadap bank tersebut.
Simpanan nasabah dan bank lain diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Biaya tambahan yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan simpanan nasabah dikurangkan dari jumlah simpanan
yang diterima.
s. Pinjaman yang diterima
Pinjaman yang diterima merupakan dana yang diterima dari pihak lain dengan liabilitas pembayaran
kembali sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman. Pinjaman yang diterima diakui sebesar nilai wajar
pada awalnya dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode
suku bunga efektif (EIR). Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan adanya diskonto
atau premi terkait dengan pengakuan awal dan biaya transaksi yang tidak terpisah dari suku bunga efektif.
30
Page 34
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
t. Provisi
Provisi diakui jika Bank memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang
diakibatkan peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan
arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah
kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang
paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi,
maka provisi dibalik.
u. Pendapatan dan beban bunga
Pendapatan dan beban bunga untuk semua instrumen keuangan yang dikenakan suku bunga diakui pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau
penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari aset keuangan atau liabilitas keuangan (atau,
jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat) untuk memperoleh nilai tercatat neto dari aset
keuangan atau liabilitas keuangan.
Pada saat menghitung suku bunga efektif, Bank mengestimasi arus kas di masa datang dengan
mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, tetapi tidak
mempertimbangkan kerugian kredit di masa mendatang
Perhitungan ini mencakup seluruh komisi, provisi dan bentuk lain diterima oleh para pihak dalam kontrak
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan seluruh premi atau
diskon lainnya.
Jika aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa telah diturunkan nilainya sebagai akibat kerugian
penurunan nilai, maka pendapatan bunga yang diperoleh setelahnya diakui berdasarkan suku bunga efektif
yang digunakan untuk mendiskonto arus kas masa datang dalam menghitung kerugian penurunan nilai.
v. Pendapatan provisi dan komisi
Pendapatan provisi dan komisi yang berkaitan langsung dengan kegiatan pemberian kredit, atau
pendapatan provisi dan komisi yang berhubungan dengan jangka waktu tertentu, diamortisasi sesuai
dengan jangka waktu kontrak menggunakan metode suku bunga efektif dan diklasifikasikan sebagai bagian
dari pendapatan bunga pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Pendapatan provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kegiatan pemberian kredit atau suatu jangka
waktu dan/atau terkait dengan pemberian suatu jasa, diakui sebagai pendapatan pada saat terjadinya
transaksi dan dicatat pada akun pendapatan operasional lainnya.
w. Imbalan kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek seperti upah, iuran jaminan sosial, cuti jangka pendek, bonus dan imbalan
non moneter lainnya diakui selama periode jasa diberikan. Imbalan jangka pendek dihitung sebesar jumlah
yang tidak didiskontokan.
Program pensiun iuran pasti
Merupakan Iuran kepada dana pensiun sebesar persentase tertentu gaji pegawai yang menjadi peserta
program pensiun iuran pasti Bank. Iuran dicadangkan dan diakui sebagai biaya ketika jasa telah diberikan
oleh pegawai-pegawai tersebut dan pembayaran dikurangkan dari utang iuran. Iuran terutang dihitung
berdasarkan jumlah yang tidak didiskontokan.
31
Page 35
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Program imbalan pasti dan imbalan kerja jangka panjang lainnya
Imbalan pasca-kerja dan imbalan kerja jangka panjang lainnya seperti cuti besar dan penghargaan masa
kerja dicadangkan dan diakui sebagai biaya ketika jasa telah diberikan oleh pegawai yang memenuhi
syarat. Imbalan kerja ditentukan berdasarkan peraturan Bank dan peraturan yang berlaku. Imbalan pasca-
kerja dan imbalan kerja jangka panjang lainnya secara aktuaris ditentukan berdasarkan metode Projected
Unit Credit.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang diakui sebagai penghasilan
komprehensif lain, terdiri atas:
(i) Keuntungan dan kerugian aktuarial.
(ii) Imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas
(aset).
(iii) Setiap perubahan dampak batas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas
liabilitas (aset).
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang diakui sebagai penghasilan
komprehensif lain tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. Untuk imbalan kerja jangka
panjang lain atas biaya jasa kini, biaya bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, dan pengukuran
kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto langsung diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain tahun berjalan. Biaya jasa lalu diakui sebagai beban pada tanggal yang lebih awal antara
ketika amendemen atau kurtailmen program terjadi, dan ketika biaya restrukturisasi atau pesangon diakui,
sehingga biaya jasa lalu yang belum vested tidak lagi dapat ditangguhkan dan diakui selama periode vesting
masa depan.
x. Laba per lembar saham
Laba per lembar saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada tahun yang bersangkutan. Laba per lembar
saham dilusian dihitung setelah melakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa yang beredar.
y. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
Bank menyelenggarakan catatan akuntansi-nya dalam Rupiah. Transaksi yang melibatkan mata uang
asing dicatat pada nilai tukar pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset
dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan
menggunakan kurs spot Reuters pada pukul 16:00 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat). Keuntungan atau
kerugian yang timbul sebagai akibat dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, kurs mata uang asing yang digunakan untuk
penjabaran mata uang asing terhadap Rupiah adalah sebagai berikut (Rupiah penuh):
30 September 2024 31 Desember 2023
1 Dolar Amerika Serikat 15.140,00 15.397,00
z. Perpajakan
Beban pajak tahun berjalan ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aset
dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer aset dan liabilitas antara pelaporan
komersial dan pajak pada setiap tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan saldo rugi
fiskal yang belum dikompensasikan, sepanjang perbedaan temporer dan rugi fiskal yang belum
dikompensasikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan datang.
32
Page 36
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal posisi laporan keuangan dan nilai
tercatat aset pajak tangguhan tersebut diturunkan apabila tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa
laba fiskal yang memadai akan tersedia untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak
tangguhan.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang akan berlaku pada tahun saat
aset direalisasikan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau yang
secara substantif telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan.
Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan untuk dan/atau pembalikan seluruh perbedaan temporer selama
tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, diakui sebagai “Manfaat (Beban) Pajak
Penghasilan, Tangguhan” dan termasuk dalam laba atau rugi neto tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-
transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat penetapan pajak diterima atau jika Bank
mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan telah ditetapkan.
Aset dan liabilitas atas pajak tangguhan dan pajak kini dapat saling hapus apabila terdapat hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus.
aa. Informasi segmen
Segmen adalah bagian yang dapat dibedakan dari Bank yang terlibat baik dalam menyediakan produk
tertentu (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu
(segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan segmen lainnya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen mencakup item-item yang dapat diatribusikan
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada
segmen tersebut. Bank menyajikan segmen operasi berdasarkan laporan internal yang disajikan kepada
pengambil keputusan operasional dan keuangan yaitu Direksi. Bank telah mengidentifikasi dan
mengungkapkan informasi keuangan berdasarkan kegiatan bisnis utama (segmen bisnis) yang terbagi atas
kelompok konsumer, ritel, menengah, mikro dan lainnya.
ab. Instrumen derivatif
Instrumen keuangan derivatif dinilai dan diakui di laporan posisi keuangan pada nilai wajar. Setiap kontrak
derivatif dicatat sebagai aset apabila memiliki nilai wajar positif dan sebagai liabilitas apabila memiliki nilai
wajar negatif.
Tagihan dan liabilitas derivatif diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi.
Keuntungan atau kerugian yang terjadi dari perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
Nilai wajar instrumen derivatif ditentukan diskonto arus kas dan model penentu harga atau harga yang
diberikan oleh broker (quoted price) atas instrumen lainnya yang memiliki karakteristik serupa, yang
mengacu pada PSAK No. 113 tentang ”Pengukuran Nilai Wajar” (Catatan 2b).
Derivatif melekat tidak lagi dipisahkan dari kontrak utama non-derivatif yang merupakan aset
keuangan/liabilitas keuangan, Bank mengklasifikasikan aset/liabilitas keuangan secara keseluruhan
berdasarkan model bisnis dan jangka waktu kontraktualnya sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2b.
33
Page 37
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
ac. Penggunaan pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan
Penyusunan laporan keuangan Bank mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi
dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan
pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi
dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas
dalam periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Bank yang
memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan Bank sebagai berikut:
Usaha yang berkelanjutan
Manajemen Bank telah melakukan penilaian atas kemampuan Bank untuk melanjutkan kelangsungan
usahanya dan berkeyakinan bahwa Bank memiliki sumber daya untuk melanjutkan usahanya di masa
mendatang. Selain itu, manajemen Bank tidak mengetahui adanya ketidakpastian material yang dapat
menimbulkan keraguan yang signifikan terhadap kemampuan Bank untuk melanjutkan kelangsungan
usahanya. Oleh karena itu, laporan keuangan telah disusun atas dasar usaha yang berkelanjutan.
Nilai wajar atas instrumen keuangan
Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dapat
dikategorikan pada level hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input terendah yang signifikan atas
pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
• Level 1: harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang
dapat diakses pada tanggal pengukuran.
• Level 2: input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi untuk aset
dan liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
• Level 3: input yang tidak dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas.
Kontinjensi
Bank sedang terlibat dalam proses hukum. Perkiraan biaya kemungkinan bagi penyelesaian klaim telah
dikembangkan melalui konsultasi dengan bantuan konsultan hukum Bank didasarkan pada analisis hasil
yang potensial.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan untuk dapat menyebabkan penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset
dan liabilitas untuk tahun berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Bank mendasarkan asumsi dan estimasi
yang digunakan pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun.
Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah akibat perubahan pasar atau
situasi yang timbul di luar kendali Bank. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi yang digunakan
pada saat terjadinya.
Cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan
Manajemen Bank menelaah portofolio kredit yang diberikan setiap tahun untuk menilai penurunan nilai
dengan memperbaharui cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk selama periode yang diperlukan
berdasarkan analisis berkelanjutan dan pemantauan terhadap rekening individual oleh petugas terkait.
Dalam menentukan apakah penurunan nilai harus dibentuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain, Bank membuat penilaian, apakah terdapat data yang dapat diobservasi yang
menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang dapat diukur dalam laporan perkiraan arus kas masa depan
dari portofolio pinjaman sebelum penurunan tersebut dapat diidentifikasi secara individual dalam portofolio
tersebut.
34
Page 38
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Bukti seperti ini dapat termasuk data yang dapat diobservasi yang menunjukkan bahwa telah terjadi
perubahan yang merugikan pada status pembayaran kelompok peminjam, atau kondisi ekonomi nasional
atau lokal yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok. Bank menggunakan perkiraan
dalam menentukan jumlah dan waktu dari arus kas masa depan ketika menentukan tingkat cadangan
kerugian yang diperlukan. Estimasi tersebut didasarkan pada asumsi mengenai sejumlah faktor dan hasil
aktual yang dapat berbeda, yang mengakibatkan perubahan terhadap jumlah cadangan kerugian di masa
yang akan datang (Catatan 9).
Penurunan nilai aset non-keuangan
Bank mengevaluasi penurunan nilai aset non-keuangan apabila terdapat kejadian atau perubahan keadaan
yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset non-keuangan tidak dapat dipulihkankembali. Faktor-faktor
penting yang dapat menyebabkan penelaahan penurunan nilai adalah sebagai berikut:
• Performa yang tidak tercapai secara signifikan terhadap ekspektasi historis atau proyeksi hasil operasi
di masa yang akan datang;
• Perubahan yang signifikan dalam cara penggunaan aset atau strategi bisnis secara keseluruhan; dan
• Industri atau tren ekonomi yang secara signifikan bernilai negatif.
Bank mengakui kerugian penurunan nilai apabila nilai tercatat aset melebihi nilai yang dapat dipulihkan.
Jumlah terpulihkan adalah nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurang biaya pelepasan dengan nilai
pakai aset (atau unit penghasil kas). Jumlah terpulihkan diestimasi untuk aset individual atau, jika tidak
memungkinkan, untuk unit penghasil kas yang mana aset tersebut merupakan bagian daripada unit
tersebut.
Pengakuan aset pajak tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh saldo rugi fiskal yang belum digunakan dalam hal terdapat
kemungkinan bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia untuk dikompensasi terhadap kerugian yang
dapat digunakan. Pertimbangan manajemen yang signifikan diperlukan untuk menentukan jumlah aset
pajak tangguhan yang dapat diakui, sesuai dengan saat dan jumlah penghasilan kena pajak di masa
mendatang seiring dengan strategi perencanaan pajak.
Bank menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal posisi laporan keuangan dan mengurangi jumlah
tercatat dalam hal tidak adanya lagi kemungkinan bahwa penghasilan kena pajak yang cukup akan tersedia
untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan (Catatan 20).
Nilai kini atas liabilitas imbalan kerja
Biaya atas program pensiun dan imbalan pasca-kerja lainnya ditentukan dengan perhitungan aktuaris.
Perhitungan aktuaris melibatkan penggunaan asumsi mengenai tingkat diskonto, tingkat pengembalian
yang diharapkan dari aset, kenaikan gaji di masa depan, tingkat kematian dan tingkat kecacatan. Karena
program tersebut memiliki sifat jangka panjang, maka perkiraan tersebut memiliki ketidakpastian yang
signifikan (Catatan 23).
ad. Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan
Bank telah menerapkan standar akuntansi pada tanggal 1 Januari 2023, yang dianggap relevan dengan
laporan keuangan, yaitu:
• Amandemen PSAK 201, “Penyajian Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi”.
Amandemen ini memberikan panduan untuk membantu entitas menerapkan pertimbangan
materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amandemen tersebut bertujuan untuk
membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan
mengganti persyaratan dalam mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' entitas menjadi
persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan panduan
tentang bagaimana entitas menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan tentang
pengungkapan kebijakan akuntansi.
35
Page 39
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
• Amandemen PSAK 216, “Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan”.
Amandemen ini tidak memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan item yang
diproduksi saat membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset dapat
beroperasi sesuai dengan intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya,
entitas mengakui hasil dari penjualan item-item tersebut, dan biaya untuk memproduksi item-item
tersebut, dalam laba rugi.
• Amandemen PSAK 208, “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait
Definisi Estimasi Akuntansi”. Amandemen ini memperjelas perbedaan antara perubahan estimasi
akuntansi, perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. Amandemen ini juga mengklarifikasi
bagaimana entitas menggunakan teknik pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi
akuntansi.
• Amandemen PSAK 212, “Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas
Yang Timbul Dari Transaksi Tunggal”. Amandemen ini mempersempit ruang lingkup pengecualian
pengakuan awal, sehingga tidak lagi berlaku pada transaksi yang menimbulkan perbedaan temporer
dapat dikurangkan dalam jumlah yang sama dan perbedaan temporer kena pajak dan seperti sewa
dan liabilitas dekomisioning.
Penerapan standar akuntansi tersebut di atas dan tidak berdampak material terhadap laporan keuangan Bank.
3. KAS
30 September 2024 31 Desember 2023
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Rupiah 8.052.668 10.717.249
Dolar Amerika Serikat 4.305 65.178 3.605 55.506
Total 8.117.846 10.772.755
Bank mengasuransikan kas yang dimiliki untuk menutup risiko kerugian terhadap kebakaran dan pencurian
kepada PT BRI Asuransi Indonesia.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 tidak terdapat kas yang tidak dapat digunakan dan
tidak terdapat kas yang dijaminkan oleh Bank.
4. GIRO PADA BANK INDONESIA
30 September 2024 31 Desember 2023
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Rupiah 658.775.912 513.517.122
Dolar Amerika Serikat 169.017 2.558.913 446.017 6.867.319
Total 661.334.825 520.384.441
Saldo Giro pada Bank Indonesia disediakan untuk memenuhi persyaratan Giro Wajib Minimum (GWM) dari
Bank Indonesia. Rasio GWM Bank pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
GWM Utama - Rupiah 7,32% 9,07%
Harian 0,00% 0,00%
Rata-rata 7,32% 9,07%
PLM(d/h GWM Sekunder) - Rupiah 60,30% 52,93%
GWM Utama - Mata Uang Asing 4,22% 4,15%
Harian 2,00% 2,00%
Rata-rata 2,22% 2,15%
KLM - Rupiah 2,30% 0,30%
36
Page 40
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, GWM dihitung sesuai dengan Peraturan Bank
Indonesia (PBI) No. 20/3/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan
Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, sebagaimana telah
diubah beberapa kali melalui PBI No. 22/3/PBI/2020 tanggal 24 Maret 2020, PBI No. 22/10/PBI/2020 tanggal
28 Juli 2020, PBI No. 23/16/PBI/2021 tanggal 17 Desember 2021, dan PBI No. 24/4/PBI/2022 tanggal 25
Februari 2022.
PBI tersebut dijelaskan oleh Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No. 20/10/PADG/2018 tanggal 31
Mei 2018 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum Konvensional, Bank
Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, sebagaimana telah diubah beberapa kali melalui PADG No.
20/30/PADG/2018 tanggal 30 November 2018, PADG No. 21/14/PADG/2019 tanggal 26 Juni 2019, PADG No.
21/27/PADG/2019 tanggal 26 Desember 2019, PADG No. 22/2/PADG/2020 tanggal 10 Maret 2020, PADG No.
22/10/PADG/2020 tanggal 29 April 2020, PADG No. 22/19/PADG/2020 tanggal 29 Juli 2020, PADG No.
23/27/PADG/2021 tanggal 21 Desember 2021, PADG No. 24/3/PADG/2022 tanggal 1 Maret 2022, dan PADG
No. 24/8/PADG/2022 tanggal 30 Juni 2022. PADG No. 12 Tahun 2023 tanggal 27 September 2023.
Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, Bank Indonesia menetapkan dan melaksanakan
kebijakan makroprudensial melalui upaya mendorong intermediasi yang seimbang, berkualitas, dan
berkelanjutan, memitigasi dan mengelola risiko sistemik, serta meningkatkan inklusi ekonomi, inklusi keuangan,
dan keuangan berkelanjutan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11 Tahun 2023 tanggal 18
September 2023 tentang Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (PBI KLM) dan Peraturan Anggota
Dewan Gubernur Nomor 11 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Kebijakan Insentif Likuiditas
Makroprudensial (PADG KLM). Pada 30 September 2024, maksimal insentif yang diberikan oleh BI adalah
sebesar 4,00% bagi Bank yang memenuhi seluruh kriteria BI.
Sedangkan, Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) dihitung berdasarkan PBI No. 20/4/PBI/2018
tanggal 3 April 2018, tentang Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan Penyangga Likuiditas
Makroprudensial bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah yang telah
diubah beberapa kali melalui PBI No. 21/12/PBI/2019 tanggal 25 November 2019, PBI No. 22/17/PBI/2020
tanggal 30 September 2020, PBI No. 23/17/PBI/2021 tanggal 17 Desember 2021 dan PBI No.24/16/PBI/2022
tanggal 31 Oktober 2022 serta dijelaskan melalui PADG No. 21/22/PADG/2019 tanggal 28 November 2019
yang telah diubah beberapa kali melalui PADG No. 22/11/PADG/2020 tanggal 29 April 2020, PADG No.
22/30/PADG/2020 tanggal 5 Oktober 2020, PADG No.23/7/PADG/2021 tanggal 26 April 2021, PADG No.
23/31/PADG/2021 tanggal 31 Desember 2021, PADG No. 24/16/PBI/2022 tanggal 31 Oktober 2022, dan PADG
No. 18 Tahun 2023 tanggal 29 November 2023.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, sesuai dengan peraturan Anggota Dewan Gubernur
dan Bank Indonesia tersebut di atas, Bank harus memenuhi persyaratan GWM Utama dalam rupiah, GWM
Utama dalam mata uang asing dan PLM sebesar:
30 September 2024 31 Desember 2023
GWM Utama - Rupiah 9,00% 9,00%
Harian 0,00% 0,00%
Rata-rata 9,00% 9,00%
PLM (d/h GWM Sekunder) - Rupiah 5,00% 5,00%
GWM Utama - Mata Uang Asing 4,00% 4,00%
Harian 2,00% 2,00%
Rata-rata 2,00% 2,00%
KLM - Rupiah 4,00% 4,00%
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Bank juga harus memenuhi RIM dan GWM RIM,
jika RIM dan GWM RIM Bank kurang dari batas bawah Bank Indonesia (BI) yaitu sebesar 84% atau melebihi
batas atas BI yaitu 94% dengan KPMM Bank lebih kecil dari KPMM insentif BI yang sebesar 14%. RIM dan
GWM RIM diatur berdasarkan PBI No. 20/4/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018 yang telah diubah terkahir kali
melalui PBI No. 24/16/PBI/2022 tanggal 31 Oktober 2022 dan dijelaskan melalui PADG No. 18 Tahun 2023
tanggal 29 November 2023.
Bank telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia tentang rasio-rasio tersebut pada tanggal 30 September
2024 dan 31 Desember 2023.
37
Page 41
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. GIRO PADA BANK LAIN
a) Berdasarkan mata uang
30 September 2024 31 Desember 2023
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Pihak ketiga
Rupiah 53.750 54.090
Dolar Amerika Serikat 644.106 9.751.765 2.172.784 33.454.363
9.805.515 33.508.453
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah 304.018.660 107.528.806
Dolar Amerika Serikat 260.502 3.944.004 393.414 6.057.396
307.962.664 113.586.202
Total 317.768.179 147.094.655
Cadangan kerugian penurunan nilai (46.135) (29.851)
Neto 317.722.044 147.064.804
b) Berdasarkan bank
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Standard Chartered Bank 53.750 54.090
53.750 54.090
Dolar Amerika Serikat
Citibank, N.A., New York 7.448.238 27.630.506
PT Bank Central Asia Tbk 817.492 4.298.358
J.P. Morgan, New York 1.485.278 1.525.499
UOB Singapore 757 -
9.751.765 33.454.363
9.805.515 33.508.453
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 303.734.967 107.246.526
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 254.738 252.111
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 28.955 30.169
304.018.660 107.528.806
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 2.084.646 3.596.803
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.859.358 2.460.593
3.944.004 6.057.396
307.962.664 113.586.202
Total 317.768.179 147.094.655
Cadangan kerugian penurunan nilai (46.135) (29.851)
Neto 317.722.044 147.064.804
c) Berdasarkan kolektibilitas
Pada tanggal 30 September dan 31 Desember 2023, seluruh giro pada bank lain diklasifikasikan “lancar".
38
Page 42
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
d) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk giro pada bank lain:
30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah 0,83% 0,42%
Dolar Amerika Serikat 0,07% 0,05%
e) Cadangan kerugian penurunan nilai
Bank melakukan penilaian cadangan kerugian penurunan nilai atas giro pada bank lain secara kolektif
dengan mempertimbangkan adanya bukti objektif penurunan nilai.
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 September 2024
Stage 2 -
Kerugian kredit Stage 3 -
Stage 1 - ekspektasian Kerugian kredit
Kerugian kredit sepanjang ekspektasian
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit sepanjang umurnya Total
tidak memburuk - kredit memburuk
Nilai tercatat awal 147.094.655 - - 147.094.655
Pengukuran kembali bersih
169.532.600 - - 169.532.600
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
1.160.622 - - 1.160.622
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(19.698) - - (19.698)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 317.768.179 - - 317.768.179
31 Desember 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 193.209.149 - - 193.209.149
Pengukuran kembali bersih
(49.251.122) - - (49.251.122)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
3.401.737 - - 3.401.737
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(56.702) - - (56.702)
pengakuannya
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan (208.407) - - (208.407)
perubahan lain
Nilai tercatat akhir 147.094.655 - - 147.094.655
30 September 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Saldo awal 29.851 - - 29.851
Pengukuran kembali bersih
16.060 - - 16.060
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
229 - - 229
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(4) - - (4)
pengakuannya
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan - - - -
perubahan lain
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 46.135 - - 46.135
39
Page 43
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Saldo awal 53.601 - - 53.601
Pengukuran kembali bersih (24.192) (24.192)
- -
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang 985 - - 985
Diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(14) - - (14)
pengakuannya
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan (529) - - (529)
perubahan lain
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 29.851 - - 29.851
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai pada tanggal
30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, terdapat giro pada bank lain yang
digunakan sebagai jaminan dan dibatasi penggunaannya dengan nominal yang tidak signifikan.
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN
a) Berdasarkan mata uang dan jenis
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
Deposit facility 323.000.000 444.935.142
Total 323.000.000 444.935.142
Cadangan kerugian penurunan nilai - -
Neto 323.000.000 444.935.142
b) Berdasarkan sisa umur jatuh tempo
Klasifikasi jangka waktu penempatan berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo adalah
sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 323.000.000 444.935.142
Total 323.000.000 444.935.142
Cadangan kerugian penurunan nilai - -
Neto 323.000.000 444.935.142
c) Berdasarkan kolektibilitas
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, seluruh penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain diklasifikasikan “lancar”.
40
Page 44
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
d) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain:
30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Deposit facility 5,39% 5,03%
Inter-bank call money 6,22% -
e) Cadangan kerugian penurunan nilai
Bank melakukan penilaian cadangan kerugian penurunan nilai atas penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain secara kolektif dengan mempertimbangkan adanya bukti objektif penurunan nilai.
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 September 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 444.935.142 - - 444.935.142
Aset keuangan baru yang
45.463.867.727 - - 45.463.867.727
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang
(45.585.802.869) - - (45.585.802.869)
dihentikan pengakuannya
Nilai tercatat akhir 323.000.000 - - 323.000.000
31 Desember 2023
Stage 2 - Kerugian Stage 3 -
kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 952.737.263 - - 952.737.263
Aset keuangan baru yang
61.627.263.510 - - 61.627.263.510
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang
(62.135.065.631) - - (62.135.065.631)
dihentikan pengakuannya
Nilai tercatat akhir 444.935.142 - - 444.935.142
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain yang digunakan sebagai jaminan dan dibatasi penggunaannya.
7. EFEK-EFEK
a) Berdasarkan tujuan, mata uang dan jenis
30 September 2024 31 Desember 2023
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 428.876.998 95.788.000
428.876.998 95.788.000
41
Page 45
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024 31 Desember 2023
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Obligasi pemerintah 497.398.266 -
Surat Perbendaharaan Negara - 194.185.000
Obligasi - 29.232.000
497.398.266 223.417.000
926.275.264 319.205.000
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 407.137.062 260.723.920
Obligasi 56.976.500 60.679.000
464.113.562 321.402.920
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Obligasi pemerintah 1.574.457.308 1.491.920.697
Obligasi 105.580.700 86.186.600
Reksadana 30.416.175 100.216.804
1.710.454.183 1.678.324.101
2.174.567.745 1.999.727.021
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Obligasi pemerintah 1.725.018.642 1.674.304.758
Obligasi 127.056.865 362.698.309
Medium-Term Note 10.250.000 11.000.000
Obligasi Sukuk 10.000.000 10.000.000
1.872.325.507 2.058.003.067
Total 4.973.168.516 4.376.935.088
Cadangan kerugian penurunan nilai (350.207) (618.954)
Neto 4.972.818.309 4.376.316.134
42
Page 46
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b) Berdasarkan sisa umur jatuh tempo
Klasifikasi jangka waktu efek-efek berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo adalah
sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 428.876.998 95.788.000
> 1 bulan - 3 bulan 124.074.940 73.995.000
> 3 bulan - 1 tahun 340.038.622 247.407.920
892.990.560 417.190.920
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
≤ 1 bulan 518.140.266 223.417.000
> 1 bulan - 3 bulan 53.056.865 461.229.365
> 3 bulan - 1 tahun 1.761.752.469 1.596.280.090
> 1 tahun 1.747.228.356 1.678.817.713
4.080.177.956 3.959.744.168
Total 4.973.168.516 4.376.935.088
Cadangan kerugian penurunan nilai (350.207) (618.954)
Neto 4.972.818.309 4.376.316.134
c) Berdasarkan kolektibilitas
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, seluruh efek-efek diklasifikasikan “lancar”.
d) Berdasarkan jenis dan penerbit
1) Obligasi pemerintah
Obligasi pemerintah merupakan obligasi yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia, termasuk
Surat Perbendaharaan Negara (SPN), dalam rangka pengelolaan portofolio surat utang negara.
30 September 2024
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun
tempo nilai tercatat
(%)
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
FR0058 8,25 15 Juni 2032 2.760.250
FR0068 8,37 15 Maret 2034 33.918.000
FR0073 8,75 15 Mei 2031 16.764.000
FR0075 7,50 15 Mei 2038 10.709.000
FR0079 8,37 15 April 2039 63.129.000
FR0080 7,50 15 Juni 2035 53.725.000
FR0087 6,50 15 Februari 2031 25.217.500
FR0096 7,00 15 Februari 2033 31.074.000
FR0097 7,12 15 Juni 2043 19.257.002
FR0098 7,12 15 Juni 2038 31.221.000
FR0102 6,87 15 Juli 2054 15.048.000
FR0103 6,75 15 Juli 2035 24.756.665
43
Page 47
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun tempo nilai tercatat
(%)
ORI024T6 6,35 15 Oktober 2029 7.797.695
PBS037 6,87 15 Maret 2036 3.823.817
PBS038 6,80 15 Desember 2049 60.397.337
SPN12250213 0,00 13 Februari 2025 97.800.000
497.398.266
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak berelasi (Catatan 33)
FR0040 11,00 15 September 2025 67.860.000
FR0056 8,37 15 September 2026 67.210.360
FR0059 7,00 15 Mei 2027 61.140.000
FR0062 6,37 15 April 2042 19.124.000
FR0065 6,62 15 Mei 2033 22.886.140
FR0071 9,00 15 Maret 2029 55.330.000
FR0072 8,25 15 Mei 2036 22.628.000
FR0073 8,75 15 Mei 2031 509.626
FR0075 7,50 15 Mei 2038 57.829
FR0080 7,50 15 Juni 2035 80.587.500
FR0081 6,50 15 Juni 2025 175.402.500
FR0082 7,00 15 September 2030 20.672.000
FR0086 5,50 15 April 2026 162.937.500
FR0087 6,50 15 Februari 2031 116.000.500
FR0088 6,25 15 Juni 2036 9.728.000
FR0090 5,12 15 April 2027 80.998.674
FR0091 6,37 15 April 2032 9.953.050
FR0095 6,37 15 Agustus 2028 100.459.707
FR0096 7,00 15 Februari 2033 24.532.923
FR0100 6,62 15 Februari 2034 202.620.000
FR0101 6,87 15 April 2029 123.312.000
PBS017 6,12 15 Oktober 2025 119.724.000
FRSDG001 7,37 15 Oktober 2030 30.783.000
1.574.457.309
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
FR0040 11,00 15 September 2025 31.705.804
FR0042 10,25 15 Juli 2027 48.725.992
FR0052 10,50 15 Agustus 2030 57.747.461
FR0059 7,00 15 Mei 2027 35.126.093
FR0075 7,50 15 Mei 2038 10.494.957
FR0078 8,25 15 Mei 2029 104.146.857
FR0080 7,50 15 Juni 2035 20.937.088
FR0081 6,50 15 Juni 2035 30.334.482
44
Page 48
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun
tempo nilai tercatat
(%)
Biaya perolehan
diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
FR0082 7,00 15 September 2030 15.154.934
FR0085 7,75 15 April 2031 150.640.321
FR0087 6,50 15 Februari 2031 79.005.390
FR0090 5,13 15 April 2027 48.297.103
FR0091 6,37 15 April 2032 171.304.466
FR0095 6,38 15 Agustus 2028 257.244.253
FR0096 7,00 15 Februari 2033 150.748.241
FR0098 7,13 15 Juni 2038 19.990.168
FR0100 6,63 15 Februari 2034 79.340.815
FR0104 6,50 15 Juli 2030 35.712.491
PBS029 6,38 15 Maret 2034 65.736.933
FR0071 9,00 15 Maret 2029 162.035.642
FR0082 7,75 15 April 2031 150.589.150
1.725.018.641
Total 3.796.874.216
31 Desember 2023
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun
tempo nilai tercatat
(%)
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
SPN12240822 - 22 Augustus 2024 95.990.000
SPN12240201 - 1 Februari 2024 49.735.000
SPN12240628 - 28 Juni 2024 48.460.000
194.185.000
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak berelasi (Catatan 33)
FR0040 11,00 15 September 2025 69.628.000
FR0056 8,38 15 September 2026 67.753.840
FR0059 7,00 15 Mei 2027 60.702.000
FR0062 6,38 15 April 2042 19.468.000
FR0065 6,63 15 Mei 2033 22.695.460
FR0070 8,38 15 Maret 2024 155.511.500
FR0071 9,00 15 Maret 2029 54.995.000
FR0072 8,25 15 Mei 2036 22.426.000
FR0073 8,75 15 Mei 2031 509.306
FR0075 7,50 15 Mei 2038 57.742
FR0077 8,13 15 Mei 2024 5.630.800
FR0080 7,50 15 Juni 2035 80.242.500
FR0081 6,50 15 Juni 2025 175.175.000
FR0082 7,00 15 September 2030 20.300.000
FR0086 5,50 15 April 2026 162.855.000
45
Page 49
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2023
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun tempo nilai tercatat
(%)
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak berelasi (Catatan 33)
FR0087 6,50 15 Februari 2031 114.172.000
FR0088 6,25 15 Juni 2036 9.696.000
FR0090 5,13 15 April 2027 79.882.830
FR0091 6,38 15 April 2032 9.566.669
FR0095 6,38 15 Agustus 2028 60.927.707
FR0096 7,00 15 Februari 2033 24.516.344
FR0100 6,62 15 Februari 2034 125.875.000
FR0101 6,87 15 April 2029 30.510.000
PBS017 6,13 15 Oktober 2025 118.824.000
1.491.920.697
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
FR0040 11,00 15 September 2025 32.985.646
FR0042 10,25 15 Juli 2027 49.615.705
FR0052 10,50 15 Agustus 2030 58.524.769
FR0059 7,00 15 Mei 2027 35.158.207
FR0070 8,37 15 Maret 2024 50.322.620
FR0071 9,00 15 Maret 2029 163.720.095
FR0075 7,50 15 Mei 2038 10.511.044
FR0077 8,13 15 Mei 2024 10.136.932
FR0078 8,25 15 Mei 2029 104.838.723
FR0080 7,50 15 Juni 2035 20.980.724
FR0081 6,50 15 Juni 2025 30.678.651
FR0082 7,00 15 September 2030 165.812.947
FR0085 7,75 15 April 2031 151.047.619
FR0087 6,50 15 Februari 2031 78.823.793
FR0090 5,12 15 April 2027 47.846.913
FR0091 6,37 15 April 2032 170.669.757
FR0095 6,37 15 Agustus 2028 256.788.381
FR0096 7,00 15 Februari 2033 130.317.154
FR0098 7,12 15 Juni 2038 19.989.856
ORI019 5,57 15 Februari 2024 20.027.494
PBS029 6,37 15 Maret 2034 65.507.728
1.674.304.758
Total 3.360.410.455
Nilai pasar obligasi pemerintah yang diklasifikasikan “Nilai wajar melalui laba rugi” dan “Nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain” berkisar antara 92,88% sampai dengan 117,25% pada tanggal
30 September 2024.
Nilai pasar obligasi pemerintah yang diklasifikasikan “Nilai wajar melalui laba rugi” dan “Nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain” berkisar antara 95,82% sampai dengan 112,13% pada tanggal
31 Desember 2023.
46
Page 50
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2) Obligasi
30 September 2024
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
Bunga per Peringkat
tempo nilai tercatat
tahun (%)
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tahap I
2022 Seri C 10,00 - 5 Agustus 2027 - idA 10.422.000
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tahap
II 2023 Seri B 10,25 25 Agustus 2026 IdA 41.524.000
Federal International Finance
Berkelanjutan V Tahap V 2023 Seri B 6,80 24 Februari 2026 IdAAA 5.030.500
56.976.500
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Berkelanjutan Tahap III 2019 Seri C 7,95 30 Oktober 2024 idAAA 20.742.000
Berkelanjutan Tahap III 2023 Seri B 6,70 17 Mei 2026 idAAA 15.013.500
PT, Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk,
Berwawasan Lingkungan Seri A 2022 6,35 21 Juni 2025 idAAA 21.986.800
Berwawasan Lingkungan Seri B
2022 6,85 21 Juni 2027 idAAA 7.934.400
PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero)
Berkelanjutan VII Tahap V 2024 Seri B 6,80 28 Juni 2024 idAAA 20.036.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Berkelanjutan I Tahap I 2023 Seri A 5,80 4 Juli 2026 4 idAAA 19.868.000
105.580.700
162.557.200
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Berkelanjutan VI Tahap II 2021 6,00 17 November 2026 idAAA 64.000.000
Berkelanjutan VI Tahap I 2021 Seri B 6,40 8 Juli 2026 idAAA 11.000.000
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Berkelanjutan II 2019 Seri A 7,75 13 Desember 2024 idAAA 35.000.000
PT Bank Mandiri Taspen
Berkelanjutan Tahap I Seri B 2019 8,20 26 November 2024 idAA 17.056.865
PT Industri Kereta Api
Sukuk Mudharabah I Tahun 2020 10,59 24 Februari 2025 idBBB 10.000.000
137.056.865
Total 299.614.065
31 Desember 2023
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per Peringkat
tempo nilai tercatat
tahun (%)
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk,
Berkelanjutan I Tahap I 2023
Seri A 5,80 4 Juli 2026 idAAA 29.232.000
29.232.000
47
Page 51
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2023
Tingkat suku Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per Peringkat
tahun (%) tempo nilai tercatat
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk,
Tahap I 2022 Seri C 10,00 25 Agustus 2027 idA 10.271.000
Tahap III 2022 Seri B 10,25 25 Agustus 2026 IdA 40.408.000
PT Protelindo
Berkelanjutan III Tahap II 2023
Seri A 6,35 21 Maret 2024 IdAAA 5.000.000
Federal International Finance
Berkelanjutan V Tahap V 2023
Seri B 6,80 24 Februari 2026 IdAAA 5.000.000
60.679.000
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Berkelanjutan Tahap III 2019 Seri C 7,95 30 Oktober 2024 idAAA 20.742.000
Berkelanjutan Tahap III 2023 Seri B 6,70 17 Mei 2026 idAAA 15.000.000
PT. Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
Berwawasan Lingkungan Seri A 2022 6,35 21 Juni 2025 IdAAA 22.288.200
Berwawasan Lingkungan Seri B 2022 6,85 21 Juni 2027 idAAA 7.934.400
PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk
Berkelanjutan III Tahap II 2019 Seri C 9,00 28 Juni 2024 idAA 20.222.000
86.186.600
146.865.600
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
Berkelanjutan III Tahap III 2019 Seri B 9,10 19 Februari 2024 idAAA 235.367.751
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Berkelanjutan VI Tahap II 2021 6,00 17 November 2026 idAAA 64.000.000
Berkelanjutan VI Tahap I 2021 Seri B 6,40 8 Juli 2026 idAAA 11.000.000
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Berkelanjutan II 2019 Seri A 7,75 13 Desember 2024 IdAAA 35.000.000
PT Bank Mandiri Taspen
Berkelanjutan Tahap I Seri B 2019 8,20 26 November 2024 IdAA 17.330.558
PT Industri Kereta Api
Sukuk Mudharabah I Tahun 2020 10,59 24 Februari 2025 IdBBB+ 10.000.000
372.698.309
Total s 548.795.909
3) Medium-Term Notes (MTN)
30 September 2024
Tingkat suku
bunga per Tanggal jatuh Nilai wajar/
Penerbit Nilai nominal
tahun tempo nilai tercatat
(%)
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Perkebunan Nusantara II
Tahap VIII Seri A 9.250.000 11,00 26 Juni 2027 9.250.000
Tahap VIII Seri B 1.000.000 11,00 31 Oktober 2024 1.000.000
10.250.000
48
Page 52
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2023
Tingkat suku
bunga per Tanggal jatuh Nilai wajar/
Penerbit Nilai nominal
tahun tempo nilai tercatat
(%)
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Perkebunan Nusantara II
Tahap VIII Seri A 10.000.000 11,00 26 Juni 2024 10.000.000
Tahap VIII Seri B 1.000.000 10,78 31 Oktober 2024 1.000.000
11.000.000
4) Reksadana
Nilai tercatat/nilai wajar
Penerbit 30 September 2024 31 Desember 2023
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT BRI Manajemen Investasi 30.416.175 100.216.804
5) Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)
30 September 2024
Tingkat suku
bunga per Tanggal jatuh Nilai wajar/
Penerbit Nilai nominal
tahun tempo nilai tercatat
(%)
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
IDSR111224364S 70.000.000 - 11 Desember 2024 69.083.000
IDSR140225273S 200.000.000 - 14 Februari 2025 194.920.000
IDSR170125364S 20.000.000 - 17 Januari 2025 19.600.000
IDSR210225364S 50.000.000 - 21 Februari 2025 48.680.000
IDSR230425273S 399.000 - 23 April 2025 383.998
IDSR250425364S 100.000.000 - 25 April 2025 96.210.000
428.876.998
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
IDSR070325364S 125.000.000 - 7 Maret 2025 116.958.750
IDSR061224273S 50.000.000 - 6 Desember 2024 47.589.500
IDSR201224273S 40.000.000 - 20 Desember 2024 38.071.200
IDSR310125364S 30.000.000 - 31 Januari 2025 28.067.373
IDSR111224364S 20.000.000 - 11 Desember 2024 19.738.000
IDSR011124364S 20.000.000 - 1 November 2024 18.676.240
IDSR300625367S 50.000.000 - 30 Juni 2025 46.470.621
IDSR020725364S 50.000.000 - 2 Juli 2025 3.534.000
IDSR140525364S 40.000.000 - 14 Mei 2025 37.152.548
IDSR120225273S 50.000.000 - 13 Februari 2025 47.343.255
IDSR050325273S 3.734.000 - 5 Maret 2025 3.535.575
407.137.062
836.014.060
49
Page 53
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2023
Tingkat suku
bunga per Tanggal jatuh Nilai wajar/
Penerbit Nilai nominal
tahun tempo nilai tercatat
(%)
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
IDSR120624182S 40.000.000 - 12 Juni 2024 38.844.000
IDSR110924273S 40.000.000 - 11 September 2024 38.180.000
IDSR131224364S 20.000.000 - 13 Desember 2024 18.764.000
95.788.000
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
IDSR110924273S 60.000.000 - 11 September 2024 57.270.000
IDSR111224364S 20.000.000 - 11 Desember 2024 18.692.200
IDSR150324182S 75.000.000 - 15 Maret 2024 73.995.000
IDSR050424182S 25.000.000 - 5 April 2024 24.565.000
IDSR020824273S 20.000.000 - 2 Agustus 2024 18.990.480
IDSR011124364S 20.000.000 - 1 November 2024 18.676.240
IDSR190424182S 50.000.000 - 19 April 2024 48.535.000
260.723.920
356.511.920
e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk efek-efek:
30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah 6,76% 6,64%
f) Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023, Bank mengakui keuntungan yang
belum direalisasi neto dari perubahan nilai wajar efek-efek yang diklasifikasikan “Nilai wajar melalui laba
rugi” sebesar Rp4.033.540 dan Rp3.426.657, yang disajikan pada akun “Keuntungan yang belum direalisasi
dari perubahan nilai wajar efek-efek - neto” di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
g) Bank mengakui keuntungan neto atas penjualan efek-efek sebesar Rp17.497.454 dan Rp33.115.428 untuk
periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023 yang disajikan dalam akun “Keuntungan
dari penjualan efek-efek - neto” di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
h) Cadangan kerugian penurunan nilai
Bank melakukan penilaian atas penurunan nilai efek-efek secara kolektif dengan adanya bukti objektif
penurunan nilai.
50
Page 54
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 September 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - kerugian ekspektasian ekspektasian
kredit ekspektasian 12 sepanjang Total
sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif
lain
Nilai tercatat awal 1.999.727.021 - - 1.999.727.021
Pengukuran kembali bersih
(156.217.426) - - (156.217.426)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
749.582.610 - - 749.582.610
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(418.524.460) - - (418.524.460)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 2.174.567.745 - - 2.174.567.745
31 Desember 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - kerugian ekspektasian ekspektasian
kredit ekspektasian 12 sepanjang Total
sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif
lain
Nilai tercatat awal 2.197.792.036 - - 2.197.792.036
Pengukuran kembali bersih
645.053.050 - - 645.053.050
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
962.020.129 - - 962.020.129
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(1.805.138.194) - - (1.805.138.194)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 1.999.727.021 - - 1.999.727.021
30 September 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - kerugian ekspektasian ekspektasian
kredit ekspektasian 12 sepanjang Total
sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif
lain
Saldo awal 326.107 - - 326.107
Pengukuran kembali bersih
(45.049) - - (45.049)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang 18.771 - - 18.771
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan (18.829) (18.829)
- -
pengakuannya
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 281.000 - - 281.000
51
Page 55
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - kerugian ekspektasian ekspektasian
kredit ekspektasian 12 sepanjang Total
sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif
lain
Saldo awal 609.258 - - 609.258
Pengukuran kembali bersih - -
nilai tercatat (91.585) (91.585)
Aset keuangan baru yang 290.626 290.626
- -
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(482.192) - - (482.192)
pengakuannya
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 326.107 - - 326.107
30 September 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - kerugian ekspektasian ekspektasian
kredit ekspektasian 12 sepanjang Total
sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Nilai tercatat awal 2.058.003.067 - - 2.058.003.067
Pengukuran kembali bersih (980.706) (980.706)
- -
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
140.522.011 - - 140.522.011
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(325.218.865) - - (325.218.865)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 1.872.325.507 - - 1.872.325.507
31 Desember 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - kerugian ekspektasian ekspektasian
kredit ekspektasian 12 sepanjang Total
sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Nilai tercatat awal 2.047.526.960 - - 2.047.526.960
Pengukuran kembali bersih (10.828.901) (10.828.901)
- -
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
81.346.226 - - 81.346.226
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(60.041.218) - - (60.041.218)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 2.058.003.067 - - 2.058.003.067
52
Page 56
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Saldo awal 618.954 - - 618.954
Pengukuran kembali bersih (315.297) (315.297)
- -
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang 79.363 - - 79.363
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(32.813) - - (32.813)
pengakuannya
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 350.207 - - 350.207
31 Desember 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Saldo awal 555.123 - - 555.123
Pengukuran kembali bersih - -
nilai tercatat 161.985 161.985
Aset keuangan yang dihentikan
(98.154) - - (98.154)
pengakuannya
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 618.954 - - 618.954
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai pada tanggal
30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
8. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal 31 Desember 2023 terdiri dari:
31 Desember 2023
Tingkat suku
Tanggal jual
bunga per tahun Tanggal beli Nilai beli Nilai jual Nilai tercatat
kembali
(%)
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
Obligasi Pemerintah
VR0049 6,45 9 Juni 2023 8 Maret 2024 46.738.000 49.024.072 48.463.022
VR0049 6,45 9 Juni 2023 8 Maret 2024 46.738.000 49.024.072 48.463.022
VR0082 6,40 4 Agustus 2023 3 Mei 2024 144.282.090 151.284.581 148.129.612
Total 237.758.090 249.332.726 245.055.656
Cadangan kerugian
-
penurunan nilai
Neto 245.055.656
Bank melakukan penilaian cadangan kerugian penurunan nilai atas efek-efek yang dibeli dengan janji dijual
kembali secara kolektif dengan mempertimbangkan adanya bukti objektif penurunan nilai.
53
Page 57
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto berdasarkan kategori instrumen keuangan:
30 September 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - kerugian ekspektasian ekspektasian
kredit ekspektasian 12 sepanjang Total
sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 245.055.656 - - 245.055.656
Pengukuran kembali bersih 4.108.535 4.108.535
- -
nilai tercatat
Aset keuangan yang dihentikan
(249.164.191) - - (249.164.191)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir - - - -
31 Desember 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - kerugian ekspektasian ekspektasian
kredit ekspektasian 12 sepanjang Total
sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal - - - -
Aset keuangan baru yang diterbitkan
245.055.656 - - 245.055.656
atau dibeli
Nilai tercatat akhir 245.055.656 - - 245.055.656
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai tidak diperlukan pada tanggal
30 September 2024 dan 31 Desember 2023, karena manajemen berkeyakinan bahwa efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual kembali dapat dipulihkan secara penuh.
9. KREDIT YANG DIBERIKAN
a) Berdasarkan mata uang dan jenis
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Investasi 1.849.062.714 2.085.014.045
Modal kerja 1.735.212.826 1.606.917.285
Konsumsi 952.109.589 808.190.495
Sindikasi 637.103.236 482.367.920
Program 308.827.685 513.272.174
5.482.316.050 5.495.761.919
Dolar Amerika Serikat
Modal kerja - 123.176.638
- 123.176.638
5.482.316.050 5.618.938.557
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Sindikasi 573.521.161 590.745.185
Investasi 421.532.081 475.445.803
Modal Kerja 304.909.197 205.843.352
Konsumsi 2.059.671 2.358.486
1.302.022.110 1.274.392.826
Total 6.784.338.160 6.893.331.383
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.003.020.254) (898.660.534)
Neto 5.781.317.906 5.994.670.849
54
Page 58
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Jumlah nosional atas kredit yang diberikan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat pada tanggal
30 September 2024 tidak tersedia sedangkan pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD8.000.041
(nilai penuh).
b) Berdasarkan sektor ekonomi
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Pertanian 1.957.404.020 2.405.234.250
Perindustrian 808.063.639 664.691.072
Perdagangan 665.736.222 738.398.431
Pengangkutan 564.749.460 44.571.408
Konstruksi 283.136.772 259.204.822
Jasa Dunia Usaha 162.811.023 462.954.393
Jasa pelayanan sosial 23.588.620 84.699.792
Listrik, gas dan air 10.479.948 15.516.365
Pertambangan 9.102.016 11.815.679
Lain-lain 997.244.330 808.675.707
5.482.316.050 5.495.761.919
Dolar Amerika Serikat
Pertanian - 92.382.638
Pengangkutan - 30.794.000
- 123.176.638
5.482.316.050 5.618.938.557
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Konstruksi 691.177.986 691.490.294
Pertanian 475.653.503 509.114.182
Jasa dunia usaha 133.130.951 71.429.864
Lain-lain 2.059.670 2.358.486
1.302.022.110 1.274.392.826
Total 6.784.338.160 6.893.331.383
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.003.020.254) (898.660.534)
Neto 5.781.317.906 5.994.670.849
c) Berdasarkan sisa umur jatuh tempo
Klasifikasi jangka waktu kredit yang diberikan berdasarkan sisa umur sampai dengan jatuh temponya
adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 826.763.259 591.254.593
> 1 bulan - 3 bulan 330.352.847 158.307.208
> 3 bulan - 1 tahun 744.435.582 847.761.685
> 1 tahun - 2 tahun 495.489.662 379.378.329
> 2 tahun - 5 tahun 1.525.441.617 1.479.957.670
> 5 tahun 1.559.833.083 2.039.102.434
5.482.316.050 5.495.761.919
55
Page 59
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Dolar Amerika Serikat
> 1 bulan - 3 bulan - 30.794.000
> 3 bulan - 1 tahun - 92.382.638
- 123.176.638
5.482.316.050 5.618.938.557
Pihak berelasi (Catatan 33)
≤ 1 bulan 24.556 -
> 1 bulan - 3 bulan 199.994.186 4.592
> 3 bulan - 1 tahun 137.917.466 201.119.133
> 1 tahun - 2 tahun 20.401 80.981.247
> 2 tahun - 5 tahun 88.943.271 99.620.830
> 5 tahun 875.122.230 892.667.024
1.302.022.110 1.274.392.826
Total 6.784.338.160 6.893.331.383
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.003.020.254) (898.660.534)
Neto 5.781.317.906 5.994.670.849
d) Berdasarkan kolektibilitas
30 September 2024 31 Desember 2023
Individual
Lancar 436.063.700 1.211.888.649
Dalam perhatian khusus 1.235.850.634 830.906.384
Kurang lancar - 43.234.438
Kolektif
Lancar 4.723.899.947 4.355.821.049
Dalam perhatian khusus 141.851.636 191.256.556
Kurang lancar 35.361.187 22.548.818
Diragukan 23.846.984 40.695.396
Macet 187.464.072 196.980.093
Total 6.784.338.160 6.893.331.383
Cadangan kerugian penurunan nilai
Individual (817.941.792) (697.244.355)
Kolektif (185.078.462) (201.416.179)
Neto 5.781.317.906 5.994.670.849
e) Berdasarkan segmen operasi
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Menengah 2.558.518.332 2.619.122.731
Ritel 1.241.588.780 1.528.712.035
Konsumer 952.109.588 808.190.495
Mikro 730.099.350 539.736.658
5.482.316.050 5.495.761.919
Dolar Amerika Serikat
Menengah - 123.176.638
5.482.316.050 5.618.938.557
56
Page 60
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pihak berelasi (Catatan 33) 30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Menengah 1.298.962.439 1.271.034.340
Ritel 1.000.000 2.358.486
Konsumer 2.059.671 1.000.000
1.302.022.110 1.274.392.826
Total 6.784.338.160 6.893.331.383
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.003.020.254) (898.660.534)
Neto 5.781.317.906 5.994.670.849
f) Informasi penting lainnya
1) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk kredit yang diberikan:
30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Suku bunga kontraktual 11,33% 11,10%
Suku bunga efektif 11,89% 11,73%
Dolar Amerika Serikat
Suku bunga kontraktual - 6,95%
Suku bunga efektif - 6,93%
2) Kredit yang diberikan pada umumnya dijamin dengan agunan yang diikat dengan hak tanggungan,
surat kuasa untuk menjual, giro, tabungan, deposito atau jaminan lain yang umumnya diterima oleh
perbankan (Catatan 15, 16 dan 17).
3) Kredit modal kerja dan investasi diberikan kepada debitur untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan
barang-barang modalnya.
4) Kredit konsumsi terdiri dari kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor dan kredit perorangan
lainnya.
5) Kredit program merupakan kredit yang disalurkan Bank berdasarkan arahan dari Pemerintah dalam
rangka mendukung pembangunan di Indonesia khususnya pengembangan usaha kecil, menengah
dan koperasi.
6) Kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada debitur di bawah perjanjian pembiayaan
bersama dengan bank lain, Keikutsertaan Bank sebagai anggota sindikasi sebesar 2,68% dan 1,95%
pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
7) Jumlah kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi oleh Bank, sesuai dengan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) No. 40/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2019 tentang Penilaian Kualitas
Aset Bank Umum, sampai dengan tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 yang
dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Modal Kerja
Lancar 123.152.089 210.777.512
Dalam perhatian khusus 47.902.786 48.049.132
Kurang lancar 7.241.120 9.724.899
Diragukan 4.657.928 14.662.611
Macet 90.301.128 89.463.841
273.255.051 372.677.995
57
Page 61
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024 31 Desember 2023
Investasi
Lancar 86.191.983 719.959.079
Dalam perhatian khusus 955.676.244 623.515.455
Kurang lancar 1.208.735 6.383.200
Diragukan 1.592.480 4.739.607
Macet 20.275.003 13.736.019
1.064.944.445 1.368.333.360
Program
Lancar 25.701.969 219.514.175
Dalam perhatian khusus 202.684.034 136.523.373
Kurang lancar 532.071 38.245
Diragukan 127.096 75.993
Macet 134.240 655.552
229.179.410 356.807.338
Konsumsi
Lancar 54.440.648 78.061.715
Dalam perhatian khusus 17.950.796 18.215.051
Kurang lancar 9.777.166 739.359
Diragukan 2.873.728 2.772.079
Macet 8.215.510 9.249.487
93.257.847 109.037.691
Sindikasi
Lancar 390.476.766 390.745.185
Dalam Perhatian Khusus 86.899.996 90.475.190
477.376.761 481.220.375
Total 2.138.013.517 2.688.076.759
Skema restrukturisasi tersebut dilakukan dengan perpanjangan jangka waktu dan penurunan suku
bunga kredit.
8) Jumlah kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi oleh Bank akibat pandemi Covid-19, sesuai
dengan POJK No. 11/POJK.03/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional
Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 dan POJK
No. 48/POJK.03/2020 tanggal 1 Desember 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan
Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019, sampai dengan tanggal
30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp797.900.862 dan Rp1.436.761.783.
Skema restrukturisasi tersebut dilakukan dengan perpanjangan jangka waktu. penurunan suku bunga
dan penundaan pembayaran pokok dan/atau bunga.
9) Kredit yang diberikan Bank kepada pihak berelasi disajikan pada Catatan 33.
10) Dalam laporan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) per tanggal 30 September 2024 dan
31 Desember 2023 kepada Bank Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan, Bank tidak memiliki debitur yang
melampaui ketentuan BMPK.
58
Page 62
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11) Rincian kredit kolektif bermasalah (kolektibilitas 3, 4 dan 5) dan total kredit individual, serta total
cadangan kerugian penurunan nilai, berdasarkan sektor ekonomi adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pertanian 1.189.550.048 1.619.215.616
Konstruksi 495.821.915 501.945.633
Perdagangan 100.416.636 84.705.838
Jasa dunia usaha 39.607.820 5.164.871
Perindustrian 19.445.385 22.206.219
Pengangkutan 2.919.830 48.350.934
Pertambangan 2.454.969 -
Jasa pelayanan sosial 1.138.768 24.962.484
Listrik, gas, dan air 89.060 1.089.060
Lain-lain 67.142.147 38.613.123
Total 1.918.586.578 2.346.253.778
Cadangan kerugian penurunan nilai (960.467.411) (853.590.592)
Neto 958.119.167 1.492.663.186
12) Rasio-rasio
a. Rasio kredit bermasalah Non Performing Loan (NPL) Bank berdasarkan Peraturan Bank
Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Total kredit bermasalah (NPL) 246.672.244 303.458.745
Total kredit yang diberikan 6.784.338.160 6.893.331.383
% kredit bermasalah (NPL-bruto) 3,64% 4,40%
% kredit bermasalah (NPL-neto) 1,54% 1,51%
b. Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan Bank adalah sebesar 9,47% dan
11,00% masing-masing pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 September 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 5.187.916.837 1.401.955.800 303.458.745 6.893.331.382
Pengalihan ke
Stage 1 12.586.302 (10.298.218) (2.288.084) -
Stage 2 (92.479.903) 93.617.390 (1.137.487) -
Stage 3 272.850.494 (64.627.366) (208.223.128) -
Pengukuran kembali bersih
nilai tercatat (1.282.969.500) 444.929.615 601.600.091 (236.439.794)
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 6.281.763.855 24.014.226 334.073 6.306.112.154
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (5.697.305.553) (40.555.129) (227.201.850) (5.965.062.532)
Penghapusbukuan (216.537.045) (216.537.045)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan
perubahan lain 2.933.995 - - 2.933.995
Nilai tercatat akhir 4.685.296.527 1.849.036.318 282.095.763 6.784.338.160
59
Page 63
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 6.468.334.502 1.072.771.456 225.538.043 7.766.644.001
Pengalihan ke
Stage 1 20.912.234 (19.090.063) (1.822.171) -
Stage 2 (69.672.524) 71.811.667 (2.139.143) -
Stage 3 (179.296.020) (41.929.854) 221.225.874 -
Pengukuran kembali bersih
(685.809.785) 319.013.247 439.944.064 73.147.526
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
4.468.776.363 71.060.049 54.840.677 4.594.677.089
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(4.834.304.926) (71.680.702) (53.592.265) (4.959.577.893)
pengakuannya
Penghapusbukuan - - (580.536.333) (580.536.333)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan (1.023.007) - - (1.023.007)
perubahan lain
Nilai tercatat akhir 5.187.916.837 1.401.955.800 303.458.746 6.893.331.383
30 September 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Saldo awal tahun 254.719.343 444.360.516 199.580.675 898.660.534
Pengalihan ke
Stage 1 2.378.724 (1.049.792) (1.328.932) -
Stage 2 (119.781.352) 120.537.195 (755.843) -
Stage 3 3.812.268 (5.768.990) 1.956.722 -
Pengukuran kembali bersih (22.586.730) 272.919.662 314.541.189 564.874.121
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang 9.045.847 1.195.472 159.043 10.400.362
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan (94.287.743) (5.585.342) (152.867.947) (252.741.032)
pengakuannya
Penghapusbukuan - - (216.537.045) (216.537.045)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan (1.636.686) - - (1.636.686)
perubahan lain
Cadangan atas kerugian 31.663.671 826.608.721 144.747.862 1.003.020.254
kredit ekspektasian akhir
31 Desember 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Saldo awal tahun 845.728.395 282.091.121 193.720.495 1.321.540.011
Pengalihan ke
Stage 1 3.740.191 (2.260.029) (1.480.162) -
Stage 2 (1.416.044) 3.157.040 (1.740.996) -
Stage 3 (2.242.375) (7.304.472) 9.546.847 -
Pengukuran kembali bersih
nilai tercatat (587.289.130) 170.119.206 593.826.398 176.656.474
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 14.167.277 3.928.226 30.240.565 48.336.068
60
Page 64
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian
Kerugian kredit ekspektasian Total
ekspektasian 12 bulan sepanjang sepanjang
umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (19.241.241) (5.370.576) (43.996.139) (68.607.956)
Penghapusbukuan - - (580.536.333) (580.536.333)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan
perubahan lain 1.272.270 - - 1.272.270
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 254.719.343 444.360.516 199.580.675 898.660.534
Jumlah minimum Penyisihan Penilaian Kualitas Aset (PPKA) kredit yang diberikan, yang wajib dibentuk
sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan adalah sebesar Rp325.510.710 dan
Rp334.617.885 masing-masing pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk pada tanggal-
tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 telah memadai. Pada tanggal 30 September 2024 dan
31 Desember 2023, tidak terdapat kredit yang diberikan yang dialihkan dan/atau digunakan sebagai
jaminan atas utang.
10. PENYERTAAN SAHAM
Rincian penyertaan saham adalah sebagai berikut:
30 September 2024
Nama Perusahaan Jenis usaha Pemilikan Nilai Tercatat
PT BPR Cinta Manis Agroloka Bank 1,75% 35.010
PT BPR Bungamayang Agroloka Bank 1,12% 22.500
PT Aplikanusa Lintasarta Non-bank 0,23% 20.000
Total 77.510
31 Desember 2023
Nama Perusahaan Jenis usaha Pemilikan Nilai Tercatat
PT BPR Cinta Manis Agroloka Bank 1,75% 35.010
PT BPR Bungamayang Agroloka Bank 1,12% 22.500
PT Aplikanusa Lintasarta Non-bank 0,23% 20.000
Total 77.510
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024, Bank telah menerima dividen tunai dari
PT BPR Cintamanis Agroloka dan PT BPR Bungamayang Agroloka masing-masing sebesar Rp6.695 dan
Rp5.191, sedangkan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, Bank telah menerima dividen
tunai dari PT Aplikanusa Lintasarta, PT BPR Bungamayang Agroloka, dan PT BPR Cintamanis Agroloka
masing-masing sebesar Rp189.180, Rp7.596 dan Rp5.322.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, seluruh penyertaan saham diklasifikasikan “lancar”.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai tidak diperlukan pada tanggal-
tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
61
Page 65
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP, ASET HAK GUNA, DAN ASET TAK BERWUJUD
Aset tetap terdiri atas:
30 September 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga perolehan
Hak atas tanah 154.559.803 - - - 154.559.803
Bangunan 102.615.294 2.297.601 - - 104.912.895
Renovasi bangunan sewa 70.999.640 5.241.050 3.326.320 60.000 72.974.370
Kendaraan 18.687.574 1.667.707 38.325 - 20.316.956
Perlengkapan kantor 132.701.784 5.798.127 1.599.364 - 136.900.547
Aset dalam penyelesaian 60.000 22.000 - (60.000) 22.000
479.624.095 15.026.485 4.964.009 - 489.686.571
Aset hak guna 79.608.097 6.199.400 1.121.367 - 84.686.130
559.232.192 21.225.885 6.085.376 - 574.372.701
Akumulasi penyusutan
Bangunan 32.155.048 2.965.995 - - 35.121.043
Renovasi bangunan sewa 27.943.682 10.259.134 3.011.624 - 35.191.192
Kendaraan 15.490.449 858.725 38.325 - 16.310.849
Perlengkapan kantor 73.589.179 13.939.643 1.503.203 - 86.025.619
149.178.358 28.023.497 4.553.152 - 172.648.703
Aset hak guna 24.764.121 13.174.497 1.121.367 - 36.817.251
173.942.479 41.197.994 5.674.519 - 209.465.954
Nilai buku neto 385.289.713 364.906.747
31 Desember 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga perolehan
Hak atas tanah 154.559.803 - - - 154.559.803
Bangunan 101.520.471 1.094.823 - - 102.615.294
Renovasi bangunan sewa 72.335.305 3.204.070 4.539.735 - 70.999.640
Kendaraan 20.563.702 136.240 2.012.368 - 18.687.574
Perlengkapan kantor 132.403.800 5.049.283 6.883.099 2.131.800 132.701.784
Aset dalam penyelesaian 8.882.984 60.000 - (8.882.984) 60.000
490.266.065 9.544.416 13.435.202 (6.751.184) 479.624.095
Aset hak guna 112.123.145 7.312.347 39.827.395 - 79.608.097
602.389.210 16.856.763 53.262.597 (6.751.184) 559.232.192
Akumulasi penyusutan
Bangunan 28.270.087 3.884.961 - - 32.155.048
Renovasi bangunan sewa 19.551.739 12.874.335 4.482.392 - 27.943.682
Kendaraan 16.381.752 1.118.859 2.010.162 - 15.490.449
Perlengkapan kantor 61.911.442 18.372.469 6.694.732 - 73.589.179
126.115.020 36.250.624 13.187.286 - 149.178.358
Aset hak guna 19.845.223 18.242.715 13.323.817 - 24.764.121
145.960.243 54.493.339 26.511.103 - 173.942.479
Nilai buku neto 456.428.967 385.289.713
62
Page 66
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rincian aset hak guna pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 September 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga perolehan
Bangunan 76.210.374 6.199.400 1.121.367 81.288.407
Kendaraan 3.397.723 - - 3.397.723
79.608.097 6.199.400 1.121.367 84.686.130
Akumulasi penyusutan
Bangunan 24.084.575 12.664.839 1.121.367 35.628.047
Kendaraan 679.546 509.658 - 1.189.204
24.764.121 13.174.497 1.121.367 36.817.251
Nilai buku neto 54.843.976 47.868.879
31 Desember 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga perolehan
Bangunan 109.235.011 3.914.624 36.939.261 76.210.374
Kendaraan 2.888.134 3.397.723 2.888.134 3.397.723
112.123.145 7.312.347 39.827.395 79.608.097
Akumulasi penyusutan
Bangunan 17.009.814 17.510.444 10.435.683 24.084.575
Kendaraan 2.835.409 732.271 2.888.134 679.546
19.845.223 18.242.715 13.323.817 24.764.121
Nilai buku neto 92.277.922 54.843.976
Beban hak guna yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut:
30 September 2024
Beban penyusutan Beban bunga
aset hak guna liabilitas sewa
Bangunan 12.664.839 2.701.913
Kendaraan 509.658 121.778
Total 13.174.497 2.823.691
31 Desember 2023
Beban penyusutan Beban bunga
aset hak guna liabilitas sewa
Bangunan 17.510.444 4.975.279
Kendaraan 732.271 197.165
Total 18.242.715 5.172.444
Rata-rata masa sewa berdasarkan kontrak yang dimiliki oleh Bank adalah 5 (lima) tahun.
Bank juga memiliki sewa tertentu dengan masa sewa 12 (dua belas) bulan atau kurang dan sewa aset bernilai
rendah, Bank menerapkan pengecualian untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah untuk sewa
tersebut.
Jumlah penyusutan aset tetap yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
adalah masing-masing sebesar Rp41.197.994 dan Rp54.493.339 untuk periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023
Bank telah mengasuransikan aset tetap kecuali hak atas tanah untuk menutup kemungkinan kerugian terhadap
risiko kebakaran dan pencurian kepada PT Asuransi Jasa Tania Tbk dan PT BRI Asuransi Indonesia dengan
nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp228.798.419 dan Rp382.102.275 untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
63
Page 67
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, nilai tercatat bruto dari setiap aset tetap yang telah
disusutkan penuh dan masih digunakan masing-masing sebesar Rp73.934.645 dan Rp70.616.848.
Pada tanggal 30 September 2024, aset dalam penyelesaian berupa pengerjaan renovasi ruang
podcast/livestream sebesar Rp22.000 dengan estimasi presentase penyelesaian sebesar 70% dan estimasi
penyelesaian pada tahun 2024. Sedangkan, pada tanggal 31 Desember 2023, aset dalam penyelesaian berupa
pengadaan renovasi ruang rapat sebesar Rp60.000 dengan estimasi presentase penyelesaian sebesar 90%
dan estimasi penyelesaian pada tahun 2024.
Rincian penjualan aset tetap Bank adalah sebagai berikut:
30 September 2024 30 September 2023
Harga perolehan
Kendaraan 38.325 1.154.135
Perlengkapan kantor 1.146.014 2.581.852
1.184.339 3.735.987
Akumulasi penyusutan (1.169.841) (3.681.061)
Nilai buku 14.498 54.927
Harga jual 61.797 762.036
Laba penjualan (Catatan 31) 47.299 707.109
Manajemen Bank memutuskan untuk melakukan penghapusbukuan atas sebagian aset tetap yang dimiliki
dikarenakan aset tetap tersebut rusak, telah usang, penutupan beberapa kantor cabang dan tidak memiliki nilai
ekonomis untuk ke depannya. Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2024, harga perolehan
dan akumulasi penyusutan aset tetap yang dihapusbuku masing-masing sebesar Rp3.779.670 dan
Rp3.383.311 sehingga terdapat kerugian akibat hapus buku sebesar Rp396.360. Sedangkan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, harga perolehan dan akumulasi penyusutan aset tetap yang
dihapusbuku masing-masing sebesar Rp6.949.199 dan Rp6.785.898 sehingga terdapat kerugian akibat hapus
buku sebesar Rp163.404.
Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) tanah dan bangunan yang dimiliki Bank pada tanggal 30 September 2024
masing-masing bernilai sebesar Rp205.943.991 dan Rp30.772.259, sedangkan pada tanggal 31 Desember
2023 masing-masing bernilai sebesar Rp203.248.523 dan Rp33.476.945. Selain tanah dan bangunan, tidak
terdapat perbedaan signifikan antara nilai wajar aset dan nilai tercatatnya.
Aset tak berwujud
30 September 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Perangkat Lunak
Harga perolehan 66.734.135 18.142.266 - - 84.876.401
Akumulasi amortisasi (20.811.204) (9.326.936) - - (30.138.140 )
Nilai buku neto 45.922.931 54.738.261
31 Desember 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Perangkat Lunak
Harga perolehan 31.105.658 28.877.293 - 6.751.184 66.734.135
Akumulasi amortisasi (14.784.007) (6.027.197) - - (20.811.204)
Nilai buku neto 16.321.651 45.922.931
Jumlah amortisasi aset tak berwujud yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain adalah masing-masing sebesar Rp9.326.936 dan Rp6.027.197 tahun yang berakhir pada tanggal
30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
Pada tanggal 30 September 2024, aset tak berwujud juga termasuk aset dalam penyelesaian, yang terdiri dari
pengadaan Pengadaan Raya Saving & Pinang Enhancement 2024 Customer Experience Design dengan
estimasi presentase penyelesaian mencapai 70% dan estimasi penyelesaian pada tahun 2025, dan Pengadaan
64
Page 68
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pengembangan Integrasi Data Scoring System Bank Raya dengan estimasi presentase penyelesaian
mencapai 80% dan estimasi penyelesaian pada tahun 2024.
Sedangkan, pada tanggal 31 Desember 2023, aset tak berwujud juga termasuk aset dalam penyelesaian, yang
terdiri dari pengadaan pembuatan aplikasi dashboard monitoring dengan vendor PT Feedloop Global Teknologi
dengan estimasi presentase penyelesaian mencapai 80%, pengadaan Change Request Project Development
aplikasi Bank Raya dengan vendor PT Avows Technologies dengan estimasi presentase penyelesaian
mencapai 80%, pengadaan Change Request Project Development aplikasi Bank Raya dengan vendor PT Xsis
Mitra Utama dengan estimasi presentase penyelesaian mencapai 95%, dan pengadaan pengembangan
aplikasi credit scoring Pinang Flexi dan Pinang Dana Talangan dengan vendor PT Sharing Vision Indonesia
dengan estimasi presentase penyelesaian mencapai 90%. Seluruh aset dalam penyelesaian untuk aset tak
berwujud diestimasi selesai di tahun 2024.
Tidak ada aset tetap dan aset tak berwujud Bank yang dijadikan jaminan pada tanggal 30 September 2024 dan
31 Desember 2023.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap dan jumlah nilai pertanggungan
asuransi cukup untuk menutup risiko kerugian yang mungkin timbul atas aset tetap pada tanggal 30 September
2024 dan 31 Desember 2023.
12. AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH
Rincian agunan yang diambil alih (AYDA) yang dimiliki Bank pada tanggal 30 September 2024 dan
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 September 2024
Jumlah unit / Nilai tercatat Penyesuaian Nilai tercatat
Debitur Jenis agunan yang diambil alih
kavling awal tahun berjalan akhir
CV Fadilah Jaya Tanah dan bangunan 1 1.122.630 - 1.122.630
CV Syintia Tanah dan bangunan 1 1.083.240 - 1.083.240
Ifti Seviana Tanah dan bangunan 1 1.043.562 - 1.043.562
Yosi Agustina Tanah dan bangunan 1 913.237 - 913.237
Sutigno Tanah dan bangunan 1 895.400 - 895.400
Sutrisno Tanah dan bangunan 1 632.400 - 632.400
PT Mulyasari R Gemilang Tanah dan Bangunan 1 353.231 - 353.231
Total 6.043.700 - 6.043.700
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.206.801) - (1.206.801)
Neto 4.836.899 - 4.836.899
31 Desember 2023
Jumlah unit / Nilai tercatat Penyesuaian Nilai tercatat
Debitur Jenis agunan yang diambil alih
kavling awal tahun berjalan akhir
CV Fadilah Jaya Tanah dan bangunan 1 1.122.630 - 1.122.630
CV Syintia Tanah dan bangunan 1 1.083.240 - 1.083.240
Ifti Seviana Tanah dan bangunan 1 1.043.562 - 1.043.562
Yosi Agustina Tanah dan bangunan 1 913.237 - 913.237
Sutigno Tanah dan bangunan 1 895.400 - 895.400
Sutrisno Tanah dan bangunan 1 632.400 - 632.400
PT Mulyasari R Gemilang Tanah dan Bangunan 1 353.231 - 353.231
Total 6.043.700 - 6.043.700
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.206.801) - (1.206.801)
Neto 4.836.899 - 4.836.899
65
Page 69
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 1.206.801 1.206.801
(Pembalikan) pembentukan cadangan
- -
selama periode/tahun berjalan
Saldo akhir 1.206.801 1.206.801
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk pada tanggal-
tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 telah memadai.
13. BIAYA DIBAYAR DIMUKA DAN ASET LAIN-LAIN
30 September 2024 31 Desember 2023
Jumlah nosional Jumlah nosional
Ekuivalen Ekuivalen
mata uang asing mata uang asing
Rupiah Rupiah
(Angka penuh) (Angka penuh)
Biaya Dibayar Dimuka
Rupiah 36.403.411 12.076.025
Aset Lain-lain
Rupiah
Piutang bunga 63.502.723 63.576.905
Tagihan terkait ATM 1.824.171 1.215.467
Setoran jaminan 2.177.225 827.745
Lain-lain 3.388.281 6.542.951
70.892.400 72.163.068
Dolar Amerika Serikat
Biaya dibayar dimuka 12 181.559 - -
181.559 -
Total 107.477.370 84.239.093
14. LIABILITAS SEGERA
30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Umum dan administrasi 21.908.770 21.902.358
Titipan transfer dan ATM 1.284.229 6.823.275
Personalia 51.422 111.422
Lain-lain 217.813 91.210
23.462.234 28.928.265
Dolar Amerika Serikat
Titipan transfer 5 6
5 6
Total 23.462.239 28.928.271
66
Page 70
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. GIRO
30 September 2024 31 Desember 2023
Jumlah nosional Jumlah nosional
Ekuivalen Ekuivalen
mata uang asing mata uang asing
Rupiah Rupiah
(Angka penuh) (Angka penuh)
Pihak ketiga
Rupiah 286.641.758 577.567.227
Dolar Amerika Serikat 225.611 3.415.755 295.367 4.547.769
290.057.513 582.114.996
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah 319.288.012 257.882.093
Dolar Amerika Serikat 26.540 401.810 73.636 1.133.773
319.689.822 259.015.866
Total 609.747.335 841.130.862
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk giro:
30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah 1,67% 1,66%
Dolar Amerika Serikat 0,21% 0,21%
Giro yang dijadikan jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh Bank adalah sebesar Rp2.923.219 dan
Rp21.954.011 masing-masing pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
16. TABUNGAN
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Tabungan Raya Infiniti 931.601.515 862.414.683
Tabungan Raya 372.930.638 289.133.511
Tabungan Raya Multima 2.126.739 4.232.865
Tabunganku 3.028.385 3.618.449
Tabungan Berhadiah 3.405.407 3.190.877
1.313.092.684 1.162.590.385
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Tabungan Raya Infiniti 7.679.661 180.736.313
Tabungan Berhadiah 13.682.844 35.172.288
Tabungan Raya 19.837.330 17.117.613
Tabunganku 708 831
41.200.543 233.027.045
Total 1.354.293.227 1.395.617.430
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk tabungan adalah 2,97% dan 2,94% masing-masing untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
Tabungan yang dijadikan jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh Bank masing-masing sebesar
Rp7.948.707 dan Rp3.123.827, pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
67
Page 71
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. DEPOSITO BERJANGKA
30 September 2024 31 Desember 2023
Jumlah nosional Jumlah nosional
Ekuivalen Ekuivalen
mata uang asing mata uang asing
Rupiah Rupiah
(Angka penuh) (Angka penuh)
Pihak ketiga
Rupiah 5.497.467.839 5.331.396.037
Dolar Amerika Serikat 811.258 12.282.443 10.396.982 160.082.334
5.509.750.282 5.491.478.371
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah 381.684.693 457.748.921
381.684.693 457.748.921
Total 5.891.434.975 5.949.227.292
Deposito berjangka berdasarkan periode kontrak adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Deposits on call 391.700.000 242.530.000
Deposito
1 bulan 2.519.327.890 2.470.468.958
3 bulan 2.181.184.112 2.050.672.536
6 bulan 392.382.958 551.610.391
>12 bulan 12.872.879 16.114.152
5.497.467.839 5.331.396.037
Dolar Amerika Serikat
Deposito
1 bulan 4.240.273 146.854.434
3 bulan 7.804.878 8.752.541
6 bulan 237.292 4.475.359
12.282.443 160.082.334
5.509.750.282 5.491.478.371
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Deposits on call 100.000.000 252.150.000
Deposito
1 bulan 166.684.693 90.598.921
3 bulan 45.000.000 45.000.000
6 bulan 70.000.000 70.000.000
381.684.693 457.748.921
Total 5.891.434.975 5.949.227.292
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk deposito berjangka:
30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah 5,37% 4,60%
Dolar Amerika Serikat 3,85% 3,52%
Deposito berjangka yang dijadikan jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh Bank masing-masing
sebesar Rp12.609.608 dan Rp11.134.772 pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
68
Page 72
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. SIMPANAN DARI BANK LAIN
30 September 2024 31 Desember 2023
Jumlah nosional Jumlah nosional
Ekuivalen Ekuivalen
mata uang asing mata uang asing
Rupiah Rupiah
(Angka penuh) (Angka penuh)
Pihak ketiga
Rupiah
Inter-bank call money 495.000.000 -
Deposito berjangka 6.000.000 2.200.000
Giro - 3.552
501.000.000 2.203.552
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Inter-bank call money 300.000.000 450.000.000
300.000.000 450.000.000
Total 801.000.000 452.203.552
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk simpanan dari bank lain adalah:
30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Deposito berjangka 3,97% 4,75%
Inter-bank call money 6,33% 5,82%
Giro - 0,10%
Klasifikasi jangka waktu simpanan dari bank lain berdasarkan sisa umur jatuh tempo adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan
Inter-bank call money 495.000.000 -
Deposito berjangka 6.000.000 2.200.000
Giro - 3.552
501.000.000 2.203.552
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
≤ 1 bulan
Inter-bank call money 300.000.000 450.000.000
300.000.000 450.000.000
Total 801.000.000 452.203.552
Pada tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat simpanan dari bank lain
yang dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh Bank.
69
Page 73
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. EFEK-EFEK YANG DIJUAL DENGAN JANJI DIBELI KEMBALI
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali pada tanggal 30 September 2024, sedangkan pada 31
Desember 2023 tidak terdapat efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali:
30 September 2024
Tingkat suku
bunga Tanggal beli
Tanggal jual Nilai nominal Nilai jual Nilai tercatat
per tahun kembali
(%)
Pihak ketiga
Rupiah
Obligasi
REPO20240001050 6,25 26 September 2024 3 Oktober 2024 150.000.000 151.407.150 162.035.642
REPO20240001051 6,25 26 September 2024 3 Oktober 2024 150.000.000 151.407.150 150.589.150
Total 300.000.000 302.814.300 312.624.792
20. PERPAJAKAN
a) Utang pajak
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, rincian utang pajak adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pajak penghasilan
Pasal 21 1.392.625 66.756
Pasal 23 217.564 489.477
Pasal 4 ayat (2) 6.747.019 5.618.023
Pajak pertambahan nilai 17.481 103.549
Total 8.374.689 6.277.805
b) Manfaat (beban) pajak
Periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September
2024 2023
Beban pajak kini - -
Taksiran beban pajak - -
Manfaat (beban) pajak tangguhan 44.606.992 (126.228.541)
44.606.992 (126.228.541)
70
Page 74
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain dan taksiran penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut:
Periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September
2024 2023
(Rugi) laba sebelum beban pajak sesuai
dengan laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain (10.722.785) 140.901.326
Perbedaan temporer
Pembentukan cadangan beban pegawai 44.619.802 423.705
Pembentukan (pembalikan)
cadangan litigasi 12.821.308 (1.369.932,00)
Pembalikan atas cadangan
kerugian penurunan nilai diluar
kredit yang diberikan (297.570) (105.526)
Penyusutan aset tetap (3.473.957) (33.204.621)
Keuntungan yang belum
direalisasi dari nilai efek-efek yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (4.033.540) (3.426.657)
Pembentukan (pembalikan) cadangan
kerugian kredit yang diberikan 155.609.710 (533.429.671)
Estimasi kerugian komitmen dan
Kontinjensi (2.486.700) (2.327.251)
202.759.053 (573.497.814)
Perbedaan tetap
Representasi dan sumbangan 4.711.604 6.505.933
Kegiatan Pegawai 1.703.985 1.494.284
Biaya sewa dan pemeliharaan
rumah dinas 1.152.251 1.204.171
Lain-lain 912.441 29.097.585
8.480.281 38.301.972
200.516.549 (394.294.517)
Perhitungan beban dan utang pajak penghasilan badan adalah sebagai berikut:
Periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September
2024 2023
Taksiran penghasilan kena pajak 200.516.549 (394.294.517)
Beban pajak kini - -
Pembayaran angsuran pajak penghasilan -
-
selama tahun berjalan
(Piutang) utang pajak penghasilan –
- -
Pasal 29
71
Page 75
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rekonsiliasi atas (manfaat) beban pajak penghasilan dengan perkalian (rugi) laba sebelum pajak
penghasilan dan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:
Periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September
2024 2023
(Rugi) laba sebelum beban pajak sesuai
dengan laporan laba rugi dan (10.722.785) 140.901.326
penghasilan komprehensif lain
Manfaat (beban) pajak dengan tarif yang berlaku 2.359.013 (30.998.292)
Pengaruh pajak atas beda tetap (1.865.662) (8.426.434)
Aset pajak tangguhan yang tidak diakui 44.113.641 (86.803.815)
44.606.992 (126.228.541)
Berdasarkan peraturan perpajakan di Indonesia, Bank menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak
Tahunan ke Kantor Pajak atas self-assessment. Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 30 September 2024 akan menjadi dasar dalam pengisian Surat Pemberitahuan
Tahunan (SPT) pajak. Kantor Pajak berhak memeriksa atau mengoreksi pajak dalam jangka waktu 5 (lima)
tahun setelah tanggal pajak terutang.
Pemeriksaan tahun pajak 2021
Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan
Surat Tagihan Pajak (STP) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang telah disetujui oleh Bank, dengan rincian
sebagai berikut:
SKPKB
No. 00162/207/21/054/23 343.869
No. 00012/277/21/054/23 2.272
346.141
STP
No. 00107/107/21/054/23 24.134
24.134
370.275
Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak
Penghasilan (PPh) Pasal 21 yang telah disetujui oleh Bank, dengan rincian sebagai berikut:
SKPKB
No. 00030/201/21/054/23 775.713
No. 00004/243/21/054/23 218.795
994.508
Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan
Surat Tagihan Pajak (STP) Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 yang telah disetujui oleh Bank, dengan
rincian sebagai berikut:
STP
No. 00411/101/21/427/21 75
No. 00503/101/21/414/21 113
No. 00470/101/21/707/22 139
No. 00042/101/20/222/23 100
No. 00123/101/21/707/23 100
527
995.035
72
Page 76
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak
Penghasilan (PPh) Pasal 4 ayat (2) No. 00016/240/21/054/23 sebesar Rp50.093 yang telah disetujui oleh
Bank. Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)
Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 No. 00048/203/21/054/23 sebesar Rp287.328 dan Surat Tagihan
Pajak (STP) No. 00028/103/19/222/23 sebesar Rp100 dan No. 00005/103/20/222/23 sebesar Rp100 yang
telah disetujui oleh Bank. Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih
Bayar (SKPLB) Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 29 No. 00058/406/21/054/23 sebesar Rp7.432.208 yang
telah disetujui oleh Bank.
Pada tanggal 19 Mei 2023, Bank telah menerima pengembalian kelebihan pembayaran pajak (PPh) Pasal
29 setelah dikurangi dengan SKP dan STP PPN, PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 4 (2) sebesar
Rp5.729.274.
c) Aset pajak tangguhan
30 September 2024
Dibebankan/
Dibebankan/
(dikreditkan) ke
31 Desember (dikreditkan) ke 30 September
penghasilan
2023 Laporan Laba 2024
komprehensif
Rugi
lain
Cadangan kerugian aset produktif dan
non produktif 157.027.455 33.621.597 - 190.649.051
Cadangan litigasi 446.203 2.820.688 - 3.266.890
Cadangan beban pegawai 28.907.111 9.816.357 - 38.723.467
Penyusutan aset tetap (9.755.956) (764.271) - (10.520.228)
Kerugian (keuntungan) yang belum
direalisasi dari nilai efek-efek yang
diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi 582.135 (887.379) - (305.242)
Keuntungan yang belum direalisasi
dari efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 2.715.462 - (1.020.438) 1.695.025
Pengukuran kembali program imbalan
pasti 1.153.902 - 293.413 1.447.314
Opsi saham - - - -
181.076.312 44.606.992 (727.025) 224.956.277
31 Desember 2023
Dibebankan/
Dibebankan/
(dikreditkan) ke
31 Desember (dikreditkan) ke 31 Desember
penghasilan
2022 Laporan Laba 2023
komprehensif
Rugi
lain
Cadangan kerugian aset produktif dan
non produktif 258.957.961 (101.930.506) - 157.027.455
Cadangan litigasi 822.989 (376.786) - 446.203
Cadangan beban pegawai 22.959.271 5.947.840 - 28.907.111
Penyusutan aset tetap (2.196.448) (7.559.508) - (9.755.956)
Kerugian (keuntungan) yang belum
direalisasi dari nilai efek-efek yang
diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi 690.430 (108.295) - 582.135
Keuntungan yang belum direalisasi
dari efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 4.113.079 - (1.397.617) 2.715.462
Pengukuran kembali program imbalan
pasti 1.722.393 - (568.491) 1.153.902
Opsi saham 12.729 (12.729) - -
287.082.404 (104.039.984) (1.966.108) 181.076.312
73
Page 77
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Manajemen Bank berpendapat bahwa aset pajak tangguhan yang timbul dari perbedaan temporer diperkirakan
dapat direalisasikan pada periode mendatang.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, aset pajak tangguhan masing-masing sebesar
Rp492.144.764 dan Rp536.258.405 yang berasal dari kerugian pajak, tidak diakui oleh Bank karena tidak
terdapat kemungkinan besar bahwa perbedaan temporer tersebut dapat direalisasikan pada periode
mendatang.
Pada tanggal 31 Maret 2020, Presiden Republik Indonesia menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang (Perppu) No. 1 Tahun 2020 tentang “Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem
Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Dalam Rangka
Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan”,
yang mengatur penyesuaian tarif PPh badan menjadi 22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021 serta 20% untuk
tahun pajak 2022.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Presiden Republik Indonesia menandatangani UU No. 7 Tahun 2021 tentang
“Harmonisasi Peraturan Perpajakan”, yang menerapkan, antara lain, tarif pajak penghasilan badan sebesar 22%
yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 (sebelumnya 20% yang diatur dalam Perppu No. 1 Tahun 2020
tertanggal 31 Maret 2020).
21. PINJAMAN YANG DITERIMA
Pinjaman yang diterima terdiri atas:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Sarana Multigriya Finansial 13.880.209 14.635.666
Klasifikasi jangka waktu pinjaman yang diterima berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo
adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
> 5 tahun 13.880.209 14.635.666
Pada tanggal 14 Desember 2020, Bank menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan
PT Sarana Multigriya Finansial untuk penyaluran KPR Sejahtera bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Fasilitas pinjaman ini memiliki jangka waktu paling lama 20 (dua puluh) tahun sejak tanggal pencairan fasilitas
pinjaman dengan suku bunga paling rendah sebesar 4,45% per tahun dan availability period sampai dengan
tanggal 31 Desember 2020. Angsuran pokok fasilitas pinjaman dibayarkan pada tanggal 10 (sepuluh) setiap
bulan bersamaan dengan pembayaran bunga, dimana angsuran pokok pertama kali mulai dibayarkan pada
tanggal 10 Februari 2021 sebesar Rp157.003 sampai dengan jatuh tempo, Bank tidak memberikan jaminan
apapun atas pinjaman ini.
Persyaratan-persyaratan (covenants) penting dalam perjanjian pinjaman ini antara lain, sebelum memperoleh
persetujuan tertulis, Bank tidak diperkenankan untuk:
• Mengajukan permohonan pailit;
• Mengalihkan dan/atau menyerahkan kepada pihak lain, hak dan kewajiban yang timbul akibat
perjanjian ini;
• Mengikatkan diri sebagai penanggung atau penjamin utang dan menjaminkan harta kekayaan Bank;
• Menggunakan fasilitas pinjaman tidak sesuai dengan tujuannya.
Manajemen Bank berpendapat bahwa semua persyaratan yang ditetapkan telah dipenuhi.
74
Page 78
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI
a) Rincian estimasi kerugian atas transaksi komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit adalah
sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Fasilitas kredit yang belum ditarik 662.117 3.145.583
Garansi yang diterbitkan 11 3.244
Total 662.128 3.148.827
b) Rincian transaksi komitmen dan kontinjensi diluar fasilitas kredit yang belum ditarik:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Garansi yang diterbitkan - 608.861
Pihak berelasi
Rupiah
Garansi yang diterbitkan 10.000 -
10.000 608.861
Cadangan kerugian penurunan nilai (11) (3.244)
Total 9.989 605.617
c) Rincian transaksi komitmen dan kontinjensi berdasarkan kolektibilitas diluar fasilitas kredit yang belum
ditarik.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, seluruh transaksi komitmen dan
kontinjensi diluar fasilitas kredit yang belum ditarik diklasifikasikan “lancar”.
d) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 September 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Garansi yang diterbitkan yang
diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi
Nilai tercatat awal 608.861 - - 608.861
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 311.765 - - 311.765
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (910.626) - - (910.626)
Nilai tercatat akhir 10.000 - - 10.000
31 Desember 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Garansi yang diterbitkan yang
diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi
Nilai tercatat awal 1.489.809 - - 1.489.809
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 894.190 - - 894.190
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (1.775.138) - - (1.775.138)
Nilai tercatat akhir 608.861 - - 608.861
75
Page 79
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Garansi yang diterbitkan yang
diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi
Saldo awal 3.244 - - 3.244
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 1.372 - - 1.372
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (4.605) - - (4.605)
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 11 - - 11
31 Desember 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Garansi yang diterbitkan yang
diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi
Saldo awal 4.762 - - 4.762
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 5.207 - - 5.207
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (6.725) - - (6.725)
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 3.244 - - 3.244
30 September 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Stage 1 - Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
sepanjang Total
ekspektasian 12 sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Fasilitas kredit yang belum ditarik
yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 136.149.678 11.253.499 - 147.403.177
Pengalihan ke
Stage 1 422.373 (422.373) - -
Stage 2 (87.200) 87.200 - -
Stage 3 (813.912) 813.912 - -
Pengukuran kembali bersih
nilai tercatat (4.728.916) (8.413.523) - (13.142.439)
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 127.067.572 16.499.742 - 143.567.314
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (153.674.217) (18.804.903) - (172.479.120)
Nilai tercatat akhir 104.335.378 1.013.554 - 105.348.932
76
Page 80
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Stage 1 - Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
sepanjang Total
ekspektasian 12 sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Fasilitas kredit yang belum ditarik
yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 435.164.418 10.767.274 - 445.931.692
Pengalihan ke
Stage 1 77.016 (77.016) - -
Stage 2 (2.296.824) 2.296.824 - -
Stage 3 (2.567.264) (141.186) 2.708.450 -
Pengukuran kembali bersih
nilai tercatat (110.990.728) 9.900.930 (2.708.450 ) (103.798.248)
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 71.205.204 633.164 - 71.838.368
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (254.438.562) (12.126.491) - (266.565.053)
Perubahan model atau parameter
valuta asing dan perubahan
lain (3.581) - - (3.581)
Nilai tercatat akhir 136.149.679 11.253.499 - 147.403.178
30 September 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Fasilitas kredit yang belum
ditarik yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 812.559 2.333.024 - 3.145.584
Pengalihan ke
Stage 1 13.178 (13.178) - -
Stage 2 (809) 809 - -
Stage 3 (1.973) 1.973 - -
Pengukuran kembali bersih (544.683) (2.219.762) - (2.764.445)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 4.873.042 - - 4.873.042
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (4.619.934) (77.507) - (4.697.441)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan
perubahan lain 105.377 - - 105.377
Cadangan atas kerugian 636.757 25.359 - 662.116
kredit ekspektasian akhir
77
Page 81
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Fasilitas kredit yang belum
ditarik yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 1.902.230 902.836 - 2.805.066
Pengalihan ke
Stage 1 1.314 (1.314) - -
Stage 2 (30.679) 30.679 - -
Stage 3 (10.848) (13.528) 24.376 -
Pengukuran kembali bersih (959.239) 1.626.835 (24.376) 643.220
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 347.362 13.768 - 361.130
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (430.079) (226.252) - (656.331)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan
perubahan lain (7.502) - - (7.502)
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 812.559 2.333.024 - 3.145.583
Bank melakukan penilaian atas transaksi komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit secara kolektif
dan individual dengan menggunakan bukti objektif.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai pada tanggal
30 September 2024 dan 31 Desember 2023.
23. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Liabilitas imbalan kerja terdiri atas:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pemutusan hubungan kerja 78.786.498 70.124.463
Cuti besar 7.634.010 6.767.969
Penghargaan masa kerja 12.859.804 10.890.113
Kompensasi perjanjian kerja waktu tertentu 325.604 959.696
Total 99.605.916 88.742.241
Perhitungan aktuaria atas program pemutusan hubungan kerja, cuti besar, penghargaan masa kerja dan
kompensasi perjanjian kerja waktu tertentu pada tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
dilakukan oleh KKA Enny Diah Awal, aktuaris independen, dalam laporannya masing-masing tertanggal 1 Juli
2024 dan 15 Februari 2024.
a) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Program imbalan pasca kerja Bank disebut dengan Program Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),
Perhitungan PHK dilakukan dengan menggunakan asumsi-asumsi penilaian aktuaria atas liabilitas Bank
berkaitan dengan cadangan untuk penetapan uang pesangon, uang penghargaan tanda jasa dan ganti
kerugian sesuai dengan ketentuan internal Bank dan peraturan yang berlaku.
78
Page 82
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Perhitungan aktuaria tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit serta
mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Tingkat diskonto tahunan 6,90% 6,90%
Tingkat kenaikan gaji tahunan
di masa depan 8,50% 8,50%
Tingkat pengembangan akumulasi iuran
PPIP 4,89% 6,94%
Tingkat kematian TMI 2019 TMI 2019
Tingkat cacat 10% dari TMI 2019 10% dari TMI 2019
Usia pensiun normal 56 tahun 56 tahun
Tingkat pengunduran diri Usia 15-29 6,00% Usia 15-29 6,00%
Usia 30-34 3,00% Usia 30-34 3,00%
Usia 35-39 1,80% Usia 35-39 1,80%
Usia 40-50 1,20% Usia 40-50 1,20%
Usia 51-52 0,60% Usia 51-52 0,60%
Usia>52 0,00% Usia>52 0,00%
Dihitung sesuai PP RI Dihitung sesuai PP RI
Pajak manfaat No. 68 Tahun 2009 No. 68 Tahun 2009
Pasal 4 Pasal 4
Mutasi atas liabilitas PHK masing-masing pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 70.124.463 64.902.903
Beban yang diakui pada tahun berjalan 15.010.085 20.522.385
Pengukuran kembali atas liabilitas PHK 1.333.695 (2.700.538)
Pembayaran manfaat aktual (7.681.745) (12.600.287)
Liabilitas PHK 78.786.498 70.124.463
Pengukuran kembali atas liabilitas PHK masing-masing pada tanggal 30 September 2024 dan
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 5.245.004 7.945.541
Keuntungan aktuaria 1.333.695 (2.700.538)
Pengukuran kembali atas liabilitas PHK 6.578.699 5.245.003
Perhitungan beban PHK untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2024 dan
31 Desember 2023 sesuai dengan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Biaya jasa kini 8.785.976 9.546.823
Beban bunga 3.430.176 4.336.604
Biaya jasa lalu 2.793.933 6.638.958
Beban PHK (Catatan 29) 15.010.085 20.522.385
79
Page 83
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Mutasi nilai kini liabilitas PHK adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 70.124.463 64.902.903
Biaya jasa kini 8.785.976 9.546.823
Biaya bunga 3.430.176 4.336.604
Beban pesangon 2.793.933 6.638.958
Kerugian (keuntungan) aktuaria 1.333.695 (2.700.538)
Pembayaran manfaat (7.681.745) (12.600.287)
Nilai kini liabilitas PHK 78.786.498 70.124.463
Analisis sensitivitas untuk asumsi aktuaria liabilitas PHK adalah sebagai berikut :
30 September 2024 31 Desember 2023
Perubahan Nilai kini Perubahan Nilai kini atas
persentase atas liabilitas persentase liabilitas
Tingkat diskonto +1,0% 71.930.231 +1,0% 64.070.903
-1,0% 86.719.857 -1,0% 77.118.384
Tingkat kenaikan upah +1,0% 86.517.501 +1,0% 77.786.957
-1,0% 71.965.839 -1,0% 63.348.195
Jadwal jatuh tempo dari liabilitas PHK pada tahun mendatang adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
< 1 tahun 5.888.284 3.530.701
≥ 1 tahun - 5 tahun 26.545.281 27.564.689
≥ 5 tahun 1.447.023.978 1.324.367.743
Total 1.479.457.543 1.355.463.133
b) Cuti besar
Perhitungan aktuaria atas cuti besar dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit serta
mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Tingkat diskonto tahunan 6,50% 6,40%
Tingkat kenaikan gaji tahunan di masa depan 8,50% 8,50%
Tingkat kematian TMI 2019 TMI 2019
Tingkat cacat 10,0% dari TMI 2019 10,0% dari TMI 2019
Tingkat pengunduran diri Usia 15-29 6,00% Usia 15-29 6,00%
Usia 30-34 3,00% Usia 30-34 3,00%
Usia 35-39 1,80% Usia 35-39 1,80%
Usia 40-50 1,20% Usia 40-50 1,20%
Usia 51-52 0,60% Usia 51-52 0,60%
Usia>52 0,00% Usia>52 0,00%
Dihitung sesuai UU RI Dihitung sesuai UU RI
Pajak manfaat No. 7 Tahun 2021 No. 7 Tahun 2021
tentang Harmonisasi tentang Harmonisasi
Peraturan Perpajakan Peraturan Perpajakan
80
Page 84
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Mutasi liabilitas atas cuti besar masing-masing pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 6.767.969 5.278.909
Beban yang diakui pada tahun berjalan 2.818.522 2.735.968
Pembayaran manfaat aktual (1.952.481) (1.246.908)
Liabilitas cuti besar 7.634.010 6.767.969
Beban cuti besar untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember
2023 berdasarkan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Biaya jasa kini 1.966.489 2.192.970
Beban bunga 278.003 297.949
Keuntungan aktuaria 281.947 245.049
Beban pesangon 292.083 -
Beban cuti besar (Catatan 29) 2.818.522 2.735.968
Analisis sensitivitas untuk asumsi aktuaria liabilitas cuti besar adalah sebagai berikut :
30 September 2024 31 Desember 2023
Perubahan Nilai kini Perubahan Nilai kini atas
persentase atas liabilitas persentase liabilitas
Tingkat diskonto +1,0% 7.491.253 +1,0% 6.634.982
-1,0% 7.782.168 -1,0% 6.906.164
Tingkat kenaikan upah +1,0% 7.778.034 +1,0% 6.902.178
-1,0% 7.492.556 -1,0% 6.636.317
Jadwal jatuh tempo dari liabilitas cuti besar pada tahun mendatang adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
< 1 tahun 1.930.883 2.115.701
≥ 1 tahun - 5 tahun 12.361.052 12.121.993
≥ 5 tahun 2.781.324 1.939.474
Total 17.073.259 16.177.168
c) Penghargaan masa kerja
Perhitungan aktuaria atas penghargaan masa kerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected
Unit Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Tingkat diskonto tahunan 6,90% 6,90%
Tingkat kenaikan gaji tahunan di masa depan 8,50% 8,50%
Tingkat kenaikan harga emas 10,00% 10,00%
Tingkat kematian TMI 2019 TMI 2019
Tingkat cacat 10,0% dari TMI 2019 10,0% dari TMI 2019
Tingkat pengunduran diri Usia 15-29 6,00% Usia 15-29 6,00%
Usia 30-34 3,00% Usia 30-34 3,00%
Usia 35-39 1,80% Usia 35-39 1,80%
Usia 40-50 1,20% Usia 40-50 1,20%
Usia 51-52 0,60% Usia 51-52 0,60%
Usia>52 0,00% Usia>52 0,00%
Dihitung sesuai UU RI Dihitung sesuai UU RI
Pajak manfaat No. 7 Tahun 2021 No. 7 Tahun 2021
tentang Harmonisasi tentang Harmonisasi
Peraturan Perpajakan Peraturan Perpajakan
81
Page 85
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Mutasi untuk liabilitas penghargaan masa kerja pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023
adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 10.890.113 918.382
Beban yang diakui pada tahun berjalan 2.325.452 10.203.035
Pembayaran manfaat aktual (355.761) (231.304)
Liabilitas penghargaan masa kerja 12.859.804 10.890.113
Beban penghargaan masa kerja untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan
31 Desember 2023 berdasarkan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut :
30 September 2024 31 Desember 2023
Biaya jasa kini 1.598.925 442.436
Beban bunga 554.358 48.966
(Keuntungan) kerugian aktuaria 172.169 9.711.633
Beban penghargaan masa kerja
(Catatan 29) 2.325.452 10.203.035
Analisis sensitivitas untuk asumsi aktuaria liabilitas penghargaan masa kerja adalah sebagai berikut :
30 September 2024 31 Desember 2023
Perubahan Nilai kini Perubahan Nilai kini atas
persentase atas liabilitas persentase liabilitas
Tingkat diskonto +1,0% 11.286.939 +1,0% 9.609.994
-1,0% 14.741.371 -1,0% 12.416.068
Tingkat kenaikan upah +1,0% 13.831.574 +1,0% 12.376.583
-1,0% 12.019.660 -1,0% 9.616.544
Jadwal jatuh tempo dari liabilitas penghargaan masa kerja pada tahun mendatang adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
< 1 tahun 457.031 343.062
≥ 1 tahun - 5 tahun 2.154.830 2.165.962
≥ 5 tahun 179.621.105 153.082.918
Total 182.232.966 155.591.942
d) Kompensasi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
Perhitungan kompensasi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dilakukan dengan menggunakan
metode proporsional.
Mutasi untuk liabilitas kompensasi PKWT pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 959.696 915.809
Beban yang diakui pada tahun berjalan 47.346 279.428
Pembayaran manfaat aktual (681.438) (235.541)
Liabilitas Kompensasi PKWT 325.604 959.696
82
Page 86
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Beban kompensasi PKWT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember
2023 berdasarkan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2024
Biaya jasa kini 231.949 819.686
Keuntungan aktuaria (184.603) (540.258)
(Pendapatan) Beban Kompensasi PKWT
(Catatan 29) 47.346 279.428
Jadwal jatuh tempo dari liabilitas kompensasi PKWT pada tahun mendatang adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
< 1 tahun 360.140 1.319.178
≥ 1 tahun - 5 tahun 251.686 102.133
Total 611.826 1.421.311
e) Program pensiun iuran pasti
Bank menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya yang dikelola oleh
Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Jumlah kontribusi Bank untuk dana pensiun adalah sebesar 87,80% dari iuran yang sudah ditetapkan
berdasarkan tingkat dari masing-masing karyawan yang disajikan sebagai bagian dari “Beban Gaji dan
Tunjangan” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023 besaran iuran yang telah
dibayarkan oleh Bank masing-masing sebesar Rp 827.021 dan Rp 800.997.
Pada bulan April 2022, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia menerbitkan materi
penjelasan melalui siaran pers atas persyaratan pengatribusian imbalan pada periode jasa sesuai PSAK
No. 24, ”Imbalan Kerja” yang diadopsi dari IAS 19, ”Employee Benefits”. Materi penjelasan tersebut
menyampaikan informasi bahwa pola fakta umum dari program pensiun berbasis undang-undang
ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola fakta serupa dengan yang ditanggapi dan
disimpulkan dalam IFRS Intepretation Committee Agenda Decision Attributing Benefit to Periods of Service
(IAS 19). Dengan menerapkan materi penjelasan tersebut maka Bank perlu mengubah kebijakan akuntansi
menyangkut atribusi imbalan kerja pada periode jasa dari yang diterapkan saat ini. Sampai dengan tanggal
otorisasi laporan keuangan, Bank masih melakukan berbagai hal yang relevan, baik internal maupun
eksternal, untuk menerapkan materi penjelasan tersebut, sehingga dampaknya belum dapat ditentukan
dan dicatat dalam laporan keuangan Bank untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
30 September 2024.
83
Page 87
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. LIABILITAS LAIN-LAIN
30 September 2024 31 Desember 2023
Jumlah nosional Jumlah nosional
Ekuivalen Ekuivalen
mata uang asing mata uang asing
Rupiah sRupiah
(Angka penuh) (Angka penuh)
Rupiah
Rekening Penampungan Kredit Program 61.774.194 66.378.440
Insentif dan tunjangan kerja 60.996.055 28.881.443
Liabilitas sewa 53.879.639 76.141.199
Cadangan perkara dan kerugian
35.700.690 26.425.415
operasional
Bonus dan tantiem 21.992.485 19.017.276
Bunga yang masih harus dibayar 14.050.034 16.605.237
Setoran jaminan 45.950 -
Lain-lain 10.487.362 6.592.400
258.926.409 240.041.410
Dolar Amerika Serikat
Bunga yang masih harus dibayar 222 3.368 17.302 266.400
Lain-lain 11.204 169.629 11.204 172.508
172.997 438.908
Total 259.099.406 240.480.318
Rekening penampungan Kredit Program merupakan rekening penampungan angsuran atas penyaluran
pembiayaan perumahan yang akan disetorkan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Bank bekerja sama
dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Republik Indonesia dalam
penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dalam rangka perolehan rumah melalui
KPR Sejahtera bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sesuai dengan Perjanjian Kerjasama Operasi (PKO)
antara Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kemen PUPR dengan Bank No.
14/PKS/Pg/2020, komposisi sharing pembiayaan tersebut adalah sebesar 25% dana Bank dan 75% dana
Kemen PUPR.
25. EKUITAS
Modal saham
Rincian pemegang saham Bank dan kepemilikannya pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember
2023 adalah sebagai berikut:
30 September 2024
Total lembar
Persentase
saham ditempatkan Total
kepemilikan
Pemegang saham dan disetor penuh
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 21.487.162.037 86,850% 2.148.716.204
Direksi
Lukman Hakim 100.000 0,000% 10.000
Masyarakat (masing-masing
dibawah 5%) 3.253.232.257 13,150% 325.323.225
Total 24.740.494.294 100,000% 2.474.049.429
31 Desember 2023
Total lembar saham
Persentase
ditempatkan dan Total
kepemilikan
Pemegang saham disetor penuh
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 21.487.162.037 86,850% 2.148.716.204
Dewan Komisaris
Ahmad F. C. Barir 1.216.287 0,005% 121.629
Direksi
Bhimo Wikan Hantoro 2.552.642 0,010% 255.264
Dedy Hendrianto 55.086 0,000% 5.508
Masyarakat (masing-masing
dibawah 5%) 3.249.508.242 13,135% 324.950.824
Total 24.740.494.294 100,000% 2.474.049.429
84
Page 88
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Cadangan
1) Cadangan Khusus
Merupakan cadangan yang bertujuan untuk jaminan sosial pegawai yang dibentuk sesuai dengan
Keputusan Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham tanggal 19 Mei 1992.
2) Cadangan Umum dan Wajib
Cadangan umum dan wajib pada awalnya dibentuk dalam rangka memenuhi ketentuan Pasal 61 ayat (1)
Undang-undang No. 1/1995 mengenai Perseroan Terbatas (kemudian diganti dengan Undang-undang
Perseroan Terbatas No, 40/2007), yang mengharuskan perusahaan Indonesia untuk membuat penyisihan
cadangan umum dan wajib sebesar sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan
disetor penuh. Undang-undang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk pembentukan penyisihan
tersebut.
26. PENDAPATAN BUNGA
Periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September
2024 2023
Rupiah
Kredit yang diberikan
Menengah 215.012.067 166.012.858
Mikro 124.541.395 64.776.875
Konsumer 103.281.700 75.837.018
Ritel 77.552.320 115.052.784
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi pemerintah 18.101.410 9.721.448
Obligasi 3.707.627 2.974.426
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Obligasi pemerintah 64.269.088 63.392.624
Obligasi 8.839.046 8.340.412
Negotiable Certificate Deposit - 442.359
Biaya perolehan diamortisasi
Obligasi pemerintah 90.992.979 90.920.231
Obligasi 10.122.132 23.978.262
Medium-Term Notes 885.423 904.277
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 22.799.404 203.518
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 4.285.317 8.350.565
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Deposit facility 11.197.131 6.589.875
Inter-bank call money 3.262.956 4.388.308
Term Deposit 3.136.838
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain 6.000.490 5.671.095
764.850.485 650.693.773
Dolar Amerika Serikat
Kredit yang diberikan
Menengah 4.500.122 10.363.950
Ritel - 86.381
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi pemerintah - 131.381
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Deposit facility dan Term Deposit - 477.162
Giro pada Bank Indonesia
dan bank lain 25.423 27.615
4.525.545 11.086.489
Total 769.376.030 661.780.262
85
Page 89
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. BEBAN BUNGA
Periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September
2024 2023
Rupiah
Deposito berjangka 268.186.556 224.233.079
Tabungan 29.632.578 31.937.635
Simpanan dari bank lain 21.926.805 7.284.875
Premi Lembaga Penjamin Simpanan 10.604.821 12.694.820
Repo 10.256.786 3.588.120
Giro 5.631.258 10.298.615
Pinjaman yang diterima 477.337 510.062
Lainnya 2.823.692 2.918.475
349.539.833 293.465.681
Dolar Amerika Serikat
Deposito berjangka 3.415.385 7.011.111
Simpanan dari bank lain 178.823 2.051.031
Giro 7.638 11.718
3.601.846 9.073.860
Total 353.141.679 302.539.541
28. PENYISIHAN (PEMBALIKAN) KERUGIAN PENURUNAN NILAI
Akun ini merupakan penyisihan (pembalikan) cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan, aset
non-keuangan dan tagihan komitmen dan kontinjensi, sebagai berikut:
Periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September
2024 2023
Aset keuangan
Kredit yang diberikan (Catatan 9) 322.533.451 16.729.724
Giro pada bank lain (Catatan 5) 15.893 (16.497)
Tagihan akseptasi - (85.589)
Efek-efek (Catatan 7) (313.854) (3.006)
322.235.490 16.624.632
Tagihan komitmen dan kontinjensi (Catatan 22)
Fasilitas kredit yang belum ditarik (2.588.844) (2.315.076)
Bank garansi yang diterbitkan (3.233) (2.354)
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam rangka impor - (2.154)
(2.592.077) (2.319.584)
Total 319.643.413 14.305.048
86
Page 90
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. BEBAN GAJI DAN TUNJANGAN
Periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September
2024 2023
Tunjangan 80.284.341 59.852.455
Gaji 68.255.645 70.267.373
Bonus dan insentif 39.475.747 17.085.555
Imbalan kerja 20.201.406 27.782.988
Outsourcing 18.262.888 19.010.823
Asuransi pegawai 14.559.908 13.813.416
Pendidikan dan pelatihan 4.908.706 4.935.161
Program kepemilikan mobil 4.504.896 5.476.062
Pengobatan 3.709.377 5.240.633
Lembur 3.553.881 3.160.060
Dana pensiun 827.021 800.997
Penerimaan karyawan 241.177 208.021
Lain-lain 442.839 668.586
Total 259.227.882 228.302.130
Jumlah gaji dan tunjangan untuk Direksi Bank adalah sebesar Rp7.885.944 dan Rp10.807.465, masing-masing
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023, sedangkan jumlah gaji dan tunjangan
untuk Dewan Komisaris Bank adalah sebesar Rp3.110.863 dan Rp4.880.865, masing-masing untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023 (Catatan 33).
Jumlah tantiem, bonus dan insentif Direksi, Dewan Komisaris dan karyawan kunci Bank yang dibayarkan adalah
sebesar Rp3.199.803 dan Rp2.232.841 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023.
30. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September
2024 2023
Penyusutan dan amortisasi 50.524.930 43.326.089
Jasa layanan berlangganan 25.922.393 8.369.312
Iklan dan promosi 24.245.166 18.915.199
Honorarium tenaga ahli 18.472.526 40.305.600
Perjalanan dinas 8.536.302 6.650.966
Asuransi 8.380.134 7.659.860
Biaya perkara 6.702.857 1.634.193
Jasa layanan gedung kantor 4.588.214 7.693.586
Pemeliharaan dan perbaikan 4.312.038 9.846.401
Keperluan kantor dan rapat 4.218.743 2.739.937
Pengembangan sistem 3.660.457 8.873.805
Transportasi dan pengiriman 3.597.161 3.769.391
Sewa 3.583.395 3.842.694
Biaya Pungutan Otoritas Jasa Keuangan 3.542.557 3.355.350
Representasi 3.379.083 5.402.635
Listrik, air dan gas 3.051.138 5.430.462
Pengolahan data 2.296.011 3.038.866
Penyelesaian kredit 2.029.186 1.510.878
Barang cetakan 1.617.263 1.001.878
Alat tulis dan fotokopi 1.444.619 1.615.712
Pajak dan perijinan 1.441.307 842.010
87
Page 91
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September
2024 2023
Telepon dan faksimili 1.196.805 1.319.236
Kegiatan pegawai 1.002.274 908.353
Kerugian operasional - 19.843.624
Lain-lain 15.324.787 11.627.956
Total 203.069.346 219.523.993
31. (BEBAN) PENDAPATAN NON OPERASIONAL - NETO
Periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September
2024 2023
Laba penjualan aset tetap (Catatan 11) 47.299 707.109
Denda - (92.450)
Lain-lain - neto (11.509.614) (124.870)
Total (11.462.315) 489.789
32. LABA PER SAHAM
Perhitungan laba per saham pada tanggal 30 September 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
Periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September
2024 2023
Laba tahun berjalan 33.884.207 14.672.785
Jumlah rata-rata tertimbang saham
biasa yang beredar 24.740.494.294 24.649.385.981
Ditambah : Saham yang akan diterbitkan
Jika waran dieksekusi - 125.198
Dilusian 24.740.494.294 24.649.511.179
Laba bersih
per saham dasar (Rupiah penuh) 1,37 0,60
Laba bersih
per saham dilusian (Rupiah penuh) 1,37 0,60
88
Page 92
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan normal usaha, Bank melakukan transaksi dengan pihak berelasi karena hubungan kepemilikan
dan/atau kepengurusan.
Pihak-pihak berelasi Bank dan jenis hubungannya adalah sebagai berikut:
Unsur transaksi
Pihak-pihak berelasi Jenis Hubungan
pihak berelasi
PT Bank Rakyat Indonesia Entitas Induk Giro pada bank lain,
(Persero) Tbk efek-efek
PT BRI Asuransi Indonesia Hubungan pengendalian melalui Kas, aset tetap
entitas induk
PT BRI Manajemen Investasi Hubungan pengendalian melalui Efek-efek
entitas induk
Dana Pensiun Lembaga Hubungan program imbalan Program pensiun
Keuangan BRI pasca kerja iuran pasti
Pemerintah Republik Indonesia Kepemilikan saham mayoritas melalui Efek-efek
(RI) Kementerian Keuangan RI
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hubungan pengendalian bersama Giro pada bank lain,
melalui Pemerintah Pusat RI efek-efek
PT Bank Negara Indonesia Hubungan pengendalian bersama Giro pada bank lain,
(Persero) Tbk melalui Pemerintah Pusat RI efek-efek
PT Perusahaan Listrik Negara Hubungan pengendalian bersama Efek-efek, kredit yang
(Persero) melalui Pemerintah Pusat RI diberikan
PT Sarana Multigriya Finansial Hubungan pengendalian bersama Pinjaman yang
(Persero) melalui Pemerintah Pusat RI diterima, Efek-efek
PT Sarana Multi Infrasturuktur Hubungan pengendalian bersama Efek-efek
(Persero) melalui Pemerintah Pusat RI
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Hubungan pengendalian bersama Efek-efek
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Industri Kereta Api (Persero) Hubungan pengendalian bersama Efek-efek
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Bank Tabungan Negara Hubungan pengendalian bersama Efek-efek
(Persero) Tbk melalui Pemerintah Pusat RI
PT Bank Mandiri Taspen Hubungan pengendalian bersama Efek-efek
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Perkebunan Nusantara II Hubungan pengendalian bersama Efek-efek, kredit yang
melalui Pemerintah Pusat RI diberikan
PT Perkebunan Nusantara IV Hubungan pengendalian bersama Efek-efek, kredit yang
melalui Pemerintah Pusat RI diberikan
PT Kresna Kusuma Dyandra Hubungan pengendalian bersama Kredit yang diberikan
Marga melalui Pemerintah Pusat RI
PT Hutama Karya (Persero) Hubungan pengendalian bersama Kredit yang diberikan
melalui Pemerintah Pusat RI
Perum Damri Hubungan pengendalian bersama Kredit yang diberikan
melalui Pemerintah Pusat RI
Perum Perhutani Hubungan pengendalian bersama Kredit yang diberikan
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Laras Astra Kartika Hubungan pengendalian bersama Kredit yang diberikan
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Bromo Steel Indonesia Hubungan pengendalian bersama Kredit yang diberikan
melalui Pemerintah Pusat RI
Entitas dan Lembaga Pemerintah Hubungan pengendalian bersama Giro, tabungan, dan
melalui Pemerintah Pusat RI deposito berjangka
89
Page 93
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Aset
Giro pada bank lain (Catatan 5)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 305.819.613 110.843.329
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.888.313 2.490.762
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 254.738 252.111
307.962.664 113.586.202
Efek-efek (Catatan 7)
Pemerintah RI 3.796.874.216 3.360.410.456
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 95.036.000 75.000.000
PT Sarana Multi Infrasturuktur (Persero) 35.755.500 35.742.000
PT Kereta Api Indonesia (Persero) 35.000.000 35.000.000
PT BRI Manajemen Investasi 30.416.175 100.216.804
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 29.921.200 30.222.600
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 19.868.000 29.232.000
PT Bank Mandiri Taspen 17.056.865 17.330.558
PT Perkebunan Nusantara II 10.250.000 11.000.000
PT Industri Kereta Api (Persero) 10.000.000 10.000.000
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tbk - 235.367.751
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk - 20.222.000
4.080.177.956 3.959.744.169
Kredit Yang Diberikan (Catatan 9)
PT Kresna Kusuma Dyandra Marga 390.476.766 390.745.185
PT Hutama Karya (Persero) 299.701.220 299.745.109
Perum Perhutani 284.965.748 299.620.820
PT Perkebunan Nusantara IV 183.044.395 200.000.000
PT BRI Multifinance Indonesia 100.000.000 -
Perum Damri 33.130.951 71.429.864
PT Laras Astra Kartika 7.643.361 9.493.362
PT Bromo Steel Indonesia 1.000.000 1.000.000
Lain-lain 2.059.670 2.358.485
1.302.022.111 1.274.392.825
Total aset dari pihak-pihak berelasi 5.690.162.731 5.347.723.196
Total aset 12.821.303.994 12.440.642.239
Persentase total aset dari pihak-pihak
berelasi terhadap total aset 44,38% 42,99%
Liabilitas
Giro (Catatan 15)
Entitas dan lembaga pemerintah 4.258.756 102.245.304
Lain-lain 315.431.066 156.770.562
319.689.822 259.015.866
90
Page 94
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024 31 Desember 2023
Tabungan (Catatan 16)
Entitas dan lembaga pemerintah 19.880.527 35.458.209
Karyawan kunci 8.466.115 8.488.940
Lain-lain 12.853.901 189.079.896
41.200.543 233.027.045
Deposito berjangka (Catatan 17)
Entitas dan lembaga pemerintah 11.984.693 16.598.921
Lain-lain 369.700.000 441.150.000
381.684.693 457.748.921
Simpanan dari bank lain (Catatan 18)
Entitas dan lembaga pemerintah 300.000.000 450.000.000
Pinjaman yang diterima (Catatan 21)
Entitas dan lembaga pemerintah 13.880.209 14.635.666
Kompensasi kepada karyawan kunci
Nilai kini liabilitas pemutusan hubungan kerja 13.551.222 11.172.802
Nilai kini liabilitas cuti besar 929.051 704.669
Nilai kini liabilitas penghargaan masa kerja 1.159.021 960.807
Nilai kini liabilitas perjanjian kerja waktu tertentu - 41.133
15.639.294 12.879.411
Total liabilitas kepada pihak- pihak berelasi 1.072.094.557 1.427.306.910
Total liabilitas 9.364.637.284 9.020.392.264
Persentase total liabilitas dari pihak-pihak 15,82%
berelasi 11,45%
Periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September
2024 2023
Gaji dan tunjangan Dewan Komisaris,
Direksi dan karyawan kunci (Catatan 29)
Dewan Komisaris 3.110.863 4.880.865
Direksi 7.885.944 10.807.465
Karyawan kunci 13.556.339 16.687.363
24.553.146 32.375.693
Tantiem, bonus dan insentif Dewan Komisaris,
Direksi dan karyawan kunci (Catatan 29)
Tantiem Dewan Komisaris 416.129 439.695
Tantiem Direksi 927.324 478.727
Bonus dan insentif karyawan kunci 1.856.350 1.314.419
3.199.803 2.232.841
Persentase transaksi dengan pihak-pihak berelasi terhadap total aset dan total liabilitas Bank adalah sebagai
berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Aset
Giro pada bank lain 2,40% 0,91%
Efek-efek 31,82% 31,83%
Kredit yang diberikan 10,16% 10,25%
44,38% 42,99%
91
Page 95
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024 31 Desember 2023
Liabilitas
Giro 3,41% 2,87%
Tabungan 0,44% 2,58%
Deposito berjangka 4,08% 5,08%
Simpanan dari bank lain 3,20% 4,99%
Pinjaman yang diterima 0,15% 0,16%
Kompensasi kepada karyawan kunci 0,17% 0,14%
11,45% 15,82%
34. MANAJEMEN RISIKO
Dalam rangka mencapai manajemen risiko yang mendukung pencapaian target kinerja dan mampu menjaga
kelangsungan usaha, diperlukan strategi manajemen risiko yang proaktif yang dapat meningkatkan efektivitas
penggunaan modal dan tingkat pengembangan modal (Return on Equity/ROE) sehingga dapat memberikan
nilai tambah bagi pemegang saham, mengantisipasi ketentuan baru yang mengarah pada best practice,
meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan stakeholders lainnya serta meningkatkan bisnis pada tingkat
optimal. Bank selaku lembaga jasa keuangan (LJK) telah menerapkan manajemen risiko sesuai ketentuan
Otoritas Jasa Keuangan antara lain dengan menerapkan proses manajemen risiko yang telah dituangkan dalam
beberapa kebijakan dan prosedur, antara lain Kebijakan Umum Manajemen Risiko (KUMR). KUMR berperan
sebagai aturan tertinggi dalam implementasi manajemen risiko pada seluruh kegiatan bisnis Bank sehingga
kegiatan usaha Bank tetap dapat terkendali pada limit yang dapat diterima dan menguntungkan Bank dimana
meliputi struktur organisasi dan proses penerapan manajemen risiko, pengelolaan risiko, strategi permodalan,
produk bank baru, Business Continuity Management dan sistem pengendalian intern.
Proses penerapan manajemen risiko meliputi identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian terhadap
8 (delapan) risiko yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko kepatuhan, risiko
strategis, risiko hukum dan risiko reputasi.
Profil risiko Bank menggambarkan risiko yang melekat dalam kegiatan bisnis Bank (inherent risk) termasuk
kualitas penerapan Manajemen Risiko yang mencerminkan sistem pengendalian risiko (risk control system)
melalui proses self-assessment pada seluruh aktivitas bisnis Bank yang mencakup 8 (delapan) risiko. Penilaian
Profil Risiko Bank telah dilakukan sesuai dengan ketentuan SEOJK No. 14/SEOJK.03/2017 tentang Penilaian
Tingkat Kesehatan Bank Umum.
Dewan Komisaris melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan implementasi manajemen risiko yang dilakukan
oleh Direksi. Evaluasi dilakukan dalam rangka memastikan bahwa Direksi mengelola aktivitas dan risiko-risiko
Bank secara efektif. Dalam melakukan pengawasan aktif terhadap manajemen risiko Bank, Dewan Komisaris
dibantu oleh Komite Pemantau Risiko.
Direksi menentukan arah kebijakan dan strategi manajemen risiko secara komprehensif beserta
implementasinya. Selain itu, Direksi bertanggungjawab untuk memastikan bahwa seluruh risiko yang material
dan dampak yang ditimbulkan oleh risiko dimaksud telah ditindaklanjuti, termasuk pelaksanaan langkah-langkah
perbaikan atas permasalahan atau penyimpangan dalam kegiatan usaha Bank yang ditemukan oleh Satuan
Kerja Audit Intern (SKAI).
Direksi Bank dibantu oleh Komite Manajemen Risiko (Risk Management Committee/RMC) sebagai komite
tertinggi dalam sistem manajemen risiko Bank. Komite Manajemen Risiko mempunyai tugas dan tanggung
jawab memberikan rekomendasi kepada Direktur Utama dalam merumuskan kebijakan, strategi manajemen
risiko termasuk penetapan limit serta memperbaiki atau menyempurnakan pelaksanaan manajemen risiko
yang dilakukan secara berkala maupun insidental sebagai akibat dari perubahan kondisi eksternal dan internal
Bank yang akan mempengaruhi kecukupan permodalan dan profil risiko.
Penerapan manajemen risiko melibatkan semua unsur dalam Bank, dimana Dewan Komisaris dan Direksi
mempunyai tugas memastikan penerapan manajemen risiko telah memadai sesuai dengan karakteristik,
kompleksitas dan profil risiko Bank serta memahami dengan baik jenis dan tingkat risiko yang melekat pada
kegiatan bisnis bank.
92
Page 96
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 18 /POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen
Risiko bagi Bank Umum, penyampaian laporan profil risiko disampaikan secara triwulan. Berdasarkan laporan
terakhir self-assessment, peringkat inherent risk Bank posisi 30 September 2024 berada pada peringkat 2 (Low
to Moderate) dengan peringkat kualitas penerapan manajemen risiko berada pada peringkat 2 (Satisfactory)
sehingga peringkat komposit Profil Risiko Bank adalah 2 (Low to Moderate) dengan tren tetap dibandingkan
dengan hasil prudential meeting pada posisi 30 Juni 2024.
Sementara itu, penilaian Tingkat Kesehatan Bank menurut POJK No. 4 /POJK.03/2016 disampaikan setiap
semester. Parameter Tingkat Kesehatan Bank (TKB) Bank pada tanggal 30 Juni 2024 sebagai berikut:
1. Profil risiko
Hasil penilaian Profil Risiko Bank Self Assesment periode 30 Juni 2024 di peringkat 2 (Low to Moderate)
dengan tren tetap dibandingkan periode 31 Desember 2023. Risiko yang menjadi highlight adalah aktivitas
perkreditan dan pencapaian bisnis Bank.
Sebagai bentuk tindak lanjut Bank terhadap risiko yang menjadi perhatian, beberapa tindak lanjut yang
dilakukan, antara lain optimalisasi perbaikan kualitas kredit meliputi upaya penagihan, restrukturisasi,
klaim asuransi, serta negosiasi penyelesaian kredit melalui proses lelang, serta melakukan penyusunan
priority plan yang berisi kategorisasi list debitur yang dijadikan prioritas untuk dilakukan perbaikan.
Sementara itu untuk meningkatkan pencapaian angka bisnis Bank terhadap target RBB, dilakukan
optimalisasi pertumbuhan kredit dan CASA dengan mengakusisi ekosistem partner baru namun dengan
tetap memaksimalkan ekosistem existing, merancang program pemasaran yang menarik untuk
mendorong pertumbuhan transaksi, melakukan pengembangan fitur pada aplikasi agar meningkatkan
efektivitas dan penyempurnaan fungsi fitur dalam bertransaksi, dan melakukan sosialisasi pembukaan
digital saving di BRI group.
2. Rentabilitas
Hasil pencapaian rentabilitas untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 adalah peringkat 3
(Cukup Memadai). Pencapaian kinerja Bank dalam menghasilkan laba (rentabilitas) cukup memadai yang
tercermin pada pencapaian laba/rugi bersih perseroan dan mendukung pertumbuhan permodalan Bank.
3. Permodalan
Penerapan PSAK No. 71 menyebabkan Bank melakukan lebih banyak pencadangan biaya aset produktif.
Permodalan Bank sampai dengan 30 Juni 2024 berada pada posisi skor 2 (Memadai) dengan kecukupan
rasio kewajiban penyertaan modal minimum (KPMM) untuk mengantisipasi potensi kerugian sesuai profil
risiko mencapai 40,84%. Angka ini jauh melampaui batas persyaratan minimum KPMM sesuai regulasi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu KPMM 9,99% sesuai internal capital adequacy assessment process
(ICAAP). Dewan Komisaris dan Direksi turut berperan aktif dalam memantau kecukupan modal Bank.
4. Tata Kelola
Tata kelola Bank pada posisi 30 Juni 2024 berada pada peringkat 2 (Baik) yang mencerminkan bahwa
Bank telah menerapkan prinsip-prinsip corporate governance yang baik dan tercermin pada kegiatan
operasionalnya dengan menetapkan kebijakan dan prosedur yang memadai serta adanya tugas dan
kewenangan yang jelas dalam pengambilan keputusan. Selain itu terdapat beberapa hal yang telah
dilakukan oleh Bank, diantaranya: membentuk struktur organisasi yang sesuai dengan visi dan misi Bank,
mengkinikan kebijakan internal, melakukan pengungkapan dan transparansi informasi hasil kinerja Bank.
Risiko Kredit
Dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis kredit dilakukan pengelolaan kualitas mulai dari tahap awal proses
prakarsa kredit hingga pelunasan kredit. Monitoring dan pembinaan dilakukan terhadap Debitur dan Pemasar
untuk memastikan kredit tetap terjaga performanya (Performing Loan/PL), Pengelolaan kredit yang efektif dan
efisien akan meminimalkan risiko bad debt dan loss sehingga pencadangan biaya yang dialokasikan untuk
aktivitas perkreditan menjadi minimum.
93
Page 97
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tujuan pengelolaan risiko kredit Bank adalah untuk mengoptimalkan penggunaan sumber dana yang berasal dari
Dana Pihak Ketiga maupun akumulasi laba untuk memperoleh pendapatan bunga aset produktif yang wajar,
memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan oleh shareholders, memastikan cost and benefit yang optimal
dan menjaga kecukupan pencadangan biaya baik pada tingkat individu maupun portofolio kredit keseluruhan.
Bank telah memiliki kebijakan dan prosedur perkreditan serta manajemen risiko kredit, yang diputuskan melalui
forum Komite Kebijakan Perkreditan (KKP), Komite Kredit (KK), Komite Kebijakan Kredit dan Pengembangan
Produk (K3P2), Komite Produk, Komite Manajemen Risiko (RMC) yang beranggotakan Direksi dan anggota
manajemen senior serta Rapat Direksi (Radisi) dan disetujui oleh Dewan Komisaris, juga secara tertulis
dituangkan pada Kebijakan Perkreditan Bank (KPB), Pedoman Pelaksanaan Kredit (PPK) Menengah, Ritel,
Konsumer, dan Mikro, dan Pedoman Pelaksanaan Penyaluran Kredit Melalui Penyelenggara Layanan Pinjam
Meminjam Uang Berbasis Teknologi (Fintech).
Kebijakan Perkreditan Bank (KPB) memberikan pedoman lengkap secara umum dan mendasar terkait prinsip kehati-
hatian perkreditan, tugas dan tanggungjawab level Dewan Komisaris, Direksi, Komite dibawahnya serta Satuan Kerja
Perkreditan dan Pejabat Kredit Lini, pembinaan dan pengawasan kredit, serta pengelolaan kredit bermasalah.
Pedoman Pelaksanaan Kredit (PPK) memberikan panduan yang spesifik mengenai segmen kredit meliputi
proses dan prosedur pemberian kredit dimulai dari proses awal pengajuan kredit, proses analisis, persetujuan,
pemantauan, dokumentasi, pengendalian, penyelamatan atau restrukturisasi dan penyelesaian kredit, sehingga
dapat menjaga kualitas dan target bisnis yang ditetapkan.
Dalam rangka mendukung proses pemberian kredit yang prudent Bank melakukan pengkajian dan
penyempurnaan kebijakan perkreditan maupun proses bisnis prekreditan secara berkala.
Pengelolaan risiko kredit diukur dan diterapkan pada tingkat individu dan portofolio pada segmen Menengah,
Ritel, Konsumer, Mikro. Fungsi pemasaran dan analisa kredit dilakukan Relationship Manager (RM) yang
berada di bawah Unit Bisnis. Selanjutnya Unit Analisa Risiko Kredit menyediakan data analisa kredit secara
makro sesuai dengan prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Condition, Collateral) dan 5P (Penilaian,
Pengikatan, Penguasaan, Pengamanan, dan Pemanfaatan). Putusan terhadap usulan kredit dilakukan oleh
Pejabat yang berbeda dari Pemrakarsa kredit yaitu individu Pemutus kredit ataupun rapat Komite Kredit sesuai
dengan eksposur kredit yang diputus. Dengan demikian, putusan yang diberikan sesuai dengan asas-asas
perkreditanyang baik dan sehat berdasarkan profesionalisme secara jujur, objektif, cermat dan seksama.
Manajemen Risiko Kredit
Penerapan manajemen risiko untuk aktivitas perkreditan dilakukan sebagai berikut:
• Terdapat pemisahan Pejabat Relationship Manager (RM) dan Credit Risk Manager (CRM).
• Terdapat pemisahan pengelolaan kredit lancar (performing) dengan kredit kualitas rendah agar
pengelolaan risiko dalam aktivitas perkreditan dan aktivitas perkreditan yang berorientasi pada
pertumbuhan bisnis yang sehat dilaksanakan berjalan baik.
• Setiap individu Pejabat kredit lini mendapat delegasi kewenangan memprakarsai atau memutus kredit
yang dituangkan dalam suatu penetapan berdasarkan pertimbangan kompetensi, kapabilitas, pengalaman
di bidang perkreditan, integritas, sehingga setiap prakarsa atau putusan akan dibuat berdasarkan penilaian
yang tajam dan komprehensif dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam perbankan (prudential
banking).
• Credit Risk Rating (CRR) dan Credit Risk Scoring (CRS) sebagai perangkat pengukur risiko dalam proses
perkreditan
• Kapasitas appetite kredit ditetapkan melalui Pasar Sasaran (PS) dan Kriteria Risiko yang Dapat Diterima
(KRD)serta penerapan Loan Portfolio Guidelines (LPG) sebagai pedoman dalam pelaksanaan ekspansi
kredit.
• Pengendalian risiko dilakukan dengan cara melakukan pembatasan eksposur, monitoring on site dan off
site terhadap usaha Debitur, dan tindakan perbaikan sehingga usaha Debitur maupun bisnis bank berjalan
lancar.
94
Page 98
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
• Dalam melakukan monitoring terhadap usaha Debitur diterapkan konsep early warning system (EWS)
untuk mendeteksi dini potensi permasalahan bisnis baik karena sebab internal maupun faktor eksternal.
(i) Analisa eksposur maksimum terhadap risiko kredit setelah memperhitungkan dampak agunan dan mitigasi
risiko kredit lainnya:
Nilai tercatat dari aset keuangan Bank selain kredit yang diberikan dan efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali menggambarkan eksposur maksimum atas risiko kredit.
Untuk kredit yang diberikan, Bank menggunakan agunan untuk meminimalkan risiko kredit. Berdasarkan
klasifikasi risiko, portofolio kredit Bank dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
(a) Secured loans
(b) Partially secured loans
Untuk secured loans, Bank menetapkan jenis dan nilai agunan yang dijaminkan sesuai skema kredit dan
perkiraan tingkat risiko kredit dari counterpart sebagai second way out yang ditetapkan. Jenis dari agunan
terdiri dari:
(a) Agunan fisik, seperti tanah dan bangunan, BPKB kendaraan bermotor, dan properti.
(b) Agunan keuangan, seperti simpanan tabungan, giro, deposito berjangka, dan surat berharga.
(c) Lainnya, seperti piutang dagang, garansi, jaminan Pemerintah, dan Lembaga Penjamin.
Partially secured loans merupakan kredit yang diberikan untuk skema kredit tertentu yang telah melalui uji
kelayakan sehingga walaupun tidak sepenuhnya dijamin oleh agunan, namun telah dilakukan mitigasi
risiko yang diperlukan sehingga kemampuan pengembaliannya dapat dipastikan.
Segmen kredit konsumer yang merupakan kredit kepada karyawan dan kredit konsumtif, guna
memperkecil risiko gagal bayar bilamana karyawan meninggal dunia atau mengalami Pemutusan
Hubungan Kerja (PHK) maka kredit ini dilindungi oleh asuransi jiwa dan asuransi kredit.
Segmen kredit Menengah, Ritel, dan Mikro merupakan kredit tujuan produktif, sesuai ketentuan
perkreditan diperlukan agunan. Agunan dapat berupa agunan fisik, agunan keuangan, atau lainnya seperti
piutang dagang atau garansi. Untuk seluruh agunan khususnya physical collateral akan dilakukan
penilaian dimana nilai likuidasi atas agunan tersebut digunakan dalam menentukan kecukupan agunan
(collateral coverage ratio). Dalam hal perlindungan kredit, segmen Menengah dan Ritel dijamin oleh
asuransi kerugian dan asuransi kredit. Sementara itu segmen Mikro dijamin oleh asuransi kredit.
Agunan dilakukan pengikatan sesuai ketentuan perkreditan sehingga risiko kredit diminimalkan apabila
debitur mengalami kegagalan dalam pembayaran kembali (wanprestasi) di kemudian hari. Selain aspek
agunan untuk meminimalkan risiko kredit, pemberian kredit oleh Bank selalu dilakukan berdasarkan
evaluasi dan analisa kelayakan sehingga kemampuan pengembalian kredit (first way out) dapat dipastikan,
Setiap pengajuan kredit wajib melalui proses pre-screening kemudian dilakukan scoring untuk kredit
konsumtif dan rating untuk kredit komersial.Terdapat keharusan bagi Debitur untuk memenuhi evaluasi
atas kelayakan bisnisnya memperoleh kredit, pengikatan kredit secara legal, pre-screening dan proses
rating atau scoring, dan kecukupan agunan yang dipersyaratkan, untuk menurunkan eksposur risiko
pinjamannya ke tingkat yang layak dan dapat diterima.
Tabel di bawah ini menunjukkan net maximum exposure atas risiko kredit untuk efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual kembali pada tanggal 31 Desember 2023:
31 Desember 2023
Eksposur maksimum Agunan Eksposur Neto
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali 245.055.656 249.973.490 -
95
Page 99
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(ii) Kualitas aset keuangan
Tabel di bawah menunjukkan kualitas aset keuangan berdasarkan golongan aset untuk semua aset
keuangan yang mempunyai risiko kredit (diluar cadangan kerugian penurunan nilai):
30 September 2024
Belum jatuh tempo atau tidak Telah jatuh
mengalami penurunan nilai tempo tetapi
Mengalami
tidak
penurunan Total
Tingkat Tingkat mengalami
nilai
tinggi standar penurunan
nilai
Aset
Giro pada Bank Indonesia 661.334.825 - - - 661.334.825
Giro pada bank lain 308.833.906 8.934.273 - - 317.768.179
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 323.000.000 - - - 323.000.000
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 926.275.263 - - - 926.275.263
Nilai wajar melalui
penghasilan
komprehensif lain 2.144.151.569 30.416.175 - - 2.174.567.744
Biaya perolehan
diamortisasi 1.872.325.507 - - - 1.872.325.507
Kredit yang diberikan
Menengah 2.371.927.056 16.176.782 - 1.469.376.933 3.857.480.771
Ritel 657.317.565 151.563.074 70.713.970 362.994.171 1.242.588.780
Mikro 655.102.819 21.719.252 16.414.167 36.863.112 730.099.350
Kosumer 795.652.751 54.440.648 54.723.498 49.352.361 954.169.258
Penyertaan saham - 77.510 - - 77.510
Aset lain-lain*) 61.108.429 7.230.290 - - 68.338.719
Total 10.777.029.690 290.558.004 141.851.635 1.918.586.577 13.128.025.906
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
31 Desember 2023
Belum jatuh tempo atau tidak Telah jatuh
mengalami penurunan nilai tempo tetapi
Mengalami
tidak
penurunan Total
Tingkat Tingkat mengalami
nilai
tinggi standar penurunan
nilai
Aset
Giro pada Bank Indonesia 520.384.441 - - - 520.384.441
Giro pada bank lain 117.884.561 29.210.094 - - 147.094.655
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 444.935.142 - - - 444.935.142
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 319.205.000 - - - 319.205.000
Nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif
lain 1.999.727.021 - - - 1.999.727.021
Biaya perolehan diamortisasi 2.058.003.067 - - - 2.058.003.067
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual
kembali 245.055.656 - - - 245.055.656
Kredit yang diberikan
Menengah 2.223.954.996 71.429.864 - 1.717.948.849 4.013.333.709
Ritel 664.925.803 225.385.784 97.553.943 541.846.505 1.529.712.035
Mikro 435.062.437 32.291.654 24.527.935 47.854.632 539.736.658
Kosumer 624.708.797 78.061.715 69.208.295 38.570.174 810.548.981
Penyertaan saham - 77.510 - - 77.510
Aset lain-lain*) 58.515.310 12.461.608 - - 70.976.918
Total 9.712.362.231 448.918.229 191.290.173 2.346.220.160 12.698.790.793
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
96
Page 100
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Kualitas kredit didefinisikan sebagai berikut:
Tingkat tinggi
(a) Giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yaitu
giro atau penempatan pada institusi Pemerintah, institusi Pemerintah Daerah, bank yang terdaftar di
bursa serta transaksi dengan bank yang memiliki reputasi baik dengan tingkat kemungkinan gagal
bayar atas kewajiban yang rendah.
(b) Efek-efek yaitu efek-efek yang dikeluarkan oleh Pemerintah, efek-efek dan obligasi yang termasuk
dalam investment grade dengan rating minimal idBBB (Pefindo), BBB+ (S&P), Baa1 (Moody’s) atau
BBB+ (Fitch).
(c) Tagihan lainnya yaitu tagihan kepada pihak ketiga yang belum jatuh tempo dan memiliki kapasitas
finansial yang kuat dalam hal pembayaran kembali seluruh kewajibannya tepat waktu.
(d) Kredit yang diberikan yaitu kredit kepada debitur dengan riwayat pembayaran yang baik dan tidak
pernah direstrukturisasi, memiliki kemampuan membayar dan rasio-rasio laporan posisi keuangan
yang konservatif.
(e) Penyertaan saham adalah investasi bank pada entitas lain dengan kepemilikan dibawah 20%. Entitas
tersebut merupakan institusi Pemerintah atau institusi Pemerintah Daerah.
(f) Aset lain-lain yaitu piutang bunga kepada Pemerintah atau Pemerintah Daerah seperti Pendapatan
Bunga yang Masih Harus Diterima (PYMHD) atas obligasi Pemerintah dan piutang lainnya.
Tingkat standar
(a) Giro pada bank lain, penempatan pada bank lain yaitu giro atau penempatan pada bank yang tidak
terdaftar di bursa.
(b) Efek-efek dan obligasi yaitu efek-efek dan obligasi yang termasuk dalam non-investment grade dengan
rating minimal idBB (Pefindo), BBB- (S&P), Baa3 (Moody’s) atau BBB- (Fitch).
(c) Tagihan lainnya kepada pihak ketiga yang belum jatuh tempo dan memiliki kapasitas finansial yang
memadai dalam hal pembayaran kembali seluruh kewajibannya tepat waktu.
(d) Kredit yang diberikan yaitu kredit kepada debitur dengan riwayat pembayaran yang baik, debitur
dengan riwayat pernah direstrukturisasi, akses terbatas untuk memperoleh pendanaan dalam jumlah
besar dari pasar terbuka, tingkat pendapatan dan kinerja keseluruhan tidak stabil, memiliki kemampuan
membayar yang cukup.
(e) Penyertaan saham adalah investasi bank pada entitas lain selain institusi Pemerintah dengan
kepemilikan dibawah 20%.
(f) Aset lain-lain yaitu aset keuangan lainnya selain piutang bunga kepada Pemerintah atau Pemerintah
Daerah seperti tagihan rupa-rupa kepada pihak ketiga lainnya.
Analisa kualitas kredit
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian
(a) Peningkatan risiko kredit secara signifikan
Ketika menentukan apakah risiko gagal bayar pada instrumen keuangan telah meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal, Bank mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung, serta
relevan yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang berlebihan. Hal tersebut mencakup informasi dan
analisa kuantitatif dan kualitatif, berdasarkan pada pengalaman historis dan penilaian pakar kredit dan
termasuk perkiraan masa depan (forward-looking).
97
Page 101
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tujuan dari penilaian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah peningkatan risiko kredit secara
signifikan atas eksposur telah terjadi dengan membandingkan:
(1) Probability of Default (PD) atas umur tersisa pada tanggal pelaporan; dengan
(2) Probability of Default (PD) atas umur tersisa yang diestimasi pada saat pengakuan awal
eksposur (jika relevan, disesuaikan dengan perubahan ekspektasi pembayaran dimuka).
Bank juga menggunakan kriteria berikut dalam menentukan apakah peningkatan risiko kredit secara
signifikan atas eksposur telah terjadi:
(1) Pengujian kuantitatif berdasarkan perubahan Probability of Default (PD).
(2) Indikator kualitatif.
(3) Tertunggak lebih dari 30 hari.
(b) Penentuan struktur Probability of Default
Credit risk grades adalah input utama dalam penentuan struktur PD term structure atas eksposur. Bank
mengumpulkan informasi kinerja dan gagal bayar tentang eksposur risiko kredit yang dianalisa
berdasarkan yurisdiksi atau wilayah dan menurut jenis produk dan peminjam serta penilaian risiko
kredit. Untuk beberapa portofolio, informasi yang dibeli dari penilai kredit eksternal juga digunakan.
Bank menggunakan model statistik untuk menganalisa data yang dikumpulkan dan menghasilkan
perkiraan PD atas umur tersisa dan bagaimana hal ini diperkirakan akan berubah sebagai akibat dari
berlalunya waktu.
Analisa ini mencakup identifikasi dan kalibrasi hubungan antara perubahan tingkat gagal bayar dan
perubahan dalam faktor-faktor makro ekonomi utama serta analisa mendalam tentang dampak faktor-
faktor lain tertentu (misalkan restrukturisasi) pada risiko gagal bayar, Untuk sebagian besar eksposur,
indikator makro ekonomi utama meliputi: Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB), suku bunga acuan, dan
tingkat pengangguran. Untuk eksposur pada industri dan/atau wilayah tertentu, analisa dapat
mencakup harga komoditas dan/atau harga properti yang relevan.
(c) Penentuan terjadinya peningkatan risiko kredit secara signifikan
Kriteria untuk menentukan apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan bervariasi untuk
setiap portofolio dan termasuk perubahan kuantitatif pada PD dan faktor kualitatif, termasuk penentuan
berdasarkan status hari tunggakan.
Risiko kredit dari eksposur tertentu dianggap telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal
jika, berdasarkan permodelan kuantitatif Bank, PD atas umur tersisa telah meningkat signifikan.
Bank juga dapat menggunakan penilaian dari analis kredit dan, jika mungkin, pengalaman historis yang
relevan, dalam menentukan bahwa mungkin eksposur telah mengalami peningkatan risiko kredit yang
signifikan berdasarkan indikator kualitatif tertentu yang dianggap dapat mengindikasi hal tersebut dan
pengaruhnya mungkin tidak sepenuhnya tercermin dalam analisis kuantitatif secara tepat waktu.
Bank menentukan bahwa peningkatan risiko kredit secara signifikan belum terjadi apabila masih kurang
dari 30 hari tunggakan. Hari tunggakan ditentukan dengan menghitung jumlah hari sejak tanggal jatuh
tempo awal dimana pembayaran penuh belum diterima. Tanggal jatuh tempo ditentukan tanpa
mempertimbangkan masa tenggang yang mungkin tersedia bagi peminjam. Bank memantau efektivitas
kriteria yang digunakan dalam mengidentifikasi peningkatan risiko kredit yang signifikan dengan cara
reviu berkala.
Bank memantau efektivitas kriteria yang digunakan dalam mengidentifikasi peningkatan risiko kredit
yang signifikan dengan cara reviu berkala.
98
Page 102
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(d) Modifikasi aset keuangan
Ketentuan kontraktual pinjaman dapat dimodifikasi untuk beberapa alasan, termasuk perubahan
kondisi pasar, retensi pelanggan dan faktor-faktor lain yang tidak terkait dengan penurunan kredit saat
pinjaman yang ketentuan kontraktualnya dimodifikasi dapat menyebabkan pinjaman awal dihentikan
pengakuannya dan pinjaman hasil modifikasi diakui sebagai pinjaman baru pada nilai wajar.
Ketika ketentuan kontraktual pinjaman dimodifikasi dan tidak mengakibatkan penghentian pengakuan,
penentuan terjadinya peningkatan risiko kredit secara signifikan dilakukan dengan cara
membandingkan:
• Sisa PD sepanjang umur pada tanggal pelaporan berdasarkan ketentuan yang dimodifikasi;
dengan
• Sisa PD sepanjang umur yang diestimasi berdasarkan data pada saat pengakuan awal dan
ketentuan kontraktual awal.
(e) Definisi gagal bayar (default)
Bank menganggap aset keuangan dalam keadaan gagal bayar ketika:
• Debitur tidak mungkin membayar kewajiban kreditnya secara penuh, tanpa bantuan (recourse)
dari kelompok usahanya; atau
• Debitur telah melewati jatuh tempo lebih dari 90 hari atas kewajiban kredit material apa pun
kepada kelompok usahanya.
Dalam menilai apakah debitur dalam keadaan gagal bayar, Bank mempertimbangkan indikator berikut:
• Kualitatif, seperti pelanggaran persyaratan penjanjian (covenants);
• Kuantitatif, seperti status tunggakan; dan
• Berdasarkan data yang dikembangkan secara internal dan diperoleh dari sumber eksternal.
Bank menggunakan informasi forward-looking dalam menilai apakah telah terjadinya peningkatan
risiko kredit secara signifikan dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian.
(f) Input, asumsi, dan teknik yang digunakan dalam mengestimasi penurunan nilai
Penggunaan informasi perkiraan masa depan (forward-looking)
Berdasarkan saran dari Komite Manajemen Risiko, pakar ekonomi dan pertimbangan berbagai
informasi aktual dan perkiraan eksternal. Bank merumuskan pandangan dasar (base case) tentang
pergerakan variabel ekonomi yang relevan dimasa depan serta perkiraan skenario lain yang mungkin
terjadi. Proses ini meliputi pengembangan dua atau lebih skenario ekonomi tambahan dan
mempertimbangkan probabilitas relatif dari keluaran (output) yang mungkin. Informasi eksternal
mencakup data ekonomi dan perkiraan yang diterbitkan oleh, seperti badan pemerintah dan analis
sektor swasta dan akademisi terpilih.
Pandangan dasar (base case) mencerminkan keluaran dengan probabilitas yang paling tinggi dan
digunakan dalam perencanaan strategis dan anggaran. Skenario yang lain, mencerminkan keluaran
yang lebih optimis dan keluaran yang lebih pesimis.
Skenario ekonomi yang dirumuskan menggunakan kisaran indikator utama berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Pertumbuhan PDB Dasar 5,05% Dasar 5,04%
Kisaran antara 3,90 hingga 5,70% Kisaran antara 3,90 hingga 5,70%
Tingkat Konsumsi Dasar 4,93% Dasar 4,47%
Kisaran antara 4,00 hingga 5,50% Kisaran antara 4,00 hingga 5,50%
Tingkat Investasi Dasar 4,43% Dasar 5,02%
Kisaran antara 3,70 hingga 5,00% Kisaran antara 3,70 hingga 5,00%
99
Page 103
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Input utama dalam pengukuran kerugian kredit ekspektasian adalah variabel berikut:
• Probability of Default (PD)
• Loss Given Default (LGD)
• Exposure at Default (EAD)
Parameter ini umumnya berasal dari model statistik yang dikembangkan secara internal dan data
historis lainnya. Parameter ini disesuaikan untuk mencerminkan informasi forward-looking.
Estimasi PD adalah estimasi pada tanggal tertentu, yang dihitung berdasarkan model peringkat
statistik, dan dinilai menggunakan rating yang disesuaikan dengan berbagai kategori dari debitur dan
eksposur. Model statistik ini didasarkan pada data yang disusun secara internal yang terdiri dari faktor
kuantitatif dan kualitatif.
LGD adalah besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar. Parameter LGD diestimasi secara historis
berdasarkan tingkat pemulihan atas klaim terhadap debitur yang gagal bayar. Model LGD
mempertimbangkan struktur, jaminan, senioritas klaim, industri debitur, dan biaya pemulihan setiap
jaminan yang merupakan bagian integral dari aset keuangan.
EAD merepresentasikan estimasi eksposur jika terjadi gagal bayar. EAD suatu aset keuangan adalah
jumlah tercatat bruto.
Untuk komitmen pinjaman dan jaminan keuangan, EAD mencakup jumlah yang telah ditarik, serta
jumlah potensial di masa depan yang akan ditarik, yang diestimasi berdasarkan pengamatan historis
dan perkiraan berwawasan ke depan (forward-looking).
Ketika pemodelan parameter dilakukan secara kolektif, instrumen keuangan dikelompokkan
berdasarkan kesamaan karakteristik risiko yang meliputi:
• Jenis instrumen;
• Peringkat risiko kredit;
• Jenis agunan;
• Tanggal pengakuan awal;
• Sisa waktu jatuh tempo.
Berdasarkan PSAK No. 107, aset keuangan yang telah jatuh tempo ditentukan ketika debitur gagal
melakukan pembayaran sesuai jadwal. Tabel di bawah menunjukkan aging analysis terhadap kredit
yang diberikan yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai:
30 September 2024
≤ 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari > 90 hari Total
Kredit yang diberikan
Ritel 69.963.970 750.000 - - 70.713.970
Mikro 14.686.079 1.728.088 - - 16.414.167
Konsumer 54.713.003 10.496 - - 54.723.499
Total 139.363.053 2.488.583 - - 141.851.636
31 Desember 2023
≤ 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari > 90 hari Total
Kredit yang diberikan
Ritel 96.776.317 777.627 - - 97.553.944
Mikro 24.029.265 498.669 - - 24.527.934
Konsumer 69.199.432 8.863 - - 69.208.295
Total 190.005.014 1.285.159 - - 191.290.173
100
Page 104
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(iii) Analisa konsentrasi risiko
(a) Sektor geografis
Tabel berikut menggambarkan rincian eksposur kredit yang dikategorikan berdasarkan wilayah
geografis pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023. Pengelompokan wilayah geografis
berdasarkan tempat beroperasinya bisnis Bank yang sekaligus menggambarkan potensial bisnis
wilayah masing-masing:
30 September 2024
Jabodetabek Jawa dan Bali Sumatera Sulawesi Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 661.334.825 - - - 661.334.825
Giro pada bank lain 317.598.579 109.718 49.884 10.000 317.768.180
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 323.000.000 - - - 323.000.000
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 926.275.263 - - - 926.275.263
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 2.174.567.744 - - - 2.174.567.744
Biaya perolehan diamortisasi 1.872.325.507 - - - 1.872.325.507
Kredit yang diberikan
Menengah 3.703.782.545 - 153.698.226 - 3.857.480.771
Ritel 784.652.320 155.905.453 255.611.954 46.419.053 1.242.588.780
Mikro 616.030.161 53.967.896 55.685.046 4.416.247 730.099.350
Konsumer 722.782.581 17.996.290 197.396.122 15.994.266 954.169.259
Penyertaan saham 77.510 - - - 77.510
Aset lain-lain*) 68.009.006 42.453 269.789 17.470 68.338.719
Total 12.170.436.041 228.021.810 662.711.022 66.857.036 13.128.025.908
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.003.416.596)
Neto 12.124.609.312
Rekening Administratif
Fasilitas kredit yang belum ditarik**) 47.343.567 20.265.039 31.678.312 6.062.015 105.348.933
Garansi yang diterbitkan 10.000 - - - 10.000
47.353.567 20.265.039 31.678.312 6.062.015 105.358.933
31 Desember 2023
Jabodetabek Jawa dan Bali Sumatera Sulawesi Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 520.384.441 - - - 520.384.441
Giro pada bank lain 146.943.494 100.221 40.940 10.000 147.094.655
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 444.935.142 - - - 444.935.142
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 319.205.000 - - - 319.205.000
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 1.999.727.021 - - - 1.999.727.021
Biaya perolehan diamortisasi 2.058.003.067 - - - 2.058.003.067
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual kembali 245.055.656 - - - 245.055.656
Kredit yang diberikan
Menengah 3.841.806.240 - 171.527.469 - 4.013.333.709
Ritel 1.081.168.632 129.157.808 267.700.320 51.685.275 1.529.712.035
Mikro 397.669.399 59.385.195 75.810.027 6.872.037 539.736.658
Konsumer 542.711.988 21.486.283 226.536.030 19.814.680 810.548.981
Penyertaan saham 77.510 - - - 77.510
Aset lain-lain*) 70.550.784 39.506 298.128 88.500 70.976.918
Total 11.668.238.374 210.169.013 741.912.914 78.470.492 12.698.790.793
Cadangan kerugian penurunan nilai (899.309.339)
Neto 11.799.481.454
Rekening Administratif
Fasilitas kredit yang belum ditarik**) 96.315.384 14.545.917 32.573.614 3.968.263 147.403.178
Garansi yang diterbitkan 325.000 - 283.861 - 608.861
96.640.384 14.545.917 32.857.475 3.968.263 148.012.039
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
**)
Hanya fasilitas kredit komitmen yang belum ditarik
101
Page 105
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(b) Sektor industri
Tabel berikut menggambarkan rincian eksposur kredit pada nilai tercatat yang dikategorikan
berdasarkansektor industri pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023:
30 September 2024
Bank dengan
Pemerintah
lembaga Perusahaan
(termasuk Bank Perseorangan Total
keuangan lainnya
Indonesia)
lainnya
Aset
Giro pada Bank Indonesia 661.334.825 - - - 661.334.825
Giro pada bank lain - 317.768.179 - - 317.768.179
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 323.000.000 - - - 323.000.000
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 926.275.263 - - - 926.275.263
Nilai wajar melalui
penghasilan
komprehensif lain 2.037.385.869 85.235.875 51.946.000 - 2.174.567.744
Biaya perolehan diamortisasi 1.855.268.642 17.056.865 - - 1.872.325.507
Kredit yang diberikan
Menengah 800.842.313 - 3.056.638.458 - 3.857.480.770
Ritel - - 969.637.233 272.951.547 1.242.588.780
Mikro - - 24.010.399 706.088.950 730.099.349
Konsumer - - - 954.169.259 954.169.259
Penyertaan saham - 57.510 20.000 - 77.510
Aset lain-lain*) 61.108.430 470.137 6.760.153 - 68.338.720
Total 6.665.215.342 420.588.566 4.109.012.243 1.933.209.756 13.128.025.906
Cadangan kerugian
penurunan nilai (1.003.416.596)
Neto - - - 12.124.609.310
Rekening Administratif
Fasilitas kredit yang belum
ditarik**) 10 - 97.529.625 7.819.297 105.348.932
Garansi yang diterbitkan - 10.001 136.710 - 10.001
Total 10 10.001 97.529.625 7.819.297 105.358.933
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
**)
Hanya fasilitas kredit komitmen yang belum ditarik
31 Desember 2023
Bank dengan
Pemerintah
lembaga Perusahaan
(termasuk Bank Perseorangan Total
keuangan lainnya
Indonesia)
lainnya
Aset
Giro pada Bank Indonesia 520.384.441 - - - 520.384.441
Giro pada bank lain - 147.094.655 - - 147.094.655
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 444.935.142 - - - 444.935.142
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 289.973.000 29.232.000 - - 319.205.000
Nilai wajar melalui -
penghasilan
komprehensif lain 1.788.386.617 155.661.404 55.679.000 1.999.727.021
Biaya perolehan diamortisasi 2.040.672.510 17.330.557 - - 2.058.003.067
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali 245.055.656 - - - 245.055.656
Kredit yang diberikan
Menengah 771.174.963 - 3.242.158.746 - 4.013.333.709
Ritel - - 1.215.140.424 314.571.611 1.529.712.035
Mikro - - 36.635.032 503.101.626 539.736.658
Konsumer - - - 810.548.981 810.548.981
Penyertaan saham - 57.510 20.000 - 77.510
Aset lain-lain*) 58.515.310 635.809 11.825.799 - 70.976.918
Total 6.159.097.639 350.011.935 4.561.459.001 1.628.222.218 12.698.790.793
Cadangan kerugian
penurunan nilai (899.309.339)
Neto 11.799.481.454
102
Page 106
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2023
Bank dengan
Pemerintah
lembaga Perusahaan
(termasuk Bank Perseorangan Total
keuangan lainnya
Indonesia)
lainnya
Rekening Administratif
Fasilitas kredit yang belum
ditarik**) 10 - 103.273.821 44.129.347 147.403.178
Garansi yang diterbitkan - 283.861 325.000 - 608.861
Total 10 283.861 103.598.821 44.129.347 148.012.039
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
**)
Hanya fasilitas kredit komitmen yang belum ditarik
(iv) Kenaikan dan penurunan nilai aset keuangan pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023:
(a) Giro pada bank lain
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan ini tidak mengalami
penurunan nilai baik secara individual maupun kolektif.
(b) Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan ini tidak mengalami
penurunan nilai baik secara individual maupun kolektif.
(c) Efek-efek
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan ini tidak mengalami
penurunan nilai baik secara individual maupun kolektif.
(d) Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Pada tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan ini tidak mengalami
mengalami penurunan nilai secara individual maupun kolektif.
(e) Kredit yang diberikan
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, rincian kredit yang tidak mengalami
penurunan nilai dan yang mengalami penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 September 2024
Belum jatuh tempo atau tidak Telah jatuh tempo
mengalami penurunan nilai tetapi tidak
mengalami Mengalami
Tingkat tinggi Tingkat standar Total
penurunan nilai penurunan nilai
Rupiah
Pertanian 1.202.878.998 36.384.128 4.244.349 1.189.550.048 2.433.057.524
Perdagangan, perhotelan, restoran 448.512.006 77.570.811 39.236.769 100.416.636 665.736.222
Konstruksi 459.772.530 8.031.770 10.688.544 495.821.915 974.314.758
Perindustrian 764.491.836 12.287.922 11.838.495 19.445.385 808.063.638
Jasa dunia usaha 229.582.720 14.131.124 12.620.310 39.607.820 295.941.974
Pengangkutan, pergudangan dan
komunikasi 540.570.150 20.501.565 757.914 2.919.830 564.749.459
Jasa pelayanan sosial 9.314.744 9.318.956 3.816.153 1.138.768 23.588.621
Listrik, gas dan air 7.835.265 2.165.359 390.264 89.060 10.479.947
Pertambangan 6.647.048 - - 2.454.969 9.102.017
Lain-lain 810.394.896 63.508.120 58.258.838 67.142.147 999.304.001
4.480.000.193 243.899.756 141.851.636 1.918.586.577 6.784.338.160
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.003.020.254)
Neto 5.781.317.906
103
Page 107
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2023
Belum jatuh tempo atau tidak Telah jatuh tempo
mengalami penurunan nilai tetapi tidak
mengalami Mengalami
Tingkat tinggi Tingkat standar penurunan nilai Total
penurunan nilai
Rupiah
Pertanian 1.235.371.322 43.047.025 16.748.088 1.619.181.997 2.914.348.432
Jasa dunia usaha 428.439.980 93.129.477 7.649.929 5.164.871 534.384.257
Perdagangan, perhotelan, restoran 468.954.777 121.248.088 63.489.728 84.705.838 738.398.431
Perindustrian 609.663.296 23.148.685 9.672.872 22.206.219 664.691.072
Konstruksi 424.694.710 12.218.257 11.836.517 501.945.633 950.695.117
Jasa pelayanan sosial 25.753.263 26.061.482 7.922.562 24.962.484 84.699.791
Pengangkutan, pergudangan dan
komunikasi 18.739.635 5.995.999 2.278.841 17.556.934 44.571.409
Listrik, gas dan air 11.845.601 2.581.704 - 1.089.060 15.516.365
Pertambangan 7.684.117 1.676.585 2.454.975 - 11.815.677
Lain-lain 625.122.694 78.061.715 69.236.661 38.613.124 811.034.194
3.856.269.395 407.169.017 191.290.173 2.315.426.160 6.770.154.745
Dolar Amerika Serikat
Pertanian 92.382.638 - - 92.382.638
Pengangkutan, pergudangan dan
komunikasi - - - 30.794.000 30.794.000
92.382.638 - - 30.794.000 123.176.638
3.948.652.033 407.169.017 191.290.173 2.346.220.160 6.893.331.383
Cadangan kerugian
penurunan nilai (898.660.534)
Neto 5.994.670.849
(f) Aset lain-lain
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan ini tidak mengalami
penurunan nilai secara individual maupun kolektif.
(g) Rekening administratif
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan ini mengalami penurunan
nilai baik secara individual dan kolektif, sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Fasilitas kredit yang belum ditarik 105.348.932 147.403.178
Garansi yang diterbitkan 10.000 608.861
105.358.933 148.012.039
Cadangan kerugian penurunan nilai (662.128) (3.148.827)
Neto 104.696.805 144.863.212
Manajemen Risiko Pasar
Pengelolaan manajemen risiko pasar dilakukan melalui rapat Asset and Liability Committee (ALCO) yang
membahas manajemen risiko pasar, strategi Asset and Liability Management (ALMA) dan pengukuran risiko
pasar melalui analisis terhadap pemicu munculnya risiko (risk driver), yaitu suku bunga dan nilai tukar. Risiko
suku bunga dan risiko nilai tukar dapat berasal dari posisi trading book maupun banking book. Cakupan posisi
banking book dan trading book mengacu pada ketentuan Bank Indonesia mengenai kewajiban penyediaan
modal minimum (KPMM).
Dalam pengelolaan risiko pasar trading book, Bank menetapkan prinsip segregation of duties. Terdapat
pemisahan fungsi antara pihak yang melakukan transaksi, yang melakukan pencatatan transaksi, verifikasi, unit
pembuat kebijakan, prosedur dan penetapan limit serta pengukuran risiko pasarnya termasuk perhitungan
KPMM. Bank melakukan perhitungan KPMM risiko pasar dengan menggunakan model standar sebagai
komponen perhitungan KPMM.
104
Page 108
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Risiko pasar banking book, terdiri dari risiko tingkat suku bunga yang diakibatkan oleh aktivitas perbankan (aset
dan liabilitas) dan risiko nilai tukar/ Risiko pasar banking book dikelola dengan tujuan agar laporan posisi
keuangan Bank dapat bertahan pada perubahan suku bunga dan nilai tukar, sehingga dapat mencapai Net
Interest Income (NII) yang dapat dikendalikan sesuai dengan toleransi risiko Bank.
(a) Risiko tingkat suku bunga
Instrumen keuangan yang berbasis suku bunga memiliki risiko karena terdapat potensi perubahan suku
bunga yang akan membawa dampak kepada arus kas di masa depan.
Risiko tingkat suku bunga terutama terjadi karena adanya gap suku bunga (repricing gap) akibat
perbedaan-perbedaan dalam jatuh tempo atau waktu repricing antar aset, liabilitas dan komponen
rekening administratif yang dimiliki oleh Bank.
Tabel di bawah ini merupakan tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk posisi aset dan liabilitas
keuangan Bank untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023:
Periode yang berakhir pada tanggal
30 September 2024 31 Desember 2023
Mata uang Mata uang
Rupiah Rupiah
asing asing
(%) (%) (%) (%)
Aset
Giro pada bank lain 0,83 0,07 0,42 0,05
Penempatan pada
Bank Indonesia dan bank lain 5,80 - 5,03 -
Efek-efek 6,76 - 6,64 -
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali - - 5,99 -
Kredit yang diberikan 11,61 - 11,42 6,94
Liabilitas
Simpanan nasabah
Giro 1,67 0,21 1,66 0,21
Tabungan 2,97 - 2,94 -
Deposito berjangka 5,91 3,85 4,60 3,52
Simpanan dari bank lain
Deposito berjangka 3,97 - 4,75 -
Giro - - 0,10 -
Inter-bank call money 6,33 - 5,82 -
Pinjaman yang diterima 4,45 - 4,45 -
Tabel berikut ini mengikhtisarkan eksposur aset dan liabilitas terhadap risiko tingkat suku bunga (gross):
30 September 2024
Suku bunga mengambang
Lebih dari 3
Tidak
Tidak lebih bulan tetapi Lebih dari Suku bunga
dikenakan Total
dari 3 bulan tidak lebih 1 tahun tetap
bunga
dari 1 tahun
Aset
Kas - - - - 8.117.846 8.117.846
Giro pada Bank Indonesia 661.334.825 - - - - 661.334.825
Giro pada bank lain 317.768.179 - - - - 317.768.179
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain - - - 323.000.000 - 323.000.000
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi - - - 926.275.263 - 926.275.263
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - 30.416.175 - 2.144.151.569 - 2.174.567.744
Biaya perolehan diamortisasi - - - 1.872.325.507 - 1.872.325.507
Kredit yang diberikan
Menengah 339.914.198 292.510.669 3.225.055.904 - - 3.857.480.771
Ritel 378.246.583 343.145.322 521.196.875 - - 1.242.588.780
Mikro 621.013.887 39.175.684 69.909.779 - - 730.099.350
Konsumer 17.960.181 207.521.372 728.687.706 - - 954.169.259
Penyertaan saham - - - - 77.510 77.510
Aset lain-lain*) - - 2.192.316 - 68.338.719 68.338.719
Total 2.336.237.853 912.769.222 4.544.850.264 5.265.752.339 76.534.075 13.136.143.753
105
Page 109
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024
Suku bunga mengambang
Lebih dari 3
Tidak
Tidak lebih bulan tetapi Lebih dari Suku bunga
dikenakan Total
dari 3 bulan tidak lebih 1 tahun tetap
bunga
dari 1 tahun
Liabilitas
Liabilitas segera - - - - 23.462.239 23.462.239
Simpanan nasabah
Giro 609.747.335 - - - - 609.747.335
Tabungan 1.354.293.227 - - - - 1.354.293.227
Deposito berjangka 5.415.941.847 475.493.128 - - - 5.891.434.975
Simpanan dari bank lain 801.000.000 - - - - 801.000.000
Efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali - - - 303.077.160 - 303.077.160
Pinjaman yang diterima - - - 13.880.209 - 13.880.209
Liabilitas lain-lain*) - - - - 14.099.353 14.099.353
Total 8.180.982.409 475.493.128 - 316.957.369 37.561.592 9.010.994.498
Perbedaan (gap) repricing
suku bunga antara aset dan
liabilitas keuangan (5.844.744.556) 437.276.094 4.544.850.264 4.948.794.970 38.972.483 4.125.149.255
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
*)
Liabilitas lain-lain terdiri dari bunga yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas sewa
31 Desember 2023
Suku bunga mengambang
Lebih dari 3
Tidak
Tidak lebih bulan tetapi Lebih dari Suku bunga
dikenakan Total
dari 3 bulan tidak lebih 1 tahun tetap
bunga
dari 1 tahun
Aset
Kas - - - - 10.772.755 10.772.755
Giro pada Bank Indonesia 520.384.441 - - - - 520.384.441
Giro pada bank lain 147.094.655 - - - - 147.094.655
Penempatan pada Bank
- - - 444.935.142 - 444.935.142
Indonesia dan bank lain
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi - - - 29.502.000 289.703.000 319.205.000
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - - - 1.638.786.297 360.940.724 1.999.727.021
Biaya perolehan diamortisasi - - - 2.058.003.067 - 2.058.003.067
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - - - 245.055.656 - 245.055.656
Kredit yang diberikan
Menengah 46.862.949 491.734.679 3.474.736.081 - - 4.013.333.709
Ritel 337.690.929 445.677.131 746.343.975 - - 1.529.712.035
Mikro 385.330.395 61.750.545 92.655.718 - - 539.736.658
Konsumer 10.476.119 142.101.102 657.971.760 - - 810.548.981
Penyertaan saham - - - - 77.510 77.510
Aset lain-lain*) - - - - 70.976.918 70.976.918
Total 1.447.839.488 1.141.263.457 4.971.707.534 4.416.282.162 732.470.907 12.709.563.548
Liabilitas
Liabilitas segera - - - - 28.928.271 28.928.271
Simpanan nasabah
Giro 841.130.862 - - - - 841.130.862
Tabungan 1.395.617.430 - - - - 1.395.617.430
Deposito berjangka 5.307.027.390 642.199.902 - - - 5.949.227.292
Simpanan dari bank lain 452.203.552 - - - - 452.203.552
Pinjaman yang diterima - - - 14.635.666 - 14.635.666
Liabilitas lain-lain*) - - 76.141.199 - 16.871.637 93.012.836
Total 7.995.979.234 642.199.902 76.141.199 14.635.666 45.799.908 8.774.755.909
Perbedaan (gap) repricing
suku bunga antara aset dan (6.548.139.746) 499.063.555 4.895.566.335 4.401.646.496 686.670.999 3.934.807.639
liabilitas keuangan
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
*)
Liabilitas lain-lain terdiri dari bunga yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas sewa
106
Page 110
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tabel di bawah ini menunjukkan sensitivitas terhadap kemungkinan perubahan atas suku bunga terhadap
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan asumsi bahwa semua variabel lain yang dimiliki
adalah konstan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023:
30 September 2024 31 Desember 2023
Dampak terhadap Dampak terhadap
laba (rugi) dan laba (rugi) dan
penghasilan penghasilan
Perubahan komprehensif lain Perubahan komprehensif lain
persentase sebelum pajak persentase sebelum pajak
Rupiah 1% 46.884.221 +1% 52.495.809
-1% (46.884.221) -1% (52.495.809)
Tingkat sensitivitas digunakan untuk menganalisis kemungkinan perubahan suku bunga yang berdampak
pada keuntungan dan kerugian portofolio banking book. Pada analisa sensitivitas di atas, asumsi
perubahan suku bunga untuk portofolio banking book dengan basis 1%.
(b) Risiko nilai tukar
Risiko nilai tukar merupakan risiko yang timbul karena adanya gap posisi valuta asing yang dimiliki Bank
yang tercermin dalam Posisi Devisa Neto (PDN) baik secara individual maupun secara keseluruhan.
Termasuk dalam posisi valuta asing tersebut yaitu posisi trading book yang dilakukan dengan tujuan untuk
mendapatkan keuntungan transaksi valuta asing dalam jangka pendek maupun posisi banking book dalam
rangka pengendalian PDN.
Menurut Peraturan Bank Indonesia (PBI) No, 17/5/PBI/2015 tanggal 29 Mei 2015 perubahan keempat atas
PBI No. 5/13/PBI/2003 tentang Posisi Devisa Neto Bank Umum tanggal 17 Juli 2003. PDN ditetapkan
maksimum sebesar 20% dari modal, sedangkan Bank secara internal menetapkan limit posisi devisa neto
per valuta asing maksimum sebesar 15% dari modal.
PDN Bank pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
30 September 2024
Posisi devisa
Mata uang Aset Liabilitas
neto
Laporan Posisi Keuangan dan
Rekening Administratif*)
Dólar Amerika Serikat 16.655.445 16.302.126 353.319
Modal (Catatan 41) 3.236.610.016
Rasio PDN (keseluruhan) 0,01%
31 Desember 2023
Posisi devisa
Mata uang Aset Liabilitas
neto
Laporan Posisi Keuangan dan
Rekening Administratif*)
Dolar Amerika Serikat 162.456.723 166.326.640 (3.869.917)
Modal (Catatan 41) 3.259.179.838
Rasio PDN (keseluruhan) 0,12%
*)
Merupakan penjumlahan absolut dari selisih aset dan liabilitas.
107
Page 111
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tabel di bawah ini menunjukkan sensitivitas terhadap kemungkinan perubahan atas nilai tukar terhadap laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain dengan asumsi bahwa semua variabel lain yang dimiliki adalah konstan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023:
30 September 2024 31 Desember 2023
Dampak terhadap Dampak terhadap
laba (rugi) dan laba (rugi) dan
penghasilan penghasilan
Perubahan komprehensif lain Perubahan komprehensif lain
persentase sebelum pajak persentase sebelum pajak
Dolar Amerika
+1% - +1% -
Serikat
-1% - -1% -
Manajemen Risiko Likuiditas
Pengelolaan risiko likuiditas Bank telah diatur dalam kebijakan penerapan manajemen risiko likuiditas,
Kebijakan manajemen risiko likuiditas mencakup tata kelola likuiditas, penetapan strategi pendanaan, sistem
peringatan dini, pengukuran dan penetapan limit risiko likuiditas termasuk pengelolaan aset likuid berkualitas
tinggi (HQLA) dan rencana pendanaan darurat likuiditas. Kebijakan ini disusun untuk menjaga kecukupan dana
harian dalam memenuhi kewajiban secara terukur dari berbagai sumber dana yang tersedia termasuk
memastikan ketersediaan aset likuid berkualitas tinggi yang cukup.
Pengendalian eksposur dan konsentrasi likuiditas, dibahas pada rapat Asset and Liability Committee (ALCO)
dan rapat Risk Management Committee (RMC). Hal-hal yang dimonitor diantaranya terkait realisasi, limit risiko
konsentrasi deposan inti, Primary Reserve, Secondary Reserve, RIM, PLM, Liquidity Coverage Ratio (LCR),
Net Stable Funding ratio (NSFR) dan lainnya. Potensi risiko likuiditas di masa depan diukur melalui liquidity gap
analysis yang menggambarkan kondisi proyeksi lebih dan kurang arus kas berdasarkan jatuh tempo komponen
kas dari sisi aset dan sisi liabilitas, setelah memperhitungkan kebutuhan untuk ekspansi bisnis. Analisa ini
bermanfaat dalam perencanaan likuiditas yang lebih efisien dan pengelolaan arus kas, termasuk kebutuhan
ekspansi bisnis.
Berikut adalah tabel mengenai pemetaan aset dan liabilitas keuangan dalam skala waktu tertentu (maturity
bucket) berdasarkan sisa jangka waktu sampai dengan jatuh tempo (remaining maturity) pada tanggal
30 September 2024 dan 31 Desember 2023:
30 September 2024
Lebih dari 1 Lebih dari 3 Lainnya yang
Sampai dengan Lebih dari 1
bulan sampai bulan sampai tidak memiliki Total
1 bulan tahun
dengan 3 bulan dengan 1 tahun jatuh tempo
Aset
Kas 8.117.846 - - - - 8.117.846
Giro pada Bank Indonesia 661.334.825 - - - - 661.334.825
Giro pada bank lain 317.768.179 - - - - 317.768.179
Cadangan kerugian penurunan nilai (46.135) (46.135)
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 323.000.000 - - - - 323.000.000
Cadangan kerugian penurunan nilai
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 926.275.263 - - - - 926.275.263
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 20.742.000 124.074.940 2.029.750.804 - - 2.174.567.744
Biaya perolehan diamortisasi - 53.056.865 72.040.286 1.747.228.356 - 1.872.325.507
Cadangan kerugian penurunan nilai (350.207) (350.207)
Kredit yang diberikan
Menengah - 339.914.198 292.510.669 3.225.055.904 - 3.857.480.771
Ritel 215.686.433 162.560.150 343.145.322 521.196.875 - 1.242.588.780
Mikro 607.484.691 13.529.196 39.175.684 69.909.779 - 730.099.350
Konsumer 3.616.691 14.343.489 207.521.372 728.687.706 - 954.169.258
Cadangan kerugian penurunan nilai - - - - (1.003.020.254) (1.003.020.254)
Penyertaan saham - - - - 77.510 77.510
Aset lain-lain*) 2.099.181 - - 66.239.538 - 68.338.719
Total 3.086.125.109 707.478.838 2.984.144.137 6.358.318.158 (1.003.339.086) 12.132.727.156
108
Page 112
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024
Lebih dari 1 Lebih dari 3 Lainnya yang
Sampai dengan Lebih dari 1
bulan sampai bulan sampai tidak memiliki Total
1 bulan tahun
dengan 3 bulan dengan 1 tahun jatuh tempo
Liabilitas
Liabilitas segera - 23.462.239 - - - 23.462.239
Simpanan nasabah
Giro 609.747.335 - - - - 609.747.335
Tabungan 1.354.293.227 - - - - 1.354.293.227
Deposito berjangka 3.181.952.856 2.233.988.991 475.493.128 - - 5.891.434.975
Simpanan dari bank lain 801.000.000 - - - - 801.000.000
Efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 303.077.160 - - - - 303.077.160
Pinjaman yang diterima - - - 13.880.209 - 13.880.209
Liabilitas lain-lain*) - 45.950 14.053.403 - - 14.099.353
Total 6.250.070.578 2.257.497.180 489.546.531 13.880.209 - 9.010.994.498
Perbedaan jatuh tempo (3.163.945.469) (1.550.018.342) 2.494.597.606 6.344.437.949 (1.003.339.086) 3.121.732.658
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
*)
Liabilitas lain-lain terdiri dari bunga yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas sewad
31 Desember 2023
Lebih dari 1 Lebih dari 3 Lainnya yang
Sampai dengan Lebih dari 1
bulan sampai bulan sampai tidak memiliki Total
1 bulan tahun
dengan 3 bulan dengan 1 tahun jatuh tempo
Aset
Kas 10.772.755 - - - 10.772.755
Giro pada Bank Indonesia 520.384.441 - - - 520.384.441
Giro pada bank lain 147.094.655 - - - 147.094.655
Cadangan kerugian penurunan nilai - - - - (29.851) (29.851)
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 444.935.142 - - - 444.935.142
Efek-efek -
Nilai wajar melalui laba rugi 319.205.000 - - - - 319.205.000
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - 229.506.500 1.770.220.521 - - 1.999.727.021
Biaya perolehan diamortisasi - 305.717.865 73.467.489 1.678.817.713 - 2.058.003.067
Cadangan kerugian penurunan nilai - - - - (618.954) (618.954)
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali - 96.926.043 148.129.613 - - 245.055.656
Kredit yang diberikan
Menengah - 46.862.949 491.734.679 3.474.736.081 - 4.013.333.709
Ritel 218.023.107 119.667.822 445.677.131 746.343.975 - 1.529.712.035
Konsumer 370.099.744 15.230.651 61.750.545 92.655.718 - 539.736.658
Mikro 3.131.742 7.344.378 142.101.101 657.971.760 - 810.548.981
Cadangan kerugian penurunan nilai - - - (898.660.534) (898.660.534)
Penyertaan saham - - - 77.510 77.510
Aset lain-lain*) 4.850.721 - - 66.126.197 - 70.976.918
Total 2.038.497.307 821.256.208 3.133.081.079 6.716.651.444 (899.231.829) 11.810.254.209
31 Desember 2023
Lebih dari 1 Lebih dari 3 Lainnya yang
Sampai dengan Lebih dari 1
bulan sampai bulan sampai tidak memiliki Total
1 bulan tahun
dengan 3 bulan dengan 1 tahun jatuh tempo
Liabilitas
Liabilitas segera - 28.928.271 - - - 28.928.271
Simpanan nasabah
Deposito berjangka 3.202.602.313 2.104.425.077 642.199.902 - - 5.949.227.292
Giro 841.130.862 - - - - 841.130.862
Tabungan 1.395.617.430 - - - - 1.395.617.430
Simpanan dari bank lain 452.203.552 - - - - 452.203.552
Pinjaman yang diterima - - - 14.635.666 - 14.635.666
Liabilitas lain-lain*) - - 16.871.637 76.141.199 - 93.012.836
Total 5.891.554.157 2.133.353.348 659.071.539 90.776.865 - 8.774.755.909
Perbedaan jatuh tempo (3.853 .056.850) (1.312.097.140) 2.474.009.540 6.625.874.579 (899.231.829) 3.035.498.300
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
*)
Liabilitas lain-lain terdiri dari bunga yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas sewa
109
Page 113
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tabel berikut menyajikan informasi mengenai perkiraan jatuh tempo dari liabilitas keuangan berdasarkan arus
kas yang tidak terdiskonto pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2024:
30 September 2024
Lebih dari 1 Lebih dari 3 Lainnya yang
Sampai dengan Lebih dari 1
bulan sampai bulan sampai tidak memiliki Total
1 bulan tahun
dengan 3 bulan dengan 1 tahun jatuh tempo
Liabilitas
Liabilitas segera - 23.462.239 - - - 23.462.239
Simpanan nasabah
Giro 609.747.335 - 59.784.883 1.064.698 - 609.747.335
Tabungan 1.354.293.227 - - - - 1.354.293.227
Deposito berjangka 3.838.116.974 2.028.290.098 - - - 5.927.256.653
Simpanan dari bank lain 801.392.377 - - - - 801.392.377
Efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 303.232.850 - - - - 303.232.850
Pinjaman yang diterima - - - 20.831.950 - 20.831.950
Liabilitas lain-lain*) - 45.950 14.053.403 50.940.199 - 65.039.552
Total 6.906.782.763 2.051.798.287 73.838.286 72.836.847 - 9.105.256.183
31 Desember 2023
Lebih dari 1 Lebih dari 3 Lainnya yang
Sampai dengan Lebih dari 1
bulan sampai bulan sampai tidak memiliki Total
1 bulan tahun
dengan 3 bulan dengan 1 tahun jatuh tempo
Liabilitas
Liabilitas segera - 28.928.271 - - - 28.928.271
Simpanan nasabah
Giro 841.130.862 - - - - 841.130.862
Tabungan 1.395.617.430 - - - - 1.395.617.430
Deposito berjangka 3.209.603.381 2.125.677.454 657.969.669 - - 5.993.250.504
Simpanan dari bank lain 425.434.912 - - - - 425.434.912
Pinjaman yang diterima - - - 22.474.308 - 22.474.308
Liabilitas lain-lain*) - - 16.871.637 84.483.001 - 101.354.638
Total 5.898.786.585 2.154.605.725 674.841.306 106.957.309 - 8.835.190.925
Manajemen Risiko Operasional
Penerapan manajemen risiko operasional dilakukan melalui penyusunan pedoman prosedur operasional
(BPO) bekerja untuk memastikan kejelasan tahapan aktivitas operasional dan bisnis dan meminimalkan
kejadian lalai ataupun fraud. Pengendalian risiko operasional juga dilakukan dengan menetapkan limit risiko
operasional yang terukur untuk memastikan kegiatan perbankan dilaksanakan secara penuh kehati-hatian
(prudently).
Pengukuran kecukupan modal untuk meng-cover risiko operasional menggunakan Standardized Approach.
Untuk meningkatkan pemahaman manajemen risiko secara menyeluruh maka dilakukan pelatihan berkala
manajemen risiko untuk Pekerja dan pelaksanaan kewajiban Sertifikasi Manajemen Risiko bagi Pejabat yang
diwajibkan bersertifikat.
Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) sebagai second line of defense bertanggung jawab dalam melakukan
penyusunan kebijakan dan metodologi, melakukan pengukuran, kaji ulang dan pemantauan manajemen risiko
pada tingkat perusahaan. SKMR melakukan pemantauan dan penilaian profil risiko Bank dan mengkaji dampak
risiko suatu produk dan aktivitas baru serta memberikan rekomendasi atas usulan mitigasi risiko.
Manajemen risiko adalah kegiatan yang menjadi tanggung jawab setiap Pekerja Bank, baik pada tingkat first
level, second level dan third level of defense. Setiap satuan kerja operasional sebagai pemegang risiko
berkewajiban untuk aktif dalam identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko baik di tingkat
transaksi maupun keseluruhan rangkaian aktivitas di unit kerjanya.
Manajemen Risiko Kepatuhan
Pengelolaan dan pengendalian risiko kepatuhan dilakukan dengan memastikan pelaksanaan patuh terhadap
peraturan regulator, peraturan perundang-undangan dan ketentuan kewajiban lainnya.
110
Page 114
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Manajemen Risiko Strategis
Pengelolaan dan pengendalian risiko strategis dilakukan dengan cara melaksanakan proses pengendalian
terhadap rencana strategi dan rencana bisnis. Hal ini bertujuan untuk memantau realisasi dibandingkan dengan
target yang akan dicapai dan memastikan bahwa risiko yang diambil masih dalam batas toleransi.
Manajemen Risiko Hukum
Pengelolaan dan pengendalian risiko hukum dilakukan melalui:
(a) Peninjauan secara berkala terhadap kontrak dan perjanjian antara Bank dan pihak lain,
(b) Pengembangan budaya kepatuhan dan kepedulian terhadap risiko hukum kepada seluruh pegawai pada
setiap jenjang organisasi secara berkelanjutan.
Manajemen Risiko Reputasi
Risiko reputasi dimitigasi dengan keterbukaan informasi, publikasi positif kegiatan Bank dan kecepatan
menjawab permasalahan yang berasal dari keluhan Nasabah baik melalui sarana resmi komunikasi Bank
maupun media massa.
Tata Kelola Manajemen Risiko
Penerapan manajemen risiko Bank Raya dikelola melalui pembentukan Komite Pemantau Risiko pada level
Dewan Komisaris serta Komite Manajemen risiko pada level Direksi. Sesuai kewenangan yang didelegasikan
oleh Dewan Komisaris, Komite pemantau risiko mengevaluasi kebijakan manajemen risiko, dan memantau
implementasinya, mengembangkan budaya pengelolaan risiko serta memastikan sumber daya yang memadai
telah dikembangkan untuk memastikan pengelolaan risiko di Bank. Sementara Komite Manajemen risiko
bertanggung jawab kepada Direktur Utama dengan tugas utamanya menyusun dan memperbarui kebijakan
manajemen risiko serta mengkoordinir penerapannya, memantau kecukupan permodalan Bank terhadap
eksposur risiko sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan menilai keseluruhan komposisi risiko dalam
portofolio Bank.
Pengelolaan risiko dilakukan pada seluruh aktivitas kegiatan bank dengan mengacu kepada ketentuan standar
pengelolaan yang ditetapkan oleh pihak regulator. Proses penerapan manajemen risiko yang meliputi
identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko dilakukan secara berkesinambungan oleh three
line of defense, yaitu seluruh risk taking unit selaku first line, Satuan Kerja Kepatuhan dan Satuan Kerja
Manajemen Risiko selaku second line dan Satuan Kerja Internal Audit selaku third line.
Satuan Kerja Manajemen risiko bertanggung jawab dalam mengelola seluruh risiko yang dihadapi Bank,
termasuk dalam hal pengembangan tools pendukung yang dibutuhkan dalam proses bisnis dan pengelolaan
risiko. Selain itu, terdapat unit kerja yang bertindak sebagai risk counterpart dari setiap unit bisnis dalam proses
four-eye pemberian kredit. Menyadari bahwa pengelolaan risiko menjadi tanggung jawab seluruh unit kerja di
Bank, maka keberhasilan pengelolaan risiko ditentukan oleh adanya risk awareness di seluruh unit kerja Bank
yang disertai dengan kemampuan teknis yang memadai.
111
Page 115
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan antara nilai tercatat dan nilai wajar dari semua aset dan liabilitas
keuangan. Nilai wajar yang diungkapkan adalah berdasarkan informasi relevan yang tersedia pada tanggal-
tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 tidak diperbaharui untuk mencerminkan perubahan dalam
kondisi pasar yang telah terjadi setelah tanggal tersebut.
30 September 2024 31 Desember 2023
Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar
Aset
Kas 8.117.846 8.117.846 10.772.755 10.772.755
Giro pada Bank Indonesia 661.334.825 661.334.825 520.384.441 520.384.441
Giro pada bank lain 317.722.044 317.722.044 147.064.804 147.064.804
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 323.000.000 323.000.000 444.935.142 444.935.142
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 926.275.263 926.275.263 319.205.000 319.205.000
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 2.174.567.745 2.174.567.745 1.999.727.021 1.999.727.021
Biaya perolehan diamortisasi 1.872.325.507 1.913.044.197 2.058.003.067 2.087.265.550
Efek-efek yang dibeli dengan janji jual
kembali - - 245.055.656 245.055.656
Kredit yang diberikan 6.784.338.160 6.534.615.311 5.994.670.849 5.395.267.406
Penyertaan saham*) 77.510 77.510 77.510 77.510
Aset lain-lain**) 70.515.985 70.515.985 71.804.662 71.804.662
Total 13.138.274.885 12.929.270.726 11.811.700.907 11.241.559.947
30 September 2024 31 Desember 2023
Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar
Liabilitas
Liabilitas segera 23.462.239 23.462.239 28.928.271 28.928.271
Simpanan nasabah
Giro 609.747.335 609.747.335 841.130.862 841.130.862
Tabungan 1.354.293.227 1.354.293.227 1.395.617.430 1.395.617.430
Deposito berjangka 5.891.434.975 5.891.434.975 5.949.227.292 5.949.227.292
Simpanan dari bank lain 801.000.000 801.000.000 452.203.552 452.203.552
Efek yang dijual dengan janji dibeli
kembali 303.077.160 303.077.160 - -
Pinjaman yang diterima 13.880.209 13.880.209 14.635.666 14.635.666
Liabilitas lain-lain***) 67.978.992 67.978.992 93.012.836 93.012.836
Total 9.064.874.137 9.064.874.137 8.774.755.909 8.774.755.909
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri dari piutang bunga dan piutang lain-lain
***) Liabilitas lain-lain terdiri dari bunga yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas sewa.
Metode dan asumsi yang digunakan untuk perkiraan nilai wajar adalah sebagai berikut:
a) Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tertentu, kecuali efek-efek yang diukur melalui biaya perolehan
diamortisasi dan dimiliki hingga jatuh tempo, kredit yang diberikan, tagihan dan liabilitas derivatif, surat
berharga yang diterbitkan dan pinjaman yang diterima mendekati nilai tercatatnya karena memiliki jangka
waktu jatuh tempo yang singkat.
Estimasi nilai wajar terhadap aset keuangan tertentu ditetapkan berdasarkan diskonto arus kas dengan
menggunakan suku bunga pasar uang yang berlaku untuk utang dengan risiko kredit dan sisa jatuh tempo
yang serupa.
b) Efek-efek
Nilai wajar untuk efek-efek yang diukur melalui biaya perolehan diamortisasi dan dimiliki hingga jatuh
tempo ditetapkan berdasarkan harga pasar atau harga kuotasi perantara (broker)/pedagang efek (dealer).
Jika informasi ini tidak tersedia, nilai wajar diestimasi dengan menggunakan harga pasar kuotasi efek yang
memiliki karakteristik kredit, jatuh tempo dan yield yang serupa atau dinilai dengan menggunakan metode
penilaian internal.
112
Page 116
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
c) Kredit yang diberikan
Portofolio kredit Bank secara umum terdiri dari kredit yang diberikan dengan suku bunga mengambang
dan suku bunga tetap. Kredit yang diberikan dinyatakan berdasarkan jumlah nilai tercatat. Nilai wajar dari
kredit yang diberikan menunjukkan nilai diskon dari perkiraan arus kas masa depan yang diharapkan akan
diterima oleh Bank. Perkiraan arus kas ini didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pasar untuk
menentukan nilai wajar.
Tabel di bawah ini menyajikan instrumen keuangan yang diakui pada nilai wajar berdasarkan hierarki yang
digunakan Bank untuk menentukan dan mengungkapkan nilai wajar dari instrumen keuangan (Catatan 2b):
30 September 2024
Nilai wajar Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3
Aset Keuangan
Nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek 926.275.263 926.275.263 - -
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Efek-efek 2.174.567.745 2.174.567.745 - -
Biaya perolehan diamortisasi
Efek-efek 1.913.044.197 1.913.044.197 - -
Kredit yang diberikan 6.534.615.311 - 4.919.861.655 1.614.753.657
Total aset keuangan 11.548.502.516 5.013.887.205 4.919.861.655 1.614.753.657
31 Desember 2023
Nilai wajar Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3
Aset Keuangan
Nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek 319.205.000 319.205.000 - -
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Efek-efek 1.999.727.021 1.999.727.021 - -
Biaya perolehan diamortisasi
Efek-efek 2.087.265.550 2.087.265.550 - -
Kredit yang diberikan 5.395.267.406 - 4.335.566.215 1.059.701.191
Total aset keuangan 9.801.464.977 4.406.197.571 4.335.566.215 1.059.701.191
113
Page 117
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. INFORMASI MENGENAI KOMITMEN DAN KONTINJENSI
30 September 2024 31 Desember 2023
Komitmen
Liabilitas Komitmen
Rupiah
Fasilitas kredit yang diberikan kepada debitur (105.348.932) (147.403.178)
yang belum digunakan
Komitmen (105.348.932) (147.403.178)
Kontinjensi
Liabilitas kontinjensi
Rupiah
Garansi bank yang diterbitkan (10.000) (608.861)
Kontinjensi (10.000) (608.861)
37. SEGMEN OPERASI
Berikut ini adalah informasi segmen Bank berdasarkan segmen operasi:
Tanggal 30 September 2024 dan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut
Keterangan Konsumer Ritel Menengah Mikro Lainnya Total
Pendapatan bunga 103.281.700 77.552.320 219.512.190 124.541.395 244.488.425 769.376.030
Beban bunga (44.873.229) (58.648.097) (181.881.826) (34.491.662) (33.246.865) (353.141.679)
Pendapatan bunga - neto 58.408.471 18.904.223 37.630.364 90.049.733 211.241.560 416.234.351
Pendapatan operasi lainnya 5.239.879 30.419.181 316.010.234 4.924.681 23.891.026 380.485.001
Total pendapatan 63.648.350 49.323.404 353.640.598 94.974.414 235.132.586 796.719.352
Beban operasi lainnya (43.225.447) (88.765.599) (206.260.207) (56.693.457) (81.391.699) (476.336.409)
Penyisihan kerugian
(53.384.744) (93.460.801) (149.477.798) (23.621.264) 301.194 (319.643.413)
penurunan nilai
Total beban (96.610.191) (182.226.400) (355.738.005) (80.314.721) (81.090.505) (795.979.822)
Pendapatan (beban)
(812.612) (1.840.865) (5.077.829) (1.201.251) (2.529.758) (11.462.315)
non-operasional - neto
Laba (rugi) sebelum beban
(33.774.453) (134.743.861) (7.175.236) 13.458.442 151.512.323 (10.722.785)
pajak penghasilan
Manfaat (beban) pajak
140.502.382 560.537.071 29.849.123 (55.987.380) (630.294.204) 44.606.992
penghasilan - neto
Laba (rugi) tahun berjalan 106.727.929 425.793.210 22.673.887 (42.528.938) (478.781.881) 33.884.207
Aset segmen
Kredit yang diberikan 954.169.259 1.242.588.780 3.857.480.771 730.099.350 - 6.784.338.160
Cadangan kerugian
penurunan (43.126.306) (221.410.555) (717.032.133) (21.451.260) - (1.003.020.254)
nilai kredit yang diberikan
Non-kredit yang diberikan 35.362.543 81.959.437 208.313.199 48.304.927 6.667.649.125 7.041.589.231
Cadangan kerugian
penurunan (134.310) (1.072.491) - - (396.342) (1.603.143)
nilai kredit yang diberikan
946.271.186 1.102.065.171 3.348.761.837 756.953.017 6.667.252.783 12.821.303.994
Liabilitas segmen
Pendanaan 640.286.450 833.827.701 5.891.434.975 489.926.411 - 7.855.475.537
Non-pendanaan 21.344.371 14.230.961 37.376.490 8.304.706 1.427.905.219 1.509.161.747
661.630.821 848.058.662 5.928.811.465 498.231.117 1.427.905.219 9.364.637.284
114
Page 118
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tanggal 30 September 2023 dan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut
Keterangan Konsumer Ritel Menengah Mikro Lainnya Total
Pendapatan bunga 75.837.018 115.139.165 176.376.807 64.776.875 229.650.397 661.780.262
Beban bunga (40.418.892) (54.882.970) (170.238.434) (23.144.378) (13.854.867) (302.539.541)
Pendapatan bunga - neto 35.418.126 60.256.195 6.138.373 41.632.497 215.795.530 359.240.721
Pendapatan operasi lainnya 15.330.286 40.657.200 143.241.333 5.859.618 40.465.568 245.554.005
Total pendapatan 50.748.412 100.913.395 149.379.706 47.492.115 256.261.098 604.794.726
Beban operasi lainnya (40.833.195) (90.239.217) (183.421.308) (42.087.803) (93.496.618) (450.078.141)
Penyisihan kerugian
(23.251.218) 18.627.601 3.159.431 (12.950.462) 109.600 (14.305.048)
penurunan nilai
Total beban (64.084.413) (71.611.616) (180.261.877) (55.038.265) (93.387.018) (464.383.189)
Pendapatan (beban)
191.370 242.992 (83.520) 100.232 38.715 489.789
non-operasional - neto
Laba (rugi) sebelum beban
(13.144.631) 29.544.771 (30.965.691) (7.445.918) 162.912.795 140.901.326
pajak penghasilan
Manfaat (beban) pajak
11.775.812 (26.468.121) 27.741.073 6.670.536 (145.947.841) (126.228.541)
penghasilan - neto
Laba (rugi) tahun berjalan (1.368.819) 3.076.650 (3.224.618) (775.382) 16.964.954 14.672.785
Aset segmen
Kredit yang diberikan 789.529.932 1.066.845.256 3.316.604.191 449.246.102 - 5.622.225.481
Cadangan kerugian penurunan
(37.983.980) (131.662.523) (600.585.732) (38.576.049) - (808.808.284)
nilai kredit yang diberikan
Non-kredit yang diberikan 35.647.304 93.233.488 213.033.137 39.626.325 6.240.505.349 6.622.045.603
Cadangan kerugian penurunan
(134.310) (1.072.491) - - (808.948) (2.015.749)
nilai kredit yang diberikan
787.058.946 1.027.343.730 2.929.051.596 450.296.378 6.239.696.401 11.433.447.051
Liabilitas segmen
Pendanaan 605.680.303 818.420.091 5.296.577.682 344.634.832 - 7.065.312.908
Non-pendanaan 22.536.405 17.063.171 46.122.134 8.449.699 872.709.383 966.880.792
628.216.708 835.483.262 5.342.699.816 353.084.531 872.709.383 8.032.193.700
Berikut ini adalah informasi segmen Bank berdasarkan segmen geografis:
a) Pendapatan bunga neto dan operasi lainnya
Periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September
2024 2023
Jabodetabek 750.021.879 517.074.011
Jawa dan Bali (19.497.663) (3.346.950)
Sumatera 52.582.045 74.715.110
Sulawesi 13.613.090 16.352.555
Total 796.719.352 604.794.726
b) Laba sebelum beban pajak penghasilan
Periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September
2024 2023
Jabodetabek 63.124.675 123.736.851
Jawa dan Bali (59.130.477) (29.276.869)
Sumatera (16.628.935) 34.083.672
Sulawesi 1.911.953 12.357.672
Total (10.722.785) 140.901.326
115
Page 119
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
c) Total aset
30 September 2024 31 Desember 2023
Jabodetabek 11.938.217.953 11.500.503.669
Jawa dan Bali 252.153.587 222.244.385
Sumatera 566.258.562 643.100.320
Sulawesi 64.673.892 74.793.865
Total 12.821.303.994 12.440.642.239
d) Total liabilitas
30 September 2024 31 Desember 2023
Jabodetabek 7.859.460.224 7.125.715.147
Jawa dan Bali 812.187.839 1.116.664.766
Sumatera 676.756.987 735.292.505
Sulawesi 16.232.234 42.719.846
Total 9.364.637.284 9.020.392.264
38. PERJANJIAN, KOMITMEN DAN KONTINJENSI SIGNIFIKAN
Perjanjian signifikan :
Pada tanggal 1 Mei 2021, Bank mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan PT Igrow Resources Indonesia
sehubungan dengan Penyaluran Fasilitas Pinjaman.
Pada tanggal 20 Mei 2022, Bank mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan PT Indonesia Digital Indentity
sehungan dengan Layanan Face Recognition E-KYC Nasabah Nasabah Bank Raya dengan nilai kontrak
sebesar Rp1.200.000.
Pada tanggal 27 September 2022, Bank mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan PT Privy Identitas Digital
sehubungan dengan Layanan Face Recognition E-KYC Nasabah Bank Raya.
Pada tanggal 11 Januari 2023, Bank mengadakan perjanjian dengan PT Bringin Karya Sejahtera dalam hal ini
bertindak untuk dan atas nama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, sehubungan dengan perjanjian sewa
gedung Menara BRILiaN:
• 1 Juni 2022 untuk ruang Lantai 19 dan 20
• 1 September 2022 untuk ruang Lantai 2 (Kantor Cabang Utama), 17 dan 18
• 1 November 2022 untuk ruang lantai 12, 15, dan 16
dengan total nilai kontrak aset hak guna gedung sebesar Rp92.927.129.
Pada tanggal 18 Agustus 2023, Bank mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan PT Investree Radhika Jaya
sehubungan dengan Pengembangan Credit Scoring Engine Pinang Performa dengan nilai kontrak sebesar
Rp1.677.500.
Pada tanggal 31 Oktober 2023, Bank mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan PT Pos Properti Indonesia
mengenai Sewa Gedung KC Pekanbaru dengan nilai kontrak sebesar Rp1.906.930.
Pada Tanggal 11 Januari 2024, Bank mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan PT IP Network Solusindo,
mengenai Pengadaan Renewal License Palo Alto Untuk 3 Tahun & Local Support Palo Alto 1 tahun dengan
nilai kontrak sebesar Rp1.300.454.
Pada tanggal 7 Februari 2024, Bank mengadakan Adendum Pertama Perjanjian dengan PT Bringin Karya
Sejahtera dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sehubungan
dengan perjanjian sewa Gedung Menara BRILiaN dengan perubahan harga dan jangka waktu sewa dengan
total nilai kontrak aset hak guna gedung berubah menjadi sebesar Rp66.423.551 dan berlaku surut.
Pada tanggal 28 Maret 2024, Bank mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan PT Indocyber Global Teknologi
(Pihak), mengenai Project Development Aplikasi Bank Raya 2024, dengan nilai kontrak sebesar
Rp1.718.280.
116
Page 120
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 31 Maret 2024, Bank mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan PT Euronet Technologies
Indonesia mengenai Pemrosesan Layanan Keuangan Elektronik (EFT) dengan nilai kontrak sebesar
Rp2.320.000.
Pada tanggal 30 Mei 2024, Bank mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan PT. Siggap Teknologi
Internasional, mengenai Pengadaan Bulk Mandays Jasa Audit Independen dan Penetration Testing tahun 2024,
dengan nilai Rp1.098.900.
Pada tanggal 22 Juli 2024, Bank mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan PT Sharing Vision Indonesia
mengenai Pengadaan Pengembangan Pinang Product Analytics dan Self Service Bank Raya dengan nilai
kontrak sebesar Rp2.075.700.
Pada tanggal 30 Juli 2024, Bank mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan PT ITSEC Asia mengenai
Penyampaian Addendum PKS MSSOC dengan nilai kontrak sebesar Rp2.767.008.
Pada tanggal 6 Agustus 2024, Bank mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan PT Mastersystem Infotama,
mengenai Pengadaan Renewal Local Support Infrastructure BI-FAST Raya dan Renewal ATS Smartvista
dengan nilai kontrak sebesar Rp700.410.
Pada tanggal 15 Agustus 2024, Bank mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan PT Nusantara Compnet
Integrator mengenai Penyediaan Layanan Application Support Development Pinang Flexi & Pay Later dengan
nilai kontrak sebesar Rp958.270.
Dalam menjalankan usahanya, Perusahaan mengadakan perjanjian asuransi dengan PT Penjaminan Kredit
Daerah Jakarta (JAMKRINDA) untuk menutup potensi kerugian dari risiko gagal bayar kredit oleh konsumen.
Berdasarkan perjanjian, JAMKRINDA akan menanggung maksimal 75% dari jumlah pinjaman yang tidak
tertagih ditambah bunga dan denda maksimal 4x angsuran. Perusahaan tidak dapat melakukan klaim apabila
pengajuan dilakukan melebihi 15 hari.
Dalam menjalankan usahanya, Perusahaan mengadakan perjanjian asuransi dengan PT Citra International
Underwriters (CIU Insurance) untuk menutup potensi kerugian dari risiko gagal bayar kredit oleh konsumen.
Berdasarkan perjanjian, CIU Insurance akan menanggung 100% dari jumlah pinjaman yang tidak tertagih.
Maksimum rasio klaim adalah 90% dari premi yang telah dibayarkan. Apabila rasio klaim telah mencapai 90%,
maka Perusahaan tidak dapat melakukan klaim.
Liabilitas kontinjensi
Dalam melakukan usahanya, Bank menghadapi berbagai perkara hukum dan tuntutan dimana Bank sebagai
tergugat, terutama sehubungan dengan kepatuhan dengan kontrak. Walaupun belum ada kepastian yang jelas.
Bank berpendapat bahwa berdasarkan informasi yang ada dan keputusan terakhir dari perkara bahwa tuntutan
hukum ini tidak akan berdampak secara material pada operasi, posisi keuangan atau tingkat likuiditas Bank.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Bank telah membentuk cadangan (disajikan dalam
akun “Liabilitas Lain-lain”) untuk sejumlah perkara masing-masing sebesar Rp14.849.502 dan Rp2.028.194
(Catatan 24). Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan yang dibentuk atas kemungkinan timbulnya
kerugian.
39. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP KEWAJIBAN PEMBAYARAN BANK UMUM
Berdasarkan Keputusan Presiden No. 26 Tahun 1998 yang dilaksanakan melalui Keputusan Menteri Keuangan
tanggal 28 Januari 1998 dan Surat Keputusan Bersama Direksi Bank Indonesia dan Ketua BPPN (SKB BI dan
BPPN) No. 30/270/KEP/DIR dan No. 1/BPPN/1998 tanggal 6 Maret 1998, Pemerintah telah menjamin kewajiban
tertentu dari seluruh bank umum yang berbadan hukum Indonesia.
Berdasarkan perubahan terakhir yang terdapat pada Keputusan Menteri Keuangan No. 179/KMK.017/2000
tanggal 26 Mei 2000, jaminan tersebut berlaku sejak tanggal 26 Januari 1998 sampai dengan 31 Januari 2001
dan dapat diperpanjang dengan sendirinya setiap enam bulan berikutnya secara terus-menerus, kecuali apabila
dalam waktu enam bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Program Penjaminan atau jangka waktu
perpanjangannya. Menteri Keuangan mengumumkan pengakhiran dan atau perubahan Program Penjaminan
tersebut untuk diketahui oleh umum. Atas penjaminan ini, Pemerintah membebankan premi yang dihitung
berdasarkan persentase tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
117
Page 121
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 17/PMK.05/2005 tanggal 3 Maret 2005, terhitung sejak tanggal
18 April 2005 jenis kewajiban bank umum yang dijamin berdasarkan Program Penjaminan Pemerintah meliputi
giro, tabungan, deposito berjangka dan pinjaman yang diterima dari bank lain dalam bentuk transaksi pasar
uang antar bank.
Program Penjaminan Pemerintah melalui UP3 telah berakhir pada tanggal 22 September 2005, sebagaimana
dinyatakan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 68/PMK.05/2005 tanggal 10 Agustus 2005 tentang
“Perhitungan dan Pembayaran Premi Program Penjaminan Pemerintah terhadap Kewajiban Pembayaran Bank
Umum” untuk periode 1 Juli sampai dengan 21 September 2005. Sebagai pengganti UP3, Pemerintah telah
membentuk lembaga independen yaitu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berdasarkan Undang-undang No.
24 Tahun 2004 tanggal 22 September 2004 tentang “Lembaga Penjamin Simpanan”, dimana LPS menjamin
dana masyarakat termasuk dana dari bank lain dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan
dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2008 tanggal 13 Oktober 2008 tentang “Besaran Nilai
Simpanan yang Dijamin Lembaga Penjamin Simpanan” yang disempurnakan melalui peraturan LPS No.
2/PLPS/2010 tanggal 25 November 2010 tentang Program Penjaminan Simpanan Pasal 29, nilai simpanan
setiap nasabah pada satu bank yang dijamin oleh Pemerintah adalah paling tinggi sebesar Rp2.000.000.000
(angka penuh).
Suku bunga penjaminan LPS pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah masing-masing
sebesar 4,25% dan 4,25% untuk simpanan dalam mata uang Rupiah dan masing-masing sebesar 2,25% dan
2,25% untuk simpanan dalam mata uang asing.
40. PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (ISAK) YANG DIKELUARKAN DAN DIREVISI
Berikut ini ringkasan revisi dan Amandemen PSAK dan ISAK yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan (DSAK) - IAI yang relevan untuk Bank. Namun belum berlaku efektif untuk laporan keuangan pada
tanggal 30 September 2024.
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024:
● Pilar Standar Akuntansi Keuangan
Standar ini memberikan persyaratan dan pedoman bagi entitas untuk menerapkan standar akuntansi
keuangan yang benar dalam menyusun laporan keuangan bertujuan umum. Akan ada 4 (empat) standar
akuntansi keuangan yang saat ini diterapkan di Indonesia, yaitu :
1. Pilar 1 Standar Akuntansi Keuangan Internasional,
2. Pilar 2 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (PSAK),
3. Pilar 3 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Swasta/Standar Akuntansi Keuangan
Indonesia untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, dan
4. Pilar 4 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Mikro Kecil dan Menengah.
● Nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan
Standar ini mengatur penomoran baru untuk standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia yang
diterbitkan oleh DSAK IAI.
● Amandemen PSAK 116, “Liabilitas Sewa dalam Jual Beli dan Sewa-balik”
Amandemen PSAK 116 Sewa menetapkan persyaratan yang digunakan penjual-penyewa dalam
mengukur kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan sewa-balik, untuk memastikan
penjual-penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang terkait dengan hak guna
yang dipertahankan.
● Amandemen PSAK 207, “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan : Pengungkapan”
Amandemen PSAK 207 dan PSAK 107 mengklarifikasi karakteristik pengaturan pembiayaan pemasok dan
mensyaratkan pengungkapan tambahan atas pengaturan pembiayaan pemasok tersebut. Persyaratan
pengungkapan dalam amandemen ini dimaksudkan untuk membantu pengguna laporan keuangan dalam
memahami dampak pengaturan pembiayaan pemasok terhadap liabilitas, arus kas,dan eksposur terhadap
risiko likuiditas suatu entitas.
Amandemen ini akan berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1
Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan, namun perlu diungkapkan.
Saat ini, Bank sedang mengevaluasi dan belum menetapkan dampak dari PSAK yang direvisi tersebut terhadap
laporan keuangannya.
118
Page 122
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. INFORMASI TAMBAHAN
Manajemen Modal
Tujuan manajemen permodalan Bank adalah untuk mempertahankan posisi modal yang kuat untuk mendukung
pertumbuhan bisnis dan mempertahankan investor, deposan, pelanggan dan kepercayaan pasar.
Dalam pengelolaan permodalan, Bank mempertimbangkan faktor-faktor seperti: pengembalian modal yang
optimal pada pemegang saham dan menjaga keseimbangan antara keuntungan yang lebih tinggi dan
keamanan yang diberikan oleh posisi modal yang sehat.
Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM)
Bank secara aktif mengelola modalnya sesuai dengan peraturan yang berlaku, Tujuan utamanya adalah untuk
memastikan bahwa setiap saat Bank dapat menjaga kecukupan modalnya untuk menutup risiko bawaan
(inherent risk) pada kegiatan perbankan tanpa mengurangi optimalisasi nilai pemegang saham.
KPMM pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 sebesar masing-masing sebesar 42,36% dan
43,84% dihitung berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 27/POJK/2022 tentang
Perubahan Kedua atas POJK No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank
Umum dimana modal untuk risiko kredit, pasar, dan operasional terdiri dari modal inti (modal inti utama/Common
Equity Tier 1 dan modal inti tambahan) dan modal pelengkap.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Bank telah membentuk Countercyclical Buffer
masing-masing sebesar 0% dari kisaran yang ditetapkan sebesar 0% sampai dengan 2,5% dari Aset Tertimbang
Menurut Risiko (ATMR). Sedangkan, untuk Capital Conservation Buffer dan Capital Surcharge, Bank tidak
diwajibkan untuk melakukan pembentukan sesuai POJK No. 27 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas
POJK No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Minimum Bank Umum.
Berdasarkan profil risiko Bank pada 30 Juni 2024 yaitu Low to Moderate, maka KPMM sesuai profil risiko pada
30 September 2024 ditetapkan sebesar 9,99% sesuai Internal Capital Adequacy Assessment Process (ICAAP).
Penentuan kepatuhan Bank terhadap peraturan dan rasio yang berlaku didasarkan pada peraturan praktik
akuntansi yang berbeda dalam beberapa hal dengan Standar Akuntasi Keuangan di Indonesia.
Pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, Bank telah memenuhi rasio sesuai yang
disyaratkan OJK untuk rasio kecukupan modal.
Perhitungan KPMM Bank pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 September 2024 31 Desember 2023
Modal
Modal Inti (Tier 1)
Modal Inti Utama (CET-1) 3.180.499.197 3.195.692.370
Modal Inti Tambahan (AT-1) - -
Total Modal Inti (Tier 1) 3.180.499.197 3.195.692.370
Modal Pelengkap (Tier 2) 56.110.819 63.487.468
Total Modal 3.236.610.016 3.259.179.838
Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)
ATMR untuk Risiko Kredit setelah
memperhitungkan Risiko Spesifik*) 5.988.084.820 6.298.313.288
ATMR untuk Risiko Pasar**) 575.988.535 35.277.361
ATMR untuk Risiko Operasional***) 1.076.527.620 1.100.862.500
Total ATMR 7.640.600.974 7.434.453.149
119
Page 123
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 September 2024 dan Untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024 31 Desember 2023
Rasio KPMM
Rasio CET 1 41,63% 42,98%
Rasio Tier 1 41,63% 42,98%
Rasio Tier 2 0,73% 0,85%
Rasio Total 42,36% 43,84%
Rasio Minimum CET 1 9,26% 9,14%
Rasio Minimum Tier 2 0,73% 0,85%
CAR Minimum Berdasarkan Profil Risiko 9,99% 9,99%
*) Risiko kredit dihitung berdasarkan SE OJK No. 24/SEOJK.03/2021 tanggal 7 Oktober 2021
**) Risiko pasar dihitung berdasarkan SE OJK No. 23/SEOJK.03/2022 tanggal 7 Desember 2022
***) Risiko operasional dihitung berdasarkan SE OJK No. 3/SEOJK.03/2020 tanggal 29 April 2020
42. TAMBAHAN INFORMASI ARUS KAS AKTIVITAS PENDANAAN
30 September 2024
Arus kas
31 Desember 2023 Penerimaan Pembayaran Perubahan non-kas 30 September 2024
Pinjaman yang diterima 14.635.666 - (755.457) - 13.880.209
14.635.666 - (755.457) - 13.880.209
30 September 2023
Arus kas
31 Desember 2022 Penerimaan Pembayaran Perubahan non-kas 30 September 2023
Pinjaman yang diterima 15.599.956 - (718.688) - 14.881.268
15.599.956 - (718.688) - 14.881.268
43. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN
Manajemen Bank bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan yang diselesaikan dan disetujui
untuk diterbitkan pada tanggal 23 Oktober 2024.
120
Page 124
PT Bank Raya Indonesia Tbk
Gedung Menara BRILiaN
Jl. Gatot Subroto No. 177A,
Jakarta Selatan 12870
Contact Center : 1500 494
Email : humas@bankraya.co.id
www.bankraya.co.id
Names mentioned 96 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×53
unresolved
org
Bank Agroniaga Tbk
p.13 ×4
unresolved
person
Raden Soekarsono
p.13
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.13 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.13 ×4
unresolved
person
Siti Rayhana
p.13
unresolved
person
Rusnaldy
p.13 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13
unresolved
org
Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk
p.13 ×4
unresolved
org
Menteri
p.13
unresolved
person
M. Nova Faisal
p.13 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.13 ×2
unresolved
org
Kementerian
p.13
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.14 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.14 ×28
unresolved
org
Bank No. JKT-
p.14
unresolved
person
Fathiah Helmi
p.16
unresolved
person
M. Sidik Heruwibowo
· Komisaris Utama
p.17
unresolved
person
Retno W. Wijayanti
· Komisaris Independen
p.17
unresolved
person
Nyimas Dewi Ratih
· Komisaris
p.17
unresolved
person
Ida Bagus K. Subagia
· Direktur Utama
p.17
unresolved
person
Sus Kiranawati
· Anggota
p.17
unresolved
org
Bank Indonesi
p.28
unresolved
org
PT BRI Asuransi Indonesia.
p.39 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia. Rasio GWM Bank
p.39
unresolved
org
Bank Umum Syariah
p.40 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia Deposit
p.43
unresolved
org
PT Indah Kiat Pulp
p.50 ×3
unresolved
org
Paper Tbk.
p.50 ×3
unresolved
org
PT Bank Mandiri Taspen Berkelanjutan Tahap I Seri
p.50 ×2
unresolved
org
PT Industri Kereta Api Sukuk Mudharabah I Tahun
p.50 ×2
unresolved
org
PT Protelindo Berkelanjutan III Tahap II
p.51
unresolved
org
PT Perkebunan Nusantara II Tahap VIII Seri A
p.51 ×2
unresolved
org
PT BRI Manajemen Investasi
p.52 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia IDSR
p.52 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia Obligasi Pemerintah VR
p.56
unresolved
org
PT BPR Cinta Manis Agroloka
p.64 ×2
unresolved
org
PT BPR Bungamayang Agroloka
p.64 ×4
unresolved
org
PT BPR Cintamanis Agroloka
p.64 ×2
unresolved
org
PT Feedloop Global Teknologi
p.68
unresolved
org
PT Avows Technologies
p.68
unresolved
org
PT Xsis Mitra Utama
p.68
unresolved
org
PT Sharing Vision Indonesia
p.68 ×2
unresolved
org
PT Mulyasari R Gemilang
p.68 ×2
unresolved
org
Dana Pensiun Lembaga Keuangan
p.86
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.87
unresolved
org
Dana Pensiun Lembaga
p.92
unresolved
org
PT Sarana Multi Infrasturuktur
p.92 ×2
unresolved
org
PT Industri Kereta Api (Persero)
p.92 ×2
unresolved
org
Efek-efek (Persero) Tbk
p.92
unresolved
org
PT Bank Mandiri Taspen
p.92 ×2
unresolved
org
PT Perkebunan Nusantara II
p.92 ×2
unresolved
org
PT Perkebunan Nusantara IV
p.92 ×2
unresolved
org
PT Kresna Kusuma Dyandra
p.92
unresolved
org
PT Laras Astra Kartika
p.92 ×2
unresolved
org
PT Bromo Steel Indonesia
p.92 ×2
unresolved
org
PT BRI Multifinance Indonesia
p.93
unresolved
org
Bank Self Assesment
p.96
unresolved
org
PT Euronet Technologies Indonesia
p.120
unresolved
org
PT. Siggap Teknologi Internasional
p.120
unresolved
org
PT Nusantara Compnet Integrator
p.120
unresolved
org
PT Citra International Underwriters
p.120
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.