Skip to content
Back to announcement

20260608_DKHH_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32098623_lamp1.pdf

Other Text extracted DKHH

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 16

Page 1
    ​                           ​ ​      ​      ​                         Jakarta, 08 Juni 2026


Nomor​ ​         : 055/DIR/CSM/VI/2026
Perihal​ ​       : Tanggapan atas Surat Permintaan Penjelasan Bursa Nomor S-06422/BEI.PP1/06
                  -2026 Tanggal 04 Juni 2026
Lampiran​        :-



Kepada Yth.
Divisi Penilaian Perusahaan 1
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 lantai 6,
Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53 Jakarta Selatan 12190, Indonesia


Dengan hormat,
Sehubungan dengan surat Permintaan Penjelasan Bursa No S-06422/BEI.PP1/06-2026 yang kami
terima pada Tanggal 04 Juni 2026, melalui surat ini Perseroan bermaksud untuk menyampaikan
tanggapan atas surat tersebut.


Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.




Hormat Kami,
PT Cipta Sarana Medika Tbk




Satria Muhammad Wilis
Direktur Utama




​
Page 2
                                   Permintaan Penjelasan

                                PT Cipta Sarana Medika Tbk

    1.​ Berdasarkan Laporan Auditor Independen, dinyatakan bahwa terdapat hal audit utama terkait
        dengan pengakuan pendapatan dari pasien yang ditanggung BPJS Kesehatan. Auditor
        menjelaskan bahwa terdapat risiko atas kesalahan pengakuan pendapatan dari pasien yang
        ditanggung oleh BPJS. Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai:
            a.​ Alur end-to-end cara pengakuan pendapatan BPJS.
               Tanggapan Perseroan:
               Alur end-to-end pengakuan pendapatan BPJS di Perseroan dimulai dari pelayanan
               medis yang diberikan kepada pasien peserta BPJS. Setelah pelayanan selesai, data
               pelayanan dan dokumen pendukung diverifikasi oleh unit terkait (case mix) untuk
               memastikan kesesuaian dengan ketentuan BPJS Kesehatan.
               Selanjutnya, klaim BPJS disusun dan diajukan kepada BPJS Kesehatan melalui
               sistem yang berlaku (E-Klaim). Setelah pelayanan diberikan, Perseroan mengakui
               pendapatan berdasarkan nilai klaim yang ditagihkan.
               Setelah klaim diajukan, BPJS melakukan proses verifikasi dan memberikan umpan
               balik berupa persetujuan (BAHV).
               Pada saat BPJS menerbitkan berita acara atau dokumen verifikasi yang menjadi dasar
               pembayaran, saldo piutang BPJS akan disesuaikan apabila diperlukan. Selanjutnya,
               ketika pembayaran diterima dari BPJS Kesehatan, Perseroan mencatat penerimaan
               kas dan mengurangi saldo piutang usaha BPJS yang terkait.
           b.​ Kontrol yang diterapkan untuk mengantisipasi risiko kesalahan pengakuan
               pendapatan.
               Tanggapan Perseroan:
               Perseroan melakukan kontrol melalui rekonsiliasi berkala antara data pelayanan
               pasien, tarif yang berlaku, dokumen pendukung, dan nilai pendapatan yang dicatat
               dalam sistem keuangan.
           c.​ Mengingat pendapatan BPJS sebesar Rp119,68 miliar atau 82,61% dari total
               pendapatan, bagaimana strategi Perseroan untuk melakukan diversifikasi
               pendapatan?
               Tanggapan Perseroan:
               BPJS Kesehatan merupakan sumber pendapatan utama dari cakupan layanan
               Perseroan saat ini, Perseroan menargetkan peningkatan kontribusi pendapatan dari
               segmen umum, asuransi, dan korporasi secara bertahap sehingga struktur pendapatan
               Perseroan menjadi lebih berimbang dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
    2.​ Terkait dengan dana syirkah temporer yang dimiliki Perseroan, Bursa meminta penjelasan
        terkait hal berikut:
            a.​ Tujuan penggunaan dari dana syirkah temporer yang menurun dari Rp69,37 miliar
                 menjadi Rp78,15 miliar.
               Tanggapan Perseroan:
               Dana syirkah temporer digunakan oleh Perseroan sebagai sumber pendanaan untuk


​
Page 3
                mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha sesuai dengan prinsip
                syariah dan ketentuan yang berlaku dalam perjanjian pembiayaan.
                Perubahan saldo dana syirkah temporer pada periode berjalan terutama dipengaruhi
                oleh penambahan pembiayaan sesuai dengan kebutuhan pendanaan dan pengelolaan
                arus kas Perseroan.
           b.​ Bentuk akad dan kerja sama atas perolehan dana syirkah temporer.
                Tanggapan Perseroan:
                Bentuk akad dan kerja sama yang dilakukan yaitu beruba akad mudharabah,
                musyarakah, atau akad syariah sebagaimana diatur dalam perjanjian pembiayaan
                antara Perseroan dan pihak pemberi dana.
           c.​ Pihak-pihak yang terlibat dalam kerja sama atau usaha yang dimaksud.
                Tanggapan Perseroan:
                Pihak-pihak yang terlibat dalam kerja sama atas dana syirkah temporer terdiri atas
                Perseroan sebagai pihak pengelola dan pengguna dana (mudharib atau mitra usaha)
                serta lembaga keuangan syariah (Bank Syariah Indonesia) sebagai pihak penyedia
                dana (shahibul maal atau mitra pendanaan).


    3.​ Berdasarkan CALK 5 Piutang Usaha, Perseroan mengalami penurunan sebesar 24,74% dari
        Rp25,08 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi Rp18,87 miliar pada 31 Desember 2025.
        Selain itu, diketahui bahwa terdapat piutang jatuh tempo sebesar Rp7,37 miliar atau sebesar
        39,06% dengan detail sebagai berikut: ​
         Analisis Umur Piutang                      31 Desember 2025              31 Desember 2024
         Lancar                                        11.500.371.249                11.140.311.752
         Tidak lancar                                   7.372.075.106                13.935.546.835
         Total piutang usaha                           18.872.446.355                25.075.858.587
         Persentase piutang macet                             39,06%                        55,57%


       Atas informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal sebagai berikut.
           a.​ Penyebab penurunan piutang usaha, khususnya penurunan pada piutang BPJS.
                Tanggapan Perseroan:
                Penyebab penurunan piutang usaha, khususnya piutang BPJS, disebabkan oleh
                meningkatnya realisasi pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan selama periode
                berjalan, sehingga saldo piutang yang belum tertagih pada akhir periode menjadi
                lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
           b.​ Informasi piutang usaha jatuh tempo berdasarkan counterparty, beserta status
               penagihannya.
                Tanggapan Perseroan:
                Informasi piutang usaha jatuh tempo berdasarkan counterparty disajikan dan
                dimonitor secara berkala oleh Perseroan. Counterparty utama terdiri dari BPJS
                Kesehatan, pemerintah daerah (Jamkesda), perusahaan asuransi, korporasi, dan
                pasien umum.
           c.​ Bagaimana potensi risiko gagal bayar yang dihadapi oleh Perseroan dan apakah
               penilaian penyisihan penurunan nilai piutang sudah memadai?
                Tanggapan Perseroan:


​
Page 4
               Perseroan menghadapi risiko gagal bayar yang terutama berasal dari piutang kepada
               BPJS Kesehatan, pemerintah daerah (Jamkesda), perusahaan asuransi, korporasi, dan
               pelanggan lainnya. Namun, risiko gagal bayar dinilai relatif terkendali mengingat
               sebagian besar piutang Perseroan berasal dari BPJS Kesehatan dan institusi
               pemerintah yang secara historis memiliki tingkat penyelesaian pembayaran yang
               baik.
           d.​ Strategi penagihan yang telah dan akan dilakukan Perseroan atas piutang lewat jatuh
               tempo tersebut.
               Tanggapan Perseroan:
               Strategi yang dilakukan Perseroan dengan melakukan pemantauan umur piutang
               secara berkala, rekonsiliasi saldo dengan masing-masing counterparty, penyampaian
               surat penagihan, konfirmasi saldo piutang, serta koordinasi intensif dengan pihak
               terkait untuk menyelesaikan kendala administrasi maupun verifikasi yang dapat
               menghambat proses pembayaran.
           e.​ Latar belakang tidak adanya cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha
               yang lewat jatuh tempo tersebut.
               Tanggapan Perseroan:
               Perseroan menyimpulkan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai yang
               signifikan sehingga pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai tambahan
               belum diperlukan pada tanggal pelaporan ini.
           f.​ Status terkini pelunasan piutang usaha Perseroan.
               Tanggapan Perseroan:
               Berdasarkan evaluasi Perseroan dan penagihan terkini, Perseroan meyakini bahwa
               piutang usaha yang masih outstanding memiliki tingkat kolektibilitas yang baik dan
               dapat ditagih sesuai dengan jadwal penyelesaian yang telah dikoordinasikan dengan
               masing-masing counterparty.


    4.​ Berdasarkan CALK 6 Piutang Lain-lain, Perseroan mengalami peningkatan sebesar 89,72%
        dari Rp14,67 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi Rp27,83 miliar pada 31 Desember 2025
        dengan detail sebagai berikut.




       Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai:
           a.​ Latar belakang timbulnya piutang lain-lain pihak berelasi pada 31 Desember 2025,
               mengingat saldo tersebut tidak ada pada tahun 2024.
               Tanggapan Perseroan:


​
Page 5
               Piutang lain-lain pihak berelasi yang tercatat pada tanggal 31 Desember 2025 timbul
               akibat dari transaksi dengan pihak berelasi yang terjadi tahun 2025. Saldo tersebut
               tidak terdapat pada tahun 2024 karena transaksi yang mendasarinya belum
               menimbulkan hak tagih Perseroan pada periode tersebut.
           b.​ Apakah piutang pihak berelasi tersebut memiliki jangka waktu pembayaran, serta
               didukung dengan perjanjian tertulis? Mohon lampirkan perjanjian terkait.
               Tanggapan Perseroan:
               Terlampir pada form E074
           c.​ Bagaimana Perseroan memastikan bahwa transaksi dengan pihak berelasi dilakukan
               secara wajar dan sesuai dengan rencana penggunaan dana IPO Perseroan? Jelaskan.
               Tanggapan Perseroan:
               Perseroan memastikan bahwa transaksi dengan pihak berelasi dilakukan berdasarkan
               prinsip kewajaran (arm's length principle) dan memiliki tujuan bisnis yang jelas.
           d.​ Mekanisme, persyaratan, dan jenis kebutuhan yang diperbolehkan atas pemberian
               pinjaman kepada pihak ketiga pada dokter dan karyawan.
               Tanggapan Perseroan:
               Perseroan memiliki kebijakan internal yang mengatur mekanisme pemberian
               pinjaman kepada dokter dan karyawan sebagai bagian dari program kesejahteraan
               serta untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang
               bersangkutan.
           e.​ Detail analisa umur piutang pihak ketiga jangka pendek dan panjang.
               Tanggapan Perseroan:
               Piutang pihak ketiga jangka pendek umumnya terdiri atas piutang yang akan jatuh
               tempo dalam waktu kurang dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan.


    5.​ Berdasarkan CALK 7 Persediaan, Perseroan mengalami penurunan sebesar 67,69% dari
        Rp4,14 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi Rp1,34 miliar pada 31 Desember 2025. Saldo
        realisasi tersebut masih cukup jauh dibandingkan ekspektasi Perseroan yang seharusnya
        memiliki saldo persediaan sesuai dengan proyeksi sebesar Rp5,66 miliar pada tahun 2025.
        Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
           a.​ Penyebab penurunan saldo persediaan pada tahun 2025.
               Tanggapan Perseroan:
               Penurunan saldo persediaan pada tahun 2025 dipengaruhi oleh meningkatnya
               pemakaian obat-obatan, bahan medis habis pakai, dan persediaan lainnya dalam
               kegiatan operasional yang tidak diikuti oleh peningkatan pembelian pada periode
               yang sama.
           b.​ Rencana penambahan persediaan selama 12 bulan ke depan, beserta mekanisme
               proses pembelian persediaan dengan vendor.
               Tanggapan Perseroan:
               Dalam 12 bulan ke depan, Perseroan melakukan pengadaan persediaan secara
               berkelanjutan yang mendukung kegiatan operasional dan menjaga kelancaran
               pelayanan kesehatan. Penambahan persediaan akan difokuskan pada obat-obatan,
               bahan medis habis pakai, alat kesehatan penunjang, serta persediaan operasional

​
Page 6
               lainnya sesuai dengan kebutuhan pelayanan dan proyeksi volume pasien.
           c.​ Strategi pengelolaan persediaan Perseroan untuk mencukupi kebutuhan operasional
               rumah sakit.
               Tanggapan Perseroan:
               Perseroan menerapkan strategi pengelolaan persediaan yang bertujuan untuk
               memastikan ketersediaan obat-obatan, bahan medis habis pakai, alat kesehatan
               penunjang, dan persediaan operasional lainnya secara memadai guna mendukung
               kelancaran pelayanan rumah sakit.
           d.​ Apakah Perseroan pernah mengalami kendala atau kesulitan dalam memenuhi
               kebutuhan persediaan operasional rumah sakit? Jelaskan.
               Tanggapan Perseroan:
               Secara umum, Perseroan tidak mengalami kendala yang bersifat material dalam
               memenuhi kebutuhan persediaan operasional rumah sakit. Perseroan secara konsisten
               melakukan perencanaan kebutuhan persediaan, pemantauan tingkat stok, serta
               pengadaan secara berkala guna memastikan ketersediaan obat-obatan, bahan medis
               habis pakai, dan persediaan operasional lainnya tetap terjaga sesuai dengan
               kebutuhan layanan.


    6.​ Berdasarkan CALK 8 Biaya Dibayar di Muka dan Uang Muka, diketahui informasi
        sebagaimana terlampir.




       Atas informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait hal berikut.
           a.​ Mengapa terdapat biaya administrasi ALF sebesar Rp83 juta mengingat ALF Bursa
               ditagihkan di awal tahun dan nilai tersebut berbeda dengan nilai yang ditagihkan?
               Jelaskan.
               Tanggapan Perseroan:
               Biaya administrasi ALF sebesar Rp83 juta dicatat oleh Perseroan tidak semata-mata
               mencerminkan nilai tagihan ALF Bursa yang diterbitkan pada awal tahun. Saldo
               tersebut merupakan biaya yang diakui pada periode berjalan berdasarkan substansi
               transaksi dan penerapan prinsip akrual sesuai dengan kebijakan akuntansi Perseroan,
               sehingga nilainya dapat berbeda dengan nilai tagihan yang diterbitkan pada awal
               tahun.
           b.​ Pihak yang melakukan penerimaan biaya dibayar di muka tersebut.
               Tanggapan Perseroan:


​
Page 7
                 Pihak penerima pembayaran biaya dibayar di muka terdiri dari vendor, pemasok,
                 perusahaan asuransi, penyedia jasa profesional, penyedia layanan teknologi
                 informasi, pemilik aset sewa, serta pihak-pihak lainnya sesuai dengan jenis transaksi
                 yang mendasari pembayaran tersebut.
          c.​ Mengapa masih terdapat uang muka atas biaya emisi saham mengingat proses
              penawaran umum sudah terlaksana pada tahun 2025? Jelaskan.
                 Tanggapan Perseroan:
                 Saldo uang muka atas biaya emisi saham yang masih tercatat pada tanggal pelaporan
                 terutama disebabkan oleh adanya beberapa komponen biaya yang masih dalam
                 proses penyelesaian administrasi, verifikasi dokumen, penerimaan tagihan final, atau
                 penyelesaian pekerjaan oleh penyedia jasa yang terlibat dalam proses penawaran
                 umum.


    7.​ Berdasarkan CALK 9 Uang Muka Pembelian Aset, diketahui bahwa Perseroan telah
        membayarkan uang muka atas pembelian aset sebagai berikut:


        Aset              Vendor         Nomor kontrak         Nilai kontrak      Jumlah uang muka
        Gedung            PT Citra    010/PKS/CSM/V/2025      Rp35.040.480.000     Rp20.250.000.000
                         Adiatama
                         Indonesia
        Peralatan        PT Rapha     011/PKS/CSM/V/2025      Rp5.040.480.000      Rp3.000.000.000
        Medis CT       Tunas Medika
        Scan


       Atas informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai:
          a.​ Berdasarkan informasi dari prospektus IPO Perseroan, telah ditunjuk vendor untuk
              melakukan pembangunan gedung rumah sakit dengan PT Wyn Karya Perkasa dan
              pembelian alat CT Scan dengan PT D&V International Makmur Gemilang. Jelaskan
              latar belakang dan urgensi dari pergantian vendor tersebut.
                 Tanggapan Perseroan:
                 Pergantian vendor dilakukan didasarkan pada kebutuhan untuk menjaga kelancaran
                 pelaksanaan pembangunan, memastikan kualitas hasil pekerjaan dan peralatan yang
                 diperoleh, meminimalkan risiko keterlambatan, serta mengoptimalkan penggunaan
                 dana hasil IPO sesuai dengan tujuan yang telah disampaikan kepada publik.
          b.​ Terkait dengan pihak-pihak yang bekerja sama untuk pembangunan gedung dan
              pembelian aset Perseroan, mohon dijelaskan profil dan identitas vendor, serta apakah
              pihak tersebut merupakan afiliasi dari Perseroan.
                 Tanggapan Perseroan:
                 Vendor yang ditunjuk sudah sesuai dengan klasifikasi yang ada.
                 Perseroan telah melakukan penelaahan terhadap hubungan kepemilikan,
                 kepengurusan, maupun hubungan lainnya dengan vendor terkait dan memastikan
                 bahwa vendor tersebut tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan
                 sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
          c.​ Status terkini realisasi pembangunan gedung rumah sakit yang telah diberikan uang
              muka sebesar Rp20,25 miliar. Mohon lampirkan dokumen purchase order (PO),


​
Page 8
               kontrak/perjanjian, serta bukti pembayaran uang muka kepada vendor.
               Tanggapan Perseroan:
               terlampir pada form E074
           d.​ Target penyelesaian pembangunan gedung rumah sakit dan estimasi aset tersebut
               mulai berkontribusi terhadap pendapatan Perseroan, mengingat dalam prospektus dan
               tanggapan Perseroan disampaikan target penyelesaian pembangunan gedung dan
               pengadaan adalah pada akhir tahun 2025.
               Tanggapan:
               Penyelesaian gedung ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026. Hal ini berbeda
               dengan yang disampaikan pada prospektus dikarenakan ada perubahan aturan dari
               Kemenkes mengenai standar kegiatan usaha dan standar produk/jasa. Kondisi ini juga
               diperparah dengan situasi ekonomi global yang kurang menguntungkan bagi industri
               kesehatan.
           e.​ Status terkini pembelian 1 unit CT-Scan yang sudah dibayarkan uang muka sebesar
               Rp3 miliar, termasuk jadwal pengiriman, instalasi, dan penggunaan komersialnya.
               Tanggapan Perseroan:
               Status terkini pengadaan 1 (satu) unit CT-Scan adalah bahwa hingga saat ini pemasok
               belum melakukan pengiriman unit. Pengiriman akan dilakukan setelah penyelesaian
               pembangunan gedung baru yang akan menjadi lokasi instalasi dan operasional unit
               CT-Scan tersebut.


    8.​ Berdasarkan CALK 10 Aset Tetap, Perseroan mengalami penurunan sebesar 3,37% dari
        Rp132,38 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi Rp127,92 miliar pada 31 Desember 2025.
        Berikut terlampir informasi mengenai aset tetap Perseroan.




       Atas informasi di atas, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
           a.​ Detail dari aset tetap atas inventaris umum, beserta penambahan aset sebesar Rp1,53
               miliar tersebut.
               Tanggapan Perseroan:
               Detail dari aset tetap atas inventaris umum, beserta penambahan aset sebesar Rp1,53
               miliar dibawah ini:
           b.​ Latar belakang adanya penyesuaian dan reklasifikasi pada aset bangunan, kendaraan,
               peralatan medis, instalasi listrik, serta inventaris umum. Mohon dilampirkan tabel


​
Page 9
                aset tetap dengan pemisahan kolom penyesuaian, reklasifikasi, dan selisih
                pengukuran kembali aset tetap.
                Tanggapan Perseroan:
                Penyesuaian dan reklasifikasi pada aset tetap berupa bangunan, kendaraan, peralatan
                medis, instalasi listrik, dan inventaris umum dilakukan sebagai bagian dari proses
                penataan administrasi aset tetap berdasarkan sifat, fungsi, dan masa manfaat
                ekonomis masing-masing aset tersebut.
            c.​ Apakah penyajian atas penggabungan saldo penyesuaian dan reklasifikasi sudah tepat
                menurut PSAK dan Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7? Jelaskan.
                Tanggapan Perseroan:
                Sudah, berdasarkan ketentuan PSAK yang mengatur aset tetap serta Peraturan
                Bapepam Nomor VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
                Emiten atau Perusahaan Publik, penyesuaian dan reklasifikasi pada dasarnya
                merupakan transaksi yang memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda sehingga
                perlu dianalisis berdasarkan materialitas dan relevansinya terhadap pengguna laporan
                keuangan.
            d.​ Diketahui bahwa Perseroan melakukan penilaian atas aset tetap tanah, bangunan, dan
                sarana pelengkap lainya oleh KJPP Kusno Raharjo & Rekan dalam laporannya
                No.00426/02.016-00/PI10/0002/1/III/2025 tanggal 19 Maret 2025. Atas hal tersebut,
                apakah terdapat selisih penilaian kembali aset tetap? Bagaimana nilai revaluasi
                tersebut direpresentasikan dalam laporan keuangan? Jelaskan.
                Tanggapan Perseroan:
                Sesuai ketentuan PSAK yang berlaku terkait aset tetap, kenaikan nilai aset yang
                berasal dari revaluasi tidak diakui sebagai pendapatan pada laporan laba rugi,
                melainkan diakui pada penghasilan komprehensif lain dan disajikan sebagai “Surplus
                Revaluasi Aset Tetap” pada bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan, setelah
                memperhitungkan dampak perpajakan.


    9.​ Berdasarkan CALK 12 Utang Usaha, diketahui analisis umur utang sebagai berikut:


      Analisis Umur Utang                          31 Desember 2025          31 Desember 2024
      Lancar                                             427.243.026             2.097.407.466
      Tidak lancar                                     6.151.033.852             3.571.261.360
      Total utang usaha                                6.578.276.878             5.668.668.826
      Persentase utang macet                                 93,51%                    63,00%


       Atas informasi dari tabel di atas, Bursa meminta penjelasan mengenai hal berikut.
            a.​ Detail utang usaha jatuh tempo berdasarkan counterparty.
                Tanggapan Perseroan:
                Rincian utang usaha jatuh tempo berdasarkan counterparty terlampir pada form
                E074
            b.​ Alasan belum terbayarnya utang usaha tersebut kepada pihak ketiga terkait.
                Tanggapan Perseroan:
                Belum terbayarnya utang usaha kepada pihak ketiga terkait disebabkan oleh


​
Page 10
               pengelolaan prioritas arus kas Perseroan yang difokuskan pada kebutuhan
               operasional.
           c.​ Strategi Perseroan untuk melunasi utang usaha.
               Tanggapan Perseroan:
               Strategi Perseroan untuk melunasi utang usaha dengan mengoptimalkan penagihan
               piutang usaha dan mempercepat siklus konversi kas untuk meningkatkan
               ketersediaan dana operasional.
           d.​ Pertimbangan Perseroan belum melakukan pelunasan utang usaha namun dapat
               memberikan piutang lain-lain kepada pihak berelasi.
               Tanggapan Perseroan:
               Kedepannya, Perseroan akan memprioritaskan penggunaan dana untuk mendukung
               kegiatan operasional dan penyelesaian kewajiban yang jatuh tempo, serta membatasi
               pemberian pendanaan kepada pihak berelasi.
           e.​ Pertimbangan belum dilakukannya pelunasan utang menggunakan dana IPO
               Perseroan.
               Tanggapan Perseroan:
               Perseroan mempertimbangkan bahwa kewajiban kepada pihak berelasi memiliki
               fleksibilitas pembayaran yang lebih tinggi dibandingkan kewajiban kepada pihak
               ketiga, sehingga penggunaan dana IPO diprioritaskan untuk kegiatan yang
               mendukung pertumbuhan usaha dan peningkatan kinerja Perseroan.


    10.​ Berdasarkan CALK 16 Utang Bank, diketahui bahwa Perseroan memiliki utang bank jangka
         pendek dan jangka panjang sebagai berikut:
           a.​ Perseroan menandatangani perjanjian Nomor: 05/140-WKL/BSI/RCB dengan PT
               Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memperoleh fasilitas Pembiayaan berdasarkan
               Prinsip Wakalah bil Ujroh dan Qardh.
               Tanggapan Perseroan:
               Benar, Perseroan menandatangani perjanjian tersebut yang digunakan untuk
               mendukung kebutuhan operasional Perseroan.
           b.​ Entitas anak Perseroan, PT Mutiara Persada Abadi (MPA) menandatangani perjanjian
               No. 04/44/SP3/RCB/ dengan BSI untuk memperoleh fasilitas Pembiayaan
               berdasarkan Prinsip Wakalah bil Ujroh dan Qardh.
               Tanggapan Perseroan:
               Benar, entitas anak Perseroan, PT Mutiara Persada Abadi (MPA) menandatangani
               perjanjian tersebut yang diperoleh untuk mendukung kebutuhan operasional rumah
               sakit dibawah PT MPA.
           c.​ Entitas anak Perseroan, As-Shofwan Tunggal Mandiri (ATM) memperoleh fasilitas
               kredit investasi dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
               Tanggapan Perseroan:
               Benar, entitas anak Perseroan, As-Shofwan Tunggal Mandiri (ATM) memperoleh
               fasilitas kredit investasi dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.


       Atas pemberian fasilitas kredit atau pembiayaan tersebut, Bursa meminta penjelasan


​
Page 11
       mengenai:
           a.​ Tujuan pengambilan fasilitas kredit atau pembiayaan terkait.
               Tanggapan Perseroan:
               Tujuan pengambilan fasilitas pembiayaan adalah untuk mendukung pengembangan
               usaha Perseroan melalui pembangunan, renovasi, dan/atau pengadaan aset tetap yang
               diperlukan dalam operasional rumah sakit.
           b.​ Apakah Perseroan dan entitas anak pernah melakukan restrukturisasi kredit atau
               pembiayaan dengan Bank? Jelaskan.
               Tanggapan Perseroan:
               Perseroan dan entitas anak tidak melakukan restrukturisasi seluruh fasilitas kredit dan
               pembiayaan yang dimiliki Perseroan dan entitas anak, pembayaran kewajiban
               terpenuhi tepat waktu.
           c.​ Bagaimana pemenuhan financial covenant selama dua tahun ke belakang? Mohon
               dapat mengisi tabel berikut:
               Tanggapan Perseroan:
               Financial Covenant                      2025            2024          Penjelasan jika
                                                                                    tidak memenuhi
               Debt Service Coverage Ratio (DSCR)   Memenuhi        Memenuhi            Tidak ada
               sesuai perjanjian kredit
               Debt to Equity Ratio (DER) sesuai    Memenuhi        Memenuhi           Tidak ada
               perjanjian kredit


    11.​ Berdasarkan CALK 29 Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi, Perseroan memiliki saldo
         piutang dan utang pihak berelasi sebagai berikut:




       Dalam Laporan Auditor Independen, juga diketahui bahwa Perseroan menggunakan dana
       hasil IPO dengan memberikan pinjaman ke pihak berelasi dengan total Rp38.663.822.211
       dengan detail sebagai berikut:


​
Page 12
       a.​ PT Siliwangi Djajakusumah Hospital, Entitas Induk Langsung sebesar
           Rp30.342.773.116; dan
       b.​ PT Siliwangi Djajakusumah Bersatu, Entitas Induk Utama sebesar Rp8.321.049.095.


    Atas transaksi piutang dan utang dengan pihak berelasi tersebut, Bursa meminta penjelasan
    mengenai:
       a.​ Detail dari setiap transaksi pinjaman dan utang Perseroan dengan pihak berelasi,
           termasuk latar belakang dan tujuan penggunaan dana pinjaman, mohon untuk
           melengkapi tabel berikut ini:
            No.   Nomor         Pihak-Pihak       Bunga        Tenor     Jatuh   Latar belakang dan
                  Perjanjian                                             Tempo   Tujuan
                                                                                 Penggunaan Dana
                                                                                 Pinjaman

            1.    007/DIR/SD    PT CSM Tbk - PT   11%          4 Bulan   Maret   Bridging Loan
                  H/XI/2025     SDH                                      2026    untik operasional
                                                                                 group


       b.​ Bagaimana Perseroan menentukan besaran bunga pinjaman sebesar 11% per tahun
           sebagaimana diungkapkan dalam laporan keuangan? Mengapa tahun-tahun
           sebelumnya pinjaman pihak berelasi tidak dikenakan bunga? Jelaskan.
           Tanggapan Perseroan:
           Bunga pinjaman sebesar 11% per tahun ditetapkan berdasarkan kesepakatan para
           pihak dengan mempertimbangkan tingkat bunga pasar dan jangka waktu pinjaman.
           Adapun pada tahun-tahun sebelumnya pinjaman pihak berelasi tidak dikenakan
           bunga karena merupakan bentuk dukungan pendanaan untuk kebutuhan operasional
           dan pengembangan usaha Perseroan.
       c.​ Apakah Perseroan dan/atau pihak berelasi melakukan transaksi investasi dalam
           saham atau repo di pasar modal? Jelaskan.
           Tanggapan Perseroan:
           Perseroan dan/atau pihak berelasi Tidak melakukan transaksi investasi dalam saham
           atau repo di pasar modal.
       d.​ Pihak yang menjadi pengelola dana investasi dari internal tersebut. Apakah dikelola
           oleh pihak berelasi atau menggunakan jasa pihak ketiga? Jelaskan.
           Tanggapan Perseroan:
           Dana investasi dari internal tersebut dikelola oleh pihak berelasi.
       e.​ Mengapa Perseroan memberikan pinjaman kepada pihak berelasi pada saat Perseroan
           sendiri masih memiliki utang bank yang cukup besar? Jelaskan.
           Tanggapan Perseroan:
           Pemberian pinjaman kepada pihak berelasi dilakukan dalam rangka mendukung
           kebutuhan operasional dan pengembangan usaha grup Perseroan yang mana lebih
           cepat untuk menghasilkan pendapatan untuk membayar utang bank.
       f.​ Apakah penggunaan dana IPO untuk pinjaman pihak berelasi telah sesuai dengan
           rencana penggunaan dana yang disampaikan dalam prospektus? Bagaimana realisasi
           penggunaan dana IPO untuk modal kerja sebagaimana dituangkan dalam prospektus?


​
Page 13
             Tanggapan Perseroan:
             Realisasi penggunaan dana hasil IPO untuk pelunasan pinjaman pihak berelasi dan
             modal kerja pada prinsipnya ditujukan sesuai dengan tujuan penggunaan dana yang
             telah diungkapkan dalam Prospektus. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat
             mekanisme pengelolaan dana melalui entitas induk yang tidak dijelaskan secara
             spesifik dalam Prospektus.
          g.​ Latar belakang pengelolaan dana IPO harus melalui entitas induk PT Siliwangi
              Djajakusumah Hospital (SDH) mengingat tidak disampaikan adanya pengelolaan
              dana oleh SDH dalam prospektus? Jelaskan.
             Tanggapan Perseroan:
             Pengelolaan dana hasil IPO melalui PT Siliwangi Djajakusumah Hospital (SDH)
             dilakukan dalam kapasitas SDH sebagai entitas induk yang menjalankan fungsi
             pengelolaan keuangan dan pengawasan atas penggunaan dana di tingkat grup.
             Namun dalam prospektus tidak menjelaskan secara khusus mengenai mekanisme
             pengelolaan dana melalui SDH dengan tujuan pengembangan usaha grup.
          h.​ Prinsip arm’s-length yang sudah diterapkan terkait dengan transaksi pinjaman dan
              utang Perseroan dengan pihak berelasi tersebut.
             Tanggapan Perseroan:
             Perseroan telah menerapkan prinsip arm’s-length dalam transaksi pinjaman dan utang
             dengan pihak berelasi.


    12.​ Merujuk pada CALK 26 Beban Pokok Pendapatan dan CALK 27 Beban Usaha, Bursa
         meminta penjelasan atas hal-hal berikut.
          a.​ Penurunan saldo biaya kamar rawat inap dan tindakan yang menurun signifikan dari
              Rp11,81 miliar pada 2024 menjadi Rp2,40 miliar pada 2025, mengingat penurunan
              pendapatan dari kamar rawat inap hanya sebesar 13,73% pada 2025.
             Tanggapan Perseroan:
             Penurunan saldo biaya kamar rawat inap dan tindakan dari Rp11,81 miliar pada tahun
             2024 menjadi Rp2,40 miliar pada tahun 2025 semata-mata dipengaruhi oleh
             perubahan pendapatan rawat inap, melainkan disebabkan oleh adanya efisiensi
             operasional dan optimalisasi penggunaan sumber daya dalam pelayanan rawat inap.
          b.​ Peningkatan saldo biaya gaji dan kesejahteraan karyawan yang meningkat signifikan
              dari Rp28,57 miliar pada 2024 menjadi Rp64,64 miliar pada 2025. Apakah terdapat
              peningkatan jumlah tenaga kesehatan dan karyawan mengingat terdapat peningkatan
              juga pada saldo imbalan pasca kerja? Jelaskan.
             Tanggapan Perseroan:
             Peningkatan biaya gaji dan kesejahteraan karyawan dari Rp28,57 miliar pada tahun
             2024 menjadi Rp64,64 miliar pada tahun 2025 disebabkan adanya penambahan
             jumlah tenaga kesehatan dan karyawan dalam rangka mendukung pengembangan
             kapasitas layanan dan peningkatan operasional Perseroan.
          c.​ Penurunan saldo biaya obat dan perlengkapan medis yang menurun signifikan dari
              Rp41,21 miliar pada 2024 menjadi Rp23,30 miliar pada 2025.
             Tanggapan Perseroan:


​
Page 14
                Penurunan saldo biaya obat dan perlengkapan medis dari Rp41,21 miliar pada tahun
                2024 menjadi Rp23,30 miliar pada tahun 2025 disebabkan oleh peningkatan efisiensi
                pengelolaan persediaan dan penggunaan obat serta perlengkapan medis, termasuk
                optimalisasi pengadaan, pengendalian penggunaan, dan pengurangan tingkat
                pemborosan (waste) dalam operasional pelayanan kesehatan.
           d.​ Detail dari biaya jasa profesional, mohon mengisi tabel berikut:
                Tanggapan Perseroan:
                Detail dari biaya jasa profesional tabel berikut:
        Jasa Profesional               Nama Penyedia Jasa       Nomor kontrak / perjanjian    Total Biaya
        Jasa Audit Laporan Keuangan    KAP JJS                1019/PROP/XI/2025              Rp 280.000.000
        Jasa Aktuaris                 Arya Bagistra           127/P-PSAK/KKA.AB/IX/2025       Rp 19.500.000
        Jasa Profesional Lainnya      PT BAS dll               All kontrak                   Rp 447.336.671


    13.​ Berdasarkan informasi keuangan Perseroan, berikut terlampir hasil perhitungan rasio
         keuangan per posisi 31 Desember 2024 dan 2025.
        Rasio                                    31-Dec-25                  31-Dec-24        Perubahan
        Gross Profit Margin (GPM)                 23,57%                     31,11%           -24,26%

        Net Profit Margin (NPM)                       4,16%                   1,86%           122,88%

        Return on Assets (ROA)                        1,82%                   1,06%           72,31%

        Return on Equity (ROE)                        2,92%                   2,19%           33,33%

        Current Ratio (CR)                            1,20                     0,89            35,07%
        Debt to Equity Ratio (DER)                    0,26                     0,46           -43,32%

        Debt to Asset Ratio (DAR)                     0,16                     0,22           -26,74%



       Atas informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut ini.
           a.​ Faktor utama yang menyebabkan GPM menurun dari 31,11% pada 2024 menjadi
               23,57% pada 2025.
                Tanggapan Perseroan:
                Penurunan Gross Profit Margin (GPM) dari 31,11% pada tahun 2024 menjadi
                23,57% pada tahun 2025 disebabkan oleh peningkatan beban pokok pendapatan yang
                lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan Perseroan.
           b.​ Penyebab meningkatnya NPM dari 1,86% menjadi 4,16% di tengah penurunan GPM.
                Tanggapan Perseroan:
                Gross Profit Margin (GPM) Perseroan mengalami penurunan dari 31,11% pada tahun
                2024 menjadi 23,57% pada tahun 2025, Net Profit Margin (NPM) meningkat dari
                1,86% menjadi 4,16%. disebabkan oleh keberhasilan Perseroan dalam melakukan
                efisiensi pada beban operasional di luar beban pokok pendapatan serta pengelolaan
                biaya yang lebih efektif.
           c.​ Bagaimana Perseroan menjaga likuiditas dan solvabilitas di tengah penurunan GPM?
               Jelaskan.
                Tanggapan Perseroan:
                Di tengah penurunan Gross Profit Margin (GPM), Perseroan menerapkan


​
Page 15
                pengelolaan modal kerja dan arus kas yang prudent untuk menjaga likuiditas dan
                solvabilitas. Upaya yang dilakukan Perseroan dengan mengoptimalisasi penagihan
                piutang, pengendalian persediaan, pengelolaan jadwal pembayaran kewajiban, serta
                efisiensi biaya operasional secara berkelanjutan.


    14.​ Berdasarkan informasi dari Laporan Arus Kas Perseroan, berikut informasi mengenai arus
         kas berdasarkan aktivitasnya.
        Akun/Periode          Laporan Keuangan    Laporan Keuangan    Growth 2025-2024    Perubahan
                                  31-Dec-25           31-Dec-24                           2025-2024
        Cash Flow Statement
        Arus Kas Aktivitas      5.567.951.370       2.997.687.548         85,74%         2.570.263.822
        Operasi
        Arus Kas Aktivitas     (27.390.827.865)    (26.160.414.859)        -4,70%        (1.230.413.006)
        Investasi
        Arus Kas Aktivitas      23.195.995.107      23.362.141.885         -0,71%        (166.146.778)
        Pendanaan


       Atas informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
           a.​ Dalam arus kas dari aktivitas operasi, diketahui terdapat pos pembayaran bunga,
               beban keuangan, dan administrasi lainnya. Jelaskan sifat, jenis, dan tujuan dari pos
               arus kas tersebut, serta alasan mengapa Perseroan menempatkan bunga pada aktivitas
               operasi dibandingkan aktivitas pendanaan.
                Tanggapan Perseroan:
                Sesuai PSAK 2, pembayaran bunga, beban keuangan, dan administrasi lainnya secara
                konsisten dalam arus kas dari aktivitas operasi terutama terdiri atas pembayaran
                bunga atas fasilitas pinjaman bank dan pembiayaan yang digunakan untuk
                mendukung kegiatan operasional Perseroan, serta biaya administrasi perbankan yang
                timbul dalam kegiatan transaksi dan pengelolaan kas sehari-hari.
           b.​ Mengapa saldo pada pos pembayaran bunga, beban keuangan, dan administrasi
               lainnya bernilai positif? Uraikan masing-masing komponen dari pos arus kas
               tersebut.
                Tanggapan Perseroan:
                Saldo pada pos pembayaran bunga, beban keuangan, dan administrasi lainnya
                disajikan bernilai positif karena dalam laporan arus kas Perseroan angka tersebut
                merepresentasikan penerimaan bunga berelasi pada tahun 2025. Penyajian dilakukan
                sesuai format laporan arus kas yang digunakan Perseroan.
           c.​ Dalam arus kas dari aktivitas pendanaan, diketahui terdapat pembayaran untuk
               piutang pihak berelasi sebesar Rp30,1 miliar dan pembayaran utang bank sebesar
               Rp12,95 miliar. Apakah dana pembayaran tersebut menggunakan dana dari hasil
               setoran modal? Jelaskan.
                Tanggapan Perseroan:
                Pembayaran piutang pihak berelasi sebesar Rp30,1 miliar dan pembayaran utang
                bank sebesar Rp12,95 miliar dilakukan berdasarkan kebutuhan dan pengelolaan arus
                kas Perseroan selama periode berjalan. Sumber dana yang digunakan untuk
                pembayaran berasal dari kas yang tersedia, termasuk arus kas yang dihasilkan dari
                kegiatan operasional Perseroan.


​
Page 16
    15.​ Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan
         hidup Perseroan dan/atau dapat mempengaruhi harga saham Perseroan, yang belum
         diungkapkan kepada masyarakat.
       Tanggapan Perseroan:
       Sampai dengan tanggal penyampaian tanggapan ini, Perseroan tidak mengetahui adanya
       informasi, fakta material, atau kejadian penting lainnya yang belum diungkapkan kepada
       masyarakat yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan dan/atau
       mempengaruhi harga saham Perseroan.




​

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.43 MB
Published8 Jun 2026
Pages16
Characters42,424
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Cipta Sarana Medika Tbk p.1 ×5
linked org Bank Syariah Indonesia p.3 ×3
linked org Siliwangi Djajakusumah p.12 ×4
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. p.10 ×5
unresolved person Satria Muhammad Wilis · Direktur Utama p.1
unresolved org PT Citra p.7
unresolved org PT Rapha p.7
unresolved org PT Wyn Karya Perkasa p.7
unresolved org Bapepam p.9 ×4
unresolved org KJPP Kusno Raharjo & Rekan p.9
unresolved org KJPP Kusno Raharjo p.9
unresolved org PT Mutiara Persada Abadi p.10 ×2
unresolved org PT MPA. p.10
unresolved org PT Siliwangi Djajakusumah Hospital p.12 ×3
unresolved org PT Siliwangi Djajakusumah Bersatu p.12
unresolved org CSM Tbk p.12 ×2
unresolved org JJS p.14
unresolved org PT BAS p.14

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result