Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
Public Expose Live 2026 Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
PEMBICARA
Emiten : 1. Dian Siswarini, Direktur Utama
2. Arthur Angelo Syailendra, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
3. Budi Satria Dharma Purba, Direktur Wholesale & International Service
4. Veranita Yosephine, Direktur Enterprise & Business Service
5. Daru Mulyawan, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel
Moderator : Vina Munawar, PT Bursa Efek Indonesia
SESI PAPARAN MATERI
Direktur Utama Telkom Indonesia membuka sesi pemaparan materi Public Expose 2026 dengan:
1. Memberi penjelasan dan gambaran singkat terkait profil saham TLKM yang tercatat di
Bursa Efek Indonesia dan New York Stock Exchange, komposisi kepemilikan saham
Telkom, serta kinerja jangka panjang saham Telkom dan Total Shareholder Return sejak
IPO tahun 1995.
2. Penjelasan terkait empat pilar transformasi Telkom Indonesia yang disebut TLKM30,
yang terdiri dari: 1. operaTional and Service Excellence, 2. streamLining, 3. unlocK Value,
dan 4. Modus-operandi Shift.
3. Penjabaran progres dari masing-masing pilar transformasi, mencakup pertumbuhan
arus kas operasi, penyederhanaan portofolio bisnis melalui divestasi, penutupan, dan
penggabungan entitas anak, penyelesaian Fase 1 pembentukan Infranexia, serta transisi
menuju Strategic HoldCo.
4. Selanjutnya penjelasan terkait transformasi menuju model HoldCo dan OpCo, yang
mengubah struktur pelaporan Perseroan dari model parenting menjadi pelaporan dan
pengelolaan berbasis segmen, yaitu B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International,
serta Others and Ancillary.
Paparan materi dilanjutkan oleh Direktur Wholesale & International Service mengenai:
1. Gambaran cakupan infrastruktur digital TelkomGroup, mencakup menara
telekomunikasi, BTS, fiber optic backbone domestik dan internasional, sistem kabel laut,
point of presence, data center, serta satelit yang menjangkau daerah Terdepan, Terluar,
dan Tertinggal.
2. Penjelasan terkait peran strategis Infranexia sebagai mesin monetisasi pendapatan
wholesale eksternal, beserta tahapan pembentukannya, di mana Tahap 1 telah selesai
pada Desember 2025 dan Tahap 2 sedang berjalan sepanjang tahun 2026.
3. Penjabaran dua peran Infranexia, yaitu sebagai penyedia fiber wholesale yang carrier
neutral bagi pelanggan di luar Grup, serta sebagai penyedia konektivitas fiber bagi
Telkom Group.
Paparan materi dilanjutkan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel terkait:
1. Kinerja Telkomsel pada kuartal kedua tahun 2026, mencakup pertumbuhan
pendapatan, EBITDA, dan laba bersih, yang didorong oleh kombinasi monetisasi yang
lebih baik dan disiplin biaya.
Page 2
Public Expose Live 2026 Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
2. Penjelasan kinerja operasional, mencakup perbaikan ARPU segmen mobile,
perkembangan payload dan basis pelanggan, serta pertumbuhan pelanggan pascabayar
Telkomsel HALO sebagai cerminan fokus pada pelanggan berkualitas.
3. Penjabaran portofolio spektrum Telkomsel setelah pelaksanaan lelang spektrum,
beserta indikator produktivitas spektrum berdasarkan hasil semester pertama tahun
2026.
Paparan materi dilanjutkan oleh Direktur Enterprise & Business Service mengenai:
1. Kinerja tiga pilar bisnis B2B Perseroan, yaitu B2B Infrastructure, B2B ICT, dan
International, beserta porsi pendapatan eksternal pada masing-masing pilar.
2. Penjelasan terkait perbaikan kualitas portofolio Enterprise, mencakup pertumbuhan
segmen SME dan pelanggan IndiBiz, serta pertumbuhan layanan bernilai tinggi pada
segmen internasional.
3. Penjabaran bisnis data center Perseroan, mencakup kapasitas efektif dan tingkat
okupansi pada kategori hyperscale dan AI-ready maupun enterprise dan edge,
diversifikasi basis pelanggan, rencana pengembangan kapasitas di Cikarang dan Batam,
serta peluang membuka nilai melalui kemitraan strategis.
Paparan materi ditutup oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko terkait:
1. Kinerja keuangan konsolidasi Telkom Indonesia periode semester pertama tahun 2026,
mencakup pendapatan, EBITDA beserta marjinnya, laba bersih, serta laba bersih
ternormalisasi yang mengeluarkan sejumlah pos non-inti.
2. Penjelasan pendapatan berbasis segmen bisnis, yang memisahkan pendapatan
eksternal dan pendapatan antar segmen, sebagai bagian dari peningkatan transparansi
pelaporan Perseroan.
3. Paparan terkait perbandingan pencapaian semester pertama terhadap panduan tahun
2026, yakni: 1. Pertumbuhan pendapatan 1-3% secara ternormalisasi, 2. Marjin EBITDA
di atas 50%, 3. Rasio capex terhadap pendapatan sebesar 17-19%. Perseroan tidak
melakukan penyesuaian terhadap panduan tersebut.
SESI TANYA JAWAB
1. Sinta - Tangerang
I. Bagaimana prospek kinerja Telkom hingga akhir 2026? Apakah pendapatan dan
laba masih dapat tumbuh?
Tanggapan:
Direktur Utama:
Kami melihat kinerja Telkom hingga semester pertama 2026 menunjukkan
perkembangan yang positif. Pendapatan tumbuh 3,9% secara tahunan menjadi
Rp75,9 triliun, disertai pertumbuhan laba bersih yang tetap positif.
Memasuki semester kedua, fokus Perseroan tetap pada penguatan fundamental
bisnis melalui monetisasi layanan data seluler, perbaikan kualitas bisnis fixed
Page 3
Public Expose Live 2026 Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
broadband, efisiensi biaya, serta streamlining portofolio bisnis. Berbagai langkah
tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan yang sehat dan profitabilitas
yang berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan dinamika industri dan kondisi
makroekonomi.
2. Weerada Chuncuansugkom - Jakarta
I. Bagaimana progres pelaksanaan InfraNexia Tahap 2 pada 2H26, dan berapa target
porsi pendapatan eksternal dalam 1–2 tahun ke depan?
Tanggapan:
Direktur Wholesale & International Service:
Pelaksanaan Tahap 2 InfraNexia masih berjalan, dengan target penyelesaian sekitar
akhir September hingga awal Oktober 2026. Jadwal mengalami sedikit pergeseran
karena adanya pekerjaan tambahan setelah restatement laporan keuangan FY25
serta penyelesaian dokumentasi transaksi.
Dari sisi komersial, saat ini kontribusi pelanggan eksternal berada di kisaran 10–15%
dari pendapatan InfraNexia. Ke depan, kami menargetkan kontribusi tersebut
meningkat, sementara Telkomsel/IndiHome tetap menjadi anchor tenant utama
dengan kontribusi terbesar.
Peningkatan pendapatan eksternal akan dilakukan melalui model open-access
network, sehingga InfraNexia dapat meningkatkan utilisasi aset fiber dengan
melayani ISP, operator jaringan, dan pelanggan eksternal lainnya.
3. Nana - Jakarta
I. Bagaimana Telkom memastikan ekspansi data center tidak meningkatkan tekanan
terhadap Capex dan tetap menghasilkan return yang menarik?
Tanggapan:
Direktur Wholesale & International Service:
Kami melihat kebutuhan investasi data center cukup besar. Karena itu, strategi
Telkom bukan hanya mengandalkan investasi organik, tetapi juga mencari strategic
partner yang dapat membawa kapabilitas operasional, akses ke hyperscaler global,
serta kemampuan untuk mempercepat pembangunan dan utilisasi kapasitas.
Proses strategic partnership saat ini telah memasuki tahap evaluasi binding offers
dan dapat melibatkan pelepasan mayoritas kepemilikan, dengan target
penyelesaian pada akhir 2026. Struktur ini diharapkan memungkinkan bisnis data
center untuk berkembang lebih cepat tanpa seluruh kebutuhan ekspansi harus
dibiayai oleh Telkom sendiri.
Dari sisi capital allocation, Telkom tetap menerapkan disiplin investasi dan
berorientasi pada return. Dengan masuknya strategic partner, kebutuhan modal
Page 4
Public Expose Live 2026 Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
untuk pengembangan bisnis dapat dibagi sekaligus membuka peluang untuk
mendapatkan valuasi yang lebih optimal. Dana hasil transaksi juga akan
meningkatkan fleksibilitas capital allocation Telkom, baik untuk investasi pada bisnis
inti maupun potensi tambahan shareholder return.
4. Denny - Jakarta
I. Apakah Telkom masih dapat mempertahankan dividen di tengah kebutuhan
investasi dan transformasi yang cukup besar?
Tanggapan:
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko:
Telkom tetap berkomitmen memberikan imbal hasil yang menarik kepada
pemegang saham, dengan tetap menjaga kapasitas investasi dan kesehatan neraca.
Komitmen tersebut didukung oleh arus kas yang sehat serta penerapan belanja
modal yang semakin disiplin dan terarah.
Pada saat yang sama, transformasi dan berbagai inisiatif value unlocking diharapkan
dapat memperkuat fleksibilitas keuangan Perseroan. Apabila terdapat hasil
divestasi atau monetisasi aset, penggunaannya akan dievaluasi secara menyeluruh,
termasuk untuk investasi, penguatan neraca, maupun potensi tambahan imbal hasil
kepada pemegang saham. Kebijakan dan besaran dividen tetap mempertimbangkan
kinerja keuangan, kebutuhan pendanaan, serta persetujuan RUPS.
5. Joko - Balikpapan
I. Apa perkembangan terbaru spin-off FiberCo/Infranexia, dan bagaimana transaksi
ini nantinya dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham Telkom?
Tanggapan:
Direktur Wholesale & International Service:
Phase 1 pembentukan FiberCo telah diselesaikan pada Desember 2025, mencakup
pengalihan lebih dari 50% aset fiber terpilih Telkom dengan nilai transaksi sekitar
Rp35,8 triliun. Saat ini, Phase 2 masih berlangsung, mencakup pengalihan sisa aset,
kontrak, serta sumber daya operasional, dengan target penyelesaian sekitar akhir
September hingga awal Oktober 2026, sesuai dengan proses dan persetujuan yang
diperlukan.
Secara operasional, Infranexia telah menjalankan kegiatan komersial dan
membangun kemitraan dengan pelanggan eksternal, termasuk operator
telekomunikasi, ISP, dan penyedia akses jaringan. TelkomGroup tetap menjadi
sumber anchor demand, dengan Telkomsel sebagai salah satu pelanggan utama,
sehingga memberikan basis pendapatan yang kuat sekaligus mendukung
pengembangan bisnis eksternal.
Page 5
Public Expose Live 2026 Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
Penyelesaian Phase 2 diharapkan semakin memperkuat Infranexia sebagai
perusahaan infrastruktur fiber yang lebih independen, terbuka, dan berorientasi
pada tingkat pengembalian. Struktur tersebut dapat meningkatkan utilisasi aset,
transparansi kinerja, dan fleksibilitas untuk memperluas kolaborasi komersial
maupun menjajaki kemitraan strategis pada tingkat korporasi. Pada akhirnya, hal ini
diharapkan mendukung valuasi yang lebih mencerminkan karakter bisnis
infrastruktur dan memperkuat penciptaan nilai bagi pemegang saham Telkom.
6. Kevin - Jakarta
I. Bagaimana prospek pertumbuhan bisnis mobile Telkomsel hingga akhir tahun,
terutama di tengah kondisi daya beli yang masih menantang?
Tanggapan:
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel:
Kami tetap melihat fundamental bisnis mobile Telkomsel secara positif, meskipun
kondisi daya beli dan dinamika persaingan masih perlu dicermati. Pada semester
pertama 2026, ARPU mobile meningkat 9,0% secara tahunan menjadi Rp45,6 ribu,
sementara monetisasi data juga membaik, tercermin dari peningkatan pendapatan
per MB.
Dalam pengelolaan bisnis ke depan, Telkomsel tetap berfokus pada disiplin harga,
peningkatan kualitas basis pelanggan, serta monetisasi pertumbuhan kebutuhan
data untuk layanan seperti video streaming, gaming, dan berbagai layanan digital
lainnya.
Penyesuaian struktur harga starter pack dan penerapan registrasi biometrik juga
mendukung terbentuknya basis pelanggan yang lebih sehat, dengan mendorong
penggunaan dan retensi nomor utama. Dengan pendekatan tersebut, Telkomsel
berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan trafik, kualitas pendapatan,
dan keterjangkauan layanan bagi pelanggan.
SESI TANYA JAWAB KONFERENSI PERS
Emiten : 1. Dian Siswarini, Direktur Utama
2. Arthur Angelo Syailendra, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
3. Budi Satria Dharma Purba, Direktur Wholesale & International Service
4. Veranita Yosephine, Direktur Enterprise & Business Service
5. Daru Mulyawan, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel
Moderator : Ahmad Reza, PT Telkom Indonesia
Sesi press conference dibuka oleh Bapak Ahmad Reza dengan perkenalan Direksi yang hadir,
kemudian langsung dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan media.
1. Daiz La Ode – Stockwatch.id
Page 6
Public Expose Live 2026 Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
I. Apakah Telkom ada rencana membagikan dividen interim untuk kinerja semester
I 2026? Jika ya apa pertimbangannya dan berapa besarnya?
Tanggapan:
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko:
Pada prinsipnya Telkom terus berupaya memberikan value terbaik kepada para
pemangku kepentingan dan pemegang saham. Namun demikian, Telkom akan fokus
pada dividen tunai yang dibagikan setelah akhir tahun buku berjalan sebagaimana
keputusannya pada RUPS Tahun Buku tersebut.
Fair assumption total dividen yang dibagikan adalah berdasarkan dividend payout
ratio sebesar antara 60-90% dari laba bersih, di samping itu Telkom akan
menyeimbangkan pertumbuhan Dividend per Share dengan kebutuhan ekspansi
dan investasi Telkom, kinerja perusahaan, kondisi pasar serta aspirasi pemegang
saham.
2. Mediana – Harian Kompas
I. Kinerja Telkom proyeksi setelah ada pemangkasan/efisiensi anak usaha?
Tanggapan:
Direktur Utama:
Streamlining kami jalankan untuk refocusing pada bisnis inti dan penataan
portofolio di TelkomGroup, bukan semata-mata mengurangi jumlah entitas. Dengan
struktur group yang lebih sederhana, kami dapat mengurangi potensi tumpang
tindih, menyederhanakan proses, dan mengalokasikan resource serta capital secara
lebih fokus ke bisnis yang memiliki nilai strategis dan prospek pertumbuhan yang
lebih besar.
Kami juga terus memperkuat disiplin alokasi modal, di mana pada periode 1H26
lebih dari 94% Capex dialokasikan untuk bisnis inti B2C dan B2B Infra. Sehingga
selain penataan portofolio, kami juga memastikan capital terus diarahkan ke area
yang menjadi sumber pertumbuhan utama.
Proses streamlining masih berjalan, sehingga dampaknya terhadap kinerja akan
terbentuk secara bertahap terhadap margin yang lebih sehat, profitabilitas yang
lebih kuat, serta penciptaan long-term shareholder value.
II. Bagaimana opini Telkom setelah operator seluler tinggal 3 dan sekarang ada isu
industri menara telekomunikasi juga bakal ada konsolidasi?
Tanggapan:
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel:
Kami memiliki positive view terhadap konsolidasi. Dengan kondisi pasar yang
semakin rasional, masing-masing operator dapat lebih fokus pada profitabilitas dan
Page 7
Public Expose Live 2026 Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
pertumbuhan bisnis. Kami melihat hal ini dapat mendorong kompetisi yang lebih
sehat dan pertumbuhan industri yang lebih berkelanjutan.
Ke depan, kami percaya inisiatif terkait simplifikasi produk di starter pack maupun
renewal, akan turut membawa industri ke arah yang lebih stabil, meskipun kondisi
makroekonomi tetap perlu diperhatikan.
Direktur Utama:
Untuk bisnis menara, kami melihat konsolidasi di industri telekomunikasi
merupakan fase alami dalam siklus pematangan industri, terutama pada sektor yang
sangat capital intensive dan membutuhkan investasi jangka panjang. Perkembangan
ini dapat mendorong efisiensi sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk
mempercepat pemerataan akses digital.
Melalui Mitratel, TelkomGroup siap beradaptasi dan menangkap peluang dari
perubahan lanskap industri tersebut, dengan tetap berfokus pada penguatan bisnis
dan penciptaan nilai jangka panjang.
3. Sivanna – Investor Trust
I. Telkom berencana mengambil alih 100% Digiserve dan menjadikannya anak usaha
yang dikendalikan langsung. Apa target strategis dan finansial dari aksi ini?
Apakah Telkom sudah memiliki target kontribusi Digiserve terhadap pendapatan
dan EBITDA grup setelah pengambilalihan?
Tanggapan:
Direktur Enterprise & Business Service:
Rencana pengambilalihan 100% Digiserve merupakan langkah strategis Telkom
untuk memperkuat B2B ICT Solution. Digiserve akan menjadi bagian dari segmen
B2B ICT Telkom, sehingga pengendalian langsung ini diharapkan dapat memperkuat
sinergi dan menghadirkan solusi ICT end-to-end yang lebih terintegrasi.
Saat ini, bisnis enterprise berkontribusi sekitar 11% terhadap pendapatan Telkom.
Kami melihat ruang pertumbuhan yang masih besar, seiring dengan market demand
yang terus meningkat.
Di sejumlah perusahaan telekomunikasi global, kontribusi bisnis enterprise telah
mencapai 20-30% terhadap pendapatan. Ini menjadi benchmark dan menunjukkan
peluang bagi Telkom untuk terus meningkatkan skala B2B ICT secara bertahap
sebagai salah satu sumber pertumbuhan ke depan.
II. Danantara menargetkan jumlah entitas Telkom dipangkas cukup signifikan.
Setelah 10 entitas selesai di-streamlining, apa saja langkah berikutnya yang akan
dilakukan sampai akhir 2026, berapa besar efisiensi yang ditargetkan dari
restrukturisasi ini?
Page 8
Public Expose Live 2026 Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
Tanggapan:
Direktur Utama dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko:
Setelah menuntaskan 12 entitas pada Semester 1, streamlining ini masih akan terus
berlanjut. Telkom saat ini melakukan pemetaan dan kajian terhadap portofolio
entitas berbasis segmen untuk melihat mana yang masih memiliki nilai strategis
melihat kinerja dan prospek masing-masing entitas serta mempertimbangkan
skema yang sesuai.
Dampak efisiensinya kami harapkan tidak hanya berasal dari optimalisasi biaya,
tetapi juga dari struktur portofolio yang lebih sederhana dan alokasi modal yang
lebih efektif. Dengan begitu, program ini dapat mendukung profitabilitas, fokus
pengembangan dan ekspansi pada bisnis inti, sekaligus menciptakan nilai yang lebih
baik dalam jangka panjang.
4. Hana – Katadata
I. Soal perampingan bisnis usaha dan konsolidasi aset fiber yang dimiliki oleh BUMN
lain, termasuk salah satunya dari PT PLN (Persero) ke bawah naungan TLKM,
rencananya akan seperti apa? Dan entitas mana yang akan dikonsolidasi?
Tanggapan:
Direktur Utama:
Terkait rencana konsolidasi aset fiber BUMN, Telkom memandang inisiatif ini
sebagai bagian dari upaya mendorong BUMN untuk lebih fokus pada core business
serta meningkatkan efisiensi dan pemanfaatan aset, sebagaimana arah kebijakan
strategis Danantara.
Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan pembahasan bersama para
pemangku kepentingan terkait. Pembahasan mencakup aspek strategis, bisnis,
operasional, maupun tata kelola untuk memastikan skema konsolidasi yang tepat.
Karena itu, terkait entitas maupun aset yang akan dikonsolidasikan, belum dapat
kami sampaikan pada saat ini.
II. Bagaimana arah investasi Telkom selanjutnya di GOTO, apalagi anak usaha
Telkom (TLKM) Telkomsel floating loss di GOTO Rp5 triliun?
Tanggapan:
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel:
Investasi Telkomsel di GoTo merupakan bagian dari kemitraan strategis jangka
panjang yang berfokus pada optimalisasi potensi sinergi dan penciptaan nilai bagi
Telkomsel. Pergerakan harga saham mencerminkan dinamika pasar dan tidak
merepresentasikan manfaat strategis dari kemitraan tersebut. Ke depan, Telkomsel
akan terus melakukan evaluasi secara disiplin terhadap kinerja investasi dan
realisasi sinergi. Setiap keputusan terkait investasi akan diambil secara prudent
Page 9
Public Expose Live 2026 Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
berdasarkan kajian yang komprehensif, serta mengikuti prinsip tata kelola dan
mekanisme persetujuan yang berlaku.
III. Bagaimana prospek usai Telkom melepas 70% kepemilikannya di PT Telkom Data
Ekosistem (NeutraDC)? Apalagi nilai divestasinya sebesar US$1,5 miliar, kapan
target rampungnya dan calon pembelinya?
Tanggapan:
Direktur Wholesale & International Service:
Telkom melihat NeutraDC memiliki prospek pertumbuhan yang kuat dan bisa
menjadi salah satu growth engines, seiring meningkatnya kebutuhan data center,
baik di Indonesia maupun regional dan global. Sehingga untuk mengakselerasi bisnis
ini, dukungan strategic partner menjadi pilihan yang tepat untuk mendorong
pertumbuhan jauh lebih cepat dengan mempertimbangkan 3 aspek utama, yaitu
capability, access to market, dan funding.
Terkait nilai maupun porsi kepemilikan yang beredar di pasar, angka tersebut
merupakan kajian atau estimasi pihak eksternal dan bukan merupakan angka resmi.
Proses saat ini masuk tahap evaluasi binding offers, dengan target penyelesaian
pada akhir 2026.
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia SESI PAPARAN MATERI
p.1
unresolved
org
PT Telkom Indonesia Sesi
p.5
unresolved
person
Ahmad Reza
p.5
unresolved
org
PT PLN (Persero)
p.8
unresolved
org
PT Telkom Data Ekosistem
p.9
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.