Skip to content
Back to announcement

20260909_TLKM_Public Expose_32146836_lamp2.pdf

Other Text extracted TLKM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 9

Page 1
Public Expose Live 2026                                                 Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab

PEMBICARA

Emiten          : 1. Dian Siswarini, Direktur Utama
                  2. Arthur Angelo Syailendra, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
                  3. Budi Satria Dharma Purba, Direktur Wholesale & International Service
                  4. Veranita Yosephine, Direktur Enterprise & Business Service
                  5. Daru Mulyawan, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel

Moderator       : Vina Munawar, PT Bursa Efek Indonesia

SESI PAPARAN MATERI
Direktur Utama Telkom Indonesia membuka sesi pemaparan materi Public Expose 2026 dengan:
    1. Memberi penjelasan dan gambaran singkat terkait profil saham TLKM yang tercatat di
        Bursa Efek Indonesia dan New York Stock Exchange, komposisi kepemilikan saham
        Telkom, serta kinerja jangka panjang saham Telkom dan Total Shareholder Return sejak
        IPO tahun 1995.
    2. Penjelasan terkait empat pilar transformasi Telkom Indonesia yang disebut TLKM30,
        yang terdiri dari: 1. operaTional and Service Excellence, 2. streamLining, 3. unlocK Value,
        dan 4. Modus-operandi Shift.
    3. Penjabaran progres dari masing-masing pilar transformasi, mencakup pertumbuhan
        arus kas operasi, penyederhanaan portofolio bisnis melalui divestasi, penutupan, dan
        penggabungan entitas anak, penyelesaian Fase 1 pembentukan Infranexia, serta transisi
        menuju Strategic HoldCo.
    4. Selanjutnya penjelasan terkait transformasi menuju model HoldCo dan OpCo, yang
        mengubah struktur pelaporan Perseroan dari model parenting menjadi pelaporan dan
        pengelolaan berbasis segmen, yaitu B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International,
        serta Others and Ancillary.

Paparan materi dilanjutkan oleh Direktur Wholesale & International Service mengenai:
   1. Gambaran cakupan infrastruktur digital TelkomGroup, mencakup menara
       telekomunikasi, BTS, fiber optic backbone domestik dan internasional, sistem kabel laut,
       point of presence, data center, serta satelit yang menjangkau daerah Terdepan, Terluar,
       dan Tertinggal.
   2. Penjelasan terkait peran strategis Infranexia sebagai mesin monetisasi pendapatan
       wholesale eksternal, beserta tahapan pembentukannya, di mana Tahap 1 telah selesai
       pada Desember 2025 dan Tahap 2 sedang berjalan sepanjang tahun 2026.
   3. Penjabaran dua peran Infranexia, yaitu sebagai penyedia fiber wholesale yang carrier
       neutral bagi pelanggan di luar Grup, serta sebagai penyedia konektivitas fiber bagi
       Telkom Group.

Paparan materi dilanjutkan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel terkait:
   1. Kinerja Telkomsel pada kuartal kedua tahun 2026, mencakup pertumbuhan
       pendapatan, EBITDA, dan laba bersih, yang didorong oleh kombinasi monetisasi yang
       lebih baik dan disiplin biaya.

Page 2
Public Expose Live 2026                                            Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab

   2. Penjelasan kinerja operasional, mencakup perbaikan ARPU segmen mobile,
      perkembangan payload dan basis pelanggan, serta pertumbuhan pelanggan pascabayar
      Telkomsel HALO sebagai cerminan fokus pada pelanggan berkualitas.
   3. Penjabaran portofolio spektrum Telkomsel setelah pelaksanaan lelang spektrum,
      beserta indikator produktivitas spektrum berdasarkan hasil semester pertama tahun
      2026.

Paparan materi dilanjutkan oleh Direktur Enterprise & Business Service mengenai:
   1. Kinerja tiga pilar bisnis B2B Perseroan, yaitu B2B Infrastructure, B2B ICT, dan
       International, beserta porsi pendapatan eksternal pada masing-masing pilar.
   2. Penjelasan terkait perbaikan kualitas portofolio Enterprise, mencakup pertumbuhan
       segmen SME dan pelanggan IndiBiz, serta pertumbuhan layanan bernilai tinggi pada
       segmen internasional.
   3. Penjabaran bisnis data center Perseroan, mencakup kapasitas efektif dan tingkat
       okupansi pada kategori hyperscale dan AI-ready maupun enterprise dan edge,
       diversifikasi basis pelanggan, rencana pengembangan kapasitas di Cikarang dan Batam,
       serta peluang membuka nilai melalui kemitraan strategis.

Paparan materi ditutup oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko terkait:
   1. Kinerja keuangan konsolidasi Telkom Indonesia periode semester pertama tahun 2026,
       mencakup pendapatan, EBITDA beserta marjinnya, laba bersih, serta laba bersih
       ternormalisasi yang mengeluarkan sejumlah pos non-inti.
   2. Penjelasan pendapatan berbasis segmen bisnis, yang memisahkan pendapatan
       eksternal dan pendapatan antar segmen, sebagai bagian dari peningkatan transparansi
       pelaporan Perseroan.
   3. Paparan terkait perbandingan pencapaian semester pertama terhadap panduan tahun
       2026, yakni: 1. Pertumbuhan pendapatan 1-3% secara ternormalisasi, 2. Marjin EBITDA
       di atas 50%, 3. Rasio capex terhadap pendapatan sebesar 17-19%. Perseroan tidak
       melakukan penyesuaian terhadap panduan tersebut.

SESI TANYA JAWAB

1. Sinta - Tangerang

     I.    Bagaimana prospek kinerja Telkom hingga akhir 2026? Apakah pendapatan dan
           laba masih dapat tumbuh?

           Tanggapan:
           Direktur Utama:
           Kami melihat kinerja Telkom hingga semester pertama 2026 menunjukkan
           perkembangan yang positif. Pendapatan tumbuh 3,9% secara tahunan menjadi
           Rp75,9 triliun, disertai pertumbuhan laba bersih yang tetap positif.

           Memasuki semester kedua, fokus Perseroan tetap pada penguatan fundamental
           bisnis melalui monetisasi layanan data seluler, perbaikan kualitas bisnis fixed

Page 3
Public Expose Live 2026                                                Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab

            broadband, efisiensi biaya, serta streamlining portofolio bisnis. Berbagai langkah
            tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan yang sehat dan profitabilitas
            yang berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan dinamika industri dan kondisi
            makroekonomi.

2. Weerada Chuncuansugkom - Jakarta

      I.    Bagaimana progres pelaksanaan InfraNexia Tahap 2 pada 2H26, dan berapa target
            porsi pendapatan eksternal dalam 1–2 tahun ke depan?

            Tanggapan:
            Direktur Wholesale & International Service:
            Pelaksanaan Tahap 2 InfraNexia masih berjalan, dengan target penyelesaian sekitar
            akhir September hingga awal Oktober 2026. Jadwal mengalami sedikit pergeseran
            karena adanya pekerjaan tambahan setelah restatement laporan keuangan FY25
            serta penyelesaian dokumentasi transaksi.

            Dari sisi komersial, saat ini kontribusi pelanggan eksternal berada di kisaran 10–15%
            dari pendapatan InfraNexia. Ke depan, kami menargetkan kontribusi tersebut
            meningkat, sementara Telkomsel/IndiHome tetap menjadi anchor tenant utama
            dengan kontribusi terbesar.

            Peningkatan pendapatan eksternal akan dilakukan melalui model open-access
            network, sehingga InfraNexia dapat meningkatkan utilisasi aset fiber dengan
            melayani ISP, operator jaringan, dan pelanggan eksternal lainnya.

3. Nana - Jakarta

      I.    Bagaimana Telkom memastikan ekspansi data center tidak meningkatkan tekanan
            terhadap Capex dan tetap menghasilkan return yang menarik?

            Tanggapan:
            Direktur Wholesale & International Service:
            Kami melihat kebutuhan investasi data center cukup besar. Karena itu, strategi
            Telkom bukan hanya mengandalkan investasi organik, tetapi juga mencari strategic
            partner yang dapat membawa kapabilitas operasional, akses ke hyperscaler global,
            serta kemampuan untuk mempercepat pembangunan dan utilisasi kapasitas.

            Proses strategic partnership saat ini telah memasuki tahap evaluasi binding offers
            dan dapat melibatkan pelepasan mayoritas kepemilikan, dengan target
            penyelesaian pada akhir 2026. Struktur ini diharapkan memungkinkan bisnis data
            center untuk berkembang lebih cepat tanpa seluruh kebutuhan ekspansi harus
            dibiayai oleh Telkom sendiri.

            Dari sisi capital allocation, Telkom tetap menerapkan disiplin investasi dan
            berorientasi pada return. Dengan masuknya strategic partner, kebutuhan modal

Page 4
Public Expose Live 2026                                                Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab

           untuk pengembangan bisnis dapat dibagi sekaligus membuka peluang untuk
           mendapatkan valuasi yang lebih optimal. Dana hasil transaksi juga akan
           meningkatkan fleksibilitas capital allocation Telkom, baik untuk investasi pada bisnis
           inti maupun potensi tambahan shareholder return.

4. Denny - Jakarta

     I.    Apakah Telkom masih dapat mempertahankan dividen di tengah kebutuhan
           investasi dan transformasi yang cukup besar?

           Tanggapan:
           Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko:
           Telkom tetap berkomitmen memberikan imbal hasil yang menarik kepada
           pemegang saham, dengan tetap menjaga kapasitas investasi dan kesehatan neraca.
           Komitmen tersebut didukung oleh arus kas yang sehat serta penerapan belanja
           modal yang semakin disiplin dan terarah.

           Pada saat yang sama, transformasi dan berbagai inisiatif value unlocking diharapkan
           dapat memperkuat fleksibilitas keuangan Perseroan. Apabila terdapat hasil
           divestasi atau monetisasi aset, penggunaannya akan dievaluasi secara menyeluruh,
           termasuk untuk investasi, penguatan neraca, maupun potensi tambahan imbal hasil
           kepada pemegang saham. Kebijakan dan besaran dividen tetap mempertimbangkan
           kinerja keuangan, kebutuhan pendanaan, serta persetujuan RUPS.

5. Joko - Balikpapan

     I.    Apa perkembangan terbaru spin-off FiberCo/Infranexia, dan bagaimana transaksi
           ini nantinya dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham Telkom?

           Tanggapan:
           Direktur Wholesale & International Service:
           Phase 1 pembentukan FiberCo telah diselesaikan pada Desember 2025, mencakup
           pengalihan lebih dari 50% aset fiber terpilih Telkom dengan nilai transaksi sekitar
           Rp35,8 triliun. Saat ini, Phase 2 masih berlangsung, mencakup pengalihan sisa aset,
           kontrak, serta sumber daya operasional, dengan target penyelesaian sekitar akhir
           September hingga awal Oktober 2026, sesuai dengan proses dan persetujuan yang
           diperlukan.

           Secara operasional, Infranexia telah menjalankan kegiatan komersial dan
           membangun kemitraan dengan pelanggan eksternal, termasuk operator
           telekomunikasi, ISP, dan penyedia akses jaringan. TelkomGroup tetap menjadi
           sumber anchor demand, dengan Telkomsel sebagai salah satu pelanggan utama,
           sehingga memberikan basis pendapatan yang kuat sekaligus mendukung
           pengembangan bisnis eksternal.

Page 5
Public Expose Live 2026                                              Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab

            Penyelesaian Phase 2 diharapkan semakin memperkuat Infranexia sebagai
            perusahaan infrastruktur fiber yang lebih independen, terbuka, dan berorientasi
            pada tingkat pengembalian. Struktur tersebut dapat meningkatkan utilisasi aset,
            transparansi kinerja, dan fleksibilitas untuk memperluas kolaborasi komersial
            maupun menjajaki kemitraan strategis pada tingkat korporasi. Pada akhirnya, hal ini
            diharapkan mendukung valuasi yang lebih mencerminkan karakter bisnis
            infrastruktur dan memperkuat penciptaan nilai bagi pemegang saham Telkom.

6. Kevin - Jakarta

      I.    Bagaimana prospek pertumbuhan bisnis mobile Telkomsel hingga akhir tahun,
            terutama di tengah kondisi daya beli yang masih menantang?

            Tanggapan:
            Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel:
            Kami tetap melihat fundamental bisnis mobile Telkomsel secara positif, meskipun
            kondisi daya beli dan dinamika persaingan masih perlu dicermati. Pada semester
            pertama 2026, ARPU mobile meningkat 9,0% secara tahunan menjadi Rp45,6 ribu,
            sementara monetisasi data juga membaik, tercermin dari peningkatan pendapatan
            per MB.

            Dalam pengelolaan bisnis ke depan, Telkomsel tetap berfokus pada disiplin harga,
            peningkatan kualitas basis pelanggan, serta monetisasi pertumbuhan kebutuhan
            data untuk layanan seperti video streaming, gaming, dan berbagai layanan digital
            lainnya.

            Penyesuaian struktur harga starter pack dan penerapan registrasi biometrik juga
            mendukung terbentuknya basis pelanggan yang lebih sehat, dengan mendorong
            penggunaan dan retensi nomor utama. Dengan pendekatan tersebut, Telkomsel
            berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan trafik, kualitas pendapatan,
            dan keterjangkauan layanan bagi pelanggan.

SESI TANYA JAWAB KONFERENSI PERS

Emiten : 1. Dian Siswarini, Direktur Utama
         2. Arthur Angelo Syailendra, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
         3. Budi Satria Dharma Purba, Direktur Wholesale & International Service
         4. Veranita Yosephine, Direktur Enterprise & Business Service
         5. Daru Mulyawan, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel

Moderator       : Ahmad Reza, PT Telkom Indonesia

Sesi press conference dibuka oleh Bapak Ahmad Reza dengan perkenalan Direksi yang hadir,
kemudian langsung dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan media.

1. Daiz La Ode – Stockwatch.id

Page 6
Public Expose Live 2026                                             Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab


     I.    Apakah Telkom ada rencana membagikan dividen interim untuk kinerja semester
           I 2026? Jika ya apa pertimbangannya dan berapa besarnya?

           Tanggapan:
           Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko:
           Pada prinsipnya Telkom terus berupaya memberikan value terbaik kepada para
           pemangku kepentingan dan pemegang saham. Namun demikian, Telkom akan fokus
           pada dividen tunai yang dibagikan setelah akhir tahun buku berjalan sebagaimana
           keputusannya pada RUPS Tahun Buku tersebut.

           Fair assumption total dividen yang dibagikan adalah berdasarkan dividend payout
           ratio sebesar antara 60-90% dari laba bersih, di samping itu Telkom akan
           menyeimbangkan pertumbuhan Dividend per Share dengan kebutuhan ekspansi
           dan investasi Telkom, kinerja perusahaan, kondisi pasar serta aspirasi pemegang
           saham.

2. Mediana – Harian Kompas

     I.    Kinerja Telkom proyeksi setelah ada pemangkasan/efisiensi anak usaha?

           Tanggapan:
           Direktur Utama:
           Streamlining kami jalankan untuk refocusing pada bisnis inti dan penataan
           portofolio di TelkomGroup, bukan semata-mata mengurangi jumlah entitas. Dengan
           struktur group yang lebih sederhana, kami dapat mengurangi potensi tumpang
           tindih, menyederhanakan proses, dan mengalokasikan resource serta capital secara
           lebih fokus ke bisnis yang memiliki nilai strategis dan prospek pertumbuhan yang
           lebih besar.

           Kami juga terus memperkuat disiplin alokasi modal, di mana pada periode 1H26
           lebih dari 94% Capex dialokasikan untuk bisnis inti B2C dan B2B Infra. Sehingga
           selain penataan portofolio, kami juga memastikan capital terus diarahkan ke area
           yang menjadi sumber pertumbuhan utama.

           Proses streamlining masih berjalan, sehingga dampaknya terhadap kinerja akan
           terbentuk secara bertahap terhadap margin yang lebih sehat, profitabilitas yang
           lebih kuat, serta penciptaan long-term shareholder value.

     II.   Bagaimana opini Telkom setelah operator seluler tinggal 3 dan sekarang ada isu
           industri menara telekomunikasi juga bakal ada konsolidasi?

           Tanggapan:
           Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel:
           Kami memiliki positive view terhadap konsolidasi. Dengan kondisi pasar yang
           semakin rasional, masing-masing operator dapat lebih fokus pada profitabilitas dan

Page 7
Public Expose Live 2026                                               Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab

            pertumbuhan bisnis. Kami melihat hal ini dapat mendorong kompetisi yang lebih
            sehat dan pertumbuhan industri yang lebih berkelanjutan.

            Ke depan, kami percaya inisiatif terkait simplifikasi produk di starter pack maupun
            renewal, akan turut membawa industri ke arah yang lebih stabil, meskipun kondisi
            makroekonomi tetap perlu diperhatikan.

            Direktur Utama:
            Untuk bisnis menara, kami melihat konsolidasi di industri telekomunikasi
            merupakan fase alami dalam siklus pematangan industri, terutama pada sektor yang
            sangat capital intensive dan membutuhkan investasi jangka panjang. Perkembangan
            ini dapat mendorong efisiensi sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk
            mempercepat pemerataan akses digital.

            Melalui Mitratel, TelkomGroup siap beradaptasi dan menangkap peluang dari
            perubahan lanskap industri tersebut, dengan tetap berfokus pada penguatan bisnis
            dan penciptaan nilai jangka panjang.

3. Sivanna – Investor Trust

      I.    Telkom berencana mengambil alih 100% Digiserve dan menjadikannya anak usaha
            yang dikendalikan langsung. Apa target strategis dan finansial dari aksi ini?
            Apakah Telkom sudah memiliki target kontribusi Digiserve terhadap pendapatan
            dan EBITDA grup setelah pengambilalihan?

            Tanggapan:
            Direktur Enterprise & Business Service:
            Rencana pengambilalihan 100% Digiserve merupakan langkah strategis Telkom
            untuk memperkuat B2B ICT Solution. Digiserve akan menjadi bagian dari segmen
            B2B ICT Telkom, sehingga pengendalian langsung ini diharapkan dapat memperkuat
            sinergi dan menghadirkan solusi ICT end-to-end yang lebih terintegrasi.

            Saat ini, bisnis enterprise berkontribusi sekitar 11% terhadap pendapatan Telkom.
            Kami melihat ruang pertumbuhan yang masih besar, seiring dengan market demand
            yang terus meningkat.

            Di sejumlah perusahaan telekomunikasi global, kontribusi bisnis enterprise telah
            mencapai 20-30% terhadap pendapatan. Ini menjadi benchmark dan menunjukkan
            peluang bagi Telkom untuk terus meningkatkan skala B2B ICT secara bertahap
            sebagai salah satu sumber pertumbuhan ke depan.

      II.   Danantara menargetkan jumlah entitas Telkom dipangkas cukup signifikan.
            Setelah 10 entitas selesai di-streamlining, apa saja langkah berikutnya yang akan
            dilakukan sampai akhir 2026, berapa besar efisiensi yang ditargetkan dari
            restrukturisasi ini?

Page 8
Public Expose Live 2026                                             Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab

           Tanggapan:
           Direktur Utama dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko:
           Setelah menuntaskan 12 entitas pada Semester 1, streamlining ini masih akan terus
           berlanjut. Telkom saat ini melakukan pemetaan dan kajian terhadap portofolio
           entitas berbasis segmen untuk melihat mana yang masih memiliki nilai strategis
           melihat kinerja dan prospek masing-masing entitas serta mempertimbangkan
           skema yang sesuai.

           Dampak efisiensinya kami harapkan tidak hanya berasal dari optimalisasi biaya,
           tetapi juga dari struktur portofolio yang lebih sederhana dan alokasi modal yang
           lebih efektif. Dengan begitu, program ini dapat mendukung profitabilitas, fokus
           pengembangan dan ekspansi pada bisnis inti, sekaligus menciptakan nilai yang lebih
           baik dalam jangka panjang.

4. Hana – Katadata

     I.    Soal perampingan bisnis usaha dan konsolidasi aset fiber yang dimiliki oleh BUMN
           lain, termasuk salah satunya dari PT PLN (Persero) ke bawah naungan TLKM,
           rencananya akan seperti apa? Dan entitas mana yang akan dikonsolidasi?

           Tanggapan:
           Direktur Utama:
           Terkait rencana konsolidasi aset fiber BUMN, Telkom memandang inisiatif ini
           sebagai bagian dari upaya mendorong BUMN untuk lebih fokus pada core business
           serta meningkatkan efisiensi dan pemanfaatan aset, sebagaimana arah kebijakan
           strategis Danantara.

           Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan pembahasan bersama para
           pemangku kepentingan terkait. Pembahasan mencakup aspek strategis, bisnis,
           operasional, maupun tata kelola untuk memastikan skema konsolidasi yang tepat.
           Karena itu, terkait entitas maupun aset yang akan dikonsolidasikan, belum dapat
           kami sampaikan pada saat ini.

     II.   Bagaimana arah investasi Telkom selanjutnya di GOTO, apalagi anak usaha
           Telkom (TLKM) Telkomsel floating loss di GOTO Rp5 triliun?

           Tanggapan:
           Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel:
           Investasi Telkomsel di GoTo merupakan bagian dari kemitraan strategis jangka
           panjang yang berfokus pada optimalisasi potensi sinergi dan penciptaan nilai bagi
           Telkomsel. Pergerakan harga saham mencerminkan dinamika pasar dan tidak
           merepresentasikan manfaat strategis dari kemitraan tersebut. Ke depan, Telkomsel
           akan terus melakukan evaluasi secara disiplin terhadap kinerja investasi dan
           realisasi sinergi. Setiap keputusan terkait investasi akan diambil secara prudent

Page 9
Public Expose Live 2026                                              Senin, 7 September 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab

            berdasarkan kajian yang komprehensif, serta mengikuti prinsip tata kelola dan
            mekanisme persetujuan yang berlaku.

     III.   Bagaimana prospek usai Telkom melepas 70% kepemilikannya di PT Telkom Data
            Ekosistem (NeutraDC)? Apalagi nilai divestasinya sebesar US$1,5 miliar, kapan
            target rampungnya dan calon pembelinya?

            Tanggapan:
            Direktur Wholesale & International Service:
            Telkom melihat NeutraDC memiliki prospek pertumbuhan yang kuat dan bisa
            menjadi salah satu growth engines, seiring meningkatnya kebutuhan data center,
            baik di Indonesia maupun regional dan global. Sehingga untuk mengakselerasi bisnis
            ini, dukungan strategic partner menjadi pilihan yang tepat untuk mendorong
            pertumbuhan jauh lebih cepat dengan mempertimbangkan 3 aspek utama, yaitu
            capability, access to market, dan funding.

            Terkait nilai maupun porsi kepemilikan yang beredar di pasar, angka tersebut
            merupakan kajian atau estimasi pihak eksternal dan bukan merupakan angka resmi.
            Proses saat ini masuk tahap evaluasi binding offers, dengan target penyelesaian
            pada akhir 2026.


File

File Open PDF
Source IDX
Size0.3 MB
Published9 Sep 2026
Pages9
Characters23,914
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Dian Siswarini p.1 ×2
linked person Arthur Angelo Syailendra p.1 ×2
linked person Budi Satria Dharma Purba p.1 ×2
linked person Veranita Yosephine p.1 ×2
possible org Telkom Indonesia (Persero) Tbk p.1 ×30
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
unresolved org PT Bursa Efek Indonesia SESI PAPARAN MATERI p.1
unresolved org PT Telkom Indonesia Sesi p.5
unresolved person Ahmad Reza p.5
unresolved org PT PLN (Persero) p.8
unresolved org PT Telkom Data Ekosistem p.9

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result