Back to announcement
20241001_DOID_Laporan Informasi dan Fakta Material_31730567_lamp1.pdf
Other Text extracted DOIDSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
SIARAN PERS UNTUK SEGERA DITERBITKAN
BUMA Sukses Raih Rp1 Triliun dalam Penerbitan Obligasi Rupiah Kedua yang
Oversubscribed, Cerminkan Kepercayaan Kuat dari Investor
• PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak perusahaan utama PT Delta Dunia Makmur
Tbk (IDX: DOID; Delta Dunia Group), telah berhasil menyelesaikan penerbitan Obligasi
Rupiah II BUMA Tahun 2024 (Obligasi II BUMA Tahun 2024) senilai Rp1 triliun.
• Hanya dalam beberapa hari, Obligasi II BUMA Tahun 2024 mengalami kelebihan
permintaan (oversubscribed) sebesar 1,4x, mencerminkan tingginya permintaan investor
dan kepercayaan terhadap manajemen arus kas serta profil kredit BUMA yang kuat.
• BUMA berhasil mendapatkan komitmen yang lebih besar dari investor untuk tenor jangka
panjang, sehingga memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengelola profil jatuh
tempo utangnya secara efektif.
• Dana yang diperoleh akan digunakan untuk pelunasan Obligasi Rupiah BUMA I Tahun
2023 Seri A, belanja modal alat berat, serta modal kerja guna mendukung kegiatan
operasional perusahaan.
• Keberhasilan penerbitan Obligasi II BUMA Tahun 2024 ini memperkuat strategi diversifikasi
pembiayaan perusahaan, serta menempatkan perusahaan pada posisi yang baik untuk
pertumbuhan di masa depan.
Jakarta, 1 Oktober 2024 - PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak perusahaan utama PT Delta
Dunia Makmur Tbk (“Delta Dunia Group”, IDX: DOID), mengumumkan keberhasilan penerbitan Obligasi
Rupiah II BUMA Tahun 2024 (Obligasi II BUMA Tahun 2024) dengan nilai total sebesar Rp1 triliun. Hanya
dalam hitungan hari, Obligasi ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 1,4x,
mengindikasikan tingginya permintaan investor serta kepercayaan terhadap stabilitas keuangan dan prospek
pertumbuhan BUMA. Dengan semakin banyaknya investor yang berkomitmen pada tenor jangka panjang,
BUMA memperkuat kemampuannya dalam mengelola profil jatuh tempo utang secara lebih efektif.
Obligasi II BUMA Tahun 2024 diterbitkan dalam tiga seri:
▪ Seri A dengan nilai nominal sebesar Rp251.035.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,25%
per tahun, jatuh tempo dalam 370 hari kalender.
▪ Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp332.710.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,25%
per tahun, jatuh tempo dalam 3 tahun.
▪ Seri C dengan nilai nominal sebesar Rp416.255.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75%
per tahun, jatuh tempo dalam 5 tahun.
Penawaran Obligasi II BUMA Tahun 2024, dengan biaya campuran yang kompetitif, berhasil menarik minat
berbagai perusahaan dana pensiun, reksa dana, perusahaan asuransi, manajer investasi, dan bank
terkemuka. Dengan lebih banyaknya investor yang berkomitmen pada tenor jangka panjang, termasuk
investor utama yang berkomitmen pada tenor lima tahun, BUMA berada dalam posisi tepat untuk
menyelaraskan strategi pembiayaannya dengan masa pakai peralatannya.
Indra Kanoena, Presiden Direktur BUMA, berkomentar, “Tanggapan pasar yang luar biasa terhadap
Penawaran Obligasi II BUMA Tahun 2024 ini mempertegas keyakinan terhadap arah strategis BUMA,
manajemen arus kas yang solid, dan profil kredit yang kokoh. Penerbitan obligasi ini memungkinkan kami
untuk lebih mendiversifikasi dan memperkuat fondasi keuangan kami, mendorong pertumbuhan bisnis,
sekaligus memperkokoh posisi kami sebagai penyedia jasa pertambangan terkemuka dan terus berkembang
menjadi perusahaan pertambangan global yang terdiversifikasi.”
1
Page 2
Perolehan Dana Digunakan untuk Mengelola Profil Jatuh Tempo Utang dan Mendorong Pertumbuhan
Masa Depan
Sebanyak 42,29% dari dana yang diperoleh, senilai Rp422.910.000.000, dialokasikan untuk melunasi
kewajiban Obligasi I BUMA Tahun 2023 Seri A yang jatuh tempo pada 8 Januari 2025. Langkah ini
menegaskan komitmen BUMA dalam menyelaraskan jadwal jatuh tempo utang dan memastikan manajemen
utang yang efektif dan berkelanjutan. Selain itu, 28,86% dari dana yang diperoleh akan digunakan untuk
belanja modal, khususnya pembelian alat berat, meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi operasional
BUMA. Sisanya sebesar 28,85% digunakan untuk mendukung kegiatan operasional BUMA yang sedang
berjalan, meningkatkan kemampuan perusahaan untuk mengelola arus kas dan mengendalikan biaya secara
efisien.
Keberhasilan penerbitan Obligasi II BUMA Tahun 2024 semakin mendiversifikasi strategi pembiayaan
perusahaan, yang mencakup dari obligasi dolar AS dan rupiah, pinjaman bank konvensional dan syariah,
serta skema pembiayaan melalui leasing. Strategi ini memperkuat ketahanan keuangan perusahaan,
meningkatkan kemampuan perusahaan menghadapi dalam volatilitas pasar, serta memperluas basis
keuangan, yang pada akhirnya menempatkan perusahaan pada posisi yang lebih baik untuk pertumbuhan di
masa depan.
“Dukungan kuat dari para investor memberi kami kepercayaan diri untuk mengejar peluang pertumbuhan yang
lebih besar dan berkelanjutan. Dengan basis pembiayaan yang terdiversifikasi, kami berada di posisi yang
tepat untuk terus berada di jalur transformasi strategis kami,” pungkas Indra.
Obligasi II BUMA Tahun 2024 ini mendapatkan peringkat A+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
dan Fitch Ratings. PT BNI Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai Penjamin
Pelaksana Emisi Obligasi.
***
Tentang PT Delta Dunia Makmur Tbk (Delta Dunia Group):
Didirikan pada 1990, PT Delta Dunia Makmur Tbk (Delta Dunia Group) adalah perusahaan induk terkemuka yang beroperasi
di Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat. Anak perusahaan utama kami, PT Bukit Makmur Utama (BUMA), adalah
penyedia jasa pertambangan terkemuka untuk beberapa perusahaan tambang terbesar di Indonesia dan Australia (melalui
BUMA Australia Pty Ltd). Pada Juni 2024, melalui PT Bukit Makmur Internasional (BUMA Internasional), Grup mengakuisisi
Atlantic Carbon Group, Inc. (ACG) dan berhasil menjadi produsen utama batu bara antrasit di AS, semakin memperkuat jejak
global Grup di industri pertambangan.
Pada 2023, Delta Dunia Group memperluas portofolionya dengan penambahan dua anak perusahaan baru: PT Bukit
Teknologi Digital (BTech), yang menawarkan solusi teknologi pertambangan komprehensif yang memberdayakan
perusahaan-perusahaan di industri pertambangan, dan PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), sebuah entitas sosial yang
didedikasikan untuk pendidikan, sekolah kejuruan, dan mendorong ekonomi sirkular. Pada Juli 2024, Grup mendirikan PT
Katalis Investama Mandiri untuk mendukung strategi jangka panjang di bidang ESG.
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Kode Saham: DOID), Delta Dunia Group berkantor pusat di Jakarta, Indonesia, dan
didukung oleh lebih dari 16.000 karyawan yang tersebar di Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat. Pada Juni 2024, Delta
Dunia Group diakui sebagai salah satu dari 200 perusahaan teratas dalam peringkat FORTUNE Southeast Asia 500, sebuah
daftar bergengsi yang mengidentifikasi perusahaan-perusahaan terbesar di kawasan Asia Tenggara berdasarkan
pendapatan.
Tentang PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA)
BUMA didirikan pada 1998, merupakan kontraktor jasa pertambangan batubara kedua terbesar di Indonesia berdasarkan
volume produksi yang menyediakan jasa penambangan untuk beberapa produsen batubara terbesar di Indonesia. BUMA
2
Page 3
merupakan anak usaha dari PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) yang tercatat pada papan Bursa Efek Indonesia (Kode BEI:
DOID). BUMA berkantor pusat di Jakarta, Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
PT Delta Dunia Makmur Tbk
Corporate Communications
Email: communications@deltadunia.com
Website: www.deltadunia.com
3
Names mentioned 13 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Pemeringkat Efek Indonesia
p.2
unresolved
org
PT Bukit Makmur Utama
p.2
unresolved
org
BUMA Australia Pty Ltd
p.2
unresolved
org
PT Bukit Makmur Internasional
p.2
unresolved
org
PT Bukit Teknologi Digital
p.2
unresolved
org
PT BISA Ruang Nuswantara
p.2
unresolved
org
PT Katalis Investama Mandiri
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.