Back to announcement
20260605_SINI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32097886_lamp2.pdf
Other Text extracted SINISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 17
Page 1
Jawaban atas Permintaan Penjelasan
PT Singaraja Putra Tbk.
1. Sehubungan dengan kegiatan usaha Perseroan, mohon penjelasan:
a. Perkembangan kegiatan serta prospek usaha Perseroan hingga saat ini, khususnya entitas
anak Perseroan yang bergerak dalam bidang pertambangan batu bara.
Jawab:
Selain PT Persada Kapuas Prima dan PT Pasir Bara Prima yang telah berproduksi pada
tahun sebelumnya, di kuartal IV tahun 2026 ini, diharapkan PT Pesona Bara Cakrawala
akan segera beroperasi, sehingga dapat memberikan kontribusi pendapatan bagi
Perseroan.
Secara keseluruhan, Perseroan tetap optimistis ditengah dinamika kebijakan dan regulasi,
dengan pengelolaan usaha secara hati-hati, kegiatan usaha pertambangan anak usaha
Perseroan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif secara bertahap terhadap
kinerja Perseroan ke depannya.
b. Apakah terdapat rencana penambahan/pengurangan/perubahan bidang usaha dalam
waktu dekat?
Jawab:
Sampai dengan tanggapan ini disampaikan, belum terdapat rencana Perseroan untuk
melakukan penambahan/pengurangan/perubahan bidang usaha dalam waktu dekat.
c. Perolehan atau pemutusan kontrak dengan supplier (jika ada).
Jawab:
Sampai dengan tanggapan ini disampaikan, tidak terdapat perolehan atau pemutusan
kontrak dengan supplier.
d. Perolehan atau pemutusan kontrak dengan pelanggan (jika ada).
Jawab:
Sampai dengan tanggapan ini disampaikan, tidak terdapat perolehan atau pemutusan
kontrak dengan pelanggan.
e. Pemutusan hubungan kerja dengan karyawan, agar dapat dijelaskan secara detail.
Jawab:
Sampai dengan tanggapan ini disampaikan, tidak terdapat pemutusan hubungan kerja
dengan karyawan.
f. Modal kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan operasional di tahun 2026.
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Page 2
Jawab:
Kebutuhan modal kerja akan disesuaikan dengan rencana produksi dan aktivitas operasional
yang terus berjalan, dengan estimasi kebutuhan modal kerja tahun 2026 untuk entitas anak
Perseroan dibidang pertambangan batubara adalah sebesar Rp.2,73 Triliun.
g. Kendala-kendala lainnya yang dihadapi Perseroan termasuk dalam kegiatan operasional.
Jawab:
Kendala-kendala lainnya yang dihadapi Perseroan termasuk dalam kegiatan operasional
adalah sebagai berikut:
i. Kendala dalam pengoperasian kegiatan anak usaha dibidang pertambangan batubara
yang saat ini sedang dikelola Perseroan adalah (i) Sampai dengan saat ini, Perseroan
masih dalam proses penyempurnaan dokumen perencanaan tambang dan perijinan; (ii)
Adanya dinamika regulasi; (iii) Perlu membangun infrastruktur sendiri atau bekerjasama
dengan pihak ketiga untuk mencapai lokasi tambang seluruh anak usaha PT Dwi Daya
Swakarya (DDS), dan kegiatan ini berjalan lama karena kendala cuaca, terbatasnya
material di lokasi dan proses ganti rugi lahan. Kendala tersebut saat ini sebagian telah
bisa diatasi.
ii. Kendala dalam pengoperasian kegiatan anak usaha dibidang pengelolahan perkayuan
adalah sebagai berikut (i) Adanya tarif barrier Amerika Serikat. Tarif ini menyebabkan
kenaikan harga produk kayu impor dari Indonesia, sehingga dapat mengurangi
permintaan dan volume ekspor karena harga produk kayu dari Indonesia lebih mahal
dibandingkan produk kayu domestik Amerika atau produk dari negara yang tidak terkena
tarif. (ii) Peraturan Deforestasi Uni Eropa atau The European Union Deforestation
Regulation (EUDR), merupakan aturan terbaru Uni Eropa yang bertujuan mengurangi
deforestasi akibat konsumsi komoditas global.
iii. Kendala dalam pengoperasian kegiatan usaha Perseroan pada bidang usaha
penginapan adalah persaingan dibidang penginapan yang cukup tinggi, pesatnya
perkembangan platform digital, serta melemahnya daya beli masyarakat dan
meningkatnya biaya operasional turut menekan tingkat hunian.
h. Kegiatan operasional pada segmen penjualan batubara maupun segmen lainnya, yang
dilakukan Perseroan saat ini.
Jawab:
Kegiatan operasional pada segmen penjualan batubara maupun segmen lainnya, yang
dilakukan Perseroan saat ini adalah:
Segmen penjualan batubara:
Pada segmen penjualan batubara, bahwa telah beroperasinya 2 (dua) entitas anak usaha
Perseroan dibidang pertambangan batubara telah memberikan kontribusi bagi pendapatan
konsolidasian Perseroan. Hal ini tercermin dari peningkatan kontribusi segmen batubara
yang mulai menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kinerja Perseroan.
Segmen penjualan kayu:
Pencapaian pada segmen penjualan kayu menunjukkan keberlanjutan operasional
Perseroan dalam menjaga aktivitas produksi, meskipun segmen perkayuan pada tahun
2025 mengalami penurunan akibat dari regulasi lingkungan yang semakin ketat (penerapan
EUDR) dan kebijakan perdagangan dari Amerika Serikat, yaitu peningkatan bea masuk
(tarif impor) berbagai produk yang masuk di pasar Amerika Serikat.
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Page 3
Segmen penginapan:
Segmen usaha sewa penginapan tetap beroperasi dengan berfokus pada peningkatan
kualitas layanan dan efisiensi pengelolaan, sewa penginapan ini memberikan kontribusi
terhadap kinerja usaha Perseroan meskipun sangat kecil.
2. Berdasarkan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 24 tentang Pendapatan, di mana
Perseroan membukukan Pendapatan per 31 Desember 2025 sebesar Rp534,02 miliar atau
mengalami peningkatan sebesar 22,72% YoY. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Penjelasan mengenai rendahnya realisasi pendapatan atas segmen penjualan kayu per 31
Desember 2025.
Jawab:
Rendahnya realisasi pendapatan atas segmen penjualan kayu per 31 Desember 2025
adalah pengaruh dari kebijakan regulasi lingkungan yang semakin ketat (penerapan EUDR)
dan kebijakan perdagangan dari Amerika Serikat, yaitu peningkatan bea masuk (tarif impor)
berbagai produk yang masuk di pasar Amerika Serikat.
b. Penjelasan mengenai peningkatan penjualan batu bara per 31 Desember 2025 dan
ekspektasi Perseroan atas kontribusi penjualan batu bara pada tahun 2026 ini.
Jawab:
Peningkatan penjualan batu bara sebesar Rp148,52miliar dikarenakan salah satu anak
usaha Perseroan, yakni PT Persada Kapuas Prima telah membukukan pendapatan di
tahun 2025. Di tahun 2026, Perseroan memperkirakan kontribusi penjualan batu bara
mencapai sebesar Rp2.808 miliar.
c. Berkenaan dengan pertanyaan nomor 2b, agar dapat dilengkapi tabel sebagai berikut:
Jawab:
Jumlah Negara Asal
Pihak Pelanggan Keterangan
(Rp) Pelanggan
CV Barkalin Artha Prima 13,844,890,900 INDONESIA -
Rundian Fuel (Shenzhen) Co., Ltd. 35,952,117,786 RRT -
PT Rizqita Sukses Abadi 21,154,511,400 INDONESIA -
PT Prima Jaya Coaltrade 31,931,498,643 INDONESIA -
PT Mega Ramin Indonesia 4,759,971,300 INDONESIA -
Guangzhou China Resources -
Thermal Power Co., Ltd 33,692,221,025 RRT
PT Mareta Persada 14,371,404,294 INDONESIA -
PT Geo Mineral Trading 6,760,094,462 INDONESIA -
d. Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan usaha di masa mendatang.
Jawab:
Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan usaha di masa mendatang adalah
peningkatan kegiatan komersil usaha pertambangan 2 (dua) entitas anak Perseroan
yang telah ada saat ini dan ditargetkan pada kuartal IV tahun 2026 ini, PT Pesona Bara
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Page 4
Cakrawala akan segera beroperasi sehingga dapat memberikan kontribusi pendapatan.
Perseroan memperkirakan kontribusi pendapatan dari penjualan batubara akan
meningkat secara bertahap.
Selain itu, Perseroan juga telah berencana untuk melaksanakan Penambahan Modal
dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD), yang mana dana yang
diperoleh dari pelaksanaan PMHMETD direncanakan akan digunakan untuk salah
satunya mengambil alih seluruh saham PT Cristian Eka Pratama (CEP) yang bergerak
dibidang usaha pertambangan batubara, melalui induk usahanya, PT Kemilau Mulia
Sakti (KMS) yang dimiliki PT Petrosea Tbk (PTRO). Langkah ini diharapkan dapat
meningkatkan kontribusi pendapatan dan laba Perseroan.
e. Kendala yang dihadapi dan tindak lanjut yang telah dan akan dilakukan untuk
meningkatkan pendapatan usaha atas keseluruhan segmen operasi Perseroan.
Jawab:
Kendala yang dihadapi dan tindak lanjut yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan
pendapatan usaha atas keseluruhan segmen operasi Perseroan adalah sebagai berikut:
- Pada segmen batubara berkaitan dengan proses penyempurnaan dokumen
perencanaan tambang dan perizinan yang membutuhkan waktu serta koordinasi lintas
pihak. Selain itu, pembangunan infrastruktur menuju lokasi tambang juga menghadapi
hambatan berupa kondisi geologi yang sulit dicapai, kondisi cuaca, keterbatasan
material di lapangan, serta proses pembebasan lahan yang memerlukan waktu cukup
panjang. Untuk mengatasi hal tersebut, Perseroan secara proaktif mempercepat proses
perizinan, menjalin kerja sama strategis dengan pihak ketiga dalam pembangunan
infrastruktur, serta meningkatkan perencanaan operasional guna mendukung
kelancaran kegiatan produksi.
- Pada segmen industri pengolahan kayu, Perseroan menghadapi tekanan dari kebijakan
perdagangan internasional dan regulasi lingkungan yang semakin ketat (EUDR). Untuk
mengatasinya, Perseroan memperkuat kepatuhan terhadap standar internasional,
meningkatkan efisiensi produksi, serta melakukan diversifikasi pasar guna menjaga
stabilitas permintaan.
- Sementara itu, pada segmen perhotelan, tingginya persaingan, pesatnya
perkembangan platform digital, serta melemahnya daya beli masyarakat dan
meningkatnya biaya operasional turut menekan tingkat hunian. Perseroan merespon
kondisi ini melalui penguatan strategi pemasaran, optimalisasi kanal digital, dan
peningkatan efisiensi operasional.
3. Berdasarkan CALK nomor 8 tentang Persediaan, Perseroan membukukan persediaan sebesar
Rp145,89 miliar per 31 Desember 2025, meningkat 28,61% dibandingkan per 31 Desember
2024 sebesar Rp113,44 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Penjelasan mengenai peningkatan persediaan bahan baku per 31 Desember 2025 sebesar
Rp84,38 miliar, dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar Rp57,34 miliar.
Jawab:
Peningkatan saldo persediaan bahan baku dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk
menjaga kelancaran proses produksi mengingat pasokan bahan baku kayu tidak selalu
dapat diprediksi secara pasti. Selain itu, sebagian bahan baku berasal dari pemasok
dengan waktu pengadaan (lead time) yang relatif panjang sehingga Perseroan perlu
menjaga tingkat persediaan yang memadai guna mengurangi risiko gangguan pasokan dan
memastikan keberlangsungan operasional produksi.
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Page 5
b. Berkenaan dengan peningkatan barang jadi Perseroan, apakah kenaikan tersebut
mencerminkan melemahnya permintaan produk sehingga menumpuk di storage? Agar
dapat dijelaskan.
Jawab:
Peningkatan persediaan barang jadi per 31 Desember 2025 tidak mencerminkan
penumpukan persediaan akibat melemahnya permintaan produk, melainkan juga
dipengaruhi oleh kondisi pasar dan dinamika perdagangan global yang terjadi selama tahun
berjalan.
Pada tahun 2025, industri produk kayu menghadapi berbagai tantangan, antara lain
perubahan regulasi dan kebijakan perdagangan internasional, termasuk implementasi
European Union Deforestation Regulation (EUDR), perubahan kebijakan tarif di beberapa
negara tujuan ekspor, serta kondisi geopolitik global yang meningkatkan ketidakpastian
pasar. Faktor-faktor tersebut memengaruhi waktu realisasi penjualan dan proses
pemasaran produk pada periode berjalan.
c. Berkenaan dengan persediaan batu bara sebesar Rp17,73 miliar per 31 Desember 2025,
agar Perseroan dapat menjelaskan persediaan tersebut mencerminkan berapa ton volume
batu bara yang telah ditambang hingga 31 Desember 2025.
Jawab:
Nilai persediaan sebesar Rp 17,73 miliar mencerminkan volume persediaan batu bara
sebesar 44,3 ribu MT per 31 Desember 2025.
4. Berdasarkan CALK nomor 18 tentang Perpajakan, Perseroan membukukan saldo pajak dibayar
dimuka sebesar Rp50,77 miliar per 31 Desember 2025, meningkat dibandingkan per 31
Desember 2024 sebesar Rp3,84 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Penjelasan mengenai terdapat peningkatan pajak dibayar di muka berupa Pajak
Pertambahan Nilai menjadi sebesar Rp50,77 miliar pada 31 Desember 2025.
Jawab:
Peningkatan saldo pajak dibayar di muka berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi
sebesar Rp50,77 miliar pada tanggal 31 Desember 2025 terutama disebabkan oleh
meningkatnya akumulasi PPN Masukan yang timbul dari perolehan barang dan jasa dalam
rangka kegiatan usaha Perseroan selama tahun berjalan. Mengingat sudah terdapat dua
pit yang beroperasional. Pada akhir periode pelaporan, saldo tersebut masih merupakan
kelebihan PPN Masukan yang belum dikompensasikan dengan PPN Keluaran dan/atau
masih akan dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku
b. Latar belakang terdapat utang pajak sebesar Rp10,06 miliar per 31 Desember 2025 dengan
nilai yang cukup besar tersebut.
Jawab:
Perseroan menjelaskan bahwa saldo utang pajak sebesar Rp10,06 miliar per 31 Desember
2025 merupakan kewajiban perpajakan yang timbul dari kegiatan usaha normal Perseroan
dan entitas anak selama tahun berjalan. Saldo tersebut terutama terdiri atas kewajiban
Pajak Penghasilan dan Pajak Pembangunan yang pada tanggal pelaporan belum jatuh
tempo pembayarannya dan/atau masih dalam proses penyelesaian administrasi sesuai
dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Page 6
c. Status jatuh tempo dari seluruh utang pajak Perseroan.
Jawab:
Perseroan menjelaskan bahwa seluruh saldo utang pajak per 31 Desember 2025
merupakan kewajiban perpajakan yang timbul dari kegiatan usaha normal Perseroan. Pada
tanggal pelaporan, kewajiban tersebut belum melewati batas waktu pembayaran
sebagaimana diatur dalam ketentuan perpajakan yang berlaku dan akan diselesaikan
sesuai dengan jatuh tempo masing-masing jenis pajak. Oleh karena itu, Perseroan tidak
memiliki tunggakan pajak yang telah jatuh tempo.
d. Pengenaan denda keterlambatan pembayaran pajak kepada Perseoran. Agar dielaborasi,
jika ada.
Jawab:
Perseroan telah melakukan penyelesaian atas kewajiban perpajakan dimaksud beserta
sanksi administrasi yang dikenakan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.
Nilai denda yang dikenakan tidak material dan tidak memberikan dampak yang signifikan
terhadap kondisi keuangan, hasil usaha, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
e. Rencana pelunasan utang pajak Perseroan.
Jawab:
Perseroan menjelaskan bahwa saldo utang pajak per 31 Desember 2025 akan diselesaikan
sesuai dengan jatuh tempo masing-masing jenis pajak sebagaimana diatur dalam
ketentuan perpajakan yang berlaku.
5. Berdasarkan CALK nomor 7 tentang Piutang Usaha, Perseroan membukukan peningkatan
piutang usaha sebesar Rp91,32 miliar per 31 Desember 2025, meningkat 53,12% dibandingkan
per 31 Desember 2024 sebesar Rp59,64 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Penjelasan Perseroan mengenai peningkatan saldo piutang pihak Guangzhou China
Resources Termal Power Co., Ltd., PT Prima Jaya Coaltrade, dan PT Rizqita Sukses Abadi
per 31 Desember 2025.
Jawab:
Peningkatan saldo piutang kepada pihak-pihak tersebut di atas merupakan penjualan batu
bara dengan periode sebagai berikut:
- Guangzhou China Resources Thermal Power Co. Ltd. sebesar Rp34,45 miliar, dengan
tanggal faktur 23 Desember 2025.
- PT Prima Jaya Coaltrade, sebesar Rp22,67 miliar, dengan tanggal faktur 16-31
Desember 2025.
- PT Rizkita Sukses Abadi, sebesar Rp5,79 miliar, dengan tanggal faktur 27 Desember
2025.
Di mana jika merujuk kepada terms of payment yang telah disepakati oleh masing-masing
pihak, piutang tersebut belum jatuh tempo per 31 Desember 2025.
b. Merujuk pertanyaan nomor 5a, apabila piutang tersebut telah tertagih, agar dapat
disampaikan periode penagihan dan penerimaan kas atas masing-masing pelanggan
tersebut.
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Page 7
Jawab:
Piutang yang disebut dalam jawaban nomor 5a, semuanya telah tertagih penuh dengan
rincian sebagai berikut:
- Penerimaan dari Guangzhou China Resources Thermal Power Co. Ltd. Sebesar
Rp34,45 miliar pada bulan Januari 2026
- Penerimaan dari PT Prima Jaya Coaltrade sebesar Rp16,02 miliar dan Rp 6,65 miliar
pada bulan Januari 2026.
- Penerimaan dari PT Rizkita Sukses Abadi sebesar Rp5,79 miliar pada bulan Januari
2026.
c. Agar Perseroan dapat menjelaskan dasar manajemen menyimpulkan seluruh piutang per
31 Desember 2025 dapat ditagih seluruhnya dan tidak diperlukan cadangan penurunan
nilai sebagaimana diungkap pada CALK 7.
Jawab:
Berdasarkan hasil penelaahan dan pengalaman manajemen, Perseroan dan Entitas Anak
tidak mengalami kesulitan atas kolektibilitas piutang usaha, sehingga tidak membentuk
cadangan penurunan nilai piutang usaha pada tanggal 31 Desember 2025.
6. Berdasarkan CALK nomor 17 tentang Utang Usaha, agar dapat dijelaskan hal-hal sebagai
berikut:
a. Penjelasan Perseroan mengenai peningkatan saldo utang usaha pihak PT Petrosea Tbk, PT
Bukit Makmur Mandiri Utama, PT Sinar Alam Duta Perdana, dan PT Mitra Riau Pratama.
Jawab:
Peningkatan saldo utang usaha kepada PT Petrosea Tbk, PT Bukit Makmur Mandiri Utama,
PT Sinar Alam Duta Perdana, dan PT Mitra Riau Pratama dan PT Sinar Alam Duta Perdana
terutama disebabkan oleh meningkatnya aktivitas operasional dan pengembangan tambang
Perseroan pada tahun berjalan seiring dengan kegiatan produksi batu bara.
b. Berkenaan dengan pertanyaan nomor 6a, apakah utang usaha tersebut muncul atas
operasional Perseroan di bidang pertambangan saja, atau termasuk penjualan kayu? Agar
dapat dijelaskan.
Jawab:
Utang usaha kepada PT Petrosea Tbk, PT Bukit Makmur Mandiri Utama, PT Sinar Alam Duta
Perdana, dan PT Mitra Riau Pratama timbul dari kegiatan operasional Perseroan di bidang
pertambangan.
c. Status utang usaha Perseroan dengan melengkapi tabel berikut:
Jawab:
Umur Utang Jumlah Pembayaran sampai Oustanding Outstanding
Usaha (Rp) Saat Ini (Rp) (dalam jutaan Rp) (%)
Belum Jatuh 230.588.892.876 57.822.914.765 172.765.978.111 75%
Tempo
0-90 hari 184.213.925.997 43.864.238.394 140.349.687.603 76%
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Page 8
91-180 hari 202.135.377.121 4.529.282.896 197.606.094.22 98%
5
Lebih dari -
180 hari
Jumlah 616.938.195.994 106.216.436.055 510.721.759.93 83%
9
d. Penjelasan Perseroan mengenai tingginya utang usaha yang telah jauh tempo >90 hari
sebesar Rp202,13 miliar atau sebesar 33,30% dari keseluruhan utang usaha.
Jawab:
Saldo utang usaha yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari sebesar Rp202,13 miliar
terutama berasal dari kewajiban kepada kontraktor pertambangan dan pemasok yang timbul
seiring dengan meningkatnya aktivitas produksi dan pengembangan tambang Perseroan
pada tahun berjalan.
Tingginya saldo utang usaha yang telah melewati jatuh tempo tersebut terutama disebabkan
oleh pengelolaan arus kas dan modal kerja Perseroan yang memprioritaskan kebutuhan
operasional utama selama fase pengembangan dan peningkatan produksi. Selain itu,
sebagian saldo utang masih dalam proses rekonsiliasi administrasi, verifikasi dokumen
pendukung, dan penjadwalan pembayaran dengan pihak terkait.
e. Upaya Perseroan untuk melunasi utang usaha kepada pihak kreditur/supplier di masa
mendatang.
Jawab:
Perseroan berkomitmen untuk memenuhi seluruh kewajiban kepada kreditur dan supplier
sesuai kemampuan keuangan serta kesepakatan yang berlaku. Untuk itu, Perseroan telah
dan akan terus melakukan berbagai langkah, antara lain:
- Meningkatkan produksi dan penjualan dari kegiatan usaha pertambangan sehingga
dapat menghasilkan arus kas operasional yang lebih kuat untuk mendukung
pembayaran kewajiban usaha.
- Melakukan pengelolaan modal kerja secara lebih efektif, termasuk pengendalian biaya
operasional dan optimalisasi pengelolaan kas.
- Menyusun prioritas pembayaran kepada supplier berdasarkan tingkat urgensi
operasional dan kesepakatan komersial yang telah disetujui bersama.
- Melakukan komunikasi dan koordinasi secara berkelanjutan dengan para
kreditur/supplier terkait jadwal pembayaran guna menjaga hubungan usaha yang baik
dan keberlangsungan operasional Perseroan.
- Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor melalui rencana PMHMETD, yang
mana dana PMHMETD salah satunya digunakan untuk modal kerja Perseroan dan
anak usaha.
f. Apakah pernah terdapat gugatan/somasi dari pihak kreditur atas keseluruhan outstanding
utang usaha Perseroan? Agar dapat dijelaskan.
Jawab:
Sampai dengan tanggapan ini disampaikan, tidak pernah terdapat gugatan/somasi dari pihak
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Page 9
kreditur atas keseluruhan outstanding utang usaha Perseroan
7. Berdasarkan CALK nomor 26 tentang Beban Usaha, agar dapat dijelaskan hal-hal sebagai
berikut:
a. Latar belakang serta penjelasan terdapat peningkatan gaji dan tunjangan sebesar Rp27,99
miliar atau mengalami peningkatan 47,39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Jawab:
Peningkatan beban gaji dan tunjangan sebesar Rp27,99 miliar atau 47,39% dibandingkan
periode yang sama tahun lalu terutama disebabkan oleh adanya penambahan tenaga kerja
baru dan kenaikan upah secara reguler.
b. Nature biaya jasa profesional sebesar Rp4,85 miliar.
Jawab:
Nature atas biaya jasa professional sebesar Rp4,85 miliar adalah biaya profesional dalam
tahap operasional pertambangan serta biaya atas penyusunan dan penyampaian laporan
tahunan dan jasa konsultan keuangan.
c. Rincian akun ”lain-lain” sebesar Rp3,44 miliar pada Beban Penjualan.
Jawab:
Rincian atas akun lain-lain pada Beban Penjualan adalah sebagai berikut:
Biaya Nominal (Rp)
Komisi penjualan 121,441,716
Biaya berlangganan 1,728,836
Quality claim dari pelanggan 3,130,731,891
Biaya pengiriman 189,193,800
Jumlah 3,443,096,243
d. Rincian akun ”lain-lain” sebesar Rp1,93 miliar pada Beban Umum dan Administrasi.
Jawab:
Rincian atas akun lain-lain pada Beban Umum & Administrasi adalah sebagai berikut:
Biaya Nominal (Rp)
Transportasi, akomodasi dan perlengkapan 432,092,268
karyawan
Kompensasi masyarakat 339,000,000
Asuransi 542,505,312
Sumbangan & Retribusi 140,694,294
Perlengkapan dan kebutuhan karyawan 480,741,223
Jumlah 1,935,033,097
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Page 10
8. Berdasarkan Laporan Arus Kas, Perseroan membukukan arus kas operasi negatif dan
mengalami penurunan per 31 Desember 2025 sebesar 51,73% dibandingkan periode yang
sama tahun lalu. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang dan penjelasan mengenai penurunan arus kas operasi pada 31 Desember
2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Jawab:
Penurunan arus kas dari aktivitas operasi pada tahun yang berakhir 31 Desember 2025
dibandingkan tahun sebelumnya terutama disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan
modal kerja seiring dengan dimulainya kegiatan produksi dan meningkatnya aktivitas
operasional, pengembangan tambang Perseroan dan penambahan tenaga kerja, di mana
arus kas operasional sebagian besar digunakan untuk pembayaran kepada pemasok dan
biaya operasional lainnya.
b. Sehubungan dengan penurunan arus kas operasi pada 31 Desember 2025, apakah
Perseroan mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan modal kerja di masa mendatang
akan bersumber dari pendanaan pihak luar atas kas internal?
Jawab:
Terkait pemenuhan kebutuhan modal kerja, Perseroan telah berencana untuk
melaksanakan Penambahan Modal dengan Memesan Efek Terlebih Dahulu
(PMHMETD), yang mana dana yang diperoleh dari pelaksanaan PMHMETD
direncanakan akan digunakan salah satunya untuk modal kerja Perseroan dan anak
usaha Perseroan. Selanjutnya, Perseroan juga akan memperoleh sumber dana
pemenuhan modal kerja dari hasil operasional Perseroan dan anak usaha Perseroan.
c. Strategi Perseroan untuk dapat mempertahankan arus kas operasi positif di masa
mendatang.
Jawab:
Langkah Perseroan untuk dapat membukukan arus kas operasi positif dimasa mendatang
adalah meningkatkan pendapatan Perseroan dan kolektibilitas piutang usaha serta
menjaga efisiensi biaya.
9. Berdasarkan komponen ekuitas pada Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember
2025, didapat bahwa saldo laba Perseroan bernilai negatif sebesar -Rp78,27 miliar dan ekuitas
Perseroan mengalami defisiensi sebesar -Rp687,41 miliar. Agar dapat dijelaskan:
a. Upaya Perseroan yang akan dan telah dilakukan untuk membukukan saldo laba Perseroan
kembali positif.
Jawab:
Upaya Perseroan yang akan dan telah dilakukan untuk membukukan saldo laba
Perseroan kembali positif adalah dengan melakukan negosiasi dengan vendor ketika
harga mengalami koreksi sehingga meningkatkan pendapatan dan melakukan efisiensi
biaya, serta meningkatkan kinerja operasional secara optimal.
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Page 11
b. Upaya Perseroan yang akan dan telah dilakukan untuk membukukan ekuitas Perseroan
kembali positif.
Jawab:
Upaya Perseroan yang akan dan telah dilakukan untuk membukukan ekuitas Perseroan
kembali positif, adalah:
1. Menambah kontribusi laba Perseroan dan anak usahanya.
2. Meningkatkan laba Perseroan, baik dari usahanya sendiri dan anak usaha terutama
dibidang pertambangan batubara agar berkontribusi lebih besar bagi Perseroan.
3. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor melalui rencana PMHMETD.
c. Perkiraan jangka waktu hingga Perseroan dapat membukukan saldo laba dan ekuitas
positif kembali
Jawab:
Berdasarkan proyeksi yang disusun, Perseroan memperkirakan dapat kembali
membukukan saldo laba dan ekuitas positif setelah rencana PMHMETD menjadi efektif
dan selesai dilaksanakan (setelah dana PHMETD diterima oleh Perseroan).
10. Berdasarkan Laporan Laba Rugi pada pos akun pendapatan ”lain-lain”, Perseroan
membukukan pendapatan lain-lain sebesar Rp288,99 juta per 31 Desember 2025 atau
meningkat dibandingkan 31 Desember 2024, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang serta penjelasan Perseroan mengenai peningkatan pendapatan lain-lain per
31 Desember 2025 tersebut.
Jawab:
Peningkatan pendapatan lain-lain – neto menjadi sebesar Rp288,99 juta pada tahun yang
berakhir 31 Desember 2025 terutama disebabkan oleh meningkatnya transaksi-transaksi
yang bersifat non-rutin dan tidak berkaitan langsung dengan kegiatan usaha utama
Perseroan.
b. Rincian mengenai beban lain-lain per 31 Desember 2025 tersebut dengan mengisi tabel
berikut:
Jawab:
No. Rincian Nilai (Rp) Keterangan
1 Biaya laundry (20,370,310) Beban non operasional lain-
lain
2 Rugi atas terminasi (51,763,852) Beban non operasional lain-
aset lain (tidak rutin)
3 Keuntungan 997,335 Belum terealisasi
investasi reksa dana
yang belum
direalisasi
4 Penjualan barang 360,127,181 Pendapatan lain dari aktivitas
bekas non-operasional
Total 288.990.354
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Page 12
c. Penjelasan Perseroan mengenai tidak terdapatnya catatan atas Laporan Keuangan atas
pendapatan lain-lain tersebut.
Jawab:
Perseroan tidak menyajikan catatan tersendiri atas akun pendapatan lain-lain karena nilai
akun tersebut tidak material terhadap laporan keuangan secara keseluruhan dan tidak
memiliki dampak signifikan terhadap pengambilan keputusan ekonomi pengguna laporan
keuangan.
Penyajian laporan keuangan Perseroan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan PSAK 201:
Penyajian Laporan Keuangan, yang mengatur bahwa entitas menyajikan informasi secara
terpisah apabila informasi tersebut bersifat material.
Pendapatan lain-lain tersebut terutama terdiri dari beberapa transaksi dengan nilai individual
yang relatif kecil dan bersifat tidak rutin.
11. Berdasarkan CALK 12 tentang Aset Pertambangan, Perseroan membukukan aset
pertambangan sebesar Rp463,61 miliar, atau meningkat sebesar 23,81% YoY. Agar dapat
dijelaskan:
a. Agar Perseroan dapat menjelaskan rincian penambahan saldo pada aset Tambang dalam
Pengembangan PIT Maharu, PKP, PBC, dan CBP berturut-turut sebesar Rp27,90 miliar,
Rp46,92 miliar, Rp8,06 miliar, dan Rp6,90 miliar.
Jawab:
1. Pit Maharu (PBP)
Keterangan Nilai penambahan tahun 2025
Perolehan hak untuk eksplorasi 14,814,092,000
Kajian topografi, geologi, geokimia dan 2,561,000,000
geofisika
Aktivitas yang terkait dengan 10,528,748,969
evaluasi kelayakan teknis dan
komersial atas penambangan
sumber daya mineral
Jumlah 27,903,840,969
2. PKP
Keterangan Nilai penambahan tahun 2025
Perolehan hak untuk eksplorasi 34,192,237,000
Kajian topografi, geologi, geokimia dan
geofisika 1,663,824,935
Aktivitas yang terkait dengan
evaluasi kelayakan teknis dan
komersial atas penambangan
sumber daya mineral 11,072,706,841
Jumlah 46,928,768,776
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Page 13
3. PBC
Keterangan Nilai penambahan tahun 2025
Perolehan hak untuk eksplorasi 1,622,302,500
Kajian topografi, geologi, geokimia dan 2,127,049,605
geofisika
Aktivitas yang terkait dengan 4,316,861,978
evaluasi kelayakan teknis dan
komersial atas penambangan
sumber daya mineral
Jumlah 8,066,214,083
4. CBP
Keterangan Nilai penambahan tahun 2025
Perolehan hak untuk eksplorasi 1,950,914,000
Kajian topografi, geologi, geokimia dan 1,158,321,527
geofisika
Aktivitas yang terkait dengan 3,791,034,290
evaluasi kelayakan teknis dan
komersial atas penambangan
sumber daya mineral
Jumlah 6,900,269,817
b. Penjelasan Perseroan mengenai tidak terdapatnya penambahan pada PIT Tambaan dan PIT
Nusa selama tahun 2025.
Jawab:
Perseroan senantiasa membuat perencanaan yang terukur dalam pengelolaan bisnisnya.
Terkait tidak terdapatnya penambahan pada PIT Tambaan dan PIT Nusa selama tahun 2025
adalah karena menurut perencanaan saat ini, area penambangan difokuskan pada blok
Maharu terlebih dahulu, dan setelahnya akan dilanjutkan ke blok Tambaan, kemudian ke
blok Nusa. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan operasional dapat berjalan efektif dan efisien.
12. Berdasarkan CALK 13 tentang Aset Aktivitas Pengupasan Tanah, Perseroan membukukan aset
tersebut sebesar Rp232,73 miliar, atau meningkat sebesar 366,11% YoY. Agar dapat
dijelaskan:
a. Penjelasan Perseroan mengenai peningkatan penambahan biaya perolehan aset
pengupasan tanah meningkat signifikan menjadi Rp183,13 miliar pada tahun 2025.
Jawab:
Peningkatan penambahan biaya perolehan aset aktivitas pengupasan tanah menjadi
Rp183,13 miliar pada tahun 2025 terutama disebabkan oleh meningkatnya aktivitas
pengupasan lapisan penutup tanah (overburden removal) yang dilakukan Perseroan dalam
rangka mempersiapkan dan membuka akses terhadap cadangan batubara yang akan
ditambang.
Pada tahun 2025, Perseroan secara intensif melakukan kegiatan pengupasan tanah pada
PT Persada Kapuas Prima, sebagai bagian dari tahap pengembangan dan persiapan
produksi. Aktivitas tersebut meningkat secara signifikan dibandingkan tahun 2024 seiring
dengan dimulainya kegiatan produksi komersial anak usaha Perseroan di tahun 2025.
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Page 14
b. Menurut manajemen, bagaimana manajemen menilai efisiensi pengupasan tanah di 2025
dibandingkan 2024, apakah terdapat inefisiensi biaya pada tahun ini dibandingkan tahun
2024?
Jawab:
Manajemen menilai bahwa peningkatan biaya aktivitas pengupasan tanah pada tahun 2025
tidak mencerminkan adanya inefisiensi biaya dibandingkan tahun 2024. Peningkatan biaya
tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya volume pekerjaan pengupasan tanah
yang dilakukan untuk mendukung pembukaan dan pengembangan pit tambang serta
persiapan kegiatan produksi komersial.
13. Berdasarkan CALK 10 tentang Aset Lancar Lainnya, terdapat uang muka kontraktor sebesar
Rp334,47 miliar. Agar dapat dijelaskan:
a. Agar Perseroan dapat menjelaskan rincian peruntukan kegiatan atau proyek yang akan
dilaksanakan atas uang muka kontraktor tersebut.
Jawab:
Saldo uang muka kontraktor sebesar Rp334,47 miliar pada tanggal 31 Desember 2025
terutama terkait dengan biaya jasa kontraktor pertambangan yang telah ditagihkan kepada
Perseroan sehubungan dengan aktivitas operasional tambang yang sedang berlangsung.
Adapun komponen utama saldo tersebut meliputi biaya:
1. Pengupasan lapisan penutup tanah (overburden removal) senilai Rp323,7M
2. Pemindahan lapisan tanah pucuk (top soil removal) senilai Rp5,09M
3. Kegiatan pengambilan batubara (coal getting) senilai Rp4,29M
4. Pengangkutan (hauling) di area pit senilai Rp1,34M
Pada tanggal pelaporan, aktivitas yang terkait dengan biaya-biaya tersebut masih berada pada
area pit tambang dan belum seluruhnya mencapai stockpile. Oleh karena itu, berdasarkan
pertimbangan manajemen dan kebijakan akuntansi Perseroan, biaya-biaya tersebut belum
memenuhi kriteria untuk diakui sebagai persediaan maupun beban pada periode berjalan
sehingga masih disajikan sebagai uang muka kontraktor dalam aset lancar lainnya.
b. Jangka waktu atau kondisi yang harus dipenuhi agar uang muka kontraktor tersebut dapat
dibukukan sebagai beban di masa mendatang.
Jawab:
Saldo uang muka kontraktor tersebut akan direklasifikasi dan diakui sesuai dengan sifat
transaksinya. Untuk biaya yang berkaitan dengan kegiatan produksi batubara, pengakuan
sebagai persediaan dilakukan setelah batubara berhasil diproduksi dan dipindahkan dari
area pit menuju stockpile. Selanjutnya, persediaan tersebut akan diakui sebagai beban
pokok penjualan pada saat batubara dijual dan pendapatan terkait diakui.
14. Berdasarkan CALK 6 tentang Saldo dan Transaksi Pihak Berelasi, agar Perseroan dapat
menjelaskan hal-hal sebagai berikut:
a. Penjelasan Perseroan atas peruntukan pinjaman dari pihak berelasi PT Sejahtera Kustardjo
Lestari, PT Angsana Jaya Energi, dan PT Bara Sejahtera Bersama per 31 Desember 2025
berturut-turut sebesar Rp54,5 miliar, Rp234,51 miliar, dan Rp172,60 miliar.
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Page 15
Jawab:
Pinjaman dari PT Sejahtera Kustardjo Lestari sebesar Rp54,50 miliar digunakan untuk
mendukung kegiatan pembelian bahan baku kayu.
Sementara itu, pinjaman dari PT Angsana Jaya Energi sebesar Rp234,51 miliar dan PT
Bara Sejahtera Bersama sebesar Rp172,60 miliar digunakan sebagai modal kerja anak
usaha pertambangan, dan akan dibayar kembali setelah penjualan batubara berjalan
dengan lancar.
b. Berkenaan dengan pertanyaan nomor 14a, terdapat penambahan utang kepada pihak
berelasi pada 31 Desember 2025. Agar Perseroan dan Manajemen dapat melakukan
asesmen, apakah transaksi penambahan utang pihak berelasi tersebut telah sesuai dengan
ketentuan POJK 42 Tahun 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan?
Jawab:
Perseroan menyampaikan bahwa transaksi penambahan utang pihak berelasi tersebut
telah sesuai dengan ketentuan POJK 42 Tahun 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Benturan Kepentingan.
c. Penjelasan pihak afiliasi berdasarkan CALK 6 dengan mengisi tabel berikut:
Jawab:
No. Pihak Afiliasi Penjelasan Pihak Keterangan
Afiliasi
1. PT Bara Sejahtera Pemegang saham salah -
Bersama satu anak usaha
Perseroan
2. PT Angsana Jaya Entitas sepengendali -
Energi dengan Perseroan
3. PT Sejahtera Entitas sepengendali -
Kustardjo Lestari dengan anak usaha
Perseroan (IKN)
4. Prilli Budi Pasravita Pemegang saham salah -
Soetantyo satu anak usaha
Perseroan (IKN)
5. Fredyanto Oetomo Pemegang saham salah -
satu anak usaha
Perseroan (IKN)
15. Berkenaan dengan perkembangan atas rencana negosiasi pengambilalihan oleh entitas anak
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), agar dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Perkembangan negosiasi beserta rencana pengambilalihan oleh CUAN tersebut hingga
saat ini.
Jawab:
Berdasarkan keterangan yang kami terima PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (“CUAN”), atas
rencana negosiasi pengambilalihan oleh entitas anak CUAN, dapat kami sampaikan
perkembangan terkini sebagai berikut:
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Page 16
• CUAN melalui entitas anaknya, yaitu PT Petrosea Tbk (“PTRO”), akan berpartisipasi
dalam proses Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(PMHMETD) yang dilakukan oleh Perseroan.
• Sebagaimana yang disebutkan di dalam Prospektus Ringkas Perseroan tanggal 2 Juni
2026, PT Kreasi Jasa Persada (“KJP”) (entitas anak CUAN) telah mengalihkan seluruh
HMETD yang dimilikinya kepada PTRO, untuk mengambil bagian sebanyak 142.410.000
saham.
• Selanjutnya, PTRO akan melaksanakan seluruh HMETD yang diperoleh dari KJP dan
mengambil bagian saham baru yang akan dikeluarkan dalam proses PMHMETD
Perseroan.
b. Timeline atas rencana negosiasi pengambilalihan tersebut dengan mengisi tabel berikut:
Jawab:
No. Uraian Estimasi Timeline Keterangan
1 Pengumuman 29 Desember 2025 CUAN mengumumkan telah memulai proses
awal rencana negosiasi terkait rencana pengambilalihan
pengambilalihan Perseroan
2 Proses negosiasi Desember 2025 – Meliputi pembahasan struktur transaksi, jumlah
dengan pemegang Mei 2026 saham, harga, dan target waktu penyelesaian
saham pengendali
3 Proses pengalihan 2 Juni 2026 Perseroan akan melakukan proses PMHMETD,
seluruh HMETD dimana CUAN melalui anak usahanya akan turut
dari PT Kreasi berpartisipasi dalam proses PMHMETD
Jasa Persada tersebut.
kepada PTRO Berdasarkan Prospektus Ringkas Perseroan
yang telah disampaikan oleh Perseroan pada
tanggal 2 Juni 2026, dimana terdapat
keterangan pengalihan HMETD untuk
mengambil bagian sebanyak 142.410.000
saham dari KJP kepada PTRO sebagai bagian
dari strategi partisipasi dalam PMHMETD.
PTRO akan melaksanakan:
• seluruh HMETD yang menjadi porsinya
dalam Perseroan yaitu sebanyak-
banyaknya 1.818.000 saham;
• seluruh HMETD Yang Dialihkan yang
akan diterima oleh PTRO dari PT Kreasi
Jasa Persada 142.410.000 saham;
• PTRO akan bertindak sebagai pembeli
siaga dalam PMHMETD I, dimana
Perseroan akan membeli sisa saham
yang tidak diambil bagian sampai
dengan jumlah sebanyak-banyaknya
setara 116,180,000 saham.
4 Pelaksanaan Juni –Juli 2026 Jadwal sementara PMHMETD Perseroan
PMHMETD oleh (berlangsung) merujuk pada jadwal berikut:
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Page 17
No. Uraian Estimasi Timeline Keterangan
Perseroan
16. Informasi / fakta / kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek
Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
Jawab:
Sepanjang pengetahuan terbaik Perseroan, selain yang telah diungkapkan kepada publik
sampai dengan tanggal surat tanggapan ini, tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting
lainnya yang material yang dapat mempengaruhi harga saham Perseroan yang belum
diungkapkan kepada publik.
PT SINGARAJA PUTRA Tbk. Tel. : 62-21 8974309
Jl. Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang E-mail : corsec@singarajaputra.com
Bekasi 17550, Indonesia Website : www.singarajaputra.com
www.idx.co.id
Names mentioned 32 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Persada Kapuas Prima
p.1 ×3
unresolved
org
PT Pasir Bara Prima
p.1
unresolved
org
PT Pesona Bara Cakrawala
p.1
unresolved
org
PT Dwi Daya Swakarya
p.2
unresolved
org
PT Rizqita Sukses Abadi
p.3 ×2
unresolved
org
PT Prima Jaya Coaltrade
p.3 ×4
unresolved
org
PT Mega Ramin Indonesia
p.3
unresolved
org
Thermal Power Co., Ltd
p.3
unresolved
org
PT Mareta Persada
p.3
unresolved
org
PT Geo Mineral Trading
p.3
unresolved
org
PT Pesona Bara
p.3
unresolved
org
PT Cristian Eka Pratama
p.4
unresolved
org
PT Kemilau Mulia Sakti
p.4
unresolved
org
Guangzhou China Resources Termal Power Co., Ltd.
p.6
unresolved
org
Guangzhou China Resources Thermal Power Co. Ltd.
p.6 ×2
unresolved
org
PT Rizkita Sukses Abadi
p.6 ×2
unresolved
org
PT Sinar Alam Duta Perdana
p.7 ×4
unresolved
org
PT Mitra Riau Pratama. Jawab
p.7
unresolved
org
PT Mitra Riau Pratama
p.7 ×2
unresolved
org
PT Sejahtera Kustardjo Lestari
p.14 ×2
unresolved
org
PT Angsana Jaya Energi
p.14 ×2
unresolved
org
PT Bara Sejahtera Bersama
p.14 ×2
unresolved
org
PT Angsana Jaya
p.15
unresolved
org
PT Kreasi
p.16
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.