Back to announcement
20240924_SMFP_Laporan Informasi dan Fakta Material_31728350_lamp2.pdf
Financial statement Text extracted SMFPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 47
Page 1
Nomor : S-2438/DIR/SMF/IX/2024 Jakarta, 24 September 2024
Lampiran : 1 Set
Kepada Yth.
Otoritas Jasa Keuangan
Gedung Soemitro Djojohadikusumo
Jalan Lapangan Banteng Timur 2-4
Jakarta 10710
U.p. : Direktur Pengelolaan Investasi
Perihal : Laporan Keuangan Tengah Tahunan EBA-SP SMF-BTN06 ( Audited) Periode
yang Berakhir 30 Juni 2024
Merujuk Pasal 49 POJK.23/POJK.04/2014 tanggal 19 November 2014 tentang Pedoman
Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Dalam Rangka
Pembiayaan Sekunder Perumahan, bersama ini kami sampaikan:
1. Laporan Keuangan Tengah Tahunan EBA-SP SMF-BTN06 ( Audited) periode yang berakhir
30 Juni 2024.
2. Bukti publikasi Laporan Keuangan Tengah Tahunan EBA-SP SMF-BTN06 ( Audited) periode
yang berakhir 30 Juni 2024 yang diterbitkan pada tanggal 24 September 2024 di harian
berskala nasional Investor Daily.
Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero )
Ditandatangani secara elektronik oleh : Ditandatangani secara elektronik oleh :
Heliantopo Harya Narendra
Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Kepala Divisi Manajemen Kredit
"Layanan Pengaduan Pemangku Kepentingan dan Whistle Blowing System:
Apabila terdapat pegawai SMF yang menerima/meminta gratifikasi dan suap dapat dilaporkan melalui https://wbs.smf-indonesia.co.id/ dan/atau
terdapat keluhan dapat disampaikan melalui surat elektronik stakeholder.care@smf-indonesia.co.id."
Page 2
Page 3
! ! !
!!!
! ! !
! ! !!
! !!
,+-*3 1*"*3 *0 -%)3 -33 1*%33*33 / ) -33
!.3*01&3 -%+!3 *)31'*32*#3 -&$%-3
3*#"(33 1*%33*33
3
3 3 3
Page 4
Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi
Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Daftar isi
Halaman
Surat Pernyataan Penerbit (PT Sarana Multigriya Finansial (Persero))
Surat Pernyataan Bank Kustodian (PT Bank Mandiri (Persero) Tbk)
Laporan Auditor I ndependen
Laporan Keuangan I nterim Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 Serta Untuk Periode Enam Bulan
yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023:
Laporan Posisi Keuangan I nterim 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain I nterim 2
Laporan Perubahan Aset Bersih I nterim 3
Laporan Arus Kas I nterim 4
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim 5 - 35
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya
Finansial Bank Tabungan Negara 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Laporan Posisi Keuangan I nterim
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2024 31 Desember 2023
ASET
Kas dan setara kas 2c, 2e, 4, 20, 22
Kas 15.544.631.093 50.402.666.411
Deposito 32.000.000.000 -
Piutang kredit pemilikan rumah 2c, 2d, 5, 20, 22 210.392.999.833 249.936.468.539
Piutang bunga 2c, 2d, 6, 20, 22 74.520.548 -
Piutang usaha 2c, 2d, 7, 20, 22 61.861.448 1.427.951.512
Pajak dibayar dimuka 2c, 2g, 19a, 20, 22 546.569.577 546.569.577
Aset pajak tangguhan 2g, 19d 280.969.521 180.091.965
JUMLAH ASET 258.901.552.020 302.493.748.004
LI ABI LI TAS DAN ASET BERSI H
LI ABI LI TAS
Utang bunga 2c, 2d, 8, 20, 22 1.075.776.228 1.352.919.786
Utang pajak 2g, 19b 581.696.246 317.778.046
Biaya yang masih harus dibayar 2c, 2d, 9, 20, 22 112.779.726 1.519.900.349
Utang sertifikat EBA-SP Kelas A 1,2c, 2d, 10, 20,22 170.232.721.775 214.088.405.556
Utang lain-lain 2c, 2d, 11, 20, 22 3.675.905.147 4.402.418.074
JUMLAH LI ABI LI TAS 175.678.879.122 221.681.421.810
ASET BERSI H
Sertifikat EBA-SP kelas B 1, 2c, 2d, 12 54.266.543.015 54.266.543.015
Saldo laba 13 28.956.129.883 26.545.783.178
JUMLAH ASET BERSI H 83.222.672.898 80.812.326.193
JUMLAH LI ABI LI TAS DAN ASET BERSI H 258.901.552.020 302.493.748.003
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan terlampir yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
1
Page 11
Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya
Finansial Bank Tabungan Negara 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain I nterim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2024 30 Juni 2023
Pendapatan investasi
Pendapatan bunga 2d, 2f, 14, 20 17.568.579.107 24.234.054.535
Pendapatan denda keterlambatan 2d, 2f, 14, 20 242.355.484 380.732.332
Jumlah Pendapatan I nvestasi 17.810.934.591 24.614.786.867
Beban I nvestasi
Beban bunga 2d, 2f, 15, 20 (6.355.320.433) (9.521.356.018)
Beban jasa penunjang 2d, 2f, 16, 20 (3.146.607.978) (6.256.296.601)
Lain-lain 2d, 2f, 17, 20 (11.935.500) (950.000)
Jumlah Beban I nvestasi ( 9.513.863.911) ( 15.778.602.619)
( Beban) Lain-lain
Penyisihan piutang KPR 2d, 2f, 18, 20 (458.534.344) (242.006.219)
Jumlah pendapatan ( beban) lain-lain ( 458.534.344) ( 242.006.219)
Laba sebelum pajak penghasilan 7.838.536.336 8.594.178.029
Manfaat ( Beban) pajak penghasilan
Pajak kini 2g, 19c (1.535.030.384) (1.717.019.760)
Pajak tangguhan 2g, 19d 100.877.556 53.241.368
Jumlah ( 1.434.152.828) ( 1.663.778.392)
Laba tahun berjalan 6.404.383.508 6.930.399.637
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan terlampir yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
2
Page 12
Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya
Finansial Bank Tabungan Negara 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Laporan Perubahan Aset Bersih I nterim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
EBA-SP Kelas B
Saldo Laba Jumlah Aset Bersih
Bersifat Ekuitas
Saldo Per 1 Januari 2022 54.266.543.015 21.067.353.282 75.333.896.297
Penyesuaian beban - (11.000.000) (11.000.000)
Dividen/ bunga sertifikat kelas B - (3.527.325.296) (3.527.325.296)
Laba tahun berjalan - 6.930.399.637 6.930.399.637
Saldo Per 30 Juni 2023 54.266.543.015 24.459.427.623 78.725.970.638
Saldo Per 1 Januari 2024 54.266.543.015 26.545.783.178 80.812.326.193
Dividen/ bunga sertifikat kelas B - (3.994.036.803) (3.994.036.803)
Laba tahun berjalan - 6.404.383.508 6.404.383.508
Saldo Per 30 Juni 2024 54.266.543.015 28.956.129.883 83.222.672.898
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan terlampir yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
3
Page 13
Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya
Finansial Bank Tabungan Negara 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Laporan Arus Kas I nterim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah,kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2024 30 Juni 2023
ARUS KAS DARI AKTI VI TAS OPERASI
Penerimaan piutang kredit kepemilikan rumah 39.543.468.706 51.057.512.298
Penerimaan bunga dan denda KPR 18.300.233.419 24.087.467.741
Penerimaan bunga deposito dan jasa giro 525.127.129 531.357.483
Penerimaan lain-lain 277.143.558 3.604.436
Pembayaran jasa penunjang (4.553.728.602) (7.884.611.451)
Pembayaran pajak (1.170.234.628) (2.516.700.655)
Pembayaran lain-lain (571.347.400) (950.000)
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi 52.350.662.182 65.277.679.852
ARUS KAS DARI AKTI VI TAS I NVESTASI
Penempatan Deposito Berjangka (32.000.000.000) -
Arus Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas I nvestasi ( 32.000.000.000) -
ARUS KAS DARI AKTI VI TAS PENDANAAN
Pembayaran pokok EBA-SP Kelas A (43.855.683.781) (53.619.868.498)
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A (6.632.463.989) (9.860.203.798)
Pembayaran distribusi kepada pemegang EBA-SP
Kelas B (3.994.036.803) (3.527.325.296)
Pembayaran kembali dana titipan (726.512.927) (1.499.468.494)
Arus Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan ( 55.208.697.500) ( 68.506.866.086)
( Penurunan) Kas dan Setara Kas ( 34.858.035.318) ( 3.229.186.234)
Kas dan Setara Kas Aw al Tahun 50.402.666.411 51.641.972.305
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 15.544.631.093 48.412.786.071
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan terlampir yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
4
Page 14
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. I nformasi Umum
Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara
06 (EBA-SP SMF-BTN 06), diterbitkan oleh Penerbitan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero),
berdasarkan akta perjanjian Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya
Finansial -Bank Tabungan Negara Nomor 06 atau disingkat "EBA-SP SMF-BTN 06" No: 62 tanggal 30
November 2020 diterbitkan oleh Akta Notaris I r. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, SH. Notaris
di Jakarta dan I nvestasi dalam EBA-SP SMF-BTN 06 mempunyai tujuan untuk menerima bagian
yang proporsional dari hasil koleksi atas kumpulan tagihan yang wajib dibayar kepada para
Pemegang EBA-SP SMF-BTN 06 kumpulan tagihan mana diperoleh dari penjualan dan pengalihan
kumpulan tagihan terseleksi oleh Kreditur Asal dengan mekanisme sebagaimana dimaksud pada
Pasal 9 Ayat (1) huruf a dan huruf b Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 23/ POJK.04/ 2014
tentang "Pedoman Penebitan dan Pelaporan Efek Beragunan Aset Berbentuk Surat Partisipasi dalam
Rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan" yang telah diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 20/ POJK.04/ 2017 tertanggal 21 Juni 2017 tentang Perubahan atas Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23/ POJK.04/ 2014 Tentang "Pedoman Penerbitan dan Pelaporan Efek
Beragunan Aset Berbentuk Surat Partisipasi dalam Rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan".
Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara
06 (EBA-SP SMF-BTN 06) antara PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebagai Penerbit dan PT
Bank Mandiri (Persero) Tbk, Jakarta sebagai "Bank Kustodian" dan "Wali Amanat")
didokumentasikan dalam akta No. 62 tanggal 30 November 2020 yang dibuat dihadapan I r. Nanette
Cahyanie Handari Adi Warsito, SH. Notaris di Jakarta.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ("Penerbit") akan mengundang masyarakat untuk
berinvestasi dalam Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank
Tabungan Negara 06 ("EBA-SP SMF-BTN 06") dengan menawarkan partisipasi dalam kepemilihan
bersama atas Kumpulan Tagihan dengan nilai nominal sebesar Rp631.000.543.015,-(enam ratus
tiga puluh satu miliar lima ratus empat puluh tiga ribu lima belas Rupiah), Partisipasi para
Pemegang Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank
Tabungan Negara 06 ("EBA-SP SMF-BTN 06") dibuktikan dengan EBA-SP SMF-BTN 06 yang
diterbitkan dalam 2 (dua) kelas yaitu:
i. Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan
Negara 06 ("EBA-SP SMF-BTN 06") Kelas A dengan total nilai nominal sebesar
Rp576.734.000.000,- (lima ratus tujuh puluh enam miliar tujuh ratus tiga puluh empat juta
Rupiah) mewakili nilai 91,40% (sembilan puluh satu koma empat puluh persen) dari keseluruhan
Jumlah Pokok Terhutang atas Kumpulan Tagihan pada tanggal Cut-Off Final Holding Periode.
ii. Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan
Negara 06 ("EBA-SP SMF-BTN 06") Kelas B dengan total nilai nominal sebesar
Rp54.266.543.015,- (lima puluh empat miliar dua ratus enam puluh enam juta lima ratus empat
puluh tiga ribu lima belas Rupiah) mewakili nilai 8,50% (delapan koma lima puluh persen) dari
keseluruhan Jumlah Pokok Terhutang atas Kumpulan Tagihan pada tanggal Cut-Off Final Holding
Periode, dimana EBA-SP SMF-BTN 06 Kelas A mempunyai hak menerima pembayaran lebih dulu
daripada EBA-SP SMF-BTN 06 kelas B menurut syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang
ditentukan dalam Pasal 7 Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN 06 Nomor: 62 tanggal 30
November 2020 diterbitkan oleh Akta Notaris I r. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, SH.
Notaris di Jakarta.
5
Page 15
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara
06 ("EBA-SP SMF-BTN 06") kelas A telah memperoleh surat pernyataan efektif berdasarkan Surat
Keputusan Ketua Otoritas Jasa Keuangan No.S-1328/ PM.21/ 2020 tanggal 29 Desember 2020 dan
("EBA-SP SMF-BTN 06") kelas B telah memperoleh surat pernyataan efektif berdasarkan Surat
Keputusan Ketua Otoritas Jasa Keuangan No.S-1328/ PM.21/ 2020 tanggal 29 Desember 2020.
Laporan keuangan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial
Bank Tabungan Negara 06 ("EBA-SP SMF-BTN 06") untuk periode enam bulan yang berakhir 30
Juni 2024 dan 2023 telah diselesaikan dan diotorisasikan untuk penerbitan pada tanggal 25 Maret
2023 oleh Penerbit, Wali Amanat dan Bank Kustodian yang bertanggung jawab atas penyusunan
dan penyajian laporan keuangan masing-masing sebagai Penerbit, Wali Amanat dan Bank
Kustodian sebagaimana tercantum dalam Akte Notaris Efek Beragun Aset Berbentuk Surat
Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara 06 ("EBA-SP SMF-BTN 06"), serta
menurut peraturan dan perundangan yang berlaku atas laporan keuangan Reksa Dana tersebut.
b. Ketentuan-ketentuan dan Syarat-syarat EBA-SP SMF BTN 06
Ketentuan-ketentuan dan Syarat-syarat umum EBA-SP SMF BTN 06:
i. Sumber Pembayaran
Semua pembayaran atas EBA-SP SMF BTN 06 semata-mata bersumber dari Hasil Koleksi atas
Kumpulan Tagihan yang dibeli dari Kreditur Asal.
ii. Permintaan Pembayaran
EBA-SP SMF BTN 06 tidak dapat dimintakan pelunasannya lebih awal oleh Pemegang EBA-SP
SMF BTN 06 sebelum tanggal lebih awal oleh Pemegang EBA-SP SMF-BTN 06 sebelum tanggal
jatuh tempo yang ditemukan, tetapi dimungkinkan terjadi pelunasan lebih awal sebagai akibat
pelaksanaan Clean-Up Call oleh Penyedia Jasa berdasarkan ketentuan Perjanjian Jasa.
iii. Clean-Up Call
EBA-SP SMF-BTN 06 dapat dibayar seluruhnya sebelum tanggal jatuh tempo, tetapi tidak
untuk sebagian, pada suatu Tanggal Pembayaran dalam hal Penyedia Jasa melaksanakan hak
opsinya untuk membeli Kumpulan Tagihan sebagaimana ditentukan dalam Perjanjian
Penyediaan Jasa, bilamana Jumlah Pokok Terhutang atas Kumpulan Tagihan telah berkurang
sampai menjadi 10% (sepuluh persen) atau kurang dari Jumlah Pokok Terhutang atas
Kumpulan Tagihan pada Tanggal Cut-off Final Holding Period.
iv. Pembayaran Bunga
Tiap Pemegang EBA-SP SMF-BTN 06 berhak atas Pembayaran bunga yang wajib dibayarkan
setiap triwulan pada Tanggal Pembayaran, Pembayaran bunga hanya dapat dilakukan
sepanjang tersedia dana dalam Rekening Koleksi Bunga, dan sesuai Urutan Prioritas
Pembayaran.
v. Pembayaran Pokok
Tiap Pemegang EBA-SP SMF-BTN 06 berhak atas pembayaran pokok yang wajib dibayar tiap
triwulan pada Tanggal Pembayaran, sepanjang dana dalam Rekening Koleksi Pokok tersedia
untuk itu dan sesuai dengan Urutan Prioritas Pembayaran.
6
Page 16
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. I NFORMASI KEBI JAKAN AKUNTANSI MATERI AL
a. Pernyataan kepatuhan dan dasar penyusunan laporan keuangan
Laporan Keuangan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
I ndonesia, mencakup Pernyataan dan I nterpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan I katan Akuntan I ndonesia (I AI ) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah
I katan Akuntan I ndonesia (I AI ) serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dasar pengukuran laporan Keuangan ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost) , kecuali
beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam
kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan Keuangan ini disusun dengan metode
akrual, kecuali laporan arus kas.
Laporan arus kas disusun menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas
dasar kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara
kas mencakup kas, kas di bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu jatuh tempo 3
bulan atau kurang sejak penempatan, yang tidak dibatasi penggunaannya dan tidak digunakan
sebagai jaminan atas pinjaman.
Seluruh angka dalam laporan keuangan ini dibulatkan dan disajikan dalam Rupiah (“Rp”), kecuali
dinyatakan lain.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di I ndonesia
mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen
untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perseroan. Area
yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana
asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan di
Catatan 3.
b. Perubahan kebijakan akuntansi
Perusahaan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan I nterpretasi
Standar Akuntansi Keuangan (“I SAK”) baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut.
Perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi.
Berikut adalah amandemen dan penyesuaian standar baru, yang berlaku efektif sejak dan setelah
tanggal 1 Januari 2023, tidak memberikan dampak yang material terhadap Laporan Keuangan
tahun berjalan:
x Amandemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai
Jangka Pendek atau Jangka Panjang”.
x Amandemen PSAK 16, “Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang
Diintensikan”.
x Penyesuaian Tahunan 2021 atas PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan”, PSAK 13,
“Properti I nvestasi”, PSAK 48, “Penurunan Nilai Aset”, PSAK 66, “Pengaturan Bersama”
dan I SAK 16, “Penjanjian Konsesi Jasa”.
x Amandemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan
Akuntansi”.
x Amandemen PSAK 25, “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan
Kesalahan tentang Definisi Estimasi Akuntansi”.
7
Page 17
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
x Amandemen PSAK 46, “Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan
Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal”.
x Amandemen PSAK 46, “Pajak Penghasilan tentang Reformasi Pajak I nternasional
Ketentuan Model Pilar Dua”.
Standar dan amandemen baru yang telah diterbitkan, namun belum berlaku efektif untuk
tahun buku yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2023 adalah sebagai berikut:
x PSAK 74, “Kontrak Asuransi”.
x Amandemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan tentang Liabilitas Jangka Panjang
dengan Kovenan”.
x Amandemen PSAK 73, “Sewa tentang Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa Balik”.
x Amandemen PSAK 74, “Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71
– I nformasi Komparatif”.
x Amandemen PSAK 2, “Laporan Arus Kas dan PSAK 60: I nstrumen Keuangan:
Pengungkapan – Pengaturan Pembiayaan Pemasok”.
x Amandemen PSAK 10, “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta asing – Kekurangan
Ketertukaran”.
Pada tanggal pengesahan Laporan Keuangan, manajemen masih mempelajari dampak yang
mungkin timbul dari penerapan standar, amandemen dan penyesuaian baru tersebut terhadap
Laporan Keuangan Perseroan
Mulai tanggal 1 Januari 2024, referensi terhadap masing-masing PSAK dan I SAK akan diubah
sebagaimana diumumkan oleh DSAK – I AI .
c. I nstrumen Keuangan
Perusahaan mengklasifikasi instrumen keuangan dalam bentuk aset dan liabilitas keuangan.
(1) Aset keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Aset keuangan diakui pada posisi keuangan ketika entitas menjadi pihak dalam penyediaan
instrumen secara kontraktual. Semua aset keuangan diakui dan tidak diakui berdasarkan
tanggal perdagangan di mana pembelian atau penjualan aset keuangan dilakukan
berdasarkan kontrak yang persyaratannya mengharuskan penyerahan aset dalam jangka
waktu yang ditetapkan oleh pasar yang bersangkutan.
Aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar, dalam hal investasi tidak
diklasifikasikan sebagai FVTPL, nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung dengan akuisisi atau penerbitan aset keuangan.
Perusahaan menggunakan akuntansi tanggal penyelesaian untuk kontrak regular ketika
mencatat transaksi aset keuangan.
Semua aset keuangan yang diakui kemudian diukur secara keseluruhan pada biaya
perolehan diamortisasi atau nilai wajar, tergantung pada klasifikasi aset keuangan tersebut.
Pengukuran Selanjutnya
I nstrumen utang yang memenuhi kondisi berikut diukur pada biaya perolehan diamortisasi:
8
Page 18
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
- aset keuangan dimiliki dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual; dan
- Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada tanggal
tertentu yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Semua aset keuangan lain yang tidak diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi
atau FVOCI selanjutnya diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL).
Entitas dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan berikut ini pada pengakuan
awal aset keuangan:
- Entitas dapat memilih yang tidak dapat dibatalkan untuk menyajikan perubahan
berikutnya dalam nilai wajar dari investasi ekuitas dalam pendapatan komprehensif lain
(tanpa klasifikasi kembali) jika memenuhi kriteria tertentu; dan
- Entitas dapat menetapkan investasi utang yang tidak dapat dibatalkan yang memenuhi
biaya diamortisasi atau kriteria FVOCI sebagai yang diukur pada FVTPL jika tindakan
tersebut menghilangkan atau secara signifikan mengurangi inkonsistensi akuntansi.
Dalam tahun berjalan, Entitas tidak ada penetapan investasi utang yang memenuhi biaya
diamortisasi atau kriteria FVOCI sebagai yang diukur pada FVTPL maupun investasi ekuitas
sebagai FVOCI .
Biaya Perolehan Diamortisasi dan Metode Bunga Efektif
Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan adalah jumlah di mana aset keuangan
diukur pada pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah amortisasi kumulatif
dengan menggunakan metode suku bunga efektif dari setiap perbedaan antara jumlah awal
dan jumlah jatuh tempo, disesuaikan dengan penyisihan kerugian. Di sisi lain, jumlah
tercatat bruto dari aset keuangan adalah biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan
sebelum disesuaikan dengan penyisihan kerugian.
Pendapatan bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif untuk instrumen
utang yang diukur kemudian pada biaya perolehan diamortisasi dan pada FVOCI . Untuk
instrumen keuangan selain yang dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk,
pendapatan bunga dihitung dengan menggunakan suku bunga efektif terhadap jumlah
tercatat bruto dari aset keuangan (basis bruto), kecuali untuk aset keuangan yang kemudian
mengalami penurunan nilai kredit. Untuk aset keuangan yang kemudian mengalami
penurunan nilai kredit, pendapatan bunga diakui dengan menerapkan suku bunga efektif
pada biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan tersebut. Jika, pada periode pelaporan
berikutnya, risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami penurunan nilai kredit
meningkat sehingga aset keuangan tidak lagi mengalami penurunan nilai kredit, maka
pendapatan bunga diakui dengan menerapkan suku bunga efektif terhadap nilai tercatat
bruto aset keuangan.
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya
perolehan diamortisasi dari instrumen utang dan metode untuk mengalokasikan pendapatan
bunga selama periode yang relevan.
Untuk instrumen keuangan selain yang dibeli atau yang berasal dari aset keuangan
memburuk (yaitu aset yang mengalami penurunan nilai kredit pada pengakuan awal), suku
bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan
9
Page 19
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
kas masa depan (termasuk semua biaya dan poin yang dibayarkan atau diterima merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premi atau diskon
lainnya) tidak termasuk kerugian kredit yang diharapkan, selama perkiraan umur dari
instrumen utang, atau, jika sesuai, periode yang lebih pendek, ke jumlah tercatat bruto dari
instrumen hutang pada pengenalan awal.
Untuk aset keuangan yang dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk, Entitas
mengakui pendapatan bunga dengan menerapkan suku bunga efektif yang disesuaikan
dengan kredit ke biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan tersebut sejak pengakuan
awal. Penghitungan tidak kembali ke basis bruto meskipun risiko kredit dari aset keuangan
kemudian membaik sehingga aset keuangan tidak lagi memburuk.
Pendapatan bunga diakui dalam laporan laba rugi dan dimasukkan dalam item baris
"Pendapatan Keuangan - Pendapatan Bunga".
I nvestasi dalam I nstrumen Utang Yang Diklasifikasikan sebagai FVOCI
I nstrumen utang pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi.
Selanjutnya, perubahan nilai tercatat instrumen utang sebagai akibat dari keuntungan dan
kerugian selisih kurs, keuntungan atau kerugian penurunan nilai, dan pendapatan bunga
yang dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif, diakui dalam laporan laba
rugi. Jumlah yang diakui dalam laba rugi sama dengan jumlah yang akan diakui dalam
laporan laba rugi jika aset keuangan tersebut diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Semua perubahan lain dalam nilai tercatat dari aset keuangan tersebut diakui dalam
pendapatan komprehensif lain dan diakumulasi dalam judul cadangan revaluasi investasi.
Ketika aset keuangan ini dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian kumulatif
yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain akan direklasifikasi ke laba
rugi.
I nvestasi dalam I nstrumen Ekuitas yang Ditetapkan pada FVOCI
Pada pengakuan awal, Entitas dapat membuat pemilihan yang tidak dapat dibatalkan (atas
dasar instrumen per instrumen) untuk menetapkan investasi pada instrumen ekuitas sebagai
pada FVOCI . Penunjukan FVOCI tidak diizinkan jika investasi ekuitas dimiliki untuk
diperdagangkan atau jika merupakan imbalan kontinjensi yang diakui oleh pihak
pengakuisisi dalam kombinasi bisnis yang menerapkan PSAK 22.
Aset keuangan disimpan untuk diperdagangkan jika:
- diakuisisi terutama untuk tujuan menjualnya dalam waktu dekat; atau
- pada pengakuan awal, ini merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan
teridentifikasi yang dikelola bersama oleh Entitas dan memiliki bukti pola pengambilan
laba jangka pendek aktual terkini; atau
- merupakan derivatif (kecuali untuk derivatif yang merupakan kontrak jaminan
keuangan atau instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif).
I nvestasi dalam instrumen ekuitas pada FVOCI pada awalnya diukur pada nilai wajar
ditambah biaya transaksi. Selanjutnya, nilai wajar tersebut diukur pada nilai wajar dengan
keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam pendapatan
komprehensif lain dan diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi. Keuntungan atau
kerugian kumulatif tidak akan direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan investasi ekuitas,
melainkan akan ditransfer ke saldo laba.
10
Page 20
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pendapatan dividen dari investasi dalam instrumen ekuitas ini diakui dalam laporan laba rugi
ketika hak Entitas untuk menerima dividen ditetapkan, kecuali dividen tersebut secara jelas
mewakili pemulihan sebagian biaya investasi. Dividen disertakan dalam baris rincian
"Pendapatan Keuangan Pendapatan Dividen" dalam laporan laba rugi.
I nvestasi saham
I nvestasi saham diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dimana
keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar akan diakui
sebagai penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan pada komponen terpisah pada
ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
Efek-Efek
Setelah pengakuan awal, efek-efek yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi akan
diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif. Sementara, efek-efek yang diukur
menggunakan FVTOCI akan diukur pada nilai wajar dimana keuntungan dan kerugian yang
belum direalisasi atas perubahan nilai wajar diakui sebagai penghasilan komprehensif lain
dan diakumulasikan pada komponen terpisah di ekuitas. Pada saat penghentian pengakuan,
akumulasi keuntungan, atau kerugian nilai wajar, neto setelah akumulasi cadangan kerugian
kredit ekspektasian akan ditransfer ke laba rugi. Efek-efek yang diklasifikasikan pada nilai
wajar melalui laba rugi diukur pada nilai wajar dimana keuntungan dan kerugian yang belum
direalisasi atas perubahan nilai wajar diakui di laba rugi.
Jaminan dan pendukung kredit
Jaminan dan pendukung kredit diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Cadangan kerugian penurunan nilai dari aset keuangan
Kerugian kredit ekspektasian atau Expected Credit Losses (ECL) diakui untuk seluruh
instrumen utang keuangan, komitmen pinjaman dan jaminan keuangan yang diklasifikasikan
sebagai hold to collect/ hold to collect and sell dan memiliki arus kas SPPI . Kerugian kredit
ekspektasian tidak diakui untuk instrumen ekuitas yang ditetapkan sebagai FVTOCI .
Perseroan menentukan penurunan nilai aset keuangan secara kolektif untuk aset keuangan
yang memiliki risiko kredit yang serupa dan secara individual untuk aset keuangan yang
memiliki risiko kredit yang lebih besar.
Sesuai dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Perseroan, dalam menentukan
peningkatan risiko signifikan, Perseroan menggunakan kombinasi indikator jumlah hari
tunggakan dan pemeringkatan internal tahunan. Perseroan menggunakan kombinasi kriteria
kuantitatif praduga jumlah hari tunggakan 90 hari dan pemeringkatan internal CCC dan D
sebagai kriteria gagal bayar.
Aset Keuangan pada FVTPL
Aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi
atau FVOCI diukur pada FVTPL.
11
Page 21
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Secara khusus:
- I nvestasi pada instrumen ekuitas diklasifikasikan sebagai FVTPL, kecuali Entitas
menetapkan investasi ekuitas yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan atau imbalan
kontinjensi yang timbul dari kombinasi bisnis seperti pada FVOCI yang tidak dapat
dibatalkan pada pengakuan awal.
- I nstrumen utang yang tidak memenuhi kriteria biaya perolehan diamortisasi atau
kriteria FVOCI diklasifikasikan sebagai FVTPL. Selain itu, instrumen utang yang
memenuhi kriteria biaya diamortisasi atau kriteria FVOCI dapat ditetapkan sebagai
FVTPL yang tidak dapat dibatalkan pada saat pengakuan awal jika penetapan tersebut
menghilangkan atau secara signifikan mengurangi inkonsistensi pengukuran atau
pengakuan yang akan timbul dari pengukuran aset atau liabilitas atau pengakuan
keuntungan dan kerugian pada mereka atas dasar yang berbeda.
Aset keuangan pada FVTPL diukur pada nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan, dengan
keuntungan atau kerugian nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi sepanjang bukan
merupakan bagian dari hubungan lindung nilai yang ditentukan. Keuntungan atau kerugian
bersih yang diakui dalam laporan laba rugi termasuk dividen atau bunga yang diperoleh dari
aset keuangan dan dimasukkan dalam item baris "Keuntungan dan Kerugian Lainnya".
Pengukuran Selanjutnya (lanjutan) Keuntungan dan Kerugian Selisih Kurs Nilai tercatat aset
keuangan dalam mata uang asing ditentukan dalam mata uang asing tersebut dan
dijabarkan dengan kurs spot pada setiap tanggal pelaporan.
Secara khusus,
- untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi yang bukan
merupakan bagian dari hubungan lindung nilai yang ditentukan, selisih kurs diakui
dalam laporan laba rugi pada item baris “Keuntungan atau Kerugian Selisih Kurs”;
- untuk instrumen utang yang diukur pada FVOCI yang bukan merupakan bagian dari
hubungan lindung nilai yang ditentukan, selisih kurs atas biaya perolehan diamortisasi
dari instrumen utang tersebut diakui dalam laporan laba rugi pada item baris
“Keuntungan atau Kerugian Selisih Kurs”;
- untuk aset keuangan yang diukur pada FVTPL yang bukan merupakan bagian dari
hubungan lindung nilai yang ditentukan, selisih kurs diakui dalam laporan laba rugi
pada item baris “Keuntungan atau Kerugian Selisih Kurs”; dan
- untuk instrumen ekuitas yang diukur dengan FVOCI , selisih kurs diakui dalam
pendapatan komprehensif lain dalam cadangan revaluasi investasi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Entitas mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas investasi dalam
instrumen utang yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada FVOCI , piutang
sewa, aset kontrak, serta komitmen pinjaman pada kontrak jaminan keuangan. Tidak ada
kerugian penurunan nilai yang diakui untuk investasi pada instrumen ekuitas. Jumlah
kerugian kredit ekspektasian diperbarui pada setiap tanggal pelaporan untuk mencerminkan
perubahan risiko kredit sejak pengakuan awal atas instrumen keuangan tersebut.
Entitas selalu mengakui ECL sepanjang umur untuk piutang usaha, aset kontrak dan piutang
sewa. Kerugian kredit ekspektasian atas aset keuangan ini diestimasi dengan menggunakan
matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis Entitas, disesuaikan untuk
faktor-faktor yang spesifik bagi debitur, kondisi ekonomi secara umum dan penilaian
12
Page 22
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
terhadap arah saat ini maupun arah kondisi perkiraan kerugian pada tanggal pelaporan,
termasuk nilai waktu uang jika sesuai.
Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Kelompok Usaha mengakui ECL sepanjang umur
ketika terdapat peningkatan yang signifikan dalam risiko kredit sejak pengakuan awal.
Sebaliknya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan
sejak pengakuan awal, Entitas mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan
tersebut dengan jumlah yang sama dengan ECL 12 bulan (12mECL). Penilaian apakah ECL
sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam kemungkinan
atau risiko gagal bayar yang terjadi sejak pengakuan awal alih-alih pada bukti aset
keuangan mengalami penurunan nilai kredit pada tanggal pelaporan atau terjadi gagal bayar
( default ) yang sebenarnya.
ECL sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspektasian yang dihasilkan dari semua
kemungkinan peristiwa gagal bayar ( default ) selama perkiraan umur instrumen keuangan.
Sebaliknya, 12mECL merupakan porsi ECL sepanjang umur yang diharapkan dihasilkan dari
peristiwa gagal bayar ( default ) pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12
bulan setelah tanggal pelaporan.
Risiko Kredit Meningkat Signifikan
Dalam menilai apakah risiko kredit pada instrumen keuangan telah meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal, Entitas membandingkan risiko gagal bayar ( default ) yang
terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar
( default ) yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pengakuan awal. Dalam
melakukan penilaian ini, Entitas mempertimbangkan informasi kuantitatif dan kualitatif yang
wajar dan dapat didukung, termasuk pengalaman historis dan informasi berwawasan ke
depan yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang tidak semestinya. I nformasi berwawasan
ke depan yang dipertimbangkan mencakup prospek masa depan industri tempat debitur
Entitas beroperasi, yang diperoleh dari laporan ahli ekonomi, analis keuangan, badan
pemerintah, lembaga pemikir (think-tanks) terkait, dan organisasi serupa lainnya, serta
pertimbangan berbagai sumber eksternal dan memperkirakan informasi ekonomi yang
terkait dengan operasi inti Entitas.
Untuk komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan, pada tanggal Entitas menjadi
salah satu pihak dari komitmen yang tidak dapat dibatalkan dianggap sebagai tanggal
pengakuan awal untuk tujuan penilaian penurunan nilai instrumen keuangan. Dalam menilai
apakah terdapat peningkatan yang signifikan dalam risiko kredit sejak pengakuan awal atas
komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan, Entitas mempertimbangkan perubahan
risiko di mana debitur tertentu akan gagal bayar (default) dalam kontrak.
Entitas secara berkala memantau efektivitas kriteria yang digunakan untuk mengidentifikasi
apakah terdapat peningkatan risiko kredit yang signifikan dan merevisinya sesuai kebutuhan
untuk memastikan bahwa kriteria tersebut mampu mengidentifikasi peningkatan risiko kredit
yang signifikan sebelum jumlah tersebut jatuh tempo.
Jika Entitas telah mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan dengan jumlah
yang sama dengan ECL sepanjang umur pada periode pelaporan sebelumnya, tetapi
menentukan pada tanggal pelaporan saat ini bahwa kondisi untuk ECL sepanjang umur tidak
lagi terpenuhi, Entitas mengukur penyisihan kerugian pada jumlah yang sama dengan
13
Page 23
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12mECL pada tanggal pelaporan saat ini, kecuali untuk aset yang menggunakan pendekatan
yang disederhanakan.
Entitas mengakui keuntungan atau kerugian penurunan nilai dalam laporan laba rugi untuk
semua instrumen keuangan dengan penyesuaian yang sesuai dengan nilai tercatatnya
melalui akun penyisihan kerugian, kecuali untuk investasi dalam instrumen hutang yang
diukur pada FVOCI , di mana penyisihan kerugian diakui pada penghasilan komprehensif lain
dan diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi, dan tidak mengurangi nilai tercatat
aset keuangan pada laporan posisi keuangan.
Pinjaman yang diberikan
Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan (kecuali untuk Kredit Pemilikan Rumah)
diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Biaya perolehan diamortisasi diukur menggunakan
metode suku bunga efektif. Kredit Pemilikan Rumah diukur pada FVTOCI sebelum
disekuritisasi.
Kebijakan Penghapusan
Entitas menghapus aset keuangan jika terdapat informasi yang menunjukkan bahwa debitur
berada dalam kesulitan keuangan yang parah dan tidak ada prospek pemulihan yang
realistis. Aset keuangan yang dihapuskan mungkin masih tunduk pada aktivitas penegakan
hukum berdasarkan prosedur pemulihan Entitas, dengan mempertimbangkan advis hukum
jika sesuai. Setiap pemulihan yang dilakukan diakui dalam laporan laba rugi.
Penghentian Pengakuan Aset Keuangan
Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan hanya jika hak kontraktual atas arus kas
dari aset tersebut berakhir, atau saat aset keuangan tersebut dialihkan dan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset kepada pihak lain. Jika Entitas tidak
mengalihkan atau mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat
kepemilikan dan terus mengendalikan aset yang dialihkan, Kelompok Usaha mengakui hak
kepemilikannya atas aset dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar.
Jika Entitas memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset
keuangan yang dialihkan, Entitas tetap mengakui aset keuangan dan juga mengakui
pinjaman yang dijamin sebesar hasil yang diterima.
Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi, perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan
piutang diakui dalam laporan laba rugi. Selain itu, pada penghentian pengakuan investasi
dalam instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai FVOCI , keuntungan atau kerugian
kumulatif yang sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi direklasifikasi ke
laba rugi. Sebaliknya, pada penghentian pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang
telah ditetapkan Entitas pada pengakuan awal untuk diukur pada FVOCI , keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi tidak
direklasifikasi ke laba rugi, tetapi dipindahkan ke saldo laba.
(2) Liabilitas Keuangan
Semua liabilitas keuangan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif atau pada FVTPL.
14
Page 24
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Namun, liabilitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan tidak memenuhi
syarat untuk penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan
diterapkan, kontrak dan komitmen jaminan keuangan yang diterbitkan oleh Entitas, diukur
sesuai dengan kebijakan akuntansi spesifik yang ditetapkan di bawah ini.
Liabilitas Keuangan Diukur pada FVTPL
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL jika liabilitas keuangan merupakan
imbalan kontinjensi dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis, dimiliki untuk
diperdagangkan atau ditetapkan sebagai FVTPL.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan jika:
- telah diperoleh terutama untuk tujuan dibeli kembali dalam waktu dekat; atau
- pada pengakuan awal, ini merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang
diidentifikasi yang dikelola bersama oleh Entitas dan memiliki pola pengambilan
keuntungan jangka pendek aktual terkini; atau
- merupakan derivatif, kecuali untuk derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan
atau instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif.
Liabilitas keuangan selain liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau
imbalan kontinjensi dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis dapat ditetapkan sebagai
FVTPL pada pengakuan awal jika:
- penunjukan tersebut menghilangkan atau secara signifikan mengurangi pengukuran
atau pengakuan yang inkonsistensi, yang jika tidak maka akan timbul; atau
- liabilitas keuangan merupakan bagian dari kelompok aset keuangan atau liabilitas
keuangan atau keduanya, yang dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai
wajar, sesuai dengan manajemen risiko atau strategi investasi yang didokumentasikan
oleh Entitas, dan informasi tentang pengelompokan tersebut adalah disediakan secara
internal atas dasar tersebut; atau
- merupakan bagian dari kontrak yang mengandung satu atau lebih derivatif melekat,
dan PSAK 71 mengizinkan seluruh kontrak gabungan untuk ditetapkan sebagai FVTPL.
Liabilitas keuangan pada FVTPL disajikan sebesar nilai wajar dengan keuntungan atau
kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar yang diakui dalam laporan laba rugi
sepanjang hal tersebut bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai yang
ditentukan. Keuntungan atau kerugian bersih yang diakui dalam laba rugi menggabungkan
setiap bunga yang dibayarkan atas liabilitas keuangan dan dimasukkan dalam item baris
"Keuntungan dan Kerugian Lain-lain".
Namun, untuk liabilitas keuangan yang ditetapkan sebagai FVTPL, jumlah perubahan nilai
wajar liabilitas keuangan yang dapat diatribusikan pada perubahan risiko kredit sendiri dari
liabilitas tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali pengakuan dampak
dari perubahan risiko kredit liabilitas dalam pendapatan komprehensif lain akan menciptakan
atau memperbesar inkonsistensi akuntansi dalam laba rugi. Sisa perubahan nilai wajar
karena selain risiko kredit sendiri dari liabilitas diakui dalam laporan laba rugi. Perubahan
nilai wajar yang dapat diatribusikan pada risiko kredit liabilitas keuangan diakui dalam
pendapatan komprehensif lain dan kemudian tidak direklasifikasi ke laba rugi; sebagai
gantinya, dapat dipindahkan ke saldo laba pada saat penghentian pengakuan liabilitas
keuangan.
15
Page 25
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keuntungan atau kerugian dari kontrak jaminan keuangan dan komitmen pinjaman yang
diterbitkan oleh Entitas yang ditetapkan oleh Entitas pada nilai wajar melalui laporan laba
rugi diakui dalam laporan laba rugi.
Liabilitas Keuangan Selanjutnya Diukur pada Biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan yang bukan merupakan imbalan kontinjensi dari pihak pengakuisisi
dalam kombinasi bisnis, tidak dimiliki untuk diperdagangkan, atau ditetapkan sebagai FVTPL,
selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku
bunga efektif.
Metode suku bunga efektif adalah metode untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi
dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan beban bunga selama periode
yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan
estimasi pembayaran tunai di masa depan (termasuk semua biaya dan poin yang dibayarkan
atau diterima yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan
premi atau diskon lainnya) selama perkiraan umur kewajiban keuangan, atau (jika sesuai)
periode yang lebih singkat, untuk biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan.
Nilai wajar EBA ditentukan berdasarkan nilai pasar yang berlaku pada tanggal laporan posisi
keuangan yang diperoleh dari Penilai Harga Efek I ndonesia. Metode perhitungan yang
digunakan untuk memperoleh nilai wajar tersebut adalah dengan mendiskontokan proyeksi
arus kas dari EBA setelah memperhitungkan proyeksi pengembalian pokok normal,
pembayaran bunga dan pokok angsuran dengan kurva yield Surat Utang Negara (SUN) yang
disesuaikan dengan risiko premium EBA.
Nilai wajar jaminan dan pendukung kredit ditentukan berdasarkan proyeksi arus kas yang
didiskontokan dengan kurva yield Surat Utang Negara (SUN) yang disesuaikan dengan risiko
premium EBA.
Nilai wajar Aset Kredit Pemilikan Rumah ditentukan berdasarkan proyeksi arus kas yang
didiskontokan dengan tingkat bunga KPR terakhir yang disesuaikan dengan perubahan
tingkat perubahan suku bunga Bank I ndonesia.
Keuntungan dan Kerugian Selisih Kurs
Untuk liabilitas keuangan dalam mata uang asing dan diukur pada biaya perolehan
diamortisasi pada setiap tanggal pelaporan, keuntungan dan kerugian selisih kurs ditentukan
berdasarkan biaya perolehan diamortisasi instrumen tersebut. Keuntungan dan kerugian
selisih kurs ini diakui dalam “Keuntungan atau Kerugian Selisih Kurs” dalam laporan laba rugi
untuk liabilitas keuangan yang bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai yang
ditentukan. Untuk liabilitas yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai untuk lindung
nilai atas risiko mata uang asing, keuntungan dan kerugian selisih kurs diakui dalam
pendapatan komprehensif lain dan diakumulasi dalam komponen ekuitas yang terpisah.
Nilai wajar dari liabilitas keuangan dalam mata uang asing ditentukan dalam mata uang
asing tersebut dan dijabarkan dengan kurs spot pada akhir periode pelaporan. Untuk
liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL, komponen valuta asing merupakan bagian dari
keuntungan atau kerugian nilai wajar dan diakui dalam laporan laba rugi untuk liabilitas
keuangan yang bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai yang ditentukan.
16
Page 26
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan
Entitas menghentikan pengakuan liabilitas keuangannya jika, dan hanya jika, kewajiban
Entitas dilepaskan, dibatalkan, atau habis masa berlakunya. Selisih antara nilai tercatat
liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan
terutang, termasuk aset non tunai yang dialihkan atau liabilitas yang diambil alih, diakui
dalam laporan laba rugi.
Ketika Entitas menukar dengan pemberi pinjaman yang eksis, suatu instrumen utang ke
instrumen lain dengan persyaratan yang secara substansial berbeda pertukaran tersebut
dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan
baru. Demikian pula, Entitas mencatat modifikasi substansial dari persyaratan liabilitas yang
ada atau bagian darinya sebagai penghapusan liabilitas keuangan asli dan pengakuan
liabilitas baru.
Diasumsikan bahwa persyaratannya secara substansial berbeda jika nilai sekarang yang
didiskontokan dari arus kas menurut persyaratan baru, termasuk biaya yang dibayarkan
setelah dikurangi biaya yang diterima dan didiskontokan menggunakan tarif efektif awal
sekurang- kurangnya 10 persen berbeda dari nilai wajar yang didiskontokan atas nilai sisa
arus kas dari liabilitas keuangan awal. Jika modifikasi tidak substansial, perbedaan antara:
(1) nilai tercatat liabilitas sebelum modifikasi; dan (2) nilai kini arus kas setelah modifikasi
harus diakui dalam laporan laba rugi sebagai keuntungan atau kerugian modifikasi dalam
keuntungan dan kerugian lain.
(3) Pengaturan Saling Hapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah bersih disajikan di laporan
posisi keuangan jika, dan hanya jika, Entitas memiliki hak yang dapat diberlakukan secara
hukum untuk menghapus jumlah yang diakui; dan bermaksud untuk menyelesaikan secara
neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Hak
untuk kompensasi harus tersedia saat kini daripada bergantung pada peristiwa di masa
depan dan harus dapat dilaksanakan oleh salah satu pihak lawan, baik dalam kegiatan bisnis
normal dan dalam hal terjadi gagal bayar ( default ), keadaan tidak dapat membayar
( insolvency ) atau kebangkrutan.
(4) Reklasifikasi I nstrumen Keuangan
Untuk aset keuangan, diperlukan reklasifikasi antara FVTPL, FVOCI dan biaya perolehan
diamortisasi, jika dan hanya jika tujuan model bisnis entitas untuk aset keuangannya
berubah sehingga penilaian model sebelumnya tidak berlaku lagi.
Jika reklasifikasi sudah sesuai, maka harus dilakukan secara prospektif sejak tanggal
reklasifikasi yang ditetapkan sebagai hari pertama periode pelaporan pertama setelah
perubahan model bisnis. Entitas tidak menyajikan kembali keuntungan, kerugian, atau
bunga yang diakui sebelumnya.
PSAK 71 tidak mengizinkan reklasifikasi:
- untuk investasi ekuitas yang diukur pada FVOCI , atau
- di mana opsi nilai wajar telah dilaksanakan dalam kondisi apapun untuk aset keuangan
atau liabilitas keuangan.
17
Page 27
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Liabilitas keuangan tidak dapat direklasifikasi.
d. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Suatu pihak dianggap berelasi dengan Perusahaan jika:
i. Langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak (a)
mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama,
dengan Perusahaan; (b) memiliki kepentingan dalam Perusahaan yang memberikan
pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau (c) memiliki pengendalian bersama atas
Perusahaan;
ii. Suatu pihak adalah perusahaan asosiasi Perusahaan;
iii. Suatu pihak adalah ventura bersama di mana Perusahaan sebagai venturer;
iv. Suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Perusahaan;
v. Suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (i) atau
(iv);
vi. Suatu pihak adalah Perusahaan yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi
signifikan oleh atau untuk di mana hak suara signifikan pada beberapa perusahaan,
langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (iv) atau (v); atau
vii. Suatu pihak adalah suatu program imbalan kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan.
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 23/ POJK.04/ 2014 pasal 13, diatur bahwa Penerbit dilarang
memiliki hubungan berelasi dengan Kreditur Asal, Bank Kustodian, dan/ atau Wali Amanat, serta
Kreditur Asal dilarang memiliki hubungan berelasi dengan Bank Kustodian dan/ atau Wali
Amanat, kecuali hubungan berelasi yang terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal
Pemerintah, baik langsung maupun tidak langsung.
Semua transaksi dan saldo atas dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, apakah yang
dilaksanakan dengan atau tidak dengan syarat atau kondisi normal yang sama dengan pihak
yang tidak berelasi, diungkapkan dalam laporan keuangan.
e. Kas dan setara kas
Untuk tujuan penyajian arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi
yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak
dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.
f. Pengakuan pendapatan dan beban
Pendapatan diakui apabila besar kemungkinan manfaat ekonomis akan mengalir ke Reksa Dana
dan pendapatan tersebut dapat diukur secara andal, kriteria pengakuan tersebut harus terpenuhi
sebelum pendapatan diakui.
Pendapatan bunga dan bagi hasil diakui berdasarkan proporsi waktu dalam laporan laba rugi dan
pendapatan komprehensif lain, temasuk Pendapatan dari jasa giro, instrumen pasar uang dan
efek utang serta pendapatan bagi hasil dari jasa giro yang diukur pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi dan pendapatan komprehensif lain.
Pendapatan dari pembagian hak (dividen, saham, bonus, dan hak lain yang dibagikan) oleh
emiten diakui pada tanggal ex (ex-date) Beban investasi diakui secara akrual dan harian.
18
Page 28
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan harga pasar
(nilai wajar) serta keuntungan atau kerugian investasi yang telah direalisasi disajikan dalam
laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain dan laporan perubahan aset neto tahun
berjalan. Keuntungan dan kerugian yang telah direalisasi atas penjualan portofolio efek dihitung
berdasarkan harga pokok yang menggunakan metode rata-rata tertimbang.
g. Pajak penghasilan
EBA berbentuk surat partisipasi adalah subjek pajak yang diperlakukan sebagai persekutuan,
kongsi atau firma. Objek pajak penghasilan Entitas diatur dalam Surat Keputusan Direktur
Jenderal Pajak No. KEP-147/ PJ/ 2003 Tanggal 13 Mei 2003 tentang Pajak Penghasilan atas
penghasilan yang diterima atau diperoleh Entit as dan para investornya, serta ketentuan pajak
yang berlaku. Objek pajak penghasilan terbatas hanya pada penghasilan yang diterima oleh
Entitas. Sedangkan pembayaran imbal hasil yang dibayarkan Entitas kepada Pemegang EBA
dengan arus kas tetap merupakan objek pajak penghasilan final.
Perhitungan pajak penghasilan Entitas mengikuti ketentuan pajak penghasilan badan. Sementara
imbal hasil yang dibayarkan kepada para pemegang EBA dengan arus kas tidak tetap bukan
merupakan objek pajak.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh
dikurangi dengan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan pada periode
yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak tangguhan tidak diakui karena tidak terdapat perbedaan temporer yang berdampak
terhadap pengakuan aset atau liabilitas tangguhan.
Beban pajak penghasilan terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak final yang dicatat dalam
laporan laba rugi. Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto dari
aktivitas operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif
pajak yang berlaku.
Pajak penghasilan final
Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan final tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak, dan semua beban
sehubungan dengan pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak boleh
dikurangkan. Di lain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam perhitungan
laba rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu, tidak terdapat perbedaan temporer sehingga tidak
diakui adanya aset atau liabilitas pajak tangguhan.
Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final
berbeda dengan dasar pengenaan pajaknya, maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset
atau liabilitas pajak tangguhan.
Pajak penghasilan tidak final
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto yang dapat diatribusikan kepada
pemegang unit dari aktivitas operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
19
Page 29
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul
dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan
temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer boleh
dikurangkan serta rugi fiskal yang belum terkompensasi, sepanjang besar kemungkinan dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan diukur
dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal
laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan (apabila ada) disajikan di dalam laporan posisi keuangan atas
dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
3. ESTI MASI DAN PERTI MBANGAN AKUNTANSI YANG PENTI NG
Penyusunan laporan keuangan EBA-SP SMF-BTN 06 mengharuskan Penerbit dan Bank Kustodian
untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan
dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada
akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat
mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode
pelaporan berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan
yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan
liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. EBA-SP SMF-BTN 06 mendasarkan
asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi
utama berkaitan dengan masa mendatang serta sumber utama ketidakpastian estimasi lain pada
tanggal laporan posisi keuangan, yang memiliki risiko signifikan menyebabkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada tahun buku berikutnya.
Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti
sepanjang kegiatan usaha normal. EBA-SP SMF-BTN 06 mengakui liabilitas atas pajak penghasilan
badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Nilai Wajar atas I nstrumen Keuangan
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi keuangan
tidak tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian termasuk
penggunaan model matematika. Masukan ( input ) untuk model ini berasal dari data pasar yang bisa
diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar yang bisa diamati tersebut tidak tersedia,
pertimbangan Penerbit dan Bank Kustodian diperlukan untuk menentukan nilai wajar. Pertimbangan
tersebut mencakup pertimbangan likuiditas dan masukan model seperti volatilitas untuk transaksi
derivatif yang berjangka waktu panjang dan tingkat diskonto, tingkat pelunasan dipercepat, dan
asumsi tingkat gagal bayar.
20
Page 30
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh Penerbit dan Bank Kustodian dalam rangka penerapan
kebijakan akuntansi EBA-SP SMF-BTN 06 yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah
yang diakui dalam laporan keuangan.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas.
Berdasarkan PSAK 71 yang sesuai dengan kebijakan akuntansi EBA-SP SMF-BTN 06 seperti
diungkapkan pada Catatan 2.c.
4. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini merupakan rekening giro yang terdapat di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan PT
Bank Mandiri (Persero) Tbk yang dikelola oleh Bank Kustodian per 30 Juni 2024 dan 31 Desember
2023 dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Bank
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Rekening koleksi 8.933.397.918 12.532.382.285
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Rekening bunga 2.369.976.475 26.500.723.850
Rekening pokok 2.570.034.087 6.967.142.201
Rekening Cadangan 1.426.162.971 4.158.184.060
Rekening Dana Transisi Penyedia Jasa 245.059.642 244.234.014
Jumlah 15.544.631.093 50.402.666.411
Deposito Berjangka
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Rekening pokok 32.000.000.000 -
Jumlah kas dan setara kas 47.544.631.093 50.402.666.411
Tingkat bunga rata-rata tahunan atas deposito jangka waktu satu bulan dan dapat diperpanjang
otomatis (ARO) adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Deposito berjangka 6,25% 1,50% - 3,00%
Rekening cadangan dan rekening Dana Transisi Penyedia Jasa di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
merupakan rekening titipin yang dibentuk oleh pihak Pendukung Kredit dan Kreditur Asal.
5. PI UTANG KREDI T PEMI LI KAN RUMAH
Piutang Kredit Pemilikan Rumah (Piutang KPR) merupakan aset Kredit Pemilikan Rumah yang dibeli
dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dengan Akta Jual Beli No. 63 tanggal 30 November
2020 dan yang dibeli dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berdasarkan Akta Jual Beli No.
64 tanggal 30 November 2020.
21
Page 31
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Jumlah piutang secara terus menerus akan menurun sesuai dengan pelunasan pokok utang dari
Kredit Pemilikan Rumah yang dilakukan oleh para Debitur, saldo piutang kredit pemilikan rumah per
30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Piutang kredit pemilikan rumah 211.670.134.017 250.755.068.380
dikurangi :
Cadangan kerugian kredit ekpektasian (1.277.134.184) (818.599.841)
Jumlah 210.392.999.833 249.936.468.539
Rincian Piutang KPR berdasarkan tingkat kolektabilitasnya yaitu:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Kolektibilitas 1 (lancar) 170.086.056.811 206.941.300.936
Kolektibilitas 2 (1-90 hari) 20.802.278.089 23.545.310.022
Kolektibilitas 3 (91-120 hari) 3.313.729.828 2.384.511.058
Kolektibilitas 4 (121-180 hari) 3.427.815.886 3.709.436.552
Kolektibilitas 5 (> 181 hari) 14.040.253.403 14.174.509.812
Jumlah 211.670.134.017 250.755.068.380
dikurangi:
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (1.277.134.184) (818.599.841)
Jumlah -bersih 210.392.999.833 249.936.468.539
Rincian Piutang KPR berdasarkan sisa waktu jatuh tempo RTM ( Remained Term of Maturity) yaitu:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Hingga 1 tahun 7.250.279.819 8.457.759.125
1-2 tahun 17.909.701.101 13.045.486.889
2-3 tahun 5.507.875.652 20.660.904.148
3-4 tahun 162.409.179.634 70.481.275.640
4-5 tahun 6.703.421.088 119.485.762.386
Lebih dari 5 tahun 11.889.676.723 18.623.880.192
Jumlah 211.670.134.017 250.755.068.380
dikurangi:
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (1.277.134.184) (818.599.841)
Jumlah -bersih 210.392.999.833 249.936.468.539
6. PI UTANG BUNGA
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Piutang Bunga 74.520.548 -
Piutang Bunga merupakan pendapatan deposito yang masih harus diterima oleh EBA-SP SMF-BTN
06 per 30 Juni 2024 dengan suku bunga 6,25% P/ A.
22
Page 32
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PI UTANG USAHA
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Piutang usaha 61.861.448 1.427.951.512
Piutang usaha merupakan nilai Piutang Pokok dan Piutang bunga atas Kredit Kepemilikan Rumah
(KPR) per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.
8. UTANG BUNGA
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Utang Bunga EBA Class A 1.075.776.228 1.352.919.786
Utang bunga merupakan bunga terutang kepada Pemegang Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk
Surat Partisipasi Kelas A per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.
9. BI AYA YANG MASI H HARUS DI BAYAR
Akun ini merupakan biaya yang masih harus dibayar per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 dengan
rincian sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Biaya audit 50.000.000 110.000.000
Biaya Pendukung kredit 19.331.882 23.120.279
Biaya kustodian 18.870.000 17.375.983
Biaya penerbit 14.498.911 17.340.211
Biaya wali amanat 9.023.226 9.023.226
Biaya agen pembayar 1.055.707 1.055.713
Biaya penyedia jasa - 1.341.984.937
Jumlah 112.779.726 1.519.900.349
10. UTANG SERTI FI KAT EBA-SP SMF-BTN 06 Kelas A
Utang sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank
Tabungan Negara 06 Kelas A merupakan instrumen keuangan bersifat liabilitas kepada pemegang
sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan
Negara 06 kelas A. Utang ini dikenakan bunga sebesar 6,50% (enam koma lima nol persen) per
tahun untuk pemegang sertifikat kelas A.
23
Page 33
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rincian utang sertifikat EBA-SP SMF-BTN 06 Kelas A per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
adalah sebagai berikut :
30 Juni 2024 31 Desember 2023
PT Sarana Multigriya Finansial 72.015.006.500 90.567.652.076
Aset BP Tapera S/ A Modal awal operasional 29.516.678.708 37.120.822.695
Dana Pensiun BRI 29.516.678.708 37.120.822.695
DPLK Bank Rakyat I ndonesia-Pendapatan Tetap 29.516.678.708 37.120.822.695
Perorangan 3.764.343.410 4.734.120.857
Dana Pensiun BTN 2.951.667.871 3.712.082.270
Yayasan Bina Sejahtera Warga Bulog 1.475.833.935 1.856.041.134
Dana Pensiun Pegadaian 1.475.833.935 1.856.041.134
Jumlah 170.232.721.775 214.088.405.556
11. UTANG LAI N-LAI N
Utang lain-lain merupakan akun yang digunakan untuk mencatat dana cadangan dari Pendukung
Kredit dan dana transisi penyedia jasa dari Penyedia Jasa per 30 Juni 2024 dan 31 Desember
2023 dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Dana Cadangan-Pendukung Kredit 3.430.845.505 4.158.184.060
Dana Transisi-Penyedia Jasa 245.059.642 244.234.014
Jumlah 3.675.905.147 4.402.418.074
12. SERTI FI KAT EBA-SP SMF -BTN 06 Kelas B
Sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B merupakan instrumen bersifat
ekuitas kepada pemegang sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B, dimana
pembayarannya dilakukan berdasarkan urutan prioritas pembayaran yang berlaku untuk rekening
koleksi pokok, seperti:
a. Menutup kekurangan, bila ada, untuk keperluan pajak EBA-SP SMF-BTN 06, biaya-biaya senior
atau jasa pendukung, imbalan jasa penyedia jasa, dan bunga EBA-SP SMF-BTN 06 Kelas A.
b. Pokok EBA-SP SMF-BTN 06 Kelas A sampai dibayar penuh seluruhnya termasuk penggunaan dana
yang bersumber dari rekening cadangan tambahan.
c. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sesuai dengan jumlah maksimum ambang batas
rekening cadangan serta pemulihan dana dalam rekening cadangan tambahan sampai dengan
jumlah maksimum rekening cadangan tambahan (jika dana rekening koleksi bunga tidak
mencukupi).
d. Dana yang tersisa dibayarkan kepada pemegang EBA-SP SMF-BTN 06 Kelas B.
Rincian setoran Sertifikat EBA-SP SMF-BTN 06 per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2024 30 Juni 2023
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 50.000.000.000 50.000.000.000
Asuransi Binagriya Upkara 4.266.543.015 4.266.543.015
Jumlah 54.266.543.015 54.266.543.015
24
Page 34
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Bunga Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas B dibayarkan kepada pemegang
sertifikat B yang urutan prioritas pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Pajak EBA-SP SMF-BTN 06;
b. Biaya-biaya senior;
c. I mbalan jasa penyedia jasa;
d. Bunga EBA-SP SMF-BTN 06 Kelas A;
e. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sampai dengan jumlah maksimum ambang batas
rekening cadangan serta pemulihan dana dalam rekening cadangan tambahan sampai dengan
jumlah maksimum rekening cadangan tambahan;
f. Transfer ke rekening koleksi pokok dalam urutan prioritas berikut ini untuk menutup:
i. Tiap tagihan dalam kumpulan tagihan yang menjadi tagihan tertunggak selama 3 (tiga)
periode koleksi sebelumnya;
ii. Tiap tagihan tert unggak yang belum tergantikan;
g. Pembayaran kembali ke dalam rekening koleksi pokok atas penggunaan hasil koleksi pokok yang
dialihkan untuk menutup kekurangan pembayaran bunga;
h. Membayar imbalan jasa pendukung kredit;
i. Membayar kep ad a p en d u k u n g k r ed it atas hasil investasi dana dalam rekening cadangan dan
rekening cadangan tambahan;
j. Membayar ke rekening dana transisi penyedia jasa atas hasil investasi dana dalam rekening dana
transisi penyedia jasa;
k. Membayar kepada pendukung kredit atas setiap jumlah yang dikeluarkan dari rekening cadangan
karena melebihi jumlah maksimum ambang batas rekening cadangan dan yang dikeluarkan dari
rekening cadangan tambahan
l. Biaya-biaya junior yang dibayarkan secara pari passu dan pro-rata diantara mereka
m. Jumlah tersisa dibayarkan kepada pemegang EBA-SP SMF-BTN 06 Kelas B
Pemegang EBA-SP SMF-BTN 06 Kelas B hanya berhak atas arus kas tersisa dari rekening Koleksi
Bunga sesuai dengan urutan prioritas pembayaran untuk setiap periode bunga. Bunga Efek Beragun
Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas B atau distribusi kepada pemegang EBA-SP SMF-BTN 06 Kelas
B untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2024 dan 2023 masing-masing sebesar
Rp3.994.036.803,- dan Rp3.527.325.296,-.
13. SALDO LABA
Berikut merupakan rincian saldo laba per 30 Juni 2024 dan 2023:
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Saldo awal 26.545.783.178 21.067.353.282
Penyesuaian beban - (11.000.000)
Laba komprehensif tahun berjalan 6.404.383.508 6.930.399.637
Dividen/ Bunga Sertifikat EBA Kelas B (3.994.036.803) (3.527.325.296)
Jumlah 28.956.129.883 24.459.427.623
Penyesuaian Beban merupakan biaya tahunan KSEI tahun 2023 sebesar Rp11.000.000,-.
25
Page 35
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PENDAPATAN I NVESTASI
Pendapatan investasi untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Pendapatan bunga
Bunga KPR 17.043.451.978 23.706.735.409
Bunga Deposito 321.917.809 364.881.096
Bunga Jasa Giro 203.209.320 162.438.030
Jumlah 17.568.579.107 24.234.054.535
Pendapatan denda keterlambatan 242.355.484 380.732.332
Jumlah 17.810.934.591 24.614.786.867
15. BEBAN BUNGA
Akun ini merupakan Beban Bunga atas Penerbitan EBA-SP SMF-BTN 06 dengan menawarkan
partisipasi dalam kepemilikan bersama atas kumpulan Tagihan dengan nilai nominal sebesar
Rp631.000.543.015,- (enam ratus tiga puluh satu miliar lima ratus empat puluh tiga ribu lima belas
Rupiah), tiap pemegang EBA-SP SMF BTN 06 berhak atas pembayaran yang wajib dibayarkan setiap
triwulan pada tanggal pembayaran, pembayaran bunga hanya dapat dilakukan sepanjang tersedia
dana dalam rekening koleksi bunga dan sesuai urutan prioritas pembayaran. (Catatan 10).
Besar beban bunga untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Beban Bunga EBA Kelas A 6.355.320.433 9.521.356.018
Jumlah 6.355.320.433 9.521.356.018
16. BEBAN PENUNJANG
Beban jasa penunjang untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Beban penyedia jasa 2.110.778.558 2.678.936.265
Beban pemulihan penyedia jasa 569.082.902 2.802.171.680
Beban jasa pendukung kredit 111.185.502 154.643.941
Beban jasa penerbit 101.716.012 115.983.036
Beban jasa kustodian 83.389.124 115.982.707
Beban jasa listing BEI 57.033.151 84.291.121
Beban jasa audit 50.000.000 50.000.000
Beban jasa wali amanat 46.620.000 47.651.609
Beban jasa iklan 11.252.736 23.400.576
Beban jasa pembayar 5.549.993 5.635.667
Beban jasa pemeringkat - 166.500.000
Beban jasa registar KSEI - 11.100.000
Jumlah 3.146.607.978 6.256.296.601
26
Page 36
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. BEBAN I NVESTASI LAI N-LAI N
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Beban tahunan 11.100.000 -
Beban jasa giro 835.500 950.000
Jumlah 11.935.500 950.000
18. PENDAPATAN (BEBAN) LAI N-LAI N
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Beban penyisihan piutang KPR 458.534.344 242.006.219
19. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Pajak penghasilan:
Tax Reclaimed 546.569.577 546.569.577
b. Utang pajak
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Pajak penghasilan:
Pasal 25 - 317.778.046
Pasal 29 581.696.246 -
Jumlah 581.696.246 317.778.046
c. Pajak kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komersial dengan
taksiran laba fiskal adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Laba bersih sebelum pajak penghasilan 7.838.536.336 8.594.178.029
Beda temporer:
Cadangan kerugian kredit ekspektasian 458.534.344 242.006.219
Beda tetap:
Penghasilan yang pajaknya bersifat final (525.127.129) (527.319.127)
Biaya mendapat, menagih, memelihara
penghasilan yang pajaknya bersifat final 292.084.773 338.952.439
Laba kena pajak 8.064.028.324 8.647.817.560
Laba kena pajak-dibulatkan 8.064.028.000 8.647.817.000
Beban pajak penghasilan
dengan fasilitas 239.055.776 185.500.201
tanpa fasilitas 1.295.974.608 1.531.519.559
Jumlah 1.535.030.384 1.717.019.760
dikurangi kredit pajak penghasilan (953.334.138) (1.936.891.821)
Taksiran Kurang / (Lebih) Bayar Pajak Badan 581.696.246 (219.872.061)
27
Page 37
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
d. Pajak tangguhan
Dikreditkan
Saldo 1 Januari 2024 (dibebankan) ke Laba Saldo 30 Juni 2024
Rugi
Cadangan kerugian
ekspektasian 180.091.965 100.877.556 280.969.521
Jumlah 180.091.965 100.877.556 280.969.521
Dikreditkan
Saldo 31 Desember
Saldo 30 Juni 2023 (dibebankan) ke Laba
2023
Rugi
Cadangan kerugian
ekspektasian 53.241.368 126.850.597 180.091.965
Jumlah 53.241.368 126.850.597 180.091.965
20. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PI HAK BERELASI
Kepemilikan : EBA-SP SMF-BTN 06 berelasi dengan PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk. Namun secara aktivitas operasional masing-
masing pihak bebas mandiri (independen).
Pemegang Sertifikat : PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dan PT Bank Tabungan Negara
EBA-SP SMF-BTN 06 (Persero) Tbk.
Kelas A dan B
Jenis transaksi : Pihak Berelasi Sifat hubungan
PT Bank Tabungan Negara Sebagai penyedia jasa
(Persero) Tbk
PT Sarana Multigriya Finansial Sebagai penerbit dan pendukung
(Persero) kredit
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sebagai wali amanat
28
Page 38
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo akun-akun pada laporan posisi keuangan per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 dengan
pihak berelasi adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Kas dan setara kas 47.544.631.093 50.402.666.411
Piutang kredit pemilikan rumah 210.392.999.833 249.936.468.539
Piutang Usaha 61.861.448 1.427.951.512
Biaya yang masih harus dibayar 112.779.726 1.519.900.349
Utang bunga kelas A 1.075.776.228 1.352.919.786
Utang lain-lain 3.675.905.147 4.402.418.074
Utang sertifikat EBA-SP Kelas A 170.232.721.775 214.088.405.556
Utang sertifikat EBA-SP Kelas B 54.266.543.015 54.266.543.015
Dividen/ Bunga sertifikat EBA Kelas B 3.994.036.803 3.527.325.296
Jumlah transaksi dengan pihak berelasi untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2024 dan
2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Pendapatan I nvestasi - Bunga 17.568.579.106 24.234.054.535
Pendapatan I nvestasi - Denda Keterlambatan 242.355.484 380.732.332
Beban I nvestasi - Biaya Lain-lain 11.935.500 950.000
Beban I nvestasi - Bunga EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A' 2.688.545.642 6.030.622.162
Beban I nvestasi - Jasa Penunjang 2.866.903.735 5.729.033.711
Pembayaran bunga utang sertifikat EBA Kelas A 2.233.450.809 4.974.707.272
Pembayaran Jasa Penunjang 2.909.757.754 6.421.296.328
Pembayaran Pokok Utang Sertifikat EBA Kelas A 18.552.645.576 89.344.171.263
21. MANAJEMEN RI SI KO KEUANGAN
a. Risiko Kredit
Risiko Kredit adalah potensi kerugian yang terjadi karena t idak terbayarnya kewajiban pokok
dan bunga yang menjadi hak pemegang EBA-SP SMF-BTN 06 Kelas A. Kumpulan Tagihan yang
disekuritisasi merupakan portofolio tagihan kredit perumahan, sehingga terdapat potensi
kerugian apabila terjadi kegagalan pembayaran angsuran dari Debitur KPR. Dengan demikian
sumber utama dari resiko kredit adalah kemauan dan kemampuan dari debit ur KPR untuk
memenuhi kewajibannya. Dalam hal telah terjadi tagihan macet, maka terdapat potensi
kerugian yang mungkin timbul karena hasil likuidasi Properti Dibiayai tidak dapat memenuhi
sisa kewajiban terutang Debitur.
EBA-SP SMF-BTN 06 melakukan perhitungan cadangan kerugian kredit ekspektasian
menggunakan model Expected Credit Loss (ECL) yang diambil dari total outstanding tunggakan
dikalikan dengan tingkat kerugian atau Loss Given Default (LGD) dan Probability Default (PD) .
Probability of Default (PD) diambil dari rata-rata persentase Net Performing Loan (NPL) ,
sedangkan Loss Given Default (LGD) diambil dari perkalian antara total outstanding dengan nilai
kini estimasi kerugian. Pinjaman yang dikategorikan mengalami penurunan nilai adalah
pinjaman yang memiliki hari tunggakan lebih dari 180 hari dan pinjaman yang direstrukturisasi.
29
Page 39
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b. Konsentrasi Geografis at as Properti Dibiayai
Risiko ini terjadi apabila properti dibiayai terkonsentrasi pada daerah-daerah tertentu. Apabila
daerah tersebut mengalami bencana alam atau perubahan kondisi geografis yang menyebabkan
penurunan nilai ekonomis dari properti dibiayai, maka terdapat potensi kerugian apabila Debitur
KPR wanprestasi dan hasil likuidasi penjualan properti dibiayai tidak mencukupi sisa kewajiban
terutang.
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah potensi kerugian yang terjadi karena ketidakmampuan melakukan
penjualan kembali EBA-SP SMF-BTN 06 kelas A di pasar sekunder. Selain itu, risiko likuiditas
bagi Entitas adalah risiko kerugian yang timbul karena Entitas tidak memiliki arus kas yang
cukup untuk memenuhi liabilitasnya.
Rasio Likuiditas Entitas per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Liabilitas keuangan
Utang bunga 1.075.776.228 1.352.919.786
Biaya yang masih harus dibayar 112.779.726 1.519.900.349
Utang sertifikat EBA-SP Kelas A 170.232.721.775 214.088.405.556
Utang lain-lain 3.675.905.147 4.402.418.074
175.097.182.876 221.363.643.765
Aset keuangan
Kas dan setara kas 47.544.631.093 50.402.666.411
Piutang -kredit kepemilikan rumah 210.392.999.832 249.936.468.539
Piutang bunga 74.520.548 -
Piutang lain-lain 61.861.448 1.427.951.512
258.074.012.921 301.767.086.462
Surplus 82.976.830.045 80.403.442.697
d. Risiko Pasar
Risiko Pasar adalah potensi kerugian yang terjadi karena perubahan harga EBA-SP SMF-BTN 06
Kelas A dalam perdagangan di pasar sekunder. Besarnya kerugian risiko pasar direalisasikan
pada saat terjadi penjualan oleh pemegang EBA-SP SMF-BTN 06 Kelas A atau pada periode
penutupan tahun buku.
e. Risiko Pelunasan Dipercepat ( Prepayment Risk )
Prepayment risk atau risiko pelunasan lebih awal adalah potensi pemegang EBA-SP SMF-BTN 06
Kelas A kehilangan kesempatan mendapatkan pendapatan bunga karena pembayaran pokok
yang dipercepat oleh debitur KPR, dan pelaksanaan opsi Clean-up Call oleh penyedia jasa.
f. Risiko Hukum
Risiko Hukum adalah potensi kerugian yang terjadi karena kelemahan aspek-aspek yuridis
didalam perjanjian, pelaksanaan likuidasi jaminan dan penatausahaan EBA-SP SMF-BTN 06,
termasuk sehubungan adanya perselisihan di antara para pihak yang terlibat dalam transaksi
sekuritisasi EBA-SP SMF-BTN 06.
30
Page 40
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
g. Risiko Operasional
Risiko Operasional adalah potensi kerugian yang terjadi karena kegagalan ataupun kesalahan
sistem dan prosedur dalam melakukan penatausahaan EBA-SP SMF-BTN 06 yang dilakukan
oleh Penerbit, Wali Amanat, Bank Kust odian dan Penyedia Jasa.
22. NI LAI WAJAR I NSTRUMEN KEUANGAN
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen
keuangan yang tercatat per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 2024
Nilai tercatat Nilai wajar
Aset keuangan:
Kas dan setara kas 47.544.631.093 47.544.631.093
Piutang kredit pemilikan rumah 210.392.999.833 350.436.180.733
Piutang bunga 74.520.548 74.520.548
Piutang lain-lain 61.861.448 61.861.448
Liabilitas keuangan:
Utang bunga 1.075.776.228 1.075.776.228
Biaya yang masih harus dibayar 112.779.726 112.779.726
Utang sertifikat EBA-SP Kelas A 170.232.721.775 170.232.721.775
Utang lain-lain 3.675.905.147 3.675.905.147
31 Desember 2023
Nilai tercatat Nilai wajar
Aset keuangan:
Kas dan setara kas 50.402.666.411 50.402.666.411
Piutang kredit pemilikan rumah 249.936.468.539 249.936.468.539
Piutang Usaha 1.427.951.512 1.427.951.512
Liabilitas keuangan:
Utang bunga 1.352.919.786 1.352.919.786
Biaya yang masih harus dibayar 1.519.900.349 1.519.900.349
Utang sertifikat EBA-SP Kelas A 214.088.405.556 214.088.405.556
Utang lain-lain 4.402.418.074 4.402.418.074
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dan setiap
golongan instrumen keuangan entitas:
a. Kas dan Setara Kas serta Rekening Titipan
Seluruh aset keuangan di atas merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh tempo
dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dan aset keuangan tersebut.
31
Page 41
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang kredit pemilikan rumah dilakukan penilaian kembali atas nilai wajarnya menggunakan
pendekatan pendapatan, dimana terdapat penurunan nilai dan nilai tecatat. Penurunan nilai
tersebut untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
sebesar Rp210.392.999.833,- dan Rp249.936.468.539,-
c. Piutang Bunga, Piutang Lain-lain
Piutang bunga dan piutang lain-lain merupakan piutang yang akan jatuh tempo dalam waktu 12
(dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah mencerminkan nilai
wajar dari aset keuangan tersebut.
d. Utang Bunga, Biaya Yang Masih Harus Dibayar, Utang Lain-lain
Seluruh kewajiban keuangan diatas merupakan kewajiban jangka pendek yang akan jatuh tempo
dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah mencerminkan
nilai wajar dan aset keuangan tersebut.
23. PERJANJI AN PENTI NG
a. Perjanjian I nduk Sekuritisasi Nomor: 182/ PI S/ EBA-SP-SMF-BTN 06/ XI / 2020 dibuat pada tanggal
30 November 2020, oleh dan antara:
1) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Kreditur Asal dan Penyedia Jasa,
2) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebagai Penerbit dan Pendukung Kredit, serta
3) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian, selanjutnya
bersama-sama disebut Para Pihak.
EBA-SP SMF-BTN 06 akan diterbitkan menurut Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN 06 dalam
bentuk satu Sertifikat Jumbo EBA-SP SMF-BTN 06 Kelas A dan Sertifikat EBA-SP SMF-BTN 06
Kelas B, pada Tanggal Penutupan, setelah syarat-syarat pendahuluan telah dipenuhi. EBA-SP
SMF-BTN 06 Kelas A ditawarkan kepada umum melalui penawaran umum, sedangkan EBA-SP
SMF-BTN 06 Kelas B tidak ditawarkan kepada umum.
b. Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN 06 Nomor: 62 tanggal 30 November 2020 menerangkan
penunjukan Wali Amanat dan Bank Kustodian kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Tugas
pokok Wali Amanat adalah mewakili kepentingan pemegang EBA-SP SMF-BTN 06 berdasarkan
perjanjian penerbitan EBA-SP SMF-BTN 06 ini dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, dan tugas-tugas lainnya.
Tugas pokok Bank Kustodian adalah bertindak untuk kepentingan pemegang EBA-SP MF-BTN
06 sebagai pemilik Bersama atas Kumpulan Tagihan, menyimpan Hasil Koleksi, dan
mendistribusikan Hasil Koleksi berdasarkan Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN 06 ini dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta tugas-tugas lainnya.
c. Perjanjian Penyedia Jasa Nomor: 11/ PKS/ I BD/ XI / 2020 tanggal 30 November 2020 antara PT
Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Wali Amanat dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
selaku Penyedia Jasa menerangkan bahwa peran PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
sebagai Penyedia Jasa dalam transaksi EBA-SP SMF-BTN 06 antara lain:
32
Page 42
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1) Menyimpan dan memelihara Dokumentasi Kredit termasuk berkas Utang.
2) Mengatur atau mengurus penagihan harian dan akumulasi hasil koleksi, termasuk menagih
pembayaran yang telah lewat waktu dari Debitur, menurut prosedur penagihan yang
umum berlaku terhadap Penyedia Jasa.
3) Menyimpan hasil koleksi dalam suatu rekening pada Penyedia Jasa yang wajib dibuka
paling lambat pada tanggal cut-off final yang diberi nama Rekening EBA-SP SMF-BTN 06,
terpisah dari semua dana milik Penyedia Jasa.
4) Memindahkan hasil koleksi sejak tanggal cut-off final holding period sampai dengan
tanggal penutupan ke dalam Rekening EBA-SP SMF-BTN 06, paling lambat 5 (lima) hari
kerja setelah tanggal penutupan.
5) Melaksanakan eksekusi Properti Dibiayai sesuai dengan prosedur umum Penyedia Jasa.
6) Memelihara catatan harian dari hasil koleksi dalam sistem komputer Penyedia Jasa
sehingga jumlah hasil koleksi dapat diidentifikasikan setiap waktu.
7) Sesudah tanggal cut-off final holding period, mentransfer hasil koleksi sampai dengan hari
terakhir dari tiap periode koleksi sebelumnya ke Rekening Koleksi yang dibuka atas nama
Wali Amanat untuk kepentingan para pemegang EBA-SP SMF-BTN 06.
8) Memelihara kelangsungan polis asuransi kebakaran mengenai Properti Dibiayai dan
asuransi jiwa para Debitur.
9) Melakukan segala upaya terbaik yang diperlukan untuk menjaga kualitas kredit dari para
Debiturnya, dan
10) Tugas-tugas lain yang akan ditentukan di kemudian hari (bila ada) atas kesepakatan
Bersama
d. Perjanjian Pendukung Kredit Nomor: 183/ PPK/ EBA-SP-SMF-BTN 06/ XI / 2020 pada tanggal 30
November 2020 antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat atau
Bank Kustodian, dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bertindak sebagai Pendukung
Kredit menerangkan bahwa:
1) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bersedia untuk menyediakan dana tidak kurang
dari jumlah Maksimum Ambang Batas Rekening Cadangan ke dalam Rekening Cadagan
sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN 06.
2) Dana tidak kurang dari jumlah Maksimum Rekening Cadangan Tambahan ke dalam
Rekening Cadangan Tambahan sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Penerbitan EBA-
SP SMF-BTN 06.
Dana tersebut wajib disetorkan oleh Pendukung Kredit ke dalam Rekening Cadangan paling
lambat pada Tanggal Penutupan. Kelebihan dana di atas Jumlah Maksimum Ambang Batas
Rekening Cadangan yang berubah sehubungan dengan pembayaran-pembayaran pada tiap
Tanggal Pembayaran wajib dikembalikan kepada Pendukung Kredit sesuai dengan Urutan
Prioritas Pembayaran. Pendukung Kredit menyadari dan memahami risiko tidak diterimanya
pengembalian secara penuh dari Bank Kustodian atas nama EBA-SP SMF-BTN 06 atas dana
yang disetorkan Pendukung Kredit ke dalam Rekening Cadangan dalam hal terjadinya
kegagalan pembayaran oleh para Debitur atas Kumpulan Tagihan. Pendukung Kredit dengan ini
membebaskan Bank Kustodian dari segala tanggung jawab sehubungan dengan risiko tersebut.
Perjanjian Pendaftaran EBA-SP SMF-BTN 06 di KSEI Nomor: SP-001/ EBASP/ KSEI / 0820 dibuat
pada tanggal 20 November 2020 antara PT Kustodian Sentral Efek I ndonesia dengan PT Sarana
Multigriya Finansial sebagai Penerbit Efek yang selanjutnya disebut Para Pihak. Para pihak
menerangkan bahwa KSEI adalah perseroan yang menjalankan kegiatan usaha sebagai
Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang No. 8
Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Selanjutnya, Penerbit Efek bermaksud untuk mendaftarkan
33
Page 43
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipan yang akan didaftarkan di KSEI .
e. Perjanjian Agen Pembayaran Nomor: 39 tanggal 20 November 2020 antara PT Kustodian
Sentral Efek I ndonesia dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Wali Amanat
menerangkan bahwa sesuai dengan Peraturan KSEI yang mengatur ketentuan layanan jasa
custodian sentral ditetapkan bahwa pelaksanaan pembayaran penghasilan, bunga, pokok dan
hak-hak lain berupa dana dilaksanakan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran.
f. Perjanjian Pengelolaan Administrasi Nomor: SP-001/ PA-EBASP/ KSEI / 0820 tanggal 20 November
2020 antara PT Kustodian Sentral Efek dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Bank
Kustodian menerangkan bahwa Bank Kustodian ditunjuk untuk mengadministrasikan EBA-SP
SMF-BTN 06 oleh Penerbit Efek, sehingga Bank Kustodian wajib membuat perjanjian dengan
KSEI terkait dengan pelaksanaan administrasi EBA-SP SMF-BTN 06 yang disimpan dalam
Penitipan Kolektif di KSEI . Selanjutnya sehubungan dengan kewajiban Bank Kustodian antara
lain untuk melakukan menyelenggarakan administrasi dan pembukuan dalam rangka penitipan
dan penatausahaan terkait EBA-SP SMF-BTN 06 yang terdaftar di KSEI , maka Bank Kustodian
wajib memenuhi ketentuan, persyaratan, dan prosedur yang ditetapkan oleh KSEI .
g. Perjanjian Pendahuluan Pencatatan EBA-SP SMF-BTN 06 Nomor: SP-00004/ BEI .PP3/ 11- 2020
tanggal 30 November 2020 antara PT Bursa Efek I ndonesia dengan PT Sarana Multigriya
Finansial (Persero) menerangkan bahwa PT Sarana Multigriya Finansial bermaksud untuk
mencatatkan EBA-SP SMF-BTN 06 di Bursa Efek I ndonesia.
h. Perjanjian Pemberian Porsi Pemulihan Tagihan EBA-SP SMF-BTN 06 Nomor: 184/ PPT/ EBA- SP-
SMF-BTN 06/ XI / 2020 tanggal 30 November 2020 antara PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) sebagai Penerbit, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat dan PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Penyedia Jasa. Penerbit, Wali Amanat dan Penyedia
Jasa menerangkan bahwa untuk mengapresiasi usaha dan prestasi Penyedia Jasa dalam
melakukan pembinaan, pengurusan dan pengelolaan Kumpulan Tagihan sehingga mendukung
diperolehnya imbal hasil yang diharapkan Pemegang EBA-SP SMF-BTN 06 kelas B, maka
Pemegang EBA-SM SMF-BTN 06 kelas B dalam hal ini diwakili oleh Wali Amanat dan Penerbit
sepakat untuk memberikan penghargaan ( reward) bagi Penyedia Jasa berupa Porsi Pemulihan
Tagihan.
i. Akta Jual Beli Nomor: 63 tanggal 30 November 2020 menjelaskan bahwa PT Sarana Multigriya
Finansial (Persero) sebagai Penjual dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Bank Kustodian
dan Wali Amanat yang bertidak untuk mewakili kepentingan para Pemegang EBA-SP SMF-BTN
06 untuk selanjutnya disebut Pembeli. Selanjutnya Penjual dan Pembeli bersama-sama akan
disebut Para Pihak. Para Pihak menerangkan bahwa:
1) Penjual membeli dan menerima pengalihan Kumpulan Tagihan dari PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk selaku Kreditur Asal melalui Akta Jual Beli (Tahap 1) tertanggal
27 Desember 2019 Nomor 64.
2) Kumpulan Tagihan termasuk dokumen-dokumen Surat Kuasa Membebankan Hak
Tanggungan (SKMHT), Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan Sertifikat Hak
Tanggungan (SHT) tidak diperiksa secara keseluruhan, tetapi hanya berdasarkan
pemeriksaan atas sejumlah sampel Dokumentasi Pembiayaan sebagaimana dinyatakan
dalam Laporan Hasil Uji Tuntas dari Segi Hukum tertanggal 30 November 2020.
3) Bahwa untuk melaksanakan jual beli atas Kumpulan Tagihan, para pihak telah sepakat
untuk menandatangani Akta Jual Beli ini.
34
Page 44
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTI SI PASI SARANA MULTI GRI YA
FI NANSI AL BANK TABUNGAN NEGARA 06 ( EBA-SP SMF-BTN 06)
Catatan Atas Laporan Keuangan I nterim -lanjutan
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
j. Akta Jual Beli Nomor: 64 tanggal 30 November 2020 menjelaskan bahwa PT Bank Tabungan
Negara (Persero) sebagai Penjual, dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebagai Pembeli
(selanjutnya Penjual dan Pembeli bersama-sama akan disebut Para Pihak) telah dibuat
Perjanjian KPR dalam bentuk standar perjanjian yang memenuhi Kriteria Seleksi.
Berdasarkan Perjanjian I nduk dan Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN 06, Penjual telah
sepakat menjual Kumpulan Tagihan kepada Pembeli sesuai dengan format Akta Jual Beli yang
dilampirkan pada Lampiran 3 Perjanjian I nduk. Kumpulan Tagihan, termasuk dokumen-
dokumen SKMHT, Akta Pemberian Hak Tanggungan, dan Sertifikat Hak Tangguhan, tidak
diperiksa secara keseluruhan, tetapi hanya berdasarkan pemeriksaan atas sejumlah sampel
Dokumentasi Pembiayaan sebagaimana dinyatakan dalam Laporan Hasil Uji Tuntas dari Segi
Hukum tertanggal 30 November 2020. Selanjutnya untuk melaksanakan jual beli atas Kumpulan
Tagihan, Para Pihak sepakat untuk menandatangani Akta Jual Beli ini.
24. PERI STI WA SETELAH TANGGAL LAPORAN KEUANGAN
Sampai dengan tanggal penyajian laporan keuangan, tidak terdapat peristiwa setelah tanggal
pelaporan yang signifikan.
25. KONTI NJENSI
Sampai dengan laporan auditor independen, Perusahaan tidak ada masalah sengketa hukum,
lingkungan hidup dan perpajakan.
26. PENYUSUNAN DAN PENYELESAI AN LAPORAN KEUANGAN
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab dalam penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan
ini yang diselesaikan tanggal 29 Agustus 2024.
********
35
Page 45
Page 46
Page 47
8 IKLAN
SELASA, 24 SEPTEMBER 2024
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK MANDIRI 01 SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 06
(EBA-SP SMF-BMRI01) (EBA-SP SMF-BTN06)
LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2024 2023 2024 2023 30 Jun 2024 31 Des 2023 30 Jun 2024 30 Jun 2023
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas Pendapatan Bunga 17.568.579.107 24.234.054.535
Kas dan Setara Kas 7.854.676.923 9.847.007.015 Bunga 2.899.993.865 5.050.629.135
Kas 15.544.631.093 50.402.666.411 Pendapatan Denda Keterlambatan 242.355.484 380.732.332
Rekening Titipan 207.980.746 498.489.250 Denda Keterlambatan 28.938.427 40.397.299
Deposito 32.000.000.000 - Total Pendapatan 17.810.934.591 24.614.786.867
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 40.449.655.060 53.026.609.046 Jumlah Pendapatan Investasi 2.928.932.292 5.091.026.434 Beban
Pajak Dibayar di Muka 397.814.148 296.799.844 Piutang Kredit Pemilikan Rumah 210.392.999.833 249.936.468.539 Beban Investasi
Beban Investasi Piutang Bunga 74.520.548 -
Aset Pajak Tangguhan - 63.858.748 Beban Bunga (6.355.320.433) (9.521.356.018)
Bunga EBA Kelas A 394.727.191 1.905.081.689 Piutang Usaha 61.861.448 1.427.951.512 Beban Jasa Penunjang (3.146.607.978) (6.256.296.601)
Jumlah Aset 48.910.126.877 63.732.763.903 Beban Jasa Penunjang 612.237.605 699.527.046 Pajak Dibayar Dimuka 546.569.577 546.569.577 Beban Lain-Lain investasi (11.935.500) (950.000)
Liabilitas dan Aset Bersih Beban Lain-lain 329.000 389.000 Aset Pajak Tangguhan 280.969.521 180.091.965 Total Beban (9.513.863.911) (15.778.602.619)
Jumlah Beban Investasi 1.007.293.796 2.604.997.735 Pendapatan (beban) Lain-lain
Liabilitas Jumlah Aset 258.901.552.020 302.493.748.004 Penyisihan Piutang KPR (458.534.344) (242.006.219)
Utang Bunga 7.471.562 132.512.881 Pendapatan/(Beban) Lain-lain Liabilitas dan Aset Bersih Total Pendapatan (beban) Lain-lain (458.534.344) (242.006.219)
Utang Pajak 19.377.917 83.693.251 Penyisihan Piutang KPR 290.267.033 (86.303.227) Liabilitas
Biaya yang Masih Harus Dibayar 159.237.199 255.789.897 Laba (Rugi) sebelum pajak penghasilan 7.838.536.336 8.594.178.029
Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain 290.267.033 (86.303.227) Utang Bunga 1.075.776.228 1.352.919.786
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 869.348.024 15.418.434.792 Beban Pajak Penghasilan
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 2.211.905.529 2.399.725.472 Utang Pajak 581.696.246 317.778.046
Utang Lain-lain 274.140.009 614.678.512 Pajak Kini (1.535.030.384) (1.717.019.760)
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 112.779.726 1.519.900.349 Pajak Tangguhan 100.877.556 53.241.368
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan Utang Sertifikat EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A 170.232.721.775 214.088.405.556
Jumlah Liabilitas 1.329.574.711 16.505.109.333 Laba (Rugi) Periode Berjalan 6.404.383.508 6.930.399.637
Pajak Kini (208.199.200) (284.597.926)
Utang Lain-lain 3.675.905.147 4.402.418.074 Penghasilan Komprehensif Lain
Aset Bersih Pajak Tangguhan (63.858.748) 18.986.710
Jumlah Liabilitas 175.678.879.122 221.681.421.810 Yang tidak akan direklasifikasi lebih lanjut
Sertifikat EBA-SP Kelas B 43.500.134.976 43.500.134.976 Jumlah (Manfaat)/Beban Pajak Penghasilan (272.057.948) (265.611.216) ke laba rugi
Saldo Laba 4.080.417.190 3.727.519.594 Nilai Aset Bersih Yang akan direklasifikasi lebih lanjut
Laba Periode Berjalan 1.939.847.581 2.134.114.256 Sertifikat EBA-SP SMF-BTN06 Kelas B 54.266.543.015 54.266.543.015
Jumlah Aset Bersih 47.580.552.166 47.227.654.570 ke laba rugi
Penghasilan Komprehensif Lain - - Pendapatan Ditribusi - - Pajak penghasilan terkait penghasilan
Saldo Laba 28.956.129.883 26.545.783.178 komprehensif lain - -
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 48.910.126.877 63.732.763.903 Laba Komprehensif Periode Berjalan 1.939.847.581 2.134.114.256 Penghasilan Komprehensif Lain Periode
Jumlah Nilai Aset Bersih 83.222.672.898 80.812.326.193 Berjalan Setelah Pajak - -
Jumlah Liabilitas dan Nilai Aset Bersih 258.901.552.020 302.493.748.003 Penghasilan Komprehensif Periode Berjalan 6.404.383.508 6.930.399.637
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
EBA - SP Saldo Laba Jumlah Aset 2024 2023 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Kelas B Bersih
Arus Kas dari Aktivitas Operasi Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset
Saldo Per 1 Januari 2023 43.500.134.976 3.962.162.925 47.462.297.901 30 Jun 2024 30 Jun 2023
Penerimaan piutang kredit EBA-SP Kelas B Bersih
pemilikan rumah 13.157.488.052 22.759.943.123 Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penyesuaian - (1.500.000) (1.500.000) Saldo Per 1 Januari 2022 54.266.543.015 21.067.353.282 75.333.896.297 Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 39.543.468.706 51.057.512.298
Penerimaan bunga dan denda keterlambatan 2.609.418.084 40.397.299 Penerimaan Bunga dan Denda KPR 18.300.233.419 24.087.467.741
Saldo Per 1 Januari 2023 Penerimaan bunga deposito dan jasa giro 29.247.175 39.065.676 Penerimaan Bunga Deposito dan Jasa Giro 525.127.129 531.357.483
Pembayaran jasa penunjang (708.790.303) (847.944.163) Penyesuaian beban - (11.000.000) (11.000.000) Penerimaan Lain-lain 277.143.558 3.604.436
setelah penyesuaian 43.500.134.976 3.960.662.925 47.460.797.901 Pembayaran Jasa Penunjang (4.553.728.602 ) (7.884.611.451)
Pembayaran pajak (373.528.838) (582.457.001) Pembayaran Pajak (1.170.234.628 ) (2.516.700.655)
Distribusi EBA-SP Kelas B - (2.122.620.616) (2.122.620.616) Pembayaran lain-lain (329.000) (389.000) Dividen/bunga sertifikat kelas B - (3.527.325.296) (3.527.325.296) Pembayaran Lain-lain (571.347.400 ) (950.000)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Kas Bersih (digunakan untuk)/diterima dari
Laba Komprehensif Laba tahun berjalan - 6.930.399.637 6.930.399.637 Aktivitas Operasi 52.350.662.182 65.277.679.852
Aktivitas Operasi 14.713.505.170 21.408.615.934 Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Periode Berjalan - 2.134.114.256 2.134.114.256 Pencairan Deposito Berjangka - -
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penempatan Deposito Berjangka (32.000.000.000 ) -
Saldo Per 30 Juni 2023 43.500.134.976 3.972.156.565 47.472.291.541 Pembayaran pokok utang EBA-SP Kelas A (14.549.086.768) (19.155.708.685) Saldo Per 30 Juni 2023 54.266.543.015 24.459.427.623 78.725.970.638 Arus Kas Bersih yang digunakan untuk
Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A (519.768.510) (2.069.714.363) (digunakan untuk) dari Aktivitas Pendanaan (32.000.000.000 ) -
Saldo Per 1 Januari 2024 43.500.134.976 3.727.519.594 47.227.654.570 Pembayaran bunga EBA-SP Kelas B (1.586.949.985) (2.124.120.615) Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan/(pembayaran) utang lain-lain (50.029.999) 110.032.899 Penerimaan Setoran EBA-SP Kelas A - -
Penerimaan Setoran EBA-SP Kelas B - -
Distribusi EBA-SP Kelas B - (1.586.949.986) (1.586.949.986) Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Saldo Per 1 Januari 2024 54.266.543.015 26.545.783.178 80.812.326.193
Pembayaran Pokok EBA-SP Kelas A (43.855.683.781 ) (53.619.868.498)
Aktivitas Pendanaan (16.705.835.262) (23.239.510.764) Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A (6.632.463.989 ) (9.860.203.798)
Laba Komprehensif Dividen/bunga sertifikat kelas B - (3.994.036.803) (3.994.036.803) Pembayaran Distribusi Kepada Pemegang EBA-SP Kelas B (3.994.036.803 ) (3.527.325.296)
Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (1.992.330.092) (1.830.894.830) Pembayaran Kembali Dana Titipan (726.512.927 ) (1.499.468.494)
Periode Berjalan - 1.939.847.581 1.939.847.581
Kas dan Setara Kas pada Awal Periode 9.847.007.015 11.712.967.439 Arus Kas Bersih yang digunakan untuk
Laba tahun berjalan - 6.404.383.508 6.404.383.508 (digunakan untuk) dari Aktivitas Pendanaan (55.208.697.500 ) (68.506.866.086)
Saldo Per 30 Juni 2024 43.500.134.976 4.080.417.190 47.580.552.166 Kas dan Setara Kas pada Akhir Periode 7.854.676.923 9.882.072.609
Kenaikan/(Penurunan) Bersih Dalam Kas Dan Setara Kas (34.858.035.318 ) (3.229.186.234)
Kas Dan Setara Kas Pada Awal Tahun 50.402.666.411 51.641.972.305
Saldo Per 30 Juni 2024 54.266.543.015 28.956.129.883 83.222.672.898 Kas Dan Setara Kas Pada Akhir Tahun 15.544.631.093 48.412.786.071
Kreditur Asal & Penyedia Jasa
Kreditur Asal & Penyedia Jasa
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Wali Amanat & Bank Kustodian PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Mandiri Nomor 1 (“EBA-SP
SMF-BMRI01) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BMRI01 per 30 Juni 2024, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk periode Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank
enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2024, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Tabungan Negara Nomor 06 (“EBA-SP SMF-BTN06”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN06 Per 30 Juni 2024, serta kinerja
keuangan dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 24 September 2024 Jakarta, 24 September 2024
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Heliantopo Arie Sus Miyanti Heliantopo Tjandraningrum
Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Executive Vice President Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Vice President
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
EFEK BERAGUN ASET SYARIAH BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 07
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK SYARIAH INDONESIA 01
(EBA-SP SMF-BTN07)
(EBAS-SP SMF-BRIS01)
LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Jun 2024 31 Des 2023 30 Jun 2024 30 Jun 2023 2024 2023 2024 2023
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 23.927.620.668 24.785.873.979 Pendapatan Bunga 25.586.165.454 31.901.623.026
Pendapatan Denda Keterlambatan 227.171.593 226.454.029
Kas dan Setara Kas 16.010.232.464 19.533.005.167 Pendapatan Imbal Hasil 15.300.672.188 2.631.655.018
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 328.750.488.224 372.821.515.460 Rekening Titipan 5.791.158.891 8.136.656.201 Jumlah Pendapatan Investasi 15.300.672.188 2.631.655.018
Piutang Bunga - - Total Pendapatan 25.813.337.047 32.128.077.055
Piutang Pembiayaan Pemilikan Rumah 227.488.078.222 260.485.320.967 Beban Investasi
Piutang Usaha 820.490.294 1.019.120.496 Beban
Beban Investasi Piutang Imbal Hasil 2.416.287.304 - Beban Imbal Hasil 8.161.537.692 1.273.494.444
Pajak Dibayar dimuka - - Aset Pajak Tangguhan 1.040.396 -
Beban Bunga (12.506.128.545) (16.644.206.113) Beban Jasa Penunjang 3.369.768.113 558.389.469
Aset Pajak Tangguhan 125.005.700 53.407.521 Beban Jasa Penunjang (5.165.668.536) (9.147.473.284) Jumlah Aset 251.706.797.277 288.154.982.335 Beban Lain-lain 11.696.736 2.900
Jumlah Aset 353.623.604.886 398.679.917.456 Beban Lain-Lain investasi (11.811.500) (750.000) Jumlah Beban Investasi 11.543.002.541 1.831.886.813
Total Beban (17.683.608.581) (25.792.429.397)
Liabilitas dan Aset Bersih
Liabilitas dan Aset Bersih Liabilitas (Pendapatan)/Beban Lain-lain
Liabilitas Pendapatan (beban) Lain-lain
Utang Imbal Hasil 1.399.919.686 1.632.242.233 Penyisihan Piutang PPR 4.729.072 -
Utang Bunga 247.097.933 357.271.363 Penyisihan Piutang KPR (325.446.268) (23.772.294)
Utang Pajak 569.630.314 708.043.856 Jumlah (Pendapatan)/Beban Lain-lain 4.729.072 -
Utang Pajak 1.083.438.664 3.077.743.680 Total Pendapatan (beban) Lain-lain (325.446.268) (23.772.294)
Biaya yang Masih Harus Dibayar 1.033.150.604 1.782.150.050 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 3.752.940.575 799.768.205
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 123.518.822 834.177.682 Laba (Rugi) sebelum pajak penghasilan 7.804.282.198 6.311.875.364 Utang Sertifikat EBAS-SP Kelas A 211.752.557.517 246.893.783.263
Utang Sertifikat EBA-SP SMF-BTN07 Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
Beban Pajak Penghasilan Utang Lain-lain 7.791.158.891 8.136.656.201
Kelas A 288.815.765.255 334.071.924.481 Pajak Kini (1.608.551.098) (1.279.254.974) Pajak Kini (687.637.624) (87.974.810)
Jumlah Liabilitas 222.546.417.012 259.152.875.603 Pajak Tangguhan 1.040.396 -
Utang Lain-lain 6.903.567.824 7.726.092.514 Pajak Tangguhan 71.598.179 5.229.905
Laba (Rugi) Periode Berjalan 6.267.329.279 5.037.850.295 Aset Bersih Jumlah Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan (686.597.228) (87.974.810)
Jumlah Liabilitas 297.173.388.498 346.067.209.720
Penghasilan Komprehensif Lain Sertifikat EBAS-SP Kelas B 27.300.884.636 27.300.884.636 Laba Periode Berjalan 3.066.343.347 711.793.395
Nilai Aset Bersih Yang tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi Saldo Laba 1.859.495.629 1.701.222.096 Laba Komprehensif Periode Berjalan 3.066.343.347 711.793.395
Sertifikat EBA-SP SMF-BTN06 Kelas B 47.500.001.416 47.500.001.416 Yang akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi
Pajak penghasilan terkait penghasilan
Jumlah Aset Bersih 29.160.380.265 29.002.106.732
Pendapatan Ditribusi - -
Saldo Laba 8.950.214.972 5.112.706.320 komprehensif lain - - Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 251.706.797.277 288.154.982.335 LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH
Penghasilan Komprehensif Lain Periode
Jumlah Nilai Aset Bersih 56.450.216.388 52.612.707.736 Berjalan Setelah Pajak - - Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
Jumlah Liabilitas dan Nilai Aset Bersih 353.623.604.886 398.679.917.456 (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Penghasilan Komprehensif Periode Berjalan 6.267.329.279 5.037.850.295 LAPORAN REKONSILIASI PENDAPATAN DAN BAGI HASIL
Untuk Periode per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) EBA-SP Kelas B Bersih
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 2024 2023 Saldo per Tanggal Efektif - - -
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) Pendapatan Investasi Distribusi EBAS-SP
Pendapatan Imbal Hasil 15.300.672.188 2.631.655.018 Kelas B (Catatan 11) 27.300.884.636 - 27.300.884.636
Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset 30 Jun 2024 30 Jun 2023 Jumlah Pendapatan Investasi 15.300.672.188 2.631.655.018 Laba Komprehensif Periode Berjalan - 711.793.395 711.793.395
EBA-SP Kelas B Bersih
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Pengurangan Saldo per 30 Juni 2023 27.300.884.636 711.793.395 28.012.678.031
Saldo, 1 Januari 2023 47.500.001.416 416.583.675 47.916.585.091 Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 44.071.027.235 49.383.736.024 Pendapatan periode berjalan yang kas
Saldo per 1 Januari 2024 27.300.884.636 1.701.222.096 29.002.106.732
Penerimaan Bunga dan Denda KPR 25.646.677.531 31.759.604.433 atau setara kasnya belum diterima:
Distribusi EBAS-SP
Penyesuaian Beban - (50.874.999) (50.874.999) Penerimaan Bunga Deposito dan Jasa Giro 255.116.287 264.489.318 Pendapatan Imbal Hasil - -
Kelas B (Catatan 11) - (2.908.069.814) (2.908.069.814)
Penerimaan Lain-lain 110.173.431 - Pendapatan Denda Keterlambatan - -
Pembayaran Jasa Penunjang (5.876.327.397) (8.160.384.100) Laba Komprehensif Periode Berjalan - 3.066.343.347 3.066.343.347
Jumlah pendapatan periode berjalan yang
Dividen/Bunga Sertifikat Kelas B - (1.543.750.047) (1.543.750.047) Pembayaran Pajak (3.531.257.936) (60.060.770) kas atau setara kasnya belum diterima: - - Saldo per 30 Juni 2024 27.300.884.636 1.859.495.629 29.160.380.265
Pembayaran Lain-lain (408.855.946) (750.000)
Penambahan
Laba Tahun Berjalan - 5.037.850.295 5.037.850.295 Kas Bersih (digunakan untuk)/diterima dari
Aktivitas Operasi 60.266.553.205 73.186.634.905
Pendapatan periode sebelumnya LAPORAN ARUS KAS
yang kas atau setara kasnya Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2024 dan 2023
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Saldo, 30 Juni 2023 47.500.001.416 3.859.808.924 51.359.810.340 diterima pada periode berjalan: (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Penerimaan Setoran EBA-SP Kelas A - -
Penerimaan Setoran EBA-SP Kelas B - - Penerimaan Piutang Imbal Hasil - -
Pembayaran Pokok EBA-SP Kelas A (45.256.159.226) (70.280.106.400) Penerimaan Denda Keterlambatan - - 2024 2023
Saldo, 1 Januari 2024 47.500.001.416 5.112.706.319 52.612.707.735
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A (12.616.301.976) (16.994.688.816) Jumlah pendapatan periode sebelumnya Arus kas dari Aktivitas Operasi
Pembayaran Distribusi Kepada Pemegang yang kas atau setara kasnya Penerimaan piutang pembiayaan
Penyesuaian Beban - - - EBA-SP Kelas B (2.429.820.624) (1.543.750.046) diterima pada periode berjalan: - - pemilikan rumah 32.992.513.673 18.973.084.000
Pembayaran Kembali Dana Titipan (822.524.690) 435.800.000
Pendapatan yang tersedia untuk bagi hasil 15.300.672.188 2.631.655.018 Penerimaan imbal hasil dan denda PPR 12.845.022.830 9.322.457.574
Dividen/Bunga Sertifikat Kelas B - (2.429.820.626) (2.429.820.626) Arus Kas Bersih yang digunakan untuk
Hak bagi hasil milik Entitas - -
(digunakan untuk) dari Aktivitas Pendanaan (61.124.806.516) (88.382.745.262) Penerimaan imbal hasil jasa giro dan deposito 39.362.054 -
Kenaikan/(Penurunan) Bersih Dalam Kas Dan Hak pihak ketiga atas bagi hasil 15.300.672.188 2.631.655.018 Pembayaran jasa penunjang (4.118.767.559) (23.124.998)
Laba Tahun Berjalan - 6.267.329.279 6.267.329.279 Pembayaran pajak (826.051.166) -
Setara Kas (858.253.310) (15.196.110.357) Dirinci atas:
Kas Dan Setara Kas Pada Awal Tahun 24.785.873.979 29.059.176.829 Hak pemilik dana atas bagi hasil Pembayaran lain-lain (11.696.736) (2.900)
Saldo, 30 Juni 2024 47.500.001.416 8.950.214.972 56.450.216.388 Kas Dan Setara Kas Pada Akhir Tahun 23.927.620.668 13.863.066.472 yang sudah didistribusikan - - Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Hak pemilik dana atas bagi hasil Aktivitas Operasi 40.920.383.096 28.272.413.676
Kreditur Asal & Penyedia Jasa yang belum didistribusikan 15.300.672.188 2.631.655.018 Arus Kas dari Aktivitas Investasi:
Jumlah 15.300.672.188 2.631.655.018 Penempatan dana pembiayaan pemilikan rumah - (325.000.884.636)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Penerbit, Pendukung Pemberi Pembiayaan Asal & Wali Amanat & Bank Kustodian
Aktivitas Investasi - (325.000.884.636)
Pembiayaan & Penata Penyedia Jasa Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Sekuritisasi Penerimaan pokok utang EBA-SP Kelas A - 297.700.000.000
Pembayaran pokok utang EBAS-SP Kelas A (35.141.225.746) -
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Wali Amanat & Bank Kustodian
Penerimaan setoran EBA-SP Kelas B - 27.300.884.636
Pembayaran imbal hasil EBA-SP Kelas A (8.393.860.239) -
Pembayaran dividen EBA-SP Kelas B (2.908.069.814) -
PT Sarana Multigriya PT Bank Syariah Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia Penerimaan utang lain-lain 2.000.000.000 23.127.899
Finansial (Persero) Tbk (Persero), Tbk. Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Aktivitas Pendanaan (44.443.155.799) 325.024.012.535
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek
Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Syariah Indonesia Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas (3.522.772.703) 28.295.541.575
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Nomor 1 (“EBAS-SP SMF-BRIS01) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang Kas dan Setara Kas pada Awal Periode 19.533.005.167 -
Tabungan Negara Nomor 7 (“EBA-SP SMF-BTN07) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN07 per 30 Juni 2024, serta kinerja material, posisi keuangan EBAS-SP SMF-BRIS01 per 30 Juni 2024, serta kinerja
keuangan dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Kas dan Setara Kas pada Akhir Periode 16.010.232.464 28.295.541.575
keuangan dan arus kasnya untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2024,
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 24 September 2024
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Jakarta, 24 September 2024
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
Heliantopo Tjandraningrum Heliantopo Arie Sus Miyanti
Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Vice President Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Executive Vice President
Names mentioned 24 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
p.14 ×3
unresolved
org
Dana Pensiun BTN
p.33
unresolved
org
Yayasan Bina Sejahtera Warga Bulog
p.33
unresolved
org
Dana Pensiun Pegadaian
p.33
unresolved
org
PT Bank Tabungan Negara EBA-SP SMF-BTN
p.37
unresolved
org
PT Bank Tabungan
p.37
unresolved
org
Bank Kust
p.40
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek I
p.42 ×2
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek
p.43
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Arif
p.47 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Doli
p.47 ×2
unresolved
person
Executive Vice
· Direktur
p.47
unresolved
org
PT Sarana Multigriya
p.47
unresolved
person
Vice
· Direktur
p.47
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.