Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 25
Page 1
PT Perusahaan Gas Negara Tbk
Resume Public Expose Live Tahun 2024
Jakarta, 17 September 2023
Dipaparkan oleh:
1. Direktur Utama, Bapak Arief Setiawan Handoko;
2. Direktur Keuangan, Bapak Fadjar Harianto Widodo;
3. Direktur Infrastruktur dan Teknologi, Bapak Harry Budi Sidharta;
4. Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis, Ibu Rosa Permata Sari;
5. Direktur Komersial, Ibu Ratih Esti Prihatini;
6. Direktur SDM dan Penunjang Bisnis, Bapak Rachmat Hutama; dan
7. Direktur Manajemen Resiko, Bapak Arief Kurnia Risdianto.
Agenda : Public Expose
Moderator : Corporate Secretary, Fajriyah Usman
Peserta : 92 peserta online yang terdiri dari pemegang saham, analis, mahasiswa,
karyawan, masyarakat umum, dan media
Lokasi : Zoom Webinar
Berikut adalah rangkuman tanya jawab dalam acara Public Expose Perseroan:
1. Mohammad Yusril Wahyu Riszki, Publik, Jakarta dan Gent Graha, Pemegang Saham,
Jakarta
Apa tantangan utama yang dihadapi perusahaan selama semester pertama 2024,
khususnya terkait pasokan gas dan bagaimana cara mengatasinya?
Jawaban:
Selama semester pertama di 2024, tantangan yang dihadapi perseroan adalah terjadinya
ketidakseimbangan supply dan demand yang mempengaruhi kinerja operasional
perseroan. Hal ini terjadi karena adanya penurunan pasokan dari sumber utama, yaitu
Medco Corridor Block.
Sesuai alokasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, terdapat penurunan
pengaliran gas dengan pasokan yang berasal dari Corrior Block-MEPG dari 410 BBTUD
di tahun 2024 menjadi 129 BBTUD di tahun 2028. Strategi untuk mengelola
ketidaksesuaian supply-demand dalam mengantisipasi penurunan Corridor Block:
• Perpanjangan kontrak pasokan gas pipa eksisting dan kontrak pasokan gas baru (i.e.
Petrochina Jabung, Conrad West Natuna, Jadestone, Medco South Sumatera, dll).
• Pemanfaatan kontrak pasokan gas dari wilayah Jawa Bagian Timur yang belum
terutilisasi optimal untuk disalurkan ke wilayah Jawa Bagian Barat menggunakan pipa
transmisi Cirebon-Semarang phase II yang ditargetkan mulai beroperasi di akhir tahun
2025 atau awal tahun 2026 berdasarkan informasi dari Kementerian ESDM.
• Pasokan LNG disiapkan untuk memenuhi kekurangan pasokan gas pipa dengan
potensi pasokan berasal dari Bontang LNG, Tangguh LNG, Donggi Senoro LNG &
Opsi Impor LNG apabila terjadi defisit di Indonesia.
Melalui upaya tersebut serta optimalisasi operasi dan biaya yang dilakukan perseroan
sepanjang Semester I 2024, perseroan tetap membukukan kinerja keuangan yang positif.
Page 2
2. Darren Colin, Analyst/Sekuritas, Jakarta
Apa yang menyebabkan net profit di kuartal 2 lebih kecil daripada kuartal 1 (net profit QoQ
turun) ?
Jawaban:
Terima kasih atas pertanyaannya. Pencapaian laba bersih di kuartal 2-2024 sebesar
US$65juta, terutama dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:
• Adanya penurunan pendapatan dari segmen distribusi, sejalan dengan dinamika
supply dan demand pada kuartal kedua. Kondisi pasokan mengalami under supply di
wilayah Sumatera dan Jawa Barat disebabkan oleh natural decline pada Medco
Grissik, sementara di sisi demand, terdapat penurunan akibat hari raya dan libur
lainnya di bulan April - Mei 2024.
• Selain itu, terdapat kenaikan dari beban umum dan administrasi, terutama adanya
cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang Kalimantan Jawa Gas (KJG)
terhadap Petronas Carigali Muriah Limited (PCML).
3. Chandra Pasaribu, Analyst/Sekuritas, Jakarta
Outlook on distribution volume and possible new gas contract including LNG
Jawaban:
Seiring dengan proyeksi pertumbuhan industri dan permintaan energi di Indonesia, kami
juga optimis dengan outlook pertumbuhan volume niaga. Secara historikal, pertumbuhan
volume kami berada di kisaran 2 - 3% per tahun dan akan tetap kami pertahankan ke
depannya. Untuk memastikan pertumbuhan tersebut, perseroan melakukan beberapa
upaya, seperti perpanjangan kontrak eksisting dan mencari potensi pasokan gas baru,
termasuk LNG.
Berdasarkan Laporan Kinerja Kementerian ESDM Tahun 2023 (yang dikeluarkan pada
Februari 2024), potensi minyak dan gas bumi di Indonesia masih sangat besar dari 128
basins yang ada di Indonesia. Cadangan proven gas bumi Indonesia per tahun 2023
sebesar 35,30 TCF dengan produksi sebesar 2,42 TCF.
Potensi pasokan gas bumi untuk tiga tahun ke depan akan diperoleh dari blok-blok di
sekitar Sumatera dan Jawa dengan potensi pasokan berkisar antara 50-60 BBTUD.
Sementara itu, potensi pasokan LNG sampai dengan lima hingga tujuh tahun ke depan
akan diperoleh dari sumber domestik, di antaranya dari Bontang, Donggi-Senoro,
Tangguh, Genting, Abadi, dan Andaman.
4. Darren Colin, Analyst/Sekuritas, Jakarta
Apakah harga pokok penjualan gas bumi akan lebih tinggi dari harga jual rata-rata
tertimbang? Bagaimana hal tersebut akan berpengaruh terhadap distribusi margin ke
depan?
Page 3
Jawaban: Terkait dengan harga pokok penjualan, perseroan melakukan optimasi pengelolaan pasok, baik dari gas pipa maupun LNG shg harga jual ke pelanggan tetap memperhatikan kemampuan pelanggan. Perseroan menjaga distribusi margin yang wajar sehingga memungkinkan perseroan agar tetap dapat melakukan pengembangan infrastruktur untuk memastikan optimalisasi dan utilisasi gas bumi. Tahun ini, sesuai dengan guidance yang sudah dikeluarkan oleh perseroan, spread margin dijaga pada range $1,6 - 1,8 per MMBTU. 5. Mohammad Fadil, Media, Jakarta; David Tontowi, Publik, Jakarta; Erwin Tanaka, Pemegang Saham, Surabaya; dan Alf Jo, Analyst/Sekuritas, Jakarta Bagaimana dampak perpanjangan kebijakan pemerintah terkait harga gas murah (HGBT) untuk beberapa sektor industri, terhadap kinerja PGAS ke depannya? Jawaban: Terkait perpanjangan harga jual gas bumi untuk sektor industri tertentu (HGBT), PGN sebagai subholding gas dari Pertamina Grup tentunya akan mendukung penerapan peraturan tersebut. Untuk mengelola dampak terhadap kinerja keuangan, kami memiliki beberapa strategi diantaranya: Optimasi biaya operasional dengan menerapkan praktik efisiensi dalam operasi untuk mengurangi biaya, termasuk teknologi baru yang meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya operasional termasuk mengoptimalkan rantai pasok. Melakukan ekspansi pasar baru dengan mengidentifikasi dan memasuki pasar baru untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar atau segmen pelanggan. Memastikan penggunaan biaya untuk investasi yang lebih strategis. Meningkatkan hubungan dengan seluruh key stakeholder. Memastikan pengelolaan keuangan yang efektif untuk mengantisipasi dampak kebijakan HGBT. terhadap kesehatan finansial PGAS dalam jangka panjang. Secara keseluruhan, penerapan HGBT selain menghadirkan tantangan disisi lain juga menghadirkan kesempatan bagi PGN dengan penerapan strategi yang tepat, inovasi, dan diversifikasi. Pengelolaan yang efektif dan adaptasi yang cepat terhadap kebijakan baru akan menjadi kunci untuk mempertahankan prospek positif perusahaan di masa depan. 6. Mohammad Yusril Wahyu Riszki, Publik, Jakarta Bagaimana upaya perusahaan dalam meningkatkan kapasitas dan keandalan jaringan infrastruktur gas di Indonesia selama periode ini? Jawaban: Untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur, perseroan terus mengembangkan jaringan infrastruktur gas dan melakukan optimalisasi pemanfaatan infrastruktur gas yang telah dimiliki oleh perseroan.
Page 4
Sementara itu, untuk keandalan jaringan infrastruktur gas, perseroan juga melakukan upaya-upaya: Melakukan pemantauan dan inspeksi jaringan pipa secara berkala menggunakan teknologi canggih untuk mendeteksi kebocoran atau kerusakan seperti teknologi SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) untuk pemantauan real-time. Melaksanakan program pemeliharaan preventif untuk mencegah kerusakan sebelum terjadi masalah besar. Memberikan pelatihan rutin kepada tim operasional mengenai prosedur keselamatan dan penanganan keadaan darurat. Bekerja sama dengan aparat keamanan dan pemerintah setempat untuk melindungi infrastruktur dari potensi ancaman keamanan. 7. Erika Kurnia, Media, Jakarta dan Mohamad Iman Firmansyah, Publik, Jakarta Utara Lembaga pemeringkat ESG Global Sustainalytics telah menempatkan Pertamina di peringkat pertama pengelolaan risiko ESG. Apa peran PGN dalam prestasi ini? Serta bagaimana PGN menyikapi transisi energi ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan? Jawaban: PGAS sebagai Sub-Holding Gas Pertamina berkomitmen untuk mendukung penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan yang sejalan dengan aspek environmental, social, dan governance (ESG). Pencapaian ESG Risk Rating PGN pada tahun 2023 sebesar 24,7 (medium risk) yang menunjukkan tingkat risiko perseroan dari sisi lingkungan, sosial, dan governance telah dikelola dengan baik. PGN juga memegang peranan penting dalam masa transisi energi menuju NZE (Net Zero Emission) pada tahun 2060 dengan menyediakan energi bersih melalui penyaluran gas bumi ke seluruh masyarakat Indonesia. Selain itu, PGN aktif dalam melaksanakan inisiatif dekarbonisasi, melalui project dan program kerja yang dilakukan oleh perusahaan. Beberapa project yang merupakan inisiatif bisnis energi hijau masa depan antara lain project yang mendukung hilirisasi industri berbasis gas (petrochemical), bisnis clean and renewable energy (biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (seperti Hidrogen/Amonia dan CO2 transport). Untuk melaksanakan project ini, PGN terlebih dahulu akan mengembangkan kompetensi, akses ke pasar, dan pasokan yang saat ini belum dimiliki oleh PGN melalui kemitraan strategis bersama badan usaha lainnya. 8. Investor Individu, Jakarta Mohon dijelaskan mengenai penurunan gas distribution margin pada periode kuartal 2 - 2024 ke level U$2/MMBTU dibandingkan gas distribution margin periode kuartal 1 - 2024 di level yang cukup tinggi? Jawaban: Gas Distribution Margin turun sejalan dengan penurunan Average Selling Price (ASP) dan peningkatan Cost of Gas. Average selling price menurun karena pendapatan menurun (penurunan demand akibat libur hari raya dan libur waisak dan hari besar lainnya di bulan
Page 5
April & Mei), adanya peningkatan skema komersial untuk pelanggan distribusi yang terjadi
di kuartal 1 - 2024 akibat kondisi under supply. Sedangkan Cost of Gas di kuartal 2 - 2024
naik karena meningkatnya harga pasokan dari pemasok yang lebih tinggi dan pasokan
gas dari LNG untuk memenuhi kebutuhan demand industri di wilayah Sumatra - Jawa
Barat.
9. Investor Individu, Jakarta
Secara konsolidasian, Cash PGN cukup besar tetapi kenapa pada periode kuartal 2 –
2024, namun PGN masih melakukan pinjaman? Terlihat dari beban keuangan, bunga
pinjaman dari bank club deal.
Jawaban:
Pada tanggal 9 Mei 2023, perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit berjangka
club deal dengan bank Mandiri, BRI, BTPN, dan OCBC (“Pinjaman”), dengan total fasilitas
pinjaman sebesar US$ 800 juta dan tenor 5 Tahun (Mei 2023 - Mei 2028). Pinjaman terdiri
dari fasilitas A committed USD 600 juta dan fasilitas B uncommitted USD 200 juta.
Penarikan pertama dari pinjaman tersebut digunakan untuk melakukan liability
management atas Obligasi PGN (Stand Alone) melalui skema buyback any and all senilai
USD 499,851 Juta pada Mei 2023 dengan total penarikan Fasilitas A USD 300 Juta.
Kemudian dilakukan penarikan Pinjaman yang kedua untuk melunasi sisa obligasi yang
jatuh tempo pada 16 Mei 2024 senilai USD 396,7 juta dengan penarikan USD 300 juta
dari Fasilitas A pinjaman tersebut.
10. Abdul Aziz, Media, Tangerang Selatan
Berapa target pertumbuhan laba sampai akhir tahun 2024, apakah hanya karena nihilnya
provisi sengketa pajak akan memicu pertumbuhan laba 20an persen seperti semester I
2024?
Jawaban:
Perseroan tetap optimis bahwa laba Perseroan dapat tumbuh di atas laba tahun 2023.
Namun tentunya hal tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi eksternal yang
mempengaruhi operasional PGN.
11. Anasrullah, Publik, Kabupaten Tangerang
Apa tantangan PT Perusahaan Gas Negara saat ini dan bagaimana upaya atau solusi
untuk mengatasai tantangan tersebut?
Jawaban:
Selama semester pertama di 2024, tantangan yang dihadapi perseroan adalah terjadinya
ketidakseimbangan supply dan demand yang mempengaruhi kinerja operasional
perseroan. Hal ini terjadi karena adanya penurunan pasokan dari sumber utama, yaitu
Medco Corridor Block.
Page 6
Sesuai alokasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, terdapat penurunan
pengaliran gas dengan pasokan yang berasal dari Corrior Block-MEPG dari 410 BBTUD
di tahun 2024 menjadi 129 BBTUD di tahun 2028. Strategi untuk mengelola
ketidaksesuaian supply-demand dalam mengantisipasi penurunan Corridor Block:
• Perpanjangan kontrak pasokan gas pipa eksisting dan kontrak pasokan gas baru (i.e.
Petrochina Jabung, Conrad West Natuna, Jadestone, Medco South Sumatera, dll).
• Pemanfaatan kontrak pasokan gas dari wilayah Jawa Bagian Timur yang belum
terutilisasi optimal untuk disalurkan ke wilayah Jawa Bagian Barat menggunakan pipa
transmisi Cirebon-Semarang phase II yang ditargetkan mulai beroperasi di akhir tahun
2025 atau awal tahun 2026 berdasarkan informasi dari Kementerian ESDM.
• Pasokan LNG disiapkan untuk memenuhi kekurangan pasokan gas pipa dengan
potensi pasokan berasal dari Bontang LNG, Tangguh LNG, Donggi Senoro LNG &
Opsi Impor LNG apabila terjadi defisit di Indonesia.
Melalui upaya tersebut serta optimalisasi operasi dan biaya yang dilakukan perseroan
sepanjang Semester I 2024, perseroan tetap membukukan kinerja keuangan yang positif.
12. Darren Colin, Analyst/Sekuritas, Jakarta
a) Will volume and supply still expected to decline QoQ and expectation until 2H24?
b) What are your views on using LNG compared to natural gas?
Jawaban:
a. Perseroan masih berupaya untuk mencapai penjualan niaga gas sesuai dengan target
yang telah ditetapkan, namun tentunya akan dipengaruhi oleh kondisi yang dihadapi
Perseroan dalam hal pasokan gas.
b. Untuk memenuhi kebutuhan gas domestik, PGN mencari pasokan baik melalui
perpanjangan kontrak eksisting dan mencari potensi pasokan gas baru, termasuk
LNG.
13. Destiya Nurul Izzah, Lembaga/Profesi Pasar Modal, Jakarta
Bagaimana cara menghadapi tantangan alokasi pada perkembangan eksplorasi gas saat
ini?
Jawaban:
Beberapa strategi yang dilakukan oleh Perseroan:
• Permintaan alokasi pasokan kepada pemerintah, untuk mengamankan kebutuhan
pasar gas domestik.
• Perpanjangan kontrak pasokan gas eksisting dan kontrak pasokan gas baru
• Diversifikasi pasokan gas bumi, dengan menambah portofolio pasokan gas bumi
melalui Liquefied Natural Gas (LNG) dan pengembangan sumber pasokan lain yang
lebih renewable, seperti Biomethane dalam rangka meningkatkan ketersediaan
pasokan gas bumi.
• Pengelolaan management resiko yang lebih prudent untuk menyiapkan mitigasi untuk
menghadapi situasi tak terduga yang dapat mengganggu alokasi sumber pasokan.
Page 7
14. Erwin P, Pemegang Saham, Jakarta Utara
a) Apakah ada prospek pembagian dividen untuk kuartal terakhir 2024?
b) Kemudian adakah rencana ekspansi usaha?
Jawaban:
a) Pembagian dividen merupakan kewenangan pemegang saham yang ditetapkan
melalui RUPS. Secara historical, realisasi dividend payout ratio dalam kisaran 60%.
b) Rencana pengembangan usaha tertuang dalam 3 (tiga) pilar strategis pengembangan
usaha yang disebut Grow, Adapt, dan Step-out (GAS):
• Grow and maintain existing businesses;
• Adapt business, pursue adjacent opportunities; dan
• Step out and scale to new businesses.
Melalui pilar Grow, Perseroan terus berupaya melakukan upaya Pembangunan
infrastruktur untuk memastikan:
• Integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan pasok –
pasar dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal;
• Pengembangan pipa distribusi gas secara kewilayahan melayani seluruh
segmen pengguna gas bumi.
• Tersedianya supply chain moda non pipa (CNG dan LNG) terutama ditujukan
pada lokasi yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi moda pipa-
non pipa untuk pipa distribusi cluster.
• Memastikan kehandalan infrastruktur, dengan melakukan integrasi secara
virtual seluruh pengelolaan dan pengaturan komoditas gas SHG Group.
Melalui Pilar Adapt, Perseroan melakukan pengembangan bisnis melalui ekosistem
LNG, seperti:
• Pengembangan Terminal LNG Arun, sebagai LNG Hub Internasional, dimana
Arun telah menerima LNG global (Australia, Timur Tengah, Amerika, dan
Afrika).
• Pengembangan LNG Bunkering, untuk menyediakan LNG sebagai energi bagi
kapal kargo logistik internasional.
• Kebutuhan adanya fasilitas LNG breakbulking dan Iso Tank LNG filling and
cargo dock station (Go to Retail) untuk perluasan pelayanan demand industri,
komersial, dan rumah tangga di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.
Melalui Pilar Step out, Perseroan mencari potensi bisnis baru yang mendukung
hilirisasi industri berbasis gas bumi (i.e petrochemical), bisnis clean and renewable
energy (i.e biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2
production, H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu mengembangkan
kompetensi, akses ke pasar, dan pasokan melalui strategic alliance bersama badan
usaha lainnya.
15. Farrel Valentino Bekti, Institusi Pendidikan, Kediri
a) Bagaimana PGN menghadapi tantangan dalam mempertahankan pertumbuhan
kinerja di tengah fluktuasi harga gas global sepanjang tahun 2024?
b) Apakah ada proyek besar yang direncanakan PGN dalam waktu dekat untuk
memperluas jaringan distribusi gas nasional?
Page 8
Jawaban:
a) Selama semester pertama di 2024, tantangan yang dihadapi perseroan adalah
terjadinya ketidakseimbangan supply dan demand yang mempengaruhi kinerja
operasional perseroan. Hal ini terjadi karena adanya penurunan pasokan dari sumber
utama, yaitu Medco Corridor Block.
Sesuai alokasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, terdapat
penurunan pengaliran gas dengan pasokan yang berasal dari Corrior Block-MEPG
dari 410 BBTUD di tahun 2024 menjadi 129 BBTUD di tahun 2028. Strategi untuk
mengelola ketidaksesuaian supply-demand dalam mengantisipasi penurunan Corridor
Block:
• Perpanjangan kontrak pasokan gas pipa eksisting dan kontrak pasokan gas baru
(i.e. Petrochina Jabung, Conrad West Natuna, Jadestone, Medco South Sumatera,
dll).
• Pemanfaatan kontrak pasokan gas dari wilayah Jawa Bagian Timur yang belum
terutilisasi optimal untuk disalurkan ke wilayah Jawa Bagian Barat menggunakan
pipa transmisi Cirebon-Semarang phase II yang ditargetkan mulai beroperasi di
akhir tahun 2025 atau awal tahun 2026 berdasarkan informasi dari Kementerian
ESDM.
• Pasokan LNG disiapkan untuk memenuhi kekurangan pasokan gas pipa dengan
potensi pasokan berasal dari Bontang LNG, Tangguh LNG, Donggi Senoro LNG
& Opsi Impor LNG apabila terjadi defisit di Indonesia.
Melalui upaya tersebut serta optimalisasi operasi dan biaya yang dilakukan perseroan
sepanjang Semester I 2024, perseroan tetap membukukan kinerja keuangan yang
positif.
b) Proyek Gas Kota (Jargas Gaskita) yang dilakukan secara mandiri oleh PGN adalah
bentuk nyata komitmen PGN dalam menyediakan gas bumi kepada seluruh lapisan
masyarakat, sektor pelanggan rumah tangga juga menjadi sasaran utama dalam
pengembangan bisnis PGN. Hadir untuk memberikan pelayanan penyediaan gas bumi
kepada pelanggan rumah tangga, PGN menghadirkan kemudahan aksesibilitas dan
kehandalan penyaluran untuk rumah tangga. Pembangunan Jargas bertujuan untuk
menyediakan energi bersih, ekonomis, dan ramah lingkungan bagi masyarakat serta
mendukung program pengurangan subsidi yang sedang dicanangkan pemerintah.
Program Jargas diprioritaskan pada kota-kota atau daerah yang berdekatan dengan
sumber gas bumi dan memiliki jaringan pipa gas bumi, baik transmisi maupun
distribusi. Disamping itu, Pembangunan Jargas oleh PGN merupakan bentuk
kontribusi PGN dalam menjalankan amanat pemerintah sebagaimana tertuang pada
Arah Kebijakan Pembangunan nasional yang tercantum dalam Rencana Umum
Energi Nasional.
Program Jargas merupakan salah satu program strategis nasional yang telah
dijalankan oleh PGN. Sampai dengan tahun 2024, dengan menggunakan dana
mandiri, PGN telah membangun jaringan gas rumah tangga di 36 kota/kabupaten,
termasuk pengembangan Jargas di luar wilayah yang dijangkau pipa eksisting dengan
menggunakan teknologi beyond pipeline berupa Compressesd Natural gas atau CNG
di Jawa Tengah bagian selatan (Yogyakarta, Sleman) dengan target pembangunan
290.400 Sambungan Rumah.
Page 9
Hingga tahun ini, PGN telah melakukan pembangunan dengan anggaran mandiri yang
tersebar mulai dari Medan, Batam, Bandar Lampung, Cilegon, Jabodetabek,
Semarang, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, bahkan sampai dengan Sorong. Hal ini
menunjukan komitmen PGN untuk hadir dalam memberikan kemudahan akses energi
bersih kepada seluruh lapisan Masyarakat.
Hingga Kuartal 2 tahun 2024, kemajuan konstruksi secara keseluruhan telah
mencapai 81%, sedangkan kemajuan pembangunan pipa telah mencapai 2.076 km
atau 93% dari target, dan 118.327 sambungan rumah telah terpasang sejak tahun
2021.
Ke depan, PGN akan terus berupaya untuk mengembangkan Jargas sebagai bentuk
pelayanan PGN dalam menghadirkan energi bersih kepada seluruh lapisan
Masyarakat.
16. Gent Graha, Pemegang Saham, Jakarta
Bagaimana proyeksi performance keuangan perusahaan dalam 5 tahun kedepan?
Jawaban:
Rencana kerja dan anggaran untuk lima tahun ke depan, masih dalam pembahasan.
Rencana pengembangan usaha selama lima tahun ke depan, tertuang dalam 3 (tiga) pilar
strategis pengembangan usaha yang disebut Grow, Adapt, dan Step-out (GAS):
• Grow and maintain existing businesses;
• Adapt business, pursue adjacent opportunities; dan
• Step out and scale to new businesses.
Melalui pilar Grow, Perseroan terus berupaya melakukan upaya Pembangunan
infrastruktur untuk memastikan:
• Integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan pasok – pasar
dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal;
• Pengembangan pipa distribusi gas secara kewilayahan melayani seluruh segmen
pengguna gas bumi.
• Tersedianya supply chain moda non pipa (CNG dan LNG) terutama ditujukan pada
lokasi yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi moda pipa-non pipa
untuk pipa distribusi cluster.
• Memastikan kehandalan infrastruktur, dengan melakukan integrasi secara virtual
seluruh pengelolaan dan pengaturan komoditas gas SHG Group.
Melalui Pilar Adapt, Perseroan melakukan pengembangan bisnis melalui ekosistem LNG,
seperti:
• Pengembangan Terminal LNG Arun, sebagai LNG Hub Internasional, dimana Arun
telah menerima LNG global (Australia, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika).
• Pengembangan LNG Bunkering, untuk menyediakan LNG sebagai energi bagi
kapal kargo logistik internasional.
• Kebutuhan adanya fasilitas LNG breakbulking dan Iso Tank LNG filling and cargo
dock station (Go to Retail) untuk perluasan pelayanan demand industri, komersial,
dan rumah tangga di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.
Page 10
Melalui Pilar Step out, Perseroan mencari potensi bisnis baru yang mendukung hilirisasi
industri berbasis gas bumi (i.e petrochemical), bisnis clean and renewable energy (i.e
biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2 production,
H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses
ke pasar, dan pasokan melalui strategic alliance bersama badan usaha lainnya. (CST)
17. Hendarsih Hendarsih, Pemegang Saham, Jakarta
Apakah PGN akan masuk ke bisnis penyaluran Hidrogen? Jika iya, apakah ada area
tertentu yg akan dijadikan prioritas penyalurannya?
Jawaban:
Dalam mendukung pencapaian NZE Pertamina di tahun 2060, Perseroan menyiapkan
project yang merupakan persiapan bisnis baru mendukung Net Zero Emission seperti
Hidrogen/Amonia. Namun PGN terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses ke
pasar, dan pasokan yang saat ini belum dimiliki melalui kemitraan strategis bersama
badan usaha lainnya.
18. Iman Ika, Pemegang Saham, Bogor
Bagaimana kelanjutan kasus Gunvor dan kasus lain yang dialami perusahaan?
Jawaban:
Sesuai dengan perkembangan permasalahan Gunvor, Perseroan telah menyampaikan
Keterbukaan Informasi pada tanggal 18 September 2024.
19. Kent Machrus, Pemegang Saham, Jakarta
a) Untuk daerah Jakarta sudah berapa persen daerah yang tersalurkan pipa gas?
b) Ada kendala apa saja ketika proses pemasangan pipa gas?
c) Perumahanan apa saja yang terhubung dengan pipa gas? Apakah ada perumahan
yang menolak untuk dihubungkan dengan pipa gas?
Jawaban:
Target PGN di tahun 2024 adalah sebesar 117 ribu Sambungan Rumah (SR). Status saat
ini telah diporelah keminatan sebesar 96 ribu SR dan dari jumlah tersebut 52 ribu SR telah
menjadi pelanggan.
Untuk pipa Jargas, sejak dimulainya Jargas Gaskita (Non APBN) di tahun 2021, telah
terbangun sepanjang 2084 Km.
Page 11
Perumahan yang telah terhubung tersebar di seluruh wilayah DK Jakarta adalah sebagai
berikut:
Sabungan
Wilayah
Terpasang
Jakarta Timur 19 rb SR
Jakarta Barat 2 rb SR
Jakarta Pusat 6 rb SR
Jakarta Selatan 1 rb SR
Jakarta Utara 1 rb SR
Kendala pemasangan lebih kepada proses perijinan yangg memerlukan waktu untuk
pelaksanaannya. Serta dari sisi constructibility, dimana infrastruktur di Jakarta sudah
cukup padat dan sebagian sudah dibeton.
20. Kevin Kevjn, Pemegang Saham, Jakarta
Untuk sekarang ini apakah gunvor masih mempengaruhi kinerja perusahaan?
Jawaban:
Sesuai dengan perkembangan permasalahan Gunvor, Perseroan telah menyampaikan
Keterbukaan Informasi pada tanggal 18 September 2024.
21. Khilmi Wahyu, Institusi Pendidikan, Semarang
Bagaimana pengaruh situasi di timur tengah yang masih bergejolak, sejauh mana
dampaknya terhadap perseroan?
Jawaban:
Situasi di Timur Tengah lebih mempengaruhi ke harga energi, khususnya harga minyak
mentah. Volatilitas harga minyak akan berpengaruh terhadap kinerja bisnis upstream di
Saka Energi Indonesia (SEI) yang merupakan anak usaha PGN, sehingga secara
konsolidasi akan berpengaruh terhadap kinerja Perseroan walaupun tidak signifikan.
22. Komang Ary, Media, Jakarta
a) Bagaimana update kelanjutan komersialisasi gas Blok Andaman, Blok Tuna dan
Masela? Bagaimana update defisit gas pipa di Sumsel & Jabar?
b) Bagaimana rencana PGN mengembangkan bisnis LNG internasional dan domestik?
c) Apa ada ekspansi pasar untuk ekspor?
Jawaban:
a) Sebagai mitigasi untuk mengantisipasi penurunan supply dari Corridor Block, PGN
mengupayakan tambahan pasokan baik dari sumber gas konvensional maupun LNG.
Pasokan LNG disiapkan untuk memenuhi kekurangan pasokan gas pipa dengan
potensi pasokan berasal dari Bontang LNG, Tangguh LNG, Donggi Senoro LNG,
Andaman Block, Masela Block dan Tuna PSC serta opsi Impor LNG apabila terjadi
defisit di Indonesia.
b) Perseroan terus berupaya melakukan upaya Pembangunan infrastruktur untuk
memastikan integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan
pasok–pasar dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal,
Page 12
didukukung dengan tersedianya supply chain moda non pipa (CNG dan LNG)
dilakukan pada lokasi yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi pipa-non
pipa untuk pipa distribusi cluster.
Perseroan juga melakukan optimalisasi fasilitas yang dimiliki oleh Perseroan seperti
pengembangan Terminal LNG Arun sebagai LNG Hub Dunia serta pengembangan
LNG Bunkering.
c) PGN akan memfokuskan penggunaan gas untuk konsumsi domestik, sehingga tidak
ada rencana untuk melakukan ekspor gas bumi.
23. Kurnia Akbar, Komunitas Pasar Modal, Tangerang Selatan
Rencana direksi untuk menghadapi keadaan global ekonomi yang tidak pasti
Jawaban:
Perseroan selalu memonitor kondisi ekonomi global dan kemudian menfaktorkan
dampaknya ke rencana kerja dan anggaran. Sebagai contoh situasi geopolitik
mempengaruhi harga energi, khususnya harga minyak mentah. Volatilitas harga minyak
akan berpengaruh terhadap kinerja bisnis upstream di Saka Energi Indonesia (SEI) yang
merupakan anak usaha PGN, sehingga secara konsolidasi akan mempengaruhi kinerja
Perseroan.
24. Muawwan Daelami, Media, Tangerang Selatan
Bagaimana rencana merger dan akuisisi PGAS dalam lima tahun ke depan?
Jawaban:
Belum terdapat rencana kegiatan merger & akuisisi dalam 5 tahun ke depan.
25. Rihan Gilang, Pemegang Saham, Jakarta Timur
Bagaimana hasil PGAS sejauh ini untuk menuju bidang di renewable energy dan zero
carbon?
Jawaban:
PGN telah menetapkan 4 (focus) keberlanjutan yang menjadi panduan pelaksanaan ESG
yaitu:
a) Achieving NZE Target by Enabling the Use of Natural Gas in Energy Transition Phase
b) Protecting the Nature
c) Building Cohesive and Resilient Societies Programs, dan
d) Responsible Business Practice
Khusus terkait Net Zero Emission, PGN memegang peranan penting dalam menyediakan
energi bersih di masa transisi energi menuju NZE 2060, karena Gas bumi merupakan
energi yang paling sedikit mengeluarkan Co2 dibandingkan dengan energi fosil lainnya
seperti minyak dan batu bara. Untuk itu PGN berkomitmen untuk terus memperluas
aksesibilitas Gas bumi ke pelanggan yang lebh banyak di seluruh Indonesia dengan
menyediakannya melalui infrastruktur jaringan pipa dan non pipa.
Page 13
Pada tahun 2023 Perseroan telah berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 598,39 ton
Co2 equivalen yang dicapai melalui projek-projek yang dilakukan oleh PGN dan anak-
anak Perusahaannya. Selanjutnya Perseroan telah berhasil mengurangi penggunaan
energi sebesar 26.204 Giga Joule pada akhir tahun 2023.
Perseroan juga terus mencari potensi bisnis baru yang mendukung hilirisasi industri
berbasis gas bumi (i.e petrochemical), bisnis clean and renewable energy (i.e
biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2 production,
H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses
ke pasar, dan pasokan melalui strategic alliance bersama badan usaha lainnya.
Project Biometana adalah salah satu bisnis energi hijau masa depan di Pertamina untuk
mendukung NZE pada tahun 2060. Untuk itu Perseroan menyiapkan project yang
merupakan persiapan bisnis baru mendukung hilirisasi industri berbasis gas
(petrochemical), bisnis clean and renewable energy (biomethane), dan program
pendukung Net Zero Emission lainnya (seperti Hidrogen/Amonia dan CO2 transport)
dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses ke pasar, dan pasokan yang
saat ini belum dimiliki oleh PGN melalui kemitraan strategis bersama badan usaha lainnya.
Proyek Biomethane merupakan proyek strategis untuk mendorong pemakaian gas secara
masif ditengah era transisi energi. Melalui proyek ini, PGN mendukung industri kelapa
sawit untuk melakukan dekarbonisasi dengan mengolah limbah minyak kelapa sawit
menjadi biomethane yang lebih green.
26. Rikki Muara Pandapotan Sormin, Institusi Pendidikan, Medan
Apakah PT Gas Negara Tbk. memiliki rencana untuk berinvestasi lebih banyak dalam
energi terbarukan atau proyek yang mendukung keberlanjutan di masa mendatang?
Jawaban:
Perseroan tetap fokus pada Pengembangan bisnis eksisting sekaligus berperan strategis
dalam rangka mendukung percepetan transisi energi menuju energi terbarukan, dengan
mencanangkan potensi bisnis clean and renewable energy (i.e biomethane), hilirisasi
industri berbasis gas bumi (i.e petrochemical), dan program pendukung Net Zero Emission
lainnya (i.e H2 production, H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu
mengembangkan kompetensi, akses ke pasar, dan pasokan melalui strategic alliance
bersama badan usaha lainnya.
27. Rizka Khoirulika, Publik, Semarang
Bagaimana budaya kerja yang diterapkan PGN agar dapat mencapai target kinerja
perusahaan?
Jawaban:
Dalam mendukung peran PGN sebagai Subholding Gas dan pengelola utama bisnis gas
bumi di Indonesia, PGN menempatkan implementasi budaya Perusahaan “AKHLAK”
(Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai faktor penting
untuk pencapaian Visi Misi Subholding Gas. AKHLAK menjadikan perilaku seluruh
organisasi selaras dengan budaya perusahaan, budaya yang berlaku bagi seluruh Perwira
Subholding Gas.
Page 14
28. SJ Hanso, Komunitas Pasar Modal, Depok
Proyek strategis apa saja yang sedang dan akan dikerjakan oleh perseroan dalam rentang
5 tahun kedepan?
Jawaban:
Rencana pengembangan usaha selama lima tahun ke depan, tertuang dalam 3 (tiga) pilar
strategis pengembangan usaha yang disebut Grow, Adapt, dan Step-out (GAS):
• Grow and maintain existing businesses;
• Adapt business, pursue adjacent opportunities; dan
• Step-out and scale to new businesses.
Melalui pilar Grow, Perseroan terus berupaya melakukan upaya Pembangunan
infrastruktur untuk memastikan:
• Integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan pasok – pasar
dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal;
• Pengembangan pipa distribusi gas secara kewilayahan melayani seluruh segmen
pengguna gas bumi.
• Tersedianya supply chain moda non pipa (CNG dan LNG) terutama ditujukan pada
lokasi yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi moda pipa-non pipa untuk
pipa distribusi cluster.
• Memastikan kehandalan infrastruktur, dengan melakukan integrasi secara virtual
seluruh pengelolaan dan pengaturan komoditas gas SHG Group.
Melalui Pilar Adapt, Perseroan melakukan pengembangan bisnis melalui ekosistem LNG,
seperti:
• Pengembangan Terminal LNG Arun, sebagai LNG Hub Internasional, dimana Arun
telah menerima LNG global (Australia, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika).
• Pengembangan LNG Bunkering, untuk menyediakan LNG sebagai energi bagi kapal
kargo logistik internasional.
• Kebutuhan adanya fasilitas LNG breakbulking dan Iso Tank LNG filling and cargo
dock station (Go to Retail) untuk perluasan pelayanan demand industri, komersial,
dan rumah tangga di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.
Melalui Pilar Step out, Perseroan mencari potensi bisnis baru yang mendukung hilirisasi
industri berbasis gas bumi (i.e petrochemical), bisnis clean and renewable energy (i.e
biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2 production,
H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses
ke pasar, dan pasokan melalui strategic alliance bersama badan usaha lainnya.
Beberapa proyek strategis yang sedang dilaksanakan oleh Perseroan antara lain:
a) Proyek Pembangunan infrastruktur Gas Pipa Tegal–Cilacap.
Proyek ini juga merupakan Upaya Perseroan untuk meningkatkan kolaborasi bisnis
berkelanjutan dan sinergi dengan Pertamina Group, PGN berencana melakukan
gasifikasi kilang RU IV Cilacap yang sejalan juga dengan Pembangunan pipa gas
Cirebon-Semarang 2 dan rencana integrasi pipa transmisi di pulau Jawa.
Pembangunan pipa gas ini memperluas jangkauan infrastruktur gas bumi untuk
pelanggan di sisi selatan Pulau Jawa maupun potensi pelanggan di sepanjang jalur
pipa sehingga pemanfaatan gas bumi akan meningkat.
Page 15
Proyek ini dijadwalkan dimulai 2025 dan diharapkan commissioning pada akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027 dengan volume yang akan dialirkan adalah 51 MMSCFD, progres sampai saat ini PGN dan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) telah menandatangani Heads of Agreement (HOA) tentang Jual Beli Gas Bumi untuk Kilang Refinery Unit IV Cilacap pada 9 Agustus 2024 dan saat ini dalam penyusunan perjanjian komersial antara PGN dan KPI, pelaksanaan FEED, dan pengurusan perizinan. b) Proyek Revitalisasi Tangki LNG Hub Arun. Terminal LNG Arun terletak di jalur perdagangan strategis dan dekat dengan pasar LNG yang berkembang di Asia Tenggara dan Asia Selatan. PT Pertamina (Persero) sebagai Holding Minyak dan Gas memiliki aspirasi agar Terminal LNG Arun menjadi pemimpin Hub LNG di Asia. Salah satu tahap awal adalah merevitalisasi tangki F-6004 yang saat ini telah tidak digunakan sejak tahun 2004. Hingga Kuartal II 2024, kemajuan konstruksi paket non-tangki telah mencapai 27.227% dan paket tangki sebesar 8.16%. c) Project Biometana adalah salah satu bisnis energi hijau masa depan di Pertamina untuk mendukung NZE pada tahun 2060. Untuk itu Perseroan menyiapkan project yang merupakan persiapan bisnis baru mendukung hilirisasi industri berbasis gas (petrochemical), bisnis clean and renewable energy (biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (seperti Hidrogen/Amonia dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses ke pasar, dan pasokan yang saat ini belum dimiliki oleh PGN melalui kemitraan strategis bersama badan usaha lainnya. Proyek Biomethane merupakan proyek strategis untuk mendorong pemakaian gas secara masif ditengah era transisi energi. Melalui proyek ini, PGN mendukung industri kelapa sawit untuk melakukan dekarbonisasi dengan mengolah limbah minyak kelapa sawit menjadi biomethane yang lebih green. Untuk mengembangkan proyek biomethane ini, PGN bersama Konsorsium dari Jepang melakukan joint study dan telah menyelesaikan Feasibility Study pemanfaatan Biomethane dari POME (palm oil mill effluent) dan Feasibility Study tentang Pembangunan Fasilitas Point Injection di Stasiun Pagardewa. Perusahaan juga telah menandatangani HoA dengan Konsorsium Jepang dan mendapatkan Letter of Intent (LOI) dengna pelanggan potensial. Saat ini kami sedang mempersiapkan FEED untuk Plant (Kilang) Biomethane. d) Project Transportasi Minyak Cikampek Plumpang Proyek pembangunan pipa transportasi minyak antara TBBM Cikampek dan TBBM Plumpang dilakukan oleh anak Perusahaan PGN yaitu PT Pertamina Gas (Pertagas) yang bekerjasama dengan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) untuk membangun Pipa Transportasi Minyak Cikampek-Plumpang dengan skema Build-Maintenance-Transfer (BMT) dan jangka waktu 10 tahun masa pengoperasian.
Page 16
Pembangunan pipa ini merupakan salah satu pengembangan portofolio bisnis Subholding Gas dalam bisnis infrastruktur, terutama transportasi energi melalui pipa. Pipa dengan diameter 16 inci dan panjang 96 km dijadwalkan akan dioperasikan pada kuartal pertama tahun 2027 dan akan mengangkut minyak sebanyak 4,5 miliar liter per tahun. Pertagas telah menerima penugasan dari PPN untuk Penyediaan Pipa Minyak Cikampek - Plumpang pada 7 Februari 2024 dan kami telah memperoleh Final Investment Decision (FID) dari Dewan Komisaris pada 28 Maret 2024. Sampai dengan semester 1 2024, Pertagas dan Pertamina Patra Niaga dalam proses penyusunan perjanjian penyediaan jasa pipaniasai BBM Cikampek-Plumpang dan persiapan tender EPC. e) Proyek Gas Kota (Jargas Gaskita) yang dilakukan secara mandiri oleh PGN adalah bentuk nyata komitmen PGN dalam menyediakan gas bumi kepada seluruh lapisan masyarakat, sektor pelanggan rumah tangga juga menjadi sasaran utama dalam pengembangan bisnis PGN. Hadir untuk memberikan pelayanan penyediaan gas bumi kepada pelanggan rumah tangga, PGN menghadirkan kemudahan aksesibilitas dan kehandalan penyaluran untuk rumah tangga. Pembangunan Jargas bertujuan untuk menyediakan energi bersih, ekonomis, dan ramah lingkungan bagi masyarakat serta mendukung program pengurangan subsidi yang sedang dicanangkan pemerintah. Program Jargas diprioritaskan pada kota-kota atau daerah yang berdekatan dengan sumber gas bumi dan memiliki jaringan pipa gas bumi, baik transmisi maupun distribusi. Disamping itu, Pembangunan Jargas oleh PGN merupakan bentuk kontribusi PGN dalam menjalankan amanat pemerintah sebagaimana tertuang pada Arah Kebijakan Pembangunan nasional yang tercantum dalam Rencana Umum Energi Nasional. Program Jargas merupakan salah satu program strategis nasional yang telah dijalankan oleh PGN. Sampai dengan tahun 2024, dengan menggunakan dana mandiri, PGN telah membangun jaringan gas rumah tangga di 36 kota/kabupaten, termasuk pengembangan Jargas di luar wilayah yang dijangkau pipa eksisting dengan menggunakan teknologi beyond pipeline berupa Compressesd Natural gas atau CNG di Jawa Tengah bagian selatan (Yogyakarta, Sleman) dengan target pembangunan 290.400 Sambungan Rumah. Hingga tahun ini, PGN telah melakukan pembangunan dengan anggaran mandiri yang tersebar mulai dari Medan, Batam, Bandar Lampung, Cilegon, Jabodetabek, Semarang, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, bahkan sampai dengan Sorong. Hal ini menunjukan komitmen PGN untuk hadir dalam memberikan kemudahan akses energi bersih kepada seluruh lapisan Masyarakat. Hingga Kuartal 2 tahun 2024, kemajuan konstruksi secara keseluruhan telah mencapai 81%, sedangkan kemajuan pembangunan pipa telah mencapai 2.076 km atau 93% dari target, dan 118.327 sambungan rumah telah terpasang sejak tahun 2021.
Page 17
Ke depan, PGN akan terus berupaya untuk mengembangkan Jargas sebagai bentuk
pelayanan PGN dalam menghadirkan energi bersih kepada seluruh lapisan
Masyarakat.
29. Sophia Cendana, Pemegang Saham, Jakarta
Apa tindakan nyata yang akan dilakukan PGAS untuk meningkatkan kinerja yang
mendatangkan pertumbuhan dan laba?
Jawaban:
Perseroan telah menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas yang
meningkat. Dengan terus menjalankan strategi bisnis yang telah ditetapkan, melakukan
pengelolaan operasional secara optimal dan efisien serta penerapan manajemen
keuangan dan manajemen risiko yang prudent, Perseroan akan mampu menghadapi
tantangan dan peluang.
Perseroan memiliki program strategis yang dituangkan dalam 3 (tiga) pilar pengembangan
bisnis yang disebut GAS :
• Grow: grow and maintain gas business
• Adapt: adapt business, pursue adjacent opportunities dan
• Step out: step out and scale to new business
Melalui pilar Grow, Perseroan terus berupaya melakukan upaya Pembangunan
infrastruktur untuk memastikan:
• Integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan pasok – pasar
dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal ;
• Pengembangan pipa distribusi gas secara kewilayahan melayani seluruh segmen
pengguna gas.
• Tersedianya Supply chain moda non pipa (CNG dan LNG) dilakukan pada lokasi
yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi pipa-non pipa untuk pipa
distribusi cluster
• Memastikan kehandalan infrastruktur, dengan melakukan integrasi secara virtual
seluruh pengelolaan dan pengaturan komoditas gas SHG Group.
Melalui Pilar Adapt, Perseroan melakukan optimalisasi fasilitas yang dimiliki oleh
Perseroan seperti:
• Pengembangan Terminal LNG Arun sebagai LNG Hub Dunia, Arun telah
menerima LNG global (Australia, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika).
• Pengembangan LNG Bunkering untuk melayani kapal kargo logistik.
• Kebutuhan adanya fasilitas LNG breakbulking dan Iso Tank LNG filling and cargo
dock station (Go to Retail) untuk perluasan pelayanan demand industri, komersial,
dan rumah tangga di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.
Melalui Pilar Step Out, Perseroan mencari potensi bisnis baru yang mendukung hilirisasi
industri berbasis gas (petrochemical), bisnis clean and renewable energy (biomethane),
dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2/NH3 dan CO2 transport)
dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses ke pasar, dan pasokan yang
saat ini belum dimiliki oleh PGN melalui strategic alliance bersama badan usaha lainnya.
Page 18
30. Subianto Subianto, Pemegang Saham, Jakarta
Bagaimana status force majeure Gunvor?
Jawaban:
Sesuai dengan perkembangan permasalahan Gunvor, Perseroan telah menyampaikan
Keterbukaan Informasi pada tanggal 18 September 2024.
31. Tommy Herman, Pemegang Saham, Pekalongan
Bagaimana kedepan prospek pertumbuhan bisnis PGAS secara keseluruhan?
Jawaban:
Perseroan telah menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas yang
meningkat. Manajemen percaya dengan terus menjalankan strategi bisnis yang telah
ditetapkan, melakukan pengelolaan operasional secara optimal dan efisien serta
penerapan Manajemen keuangan dan Manajemen resiko yang prudent, Perseroan akan
mampu menghadapi tantangan dan peluang.
Kinerja Perseroan di Semester 1 tahun 2024 baik pendapatan dan laba bersih masih
melanjutkan tren kinerja positif dan dalam kurun waktu 3-4 tahun terakhir, dengan track
record pertumbuhan yang konsisten pada kinerja top line keuangan. Hal ini menunjukkan
kemampuan Perseroan dalam menavigasi kondisi pandemi dan dinamika industri
nasional. Dalam periode tersebut, Perusahaan secara konsisten dapat meningkatkan
volume niaga gas dan transportasi minyak dan gas, dan peningkatan volume ini
berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan serta keberhasilan untuk mengubah loss di
tahun 2020 menjadi laba mulai tahun 2021 dan ditahun selanjutnya, bahkan sampai di
semester 1 2024 ini.
Selama 4 tahun, pendapatan konsolidasi menunjukkan tren kenaikan, dengan
pertumbuhan 8% dari tahun 2020 – 2023, yang didukung oleh volume niaga gas dan
transportasi gas (yang merupakan kontributor utama sebesar kurang lebih 70% bagi
pendapatan Perusahaan). Pendapatan Perseroan sampai 6 bulan pertama tahun 2024
mencapai USD 1,84 milyar, terutama dikontribusikan oleh segmen LNG trading dan
transmisi gas.
Selanjutnya terkait Marjin Profitabilitas, sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, mulai
tahun 2021 profitabilitas konsolidasi sangat terjada, untuk mendukung kemampuan
Perseroan untuk berinvestasi dan bertumbuh secara berkelanjutan.
32. Utami Sari, Pemegang Saham, Palembang
Mengapa dilakukan review oleh EY pada laporan interim Juni 2024?
Jawaban:
Review oleh KAP atas laporan interim tengah tahunan merupakan hal yang rutin
Perseroan lakukan setiap tahun , demikian juga hal nya untuk Laporan Keuangan Interim
Juni 2024.
Page 19
33. Vera Yap, Analyst/Sekuritas, Jakarta
a) Does management remain optimistic to meet the gas distribution target at 954 BBtud
for this year? Considering the supply risks and the performance as of 1H24.
b) Will management increase spread target again for this year?
Jawaban:
a) Perseroan berupaya untuk mencapai penjualan niaga gas sesuai dengan target yang
telah ditetapkan, namun tentunya akan dipengaruhi oleh kondisi yang dihadapi
Perseroan dalam hal pasokan gas.
b) PGN akan berusaha untuk mempertahankan spread margin gas sebagaimana
guideline awal tahun di level US$ 1,6-1,8 per mmbtu. Level margin tersebut tentunya
akan dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain kertersediaan pasokan, infrastruktur,
permintaan dari pelanggan serta optimalisasi operasi perseroan.
34. Vla Sibarani, Pemegang Saham, Semarang
Bagaimana proses due diligence (tahap pemeriksaan sebelum kerjasama) antara PGAS
dan Gunvor? Apa benar denda yang dikenakan sebesar 130% dari barang yang dikirim
tidak sesuai spesifikasi?
Jawaban:
Sesuai dengan perkembangan permasalahan Gunvor, Perseroan telah menyampaikan
Keterbukaan Informasi pada tanggal 18 September 2024.
35. Wawan Rahmawan, Pemegang Saham, Majalengka
Bagaimana strategi management agar bisa mempertahankan laba atau meningkatkan
laba di tahun-tahun yang akan mendatang?
Jawaban:
Perseroan telah menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas yang
meningkat. Dengan terus menjalankan strategi bisnis yang telah ditetapkan, melakukan
pengelolaan operasional secara optimal dan efisien serta penerapan manajemen
keuangan dan manajemen risiko yang prudent, Perseroan akan mampu menghadapi
tantangan dan peluang.
Rencana pengembangan usaha selama lima tahun ke depan, tertuang dalam 3 (tiga) pilar
strategis pengembangan usaha yang disebut Grow, Adapt, dan Step-out (GAS):
• Grow and maintain existing businesses;
• Adapt business, pursue adjacent opportunities; dan
• Step-out and scale to new businesses.
Melalui pilar Grow, Perseroan terus berupaya melakukan upaya Pembangunan
infrastruktur untuk memastikan:
• Integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan pasok – pasar
dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal;
• Pengembangan pipa distribusi gas secara kewilayahan melayani seluruh segmen
pengguna gas bumi.
Page 20
• Tersedianya supply chain moda non pipa (CNG dan LNG) terutama ditujukan pada
lokasi yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi moda pipa-non pipa untuk
pipa distribusi cluster.
• Memastikan kehandalan infrastruktur, dengan melakukan integrasi secara virtual
seluruh pengelolaan dan pengaturan komoditas gas SHG Group.
Melalui Pilar Adapt, Perseroan melakukan pengembangan bisnis melalui ekosistem LNG,
seperti:
• Pengembangan Terminal LNG Arun, sebagai LNG Hub Internasional, dimana Arun
telah menerima LNG global (Australia, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika).
• Pengembangan LNG Bunkering, untuk menyediakan LNG sebagai energi bagi kapal
kargo logistik internasional.
• Kebutuhan adanya fasilitas LNG breakbulking dan Iso Tank LNG filling and cargo
dock station (Go to Retail) untuk perluasan pelayanan demand industri, komersial,
dan rumah tangga di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.
Melalui Pilar Step out, Perseroan mencari potensi bisnis baru yang mendukung hilirisasi
industri berbasis gas bumi (i.e petrochemical), bisnis clean and renewable energy (i.e
biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2 production,
H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses
ke pasar, dan pasokan melalui strategic alliance bersama badan usaha lainnya.
36. Wenny Wardhani, Publik, Jakarta
What will be the strategic planning for PT Perusahaan Gas Negara in the next 5 years?
Jawaban:
Rencana pengembangan usaha selama lima tahun ke depan, tertuang dalam 3 (tiga) pilar
strategis pengembangan usaha yang disebut Grow, Adapt, dan Step-out (GAS):
• Grow and maintain existing businesses;
• Adapt business, pursue adjacent opportunities; dan
• Step-out and scale to new businesses.
Melalui pilar Grow, Perseroan terus berupaya melakukan upaya Pembangunan
infrastruktur untuk memastikan:
• Integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan pasok – pasar
dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal;
• Pengembangan pipa distribusi gas secara kewilayahan melayani seluruh segmen
pengguna gas bumi.
• Tersedianya supply chain moda non pipa (CNG dan LNG) terutama ditujukan pada
lokasi yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi moda pipa-non pipa untuk
pipa distribusi cluster.
• Memastikan kehandalan infrastruktur, dengan melakukan integrasi secara virtual
seluruh pengelolaan dan pengaturan komoditas gas SHG Group.
Melalui Pilar Adapt, Perseroan melakukan pengembangan bisnis melalui ekosistem LNG,
seperti:
• Pengembangan Terminal LNG Arun, sebagai LNG Hub Internasional, dimana Arun
telah menerima LNG global (Australia, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika).
Page 21
• Pengembangan LNG Bunkering, untuk menyediakan LNG sebagai energi bagi kapal
kargo logistik internasional.
• Kebutuhan adanya fasilitas LNG breakbulking dan Iso Tank LNG filling and cargo
dock station (Go to Retail) untuk perluasan pelayanan demand industri, komersial,
dan rumah tangga di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.
Melalui Pilar Step out, Perseroan mencari potensi bisnis baru yang mendukung hilirisasi
industri berbasis gas bumi (i.e petrochemical), bisnis clean and renewable energy (i.e
biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2 production,
H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses
ke pasar, dan pasokan melalui strategic alliance bersama badan usaha lainnya.
37. Yossy Meidy Wijaya, Publik, Jakarta
Apa rencana bisnis PGN dalam menunjang Indonesia Emas 2045
Jawaban:
Sebagai bagian dari holding migas, PGN menunjang Indonesia Emas 2045 untuk
mewujudkan pertumbuhan ekonomi dengan mendukung ketahanan energi nasional
melalui ketersediaan infrastruktur gas untuk memenuhi kebutuhan gas bumi di Indonesia.
Rencana pengembangan usaha Perseroan tertuang dalam 3 (tiga) pilar strategis
pengembangan usaha yang disebut Grow, Adapt, dan Step-out (GAS):
• Grow and maintain existing businesses;
• Adapt business, pursue adjacent opportunities; dan
• Step-out and scale to new businesses.
Melalui pilar Grow, Perseroan terus berupaya melakukan upaya Pembangunan
infrastruktur untuk memastikan:
• Integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan pasok – pasar
dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal;
• Pengembangan pipa distribusi gas secara kewilayahan melayani seluruh segmen
pengguna gas bumi.
• Tersedianya supply chain moda non pipa (CNG dan LNG) terutama ditujukan pada
lokasi yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi moda pipa-non pipa untuk
pipa distribusi cluster.
• Memastikan kehandalan infrastruktur, dengan melakukan integrasi secara virtual
seluruh pengelolaan dan pengaturan komoditas gas SHG Group.
Melalui Pilar Adapt, Perseroan melakukan pengembangan bisnis melalui ekosistem LNG,
seperti:
• Pengembangan Terminal LNG Arun, sebagai LNG Hub Internasional, dimana Arun
telah menerima LNG global (Australia, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika).
• Pengembangan LNG Bunkering, untuk menyediakan LNG sebagai energi bagi kapal
kargo logistik internasional.
• Kebutuhan adanya fasilitas LNG breakbulking dan Iso Tank LNG filling and cargo
dock station (Go to Retail) untuk perluasan pelayanan demand industri, komersial,
dan rumah tangga di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.
Page 22
Melalui Pilar Step out, Perseroan mencari potensi bisnis baru yang mendukung hilirisasi
industri berbasis gas bumi (i.e petrochemical), bisnis clean and renewable energy (i.e
biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2 production,
H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses
ke pasar, dan pasokan melalui strategic alliance bersama badan usaha lainnya.
38. Yuswara Pramudita, Pemegang Saham, Malang
Apakah ada pembagian deviden intern tahun 2024
Jawaban:
Pembagian dividen merupakan kewenangan pemegang saham yang ditetapkan melalui
RUPS. Pada tahun 2024 tidak ada pembagian dividen interim; namun Perseroan telah
membagikan dividen tunai kepada pemegang saham atas kinerja tahun buku 2023 sesuai
Keputusan RUPS tanggal 30 Mei 2024.
39. Zetta Hannany, Media, Jakarta
a) Proyeksi top-line dan bottom-line untuk tahun 2024?
b) Berapa capex yang dianggarkan tahun ini, dan realisasinya sudah berapa?
Jawaban:
a) Perseroan masih optimis bahwa laba Perseroan masih tumbuh di atas laba tahun
2023. Namun tentunya masih akan dipengaruhi oleh kondisi yang mempengaruhi
operasional PGN.
b) Total Target Capex 2024 sebesar USD 361 million, dengan rincian 63% untuk
downstream & Others dan 37% untuk upstream. Realisasi sampai Q2 2024 adalah
sebesar USD 70 million yang terdiri dari 56% untuk upstream dan 44% untuk
downtream & others.
Page 23
Daftar Hadir
No Nama Kota Negara
1 Abdul Aziz Tangerang Selatan Indonesia
2 Aditya Damawan Meiyanto Jakarta Indonesia
3 Agus Priyono Malang Indonesia
4 Ahsan Putra Indrawan Jakarta Indonesia
5 Alit J. Jakarta Indonesia
6 Artika Sari Prianti Jakarta Indonesia
7 Atiq Shohi Ahmadi Wahid Tuban Indonesia
8 Aurelia C. Jakarta Indonesia
9 Cahya Puteri Abdi Rabbi Jakarta Indonesia
10 Chandra Pasaribu Jakarta Indonesia
11 Chris Prospero Jakarta Indonesia
12 Darren Colin Jakarta Indonesia
13 Deden Humaedi Jakarta Indonesia
14 Dewi Siti Rukoyah Tasikmalaya Indonesia
15 Dimas Rivaldi Ngabito Balikpapan Indonesia
16 Dini Mentari Jakarta Indonesia
17 Edward Simond Depok Indonesia
18 Erika Kurnia Jakarta Indonesia
19 Erwin P. Jakarta Indonesia
20 Farkhan Rizaputra Jakarta Indonesia
21 Farrel Valentino Kediri Indonesia
22 Gent Graha Jakarta Indonesia
23 Haryo Jati Jakarta Indonesia
24 Hendarsih Jakarta Indonesia
25 Ibnu Alif Nugraha Bogor Indonesia
26 Ifham Hakim Jakarta Indonesia
27 Iman Ika Bogor Indonesia
28 Indira Azzahra Medan Indonesia
29 Ivan Fahdi Jakarta Indonesia
Joshua Jeremy Ticoalu Jakarta Indonesia
30 Longdong
31 Julian Ferry Hermanto Sidoarjo Indonesia
32 Justina Landhiani Surakarta Indonesia
33 Kei Yudha Jakarta Indonesia
34 Kent Machrus Jakarta Indonesia
35 Kevin Jakarta Indonesia
36 Komang Ary Jakarta Indonesia
37 Kurnia Akbar Tangerang Selatan Indonesia
38 Kurniawan Rizki Persada Yogyakarta Indonesia
39 Marvin Salomo Jakarta Indonesia
Page 24
No Nama Kota Negara 40 Mas Pion Medan Indonesia 41 Maulana Yusup Jakarta Indonesia 42 Michael Tan Jakarta Indonesia 43 Mohamad Iman Firmansyah Jakarta Indonesia 44 Mohammad Fadil Jakarta Indonesia 45 Muawwan Daelami Tangerang Selatan Indonesia 46 Muhammad Heri Jakarta Indonesia 47 Muhammad Nur Huda Jakarta Indonesia 48 Peter Alexander Surabaya Indonesia 49 Prabandaru Cahyo Anggoro Jakarta Indonesia 50 Rafi Rizki Romadhoni Jakarta Indonesia 51 Rahmat Romansah Bekasi Indonesia 52 Rahmat Saktiawan Bengkulu Indonesia 53 Raka Junico Jakarta Indonesia 54 Rama Sukarta Jakarta Indonesia 55 Rangga Kusuma Aceh Indonesia 56 Reynika Corina Jakarta Indonesia 57 Richard Jerry Jakarta Indonesia 58 Ricky Darmawan Jakarta Indonesia 59 Ridwan Mulyana Jakarta Indonesia 60 Rihan Gilang Jakarta Indonesia 61 Rizky Alief Jakarta Indonesia 62 Sam Jakarta Indonesia 63 Savera Zada Jakarta Indonesia 64 Siti Patimah Hijratul Arifiani Banjarbaru Indonesia 65 SJ Hanso Depok Indonesia 66 Sri Gugum Gumbira Jakarta Indonesia 67 Stifani Irriani Jakarta Indonesia 68 Stella Bustan Jakarta Indonesia 69 Subianto Jakarta Indonesia 70 Sugeng Prianggodo Tuban Indonesia 71 Sugeng Sulaksono Jakarta Indonesia 72 Sungkono Susilo Surakarta Indonesia 73 Suyono Pontianak Indonesia 74 Syaiful Arifin Jakarta Indonesia 75 Tanayastri Dini Jakarta Indonesia 76 Tommy Pekanbaru Indonesia 77 Tommy Herman Pekalongan Indonesia 78 Utami Sari Palembang Indonesia 79 Varradita Banggai Indonesia 80 Vera Yap Jakarta Indonesia
Page 25
No Nama Kota Negara 81 Vivo Medan Indonesia 82 Vla Sibarani Semarang Indonesia 83 Wenny Wardhani Jakarta Indonesia 84 Yonatan Pratama Wijaya Surabaya Indonesia 85 Yossi Hasanah Putri Yogyakarta Indonesia 86 Yossy Meidy Wijaya Jakarta Indonesia 87 Yuliana Jakarta Indonesia 88 Yustinus Agyl Kurniawan Jakarta Indonesia 89 Yuswara Pramudita Malang Indonesia 90 Zaidan Akram Jakarta Indonesia 91 Zsazya Senorita Jakarta Indonesia 92 Zulfan Jambi Indonesia
Names mentioned 108 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.1 ×3
unresolved
org
Kementerian ESDM.
p.1 ×3
unresolved
org
Petronas Carigali Muriah Limited
p.2
unresolved
org
Kementerian ESDM Tahun
p.2
unresolved
org
Gas Negara Tbk.
p.13 ×2
unresolved
org
PT Kilang Pertamina Internasional
p.15
unresolved
org
PT Pertamina Gas
p.15
unresolved
person
Abdul Aziz
p.23
unresolved
—
Aditya Damawan Meiyanto
p.23
unresolved
—
Agus Priyono
p.23
unresolved
—
Ahsan Putra Indrawan
p.23
unresolved
—
Alit J.
p.23
unresolved
—
Artika Sari Prianti
p.23
unresolved
—
Atiq Shohi Ahmadi Wahid
p.23
unresolved
—
Aurelia C.
p.23
unresolved
—
Cahya Puteri Abdi Rabbi
p.23
unresolved
—
Chandra Pasaribu
p.23
unresolved
—
Chris Prospero
p.23
unresolved
—
Darren Colin
p.23
unresolved
—
Deden Humaedi
p.23
unresolved
person
Dewi Siti Rukoyah
p.23
unresolved
—
Dimas Rivaldi Ngabito
p.23
unresolved
—
Dini Mentari
p.23
unresolved
—
Edward Simond
p.23
unresolved
—
Erika Kurnia
p.23
unresolved
—
Erwin P.
p.23
unresolved
—
Farkhan Rizaputra
p.23
unresolved
—
Farrel Valentino
p.23
unresolved
—
Gent Graha
p.23
unresolved
—
Haryo Jati
p.23
unresolved
—
Hendarsih
p.23
unresolved
—
Ibnu Alif Nugraha
p.23
unresolved
—
Ifham Hakim
p.23
unresolved
—
Iman Ika
p.23
unresolved
—
Indira Azzahra
p.23
unresolved
—
Ivan Fahdi
p.23
unresolved
—
Julian Ferry Hermanto
p.23
unresolved
—
Justina Landhiani
p.23
unresolved
—
Kei Yudha
p.23
unresolved
—
Kent Machrus
p.23
unresolved
—
Kevin
p.23
unresolved
—
Komang Ary
p.23
unresolved
—
Kurnia Akbar
p.23
unresolved
org
Kurniawan Rizki Persada
p.23
unresolved
—
Marvin Salomo
p.23
unresolved
—
Mas Pion
p.24
unresolved
—
Maulana Yusup
p.24
unresolved
—
Michael Tan
p.24
unresolved
person
Mohamad Iman Firmansyah
p.24
unresolved
person
Mohammad Fadil
p.24
unresolved
—
Muawwan Daelami
p.24
unresolved
person
Muhammad Heri
p.24
unresolved
person
Muhammad Nur Huda
p.24
unresolved
—
Peter Alexander
p.24
unresolved
—
Prabandaru Cahyo Anggoro
p.24
unresolved
—
Rafi Rizki Romadhoni
p.24
unresolved
—
Rahmat Romansah
p.24
unresolved
—
Rahmat Saktiawan
p.24
unresolved
—
Raka Junico
p.24
unresolved
—
Rama Sukarta
p.24
unresolved
—
Rangga Kusuma
p.24
unresolved
—
Reynika Corina
p.24
unresolved
—
Richard Jerry
p.24
unresolved
—
Ricky Darmawan
p.24
unresolved
—
Ridwan Mulyana
p.24
unresolved
—
Rihan Gilang
p.24
unresolved
—
Rizky Alief
p.24
unresolved
—
Savera Zada
p.24
unresolved
person
Siti Patimah Hijratul Arifiani
p.24
unresolved
—
SJ Hanso
p.24
unresolved
—
Sri Gugum Gumbira
p.24
unresolved
—
Stifani Irriani
p.24
unresolved
—
Stella Bustan
p.24
unresolved
—
Subianto
p.24
unresolved
—
Sugeng Prianggodo
p.24
unresolved
—
Sugeng Sulaksono
p.24
unresolved
—
Sungkono Susilo
p.24
unresolved
—
Suyono
p.24
unresolved
—
Syaiful Arifin
p.24
unresolved
—
Tanayastri Dini
p.24
unresolved
—
Tommy
p.24
unresolved
—
Tommy Herman
p.24
unresolved
—
Utami Sari
p.24
unresolved
—
Varradita
p.24
unresolved
—
Vera Yap
p.24
unresolved
—
Vivo
p.25
unresolved
—
Vla Sibarani
p.25
unresolved
—
Wenny Wardhani
p.25
unresolved
—
Yonatan Pratama Wijaya
p.25
unresolved
—
Yossi Hasanah Putri
p.25
unresolved
—
Yossy Meidy Wijaya
p.25
unresolved
—
Yustinus Agyl Kurniawan
p.25
unresolved
—
Yuswara Pramudita
p.25
unresolved
—
Zaidan Akram
p.25
unresolved
—
Zsazya Senorita
p.25
unresolved
—
Zulfan
p.25
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.