Skip to content
Back to announcement

20240919_PGAS_Public Expose_31727374_lamp2.pdf

Other Text extracted PGAS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 25

Page 1
                          PT Perusahaan Gas Negara Tbk
                       Resume Public Expose Live Tahun 2024
                            Jakarta, 17 September 2023


Dipaparkan oleh:
   1. Direktur Utama, Bapak Arief Setiawan Handoko;
   2. Direktur Keuangan, Bapak Fadjar Harianto Widodo;
   3. Direktur Infrastruktur dan Teknologi, Bapak Harry Budi Sidharta;
   4. Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis, Ibu Rosa Permata Sari;
   5. Direktur Komersial, Ibu Ratih Esti Prihatini;
   6. Direktur SDM dan Penunjang Bisnis, Bapak Rachmat Hutama; dan
   7. Direktur Manajemen Resiko, Bapak Arief Kurnia Risdianto.


Agenda       : Public Expose
Moderator    : Corporate Secretary, Fajriyah Usman
Peserta      : 92 peserta online yang terdiri dari pemegang saham, analis, mahasiswa,
               karyawan, masyarakat umum, dan media
Lokasi       : Zoom Webinar

Berikut adalah rangkuman tanya jawab dalam acara Public Expose Perseroan:

1. Mohammad Yusril Wahyu Riszki, Publik, Jakarta dan Gent Graha, Pemegang Saham,
   Jakarta
   Apa tantangan utama yang dihadapi perusahaan selama semester pertama 2024,
   khususnya terkait pasokan gas dan bagaimana cara mengatasinya?

   Jawaban:
   Selama semester pertama di 2024, tantangan yang dihadapi perseroan adalah terjadinya
   ketidakseimbangan supply dan demand yang mempengaruhi kinerja operasional
   perseroan. Hal ini terjadi karena adanya penurunan pasokan dari sumber utama, yaitu
   Medco Corridor Block.

   Sesuai alokasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, terdapat penurunan
   pengaliran gas dengan pasokan yang berasal dari Corrior Block-MEPG dari 410 BBTUD
   di tahun 2024 menjadi 129 BBTUD di tahun 2028. Strategi untuk mengelola
   ketidaksesuaian supply-demand dalam mengantisipasi penurunan Corridor Block:
   • Perpanjangan kontrak pasokan gas pipa eksisting dan kontrak pasokan gas baru (i.e.
       Petrochina Jabung, Conrad West Natuna, Jadestone, Medco South Sumatera, dll).
   • Pemanfaatan kontrak pasokan gas dari wilayah Jawa Bagian Timur yang belum
       terutilisasi optimal untuk disalurkan ke wilayah Jawa Bagian Barat menggunakan pipa
       transmisi Cirebon-Semarang phase II yang ditargetkan mulai beroperasi di akhir tahun
       2025 atau awal tahun 2026 berdasarkan informasi dari Kementerian ESDM.
   • Pasokan LNG disiapkan untuk memenuhi kekurangan pasokan gas pipa dengan
       potensi pasokan berasal dari Bontang LNG, Tangguh LNG, Donggi Senoro LNG &
       Opsi Impor LNG apabila terjadi defisit di Indonesia.

   Melalui upaya tersebut serta optimalisasi operasi dan biaya yang dilakukan perseroan
   sepanjang Semester I 2024, perseroan tetap membukukan kinerja keuangan yang positif.
Page 2
2. Darren Colin, Analyst/Sekuritas, Jakarta
   Apa yang menyebabkan net profit di kuartal 2 lebih kecil daripada kuartal 1 (net profit QoQ
   turun) ?

   Jawaban:
   Terima kasih atas pertanyaannya. Pencapaian laba bersih di kuartal 2-2024 sebesar
   US$65juta, terutama dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

   •   Adanya penurunan pendapatan dari segmen distribusi, sejalan dengan dinamika
       supply dan demand pada kuartal kedua. Kondisi pasokan mengalami under supply di
       wilayah Sumatera dan Jawa Barat disebabkan oleh natural decline pada Medco
       Grissik, sementara di sisi demand, terdapat penurunan akibat hari raya dan libur
       lainnya di bulan April - Mei 2024.
   •   Selain itu, terdapat kenaikan dari beban umum dan administrasi, terutama adanya
       cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang Kalimantan Jawa Gas (KJG)
       terhadap Petronas Carigali Muriah Limited (PCML).


3. Chandra Pasaribu, Analyst/Sekuritas, Jakarta
   Outlook on distribution volume and possible new gas contract including LNG

   Jawaban:
   Seiring dengan proyeksi pertumbuhan industri dan permintaan energi di Indonesia, kami
   juga optimis dengan outlook pertumbuhan volume niaga. Secara historikal, pertumbuhan
   volume kami berada di kisaran 2 - 3% per tahun dan akan tetap kami pertahankan ke
   depannya. Untuk memastikan pertumbuhan tersebut, perseroan melakukan beberapa
   upaya, seperti perpanjangan kontrak eksisting dan mencari potensi pasokan gas baru,
   termasuk LNG.

   Berdasarkan Laporan Kinerja Kementerian ESDM Tahun 2023 (yang dikeluarkan pada
   Februari 2024), potensi minyak dan gas bumi di Indonesia masih sangat besar dari 128
   basins yang ada di Indonesia. Cadangan proven gas bumi Indonesia per tahun 2023
   sebesar 35,30 TCF dengan produksi sebesar 2,42 TCF.

   Potensi pasokan gas bumi untuk tiga tahun ke depan akan diperoleh dari blok-blok di
   sekitar Sumatera dan Jawa dengan potensi pasokan berkisar antara 50-60 BBTUD.

   Sementara itu, potensi pasokan LNG sampai dengan lima hingga tujuh tahun ke depan
   akan diperoleh dari sumber domestik, di antaranya dari Bontang, Donggi-Senoro,
   Tangguh, Genting, Abadi, dan Andaman.


4. Darren Colin, Analyst/Sekuritas, Jakarta
   Apakah harga pokok penjualan gas bumi akan lebih tinggi dari harga jual rata-rata
   tertimbang? Bagaimana hal tersebut akan berpengaruh terhadap distribusi margin ke
   depan?
Page 3
   Jawaban:
   Terkait dengan harga pokok penjualan, perseroan melakukan optimasi pengelolaan
   pasok, baik dari gas pipa maupun LNG shg harga jual ke pelanggan tetap memperhatikan
   kemampuan pelanggan.

   Perseroan menjaga distribusi margin yang wajar sehingga memungkinkan perseroan agar
   tetap dapat melakukan pengembangan infrastruktur untuk memastikan optimalisasi dan
   utilisasi gas bumi. Tahun ini, sesuai dengan guidance yang sudah dikeluarkan oleh
   perseroan, spread margin dijaga pada range $1,6 - 1,8 per MMBTU.


5. Mohammad Fadil, Media, Jakarta; David Tontowi, Publik, Jakarta; Erwin Tanaka,
   Pemegang Saham, Surabaya; dan Alf Jo, Analyst/Sekuritas, Jakarta

   Bagaimana dampak perpanjangan kebijakan pemerintah terkait harga gas murah (HGBT)
   untuk beberapa sektor industri, terhadap kinerja PGAS ke depannya?

   Jawaban:
   Terkait perpanjangan harga jual gas bumi untuk sektor industri tertentu (HGBT), PGN
   sebagai subholding gas dari Pertamina Grup tentunya akan mendukung penerapan
   peraturan tersebut. Untuk mengelola dampak terhadap kinerja keuangan, kami memiliki
   beberapa strategi diantaranya:

   Optimasi biaya operasional dengan menerapkan praktik efisiensi dalam operasi untuk
   mengurangi biaya, termasuk teknologi baru yang meningkatkan produktivitas dan
   mengurangi biaya operasional termasuk mengoptimalkan rantai pasok.
   Melakukan ekspansi pasar baru dengan mengidentifikasi dan memasuki pasar baru untuk
   mengurangi ketergantungan pada satu pasar atau segmen pelanggan.
   Memastikan penggunaan biaya untuk investasi yang lebih strategis.
   Meningkatkan hubungan dengan seluruh key stakeholder.
   Memastikan pengelolaan keuangan yang efektif untuk mengantisipasi dampak kebijakan
   HGBT. terhadap kesehatan finansial PGAS dalam jangka panjang.

   Secara keseluruhan, penerapan HGBT selain menghadirkan tantangan disisi lain juga
   menghadirkan kesempatan bagi PGN dengan penerapan strategi yang tepat, inovasi, dan
   diversifikasi. Pengelolaan yang efektif dan adaptasi yang cepat terhadap kebijakan baru
   akan menjadi kunci untuk mempertahankan prospek positif perusahaan di masa depan.


6. Mohammad Yusril Wahyu Riszki, Publik, Jakarta
   Bagaimana upaya perusahaan dalam meningkatkan kapasitas dan keandalan jaringan
   infrastruktur gas di Indonesia selama periode ini?

   Jawaban:

   Untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur, perseroan terus mengembangkan jaringan
   infrastruktur gas dan melakukan optimalisasi pemanfaatan infrastruktur gas yang telah
   dimiliki oleh perseroan.
Page 4
   Sementara itu, untuk keandalan jaringan infrastruktur gas, perseroan juga melakukan
   upaya-upaya:

   Melakukan pemantauan dan inspeksi jaringan pipa secara berkala menggunakan
   teknologi canggih untuk mendeteksi kebocoran atau kerusakan seperti teknologi SCADA
   (Supervisory Control and Data Acquisition) untuk pemantauan real-time.
   Melaksanakan program pemeliharaan preventif untuk mencegah kerusakan sebelum
   terjadi masalah besar.
   Memberikan pelatihan rutin kepada tim operasional mengenai prosedur keselamatan dan
   penanganan keadaan darurat.
   Bekerja sama dengan aparat keamanan dan pemerintah setempat untuk melindungi
   infrastruktur dari potensi ancaman keamanan.


7. Erika Kurnia, Media, Jakarta dan Mohamad Iman Firmansyah, Publik, Jakarta Utara
   Lembaga pemeringkat ESG Global Sustainalytics telah menempatkan Pertamina di
   peringkat pertama pengelolaan risiko ESG. Apa peran PGN dalam prestasi ini? Serta
   bagaimana PGN menyikapi transisi energi ke sumber energi yang lebih bersih dan
   berkelanjutan?

   Jawaban:
   PGAS sebagai Sub-Holding Gas Pertamina berkomitmen untuk mendukung penerapan
   prinsip-prinsip keberlanjutan yang sejalan dengan aspek environmental, social, dan
   governance (ESG). Pencapaian ESG Risk Rating PGN pada tahun 2023 sebesar 24,7
   (medium risk) yang menunjukkan tingkat risiko perseroan dari sisi lingkungan, sosial, dan
   governance telah dikelola dengan baik. PGN juga memegang peranan penting dalam
   masa transisi energi menuju NZE (Net Zero Emission) pada tahun 2060 dengan
   menyediakan energi bersih melalui penyaluran gas bumi ke seluruh masyarakat
   Indonesia.

   Selain itu, PGN aktif dalam melaksanakan inisiatif dekarbonisasi, melalui project dan
   program kerja yang dilakukan oleh perusahaan.

   Beberapa project yang merupakan inisiatif bisnis energi hijau masa depan antara lain
   project yang mendukung hilirisasi industri berbasis gas (petrochemical), bisnis clean and
   renewable energy (biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya
   (seperti Hidrogen/Amonia dan CO2 transport). Untuk melaksanakan project ini, PGN
   terlebih dahulu akan mengembangkan kompetensi, akses ke pasar, dan pasokan yang
   saat ini belum dimiliki oleh PGN melalui kemitraan strategis bersama badan usaha lainnya.


8. Investor Individu, Jakarta
   Mohon dijelaskan mengenai penurunan gas distribution margin pada periode kuartal 2 -
   2024 ke level U$2/MMBTU dibandingkan gas distribution margin periode kuartal 1 - 2024
   di level yang cukup tinggi?

   Jawaban:
   Gas Distribution Margin turun sejalan dengan penurunan Average Selling Price (ASP) dan
   peningkatan Cost of Gas. Average selling price menurun karena pendapatan menurun
   (penurunan demand akibat libur hari raya dan libur waisak dan hari besar lainnya di bulan
Page 5
   April & Mei), adanya peningkatan skema komersial untuk pelanggan distribusi yang terjadi
   di kuartal 1 - 2024 akibat kondisi under supply. Sedangkan Cost of Gas di kuartal 2 - 2024
   naik karena meningkatnya harga pasokan dari pemasok yang lebih tinggi dan pasokan
   gas dari LNG untuk memenuhi kebutuhan demand industri di wilayah Sumatra - Jawa
   Barat.


9. Investor Individu, Jakarta
   Secara konsolidasian, Cash PGN cukup besar tetapi kenapa pada periode kuartal 2 –
   2024, namun PGN masih melakukan pinjaman? Terlihat dari beban keuangan, bunga
   pinjaman dari bank club deal.

   Jawaban:

   Pada tanggal 9 Mei 2023, perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit berjangka
   club deal dengan bank Mandiri, BRI, BTPN, dan OCBC (“Pinjaman”), dengan total fasilitas
   pinjaman sebesar US$ 800 juta dan tenor 5 Tahun (Mei 2023 - Mei 2028). Pinjaman terdiri
   dari fasilitas A committed USD 600 juta dan fasilitas B uncommitted USD 200 juta.

   Penarikan pertama dari pinjaman tersebut digunakan untuk melakukan liability
   management atas Obligasi PGN (Stand Alone) melalui skema buyback any and all senilai
   USD 499,851 Juta pada Mei 2023 dengan total penarikan Fasilitas A USD 300 Juta.

   Kemudian dilakukan penarikan Pinjaman yang kedua untuk melunasi sisa obligasi yang
   jatuh tempo pada 16 Mei 2024 senilai USD 396,7 juta dengan penarikan USD 300 juta
   dari Fasilitas A pinjaman tersebut.


10. Abdul Aziz, Media, Tangerang Selatan
    Berapa target pertumbuhan laba sampai akhir tahun 2024, apakah hanya karena nihilnya
    provisi sengketa pajak akan memicu pertumbuhan laba 20an persen seperti semester I
    2024?

   Jawaban:
   Perseroan tetap optimis bahwa laba Perseroan dapat tumbuh di atas laba tahun 2023.
   Namun tentunya hal tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi eksternal yang
   mempengaruhi operasional PGN.


11. Anasrullah, Publik, Kabupaten Tangerang
    Apa tantangan PT Perusahaan Gas Negara saat ini dan bagaimana upaya atau solusi
    untuk mengatasai tantangan tersebut?

   Jawaban:
   Selama semester pertama di 2024, tantangan yang dihadapi perseroan adalah terjadinya
   ketidakseimbangan supply dan demand yang mempengaruhi kinerja operasional
   perseroan. Hal ini terjadi karena adanya penurunan pasokan dari sumber utama, yaitu
   Medco Corridor Block.
Page 6
   Sesuai alokasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, terdapat penurunan
   pengaliran gas dengan pasokan yang berasal dari Corrior Block-MEPG dari 410 BBTUD
   di tahun 2024 menjadi 129 BBTUD di tahun 2028. Strategi untuk mengelola
   ketidaksesuaian supply-demand dalam mengantisipasi penurunan Corridor Block:
   • Perpanjangan kontrak pasokan gas pipa eksisting dan kontrak pasokan gas baru (i.e.
       Petrochina Jabung, Conrad West Natuna, Jadestone, Medco South Sumatera, dll).
   • Pemanfaatan kontrak pasokan gas dari wilayah Jawa Bagian Timur yang belum
       terutilisasi optimal untuk disalurkan ke wilayah Jawa Bagian Barat menggunakan pipa
       transmisi Cirebon-Semarang phase II yang ditargetkan mulai beroperasi di akhir tahun
       2025 atau awal tahun 2026 berdasarkan informasi dari Kementerian ESDM.
   • Pasokan LNG disiapkan untuk memenuhi kekurangan pasokan gas pipa dengan
       potensi pasokan berasal dari Bontang LNG, Tangguh LNG, Donggi Senoro LNG &
       Opsi Impor LNG apabila terjadi defisit di Indonesia.

   Melalui upaya tersebut serta optimalisasi operasi dan biaya yang dilakukan perseroan
   sepanjang Semester I 2024, perseroan tetap membukukan kinerja keuangan yang positif.


12. Darren Colin, Analyst/Sekuritas, Jakarta
    a) Will volume and supply still expected to decline QoQ and expectation until 2H24?
    b) What are your views on using LNG compared to natural gas?

   Jawaban:

   a. Perseroan masih berupaya untuk mencapai penjualan niaga gas sesuai dengan target
      yang telah ditetapkan, namun tentunya akan dipengaruhi oleh kondisi yang dihadapi
      Perseroan dalam hal pasokan gas.
   b. Untuk memenuhi kebutuhan gas domestik, PGN mencari pasokan baik melalui
      perpanjangan kontrak eksisting dan mencari potensi pasokan gas baru, termasuk
      LNG.


13. Destiya Nurul Izzah, Lembaga/Profesi Pasar Modal, Jakarta
    Bagaimana cara menghadapi tantangan alokasi pada perkembangan eksplorasi gas saat
    ini?

   Jawaban:
   Beberapa strategi yang dilakukan oleh Perseroan:
   • Permintaan alokasi pasokan kepada pemerintah, untuk mengamankan kebutuhan
      pasar gas domestik.
   • Perpanjangan kontrak pasokan gas eksisting dan kontrak pasokan gas baru
   • Diversifikasi pasokan gas bumi, dengan menambah portofolio pasokan gas bumi
      melalui Liquefied Natural Gas (LNG) dan pengembangan sumber pasokan lain yang
      lebih renewable, seperti Biomethane dalam rangka meningkatkan ketersediaan
      pasokan gas bumi.
   • Pengelolaan management resiko yang lebih prudent untuk menyiapkan mitigasi untuk
      menghadapi situasi tak terduga yang dapat mengganggu alokasi sumber pasokan.
Page 7
14. Erwin P, Pemegang Saham, Jakarta Utara
    a) Apakah ada prospek pembagian dividen untuk kuartal terakhir 2024?
    b) Kemudian adakah rencana ekspansi usaha?

   Jawaban:
   a) Pembagian dividen merupakan kewenangan pemegang saham yang ditetapkan
      melalui RUPS. Secara historical, realisasi dividend payout ratio dalam kisaran 60%.
   b) Rencana pengembangan usaha tertuang dalam 3 (tiga) pilar strategis pengembangan
      usaha yang disebut Grow, Adapt, dan Step-out (GAS):
      • Grow and maintain existing businesses;
      • Adapt business, pursue adjacent opportunities; dan
      • Step out and scale to new businesses.

      Melalui pilar Grow, Perseroan terus berupaya melakukan upaya Pembangunan
      infrastruktur untuk memastikan:
          • Integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan pasok –
              pasar dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal;
          • Pengembangan pipa distribusi gas secara kewilayahan melayani seluruh
              segmen pengguna gas bumi.
          • Tersedianya supply chain moda non pipa (CNG dan LNG) terutama ditujukan
              pada lokasi yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi moda pipa-
              non pipa untuk pipa distribusi cluster.
          • Memastikan kehandalan infrastruktur, dengan melakukan integrasi secara
              virtual seluruh pengelolaan dan pengaturan komoditas gas SHG Group.

      Melalui Pilar Adapt, Perseroan melakukan pengembangan bisnis melalui ekosistem
      LNG, seperti:
         • Pengembangan Terminal LNG Arun, sebagai LNG Hub Internasional, dimana
             Arun telah menerima LNG global (Australia, Timur Tengah, Amerika, dan
             Afrika).
         • Pengembangan LNG Bunkering, untuk menyediakan LNG sebagai energi bagi
             kapal kargo logistik internasional.
         • Kebutuhan adanya fasilitas LNG breakbulking dan Iso Tank LNG filling and
             cargo dock station (Go to Retail) untuk perluasan pelayanan demand industri,
             komersial, dan rumah tangga di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

      Melalui Pilar Step out, Perseroan mencari potensi bisnis baru yang mendukung
      hilirisasi industri berbasis gas bumi (i.e petrochemical), bisnis clean and renewable
      energy (i.e biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2
      production, H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu mengembangkan
      kompetensi, akses ke pasar, dan pasokan melalui strategic alliance bersama badan
      usaha lainnya.


15. Farrel Valentino Bekti, Institusi Pendidikan, Kediri
    a) Bagaimana PGN menghadapi tantangan dalam mempertahankan pertumbuhan
       kinerja di tengah fluktuasi harga gas global sepanjang tahun 2024?
    b) Apakah ada proyek besar yang direncanakan PGN dalam waktu dekat untuk
       memperluas jaringan distribusi gas nasional?
Page 8
Jawaban:
a) Selama semester pertama di 2024, tantangan yang dihadapi perseroan adalah
   terjadinya ketidakseimbangan supply dan demand yang mempengaruhi kinerja
   operasional perseroan. Hal ini terjadi karena adanya penurunan pasokan dari sumber
   utama, yaitu Medco Corridor Block.

   Sesuai alokasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, terdapat
   penurunan pengaliran gas dengan pasokan yang berasal dari Corrior Block-MEPG
   dari 410 BBTUD di tahun 2024 menjadi 129 BBTUD di tahun 2028. Strategi untuk
   mengelola ketidaksesuaian supply-demand dalam mengantisipasi penurunan Corridor
   Block:
   • Perpanjangan kontrak pasokan gas pipa eksisting dan kontrak pasokan gas baru
       (i.e. Petrochina Jabung, Conrad West Natuna, Jadestone, Medco South Sumatera,
       dll).
   • Pemanfaatan kontrak pasokan gas dari wilayah Jawa Bagian Timur yang belum
       terutilisasi optimal untuk disalurkan ke wilayah Jawa Bagian Barat menggunakan
       pipa transmisi Cirebon-Semarang phase II yang ditargetkan mulai beroperasi di
       akhir tahun 2025 atau awal tahun 2026 berdasarkan informasi dari Kementerian
       ESDM.
   • Pasokan LNG disiapkan untuk memenuhi kekurangan pasokan gas pipa dengan
       potensi pasokan berasal dari Bontang LNG, Tangguh LNG, Donggi Senoro LNG
       & Opsi Impor LNG apabila terjadi defisit di Indonesia.

   Melalui upaya tersebut serta optimalisasi operasi dan biaya yang dilakukan perseroan
   sepanjang Semester I 2024, perseroan tetap membukukan kinerja keuangan yang
   positif.

b) Proyek Gas Kota (Jargas Gaskita) yang dilakukan secara mandiri oleh PGN adalah
   bentuk nyata komitmen PGN dalam menyediakan gas bumi kepada seluruh lapisan
   masyarakat, sektor pelanggan rumah tangga juga menjadi sasaran utama dalam
   pengembangan bisnis PGN. Hadir untuk memberikan pelayanan penyediaan gas bumi
   kepada pelanggan rumah tangga, PGN menghadirkan kemudahan aksesibilitas dan
   kehandalan penyaluran untuk rumah tangga. Pembangunan Jargas bertujuan untuk
   menyediakan energi bersih, ekonomis, dan ramah lingkungan bagi masyarakat serta
   mendukung program pengurangan subsidi yang sedang dicanangkan pemerintah.
   Program Jargas diprioritaskan pada kota-kota atau daerah yang berdekatan dengan
   sumber gas bumi dan memiliki jaringan pipa gas bumi, baik transmisi maupun
   distribusi. Disamping itu, Pembangunan Jargas oleh PGN merupakan bentuk
   kontribusi PGN dalam menjalankan amanat pemerintah sebagaimana tertuang pada
   Arah Kebijakan Pembangunan nasional yang tercantum dalam Rencana Umum
   Energi Nasional.

   Program Jargas merupakan salah satu program strategis nasional yang telah
   dijalankan oleh PGN. Sampai dengan tahun 2024, dengan menggunakan dana
   mandiri, PGN telah membangun jaringan gas rumah tangga di 36 kota/kabupaten,
   termasuk pengembangan Jargas di luar wilayah yang dijangkau pipa eksisting dengan
   menggunakan teknologi beyond pipeline berupa Compressesd Natural gas atau CNG
   di Jawa Tengah bagian selatan (Yogyakarta, Sleman) dengan target pembangunan
   290.400 Sambungan Rumah.
Page 9
      Hingga tahun ini, PGN telah melakukan pembangunan dengan anggaran mandiri yang
      tersebar mulai dari Medan, Batam, Bandar Lampung, Cilegon, Jabodetabek,
      Semarang, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, bahkan sampai dengan Sorong. Hal ini
      menunjukan komitmen PGN untuk hadir dalam memberikan kemudahan akses energi
      bersih kepada seluruh lapisan Masyarakat.

      Hingga Kuartal 2 tahun 2024, kemajuan konstruksi secara keseluruhan telah
      mencapai 81%, sedangkan kemajuan pembangunan pipa telah mencapai 2.076 km
      atau 93% dari target, dan 118.327 sambungan rumah telah terpasang sejak tahun
      2021.

      Ke depan, PGN akan terus berupaya untuk mengembangkan Jargas sebagai bentuk
      pelayanan PGN dalam menghadirkan energi bersih kepada seluruh lapisan
      Masyarakat.


16. Gent Graha, Pemegang Saham, Jakarta
    Bagaimana proyeksi performance keuangan perusahaan dalam 5 tahun kedepan?

   Jawaban:
   Rencana kerja dan anggaran untuk lima tahun ke depan, masih dalam pembahasan.

   Rencana pengembangan usaha selama lima tahun ke depan, tertuang dalam 3 (tiga) pilar
   strategis pengembangan usaha yang disebut Grow, Adapt, dan Step-out (GAS):
   • Grow and maintain existing businesses;
   • Adapt business, pursue adjacent opportunities; dan
   • Step out and scale to new businesses.

   Melalui pilar Grow, Perseroan terus berupaya melakukan upaya Pembangunan
   infrastruktur untuk memastikan:
       • Integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan pasok – pasar
           dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal;
       • Pengembangan pipa distribusi gas secara kewilayahan melayani seluruh segmen
           pengguna gas bumi.
       • Tersedianya supply chain moda non pipa (CNG dan LNG) terutama ditujukan pada
           lokasi yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi moda pipa-non pipa
           untuk pipa distribusi cluster.
       • Memastikan kehandalan infrastruktur, dengan melakukan integrasi secara virtual
           seluruh pengelolaan dan pengaturan komoditas gas SHG Group.

   Melalui Pilar Adapt, Perseroan melakukan pengembangan bisnis melalui ekosistem LNG,
   seperti:
      • Pengembangan Terminal LNG Arun, sebagai LNG Hub Internasional, dimana Arun
           telah menerima LNG global (Australia, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika).
      • Pengembangan LNG Bunkering, untuk menyediakan LNG sebagai energi bagi
           kapal kargo logistik internasional.
      • Kebutuhan adanya fasilitas LNG breakbulking dan Iso Tank LNG filling and cargo
           dock station (Go to Retail) untuk perluasan pelayanan demand industri, komersial,
           dan rumah tangga di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.
Page 10
   Melalui Pilar Step out, Perseroan mencari potensi bisnis baru yang mendukung hilirisasi
   industri berbasis gas bumi (i.e petrochemical), bisnis clean and renewable energy (i.e
   biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2 production,
   H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses
   ke pasar, dan pasokan melalui strategic alliance bersama badan usaha lainnya. (CST)


17. Hendarsih Hendarsih, Pemegang Saham, Jakarta
    Apakah PGN akan masuk ke bisnis penyaluran Hidrogen? Jika iya, apakah ada area
    tertentu yg akan dijadikan prioritas penyalurannya?

   Jawaban:
   Dalam mendukung pencapaian NZE Pertamina di tahun 2060, Perseroan menyiapkan
   project yang merupakan persiapan bisnis baru mendukung Net Zero Emission seperti
   Hidrogen/Amonia. Namun PGN terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses ke
   pasar, dan pasokan yang saat ini belum dimiliki melalui kemitraan strategis bersama
   badan usaha lainnya.


18. Iman Ika, Pemegang Saham, Bogor
    Bagaimana kelanjutan kasus Gunvor dan kasus lain yang dialami perusahaan?

   Jawaban:
   Sesuai dengan perkembangan permasalahan Gunvor, Perseroan telah menyampaikan
   Keterbukaan Informasi pada tanggal 18 September 2024.



19. Kent Machrus, Pemegang Saham, Jakarta
    a) Untuk daerah Jakarta sudah berapa persen daerah yang tersalurkan pipa gas?
    b) Ada kendala apa saja ketika proses pemasangan pipa gas?
    c) Perumahanan apa saja yang terhubung dengan pipa gas? Apakah ada perumahan
       yang menolak untuk dihubungkan dengan pipa gas?

   Jawaban:
   Target PGN di tahun 2024 adalah sebesar 117 ribu Sambungan Rumah (SR). Status saat
   ini telah diporelah keminatan sebesar 96 ribu SR dan dari jumlah tersebut 52 ribu SR telah
   menjadi pelanggan.

   Untuk pipa Jargas, sejak dimulainya Jargas Gaskita (Non APBN) di tahun 2021, telah
   terbangun sepanjang 2084 Km.
Page 11
   Perumahan yang telah terhubung tersebar di seluruh wilayah DK Jakarta adalah sebagai
   berikut:
                          Sabungan
         Wilayah
                          Terpasang
    Jakarta Timur      19 rb SR
    Jakarta Barat      2 rb SR
    Jakarta Pusat      6 rb SR
    Jakarta Selatan    1 rb SR
    Jakarta Utara      1 rb SR

   Kendala pemasangan lebih kepada proses perijinan yangg memerlukan waktu untuk
   pelaksanaannya. Serta dari sisi constructibility, dimana infrastruktur di Jakarta sudah
   cukup padat dan sebagian sudah dibeton.


20. Kevin Kevjn, Pemegang Saham, Jakarta
    Untuk sekarang ini apakah gunvor masih mempengaruhi kinerja perusahaan?

   Jawaban:
   Sesuai dengan perkembangan permasalahan Gunvor, Perseroan telah menyampaikan
   Keterbukaan Informasi pada tanggal 18 September 2024.


21. Khilmi Wahyu, Institusi Pendidikan, Semarang
    Bagaimana pengaruh situasi di timur tengah yang masih bergejolak, sejauh mana
    dampaknya terhadap perseroan?

   Jawaban:
   Situasi di Timur Tengah lebih mempengaruhi ke harga energi, khususnya harga minyak
   mentah. Volatilitas harga minyak akan berpengaruh terhadap kinerja bisnis upstream di
   Saka Energi Indonesia (SEI) yang merupakan anak usaha PGN, sehingga secara
   konsolidasi akan berpengaruh terhadap kinerja Perseroan walaupun tidak signifikan.


22. Komang Ary, Media, Jakarta
    a) Bagaimana update kelanjutan komersialisasi gas Blok Andaman, Blok Tuna dan
       Masela? Bagaimana update defisit gas pipa di Sumsel & Jabar?
    b) Bagaimana rencana PGN mengembangkan bisnis LNG internasional dan domestik?
    c) Apa ada ekspansi pasar untuk ekspor?

   Jawaban:
   a) Sebagai mitigasi untuk mengantisipasi penurunan supply dari Corridor Block, PGN
      mengupayakan tambahan pasokan baik dari sumber gas konvensional maupun LNG.
      Pasokan LNG disiapkan untuk memenuhi kekurangan pasokan gas pipa dengan
      potensi pasokan berasal dari Bontang LNG, Tangguh LNG, Donggi Senoro LNG,
      Andaman Block, Masela Block dan Tuna PSC serta opsi Impor LNG apabila terjadi
      defisit di Indonesia.
   b) Perseroan terus berupaya melakukan upaya Pembangunan infrastruktur untuk
      memastikan integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan
      pasok–pasar dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal,
Page 12
      didukukung dengan tersedianya supply chain moda non pipa (CNG dan LNG)
      dilakukan pada lokasi yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi pipa-non
      pipa untuk pipa distribusi cluster.

      Perseroan juga melakukan optimalisasi fasilitas yang dimiliki oleh Perseroan seperti
      pengembangan Terminal LNG Arun sebagai LNG Hub Dunia serta pengembangan
      LNG Bunkering.
   c) PGN akan memfokuskan penggunaan gas untuk konsumsi domestik, sehingga tidak
      ada rencana untuk melakukan ekspor gas bumi.


23. Kurnia Akbar, Komunitas Pasar Modal, Tangerang Selatan
    Rencana direksi untuk menghadapi keadaan global ekonomi yang tidak pasti

   Jawaban:
   Perseroan selalu memonitor kondisi ekonomi global dan kemudian menfaktorkan
   dampaknya ke rencana kerja dan anggaran. Sebagai contoh situasi geopolitik
   mempengaruhi harga energi, khususnya harga minyak mentah. Volatilitas harga minyak
   akan berpengaruh terhadap kinerja bisnis upstream di Saka Energi Indonesia (SEI) yang
   merupakan anak usaha PGN, sehingga secara konsolidasi akan mempengaruhi kinerja
   Perseroan.


24. Muawwan Daelami, Media, Tangerang Selatan
    Bagaimana rencana merger dan akuisisi PGAS dalam lima tahun ke depan?

   Jawaban:
   Belum terdapat rencana kegiatan merger & akuisisi dalam 5 tahun ke depan.


25. Rihan Gilang, Pemegang Saham, Jakarta Timur
    Bagaimana hasil PGAS sejauh ini untuk menuju bidang di renewable energy dan zero
    carbon?

   Jawaban:
   PGN telah menetapkan 4 (focus) keberlanjutan yang menjadi panduan pelaksanaan ESG
   yaitu:
   a) Achieving NZE Target by Enabling the Use of Natural Gas in Energy Transition Phase
   b) Protecting the Nature
   c) Building Cohesive and Resilient Societies Programs, dan
   d) Responsible Business Practice

   Khusus terkait Net Zero Emission, PGN memegang peranan penting dalam menyediakan
   energi bersih di masa transisi energi menuju NZE 2060, karena Gas bumi merupakan
   energi yang paling sedikit mengeluarkan Co2 dibandingkan dengan energi fosil lainnya
   seperti minyak dan batu bara. Untuk itu PGN berkomitmen untuk terus memperluas
   aksesibilitas Gas bumi ke pelanggan yang lebh banyak di seluruh Indonesia dengan
   menyediakannya melalui infrastruktur jaringan pipa dan non pipa.
Page 13
   Pada tahun 2023 Perseroan telah berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 598,39 ton
   Co2 equivalen yang dicapai melalui projek-projek yang dilakukan oleh PGN dan anak-
   anak Perusahaannya. Selanjutnya Perseroan telah berhasil mengurangi penggunaan
   energi sebesar 26.204 Giga Joule pada akhir tahun 2023.

   Perseroan juga terus mencari potensi bisnis baru yang mendukung hilirisasi industri
   berbasis gas bumi (i.e petrochemical), bisnis clean and renewable energy (i.e
   biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2 production,
   H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses
   ke pasar, dan pasokan melalui strategic alliance bersama badan usaha lainnya.

   Project Biometana adalah salah satu bisnis energi hijau masa depan di Pertamina untuk
   mendukung NZE pada tahun 2060. Untuk itu Perseroan menyiapkan project yang
   merupakan persiapan bisnis baru mendukung hilirisasi industri berbasis gas
   (petrochemical), bisnis clean and renewable energy (biomethane), dan program
   pendukung Net Zero Emission lainnya (seperti Hidrogen/Amonia dan CO2 transport)
   dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses ke pasar, dan pasokan yang
   saat ini belum dimiliki oleh PGN melalui kemitraan strategis bersama badan usaha lainnya.

   Proyek Biomethane merupakan proyek strategis untuk mendorong pemakaian gas secara
   masif ditengah era transisi energi. Melalui proyek ini, PGN mendukung industri kelapa
   sawit untuk melakukan dekarbonisasi dengan mengolah limbah minyak kelapa sawit
   menjadi biomethane yang lebih green.


26. Rikki Muara Pandapotan Sormin, Institusi Pendidikan, Medan
    Apakah PT Gas Negara Tbk. memiliki rencana untuk berinvestasi lebih banyak dalam
    energi terbarukan atau proyek yang mendukung keberlanjutan di masa mendatang?

   Jawaban:
   Perseroan tetap fokus pada Pengembangan bisnis eksisting sekaligus berperan strategis
   dalam rangka mendukung percepetan transisi energi menuju energi terbarukan, dengan
   mencanangkan potensi bisnis clean and renewable energy (i.e biomethane), hilirisasi
   industri berbasis gas bumi (i.e petrochemical), dan program pendukung Net Zero Emission
   lainnya (i.e H2 production, H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu
   mengembangkan kompetensi, akses ke pasar, dan pasokan melalui strategic alliance
   bersama badan usaha lainnya.

27. Rizka Khoirulika, Publik, Semarang
    Bagaimana budaya kerja yang diterapkan PGN agar dapat mencapai target kinerja
    perusahaan?

   Jawaban:
   Dalam mendukung peran PGN sebagai Subholding Gas dan pengelola utama bisnis gas
   bumi di Indonesia, PGN menempatkan implementasi budaya Perusahaan “AKHLAK”
   (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai faktor penting
   untuk pencapaian Visi Misi Subholding Gas. AKHLAK menjadikan perilaku seluruh
   organisasi selaras dengan budaya perusahaan, budaya yang berlaku bagi seluruh Perwira
   Subholding Gas.
Page 14
28. SJ Hanso, Komunitas Pasar Modal, Depok
    Proyek strategis apa saja yang sedang dan akan dikerjakan oleh perseroan dalam rentang
    5 tahun kedepan?

   Jawaban:
    Rencana pengembangan usaha selama lima tahun ke depan, tertuang dalam 3 (tiga) pilar
    strategis pengembangan usaha yang disebut Grow, Adapt, dan Step-out (GAS):
     • Grow and maintain existing businesses;
     • Adapt business, pursue adjacent opportunities; dan
     • Step-out and scale to new businesses.

    Melalui pilar Grow, Perseroan terus berupaya melakukan upaya Pembangunan
    infrastruktur untuk memastikan:
      • Integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan pasok – pasar
         dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal;
      • Pengembangan pipa distribusi gas secara kewilayahan melayani seluruh segmen
         pengguna gas bumi.
      • Tersedianya supply chain moda non pipa (CNG dan LNG) terutama ditujukan pada
         lokasi yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi moda pipa-non pipa untuk
         pipa distribusi cluster.
      • Memastikan kehandalan infrastruktur, dengan melakukan integrasi secara virtual
         seluruh pengelolaan dan pengaturan komoditas gas SHG Group.

    Melalui Pilar Adapt, Perseroan melakukan pengembangan bisnis melalui ekosistem LNG,
    seperti:
     • Pengembangan Terminal LNG Arun, sebagai LNG Hub Internasional, dimana Arun
        telah menerima LNG global (Australia, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika).
     • Pengembangan LNG Bunkering, untuk menyediakan LNG sebagai energi bagi kapal
        kargo logistik internasional.
     • Kebutuhan adanya fasilitas LNG breakbulking dan Iso Tank LNG filling and cargo
        dock station (Go to Retail) untuk perluasan pelayanan demand industri, komersial,
        dan rumah tangga di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

    Melalui Pilar Step out, Perseroan mencari potensi bisnis baru yang mendukung hilirisasi
    industri berbasis gas bumi (i.e petrochemical), bisnis clean and renewable energy (i.e
    biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2 production,
    H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses
    ke pasar, dan pasokan melalui strategic alliance bersama badan usaha lainnya.

   Beberapa proyek strategis yang sedang dilaksanakan oleh Perseroan antara lain:
   a) Proyek Pembangunan infrastruktur Gas Pipa Tegal–Cilacap.

       Proyek ini juga merupakan Upaya Perseroan untuk meningkatkan kolaborasi bisnis
       berkelanjutan dan sinergi dengan Pertamina Group, PGN berencana melakukan
       gasifikasi kilang RU IV Cilacap yang sejalan juga dengan Pembangunan pipa gas
       Cirebon-Semarang 2 dan rencana integrasi pipa transmisi di pulau Jawa.
       Pembangunan pipa gas ini memperluas jangkauan infrastruktur gas bumi untuk
       pelanggan di sisi selatan Pulau Jawa maupun potensi pelanggan di sepanjang jalur
       pipa sehingga pemanfaatan gas bumi akan meningkat.
Page 15
   Proyek ini dijadwalkan dimulai 2025 dan diharapkan commissioning pada akhir tahun
   2026 atau awal tahun 2027 dengan volume yang akan dialirkan adalah 51 MMSCFD,
   progres sampai saat ini PGN dan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) telah
   menandatangani Heads of Agreement (HOA) tentang Jual Beli Gas Bumi untuk Kilang
   Refinery Unit IV Cilacap pada 9 Agustus 2024 dan saat ini dalam penyusunan
   perjanjian komersial antara PGN dan KPI, pelaksanaan FEED, dan pengurusan
   perizinan.

b) Proyek Revitalisasi Tangki LNG Hub Arun.

   Terminal LNG Arun terletak di jalur perdagangan strategis dan dekat dengan pasar
   LNG yang berkembang di Asia Tenggara dan Asia Selatan. PT Pertamina (Persero)
   sebagai Holding Minyak dan Gas memiliki aspirasi agar Terminal LNG Arun menjadi
   pemimpin Hub LNG di Asia. Salah satu tahap awal adalah merevitalisasi tangki F-6004
   yang saat ini telah tidak digunakan sejak tahun 2004.

   Hingga Kuartal II 2024, kemajuan konstruksi paket non-tangki telah mencapai
   27.227% dan paket tangki sebesar 8.16%.

c) Project Biometana adalah salah satu bisnis energi hijau masa depan di Pertamina
   untuk mendukung NZE pada tahun 2060. Untuk itu Perseroan menyiapkan project
   yang merupakan persiapan bisnis baru mendukung hilirisasi industri berbasis gas
   (petrochemical), bisnis clean and renewable energy (biomethane), dan program
   pendukung Net Zero Emission lainnya (seperti Hidrogen/Amonia dan CO2 transport)
   dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses ke pasar, dan pasokan
   yang saat ini belum dimiliki oleh PGN melalui kemitraan strategis bersama badan
   usaha lainnya.

   Proyek Biomethane merupakan proyek strategis untuk mendorong pemakaian gas
   secara masif ditengah era transisi energi. Melalui proyek ini, PGN mendukung industri
   kelapa sawit untuk melakukan dekarbonisasi dengan mengolah limbah minyak kelapa
   sawit menjadi biomethane yang lebih green.

   Untuk mengembangkan proyek biomethane ini, PGN bersama Konsorsium dari
   Jepang melakukan joint study dan telah menyelesaikan Feasibility Study pemanfaatan
   Biomethane dari POME (palm oil mill effluent) dan Feasibility Study tentang
   Pembangunan Fasilitas Point Injection di Stasiun Pagardewa. Perusahaan juga telah
   menandatangani HoA dengan Konsorsium Jepang dan mendapatkan Letter of Intent
   (LOI) dengna pelanggan potensial. Saat ini kami sedang mempersiapkan FEED untuk
   Plant (Kilang) Biomethane.

d) Project Transportasi Minyak Cikampek Plumpang

   Proyek pembangunan pipa transportasi minyak antara TBBM Cikampek dan TBBM
   Plumpang dilakukan oleh anak Perusahaan PGN yaitu PT Pertamina Gas (Pertagas)
   yang bekerjasama dengan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) untuk membangun Pipa
   Transportasi Minyak Cikampek-Plumpang dengan skema Build-Maintenance-Transfer
   (BMT) dan jangka waktu 10 tahun masa pengoperasian.
Page 16
   Pembangunan pipa ini merupakan salah satu pengembangan portofolio bisnis
   Subholding Gas dalam bisnis infrastruktur, terutama transportasi energi melalui pipa.

   Pipa dengan diameter 16 inci dan panjang 96 km dijadwalkan akan dioperasikan pada
   kuartal pertama tahun 2027 dan akan mengangkut minyak sebanyak 4,5 miliar liter per
   tahun.

   Pertagas telah menerima penugasan dari PPN untuk Penyediaan Pipa Minyak
   Cikampek - Plumpang pada 7 Februari 2024 dan kami telah memperoleh Final
   Investment Decision (FID) dari Dewan Komisaris pada 28 Maret 2024.

   Sampai dengan semester 1 2024, Pertagas dan Pertamina Patra Niaga dalam proses
   penyusunan perjanjian penyediaan jasa pipaniasai BBM Cikampek-Plumpang dan
   persiapan tender EPC.

e) Proyek Gas Kota (Jargas Gaskita) yang dilakukan secara mandiri oleh PGN adalah
   bentuk nyata komitmen PGN dalam menyediakan gas bumi kepada seluruh lapisan
   masyarakat, sektor pelanggan rumah tangga juga menjadi sasaran utama dalam
   pengembangan bisnis PGN. Hadir untuk memberikan pelayanan penyediaan gas bumi
   kepada pelanggan rumah tangga, PGN menghadirkan kemudahan aksesibilitas dan
   kehandalan penyaluran untuk rumah tangga.

   Pembangunan Jargas bertujuan untuk menyediakan energi bersih, ekonomis, dan
   ramah lingkungan bagi masyarakat serta mendukung program pengurangan subsidi
   yang sedang dicanangkan pemerintah. Program Jargas diprioritaskan pada kota-kota
   atau daerah yang berdekatan dengan sumber gas bumi dan memiliki jaringan pipa gas
   bumi, baik transmisi maupun distribusi. Disamping itu, Pembangunan Jargas oleh
   PGN merupakan bentuk kontribusi PGN dalam menjalankan amanat pemerintah
   sebagaimana tertuang pada Arah Kebijakan Pembangunan nasional yang tercantum
   dalam Rencana Umum Energi Nasional.

   Program Jargas merupakan salah satu program strategis nasional yang telah
   dijalankan oleh PGN. Sampai dengan tahun 2024, dengan menggunakan dana
   mandiri, PGN telah membangun jaringan gas rumah tangga di 36 kota/kabupaten,
   termasuk pengembangan Jargas di luar wilayah yang dijangkau pipa eksisting dengan
   menggunakan teknologi beyond pipeline berupa Compressesd Natural gas atau CNG
   di Jawa Tengah bagian selatan (Yogyakarta, Sleman) dengan target pembangunan
   290.400 Sambungan Rumah.

   Hingga tahun ini, PGN telah melakukan pembangunan dengan anggaran mandiri yang
   tersebar mulai dari Medan, Batam, Bandar Lampung, Cilegon, Jabodetabek,
   Semarang, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, bahkan sampai dengan Sorong. Hal ini
   menunjukan komitmen PGN untuk hadir dalam memberikan kemudahan akses energi
   bersih kepada seluruh lapisan Masyarakat.

   Hingga Kuartal 2 tahun 2024, kemajuan konstruksi secara keseluruhan telah
   mencapai 81%, sedangkan kemajuan pembangunan pipa telah mencapai 2.076 km
   atau 93% dari target, dan 118.327 sambungan rumah telah terpasang sejak tahun
   2021.
Page 17
      Ke depan, PGN akan terus berupaya untuk mengembangkan Jargas sebagai bentuk
      pelayanan PGN dalam menghadirkan energi bersih kepada seluruh lapisan
      Masyarakat.


29. Sophia Cendana, Pemegang Saham, Jakarta
    Apa tindakan nyata yang akan dilakukan PGAS untuk meningkatkan kinerja yang
    mendatangkan pertumbuhan dan laba?

   Jawaban:
   Perseroan telah menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas yang
   meningkat. Dengan terus menjalankan strategi bisnis yang telah ditetapkan, melakukan
   pengelolaan operasional secara optimal dan efisien serta penerapan manajemen
   keuangan dan manajemen risiko yang prudent, Perseroan akan mampu menghadapi
   tantangan dan peluang.

   Perseroan memiliki program strategis yang dituangkan dalam 3 (tiga) pilar pengembangan
   bisnis yang disebut GAS :
   • Grow: grow and maintain gas business
   • Adapt: adapt business, pursue adjacent opportunities dan
   • Step out: step out and scale to new business

   Melalui pilar Grow, Perseroan terus berupaya melakukan upaya Pembangunan
   infrastruktur untuk memastikan:
       • Integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan pasok – pasar
           dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal ;
       • Pengembangan pipa distribusi gas secara kewilayahan melayani seluruh segmen
           pengguna gas.
       • Tersedianya Supply chain moda non pipa (CNG dan LNG) dilakukan pada lokasi
           yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi pipa-non pipa untuk pipa
           distribusi cluster
       • Memastikan kehandalan infrastruktur, dengan melakukan integrasi secara virtual
           seluruh pengelolaan dan pengaturan komoditas gas SHG Group.

   Melalui Pilar Adapt, Perseroan melakukan optimalisasi fasilitas yang dimiliki oleh
   Perseroan seperti:
      • Pengembangan Terminal LNG Arun sebagai LNG Hub Dunia, Arun telah
          menerima LNG global (Australia, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika).
      • Pengembangan LNG Bunkering untuk melayani kapal kargo logistik.
      • Kebutuhan adanya fasilitas LNG breakbulking dan Iso Tank LNG filling and cargo
          dock station (Go to Retail) untuk perluasan pelayanan demand industri, komersial,
          dan rumah tangga di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

   Melalui Pilar Step Out, Perseroan mencari potensi bisnis baru yang mendukung hilirisasi
   industri berbasis gas (petrochemical), bisnis clean and renewable energy (biomethane),
   dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2/NH3 dan CO2 transport)
   dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses ke pasar, dan pasokan yang
   saat ini belum dimiliki oleh PGN melalui strategic alliance bersama badan usaha lainnya.
Page 18
30. Subianto Subianto, Pemegang Saham, Jakarta
    Bagaimana status force majeure Gunvor?

   Jawaban:
   Sesuai dengan perkembangan permasalahan Gunvor, Perseroan telah menyampaikan
   Keterbukaan Informasi pada tanggal 18 September 2024.


31. Tommy Herman, Pemegang Saham, Pekalongan
    Bagaimana kedepan prospek pertumbuhan bisnis PGAS secara keseluruhan?

   Jawaban:
   Perseroan telah menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas yang
   meningkat. Manajemen percaya dengan terus menjalankan strategi bisnis yang telah
   ditetapkan, melakukan pengelolaan operasional secara optimal dan efisien serta
   penerapan Manajemen keuangan dan Manajemen resiko yang prudent, Perseroan akan
   mampu menghadapi tantangan dan peluang.

   Kinerja Perseroan di Semester 1 tahun 2024 baik pendapatan dan laba bersih masih
   melanjutkan tren kinerja positif dan dalam kurun waktu 3-4 tahun terakhir, dengan track
   record pertumbuhan yang konsisten pada kinerja top line keuangan. Hal ini menunjukkan
   kemampuan Perseroan dalam menavigasi kondisi pandemi dan dinamika industri
   nasional. Dalam periode tersebut, Perusahaan secara konsisten dapat meningkatkan
   volume niaga gas dan transportasi minyak dan gas, dan peningkatan volume ini
   berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan serta keberhasilan untuk mengubah loss di
   tahun 2020 menjadi laba mulai tahun 2021 dan ditahun selanjutnya, bahkan sampai di
   semester 1 2024 ini.

   Selama 4 tahun, pendapatan konsolidasi menunjukkan tren kenaikan, dengan
   pertumbuhan 8% dari tahun 2020 – 2023, yang didukung oleh volume niaga gas dan
   transportasi gas (yang merupakan kontributor utama sebesar kurang lebih 70% bagi
   pendapatan Perusahaan). Pendapatan Perseroan sampai 6 bulan pertama tahun 2024
   mencapai USD 1,84 milyar, terutama dikontribusikan oleh segmen LNG trading dan
   transmisi gas.

   Selanjutnya terkait Marjin Profitabilitas, sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, mulai
   tahun 2021 profitabilitas konsolidasi sangat terjada, untuk mendukung kemampuan
   Perseroan untuk berinvestasi dan bertumbuh secara berkelanjutan.


32. Utami Sari, Pemegang Saham, Palembang
    Mengapa dilakukan review oleh EY pada laporan interim Juni 2024?

   Jawaban:
   Review oleh KAP atas laporan interim tengah tahunan merupakan hal yang rutin
   Perseroan lakukan setiap tahun , demikian juga hal nya untuk Laporan Keuangan Interim
   Juni 2024.
Page 19
33. Vera Yap, Analyst/Sekuritas, Jakarta
    a) Does management remain optimistic to meet the gas distribution target at 954 BBtud
       for this year? Considering the supply risks and the performance as of 1H24.
    b) Will management increase spread target again for this year?

   Jawaban:
   a) Perseroan berupaya untuk mencapai penjualan niaga gas sesuai dengan target yang
      telah ditetapkan, namun tentunya akan dipengaruhi oleh kondisi yang dihadapi
      Perseroan dalam hal pasokan gas.
   b) PGN akan berusaha untuk mempertahankan spread margin gas sebagaimana
      guideline awal tahun di level US$ 1,6-1,8 per mmbtu. Level margin tersebut tentunya
      akan dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain kertersediaan pasokan, infrastruktur,
      permintaan dari pelanggan serta optimalisasi operasi perseroan.


34. Vla Sibarani, Pemegang Saham, Semarang
    Bagaimana proses due diligence (tahap pemeriksaan sebelum kerjasama) antara PGAS
    dan Gunvor? Apa benar denda yang dikenakan sebesar 130% dari barang yang dikirim
    tidak sesuai spesifikasi?

   Jawaban:
   Sesuai dengan perkembangan permasalahan Gunvor, Perseroan telah menyampaikan
   Keterbukaan Informasi pada tanggal 18 September 2024.


35. Wawan Rahmawan, Pemegang Saham, Majalengka
    Bagaimana strategi management agar bisa mempertahankan laba atau meningkatkan
    laba di tahun-tahun yang akan mendatang?

   Jawaban:
   Perseroan telah menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas yang
   meningkat. Dengan terus menjalankan strategi bisnis yang telah ditetapkan, melakukan
   pengelolaan operasional secara optimal dan efisien serta penerapan manajemen
   keuangan dan manajemen risiko yang prudent, Perseroan akan mampu menghadapi
   tantangan dan peluang.

   Rencana pengembangan usaha selama lima tahun ke depan, tertuang dalam 3 (tiga) pilar
   strategis pengembangan usaha yang disebut Grow, Adapt, dan Step-out (GAS):
     • Grow and maintain existing businesses;
     • Adapt business, pursue adjacent opportunities; dan
     • Step-out and scale to new businesses.

   Melalui pilar Grow, Perseroan terus berupaya melakukan upaya Pembangunan
   infrastruktur untuk memastikan:
      • Integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan pasok – pasar
         dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal;
      • Pengembangan pipa distribusi gas secara kewilayahan melayani seluruh segmen
         pengguna gas bumi.
Page 20
     • Tersedianya supply chain moda non pipa (CNG dan LNG) terutama ditujukan pada
       lokasi yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi moda pipa-non pipa untuk
       pipa distribusi cluster.
     • Memastikan kehandalan infrastruktur, dengan melakukan integrasi secara virtual
       seluruh pengelolaan dan pengaturan komoditas gas SHG Group.

   Melalui Pilar Adapt, Perseroan melakukan pengembangan bisnis melalui ekosistem LNG,
   seperti:
     • Pengembangan Terminal LNG Arun, sebagai LNG Hub Internasional, dimana Arun
       telah menerima LNG global (Australia, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika).
     • Pengembangan LNG Bunkering, untuk menyediakan LNG sebagai energi bagi kapal
       kargo logistik internasional.
     • Kebutuhan adanya fasilitas LNG breakbulking dan Iso Tank LNG filling and cargo
       dock station (Go to Retail) untuk perluasan pelayanan demand industri, komersial,
       dan rumah tangga di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

   Melalui Pilar Step out, Perseroan mencari potensi bisnis baru yang mendukung hilirisasi
   industri berbasis gas bumi (i.e petrochemical), bisnis clean and renewable energy (i.e
   biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2 production,
   H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses
   ke pasar, dan pasokan melalui strategic alliance bersama badan usaha lainnya.


36. Wenny Wardhani, Publik, Jakarta
    What will be the strategic planning for PT Perusahaan Gas Negara in the next 5 years?

   Jawaban:
   Rencana pengembangan usaha selama lima tahun ke depan, tertuang dalam 3 (tiga) pilar
   strategis pengembangan usaha yang disebut Grow, Adapt, dan Step-out (GAS):
     • Grow and maintain existing businesses;
     • Adapt business, pursue adjacent opportunities; dan
     • Step-out and scale to new businesses.

   Melalui pilar Grow, Perseroan terus berupaya melakukan upaya Pembangunan
   infrastruktur untuk memastikan:
      • Integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan pasok – pasar
         dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal;
      • Pengembangan pipa distribusi gas secara kewilayahan melayani seluruh segmen
         pengguna gas bumi.
      • Tersedianya supply chain moda non pipa (CNG dan LNG) terutama ditujukan pada
         lokasi yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi moda pipa-non pipa untuk
         pipa distribusi cluster.
      • Memastikan kehandalan infrastruktur, dengan melakukan integrasi secara virtual
         seluruh pengelolaan dan pengaturan komoditas gas SHG Group.

   Melalui Pilar Adapt, Perseroan melakukan pengembangan bisnis melalui ekosistem LNG,
   seperti:
     • Pengembangan Terminal LNG Arun, sebagai LNG Hub Internasional, dimana Arun
       telah menerima LNG global (Australia, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika).
Page 21
     • Pengembangan LNG Bunkering, untuk menyediakan LNG sebagai energi bagi kapal
       kargo logistik internasional.
     • Kebutuhan adanya fasilitas LNG breakbulking dan Iso Tank LNG filling and cargo
       dock station (Go to Retail) untuk perluasan pelayanan demand industri, komersial,
       dan rumah tangga di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

   Melalui Pilar Step out, Perseroan mencari potensi bisnis baru yang mendukung hilirisasi
   industri berbasis gas bumi (i.e petrochemical), bisnis clean and renewable energy (i.e
   biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2 production,
   H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses
   ke pasar, dan pasokan melalui strategic alliance bersama badan usaha lainnya.


37. Yossy Meidy Wijaya, Publik, Jakarta
    Apa rencana bisnis PGN dalam menunjang Indonesia Emas 2045

   Jawaban:
   Sebagai bagian dari holding migas, PGN menunjang Indonesia Emas 2045 untuk
   mewujudkan pertumbuhan ekonomi dengan mendukung ketahanan energi nasional
   melalui ketersediaan infrastruktur gas untuk memenuhi kebutuhan gas bumi di Indonesia.

   Rencana pengembangan usaha Perseroan tertuang dalam 3 (tiga) pilar strategis
   pengembangan usaha yang disebut Grow, Adapt, dan Step-out (GAS):
     • Grow and maintain existing businesses;
     • Adapt business, pursue adjacent opportunities; dan
     • Step-out and scale to new businesses.

   Melalui pilar Grow, Perseroan terus berupaya melakukan upaya Pembangunan
   infrastruktur untuk memastikan:
      • Integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan pasok – pasar
         dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal;
      • Pengembangan pipa distribusi gas secara kewilayahan melayani seluruh segmen
         pengguna gas bumi.
      • Tersedianya supply chain moda non pipa (CNG dan LNG) terutama ditujukan pada
         lokasi yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi moda pipa-non pipa untuk
         pipa distribusi cluster.
      • Memastikan kehandalan infrastruktur, dengan melakukan integrasi secara virtual
         seluruh pengelolaan dan pengaturan komoditas gas SHG Group.

   Melalui Pilar Adapt, Perseroan melakukan pengembangan bisnis melalui ekosistem LNG,
   seperti:
     • Pengembangan Terminal LNG Arun, sebagai LNG Hub Internasional, dimana Arun
       telah menerima LNG global (Australia, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika).
     • Pengembangan LNG Bunkering, untuk menyediakan LNG sebagai energi bagi kapal
       kargo logistik internasional.
     • Kebutuhan adanya fasilitas LNG breakbulking dan Iso Tank LNG filling and cargo
       dock station (Go to Retail) untuk perluasan pelayanan demand industri, komersial,
       dan rumah tangga di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.
Page 22
   Melalui Pilar Step out, Perseroan mencari potensi bisnis baru yang mendukung hilirisasi
   industri berbasis gas bumi (i.e petrochemical), bisnis clean and renewable energy (i.e
   biomethane), dan program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2 production,
   H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses
   ke pasar, dan pasokan melalui strategic alliance bersama badan usaha lainnya.


38. Yuswara Pramudita, Pemegang Saham, Malang
    Apakah ada pembagian deviden intern tahun 2024

   Jawaban:
   Pembagian dividen merupakan kewenangan pemegang saham yang ditetapkan melalui
   RUPS. Pada tahun 2024 tidak ada pembagian dividen interim; namun Perseroan telah
   membagikan dividen tunai kepada pemegang saham atas kinerja tahun buku 2023 sesuai
   Keputusan RUPS tanggal 30 Mei 2024.


39. Zetta Hannany, Media, Jakarta
    a) Proyeksi top-line dan bottom-line untuk tahun 2024?
    b) Berapa capex yang dianggarkan tahun ini, dan realisasinya sudah berapa?

   Jawaban:

   a) Perseroan masih optimis bahwa laba Perseroan masih tumbuh di atas laba tahun
      2023. Namun tentunya masih akan dipengaruhi oleh kondisi yang mempengaruhi
      operasional PGN.
   b) Total Target Capex 2024 sebesar USD 361 million, dengan rincian 63% untuk
      downstream & Others dan 37% untuk upstream. Realisasi sampai Q2 2024 adalah
      sebesar USD 70 million yang terdiri dari 56% untuk upstream dan 44% untuk
      downtream & others.
Page 23
                               Daftar Hadir

No             Nama                       Kota              Negara
 1   Abdul Aziz                 Tangerang Selatan   Indonesia
 2   Aditya Damawan Meiyanto    Jakarta             Indonesia
 3   Agus Priyono               Malang              Indonesia
 4   Ahsan Putra Indrawan       Jakarta             Indonesia
 5   Alit J.                    Jakarta             Indonesia
 6   Artika Sari Prianti        Jakarta             Indonesia
 7   Atiq Shohi Ahmadi Wahid    Tuban               Indonesia
 8   Aurelia C.                 Jakarta             Indonesia
 9   Cahya Puteri Abdi Rabbi    Jakarta             Indonesia
10   Chandra Pasaribu           Jakarta             Indonesia
11   Chris Prospero             Jakarta             Indonesia
12   Darren Colin               Jakarta             Indonesia
13   Deden Humaedi              Jakarta             Indonesia
14   Dewi Siti Rukoyah          Tasikmalaya         Indonesia
15   Dimas Rivaldi Ngabito      Balikpapan          Indonesia
16   Dini Mentari               Jakarta             Indonesia
17   Edward Simond              Depok               Indonesia
18   Erika Kurnia               Jakarta             Indonesia
19   Erwin P.                   Jakarta             Indonesia
20   Farkhan Rizaputra          Jakarta             Indonesia
21   Farrel Valentino           Kediri              Indonesia
22   Gent Graha                 Jakarta             Indonesia
23   Haryo Jati                 Jakarta             Indonesia
24   Hendarsih                  Jakarta             Indonesia
25   Ibnu Alif Nugraha          Bogor               Indonesia
26   Ifham Hakim                Jakarta             Indonesia
27   Iman Ika                   Bogor               Indonesia
28   Indira Azzahra             Medan               Indonesia
29   Ivan Fahdi                 Jakarta             Indonesia
     Joshua Jeremy Ticoalu      Jakarta             Indonesia
30   Longdong
31   Julian Ferry Hermanto      Sidoarjo            Indonesia
32   Justina Landhiani          Surakarta           Indonesia
33   Kei Yudha                  Jakarta             Indonesia
34   Kent Machrus               Jakarta             Indonesia
35   Kevin                      Jakarta             Indonesia
36   Komang Ary                 Jakarta             Indonesia
37   Kurnia Akbar               Tangerang Selatan   Indonesia
38   Kurniawan Rizki Persada    Yogyakarta          Indonesia
39   Marvin Salomo              Jakarta             Indonesia
Page 24
No                  Nama                        Kota              Negara
40   Mas Pion                         Medan               Indonesia
41   Maulana Yusup                    Jakarta             Indonesia
42   Michael Tan                      Jakarta             Indonesia
43   Mohamad Iman Firmansyah          Jakarta             Indonesia
44   Mohammad Fadil                   Jakarta             Indonesia
45   Muawwan Daelami                  Tangerang Selatan   Indonesia
46   Muhammad Heri                    Jakarta             Indonesia
47   Muhammad Nur Huda                Jakarta             Indonesia
48   Peter Alexander                  Surabaya            Indonesia
49   Prabandaru Cahyo Anggoro         Jakarta             Indonesia
50   Rafi Rizki Romadhoni             Jakarta             Indonesia
51   Rahmat Romansah                  Bekasi              Indonesia
52   Rahmat Saktiawan                 Bengkulu            Indonesia
53   Raka Junico                      Jakarta             Indonesia
54   Rama Sukarta                     Jakarta             Indonesia
55   Rangga Kusuma                    Aceh                Indonesia
56   Reynika Corina                   Jakarta             Indonesia
57   Richard Jerry                    Jakarta             Indonesia
58   Ricky Darmawan                   Jakarta             Indonesia
59   Ridwan Mulyana                   Jakarta             Indonesia
60   Rihan Gilang                     Jakarta             Indonesia
61   Rizky Alief                      Jakarta             Indonesia
62   Sam                              Jakarta             Indonesia
63   Savera Zada                      Jakarta             Indonesia
64   Siti Patimah Hijratul Arifiani   Banjarbaru          Indonesia
65   SJ Hanso                         Depok               Indonesia
66   Sri Gugum Gumbira                Jakarta             Indonesia
67   Stifani Irriani                  Jakarta             Indonesia
68   Stella Bustan                    Jakarta             Indonesia
69   Subianto                         Jakarta             Indonesia
70   Sugeng Prianggodo                Tuban               Indonesia
71   Sugeng Sulaksono                 Jakarta             Indonesia
72   Sungkono Susilo                  Surakarta           Indonesia
73   Suyono                           Pontianak           Indonesia
74   Syaiful Arifin                   Jakarta             Indonesia
75   Tanayastri Dini                  Jakarta             Indonesia
76   Tommy                            Pekanbaru           Indonesia
77   Tommy Herman                     Pekalongan          Indonesia
78   Utami Sari                       Palembang           Indonesia
79   Varradita                        Banggai             Indonesia
80   Vera Yap                         Jakarta             Indonesia
Page 25
No                Nama                   Kota           Negara
81   Vivo                      Medan            Indonesia
82   Vla Sibarani              Semarang         Indonesia
83   Wenny Wardhani            Jakarta          Indonesia
84   Yonatan Pratama Wijaya    Surabaya         Indonesia
85   Yossi Hasanah Putri       Yogyakarta       Indonesia
86   Yossy Meidy Wijaya        Jakarta          Indonesia
87   Yuliana                   Jakarta          Indonesia
88   Yustinus Agyl Kurniawan   Jakarta          Indonesia
89   Yuswara Pramudita         Malang           Indonesia
90   Zaidan Akram              Jakarta          Indonesia
91   Zsazya Senorita           Jakarta          Indonesia
92   Zulfan                    Jambi            Indonesia

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.41 MB
Published19 Sep 2024
Pages25
Characters63,726
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 108 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Perusahaan Gas Negara Tbk p.1 ×2
linked person Arief Setiawan Handoko p.1
linked person Fadjar Harianto Widodo p.1
linked person Harry Budi Sidharta p.1
linked person Rosa Permata Sari p.1
linked person Ratih Esti Prihatini p.1
linked person Rachmat Hutama p.1
linked person Arief Kurnia Risdianto. p.1
linked person Fajriyah Usman p.1
linked org PT Pertamina Patra Niaga p.15 ×2
possible org PT Pertamina (Persero) p.15
possible — Yuliana p.25
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.1 ×3
unresolved org Kementerian ESDM. p.1 ×3
unresolved org Petronas Carigali Muriah Limited p.2
unresolved org Kementerian ESDM Tahun p.2
unresolved org Gas Negara Tbk. p.13 ×2
unresolved org PT Kilang Pertamina Internasional p.15
unresolved org PT Pertamina Gas p.15
unresolved person Abdul Aziz p.23
unresolved — Aditya Damawan Meiyanto p.23
unresolved — Agus Priyono p.23
unresolved — Ahsan Putra Indrawan p.23
unresolved — Alit J. p.23
unresolved — Artika Sari Prianti p.23
unresolved — Atiq Shohi Ahmadi Wahid p.23
unresolved — Aurelia C. p.23
unresolved — Cahya Puteri Abdi Rabbi p.23
unresolved — Chandra Pasaribu p.23
unresolved — Chris Prospero p.23
unresolved — Darren Colin p.23
unresolved — Deden Humaedi p.23
unresolved person Dewi Siti Rukoyah p.23
unresolved — Dimas Rivaldi Ngabito p.23
unresolved — Dini Mentari p.23
unresolved — Edward Simond p.23
unresolved — Erika Kurnia p.23
unresolved — Erwin P. p.23
unresolved — Farkhan Rizaputra p.23
unresolved — Farrel Valentino p.23
unresolved — Gent Graha p.23
unresolved — Haryo Jati p.23
unresolved — Hendarsih p.23
unresolved — Ibnu Alif Nugraha p.23
unresolved — Ifham Hakim p.23
unresolved — Iman Ika p.23
unresolved — Indira Azzahra p.23
unresolved — Ivan Fahdi p.23
unresolved — Julian Ferry Hermanto p.23
unresolved — Justina Landhiani p.23
unresolved — Kei Yudha p.23
unresolved — Kent Machrus p.23
unresolved — Kevin p.23
unresolved — Komang Ary p.23
unresolved — Kurnia Akbar p.23
unresolved org Kurniawan Rizki Persada p.23
unresolved — Marvin Salomo p.23
unresolved — Mas Pion p.24
unresolved — Maulana Yusup p.24
unresolved — Michael Tan p.24
unresolved person Mohamad Iman Firmansyah p.24
unresolved person Mohammad Fadil p.24
unresolved — Muawwan Daelami p.24
unresolved person Muhammad Heri p.24
unresolved person Muhammad Nur Huda p.24
unresolved — Peter Alexander p.24
unresolved — Prabandaru Cahyo Anggoro p.24
unresolved — Rafi Rizki Romadhoni p.24
unresolved — Rahmat Romansah p.24
unresolved — Rahmat Saktiawan p.24
unresolved — Raka Junico p.24
unresolved — Rama Sukarta p.24
unresolved — Rangga Kusuma p.24
unresolved — Reynika Corina p.24
unresolved — Richard Jerry p.24
unresolved — Ricky Darmawan p.24
unresolved — Ridwan Mulyana p.24
unresolved — Rihan Gilang p.24
unresolved — Rizky Alief p.24
unresolved — Savera Zada p.24
unresolved person Siti Patimah Hijratul Arifiani p.24
unresolved — SJ Hanso p.24
unresolved — Sri Gugum Gumbira p.24
unresolved — Stifani Irriani p.24
unresolved — Stella Bustan p.24
unresolved — Subianto p.24
unresolved — Sugeng Prianggodo p.24
unresolved — Sugeng Sulaksono p.24
unresolved — Sungkono Susilo p.24
unresolved — Suyono p.24
unresolved — Syaiful Arifin p.24
unresolved — Tanayastri Dini p.24
unresolved — Tommy p.24
unresolved — Tommy Herman p.24
unresolved — Utami Sari p.24
unresolved — Varradita p.24
unresolved — Vera Yap p.24
unresolved — Vivo p.25
unresolved — Vla Sibarani p.25
unresolved — Wenny Wardhani p.25
unresolved — Yonatan Pratama Wijaya p.25
unresolved — Yossi Hasanah Putri p.25
unresolved — Yossy Meidy Wijaya p.25
unresolved — Yustinus Agyl Kurniawan p.25
unresolved — Yuswara Pramudita p.25
unresolved — Zaidan Akram p.25
unresolved — Zsazya Senorita p.25
unresolved — Zulfan p.25

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result