Back to announcement
20240918_PGAS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31726857_lamp1.pdf
Other Text extracted PGASSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
17 September 2024
Fajriyah Usman (T : +62 85883308686, E : fajriyah.usman@pertamina.com)
Inisiatif Pertumbuhan dan Integrasi Infrastruktur Gas Bumi Nasional Jaga Kinerja
PGN Semester I 2024
Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding gas PT Pertamina (Persero),
terus melakukan inisiatif untuk memperluas pemanfaatan gas bumi di berbagai segmen
pelanggan di Indonesia. Selama 4 tahun, pendapatan konsolidasi menunjukkan tren
kenaikan, dengan pertumbuhan 8% dari tahun 2020 – 2023, yang didukung oleh volume niaga
gas dan transportasi gas yang merupakan kontributor utama sebesar kurang lebih 70% bagi
pendapatan Perusahaan.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, mulai tahun 2021 PGN dapat mengelola dan
menjaga profitabilitas konsolidasi, yang sangat penting untuk mendukung kemampuan
Perseroan untuk berinvestasi dan bertumbuh secara berkelanjutan.
Sepanjang enam bulan pertama tahun 2024, volume gas bumi yang mayoritas berasal dari
gas pipa atau sebesar 99,6% kontribusi masih menjadi penopang utama kinerja PGN.
Sedangkan untuk komersialisasi LNG regasifikasi sebesar 0,4%. Berdasarkan sumber gas,
sebesar 38% berasal dari Pertamina Grup dan sisanya dari gas supplier lainnya termasuk
Corridor Block.
Pendapatan PGN pada semester I 2024 tercatat sebesar USD 1,839 miliar atau meningkat
3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Year on Year/YoY). Pada saat yang sama
beban pokok pendapatan meningkat hanya 1% menjadi USD 1,432 miliar pada semester 1
2024 dibandingkan USD 1,415 miliar pada semester 1 2023 sehingga laba kotor tercatat naik
11% menjadi sebesar USD 407 juta dibandingkan USD 368 juta YoY.
"Secara keseluruhan, Perseroan telah menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan
profitabilitas yang meningkat. Kami percaya dengan terus menjalankan strategi bisnis yang
telah ditetapkan, melakukan pengelolaan operasional secara optimal dan efisien serta
penerapan Manajemen keuangan dan Manajemen risiko yang prudent, Perseroan akan
mampu menghadapi tantangan dan peluang," ujar Direktur Utama PGN, Arief Setiawan
Handoko.
Demikian juga laba operasi naik 3% menjadi USD 293 juta dibandingkan USD 284 juta (YoY).
Di pos bottom line, laba bersih PGN berhasil tumbuh sebesar 28% menjadi USD 187 juta
pada semester 1 2024 dibandingkan USD 145 juta pada semester 1 2023. Pada periode
Semester 1-2024, pencapaian EBITDA cukup stabil yaitu sebesar USD 578 juta
dikontribusikan dari penurunan laba selisih kurs dan beban penyusutan. Pencapaian EBITDA
dikontribusikan 75% dari segmen niaga gas, transmisi gas dan lainnya, serta 25%
dikontribusikan dari segmen hulu.
Page 2
17 September 2024
Fajriyah Usman (T : +62 85883308686, E : fajriyah.usman@pertamina.com)
Sedangkan lini bisnis niaga gas dan transmisi memberikan kontribusi sebesar 73% terhadap
pendapatan perusahaan. Sebesar 11% dikontribusikan dari lini bisnis hulu (Upstream) dan
sebesar 16% sisanya adalah kontribusi dari lini bisnis lainnya. Mengedepankan prinsip kehati-
hatian dalam menjalankan rencana investasi di tengah dinamika perekonomian nasional dan
global, selama Semester 1- 2024 pencapaian Belanja Modal Perseroan sebesar US$ 70 juta
dimana 44% penyerapan oleh segmen downstream dan lainnya, sedangkan 56% diserap oleh
segmen hulu.
Untuk saat ini dan kedepannya, infrastruktur pipa dengan infrastruktur gas bumi beyond
pipeline akan menjadi skema andalan PGN dalam optimalisasi pemanfaatan gas bumi.
Lantaran dari sisi operasional, secara umum pencapaian segmen niaga gas bumi juga
dipengaruhi oleh ketidakseimbangan supply dan demand. Terdapat penurunan volume
pasokan gas pipa akibat natural decline (penurunan alami kondisi sumur) dari pemasok di
wilayah Sumatera dan Jawa serta adanya libur Lebaran di kuartal 2 2024. Tantangan pasokan
tersebut perlu diantisipasi dengan mulai menambah pasokan gas dari LNG.
“Perusahaan terus menjalankan strategi yang terukur dan sejalan dengan rencana
pemerintah untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi.
Untuk itu perusahaan melakukan sejumlah inisiatif diantaranya dengan membangun dan
menambah infrastruktur gas bumi yang terintegrasi untuk mendorong perluasan segmen
pengguna,” ujar Arief.
Arief menambahkan sejumlah inisiatif tersebut akan mendorong kehandalan bisnis utama
Perusahaan secara berkelanjutan dan jangka panjang. Pada saat yang sama, PGN tetap
mengedepankan inovasi dan solusi untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan para
pelanggan termasuk salah satunya menghadirkan LNG di tengah menurunnya pasokan alami
(natural decline) gas bumi di sejumlah sumur eksisting.
Pengembangan Infrastruktur Utama tahun 2025-2027 yang telah disiapkan oleh Perseroan
untuk memastikan pertumbuhan bisnis Perseroan. Di tengah situasi yang menantang,
mengambil momentum perbaikan ekonomi, percepatan transisi energi, serta kebutuhan untuk
mengembangkan segmen bisnis/ produk turunan di masa depan yang mendukung penurunan
emisi karbon (low carbon business).
Peningkatan penggunaan LNG telah tercermin dari pencapaian regasifikasi gas LNG melalui
Terminal Use Agreement (TUA) FSRU Lampung. Seiring dengan pemenuhan kebutuhan
pelanggan dan optimasi FSRU Lampung, volume penyaluran gas mencapai 65 BBTUD atau
meningkat 76% dibandingkan dengan periode Januari-Juni 2023.
Page 3
17 September 2024
Fajriyah Usman (T : +62 85883308686, E : fajriyah.usman@pertamina.com)
“PGN akan tetap mengembangkan core business yang sudah melekat yaitu pengembangan
proyek transmisi dan distribusi gas bumi. Meski begitu PGN juga akan tetap adaptif dan
bertumbuh dengan sejumlah inisiatif baru seperti peningkatan bisnis LNG dengan
menitikberatkan pada efisiensi serta efektivitas biaya logistik dalam penyaluran gas bumi,”
imbuhnya.
PGN siap bersinergi dengan pemerintah untuk menyelesaikan proyek infrastruktur gas bumi
Cirebon-Semarang tahap II. Jaringan ini akan membawa gas bumi dari Jawa Timur ke Jawa
Barat. Terdapat inisiatif bisnis baru sejalan dengan pengembangan Pipa Cisem II di mana
PGN akan membangun Pipa Distribusi Tegal – Cilacap dalam rangka gasifikasi Refinery Unit
IV Cilacap. PGN bersinergi dengan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), proyek ini
dijadwalkan dimulai pada tahun 2025 dengan volume commissioning yang dialirkan sekitar
51 MMSCFD.
PGN juga akan terlibat dalam proyek strategis proyek pipa gas WNTS-Pemping untuk
menyalurkan gas dari Lapangan Natuna ke pasar dalam negeri. Rencana pembangunan Pipa
Dumai – Sei Mangkei oleh Pemerintah melalui dana APBN berpotensi dapat
mengintegrasikan pipa gas di Sumatera dan hal ini akan menjadi peluang PGN dalam
mengambil potensi pasokan gas dari Blok Andaman. Fasilitas LNG Arun rencananya juga
akan dikerahkan untuk memanfaatkan pasokan gas dari Blok Andaman.
Peningkatan penggunaan gas bumi dapat terealisasi dari hasil integrasi infrastruktur di Jawa
Tengah dan telah terealisasi melalui fasilitas Onshore Receiving Facility (ORF) yang
dioperasikan oleh afiliasi Subholding Gas yaitu PT Pertamina Gas (Pertagas). Mengalirkan
gas bumi dari PEP Jambaran Tiung Biru (JTB) melalui pipa ruas Gresik-Semarang.
Infrastruktur dari JTB yang tekanan serta pembagiannya dilakukan di ORF Tambak Rejo
terintegrasi dengan selesainya sistem distribusi Jawa Tengah yang mengalirkan gas bumi
menuju sektor pembangkit listrik IP Tambak Lorok dan sejumlah industri, komersial, serta
rumah tangga di Semarang-Demak.
Infrastruktur tersebut terintegrasi dan memperkuat layanan dari pipa Cirebon-Semarang
tahap I (Cisem I) yang melayani kebutuhan gas bumi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Kendal, Kawasan Industri Tambak Aji, Kawasan Industri Wijaya Kusuma, IP Tambak Lorok,
serta rumah tangga hingga industri & komersial di Semarang - Demak. Adanya integrasi
infrastruktur semakin meningkatkan penyerapan gas Jawa Tengah dari 48 BBTUD menjadi
60-70 BBTUD.
Page 4
17 September 2024
Fajriyah Usman (T : +62 85883308686, E : fajriyah.usman@pertamina.com)
Tambahan serta integrasi sejumlah infrastruktur ini diharapkan akan bisa semakin memenuhi
kebutuhan gas bumi pelanggan baik industri maupun rumah tangga. Di Jawa Tengah,
optimalisasi infrastruktur gas bumi ini setidaknya bisa memenuhi kebutuhan gas bumi untuk
pembangkit listrik, sebanyak 31 industri dan komersial, serta 29 pelanggan kecil. Terdapat
peningkatan penyerapan gas dari 0,5 BBTUD menjadi 3,5 BBTUD.
“Sejumlah inisiatif dilakukan PGN tentu saja dengan didasari misi serta komitmen untuk terus
konsisten menyediakan energi berbasis gas yang memberi nilai tambah bagi seluruh
pelanggan,” tegasnya.
Di samping itu, proyek revitalisasi tangki LNG Arun terus berjalan untuk meraih target
menjadikan Terminal LNG Arun menjadi pemimpin Hub LNG di Asia. Salah satu tahap awal
adalah merevitalisasi tangki F-6004. Hingga Kuartal II 2024, kemajuan konstruksi paket non-
tangki telah mencapai 27.227% dan paket tangki sebesar 8.16%.
Selain strategi dalam upaya penyerapan gas bumi sebagai energi transisi secara lebih
optimal, perluasan transmisi dan distribusi ini juga akan mendorong aspek profitabilitas PGN
secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Hal ini tentunya sejalan dengan semakin
besarnya jumlah serapan para pelanggan seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sampai dengan semester 1 2024, jaringan pipa dimiliki PGN adalah sepanjang 13.319 km
atau bertambah 626 km. Total jumlah pelanggan PGN adalah sebanyak 821.245, terdiri atas
sebanyak 3.165 pelanggan industri dan komersial, sebanyak 2.017 pelanggan kecil, dan
sebanyak 816.063 rumah tangga.
Di luar dari infrastruktur transmisi gas bumi, Perseroan juga akan membangun infrastruktur
untuk transportasi energi lainnya melalui pipa yaitu membangun pipa Bahan Bakar Minyak
(BBM). Upaya ini dilakukan melalui sinergi anak perusahaan yaitu PT Pertamina Gas
(Pertagas) dengan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) untuk membangun pipa BBM Cikampek
– Plumpang dengan skema Build Maintenance-Transfer (BMT) dengan jangka waktu 10 tahun
masa pengoperasian.
”Pembangunan pipa tersebut merupakan salah satu pengembangan portofolio bisnis
Subholding Gas dalam lingkup bisnis infrastruktur khususnya transportasi energi melalui pipa.
Saat ini kami dalam proses penyusunan Perjanjian Penyediaan Jasa Pipanisasi BBM
Cikampek – Plumpang antara Pertagas dan PPN. Infrastruktur ini akan memiliki kapasitas
volume sebesar 4,6 Miliar liter per tahun dengan panjang 96 km,” tutupnya.(*)
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Kilang Pertamina Internasional
p.3
unresolved
org
PT Pertamina Gas
p.3 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.