Back to announcement
20260605_SCNP_Laporan Informasi dan Fakta Material_32097421_lamp1.pdf
Other Text extracted SCNPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 18
Page 1 OCR 0.925
KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM (“KETERBUKAAN INFORMASI”) PT SELARAS CITRA NUSANTARA PERKASA TBK. (“PERSEROAN”) KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM INI DISAMPAIKAN OLEH PERSEROAN DALAM RANGKA MEMENUHI KETENTUAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 17/POJK.04/2020 TENTANG TRANSAKSI MATERIAL DAN PERUBAHAN KEGIATAN USAHA (“POIK 17/2020”). INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI PENTING UNTUK DIBACA DAN DIPERHATIKAN OLEH PEMEGANG SAHAM PERSEROAN. JIKA ANDA MENGALAMI KESULITAN UNTUK MEMAHAMI INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI SEBAIKNYA ANDA BERKONSULTASI DENGAN PENASIHAT HUKUM, AKUNTAN PUBLIK, PENASEHAT KEUANGAN ATAU PROFESIONAL LAINNYA. DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN, BAIK SECARA SENDIRI-SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN DAN KELENGKAPAN INFORMASI SEBAGAIMANA DIUNGKAPKAN DI DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI. DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN MENYATAKAN KELENGKAPAN INFORMASI SEBAGAIMANA DIUNGKAPKAN DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI DAN SETELAH MELAKUKAN PENELITIAN SECARA SEKSAMA, MENEGASKAN BAHWA INFORMASI YANG DIMUAT DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI ADALAH BENAR DAN TIDAK ADA FAKTA PENTING MATERIAL DAN RELEVAN YANG TIDAK DIUNGKAPKAN ATAU DIHILANGKAN DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI SEHINGGA MENYEBABKAN INFORMASI YANG DIBERIKAN DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI MENJADI TIDAK BENAR DAN/ATAU MENYESATKAN. SCNP PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk. (“Perseroan”) Kegiatan Usaha Utama Bergerak di bidang produksi (original eguipment manufacturing) ragam perangkat rumah tangga elektronik dan alat kesehatan. Alamat Kantor / Pabrik JL Raya Narogong KM.19, Cileungsi Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16820 Indonesia Tel: 462218233320 462 218230232 Email: corsec@scnp.co.id Website: www.senp.coic Keterbukaan Informasi ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 4 Juni 2026 ya AG
Page 2 OCR 0.954
PENDAHULUAN 1.1 Uraian Ruang Lingkup KBLI dan Keterkaitan Strategis SCNP berencana menambah kegiatan usaha melalui kodifikasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru, yaitu: 1. KBLI 25992 (Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam) Fokus operasional lini ini diarahkan pada pemanfaatan teknologi pengerjaan logam presisi guna memproduksi perangkat masak berkualitas tinggi serta peralatan rumah tangga premium berbasis logam. Produk yang diproduksi dan dipasarkan adalah coating (lapisan anti lengket) untuk alat-alat memasak dan inner pot rice cooker. 2. KBLI 21015 (Industri Alat Diagnosis Medis, Perban, Kasa, dan Penunjang Kesehatan Lainnya) Fokus operasional lini ini diarahkan pada pengembangan, pemanufakturan dan produksi massal perangkat diagnostik medis beserta instrumen penunjang kesehatan lainnya. Produk yang diproduksi dan dipasarkan adalah collection kit HPV dan Reagen PCR HPV. Rencana ekspansi melalui penambahan dua KBLI baru ini memiliki keterkaitan erat yang bersifat sinergis dengan bisnis utama Perseroan saat ini. Sebagai perusahaan manufaktur yang telah mapan sebagai Original Eguipment Manufacturing (OEM) perangkat rumah tangga elektronik dan alat kesehatan, SCNP akan mengelola infrastruktur produksi yang telah ada di pabrik Cileungsi, Jawa Barat Perusahaan sekarang ini telah memproduksi Rice Cooker dan dengan penambahan (KBLI 25992) nantinya Perusahaan akan membuat Rice Cooker parts : Inner Pot dan juga alat-alat masak yang berbahan logam anti lengket. Sementara itu kegiatan riset dan pengembangan, dan komersialisasi produk alat kesehatan Non-lnvasive Vascular Analyzer (NIVA) yang berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), bertindak sebagai landasan pengembangan portofolio produk diagnostik medis baru untuk KBLI 21015. Pengembangan ini terintegrasi dengan sistem SAP Perseroan, yang menjalankan fungsi Material Reguirement Planning (MRP) dan sistem persediaan Just-In-Time (JIT) Perseroan. Halini membuat struktur Harga Pokok Penjualan pada lini usaha baru akan menjadi lebih ramping, efisien dari sisi material serta minimal dalam kebutuhan investasi awal untuk infrastruktur fisik dengan optimalisasi lahan yang telah dimiliki saat ini. 1.2 Status Perizinan dan Sertifikasi Regulator Perseroan berkomitmen dalam menerapkan prinsip kepatuhan hukum dan dalam pemenuhan standar kualitas berskala global. Terkait status legalitas dan standardisasi dalam menjalankan kegiatan usaha baru, disampaikan sebagai berikut: @ Sektor Industri Alat Kesehatan (KBLI 21015) Perseroan saat ini sedang dalam proses mengajukan, melengkapi dan memutakhirkan izin peredaran produk serta persetujuan regulator terkait. Infrastruktur produksi clean room khusus perangkat medis yang dibangun di Cileungsi dipastikan beroperasi di bawah kepatuhan ketat sertifikasi ISO 13485 (Sistem Manajemen Mutu Perangkat Medis) dan Tata Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Uji coba dan pemenuhan dokumen dilakukan secara terukur demi mencapai prioritas penetrasi di sistem E-Katalog nasional. 8 Sektor Industri Peralatan Logam (KBLI 25992) Perseroan juga patuh terhadap Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 serta Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015. Proses perluasan ruang lingkup sertifikasi mutu internasional tersebut terhadap varian produk baru pada KBLI ini telah diperbarui dan berada dalam status tersertifikasi. 1.3 Kategori Ekspansi Usaha Perseroan menyatakan bahwa penambahan KBLI baru ini merupakan kombinasi strategis antara pengembangan kapasitas dari usaha existing dan merupakan strategi penetrasi ke lini usaha baru. Pada KBLI 25992, dikategorikan sebagai pengembangan kapasitas dari kompetensi manufaktur peralatan rumah tangga Perseroan yang telah berjalan selama 25 tahun. Kebijakan ini diambil melalui pendekatan rekayasa nilai untuk mengisi ceruk pasar domestik dan memenuhi permintaan bauran produk dari prinsipal OEM global dengan struktur harga yang lebih tepat dalam kondisi persaingan harga di pasar. Sementara untuk KBLI 21015, penambahan menandai langkah diversifikasi yang terukur pada sektor Medical Technology. Ekspansi ke segmen alat kesehatan diagnostik ini berbeda dari volume manufaktur elektronik konvensional, karena menawarkan marjin profitabilitas kotor yang jauh lebih besar serta memiliki risiko piutang macet yang relatif lebih rendah karena didukung oleh kebijakan Pemerintah terkait Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan nilai TKDN yang besar. Melalui penetrasi ke ekosistem B2G, SCNP merestrukturisasi portofolio bisnisnya agar tidak lagi bergantung pada satu atau dua pelanggan OEM utama di sektor elektronik rumah tangga sekunder, sekaligus mengonversi infrastruktur menjadi mesin pertumbuhan pendapatan jangka panjang dan berkelanjutan. r£ Kind
Page 3 OCR 0.929
URAIAN PERIHAL TRANSAKSI 1. Riwayat Singkat Perseroan Perusahaan memulai kegiatan bisnis sejak tahun 1983. # 1983: Inisiasi pendirian awal perusahaan dimulai di Jakarta. #e 1984-1985: Tahap perencanaan infrastruktur manufaktur yang berlanjut dengan pendirian pabrik pertama di Daan Mogot. e 1986-1988: Perseroan memantapkan sistem kendali mutu, memperluas jaringan distribusi produk domestik dan meningkatkan kapasitas operasional tenaga kerja. 8 1989-1990: Menjadi mitra manufaktur OEM elektronik.dan mulai mengevaluasi efisiensi manufaktur untuk menghadapi persaingan pasar. @ 1991-1993: Mengembangkan kapabilitas perakitan motor elektrik, merencanakan ekspansi strategis, hingga membangun pabrik manufaktur baru di Cakung. 1994-1998: Meningkatkan volume produksi di Cakung, berinovasi pada durabilitas komponen blender, memperkuat infrastruktur logistik internal, mengimplementasikan manajemen risiko serta berhasil menjaga kontinuitas bisnis dan kemitraan di tengah dinamika ekonomi. @ 1999-2000: Memperoleh sertifikasi global ISO 9001 yang diikuti dengan peresmian pendirian badan hukum Perseroan secara formal pada tahun 2000. # 2001-2003: Relokasi seluruh operasional pabrik ke Cileungsi. e 2004-2008: Meningkatkan standar keselamatan kerja, efisiensi energi produksi dan meraih sertifikat mutu SIRIM Malaysia, membentuk unit riset pasar internal dan menerapkan sistem informasi manajemen terpadu. e 2009-2012: Menjajaki kolaborasi produk regional ASEAN, memperoleh sertifikat SNI untuk produk Setrika Philips dan Blender Philips serta meningkatkan kapasitas produksi di pabrik Cileungsi. e 2013: Inisiasi awal riset perangkat medis NIVA sebagai strategi diversifikasi teknologi. # 2014-2018: Memperoleh sertifikat SNI untuk kipas Turbo, memperkuat strategi pemasaran merek Turbo, meraih ISO 14001 manajemen lingkungan, audit mutu komprehensif dan memperoleh sertifikat SNI setrika Oxone. » 2019-2020: Ekspor Air Purifier, meraih sertifikasi internasional dan resmi melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2020. # 2021-2024: Menghasilkan lonjakan penjualan dan ekspor ke USA, memulai produksi untuk merek Kris dan Klaz serta mempersiapkan komersialisasi NIVA, eksekusi divestasi entitas anak (PT SDI) serta fokus pada pemenuhan nilai TKDN NIVA, menetapkan target komersialisasi NIVA secara masif serta memperkuat kemitraan dalam distribusi alat kesehatan. Sejak tercatat di BEI melalui Penawaran Umum Perdana (IPO) tahun 2020, Perseroan memperkuat basis sumber daya internal dan jaringan eksternal untuk meningkatkan skala bisnis. Tahun buku 2025 menjadi tahun yang penting bagi Perseroan, dimana SCNP mengalami transformasi signifikan dengan beralih dari model bisnis manufaktur perangkat rumah tangga konvensional menjadi entitas manufaktur yang lebih modern berbasis inovasi teknologi canggih. Dalam menjalankan aktivitas usaha di pabrik yang berlokasi di Cileungsi, Kabupaten Bogor, A. Perkembangan Usaha Segmen Perangkat Rumah Tangga Segmen ini adalah pilar bisnis historis Perseroan yang bergerak di bidang produksi (OEM) ragam perangkat rumah tangga elektronik dan perangkat memasak non-listrik, yang dilakukan melalui kemitraan strategis bersama para pemilik merek global multinasional dan merek internal. Tahun 2025, segmen bisnis Perseroan mengalami modernisasi lini perakitan melalui integrasi mesin dan penggunaan lengan semi-robotik. Langkah ini mampu meminimalkan faktor human error, mempercepat waktu siklus per unit dan menekan angka kecacatan produk (defect). Dalam rangka mengantisipasi dinamika rantai pasok global dan inflasi biaya logam, manajemen menerapkan pendekatan rekayasa nilai berupa substitusi material lilitan motor menggunakan teknologi Copper Clad Aluminum (CCA) untuk portofolio produk segmen menengah kebawah, sehingga marjin profitabilitas kotor tetap terjaga. B. Perkembangan Usaha Segmen Alat Kesehatan Inovatif Segmen alat kesehatan adalah pilar inovatif yang menjadi inkubator pertumbuhan Perseroan. Perjalanan segmen bisnis alat kesehatan ditandai dengan komersialisasi produk alat kesehatan Non-lnvasive Vascular Analyzer (NIVA). Alat kesehatan ini Pt merupakan detektor dini risiko penyakit kardiovaskular dan disfungsi endotel berbasis teknologi fotopletismografi (PPG), PEN
Page 4 OCR 0.896
anak bangsa hasil riset bersama Institut Teknologi Bandung (ITB). Tahun 2025, Perseroan telah merampungkan pembangunan fisik infrastruktur produksi dan perakitan perangkat medis di kawasan Cileungsi. Fasilitas ini beroperasi dengan standar internasional ISO 13485 (Sistem Manajemen Mutu Perangkat Medis) dan Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB). Lini alat kesehatan memiliki keunggulan kompetitif karena didukung oleh kebijakan pemerintah terkait Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), di mana NIVA memiliki TKDN 4 Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) sebesar 42,3396. C. Kontribusi Persentase Segmen Terhadap Pendapatan Usaha Perseroan Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025, Perseroan membukukan total pendapatan usaha sebesar Rp240.895.354.080, tumbuh 6,9696 dibandingkan total pendapatan 2024 yang berjumlah Rp225.220.200.420. Berikut rincian kontribusi dari masing-masing segmen operasi terhadap total pendapatan usaha konsolidasian Perseroan pada periode 2025 dibandingkan periode sebelumnya (2024): PROYEKSI PENDAPATAN (dalam Miliar Rupiah) KETERANGAN 2026 2027 2028 2029 2030 Existing 296 345 440 498 636 Coating 93 121 145 174 209 Alat-Alat Kesehatan 6 8 10 12 15 (Collection Kit HPV, Reagen PCR HPV) (TOTAL 395 475 595 685 860 2. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Hingga periode awal tahun 2026 (berdasarkan posisi tutup buku 2025), struktur permodalan PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk tetap stabil dengan total modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 2.500.000.000 lembar saham. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp100,00. Susunan Pemegang Saham No NamaPemegangSaham Jumlah Saham (Lembar) Persentase (94) 7 | PT'Sena Dwimakmur (Pengendali) 1.125.005.660 45,096 2 | PT Generasi Dua Sukses Terus 665.661.000 26,671 3 | Freday Nursalim 41.666.668 116796 4 Xaverius Nursalim 41.666.668 1,6796 5 Hendrik Nursalim 41.666.668 1,6796 & | Richard Nursatim 41.666.668 1,6790 7 | Willy Nursatim 41.666.668 116796 8 | Masyarakat (Kepemilikan « 596) 307.665.100 12,311 9 | Saham Treasuri 192.334.900 76996 TOTAL 2.500.000.000 100,056 Komposisi pemegang saham pengendali masih dipegang oleh PT Sena Dwimakmur sebesar 45,006 dan PT Generasi Dua Sukses Terus sebesar 26,6796. Perseroan juga mencatatkan kepemilikan Saham Treasuri sebanyak 192.334.900 lembar atau setara dengan 7,696 dari total modal, yang berasal dari aksi korporasi pembelian kembali (buyback) saham pada tahun 2022. Kepemilikan masyarakat (publik) tercatat sebesar 12,31Y6, sementara sisanya dimiliki oleh anggota keluarga Nursalim dengan porsi masing-masing 1,6794. pr
Page 5 OCR 0.916
RINGKASAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN Rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan telah melalui uji kelayakan yang dilakukan oleh Penilai Independen untuk memastikan dampak positif terhadap kinerja operasional dan keuangan di masa mendatang. A. Identitas Penilai Independen @ Nama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP): Benedictus Darmapuspita dan Rekan (KJPP BDR). @ Pimpinan Rekan: Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita. @ Izin Usaha KJPP: No. 2.12.0103 (Izin Usaha Penilai Publik dari Menteri Keuangan Republik Indonesia). @ Izin Penilai Publik: Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita, M.Sc., MAPPI (Cert.), dengan nomor izin P-1.08.00282. @ Status Terdaftar di OJK: Terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar (STTD) Nomor S-8154/BL/2012. e Independensi: Penilai menyatakan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal. B. Objek dan Tanggal Penilaian # Objek Penilaian: Rencana penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dengan kode: Oo KBLI25992: Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam. Oo KBLI21015: Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa, dan Penunjang Kesehatan Lainnya. @ Tanggal Cut-off Data Keuangan: 31 Desember 2025. @ Tanggal Dokumen Laporan FS Versi Awal: 22 April 2026 @ Nomor Dokumen Laporan FS Versi Awal: 00194/2.0103-00/BS/04/0121/1/1V/2026 @ Tanggal Dolumen Laporan Versi Revisi: 2 Juni 2026 @ Nomor Dokumen Laporan FS versi Revisi : 00244/2.0103-00/BS/04/0121/1/V1/2026 C. Ruang Lingkup Objek Studi dan Kepemilikan Pada Laporan Studi Kelayakan ini yang menjadi objek studi adalah Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) oleh PT SCNP Tbk, yaitu: a. KBLI 25992 - Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam Produk yang diproduksi dan dipasarkan adalah coating (lapisan anti lengket) untuk alat-alat memasak dan inner pot rice cooker. b. KBLI 21015 - Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa dan Penunjang Kesehatan Lainnya. Produk yang diproduksi dan dipasarkan adalah collection kit HPV dan Reagen PCR HPV. Bentuk kepemilikan atas objek studi kelayakan usaha tersebut di atas akan ditentukan sesuai dengan dokumen kepemilikan SCNP dan selanjutnya akan dituangkan dalam laporan studi kelayakan usaha. Maksud Dan Tujuan Penilaian Maksud dari penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini adalah untuk memberi pernyataan bahwa penambahan KBLI dengan kode 25992 dan 21015 yang dilakukan oleh PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (“Perseroan”) seperti dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”) adalah Layak atau Tidak Layak. Tujuan dari penyusunan Studi Kelayakan usaha ini akan digunakan oleh PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk dalam memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan Peraturan Perusahaan Publik (Terbuka) tentang Keterbukaan Informasi (POJK 17/2020). Asumsi Penilaian Penyusunan pendapat independen atas objek Studi Kelayakan mengasumsikan bahwa penugasan yang dilakukan telah didasarkan dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) serta tidak merugikan kepentingan-kepentingan pihak Perseroan dan para pemegang saham. Asumsi-asumsi yang kami gunakan antara lain: a. Laporan Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan peraturan pemerintah terkait yang berlaku pada tanggal penilaian ini diterbitkan. 2 Y Ye
Page 6 OCR 0.959
Laporan Studi Kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari penilaian. Penyusunan Studi Kelayakan merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap. Hasil Laporan Studi Kelayakan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan data dan kebenaran data serta informasi pendukung yang diperoleh dari pihak manajemen. Pada saat penyusunan Laporan Studi Kelayakan, KJPP menggunakan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak lain yang menggunakan Laporan Studi Kelayakan ini, sesuai dengan yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan atau pihak lain, baik selaku objek studi kelayakan maupun sebagai pemberi tugas. KJPP juga mengasumsikan bahwa hingga tanggal laporan Studi Kelayakan diterbitkan sampai dengan tanggal terjadinya rencana aksi korporasi, tidak terjadi perubahan apapun terhadap asumsi-asumsi, kondisi, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi, selain daripada yang telah disampaikan kepada kami dalam periode sebelum tanggal laporan, yang berpengaruh secara material dalam penyusunan Studi Kelayakan ini. KJPP tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali, melengkapi, serta memutakhirkan pendapat Penilai karena adanya perubahan asumsi, kondisi, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi ataupun disampaikan setelah tanggal laporan. Kondisi Pembatas Penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini tidak terlepas dari kondisi kondisi yang membatasi pendapat Studi Kelayakan. Berikut adalah kondisi-kondisi pembatas tersebut. a. Saat melaksanakan analisis, KJPP mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, keandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan, dan KJPP tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. KJPP juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada KJPP menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Studi kelayakan ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat Kami secara material. Oleh karenanya, KJPP tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Studi Kelayakan Kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut. KJPP melakukan wawancara kepada manajamen Perseroan. Selain itu, KJPP tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari hasil Laporan Studi Kelayakan ini. Jasa-jasa yang diberikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan penugasan ini hanya merupakan review Studi Kelayakan atas nilai dari objek Studi Kelayakan yang ditugaskan kepada KJPP dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan KJPP yang berkaitan dengan Studi Kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, sesuai penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur atas informasi keuangan. Pekerjaan ini juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, KJPP tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisis informasi apapun di luar dari yang telah disampaikan kepada KJPP Kami, yang mungkin tersedia untuk Perseroan, serta pengaruh dari informasi tersebut atas hasil studi kelayakan ini. Tanggung jawab penilai sehubungan dengan Laporan Studi Kelayakan ini hanya kepada pemberi tugas. Penilai tidak mempunyai tanggung jawab terhadap pihak ketiga. Laporan studi kelayakan usaha disusun berdasarkan permintaan dari Perseroan yang dipakai semata-mata untuk membantu Perseroan dalam memberikan gambaran mengenai kelayakan usaha atas penambahan Bidang Usaha atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI) dengan kode 25992 dan 21015. Karena pihak lain mungkin bermaksud untuk menggunakan laporan studi kelayakan usaha yang akan kami terbitkan untuk tujuan lain, perlu ditegaskan bahwa laporan studi kelayakan usaha yang akan diterbitkan tidak dapat dikutip, direfensikan atau perlihatkan ke pihak lain tanpa izin tertulis dari KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan terlebih dahulu kecuali diharuskan oleh pengadilan atau undang-undang yang berlaku. rt
Page 7 OCR 0.949
Perseroan telah membebaskan KJPP BDR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari kesalahan ataupun kekurangan dalam bahan dan informasi yang disediakan Perseroan, anak Perseroan, perusahaan afiliasi, konsultan, atau pihak ketiga kepada KJPP BDR dalam penyusunan laporan ini. Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion. Pihak Manajemen Perseroan menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan Studi Kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada KJPP BDR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting. Laporan Studi Kelayakan ini tidak berlaku sah apabila tidak dicetak di atas kertas khusus berlogo dan/atau dengan cap huruf timbul KJPP BDR dan ditandatangani oleh rekan yang secara resmi ditunjuk. C. Hasil Analisis Kelayakan (5 Aspek Utama) KJPP BDR telah melakukan analisis mendalam terhadap 5(lima) aspek kelayakan yang rinciannya terdapat dalam dokumen Laporan FS KJPP. Berikut adalah ringkasan utama dari kelima aspek kelayakan tersebut: Analisis Aspek Pasar (Rincian terdapat di dalam Bab III Laporan FS KJPP) Potensi dan Proyeksi Pasar Pasar manufaktur Electronic Home Appliances nasional diproyeksikan tumbuh stabil dengan nilai mencapai USD 19,69 miliar pada tahun 2030, mencatatkan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 6,546. Sementara itu, pasar manufaktur Medical Devices diproyeksikan tumbuh dengan nilai mencapai USD 9,3 miliar pada tahun 2030 dengan CAGR sebesar 996. Industri manufaktur kedua sektor ini merupakan sektor vital yang memberikan kontribusi lebih dari 1096 terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Dampak Risiko Impor Perseroan dihadapkan pada tantangan material berupa fluktuasi nilai tukar kurs valuta asing yang akan memengaruhi harga perolehan bahan baku impor. Di samping itu, terdapat risiko gangguan rantai pasok global akibat hambatan logistik maupun konflik geopolitik pada negara pemasok. Keunggulan Kompetitif dan Mitigasi Risiko Perseroan memiliki kemampuan mitigasi yang kuat melalui strategi diversifikasi negara dan pemasok, kebijakan safety stock, lokalisasi bahan baku, serta penerapan strategi lindung nilai (hedging). Kebijakan pemerintah dalam memperketat penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi barang impor serta dukungan pengadaan barang berbasis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi memberikan prioritas mutlak dan peluang besar bagi SCNP di pasar domestik. Analisis Aspek Teknis (Rincian terdapat di dalam Bab IV Laporan FS KJPP) Kesesuaian Kegiatan Usaha Rencana penambahan kegiatan usaha baru dipastikan masih berada dalam lingkup kegiatan usaha manufaktur (produksi) perangkat elektronika rumah tangga dan alat kesehatan yang merupakan kegiatan utama (core business) Perseroan. Fokus Operasional Produk Baru SCNP secara teknis mampu menjalankan proses bisnis penambahan produk baru. Pada KBLI 25992, operasional difokuskan pada pengaplikasian coating(lapisan anti-lengket) untuk alat-alat memasak dan innerpotrice cooker. Pada KBLI 21015, operasional difokuskan pada pemanufakturan collection kit HPV dan Reagen PCR HPV. Ketersediaan Infrastruktur dan SDM Perseroan telah menyediakan lahan, kapasitas tempat produksi, serta kesiapan sumber daya manusia. Penambahan KBLI baru ini akan mengoptimalkan produktivitas aset tetap existing di pabrik Cileungsi. SCNP juga menambah struktur divisi baru dengan melakukan penambahan sebanyak 150 orang tenaga kerja (termasuk tenaga ahli kimia dan teknisi robotic). Analisis Aspek Pola Bisnis (Rincian terdapat di dalam-Bab V Laporan FS KJPP) Penciptaan Nilai Tambah Pola bisnis baru ini didesain sebagai solusi lokal untuk merek-merek yang ingin mengurangi ketergantungan pada komponen impor yang terkendala biaya logistik global. Langkah diversifikasi ini akan menambah aliran pemasukan baru dari sektor jasa manufaktur (B2B) serta mendiversifikasi portofolio ke sektor bioteknologi yang memiliki marjin keuntungan jauh lebih tinggi dibandingkan alat kesehatan habis pakai konvensional. 2
Page 8 OCR 0.928
Keunggulan Kompetitif Pola Bisnis SCNP memiliki kemampuan unik untuk memitigasi risiko persaingan dan menjaga keberlanjutan usaha. Pengalaman panjang pada industri existing memberikan fondasi kuat yang dipadukan dengan kepatuhan standar mutu internasional (ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 13485). Mitigasi Peniruan Produk Untuk membatasi kemampuan pesaing dalam meniru produk, Perseroan menerapkan strategi ingredient branding pada teknologi coating, membuat kontrak eksklusif formulasi kimia dengan pemasok, menerapkan inovasi berkelanjutan bebas bahan kimia (PFAS-Free), serta menggunakan sistem strategi tertutup (closed loop strategy) pada optimasi reagen khusus mesin PCR guna menciptakan biaya beralih yang tinggi (high switching cost) bagi klien. Analisis Aspek Model Manajemen (Rincian terdapat di dalam Bab VI Laporan FS KJPP) Kapasitas dan Kompetensi Tenaga Ahli Manajemen memiliki kapasitas yang memadai dengan adanya Direksi, Dewan Komisaris dan Komite Audit yang berpengalaman. Untuk operasional KBLI baru, Perseroan telah menyediakan tenaga ahli tersertifikasi profesional, seperti Chemical Specialist yang menguasai teknik surface treatment polimer (sertifikasi AMPP/NACE Coating Inspector). Untuk lini farmasi, Perseroan didukung oleh Penanggung Jawab Teknis (PJT) Alkes (Apoteker ber-STRA/SIPA) serta Regulatory Affairs Specialist yang menguasai dokumen CSDT dan sertifikasi CDAKB/CPAKB. Struktur Organisasi dan Tata Kelola Etis Manajemen telah memetakan seluruh risiko bisnis korporasi serta menerapkan etika ketat dalam pengelolaan hak kekayaan intelektual (rahasia dagang, paten inovasi teknik, trademnark). Perihal ini dipastikan tidak akan mengubah struktur organisasi Perseroan secara signifikan sehingga koordinasi manajemen tetap berjalan ramping dan adaptif. Analisis Aspek Keuangan (Rincian terdapat di dalam Bab VII Laporan FS KJPP) Metodologi dan Parameter Kelayakan Keuangan Evaluasi keuangan dihitung menggunakan pendekatan basis entitas dan analisis inkremental selama periode proyeksi 5 tahun (2026-2030) dengan tingkat diskonto (WACC) yang ditetapkan secara pruden sebesar 9,99Y9. Hasil kalkulasi parameter keuangan menunjukkan angka-angka material sebagai berikut: Oo Net Present Value (NPV) Menghasilkan nilai NPV basis entitas yang positif sebesar Rp43.430.989.238,00. Sementara dari analisis inkremental diperoleh nilai NPV /ncremental sebesar Rp11.202.043.442,00. Nilai positif ini membuktikan penambahan KBLI memberikan kontribusi peningkatan nilai intrinsik korporasi yang nyata. Oo Internal Rate of Return (IRR) Nilai IRR basis entitas tercatat sebesar 33,6396, berada jauh di atas tingkat diskonto modal 9,99Y6. Adapun nilai IRR incrementaladalah sebesar 17,39Y6. Oo Payback Period Jangka waktu pengembalian investasi berdasarkan pendekatan basis entitas adalah selama 3 tahun. Sedangkan melalui pendekatan inkremental, investasi akan kembali dalam waktu 4 tahun. Oo Profitability Index (PI) Nilai PI basis entitas dilaporkan sebesar 1,72 (Nilai » 1 - Layak) dan nilai PI incremental tercatat sebesar 1,19. Hal ini mencerminkan adanya tambahan manfaat ekonomis yang menguntungkan bagi pemegang saham. Analisis Sensitivitas dan Langkah Mitigasi Hasil pengujian tingkat kepekaan menunjukkan risiko keuangan berada pada tingkat moderat. Variabel investasi akan berbalik menjadi tidak layak (NPV negatif dan PI di bawah 1,00) apabila terjadi penurunan kondisi Penjualan dan kenaikan HPP secara bersamaan hingga menyentuh batas ekstrem 2596. Guna menjaga kelayakan proyek dari fluktuasi biaya bahan baku dan penurunan permintaan pasar, manajemen telah menyiapkan 5(lima) langkah mitigasi terukur: Oo menerapkan klausul Price Adjustment (eskalasi harga) dalam kontrak OEM O formulasi ulang dan substitusi material oleh tim R&D k 0 strategi Forward Bookingkomoditas lag Y
Page 9 OCR 0.946
o o diversifikasi portofolio klien, dan fleksibilitas ketentuan Minimum Order Guantity (MOO). Kebutuhan Biaya Investasi dan Proyeksi Belanja Modal Dalam rangka memenuhi ketentuan regulasi, Perseroan mengungkapkan rincian angka nominal total kebutuhan biaya investasi sehubungan dengan rencana penambahan KBLI baru dengan kode 25992 dan kode 21015. Total alokasi belanja modal termasuk untuk pemeliharaan aset tetap yang disiapkan Manajemen Perseroan sepanjang periode proyeksi 5 (lima) tahun (2026-2030) adalah sebesar Rp 86 miliar. Total anggaran investasi barang modal beserta pemeliharaan aset tetap adalah sebesar Rp86 Miliar, yang terdiri atas biaya investasi sebesar Rp60,02 Miliar dan biaya pemeliharaan Rp25,98 Miliar. Figur ini akan dieksekusi secara bertahap dengan memprioritaskan pemenuhan infrastruktur pada tahun pertama. Rencana Perseroan disajikan dalam tabel berikut: Proyeksi Belanja Modal & Pemeliharaan Aset Tetap (dalam miliar Rupiah) Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 TOTAL Belanja Modal -25 5 -5 -16 -35 -86 Sumber: Laporan Studi Kelayakan Bisnis KJPP BDR (Data Diolah) (Catatan: Angka di dalam kurung menandakan arus kas keluar / cash outflow untuk investasi produktif). Dasar Pertimbangan Alokasi Biaya Investasi: Merupakan investasi modal awal yang bersifat mendesak untuk membiayai instalasi permesinan injection molding generasi terkini, penyediaan lengan semi-robotik, setup ruang steril, serta pembaruan infrastruktur digital berupa modul SAP terintegrasi di pabrik Cileungsi. Langkah teknis ini wajib dipenuhi agar Perseroan lolos inspeksi sertifikasi ISO 13485 dan memperoleh status CPAKB dari Kementerian Kesehatan RI. Dialokasikan sebagai dana pemeliharaan rutin untuk menjamin durabilitas instrumen kalibrasi otomatis serta optimalisasi lini coating application agar tetap berada pada standar Zero Defect. Merupakan investasi lanjutan berskala besar yang disiapkan untuk ekspansi fisik bangunan pabrik serta penambahan gudang persediaan berkapasitas besar. Langkah ini diambil guna mendukung lonjakan target volume produksi massal yang diproyeksikan meningkat tajam di akhir tahun proyeksi. Oo Alokasi Tahun 2026 Oo Alokasi Tahun 2027-2028 0 Alokasi Tahun 2029-2030 O Sumber Pendanaan Investasi Manajemen menegaskan bahwa kebutuhan untuk perihal ini sepenuhnya dibiayai menggunakan kekuatan arus kas internal (saldo laba) Perseroan tanpa melibatkan fasilitas kredit investasi berbunga dari bank penjamin. Kebijakan ini diambil secara pruden untuk memisolasi risiko finansial dan menjaga solvabilitas global korporasi. D. Kesimpulan Akhir Berdasarkan seluruh hasil penelaahan komprehensif atas aspek pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan keuangan tersebut, Penilai Independen menarik kesimpulan formal bahwa rencana penambahan KBLI 25992 dan 21015 oleh PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk. dinyatakan LAYAK UNTUK DILAKSANAKAN. eU
Page 10 OCR 0.935
IV. 'PENJELASAN/PERTIMBANGAN/ALASAN Perseroan telah melakukan kajian mendalam mengenai rencana penambahan kegiatan usaha baru (KBLI 25992 dan KBLI 21015) dengan mempertimbangkan visi jangka panjang serta optimalisasi aset yang ada saat ini. Berikut adalah uraian rincinya: Tujuan Strategis 6 Mendukung Kemandirian Kesehatan Nasional Indonesia saat ini tengah berada dalam fase transformasi menuju kemandirian industri kesehatan pasca-pandemi. Perseroan melihat peluang besar untuk berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap produk alat kesehatan impor yang masih mendominasi pasar domestik. 0 Menangkap Peluang Kebijakan TKDN Pemerintah memberikan berbagai insentif bagi perusahaan yang mampu memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi, terutama dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Melalui KBLI 21015, Perseroan memposisikan diri sebagai mitra strategis dalam pengadaan fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah. @ Diversifikasi dan Ketahanan Portofolio Penambahan lini usaha pada industri peralatan dapur logam (KBLI 25992) dan alat kesehatan merupakan langkah strategis untuk mendiversifikasi pendapatan dan memperkuat posisi Perseroan dalam ekosistem industri manufaktur yang didukung kebijakan pemerintah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan secara keseluruhan. # Adaptasi Terhadap Perubahan Gaya Hidup Rencana ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan, higienitas, dan standar kualitas produk alat memasak (seperti penggunaan material food grade dan bebas PFOA/PFAS). Sinergi Bisnis dan Operasional e# Pemanfaatan Fasilitas yang Ada Perseroan akan memanfaatkan lahan, gedung, dan fasilitas manufaktur yang sudah tersedia di area operasional saat ini, sehingga mampu meminimalkan kebutuhan investasi awal untuk infrastruktur fisik. @ Integrasi Teknologi Manufaktur Perseroan memiliki rekam jejak yang kuat dalam manufaktur elektronik. Sinergi teknis dilakukan dengan memanfaatkan keahlian teknisi robotic untuk otomasi produksi peralatan dapur logam berkualitas tinggi serta tenaga ahli kimia untuk pengembangan reagen alat kesehatan. @ Optimalisasi Rantai Pasok dan Logistik Dengan menggunakan rantai pasok manufaktur yang sudah mapan, Perseroan dapat meminimalkan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi operasional pada kedua lini usaha baru tersebut. » Ekspansi Model Bisnis OEM Perseroan tetap mengedepankan model bisnis OEM yang dikombinasikan dengan kemampuan kustomisasi produk sesuai standar SNI dan standar internasional ISO 13485. Hal ini memungkinkan Perseroan untuk melayani kebutuhan pemegang merek lokal maupun internasional dengan standar yang ketat. @ Peningkatan Nilai Tambah Aset Penambahan KBLI ini merupakan upaya optimalisasi aset pabrik dan gudang agar lebih produktif, yang pada akhirnya diproyeksikan akan meningkatkan tingkat pengembalian investasi atas infrastruktur yang dimiliki Perseroan. pet) t
Page 11 OCR 0.862
V. DAMPAK TERHADAP KONDISI KEUANGAN 5.1 Tabel Perbandingan Laporan Kondisi Keuangan (Sebelum dan Sesudah Transaksi) Dalam rangka memberikan gambaran kuantitatif yang transparan mengenai dampak penambahan kegiatan usaha baru (KBLI 25992 dan KBLI 21015), Perseroan menyajikan tabel perbandingan posisi keuangan dan laba rugi entitas induk (parent only). Tabel ini menyandingkan kondisi keuangan aktual per 31 Desember 2025 (sebelum) dengan proyeksi tahun pertama per 31 Desember 2026 (setelah) setelah dilaksanakannya rencana ekspansi tersebut: Tabel Perbandingan Neraca dan Laba Rugi SCNP (Parent Only) (Disajikan dalam satuan Rupiah) Parameter Keuangan Sebelum Transaksi Sesudah Transaksi Mutasi Perubahan Persentase (Aktual Berjalan-2025) (Proyeksi Finansial - (Absolut) Perubahan (96) — Ha 2026) ASET Aset Lancar 252.419.051.627 269.710.643.606 — #17.291.591.979 146,859 Aset Tidak Lancar 174.099.326.490 173.265.777.432 -833.549.058 -0,48Y6 Jumlah Aset | 426.518.378.117 1442.976.421.037 — #16.458.042.920 143,861 LIABILITAS Liabilitas Jangka Pendek 62.571.063.927 75.963.710.084 — 413.392.646.157 #21,4076 Liabilitas Jangka Panjang 12.008.249.932 12.008.249.932 0 0,0096 Jumlah Liabilitas 74.579.313.859 87.971.960.016 — #13.392.646.157 417,9606 EKUITAS Modal Saham 250.000.000.000 250.000.000.000 (0 0,0096 Saldo Laba (Retained Earnings) 29.935.216.209 33.000.612.972 1#3.065.396.763 #10,2496 Komponen Ekuitas Lainnya" 72.003.848.049 72.003.848.049 o 0,00ho Jumlah Ekuitas 351.939.064.258 355.004.461.021 1#3.065.396.763 #0,8796 Jumlah Liabilitas & Ekuitas | 426.518.378.117 442.976.421.037 — 416.458.042.920 143,8696 KINERJA OPERASIONAL | Pendapatan Usaha | 237.269.304.708 395.310.679.292 4158.041.374.584 166,6196 Beban Pokok Pendapatan (204.349.892.040) (833.385.916.665) 128.986.024.625 163,1290 Laba Bruto | 32.919.412.668 61.974.762.627 429.055.349.959 188,2690 Laba Usaha (EBIT) 940.281.735 3.929.994.702 #2.989.712.967 4317,9696 Laba Bersih Tahun Berjalan — | 18.103.376.472 3.065.395.867 — -15.037.980.605 -83,0796 Sumber: Data Historis 2025 dan Lampiran IV, V, VIII Laporan KJPP BDR (Diolah) “(Keterangan: Komponen Ekuitas Lainnya mencakup Tambahan Modal Disetor Rp102.008.092.449 dan Saham Treasuri sebesar minus Rp30.004.244.400). Dasar Pertimbangan Manajemen Atas Mutasi Pos Keuangan: e Ekspansi Aset Lancar (t6,3596) Dipicu oleh penambahan akun kas dan setara kas, piutang usaha, serta akumulasi persediaan bahan baku produktif (seperti komponen logam, reagen, dan polimer pelapis) sebagai dampak linier dari peningkatan volume penjualan pada lini usaha baru. # Kenaikan Liabilitas Jangka Pendek (t21,4096) Pertumbuhan pos ini murni berasal dari kenaikan akun Utang Usaha kepada pemasok sebesar Rp13,39 miliar (dari Rp54,30 miliar menjadi Rp67,69 miliar) sehubungan dengan pengadaan bahan baku komersial KBLI baru. Peningkatan ini dikelola melalui pemanfaatan fasilitas kredit spontan tanpa bunga dari pemasok, bukan melalui utang perbankan. e Mutasi Laba Bersih Konsolidasian (-83,07Y6) Penurunan laba bersih secara pembukuan akuntansi pada tahun 2026 disebabkan karena pada tahun historis 2025, profitabilitas Perseroan ditopang oleh pos keuntungan non-operasional satu waktu (one-off gain) berupa pencatatan “Lain-lain Bersih" yang mencapai Rp19,43-miliar. Sebaliknya, performa laba tahun 2026 mencerminkan hasil operasional riil. Keberhasilan strategi terlihat jelas dari Laba Usaha (EBIT) yang melonjak tajam 317,96Y6 (dari Rp940 juta menjadi Rp3,92 miliar) yang membuktikan mesin bisnis inti Perseroan pasca-transaksi menjadi jauh lebih produktif dan efisien. 5.2 Rekonsi Manajemen menjabarkan dasar perhitungan matematis atas lonjakan proyeksi pendapatan Perseroan pada tahun 2026 yang si Proyeksi Pendapatan dan Analisis Breakdown Kontribusi ditargetkan menembus level Rp395,31 miliar (atau tumbuh ekspansif sebesar 66,61Y6 dari capaian tahun buku 2025 yany bernilai Rp237,27 miliar). ra Lb
Page 12 OCR 0.915
Tabel Breakdown Kontribusi KBLI Baru terhadap Total Pendapatan dan Laba Bruto (2026) (Disajikan dalam satuan Rupiah) Segmen Operasi / Proyeksi Kontribusi Proyeksi Kontribusi Marjin Laba LiniBisnis ” Pendapatan (2026) Pendapatan (ve) LabaBruto (2026) LabaBruto (V6) Bruto Segmen Lini Existing SCNP | 295.935.733.880 74,86Y0 50.004.945.363 80,69Y6 16,906 KBLI 25992 | 93.374.945.412 23,626 11.469.817.264 18,5196 12,286 (Coating Logam) | KBLI 21015 | 6.000.000.000 1,5296 500.000.000 0,80Y6 8,33Y0 (Alat Kesehatan) Total Entitas Induk 395.310.679.292 100,004 61.974.762.627 100,006 15,68Y6 Sumber: Lampiran VIII, IX, dan XII Laporan Proyeksi Keuangan KJPP BDR (Diolah) Dasar Perhitungan dan Analisis Rekonsiliasi Nilai Tambah Berdasarkan pendekatan inkremental yang divalidasi oleh Penilai Independen, total nilai tambah pendapatan langsung dari pengenalan dua kegiatan usaha baru ini adalah sebesar Rp99.374.945.412,00 dengan kontribusi laba bruto tambahan sebesar Rp11.969.817.264,00. Formulasi perhitungan diringkas sebagai berikut: Proyeksi Pendapatan 2026 - Pendapatan Existing (Rp 295,93 M) # Pendapatan KBLI Baru (Rp99,37 M) - Rp395,31 Miliar # Justifikasi KBLI 25992 (Coating Logam) Menyumbang porsi. Rp93,37 miliar atau sebesar 23,6294 dari total omzet. Dasar pertimbangannya adalah tingginya permintaan prinsipal elektronik atas jasa pelapisan anti-lengket (coating) untuk komponen innerpotrice cookerlokal guna mengejar pemenuhan regulasi persentase TKDN hulu-hilir di atas 7046 dan pengetatan SNI impor dari Kementerian Perindustrian. e Justifikasi KBLI 21015 (Alat Kesehatan Inovatif) Menyumbang target Rp6,00 miliar di tahun pertama. Lonjakan ini didasarkan pada transformasi struktural kebijakan Kementerian Kesehatan RI melalui Rencana Aksi Nasional 2023-2030, yang mewajibkan peralihan metode skrining kanker serviks nasional dari Pap Smear konvensional menjadi berbasis molekuler DNA HPV, dengan pangsa pasar yang dijamin oleh anggaran APBN/APBD melalui skema pengadaan sistem E-Katalog nasional. 5.3 Justifikasi Rasional Pengendalian Leverage dan Solvabilitas Manajemen memberikan kepastian rasional kepada otoritas regulator dan pemegang saham publik bahwa pelaksanaan rencana ekspansi dua kegiatan usaha secara simultan ini dijamin tidak akan menaikkan rasio leverage (utang) dan risiko solvabilitas Perseroan secara material. Dasar optimisme bertumpu pada 3 (tiga) pilar kebijakan keuangan sebagai berikut: @ Isolasi Risiko Melalui Pendanaan Kas Internal Total kebutuhan belanja modal untuk perakitan awal, mesin permesinan injection molding, dan setup ruang steril disuplai 10096 menggunakan akumulasi arus kas internal operasional dan penarikan cadangan saldo laba ditahan Perseroan, tanpa menyentuh atau membuka fasilitas kredit investasi baru dari perbankan. Langkah ini secara absolut mengeliminasi paparan risiko High for Longer Interest Rate (tren suku bunga tinggi) perbankan. @ Struktur Permodalan Diperkuat Ekuitas Struktur modal SCNP secara historis dikategorikan sangat aman karena didominasi secara mutlak oleh ekuitas dibandingkan komponen utang. Berdasarkan visualisasi data, rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (Debt to Eguity Ratio) SCNP pasca-transaksi di tahun 2026 diproyeksikan berada pada level 21,1996 (Liabilitas Rp75 Miliar vs Ekuitas Rp352 Miliar). Struktur permodalan yang sehat ini menempatkan SCNP di batas bawah pengungkit risiko industri manufaktur. @ Karakteristik Utang Non-Bunga Seluruh kenaikan liabilitas tahun 2026 (dari Rp74,57 miliar menjadi Rp87,97-miliar) disebabkan Utang Usaha operasional jangka pendek kepada para pemasok bahan baku yang bersifat non-bunga. Utang operasional ini memiliki sifat mampu melikuidasi dirinya sendiri sejalan dengan perputaran, siklus penagihan piutang dan pencairan persediaan komersial di lapangan, sehingga tidak akan membebani ketahanan kas maupun solvabilitas jangka panjang Perseroan. Seluruh analisis dampak keuangan telah diverifikasi secara komprehensif dan dinyatakan selaras serta konsisten dengan draf final Laporan Studi Kelayakan Bisnis KJPP BDR. ed Ig
Page 13 OCR 0.933
Penjelasan Tambahan Atas rencana penambahan KBLI baru, terdapat nilai tambah pada Laporan Posisi Keuangan Perseroan pada entitas induk. Nilai tambah yang terjadi antara lain pada: 0 Terdapat penambahan pada akun aset lancar apabila ada penambahan KBLI baru pada akun kas dan setara kas, piutang usaha, dan persediaan. Ini merupakan dampak dari adanya penambahan pendapatan pasca penambahan KBLI baru. 0 Terdapat penambahan pada akun aset tidak lancar Perseroan apabila ada penambahan KBLI baru pada akun aset tetap. Hal ini disebabkan adanya penambahan investasi aset tetap untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha terkait penambahan KBLI baru. Oo Terdapat penambahan pada akun liabilitas jangka pendek Perseroan setelah ada penambahan KBLI baru pada akun utang usaha. Hal ini disebabkan adanya penambahan pendapatan pasca penambahan KBLI baru. Oo Terdapat penambahan pada akun ekuitas setelah penambahan KBLI baru pada akun saldo laba. Hal ini disebabkan adanya penambahan laba bersih pasca penambahan KBLI baru. Manajemen Perseroan telah melakukan proyeksi dampak penambahan kegiatan usaha (KBLI 25992 dan 21015) terhadap posisi keuangan dan hasil usaha. Berdasarkan Laporan Studi Kelayakan, rencana ini diproyeksikan akan memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap fundamental keuangan Perseroan sebagai berikut: Dampak terhadap Pendapatan dan Profitabilitas » Peningkatan Pendapatan Usaha Dengan penambahan lini produk alat kesehatan dan peralatan dapur logam, Perseroan merencanakan transformasi dari pertumbuhan yang resilien tahun 2025 menjadi pertumbuhan ekspansif tahun 2026. Pendapatan usaha ditargetkan meningkat lebih dari 6096, dari Rp240,89 miliar (audited 2025) menjadi Rp388,81 miliar pada akhir tahun 2026. e Optimalisasi Laba Bruto Sinergi fasilitas produksi existing memungkinkan Perseroan untuk mengelola Beban Pokok Pendapatan secara efisien. Marjin laba kotor diproyeksikan akan mengalami penguatan seiring dengan peningkatan volume produksi yang ditargetkan mencapai 1,59 juta unit produk di tahun 2026. @ Internal Rate of Return (IRR) Tingkat pengembalian internal atas investasi pada bidang usaha baru ini mencapai 33,6396, yang berada jauh di atas biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) sebesar 9,9996. Hal ini menunjukkan bahwa ekspansi ini memiliki tingkat profitabilitas yang sangat baik bagi Perseroan. Dampak terhadap Posisi Keuangan (Neraca) @ Struktur Aset Akan terjadi peningkatan pada pos Aset Lancar, khususnya pada akun Persediaan (untuk bahan baku logam dan reagen kimia) serta Piutang Usaha seiring dengan perluasan basis pelanggan di sektor kesehatan dan ritel peralatan rumah tangga. e Pemanfaatan Kapasitas Produksi Penambahan KBLI ini akan meningkatkan produktivitas aset tetap (mesin dan bangunan) yang sudah dimiliki. Hal ini tercermin dalam nilai NPV yang positif sebesar Rp43.430.989.238,00, yang menandakan peningkatan nilai intrinsik Perseroan di masa depan. # Rasio Profitability Index (PI) Berdasarkan analisis, diperoleh nilai PI sebesar 1,72 (di atas 1,0), yang mengindikasikan bahwa setiap satu satuan nilai investasi yang dikeluarkan akan menghasilkan nilai tambah sebesar 1,72 kali bagi aset Perseroan. Ringkasan Indikator Keuangan (Proyeksi 5 Tahun) Parameter Finansial Hasil Analisis (Estimasi) Keterangan —— ae - aa NPV | Rp43,43 Miliar Positif (Meningkatkan Nilai Perusahaan) IRR | 33,639 Jauh di atas tingkat diskonto (9,9996) Payback Period | 3 Tahun Pengembalian investasi yang cepat | Profitability Index 1,72 Layak (» 1,0) et
Page 14 OCR 0.951
Dampak terhadap Likuiditas dan Solvabilitas Kesehatan Arus Kas Perseroan akan memanfaatkan posisi kas internal yang kuat (tercatat sebesar Rp86,86 miliar per akhir 2025) untuk membiayai kebutuhan modal kerja awal lini usaha baru ini. Dengan Payback Period selama 3 tahun, investasi ini diproyeksikan akan segera memberikan arus kas masuk yang stabil untuk mendukung likuiditas operasional. Manajemen Utang (DER) Perseroan tetap berkomitmen untuk menjaga rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Eguity Ratio/DER) tetap rendah, yaitu di bawah 0,15x. Ekspansi ke KBLI baru ini tidak diproyeksikan akan membebani leverage keuangan Perseroan secara signifikan karena pendanaan diprioritaskan berasal dari saldo laba dan kas internal. pe
Page 15 OCR 0.918
VI. INFORMASI PENYELENGGARAAN RUPS Perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa di Cileungsi, Bogor pada hari Selasa tanggal 9 Juni 2026 pukul 13:30WIB. Berikut adalah tahap pelaksanaan RUPS sesuai dengan pemberitahuan yang telah disampaikan kepada OJK pada tanggal pemberitahuan (23 April 2026): TAHAP PELAKSANAAN KETENTUAN REGULASI # TANGGAL 1 Pemberitahuan Agenda RUPS ke OJK Paling lambat 5 hari kerja sebelum Pengumuman Kamis, 23 April 2026 2 Pengumuman RUPS (#KI KJPP) Paling lambat 15 hari kalender sebelum Pemanggilan Kamis, 30 April 2026 3 Recording Date (DPS) Pemegang Saham yang berhak hadir (H-1 Pemanggilan) Rabu, 13 Mei 2026 4 Pemanggilan RUPS Paling lambat 21 hari kalender sebelum RUPS Senin, 18 Mei 2026 5 Penyelenggaraan RUPS Pelaksanaan RUPS dan paparan publik Selasa, 09 Juni 2026 Sesuai dengan Pemanggilan RUPS (Tahunan dan Luar Biasa) yang telah disampaikan kepada pemegang saham melalui sistem pelaporan elektronik pada tanggal 18 Mei 2026, berikut mata acara yang disesuaikan dengan kategori RUPST dan RUPSLB: @ Mata Acara dan Kuorum Kehadiran RUPST kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan remunerasi Direksi untuk Tahun Buku 2026 # MATA ACARA RUPST KUORUM KEHADIRAN Persetujuan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan satu per dua (1/2) #1 2 Persetujuan Penggunaan Laba Bersih satu per dua (1/2) #1 3 Persetujuan Penunjukkan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik satu per dua (1/2) #1 4 Penetapan Remunerasi Dewan Komisaris Perseroan dan pelimpahan satu perdua (1/2) #1 8 Mata Acara dan Kuorum Kehadiran RUPSLB # MATA ACARA RUPSLB KUORUM KEHADIRAN 1 Persetujuan perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penambahan dua per tiga (2/3) #1 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) atas kegiatan usaha baru 2 Persetujuan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan satu per dua (1/2) #1 Perihal ini sesuai dengan ketentuan kuorum kehadiran dan kuorum pengambilan keputusan dalam RUPS (Tahunan dan Luar Biasa) mengacu pada Pasal 42 POJK 15/2020. pe
Page 16 OCR 0.945
VI. HUBUNGAN AFILIASI, TRANSAKSI MATERIAL, RISIKO USAHA, SUMBER DANA EKSPANSI 7.1 Analisis Hubungan Afiliasi, Benturan Kepentingan, dan Potensi Transaksi Material Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha pada KBLI 25992 (Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam) dan KBLI 21015 (Industri Alat Diagnosis Media, Perban, Kasa dan Penunjang Kesehatan Lainnya), Perseroan menyampaikan keterbukaan atas struktur hubungan afiliasi dan pemetaan transaksi sebagai berikut: @ Hubungan Afiliasi Pengendali Rencana ekspansi bisnis ini tidak mengubah struktur kepemilikan dan pengendalian utama Perseroan. SCNP tetap dikendalikan oleh 2 (dua) badan hukum domestik yang memiliki hubungan afiliasi, yaitu PT Sena Dwimakmur selaku entitas induk langsung dan pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 45,00Y6 saham, serta PT Generasi Dua Sukses Terus selaku pemegang saham utama dengan kepemilikan 26,67Yo saham. Adapun Pemilik Manfaat Akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO) Perseroan adalah keluarga Nursalim. » Pernyataan Benturan Kepentingan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menegaskan bahwa tidak terdapat benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam regulasi pasar modal yang berlaku atas rencana penambahan kegiatan usaha baru ini. Seluruh kajian, eksekusi operasional, dan pengelolaan KBLI baru dilakukan murni demi kepentingan ekonomi Perseroan dan seluruh pemegang saham publik. # Potensi Transaksi Material Berkelanjutan Penambahan lini usaha baru ini diproyeksikan akan melibatkan transaksi dengan pihak berelasi utama, khususnya pada jalur hilirisasi dan distribusi produk. PT Citra Kreasi Makmur (CKM) yang berada di bawah pengendalian yang sama akan bertindak sebagai salah satu pembeli atau distributor utama untuk kategori produk peralatan dapur logam premium (KBLI 25992). Sementara itu PT Selaras Medika Digital Indonesia (SMDI) memegang peran krusial sebagai distributor utama untuk produk alat kesehatan diagnostik baru (KBLI 21015), memperkuat skema distribusi yang sebelumnya telah berjalan untuk produk alat kesehatan NIVA. Manajemen berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa seluruh transaksi komersial dengan pihak berelasi tersebut di masa mendatang wajib dilaksanakan berdasarkan prinsip kewajaran, kelaziman usaha yang sehat serta mematuhi ketentuan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. 7.2 Risiko Usaha dan Strategi Mitigasi Risiko Menyeluruh Dalam mengeksekusi rencana penambahan kegiatan usaha secara simultan, Perseroan telah memetakan risiko riil yang berpotensi memengaruhi kinerja operasional dan finansial, serta menetapkan langkah mitigasi komprehensif untuk masing- masing KBLI: e Risiko Usaha Umum dan Lintas Segmen Risiko Ketergantungan Bahan Baku Impor dan Volatilitas Kurs Perseroan masih bergantung pada jalur impor untuk pengadaan bahan baku kritis, seperti resin/polimer kimia khusus pada lini coating dan komponen biologis inti (enzim DNA Polymerase dan dNTPs) pada lini alat kesehatan. Kondisi ini mengekspos Perseroan pada risiko fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS serta disrupsi rantai pasok akibat hambatan logistik global atau konflik geopolitik. Langkah Mitigasi SCNP Manajemen menerapkan kebijakan Natural Hedging dengan menyeimbangkan posisi liabilitas valuta asing menggunakan saldo kas valas Perseroan. Selain itu, Perseroan secara agresif memperluas diversifikasi negara pemasok, menerapkan kebijakan stok pengaman, melakukan Forward Booking komoditas, serta menyiapkan alternatif substitusi bahan baku sejenis dari vendor lokal untuk meningkatkan persentase TKDN. e Risiko Riil Spesifik KBLI 25992 (Industri Peralatan Dapur Logam) Oo Risiko Kualitas dan Keamanan Pangan Terdapat risiko teknis apabila lapisan anti-lengket (coating) terkelupas saat digunakan oleh konsumen akhir, yang dapat membahayakan kesehatan dan merusak reputasi merek Perseroan. pt La
Page 17 OCR 0.949
Langkah Mitigasi Setiap boks material pelapis kimia wajib mengantongi sertifikasi keamanan pangan internasional (FDA & LFGB compliance) serta memenuhi standar regulasi SNI terbaru dari Kementerian Perindustrian. Tim OC secara berkala melakukan uji abrasi ketat (adhesion test) dan uji ketahanan suhu tinggi pada setiap batch produksi. Risiko Teknis Operasional Oven Suhu Tinggi Proses pematangan (curing/baking) menggunakan oven konveyor rawan terhadap gangguan mekanis yang dapat mendisrupsi stabilitas volume produksi. Langkah Mitigasi Menerapkan prosedur pemeliharaan preventif yang disiplin pada mesin oven dan kompresor, mengintegrasikan sistem sensor otomatis untuk memantau ketebalan lapisan secara real-time, serta menerapkan protokol K3 yang ketat. Risiko Ancaman Produk Impor Murah dan Kompetitor Global Tekanan harga dari produsen Tiongkok dan India yang masuk ke pasar domestik secara agresif dapat menggerus marjin laba Perseroan. Langkah Mitigasi Memaksimalkan fleksibilitas volume pemesanan melalui ketentuan Minimum Order Guantity (MOO) yang lebih rendah untuk merangkul portofolio klien yang lebih luas, memanfaatkan lokasi pabrik Cileungsi yang strategis dekat dengan basis klien untuk memangkas biaya logistik, serta fokus pada kemitraan kontrak OEM jangka panjang. e Risiko Riil Spesifik KBLI 21015 (Industri Alat Diagnosis Medis) o Risiko Kualitas Medis dan Kontaminasi Silang Kegagalan formulasi molekuler atau kontaminasi pada reagen PCR dapat menurunkan tingkat sensitivitas, sehingga memicu terjadinya hasil kesalahan diagnosis yang membahayakan keselamatan pasien. Langkah Mitigasi Melaksanakan implementasi ketat Sistem Manajemen Mutu Perangkat Medis berbasis ISO 13485 dan standar Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) dari Kementerian Kesehatan RI. Tim R&D lokal secara aktif melakukan uji validasi klinis berkala menggunakan sampel rujukan terstandarisasi sebelum produk didistribusikan ke jaringan laboratorium. Risiko Regulasi dan Perubahan Kebijakan Kepatuhan Industri MedTech diatur secara ketat oleh pemerintah, sehingga keterlambatan perpanjangan Izin Edar Alat Kesehatan Dalam Negeri (AKD) dapat membekukan aktivitas komersial lini bisnis ini. Langkah Mitigasi Perseroan diperkuat oleh tim internal Regulatory Affairs (RA) yang proaktif mengawal pengurusan Nomor Izin Edar (NIE) dan kepatuhan hukum melalui sistem OSS-RBA. Perseroan juga memastikan nilai TKDN-BMP produk alkes (seperti NIVA yang telah mencapai 42,3396) selalu berada di atas ambang batas minimal nasional agar tetap memegang posisi prioritas mutlak dalam pengadaan sistem E-Katalog pemerintah. Risiko Sensi itas Pasar dan Switching Cost Risiko laboratorium atau rumah sakit beralih ke produk reagen generic buatan luar negeri yang menawarkan harga yang lebih murah. Langkah Mitigasi Menerapkan strategi loop tertutup dengan memodifikasi formulasi reagen agar lebih spesifik dan akurat terhadap varian genotipe HPV yang dominan ditemukan pada populasi wanita di Indonesia, serta menerapkan sistem integrasi pat
Page 18 OCR 0.937
data pelacakan OR-code yang mengunci (lock-in data) informasi laboratorium customer ke platform SatuSehat, sehingga menciptakan biaya beralih yang sangat tinggi bagi mitra bisnis. 7.3 An: is Mendalam Sumber Dana Ekspansi Usaha Manajemen Perseroan berkomitmen penuh untuk menerapkan tata kelola keuangan yang sehat, pruden, dan bertanggung jawab dalam mendanai seluruh kebutuhan rencana ekspansi bidang usaha baru ini. » Sumber Dana Berdasarkan kalkulasi Studi Kelayakan Keuangan, total nilai nominal anggaran belanja modal (termasuk pemeliharaan aset tetap) yang dibutuhkan sehubungan dengan penambahan KBLI 25992 dan KBLI 21015 adalah sebesar Rp 86 miliar yang akan dialokasikan bertahap dalam 5 tahun ke depan. Seluruh total pagu biaya investasi ini dibiayai 100Y6 menggunakan kekuatan aliran arus kas internal operasional serta penarikan cadangan saldo laba ditahan Perseroan. @ Kecukupan Dana Internal Dasar keyakinan manajemen atas kecukupan dana internal ini didukung oleh posisi neraca Perseroan yang sangat sehat, di mana per akhir tahun buku 2025 SCNP berhasil mengonsolidasikan saldo Kas dan Setara Kas yang kuat sebesar Rp86,85 miliar serta mencatatkan lonjakan drastis pada pos Saldo Laba yang belum ditentukan penggunaannya hingga mencapai level Rp29,93-miliar. Kemandirian modal kerja ini terbukti sangat solid, di mana arus kas masuk dari aktivitas operasi secara konsisten mampu merestorasi ketebalan ekuitas korporasi. e Langkah Mitigasi Risiko Pendanaan Perseroan secara sadar menetapkan kebijakan untuk tidak mencari pendanaan eksternal berupa kredit investasi perbankan dengan suku bunga mengambang ataupun utang berdenominasi valuta asing. Kebijakan ini diambil sebagai perisai finansial untuk menghindari risiko krisis likuiditas. Apabila di masa mendatang terjadi kelebihan biaya investasi atau keterlambatan realisasi utilisasi komersial di lapangan, Manajemen Perseroan telah menyiapkan langkah pengamanan cadangan kas sekunder melalui potensi pelepasan kembali aset saham treasuri Perseroan yang saat ini tersimpan sebanyak 192.334.900 lembar saham (setara 7,6996 dari total modal disetor) saat momentum bursa saham sedang bergerak bullish untuk meraup keuntungan modal demi mengamankan likuiditas operasional SCNP. VII. INFORMASI TAMBAHAN Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Kepala Sekretaris Perusahaan yang informasinya terdapat dalam situs resmi Perseroan www.scnp.co.id atau menghubungi nomor telepon #62 21 823 3320. Cileungsi - Bogor, 4 Juni 2026 : ” Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk. px | v Direksi
Names mentioned 24 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Uji
p.2
unresolved
org
PT SDI
p.3
unresolved
—
A. Identit
· Penilai
p.5
unresolved
org
Benedictus Darmapuspita dan Rekan
p.5 ×2
unresolved
org
KJPP BDR
p.5 ×10
unresolved
person
Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita.
p.5 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.5
unresolved
org
PT SCNP Tbk
p.5
unresolved
org
KJPP
p.6
unresolved
org
KJPP Benedictus Darmapuspita
p.6
unresolved
org
Kementerian Kesehatan RI. Dialokasikan
p.9
unresolved
org
Kementerian Perindustrian.
p.12
unresolved
org
Kementerian Kesehatan RI
p.12
unresolved
org
PT Citra Kreasi Makmur
p.16
unresolved
org
PT Selaras Medika Digital Indonesia
p.16
unresolved
org
Kementerian Perindustrian. Tim OC
p.17
unresolved
org
Kementerian Kesehatan RI. Tim R
p.17
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.