Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
Page 2
Page 3
Lampiran 1
DAFTAR HADIR PESERTA
PUBEX 2024
PT SARANA MENARA NUSANTARA TBK (“Perseroan”)
No User Name (Original Name) No User Name (Original Name)
1 Yulius Yulius 81 Ade Ramos
2 Hendry Utomo 82 Anthony Ongkyputra
3 Robby Mandala Putra 83 Narendro Anindyo
4 Ericsson Nirwan 84 Jan Jan
5 Yonatan Pratama Wijaya 85 James Thomas
6 IPOT WM Client 86 William Indsusilo
7 Paula Ruth 87 Ardiyan Dwi Wardana
8 Rafdi Prima 88 Gustiawan Godi
9 Leo Wirawan 89 David Kosasih
10 Danny Indrawanto 90 Ayu Tiarra
11 Yoga S. 91 Riam Wibowo
12 Vincentius Christopher 92 Busthomi Topbusiness
13 Peter A 93 Kok Hau Gunawan
14 Kevin Panjaitan 94 Ananta Johanes
15 Vera Yap 95 Desimon Desimon
16 Kasrim SE, MM, MBA 96 Toni -
17 Addit Pranata 97 Handoko Suwono
18 Dewi Tanjaya 98 Febriando Irsal
19 Albertus CM 99 Aris Wirahadikusuma
20 Victor Gouanda 100 Oddy Witoko
21 Richard C 101 Ismail Ismail
22 Hartono Hartono 102 Wendy T
23 Dharwin Yuwono 103 Michael Oktavianus
24 Arif Widianto 104 Dzulfan A
25 Aqil Triyadi 105 Masirom Masirom
26 Erdi Tama 106 Recha Tiara
27 Siti Fatimah Azzahroh 107 Toto Sunanta
28 Eva Fitriani 108 Aditya Prayoga
29 Evi Hersanti 109 Aprina Chintya
30 Andhika Yusuf Arifta 110 Agung Richardus
31 Iwan Iwan 111 Kent Machrus
32 William . 112 Audrey Aulivia
33 Sabilla Ayudya Putri 113 Harry
34 Alivia Cahya 114 Micky
35 Nikolas Kristanto 115 liana
36 William Adriel 116 Randy
37 John John 117 Susanto
38 Yuni Nurdini 118 Haryanto
39 KB 1 119 Teguh
40 Edmond Febrinicko Armay 120 Muhamad Yusup
41 Mukhammad Irsyad Siddiq 121 Fatoni Joko
42 Henry Edij 122 Rio
43 Evan Stefanus Tedja 123 Adhi
44 Ghafur Investor Daily 124 Alexsander
45 Luther IDNFinancials 125 Tommy
46 Marlina 126 Alexander
47 Yulina Hema 127 Rasyid
48 Novi Vianita 128 David
49 Bayu Yudha Setianegara 129 Taufik
50 Kris Bertus 130 Richie
51 Amnah Aziz 131 Supardi
52 Aisah Suganda 132 Jason
53 Satya Budi 133 Danny
54 Christian Sitorus 134 Catherine Florencia
55 Sharlita Malik 135 Cliff
56 Fauzul Muhammad 136 Addrio
57 Fathul Muin 137 Raka
58 Theodorus Melvin 138 Andy
59 Setyo Sutrisno 139 Ardhitya
60 Yulisyo Pratomo 140 Axlarry
61 Aldebaran Martimo Harli 141 Caesilia S
62 Suandi Horax 142 Adrian
63 Mis Fransiska Dewi 143 Arief Ahadi
64 Syandy Ramadhan 144 Vincentius
65 Indra Kurniawan 145 Alit
66 Zsazya Senorita 146 FELICIA HELEN
67 Ferdian S 147 Yohanes
68 Rizki Satria 148 Suandi
69 Aldi Rizaldi 149 Hari
70 Niko Margaronis 150 Bima Kristinus
71 Dinar Fitra Maghiszha 151 Hartanto
72 Abi Syarwan Wimardana 152 Martin
73 William Halim 153 Chamim
74 Ade Salman 154 Stephanus
75 Arie Yanto 155 Ardani
76 Robby Hermawan 156 Kiki
77 Andi Dala 157 Puji
78 Fahmi Ahmad 158 Dony
79 Denny Prabowo 159 Jones
80 Hans Salim 160 Cetya
Page 4
Lampiran 2
RINGKASAN PERTANYAAN & JAWABAN
PUBEX 2024
PT SARANA MENARA NUSANTARA TBK (“Perseroan”)
1. Kris Bertus – Investor
Pertanyaan: Mohon dijelaskan tentang model bisnis segmen FTTH. Apakah mirip dengan FTTT
yang kontraknya built-to-suit sewa 10 tahun dan bisa disewakan secara kolokasi?
Jawaban : Fokus Perseroan adalah menyediakan infrastruktur untuk sewakan kepada pihak
lain. FTTH dan FTTT memiliki kemiripan dimana keduanya memiliki longterm
contract secara B2B dengan perusahaan lain. Sesuai dengan presentasi
sebelumnya, revenue yang diperoleh Perseroan salah satunya berasal dari
penetrasi dan jumlah homepass.
2. Rian Wibowo
Pertanyaan : Dengan adanya tren konsolidasi/merger di perusahaan-perusahaan operator
telekomunikasi, apa dampaknya terhadap bisnis TOWR?
Jawaban: Kami memiliki pengalaman terkait konsolidasi/merger, misalnya merger Axis dengan
XL, dan Indosat dengan Hutch. Kami melihat merger tersebut telah memberikan
dampak positif ke Perseroan. Merger telah berkontribusi positif dalam penambahan
jumlah menara serta dengan bergabungnya dua entitas dalam merger tersebut telah
menghasilkan kemampuan finansial yang lebih kuat bagi surviving entity hasil
merger. Dengan demikian, proses konsolidasi/merger sejauh ini telah memberikan
dampak positif untuk Perseroan.
3. Kris Bertus – Investor
Pertanyaan : Rasio utang TOWR meningkat cukup tinggi sejak akuisisi SUPR. Mohon panduan
dari manajemen tentang rencana pengelolaan utang tersebut. Bagaimana strategi
TOWR menurunkan cost of fund mempertimbangkan rencana The Fed (Federal
Reserve System) menurunkan suku bunga bulan depan?
Jawaban : Salah satu strategi bisnis yang kami jalankan adalah melalui pertumbuhan
anorganik. Guna mendungkung hal tersebut, kami terus mencari alternatif
pembiayaan yang efisien. Hingga saat ini sumber pembiayaan Perseroan berasal
dari pinjaman bank dan obligasi. Perseroan juga mencari cara untuk
mempertahankan return on investment dengan memperbaiki kinerja operasional dan
keuangan serta terus meningkatkan economics of scale.
Dengan jumlah tower saat ini mencapai sekitar 31.000 ditambah dengan aset dari
bisnis yang sama, diharapkan margin dan profit tetap terjaga. Mengingat bisnis
menara bersifat capital intensive, diharapkan dengan lebih banyak aset maka fixed
cost dan variable cost bisa tersebar ke lebih banyak asset. Saat ini rasio bunga
pendanaan adalah terbagi menjadi skitar 50% yang bersifat fixed dan 50% bersifat
variable. Dengan adanya rencana penurunan suku bunga The Fed, diharapkan suku
bunga BI juga akan mengalami penurunan, sehingga dapat memberikan kontribusi
positif bagi Perseroan dimana sekitar 30% pinjaman Perseroan menggunakan suku
bunga yang mengacu pada BI Rate.
Page 5
4. William – Investor
Pertanyaan: Berapa perkiraan pertumbuhan EBITDA di tahun 2024 jika dibandingkan dengan
tahun 2023?
Jawaban : Pertumbuhan top line saat ini mencapai sekitar 4-6% secara organik (di luar akuisisi
IBST). Dengan skenario tersebut, pertumbuhan EBITDA sejalan dengan
peningkatan revenue, bahkan dapat dikatakan lebih rendah mengingat margin
EBITDA non tower yang lebih rendah sebagai sektor bisnis yang memiliki kontribusi
paling besar bagi pertumbuhan Perseroan.
Selain hal di atas, Perseroan terus berusaha menjaga return of investment bottom
line) melalui sinergi dan optimalisasi capex per unit tower/fiber/bisnis unit lain yang
terus dimonitor secara mingguan.
Perseroan menyakini bahwa keunggulan dalam pengelolaan opex, capex dan
financing yang efisien, akan mampu meningkatkan kemampuan Perseroan dalam
menghadapi kompetisi yang ketat.
5. Ghafur - Investor Daily
Pertanyaan: a. Sejalan dengan fokus perseroan pada fiber optic, apakah Perseroan berencana
melakukan penjualan tower untuk menekan beban dan dikonversi sebagai modal
pengembangan fiber optic?
b. Berapa target penambahan fiber optic dari posisi saat ini?
c. Sebagai pemilik fiber optic terbesar di Indonesia, berapa besar potensi
pendapatan yang bisa Perseroan dapatkan dari bisnis fiber optic pada 2025
mendatang dan bagaimana Perseroan menggapainya?
Jawaban : a. Tower dan fiber bersifat complementary, dimana fiber to the tower (FTTT) tidak
bisa berdiri sendiri. Saat ini sekitar 60% tower sudah dilakukan fiberisasi, kecuali
untuk daerah-daerah yang belum dapat dijangkau oleh fiber sehingga masih
lebih efisien menggunakan microwave.
Tower dan fiber ini merupakan bentuk diversifikasi produk yang dilakukan oleh
Perseroan.
b. Penambahan fiber hingga akhir tahun nanti diperkirakan sekitar 1,6 juta-1,8 juta
homepass dan FTTT diperkirakan sekitar 10.000-12.000 km. Penambahan
tersebut belum bisa kami verifikasi karena laporan keuangan konsolidasi untuk
periode yang berakhir di Juni 2024 masih dalam proses audit.
c. Untuk target tahun 2025 belum dapat kami sampaikan karena masih perlu
menunggu proses budgeting.
Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Kasrim SE
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.